<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351</id><updated>2024-12-19T10:28:23.740+07:00</updated><category term="PUISI"/><category term="SERBA SERBI"/><category term="ARTIKEL"/><category term="MOTIVASI"/><category term="GALERRY"/><category term="CINTA"/><category term="cerita"/><category term="RENUNGAN"/><category term="VIDEO"/><title type='text'>4MULGEN</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://4mulgen.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>84</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-8306202820555047452</id><published>2015-02-20T22:54:00.002+07:00</published><updated>2015-02-20T22:57:26.614+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="VIDEO"/><title type='text'>Foxcatcher (2014) online subtitle indonesia</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://188.190.103.116/wp-content/uploads/2015/02/foxcatcher__span.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://188.190.103.116/wp-content/uploads/2015/02/foxcatcher__span.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;background-color: white; border: 0px; clear: both; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-stretch: inherit; line-height: 20.7999992370605px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Nonton film Foxcatcher (2014) online subtitle indonesia.Film Foxcatcher menceritakan kisah nyata/aktual pemenang medali emas gulat (Olympic Gold Medal-winning) Mark Schultz yang diperankan oleh Channing Tatum, dia yang telah melihat jalan keluar dari bayang-bayang saudaranya Dave (Mark Ruffalo) yang lebih terkenal di cabang olahraga gulat dan kehidupan kemiskinan ketika dia dipanggil oleh jutawan eksentrik John du Pont (Steve Carell) agar pindah ke estate miliknya dan menjadi pelatih untuk Olimpiade Seoul th 1988.&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: center;&quot; /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20.7999992370605px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: center;&quot; /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; src=&quot;http://nontontv.me/wp/Video/foxcatcher-2014/&quot; style=&quot;background-color: white; border-width: 0px; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-stretch: inherit; line-height: 20.7999992370605px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot; width=&quot;600&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: 0px; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; font-stretch: inherit; line-height: 20.7999992370605px; margin: 5px 20px 20px; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/8306202820555047452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/8306202820555047452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2015/02/foxcatcher-2014-online-subtitle.html' title='Foxcatcher (2014) online subtitle indonesia'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-3710380595502364055</id><published>2014-11-01T23:24:00.001+07:00</published><updated>2014-11-01T23:46:56.445+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CINTA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RENUNGAN"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SERBA SERBI"/><title type='text'>CINTA MENGHARUKAN</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;CINTA MENGHARUKAN&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  McShine&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Sekali waktu, pernah ada seorang pria yang sangat mencintai seorang gadis. Pria ini sangat romantis, melipat 1000 kertas bangau sebagai hadiah kepada gadis itu. Meskipun, pada saat itu ia hanya seorang eksekutif di perusahaan kecil, masa depannya tampak tidak terlalu cerah, walaupun begitu mereka sangat bahagia bersama.Hingga suatu hari, gadis itu mengatakan kepadanya ia akan pergi ke Paris dan tidak akan pernah kembali.&lt;br /&gt;
Dia juga mengatakan bahwa, dia tidak bisa membayangkan masa depan apapun untuk mereka berdua, lalu gadis itu mengatakan “mari kita jalani kehidupan masing-masing dan berpisah, pria pun itu setuju.Ketika ia kepercayaan dirinya kembali, ia bekerja keras siang dan malam hari. Akhirnya dengan semua kerja keras dan dengan bantuan teman-teman, orang ini telah mendirikan perusahaannya sendiri …&lt;br /&gt;
“Kamu tidak pernah gagal sampai Kamu berhenti  berusaha.”  dia selalu berkata pada dirinya sendiri. “Aku harus berhasil dalam hidup!”Suatu hari sedang hujan, sedangkan pria ini mengemudi, ia melihat sepasang orangtua berbagi payung dalam hujan berjalan ke tujuan tertentu. &lt;br /&gt;
Bahkan dengan berpayungpun, orangtua itu masih basah kuyup. Tidak butuh waktu lama, dia menyadari mereka adalah orangtua mantan pacarnya yang pergi ke Perancis. Dalam hatinya pria itu ingin mereka untuk melihat dia dalam sedan mewah itu.  Dia ingin mereka tahu bahwa ia tidak sama lagi. Dia telah memiliki perusahaan sendiri, mobil,kondominium, dll. &lt;br /&gt;
Dia telah berhasil dalam hidup! Sebelum pria itu menyadari, pasangan itu berjalan ke arah kuburan, dan ia keluar dari mobilnya dan mengikuti mereka … dan dia melihat mantan pacarnya,foto-nya tersenyum manis sepertibiasa kepadanya dari batu nisannya .. . dan ia melihat kertas bangau yang pernah dibuatnya dalam botol ditempatkan di samping makam sang gadis. Orangtua nya melihat kepada pria itu. Pria itu berjalan mendekat dan bertanya mengapa ini bisa terjadi. Mereka menjelaskan, gadis itu tidak meninggalkan Perancis sama sekali. Dia terserang kanker.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
Di dalam hatinya, ia percaya bahwa ia akan berhasil suatu hari nanti, tapi dia tidak ingin sakitnya menjadi penghalangnya … karena itu dia memilih untuk meninggalkan dia.Dia ingin orang tuanya untuk menempatkan kertas bangau itu di sampingnya, karena, jika hari itu datang ketika nasib membawa pria itu lagi padanya, maka dia bisa mengambil beberapa dari Kertas Bangau tersebut kembali dengannya.&lt;br /&gt;
Pria itu akhirnya hanya bisa menangis tersedu-sedu…&amp;nbsp;:( &quot;Cara terburuk untuk merindukan seseorang adalah duduk tepat di samping mereka, tapi mengetahui bahwa Anda tidak dapat memiliki mereka dan tidak akan pernah melihat mereka lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali waktu, pernah ada seorang pria yang sangat mencintai seorang gadis. Pria ini sangat romantis, melipat 1000 kertas bangau sebagai hadiah kepada gadis itu. Meskipun, pada saat itu ia hanya seorang eksekutif di perusahaan kecil, masa depannya tampak tidak terlalu cerah, walaupun begitu mereka sangat bahagia bersama.Hingga suatu hari, gadis itu mengatakan kepadanya ia akan pergi ke Paris dan tidak akan pernah kembali.&lt;br /&gt;
Dia juga mengatakan bahwa, dia tidak bisa membayangkan masa depan apapun untuk mereka berdua, lalu gadis itu mengatakan “mari kita jalani kehidupan masing-masing dan berpisah, pria pun itu setuju.Ketika ia kepercayaan dirinya kembali, ia bekerja keras siang dan malam hari. Akhirnya dengan semua kerja keras dan dengan bantuan teman-teman, orang ini telah mendirikan perusahaannya sendiri ...&lt;br /&gt;
“Kamu tidak pernah gagal sampai Kamu berhenti  berusaha.”  dia selalu berkata pada dirinya sendiri. “Aku harus berhasil dalam hidup!”Suatu hari sedang hujan, sedangkan pria ini mengemudi, ia melihat sepasang orangtua berbagi payung dalam hujan berjalan ke tujuan tertentu. &lt;br /&gt;
Bahkan dengan berpayungpun, orangtua itu masih basah kuyup. Tidak butuh waktu lama, dia menyadari mereka adalah orangtua mantan pacarnya yang pergi ke Perancis. Dalam hatinya pria itu ingin mereka untuk melihat dia dalam sedan mewah itu.  Dia ingin mereka tahu bahwa ia tidak sama lagi. Dia telah memiliki perusahaan sendiri, mobil,kondominium, dll. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah berhasil dalam hidup! Sebelum pria itu menyadari, pasangan itu berjalan ke arah kuburan, dan ia keluar dari mobilnya dan mengikuti mereka … dan dia melihat mantan pacarnya,foto-nya tersenyum manis sepertibiasa kepadanya dari batu nisannya .. . dan ia melihat kertas bangau yang pernah dibuatnya dalam botol ditempatkan di samping makam sang gadis. Orangtua nya melihat kepada pria itu. Pria itu berjalan mendekat dan bertanya mengapa ini bisa terjadi. Mereka menjelaskan, gadis itu tidak meninggalkan Perancis sama sekali. Dia terserang kanker.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; height=&quot;80&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
 font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;, cursive;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}

.mm1{
 font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;, cursive;
}
.mmm p{
font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;, cursive;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;
padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;
border-bottom: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
}
.mmm p:first-child{
  font-size: 14px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;, cursive;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;, cursive;
color:#9f9c9c;
}
m4{
 font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/3710380595502364055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/3710380595502364055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2014/11/cinta-mengharukan.html' title='CINTA MENGHARUKAN'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-8608305523880868110</id><published>2014-01-15T09:41:00.002+07:00</published><updated>2014-05-29T07:09:27.073+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SERBA SERBI"/><title type='text'>Rahasia Dan Rahasia</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;Rahasia dan Rahasia&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Pada suatu ruang dan waktu, tinggal seorang gadis berusia 70 tahun dan seorang perjaka. Namanya saya enggak tahu karena saya belum pernah lihat KTPnya. Mereka tinggal dengan ketiga anaknya. Anak pertama bernama Hyu, nama panjangnya I Love Hyu. Anak kedua bernama Jan, nama panjangnya Jan Tung Hati. Dan anak yang terakhir bernama Agus. Dinamakan Agus karena ia lahir di bulan Juni. LHO? Nama panjangnya adalah Agus Januar Febri Marta April Septa Oktovianus. (Lho, gak ada unsur Juni nya). Dari ketiga anak itu, hanya Agus yang tidak tinggal bersama orangtuanya karena ia sedang pergi mencari jati diri. Ia sedang berusaha memecahkan misteri namanya.&lt;br /&gt;
Suatu saaaat (waduh “a”nya kebanyakan), Hyu sedang memanjat pohon kelapa untuk diambil akarnya. Loh? Pada suhu dan tekanan yang sama, Jan sedang duduk-duduk santai di atap rumah. Saking santainya bahkan ia tidak sadar kalau rumahnya mengalami sebuah kebakaran. Tapi ia tidak terluka karena atap rumah yang ia duduki adalah rumah tetangganya. Pada saat ia sedang asyik memandang rumahnya yang terbakar, ia melihat sesosok wanita yang cantiknya bukan main main (2 main lebih baik, program KB (Keluarga Bermain)). Ia langsung turun dari atap dan mendekati wanita itu. Enggak tahu kenapa (suer saya gak tahu), mungkin karena ia grogi karena sedang diceritakan di cerita ini, ia menabrak pohon pisang. Dengan wajah penuh wibawa, Jan tertawa terbahak-bahak. Wanita itupun marah. Tapi bukan marah delima lho. Seperti pada sinetron-sinetron di tv, yang awalnya marah-marahan pasti endingnya cinta-cintaan kan? Kecuali antar lelaki. Lha!!!! mereka juga melakukan hal yang sama. Mereka membenci untuk mengenal, mengenal untuk menyayang, dan menyayang untuk mencinta. Wesyeh.......&lt;br /&gt;
Rahasia dan Rahasia&lt;br /&gt;
Hari demi hari telah berlalu. Bulan dan matahari bergantian tugas untuk menyinari bumi. Pada malam hari, matahari padam dan bulan menyala, begitu juga dengan sebaliknya. Ayam berkokok pertanda ayam itu masih hidup, kalau ayamnya mati mana mungkin bisa berkokok. Iya kan? Waktu itu Jan masih tertidur pulas. Hyu dengan muka masih mengantuk pergi keluar rumah. Pasti anda bingung karena anda berpikir rumah mereka kebakaran kok bisa tidur di rumah. Tenang dulu, jangan panik. Keluarga mereka adalah keluarga yang cukup mampu. Rumah yang terbakar adalah lantai 2 sedangkan rumah mereka bertingkat 2. Bertingkat 2 ke atas, bertingkat 2 ke samping kanan, bertingkat 2 ke samping kiri, bertingkat 2 ke depan, bertingkat 2 ke belakang, dan bertingkat 2 ke bawah. (maunya sih saya mau nulis yang ke arah serong atas, bawah, kiri, dan samping. Tapi capek). Hyu duduk termenung di teras rumah. Ia merenung kenapa ia bisa merenung. Akhirnya ia sadar kalau ia telah sadar dan pergi ke arah ia mau pergi. Mudeng gak?&lt;br /&gt;
Ia pergi ke sebuah danau. Kalau gak salah namanya Danau Pembangunan. Kalau gak salah lho. Untuk lebih pastinya silakan anda search sendiri di google atau facebook. Ia duduk di tepi danau sambil bernyanyi dan sesekali sedikit menari Gangnam Style. Saat memandangi danau, ia melihat sesosok wanita di tengah danau. Ternyata itu adalah kudanil wanita. Haha. (saya lebih suka menggunakan “hahaha” daripada “wkwkwk” karena “hahaha” dapat direalisasikan lewat suara. Iya kan? Wkwkwkwk).&lt;br /&gt;
Dari kejauhan ia melihat sebuah manusia yang sepertinya habis jatuh dari surga. Wajahnya berseri-seri dan bersinar terang, dan terus terang. Ia terus berjalan dengan penuh keterangan. Hyu pun tersepona, eh, terpesona kamsudnya, eh, maksudnya maksudnya. Hatinya cenat cenut 3. Dengan kepercayaan diri maksimal, ia beranikan diri untuk mendekati cewek itu sambil memakai kacamata hitam rangkap 3 dan dilapisi kain setebal 2 meter. Ketika cewek itu menanyakan namanya, Hyu langsung menjawab, “I Love Hyu” (minum air sambil menyelam, perkenalan sambil mengungkapkan perasaan). Sesuai hukum Newton yang ke 3 (kalau gak tahu belajar dulu, jangan tawuran melulu), setiap ada aksi pasti ada reaksi dan dituliskan F’=-F dimana F adalah besar gaya yang dilakukan sedangkan tanda negatif artinya berlawanan arah. Cewek itu terdiam sejenak. Kayaknya mau ngeluarin tenaga dalam. Dan ternyata tebakan saya benar. HAHAHA!!! Cewek itu mengeluarkan jurus 100 tamparan suci. Hyu pun tak tinggal diam, ia mengeluarkan jurus Anti Tamparan Suci. Cewek itu mengeluarkan jurus lagi, yaitu Anti Anti Tamparan Suci. Peristiwa itu terus berlanjut hingga anti yang ke 10.000 cos 0. Pertarungan itu akhirnya berakhir dengan skor kacamata. Tapi wasit berkehendak lain. Sesuai prinsip “lady First” ia menyatakan bahwa pemenangnya adalah si cewek yang jatuh dari surga itu.&lt;br /&gt;
Hyu pun dengan rela hati menerima kekalahan itu. Namun yang menjadi ganjalan dalam hatinya, kenapa cewek itu menolaknya. Ia pun memutuskan untuk memutuskan untuk bertanya pada cewek itu. Tak disangka tak diduga ternyata cewek itu adalah calon istri dari Jan. Wanita itu adalah wanita yang pernah ditemui Jan saat rumahnya terbakar. Layaknya seorang pria normal, ia pun cemburu buta dan menaruh sebuah dendam kesumat dalam hatinya. Dengan secepat kilat ia langsung mengubah nama Facebooknya menjadi “Hyu Lageee Tersakiti”. Ia merasa dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tanpa berpikir panjang, Hyu langsung berpikir bagaimana cara memisahkan Jan dengan cewek itu. Tiba-tiba terlintas ide di kepalanya, namun ide itu hanya sekedar melintas dan tidak mampir. Jadi Hyu harus berfikir lagi dan menunggu lintasan selanjutnya. Akhirnya ia pun mendapat ide. Namun ia tidak mau membeberkan ide itu kepada saya. Kepada kalian para pembaca juga. :P&lt;br /&gt;
Pagi harinya, Jan sedang jalan-jalan bareng Lauziana, cewek yang kemarin itu lho. Saya sudah tahu namanya karena saya sudah kenalan. Hahaha. Mereka pergi ke puncak gunung yang tinggi tinggi sekali. Sesekali mereka melihat kiri dan kanan, dan tampak banyak pohon cemara. Sepertinya mereka sedang asyik berbincang bincang. Tapi, dimana ada kebahagiaan pasti ada yang ingin menghilangkan kebahagiaan itu (biasa, sinetron kacangan. Lebih mendingi Tukang Bubur Naik Elang). Dari balik pohon ternyata diam diam Hyu mengikuti mereka. Ia pun langsung ngelabrak Jan dan Lauziana. Hyu mengatakan pada Lauziana bahwa Jan punya cewek simpanan di kota seberang. Ia juga menunjukan sebuah foto di BBnya. Ternyata wanita dalam foto itu adalah Mpok Nori. WOW! Gue harus koprol sambil bilang ADUH. Ia pun percaya dan meminta putus. Akhirnya keputusan untuk putus telah diputuskan tanpa putus-putus. Lauziana pun langsung mengeluarkan jurus 100 tamparan suci. Tapi jurus itu tak mempan karena Jan sudah menggunakan obat herbal anti tampar. Lauziana pun ngambek dan pergi entah kemana (saya gak tahu lho).&lt;br /&gt;
Setelah peristiwa itu, Jan menjadi sangat murka dengan Hyu. Murkanya menjadi kemerah-merahan. Akhirnya terjadi peperangan yang amat dahsyat. Bumi gonjang ganjing, langit kelap kelap. Petir menyambar. Saya ganteng. Jan terkenal dengan elemen tanahnya. Sedangkan Hyu elemen air. Mereka saling beradu sihir. Jan menggetarkan bumi dan terjadilah gempa yang sangat dahsyat. Sampai sampai bumi terbelah menjadi 2. Hyu juga tak tinggal diam. Ia menggunakan seluruh air di bumi untuk menyerang Jan. Pertandingan itu berlangsung kira-kira 4000 abad lamanya. Mereka sama kuat dan belum ada yang kalah. Bumi kini menjadi porak poranda karena peperangan itu. Tiba tiba dari kejauhan muncul seorang lelaki. Ternyata lelaki itu adalah Ayah mereka, Peter Keilt. Ia sangat marah karena anaknya telah merusak bumi akibat peperangan Hyu dan Jan. Ia pun menghukum anaknya. Jan yang terkenal hebat dalam elemen tanah ia kutuk menjadi tanah untuk membangun bumi kembali. Sedangkan Hyu ia kutuk menjadi air untuk mengganti air yang ia buang saat perang. Saat itu bumi kembali seperti baru. Dan saat itu juga zaman kehidupan bumi muncul kembali setelah 4000 abad rusak. Zaman ini disebut zaman sebelum masehi. Namun kehidupan di bumi ini tidak seperti bumi 4000 abad yang lalu. Dulu bumi begitu nyaman dan enak untuk dihuni. Namun kini bumi sering terjadi bencana. Bencana itu tak lain tak bukan adalah ulah kedua bersaudara Hyu dan Jan yang dikutuk menjadi tanah dan air. Ternyata mereka masih saling bermusuhan. Kutukan itu tak membuat mereka sadar.&lt;br /&gt;
Sesekali Jan si pengendali tanah menggoncangkan dirinya untuk menyerang Hyu. Peristiwa ini kini kita kenal dengan Gempa Bumi. Namun Hyu juga sering menyerang Jan dengan mengguyurkan airnya ke tanah. Peristiwa ini kita kenal dengan tsunami. Namun sepertinya Hyu lebih pantang menyerah dalam menyerang. Pada saat musim panas, Hyu mengumpulkan energi matahari dan menguapkan air hingga ke langit. Saat musim penghujan, ia langsung menyerang Jan dengan menjatuhkan air dari awan ke bumi. Peristiwa tersebut terus terjadi di bumi hingga saat ini. Orang-orang menyebut kejadian ini dengan istilah “Hyu-Jan” yang berarti peperangan antara Hyu dan Jan. Namun di Indonesia peristiwa ini sering disebut “Hujan” biar lebih mudah mengucapkannya. Tapi mungkin kalau di kalangan anak muda sudah menjadi “uDJ4nDtzz”. Itulah asal muasal kenapa bisa terjadi hujan dan kenapa dinamakan hujan. Kadang saat hujan terjadi sering ada badai atau petir. Dinamakan petir karena berasal dari nama ayah mereka, Peter. Biasanya ia muncul saat hujan turun dengan sangat deras dan ia berniat untuk mengingatkan Hyu dan Jan. Namun peperangan itu sepertinya takkan pernah berakhir. Tomat. Eh salah. Tamat.&lt;br /&gt;
Mungkin anda bertanya-tanya kenapa judulnya bukan “asal mula hujan”. Saya punya alasan tersendiri untuk itu. Saya sengaja memberi judul “rahasia dari rahasia” supaya anda tidak bisa menebak apa yang akan terjadi akhirnya, dan itu mengakibatkan anda terus membaca sampai akhir. Beda jika saya kasih judul “asal mula hujan”. Jika saya kasih judul itu pembaca pasti sudah bisa menebak kalau ceritanya pasti tentang asal mula hujan dan cerita menjadi tidak menarik lagi.&lt;br /&gt;
Disini gunung di sana gunung&lt;br /&gt;
Di tengahnya pulau Bali&lt;br /&gt;
Sekian dan terimakasih&lt;br /&gt;
Sampai jumpa.&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: Redressed;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#fff;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}

.mm1{
  font-family: Redressed;
  color:#fff;
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#fff;
text-align:center;
font-family: Redressed;
}
.mmm p{
 font-family: Redressed;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#fff;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;
padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#fff;
   
font-family: Redressed;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: Redressed;
color:#fff;
}
m4{
  font-family: Redressed;
  color:#fff;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:85%px;}&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
    body{
    background:#000 url(http://blogs.bgsu.edu/alyssag/files/2011/09/space_bg8574.jpg)no-repeat center center fixed;
-webkit-background-size: cover;
-moz-background-size: cover;
-o-background-size: cover;
background-size: cover;  color:#0f61e5;
   }
#header{height:0px; padding:0px; margin:0px;}
   .cover{ text-shadow: 0px 0px 4px #000, 0px 0px 10px #000, 0px 0px 30px #000;}

    &lt;/style&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/8608305523880868110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/8608305523880868110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2014/01/rahasia-dan-rahasia.html' title='Rahasia Dan Rahasia'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-6115523397556407835</id><published>2014-01-14T23:13:00.001+07:00</published><updated>2014-05-29T07:28:08.751+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>Pelangi sesudah Hujan</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;Pelangi sesudah Hujan&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan…&lt;br /&gt;
Memang tak terlalu deras, tapi sudah cukup untuk membuat seragam ku basah setidaknya aku sendirian, aku menyukai hujan tapi bukan karena aku menyukai basahnya aku hanya menyukai airnya yang perlahan membasahi tubuh ini.. Tak ada yang bisa melihat tangis ku kan?&lt;br /&gt;
Ternyata benar tentang apa yang sering dikatakan orang-orang&lt;br /&gt;
“menyembunyikan daun harus di tengah hutan.. Dan menyembunyikan tangis harus di tengah hujan”&lt;br /&gt;
Seandainya waktu dapat berputar kembali…&lt;br /&gt;
Tapi tidak mungkin kan?&lt;br /&gt;
Karena air yang mengalir pun tak akan berhenti untuk mengikuti takdirnya, menangis ku memang tak ada gunanya&lt;br /&gt;
Sepi, sunyi, senyap dan sendiri… Terlalu munafik jika ku berkata tengah takut disini, karena kata-kata itulah yang telah mendarah daging pada tubuh orang kesepian ini, ayah dan ibu apa kalian bahagia disana? Tanpa aku? Yah diriku seorang yang pembawa masalah? Pasti kalian bahagia kan?&lt;br /&gt;
Hujannya semakin deras.. Seperti tengah mendukung kegiatan ku untuk menangis lebih keras..&lt;br /&gt;
“kaori…” panggil sebuah suara yang amat ku kenal tengah menyebut nama ku, charli itulah dia&lt;br /&gt;
“apa yang kau lakukan disini?” lanjutnya lagi&lt;br /&gt;
“pergi..” ucapku&lt;br /&gt;
“hei kaori… Apa kau tahu makna dibalik nama mu itu?” ucapnya&lt;br /&gt;
Jujur aku tidak tahu dan aku tidak terlalu berminat untuk tahu, ayah dan ibuku juga tidak pernah memberitahukannya pada ku, kenapa? Tentu karena mereka tidak disini, mereka meninggalkan ku, sendirian…&lt;br /&gt;
“kuat…” ucapnya seolah dia yang mengerti semuanya&lt;br /&gt;
Aku tertegun sesaat&lt;br /&gt;
“mereka ingin kau kuat.. Mereka ingin mewujudkan melalui nama pendek mu itu..” ucapnya meyakinkan&lt;br /&gt;
“mereka ingin ku kuat? Nyatanya aku memang sudah kuat.. Aku di dunia ini sendiri… Mereka pergi..” ucapku dengan linangan air mata yang tersamar oleh air hujan&lt;br /&gt;
“sudahlah jangan menangis.. Itu tidak cocok untuk mu” ucapnya sungguh menyebalkan&lt;br /&gt;
“…” aku hanya diam&lt;br /&gt;
“apa kau tahu… Setidaknya kau hargai nama itu.. Karena mereka sungguh menyayangi mu.. Dan karena mereka menyayangi mu lah mereka tidak membawa mu pergi bersama mereka”&lt;br /&gt;
Aku diam saja&lt;br /&gt;
“mereka masih ingin kau menikmati hidup… Bersemangatlah.. Karena akan ada pelangi setelah hujan” ucapnya&lt;br /&gt;
“maaf tapi sepertinya aku tidak mempercayainya… Karena kebahagiaan ku telah tersesat untuk menemukan ku….”&lt;br /&gt;
“tersesat? Carilah mereka! Dan arahkan kepada jalan yang benar! Hidup mu masih panjang.. Masa lalu? Tataplah lurus ke depan dan jadikan yang lalu pelajaran.. Hidup cuma sekali kau sia-siakan maka kau akan menyesal sesudah mati..!” ucapnya separuh berteriak&lt;br /&gt;
“apa aku dapat mempercayai mu?”&lt;br /&gt;
“apa?”&lt;br /&gt;
“tentang pelangi sesudah hujan?”&lt;br /&gt;
“hem.. Percayalah…” ucapnya&lt;br /&gt;
Yang kemudian hujan reda secara perlahan yang setelah itu disambut dengan sinar yang nampak datang dengan malu-malu bersama sebuah senyuman dari pelangi.&lt;br /&gt;
“aku percaya” ucapnya sambil menatap pelangi itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: Redressed;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#fff;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}

.mm1{
  font-family: Redressed;
  color:#fff;
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#fff;
text-align:center;
font-family: Redressed;
}
.mmm p{
 font-family: Redressed;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#fff;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;
padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#fff;
   
font-family: Redressed;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: Redressed;
color:#fff;
}
m4{
  font-family: Redressed;
  color:#fff;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:90%;}&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
    body{
    background:#000 url(http://www.wallibs.com/newimg/1600x1200-black-wall-ppt-background.jpg)no-repeat center center fixed;
-webkit-background-size: cover;
-moz-background-size: cover;
-o-background-size: cover;
background-size: cover;  color:#0f61e5;
   }
#header{height:0px; padding:0px; margin:0px;}
   .cover{ text-shadow: 0px 0px 4px #000, 0px 0px 10px #000, 0px 0px 30px #000;}

    &lt;/style&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/6115523397556407835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/6115523397556407835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2014/01/marah-dan-putus-asa-article-by-mochamad.html' title='Pelangi sesudah Hujan'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-8432835218319778114</id><published>2014-01-14T22:17:00.002+07:00</published><updated>2014-01-14T22:37:22.096+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>Marah dan Putus Asa</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;Marah dan Putus Asa&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Alkisah, seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu, membiarkan sebagian peralatan kerjanya masih berserakan dan tidak merapikannya.&lt;br /&gt;
Nah ketika ular itu berjalan kesana kemari di dalam gudang, tanpa sengaja ia merayap di atas gergaji.&lt;br /&gt;
Tajamnya mata gergaji, menyebabkan perut ular terluka. Tapi ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.&lt;br /&gt;
Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.&lt;br /&gt;
Serangan itu menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.&lt;br /&gt;
Marah &amp; putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya.&lt;br /&gt;
Ia pun membelit kuat gergaji itu. Maka tubuhnya terluka amat parah dan akhirnya ia pun mati..&lt;br /&gt;
Kadangkala, di saat kita marah, kita ingin melukai orang lain. Tapi sesungguhnya tanpa disadari, yang dilukai adalah diri kita sendiri.&lt;br /&gt;
Mengapa? Karena perkataan dan perbuatan di saat marah adalah perkataan dan perbuatan yang biasanya akan kita sesali di kemudian hari..&lt;br /&gt;
Mari, kita sama-sama belajar untuk tidak marah (atau setidaknya mampu meredakan marah) terhadap situasi buruk yang mungkin kita alami.&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: Redressed;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#fff;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}

.mm1{
  font-family: Redressed;
  color:#fff;
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#fff;
text-align:center;
font-family: Redressed;
}
.mmm p{
 font-family: Redressed;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#fff;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;
padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#fff;
   
font-family: Redressed;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: Redressed;
color:#fff;
}
m4{
  font-family: Redressed;
  color:#fff;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
    body{
    background:#000 url(http://cdn01.wallconvert.com/_media/wallpapers_1366x768/1/2/concrete-wall-11668.jpg)no-repeat center center fixed;
-webkit-background-size: cover;
-moz-background-size: cover;
-o-background-size: cover;
background-size: cover;  color:#0f61e5;
   }
#header{height:0px; padding:0px; margin:0px;}
   .cover{ text-shadow: 0px 0px 4px #000, 0px 0px 10px #000, 0px 0px 30px #000;}

    &lt;/style&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/8432835218319778114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/8432835218319778114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2014/01/marah-dan-putus-asa.html' title='Marah dan Putus Asa'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-8032244872112509330</id><published>2014-01-13T11:44:00.004+07:00</published><updated>2014-01-13T11:44:49.964+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PUISI"/><title type='text'>Jelata Muda</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;Jelata Muda&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Jelata muda dengan mimpi di tangannya&lt;br /&gt;
Saat pagi tiba bersama mentari&lt;br /&gt;
Dan kicau burung mengiringi&lt;br /&gt;
Semangatnya segar kembali&lt;br /&gt;
Berbekal niat pasti dalam hati&lt;br /&gt;
Ia langkahkan kaki menuju gedung itu&lt;br /&gt;
Tempatnya biasa memburu ilmu&lt;br /&gt;
Jelata muda dengan mimpi di tangannya&lt;br /&gt;
Suatu ketika, sesuatu yang tak pernah terpikir olehnya&lt;br /&gt;
Sesuatu yang megusik akalnya&lt;br /&gt;
Menusuk mata batinnya&lt;br /&gt;
Memenjarakan segenggam mimpinya&lt;br /&gt;
Ketika itu, ketika ia tahu&lt;br /&gt;
Kekuatan materi menjadi pagar berduri&lt;br /&gt;
Menghalangi setiap langkah kaki&lt;br /&gt;
Jelata muda dengan mimpi di tangannya&lt;br /&gt;
Ia pun tahu kini langkahnya kian susah&lt;br /&gt;
Namun semangat tetap saja gagah&lt;br /&gt;
Dan niat seakan tak pernah goyah&lt;br /&gt;
Menyusuri jalan setapak penuh semak&lt;br /&gt;
Melewati malam amat gelap&lt;br /&gt;
Mengharap sinar rembulan walau dalam senyap&lt;br /&gt;
Jelata muda dengan mimpi di tangannya&lt;br /&gt;
Hanya lembaran usang ia jadikan penunjang&lt;br /&gt;
Dan untaian doa selalu ia panjatkan&lt;br /&gt;
Lamalah jalani hari-hari amat melelahkan&lt;br /&gt;
Namun tetap berjuang wujudkan mimpi jadi kenyataan &lt;/p&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}

.mm1{
  font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
}
.mmm p{
 font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;
padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
color:#9f9c9c;
}
m4{
  font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/8032244872112509330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/8032244872112509330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2014/01/jelata-muda.html' title='Jelata Muda'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-8576429465563028901</id><published>2014-01-12T22:27:00.002+07:00</published><updated>2014-01-13T08:26:10.206+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>NILAI KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;&lt;b&gt;NILAI KEHIDUPAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;&lt;b&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,&quot; katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. &quot;Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, &quot;Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, &quot;Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, &quot;Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera timbul kesadaran baru. &quot;Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=================================================&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: &#39;macondo&#39;;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#ffff;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}

.mm1{
  font-family: &#39;macondo&#39;;
  color:#ffff;
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#ffff;
text-align:center;
font-family: &#39;macondo&#39;;
}
.mmm p{
 font-family: &#39;macondo&#39;;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#ffff;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;
padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 14px;
color:#ffff;
   
font-family: &#39;macondo&#39;;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;macondo&#39;;
color:#ffff;
}
m4{
  font-family: &#39;Macondo&#39;;
  color:#ffff;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

&lt;/style&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
    body{
    background:#000 url(http://pastorerickson.com/wp-content/uploads/2013/01/father-son11.jpg)no-repeat center center fixed;
-webkit-background-size: cover;
-moz-background-size: cover;
-o-background-size: cover;
background-size: cover;  color:#0f61e5;
   }
#header{height:0px; padding:0px; margin:0px;}
   .cover{ text-shadow: 0px 0px 4px #000, 0px 0px 10px #000, 0px 0px 30px #000;}

    &lt;/style&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/8576429465563028901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/8576429465563028901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2014/01/nilai-kehidupan.html' title='NILAI KEHIDUPAN'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-5063832252969053901</id><published>2013-09-05T14:00:00.002+07:00</published><updated>2013-09-25T08:27:11.780+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CINTA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PUISI"/><title type='text'>PUISI 2 KEPERGIANMU</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;KEPERGIANMU&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;Kumulai menyembuhkan luka hati ini sendiri&lt;br /&gt;
Tanpa ada orang lain disisi&lt;br /&gt;
Hanya perasaan hati ini yang mengerti Bahwa engkau pergi dengan menggoreskan luka hati&lt;br /&gt;
Harus kusadari bahwa aku memang tak pantas untuk kau cintai&lt;br /&gt;
Dan aku juga tak bisa menjadi seperti layaknya wanita yang lain&lt;br /&gt;
Namun harus kau ketahui bahwa Selama ini aku mencintaimu tulus dengan hati yang suci&lt;br /&gt;
Tak ada niat sedikitpun untuk menyakiti&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang semua itu hanyalah kenangan yg mungkin harus ku kubur dalam-dalam&lt;br /&gt;
&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}

.mm1{
  font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
}
.mmm p{
 font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;
padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
color:#9f9c9c;
}
m4{
  font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div itemscope itemtype=&quot;http://schema.org/Movie&quot;&gt;  &lt;h1&gt;Avatar&lt;/h1&gt;  &lt;span&gt;Director: James Cameron (born August 16, 1954)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;span&gt;Science fiction&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;a href=&quot;../movies/avatar-theatrical-trailer.html&quot;&gt;Trailer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/5063832252969053901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/5063832252969053901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/09/puisi-2-kepergianmu.html' title='PUISI 2 KEPERGIANMU'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-5890735291439405543</id><published>2013-08-04T03:13:00.004+07:00</published><updated>2013-08-04T03:19:37.087+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>Stop Trying and Just BE!</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;Stop Trying and Just BE!&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Guys, I made this one post all in English because my inspiration just flows&lt;br /&gt;
like that right now…. So enjoy it :)&lt;br /&gt;
Have you ever stumbled when you tried the stuff from this forum or my&lt;br /&gt;
ebook? Why is that?&lt;br /&gt;
Here, I give you a killer tips that will boost your performance to become a&lt;br /&gt;
real man…&lt;br /&gt;
This thing happened to me by the way…&lt;br /&gt;
When I still learning to be a real man and be good with woman, I also&lt;br /&gt;
stumbled a lot and felt everything I do Is useless… even though I get some&lt;br /&gt;
results, but it wasn’t the result that is supposed to be or the results that I&lt;br /&gt;
wanted…&lt;br /&gt;
And then I realize something FUNDAMENTAL and a SHIFT that comes to my&lt;br /&gt;
mind… which is, I am still “trying”…&lt;br /&gt;
I AM “TRYING” to be a REAL MAN and be good with WOMAN…&lt;br /&gt;
When I realize that, I changed the whole course of what I do… which is… I&lt;br /&gt;
was no longer “trying”… instead, i BECOME the REAL MAN…&lt;br /&gt;
And I got RAPID RESULTS!...&lt;br /&gt;
What do you mean xRoN? How can you “BE” without “TRYING TO BE”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, let me explain this step by step… (This WORKS not only for WOMAN,&lt;br /&gt;
but every ASPECT of LIFE!)&lt;br /&gt;
Newbie always “trying to be” by DOING things that their MENTORS do…&lt;br /&gt;
Expert always “BE” by “BEING” and “THINKING” like what their MENTORS&lt;br /&gt;
do…&lt;br /&gt;
I give you example… Lets say you WANT to be RICH…&lt;br /&gt;
What newbie ALWAYS do is they’re LOOKING for what their MENTOR is&lt;br /&gt;
DOING, because they’re thinking that IF I DO WHAT THE RICH ARE DOING,&lt;br /&gt;
then I shall become RICH!&lt;br /&gt;
So they buy an EXPENSIVE LUXURY CAR,&lt;br /&gt;
One X-TRA LARGE LIMO for their beloved MAIDEN,&lt;br /&gt;
Eat expensive yet small amount of FOOD,&lt;br /&gt;
Buy 2 LARGE APARTMENT plus a HONEYMOON SUITE,&lt;br /&gt;
Ignore the APARTMENT they bought and stay at EXPENSIVE HOTEL,&lt;br /&gt;
Spend tremendous amounts of money for WOMAN,&lt;br /&gt;
And BUYING ALL what RICH people BOUGHT!...&lt;br /&gt;
They THINK that they will become RICH by following what RICH people&lt;br /&gt;
DO!...&lt;br /&gt;
And by the time the newbie REALIZE that what the RICH people ACTUALY&lt;br /&gt;
doing was INVESTING their money and only SPEND 10% of their money for&lt;br /&gt;
LUXURIOUS stuff… ITS ALREADY TO LATE FOR THE NEWBIE… why late?&lt;br /&gt;
Because THEY’RE ALREADY BROKE!...&lt;br /&gt;
Tragic eh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Its all because the newbie is TRYING to be RICH.&lt;br /&gt;
Now lets look at what the EXPERT do!&lt;br /&gt;
What the expert do is BECOME RICH at that time WITHOUT even “TRYING”&lt;br /&gt;
to be rich!...&lt;br /&gt;
What do you mean again xRoN? Are you out of your mind? How can a&lt;br /&gt;
poor person SUDDENLY become RICH?&lt;br /&gt;
What I mean is… RICH is IN YOUR MIND! Not HOW MUCH MONEY YOU&lt;br /&gt;
HAVE!&lt;br /&gt;
So they are RICH because of their MIND is CAPABLE to make MONEY!...&lt;br /&gt;
and sooner or later, the money WILL FOLLOW!...&lt;br /&gt;
The expert have the MIND and the ATTITUDE of RICH PEOPLE which is&lt;br /&gt;
spend only 10% for luxurious stuff, investing their money, do business and&lt;br /&gt;
what’s mostly important is, they DON’T CARE or CRY because of FAILURE!&lt;br /&gt;
Even though it HURTS LIKE HELL!...&lt;br /&gt;
Isn’t it amazing to know that you can BE RICH RIGHT NOW?&lt;br /&gt;
Now, what is it got to do with WOMAN?&lt;br /&gt;
Well, STOP “TRYING TO BE” GOOD with WOMAN… and JUST BE GOOD&lt;br /&gt;
WITH WOMAN NOW!...&lt;br /&gt;
Aargh! What do you mean again xRoN? Your words are twisting my&lt;br /&gt;
head!...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hahaha… if you have something you don’t understand, read again this&lt;br /&gt;
whole post… cuz when you GET IT, you’ll blast ahead…&lt;br /&gt;
Look at some of the things that the newbie “wanna be” good with&lt;br /&gt;
woman do:&lt;br /&gt;
1. Newbie knows to be good with woman they need to play “hard to get”&lt;br /&gt;
so they play it… when the woman “rejects” them or give IOD, they&lt;br /&gt;
“pretend” to be “hard to get” for 15 minutes… and after 15 minutes, the&lt;br /&gt;
newbie started to be stressed cause they think by “pretending” to play&lt;br /&gt;
“hard to get” the girl would like them! But the girl just RAN AWAY!... and&lt;br /&gt;
they wonder why but could find the answer…&lt;br /&gt;
2. Newbie knows not to call girls to often… means that they MUST not&lt;br /&gt;
CARE about woman that much… so they did it! They DON’T call girls that&lt;br /&gt;
much IN HOPE that the girls would call him… so the newbie DON’T CALL&lt;br /&gt;
girls to much but they EXPECT the girls to call him!... they FORGET the MUST&lt;br /&gt;
NOT CARE factor…&lt;br /&gt;
And ofcourse when the girls don’t call him back… they get FRUSTRATED&lt;br /&gt;
and begin to call the girls RAPIDLY and abandon the RULE of “they MUST&lt;br /&gt;
not CARE about woman that much” cause they think the RULE DOESN’T&lt;br /&gt;
WORK!&lt;br /&gt;
3. Newbie KNOWS about being ALPHA but they don’t GET what alpha is!...&lt;br /&gt;
a good example of this are EVERYWHERE!... a PUA wanna be guys always&lt;br /&gt;
think that to be a PUA he MUST be ALPHA!... that’s true… but what is&lt;br /&gt;
ALPHA? They got it wrong… they think ALPHA is kinda BADBOY RUDE&lt;br /&gt;
stuff… so they play it to woman! They become more RUDE and COCKY!&lt;br /&gt;
Become more ARROGANT and SELFISH! And those kind of things!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I even remember one day I was chatting in an international PUA chat&lt;br /&gt;
room and one of the “elder” told me not to ask questions and told me to&lt;br /&gt;
FUCK OFF!...&lt;br /&gt;
And when I asked the people there why is he being so RUDE, the people&lt;br /&gt;
at the chat room told me that he is ALPHA GUY!... and ALPHA is ALWAYS&lt;br /&gt;
do AMOG to everyone… so better not asking anything!&lt;br /&gt;
Hmmm… was it alpha?... OF COUSE NOT! What kind of ALPHA IS THAT?... I&lt;br /&gt;
was asking questions that should be answered and he told me to FUCK&lt;br /&gt;
OFF? Gezzz… that’s not alpha! That’s MACHO! I’ll tell you what alpha is&lt;br /&gt;
after this…&lt;br /&gt;
4. Newbie knows that ITS OK to loose a GIRL cause he GOT MILLIONS&lt;br /&gt;
MORE GIRLS FOR HIM! So he MUST NOT CARE about ONE GIRL! In pua term&lt;br /&gt;
we call it one-itis. So they played it! They “said” they don’t care! But they&lt;br /&gt;
hide the feelings of needy-ness inside them… they NEED the girl and CANT&lt;br /&gt;
let go!... but to make them looks cool and alpha, the lied and tell&lt;br /&gt;
everyone THEY DON’T NEED THE GIRL CAUSE THEY’RE NOT NEEDY!...&lt;br /&gt;
hmmm… keep that thoughts for long and within 5 years you’ll get stroke!...&lt;br /&gt;
Many more examples but lets stick to the topic shall we?... so what is it&lt;br /&gt;
that the TRUE REAL MAN does? Hmmm… check this out:&lt;br /&gt;
1. The Real Man knows about the “play hard to get” thing and they’re&lt;br /&gt;
playing it as TRUE as it is… they ARE hard to get… if the girls “rejects” them,&lt;br /&gt;
its ok… Real Man always said “hey, its her lost!”, he doesn’t even CARE&lt;br /&gt;
about it!... when newbie “pretend” to be BUSY and tell girls that they are&lt;br /&gt;
BUSY, the Real Man is TRULY busy… he find him self some activity that&lt;br /&gt;
makes him busy and tell that to the girl! When the girl is NOT passing his&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AUDITION, he would just FORGET the girl right away… so HE IS HARD TO&lt;br /&gt;
GET!... He truly is…&lt;br /&gt;
2. Real Man knows that he is on his own RULES! He’s not afraid to call girls&lt;br /&gt;
not that much… when he’s busy, he don’t call… when he wants to, he&lt;br /&gt;
calls… its just that easy… if the girl “complain” about his “rare” call, he&lt;br /&gt;
would just explain how busy he is… if the girl can’t take it, he release her&lt;br /&gt;
1st hand! and don’t CARE after… the girl MUST understand… or else… bye&lt;br /&gt;
is his answer!&lt;br /&gt;
3. Real Man knows what Alpha is!... its not TO BE MACHO!... Alpha is&lt;br /&gt;
LEADERSHIP skills… Self Management Skills… Kindness… Problem Solving…&lt;br /&gt;
Mature… Smart… and ofcourse Damn Dangerous Attractive Sexy MAN…&lt;br /&gt;
that’s what Alpha is…&lt;br /&gt;
Think of Kings and Warriors… Responsible Heroes that Helps people…&lt;br /&gt;
Alpha is you got the Power to Help others… not you have power to ABUSE&lt;br /&gt;
and MOCK people up!&lt;br /&gt;
4. Real Man “really” doesn’t care about LOOSING a girl!... He is NOT&lt;br /&gt;
NEEDY AT ALL!... just as simple as TAKE ME or LEAVE ME!... no whining,&lt;br /&gt;
crying, hard feeling or cursing! He is in CONTROL of his own choosing! He&lt;br /&gt;
KNOWS there are lots of girls out there that WANT him… He WANTS&lt;br /&gt;
Woman but not NEEDING them at all… if he got girls, they MUST pass his&lt;br /&gt;
AUDITION or JUST BE FRIENDS…&lt;br /&gt;
And guess what? HE ALWAYS GET GIRLS CONSISTANTLY!... NO QUESTIONS&lt;br /&gt;
ABOUT IT!...&lt;br /&gt;
Interesting eh?... think about it!...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So if I met, listen and see someone who is very successful in business,&lt;br /&gt;
knowledge, woman or the thing he does, I wont ask him so much about&lt;br /&gt;
his “technique”, “system” or “how he do it”… but rather what was he&lt;br /&gt;
“thinking” that creates such a beautiful idea that makes him “tall” on his&lt;br /&gt;
feet, today!&lt;br /&gt;
Think of SYLAR from the movie HEROES… he TOOK the BRAIN of other&lt;br /&gt;
people who are special… why is it the brain?&lt;br /&gt;
Hmmm… I wonder…&lt;br /&gt;
With love not only for Woman, but also for You…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ps: if there’s a kind hearted alpha bro who wants translate this post into&lt;br /&gt;
indonesian language, please do and post it again here… I’ll be very&lt;br /&gt;
thankful for that :) &lt;/p&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: &#39;diatasi&#39;, kursif ;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}

.mm1{
 font-family: &#39;diatasi&#39;, kursif ;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;diatasi&#39;, kursif ;
}
.mmm p{
 font-family: &#39;diatasi&#39;, kursif ;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;
padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 20px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;diatasi&#39;, kursif ;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;diatasi&#39;, kursif ;
color:#9f9c9c;
}
m4{
font-family: &#39;diatasi&#39;, kursif ;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/5890735291439405543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/5890735291439405543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/08/stop-trying-and-just-be.html' title='Stop Trying and Just BE!'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-507563014977731637</id><published>2013-07-31T20:16:00.003+07:00</published><updated>2013-07-31T20:16:53.409+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CINTA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>Mulailah dari mana anda berada</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;Start where you are at&lt;br /&gt;
(Mulailah dari mana anda berada)&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  Mochamad mulki&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Saya banyak mendapat pertanyaan sehubungan dengan pembelajaran menjadi PRIA IDAMAN yang sebetulnya sangat mudah dijawab… tapi entah kenapa banyak yang tidak mengerti satu hal yang “crucial” ini… &lt;br /&gt;
Pertanyaannya adalah:&lt;br /&gt;
- Kenapa saya sudah melakukan X tapi ga dapet respon bagus ya?&lt;br /&gt;
- Kenapa dia BISA CEPAT BERHASIL, saya LAMBAT BERHASIL?&lt;br /&gt;
- Kenapa saya menggunakan TEKNIK X dan tidak berhasil sedangkan&lt;br /&gt;
yang lain BERHASIL?&lt;br /&gt;
- Apa yang salah dari yang saya lakukan? Semuanya sudah sesuai yang&lt;br /&gt;
lain lakukan, tapi tetap saya tidak berhasil…&lt;br /&gt;
Nah apakah pertanyaan diatas sering anda tanyakan ke diri anda sendiri maupun ke orang lain? &lt;br /&gt;
Mengapa seperti ada yang MENGHALANGI kesuksesan anda? &lt;br /&gt;
Apa sebetulnya yang MENGHALANGI langkah anda menjadi Pria Idaman setiap Wanita?&lt;br /&gt;
Yang menghalangi anda adalah LANGKAH ANDA SENDIRI…&lt;br /&gt;
Maksudnya?&lt;br /&gt;
Maksudnya adalah, sebelum anda MELANGKAH, lihat dulu dimana LEVEL anda berada...&lt;br /&gt;
Jangan pikir jika anda baru masuk TK bisa langsung KULIAH... tentu hal itu mustahil dilakukan. Bukan berarti anda TIDAK MAMPU masuk kuliah, tapi masih ada STEP atau LEVEL yang harus anda SELESAIKAN dulu baru bisa masuk KULIAH... yaitu SD, SMP dan SMU...Begitu juga soal Wanita…Jangan pikir wanita bisa langsung tergila-gila dengan anda kalau “confident” saja belum anda miliki...Jangan berharap bisa LANGSUNG MELANGKAH CEPAT jadi PRIA IDAMAN…Memang ada beberapa yang CEPAT dalam melangkah menjadi PRIA IDAMAN… tapi mereka sudah MELEBIHI LEVEL ANDA sekarang… ya jelas lah mereka cepat…LUCUNYA… sudah tau anda TIDAK BERHASIL masuk KULIAH karena “level” anda masih TK “ngotot” langsung KULIAH... anda malah BERUSAHA “NGOTOT” LEBIH KERAS LAGI UNTUK MASUK KULIAH…Itu sama saja buang-buang waktu… Kenapa tidak luangkan waktu anda untuk menempuh level selanjutnya dulu? yaitu SD, SMP dan SMU dan BARU KULIAH...Itulah STEP yang BENAR...LIHAT DULU dimana LEVEL anda berada sekarang... SELESAIKAN semua yang anda perlu selesaikan di LEVEL anda, baru melangkah ke LEVEL berikutnya dan jangan MELOMPAT dari LEVEL 1 langsung ke LEVEL 10... itu&lt;br /&gt;
semua akan sia-sia, buang-buang waktu, energi, daya upaya dan hanya memberikan anda STRESS, DEPRESI dan SAKIT KEPALA yang tidak dapat disembuhkan oleh inza, neozep atau obat sakit kepala lainnya.Beberapa HAL yang menyebabkan anda INGIN melangkahi LEVEL anda&lt;br /&gt;
sekarang:&lt;br /&gt;
- Anda merasa TERLALU YAKIN dan EGO anda membesar, sehingga anda pikir anda SUDAH minta ampun jagonya dan tidak melihat LEVEL anda sebenarnya...&lt;br /&gt;
- Anda merasa SANGAT terpacu melihat TEMAN atau ORANG LAIN yang dengan CEPAT dapat MELEJIT ke LEVEL yang anda INGINKAN...&lt;br /&gt;
- Anda tidak tau STEP-STEP yang menunjukan LEVEL yang harus anda tempuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah oleh karena itu ini yang harus anda lakukan:&lt;br /&gt;
1. Jangan menggunakan EGO anda... sadarlah dimana LEVEL anda sekarang...&lt;br /&gt;
2. Jangan terhanyut dengan ILUSI sukses yang TEMAN atau ORANG LAIN dapatkan… selalu lihat diri anda sendiri dan menyadari dimana LEVEL anda.&lt;br /&gt;
3. Anda harus tau STEP nya... dimana stepnya? Lihat di post saya sebelumnya tentang hal ini... untuk mempermudah pencarian, lihat di halaman depan post pertama… disitu ada INDEX POST yang ada di thread ini…&lt;br /&gt;
Be Aware of Your Self,&lt;br /&gt;
Always say Love,&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;4mulgen.blogspot.com&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;


}

.mm1{
 font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
   letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;


}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
}
.mmm p{
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;

padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
color:#9f9c9c;
}
m4{
  font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
 
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/507563014977731637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/507563014977731637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/mulailah-dari-mana-anda-berada.html' title='Mulailah dari mana anda berada'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-6052084030627914723</id><published>2013-07-31T20:03:00.002+07:00</published><updated>2013-07-31T20:05:30.097+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CINTA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>The Power of Just Do It</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;The Power of Just Do It&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  Mochamad mulki&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Kadang Kepintaran dan Kejeniusan LOGIKA kita dapat menjadi HALANGAN yang sangat besar untuk kesuksesan kita…Banyak sekali kasus yang saya alami sendiri dan juga yang saya lihat&lt;br /&gt;
tentang kegagalan yang justru disebabkan oleh kepintaran dan kejeniusan berfikir…Kadang otak LOGIKA kita sendiri menantang dan menarik kita untuk&lt;br /&gt;
TIDAK MAJU dan hanya LARI-LARI ditempat… kita merasa sudah BERUSAHA dan MELAKUKAN yang terbaik, tapi pada kenyataannya itu&lt;br /&gt;
hanya dipikiran kita saja… jadi kita merasa MAJU DENGAN CEPAT dan BERLARI KEDEPAN, tapi kenyataannya kita hanya LARI DI TEMPAT…&lt;br /&gt;
Contohnya, jika saya melihat seorang gadis cantik sedang duduk sendiri di starbuck dan browsing internet menggunakan laptopnya, sudah tentu&lt;br /&gt;
saya INGIN langsung menghampirinya, duduk, membuka pembicaraan dan membuatnya TERTARIK dengan saya…Sangat mudah bukan?&lt;br /&gt;
MENGHAMPIRI lalu DUDUK lalu MEMBUKA PEMBICARAAN lalu MEMBUATNYA TERTARIK dengan saya…&lt;br /&gt;
THAT’S IT…&lt;br /&gt;
Tapi apa yang terjadi? Bahkan sebelum saya menghampirinya OTAK&lt;br /&gt;
LOGIKA saya langsung berbicara kepada saya “mana mungkin bisa&lt;br /&gt;
seperti itu?” dan seperti biasa, si otak logika langsung memberikan&lt;br /&gt;
ALASAN-ALASAN yang sudah tentu masuk akal dan sulit untuk kita tolak…&lt;br /&gt;
Contohnya si OTAK LOGIKA akan meng-analisa semua kegagalan yang&lt;br /&gt;
mungkin terjadi seperti:&lt;br /&gt;
- Bagaimana jika wanita itu tidak ramah?&lt;br /&gt;
- Bagaimana jika dia ramah tapi itu kulitnya saja?&lt;br /&gt;
- Bagaimana jika nanti saya ditolak dan jadi malu?&lt;br /&gt;
- Bagaimana jika ternyata cowonya lagi ke toilet?&lt;br /&gt;
- Bagaimana jika pada saat pembicaraan lu keabisan pembicaraan?&lt;br /&gt;
Dan list tersebut terus menerus bertambah dan bertambah dan&lt;br /&gt;
bertambah… khususnya bagi kalian yang pintar dan jenius serta&lt;br /&gt;
analytical… pasti ribuan list kemungkinan akan muncul… dan kalian tau&lt;br /&gt;
sendiri… pada akhirnya saya hanya duduk dan BERFIKIR KERAS saja tanpa&lt;br /&gt;
ACTION… penyakit ini bukan NATO (No Action TALK Only) tapi NATO (No&lt;br /&gt;
Action THINK Only) dan itu sangat-sangat tidak effektif SAMA SEKALI…&lt;br /&gt;
Dan lucunya, pada saat saya TIDAK BERBUAT APA-APA dan terus berfikir, si&lt;br /&gt;
otak logika sayapun memberikan ALASAN yang BAGUS… yaitu PALING&lt;br /&gt;
TIDAK SAYA SUDAH MENG-ANALISA dan BERUSAHA BERFIKIR walaupun&lt;br /&gt;
saya tidak berbuat apa-apa… dan saya merasa SUDAH MELAKUKAN&lt;br /&gt;
SEBUAH USAHA… padahal TIDAK SAMA SEKALI…&lt;br /&gt;
Kalian lihat betapa BUTA nya kita selama ini?&lt;br /&gt;
Kita sering berfikir dengan hanya BERFIKIR kita sudah melakukan&lt;br /&gt;
ACTION… dan pada saat HASIL yang kita INGINKAN tidak kunjung&lt;br /&gt;
datang, kita menyalahkan NASIB atau TAKDIR kita… padahal itu salah kita&lt;br /&gt;
sendiri…&lt;br /&gt;
Lalu apa yang harus kita lakukan?&lt;br /&gt;
Jawabannya: JUST – DO – IT – NO – MATTER – WHAT’S – GOING – TO –&lt;br /&gt;
HAPPEN&lt;br /&gt;
Dan STOP BERLEBIHAN MENG-ANALISA…&lt;br /&gt;
Jika anda sudah bisa berfikir setingkat LEVEL ini, maka anda akan&lt;br /&gt;
BERHASIL… SAYA JAMIN 100% bahkan lebih!... plus bonus…&lt;br /&gt;
Hal ini mengingatkan saya kepada sebuah cerita yunani kuno…&lt;br /&gt;
Ada beberapa ribu prajurit yunani berlayar ke sebuah pulau… dan&lt;br /&gt;
ternyata setelah mereka tiba di pulau tersebut, mereka baru tau bahwa&lt;br /&gt;
musuh mereka 8x lebih banyak… mereka masih punya kesempatan untuk&lt;br /&gt;
LARI dan MUNDUR… tapi sang PEMIMPIN sudah membakar semua kapal&lt;br /&gt;
tanpa sisa…&lt;br /&gt;
Pilihan mereka kini tinggal dua… MENANG atau MATI… dan mereka&lt;br /&gt;
MENANG…&lt;br /&gt;
Nah jadi pada saat saya ingin MENGHAMPIRI seorang wanita dan&lt;br /&gt;
LOGIKA saya menantang saya, saya tidak terlalu peduli… saya hanya&lt;br /&gt;
JUST DO IT…&lt;br /&gt;
Lalu bukankah itu nekat namanya? Atau konyol?&lt;br /&gt;
TIDAK! Itu bukan nekat! Itu namanya CONFIDENT atau PERCAYA DIRI atau&lt;br /&gt;
KEBERANIAN… konyol? Lebih konyol lagi TIDAK MELAKUKAN APA-APA tapi&lt;br /&gt;
berharap MENDAPAT sesuatu…&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana dengan RESIKO nya?&lt;br /&gt;
Resiko ya tinggal resiko!... HADAPI SAJA… analisa resikonya dan HADAPI…&lt;br /&gt;
bukannya MUNDUR atau TIDAK MELAKUKAN APA-APA…&lt;br /&gt;
Saya sudah sering kali MENGHAMPIRI wanita dengan 2 atau 3 Pria&lt;br /&gt;
berada disampingnya… bahkan ada pacarnya-pun saya HAMPIRI…&lt;br /&gt;
bukan untuk show-off atau pamer, tapi untuk MELATIH diri saya untuk&lt;br /&gt;
menjadi MENARIK dan BERANI… dan anda tau? SAYA DAPAT NOMOR HP&lt;br /&gt;
nya si CEWE walaupun ada cowonya…&lt;br /&gt;
Dan soal RESIKO, kadang saya dapatkan solusinya pada saat saya sudah&lt;br /&gt;
berada di tengah-tengah pembicaraan… solusi untuk resiko itu seperti&lt;br /&gt;
muncul dengan sendirinya jika saya mendorong diri saya untuk JUST DO&lt;br /&gt;
IT… itu seperti kekuatan maha dasyat yang datang secara instant…&lt;br /&gt;
Dan jika memang pada saat itu saya “stuck” dan tidak tau berbuat apaapa,&lt;br /&gt;
lain kali jika saya menghadapi hal yang sama, saya pasti sudah tau&lt;br /&gt;
harus bagaimana…&lt;br /&gt;
Bagi saya tidak ada yang namanya gagal… yang ada hanya FEEDBACK&lt;br /&gt;
atau ARUS-BALIK yang justru sangat berguna untuk MENYADARKAN saya&lt;br /&gt;
DIMANA salah saya…&lt;br /&gt;
Jangan pikir anda tau kesalahan anda dengan hanya BERFIKIR… anda&lt;br /&gt;
akan tau kesalahan anda sebenarnya pada saat anda melakukan&lt;br /&gt;
ACTION…&lt;br /&gt;
Bahkan waktu saya sedang chill-out di sebuah club bersama seorang&lt;br /&gt;
teman yang jauh dari ketampanan, kita melihat seorang gadis cantik&lt;br /&gt;
dan teman saya berkata “gimana ya cara ajak dia dance?” dan wanita&lt;br /&gt;
itu tampak dengan 2 orang pria…&lt;br /&gt;
Dan saya berkata, langsung ajak aja dance…&lt;br /&gt;
Dan tanpa pikir panjang, teman saya langsung MENGAJAK dance si&lt;br /&gt;
wanita dan BOOM… mereka dance…&lt;br /&gt;
Mustahil? Ya itu mustahil dipikiran kita… tapi itulah yang terjadi… sayapun&lt;br /&gt;
kadang masih tidak percaya…&lt;br /&gt;
Jadi bagi anda yang mengalami hal yang sama seperti yang dulu saya&lt;br /&gt;
alami, khususnya yang PINTAR dan JENIUS… My Advice To You…&lt;br /&gt;
JUST – DO – IT and YOU’LL – GET – IT&lt;br /&gt;
You’ll never know what&#39;s going to happen!&lt;br /&gt;
Clean, Simple and Legit,&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;4mulgen.blogspot.com&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;


}

.mm1{
 font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
   letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;


}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
}
.mmm p{
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;

padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
color:#9f9c9c;
}
m4{
  font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
 
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/6052084030627914723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/6052084030627914723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/the-power-of-just-do-it.html' title='The Power of Just Do It'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-6072719474199681323</id><published>2013-07-31T19:39:00.002+07:00</published><updated>2013-07-31T19:56:35.275+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SERBA SERBI"/><title type='text'>LANGKAH untuk menjadi PRIA IDAMAN</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;LANGKAH untuk menjadi PRIA IDAMAN&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  Mochamad mulki&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Hai again bro...&lt;br /&gt;
Langkah-langkah apa sih yang perlu diambil untuk menjadi Pria idaman?&lt;br /&gt;
Gue akan kasih kalian 7 langkah, step by step dari awal hingga akhir...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kebanyakan hal yang kalian tau tentang Wanita adalah SALAH. Maka,buka pikiran kalian akan HAL yang SEBENARNYA TERJADI dibalik PROSES yang membuat rasa TERTARIK atau JATUH CINTA pada seorang Wanita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Banyak wanita berkata mereka menginginkan &quot;A&quot; Saat kita berikan &quot;A&quot; dia malah minta &quot;B&quot;. Saat kita berikan &quot;B&quot; dia malah bilang &quot;A&quot; justru lebih bagus. Nah jadi gimana dong? Banyak Pria KESULITAN memahami maunya Wanita. Jika kalian MENGERTI apa yang di-inginkan Wanita, maka kalian akan JAUH-JAUH lebih MENARIK dimata Wanita. (gue akan post tentang ini di thread. stay tune.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kenapa orang bilang MAN are from MARS and WOMAN from VENUS?&lt;br /&gt;
apa cowo memang dari planet mars dan cewe dari planet venus? tentu tidak! kita semua adalah makhluk BUMI. Maksudnya adalah Yang&lt;br /&gt;
dimaksud adalah CARA BERKOMUNIKASI Pria dan Wanita berbeda. Pria berkomunikasi secara langsung dan 80% menggunakan LOGIKA, sedangkan Wanita berkomunikasi secara tidak langsung, menggunakan banyak isyarat dan makna serta menggunakan 80% EMOSI. Jangan&lt;br /&gt;
pernah salah dalam berkomunikasi dengan Wanita. Perang antar negara saja BISA terjadi jika ada MISS KOMUNIKASI. Apalagi soal Wanita yang jelas-jelas dari &quot;VENUS&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Tentukan DENGAN JELAS TIPE WANITA yang kalian inginkan. Kebanyakan Pria clueless tentang Wanita pilihannya. Mereka selalu bilang pokoknya yang Cantik... Nah itu kurang spesifik dan harus lebih spesifik lagi, contohnya: Saya suka Wanita campuran eropa dan indonesia, cantik, tinggi 165, sexy, pintar, pengertian dan perhatian. Jika sudah jelas mencari Wanita yang SEPERTI APA, kini saatnya MEMPELAJARI MEREKA karena Tipe Wanita itu berbeda satu sama lain. Pelajari jalan pikiran mereka (secara emosi tentunya), budaya mereka (supaya anda tau mengambil hati orang dilingkungannya), cara mereka berkomunikasi, dan apa yang mereka inginkan. Dengan melakukan ini, maka anda akan lebih ter-arah... istilah marketingnya targeting your market. (ada di 7 kunci&lt;br /&gt;
kendali wanita)&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Bentuk diri anda menjadi Karakter Idaman Wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. NAH ini YANG SELALU DIMINTA! yaitu TEKNIK/ACTION APA YANG HARUS DILAKUKAN!... gue akan post banyak teknik disini... dan please share kalo kalian juga ada teknik bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Setelah kalian tau semua TEORI dan TEKNIK nya, maka jadikan semua ini menjadi bagian diri kalian dengan ber-INOVASI agar Kalian dapat membuat TEKNIK KALIAN SENDIRI berdasarkan semua pengetahuan yang sudah kalian miliki. Secara otomatis kalian akan menjadi PRIA IDAMAN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. HATI-HATI... JANGAN MEMBUAT KESALAHAN FATAL! Banyak Pria TERBALIK melakukan langkah ini... Khususnya bagi mereka yang menganggap dirinya LEBIH PINTAR dari orang lain... Jadi yang seharusnya: TEORI DASAR --&amp;gt; MEMAHAMI WANITA --&amp;gt; CARA&lt;br /&gt;
BERKOMUNIKASI --&amp;gt; MENENTUKAN dan MEMPELAJARI TIPE --&amp;gt; MEMBENTUK KARAKTER --&amp;gt; TEKNIK --&amp;gt; INOVASI menjadi terbalik, yaitu:&lt;br /&gt;
INOVASI DULU&lt;br /&gt;
(karena mereka merasa pintar dan bisa mempunyai ide lebih cemerlang)tapi selalu gagal, akhirnya, mereka mencari TEKNIK supaya CEPAT BISA Tanpa peduli dengan TEORI DASAR yang justru sangat penting untuk membentuk PEMIKIRAN MEREKA. mereka mencoba teknik dan gagal, karena mereka tidak mengerti TEORINYA dulu, akhirnya, mereka coba MEBENTUK KARAKTER yang akhirnya juga sia-sia karena&lt;br /&gt;
mereka TIDAK TAU karakternya seperti apa. mereka hanya asal ambil yang menurut mereka JAGO soal CEWE, contohnya tokoh-tokoh PRIA&lt;br /&gt;
IDAMAN di sinetron ABG. Makanya banyak COWO sok COOL tapi jatohnya jadi ANEH...akhirnya mereka MENENTUKAN TIPE cewe yang kira-kira DIBAWAH STANDAR mereka supaya mereka merasa YAKIN bahwa cewe itu bisa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. SUKA sama mereka... Sayang, padahal mereka bisa dapat cewe mana saja yang mereka mau. tapi toh gagal juga...akhirnya mereka mencoba untuk MEMAHAMI WANITA tapi TIDAK DAPAT MEMAHAMINYA, karena mereka tidak tau TEORI DASARNYA dan terus berfikir secara LOGIKA sedangkan wanita secara EMOSI.Pada akhirnya mereka barulah mempelajari TEORI DASARNYA dan mereka TIDAK DAPAT MENERIMANYA, karena mereka menganggap diri mereka lebih PINTAR dan LEBIH BISA BER-TEORI...hasilnya? mereka tidak dapat memiliki Wanita idaman mereka dan menyalahkan TAKDIR mereka sendiri.bro... jangan jadi orang seperti itu...Menjadi PRIA IDAMAN itu butuh Waktu... ikutilah langkah secara step-bystep dan kalian akan MERASAKAN HASIL yang MAKSIMAL.&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;4mulgen.blogspot.com&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-weight:bold;

}

.mm1{
 font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
   letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;


}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
}
.mmm p{
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;

padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:justify;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  text-align:justify;
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
color:#9f9c9c; 
}
m4{
  font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
 
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/6072719474199681323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/6072719474199681323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/langkah-untuk-menjadi-pria-idaman.html' title='LANGKAH untuk menjadi PRIA IDAMAN'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-2398700544241320</id><published>2013-07-31T05:37:00.000+07:00</published><updated>2013-07-31T05:37:01.297+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'> Arti Sebuah Tujuan</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;Arti Sebuah Tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  Mochamad mulki&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Bayangkan anda saat berada di tengah samudera di atas sebuah &lt;br /&gt;
speedboat. Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan &lt;br /&gt;
di pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan. Semua &lt;br /&gt;
impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu semua &lt;br /&gt;
adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang cakrawala. &lt;br /&gt;
Tapi cakrawala yang mana?&lt;br /&gt;
Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta. radio, telepon, dan &lt;br /&gt;
anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut.&lt;br /&gt;
Arah yang salah akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau &lt;br /&gt;
impian, sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit. &lt;br /&gt;
Dalam dua jam. anda bisa saja telah sampai di pulau impian. Tetapi bila &lt;br /&gt;
anda salah arah. anda bisa kehabisan bahan bakar sebelum bisa &lt;br /&gt;
Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti kegunaan &lt;br /&gt;
hidup anda, adalah sama dengan dilema pulau impian.Semua impian &lt;br /&gt;
anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya anda harus &lt;br /&gt;
mengetahui apa, di mana, dan bagaimana mencapainya.&lt;br /&gt;
Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya, dan untuk itu anda &lt;br /&gt;
memerlukan peta. Tentukan peta anda sekarang, untuk dapat mencapai &lt;br /&gt;
impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin, dan selanjutnya anda &lt;br /&gt;
tinggal mengarahkan speedboat ke pulau impian anda.&lt;br /&gt;
***************************************************************&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;4mulgen.blogspot.com&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;


}

.mm1{
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
   letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;


}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
}
.mmm p{
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;

padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
color:#9f9c9c;
}
m4{
  font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
 
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/2398700544241320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/2398700544241320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/arti-sebuah-tujuan.html' title=' Arti Sebuah Tujuan'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-428192034888206492</id><published>2013-07-31T05:08:00.004+07:00</published><updated>2013-07-31T05:08:45.362+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>SADARKAH KITA</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;Sadarkah Kita.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  Mochamad mulki&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan, kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari kedua sisi. Menangkap pujian maupun kritikan, dan melihat mana yang benar.Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Tak seorang pun yang dapat mencuri isi otak kita, yang lebih berharga dari segala permata yang Kita dilahirkan dengan dua mata. dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. Belajar untuk mencintai dan menikmati dicintai, tetapi jangan mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan. Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini akan menjadi lebih indah.&lt;br /&gt;
(submitted by Raymond Erwin, ravmonde(S)i..)&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;4mulgen.blogspot.com&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
font-family: &#39;Grand Hotel&#39;, cursive;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;


}

.mm1{
font-family: &#39;Grand Hotel&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
   letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;


}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Grand Hotel&#39;, cursive;
}
.mmm p{
font-family: &#39;Grand Hotel&#39;, cursive;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;

padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:left;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   text-align:left;
font-family: &#39;Grand Hotel&#39;, cursive;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  text-align:left;
font-family: &#39;Grand Hotel&#39;, cursive;
color:#9f9c9c;
}
m4{
 font-family: &#39;Grand Hotel&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
 
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/428192034888206492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/428192034888206492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/sadarkah-kita.html' title='SADARKAH KITA'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-7890937964263917405</id><published>2013-07-31T04:53:00.002+07:00</published><updated>2013-07-31T05:00:00.397+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>LINGKAR WAKTU YANG TAK BERUJUNG</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;Lingkaran Waktu Yang Tiada Berujung.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  Mochamad mulki&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Betapa hebatnya waktu mengatur kita. Ketika lonceng jam usai kerja berdering, tanpa diperintah segera kita berkemas. Menyimpan kertas dan pensil dalam laci. lalu meninggalkannya jauh-jauh. Seolah semua persoalan telah terpecahkan untuk hari itu. Padahal masalah tetap terjaga selagi kita pejamkan mata.Namun, esok hari, ketika lonceng jam mulai kerja berdentang, semua tumpukan masalah kita aduk, seolah ia terlampau banyak tidur semalam. Perselisihan pun bolehlah dilanjutkan kembali. Ah, betapa hebatnya waktu menghibur kita. Betapa bergairahnya waktu membangunkan kita. Saat kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur pikiran, emosi, dan perasaan kita. Karena waktu adalah lingkaran dimana kehidupan kita berjalan, kita atur waktu untuk mengatur kehidupan. Kita rayakan sesuatu karena kita ciptakan hari besar. Kita heningkan diri karena kita tegakkan kesyahduan. Dan. semua itu kita rangkai dalam jalinan waktu. Maka, hanya mereka yang tak kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan tiada berujung.&lt;br /&gt;
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;4mulgen.blogspot.com&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
font-family: &#39;Cinzel&#39;, serif;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;


}

.mm1{
font-family: &#39;Cinzel&#39;, serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
   letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;


}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Cinzel&#39;, serif;
}
.mmm p{
font-family: &#39;Cinzel&#39;, serif;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;

padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:left;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   text-align:left;
font-family: &#39;Cinzel&#39;, serif;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:left;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  text-align:left;
font-family: &#39;Cinzel&#39;, serif;
color:#9f9c9c;
}
m4{
font-family: &#39;Cinzel&#39;, serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
 
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/7890937964263917405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/7890937964263917405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/lingkar-waktu-yang-tak-berujung.html' title='LINGKAR WAKTU YANG TAK BERUJUNG'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-1803351052044297534</id><published>2013-07-31T04:48:00.002+07:00</published><updated>2013-07-31T04:48:51.972+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>SATU TAKDIR YANG SAMA</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;SATU TAKDIR YANG SAMA&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  Mochamad mulki&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Tak peduli apakah anda percaya akan adanya takdir atau tidak, sejatinya&lt;br /&gt;
kita ini memiliki satu takdir yang sama; yaitu menjadi manusia yang &lt;br /&gt;
berbahagia. Tak butuh lebih dari satu kata untuk menjabarkan &lt;br /&gt;
kebahagiaan. Karena kebahagiaan bukan untuk didefinisikan, namun &lt;br /&gt;
dipahami dan dipancarkan dari dalam diri anda.&lt;br /&gt;
Tak peduli apa warna kulit, bentuk mata, dan garis rambut anda. Tak&lt;br /&gt;
peduli pula apa bahasa, keyakinan dan pegangan anda. Kita semua&lt;br /&gt;
berhak menjadi bahagia. Dan semua ajaran kebijakan mengajak kita untuk&lt;br /&gt;
membebaskan diri dari hambatan-hambatan yang membuat kita tak&lt;br /&gt;
bahagia. Karena itu, tiada salahnya setelah menyisihkan waktu di akhir&lt;br /&gt;
pekan ini untuk merenungi semua perjalanan yang sedang kita lalui,&lt;br /&gt;
sambil menatap jauh ke depan dan ke dalam diri, kita tuliskan tujuan&lt;br /&gt;
hidup: untuk mencapai sebuah kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang&lt;br /&gt;
membebaskan  kita  dari  sekat-sekat antar sesama.  Dan itu dimulai&lt;br /&gt;
dengan membebaskan diri dari sekat ego kita sendiri.&lt;br /&gt;
***************************************************************&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;4mulgen.blogspot.com&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;


}

.mm1{
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
   letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;


}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
}
.mmm p{
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;

padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
color:#9f9c9c;
}
m4{
  font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
 
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/1803351052044297534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/1803351052044297534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/satu-takdir-yang-sama.html' title='SATU TAKDIR YANG SAMA'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-1149775544797002025</id><published>2013-07-31T04:32:00.002+07:00</published><updated>2013-07-31T04:32:34.192+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CINTA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>SALING MENCINTAI</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;SALING MENCINTAI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  Mochamad mulki&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Di jagat raya ini terdapat sebuah planet biru berkilauan indah. Itulah Bumi,&lt;br /&gt;
tempat kita semua berpijak dan bernaung. Tangan-tangan Sang Maha &lt;br /&gt;
Pencipta telah membentuk planet ini begitu cantik; tertimbang seimbang di &lt;br /&gt;
gugusan bintang-bintang; dan terukur tepat di gerak derap sang waktu. &lt;br /&gt;
Kehidupan tumbuh dan gugur silih berganti semenjak lima puluh milyar &lt;br /&gt;
tahun kelahiran matahari; sebuah evolusi yang panjang, rapi dan berhatihati.&lt;br /&gt;
Planet elok dan jagat raya yang agung; semua itu hanya demi kehidupan &lt;br /&gt;
manusia, maha karya yang menyimpan cahaya-Nya. yang diturunkan dua &lt;br /&gt;
juta tahun lalu di Bumi ini. Sedangkan kini matahari masih menyisakan &lt;br /&gt;
lima milyar tahun ke depan sebelum mendidihkan air di penjuru galaksi. &lt;br /&gt;
Perjalanan manakah yang kau kan tempuh, wahai manusia?&lt;br /&gt;
Kita dapat melakukan perjalanan akbar ke angkasa menembus gelapnya &lt;br /&gt;
alam raya; menyentuh tepiannya yang tak terbatas. Atau. perjalanan &lt;br /&gt;
agung kedalam diri sendiri menerobos kelamnya sang Aku; menyentuh &lt;br /&gt;
cahaya gemilang yang ditiupkan Sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;
Perjalanan manapun yang kita pilih, kita semestinya disadarkan bahwa &lt;br /&gt;
tiada segala sesuatu ini tercipta tanpa rahmat dan cinta kasih yang&lt;br /&gt;
melimpah-ruah. Karena itu, sesama kaki yang berpijak di bumi, sesama&lt;br /&gt;
kepala yang menjulang ke langit, tiada benang pengikat yang pantas&lt;br /&gt;
ditambatkan selain hidup saling memberi, saling menerima, dan saling&lt;br /&gt;
mencintai.&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;m4&gt;4mulgen.blogspot.com&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;


}

.mm1{
 font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
   letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;


}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
}
.mmm p{
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;

padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
color:#9f9c9c;
}
m4{
  font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
 
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/1149775544797002025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/1149775544797002025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/saling-mencintai.html' title='SALING MENCINTAI'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-1814786440818847324</id><published>2013-07-31T04:25:00.002+07:00</published><updated>2013-07-31T04:26:50.137+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><title type='text'>HIDUP ITU INDAH</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;HIDUP INI INDAH&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Dalam menghadapi kehidupan ini, kita sering merasa hidup begitu &lt;br /&gt;
menekan dan sulit. Berbagai pekerjaan membuat kita melewati hari demi &lt;br /&gt;
hari dalam stres yang tak berkeputusan. Berbagai masalah membuat kita&lt;br /&gt;
tak mampu lagi melihat hal-hal yang indah dan menarik dalam hidup. &lt;br /&gt;
Bahkan kadangkala ada juga orang yang begitu putus asa sehingga&lt;br /&gt;
mencoba mengakhiri hidupnya sendiri. Kalaupun tidak seekstrim itu, &lt;br /&gt;
banyak orang menjadi seperti robot. Melewati hari demi hari dalam&lt;br /&gt;
rutinitas. Tanpa gairah, tanpa semangat, tanpa harapan.&lt;br /&gt;
Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap &lt;br /&gt;
melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak pernah berhenti &lt;br /&gt;
berjuang. Harapan membuat manusia merancangkan langkah-langkah&lt;br /&gt;
yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Ini membuktikan bahwa hidup &lt;br /&gt;
manusia itu berharga karena didalamnya terkandung nilai-nilai yang&lt;br /&gt;
diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.&lt;br /&gt;
Hidup sangat berharga. Bahwa kita yang hidup tahu bahwa kita akan mati&lt;br /&gt;
sementara orang mati tidak dapat berbuat apa-apa. Ini menunjukkan&lt;br /&gt;
bahwa hidup menjadi berharga karena kita melakukan sesuatu; berbuat&lt;br /&gt;
sesuatu seperti untuk menikmati segala hal dalam hidup ini dengan&lt;br /&gt;
sukacita dan kita juga senantiasa hidup dalam kebenaran dan keadilan,&lt;br /&gt;
dengan tetap menjaga hidup kerohanian kita.&lt;br /&gt;
Semua hal ini memberi penjelasan kepada kita, bahwa keindahan hidup&lt;br /&gt;
tidak diukur dari panjang pendeknya umur, tidak juga diukur dari kaya&lt;br /&gt;
miskinnya orang, tetapi dari bagaimana ia mengisi hidupnya.&lt;br /&gt;
Hidup menjadi berarti jika kita mengisinya dengan kerja dan usaha tentang&lt;br /&gt;
hal hal yang baik. Yang paling penting dari semua itu adalah meskipun &lt;br /&gt;
hidup ini siasia. tetapi hidup ini adalah pemberian Tuhan. Maka selama kita &lt;br /&gt;
hidup nikmatilah hidup kita dengan kerja, sukacita dan harapan. Hanya &lt;br /&gt;
dengan demikian kita dapat menemukan keindahan hidup, pendek atau &lt;br /&gt;
panjang umur kita. Kita dapat menikmati keindahan hidup, kaya atau &lt;br /&gt;
miskin keadaan kita. Karena hidup adalah Anugerah. &lt;/p&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}

.mm1{
 font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
}
.mmm p{
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;
padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
color:#9f9c9c;
}
m4{
  font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/1814786440818847324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/1814786440818847324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/hisup-itu-indah.html' title='HIDUP ITU INDAH'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-1830372562575496597</id><published>2013-07-30T00:44:00.001+07:00</published><updated>2013-07-30T00:44:25.161+07:00</updated><title type='text'>test</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;AKU ADALAH PUISI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;anonimous &lt;/p&gt;&lt;p&gt;biduk di langit masih kering tertawa melihat aku yang tetap bercumbu dengan khayal menari kata dalam balutan puisi membingkaikan rasa dalam bait puisi adalah aku aku bercinta dengan kata dan merangkai menjadi satu kenangan indah dekapan kalimat panjang membuai mesra diriku kutemukan ada detak lemah setia Cinta memanggilku Segera kuberlari meghampiri Meski harus kutempuh jalan berbatu dan berliku Kan kuserahklan diri kedalam rangkulan sayap2nya Sekalipun duri2 yg bersemayam dibalik sayapnya akan melukaiku Ku bisikan cinta Mungkin cinta kan membawaku terbang tinggi ke kumpulan bintang2 Namun dia juga akan mencabik2Satu nafas terhembus adalah kata Angan, debur, dan emosi tercampur Dalam jubah terpautanTangan kita terikat… bibir kita menyatu Maka setiap apa yang terucap Adalah sabda pandita ratu Di luar itu pasirDi luar itu debu Hanya pasir meniup saja lalu hilang Terbang tak ada Tapi kita tetap menari Tarian cuma kita yang tahu Jiwa ini adalah tanduDuduk saja JATUH CINTAPuisi cinta dari Nada_EganSaat pertama kali ku melihatmu Jantungku mulai berdegup kencang Sejak saat itu Malam-malamku penuh mimpi tentangmu Setiap kali bersamamu Serasa ku terbang melayang Anganku membawamu turut serta Menghadapi ribuan bintang di langit Aku jatuh cinta padamu Jatuh cinta yang pertama Aku jatuh cinta padamu Dan kau pun begitu padaku Ku mohon.. jangan lukai aku.. Ini yang pertama buatku &lt;/p&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:70px;
  font-family: &#39;Frijole&#39;, cursive;
  letter-spacing: 0.1em;
  color: rgb(56, 55, 55);
  text-shadow: 1px 1px 1px rgba(255,255,255,0.6);
text-align:center;
}

.mm1{
  font-family: &#39;Germania One&#39;, cursive;
  color: rgb(56, 55, 55);
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color: rgb(56, 55, 55);
text-align:center;
font-family: &#39;Frijole&#39;, cursive;
}
.mmm p{
 font-family: &#39;Germania One&#39;, cursive;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color: rgb(56, 55, 55);
text-shadow: 1px 2px 3px #000;
padding:10px;
font-size: 1.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 16px;
   rgb(56, 55, 55)
font-family: &#39;Germania One&#39;, cursive;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  font-weight: bold;
font-family: &#39;Frijole&#39;, cursive;
}
m4{
  font-family: &#39;Germania One&#39;, cursive;
  color: rgb(56, 55, 55);
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/1830372562575496597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/1830372562575496597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/test.html' title='test'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-3191144185934819406</id><published>2013-07-29T22:58:00.000+07:00</published><updated>2013-07-29T23:21:19.607+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CINTA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MOTIVASI"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PUISI"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RENUNGAN"/><title type='text'>PADA SEBARIS HUJAN</title><content type='html'>  &lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;PADA SEBARIS HUJAN&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;Pada sebaris hujan, kita masuki cakrawala dengan payung terbuka tanpa layung senja. Terpa angin meninggalkan jejak dingin di dada kita. Engkau menggigil di jantungku. Jutaan tetes air berterbangan seperti tangis terbebas dari kesedihan seperti bungabunga tumpah dari jambangan. Mengisi hatimu yang bimbang mengubahmu jadi tembang. Rintik merdu. Sebulir hujan menggantung di ujung payung sebuah kilau, seolah cahaya yang tersimpan. Sebutir doakah? Kumasuki kelambu hujan di mana airmatamu menggenggam rindu. Waktu lalu mendesak. Serasa singkat. Rembang pun berlalu, saat benderang lampulampu … dan hujan berpamitan di jendela senja yang perlahan menutup payung kita dengan sebuah pelukan. &lt;/p&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt; &lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:30px;
  font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  letter-spacing: 0.1em;
 color:#9f9c9c;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}

.mm1{
  font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;

}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color:#9f9c9c;
text-align:center;
font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
}
.mmm p{
 font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color:#9f9c9c;
text-shadow:0px 0px 10px #000, 0px 0px 20px #000, 0px 0px 30px #000;
padding:10px;
font-size: 2.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 24px;
color:#9f9c9c;
   
font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  
font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
color:#9f9c9c;
}
m4{
  font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;
  color:#9f9c9c;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;  &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/3191144185934819406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/3191144185934819406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/pada-sebaris-hujan.html' title='PADA SEBARIS HUJAN'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-2504078973202959184</id><published>2013-07-29T22:46:00.002+07:00</published><updated>2013-07-29T22:52:15.144+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PUISI"/><title type='text'>AKU ADALAH PUISI</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;m1&quot;&gt;AKU ADALAH PUISI&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;anonimous&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;biduk di langit masih kering tertawa melihat aku yang tetap bercumbu dengan khayal menari kata dalam balutan puisi membingkaikan rasa dalam bait puisi adalah aku aku bercinta dengan kata dan merangkai menjadi satu kenangan indah dekapan kalimat panjang membuai mesra diriku kutemukan ada detak lemah setia Cinta memanggilku Segera kuberlari meghampiri Meski harus kutempuh jalan berbatu dan berliku Kan kuserahklan diri kedalam rangkulan sayap2nya Sekalipun duri2 yg bersemayam dibalik sayapnya akan melukaiku Ku bisikan cinta Mungkin cinta kan membawaku terbang tinggi ke kumpulan bintang2 Namun dia juga akan mencabik2Satu nafas terhembus adalah kata Angan, debur, dan emosi tercampur Dalam jubah terpautanTangan kita terikat… bibir kita menyatu Maka setiap apa yang terucap Adalah sabda pandita ratu Di luar itu pasirDi luar itu debu Hanya pasir meniup saja lalu hilang Terbang tak ada Tapi kita tetap menari Tarian cuma kita yang tahu Jiwa ini adalah tanduDuduk saja JATUH CINTAPuisi cinta dari Nada_EganSaat pertama kali ku melihatmu Jantungku mulai berdegup kencang Sejak saat itu Malam-malamku penuh mimpi tentangmu Setiap kali bersamamu Serasa ku terbang melayang Anganku membawamu turut serta Menghadapi ribuan bintang di langit Aku jatuh cinta padamu Jatuh cinta yang pertama Aku jatuh cinta padamu Dan kau pun begitu padaku Ku mohon.. jangan lukai aku.. Ini yang pertama buatku &lt;/p&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s1600/BBBB.png&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;My Photo&quot; class=&quot;profile-img&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/321413_657081980975357_902635169_n.jpg&quot; style=&quot;border: 2px solid rgb(56, 55, 55);&quot; width=&quot;80&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
.m1{
  font-size:70px;
  font-family: &#39;Frijole&#39;, cursive;
  letter-spacing: 0.1em;
  color: rgb(56, 55, 55);
  text-shadow: 1px 1px 1px rgba(255,255,255,0.6);
text-align:center;
}

.mm1{
  font-family: &#39;Germania One&#39;, cursive;
  color: rgb(56, 55, 55);
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color: rgb(56, 55, 55);
text-align:center;
font-family: &#39;Frijole&#39;, cursive;
}
.mmm p{
 font-family: &#39;Germania One&#39;, cursive;  -moz-column-count: 2;
  -moz-column-gap: 1em;
  -webkit-column-count: 2;
  -webkit-column-gap: 1em;
  column-count: 2;
  column-gap: 1em;
  line-height: 1.5em;
color: rgb(56, 55, 55);
text-shadow: 1px 2px 3px #000;
padding:10px;
font-size: 1.25em;
text-align:justify;
text-transform:capitalize;

}
.mmm p:first-child{
  font-size: 16px;
   rgb(56, 55, 55)
font-family: &#39;Germania One&#39;, cursive;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  font-weight: bold;
font-family: &#39;Frijole&#39;, cursive;
}
m4{
  font-family: &#39;Germania One&#39;, cursive;
  color: rgb(56, 55, 55);
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.cover{width:980px;}&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/2504078973202959184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/2504078973202959184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/aku-adalah-puisi-article-by-mochamad.html' title='AKU ADALAH PUISI'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDonNp-_BmjK3ocB5P2RYn_gFjC-_D2lBJEm96hCxGevx9kjjbUkkRfPG7SRYdnXwSLfT3ucNRp3Boufm0z_IJrDcBRjPpq-nWV15JfoQhfe76jWAcJdb_HZGHTw9HCRHZ_yj5sfk9q7Q/s72-c/BBBB.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-1242408138761806592</id><published>2013-07-29T21:32:00.000+07:00</published><updated>2013-07-31T04:14:42.147+07:00</updated><title type='text'>font</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;http://fonts.googleapis.com/css?family=Frijole|Denk+One|Sirin+Stencil|Macondo|Economica|Flavors|Cinzel|Great+Vibes|Allerta+Stencil|Black+Ops+One|Righteous|Creepster|Fredericka+the+Great|Six+Caps|Rationale|Nova+Square|Tulpen+One|Germania+One|Grand+Hotel|Redressed|Aladin|Dr+Sugiyama&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Instructions: To embed your Collection into your web page, copy the code as the first element in the &lt;head&gt; of your HTML document.&lt;/head&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
» See an example&lt;br /&gt;
4. Integrate the fonts into your CSS:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Google Fonts API will generate the necessary browser-specific CSS to use the fonts. All you need to do is add the font name to your CSS styles. For example:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;link href=&quot;http://fonts.googleapis.com/css?family=Frijole|Denk+One|Sirin+Stencil|Macondo|Economica|Flavors|Cinzel|Great+Vibes|Allerta+Stencil|Black+Ops+One|Righteous|Creepster|Fredericka+the+Great|Six+Caps|Rationale|Nova+Square|Tulpen+One|Germania+One|Grand+Hotel|Redressed|Aladin|Dr+Sugiyama&quot; rel=&quot;stylesheet&quot; type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;/link&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Frijole&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Denk One&#39;, sans-serif;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Sirin Stencil&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Macondo&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Economica&#39;, sans-serif;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Flavors&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Cinzel&#39;, serif;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Great Vibes&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Allerta Stencil&#39;, sans-serif;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Black Ops One&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Righteous&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Creepster&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Fredericka the Great&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Six Caps&#39;, sans-serif;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Rationale&#39;, sans-serif;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Nova Square&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Tulpen One&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Germania One&#39;,cursive &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Grand Hotel&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Redressed&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Aladin&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;font-family: &#39;Dr Sugiyama&#39;, cursive;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/1242408138761806592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/1242408138761806592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/font.html' title='font'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-2007957519224922318</id><published>2013-07-29T17:47:00.000+07:00</published><updated>2013-07-29T20:20:22.331+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PUISI"/><title type='text'>LOOKING FOR LOVE</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;span style=&quot;color: lime;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: lime;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Where are you now, my love?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: lime;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Looking for me here on earth&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: lime;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Or in heaven high above&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: lime;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;I can’t see you any where I go!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: lime;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #0b5394;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Would I know it is you?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #0b5394;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;If we ever meet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #0b5394;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Would I even feel love&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #0b5394;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX2Q8qSWtNdhXlGc-OW4ScFnUm9OKOH8e5UuhkEQiaOiJZC7xpTGfmYIXoo4CnJLz4PwMKxFgGuez3pYSQWyraFBSiVZiMtwx_cQyhnoI11S_caS62ke4e0eAb8BrF6W0SvtE9BClDxRBI/s1600/6.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;292&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX2Q8qSWtNdhXlGc-OW4ScFnUm9OKOH8e5UuhkEQiaOiJZC7xpTGfmYIXoo4CnJLz4PwMKxFgGuez3pYSQWyraFBSiVZiMtwx_cQyhnoI11S_caS62ke4e0eAb8BrF6W0SvtE9BClDxRBI/s400/6.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #0b5394;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;When I finally have one?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #0b5394;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Who are you, my love?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #0b5394;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Your face is in my mind&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;And your being I adore&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Are you real, or my illusion?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Are you coming, my love?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;I have waited all my life&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #f1c232;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Now I am closer to the sky&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #f1c232;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;You must be not too far behind.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #f1c232;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Where are you now, my love?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #f1c232;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Come quickly and take me&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #f1c232;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;To your arms of loving&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;To your heart that’s beating.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Are you coming, my love?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Shower me with bizarre surprises&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Prove to me that’s real love&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Can outlast our own lives!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/2007957519224922318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/2007957519224922318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2012/09/where-are-you-now-my-love-looking-for.html' title='LOOKING FOR LOVE'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX2Q8qSWtNdhXlGc-OW4ScFnUm9OKOH8e5UuhkEQiaOiJZC7xpTGfmYIXoo4CnJLz4PwMKxFgGuez3pYSQWyraFBSiVZiMtwx_cQyhnoI11S_caS62ke4e0eAb8BrF6W0SvtE9BClDxRBI/s72-c/6.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-428303247290728698</id><published>2013-07-27T17:44:00.001+07:00</published><updated>2014-01-13T08:35:34.374+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>AKU SEBUTIR PASIR</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;m1&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;AKU SEBUTIR PASIR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم&lt;br /&gt;
Di tengah teriknya hawa siang. Di tengah luasnya gurun menghampar. Di tengah tingginya langit menjulang, sebutir pasir tengah berdiri. Sendirian. Mengapa? Tentu saja. Dia adalah sebutir. Hanya sebutir. Walaupun dia memang sedikit tak benar disebut sebutir, tapi apakah pantas disebut seorang pasir?&lt;br /&gt;
Pandangannya menegadah ke atas langit. Kakinya menapak di atas gurun. Tubuhnya berdiri di atas siang. Matanya tak sama sekali silau melihat matahari yang sedang terik-teriknya. Kakinya tak sama merasa panas dan sakit. Tubuhnya pun tak merasakan haus atau lapar. Dia kini hanya bisa memandang langit sambil menitikan satu tetes air mata.&lt;br /&gt;
Pasir namanya. Gadis yang tak pantas disebut kecil itu tengah berdiri di antara ribuan pasir yang terbaring luas. Entah mengapa orangtuanya menamai gadis itu Pasir. Entah ada maksud apa dalam penamaannya. Tapi sekarang dia malah berdiri seorang diri tanpa seorang pun menemani. Entah di mana orangtuanya yang telah memberi nama Pasir pada dia. Entah masih ada atau pun tidak. Tapi mengapa gadis itu sekarang begitu tampak kucel dan kotor. Dia hanya sebatang kara berdiri di sana. Mungkin dengan bayangannya.&lt;br /&gt;
“Pasir.” Desah seorang pria berbaju putih dan terlihat sangat rapi.&lt;br /&gt;
Sebutir Pasir itu pun mendongak dan menatap pria tadi yang memanggilnya. Matanya mengamati tiap bagian di tubuh sang pria.&lt;br /&gt;
“Pasir. Namamu aneh!”&lt;br /&gt;
“Kau siapa?” Pasir mulai mengeluarkan sepenggal kata dari mulutnya.&lt;br /&gt;
Pria bergamis putih itu tersenyum.&lt;br /&gt;
“Mengapa orangtuamu memberi nama Pasir?”&lt;br /&gt;
“Bukan mereka. Aku yang menamai diriku Pasir.” Bantahnya.&lt;br /&gt;
Pria tadi tersenyum kembali.&lt;br /&gt;
“Lantas mengapa kau ingin nama itu?”&lt;br /&gt;
“Kau mungkin tahu berapa banyak pasir di sini?”&lt;br /&gt;
Pria itu menggeleng.&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu. Apakah perlu aku menghitungnya?”&lt;br /&gt;
“Sudah kuduga. Tak ada seorang pun yang bisa mengetahuinya.”&lt;br /&gt;
“Tak ada? Bagaimana dengan Tuhan? Apakah Dia juga tak tahu? Bukankah Dia yang telah menciptakan pasir di gurun ini?”&lt;br /&gt;
“Ya mungkin. Kecuali Tuhan.” Ujar Pasir.&lt;br /&gt;
Pria bersorban itu tersenyum kembali.&lt;br /&gt;
“Lantas, apa maksudmu menamai dirimu Pasir?”&lt;br /&gt;
“Di sini aku melihat banyak pasir. Dan sungguh ironis sekali hanya ada sebutir pasir di gurun ini. Dan itulah aku. Aku sangat ironis. Sebutir Pasir. Dan aku juga berfikir bahwa tak akan ada sebutir pasir, pasir yang sendirian. Tak ada kawan dalam hidupnya. Pasir pasti selalu berkumpul dengan pasir-pasir lainnya.”&lt;br /&gt;
“Lekas, mengapa kau menyebut dirimu sebutir pasir?”&lt;br /&gt;
“Ya karena itu. Aku sendirian. Aku tak punya kawan. Aku sangat ironis.”&lt;br /&gt;
“Lantas mengapa kau tak bergabung dengan pasir-pasir lainnya agar bisa menjadi gurun?”&lt;br /&gt;
Pasir terdiam. Dia tak bisa mengeluarkan sepenggal kata pun. Mulutnya terkunci rapat. Air matanya dia tahan agar tak pernah keluar.&lt;br /&gt;
“Coba kau pikirkan! Tak pernah ada satu pun orang yang mau sekedar bertanya padaku. Tak ada satu pun orang yang peduli terhadapku! Apakah aku bisa bergabung dengan mereka dan menjadi sebuah gurun?”&lt;br /&gt;
“Apakah aku bukan seseorang yang peduli padamu? Apakah aku bukan seseorang yang bertanya pada dirimu, Pasir?” Jawabnya tenang.&lt;br /&gt;
Pasir kembali terdiam. Kata-kata pria tadi seolah menusuk tajam di dalam hatinya. Namun dari wajah pria itu tak nampak sedikit pun tersirat kecurangan. Wajahnya suci dan bersih. Tak ada setitik noda dosa tersirat dalam hatinya.&lt;br /&gt;
“Ya mungkin. Hanya kau yang mau bertanya padaku.”&lt;br /&gt;
“Selain aku, bayanganmu juga masih setia bersamamu. Dia selalu mengikutimu ke mana pun kau pergi. Tapi memang, ada kalanya bayanganmu itu pergi meninggalkan tubuhmu.”&lt;br /&gt;
“Kapan?”&lt;br /&gt;
“Di saat gelap. Tak ada setitik cahaya pun menerangimu. Dan saat itu tak akan ada siapa pun yang menemanimu.”&lt;br /&gt;
“Lalu aku harus bagaimana?”&lt;br /&gt;
“Mendekatlah pada Tuhan! Sadarilah perbuatanmu itu salah!”&lt;br /&gt;
“Aku tak punya Tuhan. Aku tak punya teman. Aku tak punya segalanya.”&lt;br /&gt;
“Maka dari itu, dekatilah mereka. Jika kau ingin mengenal Tuhan, dekatilah Tuhan. Jika kau ingin punya teman, dekatilah mereka. Jangan hidup sebutir sepertimu ini. Jangan sia-siakan waktu dengan menyendiri seperti ini.”&lt;br /&gt;
“Tak apa. Ini hidupku. Jalan mana pun yang aku pilih, biarkan. Kau tak berhak untuk mengatur apa yang kulakukan dalam hidupku. Hidupku terserah diriku.”&lt;br /&gt;
“Memang benar. Tapi apakah aku akan membiarkan seseorang yang tersesat di jalan yang salah untuk tetap berjalan? Tentu tidak. Aku tak akan membiarkannya. Aku harus membenarkannya.”&lt;br /&gt;
“Kau siapa diriku? Sebegitu pedulikah kau tentangku?”&lt;br /&gt;
“Aku mencintaimu karena Allah. Maka dari itu aku peduli terhadapmu.”&lt;br /&gt;
“Siapa dirimu?”&lt;br /&gt;
“Aku adalah sebilah kayu.”&lt;br /&gt;
“Lekas mengapa dirimu menyebut diri sendiri kayu? Mengapa kau menurutiku sebagai sebutir pasir?”&lt;br /&gt;
“Jika kau pasir, aku adalah kayu. Kau mungkin tahu apa gunanya kayu. Kayu berawal dari sebatang pohon. Dan kau mungkin tahu, seberapa berguna pohon bagi dirimu. Apalagi di tengah padang pasir seperti ini. Setelah pohon tersebut ditebang, pasti mereka banyak digunakan. Kayu bisa dibuat meja, kursi dan mungkin sebagai bahan bangunan. Seperti untuk rumah. Kayu juga sangat kokoh. Kayu tak mudah patah. Maka dari itu, aku menyebut diriku kayu. Karena aku ingin menjadi seperti kayu. Walaupun masih jauh sesempurna itu.”&lt;br /&gt;
“Mengapa tidak besi saja? Besi lebih kokoh daripada kayu. ”&lt;br /&gt;
“Ya. Kau benar, Pasir. Besi lebih kokoh dari kayu. Namun asalkan dirimu tahu, besi melambangkan seseorang yang tangguh namun sombong. Maka dari itu, aku tak akan meniru besi.”&lt;br /&gt;
Pasir kembali terdiam. Otaknya dia buat bekerja. Dia memikirkan sesuatu yang mungkin tak pernah bisa dijawab oleh pria itu. Pandangannya menatap ke atas.&lt;br /&gt;
“Bagaimana caranya aku mengenal Tuhan?” Tanya Pasir polos.&lt;br /&gt;
“Kau bisa belajar dari orang lain.”&lt;br /&gt;
“Apakah kau bisa mengajariku?”&lt;br /&gt;
“Aku tak punya banyak waktu.”&lt;br /&gt;
“Bukankah kayu itu sangat berguna. Pasir itu tak pernah berguna. Untuk apa juga aku mengenal Tuhan.”&lt;br /&gt;
“Ish, kau jangan bilang sembarangan.” Tegur pria itu lembut.&lt;br /&gt;
“Sebutir pasir memang tak akan berguna jika hanya sebutir. Jika kau bergabung dengan pasir lain, dengan semen, besi, batu, kayu dan air. Kau bisa menjadi sebuah gedung.”&lt;br /&gt;
“Kebersamaan?”&lt;br /&gt;
“Ya benar. Umat muslim itu seperti sebuah bangunan yang saling menguatkan. Jika kau sebutir pasir, dan banyak lagi pasir sepertimu, bergabunglah dengan mereka. Setelah itu, carilah orang lain. Seperti besi, kayu, air, semen, batu. Dan bersatulah. Maka kalian akan menjadi sebuah gedung yang kokoh.”&lt;br /&gt;
“Jadi aku tak boleh menyendiri?”&lt;br /&gt;
“Benar sekali. Kau hanya bisa menjadi sebutir pasir di hadapan Tuhan-Mu. Allah. Kau hanya sebutir pasir di hadapan-Nya. Dan jangan pernah menjadi lagi sebutir pasir di hadapan para manusia-manusia itu. Bergabunglah dan menjadi padang. Bergabunglah dan menjadi gedung.”&lt;br /&gt;
“Lalu bagaimana diriku mengenal Tuhan? Allah. Dari siapa aku akan belajar?”&lt;br /&gt;
“Kau bisa belajar dari siapa pun yang memiliki ilmu. Ilmu tauhid. Sedari dulu kamu memang selalu berjalan di kesesatan. Maka dari itu, sekarang kau sadari dan segera beralih ke jalan yang benar. Segeralah bergabung dengan orang-orang itu.”&lt;br /&gt;
“Tapi apakah mereka akan menerimaku?” Tanya Pasir polos.&lt;br /&gt;
Pria itu tersenyum lagi.&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Mereka adalah orang baik. Lebih baik dari yang kau pikirkan.”&lt;br /&gt;
“Jadi sekarang aku harus ke kota itu?”&lt;br /&gt;
“Ya. Pergilah. Dan ingat, kau sebutir pasir di hadapan Tuhan. Maka jangan melampaui batas. Tapi kau sama seperti manusia derajatnya di sini. Kau tak pantas sendirian. Kau tak pantas sebutir saja. Di tengah gurun pasir luas seperti ini, sama seperti orang bodoh. Kau masih muda. Jangan sia-siakan waktumu. Masih banyak orang-orang di sana yang sangat membutuhkan waktunya untuk hidup. Maka dari itu, bertakwalah. Dan jalin silaturahmi. Perbaikilah amalanmu. Jangan hidup di tengah kesendirian dan kebimbangan.”&lt;br /&gt;
Pasir pun tersenyum. Pria tadi ikut tersenyum. Pria itu pun melangkah menjauh dari Pasir. Pasir menatapnya heran.&lt;br /&gt;
“Kau mau ke mana?”&lt;br /&gt;
“Masih banyak urusan yang harus kukerjakan. Sebaiknya kau bergabung dengan orang-orang di sana. Mereka pasti menerimamu dengan baik.”&lt;br /&gt;
Pasir mengangguk.&lt;br /&gt;
Di tengah teriknya hawa siang. Di tengah luasnya gurun menghampar. Di tengah tingginya langit menjulang, sebutir pasir tengah berdiri. Sendirian. Mengapa? Tentu saja. Dia adalah sebutir. Hanya sebutir. Walaupun dia memang sedikit tak benar disebut sebutir, tapi apakah pantas disebut seorang pasir?&lt;br /&gt;
Pandangannya menegadah ke atas langit. Kakinya menapak di atas gurun. Tubuhnya berdiri di atas siang. Matanya tak sama sekali silau melihat matahari yang sedang terik-teriknya. Kakinya tak sama sekali merasa panas dan sakit. Tubuhnya pun tak merasakan haus atau lapar. Dia kini hanya bisa memandang langit sambil menitikan satu tetes air mata. “Ya Allah, Tuhanku. Terima kasih Engkau telah menyadarkanku dari kebodohan ini. Seharusnya aku tak hidup seperti ini. Hanya karena kedua orangtuaku meninggal, aku sudah tak ingat dan kenal pada-Mu. Aku sudah tak punya semangat hidup. Ampuni aku Ya Allah. Sekarang aku berjanji, tak akan ada lagi sebutir pasir di hidupku, kecuali ketika menghadap pada-Mu. Ya Rabb yang Maha Agung.”&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata keluara dari pelupuk matanya. Bukan kesedihan. Melainkan kebahagiaan. Kini Pasir sudah tak jadi sebutir lagi. Dia akan pergi berkelana mencari teman dan lebih mempelajari tentang Rabb-Nya. Dia mungkin tak akan menjadi sebutir pasir, kecuali di hadapan-Nya. Sang Rabb pencipta.&lt;br /&gt;
- SEKIAN -&lt;br /&gt;
&lt;/P&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
m1{
  font-size:70px;
  font-family: arial black;
  letter-spacing: 0px;
  color: rgb(56, 55, 55);
  text-shadow: 1px 1px 1px rgba(255,255,255,0.6);
text-align:center;
}

.mm1{
  font-family: &#39;Cinzel&#39;;
  color: rgb(56, 55, 55);
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color: rgb(56, 55, 55);
text-align:center;
}
.mmm p{
 font-family: &#39;Cinzel&#39;;
 
color: #e3dbdb;
text-shadow: 1px 2px 3px #000;
padding:10px;
font-size: 1.25em;
text-align:justify;
}
.mmm p:first-child{
  font-size: 13px;
   rgb(56, 55, 55)
font-family: Cinzel;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:center;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  font-weight: bold;

}
m4{
  font-family: Cinzel;
  color: #e3dbdb;
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.covers{width:960px;}&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/428303247290728698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/428303247290728698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/aku-sebutir-pasir.html' title='AKU SEBUTIR PASIR'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5062975491595542351.post-3429985980476580244</id><published>2013-07-27T17:39:00.004+07:00</published><updated>2013-07-27T17:39:46.154+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>Menggenggam Impian</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;m1&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;Menggenggam Impian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mm1&quot;&gt;An Article by  MOCHAMAD MULKI&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;mmm&quot;&gt;&lt;p&gt;بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tengah hari itu, kabupaten Lahat seakan membara. Hujan yang tak kunjung datang membuat matahari berpijar di tengah petala langit. Tanah mulai gersang berselabut debu seakan menyemburkan uap api neraka yang mendidih panas. Siswa SMA Negeri 4 Lahat berteduh di bawah atap kelasnya untuk melaksanakan bimbel siang. Sekolah yang berada di tengah hutan, jauh dari hingar bingar keramaian. Masyarakatnya masih mempercayai kepercayaan nenek moyang.&lt;br /&gt;
Meski begitu, ternyata berbeda halnya dengan lingkungan di dalam sekolah SMANPALA? SMA Negeri 4 Lahat? yang bernuansa Islami. Sekolah ini bertaraf internasional. Belajar dari pagi sampai malam sehingga keakraban siswa, guru dan seluruh penghuni SMANPALA sangat erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iffah, salah seorang siswi kelas XII IPA-1, berbalut jilbab pink seragam sekolahnya yang rapi, gede dan syar’i menambah keanggunannnya. Iffah saat itu tengah sibuk mengerjakan soal-soal untuk persiapan ujian nasional yang tinggal hitungan hari. Meski itu momok yang sangat menakutkan, Iffah tetap yakin. Insya Allah bisa menaklukkannya dengan berusaha dan berdoa kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diam-diam ternyata Iffah memiliki segenggam impian yang tertulis besar di whiteboard dinding kamarnya. Tertulis “Universitas Al-Azhar. Man Jadda Wajadda.” Entah angin apa yang membawanya bermimpi sampai ke negeri Fir’aun itu. Azzam Iffah semakin kuat seperti bangunan piramida yang takkan roboh oleh terpaan badai. Tekadnya semakin bulat meski terkadang terdengar suara bisik-bisik orang yang mematahkan semangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei! Tinggi sekali mimpimu, tidak akan mungkin kau bisa ke sana!” Kata mereka dengan nada mengejek.&lt;br /&gt;
Hati Iffah seakan luluh lantak demi mendengar orang yang mengejek impiannya. Namun, Iffah mengibas suara ejekan itu? seakan tak mendengar. Membalas dengan menyunggingkan secercah senyuman manis di wajahnya. Ternyata dibalik senyuman manisnya itu, hatinya menjerit pedih hingga ke ulu hati. Laa tahzan, Innallaha ma’ana. Batin Iffah lirih dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam mulai menuju tengahnya. Iffah pun bangkit dari tidurnya untuk menjalankan shalat malam demi mewujudkan mimpinya. Dalam keheningan malam itu, Iffah berpegang pada tangisan, untaian doa, menghirup bau malam dan menikmati keajaiban istighfar. Iffah mengadukan keluh kesahnya yang memberontak di dalam dada kepada pemilik takdirnya. Bibirnya bergetar dan air mata menderai-derai membasahi mukena ungunya.&lt;br /&gt;
“Ya Allah, Engkau mengetahui impianku ini, hanya kepada-Mu hamba meminta. Ya Allah, hamba bermimpi ingin berkuliah di Universitas Al-Azhar. Jika itu yang terbaik berikanlah petunjuk dan kemudahan bagi hamba, Ya Allah. Niatku hanya untuk-Mu. Hamba ingin memperdalam ilmu agama sehingga ilmu itu bisa hamba amalkan dan tersampaikan kepada kaum muslimin dan muslimat. Ya Allah, sesungguhnya hanya Engkau yang mengetahui rahasiaku dan hal yang aku tampakkan. Maka terimalah segala udzur-ku, kabulkanlah yang aku butuhkan, berikanlah kepadaku apa-apa yang aku minta. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada dalam hatiku, mengetahui masalah duniaku, agamaku dan akhiratku. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”&lt;br /&gt;
Itulah untaian doa yang kerap terlantun dari bibirnya. Doa-doa yang terangkai dari lubuk hati yang terdalam. Kalimat yang tersusun dari gejolak yang sering memberontak dalam jiwanya. Hati yang sering menjerit ketika ada orang-orang yang mengejek impiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siangnya, Iffah bergegas melangkahkan kaki di tengah teriknya matahari yang mengikuti dirinya untuk pergi ke warnet mencari informasi seputar pendidikan Universitas Al-Azhar – Mesir. Tak lama browsing, Iffah menemukan informasi tentang “Persyaratan Seleksi Nasional Calon Mahasiswa Al-Azhar.” Kening Iffah seketika berkerut dan mulai putus asa ketika mengetahui informasi untuk seleksi test Al-Azhar harus lah memiliki ijazah Madrasah Aliyah dengan status akreditasi “DISAMAKAN” pada Universitas Al-Azhar.&lt;br /&gt;
Ya Allah, akankah impianku hanya berhenti sampai di sini? Tanya Iffah dalam hati seakan Allah berada di depan matanya, dengan berderai air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rintangan yang bertubi-tubi menerpa belum akan mematahkan semangatnya. Baginya rintangan ini adalah ujian yang tak perlu dikeluhkan tapi patut disyukuri. Ujian yang memberi berkah dan hidayah untuk semakin dekat kepada Allah. Di tengah ujian yang terus digelung nestapa rupanya Iffah teringat “mantra” Man Jadda Wajadda. Mantra yang sangat mujarab menguatkan azzam-nya. Iffah tetap kuat dan tersenyum menjalaninya meski tak tahu skenario apa lagi yang akan di perankannya. Suka duka dilaluinya dengan ber-khusnudzon kepada Allah. Iffah teringat pada sebuah ayat dalam firman Allah SWT; “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS.Al-Baqarah [2] : 216)&lt;br /&gt;
Iffah kemudian melanjutkan membaca informasi test Perguruan Tinggi Al-Azhar, Mesir yang tertulis :&lt;br /&gt;
1. Ujian Lisan (menggunakan bahasa arab)&lt;br /&gt;
Meliputi : Bahasa Arab (percakapan terjemah dan teks) dan hafalan/bacaan Al- Quran minimal 3 juz;&lt;br /&gt;
2. Ujian Tulis ( menggunakan bahasa arab)&lt;br /&gt;
Meliputi : Bahasa Arab (memahami teks, kata bahasa dan insya’) dan Pengetahuan Agama Islam (PAI).&lt;br /&gt;
Wajah Iffah tertunduk diam tak berkutik. Tangannya seakan membeku seketika. Namun tak lama kemudian, semua mencair dengan spontan. Wajah Iffah berubah tegap seakan baru saja ada yang membisikkan di telinga kanannya; “Fah, ingatlah janji Allah Kun Fayakun.” Hening. “Ya, ya, ya, kalam Allah itu seperti hidup, renyah, mengucurkan air segar pada pemahaman dibenakku akan janji Allah itu!” Dalam hati Iffah berteriak. Ghiroh Iffah drastis membuncah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujian Nasional telah berakhir dengan segala perjuangan belajar dari pagi, siang, sore hingga malam di sekolah dan di rumah. Lelah dan penat telah dilalui Iffah dengan penuh keikhlasan. Hasil pengumuman tak mengecewakan. Sujud syukurpun Iffah lakukan dengan penuh khitmad. Sambil menunggu ijazah keluar Iffah mengisi waktu penantiannya dengan memulai menghafal Al-Quran dan privat mengaji tajwid di rumah.Tengah malam sehabis shalat malam, Iffah mengambil mushaf tercinta yang covernya berhias kain flanel berwarna ungu. Di depannya tertempel namanya Iffah. Di ciumnya selalu mushaf-nya setelah menyelesaikan hafalan juz satu. Ayat demi ayat dihafalnya dengan membersihkan niat semata hanya untuk Allah. Hidayah apa yang membuatku mau menghafal Al-Quran? Tak terbersit dalam hidupku untuk menghafal Al-Quran. Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakatan fih. Batin Iffah dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman merekah mulai menghinggapi wajah Iffah. Perlahan rintangan demi rintangan mulai menemukan jalan keluar yang tak diduga-duga. Sore itu, pintu rumah terdengar ada yang mengetuk. Selang beberapa detik, terdengar suara.&lt;br /&gt;
“Assalamu’alaikum!”&lt;br /&gt;
“Wa’alaikum salam!” Suara sandal jepit Iffah mengiringi langkah cepat menuju daun pintu.&lt;br /&gt;
“Eh Kakak dan Ayuk. Silakan, silakan masuk. Senang sekali rasanya sore-sore begini sudah dikunjungi. Silakan, silakan duduk.” Iffah mengenakan gamis ungunya menyambut tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakak dan Ayuk adalah sepasang suami istri yang masih berkerabat dekat dengan Ibu. Perbincangan dimulai ketika Ibu hadir di ruang tamu. Sejenak Iffah meninggalkan ruang tamu untuk membuatkan minuman.&lt;br /&gt;
“Aduh, gak usah repot-repot, Dik!” Sapa ayuk ketika Iffah menghantarkan minum ke meja tamu.&lt;br /&gt;
“Gak apa, Yuk. Biasa saja.” Jawab Iffah sambil tersenyum ta’dzim.&lt;br /&gt;
“Oh ya, Iffah mau masuk kuliah dimana?” tanya ayuk. Iffah terdiam dan ragu-ragu menceritakan impiannya kepada Kakak dan Ayuk.&lt;br /&gt;
Suara lirih Iffah akhirnya keluar juga meski agak tersendat-sendat menceritakan kronologisnya.&lt;br /&gt;
“Kak, Adik punya impian ingin kuliah di Al-Azhar Mesir. Namun adik mendapat kendala sekarang, Adik bingung. Dimana mencari pondok pesantren yang ijazah Madrasah Aliyah-nya diakui oleh Universitas Al-Azhar?” Iffah memecah kesunyian yang tadinya mendominasi.&lt;br /&gt;
“Oh… Adik mau mencoba ke sana ya? Subhanallah. Insya Allah… niat yang baik akan dimudahkan oleh Allah.” Jawab Kakak dengan bijaksananya.&lt;br /&gt;
“Amiin.” Jawab Iffah dengan optimis sambil menanti kata-kata apalagi yang akan di ucapkan Kakak.&lt;br /&gt;
Tak berapa lama kakak pun bertanya kembali. “Hm… adik bilang tadi ingin mencari pondok pesantren yang di akui oleh Al Azhar ya?” sambil meletakkan gelas air minum yang baru diteguk olehnya.&lt;br /&gt;
“Iya, Kak!” Jawab Iffah cepat.&lt;br /&gt;
“Pondok Pesantren Raudhatul Ulum di Sakatiga Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir saja, Dik. Kalau gak salah santriwatinya banyak kuliah disana.”&lt;br /&gt;
Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakatan fih. Pertolongan Allah semakin dekat dan tidak disangka-sangka datangnya. Lirih Iffah dalam hati.&lt;br /&gt;
“Oh iya ya, Kak?” sambil bertanya dan mengucapkan syukur, perbincangan pun menemukan titik terang.&lt;br /&gt;
Perjalanan untuk meraih mimpi semakin panjang meski tertatih menapaki hidup, tak membuat Iffah putus asa. Semangatnya semakin menggelora. Jalannya mulai terbentang. Kehidupan di dalam pondok pesantren telah di depan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbincangan kemarin telah menghantarkan Iffah ke Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (RU). Meski harus mengulang satu tahun lagi di Madrasah Aliyah untuk mendapatkan ijazah yang di akui oleh Al-Azhar, tak membuat Iffah merasa rugi. Iffah yakin itulah pengorbanan yang harus dilakukan untuk meraih cita-citanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gapura Pondok Pesantren RU semakin dekat ketika mobil meluncur cepat menuju ke arahnya. Setiba di pos satpam, terlihat beberapa orang santri memberikan selembar kertas yang berisi tentang “barang-barang yang tidak boleh dibawa santriwati selama mukim (belajar) di Pondok Pesantren RU” antara lain tidak boleh membawa handphone, televisi, radio, tape-recorder, kipas angin, MP3-player, laptop dan lain-lain.&lt;br /&gt;
Iffah mendapatkan kamar “Aisyah” bernomor satu. Tempat tidur yang bertingkat dua, dihuni oleh dua belas orang santriwati kelas satu Madrasah Aliyah dengan satu pembina kamar. Berat rasanya hati ketika harus menyesuaikan diri dengan adik-adik yang terpaut usia beberapa tahun. Cepat atau lambat Iffah pun harus menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari pertama di Pondok, kehidupannya berubah total dengan di SMA dahulu, khususnya dari segi pemakaian bahasa sehari-hari. Sebelumnya Iffah sudah tahu bahwa percakapan sehari-hari di pondok menggunakan bahasa Arab. Sentak Iffah terkejut ketika mendengar adik kelas VII Madrasah Tsanawiyah fasih bercakap menggunakan bahasa arab antar temannya. Subhanallah, Iffah semakin semangat untuk belajar mempraktekkan mufradat yang didapatkannya dalam percakapan sehari-hari. Beberapa bulan, Iffah sudah mampu mempraktekkan bahasa Arab yang didapatkannya dalam percakapan sehari-hari, seperti; “Kaifa khaluki ya ukhti?” tanya salah satu adik kelas XI Madrasah Aliyah kepada Iffah. “Bikhoiri walhamdulillah.” Jawab Iffah dengan fasihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa bulan di Pondok, Iffah menjalin ukhuwah dengan anak santriwati dan para Ummi yang mengajar disana. Iffah sangat bahagia ketika menemukan seorang Ummi bernama Rita yang berkarakter lembut dan baik hati. Beliau adalah seorang guru Fiqih. Ummi Rita menetap di area Pondok sehingga ketika bosan di kamar, Iffah berkunjung ke rumah Ummi yang tak jauh dari asrama. Ummilah yang setia mendengar cerita suka duka impian Iffah selama di asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan bingung mulai menyapa Iffah. Beberapa bulan di Pondok, Iffah merasa kurang maksimal belajar. Guru khusus untuk mendidiknya tidak ada. Berhubung Iffah hanya sendirian mengulang kembali satu tahun di pondok, Iffah masih merasa awam dengan pelajaran di Pondok yang sangat jelas jauh berbeda ketika di SMA dahulu. Berat rasanya melaluinya. Usaha terus dilakukan Iffah mulai dari belajar sendirian mencari ilmu ke rumah Ummi yang berada di area Pondok. Tapi tetap saja Iffah merasa kurang maksimal dengan cara begitu. Iffah bingung, otaknya terus berpikir. Waktu berputar semakin dekat akan tetapi ilmu yang didapatkan baru sedikit. Kegelisahan mulai membumbung tinggi di hatinya. Tengah malam, diadukannya masalahnya. Rutin setiap malam tak mengenal malas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokannya, Iffah menceritakan masalahnya di Pondok dan impiannya kepada Ummi yang kebetulan alumni Al-Azhar. Perbincangan semakin ramai ketika para Ummi yang lain pun turut memberikan saran. Istikharah pun, Iffah laksanakan.&lt;br /&gt;
“Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan? Hamba bingung, apakah hamba harus pulang ke rumah? Meraih mimpi di jalan lain. Ya Allah, berikanlah petunjuk dan jalan keluar yang terbaik bagi hamba.” Iffah menangis tersedu-sedu dalam doanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari, Iffah merenung dalam kesendirian. Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan? tanya Iffah lirih dalam hati. Perbincangan dengan para Ummi kemarin, membuatnya memutuskan untuk keluar Pondok. Tekadnya semakin bulat. Iffah tetap tegar menghadapi kenyataanya pahit. Barang-barang telah selesai di-packing semalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi harinya, salam terakhir yang mendung di waktu Dhuha, menghantarkan Iffah pamit kepada adik-adik dan para Ummi yang sempat hadir dalam kehidupannya. Mengenal mereka adalah anugerah terindah bagi Iffah. Berat rasanya meninggalkan Pondok dengan suasana Islamnya yang kental. Air matapun jatuh membasahi wajah manisnya ketika bersalaman kepada para Ummi, khususnya Ummi Rita.&lt;br /&gt;
“Anakku… yakinlah Allah akan mengabulkan keinginanmu suatu saat nanti.” Lirih suara pesan Ummi Rita.&lt;br /&gt;
Iffahpun semakin terharu. “Aamiin.” Jawabnya sambil berpelukan erat dengan Ummi Rita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menapaki jalanan menuju pintu gerbang, Iffah perlahan menjauh dari kerumunan para Ummi dan santriwati. Iffah berjalan membawa koper barang di temani Mbak Dian yang kebetulan alumni SMA 4 Lahat yang bekerja menjadi seorang guru di Pondok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setibanya di mulut pintu, Iffah dan mbak Dian naik beca motor, kendaraan yang sangat akrab dengan warga masyarakat di Indralaya itu disingkat menjadi “betor” menuju terrminal untuk mencari bus tujuan kota Lahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bus yang dinanti tiba. Iffah pun pamit bersalaman dengan Mbak Dian. Iffah bergegas naik sendirian ke dalam bus dengan membawa koper dan kardus yang berisi peralatan selama di asrama. Iffah memberanikan diri pulang sendirian. Ini adalah pengalaman pertama Iffah di kota orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bus meluncur kencang. Iffah duduk sendiri di dekat pintu ditemani seorang laki-laki yang disebut Kenek yang sesekali berdiri di depan pintu Bus. Pikiran Iffah menggelayut di otaknya selama mobil meluncur. Hatinya menangis. Di ambilnya mushaf tersayangnya di tas kecil yang selalu menemaninya dikala sedih maupun gembira. Perlahan dibuka dan dibacanya dengan shirr.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima jam perjalanan masih jauh. Tiba-tiba Kenek itu menyapa Iffah.&lt;br /&gt;
“Banyak sekali barang bawaannya, Dek?”&lt;br /&gt;
Iffah hanya menggeroreskan senyum sedikit. Perbincangan pun selalu di awali oleh Kenek yang dipanggil Iffah dengan sebutan “Kakak” itu.&lt;br /&gt;
Akhirnya Iffah pun mengeluarkan suara. “Iya Kak, dari Pondok.” Jawab Iffah ramah.&lt;br /&gt;
Perbincangan semakin terarah ketika si Kakak banyak bertanya tentang Pondok Pesantren. Iffah pun menjawab satu per satu tentang kehidupan di sana. Akhir perbincangan, Kakak Kenek itu memberikan pesan untuk meraih mimpi itu perlu “DUIT.”&lt;br /&gt;
Iffah spontan mengerutkan keningnya. Kakak pun kembali menegaskan. “Iya perlu DUIT, Dek.” Ucapnya serius. “Ayo tahu gak DUIT?”&lt;br /&gt;
Iffah pun berfikir DUIT itu adalah uang. Ternyata jawabannya adalah “Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal” yang disingkat menjadi DUIT.&lt;br /&gt;
“Oh… begitu ya, Kak?” Jawab Iffah malu dalam hati.&lt;br /&gt;
Subhanallah, pesan yang sangat bagus sekali dari seorang Kenek. Hati Iffah menjadi terhibur dengan pesan si Kakak yang kelak akan selalu diingatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiba di rumah, Iffah masih dirundung pilu seakan begitu berat ujian yang diberikan Allah kepadanya. Hampir satu tahun sudah, Iffah berada di rumah ditemani buku-buku Islam yang dibacanya. Ilmunya semakin bertambah. Pelajaran demi pelajaran membuatnya berfikir positif. Ujian demi ujian membuatnya semakin dekat kepada Allah. Shalat malam, witir, fajar, dhuha, nyaris tak pernah ditinggalkannya selama satu tahun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi dan sore Alma’tsurat selalu dibacanya. Mushaf ungu yang selalu dibacanya sehari 1 juz. Hafalan yang tetap berjalan. Tak menyangka setelah pulang dari Pondok, Iffah bisa menghafalkan Surat Ar-Rahman yang dianggapnya dahulu sulit.&lt;br /&gt;
Ternyata mantra “Man Jadda Wajadda” sangat mujarab untuk meraih mimpinya. Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakatan fih. Iffah tak putus asa meski mimpinya belum terwujud. Iffah tetap berusaha dan bersemangat menggenggam impiannya.&lt;br /&gt;
Iffah teringat pada sebuah ayat dalam firman Allah SWT; “Sesungguhnya Allah tidak akan mngubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.Ar-Ra’d ‘[13]:11). Ini adalah pelajaran yang Iffah dapat di bangku SMA. Iffah men-tadabbur-i firman itu dengan membacanya berulang-ulang untuk dapat memahami dengan penuh pada isi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
Dalam benak Iffah, teringat juga akan sebuah hadits; “Tidak ada yang bisa mengubah qadha-nya Allah kecuali doa.” (H.R. Tirmidzi). Ditambah dengan mantra “Man shabara zhafira”, Iffah tetap menggenggam impiannya melalui firman Allah yang berbunyi; “Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 45].&lt;br /&gt;
Iffah selalu berdoa dengan ber-khusnudzan kepada Allah. Iffah teringat sebuah hadits riwayat Muslim; “Tak perlu berkata seandainya, ikhlaskan semua. Ini adalah takdir yang telah tertulis di Lauh Mahfuz lima puluh ribu sebelum alam raya diciptakan.”&lt;br /&gt;
Tak perlu menangis karena kegagalan. Kegagalan baginya adalah sukses yang tertunda. Karena itu, Iffah bangkit dan berusaha kembali menggenggam impian. Tersenyumlah, Allah sedang mempersiapkan kesuksesan yang lebih indah untuk hamba-hamba Allah di masa datang. Allah tidak akan pernah menjadikan hambanya dengan sia-sia. Iffah semakin yakin bahwa suatu saat nanti Allah akan mengabulkan impianya melalui “Man Jadda Wajadda”.&lt;br /&gt;
Meski dari lulusan SMA dan bukan dari lulusan Pondok Pesantren, bukanlah halangan untuk mengukir prestasi dalam bidang apapun yang diimpikan. Niat yang baik karena-Nya, maka Allah akan memudahkan jalan menuju impian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~ SELESAI ~&lt;br /&gt;
&lt;/P&gt;&lt;m4&gt;Created: May 13, 2013&lt;/m4&gt;&lt;/div&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
m1{
  font-size:70px;
  font-family: arial black;
  letter-spacing: 0px;
  color: rgb(56, 55, 55);
  text-shadow: 1px 1px 1px rgba(255,255,255,0.6);
text-align:center;
}

.mm1{
  font-family: Georgia;
  color: rgb(56, 55, 55);
  font-size: 10px;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0px;
  border-bottom: 1px solid rgb(56, 55, 55);
  padding-bottom: 0.5em;
text-align:center;
}
.mm1 span{
 
  font-style: normal;
  color: rgb(56, 55, 55);
text-align:center;
}
.mmm p{
 font-family: &#39;DIN-UK&#39;,arial narrow,arial,sans serif;
 
color: rgb(56, 55, 55);
text-shadow: 1px 2px 3px #000;
padding:10px;
font-size: 1.25em;
text-align:justify;
}
.mmm p:first-child{
  font-size: 16px;
   rgb(56, 55, 55)
font-family: Georgia;
  
  -moz-column-count: 1;
  -webkit-column-count: 1;
  column-count: 1;
  letter-spacing: 0.1em;
text-align:justify;
}
.mmm p:first-child:first-line{
  font-weight: bold;

}
m4{
  font-family: Georgia;
  color: rgb(56, 55, 55);
  font-size: 0.75em;
  font-style: italic;
  letter-spacing: 0.25em;
  border-top: 1px solid  rgb(56, 55, 55);
  display: block;
  padding-top: 0.5em;
  margin-top: 2em;
text-align:center;
}

.covers{width:960px;}&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/4mulgen&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/3429985980476580244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5062975491595542351/posts/default/3429985980476580244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4mulgen.blogspot.com/2013/07/menggenggam-impian.html' title='Menggenggam Impian'/><author><name>MQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545259045002996257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>