<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859</id><updated>2026-05-26T22:07:01.085+07:00</updated><category term="Oleh-oleh"/><category term="Backpacking"/><category term="Hajj Series"/><category term="Short Stories"/><category term="Sang Maha Lucu"/><category term="National Park"/><category term="Family"/><category term="Kolom"/><category term="Friends"/><category term="Prose"/><category term="Halmahera"/><category term="Wakatobi"/><category term="Advertorial"/><category term="Long Stories"/><category term="Personal Hikmah"/><category term="Work"/><category term="Books"/><category term="Derawan"/><category term="Jurnal"/><category term="Plesiran Tempo Doeloe"/><category term="Raja Ampat"/><category term="Movies"/><category term="Scrapbook"/><category term="Syam"/><category term="Pets"/><category term="Ternate"/><category term="Banda"/><category term="Health"/><category term="Kajian"/><category term="Theatre"/><category term="eBook"/><category term="f.y.i."/><title type='text'>A Day In The Life</title><subtitle type='html'>“Every journey is personal.&#xa;Every journey is spiritual.&#xa;You can’t compare them, can’t replace, can’t repeat.&#xa;You can bring back the memories but they only bring tears to your eyes.” - Riana Ambarsari</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>145</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-293204979497751105</id><published>2026-05-26T12:19:27.584+07:00</published><updated>2026-05-26T22:07:01.085+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kolom"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Hikmah"/><title type='text'> Have you done your surat wasiat?</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/17130918853/in/album-72157647949124387&quot; title=&quot;full circle of the sun&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;427&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/8763/17130918853_8508e4d9d4_z.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Photo by Riana Ambarsari | Canon 450D + Sigma 18-200mm&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Pertama kali mendengar anjuran ini bertahun lalu, terasa mengagetkan. Tapi setelah dimulai, barulah terasa manfaatnya. Dan jadi paham arti pentingnya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Secara praktis, surat wasiat melisting semua muamalah penting yang harus diurus ahli waris seba&#39;da kita berpulang. Dan ini gak harus menunggu tua. Kita bisa diwafatkan kapan saja kan? Kalau gak ada yang tau muamalah kita, gimana nyelesaiinnya?&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Mencakup harta, hutang, piutang, janji, nadzar, puasa yang belum diqadha/dibayarkan fidhyahnya, siapa yang harus dikontak, sampai nasihat atau pesan terakhir. Hal-hal ini bukanlah sesuatu yang &quot;keluarga pasti tau&quot;. Belum tentu. Dan ingatlah, bahkan seorang mujahid yang syahid pun, langkahnya bisa tertahan di pintu surga karena perkara hutang yang belum dibereskan.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Status harta pun belum tentu jelas bagi ahli waris. Mana yang milik, mana yang &quot;milik berdua&quot; tapi belum diperjelas mana/berapa milik siapa, mana yang hanya atas nama di atas kertas tapi sesungguhnya bukan pemilik — semuanya harus jelas. Risikonya kalau mengandalkan asumsi saja, bisa jadi ada hak orang lain yang terambil.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Menulis surat wasiat membuat kita sadar akan pentingnya kejelasan hak milik ini. Dan mau gak mau harus kita urus kejelasannya mulai dari sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Udah sering banget ditanya temen tentang perkara waris, akar masalahnya sama: hak milik yang gak jelas. Punya siapa rumah ini, mobil itu? Semua ngakunya beda. Gak ada saksi jika memang dihibahkan, gak ada bukti jika memang milik dia atau dia. Ingatlah, nama di atas kertas bukan berarti pemilik. Akad lisan yang menentukan. Allah memerintahkan kita menulis urusan muamalah sesuai akad lisan — ayat paling panjang di Al-Quran, S. Al Baqarah 2:282, adalah tentang pencatatan hutang piutang. Ketika akad lisan beda dengan di atas kertas, harus ada saksi atau bukti yang kuat.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Allah mengaturnya dengan sederhana. Manusia merumitkannya dengan suka rela.&lt;/p&gt;&lt;hr class=&quot;border-border-200 border-t-0.5 my-3 mx-1.5&quot; /&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Satu detail yang sering dilupakan dan jarang dibahas: &lt;strong&gt;akses&lt;/strong&gt; — nomor PIN, sidik jari, password, dan sejenisnya. Mengakses rekening bank tanpa persiapan ini membutuhkan surat dari pengadilan, dan prosesnya bisa sangat merepotkan sekaligus &lt;strong&gt;mahal&lt;/strong&gt;. Apalagi kalau ditunda-tunda pengurusannya sampai ahli waris pun wafat pula — daftar ahli waris semakin memanjang, semakin tersebar pula lokasinya. Memastikan ahli waris bisa mengakses semua rekening kita akan memangkas semua kerepotan itu sejak awal.&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr class=&quot;border-border-200 border-t-0.5 my-3 mx-1.5&quot; /&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Secara berkala, surat wasiat perlu diupdate ketika ada perubahan status semua hal yang dirinci di dalamnya, perubahan nomor kontak, dll — dan diumumkan/dikirimkan ke beberapa orang yang kita percaya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Mentally and spiritually, proses menulis surat wasiat ini sungguh life changing.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Mentally, kita melepaskan semua yang kita pikir kita miliki, padahal ternyata gak. Spiritually, kita akan disadarkan telak-telak bahwa dalam sekejap segala senda gurau dan permainan bermegah-megahan ini akan segera berakhir. Tidak ada yang bisa kita nikmati selain keberkahannya. Tidak ada yang dibawa pulang selain pertanggungjawabannya.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Dzikrul maut kali ini bukan melihat kematian orang lain. Tapi face to face dengan kematian kita sendiri.&lt;/p&gt;&lt;hr class=&quot;border-border-200 border-t-0.5 my-3 mx-1.5&quot; /&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;strong&gt;DRAFT SURAT WASIAT&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Draft surat wasiat ini saya ambil dari surat wasiat saya sendiri — pertama kali saya tulis di tahun-tahun awal hijrah, sekitar 2015. Sejak itu saya update setiap kali ada perubahan dan saya simpan di Google Drive. Linknya saya kirimkan via email ke beberapa orang dari keluarga terdekat.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Ini draft yang bisa kamu jadikan panduan — sesuaikan dengan muamalahmu sendiri, terutama yang berpengaruh langsung ke harta waris dan perpindahan hak ke ahli waris (misalnya royalti, hak pakai, dan sejenisnya). Poin-poinnya memang disesuaikan dengan urusan saya, jadi kamu sesuaikan dengan kondisimu ya 😀&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Satu hal tambahan: tuliskan di lembar terpisah semua username dan password, lalu informasikan tempat menyimpannya — pakai kode kalau perlu, hahaha.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Mengumumkan atau mengirimkan surat wasiat ini harus disesuaikan dengan kebiasaan penerimanya. Kalau dia tidak terbiasa berkomunikasi via email apalagi mengakses dokumen online, jangan berikan dengan metode online. Cetak suratnya dan kirimkan atau antarkan dalam amplop cokelat agar mudah disimpan. Konsekuensinya, ketika ada perubahan, kamu kirimkan versi terbaru dan minta ia menghancurkan dokumen yang lama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;



















&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Kalau kamu mau versi PDF-nya, link download ada di paling bawah. ⬇️&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;!--notionvc: 3b5236a7-c2de-4dde-85eb-a1eca9eb3294--&gt;
&lt;pre style=&quot;background: rgb(248, 248, 248); border-radius: 8px; border: 1px solid rgb(221, 221, 221); color: #2c3e50; font-family: monospace; font-size: 12px; line-height: 1.7; overflow-x: auto; padding: 20px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;بسم الله الرّحمان الرّحيم
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SURAT WASIAT
[Nama Lengkap] binti/bin [Nama Ayah]
Ditulis pada: [Tanggal Hijriah] / [Tanggal Masehi]

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━


▌BAGIAN 1 — DAFTAR KONTAK YANG PERLU DIKABARI

Tuliskan nama dan nomor telepon orang-orang yang perlu segera
dihubungi ketika kamu meninggal. Kelompokkan berdasarkan
kategori hubungan agar memudahkan ahli waris.

Contoh kategori:
- Suami/Istri
- Kakak/Adik/Saudara kandung
- Teman kajian/komunitas keagamaan
- Teman masa sekolah (SD, SMP, SMA)
- Teman kuliah
- Rekan kerja/komunitas profesional
- Teman perjalanan/hobi

Tips: Sertakan lebih dari satu nomor per orang jika
memungkinkan, karena nomor bisa berubah sewaktu-waktu.


▌BAGIAN 2 — HUTANG

Catat semua hutang yang kamu miliki, sekecil apapun. Ini adalah
kewajiban yang harus diselesaikan sebelum harta warisan dibagikan.
Jika pemilik hutang tidak bisa ditemukan, tuliskan langkah
alternatif yang sudah atau perlu dilakukan.

Yang perlu dicatat:
- Nama pemberi hutang
- Jumlah hutang
- Keterangan tambahan (sudah dibayar sebagian,
  tidak bisa dihubungi, dll.)

Tips: Minta ahli waris mengumumkan kepada semua yang
mengenalmu, apakah ada yang merasa kamu masih berhutang
kepadanya. Ini bentuk kehati-hatian yang sangat dianjurkan.


▌BAGIAN 3 — HUTANG IBADAH (FIDYAH/QADHA)

Jangan lupakan hutang yang sifatnya ibadah, bukan hanya
finansial. Contohnya: hutang puasa Ramadan karena sakit atau
perjalanan yang belum sempat diqadha.

Yang perlu dicatat:
- Estimasi jumlah hari puasa yang mungkin tertinggal
  jika meninggal dalam kondisi sakit
- Permintaan kepada ahli waris untuk membayarkan fidyah
  sesuai ketentuan fikih


▌BAGIAN 4 — PIUTANG

Catat semua orang yang berhutang kepadamu beserta jumlah
dan keterangannya. Catat juga jika ada piutang yang sudah
kamu ikhlaskan/hapuskan, agar ahli waris tidak menagih
orang yang tidak seharusnya ditagih.

Yang perlu dicatat:
- Nama orang yang berhutang
- Jumlah piutang (uang, emas, barang)
- Status: masih aktif / sudah diputihkan / sudah lunas


▌BAGIAN 5 — AMANAH DARI PIHAK LAIN

Jika kamu memegang uang, barang, atau tanggung jawab atas
nama orang lain atau lembaga, catat di sini agar tidak ikut
terbawa menjadi harta warisan.

Contoh: Dana titipan, kas komunitas, koordinasi donasi, dll.

Yang perlu dicatat:
- Jenis amanah
- Jumlah/rincian
- Lokasi catatan lengkapnya (buku, file, link, dll.)
- Siapa yang perlu mengambil alih tanggung jawab ini


▌BAGIAN 6 — AKSES TABUNGAN &amp;amp; REKENING

Berikan panduan yang cukup bagi ahli waris untuk mengakses
rekening-rekeningmu.

Yang perlu dicatat:
- Daftar rekening bank (nama bank + jenis rekening)
- Lokasi fisik buku tabungan dan kartu ATM
- Cara akses digital (aplikasi, fingerprint, dll.)
- Instruksi khusus jika ada (rekening mana untuk melunasi
  hutang tertentu, atau bagian yang disisihkan untuk seseorang)

Tips: Jangan tuliskan PIN atau password langsung di dokumen
ini. Simpan di tempat aman dan sebutkan lokasinya saja.


▌BAGIAN 7 — HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (ROYALTI, DLL.)

Jika kamu memiliki karya yang menghasilkan royalti (buku,
musik, foto, konten digital), catat informasi kontaknya
agar ahli waris bisa menindaklanjuti.

Yang perlu dicatat:
- Nama penerbit/platform
- Kontak person yang relevan
- Instruksi: royalti dialihkan ke ahli waris atau
  diserahkan kepada pihak tertentu


▌BAGIAN 8 — AKUN BISNIS DIGITAL YANG MASIH AKTIF

Di era digital, banyak akun yang masih bisa menghasilkan
pendapatan pasif meski pemiliknya sudah tiada (stock photo,
marketplace, platform konten, dll.). Berikan instruksi jelas.

Yang perlu dicatat:
- Nama platform
- Instruksi: lanjutkan atau tutup
- Jika ditutup: cara menarik saldo yang tersisa


▌BAGIAN 9 — AKUN ONLINE YANG PERLU DITUTUP

Daftarkan akun-akun digital yang perlu dinonaktifkan:
media sosial, e-wallet, e-commerce, dll.

Yang perlu dicatat:
- Nama platform/aplikasi
- Instruksi khusus (tarik saldo dulu, tutup, alihkan, dll.)

Tips: Untuk e-wallet, pastikan saldo ditarik dulu
sebelum akun ditutup.


▌BAGIAN 10 — AKUN YANG MUNGKIN MASIH DIPERLUKAN

Beberapa akun menyimpan data berharga yang ingin kamu
wariskan: tulisan, dokumen, atau arsip keluarga.

Contoh: Catatan pribadi, jurnal digital, arsip foto
keluarga, dll.


▌BAGIAN 11 — AKSES PERANGKAT

Berikan informasi akses ke laptop, HP, hard disk eksternal,
dan perangkat lain yang mungkin menyimpan data penting.

Yang perlu dicatat:
- Password perangkat (atau lokasi catatan password)
- Lokasi file/folder penting


▌BAGIAN 12 — DAFTAR BARANG BERHARGA

Cantumkan barang yang memiliki nilai jual cukup signifikan
agar ahli waris mengetahui keberadaan dan statusnya.

Contoh kategori:
- Logam mulia (emas batangan, perhiasan)
- Peralatan elektronik dan profesional
- Koleksi atau barang investasi

Tips: Sebutkan juga barang milik orang lain yang
kebetulan ada di rumahmu, agar tidak keliru masuk
hitungan warisan.


▌BAGIAN 13 — PESAN UNTUK ORANG-ORANG TERKASIH

Ini bagian paling personal dan paling berharga. Tuliskan
pesan hati untuk suami/istri, anak-anak, saudara, sahabat,
atau siapapun yang ingin kamu sapa untuk terakhir kalinya.

Yang bisa kamu sampaikan:
- Ungkapan ridho dan maaf
- Harapan dan doa untuk mereka
- Nasihat hidup yang paling ingin kamu titipkan
- Permintaan: doa, sedekah, badal haji, dll.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Disusun dengan niat lillahi ta&#39;ala.
Semoga menjadi amal yang bermanfaat bagi yang ditinggalkan.

Catatan: Surat wasiat sebaiknya ditulis sejak dini,
diperbarui secara berkala, dan disimpan di tempat yang
bisa ditemukan oleh orang yang dipercaya. Beri tahu
setidaknya satu orang terpercaya tentang keberadaan
dokumen ini.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
&lt;/pre&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;[⬇️ Download PDF: &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1hoj5CvSwnYLo1FEsth1RkqL6TuuUyOS1/view?usp=sharing&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kerangka_Surat_Wasiat_Muslim.pdf&lt;/a&gt;]&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;
&lt;hr class=&quot;border-border-200 border-t-0.5 my-3 mx-1.5&quot; /&gt;
&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-pre-wrap leading-[1.7]&quot;&gt;Semoga bermanfaat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-pre-wrap leading-[1.7]&quot;&gt;Kalau berkenan, doakan ampunan Allah buat saya ya ☺️&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-pre-wrap leading-[1.7]&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;&lt;em&gt;Tanjung Barat, 9 Dzulhijjah 1447&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Hari Arafah — hari di mana Allah paling banyak membebaskan manusia dari api neraka.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/293204979497751105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2026/05/have-you-done-your-surat-wasiat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/293204979497751105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/293204979497751105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2026/05/have-you-done-your-surat-wasiat.html' title=' Have you done your surat wasiat?'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-1787362102656414577</id><published>2025-12-28T14:24:00.004+07:00</published><updated>2025-12-28T14:37:51.725+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 18: Some Beautiful Short Videos I Just Couldn&#39;t Let Go</title><content type='html'>&lt;p&gt;I put together 2 videos already, depicting our journey on the day of tarwiyah, where hajj began, from our maktab to Mina, and our journey walking together with muslims all over the world from Arafah to Muzdalifah then to Jamarat. They are on my previous posts, in case you missed them.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;But I found a few short videos and they hold beautiful memories to my heart. So I put them all together here. I apologize not to be able to tell more stories about them here. Maybe one day we&#39;ll chat over coffee, I&#39;ll be honor to tell you about each and every one of these. If not in this dunya, may Allah reunite us in jannah and we can continue talking.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;May Allah give His Rahmah to us all. Aamiin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Enjoy the videos!&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;BLOG_video_class&quot; height=&quot;481&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/kCsAwq54fis&quot; width=&quot;578&quot; youtube-src-id=&quot;kCsAwq54fis&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;From the rooftop&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;BLOG_video_class&quot; height=&quot;493&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/N_5SR4ohZlo&quot; width=&quot;593&quot; youtube-src-id=&quot;N_5SR4ohZlo&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;In one third of the night&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;BLOG_video_class&quot; height=&quot;494&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/aGgkhl1i45k&quot; width=&quot;593&quot; youtube-src-id=&quot;aGgkhl1i45k&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;Right after dzuhur prayer&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;BLOG_video_class&quot; height=&quot;509&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/E1I4m9dRpDo&quot; width=&quot;612&quot; youtube-src-id=&quot;E1I4m9dRpDo&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;One of the heroes of Al Haramayn, the floor sweeper&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;BLOG_video_class&quot; height=&quot;506&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Hf-Fll6AZBc&quot; width=&quot;611&quot; youtube-src-id=&quot;Hf-Fll6AZBc&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;Masjid An-Nabawi - dome opening&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;BLOG_video_class&quot; height=&quot;514&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/tClKPcvqI-U&quot; width=&quot;618&quot; youtube-src-id=&quot;tClKPcvqI-U&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;Masjid An-Nabawi - dome closing&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;With this, I&#39;m wrapping up my notes on hajj journey. Still there are too many stories left untold, I apologize not to be able to convey those all. Untill now, I am still overwhelmed each time I remember this journey or think about it.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;I have only this strong advice for you: go on your hajj while you&#39;re young. Do not wait. Do not hesitant. Make you first step, any first step, and Allah will make a way for you.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;May Allah forgive all my sins, mistakes and shortcomings and make this series a way of barakah to anyone who crosses path with it. Aamiin.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;Allahumma sholli &#39;ala Muhammad, wa aali Muhammad.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;Wassalamu&#39;alaykum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/1787362102656414577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/12/hajj-series-part-18-some-beautiful.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/1787362102656414577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/1787362102656414577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/12/hajj-series-part-18-some-beautiful.html' title='Hajj Series Part 18: Some Beautiful Short Videos I Just Couldn&#39;t Let Go'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/kCsAwq54fis/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Saudi Arabia</georss:featurename><georss:point>23.885942 45.079162</georss:point><georss:box>-4.4242918361788455 9.9229119999999966 52.196175836178845 80.235412</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-3441589114936974367</id><published>2025-08-01T14:11:00.005+07:00</published><updated>2025-12-28T14:40:13.742+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 17: Beautiful Closure (3) - Some Answered Questions </title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38482373442/in/album-72157688589246704&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;768&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4579/38482373442_550cbc660b_b.jpg&quot; width=&quot;1024&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kebun Kurma wakaf Utsman bin Affan yang masih menghasilkan hingga hari ini&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Tiga bulan setelah project terjemahan itu selesai, barulah saya menemukan jawaban mengapa saya, tanpa sebab yang jelas, ngotot menyelesaikannya dalam 2 bulan. Padahal klien membebaskan saya untuk menentukan deadline sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Here is the why.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Di tahun 2011 itu Kerajaan Arab Saudi membatasi kuota haji untuk Indonesia dengan cukup drastis. Semua calon jamaah haji mendadak mendapatkan waktu tunggu yang jauh lebih lama. Biasanya paling lama menunggu setahun, kali ini bisa 3-5 tahun, saat itu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Saya mendaftar haji di pertengahan Mei dan mendapatkan prediksi waktu tunggu 4 tahun (yang kemudian mulur menjadi 6 tahun). Seorang rekan mendaftar di awal Mei mendapatkan waktu tunggu 3 tahun. Seorang rekan yang lain mendaftar di akhir Mei mendapatkan waktu tunggu 10 tahun! Hanya beda hitungan hari, beda waktu tunggu bisa bertahun-tahun! Siapa yang bisa mengira? Andaikan waktu itu saya mengerjakannya lebih dari 2 bulan, atau santai-santai saja, entahlah berapa tahun saya harus menunggu antrian! Allahu rabbiy, Al Hakiim, Al Kariim, Al ‘Aliim, Al Khabir. Sungguh tak ada jalinan yang terlepas!&lt;/p&gt;&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0px 0px 0px 40px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;em&gt;“Andai kamu tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu, niscaya hatimu akan meleleh karena cinta kepadaNya.” -&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Ibnul Qoyyim Al Jauziyah&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Ada satu lagi jawaban yang saya temukan beberapa tahun setelah pulang. Tapi kayaknya terlalu multi tafsir untuk dishare di sini, hahaha. Yang pasti, ketika itu terjadi, saya teringat salah satu doa utama saya di tanah suci. Doa paling gak masuk akal. Dan terjawab bertahun sesudahnya, di suatu hari di antara 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Yang nabi s.a.w. katakan, amal sholeh di hari itu lebih baik dari jihad fissabilillah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Let it be my own, only my Rabb knows. Or, someday when Palestine is free, we’ll talk over coffee. Not a promise (I said “maybe”), but a du’a. May Allah ridha.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;Jumu&#39;ah, 7 Safar 1447&lt;br /&gt;1 August 2025&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;----&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;Next Chapter: Some Beautiful Short Videos I Just Couldn&#39;t Let Go &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/12/hajj-series-part-18-some-beautiful.html&quot;&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-16-beautiful-closure-2.html&quot;&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&lt;/a&gt; Previous Chapter:&amp;nbsp;Beautiful Closure (2) - &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-16-beautiful-closure-2.html&quot;&gt;About Those Photos&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/3441589114936974367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-17-beautiful-closure-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/3441589114936974367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/3441589114936974367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-17-beautiful-closure-3.html' title='Hajj Series Part 17: Beautiful Closure (3) - Some Answered Questions '/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pasar Minggu, South Jakarta City, Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2896104999999993 106.8399623</georss:point><georss:box>-34.599844336178847 71.6837123 22.020623336178847 141.9962123</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-2243370511578112948</id><published>2025-08-01T13:54:00.004+07:00</published><updated>2025-10-28T16:38:27.494+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 16: Beautiful Closure (2) - About Those Photos</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38457873876/&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;794&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4531/38457873876_10a4aa2be8_b.jpg&quot; width=&quot;1024&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Lokasi Perjanjian Hudaibiyah. Taken while walking from Mecca to Mina on the day of Tarwiyah. Hajj began.&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p&gt;Selama ini saya mengenal “memotret dengan hati”, “memotret dengan cinta”. Hasilnya lebih indah, lebih dalam, lebih bercerita, lebih berjiwa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Di tanah suci, saya belajar sesuatu. Ada tingkatan yang lebih tinggi dari itu. Yaitu “memotret dengan cinta karena Allah”. Dengan iman. Dengan hati yang tunduk kepada Sang Khalik. Dengan kesadaran penuh bahwa diri ini hanyalah berasal dari segumpal nutfah yang hina.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Ketika masih di tanah air, terpikir apakah saya perlu membawa kamera. Tapi karena saya mau focus ibadah, jangankan niat memotret, niat beli oleh-oleh aja gak. Lagian saya tau nih, kalo saya bawa kamera pastinya saya bakal overwhelming. Yakin bahwa saya akan bersyukur nanti ketika gak ada lagi that “urge” to take shots. So I made it that simple. No camera.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Dan demikianlah yang terjadi di tanah suci. HP super jadul kebanyakan ngendon di kantong aja, cuma dipakai untuk komunikasi dengan group haji dan keluarga di tanah air. Sesekali taking shots, itupun ngasal aja dan kalau bener-bener udah gak ada lagi yang dikerjain. Pas lagi ngantuk, lagi gak dzikir. Liat burung, liat nenek-nenek. Gak ada kejar-mengejar momen. Gak ada ngompos-ngompos (ngatur komposisi). Gak ada ngerencana-ngerencana. Kayak orang gak sadar aja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Sesampainya di tanah air saya juga gak punya kebutuhan untuk buka semua file foto itu. Setelah lewat sebulan lebih, saya buka iPad dan terpampanglah salah satu foto di haramayn yang tersinkronisasi ke iPad. I was so kaget. Karena saya gak ngerasa bikin foto itu. I mean, yang bener aja nih. Perasaan kerjaan saya cuma jalan kaki, ibadah, tidur, repeat from the top. Beneran saya heran. Terus makin saya buka foto-foto yang lain, dan makin terheran-heran! Serius nih? Kapan gue motonya?????&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Okelah. Kalo udah kayak gini, maka foto-foto itu menjadi amanah yang gak boleh cuma dipake buat profile picture. Bukan saya yang bikin foto itu, saya gak merasa punya andil. Semua foto ini dari Allah dan harus saya teruskan kepada sesiapa yang membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Hingga detik saya nulis ini (22 Safar 1439, sebulan lebih setelah pulang ke tanah air), saya masih saja posting foto-foto indah yang tidak berhenti bermunculan dari tumpukan. Many of them I don’t even realized exist. Ternyata, tanpa saya sadari, tanpa saya niatkan, Allah menggerakkan tangan dan kaki dan jemari saya hingga terciptalah foto-foto itu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Dan ternyata sangat banyak. MasyaAllah, Allah Kariim, Allah Rahiim.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Saya pikir saya sudah mengerti makna “menginfaqkan yang kaucintai”. Not until today. Ketika saya wakafkan semua foto-foto itu, saya baru paham apa maknanya. Seseorang mengabari kalau dia mendownload beberapa foto untuk di-frame dan dipajang di ruang tamunya. Seorang yang lain mengabari bahwa ia menggunakan beberapa foto sebagai alat peraga untuk murid-muridnya di sekolah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Ketika manfaat mengalir lebih banyak, berlipat-lipat kali melebihi semestinya. Barakah. Allahu tabaarakta wa ta’aalaa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;em&gt;Pejaten, 22 Safar 1439 Pulang reuni haji DT&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;———&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b&gt;Links:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;Get the photos &lt;a href=&quot;https://flickr.com/photos/68436275@N00/sets/72157688589246704&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;here&lt;/a&gt; or &lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10155831879981085&amp;amp;type=3&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;here&lt;/a&gt;. Use them for free.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;Semoga Allah kekalkan barakahNya hingga yaumil akhir, aamiin.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;————&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;Next chapter: Beautiful Closure (3) - &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-17-beautiful-closure-3.html&quot;&gt;Some Answered Questions&amp;nbsp;&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-17-beautiful-closure-3.html&quot;&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-15-beautiful-closure-1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&lt;/a&gt; Previous chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-15-beautiful-closure-1.html&quot;&gt;Beautiful Closure (1) - Lessons in the Homeland&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/2243370511578112948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-16-beautiful-closure-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/2243370511578112948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/2243370511578112948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-16-beautiful-closure-2.html' title='Hajj Series Part 16: Beautiful Closure (2) - About Those Photos'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Makkah Saudi Arabia</georss:featurename><georss:point>21.4240968 39.817336399999988</georss:point><georss:box>-6.8861370361788445 4.6610863999999879 49.734330636178846 74.973586399999988</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-8762610872582480056</id><published>2025-08-01T13:13:00.010+07:00</published><updated>2025-10-28T15:30:11.940+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 15: Beautiful Closure (1) - Lesson in the Homeland </title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/37798193094/in/album-72157688589246704&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;752&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4566/37798193094_ef86d8124f_b.jpg&quot; width=&quot;1024&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tepat di bawah kubah hijau, makam Rasulullah s.a.w.&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;19 Safar 1439&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b&gt;Semua bekal haji terpakai habis.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Menjelang berangkat, saya menerima banyaaaak sekali bekal haji dari orang-orang baik, padahal yang saya butuhkan gak sebanyak itu. Kata salah seorang teman pemilik apotek yang ngirim sekeranjang gede obat-batan, “Udah bawa aja semua. Pasti banyak yang butuh.” Dan juga semua kelengkapan, peralatan, yang saya siapkan lebih, ataupun yang dibekali orang, saya bawa semua. Di tanah suci, saya umumkan semua benda yang available, dan tidak berhenti teman-teman mengetuk pintu kamar saya karena membutuhkan semua bekal itu! Allahu akbar. Dan karena berjiwa Pramuka, saya bawa banyak peralatan “just-in-case”. Kayak sambungan kabel, timbangan koper, swiss army edisi lengkap yang ada segala piso, gunting, obeng, sampai gunting kuku. Di group ikhwan, ada seseorang yang juga bawa banyak peralatan, dia dijuluki MacGyver. Terus salah satu temen haji bilang, “Group akhwat juga punya MacGyver donk: Riana.” Hahahaaa.. Kenape gue terharu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; font-family: &amp;quot;Apple Color Emoji&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI Emoji&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI Symbol&amp;quot;; font-size: 1em; text-size-adjust: auto; white-space: nowrap;&quot;&gt;😀&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b&gt;Semua oleh-oleh terpakai maksimal dan dibutuhkan.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Saya satu-satunya yang gak belanja di Mekkah, sementara teman-teman lain went wild ngirim karpet bergulung-gulung ke tanah air via ekspedisi dan merambah pasar oleh-oleh anytime they can. Saya belanjanya buah-buahan buat sarapan tiap hari. Lalu untuk bekal i’tikaf saya beli keju, roti, dan ruthob. Can you believe that the first time I ate fresh yellow peach, yes the one I usually bought in the can in Jakarta, is right here in the desert? And they have the best fruits coming from all over the world! Sungguh doa Nabi Ibrahim a.s. yang Allah kabulkan beratus tahun setelah beliau wafat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Back to urusan oleh-oleh. Finally, saya belanja oleh-oleh di Madinah, the best oleh-oleh untuk kakak-kakak: ruthob dan kurma ajwa. Plus saya nabung air zam-zam tiap kali ke Masjid Nabawi, kumpulin dalam botol-botol. Minimalis bener deh pokoknya. Selain dana terbatas, saya juga paling gak suka beliin oleh-oleh yang pointless. Singkat cerita, gak bisa dihindari ada juga makanan dan benda-benda yang terbeli sebagai oleh-oleh yang “gak direncanakan”. Dan singkat cerita juga, semua makanan dan benda-benda itu ternyata sangat disukai atau actually lagi dibutuhkan sama yang nerimanya. Ngerti kan maksud saya?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; font-family: &amp;quot;Apple Color Emoji&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI Emoji&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI Symbol&amp;quot;; font-size: 1em; text-size-adjust: auto; white-space: nowrap;&quot;&gt;😀&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; font-family: &amp;quot;Apple Color Emoji&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI Emoji&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI Symbol&amp;quot;; font-size: 1em; text-size-adjust: auto; white-space: nowrap;&quot;&gt;😀&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; font-family: &amp;quot;Apple Color Emoji&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI Emoji&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI Symbol&amp;quot;; font-size: 1em; text-size-adjust: auto; white-space: nowrap;&quot;&gt;😀&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&amp;nbsp;Ya udah deh ngerti aja ya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; font-family: &amp;quot;Apple Color Emoji&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI Emoji&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI Symbol&amp;quot;; font-size: 1em; text-size-adjust: auto; white-space: nowrap;&quot;&gt;😀&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b&gt;I always asked for ilmu yang bermanfaat.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Allah memberi saya lebih dari yang saya harapkan. Sometimes we underestimate new skill or knowledge we get candidly. We didn’t even earn it, it just happened. Allah menyebutnya fadhl. Something we don’t earn, we don’t even deserve, but Allah gives it anyway. So far, saya mendapat ilmu baru video editing pakai iMovie dan memahami foto B&amp;amp;W. What a treasure, alhamdulillah. Itu tuh mahal kursusnya, huhu. Dan semuanya terjadi hanya karena saya harus mengiventory video dan foto haji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Wakaf Foto&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Yang paling tidak saya sangka adalah yang terakhir ini: foto-foto yang saya wakafkan via FB, kesemuanya dishare dan reshare ratusan kali. And it’s another story I will share in my next post, insyaAllah. About photos I didn’t even remember taking.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;The Lesson&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;All I can say is, I guess this is what barakah is all about. I learnt about “barakah” in the Al-Mulk Deeper Look lesson by Nouman Ali Khan and was mesmerized by its beauty. It&#39;s the abundance of goodness. Overflow benefit much more than what is expected. Allah kariim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;Hamdalah is never enough. But the mercy of Allah membuatnya cukup. Allah mencukupkannya untuk kita. Alhamdulillah. Allahu akbar. Walillahilhamd.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;19 Safar 1439&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;——-&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Next chapter: Beautiful Closure (2) - &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-16-beautiful-closure-2.html&quot;&gt;About Those Photos&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-16-beautiful-closure-2.html&quot;&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-14-painful-goodbye.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&lt;/a&gt; Previous chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-14-painful-goodbye.html&quot;&gt;A Painful Goodbye&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; text-size-adjust: auto;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/8762610872582480056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-15-beautiful-closure-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/8762610872582480056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/8762610872582480056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-15-beautiful-closure-1.html' title='Hajj Series Part 15: Beautiful Closure (1) - Lesson in the Homeland '/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Makkah Saudi Arabia</georss:featurename><georss:point>21.4240968 39.817336399999988</georss:point><georss:box>-6.8861370361788445 4.6610863999999879 49.734330636178846 74.973586399999988</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-600072071470052088</id><published>2025-05-26T11:46:00.008+07:00</published><updated>2025-10-28T15:20:13.976+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 14: A &quot;Painful&quot; Goodbye.</title><content type='html'>&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38482006072/in/album-72157688589246704&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;600&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4579/38482006072_3dd400e552_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p&gt;Betapa mesra Allah memperlakukan tamu-tamuNya. Ketika datang, bersalam penuh rindu dalam thawaf quddum. After all the trials, setelah hari-hari dihabiskan bersama, bercengkerama, menumpahkan segala sesak rindu bertahun lepas, tak rela Sang Kekasih melepasmu pergi begitu saja tanpa pelukan terakhir. Allah tidak rela melepas kita pergi begitu saja.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;T&lt;/i&gt;&lt;i&gt;hawaf wada’, duhai hambaKu! Lakukan thawaf wada&#39;! Mari berpelukan dalam 7 putaran pamungkas, erat! Habiskan air matamu, tumpahkan semua sisa rindumu! Sesungguhnya aku dekat! Lalu pergilah. Be brave. Be strong. Aku lebih dekat dari urat lehermu!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;i&gt;Jaga Aku dalam dzikirmu selalu, karena Aku pun tak lalai mengingatmu. Simpanlah semua kenangan kita di tanah suciKu dalam ruang paling lembut di sanubarimu. Ketahuilah, Aku tak akan menyia-nyiakannya. Setiap bulir keringat, setiap serpih debu di pakaianmu, tiap lecet luka kakimu, tiap panas dan letihmu, tak ada yang luput dari perhitunganKu. Kelak akan menjadi hujjah bagimu. Aku akan membalasnya. BalasanKu tak terbayangkan olehmu. Kau akan melupakan segala sedih duka hari ini. Kau akan bergembira selamanya. Karena janjiKu benar. JanjiKu pasti.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;i&gt;Mari berpelukan penuh tangis, menuntaskan rindu tanpa sisa. Peluk Aku. Erat. Di tujuh putaran pamungkas!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;7 hari jelang tinggalkan Makkah&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Lt 1 lurusan multazam&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;26 Dzulhijjah 1438
&lt;br /&gt;Masjidil Haram 17:48 WAS&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
Subuh itu, subuh terakhir di Makkah. Saya dilanda kesedihan luar biasa. Berpisah dengan segalanya di tanah bersejarah ini. Ka&#39;bah yang mulia. Thawaf tiap hari. Hati serasa tercabik-cabik, menyadari entah kapan bisa ke sini lagi dan mengalami semuanya lagi.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seba&#39;da subuh, dalam air mata yang seperti tak bisa berhenti membanjir, dan hati yang sungguh perih seperti tak ada obatnya, saya berdoa. Agar Allah menghilangkan rasa sedih ini. Saya tidak mau sedih. Saya ingin berucap selamat tinggal for now, sampai jumpa lagi, dengan hati puas dan penuh harap. Bukan bersimbah air mata dan menanggungkan hati yang lara.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan sebuah kejadian tidak biasa pun terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore itu, kami akan thawaf wada&#39; dan sesudahnya akan langsung masuk bus menuju Madinah. Kami berkumpul di lobby maktab dan headset pun dibagikan. Entah bagaimana saya sempat tidak kebagian headset. Melalui headset ini setiap jamaah haji bisa mendengar suara ustadz pembimbing haji yang memimpin di depan. Tidak lama kemudian sebuah headset disodorkan kepada saya dan saya pakai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika kami thawaf, saya menyadari bahwa headset saya tidak bekerja. Tidak keluar suara apa-apa meski sudah menyala dan sepertinya tidak ada setting yang salah. Kami pun lanjut thawaf sampai selesai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seusai thawaf, teman-teman berkumpul di satu spot untuk berdo&#39;a bersama. Saya mengikuti teman-teman&amp;nbsp; karena saya tidak bisa mendengar panduan dari ustadz. Lalu kami berbaris berjajar di belakang ustadz, menghadap ka&#39;bah, mengangkat tangan, dan saya lihat teman-teman mengaminkan doa sambil mulai bercucuran air mata. Saya tidak bisa mendengar apa-apa, karena arah suara ustadz ke depan ke arah ka&#39;bah. Saya masih sempat kelabakan dengan headset yang tidak mau bersuara dan mencoba mencari posisi, barangkali bisa mendengar suara ustadz. Tapi sia-sia. Headset tidak kunjung menyala. Suara ustadz hilang ditelan senja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya di belakang, tergugu. Di tengah keramaian, memandang langit ka&#39;bah dan menyadari: inilah perlindungan Allah dari rasa sedih. Perlahan saya angkat tangan dan berdoa sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai berdoa, kami saling berpelukan. Semua teman banjir air mata, mereka dalam kesedihan yang dalam. Saya terpana. Betapa doa saya Allah kabulkan dalam sebuah skenario yang cantik. Seolah berkata&amp;nbsp;&lt;i&gt;&quot;I am the All-Hearing, I am the All-Protector.&quot;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedih saya sudah tumpah di seba&#39;da subuh tadi. Sore ini, Allah ijinkan saya berucap selamat tinggal tanpa tangis di dada. Tanpa sedih yang melumpuhkan. Hanya penuh harap, kelak bisa kembali lagi. Dan bersemangat, karena kota nabi akan segera kami datangi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahu rabbiy, lakalhamd.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Next chapter: A Beautiful Closure (1) - &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-15-beautiful-closure-1.html&quot;&gt;Lesson in the Homeland&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/08/hajj-series-part-15-beautiful-closure-1.html&quot;&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-13-pearls-of-hikmah-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&lt;/a&gt; Previous chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-13-pearls-of-hikmah-2.html&quot;&gt;Pearls of Hikmah (2)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/600072071470052088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-14-painful-goodbye.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/600072071470052088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/600072071470052088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-14-painful-goodbye.html' title='Hajj Series Part 14: A &quot;Painful&quot; Goodbye.'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Makkah Saudi Arabia</georss:featurename><georss:point>21.4240968 39.817336399999988</georss:point><georss:box>-6.8861370361788445 4.6610863999999879 49.734330636178846 74.973586399999988</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-3647033371957351320</id><published>2025-05-26T10:51:00.003+07:00</published><updated>2025-10-28T11:55:54.535+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 13:  Pearls of Hikmah (2)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Masih melanjutkan recording catatan dari traveler&#39;s note. For what it&#39;s worth, semoga bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br class=&quot;Apple-interchange-newline&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;It’s the feeling when you know no matter how rough it is, how difficult it is, you’re happy and content just to sit here. A small space in the corner will do. A vast space in the front is luxury. Anything. You know you’re in the right place, at the right time, doing the right things.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Masjidil Haram
23 Dzulhijjah 1438&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;strong&gt;The Birds&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Saya memperhatikan burung-burung merpati yang terbang rendah di atas kepala. Sayap terentang kencang dan kuat. Badan curvy, bulu ringan tapi ramai padat menyambut angin. Kaki-kaki mungil terlipat rapi di bawah perut. Sebuah aerodinamika yang sempurna! Allahu Akbar!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَـٰٓفَّـٰتٍۢ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحْمَـٰنُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍۭ بَصِيرٌ&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&quot;Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.&quot; (s. Al Mulk 67:19)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br class=&quot;Apple-interchange-newline&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;The Grand Design&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Haji dan umroh tidak didesain untuk dilakukan dalam rombongan. Bahkan mungkin tidak dalam kelompok kecil 3 orang sekalipun. Lintasannya yang melingkar akan memaksamu memisahkan diri dan bercampur baur. Ritual ini didesain untuk dilakukan sendiri-sendiri. Because you have to blend with people around you. You have to be part of each other and rely on each other. Keinginan bertahan dalam kelompok hanya melahirkan kelelahan dan insecurity. Dan bertahan dalam kelompok itulah yang merusak harmoni Islam yang universal. Membuatmu tega mendorong sesama saudara, menyelak barisan, being ignorance. You should be blending. That way you’ll love each other more. And the harmony and comfort will be maintained.&lt;/p&gt;&lt;br class=&quot;Apple-interchange-newline&quot; /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Now You Get It&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Barangkali inilah hadiah paling besar, paling bermakna, dan paling bermanfaat yang bisa dibawa pulang seseorang yang berhaji: pemahaman. Now you get it. Now I get it. Bahwa setiap luka yang kaupersembahkan untuk Allah never go wasted. Tiap nyeri dan sakit. Every perih dan lack of sleep. Setiap kepih rupiah dan susah payah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pun setiap maksiat yang lalai di-istighfar-i. Tiap lintasan pikiran maupun celoteh lisan yang bablas. Hanya ketika kamu segera bertaubatlah maka keadaan mampu dikendalikan. Dan hukuman yang datang kemudian terasa bagai pensucian diri yang menambahi simpanan awal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br class=&quot;Apple-interchange-newline&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;3 Muharram 1439&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Jelang thawaf wada&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/37984052776/in/album-72157688589246704&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;600&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4476/37984052776_b0a505c713_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Next chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-14-painful-goodbye.html&quot;&gt;A Painful Goodbye&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-14-painful-goodbye.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-12-pearls-of-hikmah-1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&lt;/a&gt; Previous chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-12-pearls-of-hikmah-1.html&quot;&gt;Pearls of Hikmah (1)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/3647033371957351320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-13-pearls-of-hikmah-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/3647033371957351320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/3647033371957351320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-13-pearls-of-hikmah-2.html' title='Hajj Series Part 13:  Pearls of Hikmah (2)'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Makkah Saudi Arabia</georss:featurename><georss:point>21.4240968 39.817336399999988</georss:point><georss:box>-6.8861370361788445 4.6610863999999879 49.734330636178846 74.973586399999988</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-7362173666691295459</id><published>2025-05-26T10:11:00.007+07:00</published><updated>2025-12-22T15:36:15.831+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 12: Pearls of Hikmah (1)</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/26738460409/in/album-72157688589246704&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;391&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4522/26738460409_cb11b41c8f_b.jpg&quot; width=&quot;1024&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gunung Uhud. Segede gini, gaes. Dua kali gedenya gunung ini pahala sholat jenazah. Makam para syuhada Uhud di area persegi sebelah masjid. Harum semerbak.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0px 0px 0px 40px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium; font-weight: 400;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;There&#39;s no place I want to be, and there&#39;s nothing else I want to do. I&#39;m in the right place, at the right time, doing the right thing.&quot;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;h3&gt;Random Quotes from “The Difficult Journey” by Ahmad Thomson (Indonesian edition translated as: &quot;HAJI, Kelana Mencari Ilahi&quot;)&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;I brought several books to the holy land to finish while I was there. One of those was this book. For so long the book was there on my bookshelf and it was the perfect time and place to finish reading it.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;It&#39;s about a man who went by foot for hajj. I noted several quotes that relate to me so much. I felt the same. And surely millions of people felt similar too.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Although it might not mean anything to you, I recorded this as part of the documentary of my journey. For what it&#39;s worth, I hope you find this beneficial in any ways.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;“Kalau kamu khawatir akan persediaan (makan dan minum) maka puasalah pada hari itu, dan lihatlah apa yang terjadi ketika maghrib datang!” &lt;em&gt;-Syeikh Abdul Qadir (guru Ahmad Thomson)&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;“Tak pernah aku begitu tak berdaya sekaligus begitu bebas.”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;“Adalah Allah yang sesungguhnya Maha Kaya.”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&quot;Happy although in a hut with a bowl of porridge.&quot;, p. 202&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&quot;With very few belongings yet feeling as the richest man.&quot;, p. 214&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&quot;There&#39;s no place I want to be, and there&#39;s nothing else I want to do. I&#39;m in the right place, at the right time, doing the right thing.&quot;, p. 257&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;
Next chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-13-pearls-of-hikmah-2.html&quot;&gt;Pearls of Hikmah (2)&lt;/a&gt; &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; Previous chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/12/hajj-series-part-11a-in-holy-land.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;In the Holy Land - Important Advice!&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/7362173666691295459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-12-pearls-of-hikmah-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/7362173666691295459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/7362173666691295459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-12-pearls-of-hikmah-1.html' title='Hajj Series Part 12: Pearls of Hikmah (1)'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Makkah Saudi Arabia</georss:featurename><georss:point>21.4240968 39.817336399999988</georss:point><georss:box>-6.8861370361788445 4.6610863999999879 49.734330636178846 74.973586399999988</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-1643349856091044536</id><published>2025-04-11T15:18:00.008+07:00</published><updated>2025-12-22T15:39:57.319+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 11A: In The Holy Land - Important Advice!</title><content type='html'>&lt;p&gt;Di bagian ini saya copy paste sebagian advice yang saya berikan di postingan tentang preparation &lt;i&gt;(see: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-9-my-personal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;My Personal Preparation &amp;amp; Some Profound Advice&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt; dengan sedikit tambahan cerita while in the holy land. Just in case you missed it.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yes, sepenting itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Rencanakan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah sebanyak mungkin.&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;Termasuk gua Hira. Naiklah ke Jabal Nur dan hayati bagaimana Khadijah r.a. mendakinya tiap hari untuk mengantarkan makanan nabi. Rasakan kegundahan nabi memandangi kota mekkah dari ketinggian dan bersusah hati memikirkan masyarakatnya yang semakin jauh dari tauhid. Jabal Tsur (meski hanya dari kejauhan), lihatlah betapa tinggi dan berbatu! Nabi dan abu bakar bersembunyi di sana dan Abu Bakr Ashshiddiq r.a. merelakan dirinya digigit hewan beracun. Pikirkan bagaimana Asma&#39; binti Abu Bakr mendakinya tiap hari untuk mengantar makanan dalam keadaan hamil! Jangan pedulikan jika ada yang mencoba mematikan semangatmu mendaki Jabal Nur mengunjungi gua Hiro. Jika kita bisa bersemangat naik ke Bromo atau mendaki gunung-gunung di Nusantara, seharusnya melihat gua hiro jauh lebih semangat lagi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Biasanya memang muthawif tidak akan terlalu mendorong jama&#39;ah haji untuk naik ke gua Hira dengan berbagai alasan. Nasihat di atas saya dapatkan di seba&#39;da subuh, ketika nguping tausiyah Ustadzah Nurdiati Akma di group KBIH Aisyah yang semaktab dengan kami. Tausiyah yang luar biasa hingga saya bertanya-tanya,&amp;nbsp; &quot;Siapa ya nama Ustadzah ini?&quot; Ketika akhirnya saya dapatkan namanya, lalu bertanya kepada murobiyah saya, beliau menjelaskan siapa Ustadzah senior yang masyhur di kalangan aktivis dakwah ini. Aaah, no wonder! Googling sendirilah siapa beliau ya. Yang pasti, pagi itu adalah salah satu pagi yang tidak pernah saya lupa.&amp;nbsp;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah itu, setiap kali beliau memberikan tausiyah kepada groupnya, saya selalu ikutan nguping, ahahaha.. Hingga suatu siang, saya panggil teman-teman untuk ikut juga mendengar tausiyah beliau. Kami bergabung melingkar bersama jama&#39;ah Aisyiyah. Sesudahnya, kami hampiri beliau dan bertanya tentang berbagai hal. Sampai-sampai beliau heran, &quot;Siapa kalian ini?&quot; Hahaha.. masyaAllah, kami lupa memperkenalkan diri! Main ngikut aja tausiyah orang :D Kami pun memperkenalkan diri dan saya bahagia sekali, akhirnya bisa berkenalan secara resmi, setelah sebelumnya sembunyi-sembunyi, hahaha.&amp;nbsp;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bottom line, naiklah ke gua Hira. Kamu tidak akan menyesal.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38459874986/in/album-72157688589246704&quot; title=&quot;image&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;image&quot; height=&quot;398&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4577/38459874986_0f6c15d238_z.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Jangan lupa kunjungi Stasiun Hijaaz di Madinah&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;Sebuah Stasiun Kereta nan indah dan artistik peninggalan kekhalifahan Turki Utsmany yang dulu melayani jalur Makkah-Madinah. Stasiun itu kini dijadikan museum yang menyimpan jejak kejayaan kekhalifahan Turki Utsmany. Ada replika busur panah Saad bin Abi Waqash, ada dokumentasi foto-foto pembangunan infrastruktur jaman Turki Utsmany yang mencengangkan.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/26738444059/in/album-72157688589246704&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4519/26738444059_f848865760_n.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38516176171/in/album-72157688589246704&quot; title=&quot;image&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;image&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4586/38516176171_24db1fbbcc_n.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38458320116/in/album-72157688589246704&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;img align=&quot;right&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;500&quot; hspace=&quot;10&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4579/38458320116_089f72e670.jpg&quot; width=&quot;347&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;Tempat ini tidak banyak yang tahu. Bahkan muthawif kami yang tinggal di Makkah pun tidak tahu. Tiap saya bertanya ke teman yang sudah pergi umroh, gak ada yang tahu. Anak-anak di group Siroh Community pun cuma 1 orang yang tahu! Padahal sejarahnya sebagai jalur kereta api pertama Makkah-Madinah, sungguh sangat penting. Baru ada jalur kereta lagi di abad 21!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain indahnya seni bangunan Turki, tempat ini menyimpan dokumentasi tentang majunya teknologi di masa kejayaan Turki Utsmani. Gak terbayang akan mendapati foto-foto bendungan raksasa! Di seberang stasiun ini ada masjid sangat indah yang juga peninggalan Turki Utsmany.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Habiskan soremu di tempat indah ini. You&#39;ll thank me later.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Jadikan Masjid Al-Haram dan An-Nabawi rumah keduamu&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;Akrabi tiap sudutnya, jelajahi tiap lantainya. Hafalkan tiap lekuknya. Kuasai tiap relungnya. Jangan jadi orang asing di sini. Kamu harus senyaman di rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan banyak takut ini dan itu. Kalau niat kita semata karena Allah, Allah akan jaga kita. Tidak perlu takut pulang pergi ke masjid haram sendirian. Tidak seperti yang banyak diceritakan orang, pintu-pintunya mudah dihafalkan, peta masjid tersedia di banyak tempat, banyak orang yang bisa ditanya, ada hp untuk menelpon, ketakutanmu tidak beralasan. Above all, ini adalah rumah Allah dan rumah kita, rumahnya orang islam seluruh dunia. Ini adalah tempat di mana kita merasa pulang. We belong here.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apps map Masjid Al-Haram with tracker (bluetooth): Al-Maqsad&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Aplikasi ini keren banget. Gak perlu internet, cukup nyalakan bluetooth. Ada trackernya, sehingga pergerakan kita bisa terlihat seperti di Google Map. Sangat menolong saya di hari-hari awal di Masjid Al-Haram. Jadi pede banget menjelajah kemana-mana sendirian, gak takut nyasar, biidznillah. Setelah mulai hafal, saya gunakan peta masjid yang tersedia di counter-counter informasi. Lama-lama gak pakai apa-apa lagi, serasa di kampung sendiri. Allah Kariim.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tips:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;luangkan waktu mempelajari peta Masjid Al-Haram. Kenali masjid ini sampai seperti rumah sendiri. Cari tempat favoritmu, own it like the back of your hands.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Saya cuma gabung dengan group ketika thawaf quddum saja (ketika baru datang). Selanjutnya, kemana-mana saya selalu sendiri. Dan itu sangat menyegarkan!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya jelajahi setiap sudutnya, semua lantai hingga roof top. Merasakan lelahnya thawaf di lingkaran terbesar itu. Menandai tempat-tempat favorit orang-orang yang menggelar matras untuk tidur, di sudut-sudut dekat tangga yang sepi. Menghafalkan lokasi-lokasi rak sepatu. Merasakan masuk dari semua pintu. It&#39;s our home. Our happy place.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tempat favorit saya ada 2. Yang pertama di lantai dasar selurusan multazam. Di situ ka&#39;bah terlihat sangat besar, tepat di bawah AC yang sejuk, dan dekat dengan tempat wudhu. Yang kedua ada di lantai 1, masih di area di depan multazam. Di sini tidak seramai di lantai dasar dan dekat dengan tangga turun ke tempat wudhu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya hanya bergabung lagi dengan group ketika Ustadz Soffar memberikan tausiyah tiap seba&#39;da subuh. Duduk melingkar di pelataran sambil menanti waktu syuruq dan dhuha, sebelum mobil-mobil pengepel lantai datang membubarkan kami dengan gegap gempita :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;625&#39; height=&#39;519&#39; src=&#39;https://www.blogger.com/video.g?token=AD6v5dw43oMm6894pSZIAR4lnFn7KdFGNPrtzre6QR_j5dCTC8j97uU50HOFuHnY9-JF9YmFQgNqNEGiXSM&#39; class=&#39;b-hbp-video b-uploaded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38481997942/in/album-72157688589246704&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;513&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/65535/38481997942_047fd0bd61_z.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Ikuti halaqah tahsin di Masjid Nabawi&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;Tiap pagi dan sore di Masjid Nabawi bertebaranlah halaqah-halaqah tahsin oleh guru-guru native. Basically, kita bisa langsung bergabung dengan halaqah yang mana pun. Ada juga halaqah yang didedikasikan khusus untuk pengunjung luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Buat saya, bisa ikut halaqah di Masjid Nabawi sungguh kesempatan yang mahal! Di masjid tempat Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam duduk melingkar mentarbiyah para sahabat radhiyallahu ‘anhum! Tidak ada sore dan pagi yang terlewat tanpa menyempatkan ikut duduk melingkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yaa, Nabi.. shallallahu ‘alayhi wasallam, I’m sitting here in your masjid, menuntut ilmu. Seperti&amp;nbsp; para sahabat radhiyallahu ‘anhum dulu menuntut ilmu darimu, melingkar mengkaji Qur’an yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya pun lulus tahsin surat An-Naas, alhamdulillah, senangnyaaaa!&lt;br /&gt;&lt;h3 style=&quot;display: inline; text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h3 style=&quot;display: inline; text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Enjoy, have tawakkal, have syukr. It’s only you and Allah.&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Nikmati pulang kampungmu. Nikmati pulang ke Rabbmu. Bersyukurlah akhirnya Allah pulangkan kamu ke sini. Welcome home.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;--------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Next Chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/05/hajj-series-part-12-pearls-of-hikmah-1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pearls of Hikmah (1)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; Previous Chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/04/hajj-series-part-11-in-holy-land.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Miniature of Judgment Day&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/1643349856091044536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/12/hajj-series-part-11a-in-holy-land.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/1643349856091044536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/1643349856091044536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/12/hajj-series-part-11a-in-holy-land.html' title='Hajj Series Part 11A: In The Holy Land - Important Advice!'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Makkah Saudi Arabia</georss:featurename><georss:point>21.4240968 39.817336399999988</georss:point><georss:box>-6.8861370361788445 4.6610863999999879 49.734330636178846 74.973586399999988</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-7907899148854166477</id><published>2025-04-10T13:01:00.010+07:00</published><updated>2025-12-22T15:35:25.966+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 11: In the Holy Land - Miniature of Judgement Day</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38037363301/in/album-72157688589246704&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4464/38037363301_d0139b26f2_z.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Selama di tanah suci, saya menulis di traveler&#39;s note dan di iOS note di HP. Maka periode di tanah suci ini akan terbagi beberapa bagian di blog ini. Saya gak nulis sesuai kronologis, tapi mencatat apa yang terbit di pikiran, pelajaran yang didapat, dll. Random. Semoga bermanfaat.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Tasting a Drop of the Hereafter&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Ketika Allah SWT memperlihatkan bayangan proses hari pengadilan melalui pengalaman nyata di tanah suci, di sinilah manusia mencicipi setetes rasa akhirat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Ketika tubuh terendam dalam keringat sendiri di tengah lautan manusia, sebuah miniatur Padang Mahsyar. The scorching heat that feels like it&#39;s peeling away layers of not just skin, but ego. Berjalan kaki dari perbatasan Arafah menuju Muzdalifah, melalui cekungan sungai yang kering. Kaki-kaki tenggelam dalam pasir, sulit melangkah meski beban tas sudah diminimalkan. Bergabung dengan jutaan jamaah haji dari berbagai bangsa. Semua bersahut-sahutan dalam talbiyah dengan berbagai dialek! Allahu akbar, soooo cool!!! Extreme crowds moving like waves. When you realize you are but a speck in the vastness of humanity. Tak ada status, tak ada privilege. Hanya jiwa-jiwa bergerak menyatakan ketaatannya, mengikuti apa maunya Sang Pencipta.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; referrerpolicy=&quot;strict-origin-when-cross-origin&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/YlVCBnhJTEE?si=b3e3SW1Ae8M_Ehwr&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;The Difficult Uphill Journey&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Di Mina, naik turun bukit dengan bawaan yang terasa semakin berat. The perfect metaphor for our journey through life. Like our own sins, becoming tangible weights on our journey. Setiap langkah mendaki mengingatkan pada Surah Al-Balad: &quot;...jalan yang mendaki lagi sukar.&quot; Tadabbur menjadi nyata ketika kaki mulai lelah, ketika nafas terengah-engah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;&#39;Amilatun nashibah&quot; (bekerja keras lagi kepayahan) - Q.S. Al Ghasiyah. Manusia sesungguhnya nothing but kepayahan dalam hidupnya.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Hajar&#39;s Footsteps That Burn the Heart&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Ketika sa&#39;i membayangkan Hajar a.s. yang berlari bolak-balik naik turun bukit Safa dan Marwa dalam terik matahari yang mematikan. Tanpa makanan, tanpa minuman. Mencari seteguk minum untuk bayi Ismail yang menangis. Lintasan sa&#39;i ini sudah bukan lagi pasir yang membakar telapak kaki. Ini ubin dingin yang nyaman. Tidak ada lagi matahari yang membakar, berganti AC sejuk yang nyaman. Keran air zam-zam berjejer sepanjang lintasan, Allah pancarkan dari tendangan kaki bayi Ismail di pasir yang membakar. Kalau ini saja sudah membuat lelah dan kaki menyerah, bagaimana dengan Hajar? Now you know what it means by the word &quot;sa&#39;i&quot;!&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Stripped of Everything&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Di malam-malam panjang di Mina, berbaring di tenda sederhana, can&#39;t help but thinking, &quot;Is this how it feels to be stripped of everything?&quot; Hanya berbekal tubuh, jiwa, dan amal yang telah kita kumpulkan. Tak ada lagi status, tak ada lagi harta, hanya ada harapan akan rahmat-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Subhanallah. The beauty of hajj isn&#39;t in its comfort—it&#39;s in its hardship. Setiap tetes keringat, setiap langkah yang menyakitkan, setiap malam kelelahan tanpa tidur nyenyak, adalah pengingat akan perjalanan yang lebih besar yang akan kita tempuh setelah kehidupan ini.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; referrerpolicy=&quot;strict-origin-when-cross-origin&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/gUdzIDD_9nE?si=GmhpywEXVebkjTY5&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;Strength Behind Weakness&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Di tengah semua kesulitan itu, I found that extreme love and care from Allah tak pernah berhenti. Many people became our brothers and sisters. They offered us help, food, brotherhood. Despite all of my weaknesses, I found strength I never knew existed.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;I brought back home a heart that had glimpsed eternity. A soul that had tasted what awaits us all. This is a rehearsal for the ultimate journey we all must take. This journey is a glimpse of what awaits. For us to return with not just stories and souvenirs, but lesson and wisdom etched into our souls.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maybe this is the big why for the tears that always roll down with the remembrance of hajj journey. Deep down, our souls recognize &lt;i&gt;our true home&lt;/i&gt; when they see it, even if it&#39;s just a glimpse.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Honor in Humiliation&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Allah sedang memuliakan manusia dengan cara yang hina di mata manusia: lusuh, bau, kotor, lelah hingga ke tulang. Tidak bisa lagi kita dapatkan ridho manusia di sini. Tak ada yang dapat kita banggakan atau gunakan untuk mempesona manusia. No good looks to impress others. No fancy clothes to gain admiration. No status to elevate my standing. Di sini, semua pengakuan duniawi berguguran seperti daun kering. Betapa selama ini saya berlari mencari ridha manusia, mencari pujian, menghindari celaan. Tanpa menyadari bahwa semua itu akan lenyap dalam sekejap. Allah memaksa manusia mengerti dengan cara paling ekstrim. Bahwa what matters hanyalah ridha Allah and it never fades away.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Physical Struggle That Purifies&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kaki melepuh setelah jalan kaki yang sangat panjang. Tubuh meneriakkan protes pada setiap langkah. But there is something profoundly beautiful about physically struggling for Allah&#39;s sake. When I realized that Allah knows exatcly every pain, every blister on my feet, every sweat, every tears. And Allah will surely appreciate those tremendously, accurately. Tidak ada yang sia-sia. It&#39;s all worth it. It&#39;s all worth it.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Every drop of sweat washed away our sins. Lelah fisik ini adalah bentuk kasih sayang Allah, memberi kita jalan untuk memurnikan diri.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Extreme Affirmation: We Are Only Servants&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Di sini, terasa nyata status kita sebagai hamba. A profound, extreme affirmation of our servitude to Allah. Tak ada pilihan selain tunduk pada aturan-Nya, pada waktu-Nya, pada cara-Nya. &quot;Pergi ke sana, duduk di situ. Lakukan ini, lakukan itu. And I will meet you every step of your way.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah penegasan ekstrim: kita ini hanyalah hamba Allah.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Lessons of Love Beyond Imperfections&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;The most humbling realization was yet to come. Di Tanah Suci, saya menemukan muslim dengan akhlak paling mulia yang pernah saya lihat – menolong tanpa pamrih, berbagi tanpa mengharapkan balasan, tersenyum meski dalam lelah. Namun di tempat yang sama, saya menyaksikan juga perilaku yang membuat saya kelu – saling mendorong, berebut tempat, menyerobot, nudging dengan kasar: in the midst of worship! Dalam keadaan sedang beribadah! Padahal haji adalah ritual yang wajib disempurnakan. Orang-orang yang sama, yang berbondong-bondong datang untuk menggapai ridha Allah, terkadang lupa bahwa akhlak adalah bagian dari ibadah itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;I thought hard, looking for the answer to my &quot;why&quot;. I prayed during my thawaf that Allah will fix this thing. But Allah gave me a glistening pearl of guidance. Saya mendapati salah satu pelajaran terindah dari haji: it is how you keep loving your ikhwah despite all things they do. Because they, too, do it out of the passion to perfect their hajj. Bahwa mencintai sesama dalam keadaan mereka paling baik adalah mudah, tapi mencintai mereka saat mereka menunjukkan kelemahan adalah ujian sekaligus anugerah. Then I could look at their faces and found there was such earnestness in their rush, such passion to complete his rituals perfectly. Di mata mereka, saya melihat diri saya sendiri – sama-sama berjuang, sama-sama tidak sempurna. Di Indonesia kita memiliki jutaan guru yang mengajarkan kita adab dan akhlak seperti yang dicontohkan nabi s.a.w. Di negara mereka belum tentu. Mereka bisa berangkat saja mungkin adalah sebuah kelangkaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah mengajarkan saya tentang cinta yang lebih dalam, lebih luas, yang tidak bergantung pada kesempurnaan orang lain. A love that sees beyond flaws, that understands the struggle we all share.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Bringing Home a Heart that Understands&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;I brought back home a heart that understands that true nobility is found in the moments we are most humbled.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah memuliakan kita justru ketika kita merasa paling hina di mata manusia. Dan dalam kehinaan itu, kita menemukan kemuliaan sejati yang tak pernah bisa diberikan oleh siapapun selain-Nya.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;IT’S ALL WORTH IT&lt;/h2&gt;

&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZDki0w3Jpsi8jn11t4EHBvfghLNepSCMWxd5VboC7ARa5eBkOUVJXbjjFSAc2K9aJJ5W1yM8lyzsuOc5TrR42foonw7AtID8xhhG1TirL9ki4oDdt85cd3utwUM-Sh6AHxGKOJaoeDp-dESsPnVJCKlLW_4bUitBu_q9-CszsiGjpKEkHKukH7A/s3298/IMG_1553.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2474&quot; data-original-width=&quot;3298&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZDki0w3Jpsi8jn11t4EHBvfghLNepSCMWxd5VboC7ARa5eBkOUVJXbjjFSAc2K9aJJ5W1yM8lyzsuOc5TrR42foonw7AtID8xhhG1TirL9ki4oDdt85cd3utwUM-Sh6AHxGKOJaoeDp-dESsPnVJCKlLW_4bUitBu_q9-CszsiGjpKEkHKukH7A/w640-h480/IMG_1553.jpeg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;That was exactly what I wrote then :)&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdgOgUyqJXCBLK56kqxwj6BEj7Puzdco-aShvbJXQT5BEphZbRPC3Tl_gxL0LqShWYV0tIH4qrDxHlB_YYc4e3-lelhZ8150GIk1BIKo435VJA_2WYzt5APiBFl8xwORBjXG6Dvo75FYMz1meM5xzRW8TsUaLT-h5pu_aszsWmBmvjHV5ZmpNt_A/s3024/IMG_1552.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3024&quot; data-original-width=&quot;3024&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdgOgUyqJXCBLK56kqxwj6BEj7Puzdco-aShvbJXQT5BEphZbRPC3Tl_gxL0LqShWYV0tIH4qrDxHlB_YYc4e3-lelhZ8150GIk1BIKo435VJA_2WYzt5APiBFl8xwORBjXG6Dvo75FYMz1meM5xzRW8TsUaLT-h5pu_aszsWmBmvjHV5ZmpNt_A/w640-h640/IMG_1552.jpeg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;My now so bujel traveler&#39;s journal&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Next chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/12/hajj-series-part-11a-in-holy-land.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;In The Holy Land - Important Advice!&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; &amp;nbsp;Previous chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-10-berangkat.html&quot;&gt;Berangkat!&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/7907899148854166477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/04/hajj-series-part-11-in-holy-land.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/7907899148854166477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/7907899148854166477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/04/hajj-series-part-11-in-holy-land.html' title='Hajj Series Part 11: In the Holy Land - Miniature of Judgement Day'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/YlVCBnhJTEE/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Makkah Saudi Arabia</georss:featurename><georss:point>21.4240968 39.817336399999988</georss:point><georss:box>-6.8861370361788445 4.6610863999999879 49.734330636178846 74.973586399999988</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-203622590209974259</id><published>2025-02-15T10:46:00.016+07:00</published><updated>2025-10-28T11:09:08.987+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 10: Berangkat!</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdFFh1Rt4z8QalqIGDmUajUeuCrF0496ezvQCP3yMMmKrmqtjHR7jkAbLDC-EyvLm_jwe2n28WAb2Uauz2lI1_lKNsL03aW3jGwI_tNGIXJsyalR7NICNFZun-POeCXHLYS_I7lA7TI9iQp6FBPx-05r8vifJkn2muscUZct_O7_7ppBBWrkQKsg/s3264/IMG_0924.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2448&quot; data-original-width=&quot;3264&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdFFh1Rt4z8QalqIGDmUajUeuCrF0496ezvQCP3yMMmKrmqtjHR7jkAbLDC-EyvLm_jwe2n28WAb2Uauz2lI1_lKNsL03aW3jGwI_tNGIXJsyalR7NICNFZun-POeCXHLYS_I7lA7TI9iQp6FBPx-05r8vifJkn2muscUZct_O7_7ppBBWrkQKsg/w640-h480/IMG_0924.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;It&#39;s Ella, my hajj sister. I wore black :)&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Yaa Rabb, di tanah seperti inilah Kau tempatkan Ibrahim dan Hajar yang membawa bayi Ismail, ‘alaihimussalam. Di alam yang tidak ada apapun selain pasir panas mematikan, tak ada selembar daun pun mampu hidup, tak ada warna lain selain warna pasir.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebelum masuk ke episode “Di Tanah Suci”, saya memerlukan diri untuk mencatat beberapa hal di sini, karena cukup life changing dan juga karena saya norak. Maklum, baru pertama kali berangkat haji.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ada “Money Changer Keliling” di Asrama Haji&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Jangan takut kalau gak sempet tukar riyal. Ada money changer dadakan di asrama haji, khusus tukar Rupiah ke Riyal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gak cuma itu sih, banyak yang jual keperluan haji lainnya, termasuk batik haji yang siap pakai. Pedagang Indonesia memang gak ada matinya!&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Asrama Haji Punya Bandara Mini!&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Nah, ini nih highlightnya. Jadi di hari keberangkatan, kita akan dipersilakan untuk menuju “gate” dengan bagasi cabin masing-masing (semua koper sudah duluan dikumpulkan 3 hari jelang masuk asrama). Dari sini, dimulailah setting bandara mini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami dibariskan melalui mesin X-ray, satu persatu masuk ke dalam “boarding room”. Boarding room ini plek ketiplek persis kayak di bandara, sampai langit-langitnya yang tuinggi, jenis bangku dan bentuk gatenya. Vibenya betul-betul serupa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu satu persatu dipanggil untuk keluar melalui “gate” di sisi berlawanan dengan arah masuk, di mana “bus-bus bandara” sudah menunggu. Satu persatu calon jamaah haji masuk ke bus, lalu bus pun melaju membelah dinginnya pagi. Saya tertidur sepanjang jalan, bangun-bangun bus sudah sampai di.. parkiran pesawat! Rupanya bus bukan ke terminal, tapi langsung ke samping pesawat! Pesawat Saudia Airlines sudah menanti!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;So kereeeen!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gini kali ya rasanya kalo punya jet pribadi!&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Gurun Pasir Sejauh Mata Memandang&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Baru berasa ada di negeri gurun itu adalah ketika melihat ke layar personal TV. Ketika layar memperlihatkan posisi pesawat dan apa yang ada di bawah kami. Selama berjam-jam tidak terlihat apapun selain.. gurun pasir. Tidak ada hijau-hijau hutan, biru-biru laut atau garis sungai. Gurun pasir.. gurun pasir.. gurun pasir, bagai tak ada ujungnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yaa Rabb, di tanah seperti inilah Kau tempatkan Ibrahim dan Hajar yang membawa bayi Ismail ‘alaihimissalam. Di alam yang tidak apapun selain pasir panas mematikan. Di tempat di mana tak ada selembar daun pun mampu hidup. Tidak ada warna lain selain warna pasir. Man, napak tilas ini getarnya terasa mulai dari sini, di atas pesawat already! Ngeri, sungguh. In a good way.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Next post..&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;














&lt;!--notionvc: f2a84a33-12ab-4be8-99f6-51a5e38981ff--&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;I found a few videos in my haramayn photo folders, so, not only I will post some writings I did in the holy land, I will be posting videos as well, insyaAllah. I’m excited!&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;i&gt;Next Post: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/04/hajj-series-part-11-in-holy-land.html&quot;&gt;In the Holy Land! And What I Wrote While I Was There &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; Previous Post: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-9-my-personal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;My Personal Preparation&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--notionvc: becb91ef-3291-44dd-96bb-02bd2c6c294f--&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/203622590209974259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-10-berangkat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/203622590209974259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/203622590209974259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-10-berangkat.html' title='Hajj Series Part 10: Berangkat!'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdFFh1Rt4z8QalqIGDmUajUeuCrF0496ezvQCP3yMMmKrmqtjHR7jkAbLDC-EyvLm_jwe2n28WAb2Uauz2lI1_lKNsL03aW3jGwI_tNGIXJsyalR7NICNFZun-POeCXHLYS_I7lA7TI9iQp6FBPx-05r8vifJkn2muscUZct_O7_7ppBBWrkQKsg/s72-w640-h480-c/IMG_0924.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pasar Minggu, South Jakarta City, Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2896104999999993 106.8399623</georss:point><georss:box>-34.599844336178847 71.6837123 22.020623336178847 141.9962123</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-8452638617783379634</id><published>2025-02-07T15:22:00.010+07:00</published><updated>2025-10-28T11:03:38.149+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 9: My Personal Preparation and Some Profound Advice</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/37798211404/in/album-72157688589246704&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4547/37798211404_23b7aef591_z.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;One street corner of Makkah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Pelajari siroh. Pergilah dengan tekad menapaktilasi perjuangan Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam. Hidupmu tak akan pernah sama lagi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium; font-weight: 400;&quot;&gt;Di bagian ini saya &lt;i&gt;sharing&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tentang segala persiapan pribadi yang saya lakukan, terutama aspek ruhiyah, ilmu dan bagaimana ini semua sangat, sangat, berpengaruh pada upaya memaksimalkan kualitas waktu yang kita habiskan di tanah suci. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;h3 style=&quot;font-weight: 400;&quot;&gt;Misconception About the Term “Mampu”&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;font-weight: 400; text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Jangan nunggu sampe Mekkah baru giat ibadah.&quot;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-weight: 400;&quot;&gt;Salah satu pelajaran besar yang saya terima dari manasik di DT adalah kesalahpahaman tentang frase “jika mampu” dalam terjemahan rukun islam. Jadi,..&lt;/p&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;font-weight: 400;&quot;&gt;Undangan haji dari Allah, bukan dari DepAg. Undangan ini berlaku ketika “mampu”. Mampu adalah ketika seseorang memasuki fase baligh. &lt;i&gt;Bukan nunggu mampu nabung&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;font-weight: 400;&quot;&gt;Persiapan haji dimulai ketika kita mampu, baligh. &lt;i&gt;Bukan sejak keluar nomor porsi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persiapan ruhiyah adalah:
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Niat.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Sucikan, murnikan niatmu semata memenuhi panggilan Allah. Tak ada niat sampingan: jalan-jalan, belanja, dsb. Adanya tujuan lain selain untuk Allah merupakan salah satu bentuk syirk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ilmu.&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: 400;&quot;&gt; &lt;br /&gt;Ilmu diperoleh dari kajian, membaca buku, tadabbur Al Qur’an, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Perbaikan ibadah.&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: 400;&quot;&gt; &lt;br /&gt;Tingkatkan yang biasa-biasa saja jadi luar biasa. Cari bekal taqwa di Ramadan. Jangan nunggu sampe Mekkah baru giat ibadah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sebaik-baiknya bekal haji adalah taqwa.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;(Al Baqarah 197)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Membantu &lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: 400;&quot;&gt;orang-orang yang mau berangkat haji (this is a big deal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;font-weight: 400;&quot;&gt;Persiapan fisik adalah:
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Latih fisik dan mental untuk menghadapi &lt;i&gt;perjalanan panjang dan medan yang brutal.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siapkan biaya yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;font-weight: 400;&quot;&gt;The rest is just technical, although as important:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Choosing KBIH, prepare things and equipment, collect advice, etc.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;p style=&quot;font-weight: 400;&quot;&gt;Gitu, gaes.&lt;/p&gt;
&lt;!--notionvc: 046549c7-e3fb-4b3f-a9a2-b15051a03430--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;My Personal Preparation and Some Advice&lt;/h3&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;
&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Cari bekal taqwamu di bulan Ramadhan&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Ketika Ustadz Luthfi Fathullah rahimahullah memberikan kajian ini di salah satu sessi manasik kami di KBIH DT Jakarta, it was mindblowing. Di sini lah saya belajar apa itu artinya “s&lt;em&gt;ebaik-baiknya bekal haji adalah taqwa&lt;/em&gt; (Al Baqarah 197)”. Beliau mengaitkannya dengan bulan Ramadhan yang mendahuluinya and I found it very profound. I never knew or even thought that way! Allah mengatakan bahwa bekal terbaik haji adalah taqwa. Sedangkan Allah mengatakan bahwa puasa di bulan Ramadhan adalah agar engkau bertaqwa. So ustadz mengatakan, ambil bekal taqwa itu di Ramadhan. It so makes sense!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maksimalkan semua ibadah di bulan Ramadhan. Anggap kamu sudah ada di tanah suci. Jangan nunggu sampe Mekkah baru giat ibadah, syulit, gaes. Bakalan berat jalaninnya kalau kayak gitu. Waktu 40 hari yang singkat itu harus kamu maksimalkan karena mungkin kamu tidak akan kembali lagi ke sana.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maka pada Ramadhan sebelum berangkat haji, I went all out. Ibadah harian, sholat sunnah complete package, dzikir pagi petang, dzikir keluar masuk rumah, masuk keluar masjid, perjalanan, khatam Qur’an, sholat tarawih 1 juz, menghafal, tadabbur, kajian, sedekah, you name it. I want my best bekal!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beliau juga menganjurkan untuk menghafalkan surat As-Sajdah di bulan Ramadhan sebelum berangkat haji. I took this advise and I’m so glad I did, alhamdulillah.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Set your goal, it is your syahid&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Ini juga salah satu nasihat dari ustadz Luthfi Fathullah rahimahullah ketika manasik. Buat goal pribadi, jadikan itu sebagai syahidmu kelak. Saksimu di hadapan Allah, di hadapan Rasulullah s.a.w. Beliau memberi contoh, hafalkan satu surat dan satu hadits di tanah suci. Setiap kali surat ini kita baca, kita akan ingat kembali waktu dan tempat ketika kita menghafalkannya. Di hadapan nabi kelak, kita kan bisa berkata, &lt;i&gt;&quot;Yaa Nabi s.a.w, kuhafalkan kata-katamu ini di tanah lahir dan berjuangmu.&quot;&lt;/i&gt; Nasihat ini sangat membekas di benak saya dan saya jadikan motivasi. I mean, how cool is that! Saya tidak berhasil menghafalkan hadits ketika di haramayn, tetapi sebuah surat panjang tentang kasih sayang Allah yang saya hafalkan di tanah suci, selalu membawa saya kembali ke sana tiap kali melafazhkannya.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Pentingnya membaca semua referensi doa&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Ketika kita paham mana yang wajib, mana yang sunnah, mana doa dari nabi, mana doa dari sahabat dan ulama, maka tidak ada kebingungan lagi harus bagaimana. Ustadz pembimbing kami dan para alumni menganjurkan untuk memiliki referensi doa sebanyak-banyaknya. Rugi sekali ketika kita sudah di tanah suci dan doa kita tidak maksimal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya mendapati doa-doa yang disusun oleh para ulama yang kemudian dimasukkan ke dalam buku panduan haji Departemen Agama, sangat efisien dan menggetarkan jiwa. Cakupannya luas, menyeluruh, pilihan katanya indah. Tidak akan pernah terpikir oleh masyarakat awam untuk bisa merangkai doa sekualitas itu. Salah satu doa favorit saya adalah doa yang dibaca di makam Rasulullah s.a.w, Abu Bakr Ashshiddiq dan Umar ibn Khattab. Saya bertekad harus baca doa ini, saya mau baca doa ini nanti di makam Rasulullah s.a.w! Saat itu pahamlah saya bahwa doa-doa itu disusun justru untuk memudahkan kita, menolong kita memaksimalkan waktu kita di tanah suci. Kita gak perlu bingung ngarang doa lagi. Gak perlu bingung mau doa apa lagi, tinggal baca. Dijamin menghujam ke sanubari dan melelehkan air mata. Kamu akan overwhelming di tanah suci, dan doa-doa ini sudah mencakupi semua permintaan kita.&lt;/p&gt;
&lt;h4&gt;&lt;b&gt;Buku doa yang saya gunakan:&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kumpulan doa susunan Abdul Kadir Jawaz&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buku panduan doa haji dari DepAg&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Panduan doa haji dari Darut Tauhid&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;List doa pribadi dan titipan dari banyak orang&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Pentingnya menghafal dan melatih doa&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Doa-doa yang sudah kita siapkan ini harus kita latih, simulasi dan kalau bisa dihafalkan. Supaya nanti lancar sudah lisan kita, gak geragepan lagi, gak terbata-bata lagi bacanya. Dibaca tiap hari, disimulasi, nanti lama-lama hafal sendiri, paling tidak sudah lancar meski tetap membaca. Dan letak-letaknya di dalam buku sudah kita tandai, karena nanti kita harus gercep, gak repot nyari-nyari dan ngebolak-balik halaman-halaman buku lagi. Simulasikan secara lengkap mulai dari doa meninggalkan tanah air, keluar rumah, doa menuju masjid, doa naik kendaraan, doa masuk masjid, melihat ka’bah, sampai ke ritual haji lengkap. Percayalah, akan sangat memudahkan banget kalau kita sudah latih ini hingga lancar di tanah air.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Pentingnya mempelajari siroh&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Seriously, jika kamu ke tanah suci dalam keadaan buta sejarah nabi dan para sahabat, sungguh kerugian sangat besar. Tidak akan sama penghayatan kamu jika kamu memahami sejarah. Berdiri di hadapan Jabal Uhud, di atas bukit pemanah, kamu bisa menangis tersedu-sedu mengingat tholhah yang merelakan dirinya melindungi nabi. Melihat makam Hamzah dan para syuhada uhud tidak akan terasa sama. Benakmu memutar ulang semua detail perang uhud. Melewati lokasi baiat aqabah. Sholat di masjid quba. Ke Thaif ke lokasi tempat nabi bersembunyi menghindari lemparan batu. Melihat lokasi tempat berkumpul pembesar quraisy menyusun rencana menghalangi dakwah Nabi dan membunuhnya. Segalanya akan terasa menggetarkan jiwa, karena kamu tahu detail sejarahnya. Jangan datang seperti turis yang bersenang-senang. Ini tanah tempat darah nabi s.a.w dan para sahabat tumpah. Hanya dalam 23 tahun mereka mengubah dunia. Pantaskah hanya dikonseni sebagai pusat belanja?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pelajari siroh. Pergilah dengan tekad menapaktilasi perjuangan nabi shallallahu ‘alayhi wasallam. Hidupmu tak akan pernah sama lagi.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Plan your personal du’as&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Rencanakan doa yang akan dibaca nanti di arafah, di qiyamulail, di sholat dhuha, di hijr ismail, di multazam, di raudhah. Buat misi dan goals tertentu yang spesifik dan yang umum. Susun di dalam satu buku jurnal khusus. Buku jurnal ini nanti juga akan menampung semua catatan perjalanan jika kamu senang menulis. Selama di tanah suci, ustadz pembimbing kami sangat sering mengadakan kajian, baik di Masjidil Haram, Nabawi, maupun di maktab. Waktu-waktu kosong senantiasa berisi kajian. Mencatatlah, jangan hanya mendengar. Ada proses ajaib dalam gerakan tangan yang menuliskan ilmu. Dan catatan ini kelak akan menjadi saksimu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Buku jurnal ini akan menjadi sumber referensi doa pribadi yang akan sangat memudahkan. Masukkan juga doa-doa dari buku atau sumber lain yang belum tercakup di dalam buku yang kita bawa, jika ada. Bisa difotokopi dan ditempel. Hindari mengandalkan hp, pindahkanlah ke buku. Terlalu banyak distraksi dan gangguan di hp. Minimalkan koneksimu dengan hp dan nikmati indahnya bersendiri dengan Allah hanya dengan kertas atau buku doa di tangan. Gunakan hp hanya untuk berkomunikasi dan dokumentasi foto saja.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Record your journey&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;Write, capture, journal, scrap, make a memory keeper, mini museum. Make your monument!&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Abadikan perjalanan yang bercahaya ini dalam monumen personalmu. Jangan hanya selfie dan selfie. Menulis, memotret hal-hal yang jarang tertangkap mata manusia, menjurnal, mengumpulkan tanda mata, menyusun scrapbook, apapun. Monumen ini akan menjadi memory keeper yang sangat berharga. Dan sebaik-baiknya kenangan adalah yang mengingatkan kita akan Allah.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Membaca buku&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Saya membawa setumpuk buku agama untuk dibaca selama di tanah suci dan bertekad menyelesaikannya semua. Seperti halnya hafalan, membaca buku akan mengingatkan kita pada waktu dan tempat di mana kita menamatkannya. Betapa banyak buku kita beli, berapa yang sudah kita baca? Many people buy books, only a few read. Setelah buku-buku itu selesai saya baca, saya meninggalkannya semua di maktab untuk dibagikan kepada orang-orang Indonesia pengurus masjidil haram dan masjid nabawi.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Rencanakan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah sebanyak mungkin. &lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;Termasuk gua Hira. Naiklah ke Jabal Nur dan hayati bagaimana Khadijah r.a. mendakinya tiap hari untuk mengantarkan makanan nabi. Rasakan kegundahan nabi memandangi kota mekkah dari ketinggian dan bersusah hati memikirkan masyarakatnya yang semakin jauh dari tauhid. Jabal Tsur (meski hanya dari kejauhan), lihatlah betapa tinggi dan berbatu! Nabi dan abu bakar bersembunyi di sana dan Abu Bakr Ashshiddiq r.a. merelakan dirinya digigit hewan beracun. Pikirkan bagaimana Asma&#39; binti Abu Bakr mendakinya tiap hari untuk mengantar makanan dalam keadaan hamil! Jangan pedulikan jika ada yang mencoba mematikan semangatmu mendaki Jabal Nur mengunjungi gua Hiro. Jika kita bisa bersemangat naik ke bromo atau mendaki gunung, seharusnya melihat gua hiro jauh lebih semangat lagi.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Jangan lupa kunjungi Stasiun Hijaaz di Madinah&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;Sebuah Stasiun Kereta nan indah dan artistik peninggalan kekhalifahan Turki Utsmany yang dulu melayani jalur makkah-madinah. Stasiun itu kini dijadikan museum yang menyimpan jejak kejayaan kekhalifahan Turki Utsmany. Ada replika busur panah Saad bin Abi Waqash, ada dokumentasi foto-foto pembangunan infrastruktur jaman Turki Utsmany yang mencengangkan.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;p style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Jadikan Masjid Al-Haram dan An-Nabawi rumah keduamu&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;Akrabi tiap sudutnya, jelajahi tiap lantainya. Hafalkan tiap lekuknya. Kuasai tiap relungnya. Jangan jadi orang asing di sini. Kamu harus senyaman di rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan banyak takut ini dan itu. Kalau niat kita semata karena Allah, Allah akan jaga kita. Tidak perlu takut pulang pergi ke masjid haram sendirian. Tidak seperti yang banyak diceritakan orang, pintu-pintunya mudah dihafalkan, peta masjid tersedia di banyak tempat, banyak orang yang bisa ditanya, ada hp untuk menelpon, ketakutanmu tidak beralasan. Above all, ini adalah rumah Allah dan rumah kita, rumahnya orang islam seluruh dunia. Ini adalah tempat di mana kita merasa pulang. We belong here.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apps map Masjid Al-Haram with tracker (bluetooth): Al-Maqsad&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Aplikasi ini keren banget. Gak perlu internet, cukup nyalakan bluetooth. Ada trackernya, sehingga pergerakan kita bisa terlihat seperti di Google Map. Sangat menolong saya di hari-hari awal di Masjid Al-Haram. Jadi pede banget menjelajah kemana-mana sendirian, gak takut nyasar, biidznillah. Setelah mulai hafal, saya gunakan peta masjid yang tersedia di counter-counter informasi. Lama-lama gak pakai apa-apa lagi, serasa di kampung sendiri. Allah Kariim.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tips:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; luangkan waktu mempelajari peta Masjid Al-Haram. Kenali masjid ini sampai seperti rumah sendiri. Cari tempat favoritmu, own it like the back of your hands.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Ikuti halaqah tahsin di Masjid Nabawi&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;Tiap pagi dan sore di Masjid Nabawi bertebaranlah halaqah-halaqah tahsin oleh guru-guru native. Basically, kita bisa langsung bergabung dengan halaqah yang mana pun. Ada juga halaqah yang didedikasikan khusus untuk pengunjung luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya, bisa ikut halaqah di Masjid Nabawi sungguh kesempatan yang mahal! Di masjid tempat Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam duduk melingkar mentarbiyah para sahabat radhiyallahu ‘anhum! Tidak ada sore dan pagi yang terlewat tanpa menyempatkan ikut duduk melingkar.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yaa, Nabi.. shallallahu ‘alayhi wasallam, I’m sitting here in your masjid, menuntut ilmu. Seperti&amp;nbsp; para sahabat radhiyallahu ‘anhum dulu menuntut ilmu darimu, melingkar mengkaji Qur’an yang mulia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya pun lulus tahsin surat An-Naas, alhamdulillah, senangnyaaaa!&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Enjoy, have tawakkal, have syukr, it’s only you and Allah&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Nikmati pulang kampungmu. Nikmati pulang ke Rabbmu. Bersyukurlah akhirnya Allah pulangkan kamu ke sini. Welcome home.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;
&lt;!--notionvc: 7a8e399d-69c5-40bd-8476-27d5d3915d26--&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;Next Chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-10-berangkat.html&quot;&gt;Berangkat! &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-8-allah-prepares-you.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; Previous Chapter:&lt;/a&gt; Allah Prepares You&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/8452638617783379634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-9-my-personal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/8452638617783379634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/8452638617783379634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-9-my-personal.html' title='Hajj Series Part 9: My Personal Preparation and Some Profound Advice'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pasar Minggu, South Jakarta City, Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2896104999999993 106.8399623</georss:point><georss:box>-39.269014291469126 71.6837123 26.689793291469126 141.9962123</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-6432805356996365269</id><published>2025-02-05T18:41:00.010+07:00</published><updated>2025-10-28T10:32:42.013+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 8: Allah Prepares You and Suffices You</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/24641872938/in/album-72157688589246704&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;We All Are Travellers&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;We All Are Travellers&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4536/24641872938_5eac2521e3_z.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;We all are travellers. Carrying luggage. Going somewhere.&lt;br /&gt;- Luggage lockers in front of Masjid Al-Haram&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;em&gt;“Andai kamu tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu, pasti hati kamu akan meleleh karena cinta kepadaNya.”&amp;nbsp;&lt;strong&gt;-&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Ibnul Qoyyim Al Jauziyah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadwal manasik dari Daarut Tauhid membuat hati saya jumping over the moon. Manasiknya intensif parah. Keberangkatan masih bulan Agustus nanti, jadwal manasik sudah dimulai sejak Februari awal, tidak berhenti sampai menjelang masuk asrama haji. Dua kali sepekan! Dan ada manasik kubro!&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;KBIH Daarut Tauhid: Manasik yang Paripurna&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pertemuan saya dengan KBIH Daarut Tauhid bagai hadiah terindah dari Allah di awal tahun. Setiap pekan, mereka menggelar manasik dengan begitu detail. Ketika pertama kali membuka buku panduan, materi pertama dan paling depan, sebelum segala panduan doa dan teknis, adalah rincian semua hadits mengenai pelaksaanan haji Rasulullah s.a.w. Inilah yang saya cari! Buku panduan haji pada umumnya lebih banyak materi teknis and I want to read all the hadits first before jumping into fiqh. I need to know how exactly Rasulullah s.a.w did his hajj and how the shahabah and shahabiyah did theirs together with the Prophet s.a.w. This will put me into the right perspective in facing differences in fiqh later on.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Obviously, this is a spiritual journey that started way before kaki menjejak tanah suci. The very minute manasik dibuka dengan lantunan talbiyah. “Labbaika Allahumma labbaik..!” tears rolling down unstoppably. &lt;em&gt;Yes, our Rabb, yes, we are coming to Your call. We are coming to Your call.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang paling saya sukai dari manasik di KBIH DT ini adalah bahwa para ustadz dan ustadzah pembimbing dan pemberi materi sangat gentur dan detail dalam meluruskan hal-hal fundamental: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;niat yang murni, ilmu yang luas, adab yang terjaga&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak pernah bosan mereka mengingatkan, “Perjalanan ini mahal, menabung bertahun-tahun, menempuh jarak ribuan kilometer, meletihkan badan luar biasa, apakah rela kita rusak dengan hati yang riya’? Hati yang diam-diam sombong? Hati yang masih punya dendam?”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di rangkaian manasik ini semua hadits, atsar sahabat dan tabi’in, doa-doa dari nabi, sahabat dan para ulama sepanjang masa, digelar tuntas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sinilah saya baru memahami keutamaan mengupayakan pergi haji sedini mungkin. “Wajib jika mampu”, ternyata bukanlah mampu finansial atau fisik. Kenyataannya toh orang yang terbaring sakit saat haji tetap harus digotong ke arafah. Kenyataannya toh banyak orang bisa berhaji meski tak punya kekuatan finansial. Tapi sejak kita baligh, &lt;em&gt;mampu berpikir&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;mampu memahami&lt;/em&gt; bahwa ini adalah salah satu tiang penyangga agamamu, maka saat itulah ia menjadi &lt;em&gt;wajib karena setiap dari kita sesungguhnya sudah mampu&lt;/em&gt;. Begitu banyak orang tanpa uang cukup dan dengan fisik yang lemah bisa berhaji. Betapa banyak orang kaya raya dan kuat fisiknya tidak berhaji hingga akhir hayat. Mampu, bukanlah mampu fisik atau finansial.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sini juga saya belajar fiqh haji yang benar, doa dan dzikr mana yang wajib, mana yang sunnah, mana yang dari nabi, mana yang dari sahabat, mana yang dari ulama. Bagaimana menarik fiqh dari hadits-hadits pelaksanaan haji Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wasallam dan para sahabat. Sangat mencerahkan, sangat menenangkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kami juga belajar bahwa obat penahan menstruasi sesungguhnya tidak dibutuhkan ketika haji, karena kita memiliki waktu yang cukup panjang di Mekkah, tidak seperti perjalanan umroh yang sangat singkat. Kita hanya harus menunda pelaksanaan thawaf ifadhah hingga menstruasi selesai, karena thawaf harus dilakukan dalam keadaan suci dari hadats. Yang artinya, selama menunggu, kita masih harus dalam keadaan muhrim dengan semua larangannya. Setelah menstruasi selesai, kita lakukan thawaf ifadhah, tahalul, selesai. Pelaksanaan haji ketika menstruasi dijelaskan dalam hadits tentang Aisyah r.a. yang berhaji saat datang menstruasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Betapa ilmu sangat penting!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menjaga semua adab diterapkan sejak manasik. Meletakkan sandal dan sepatu, mengenakan pakaian, menjaga sikap positif, berperilaku ramah dan sopan, mencintai sesama saudara, membantu yang lebih lemah, berinisiatif, mengutamakan kebaikan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setiap akhir materi, kami akan diputarkan video-video rekaman perjalanan haji angkatan-angkatan sebelumnya. Yang selalu membuat kami bersemangat adalah melihat pelaksanaan tanazul: jalan kaki dari Mekkah ke Mina, dan dari Arafah ke Muzdalifah. Sangat, sangat seru!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan kemudian, &lt;em&gt;manasik kubro&lt;/em&gt;! Ini adalah simulasi haji semirip mungkin. Kami berangkat naik bus ke markas DT di Geger Kalong. Dan di sana prosesi haji digelar dengan durasi waktu dan perpindahan fisik yang mendekati aslinya. Kami tidur di barak bertenda yang luas, dan mandi di kamar mandi umum. Di waktu-waktu jeda antar ibadah, alumni-alumni haji DT angkatan terdahulu duduk melingkar bersama kami. Mereka membagikan pengalaman dan tips-tips praktis yang sangat berharga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Persiapan haji dari KBIH DT ini sangat menyeluruh. Saya tidak pernah menyengaja membandingkan dengan KBIH lain. Tapi saya sering mendengar teman-teman yang bingung memilih KBIH yang bagus dan “nyunnah”. Ketika saya membandingkan pengalaman saya dengan seorang teman yang memilih KBIH yang “nyunnah” itu, ternyata masih lebih “nyunnah” DT sih 😀.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang juga sangat berharga adalah saya jadi tenang dengan segala perdebatan tentang doa dan best practicenya seperti apa. Ilmu, sungguh adalah cahaya!&lt;/p&gt;
&lt;h3&gt;Administrasi dan Kelengkapan Teknis&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Salah satu keuntungan menggunakan KBIH, seluruh urusan administrasi akan ditangani oleh KBIH. Dari mulai dokumen, pemeriksaan kesehatan, vaksin, röntgen, pengambilan koper, bahkan olahraga bersama - semua sudah diaturkan dan kita tinggal duduk manis ikut jadwal. Untuk rontgen, sebuah mobil klinik didatangkan ke DT Jakarta diperuntukkan khusus untuk jamaah Daarut Tauhid.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Keperluan yang Banyak, Allah Cukupi Semua&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Ketika masa menunggu, saya tuh udah rencana untuk nabung supaya nanti pas saatnya berangkat, bisa tenang gak perlu jumpalitan kerja lagi. Qadarullah, tabungan yang terkumpul gak gede-gede amat. Lumayan deg-degan dan setengah menyesal kenapa saya gak lebih disiplin nabungnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mulai dari pelunasan ONH, gak habisnya bersyukur bahwa nilaimya belum naik dan tabungan saya cukup. But, that’s it, cuma sisa dikit lagi aja tabungannya. Ketika tau berapa harga yang harus dibayar untuk biaya KBIH DT, oh-ow, mulai bingung. Temen saya kayaknya gemes kepengen saya buru-buru daftar, langsung transferin uang buat bayar KBIH. &quot;Udah pake dulu nih!&quot; Tanpa pikir panjang, tanpa ada sedikit pun kekhawatiran, saya he-eh daftar. Entahlah gimana kembaliinnya nanti. Tapi yakin, Allah pasti akan lunasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Inna wa’dallahi haqq. Dalam hitungan pekan, Allah lunasi. Plus semua biaya persiapan yang dibutuhkan . Jangan bayangin saya ketiban ujan duit. But uang buat beli gamis dan khimar ekstra, sepatu, jahit batik haji, modif tas selempang, dan printilan lainnya, tetiba aja tersedia. Lagi-lagi, jumlahnya selalu pas, cukup. Gak lebih-lebih, gak kurang-kurang. Allahu akbar.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Bekal Jihad Berdatangan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Saya gak pernah pengumuman khusus. Tapi bekal jihad berdatangan banyak sekali dari berbagai arah. Obat-obatan lengkap satu tas besar dari teman pemilik apotek. &lt;i&gt;M&lt;/i&gt;&lt;em&gt;ulti-vitamin&lt;/em&gt;&amp;nbsp;lengkap kualitas dunia dari sahabat SMP. Sepatu thawaf dari sahabat komunitas. Uang tunai dari kakak ipar. Uang &lt;em&gt;Riyal&lt;/em&gt; dan toiletries dari sahabat komunitas. Paket Wardah Haji dari teman baik. &lt;i&gt;W&lt;/i&gt;&lt;em&gt;alimatussafar&lt;/em&gt; dari guru tersayang. &lt;i&gt;C&lt;/i&gt;&lt;em&gt;ookies premium&lt;/em&gt; dari rekan fotografer. Lauk pauk kering premium dari teman komunitas. Semuanya datang bagai &lt;em&gt;hidden provisions&lt;/em&gt; dari langit. Allah, Allah, sedetail itu Engkau persiapkan tamuMu, seluas itu pahala engkau hamburkan kepada semua orang yang menginginkan. Kelu saya, sungguh. Terkadang saya dapati diri terduduk di sofa. Diam. Hanya sanggup mengucap syukur.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Andai Kamu Tahu&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Ini adalah perjalanan bercahaya yang dimulai jauh sebelum injakan kaki pertama. Setiap detailnya adalah &lt;em&gt;love letter&lt;/em&gt; dari Allah. &lt;em&gt;“Aku menunggumu, hambaKu.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;When we forget, Allah remembers.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;When we are lost, He sends the way -&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;so personally, with extreme precision.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Allahu rabbiy. So little I am grateful.&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Next chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-9-my-personal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;My Personal Hajj Preparation &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; Previous chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2024/12/hajj-series-part-7-big-news-and.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;The Big News and the Forgotten Dream&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!--notionvc: f7ba1813-aba3-44f2-b3ef-c2c6815a3359--&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/6432805356996365269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-8-allah-prepares-you.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/6432805356996365269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/6432805356996365269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-8-allah-prepares-you.html' title='Hajj Series Part 8: Allah Prepares You and Suffices You'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-4173010806241290815</id><published>2024-12-07T11:28:00.003+07:00</published><updated>2025-10-28T09:44:05.118+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 7: The Big News and The Forgotten Dream</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/24185208258/in/album-72157688589246704&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4497/24185208258_1f3e161720_z.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Terowongan Mina&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tahun 2017 diawali dengan sebuah SMS penting dari Departemen Agama: nama saya masuk dalam daftar calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Separuh mengawang, separuh panik. Terpana membaca SMS itu. Bersyukur, excited, sekaligus tak percaya. Really? Now the time has come? Finally? Allahu akbar, alhamdulillah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tertegun, tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu harus mulai dari mana. I&#39;m too excited! Seorang teman dengan segera menyuruh untuk segera ke Departemen Agama untuk daftar ulang. Dan saat itu baru saya menyadari, berkas saya raib entah kemana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Singkat cerita, proses penggantian berkas di Departemen Agama, sekaligus daftar ulang, masyaAllah, berjalan lancar dan cepat di luar dugaan saya. Yaa Rabb, luar biasa tim DepAg dalam menangani proses administrasi. Sangat memudahkan, sangat ramah dan menenangkan. Semoga Allah balas kebaikan mereka dengan surga, aamiin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak dalam masa penantian, saya sudah khawatir tidak mampu melunasi biaya haji. Setiap tahun, biaya penambahan haji bervariasi. Ketika diinfokan biaya pelunasan, plesss, yaa Allah, legaaaaa.. tidak ada kenaikan dari tahun sebelumnya. Dan ternyata, tabungan saya cukup! Allah Kariim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya saya harus menentukan mau ikut pembimbing haji yang ditetapkan oleh DepAg, tanpa biaya tambahan, atau mengikuti pembimbing haji “swasta” pilihan sendiri dengan, tentu saja, biaya tambahan sesuai ketentuan masing-masing KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah kenapa ya, bawaan dompet dan jiwa bolang, saya bertekad se-low-budget mungkin. Jadi saya santai aja gak mau pakai layanan KBIH luar. Hingga suatu hari temen saya datang dengan informasi, “Satu pembimbing tuh bakal pegang 120 orang jamaah haji loh!” Wah, banyak ya 😄.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu dia nyodorin brosur ke saya, “Nih, ikut ini aja nih!” Brosur KBIH Daarut Tauhid. Saya ambil dan baca brosur itu, lalu segera ke websitenya. Ketika membaca mengenai program tanazul, saya mendadak ingat sesuatu. Mau nangis, mau teriak kesenengan!&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;The Forgotten Dream&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Sekitar 6-7 tahun sebelumnya, sepulang mbak Fat, guru baking saya, dari perjalanan haji, beliau bercerita. Ketika wukuf di Arafah, beliau bertemu rombongan berbaris jalan kaki, berangkat duluan ke Muzdalifah. “Kami ikut rombongan Aa Gym akan jalan kaki ke Muzdalifah,” demikian mereka menjelaskan ketika ditanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat mendengar cerita itu, saya bilang, “Aaaah, aku mau jalan kaki kayak gitu. Nanti aku mau ah, ikut rombongan Aa Gym. Jalan kaki.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi kemudian saya lupa impian itu! Dan saya juga gak tau harus cari info ke mana, apa dan bagaimana bisa ikutan rombongan jalan kaki itu. Gak boro-boro kepikiran. Saya blank banget harus mulai persiapan haji ini dari mana!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Here is the catch: temen saya ini gak pernah tau mengenai keinginan saya itu. Kok bisa spesifik banget dia kasih saya brosur KBIH Daarut Tauhid? Yang memang salah satu program unggulan KBIHnya adalah tanazul? Bukan KBIH lain yang jumlahnya ratusan di Jakarta ini? Allahu akbar, walillahilhamd.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buat orang lain ini mungkin tidak berarti apa-apa. Tapi buat saya ini besar sekali. Aneh sekali. Bukti bahwa Allah lebih dekat dari urat leher kita. Bukti bahwa Allah mengurusi makhluknya dengan sangat presisi, sangat personal, dengan kasih sayang tak akan sanggup kita rincikan. When we forget, Allah remembers. When we don’t know where to go, Allah sends the way, so personally and in extreme precision.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan keajaiban ini masih belum berhenti.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Next chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2025/02/hajj-series-part-8-allah-prepares-you.html&quot;&gt;KBIH Daarut Tauhid: Program Manasik Paripurna&lt;/a&gt; &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; Previous chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2024/11/hajj-series-part-6-masa-menunggu-masa.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Masa Penantian, Masa Diperbaiki Allah&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/4173010806241290815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/12/hajj-series-part-7-big-news-and.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/4173010806241290815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/4173010806241290815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/12/hajj-series-part-7-big-news-and.html' title='Hajj Series Part 7: The Big News and The Forgotten Dream'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.1944491 106.8229198</georss:point><georss:box>-34.504682936178845 71.6666698 22.115784736178846 141.9791698</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-7161659687963760563</id><published>2024-11-12T16:21:00.010+07:00</published><updated>2025-10-28T09:30:21.458+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series part 6: Masa Penantian, Masa Diperbaiki Allah</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38006743002/in/album-72157688589246704&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;479&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4496/38006743002_7b99c5762c_z.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Masjid Abdullah ibn Abbas r.a., Tha&#39;if&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pentingnya periode menunggu ini saya sadari belakangan. Tepatnya 1 pekan sebelum saya berangkat masuk asrama haji. There I was, sitting on my sister&#39;s dining table, working on proofreading for NCC&#39;s next recipe book. The thought suddenly struck my head.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Enam tahun lalu, saya mendaftar haji dalam keadaan pakai jeans ketat dan jilbab lilit-lilit. Hari ini, saya akan berangkat haji dalam keadaan bergamis gelap longgar dan berniqab.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;The Color of Olives&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bermula dari sebuah film dokumenter tentang kehidupan di sebuah desa kecil di Tepi Barat, Palestina. Satu dari sekian banyak film yang diputar di festival film internasional di Goethe Institute, Jakarta. Malam itu, hidup saya jungkir balik. Di dalam ruangan yang gelap, menyaksikan sebuah keluarga, dari cucu balita hingga kakek yang sepuh, tak punya rasa takut selain kepada Allah. Menghadapi kematian orang-orang tercinta setiap hari. Ancaman tembak tiap hari. Opresi tiap hari. Lantang meneriakkan perlawanan tanpa senjata apapun di tangan. Bergantung hidup dari pohon zaitun liar dan kasih sayang Allah semata. Tak ada keraguan, tak ada kelemahan, tak ada kata mundur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya menangis dalam gelap. Orang-orang macam apa ini? Siapakah mereka? Ini bukanlah manusia biasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malam itu awal dari segalanya. Saya mencari tahu segala sesuatu tentang tanah para nabi ini. Apa kata Allah dan nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentangnya. Bagaimana sejarahnya. Segalanya. Dan sebuah dunia baru terbuka.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Enam Tahun Diperbaiki Allah&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dalam masa enam tahun ini, tanpa terencana, saya mulai mendatangi majelis ilmu. Lalu bertekun di dalamnya. Saya mendapati diri sangat bersemangat mencari ilmu agama dan sangat bahagia di dalamnya. Terkadang pergi sendirian, tidak peduli tidak punya teman. Saya datang ke tadabbur selasa pagi AQL di masjid Pondok Indah dalam keadaan saya seperti itu: jeans ketat, jilbab lilit-lilit. Ketika saya ingat lagi sekarang, betapa saya baru menyadari kebaikan hati para pencari ilmu di majelis itu. Mereka tidak memandang saya aneh, tidak menghakimi saya. Mereka tersenyum ramah memberi saya tempat untuk duduk bersama-sama.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya ketagihan mencari ilmu di AQL! Program-programnya sangat lengkap dan terstruktur rapi, ustadz-ustadznya didatangkan dari berbagai golongan pemikiran. Keluasan wawasan ini sungguh membuka cakrawala berpikir. Saya sangat bahagia, I found a home. Majelis ilmu dengan segera menjadi my happy place.&amp;nbsp;Hingga suatu malam saya mengalami epiphany yang membawa saya ke langkah hijrah kedua (&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2014/08/ihwal-sepotong-kain-besar.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ihwal Sepotong Kain Besar&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sepotong kain besar itu, dunia saya berubah lagi. Jika saya menggambarkan langkah hijah pertama (&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2006/10/ihwal-sepotong-kain-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ihwal Sepotong Kain 2&lt;/a&gt;) sebegitu deskriptifnya, kali ini saya tidak lagi punya kata-kata.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nyaris tak ada hari tanpa mencari ilmu. Para pengurus AQL menjadi saksi metamorfosa: menyaksikan saya datang pertama kali dalam jeans ketat, lalu gamis, lalu jilbab panjang, lalu niqab.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlalu banyak cerita dalam periode ini, tak sanggup lagi saya tuliskan satu persatu. Tentang perjuangan berlari menjauhi segala fitna (cobaan, godaan, gangguan). Tentang mencintai karena Allah semata. Tentang menyelesaikan segala urusan dan ganjalan yang tertinggal. Tentang mengakhiri berbagai hal yang sia-sia. Tentang segala sesuatu yang baru: idola baru, hiburan baru, cita-cita baru. Ultimately, tentang panjangnya jalan pertaubatan. Tentang belajar tanpa henti. Bertumbuh tanpa henti. Melepaskan diri dari semua pengharapan kepada mahluk. Mencari kebebasan yang sebenarnya: hanya mengharap ridha Allah, bergantung hanya kepada Allah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Allah is The Best Planner&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Keberangkatan saya ke tanah suci mengalami 2 kali penundaan. Yang seharusnya berangkat di 2015, lalu mundur setahun, lalu mundur lagi setahun. Setiap kali menerima berita penundaan, saya berpikir, berarti diri saya masih kotor, masih harus dibersihkan, masih belum layak datang menjadi tamu Allah. Tanpa pernah terpikir bahwa, ternyata, Allah berencana mengubah saya demikian drastisnya. And Allah is the best planner.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allahu akbar. Walillahilhamd.&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Next chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2024/12/hajj-series-part-7-big-news-and.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cita-Cita yang Sempat Terlupa &lt;/a&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; Previous chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2024/09/hajj-series-part-5-sentak-tangis-di.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sentak Tangis di Dalam Angkot&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/7161659687963760563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/11/hajj-series-part-6-masa-menunggu-masa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/7161659687963760563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/7161659687963760563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/11/hajj-series-part-6-masa-menunggu-masa.html' title='Hajj Series part 6: Masa Penantian, Masa Diperbaiki Allah'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.1944491 106.8229198</georss:point><georss:box>-34.504682936178845 71.6666698 22.115784736178846 141.9791698</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-1243887303939528777</id><published>2024-09-22T08:48:00.002+07:00</published><updated>2025-10-27T17:13:43.097+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj series part 5: Sentak Tangis di dalam Angkot</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38006722692/&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4448/38006722692_3d2ec83b98_k.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Jabal Tsur, Makkah.&lt;br /&gt;Di sebuah lubang di ketinggian gunung ini Rasulullah saw dan sahabat Abu Bakr Asshiddiq bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy dalam proses hijrah ke Madinah.&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Saya masih ingat detik ketika mengirimkan bagian terakhir pekerjaan kepada klien. Tanggal menunjukkan tepat di hari deadline. I fell into long sujud. Serasa tak percaya ini selesai. I couldn&#39;t feel my body. But I could feel the warmth of tears running down my cheek. Alhamdulillah. Walillahilhamd.&lt;/blockquote&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div&gt;Dua hari saya menebus hutang tidur dua bulan yang tidak tuntas. Alhamdulillah. Bisa merebahkan tubuh di kasur lebih lama adalah nikmat tak ada duanya. Hari berikutnya, klien melunasi pembayaran. Hari berikutnya lagi, saya menuju Bank Muamalat.&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bank Muamalat&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Jika kita memiliki tabungan khusus haji, ketika jumlah saldo sudah mencukupi, maka kita bisa segera datang ke bank dan bank akan mengeluarkan nomor porsi serta berkas pelunasan yang bisa langsung kita bawa mendaftar ke Departemen Agama. Ini praktis dan memangkas 1 langkah konvensional. Jika tanpa tabungan haji, kamu harus ke DepAg dulu untuk mendaftar, lalu ke bank untuk bayar, lalu ke DepAg lagi membawa bukti bayar dan mendapatkan nomor porsi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Prosesnya cepat sekali. Setelah saya tunjukkan buku tabungan, tidak lama kemudian CS sudah menyerahkan berkas resmi pendaftaran haji yang siap disubmit ke DepAg, lengkap dengan map resmi sesuai ketentuan.&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Departemen Agama&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Sudah mulai sore ketika saya sampai di DepAg. Ternyata berkas saya masih kurang surat keterangan sehat dari dokter. Lagi pula, petugas mengatakan, pegawai sudah banyak yang pulang, kemungkinan proses foto harus disusulkan besok. Baiklah, gak papa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selagi menunggu, tiba-tiba loket foto terbuka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Mbak, silakan.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Petugas fotonya belum pulang!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan segera proses pemotretan beres, saya diberi berkas dan kelengkapan lainnya untuk disimpan dan dibawa nanti ketika masuk tahun pemberangkatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Mbak Riana dapat giliran berangkat tahun 2015, insyaAllah.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keesokan harinya saya ke JMC untuk minta surat keterangan dari dokter. Ketika sampai di DepAg lagi, bertepatan dengan kumandang adzan dzuhur. Meja pelayanan tidak ada petugas karena sudah masuk jam istirahat. Saya duduk di kursi antrian yang mulai banyak kosong. Baru saja saya duduk, seorang petugas tiba-tiba muncul dengan wajah masih basah oleh air wudhu. Ia melihat saya, lalu bertanya keperluan saya. Saya bilang, saya mau menyusulkan surat keterangan dokter. Tanpa babibu, beliau langsung menerima file saya. Kurang dari lima menit kemudian urusan beres sudah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Ini jam istirahat kan, Pak. Kok bapak masih ngelayanin saya?”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Gak papa, kasihan kalo harus nunggu.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahu akbar. Malaikat mana lagi yang Engkau kirimkan ini, yaa Rabb. Sejak kemarin sudah siap menghadapi semua kemungkinan. Kesorean datang, kelupaan mengurus surat kesehatan, sekarang kesiangan datang. Sudah siap menghadapi berbagai kerepotan yang mungkin muncul karena ini dan itu. Tapi semua kerepotan itu Allah singkirkan, Allah mudahkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah. Walillahilhamd.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Angkot&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Hati membuncah tapi raga kelu ketika kaki menuruni tangga DepAg menuju gerbang depan, lalu jalan kaki menuju angkot mangkal. Di dalam angkot menuju pulang, barulah kesadaran ini menghujam di kepala. Seketika tangis menyentak tak terbendung. Saya resmi terdaftar! Saya akan berangkat berhaji 4 tahun lagi! Allahu akbar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepekan lalu saya masih berjibaku dengan tubuh lelah dan kurang tidur. Dengan kekhawatiran apakah ini bisa selesai. Dengan otak yang penat seperti tak ada habisnya. Hari ini, saya calon jemaah haji.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah Kariim. Allah Rahmaan, Allah Rahiim.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya kirimkan pesan singkat ke group keluarga, “Gue udah daftar haji.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2&gt;Tentara-tentara Allah&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Bank Muamalat. Departemen Agama. Petugas foto yang belum pulang. Petugas pelayanan yang baru selesai berwudhu. Teman yang memerlukan jasa penerjemahan. Semua di sekelilingmu adalah tentara-tentara Allah yang membukakan berbagai jalan, dengan sepengetahuanmu atau tidak. And mostly not.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya merasakan sekali Departemen Agama sungguh memudahkan masyarakat mendaftar haji. Bahkan nanti ketika berkas saya hilang, mereka pun tidak mempersulit. Dengan cepat copy berkas dikeluarkan dan proses tidak terhambat. Saya akan ceritakan itu di bagian berikutnya, insyaAllah. Karena so many amazing things happened selama masa menunggu pemberangkatan. Serial ini masih panjang.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Next chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2024/11/hajj-series-part-6-masa-menunggu-masa.html&quot;&gt;Masa Penantian, Masa Diperbaiki Allah&lt;/a&gt; &amp;gt;&amp;gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&amp;lt; Previous chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2024/09/hajj-series-part-4-dua-bulan-dalam-gua.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Dua Bulan Dalam Gua Batman&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/1243887303939528777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/09/hajj-series-part-5-sentak-tangis-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/1243887303939528777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/1243887303939528777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/09/hajj-series-part-5-sentak-tangis-di.html' title='Hajj series part 5: Sentak Tangis di dalam Angkot'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-568199462159512477</id><published>2024-09-09T15:39:00.014+07:00</published><updated>2024-09-22T09:21:55.706+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 4: Dua Bulan dalam Gua Batman</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/38006721332/in/album-72157688589246704&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;600&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4478/38006721332_a2bf578888_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Nongkrong kelar i&#39;tikaf. Nge-teh susu sama Azza di depan Masjid Al-Haram sambil liatin burung dan orang lewat.&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Inilah kisah perjuangan mengisolasi diri dari semua kenikmatan.&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;No jalan-jalan, bersosialisasi, nongki-nongki. No hari libur, no santai-santai. Dua bulan menyelesaikan terjemahan 601 halaman adalah di luar kapasitas saya. Normalnya adalah 4 bulan. Saya tidak menyadari saat itu dorongan apa yang membuat saya mengajukan timeline 2 bulan. Yang saya tahu hanya bahwa saya ingin menyelesaikan proyek ini secepat mungkin (3 bulan kemudian barulah saya tahu kenapa).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya mengumumkan ke semua orang di circle saya: kakak-kakak, saudara, teman-teman, rekan kerja, &quot;Jangan ganggu gue dalam 2 bulan ini. Jangan ajak-ajak gue ke mana-mana. Jangan undang ke sini dan ke situ. Jangan tawarin pergi ke manapun, nonton apapun, ngapain apapun. Gue mau masuk gua nyelesaiin pekerjaan besar. Kalo mau bantuin, kirimin aja gue makanan tiap hari karena kayaknya bahkan beli makan aja gue anggep udah rugi waktu.&quot;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Allah Kariim.&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Terlalu banyak kemudahan dan jalan rejeki dari arah yang aneh-aneh aja. Dalam 2 bulan itu artinya saya tidak punya penghasilan seperti biasanya. Tetiba ada job nulis blog post dari sponsor yang dengan mudah bisa saya selesaikan sebentar saja. Dan honornya cukup untuk kelangsungan hidup saya 2 bulan. Ada teman kirim makan siang lengkap pake rantang! So, sweet! Ada yang kirim rengginang Surabaya obat patah hati :D. Ada yang masakin tomyam, bikinin brownies, mindahin saya kerja ke pinggir kolam renang. So many unexpected kindness and surprises. May Allah reward them with jannah, aamiin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalo mau ngintip, ada 2 tulisan yang saya buat dalam masa pengasingan itu dan 1 penutupnya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2011/03/minggu-ketiga-dalam-gua-batman.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pekan Ketiga dalam Gua Batman&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2011/03/minggu-keenam-dalam-gua-batman-jangan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pekan Keenam dalam Gua Batman: Jangan Mati Dulu, Mas Nano!&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal-hal yang tak terlupa, my thought changing process, things yang terjadi selama periode itu mungkin lebih lengkap di tulisan penutup ini. Sebuah closure, sebuah akhir yang justru membawa saya kembali ke awal:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2011/04/kembali-ke-titik-nol.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kembali ke Titik Nol&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Long Sujud&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Saya masih ingat detik saya mengirimkan bagian terakhir pekerjaan saya kepada klien. Tanggal menunjukkan tepat di hari deadline. I fell into long sujud. Serasa tak percaya ini selesai. I couldn&#39;t feel my body. But I could feel the warmth of tears running down my cheek. Alhamdulillah. Walillahilhamd.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Allahu rabbi, Arrahman, Arrahiim.&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Laa hawla walaa quwwata illa billahil &#39;aliyyil &#39;azhiim.&lt;br /&gt;Tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah, The Most High, The Most Great.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;Next Chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2024/09/hajj-series-part-5-sentak-tangis-di.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sentak Tangis di dalam Angkot&lt;/a&gt; &amp;gt;&amp;gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&amp;lt; Previous Chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2024/07/hajj-series-part-3-suatu-sore-di-sebuah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Suatu Sore di Sebuah Food Court&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/568199462159512477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/09/hajj-series-part-4-dua-bulan-dalam-gua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/568199462159512477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/568199462159512477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/09/hajj-series-part-4-dua-bulan-dalam-gua.html' title='Hajj Series Part 4: Dua Bulan dalam Gua Batman'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-8129370790947329070</id><published>2024-07-11T15:35:00.012+07:00</published><updated>2025-10-27T13:15:44.543+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 3: Suatu Sore di Sebuah Food Court</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/26261331649/in/album-72157688589246704/&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;600&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4504/26261331649_c3de1427ab_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Thawaf area 3rd floor, Masjid Al-Haram&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div&gt;I planned, but Allah also plans. And He is the best planner.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;What is your dream, Ri?&quot;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Mulailah saya mengisi tabungan haji dengan proyeksi 5 tahun. Semangat sekali, seneeeng sekali. Ketika ada lebihan uang dikit aja, langsung saya masukkan tabungan. Tabungan haji ini satu arah ya, gaes. Kita bisa masukkan uang, tapi gak bisa ambil. Kayak lubang hitam :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setahun berlalu, progress tabungan alhamdulillah lancar sesuai proyeksi. Plus tambahan dari lebihan uang dikit-dikit. I was on the right track! Alhamdulillah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di awal tahun itu, 2011, pulang dari promo buku NCC - Gramedia ke Solo terus main ke Jokja, seorang teman kontak saya, minta ketemuan ngeteh-ngeteh. Anything for tea, baby. Anything for tea.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah kenapa akhirnya kami ngeteh di sebuah food court. I mean, kenapa gak ke Tea Addict aja, hahaha. Ngobrol-ngobrol lah. At one point, temen saya tanya, &quot;Elo punya cita-cita apa, Ri?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I really like this kind of question. I love talking about dreams, what we can create, brainstorming ideas, how we can make good impact in the future, what intentions we have, future and aspiration things like that. Dan kayaknya jadi habit temen-temen saya kalo ngobrol nanyanya gak jauh dari, &quot;So, elo mau ngapain sekarang?&quot; (baca: &lt;a href=&quot;http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/02/haji-series-part-2-suatu-malam-dalam.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;i&gt;Suatu Malam dalam Gerbong Komuter&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;) Atau kayak keponakan saya yang baru-baru ini nanya, &quot;Bucket list diving tante kemana lagi?&quot;. Termasuk temen saya tadi, &quot;Elo punya cita-cita apa, Ri?&quot; Demen gue.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gak pake nunggu 1 detik jawaban saya, &quot;Pergi haji.&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya udah sik, lanjut ngobrol. Just biasa aja ngobrolin tabungan haji dan proyeksi saya. Bukan sesuatu yang spesial banget untuk dibahas. Hanya satu dari banyak hal lain yang kami obrolin. Pas udah makin sore, temen saya nanya-nanya tentang tarif jasa penerjemahan saya and how I do my work. Dia rupanya punya dokumen yang perlu diterjemahin. Cut the story short, setelah saya jelasin tarif dan lain-lainnya, dia bilang dia mau ajukan dulu ke bendahara kantornya, nanti saya akan dikabarin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gak lama habis itu kita udahan, karena udah mau maghrib juga. Really, buat saya gak ada sesuatu yang istimewa dengan obrolan sore itu selain asiknya diskusi dengan seorang teman ditingkahi teh hangat yang nikmat dan ademnya langit di luar jendela yang mulai semburat jingga. Saya udah biasa ditanya soal pekerjaan dan tarif oleh siapa saja yang tahu bahwa saya penerjemah. No biggy.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai di rumah, sesuatu mengganggu pikiran saya dan membuat saya terdiam. Wait.. tadi temen saya nyebutin jumlah halaman dokumen sekian ratus halaman. Kalo dikalikan dengan tarif terjemahan saya (waktu itu masih per halaman, sekarang per kata -- penting :D), maka jumlahnya cukup buat saya daftar haji. Wait... really? It is! Sumpah, tadi saya gak ngitung!&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Barulah saya menyadari pentingnya ketemuan barusan!&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Antara ragu dan excited, sebuah message saya kirim ke teman tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Kalo bendahara lo approved, maka ini bisa jadi jalan gue naik haji.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Gue juga mikir gitu tadi,&quot; balas teman saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I got excited, berharap, deg-degan, really really really hopeful!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepekan kemudian, teman saya kontak lagi, ngajak ketemuan lagi. Kali ini, dia spesifik bilang, &quot;Gue mau nego.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya semangat gilakkkkk! Sejuta doa tak terucap di lidah, hanya sanggup muter di jantung dan aliran darah yang mendadak bawa adrenalin banyak-banyak. Di jalan, saya nyusun strategi. Sampai batas berapa saya mau dinego? Saya langsung menetapkan batas bawah: sejumlah syarat daftar haji. Daftar aja deh. Belum yang lain-lain. Itulah batas bawah saya. Setelah itu deg-degan berkurang. Masih excited, tapi berusaha tetep calm, cool and collected. Mau nego nih.&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;A Negotiation for After Life&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Di food court yang sama, hot earl grey yang sama. Teman saya memulai,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Gue nego ya.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Ok,&quot; kata saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Ini kita pakai aja harga lung sump ya, gak hitung jumlah halaman lagi, tapi satu project.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Boleh.&quot; Man, sepanjang bisa daftar haji!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Ini kan sekian halaman, kalau harga sesuai tarif elo jadinya sekian rupiah. Tapi gue nego nih jadi harga lung sump...&quot; lalu dia menyebutkan sejumlah uang, yang besarnya PERSIS SAMA sebesar syarat daftar haji!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Allahu akbar dengan skenarioNya yang sempurna!&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Gak pake nunggu 1 detik, tangan saya sudah terjulur, &quot;Deal!&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ia menyambut tangan saya. Jabat tangan persetujuan dan perjanjian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Angka yang tepat, tidak lebih tidak kurang. Allah bicara dengan bahasa yang akurat. Seperti ayat-ayat dalam Al Qur&#39;an dengan pilihan kata yang akuratnya kebangetan. Dan ayat-ayat di alam semesta yang perhitungannya perfectly precised.&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;I planned it to be 5 years. But Allah planned it to be only 1 year.&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Now I looked back to that first afternoon. Ternyata bukan sekedar diskusi dan teh hangat di bawah langit jingga. Ada hikmah Allah sedang berjalan. Jalinan sempurna yang sudah tertulis dalam lauh mahfuzh jauh sebelum manusia bahkan menjadi sesuatu yang bernama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak ada benang yang lepas, semua terjalin sempurna.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ngobrol dengan teman itu akurat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesap tegukan teh hangat itu akurat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiap garis semburat jingga di langit itu akurat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;&amp;nbsp;I planned, but Allah also plans. And He is the best planner.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Next chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2024/09/hajj-series-part-4-dua-bulan-dalam-gua.html&quot;&gt;Dua Bulan dalam Gua Batman&lt;/a&gt; &amp;gt;&amp;gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&amp;lt; Previous chapter:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/02/haji-series-part-2-suatu-malam-dalam.html&quot;&gt;Suatu Malam dalam Gerbong Komuter&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/8129370790947329070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/07/hajj-series-part-3-suatu-sore-di-sebuah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/8129370790947329070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/8129370790947329070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/07/hajj-series-part-3-suatu-sore-di-sebuah.html' title='Hajj Series Part 3: Suatu Sore di Sebuah Food Court'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-4423262686206519542</id><published>2024-04-18T12:18:00.005+07:00</published><updated>2024-05-03T13:47:24.665+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kolom"/><title type='text'>Tsunami Informasi: Blogs, Where Are You?</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMI0znMIBZm2dj61Q1rzL2h3b10fF8vnZZ46HP5XrYOEMFUrXgGq3hlA3aS4JJb8QoIhkusqKRA67WYF7oOk9-gyMfD_kNOo4BwYR9gihy_KXm634k6CoqvhKckwkDqFTdJj_MER6NcZD3VE3WFUW2vHdqat00oJR1xjVkLNV9SJgSbrdw7b5F7Q/s1200/17609551358_f79a12d3f5_o.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;896&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;478&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMI0znMIBZm2dj61Q1rzL2h3b10fF8vnZZ46HP5XrYOEMFUrXgGq3hlA3aS4JJb8QoIhkusqKRA67WYF7oOk9-gyMfD_kNOo4BwYR9gihy_KXm634k6CoqvhKckwkDqFTdJj_MER6NcZD3VE3WFUW2vHdqat00oJR1xjVkLNV9SJgSbrdw7b5F7Q/w640-h478/17609551358_f79a12d3f5_o.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Di suatu subuh, di puncak sebuah gunung :)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Sekarang ini kalo kita search sesuatu pakai Google, bisa dipastikan 2-3 halaman pertama isinya link ke portal-portal berita semua. Apapun topik yang dicari, munculnya ke portal dia lagi-dia lagi: Detik.com, Kompas.com, CNBC Indonesia, CNN Indonesia, Kontan, Tempo, Suara.com, dll dll yang gak kompeten untuk hal yang kita cari. Ya masa&#39; artikel agama keluarnya di CNN Indonesia. Belum lagi portal-portal ini isinya iklaaaaaan melulu kemana pun jari ini menyentuh layar. Kebuka lah iklan ini itu tanpa sengaja, habis lah waktu sekian menit buat kerepotan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;This is crazy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Faktor SEO udah gak perlu dibicarakan lagi, so obvious. Tapi portal-portal ini menarik data dari penyedia konten, sehingga semua topik, literally semuaaaaaaa topik, yang dicari oleh user, akan muncul di website mereka. Ujung-ujungnya semua akan klik website mereka, gak peduli infonya sahih apa ngarang, gak peduli user terganggu dengan pop up iklan. Keseluruhan experience memang didesain supaya jari kita menyentuh iklan-iklan itu, sengaja apa gak sengaja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudah berlalu lah era di mana info-info terpercaya dan tulisan-tulisan bermutu di blog-blog dan forum-forum diskusi yang bagus-bagus, bermunculan linknya ketika kita search di Yahoo! atau Google. Sekarang gak ada lagi kayak gitu. Biasanya entah di laman keberapa dari pencarian, barulah muncul link-link ke info-info terpercaya dari blog-blog. Bahkan portal kesehatan seperti AloDokter, HaloDoc, dll, isinya sama aja satu sama lain, dan sangat terasa soft advertorialnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Blogging era memang sudah lewat and I have no complain. But I thought at least kita masih bisa cari info dengan nyaman, infonya juga personal dan fair. Review-review di Youtube dan Tiktok juga lebih kental &quot;yang penting ditonton&quot;nya dibanding &quot;pengen bermanfaat&quot;nya. Review-review di marketplace paling parah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Belum coba. Semoga cocok.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini review apa doa? Mana reviewnya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya kasih tips aja ya buat dapetin info yang lumayan bener di tengah tsunami &amp;nbsp;informasi di internet:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Kalo search pakai search engine, loncat aja langsung ke laman 5 ke atas. Cari infonya dari blog orang yang tulisannya berdasarkan pengalaman pribadi, bukan pesenan perusahaan dan bukan copy paste dari portal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kata kuncinya awali dengan “pengalaman _______”, biasanya lebih mudah memunculkan hasil pencarian dari blog atau info berdasarkan pengalaman pribadi yang bebas intervensi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalo liat review di marketplace, urutkan dari review paling buruk (bintang 1, terus bintang 2, terus bintang 3). Kalo bintang 1-2nya lebih dari 10, lupakan, cari produk lain. Kalo skor reviewnya kurang dari 4.8, lupakan cari produk lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;By the way, sebenernya mau cerita pengalaman melunasi tunggakan BPJS yang ternyata mengandung jebakan Batman yang sangat berbahaya. Next time ya, insyaAllah. Diseling sama Hajj Series yang menanti dilanjutin. InsyaAllah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/4423262686206519542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/04/blogs-where-are-you.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/4423262686206519542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/4423262686206519542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/04/blogs-where-are-you.html' title='Tsunami Informasi: Blogs, Where Are You?'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMI0znMIBZm2dj61Q1rzL2h3b10fF8vnZZ46HP5XrYOEMFUrXgGq3hlA3aS4JJb8QoIhkusqKRA67WYF7oOk9-gyMfD_kNOo4BwYR9gihy_KXm634k6CoqvhKckwkDqFTdJj_MER6NcZD3VE3WFUW2vHdqat00oJR1xjVkLNV9SJgSbrdw7b5F7Q/s72-w640-h478-c/17609551358_f79a12d3f5_o.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-2941249538226511572</id><published>2024-02-11T11:17:00.012+07:00</published><updated>2024-11-12T16:22:17.492+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 2: Suatu Malam dalam Gerbong Komuter</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/37798092494/in/album-72157688589246704/&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Untitled&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;img alt=&quot;Untitled&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/4564/37798092494_e23df55eba_z.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Menara Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq, Madinah - 7 Muharram 1439&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Suatu&amp;nbsp;siang di hadapan CS Bank Muamalat, sekitar 2010.&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;“Assalamu’alaykum, saya mau buka tabungan haji.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Customer Servis menjelaskan, saya mendengarkan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bank ini bank favorit saya sejak lama. Tepatnya, sejak mendengar penjelasan tentang riba bank konvensional dari marcomm-nya langsung, dahulu kala ketika masih siaran morning show di Trijaya FM. Bank Muamalat adalah yang pertama dan satu-satunya murni syariah saat itu. Beberapa waktu setelahnya saya buka tabungan pertama di bank ini. Ternyata pelayanannya sangat memuaskan dan sangat memudahkan nasabah. Sementara di bank lain semua urusan printilan, seperti kartu hilang misalnya, lumayan ribet pengurusannya, tidak di Bank Muamalat. Ketika di bank lain memberlakukan fee ini dan itu, penalti ini dan itu, tidak di Bank Muamalat. Lambat laun, saya tutup semua akun di bank konvensional dan hanya punya akun di Bank Muamalat saja. Sampai sekarang, akun utama saya masihlah akun yang lama itu, yang saya buka 20 tahun yang lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tabungan haji dan umroh ada yang pengisiannya auto-debit, ada yang tidak. Saya memilih non auto-debit karena pekerjaan saya freelance dengan penghasilan tidak tetap. Saya mulai berhitung dalam kepala. Kalau saya bisa menyisihkan 500 ribu rupiah saja sebulan, maka dalam 5 tahun, insyaAllah saya bisa mendaftar haji. Ketika hitungan manusia berjalan, saat itu segalanya terasa real. I almost can taste it on my tongue. I got so excited! Semangat sekali saya, ketika menyadari bahwa ini ternyata sangat achieveable. Ngapain aja selama ini saya dengan duit jajan saya? Habis tak berguna makan-makan dan beli-beli?&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Langkah Kecil yang Besar&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Selama ini saya tidak pernah berhitung. Tidak pernah mengambil langkah nyata. Tidak pernah menuangkan di atas kertas, apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkan cita-cita ini. Padahal air mata selalu membasahi wajah setiap kali lewat tayangan di televisi memperlihatkan Ka’bah dan jama’ah yang tengah melakukan tawaf. Tiap kali hanya bercita-cita di hati, kelak akan ke sana. Tapi tidak ada bukti. Tidak ada langkah pertama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bertahun-tahun setelahnya barulah saya lakukan my first baby step.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya mbak, saya mau buka tabungan haji.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;I put down my first 500k into my new hajj saving account. Dengan kupu-kupu menari menggelitik di dalam perut saya. Sangat bahagia.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Suatu malam dalam gerbong komuter bersama seorang sahabat.&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;“So, loe mau ngapain sekarang?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gue mau pergi haji. Gue udah buka tabungan haji.”&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Next chapter: &lt;a href=&quot;http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/07/hajj-series-part-3-suatu-sore-di-sebuah.html&quot;&gt;Suatu Sore di Sebuah Food Court&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;lt;&amp;lt; Previous Chapter: &lt;a href=&quot;http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/01/hajj-series-part-1-menjelang-pergi.html&quot;&gt;Menjelang Pergi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/2941249538226511572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/02/haji-series-part-2-suatu-malam-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/2941249538226511572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/2941249538226511572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/02/haji-series-part-2-suatu-malam-dalam.html' title='Hajj Series Part 2: Suatu Malam dalam Gerbong Komuter'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-1840977288200604167</id><published>2024-01-18T11:17:00.014+07:00</published><updated>2025-10-27T11:46:49.508+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hajj Series"/><title type='text'>Hajj Series Part 1: Menjelang Pergi </title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/37328766254/in/album-72157688589246704/&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://live.staticflickr.com/4502/37328766254_9e45beb222_c.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Birds of Al-Haram, 16 Dzulhijjah 1438&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;text-align: start;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;While taking a walk from Al-Haram to Bus Station&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br style=&quot;text-align: start;&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;blockquote&gt;Pesan ini saya tulis di grup keluarga, menjelang berangkat masuk asrama pondok gede. Beberapa hari lalu saya menemukannya di tumpukan notes digital. Seperti sebuah teguran. Sudah lama saya ingin menulis tentang perjalanan haji, yang keajaibannya sudah dimulai 6 tahun sebelumnya. Bukan melulu perkara rejeki dan kesempatan, tapi proses perubahan yang terjadi di diri saya tanpa saya rencanakan. Saya yang mendaftar haji di departemen agama bagaikan bumi dan langit dengan saya yang mengucap talbiyah dalam balutan pakaian ihram, 6 tahun kemudian.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan saya mulai dengan pesan keberangkatan ini. Anggap sebuah pembuka, tentang sebuah cerita perjalanan penuh cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;/blockquote&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;It goes back a long time ago. Mungkin sekitar masa SMA ketika hati tergetar dan mata tergenang tiap kali siaran langsung Mekah menampilkan Ka&#39;bah tengah di-thawaf-i saudara-saudara muslim segenap penjuru bumi.&lt;/h2&gt;Duhai, sesungguhnyalah saat itu Allah sudah memanggil. Betapa lama kita tak segera menjawabnya, meski sekedar anggukan kepala. Dan betapa sabar Allah menunggu kita. Dia masih menunggu sementara kita terus bermaksiat menggunakan nikmatNya (!). Dia menunggu kita yang tak mau yakin, tak hendak tawakal, betah dalam kebodohan, enggan menghampiri. Dia bersabar ketika kita berdalih berjuta alasan, yang sejatinya adalah was-was yang dibisikkan syaithan agar tak tergerak langkah kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ar Rahiim, betapa kasihsayangNya Ia, menarik kita dari lubang kekalahan bagai sumur gelap tak berkesudahan. DikeluarkanNya kita dari kegelapan menuju cahaya. Minazhzhulumaati ilannuur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Al Ghaffar, betapa pemaafnya Ia ketika kita akhirnya tersungkur takluk. Mengakui bahwa tak ada tempat berpaling melainkan Dia. Tak ada tempat pulang melainkan Dia. Tak ada satupun yang berarti selain ridhoNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah betapa gilang-gemilang Ia  menyambut kita dalam dekapan, ketika kita anggukkan kepala, &quot;Labbayk. Aku datang, yaa Rabbiy. Aku datang.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Ia mengampuni kita, mempersiapkan kita, memperbaiki diri kita, menguatkan iman kita, memahamkan kita ilmu, mengajari kita cara bertawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DikirimkanNya semua bekal yang kita perlukan. Jasmani yang kuat, ruh yang merindu perjumpaan denganNya, harta, sarana, kesempatan, segala bantuan dan pertolongan dari arah yang tak disangka-sangka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah terngiang di telinga, &quot;Bukankah sudah Kukatakan, Akulah yang mengundangMu datang? Akan Kucukupi para tamuKu, Kupantaskan ia, dan Aku lah sebaik-baiknya Tuan Rumah. Tak ada yang sekuasa jamuanKu. Di manapun engkau, akan kucukupi dan kupantaskan meski harus lusuh dan berdebu. Karena Akulah sebaik-baiknya penjamu. Ketahuilah, kuasaKu, rahmatKu, tak terjangkau akalMu.&quot;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mengutip separagraf penuh hikmah milik seseorang:&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;Ribuan muslim berangkat ke Mekah dengan berjalan kaki. Mereka tidur disekitar Masjidilharam, hanya dinaungi langit Hijaz yang tak berwarna. Burung-burung merpati melompat-lompat di samping kepala mereka. Rambut mereka berdebu, dan pakaian mereka lusuh. Tetapi barangkali merekalah yang diseru Allah pada hari Arafah,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;وَأَمَّا وُقُوفُكَ بِعَرَفَةَ فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ: «هَؤُلَاءِ عِبَادِي جَاءُونِي شُعْثًا غُبْرًا مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ يَرْجُونَ رَحْمَتِي، وَيَخَافُونَ عَذَابِي، وَلَمْ يَرَوْنِي، فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي فَلَوْ كَانَ عَلَيْكَ مِثْلُ رَمْلِ عَالِجٍ، أَوْ مِثْلُ أَيَّامِ الدُّنْيَا أَوْ مِثْلُ قَطْرِ السَّمَاءِ ذُنُوبًا غَسَلَهَا اللهُ عَنْكَ&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Adapun wukuf mu di Arafah, maka Allah ‘Azza wa Jalla turun kelangit dunia lalu berbangga dengan kalian dihadapan Malaikat lalu berfirman: “Mereka hamba-hambaKu datang kepadaku dalam keadaan kusut berdebu dari semua penjuru yang jauh mengharapkan rahmatKu dan takut dengan adzabKu dan mereka belum melihatKu, Bagaimana seandainya mereka telah melihatKu”. Seandainya kamu memiiki dosa seperti pasir yang bertumpuk-tumpuk atau sepertu hari-hari dunia atau seperti tetasan air hujan maka Allah akan mencucinya dari kamu.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;(HR ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir no. 1566 dan dihasankan al-Albani dalam Shahih al-Jaami no. 1360).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Dari Abdullah bin Amr ra, Sesungguhnya Nabi saw pernah bersabda “Sesungguhnya Allah azza wa jalla berbangga kepada malaikat-malaikat pada sore hari Arafah karena ahli Arafah. Allah berfirman, ‘Kalian lihatlah kepada hamba-Ku, mereka mendatangi Aku dengan keadaan rambut kusut terurai dan berdebu.’”&lt;br /&gt;[Riwayat Ahmad dalam Musnadnya (2/224, no. 7089)]&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kakak-kakak dan para keponakan yang dirahmati Allah,&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Jazakumullahu biljannah &#39;alaa kulli hal. Untuk semua bekal perjalanan dan semua doa. Meski keberangkatanku tak seheroik para pejalan kaki, atau para pesepeda dari negeri pangeran dan putri, ketahuilah tak satupun sedekahmu terbuang percuma di mata Allah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.&lt;br /&gt;(Q. S. At-Thalaq 2-3)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam Sunan Ibnu Majah, bab “Haji adalah Jihadnya Perempuan”, disebutkan sebuah riwayat dari Aisyah binti Thalhah, Aisyah binti Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, apakah perempuan wajib berjihad?”. Beliau bersabda, “Ya, perempuan wajib berjihad tanpa harus mengangkat senjata, yaitu menunaikan ibadah haji dan umrah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahih al-Bukhari, bab “Jihadnya Perempuan”, disebutkan sebuah riwayat dari Aisyah seraya berkata, “Aku meminta izin kepada Nabi SAW untuk berjihad.” Beliau lalu bersabda, “Jihad kalian adalah pergi haji.” Dalam kitab yang sama disebutkan sebuah riwayat dari Aisyah, “Rasulullah pernah ditanya oleh para istrinya tentang jihad.” Beliau lalu bersabda, “Jihad itu adalah pergi haji.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka semua bekal perjalanan yang dititipkan padaku insyaallah adalah pahala jihad bagi antum sekalian. Semoga Allah membangkitkan kita kelak bersama para syuhada. Aamiin Allahumma Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan semua kesalahanku. Begitu banyak salah kata, perbuatan, pikiran. Sepanjang umurku hingga berbilang puluhan kini, mungkin tak pernah kumintakan maafmu dengan sepenuh khidmat dan kesungguhan. Mohon hapuskan semuanya meski alpa kumintakan maafnya. Jika ada hutang, mohon tagihkan segera agar tak jadi penghalang urusan di hadapan Sang Maha Penghisab.&lt;br /&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mohon pamit pergi untuk sebuah perjalanan yang terlalu bercahaya untuk diharapkan berakhir dan kembali. Mungkinkah mengatakan &quot;tidak&quot; pada medan badr dan uhud? Sebagaimanapun kurindukan syahid di bumi haramayn, agar bangkit kelak dalam dengungan talbiyah, sesiapalah aku hingga berani mendahului ketetapan Allah. &lt;/h2&gt;Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah, yang kelak memperoleh naungan di hari paling panas dan paling menyiksa, ketika tak ada naungan selain &#39;arsy Allah, dan tak ada pertolongan selain syafa&#39;atNya. Aamiin Allahumma Aamiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uhibbukum fillah ❤️❤️❤️&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu&#39;alaykum warahmatullahi wabarakaatuh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;22 Agustus 2017&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Next chapter: &lt;a href=&quot;https://pennylaneonline.blogspot.com/2024/02/haji-series-part-2-suatu-malam-dalam.html&quot;&gt;Suatu Malam dalam Gerbong Komuter&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/1840977288200604167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/01/hajj-series-part-1-menjelang-pergi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/1840977288200604167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/1840977288200604167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2024/01/hajj-series-part-1-menjelang-pergi.html' title='Hajj Series Part 1: Menjelang Pergi '/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-3648967907919879357</id><published>2023-09-23T10:57:00.004+07:00</published><updated>2023-12-03T17:09:53.505+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Backpacking"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Oleh-oleh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Raja Ampat"/><title type='text'>An Unforgettable Evening (Bag. 2: Dzikrul Maut Akbar - Finished)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pak Kapten mengarahkan kapal lurus ke titik cahaya itu. Rasanya bagaikan perjalanan paling lama. Lama-kelamaan cahaya mulai membesar, mulai terlihat sosok-sosok manusia. Dan lampu-lampu.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Tapi ada yang aneh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terlihat ratusan benda-benda kecil menyembul-nyembul, hitam terapung-apung, mengelilingi tempat itu hingga radius ratusan meter. Semakin dekat, semakin banyak! Apa itu? Tempat apa ini?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mendadak mesin kapal dimatikan. Lalu terdengar suara mas Arya berteriak panik, &quot;Angkat mesin! Angkat mesin! Angkat mesin!&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dua awak kapal di bagian belakang -- alhamdulillah -- bereaksi cepat langsung mengangkat 4 mesin di bagian ekor kapal. Beberapa detik kemudian, &quot;Turunkan mesin!&quot; Mesin diturunkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mesin kapal dinyalakan lagi, kapal meluncur lagi. Sesaat kemudian, mesin dimatikan lagi, dan suara mas Arya berteriak lagi, &quot;Angkat mesin!&quot; Mesin diangkat lagi. Lalu diturunkan lagi. Begitu berulang-ulang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan senter, mas Arya menerangi benda-benda yang menyembul-nyembul terapung di permukaan air. Tali-tali tambang. Keramba-keramba. Buoy-buoy, Saling berjalinan membentuk jaring raksasa, memenuhi area permukaan laut hingga jarak ratusan meter.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seketika saya sadar bahaya yang begitu dekat mengancam, ketika pertolongan manusia sudah di depan mata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini adalah peternakan mutiara. Tali-tali tambang dan buoy-buoy itu adalah jalinan keramba bawah laut berisi kerang-kerang. Satu detik saja mesin kapal terlambat diangkat, tali-tali itu akan menjerat baling-baling mesin dan kapal akan terbalik. Di sisi lain, mesin tidak bisa dimatikan karena tidak mungkin mendayung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam terasa semakin bertambah-tambah panjangnya. Entah berapa lama kami berada dalam ketegangan yang mencekam, hanya ada suara mas Arya memberikan aba-aba, mesin motor yang dimatikan dan dinyalakan berulang-ulang, dan suara benturan naik dan turunnya mesin. Semua diam. Semua berdoa. Semua menatap nyalang tambang-tambang itu dalam remang cahaya senter.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dermaga mulai terlihat. Beberapa laki-laki muda berdiri mengarahkan senter besar kepada kami. Terlihat floating block terangkai di depan dermaga. Mesin dimatikan. Dan tidak dinyalakan lagi. Tali dilempar, kapal ditambat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami masih tidak mampu berkata apa-apa. Hening, ketika mas Arya turun menemui orang-orang tersebut dan mulai berbicara. Kami belum berhenti berdoa, berharap mereka orang baik. Semoga mereka orang baik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka mendengarkan cerita mas Arya. Tidak lama kemudian mas Arya memanggil kami untuk turun. Mungkin wajah kami masih pias pucat pasi ketika kami turun satu persatu, mengucap salam, menyambut jabat tangan mereka dan memperkenalkan diri. Mereka mempersilakan kami untuk bermalam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Allahu rabbii. Rabbussamawati warabbul ardhi warabbul &#39;arsyil &#39;azhiim. Maha suci Engkau, sungguh kami, kamilah yang zhalim. Kami tidak berdzikir. Kami tidak mengingatMu. Kami hanya ingat Engkau ketika kami ketakutan kehilangan nyawa. Sungguh kami zhalim, yaa Rabb, faghfirlana.. faghfirlana..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketegangan ini belum selesai. Malam itu, kami mengetahui bahwa ini adalah Pulau Gam dan peternakan mutiara ini dimiliki dan dijalankan bukan oleh penduduk asli, tapi oleh pendatang. Pemimpinnya berkata kepada kami, &quot;Alhamdulillah, kalian bertemu kami. Kalau kami ini penduduk asli, besar kemungkinan kalian tidak bernyawa lagi.&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika facility ini dimiliki oleh penduduk asli, kami dianggap tresspassing, menerobos property tanpa ijin, karena itu harus dibunuh. Bertahun kemudian saya mendengar cerita ustadz Fadlan Garamatan yang kakinya ditombak detik ia menjejakkan kaki di desa tujuan dakwahnya. Allah.. Allah, betapa sedikit kami berdzikir, betapa sedikit kami minta ampun, betapa sedikit kami bersyukur, betapa rahmat dan ampunanMu melebihi yang pantas kami terima.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hingga saat saya menuliskan ini, perut saya masih terasa seperti diaduk-aduk. Masih teringat kalutnya, yaa Allah. Bagai gambaran hari akhir di surah-surah juz 30, astaghfirullah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesudah semua berlalu barulah saya ingat Pak Haji di desa Selpele. Satu-satunya muslim di desa itu, yang membuka rumahnya untuk kami tumpangi sholat, yang tangannya tidak berhenti menghitung tasbih dan lafazhnya basah oleh dzikir. Yang memberikan nasihatnya kepada kami di dermaga, &quot;Jangan lupa dzikir!&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Astaghfirullah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Allah karuniakan Pak Haji itu dengan kemudahan dan kelapangan dunia dan akhirat, dan surga tanpa hisab. Aamiin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6547589865/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;PB233791&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;PB233791&quot; height=&quot;450&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7020/6547589865_86d36f9d7e_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Epilog:&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Esok paginya kami bertolak melanjutkan perjalanan menuju Waisai. Gerbangnya adalah selat Kabui.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selat indah berlaut dangkal ini seharusnya sudah kami temukan sore kemarin. Lokasinya dekat dengan Wayag. Perkiraan kami tidak akan lama kami sudah menemukannya dan dengan segera sampai di Waisai. Saya ingat sore itu sebelum kami betul-betul kalut, mas Arya memegang peta dan melihat ke sekeliling dengan wajah bingung , &quot;Harusnya di sini kita sudah bertemu selat Kabui! Harusnya di sini! Tidak jauh semestinya sudah kelihatan!&quot; Tapi yang terlihat hanya laut semata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Astaghfirullah. Astaghfirullah. Astaghfirullah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Betapa sombongnya kami, betapa sombongnya saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami mengucapkan terimakasih yang tidak mungkin cukup kepada pengelola peternakan mutiara beserta timnya yang luar biasa baik hati dan ramah. Buat saya, mereka orang-orang istimewa pilihan Allah. Semoga Allah balas kebaikan mereka dengan ampunan dan surga tanpa hisab, aamiin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin tidak sampai setengah jam, kami sudah tiba di selat Kabui! Selat yang kemarin kami cari-cari! Astaghfirullah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungguh Allah telah menutup pandangan mata kami untuk menundukkan kesombongan manusia, mengajari kami pelajaran paling berharga: manusia tidak punya daya dan Allah lah penguasa langit dan bumi. Allah Rahmaan, Rahiim. Allah Kariim.&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Selat Kabui&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6620863475/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Raja Ampat 338&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Raja Ampat 338&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7157/6620863475_4f1c7df1cb_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;Selat dangkal yang sangat indah ini bagaikan bonus dari Allah yang membuat kami, saya , tertunduk malu. Rasanya tidak pantas kami menerima keindahan ini. Laut dangkal, pulau-pulau limestones, dengan manta-manta besar dan kecil yang sering kali terlihat melintas di beningnya air yang terjangkau tangan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6620864285/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Raja Ampat 339&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Raja Ampat 339&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7010/6620864285_8770c7d1aa_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544173241/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Kabui Strait 6&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kabui Strait 6&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7165/6544173241_0d62e06404_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;Setelah episode dzikrul maut akbar kemarin, mendapati alam bagai surga sungguh membuat hati saya ngilu. Seperti tidak cukup keindahan ini membuat saya terdiam, rasa malu dan takut lebih melunglaikan jiwa. Bagaimana mungkin manusia pantas menerima kasih sayang Allah, jika sekedar mengingatNya saja lalai?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ampuni kami yaa, Allah. Rabbanaghfirlanaa. Rabbanaghfirlanaa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Diselesaikan di bangku taman Kebagusan City, jelang maghrib&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Jum&#39;at, 7 Rabiul Awwal 1445 | 22 Sept 2023&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Catatan Singkat Tentang Pulau Gam:&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Di malam hari ketika kami selesai membersihkan diri dan akhirnya merebahkan tubuh di mess peternakan mutiara ini, barulah kami menyadari ramainya suara burung malam. Bagaikan berada di taman burung!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suara-suara burung yang eksotis terdengar bersahut-sahutan tak berhenti, ada yang jauh, ada yang dekat. Kami hanya bisa menebak-nebak, kira-kira seindah apa paruhnya, sewarna-warni apa bulunya, sepanjang apa ekornya! Saya membayangkan cendrawasih dan burung-burung berparuh panjang berjambul indah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah, Allah, aku tunduk yaa, Rabb. Kami dengar, kami ta&#39;at.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;Berjalanlah di muka bumi, lihat, dengar, alami. Cukuplah alam ini menundukkan hati. Tidaklah Allah ciptakan semua ini sia-sia.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br class=&quot;Apple-interchange-newline&quot; /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/3648967907919879357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2023/09/an-unforgettable-evening-bag-2-dzikrul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/3648967907919879357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/3648967907919879357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2023/09/an-unforgettable-evening-bag-2-dzikrul.html' title='An Unforgettable Evening (Bag. 2: Dzikrul Maut Akbar - Finished)'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-5168055302112298861</id><published>2023-09-19T11:53:00.004+07:00</published><updated>2023-09-19T11:56:05.888+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Backpacking"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="National Park"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Oleh-oleh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Raja Ampat"/><title type='text'>An Unforgettable Evening (Bag. 1: Nasihat Pak Haji)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544229919/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Selpele Girls&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Selpele Girls&quot; height=&quot;600&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7014/6544229919_a3fb323de5_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p&gt;Meski hati masih tak hendak meninggalkan wayag, siang itu perjalanan harus segera dilanjutkan. Pak kapten kapal luka di kaki, harus segera dibawa ke rumah sakit di Waisai, ibukota kabupaten Raja Ampat di pulau Waigeo.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Di tengah pelayaran, kami singgah di sebuah desa bernama Selpele untuk kembali mengisi bahan bakar. Ada seorang pak haji di desa itu, di mana kami menumpang sholat di rumahnya. Selagi menunggu bahan bakar diisi, sebuah kapal motor yang bagus dan canggih berlabuh, rupanya seorang pejabat daerah yang sedang inspeksi. Beliau ngobrol dengan mas Arya, dan cukup terkejut mengetahui bahwa kami mengarungi laut dari Ternate hanya dengan perahu motor sederhana tanpa lampu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6620937489/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;An Eagle In The Sky of Raja Ampat&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;An Eagle In The Sky of Raja Ampat&quot; height=&quot;488&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7155/6620937489_e5fe6159aa_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiba saatnya melanjutkan perjalanan. Dan ini mungkin adalah salah satu detik-detik yang akan saya ingat sepanjang usia dan saya jadikan pelajaran sangat penting dalam hidup yang singkat ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami semua sudah naik ke kapal. Semua yang di dermaga melepas kami pergi, termasuk Pak Haji yang solih. Di tangannya terlihat tasbih, dan jarinya bergerak menghitung bulirnya. Pastilah lisannya basah oleh dzikir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika perahu motor bergerak menjauhi dermaga, kami semua melambaikan tangan dan mengucapkan salam pamit. Tiba-tiba Pak Haji berteriak, &quot;Jangan lupa dzikir!&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Little did we know, it turned out to be the most important nasihah for us.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore itu, diproyeksikan kami sudah akan memasuki Selat Kabui, sebuah celah sempit berlaut dangkal antara Pulau Gam dan Pulau Waigeo, yang menjadi gerbang ke Waisai. Kapten Kapal kami adalah nakhoda yang cermat, sangat mahir memperkirakan jarak dan waktu tempuh. Sejauh ini, perkiraan dan panduan beliau tidak ada yang meleset.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun manusia tidak akan pernah bisa melawan skenario Allah. Ketika Allah memutuskan memberimu pelajaran dan menaklukkan semua egomu, matamu sendiri akan mengelabuimu, keterampilanmu tak berguna, perencanaanmu tinggal wacana.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;
&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544166639/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Sunset otw to P. Gam&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sunset otw to P. Gam&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7023/6544166639_cb6d7e0ca3_z.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; width=&quot;360&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;Saya mulai menyadari ada sesuatu yang aneh ketika matahari semakin hilang tapi tidak ada setitikpun tanda-tanda daratan. Rupanya ini disadari juga oleh seisi kapal dan mulai bertanya kepada Pak Kapten dan mas Arya. Dengan segera kami menyadari, somehow, kami telah salah arah, dan saat ini ada di tengah laut, menjelang malam, di dalam kapal kecil tak berlampu, tak ada setitikpun daratan terlihat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepuluh menit, lima belas menit, setengah jam. Hari semakin gelap. Kapal terus melaju, Pak Kapten dan Mas Arya berusaha mencari arah. Tapi hari semakin gelap. Tidak ada daratan. Setengah jam menjadi satu jam. Kekhawatiran berubah menjadi ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seisi kapal hening, gelisah, ketakutan, sebagian mondar-mandir tidak jelas. Semua berusaha melihat ke kejauhan, berharap ada gundukan daratan. Tidak ada.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;
  &lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544167317/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Dramatic Sky Everyday&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dramatic Sky Everyday&quot; height=&quot;449&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7145/6544167317_56fa6b044e_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika maghrib benar-benar turun, 2 awak kapal mulai broke down.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Mati kita! Mati kita!&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya berharap bisa menyumpal mulutnya dengan tambang kapal!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak ingat berapa menit atau jam berlalu, saya tidak ingat dzikir apa saja yang terlafazh tanpa henti. Namun saya ingat menatap langit maghrib menuju &#39;isya yang biru pekat, belum hitam, dan berpikir, &quot;Yaa Allah, sungguh menakjubkan Engkau tidak jadikan ia hitam pekat seketika, betapa lamanya langit itu dalam keadaan setengah tercahayai, seperti lampu remang-remang yang tertinggal cahayanya menerangi jalan yang hitam pekat. Sungguh Engkau menolong kami, sungguh engkau tidak melepaskan kami dari pengawasanMu.&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahu akbar, lama sekali langit itu tidak menjadi hitam!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya, langit pun hitam tanpa sisa. Belum ada tanda-tanda kehidupan. Awak kapal kian meracau, mengoceh menjatuhkan mental seisi kapal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya merasakannya sebagai malam terpanjang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiba-tiba ada secercah cahaya sangat kecil di kejauhan. Lalu secercah lagi. Dua titik cahaya. Sangat kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cahaya itu belum tentu daratan, belum tentu kapal, belum tentu manusia. Masih ada kemungkinan keramba ikan nelayan yang tidak ditunggui. Kami tidak bisa mengambil resiko salah pilih, karena bahan bakar terbatas. Dari kecil titiknya, bisa diperkirakan jaraknya sangat jauh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kapal dikurangi lajunya, hanya agar bisa stabil di atas laut. Dengan senter yang tidak terlalu besar, kami memberi isyarat cahaya. Berharap pendarnya sanggup menempuh gelapnya malam yang kini sudah benar-benar turun. Berjuta doa dan dzikir. Yaa Allah, hanya milikMu cahaya dan udara, mereka tentara-tentaraMu, berada di bawah komandoMu, di bawah keputusanMu: apakah Engkau ijinkan mereka sampaikan cahaya lemah ini ke kejauhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah berapa lama kami menunggu, ketika salah satu titik cahaya mengedip membalas. Lalu mengedip lagi. Kami balas lagi dengan kedipan cahaya. Lalu cahaya itu membalas lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah, Yaa Rabb.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak menunggu lama, kapten kapal mengarahkan kapal ke titik itu. Mas Arya dan awak kapal bergantian menjaga isyarat cahaya tetap saling berbalasan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami, manusia, berpikir bahaya ini selesai. Tinggal tunggu sampai, happy ending. Kami salah besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini, bukanlah yang terburuk. Bahaya lebih besar menanti kami, justru ketika kami sudah sedemikian dekat dengan pertolongan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketahuilah, pertolongan manusia tak ada gunanya. Jika Allah tidak takdirkan, tidak tetapkan pertolongan itu sampai, tidak akan sampai, meski hanya beberapa ratus meter di depan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;To Be Continued&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br class=&quot;Apple-interchange-newline&quot; /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/5168055302112298861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2023/09/an-unforgettable-evening-bag-1-pak-haji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/5168055302112298861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/5168055302112298861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2023/09/an-unforgettable-evening-bag-1-pak-haji.html' title='An Unforgettable Evening (Bag. 1: Nasihat Pak Haji)'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Wajag Island, Selpele, Waigeo Barat, Raja Ampat Regency, West Papua, Indonesia</georss:featurename><georss:point>0.1592615 130.0504932</georss:point><georss:box>-32.977480788770251 94.8942432 33.29600378877025 165.2067432</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-6323184825547656025</id><published>2023-09-18T20:39:00.003+07:00</published><updated>2023-09-18T20:39:40.187+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Backpacking"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="National Park"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Oleh-oleh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Raja Ampat"/><title type='text'>Wayag. Where Time Stands Still.</title><content type='html'>&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544162563/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Wayag 8&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Wayag 8&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7158/6544162563_8c24decd35_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;p&gt;Kami tidak bermalam di Gebe. Sesudah sholat dan makan, melanjutkan perjalanan. InsyaAllah sore ini akan masuk gerbang Raja Ampat dari arah barat: Wayag.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Sore menjelang, dari kejauhan terlihat daratan berbentuk puncak-puncak limestones. Semakin dekat semakin banyak! Akhirnya terlihatlah jajaran limestones sambung menyambung menyembul dari laut yang bening biru turquoise, bagai gapura menyambut kami yang tertegun di bumi Nuu War nan indah milik Allah. Allahu akbar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6620563413/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Raja Ampat 32&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Raja Ampat 32&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7154/6620563413_2096b608e3_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kapal langsung menuju dermaga utama di Wayag. Hari sudah sore, meneroka limestones harus menunggu esok pagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami bermalam di penginapan resmi milik pengelola Kawasan Konservasi Laut Wayag, Taman Nasional Raja Ampat. Tapi sudah bisa diduga, untuk urusan tidur, hampir semua memilih menggelar sleeping bed di dermaga. Sleeping above the sea, under the stars!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544153689/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Wayag 1&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Wayag 1&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7158/6544153689_42f16ef0f2_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Wayag, pantainya bening perawan, bahkan ikan hiu kecil tidak ragu-ragu berenang hingga ke pantai. Tidak takut diburu manusia. We swam sepagian di pantai barengan hiu-hiu bebas berenang gembira ria, tidak ditangkar hingga stress dan mati seperti teman-temannya di Karimun Jawa (alhamdulillah sekarang sudah dibongkar tempat penangkaran itu). Meliuk-liuk mereka di bawah kami, swimming so adorably graceful. Allahu akbar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6620593823/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Raja Ampat 313&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Raja Ampat 313&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7173/6620593823_63814cbb25_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6620601887/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Raja Ampat 318&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Raja Ampat 318&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7170/6620601887_8d930c1d98_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada tiram raksasa yang membuka dan mengatup pelan. Persis seperti di film-film kartun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penjelajahan limestones Wayag was more that we expected. We expect this magnificent view seperti yang sering terlihat di majalah dan di media sosial. Kenyataannya, jauh lebih indah. Allahu akbar. We&#39;re probably lebay, but yes, ada pekik tasbih dan air mata. Ada buncahan di dada yang tidak bisa dijelaskan. Ada hening dan sesak nafas. Dan gak mau turun dari puncak limestones. Kalau bukan karena hari yang semakin siang dan matahari sudah sangat tinggi dan membakar, menolak turun, gak mau.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahu akbar, yaa Rabbii. Betapa sedikit kami bersyukur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544164077/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Wayag 9&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Wayag 9&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7008/6544164077_b7551f6b9c_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6547589373/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;PB223782&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;PB223782&quot; height=&quot;450&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7163/6547589373_083924ddee_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6620622443/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Raja Ampat 326&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Raja Ampat 326&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7164/6620622443_ba90beebfe_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6620635645/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Raja Ampat 330&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Raja Ampat 330&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7025/6620635645_56f959723a_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544161097/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Wayag 7&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Wayag 7&quot; height=&quot;451&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7026/6544161097_c23df37a58_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/6323184825547656025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2023/09/wayag-where-time-stands-still.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/6323184825547656025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/6323184825547656025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2023/09/wayag-where-time-stands-still.html' title='Wayag. Where Time Stands Still.'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9153859.post-387229192212266741</id><published>2023-09-16T15:03:00.000+07:00</published><updated>2023-09-16T15:03:12.486+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Backpacking"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Halmahera"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Oleh-oleh"/><title type='text'>School Fish Sebesar Rumah di Pulau Gebe</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6547587731/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;PB213582&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;PB213582&quot; height=&quot;450&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7008/6547587731_929683a662_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Kepulauan Widhi di kaki selatan Halmahera, kami ke arah timur menuju Wayag, gerbang Raja Ampat dari arah barat. Saya tidak mungkin melewatkan bercerita mengenai Pulau Gebe.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Singgah di pulau ini untuk mengisi bahan bakar, masak dan makan. Pelabuhannya mungil tapi rapi dan bersih. Pantainya perawan dan lautnya bening cling kinclong. Ketika saya berdiri di dock kayu yang cukup tinggi,&amp;nbsp; gerombolan school fish di bawah kaki memanggil-manggil mengajak bermain. Saya lihat air di bawah cukup dalam untuk diloncati, sungguh menggoda! *snorkel bergetar keras* I could not help myself! Ambil mask, snorkel dan fin, &quot;I&#39;m coming, my friends!&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544151903/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Gebe Island 6&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gebe Island 6&quot; height=&quot;449&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7004/6544151903_b95a5e53ee_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//embedr.flickr.com/assets/client-code.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Terjun ke laut, dengan segera saya sudah berada di antara kerumunan ikan-ikan yang bergerak senada seirama dengan indahnya atas perintah Allah. Sebuah dzikir yang teratur sempurna. Saya berenang santai snorkeling ke tengah laut sambil mengagumi school fish yang tidak berhenti bermunculan. Makin ke tengah makin besar!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya terus bergerak dan akhirnya berhenti di tengah-tengah ketika di hadapan saya school fishnya.. sebesar rumah! Literally! Saya menegakkan tubuh di dalam air dan membiarkan diri tenggelam agak ke dalam untuk melihat seberapa besar school fish ini. Kepala saya mendongak bergerak dari kiri ke kanan, mata saya mencoba mengukur besarnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544149165/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Gebe Island 3&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gebe Island 3&quot; height=&quot;449&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7141/6544149165_1209b43102_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Di tengah lautan itu, saya tertegun menyaksikan the biggest school fish I&#39;ve ever seen in my life. Allahu akbar, walillahilhamd. Allah, yaa Allah, betapa sedikit kami bersyukur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di kejauhan saya lihat Soni. Rupanya dia sudah jauh lebih ke tengah lagi! Si jago berenang dan menyelam itu! Saya muncul ke permukaan dan Ia berteriak from the top of his lung, &quot;Mbaaaaaaaak, school fishnya gede bangeeeeetttttttt!!!!!&quot; Allahu akbar. Soni mungkin melihat yang lebih besar lagi!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a data-flickr-embed=&quot;true&quot; href=&quot;https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3/6544151065/in/album-72157628499141801/&quot; title=&quot;Gebe Island 5&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gebe Island 5&quot; height=&quot;449&quot; src=&quot;https://live.staticflickr.com/7005/6544151065_63074ba897_c.jpg&quot; width=&quot;800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hingga detik saya menuliskan ini, years and years after, saya masih sering berhenti sejenak dan terdiam mengingat setiap detailnya. Andai bisa saya gambarkan apa yang saya rasakan, mungkin akan menjadi sebuah tadabbur Qur&#39;an yang bermanfaat bagi orang lain. Yang bisa saya sampaikan mungkin hanya ini:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;the miraculous signs (ayaat) of Allah are there, waiting for you to experience them. Go out and have &#39;em. Go out and have the closest most personal connection with your Rabb. The one who created you in the first place. The one who keeps nurturing you, taking extremely loving care for you. Go out, go out. And go back home a better slave of Allah, a better person for your people and your surrounding.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/feeds/387229192212266741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2023/09/school-fish-sebesar-rumah-di-pulau-gebe.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/387229192212266741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9153859/posts/default/387229192212266741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pennylaneonline.blogspot.com/2023/09/school-fish-sebesar-rumah-di-pulau-gebe.html' title='School Fish Sebesar Rumah di Pulau Gebe'/><author><name>Riana Ambarsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01215519661527395502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy2QOs1chpuusE1OgfWGDQmDW3nsPWxt6jAjxlx23SfSlAkjC3t0ZM2KuEjIbRtHswjaQXYyfj6YqFox4-3EaqOVA9B4trbH0UUyDAZZeeqdOqOCwQoL1RyMv_Qr7eLmtK7RWEAn8wbAHA0n9Pp23IqiY_hVgD6Zzzq_R8rHK7YpCvrA/s220/Riana%20copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Gebe Island, Pulau Gebe, Central Halmahera Regency, North Maluku, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.1225875 129.49679</georss:point><georss:box>-28.432821336178847 94.34054 28.187646336178844 164.65304</georss:box></entry></feed>