<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>ABDUL SAKUR'S BLOG</title>
	<atom:link href="https://mabdulsakur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://mabdulsakur.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Jadi Guru Matematika Kreatif &amp; Inovatif</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Aug 2011 14:21:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21827382</site><cloud domain="mabdulsakur.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/fba9e9fe507a124afa4a87cd4cd912dbd1d54c2e4c6af70e52bb56a36c2d37af?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fwebclip.png</url>
		<title>ABDUL SAKUR'S BLOG</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://mabdulsakur.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="ABDUL SAKUR'S BLOG" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://mabdulsakur.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Belajar Jadi Guru Matematika Kreatif &amp; Inovatif</itunes:subtitle><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item>
		<title>Strategi Pembelajaran</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/08/24/strategi-pembelajaran/</link>
					<comments>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/08/24/strategi-pembelajaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mabdulsakur]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 14:20:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Pembelajaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mabdulsakur.wordpress.com/?p=115</guid>

					<description><![CDATA[Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi juga bisa diartikn sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/ak.jpg"><img data-attachment-id="116" data-permalink="https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/08/24/strategi-pembelajaran/ak/" data-orig-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/ak.jpg" data-orig-size="209,151" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="ak" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/ak.jpg?w=209" class="alignleft size-full wp-image-116" title="ak" src="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/ak.jpg?w=535" alt=""   srcset="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/ak.jpg?w=169&amp;h=122 169w, https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/ak.jpg?w=150&amp;h=108 150w, https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/ak.jpg 209w" sizes="(max-width: 169px) 100vw, 169px" /></a>Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi juga bisa diartikn sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.</p>
<p>Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya, 2007 : 126).<br />
<span id="more-115"></span><br />
Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dari pendapat tersebut, Dick and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa (Sanjaya, 2007 : 126).</p>
<p>Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metide dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti bahwa di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya disini bahwa arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun sebelumnya perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.</p>
<p>Menurut Djamarah (2002 : 5-6) ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal sebagai berikut:</p>
<p>Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.<br />
Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.<br />
Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.<br />
Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.</p>
<p>Dari batasan di atas, dapat digambarkan bahwa ada empat pokok masalah yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar dapat berhasil sesuai dengang yang diharapkan.</p>
<p>Pertama, dapat dilihat bahwa apa yang dijadikan sebagai sasaran dari kegiatan belajar mengajar. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah, oleh karena itu maka tujuan dari pengajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkret, sehingga mudah dipahami oleh anak didik.</p>
<p>Kedua, memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Dan disini dapat dilihat bahwa bagaimana cara seorang guru memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan teori apa yang harus digunakan oleh seorang guru dalam memecahkan masalah suatu kasus, akan mempengaruhi hasilnya.</p>
<p>Ketiga, memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Metode dan teknik penyajian untuk memotivasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman untuk memecahkan masalah.</p>
<p>Keempat, menerapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. Sehingga suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya setelah dilakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain.</p>
<p>Menurut Sanjaya (2007 : 177 – 286) ada beberapa strategi pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru:</p>
<p>a. Strategi pembelajaran ekspositori</p>
<p>b. Strategi pembelajaran inquiry</p>
<p>c. Strategi pembelajaran berbasis masalah<br />
d. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir</p>
<p>Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa. Dalam pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, akan tetapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa.</p>
<p>Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan.</p>
<p>Dari pengertian di atas terdapat beberapa hal yang terkandung di dalam strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. Pertama, strategi pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal.</p>
<p>Kedua, telaahan fakta-fakta sosial atau pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, artinya pengembangan gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari dan berdasarkan kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Ketiga, sasaran akhir strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak.</p>
<p>e. Strategi pembelajaran kooperatif</p>
<p>Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada empat unsur penting dalam strategi pembelajaran kooperatif yaitu: (a) adanya peserta dalam kelompok, (b) adanya aturan kelompok, (c) adanya upaya belajar setiap kelompok, dan (d) adanya tujuan yang harus dicapai dalam kelompok belajar..</p>
<p>Strategi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen), sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperoleh penghargaan (reward), jika kelompok tersebut menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan.</p>
<p>f. Strategi pembelajaran kontekstual CTL</p>
<p>g. Strategi pembelajaran afektif</p>
<p>Strategi pembelajaran afektif memang berbeda dengan strategi pembelajaran kognitif dan keterampilan. Afektif berhubungan dengan nilai (value), yang sulit diukur, oleh sebab itu menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam diri siswa. Dalam batas tertentu memang afeksi dapat muncul dalam kejadian behavioral, akan tetapi penilaiannya untuk sampai pada kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan membutuhkan ketelitian dan observasi yang terus menerus, dan hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan. Apabila menilai perubahan sikap sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah kita tidak bisa menyimpulkan bahwa sikap anak itu baik, misalnya dilihat dari kebiasaan berbahasa atau sopan santun yang bersangkutan, sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru. Mungkin sikap itu terbentuk oleh kebiasaan dalam keluarga dan lingkungan keluarga.</p>
<p>Strategi pembelajaran afektif pada umumnya menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung konflik atau situasi yang problematis. Melalui situasi ini diharapkan siswa dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai yang dianggapnya baik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/08/24/strategi-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/7fa52eb290b6afae588bfdd8721aa7d07951f3c1def27ce62d43bb93da509d60?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">mabdulsakur</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/ak.jpg">
			<media:title type="html">ak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa Menyehatkan Tubuh</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/08/07/puasa-menyehatkan-tubuh/</link>
					<comments>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/08/07/puasa-menyehatkan-tubuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mabdulsakur]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 18:01:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mabdulsakur.wordpress.com/?p=109</guid>

					<description><![CDATA[Ramadhan telah tiba, umat Islam menyambutnya dengan gembira. Pada bulan Ramadhan umat Islam melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh, sebagai salah satu rukun yang wajib di jalani. Dibalik kewajiban menahan haus dan lapar serta nafsu mulai dari setelah waktu sahur sampai waktu maghrib, puasa juga menyimpan banyak maslahat bagi manusia. Selain meningkatkan aspek rohani, shaum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/seh.jpg"><img data-attachment-id="110" data-permalink="https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/08/07/puasa-menyehatkan-tubuh/seh/" data-orig-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/seh.jpg" data-orig-size="113,113" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="seh" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/seh.jpg?w=113" class="alignleft size-full wp-image-110" title="seh" src="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/seh.jpg?w=535" alt=""   /></a>Ramadhan telah tiba, umat Islam menyambutnya dengan gembira. Pada bulan Ramadhan umat Islam melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh, sebagai salah satu rukun yang wajib di jalani.</p>
<p>Dibalik kewajiban menahan haus dan lapar serta nafsu mulai dari setelah waktu sahur sampai waktu maghrib, puasa juga menyimpan banyak maslahat bagi manusia. Selain meningkatkan aspek rohani, shaum juga meningkatkan daya tahan tubuh serta meremajakan tubuh dari sel-sel yang telah mati.<br />
<span id="more-109"></span><br />
Secara biokimia sel yang ada dalam tubuh kita dilihat dari segi reproduksinya terbagi dua, yaitu meosis dan mitosis. Meosis terjadi pada sel reproduksi 1 sel membelah jadi 4, sedangkan Mitosis terjadi untuk berbagai jenis sel dari ujung rambut ujung kaki dengan proses pembelahan sel 1 menjadi 2, 2 jadi 4 dan seterusnya.</p>
<p>Karena jumlah sel dalam tubuh kita miliaran maka adanya kerusakan sel dalam tubuh dan perlunya penggantian suku cadang. Tetapi, proses pembelahan sel tidak selalu berjalan mulus dan teratur karena banyaknya gangguan. Ternyata dengan shaum kondisi ini bisa dicegah.</p>
<p>Selama kondisi shaum tubuh kita memerlukan banyak energi, tetapi karena tidak makan dan minum maka sumber energi yang dipakai berasal dari glikogen di dalam hati, juga lapisan lemak di belakang kulit kita. Dengan banyaknya pemakaian cadangan energi dalam tubuh menyebabkan proses pembelahan sel berjalan serentak dan banyak.</p>
<p>Namun proses ini pun masih dapat terganggu apabila energi cadangan ini untuk keperluan lain, misalnya marah-marah. Karena energi untuk pembelahan sel dimanfaatkan untuk melampiaskan hawa nafsu. Ini salah satu hikmah mengapa selama bulan shaum kita harus menahan marah.</p>
<p>Proses penggantian sel ini juga membutuhkan waktu, lamanya penggantian suku cadang secara menyeluruh dari ujung rambut ke ujung kaki sekitar 30 hari. Ini juga hikmah lain mengapa shaum dijalankan selama satu bulan gunanya memberikan waktu yang cukup bagi terjadinya regenerasi sel secara sempurna.</p>
<p>Dengan satu bulan penuh kita menunaikan shaum ramadhan dengan benar dan baik, secara ruhani Allah menjanjikan kita bersih seperti bayi yang baru lahir, selain itu juga secara fisik kita melakukan peremajaan sel dalam tubuh kita.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/08/07/puasa-menyehatkan-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/7fa52eb290b6afae588bfdd8721aa7d07951f3c1def27ce62d43bb93da509d60?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">mabdulsakur</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/08/seh.jpg">
			<media:title type="html">seh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syarat Kenaikan Kelas</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/07/syarat-kenaikan-kelas/</link>
					<comments>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/07/syarat-kenaikan-kelas/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mabdulsakur]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 08:59:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mabdulsakur.wordpress.com/?p=101</guid>

					<description><![CDATA[Pada posting berikut iseng-iseng menampilkan syarat-syarat kenaikan kelas di MTs. Negeri Slawi, yaiyu sebagai berikut: 1. Peserta didik dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal. 2. Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila, a) Jika peserta didik tidak menuntaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada posting berikut iseng-iseng menampilkan syarat-syarat kenaikan kelas di MTs. Negeri Slawi, yaiyu sebagai berikut:<br />
1.	Peserta didik dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal.<br />
2.	Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila,<br />
<span id="more-101"></span><br />
a) Jika peserta didik tidak menuntaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun pelajaran, dan<br />
b) Jika karena alasan yang kuat, misal karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.</p>
<p>Satuan pendidikan dapat menentukan ketidaknaikan kelas kurang dari empat mata pelajaran tidak tuntas sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan.</p>
<p>3.	Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai peserta didik untuk semua indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.</p>
<p>4.	Naik Normatif<br />
	Berdasarkan nilai raport murni/akademik<br />
	Kehadiran dalam tatap muka<br />
	Moral/perilaku/pelanggaran</p>
<p>5.	Naik Prediksi Wali Kelas<br />
	Pengamatan akademik/kemampuan mengikuti pelajaran<br />
	Absensi dan kehadiran<br />
	Moral/perilaku/pelanggaran<br />
	Masukan dari guru mapel</p>
<p>6.	Naik Prediksi Guru Mapel<br />
	Nilai ulangan harian/tugas, mid semester dan semester<br />
	Kehadiran dalam tatap muka<br />
	Moral/perilaku/pelanggaran<br />
	Keaktifan, minat dan perhatian dalam KBM</p>
<p>7.	Berdasarkan Analisis SK/KD<br />
<a href="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/aa.jpg"><img data-attachment-id="102" data-permalink="https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/07/syarat-kenaikan-kelas/aa/" data-orig-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/aa.jpg" data-orig-size="222,46" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="aa" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/aa.jpg?w=222" class="alignleft size-full wp-image-102" title="aa" src="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/aa.jpg?w=535" alt=""   srcset="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/aa.jpg 222w, https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/aa.jpg?w=150&amp;h=31 150w" sizes="(max-width: 222px) 100vw, 222px" /></a></p>
<p>NM	=  Naik murni → telah memenuhi KKM untuk seluruh mapel<br />
NPM	=  Naik Tanpa Pertimbangan → telah mencapai KKM berdasarkan rata-rata<br />
NB	=  Naik Bersyarat → nilai kurang dari 50 namun alpha dan moral dipertimbangkan<br />
NP	=  Naik Pindah → 4 aspek tidak mendukung untuk bisa naik kelas</p>
<p>Rumus:<br />
1.	Akademik kurang &gt; 3 mapel<br />
2.	Alpha maks 9 kali</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/07/syarat-kenaikan-kelas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/7fa52eb290b6afae588bfdd8721aa7d07951f3c1def27ce62d43bb93da509d60?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">mabdulsakur</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/aa.jpg">
			<media:title type="html">aa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demonstrasi &amp; Permainan (games)</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/06/demonstrasi-permainan-games/</link>
					<comments>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/06/demonstrasi-permainan-games/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mabdulsakur]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 17:02:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Pembelajaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mabdulsakur.wordpress.com/?p=97</guid>

					<description><![CDATA[Demonstrasi Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan kepada peserta. Karena itu, demonstrasi dapat dibagi menjadi dua tujuan: demonstrasi proses untuk memahami langkah demi langkah; dan demonstrasi hasil untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil dari sebuah proses. Biasanya, setelah demonstrasi dilanjutkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/duduk.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="98" data-permalink="https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/06/demonstrasi-permainan-games/duduk/" data-orig-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/duduk.jpg" data-orig-size="425,408" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="duduk" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/duduk.jpg?w=425" class="alignleft size-thumbnail wp-image-98" title="duduk" src="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/duduk.jpg?w=150&#038;h=142" alt=""   srcset="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/duduk.jpg?w=150 150w, https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/duduk.jpg?w=96 96w, https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/duduk.jpg?w=192 192w" sizes="(max-width: 96px) 100vw, 96px" /></a><strong>Demonstrasi</strong><br />
Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan kepada peserta. Karena itu, demonstrasi dapat dibagi menjadi dua tujuan: demonstrasi proses untuk memahami langkah demi langkah; dan demonstrasi hasil untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil dari sebuah proses.</p>
<p><span id="more-97"></span></p>
<p>Biasanya, setelah demonstrasi dilanjutkan dengan praktek oleh peserta sendiri. Sebagai hasil, peserta akan memperoleh pengalaman belajar langsung setelah melihat, melakukan, dan merasakan sendiri. Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan praktek adalah membuat perubahan pada rana keterampilan.</p>
<p><strong>Permainan (games)</strong></p>
<p>Permainan (games), populer dengan berbagai sebutan antara lain pemanasan (ice-breaker) atau penyegaran (energizer). Arti harfiah ice-breaker adalah ‘pemecah es’. Jadi, arti pemanasan dalam proses belajar adalah pemecah situasi kebekuan fikiran atau fisik peserta. Permainan juga dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat, dan antusiasme.</p>
<p>Karakteristik permainan adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai (sersan). Permainan digunakan untuk penciptaan suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak (akrab), dan dari jenuh</p>
<p>menjadi riang (segar). Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat.Sebaiknya permainan digunakan sebagai bagian dari proses</p>
<p>belajar, bukan hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar permainan.</p>
<p>Permainan sebaiknya dirancang menjadi suatu ‘aksi’ atau kejadian yang dialami sendiri oleh peserta, kemudian ditarik dalam proses refleksi untuk menjadi hikmah yang mendalam (prinsip, nilai, atau pelajaran-pelajaran). Wilayah perubahan yang dipengaruhi adalah rana sikap-nilai.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/06/demonstrasi-permainan-games/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/7fa52eb290b6afae588bfdd8721aa7d07951f3c1def27ce62d43bb93da509d60?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">mabdulsakur</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/duduk.jpg?w=150">
			<media:title type="html">duduk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ceramah &amp; Brainstorming</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/05/ceramah-brainstorming/</link>
					<comments>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/05/ceramah-brainstorming/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mabdulsakur]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 13:47:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Pembelajaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mabdulsakur.wordpress.com/?p=94</guid>

					<description><![CDATA[Metode Ceramah Metode ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah dengan kombinasi metode yang bervariasi. Mengapa disebut demikian, sebab ceramah dilakukan dengan ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan yang partisipatif (curah pendapat, disko, pleno, penugasan, studi kasus, dll). Selain itu, ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah yang cenderung interaktif, yaitu melibatkan peserta melalui adanya tanggapan balik atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Metode Ceramah</strong><br />
Metode ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah dengan kombinasi metode yang bervariasi. Mengapa disebut demikian, sebab ceramah dilakukan dengan ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan yang partisipatif (curah pendapat, disko, pleno, penugasan, studi kasus, dll).<br />
<span id="more-94"></span><br />
Selain itu, ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah yang cenderung interaktif, yaitu melibatkan peserta melalui adanya tanggapan balik atau perbandingan dengan pendapat dan pengalaman peserta. Media pendukung yang digunakan, seperti bahan serahan (handouts), transparansi yang ditayangkan dengan OHP, bahan presentasi yang ditayangkan dengan LCD, tulisan-tulisan di kartu metaplan dan/kertas plano, dll.</p>
<p><strong>Curah Pendapat (Brainstorming)</strong><br />
Metode curah pendapat adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi. </p>
<p>Tujuan curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat,<br />
informasi, pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya<br />
kemudian dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta gagasan (mindmap)<br />
untuk menjadi pembelajaran bersama.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/05/ceramah-brainstorming/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/7fa52eb290b6afae588bfdd8721aa7d07951f3c1def27ce62d43bb93da509d60?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">mabdulsakur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Konstruktivisme</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/pembelajaran-konstruktivisme/</link>
					<comments>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/pembelajaran-konstruktivisme/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mabdulsakur]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 17:14:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mabdulsakur.wordpress.com/?p=67</guid>

					<description><![CDATA[Pada dasarnya salah satu sasaran pembelajaran adalah membangun gagasan saintifik setelah peserta didik berinteraksi dengan lingkungan, peristiwa, dan informasi dari sekitarnya. Pandangan konstruktivisme sebagai filosofi pendidikan mutakhir ap semua peserta didik mulai dari usia TK sampai dengan perguruan tinggi memiliki gagasan/pengetahuansendiri tentang lingkungan dan peristiwa/gejala alam yang ada di sekitarnya, meskipun gagasan/pengetahuan ini naif atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/boy_math_hg_wht.gif"><img loading="lazy" data-attachment-id="72" data-permalink="https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/pembelajaran-konstruktivisme/boy_math_hg_wht/" data-orig-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/boy_math_hg_wht.gif" data-orig-size="312,312" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="boy_math_hg_wht" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/boy_math_hg_wht.gif?w=312" class="alignleft size-medium wp-image-72" title="boy_math_hg_wht" src="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/boy_math_hg_wht.gif?w=300&#038;h=300" alt=""   srcset="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/boy_math_hg_wht.gif?w=84 84w, https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/boy_math_hg_wht.gif?w=168 168w, https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/boy_math_hg_wht.gif?w=150 150w" sizes="(max-width: 84px) 100vw, 84px" /></a>Pada dasarnya salah satu sasaran pembelajaran adalah membangun gagasan saintifik setelah peserta didik berinteraksi dengan lingkungan, peristiwa, dan informasi dari sekitarnya. Pandangan konstruktivisme sebagai filosofi pendidikan mutakhir ap semua peserta didik mulai dari usia TK sampai dengan perguruan tinggi</p>
<p><span id="more-67"></span></p>
<p>memiliki gagasan/pengetahuansendiri tentang lingkungan dan peristiwa/gejala alam yang ada di sekitarnya, meskipun gagasan/pengetahuan ini naif atau kadang-kadang salah.</p>
<p>Mereka senantiasa mempertahankan gagasan/pengetahuan naif ini secara kokoh sebagai suatu kebenaran. Hal ini berlangsung karena gagasan/pengetahuan yang dimiliki peserta didik ini terkait dengan gagasan/pengetahuan awal lain yang sudah terbangun dalam wujud “schemata” (struktur kognitif) dalam benak siswa. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa inti kegiatan pendidikan adalah memulai pelajaran dari “apa yang diketahui siswa”. Guru tidak dapat mendoktrinasi gagasan saintifik supaya peserta didik mampu mengganti dan memodifikasi gagasannya yang non saintifik menjadi pengetahuan/gagasan saintifik. Dengan demikian, arsitek peubah gagasan peserta didik adalah peserta didik itu sendiri. Guru hanya berperan sebagai fasilitator penyedia “kondisi” supaya proses belajar untuk memperoleh konsep yang benar dapat berlangsung dengan baik. Beberapa kondisi belajar yang sesuai dengan filosofi konstruktivisme antara lain:<br />
o	Diskusi yang menyediakan kesempatan agar semua peserta didik mau mengungkapkan gagasan.<br />
o	Pengujian, dan penelitian sederhana.<br />
o	Demonstrasi, dan peragaan prosedur ilmiah.<br />
o	Kegiatan praktis lain yang memberi peluang peserta didik untuk mempertanyakan, memodifikasi dan mempertajam gagasannya.</p>
<p><strong>Empat Pilar Pendidikan:</strong><br />
Belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar untuk melakukan (learning to do), belajar untuk menjadi diri sendiri (learning to be), dan belajar untuk kebersamaan (learning to live together), merupakan pedoman yang perlu digunakan di dalam pembelajaran di kelas. Pembelajaran tidak seharusnya hanya mendudukkan siswa sebagai pendengar ceramah dengan guru memerankan dirinya sendiri sebagai pengisi informasi ke kepala siswa. Siswa harus diberdayakan agar mau dan mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya (learning to do). Kemudian interaksi para siswa dengan lingkungan fisik dan sosialnya menuntut kemampuan mereka untuk memahami pengetahuan yang berkaitan dengan dunia sekitarnya (learning to know).</p>
<p>Dari hasil interaksi dengan lingkungannya diharapkan dia dapat membangun pengetahuan dan kepercayaan diri sekaligus membangun jati diri (learning to be). Kesempatan berinteraksi dengan berbagai individu atau kelompok individu yang bervariasi akan membentuk kepribadiannya untuk memahami kemajemukan dan melahirkan sikap-sikap posisitif dan toleran terhadap keanekaragaman dan perbedaan masing-masing individu (learning to live together). Dalam konteks ini siswa perlu dilatih bekerja sama, terbiasa mendengar dan menemui pandangan yang berbeda namun siswa diharapkan masih tetap bersikap kritis.</p>
<p>Dari dua pandangan tersebut, kegiatan pembelajaran di kelas haruslah:<br />
1.	Berpusat pada siswa<br />
2.	Belajar dengan Melakukan<br />
3.	Mengembangkan Kemampuan Sosial<br />
4.	Mengembangkan Keingintahuan, Imajinasi, dan Fitrah Ber-Tuhan<br />
5.	Mengembangkan Keterampilan Memecahkan Masalah<br />
6.	Mengembangkan Kreatifitas Siswa<br />
7.	Mengembangkan Kemampuan Menggunakan Ilmu dan Teknologi<br />
8.	Menumbuhkan Kesadaran Sebagai Warga Negara yang Baik<br />
9.	Belajar Sepanjang Hayat</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/pembelajaran-konstruktivisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">67</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/7fa52eb290b6afae588bfdd8721aa7d07951f3c1def27ce62d43bb93da509d60?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">mabdulsakur</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/boy_math_hg_wht.gif?w=300">
			<media:title type="html">boy_math_hg_wht</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Menyimak</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/mari-menyimak/</link>
					<comments>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/mari-menyimak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mabdulsakur]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 04:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Menyimak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mabdulsakur.wordpress.com/?p=15</guid>

					<description><![CDATA[Menyimak adalah suatu proses kegiatan menyimak lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Dengan menyimak seseorang dapat menyerap informasi atau pengetahuan yang disimaknya. Menyimak juga mempelancar keterampilan berbicara dan menulis. Semakin baik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/a1.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="39" data-permalink="https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/mari-menyimak/a1/" data-orig-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/a1.jpg" data-orig-size="91,91" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="a1" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/a1.jpg?w=91" class="alignleft size-full wp-image-39" title="a1" src="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/a1.jpg?w=535" alt=""   /></a>Menyimak adalah suatu proses kegiatan menyimak lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.<br />
<span id="more-15"></span><br />
Dengan menyimak seseorang dapat menyerap informasi atau pengetahuan yang disimaknya. Menyimak juga mempelancar keterampilan berbicara dan menulis. Semakin baik daya simak seseorang maka akan semakin baik pula daya serap informasi atau pengetahuan yang disimaknya.</p>
<p>Apakah yang dimaksud dengan teks informatif? Informasi itu, artinya berita, kabar, penjelas/pemberitahuan tentang suatu hal/objek tertentu. Sumber/pemberi informasi disebut informan yaitu orang yang memberikan informasi. Dalam konteks ini yang dimaksud dengan teks informatif ialah teks yang memuat berita, kabar, panjelas/pemberitahuan tentang suatu hal.</p>
<p><strong>Ragam Teks Informatif</strong><br />
Sebagai sumber informasi lisan, teks informatif terdapat dalam berbagai bentuk berikut.</p>
<p>1. Teks Berita<br />
Teks berita, yaitu teks yang memuat informasi tentang kabar atau pemberitahuan tentang suatu hal, yang disampaikan secara langsung oleh pembicara atau pembawa pesan atau melalui radio dan televisi. Bahasa yang digunakan di dalam teks berita bersifat lugas dan tegas.</p>
<p>Karakter media yang berbeda mengakibatkan berlainan pula sapaan yang digunakan oleh pembawa acara.<br />
a. Sapaan pembaca teks berita radio<br />
Selamat siang pendengar. Saya, Indra, dari studio X akan menyampaikan berbagai peristiwa yang hangat dan menarik yang terjadi selama hari ini. Selamat mendengarkan!</p>
<p>b. Sapaan pembaca teks berita televisi<br />
Selamat siang pemirsa. Kami dari studio ini, Indra dan Indri, akan menyampaikan berbagai peristiwa yang hangat dan menarik yang terjadi sepanjang hari ini. Selamat menyaksikan! Silahkan Indra! Baik Indri!</p>
<p>2.Teks Pidato<br />
Teks pidato, yaitu teks pembicaraan seseorang secara langsung (tatap muka) di hadapan orang banyak memuat arahan atau kebijakan tentang hal tertentu. Keberhasilan seseorang di dalam berpidato ditandai oleh antusiasnya pendengar mendengarkan isi pidatonya.</p>
<p>Seseorang yang berpidato dengan nada bervariasi dan bersemangat, akan membuat pendengar juga bersemangat, sebaliknya.</p>
<p>3. Teks Ceramah<br />
Kata ceramah asal mulanya dalam bahasa Melayu berarti nyinyir, banyak bicara, cerewet. Kata ini mengalami perkembangan makna menjadi positif, yaitu menyampaikan sesuatu di hadapan orang banyak untuk menambah pengetahuan, pengalaman atau informasi tertentu.</p>
<p>4. Teks Opini<br />
Opini berarti pendapat, pikiran pendirian atau pandangan. Teks opini ialah yang memuat pendapat, pikiran, pendirian atau pandangan seseorang tentang masalah tertentu sedang hangat dibicarakan di masyarakat.</p>
<p>Opini dapat juga memuat kritik terhadap orang atau lembaga yang menangani masalah tertentu. Opini seseorang tentang suatu hal dapat di simak melalui ceramah, pidato, wawancara, ceramah, diskusi atau talk show.</p>
<p>5. Teks Prosedural<br />
Teks prosedural adalah teks yang memuat butir-butir atau langkah-langkah kegiatan tertentu berupa petunjuk yang mudah diikuti pelaksanaanya.</p>
<p>Di televisi sering ditayangkan acara melakukan sesuatu, misalnya acara membuat masakan, acara menjaga kesehatan, langkah yang dilalui dalam mengatasi suatu masalah dll.</p>
<p>Sumber : <a href="http://indramunawar.blogspot.com/2009/06/hakikat-menyimak-teks-informatif.html">http://indramunawar.blogspot.com</a><br />
Sumber Buku Bacaan : Arifin, bustanul dkk. Menyimak. Penerbit Universitas Terbuka. 2007. cetakan-1</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/mari-menyimak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/7fa52eb290b6afae588bfdd8721aa7d07951f3c1def27ce62d43bb93da509d60?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">mabdulsakur</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/a1.jpg">
			<media:title type="html">a1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Media Pembelajaran</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/gemar-membaca/</link>
					<comments>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/gemar-membaca/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mabdulsakur]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 03:54:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Media Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mabdulsakur.wordpress.com/?p=12</guid>

					<description><![CDATA[Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima (Heinich et.al., 2002; Ibrahim, 1997; Ibrahim et.al., 2001). Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima (Heinich et.al., 2002; Ibrahim, 1997; Ibrahim et.al., 2001). Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996).<br />
<span id="more-12"></span><br />
Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Jadi, Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.</p>
<p>Pengembangan media pembelajaran hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran. Secara rinci, fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan perantaraan gambar, potret, slide, film, video, atau media yang lain, siswa dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/peristiwa sejarah.<br />
2. Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berbahaya, atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan harimau di hutan, keadaan dan kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.<br />
3. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, dengan slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amuba, dan sebaginya.<br />
4. Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman suara denyut jantung dan sebagainya.<br />
5. Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film atau video siswa dapat mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya.<br />
6. Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati. Dengan slide, film, atau video siswa dapat mengamati pelangi, gunung meletus, pertempuran, dan sebagainya.<br />
7. Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/sukar diawetkan. Dengan menggunakan model/benda tiruan siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang organ-organ tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, alat pencernaan, dan sebagainya.<br />
8. Dengan mudah membandingkan sesuatu. Dengan bantuan gambar, model atau foto siswa dapat dengan mudah membandingkan dua benda yang berbeda sifat ukuran, warna, dan sebagainya.<br />
9. Dapat melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat. Dengan video, proses perkembangan katak dari telur sampai menjadi katak dapat diamati hanya dalam waktu beberapa menit. Bunga dari kuncup sampai mekar yang<br />
berlangsung beberapa hari, dengan bantuan film dapat diamati hanya dalam beberapa detik.<br />
10. Dapat melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat. Dengan bantuan film atau video, siswa dapat mengamati dengan jelas gaya lompat tinggi, teknik loncat indah, yang disajikan secara lambat atau pada saat tertentu dihentikan.<br />
11. Mengamati gerakan-gerakan mesin/alat yang sukar diamati secara langsung. Dengan film atau video dapat dengan mudah siswa mengamati jalannya mesin 4 tak, 2 tak, dan sebagainya.<br />
12. Melihat bagian-bagian yang tersembunyi dari sutau alat. Dengan diagram, bagan, model, siswa dapat mengamati bagian mesin yang sukar diamati secara langsung.<br />
13. Melihat ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang/lama. Setelah siswa melihat proses penggilingan tebu atau di pabrik gula, kemudian dapat mengamati secara ringkas proses penggilingan tebu yang disajikan dengan menggunakan film atau video (memantapkan hasil pengamatan).<br />
14. Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek secara serempak. Dengan siaran radio atau televisi ratusan bahkan ribuan mahasiswa dapat mengikuti kuliah yang disajikan seorang profesor dalam waktu yang sama.<br />
15. Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing. Dengan modul atau pengajaran berprograma, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesempatan, dan kecepatan masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/gemar-membaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">12</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/7fa52eb290b6afae588bfdd8721aa7d07951f3c1def27ce62d43bb93da509d60?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">mabdulsakur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abad pengetahuan dan informasi</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/abad-pengetahuan-dan-informasi/</link>
					<comments>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/abad-pengetahuan-dan-informasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mabdulsakur]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 03:51:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mabdulsakur.wordpress.com/?p=9</guid>

					<description><![CDATA[Abad 21 merupakan abad ilmu pengetahuan dan informasi, dimana pengetahuan dan informasi menjadi landasan utama pada hampir semua aspek kehidupan. Abad pengetahuan dan informasi ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta lapangan kerja. Pendidikan adalah salah satu hal yang sangat penting untuk membekali siswa menghadapi masa depan. Untuk itu proses pembelajaran yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Abad 21 merupakan abad ilmu pengetahuan dan informasi, dimana pengetahuan dan informasi menjadi landasan utama pada hampir semua aspek kehidupan. Abad pengetahuan dan informasi ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta lapangan kerja. Pendidikan adalah salah satu hal yang sangat penting untuk membekali siswa menghadapi masa depan.<br />
<span id="more-9"></span><br />
Untuk itu proses pembelajaran yang bermakna akan sangat berpengaruh dan menentukan terwujudnya pendidikan yang berkualitas. Siswa perlu mendapat bimbingan, dorongan dan peluang yang memadai untuk belajar dan mempelajari hal-hal yang akan diperlukan sebagai bekal bagi kehidupannya di masa yang akan datang. </p>
<p>Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap mutu pendidikan serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan menggunakan pola tradisional. Profesionalisme dalam dunia pendidikan yang bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, tidak bisa kita kesampingkan.</p>
<p>Selain tuntutan tersebut, masyarakat pun menginginkan kebutuhan akan pelayanan pendidikan yang bermutu, informasi dan komunikasi yang tepat, cepat dan akurat, karena informasi dan komunikasi juga sangat berpengaruh pada kemajuan bidang pendidikan. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara mengajar guru serta pemahaman cara belajar siswa, kemajuan media komunikasi dan lain sebagainya memberi arah tersendiri bagi kegiatan peningkatan mutu pendidikan dan tuntutan ini pula yang membuat kebijaksanaan pemerintah mengharuskan setiap lembaga pendidikan untuk memanfaatkan media teknologi dalam pengelolaan pendidikan. Terutama dalam upaya mempercepat tercapainya peningkatan mutu pendidikan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/abad-pengetahuan-dan-informasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/7fa52eb290b6afae588bfdd8721aa7d07951f3c1def27ce62d43bb93da509d60?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">mabdulsakur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asalamu Alaikum</title>
		<link>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/asalamu-alaikum/</link>
					<comments>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/asalamu-alaikum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mabdulsakur]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 03:34:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Salam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mabdulsakur.wordpress.com/?p=3</guid>

					<description><![CDATA[Selamat datang di blog Matematika Blog ini sengaja dibuat untuk berbagi informasi seputar pendidikan matematika. Bog ini juga menyediakan info tentang perangkat mengajar bahan ajar dan alat evaluasi. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Posting Terkini :]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/s.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="5" data-permalink="https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/asalamu-alaikum/s/" data-orig-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/s.jpg" data-orig-size="125,139" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="s" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/s.jpg?w=125" class="alignleft size-full wp-image-5" title="s" src="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/s.jpg?w=535" alt=""   srcset="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/s.jpg?w=75&amp;h=83 75w, https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/s.jpg 125w" sizes="(max-width: 75px) 100vw, 75px" /></a>Selamat datang di blog Matematika</strong><br />
Blog ini sengaja dibuat untuk berbagi informasi seputar pendidikan matematika. Bog ini juga menyediakan info tentang perangkat mengajar bahan ajar dan alat evaluasi. Semoga bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p><strong>Posting Terkini :</strong> [archives]</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mabdulsakur.wordpress.com/2011/04/04/asalamu-alaikum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/7fa52eb290b6afae588bfdd8721aa7d07951f3c1def27ce62d43bb93da509d60?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">mabdulsakur</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://mabdulsakur.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/04/s.jpg">
			<media:title type="html">s</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>