<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509</atom:id><lastBuildDate>Fri, 20 Sep 2024 13:45:57 +0000</lastBuildDate><category>Tips and Tricks</category><category>Other</category><category>Get Free Traffic</category><category>Informations</category><category>Miscellaneous</category><category>The Stories</category><category>Bloggers Templates</category><category>E-Books</category><category>SEO</category><category>Technology</category><category>Top Blogger Secret</category><title>Ads Tips &amp; Tricks</title><description>Make Money Online | Technology | E-Books | Free | Google Adsense | Adsense Tips | Adsense High paying keywords | Adsense tricks and tips | Adsense Tools |Adsense Expert | Top paying keywords | page rank | link exchange | latest | Tops |earn | Source Code | Information | Miscellaneous</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-8613224631553543575</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2007 11:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-07T03:41:43.590-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Other</category><title>MAKANAN DAN MINUMAN KEMASAN, AMANKAH?</title><description>&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#cc66ff;&quot;   &gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Masih           banyak orang bertanya-tanya, amankah mengonsumsi produk makanan atau           minuman kemasan dari segi kesehatan? Agar tidak ragu-ragu lagi untuk           mengonsumsi atau tidak produk-produk tersebut, baca habis panduan           pakar gizi berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;p&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;Pertumbuhan           perusahaan makanan dan minuman kemasan di Indonesia telah mendorong           terjadinya perubahan perilaku makan masyarakat. Makan tidak cukup           hanya kenyang, tetapi juga harus bergizi dan sehat serta ada unsur           tambahan yang menggugah selera.&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Banyak makanan dan minuman kemasan yang diproduksi dengan terutama           memperhatikan aspek selera, sehingga makanan dan minuman itu disukai           kaum tua maupun muda. Minuman ringan yang rasanya menyengat pun           ternyata bisa dinikmati oleh anak balita, apalagi &lt;i&gt;junk food&lt;/i&gt;           berwujud makanan ringan yang memang rasanya menggugah selera.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Kecanggihan teknologi pengolahan makanan, pengemasan, dan penyimpanan           secara tidak langsung sebagian memang menguntungkan konsumen. Kalau           dulu kita sering jengkel karena susu yang kita buat banyak           gumpalannya, kini telah hadir susu instan yang dijamin tidak akan           menggumpal. Demikian pula kita bisa merasakan repotnya membuat mi           goreng atau rebus, tetapi saat ini dengan mudah orang bisa membeli mi           instan yang dapat disajikan dengan cepat dan rasanya tak kalah dengan           mi tradisional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Masih banyak contoh makanan maupun minuman kemasan yang kini dapat           dengan mudah dijumpai di berbagai toko, warung, atau pasar swalayan.           Pertumbuhan makanan dan minuman kemasan ini demikian cepat sehingga           kalau pada waktu PD II dulu hanya bisa dijumpai kurang lebih 1.000           produk kemasan, kini bisa dijumpai lebih dari 10.000 produk yang siap           dikonsumsi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Apa rahasia membanjirnya produk makanan dan minuman kemasan itu? Tak           salah lagi, peranan bahan tambahan makanan (BTM) sangatlah besar untuk           menghasilkan produk-produk kemasan. BTM bukan cuma zat pengawet tetapi           juga aroma stroberi pada minuman ringan serta warna merah pada minuman           &lt;i&gt;cocktail&lt;/i&gt;. Dalam pembuatan &lt;i&gt;dressing salad&lt;/i&gt; diperlukan &lt;i&gt;emulsifiers&lt;/i&gt;           untuk mencampur minyak dan air agar tidak terpisah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Salah satu alasan mengapa senyawa kimia diperlukan untuk pengawetan           makanan adalah karena berubahnya cara produksi, pemasaran, serta           konsumsi suatu makanan. Rentang waktu ketika makanan diproduksi dan           ketika mencapai konsumen kini semakin panjang. Di lain pihak, konsumen           mengharapkan semua makanan tersedia sepanjang tahun dan bebas dari           mikroorganisme pembawa penyakit. Berbagai mikroba dari jamur sampai           bakteri merupakan agen pembusuk yang sering menimbulkan masalah pada           keamanan pangan.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;BTM bermacam-macam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Jika suatu zat kimia yang ditambahkan pada makanan dapat menyebabkan           kanker, zat kimia itu harus dilarang pemakaiannya. Ini sebuah prinsip           yang telah menjadi hukum di AS dan telah diundangkan sejak 1958.           Namun, produsen bisa pula berdalih, bagaimana jika zat kimia itu mampu           mencegah racun &lt;i&gt;botulism&lt;/i&gt; yang mematikan yang terdapat pada           daging kalengan? Nitrit adalah senyawa pengawet itu, yang biasanya           ditambahkan pada daging kalengan dan menimbulkan perdebatan           berlarut-larut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Keberadaan BTM adalah untuk membuat makanan tampak lebih berkualitas,           lebih menarik, serta rasa dan teksturnya lebih sempurna. Zat-zat itu           ditambahkan dalam jumlah sedikit, namun hasilnya sungguh menakjubkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          BTM ternyata sudah lama digunakan dalam pengawetan makanan. Orang           Romawi kuno menggunakan garam untuk mengawetkan daging, dan sulfur           untuk mencegah terjadinya oksidasi pada minuman anggur. Kini,           keprihatinan masyarakat semakin bertambah dengan semakin panjangnya           daftar BTM. Ini meliputi jenis BTM yang telah diizinkan maupun dari           jenis yang belum diteliti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pendapat yang sering kontroversial adalah kemungkinan timbulnya kanker           akibat BTM. Sebenarnya, kanker adalah penyakit dengan beberapa           penyebab yang bersifat kompleks. Sebagian kanker justru diduga           disebabkan oleh faktor lingkungan, misalnya asap rokok, polusi udara,           sinar ultraviolet, dll. Kanker berkembang sangat lambat dalam tubuh           manusia. Biasanya memakan waktu 5 - 10 tahun setelah seseorang kontak           dengan bahan karsinogenik (penyebab kanker).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Karena itu mencari penyebab kanker pada manusia menjadi lebih sulit.           Untuk menguji suatu zat menyebabkan kanker, maka dilakukan percobaan           pada binatang. Secara alami usia hewan percobaan (tikus) adalah 2 - 3           tahun. Karena itu hewan ini mampu memberikan informasi cukup setelah           diberi makanan tertentu yang mengandung zat yang diduga bersifat           karsinogenik. Munculnya kanker pada hewan percobaan akan membuat kita           lebih berhati-hati ketika memilih makanan kemasan yang mengandung zat           karsinogenik itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sampai saat ini belum ada dampak langsung (seketika) yang menunjukkan           BTM berakibat buruk pada janin dalam kandungan. Namun, pada binatang           percobaan terlihat sakarin (pemanis buatan) bersifat racun bagi janin.           Meskipun hal ini masih perlu penelitian yang lebih intens, sebaiknya           ibu hamil berhati-hati ketika memilih makanan atau minuman kemasan           yang mengandung sakarin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pada dekade 1970 - 1980-an terjadi perdebatan cukup panjang tentang           dampak &lt;i&gt;monosodium glutamate&lt;/i&gt; atau MSG (bumbu masak). Tikus muda           yang baru lahir mengalami cacat setelah diberi ransum mengandung MSG.           Penelitian lainnya menggunakan anak ayam menunjukkan munculnya           gejala-gejala mengantuk setelah anak ayam mengonsumsi MSG. Itulah           sebabnya MSG pernah dilarang pada makanan bayi di Inggris dan           Singapura. Penelitian yang sama, yang dilakukan pada kera dan anjing,           ternyata tidak membuktikan hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Penggunaan bahan pengawet paling banyak digunakan di Indonesia adalah           sulfit, nitrit, BHA atau BHT, dan &lt;i&gt;benzoat&lt;/i&gt;. Perdebatan para ahli           mengenai aman tidaknya behan pengawet itu masih seru. Sebagian orang           beranggapan, belum ada BTM yang pernah menyebabkan reaksi serius bagi           manusia dalam jumlah yang sering ditemukan pada makanan. Namun, bukti           lain menunjukkan, pemakaian dalam jangka panjang dapat menimbulkan           masalah kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Bahan pengawet sulfit dapat menyebabkan reaksi cukup fatal bagi mereka           yang peka. Bagi penderita asma, sulfit dapat menyebabkan sesak dada,           sesak napas, gatal-gatal, dan bengkak. Sulfit digunakan untuk           menghambat pertumbuhan bakteri dan kapang. Jenis produk seperti jus           buah, sosis, dan acar kering sering menggunakan pengawet ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pada 1989 terdapat kasus biskuit beracun yang menelan korban 38 jiwa           manusia. Ini akibat mengonsumsi natrium nitrit yang secara tidak           sengaja ditambahkan pada makanan karena kekeliruan. Nitrit adalah           pengawet pada daging. Pada daging kalengan (&lt;i&gt;corned&lt;/i&gt;) nitrit bisa           digunakan dengan dosis 50 mg/kg.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Awalnya, nitrit dan nitrat digunakan untuk memperoleh warna merah yang           seragam pada daging yang diawetkan. Belakangan diketahui, zat itu           dapat menghambat pertumbuhan bakteri &lt;i&gt;Clostridium botulinum&lt;/i&gt; yang           sering muncul pada makanan awetan. Penggunaan nitrit dan nitrat           semakin meluas seperti pada pembuatan sosis, ham, dan hamburger.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Jika makanan diawetkan, umumnya akan kehilangan vitamin A dan E. Kedua           vitamin itu bersifat sebagai antioksidan untuk mencegah terjadinya           oksidasi yang menyebabkan kerusakan. Penggunaan BHA/BHT juga sebagai           antioksidan, namun sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa BHA/BHT           sebenarnya kurang baik karena menyebabkan kelainan kromosom sel bagi           orang yang alergi terhadap aspirin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pengguanaan pengawet &lt;i&gt;benzoat&lt;/i&gt; dimaksudkan untuk mencegah kapang           dan bakteri khususnya pada produk sirup, margarin, kecap, selai, jeli,           dan cider. &lt;i&gt;Benzoat&lt;/i&gt; sejauh ini dideteksi sebagai pengawet yang           aman. Di AS &lt;i&gt;benzoat&lt;/i&gt; termasuk senyawa kimia pertama yang           diizinkan untuk makanan. Senyawa ini digolongkan dalam Generally           Recognized as Safe (GRAS). Bukti-bukti menunjukkan, pengawet ini           mempunyai toksisitas sangat rendah terhadap hewan maupun manusia. Ini           karena hewan dan manusia mempunyai mekanisme detoksifikasi &lt;i&gt;benzoat&lt;/i&gt;           yang efisien.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dilaporkan bahwa pengeluaran senyawa ini antara 66 - 95% jika &lt;i&gt;benzoat&lt;/i&gt;           dikonsumsi dalam jumlah besar. Sampai saat ini &lt;i&gt;benzoat&lt;/i&gt;           dipandang tidak mempunyai efek teratogenik (menyebabkan cacat bawaan)           jika dikonsumsi melalui mulut, dan juga tidak mempunyai efek           karsinogenik.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;Masih tetap bergizi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Minuman ringan (&lt;i&gt;soft drink&lt;/i&gt;) kini bagian tak terpisahkan dari           restoran &lt;i&gt;fast food&lt;/i&gt;. Selain itu terdapat pula minuman ringan           dalam kemasan kaleng atau botol plastik. Minuman ringan mengandung           sukrosa (gula) relatif tinggi. Karena itu yang dapat diandalkan dari           minuman ini hanyalah kalorinya. Selain itu minuman ini juga mengandung           BTM yang diizinkan, seperti asam sitrat. Sebagian minuman ringan           mengandung kafein yang mmeberikan efek terjaga bagi orang yang           meminumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Minuman bubuk instan dapat dibuat secara mudah dengan menambahkan air,           kemudian diaduk, dan siap dinikmati. Sayangnya, komposisi gizi minuman           instan ini sering tidak dicantumkan dalam label sehingga konsumen           tidak bisa mengetahui unsur gizi apa yang ada di dalamnya dan berapa           jumlahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Kalau dulu kita hanya bisa menikmati susu segar, kini beragam produk           susu kemasan dapat dengan mudah kita temukan. Sebagian susu kemasan           mengandung zat pewarna dan zat penambah cita rasa sehingga susu bisa           dinikmati oleh siapa pun termasuk orang yang sebenarnya tidak menyukai           susu. Sebagai minuman yang bergizi, susu kemasan tetap dapat           diandalkan sebagai sumber protein dan kalsium. Dalam kemasan tetrapak           200 ml, susu mengandung 200 g kalsium dengan protein sekitar 6 g.           Sedangkan pada susu sapi segar terkandung 143 g kalsium per 100 ml           susu dan kandungan proteinnya relatif sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sebagian dari kita mungkin telah menyadari manfaat minuman terbuat           dari jus buah atau sayur. Kita bisa memperoleh beragam vitamin,           mineral, dan serat dengan meminum jus tanpa harus merasa terlalu           kenyang. Peranan jus kini mulai tergantikan dengan adanya minuman           kemasan, baik untuk takaran individu maupun keluarga. Untuk           mempertinggi nilai gizinya, ada jus kemasan yang diperkaya dengan           vitamin dan mineral. Berbagai jus kemasan yang dijual di pasaran           umumnya mengandalkan vitamin C sebagai salah satu gizi unggulan. Dalam           kemasan 250 ml kandungan vitamin C berkisar 30 - 50 g. Ini setara           dengan satu buah jeruk segar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Peranan kemasan sangat besar untuk mencegah terjadinya kerusakan           vitamin. Penggunaan karton tetrapak ternyata lebih menguntungkan           daripada botol. Dalam suhu kamar kerusakan vitamin C dalam minuman           kemasan botol dapat mencapai 70% setelah 10 minggu. Tetapi dengan           kemasan tetrapak kerusakannya hanya 30%. Penyimpanan dalam lemari           pendingin hanya menyebabkan kerusakan 10%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sayang sekali, banyak penjual minuman kemasan (khususnya           warung-warung) tidak melengkapi diri dengan lemari pendingin sehingga           minuman kemasan yang dijual banyak terpapar oleh panas matahari dan           menyebabkan kerusakan gizi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Proses pengemasan itu sendiri sebenarnya tidak banyak merusak nilai           gizi. Bahkan sebenarnya konsumen harus merasa bersyukur karena dengan           teknologi kemasan kita dapat mengonsumsi beragam makanan dan minuman           dengan aneka cita rasa. Daging mempunyai produk olahan yang sudah           populer seperti sosis, &lt;i&gt;corned&lt;/i&gt;, dan daging asap. Kalau daging           sapi mempunyai kandungan protein 18%, maka produk olahannya adalah           sebagai berikut: sosis 14,5%, &lt;i&gt;corned&lt;/i&gt; (16%), daging asap (32%).           Daging asap mengandung protein tinggi karena kadar airnya yang sudah           sangat berkurang.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;Uji inderawi dan kedaluwarsa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan suatu makanan atau           minuman kemasan masih pantas dikonsumsi sulit ditentukan secara           kuantitatif. Berbagai analisis laboratorium baik secara kimia, fisik,           maupun mikrobiologi dapat digunakan untuk menilai mutu suatu produk,           tetapi acap kali sulit diinterpretasi tanpa melibatkan uji           organoleptik (uji inderawi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Uji inderawi dilakukan dengan menggunakan panelis (pencicip yang telah           terlatih) untuk menilai mutu makanan atau minuman kemasan akibat           pengaruh daya simpan. Uji ini dianggap paling praktis dan lebih murah           biayanya. Tetapi ada juga kelemahannya. Misalnya, terdapatnya variasi           produk dan variasi kelompok-kelompok konsumen yang mungkin tidak bisa           terwakili oleh panelis. Panelis yang berasal dari laboratorium sering           bersikap lebih kritis dan mempunyai kecenderungan menilai lebih rendah           terhadap suatu produk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dalam penentuan daya simpan banyak sekali faktor yang terlibat, tetapi           faktor yang sangat menentukan adalah jenis makanan itu sendiri,           pengemasan, kondisi penyimpanan, dan distribusi. Dengan kemasan yang           baik suatu produk akan terhindar dari pengaruh buruk akibat uap air,           oksigen, sinar, panas, dan hama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Untunglah para produsen makanan dan minuman kini semakin sadar akan           perlunya informasi tentang tanggal kedaluwarsa, sehingga hampir semua           produk makanan dan minuman sudah mencantumkannya dalam label. Aspek           kedaluwarsa ini menjadi tanggung jawab penuh produsen dan distributor,           sedangkan konsumen hendaknya lebih memperhatikan aspek gizi dan bahan           kimia yang ditambahkan dalam produk itu. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;(Dr.           Ir. Ali Khomsan, dosen Jurusan Gizi Masyarakat &amp;amp; Sumberdaya           Keluarga, Faperta IPB)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/11/makanan-dan-minuman-kemasan-amankah.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>15</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-1258044075654562714</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2007 11:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-07T03:36:36.341-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Other</category><title>AWAS! BAHAYA TUMBUHAN OBAT</title><description>&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;font-size:100%;&quot;&gt;Selama           ini tumbuhan tertentu dipercaya tidak berbahaya bila dikonsumsi,           terutama tumbuhan obat. Akibatnya, pemakaiannya menjadi tidak           terkontrol. Padahal pada tanaman tertentu konsumsi melebihi batas           justru mengganggu kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;p&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Beberapa           tahun belakangan penggunaan bahan alami sebagai obat marak di Tanah           Air. Pemicunya, harga obat-obatan sintetis makin mahal. Bahan alami           relatif kecil efek sampingannya bila dikonsumsi secara benar. Bahkan,           tidak pernah dikhawatirkan akan menimbulkan efek sampingan merugikan.           Akibatnya, penggunaan tumbuhan obat menjadi berlebihan tanpa kontrol.&lt;p&gt;           Padahal tidak seratus persen benar bila dinyatakan semua tumbuhan aman           untuk dikonsumsi. Sampai batas-batas tertentu, mungkin benar. Akan           tetapi bila sudah melampaui batas, justru bahaya yang akan tampil.           Pepatah &quot;berhentilah makan sebelum kenyang&quot; sangat relevan           dalam hal ini. Tumbuhan obat akan memberikan hasil bila dikonsumsi           secukupnya untuk tujuan pengobatan. Namun jangan beranggapan, karena           aman dan ingin cepat sembuh, segala macam bahan tumbuhan lalu           dikonsumsi tanpa mendalami sifat dan mengontrol dosis atau jumlah yang           digunakan.           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;           &lt;b&gt;Penyebab kanker dan kerusakan DNA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Contoh klasik yang dapat diambil sebagai perbandingan adalah dalam           penggunaan dringo (&lt;i&gt;Acorus calamus &lt;/i&gt;). Secara tradisional dringo           kerap digunakan sebagai bahan penenang dan untuk mengatasi stres.           Dringo memiliki kandungan senyawa bioaktif asaron, yang terdiri atas           dua isomer, ƒÑ(alfa)- dan ƒÒ (beta)-asaron. Senyawa ini memiliki           struktur kimia mirip dengan senyawa golongan amfetamin dan ekstasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Dalam dosis rendah dringo dapat memberikan efek relaksasi pada otot           dan menimbulkan efek sedatif (penenang) terhadap sistem saraf pusat.           Namun, jika digunakan dalam dosis tinggi malah memberikan efek           sebaliknya, yaitu meningkatkan aktivitas mental atau populer disebut           psikoaktif. Bahkan ƒÒ (beta)-asaron dringo merupakan salah satu           senyawa alami yang potensial sebagai karsinogenik atau pemicu           timbulnya kanker.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Penggunaan dringo dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko           timbulnya kanker jika antibodi yang ada di tubuh tidak bisa           mengeliminasi efek karsinogenik dringo. Hasil penelitian di           laboratorium terhadap hewan uji coba memperlihatkan, dringo dapat           menimbulkan efek genotoksik, yaitu bersifat racun yang dapat           mengakibatkan perubahan genetik dari sel, sehingga kerap kali sel-sel           tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali menjadi tumor atau           kanker.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Di samping itu, dringo juga dapat menyebabkan penumpukan cairan di           perut, menyebabkan depresi, mengakibatkan perubahan pada jantung dan           hati, serta dapat menimbulkan efek berbahaya pada usus. Berdasarkan           fakta ilmiah itu, maka dalam beberapa tahun belakangan ini Federal           Drugs of Administration (FDA) - Ditjen POM-nya Amerika Serikat - telah           melarang penggunaan dringo secara internal karena lebih banyak           kerugian yang ditimbulkan daripada manfaatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Pemanfaatan biji pinang (&lt;i&gt;Areca catecu&lt;/i&gt;), yang secara tradisional           telah digunakan secara luas sejak ratusan tahun lalu, juga memiliki           potensi bahaya bagi tubuh. Penggunaan paling populer adalah kegiatan           menyirih dengan bahan campuran biji pinang, daun sirih, dan kapur. Ada           juga yang mencampurnya dengan tembakau. Diperkirakan, populasi           pengguna biji pinang secara berkala dalam berbagai bentuk sediaan           mencapai sekitar 500 juta orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Biji pinang mengandung arekolin, senyawa alkaloid aktif, yang bila           digunakan berlebihan justru membahayakan kesehatan. Senyawa ini sangat           potensial sehingga harus digunakan dalam jumlah kecil. Sebanyak 2 mg           arekolin murni sudah dapat menimbulkan efek stimulan yang kuat,           sehingga dosis yang dianjurkan tidak melebihi 5 mg untuk sekali pakai.           Penggunaan serbuk biji sebaiknya tidak lebih dari 4 g. Jika digunakan           pada dosis 8 g, akan segera berakibat fatal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Arekolin bersifat sebagai sitotoksik dan sistatik kuat. Secara &lt;i&gt;in           vitro&lt;/i&gt; (dalam tabung reaksi), penggunaan arekolin dengan           konsentrasi 0,042 mM (milimol) mengakibatkan penurunan daya hidup sel           serta penurunan kecepatan sintesis DNA dan protein. Arekolin juga           menyebabkan terjadinya kegagalan &lt;i&gt;glutationa&lt;/i&gt;, yaitu sejenis           enzim yang berfungsi melindungi sel dari efek merugikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Biji pinang juga mengandung senyawa golongan fenolik dalam jumlah           relatif tinggi. Selama proses pengunyahan biji pinang di mulut,           spesies oksigen reaktif (radikal bebas) akan terbentuk dari senyawa           fenolik itu. Adanya kapur sirih yang menciptakan kondisi pH alkali           akan lebih merangsang pembentukan oksigen reaktif itu. Oksigen reaktif           inilah salah satu penyebab terjadinya kerusakan DNA atau genetik sel           epitelial dalam mulut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Kerusakan dapat berkembang menjadi fibrosis submukosa, yaitu salah           satu jenis kanker mulut, yang telah menjangkiti sekitar 0,5% pengguna           biji pinang. Selain berakibat jelek terhadap mulut, tanin biji pinang           juga dapat menimbulkan luka pada mulut dan usus, yang jika dibiarkan           dapat berakhir pada munculnya kanker.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Kandungan berbahaya lain pada biji pinang adalah senyawa turunan           nitroso, yaitu N-nitrosoguvakolina, N-nitrosoguvasina,           3-(N-nitrosometilamino) propionaldehida dan 3-(N-nitrosometilamino)           propionitrile. Keempat turunan nitroso ini merupakan senyawa bersifat           sitotoksik (meracuni sel) dan genotoksik (meracuni gen) pada sel &lt;i&gt;epithelial           buccal&lt;/i&gt;, dan juga dapat menyebabkan terjadinya tumor pada pankreas,           paru-paru, hidung, dan hati. Pada hewan percobaan, senyawa nitroso           biji pinang juga terbukti dapat menyebabkan efek diabetogenik atau           pemunculan diabetes secara spontan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Para penderita asma juga harus ekstrahati-hati terhadap biji pinang.           Ia dapat menimbulkan efek kontraksi pada saluran pernapasan, yang           berasosiasi dengan kambuhnya serangan asma. Inhalat dua jenis alkaloid           dari biji pinang yaitu arekolin (5,2 mg/ml) dan metakolin (1,6 mg/ml)           dapat menyebabkan kontraksi saluran pernapasan, yang ditandai           berkurangnya volume pengeluaran udara dari saluran pernapasan sebesar           20% pada penderita asma. Bahkan, ada beberapa pasien asma yang           mengalami penurunan volume pengeluaran udara sebesar 30%, 150 menit           setelah mengunyah biji pinang.           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;           &lt;b&gt;Interaksi negatif dengan obat sintetis&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Tumbuhan obat juga bisa menimbulkan masalah kesehatan bila dikonsumsi           bersama obat sintetis. Meskipun semula penggunaan itu dimaksudkan           untuk memperoleh efek penyembuhan lebih signifikan dalam waktu relatif           pendek. Akan tetapi, penggabungan itu boleh saja dilakukan sepanjang           sudah diyakini bahwa obat sintetis yang digunakan tidak memberikan           hasil interaksi yang malah merugikan kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Salah satu contohnya, penggunaan biji pinang dalam waktu bersamaan           dengan obat sintetis yang mengandung flupentiksol, prosiklidina,           flufenazina, prednison, dan salbutamol, dapat menimbulkan efek &lt;i&gt;jaw           tremor&lt;/i&gt;. Selain itu dapat juga mengakibatkan terjadinya kekakuan,           akithesia, serangan asma, dan bradikinesia, yaitu produksi bradikinin           yang berlebihan sehingga menimbulkan alergi (kulit bentol-bentol dan           gatal).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Contoh lain, &lt;i&gt;Gingko biloba&lt;/i&gt; jika berinteraksi dengan aspirin           (obat yang berpotensi sebagai penghilang rasa sakit) dapat menimbulkan           &lt;i&gt;hyphema&lt;/i&gt; (perdarahan dalam rongga anterior mata) secara spontan.           Jika ekstrak &lt;i&gt;Gingko biloba&lt;/i&gt; dalam tubuh berinteraksi dengan           parasetamol yang banyak terdapat pada obat penurun demam, dapat           menimbulkan efek sampingan &lt;i&gt;bilateral subdural haematoma&lt;/i&gt;           (penimbunan darah di dalam rongga subdural yang berasal dari kedua           pembentuk rongga yakni duramater dan araknoid).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Beberapa pasien yang menggunakan bahan tersebut secara bersamaan           dilaporkan terserang &lt;i&gt;subarachnoid haemorrhage&lt;/i&gt; (perdarahan           intrakranial ke dalam ruang subaraknoid) dan &lt;i&gt;subdural haematoma&lt;/i&gt;           (penimbunan darah di dalam rongga subdural). Jika interaksi terjadi           antara ekstrak &lt;i&gt;Gingko biloba&lt;/i&gt; dengan warfarin, akan timbul &lt;i&gt;intracerebral           haemorrhage&lt;/i&gt; (perdarahan dalam serebrum), sedangkan interaksi           dengan obat-obatan mengandung diuretik thiazina akan berakibat           munculnya hipertensi atau darah tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Dua tumbuhan obat yang dipercaya sebagai aprodisiak, yaitu ginseng (&lt;i&gt;Panax           spp.&lt;/i&gt;) dan ginseng siberia (&lt;i&gt;Eleutherococcus senticoccus&lt;/i&gt;)           juga dapat menimbulkan efek negatif jika berinteraksi dengan obat           sintetis. Interaksi ginseng dengan obat-obatan mengandung fenelzina           dapat menimbulkan sakit kepala, tremor, dan mania. Ekstrak ginseng           juga dapat meningkatkan pengaruh alkohol karena ekstrak ginseng dapat           meningkatkan aktivitas dari enzim alkohol dehidrogenase dan aldehida           dehidrogenase.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Sedangkan interaksi ekstrak ginseng siberia dengan digoxin (suatu           glikosida kardiotonik berupa kristal jernih sampai putih dengan rumus           kimia C&lt;sub&gt;41&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;64&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;14&lt;/sub&gt;) dapat meningkatkan           konsentrasi digoxin dalam tubuh, sehingga dosis yang terdapat dalam           tubuh atau bagian tubuh tertentu lebih tinggi dari dosis yang           semestinya dibutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Dalam &lt;i&gt;liquorice&lt;/i&gt; atau kayu manis cina (&lt;i&gt;Glycyrrhiza glabra&lt;/i&gt;)           yang sangat populer dalam campuran obat tradisional Cina terdapat           senyawa glisirizina, yang jika berinteraksi dengan prenidsolona akan           menyebabkan terjadinya penurunan penyebaran plasma dan meningkatkan           konsentrasi prenidsolona dalam plasma. Interaksi dengan obat           kontrasepsi oral akan menimbulkan hipertensi, edema (pembengkakan           jaringan karena peningkatan jumlah cairan dalam jaringan), dan           hipokaemia. Efek ini timbul karena obat kontrasepsi oral dapat           meningkatkan kesensitifan penggunanya terhadap asam glisirizin pada           ekstrak &lt;i&gt;liquorice&lt;/i&gt;. Dilaporkan, wanita lebih sensitif terhadap &lt;i&gt;liquorice&lt;/i&gt;           daripada pria.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Interaksi ekstrak St. John&#39;s wort (&lt;i&gt;Hypericum perforatum&lt;/i&gt;), yang           dewasa ini banyak terdapat dalam &lt;i&gt;food supplement&lt;/i&gt; impor untuk           menjaga kesehatan wanita, dengan beberapa senyawa obat sintetis           inhibitor percepatan serotonin seperti trazodona, sertralina, dan           nefazodona dapat menimbulkan sindroma serotonin sedang. Ekstrak           tumbuhan ini juga dapat meningkatkan konsentrasi teofilina di dalam           tubuh bila digunakan secara bersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Sebaliknya, jika digunakan bersama siklosporin, malah dapat mengurangi           konsentrasi siklosporin dalam serum sehingga menyebabkan tidak           efektifnya penggunaan antibiotik tersebut. Jika dikombinasikan dengan           kontrasepsi oral seperti etinilestradiol atau desogestrol, dapat           mengakibatkan perdarahan. Sedangkan interaksi asam jawa (&lt;i&gt;Tamarindus           indica&lt;/i&gt;) dengan aspirin dapat meningkatkan kemampuan aspirin           sehingga efek aspirin bisa menjadi lebih kuat dari yang dibutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Untuk itu, dalam menggunakan obat-obatan, &lt;i&gt;food supplement&lt;/i&gt;,           ataupun ramuan tradisional untuk menunjang kesehatan tubuh sangat           perlu dipahami sifat-sifat dari bahan itu. Tidak semua tumbuhan obat           aman untuk dikonsumsi, apalagi dalam jumlah tidak terkontrol. Jika           menggunakan bahan tumbuhan secara bersamaan dengan obat-obat sintetis,           hendaknya terlebih dahulu memahami sifat bahan tumbuhan dan membaca           secara teliti bahan aktif dari obat sintetis itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;           Dari sini bisa diketahui apakah penggunaan kedua bahan itu secara           bersamaan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Perlu juga           diketahui, suatu tumbuhan dalam dosis tertentu dapat memberikan           manfaat untuk menunjang kesehatan. Akan tetapi pada dosis lebih tinggi           mungkin saja bahan itu bersifat racun bagi sel-sel atau organ di dalam           tubuh. &lt;b&gt;(Andria Agusta, Lab. Fitokimia, Puslitbang Biologi-LIPI,           Bogor)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/11/awas-bahaya-tumbuhan-obat.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-1170974586974333643</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2007 11:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-07T03:35:30.822-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Other</category><title>10 KIAT HIDUP SEHAT TANPA OBAT</title><description>&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 0, 0);font-family:Times New Roman;font-size:100%;&quot;  &gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hidup           yang multikompleks dewasa ini membuat kita bisa terlanda           &quot;penyakit&quot; aneh yang sulit diatasi, baik oleh kekebalan           tubuh sendiri maupun obat-obatan. Bagaimana kiatnya agar kita tetap           sehat tanpa harus sering berobat.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:12;&quot;  &gt;&lt;p&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;Sudah           bukan rahasia lagi bahwa tubuh kita mempunyai sistem kekebalan yang           mampu melindungi badan dari serangan penyakit. Itu kalau sistemnya           bekerja! Kadang-kadang suka ngadat.&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Kalau sudah begitu, ya apa boleh buat! Kita terpaksa berobat. Namun,           niscaya juga tidak ada salahnya, mencoba berbagai kiat hidup mencegah           penyakit tanpa tergantung pada obat-obatan. Di mana-mana, mencegah           sebelum terjadi itu lebih baik daripada mengobati yang sudah telanjur           marak. Berikut 10 tips yang dapat dipakai untuk itu:           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;b&gt;1. Kenali diri Anda, baik fisik maupun kejiwaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Ini agak filosofis, memang, tetapi sebenarnya justru di sini letak           kunci segalanya. Dengan mengenali diri sendiri, kita dapat mengetahui           kelemahan fisik tubuh kita, lalu dapat memutuskan apa yang baik dan           boleh dilakukan bagi tubuh, dan apa yang tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Orang yang tanpa disadari telah keenakan menyantap makanan yang asin           secara berlebihan, misalnya, lama-kelamaan merasakan tubuhnya berubah,           seperti cepat merasa pusing, berkurang keseimbangan tubuhnya, dan           sering merasakan aneka gejala tidak enak badan. Setelah memeriksakan           badan ke dokter, baru diketahui tubuhnya mulai mengidap           &quot;penyakit&quot; tekanan darah tinggi. Kalau sejak itu ia berusaha           sungguh-sungguh untuk mengurangi makanan asin dan berlemak, sambil           melakukan olahraga ringan secara teratur, maka           &quot;penyakit&quot;-nya tidak mudah kumat, dan ia tidak perlu sering           pergi ke dokter lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Bila Anda mempunyai keluhan seperti itu, seyogianyalah mencontoh orang           yang mengenal kelemahan dirinya sendiri itu. Begitu juga orang yang           mudah marah dan sukar mengendalikan diri karena tidak mengenal           kekurangan dirinya sendiri. Setelah mengenal kelemahannya, dan mau           memperbaiki kebiasaannya yang merugikan, lama-lama ia mahir menjaga           agar tidak mudah terpancing emosinya. Itu berkat ia berusaha mengenal           dirinya sendiri juga.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;b&gt;2. Tidak terburu-buru merasa sakit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Hanya karena bersin, batuk, atau agak demam, orang telah memutuskan           untuk minum obat. Padahal acap kali setelah dibiarkan tiga hari,           gejala sakit itu hilang sendiri. Tubuh memang mempunyai kemampuan           untuk menyembuhkan sendiri. Hanya dengan beristirahat cukup, gejala           sakit itu sudah hilang sendiri. Gejala pusing kadang bahkan dapat           hilang hanya karena menghirup udara segar di taman yang tidak tercemar           udara knalpot.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Gejala batuk dan bersin memang merupakan tanda serius juga, bahwa           tubuh sedang berusaha mengeluarkan kuman penyakit dari saluran           pernapasan. Demam berkeringat merupakan tanda tubuh sedang melawan           serangan kuman. Kalau gejala itu berlangsung selama tiga hari, karena           beratnya serangan, ya apa boleh buat, kita ke dokter untuk konsultasi           medis.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;b&gt;3. Mengusahakan variasi makanan sehari-hari&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Melakukan variasi santapan, berangkat dari asumsi bahwa ada bahan           makanan tertentu yang lebih bermanfaat daripada jenis makanan biasa           sehari-hari. Kalau ini kita pakai sebagai selingan bagi jenis makanan           sehari-hari, maka kedua kelompok bahan itu dapat saling melengkapi.           Bila kita terbiasa makan daging ayam dan sapi, sebaiknya mengubah           kebiasaan itu, dan sekali-sekali makan ikan segar, tempe, dan tahu           sebagai selingan. Bahan ini mempunyai kadar lemak tak jenuh yang           banyak, dan berpotensi mengurangi risiko tekanan darah tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Sebaliknya, kalau kita terbiasa makan ikan, tempe, dan tahu telur saja           sehari-hari, pada suatu kesempatan makan santapan istimewa pada &lt;i&gt;kondangan           temanten&lt;/i&gt;, atau arisan keluarga besar, ambil saja daging ayam atau           sapi. Protein daging hewan berperan mempertahankan laju pertumbuhan           tubuh dan mengganti sel-sel jaringan yang rusak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Begitu juga dengan sayuran. Kalau hari demi hari kita makan sayur           mayur hijau, karena beranggapan bahwa yang serba hijau itu pasti           bagus, sesekali perlu variasi menyantap sayuran dan buah-buahan tidak           hijau, seperti tomat, wortel, jagung muda, paprika merah (sebagai           sayur), pisang, mangga, apel, jeruk (sebagai pencuci mulut).           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;b&gt;4. Menyesuaikan konsumsi dengan tingkatan umur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh berbeda-beda bergantung pada           umur, jenis kegiatan, dan kondisi tubuh (dalam keadaan sakit atau           sehat). Pada anak-anak dan remaja yang sedang giat-giatnya tumbuh,           kelima unsur dalam makanan (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan           mineral, serta air) sangat diperlukan, sehingga tidak perlu dibatasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Sebaliknya, pada orang dewasa dan lanjut usia, pembatasan itu mutlak           perlu. Karbohidrat dan lemak sebagai penghasil energi harus dikurangi           jumlahnya, mengingat kegiatan fisik mereka sudah menurun. Cara           mengurangi karbohidrat dan lemak ialah dengan mengurangi porsi nasi           dan goreng-gorengan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Sebaliknya, vitamin dan mineral serta air justru harus dimakan dengan           cukup. Zat-zat ini sangat perlu untuk memperlancar metabolisme dalam           tubuh, dan meningkatkan daya tahannya. Hanya perlu diingat bahwa yang           paling baik ialah memakai vitamin alamiah, seperti yang terkandung           dalam buah dan sayuran segar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Sedangkan air yang diminum harus yang steril, aman dari kuman, seperti           air mineral yang benar memenuhi syarat sebagai air mineral. Boleh juga           air biasa yang selalu sudah direbus lebih dulu. Lebih kurang 60% dari           bobot badan kita berupa air atau cairan. Itu berarti kita harus minum           air lebih banyak daripada unsur makanan yang lain. Orang yang sedang           sakit dan terpaksa minum obat, malah harus minum air lebih banyak           lagi. Penderita &quot;penyakit&quot; sulit buang air, bisa tertolong           dari penderitaannya dengan setiap hari minum 2 - 3 gelas air putih           sebelum pergi ke belakang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Konsumsi protein pada orang dewasa dan lansia juga perlu dikurangi,           meskipun tidak sebanyak pengurangan karbohidrat dan lemak. Cara           mengurangi protein ini ialah dengan mengganti menu makanan sumber           protein hewani dengan makanan sumber protein nabati, yang kadar           proteinnya kurang atau hanya sedikit. Misalnya, kacang-kacangan, tahu,           dan tempe.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;b&gt;5. Berolahraga secara teratur sesuai kemampuan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Berolahraga bertujuan memperlancar peredaran darah, dan mempercepat           penyebaran impuls urat saraf ke bagian tubuh atau sebaliknya, sehingga           tubuh senantiasa bugar. Banyak orang berpendapat, tanpa olahraga pun           kita sebenarnya juga sudah bergerak badan mirip olahraga, kalau           melakukan pekerjaan fisik sehari-hari seperti menyapu lantai,           membersihkan rumah, mencuci, dan menjemur pakaian. Tetapi apakah           &quot;olahraga&quot; semacam ini dapat kita lakukan secara teratur dan           berkesinambungan? Itu masalah tersendiri!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Diperlukan kemauan yang kuat, berdasarkan keyakinan bahwa olahraga itu           mutlak perlu agar badan tetap bugar, karena peredaran darah           diperlancar tadi. Pada gilirannya ini dapat meningkatkan kekebalan           tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Para penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, infeksi           paru-paru, dan kencing manis, hendaknya berkonsultasi ke dokter dulu           untuk mengetahui jenis olahraga apa yang cocok. Biasanya olahraga yang           intensitasnya rendah dan dilakukan tidak terlalu lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Orang normal yang tidak mengidap penyakit, sangat baik memilih           olahraga yang kapasitas aerobiknya tinggi seperti renang, aerobik yang           &lt;i&gt;high impact&lt;/i&gt;, naik sepeda stasioner, dan joging.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;b&gt;6. Selalu menjaga kebersihan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Lingkungan bersih di rumah, halaman, dan kompleks hunian memberi           suasana segar dan nyaman. Sebuah penelitian di Amerika Serikat           menunjukkan bahwa kelompok rumah yang mempunyai halaman dan lingkungan           tertata baik, hijau, dan asri, mempunyai persentase kesehatan           penghuninya jauh lebih baik daripada kelompok rumah miskin tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Lingkungan bersih membuat tubuh kita juga bersih, baik jasmani maupun           rohani. Kondisi ini mampu mencegah penyakit jasmani seperti infeksi           kulit, alergi debu, flu, bronkitis, dan &quot;penyakit&quot; rohani           seperti stres, frustrasi dan depresi, biang kerok menurunnya sistem           kekebalan tubuh.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;b&gt;7. Meluangkan waktu untuk bersantai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Meluangkan waktu tidak berarti minta istirahat lebih banyak daripada           bekerja produktif sampai melebihi kepatutan. Tidak! Meluangkan waktu           untuk istirahat itu sebentar saja, dan ini perlu, untuk &lt;i&gt;setel kendo&lt;/i&gt;           sejenak di antara ketegangan jam sibuk bekerja sehari-hari. Ini perlu           dilakukan secara rutin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Bersantai juga tidak berarti harus melakukan rekreasi yang melelahkan,           tetapi cukup berkumpul membicarakan masalah keseharian dengan rekan           sekantor, tetangga atau keluarga di rumah. Bukan tidak mungkin, mereka           dapat membantu memecahkan masalah, atau setidak-tidaknya meringankan           beban pikiran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Bersantai seorang diri dengan merenung dan mawas diri juga perlu.           Makin sering dan rutin ini dilakukan, makin bagus keseimbangan jiwa           kita. Tidur nyaman juga bentuk bersantai seorang diri. Stamina akan           pulih dengan cepat, dan keseimbangan hormon dalam tubuh juga cepat           tercapai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Tubuh letih dan pikiran kusut kalau dibiarkan berkepanjangan (sampai           dibawa ke kamar tidur), akan menurunkan daya kerja sistem kekebalan           tubuh. Pada gilirannya memudahkan serangan penyakit.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;b&gt;8. &lt;i&gt;Back to nature&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;i&gt;Trend&lt;/i&gt; pada awal dekade 1990-an di negeri Barat ini dilandasi           pengalaman bahwa gaya hidup pada zaman modern mendorong orang mengubah           kebiasaan makan, seperti misalnya lebih sering menyantap makanan           kalengan, sambal botolan, atau buah awetan. Juga jarang bergerak badan           karena kemudahan memakai alat bantu rumah tangga, seperti mencuci           pakaian dengan mesin cuci, menyapu lantai dengan penyedot debu,           bepergian dengan kendaraan, padahal cuma dekat dan lebih sehat           dilakukan dengan jalan kaki. Tubuh kita jadi manja, karena jarang           bergerak, sehingga mudah sakit karena lembek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Sebaliknya, seorang pendekar silat, walaupun hidup di tengah zaman           modern, selalu sehat tubuhnya karena masih sering berjalan kaki,           latihan rutin dengan menggerakkan badan, dan tidak memakai alat bantu           hasil teknologi modern yang membuat orang jadi lembek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Untuk kembali dekat dengan alam, kita bukannya harus ikut menjadi           pendekar silat, tetapi setidak-tidaknya menghindari bahan makanan           kalengan, dan malah memperbanyak makan sayuran dan buah yang segar.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;b&gt;9. Mengolah pernapasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Mengolah pernapasan berarti mengatur cara dan frekuensi bernapas agar           lebih efisien. Dengan menghirup udara (oksigen) perlahan-lahan dalam           hitungan 15 kemudian melepaskannya kembali pelan-pelan juga dalam           hitungan 15, kita bisa menahan oksigen dalam badan lebih lama daripada           biasanya. Oksigen akan dipakai oleh organ tubuh secara efektif,           walaupun jumlahnya cuma sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Selama ini kita bernapas dengan frekuensi yang tidak teratur. Kadang           lambat, kadang cepat. Oksigen yang diirup juga cepat keluar lagi.           Belum sampai dimanfaatkan dengan baik, sudah keburu keluar. Dalam satu           menit kita benapas lima kali atau lebih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Tetapi, dengan latihan teratur frekuensi bernapas itu bisa kurang dari           lima kali dalam semenit. Setiap kalinya selalu dalam, dan berdaya           guna. Akibatnya, oksigen yang dihirup cukup sedikit saja, tetapi sudah           efektif. Organ tubuh akan menyesuaikan diri dengan ketersediaan           oksigen yang sedikit ini, dan itu justru menguntungkan tubuh. Sebab,           dengan oksigen sedikit, tetapi toh sudah efektif itu, tubuh tidak           kebanjiran hasil pernapasan berupa CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; banyak-banyak, yang           tidak baik bagi kesehatan.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          &lt;b&gt;10. Menggemari bacaan kesehatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;          Ungkapan &quot;Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak           cinta&quot; sangat pas untuk menyindir orang yang ingin tubuhnya           sehat, tetapi tidak mau bersusah payah mendekati bacaan tentang           kesehatan. Kalau dekat, kita akan tahu seluk-beluk kesehatan itu lebih           baik, dan kemudian dapat memakainya untuk menyusun siasat menghindari           gangguan penyakit. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;  &gt;(Nur Khalis)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/11/10-kiat-hidup-sehat-tanpa-obat.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-801699178202143220</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2007 11:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-07T03:31:36.402-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Other</category><title>Mengintip Masa Depan Matahari</title><description>&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;i&gt;Bila           diamati, bintang-bintang di langit ternyata tidak semuanya tunggal.           Banyak di antaranya berpasangan. Melalui pengamatan terhadap           bintang-bintang itu, masa depan Matahari bisa diketahui.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;p&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;Coba           kita bayangkan, betapa indahnya langit di malam cerah. Berjuta bintang           bertaburan memancarkan cahayanya. Karena pergerakan udara di atmosfer           Bumi, cahaya bintang itu tampak berkedip-kedip meskipun sebenarnya           tidak. Makin cerah langit, makin terang kedip-kedip mereka.&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Itu baru dengan mata telanjang. Lebih indah lagi bila menggunakan alat           bantu astronomi macam teleskop. Bintang yang bisa diamati semakin           banyak jumlahnya walau tidak lebih besar tampilannya. Masih tampak           seperti titik-titik cahaya, hanya saja terlihat lebih terang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Lebih mengejutkan lagi kalau diamati dengan teropong Zeiss milik Unit           Pelaksana Teknis (UPT) Observatorium Bosscha, Institut Teknologi           Bandung (ITB). Bintang yang tadinya terlihat tunggal, ternyata banyak           sekali yang berpasangan. Tiap pasangan seperti lengket bak muda-mudi           yang lagi asyik berpacaran. Dalam astronomi mereka dinamai bintang           ganda. Bintang inilah yang menjadi salah satu objek pengamatan utama           Observatorium Bosscha, yang maskotnya berupa kubah raksasa tempat           berteduh teropong Zeiss.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Memiliki refraktor ganda berdiameter 60 cm dengan panjang titik api           10,7 m, teropong Ziess dilengkapi teropong pencari berdiameter 40 cm           dan kisi difraksi di muka lensa utama.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;Masa depan Matahari&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Bintang di langit terang itu lebih dari 50%-nya bintang ganda.           Bintang ini, yang kita lihat sebagai bintang tunggal, ternyata dengan           teleskop (Zeiss) bisa diketahui terdiri atas dua, tiga, atau empat           bintang. Mereka saling mengorbit satu sama lain,&quot; jelas Dr.           Moedji Raharto, kepala UPT Observatorium Bosscha. Orbit inilah yang           diamati dari Bumi. Melalui pengamatan itu, massa bintang bisa           dihitung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pengamatan massa bintang ini, ungkap Moedji Raharto, untuk mengetahui           masa depan Matahari. Bintang-bintang itu tidak lain adalah           matahari-matahari yang sangat jauh letaknya. Matahari yang kita kenal           selama ini merupakan bintang paling dekat dengan kita. Masa depan           Matahari, struktur evolusinya, reaksi pembangkit energi yang ada di           pusatnya, sampai berapa miliar tahun lagi mau bersinar, apakah           cahayanya tetap seperti sekarang, apakah tiba-tiba tambah panas atau           tambah dingin, dan sebagainya, bisa dipelajari melalui pengamatan           bintang-bintang. Setidaknya, hasil dari mempelajari bintang-bintang           itu bisa meyakinkan kita bahwa 10 tahun lagi, misalnya, matahari masih           tetap bersinar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sistem bintang ganda sendiri dibedakan atas dua kelas, yakni bintang           ganda jauh dan dekat. Bintang ganda jauh adalah bintang ganda yang           tampak terpisah ketika diamati dengan teleskop. Bintang ganda ini           relatif lebih klasik, kurang menyajikan pengetahuan fisik bintang bagi           astronom. Studi objek ini lebih banyak berkisar pada penentuan orbit,           massa, struktur komponen-komponen, dan evolusi yang pada dasarnya           memberikan tambahan data pada katalog-katalog bintang serupa yang           sudah dipublikasikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Periode orbit bintang ganda jauh mencapai puluhan hingga ribuan tahun.           Sekadar contoh, sistem bintang ganda L (alpha) Centauri memiliki           periode orbit 80 tahun. Mengingat umur manusia rata-rata 70 tahun,           maka maksimal hanya sekali manusia dapat menyaksikan perputaran           bintang itu. Periode orbit berikutnya, maaf saja, tidak bisa           disaksikan lagi. Karena itu tidak begitu banyak astronom tertarik           untuk menelitinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sementara pada bintang ganda dekat, sifat kegandaannya terungkap           melalui teknik-teknik pengamatan spektroskopik (spektrum cahaya) dan           fotometrik (kekuatan cahaya). &quot;Bintang-bintang macam itu tentunya           tidak bisa diamati dengan teknik yang ada di teropong Zeiss,&quot;           tambah Moedji. Melalui pengamatan teleskop, tidak bisa dilihat           komponen-komponennya secara terpisah. Sistem bintang ganda dekat           inilah yang saat ini menjadi konsentrasi penelitian astronomi. Di           samping periodenya pendek (umumnya memiliki orde harian), juga           menampilkan beragam fenomena fisik menakjubkan.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;Evolusi bintang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sejak selesai dibangun pada 1928 oleh Karel Albert Rudolf Bosscha (15           Mei 1861 – 26 November 1928), pengusaha perkebunan teh di Malabar,           bersama Nederlands Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV,           perkumpulan ahli bintang Hindia Belanda), hingga sekarang           Observatorium Bosscha telah memiliki koleksi sekitar 9.000-an data           dari sekitar 400-an bintang ganda jauh. Menurut Moedji, kita tidak           mungkin mengamati semua bintang ganda jauh. Pengamatan dilakukan satu           hingga tiga tahun sekali untuk mengetahui apakah posisinya berubah           atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pengamatan bintang ganda jauh penuh dengan hal-hal menarik. Seperti           halnya manusia, bintang mengalami proses kehidupan: lahir, tumbuh dan           berkembang, serta akhirnya mati. Proses yang sering disebut evolusi           bintang itu berlangsung kira-kira jutaan hingga miliaran tahun.           Bintang yang terbentuk hampir tidak ada yang sama persis. Banyak           sekali yang sedikit berbeda, tapi mirip.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Proses terbentuknya bintang itu berawal dari awan gas dan debu           antarbintang. Di antara atom-atom awan terjadi tarik-menarik akibat           gaya gravitasi hingga membentuk nebula protobintang (kabut calon           bintang), yang mengerut, memanas, dan mulai bersinar. Ketika mengerut,           pusatnya mencapai suhu jutaan derajat Celcius, cukup panas untuk           berlangsungnya reaksi nuklir penghasil energi bintang. Dengan energi           itu, tekanan radiasi di pusat bisa mengimbangi keluruhan angkasa           bintang akibat gaya gravitasi. Dengan demikian bintang dapat stabil.           Daya desak dari luar ditahan tekanan radiasi dari dalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pada pembentukan bintang ganda dekat, kontraksi akibat gaya gravitasi           antarpartikel dalam nebula selama jutaan bahkan miliaran tahun,           akhirnya melahirkan dua bola gas padat. Keduanya sangat panas sehingga           di masing-masing intinya terjadi reaksi fusi (penggabungan dua atom           hidrogen menjadi helium).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pada tahap itu protobintang yang masih bersembunyi di balik sisa-sisa           nebula cuma memancarkan radiasi inframerah. Sisa nebula di sekitarnya           merupakan sumber emisi pada panjang gelombang radio. Radiasi           inframerah tidak akan pernah sampai ke permukaan Bumi lantaran           terserap uap air dalam atmosfer. Usia masing-masing komponen sistem           sangat ditentukan oleh massanya. Makin besar massa bintang, perjalanan           evolusinya makin cepat.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;Terancam lingkungan sekitar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Data-data hasil pengamatan yang dilakukan Observatorium Bosscha tadi           berupa data fotografi. &quot;Ke depan, Observatorium Bosscha akan           melangkah dari fotografik ke elektronik. Kami sedang melakukan           eksperimen untuk menggunakan detektor elektronik, supaya tetap bisa           mengoleksi data. Jadi, meneruskan sesuatu yang sudah dirintis           orang-orang terdahulu. Kalau sekarang datanya berupa fotografi lalu           diukur, nantinya menggunakan data elektronik,&quot; ungkap Moedji.           Perangkat kerasnya berupa &lt;i&gt;Chart Couple Device&lt;/i&gt; (CCD).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Keunggulan detektor elektronik ini, kuantum efisiensinya tinggi           sekali. Kalau pada detektor fotografi cuma 1%, ia bisa mencapai lebih           dari 60%. Jadi, diharapkan bisa mengumpulkan data (objek) lebih lemah.           Kelemahannya, detektor elektronik tidak bisa membuat data sebesar plat           fotografi. Kalau pun ada, mungkin biayanya sangat mahal. &quot;Bila           kelak alat canggih itu telah kami gunakan, kami tetap menggunakan           teleskop yang ada. Teleskop ini memiliki keunggulan berupa titik api           yang panjang. Artinya, dia dapat mengamati lebih rinci objek-objek           langit. Keuntungan lainnya, bidang fokusnya datar, sehingga dengan           detektor elektronik masih cocok,&quot; tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sayangnya, aktivitas pengamatan yang berguna untuk menganalisis masa           depan Matahari sebagai sumber kehidupan makhluk Bumi, terancam oleh           ulah manusia sendiri. Saat ini, Observatorium Bosscha, yang terletak           di 107&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; BT dan 6&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;49’ LS pada ketinggian 1.310           m dari permukaan laut, menghadapi kendala polusi cahaya lampu yang           terang benderang dari Bandung dan sekitarnya. Bahkan beberapa ratus           meter dari Observatorium Bosscha pun sudah tumbuh rumah-rumah, yang           pasti akan mengeluarkan cahaya di malam hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Pada dasarnya kami ingin memelihara lingkungan ini agar tidak &lt;i&gt;getting           worse&lt;/i&gt;,&quot; harap Moedji. Kalau tidak, suatu saat keberadaan           Observatorium Bosscha menjadi tidak ada artinya. Tanpa disadari           lingkungan Osevatorium Bosscha memang menjadi tidak bersahabat.           Padahal ketika didirikan, lingkungan observatorium itu sangat ideal.           Ia berada di tengah-tengah perkebunan teh yang nyaris bebas dari           polusi asap dan cahaya. Kita tidak tahu, apakah pembangunan sudah           berlangsung di sana-sini dengan tiba-tiba itu akibat ketidaktahuan           orang dan sebagainya. Pemda juga tidak tahu bagaimana menyetopnya.           Seminar juga sering dilakukan. &quot;Dulu ‘kan rencana detail tata           ruang (RDTR) belum dibuat sehingga secara hukum sukar untuk           melarang,&quot; tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sebetulnya, yang menjadi pokok masalah adalah polusi cahaya itu paling           besar bersumber dari lingkungan paling dekat dengan observatorium.           Karena itu, pada radius 2,5 km perlu dilakukan pembenahan permukiman.           Dari topografinya jelas di radius itulah yang akan banyak sekali           terjadi konflik kepentingan dan juga berpotensi mengundang orang untuk           berlomba-lomba membangun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Memang ada usulan untuk memindahkan observatorium ini, yang ketika           baru dibangun merupakan salah satu dari 17 observatorium di belahan           bumi selatan, dan satu-satunya yang berlokasi amat dekat dengan           katulistiwa. Akan tetapi, ide ini juga bukan menjadi jalan keluar           terbaik, sehingga sulit diterima.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Untuk sementara ini kami harapkan, ada kesadaran masyarakat atau           yang lebih tinggi lagi untuk mengurangi cahaya lampu berlebihan,           terutama lampu pekarangan atau penerangan di luar rumah. Secara           bertahap barangkali bisa sadar untuk tidak membangun lebih luas. Tapi           kesadaran ini ternyata hanya suatu harapan. Bagaimanapun kami masih           memiliki suatu harapan,&quot; ujar Moedji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Semoga saja harapan ini bisa didengar, direnungkan, dan bisa           menumbuhkan rasa empati. Siapa tahu, dari sana kepedulian terhadap           aset bernilai pendidikan tinggi ini bangkit dan berlanjut dengan           tindakan nyata. Maka, para astronom bisa tetap bekerja dengan baik dan           astronomi di negeri ini bisa terus berkembang untuk diwariskan kepada           anak cucu. Mereka pun masih berkesempatan mengintip indahnya           bintang-bintang di langit secara lebih jelas. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;(I           Gede Agung Yudana)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/11/mengintip-masa-depan-matahari.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-198083465174947229</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2007 11:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-07T03:30:11.562-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Other</category><title>GAGAL PANGKAL SUKSES</title><description>&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#ff0000;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Kegagalan           adalah keberhasilan yang tertunda&quot;. Begitu pepatah yang sering           diucapkan seseorang kepada sahabatnya yang sedang mengalami kegagalan.           Tujuan penyampaian pepatah itu tentu untuk menyuntikkan semangat bahwa           kegagalan bukanlah kiamat atau akhir dari segalanya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;           &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;           Benarkah demikian? Kegagalan memang bisa bersifat positif apabila kita           dapat menarik manfaat dari kegagalan itu. Sebaliknya, akan menjadi           negatif apabila dianggap palang pintu yang tidak dapat ditembus lagi,           lalu membuat orang menyerah pada nasib.&lt;br /&gt;          Agar kegagalan tidak menjadi momok mengerikan, ada delapan hal yang           bisa dilakukan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;1. Bersikap positif terhadap kegagalan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sikap positif merupakan dasar utama untuk memahami bahwa kegagalan           bukan sesuatu yang harus ditakuti. Tanpa adanya sikap positif, kita           akan merasa seolah-olah hidup di alam mimpi, tidak ingin berbuat           apa-apa lagi karena takut gagal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Bersikap positif artinya mampu memandang suatu kegagalan sebagai           peristiwa hidup yang harus dialami. Kita siap untuk menerima kegagalan           kapan saja dan dalam bentuk apa pun. Kegagalan bukanlah           &quot;virus&quot; atau &quot;monster&quot; yang perlu ditakuti.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;2. Mencari penyebab&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Ada dua faktor utama penyebab kegagalan, yakni faktor internal dan           eksternal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Faktor internal adalah faktor penyebab yang berasal dari dalam diri           kita sendiri. Mungkin karena kurang hati-hati dalam melakukan sesuatu           atau karena menganggapnya remeh atau enteng, maka kita tidak           melakukannya dengan sepenuh hati. Tidak perlu mencari kambing hitam,           melainkan dengan kebesaran jiwa dan kebesaran hati kita harus           mengakui, diri kita sendirilah penyebab kegagalan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Faktor eksternal adalah faktor penyebab di luar diri sendiri.           Misalnya, persaingan dengan orang lain. Mungkin kemampuan orang itu           sama atau melebihi kemampuan kita sehingga memperbesar peluang           kegagalan kita.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;3. Melakukan identifikasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Kita perlu mencoba untuk mengidentifikasi apa saja faktor-faktor           penyebab kegagalan, kemudian mencoba mengatasinya. Tentu saja tidak           perlu sekaligus mengatasi semua penyebab kegagalan. Kalaupun           dipaksakan untuk mengatasi sekaligus bersama-sama, hasilnya tidak akan           maksimal. Usahakan memprioritaskan penyebab utama, baru           penyebab-penyebab lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Caranya, dengan mencatat hal-hal yang sering membuat kita gagal,           apakah faktor internal atau eksternal. Mengatasi faktor internal tentu           lebih sulit dibandingkan dengan faktor eksternal. Namun, tidak ada           cara lain kecuali menentukan skala prioritas terhadap hal yang mesti           diatasi.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;4. Melakukan evaluasi diri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pada umumnya apabila mengalami kegagalan, yang pertama kali kita           salahkan adalah pihak lain. Jarang yang mau mengakui dirinya bersalah.           Dengan mengevaluasi diri berarti kita berusaha mengakui kesalahan itu.           Mau mengevaluasi diri juga berarti kita bersikap dewasa dan bijaksana,           karena berani bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan. Evaluasi           diri sekaligus melatih untuk semakin mengerti tentang diri kita           sendiri.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;5. Menggali kekuatan diri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Kegagalan sebenarnya bukan merupakan tanda kita tidak mempunyai           kekuatan dalam diri. Kita hanya belum mengenal atau mampu menggunakan           kekuatan itu secara maksimal. Cobalah wujudkan kekuatan positif. Gali           potensi-potensi yang sangat mungkin untuk dikembangkan. Kita akan           berhasil menginventarisasi potensi-potensi apabila terus berusaha           mengenali kekuatan kita.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;6. Mengenali kelemahan diri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Tidak bisa dipungkiri, salah satu penyebab kegagalan adalah kelemahan           dalam diri. Kelemahan itu dianggap wajar. Mungkin karena kurang           menguasai atau kurang mampu mengerjakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Rata-rata orang memang tidak mempunyai keberanian untuk menggali           kelemahan diri. Padahal, ketakutan merupakan cermin belum siapnya kita           mengakui sisi kelemahan diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Meneliti kelemahan sendiri sebenarnya merupakan kesempatan untuk           melakukan koreksi diri. Sebaliknya, bila tidak mau mengakui kelemahan,           seolah-olah kita hidup dalam dunia maya, karena tidak akan pernah           melihat diri kita yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Ingat, dengan mengenali kelemahan, kita akan dapat memperbaiki diri.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;7. Melihat peluang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Hendaknya kita pandai-pandai melihat peluang. Kegagalan sebenarnya           menyimpan berbagai kesempatan yang dapat diubah menjadi hal yang           menguntungkan hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Namun, acap kali kita menganggap kegagalan mengandung makna negatif.           Peluang dapat diperoleh apabila mau belajar dari kegagalan itu sendiri           serta mampu menyiasati hal-hal yang membuat kita gagal. Perlu           disadari, yang kita alami bukanlah suatu ancaman bagi kehidupan kita,           melainkan kesempatan untuk mengubah hidup kita menjadi lebih efektif.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;8.&lt;i&gt;Trial and error&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;i&gt;Trial and error&lt;/i&gt; merupakan salah satu tolok ukur atau alat ukur           bahwa kita ingin mengubah kegagalan menjadi kesuksesan. Tinggal sejauh           mana kita mau dan berani mencoba kembali kegagalan itu. Sebelum           mencoba kembali, hendaknya dipikirkan masak-masak langkah yang akan           ditempuh. Kalau pun terjadi kesalahan kembali, jangan segan-segan           melakukan revisi dan mencoba kembali sampai akhirnya berhasil           mengatasinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Kunci utama&lt;i&gt;trial and error&lt;/i&gt; adalah ketekunan dan sikap pantang           menyerah dalam uji coba mengatasi kegagalan. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;(E.           Widijo Hari Murdoko, S.Psi., alumnus Fakultas Psikologi UGM)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;           &lt;/p&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/11/gagal-pangkal-sukses.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-9141840218994654571</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2007 11:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-07T03:27:49.763-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">The Stories</category><title>Akibat Perselingkuhan</title><description>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-right: 0.5in; margin-left: 0.5in;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-transform: uppercase;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;Minggu,           13 Februari 2000. Alangkah senangnya Tantri karena besok, 14 Februari,           usianya genap 21 tahun. Untuk itu ia sudah menyiapkan pesta, tentu           dengan mengundang teman-temannya. Agar hatinya yakin dia tidak lupa           mengirim undangan, dia menelepon Raisa, sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Di Garut malam-malam Raisa kaget mendapat telepon itu. &quot;Tenang           saja. Aku pasti datang Senin malam. Tapi mungkin agak malam. Ibu           menyuruhku mampir ke rumah Tante Kori. Lalu aku menjemput Lisa di           rumahnya. Kuusahakan kami sudah tiba sebelum acara mulai.&quot;           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;Liontin hadiah ulang tahun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Esoknya, Senin pagi, dengan wajah segar dan ceria Raisa sudah di dalam           bus menuju Bandung. Raisa tidak keberatan meski harus jauh-jauh pergi           ke Bogor, demi sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Tantri sedang mencoba gaun pesta ketika telepon di kamarnya berdering.           Suara di seberang sana sudah tidak asing lagi di telinganya. Dari Lisa           di Bandung yang mengabarkan urung datang karena penyakit ibunya           kambuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Oh iya, tadi Raisa ke rumah menjemput aku. Jadi, dia pasti           datang. Anggap saja ia mewakili aku, OK?&quot; Setelah mengucapkan           selamat, dan - kembali - minta maaf, Lisa menutup telepon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Tantri menarik napas dalam-dalam. Untung Raisa bisa datang. Ulang           tahun tanpa sahabat dekat tentu tidak meriah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dering telepon membuat Danu Sasmita terperanjat. Entah mengapa sejak           mengantar Raisa, putri tunggalnya, ke terminal hatinya tidak tenang.           Apalagi setelah menerima telepon dari Kori, adik iparnya, yang           menanyakan Raisa, yang belum juga muncul di rumahnya di Bandung.           Selain itu, kata Kori, teman Raisa yang berulang tahun telah           menelepon, menanyakan apakah Raisa sudah berangkat dari Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Meski sempat waswas, Danu menenangkan diri dengan menduga, Raisa yang           langsung ke Bogor, belum tiba di Bogor. Selasa pagi Danu menelepon           kembali Kori untuk menanyakan kabar Raisa. Jawaban Kori justru           menambah khawatir. Ia makin gelisah ketika Tantri bertanya, kenapa           Raisa tidak kunjung datang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dengan berbekal nomor telepon dari Tantri, Danu menelepon hampir semua           teman Raisa. Namun, semua mengaku tidak tahu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sudah dua hari Raisa menghilang. Bukan hanya Danu, pasangan           suami-istri Anwar dan Kori pun melapor ke polisi. Namun, belum ada           titik terang yang menunjukkan keberadaan Raisa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Empat hari kemudian, berbagai media massa memberitakan ditemukannya           sesosok mayat wanita muda di daerah Ciranjang, Cianjur. Mayat tanpa           identitas itu ditemukan seorang pencari kayu bakar, di sebuah lubang           di hutan pinus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dari ciri-ciri yang diberitakan Danu curiga mayat tersebut adalah           Raisa. Dengan diantar petugas kepolisian Garut dan Anwar, adiknya,           Danu pergi ke Ciranjang, tempat mayat ditemukan. Rasa penasaran           mendorongnya untuk melihat mayat yang mulai membusuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Danu limbung, untung Anwar sigap menangkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Bapak mengenalinya?&quot; tanya seorang polisi. Danu mengangguk           dengan air mata yang tak lagi mampu ditahan. Ia yakin, itu jasad           Raisa. Tandanya, seutas kalung dengan liontin berinisial RIS yang           melingkar di leher mayat itu. Danu ingat, liontin itu hadiah           pemberiannya di ulang tahun ke-17 Raisa. RIS artinya Raisa Indrawati           Sasmita.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;Pacarnya tak melayat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Usai diautopsi, jasad Raisa dikuburkan di pemakaman keluarga di           Bandung. Dari pemakaman, Inspektur Satu Polisi (Iptu) Agung ditemani           Sersan Satu Tatang menemui Danu dan istri di rumah Anwar. Danu tidak           merasa ada yang aneh saat mengantar Raisa ke terminal, untuk merayakan           ulang tahun Tantri di Bogor. Lagipula bukan satu-dua kali Raisa pergi           ke luar kota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Selama dua tahun terakhir Raisa tinggal bersama paman dan tantenya,           karena harus menyelesaikan kuliah di sebuah universitas di Bandung.           Saat liburan saja Raisa pulang, ke rumah orang tuanya di Garut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Menurut Danu, kecil kemungkinan Raisa punya musuh. Raisa pandai           bergaul hingga temannya banyak. Kalau ke Garut, Raisa tidak pernah           mengeluhkan masalah apa pun. Dia selalu pulang dengan wajah ceria.           Cerita Danu diperkuat oleh keterangan Kori dan Anwar. Selama tinggal           bersama mereka, Raisa selalu berperilaku baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Teman-teman Raisa pun sependapat. Malah, diketahui pula kalau Raisa           menjalin hubungan dengan teman kuliahnya, yakni Dito. Iptu Agung pun           melihat, banyak teman Raisa ada di rumah Anwar membantu keluarga Danu           mengurusi proses pemakaman Raisa, kecuali Dito.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Usai menemui Danu, Iptu Agung menghampiri Tantri di kamar Raisa. Gadis           manis itu duduk termenung dengan mata sembap, saat Iptu Agung duduk di           hadapannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dengan suara berat sambil sesekali menghapus air mata, Tantri           bercerita tentang Raisa yang periang, pandai bergaul, namun juga           sangat iseng. Keisengan itu terkadang membuat orang lain jengkel. Dito           pun pernah jadi &quot;korban&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Bagaimana ceritanya?&quot; tanya Iptu Agung penasaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Saat itu saya, Lisa, Mimi, Sari menginap di sini. Niatnya,           membuat makalah. Tapi akhirnya kami ngobrol ke sana-kemari,&quot;           tutur Tantri, &quot;tiba-tiba Raisa mengajak bertaruh.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Kalau Raisa menang, selama seminggu Tantri dan teman-teman harus           mentraktir makan. Selain itu, ulang tahun Tantri yang bertepatan           dengan hari Valentin harus dirayakan di vila di Bogor. &quot;Tapi,           kalau Raisa kalah, cincin kesayangannya hadiah ulang tahun dari Dito,           akan diserahkan. Kami setuju.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Bentuk taruhannya sederhana. Raisa akan menelepon Dito lalu memintanya           datang. Padahal hari sudah malam, sedang hujan lebat pula. Tantri dan           teman-teman yakin Raisa akan kalah. Ternyata tidak, Raisa menang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Mengapa Dito mau datang?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sambil menatap foto Raisa di meja belajar, Tanri berkata, &quot;Raisa           mengatakan, ia hamil dan minta Dito bertanggung jawab. Bila Dito tidak           datang, Raisa akan memberi tahu semua orang. Kalau sebaliknya, ia akan           tutup mulut dan menyelesaikan masalah itu. Dito pun panik dan           cepat-cepat datang.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Iptu Agung menatap Tantri dalam-dalam, &quot;Benarkah Raisa           hamil?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Enggaklah Pak, itu &#39;kan akal-akalannya saja agar menang.           Keisengannya memang selalu membuat jantung deg-degan. Yang kenal           Raisa, tahu itu. Selain Dito, kami dan Om Nugroho pun pernah dibuat           kalang kabut.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Om Nugroho? Siapa dia?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Teman Om Anwar.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Menurut Tantri lagi, sejak itu Raisa dan Dito jarang akur. Apalagi           Dito mulai melirik cewek lain yang juga sekampus. Itu terjadi dua           minggu sebelum Raisa pulang ke Garut. Orang tua Raisa sama sekali           tidak tahu kalau Raisa mempunyai kekasih bernama Dito.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Setelah dirasa cukup, Iptu Agung bermaksud pamit. Saat ia hendak           beranjak pergi, seorang pria berpostur tegap masuk, menyalami           orang-orang di sana, lalu langsung memeluk Anwar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Anwar memperkenalkan laki-laki itu pada Danu Sasmita dan Iptu Agung.           Nugroho mengangguk hormat ke arah Danu dan Agung. &quot;Saya turut           berduka cita, Pak. Sungguh tidak disangka. Rasanya baru kemarin saya           melihatnya,&quot; tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Kami juga tidak menduga. Semoga pembunuhnya cepat           tertangkap,&quot; sahut Anwar sambil mengepalkan tangan gemas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Anda kenal Raisa?&quot; pertanyaan mendadak Iptu Agung           mengejutkan Nugroho.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Tentu, Pak. Saya sering bertemu dengannya kalau ke sini, dia           anak baik,&quot; jawab Nugroho gugup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Agung mengangguk sambil mengajak Sertu Tatang untuk pamit.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;Cincinnya di pacar baru&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pukul 07.00, Iptu Agung diberi tahu anak buahnya tentang tamu yang           sudah sedari 15 menit menunggunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Saya Lisa, sahabat Raisa. Saya tidak bisa tinggal diam, Pak.           Saya takut kecurigaan saya benar,&quot; ujar gadis berambut panjang           itu memperkenalkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Lisa datang atas permintaan Tantri. Sebelumnya Lisa telah bercerita           pada Tantri tentang semua kecurigaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Kemarin di rumah sakit saya bertemu Sasti. Kebetulan neneknya           seruang dengan Ibu saya. Kami ngobrol, sampai akhirnya dia           memperlihatkan cincin di jarinya. Saya kaget, itu cincin Raisa!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Sasti? Siapa dia?&quot; Iptu Agung penasaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Pacar baru Dito. Kebetulan dia teman saya di SMP. Katanya,           cincin itu pemberian Dito, sebagai hadiah Valentin sekaligus hari &lt;i&gt;jadian&lt;/i&gt;           mereka. Aneh &#39;kan, Pak? Soalnya, terakhir kali bertemu Raisa, saya           lihat cincin itu masih di jarinya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Kapan itu?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Tanggal 14, Pak. Saya dan Raisa berencana berangkat bareng ke           vila Tantri di Puncak. Waktu itu Raisa diantar Dito menjemput saya di           rumah saya di Dago.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Mengapa baru sekarang Anda melaporkan?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Baru kemarin saya tahu Raisa meninggal, ya dari Sasti itu.           Awalnya saya tidak percaya. Tapi setiba di rumah saya, Tantri sudah           menunggu dan mengabarkan berita duka itu. Saya jadi curiga pada           Dito.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Menurut dia, karena Lisa batal ke Bogor, Dito akan mengantar Raisa           sampai Bogor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Pukul berapa mereka berangkat dari rumah Anda?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Lisa mengernyitkan dahi, mengingat-ingat. &quot;Sekitar pukul 14.30,           Pak. Kami berangkat bersama. Mereka juga mengantar saya dan Ibu ke           rumah sakit.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Anda yakin cincin yang dipakai Sasti itu milik Raisa?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Saya hapal benar. Modelnya unik dan lucu, berbentuk hati. Tanya           saja Tantri, ia pasti sependapat dengan saya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Apa Anda yakin Raisa langsung pergi ke Bogor? Tidak mampir dulu           ke tempat lain?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Yakin, Pak. Setelah mengantar saya, Dito yang tampaknya sedang           kesal cepat-cepat mengajak Raisa ke Bogor. Alasannya, agar tidak           kemalaman di jalan,&quot; tutur Lisa.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sakaw&lt;/i&gt; saat diinterogasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Berbekal keterangan Lisa, Iptu Agung memanggil Dito dan Sasti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Pengakuan Sasti yang tinggi semampai itu sama seperti yang           diucapkannya pada Lisa. Ia mengaku, baru kenal Dito dua minggu silam.           Perkenalan itu menjadi makin serius. Buktinya adalah cincin itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Apa Anda kenal Raisa?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Raisa? Tidak. Tapi, saya tahu orangnya. Dito juga pernah cerita,           Raisa itu mantan pacarnya. Kasihan, ia meninggal dengan cara           mengenaskan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Tahukah Anda, cincin itu milik Raisa?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sasti kaget. Matanya menatap tajam Iptu Agung. &quot;Kata siapa,           Pak?!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Ada yang bilang, itu cincin Raisa. Bahkan, masih dipakai pada 14           Februari. Coba ceritakan lagi, kapan tepatnya Anda menerima cincin           ini?&quot; desak Agung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dengan kesal Sasti mengatakan, Dito memberikan cincin itu pada 14           Februari malam, pukul 21.30. Saat itu Dito dan teman-temannya           merayakan hari Valentin di sebuah diskotek. &quot;Kalau ada yang           mengatakan cincin ini milik Raisa, pasti karena dia iri pada saya dan           Dito.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Saat Dito dimintai keterangan, pemuda ganteng bertubuh ceking itu           menjawab dengan berbelit-belit. Sikap yang membuat Iptu Agung kesal           itu juga mengesankannya terlibat dalam pembunuhan Raisa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Apalagi saat Agung bertanya, ke mana Dito dan Raisa pergi setelah           mengantar Lisa ke rumah sakit. Dito hanya mengaku, ke rumah teman           tanpa menyebutkan nama dan alamat sang teman. Untuk pemeriksaan lebih           lanjut Dito terpaksa mendekam dalam tahanan kepolisian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Di hari kedua pemeriksaan Dito mengaku, tidak mengantar Raisa ke           terminal Leuwi Panjang melainkan ke depan kompleks perumahan tempat           tinggal Raisa. Selanjutnya, dia tidak tahu ke mana Raisa pergi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Bukankah Anda mengatakan pada Lisa, akan mengantar Raisa ke           Bogor?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Awalnya begitu, Pak. Tapi di jalan Raisa malah minta diantar ke           rumah tantenya. Belum sampai di rumahnya, ia pun minta berhenti.           Katanya, mau naik becak saja.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Saat itu Anda sedang kesal dengan Raisa. Mengapa?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dito tidak segera menjawab. Kepalanya menunduk, butir-butir keringat           membasahi dahinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Tolong jawab!&quot; ulang Iptu Agung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dito menarik napas berat, &quot;Saya kesal karena Raisa minta dijemput           di terminal, minta diantar ke mana-mana. Tapi tidak sekalipun minta           maaf, malah minta putus.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Minta maaf? Untuk soal apa?&quot; tatap Agung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Eh … eh … suatu malam Raisa menelepon saya, dan mengaku           hamil. Ia meminta saya datang. Ternyata, semua hanya tipuan. Saya jadi           objek taruhan antara dia dan teman-temannya. Sejak itu hubungan kami           renggang. Apalagi teman-temannya selalu mempengaruhi agar menjauhi           saya,&quot; jawab Dito pelan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Mengapa?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Entahlah, Pak.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Mengapa Anda panik saat diberi tahu bahwa Raisa hamil?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Saya amat mencintainya. Selama berpacaran, saya berusaha tidak           melakukan hal yang melewati batas. Tentu saja saya kaget waktu Raisa           mengaku hamil. Saya marah. Saya pikir Raisa pasti melakukannya dengan           orang lain.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Lalu Iptu Agung bertanya tentang cincin yang diberikan pada Sasti.           Dito mengatakan, cincin itu dikembalikan Raisa sebagai tanda putus.           Dengan kesal dan marah ia langsung pergi. Dia tidak peduli ke mana           Raisa pergi. Ia sengaja memberikan pada Sasti untuk memanas-manasi           Raisa, agar menyesal telah mengembalikan cincin itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Saya menyesal membiarkannya sendiri. Kalau saya tahu bakal           begini .... &quot; suara Dito tertahan, dia mengusap matanya yang           berkaca-kaca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Kata Anda, setelah mengantar Raisa, Anda mengunjungi teman.           Siapa namanya dan di mana alamatnya?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Heran, Dito tak menjawab, tubuhnya menggigil, wajahnya memucat. Dari           hidungnya keluar cairan bening. Dengan tangan gemetar Dito           menghapusnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Anda sakit?&quot; tanya Agung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Meski Dito menggeleng, Agung tanpa membuang waktu meminta anak buah           membawa Dito ke rumah sakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dari hasil pemeriksaan diketahui, Dito positif memakai obat-obatan           terlarang. Rupanya saat diinterograsi Dito &lt;i&gt;sakaw&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sedari awal Agung sudah curiga dengan keadaan Dito. Apalagi melihat           gaya hidup Dito yang bebas dan penuh hura-hura. Kini selain tersangka           utama pembunuh Raisa, Dito juga dicurigai sebagai pengedar narkoba.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;Dua orang yang dicurigai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Inspektur Satu Agung mempelajari kembali hasil autopsi Raisa. Di           antaranya disebutkan Raisa meninggal akibat pukulan di belakang           kepala. Pukulan yang diduga dilakukan secara bertubi-tubi itu           mengakibatkan bagian belakang kepalanya retak. Kemudian tubuh korban           dibenamkan di sebuah lubang, yang lalu ditutupi dedaunan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Diduga pelakunya adalah orang yang kenal dengan korban. Tidak ada           tanda-tanda perkosaan ataupun perampokan, kecuali cincin dan semua           kartu identitas hilang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Tempat penemuan mayat jauh dari keramaian dan tidak dilewati kendaraan           umum. Jangankan kendaraan besar seperti bus, angkot pun tidak akan           sampai ke hutan pinus itu. Artinya, Raisa atau si pelaku tidak           menggunakan kendaraan umum, mungkin kendaraan pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dari semua informasi itu, makin jelas kemungkinan Dito sebagai           tersangka utama. Saat mengantar Raisa, Dito menggunakan sepeda motor.           Ia pun tidak punya alibi antara waktu mengantar Raisa dan menjemput           Sasti pada pukul 20.00.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Agung tinggal menunggu pengakuan Dito, yang kini dirawat di rumah           sakit. Sekeluar Dito dari perawatan, serangkaian pemeriksaan           menunggunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Belum usai merapikan kertas laporan, datang Sertu Tatang yang           melaporkan temuannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Apa anehnya dia ada di kafe?&quot; tanya Agung dengan dahi           berkernyit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Yang janggal adalah orang yang bersamanya. Bapak pasti tidak           menduga.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Agung memajukan kursi, tanda penasaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Ternyata Tatang melihat tante Raisa berduaan dengan pria yang bukan           suaminya, yakni Nugroho.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Nugroho?&quot; Agung mengingat-ingat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Benar Pak, kita pernah bertemu dengannya di rumah Anwar saat           pemakaman Raisa. Dia datang saat kita akan pulang.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Lalu?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Menurut pelayan, mereka memang pelanggan kafe itu. Sepertinya           mereka menjalin hubungan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Agung mengangguk-angguk, rasanya penemuan ini perlu ditindaklanjuti           dan diselidiki. Apalagi ia ingat cerita Tantri tentang Nugroho yang           pernah dibuat kalang kabut oleh Raisa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sersan Tatang mulai menjalankan tugas untuk mencari tahu sejauh mana           hubungan keduanya. Ia menyamar sebagai pelanggan kafe. Dengan bantuan           pramusaji bernama Bino, Sersan Tatang tahu hari dan jam berapa dua           insan itu biasa bertemu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Tidak dipungkiri lagi, Kori dan Nugroho memang menjalin hubungan           asmara. Mereka layaknya remaja yang mabuk cinta, berkencan dan           bermesraan, tak peduli sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Hasil investigasi itu dilaporkannya kepada Iptu Agung. Untuk           membuktikan kecurigaannya yang tiba-tiba muncul di benaknya, Agung           meluncur ke tempat kos Tantri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Wah kedatangan Bapak benar-benar kejutan, ada yang bisa kami           bantu, Pak?&quot; sergah Tantri dan Lisa, yang tak disangka ada di           sana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Benar. Saya ingin bertanya soal Nugroho. Anda pernah bilang,           Raisa sempat mengerjai Nugroho, benarkah?&quot; Agung menatap Tantri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Sebenarnya saya kurang tahu, Pak. Karena saya tidak begitu           mengenal Om Nugroho. Raisa yang pertama kali mengenalkannya. Raisa           mengatakan, ingin &lt;i&gt;ngerjain&lt;/i&gt; Om Nugroho, karena tahu rahasia Om           Nugroho. Bila berhasil, si Om tidak akan sering-sering datang ke           rumahnya, khususnya saat Om Anwar tidak ada di rumah.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Namun seingat Lisa, Raisa memang pernah menggarap Om Nugroho. Beberapa           waktu lalu Raisa mengajak Tantri, Lisa, Didit, Ami, dan Lim Yie           makan-makan. Setelah memesan makanan, Raisa menelepon Om Nugroho, yang           datang tak lama kemudian. Setelah makanan ludes, Raisa mengajak pergi           teman-temannya, membiarkan Om Nugroho yang membayar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Waktu kami tanya, kenapa Om Nugroho yang membayar. Jawaban Raisa           cuma, &#39;rahasianya ada padaku&#39;.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Tiba-tiba Tantri ingat sesuatu. &quot;Oh ya, sebelum pulang ke Garut,           Raisa pernah menelepon ke telepon genggam Om Nugroho. Ia mengatakan           ingin bertemu untuk membicarakan hal penting dan rahasia. Kalau tidak           datang, rahasianya akan dia bocorkan. Saya sempat bertanya, tapi Raisa           menolak memberi tahu. Ia berjanji akan bercerita saat ke Bogor           nanti.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Tantri menduga, &quot;Jangan-jangan Tante Kori berselingkuh dengan Om           Nugroho. Saya pernah melihat mereka berduaan di taman belakang rumah.           Saya tidak yakin Dito yang membunuh Raisa. Meski saya tidak suka pada           Dito, tapi saya tahu Dito sangat sayang pada Raisa. Mungkinkah Om           Nugroho membunuh Raisa? Bukankah ia punya motif? Itu kalau dugaan saya           benar, Raisa sudah tahu itu. Agar aman, satu-satunya jalan adalah           melenyapkan Raisa.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Namun Lisa membantah, &quot;Belum tentu Tante Kori ada main dengan Om           Nugroho. Saya lebih curiga pada Dito. Selama ini kita tidak tahu kalau           Dito memakai obat terlarang. Tampaknya Raisa tahu bahwa Dito pengedar           ganja. Ia akan melaporkannya ke polisi. Daripada mendekam di penjara,           Dito memilih menghabisi Raisa. Saya yakin Raisa diajak mampir ke           Ciranjang, lalu dihabisi di hutan pinus itu. Iya kan, Pak?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Mendengar argumen keduanya Iptu Agung hanya tersenyum, &quot;Ya kita           akan mencari siapa pelakunya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dalam hati Agung memuji kejelian kedu gadis itu. Memang tak tertutup           kemungkinan Nugroho terlibat pembunuhan itu, namun Agung juga melihat           Dito punya peluang menjadi pelaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sersan Tatang membawa laporan yang lebih lengkap. Di perusahaan yang           dipimpin Anwar, Nugroho adalah staf yang segera dipromosikan menjadi           wakil direktur. Sedangkan salah satu pemegang saham perusahaan garmen           itu adalah Danu Sasmita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Menurut tetangganya yang ditanyai Sersan Tatang, Nugroho dikenal           sebagai suami penurut dan takut istri. Ia sering ketakutan kalau           istrinya sedang marah-marah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dari Beno, pelayan kafe, Tatang mendapat informasi penting, Senin           sore, 14 Februari, Nugroho tampak bersama seorang gadis muda berusia           20-an. &quot;Saya ingat, hari Jumat malam dan Senin sore, dia membawa           gadis cantik itu ke sini,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Saya pikir dia dapat &lt;i&gt;gacoan&lt;/i&gt; baru. Padahal minggu           malamnya, saat acara Valentin yang tiap tahun diadakan di sini, ia           dinobatkan sebagai pasangan serasi dengan wanita yang sering           bersamanya. Hebat dia, bisa dapat cewek muda dan pintar bagi-bagi           waktu,&quot; kata Beno sambil tertawa penuh arti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Kunci berikutnya adalah istri Nugroho. Ketika Iptu Agung mendatangi           rumahnya, Nugroho sedang ke luar kota. Ines, istri Nugroho, sempat           heran polisi itu menanyakan jam berapa suaminya pulang pada tanggal 14           Februari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Kata Ines, &quot;Dia memang pulang malam karena ada rapat penting di           kantor. Apalagi sebentar lagi ia akan naik pangkat menjadi wakil           direktur, otomatis kesibukannya bertambah.&quot; Ines yakin suaminya           yang penurut, tidak berani berbuat macam-macam. Agung iba dan prihatin           melihat Ines. Dia pikir dengan menguasai dan mengendalikan Nugroho,           suaminya itu akan selalu setia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Agung mulai menghubungkan kematian Raisa, semua laporan Sersan Tatang,           cerita Tantri dan Lisa, serta pengakuan Ines.           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &lt;b&gt;Dua tuntutan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Inspektur Satu Agung segera mengatur siasat. Bersama beberapa anak           buahnya ia menjemput Nugroho di bandara. Tentu saja ini mengagetkan           Nugroho.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Semula Nugroho keberatan dan memprotes saat dibawa ke kantor polisi,           meski Agung memperlihatkan surat perintah. Namun, dengan sejumlah           bukti-bukti dan saksi yang menyatakan melihatnya bersama Raisa pada           hari Senin sore, akhirnya Nugroho tunduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Di kantor polisi, tanpa mengalami kesulitan berarti Agung berhasil           mengorek pengakuan Nugroho.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Sore itu saya melihat Raisa akan naik becak untuk pulang ke           rumah Kori,&quot; akunya. Lalu ia mengajak Raisa berjalan-jalan, dan           mampir ke kafe‚ tempat ia biasa mangkal bersama Kori.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Selama ini Raisa tahu tentang perselingkuhan kami. Ia mengajukan           tuntutan bila ingin rahasia mereka terjamin. Tapi ia selalu           mengundur-undur waktu untuk mengatakan tuntutannya,&quot; tutur           Nugroho dengan suara berat sambil tiap sebentar menghapus keringatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Hari Senin itu Raisa akan mengatakannya. Pertama, ia minta diantar ke           tempat ulang tahun temannya di Bogor. Nugroho menyanggupi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Namun sesampai di daerah Ciranjang, Raisa mengubah niat. Ia minta           turun, karena akan meneruskan perjalanan dengan bus. Sebelum pergi           Raisa mengajukan syarat kedua, minta dibelikan mobil. Jika tidak           terpenuhi, ia mengancam akan membeberkan rahasia perselingkuhan itu ke           paman dan ayahnya. Celaka, itu artinya Nugroho bukan saja bisa           kehilangan kedudukan, tapi juga pekerjaan. Raisa yakin kalau sampai           tahu kejadian itu, pamannya akan memecat dia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Tapi dari mana Nugroho mendapatkan uang untuk membeli mobil? Apa pula           nanti yang harus dikatakan pada istrinya? Nugroho bingung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Sebelum Raisa naik bus jurusan Bogor, Nugroho membujuknya kembali ke           mobil untuk membicarakan tuntutan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Setelah Raisa naik, Nugroho membelokkan mobil ke daerah Ciranjang.           Ketika Raisa protes dan memberontak, Nugroho mendorongnya hingga           membentur pintu mobil. Raisa pun pingsan. Nugroho terus mengemudi           hingga masuk ke pelosok Ciranjang sampai tiba di hutan pinus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          &quot;Saya tidak bermaksud membunuhnya, saat dia siuman saya           memintanya untuk mengubah tuntutannya. Kalau tidak ia akan saya           tinggal di hutan pinus itu. Tapi Raisa malah berteriak-teriak dan           lari. Saya kalap. Saya kejar dia, lalu saya pukul kepalanya dengan           sepotong kayu. Saya baru sadar ketika tahu ia tewas. Saya sungguh           menyesal ....&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Lalu, Nugroho menyembunyikan tubuh Raisa dengan membenamkannya ke           sebuah lubang. Lubang itu ditutupi dengan dedaunan dan           ranting-ranting. Nugroho pun mengambil semua kartu identitas Raisa,           lalu membuangnya di jembatan Citarum. Jejak ban dan bekas darah tidak           ditemukan karena tersapu hujan lebat yang turun tiap hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Dengan pengakuan Nugroho, Dito terbebas dari tuntutan pembunuhan.           Namun dia tetap diproses hukum karena terbukti menyalahgunakan           obat-obat terlarang. Apalagi kesatuan reserse narkotika berhasil           meringkus sekelompok pemuda yang berpesta shabu. Sebagian dari mereka           mengenal Dito karena biasa membeli benda haram itu dari Dito.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;          Setelah kelompok pestanya tertangkap, Dito mengaku, usai mengantar           Raisa, ia ke rumah Alex. Bersama beberapa temannya, ia merayakan           Valentin dengan pesta putaw. Dia sengaja tidak mengatakannya pada Iptu           Agung karena takut aktivitas kelompoknya ketahuan. Ia pun merasa           bersalah telah meninggalkan Raisa sendiri sehingga harus menemui nasib           tragis. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;(Fiksi/R. Yuliantina)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-right: 0.5in; margin-left: 0.5in;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;           &lt;/p&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/11/akibat-perselingkuhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-2944435394647141834</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2007 11:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-07T03:24:14.326-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">The Stories</category><title>Satu Nyawa Dibayar Tiga</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;William Kent sudah 73 tahun, sehingga oleh     lingkungannya sering dipanggil &quot;Babe&quot; kalau menurut istilah     Jakarta. Meski tua, Babe tetap doyan daun muda.Herannya, Babe yang pengangguran itu tidak pernah kekurangan uang. Ia sering     mentraktir kenalan-kenalannya makan atau minum di &lt;i&gt;pub&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Memang, Babe memiliki rumah bertingkat dua, yang kamar-kamarnya ia sewakan     ke beberapa pemondok. Ia sendiri menempati sebuah kamar di lantai dasar.     Rumahnya tidak bagus, malah boleh dibilang agak kumuh. Letaknya di pinggiran     Melbourne, kawasan Carlton yang kumuh pula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Para penyewa tahu, uang sewa dari mereka setiap minggu tidak memungkinkan     Babe hidup leluasa. Mereka pun tahu kalau Babe mempunyai sumber penghasilan     lain. Ia bandar taruhan gelap, yang beroperasi di luar gelanggang pacuan     kuda. Tepatnya di jalan-jalan dekat University Hotel.     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &lt;b&gt;Tamunya 3 orang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Salah seorang penyewanya adalah Jim Conole. Bersama istrinya ia tinggal di     kamar depan tingkat dua. Selasa sore, 8 November, Jim melihat Babe bersama     wanita berambut coklat kemerahan yang menggairahkan, minum-minum di     University Hotel. Ia menduga, sebentar lagi si wanita pasti dibawa pulang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Timbul niat iseng pada Jim. Kira-kira pukul 18.30 ia turun mengetuk kamar     Babe, lalu menjengukkan kepala ke dalam. Benar, si rambut coklat kemerahan     sedang duduk di pangkuan Babe. Namun mereka tidak cuma berduaan. Dua pria     yang tadi berada di &lt;i&gt;pub&lt;/i&gt; juga tampak di situ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Sambil melayangkan pandangannya ke wanita yang menggairahkan itu, Jim     melangkah masuk pura-pura meminjam koran. Setelah itu ia meninggalkan     ruangan untuk memenuhi janji minum-minum dengan teman-temannya di Hawthorn,     pinggiran kota Melbourne.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Satu setengah jam kemudian, May Howard yang tinggal di sebelah kamar Babe     merasa terganggu oleh bunyi berisik. Ia mendengar perabot rumah tangga     digeser-geser. Yang mencemaskannya adalah bunyi gedebak-gedebuk dan suara     erangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Ia tahu Babe mendapat tamu. Tadi, kira-kira pukul 18.00 ia melihat Babe     pulang membawa seorang wanita berambut coklat kemerahan dan dua pria. Lalu     ia melihat wanita itu dengan salah seorang pria keluar ke lorong depan.     Sebelumnya mereka mengunci pintu kamar Babe dan mengantungi kuncinya. Dari     sana mereka pergi ke halaman belakang. Ia mendengar mereka berbicara di sana     sebentar sebelum akhirnya kembali masuk ke kamar Babe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Ada kejadian lain yang tidak biasa sore itu. Selama ini hampir setiap sore     Ny. McWilliam yang tinggal di rumah seberang bertandang ke rumah Babe untuk     minum-minum. Ia selalu diterima dengan baik. Namun, kali itu May Howard     mendengar Ny. McWilliam bersitegang dengan tamu-tamu Babe. Katanya, suaminya     tahu ia pergi ke mana dan ia memang biasa datang ke situ. Beberapa saat     kemudian ia tampak kembali ke rumahnya. Rupanya ia ditolak masuk ke kamar     Babe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Menjelang pukul 21.00 May merasa kamar Babe sunyi. Walau keributan     sebelumnya sempat merisaukannya, kesunyian sekarang malah membuatnya     penasaran. Penyewa yang mengkhawatirkan keselamatan induk semangnya ini     memberanikan diri mengetuk pintu kamar Babe. Tidak ada jawaban. Ia memutar     tombol pintu, ternyata terkunci. Aneh. Tidak biasanya Babe mengunci pintu     kalau sedang di rumah. Mungkin ia pergi dengan tamu-tamunya. Atau     jangan-jangan ….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    May tidak akan bisa tidur nyenyak sebelum yakin akan keadaan Babe. Karena     penasaran ia mendekati pintu kamar Babe dan menempelkan telinganya ke lubang     kunci. Samar-samar kedengaran suara orang berbicara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Sebelumnya May sudah menyatakan rasa waswasnya kepada penyewa kamar lain,     yakni William Symons, veteran perang yang tungkainya tinggal sebelah. Jadi     sekarang ia mendatangi Symons yang sudah tua itu. Ia menyatakan, ingin     mengintip ke kamar Babe lewat jendela.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    May Howard segera melaksanakan niatnya. Agar tidak menimbulkan kecurigaan     orang-orang yang ada di dalam, ia mengambil jalan memutar. Ia keluar dulu     dari halaman belakang, lalu memutari blok sampai tiba dekat rumah Ny.     McWilliam di seberang jalan. Ketika sedang berada di sana, ia melihat salah     seorang dari dua pria tamu Babe ada di lorong menuju pintu depan yang     terbuka. Tidak lama kemudian muncul pria kedua dan perempuan yang berambut     coklat kemerahan. Pria yang keluar bersama si wanita sempat memberi salam,     &quot;Selamat malam&quot; kepada Babe, sebelum menutup pintu kamar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Ketiga orang itu sempat bercakap-cakap sebentar di trotoar, sebelum akhirnya     menghilang di sudut jalan. May kembali mendatangi Symons untuk melaporkan     kepergian ketiga orang itu. Symons bertanya apakah Babe kedengaran menjawab     salam selamat malam mereka. May tidak mendengarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Lantas Symons dan May menghampiri pintu induk semang mereka. Symons     mengetuk. Tidak ada jawaban. Ia mengetuk lebih keras lagi, kali ini dengan     sebelah tongkat penyangganya. Tetap tidak ada jawaban. Akhirnya mereka     menghubungi polisi.     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &lt;b&gt;Tewas disiksa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Yang pertama datang adalah Detektif Polisi George Crouch ditemani dua polisi     berseragam. Mereka mendobrak pintu kamar Babe. Ruangan itu acak-acakan.     Tubuh Babe terbujur kaku di lantai. Mengetahui korban sudah tidak bernapas     lagi, mereka menelepon markas, memanggil para detektif yang bertugas     mengusut pembunuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Detektif Senior Cyril Currer dan Detektif Ron Kellett segera datang, disusul     sejumlah petugas lain. Mereka meneliti ruangan yang berantakan, padahal     beberapa jam sebelumnya William &quot;Babe&quot; Kent masih bercanda dan     memangku si rambut coklat kemerahan di tempat itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Dalam posisi tergolek miring, sebagian tubuh Babe tertutup seprai yang penuh     cipratan darah. Wajahnya babak belur sampai hampir tidak bisa dikenali lagi.     Karpet di ruangan itu tercabik-cabik dan pada beberapa tempat dikelupas dari     lantai sehingga papan lantai terlihat. Kasurnya bekas ditusuk dan dirobek     dengan pisau yang menyebabkan isinya berhamburan keluar. Lemari pakaian     terguling miring, isinya berserakan. Rupanya si pelaku berusaha mencari     sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Dokter kepolisian Dr. Keith Bowden menyibakkan seprai. Tampak kemeja Babe     robek. Tubuhnya mandi darah. Ada sejumlah cedera di tubuhnya. Menurut     Bowden, korban tampaknya disiksa sebelum tewas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Pergelangan tangan Babe diikat ke belakang dengan robekan kain seprai. Kedua     ibu jarinya juga diikat dengan tali dan sakunya ditarik ke luar. Polisi     tahu, Babe adalah bandar gelap pacuan kuda, tetapi pria berumur itu tidak     pernah tertangkap basah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Tetangga-tetangganya menceritakan kehadiran tiga orang asing di kamar Babe     sebelum ia ditemukan tewas. Polisi menarik kesimpulan, perempuan berambut     coklat kemerahan itu berperan sebagai umpan untuk merayu Babe, lalu     mengajaknya minum-minum bersama dua temannya ke kamar korban. Tentu saja     dengan iming-iming keintiman seksual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Diperkirakan, para pelaku tahu Babe seorang bandar gelap dan menduga korban     memiliki banyak uang yang disimpan di kamarnya. Ketika gagal menemukannya,     mereka menyiksa orang tua itu agar mau menunjukkan uangnya, sebelum akhirnya     membunuhnya untuk menghilangkan jejak.     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &lt;b&gt;Pakaian bernoda darah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Jim Conole, tetangga yang sore itu pura-pura meminjam koran kepada Babe,     baru pulang ke rumah pukul 23.00. Kepada polisi ia menceritakan apa yang     dilihat dan didengarnya saat masuk ke kamar korban. Katanya, salah seorang     pria memanggil perempuan yang dipangku Babe, &quot;Jean&quot;. Penampilan     wanita itu memang &quot;yahud&quot;, kecuali hidungnya. Ada semacam borok di     hidungnya. Rupanya gatal, sebab perempuan itu terus menggaruknya. Ia melihat     keempat orang itu minum-minum sebotol anggur di kamar Babe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Dari Jim Conole, May Howard, dan beberapa tetangga, polisi mendapat gambaran     perihal ketiga tamu korban. Sebagai langkah awal penyelidikan, sebuah tim     polisi dikirim ke University Hotel untuk menanyai orang-orang yang melihat     Babe dengan ketiga orang itu. Pelayan bar masih ingat betul pada perempuan     berambut coklat kemerahan itu. Katanya, hidung wanita itu luka dan     sekeliling lukanya memerah. Wanita itu merayu Babe. Ia juga mendengar,     perempuan itu berkata kepada Babe bahwa ia dan kedua temannya datang dari     Sydney.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Lekas-lekas bandara dan stasiun-stasiun kereta api diinstruksikan untuk     melapor ke polisi kalau ketiga tersangka itu muncul. Namun, mereka tidak     ditemukan di mana-mana. Saat itu di Melbourne sedang berlangsung pekan     pacuan kuda yang memperebutkan Piala Melbourne. Mungkin hal itu yang membawa     ketiga buronan itu ke kota ini. Para detektif yakin mereka masih di sekitar     Melbourne sambil berharap menang bertaruh dengan uang hasil jarahan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Akhirnya polisi memeriksa beberapa hotel. Resepsionis yang bertugas malam     hari di Great Southern Hotel, dekat stasiun kereta api Spencer Street, ingat     bahwa trio seperti yang digambarkan polisi, tiba ke hotel ini kemarin. Yang     mengaku bernama Andrews menginap di kamar untuk satu orang. Sedangkan Lee     dan nyonya mengambil kamar untuk dua orang. Namun saat ini mereka sedang ke     luar hotel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Dengan membawa kunci, resepsionis itu menemani Detektif Senior William     Mooney dan tiga detektif lain ke kamar Andrews dan kamar pasutri Lee. Mereka     menemukan mantel dan rok bernoda darah di lemari kamar yang dihuni pasutri     Lee. Juga sehelai kemeja yang pergelangan lengannya bernoda darah. Di kamar     Andrews, sehelai kemeja yang terciprat darah teronggok di kursi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Mereka kembali ke lobi hotel, sementara Mooney menelepon markas besar,     meminta Currer dan Kellett datang ke hotel menunggu para buronan. Saat itu     mereka sudah bekerja cukup lama sehingga lelah dan mengantuk. Beberapa di     antara mereka sempat tertidur di lobi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Menjelang pukul 04.20, suara tertawa mengejutkan mereka. Dua pria dan     seorang wanita berambut coklat kemerahan masuk ke hotel dalam keadaan mabuk.     Mereka menggoda penjaga pintu. Seperti gambaran dari para saksi, perempuan     itu punya luka di hidung dengan warna merah di sekelilingnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Keempat detektif, diikuti oleh Currer dan Kellett, segera merangsek     mengelilingi tiga orang itu. Dengan hormat ketiganya diminta ikut ke markas     polisi, untuk &quot;membantu polisi dalam pengusutan kejahatan&quot;. Namun     sebelumnya tas milik si rambut coklat digeledah. Isinya antara lain dua     tiket pesawat atas nama Clayton dan Ny. Clayton.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Meski sempat menolak, akhirnya mereka menurut juga tanpa perlawanan. Mereka     diangkut dengan kendaraan yang berbeda-beda. Saat itu sudah tujuh jam lewat     sejak korban ditemukan tewas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Di markas polisi, mereka ditempatkan di ruang yang berbeda pula. Mooney dan     seorang temannya menanyai &quot;Mr. Lee&quot; yang mengaku bernama Robert     Clayton. Katanya, si rambut coklat adalah pacarnya, Jean Lee. Polisi curiga,     bisa jadi perempuan itu pelacur dan Clayton yang bertubuh kecil dan     berpenampilan licik itu germonya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Katanya, mereka bertemu Norman Andrews pada awal minggu. Sejak itu ketiganya     ke mana-mana selalu bersama. Suatu hari Andrews menggadaikan setelan jas     karena mereka bokek. Kemudian mereka terlibat percakapan dengan seorang pria     lanjut usia yang dipanggil &quot;Babe&quot; di tempat minum University     Hotel. Menurut Clayton, Jean dan Andrews menemani Babe pulang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &quot;Saya &lt;i&gt;sih&lt;/i&gt; tidak pernah ke sana,&quot; kata Clayton. Katanya ia     menunggu di luar hotel. &quot;Tidak mungkin,&quot; sanggah Mooney. Ada     orang-orang yang melihatnya berjalan bersama dua temannya dan Babe ke rumah     korban di Dorrit Street.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Tapi, Clayton tetap menyangkal.     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &lt;b&gt;Uangnya cukup banyak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Lalu percakapan difokuskan pada kondisi keuangan trio itu. Andrews cuma     menerima Rp 60.000,00 saat menggadaikan setelan jasnya. Sehabis minum-minum     uangnya tersisa Rp 36.000,00. Clayton mempunyai uang sekitar Rp 30 juta.     Kata Clayton, uang itu tabungannya, hasil bekerja serabutan di Sydney.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Keterangan mereka tidak cocok dengan kenyataan. Clayton terlihat berada di     kamar Babe dan meninggalkan rumah korban kira-kira pukul 21.00. Pria lanjut     usia itu didapati tewas dengan tanda-tanda bekas penganiayaan di kamarnya.     Clayton yang mengaku sama sekali tidak punya uang tiba-tiba memiliki     sejumlah uang. Interogasi pun diteruskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Clayton tetap membantah terlibatan dalam kasus itu. Kemudian, ia mengakui     bantahannya tidak meyakinkan. &quot;Aku tidak ikut-ikutan dengan yang mereka     lakukan,&quot; teriaknya marah. Ia terus menyatakan, Jean dan Andrews-lah     yang ingin agar ia ikut menghabisi Babe, tetapi ia menolak. Katanya, Jean     pergi ke halaman belakang untuk memberi tahu dia bahwa Babe punya banyak     uang, tetapi karena celana Babe sulit diperosotkan, tak mudah bagi Jean     untuk mendapat uang itu dengan &#39;jalan baik-baik&#39;. Berarti korban harus     dibunuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Menurut Clayton, setelah kembali sebentar ke kamar Babe, ia pulang ke Great     Southern Hotel, meninggalkan Jean dan Andrews untuk melaksanakan niat mereka     berdua. Ia baru bertemu lagi dengan mereka beberapa saat kemudian. Ketika     ditanyakan dari mana mereka mendapat uang untuk membeli tiket pesawat ke     Adelaide, Clayton menjawab bahwa Andrews dan Jean mengambil uang Babe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Mooney mengingatkan, ada saksi mata yang melihat Clayton meninggalkan rumah     Babe bersama dua temannya. Sementara itu lecet-lecet pada kepalannya     menunjukkan, ia telah mempergunakan tinjunya. Ketika dikatakan, ia dituduh     melakukan pembunuhan atas Babe, Clayton mengulangi bantahannya dalam sebuah     pernyataan tertulis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Selanjutnya Mooney pindah ke tempat Jean Lee, yang sebelumnya sudah     diinterogasi oleh Currer dan Kellett. Sebelum ia masuk, Currer memberi tahu,     Jean orangnya sangat tenang dan tidak mau mengaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Mooney memberi tahu Jean pengakuan Clayton dan tentang percakapan dengannya     di halaman belakang rumah Babe. Jean menjawab, ia tidak akan bicara apa-apa.     Lalu Mooney berkata, Clayton sudah membuat pernyataan. Ketika pernyataan     dibacakan, Jean berkata, itu cuma karangan para detektif. Ia minta     dipertemukan dengan Clayton. Ketika dibawa masuk, Clayton menangis sementara     Jean memandangnya dengan geram tetapi tanpa bicara sekecap pun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &quot;Huh, mereka bilang perempuan lebih lemah!&quot; katanya saat Clayton     dibawa pergi. &quot;Aku masih mencintai Bobby, makhluk tidak berpendirian     itu. Kalau itu maunya, ya sudahlah.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Akhirnya Jean membenarkan keterangan Clayton, kecuali bahwa Clayton tidak     meninggalkan rumah Babe lebih dulu. Andrews juga ikut, meninggalkan Jean     sendirian. Menurut Jean, saat ia berduaan dengan Babe, &quot;Saya pukul     kepalanya dengan botol dan sepotong kayu,&quot; katanya. Para detektif     memang mencatat adanya patahan kaki meja di sebelah mayat. &quot;Jari saya     tergores pecahan botol&quot;, kata Jean sambil menunjukkan tangannya.     &quot;Ia pun jatuh dari kursi ke lantai.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Ketika ditanya apakah ia mengikat tangan korban, Jean menjawab, &quot;Ya,     saya mengikat jempolnya dengan tali. Saya tahu ia sudah tewas waktu kami     meninggalkannya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &quot;Kami?&quot; tanya Currer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &quot;Cuma saya sendiri,&quot; Jean tergagap meralat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Meski mau mengaku, ia menolak membuat pernyataan tertulis. Ia membantah     semua ucapannya dan mogok bicara. Jean Lee pun dituduh membunuh William     Kent.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Sementara itu Andrews menyangkal pergi ke rumah Babe, &quot;Mungkin mereka     berdua yang melakukan. Saya tidak ikut.&quot; Ketika diberi tahu perihal     pengakuan Clayton, ia tidak percaya dan ingin melihat pernyataan itu. Ketika     sudah melihatnya, ia marah. &quot;Iya, &lt;i&gt;deh&lt;/i&gt;. Saya ada di sana,&quot;     katanya. &quot;Tapi saya tidak membunuh. Saya bahkan tidak memukulnya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Menurut pengakuan Andrews, Clayton dan Jean menganiaya dan merampok korban,     sedangkan dia cuma berdiri mengawasi. Currer memandang buku-buku jari     Andrews. Buku-buku jari itu tidak menunjukkan kalau pemiliknya cuma berdiri     mengawasi. Ketika diberi tahu ia dituduh membunuh, Andrews protes,     &quot;Saya tidak menyentuhnya.&quot;     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &lt;b&gt;Salah pergaulan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Selama ketiga tersangka menunggu diadili, polisi mengusut latar belakang     mereka. Di bangku sekolah, Jean Lee termasuk anak yang cerdas, agak tomboi,     dan cenderung pemberontak. Sejak remaja, kecantikannya sudah menarik     perhatian lawan jenis. Ia terus berpindah-pindah kerja lantaran para     majikannya tidak puas dengan hasil kerjanya. Ia pernah bekerja di pabrik     topi, menjadi pramusaji, karyawan administrasi di bengkel mobil, dan buruh     pabrik. Tampaknya ia lebih menikmati pergaulan dengan lawan jenis daripada     bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Umur 18 tahun ia menikah dengan pacarnya yang pengangguran dan tidak lama     kemudian melahirkan anak perempuan. Kemudian Jean meminta cerai. Anaknya     dirawat sang ibu, sedangkan Jean bekerja di Brisbane sebagai pramusaji. Ia     bergaul dengan para tentara AS yang waktu itu banyak ditempatkan di sana.     Lalu ia berpacaran dengan seorang penjahat yang mendominasi hidupnya selama     empat tahun. Orang inilah yang membawa Jean terjun ke lembah hitam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Akhirnya Jean bisa melepaskan diri, dan pergi ke Sydney menjadi pelayan bar.     Suatu hari ia bertemu Robert Clayton, penjahat kelas teri yang biasa     membongkar rumah dan sering keluar-masuk penjara. Walau penampilan Clayton     rapuh dan mencerminkan kelicikan, Jean amat mencintainya. Segera saja Jean     dimanfaatkan oleh pasangannya, untuk menjalankan tindak pemerasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Biasanya Jean memilih pria yang tampaknya terhormat, lalu memancingnya ke     mobil curiannya. Di sana, ia merayu sang calon korban dengan daya tarik     kewanitaannya. Tiba-tiba saja Clayton muncul, berpura-pura sebagai suami     yang kalap. Ia mengancam akan minta cerai dan menjadikan sang korban sebagai     pihak penyebab perceraiannya. Si pria yang takut istrinya tahu dan namanya     tercemar biasanya lantas minta &quot;damai&quot; dan menyerahkan semua uang     yang dibawanya. Kalau ia menolak, Clayton akan menghajar dan merampoknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Tidak jarang Jean ikut dipukuli. Luka di hidungnya juga akibat pukulan     tangan Clayton yang bercincin. Waktu itu Clayton marah karena Jean memilih     korban yang terlalu kuat bagi Clayton.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Selama ini, Clayton menghabiskan uang penghasilan mereka untuk berjudi,     padahal mana ada penjudi yang beruntung. Kini tega-teganya dia mengkhianati     Jean.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Sementara Norman Andrews jenis orang yang amat berbeda dari Clayton. Meski     tak seberapa tinggi, ia penjahat tangguh yang tidak takut apa pun. Sempat     menjadi tentara dan terlibat dalam berbagai pertempuran, akhirnya Andrews     dikeluarkan dari dinas militer karena sering libur tanpa izin. Clayton     pertama kali bertemu dengannya di penjara. Ketika bertemu lagi di gelanggang     pacuan kuda Melbourne, mereka menggalang kembali persahabatan yang sempat     terputus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Mereka kalah taruhan habis-habisan dan berniat bekerja sama. Rencananya ia     akan meminjamkan tenaga pada tim Jean dan Clayton. Mereka dua kali berhasil     merampok sebelum memilih Babe sebagai korban. Korban sebelumnya adalah     dokter muda dan seorang koki restoran.     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &lt;b&gt;Menyangkal keterangan pada polisi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Siksaan yang diderita Babe diungkapkan oleh Dr. Bowden dalam sidang     pra-peradilan. Katanya, dua pisau lipat bernoda darah di dalam kamar Babe     diperkirakan adalah alat untuk menyiksa wajah Babe. Dinding perut dan paha     kiri Babe memar hebat. Selain itu, ada luka-luka lain di tubuh Babe. Babe     pun dicekik dengan tangan. Ketika setiap luka disebutkan, ketiga tertuduh     saling senggol dan tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Tanggal 20 Maret tahun berikutnya mereka dihadapkan ke pengadilan kriminal     Melbourne. Clayton dan Jean duduk berpegangan tangan. Clayton membantah     keterangannya di depan polisi. Katanya mereka bertiga meninggalkan rumah     Babe pukul 19.00. Kata Jean, Kent baik-baik saja saat ditinggalkan. Katanya,     ia sedang &#39;histeris&#39; ketika membuat pengakuan di depan polisi. Sementara itu     Andrews terus membantah keterlibatannya dalam pembunuhan maupun perampokan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Dalam kesimpulannya Hakim Gaffan Duffy berkata pada para juri, &quot;Kalau     Anda menemukan tiga orang bersama-sama di sebuah ruangan di mana kemudian     terjadi penganiayaan besar dan menemukan bekas-bekas kekerasan pada tangan     mereka dan darah pada pakaian mereka, maka hal itu tentu bukan kebetulan,     tetapi bukti kuat bahwa mereka mengambil bagian dalam penganiayaan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Tanggal 25 Maret, juri memerlukan waktu kurang dari tiga jam untuk     memutuskan bahwa ketiga terdakwa bersalah membunuh William Kent.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &quot;Saya tidak membunuh! Saya tidak membunuh!&quot; teriak Jean Lee sambil     tersedu-sedu dalam pelukan pacarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &quot;Dasar orang-orang goblok!&quot; teriak Clayton sambil menuding para     juri. Andrews ditanyai apakah ia ingin menyatakan sesuatu. &quot;Tidak. Pada     kesempatan ini tidak,&quot; jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Ketika mereka bertiga dijatuhi hukuman mati, Clayton meludah ke arah juri     dan berteriak, &quot;Kenapa kalian tidak menggantung si Currer pembohong itu     dan penipu lainnya?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Mereka naik banding dengan dalih pengakuan dibuat di bawah tekanan saat     mereka mabuk dan setengah histeris.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Tanggal 23 Juni, hakim-hakim Pengadilan Banding dengan suara dua lawan satu     menyatakan, polisi memperoleh pengakuan dengan cara tidak benar, yaitu     dengan menggunakan pengakuan tertuduh yang satu untuk memperoleh pengakuan     dari tertuduh yang lain. Penghukuman dikesampingkan dan diperintahkan agar     mereka diadili kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Jean Lee amat senang. &quot;Apa kubilang!&quot; serunya sambil memeluk dan     menciumi Clayton dengan penuh gairah. Kegembiraannya terlalu dini. Keputusan     Pengadilan Banding ditolak oleh Mahkamah Agung. Hukuman mati dikukuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Jean Lee yang baru berumur 31 tahun jadi sering mengamuk di selnya. Ia kerap     menyerang para wanita sipir dan sering meminta minuman keras.     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &lt;b&gt;Tercatat dalam sejarah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Tanggal 4 Januari tahun berikutnya, Andrews menulis surat ke inspektur     jenderal lembaga pemasyarakatan, menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi     di kamar Babe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Menurut versinya, ia sedang menuangkan minuman ketika Jean berkata,     &quot;Cepat, Bobby!&quot; Ia menoleh dan melihat Babe sedang memegangi     lengan Jean. Clayton lantas meninju wajah Babe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Andrews bertanya, &quot;Ada apa &lt;i&gt;sih&lt;/i&gt;?&quot; Clayton menjawab, Jean     mencoba mengambil uang Babe tetapi ketahuan. Mereka memutuskan mengikat     korban ke kursi, supaya mereka bisa kabur dengan aman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Kata Andrews, pada saat ia merobek seprai untuk pengikat, pintu diketuk. Ia     membuka pintu sedikit. Ternyata perempuan teman Babe yang tinggal di rumah     seberang, ingin minum-minum. Ia melarang wanita itu masuk, sebab katanya     sedang ada pesta pribadi. Lalu ia mengantar wanita itu ke jalan. Ketika     masuk lagi ke kamar, Babe sudah terbujur di lantai. Jean berlutut di     sebelahnya sambil menangis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    &quot;Ada apa?&quot; tanya Andrews. Menurut Clayton, &quot;Waktu kamu     berbicara dengan wanita itu, dia (Babe) berusaha membuat kegaduhan untuk     menarik perhatian. Aku harus menghentikannya. Aku mencekal lehernya dan     rupanya terlalu keras.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Menurut surat Andrews, Babe ternyata sudah tewas. Clayton berulang-ulang     berkata, &quot;Aku cuma ingin menghentikan nyanyiannya. Aku tidak bermaksud     mencekiknya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Surat itu, yang rupanya merupakan usaha Andrews untuk membersihkan diri, tak     mampu meyakinkan pihak berwajib. Maksudnya tidak tercapai karena cedera pada     Babe menunjukkan bahwa orang lanjut usia itu mengalami penyiksaan yang cukup     lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Akhirnya, walaupun diprotes oleh orang-orang yang anti-hukuman mati,     eksekusi dijalankan juga. Nyawa Babe yang terlebih dahulu melayang akhirnya     harus ditebus tiga nyawa para pembunuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Jean Lee menjadi perempuan pertama sejak 56 tahun terakhir yang digantung di     Negara Bagian Victoria. Sebelumnya ia berkata kepada seorang perempuan     sipir, &quot;Saya tidak mencekiknya. Saya tidak memiliki kekuatan untuk     mencekik siapa pun juga. Bobby memang bodoh, tetapi siapa suruh si tua itu     mau berteriak. Kami tidak bermaksud mencekiknya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Senin 19 Februari 1951, Jean Lee yang sudah diberi obat penenang diantar ke     tiang gantungan. Ia keburu pingsan, sebelum &lt;i&gt;sheriff&lt;/i&gt; membacakan alasan     ia dihukum gantung. Jean Lee tercatat dalam sejarah Australia sebagai wanita     terakhir yang menjalani hukuman gantung sebelum hukuman itu ditiadakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Dua jam kemudian, Robert Clayton dan Norman Andrews yang juga diberi obat     penenang, tetapi tidak sebanyak untuk Jean. Mereka bisa berjalan sendiri ke     tiang gantungan masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Selama dalam sel mereka, Clayton memanggil Andrews &quot;Charlie&quot;. Saat     mereka berdiri berdampingan di atas pintu yang bisa menjeblak ke bawah     panggung, Clayton berkata, &quot;Goodbye, Charlie.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;    Andrews menjawab, &quot;&lt;i&gt;Goodbye&lt;/i&gt;, Bobby.&quot; &lt;b&gt;(William Kendal/HI)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                  &lt;/p&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/11/satu-nyawa-dibayar-tiga.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-3165821290293564251</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2007 10:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-07T02:32:44.126-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">The Stories</category><title>Krakatau - Lebih Hebat dari Bom Atom !!</title><description>Taken from August 1982 edition of Intisari Magazine&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.intisari-online.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.intisari-online.com&lt;/a&gt; &lt;p&gt;Tanggal 27 Agustus nanti akan genap seratus sembilan belas tahun letusan dahsyat Krakatau yang sempat menggoncangkan seluruh dunia. Pada tanggal 27 Agustus 1883, bertepatan dengan hari Minggu, dentuman pada pukul 10.02 terdengar di seluruh wilayah Nusantara, bahkan sampai ke Singapura, Australia, Filipina, dan Jepang. Bencana yang merupakan salah satu letusan terhebat di dunia itu sempat merenggut sekitar 36.500 jiwa manusia.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan dimulai dengan letusan pada tanggal 20 Mei 1883, waktu kawah Perbuatan memuntahkan abu gunung api dan uap air sampai ketinggian 11 km ke udara. Letusan ini walaupun terdengar sampai lebih dari 350 km (sampai Palembang), tidak sampai menimbulkan korban jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada letusan tanggal 27 Agustus itu bebatuan disemburkan setinggi 55.000 m dan gelombang pasang (Tsunami) yang ditimbulkan menyapu bersih 163 desa. Abunya mencapai jarak 5.330 km sepuluh hari kemudian. Kekuatan ledakan Krakatau ini diperkirakan 26 kali lebih besar dari ledakan bom hidrogen terkuat dalam percobaan.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Dikira Meriam Apel&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Seorang pengamat di rumahnya di Bogor, pada tanggal 26 Agustus pukul satu siang mendengar suara gemuruh yang tadinya dikira suara guntur di tempat jauh. Lewat pukul setengah tiga siang mulai terdengar letupan pendek, sehingga ia mulai yakin bahwa kegaduhan itu berasal dari kegiatan Krakatau, lebih-lebih sebab suara berasal dari arah barat laut-barat. Di Batavia gemuruh itu juga dapat didengar, demikian pula di Anyer. Di serang dan Bandung suara-suara itu mulai terdengar pukul tiga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang bintara Belanda yang ditempatkan di Batavia mengisahkan pengalaman pribadinya. Seperti banyak orang lainnya ia mengira bahwa dunia akan kiamat saat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tanggal 26 Agustus itu bertepatan dengan hari Minggu. Sebagai sersan pada batalyon ke-IX di Weltevreden (Jakarta Pusat) hari itu saya diperintahkan bertugas di penjagaan utama di Lapangan Singa. Cuaca terasa sangat menekan. Langit pekat berawan mendung. Waktu hujan mulai menghambur, saya terheran-heran bahwa di samping air juga jatuh butiran-butiran es.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sekitar pukul dua siang terdengar suara gemuruh dari arah barat. Tampaknya seperti ada badai hujan, tetapi diselingi dengan letupan-letupan, sehingga orangpun tahu bahwa itu bukan badai halilintar biasa.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Di meja redaksi koran Java Bode orang segera ingat pada gunung Krakatau yang sudah sejak beberapa bulan menunjukkan kegiatan setelah beristirahat selama dua abad. Mereka mengirim kawat kepada koresponden di Anyer, sebuah pelabuhan kecil di tepi Selat Sunda, tempat orang bisa menatap sosok Krakatau dengan jelas pada cuaca cerah. Jawabnya tiba dengan cepat: ‘Di sini begitu gelap, sampai tak bisa melihat tangan sendiri.’ Inilah berita terakhir yang dikirimkan dari Anyer…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pukul lima sore gemuruh itu makin menghebat, tapi tidak terlihat kilat. Letusan susul-menyusul lebih kerap, seperti tembakan meriam berat. Dari Lapangan Raja (Merdeka, Red.) dan Lapangan Singa (Banteng) terlihat kilatan-kilatan seperti halilintar di ufuk barat, bukan dari atas ke bawah, tetapi dari bawah ke atas. Waktu hari berangsur gelap, di kaki langit sebelah barat masih terlihat pijaran cahaya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sudah menjadi kebiasaan bahwa tiap hari pukul delapan tepat di benteng (Frederik Hendrik, sekarang Mesjid Istiqlal) ditembakkan meriam sebagai isyarat upacara, disusul dengan bunyi terompet yang mewajibkan semua prajurit masuk tangsi. Para penabuh genderang dan peniup terompet batalyon itu sudah siap pada pukul delapan kurang seperempat. Mereka masih merokok santai sebelum mereka berbaris untuk memberikan isyarat itu. Tiba-tiba terdengar tembakan meriam menggelegar, jauh lebih dini daripada biasanya. Mereka segera berkumpul membentuk barisan dan setelah terompet dibunyikan, mereka berbaris sambil membunyikan genderang dan meniup terompet. Baru saja&lt;br /&gt;mereka mencapai asrama ketika meriam yang sebenarnya menggelegar dari dalam benteng. Gunung Krakatau ternyata mengecoh mereka!”&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Batavia Jadi Dingin&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;“Sementara itu ‘penembakan’ berlangsung terus. Kadang-kadang bunyinya seperti tembakan salvo beruntun, kilatan-kilatan menyambar-nyambar ke langit. Semua orang tercekam ketakutan. Tiada seorangpun percaya bahwa ada badai mengamuk jauh di sana. Hampir tidak ada orang yang berani tidur malam itu. Banyak yang berkumpul di halaman rumah mereka sambil mengarahkan pandangan mereka ke arah barat dan memperbincangkan kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan gejala alam yang aneh itu. Hanya anak negeri yang tak ragu-ragu: ‘Ada gunung pecah,’ kata mereka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Menjelang tengah malam tiba perwira piket, Letnan Koehler. Ia mengatakan kepada saya bahwa seluruh kota sedang dalam keadaan panik. Penduduk asli berkumpul di masijid-masjid untuk bersembahyang. Penduduk Belanda tetap terjaga di rumah masing-masing atau pergi ke rumah bola Concordia atau Harmonie untuk saling mencari dukungan dari sesamanya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Menjelang pukul dua pagi rentetan letusan bak tembakan cepat artileri itu mencapai puncaknya. Rumah-rumah batu bergetar dan jendela-jendela bergemerincing. Gelas lampu penerangan jalan jatuh dan bertebaran di tanah, kaca etalase toko pecah, penerangan gas di banyak rumah padam. Sesudah itu ledakan-ledakan mereda, namun dari arah barat masih terdegar suara gemuruh.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kemudian saya merasakan bahwa udara makin menjadi dingin. Dalam beberapa jam saja suhu udara telah menurun sedemikian rupa, sampai saya gemetar kedinginan di pos jaga. Belum pernah di Batavia udara sedingin itu. Waktu saya melihat keluar ternyata seluruh kota diliputi oleh kabut tebal. Penerangan jalan di seberang Lapangan Singa tak dapat saya lihat lagi,meskipun saya mendengar dari rekan lain bahwa lampu-lampu masih menyala. Tak lama kemudian ternyata kabut itu bukan kabut biasa, melainkan hujan abu, yang jatuh tak lama setelah lewat tengah malam - mula-mula jarang-jarang, tetapi makin lama makin deras, sehingga segalanya terselimuti oleh kabut abu yang tebal.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pada pukul enam pagi, sesuai peraturan, semua lampu harus dipadamkan, tetapi matahari tidak terbit! Baru sekitar pukul tujuh nampaknya fajar seperti akan menyingsing, tetapi hari itu tak akan menjadi terang. Hawa makin menjadi dingin, sehingga saya memerintahkan anak buah saya untuk mengenakan jas hujan mereka. Sementara itu abu turun dengan tiada putus-putusnya. Abu itu ke mana-mana, bangsal jaga juga dilapisi oleh serbuk halus yang berwarna kelabu keputih-putihan. Prajurit jaga yang saya lihat dari jendela sedang mondar-mandir, nampak seperti boneka salju kelabu yang bergerak secara mekanis.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sekitar pukul sembilan pagi ledakan-ledakan dan guruh makin bertambah. Pada pukul sepuluh hari gelap seperti malam. Lampu-lampu gas dinyalakan kembali. Lapisan abu setebal 15 mm menutupi segala yang ada. Jalan-jalan sunyi senyap, tak ada yang berani menampakkan diri. Saya merasa seorang diri di dunia, di dunia yang tak lama lagi bakal runtuh!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pada pukul 10.40 akhirnya tiba telegram dari Serang, yang isinya memuat sedikit keterangan mengenai penyebab gejala-gejala alam yang mengerikan itu. Kawat itu berbunyi: ‘Kemarin petang Krakatau bekerja. Bisa didengarkan di sini. Semalam suntuk cahayanya terlihat jelas. Sejak pukul sebelas ledakan-ledakan makin hebat dan tak terputus-putus. Setelah hujan abu deras pagi ini matahari tak tampak, gelapnya seperti pukul setengah tujuh malam. Merak dimusnahkan gelombang pasang. Sekarang di sini sedang hujan kerikil. Tanpa payung kuat tak ada yang berani keluar.’”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Lewat pukul duabelas, ketika di Batavia masih gelap gulita dan sangat dingin, tersiar berita kawat dari pelabuhan Pasar Ikan dan Tanjung Priok. Sebuah gelombang pasang telah membanjiri kota bagian bawah. Permukaan air dua meter di atas garis garis normal. Kapal uap Prinses Wilhelmina dicampakkan ke pangkalan, seperti juga kapal Tjiliwoeng yang cerobong asapnya merusak atap kantor pabean. Sejumlah kapal motor dan perahu terdampar acak-acakan di Pelabuhan Pasar Ikan, berlumuran lumpur dan abu tebal. Pengungsi mulai mengalir sepanjang jalan raya dengan membawa harta benda yang bisa dijinjing ke arah Weltevreden yang lebih tinggi letaknya. Pada pukul dua dan empat sore datang lagi gelombang pasang, tetapi kali ini kurang tinggi dibandingkan yang pertama.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Di sebelah barat kini menjadi tenang dan kelam makin berkurang, sehingga matahari mulai nampak sebagai bercak merah kotor pada langit yang kelabu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pada pukul lima petang saya diganti dan menerima perintah untuk segera menyiapkan suatu pasukan yang akan diberangkatkana ke daerah yang terkena musibah di Sumatra Selatan. Pada saat itu di Batavia tidak seorangpun tahu dengan tepat apa yang sebenarnya terjadi di sebelah barat. Semua hubungan telegram dengan daerah yang terlanda malapetaka terputus.”&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Serang Sunyi Mencekam&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Kalau di Jakarta, air pasang itu tak mengambil korban terlalu besar, tapi di daerah pantai sebelah barat Jawa Barat yang lebih dekat dengan gunung yang sedang murka itu, akibatnya sangat mengerikan. Di Tangerang, pantai utaranya digenangi sampai sejauh satu hingga satu setengah km dengan meminta korban manusia cukup besar. Sembilan buah desa pantai musnah. Korban di daerah ini tercatat 1.794 orang penduduk asli dan 546 Cina dan Timur Asing lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Serang suara gemuruh mulai terdengar pada pukul 3 siang, hari Minggu. Malamnya terus-menerus tercium bau belerang dan guruh serta kilat terlihat dari arah Krakatau. Hari Seninnya langit di sebelah barat berwarna kelabu, lalu hujan abu turun tanpa hentinya. Pukul setengah sebelas hari mulai kelam, dan makin menggelap, sehingga hampir tak terlihat apa-apa. Lewatpukul sebelas datang kawat dari Serang bahwa telah terjadi hujan kerikil batu apung; tak lama kemudian hubungan telegram dengan Jakarta terputus. Setelah hujan kerikil menyusul hujan lumpur, yakni abu basah yang melekat pada daun-daun dan dahan-dahan pohon sehingga kadang-kadang runtuh karena beratnya. Sekitar pukul 12 hujan lumpur ini berhenti, tetapi abu kering tetap turun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anehnya, selama itu di Serang tak terdengar letusan-letusan, bahkan suasana sangat sepi mencekam, yang membuat banyak orang makin gugup dan tertekan. Hewan peliharaan juga makin gelisah, mereka ingin sedekat mungkin dengan manusia di dalam rumah, di dekat lampu. Dengan kekerasan sekalipun hewan-hewan itu tak berhasil diusir. Setelah pukul dua siang langit mulai terlihat agak terang di sebelah timur, ayam-ayam jantan mulai berkokok. Suara gemuruh mulai terdengar lagi, sedang hujan abu turun terus-menerus dan bau abu belerang menusuk hidung. Pada pukul empat sore lampu-lampu masih dinyalakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surat-surat kabar yang terbit di Batavia tertanggal 28, 31 Agustus, dan 4 September penuh dengan berita-berita tentang malapetaka yang menimpa daerah Banten. Tetapi jarang sekali ada kisah dari saksi mata, sebab tempat-tempat yang letaknya di tepi pantai seperti Merak, Anyer, dan Caringin, hancur luluh dan hanya ada beberapa orang Belanda yang melarikan diri dan tertolong pada saat yang tepat.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Ketika Siuman Semua Gelap&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Di Merak seorang pemegang buku pada perusahaan pelabuhan bernama E. Pechler merupakan satu-satunya orang Belanda yang lolos. Ia sedang bertugas membawa telegram atasannya untuk dikirimkan ke Batavia lewat Serang. Berita ini mungkin yang terakhir dikirimkan dari Merak. Isinya laporan kepada Kepala Jawatan Pelabuhan di Betawi, yang menyebutkan bahwa pada hari Minggu tanggal 26 Agustus dan keesokan harinya, sebagian Merak yang lebih rendah letaknya, Pecinan, jalan kereta api, tergenangi; jembatan berlabuh dan teluk tempat pengambilan batu untuk pelabuhan rusak; jembatan dan derek-derek masih di tempat saat itu, tetapi gerbong-gerbong sudah masuk laut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar pukul sembilan pagi Pechler berada di kaki sebuah bukit di luar Merak. Tiba-tiba ia ditimpa hujan lumpur dan badai. Ia melihat gelombang air mendekat, sehingga ia lari tunggang-langgang ke atas sebuah bukit, tapi sebelum ia mencapai puncaknya, ia sudah terkejar air pasang. Apa yang terjadi setelah itu ia tak tahu lagi…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keesokan harinya ia baru siuman kembali. Tempat sekitarnya sudah kering, tetapi ia tak dapat mengenali sekelilingnya karena sangat gelap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari Selasa ia baru bisa berjalan kembali ke Merak. Di tengah jalan ia melihat sebuah lokomotif yang rusak parah, sekitar 500 m dari tempat berhentinya. Di Merak ia tidak menemukan apa-apa lagi. Bahkan mayat pun tak dijumpainya� semuanya telah dihanyutkan ke laut. Di antara petugas pemerintah di Merak hanya Pechler dan seorang insinyur bernama Nieuwenhuis yang selamat, karena sedang berpergian ke Batavia. Waktu insinyur itu kembali ke Merak, rumahnya yang dibangun di atas bukit setinggi 14 m hanya tinggal lantainya saja.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Hujan Deras Batu Apung di Teluk Betung&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Anyer dilanda gelombang pasang pada Senin pagi, tanggal 27, sekitar pukul sepuluh pagi. Gelombang ini menyapu bersih pemukiman di tepi pantai itu, sehingga yang tinggal hanyalah benteng, penjara, kediaman Patih dan Wedana. Dataran sekitar Anyer, yang di belakang tempat itu lebarnya kurang lebih 1 km seakan-akan dicukur gundul; di dekat pantai bongkahan-bongkahan karang dilemparkan ke darat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Caringin yang berpenduduk padat juga hancur luluh; letaknya di dataran yang lebarnya sekitar 1.500 m, disusul oleh bukit-bukit 50m, tempat sejumlah kecil penduduknya menyelamatkan diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan hanya di darat, tetapi di laut lepas Krakatau juga meneror kapal-kapal yang kebetulan berlayar di dekatnya. Penumpang kapal yang&lt;br /&gt;melayari Selat Sunda pada hari naas itu tidak dapat melupakan pengalaman dan ketakutan mereka selama hidupnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapal api Gouverneur Generaal Loudon, dengan nakhoda Lindeman, sebuah kapal Nederland Indische Stoomvaartsmaatschappij (pendahulu KPM) berlayar dari Batavia ke Padang dan Aceh dengan menyinggahi Teluk Betung, Krui, dan Bengkulu. Kapal itu berangkat pada tanggal 26 Agustus pagi hari dari Jakarta. Seorang penumpang kapal itu mengisahkan pengalamannya sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Cuaca pagi itu sangat cerah. Siang harinya kami berlabuh di Anyer, sebuah pelabuhan kecil di pantai Banten. Beberapa orang pekerja kasar naik dari pelabuhan ini. Kapal kemudian melanjutkan pelayarannya ke arah Teluk Lampung, melewati Pulau Sangiang dan Tanjung Tua. Di sebelah kiri kapal kami lihat Pulau Rakata dari kejauhan, yang kami singgahi dua bulan yang lalu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Waktu Gunung Krakatau mulai bekerja bulan Mei yang lalu, setelah dua abad beristirahat, perusahaan pemilik kapal Loudon mengadakan suatu tour pariwisata bagi penduduk Batavia. Dengan membayar dua puluh lima gulden kita bisa berlayar ke Pulau Krakatau. Pada waktu itu masih mungkin untuk mendarat ke pulau, bahkan mendaki kawahnya yang mengeluarkan uap putih.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sekarang gunung berapi itu nampaknya jauh lebih gawat. Asap hitam pekat membubung dari kawahnya ke langit biru dan hujan abu halus turun di geladak kapal…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pada pukul 7 petang kami berlabuh di Teluk Betung. Hari amat cepat menjadi gelap, sedang lautpun agaknya makin berombak dan hujan abu makin deras. Kapal Loudon memberi isyarat ke darat agar dikirimi sekoci bagi penumpang yang akan mendarat, tetapi tidak ada jawaban apa-apa. Lalu kapten memerintahkan agar sekoci kapal diturunkan, tetapi gelombang besar tak memungkinkan untuk mencapai darat, sehingga sekoci itu harus kembali lagi.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Lampu pelabuhan menyala seperti biasa, tetapi tampaknya ada kejadian-kejadian luar biasa di Teluk Betung. Sekali-sekali terlihat tanda&lt;br /&gt;bahaya dari kapal-kapal lain dan terdengar suara kentongan bertalu-talu. Penerangan kota dipadamkan. Sementara itu hujan abu kini berubah menjadi hujan batu apung yang deras…”&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Menara Suar Patah Seperti Batang Korek Api&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;“Dengan rasa kurang enak kami melewatkan malam itu. Air laut makin liar dan ombak-ombak besar mendera lambung kapal tanpa hentinya. Ketika fajar menyingsing kami melihat bahwa Teluk Betung menderita kerusakan cukup parah oleh gelombang pasang. Kapal api pemerintah Barouw, terlepas dari jangkarnya dan dihempaskan ke darat. Gudang-gudang dan gedung-gedung pelabuhan lain rusak. Tetapi tak tampak tanda-anda kehidupan di kota kecil itu…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pukul tujuh pagi tiba-tiba kami melihat dinding air melaju ke arah kapal kami. Loudon sempat melakukan manouvre untuk menghindar, sehingga gelombang itu mengenai sejajar dengan sisi kapal. Kapal itu menukik hebat, tetapi pada saat bersamaan gelombang itu telah lewat dan Loudon selamat. Kami sempat melihat betapa air pasang itu mendekati, lalu melanda kota Teluk Betung dengan tenaga tak terbendung…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tak lama kemudian masih ada tiga gelombang dahsyat yang menghambur, yang di hadapan mata kami memporak-porandakan segala apa yang ada di pantai. Kami melihat bagaimana menara suar patah seperti batang korek api dan rumah-rumah lenyap digilas gelombang. Kapal Barouw terangkat, kemudian dicampakkan ke darat melewati puncak-puncak pohon nyiur. Yang tadinya Teluk Betung kini hanya air belaka…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Di kota itu tentunya ada ribuan orang yang meninggal serentak dan kotanya sendiri seperti dihapuskan dari muka bumi. Semua itu terjadi dengan cepat dan mendadak, sehingga melintas sebelum kita sempat menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Seakan-akan dengan satu gerakan maha kuat dekor latar belakang sebuah sandiwara telah digantikan…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Akhirnya Kapten Lindeman memutuskan untuk meninggalkan teluk itu, karena ia beranggapan bahwa keadaannya cukup berbahaya. Kapal menuju ke Anyer dengan tujuan untuk melaporkan malapetaka yang menimpa Teluk Betung. Tak lama kemudian kapal sudah berlayar di laut lepas. Walaupun hari masih pagi, cuaca makin menggelap, dan menjelang pukul sepuluh sudah gelap seperti malam. Kegelapan itu bertahan selama delapan belas jam dan selama itu turun hujan lumpur yang menutupi geladak sampai hampir setengah meter.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Di ruang kemudi nakhoda melihat bahwa kompas menunjukkan gerakan-gerakan yang paling aneh; di laut terjadi arus-arus kuat, yang selalu berubah arahnya. Udara dicemari oleh gas belerang pekat yang membuat orang sulit bernapas dan beberapa penumpang menderita telinga berdesing. Barometer menunjukkan tekanan udara yang sangat tinggi. Kemudian bertiuplah angin kuat yang berkembang menjadi badai. Kapal diombang-ambingkan oleh getaran laut dan gelombang tinggi. Ada saat-saatnya Loudon terancam akan terbalik oleh luapan air yang datang dari samping. Apa saja yang tak terikat kuat dilemparkan ke laut…”&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Api Santo Elmo&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;“Tujuh kali berturut-turut halilintar menghantam tiang utama. Dengan rentetan letupan yang gemeretak, geledek itu kadang-kadang seperti&lt;br /&gt;bergantungan di atas kapal yang diterangi cahaya mengerikan. Alat pemadam kebakaran disiapkan di geladak, sebab nakhoda khawatir setiap waktu Loudon bisa terbakar.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kecuali halilintar, kami juga menyaksikan gejala alam aneh lain, yakni apa yang disebut sebagai api Santo Elmo. Di atas tiang kapal berkali-kali terlihat nyala api kecil-kecil berwarna biru. Kelasi-kelasi pribumi mendaki tiang untuk memadamkan ‘api’ itu, tetapi sebelum mereka sampai ke atas gejala itu telah lenyap kemudian terlihat berpindah ke tempat lain. Api biru yang berpindah-pindah itu sungguh merupakan pemandangan yang menyeramkan dan membangunkan bulu kuduk.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Antara badai dan ombak besar kami mengalami saat-saat tenang. Tiba-tiba saja semuanya menjadi sunyi senyap dan lautpun licin seperti kaca. Tetapi sepi yang tak wajar ini lebih mencekam daripada gegap gempita ombak dan topan yang harus kami alami. Tak terdengar suara lain, kecuali keluh kesah dan doa para penumpang Indonesia di geladak depan, yang yakin bahwa ajal&lt;br /&gt;mereka segera akan sampai.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Akhirnya pada malam menjelang tanggal 28 kami melihat sekelumit cahaya membersit dilangit! Seberkas sinar bulan pucat berhasil menembus awan gelap. Ketika itu sekitar pukul empat pagi. Di kapal orang bersorak-sorai gembira dengan rasa syukur dan lega.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Memang masih ada batu apung dan abu turun ke geladak, tetapi paling tidak kami bisa melihat sekelilingnya dengan agak jelas. Kami masih berlayar menyusuri pantai Sumatra. Nampaknya pantai sangat sunyi. Yang dulunya ditumbuhi pohon-pohon kini hanya tersisa tunggul bekas batangnya yang patah. Laut penuh dengan kayu dan batu apung, yang di pelbagai tempat mengumpul menjadi semacam pulau besar yang menutupi jalan masuk ke Teluk Lampung.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tampang kapal Loudon benar-benar mengejutkan. Ia lebih mirip kapal yang tenggelam sepuluh tahun di dasar laut dan baru diangkat kembali. Kami melayari Selat Sunda dan pagi-pagi sekali Krakatau nampak kembali. Sekarang kami baru mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Seluruh pulau itu meledak sampai hancur lebur dan sebagian besar hilang. Dinding kawahnya sama sekali runtuh, kami hanya melihat celah-celah raksasa yang mengeluarkan asap dan uap.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Di laut, antara Pulau Sebesi dan Pulau Krakatau yang tadinya masih merupakan jalur pelayaran, kini bermunculan pulau-pulau vulkanik kecil dan berpuluh gosong arang timbul dari permukaan air. Pada delapan tempat tampak asap dikelilingi uap putih dari laut.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dengan lambat kami mendekati pantai Jawa. Pemandangan yang terlihat hampir tak terperikan. Segalanya telah diratakan menjadi gurun tak bertuan. Waktu kami berlabuh di Teluk Anyer, kami baru menyadari bahwa pelabuhan kecil itu sudah tidak ada lagi. Semuanya telah tersapu bersih, tiada rumah, tiada semak, bahkan tak ada batu yang kelihatan! Hanya sebuah tonggak masih menandai bekas tempat berdirinya mercusuar. Selebihnya tidak ada apa-apa lagi, kehampaan dan kesepian…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Yang dulunya merupakan kampung-kampung yang makmur, kini hanya hamparan lumpur kelabu. Sungai penuh dengan puing dan lumpur. Di mana-mana tak nampak tanda-tanda kehidupan…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pulau-pulau di Selat Sunda juga tak luput dari musibah. Pulau Sebesi yang pernah dihuni dua ribu orang, kini hanya tinggal seonggok bukit abu, sampai puncaknya yang hampir lima ratus meter tingginya itu, dan semua tumbuh-tumbuhan tak berbekas. Tak terlihat perahu atau desa lagi. Demikian pula keadaan pulau-pulau lain, Pulau Sebuku dan Pulau Sangiang.”&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Hujan Lumpur&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;“Pada tanggal 29 Agustus kami kembali di Lautan Hindia. Makin ke utara, makin kurang kelihatan akibat malapetaka besar itu. Kemudian di Padang dan beberapa tempat lainnya kami bertemu dengan orang-orang yang mendengar ledakan-ledakan dan gemuruh Krakatau. Yang aneh ialah bahwa kami yang berada di tempat yang paling dekat dengan Krakatau, tidak mendengar dentuman-dentuman itu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah kisah seorang penumpang kapal yang melihat malapetaka itu dari jarak jauh. Dari kota Teluk Betung sendiri ada saksi mata yang selamat. Menurut dia gelombang pasang yang pertama tiba tanggal 27 Agustus pagi sekitar pukul setengah tujuh, yang merebahkan lampu pelabuhan, gudang batu bara, gudang di dermaga, dan melemparkan kapal Barouw dari sisi timur bendungan melewati pemecah gelombang sampai ke Kampung Cina. Gudang Garam rusak dan Kampung Kangkung beserta beberapa kampung di pantai lainnya dihanyutkan. Kapal pengangkut garam Marie terguling di teluk, tetapi kemudian dapat tegak kembali. Orang juga melihat kapal Loudon berlabuh, kemudian berlayar lagi pada pukul tujuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langit berwarna kuning kemerah-merahan seperti tembaga, dari arah Krakatau terlihat kilatan-kilatan api, hujan abu turun tiada hentinya, tetapi sekitar pukul delapan keadaannya tenang. Sementara orang-orang yang sempat mengungsi ke tempat yang tinggi waktu itu masih sempat kembali ke rumah masing-masing untuk menyelamatkan apa saja yang masih bisa diambil, atau&lt;br /&gt;untuk melihat keadaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kurang lebih pukul sepuluh tiba-tiba terdengar letusan hebat yang membuat orang terpaku. Suatu pancaran cahaya dan kilat terlihat di arah Krakatau. Segera setelah letusan itu hari mulai remang-remang. Kerikil batu apung mulai bertaburan. Menjelang pukul sebelas hari gelap seperti malam, hujan abu berubah menjadi hujan lumpur. Selanjutnya apa yang tepatnya berlangsung, tiada yang tahu, karena yang selamat berlindung di rumah residen dan hanya mendengar deru dan gemuruh sepanjang malam yang disebabkan oleh angin topan yang mematahkan ranting, menumbangkan kayu-kayuan, dan melemparkan lumpur pada kaca-kaca jendela. Para pelarian itu tidak sadar bahwa gelombang pasang sebenarnya sudah mendekati tempat pengungsiannya sejauh 50 m di kaki bukit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baru keesokan harinya orang mengetahui betapa besar kehancuran yang terjadi. Seluruh dataran diratakan dengan tanah, tiada rumah maupun pohon yang masih tegak. Yang ada hanya abu, lumpur, puing, kapal ringsek, dan mayat manusia maupun hewan bertebaran di mana-mana. Kapal Barouw sudah tak terlihat lagi. Baru kemudian kapal yang naas itu ditemukan di lembah Sungai Kuripan, di belakang belokan lembah pada jarak 3.300 m dari tempat berlabuhnya, dan 2.600 m dari Pecinan, tempatnya dicampakkan gelombang pertama pukul setengah tujuh itu. Sejumlah perahu kandas di tepi lembah, sebuah rambu laut ditemukan di lereng bukit pekuburan. Awak kapal Barouw,&lt;br /&gt;mualim pertama Amt dan juru mesin Stolk hilang tak ketahuan rimbanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagian pantai Sumatra yang terjilat malapetaka Krakatau paling parah, terutama adalah yang letaknya berhadapan dengan Selat Sunda. Misalnya tempat-tempat di tepi Teluk Semangka.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Terjepit Dua Rumah&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Seorang Belanda yang mengalami pribadi kedahsyatan letusan Krakatau dan berhasil mempertahankan hidupnya adalah seorang controleur yang ditempatkan di Beneawang, ibukota afdeling Semangka, yang letaknya di Teluk Semangka, Lampung. PLC. Le Sueur, pejabat Belanda itu, melaporkan kepada atasannya dalam sepucuk surat tertanggal 31 Agustus 1883 sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pada hari Minggu sore, menjelang pukul empat, sewaktu saya sedang membaca di serambi belakang rumah saya, tiba-tiba saja terdengar beberapa dentuman yang menyerupai letusan meriam. Saya mengira bahwa residen yang menurut rencana akan tiba besok dengan kapal bersenjata pemerintah telah mempercepat jadwal kunjungannya. Saya segera mengumpulkan para kepala adat dan pejabat setempat ke pantai. Tetapi kami tidak melihat ada kapal di laut. Saya segera kembali ke rumah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Baru saja saya sampai di rumah, seorang pesuruh melaporkan bahwa air laut mulai naik dan beberapa kampung di pantai sudah tergenang. Saya segera berangkat lagi untuk menertibkan keadaan di antara rakyat yang mulai panik dan memanggil-manggil nama Allah. Saya menyuruh mereka membawa wanita dan anak-anak ke tempat-tempat yang letaknya lebih tinggi. Kemudian air surut&lt;br /&gt;lagi dengan cepat, tetapi mulai hujan abu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sekitar pukul empat pagi saya dibangunkan oleh orang-orang yang memberitakan bahwa di kaki langit terlihat cahaya kemerah-merahan. Saya merasa khawatir…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pukul enam pagi, hari Senin, saya pergi ke pantai. Permukaan air laut jauh lebih rendah dari biasanya. Sementara batu karang yang biasanya tak nampak, kini menjadi kering. Selanjutnya saya mendengar guruh sambung-menyambung, sehingga saya khawatir masih ada hal-hal yang lebih mengerikan yang akan menimpa kami…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Setiba di rumah saya menyuruh memanggil Van Zuylen (pembantu saya) untuk menulis rancangan surat kepada residen tentang apa yang terjadi. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat, tetapi cuaca begitu gelap sehingga lampu-lampu masih menyala. Sejurus kemudian kata Van Zuylen: ‘Maaf tuan, untuk sementara saya berhenti menulis saja. Saya merasa gelisah.’”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Baru saja ia mengatakan itu, tiba-tiba kami mendengar ribut-ribut. Laki-laki, perempuan, dan anak-anak berlarian sambil berteriak: ‘Banjir!&lt;br /&gt;Banjir!’. Van Zuylen dan saya segera keluar dan menawari orang-orang itu agar berlindung di rumah saya saja, karena rumah saya terletak di tempat yang agak tinggi dan dibangun di atas tiang. Tetapi tak lama kemudian air pasang kembali ke laut sehingga semuanya tenang kembali…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ketenangan itu tak berlangsung lama: Sejurus kemudian air laut kembali lagi dengan debur dan gemuruh yang menakutkan. Di rumah saya saat itu sudah ada sekitar tiga ratus orang pengungsi. Saya mondar-mandir di antara mereka untuk agak menenangkan mereka. Tiba-tiba saya mendengar serambi depan runtuh dan air segera menerjang ke dalam rumah. Saya menganjurkan mereka untuk pindah ke serambi belakang. Baru saja saya mengatakan itu, tiba-tiba seluruh rumah roboh berantakan dan kami semuanya terseret oleh arus air.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Setelah itu saya tak tahu lagi apa yang terjadi. Saya berhasil meraih sekerat papan dan mengapung mengikuti aliran air, sampai kaki saya&lt;br /&gt;tersangkut sesuatu sehingga papan itu harus saya lepaskan. Setelah itu saya berhasil menggapai beberapa keping atap. Saya berpegangan erat-erat sampai air kembali ke laut dan kaki saya menginjak tanah. Saya menggunakan jas saya untuk melindungi kepala dari hujan lumpur.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Di kejauhan saya mendengar suara minta tolong dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak, tetapi saya tak berdaya menolong. Saya tak bisa berdiri karena lemas, takut, dan terkejut, lagi pula tak terlihat apa-apa sebab gelap. Saya mendengar air datang lagi dengan kuatnya. Saya hanya bisa berdoa sejenak memohon penyelamatan nyawa kami semua sambil menyiapkan diri untuk menghadapi maut. Lalu saya dihanyutkan oleh air, diputarkan, lalu dicampakkan dengan kekuatan dahsyat. Saya terjepit di antara dua rumah yang mengapung. Saya tak bisa bernapas lagi rasanya. Saya mengira bahwa ajal saya sudah sampai. Tetapi tiba-tiba kedua rumah itu terpisah lagi. Kemudian&lt;br /&gt;Saya mendapat batang pisang yang tak saya lepaskan lagi…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dengan batang pisang itu saya mengapung beberapa lama, berapa lama tepatnya saya tak tahu lagi. Waktu air surut, saya terduduk saja,&lt;br /&gt;barangkali sejam lamanya saya di situ tanpa bergerak. Di sekitar saya masih gelap gulita dan hujan lumpur berlangsung terus.”&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Kontrolir Berteriak Minta Tolong&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;“Akhirnya Saya mendengar suara-suara manusia di dekat tempat itu. Saya memanggil, bangkit, lalu mulai berjalan tertatih-tatih dengan mata tertutup lumpur sambil meraba-raba jalan saya. Semua pakaian saya, kecuali baju kain flanel, telah tercabikkan dari badan saya. Saya berjalan dalam keadaan kedinginan di bawah hujan lumpur, tetapi tidak berhasil menemukan orang-orang yang saya dengar suaranya itu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya menginjak semak-semak berduri dan kulit saya tercabik oleh duri rotan, sedang saya lebih banyak jatuh bangun daripada berjalan. Akhirnya saya mendengar ada orang berkata dalam bahasa Lampung: ‘Kita tak jauh dari sungai besar.’ Saya mempercepat jalan saya sedapatnya, menyapu lumpur dari mata saya lalu bergegas menuju ke arah suara tadi. Saya bertemu seorang Jawa, seorang Palembang, dan beberapa wanita Jawa.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tak lama kemudian kami melihat cahaya obor dari jauh. Tanpa berhenti saya berteriak: ‘Tolong! Tolong! Saya kontrolir!’ Tetapi agaknya pembawa obor itu tak mendengar suara saya. Beberapa kali kami melihat cahaya itu, tapi kemudian menghilang di dalam kegelapan. Ketika itu semestinya sudah pukul delapan atau sembilan pagi, tetapi masih gelap gulita…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Akhirnya ada juga seorang pembawa obor yang datang mendapatkan kami. Saya katakan kepadanya siapa saya, lalu ia mengantarkan saya melewati hutan semak berduri dan mengarungi lumpur ke Kampung Kasugihan, kemudian diteruskan ke Penanggungan. Hari sudah pukul delapan malam waktu kami tiba di sana. Di kampung ini saya baru beristirahat sejam ketika kami mendengar gemuruh air, sehingga tempat ini juga masih belum aman. Kami melarikan diri lagi ke arah pegunungan. Setelah dua jam berjalan kami mencapai desa Payung yang terletak di lereng Gunung Tanggamus. Di tempat ini ada yang memberi saya sehelai sarung, sehingga saya berpakaian agak pantas.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Mujur bahwa saya mendapat sambutan baik dari kepala desa maupun rakyatnya, sehingga setiap hari saya bisa makan nasi dengan lauk ayam. Pada hari Selasa saya menyuruh orang untuk menyelidiki siapa-siapa yang masih hidup dari tempat-tempat di pantai. Hasilnya amat menyedihkan. Hampir seluruh Beneawang musnah. Saya perkirakan korban jiwa di daerah ini ada sekitar seribu orang. Banyak kampung lenyap. Di banyak desa terjadi kelaparan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Mohon dikirim beberapa potong pakaian, sebab saya tak mempunyai apa-apa lagi, juga sepatu dan selop.”&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Hujan Batu Apung Membara dan Abu Panas&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Menurut laporan resmi, di Beneawang sekitar 250 orang meninggal, termasuk hampir semua pemuka adat daerah itu yang berkumpul untuk menyambut kedatangan Residen. Termasuk Van Zulyen, klerk griffier pembantu Le Sueur, satu-satunya orang Belanda yang tewas. Kampung-kampung di sebelah barat dan timur Teluk Semangka mengalami penghancuran total atau sebagian; di Tanjungan dan di Tanjung Beringin yang terletak di dekatnya, 327 orang dinyatakan hilang, di Betung yang berdekatan, 244 orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Ketimbang di pantai Teluk Lampung kita ikuti kisah kontrolir Beyerink yang lebih mengenaskan, karena ia pribadi kehilangan seorang anggota keluarganya dalam malapetaka itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pada Minggu sore, tanggal 26 Agustus itu distrik kami ditimpa hujan abu dan batu apung yang membara. Rakyat melarikan diri dalam suasana panik. Abu yang jatuh itu begitu panasnya, sehingga hampir semua orang menderita luka bakar pada muka, tangan, dan kaki. Di antara penduduk yang berjumlah kurang lebih tiga ribu orang yang mengungsi bersama saya ke daerah yang lebih tinggi, paling sedikit ada seribu orang yang meninggal karena luka bakar. Seorang di antara anak saya juga ikut meninggal. Kami terpaksa memakamkannya dalam abu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Antar pukul sembilan dan sepuluh malam air mulai menggenangi rumah kontrolir. Ini merupakan dorongan kuat bagi Beyerink untuk mengajak keluarganya yang terdiri atas istrinya dan kedua anaknya yang masih kecil memgungsi ke Kampung Umbul Balak di lereng Gunung Rajabasa. Semalam-malaman turun hujan kerikil dan abu, hari Minggunya sampai pukul sebelas hujan deras, paginya antara pukul sembilan dan sepuluh jatuh kepingan-kepingan batu apung, ada yang sebesar kepala. Ledakan-ledakan sudah terdengar terus-menerus sejak hari Minggu dan sejak hari Senin tercium bau belerang.&lt;br /&gt;Gelegar letusan terhebat terdengar sekitar pukul sepuluh, disusul segera oleh kegelapan total. Tak lama kemudian mulai turun abu panas, yang rasanya sangat nyeri saat mengenai kulit. Ini berlangsung kira-kira seperempat jam, mungkin lebih lama, disertai uap belerang yang menyesakkan napas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesudah itu turun hujan lumpur, yang melekat pada tubuh seperti lem, tetapi lebih mending daripada abu panas yang mengakibatkan luka-luka bakar. Lumpur dan abu silih berganti berjatuhan semalam suntuk, mungkin juga sampai Selasa pagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama lima hari Beyerink dengan keluarganya menderita di bawah tempat berteduh yang sederhana, dikelilingi sejumlah besar rakyat yang ikut melarikan diri ke tempat itu. Mereka semuanya sangat menderita, terutama oleh luka-luka bakar yang tak diobati. Anak terkecil keluarga Beyerink akhirnya meninggal karena luka-lukanya dan keadaan yang menyedihkan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya mereka dibebaskan oleh kapal bargas Kedirie yang pada Sabtu pagi, tanggal 31 Agustus membuang sauh di Teluk Kalianda. Nakhoda kapal beserta beberapa anak buahnya melakukan peninjauan ke darat. Mereka mendengar bahwa kontrolir dan keluarganya mengungsi di Umbul Balak. Mereka bergegas menjemputnya. Dengan bantuan tandu keluarga yang malang itu akhirnya dapat dibawa ke pantai dan hari itu juga Kedirie bertolak ke Jakarta.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Tersangkut Di Pohon&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Kapal bargas Kedirie menyelamatkan sejumlah korban, di antaranya seorang kakek yang berumur sekitar enam puluh tahun, bernama Kimas Gemilang, yang kemudian dirawat di rumah sakit umum di Jakarta. Dalam sebuah wawancara dengan harian berbahasa Belanda ia mengisahkan pengalamannya sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pada hari Senin pagi, sekitar pukul enam, saya menuju ke pantai, tak jauh dari rumah saya di Ketimbang. Saya melihat permukaan air laut sangat tinggi, jauh lebih tinggi daripada sehari-hari, tetapi saya tidak melihat gelombang atau hal lain yang mencurigakan. Sekitar sepuluh menit kemudian, saya melihat air menggulung dari kejauhan, warnanya hitam dan tingginya menyerupai gunung. Saya hendak melarikan diri, tetapi sudah tak keburu sebab air telah mencapai saya, sehingga saya terseret.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mujurnya, saya tersangkut pada batang pohon besar. Saya memanjat pohon itu sampai ke puncaknya. Tak lama sesudah itu air menghilang sama cepatnya seperti tibanya tadi. Setelah lewat lima menit gelombang pasang itu datang kembali. Saya tetap bertengger di pohon, tak berani turun. Sesudah lewat sekitar satu jam air pasang tak kembali lagi, barulah saya perlahan-lahan merosot ke bawah. Tetapi saya tak mampu berjalan karena cedera akibat hempasan gelombang tadi. Jadi saya duduk dan rebah di bawah pohon penyelamat itu beberapa hari dan beberapa malam dalam keadaan antara sadar dan tidak, seperti terbius, tanpa mengetahui apa yang terjadi di sekeliling saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu saja selama beberapa hari itu saya tidak makan dan minum sampai suatu pagi, saya sudah tak tahu lagi hari apa, ada seorang Cina menghampiri saya, lalu mengangkat saya ke perahunya. Di tengah laut kami ditolong oleh sebuah kapal api yang membawa saya kemari.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah kisah beberapa saksi mata yang mengalami secara pribadi malapetaka Krakatau itu. Para pengamat waktu itu setelah mengumpulkan data yang diperoleh, menyimpulkan bahwa letusan Krakatau bulan Agustus 1883 itu tidak disertai atau didahului oleh gempa kuat. Di beberapa tempat memang terasa guncangan ringan.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Bulan dan Matahari Berwarna-Warni&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Yang meminta korban jiwa maupun kerusakan paling berat adalah air pasang yang melanda pantai-pantai yang berbatasan dengan Selat Sunda dan utara Pulau Jawa. Hanya sebagian kecil korban diakibatkan oleh abu panas, sedang awan panas dan gas beracun tak tercatat. Dari laporan-laporan ternyata bahwa gelombang pasang itu terjadi tiga kali, yang pertama pada hari Minggu pukul 18.000, pada hari Senin sekitar pukul 06.30, dan pukul 10.30. Gelombang yang terakhir adalah yang terbesar, yang menyebabkan kerusakan paling banyak. Penghancuran Teluk Betung dan Caringin terutama diakibatkan oleh gelombang yang terakhir itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah aktif selama 121 hari sejak bulan Mei dan puncak ledakan tanggal 28 Agustus itu akhirnya semuanya menjadi tenang kembali. Krakatau lenyap seperti ditelan bumi; hampir seluruh belahan utara pulau itu hilang. Yang tinggal hanya bebatuan sepanjang 813 meter. Gunung berapi Danan dan Perbuatan juga gaib, dan di tempat itu terbentuk kaldera raksasa yang berdiameter 7,4 km.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu halus yang dilontarkan ke angkasa ditiup ke arah barat oleh angin dan keliling dunia dengan kecepatan 121 km tiap jamnya. Setelah enam minggu, dalam bulan Oktober 1883 suatu sabuk debu dan abu halus menyebar sekitar bumi. Hanya dua hari setelah letusan abu halus itu sudah meliputi benua Afrika dan lima belas hari kemudian telah mengitari bumi, mengkibatkan suatu kabut di seluruh daerah khatulistiwa yang menyebar sedikit demi sedikit. Pada tanggal 30 Nopember kabut itu mencapai Eslandia. Kabut itu menyebabkan pelbagai dampak optik, termasuk senja kala yang gilang-gemilang, matahari dan bulan berwarna, dan munculnya corona. Di banyak tempat di dunia terlihat matahari atau bulan berwarna merah jambu, hijau, biru. Enam bulan setelah letusan Krakatau, penduduk Missouri di Amerika Serikat melihat matahari kuning dengan latar belakang langit hijau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah majalah populer Belanda memberi judul karangan tentang letusan Krakatau “Lebih hebat dari bom atom.” Ledakan bom atom bukan apa-apa dibandingkan dengan letusan Krakatau. Bom atom pertama yang diledakkan sebagai percobaan di dekat Los Alamos pada tanggal 16 Juni 1945 memancarkan energi sebesar 0,019 Megaton, sedangkan ledakan Krakatau diperkirakan sebesar 410 megaton!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuatan letusan itu setara dengan 21.428 bom atom. Sedangkan korban jiwa yang direnggutnya oleh gelombang pasang merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat sampai hari ini. Ini belum terhitung korban tidak langsung yang meninggal oleh penyakit dan kelaparan yang terjadi kemudian.***&lt;/p&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/11/krakatau-lebih-hebat-dari-bom-atom.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-5173975504690488579</guid><pubDate>Wed, 31 Oct 2007 07:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-31T00:48:41.488-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Informations</category><title>Krakatau Volcano in Sunda Strait placed in &quot;on-guard&quot; status</title><description>Serang, Banten, Indonesia&#39;s (&lt;a href=&quot;http://www.antara.co.id/en/arc/2007/10/27/mt-krakatau-in-sunda-strait-placed-in-on-guard-status/&quot;&gt;ANTARA News&lt;/a&gt;) - Kid of Krakatau volcano in the Sunda Strait has been placed in an &quot;on-guard&quot; status after having shown increased activity during the past three days, an observing officer said.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;The volcano had produced 20 tremors and released 80-meter to 200-meter-long white-Grey smoke plumes every hour over the past three days (Oct 24-26), Sigin, an officer assigned to keep a watch, said on Friday.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;In a normal state, the volcano produced only five tremors per hour but since last Wednesday the frequency of tremors had increased, he said. Consequently, tourists and fishermen had been warned not to come near the volcano.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;But until Friday, the volcano had not sputtered nor emitted lava so that it was still not in a very critical condition. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;In 2000, the volcano reached a higher level of activity marked by the emission of hot lava so that it was put in an alert status, Sigin said.</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/krakatau-volcano-in-sunda-strait-placed.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>13</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-4869116631439939974</guid><pubDate>Wed, 31 Oct 2007 06:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-31T00:42:25.553-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Informations</category><title>Mount Kelud keeps villagers on high alert</title><description>Jakarta (&lt;a href=&quot;http://www.antara.co.id/en/arc/2007/10/31/mount-kelud-keeps-villagers-on-high-alert/&quot;&gt;ANTARA News&lt;/a&gt;) - Authorities in Indonesia&#39;s densely populated East&lt;br /&gt;Java province warned residents living on the slopes of Mount Kelud to stay at temporary shelters as the volcano&#39;s risk of a major eruption remained high, officials said Wednesday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;volcano logists placed the 1,731-meter volcano on top alert on October 16 and evacuated thousands of people living within 10 kilometers from the crater to makeshift shelters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, around 3,000 of more than 5,000 evacuees have returned to their homes on the slopes of the volcano, claiming it wasn&#39;t convenient to stay away for two weeks and defying warnings from local officials and scientists that the risk of a major eruption remains high.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Mount Kelud&#39;s risk of eruption remains high, so we warned the evacuees to continue staying at the temporary shelters,&quot; Umar Rosadi, head of the emergency response team from nearby Kediri district, told DPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kediri is located about 600 kilometers south-east of Jakarta.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Experts from the nearby monitoring post said that water in the volcano&#39;s 15-meter deep crater reached 39.5 degrees Celsius in the first six hours of Wednesday, up from 39.2 degrees Celsius three days earlier. Water temperatures reached 40 degrees Celsius before Mount Kelud&#39;s most recent eruption in 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Volcanologists explained that the crater&#39;s temperature was among indicators used to predict an eruption and that others, such as volcanic tremors and deformation of the volcano, were also increasing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mount Kelud, 100 kilometers south of Surabaya, the second biggest city in Indonesia, has a history of deadly eruptions. In 1990 dozens of people were killed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meanwhile, the offspring of Krakatoa volcano in the Straits of Sunda - between Indonesia&#39;s Java and Sumatra islands - continue spewing ash and hot materials to nearby areas, leading government authorities to maintain its alert status at Level 3, and a 3-kilometer off-limit zone for visitors and fishermen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia has the world&#39;s highest density of volcanoes, with 500 located in the so-called &quot;Ring of Fire,&quot; in the 5,000-kilometer-wide archipelago nation. Of these, 128 are active</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/mount-kelud-keeps-villagers-on-high.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-8176197613612006002</guid><pubDate>Tue, 23 Oct 2007 06:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-22T23:21:09.257-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Get Free Traffic</category><title>BlogRush News Update</title><description>Today i get the News from &lt;a href=&quot;http://www.blogrush.com/r82243712&quot;&gt;blogrush&lt;/a&gt; that my blog was has a criteria to they network, i still not understand why my site got the criteria cause i fell my site just a simple site, so here their mail:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;An Important &lt;a href=&quot;http://www.blogrush.com/r82243712&quot;&gt;BlogRush&lt;/a&gt; News Update...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Congratulations!&lt;br /&gt;- 10,000+ Blogs Removed From BlogRush&lt;br /&gt;- Phase 2 Being Deployed&lt;br /&gt;- Busy Week Ahead!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Congratulations!&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are receiving this update because your blog has passed our strict&lt;br /&gt;Quality Guidelines and criteria -- we believe you have a high-quality&lt;br /&gt;blog and we are happy you&#39;re a member of our network!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;10,000+ Blogs Removed From &lt;a href=&quot;http://www.blogrush.com/r82243712&quot;&gt;BlogRush&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We&#39;ve just completed a massive SWEEP of our entire network.  We&#39;ve&lt;br /&gt;removed over *10,000* blogs (Yes, ten thousand) that did not meet our&lt;br /&gt;new Quality Guidelines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have done a huge &quot;quality control audit&quot; of our network and have&lt;br /&gt;reviewed all the blogs one-at-a-time.  We will continue to review each&lt;br /&gt;NEW blog that is ever submitted to our network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You will notice the HUGE DIFFERENCE in the quality of blogs that now&lt;br /&gt;appear in your widget.  This major *sweep* of our network will also&lt;br /&gt;increase the click-rates across the entire network and you will start&lt;br /&gt;to receive more traffic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But we&#39;re only getting started.  We&#39;ve got LOTS of amazing&lt;br /&gt;improvements in the works to help you get more daily traffic from our&lt;br /&gt;network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Phase 2 Being Deployed&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We&#39;re in the process of rolling out our massive &quot;Phase 2&quot; upgrade to&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogrush.com/r82243712&quot;&gt;BlogRush&lt;/a&gt;.  In the next few days you&#39;ll see an all-new Dashboard,&lt;br /&gt;advanced statistics reporting, and much, much more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We&#39;re introducing tons of new sub-categories to help with content&lt;br /&gt;relevance (which will increase click-rates and traffic).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We&#39;re also introducing a &quot;Thin Widget&quot; option.  Many of our members&lt;br /&gt;cannot use the standard widget because it&#39;s too wide for their blog.&lt;br /&gt;This new widget format will solve this issue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Busy Week Ahead!&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have a busy week ahead as we will start rolling out all these&lt;br /&gt;fantastic changes.  Thanks so much for your patience!  We will&lt;br /&gt;continue to work very hard to help drive more quality, targeted DAILY&lt;br /&gt;TRAFFIC to your blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Reese, Founder of &lt;a href=&quot;http://www.blogrush.com/r82243712&quot;&gt;BlogRush&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;see that?</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/blogrush-news-update.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-5498716230656751518</guid><pubDate>Thu, 18 Oct 2007 00:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-17T17:58:56.448-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Informations</category><title>The Mountain Kelud in Indonesia</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwXugh9s1cJZv4E-hzqN2fv11wuNeOyQkzf8iimi7Hrq7bO6DphXPDR8XQ5JQJ2TwlNX-CIJoMgh8THmt3wOE7iZb4gREpzQ3lGqfHbZn9H1NmXU7su74WYalXvN-DTmVM5XP9DcxRmYWu/s1600-h/kelud.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwXugh9s1cJZv4E-hzqN2fv11wuNeOyQkzf8iimi7Hrq7bO6DphXPDR8XQ5JQJ2TwlNX-CIJoMgh8THmt3wOE7iZb4gREpzQ3lGqfHbZn9H1NmXU7su74WYalXvN-DTmVM5XP9DcxRmYWu/s400/kelud.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5122474673778985026&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;There is several news that saying prediction the kelud mountain of Indonesia will be explode that make a &lt;span class=&quot;fbody&quot; id=&quot;zoom&quot;&gt;Hundreds of people have started to remove from the dangerous zone, in slope of Mount. Kelud in the densely populated area of East Java province as the volcano threatens to erupt, Health Ministry said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The head of crisis center of the ministry Rustam Pakaya said that the evacuees were those in the category of high risk persons, such as pregnant women, babies, children, old persons and crippling people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Hundreds people have begun to be evacuated. We give priority to secure the high risk population,&quot;Pakaya told Xinhua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The head of the center said that the removal is due to a fear that the volcano may erupt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The evacuees would be sheltered in a secure place in the radius of more than eleven kilometers from the mountain, he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;There is a possibility that the volcano can erupt,&quot;he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Based on its short eruption cycle of once in 17 years, the volcano, which last erupt in 1990 and now in the second-highest alert status, was possible to explode this year, the head of surveillance of the country&#39;s Volcanology and Mitigation Center Yan Saut Simatupang has said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The center has risen to the alert status of the mountain since the end of last month because of because of the increases of temperatures, the contents of carbon dioxide (CO2) and sulfate (SO4) in the waters surface in the crater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besides, the rises of frequent of volcanic tremors, number of waters bubble emerging to the surface of the waters in the crater and the change of color of the waters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The rise of the status was followed by the issuance of a warning avoid the territory in the radius of five kilometers, the center said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaya said that hundred thousands of masks had been distributed and air quality control was persistently carried out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said there is still thousands risk populations living near the mountain in the regencies of Kekdiri and Blitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preparation on the medical treatment, including health facilities and medical personals, has been made in the two regencies, he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over ten thousand people were killed when the mountain exploded in 1586. The mountain exploded&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then the mountain exploded in 1901, 1919, 1951, 1966 and 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mount. Kelud is parts of the country&#39;s 129 active volcanoes, which sixty-six of them are located in high-density population areas, Java and Sumatra islands, according to the meteorology agency.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fbody&quot; id=&quot;zoom&quot;&gt;Indonesia is laid at a vulnerable zone so called &quot;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;The Pacific Ring of Fire&lt;/span&gt;&quot; where two continental plates, stretching from the Western Hemisphere through Japan and Southeast Asia, meet that cause frequent volcanic movements.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Source: &lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;www.google.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/mountain-kelud-in-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwXugh9s1cJZv4E-hzqN2fv11wuNeOyQkzf8iimi7Hrq7bO6DphXPDR8XQ5JQJ2TwlNX-CIJoMgh8THmt3wOE7iZb4gREpzQ3lGqfHbZn9H1NmXU7su74WYalXvN-DTmVM5XP9DcxRmYWu/s72-c/kelud.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-8411006863507465852</guid><pubDate>Wed, 17 Oct 2007 07:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-17T00:25:14.001-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Technology</category><title>4G Wireless Technology Beginning To Shape Up</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6kUqz3JtPfM4KVejGR-YPgJdgbzvMh5jJqPBW9PMDomvU33FfzcekqY1hgUxLhp-Eho0ZbjkX5nYLmOUiB2lFY8FVa47YHYxcJIuv9Xy8bzxEFjYtN9ToJnZEqMpSd5D2Yar4mZ34khbQ/s1600-h/4G.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6kUqz3JtPfM4KVejGR-YPgJdgbzvMh5jJqPBW9PMDomvU33FfzcekqY1hgUxLhp-Eho0ZbjkX5nYLmOUiB2lFY8FVa47YHYxcJIuv9Xy8bzxEFjYtN9ToJnZEqMpSd5D2Yar4mZ34khbQ/s400/4G.gif&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5122203223255943218&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;style9&quot;&gt;           &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;US : Although an official definition of wireless 4G technology will not be released until the 2008/2009 timeframe in the form of the ITU&lt;span id=&quot;bwanpa1&quot;&gt;’&lt;/span&gt;s IMT-Advanced requirements, there are already clear contenders for the designation, reports In-Stat. The primary 4G technologies of the future are expected to be Long Term Evolution (LTE), Ultra Mobile Broadband (UMB), and IEEE 802.16m WiMAX, the high-tech market research firm says. &lt;/p&gt;           &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span id=&quot;bwanpa2&quot;&gt;“&lt;/span&gt;Companies are extremely uncomfortable talking about &lt;span id=&quot;bwanpa3&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;4G&lt;span id=&quot;bwanpa4&quot;&gt;’&lt;/span&gt; technologies, since the ITU   has not defined 4G yet,&lt;span id=&quot;bwanpa5&quot;&gt;”&lt;/span&gt; says&lt;strong&gt; Gemma Tedesco (   left )&lt;/strong&gt;, In-Stat analyst. &lt;span id=&quot;bwanpa6&quot;&gt;“&lt;/span&gt;However, each of the contending 4G technologies has a cheerleader, with Ericsson touting LTE, Qualcomm preferring UMB, and Intel touting 802.16m WiMAX.&lt;span id=&quot;bwanpa7&quot;&gt;”&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;           &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Recent research by In-Stat found the following: &lt;/p&gt;           &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;             &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Two widely expected requirements for 4G technologies are that they be OFDMA-based, and that they support 100Mbps for wide area mobile applications. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;With the dominant worldwide technology currently being GSM/EDGE, and HSPA and EV-DO handsets not expected to be dominant until 2012, 4G technology roll-outs will most likely start in the 2010-2012 timeframe. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;It is widely believed that mobile operators will initially deploy 4G very slowly, relying on their EV-DO or HSPA networks to provide for more ubiquitous coverage. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Drivers of LTE, UMB and 802.16m WiMAX adoption will include the following: the re-allocation of older spectrum for 4G technologies; the resolution of any WiMAX IPR issues; the creation of FDD profiles for 802.16e WiMAX; the uptake rate of 802.16e in Mobile PCs; the uptake rate of 3G cellular in Mobile PCs; the continued evolution of the mobile handset; and an increase in the uptake rate of wireless broadband technologies into portable CE devices. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Realistically, initial implementations of LTE, UMB and 802.16m WiMAX may fall short of throughput and other expectations, with later enhancements, or even some type of technology combination, actually bringing real 4G to the table. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;           &lt;/div&gt;           &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;The research, &lt;span id=&quot;bwanpa8&quot;&gt;“&lt;/span&gt;The Road to 4G: Will   LTE, UMB and WiMAX Just Be Stops Along the Way?&lt;span id=&quot;bwanpa9&quot;&gt;”&lt;/span&gt; (#IN0703689GW), examines possible 4G technologies, and the drivers that will influence the uptake of each of these technologies. It provides forecasts of cellular handset chipsets per technology, 3G cellular modems in mobile PCs, and 802.16e mobile WiMAX chipset shipments through 2011. It also contains background information about contending 4G technologies and analysis of the current cellular and WiMAX markets. Profiles of vendors driving contending 4G technologies are included. In addition to the report, Gemma and other In-Stat analysts provide consulting services on a variety of technical and market topics regarding the semiconductor and electronics industries.&lt;/p&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgVE9O7fmH5flVs3Qc1Y3Wk5bw3QyVJSPk-uX-0W7JSuRiF2QW7c2PlwC4oZKgeHNSsmOZ6kQSWOVmEEnO7-TvkbZ8xaccQvGd1Evud-WZTo_d6sY40zc8Hi0aSdBmlJ8H7jrCGmyenZ8J/s1600-h/4g.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgVE9O7fmH5flVs3Qc1Y3Wk5bw3QyVJSPk-uX-0W7JSuRiF2QW7c2PlwC4oZKgeHNSsmOZ6kQSWOVmEEnO7-TvkbZ8xaccQvGd1Evud-WZTo_d6sY40zc8Hi0aSdBmlJ8H7jrCGmyenZ8J/s400/4g.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5122202858183723042&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/4g-wireless-technology-beginning-to.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6kUqz3JtPfM4KVejGR-YPgJdgbzvMh5jJqPBW9PMDomvU33FfzcekqY1hgUxLhp-Eho0ZbjkX5nYLmOUiB2lFY8FVa47YHYxcJIuv9Xy8bzxEFjYtN9ToJnZEqMpSd5D2Yar4mZ34khbQ/s72-c/4G.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-1700974803880861077</guid><pubDate>Wed, 17 Oct 2007 05:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:17:06.897-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips and Tricks</category><title>5 Free Ways To Make Money Online With Ads!</title><description>&lt;div class=&quot;entrymeta&quot;&gt;  Written By Zakk Forchilli In &lt;a href=&quot;http://topsecretblogger.com/category/blogging/&quot; title=&quot;View all posts in Blogging&quot; rel=&quot;category tag&quot;&gt;Blogging&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://topsecretblogger.com/category/make-money-online/&quot; title=&quot;View all posts in Make Money Online&quot; rel=&quot;category tag&quot;&gt;Make Money Online&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Authors Website &lt;a href=&quot;http://zakkforchilli.com/blog&quot;&gt;http://zakkforchilli.com/blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;            &lt;p&gt;&lt;img src=&quot;http://topsecretblogger.com/wp-content/uploads/2007/10/money.thumbnail.gif&quot; title=&quot;money&quot; alt=&quot;money&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;br /&gt;Isn’t that what everyone wants? To be able to make money from blogging? Well here is your answer. Its called Advertisements. There are a bunch of sites out there that allow you to place ads on your personal or commercial website / blog, and earn cash for doing so! So why not? Its pretty much free money, if people click on your ads! So here are some simple secrets / things to know before you get started with making money online with ads!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Theres 2 general secrets for making cash online. 1. Produce good content, so a lot of people will go to your site! The more people that go to your site, the bigger the chance of getting them to click on your ads! 2. Put them on more than just your homepage! If someone clicks on a direct link to one of your posts, and theres no ads to click on that page relating to your content, then you could have just missed a few clicks! The more clicks, the more money. Keep that in mind, and remember not to click on your own ads. (From your computer. Hehe.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;All these services are free. The amount of money you actually pull in, depends on how much traffic your blog gets. Chances are, if you get tons of visitors on your site, you have tons of ad clicks, and you will pull in tons of money.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Here are the most popular choices for advertisements on your website.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://google.com/adsense&quot;&gt;Google AdSense&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Everyone uses AdSense. Whenever you go to a page, and their are rectangles with a picture ad, or a rectangle with small links inside them, thats AdSense! The person that puts those ads on their site, gets paid everytime someone clicks on that ad! Each click could be 2 cents, or it could be up to 3 dollars per click. Remember that many publishers out there make a living off of advertisements. They pay the bills sometimes. All the big bloggers out there, use AdSense most of the time, and they get tons of money, because so many people visit their site and click the ads! AdSense produces ads related to your content, in image ads or text ads.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://text-link-ads.com/&quot;&gt;TLA&lt;/a&gt; (Text-Link-Ads)&lt;br /&gt;TLA is along the same lines as AdSense. The ads look the same but they wont say ‘Ads by Google’ under or above them. These ive heard, dont bring in as much income per click as AdSense. Its still a great alternative. You can use TLA along side AdSense ads, so you wont have to choose between the two!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://publisher.yahoo.com/&quot;&gt;Yahoo! Publishers Network&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yahoo! also has an ad network, which some might not have known of. This one is fairly new to me as well. Yahoo! ads, are the exact same as Google AdSense ads, but it says ‘Ads by Yahoo!’ instead of Google. Theres no real difference between the two, but Yahoo!, ive heard, tends to bring in more income.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://adbrite.com/&quot;&gt;AdBrite&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AdBrite ads, are the ads you see when you rollover text-links, and a small hover window pops up with an ad in it. These ads are the first ads i was ever exposed to. I remember seeing these a long time ago. They are still live today. Theres a choice between text and image ads, like Yahoo! and Google ads.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://auctionads.com/&quot;&gt;Auction Ads&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Auction Ads, are alot different from the previous 4, in a couple of ways. There are no image ads, and not text ads. Well not in the shape or form that your used to. These ads are in a banner, displaying products that are up for auction on popular sites like &lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://ebay.com/&quot;&gt;Ebay&lt;/a&gt;, and &lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://amazon.com/&quot;&gt;Amazon&lt;/a&gt;. When the users click on the ads, and buy the product, the site notifies Auction Ads, and they pay you for it! This one is really good for a site that has to do with a product. It will usually post products that are related to your website content like the previous services.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;So theres 5 of them, im sure there are more, but these are the most popular. If i missed one, that you think could be essential to this post, let me know! Im open for discussion. Also, all of these services use the same format of placing the ads on your site. You copy a usual java script / html code, and paste it on your site where you want it. Its much easier if your using platforms like &lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://blogger.com/&quot;&gt;Blogger&lt;/a&gt;, or &lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://wordpress.com/&quot;&gt;Wordpress&lt;/a&gt;, where they have simple integration options.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;See many more ways or tips &amp;amp; tricks to make money online by going &lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;here&lt;/a&gt;!&lt;/p&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/5-free-ways-to-make-money-online-with.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>11</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-2664561962307995963</guid><pubDate>Tue, 16 Oct 2007 00:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-15T18:01:47.111-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Miscellaneous</category><title>Lebaran</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheWU9JY6YwS5Zxb0g63_dsptqW49CQjlTHprSN541YFDHh2Y2mdnzTQCZ1x5dPmJFXsYvC5baFsWk8b1FtZ-lR6PiddLM2Az3NHP1Nhzk1EYp2s5SsURLnhfT921xI3Q344b6KxK6jz9NL/s1600-h/Lebaran_ads-tricks.blogspot.com.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheWU9JY6YwS5Zxb0g63_dsptqW49CQjlTHprSN541YFDHh2Y2mdnzTQCZ1x5dPmJFXsYvC5baFsWk8b1FtZ-lR6PiddLM2Az3NHP1Nhzk1EYp2s5SsURLnhfT921xI3Q344b6KxK6jz9NL/s400/Lebaran_ads-tricks.blogspot.com.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5121733190625003538&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;If I had a lot of sin or a mistakes  from all words that has been pronounce or on my posting please for give me..&lt;br /&gt;so...&lt;br /&gt;Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir &amp;amp; Bathin...</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/lebaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheWU9JY6YwS5Zxb0g63_dsptqW49CQjlTHprSN541YFDHh2Y2mdnzTQCZ1x5dPmJFXsYvC5baFsWk8b1FtZ-lR6PiddLM2Az3NHP1Nhzk1EYp2s5SsURLnhfT921xI3Q344b6KxK6jz9NL/s72-c/Lebaran_ads-tricks.blogspot.com.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-7607434393255412376</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2007 05:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:39:54.856-07:00</atom:updated><title>2.8. Action Items</title><description>&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Here are some action items for you to take to get started on  the road to driving traffic to your web site:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Understand who is the ideal visitor to your site.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Discover some interesting stories to tell about your web  site.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Make a checklist and plan for publicizing your site.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Submit your site to search engines.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Resubmit your site to search engines as necessary over  time.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Get your site listed in the ODP and Yahoo! taxonomic  directories.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Work to encourage appropriate inbound linking to your site.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Publish a press release.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Continue to publish press releases as stories related to your  site come up.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Create and distribute syndication feeds.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Consider creating and maintaining an email newsletter to  support your site marketing campaign.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;Back To Index&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/28-action-items.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-9169585198632123158</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2007 05:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:39:50.369-07:00</atom:updated><title>2.7.2. List Administration</title><description>&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Once you&#39;ve got more than 40 or 50 email addresses on your  list, list administration&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0208&quot;&gt;&lt;/a&gt; becomes a challenge. You  can install software on your web server to manage your email listPHPList,  available for free from &lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://tincan.co.uk/phplist&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://tincan.co.uk/phplist&lt;/a&gt; is a good choiceor you can  outsource your email management&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0209&quot;&gt;&lt;/a&gt; .&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;If your email newsletters take on a life of their own and you  are not comfortable installing your own management software, an email outsourcer  like Constant Contact&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0210&quot;&gt;&lt;/a&gt; , &lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://www.constantcontact.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.constantcontact.com&lt;/a&gt;, provides a raft of features  for about $15.00 per month. Besides basic email management, an outfit like  Constant Contact can provide some important functionality, including:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Tracking which recipients click on your HTML email content&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Targeting different content to a variety of recipients with  different interests&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Compliance with antispam laws and relationships with ISPs to  make sure your emails go through&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;Back To Index&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/272-list-administration.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-8483780384187305743</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2007 05:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:39:04.242-07:00</atom:updated><title>2.7.1. Newsletters</title><description>&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;The best format is a newsletter. There are quite a few email  newsletters&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0204&quot;&gt;&lt;/a&gt; &lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0205&quot;&gt;&lt;/a&gt;that have  great content, include links back to the publishing web site, and even make a  little money with sponsored ads in the email newsletter themselves. A good  example of this kind of newsletter is Tara Calishain&#39;s ResearchBuzz&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0206&quot;&gt;&lt;/a&gt; , which provides great information about research and  the Internet (you can sign up at &lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://www.researchbuzz.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.researchbuzz.com&lt;/a&gt;), and I&#39;m certain drives  well-deserved traffic to Tara&#39;s site.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;You don&#39;t need much in the way of tools to send out email  newsletters periodically. Just use your email client software of choice, making  sure to blank copy (bcc) senders&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0207&quot;&gt;&lt;/a&gt; so email addresses  don&#39;t show (and you&#39;re not invading anyone&#39;s privacy). You can copy and paste  your list of bcc recipients so you don&#39;t have to reenter it each time.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;It may be smart to use lowest-common-denominator text email for  your newsletters. If you send email newsletters in HTML format, some recipients  won&#39;t be able to properly display it or will have turned it off.&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;Back To Index&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/271-newsletters.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-5922680035689145187</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2007 05:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:41:18.700-07:00</atom:updated><title>2.7. Using Email Lists</title><description>&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Although they may seem a little old-fashioned, email lists&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0199&quot;&gt;&lt;/a&gt; can be a great mechanism for increasing interest in  your web sites over time. The rise of spam email, and the creation of  increasingly stringent spam filters, has made the use of email lists more  problematic and something you may want to approach with caution. Although email  remains the most widely used Internet application of all, publishing syndication  feeds may actually be a better mechanism for broadcasting information when you  don&#39;t personally know the recipients.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;First and foremost, you should take care that any email you  send out doesn&#39;t walk like spam, look like spam, or quack like spam. If it has  even a hint of spam about it, at least some recipients will regard your email as  spamand be offended.&quot;&lt;/blockquote&gt;Start by adding only people who have expressed an interest in  you or your site to the email list. Make it easy to opt out and unsubscribe.&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;Don&#39;t rent or buy email lists. These are worthless and have  already been run into the ground with spam.&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;Your email list will only build valuable traffic for your site  to the extent that you build it up yourself.&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;Weblogging software such as MovableType&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0200&quot;&gt;&lt;/a&gt; will provide basic email list functionality such as  self-service sign-up for notifications when you add a blog entry and the ability  to automatically send out email notifications.&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Each email you broadcast to your list should provide value. If  you send out vacuous pieces of sales puffery in your email, at best your  recipients will hit the delete button or add you to their spam filter. (They may  also send you nasty emails back, and in any case they won&#39;t be inspired to visit  your site, the point of the operation.)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;Back To Index&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/27-using-email-lists.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-8173182184410920286</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2007 05:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:41:00.229-07:00</atom:updated><title>2.6.3. Submitting Feeds</title><description>&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0196&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0197&quot;&gt;&lt;/a&gt;The next step is to submit your syndication feed to syndication  aggregators and search engines. The RSS Compendium provides a great list of  sites for submitting syndication feeds for inclusion at &lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://allrss.com/rsssubmission.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://allrss.com/rsssubmission.html&lt;/a&gt;. The RSS Specifications  site also has an extensive list of sites that maintain syndication feed  databases at &lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://www.rss-specifications.com/rss-submission.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.rss-specifications.com/rss-submission.htm&lt;/a&gt;. &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;It&#39;s a good idea to continue to submit your feeds as you add  content items. Particularly if you are publishing multiple feeds, this can  become an unpleasant chore. RSS Submit is a tool that automates this process.  Shown in &lt;span class=&quot;docLink&quot;&gt;Figure 2-12&lt;/span&gt;,  RSS Submit is available for download at &lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://www.dummysoftware.com/rsssubmit.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.dummysoftware.com/rsssubmit.html&lt;/a&gt; in an evaluation  version or (with free updates) for $35.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;The updates to RSS Submit add new syndication indexes as they  come online and make sure the submission pages for older feeds stays  accurate.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Figure 2-12. RSS Submit automates the process of syndication feed submission&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGxO83Fc2ujr7RHk9owcAjaHyQGDLzLiVHnunyIMXu4K5SozugewfOhbXnejmA1CDzpvS946FrA3f_EIMQ1G6cfC8Ya30koxSPp9QWF07hvELz0NozW_GQmK30IsERBuSAwtOHDwmbeGG0/s1600-h/19.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGxO83Fc2ujr7RHk9owcAjaHyQGDLzLiVHnunyIMXu4K5SozugewfOhbXnejmA1CDzpvS946FrA3f_EIMQ1G6cfC8Ya30koxSPp9QWF07hvELz0NozW_GQmK30IsERBuSAwtOHDwmbeGG0/s400/19.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5119579728382527474&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;Back To Index&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/263-submitting-feeds.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGxO83Fc2ujr7RHk9owcAjaHyQGDLzLiVHnunyIMXu4K5SozugewfOhbXnejmA1CDzpvS946FrA3f_EIMQ1G6cfC8Ya30koxSPp9QWF07hvELz0NozW_GQmK30IsERBuSAwtOHDwmbeGG0/s72-c/19.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-4538272954944071503</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2007 05:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:40:47.692-07:00</atom:updated><title>2.6.2. Telling the World About Your Feed</title><description>Once you have your syndication feed, the key to getting some bang out of it is to get it distributed. As with a web site, in the long run this requires constant addition of fresh content. You probably should not try to distribute a syndication feed until you have a minimum of a dozen entry items and can reasonably expect to add at least an item a week.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can (and should) mark your web site with a graphic that is linked to your syndication feed. To create the graphic, you can create a button using FeedForAll &#39;s free RSS Graphics Tool , http://www.feedforall.com/public/rss-graphic-tool.htm, or you can grab a premade button from RSS Specifications , http://www.rss-specifications.com/rss-graphics.htm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You also need to add code into the head section of your HTML pages to let syndication viewers and aggregators automatically know about your feed. For example, if you include this code in a page, when someone visits your site using a web browser that is capable of displaying syndication, such as Firefox, it will automatically offer to subscribe to the feed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The general form of the code to be added is:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeiXxQzkJj_QJUdgN2smv0NigAIBhOwsIo-ejcLaVTgmWW_pqbOaDIYUCr8sgpCiTC_mH_gWWoGy7-fGOzJWbSEbcy9Zi8fV4huQh_O9547k6BBI8M775CVHMM5j1jFDARVVlwd270J_rs/s1600-h/17.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeiXxQzkJj_QJUdgN2smv0NigAIBhOwsIo-ejcLaVTgmWW_pqbOaDIYUCr8sgpCiTC_mH_gWWoGy7-fGOzJWbSEbcy9Zi8fV4huQh_O9547k6BBI8M775CVHMM5j1jFDARVVlwd270J_rs/s400/17.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5119578147834562514&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Obviously, you need to specify the actual location of your own  feed when you add this code to the head section of your HTML page. For example,  I maintain a syndication feed for the Googleplex Blog at &lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://www.braintique.com/research/mt/index.xml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.braintique.com/research/mt/index.xml&lt;/a&gt;. The link code  added to my page looks like this:&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFwajqhoCLpZwPvCYQzDj5dY5UZ0jqYYbj6CneheEEFBgcXRRoh0wFJLu2gIvu9MbueL9oM31X4Mef5BX448qh6vkvt_-PokRxmw4N08f4gSYyucKAKBcaOzVTZwQ2A9Fz_GRLQaRWsQk8/s1600-h/18.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFwajqhoCLpZwPvCYQzDj5dY5UZ0jqYYbj6CneheEEFBgcXRRoh0wFJLu2gIvu9MbueL9oM31X4Mef5BX448qh6vkvt_-PokRxmw4N08f4gSYyucKAKBcaOzVTZwQ2A9Fz_GRLQaRWsQk8/s400/18.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5119578465662142434&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;Back To Index&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/262-telling-world-about-your-feed.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeiXxQzkJj_QJUdgN2smv0NigAIBhOwsIo-ejcLaVTgmWW_pqbOaDIYUCr8sgpCiTC_mH_gWWoGy7-fGOzJWbSEbcy9Zi8fV4huQh_O9547k6BBI8M775CVHMM5j1jFDARVVlwd270J_rs/s72-c/17.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-4876461638787090642</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2007 05:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:41:26.092-07:00</atom:updated><title>2.6.1. Creating Feeds</title><description>&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0188&quot;&gt;&lt;/a&gt;If you maintain a blog, it&#39;s likely that you are already  publishing a syndication feed (whether or not you are aware of it). Check your  blog templates&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0189&quot;&gt;&lt;/a&gt; to see if there is a template for an  &lt;span class=&quot;docEmphasis&quot;&gt;index.xml&lt;/span&gt;, &lt;span class=&quot;docEmphasis&quot;&gt;index.rdf&lt;/span&gt;, or &lt;span class=&quot;docEmphasis&quot;&gt;atom.xml&lt;/span&gt;  file. If so, have a look at the root directory for your blog. Voila! You&#39;ll  probably find a syndication feed. You may want to tweak the template tags to  make sure that you are syndicating the content you want, and only the content  you want.&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Once you&#39;ve syndicated content, anyone can use it and even  build a web site of their own around your content, and there&#39;s not much you can  do about it.&lt;/p&gt;If you don&#39;t have a blog feed, or want to publish content other  than the entries of your blog, it&#39;s easy to construct an XML syndication feed by  hand using a text editor. For example, here&#39;s a portion of an RSS syndication  feed I created by hand:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://bp0.blogger.com/_2_CoRp9dEgQ/RwxfnmWIB5I/AAAAAAAAAE0/lapwSHvRYhQ/s1600-h/13.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;&quot; src=&quot;http://bp0.blogger.com/_2_CoRp9dEgQ/RwxfnmWIB5I/AAAAAAAAAE0/lapwSHvRYhQ/s400/13.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5119572010326296466&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;The key thing to notice about this feed is that it consists of  items. You can tell because each one is wrapped in &lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLl229mgy7ReBfMDmK4v5MnNif18qHAhMaIh8Qsgj5dlanSG3knrYHI_CeZNsHqjUESL__o24XKlSBLcYgDu-haAemgW0KPLXW8d1O8ADLmWU2p0LgmHhFjwaNKqFhPR338vsEVAjrZM8Z/s1600-h/14.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLl229mgy7ReBfMDmK4v5MnNif18qHAhMaIh8Qsgj5dlanSG3knrYHI_CeZNsHqjUESL__o24XKlSBLcYgDu-haAemgW0KPLXW8d1O8ADLmWU2p0LgmHhFjwaNKqFhPR338vsEVAjrZM8Z/s400/14.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5119575940221372322&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;tt&gt;&lt;item&gt;&lt;/item&gt;&lt;/tt&gt; tags. Within the item, you&#39;ll find some kind  of description and/or content and a link to the full content provided by the  item, as indicated by tags such as &lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb2XDOYIgKlWpz3OMwlGkHHIbsBxqcy0-wImCkjJUI02EjWzHbDZ8KCXmWCDpvJ-mwWlJr3vv42vYaPl6drBYUJDhJpTFofFbowQra_BopHOBpdJw98ONa_jjYLPx6caBlfKALW8eCFYlO/s1600-h/15.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb2XDOYIgKlWpz3OMwlGkHHIbsBxqcy0-wImCkjJUI02EjWzHbDZ8KCXmWCDpvJ-mwWlJr3vv42vYaPl6drBYUJDhJpTFofFbowQra_BopHOBpdJw98ONa_jjYLPx6caBlfKALW8eCFYlO/s400/15.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5119576348243265458&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;tt&gt;&lt;description&gt;&lt;/description&gt;&lt;/tt&gt; and  &lt;tt&gt;&lt;link&gt;&lt;/tt&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGiOjWqAheKC1HSK43fz-fkyAd3PUDl31l63_xo89ekxZQxnnmD-kiddZrnG44kr9ZiqlxbU3wFOm3PiTueGOgrqVtWyIPhGq46x-1WcvZVyFa4B_iSOaDNNwFFP0Cv6kedGFYZ5HO-4D1/s1600-h/16.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGiOjWqAheKC1HSK43fz-fkyAd3PUDl31l63_xo89ekxZQxnnmD-kiddZrnG44kr9ZiqlxbU3wFOm3PiTueGOgrqVtWyIPhGq46x-1WcvZVyFa4B_iSOaDNNwFFP0Cv6kedGFYZ5HO-4D1/s400/16.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5119576520041957314&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;You can see that it isn&#39;t very hard to create syndication feeds  manually just by mimicking the form of the thing and adding your own data as  items with links. But this will quickly get cumbersome if you are creating feeds  that get updated frequently.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Fortunately, there are also a great many tools available to  help you construct your own feeds. Some tools use a Wizard interface, so you  don&#39;t need to know anything about coding in XML to create a syndication  feed.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;You&#39;ll find links to these tools and to syndication resources  in general on the RSS Compendium&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0190&quot;&gt;&lt;/a&gt; , online at &lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://allrss.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://allrss.com/&lt;/a&gt;,  and &lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://www.xml.com/pub/rg/RSS_Software&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.xml.com/pub/rg/RSS_Software&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;Back To Index&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/261-creating-feeds.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp0.blogger.com/_2_CoRp9dEgQ/RwxfnmWIB5I/AAAAAAAAAE0/lapwSHvRYhQ/s72-c/13.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-5384484869814314657</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2007 05:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:42:03.681-07:00</atom:updated><title>2.6. Syndication Feeds</title><description>&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;As you may know, syndication is a simple XML-based mechanism  for publishing content. Syndication feeds come in two predominant flavors: RSS  and Atom. From the viewpoint of publicizing your web site, you don&#39;t need to  worry about the differences between them.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Content is syndicated by encoding it within an RSS or Atom  feed. This feed can and usually does include links to the site originating the  content.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Subscribers can view syndication feeds in all different kinds  of software, including web browsers, email clients, standalone programs, and on  HTML web pages. There&#39;s no mechanism built into syndication to pay for  subscriptions, but once you are subscribed your feed display is automatically  updated when a new item is added to the feed. It&#39;s up to the syndication-viewing  software to decide how to render feeds, but software that can display web pages  often shows the underlying pages to which the feed links.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;There&#39;s some controversy about how publishers can best use  syndication feeds, since it&#39;s not obvious how to make money from them. (Google  has introduced a program allowing publishers to insert contextual ads within  syndication feeds, but this is a controversial step.)&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;However, syndication feeds work well as a device for driving  traffic to a site because:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Feed content is under the control of the publisher.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Most feeds contain items that are thematically linked (and can  be related to a site).&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Feed items provide content along with links back to more  content on a publisher&#39;s site.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;It&#39;s easy to distribute a syndication feed.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;In other words, many savvy web publishers use syndication feeds  as a kind of teaser for their real web content.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;Back To Index&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/26-syndication-feeds.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-8329081979782995606</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2007 03:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:42:10.490-07:00</atom:updated><title>2.5. Publishing Press Releases</title><description>&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0176&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0177&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0178&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0179&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0180&quot;&gt;&lt;/a&gt;It used to be that putting out a press release was a big deal.  It required special accreditation and membership in a wire service and could  generally only be accomplished by large companies or by using an accredited  public relations or ad agency. &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;As with many other things, the Web has disintermediated and  democratized the process of publishing a press release so much so that some large  organizations don&#39;t even bother with them anymore, figuring that their releases  will be lost in the flood of information unleashed on the world by the &quot;little  guys.&quot;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;These days, publishing a press release that will be picked up  by wire services&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0181&quot;&gt;&lt;/a&gt; is technically free. In reality, to  get the distribution you want for the release will cost you&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docSidebarTitle&quot;&gt;Comments, Trackbacks, and Discussion Threads&lt;/h2&gt; &lt;p style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;The &quot;cheap-date&quot; way to get inbound links is to post them  yourself, using a mechanism such as a blog comment, a blog trackback, or a  discussion thread. These links do not have the permanence or credibility of a  link from a stable site, but can draw considerable short-term traffic if posted  on a popular site.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;There&#39;s nothing wrong with adding a link to a comment on a  blog, or in a discussion thread, or using a trackback mechanism, provided you  have a valid hook for hanging your URL. In other words, it&#39;s OK to enter a  discussion if you really have something to say, and it&#39;s also OK to link back to  relevant material on your site, but don&#39;t come completely from left field. It  will undermine the credibility that you are trying to build up for your  site.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;about $30.00 per release. Although my general stance is not to  pay for listings, this is usually well worth doing, provided you have the skills  to write a good press release and have an interesting story to tell not only will  it produce inbound links but also some traditional media may pick up on your  site and story.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;There are several online services that exist to distribute  press releases, including &lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://24-7pressrelease.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;24-7PressRelease.com&lt;/a&gt;&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0182&quot;&gt;&lt;/a&gt; (&lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://www.24-7pressrelease.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.24-7pressrelease.com&lt;/a&gt;), FreePressRelease.com&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0183&quot;&gt;&lt;/a&gt; (&lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://www.free-press-release.com/submit/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.free-press-release.com/submit/&lt;/a&gt;), and PRWeb&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0184&quot;&gt;&lt;/a&gt; (&lt;a class=&quot;docLink&quot; href=&quot;http://www.prweb.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.prweb.com&lt;/a&gt;). These sites all work in essentially the  same way: an online form is provided for your press release submission, and the  service submits your release to wire services, web search engines, and anyone  who subscribes to the service&#39;s feeds. Free submission is available from all of  the press release services, but to get the distribution your press release  deserves, you need to buy (in some cases, phrased as a &quot;contribution&quot; or a  &quot;donation&quot;) premium membership in the service (or upgrades for specific press  releases).&lt;/p&gt;PRWeb is probably the best known of these services. To get  started with PRWeb, you need to create a free account. Once you&#39;ve established  an account, you have access to a management console, shown in &lt;span class=&quot;docLink&quot;&gt;Figure 2-10&lt;/span&gt;, which lets you create,  edit, and submit press releases and also check to see how many times each of  your releases was viewed.&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;The viewing statistics for PRWeb are impressive, typically in  the tens of thousands of views for most press releases. PRWeb also tells you how  many times your release was picked up by a media outlet, how many times it was  forwarded using PRWeb&#39;s forwarding service, and how many times it was printed  using the printer-friendly version of your release. However, it&#39;s not entirely  clear what these statistics actually mean, and you should not necessarily expect  a corresponding increase in your volume of site traffic.&quot;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-weight: bold; text-align: center;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;Figure 2-10. The PRWeb management console gives you access to press release  creation, editing, and submission and allows you to monitor release statistics &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbsQY9ovr8bmbU2dbU2TZ38jUmQ9M4BuquPk4mK1_w-rdTHy8u6J3oxn5QLC_1dECmVFxy6-2PS6m0C1BhBA7s4AYA00HkYH5jRwWFJrAX4XKeO9c0C-GtExzAKAJYNyhZEqI12E6kdcFN/s1600-h/11.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbsQY9ovr8bmbU2dbU2TZ38jUmQ9M4BuquPk4mK1_w-rdTHy8u6J3oxn5QLC_1dECmVFxy6-2PS6m0C1BhBA7s4AYA00HkYH5jRwWFJrAX4XKeO9c0C-GtExzAKAJYNyhZEqI12E6kdcFN/s400/11.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5119546605594740594&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;To create a new release for submission, click the Submit News  Release button on the console. In the form that opens, shown in &lt;span class=&quot;docLink&quot;&gt;Figure 2-11&lt;/span&gt;, you can copy and paste the  elements of your press release if you created it as a word-processing document  (See &quot;&lt;span class=&quot;docLink&quot;&gt;Preparing a  Press Release&lt;/span&gt;,&quot; earlier in this chapter).&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;You can edit the press release later, but you do need to supply  the following elements initially:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Headline (one sentence)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Summary (two to four sentences)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Body of the press release&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Keywords (don&#39;t bother repeating keywords in the release  itself, since these will be picked up automatically)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Industry&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p class=&quot;docList&quot;&gt;Site URL and contact information&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2 style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docSidebarTitle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docSidebarTitle&quot;&gt;Preparing a Press Release&lt;/h2&gt; &lt;p style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;Before you go online to submit a press release, you should  prepare the press release using a word-processing program such as Microsoft  Word. It&#39;s important that you get your release reviewed by several people,  including (if possible) a professional writer or editor. Grammar, spelling, and  punctuation do count; if your press release is deficient in these areas it will  look amateurish.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;A good press release should be succinct. Keep it to one page if  at all possible.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;The press release should start with a summary of no more than  two or three sentences. You should also prepare a single, short sentence to  serve as the headline for the release.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;Next, the press release should tell a story in several  paragraphs (See &quot;&lt;span class=&quot;docLink&quot;&gt;Creating a  Plan and a Story&lt;/span&gt;,&quot; earlier in this chapter). If possible, you should include  interesting quotations from one or two people related to the story. (If no one  else comes to mind, what about quoting yourself?)&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;A final short paragraph should describe your web site, perhaps  with links to an FAQ page and related sites. This paragraph can be used as a  &lt;span class=&quot;docEmphasis&quot;&gt;slug&lt;/span&gt;, which means it can be copied and pasted for  use in all your press releases related to your web site.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;The press release should provide email and phone contact  information in case someone who reads the release wants further information.  Don&#39;t make it hard to find you!&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;docText&quot;&gt;A press release created in this way can easily be copied and  pasted into online submission forms.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;To some degree, your industry selection determines to whom your  press release is distributed. You need to pick a primary industry when you  create the release, but (depending on your contribution level) you can add  industry groups after the release has been saved but before it is submitted. You  should take advantage of this to get your release as widely distributed as  possible.&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;When you&#39;ve completed your press release and assigned a release  date, click Save Press Release. You&#39;ll next be asked to pay for your submission  (select a contribution level).&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Press releases are subject to a vetting process conducted both  by software and human editors. Some kinds of content are forbidden. For example,  you cannot submit a press release having to do with adult content and any  related industries on PRWeb (see &lt;span class=&quot;docLink&quot;&gt;Chapter 6&lt;/span&gt; for  information about submitting adult-content press releases).&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;You can find out more about PRWeb&#39;s review policies using the  Knowledge Base on the PRWeb site. Generally, besides adult content, PRWeb will  reject any outright&lt;/p&gt;&lt;a name=&quot;buildinggoogle-CHP-2-FIG-11&quot;&gt;&lt;/a&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;center&gt; &lt;h5 class=&quot;docFigureTitle&quot;&gt;Figure 2-11. If you&#39;ve prepared a press release in your  word processor, you can copy and paste into PRWeb&#39;s online form&lt;/h5&gt;&lt;/center&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIclz4kMlG9xwXTSOGi2ibllVPQXORMBPXKDoOOgGl96K_rgrNA6mkbZXI3-HNu41lPCgnYdBmw0KopxA_4Ejpe-cDqweVXYdIjmyt9X3YRYV1zkrHdF8g26OE2j6LiGGOsn-9hXwWut51/s1600-h/12.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIclz4kMlG9xwXTSOGi2ibllVPQXORMBPXKDoOOgGl96K_rgrNA6mkbZXI3-HNu41lPCgnYdBmw0KopxA_4Ejpe-cDqweVXYdIjmyt9X3YRYV1zkrHdF8g26OE2j6LiGGOsn-9hXwWut51/s400/12.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5119547490358003586&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;and apparent advertisements, so take care to word your press  releases to avoid this stigmatization. If your press release is rejected, PRWeb  will refund any contributions as a matter of course. Note that PRWeb does not  vet spelling or grammar and does not check factsit&#39;s up to you to get these  things right. &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;Provided your press release has been accepted, you&#39;ll receive  email confirmations and a link to your release online on the wire service  site.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;For a fee, PRWeb will write or edit your press release for  you.&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;Back To Index&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/25-publishing-press-releases.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbsQY9ovr8bmbU2dbU2TZ38jUmQ9M4BuquPk4mK1_w-rdTHy8u6J3oxn5QLC_1dECmVFxy6-2PS6m0C1BhBA7s4AYA00HkYH5jRwWFJrAX4XKeO9c0C-GtExzAKAJYNyhZEqI12E6kdcFN/s72-c/11.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1922089245521449509.post-4370621045235817278</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2007 03:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T23:42:15.916-07:00</atom:updated><title>2.4.3.2. Emails should not spam</title><description>&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0173&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0174&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name=&quot;IDX-CHP-2-0175&quot;&gt;&lt;/a&gt;Generally, you should not send email that reads like spam.  Don&#39;t send mass emailings requesting links (it will probably get intercepted and  marked for deletion by antispam filters, anyhow). Personalize each email with  the recipients&#39; names, something about their site, and information about why  they should link with you. &lt;p class=&quot;docText&quot;&gt;It&#39;s OK to offer a reciprocal link in exchange for your inbound  link. But I think the classier approach is already to have a link to any site  you approach. You can set aside a resource page for this purpose. Why bother  with trying to get an inbound link from a site that isn&#39;t worth linking to? If  it is worth linking to, then go ahead and do it on your own without requiring  payback. You&#39;ll be surprised at how often the other webmaster decides to  reciprocate.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/google-advertising-tools_07.html&quot;&gt;Back To Index&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ads-tricks.blogspot.com/2007/10/2432-emails-should-not-spam.html</link><author>noreply@blogger.com (Shelltrixs-Stuff)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>