<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:15:34 +0000</lastBuildDate><category>Teknologi</category><category>Karet</category><category>Info Perkebunan Karet</category><category>Budidaya</category><category>Budidaya Karet</category><category>Inovasi Teknologi</category><category>Pertanian</category><category>Trik</category><category>Benih Karet</category><category>Harga Karet</category><category>Penyakit Karet</category><category>Potensi Usaha</category><category>berita</category><category>kebun karet</category><category>Alexa</category><category>SEO</category><category>Tips</category><category>bawang</category><category>budidaya bawang</category><category>Asal Usul Getah Karet</category><category>BURSA PLAZA</category><category>Golden Hope</category><category>Info Perikanan</category><category>Info Produk Kecambah</category><category>Jamur Putih Karet</category><category>Jual DVD</category><category>KONFIRMASI PEMBAYARAN</category><category>Karet Riau</category><category>Komoditas Ekspor</category><category>PESAN PRODUK</category><category>Penanggulangan</category><category>Perencanaan Keuangan</category><category>bawang merah</category><category>budidaya bawang putih</category><category>panen karet</category><category>pemupukan</category><title>AGROBISNIS ONLINE</title><description>Media Berbagi Informasi Seputar Agrobisnis</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Media Berbagi Informasi Seputar Agrobisnis</itunes:subtitle><itunes:category text="Government &amp; Organizations"><itunes:category text="Non-Profit"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-9064244415928528244</guid><pubDate>Fri, 22 Feb 2013 09:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-22T16:32:17.365+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inovasi Teknologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><title>Jamu Berbasis Tanaman Biofarmaka untuk Ayam</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbwf35Oo00kPzSmSwZhRIbWKy1vO7ldy0IewZkdFhOp72_iQbKQuUPcYESpaEGLATKVg5bmUkY_bxGltqZMrW23xzEZ__U5YDJqkPbaCjB9N2lLnLiOumsgt6KW9kpsnteIooL8foVqGxE/s1600/Biofarmaka.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbwf35Oo00kPzSmSwZhRIbWKy1vO7ldy0IewZkdFhOp72_iQbKQuUPcYESpaEGLATKVg5bmUkY_bxGltqZMrW23xzEZ__U5YDJqkPbaCjB9N2lLnLiOumsgt6KW9kpsnteIooL8foVqGxE/s200/Biofarmaka.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
INOVASI PERKEBUNAN – Beberapa tanaman obat seperti temu-temuan, sirih-sirihan, sambiloto,&amp;nbsp; meniran diketahui memiliki aktivitas anti parasit dan bersifat sebagai imunomodulator pada manusia. Beberapa tanaman obat mampu meningkatkan produksi sitokin.Sitokin adalah protein ekstra seluler yang berperan sebagai regulator dan mobilisator intersel (interleukin, interferon dan kemokin) yang memiliki aktivitas anti parasit.&amp;nbsp; Peningkatan sekresi sitokin membuka peluang baru didalam penanggulangan berbagai macam penyakit termasuk infeksi parasit.&amp;nbsp; Sambiloto dapat meningkatkan sel fagositosis dan limfosik, sehingga&amp;nbsp; dapat mengobati coccidia dan dapat menjadi koksidiostat&amp;nbsp; (sulfaquinoxalin).Pemanfaatan tanaman obat untuk tujuan pencegahan dan pengobatan parasit pada manusia (sebagai obat cacing, obat jamur) telah lama dikenal, tetapi belum banyak dilakukan pada ternak. Tanaman obat tersebut sebenarnya juga dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan pangan, ayam mempunyai nilai nutrien yang lengkap di dalam daging dan telur. Usahatani ini dapat dilakukan oleh masyarakat skala kecil sampai menengah. Kendala produksi diantaranya adanya penyakit coccidiosis yang disebabkan Eimeria tenella. E.Tenella termasuk ordo Coccidia adalah parasit protozoa yang menyerang saluran pencernaan ayam, sehingga terjadi peradangan hebat, menyebabkan diare berdarah dan lebih dikenal dengan coccidiosis sekum ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini mudah berkembang di Indonesia karena sesuai dengan suhu optimum untuk perkembangan Eimeria yaitu 210 C – 32 0 C serta kelembaban yang cukup. Dan ternyata ayam dewasa dapat bertindak sebagai pembawa penyakit. Mekanisme penanggulangan penyakit coccidiosis dengan tanaman obat, diarahkan kepada peningkatan sistim imun terhadap infeksi parasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini tindakan untuk menanggulangi penyakit tersebut diatas dengan memakai koksidistat (umumnya preparat sulfa). Pemakaian yang terus menerus menimbulkan resistensi dan residu pada daging dan telur sehingga pada ekspor daging dan telur ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi hal tersebut perlu mencari alternatif untuk menanggulangi dengan menggunakan sumber alam yang terdapat di Indonesia sehingga mengurangi impor bahan dasar obat unggas ayam yang bersifat anti cocci, dan mampu meningkatkan imunitas terhadap penyakit coccidiosis serta sekaligus dapat meningkatkan produktivitas. Manfaat dan dampaknya menurunkan kerugian peternak unggas ayam serta penghematan devisa melalui pengurangan impor sulfa yang digunakan sebagai koksidiostat, dan peluang inovasi untuk menghasilkan teknologi budidaya ayam organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan formula jamu ternak berbasis tanaman obat untuk unggas ayam yang bersifat anti cocci yang efektif (70%) dan mampu meningkatkan imunitas terhadap penyakit coccidiosis serta sekaligus dapat meningkatkan produktivitas ayam pedaging (20 %).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini telah menghasilkan (1) bahan baku obat terstandar dari Jahe merah, Temulawak, Temu ireng dan Sambiloto, (2) 5 formula jamu ternak kering untuk anti cocci sebagai bahan dasar temulawak dan temu ireng. Formulasi dilakukan dengan komposisi : Temulawak, Temu ireng, Jahe merah dan Sambiloto adalah (10-10-0-80%), (10-10-20-60%), (10-10-40-40%), (10-10-60-20), (10-10-80-0), (3) Pemberian formula yang dicampur kedalam pakan, tidak mempengaruhi tingkat kematian ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kematian (sampai ayam umur 3 minggu) hanya mencapai 0,4% dari populasi 700 ekor, dan hasil bedah ayam mati menunjukkan penyebab kematian karena omphalitis yaitu kasus penetasan tidak sempurna, bukan disebabkan perlakuan formula. Berdasarkan bobot ayam dan efisiensi pakan, formula jamu P1-P5 setara dengan P7 (kontrol positif dengan koksidiostat sulfa) tetapi lebih efisien daripada P6 (perlakuan kontrol negatif) (4) Perlakuan dengan pemaparan dosis 6000 ookiste/ekor didapatkan P-1 (10-10-80-0) dan P-5 (10-10 -0-80), menunjukkan paling efektif menekan populasi ookiste, dan setara dengan koksidiostat sulfa, diikuti P2(10-10-20-60) dan P4 (10-10-60-20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula P1 dan P5 efektif dalam menekan kejadian infeksi coccidiosis pada ayam, lesi yang ditimbulkan pada sekum secara patologi anatomi dan hispatologi sangat ringan (+) dibandingkan perlakuan kontrol (-) yaitu nilai (++++).</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/jamu-berbasis-tanaman-biofarmaka-untuk_22.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbwf35Oo00kPzSmSwZhRIbWKy1vO7ldy0IewZkdFhOp72_iQbKQuUPcYESpaEGLATKVg5bmUkY_bxGltqZMrW23xzEZ__U5YDJqkPbaCjB9N2lLnLiOumsgt6KW9kpsnteIooL8foVqGxE/s72-c/Biofarmaka.png" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-1212337431740132000</guid><pubDate>Fri, 22 Feb 2013 09:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-22T16:26:01.715+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inovasi Teknologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><title>Kopi Luwak, Warisan Termahal di Dunia</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3YxFa1j35mqfMdANwET4o8Duu2yYHvyg0yQDqbbCFkZeBKPwHWoiPhEeTswEAWeYlOlxbLtJ-kd6klg4_EF9VaH764clh6mKjhOqyoFWnx4VPpI08TKjtgLAYfgrpt3rCcyMcJDdS8nxn/s1600/kopi-luwak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3YxFa1j35mqfMdANwET4o8Duu2yYHvyg0yQDqbbCFkZeBKPwHWoiPhEeTswEAWeYlOlxbLtJ-kd6klg4_EF9VaH764clh6mKjhOqyoFWnx4VPpI08TKjtgLAYfgrpt3rCcyMcJDdS8nxn/s200/kopi-luwak.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
INOVASI PERKEBUNAN – Seorang pengemudi 
truk minum kopi untuk mengusir rasa kantuk pada saat mengejar waktu 
untuk sampai tujuan, demikian juga seorang operator komputer yang 
berpacu dengan waktu harus memasukkan data yang masih berjibun.
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa petinggi perusahaan yang ingin 
berdiskusi strategi pengembangan membuat janji bertemu di sebuah kafe 
sambil menikmati kopi hangat. Untuk melawan udara dingin di pagi hari 
beberapa kelompok pedagang sayur ‘bersantap’ kopi untuk menyegarkan 
badan yang bekerja sejak dini hari. Singkat cerita kopi merupakan 
minuman yang dinikmati banyak kalangan, dengan berbagai maksud.&lt;span id="more-3617"&gt;&lt;/span&gt;Masyarakat
 di seluruh dunia hampir dapat dipastikan telah mengenal dan bahkan 
merasakan nikmatnya cita rasa kopi, walaupun demikian kebanyakan kurang 
mengenal secara rinci apa itu kopi, baik jenis, sifat dan kekhasan. Kopi
 yang dikenal sekarang paling tidak ada tiga jenis yaitu kopi liberika, 
arabika, dan robusta. Kopi liberika pada awalnya banyak ditanam di 
Indonesia, tetapi karena produktivitasnya rendah, petani banyak beralih 
ke kopi robusta untuk dataran rendah sampai menengah dan kopi arabika 
untuk dataran menengah hingga tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kopi robusta memiliki aroma kopi yang 
menonjol tetapi cita rasanya kurang kuat, sedangkan kopi arabika 
memiliki cita rasa kopi yang lebih kuat dan lebih masam. Para penikmat 
kopi seringkali mencampur untuk memperoleh aroma kopi sekaligus cita 
rasa kopi yang menonjol. Karena menyangkut cita rasa sulit untuk 
didiskusikan, sangat bersifat individual, yang jelas budaya lokal juga 
berpengaruh terhadap cita rasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain itu cita rasa kopi juga 
dipengaruhi asal muasal kopi, baik asal dari mana kopi ditanam juga 
bagaimana proses terjadinya kopi tersebut hingga siap hidang. Kopi 
demikian disebut sebagai kopi spesial, karena asal muasal tersebut 
membawa ciri khas dalam cita rasa, yang tidak dimiliki kopi lainnya. 
Kopi spesial karena asal muasal daerah penanamannya misalkan kopi Toraja
 (Tanah Toraja), kopi Kintamani (Bali), kopi Gayo (Aceh), kopi 
Sidikalang (Sumut) dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kopi luwak merupakan kopi yang bijinya 
berasal dari biji kopi yang dimakan luwak (Paradoxurus hermaphroditus) 
dan diambil dari dalam kotorannya yang kemudian diproses menjadi kopi 
bubuk siap seduh. Kopi luwak memiliki cita rasa dan aroma yang khas, 
sehingga merupakan kopi spesial dengan harga paling maha di dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Agus Wahyudi/Peneliti BALITTRI.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://perkebunan.litbang.deptan.go.id/?p=3617" target="_blank"&gt;Balitbang DEPTAN &lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/kopi-luwak-warisan-termahal-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3YxFa1j35mqfMdANwET4o8Duu2yYHvyg0yQDqbbCFkZeBKPwHWoiPhEeTswEAWeYlOlxbLtJ-kd6klg4_EF9VaH764clh6mKjhOqyoFWnx4VPpI08TKjtgLAYfgrpt3rCcyMcJDdS8nxn/s72-c/kopi-luwak.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-5621503974337137795</guid><pubDate>Fri, 22 Feb 2013 09:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-22T16:15:10.799+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inovasi Teknologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><title>Formula Pupuk Berbasis Bakteri Endofit</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUJ7uyYq_VmfaPxNfuLDGxDLhyQfxM8a29Ztp3V29-Iobcj3Oumi4UMjJ-HJg6Bf48teiZ2CnWA6VqB4LHFhnWdZhSWf9zsbrcqYzr-zR1FlcKurw5fJU3t6OYJieA15NO09ZTDgDk3HKX/s1600/Bakteri+Endofit.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="155" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUJ7uyYq_VmfaPxNfuLDGxDLhyQfxM8a29Ztp3V29-Iobcj3Oumi4UMjJ-HJg6Bf48teiZ2CnWA6VqB4LHFhnWdZhSWf9zsbrcqYzr-zR1FlcKurw5fJU3t6OYJieA15NO09ZTDgDk3HKX/s200/Bakteri+Endofit.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
INOVASI PERKEBUNAN – Pengembangan Formula Pupuk Berbasis Bakteri Endofit pada Tebu merupakan salah satu inovasi teknologi perkebunan yang dihasilkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Litbang Kementerian Pertanian pada tahun 2011. Pupuk hayati yang berkembang umumnya menggunakan bakteri endofitik. Enam isolat bakteri penambat N endofitik diuji daya hidupnya dalam formula pupuk hayati dan&amp;nbsp; diuji efikasinya pada tanaman tebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pupuk hayati yang dibuat dengan campuran blotong 50%, zeolit 30%, dan tanah lempung 20%, pada hari ke-0 sampai ke-15, jumlah bakteri endofit sebesar 8-6 x 106.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ke 3, jumlah bakteri dalam pupuk mencapai 6,33 x 102. Setiap bakteri endofit memiliki pola yang spesifik yang menggambarkan keberadaan dan persistensinya dalam jaringan tebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakteri tersebut mampu bertahan selama 3 bulan dalam jaringan tanaman. Dalam jaringan daun tebu, bakteri endofit membentuk jaringan mikrokoloni. Uji efikasi bakteri endofit terhadap keragaan tebu pada stadium perkecambahan dan awal pertunasan (umur 2 bulan) belum dapat tergambarkan secara kongkrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aplikasi bakteri endofit belum memberikan respon yang signifikan, mengingat pengamatan dilaksanakan pada tahap awal pertunasan.</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/formula-pupuk-berbasis-bakteri-endofit.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUJ7uyYq_VmfaPxNfuLDGxDLhyQfxM8a29Ztp3V29-Iobcj3Oumi4UMjJ-HJg6Bf48teiZ2CnWA6VqB4LHFhnWdZhSWf9zsbrcqYzr-zR1FlcKurw5fJU3t6OYJieA15NO09ZTDgDk3HKX/s72-c/Bakteri+Endofit.png" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-734782492585969371</guid><pubDate>Fri, 22 Feb 2013 08:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-22T15:51:07.472+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inovasi Teknologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><title>Jamu Ternak Peningkat Fertilitas Sapi Jantan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnj7NxzwV4tci6eBditEI50YypsKOGr7uf5JFm1rGpaZ9MgM-NcGkM6S14AIw8-E4QaGAaJzheTH0fgdT6qb0uzcqBg35ugkwdc3t0s9gZDwxAkBM1H6f0_2xbD6lW6VXgmGLox0zwga32/s1600/sapi-ternak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnj7NxzwV4tci6eBditEI50YypsKOGr7uf5JFm1rGpaZ9MgM-NcGkM6S14AIw8-E4QaGAaJzheTH0fgdT6qb0uzcqBg35ugkwdc3t0s9gZDwxAkBM1H6f0_2xbD6lW6VXgmGLox0zwga32/s200/sapi-ternak.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
INOVASI PERKEBUNAN – Pemanfaatan tanaman obat untuk tujuan peningkatan fertilitas pada manusia telah lama dikenal, tetapi belum banyak dilakukan untuk ternak.&amp;nbsp; Dalam program nasional swa sembada daging sapi, salah satu programnya dilakukan melalui program inseminasi buatan (IB).&amp;nbsp; Peningkatan produktivitas sapi potong dilakukan melalui IB dengan menggunakan sapi pedaging unggul sebagai pejantan, sebagai upaya perbaikan varietas. Beberapa tanaman obat diantaranya purwoceng, pasakbumi, cabe jawa, lengkuas, temulawak telah menjadi produk aphrosidiaka untuk manusia dan juga sudah diterapkan kepada sapi. Temu-temuan (temulawak, temu ireng, lengkuas), telah banyak diteliti untuk manusia sebagai peningkat daya tahan tubuh (munomodulator),penambah nafsu makan, dan bersifat aphrodisiaka.&amp;nbsp; Selain itu beberapa tanaman diketahui sebagai peningkat vitalitas (aphrodisiaka), diantaranya pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack), purwoceng (Pimpenella purwatjan), dan cabe jawa (Piper retrofractum L.). Jamu ternak dalam bentuk serbuk diaplikasikan secara oral.&amp;nbsp; Keunggulan dari jamu ini yaitu dapat meningkatkan konsentrasi semen, motilitas semen, jumlah semen hidup&amp;nbsp; serta dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas semen,menambah bobot badan serta dapat menurunkan biaya produksi IB. Fertilitas sapi jantan dapat meningkat setelah diberi jamu ditandai dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas semen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula terdiri dari campuran antara beberapa tanaman obat yaitu sambiloto, temulawak, temuireng, lengkuas, pasak bumi dan cabe jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan Teknologi/Inovasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dapat memperbaiki kuantitas dan kualitas&amp;nbsp; semen sapi jantan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengurangi biaya untuk inseminasi buatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menambah imun sapi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;Manfaat Teknologi/Inovasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menambah kesehatan ternak/stamina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memperbaiki serta&amp;nbsp; meningkatkan konsentrasi semen, motilitas semen, dan jumlah semen hidup&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dapat memperbaiki kuantitas dan kualitas&amp;nbsp; semen sapi jantan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Sumber: &lt;a href="http://perkebunan.litbang.deptan.go.id/?p=3952" target="_blank"&gt;Balitbang DEPTAN&lt;/a&gt;</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/jamu-ternak-peningkat-fertilitas-sapi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnj7NxzwV4tci6eBditEI50YypsKOGr7uf5JFm1rGpaZ9MgM-NcGkM6S14AIw8-E4QaGAaJzheTH0fgdT6qb0uzcqBg35ugkwdc3t0s9gZDwxAkBM1H6f0_2xbD6lW6VXgmGLox0zwga32/s72-c/sapi-ternak.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-4485604840803357607</guid><pubDate>Fri, 22 Feb 2013 08:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-22T15:03:22.043+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info Perkebunan Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyakit Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><title>Pengendalian Jamur Pada Tanaman Karet</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbMJCisaj4__fXzg8m3GbfSWt5JJf2gAXWlk3ejAcE9ywhh2qzu15v6IIDw1U1k1OH3uGsG3vCyxOsjOSBK8h8nPibrwwzTBEKACvgijvPQ_LrxkAABzJiXAaZR26q0sPDqU6WQSWFR9Za/s1600/penanggulangan+jamur+pada+karet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbMJCisaj4__fXzg8m3GbfSWt5JJf2gAXWlk3ejAcE9ywhh2qzu15v6IIDw1U1k1OH3uGsG3vCyxOsjOSBK8h8nPibrwwzTBEKACvgijvPQ_LrxkAABzJiXAaZR26q0sPDqU6WQSWFR9Za/s200/penanggulangan+jamur+pada+karet.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Disbun Latih Petani Karet Pengendalian JAP -&amp;nbsp; BALIKPAPAN. Petani karet di Kaltim, diimbau mewaspadai serangan penyakit jamur akar putih pada tanaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Disbun Kaltim, Ir. Etnawati, M.Si mengatakan, "Jamur akar putih (JAP) disebabkan oleh 'Rigidiporus Microporus', salah satu penyakit berbahaya pada tanaman karet yang dapat menimbulkan kematian dan berpengaruh negatif pada hasil produksi", dalam sambutannya saat membuka Pelatihan Teknis Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Karet dan Penggunaan Trichoderma sp di Balikpapan, Minggu (6/5) kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, JAP menyerang akar tunggang maupun akar lateral yang dapat mengakibatkan kematian tanaman dengan intensitas sangat tinggi, terutama pada tanaman karet berumur dua hingga empat tahun, dimana penularannya melalui kontak akar tanaman sehat dengan akar tanaman yang terserang serta melalui hizomorf yang menjalar bebas dalam tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Disbun Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengembangan&amp;nbsp; Perlindungan Tanaman Perkebunan (UPTD-P2TP) menyelenggarakan pelatihan, dimaksudkan untuk memberikan dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kepada petani karet dalam pengendalian JAP tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 25 orang petani karet sebagai peserta mengikuti pelatihan yang berlokasi di kecamatan Karang Joang, Balikpapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan kali ini pula, disosialisasikan beberapa cara pengendalian JAP, diantaranya penggunaan jamur Trichoderma, sp yang merupakan cendawan antagonis pathogen JAP itu sendiri. Penggunaan jamur ini dilakukan dari tempat pemibibitan sampai ke tempat penanaman gunan pengendalian pengendalian secara prepentif, sedangkan untuk tanaman karet yang telah terkena penyakit dilakukan 6 bulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkannya, di Kaltim, tahun 2011 yang lalu kerugian finansial yang diakibatkan oleh jamur akar putih ini mencapai Rp 384 juta, dengan luas serangan 656 hektar, tersebar di beberapa areal perkebunan karet rakyat di Kaltim, diantaranya Kutai Barat, Paser, Balikpapan, Samarinda, PPU, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pelatihan serupa juga akan dilaksanakan di Kutai Barat,&amp;nbsp; dengan harapan petani mampu melakukan pengendalian OPT pada tanaman karet dan dapat mengaplikasikan teknologi yang ramah lingkungan", harap Etnawati. (rey)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER : UPTD PENGEMBANGAN PERLINDUNGAN TANAMAN PERKEBUNAN </description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/pengendalian-jamur-pada-tanaman-karet.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbMJCisaj4__fXzg8m3GbfSWt5JJf2gAXWlk3ejAcE9ywhh2qzu15v6IIDw1U1k1OH3uGsG3vCyxOsjOSBK8h8nPibrwwzTBEKACvgijvPQ_LrxkAABzJiXAaZR26q0sPDqU6WQSWFR9Za/s72-c/penanggulangan+jamur+pada+karet.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-5583571438643401047</guid><pubDate>Fri, 22 Feb 2013 07:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-22T14:55:45.141+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jamur Putih Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penanggulangan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyakit Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><title>Jamur Akar Putih Pada Tanaman Karet (Rigidoporus lignosus)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcoCyK7s6QHouP3wIQ5MAgpboBFmU2guJaAJnIx9mObuz72S76OI8xqwS8QYsRX_aVOeCqadZwysh9ckZOU3QDO19WAvza2jxKzJlL3ow5Ok-583X-KCX9TnVw60wU0IsojS-CUlrwp3a2/s1600/jamur+putih+karet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcoCyK7s6QHouP3wIQ5MAgpboBFmU2guJaAJnIx9mObuz72S76OI8xqwS8QYsRX_aVOeCqadZwysh9ckZOU3QDO19WAvza2jxKzJlL3ow5Ok-583X-KCX9TnVw60wU0IsojS-CUlrwp3a2/s200/jamur+putih+karet.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gejala Serangan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Serangan jamur menyebabkan akar menjadi busuk dan apabila perakaran dibuka maka pada permukaan akar terdapat semacam benang-benang berwarna putih kekuningan dan pipih menyerupai akar rambut yang menempel kuat dan sulit dilepas.&lt;br /&gt;Gejala serangan yang tampak adalah daun-daun yang semula tampak hijau segar berubah menjadiberwarna hijau gelap kusam, layu akhirnya kering dan gugur kemudian diikuti kematian tanaman.&lt;br /&gt;Gejala lanjut akar membusuk, lunak dan berwarna coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Deteksi Dini Penyakit&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pemberian mulsa/rumput kering pada leher akar, 2-3 minggu kemudian mulsa diangkat, bila terserang jamur akar putih JAP akan tampak benang warna putih menempel pada leher akar.&lt;br /&gt;Dilakukan pada awal dan akhir musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian JAP lebih diarahkan kepada pencegahan pertambahan tanaman terserang. Cara pencegahan JAP :&lt;br /&gt;Menanam tanaman penutup tanah jenis kacangkancangan, minimal satu tahun lebih awal dari penanaman karet.&lt;br /&gt;Sebelum penanaman, lubang tanam ditaburi biakan jamur Trichoderma harzianum yang dicampur dengan kompos sebanyak 200 gr/lubang tanam (1 kg T. Harzianum dicampur dengan 50 kg kompos/pupuk kandang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengendalian pada areal yang sudah terserang JAP:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada serangan ringan masih dapat diselamat-kan dengan cara membuka perakaran, dengan membuat lubang tanam 30 cm disekitar leher akar dengan kedalaman sesuai serangan jamur.&lt;br /&gt;Permukaan akar yang ditumbuhi jamur dikerok dengan alat yang tidak melukai akar. Bagian akar yang busuk dipotong dan dibakar. Bekas kerokan dan potongan diberi ter dan Izal kemudian seluruh permukaan akar dioles dengan fungisida yang direkomendasikan.&lt;br /&gt;Setelah luka mengering, seluruh perakaran ditutup kembali dengan tanah.&lt;br /&gt;Empat tanaman di sekitar tanaman yang sakit ditaburi dengan T. Harzianum dan pupuk.&lt;br /&gt;Tanaman yang telah diobati diperiksa kembali 6 bulan setelah pengolesan dengan membuka perakaran, apabila masih terdapat benang jamur maka dikerok dan dioles dengan fungisida kembali.&lt;br /&gt;Pengolesan dan penyiraman akar dengan fungsida dilakukan setiap 6 bulan sampai tanaman sehat.&lt;br /&gt;Tanaman yang terserang berat atau telah mati/tumbang harus segera dibongkar, bagian pangkal batang dan akarnya dikubur diluar areal pertanaman, menggunakan wadah agar tanah yang terikut tidak tercecer di dalam kebun.&lt;br /&gt;Bekas lubang dan 4 tanaman di sekitarnya ditaburi 200 gram campuran Trichoderma sp. dengan pupuk kandang 200 gr per lubang atau tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan&lt;br /&gt;Pada lahan yang sudah terinfeksi dengan JAP, dan akan ditanami karet dibersihkan dari tunggul-tunggul karet. Lubang penanaman diberi belerang100 – 200 gram per lobang.&lt;br /&gt;Disekitar tanaman muda yang berumur kurang dari 2 tahun ditanami tanaman antagonis antara lain Lidah mertua, Kunyit dan Lengkuas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;a href="http://duniakebun.blogspot.com/2012/02/jamur-akar-putih-pada-tanaman-karet.html" target="_blank"&gt;DuniaKebun.Blogspot.com&lt;/a&gt;</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/jamur-akar-putih-pada-tanaman-karet.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcoCyK7s6QHouP3wIQ5MAgpboBFmU2guJaAJnIx9mObuz72S76OI8xqwS8QYsRX_aVOeCqadZwysh9ckZOU3QDO19WAvza2jxKzJlL3ow5Ok-583X-KCX9TnVw60wU0IsojS-CUlrwp3a2/s72-c/jamur+putih+karet.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-3123745299038695808</guid><pubDate>Fri, 22 Feb 2013 07:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-22T14:45:25.527+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info Perkebunan Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyakit Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><title>Pengendalian Penyakit Jamur pada Tanaman Karet</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9i3BO6prdJ6TtG6A2pXA1TeVZUZ8A1c-TIr0P66h-vLfQCiv6BMhH0ffQVKKrcyNxGTcAiJGHB5C7i2UGwAnJ24Pykj-9NGl_G-1GYSh5Zbbt_vNjjKsJkYLeXzOIS3h4ouIowcIBhEHM/s1600/jamur+karet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9i3BO6prdJ6TtG6A2pXA1TeVZUZ8A1c-TIr0P66h-vLfQCiv6BMhH0ffQVKKrcyNxGTcAiJGHB5C7i2UGwAnJ24Pykj-9NGl_G-1GYSh5Zbbt_vNjjKsJkYLeXzOIS3h4ouIowcIBhEHM/s200/jamur+karet.jpg" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Penyakit jamur akar putih (JAP) merupakan penyakit yang patut mendapat perhatian lebih karena sering mengakibatkan kematian pada tanaman karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAP disebabkan oleh patogen Rigidoporus microporus dan biaya pengendaliannya relatif mahal. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengendalian JAP yang efektif dan murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara, melalui tindakan pencegahan sebelum terjadi serangan dan pengobatan terhadap tanaman yang terserang dengan cara penggunaan fungisida kimia, belerang, biofungisida Trichoderma koningii dan tumbuhan antagonis. Hasil penelitian menunjukkan, pencegahan penyakit yang efektif adalah melalui pengurangan sumber infeksi dengan mempercepat pelapukan tunggul karet dengan pembakaran atau inokulasi jamur pelapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan tanaman sebelum terserang penyakit dilakukan dengan menanam tanaman antagonis lidah mertua di sekeliling pangkal batang pada awal penanaman karet. Pengobatan tanaman yang terserang JAP yang paling efisien dan efektif adalah dengan aplikasi fungisida berbahan aktif triadmefon&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9i3BO6prdJ6TtG6A2pXA1TeVZUZ8A1c-TIr0P66h-vLfQCiv6BMhH0ffQVKKrcyNxGTcAiJGHB5C7i2UGwAnJ24Pykj-9NGl_G-1GYSh5Zbbt_vNjjKsJkYLeXzOIS3h4ouIowcIBhEHM/s1600/jamur+karet.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9i3BO6prdJ6TtG6A2pXA1TeVZUZ8A1c-TIr0P66h-vLfQCiv6BMhH0ffQVKKrcyNxGTcAiJGHB5C7i2UGwAnJ24Pykj-9NGl_G-1GYSh5Zbbt_vNjjKsJkYLeXzOIS3h4ouIowcIBhEHM/s400/jamur+karet.jpg" width="315" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
Sumber: &lt;a href="http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1086/" target="_blank"&gt;www.litbang.deptan.go.id&lt;/a&gt;</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/pengendalian-penyakit-jamur-pada.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9i3BO6prdJ6TtG6A2pXA1TeVZUZ8A1c-TIr0P66h-vLfQCiv6BMhH0ffQVKKrcyNxGTcAiJGHB5C7i2UGwAnJ24Pykj-9NGl_G-1GYSh5Zbbt_vNjjKsJkYLeXzOIS3h4ouIowcIBhEHM/s72-c/jamur+karet.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-4062304437280247595</guid><pubDate>Tue, 05 Feb 2013 08:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-05T15:09:35.246+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bawang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">budidaya bawang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">budidaya bawang putih</category><title>Budidaya Bawang Putih</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXd0vWtbR0qDHrV8b14cB66aclYelXJ9sXBcgx1SFYRDqIWXl9xo_UfWlxYFqWFaUeVK4JWlfnea9hTMpVDBSQgvEmHJgkFjyVSfqRcQzJrhChUzdgoAY_dmFcD2Hj-Kk4Cc57wlw0FOhY/s1600/bawang-putih.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXd0vWtbR0qDHrV8b14cB66aclYelXJ9sXBcgx1SFYRDqIWXl9xo_UfWlxYFqWFaUeVK4JWlfnea9hTMpVDBSQgvEmHJgkFjyVSfqRcQzJrhChUzdgoAY_dmFcD2Hj-Kk4Cc57wlw0FOhY/s200/bawang-putih.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bawang putih (allium) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bawang
 putih menghendaki iklim yang sejuk dan relatif kering. Dengan demikian 
iklim yang paling cocok untuk bawang putih hanya di dataran tinggi. 
Namun demikian ada varietas yang cocok untuk ditanam di dataran rendah 
sampai dataran medium pada ketinggian 200-700 m. suhu malam yang agak 
dingin diperlukan untuk pembentukan umbi. pH yang dikehendaki oleh 
bawang putih berkisar antara 6-7. tanaman bawng putih di dataran rendah 
kurang baik apabila ditanam di musim hujan. Selain tanah terlalu basah, 
suhunya juga terlalu tinggi sehingga mempersulit pembentukan 
umbi.&amp;nbsp;Bawang putih dikembangbiakkan dengan umbi siung. Cara menanam 
hampir sama dengan bawang merah. Tanah tersebut dicangkul sedalam 30-40 
cm, kemudian diberi pupuk kandang dan pupuk kompos sebanyak 10-15 
ton/ha. Setelah pupuk kandang diratakan, dibuat bedengan yang lebarnya 
60 cm. Bibit bawang putih sangat mahal. Oleh karena itu, digunakan umbi 
siung&amp;nbsp;yang sedang. Untuk bibit, umbi tersebut disimpan dahulu selama 3 
bulan, setelah itu, kulit pembalut umbi bawang putih dikupas, lalu 
siungnya dipotong, jika nampak titik berwarna hijau maka bibit siap 
tanam.. setelah itu umbi ditanam dengan jarak tanam 20x20cm sehingga 
dibutuhkan sekitar 200.000 tunas/ha&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Nama Latin: Allium sativum L.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Nama Inggris: Garlic&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Famili : LILIACEAE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Keberhasilan usaha tani bawang putih sangat ditunjang oleh faktor bibit
 karena produksinya tergantung dari mutu bibit yang digunakan. Umbi yang
 digunakan sebagai bibit harus bermutu tinggi, berasal dari tanaman yang
 pertumbuhannya normal, sehat, serta bebas dari hama dan patogen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Persyaratan Benih&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mutu bibit/benih bawang putih yang baik harus&amp;nbsp;memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a) Bebas hama dan penyakit&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b) Pangkal batang berisi penuh dan keras&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c) Siung bernas&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
d) Besar siung untuk bibit 1,5 sampai 3 gram.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Penyiapan Benih&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Benih bawang putih berasal dari pembiakan&amp;nbsp;generatif dengan umbinya. 
Kultur jaringan juga&amp;nbsp;merupakan &amp;nbsp;metode untuk mengisolasi bagian&amp;nbsp;tanaman 
seperti jaringan serta menumbuhkannya&amp;nbsp;dalam kondisi aseptik &amp;nbsp;sehingga 
bagian-bagian&amp;nbsp;tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi&amp;nbsp;tanaman 
lengkap. Dengan kultur jaringan dapat&amp;nbsp;diperoleh perbanyakan 
mikro/produksi tanaman&amp;nbsp;baru dalam jumlah besar dalam waktu 
relatif&amp;nbsp;singkat. Umbi bawang putih dapat diperoleh di kios&amp;nbsp;penjual bibit
 atau produsen bibit. Selain itu, umbi&amp;nbsp;bibit juga dapat diperoleh dari 
hasil panen&amp;nbsp;sebelumnya yang telah dipersiapkan untuk umbi&amp;nbsp;bibit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyimpanan bibit pada umumnya dilakukan oleh&amp;nbsp;petani di para-para dan 
digantung dengan cara&amp;nbsp;pengasapan. &amp;nbsp; Cara ini praktis tetapi 
seringkali&amp;nbsp;merusak umbi bibit dan memiliki penampilan yang&amp;nbsp;kurang 
menarik dan memberikan warna yang&amp;nbsp;kecoklat-coklatan. Cara penyimpanan 
umbi bibit&amp;nbsp;lain terdiri dari penyimpanan alami, penyimpanan di &amp;nbsp;ruangan 
berventilasi dan penyimpanan pada suhu&amp;nbsp;dingin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pengolahan Lahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Persiapan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penanaman bawang putih biasanya dilakukan di&amp;nbsp;daerah persawahan yaitu 
setelah panen padi.&amp;nbsp;Pengolahan lahan bertujuan menyiapkan kondisi&amp;nbsp;tanah 
sesuai dengan yang diinginkannya. Secara&amp;nbsp;garis besar pengolahan tanah 
meliputi kegiatan&amp;nbsp;penggemburan (dicangkul/dibajak), pembuatan&amp;nbsp;bedengan 
dengan saluran air, pengapuran (untuk&amp;nbsp;tanah asam) dan pemberian pupuk 
dasar. Tanah&amp;nbsp;yang asam dinetralkan sebulan sebelum &amp;nbsp;tanam. Bila&amp;nbsp;pH 
kurang dari 6, dosis kapurnya sekitar 1-2 ton/ha.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jumlah bibit yang diperlukan dipengaruhi oleh&amp;nbsp;berbagai faktor, antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a) pola tanam&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b) jarak tanam&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c) permukaan lahan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
d) ukuran umbi bibit&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebututuhan umbi bibit untuk bawang putih&amp;nbsp;apabila jarak tanam 20 x 20 cm
 jumlah kebutuhan&amp;nbsp;bibit antara &amp;nbsp;200.000-250.000 siung/200 kg siung, 
jarak&amp;nbsp;tanam 20 x 15 cm jumlah kebutuhan bibit antara&amp;nbsp;240.000-300.000 
siung/sekitar 240 kg siung, dan untuk&amp;nbsp;jarak tanam 20 x 10 cm jumlah 
kebutuhan bibitnya&amp;nbsp;adalah &amp;nbsp;antara 400.000-500.000 siung/sekitar 400 
kg&amp;nbsp;siung. Jumlah bibit akan menentukan volume&amp;nbsp;produksi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pembukaan Lahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lahan yang akan ditanami apabila bekas panen&amp;nbsp;pada sawah masih ada maka 
perlu dibersihkan.&amp;nbsp;Apabila lahan &amp;nbsp;yang hendak ditanami bukan 
bekas&amp;nbsp;sawah, tanah harus dibajak/dicangkul hingga&amp;nbsp;benar-benar gembur. 
&amp;nbsp;Setelah itu lahan dibiarkan&amp;nbsp;selama kurang lebih 1 minggu sampai 
bongkahan&amp;nbsp;tanah tersebut menjadi kering, &amp;nbsp;selanjutnya&amp;nbsp;bongkahan tanah 
tersebut dihancurkan dan&amp;nbsp;diratakan lalu dibiarkan lagi, beberapa 
hari&amp;nbsp;kemudian dilakukan lagi pembajakan untuk yang&amp;nbsp;kedua kalinya. Dengan
 cara seperti ini bongkahan&amp;nbsp;tanah akan hancur lebih halus lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pembentukan Bedengan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembuatan bedengan mula-mula dilakukan&amp;nbsp;dengan menggali tanah untuk 
saluran selebar dan&amp;nbsp;sedalam ± 40 cm. Tanah galian tersebut diletakkan&amp;nbsp;di
 samping kiri dan kanan saluran, selanjutnya&amp;nbsp;dibuat menjadi 
bedengan-bedengan. Lebar&amp;nbsp;bedengan biasanya 80 cm dengan panjang 300&amp;nbsp;cm 
dan tinggi 40 cm. Tinggi bedengan dibuat&amp;nbsp;berdasarkan keadaan tanah 
lokasi. Kalau tanahnya&amp;nbsp;agak berat, bedengan perlu sedikit 
ditinggikan.&amp;nbsp;Apabila tanahnya berpasir, bedengan tidak perlu&amp;nbsp;terlalu 
tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pengapuran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keasaman tanah yang ideal untuk budidaya&amp;nbsp;bawang putih berkisar antara pH
 6-6,8. Jika&amp;nbsp;keasaman tanah masih normal, pH nya berkisar 5,5-7,5, belum
 merupakan masalah. Yang menjadi&amp;nbsp;masalah adalah apabila keasaman tinggi,
 pH nya&amp;nbsp;rendah. Untuk menurunkan tingkat keasaman&amp;nbsp;tanah, menaikkan pH, 
perlu dilakukan pengapuran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Waktu pemberian kapur yang baik adalah pada&amp;nbsp;saat akhir musim kemarau 
menjelang musim hujan.&amp;nbsp;Pemberian kapur ke dalam tanah dilakukan 
2-4&amp;nbsp;minggu sebelum tanaman ditanam. Selain itu, faktor&amp;nbsp;cuaca juga perlu 
diperhatikan pada saat&amp;nbsp;pemberian kapur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lahan yang akan dikapur harus dibersihkan dari&amp;nbsp;rumput pengganggu 
(gulma). Setelah bersih, tanah&amp;nbsp;dicangkul &amp;nbsp;secara keseluruhan. Apabila 
lahan cukup&amp;nbsp;luas, sebaiknya dibagi menjadi beberapa petak&amp;nbsp;untuk 
mempermudah pemberian kapur dan agar&amp;nbsp;kapur yang diberikan merata ke 
seluruh lahan.&amp;nbsp;Pemberian kapur dilakukan dengan cara ditabur,&amp;nbsp;seperti 
memupuk padi. Setelah ditaburi kapur&amp;nbsp;secara merata, tanah dicangkul lagi
 agar kapur&amp;nbsp;bercampur dengan tanah dan cepat bereaksi.&amp;nbsp;Selanjutnya, 
tanah dibiarkan selama 2-3 minggu,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
lalu diolah lagi untuk ditanami. Pengapuran&amp;nbsp;dilakukan secara bertahap 
agar kondisi lahan tidak&amp;nbsp;rusak. Adapun kebutuhan Dolomit 
untuk&amp;nbsp;menetralkan tanah adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a) pH tanah 4,0 = 10,24 ton/ha.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b) pH tanah 4,5 = 7,87 ton/ha.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c) pH tanah 5,0 = 5,49 ton/ha.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
d) pH tanah 5,5 = 3,12 ton/ha.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
e) pH tanah 6,0 = 0,75 ton/ha.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemasangan Pupuk Dasar (Preplant)&amp;nbsp;Pupuk dasar yang digunakan adalah 
pupuk&amp;nbsp;kandang, Urea, TSP dan &amp;nbsp;ZK. Pupuk kandang di&amp;nbsp;berikan sebanyak 20 
ton /ha. Pemberian pupuk&amp;nbsp;dasar tidak perlu terlalu dalam, cukup 
disebarkan di&amp;nbsp;atas bedengan kemudian dicampur dengan tanah&amp;nbsp;atau 
dibenamkan ke dalam larikan yang dibuat&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
disamping barisan tanaman.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pemberian Jerami Sebagai Mulsa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk mempertahankan kondisi tanah setelah&amp;nbsp;penanaman, bedengan ditutup 
dengan jerami&amp;nbsp;secara merata. &amp;nbsp;Penutupan dengan jerami jangan&amp;nbsp;terlalu 
tebal karena dapat mempersulit bibit yang&amp;nbsp;baru tumbuh untuk menembusnya.
 Selain untuk&amp;nbsp;mempertahankan kondisi tanah, mempertahankan suhu dan 
kelembaban permukaan, penutupan &amp;nbsp;dengan jerami juga dimaksudkan 
untuk&amp;nbsp;memperbaiki struktur tanah, apabila jerami telah&amp;nbsp;membusuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="clear: both; margin: 10px 0;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="iklan27960973505576070130"&gt;
style="text-align: justify;"&amp;gt;
&lt;b&gt;Teknik Penanaman&lt;/b&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Penentuan Pola Tanam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penanaman bawang putih dapat dilakukan satu&amp;nbsp;atau dua kali setahun dengan
 mengadakan&amp;nbsp;penyesuaian varietas. Pola tanam bawang putih&amp;nbsp;dalam setahun 
dapat dirotasikan sebagai berikut:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a) Bawang putih - sayuran - bawang putih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b) Bawang putih - sayuran tumpang sari palawija -&amp;nbsp;bawang putih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c) Bawang putih - tumpang sari palawija atau&amp;nbsp;sayuran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penggunaan jarak tanam yang sesuai dapat&amp;nbsp;meningkatkan hasil umbi per 
hektar. Jarak tanam&amp;nbsp;yang terlalu rapat akan menghasilkan umbi 
yang&amp;nbsp;relatif kecil walaupun hasil per satuan luas&amp;nbsp;meningkat. Jarak tanam
 yang digunakan dapat&amp;nbsp;bervariasi menurut kebutuhan yang 
paling&amp;nbsp;menguntungkan, tetapi yang biasa digunakan&amp;nbsp;adalah (15 x 10) cm.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pembuatan Lubang Tanam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan&amp;nbsp;tugal atau alat lain. 
Kedalaman lubang untuk&amp;nbsp;penanaman bawang putih adalah 3-4 cm 
(setinggi&amp;nbsp;ukuran siung bibit). Setelah lubang tanam terbentuk,&amp;nbsp;umbi 
bibit siap ditanam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pembibitan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kualitas bibit merupakan faktor penentu hasil tanaman. Tanaman yang 
dipergunakan sebagai bibit harus cukup tua. Yaitu berkisar antara 70-80 
hari setelah tanam. Bibit kualitas baik adalah berukuran sedang, sehat, 
keras dan permukaan kulit luarnya licin/ mengkilap. Cara penyimpanan 
yang baik dan biasa dilakukan oleh petani adalah dengan menyimpan diatas
 para-para dapur atau disimpan di gudang&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cara Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sehari sebelum ditanam, bibit bawang putih yang&amp;nbsp;masih berupa umbi 
dipipil/dipecah satu per satu&amp;nbsp;sehingga menjadi beberapa siung. Agar 
lebih&amp;nbsp;mudah memecahkan umbi dan menghindari&amp;nbsp;terkelupasnya kulit siung, 
sebaiknya umbi dijemur&amp;nbsp;selama beberapa jam. Bibit siung 
tersebut&amp;nbsp;selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang tanam di&amp;nbsp;atas bedengan. 
Lubang tanam jangan dibuat&amp;nbsp;terlalu dalam supaya bibit tidak 
terbenam&amp;nbsp;seluruhnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika bibit terlalu dalam ditanam atau terbenam&amp;nbsp;seluruhnya ke dalam 
tanah, tunas barunya akan&amp;nbsp;sukar tumbuh dan dapat terjadi pembusukan 
bibit.&amp;nbsp;Sebaliknya, lubang tanam juga jangan dibuat&amp;nbsp;terlalu dangkal 
karena nantinya tanaman akan&amp;nbsp;mudah rebah. Setiap lubang ditanam satu 
bibit dan&amp;nbsp;diusahakan agar 2/3 bagian yang terbenam ke&amp;nbsp;dalam tanah dengan
 posisi tegak lurus. Posisi siung&amp;nbsp;jangan sampai terbalik, sebab walau 
masih dapat &amp;nbsp;rumbuh, tetapi pertumbuhannya tidak sempurna.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pemeliharaan Tanaman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Penjarangan dan Penyulaman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bawang yang ditanam kadang-kadang tidak&amp;nbsp;tumbuh karena kesalahan teknis 
penanaman atau&amp;nbsp;faktor bibit. Oleh karena itu, tidak mengherankan&amp;nbsp;jika 
dalam suatu lahan ada tanaman yang tidak&amp;nbsp;tumbuh sama sekali, ada yang 
tumbuh lalu mati,&amp;nbsp;dan ada yang pertumbuhannya tidak sempurna.&amp;nbsp;Jika 
keadaan ini dibiarkan, maka produksi yang &amp;nbsp;dikehendaki tidak tercapai. 
Oleh sebab itu, untuk&amp;nbsp;mendapatkan pertumbuhan yang seragam,&amp;nbsp;seminggu 
setelah tanam dilakukan penyulaman&amp;nbsp;terhadap bibit yang tidak tumbuh 
atau&amp;nbsp;pertumbuhannya tampak tidak sempurna. Biasanya&amp;nbsp;untuk penyualaman 
dipersiapkan bibit yang&amp;nbsp;ditanam di sekitar tanaman pokok atau disiapkan 
di&amp;nbsp;tempat khusus. Persiapan bibit cadangan ini&amp;nbsp;dilakukan bersamaan 
dengan penanaman&amp;nbsp;tanaman pokok.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Penyiangan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada penanaman bawang putih, penyiangan dan&amp;nbsp;penggemburan dapat dilakukan
 dua kali atau&amp;nbsp;lebih. Hal ini sangat tergantung pada kondisi&amp;nbsp;lingkungan 
selama satu musim tanam. Penyiangan&amp;nbsp;dan penggemburan yang pertama 
dilakukan pada&amp;nbsp;saat tanaman berumur 3-2 minggu setelah tanam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun penyiangan berikutnya dilaksanakan pada&amp;nbsp;umur 4-5 minggu setelah 
tanam. Apabila gulma&amp;nbsp;masih leluasa tumbuh, perlu disiang lagi. Pada 
saat&amp;nbsp;umbi mulai terbentuk, penyiangan dan&amp;nbsp;penggemburan harus &amp;nbsp;dilakukan 
dengan hati-hati&amp;nbsp;agar tidak merusak akar dan umbi baru.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pembubunan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam penanaman bawang putih perlu dilakukan&amp;nbsp;pembubunan. Pembubunan 
terutama dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor 
ketika&amp;nbsp;diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah&amp;nbsp;dari selokan/ parit 
di sekeliling bedengan, agar&amp;nbsp;bedengan menjadi lebih tinggi dan parit 
menjadi&amp;nbsp;lebih dalam sehingga drainase menjadi normal&amp;nbsp;kembali. Pembubunan
 juga berfungsi memperbaiki&amp;nbsp;struktur tanah dan akar yang keluar di 
permukaan&amp;nbsp;tanah tertutup kembali sehingga tanaman berdiri&amp;nbsp;kuat dan 
ukuran umbi yang dihasilkan dapat lebih&amp;nbsp;besar-besar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PANEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Ciri dan Umur Panen&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bawang
 putih yang akan dipanen harus mencapai cukup umur. Tergantung pada 
varietas dan daerah, umur panen yang biasa dijadikan pedoman adalah 
antara 90 120 hari. Ciri bawang putih yang siap panen adalah sekitar 50 
prosen daun telah menguning/kering dan tangkai batang keras.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Cara Panen&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Bawang putih didaratan rendah biasanya telah siap dipanen pada umur 80 –
 100 hari tergantung keadaan kesuburan tanaman dilapangan. Ciri tanaman 
bawang putih siap dipanen, daun tanaman 50 % telah menguning atau kering
 dan tangkai batangnya sudah keras. Cara panen dapat dilakukan dengan 
pencabutan langsung terutama pada tanah yang ringan dan pencukilan 
dilakukan pada tanah-tanah bertekstur agak berat. Hasil tanaman diikat 
sebanyak 30 tangkai tiap ikat dan dijemur selama 1 – 2 minggu.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Periode Panen&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Tanaman bawang putih dapat dipanen setelah berumur 95-125 hari untuk 
varietas lumbu hijau dan umur antara 85-100 hari untuk varietas lumbu 
kuning. Setelah pemanenan, lahan dapat ditanami kembali setelah 
dibiarkan selama beberapa minggu dan diolah terlebih dahulu atau dapat 
pula ditanami tanaman lainnya untuk melakukan rotasi tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PASCAPANEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;- Pengumpulan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah
 dipanen dilakukan pengumpulan dengan cara mengikat batang semu bawang 
putih menjadi ikatan-ikatan kecil dan diletakkan di atas anyaman daun 
kelapa sambil dikeringkan untuk menjaga dari kerusakan dan mutunya tetap
 baik.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Penyortiran dan Penggolongan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Sortasi dilakukan untuk mengelompokkan umbiumbi bawang putih menurut 
ukuran dan mutunya. Sebelum dilakukan penyortiran, umbi-umbi yang sudah 
kering dibersihkan. Akar dan daunnnya dipotong hingga hanya tersisa 
pangkal batang semu sepanjang ± 2 cm. Ukuran atau kriteria sortasi umbi 
bawang putih adalah :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a) keseragaman warna menurut jenis.&lt;br /&gt;
b) ketuaan/umur umbi.&lt;br /&gt;
c) tingkat kekeringan.&lt;br /&gt;
d) kekompakan susunan siung.&lt;br /&gt;
e) bebas hama dan penyakit.f) bentuk umbi (bulat atau lonjong).&lt;br /&gt;
g) ukuran besar-kecilnya umbi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan ukuran umbi, bawang putih dapat dikelompokkan menjadi beberapa&lt;br /&gt;
kelas, yaitu :&lt;br /&gt;
a) kelas A: umbi yang diameternya lebih dari 4 cm.&lt;br /&gt;
b) kelas B: umbi yang diameternya antara 3-4 cm.&lt;br /&gt;
c) kelas C: umbi yang diameternya antara 2-3 cm.&lt;br /&gt;
d) kelas D: umbi yang kecil atau yang pecah dan rusak.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Penyimpanan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Dalam jumlah kecil, bawang putih biasanya disimpan dengan cara digantung
 ikatan-ikatannyadi atas para-para. Setiap ikatan beratnya sekitar 2 kg.
 Para-paranya dibuat dari kayu atau bambu dan diletakkan diatas dapur. 
Cara seperti ini sangat menguntungkan karena setiap kali dapur 
dinyalakan, bawang putih terkena asap. Pengasapan merupakan cara 
pengawetan yang cukup baik. Dalam jumlah besar, caranya adalah disimpan 
di dalam gudang. Gudang yang akan digunakan harus mempunyai ventilasi 
agar bisa terjadi peredaran udara yang baik. Suhu ruangan yang 
diperlukan antara 25-30oC. Jika suhu ruangan terlalu tinggi, akan 
terjadi proses pertunasan yang cepat. Kelembaban ruangan yang baik 
adalah 60-70 prosen.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Pengemasan dan Pengangkutan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Untuk memudahkan pengangkutan bawang putih dimasukkan ke dalam karung 
goni atau karung plastik dengan anyaman tertentu. Alat pengangkutan bisa
 bermacammacam, bisa gerobak, becak, sepeda atau kendaraan bermotor.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Khasiat dan manfaat bawang putih :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan&lt;br /&gt;
2. Membantu menghambat proses penuaan. Menghambat pertumbuhan sel kanker.&lt;br /&gt;
3. Dengan mengkonsumsi bawang putih, resiko terkena kanker dapat dikurangi.&lt;br /&gt;
4. Bawang putih yang dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.&lt;br /&gt;
5. Zat anti-kolesterol dalam bawang putih yang bernama ajoene menolong mencegah penggumpalan darah.&lt;br /&gt;
6. Bawang putih dapat membantu meredakan stress, kecemasan, dan depresi.&lt;br /&gt;
7. Dengan efek yang lebih lembut. Bawang putih mengandung vitamin A.&lt;br /&gt;
8. Bawang putih mengandung vitamin B.&lt;br /&gt;
9. Bawang putih mengandung vitamin C.&lt;br /&gt;
10. Bawang putih mengandung kalsium.&lt;br /&gt;
11. Bawang putih mengandung potasium&lt;br /&gt;
12. Bawang putih mengandung antioksidan. Bawang putih mengandung karoten dan selenium&lt;br /&gt;
13. Mengonsumsi 2-3 siung bawang putih sehari, akan menghindarkan dari kemungkinan berpenyakit jantung.&lt;br /&gt;
14. Menyembuhkan tekanan darah tinggi&lt;br /&gt;
15. Meringankan tukak lambung&lt;br /&gt;
16. Menurunkan kolesterol dalam darah&lt;br /&gt;
17. Meningkatkan insulin darah bagi penderita diabetes.&lt;br /&gt;
18. Melumpuhkan radikal bebas yang mengganggu sistem kekebalan tubuh&lt;br /&gt;
19. Bermanfaat sebagai penawar racun (detoxifier) yang melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit.&lt;br /&gt;
20. Membantu menambahkan nafsu makan apabila dimakan mentah&lt;br /&gt;
21. Menjaga stamina tubuh&lt;br /&gt;
22. Mengandung khasiat antimikroba, antitrombotik, hipolipidemik,  
antiarthritis, hipoglikemik, dan juga memiliki antivitas sebagai  
antitumor.Namun seberapapun khasiatnya sebuah obat, jika tidak dimbangi 
dengan pola hidup sehat semua itu sia-sia&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber: &lt;a href="http://budidayanews.blogspot.com/2011/03/cara-budidaya-bawang-putih.html" target="_blank"&gt;BudidayaNews &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/budidaya-bawang-putih.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXd0vWtbR0qDHrV8b14cB66aclYelXJ9sXBcgx1SFYRDqIWXl9xo_UfWlxYFqWFaUeVK4JWlfnea9hTMpVDBSQgvEmHJgkFjyVSfqRcQzJrhChUzdgoAY_dmFcD2Hj-Kk4Cc57wlw0FOhY/s72-c/bawang-putih.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-2725106450097404550</guid><pubDate>Tue, 05 Feb 2013 08:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-05T15:05:00.252+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bawang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bawang merah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">budidaya bawang</category><title>Cara Budidaya Bawang Merah</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTnCEAnurB_EyOFuSXpKJyvO0SixxC1poyXIvv9GXDJRnFps1zl3DpQfybzdtlJpmoEaEGCGSM1nd8o0nBkwXIjnup-hR_8WQhsCk5ZMlw0nMITF0glBIWOcJ4C_QGdTL4FIi0DQ4jazl6/s1600/bawang+merah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTnCEAnurB_EyOFuSXpKJyvO0SixxC1poyXIvv9GXDJRnFps1zl3DpQfybzdtlJpmoEaEGCGSM1nd8o0nBkwXIjnup-hR_8WQhsCk5ZMlw0nMITF0glBIWOcJ4C_QGdTL4FIi0DQ4jazl6/s200/bawang+merah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 16px;"&gt;Bawang merah (&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 16px;"&gt;&lt;em&gt;Allium ascalonicum&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 16px;"&gt;)
 merupakan tanaman semusim yang banyak dibutuhkan &amp;nbsp; dalam kehidupan 
sehari-hari. Kebutuhan bawang merah semakin meningkat karena hampir 
semua masakan membutuhkan komoditas ini. Pada periode tahun 1986-1990, 
Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor bawang merah, tetapi 
kini negara kita menjadi pengimpor komoditas ini. Hal ini disebabkan 
lahan-lahan di sentra-sentra produksi bawang merah, seperti Brebes, 
Tegal, dan Cirebon mengalami degradasi hara. Daerah-daerah lain 
sebenarnya berpeluang cukup besar untu pengembangan bawang merah, 
misalnya di lahan kering. Selama ini bawang merah lebih banyak 
dibudidayakan di lahan sawah dan jarang diusahakan di lahan 
kering/tegalan. Secara teknis, bawang merah mampu beradaptasi baik jika 
ditanam di dataran rendah, baik di lahan irigasi maupun di lahan kering.
 Dengan demikian bawang merah mempunyai prospek untuk dikembangkan di 
lahan kering. Berikut ini disampaikan syarat tumbuh dan teknik budidaya 
bawang merah di lahan kering.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Arial; font-size: 100%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;A. PRA TANAM&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;1. Syarat Tumbuh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Arial; font-size: 100%; text-align: justify;"&gt;
Bawang merah dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik di dataran rendah 
maupun dataran tinggi hingga sekitar 1000 m di atas permukaan laut 
(dpl). Namun demikian, produksi terbaik umumnya diperoleh di dataran 
rendah yang didukung oleh iklim yang ideal, meliputi : suhu udara 
berkisar 25 – 32 OC,, kondisi cuaca kering dan tempat terbuka dengan 
penyinaran sekitar 75%. Persyaratan tanah untuk bawang merah adalah : 
subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Jenis tanah yang 
paling baik yakitu lempung berpasir atau lempung berdebu, pH tanah 5,5 –
 6,5, dan drainase serta aerasi tanah baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;2. Pengolahan Tanah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dibuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 100%;"&gt;Apabila
 pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan 
di atas &amp;nbsp;edengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;Untuk
 mencegah serangan penyakit layu aburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) 
dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan 
merata di atas bedengan. '&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;3. Pupuk Dasar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36  secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Arial; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;4. Pemilihan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="font-family: Arial; font-size: 100%; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: xx-small;"&gt;Bawang

 merah akan tumbuh optimal dengan tanah ber-pH 5.6 - 6.5, dan suhu 25-32
 derajat C. Untuk itu, sebelum bibit ditanam sebaiknya tanah disiram 
terlebih dahulu, bahkan kalau perlu dibuat atap dengan jarak yang cukup 
&amp;nbsp;tinggi untuk menjaga bibit yang baru ditanam dari panas yang terlalu 
terik dan hujan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Arial; font-size: 100%; text-align: justify;"&gt;
- Ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4 gram/umbi.&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;- Umbi bibit yang baik yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
-
 Umbi bibit harus sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak (tidak 
keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau)&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;B. FASE TANAM&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;1. Jarak Tanam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada Musim Kemarau, 15 x 15 cm, varietas Ilocos, Tadayung atau Bangkok&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada Musim Hujan  20 x 15 cm varietas Tiron&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;2. Cara Tanam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umbi bibit direndam dulu dalam larutan NASA + air ( dosis 1 tutup/lt air )&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yg telah direndam NASA&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Simpan selama 2 hari sebelum tanam&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada
 saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan 
ke dalam permukaan tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi 
bibit.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;C.  AWAL PERTUMBUHAN ( 0 - 10 HST )&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;1. Pengamatan Hama&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Waspadai
 hama Ulat Bawang ( Spodoptera exigua atau S. litura), telur diletakkan 
pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80
 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;Kelompok
 telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan 
dimusnahkan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan VIREXI 
atau VITURA . Biasanya pada bawang lebih sering terserang ulat grayak 
jenis Spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam di perut 
/kalung hitam di leher, dikendalikan dengan VIREXI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;Ulat tanah . 
Ulat ini berwarna coklat-hitam. Pada bagian pucuk /titik tumbuhnya dan 
tangkai kelihatan rebah karena dipotong pangkalnya. Kumpulan ulat pada 
senja/malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan
 yang jadi sarangnya. Semprot dengan PESTONA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit yang harus 
diwaspadai pada awal pertumbuhan adalah penyakit layu Fusarium. Gejala 
serangan penyakit ini ditandai dengan menguningnya daun bawang, 
selanjutnya tanaman layu dengan cepat (Jawa : ngoler). Tanaman yang 
terserang dicabut lalu dibuang atau dibakar di tempat yang jauh. 
Preventif kendalikan dengan GLIO.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;2. Penyiangan dan Pembumbunan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyiangan
 pertama dilakukan umur 7-10 HST dan dilakukan secara mekanik untuk 
membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama 
ulat bawang. Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat 
bawang&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;Dilakukan pendangiran, yaitu tanah di sekitar tanaman 
didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup tanah.
 Selain itu bedengan yang rusak atau longsor perlu dirapikan kembali 
dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar 
saluran (di Brebes disebut melem).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;3. Pemupukan pemeliharaan/susulan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;
&lt;div style="clear: both; margin: 10px 0;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="iklan26291397028402357588"&gt;
style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&amp;gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dosis
 pemupukan bervariasi tergantung jenis dan kondisi tanah setempat. Jika 
kelebihan Urea/ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya 
kecil-kecil, tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman terhambat dan daunnya
 menguning pucat. Kekurangan KCl juga dapat menyebabkan ujung daun 
mengering dan umbinya kecil.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal;"&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemupukan    dilakukan   2    kali&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
( dosis   per  1000  m2 )   :&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- 2 minggu : 5-9 kg Urea+10-20 kg ZA+10-14 kg KCl&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- 4 minggu : 3-7 kg Urea+  7-15 kg ZA+12-17 kg KCl&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Campur
 secara merata ketiga jenis pupuk tersebut dan aplikasikan di sekitar 
rumpun atau garitan tanaman. Pada saat pemberian jangan sampai terkena 
tanaman supaya daun tidak terbakar dan terganggu pertumbuhannya.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 diberikan pada umur ± 2 minggu.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;4. Pengairan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada
 awal pertumbuhan dilakukan penyiraman dua kali, yaitu pagi dan sore 
hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin di saat daun bawang 
masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman 
sore hari dihentikan jika persentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih
 90 %&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang merah&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tinggi permukaan air pada saluran ( canal ) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;D. FASE  VEGETATIF ( 11- 35 HST )&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;1. Pengamatan Hama dan Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal;"&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;Hama Ulat bawang, S. litura dan S. exigua&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Thrips,
 mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban di sekitar tanaman 
relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang 
terserang warnanya putih berkilat seperti perak Serangan berat terjadi 
pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Jika 
ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator
 kumbang macan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan BVR 
atau PESTONA.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/em&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal;"&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;Penyakit Bercak Ungu atau Trotol,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt; 
disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air 
dari tanah. Gejala serangan ditandai terdapatnya bintik lingkaran 
konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun dan di tepi daun 
kuning serta mongering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen 
mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah 
kecoklatan. Jika ada hujan rintik-rintik segera dilakukan penyiraman. 
Preventif dengan penebaran GLIO.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/em&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/em&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal;"&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;Penyakit Antraknose atau Otomotis, &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;disebabkan
 oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Gejala serangan adalah ditandai
 terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang
 akan menyebabkan patahnya daun secara serentak (istilah Brebes: 
otomatis). Jika ada gejala, tanaman terserang segera dicabut dibakar dan
 dimusnahkan. Untuk jamur yang ada didalam tanah kendalikan dengan GLIO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/em&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal;"&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;Penyakit oleh virus.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
-
 Gejalanya pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah
 dan terkulai serta anakannya sedikit. Usahakan memakai bibit bebas 
virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/em&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal;"&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;Busuk umbi oleh bakteri.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Umbi yang terserang jadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Busuk umbi/ leher batang oleh jamur.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek (atur drainase).&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
-
 Untuk pencegahan hama-penyakit usahakan pergiliran tanaman dengan jenis
 tanaman lain (bukan golongan Bawang-bawangan. PESTISIDA Kimia digunakan
 sebagai alternatif terakhir untuk mengatasi serangan hama-penyakit.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;2. Pengelolaan Tanaman&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Penyiangan   kedua   dilakukan   pada    umur&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
30-35 HST dilanjutkan pendagiran, pembumbunan dan perbaikan bedengan yang rusak.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;-
 Penyemprotan POC NASA dengan dosis 4-5 tutup/tangki tiap 7-10 hari 
sekali mulai 7 hari setelah tanam hingga hari ke 50-55. Mulai hari ke 35
 penyemprotan ditambah HORMONIK dengan dosis 1-2 tutup/ tangki 
(dicampurkan dengan NASA).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Pengairan, penyiraman 1x per hari pada 
pagi hari, jika ada serangan Thrips dan ada hujan rintik-rintik 
penyiraman dilakukan siang hari.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;E. PEMBENTUKAN UMBI&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada
 fase pengamatan HPT sama seperti fase Vegetatif, yang perlu 
diperhatikan adalah pengairannya. Butuh air yang banyak pada musim 
kemarau sehingga perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi 
dan sore hari.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;F. PEMATANGAN UMBI&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada fase ini tidak begitu banyak air sehingga penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;G. PANEN DAN PACA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;1. Panen&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;gt; 60-90 % daun telah rebah, dataran rendah pemanenan pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70 - 90 hari.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;gt; Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;gt; Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya. Selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan (Jawa : dipocong)&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-weight: normal;"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;2. Pasca Panen&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
-
 Penjemuran dengan alas anyaman bambu (Jawa : gedeg). Penjemuran pertama
 selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap ke atas, tujuannya 
mengeringkan daun. Penjemuran kedua selama2-3 hari dengan umbi menghadap
 ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dan sekaligus 
dilakukan pembersihan umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan 
tanah yang terbawa dari lapangan. Kadar air 89 85 % baru disimpan di 
gudang.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak 
bambu. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-290C kelembaban 70-80%,
 sanitasi gudang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber: &lt;a href="http://budidayanews.blogspot.com/2011/03/bawang-merah.html" target="_blank"&gt;BudidayaNews &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/cara-budidaya-bawang-merah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTnCEAnurB_EyOFuSXpKJyvO0SixxC1poyXIvv9GXDJRnFps1zl3DpQfybzdtlJpmoEaEGCGSM1nd8o0nBkwXIjnup-hR_8WQhsCk5ZMlw0nMITF0glBIWOcJ4C_QGdTL4FIi0DQ4jazl6/s72-c/bawang+merah.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-4940393604603962103</guid><pubDate>Tue, 05 Feb 2013 07:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-05T14:56:52.921+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Benih Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kebun karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemupukan</category><title> Cara Penanaman Karet Seleksi bibit</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG5MY2_hJcuBm2pe2EwzvhWCCj-_XrS-3W8hmRB0n0Ljmt3vQex1nVfTslvEiXaQmB35_gMKWmP9gSnEtL5XhCE6DhYlUk0JiWJ138flVaRX7ZiQULrHGPs9wlJFH3NkP_8F4VNcKMyXKu/s1600/karet+okulasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG5MY2_hJcuBm2pe2EwzvhWCCj-_XrS-3W8hmRB0n0Ljmt3vQex1nVfTslvEiXaQmB35_gMKWmP9gSnEtL5XhCE6DhYlUk0JiWJ138flVaRX7ZiQULrHGPs9wlJFH3NkP_8F4VNcKMyXKu/s200/karet+okulasi.jpg" width="149" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum bibit ditanam, terlebih dahulu dilakukan seleksi bibit untuk 
memperoleh&amp;nbsp;bahan tanam yang memeliki sifat-sifat umum yang baik antara 
lain : berproduksitinggi, responsif terhadap stimulasi hasil, resitensi 
terhadap serangan hama dan&amp;nbsp;penyakit daun dan kulit, serta pemulihan luka
 kulit yang baik. Beberapa syarat&amp;nbsp;yang harus dipenuhi bibit siap tanam 
adalah antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Bibit karet di polybag yang sudah berpayung dua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Mata okulasi benar-benar baik dan telah mulai bertunas&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Akar tunggang tumbuh baik dan mempunyai akar lateral&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Bebas dari penyakit jamur akar (Jamur Akar Putih).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kebutuhan bibit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan jarak tanam 7 m x 3 m (untuk tanah landai), diperlukan bibit 
tanaman&amp;nbsp;karet untuk penanaman sebanyak 476 bibit, dan cadangan untuk 
penyulaman&amp;nbsp;sebanyak 47 (10%) sehingga untuk setiap hektar kebun 
diperlukan sebanyak&amp;nbsp;523 batang bibit karet.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2941715025582090968" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada umumnya penanaman karet di lapangan dilaksanakan pada 
musim&amp;nbsp;penghujan yakni antara bulan September sampai Desember dimana 
curah hujan&amp;nbsp;sudah cukup banyak, dan hari hujan telah lebih dari 100 
hari.&amp;nbsp;Pada saat penanaman, tanah penutup lubang dipergunakan top soil 
yang telah&amp;nbsp;dicampur dengan pupuk RP 100 gram per lubang, disamping 
pemupukan&amp;nbsp;dengan urea 50 gram dan SP - 36 sebesar 100 gram sebagai pupuk
 dasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pemeliharaan Tanaman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemeliharaan yang umum dilakukan pada perkebunan tanaman karet&amp;nbsp;meliputi 
pengendalian gulma, pemupukan dan pemberantasan penyakit&amp;nbsp;tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pengendalian gulma&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Areal pertanaman karet, baik tanaman belum&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: both; margin: 10px 0;"&gt;
&lt;/div&gt;
menghasilkan (TBM) maupun&amp;nbsp;tanaman 
sudah menghasilkan (TM) harus bebas dari gulma seperti 
alang-alang,&amp;nbsp;Mekania, Eupatorium, dll sehingga tanaman dapat tumbuh 
dengan baik. Untuk&amp;nbsp;mencapai hal tersebut, penyiangan pada tahun pertama 
dilakukan berdasarkan&amp;nbsp;umur tanaman seperti berikut:
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tabel 1. Frekuensi Pengendalian Gulma dengan Herbisida berdasarkan Umur&amp;nbsp;Tanaman&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3hgaESOKR0OXeqS8wMNYJTTedM9MYOjFBlOaGxsJQTwNGG6lSLL828Rljx4Fi-bUDfHdYnZE3OJpZrrkuG5d2y7Js8YzwGPuwvrNamVRBC7FsAs8LAWuQvA-aIHBolTKwebIbHw2cSFXo/s1600/tabel+pengendalian+gulma.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3hgaESOKR0OXeqS8wMNYJTTedM9MYOjFBlOaGxsJQTwNGG6lSLL828Rljx4Fi-bUDfHdYnZE3OJpZrrkuG5d2y7Js8YzwGPuwvrNamVRBC7FsAs8LAWuQvA-aIHBolTKwebIbHw2cSFXo/s400/tabel+pengendalian+gulma.PNG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Program pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain pupuk dasar yang telah diberikan pada saat penanaman, 
program&amp;nbsp;pemupukan secara berkelanjutan pada tanaman karet harus 
dilakukan dengan&amp;nbsp;dosis yang seimbang dua kali pemberian dalam setahun. 
Jadwal pemupukan&amp;nbsp;pada semeseter I yakni pada Januari/Februari dan pada 
semester II yaitu&amp;nbsp;Juli/Agustus. Seminggu sebelum pemupukan, gawangan 
lebih dahulu digaru&amp;nbsp;dan piringan tanaman dibersihkan. Pemberian SP-36 
biasanya dilakukan dua&amp;nbsp;minggu lebih dahulu dari Urea dan KCl. Program 
dan dosis pemupukan&amp;nbsp;tanaman karet secara umum dapat dilihat pada Tabel 
berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tabel 2. Rekomendasi Umum Pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2ae17por4s6cTGq0EpblND5fMDk0fv4-ktDuOUdTL5XRmYk6gf3eW08WO1woybdgAcGXypMxVxNu7uzyZ_qt-UF8adG9R2x8nRbcqtMgXC5unYIY5fCVW6b0R8oH5d7CubNOPyLq3cchJ/s1600/tabel+pemupukan+belum+menghasilkan.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2ae17por4s6cTGq0EpblND5fMDk0fv4-ktDuOUdTL5XRmYk6gf3eW08WO1woybdgAcGXypMxVxNu7uzyZ_qt-UF8adG9R2x8nRbcqtMgXC5unYIY5fCVW6b0R8oH5d7CubNOPyLq3cchJ/s400/tabel+pemupukan+belum+menghasilkan.PNG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;Tabel 3. Rekomendasi Umum Pemupukan Tanaman Menghasilkan&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSFXg3kjidUF-1lPIVy7GH1DsObfEGcpmSjQ_N9szIeL9dAEO8Ogovahg5QWGDJbw51Z9Qgr9meiQYwQJu6iNGJcSpLt0nsqaz4uVyLmpSp7rM00Ln1UtoX1DgrzWPFq5qmTpXc0mRzcqc/s1600/tabel+pemupukan+sudah+menghasilkan.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSFXg3kjidUF-1lPIVy7GH1DsObfEGcpmSjQ_N9szIeL9dAEO8Ogovahg5QWGDJbw51Z9Qgr9meiQYwQJu6iNGJcSpLt0nsqaz4uVyLmpSp7rM00Ln1UtoX1DgrzWPFq5qmTpXc0mRzcqc/s400/tabel+pemupukan+sudah+menghasilkan.PNG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sementara itu untuk tanaman kacangan penutup tanah, diberikan pupuk 
RP&amp;nbsp;sebanyak 200 kg/ha, yang pemberiannya dapat dilanjutkan sampai dengan
 &amp;nbsp;tahun ke-2 (TBM-2) apabila pertumbuhannya kurang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://budidayanews.blogspot.com/2011/03/cara-penanaman-karet.html" target="_blank"&gt;BudidayaNews&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/cara-penanaman-karet-seleksi-bibit.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG5MY2_hJcuBm2pe2EwzvhWCCj-_XrS-3W8hmRB0n0Ljmt3vQex1nVfTslvEiXaQmB35_gMKWmP9gSnEtL5XhCE6DhYlUk0JiWJ138flVaRX7ZiQULrHGPs9wlJFH3NkP_8F4VNcKMyXKu/s72-c/karet+okulasi.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-1932940608396435556</guid><pubDate>Tue, 05 Feb 2013 07:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-05T14:34:31.476+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Benih Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kebun karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">panen karet</category><title>Pemberantasan Penyakit Tanaman Karet</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdKXdTPtfh6SwiLv7ogbEsaslT6NlQdO0jEMp5qWdMTIJHqDKsUlWdBnRCi4NQGdNO-UYCemYLxREmgMMI5z7rS8R6C4cLHC7YLSwMYsmI3WqMyOUbhVwXM-vQb5fgf226OBAYC-_HMC00/s1600/deres+karet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdKXdTPtfh6SwiLv7ogbEsaslT6NlQdO0jEMp5qWdMTIJHqDKsUlWdBnRCi4NQGdNO-UYCemYLxREmgMMI5z7rS8R6C4cLHC7YLSwMYsmI3WqMyOUbhVwXM-vQb5fgf226OBAYC-_HMC00/s200/deres+karet.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit karet sering menimbulkan kerugian ekonomis di perkebunan&amp;nbsp;karet.
 Kerugian yang ditimbulkannya tidak hanya berupa kehilangan hasil 
akibat&amp;nbsp;kerusakan tanaman, tetapi juga biaya yang dikeluarkan dalam 
upaya&amp;nbsp;pengendaliannya. Oleh karena itu langkah-langkah pengendalian 
secara terpadu&amp;nbsp;dan efisien guna memperkecil kerugian akibat penyakit 
tersebut perlu dilakukan.&amp;nbsp;Lebih 25 jenis penyakit menimbulkan kerusakan 
di perkebunan karet. Penyakit&amp;nbsp;tersebut dapat digolongkan berdasarkan 
nilai kerugian ekonomis yang&amp;nbsp;ditimbulkannya. Penyakit tanaman karet yang
 umum ditemukan pada&amp;nbsp;perkebunan adalah :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit akar putih disebabkan oleh jamur Rigidoporus microporus 
(Rigidoporus&amp;nbsp;lignosus). Penyakit ini mengakibatkan kerusakan pada akar 
tanaman.&amp;nbsp;Gejala pada daun terlihat pucat kuning dan tepi atau ujung daun
 terlipat ke&amp;nbsp;dalam. Kemudian daun gugur dan ujung ranting menjadi mati. 
Ada kalanya&amp;nbsp;terbentuk daun muda, atau bunga dan buah lebih awal. Pada 
perakaran&amp;nbsp;tanaman sakit tampak benang-benang jamur berwarna putih dan 
agak tebal&amp;nbsp;(rizomorf). Jamur kadang-kadang membentuk badan buah mirip 
topi berwarna&amp;nbsp;jingga kekuning-kuningan pada pangkal akar tanaman. Pada 
serangan berat,&amp;nbsp;akar tanaman menjadi busuk sehingga tanaman mudah 
tumbang dan mati.&amp;nbsp;Kematian tanaman sering merambat pada tanaman 
tetangganya. Penularan&amp;nbsp;jamur biasanya berlangsung melalui kontak akar 
tanaman sehat ke tunggultunggul,&amp;nbsp;sisa akar tanaman atau perakaran 
tanaman sakit. Penyakit akar putih&amp;nbsp;sering dijumpai pada tanaman karet 
umur 1-5 tahun terutama pada pertanaman&amp;nbsp;yang bersemak, banyak tunggul 
atau sisa akar tanaman dan pada tanah gembur&amp;nbsp;atau berpasir.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengobatan tanaman sakit sebaiknya dilakukan pada waktu serangan 
dini&amp;nbsp;untuk mendapatkan keberhasilan pengobatan dan mengurangi resiko 
kematian&amp;nbsp;tanaman. Bila pengobatan dilakukan pada waktu serangan lanjut 
maka&amp;nbsp;keberhasilan pengobatan hanya mencapai di bawah 80%. Cara 
penggunaan&amp;nbsp;dan jenis fungisida anjuran yang dianjurkan adalah :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengolesan : Calixin CP, Fomac 2, Ingro Pasta 20 PA dan Shell CP.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyiraman : Alto 100 SL, Anvil 50 SC, Bayfidan 250 EC, Bayleton 250 EC,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Calixin 750 EC, Sumiate 12,5 WP dan&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: both; margin: 10px 0;"&gt;
&lt;/div&gt;
Vectra 100 SC.
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penaburan : Anjap P, Biotri P, Bayfidan 3 G, Belerang dan Triko SP+&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kekeringan Alur Sadap (Tapping Panel Dryness, Brown Bast)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit kekeringan alur sadap mengakibatkan kekeringan alur 
sadap&amp;nbsp;sehingga tidak mengalirkan lateks, namun penyakit ini tidak 
mematikan tanaman.&amp;nbsp;Penyakit ini disebabkan oleh penyadapan yang terlalu 
sering, terlebih jika&amp;nbsp;disertai dengan penggunaan bahan perangsang lateks
 ethepon. Adanya&amp;nbsp;kekeringan alur sadap mula-mula ditandai dengan tidak 
mengalirnya lateks pada&amp;nbsp;sebagian alur sadap. Kemu-dian dalam beberapa 
minggu saja kese-luruhan alur&amp;nbsp;sadap ini kering tidak me-ngeluarkan 
lateks. Bagian yang kering akan berubah&amp;nbsp;warnanya menjadi cokelat karena 
pada bagian ini terbentuk gum (blendok).&amp;nbsp;Kekeringan kulit tersebut dapat
 meluas ke kulit lainnya yang seumur, tetapi tidak&amp;nbsp;meluas dari kulit 
perawan ke kulit pulihan atau sebaliknya. Gejala lain yang&amp;nbsp;ditimbulkan 
penyakit ini adalah terjadinya pecah-pecah pada kulit dan&amp;nbsp;pembengkakan 
atau tonjolan pada batang tanaman.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menghindari penyadapan yang terlalu sering dan mengurangi 
pemakaian&amp;nbsp;Ethepon terutama pada klon yang rentan terhadap kering alur 
sadap yaitu BPM 1, PB 235, PB 260, PB 330, PR 261 dan RRIC 100. Bila 
terjadi penurunan kadar&amp;nbsp;karet kering yang terus menerus pada lateks yang
 dipungut serta peningkatan&amp;nbsp;jumlah pohon yang terkena kering alur sadap 
sampai 10% pada seluruh areal,&amp;nbsp;maka penyadapan diturunkan intensitasnya 
dari 1/2S d/2 menjadi 1/2S d/3 atau&amp;nbsp;1/2S d/4, dan penggunaan Ethepon 
dikurangi atau dihentikan untuk mencegah&amp;nbsp;agar pohon-pohon lainnya tidak 
mengalami kering alur sadap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengerokan kulit yang kering sampai batas 3-4 mm dari kambium 
dengan&amp;nbsp;memakai pisau sadap atau alat pengerok. Kulit yang dikerok dioles
 dengan&amp;nbsp;bahan perangsang pertumbuhan kulit NoBB atau Antico F-96 sekali 
satu bulan&amp;nbsp;dengan 3 ulangan. Pengolesan NoBB harus diikuti dengan 
penyemprotan&amp;nbsp;pestisida Matador 25 EC pada bagian yang dioles sekali 
seminggu untuk&amp;nbsp;mencegah masuknya kumbang penggerek (Gambar 4.10). 
Penyadapan dapat&amp;nbsp;dilanjutkan di bawah kulit yang kering atau di panel 
lainnya yang sehat dengan&amp;nbsp;intensitas rendah (1/2S d/3 atau 1/2S d/4). 
Hindari penggunaan Ethepon pada&amp;nbsp;pohon yang kena kekeringan alur sadap. 
Pohon yang mengalami kekeringan&amp;nbsp;alur sadap perlu diberikan pupuk ekstra 
untuk mempercepat pemulihan kulit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber: &lt;a href="http://budidayanews.blogspot.com/2011/03/pemberantasan-penyakit-tanaman-karet.html" target="_blank"&gt;BudidayaNews &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/pemberantasan-penyakit-tanaman-karet.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdKXdTPtfh6SwiLv7ogbEsaslT6NlQdO0jEMp5qWdMTIJHqDKsUlWdBnRCi4NQGdNO-UYCemYLxREmgMMI5z7rS8R6C4cLHC7YLSwMYsmI3WqMyOUbhVwXM-vQb5fgf226OBAYC-_HMC00/s72-c/deres+karet.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-8113919492041317179</guid><pubDate>Tue, 05 Feb 2013 07:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-05T14:27:18.224+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kebun karet</category><title>Harga Kebun Karet Siap Panen Per Hektar</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxHiIN2E0H0wFMFbEx8GgSmebfvTlVWx88J_YJPcKqgu3Df3yPyK3P4wd2wufhRHhBiXn923q6k3uDx1zj4kdH25hPA4zHmyH3ouGOXqTEWDyOMsytT9j7muPvgznDus3nJBh87IhozIbX/s1600/panen+getah+karet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="197" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxHiIN2E0H0wFMFbEx8GgSmebfvTlVWx88J_YJPcKqgu3Df3yPyK3P4wd2wufhRHhBiXn923q6k3uDx1zj4kdH25hPA4zHmyH3ouGOXqTEWDyOMsytT9j7muPvgznDus3nJBh87IhozIbX/s200/panen+getah+karet.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Harga Kebun Karet Siap Panen Per Hektar 
terbaru yang saya dapatkan dari kawan saya adalah 160 juta /ha. 
Informasi ini dapat dipercaya karena memang teman saya sendiri yang 
membelinya, cerita dari kawan saya kondisi kebun tersebut sudah dipanen 
kira-kira sejak 2-3 tahun yang lalu. Lokasi kebun terletak di daerah 
sumatra selatan tepatnya di daerah Blintang. Harga Kebun Karet Siap 
Panen Per Hektar tentunya tidak baku dan berlaku sama di setiap tempat, 
karena Harga Kebun Karet Siap Panen Per Hektar di satu wilayahpun 
dipastikan berbeda satu sama lainya. Yang menyebabkan perbedaan Harga 
Kebun Karet Siap Panen Per Hektarnya adalah kondisi dari kebun tersebut 
antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Status Umur Pohon Karet&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jenis Pohon Karet&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lokasi Kebun Karet&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adanya makelar atau Calo.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhir-akhir
 ini investasi didunia perkebunan semakin meningkat, banyaknya 
problematika kehidupan menyebapkan peluang baru bagi pemilik modal untuk
 berinvestasi pada pilihan kebun karet siap tanam. Masalah klasik bagi 
petani yang menjual kebun karet yang mereka tanam dan rawat sejak dini 
akhirnya harus dijual karena terdesak masalah keuangan dalam jumlah 
besar. Cerita teman saya, sebenarnya investasi kebun karet sangat lambat
 dalam proses pengembalian modalnya, tetapi nilai amannya bisa 
dipertanggungjawabkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam satu 
bulan luas kebun karet 1 Ha dapat menghasilkan sekitar 300 – 500 Kg 
getah karet (tergantung musim) jika harga karet 14.ooo x 500 = 7.000.000
 dan sistem pengelolaannya biasanya dibagi tiga dengan petani penggarap 
atau penyadap, pemilik mendapat 2 bagian sedangkan penggarap mendapat 1 
bagian. Jika dalam satu bulan pendapatan total kebun karet 1 Ha 
mendaptkan 7 juta maka pemilik mendapatkan bagian 4 juta enam ratus 
sekian, sedangkan penggarap atau penyadap mendapatkan kisaran 2,3 juta /
 bulan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Modal hasil membeli Kebun Karet Siap Panen Per Hektar akan kembali 
atau BEP dalam jangka waktu 2 tahun 10 bulan, cukup lama memang, tetapi 
Harga Kebun Karet Siap Panen Per Hektar sendiri seiring waktu akan 
bertambah sebagai nilai investasi harga tanah dan juga pohon karet yang 
juga laku dijual secara kubikasi.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika
 anda mempunyai modal lebih jangan sungkan dan bimbang memutuskan untuk 
berinvestasi di kebun karet, semoga saja informasi tentang Harga Kebun 
Karet Siap Panen Per Hektar ini bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;umber: &lt;a href="http://satriamadangkara.com/harga-kebun-karet-siap-panen-per-hektar/" style="color: #003399;" target="_blank"&gt;http://satriamadangkara.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/harga-kebun-karet-siap-panen-per-hektar.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxHiIN2E0H0wFMFbEx8GgSmebfvTlVWx88J_YJPcKqgu3Df3yPyK3P4wd2wufhRHhBiXn923q6k3uDx1zj4kdH25hPA4zHmyH3ouGOXqTEWDyOMsytT9j7muPvgznDus3nJBh87IhozIbX/s72-c/panen+getah+karet.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-6553891139210829544</guid><pubDate>Fri, 01 Feb 2013 16:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T23:04:37.501+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><title>Teknik Penyemaian Benih Karet</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3DCva3FAqMsx0O9i_3xIl65neeJ4raTctMO0o-2uXe98ZgjcY7UOxPy6zHx0bRxVT4i7LQ0Yg_U-gKhZpXT036U4sNXaCuZXnhkIJqfrQUHzxH_mizo0a1IHTULAVvItiQflMfWLsjbSU/s1600/IMG-20120920-00823.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3DCva3FAqMsx0O9i_3xIl65neeJ4raTctMO0o-2uXe98ZgjcY7UOxPy6zHx0bRxVT4i7LQ0Yg_U-gKhZpXT036U4sNXaCuZXnhkIJqfrQUHzxH_mizo0a1IHTULAVvItiQflMfWLsjbSU/s200/IMG-20120920-00823.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Penyemaian benih karet bagi sebagian petani karet yang berpengalaman bukanlah suatu hal yang sulit, karena di setiap daerah memiliki cara tersendiri tentang bagaimana cara mempersiapkan penyemaian benih karet asal biji anjuran. berikut kita akan bahas tentang cara penyemaian benih karet secara umum dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal Terpenting adalah menyiapkan benih unggul anjuran, dalam hal ini biasanya di masing-masing daerah terlebih daerah-daerah yang memiliki PPL (Penyuluh Lapangan) akan mendapatkan benih ajuran yang sesuai dengan jenis, kontur dan kandungan di masing-masing daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum di daerah tropis (indonesia, malaysia, thailand, dll) memiliki jenis tanah dengan kadar dan kandungannya memiliki kesamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benih Anjuran untuk daerah ini adalah jenis karet PB dan GT dalam hal ini saya akan mencontohkan cara/teknis penyemaian benih karet Klon &lt;i&gt;yaitu &lt;/i&gt;benih hasil kawin silang antara benih PB260 dan benih karet GT yaitu &lt;b&gt;&lt;i&gt;Benih Karet Golden Hope&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut beberapa Hal yang harus Anda Siapkan;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Benih Karet diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya&lt;br /&gt;
2. Benih Karet Terseleksi dengan Viabilitasnya Tinggi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Siapkan Bedengan Penyemaian / sebagai naungan benih semai&lt;br /&gt;
2. Bedengan diberi Atap pelindung agar sinar matahari tidak langsung masuk ke areal semai bibit&lt;br /&gt;
3. Pengisian Polybang dengan tanah subur &lt;br /&gt;
4. Dikarenakan benih Golden Hope adalah benih yang sudah berkecambah, maka penyemaian langsung dilakukan di dalam polybag dengan 1 polybag yang sudah terisi tanah subur untuk 1 benih biji kecambah&lt;br /&gt;
5. Setelah semua polybag terisi benih unggul kita, jangan lupa untuk melakukan penyiraman / pengairan bening dengan 2 x siram per-hari (yaitu pagi dan sore hari)&lt;br /&gt;
6. Agar benih terhindar dari gangguan hewan unggas lain atau sejenisnya sebaiknya areal bedengan diberi pagaran dengan waring.&lt;br /&gt;
7. selanjutnya dilakukan setiap hari penyiraman&lt;br /&gt;
8. setelah 3 minggu berlalu, lakukan sisir ganti benih jika terdapat benih yang mati/tidak tumbuh&lt;br /&gt;
9. dan seterusnya sampai usia benih 4 - 5 bulan dalam bedengan penyemaian, barulah benih tersebut siap dipindahkan ke lahan lokasi tempat penanaman kita&lt;br /&gt;
10. demikian semoga ini dapat membatu anda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/teknik-penyemaian-benih-karet.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3DCva3FAqMsx0O9i_3xIl65neeJ4raTctMO0o-2uXe98ZgjcY7UOxPy6zHx0bRxVT4i7LQ0Yg_U-gKhZpXT036U4sNXaCuZXnhkIJqfrQUHzxH_mizo0a1IHTULAVvItiQflMfWLsjbSU/s72-c/IMG-20120920-00823.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-7398368004126015815</guid><pubDate>Fri, 01 Feb 2013 15:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T22:30:14.555+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><title>Budidaya Kemiri</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXg8SL4CrhmTqR63XjjP4wsus6_FMXtMRSz36CFKWLhkFun4WS1mNsuDjn91MDZnr522HhhifgPSJunW-fzH5KUMlugXpvMjMgZszdEZoc9o7AFlrFxmmccwvnGW5nRdnXLthdLGKb6GyJ/s1600/tanaman-kemiri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXg8SL4CrhmTqR63XjjP4wsus6_FMXtMRSz36CFKWLhkFun4WS1mNsuDjn91MDZnr522HhhifgPSJunW-fzH5KUMlugXpvMjMgZszdEZoc9o7AFlrFxmmccwvnGW5nRdnXLthdLGKb6GyJ/s200/tanaman-kemiri.jpg" width="185" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Bibit Tanaman Kemiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan bibit tanaman merupakan kebutuhan utama yang harus dipenuhi dalam upaya pengembangan komoditi kemiri. Untuk mendapatkan bibit tanaman kemiri dapat ditempuh dengan 3 cara yaitu: (1) generatif; (2) vegetatif; dan (3) sambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyiapan Lahan Tanam Kemiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lahan yang akan dipakai untuk budidaya tanaman kemiri harus bersih dari gulma dan dari tanaman yang tidak bermanfaat. Sebab gulma tersebut dapat mengganggu pertumbuhan dari tanaman kemiri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak tanam untuk tanaman kemiri sesuai dengan tujuannya; bila usaha Budidaya Kemiri ditujukan untuk mengahsilkan biji, maka jarak tanamnya adalah 10×10 meter, sedangkan bila untuk menghasilkan kayu untuk pulp, jaraktanamnya lebih rapat yaitu 4×4 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan pengajiran sesuai dengan jarak tanam yang akan dipakai, pengajiran harus lurus muka, belakang dan kesamping kiri kanan. Pada ajir dibuat lobang dengan ukuran 60x60x60 cm. Pada saat menggali lobang, sebagian tanah galian lapisan atas harus dipisahkan. Kemudian tanah galian lapisan bawah dicampur dengan pupuk kandang secara merata dengan perbandingan 1:1. Jika penanam dimusim kemarau, lobang dapat langsung ditimbun dengan campuran media diatas, dan bibit dapat segera ditanam. Bila musim hujan, sebaiknya campuran tanah dan pupuk kandang tersebut dibiarkan sementara waktu di dekat lubang tanam. Tujuannya adalah untuk menurunkan kemasaman tanah. Setalah campuran tanah mengering sudah dapat dimasukan ke dalam lubang dan bibit dapat segera ditanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penanaman Kemiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada lobang tanam yang telah diisi dengan tanah dan pupuk kandang tersebut, tanam bibit kemiri dengan jalan melepas kantong plastiknya. Pada saat melepas kantong plastik usahakan agar perakaran bibit tidak rusak. Penanaman bibit harus diusahakan agar perakarannya teratur dan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemupukan Kemiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tanaman kemiri dapat tumbuh pada tanah yang marginal, bukan berarti tidak memerlukan pemupukan. Untuk mendapatkan produksi biji yang lebih banyak, tanaman kemiri perlu dipupuk secara rutin. Jenis pupuk yang diberikan dapat pupuk kandang (organik) atau pupuk kimia (anorganik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian pupuk kandang dapat dilakukan sekali setahun, dosis pada tanaman muda cukup 2 kg/pohon. Sedangkan untuk tanaman yang sudah berproduksi dapat diberikan pupuk kandang sebanyak 10-30 kg per pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pupuk yang diberikan jenis pupuk anorganik, maka dosis untuk masing-masing pupuk disesuaikan dengan umur tanaman. Pupuk kimia ini sebaiknya diberikan dua kali dalam setahun, yaitu awal dan akhir musim hujan. Dosis pemupukan adalah sebagai berikut: pada tanaman muda umur 1 tahun diberikan 20 gr Urea, 10 gr SP36, dan 10 gr KCl per pohon, sedangkan pada umur 2-6 tahun dapat 100-250 gr Urea, 80-75 gr SP36, dan 20-100 gr KCl per pohon, pada umur lebih dari 7 tahun diberikan 500 gr Urea, 250 gr KCl per pohon per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="goog_119819549"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_119819550"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemangkasan Kemiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemangkasan pada tanaman kemiri bertujuan untuk antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Agar tanaman tidak terlalu tinggi dan percabangannya lebih banyak sehingga mudah melakukan panen. Untuk tanaman yang berasal dari cangkokan, tanaman yang lebih pendek menghindari tumbangnya tanaman.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mempermudah perawatan seperti penyemprotan hama dan penyakit, membuang benalu dan sebagainya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dapat mempermuda bagian tanaman yang sudah tua&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dapat mempercepat tanaman berbunga dan berbuah (mengatur C/N ratio), karena C/N ratio besarnya sedang, dapat merangsang pembungaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, untuk pembentukan tunas-tunas baru memerlukan banyak air. Pemangkasan dilakukan terhadap cabang-cabang yang lemah, rusak, mati, sakit, dan yang terlalu berdesakan agar udara dan sinar matahari masuk kedalam kanopi tanaman. Waktu pemberian pupuk dapat bersamaan dengan pemangksan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Tanam Kemiri&lt;br /&gt;Di kebun petani tanaman kemiri biasanya tumbuh bercampur dengan tanaman lain, dalam satu areal jumlahnya tidak menentu satu atau dua batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hama Tanaman Kemiri&lt;br /&gt;Hama yang menyerang daun: tungau (Tetranichiadae), moluska dan penggerek daun. Hama yang menyerang batang adalah hama penggerek batang biasanya dari famili Ceramicyadae. Tanda-tanda serangan adalah terdapat lubang-lubang pada batang kemiri yang dalamnya mencapai 2 cm, mengeluarkan lendir dan bekas gerekan. Hama yang menyerang akar kemiri adalah dari golongan rayap. Tanda-tanda serangan adalah terdapat becak-becak hitam pada pemukaan akar dan pangkal batang. Biasanya yang diserang adalah tanaman kemiri yang masih muda. Hama yang menyerang buah/biji: Larva Dacus sp. dan kumbang penggerek buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Tanaman Kemiri&lt;br /&gt;Penyakit hawar daun cendawan, penyakit antraknosa, dan penyakit gugur buah muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tentang: artikel tentang kemiri, artikel makalah budidaya tanaman kemiri, cara menenam kemiri adu, penanaman tanaman sawit secara baik dan benar, bercocok tanam di lahan kering, contoh budidaya tanaman oyong, makalah kemiri, cara menanam pohon durian dalam pot, daun kemiri, jurnal tentang kemiri, pembahasan mengenai budidaya sirsak, kemiri berbuah, membuat buah naga berbuah, makalah ttg tanaman kemiri, latar belakang teknik budidaya kemiri, makalah tentang kemiri, macam hama penyakit dan juga yang menyerang kemiri, pemupukan kemiri, www budidaya kemiri com, waktu berbuah pohon kemiri, varietas kemiri, teknik budidaya kemiri secara lengkap, pupuk untuk kemiri, prospek pengembangan secara agribisnis tanaman kemiri, penyakit yang mudah menyerang kemiri, penyakit hawar daun pada kemiri, penyakit antraknosa kemiri adalah, pendahuluan makalah tentang tembakau, pemupukan pada kakao sebaiknya di lakaun berapa kali dalam setahun, jurnal tanaman kemiri, jurnal budidaya produksi benih kemiri dari tanam sampai, budidaya pembibitan kemiri, bibit tanaman kemiri, berapa tahun kemiri bisa menghasilkan</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/budidaya-kemiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXg8SL4CrhmTqR63XjjP4wsus6_FMXtMRSz36CFKWLhkFun4WS1mNsuDjn91MDZnr522HhhifgPSJunW-fzH5KUMlugXpvMjMgZszdEZoc9o7AFlrFxmmccwvnGW5nRdnXLthdLGKb6GyJ/s72-c/tanaman-kemiri.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-6280085888762121438</guid><pubDate>Fri, 01 Feb 2013 15:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T22:23:15.008+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><title>Cara membuat kompos</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5E9ufh_hArDifwYL2EJ34tJ1l57E_pQkzqSfZ7L-PLLlKAkXwxqxdo_IOv1uIVU3z3NvVaiAXDulQr7SLAlZsVAihnczHwBtEwMOeIy2aCYspe9gmcztlcI9GTegQksbibvpq1gxU8jqn/s1600/kompos.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5E9ufh_hArDifwYL2EJ34tJ1l57E_pQkzqSfZ7L-PLLlKAkXwxqxdo_IOv1uIVU3z3NvVaiAXDulQr7SLAlZsVAihnczHwBtEwMOeIy2aCYspe9gmcztlcI9GTegQksbibvpq1gxU8jqn/s200/kompos.jpg" width="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ada beberapa alternatif cara yang dipilih untuk membuat kompos sesuai kondisi lokal.&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Kompos jadi siap pakai&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Pada daerah yang banyak terdapat sampah kota dan desa yang telah mengalami proses pembusukan dan penghancuran yang cukup lama di alam terbuka, dapat diterapkan cara ini, sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jemur sampai kering, lalu ayak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bubuhkan 50 – 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;6,5 m3 kulit buah kopi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;30 kg abu dapur atau abu kayu&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;Cara Membuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buatlah bak pengomposan dari bak semen.Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salahsatu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m(panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yangdihasilkan berair dan lunak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bakpengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganismeaerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atastumpukan bahan tadi dengan abu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk,perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baikakan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segeramenurun lagi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaancampuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepatproses pengomposan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 %saja.Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasidengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro ataulainnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Kompos Sistem Bogor&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sampah mudah lapuk (garbage)- Jerami yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.- Kotoran ternak memamah biak- Abu dapur atau abu kayu&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Cara Membuat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Timbuni campuran jerami dan sampah setinggi 25 cm di atas bedenganberukuran 2,5 x 2,5 meter.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Timbun lagi campuran kotoran dan air kencing ternak di atas timbunan taditipis-tipis dan merata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Timbun lagi campuran jerami dan sampah-sampah setinggi 25 cm.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tutup lagi dengan campuran kotoran dan kencing ternak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Timbun bagian paling atas dengan abu sampai setebal ± 10 cm.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Balik-balik campuran bahan kompos setelah berlangsung 15 hari, 30 hari dan60 hari.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah di proses selama 3 bulan kompos biasanya cukup matang.Agar pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas bedenganpengomposan sebab air hujan dan penyinaran langsung matahari dapatmenggagalkan proses pengomposan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tentang: jenis-jenis labet, makalah ciblek, bahan bahan pupuk nasa, metode penelitian kompos jerami, cara pembuatan kompos kulit kopi, kencing ternak, kompos sistem bogor, komposisi pupuk urea npk kcl untuk karet, macam-macam jenis pupuk dan kegunaannya, makalah cara membuat kompos yang baik dan benar, makalah tentang cara pembuatan kompos dari urine kambing, metode alternatif membuat kompos, metode alternatif pembuatan kompos, sistem panen pohon kopi dari bibit 5 bulan, fungsi enzim dalm tumbuhan, daerah yang banyak pengomposan, bahan pembuatan kompos untuk 5 m3, cairan yg dihasilkan kompos, cara alternatif pembuatan kompos, cara budidaya ikan cupang yang benar, cara membuat kompos dan bahan bahannya, CARA MEMBUAT KOMPOS dari kotoran kambing, cara membuat kompos dari kulit kopi, cara membuat kompos dengan metode bak terbuka, CARA MEMBUAT KOMPOS PADA BAK, cara pembuatan kompos dan bahan nya, cara pembuatan kompos dari limbah sagu, cara pengomposan kulit kopi, unsur unsur cocopeat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://carabudidaya.com/cara-membuat-kompos/" target="_blank"&gt;www.carabudidaya.com&lt;/a&gt;</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2013/02/cara-membuat-kompos.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5E9ufh_hArDifwYL2EJ34tJ1l57E_pQkzqSfZ7L-PLLlKAkXwxqxdo_IOv1uIVU3z3NvVaiAXDulQr7SLAlZsVAihnczHwBtEwMOeIy2aCYspe9gmcztlcI9GTegQksbibvpq1gxU8jqn/s72-c/kompos.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-6669460176739037615</guid><pubDate>Sat, 26 May 2012 19:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T05:07:10.491+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info Perkebunan Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Potensi Usaha</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Trik</category><title>Peluang Budidaya Karet</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjK0_P7BFukh8qjZbTsycr5tZ_i5pfeb_QNIVc1c6R5CHU2R97SrlsUM93WJD4j9UfMroenZ313jPIM_flsVgopcILIakpUJ7Rfky8RRs0t9A5K_BYRsoceHK1hzNxkEouKiXTQdF8jxz7z/s1600/budidaya+karet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjK0_P7BFukh8qjZbTsycr5tZ_i5pfeb_QNIVc1c6R5CHU2R97SrlsUM93WJD4j9UfMroenZ313jPIM_flsVgopcILIakpUJ7Rfky8RRs0t9A5K_BYRsoceHK1hzNxkEouKiXTQdF8jxz7z/s200/budidaya+karet.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Karet (termasuk karet alam) merupakan 
kebutuhan yang vital bagi kehidupan manusia sehari-hari, hal ini terkait
 dengan mobilitas manusia dan barang yang memerlukan komponen yang 
terbuat dari karet seperti ban kendaraan, conveyor belt, sabuk 
transmisi, dock fender, sepatu dan sandal karet.&amp;nbsp;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanaman karet memerlukan waktu 4-5 tahun
 untuk dapat disadap, oleh karena itu pembangunan perkebunan karet 
memerlukan investasi jangka panjang dengan masa tenggang 4-5 
tahun.&amp;nbsp;Berikut adalah hasil evaluasi usaha perkebunan karet di desa 
Tridarma Wirajaya Kabupaten Tulangbawang di perkebunan milik saya, 
Tulangbawang merupakan merupakan salah satu daerah penghasil karet 
mentah terbesar di Lampung.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: #ffc1e0;"&gt;Tabel 1 : Tabel Evaluasi Umum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="”1?" style="height: 130px; text-align: justify; width: 412px;"&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;URAIAN&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;KETERANGAN&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Luas Lahan&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;1 ha. (10.000 m2)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Jenis Bibit Karet&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Daun lima lima asal Palembang&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Jarak Tanam&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;4 x 5 m&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Masa sebelum Panen&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;5 tahun&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Jumlah bibit&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Kurang lebih 500 batang&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Masa Panen&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Minimum 10 Tahun&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: #ffc1e0;"&gt;Tabel 2 : Tabel Evaluasi Tahapan Pembukaan dan Pemeliharaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="”1?" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;WAKTU&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;KETERANGAN&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Hari-1&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Pelubangan 500 lubang&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Bulan-6&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Pembelian Bibit 500 batang Penanaman 500 lubang Pupuk NPK Karet 2 sak&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Bulan-7&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Pembersihan Lahan&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Tahun ke 1 sd ke 3&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Pentunasan 2 kali sebulan selama 3 tahun&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Tahun ke 1 sd ke 3&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Pemupukan NPK, UREA dan KCL setiap 6 bulan sekali atau 5 kali dalam 3 tahun&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Tahun-4 sd Tahun-5&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Pemupukan NPK dan UREA setiap 6 bulan sekali atau 4 kali dalam 2 tahun&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: #ffc1e0;"&gt;Tabel 3 : Evaluasi Biaya Investasi dan Pemeliharaan. (Rp/ha)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;- TOTAL BIAYA INVESTASI Rp. 42.000.000&lt;/b&gt;
 =&amp;nbsp;Pembelian Lahan Kosong Rp. 35.000.000 +&amp;nbsp;Bea Balik Nama (melalui 
Notaris) Rp. 5.000.000 +&amp;nbsp;Pembukaan lahan dan penanaman Rp. 2.000.000&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &lt;b&gt;TOTAL BIAYA PEMELIHARAAN Tahun Ke-1 sd 5 Rp. 10.000.000 =&amp;nbsp;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Pemeliharaan Tahun ke-1 Rp. 2.000.000 +&amp;nbsp;Pemeliharaan Tahun ke-2 s.d. 4  Rp. 5.000.000 +&amp;nbsp;Pemeliharaan Tahun ke- 5 Rp. 3.000.000&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;b&gt;TOTAL BIAYA INVESTASI &amp;amp; PEMELIHARAAN Rp.52.000.000&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="background-color: #ffc1e0;"&gt;Tabel 4 : Tabel Evaluasi Pendapatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="”1?" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;UARAIAN&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;NILAI KISARAN&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Hasil Berat karet basah/bulan&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;500 kg&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Harga karet/Kg basah&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Rp 8,000 (rata-rata minimal pada tahun 2009)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Pendapatan kotor/bulan&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Rp 4,000,000&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Upah penderesan/bulan&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Rp 1,200,000&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;TOTAL PENDAPATAN/bulan&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Rp 2,800,000&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;TOTAL PENDAPATAN Thn Ke-6 sd 15&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Rp 336,000,000 (asumsi harga rata2 karet mentah stabil Rp.9000)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;TOTAL B.INVESTASI &amp;amp; PEMELIHARAAN&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Rp 52,000,000&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;TOTAL PENDAPATAN BERSIH&lt;/td&gt;
&lt;td bgcolor="#00cfcc"&gt;Rp 284,000,000 (selama 10 tahun)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;div class="mceTemp" style="text-align: justify;"&gt;

&lt;dl class="wp-caption alignleft" id="attachment_60" style="width: 235px;"&gt;
&lt;dt class="wp-caption-dt"&gt;&lt;a href="http://jiputro.net/wp-content/uploads/2010/10/DSC01353.jpg"&gt;&lt;img alt="karet-jiputro.net" class="size-medium wp-image-60" height="300" src="http://jiputro.net/wp-content/uploads/2010/10/DSC01353-225x300.jpg" title="karet-jiputro.net" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;dd class="wp-caption-dd"&gt;karet-jiputro.net&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebutuhan karet alam maupun karet 
sintetik terus meningkat sejalan dengan meningkatnya standar hidup 
manusia.&amp;nbsp;Pertumbuhan ekonomi dunia yang pesat pada sepuluh tahun 
terakhir, terutama China dan beberapa negara kawasan Asia-Pasifik dan 
Amerika Latin seperti India, Korea Selatan dan Brazil, memberi dampak 
pertumbuhan permintaan karet yang cukup tinggi, walaupun pertumbuhan 
permintaan karet di negara-negara industri maju seperti Amerika Serikat,
 Eropa Barat dan Jepang relatif stagnan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut perkiraan International Rubber 
Study Group (IRSG), diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet 
alam pada periode dua dekade ke depan. Hal ini menjadi kekuatiran pihak 
konsumen, terutama pabrik-pabrik ban seperti Bridgestone, Goodyear dan 
Michellin. Hasil studi REP meyatakan bahwa permintaan karet alam dan 
sintetik dunia pada tahun 2035 adalah sebesar 31.3 juta ton untuk 
industri ban dan non ban, dan 15 juta ton diantaranya adalah karet alam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertumbuhan produksi untuk Indonesia 
dapat dicapai melalui peremajaan atau penaman baru karet yang cukup 
besar, dengan perkiraan produksi pada tahun 2020 sebesar 3.5 juta ton 
dan tahun 2035 sebesar 5.1 juta ton.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber Artikel : &lt;a href="http://jiputro.net/perkebunan/peluang-budidaya-karet" target="_blank"&gt;Jiputro.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2012/05/peluang-budidaya-karet.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjK0_P7BFukh8qjZbTsycr5tZ_i5pfeb_QNIVc1c6R5CHU2R97SrlsUM93WJD4j9UfMroenZ313jPIM_flsVgopcILIakpUJ7Rfky8RRs0t9A5K_BYRsoceHK1hzNxkEouKiXTQdF8jxz7z/s72-c/budidaya+karet.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-3021810877521000921</guid><pubDate>Sat, 26 May 2012 19:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T12:48:49.057+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertanian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Potensi Usaha</category><title>Perawatan dan Pemupukan Kebun Karet Produktif</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjynSLY_C-CFDRCI4AgqucEAzGWR66lgsL5Peyk-PalniyR_Y511EF52agrnT-_eSiaeAH5-pfzgI7vSUOxZjPnncVJ288l7ElbfYWeyPxF8DtJzxuTzgn7LN7r1X5nXaohLmuvatPxP3f0/s1600/bisnis+getah+karet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjynSLY_C-CFDRCI4AgqucEAzGWR66lgsL5Peyk-PalniyR_Y511EF52agrnT-_eSiaeAH5-pfzgI7vSUOxZjPnncVJ288l7ElbfYWeyPxF8DtJzxuTzgn7LN7r1X5nXaohLmuvatPxP3f0/s200/bisnis+getah+karet.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Memiliki usaha perkebunan karet sangat 
tergantung dengan kondisi alam dan kemampuan pohon karet itu sendiri 
dalam menghasilkan getah. Tentunya dalam merawat perkebunan karet tugas 
utamanya adalah bagaimana caranya menjaga pohon karet tetap sehat dan 
produktif dalam menghasilkan getah karet.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada
 umumnya perawatan dilakukan setiap tahunnya seperti halnya yang telah 
kami lakukan pada kebun karet kami yang telah berumur lebih dari 6 
tahun, seperti berikut ini :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Pembersihan Gulma dan tanaman pengganngu lahan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Menjaga sistem penyadapan tetap baik dan tidak merusak kuilit batang&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Pemupukan dua kali dalam setahun, 
dengan pupuk Pupuk NPK (N = Nitrogen + P= Pospat + K = Kalium). Nitrogen
 untuk daun dan Pospat untuk batang serta Kalium untuk akar&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Pemberian suplemen untuk suplemen untuk penguat getah agar makin lancer, dengan nama suplemen : Supertan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5. Menjaga lingkungan sekitar pohon agar tetap mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6. Memangkas dahan yang seringkali memberatkan beban batang pohon karet&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pupuk NPK seringkali digunakan karena 
pupuk ini memiliki keunggulan seperti meningkatkan hasil lebih dari 40%,
 mudah ditebar dan langsung meresap, batang lebih kokoh dan tahan rebah,
 cocok untuk segala jenis tanaman, tanah menjadi lebih subur, hara 
tersedia lengkap dan berimbang, terbuat dari bahan bermutu, serta aman 
untuk lingkungan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengenai sistem pemupukan untuk karet 
produksi dalam setiap pemupukan sebaiknya menggunakan 50 Kg Pupuk NPK 
dicampur dg 10 Kg. Supertan kemudian ditaburkan disekelilingi pohon pada
 ujung akar serabut yang sudah disiapkan sebelumnya dalam bentuk lubang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Manfaat lubang tersebut agar akar 
serabut ujung putus dan akan tumbuh akar serabut baru yang akan cepat 
menyerap pupuk serta jika terjadi hujan pupuk tidak hanyut, begitu juga 
persediaan pupuk pada lubang akan lebih lama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berikut lebih jelasnya mengenai rincian biaya perawatan kebun karet produktif dalam setahun :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://jiputro.net/wp-content/uploads/2010/12/perawatan-karet.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-407" height="349" src="http://jiputro.net/wp-content/uploads/2010/12/perawatan-karet.jpg" title="perawatan karet" width="600" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;sumber : jiputro.net&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2012/05/perawatan-dan-pemupukan-kebun-karet.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjynSLY_C-CFDRCI4AgqucEAzGWR66lgsL5Peyk-PalniyR_Y511EF52agrnT-_eSiaeAH5-pfzgI7vSUOxZjPnncVJ288l7ElbfYWeyPxF8DtJzxuTzgn7LN7r1X5nXaohLmuvatPxP3f0/s72-c/bisnis+getah+karet.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-1775081571366086014</guid><pubDate>Mon, 23 Apr 2012 04:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T05:10:47.079+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Alexa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SEO</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Trik</category><title>Meningkatkan Rank Alexa</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1HigVofL4y7eKGsK_3R7gAzNL2VtLinKDiSAnzErBFpGlo4MGu-Twqi2gs97GaNWMITBcpen-R09HSBXrZPQ5sopf1v-S6HNB94WqqsEXQcsYz19o8LP0UdzRPE1-AWfL32qfTuQLwe68/s1600/alexa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1HigVofL4y7eKGsK_3R7gAzNL2VtLinKDiSAnzErBFpGlo4MGu-Twqi2gs97GaNWMITBcpen-R09HSBXrZPQ5sopf1v-S6HNB94WqqsEXQcsYz19o8LP0UdzRPE1-AWfL32qfTuQLwe68/s200/alexa.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
1. Langkah yang paling dasar : Get  lot of site traffic! Karena ide awal dari Alexa rank adalah untuk  menentukan website mana yang memiliki traffic paling banyak dengan  asumsi, banyak traffic = lebih populer. Yep, Alexa pada dasarnya adalah  ranking popularistas suatu website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Alexa Toolbar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menggunakan &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD9"&gt;browser&lt;/span&gt;  yang terinstall toolbar Alexa bisa ningkatin ranking website kamu.  Sebenarnya bukan hanya websitemu, setiap website yang dikunjungi browser  yang terinstall toolbar Alexa juga mendapat “nilai” yang akan  diperhitungkan dalam ranking. Lalu, bukankah pengunjung pasti dari  websitemu adalah dirimu sendiri? So, kalau browsermu sudah terinstall  toolbar, maka penambahan point ranking akan terjadi secara otomatis!  Nah, toolbar Alexa tersebut bisa di install melalui link berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.alexa.com/toolbar?utm_source=top-nav&amp;amp;utm_medium=www&amp;amp;utm_campaign=toolbar" target="_blank"&gt; &lt;img alt="Download Alexa Toolbar Now" src="http://www.alexa.com//images/toolbar/button-extension-install.png" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Alexa Widget&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pasang Alexa site stat widget di  websitemu. Alexa site stat ini mengandung javascript yang mengantarkan  setiap data pengunjung (ping) ke &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7"&gt;server&lt;/span&gt;  Alexa sehingga statistik Alexa menjadi lebih akurat. Scriptnya bisa  diambil di sini. Tinggal copy paste. Ga perlu malu pasang Alexa widget  yang gede, untuk mencapai hasil yang diinginkan tentunya ada harga yang  harus dibayar kan? Siapa sangka dulunya ranking 3 juta-an sekarang  ranking 300 ribuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Alexa Redirection&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gunakan Alexa redirection setiap berkunjung ke websitemu. Formatnya seperti berikut:&lt;br /&gt;
http://redirect.alexa.com/redirect?www.dmki.net&lt;br /&gt;
(Ganti www.dmki.net dengan URL websitemu)&lt;br /&gt;
Alexa Redirection sudah tidak berfungsi lagi. Setiap loading page dengan link ini akan muncul pesan 404.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.sponsoredreviews.com/?aid=107666" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com" border="0px" src="http://www.srwww1.com/images/SR/Affiliate/4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;5. Alexa Blog/Content&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tulis/blog tentang Alexa di blogmu. Webmaster dan Blogger suka cara-cara untuk meningkatkan ranking Alexa. Ya… mungkin seperti yang dibaca sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengapa Alexa penting ? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jawabannya, karena ada beberapa website layanan iklan komersil yang memberikan syarat ranking Alexa dalam batasan tertentu. &lt;a href="http://www.reviewme.com/" target="_blank"&gt;ReviewMe&lt;/a&gt;, &lt;script type="text/javascript"&gt;
function affiliateLink(str){ str = unescape(str); var r = ''; for(var i = 0; i &lt; str.length; i++) r += String.fromCharCode(4^str.charCodeAt(i)); document.write(r); }
affiliateLink('8e%24lvab9%26qj%60abmja%60%26%3Aqj%60abmja%608+e%3A');
&lt;/script&gt; dan &lt;a href="http://www.sponsoredreviews.com/?aid=107666" target="_blank"&gt;Sponsored Reviews&lt;/a&gt;  adalah 3 diantaranya dan masih banyak lagi. Jikapun kita tidak  berkeinginan menggunakan layanan iklan komersil atau tidak ingin  menjadikan blog kita sebagai monetize blog, peningkatan ranking Alexa bisa dipandang sebagai upaya untuk melakukan sedikit optimasi yang bisa bermanfaat bagi kwalitas blog.
Sumber: &lt;a href="http://kabarpalembang.blogspot.com/2011/07/meningkatkan-ranking-alexa.html"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kabar Palembang &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2012/04/meningkatkan-rank-alexa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1HigVofL4y7eKGsK_3R7gAzNL2VtLinKDiSAnzErBFpGlo4MGu-Twqi2gs97GaNWMITBcpen-R09HSBXrZPQ5sopf1v-S6HNB94WqqsEXQcsYz19o8LP0UdzRPE1-AWfL32qfTuQLwe68/s72-c/alexa.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-751836027303827712</guid><pubDate>Tue, 06 Mar 2012 19:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T23:43:59.158+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><title>Teknologi Budidaya Jagung di Lahan Kering</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiabyLiRnut52FLRsPAk10UlYwYLjLS9s9gyEVXsC3pbizFdHtt_a_j9fDGROhvv7w73ZL1Xyudywq0dyFmnk68gZeHFGy25UoDtjcUjIo8xYhIlO9Vem-Zoxp8AqNjBg0AWcxM8dWOwEQ/s1600/jagung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="191" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiabyLiRnut52FLRsPAk10UlYwYLjLS9s9gyEVXsC3pbizFdHtt_a_j9fDGROhvv7w73ZL1Xyudywq0dyFmnk68gZeHFGy25UoDtjcUjIo8xYhIlO9Vem-Zoxp8AqNjBg0AWcxM8dWOwEQ/s200/jagung.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Untuk  memenuhi kebutuhan jagung nasional diperlukan upaya peningkatan  produksi melalui peningkatan produktivitas lahan dan tanaman serta  perluasan areal tanam. Potensi pengembangan jagung terutama di lahan  kering dinilai masih terbuka karena hasil rata-rata masih rendah yaitu  1,2 ton/ha. Padahal potensi hasil yang bisa dicapai adalah sebesar 4,5  ton/ha untuk varietas bersari bebas dan 5 – 7,6 ton/ha untuk jagung  hibrida. Hal ini dapat ditempuh melalui penyempurnaan atau perbaikan  teknologi produksi seperti penggunaan varietas unggul, pengolahan tanah  sempurna, pemupukan, pengendalian hama penyakit terpadu serta penanganan  panen dan pasca panennya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemilihan Varietas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Varietas  jagung yang digunakan merupakan faktor penentu potensi hasil. Varietas  unggul jagung yang akan diusahakan sebaiknya mempunyai kriteria sebagai  berikut:&lt;br /&gt;
- Hasil per satuan luas relatif tinggi&lt;br /&gt;
- Tanggap terhadap pemupukan&lt;br /&gt;
- Berumur pendek&lt;br /&gt;
- Beradaptasi baik padaa berbagai kondisi llingkungan&lt;br /&gt;
- Mempunyai batang yang kokoh dan tahan rebah&lt;br /&gt;
- Tahan terhadap hama penting&lt;br /&gt;
- Biji keras dengan warna biji merata&lt;br /&gt;
- Kandungan protein&amp;nbsp; biji cukup tinggi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Persiapan Lahan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Persiapan lahan untuk tanaman jagung meliputi pengolahan tanah dan pembuatan saluran drainase. &lt;br /&gt;
Pengolahan  tanah dapat dilakukan 2 (dua) kali, pertama kegiatan pembongkahan tanah  dan kedua meratakan, menghaluskan serta membersihkan gulma dan sisa  tanaman. Kemudian dibuat saluran di sekeliling lokasi pertanaman. Pada  tanah berpasir, pengolahan tanah dapat dilakukan secara minimum  sedangkan pada tanah berlempung berat maka pengolahan tanah dilakukan  secara sempurna. Untuk tanah yang mempunyai struktur yang gembur,  pengolahan tanah tidak perlu dilakukan secara sempurna, cukup diolah  sepanjang barisan tanaman sedalam lapisan olah, yaitu sekitar 2 – 4 cm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Persiapan Benih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mutu  benih sangat menentukan produktivitas jagung yang akan dihasilkan,  selain itu penggunaan benih bermutu juga menentukan jumlah benih yang  akan dipakai per satuan luas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Ciri-ciri benih yang baik adalah:&lt;br /&gt;
- Bebas hama dan penyakit&lt;br /&gt;
- Daya tumbuh di atas 80%&lt;br /&gt;
- Biji sehat, berisi dan tidak keriput serta tidak mengkilat&lt;br /&gt;
- Tidak bercampur dengan varietas lain&lt;br /&gt;
- Penampilan tanaman seragam&lt;br /&gt;
- Kebutuhan benih jagung di lahan kering ±25 kg/ha dengan jarak tanam 70x30 cm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penanaman  tanaman jagung harus memperhatikan kondisi kelembaban tanah. Pada saat  tanam tanah harus cukup lembab tapi tidak terlalu basah. Untuk lahan  kering penanaman dapat dilakukan dua kalli dalam setahun yaiut; pada  Bulan Oktober atau November dan pada Bulan Maret atau April. Penanammn  jagung dilakukan dengan cara menugal pada kedalaman 3 – 5 cm, tiap  lubang diisi 2 benih. Setelah 15 hari dilakukan penjarangan sekaligus  penyulaman pada tanaman yang mati agar tanaman dapat tumbuh dengan baik  dan optimal serta seragam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Produksi  jagung dipengaruhi oleh pupuk, tanpa dilakukan pemupukan produksi  jagung akan rendah. Sebaliknya pemupukan yang berlebihan tidak hanya  berpengaruh negatif terhadap lingkungan dan produksi tetapi juga dapat  menurunkan pendapatn petani, oleh karena itu penggunaan pupuk perlu  memperhatikan aspek efisiensinya. Dosis pemupukan jagung di lahan kering  adalah; 300 kg/ha Urea, 200 kg/ha SP-36, dan 100 kg/ha KCL. Dengan cara  dan waktu aplikasi 1/3 bagian Urea dan seluruh SP-36 dan KCL diberikan  dalam larikan di samping barisan tanaman pada saat tanam. Selanjutnya  2/3 bagian Urea diberikan saat tanaman berumur 30 HST biasanya dilakukan  bersamaan dengan penyiangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemeliharaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemeliharaan  tanaman meliputi penyiangan (sanitasi), pembumbunan, pengaturan drinase  dan aerasi. Pengturan aerasi sangat penting untuk memperlancar aliran  udara yang masuk dan keluar ke petakan tanamn agar terhindar dari  serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur atau busuk pelepah  (Rhizoctonia sp). Pertumbuhan jagung akan lebih baik apabila tidak  terjadi persaingan dengan gulma dalam mendapatkan unsur hara, terutama  pada fase pertumbuhan awal. Penyiangan pertama dapat dilakukan pada umur  10 – 15 HST dan penyiangan kedua dilakukan pada umur 20 – 30 HST.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengendalian HPT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hasil  jagung dipengaruhi oleh keberadaan hama penyakit di lapangan. Hama yang  sering mengganggu tanaman jagung adalah penggerek batang, lalat bibit,  yang disebut hama utama. Sedangkan beberapa hama lain seperti penggerek  daun, belalang, penggerek tongkol dan kutu daun disebut hama kedua.  Penyakit yang paling penting yang menyerang tanaman jagung selain Bulai  (Corn Downy mildew), adalah penyakit hawar daun, busuk pelepah, penyakit  karat, bercak daun, busuk tongkol dan busuk batang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk penanggulangan hama dan penyakit pada tanaman jagung adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
- Penanaman varietan yang toleran terhadap hama/penyakit utama&lt;br /&gt;
- Pemusnahan tanaman yang sakit&lt;br /&gt;
- Pengaturan pola tanam&lt;br /&gt;
- Penggunaan fungisida cukup efektif untuk mencegah perkembangan penyakit bulai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Panen dan Pasca Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jagung  pipilan kering sudah siap dipanen apabila telah terbentuknya lapisan  hitam di ujung biji dan kulit tongkol (klobot) sudah mengering. Jika  tidak segera dikonsumsi atau dijual, maka sebaiknya jagung dipanen  bersama klobotnya agar biji tidak mudah rusak dan dapat disimpan selama 3  – 4 bulan. Pada saat panen kadar air harus dalam kondisi yang rendah  yaitu 14 – 15%. Bila kadar air tinggi 17 -20% menyebabkan&amp;nbsp; terjadinya  susut hasil besar. Hal ini ada kaitannya dengan hama yang ada di tempat  penyimpanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2012/03/teknologi-budidaya-jagung-di-lahan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiabyLiRnut52FLRsPAk10UlYwYLjLS9s9gyEVXsC3pbizFdHtt_a_j9fDGROhvv7w73ZL1Xyudywq0dyFmnk68gZeHFGy25UoDtjcUjIo8xYhIlO9Vem-Zoxp8AqNjBg0AWcxM8dWOwEQ/s72-c/jagung.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-5673762453906812658</guid><pubDate>Tue, 06 Mar 2012 19:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T05:15:36.760+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><title>Pengawetan Dedak Padi dengan Cara Fermentasi</title><description>&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjewyw6HeQ7HKo6NE9FpXi-rRq3FCdFj81CW1EAOo9XgshJIQFUTOY77DYmsg_-TnclO3cXIh6eSac69-0YreZyDEnW4xYWx-bTclrY9KaHTaB1jPqx76bAcH4RtASfWgplvb0yRsdoK6H/s1600/padi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjewyw6HeQ7HKo6NE9FpXi-rRq3FCdFj81CW1EAOo9XgshJIQFUTOY77DYmsg_-TnclO3cXIh6eSac69-0YreZyDEnW4xYWx-bTclrY9KaHTaB1jPqx76bAcH4RtASfWgplvb0yRsdoK6H/s200/padi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Dedak Padi &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Dedak  padi merupakan hasil samping penggilingan padi. Ketersediaannya  sepanjang tahun berfluktuasi. Kondisi ini disebabkan karena dedak padi  pada musim panen melimpah, sebaliknya pada musim kemarau berkurang.  Selain itu dedak padi tidak dapat disimpan lama. Keadaan ini disebabkan  karena ketidakstabilan dedak padi selama penyimpanan. Ketidakstabilan  ini disebabkan karena aktifitas enzim. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Aktifitas enzim ini dapat  menyebabkan kerusakan atau ketengikan oksidatif pada komponen minyak  yang ada dalam dedak padi. Suatu teknologi penyimpanan dedak padi dengan  cara fermentasi anaerob dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan  tersebut di atas. Teknologi ini dapat memperpanjang waktu simpan dedak  padi. Selain itu, teknologi ini dapat menurunkan kandungan asam fitat  dedak padi sehingga penggunaannya dapat lebih maksimal dalam ransum.  Asam fitat ini mampu berikatan dengan mineral, protein dan pati  membentuk garam atau senyawa komplek, seperti: fitat-mineral,  fitat-protein, fitat mineral protein dan fitat-mineral-protein-pati  sehingga mineral, protein dan pati yang terkandung dalam ransum tidak  dapat optimal digunakan oleh ternak. Irianingrum (2009) melaporkan bahwa  perlakuan fermentasi dan lama penyimpanan dapat menurunkan kandungan  asam fitat dari 6,70% menjadi 2,07% dan meningkatkan nilai Koefisien  Cerna Bahan Kering (KCBK) dari 63,06% menjadi 69,72%. Dedak yang telah  difermentasi dapat disimpan dalam waktu 4 bulan (Maragi, 2010). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Fermentasi&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Fermentasi  merupakan proses pemecahan senyawa organik menjadi senyawa sederhana  dengan melibatkan mikroorganisme. Tujuan fermentasi adalah untuk  meningkatkan kandungan nutrisi suatu produk sehingga menjadi lebih baik.  Selain itu juga untuk menurunkan zat anti nutrisi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Medium fermentasi dapat dibagi tiga: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;a. Medium padat: medium tdk larut, tetapi cukup lembab utk keperluan mikrobia (KA 12–60 %). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;b. Medium semi padat: medium tdk larut, kelembaban cukup (KA 65 –80 %). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;c. Medium cair: medium cair substrat larut dan atau tak larut (KA &amp;gt; 80 %) (Pujaningsih, 2005). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Teknologi  fermentasi anaerob yang digunakan pada pengawetan dedak padi dapat  memanfaatkan starter bakteri asam laktat (BAL). Penambahan bakteri asam  laktat ini akan mempercepat proses fermentasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Bakteri Asam Laktat (BAL) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Bakteri  asam laktat (BAL) adalah bakteri anaerob fakultatif yang dapat hidup  pada tanaman, saluran pencernaan hewan maupun manusia. Bakteri ini tidak  bersifat patogen dan aman bagi kesehatan sehingga sering digunakan  dalam industri pengawetan makanan dan minuman (Hardiningsih et al.,  2006), seperti: yogurt, minuman fermentasi, mentega fermentasi, keju,  saos, kedelai dan sake (Januarsyah, 2007). Bakteri asam laktat dapat  menjaga mutu makanan karena dapat mengendalikan pertumbuhan bakteri  pengganggu dan pembusuk dengan memproduksi asam organik, hidrogen  peroksida, diasetil dan bakteriosin. Bakteriosin merupakan suatu senyawa  protein yang memiliki sifat bakterisidal terhadap bakteri gram positif  dan gram negatif. Bakteriosin aman digunakan sebagai pengawet makanan  karena dapat didegradasi oleh enzim protease yang terdapat dalam tubuh  hewan maupun manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Bakteri  asam laktat, baik yang bersifat homofermentatif maupun  heterofermentatif memanfaatkan substrat yang tersedia pada lingkungannya  dengan hasil akhir berupa energi dan asam-asam lemah, seperti: asam  laktat, asam asetat serta CO2. Keberadaan asam laktat sebagai produk  metabolisme dapat bersifat sebagai salah satu faktor penghambat bagi  pertumbuhan mikroorganisme lain yang bersifat tidak baik (Lunggani,  2007). Bakteri asam laktat mempunyai kemampuan membinasakan bakteri  saluran pencernaan yang patogen karena menghasilkan D, L atau DL asam  laktat yang terfermentasi (Huis in’t Veld et al., 1994). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Asam  laktat yang dihasilkan selama proses fermentasi akan berperan sebagai  zat pengawet sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme  pembusuk. Bakteri asam laktat secara alami ada di tanaman s€hingga dapat  secara otomatis berperan pada saat fermentasi,, tetapi untuk  mengoptimumkan fase ensilase dianjurkan untuk melakukan penambahan  aditif, seperti inokulum bakteri asam laktat dan aditif lainnya untuk  menjamin berlangsungnya fermentasi asam lakat yang sempuma (Ridwan et  al., 2005). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Starter &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Starter  adalah populasi mikroba dalam jumlah dan kondisi fisiologis yang siap  diinokulasikan pada media fermentasi. Media starter biasanya identik  dengan media fermentasi. Media ini diinokulasi dengan biakan murni dari  agar miring yang masih segar. Volume starter disesuaikan dengan volume  media fermentasi yang akan disiapkan. Dianjurkan volume starter tidak  kurang dari 5% dari volume media yang akan difermentasi. Pemakaian  starter yang terlalu banyak tidak dianjurkan karena tidak ekonomis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Pembuatan Dedak Padi Fermentasi&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Dedak  padi yang akan diawetkan adalah dedak padi yang masih baru dan segar.  Dedak padi selanjutnya ditambah air (50% dari berat dedak padi [v/w]).  Air yang ditambahkan sebelumnya dicampur terlebih dahulu dengan molases  (3% dari berat dedak padi). Molases merupakan hasil samping industri  tebu yang masih mengandung gula cukup tinggi terutama sukrosa (34%).  Dedak padi yang telah ditambah air diaduk-aduk sampai merata,  selanjutnya dimasukkan drum atau kantong plastik dan ditutup  rapat-rapat. Dedak padi yang sudak dimasukkan drum atau plastik  selanjutnya difermentasi selama 2 bulan pada suhu kamar (Balitnak,  2010). Apabila dalam pembuatan dedak padi fermentasi molases sukar  diperoleh, maka molases dapat diganti dengan gula pasir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2012/03/pengawetan-dedak-padi-dengan-cara.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjewyw6HeQ7HKo6NE9FpXi-rRq3FCdFj81CW1EAOo9XgshJIQFUTOY77DYmsg_-TnclO3cXIh6eSac69-0YreZyDEnW4xYWx-bTclrY9KaHTaB1jPqx76bAcH4RtASfWgplvb0yRsdoK6H/s72-c/padi.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-6728905272933535251</guid><pubDate>Tue, 28 Feb 2012 17:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T05:20:01.267+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karet</category><title>Teknik Okulasi Karet</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib0d0L1OFJlFTvL5qpP_ZcSZOOABXYfXc2AidxrMZYo7Oz8UXxzaeKVCr320ozAIwbL_jaaTjKpZJhkYC7oBSznCHgdP4lhTiI6xu0k_uSw9PgPT2_q2kfewQ21HpnNBqahi6jh4OyYhz0/s1600/karet+okulasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib0d0L1OFJlFTvL5qpP_ZcSZOOABXYfXc2AidxrMZYo7Oz8UXxzaeKVCr320ozAIwbL_jaaTjKpZJhkYC7oBSznCHgdP4lhTiI6xu0k_uSw9PgPT2_q2kfewQ21HpnNBqahi6jh4OyYhz0/s200/karet+okulasi.jpg" width="149" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Okulasi pohon karet merupakan  suatu  rangkaian usaha untuk memperoleh bahan tanam yang baik dan merupakan  rangkaian yang tidak dapat dipisahkan sejak dari seleksi biji dan  pengecambahan.Macam okulasi ada 2 yaitu okulasi hijau (&lt;i&gt;green budding&lt;/i&gt;) dan okulasi coklat (&lt;i&gt;brown budding&lt;/i&gt;). Okulasi hijau dilaksanakan pada bibit umur 5-6 bulan dan okulasi coklat umur 9-10 bulan.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify;" type="A"&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="a"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Pada  okulasi hijau : entres diperoleh dari cabang       dengan 2 payung  berumur 5-6 bulan dengan payung berwarna hijau tua segar.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Pada  okulasi coklat : dilaksanakan pada bibit umur       9-10 bulan. Entres  yang digunakan berumur 6-12 bulan dan berwarna coklat.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;
Sehubungan  dengan tersedianya biji di kebun-kebun Jawa Tengah pada bulan Maret/  April maka agar penanaman ke polybag tepat waktu dan dapat tersedia  bibit siap salur 2-3 payung okulasi menggunakan sistem &lt;i&gt;brown budding&lt;/i&gt;/ okulasi coklat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;Alat-alat okulasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pisau okulasi yang tajam&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pembalut plastik untuk membalut jendela pada batang bawah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Batang pisang untuk meletakkan kayu entres&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lap bersih yang dibalutkan dipergelangan tangan untuk membersihkan pisau okulasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lap untuk membersihkan getah pada jendela batang bawah dan kayu entres&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Batu asah untuk mengasah pisau okulasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jenis-jenis mata okulasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;
Mengetahui  jenis-jenis mata okulasi adalah sangat penting agar okulasi yang  dilaksanakan tidak sia-sia dan tingkat keberhasilannya tinggi.  Jenis-jenis mata okulasi, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;"&gt;
1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;      &lt;/span&gt;Mata sisik :  terdapat pada ujung internodia, pertumbuhannya paling  lambat.   Kurang baik untuk okulasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;"&gt;
2. Mata prima :  mata tunas yang terletak diketiak daun. Mata inilah  yang terbaik untuk okulasi. Letaknya dibagian tengah internodia. Jumlahnya tiap meter kayu entres terdapat 15-20 mata okulasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;"&gt;
3.  Mata palsu : mata tunas yang tidak pada ketiak daun, berada dibagian  paling bawah internodia, jumlahnya antara 3-5 mata. Bila mata ini  digunakan untuk okulasi tidak akan tumbuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;   A.     Cara Okulasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;
Pertama :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;
-  Membuat jendela okulasi pada batang bawah dengan cara mengiris dengan  membungkukkan badan. Tinggi sisi kanan dan kiri jendela teratas adalah  10 cm dari tanah sedang tinggi sisi kanan dan kiri jendela terbawah  adalah 4 cm dari tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;
Tinggi  sisi kanan dan kiri jendela okulasi pada batang bawah dilakukan  berturut-turut untuk 20 pohon, kemudian kembali ke tempat kayu entres  yang sudah disediakan terlebih dahulu untuk mengambil mata okulasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;       &lt;/span&gt;Tinggi sisi kanan dan kiri jendela teratas ± 10 cm dari tanah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;      &lt;/span&gt;Tinggi sisi kanan dan kiri jendela terbawah ± 4 cm dari tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;
Pembuatan jendela pada batang bawah dapat dilakukan dengan bukaan ke atas dan bukaan ke bawah. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
            Kedua :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengambil mata okulasi dari kayu entres dilakukan dengan cara  membuat jendela pada batang bawah. Mata okulasi yang idambil adalah mata okulasi yang dapat digunakan (mata okulasi hidup).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kesiapan  batang bawah yang dapat dilakukan okulasi adalah saat daun karet pada  paying teratas sudah tua, jika daun pada paying teratas masih muda,  tanaman karet akan tumbuh kurang baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Rata-rata tanaman yang diokulasi baik batang bawah atau batang atas (entres) minimal mempunyai 2 payung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kayu  entres harus diletakkan pada batang pisang supaya mata okulasi tidak  rusak. Sebelum membuat jendela untuk mengambil mata okulasi, getah yang  melekat pada pisau okulasi harus dibersihkan dahulu dengan lap bersih  diikatkan pada pergelangan tangan kiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk  membuat jendela okulasi pada batang bawah dan membuat jendela pada kayu  entres untuk mengambil mata okulasi , diperlukan pisau okulasi yang  tajam. Pisau okulasi yang tidak tajam (majal) akan mengakibatkan mata  okulasi yang diambil menjadi sobek/ pecah dan akan mati jika  disambungkan dengan batang bawah, irisan menjadi berat dan keseluruhan  pekerjaan okulasi menjadi lambat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;
Ketiga : &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Membuka  jendela pada batang bawah, menempelkan mata okulasi dan membalut  jendela pada batang bawah. Sebelum membuka jendela pada batang bawah  getah yang keluar dari irisan pembuatan jendela harus dibersihkan dahulu  dengan kain. Teknik pengambilan mata okulasi dan menempelkannya pada  batang bawah yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;;"&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setelah membuat jendela pada kayu entres dan mengirisnya, pangkal irisan dipotong dengan pisau okulasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;;"&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Langkah selanjutnya adalah memotong ujung irisan dan langsung mengambil mata okulasi untuk ditempelkan pada batang bawah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;;"&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Waktu yang tepat untuk melakukan okulasi adalah jam 06.00 – 10.00 pagi dan jam 15.00 – 17.00 sore.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;B.  Pemeriksaan hasil okulasi :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 153pt; text-align: justify; text-indent: -117pt;"&gt;
Pemeriksaan pertama :     2  minggu setelah okulasi, plastik pembalut dibuka. Bila mata entres masih  berwarna hijau berarti hidup dan bila berwarna coklat kehitaman mati.  Yang mati diberi tanda dengan daun/ plastik yang diselipkan diatas  jendela okulasi setinggi ± 20 cm. Dilakukan okulasi ulang terhadap  okulasi yang gagal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 153pt; text-align: justify; text-indent: -117pt;"&gt;
Pemeriksaan kedua :        2 minggu setelah pemeriksaan pertama, yang mati diberi tanda seperti pemeriksaan pertama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 153pt; text-align: justify; text-indent: -117pt;"&gt;
Pemeriksaan ketiga :        1  minggu setelah pemeriksaan kedua yang hidup diberi tanda berupa totolan  cat 1 cm di samping atas jendela dengan ketentuan warna berdasarkan  klon sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr style="height: 21.15pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; height: 21.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
Klon&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 21.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
Warna&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 20.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
BPM 1&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
Biru&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 20.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
BPM   24&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
Merah&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 20.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
RRIC   100&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
Putih&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 20.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
IRR   118&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
Hitam&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 21.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 21.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
PB   260&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 21.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
Kuning&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 20.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
PB   330&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
Hijau&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 20.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
PB   340&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 20.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
Coklat&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 21.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 21.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
IRR   39&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 21.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 120.7pt;" valign="top" width="161"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
Hijau   Putih&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 171pt; text-align: justify; text-indent: -135pt;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 171pt; text-align: justify; text-indent: -135pt;"&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
      &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;
&lt;b&gt;C.  Pemotongan/ penyerongan bibit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 56.25pt; text-align: justify;"&gt;
Hal yang perlu diperhatikan sebelum pemotongan bibit sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sebelum dilakukan pemotongan dilakukan pemberian pupuk N dengan dosis 20 gram/ pohon.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dilakukan 2-4 minggu sebelum dipindah ke polybag dilakukan pemotongan dengan cara  menyerong  dari atas tempat okulasi miring ke bawah pada batang yang tidak  diokulasi setinggi ± 3 cm diatas jendela okulasi dengan luka bekas  potongan dengan parafin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -1in;"&gt;
&lt;b&gt;D.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; Dongkel bibit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 56.25pt; text-align: justify;"&gt;
Setelah  dilakukan penyerongan, 2-4 minggu kemudian mata okulasi mulai bengkak.  Pada stadia ini adalah saat terbaik untuk memindahkan bibit ke dalam  polybag. Hal ini dikarenakan jika bibit dipindah ketika sudah tumbuh  tunas akan terjadi kerusakan dalam pengangkutan maupun kematian dalam  penanaman polybag. Cara mendongkel bibit harus sampai ujung akar,  kemudian tunggangnya dipotong menyerong minimal sepanjang 40-45 cm dari  leher akar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
            &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -1in;"&gt;
&lt;b&gt;E.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Pembibitan polybag&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
    Ukuran  polybag yang digunakan adalah 50 x 25 cm dan tebal 0,10 – 0,15 mm serta  berwarna hitam. Agar sirkulasi air dan udara berjalan dengan baik, maka  polybag diberi lubang kecil-kecil di bagian bawah dan samping polybag.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;
a.   Pengisian polybag&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;
     Tanah  yang digunakan untuk mengisi polybag adalah tanah lapisan atas (top  soil) yang subur dan mengandung bahan organik. Tanah tersebut kemudian  diayak untuk memisahkan dari sisa-sisa akar dan kayu yang dapat menjadi  sumber penyakit. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;
           Sebelum  dimasukkan ke dalam polybag, tanah yang sudah diayak dicampur dengan  pupuk Rock Phosphate 50 gr/ polybag. Untuk mencegah serangan Jamur Akar  Puth (JAP), media polybag dicampur dengan belerang 20-25 gr/polybag.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;
b.    Menyusun polybag &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;
            Polybag  disusun pada parit yang telah dibuat dengan ukuran lebar 40 cm dan  kedalaman 15 cm. Arah parit Utara-Selatan dan mata okulasi dihadapkan ke  Timur-Barat untuk memudahkan pemeliharaan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;
            Jarak antar parit polybag antara 60-100 cm sesuai dengan sasaran jumlah paying, untuk paying 3 minimal berjarak 80 cm.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;
c.    Menanam dalam polybag&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;
               Pekerjaan dalam penanaman meliputi  beberapa tim yaitu: &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;      &lt;/span&gt;Tim dongkel bibit dan transportasi, dimana bibit yang didongkel sesegera mungkin untuk dilakukan seleksi dan penanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;      &lt;/span&gt;Tim seleksi mempunyai tugas diantaranya :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;       &lt;/span&gt;Mengelompokkan bibit sesuai ukuran besar dan kecil.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;      &lt;/span&gt;Memisahkan stump dengan perakaran yang lurus (baik) dan bercabang/ bengkok dan terserang JAP dibuang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;       &lt;/span&gt;Memotong akar lateral ± 1-2 cm dari akar tunggang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;      &lt;/span&gt;Merapikan stump dengan melakukan pemotongan ± 40 cm diukur dari leher akar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;       &lt;/span&gt;Merendam selama ± 5 menit dalam larutan bayleton 250 EC.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;        &lt;/span&gt;Mengoleksi bekas luka potongan dengan dengan Rootone F/ sejenis dalam bentuk pasta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
                        3.   Tim penanam bertugas :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -117pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;                                                               &lt;/span&gt;i.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;            &lt;/span&gt;Polybag yang telah terisi tanah disiram sampai jenuh selama 3 hari berturut-turut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -117pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;                                                             &lt;/span&gt;ii.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;            &lt;/span&gt;Tanah dalam polybag dipadatkan dengan cara menusukkan batang kayu/ sejenisnya ke dalam  tanah  beberapa kali sampai merata dan padat. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -117pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;                                                            &lt;/span&gt;iii.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;            &lt;/span&gt;Untuk memudahkan penanaman, tanah pada polybag  dibuat lubang pada bagian tengahnya dengan tugal/kayu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -117pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;                                                           &lt;/span&gt;iv.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;            &lt;/span&gt;Okulasi  Mata Tidur (OMT) yang sudah diseleksi, dipisahkan dan ditanam dengan  cara memasukkan akar dengan arah mata okulasi seragam dan bertolak  belakang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -117pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;                                                             &lt;/span&gt;v.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;            &lt;/span&gt;Tanah  dipadatkan sampai pada leher akar dan menjaga kerusakan akar hingga  tidak ada rongga udara yang menyebabkan pembusukan akar dan segera  dilakukan penyiraman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -117pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;                                                           &lt;/span&gt;vi.&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;            &lt;/span&gt;Dalam penanaman juga diperhatikan estetika, yaitu kelurusan penanaman dalam barisan menggunakan tambang.&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2012/02/teknik-okulasi-karet.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib0d0L1OFJlFTvL5qpP_ZcSZOOABXYfXc2AidxrMZYo7Oz8UXxzaeKVCr320ozAIwbL_jaaTjKpZJhkYC7oBSznCHgdP4lhTiI6xu0k_uSw9PgPT2_q2kfewQ21HpnNBqahi6jh4OyYhz0/s72-c/karet+okulasi.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-2602886537060099958</guid><pubDate>Sun, 19 Feb 2012 15:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T05:22:35.223+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Trik</category><title>Cara Mendaftarkan Blog ke Google</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC6SRRkgTyTVm4dkFC-IqKJHArrMUad4NoM4rvpQthjmP644dyBvZvLnand1-6G3FDW1QM4fHwvHMtrRcl6K9T_SBeFGaABJju2Cxe6fimyFTlpazfZKas5LYY05HgfKgw7-jcvZ6CYjfD/s1600/blog.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="114" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC6SRRkgTyTVm4dkFC-IqKJHArrMUad4NoM4rvpQthjmP644dyBvZvLnand1-6G3FDW1QM4fHwvHMtrRcl6K9T_SBeFGaABJju2Cxe6fimyFTlpazfZKas5LYY05HgfKgw7-jcvZ6CYjfD/s200/blog.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ada beberapa &lt;b&gt;cara mendaftarkan blog&lt;/b&gt; di google yang  akan kita bahas ditulisan ini. Namun sebelumnya kita  pahami dulu  mengapa perlu mendaftarkan blog kita di google? Dan  bagaimana  mengetahui blog kita sudah terdaftar di google atau belum?  Untuk blog  yang menggunakan flatform blog dari google yaitu blogger.com  atau  blogspot.com, kita tidak perlu mendaftarkan blog kita di google  karena  dengan sendirinyaÂ&amp;nbsp; telah didaftarkan oleh google.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Tujuan mendaftarkan blog kita di google&lt;/h2&gt;
Tentunya adalah agar blog dan tulisan  blog kita terindeks di mesin  pencari terbesar tersebut, sehingga orang  bisa melihat blog dan tulisan  kita saat mereka searching di google  mengenai kata kunci tertentu, dan  akhirnya mendatangkan trafik  pengunjung ke blog kita.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Blog Kita Sudah Terdaftar Atau Belum?&lt;/h2&gt;
Cara mudah mengetahui blog kita sudah terindeks di google atau belum adalah dengan mengetikkan URL lengkap blog kita contohnya:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
http://www.bloggerpemula.info&lt;/blockquote&gt;
Jika blog kita sudah terdaftar digoogle,  maka blog kita akan  terlihat pada hasil pencarian, dan bila belum  terlihat sama sekali maka  berarti blog kita belum terdaftar apalagi  tulisan-tulisan di blog  kita.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
3 Cara Mendaftarkan Blog Kita Di Google&lt;/h2&gt;
Ada 3 cara mendaftarkan blog kita di Google, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;1. Mendaftarkan Blog Melalui  Submitter Gratis&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Situs-situs penyedia layanan Free  Submitter cukup banyak dan kita  bisa gunakan salah satunya. Cukup dengan  memasukkan alamat URL blog  kita dan submitter gratis ini akan  mengirimkan dan mendaftarkan blog  kita ke berbagai mesin pencari  termasuk google. Contoh-contoh submitter  gratis adalah:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;a href="http://www.submitexpress.com/" target="_blank" title="Submit blog and site express"&gt;&lt;i&gt;Submit&lt;/i&gt; Express&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.freewebsubmission.com/" target="_blank" title="Free Web Submission"&gt;Free web Submission&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.url-submitter.com/" target="_blank" title="URL Submitter"&gt;URL Submitter&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;b&gt;Keuntungan:&lt;/b&gt; Submitter  akan mendaftarkan blog kita  secara otomatis diberbagai mesin pencari  termasuk google dan juga  berbagai direktori situs dan blog yang bisa  memberikan link satu arah  ke blog kita. Hal ini tentunya akan membantu  mempercepat meningkatkan  traffik blog kita.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kekurangan&lt;/b&gt;: Sebagian  besar free submitter tidak ada  pilihan mesin pencari dan direktori apa  saja yang akan kita daftar dan  sebagian menyertakan iklan dalam layanan  gratisnya yang akan  dikirimkan ke email kita. Karena itu sebaiknya  jangan gunakan email  utama kita untuk mendaftar di submitter gratisan.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;2. Mendaftarkan Blog Kita Langsung Ke Google Webmaster&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;a href="http://www.google.ca/intl/en/webmasters/" target="_blank" title="Google Webmaster"&gt;Google Webmaster&lt;/a&gt;  adalah layanan gratis dari google untuk para pengelola situs maupun   blog. Di Google webmaster sendiri ada 2 cara mendaftarkan blog kita,   yaitu dengan membuat meta tag dan dengan membuat halaman.   Langkah-langkahnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Daftar dan login di &lt;a href="http://www.google.ca/intl/en/webmasters/" target="_blank" title="Google Webmaster"&gt;Google Webmaster&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik ” &lt;b&gt;Add Site&lt;/b&gt;” lalu masukkan URL atau domain blog kita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nama domain blog kita akan muncul di bagian bawah dengan keterangan “&lt;b&gt;Verified&lt;/b&gt;” bila sudah terdaftar atau “&lt;b&gt;Verify This Site&lt;/b&gt;” bila belum terdaftar atau belum diverifikasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik “&lt;b&gt;Verify This Site&lt;/b&gt;”  untuk melakukan verifikasi  dan akan munculÂ&amp;nbsp; halaman berikut dengan  keterangan status blog kita  “VERIFIED” bila sudah terverifikasi atau  “NOT VERIFIED” bila belum  terverifikasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Pada pilihan “Verification Method” &lt;b&gt;cukup pilih salah satu metode&lt;/b&gt; yaitu “&lt;b&gt;Meta Tag&lt;/b&gt;” atau “&lt;b&gt;HTML file&lt;/b&gt;“.   Untuk pengguna platform blog gratisan wordpress.com hanya bisa   melakukan verifikasi dengan metode “HTML file”, sedangkan pengguna   wordpress.org bisa menggunakan kedua cara tersebut&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk metode “&lt;b&gt;Meta Tag&lt;/b&gt;” copas (copy-paste) kode meta yang diberikan ke bagian header.php tepatnya sebelum bagian &amp;lt;body&amp;gt; di Themes Editor.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk metode “HTML file”, buat 1  halaman baru dengan nama halaman  (title) yang diberikan atau upload file  html kosong dengan nama html  yang diberikan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah melakukan salah satu metode  tersebut, klik “Verify” dan  hasilnya seharusnya status blog kita  “VERIFIED” atau sudah  terverifikasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila sudah terverifikasi, silahkan  hapus kode meta atau halaman  yang dibuat tadi, karena sudah tidak  diperlukan dan agar tidak terlihat  lagi di blog kita.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Keuntungan:&lt;/b&gt; Cara ini  memberikan kepastian bahwa  blog kita sudah terindeks di google karena  layanannya disediakan oleh  google. Selain itu kita bisa memanfaatkan  fitur-fitur yang ada di  Google webmaster ini untuk analisis blog kita.  Hal ini akan kita bahas  ditulisan lain.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kekurangan:&lt;/b&gt; Cara ini tidak mempengaruhi nilai Page Rank blog kita.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;3. Tukaran Link Dengan Blog Ber-PR (Page Rank) Tinggi&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Sebagian dari kita mungkin heran kenapa  blog kita bisa terindeks di  google padahal kita belum mendaftarkannyaÂ&amp;nbsp;  seperti cara 1 dan 2  diatas. Sebenarnya secara tidak sengaja blog kita  akan didaftarkan di  google bila blog kita tercantum dalam blog yang  sudah terverifikasi.  Lalu apa pengaruh tukaran link dengan blog Page  Rank tinggi?  Pengaruhnya adalah waktu yang dibutuhkan untuk  terverifikasi. Makin  tinggi Page Rank blog yang memasang link ke blog  kita makin cepat blog  kita terindeks di google. Namun blog berpagerank  rendah pun bisa  mempercepat blog kita terindeks asalkan jumlahnya  banyak.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keuntungan:&lt;/b&gt; Selain blog kita terindeks di google cara ini juga akan membantu meningkatkan Page Rank blog kita.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kekurangan:&lt;/b&gt; Waktu yang dibutuhkan agar blog kita terdaftar tergantung pada Page Rank blog yang memasang link kita di blog kita.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Kesimpulan&lt;/h2&gt;
Mudah kan mendaftarkan blog kita di  google? Gunakan ketiga cara di  atas agar lebih optimal, dan silahkan  komentar disini bila mengalami  masalah pada salah satu cara di atas.  Good Luck…&lt;br /&gt;
Sumber: http://www.bloggerpemula.info</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2012/02/cara-mendaftarkan-blog-ke-google.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC6SRRkgTyTVm4dkFC-IqKJHArrMUad4NoM4rvpQthjmP644dyBvZvLnand1-6G3FDW1QM4fHwvHMtrRcl6K9T_SBeFGaABJju2Cxe6fimyFTlpazfZKas5LYY05HgfKgw7-jcvZ6CYjfD/s72-c/blog.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-879365485879608353</guid><pubDate>Sat, 30 Jul 2011 13:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T05:25:37.755+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karet</category><title>Budidaya Karet</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnp0G-L2GBAMgTcxEIRULaxhRlVsr4YngiX2G_bDr7hGHPT0ur0BrfmJpWUo1_SDg25_EY4mPICYDj5vXy7ukubP28_xRNTYH8FOZJ4NCQ7_5cGpZs7VGOOsdRpasvs7TmVCCJggLIjYLB/s1600/panen+getah+karet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnp0G-L2GBAMgTcxEIRULaxhRlVsr4YngiX2G_bDr7hGHPT0ur0BrfmJpWUo1_SDg25_EY4mPICYDj5vXy7ukubP28_xRNTYH8FOZJ4NCQ7_5cGpZs7VGOOsdRpasvs7TmVCCJggLIjYLB/s1600/panen+getah+karet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama pasaran karet &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(hevea brasiliensis)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;  ndonesia adalah ekspor. Di pasaran internasional (perdagangan bebas)  produk karet Indonesia menghadapi persaingan ketat. PT. Natural  Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan  tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Suhu udara 240C - 280C.&lt;br /&gt;- Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.&lt;br /&gt;- Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.&lt;br /&gt;- Kelembaban tinggi&lt;br /&gt;- Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas&lt;br /&gt;- Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).&lt;br /&gt;- Ketinggian lahan 200 m dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.1. Pembibitan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;3.1.1. Persemaian Perkecambahan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.&lt;br /&gt;- Di atas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.&lt;br /&gt;- Tebarkan Natural Glio yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 mg.&lt;br /&gt;- Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi Barat.&lt;br /&gt;- Benih direndam  POC NASA selama 3-6 jam (1 tutup/liter air).&lt;br /&gt;- Benih disemaikan langsung disiram larutan POC NASA 0,5 tutup/liter air.&lt;br /&gt;- Jarak tanam benih 1-2 cm.&lt;br /&gt;-  Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada  10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;3.1.2. Persemaian Bibit&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.&lt;br /&gt;- Buat bedengan  setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.&lt;br /&gt;- Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40x40x60 cm untuk okulasi coklat dan 20x20x60 untuk okulasi hijau.&lt;br /&gt;- Penyiraman dilakukan secara teratur&lt;br /&gt;- Pemupukan :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PUPUK MAKRO :&lt;/b&gt;  (diberikan 3 bulan sekali)   GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCl  perpohon   LCB 1320: 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCl perpohon. &lt;b&gt;POC NASA :&lt;/b&gt;  2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;3.1.3. Pembuatan Kebun Entres&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.&lt;br /&gt;- Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.&lt;br /&gt;- Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.&lt;br /&gt;- Pemupukan :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PUPUK MAKRO :&lt;/b&gt; (diberikan 3 bulan sekali)&lt;br /&gt;Tahun I : 10 gr urea, 10 gr TSP, 10 gr KCl /pohon&lt;br /&gt;Tahun II : 15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCl /pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;POC NASA :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;3.1.4. Okulasi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 macam okulasi: Okulasi coklat dan okulasi hijau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 395px;"&gt;   &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="96"&gt;&lt;div align="center"&gt;
Keterangan&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="center"&gt;
Okulasi Coklat&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="163"&gt;&lt;div align="center"&gt;
Okulasi Hijau&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="96"&gt;&lt;br /&gt;
Umur batang bawah&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="center"&gt;
9-18 bulan&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="163"&gt;&lt;div align="center"&gt;
3-8 bln&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="96"&gt;&lt;br /&gt;
Diameter batang 10 cm dari tanah&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;u&gt;+&lt;/u&gt; 2 cm&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="163"&gt;&lt;div align="center"&gt;
1 – 1,5 cm&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="96"&gt;&lt;br /&gt;
Kayu okulasi&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;br /&gt;
Dari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter    1,5 – 3 cm.&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="163"&gt;&lt;br /&gt;
Dari kebun entres umur 1-3 bln, warna masih hijau atau    telah terbentuk 1-2 payung.&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
- Teknik Okulasi : (keduanya sama)&lt;br /&gt;
- Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm, lebar 1-2 cm.&lt;br /&gt;
- Persiapkan mata okulasi&lt;br /&gt;
- Pisahkan kayu dari kulit (perisai)&lt;br /&gt;
- Masukkan perisai ke dalam jendela&lt;br /&gt;
- Membalut, gunakan pita plastik/rafia tebal 0,04 mm&lt;br /&gt;
-  Setelah 3 minggu, balut dibuka, jika pesriasi digores sedikit masih  hijau segar, maka okulasi berhasil. Diulangi 1-2 minggu kemudian.&lt;br /&gt;
- Bila bibit akan dipindahkan potonglah miring batang bawah + 10 cm di atas okulasi.&lt;br /&gt;
- Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini, dan bibit polybag.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;3.2. Pengolahan Media Tanam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
a. Tanah  dibongkar  dengan  cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar.&lt;br /&gt;
b.  Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan &amp;gt; 10 derajat. Lebar  teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.&lt;br /&gt;
c.  Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. Rorak berguna  untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi rorak  dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.&lt;br /&gt;
e. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.3. Teknik Penanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;3.3.1. Penentuan Pola Tanaman&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
0-3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedele&lt;br /&gt;
&amp;gt; 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulogo&lt;br /&gt;
3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam&lt;br /&gt;
Jarak tanam 7 x 3 m (476 bibit/ha)&lt;br /&gt;
Lubang tanam :&lt;br /&gt;
- okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm&lt;br /&gt;
- okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;3.3.3. Cara Penanaman&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
- Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3 minggu.&lt;br /&gt;
-  Buka kantong plastik, tebarkan NATURAL GLIO yang telah dikembangbiakkan  dalam pupuk kandang + 1 minggu dan segera timbun dengan tanah galian&lt;br /&gt;
-  Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata (1 tutup/lt air  perpohon). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Caranya :  1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan  larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk  tadi untuk penyiraman setiap pohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;a. Penyulaman&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun.&lt;br /&gt;
b. Pemupukan&lt;br /&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td rowspan="2" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;b&gt;UMUR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        &lt;b&gt;( bulan )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="4" valign="top" width="312"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;b&gt;Dosis pupuk    Makro (per ha)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="45"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;b&gt;Urea&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        &lt;b&gt;( kg )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="80"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;b&gt;Rock Phospat/&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        &lt;b&gt;( kg )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;b&gt;MOP/ KCl&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        &lt;b&gt;( kg )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;b&gt;Kieserite&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        &lt;b&gt;(MgSO4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        &lt;b&gt;( kg )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
0&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="45"&gt;&lt;div align="center"&gt;
0&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="80"&gt;&lt;div align="center"&gt;
150&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
0&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center"&gt;
0&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
3&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="45"&gt;&lt;div align="center"&gt;
60&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="80"&gt;&lt;div align="center"&gt;
115&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
40&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center"&gt;
40&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
8&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="45"&gt;&lt;div align="center"&gt;
60&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="80"&gt;&lt;div align="center"&gt;
115&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
40&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center"&gt;
40&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
12&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="45"&gt;&lt;div align="center"&gt;
75&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="80"&gt;&lt;div align="center"&gt;
135&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
50&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center"&gt;
40&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
18&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="45"&gt;&lt;div align="center"&gt;
75&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="80"&gt;&lt;div align="center"&gt;
135&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
50&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center"&gt;
40&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
24&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="45"&gt;&lt;div align="center"&gt;
115&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="80"&gt;&lt;div align="center"&gt;
300&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
115&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center"&gt;
75&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
36&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="45"&gt;&lt;div align="center"&gt;
210&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="80"&gt;&lt;div align="center"&gt;
300&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
115&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center"&gt;
75&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
48&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="45"&gt;&lt;div align="center"&gt;
235&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="80"&gt;&lt;div align="center"&gt;
300&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="58"&gt;&lt;div align="center"&gt;
115&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="128"&gt;&lt;div align="center"&gt;
75&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
dst&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="4" valign="top" width="312"&gt;&lt;br /&gt;
sebaiknya dilakukan analisa tanah&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="4" valign="top" width="312"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;b&gt;Dosis POC NASA    mulai awal tanam  :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
0 - 36&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="4" valign="top" width="312"&gt;&lt;br /&gt;
2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal    batang&lt;br /&gt;
setiap 4 - 5 bulan sekali&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&amp;gt; 36&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="4" valign="top" width="312"&gt;&lt;br /&gt;
3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar    pangkal batang&lt;br /&gt;
setiap 3 – 4 bulan sekali&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="5" valign="top" width="372"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;b&gt;Dosis POC NASA    pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak     dari awal memakai POC NASA :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="5" valign="top" width="372"&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tahap 1&lt;/b&gt; : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4    tutup/ pohon&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tahap 2&lt;/b&gt; : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali.     Dosis 3-4 tutup/ pohon&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2  kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 300 tanaman. Cara lihat Teknik  Penanaman (Point 3.3.3.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.5. Hama dan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.5.1. Hama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. Kutu tanaman (Planococcus citri)&lt;br /&gt;
Gejala:  merusak tanaman dengan mengisap cairan dari pucuk batang dan daun muda.  Bagian tanaman yang diisap menjadi kuning dan kering. Pengendalian:  Menggunakan BVR atau Pestona.&lt;br /&gt;
b. Tungau (Hemitarsonemus , Paratetranychus)&lt;br /&gt;
Gejala;  mengisap cairan daun muda, daun tua, pucuk, sehingga tidak normal dan  kerdil, daun berguguran. Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.5.2. Penyakit &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit  yang menyerang bagian akar, batang, daun dan bidang sadap, sebagian  besar disebabkan oleh jamur. Penyakit tersebut antara lain :&lt;br /&gt;
a.  Penyakit pada akar : Akar putih (Jamur Rigidoporus lignosus), Akar merah  (Jamur Ganoderma pseudoferrum), Jamur upas (Jamur Corticium  salmonicolor),&lt;br /&gt;
b. Penyakit pada batang :Kanker bercak (Jamur Phytophthora palmivora), Busuk pangkal batang (Jamur Botrydiplodia theobromae),&lt;br /&gt;
c. Penyakit pada bidang sadap : Kanker garis (Jamur Phytophthora palmivora), Mouldy rot (Jamur Ceratocystis fimbriata)&lt;br /&gt;
d.  Penyakit pada Daun : Embun tepung (jamur Oidium heveae), Penyakit  colletorichum (Jamur Coletotrichum gloeosporoides), Penyakit  Phytophthora (Jamur Phytophthora botriosa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengendalian dan Pencegahan Penyakit karena jamur: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
- Menanam bibit sehat dan dari klon resisten&lt;br /&gt;
- Pemupukan lengkap dan seimbang ( makro - mikro) dengan jenis pupuk, dosis dan waktu yang tepat&lt;br /&gt;
- Taburkan Natural Glio sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun&lt;br /&gt;
- Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat&lt;br /&gt;
- Bagian yang terserang segera dimusnahkan&lt;br /&gt;
- Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat tanah&lt;br /&gt;
- Pisau sadap steril&lt;br /&gt;
-  Khusus penyakit embun tepung, daun digugurkan lebih awal dan segera  dipupuk nitrogen dengan dosis dua kali lipat dan semprot POC NASA 3-5  tutup/tangki.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Catatan : Jika pengendalian hama penyakit  dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan  pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih  merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata  AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk  gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata  AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki . &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.6. Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyadapan pada umur + 5 tahun, dan dapat dilakukan selama 25-35 tahun.&lt;br /&gt;
Pemakaian  POC NASA, HORMONIK dan SUPERNASA secara teratur akan mempercepat waktu  penyadapan pertama kali dan memperlama usia produksi tanaman.</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2011/07/budidaya-karet.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnp0G-L2GBAMgTcxEIRULaxhRlVsr4YngiX2G_bDr7hGHPT0ur0BrfmJpWUo1_SDg25_EY4mPICYDj5vXy7ukubP28_xRNTYH8FOZJ4NCQ7_5cGpZs7VGOOsdRpasvs7TmVCCJggLIjYLB/s72-c/panen+getah+karet.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-4034494491459212987</guid><pubDate>Thu, 28 Jul 2011 06:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-01T05:28:04.537+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Potensi Usaha</category><title>Potensi Pertanian, Perkebunan, Industri di Kabupaten Madiun</title><description>&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDiLPzJbAzI93ZRsoUVUCoEAmC9A8q92zYcqFDF1HFbPzBHytwEfqfrIHx9xAVVZZuL7lMcWGAQYGFYX7Cndhj3766Y284niqr9a9zbJ0k2BxVrITMF5VaKYXIAd5AUFrsewh60XlunFKX/s1600/sayuran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDiLPzJbAzI93ZRsoUVUCoEAmC9A8q92zYcqFDF1HFbPzBHytwEfqfrIHx9xAVVZZuL7lMcWGAQYGFYX7Cndhj3766Y284niqr9a9zbJ0k2BxVrITMF5VaKYXIAd5AUFrsewh60XlunFKX/s1600/sayuran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pertanian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
                            Kabupaten Madiun merupakan daerah lumbung padi Jawa 
                            Timur bagian barat, dengan luas areal tanam sebesar 
                            63.620 Ha yang menghasilkan produksi beras sebesar 
                            364.716,54 ton pertahun. Dari produksi tersebut setiap 
                            tahunnya rata-rata mengalami surplus sebesar 150.000 
                            ton pertahun. Hamparan areal tanam tersebut berada 
                            di seluruh wilayah kecamatan sebanyak 15 kecamatan. 
                            Produktifitas secara rata-rata mencapai 5,6 ton/Ha 
                            Gabah Kering Sawah (GKS), dengan mayoritas jenis padi 
                            yang ditanam adalah IR.64. Penanaman padi ke arah 
                            organik mulai dikembangkan dengan penggunaan pupuk 
                            Bokasih yang telah diproduksi sebanyak 24 kelompok 
                            tani dengan produksi sebesar 480 ton pupuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Potensi 
                            pertanian tersebut masih terbuka luas, sehingga memberikan 
                            peluang investasi berupa :&lt;br /&gt;
                            &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;• Industri Pengolahan Gabah 
                            (Rice Milling Unit) berkapasitas besar&lt;br /&gt;
                            &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;• Jasa Transportasi dan Pergudangan.&lt;br /&gt;
                            &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;• Industri pengolahan dan 
                            pengepakan beras.&lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
                            Selain potensi padi, juga terdapat beberapa komoditi 
                            yang mempunyai peluang untuk dikembangkan yaitu jagung 
                            dengan produksi sebesar 12.121,76 ton ditanam pada 
                            areal tanam mencapai 5.126 ha. Begitu juga untuk buah-buahan 
                            yang meliputi mangga dengan produksi 10.155,57 ton, 
                            melon, durian dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Perkebunan&lt;/b&gt;
                            &lt;br /&gt;
                            Dengan ketinggian 500 s/d 1.300 m diatas permukaan 
                            laut wilayah Kabupaten Madiun memiliki berbagai komoditi 
                            unggulan, meliputi kopi, kakao, karet dan cengkeh. 
                            Potensi perkebunan di Kabupaten Madiun ditunjang oleh 
                            lahan Perkebunan Kandangan yang merupakan peninggalan 
                            jaman Belanda dengan luas ± 2.400 ha dan berketinggian 
                            antara 900 s/d 1.300 m diatas permukaan laut. Perkebunan 
                            ini masih terbuka luas untuk dikembangkan dan merupakan 
                            peluang bagi investor untuk menanamkan investasinya 
                            baik untuk tanaman kopi, karet, hortikultura, bunga 
                            maupun pengembangan green house. Selain hasil perkebunan 
                            tersebut, wilayah Kabupaten Madiun juga menghasilkan 
                            tanaman tebu yang cukup potensial sebesar 39.359,11 
                            ton yang diolah oleh 2 unit Pabrik Gula yaitu PG. 
                            Pagotan dan PG. Kanigoro.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Kehutanan&lt;/b&gt;
                            &lt;br /&gt;
                            Luas wilayah Kabupaten Madiun 40 % lebih merupakan 
                            kawasan hutan yang mampu menghasilkan produksi berbagai 
                            komoditi meliputi kayu jati, kayu mahoni, dan kayu 
                            pinus, serta damar dan terpentin. Dari produksi kayu 
                            yang merupakan bahan baku untuk industri kayu dan 
                            produk kayu, memberikan peluang bagi para investor 
                            untuk menanamkan investasinya, utamanya skala besar 
                            dengan produk yang berorientasi ekspor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Perdagangan&lt;/b&gt;
                            &lt;br /&gt;
                            Perdagangan di Kabupaten Madiun mempunyai potensi 
                            dengan jumlah pedagang formal sebanyak 1.942 bidang 
                            usaha dan pedagangan informal sebanyak 23.591 bidang 
                            usaha dengan nilai investasi, sebagai berikut :&lt;br /&gt;
                            &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;- Pedagang Besar Rp. 15.269.000.000,-&lt;br /&gt;
                            &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;- Pedagang Menengah Rp. 26.015.000.000,-&lt;br /&gt;
                            &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;- Pedagang Kecil Rp. 26.015.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;
                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Industri 
                            &lt;/b&gt; &lt;/span&gt; 
                            &lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Industri 
                              potensial di wilayah Kabupaten Madiun adalah industri 
                              yang berbahan baku kayu serta berbahan baku hasil 
                              pertanian. Namun terdapat juga industri dengan skala 
                              besar yaitu industri keramik kaibon yang telah memproduksi 
                              berupa tea sea, piring dan aneka produk lainnya. 
                              Sektor industri di Kabupaten Madiun berupa industri 
                              formal sebanyak 165 unit yang menyerap tenaga kerja 
                              2739 orang, serta industri kecil non formal sebanyak 
                              16,141 unit yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 
                              30.545 orang. Potensi industri kecil yang masih 
                              memerlukan pengelolaan lebih optimal antara lain 
                              : kerajinan kayu, makanan olahan dan pande besi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Pariwisata&lt;/b&gt;
                            &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Di Kabupaten Madiun terdapat berbagai lokasi wisata 
                            antara lain wisata alam, wisata buatan, wana wisata 
                            dan banyak lagi lokasi wisata lainnya yang masih belum 
                            dikembangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2011/07/potensi-pertanian-perkebunan-industri.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDiLPzJbAzI93ZRsoUVUCoEAmC9A8q92zYcqFDF1HFbPzBHytwEfqfrIHx9xAVVZZuL7lMcWGAQYGFYX7Cndhj3766Y284niqr9a9zbJ0k2BxVrITMF5VaKYXIAd5AUFrsewh60XlunFKX/s72-c/sayuran.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2941715025582090968.post-144066033040306750</guid><pubDate>Sun, 10 Jul 2011 13:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-10T20:12:55.639+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Alexa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SEO</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Trik</category><title>Trik Meningkatkan Rank Alexa</title><description>1. Langkah yang paling dasar : Get  lot of site traffic! Karena ide awal dari Alexa rank adalah untuk  menentukan website mana yang memiliki traffic paling banyak dengan  asumsi, banyak traffic = lebih populer. Yep, Alexa pada dasarnya adalah  ranking popularistas suatu website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Alexa Toolbar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menggunakan &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD9"&gt;browser&lt;/span&gt;  yang terinstall toolbar Alexa bisa ningkatin ranking website kamu.  Sebenarnya bukan hanya websitemu, setiap website yang dikunjungi browser  yang terinstall toolbar Alexa juga mendapat “nilai” yang akan  diperhitungkan dalam ranking. Lalu, bukankah pengunjung pasti dari  websitemu adalah dirimu sendiri? So, kalau browsermu sudah terinstall  toolbar, maka penambahan point ranking akan terjadi secara otomatis!  Nah, toolbar Alexa tersebut bisa di install melalui link berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.alexa.com/toolbar?utm_source=top-nav&amp;amp;utm_medium=www&amp;amp;utm_campaign=toolbar" target="_blank"&gt; &lt;img alt="Download Alexa Toolbar Now" src="http://www.alexa.com//images/toolbar/button-extension-install.png" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Alexa Widget&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pasang Alexa site stat widget di  websitemu. Alexa site stat ini mengandung javascript yang mengantarkan  setiap data pengunjung (ping) ke &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7"&gt;server&lt;/span&gt;  Alexa sehingga statistik Alexa menjadi lebih akurat. Scriptnya bisa  diambil di sini. Tinggal copy paste. Ga perlu malu pasang Alexa widget  yang gede, untuk mencapai hasil yang diinginkan tentunya ada harga yang  harus dibayar kan? Siapa sangka dulunya ranking 3 juta-an sekarang  ranking 300 ribuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Alexa Redirection&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gunakan Alexa redirection setiap berkunjung ke websitemu. Formatnya seperti berikut:&lt;br /&gt;
http://redirect.alexa.com/redirect?www.dmki.net&lt;br /&gt;
(Ganti www.dmki.net dengan URL websitemu)&lt;br /&gt;
Alexa Redirection sudah tidak berfungsi lagi. Setiap loading page dengan link ini akan muncul pesan 404.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.sponsoredreviews.com/?aid=107666" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com" border="0px" src="http://www.srwww1.com/images/SR/Affiliate/4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;5. Alexa Blog/Content&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tulis/blog tentang Alexa di blogmu. Webmaster dan Blogger suka cara-cara untuk meningkatkan ranking Alexa. Ya… mungkin seperti yang dibaca sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengapa Alexa penting ? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jawabannya, karena ada beberapa website layanan iklan komersil yang memberikan syarat ranking Alexa dalam batasan tertentu. &lt;a href="http://www.reviewme.com/" target="_blank"&gt;ReviewMe&lt;/a&gt;, &lt;script type="text/javascript"&gt;
function affiliateLink(str){ str = unescape(str); var r = ''; for(var i = 0; i &lt; str.length; i++) r += String.fromCharCode(4^str.charCodeAt(i)); document.write(r); }
affiliateLink('8e%24lvab9%26qj%60abmja%60%26%3Aqj%60abmja%608+e%3A');
&lt;/script&gt; dan &lt;a href="http://www.sponsoredreviews.com/?aid=107666" target="_blank"&gt;Sponsored Reviews&lt;/a&gt;  adalah 3 diantaranya dan masih banyak lagi. Jikapun kita tidak  berkeinginan menggunakan layanan iklan komersil atau tidak ingin  menjadikan blog kita sebagai monetize blog, peningkatan ranking Alexa bisa dipandang sebagai upaya untuk melakukan sedikit optimasi yang bisa bermanfaat bagi kwalitas blog.
Sumber: &lt;a href="http://kabarpalembang.blogspot.com/2011/07/meningkatkan-ranking-alexa.html"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kabar Palembang &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://agrobisnis-online.blogspot.com/2011/07/trik-meningkatkan-rank-alexa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item></channel></rss>