<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Agungcom</title><description>Jual &amp;amp; Servis Computer. Pagaden - Subang 41252</description><managingEditor>noreply@blogger.com (agungcomputer)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 17:34:25 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Jual &amp;amp; Servis Computer. Pagaden - Subang 41252</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Cara Pemakaian Baterai Laptop Yang Baik</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/11/cara-pemakaian-baterai-laptop-yang-baik.html</link><category>Tips</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Sat, 12 Nov 2011 06:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-1764294046037860735</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-7gOY5yrzC5peS36e-o4RxYumsQ8SWpFxcfbdMd0W0hfjY_LqMyR5EaE5i31b5X7DA-iROR1eQd-je1BU2YZ-Mtij__JdpMBulWOT0S5de8DVlIOt7ArgN0D6auzzGYkazY79BwhqtWI/s1600/laptop-user.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-7gOY5yrzC5peS36e-o4RxYumsQ8SWpFxcfbdMd0W0hfjY_LqMyR5EaE5i31b5X7DA-iROR1eQd-je1BU2YZ-Mtij__JdpMBulWOT0S5de8DVlIOt7ArgN0D6auzzGYkazY79BwhqtWI/s1600/laptop-user.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Baterai &lt;a href="http://shabil.com/tag/laptop/" rel="nofollow" title="Laptop"&gt;Laptop&lt;/a&gt;  pada umumnya dibuat dari Li-Ion yang mana Li-Ion ini memiliki umurnya  berkisar antara 4-5 tahun.&amp;nbsp; Bagaimana cara mempertahankan performa  baterai laptop agar tetap berfungsi dengan baik? atau Bagaimana menjaga  keawetan baterai laptop? Pertanyaan ini seringkali diutarakan oleh  pengguna laptop, sebagaimana kita ketahui baterai laptop adalah &lt;a href="http://shabil.com/2011/06/05/the-basic-desain-facebook-like-box-pt-1/" target="_blank" title="The Basic: Desain Facebook Like Box (Pt. 1)"&gt;salah satu element&lt;/a&gt; laptop yang mahal. Tips sederhana yang bisa dilakukan semua pengguna berikut ini mungkin dapat Anda terapkan.&lt;span id="more-4000"&gt;&lt;/span&gt; &lt;h3&gt;1. Letakan laptop pada alas yang keras.&lt;/h3&gt;Panas adalah salah satu musuh utama element baterai, jika Anda  meletakan laptop pada alas yang soft seperti bantal misalnya maka panas  yang keluar akan diserap.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;2. Gunakan Listrik yang stabil&lt;/h3&gt;Ketika Anda melakukan charge baterai perhatikan listrik yang  dikonsumsi oleh adaptor, hindari listrik yang bervoltase tidak stabil.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;3. Haruskah baterai dicopot?&lt;/h3&gt;Jawabannya Ya dan Tidak. Jika laptop Anda dilengkapi dengan kempuan  switch ketika baterai sudah terisi penuh maka langsung dialihkan ke daya  adaptor, maka sebenarnya tidak perlu mencopot baterai, Namun jika tidak  maka Anda bisa mencopot baterai dengan pertimbangan limetime elemen  baterai. Perlu Anda pertimbangkan ketika akan mencopot baterai, apakah  listrik ditempat Anda bagus? Karena ketika Anda tidak menggunakan  baterai maka daya yang masuk murni berasal dari listrik dan jika listrik  mati, maka laptop akan kehilangan daya.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;4. Defrag Hard Disk&lt;/h3&gt;Lakukan defrag harddisk secara teratur, dengan defrag yang teratur  maka kinerja harddisk akan lebih baik dan secara otomatis akan  mengurangi beban baterai&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;5. Hibernate &amp;amp; Standby&lt;/h3&gt;Beralih lah ke Hibernate dan tinggalkan kebiasaan Standby&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;6. Harddisk &amp;amp; CDROM&lt;/h3&gt;Gunakan lebih banyak harddisk daripada menggunakan CDROM karena CDROM memakan daya yang lebih buruk dari pada harddisk&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;7. Kontak Baterai&lt;/h3&gt;Bersihkan kontak baterai Anda dengan kain yang dibasahi alkohol setiap sebulan sekali, agar transfer daya baterai tetap lancar.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;8. Power Option&lt;/h3&gt;Gunakan pilihan Optimize, yang mana pilihan tersebut akan menggunakan maximum baterai untuk menampilkan effect maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;9. External Device&lt;/h4&gt;Jangan terlalu lama bekerja dengan external device, jika Anda  menggunakan external harddisk sebaiknya file tersebut dipindahkan dan  dialihkan kedalam harddisk. matikan Wifi, Bluetooth, atau external  device lain jika tidak digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;10. RAM&lt;/h3&gt;Lebih besar RAM lebih baik, mengapa? karena jika RAM terlalu kecil  maka ketika menangangi pekerjaan besar akan meningkatkan kinerja virtual  memory yang mana virtual memory ini mengkonsumsi daya yang lebih besar.&lt;br /&gt;
Anda juga bisa menyimak &lt;a href="http://shabil.com/2009/06/20/10-tips-hemat-energy-pc-laptop/" target="_blank"&gt;artikel 10 cara merawat laptop yang baik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Source: &lt;a href="http://chip.co.id/news/read/2011/05/13/676424/Pemakaian.Baterai.Laptop.yang.Baik" target="_blank"&gt;&lt;em&gt;chip.co.id&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-7gOY5yrzC5peS36e-o4RxYumsQ8SWpFxcfbdMd0W0hfjY_LqMyR5EaE5i31b5X7DA-iROR1eQd-je1BU2YZ-Mtij__JdpMBulWOT0S5de8DVlIOt7ArgN0D6auzzGYkazY79BwhqtWI/s72-c/laptop-user.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>bios,bios,bios</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/04/biosbiosbios.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Sun, 3 Apr 2011 22:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-6648937870966348536</guid><description>BIOS  atau (Basic Input/Output System) adalah sebuah system di dalam  Chip Motherboard yang bertugas mengenali dan menyiapkan perangkat keras  atau hardware komputer saat dinyalakan, seperti Hardisk,&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Floppy Disk,  Memory, DVD Rom, dan lainnya. Jika semua beres maka Sistem Operasi  (seperti windows,Linux) baru mulai dijalankan. Jika komputer berjalan lancar atau tidak mengalami masalah, memang tidak perlu untuk melakukan upgrade  BIOS di komputer kita. Karena memang sangat beresiko bagi yang belum terbiasa, jika kurang hati-hati komputer malah tidak bisa dioperasikan lagi.&lt;br /&gt;
Hal-hal yang menyebabkan BIOS harus diupgrade :&lt;br /&gt;
- Ketika komputer dinyalakan, tiba-tiba berhenti sebelum masuk sistem operasi.&lt;br /&gt;
- Komputer sudah cukup lama, dan kita memasang hardware baru yang tidak  terdeteksi dengan baik, misalnya kita ganti Processor baru. Karena  sering BIOS belum mengenali processor tersebut.&lt;br /&gt;
- BIOS rusak, baik ditunjukkan dengan adanya pesan ataupun tidak. Misalnya invalid BIOS, BIOS corrupted dsb.&lt;br /&gt;
- BIOS gagal mendeteksi hardware, seperti hardisk, CD-ROM, VGA dan lainnya&lt;br /&gt;
- Ingin lebih mengoptimalkan kinerja komputer (hardware)&lt;br /&gt;
- Adanya recomendasi dari vendor Motherboard&lt;br /&gt;
Jika BIOS di komputer rusak, maka otomatis tidak bisa menjalankan  Sistem operasi seperti Windows Xp misalnya. Beberapa hal yang bisa  menyebabkan kerusakan BIOS misalnya :&lt;br /&gt;
- Mematikan komputer tanpa shutdown, atau listrik tiba-tiba mati (tanpa UPS)&lt;br /&gt;
- Terkena Virus&lt;br /&gt;
- Kesalahan meng-upgrade BIOS. Misalnya komputer mati ketika proses upgrade, BIOS tidak cocok dengan jenis motherboard dll.&lt;br /&gt;
Jika anda ingin meng-upgrade BIOS Komputer anda&lt;br /&gt;
- Diperlukan 2 file, pertama file BIOS dan Flash Memory Writer utility&lt;br /&gt;
- Software untuk meng-upgrade BIOS (flash)&lt;br /&gt;
- File BIOS biasanya dengan ekstensi 001, BIN atau lainnya, sengan ukuran kurang dari 512 KB&lt;br /&gt;
- Kebanyakan Untuk mengupgrade BIOS harus dilakukan melalui DOS atau  MS-DOS, meski saat ini juga sudah banyak vendor yang menyediakan  software yang berbasis Windows.&lt;br /&gt;
Yang perlu diperhatikan adalah mencari file BIOS dan Flash Writer  yang tepat, karena jika tidak sesuai, komputer kemungkinan bakalan tidak  bisa hidup lagi. Tetapi jika tipe sudah tepat, maka kemungkinan selalu  berhasil, kecuali mati listrik atau komputer mati ketika flash BIOS  sedang berjalan. Pada umumnya flash BIOS hanya berlangsung beberapa  detik saja. Kurang dari 30 detik. Untuk melakukan flash BIOS, setelah  masuk ke DOS, ketikkan nama Flash Writer, misalnya untuk AWD816a.EXE&lt;br /&gt;
Maka biasanya ada keterangan cara pemakaiannya. Ikuti perintah yang  ada, pastikan juga untuk membackup BIOS yang lama, dapat dilakukan  dengan file flash writer itu juga. Keterangan yang ditampilkan mungkin  berbeda-beda. Jika masih ragu, sebaiknya ditanyakan kepada yang lebih  tahu. Atau bisa juga dibaca di buku petunjuk motherboard.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mematikan Autoplay di Windows XP</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/04/mematikan-autoplay-di-windows-xp.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Sun, 3 Apr 2011 22:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-2991149487819616236</guid><description>&lt;h1 class="post-title entry-title"&gt; Mematikan Autoplay di Windows XP&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h1&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt; &lt;div class="postmeta"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;span class="author" style="font-size: 11px; padding-left: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="post-labels"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWzBceh-NwI/AAAAAAAAAYc/0aAZstZV7uA/s1600-h/SS25043.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290816357229541122" src="http://2.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWzBceh-NwI/AAAAAAAAAYc/0aAZstZV7uA/s320/SS25043.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 255px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk  mencegah virus berjalan secara otomatis ketika removable disk ( Flash  disk, floppy disk, flash memory dsb ) disambungkan ke komputer. Anda  harus mematikan dulu&lt;span style="color: #cc0000; font-style: italic;"&gt; autoplay&lt;/span&gt;  pada media tertentu terlebih dahulu. Ada banyak cara untuk mematikan  autoplay pada falsh disk atau apa pun media yang digunakan. Bisa dari  registry ataupun group policy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Tips berikut ini adalah cara mematikan Autoplay paling mudah , yaitu :&lt;br /&gt;
1. Klik tombol&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; star&lt;/span&gt;t dan pilih &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RUN&lt;/span&gt;, kemudian ketik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gpedit&lt;/span&gt;, seperti gambar dibawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWy9lapyU-I/AAAAAAAAAX8/x_U9Sli8mnw/s1600-h/New+Picture+%281%29.bmp"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290812112760886242" src="http://2.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWy9lapyU-I/AAAAAAAAAX8/x_U9Sli8mnw/s320/New+Picture+%281%29.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 170px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kemudian klik ok akan tampil windows dibawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWy-xuciLhI/AAAAAAAAAYE/5isKbqpQ2XE/s1600-h/New+Picture+%282%29.bmp"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290813423744069138" src="http://3.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWy-xuciLhI/AAAAAAAAAYE/5isKbqpQ2XE/s320/New+Picture+%282%29.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 230px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWy_gMi_5PI/AAAAAAAAAYM/ikCe_n5QdrM/s1600-h/New+Picture+%284%29.bmp"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290814222098228466" src="http://2.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWy_gMi_5PI/AAAAAAAAAYM/ikCe_n5QdrM/s320/New+Picture+%284%29.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 219px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Yang pertama mematikan autoplay di &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;computer configuration&lt;/span&gt;  dengan cara klik &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;administrative template&lt;/span&gt; trus &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;system&lt;/span&gt; disebelah kanan cari lah tulisan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Turn Off Autoplay&lt;/span&gt;" kemudian di klik,  lalu klik "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Enable&lt;/span&gt;" kemudian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apply&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWy__7cqmaI/AAAAAAAAAYU/IvKt7vIUIec/s1600-h/New+Picture+%285%29.bmp"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290814767264078242" src="http://4.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWy__7cqmaI/AAAAAAAAAYU/IvKt7vIUIec/s320/New+Picture+%285%29.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 283px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Yang kedua&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Lakukan yang sama untuk User configuration&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Ditulis Oleh : Bu VEM ( my teacher)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;center&gt;Demikianlah artikel mengenai Mematikan Autoplay di Windows XP&lt;br /&gt;
Semoga Bermanfaat..&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://adesyams.blogspot.com/2009/05/mematikan-autoplay-di-windows-xp.html"&gt;Sumber dari &lt;/a&gt;&lt;/center&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://2.bp.blogspot.com/_CQp2xa8UvL4/SWzBceh-NwI/AAAAAAAAAYc/0aAZstZV7uA/s72-c/SS25043.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Instalasi Windows XP</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/04/cara-instalasi-windows-xp.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Sun, 3 Apr 2011 22:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-223923970046606026</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;cara instal window XP sangatlah mudah untuk dipraktekan&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;div class="postmeta"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;span class="author" style="font-size: 11px; padding-left: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="post-labels"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvScp6RTEsXCF78i1h5VxfoeGgLFDC_AOdrIMBFA578HwGl_poWJib0yCztTi8-J6t-a6Bl_QE8u3RmCH1aSFlFw0GxYerA9G8U-1XlZBWjisPSotg8veBUqiiZehAOgmB9Mpu8ZAHIP0/s1600-h/Windows+XP+Prof.jpg"&gt;&lt;img alt="Windows XP Professional" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359623163098015458" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvScp6RTEsXCF78i1h5VxfoeGgLFDC_AOdrIMBFA578HwGl_poWJib0yCztTi8-J6t-a6Bl_QE8u3RmCH1aSFlFw0GxYerA9G8U-1XlZBWjisPSotg8veBUqiiZehAOgmB9Mpu8ZAHIP0/s200/Windows+XP+Prof.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Windows  XP adalah suatu sistem pengoperasian (operating system) yang paling  banyak dipakai sampai saat ini karena selain kemudahan dalam  pemakaiannya Windows XP digunakan sebagai standarisasi pembelajaran yang  di pakai oleh sekolahan-sekolahan dan perguruan tinggi pada umumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk  melakukan penginstalan windows xp diperlukan ketelitian dan kesabaran  dalam prosesnya karena memerlukan waktu yang lumayan lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada  beberapa jenis windows xp diantaranya windows xp professional, Home  Edition, Media Center Edition, Tablet PC Edition, Starter Edition,  Professional x64 Edition, Professional 64-bit Edition For Itanium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
berikut langkah-langkah yang mudah dan lengkap cara menginstal windows xp :&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
1.&lt;/span&gt; Siapkan CD WINDOWS XP&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
2.&lt;/span&gt; Siapkan CD DRIVER MOTHERBOARD&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
3.&lt;/span&gt; Atur bios terlebih dahulu agar prioritas bootingnya dimulai dari CD(DVD)-ROM, caranya:&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #000099;"&gt;&lt;br /&gt;
a.&lt;/span&gt; Masuk ke BIOS dengan menekan tombol Del, atau F1, atau juga F2.&lt;br /&gt;
Pilih menu Advanced Settings, kemudian carilah ‘Boot Priority’ atau yang sejenis.&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #000099;"&gt;&lt;br /&gt;
b.&lt;/span&gt; ubah pengaturanya, agar CDROM jadi urutan yang pertama kemungkinan pilihan ini ada 2 jenis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* menu &lt;span style="color: red;"&gt;‘First boot priority’, ‘Second boot priority’&lt;/span&gt; dll: Aturlah &lt;span style="color: red;"&gt;‘First boot  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;priority’ ke ‘CDROM’&lt;/span&gt; dengan menekan tombol &lt;span style="color: red;"&gt;PgDn/Pgup (Page Down/Up) atau +/-.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Atur juga &lt;span style="color: red;"&gt;‘Second boot priority’nya ke HDD0/HDD1.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
* Jika menunya &lt;span style="color: red;"&gt;‘Boot priority’: atur ke ‘CDROM, C, A’ atau ‘CDROM, A,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #000099;"&gt;&lt;br /&gt;
C.&lt;/span&gt; dengan menekan tombol &lt;span style="color: red;"&gt;PgDn/Up&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #000099; font-weight: bold;"&gt;Cara paling mudah instal windows xp&lt;br /&gt;
(lengkap dengan gambar):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
gak usah di utak-atik biosnya. biarin aja bios diload masukin CD WINDOWSnya, lalu Restart komputer, trus tekan-tekan &lt;span style="color: red;"&gt;F8 atau F10 atau F11&lt;/span&gt;  (boleh dicoba satu-satu) nanti bakal muncul opsi boot selection. pilih  aja yg ada 'bau' cd-nya. trus enter. selesai deh...ga pake  repot-repot...&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
4.&lt;/span&gt; Tunggu beberapa saat sampai muncul tulisan "&lt;span style="color: red;"&gt;press any key to boot from CD&lt;/span&gt;" seperti tampilan Seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyEAyS_pG4dLueXhcaU06b4H8F4g8uVPPc_1Yq9EiMSAlsamxit2XTGyxPgHNvUtwd20avH-EoyQEEvp-vfjShl0YRDEYHPCYXoWyYecGIPPWjfKKqJ76Jb8XGCeRXNxs4pj6G-d2aqzM/s1600-h/ade4.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423120949281431698" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyEAyS_pG4dLueXhcaU06b4H8F4g8uVPPc_1Yq9EiMSAlsamxit2XTGyxPgHNvUtwd20avH-EoyQEEvp-vfjShl0YRDEYHPCYXoWyYecGIPPWjfKKqJ76Jb8XGCeRXNxs4pj6G-d2aqzM/s320/ade4.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;5.&lt;/span&gt; Tekan&lt;span style="color: red;"&gt; ENTER &lt;/span&gt;atau sembarang tombol, lalu proses instalasi akan mengecek hardware komputer anda, kemudian akan muncul tulisan "&lt;span style="color: red;"&gt;windows setup&lt;/span&gt;" seperti gambar dibawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_Yx5qW3rmjqgOMaWkXIiYoebWaKwzqKp7x41yHAvonVeLNQyCu3e2TgqlkkpAZhfQtRW6-Y7yRgggTpYq6Elcf5OmSvM4GUknwV98Hyw8nIt4NfUwbxasDqvwYXogZAC9elaK07P5Gpw/s1600-h/ade5.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423121365848400818" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_Yx5qW3rmjqgOMaWkXIiYoebWaKwzqKp7x41yHAvonVeLNQyCu3e2TgqlkkpAZhfQtRW6-Y7yRgggTpYq6Elcf5OmSvM4GUknwV98Hyw8nIt4NfUwbxasDqvwYXogZAC9elaK07P5Gpw/s320/ade5.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;6.&lt;/span&gt; lalu file-file di dalam cd akan di load ke dalam komputer, kemudian akan muncul tampilan "&lt;span style="color: red;"&gt;welcome to setup&lt;/span&gt;" seperti gambar dibawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9TjjXTgK7Gbkc4-H9nt5-nsf51osNrpUPrhpcunASXsBkCs89_-WsmX5xzFQFZMwvGa2-5izvEfBfRn4nCaK1vY_HVn2qo2mSKdOgtMRU0eb5aZflnOx1Mwi91IBluD33ZYsPkUyvl6U/s1600-h/ade6.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423121662181528578" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9TjjXTgK7Gbkc4-H9nt5-nsf51osNrpUPrhpcunASXsBkCs89_-WsmX5xzFQFZMwvGa2-5izvEfBfRn4nCaK1vY_HVn2qo2mSKdOgtMRU0eb5aZflnOx1Mwi91IBluD33ZYsPkUyvl6U/s320/ade6.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;7.&lt;/span&gt; Tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"ENTER"&lt;/span&gt; untuk menginstal windows xp, &lt;span style="color: red;"&gt;"R"&lt;/span&gt; untuk repair system windows yang sebelumnya pernah terinstal,&lt;span style="color: red;"&gt; "F3"&lt;/span&gt; untuk keluar dari proses instalasi, lalu akan muncul (End User Licese Aggrement) seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjnEPxglvyE4TY40-Ub17Z8xTUxTZep-45bR7vmQTfSuIyYCbDo0pkwsDM_wDd-XlEAFiaL96gYYBc8czlRHnwkxYLSrP7Nk1m3jWmtJcZEVVBfc1uCSk3LKl0TrrfolZt9DkFVuisyb4/s1600-h/ade7.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423121925869170978" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjnEPxglvyE4TY40-Ub17Z8xTUxTZep-45bR7vmQTfSuIyYCbDo0pkwsDM_wDd-XlEAFiaL96gYYBc8czlRHnwkxYLSrP7Nk1m3jWmtJcZEVVBfc1uCSk3LKl0TrrfolZt9DkFVuisyb4/s320/ade7.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;8.&lt;/span&gt; Tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"F8"&lt;/span&gt;  kemudian proses instalasi akan mencari dan membaca partisi hardisk  anda, kemudian akan muncul semua partisi hardisk anda, seperti gambar di  bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVqnrRB9vFbUXhXIT0rqSEGKSNAcyryeF31LwyoS6qIrX74zU7EsERVpP4-COrt5JZ1W9NQIcOzIpxF9rYOx4xLrROo7bTtrAhtS7s8XayQ3u9Zi7CKecI1ipcqrIkVhs6yI4ZrtfUvxY/s1600-h/ade8.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423123396793650626" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVqnrRB9vFbUXhXIT0rqSEGKSNAcyryeF31LwyoS6qIrX74zU7EsERVpP4-COrt5JZ1W9NQIcOzIpxF9rYOx4xLrROo7bTtrAhtS7s8XayQ3u9Zi7CKecI1ipcqrIkVhs6yI4ZrtfUvxY/s320/ade8.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;9.&lt;/span&gt; Tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"ENTER"&lt;/span&gt; untuk langsung menginstal windows, &lt;span style="color: red;"&gt;"C"&lt;/span&gt;  untuk membuat partisi hardisk anda, kapasitas partisi sesuai dengan  kebutuhan anda, dalam satuan MB, selanjutnya jika anda membuat partisi  dengan menekan tombol &lt;span style="color: red;"&gt;"C"&lt;/span&gt;, maka akan muncul gambar seperti di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3QRJAH7BNv0WjofrLeAb97UmIEeLqO6QhuVRSbA4rq9D4hGAd57pWHZV9_mFNs03r12hN1m5yr7nJ-VnqKs26a61r0ffQ2dCr55icoL-b9sW6sFXa4WDhra9cmn7davykp0F1Wlv_9Lk/s1600-h/ade9.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423123507219555490" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3QRJAH7BNv0WjofrLeAb97UmIEeLqO6QhuVRSbA4rq9D4hGAd57pWHZV9_mFNs03r12hN1m5yr7nJ-VnqKs26a61r0ffQ2dCr55icoL-b9sW6sFXa4WDhra9cmn7davykp0F1Wlv_9Lk/s320/ade9.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;10.&lt;/span&gt;  Kemudian tuliskan kapasitas partisi yang ingin anda buat, seperti  terlihat pada gambar diatas, sebagai contoh, misalkan kapasitas hardisk  anda &lt;span style="color: red;"&gt;40 GB&lt;/span&gt;, lalu anda ingin membagi dua, maka tuliskan&lt;span style="color: red;"&gt; 20000&lt;/span&gt;,jangan &lt;span style="color: red;"&gt;20&lt;/span&gt;, karna partisi satuannya &lt;span style="color: red;"&gt;MB&lt;/span&gt;, tentunya anda mengerti kan...?? cat" &lt;span style="color: red;"&gt;1GB = 1000 MB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
11.&lt;/span&gt; Kenudian tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"ENTER" &lt;/span&gt;maka akan muncul gambar seperti dibawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggEPxMDqtsA1p7-z-4vD9xIroGgPR4RyOTwTljwWUAbRTW6bG9aHh6yvc3urZcOsy3zvSbUSxNZr9FsIo9SCTjRU9lOdMf20GEFM3KQy8eWtFS_EZI-zgT_q9Ed7UgY7IvjhEGJXWR58Q/s1600-h/ade11.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423123607548047362" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggEPxMDqtsA1p7-z-4vD9xIroGgPR4RyOTwTljwWUAbRTW6bG9aHh6yvc3urZcOsy3zvSbUSxNZr9FsIo9SCTjRU9lOdMf20GEFM3KQy8eWtFS_EZI-zgT_q9Ed7UgY7IvjhEGJXWR58Q/s320/ade11.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;12.&lt;/span&gt; kemudian pilih&lt;span style="color: red;"&gt; "format the partition using the NTFS file system (Quick)"&lt;/span&gt; atau &lt;span style="color: red;"&gt;"format the partition using the NTFS file system (Quick)"&lt;/span&gt; lalu tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"ENTER"&lt;/span&gt; maka akan muncul layar sepert gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghqmCRatk_evNUhRn8auVZt8nSlprS174zaM9srdJlYsajHknoFQg9n3mfLBpa7M9HCPPamSTJ5Pmnic2py0QV-bn8QIxKMCmq-RPpy_5kLTThHTOYZBCAeUhl-8tUHjC2VpudVIYU3Bw/s1600-h/ade12.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423123698794770098" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghqmCRatk_evNUhRn8auVZt8nSlprS174zaM9srdJlYsajHknoFQg9n3mfLBpa7M9HCPPamSTJ5Pmnic2py0QV-bn8QIxKMCmq-RPpy_5kLTThHTOYZBCAeUhl-8tUHjC2VpudVIYU3Bw/s320/ade12.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;13.&lt;/span&gt; Kemudian arahkan pointer pada posisi &lt;span style="color: red;"&gt;"unpartitioned space"&lt;/span&gt;, lalu tekan&lt;span style="color: red;"&gt; "C"&lt;/span&gt;  maka akan muncul gambar seperti gambar sebelumnya, dalam hal ini layar  yang akan muncul seperti gambar sebelumnya menunjukan sisa partisi yang  telah anda bagi, jika anda cuma membagi 2 partisi saja maka langsung  tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"ENTER"&lt;/span&gt; tapi jika anda  ingin mempartisi lagi sisa hardisknya maka tinggal di bagi lagi aj,  seperti langkah-langkah sebelumnya, mengertikan maksud saya....??&lt;br /&gt;
setelah selesai partisi ketika anda menekan &lt;span style="color: red;"&gt;"ENTER"&lt;/span&gt; seperti yang di jelaskan di atas, maka akan muncul gambar sperti gambar diatas, setelah itu arahkan poiter di posisi&lt;span style="color: red;"&gt; C: partition1 [New Raw]&lt;/span&gt;, tapi biasanya sudah berada di posisi tersebut, maka anda tinggal menekan &lt;span style="color: red;"&gt;"ENTER"&lt;/span&gt; saja untuk proses instalasi windows, kemudian akan muncul proses format seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_BqxrbRpqOslREJ4xHwHR9lh0JE7l8TQFBUMemW2oRMjNztq5hyphenhyphenAnuhqhXXoPvcDdhJ3BMGcPvUvu5PjKcReDd2C9LPliKeBykKp47l22dkgOcsxDUeTnYFuNO5CM0eOv92Sn_iyD2oI/s1600-h/ade13.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423123786533852050" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_BqxrbRpqOslREJ4xHwHR9lh0JE7l8TQFBUMemW2oRMjNztq5hyphenhyphenAnuhqhXXoPvcDdhJ3BMGcPvUvu5PjKcReDd2C9LPliKeBykKp47l22dkgOcsxDUeTnYFuNO5CM0eOv92Sn_iyD2oI/s320/ade13.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;14.&lt;/span&gt; Setelah selesai format, kemudian windows akan ,menyalin file untuk proses instalasi, seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKOZbONYXx1HRVYE7FZ56Bf3SY9byxjI4GdnjJhvDf0DCGNw_YlZWPlyHPI0RZwY7diW3-ksGuZDiR1fV04EbyoQENIGTycBO0SD68oE-p4UFGvliDFTbCvGS7JJZJWJmFAkDcTGrhQOE/s1600-h/ade14.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423123862622561042" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKOZbONYXx1HRVYE7FZ56Bf3SY9byxjI4GdnjJhvDf0DCGNw_YlZWPlyHPI0RZwY7diW3-ksGuZDiR1fV04EbyoQENIGTycBO0SD68oE-p4UFGvliDFTbCvGS7JJZJWJmFAkDcTGrhQOE/s320/ade14.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;15.&lt;/span&gt;  Setelah proses penyalinan selesai, secara otomatis komputer akan  melakukan restart seperti gambar di bawah ini, dalam hal ini untuk  mempercepat proses restart, anda bisa langsung menekan&lt;span style="color: red;"&gt; "ENTER"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgi3Nk2p3xriOhiq3iuJilW5jB2Aj2uADmHL9U1MF8_EBKGGCo2q2qZ4-5eOhyphenhypheno6OGrT4KWslTSc4_nk5E0yBc9IeC-NxAn3V1QZwiD0uoAC4bMj8WU_pkjdKPr8XvydQphtt6VRUSGRmY/s1600-h/ade15.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423123972959300562" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgi3Nk2p3xriOhiq3iuJilW5jB2Aj2uADmHL9U1MF8_EBKGGCo2q2qZ4-5eOhyphenhypheno6OGrT4KWslTSc4_nk5E0yBc9IeC-NxAn3V1QZwiD0uoAC4bMj8WU_pkjdKPr8XvydQphtt6VRUSGRmY/s320/ade15.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;16.&lt;/span&gt; Setelah itu akan muncul loading windows seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRMyyqlXukwhwRPdwddRTHu9RaH0elyGUvSDaaAQIn77fdxkLRUh7zyaTV1FYlNP9Gz0hEdfGZC9ebiB9QBmGx8CL6aJCpYY0kC6zcxuc8-GNh1JXerCzxP16vWY0bKaDTS9rKq6iE1Ko/s1600-h/ade16.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124049222962210" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRMyyqlXukwhwRPdwddRTHu9RaH0elyGUvSDaaAQIn77fdxkLRUh7zyaTV1FYlNP9Gz0hEdfGZC9ebiB9QBmGx8CL6aJCpYY0kC6zcxuc8-GNh1JXerCzxP16vWY0bKaDTS9rKq6iE1Ko/s320/ade16.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;17.&lt;/span&gt; selanjutnya proses instalasi windows di mulai &lt;span style="color: red;"&gt;1..&lt;span style="color: #33ff33;"&gt;2..&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;3...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: #33ff33;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Oo&lt;/span&gt;oo&lt;span style="color: #ffff33;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; muncul layar seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY1N58vBEUjGz5IDR4ov1YFNH9mlwqluC260aU1rpA994Au6G6wH1YtXgcCAs5LwLfj0_yxhCcbZ07LOfqC9QW-MyFIeZ3_YmZy7Vqj5waJ26z7hrE0TB2zAZYhJQjV75uJBaTTrKT-mE/s1600-h/ade17.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124135502443906" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY1N58vBEUjGz5IDR4ov1YFNH9mlwqluC260aU1rpA994Au6G6wH1YtXgcCAs5LwLfj0_yxhCcbZ07LOfqC9QW-MyFIeZ3_YmZy7Vqj5waJ26z7hrE0TB2zAZYhJQjV75uJBaTTrKT-mE/s320/ade17.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;18.&lt;/span&gt;  selanjutnya tinggal menunggu, sambil ngopi jg bisa, biar lebih  terinspirasi, eitssss, tp jangan kemana mana dulu, karna selanjutnya  akan muncul layar seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhni8sRk3P2GlH_MPthFfRgv3nYZZVj31iDPurggQvXq3P6laxcAc5_v3mu6mKfdq-7EgyC1r2VciO6i7kosswJOC615keMVR-V05QaiZhAsdJdEXIH71CUEUdnrZl9oV_4pTEV1Jh76Cs/s1600-h/ade18.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124204503012786" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhni8sRk3P2GlH_MPthFfRgv3nYZZVj31iDPurggQvXq3P6laxcAc5_v3mu6mKfdq-7EgyC1r2VciO6i7kosswJOC615keMVR-V05QaiZhAsdJdEXIH71CUEUdnrZl9oV_4pTEV1Jh76Cs/s320/ade18.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;19.&lt;/span&gt; Langsung klik &lt;span style="color: red;"&gt;"NEXT"&lt;/span&gt; aja BOS...!!! lalu mucul lagi bos layar seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-WjLEbab8quzNuqu9NwH6_GAJwI8vNQVCeXJSOsiY6RUgOjGKmwEaf2lfmshqqBO1xivdseHVj5aPhqosB9gZZfLnyWvwcdfT704edXTNprVcsCBThyphenhyphen5IzPR7xAWToCnrn69cvDdLodY/s1600-h/ade19.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124298268316786" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-WjLEbab8quzNuqu9NwH6_GAJwI8vNQVCeXJSOsiY6RUgOjGKmwEaf2lfmshqqBO1xivdseHVj5aPhqosB9gZZfLnyWvwcdfT704edXTNprVcsCBThyphenhyphen5IzPR7xAWToCnrn69cvDdLodY/s320/ade19.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;20.&lt;/span&gt; Isi nama dan organisasinya, terserah BOS aja... lalu tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"NEXT"&lt;/span&gt; kemudian akan muncul layar seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKs5ILSngKmOA-iUP1oTEpOL22bk1bU6Hi6G-R9psAUlYoC3tXHJSv1_4HDno-HKsTICENcZpUNAtKnoQq7KpXLL9qzSRnoRC0tzDAPMhKPiti18b_nv9074a2fjyTzCIwk6gQHjfP-s0/s1600-h/ade20.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124397069955746" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKs5ILSngKmOA-iUP1oTEpOL22bk1bU6Hi6G-R9psAUlYoC3tXHJSv1_4HDno-HKsTICENcZpUNAtKnoQq7KpXLL9qzSRnoRC0tzDAPMhKPiti18b_nv9074a2fjyTzCIwk6gQHjfP-s0/s320/ade20.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;21.&lt;/span&gt; Masukan serial nombernya, jangan sampe salah ya....!!! kemudian tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"Next"&lt;/span&gt; selanjutnya akan muncul layar administrator, isi aja mau dinamain apa komputernya, terserah deeeehhhhh......&lt;br /&gt;
kalau mau pake pasword tinggal di isi juga paswordnya, terserah juga mo apa paswordnya.... lalu tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"Next"&lt;/span&gt; maka muncul layar Date and Time Setting seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBj5Wyjkhh16ff96ub5e2Cp0oYgIxRsU99BgS6BZENL9JPl3AL1ks4GJ4rpEokhbSjdCi4bqucOYy4aSZIjbTPoKx8wdWokiP-El-Mu1sbob9CTNofgho4NnqPE5iBGgR4AOMOWLxhJO0/s1600-h/ade21.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124488648853858" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBj5Wyjkhh16ff96ub5e2Cp0oYgIxRsU99BgS6BZENL9JPl3AL1ks4GJ4rpEokhbSjdCi4bqucOYy4aSZIjbTPoKx8wdWokiP-El-Mu1sbob9CTNofgho4NnqPE5iBGgR4AOMOWLxhJO0/s320/ade21.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;22. &lt;/span&gt;Masukan settingan jam dan tanggal, tentukan juga time zone anda, untuk jakarta : pilih &lt;span style="color: red;"&gt;GMT+7 &lt;/span&gt;Klik &lt;span style="color: red;"&gt;"Next"&lt;/span&gt; lagi BOS.... setelah proses instalasi windows delanjutkan, seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9JYB5WT6egoKn8D5UOO5cWZDqAGGgya_A4nn4hrro0AvXN2bT9VNRT6-hrZTSxdPMiHjoPreiq7azMs_O7EG-a8C7IDPzyCW5v572K0f-CwJqyCyRGC3PqmT9PMe-9OkWuUj3s4SE47w/s1600-h/ade22.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124593812862786" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9JYB5WT6egoKn8D5UOO5cWZDqAGGgya_A4nn4hrro0AvXN2bT9VNRT6-hrZTSxdPMiHjoPreiq7azMs_O7EG-a8C7IDPzyCW5v572K0f-CwJqyCyRGC3PqmT9PMe-9OkWuUj3s4SE47w/s320/ade22.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;23. &lt;/span&gt;Silahkan Menunggu lumayan lama BOS,.... sampai muncul layar seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiux2MWUV3n4PEhJeVsJUYmxJXLdGCEysY1Y8YMDIvBGF-NpOvAhOEg3hgC3H1Q3XgzWr9cDlYZsXGondNkRGv1JfJ9S45knh6Izrj6pVOxgfHymOgW1mVRbHLphaEJv0ONBKpleFcGrIM/s1600-h/ade23.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124672301084946" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiux2MWUV3n4PEhJeVsJUYmxJXLdGCEysY1Y8YMDIvBGF-NpOvAhOEg3hgC3H1Q3XgzWr9cDlYZsXGondNkRGv1JfJ9S45knh6Izrj6pVOxgfHymOgW1mVRbHLphaEJv0ONBKpleFcGrIM/s320/ade23.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;24.&lt;/span&gt; Selanjutnya akan muncul layar work group or computer Domain,seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg93_dzxd40zFada6paDZgVGUevaErj3jBWR5eLrTjtHTY-H-PTO4GZEIPoJa0ZtdrRjqDbARtrQwi4Qhl6_yL4l25cbl_qxwk172x35QUS1cDYjwAS6EQbaViL-EyQ8CWy4Nc6hB8Pz6I/s1600-h/ade24.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124771740573442" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg93_dzxd40zFada6paDZgVGUevaErj3jBWR5eLrTjtHTY-H-PTO4GZEIPoJa0ZtdrRjqDbARtrQwi4Qhl6_yL4l25cbl_qxwk172x35QUS1cDYjwAS6EQbaViL-EyQ8CWy4Nc6hB8Pz6I/s320/ade24.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;25.&lt;/span&gt;  jika komputer anda terhubung dengan sebuah domain, maka isikan nama  domainnya, tapi jika komputer anda stand alone, maka pilih radio button  yang paling atas, lalu tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"Next"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;26.&lt;/span&gt; Selanjutnya akan muncul display setting, seperti gambar di bawah ini, klik "OK" aja BOS....!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9d5QhWGqZznHx1VtyjHLqbNdB_7nNJq6ObVU3DEKTCVpvVO_vEUj4OmPfgX-_6Wi78Pyzy5IWaWFAziUeuMZYmV0HWKioQlmXN1pVEIr5DEjU4xDdANMGQss4gMisS_Mx0yxtgc1nbgo/s1600-h/ade26.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124869312581522" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9d5QhWGqZznHx1VtyjHLqbNdB_7nNJq6ObVU3DEKTCVpvVO_vEUj4OmPfgX-_6Wi78Pyzy5IWaWFAziUeuMZYmV0HWKioQlmXN1pVEIr5DEjU4xDdANMGQss4gMisS_Mx0yxtgc1nbgo/s320/ade26.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;27.&lt;/span&gt; Kemudian windows akan mendeteksi tampilan optimal dari PC anda, seperti terlihat pada gambar di bawah ini, Klik &lt;span style="color: red;"&gt;"OK" &lt;/span&gt;aj BOS...!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIljUfsRMBgWUTILMq_FCNqJFMhblANEA8pcIPq8KpPTvaL5du3noStxa2BZDli2xhQoxtRs7SUGI474m9l_Ae5ptHpVx8mFVkXrWhfOwIFkWhyphenhyphenAlUohUOvoHO7PpYlk0imeFShzNhMTk/s1600-h/ade27.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423124940639537730" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIljUfsRMBgWUTILMq_FCNqJFMhblANEA8pcIPq8KpPTvaL5du3noStxa2BZDli2xhQoxtRs7SUGI474m9l_Ae5ptHpVx8mFVkXrWhfOwIFkWhyphenhyphenAlUohUOvoHO7PpYlk0imeFShzNhMTk/s320/ade27.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;28. &lt;/span&gt;Proses instalasi hampir selesai BOS..... selanjutnya akan muncul loading jendela windows seperti gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmwQUPTPiNwO16OcftTYj18zzitd3gTZ8z9nVPdlaL-OYGD3qlaioDnz6bRbm-_vonILqT2oq7k-PYHyK_HURlYeE-v21LIbPTvVp0LN3zZUAnpsnsfYPtdyVHBi28VprT4r7sPzLkscY/s1600-h/ade28.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423125023592259218" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmwQUPTPiNwO16OcftTYj18zzitd3gTZ8z9nVPdlaL-OYGD3qlaioDnz6bRbm-_vonILqT2oq7k-PYHyK_HURlYeE-v21LIbPTvVp0LN3zZUAnpsnsfYPtdyVHBi28VprT4r7sPzLkscY/s320/ade28.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;29. &lt;/span&gt;Selanjutnya anda akan dibawa masuk ke dalam windows untuk pertama kalinya seperti terlihat pada gambar di bawah ini, tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"Next"&lt;/span&gt; aj BOS..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF_5Ef0WCSzyqktrTbITCYGEoO1CA-IscGmvETzzY2dqvGW3eW5TcuznayMYgSPHS9Ec6xlUm24LS-dHMIpZYDHg5F6FGRV0E2_MPKnkViq19nj7nUyu28pM6WETquieJnR9ABL1VWPJ4/s1600-h/ade29.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423125116840120962" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF_5Ef0WCSzyqktrTbITCYGEoO1CA-IscGmvETzzY2dqvGW3eW5TcuznayMYgSPHS9Ec6xlUm24LS-dHMIpZYDHg5F6FGRV0E2_MPKnkViq19nj7nUyu28pM6WETquieJnR9ABL1VWPJ4/s320/ade29.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;30. &lt;/span&gt;Selanjutnya akan muncul layar &lt;span style="color: red;"&gt;"Help Protect Your PC"&lt;/span&gt;, seperti gambar di bawah ini, kemudian pilih &lt;span style="color: red;"&gt;"Not Right Now"&lt;/span&gt; lalu tekan&lt;span style="color: red;"&gt; "Next"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgp7Bdl22xcyfBScyVqWE0csTjf7j7r0j44kmBAFV-uANfiCSh7tf5L-YPO6kdD-GICdNDBSmp3eh8CnUPJMBZqq13Qr2Tkay9Kls4X_Ri4zE7BY4BypZIBOQcImec8HLtIs8hqZfCAkpA/s1600-h/ade30.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423125194552524658" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgp7Bdl22xcyfBScyVqWE0csTjf7j7r0j44kmBAFV-uANfiCSh7tf5L-YPO6kdD-GICdNDBSmp3eh8CnUPJMBZqq13Qr2Tkay9Kls4X_Ri4zE7BY4BypZIBOQcImec8HLtIs8hqZfCAkpA/s320/ade30.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;31. &lt;/span&gt;Kemudian komputer akan mengecek koneksi ke internet, seprti terlihat pada gambar di bawah ini, pilih &lt;span style="color: red;"&gt;"Yes"&lt;/span&gt; lalu tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"Next"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrjnVCNvkbaxOGJshws79fbnsLwy-R5K33IBfCVhTfr-frUCCn-hBNWuakkHt3kQ-TfIBGhj0oiZ-oH0iYh1RQ_8Uql-Nqnc6u0tQJsi1_q9Vjy2ZM7OxxjKhboVfzbFX4L_zubvQuDyM/s1600-h/ade31.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423125275313956834" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrjnVCNvkbaxOGJshws79fbnsLwy-R5K33IBfCVhTfr-frUCCn-hBNWuakkHt3kQ-TfIBGhj0oiZ-oH0iYh1RQ_8Uql-Nqnc6u0tQJsi1_q9Vjy2ZM7OxxjKhboVfzbFX4L_zubvQuDyM/s320/ade31.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;32.&lt;/span&gt; Kemudian akan muncul pilihan aktivasi windows, seperti gambar di bawah ini, lalu tekan &lt;span style="color: red;"&gt;"Next"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijL_cvR59B5ij1sYHj1R9k0oNlCBf2K1EbOg7Q9RSqHRMKaLHo4Iqlt6zKJw6ra3A2D4q5Az4YdUhmOahTUfT_PL4PcqyiK9mkTcc8VEzyf9Tn7ywilQmcLd7VbhdAsEr9KVe4P5RaWAQ/s1600-h/ade32.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423125374151520242" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijL_cvR59B5ij1sYHj1R9k0oNlCBf2K1EbOg7Q9RSqHRMKaLHo4Iqlt6zKJw6ra3A2D4q5Az4YdUhmOahTUfT_PL4PcqyiK9mkTcc8VEzyf9Tn7ywilQmcLd7VbhdAsEr9KVe4P5RaWAQ/s320/ade32.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;33.&lt;/span&gt;  Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini yang  menunjukan pilihan untuk menambah pengguna komputer, Anda  bisa  memasukkan beberapa pengguna yang akan mengakses komputer Anda, Namun  jika satu akun sudah cukup, atau Anda menginstall komputer untuk dipakai  bergantian, cukup masukkan satu user kemudian klik &lt;span style="color: red;"&gt;"Next"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;34.&lt;/span&gt; Proses instalasi windows selesai, kemudian akan muncul layar seperti gambar di bawah ini, klik &lt;span style="color: red;"&gt;"finish"&lt;/span&gt;, maka proses instalasi selesai.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwxRAYDvNzHUR5bnT4j9XDDOmTvQksB76LX4WkGpbdtU1f9wZaZbsNIiXckt6OYUsStYED90kVb8lCyQelfEMVTLRpjjVmzYTJZ5CnEcI3jRzDHocAv72wGiUytS2zapj2NzYSTlOD6V8/s1600-h/ade34.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423125455329909730" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwxRAYDvNzHUR5bnT4j9XDDOmTvQksB76LX4WkGpbdtU1f9wZaZbsNIiXckt6OYUsStYED90kVb8lCyQelfEMVTLRpjjVmzYTJZ5CnEcI3jRzDHocAv72wGiUytS2zapj2NzYSTlOD6V8/s320/ade34.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;35.&lt;/span&gt; Selesailah sudah semua.... kemudian perlahan masuk ke windowsnya seperti telihat pada gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgZswwyHdArYTJchFAdlWM6ZvFgtztYGieDqwmd_0RniCDC2IjkiBm7OgZ_T1MuVvc_q8-P3muiMZjuOnGB95zkXqV-i8bWvx2SnUkZB8WqRFvhOTHDPI-BL0dw3t7JsnRCaMwdVgqkVM/s1600-h/ade35.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423125542146993154" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgZswwyHdArYTJchFAdlWM6ZvFgtztYGieDqwmd_0RniCDC2IjkiBm7OgZ_T1MuVvc_q8-P3muiMZjuOnGB95zkXqV-i8bWvx2SnUkZB8WqRFvhOTHDPI-BL0dw3t7JsnRCaMwdVgqkVM/s320/ade35.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigAypaiJjZJl956IXL4RlQ9Df9ikrV5ioysJLpqy2rb2RgCnzq41OBukhJiLHSM2DvPEkEboGeRGuwOZ2PJreiO0Pgmuizy1DIlj7PRETNnEWeAa5K9GlOx9L_I8t3OFCBFsqAWY8CJKE/s1600-h/instal+windows+xp.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423125725975180354" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigAypaiJjZJl956IXL4RlQ9Df9ikrV5ioysJLpqy2rb2RgCnzq41OBukhJiLHSM2DvPEkEboGeRGuwOZ2PJreiO0Pgmuizy1DIlj7PRETNnEWeAa5K9GlOx9L_I8t3OFCBFsqAWY8CJKE/s320/instal+windows+xp.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 183px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;36.&lt;/span&gt; Kemudian tinggal menginstal CD Driver Motherboad, dan perangkat pendukung lainnya....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah langkah-langkah dan cara install windows xp lengkap berikut gambarnya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: red; text-align: center;"&gt;"Semoga Bermanfaat"&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://adesyams.blogspot.com/2009/07/cara-instalasi-windows-xp.html"&gt;Sumber langsung klik &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvScp6RTEsXCF78i1h5VxfoeGgLFDC_AOdrIMBFA578HwGl_poWJib0yCztTi8-J6t-a6Bl_QE8u3RmCH1aSFlFw0GxYerA9G8U-1XlZBWjisPSotg8veBUqiiZehAOgmB9Mpu8ZAHIP0/s72-c/Windows+XP+Prof.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>memperbaiki Instalasi window ( Repair Install )</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/04/memperbaiki-instalasi-window-repair.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Sat, 2 Apr 2011 11:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-3214162519288784915</guid><description>&lt;h3&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting,&lt;br /&gt;
Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan)&lt;br /&gt;
yang awal.&amp;nbsp; Kemudian … &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="more-366"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua,&lt;br /&gt;
bukan yang pertama.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R&lt;br /&gt;
Ini akan memulai perbaikan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6"&gt;WINDOWS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.&lt;br /&gt;
Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan,&lt;br /&gt;
dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;Information&lt;/span&gt;, Dynamic Update,&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;Preparing &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD5"&gt;Installation&lt;/span&gt;, Installing Windows, Finalizing Installation&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketika ditanya, klik tombol Next&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda yang valid.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komputer akan restart.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selesai  &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;strong&gt;Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasanya #1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulis: CD i386&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selesai&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;strong&gt;Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan&lt;br /&gt;
file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasanya #1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulis: bootcfg /list&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Menampilkn isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tulis: bootcfg /rebuild&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan :&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Windows could not start because the following files is missing or corrupt&lt;br /&gt;
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasanya #1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan password administrator jika diperlukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulis: cd \windows\system32\config&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulis: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulis: copy \windows\repair\system&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulis: copy \windows\repair\software&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;strong&gt;Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Untuk partisi tipe FAT&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM&lt;br /&gt;
dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&lt;strong&gt; Untuk partisi tipe NTFS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasanya #1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan password administrator jika diperlukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;SELESAI, Moga bisa ngebantu yang lainnya</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>tip - tip komputer Bag II</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/tip-tip-komputer-bag-ii.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Thu, 31 Mar 2011 13:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-7277924051522442055</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;7. Perbaiki Aliran Udara dalam Casing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Layaknya  sebuah rumah, casing komputer membutuhkan sirkulasi udara yang baik.  Tujuannya membantu agar udara di dalam casing tidak terlalu panas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*  Rapikan kabel dalam casing. Kabel berantakan akan menghambat aliran  udara dalam casing. Mengikat, salah satu cara paling efektif untuk  merapikan kabel. Gabungkan kabel dan ikat dengan plastik strap atau  kawat pengikat. Usahakan tidak mengikatnya dengan karet gelang. Suhu  panas casing akan membuat karet gelang mengalami deformasi plastik dan  akhirnya putus.&lt;br /&gt;
* Untuk kabel IDE dan FDD yang bisa Anda lakukan  adalah menggantinya dengan round cable. Kabel IDE round cable sedikit  banyak memperkecil penampang hambatan udara dalam casing Anda. Tidak  tertarik untuk membelinya? Anda bisa mengakali kabel IDE konvensional  Anda dengan menggulung dan mengikatnya. Bisa dengan strap ataupun kawat  pengikat.&lt;br /&gt;
* Untuk membuat fentilasi tambahan, bisa dengan moding  casing. Sayangnya, hal ini kurang menarik bagi yang tidak hobi.  Alternatif lain, Anda dapat membuka slot PCI yang masih tertutup.&lt;br /&gt;
*  Tempatkan ekstra fan exhaust pada bagian teratas casing. Logikanya,  udara panas akan selalu berada di bagian teratas, sehingga fan efektif  untuk mengeluarkan udara panas yang terkurung dalam casing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;8. Cara mudah membersihkan PC&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mulai dengan mencabut semua kabel yang menempel ke komputer, seperti kabel power dan monitor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Letakkan casing di lantai dengan dilapisi oleh kain atau karpet.&lt;br /&gt;
* Buka penutup casing dan gunakan kompresor angin untuk menghilangkan debu yang menempel.&lt;br /&gt;
* Anda juga bisa menggunakan penyedot debu, untuk memaksimalkan pembersihan.&lt;br /&gt;
*  Bersihkan bagian luar monitor, dengan menggunakan kain bersih. Untuk  layar monitor, gunakan kain yang lembut. Jika Anda menggunakan cairan  pembersih, sebaiknya disemprotkan ke kain.&lt;br /&gt;
* Sedot debu yang menempel di keyboard dengan penyedot debu yang dilengkapi sikat.&lt;br /&gt;
*  Untuk mouse nonoptikal, lepaskan sekrup pada bagian bawah mouse dan  keluarkan bolanya. Bersihkan kotoran yang menempel pada putaran dan  bolanya.&lt;br /&gt;
* Bersihkan bagian luar casing dengan menggunakan kain lembut dan cairan pembersih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;9. Pasang Saringan udara di casing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal  ini untuk menjaga kebersihan casing Anda. Tentunya Anda harus  memperhatikan bahan yang digunakan karena jika bahan yang digunakan  tidak baik, maka Anda akan mengalami permasalahan baru yaitu saluran  udara yang tersumbat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Anda perlu memasangnya di  bagian depan intake kipas. Anda boleh saja memasang saringan pada semua  kipas. Namun yang diutamakan di sini adalah pemasangan filter pada  kipas yang memberikan udara masuk, di mana debu biasanya ikut masuk.&lt;br /&gt;
*  Alternatif bahan yang murah dan gampang didapat adalah busa  motherboard. Bentuknya yang tipis dan lebar, ideal untuk dimanfaatkan  sebagai air filter. Potong sesuai ukuran dan tempel dengan selotip  ataupun doubletape.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;10. Tidak ketinggalan Berita dengan RSS Aggregator&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada  program yang dikenal dengan sebutan RSS Aggregator. Program RSS  aggregator sendiri merupakan sebuah aplikasi yang memungkinkan kita  untuk melihat headline beserta link ke isi berita dari sebuah situs  penyedia berita. Caranya cukup mudah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Gunakan RSS Aggregator. Misalnya, program i-System yang bisa diperoleh di &lt;a href="http://www.feedreader.com./"&gt;www.feedreader.com.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
*  Tentukan sumber berita yang Anda inginkan. Misalnya dari Yahoo News  atau Detik.Com. Namun, beberapa situs lokal cenderung memproteksi isi  headline-nya. Secara default, i-System sudah menyediakan banyak link ke  situs-situs yang menyediakan fasilitas RSS atau biasa disebut RSS feed.  Klik icon New di toolbar. Setelah muncul sebuah kotak dialog alamat RSS,  isilah dengan alamat situs sumber RSS pilihan Anda. Klik Next dan ikuti  langkah-langkahnya.&lt;br /&gt;
* Feedreader secara otomatis akan memeriksa  headline terbaru dan menampilkannya di desktop Anda. Anda juga bisa  mengatur interval waktu,kapan feedreader harus memeriksa dan menampilkan  headline terbaru atau refresh time. Namun, berdasarkan etika di dunia  internet, ada batas waktu minimum untuk refresh RSS, yakni 90 menit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;11. Mem-back-up Data di Outlook&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Betapa  sedihnya jika data Outlook kita hilang begitu saja. Bisa karena Windows  mengalami crash atau sebab lain di luar perkiraan sebelumnya. Untuk  menanggulanginya, back-up semua folder di Outlook secara periodik. Ada  beberapa tip yang perlu Anda pahami untuk mencegah data di Outlook  hilang begitu saja.&lt;/div&gt;* Back-up secara manual dengan menggunakan  perintah Export di bawah menu File. Pilih option Export to File dari  kotak dialog yang muncul. Kemudian pilih option Personal Folder File  (.pst). Tentukan folder yang hendak di-back-up dan lokasi penyimpanannya  sekalian. Kami sarankan untuk juga mem-back-up di CD.&lt;br /&gt;
* Anda juga  bisa back-up data menggunakan Archive-nya Outlook. Caranya, pilih menu  Tools, pilih Options. Pada kotak dialog yang terbuka, buka tab Other dan  klik tombol AutoArchive. Tentukan lokasi penyimpanan yang baru dan klik  OK. Pindahkan lokasi penyimpanan file-file di dalam Outlook untuk  mencegah data ikut hilang bila operating system rusak. Lebih baik lagi  jika tempat penyimpanannya terpisah dari partisi lokasi aslinya.  Misalnya, di drive D atau selain drive C.&lt;br /&gt;
Sumber klik &lt;a href="http://depz84.blogspot.com/"&gt;disini &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>tip - tip komputer Bag I</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/tip-tip-komputer-bag-i.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Thu, 31 Mar 2011 13:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-7473938698481878371</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak ada salahnya menggunakan komputer apa adanya.  Tentu saja, ada risikonya. Misalnya, komputer kian hari kian lambat.  Padahal perawatan sudah dijalankan. Baik meng-update driver, menghapus  file sampah, dan beragam perawatan rutin lain.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;Atau  mungkin komputer berjalan stabil, namun suara yang ditimbulkannya  sangat mengganggu. Masalah burn CD kadang juga membuat jengkel. Apalagi  misalnya, CD tersebut hendak digunakan pada audio di mobil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebel  memang jika PC tidak menuruti kemauan kita sebagai pemiliknya. Semua  masalah yang mungkin timbul seperti di atas disebabkan PC yang liar.  Seperti kuda dari padang rumput, sebelum digunakan harus dijinakkan  terlebih dahulu. Agar kita terhindar dari ketidaknyamanan  menungganginya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut ini akan dijelaskan  bagaimana cara menanggulangi berbagai permasalahan saat menggunakan PC,  baik di rumah maupun di tempat kerja. Kami juga menambahkan cara  penyelamatan data e-mail. Selamat mencoba!.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;1. Percepat Booting dan Ringankan beban CPU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seiring dengan waktu, lama kelamaan PC terasa makin lambat dan ‘berat’. Apa saja yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*  Langkah pertama mempercepat boot via BIOS. Untuk keterangan  selengkapnya, Anda dapat melihatnya pada “Menguak Tabir BIOS” di PC  Media 04/2004 yang lalu.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya mulai ke area operating  system. Untuk Windows XP, mulai dengan membuka System Configuration  Utility. Pada tab BOOT.INI, beri tanda (P) pada “/NOGUIBOOT”. Ini akan  mempersingkat waktu boot dengan menghilangkan Windows startup screen.  Pada tab Startup, seleksi ulang seminimal mungkin item yang sangat  dibutuhkan. Hal yang sama juga dilakukan pada service yang dijalankan.  Usahakan jumlah service yang ter-load tidak lebih dari 25.&lt;br /&gt;
* Windows  XP memang tampak begitu memukau pada tampilannya. Jika kebutuhan utama  Anda adalah kecepatan dan bukan keindahan, setting ulang interface ini  dapat menambah kecepatan. Masuk ke System Properties, pilih tab  Advanced. Setting ulang pada pilihan Performance. Kemudian pilih “Adjust  for Best Performance” pada tab Visual Effects.&lt;br /&gt;
* Menghilangkan  wallpaper dan minimalisasi jumlah desktop icon juga dapat mempercepat PC  Anda. Kurangi jumlah desktop icon sampai maksimal lima buah.&lt;br /&gt;
*  Menghilangkan bunyi pada event Start Windows juga akan mempercepat  proses boot. Mau lebih cepat lagi? Pilih “No Sounds” pada sound scheme.&lt;br /&gt;
*  Berapa jumlah font yang terinstal pada Windows Anda? Makin banyak  jumlah font yang terinstal akan menambah berat beban kerja PC Anda.  Windows secara default menyertakan sejumlah kurang dari 100 font.  Usahakan jumlah font yang terinstal pada kisaran 150 font.&lt;br /&gt;
* Anda  rajin meng-update driver? Bagus. Namun tahukah Anda, file-file yang  digunakan driver lama Anda dapat memperlambat PC. Cara paling mudah  menggunakan utility tambahan seperti Driver Cleaner. Utility ini  membersihkan driver nVidia dan ATI terdahulu. Driver Cleaner 3.0, juga  dapat membersihkan driver lama beberapa chipset motherboard, sound card,  dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;2. Overclock&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ini  bagian yang paling menarik. Pada bagian ini kami akan memandu  overclocking, dengan mengandalkan beberapa software yang bisa  di-download gratis dari internet.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Overclock Video Card&lt;br /&gt;
Overclocking pada video card, relatif mudah apalagi dengan Powerstrip.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Anda bisa menggunakan Powerstrip dengan men-download dari &lt;a href="http://www.entechtaiwan.net./"&gt;www.entechtaiwan.net.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
* Atur konfigurasi dari Performace profile, dengan klik kanan di tray icon.&lt;br /&gt;
*  Anda akan melihat dua buah vertical slider. Slider kiri, control untuk  core speed video card. Slider kanan merupakan control dari kecepatan  memory video card.&lt;br /&gt;
* Tambahkan core speed video card secara bertahap  (maksimal 2 Mhz). Lakukan tes stabilitas dengan memainkan game 3D atau  menjalankan benchmark. Ulangi hal tersebut sampai core speed maksimal  dari video card. Lakukan hal yang sama untuk memory clock. Kini Anda  bisa menikmati frame rates baru yang lebih cepat secara gratis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Overclock Motheboard&lt;br /&gt;
Untuk  melakukan overclock terhadap motherboard sedikit berbeda. Anda harus  menyesuaikan aplikasi sesuai dengan chipset motherboard. Di sini kami  mengambil contoh overclocking dua buah motherboard. Pertama adalah  motherboard dengan chipset nForce2.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Untuk motherboard dengan chipset nVidia, Anda bisa memanfaatkan aplikasi NV system utilities dari &lt;a href="http://www.nvidia.com./"&gt;www.nvidia.com.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
*  Pada aplikasi ini, tinggal menggeser slider kearah kanan pada bagian  Bus speeds. Ini akan menyesuaikan clock FSB juga memory bus. Untuk AGP  bus, tersedia pada slider yang terpisah.&lt;br /&gt;
* Tersedia juga setting untuk memory control timing. Setting memory yang lebih agresif akan menguntungkan untuk sistem AMD.&lt;br /&gt;
*  Sama seperti pada video card, Anda harus menambahkan secara bertahap  FSB dan AGP bus. Jalankan tes stabilitas. Setelah selesai, Anda bisa  mengakhiri dengan mengklik tombol (OK). Catatan: ketika OC yang Anda  lakukan tidak sesuai, maka komputer akan otomatis hang dan terpaksa  me-restart komputer.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Motherboard kedua adalah  Intel D875PBZ. Menggunakan Intel Desktop Control Center, sayangnya  utiliti ini hanya berjalan pada motherboard keluaran Intel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Untuk melakukan OC, Anda bisa melakukannya dengan otomatis.&lt;br /&gt;
* Bisa juga secara manual. Pada menu Tune yang terdapat di bagian atas, pilih option Burn-in, enable burn-in mode.&lt;br /&gt;
*  Terdapat Host I/O mode dan AGP/PCI mode. Pada Host I/O mode, OC  dilakukan berdasarkan persentase hingga 4 %. Sedangkan pada AGP/PCI  mode, menaikkan bus clock AGP yang otomatis akan meningkatkan clock PCI.&lt;br /&gt;
*  Setelah melakukan penambahan, Anda bisa mengukur stabilitas. Dengan  melakukan stress-it pada bagian kiri bawah aplikasi yang bertanda  centang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;3. Upgrade Processor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum  membeli sebuah processor baru, pastikan bahwa motherboard yang Anda  miliki mampu mendukung calon processor baru Anda (lihat tabel “Chipset  dan Processor Support”). Selain itu, pastikan juga maksimum FSB untuk  processor yang mampu didukung motherboard Anda. Hal ini juga berhubungan  banyak dengan chipset yang digunakan pada motherboard Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai  contoh untuk processor Intel. Chipset Intel seri 845 hanya memiliki bus  maksimal 533 MHz. Berbeda dengan chipset Intel 848 ataupun 875P yang  sudah mampu bekerja dengan processor dengan bus 800 MHz.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal  ini juga berlaku untuk processor AMD. Seperti VIA KT400 yang belum bisa  bekerja dengan bus processor 400 MHz. Berbeda dengan KT600 yang sudah  mampu bekerja pada bus processor 400 MHz.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada  baiknya juga untuk memastikan produsen motherboard yang Anda gunakan  menyediakan update BIOS pada situsnya. Terutama update BIOS untuk  kecepatan processor yang terbaru. Update BIOS diperlukan sekiranya BIOS  lama motherboard Anda belum mendukung (biasanya) multiplier processor  terbaru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;4. Cara mudah Ripping CD&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Walaupun  Anda sudah menggunakan aplikasi dan metode yang lain sebagai andalan  untuk melakukan ripping CD Audio, namun tidak ada salahnya mencoba  alternatif lain. Siapa tahu hasilnya akan jauh lebih baik dari yang  selama ini Anda lakukan. Lagipula, software yang kami tawarkan di sini  dapat Anda gunakan secara gratis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika Anda ingin  memiliki kumpulan MP3 music dengan kualitas yang baik kami memberikan  beberapa buah tip. Di mana kunci utamanya terletak pada tiga buah  komponen, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Sebuah program ripping yang  tidak akan mengizinkan ekstraksi yang buruk dihasilkan. Artinya Anda  tidak perlu mencek ulang satu per satu file hasil ripping yang  dihasilkan secara manual.&lt;br /&gt;
* MP3 encoder yang baik dan mampu menghasilkan data audio dengan kualitas yang baik dengan kompresi file audio yang juga baik.&lt;br /&gt;
* Proses audio ripping nya sendiri yang cukup mudah untuk dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan  proses yang terbilang sederhana, Anda akan mampu melakukan proses  ripping dengan menggunakan LAME encoder. Termasuk juga cara mengatur  nama, nomor, dan tag dari semua track yang ada dengan mudah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Download EAC dan LAME Encoder&lt;br /&gt;
Yang  akan digunakan di sini adalah sebuah software yang cukup mengesankan.  Yaitu Exact Audio Copy (EAC), download aplikasi tersebut pada &lt;a href="http://www.exactaudiocopy.de./"&gt;www.exactaudiocopy.de.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak  seperti aplikasi ripping lainnya, EAC dapat melakukan pemeriksaan ulang  terhadap setiap bit data dengan source data. Tujuannya untuk memperoleh  tingkat akurasi tinggi yang mampu mendekati CD Audio aslinya. Jika  aplikasi tersebut menemukan perbedaan, maka aplikasi tersebut akan  melakukan ripping ulang dan sekali lagi jika diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentunya  hal tersebut akan memperlambat proses ripping itu sendiri. Tapi dengan  melihat dari hasil yang didapat, hal tersebut bukan lagi sebuah masalah.  Perlu diingat, proses ripping ulang hanya akan dilakukan jika terjadi  perbedaan. Bisa disebabkan karena CD yang tergores, ataupun adanya copy  protection pada CD yang bersangkutan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda juga  akan memerlukan LAME Encoder, di mana encoder tersebut telah dikenal  cukup lama sebagai MP3 encoder terbaik yang pernah ada. Hingga saat ini  versi terbarunya adalah Lame 3.95.1. Anda dapat men-download-nya di &lt;a href="http://mitiok.cjb.net./"&gt;http://mitiok.cjb.net.&lt;/a&gt;  Setelah Anda mendapatkan kedua aplikasi tersebut, lakukan proses Unzip  dan simpan ke dalam satu folder yang sama. Hal ini dilakukan untuk  memudahkan pencarian saat pertama kali menggunakan aplikasi EAC  tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Konfigurasi EAC&lt;br /&gt;
Berikut ini hal-hal  yang harus Anda perhatikan saat hendak menggunakan EAC. Hanya ada  beberapa hal yang perlu dikonfigurasi ulang, namun penting untuk  dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Pada saat kali pertama menggunakan  aplikasi, EAC akan melakukan proses initial drive test. Pilih  Optimization untuk “accurate results”. Jika Anda memiliki lebih dari  satu buah optical drive, maka EAC akan memilih drive yang terbaik  sebagai drive default-nya. Tetapi Anda bisa saja mengubahnya. EAC juga  akan melakukan konfigurasi LAME. EAC akan memulainya dengan mencoba  mencari LAME pada drive Anda. Akan lebih mudah jika Anda memberikan  letak folder dari LAME secara manual. Kemudian pilih “standard” untuk  LAME setting. Terakhir pilihlah Expert interface option, di sinilah  kekuatan EAC ini. Karena pada option inilah Anda dapat memaksimalkan  kerja aplikasi tersebut.&lt;br /&gt;
2. Pilih EAC|EAC Options Menu|General dan  berikan tanda centang (P) pada “On Unknown CDs”. Kemudian klik pada  bagian “Automaticaly access online freedb database”, jika PC Anda  terhubung dengan internet. Jika Anda bertanya untuk apa? Ini adalah  untuk menyinkronisasikan data album CD (nama artis, judul album, dan  judul lagu) dari database yang tersedia di Internet. Tetapi jika PC  tidak terhubung pada internet atau database dari CD Anda tidak tersedia,  Anda terpaksa mengisi tag info masing-masing lagu secara manual.&lt;br /&gt;
3.  Masih dari menu tersebut pilih pada bagian Filename. Pada bagian Naming  scheme tuliskan %A\%C\%N - %T. Hal tersebut akan berpengaruh pada letak  folder dari file hasil ekstrak data yang Anda lakukan. Dimulai dari nama  artist (%A), nama album (%C), nomor track (%N), dan terakhir judul lagu  (%T). Seperti pada contoh ini: BonJovi&amp;amp;gt;  TheseDays&amp;amp;gt;01-Diamond.mp3&lt;br /&gt;
4. Pilih directories masih dari menu  yang sama. Pilih pada bagian “Use this directory” dengan begitu EAC akan  secara otomatis memasukkan hasil ekstrak ke dalam direktori yang telah  Anda berikan tersebut.&lt;br /&gt;
5. Masuk pada menu EAC|Drive Options. Kemudian  berikan tanda pada “Drive is capable of retrieving C2 error  information”. Hal ini untuk lebih memaksimalkan kemampuan drive optik  Anda untuk keperluan ripping ini. Biasanya secara default option ini  sudah di-enable oleh EAC. Tetapi jika setelah melakukan ripping ternyata  Anda menemui noise-noise yang terdengar dalam tempo yang konstan,  disable option ini. Biasanya hal ini akan mengatasi masalah tersebut.&lt;br /&gt;
6.  Masuk pada menu EAC|Compression Options menu. Pilih pada bagian  External Compression dan pastikan LAME MP3 Encoder ditampilkan pada  bagian “Parameter passing scheme”. Jika belum ditampilkan, lakukan  pemilihan secara manual.&lt;br /&gt;
7. Masih pada menu yang sama, masuk pada  bagian “Bit Rate” dan pilihlah Variable Bitrate menjadi 192 Kbps. Tetapi  jika komputer Anda tidak mampu melakukan sampling hingga 192 Kbps, 128  Kbps kiranya sudah cukup baik.&lt;br /&gt;
8. Masuk pada bagian EAC|freedb  options dan konfirmasikan alamat e-mail Anda. Tetapi sekali lagi, jika  Anda tidak terhubung ke internet hal tersebut tidak perlu dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mulai Pengoperasian&lt;br /&gt;
Sekarang  Anda sudah siap mengoperasikan EAC dan mulai melakukan proses ripping.  Masukkan CD audio yang Anda miliki dan klik pada bagian MP3 yang  terletak di sebelah kiri atas. Setelah selesai melakukan ripping,  cobalah periksa hasil ripping. Apabila tidak terdengar apapun, berarti  ada kesalahan, lakukan pemeriksaan terhadap setting yang telah  ditentukan tadi. Jika ternyata setting-nya sudah benar, cobalah lakukan  download ASPI layer yang bisa didapat dari &lt;a href="ftp://ftp6.nero.com/wnaspi32.dll."&gt;ftp://ftp6.nero.com/wnaspi32.dll.&lt;/a&gt;  Karena Anda tidak akan bisa melakukan ripping tanpa adanya ASPI layer  dalam sistem komputer Anda. Letakkan file tersebut pada direktori yang  sama dengan EAC dan LAME tadi. Ulangi proses ripping sekali lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika Anda menemui kesulitan, cobalah masuk pada situs &lt;a href="http://www.chrismyden.com/"&gt;www.chrismyden.com&lt;/a&gt; dan klik pada bagian “Elite DAE”, di mana terdapat forum yang menyediakan jawaban dari berbagai macam pertanyaan yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;5. Burning CD dengan Sempurna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk  mendapatkan hasil burning CD yang sempurna bukan lah hal yang mudah. Di  sini ada beberapa tip mudah untuk memperbaiki hasil burning CD.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*  Saat burning CD audio, proses burning sebaiknya dilakukan pada maksimal  kecepatan 24x. Jika CD ditujukan untuk disetel di CD player pada sistem  car audio sebaiknya pada kecepatan maksimal 4x. Hal ini untuk  menghindari masalah kompatibilitas dengan CD player dan sistem error  correction yang terdapat pada CD audio (terutama untuk sistem car  audio). Proses burning akan lebih lama, tapi hasilnya lebih terjamin.&lt;br /&gt;
* ‘Finalize’ CD hasil burning. Hal ini juga berkaitan dengan kompatibilitas untuk kebanyakan CD player.&lt;br /&gt;
*  Gunakan media CD yang berkualitas. Salah satu caranya dengan  mengandalkan media dari merk terkenal. Atau Anda dapat memilihnya dari  review yang ada di media cetak maupun internet.&lt;br /&gt;
* Selalu gunakan mode  Disc-at-Once (daripada Track-at-Once). Multisession punya tingat  kompatibilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan single session.&lt;br /&gt;
*  Jika Anda membuat sebuah CD “mix”, pastikan untuk menormalkan level  volume pada setiap track. Beberapa software burning menyediakan  fasilitas ini. Atau Anda dapat melakukannya sendiri (dengan hasil yg  lebih baik) menggunakan MP3Gain, yang bisa di-download di &lt;a href="http://www.geocities.com/mp3gain."&gt;www.geocities.com/mp3gain.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;6. Ssstttt…jangan berisik!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Suara  lantunan MP3 koleksi Anda memang enak didengar. Mendengar deru mobil  dari adegan pada film, desingan tembakan dari game pada PC Anda menambah  seru suasana. Namun dengungan suara yang dihasilkan PC Anda, bukanlah  hal yang menyenangkan untuk didengar. Apalagi jika Anda termasuk orang  yang jarang mematikan PC, meskipun tertidur. Bisa-bisa mimpi Anda  menjadi mimpi buruk didatangi lebah berukuran raksasa karena mendengar  dengungan yang dibuat oleh PC Anda. Bagaimana cara memberantasnya?  Komponen apa saja pada PC yang berisik?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Optimalkan pendingin PC Anda&lt;br /&gt;
Fan  memang menjadi senjata utama kebanyakan PC untuk mengusir panas dari  komponen. Namun, fan ini juga yang sekaligus menjadi biang kerok  keributan yang menghasilkan dengungan konstan pada PC Anda. Coba hitung  saja total fan yang terpasang pada PC Anda. Satu pada HSF (heatsink fan)  processor, satu terintegrasi pada power supply. Belum lagi jika  motherboard dilengkapi dengan HSF pada chipset, HSF GPU (graphic  processor unit) pada video card. Anda yang mengutamakan kesejukan pada  casing PC Anda kebanyakan menambahkan mulai dari 1 buah fan sampai  dengan 2-4 fan tambahan untuk memastikan aliran udara pada casing. Belum  lagi yang senang memanjakan harddsik (apalagi yang memiliki RPM  tinggi), kadang menambahkan harddisk cooler yang artinya fan tambahan  lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika Anda sedang mencari fan tambahan,  usahakan mencari fan yang berkualitas dengan tingkat kebisingan rendah.  Fan yang baik tidak banyak menghasilkan getaran saat beroperasi. Fan  berdiameter besar mempunyai kecenderungan menghasilkan tingkat  kebisingan yang lebih rendah. Jadi jika casing Anda memungkinkan, pilih  fan berukuran 120 mm daripada fan 80 mm.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika  Anda terlanjur memiliki fan yang banyak, coba pastikan mana yang paling  tepat guna untuk casing Anda. Caranya cukup mudah. Bermodalkan program  monitoring hardware, seperti Motherboard Monitor. Utiliti ini memiliki  tampilan display (yang disebut Dashboard) yang sangat mudah dibaca.  Bahkan tersedia juga log hasil pembacaan dalam rentang waktu tertentu.  Untuk memonitor suhu harddisk, bisa memanfaatkan HDD Thermometer 1.0.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cari  kombinasi fan yang paling tepat dengan tingkat pendinginan yang paling  optimal. Coba jalankan PC dengan load penuh (sambil bermain game atau  menjalankan aplikasi yang berat) selama tidak kurang dari 15 menit.  Lihat suhu maksimal yang tercatat pada Motherboard Monitor. Bandingkan  nilainya dengan kombinasi fan tambahan yang lain. Pilih yang mana  menurut Anda paling baik antara jumlah fan dengan tingkat kebisingan  yang dihasilkan, menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Jika ada fan  yang tersisa, jadikan saja sebagai cadangan jika ada fan yang mengalami  kerusakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Catatan dari kami: usah gelisah jika suhu processor Anda tidak pernah mencapai kisaran 50ºC.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ngebut  berarti maut berlaku di jalanan. Namun pada PC Anda, ngebut berarti  tambahan kebisingan. Terutama untuk drive optik dan harddisk Anda. Tidak  berarti Anda harus bertoleransi dengan lambatnya PC Anda. Hanya saja  aturlah kecepatan PC Anda sesuai dengan kebutuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk  drive optik, caranya cukup mudah. Cukup mengandalkan software Nero  DriveSpeed 2.0. Atur kecepatan pada kisaran 24–32x. Anda bahkan dapat  mengatur lama waktu sebelum drive optik Anda spin down. Saat membutuhkan  kecepatan tinggi pada drive optik Anda, tinggal mengembalikan setting  pada kecepatan maksimal. Hal ini akan dibutuhkan saat drive optik  digunakan untuk proses ripping atau meng-copy file dari CD/DVD.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu  juga untuk harddisk Anda. Sayangnya, hal ini tidak berlaku di semua  merk harddisk. Sebagai contoh, seperti untuk harddisk Maxtor dengan  AMSET utilitinya, ataupun harddisk IBM-Hitachi dengan Feature Tool.  Sesuaikan setting dengan tingkat kebisingan sesuai keinginan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lain-lain&lt;br /&gt;
Suara  berisik dari komputer Anda juga dapat terjadi karena getaran yang  dihasilkan. Fan dengan kualitas yang buruk dapat menjadi salah satu  penyebabnya. Usahakan untuk mendapatkan fan dengan getaran yang minimal.  Sekrup yang tidak terpasang dengan baik juga menyebabkan suara getaran.  Yang ini cukup dengan mengencangkan sekrup-sekrup yang terpasang pada  PC Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Watercooling&lt;br /&gt;
Jika Anda benar-benar  muak dengan dengungan bising dari PC Anda, saatnya beralih ke alternatif  pendinginan yang lain. Metode watercooling bisa dijadikan pilihan  alternatif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teknik watercooling secara singkat  dapat dianalogikan dengan pendinginan kendaraan bermotor menggunakan  pendingin radiator. Watercooling memanfaatkan air untuk mendinginkan  panas yang dihasilkan komponen PC, terutama processor. Biasanya terdiri  dari tiga bagian utama, water block, copper radiator, dan water pump.  Proses pendinginan air sebagai media pendinginan dilakukan pada copper  radiator, sedangkan sirkulasi air memanfaatkan water pump. Water block  ditempelkan ke processor untuk mengusir panas yang dihasilkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keuntungannya,  tingkat kebisingan yang dihasilkan sangat rendah. Fan pada radiator  bekerja pada RPM yang tidak terlalu tinggi sehingga tidak bising. Water  pump juga tidak bising, hal ini disebabkan karena memanfaatkan air untuk  meredam suara yang dihasilkan. Solusi yang cocok untuk yang mencari CPU  cooling yang efisien dengan tingkat kebisingan yang rendah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perlu  diperhatikan adalah kemungkinan bocor yang dapat terjadi jika  menggunakan metode watercooling ini. Selain itu, harganya yang masih  relatif lebih mahal dibandingkan dengan HSF menjadikan metode  pendinginan watercooling bukanlah pilihan untuk kebanyakan pengguna  komputer.&lt;br /&gt;
Sumber Klik &lt;a href="http://depz84.blogspot.com/"&gt;disini&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Mudah mendapatkan uang di Internet</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/cara-mudah-mendapatkan-uang-di-internet.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Tue, 29 Mar 2011 23:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-3563220514553275742</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; Cara Mudah mendapatkan uang di Kumpul Blogger&lt;/h3&gt;Ada info penting buat sobat semua yaitu cara mendapatkan uang dari   internet..Yeah sekedar tambah penghasilan di internet ajah. Daripada   kita keluyuran tiap hari diinternet tanpa ada hasil,yang ini patut di   coba. Pertama aku ga pernah mikir sampe disitu dan tidak pernah tau   tentang cara dapat uang di internet, setelah aku berkunjung di blog   serba-tersedia,baru aku tau dan mencoba, Kalo sobat beminat silahkan   ikuti trus info yang penting ini&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk dapat menghasilkan uang dari   blog/website, salah satunya adalah dari Kumpul Blogger. Setidaknya ada 3   (tiga) penghasilan yang dapat kita peroleh dari Kumpul Blogger yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Melalui metode Pay Per Unique Click yaitu jika Iklan yang dipasang   pada blog/website Anda, diklik oleh kita atau pengunjung, maka kita akan   mendapatkan bayaran per  klik untuk 1 (satu) IP Address sebesar Rp.300   (tiga ratus rupiah) untuk  Iklan Text Links dan Rp.350 (tiga ratus  lima  puluh rupiah) untuk Iklan  Mini Banner;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Dari Link Referral yaitu jika ada orang lain yang bergabung dengan &amp;nbsp;&lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=177884"&gt;KUMPUL BLOGGER&lt;/a&gt;     melalui link referral Anda, maka setiap 1 (satu) kali klik dari    pengunjung blog/website mereka, Anda mendapatkan bayaran Rp.25 (dua    puluh lima rupiah). Nah jika ada 100 (seratus) orang yang bergabung    dengan Kumpul Blogger  melalui link referral Anda dan setiap hari iklan   mereka rata-rata  diklik oleh 10 (sepuluh) pengunjung, maka penghasilan   Anda adalah 100 x  10 = 1000 x Rp.25 = Rp.25.000 (dua puluh lima ribu   rupiah) per hari,  lumayan khan buat ganti pulsa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Sistem Pay Per Transaksi yaitu Anda akan dibayar setiap kali berhasil    menjual produk dari pihak ketiga yang telah berkerjasama dengan Kumpul   Blogger yang komisinya sebesar 2% (dua persen) dari harga penjualan.  &lt;br /&gt;
Anda berminat ...? Kalo mau silahkan ikuti langkah-langkah berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Untuk memudahkan pendaftaran Anda silahkan klik &lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=177884"&gt;disini&lt;/a&gt; Sekarang 100% GRATIS;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Setelah terbuka windows/halaman baru, masukan email Anda dan isi kolom    Captha sesuai kode yang ditampilkan, lalu klik Register;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Selanjutan jika Anda mendapatkan pemberitahuan berupa pop up, silahkan  klik OK, lalu buka Email Anda;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.Dalam Email tersebut, Anda akan mendapatkan password yang digunakan  untuk login ke account Kumpul Blogger Anda;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.Untuk mendapatkan Link Referral dan Script Add Iklan Anda, silahkan    login ke Kumpul Blogger dengan menggunakan alamat email dan password    yang telah diberikan oleh Kumpul Blogger;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.Untuk mengetahui Link Referral Anda, silahkan dilihat pada Navigation    Menu lalu klik pada tulisan Referral Link, selanjutnya geser halaman  ke   bawah dan cari menu Link Referral; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.Untuk mendapatkan Script Add Iklan, terlebih dahulu Anda harus    mendaftarkan blog Anda, caranya pada menu Blogger klik Tambah Blog,    selanjutnya masukan alamat blog Anda sesuai pentunjuk yang diberikan.    Setelah selesai, silahkan klik tulisan Script Text Advertising untuk    Blog anda untuk Iklan Text, Script Mini Banner untuk Blog anda untuk    Iklan Mini Banner dan Script Jualan Buku (Bekerja sama dengan    Kutukutubuku.com) untuk jual produk pihak yang bekerjasama dengan &lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=177884"&gt;KUMPUL BLOGGER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.Selanjutnya cara mempromosikan Iklan-iklan dan Link Referral Kumpul  Blogger adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Untuk Script Add Iklan silahkan di pasang di sidebar/halaman blog Anda    agar iklan-iklan tersebut mudah dilihat oleh pengunjung blog Anda,    caranya silahkan baca Cara Pasang dan Hapus Widget di Blogger;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Untuk promosikan Link Referral Anda, buatlah review/posting tentang    Kumpul Blogger dengan menaruh/menautkan link referral Anda ke dalam    posting, sehingga orang yang tertarik untuk bergabung dengan Kumpul    Blogger akan mendaftarkan diri melalui link referral Anda tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gampangkan kan...Patut dicoba, silahkan klik ,&lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=177884"&gt;DAFTAR SEKARANG&lt;/a&gt;  selamat berjuang</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apa bila hp kecebur air</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/apa-bila-hp-kecebur-air.html</link><category>Ponsel</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Sun, 27 Mar 2011 19:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-9102893904037689108</guid><description>&lt;div id="datebar"&gt; &lt;div id="datebarleft"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div id="datebarright"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="7444768841808996058"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://puniknet.blogspot.com/2011/03/anda-mungkin-langsung-shock-melihat.html"&gt;Apa bila hp kecebur air&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;Anda mungkin langsung shock melihat ponsel baru favorit Anda tenggelam   di dasar hot tub, pantai atau bahkan toilet. Tetapi jika Anda   menyelamatkan dengan cepat handset Anda, masih ada kemungkinan bisa   berfungsi lagi. Tapi jika Anda bertindak dengan tepat.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_l5vp0Hsg4Xo/SsrMpRQNy9I/AAAAAAAAD8Y/Gjj7QTvAunM/s320/ponsel+jatuh.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zack Stern dari PC World akan menjelaskan langkah-langkahnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Lepas baterai secepatnya. Jika ponsel masih dalam keadaan online,   jangan ragu untuk segera mematikannya. Jika baterai tidak bisa dengan   mudah dilepaskan, setidaknya segera matikan secepat mungkin. Keluarkan   SIM card-nya juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Jika sudah melepas sumber tenaganya, Anda kemudian bisa melanjutkan   untuk melepaskan bagian-bagian ponselnya. Lepaskan pelindung plastiknya,   kalau ada yang memakai sekrup gunakan obeng yang dipakai kacamata  untuk  membukanya. Coba lihat di balik stiker jika ada sekrup yang tidak   terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Cuci ponselnya, terutama jika tercelup ke air asin atau berklorin,   yang mana bisa lebih mudah menyebabkan konsleting dan karat daripada air   bersih. Gunakan cairan pembersih rangkaian elektronika untuk mencuci   dalamnya. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan alkohol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Angin-anginkan ponsel selama beberapa jam di jendela yang terkena   sinar matahari atau daerah hangat lainnya. Jangan gunakan hair dryer,   karena panas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih   parah. Kemudian masukkan ponsel ke dalam mangkuk atau kantung plastik   yang berisi penuh beras yang belum dimasak. Tutup mangkuk rapat-rapat   dengan bungkus plastik atau jika menggunakan kantung plastik pastikan   itu bisa dibuka tutup. Beras akan menyerap kelembaban dan membantu   proses penguapan. Hindari sinar matahari langsung untuk mencegah   terjadinya pengembunan. Biarkan ponsel dalam keadaan tertutup itu   setidaknya beberapa hari. Jika benar-benar perlu menelpon, gunakan SIM   card ke handset lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Angkat ponsel dari mangkuk atau kantung plastik. Gunakan kaleng yang   berisi udara terkompresi untuk secara lembut meniup debu peninggalan   dari beras. Tekan tombolnya dalam beberapa rangkaian tiupan yang yang   cepat, jangan terus menekannya. Pasang kembali ponsel dan Sim Card.   Kemudian coba hidupkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Jika ponsel tidak mau hidup, kemungkinan Anda kurang beruntung. SIM   card masih menyimpan contact Anda dan bisa Anda pindah ke ponsel yang   baru. Atau coba bawa ponsel rusak Anda itu ke teknisi, kemungkinan   contact masih bisa diselamatkan.&lt;br /&gt;
sumber cek &lt;a href="http://ingatini.blogspot.com/2011/02...dalam-air.html"&gt;Disini&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/_l5vp0Hsg4Xo/SsrMpRQNy9I/AAAAAAAAD8Y/Gjj7QTvAunM/s72-c/ponsel+jatuh.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sedikit tips perbaikan motherboard</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/sedikit-tips-perbaikan-motherboard.html</link><category>Tips</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Sun, 27 Mar 2011 19:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-8563879696716551963</guid><description>&lt;div id="datebar"&gt;&lt;div id="datebarleft"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="datebarright"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1636073798754977714&amp;amp;postID=8563879696716551963" name="5721706932195265607"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://puniknet.blogspot.com/2011/03/sedikit-tips-perbaikan-motherboard.html"&gt;Sedikit tips perbaikan motherboard&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Papan  induk (motherboard) adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen  elektronik saling terhubung seperti microprocessor dan memory (RAM, ROM,  BIOS) beserta chip kontroler lainnya dan biasa disingkat dengan kata  mobo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1636073798754977714&amp;amp;postID=8563879696716551963" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Oke  Langsung aza ya! gejala dan cara mengatasi motherboard yang rusak mati  Total. Periksa power supply: Dalam keadaan kabel power di lepas dari  power supply, lepaskan socket kabel Atx1 yang terpasang pada Mainboard.  Setelah terlepas, pasangkan kembali kabel power, sambungkan/shortkan  kabel berwarna hijau dengan kabel berwarna hitam, periksa apakah kipas  di power supply berputar? Kalau berputar berarti power supply bagus.  Lepas kembali kabel sambungan tadi dan pasang kembali kabel Atx1 ke  motherboard.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Periksa  Jumper Clear CMOS, apakah di posisi Clear atau Free, biasanya kalau  motherboard baru, posisi jumper CMOS ada pada posisi Clear.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Periksa  IC Chipset dalam keadaan tersambung dan di Switch On, apakah panasnya  berlebih atau tidak, over heat berarti Chipset tersebut sudah rusak.  Untuk part IC CMOS sampai saat ini tidak dijual bebas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Periksa  juga apakah switch on nya berfungsi. Bongkar Motherboard tersebut  secara hati-hati, coba anda bersihkan pakai tiner, kalau bisa gunakan  tiner botol jangan yang di kaleng. Setelah bersih anda keringkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ganti  IC regulator yang terletak disekitar soket Power Atx di motherboard.  Ganti Elko yang kapasitasnya 1000 s/d 3300 uf / 10 Volt yang terletak  disekitar soket power Atx di motherboard. Hati-hati untuk bongkar pasang  komponen pastikan kabel power jangan tersambung ke listrik &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Nyala  Tapi Tidak Tampil Coba anda perhatikan dan dengarkan apakah ada bunyi  atau suara bip. Kalau ada, kerusakan biasanya ada di processor, memory  dan VGA. Periksa Processor, coba anda pegang pendinginnya apakah  panasnya berlebih atau dingin? Kalau panas berlebih berarti kipas  processor tidak bekerja dengan baik maka anda ganti, tapi kalau dingin  berarti processor tidak bekerja alias rusak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Periksa  memory, biasanya kalau memory rusak terdengar suara bip pada speaker  sebanyak 3 kali. Dalam keadaan mati, cabut memory bersihkan pinnya  menggunakan penghapus pensil sampai bersih, kemudian pasang kembali.  Kalau masih rusak berarti ada salah satu IC nya yang rusak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Periksa  VGA Card, cabut VGA Card, dalam keadaan mati / off coba anda tekan, ada  kemungkinan kurang masuk atau coba anda bersihkan kaki / pin nya. Jika  VGA card menggunakan kipas, bersihkan kipas tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kalau  masih tidak tampil coba anda periksa jangan-jangan monitornya yang  tidak nyala, untuk memastikannya yang rusak monitor atau CPU, coba anda  tekan tuts Numlock pada keyboard, apakah lampu Numlock-nya nyala atau  tidak. Kalau nyala berarti kerusakan pada CPU.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Yang  menjadi standar saya kalau memperbaiki Komputer, saya selalu  membersihkannya dari debu, apakah itu motherboard, memory, cdrom, floppy  disk, dll, karena hal tersebut sangat berpengaruh apa lagi kalau  komputernya dalam keadaan kotor / lama tidak dibersihkan. Tapi anda  harus hati-hati dalam pengerjaannya dan jangan terburu-buru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hang Dan Sering Mati / Merestart (Reset) Sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Periksa  Power Supply, coba pakai power supply yang lain apakah masih me-restart  sendiri atau hang. Kalau setelah diganti power supply ternyata normal/  bagus, berarti power supply ada masalah. Ganti saja karena kalaupun bisa  diperbaiki saya sendiri kurang yakin apakah masih bisa berfungsi dengan  baik, karena power supply merupakan komponen yang sangat vital. Apalagi  untuk saat ini harga power supply sanggat murah, saya sarankan ganti  saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Periksa  apakah ada virusnya, program anti virus harus selalu terpasang dan  aktifkan auto protect nya. Saya biasa memakai Norton Anti virus. Anda  harus sering meng-update antivirus anda karena bila ada virus varian  baru, anti virus anda akan mendetect sekaligus menghilangkan virusnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pada  saat hang dan ada pesan blue screen seperti “eror vxd at address…”,  biasanya ada masalah di memory. Bersihkan memory tersebut seperti  langkah diatas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Coba anda install ulang Windows.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kalau  masih hang / me-restart sendiri coba anda periksa di motherboard, anda  perhatikan perubahan fisik komponen terutama elko/kapasitor, yang  bentuknya bulat hitam ada tulisan kapasitasnya antara 1000 uf/10Volt s/d  3300 uf/10 volt, biasanya terlihat, kalau yang rusak terlihat kembung /  bengkak dan mengeluarkan cairan atau karat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;CMOS Checksum Failure (Baterai Low)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gejala kerusakan dan Solusinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Muncul pesan CMOS failure (Kerusakan pada baterai CMOS, ganti baterai tersebut)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Seting tanggal, time dan konfigurasi lain di BIOS berubah (Setelah baterai diganti, lakukan setting ulang pada BIOS)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Semoga bermanfaat……&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Indonesia</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/indonesia.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Sun, 13 Mar 2011 01:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-884439468373770460</guid><description>&lt;a href="http://indonesianenterprise.com/" rel="nofollow"&gt;http://indonesianenterprise.com&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Memperbaiki Komputer BlueScreen</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/cara-memperbaiki-komputer-bluescreen.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Fri, 11 Mar 2011 19:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-4973997332242050937</guid><description>&lt;div class="post hentry"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1636073798754977714&amp;amp;postID=4973997332242050937" name="5348628769268252683"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;h1 class="post-title entry-title"&gt;Cara Memperbaiki Komputer BlueScreen &lt;/h1&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;BlueScreen.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si layar biru yang menyebalkan ini atau istilah kerennya &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Blue Screen Of Death &lt;/b&gt;&lt;b&gt;(BSOD)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; terjadi karena adanya &lt;i&gt;critical error&lt;/i&gt;  pada Sistem&amp;nbsp; Operasi Windows yang menyebabkan semua aplikasi yang  sedang berjalan terpaksa harus dihentikan. Dalam kesempatan ini saya  akan berbagi pengalaman tentang beberapa tips cara memperbaiki komputer  yang mengalami &lt;i&gt;BlueScreen&lt;/i&gt;, berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami, semoga ada manfaatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tips cara Memperbaiki Blue Screen Of Death&amp;nbsp; pada Komputer :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Periksa Kondisi Komputer&amp;nbsp; Secara Umum&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum  melakukan troubleshooting&amp;nbsp; lebih lanjut, langkah pertama yang harus  kita lakukan adalah memeriksa kondisi komputer secara umum, diantaranya  adalah :&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Periksa kebersihan  didalam Casing CPU. Bersihkan debu dan kotoran lainnya bisa denga kuas  dan vacuum cleaner, bila perlu siapkan electrical contact cleaner untuk  membersihkan Motherboard.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Periksa kondisi suhu tiap-tiap komponen seperti Power Supply (  pastikan fan berputar secara normal),&amp;nbsp; VGA Card dan Heatsink Processor.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pastikan berbagai komponen (seperti RAM, VGA Card, konektor IDE /  SATA, konektor Power Supply, dll) sudah terpasang dengan benar,&amp;nbsp; untuk  memastikannya bisa dengan mencabut dan memasangnya kembali.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila Anda baru saja memasang komponen hardware baru (misal VGA  Card), cabut aja dulu dan coba jalankan komputer&amp;nbsp; kali aja peyebab  BlueScreen dari kompone tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gunakan Mode “Safe Mode “&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah selanjutnya adalah menjalankan Windows dalam Mode "&lt;i&gt;Safe Mode&lt;/i&gt;" yang merupakan salah satu pilihan pada menu &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/02/advance-boot-option-pada-windows-xp.html"&gt;Advance Boot Option Windows XP&lt;/a&gt;, yaitu dengan menekan berulang-ulang tombol F8 pada saat sistem akan melakukan &lt;i&gt;startup&lt;/i&gt;. Setelah Windows berhasil masuk ke Safe Mode, lakukan beberapa troubleshooting berikut:&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bersihkan  hardisk dari antivirus, mallware &amp;amp; spyware dengan cara menjalankan  program virus scanner , misalnya Norman Anti Mallware.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Uninstall Driver yang bermasalah, caranya dengan masuk ke jendela  Computer Management klik Device Manager dan carilah komponen yang ada  tanda serunya, atau driver komponen yang baru saja diinstall atau  diupdate. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila perlu uninstall dulu program antivirus yang terpasang, bila  kondisi kondisi komputer sudah normal bisa diinstall lagi dan pastikan &lt;i&gt;database engine&lt;/i&gt;-ya selalu &lt;i&gt;up to date&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kita juga bisa menggunakan utility &lt;i&gt;“System Restore”&lt;/i&gt; untuk mengembalikan setingan computer ke kondisi sebelumnya. Caranya klik &lt;i&gt;Start, All Program , Accessories, System Tools, System Restore.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Periksa Kondisi&amp;nbsp; Hardisk&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kondisi  hardisk yang bad juga bisa mengakibatkan terjadinya BlueScreen, oleh  karena itu periksa kondisi hardisk dengan menjalankan perintah CHKDSK.&amp;nbsp;  Jalankan juga program Defragmentasi Hardisk untuk memastikan hardisk  bekerja secara optimal.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Periksa Kondisi Memori&amp;nbsp; / RAM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Periksa  kondisi Memori / RAM, pastikan telah terpasang dengan benar, dan  jalankan program utuk memeriksa kondisi Memori misalnya “Windows Memory  Diagnostic”.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Repair Sistem Operasi Windows.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Adakalanya  BlueScreen terjadi karena ada beberapa file Windows yang corrupt, untuk  mengatasinya&amp;nbsp; cara yang paling gampang adalah dengan melakukan Repair&amp;nbsp;  pada sistem operasi Windows kesayangan Anda tersebut.caranya klik &lt;a href="http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/04/memperbaiki-instalasi-window-repair.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gunakanlah Tools untuk menganalisa Penyebab Terjadinya BlueScreen.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Carilah  Dump File pada hardisk komputer yang mengalami BlueScreen, biasanya di  C:\WINDOWS\Minidump lalu copy ke komputer kita dan jalankan aplikasi  WhoCrashed atau BlueScreenView untuk &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/08/menganalisa-penyebab-bluescreen.html"&gt;mencari peyebab BlueScreen&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin itulah beberapa tips dari saya tentang &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/08/tips-cara-memperbaiki-bluescreen-bsod.html"&gt;cara memperbaiki &lt;i&gt;&lt;b&gt;Blue Screen Of Death&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; pada Komputer. Dari pengalaman saya selama ini penyebab &lt;i&gt;BlueScreen&lt;/i&gt;  paling banyak adalah disebabkan karena driver hardware yang tidak  cocok, program antivirus yang rusak, hardisk yang mengalami bad sector  dan windows yang &lt;i&gt;corrupt&lt;/i&gt;, bagaimana dengan Anda??&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>10 Cara Mengatasi Komputer Lambat</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/10-cara-mengatasi-komputer-lambat.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Fri, 11 Mar 2011 19:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-9007532127980681732</guid><description>&lt;div class="post hentry"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1636073798754977714&amp;amp;postID=9007532127980681732" name="3067089316455370669"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;h1 class="post-title entry-title"&gt;10 Cara Mengatasi Komputer Lambat &lt;/h1&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah dalam postingan sebelumnya blog gaptek ini membahas tentang beberapa kerusakan pada komputer seperti misalnya &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/02/cara-memperbaiki-komputer-hang.html"&gt;komputer hang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/08/tips-cara-memperbaiki-bluescreen-bsod.html"&gt;komputer bluescreen&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/10/memperbaiki-komputer-tidak-bisa-booting.html"&gt;komputer tidak bisa booting&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/04/cara-memperbaiki-komputer-restart.html"&gt;komputer restart sendiri&lt;/a&gt;, maka dalam postingan kali ini saya akan membahas tentang &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/12/cara-mengatasi-penyebab-komputer-lambat.html"&gt;10 hal yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/12/cara-mengatasi-penyebab-komputer-lambat.html"&gt;cara mengatasi komputer lambat&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikut 10 Penyebab komputer lambat dan cara mengatasinya. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Komputer lambat karena kekurangan Memory &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masalah komputer lambat karena minimnya RAM yang terpasang merupakan hal  yang umumnya sudah diketahui oleh semua pengguna komputer. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu cobalah cek kapasitas memory yang terpasang, untuk komputer  sekelas Intel Pentium 4 dengan OS Windows XP dan aplikasi standar  sebaiknya upgrade-lah memory menjadi minimal 1 GB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Komputer lambat karena terlalu banyaknya program yang terinstall.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Secara pribadi saya sering menemukan komputer terutama milik pribadi  yang di-install bermacam-macam program didalamnya, padahal aplikasi  tersebut jarang atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Periksalah program apa saja yang terinstall dikomputer dengan cara klik &lt;i&gt;Add/Remove Program&lt;/i&gt; di Control Panel dan un-install program-program yang hanya menjadi "&lt;i&gt;accesories&lt;/i&gt;" tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Komputer lambat karena terlalu banyak startup programs dan service yang berjalan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini berkaitan dengan point no 2, semakin banyak program yang  terinstall, semakin banyak pula program dan service yang akan dijalankan  ketika windows startup. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menonaktifkan startup program dan service yang berjalan otomatis tersebut, masuklah ke "&lt;i&gt;System Configuration Utility"&lt;/i&gt; dengan cara ketik: &lt;b&gt;msconfig&lt;/b&gt; pada menu run, kemudian pada tab &lt;i&gt;service&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;startup&lt;/i&gt; lakukan &lt;i&gt;uncheck&lt;/i&gt; terhadap aplikasi-aplikasi yang tidak diperlukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melihat aplikasi apa saja yang sedang berjalan, kita bisa menggunakan tool &lt;i&gt;Prosesexplorer&lt;/i&gt;. Dengan tool ini kita dapat melihat dan menonaktifkan &lt;i&gt;(kill)&lt;/i&gt; aplikasi apa saja yang tidak diperlukan atau dicurigai sebagai virus.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/CXmA" rel="nofollow"&gt;&lt;img alt="ProcessExplorer" border="0" height="198" src="http://i55.tinypic.com/dzgim8.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Download Process Explorer &lt;a href="http://download.sysinternals.com/Files/ProcessExplorer.zip" rel="nofollow"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Komputer lambat karena Temporary File yang sudah membengkak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyebab komputer lambat yang ke empat adalah sudah membengkaknya file-file &lt;i&gt;temporary &lt;/i&gt;(sementara). Untuk Windows Xp lokasi file tersebut ada di:"&lt;i&gt;C:\Documents and Settings\nama_user\Local Settings\Temp" dan"C:\WINDOWS\Temp&lt;/i&gt;".&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membersihkannya, delete-lah file-file yang terdapat di kedua lokasi tersebut atau jalankan program &lt;i&gt;Disk CleanUp&lt;/i&gt; dengan cara klik start-run, ketik: &lt;i&gt;"cleanmgr"&lt;/i&gt; lalu pilih drive yang akan di-cleanup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Komputer lambat karena terlalu banyak program yang berfungsi sebagai "security program"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Security program seperti program antivirus dan firewall merupakan  aplikasi tambahan yang harus ada pada komputer, tetapi janganlah terlalu  berlebihan misalnya dengan menginstall 2-3 program antivirus sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk masalah security windows, yang terpenting adalah lakukan update,  aktifkan firewall dan gunakan antivirus yang tidak membebani komputer  seperti misalnya PCMAV Antivirus serta berhati-hatilah ketika  menggunakan USB Flashdisk / Memory Card.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
6. Komputer lambat karena masalah pada hardisk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hardisk merupakan komponen kedua setelah RAM yang bisa menyebabkan  komputer menjadi lambat. Masalah Komputer lambat yang disebabkan oleh  hardisk ini diantaranya karena:&lt;br /&gt;
- hardisk low space&lt;br /&gt;
- hardisk yang terfragmentasi&lt;br /&gt;
- hardisk yang sudah lama, sehingga rpm-nya menurun&lt;br /&gt;
- hardisk error / bad sector&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara mengatasi komputer lambat karena masalah pada hardisk diatas adalah:&lt;br /&gt;
- upgrade kapasitas hardisk dengan menambah atau ganti hardisk&lt;br /&gt;
- lakukan defragmenter pada hardisk secara berkala&lt;br /&gt;
- hindarkan hardisk dari debu, goncangan dan panas berlebih.&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/05/cara-memperbaiki-hardisk.html"&gt;perbaiki kerusakan pada hardisk&lt;/a&gt; dengan tool checkdisk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Komputer lambat karena adanya virus, malware atau spyware pada komputer.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apabila  komputer kita sudah terlebih dahulu terserang virus atau malware, maka  sebaiknya jalankan &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/02/advance-boot-option-pada-windows-xp.html"&gt;Windows Safe Mode&lt;/a&gt;, matikan fasilitas  &lt;i&gt;system restore&lt;/i&gt;  dan gunakanlah program Virus Cleaner seperti misalnya  Norman Malware  Cleaner untuk membersihkan virus atau malware tersebut  dan lakukan pula  update pada sistem operasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Komputer lambat karena System Files ada yang corrupt atau bahkan hilang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Biasanya terjadi setelah komputer terinfeksi virus dan file-file yang  terinfeksi tersebut terlanjur rusak atau terdelete oleh antivirus.  Solusi yang paling gampang adalah dengan merepair sistem operasi yang  digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Komputer lambat karena masalah hardware overheat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hardware overheat baik itu terjadi pada hardisk, vga card, processor  atau cpu secara umum bisa menyebabkan menurunnya kinerja komputer yang  pada akhirnya komputer menjadi hang, lambat atau bahkan&amp;nbsp; sering restart.  Untuk itu pastikan sirkulasi udara pada bagian dalam CPU berjalan  dengan baik begitu juga pada fan (kipas angin) harus bersih dari debu  dan dapat berputar dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Komputer lambat karena adanya masalah konektifitas pada jaringan / network&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal  ini bisa terjadi karena trafic jaringan yang tinggi, hub atau switch  yang hang atau adanya virus yang mencoba masuk ke sistem komputer kita.  Untuk mengatasinya, coba lepas dan pasangkan kembali konektor RJ45 pada  LAN Card atau Roset LAN, restart Switch / hub dan gunakan program Port  scanner untuk melihat packet data apa saja yang masuk dan keluar dari  komputer kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin itulah beberapa hal &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/12/cara-mengatasi-penyebab-komputer-lambat.html"&gt;penyebab dan cara mengatasi komputer lambat&lt;/a&gt; yang bisa saya simpulkan berdasarkan pengalaman yang sering saya temui, tambahan dan koreksi lainnya saya tunggu...thank,&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://i55.tinypic.com/dzgim8_th.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="3459165" type="application/x-zip-compressed" url="http://download.sysinternals.com/Files/ProcessExplorer.zip"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>10 Cara Mengatasi Komputer Lambat Setelah dalam postingan sebelumnya blog gaptek ini membahas tentang beberapa kerusakan pada komputer seperti misalnya komputer hang, komputer bluescreen, komputer tidak bisa booting dan komputer restart sendiri, maka dalam postingan kali ini saya akan membahas tentang 10 hal yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat dan cara mengatasi komputer lambat. Berikut 10 Penyebab komputer lambat dan cara mengatasinya. 1. Komputer lambat karena kekurangan Memory Masalah komputer lambat karena minimnya RAM yang terpasang merupakan hal yang umumnya sudah diketahui oleh semua pengguna komputer. Untuk itu cobalah cek kapasitas memory yang terpasang, untuk komputer sekelas Intel Pentium 4 dengan OS Windows XP dan aplikasi standar sebaiknya upgrade-lah memory menjadi minimal 1 GB. 2. Komputer lambat karena terlalu banyaknya program yang terinstall. Secara pribadi saya sering menemukan komputer terutama milik pribadi yang di-install bermacam-macam program didalamnya, padahal aplikasi tersebut jarang atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali. Periksalah program apa saja yang terinstall dikomputer dengan cara klik Add/Remove Program di Control Panel dan un-install program-program yang hanya menjadi "accesories" tersebut. 3. Komputer lambat karena terlalu banyak startup programs dan service yang berjalan. Hal ini berkaitan dengan point no 2, semakin banyak program yang terinstall, semakin banyak pula program dan service yang akan dijalankan ketika windows startup. Untuk menonaktifkan startup program dan service yang berjalan otomatis tersebut, masuklah ke "System Configuration Utility" dengan cara ketik: msconfig pada menu run, kemudian pada tab service dan startup lakukan uncheck terhadap aplikasi-aplikasi yang tidak diperlukan. Untuk melihat aplikasi apa saja yang sedang berjalan, kita bisa menggunakan tool Prosesexplorer. Dengan tool ini kita dapat melihat dan menonaktifkan (kill) aplikasi apa saja yang tidak diperlukan atau dicurigai sebagai virus. Download Process Explorer disini 4. Komputer lambat karena Temporary File yang sudah membengkak Penyebab komputer lambat yang ke empat adalah sudah membengkaknya file-file temporary (sementara). Untuk Windows Xp lokasi file tersebut ada di:"C:\Documents and Settings\nama_user\Local Settings\Temp" dan"C:\WINDOWS\Temp".&amp;nbsp; Untuk membersihkannya, delete-lah file-file yang terdapat di kedua lokasi tersebut atau jalankan program Disk CleanUp dengan cara klik start-run, ketik: "cleanmgr" lalu pilih drive yang akan di-cleanup. 5. Komputer lambat karena terlalu banyak program yang berfungsi sebagai "security program" Security program seperti program antivirus dan firewall merupakan aplikasi tambahan yang harus ada pada komputer, tetapi janganlah terlalu berlebihan misalnya dengan menginstall 2-3 program antivirus sekaligus. Untuk masalah security windows, yang terpenting adalah lakukan update, aktifkan firewall dan gunakan antivirus yang tidak membebani komputer seperti misalnya PCMAV Antivirus serta berhati-hatilah ketika menggunakan USB Flashdisk / Memory Card. 6. Komputer lambat karena masalah pada hardisk Hardisk merupakan komponen kedua setelah RAM yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat. Masalah Komputer lambat yang disebabkan oleh hardisk ini diantaranya karena: - hardisk low space - hardisk yang terfragmentasi - hardisk yang sudah lama, sehingga rpm-nya menurun - hardisk error / bad sector Cara mengatasi komputer lambat karena masalah pada hardisk diatas adalah: - upgrade kapasitas hardisk dengan menambah atau ganti hardisk - lakukan defragmenter pada hardisk secara berkala - hindarkan hardisk dari debu, goncangan dan panas berlebih. - perbaiki kerusakan pada hardisk dengan tool checkdisk. 7. Komputer lambat karena adanya virus, malware atau spyware pada komputer. Apabila komputer kita sudah terlebih dahulu terserang virus atau malware, maka sebaiknya jalankan Windows Safe Mode, matikan fasilitas system restore dan gunakanlah program Virus Cleaner seperti misalnya Norman Malware Cleaner untuk membersihkan virus atau malware tersebut dan lakukan pula update pada sistem operasi. 8. Komputer lambat karena System Files ada yang corrupt atau bahkan hilang. Biasanya terjadi setelah komputer terinfeksi virus dan file-file yang terinfeksi tersebut terlanjur rusak atau terdelete oleh antivirus. Solusi yang paling gampang adalah dengan merepair sistem operasi yang digunakan. 9. Komputer lambat karena masalah hardware overheat. Hardware overheat baik itu terjadi pada hardisk, vga card, processor atau cpu secara umum bisa menyebabkan menurunnya kinerja komputer yang pada akhirnya komputer menjadi hang, lambat atau bahkan&amp;nbsp; sering restart. Untuk itu pastikan sirkulasi udara pada bagian dalam CPU berjalan dengan baik begitu juga pada fan (kipas angin) harus bersih dari debu dan dapat berputar dengan lancar. 10. Komputer lambat karena adanya masalah konektifitas pada jaringan / network&amp;nbsp;Hal ini bisa terjadi karena trafic jaringan yang tinggi, hub atau switch yang hang atau adanya virus yang mencoba masuk ke sistem komputer kita. Untuk mengatasinya, coba lepas dan pasangkan kembali konektor RJ45 pada LAN Card atau Roset LAN, restart Switch / hub dan gunakan program Port scanner untuk melihat packet data apa saja yang masuk dan keluar dari komputer kita. Mungkin itulah beberapa hal penyebab dan cara mengatasi komputer lambat yang bisa saya simpulkan berdasarkan pengalaman yang sering saya temui, tambahan dan koreksi lainnya saya tunggu...thank,</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</itunes:author><itunes:summary>10 Cara Mengatasi Komputer Lambat Setelah dalam postingan sebelumnya blog gaptek ini membahas tentang beberapa kerusakan pada komputer seperti misalnya komputer hang, komputer bluescreen, komputer tidak bisa booting dan komputer restart sendiri, maka dalam postingan kali ini saya akan membahas tentang 10 hal yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat dan cara mengatasi komputer lambat. Berikut 10 Penyebab komputer lambat dan cara mengatasinya. 1. Komputer lambat karena kekurangan Memory Masalah komputer lambat karena minimnya RAM yang terpasang merupakan hal yang umumnya sudah diketahui oleh semua pengguna komputer. Untuk itu cobalah cek kapasitas memory yang terpasang, untuk komputer sekelas Intel Pentium 4 dengan OS Windows XP dan aplikasi standar sebaiknya upgrade-lah memory menjadi minimal 1 GB. 2. Komputer lambat karena terlalu banyaknya program yang terinstall. Secara pribadi saya sering menemukan komputer terutama milik pribadi yang di-install bermacam-macam program didalamnya, padahal aplikasi tersebut jarang atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali. Periksalah program apa saja yang terinstall dikomputer dengan cara klik Add/Remove Program di Control Panel dan un-install program-program yang hanya menjadi "accesories" tersebut. 3. Komputer lambat karena terlalu banyak startup programs dan service yang berjalan. Hal ini berkaitan dengan point no 2, semakin banyak program yang terinstall, semakin banyak pula program dan service yang akan dijalankan ketika windows startup. Untuk menonaktifkan startup program dan service yang berjalan otomatis tersebut, masuklah ke "System Configuration Utility" dengan cara ketik: msconfig pada menu run, kemudian pada tab service dan startup lakukan uncheck terhadap aplikasi-aplikasi yang tidak diperlukan. Untuk melihat aplikasi apa saja yang sedang berjalan, kita bisa menggunakan tool Prosesexplorer. Dengan tool ini kita dapat melihat dan menonaktifkan (kill) aplikasi apa saja yang tidak diperlukan atau dicurigai sebagai virus. Download Process Explorer disini 4. Komputer lambat karena Temporary File yang sudah membengkak Penyebab komputer lambat yang ke empat adalah sudah membengkaknya file-file temporary (sementara). Untuk Windows Xp lokasi file tersebut ada di:"C:\Documents and Settings\nama_user\Local Settings\Temp" dan"C:\WINDOWS\Temp".&amp;nbsp; Untuk membersihkannya, delete-lah file-file yang terdapat di kedua lokasi tersebut atau jalankan program Disk CleanUp dengan cara klik start-run, ketik: "cleanmgr" lalu pilih drive yang akan di-cleanup. 5. Komputer lambat karena terlalu banyak program yang berfungsi sebagai "security program" Security program seperti program antivirus dan firewall merupakan aplikasi tambahan yang harus ada pada komputer, tetapi janganlah terlalu berlebihan misalnya dengan menginstall 2-3 program antivirus sekaligus. Untuk masalah security windows, yang terpenting adalah lakukan update, aktifkan firewall dan gunakan antivirus yang tidak membebani komputer seperti misalnya PCMAV Antivirus serta berhati-hatilah ketika menggunakan USB Flashdisk / Memory Card. 6. Komputer lambat karena masalah pada hardisk Hardisk merupakan komponen kedua setelah RAM yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat. Masalah Komputer lambat yang disebabkan oleh hardisk ini diantaranya karena: - hardisk low space - hardisk yang terfragmentasi - hardisk yang sudah lama, sehingga rpm-nya menurun - hardisk error / bad sector Cara mengatasi komputer lambat karena masalah pada hardisk diatas adalah: - upgrade kapasitas hardisk dengan menambah atau ganti hardisk - lakukan defragmenter pada hardisk secara berkala - hindarkan hardisk dari debu, goncangan dan panas berlebih. - perbaiki kerusakan pada hardisk dengan tool checkdisk. 7. Komputer lambat karena adanya virus, malware atau spyware pada komputer. Apabila komputer kita sudah terlebih dahulu terserang virus atau malware, maka sebaiknya jalankan Windows Safe Mode, matikan fasilitas system restore dan gunakanlah program Virus Cleaner seperti misalnya Norman Malware Cleaner untuk membersihkan virus atau malware tersebut dan lakukan pula update pada sistem operasi. 8. Komputer lambat karena System Files ada yang corrupt atau bahkan hilang. Biasanya terjadi setelah komputer terinfeksi virus dan file-file yang terinfeksi tersebut terlanjur rusak atau terdelete oleh antivirus. Solusi yang paling gampang adalah dengan merepair sistem operasi yang digunakan. 9. Komputer lambat karena masalah hardware overheat. Hardware overheat baik itu terjadi pada hardisk, vga card, processor atau cpu secara umum bisa menyebabkan menurunnya kinerja komputer yang pada akhirnya komputer menjadi hang, lambat atau bahkan&amp;nbsp; sering restart. Untuk itu pastikan sirkulasi udara pada bagian dalam CPU berjalan dengan baik begitu juga pada fan (kipas angin) harus bersih dari debu dan dapat berputar dengan lancar. 10. Komputer lambat karena adanya masalah konektifitas pada jaringan / network&amp;nbsp;Hal ini bisa terjadi karena trafic jaringan yang tinggi, hub atau switch yang hang atau adanya virus yang mencoba masuk ke sistem komputer kita. Untuk mengatasinya, coba lepas dan pasangkan kembali konektor RJ45 pada LAN Card atau Roset LAN, restart Switch / hub dan gunakan program Port scanner untuk melihat packet data apa saja yang masuk dan keluar dari komputer kita. Mungkin itulah beberapa hal penyebab dan cara mengatasi komputer lambat yang bisa saya simpulkan berdasarkan pengalaman yang sering saya temui, tambahan dan koreksi lainnya saya tunggu...thank,</itunes:summary><itunes:keywords>Agung Komputer</itunes:keywords></item><item><title>Memperbaiki komputer tidak bisa booting</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/memperbaiki-komputer-tidak-bisa-booting.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Fri, 11 Mar 2011 19:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-2349026501598793697</guid><description>&lt;div class="post hentry"&gt; &lt;a href="" name="7134730931817948335"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h1 class="post-title entry-title"&gt; Memperbaiki komputer tidak bisa booting &lt;/h1&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu kerusakan komputer yang sering saya temukan adalah permasalahan k&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1712507253"&gt;omputer yang tidak bisa booting.&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Disini ada beberapa kasus yang bisa terjadi, diantaranya: &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/06/repair-windows-dengan-recovery-console.html"&gt;&lt;b&gt;Komputer tidak bisa booting dengan menampilkan pesan error&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/08/tips-cara-memperbaiki-bluescreen-bsod.html"&gt;&lt;b&gt;Komputer booting, namun kemudian muncul bluescreen.&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/04/cara-memperbaiki-komputer-restart.html"&gt;&lt;b&gt;Komputer booting, namun kemudian merestart lagi.&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Untuk permasalahan komputer yang setelah booting muncul tampilan bluescreen, saya telah membahasnya dalam postingan tentang &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/08/tips-cara-memperbaiki-bluescreen-bsod.html"&gt;cara memperbaiki komputer bluescreen&lt;/a&gt;. Begitu juga dengan penyebab dan cara memperbaiki &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/04/cara-memperbaiki-komputer-restart.html"&gt;komputer yang sering restart&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/02/cara-memperbaiki-komputer-hang.html"&gt;memperbaiki komputer sering hang&lt;/a&gt;  telah saya uraikan dalam postingan beberapa waktu yag lalu. Sedangkan  untuk komputer yang tidak bisa booting sama sekali, disini ada beberapa  penyebab yang bisa terjadi, diantaranya:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Komputer tidak bisa booting karena Hardisk tidak terdeteksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini biasanya ditandai dengan munculnya pesan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Disk Boot failure.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Untuk mengatasi masalah ini, kita bisa melakukan beberapa hal diataranya:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;mengecek kondisi kabel IDE atau SATA pada Hardisk, pastikan sudah terpasang dengan benar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;untuk 2 hardisk IDE yang terpasang pada 1 kabel, cek posisi jumper untuk setingan &lt;i&gt;Master&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Slave&lt;/i&gt;nya supaya jangan tertukar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;cek apakah Hardisk sudah terdeteksi oleh BIOS atau belum, coba di-&lt;i&gt;detect &lt;/i&gt;satu persatu. Kalau sama BIOS aja ga terdeteksi berarti masalahnya ada pada hardisk tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;coba pegang permukaan hardisk, untuk hardisk yang hidup akan terasa getarannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Komputer tidak bisa booting karena permasalahan Memori dan VGA Card.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Biasanya ditandai dengan terdengarnya&lt;i&gt; bunyi beep yang berulang-ulang&lt;/i&gt;, dan tampilan monitor yang tidak mau ngangat. Untuk mengeceknya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;coba lepas dulu Memory atau VGA Card, pin-nya dibersihkan dan dipasangkan kembali dengan benar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;coba pasang memory di slot yang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;untuk memory yang lebih dari satu, copot aja dulu yang lainnya dan dites satu persatu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kalau masing terdengar bunyi beep, coba ganti aja dulu Memori atau VGA Cardnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Komputer yang tidak mau booting karena Processor kepanasan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masalah Processor yang overheat bisa menyebabkan komputer sering hang, komputer restart sendiri bahkan komputer ga mau booting. &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Coba dicek kondisi Heatsink dan fan Processor&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lihat juga suhu Processor pada Hardware Monitor di BIOS.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Komputer tidak bisa booting karena hardisk atau sistem Windows yang corupt.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini bisa dilihat dari pesan yang menunjukkan adanya file yang rusak atau hilang. Untuk mengatasinya:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Coba dicek dulu kondisi Memory, kalau terpasang lebih dari satu  dan tidak kompatibel, biasanya muncul error sistem windows corupt, jadi  lepaskan dulu memory yang tidak sejenis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/05/cara-memperbaiki-hardisk.html"&gt;Repair Hardisk&lt;/a&gt; seperti telah saya jelaskan dalam artikel &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/07/cara-memperbaiki-hardisk-bad-sector.html"&gt;cara memperbaiki hardisk&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/02/recovery-console-adalah-utility.html"&gt;&lt;i&gt;Repair Windows&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; atau install ulang sistem Windows komputer Anda.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Mungkin itulah beberapa &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/10/memperbaiki-komputer-tidak-bisa-booting.html"&gt;penyebab komputer tidak bisa booting&lt;/a&gt;  dan cara pengecekan dan perbaikannya. Untuk mendiagnosa dan memperbaiki  komputer tidak bisa booting tersebut kita juga bisa menggunakan &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/04/ubcd4win-cd-bootabale-untuk-repair.html"&gt;CD UBCD for Windows&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/10/hirens-bootcd-11-bootable-cd_25.html"&gt;Hiren's Boot&amp;nbsp; CD&lt;/a&gt;. Good luck..&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>cara memperbaiki komputer hang</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/cara-memperbaiki-komputer-hang.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Fri, 11 Mar 2011 18:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-8378897784708928732</guid><description>&lt;div class="post hentry"&gt; &lt;a href="" name="5910524345383419725"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h1 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://www.catatanteknisi.com/2010/02/cara-memperbaiki-komputer-hang.html"&gt;Cara memperbaiki komputer hang&lt;/a&gt; &lt;/h1&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin anda pernah mengalami  ketika komputer dinyalakan pertama kali semuanya berjalan lancar, tapi  beberapa menit kemudian komputer menjadi lambat dan kemudian komputer  menjadi hang atau macet total, nggak bisa diapa-apain. Satu satunya cara  adalah mereset komputer secara paksa kemudian komputer dinyalakan  kembali, tetapi setelah beberapa saat komputer menjadi hang lagi, anda  tentunya merasa kesal sebenarnya apa yang terjadi ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya banyak faktor yang bisa membuat &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/02/cara-memperbaiki-komputer-hang.html"&gt;komputer menjadi melambat&lt;/a&gt; atau bahkan hang. Berikut ini adalah beberapa pengalaman saya ketika memperbaiki komputer yang hang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Komputer hang karena CPU kepanasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian komputer menjadi hang, karena  sistem pendingin pada CPU tidak berjalan dengan baik. Untuk  menanggulangi hal ini ada beberapa cara yang bisa kita lakukan :&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Buka heatsing dan kipas processor secara hati - hati.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bersihkan sirip-sirip pendingin dan fan processor dari debu, kalau  fan macet beri minyak pelumas sedikit pada bagian poros kalau perlu  ganti fan dengan yang baru.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bersihkan thermal paste yang sudah kering yang menempel pada processor dan heatsink, ganti dan oleskan thermal paste yang baru.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukan lagi processor, heatsink serta fan kedalam dudukannya secara hati-hati.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perhatikan posisi heatsink (pendingin) dan kipas Processor, pastikan  kondisi Heatsing sudah terpasang secara benar terutama untuk tipe  Heatsing untuk Processor socket LGA, perhatikan kondisi tiap-tiap sekrup  yang terpasang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9ClJ0vv4mHOIBPd45TJ7yQFYY3bUaDOQ3LuBn6zVqge5_vUhiIYLD9HRDpGdA5bVxIufpKIs7QBItofF5hOEq7-sL1pxLEzJZ2SCbIJoyLBGPw343Pxx97Q6y3cTr9D6aJdx-k7oY7JU/s1600/heatsink-lga-775.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="heatsink intel lga 775" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9ClJ0vv4mHOIBPd45TJ7yQFYY3bUaDOQ3LuBn6zVqge5_vUhiIYLD9HRDpGdA5bVxIufpKIs7QBItofF5hOEq7-sL1pxLEzJZ2SCbIJoyLBGPw343Pxx97Q6y3cTr9D6aJdx-k7oY7JU/s320/heatsink-lga-775.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Heatsink for Intel LGA 775&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Komputer hang karena Power Supply kekurangan daya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada kalanya juga komputer hang karena Power Supply yang sudah rusak,  meskipun tidak menyebabkan mati total, kekurangan daya pada power supply  bisa menyebabkan kinerja komputer melambat bahkan komputer menjadi hang  dan beberapa peralatan USB tidak terdeteksi atau tidak berfungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Komputer hang karena hardisk bad sector&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saya pernah mengalami kejadian dimana setelah Windows booting semua  tampak berjalan normal, tetapi ketika membuka sebuah dokumen dan mulai  bekerja, tiba-tiba mouse dan keyboard diam, komputer menjadi hang!!!.  Sayapun kemudian mencopot hardisk tersebut dan memasangkannya pada  komputer lain kemudian menjalankan program checkdisk untuk memeriksa dan  memperbaiki keruksakan pada&amp;nbsp; hardisk tersebut. Setelah hardisk selesai  diperbaiki kemudian dipasangkan kembali pada komputer sebelumnya dan  Alhamdulillah kondisi komputerpun normal kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Komputer hang karena VGA Card rusak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa komputer juga mengalami hang karena terdapat keruksakan pada  katu VGA-nya. Hal ini juga pernah saya alami ketika seorang teman  mengeluhkan kondisi komputernya yang tiba-tiba aja menjadi sering hang.  Setelah saya cek ternyata heatsink pada kartu VGA terasa panasnya tidak  normal, untuk itu sayapun kemudian mengganti kartu VGA tersebut dan  ternyata setelah kartu VGA saya ganti kondisi komputer menjadi normal  kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Komputer hang karena koneksi LAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk komputer yang terhubung ke jaringan, kadang kala terasa berat  ketika mengakses data dari komputer lain, program berjalan lambat dan  akhirnya komputer seakan-akan menjadi hang. Untuk memastikan komputer  hang karena koneksi jaringan (LAN), lepaskan dulu kabel jaringan pada  komputer kemudian jalankan komputer seperti biasa. Apabila semua  berjalan secara normal dapat dipastikan komputer hang karena koneksi  jaringan. &lt;br /&gt;
Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;pastikan konektor RJ45 terpasang dengan benar, bila perlu lakukan crimping ulang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gunakan perintah ping untuk memeriksa koneksi jaringan&lt;br /&gt;
contoh perintah: &lt;b&gt;ping -l 200 192.168.0.&lt;/b&gt;1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;lakukan reset pada hub (switch) LAN, caranya bisa dengan mencabut  kabel power Hub/Switch tersebut, tunggu beberapa saat kemudian masukan  kembali.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memindahkan kabel  jaringan dari port yang satu ke port yang lain (biasanya ada beberapa  port dalam hub yang menjadi rusak karena masalah-masalah tertentu).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;troubleshooting yang juga bisa kita lakukan adalah dengan mengganti kartu jaringan (LAN Card) dengan yang baru. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah beberapa penyebab dan &lt;a href="http://catatanteknisi.blogspot.com/2010/02/cara-memperbaiki-komputer-hang.html"&gt;cara memperbaiki kondisi komputer yang hang&lt;/a&gt;, semoga membantu..&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9ClJ0vv4mHOIBPd45TJ7yQFYY3bUaDOQ3LuBn6zVqge5_vUhiIYLD9HRDpGdA5bVxIufpKIs7QBItofF5hOEq7-sL1pxLEzJZ2SCbIJoyLBGPw343Pxx97Q6y3cTr9D6aJdx-k7oY7JU/s72-c/heatsink-lga-775.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>meningkatkan browser firefox</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/meningkatkan-browser-firefox.html</link><category>Tips</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Fri, 11 Mar 2011 11:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-759129700699237467</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;sedikit tips untuk meningkatkan kecepatan browser firefox anda silahkan untuk mencobanya jangan lupa gunakan selalu firefox versi terbaru, karena firefox sudah terbukti perambah yang paling handal. langsung ketujuan pertama - tama : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1.Buka Mozilla.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;. Ketikan di addres bar “&lt;b&gt;about:config&lt;/b&gt;” (tanpa tanda patik).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;. Scroll mouse anda kebawah dan cari “&lt;b&gt;network.http.max-connections&lt;/b&gt;“, &lt;b&gt;double klik&lt;/b&gt; dan masukan nilai “&lt;b&gt;64&lt;/b&gt;“.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;. Cari “&lt;b&gt;network.http.max-connections-per-server&lt;/b&gt;“, double klik dan masukan nilai “&lt;b&gt;21&lt;/b&gt;“.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;. Cari ‘&lt;b&gt;network.http.max-persistent-connections-per-server&lt;/b&gt;“, double klik dan masukan nilai “&lt;b&gt;8&lt;/b&gt;“.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;. Doube klik pada “&lt;b&gt;network.http.pipelining&lt;/b&gt; ” menjadi “&lt;b&gt;true&lt;/b&gt;“.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;. Cari “&lt;b&gt;network.http.pipelining.maxrequests&lt;/b&gt;“, double klik dan masukan nilai “&lt;b&gt;100&lt;/b&gt;“.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;
8&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;. Double klik pada “&lt;b&gt;network.http.proxy.pipelining&lt;/b&gt;” menjadi “&lt;b&gt;true&lt;/b&gt;“.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;. Langkah terakhir, &lt;b&gt;klik kanan&lt;/b&gt; dimana saja pilih : &lt;b&gt;New&lt;/b&gt; &amp;gt;&amp;gt;&lt;b&gt; integrar&lt;/b&gt; &amp;gt;&amp;gt; lalu tulis “&lt;b&gt;nglayout.initialpaint.delay&lt;/b&gt;” (tanpa tanda petik”. Kemudian masukan nilai “&lt;b&gt;0&lt;/b&gt;“.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;kemudian restart firefox anda lalu coba dan bandingkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;semoga berhasil....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Beberapa seting modem CDMA dan GSM</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/beberapa-seting-modem-cdma-dan-gsm.html</link><category>Tips</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Fri, 11 Mar 2011 11:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-4975478641651362547</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;berikut ini beberapa setingan modem cdma dan gsm mudah - mudahan bisa membantu anda&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;FREN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;user name: m8&lt;br /&gt;
password: m8&lt;br /&gt;
dial number: #777&lt;br /&gt;
http: www.mobile-8.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;FLEXI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;user name: telkomnet@flexi&lt;br /&gt;
password: telkom&lt;br /&gt;
dial number: #777&lt;br /&gt;
http: www.telkomflexi.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ESIA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;user name: esia&lt;br /&gt;
password: esia&lt;br /&gt;
dial number: #777&lt;br /&gt;
http: www.esia.co.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;STARONE&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;user name: starone&lt;br /&gt;
password: starone&lt;br /&gt;
dial number: #777&lt;br /&gt;
http: www.mystarone.com&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 2;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;GSM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;TELKOMSEL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;APN: telkomsel&lt;br /&gt;
user name: wap&lt;br /&gt;
password: wap123&lt;br /&gt;
dial number: *99***1#&lt;br /&gt;
http: www.telkomsel.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;MATRIX&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;APN: indosatgprs.com&lt;br /&gt;
user name: indosat&lt;br /&gt;
password: indosat&lt;br /&gt;
dial number: *99***1#&lt;br /&gt;
http: www.satelindo.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;IM2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;APN: indosatm2&lt;br /&gt;
user name:&amp;nbsp; (user name anda)&lt;br /&gt;
password:&amp;nbsp; (password anda)&lt;br /&gt;
dial number: *99#&lt;br /&gt;
http://www.indosatm2.com/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;IM3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;APN: www.indosatm3.net&lt;br /&gt;
user name: gprs&lt;br /&gt;
password: im3&lt;br /&gt;
dial number: *99***1#&lt;br /&gt;
http: www.m3-access.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;XL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;APN: www.xlgprs.net&lt;br /&gt;
user name: xlgprs&lt;br /&gt;
password: proxl&lt;br /&gt;
dial number: *99***1#&lt;br /&gt;
http: www.xl.co.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara reset epson tx111</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/cara-reset-epson-tx111.html</link><category>Reset Printer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Tue, 8 Mar 2011 15:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-7765812566570644004</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kebetulan topik kali ini masih seputar printer yaitu resetter epson TX110 dan 111. Resetter epson TX110 dan 111 ini kemarin ditanyakan oleh teman kita SHEEN, yang sedang kesulitan mencari resetter ini. Baik, langsung saja menuju ke pokok permasalahan dan pembahasan yaitu Cara Resetter Epson TX110 - TX111 secara Software.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Resetter Epson TX110 - TX111 secara Software&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;" Perhatian : Program adjustment ini mirip dengan virus sehingga dideteksi sebagai virus oleh antivirus. Matikan antivirus anda terlebih dulu agar program ini bisa berjalan "&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMNgUNr4zIFuyq_m7FqpJNU3q7TxsGlFV38wynnenDPsFDRs3zaPPApr73JHyziE7tHNXyUrEPZQxchKDWWzAmHmb8y95cc3b6WFoNjUS3yAdRapt-N6pXAuaLJkP9kkaUOI8dD77coq0/s1600/Graphic1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrzGOQFbFp97fXp9BvRSzbmZl5xGR3_Shbxs2eJCAKpsO3utIV1clRiFanDi9id0AxOwGJjzpAJblWcgV-5Gx3F5cqe_7CrHko2WtePH85hFblzyDjkL7eiki7LZD0m3wRgdER7bORf4U/s1600/Graphic2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMNgUNr4zIFuyq_m7FqpJNU3q7TxsGlFV38wynnenDPsFDRs3zaPPApr73JHyziE7tHNXyUrEPZQxchKDWWzAmHmb8y95cc3b6WFoNjUS3yAdRapt-N6pXAuaLJkP9kkaUOI8dD77coq0/s1600/Graphic1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
1. Langkah pertama tentunya printer harus sudah terinstall drivernya. Untuk Download drivernya klik &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.epson.co.id/epson/drivers/driver_download.htm?mode=2&amp;amp;catid=1&amp;amp;productModel=4" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;download driver epson&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Download software resetter Epson TX110 - TX111 dulu. Software bernama Resetter Epson Stylus TX110 - TX111, anda dapat &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8268984/TX110-TX111Epsonresetter.zip.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%09%20http://www.ziddu.com/download/14096987/TX110-TX111Epsonresetter.zip.html"&gt;download di sini Klik&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;ukuran 3 Mbyte.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika koneksi anda lambat saya sudah membagi resetter ini menjadi 2 bagian. Download semuanya kemudian extract dan satukan dalam satu folder. Berikut linknya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8269200/TX110-TX111Epsonresetter-1.rar.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;*****TX110-TX111Epsonresetter-1&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8269199/TX110-TX111Epsonresetter-2.rar.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;*****TX110-TX111Epsonresetter-2&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Tanggal komputer &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;tidak perlu dirubah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; seperti resetter sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Jalankan program resetter Epson TX110 - TX111 dengan double klik "AdjProg.exe", langsung di "AdjProg.exe" karena program ini &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;" tidak menggunakan loader "&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Kemudian ikuti gambar berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2JiymZpWiC7pqFUGhc9-jODqsRrSA_sP3z0R5xmGkUGyIXmsGPyr0lXEEt-QlwWC-5-blKWtfBRsfktb6JacN7gWBk7ox-FYLNXPOet0Ke8GwrBHandQH4RnCJf1haG95IuoZI1TdHO0/s1600/Graphic3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMNgUNr4zIFuyq_m7FqpJNU3q7TxsGlFV38wynnenDPsFDRs3zaPPApr73JHyziE7tHNXyUrEPZQxchKDWWzAmHmb8y95cc3b6WFoNjUS3yAdRapt-N6pXAuaLJkP9kkaUOI8dD77coq0/s1600/Graphic1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="261" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMNgUNr4zIFuyq_m7FqpJNU3q7TxsGlFV38wynnenDPsFDRs3zaPPApr73JHyziE7tHNXyUrEPZQxchKDWWzAmHmb8y95cc3b6WFoNjUS3yAdRapt-N6pXAuaLJkP9kkaUOI8dD77coq0/s320/Graphic1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrzGOQFbFp97fXp9BvRSzbmZl5xGR3_Shbxs2eJCAKpsO3utIV1clRiFanDi9id0AxOwGJjzpAJblWcgV-5Gx3F5cqe_7CrHko2WtePH85hFblzyDjkL7eiki7LZD0m3wRgdER7bORf4U/s1600/Graphic2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrzGOQFbFp97fXp9BvRSzbmZl5xGR3_Shbxs2eJCAKpsO3utIV1clRiFanDi9id0AxOwGJjzpAJblWcgV-5Gx3F5cqe_7CrHko2WtePH85hFblzyDjkL7eiki7LZD0m3wRgdER7bORf4U/s320/Graphic2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2JiymZpWiC7pqFUGhc9-jODqsRrSA_sP3z0R5xmGkUGyIXmsGPyr0lXEEt-QlwWC-5-blKWtfBRsfktb6JacN7gWBk7ox-FYLNXPOet0Ke8GwrBHandQH4RnCJf1haG95IuoZI1TdHO0/s1600/Graphic3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="167" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2JiymZpWiC7pqFUGhc9-jODqsRrSA_sP3z0R5xmGkUGyIXmsGPyr0lXEEt-QlwWC-5-blKWtfBRsfktb6JacN7gWBk7ox-FYLNXPOet0Ke8GwrBHandQH4RnCJf1haG95IuoZI1TdHO0/s320/Graphic3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivFrQ2V5SOWBWJfZzDu6E-loCtdtGT6HFWYOpyMbLsrNuVmIFfInZHwxG0_aN3QSnK6qxloJ02UPIcxt6LU-Dk53FRML204uiHL2xPsaBsWp1xbvouUD5RnpN7sar3-GBhL19ZF2jgxkk/s1600/Graphic4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="261" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivFrQ2V5SOWBWJfZzDu6E-loCtdtGT6HFWYOpyMbLsrNuVmIFfInZHwxG0_aN3QSnK6qxloJ02UPIcxt6LU-Dk53FRML204uiHL2xPsaBsWp1xbvouUD5RnpN7sar3-GBhL19ZF2jgxkk/s320/Graphic4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgAUtiF1ZMiZ1hEiuscSsrYa9fTld1bLfQXpTbhVkMpMBH_iiWxnpQANJ_Js2FZh4_aaAYn_PVJKibBZHxetYYiBI5C87GyXlwkM9kRqAZvgj3M1sU6c7us-pvh3DSG2OBbTT10v4g2aQ/s1600/Graphic5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgAUtiF1ZMiZ1hEiuscSsrYa9fTld1bLfQXpTbhVkMpMBH_iiWxnpQANJ_Js2FZh4_aaAYn_PVJKibBZHxetYYiBI5C87GyXlwkM9kRqAZvgj3M1sU6c7us-pvh3DSG2OBbTT10v4g2aQ/s320/Graphic5.jpg" width="287" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipJFuN2sJSA-ZPNx9Cy8lilC-UdJ7vw6RR7e03loCote5G4qr-GADz_poLSC5Nu5AA7JY0Sfk2MFkLIvDeKo7sfLqpRPerDNPrjRjsUTi6pOsC1Whyphenhyphen7m2QnJg-9LUFD2SfNfsgs2KxZjI/s1600/Graphic6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="313" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipJFuN2sJSA-ZPNx9Cy8lilC-UdJ7vw6RR7e03loCote5G4qr-GADz_poLSC5Nu5AA7JY0Sfk2MFkLIvDeKo7sfLqpRPerDNPrjRjsUTi6pOsC1Whyphenhyphen7m2QnJg-9LUFD2SfNfsgs2KxZjI/s320/Graphic6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Check : digunakan untuk cek counter yang maksimal 7800 point, anda dapat melihatnya di main pad counter. Kalau lebih atau mendekati 7800 point berarti printer perlu di reset"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;"Initialization : digunakan untuk mereset atau mengenolkan kembali counter printer"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
6. Setelah selesai matikan printer kemudian nyalakan lagi. Printer akan nyala dengan lampu berwarna hijau penuh. Berarti printer Epson Stylus TX110 - TX111 yang blink tadi sudah siap digunakan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat mencoba............ Semoga Bermanfaat.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMNgUNr4zIFuyq_m7FqpJNU3q7TxsGlFV38wynnenDPsFDRs3zaPPApr73JHyziE7tHNXyUrEPZQxchKDWWzAmHmb8y95cc3b6WFoNjUS3yAdRapt-N6pXAuaLJkP9kkaUOI8dD77coq0/s72-c/Graphic1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips mengatasi komputer bermasalah</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/komputer-tidak-mau-menyala.html</link><category>Tips</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Mon, 7 Mar 2011 21:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-1409957110570556786</guid><description>PC Anda tidak mau beraksi sama sekali? Harddisk tidak terdeteksi, drive  optik yang terasa lambat, monitor yang tidak optimal tampilannya, atau  router yang terlalu sering hang? Jangan panik, cari solusinya di sini!&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sesekali hal ini dapat saja terjadi. Tiba-tiba PC berulah, dan tidak  dapat terselesaikan dengan mudah. Meskipun Anda sudah membaca berbagai  panduan troubleshooting pada manual yang tersedia. Dan hal ini bisa juga  terjadi pada Anda. (&lt;a href="http://trickandtip.com/os-and-server/tips-problem-w%e2%80%a6da-ubuntu-9-10/"&gt;Untuk pengguna laptop  Compaq CQ40 dengan OS Ubuntu 9.10 / 10.04 yang bermasalah dengan Wifi dapat melihat artikel ini&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;
Tidak memandang situasi dan kondisi, sebuah sistem dapat berulah.  Bisa saja sesaat setelah Anda melakukan update driver. Ataupun setelah  melakukan penambahan perangkat tambahan pada sistem Anda. Ataupun  terjadi secara tiba-tiba, tanpa peringatan ataupun pemberitahuan  sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-311"&gt;&lt;/span&gt;Dan ulasan kali ini akan membahas hal-hal tersebut di atas. Usah gelisah dan tidak perlu panik menghadapinya.&lt;br /&gt;
Duduk tenang, dan ikuti saja pembahasan kali ini. Semoga salah satu  di antaranya adalah jawaban dari masalah yang Anda hadapi dengan PC  kesayangan Anda.&lt;br /&gt;
Terbaru, Tidak Berarti Bebas Bug&lt;br /&gt;
Tidak selamanya teknologi terbaru memberikan yang terbaik untuk  penggunanya. Bahkan beberapa kali kami menyaksikan sendiri, produk yang  mengusung teknologi terbaru, pada batch awal juga disertai dengan  perbagai masalah yang cukup memusingkan.&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, motherboard dengan chipset terbaru. Inilah beberapa  kasus yang sering dirasakan para anggota lab PC Media. Perlu diadakan  beberapa riset skala kecil, untuk dapat menjalankan serangkaian tes  dengan sempurna. Mulai dari sesekali mencari update BIOS, update driver  ataupun sekadar manual ter-update dari produk yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
Contoh lain adalah untuk pengujian video card. Dengan makin tajamnya  persaingan ATi Radeon dan nVidia, membuat berbagai produk dengan chipset  terbaru, terus berdatangan ke lab kami. Yang akhirnya memerlukan solusi  patch software pengujian. Untuk dapat menjalankannya.&lt;br /&gt;
Lalu, bagaimana dengan yang terjadi di dalam dunia nyata? Pada penggunaan sehari-hari Anda dengan PC&lt;br /&gt;
Langkah Pembukaan&lt;br /&gt;
Seperti pada catur, langkah pertama akan sangat menentukan. Begitu juga dalam memecahkan masalah yang terjadi dengan PC Anda.&lt;br /&gt;
Pada subbahasan ini, akan berisi tentang langkah terpenting dalam  mencoba menyelesaikan masalah dengan PC Anda. Yang terpenting adalah  mencoba mengetahui, apa yang menyebabkan PC Anda berulah. Perubahan  terakhir apa yang terjadi pada PC?&lt;br /&gt;
Hal ini sangat penting untuk diketahui secara pasti. Mengingat, hal  ini akan sangat memudahkan penyelesaian yang harus dilakukan.  Disesuaikan dengan kemungkinan masalah yang terjadi. Dari sini,  memungkinkan untuk mempersempit kemungkinan masalah yang terjadi dengan  PC Anda.&lt;br /&gt;
01. PC Tidak Bereaksi, Saat Tombol Power Ditekan.&lt;br /&gt;
Permasalahan: Anda menekan tombol power untuk mengaktifkan PC Anda,  namun PC tidak menunjukkan tandatanda kehidupan. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
Solusi: Jika hal ini terjadi pada PC Anda, ada beberapa kemungkinan yang harus diperiksa satu per satu secara bertahap.&lt;br /&gt;
Langkah 1: Periksa semua jaringan listrik, dari outlet AC sampai ke  PSU (power supply unit) PC Anda. Apakah sudah terpasang dengan sempurna.  Mulai dari memastikan switch PSU dalam posisi ON, ataupun sekiranya  Anda menggunakan UPS (uniterruptable power supply) dan/atau stabilizer  AVR (automated voltage regulator). Pastikan semua dalam posisi ON dan  dalam keadaan berfungsi dengan baik.&lt;br /&gt;
Langkah 2: Jika hal tersebut bukan penyebabnya, maka kemungkinan  berikutnya baru pada PC Anda. Pastikan semua kabel (terutama kabel  power) dan komponen terpasang dengan baik. Caranya dengan mebuka casing,  kemudian menekan-nekan kembali komponen dan konektor kabel yang ada.  Adakalanya hal ini disebabkan karena konektor yang tidak terhubung  dengan sempurna. Perhatikan juga ATX 12V, yang dapat ditemukan pada  kebanyakan motherboard empat tahun belakangan ini. Motherboard tidak  akan beraksi, tanpa catuan daya dari konektor ini.&lt;br /&gt;
Langkah 3: Ini akan cukup merepotkan. Lakukan pengecekan perangkat  utama satu persatu. Yang dimaksud adalah CPU dan motherboard. Pastikan  keduanya masih berfungsi dengan baik. Sebab katakanlah jika CPU rusak,  sistem tidak akan menyala sama sekali. Demikian juga jika motherboard  rusak. Terutama untuk urusan catu dayanya (MOSFET, jalur daya pada PCB  dan seterusnya). Ini juga akan menyebabkan PC tidak akan bereaksi sama  sekali.&lt;br /&gt;
02. Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.&lt;br /&gt;
Permasalahan: PC bereaksi. Terdengar bunyi putaran kipas, dan  tanda-tanda kehidupan lain dari harddisk, drive optik dan lain-lain.  Namun, monitor tetap gelap.&lt;br /&gt;
Solusi: Fiuhh…setidaknya ini sedikit lebih baik dari masalah nomor 1.  Untuk masalah ini, sebaiknya mengandalkan tanda yang diberikan POST  BIOS. Pastikan speaker casing terpasang baik, sehingga Anda dapat  mendengarkan POST berupa kombinasi bunyi beep yang pasti tersedia pada  kebanyakan motherboard. Atau pada beberapa motherboard keluaran terbaru,  juga tersedia buzzer yang terintegrasi pada motherboard.&lt;br /&gt;
Lebih mudah lagi jika motherboard disertai display BIOS POST code  berupa dua seven segment LED, yang akan menampilkan kode hexagesimal.  Sekiranya Anda tidak tahu arti dari kode tersebut (baik suara ataupun  cahaya) atau bahkan kehilangan buku manual, sekali lagi tidak perlu  panik. Anda dapat coba membuka situs Bios Central  &lt;a href="http://www.bioscentral.com/"&gt;(http://www.bioscentral.com)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Harddisk&lt;br /&gt;
Menyimpan berbagai dokumen, lagu-lagu kesayangan format MP3, instalasi  game 3D (yang ukurannya hingga satuan gigabyte), beberapa, bahkan  mengumpulkan video download berformat DivX, atau master video digital  hasil transfer dari handycam. Tidaklah aneh jika harddisk dengan cepat  penuh. Menambah harddisk pun, ternyata tidak&lt;br /&gt;
terlepas dari beberapa masalah yang mungkin saja timbul.&lt;br /&gt;
03. Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.&lt;br /&gt;
Permasalahan: Harddisk baru yang terpasang, tidak terdeteksi baik pada Windows maupun BIOS sekalipun.&lt;br /&gt;
Solusi: Intinya memasang dan mengonfigurasikan harddisk dengan benar.  Harddisk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi.  Namun, ada beberapa langkah yang harus dipastikan sudah dilakukan, saat  memasang harddisk.&lt;br /&gt;
Langkah 1: Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU.  Kesalahan sepele seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk  yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya  dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari  PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari  PSU.&lt;br /&gt;
Langkah 2: Pastikan setting master dan slave harddisk tepat seperti  yang diinginkan. Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada  cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua  harddisk, lama dan baru Anda.&lt;br /&gt;
Langkah 3: Jika Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable  select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel  terbaru, sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan  konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang  akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah  adalah dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung  diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan  dianggap sebagai slave.&lt;br /&gt;
Langkah 4: Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka  alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama  Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller.  Di sini juga terdapat pilihan untuk setting controller harddisk SATA.  Sekiranya Anda mengalami masalah serupa, saat ingin menambahkan harddisk  baru ber-interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan  lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen  motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang  digunakannya.&lt;br /&gt;
04. Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.&lt;br /&gt;
Permasalahan: BIOS mendeteksi keberadaan harddisk. Namun tidak demikian dengan Windows, bahkan DOS.&lt;br /&gt;
Solusi: Ini bukan permasalahan besar. Yang perlu dilakukan adalah  membuat partisi, dan kemudian memformat harddisk baru tersebut. Karena  harddisk yang baru tersebut belum terformat dalam sebuah file system  yang dapat dikenali Windows ataupun DOS. Ada beberapa kemungkinan yang  dapat dilakukan dengan harddisk baru tersebut.&lt;br /&gt;
Kemungkinan 1: Sekiranya Anda menginginkan menginstalasi harddisk  baru tersebut dengan operating system Windows 9x, maka diperlukan  sedikit pengetahuan dasar tentang perintah FDISK. Untuk yang satu ini,  kami sangat menyarankan untuk memanfaatkan perintah yang satu ini dengan  didampingi rekan Anda yang sudah berpengalaman.&lt;br /&gt;
Kemungkinan 2: Jika Anda ingin menginstalnya dengan Windows 2000/XP  ataupun beberapa distro Linux terbaru sekarang ini, Anda tidak usah  pusing lagi berhadapan dengan perintah FDISK. Mereka menyediakan pilihan  pada saat proses instalasinya. Tinggal mengikuti langkah dan pilihan  yang diberikan. Setidaknya akan lebih mudah dibandingkan menggunakan  perintah FDISK untuk kebanyakan orang.&lt;br /&gt;
Kemungkinan 3: Jika harddisk baru tersebut akan dimanfaatkan sebagai  harddisk tambahan untuk penyimpanan data, hal ini akan lebih mudah.  Misalnya selama ini Anda sudah menggunakan operating system Windows XP.  Dengan mengguna kan user yang memiliki administrator rights Anda dapat  melakukan hal berikut ini.&lt;br /&gt;
Cukup dengan masuk ke Disk Management. Salah satunya dengan cara klik kanan pada My Computer, pilih Manage.&lt;br /&gt;
Perhatikan kolom bagian kiri. Kemudian pada Storage, pilih Disk  Management. Dari sini Anda dapat melihat dan mengatur harddisk baru Anda  dengan lebih mudah.&lt;br /&gt;
Catatan: Berhati-hatilah saat menggunakan fasilitas yang tersedia  pada Disk Management. Jangan sampai salah memilih harddisk. Karena data  yang di dalam harddisk ataupun partisi dapat hilang. Demikian juga saat  menggunakan FDISK ataupun fungsi serupa yang tersedia pada proses  instalasi operating system.&lt;br /&gt;
05. Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.&lt;br /&gt;
Permasalahan: Harddisk 200 GB tidak terdeteksi baik di BIOS, apalagi  Windows. Padahal, langkah pada tip ke 03 dan 04 sudah dijalankan semua.&lt;br /&gt;
Solusi: Seiring dengan waktu dan kemajuan teknologi yang ada, maka  produk massal harddisk berukuran besar sudah tersedia di pasar. Dengan  harga yang terbilang terjangkau. Inti masalah ada pada penggunaan metoda  LBA (Logical Block Addressing) yang digunakan. Permasalahan untuk hal  di atas, biasanya disebabkan karena harddisk berukuran di atas 137 GB,  menggunakan metoda LBA 48 bit.&lt;br /&gt;
Untuk itu, yang pertama perlu dilakukan adalah memastikan apakah BIOS  yang digunakan, sudah mendukung LBA 48 bit. Sebagai contoh di sini  adalah dengan menggunakan 48-bit LBA Test Program untuk Intel  Application Accelerator  (http://support.intel.com/support/chipsets/iaa/sb/CS-009302.htm). Cukup  dengan menjalankan aplikasi sederhana 48lbachk.exe pada sistem.&lt;br /&gt;
Jika ternyata BIOS belum mendukung, maka diperlukan update BIOS.  Perhatikan readme yang tersedia pada update BIOS. Pastikan update yang  akan digunakan, dapat menyelesaikan masalah kompatibilitas harddisk LBA  48 bit.&lt;br /&gt;
Drive Optik&lt;br /&gt;
Perangkat yang satu ini mungkin sudah lama dijadikan andalan untuk  urusan storage. Berikut mungkin beberapa masalah yang dapat terjadi.&lt;br /&gt;
06. Software Burner Tidak Berfungsi pada Drive Optik Baru.&lt;br /&gt;
Permasalahan: Misalnya, Anda terpaksa mengucapkan selamat tinggal pada  CDRW drive lama. Dan menggantinya dengan sebuah drive burner baru. Namun  Anda baru menyadari, bahwa software burner Nero andalan, tidak dapat  digunakan dengan drive baru. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;
Solusi: Pada awal masa jaya CD-RW drive, kebanyakan paket penjualan  disertai dengan software burner. Namun, sekarang juga banyak beredar  drive optik yang tidak disertai dengan software burner.&lt;br /&gt;
Perlu diketahui, lisensi yang diberikan OEM untuk paket penjualan.  Dan dikhususkan untuk produk yang dibundle. Dan Nero memiliki proteksi,  sehingga hanya dapat dimanfaatkan khusus untuk drive tersebut. Untuk  terus memanfaatkannya dengan drive burner baru, cara yang paling minim  biaya adalah dengan meng-upgradenya. enggunakan Nero 6 Reloaded Upgrade  Downloadable Serial Number (www.nero.com, seharga US$39,99). Ini lebih  murah dibanding versi lengkapnya.&lt;br /&gt;
07. Kecepatan Write Tidak Secepat yang Dijanjikan.&lt;br /&gt;
Permasalahan: Spesifikasi memang tidak menjanjikan 100% sesuai dengan  kenyataan yang ada. Namun jika diperlukan waktu write hingga dua kali  ataupun lebih waktu yang dijanjikan, tentu ada sesuatu yang salah. Apa  penyebabnya?&lt;br /&gt;
Solusi: Ini mungkin tidak akan begitu banyak terasa, bahkan untuk  CD-RW drive yang tercepat sekalipun. Namun, jika sudah beralih ke DVD  burner drive, perbedaannya akan sangat terasa. Bisa-bisa dibutuhkan  waktu lebih dari 1 jam untuk menyelesaikan menulis data pada media DVD  berkapasitas 4,7 GB.&lt;br /&gt;
Yang perlu dipastikan adalah, baik harddisk ataupun drive optik yang  digunakan, sudah bekerja pada mode Ultra DMA (Direct Memory Access).&lt;br /&gt;
Cara mengeceknya, pada Windows XP dengan memperhatikan Device  Manager. Buka pada tree IDE controller. Dan lihat pada tab Advanced  Setting. Perhatikan pada bagian Current Transfer Mode. Periksa pada  masing-masing IDE controller di mana harddisk maupun drive optic  terpasang.&lt;br /&gt;
VGA dan Display&lt;br /&gt;
Keduanya memang diperuntukkan untuk memanjakan mata penggunanya. Dengan  VGA yang lebih bertenaga, Anda akan mendapatkan frame rate yang lebih  baik. Sedangkan dengan display yang lebih baik, Anda akan mendapatkan  resolusi dan refresh rate yang tidak melelahkan mata. Namun, bukan  berarti keduanya bebas dari masalah.&lt;br /&gt;
08. Driver Video Card Tidak Terinstalasi dengan Sempurna.&lt;br /&gt;
Permasalahan: Kelihatannya proses instalasi driver berjalan sempurna.  Namun setelah sistem restart, ada peringatan box error: â€œcli.exe  Application Error. The application failed to initialize properly  (0xc0000135). Click OK to terminate the application.â€&#157; Apa penyebabnya  dan bagaimana cara mengatasinya?&lt;br /&gt;
Solusi: Beberapa pengguna video card dengan chipset VPU ATi Radeon  pernah merasakannya. Apalagi jika pernah mengupdate driver dan aplikasi  pendukungnya dengan menggunakan ATi Catalyst. Sebagai informasi, ATi  Catalyst yang ditujukan khusus untuk operating system Windows ini,  dibuat dengan menggunakan Microsoft .NET Framework SDK.&lt;br /&gt;
Operating system perlu ditambahkan dengan instalasi Microsoft .NET  Framework. Yang sekarang sudah tersedia adalah untuk versi 1.1.&lt;br /&gt;
Ini akan berguna sekiranya Anda juga akan menginstal aplikasi yang  dibuat dengan memanfaatkan Microsoft .NET Framework SDK. Untuk mengatasi  semua masalah, yang menyebabkan munculnya window pop up serupa.&lt;br /&gt;
09. Menghindari Pesan Kesalahan Saat Instalasi Update Driver VGA.&lt;br /&gt;
Permasalahan: Bagaimana sebaiknya melakukan update driver VGA. Karena  pada beberapa kasus, sering terjadi muncul pesan kesalahan.&lt;br /&gt;
Solusi: Memang tidak ada perintah khusus yang disertakan pada file  instaler update driver VGA, yang menyarankan untuk melakukan uninstall  dari driver lama yang sebelumnya ter-install. Namun, ada baiknya Anda  melakukan pembersihan operating system Anda dari driver lama yang pernah  ada. Sebelum menginstalasinya dengan update terbaru yang diinginkan.&lt;br /&gt;
Untuk para pengguna VGA dengan chipset ATi Radeon, Anda dapat dengan  mudah melakukan proses uninstall driver lama, beserta beberapa aplikasi  pendukungnya. Karena ATI juga sudah menyertakan ATi CATALYST  Uninstaller, yang otomatis disertakan saat proses instalasi driver ATI  CATALYST.&lt;br /&gt;
Untuk yang lain, perlu trik tersendiri. Cukup banyak alternatif untuk  membersihkan driver-driver lama. Anda dapat memanfaatkan Driver  Cleaner, yang sekarang sudah tersedia Driver Cleaner 3.3, atau variannya  Professional Edition (www.drivercleaner.net).&lt;br /&gt;
10. Memperbaiki Tampilan pada Monitor.&lt;br /&gt;
Permasalahan: Anda sudah memilih monitor terbaik. Katakanlah sebuah  Monitor TFT-LCD, atau â€œsekadarâ€&#157; monitor CRT merk terkemuka, yang  sering memenangkan review hardware. Namun tampilan yang dihasilkan tidak  memuaskan. Apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;
Solusi: Sehebat apapun setiap perangkat, tidak akan optimal tanpa konfigurasi yang optimal. Begitu juga untuk monitor.&lt;br /&gt;
Kebanyakan monitor LCD memiliki tombol khusus AUTO (atau sejenis),  untuk konfigurasi secara otomatis. Sesuai dengan data yang  dikomunikasikan antara monitor dengan video card dengan DDC. Namun  kadang tidak sempurna. Kebanyakan gangguan moire masih terasa. Anda  dapat menggunakan Monitor Test, dan mencoba mengalibrasikan hingga  gangguan moire minim.&lt;br /&gt;
Untuk monitor CRT, kebanyakan pada masalah tingkat contrast dan  brightness. Contrast akan mengatur kekuatan cahaya monitor. Tapi jika  berlebihan akan melelahkan mata. Brightness akan memperterang. Namun  jika terlalu tinggi, akan kehilangan black level. Dan pada beberapa  kasus juga akan mengganggu tampilan fokus monitor.&lt;br /&gt;
Networking&lt;br /&gt;
Koneksi Internet DSL memang menawarkan kecepatan yang terbilang  memuaskan. Harga penawaran paketnya beragam, dapat disesuaikan dengan  kebutuhan. Namun, masalah pun juga tidak terlepas darinya. Dan bukan hal  yang mudah untuk membuat sebuah Internet connection yang bebas dari  masalah.&lt;br /&gt;
11. Router Hang, dan Perlu Direstart.&lt;br /&gt;
Permasalahan: Awalnya, saat instalasi router, hal ini tidak pernah  terjadi. Namun belakangan ini, sering kali router hang dan perlu  di-restart untuk mendapat koneksi Internet pada PC yang terhubung dengan  router.&lt;br /&gt;
Solusi: Bahkan dengan konfigurasi terbaik sekalipun, router tetap  saja bisa mengalami hang. Biasanya hal ini disebabkan terlalu banyak  permintaan koneksi pada waktu yang bersamaan. Dan selama ini,  satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan restart router  (mematikannya dan kemudian menghidupkannya kembali).&lt;br /&gt;
Langkah 1: Sekiranya produsen router telah menyediakan update  firmware, Anda bisa mencobanya untuk mengupdate firmware untuk  memperbaiki proses routing dan mencegah crash pada router.&lt;br /&gt;
Langkah 2: Anda dapat melakukan tindakan pencegahan. Hal semacam ini  juga bisa disebabkan karena virus, juga spyware yang menyerang PC.  Jalankan antivirus dan antispyware yang telah ter-update, untuk mengecek  masing-masing PC.&lt;br /&gt;
Langkah 3: Perhatikan aplikasi yang terinstal pada tiap PC client  router tersebut. Terutama beberapa aplikasi file sharing Peer to Peer  (P2P). Aplikasi semacam ini juga dapat menyebabkan hal tersebut. Jika  tidak dikonfigurasikan dengan baik, software P2P bisa saja membuka  sharring permission-nya, sehingga jika request terlalu banyak otomatis  akan membebani kerja router Anda.&lt;br /&gt;
12. Koneksi dengan Wi-Fi Kadang Terputus.&lt;br /&gt;
Permasalahan: Koneksi network dengan menggunakan Wi-Fi, sesekali  terputus secara tiba-tiba. Tanpa sebab yang jelas. Hal ini sesekali  terjadi pada notebook Centrino yang sudah dilengkapi dengan koneksi  Wi-Fi.&lt;br /&gt;
Solusi: Biasanya ini disebabkan karena power saving mode. Notebook  Centrino secara default membuat fungsi ini enable dengan maksud untuk  menghemat konsumsi baterai. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan  aplikasi Intel PROSet (jika tersedia).&lt;br /&gt;
Atau melalui properties pada device WI-Fi ethernet, pada Network  Connections. Kemudian pilih Configure. Pada tab Adcanced, terdapat  setting untuk mengoptimalkan konsumsi daya. Ad Hoc Transmit Power,  berpengaruh dengan jarak jangkau. Sedangkan Power Management, akan  menyesuaikan dengan kondisi baterai, dan waktu idle notebook. Dan secara  otomatis akan menurunkan konsumsi listrik dari baterai.&lt;br /&gt;
Hal ini, yang kemungkinan menyebabkan koneksi Wi-Fi terputus. Jadi ada dua alternatif yang dapat dilakukan.&lt;br /&gt;
Pilihan 1: Setting posisi maksimal untuk kedua fungsi ini. Apalagi  jika Anda tidak khawatir dengan kapasitas baterai yang tersisa. Karena  tersedia tombol shortcut untuk langsung mematikan fungsi Wi-Fi di  kebanyakan notebook Centrino.&lt;br /&gt;
Pilihan 2: Sesuaikan dengan gaya penggunaan notebook Anda. Pelajari  waktu idle penggunaan notebook. Dan mencobanya sesuai dengan kebiasaan  penggunaan sehari-hari. Tentunya Anda tidak ingin koneksi Wi-Fi Anda  tiba-tiba terputus karena waktu idle 5 menit telah terlewati. Padahal  Anda hanya meninggalkan notebook Anda, untuk sekadar ke WC ataupun  membuat secangkir kopi hangat.&lt;br /&gt;
Sumber: PC Media</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Memperbaiki Harddisk Bad Blok/Sektor</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/memperbaiki-harddisk-bad-bloksektor.html</link><category>Agung Komputer</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Mon, 7 Mar 2011 18:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-3604196449069534885</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Cara Memperbaiki Harddisk &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;adblok &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada komputer.  Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat  disebabkan beberapa hal. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Misalnya :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span id="more-73"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang  terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar,  keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih  dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector.&lt;br /&gt;
Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering  terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.&lt;br /&gt;
Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang  sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan  tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.&lt;br /&gt;
Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis.  Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan  harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow  level.&lt;br /&gt;
Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi  kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi  harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.&lt;br /&gt;
Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan  perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil  tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector&lt;br /&gt;
Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tahapan 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1  untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui  hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat  dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti  generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat  mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di  Site pembuat harddisk atau Klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14035860/vcr43win.zip.html"&gt;Disini&lt;/a&gt;. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe  (dari Maxtor – MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.&lt;br /&gt;
Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik  partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini  juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32  dari Windows Fdisk.&lt;br /&gt;
Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Peringatan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;: Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tahapan 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi  saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan  dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai  extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah  memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk  menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses  format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Hal ini  terlihat pada gambar dibawah ini.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam  harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan  yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan  Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan  hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini  adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad  sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive  yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk  yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan  perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang  dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D  dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila  terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi  yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan,  anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi  dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector.  Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke  akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi  mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang  dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi  harddisk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan  lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada  proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector.  Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK  untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive  yang akan digunakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk  dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada  gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi  (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang  mengandung bad sector telah dihapus.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah  diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary  partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah  partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit  xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk  tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah  dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan  perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :Kondisi  Display pada program Format persentasi yang dapat digunakan&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Baik 0-20% 20%&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bad sector 21% Dibuang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Baik 22-89% 67%&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bad sector 91% Dibuang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Baik 91-100% 9%&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga  dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector  pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak  partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi  yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat  dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan  waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan  memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.&lt;br /&gt;
Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat  mengulangi prosesur diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah  mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.&lt;br /&gt;
Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian  program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program  ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan  tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.&lt;br /&gt;
Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk  yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa  tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat  (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat  dimana terjadi bad sector.&lt;br /&gt;
SELAMAT MENCOBA.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>tips mengatasi laptop panas</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/tips-mengatasi-laptop-panas.html</link><category>Tips</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Sun, 6 Mar 2011 10:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-1085411286674366720</guid><description>Menurut Anda, bagaimana sih cara mengatasi panas pada laptop.? Apakah  cukup dengan memakai cooling pad saja? Ternyata masih banyak lagi cara  yang lebih efektif! Apa saja tips jitu untuk mengatasi panas pada laptop  kesayangan Anda?&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laptop panas, sering shutdown mendadak? Mungkin itu akibat Laptop  kamu mengalami Overheat. Nah sekarang gua mau share tentang metode  Undervolt, salah satu cara buat nurunin suhu laptop kamu. Sebenernya  untuk menurunkan suhu laptop ada beberapa cara, contohnya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pake Cooling Pad, buat nurunin suhu secara signifikan kayanya musti  merogoh kocek lumayan dalem. Cooling pad yang murah paling hanya bias  menurunkan suhu 1-2 C (uda gua cobain sendiri hehe).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pake laptop di tempat yang suhu ruangannya rendah alias ruangan ber-AC (repot kan setiap make laptop harus ada AC nya).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ganti thermal paste pada CPU, yang ini menurut gua ribet banget.   Selain pake biaya, kalo lu males baca2 cara gantinya yah musti dibawa ke  ahlinya. Jangan lupa bersiin kipas sama heatsink nya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Undervolting, nah ini bisa mengurangi suhu di laptop secara signifikan apalagi gratis, makannya patut di coba.&lt;span id="more-110"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Metode ini gua pelajarin di Forum &lt;a href="http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=19" target="_blank" title="kaskus"&gt;Computer Stuff&lt;/a&gt; dari Kaskus, Credit to agan &lt;a href="http://www.kaskus.us/member.php?u=529143" target="_blank"&gt;crayonyes&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Apa sih undervolt itu? Undervolting merupakan process untuk  mengurangi aliran ‘Voltage’ berlebih ke CPU dengan menggunakan software.  Performa CPU dipengaruhi oleh Underclocking dan Overclocking jadi  Undervolting tidak akan mempengaruhi performa dari laptop kamu sama  sekali (tested by me for 6 month and nothing wrong with my laptop).&lt;br /&gt;
Setiap processor tidak dibuat secara seragam. Setiap jenis processor  mempunyai toleransi ‘voltage’ yang berbeda. Daripada Intel menyetel  setiap jenis processor dengan voltase yang rendah dan ideal buat setiap  chip processor lebih baik mereka menyetel dengan voltase stabil dan  tinggi (sehingga otomatis membuat suhu CPU kita juga jadi tinggi).  Masalahnya, standar ‘voltage’ dari pabrikan itu tinggi sekali dan  undervolt dapat membantu menyetel ‘voltage’ CPU kamu menjadi ideal,  rendah dan stabil.&lt;br /&gt;
Proses undervolt tidak sama pada setiap processor (CPU), jadi  kemampuan untuk menurunkan ‘voltage’ pada setiap CPU itu tidak sama.  Perbedaan itu yang membuat proses undervolting itu memakan waktu yang  cukup lama karena kita harus mencari voltase yang rendah tapi stabil.&lt;br /&gt;
Dengan menurunkan Voltase pada CPU, temperature pada CPU juga akan  ikut turun. Tetapi undervolting juga mempunyai resiko yaitu “BSOD” atau  layar biru tapi jangan panic, ikutin instruksi nya aja dulu.  Nah untuk  menurunkan dan mencari voltase terendah buat setiap Multiplier (5x, 6x,  7x dsb) kita membutuhkan software berikut.&lt;br /&gt;
Software yang dipakai :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cpu.rightmark.org/download/rmclock_235_bin.exe" target="_blank" title="rmclock"&gt;RMClock v2.35&lt;/a&gt; (program untuk undervolting), *buat OS64 bit download dulu &lt;a href="http://www.undervoltdriver64.tk/" target="_blank"&gt;driver ini&lt;/a&gt; dan co-pas ke folder instalasi RMClock.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.overclock.net/attachments/downloads/36840d1165737486-orthos-v20060420-orthos_exe_20060420.zip" target="_blank"&gt;Orthos CPU Loader &lt;/a&gt;(untuk stress tes CPU dan mencari stabilitas voltase), cara kerjanya membuat CPU seolah2 bekerja full loaded&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.cpuid.com/softwares/hwmonitor.html" target="_blank"&gt;HWMonitor&lt;/a&gt; (buat cek temperature secara realtime)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Cat: Cara ini sudah saya coba di processor Pentium dan blom pernah coba di AMD !! buat yang AMD silakan ke &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2362006" target="_blank"&gt;sini &lt;/a&gt;atau &lt;a href="http://www.kaskus.us/showpost.php?p=115797094&amp;amp;postcount=389" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt; untuk lengkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CARA 1: Cek temperature max sebelum melakukan Undervolt&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Buka HWMonitor, lihat temperature untuk CPU. (buat 2 core akan ada 2 temperatur)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buka Orthos, pilih “small FFTs-Stress CPU”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Start Orthos dan jalankan selama 10 menit, lihat temperature pada HWMonitor (temperature akan naik)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah 10 menit, klik stop pada Orthos dan Catat temp max CPU di HWmonitor anda&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/?ref=11k8bc5" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" src="http://i30.tinypic.com/11k8bc5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CARA 2: Install RMClock dan Setting&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Install RMClock yang sudah di download tadi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buka RMClock&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik “Advanced CPU Settings”, lihat screenshot dan samakan langkahnya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/?ref=4r5amu" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" src="http://i25.tinypic.com/4r5amu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; CARA 3: Setting Profile&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Klik “profile” lalu “performance on demand” lihat dan samakan dengan screenshot&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan lupa check “Use P-State Transition” dan check semua “Index” checkbox, lalu klik apply&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/?ref=1z2isu1" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" src="http://i29.tinypic.com/1z2isu1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Klik “Profile” pilih “performance on demand” buat AC power dan Battery nya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Check semua multiplier bertype normal (bervariasi pada setiap CPU,  1,2,3 dsb), jika CPU  kamu terdapat SuperLFM dan IDA, Uncheck dulu kedua  checkbox itu lalu apply.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/?ref=2z9ayye" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" src="http://i31.tinypic.com/2z9ayye.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CARA 4: Undervolting&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mulai dari multiplier terbesar  (contoh : 7X), pada screenshot  terlihat voltase default adalah 1.1750V nah yang harus kita lakukan  adalah menurunkan voltase tersebut sedikit demi sedikit dan melakukan  tes kestabilan pada CPU kita. Turunkan voltase 0.025V dan lakukan tes  kestabilan setiap menurunkan voltase. *tes kestabilan bias di liat di  point no.5&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tiap menurunkan voltase, jangan lupa di apply.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Uncheck multiplier yang lebih tinggi jika sudah stabil dan ulangi  langkah di atas untuk multiplier yang lebih rendah. (cth: kalo  multiplier 7X sudah stabil, uncheck box nya dan lakukan penurunan  voltase pada multiplier 6X sampai stabil dan seterusnya).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;CARA 5: Tes Kestabilan (jangan panic dan ikuti langkah2nya)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Open ORTHOS and HWMonitor (lihat temperature di HWMonitor)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Temperature juga bias dilihat di RMClock “CPU info”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Di ORTHOS set the test type to “small FFTs-Stress cpu” buat stress test CPU&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Run ORTHOS stress test for 45mins or more (pada tahap mencari  voltase yang stabil , cukup jalankan 10-15 menit dulu. Jika sudah  selesai setting langkah no.4 baru test selama 45 menit atau lebih)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Cat: jika voltase tidak stabil (terlalu rendah), kemungkinan laptop  akan mengalami BSOD (blue screen) atau error pada ORTHOS. Jika terjadi  BSOD, jangan panic dan restart laptop kamu secara normal.&lt;br /&gt;
Setelah menemukan voltase yang tidak stabil (mengalami BSOD) naikan  voltase 2 tingkat lebih tinggi, lalu jalankan kembali tes kestabilan  dengan ORTHOS. (jika sudah stabil maka voltase ini akan dipakai untuk  seterusnya)&lt;br /&gt;
Untuk voltase yang sudah stabil ini disarankan untuk di tes ORTHOS selama 1-3jam.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CARA 6: HASIL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Pada kasus ini berhasil di turunkan voltase 7X dari  1.1750V ke 0.8875V (turun 0.2875V). dan hasilnya laptop berhasil turun  18-20C&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://tinypic.com/?ref=9sax6f" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" src="http://i27.tinypic.com/9sax6f.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CARA 7: Setting sesudah Undervolting&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Setelah semua multiplier mendapatkan voltase yang stabil, setting agar RMClock selalu jalan pada saat windows startup. Caranya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tab profile di RMClock – pilih “Performance on Demand” untuk startup dan current, klik apply&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tab setting : check “start minimize in windows tray” dan “run at windows startup”, klik apply&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/?ref=2aih44h" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" src="http://i26.tinypic.com/2aih44h.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CARA 8: PENTING!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;jika sudah mendapat voltase yang stabil, jangan lupa check kembali  semua checkbox multiplier di main profile dan sub-profile (kecuali IDA)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Super LFM adalah CPU memakai fsb paling rendah (jika CPU sedang IDLE)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;IDA ialah CPU hanya menggunakan 1 core (tidak disarankan untuk dipakai)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sangat disarankan SuperLFM dan IDA tidak diubah2 !&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;RMClock blum support CPU dengan half-multiplier. Multiplier akan  diturunkan ke integer. prosesor model T8100/T9300/P7350/P8400/P9500 akan  ter-underclock 100mhz (karena multiplier tertinggi terkurangi 0.5x)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Undervolting hanya akan bekerja jika RMClock dalam keadaan aktif.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;HAPPY UNDERVOLTING!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Credit to&lt;/b&gt; : agan &lt;a href="http://www.kaskus.us/member.php?u=529143" target="_blank"&gt;Crayonyes&lt;/a&gt; dari forum computer Kaskus.  Dan &lt;a href="http://forum.notebookreview.com/showthread.php?t=235824" target="_blank"&gt;Flipfire.&lt;/a&gt; dari forum Laptop.&lt;br /&gt;
Laptop gua sebelum undervolt :&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://tinypic.com/?ref=34q5pch" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" src="http://i25.tinypic.com/34q5pch.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Laptop gua sesudah undervolt :&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://tinypic.com/?ref=24aya2v" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" src="http://i26.tinypic.com/24aya2v.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Semua FID multiplier dari 10X sampai 6X berhasil di set ke paling rendah 1.00V. lumayan turun 15C</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://i30.tinypic.com/11k8bc5_th.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><enclosure length="585249" type="application/x-msdownload" url="http://cpu.rightmark.org/download/rmclock_235_bin.exe"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Menurut Anda, bagaimana sih cara mengatasi panas pada laptop.? Apakah cukup dengan memakai cooling pad saja? Ternyata masih banyak lagi cara yang lebih efektif! Apa saja tips jitu untuk mengatasi panas pada laptop kesayangan Anda? Laptop panas, sering shutdown mendadak? Mungkin itu akibat Laptop kamu mengalami Overheat. Nah sekarang gua mau share tentang metode Undervolt, salah satu cara buat nurunin suhu laptop kamu. Sebenernya untuk menurunkan suhu laptop ada beberapa cara, contohnya : Pake Cooling Pad, buat nurunin suhu secara signifikan kayanya musti merogoh kocek lumayan dalem. Cooling pad yang murah paling hanya bias menurunkan suhu 1-2 C (uda gua cobain sendiri hehe). Pake laptop di tempat yang suhu ruangannya rendah alias ruangan ber-AC (repot kan setiap make laptop harus ada AC nya). Ganti thermal paste pada CPU, yang ini menurut gua ribet banget. Selain pake biaya, kalo lu males baca2 cara gantinya yah musti dibawa ke ahlinya. Jangan lupa bersiin kipas sama heatsink nya. Undervolting, nah ini bisa mengurangi suhu di laptop secara signifikan apalagi gratis, makannya patut di coba. Metode ini gua pelajarin di Forum Computer Stuff dari Kaskus, Credit to agan crayonyes. Apa sih undervolt itu? Undervolting merupakan process untuk mengurangi aliran ‘Voltage’ berlebih ke CPU dengan menggunakan software. Performa CPU dipengaruhi oleh Underclocking dan Overclocking jadi Undervolting tidak akan mempengaruhi performa dari laptop kamu sama sekali (tested by me for 6 month and nothing wrong with my laptop). Setiap processor tidak dibuat secara seragam. Setiap jenis processor mempunyai toleransi ‘voltage’ yang berbeda. Daripada Intel menyetel setiap jenis processor dengan voltase yang rendah dan ideal buat setiap chip processor lebih baik mereka menyetel dengan voltase stabil dan tinggi (sehingga otomatis membuat suhu CPU kita juga jadi tinggi). Masalahnya, standar ‘voltage’ dari pabrikan itu tinggi sekali dan undervolt dapat membantu menyetel ‘voltage’ CPU kamu menjadi ideal, rendah dan stabil. Proses undervolt tidak sama pada setiap processor (CPU), jadi kemampuan untuk menurunkan ‘voltage’ pada setiap CPU itu tidak sama. Perbedaan itu yang membuat proses undervolting itu memakan waktu yang cukup lama karena kita harus mencari voltase yang rendah tapi stabil. Dengan menurunkan Voltase pada CPU, temperature pada CPU juga akan ikut turun. Tetapi undervolting juga mempunyai resiko yaitu “BSOD” atau layar biru tapi jangan panic, ikutin instruksi nya aja dulu. Nah untuk menurunkan dan mencari voltase terendah buat setiap Multiplier (5x, 6x, 7x dsb) kita membutuhkan software berikut. Software yang dipakai : RMClock v2.35 (program untuk undervolting), *buat OS64 bit download dulu driver ini dan co-pas ke folder instalasi RMClock. Orthos CPU Loader (untuk stress tes CPU dan mencari stabilitas voltase), cara kerjanya membuat CPU seolah2 bekerja full loaded HWMonitor (buat cek temperature secara realtime) Cat: Cara ini sudah saya coba di processor Pentium dan blom pernah coba di AMD !! buat yang AMD silakan ke sini atau sini untuk lengkapnya. CARA 1: Cek temperature max sebelum melakukan Undervolt Buka HWMonitor, lihat temperature untuk CPU. (buat 2 core akan ada 2 temperatur) Buka Orthos, pilih “small FFTs-Stress CPU” Start Orthos dan jalankan selama 10 menit, lihat temperature pada HWMonitor (temperature akan naik) Setelah 10 menit, klik stop pada Orthos dan Catat temp max CPU di HWmonitor anda CARA 2: Install RMClock dan Setting Install RMClock yang sudah di download tadi Buka RMClock Klik “Advanced CPU Settings”, lihat screenshot dan samakan langkahnya CARA 3: Setting Profile Klik “profile” lalu “performance on demand” lihat dan samakan dengan screenshot Jangan lupa check “Use P-State Transition” dan check semua “Index” checkbox, lalu klik apply Klik “Profile” pilih “performance on demand” buat AC power dan Battery nya Check semua multiplier bertype normal (bervariasi pada setiap CPU, 1,2,3 dsb), jika CPU kamu terdapat SuperLFM dan IDA, Uncheck dulu kedua checkbox itu lalu apply. CARA 4: Undervolting Mulai dari multiplier terbesar (contoh : 7X), pada screenshot terlihat voltase default adalah 1.1750V nah yang harus kita lakukan adalah menurunkan voltase tersebut sedikit demi sedikit dan melakukan tes kestabilan pada CPU kita. Turunkan voltase 0.025V dan lakukan tes kestabilan setiap menurunkan voltase. *tes kestabilan bias di liat di point no.5 Tiap menurunkan voltase, jangan lupa di apply. Uncheck multiplier yang lebih tinggi jika sudah stabil dan ulangi langkah di atas untuk multiplier yang lebih rendah. (cth: kalo multiplier 7X sudah stabil, uncheck box nya dan lakukan penurunan voltase pada multiplier 6X sampai stabil dan seterusnya). CARA 5: Tes Kestabilan (jangan panic dan ikuti langkah2nya) Open ORTHOS and HWMonitor (lihat temperature di HWMonitor) Temperature juga bias dilihat di RMClock “CPU info” Di ORTHOS set the test type to “small FFTs-Stress cpu” buat stress test CPU Run ORTHOS stress test for 45mins or more (pada tahap mencari voltase yang stabil , cukup jalankan 10-15 menit dulu. Jika sudah selesai setting langkah no.4 baru test selama 45 menit atau lebih) Cat: jika voltase tidak stabil (terlalu rendah), kemungkinan laptop akan mengalami BSOD (blue screen) atau error pada ORTHOS. Jika terjadi BSOD, jangan panic dan restart laptop kamu secara normal. Setelah menemukan voltase yang tidak stabil (mengalami BSOD) naikan voltase 2 tingkat lebih tinggi, lalu jalankan kembali tes kestabilan dengan ORTHOS. (jika sudah stabil maka voltase ini akan dipakai untuk seterusnya) Untuk voltase yang sudah stabil ini disarankan untuk di tes ORTHOS selama 1-3jam. CARA 6: HASIL Pada kasus ini berhasil di turunkan voltase 7X dari 1.1750V ke 0.8875V (turun 0.2875V). dan hasilnya laptop berhasil turun 18-20C CARA 7: Setting sesudah Undervolting Setelah semua multiplier mendapatkan voltase yang stabil, setting agar RMClock selalu jalan pada saat windows startup. Caranya : Tab profile di RMClock – pilih “Performance on Demand” untuk startup dan current, klik apply Tab setting : check “start minimize in windows tray” dan “run at windows startup”, klik apply CARA 8: PENTING!!! jika sudah mendapat voltase yang stabil, jangan lupa check kembali semua checkbox multiplier di main profile dan sub-profile (kecuali IDA) Super LFM adalah CPU memakai fsb paling rendah (jika CPU sedang IDLE) IDA ialah CPU hanya menggunakan 1 core (tidak disarankan untuk dipakai) Sangat disarankan SuperLFM dan IDA tidak diubah2 ! RMClock blum support CPU dengan half-multiplier. Multiplier akan diturunkan ke integer. prosesor model T8100/T9300/P7350/P8400/P9500 akan ter-underclock 100mhz (karena multiplier tertinggi terkurangi 0.5x) Undervolting hanya akan bekerja jika RMClock dalam keadaan aktif. HAPPY UNDERVOLTING! Credit to : agan Crayonyes dari forum computer Kaskus. Dan Flipfire. dari forum Laptop. Laptop gua sebelum undervolt : Laptop gua sesudah undervolt : Semua FID multiplier dari 10X sampai 6X berhasil di set ke paling rendah 1.00V. lumayan turun 15C</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</itunes:author><itunes:summary>Menurut Anda, bagaimana sih cara mengatasi panas pada laptop.? Apakah cukup dengan memakai cooling pad saja? Ternyata masih banyak lagi cara yang lebih efektif! Apa saja tips jitu untuk mengatasi panas pada laptop kesayangan Anda? Laptop panas, sering shutdown mendadak? Mungkin itu akibat Laptop kamu mengalami Overheat. Nah sekarang gua mau share tentang metode Undervolt, salah satu cara buat nurunin suhu laptop kamu. Sebenernya untuk menurunkan suhu laptop ada beberapa cara, contohnya : Pake Cooling Pad, buat nurunin suhu secara signifikan kayanya musti merogoh kocek lumayan dalem. Cooling pad yang murah paling hanya bias menurunkan suhu 1-2 C (uda gua cobain sendiri hehe). Pake laptop di tempat yang suhu ruangannya rendah alias ruangan ber-AC (repot kan setiap make laptop harus ada AC nya). Ganti thermal paste pada CPU, yang ini menurut gua ribet banget. Selain pake biaya, kalo lu males baca2 cara gantinya yah musti dibawa ke ahlinya. Jangan lupa bersiin kipas sama heatsink nya. Undervolting, nah ini bisa mengurangi suhu di laptop secara signifikan apalagi gratis, makannya patut di coba. Metode ini gua pelajarin di Forum Computer Stuff dari Kaskus, Credit to agan crayonyes. Apa sih undervolt itu? Undervolting merupakan process untuk mengurangi aliran ‘Voltage’ berlebih ke CPU dengan menggunakan software. Performa CPU dipengaruhi oleh Underclocking dan Overclocking jadi Undervolting tidak akan mempengaruhi performa dari laptop kamu sama sekali (tested by me for 6 month and nothing wrong with my laptop). Setiap processor tidak dibuat secara seragam. Setiap jenis processor mempunyai toleransi ‘voltage’ yang berbeda. Daripada Intel menyetel setiap jenis processor dengan voltase yang rendah dan ideal buat setiap chip processor lebih baik mereka menyetel dengan voltase stabil dan tinggi (sehingga otomatis membuat suhu CPU kita juga jadi tinggi). Masalahnya, standar ‘voltage’ dari pabrikan itu tinggi sekali dan undervolt dapat membantu menyetel ‘voltage’ CPU kamu menjadi ideal, rendah dan stabil. Proses undervolt tidak sama pada setiap processor (CPU), jadi kemampuan untuk menurunkan ‘voltage’ pada setiap CPU itu tidak sama. Perbedaan itu yang membuat proses undervolting itu memakan waktu yang cukup lama karena kita harus mencari voltase yang rendah tapi stabil. Dengan menurunkan Voltase pada CPU, temperature pada CPU juga akan ikut turun. Tetapi undervolting juga mempunyai resiko yaitu “BSOD” atau layar biru tapi jangan panic, ikutin instruksi nya aja dulu. Nah untuk menurunkan dan mencari voltase terendah buat setiap Multiplier (5x, 6x, 7x dsb) kita membutuhkan software berikut. Software yang dipakai : RMClock v2.35 (program untuk undervolting), *buat OS64 bit download dulu driver ini dan co-pas ke folder instalasi RMClock. Orthos CPU Loader (untuk stress tes CPU dan mencari stabilitas voltase), cara kerjanya membuat CPU seolah2 bekerja full loaded HWMonitor (buat cek temperature secara realtime) Cat: Cara ini sudah saya coba di processor Pentium dan blom pernah coba di AMD !! buat yang AMD silakan ke sini atau sini untuk lengkapnya. CARA 1: Cek temperature max sebelum melakukan Undervolt Buka HWMonitor, lihat temperature untuk CPU. (buat 2 core akan ada 2 temperatur) Buka Orthos, pilih “small FFTs-Stress CPU” Start Orthos dan jalankan selama 10 menit, lihat temperature pada HWMonitor (temperature akan naik) Setelah 10 menit, klik stop pada Orthos dan Catat temp max CPU di HWmonitor anda CARA 2: Install RMClock dan Setting Install RMClock yang sudah di download tadi Buka RMClock Klik “Advanced CPU Settings”, lihat screenshot dan samakan langkahnya CARA 3: Setting Profile Klik “profile” lalu “performance on demand” lihat dan samakan dengan screenshot Jangan lupa check “Use P-State Transition” dan check semua “Index” checkbox, lalu klik apply Klik “Profile” pilih “performance on demand” buat AC power dan Battery nya Check semua multiplier bertype normal (bervariasi pada setiap CPU, 1,2,3 dsb), jika CPU kamu terdapat SuperLFM dan IDA, Uncheck dulu kedua checkbox itu lalu apply. CARA 4: Undervolting Mulai dari multiplier terbesar (contoh : 7X), pada screenshot terlihat voltase default adalah 1.1750V nah yang harus kita lakukan adalah menurunkan voltase tersebut sedikit demi sedikit dan melakukan tes kestabilan pada CPU kita. Turunkan voltase 0.025V dan lakukan tes kestabilan setiap menurunkan voltase. *tes kestabilan bias di liat di point no.5 Tiap menurunkan voltase, jangan lupa di apply. Uncheck multiplier yang lebih tinggi jika sudah stabil dan ulangi langkah di atas untuk multiplier yang lebih rendah. (cth: kalo multiplier 7X sudah stabil, uncheck box nya dan lakukan penurunan voltase pada multiplier 6X sampai stabil dan seterusnya). CARA 5: Tes Kestabilan (jangan panic dan ikuti langkah2nya) Open ORTHOS and HWMonitor (lihat temperature di HWMonitor) Temperature juga bias dilihat di RMClock “CPU info” Di ORTHOS set the test type to “small FFTs-Stress cpu” buat stress test CPU Run ORTHOS stress test for 45mins or more (pada tahap mencari voltase yang stabil , cukup jalankan 10-15 menit dulu. Jika sudah selesai setting langkah no.4 baru test selama 45 menit atau lebih) Cat: jika voltase tidak stabil (terlalu rendah), kemungkinan laptop akan mengalami BSOD (blue screen) atau error pada ORTHOS. Jika terjadi BSOD, jangan panic dan restart laptop kamu secara normal. Setelah menemukan voltase yang tidak stabil (mengalami BSOD) naikan voltase 2 tingkat lebih tinggi, lalu jalankan kembali tes kestabilan dengan ORTHOS. (jika sudah stabil maka voltase ini akan dipakai untuk seterusnya) Untuk voltase yang sudah stabil ini disarankan untuk di tes ORTHOS selama 1-3jam. CARA 6: HASIL Pada kasus ini berhasil di turunkan voltase 7X dari 1.1750V ke 0.8875V (turun 0.2875V). dan hasilnya laptop berhasil turun 18-20C CARA 7: Setting sesudah Undervolting Setelah semua multiplier mendapatkan voltase yang stabil, setting agar RMClock selalu jalan pada saat windows startup. Caranya : Tab profile di RMClock – pilih “Performance on Demand” untuk startup dan current, klik apply Tab setting : check “start minimize in windows tray” dan “run at windows startup”, klik apply CARA 8: PENTING!!! jika sudah mendapat voltase yang stabil, jangan lupa check kembali semua checkbox multiplier di main profile dan sub-profile (kecuali IDA) Super LFM adalah CPU memakai fsb paling rendah (jika CPU sedang IDLE) IDA ialah CPU hanya menggunakan 1 core (tidak disarankan untuk dipakai) Sangat disarankan SuperLFM dan IDA tidak diubah2 ! RMClock blum support CPU dengan half-multiplier. Multiplier akan diturunkan ke integer. prosesor model T8100/T9300/P7350/P8400/P9500 akan ter-underclock 100mhz (karena multiplier tertinggi terkurangi 0.5x) Undervolting hanya akan bekerja jika RMClock dalam keadaan aktif. HAPPY UNDERVOLTING! Credit to : agan Crayonyes dari forum computer Kaskus. Dan Flipfire. dari forum Laptop. Laptop gua sebelum undervolt : Laptop gua sesudah undervolt : Semua FID multiplier dari 10X sampai 6X berhasil di set ke paling rendah 1.00V. lumayan turun 15C</itunes:summary><itunes:keywords>Tips</itunes:keywords></item><item><title>Setting Blog di Blogger</title><link>http://carikomputerbekas.blogspot.com/2011/03/setting-blog-di-blogger.html</link><category>Tips</category><author>noreply@blogger.com (agungcomputer)</author><pubDate>Sun, 6 Mar 2011 10:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1636073798754977714.post-426100933664004444</guid><description>Hal pertama yang penting anda lakukan agar blog anda di blogger mempunyai performa yang baik adalah melakukan beberapa &lt;b&gt;Setting&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;pengaturan&lt;/b&gt;. Sebagai bahan inspirasi bagaimana cara melakukan setting blog di blogger, berikut &lt;b&gt;Kolom Tutorial&lt;/b&gt; tuliskan cara &lt;b&gt;pengaturan&lt;/b&gt; blog di blogger (pastikan anda (pastikan anda memilih bahasa indonesia agar sesuai dengan tutorial dibawah) :* Silahkan login ke blogger dengan ID anda.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
* Klik &lt;b&gt;Pengaturan&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;img alt="pengaturan blog di blogger" border="0" height="113" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV0OpvXQ3OH-xKC2iMuRMiLVhq_ayo1KfrDLZUovB9O8vm7SDUNdBDwO-Yc-qNNyV-bECHCahoqK7W8NT6TpZ1TUGwBE-elkzL2es_LeLaK8GUx2CbTyZspUfhUVFkqbkjUHk3cWf3oSw/" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline;" title="pengaturan blog di blogger" width="397" /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
* Akan terlihat tab-tab menu berisi hal-hal yang harus anda atur :&lt;br /&gt;
&lt;img alt="menu pengaturan blog di blogspot" border="0" height="79" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGx-8cqLWPN8KiSbMOQMvRMzYpNI3fu-_k_ir0cuXihsu2yFdYEP3za3nDM3WQYw3UKwZkFwS0eMgOlq6NO3nT9Lbabw3eIbNtSLF4FXBG90QHA2DHQ2ACeoDIyVeK0wHVKRXU1HAGETs/" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline;" title="menu pengaturan blog di blogspot" width="330" /&gt; &lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Dasar&lt;/h2&gt;Beberapa pengaturan dalam &lt;b&gt;menu Dasar:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Alat Blog&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;Impor blog&lt;/i&gt; → ini adalah  faslitas untuk mengimpor data dari komputer anda ( ini biasanya  dilakukan ketika transfer blog) tidak usah di klik, biarkan saja. &lt;i&gt;Ekspor blog&lt;/i&gt;  &amp;gt; ini adalah fasilitas untuk mengekspor data blog dari server  blogger ke komputer anda. Fasilitas ini disebut juga sebagai fasilitas &lt;b&gt;Backup blog&lt;/b&gt;.  Disarankan agar anda membuat backup data ke komputer anda, minimal satu  minggu sekali. Data backup tersebut sewaktu-waktu bisa bermanfaat  ketika anda ingin mentransfer ke blog lain di blogger, atau bisa juga  untuk migrasi ke mesin blog yang lain seperti Wordpress. &lt;i&gt;Hapus blog&lt;/i&gt;  &amp;gt; Fasilitas untuk menghapus blog anda. Jika anda tidak berniat untuk  menghapus blog, maka jangan sekali-sekali klik link ini.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Judul&lt;/b&gt; : isi dengan judul blog yang anda inginkan. Contoh : My personal blog&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Uraian&lt;/b&gt; : isi dengan deskripsi blog yang ingin  ditampilkan, sebaiknya ini diisi jangan dikosongkan. Contoh : catatan  kecil hidupku yang unik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tambahkan blog Anda ke daftar kami?&lt;/b&gt; : disarankan untuk memilih opsi &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Biarkan mesin pencari menemukan blog Anda?&lt;/b&gt; : Pilih &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;, agar blog anda dapat di index oleh mesin pencari seperti Google, Yahoo atau Bing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan Editing Cepat di Blog Anda? : &lt;/b&gt;Boleh pilih &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Tidak&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan Link Posting Email? :&lt;/b&gt; Ini berupa icon  email, jika anda menginginkan agar pengunjung blog dengan mudah  mengirimkan email ke teman mereka tentang blog anda, maka Pilih &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;. Namun jika tidak, silahkan pilih &lt;i&gt;Tidak&lt;/i&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Konten Dewasa?&lt;/b&gt; : Jika blog anda nantinya akan  berisi hal-hal yang besifat dewasa seperti menampilkan artikel, gambar,  atau video wanita seksi, dll maka pilih &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;. Namun, jika blog  anda berisi hal-hal yang aman diakses oleh anak kecil, pilih Tidak.  Sebagai catatan, jika anda memilih opsi Ya, maka nantinya ketika diakses  blog anda akan ada peringatan bahwa berisi konten dewasa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pilih editor entri&lt;/b&gt;&amp;nbsp; : Ini adalah pilihan untuk post editor. &lt;i&gt;Editor yang diperbarui&lt;/i&gt;  → ini adalah post editor terbaru yang dimiliki oleh blogger, banyak  fasilitas baru yang terintegrasi dalam post editor ini seperti tombol &lt;i&gt;More&lt;/i&gt; untuk memotong artikel di blog anda. &lt;i&gt;Editor lama&lt;/i&gt;  → ini adalah post editor lama yang dimiliki blogger namun masih bisa  anda gunakan, ada beberapa toolbar terdapat dalam post editor lama,  namun tidak disediakan lagi di post editor baru, jadi silahkan pilih  mana yang anda mau. &lt;i&gt;Sembunyikan mode penyusunan&lt;/i&gt; →&amp;nbsp; pilihan ini  khusus bagi anda yang sudah mahir dengan kode HTML, jika anda tidak  menguasai tentang HTML, jangan gunakan post editor ini. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Aktifkan transliterasi? : &lt;/b&gt;Pilih &lt;i&gt;Aktifkan&lt;/i&gt; jika post editor anda ingin mendukung ke translasi Hindi, Kannada, Malayalam, Tamil, atau Telugu. Pilih &lt;i&gt;Nonaktifkan&lt;/i&gt; jika post editor anda tidak ingin ada translasi bahasa tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akhiri pengaturan menu Basic dengan klik tombol &lt;b&gt;SIMPAN SETELAN&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;Publikasikan&lt;/h2&gt;Ini adalah fasilitas untuk &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2010/04/cara-custom-domain-di-blogger.html" title="mengubah nama domain di blogger"&gt;mengubah nama domain&lt;/a&gt;  anda di blogger dengan nama domain milik anda sendiri. Misal :  http://namabloganda.blogspot.com menjadi http://namabloganda.com.&lt;br /&gt;
Untuk sementara waktu jangan lakukan apa-apa pada menu publikasikan ini. &lt;b&gt;Tutorial tentang custom domain di blogger&lt;/b&gt; bisa anda baca pada artikel &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/Cara%20Custom%20Domain%20di%20Blogger" title="Cara Custom Domain di Blogger / blogspot"&gt;Cara Custom Domain di Blogger&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Format&lt;/h2&gt;Beberapa pengaturan dalam menu &lt;b&gt;Format &lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan sebanyak mungkin&lt;/b&gt; : tulis jumlah post yang  ingin tampil di halaman depan blog anda. Contoh : 5. Untuk pilihan  dropdown disarankan untuk memilih opsi &lt;i&gt;posting&lt;/i&gt;, jangan &lt;i&gt;hari&lt;/i&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Format Header Tanggal&lt;/b&gt; : Pilih format tampilan tanggal yang anda sukai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Format Tanggal Index Arsip&lt;/b&gt; : pilih format tampilan arsip yang anda inginkan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Format Timestamp&lt;/b&gt; : Pilih format tampilan jam yang anda sukai. Jam disini adalah catatan waktu ketika artikel anda di publikasikan di blog. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Zona Waktu&lt;/b&gt; : Sesuikan dengan zona waktu dimana tempat anda berada.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bahasa&lt;/b&gt; : Pilih bahasa yang dipakai untuk blog anda. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Konversi ganti baris&lt;/b&gt; : ini adalah fasilitas line  break secara otomatis ketika anda klik enter ketika membuat sebuah  posting. Fasilitas ini di pakai apabila anda kedepannya tidak akan  memposting tentang kode-kode semisal HTML dan lain sebagainya. Pilih &lt;i&gt;Tidak&lt;/i&gt;,  jika anda berniat nantinya akan memasukkan kode-kode HTML kedalam  posting posting anda, misal jika konten blog anda berisi tutorial bahasa  HTML, PHP dan lain sebagainya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan Field Judul&lt;/b&gt; : Pilih &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt; ataupun &lt;i&gt;Tidak&lt;/i&gt; juga tidak ada masalah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan kolom Link&lt;/b&gt; : Pilih &lt;i&gt;Tidak &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt; juga tidak ada masalah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Aktifkan perataan float&lt;/b&gt; : Pilih &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;, ini  adalah agar gambar bisa diatur posisinya dalam postingan. Namun jika  pilihan ini mengganggu tampilan blog anda nantinya, pilih saja &lt;i&gt;Tidak&lt;/i&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Templat Entri&lt;/b&gt; : ini adalah fasilitas agar isi dari &lt;i&gt;Templat Entri&lt;/i&gt;  ini akan selalu muncul pada saat membuat posting. Biasanya fasilitas  ini sering di gunakan untuk signature blog, yaitu tulisan atau kode  signature disimpan dalam &lt;i&gt;Templat Entri&lt;/i&gt;, sehingga ketika anda  membuat posting, kode signature tersebut akan secara otomatis muncul  tanpa harus menuliskannya secara berulang-ulang. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akhiri Pengaturan menu &lt;i&gt;Format&lt;/i&gt; dengan klik tombol &lt;b&gt;SIMPAN SETELAN&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;Komentar&lt;/h2&gt;Beberapa pengaturan dalam menu &lt;b&gt;Komentar : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Komentar: Pilih &lt;i&gt;Tampilkan&lt;/i&gt;, jika anda menginginkan agar postingan ada bisa di komentari oleh pengunjung. Pilih &lt;i&gt;Sembunyikan&lt;/i&gt;, jika artikel yang anda posting tidak ingin di komentari oleh pengunjung. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Siapa yang Bisa Berkomentar ?&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;Siapa pun - termasuk Pengguna Anonim&lt;/i&gt;&amp;nbsp; → untuk pilihan ini, maka siapa saja dapat berkomentar, termasuk &lt;i&gt;Pengguna Anonim&lt;/i&gt; atau tanpa identitas jelas. &lt;i&gt;Pengguna Terdaftar - termasuk OpenID&lt;/i&gt; → hanya user yang teregistrasi saja yang bisa berkomentar terhadap artikel anda, yang termasuk &lt;i&gt;Pengguna Terdaftar &lt;/i&gt;adalah mereka yang mempunya akun di Google, Live Journal, Wordpress, Type pad, AIM, serta OpenID. &lt;i&gt;Pengguna dengan Google Account&lt;/i&gt; → Yang bisa berkomentar hanyalah mereka yang mempunyai akun google. &lt;i&gt;Hanya anggota blog ini&lt;/i&gt;  → Hanya anggota dari blog anda saja yang bisa berkomentar, ini biasanya  dipakai jika blog anda adalah untuk komunitas tertentu, misal komunitas  pendidikan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Penempatan Formulir Komentar&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;Halaman penuh&lt;/i&gt; → halaman blog anda akan di timpa oleh kotak komentar ketika ada pengunjung klik link komentar. &lt;i&gt;Jendela munculan&lt;/i&gt; → Kotak komentar akan muncul dalam jendela baru apabila ada pengunjung yang klik link komentar. &lt;i&gt;Disemat di bawah entri&lt;/i&gt;&amp;nbsp;  → kotak komentar akan langsung ditampilkan langsung dibawah artikel  posting anda, sehingga pengunjung dapat langsung memeberikan komentar  tanpa harus klik link komentar. Format kotak komentar yang paling banyak  disukai oleh blogger adalah &lt;i&gt;Disemat di bawah entri.&lt;/i&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Default Komentar untuk Entri&lt;/b&gt; : pilih &lt;i&gt;Entri baru memiliki komentar &lt;/i&gt;jika  artikel post anda ingin ada kotak komentarnya, namun sewaktu-waktu anda  bisa saja mematikan fungsi ini ketika melakukan posting. Pilih &lt;i&gt;Entri baru tidak memiliki komentar &lt;/i&gt;jika  artikel post anda tidak ingin mempunyai kotak komentar, namun  sewaktu-waktu anda bisa saja memunculkan fungsi ini ketika melakukan  posting. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tautbalik&lt;/b&gt; : Pilih &lt;i&gt;Tampilkan&lt;/i&gt; jika anda ingin menampilkan link ke website yang membuat link ke artikel yang anda buat. Pilih &lt;i&gt;Sembunyikan&lt;/i&gt; jika anda tidak ingin menampilkan link ke website yang membuat link ke artikel yang anda buat. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bawaan Tautbalik untuk Posting : pilih &lt;i&gt;Entri baru memiliki Tautbalik&lt;/i&gt; jika setiap artikel yang di posting memiliki Backlinks. Pilih &lt;i&gt;Entri baru tidak memiliki Tautbalik &lt;/i&gt;jika setiap artikel yang di posting tidak ingin memiliki Backlinks. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Format Timestamp Komentar&lt;/b&gt; : pilih format tampilan tanggal komentar yang anda sukai. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pesan Formulir Komentar&lt;/b&gt; : Tulis pesan yang ingin muncul diatas kotak komentar. Misal : &lt;i&gt;Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam&lt;/i&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Moderasi komentar&lt;/b&gt; : Pilih &lt;i&gt;Selalu&lt;/i&gt; jika setiap komentar yang masuk ingin di moderasi terlebih dahulu oleh anda. Pilih &lt;i&gt;Hanya pada entri yang lebih lawas dari&lt;/i&gt; jika komentar ingin di moderasi terlebih dahulu terhadapat posting yang umurnya telah anda tentukan. Pilih &lt;i&gt;Tidak pernah&lt;/i&gt;,  jika komentar yang masuk tidak ingin di moderasi terlebih dahulu dan  akan langsung muncul diblog anda. Jangan lupa untuk memasukkan alamat  email anda, apabila ketika ada orang yang berkomentar anda akan  mengetahuinya melalui email. Atau kosongkan saja apabila anda tidak  ingin menerima email pemberitahuan tentang komentar. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan verifikasi kata untuk komentar?&lt;/b&gt; : Pilih &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;  jika ingin menampilkan huruf verifikasi ketika ada yang berkomentar,  pilihan ini adalah untuk mencegah terhadap script robot spam yang bisa  membombardir blog anda dengan komentar, walaupun begitu pilihan ini  mempunyai kekurangan yaitu pengunjung blog anda biasanya malas untuk  berkomentar karena merasa ribet ketika berkomentar. Pilih &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;  jika tidak ingin menampilkan huruf verifikasi, pilihan ini sedikit  rentan terhadap script robot spam, namun biasanya pengunjung akan lebih  suka berkomentar karena mudah dilakukan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan gambar profil dalam komentar?&lt;/b&gt; : Pilih &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt; jika dalam kometar ingin ditampilkan gambar profile yang berkomentar. Pilih &lt;i&gt;Tidak&lt;/i&gt; jika tidak ingin menampilkan gambar profile pemberi komentar. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Email Pemberitahuan Komentar&lt;/b&gt; : Masukkan alamat  email yang ingin dikirim notifikasi apabila ada yang berkomentar. Jumlah  maksimal email yang dapat menerima adalah 10 email. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akhiri pengaturan menu &lt;b&gt;Komentar&lt;/b&gt; dengan klik tombol &lt;b&gt;SIMPAN SETELAN&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;Arsipkan&lt;/h2&gt;Beberapa pengaturan dalam menu &lt;b&gt;Arsipkan&lt;/b&gt; : &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Frekuensi Arsip&lt;/b&gt; : pilih arsip yang ingin di tampilkan apakah &lt;i&gt;Arsip tidak ada,&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Harian&lt;/i&gt;,&lt;i&gt;Mingguan&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;Tiap Bulan&lt;/i&gt;. Disarankan untuk memilih &lt;i&gt;Tiap Bulan&lt;/i&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Aktifkan Halaman Posting?&lt;/b&gt; : Silahkan pilih &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Tidak&lt;/i&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akhiri pengaturan menu &lt;b&gt;Arsipkan &lt;/b&gt;dengan klik tombol &lt;b&gt;SIMPAN SETELAN&lt;/b&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;Feed Situs&lt;/h2&gt;Beberapa pengaturan dalam menu &lt;b&gt;Feed Situs&lt;/b&gt; : &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Izinkan Feed Blog&lt;/b&gt; : Silahkan pilih Tak satupun, &lt;i&gt;Singkat&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;Penuh&lt;/i&gt;. Disarankan untuk memilih opsi &lt;i&gt;Penuh&lt;/i&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Posting URL Pengubahan Arah Feed&lt;/b&gt; : isi dengan  alamat feed milik anda, ini adalah jika anda telah melakukan burner feed  seperti misalnya dengan feedburner. Namun jika belum punya, silahkan  dikosongkan saja terlebih dahulu. Untuk pembahasan feed burner akan di  posting pada posting selanjutnya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Post Feed Footer&lt;/b&gt; : Isi dengan kode yang ingin tampil pada footer post feed. Jika belum mengerti dikosongkan saja terlebih dahulu. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akhiri Pengaturan menu &lt;b&gt;Feed Situs&lt;/b&gt; dengan klik tombol &lt;b&gt;SIMPAN SETELAN&lt;/b&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;Email &amp;amp; Seluler&lt;/h2&gt;Untuk memposting sebuah artikel kedalam blog anda, tidak hanya  melalui post editor yang ada di blogger. Namun, anda pun bisa posting  artikel melalui &lt;b&gt;email &lt;/b&gt;ataupun &lt;b&gt;perangkat seluler&lt;/b&gt; anda.&lt;br /&gt;
Beberapa pengaturan dalam menu &lt;b&gt;Email &amp;amp; Seluler&lt;/b&gt; : &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Alamat BlogSend&lt;/b&gt; : tulis alamat email yang ingin  dikirim notifikasi apabila anda mempublikasikan sebuah artikel. Maksimal  jumlah yang bisa di kirim adalah sampai 10 buah email, format penulisan  email di pisahkan dengan tanda koma ( , ).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Alamat Pengeposan via Email : &lt;/b&gt;buatlah alamat email blogger untuk mengirimkan posting dari email atau perangkat &lt;b&gt;seluler&lt;/b&gt;  dengan cara menuliskan pada kotak yang tersedia. Misalkan alamat email  anda adalah contohsaja@gmail.com maka anda bisa membuat email blogger  menjadi contohsaja.post@blogger.com atau contohsaja.blog@blogger.com  atau apa saja menurut anda yang bagus. Tapi ingat, rahasiakan alamat  email ini agar orang lain tidak bisa posting ke blog anda&lt;br /&gt;
&lt;img alt="alamat pengeposan via email" border="0" height="119" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrrS9H2NwCzMv_XG0uDPVL9wkNGg2op60uAeYsLmKRD4sTA5xFlWhVHLdMjeQv5Ze4qNpqWet5sG96zEyQ9zQWj1vTFy_OPqi8RjcInFO5ogSkfi6rV62ZdepxOjvI_CBGioJPddc58kI/" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline;" title="alamat pengeposan via email" width="460" /&gt; &lt;br /&gt;
Untuk mengaktifkan fitur ini, anda harus memilih opsi &lt;i&gt;Publikasikan segera email&lt;/i&gt;,  artinya apabila anda mengirimkan email ke alamat diatas, isinya akan  langsung diposting ke blog. Jika opsi yang dipilih adalah &lt;i&gt;Simpan email sebagai entri konsep&lt;/i&gt;, maka email yang dikirimkan tidak akan langsung di publikasikan, melainkan akan masuk ke post konsep. &lt;br /&gt;
Namun, apabila anda tidak ingin mempublikasikan melalui email, pilih opsi &lt;i&gt;Dinonaktifkan&lt;/i&gt;. Fungsi ini banyak juga dipilih dengan alasan keamanan.&lt;br /&gt;
Jangan lupa akhiri pengaturan menu &lt;b&gt;Email &amp;amp; Seluler &lt;/b&gt;dengan klik tombol &lt;b&gt;SIMPAN SETELAN&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;OpenID&lt;/h2&gt;Disini tidak ada yang harus di atur, melainkan pemberitahuan bahwa  alamat blog anda bisa digunakan sebagai alamat OpenID. Apa itu OpenID?  Mungkin lain kali akan dibahas.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Izin&lt;/h2&gt;Pada menu ini anda dapat menambahkan &lt;i&gt;penulis&lt;/i&gt; dengan cara di undang ke email yang anda anggap layak untuk ikut serta menjadi penulis di blog anda.&lt;br /&gt;
Pada &lt;b&gt;Siapa yang bisa melihat blog ini?&lt;/b&gt; Anda dapat memilih siapa saja yang dapat mengakses blog anda. Opsi &lt;i&gt;Siapapun &lt;/i&gt;berarti blog anda terbuka untuk umum atau bisa dibuka oleh siapa saja. &lt;i&gt;Hanya Orang-orang yang saya pilih&lt;/i&gt;&amp;nbsp; yaitu hanya orang-orang yang di undang oleh anda yang dapat mengakses blog anda dengan cara login terlebih dahulu. &lt;i&gt;Hanya penulis blog&lt;/i&gt; berarti hanya penulis saja yang bisa mengakses isi halaman blog anda, Opsi &lt;i&gt;Hanya penulis blog&lt;/i&gt; terkadang di gunakan juga pada saat mengganti template, agar blog anda tidak terlihat semrawut ketika mengganti template.&lt;br /&gt;
Untuk pembahasan &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/" title="Cara Pengaturan Blog Di blogger"&gt;Cara Pengaturan Blog Di blogger&lt;/a&gt; sepertinya sudah cukup, apa opini anda tentang ini?</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV0OpvXQ3OH-xKC2iMuRMiLVhq_ayo1KfrDLZUovB9O8vm7SDUNdBDwO-Yc-qNNyV-bECHCahoqK7W8NT6TpZ1TUGwBE-elkzL2es_LeLaK8GUx2CbTyZspUfhUVFkqbkjUHk3cWf3oSw/s72-c" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>