<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389</atom:id><lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2024 03:11:37 +0000</lastBuildDate><category>Pendidikan</category><category>Belajar Blog</category><category>Matematika</category><category>Komputer</category><title>AGUS CHANDRA'S BLOG</title><description></description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-6694626034678698027</guid><pubDate>Tue, 12 Jan 2010 13:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-12T20:15:00.914+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komputer</category><title>Sejarah Internet di Dunia</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYQ10FgqoZPtdQhyPpZ9jTiNfEbUJlAZgEtxFPwKeigj9AqKEP7M9Zu7Rd6GJcFzkdujaMvnDp-2awXChl5U5MJvOJjoXCcyAnUL-U0dxxJ4C7kYj-hgWBGoU1b1dbewGAvr1wsXk-8ec/s1600-h/internet.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 114px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYQ10FgqoZPtdQhyPpZ9jTiNfEbUJlAZgEtxFPwKeigj9AqKEP7M9Zu7Rd6GJcFzkdujaMvnDp-2awXChl5U5MJvOJjoXCcyAnUL-U0dxxJ4C7kYj-hgWBGoU1b1dbewGAvr1wsXk-8ec/s320/internet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425840904053842242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ARPANET&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1957 Dephan AS (DoD = Departement of Defense) membentuk ARPA (Advanced Research Projects Agency) sebagai tanggapan terhadap peluncuran Sputnik-nya Uni Sovyet. ARPA bertugas meningkatkan kemampuan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh militer. Sebenarnya ARPA tidak memiliki ahli ilmu pengetahuan ataupun laboratorium. Yang dimiliki hanya kantor dan budget kecil (bagi standar Pentagon) saja. ARPA menjalankan tugasnya dengan memberikan bantuan dan melakukan kontrak kerja dengan universitas-universitas dan perusahaan-perusahaan yang memiliki ide yang dianggap menjanjikan bagi operasinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 1960-an, saat puncak Perang Dingin, DoD ingin memiliki komando dan pengendalian jaringan yang dapat mempertahankan diri bila terjadi perang nuklir. Jaringan telepon tradisional dianggap tidak aman. Karena bila satu jalur saja hilang, maka hal ini dapat mengakibatkan terhentinya semua percakapan yang menggunakan jaringan atau bahkan yang hanya menggunakan sebagian jaringan secara tiba-tiba. Untuk mengatasi masalah ini DoD mengubah arah risetnya, ARPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerjasama dengan beberapa universitas, ARPA memutuskan bahwa jaringan yang diperlukan DoD adalah berbentuk packet-switching yang terdiri dari sebuah subnet dan komputer-komputer host. Pada Desember 1968, ARPA memberikan kontraknya kepada BBN, sebuah biro konsultan di Cambridge, Massachusetts untuk membangun jaringan tersebut dan membuat software-software pendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun masih terdapat kekurangan pada masalah software, pada Desember 1969 berhasil diluncurkan sebuah jaringan eksperimen yang menghubungkan empat buah simpul yaitu UCLA, UCSB, SRI dan Utah University. Keempat simpul ini memang memiliki berbagai kontrak dengan ARPA, dan masing-masing simpul mempunyai komputer host yang benar-benar berbeda dan tidak bersesuaian satu dengan lainnya. Jaringan ARPANET ini segera berkembang dengan pesat meliputi seluruh wilayah AS dalam tiga tahun pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan dalam membantu pertumbuhan ARPANET yang masih prematur ini, ARPA juga membiayai penelitian jaringan satelit dan jaringan radio paket yang mobile. Percobaan ini juga menunjukkan bahwa protokol-protokol ARPANET yang telah ada tidak sesuai untuk dioperasikan pada jaringan ganda. Pengamatan ini mendorong semakin banyaknya penelitian tentang protokol, yang berpuncak pada penemuan model dan protokol TCP/IP. TCP/IP secara spesifik dirancang untuk menangani komunikasi melalui internetwork, sesuatu yang menjadi semakin penting dengan semakin banyaknya jaringan dan LAN yang dihubungkan ke ARPANET.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendorong pemakaian protokol-protokol baru tersebut, ARPA mengadakan beberapa kontrak dengan BBN dan Universitas California di Berkeley untuk mengintegrasikan protokol-protokol tersebut ke dalam Berkeley UNIX. Para peneliti di Berkeley menyusun sebuah program antarmuka (interface) ke jaringan (socket) yang memudahkan dan menulis beberapa program utilitas, aplikasi dan manajemen untuk membuat sistem jaringan lebih mudah dioperasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1983, ARPANET memiliki jaringan yang besar dan sudah dapat dianggap stabil dan sukses. Sampai pada keadaan ini, ARPA menyerahkan manajemen jaringan ke Defense Communication Agency (DCA) untuk menjalankan ARPANET sebagai jaringan operasional. Yang pertama dilakukan DCA adalah memisahkan bagian jaringan militer ke subnet tersendiri, MILNET, yang memiliki gateway-gateway yang sangat ketat membedakan antara MILNET dengan sisa subnet riset lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tahun 1980-an, jaringan-jaringan tambahan, khususnya LAN, makin banyak yang dihubungkan ke ARPANET. Sejalan dengan bertambah luasnya jaringan, host-pun semakin mahal. Karena itu DNS (Domain Naming System) dibentuk untuk mengorganisasi mesin ke dalam domain-domain tertentu dan memetakan nama-nama host ke dalam alamat-alamat IP. Sejak itu, DNS menjadi sistem database yang tergeneralisasi dan terdistribusi untuk menyimpan berbagai informasi yang berhubungan dengan penamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1990, ARPANET telah tersusun oleh jaringan-jaringan yang baru, yang sebenarnya dilahirkan sendiri oleh ARPANET. Setelah itu ARPANET menghentikan operasinya dan dibongkar. Sampai saat ini, MILNET masih tetap beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NSFNET&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tahun 1970-an, NSF (National Science Foundation) melihat begitu besarnya dampak ARPANET bagi penelitian universitas. Namun hanya universitas yang memiliki kontrak penelitian dengan DoD yang dapat bergabung ke ARPANET. Kekurangan akses yang universal ini mendorong NSF untuk membangun sebuah jaringan maya, CSNET.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1984 NSF mulai merancang jaringan backbone berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan keenam pusat superkomputernya di San Diego, Boulder, Champaign, Pittsburgh, Ithaca dan Princeton. Jaringan ini diproyeksikan sebagai pengganti ARPANET dan akan dibuka untuk seluruh kelompok-kelompok riset universitas, laboratorium riset, perpustakaan dan musium untuk mengakses keenam superkomputernya itu dan berkomunikasi satu dengan lainnya. Jaringan ini juga terhubung dengan ARPANET.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan NSFNET segera meraih sukses dalam waktu yang relatif singkat dan sekaligus kelebihan beban. Selanjutnya NSF dengan segera membuat rencana jaringan penerusnya dan memberikan kontrak kepada konsorsium Michigan-based MERIT untuk melaksanakan rencana tersebut. Jaringan ini pun akhirnya kewalahan sehingga pada tahun 1990 jaringan ini segera ditingkatkan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan berkelanjutan, NSF menyadari bahwa pemerintah tidak dapat memberikan dana pengembangan jaringan untuk selamanya. Selain banyak organisasi komersial yang ingin bergabung ke dalam jaringan yang dibiayai NSF. Akibatnya, NSF meminta MERIT, MCI dan IBM untuk membentuk perusahaan nirlaba, ANS (Advanced Networks Services). Pada tahun 1990, ANS mengambil alih NSFNET dan meningkatkan kemampuan jaringan itu untuk membentuk ANSNET.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1991, Wakil Presiden AS Al Gore, mengusulkan perluasan arsitektur NSFNET agar melibatkan sekolah K-12, community college (perguruan tinggi setempat), dan college dua-tahun lebih banyak lagi. Desember 1991, Kongres AS mengesahkan rancangan undang-undang NREN (National Research and Educational Network) yang dapat diakses oleh pelaku bisnis dengan mengizinkan mereka membeli sebagian dari jaringan untuk penggunaan komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1995, backbone NSFNET tidak diperlukan lagi untuk menginterkoneksikan jaringan-jaringan regional NSF. Hal ini disebabkan karena banyak perusahaan yang mengoperasikan jaringan IP komersial. Pada saat ANSNET dijual ke America Online pada tahun 1995, jaringan regional harus keluar dan harus memiliki layanan IP komersial untuk dapat saling terhubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempermudah dan meyakinkan bahwa setiap jaringan regional dapat berkomunikasi dengan jaringan regional lainnya, NSF memberikan kontrak kerja kepada empat operator jaringan untuk membuat NAP (Network Access Point). Operator-operator tersebut adalah PacBell (San Francisco), Ameritech (Chicago), MFS (Washington D.C.) dan Sprint (New York City). Setiap operator jaringan yang ingin menyediakan layanan backbone kepada jaringan-jaringan regional NSF harus menghubungkan semua NAP tersebut. Selain NAP-NAP NSF, juga telah dibuat bermacam-macam NAP pemerintah (misalnya, FIX-E, FIX-W, MAE-East dan MAE-West) dan NAP-NAP komersial (misalnya CIX).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara dan daerah lainnya juga membangun jaringan yang sebanding dengan NSFNET. Di Eropa misalnya, EuropaNet merupakan sebuah backbone IP untuk organisasi-organisasi riset dan EBONE merupakan jaringan yang lebih berorientasi komersial. Keduanya jaringan ini menghubungkan sejumlah kota di Eropa. Setiap negara di Eropa memiliki satu atau lebih jaringan nasional yang sebanding dengan jaringan regional NSF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INTERNET&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah TCP/IP dinyatakan sebagai satu-satunya protokol resmi pada 1 januari 1983, jumlah jaringan, mesin dan pengguna yang terhubung ke ARPANET bertambah dengan pesatnya. Pada saat NSFNET dan ARPANET saling dihubungkan, pertumbuhannya menjadi eksponensial. Banyak jaringan regional yang bergabung dan hubungan-hubungan dibuat untuk membangun jaringan di Kanada, Eropa dan Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 1980-an, orang mulai memandang kumpulan jaringan-jaringan tersebut sebagai sebuah internet, dan kemudian disebut Internet. Pertumbuhan terus berlanjut secara eksponensial, dan pada tahun 1990 Internet telah tumbuh menjadi 3000 jaringan dan 200.000 komputer. Pada tahun 1992, host kesatu-juta telah terhubung ke jaringan. Pada tahun 1995, terdapat banyak backbone, ratusan jaringan tingkat menengah (regional), puluhan ribu LAN, jutaan host dan puluhan juta pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang mempunyai andil besar dalam pertumbuhan yang cepat itu adalah penyambungan jaringan-jaringan yang telah ada ke Internet. Pada waktu yang lampau penyambungan tersebut meliputi SPAN (jaringan fisika luar angkasa NASA), HEPNET (jaringan fisika energi tinggi), BITNET (jaringan mainframe IBM), EARN (jaringan akademis Eropa), dan jaringan-jaringan lainnya. Sejumlah link trans atlantik juga terbentuk. Dengan perkembangan yang eksponensial ini, cara informal lama dalam mengoperasikan Internet tidak lagi dipakai. Pada bulan Januari 1992, Masyarakat Internet (Internet Society) terbentuk. Masyarakat Internet bertujuan untuk mempromosikan manfaat Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai awal tahun 1990-an, Internet banyak dipakai oleh para akademisi, pemerintah dan para peneliti industri. Sebuah aplikasi baru, WWW (World Wide Web) mengubah wajah Internet dan membantu jutaan pengguna baru, nonakademisi ke jaringan. Aplikasi ini, ditemukan oleh fisikawan CERN Tim Berners-Lee, tanpa mengubah fasilitas-fasilitas yang telah ada namun membuatnya menjadi lebih mudah digunakan. Bersama-sama dengan Mosaic viewer, yang dibuat oleh NCSA (National Center for Supercomputer Applications), WWW memungkinkan sebuah situs (site) untuk menyusun sejumlah halaman informasi yang berisi teks, gambar, suara dan bahkan video, dengan meletakkan link ke halaman-halaman lainnya. Dengan meng-klik sebuah link, pengguna akan segera dibawa ke halaman yang ditunjukkan oleh link tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setahun setelah Mosaic diluncurkan, jumlah server WWW berkembang dari 100 menjadi 7000. Pertumbuhan yang cepat ini terus berlangsung dengan pesat sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Jaringan Komputer, Edisi Bahasa Indonesia, Jilid I, Andrew S. Tanenbaum, 2000&lt;br /&gt;2. Multimedia di Internet, Damon A. Dean, 1996&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2010/01/sejarah-internet-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYQ10FgqoZPtdQhyPpZ9jTiNfEbUJlAZgEtxFPwKeigj9AqKEP7M9Zu7Rd6GJcFzkdujaMvnDp-2awXChl5U5MJvOJjoXCcyAnUL-U0dxxJ4C7kYj-hgWBGoU1b1dbewGAvr1wsXk-8ec/s72-c/internet.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-1125296424533631001</guid><pubDate>Sun, 10 Jan 2010 11:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-10T18:23:01.747+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Blog</category><title>Mengganti Template Dengan New-Template Blogger</title><description>Wah kadang kala kita Boosan dengan template kita sendiri .. kurang bagus merupakan salah satu faktornya.. pengen sih menggantinya dengan template terbaru tetapi blog kitakan pake Template Classic, pengen ganti dengan 3 Ckolom misalnya... Tapi,,, waktu kita mo ganti Template kita dengan 3 kolom with New Template Blogger tidak bisa malah timbul tulisan yang aneh... apa itu Saya Saja ga' Ngerti....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Your template could not be parsed as it is not well-formed. Please make sure all XML elements are closed properly.&lt;br /&gt;XML error message: The element type “head” must be terminated by the matching end-tag “”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah cara gantinya gini nih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Masuk Ke blogger anda..&lt;br /&gt;    * Pilih Layout dan klik Edit Html&lt;br /&gt;    * Lihat di bagian bawah.. ada tulisan Revert to Classic Template atau Kembali pada Template Klasik.&lt;br /&gt;    * Copykan Kode Template New Blogger kamu tadi Kedalam kota Kode HTML yang ada..&lt;br /&gt;    * Save Template... dan selai deh kan ga' ada lagi tulisan yang aneh-aneh kayak diatas tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat Gambar diBawah ini!!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEithkJanzvmD-LWimxurf4gXa0wRnTpQB9DTpH8DTzjkSqUloeup6eLdtvhgHuENCXLyn1UITD7tKGYtFKprZE8-QSB5_RsEPn8cVCoTndDbnIb30n29ZRnwya-qtCKfkByh_nTh_Ei7Sg/s1600-h/blogger-beta.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 304px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEithkJanzvmD-LWimxurf4gXa0wRnTpQB9DTpH8DTzjkSqUloeup6eLdtvhgHuENCXLyn1UITD7tKGYtFKprZE8-QSB5_RsEPn8cVCoTndDbnIb30n29ZRnwya-qtCKfkByh_nTh_Ei7Sg/s320/blogger-beta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425069853305623346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2010/01/mengganti-template-dengan-new-template.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEithkJanzvmD-LWimxurf4gXa0wRnTpQB9DTpH8DTzjkSqUloeup6eLdtvhgHuENCXLyn1UITD7tKGYtFKprZE8-QSB5_RsEPn8cVCoTndDbnIb30n29ZRnwya-qtCKfkByh_nTh_Ei7Sg/s72-c/blogger-beta.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-4413987775494359366</guid><pubDate>Sun, 10 Jan 2010 11:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-10T18:19:23.771+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Blog</category><title>Langkah agar Web/Blog kita Tidak Berat</title><description>Wah berat bener nih blog.. saya jadi bosen nungguinnya mana billingnya jalan terus lagi kan saya bisa "tekor" nih!! ga' mw kn jadi salah satu orang ini.. nungguin blognya buka dengan sempurna lamanya minta ampun ya cape'deh.. kata orang klo blog kita berat itu bisa bikin pengunjung jadi bosen dan ga' mau datang lagi ke blog kita makanya jaga deh supaya blog kamu tidak berat, klo itu terjadi maka suatu hal yang buruk akan menimpamu... saya akan berikan tips suapaya blog kita tidak berat alias lamban.. 6 langkah yang harus dilakukan ialah :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cek dulu seberapa berat Blog kmu dengan Website speed Test. Disana kmu masukkan Alamat blog/URL kamu ke kotak yang sudah ada disana.. klo sudah klik Check! dan lihat seberapa berat blog kmu. Klo hal yang buruk itu terjadi pada blog kmu maka 6 langkah harus dilakukan dengan seksama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kalau blogmu diisi dengan video, atau musik maka anda harus menggunakan file yang berukuran kecil seperti (MIDI atau WAV). Kenapa Video, serta musik biasanya menggunakan size yang besar sehingga dapat memberatkan blog mu.&lt;br /&gt;   2. Foto dan Gambar yang berukuran besar akan dapat meyebabkan blog kita berat juga lo, maka pakai lah format yang berukuran kecil GIF atau JPG atau editlah foto atau gambar mu dengan PICASA.&lt;br /&gt;   3. Perkecil penggunaan Java Script pada blog kamu.&lt;br /&gt;   4. Bersihkanlah HTML kodemu dengan hal yang tidak berguna yang memungkinkan dapat memberatkan blog.&lt;br /&gt;   5. Pergunakanlah Design Template yang simple, penggunaan design yang simple ini dapat mempercepat loading pada blogmu.&lt;br /&gt;   6. Cek kembali link-link yang kmugunakan sebagai BlogRoll.. mungkin saja Link yang lama sudah tidak berfungsi lagi dengan kata lain saat diklik.. maka akan muncul pesan "Maaf Blog Anda Tuju Sudah Tidak Aktif Lagi". Bisa saja kan seperti itu, karena segala kemungkinan itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu lah sedikit ilmu dari saya mungkin berguna.. karena kecepatan loading pada blog atau website itu sangat berguna karena dapat menghemat pulsa dan uang anda...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2010/01/langkah-agar-webblog-kita-tidak-berat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-461452369740869692</guid><pubDate>Sat, 24 Oct 2009 04:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-10T16:03:04.727+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Prinsip Pengembangan Kurikulum</title><description>Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip – prinsip umum : relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas; (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran, dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). &lt;br /&gt;Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. &lt;br /&gt;Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. &lt;br /&gt;Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. &lt;br /&gt;Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas. &lt;br /&gt;Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. &lt;br /&gt;Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. &lt;br /&gt;Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. &lt;br /&gt;Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. &lt;br /&gt;Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. &lt;br /&gt;Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. &lt;br /&gt;Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. &lt;br /&gt;Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya, yang justru tampaknya sering kali terabaikan. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum, banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/10/prinsip-pengembangan-kurikulum.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-7441169454644064934</guid><pubDate>Sat, 24 Oct 2009 04:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-24T11:35:20.563+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Ilmu Alamih Dasar</title><description>Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.MANUSIA YANG BERSIFAT UNIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri manusia&lt;br /&gt;a.Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otaknya&lt;br /&gt;b.Mengadakan metabolisme atau pertukaran zat, (ada yang masuk dan keluar)&lt;br /&gt;c.Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar&lt;br /&gt;d.Memiliki potensi untuk berkembang biak&lt;br /&gt;e.Tumbuh dan bergerak&lt;br /&gt;f.Berinteraksi dengan lingkungannnya&lt;br /&gt;g.Sampai pada saatnya mengalami kematiian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang lemah dibanding makhluk lain namun dengan akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat maka manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu pengetahuan dan  teknologi manusia dapat hidup dengan lebih baik lagi. Akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat itulah sifat unik dari manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.KURIOSITAS ATAU RASA INGIN TAHU DAN AKAL BUDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa ingin tahu makhluk lain lebih didasarkan oleh naluri (instinct) /idle curiosity naluri ini didasarkan pada upaya mempertahankan kelestaraian hidup dan sifatnya tetap sepanjang zaman. Manusia juga mempunyai naluri seperti tumbuhan dan hewan tetapi ia mempunyai akal budi yang terus berkembang serta rasa ingin tahu yang tidak terpuaskan. &lt;br /&gt;Sesuatu masalah yang telah dapat dipecahkan maka akan timbul masalah lain yang menunggu pemecahannya, manusia setelah tahu apanya maka ingin tahu bagimana dan mengapa.&lt;br /&gt;Contoh : tempat tinggal manusia purba sampai manusia modern, contoh lain seperti penyakit setelah ditemukan obat suatu penyakit ada penyakit lain lagi yang dicoba untuk dicari obatnya (HIV AIDS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang mempunyai rasa ingin tahu terhadap rahasia alam mencoba menjawab dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering upaya itu tidak terjawab secara memuaskan. Pada manusia kuno untuk memuaskan mereka menjawab sendiri. Misalnya kenapa ada pelangi mereka membuat jawaban, pelangi adalah selendang bidadari atau kenapa gunung meletus jawabannya karena yang berkuasa marah. Dari hal ini timbulnya pengetahuan tentang  bidadari dan sesuatu yang berkuasa. Pengetahuan baru itu muncul dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos. Cerita-cerita mitos disebut legenda. Mitos dapat diterima karena keterbatasan penginderaan, penalaran, dan hasrat ingin tahu yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan dengan kemajuan zaman, maka lahirlah ilmu pengetahuan dan metode ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak pemikiran mitos  adalah pada zaman Babilonia  yati kira-kira 700-600 SM. Orang Babilonia berpendapat  bahwa alam semesta  itu sebagai ruangan setengah bola dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit dan bintang-bintang sebagai atapnya. Namun yang menakjubkan mereka telah mengenal bidang ekleptika sebagai bidang edar matahari dan menetapkan perhitungan  satu tahun yaitu satu kali matahari beredar ketempat semula, yaitu 365,25 hari. Pengetahuan dan ajaran tentang orang Babilonia setengahnya merupakan dugaan, imajinasi, kepercayaan atau mitos pengetahuan semacam ini disebut Pseudo science (sains palsu)&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh Yunani dan lainnya yang memberikan sumbangan perubahan pemikiran pada waktu itu adalah :&lt;br /&gt;a.Anaximander, langit yang kita lihat adalah setengah saja, langit dan isinya beredar mengelilingi bumi ia juga mengajarkan membuat jam dengan tongkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Anaximenes, (560-520) mengatakan unsur-unsur pembentukan semua benda adalah air, seperti pendapat Thales. Air merupakan salah satu bentuk benda bila merenggang menjadi api dan bila memadat menjadi tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Herakleitos, (560-470) pengkoreksi pendapat Anaximenes,  justru apilah yang menyebabkan transmutasi, tanpa ada api benda-benda akan seperti apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Pythagoras (500 SM) mengatakan unsur semua benda adalah empat : yaitu tanah, api, udara dan air. Ia juga mengungkapkan dalil Pythagoras  C2 = A2 + B2, sehubungan dengan alam semesta ia mengatakan bahwa bumi adalah bulat dan seolah-olah benda lain mengitari bumi termasuk matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.Demokritos (460-370) bila benda dibagi terus, maka pada suatu saat akan sampai pada bagian terkecil  yang disebut  Atomos atau atom, istilah atom tetap dipakai sampai saat ini namun ada perubahan konsep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.Empedokles (480-430 SM) menyempurnakan pendapat Pythagoras, ia memperkenalkan tentang tenaga penyekat atau daya tarik-menarik dan data tolak-menolak. Kedua tenaga ini dapat mempersatukan atau memisahkan unsur-unsur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.Plato (427-345) yang mempunyai pemikiran yang berbeda dengan orang sebelumnya, ia mengatakan bahwa keanekaragaman yang tampak ini sebenarnya hanya suatu duplikat saja dari semua yang kekal dan immatrial. Seperti serangga yang beranekaragam itu merupakan duplikat  yang tidak sempurna, yang benar adalah idea serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h.Aristoteles merupakan ahli pikir, ia membuat intisari dari ajaran orang sebelumnya ia membuang ajaran yang tidak masuk akal dan memasukkan pendapatnya sendiri. Ia mengajarkan unsur dasar alam yang disebut Hule. Zat ini tergantung kondisi sehingga dapat berwujud tanah, air, udara atau api. Terjadi transmutasi disebabkan oleh kondisi, dingin, lembah, panas dan kering. Dalam kondisi lembab hule akan berwujud sebagai api, sedang dalam kondisi kering ia berwujud tanah. Ia juga mengajarkan bahwa tidak ada ruang yang hampa, jika ruang itu tidak terisi suatu benda maka ruang itu diisi oleh ether. Aristoteles juga mengajarkan tentang klasifikasi hewan yang ada dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i.Ptolomeus (127-151) SM, mengatakan bahwa bumi adalah pusat tata surya (geosentris), berbentuk bulat  diam seimbang tanpa tiang penyangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j.Avicenna (ibn-Shina abad 11), merupakan ahli dibidang kedokteran, selain itu ahli lain dari dunia Islam yaitu Al-Biruni  seorang ahli ilmu pengetahuan asli dan komtemporer. Pada abab 9-11 ilmu pengetahuan dan filasafat Yunani banyak yang diterjemahkan dan dikembangkan dalam bahasa Arab. Kebudayaan Arab berkembang menjadi kebudayaan Internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.LAHIRNYA ILMU ALAMIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi suatu pengalaman. Pengalaman yang diperoleh terakumulasi oleh karena adanya kuriositas manusia. Pengalaman merupakan salah satu terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus seiring berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi  berikutnya. Pertambahan pengetahuan  didorong oleh pertama untuk memuaskan diri, yang bersifat non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya kedua, dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Dorongan pertama melahirkan Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju Ilmu Pengetahuan Terapan (Aplied Science)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E.KRETERIA ILMIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan masuk kategori Ilmu Pengetahuan, bila kriteria berikut dipenuhi yakni : teratur, sistemastis, berobyek, bermetoda dan berlaku secara universal.&lt;br /&gt;Contoh: &lt;br /&gt;1. logam yang dipanasi memuai, dimana saja tempatnya sama&lt;br /&gt; 2. Grafitasi Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.METODE ILMIAH DAN IMPLEMENTASINYA&lt;br /&gt;Segala kebenaran dalam ilmu Alamiah terletak pada metode ilmiah. Sebagai langkah pemecahan atau prosedur ilmiah dapat  sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Penginderaan, merupakan suatu aktivitas melihat, mendengar, merasakan, mengecap terhadap suatu objek tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Masalah dan problema,  menemukan masalah dengan kata lain adalah  dengan mengemukakan pertanyaan apa dan bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Hipotesis, jawaban sementara terhadap pertanyaan yang kita ajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Eksperimen, dari sini ilmu alamiah dan non ilmu alamiah dapat dipisahkan. Contoh dalam gejala alam tentang serangga dengan lampu (sinar biru) &lt;br /&gt;5.Teori, bukti eksperimen merupakan langkah ilmiah berikutnya yaitu teori. Dengan hasil eksperimen dari beberapa peneliti dan bukti-bukti yang menunjukkan hasil yang dapat dipercaya dan valid walaupun dengan keterbatasan tertentu. Maka disusun teori. Dengan teori-teori yang dikemukakan maka dapat diaplikasikan terhadap kebutuhan manusia seperti pengusiran serangga atau perangkap nyamuk (terkait dengan teori pencahayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.KETERBATASAN ILMU ALAMIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu perlu dilakukan pengujian sampai dimana berlakunya metode ilmiah dan dimana metode ilmiah tidak berlaku. Untuk itu kita perlu memperhatikan :&lt;br /&gt;Pertama, Bidang ilmu Alamiah, yang menentukan bidang ilmu alamiah adalah metode ilmiah, karena bidang ilmu alamiah adalah wahana di mana metode ilmiah dapat diterapkan, sebaliknya bidang non ilmiah adalah wahana dimana metode ilmiah tidak dapat terapkan. Contoh hipotesa tentang keberadaan tuhan merupakan konsep yang tidak bisa menggunakan metode ilmiah dan apabila menggunakan konsep ini bisa menyebabkan orang Atheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tujuan ilmu Alamiah, membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah hanya dapat mengemukakan bukti kebenaran sementara dengan kata lain untuk kebenaran sementara adalah "Teori". Karena tidak ada sesuatu yang mutlak tetapi terus mengalami perubahan (contoh teori tentang bumi ini bulat)&lt;br /&gt;Ketiga. Ilmu alamiah dan nilai, ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan . Manusia pemakain ilmu alamiahlah yang menilai apakah hasil Ilmu Alamiah baik atau sebaliknya.  Contoh penemuan mesiu atau bom atom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.FILSAFAT ILMU ALAMIAH&lt;br /&gt;Yang menjadi objek I. A adalah semua materi dalam alam semesta ini. I.A. meneliti sumber alam yang mengaturnya. Pertanyaan tentang siapa yang mengatur alam ini merupakan pertanyaan filsafat. Untuk itu ada 3 pandangan tentang filsafat ilmu alamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitalisme, merupakan suatu doktrin  yang menyatakan adanya  kekuatan diluar   alam.  Kekuatan itu melikiki peranan yang esensial mengatur segala sesuatu yang terjadi di Alam semesta ini. (misalnya Tuhan). pendapat ini ditantang oleh beberapa orang lain karena dalam ilmu alamiah dikatakan bahwa segala sesuatunya harus dapat dianalisis secaras eksperimen. Atau harus cocok dengan metode ilmiah.&lt;br /&gt;Mekanisme, penyebab segala gerakan di alam semesta ini dikarenakan hukum alam (misalnya fisika atau kimia). Faham ini menganggap bahwa gejala pada mahluk hidup secara otomatis terjadi hanya berdasar peristiwa fisika –kimia belaka. Pandangan ini menyamakan gejala pada mahluk hidup dengan gejala benda tidak hidup sehingga perbedaan hikiki tidak ada. Dengan begitu dapat menghayutkan manusia ke pandangan materialisme yang selanjutnya kepada Atheisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnotisme, untuk menghindari pertentangan  vitalisme dan mekanisme maka aliran ini timbul, dimana aliran ini melepaskan atau tidak memperhatikan sisi dari sang pencipta. Mereka yang mengkuti aliran ini, hanya mempelajari gejala-gejala alam saja, aliran ini banyak dianut oleh ilmuwan Barat.&lt;br /&gt;Filsafat Pancasila, paham yang menjembatani  dari 2 aliran yang menyatakan bahwa alam dan hukumnya terjadi karena ciptaan tuhan dan proses selanjutnya menurut filsafat mekanisme (hukum alam). Hukum alam adalah itu adalah sama dengan hukum Tuhan.Dapat dilihat dari kehidupan makhluk hidup dari awal sampai akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.BAHASA ILMU ALAMIAH&lt;br /&gt;Adalah bahasa kesatuan yang utuh sebagai bentuk bahasa ilmu alamiah merupakan bahasa universal. Contoh : Air (Indonesia), Water(Inggris) bahasa ilmiahnya H2O&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.KETERBATASAN INDERA MANUSIA&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian terhadap indera, manusia mempunyai kisaran (range) batas yang sangat terbatas&lt;br /&gt;Penglihatan, terutama terhadap cepat atau lambatnya benda bergerak (riak air atau kecepatan cahaya, atau penglihatan kita sewaktu naik kereta api yang disampingnya terdapat pohon.&lt;br /&gt;Pendengaran, manusia mempunyai kemampuan pendengaran dengan kisaran frekuensinya range 30 - 30.000 Hertz&lt;br /&gt;Pengecapan dan pembauan, manusia selain mempunyai kemampuan tersebut juga mempunyai keterbatasan pembauan dan pengecapan terhadap benda yang ada dialam.&lt;br /&gt;Indra kulit, manusia mampu  membedakan antara panas dan dingin secara kasar, namun manusia mempunyai keterbatasan sehingga penginderaan sering menimbulkan salah kesan dan  informasi, seperti perpindahan seseorang dari ruang panas ke dingin dibanding dengan orang yang berada diruangan yang tidak begitu panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K.PENINGKATAN DAYA PENGINDERAAN&lt;br /&gt;Peningkatan daya indra dapat dilakukan sehingga diperoleh hasil yang tepat dapat dilakukan dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Latihan, contoh pengindraan tentang bau dan bunyi (kualitas minuman anggur, teh, alat musik)&lt;br /&gt;2.Peningkatan Kewaspadaan, tingkat kewaspadaan sangat dipengaruhi oleh minat yang  menyebabkan kesimpulan berbeda, dapat dilihat pendapat beberapa orang tentang satu etalase atau laporan dari kecelakaan dari beberapa orang.&lt;br /&gt;3.Kalibrasi Instrumen (peneraan adalah membandingkan instrumen dengan  standar yang ada. &lt;br /&gt;4.Pengecekan, merupakan hal yang baik untuk menghindari kekeliruan.&lt;br /&gt;5.Eksperimen, penginderaan dalam kondisi yang dikontrol dengan eksperimen kita mengetahui faktor-faktor apa saja yang sangat mempengaruhi terhadap suatu perubahan.&lt;br /&gt;6.Penginderaan yang meliputi analisis dan sentesis, pengamatan terhadap bagian-bagian atau pengamatan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;7.Instrumen baru, bisa melakukan pengindraan baru. Seperti lie detector, Teleskop, satelit dll.&lt;br /&gt;8.Pengukuran, merupakan ketrampilan tersendiri contoh dalam pembuatan mesin atau arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L.PEMBAGIAN ILMU PENGETAHUAN&lt;br /&gt;Berdasarkan beberapa argumentasi ilmu pengetahuan dibedakan atas :&lt;br /&gt;a.Ilmu Pengetahuan Sosial, yakni membahas hubungan antar manusia sebagai makhluk sosial, yang selanjutnya  dibagi atas :&lt;br /&gt;1.Psikologi, yang mepelajari proses mental dan tingkah laku&lt;br /&gt;2.Pendidikan, proses latihan yang terarah dan sistematis menuju ke suatu tujuan&lt;br /&gt;3.Antropologi, mempelajari asal usul dan perkembangan jasmani, sosial, kebudayaan dan tingkah laku sosial&lt;br /&gt;4.Etnologi, cabang dari studi antropologi yang dilihat dari aspek sistem sosio-ekonomi dan pewarisan kebudayaan terutama keaslian budaya&lt;br /&gt;5.Sejarah,  pencatatan peristiwa-persitiwa  yang telah terjadi pada suatu bangsa. Negara atau individu&lt;br /&gt;6.Ekonomi, yang berhubungan dengan produksi, tukar menukar barang produksi,  pengolahan dalam lingkup rumah tangga, negara atau perusahaan.&lt;br /&gt;7.Sosiologi, studi tentang tingkah laku sosial, terutama tentang asal usul organisasi, institusi, perkembangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Ilmu Pengetahuan Alam , yang membahas tentang alam semesta dengan semua isinya dan selanjutnya terbagi atas:&lt;br /&gt;1.Fisika, mempelajari benda tak hidup dari aspek wujud dengan perubahan yang bersifat sementara. Seperti : bunyi cahaya, gelombang magnet, teknik kelistrikan, teknik nuklir&lt;br /&gt;2.Kimia, mempelajari benda hidup dan tak hidup dari aspek sususan materi dan perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar dibagi kimia organik (protein, lemak) dan kimia anorganik (NaCl), hasil dari ilmu ini dapat diciptakan seperti plastik, bahan peledak..\..\..\..\..\tv\film-film\Unsur Kimia.mpg&lt;br /&gt;3.Biologi, yang mempelajari makhluk hidup dan gejala-gejalanya.&lt;br /&gt;a.Botani, ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan&lt;br /&gt;b.Zoologi ilmu yang mempelajrai tentang hewan&lt;br /&gt;c.Morfologi ilmu yang mempelajari tentang struktur luar makhluk hidup&lt;br /&gt;d.Anatomi suatu studi tentang struktur dalam  atau bentuk dalam mahkhluk hidup&lt;br /&gt;e.Fisiologi studi tentang fungsi atau faal/organ bagian tubuh  makhluk hidup&lt;br /&gt;fSitologi ilmu yang mempelajari tentang sel secara mendalam&lt;br /&gt;g.Histologi studi tentang jaringan tubuh atau organ makhluk hidup yang merupakan serentetan sel sejenis&lt;br /&gt;h.Palaentologi studi tentang makhluk hidup masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa&lt;br /&gt;Studi tentang bumi sebagai salah satu anggota tatasurya, dan ruang angkasa dengan benda angkasa lainnya.&lt;br /&gt;1.Geologi, yang membahas tentang struktur bumi. (yang bahasannya meliputi dari ilmu kimia dan fisika) contoh dari ilmu ini  petrologi (batu-batuan), vukanologi (gempa bumi), mineralogi (bahan-bahan mineral)&lt;br /&gt;2.Astronomi, membahas benda-benda ruang angkasa dalam alam semesta yang meliputi bintang, planet, satelit da lain-lainnya. Manfaatnya dapat digunakan dalam navigasi, kalendar dan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/10/ilmu-alamih-dasar.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-8722313104102033847</guid><pubDate>Sat, 24 Oct 2009 04:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-24T11:26:19.664+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif</title><description>Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal&lt;br /&gt;Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membaca adalah kunci belajar&lt;br /&gt;Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mencatat pokok-pokok pelajaran&lt;br /&gt;Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hapalkan kata-kata kunci&lt;br /&gt;Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pilih waktu belajar yang tepat&lt;br /&gt;Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bangun suasana belajar yang nyaman&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bentuk Kelompok Belajar&lt;br /&gt;Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Latih sendiri kemampuan kita&lt;br /&gt;Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari&lt;br /&gt;Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sediakan waktu untuk istirahat&lt;br /&gt;Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/10/cara-pintar-supaya-waktu-belajar-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-7131031482481292888</guid><pubDate>Sat, 24 Oct 2009 04:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-24T11:20:52.778+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komputer</category><title>TIPS AMAN DARI SERANGAN VIRUS TANPA ANTIVIRUS</title><description>Banyak orang awam (hehehe… padahal saya juga orang awam) berkeyakinan bahwa dengan menginstal Antivirus terbaru maka komputer mereka akan aman dari serangan Virus. Anggapan ini jelas tidak dapat dibenarkan karena percuma saja kita memiliki Antivirus Versi terbaru tetapi tidak pernah diupdate. Antivirus yang rajin diupdate pun belum tentu aman karena setiap harinya ada puluhan atau bahkan ratusan virus baru maupun variannya yang tercipta dan Antivirus dengan Virus Definition terbaru belum tentu dapat mendeteksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terpenting yang harus kita miliki sebenarnya bukan Antivirus yang super. Namun yang harus ada adalah “kemampuan” dan “pengetahuan” karena kedua unsur itulah yang akan menjadi “Antivirus Paling Super”. Fahami bagaimana virus bekerja, fahami sistem dan kamu akan tau bagaimana cara membasmi mereka. Jangan tunggu sampai terinfeksi, sedini mungkin berusahalah untuk melakukan pencegahan. Antivirus mungkin masih dibutuhkan untuk mencegah masuknya virus-virus lama, namun sekali lagi hal yang terpenting adalah “kemampuan” dan “pengetahuan”. Berikut ini tips-trik sederhana pencegahan seranagn virus yang mungkin bermanfaat untuk anda:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Waspadai file-file asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pastikan bahwa antara ekstensi file dan logo icon file yang ditampilkan sesuai. Beberapa virus meniru icon msword dan icon file-file gambar untuk mengelabuhi user. Bahkan ada yang meniru icon Folder seperti virus w32/kumis.A misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jangan membuka file-file asing yang tidak kamu ketahui secara jelas asal usulnya dan dampak bagi komputermu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jangan membuka folder yang dirasa asing. Pastikan apakah folder asing itu benar-benar folder ataukah file .exe yang memakai icon folder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hati-hati terhadap file-file .vbs dan .bat yang terenkripsi. Sebelum menjalankannya sebaiknya decrypt dulu codenya (baca artikel “Tehnik Enkripsi Virus VBS” di artikel terdahulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Waspada terhadap file-file web seperti html, htm, php, asp dll… Seelum kamu membuka file-file tersebut yang kamu dapat dari Internet, terlebih dahulu bukalah file-file tersebut dengan menggunakan notepad. Setelah dirasa aman dari script asing, barulah buka dengan browser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Periksa dan lindungi file-file system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File-file .ini dan Autoexec.bat adalah sasaran empuk bagi virus. Kamu bisa melindungi file-file tersebut dari perubahan dengan menggunakan aplikasi pengaman komputer seperti FileVault (bisa kamu dapatkan di halaman Untility). Filevault disamping mengamankan data-data pentingmu juga akan mengamankan file-file system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Disket&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian ternyata virus-virus yang paling meluas penyebarannya adalah virus yang mampu menyebarkan dirinya melalui disket. Hal ini terjadi dikarenakan pada umumnya pengguna komputer di Indonesia masih menggunakan disket sebagai alat penyimpanan data sementara. Jangan lansung membuka disket dengan menggunakan Windows explorer!! Masuklah ke A:\ melalui DOS terlebih dahulu kemudian hapuslah file Folder.htt (biasanya beratribut Hidden). Mengapa harus menghapus folder.htt?? Karena file folder.htt kerapkali menjadi sasaran virus untuk menyisipkan kode jahatnya. Why?? Karena file ini akan otomatis tereksekusi saat kamu membuka suatu folder atau drive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jika kamu browsing di rumah, usahakan untuk tidak menggunakan Internet Explorer. IE sangat lemah dan rentan terhadap serangan virus/worm. Gunakan browser lain yang lebih handal misalnya Mozilla Firefox.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Waspadalah terhadap screensaver gratisan yang banyak bertebaran di Internet (Baca artikel “Amankah Mendownload Screensaver dari Internet??”) dan program-program crack karena kebanyakan aplikasi tersebut disisipi trojan oleh pembuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jangan browsing ke sitis-situs PORNO. Disamping karena Dosa (Zina Mata) kebanyakan situs-situs porno menyisipkan trojan berbahaya yang akan mencuri informasi-informasi dari komputermu. Tapi jika kamu nekat juga “pengen” browsing ke situs-situs “ahli Neraka” tersebut, instal lah DeepFreeze terlebih dahulu dan aktifkan Frozen mode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jangan menggunakan MS Outlook karena kamu tentunya sudah tau sendiri betapa lemahnya MSOUTLOOK. Gunakan EudoraMail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Task Manager, MsCONFIG, StartUp, Registry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Komputer sering hang?? Periksalah Taskmanager (ctrl+alt+del) dan lihatlah aplikasi apa saja yang sedang berjalan, siapa tau ada “utusan” Virus disana. Jika ada aplikas asing, lansung ajah EndTask.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Periksa juga MsConfig (start – Run ketik msconfig) pada tab startup. Hilangkan centang pada aplikasi yang tidak penting. Jika ada aplikasi yanga asing, segera hilangkan centang di kotak sebelahnya lalu masuklah ke registry (start – Run ketik regedit) dan hapus valuenya (baca artikel tentang registry di tutorial-tutorial sebelumnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Direktory startup (start-programs-startup) juga harus sering-sering diperiksa karena semua file yang ada di direktory ini akan otomatis dijalankan saat windows startup. Jika ada file asing di directory ini, segera hapus!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Trust NOBODY!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan percaya pada siapapun!!! Jangan pernah memberikan akses setingkat dengan Administrator pada orang lain. Ingat!! Bisa saja orang lain tersebut menyisipkan aplikasi jahat di komputermu entah dengan alasan bercanda atau alasan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana?? Keenam langkah diatas cukup merepotkan bukan?? Jika kamu tidak mau repot maka hanya satu solusinya “Jangan Pernah Membuka File-File ASING yang Tidak Kamu Ketahu Secara Jelas Asal-Usulnya. Titik!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/10/tips-aman-dari-serangan-virus-tanpa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-9175728908325112829</guid><pubDate>Sat, 24 Oct 2009 04:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-24T11:15:20.581+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Metode Pembuktian MATEMATIKA</title><description>Metode Pembuktian&lt;br /&gt;A Pendahuluan&lt;br /&gt;Dalam Matematika kita tidak selalu untuk dituntut untuk mencari sebuah hasil dari sebuah masalah bahkan yang kita membuat sulit adalah kita dituntut untuk mencari sebuah bukti dari suatu pernyataan yang ada.&lt;br /&gt;Pencarian sebuah bukti tidaklah segampang menjawab sebuah masalah. Dalam mengutarakan sebuah bukti kita harus mampu memandang setiap masalah dari sudut pandang manapun, menjadikan sebuah masalah menjadi sebuah hal yang lebih sederhana dan yang paling penting adalah kita harus mampu membuat orang lain mengerti serta harus sesuai dengan teori,fakta,kemutlakkan, yang berlaku dalam setiap masalah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pembuktian p→q&lt;br /&gt;Langsung Tak langsung Dengan kontradiksi&lt;br /&gt;Mulai p Mulai ~q Mulai p dan ~q&lt;br /&gt;Langkah-langkah logika Langkah-langkah logika Langkah-langkah logika&lt;br /&gt;Simpulan q Simpulan ~ p Simpulan (r dan ~ r&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah pernyataan, banyak sekali teori, hokum, yang dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah, maka dalam hal dalam proses pembuktian tidak menuntut kemungkinan jika kita mengutarakan sebuah teori ataupun hukum yang berlaku dalam matematika. Yang akan menjadi sebuah masalah adalah bagaimana kita mengutarakan suatu bukti yang kita ajukan dapat dimengerti dan dipahami oleh orang lain serta benar sesuai teori dan proses peninjauan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktikanlah pernyataan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Jika n bilangan bulat ganjil, maka n2 bilangan bulat ganjil&lt;br /&gt;2 Jika n2 habis dibagi 3 maka n habis dibagi 3&lt;br /&gt;3 Tidak ada bilangan prima a,b, dan c yang memenuhi a3 + b3 = c3&lt;br /&gt;4 Jika m dan n bilangan bulat berturutan, maka 4 membagi habis m2 + n2 – 1&lt;br /&gt;5 bukan bilangan rasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/10/metode-pembuktian-matematika.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-1128293474323203795</guid><pubDate>Sat, 24 Oct 2009 04:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-24T11:11:02.827+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Pembuktian dengan Kontradiksi</title><description>Di dalam matematika, ada beberapa metode untuk membuktikan kebenran sebuah pernyataan matematis. Saya akan membahas salah satunya yang disebut proof by contradiction alias membuktikan dengan mengkontradiksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu membuktikan dengan mengkontradiksi? Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa untuk membuktikan bahwa suatu pernyataan matematika itu benar, maka harus dibuktikan bahwa kebalikannya mutlak bernilai salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah – Langkah Membuktikan dengan Kontradiksi&lt;br /&gt;Menurut Titu Andreescu dalam bukunya Putnam and Beyond, langkah-langkah pembuktian dengan metode ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Asumsikan bahwa pernyataan yang dikemukakan salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kemudian urutan logika yang dideduksi dari asumsi tersebut akan membawa kita kepada sebuah kesimpulan yang bertentangan dengan hipotesis yang diberikan (metode tak langsung) atau dengan sebuah fakta yang sudah diketahui benar (reduction ad absurdum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kontradiksi yang muncul memunculkan konsekuensi bahwa pernyataan yang asli pasti benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aleams Barra, metode ini sering sesuai manakala kesimpulannya mudah untuk dinegasikan, ketika hipotesis hanya menyediakan sedikit substansi untuk dilakukan manipulasi padanya, atau ketika kita kehabisan ide untuk memecahkan suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Penggunaan Pembuktian dengan Kontradiksi&lt;br /&gt;Metode ini adalah metode kegemaran Euclid. Berikut ini contoh pembuktian dengan kontradiksi dari bukunya Elements.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teorema Euclid: Terdapat tak terhingga jumlah bilangan prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti: Asumsikan sebaliknya, bahwa hanya ada sejumlah terhingga bilangan prima. Tuliskan mereka sebagai p1 = 2, p2 = 3, p3 = 5, …pn. Bilangan N = p1 p2 p3 …pn+ 1 dapat dibagi oleh bilangan prima p namun bersifat koprima (memiliki nilai faktor pembagian terbesar sama dengan satu) dengan N. Maka p tidak termasuk dalam daftar bilangan prima tadi yang bertentangan dengan asumsi awal. Kesimpulannya, asumsi awal bahwa ada sejumlah terhingga bilangan prima adalah salah dan membuktikan bahwa ada terhingga bilangan prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Sendiri&lt;br /&gt;1. Buktikan bahwa akar kuadrat dari dua adalah bilangan irasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diberikan bahwa a, b, dan c adalah bilangan ganjil. Buktikan bahwa persamaan ax2 + bx + c = 0 tidak memiliki akar rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;1. Titu Andreescu dan Razvan Gelca. 2007. Putnam and Beyond. Spinger Science + Business Media LLC: New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aleams Barra. 2000. Problem Solving&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/10/pembuktian-dengan-kontradiksi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-5554765876952348732</guid><pubDate>Sat, 25 Jul 2009 06:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-25T13:11:02.393+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Matematika Phytagoras</title><description>Salah satu dari ahli matematika kuno yang disebut dalam “Eudemian Summary” (sebuah riwayat yang jelas dan lengkap tentang geometri dan astronomi yang meliputi masa sebelum 355 M, ditulis oleh Eudemus, seorang murid Aristoteles) ialah Pythagoras. Oleh pengikut-pengikutnya ia selalu diliputi kabut misteri sehingga sedikit sekali yang dikenal orang tentang dirinya dengan cukup pasti. Sepertinya ia dilahirkan kira-kira 572 SM di pulau Samos di laut Agea. Ia ternyata telah melakukan perjalanan ke Mesir dan sekembalinya dari perjalanan, Samos telah berada di bawah penindasan orang-orang Persia, maka ia pun pindah ke Crotonoa (kota pelabuhan Yunani) yang terletak di Italia Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana ia mendirikan sekolah atau perguruan Pythagoras yang terkenal selain merupakan akademi untuk mempelajari filsafat, matematika dan ilmu pengetahuan alam, juga berkembang menjadi suatu persaudaraan yang terjalin erat dengan tatacara (ritual) dan kepatuhan rahasia. Pada suatu waktu pengaruh dan kecondongan-kecondongan aristokratis dari persaudaraan itu menjadi sangat besar. Sehingga kekuatan-kekuatan demokratis dari persaudaraan itu menjadi sangat besar. Sehingga kekuatan-kekuatan demokratis dari Italia Selatan menghancurkan bangunan-bangunan dari persaudaraan itu dan menyebabkannya bercerai-berai. Menurut suatu laporan, Pythagoras melarikan diri ke Metapontium dan meninggal dunia disana, mungkin karena pembunuhan pada usia lanjut antara 75-80 tahun. Sekalipun terpecah-pecah, persaudaraan itu masih tetap hidup sampai sekurang-kurangnya 2 abad setelahnya.&lt;br /&gt;Filsafat Pythagoras berdasarkan anggapan bahwa bilangan bulat adalah penyebab dari bermacam-macam sifat dan zat. Hal ini menyebabkan pemujaan dan studi dari sifat-sifat bilangan dan aritmatika bersama dengan geometri, musik dan astronomi merupakan bagin pokok dari program kajian Pythagoras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ajarannya bersifat lisan dan karena persaudaraan itu mempunyai kebiasaan untuk mengembalikan semua penemuan pada pendiri yang dihormeti (Pythagoras), maka sulitlah sekarang mengetahui penemuan metematika mana yang merupakan jasa Pythagoras sendiri dan mana yang dari anggota lain dari persaudaraan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aritmatika Pythagoras&lt;br /&gt;Iamblikus seorang ahli filsafat Neoplantonus yang berpengaruh kira-kira tahun 320 M menunjuk Pythagoras sebagai penemu bilangan-bilangan sahabat(friendly)/ amicable. Dua bilangan dikatakan bersahabat bila masing-masing merupakan jumlah dari “pembagi murni “/ “proper divisiors” dari bilangan yang lain, dimana pembagi murni dari suatu bilangan bulat positif N adalah semua pembagi bulat positif dari N kecuali N itu sendiri. Misalnya 284 dan 220 yang ditamukan Pythagoras. Keduanya bersahabat karena 220 mempunyai pembagi murni 1,2,4,5,10,11,20,22,44,55,110 yang apabila dijumlahkan =284. begitu pula 284 mempunyai pembagi murni 1,2,4,71,142 yang apabila dijumlahkan =220. bilangan ini diliputi aura gaib, bahkan ada yang mengatakan bahwa bila 2 jimat yang memuat bilangan ini akan memberi persahabatan yang sempurna pada pemakainya . selain itu bilangan ini mempunyai peranan yang besar dalam pertenungan, astrologi dan pembuatan horoskop. Sampai saat ini telah diketahui lebih dari 400 pasang bilangan bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu masih ada lagi bilangan yang dianggap mempunyai sangkut-paut mistik, antara lain bilangan sempurna (perfect), bilangan berkekurangan (deficient/miskin) dan bilangan berkelebiha (abundant/makmur). Bilangan sempurna adalah bilangan bila jumlah pembagi murniny sama dengan bilangan itu sendiri, misalnya 28=1+2+4+7+14. dan kemudian Euclid merumuskan 2n-1 adalah bilangan prima, maka 2n-1(2n-1) adalah bilangan sempurna. Bilangan berkakurangan adalah bilangan yang jumlah pembagi murninya kurang daribilangan tersebut, misal 8&lt;1+2+4.&gt;bilangan tersebut, misalnya 12&gt;1+2+3+4+6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak semua ahli sejarah matematika beranggapan bahwa bilangan amicable dan perfect berasal dari pengikut-pengikut Pythagoras, sepertinya terjadi kesepakatan yang bulat, bahwa bilangan-bilangan figurat (bilangan gambar) berasal dari mdzab yang terdahulu. Bilangan-bilangan ini dipandang sebagai jumlah titik dalam lukisan geometri tertentu merupakan mata rantai yang menghubungkan geometri dan aritmatika. Bayak teorema-teorema yang menarik yang memperlihatkan bilangan-bilangan gambar dapat ditampilkan dengan jelas dalam geometri murni. Contohnya teorema I, menjelaskan bahwa bilangan bujur sangkar adalah jumlah dari 2 bilangan segi tiga berturut-turut. Teorema II menjelaskan bahwa n bilangan segilima adalah n2+3*(n-1) bilangan segitiga. Tentu saja teorema ini bias dibuat secara aljabar. Secara jelas bahwa n bilangan segitiga=Tn diperoleh dari penjumlahan deret aritmatika:&lt;br /&gt;Tn=1+2+3+…+n=[n(n+1)]/2&lt;br /&gt;Maka n bilangan bjur sangkar=Sn adalah n2. teorema I kita buat secara aljabar dari identitas berikut:&lt;br /&gt;Sn=n2=n(n+1)+(n-1)(n/2)=Tn+Tn+1&lt;br /&gt;n bilangan segilima=Pn juga diperoleh dari penjumlahan deret aritmatika:&lt;br /&gt;Pn=1+4+7+…+(3n-2)&lt;br /&gt;=[n(3n-1)]/2&lt;br /&gt;=n+(3n-1)/2&lt;br /&gt;=n+3Tn-1&lt;br /&gt;ini merupakan pembuktian dari teorema II. Yang terakhir dan penemuan yang paling luar biasa tentang bilanghan-bilangan yang dibuat oleh pengikut-pengikut Pythagoras, kita boleh menyebut ketergantungan interval-interval musik dalam perbandingan numeric. Para pengikut Pythsgoras menemukanbahwa untuk regangan-regangan di bawah sama ketegangannya, panjangnya harus 2:1 untuk oktav, 3:2 untuk ke-5, 4:3 untuk ke-4. hasil-hasil ini pertama kali dicatat dalam matematika fisika, pengikut-pengikut Pythagoras untuk berinisiatif dalam mempelajari sklala musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teorema Pythagoras&lt;br /&gt;Kebiasaan menganggap Pythagoras sebagai penemu teorema dalam segitiga siku-siku sekarang secara menyeluruh disebut dengan namanya bahwa kuadrat sis miring adalah jumlah kuadrat sisi-sisi lainya. Kita thu bahwa teorema ini dikenal orang-orang Babilonia pada masa Hamurabi lebih dari 1000 tahun yang lalu bhkan matematikawan India dalam Sulbasutra, Baudhaya dan Katayana),Yunani,dan Tionghoa, tapi pembuktian teorema ini secara matematis diberikan oleh Pythagoras. Ada bukti kontemporer yang bias dianggap sebagai catatan tertua mengenai teorema Pythagoras, salah satunya dapat ditemukan dalam Chou Pei Suan Ching (sekitar 500-200SM), dan yang satu lagi dalam buku Element of Euclid. Teorema Pythagoras manyatakan bahwa jumlah luas bujur sangkar pada kaki sebuah segitiga siku-siku sama dengan luas bujur sangkar di hipotenus. Sebuah segitiga siku-siku adalah segitiga yang mempunyai sebuah sudut siku-siku, kakinya adalah dua sisi yang membantuk sudut siku-siku tersebut, dan hipotenus adalah sisi ketiga yang berhadapan dengan sudut siku-siku tersebut. Menggunakan aljabar kita dapat mengformulasikan ulang teorema tersebut ke dalam pernyataan modern dengan mengambil catatan bahwa luas sebuah bujur sangkar adalah pangkat dua dari panjang sisinya. Jika sebuah segitiga siku-siku mempunyai kai dengan panjang a dan b dan hipotenus dengan panjang c, maka a2+b2=c2.&lt;br /&gt;Tapi di sana masih terdapat banyak konjektif sebagai bukti bahwa Pythagoras masih dapat diganggu gugat dan secara umum boleh jadi bukti tersebut tergolong diseksi yang berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan a,b merupakan sisi tegak dan c merupakan sisi miring sebuah segitiga siku-siku, dan perbandingan 2 bujursangkar (persegi) yang masing-masing dengan a,b sebagai sisinya. Dengan mengurangkan yang sama makabujur sangkar pada hipotenusa adaalah sama dengan jumlah bujursangkar-bujursangkar pada kaki-kaki. Untuk membuktikan bahwa potongan yang tengah dari diseksi yang kedua benar-benar persegi dengan sisi c, kita perlu memanfaatkan kenyataan bahwa jumlah sudut-sudut dari suatu segitiga siku-siku=2*sudut siku-siku. Tetapi ikhtisar Eudemus (Eudemian Summary) memang dalil segitiga yang umum ini berasal dari pengikut-pengikut Pythagoras. Karena pembuktian dari dalil ini sebaliknya memerlukan pengetahuan tentang beberapa sifat dari garis-garis sejajar, pengikut-pengikut Pythagoras yang terdahulu dipandang berjasa dalam mengembangkan teori itu.&lt;br /&gt;Berhubungan dengan dalil Pythagoras adalah penentuan bilangan bulat a,b,c yang mewakili kaki-kaki dan sisi miring segitiga siku-siku. Suatu tripel dari bilangan-bilangan serupa ini dikenal sebagai tripel Pythagoras dan seperti analisa dari Plimton 322 memberikan bukti meyakinkan bahwa orang-orang Babylonia Kuno mengetahui cara untuk menghitung tripel serupa itu. Pengikut-pengikut Pythagoras dipandang pencipta rumus: m2+[(cm2-1)/2]2=[(cm2+1)/2]2, dengan m bilangan ganjil.&lt;br /&gt;Rumus yang serupa untuk menghasilkan suatu tripel Pythagoras, yaitu: (2m)2+(m2-1)2 dengan m bilangan genap atau ganjil yang telah dibuat dengan maksud sama dianggap berasal dari Plato. Baik rumus pertama atau kedua tidak dapat menghasilkan semua tripel Pythagoras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan Bilangan Irrasional&lt;br /&gt;Bilangan rasional dapat ditafsirkan dengan geometri sederhana yaitu garis datar yang ditandai dengan titik 0 dan 1 (0 di sebelah kiri 1). Dari sini bilangan negatif ditunjukun pada titik-titik di sebelah kiri 0, bilangan bulat positif sebelah kanan 1 dan sedangkan pecahan ditunjukan dengan titik-titikyang membagi tiap satuan selisih dalam bagian yang sama. Akan tetapi masih terdapat titik pada garis itu yang tidak mewakili bilangan rasional manapun. Penemuan ini adalah salah satu hasil dari persaudaraan Pythagoras. Para pengikut Pythagoras menunjukan bahwa tidak ada bilangan rasional manapun yang manyatakan titik P dalam garis itu yang berjarak OP sebesar diagonal bujursangkar dengan sisi sebesar 1 satuan.&lt;br /&gt;Sehingga perlu diciptakan bilangan baru untuk menyatakan bilangan itu., dari sinilah lahir bilangan irrasional. Untuk membuktikannya sama saja kita membuktikan 2 irrasional, yang kita buktikan dalam hal ini memisahkan 2 bilangan rasional, artinya 2=a/b, dimana a dan b bilangan bulat prima, maka:&lt;br /&gt;2=a/b, a=b2 atau a2=2b2&lt;br /&gt;Karena a2=2 kali suatu bilangan bulat, maka a2 genap sehingga a pun juga genap. Misalkan a=2c maka persamaannya menjadi:&lt;br /&gt;4c2=2b2, 2c2=b2&lt;br /&gt;sehingga b2 genap dan b pun juga genap. Tetapi ini tidak mungkin karena a dan b tidak mungkin genap karena merupakan bilangan prima relatif. Jadi asumsi bahwa 2 bersifat rasional itu mustahil dan harus dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuktian lain yang bersifat geometris dengan menunjukan bahwa sisi diagonal dari suatu bujursangkar tidak mempunyai satuan ukuran yang sama. Sekarang kita misalkan sebaliknya, sesuai dengan permisalan ini maka akan ada sebuah segman AP sedemikian sehingga baik dari AP, artinya AC dan AB mempunyai satuan ukuran yang sama yaitu AP.&lt;br /&gt;Pada AC ukurlahCB1=AB dan tariklah B1C1 tegak lurus CA. mudah dibuktikan bahwa C1B1=C1B=AB1, maka AC1=AB-AB1 dan AB1=AP. Tetapi AC1 dan ab1 adalah diagenal sisi dari suatu bujursangkar dengan ukuran yang lebih kecil dari ½ ukuran bujursangkar yang asli. Jadi mengulangi cara ini kita akhirnya akan manamukan suatu bujur sangkar dengan diagonal ACn dan sisi ABn yang dapat diukur dengan AP, sedang ACn&lt;br /&gt;Bukti ini sebenarnya adalah bukti tradisional yang telah diketahui oleh Aristoteles (384-322 SM). Penemuan irrasional 2 ini menimbulkan sedikit kebingungan dalam barisan Pythagoras. Penemuan ini ternyata tidak hanya mengacaukan asumsi dasar bahwa segala sesuatu berlandaskan bilangan-bilangan bulat, tetapi karena batasan Pythagoras mengenai proporsi mengenggap bahwa semua ukuran sejenis dan ada satuan ukurannya yang sama maka semua dalil-dalil dalam teorema Pythagoras tentang proporsi harus dibatasi pada ukuran-ukuran bersatuan ukuran sama. Demikian besar skandal logika ini, sehingga beberapa waktu lamanya orang-orang berusaha untuk merahasiakan soal tersebut, bahkan ada cerita yang mengatakan bahwa seorang pengikut Pythagoras yaitu Hipasus mati terbenam dalam laut karena membuka rahasia ini kepada orang luar.&lt;br /&gt;Untuk beberapa waktu lamanya 2 adalah satu-satunya bilangan irrasional yang dikenal. Baru kemudian menurut Plato, Thecdoris dari Cyrona menunjukan bahwa2, 5, 6, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 17 juga merupakan bilangan irrasional. Kemudian sekitar 370 SM skandal itu diselesaikan oleh Eudoxus yang cemerlang, seorang murid Plato dan murid dari pengikut Pythagoras, Archytas dengan mengemukakan batasan baru tentang proporsi. Pembahasan Eudoxus yang ulung tentang ketiadaan satuan ukuran sama dimuat dalam buku ke V The Elements of Euclid dan pada dasarnya sama dengan uraian modern tentang bilangan-bilangan irrasional yang diberikan oleh Dedekind pada tahun 1872.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tentang segitiga serupa itu dalam perjalanan aritmatika sekolah lanjutan dewasa ini mencerminkan bahwa beberapa kesulitan dan kelembutan yang disebabkan ukuran-ukuran tak bersatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/matematika-phytagoras.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-4234490055275435110</guid><pubDate>Thu, 23 Jul 2009 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-23T12:36:26.636+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Blog</category><title>Pasang Widget Alexa di Blog</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfVfP_Mp65WEiLQ8UXqotZdCZK3w-odc9923z94GybmjkHhEZTQXUYJhVKhQQtvVeNcWvkplYKMBtg96QG-CP9uGkEvOu-e_Vl0_UCpZNtMGvy4M7iMmX7_5b3I0jQnmvXhCl96blxTaI/s1600-h/s.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 95px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfVfP_Mp65WEiLQ8UXqotZdCZK3w-odc9923z94GybmjkHhEZTQXUYJhVKhQQtvVeNcWvkplYKMBtg96QG-CP9uGkEvOu-e_Vl0_UCpZNtMGvy4M7iMmX7_5b3I0jQnmvXhCl96blxTaI/s320/s.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361523863764118418" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti kita tahu bahwa alexa rank akan membuat peringkat berdasarkan banyaknya pengunjung blog atau web, semakin banyak pengunjung terhadap suatu blog atau web maka alexa rank akan semakin baik. Darimana alexa mengetahui jumlah kunjungan terhadap suatu web atau blog? alexa akan mengetahui jumlah kunjungan terhadap suatu web atau blog berdasarkan informasi dari komputer yang browser internetnya memasang alexa toolbar. Lho, kan tidak semua orang memasang alexa toolbar di browser internetnya? nah, justru itulah maka muncul alternatif lain bagi pemilik blog atau web untuk mendapatkan data yang akurat tentang banyaknya kunjungan yaitu dengan memasang alexa widget pada blog atau web yang di miliki. Dengan memasang alexa widget di blog, maka mesin alexa akan mengetahui secara akurat berapa pengunjung serta Page view (halaman yang di lihat) pada web atau blog anda. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika anda berminat memasang alexa toolbar di blog anda namun masih bingung tentang bagaimana cara memasangnya, berikut adalah panduan langkah-langkahnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah #1&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.alexa.com" target="new"&gt;klik di sini&lt;/a&gt; untuk menuju situs &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;alexa.com&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Masukan alamat blog anda pada kolom yang terdia. Contoh : agus-chandra.blogspot.com (tanpa http://), lalu klik tombol “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Build Widget&lt;/span&gt;”. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv1KeZh10DwFH277U5hmOaJKe6sfOgXpG0ugQERubeqePmpd4iDHhjxaCuvyivdHkAmexkqLDvmwYLGYFf_wwa8MLjvgl_8pj5mHY4kO9jz3TX9PIdo2s368Brae-srFF_sVq85GhQfrY/s1600-h/alexa-button_thumb%5B2%5D.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 83px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv1KeZh10DwFH277U5hmOaJKe6sfOgXpG0ugQERubeqePmpd4iDHhjxaCuvyivdHkAmexkqLDvmwYLGYFf_wwa8MLjvgl_8pj5mHY4kO9jz3TX9PIdo2s368Brae-srFF_sVq85GhQfrY/s320/alexa-button_thumb%5B2%5D.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361524372073197826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 ukuran widget yang bisa anda pilih, copy kode yang ada di sampingnya lalu paste pada notpad atau text editor lainnya. Simpan kode tersebut di komputer anda untuk nanti di masukan ke blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Langkah #2&lt;br /&gt;Silahkan login ke blogger dengan ID anda. &lt;br /&gt;Klik &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tata Letak.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Klik &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tab Elemen Halaman&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;Klik &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tambah Gadget&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;Klik tanda Plus (+) di samping tulisan HTML/JavaScript. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOmfGZuYekemn2H1MVbw5FvExICYMrS6NDRLaHwxwOHGl92dGWzvRgq3A9iMrOHmsdQ89vBggpSY1UT6A_Hco8d-fptdcN2px5CX4X5SKPHx-sRkmK9SmO_oEvq-x8qw0ml-KbDqqqiEU/s1600-h/html-javascript_thumb%5B2%5D.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 82px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOmfGZuYekemn2H1MVbw5FvExICYMrS6NDRLaHwxwOHGl92dGWzvRgq3A9iMrOHmsdQ89vBggpSY1UT6A_Hco8d-fptdcN2px5CX4X5SKPHx-sRkmK9SmO_oEvq-x8qw0ml-KbDqqqiEU/s320/html-javascript_thumb%5B2%5D.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361524670126769298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paste kode yang tadi ada di notepad kedalam kolom yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik tombol &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Simpan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindahkan elemen yang baru anda buat tadi ke tempat yang anda inginkan, jika mau tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa klik tombol Simpan yang ada di sebelah atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan di pasangnya widget alexa di blog anda, alexa rank blog anda akan cepat bagus (semakin kecil semakin baik rangkingnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit tambahan, alexa rank terbilang cepat dalam melakukan update sehingga hasilnya akan terlihat dalam beberapa hari saja. Satu yang paling utama dalam menaikan ranking alexa adalah dengan mencoba meningkatkan trafik atau jumlah kunjungan ke blog anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/pasang-widget-alexa-di-blog.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfVfP_Mp65WEiLQ8UXqotZdCZK3w-odc9923z94GybmjkHhEZTQXUYJhVKhQQtvVeNcWvkplYKMBtg96QG-CP9uGkEvOu-e_Vl0_UCpZNtMGvy4M7iMmX7_5b3I0jQnmvXhCl96blxTaI/s72-c/s.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-7621627452523097779</guid><pubDate>Thu, 23 Jul 2009 05:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-23T12:16:38.788+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Blog</category><title>Pasang Widget Whos Among Us</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0sOymLLF4FtiHTMZwbpP1qOjki4E_R69KERyK-ffTDqIZzinjoAr_ff3yHtgDKRggPMBJokUcyVlfo4dnCy3JJYlinUtoXgxGHGllooCIK7SBP987qdsiOfEzjV08lu-4UXFStOOAVXo/s1600-h/whos_1.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 94px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0sOymLLF4FtiHTMZwbpP1qOjki4E_R69KERyK-ffTDqIZzinjoAr_ff3yHtgDKRggPMBJokUcyVlfo4dnCy3JJYlinUtoXgxGHGllooCIK7SBP987qdsiOfEzjV08lu-4UXFStOOAVXo/s320/whos_1.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361517795109578242" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah tahukah anda dengan widget yang satu ini…?! Whos Among Us adalah suatu widget yang berfungsi untuk menganalisa status web / blog. Analisa yang dimaksud disini bukan analisa secara keseluruhan mengenai web / blog tersebut. Tapi..dengan memasang widget whos among us ini, para pengunjung web / blog atau yang punya, bisa tahu ada berapa user sih yang sedang nongkrongin web / blog tersebut. Nah…buat blogger yang belum pada tahu tentang gimana cara pasang widget tersebut, caranya sangat gampang. Tidak perlu login atau pun daftar dulu tinggal langsung menuju situs whos.among.us. Lalu coba ikutin petunjuk berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menuju situs tersebut, silahkan perhatikan gambar seperti di bawah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjhVbS71qwU-RdJaigVX1p5k4BC2ZafM8ecN3mUVBUEp-8WFvnptXn4Bd9KdOVo7UhCIF4RcITRBk6AdWGeFJ8kThP8Ivv0NsG3qXduFLVaPf2e5TDDiFiyquqBNFuJjUSvoBYZoA_Xnc/s1600-h/whos_2.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 42px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjhVbS71qwU-RdJaigVX1p5k4BC2ZafM8ecN3mUVBUEp-8WFvnptXn4Bd9KdOVo7UhCIF4RcITRBk6AdWGeFJ8kThP8Ivv0NsG3qXduFLVaPf2e5TDDiFiyquqBNFuJjUSvoBYZoA_Xnc/s320/whos_2.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361518234170881250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah…Kalian tinggal copy paste aja scriptnya ke page element blog kalian. Atau misalnya ga ingin pake script, tinggal klik aja tulisan non javascript (liat gambar). Jika sudah, maka widget yang akan tampil diblog kalian akan seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_0f0ObCehXGjRCom053aGh0gNUtfZlSWbu6KmB6_bnFPctBVRzVJ8TmR0GolHmhnQhGMTrR6KQnKK_tSgOkd9ihhcqYUqZC0OwgA4b4UBSBPT_5i36l7Q5EGp9b4_cZX2J__vQDCee30/s1600-h/whos_logo.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 109px; height: 45px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_0f0ObCehXGjRCom053aGh0gNUtfZlSWbu6KmB6_bnFPctBVRzVJ8TmR0GolHmhnQhGMTrR6KQnKK_tSgOkd9ihhcqYUqZC0OwgA4b4UBSBPT_5i36l7Q5EGp9b4_cZX2J__vQDCee30/s320/whos_logo.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361518670594371954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gambar widget seperti diatas, ada gambar widget lain (kalo misalnya kurang suka) yang bisa dipasang di blog. Caranya perhatikan gambar di bawah :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihtrjqbqV25LUBziYLrWp7bEmJjjFOEaq-l6IvukKADkt9xGlbtOQU-8ex_DS5sgvd8UGNSjITqcKeE9y95Vk8egA0KYWpENbIX9zT6ymapPk4eS9qZxHDL8FW0s-lrNZZjcVHG1YktK8/s1600-h/whos_3.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihtrjqbqV25LUBziYLrWp7bEmJjjFOEaq-l6IvukKADkt9xGlbtOQU-8ex_DS5sgvd8UGNSjITqcKeE9y95Vk8egA0KYWpENbIX9zT6ymapPk4eS9qZxHDL8FW0s-lrNZZjcVHG1YktK8/s320/whos_3.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361519042589139842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik pada text showcase seperti yang ditunjukan gambar atau &lt;a href="http://showcase.amung.us" target="new"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;. Setelah kalian klik akan muncul gambar seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJt44bKzaVItX61HHuchWn1uZ6VxdX-S-_-EfqHkS5AsiHWq07xGBpW_fuNLBuwaqNCxt-iKk5I6B1O8XzEnqYLCcxnncSCm1jLrxFnTUh6K1C1Mf6dG-MvjsmhZvN_7COkMK9iGYpTa8/s1600-h/whos_4.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 110px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJt44bKzaVItX61HHuchWn1uZ6VxdX-S-_-EfqHkS5AsiHWq07xGBpW_fuNLBuwaqNCxt-iKk5I6B1O8XzEnqYLCcxnncSCm1jLrxFnTUh6K1C1Mf6dG-MvjsmhZvN_7COkMK9iGYpTa8/s320/whos_4.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361519405208574466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah….silahkan pilih widget yang kalian suka dengan cara mengklik widget tersebut. Lalu ikutin petunjuk yang muncul dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok…have a nice blogging……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/pasang-widget-whos-among-us.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0sOymLLF4FtiHTMZwbpP1qOjki4E_R69KERyK-ffTDqIZzinjoAr_ff3yHtgDKRggPMBJokUcyVlfo4dnCy3JJYlinUtoXgxGHGllooCIK7SBP987qdsiOfEzjV08lu-4UXFStOOAVXo/s72-c/whos_1.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-8130894780174149047</guid><pubDate>Thu, 23 Jul 2009 04:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-23T12:01:42.452+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Blog</category><title>Melacak dan Menampilkan Bendera Asal Pengunjung blog dengan Flag Counter</title><description>How to track and show visitors' flag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melacak dan menampilkan bendera asal pengunjung blog dan juga jumlah pengunjung blog yang berasal dari negara tertentu, bisa dengan memasang flag counter widget di sidebar blog. Widget ini selain menampilkan bendera asal pengunjung dan jumlah pengunjung yang berasal dari negara tertentu, juga dapat menampilkan banyaknya Page view blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaNJ0eGopnUIvpfubf0VQDtQiQpA4wVxJCWo3oSPhOPOQ29OEqcjZ1tvv_3KNh3fJUa-vFIOyQKj8V4GVfHeSrLqfUwY1JJtBYd2DYlfUUPBfumHf6QZdV0GQi4FZA1ARfPw_UD6MSzjE/s1600-h/default.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 83px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaNJ0eGopnUIvpfubf0VQDtQiQpA4wVxJCWo3oSPhOPOQ29OEqcjZ1tvv_3KNh3fJUa-vFIOyQKj8V4GVfHeSrLqfUwY1JJtBYd2DYlfUUPBfumHf6QZdV0GQi4FZA1ARfPw_UD6MSzjE/s320/default.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361514225337395298" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan kode HTML-nya secara gratis bisa &lt;a href="http://www.flagcounter.com" target="new"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu akan ditampilkan halaman depan dari situs FLAG COUNTER. Aturlah (customize) komposisi widget s esuai keinginan, lalu tekan tombol GET YOUR FLAG COUNTER  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5OaPJhfMlF1GMXFMre2OPYVEE39QIl9RtmnD5HkHBKOUw-6emWDvSQI_jSHkTP_Zah0J4AAZy9T55a7bGTlHb8VDjKD5HCOWOKeblD058b4BGoMzmjUH19intHrQYGHsENVNk6m27fss/s1600-h/temp1_thumb%5B5%5D.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 306px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5OaPJhfMlF1GMXFMre2OPYVEE39QIl9RtmnD5HkHBKOUw-6emWDvSQI_jSHkTP_Zah0J4AAZy9T55a7bGTlHb8VDjKD5HCOWOKeblD058b4BGoMzmjUH19intHrQYGHsENVNk6m27fss/s320/temp1_thumb%5B5%5D.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361515363060818034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu akan ditampikan halaman dengan kolom kode HTML. Kopi kode tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_J0g4pv-eer0doO5WU9ehLlTlmMkPJoBIgreZknv5mRtuILrnd60baNZW1YCz4iXHXQvhGvYgFhSDNNyhE9hDBpZyPcNtmijfbQTJ1LOfC021vaLobXwKboRCgPBHA8r8Q3nkXaMDQNU/s1600-h/temp29_thumb%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 155px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_J0g4pv-eer0doO5WU9ehLlTlmMkPJoBIgreZknv5mRtuILrnd60baNZW1YCz4iXHXQvhGvYgFhSDNNyhE9hDBpZyPcNtmijfbQTJ1LOfC021vaLobXwKboRCgPBHA8r8Q3nkXaMDQNU/s320/temp29_thumb%5B3%5D.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361515798195375026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kodenya didapat, login ke Blogspot --&gt; Tata Letak --&gt; Elemen Halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu tekan link Tambah Gadget dan pilih gadget HTML/JavaScript dan masukan kode yang didapat tadi kedalamnya lalu simpan. Nah sekarang blog sudah dapat menampilkan bendera pengunjung blog. Selamat mencoba...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/melacak-dan-menampilkan-bendera-asal.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaNJ0eGopnUIvpfubf0VQDtQiQpA4wVxJCWo3oSPhOPOQ29OEqcjZ1tvv_3KNh3fJUa-vFIOyQKj8V4GVfHeSrLqfUwY1JJtBYd2DYlfUUPBfumHf6QZdV0GQi4FZA1ARfPw_UD6MSzjE/s72-c/default.png" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-7315436774515938354</guid><pubDate>Wed, 22 Jul 2009 06:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-22T13:09:42.920+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Foundation of mathematics</title><description>Foundation of mathematics divide of two, that is:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Constant foundation&lt;br /&gt;example: to confirm the bough of geometry as the foundation.&lt;br /&gt;2. Progress foundation&lt;br /&gt;example: foundation of epistemology (science which studied the sources of knowledge) that is the foundations which not appear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mathematics be for5med with critical math, that is:&lt;br /&gt;- Synthetic appriory&lt;br /&gt;- Mathematics analytic, that is contradiction.&lt;br /&gt;For example: 2+3 not yet sure 5 (seed from the based). Contradiction in mind can produce the science, science be formed upon growing that a mathematics.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intuition is general person of feeling, that is a container where place be mathematics.&lt;br /&gt;For example: Brower, his mind about mathematics there is in space and time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some kind of mathematics:&lt;br /&gt;- mathematics as language&lt;br /&gt;- mathematics as bough of knowledge&lt;br /&gt;- mathematics as structure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/foundation-of-mathematics.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-5064922534872795815</guid><pubDate>Wed, 22 Jul 2009 06:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-22T13:06:06.433+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>SEJARAH MATEMATIKA</title><description>Secara Geografis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mesopotamia&lt;br /&gt;- Menentukan system bilangan pertama kali&lt;br /&gt;- Menemukan system berat dan ukur&lt;br /&gt;- Tahun 2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi berbentuk baji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Babilonia&lt;br /&gt;- Menggunakan sitem desimal dan π=3,125&lt;br /&gt;- Penemu kalkulator pertama kali&lt;br /&gt;- Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi&lt;br /&gt;- Menggunakan pendekatan untuk akar kuadrat&lt;br /&gt;- Geometrinya bersifat aljabaris&lt;br /&gt;- Aritmatika tumbuh dan berkembang baik menjadi aljabar retoris yang berkembang&lt;br /&gt;- Sudah mengenal teorema Pythagoras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mesir Kuno&lt;br /&gt;- Sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi&lt;br /&gt;- Mengenal system bilangan dan symbol pada tahun 3100 SM&lt;br /&gt;-Mengenal tripel Pythagoras&lt;br /&gt;- Sitem angka bercorak aditif dan aritmatika&lt;br /&gt;- Tahun 300 SM menggunakan system bilangan berbasis 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Yunani Kuno&lt;br /&gt;- Pythagoras membuktikan teorema Pythagoras secara matematis (terbaik)&lt;br /&gt;- Pencetus awal konsep[ nol adalah Al Khwarizmi&lt;br /&gt;- Archimedes mencetuskan nama parabola, yang artinya bagian sudut kanan kerucut&lt;br /&gt;- Hipassus penemu bilangan irrasional&lt;br /&gt;- Diophantus penemu aritmatika (pembahasan teori-teori bilangan yang isinya merupakan pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat sebuah persamaan)&lt;br /&gt;- Archimedes membuat geometri bidang datar&lt;br /&gt;- Mengenal bilangan prima&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. India&lt;br /&gt;- Brahmagyupta lahir pada 598-660 Ad&lt;br /&gt;- Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran &lt;br /&gt;- Memperkenalkan pemakaian nol dan desimal &lt;br /&gt;- Brahmagyupta menemukan bilangan negatif &lt;br /&gt;- Rumus a2+b2+c2 telah ada pada “Sulbasutra”&lt;br /&gt;- Geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras,teorema Pythagoras,transformasi dan segitiga pascal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. China&lt;br /&gt;- Mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM&lt;br /&gt;- Mengembangkan angka negatif, bilangan desimal, system desimal, system biner, aljabar, geometri, trigonometri dan kalkulus&lt;br /&gt;- Telah menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan yaitu persamaan kuadrat, kubikdan qualitik&lt;br /&gt;- Aljabarnya menggunakan system horner untuk menyelesaikan persamaan kuadrat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Tokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Thales (624-550 SM)&lt;br /&gt;Dapat disebut matematikawan pertama yang merumuskan teorema atau proposisi, dimana tradisi ini menjadi lebih jelas setelah dijabarkan oleh Euclid. Landasan matematika sebagai ilmu terapan rupanya sudah diletakan oleh Thales sebelum muncul Pythagoras yang membuat bilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pythagoras (582-496 SM)&lt;br /&gt;Pythagoras adalah orang yang pertama kali mencetuskan aksioma-aksioma, postulat-postulat yang perlu dijabarkan ter lebih dahulu dalam mengembangkan geometri. Pythagoras bukan orang yang menemukan suatu teorema Pythagoras namun dia berhasil membuat pembuktian matematis. Persaudaraan Pythagoras menemukan 2 sebagai bilangan irrasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Socrates (427-347 SM)&lt;br /&gt;Ia merupakan seorang filosofi besar dari Yunani. Dia juga menjadi pencipta ajaran serba cita, karena itu filosofinya dinamakan idealisme. Ajarannya lahir karena pergaulannya dengan kaum sofis. Plato merupakan ahli piker pertama yang menerima paham adanya alam bukan benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ecluides (325-265 SM)&lt;br /&gt;Euklides disebut sebagai “Bapak Geometri” karena menemuka teori bilangan dan geometri. Subyek-subyek yang dibahas adalah bentuk-bentuk, teorema Pythagoras, persamaan dalam aljabar, lingkaran, tangen,geometri ruang, teori proporsi dan lain-lain. Alat-alat temuan Eukluides antara lain mistar dan jangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Archimedes (287-212 SM)&lt;br /&gt;Dia mengaplikasikan prinsip fisika dan matematika. Dan juga menemukan perhitungan π (pi) dalam menghitung luas lingkaran. Ia adalah ahli matematika terbesar sepanjang zaman dan di zaman kuno. Tiga kaaarya Archimedes membahas geometri bidang datar, yaitu pengukuran lingkaran, kuadratur dari parabola dan spiral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Appolonius (262-190 SM)&lt;br /&gt;Konsepnya mengenai parabola, hiperbola, dan elips banyak memberi sumbangan bagi astronomi modern. Ia merupakan seorang matematikawan tang ahli dalam geometri. Teorema Appolonius menghubungkan beberapa unsur dalam segitiga.&lt;br /&gt;7. Diophantus (250-200 SM)&lt;br /&gt;Ia merupakan “Bapak Aljabar” bagi Babilonia yang mengembangkan konsep-konsep aljabar Babilonia. Seorang matematikawan Yunani yang bermukim di Iskandaria. Karya besar Diophantus berupa buku aritmatika, buku karangan pertama tentang system aljabar. Bagian yang terpelihara dari aritmatika Diophantus berisi pemecahan kira-kira 130 soal yang menghasilkan persamaan-persamaan tingkat pertama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/sejarah-matematika.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-3885872217392309271</guid><pubDate>Wed, 22 Jul 2009 05:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-22T12:55:47.868+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Untuk apa belajar Matematika?</title><description>Pertanyaan tersebut lumayan sering muncul ketika beberapa orang dianjurkan dengan paksa ataupun tidak paksa untuk belajar Matematika. Tidak tahu apakah pertanyaan itu muncul sebagai wujud nyata dari ke-kritis-an seseorang atau justru muncul sebagai refleksi atas ke-apatis-an seseorang terhadap Matematika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Ilmu Matematika diantaranya meliputi aritmatika, geometri, aljabar dll sehingga kalau mau sok idealis tentu saja banyak manfaat Matematika untuk ilmu pengetahuan lain dan juga untuk kehidupan, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi (Statistika) bisa digunakan untuk mengetahui banyaknya formasi tim bola voli yang bisa dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aritmatika hampir digunakan setiap hari, yaitu untuk hitung-menghitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geometri bisa digunakan para ahli sipil karena geometri salah satunya adalah membahas tentang bangun dan keruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aljabar bisa digunakan untuk memecahkan masalah bagaimana memperoleh laba sebanyak mungkin dengan biaya sesedikit mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dengan logika Matematika juga bisa membantu untuk berpikir logis, tapi tentu saja bukan hanya Matematika saja yang bisa membantu dalam berpikir logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/untuk-apa-belajar-matematika.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-8898400656754299449</guid><pubDate>Tue, 21 Jul 2009 05:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-21T12:34:32.534+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Matematika Diskrit (discrete mathematics)</title><description>Matematika Diskrit (discrete mathematics) adalah salah satu cabang dari matematika yang mempelajari objek-objek diskrit. Diskrit artinya tidak terhubung (unconnected), misalnya bilangan riil adalah objek terhubung sedangkan bilangan bulat adalah objek yang tidak terhubung. Diantara contoh permasalahan yang ditangani oleh Matematika Diskrit dapat dilihat pada pertanyaan-pertanyaan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Ada berapa buah kombinasi password yang mungkin untuk mengakses sebuah komputer?&lt;br /&gt;– Berapakah peluang seseorang untuk memenangkan undian?&lt;br /&gt;– Apakah dua komputer dalam suatu jaringan saling terhubung?&lt;br /&gt;– Yang manakah lintasan terpendek antara dua kota yang dihubungkan dengan jalan raya?&lt;br /&gt;– Bagaimana cara mengurutkan sekumpulan bilangan bulat?&lt;br /&gt;– Ada berapa banyak langkah yang diperlukan untuk mengurutkan bilangan-bilangan tersebut?&lt;br /&gt;– Bagaimana cara merancang suatu rangkaian dijital?&lt;br /&gt;– Ada berapa banyak alamat internet (IP address) yang bisa dibuat?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Matematika Diskrit perlu dipelajari? Saat ini komputer dijital telah menjadi bagian penting dari kehidupan manusia. Komputer beroperasi secara diskrit dengan unit terkecil yg disebut sebagai bit. Dengan demikian, baik rangkaian penyusun komputer dan juga operasi eksekusi (algoritma) hanya dapat dijelaskan dengan Matematika Diskrit. Untuk mempelajari Matematika Diskrit diperlukan beberapa perangkat atau dasar matematika yang perlu dikuasai, yaitu:&lt;br /&gt;• Logika Matematika (Mathematical Logic)&lt;br /&gt;• Teori Himpunan (Set Theory)&lt;br /&gt;• Fungsi (Functions)&lt;br /&gt;• Barisan (Sequences)&lt;br /&gt;yang semuanya pernah dipelajari di tingkat dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/matematika-diskrit-discrete-mathematics.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-443219507393337496</guid><pubDate>Tue, 21 Jul 2009 05:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-21T12:24:10.819+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Blog</category><title>Pasang Jadwal Sholat</title><description>Bagi sobat yang notabene muslim, ada nih aksesori blog plus buat mengingatkan kepada kita akan waktu sholat biar para pengunjung blog kita tidak terlalu terlena ketika memmbaca berbagai artikel yang kita tulis di blog. Jadwal waktu sholat ini bisa sobat dapatkan di http://www.islamicfinder.org, untuk cara mendapatkannya silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini : &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Silahkan sobat kunjungi situs http://www.islamicfinder.org atau hanya &lt;a href="http://www.islamicfinder.org" target="new"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik link yang bertuliskan Add new sevices to your site di halaman bagian bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alihkan perhatian ke nomor pilihan ke 2. Klik menu Dropdown yang bertuliskan Select a Country&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik nama negara yang sobat inginkan, lalu klik Go. Contoh : Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik nama kota yang sobat inginkan. Contoh : Medan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLik tombol Generated Code&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copy kode yang di berikan, lalu paste pada notepad untuk nanti keperluan di simpan ke blok kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan tutup window situs tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi cara mendapatkan kode jadwal sholatnya, untuk memasukan kode tersebut ke dalam blog, silahkan ikuti langkah berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Template Klasik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sign in&lt;/span&gt; di blogger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik menu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Template&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik menu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Edit HTML&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Copy seluruh kode template&lt;/span&gt;, paste pada notepad lalu simpan untuk backup data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Copy kode&lt;/span&gt; jadwal sho;at yang tadi lalu paste pada tempat yang sobat inginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tombol Pratinjau&lt;/span&gt; untuk melihat perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah Ok, klik tombol &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Simpan Perubahan Template&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Template baru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sign in&lt;/span&gt; di blogger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik menu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Layout&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik menu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Elemen Halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik tulisan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tambahkan sebuah Elemen Halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik tombol &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TAMBAHKAN KE BLOG&lt;/span&gt; di bawah tulisan HTML/JavaScript&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paste kode Jadwal sholat tadi ke kolom yang di sediakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik tombol &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Simpan Perubahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindahkan elemen yang baru di buat pada tempat yang sobat sukai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik tombol Simpan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/pasang-jadwal-sholat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-2007567534285883275</guid><pubDate>Tue, 21 Jul 2009 05:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-21T12:14:53.892+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN</title><description>A.PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Pendidikan adalah merupakan suatu wadah lembaga yang menghantarkan seseorang kedalam alur berfikir yang teratur dan sistematis. Dalam pengertiannya Pendidikan adalah “usaha sadar dan direncanakan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara”. [1] Dalam pelaksanaannya sebuah lembaga pendidikan kerap-kali dihadapkan pada problem-problem sistem pembelajaran, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana, materi, tujuan bahkan sampai pada penyiapan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya lembaga pendidikan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dibidang non-profit oriented, memaksa pelaksana pendidikan menggunakan teori-teori yang sebelumnya sudah berkembang dalam dunia ekonomi. Maka tak heran ketika kita mendengar adanya teori manajemen pendidikan, yang pada dasarnya itu diambil dari teori-teori manajemen dalam dunia bisnis. Bukan berarti setelah meminjam teori manajemen ekonomi sebuah lembaga pendidikan menjadi komersial, tetapi semata-mata hanyalah digunakan sebagai landasan yang sistematis untuk mengelola sebuah lembaga pendidikan. Sehingga hasilnya pun tidak bisa seperti yang diharapkan kalau seseorang menerapkan teori manajemen dalam bidang bisnis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari kondisi yang semacam itulah, maka kita sebagai seorang yang nantinya akan mengemban amanah untuk megembangkan potensi anak didik (manusia) dalam dunia pendidikan sesuai yang diharapkan dari makna pendidikan itu sendiri, setidaknya memahami bagaimana proses sebenarnya terntang perkembangan teori manajemen yang dikembangkan dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu apa yang kami sampaikan dalam tulisan ini adalah mengenai perkembangan teori manajemen dari masa klasik sampai masa kontemporer yang nantinya akan kita oleh dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.LANDASAR TEORI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempelajari Perkembangan Teori Manajemen Pendidikan diharapkan mahasiswa dapat memahami :&lt;br /&gt;a. Apa sebenarnya arti teori, manajemen, dan Administrasi.&lt;br /&gt;b. Mengerti perkembangan teori manajemen mulai dari masa klasik, kuno, dan kontemporer.&lt;br /&gt;c. Bagaimana teori manajemen yang telah dikembangkan dalam dunia pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.DESKRIPSI MATERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami perkembangan teori manajemen pendidikan, kita terlebih dahulu harus mengenal apa itu teori dan apa itu manajemen serta bagaimana perkembangan teori manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Pengertian Teori&lt;br /&gt;Teori merupakan kumpulan prinsip-prinsip (principles) yang disusun secara sistematis. Prinsip tersebut berusaha menjelaskan hubungan-hubungan antara fenomena-fenomena yang ada. [2] &lt;br /&gt;Sebagai contoh, anda mengamati bahwa tanah disekitar gunung berapi merupakan tanah yang subur. Ada dua fenomena yang barangkali berkaitan : tanah yang subur dan gunung berapi. Anda melangkah lebih lanjut dan mengambil kesimpulan : gunung berapi yang menyebabkan tanah menjadi subur, tentu anda tidak mungkin mengambil kesimpulan yang sebaliknya, tanah subur menyebabkan gunung berapi. Anda satu langkah lebih maju, kemudian orang lain mengamati bahwa ada tanah yang subur meskipun tidak berada didekat gunung berapi. Dengan “bukti” yang baru tersebut anda melakukan pengamatan lebih lanjut. Anda sampai pada kesimpulan baru bahwa, bukan gunung berapi itu sendiri yang membuat tanah subur, melainkan zat yang dikeluarkan gubung berapi yang anda namakan humus. Anda memperbaiki kesimpulan anda menjadi “humus bisa membuat tanah menjadi subur”. Anda sudah membuat teori. Selanjutnya, anda bisa membuat prediksi, kalau tanah diberi humus, tanah tersebut menjadi subur.&lt;br /&gt;Misalkan ada seorang petani yang menginginkan tanahnya menjadi subur, anda mempunyai teori humus. Maka anda menyarankan tanah petani tersebut diberi humus biar subur. Jika petani tersebut tidak tahu teori humus, dia akan mencoba-coba cara agar tanah menjadi subur, pertama, mungkin dengan sesajian, kedua, mungkin dengan membeli traktor. Petani tersebut telah melakukan coba-coba (trial and error) yang kurang effisien. Dengan demikian teori bisa meminimalkan coba-coba, dan mengefisienkan kerja kita, dengan asumsi teori tersebut benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Kegunaan (Fungsi) Teori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pengertian Manajemen / Administrasi&lt;br /&gt;Ada kaitan erat antara oraganisasi, administrasi, dan manajemen. Organisasi adalah sekumpulan orang dengan ikatan tertentu yang merupakan wadah untuk mencapai cita-cita mereka, mula-mula mereka mengintegrasikan sumber-sumber materi maupun sikap para anggota yang dikenal sebagai manajemen dan akhirnya barulah mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai cita-cita tersebut. Baik manajemen maupun melaksanakan kegiatan itu disebut administrasi. [3]&lt;br /&gt;Pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. Ada yang mengatakan administrasi sebagai cara kerja pemerintahan dengan fungsi merencanakan, mengorganisasi, dan memimpin. [4] Ada pula ahli yang menyebut administrasi sebagai pengarah yang efektif sementara manajemen dikatakannya sebagai pelaksana yang efektif. [5]&lt;br /&gt;Sementara itu Mamduh mendefinisikan Manajemen sebagai “sebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi”. [6]&lt;br /&gt;Definisi tersebut mencakup beberapa kata/pengertian kunci, yaitu :&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Proses yang merupakan kegiatan yang direncanakan;Kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan yang sering disebut sebagai fungsi manajemen;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktifitas tersebut;&lt;br /&gt;      Sumberdaya organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.&lt;br /&gt;Sedangkan William H Newman (1951) mendefinikan Administrasi dapat dipahami sebagai pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang-orang ke arah pencapaian tujuan bersama. [7] Sementara itu Sondang P. Siagian (1985;2) mengatakan bahwa administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan daripada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. [8]&lt;br /&gt;Dalam dunia pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajeman sebagai aktivitas agar seorang kepala sekolah bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban misi atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar. [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pengertian Teori Manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN&lt;br /&gt;(1) Teori Manajemen Kuno;&lt;br /&gt;Sampai dengan tingkat tertentu, manajemen telah dipraktekkan oleh masyarakat kuno. Sebagai contoh, bangsa Mesir bisa membuat piramida. Bangunan yang cukup kompleks yang hanya bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik. Kekaisaran Romawi mengembangkan struktur organisasi yang jelas, dan sangat membantu komunikasi dan pengendalian. &lt;br /&gt;Meskipun manajemen telah dipraktekkan dan dibicarakan di jaman kuno, tetapi kejadian semacam itu relatif sporadis, dan tidak ada upaya yang sistematis untuk mempelajari manajemen. Karena itu manajemen selama beberapa abad kemudian “terlupakan”. &lt;br /&gt;Pada akhir abad 19-an, perkembangan baru membutuhkan studi manajemen yang lebih serius. Pada waktu industrialisasi berkembang pesat, dan perusahaan-perusahaan berkembang menjadi perusahaan raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)Teori Manajemen Klasik;&lt;br /&gt;a) Teori Manajemen Klasik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Robert Owen (1771-1858)&lt;br /&gt;Owen berkesimpulan bahwa manajer harus menjadi pembaharu (reformer). Beliau melihat peranan pekerja sebagai yang cukup penting sebagai aset perusahaan. Pekerja bukan saja merupakan input, tetapi merupakan sumber daya perusahaan yang signifikan. Ia juga memperbaiki kondisi pekerjanya, dengan mendirikan perumahan (tempat tinggal) yang lebih baik. Beliau juga mendirikan toko, yang mana pekerjanya tidak kesusahan dan dapat membeli kebutuhan dengan harga murah. Ia juga mengurangi jam kerja dari 15 jam menjadi 10,5 jam, dan menolah pekerja dibawah umur 10 tahun.&lt;br /&gt;Owen berpendapat dengan memperbaiki kondisi kerja atau invertasi pada sumber daya manusia, perusahaan dapat meningkatkan output dan juga keuntungan. Disamping itu Owen juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka dan dilakukan setiap hari. Dengan cara seperti itu manajer diharapkan bisa melokalisir masalah yang ada dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Charles Babbage (1792-1871)&lt;br /&gt;Babbage merupakan profesor matematika di Inggris. Dengan metode kuantitatifnya beliau percaya :&lt;br /&gt;1) Bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, produksi naik biaya operasi turun&lt;br /&gt;2) Pembagian Kerja (division of labor); dengan ini kerja/operasi pabriknya bisa dianalisis secara terpisah. Dengan cara semacam ini pula training bisa dilakukan dengan lebih mudah.&lt;br /&gt;3) Dengan melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang, maka pekerja akan semakin terampil dan berarti semakin efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Teori Manajemen Ilmiah&lt;br /&gt;      Federick Winslow Taylor (1856-1915)&lt;br /&gt;Federick Taylor disebut sebagai bapak manajemen ilmiah. Taylor memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setiap pekerjaan (time and motion study); dari sini ia mengembangkan analisis kerja. Taylor kemudian memperkenalkan sistem pembayaran differential (differential rate).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Frank B. Gilberth (1868-1924) dan Lillian Gilberth (1887-1972)&lt;br /&gt;Keduanya adalah suami istri yang mempunyai minat yangsama terhadap manajemen. Menurut Frank pergerakan yang dapat dihilangkan akan mengurangi kelelahan. Semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan. Sedang Lilian memberikan kontribusi pada lapangan psikologi industri dan manajemen personalia. Beliau percaya bahwa tujuan akhir manajemen ilmiah adalah membantu pekerja mencapai potensi penuhnya sebagai seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Henry L. Gantt (1861-1919)&lt;br /&gt;Gantt melakukan perbaikan metode sistem penggajian Taylor (differential system) karena menurutnya metode tersebut kurang memotivasi kerja. Sistem Pengawasan (supervisor) diterapkannya sebagai upaya untuk memacu semangat kerja karyawan. Disamping itu Gantt juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka yang awalnya merupakan ide Owen. Gantt chart (bagan Gantt) kemudian populer dan gigunakan untuk perencanaan, yaitu mencatat scedul (jadwal) pekerja tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Teori Manajemen Organisasi&lt;br /&gt;      Henry Fayol (1841-1925)&lt;br /&gt;Henry Fayol merupakan industrialis Prancis, ia sering disebut sebagai bapak aliran manajemen klasik karena upaya “mensistematisir” studi manajerial. Menurut Fayol, praktek manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. Dan selanjutnya analisis tersebut dapat dipelajari oleh manajer lain atau calon manajer.&lt;br /&gt;Fayol adalah orang yang pertama mengelompokkan kegiatan menajerial dalam 4 fungsi manajemen, yaitu : (1) Perencanaan, (2) Pengorganisasian, (3) Pengarahan, dan (4) Pengendalian. Fayol percaya bahwa manajer bukan dilahirkan tetapi diajarkan. Manajemen bisa dipelajari dan dipraktekkan secara efektif apabila prinsip-prinsip dasarnya dipahami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Max Weber (1864-1920)&lt;br /&gt;Max Weber adalah seorang ahli sosiologi Jerman yang mengembangkan teori birokrasi. Menurutnya, suatu organisasi yang terdiri dari ribuan anggota membutuhkan aturan jelas untuk anggota organisasi tersebut. Organisasi yang ideal adalah birokrasi dimana aktivitas dan tujuan diturunkan secara rasional dan pembagian kerja disebut dengan jelas. Birokrasi didasarkan pada aturan yang rasional yang dapat dipakai untuk mendesain struktur organisasi yang jelas.&lt;br /&gt;Konsep birokrasi Weber berlainan dengan pengertian birokrasi populer, dimana orang cnderung mengartikan kata birokrasi dengan konotasi negatif, yaitu organisasi yang lamban, tidak reponsif terhadap perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mary Parker Follet (1868-1933)&lt;br /&gt;Mary Parker Follet agak berbeda sedikit dengan pendahulunya karena memasukkan elemen manusia dan struktur organisasi kedalam analisisnya. Elemen tersebut kemudian muncul dalam teori perilaku dan hubungan manusia. Follet percaya bahwa seseorang akan menjadi manusia sepenuhnya apabila manusia menjadi anggota suatu kelompok. Konsekuensinya, Follet percaya bahwa manajemen dan pekerja mempunyai kepentingan yang sama, karena menjadi anggota organisasi yang sama.&lt;br /&gt;Selanjutnya Follet mengembangkan model perilaku pengendalian organisasi dimana seseorang dikendalikan oleh tiga hal, yaitu :&lt;br /&gt;a. Pengendalian diri (dari orang tersebut);&lt;br /&gt;b. Pengendalian kelompok (dari kelompok);&lt;br /&gt;c. Pengendalian bersama (dari orang tersebut dan dari kelompok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Chester I Barnard (1886-1961)&lt;br /&gt;Bernard mengambangkan teori organisasi, menurutnya orang yang datang keorganisasi formal (seperti perusahaan) karena ingin mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai sendiri. Pada waktu mereka berusaha mencapai tujuan organisasi, mereka juga akan berusaha mencapai tujuannya sendiri. Organisasi bisa berjalan dengan efektif apabila keseimbangan tujuan organisasi dengan tujuan anggotanya dapat terjaga.&lt;br /&gt;Bernard percaya bahwa keseimbangan antara tujuan organisasi dengan individu dapat dijaga apabila manajer mengerti konsep wilayah penerimaan (zone of acceptance), dimana pekerja akan menerima instruksi atasannya tanpa mempertanyakan otoritas manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Teori Manajemen Kontemporer.&lt;br /&gt;Beberapa pendekatan sudah dibicarakan dimuka, dimana pendekatan-pendekatan tersebut mengalami perkembangan. Ada beberapa perkembangan yang cenderung mengintegrasikan pendekatan-pendekatan sebelumnya, menjadikan batas-batas pendekatan yang telah dibicarakan menjadi tidak jelas. Namun demikian ada pendekatan yang tetap berakar pada pendekatan-pendekatan tertentu. Bagian berikut ini akan membicarakan pendekatan baru dalam manajemen :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pendekatan Sistem&lt;br /&gt;Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan. Organisasi sebagai suatu sistem akan dipandang secara keseluruhan, terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem), dan sistem/organisasi tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pendekatan Situasional (Contingency)&lt;br /&gt;Pendekatan ini menganggap bahwa efektivitas manajemen tergantung pada situasi yang melatarbelakanginya. Prinsip manajemen yang sukses pada situasi tertentu, belum tentu efektif apabila digunakan di situasi lainnya. Tugas manajer adalah mencari teknik yang paling baik untuk mencapai tujuan organisasi, dengan melihat situasi, kondisi, dan waktu yang tertentu.&lt;br /&gt;Pendekatan situasional memberikan “resep praktis” terhadap persoalan manajemen. Tidak mengherankan jika pendekatan ini dikembangkan manajer, konsultan, atau peneliti yang banyak berkecimpung dengan dunia nyata. Pendekatan ini menyadarkan manajer bahwa kompleksitas situasi manajerial, membuat manajer fleksibel atau sensitif dalam memilih teknik-teknik manajemen yang terbaik berdasarkan situasi yang ada.&lt;br /&gt;Namun pendekatan ini dalam perkembangannya dikritik karena tidak menawarkan sesuatu yang baru. Pendekatan ini juga belum dapat dikatakan sebagai aliran atau disiplin manajemen baru, yang mempunyai batas-batas yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pendekatan Hubungan Manusia Baru (Neo-Human Relation)&lt;br /&gt;Pendekatan ini berusaha mengintegrasikan sis positif manusia dan manajemen ilmiah. Pendekatan ini melihat bahwa manusia merupakan makhluk yang emosional, intuitif, dan kreatif. Dengan memahami kedudukan manusia tersebut, prinsip manajemen dapat dikembangkan lebih lanjut. Tokoh yang dapat disebut mewakili aliran ini adalah W. Edwadr Deming, yang mengembangkan prinsip-prinsip manajemen seperti Fayol yang berfokus pada kualitas kerja dan hubungan antar karyawan.&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya pendekatan ini masih membutuhkan waktu untuk sampai dikatakan sebagai aliran manajemen baru. Meskipun demikian pendekatan tersebut cukup populer baik dilingkungan akademis maupun praktis. Ide-ide pendekatan tersebut banyak mempengaruhi praktek manajemen saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. STUDI KASUS DI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penerapan Manajemen Pendidikan di Indonesia&lt;br /&gt;Pendidikan di Indonesia pada dasarnya &lt;br /&gt;2. Beberapa Masalah Manajemen di Indonesia&lt;br /&gt;Sejak zaman orde lama, orde baru sampai sekarang zaman reformasi, sistem pendidikan Nasional kita masih belum mempunyai perubahan yang signifikan. Persoalan pendidikan di Indonesia dewasa ini sangat kompleks. Permasalahan yang besar antara lain menyangkut persoalan mutu pendidikan, pemerataan pendidikan, dan manajemen pendidikan. Mengenai mutu pendidikan menurut Paul Suparno adalah masalah mengenai kurikulum, proses pembelajaran, evaluasi, buku ajar, mutu guru, sarana dan prasarana. Termasuk pemerataan pendidikan adalah masih banyaknya anak umur sekolah yang tidak dapat menikmati pendidikan formal di sekolah. Sedang persoalan manajemen pendidikan adalah menyangkut segala macam pengaturan pendidikan seperti otonomi pendidikan, birokrasi, dan transparansi agar kualitas dam pemerataan pendidikan dapat terselesaikan. [11]&lt;br /&gt;Inilah persoalan yang besar sebenarnya, karena bagaimanapun juga ketika sebuah intitusi pendidikan tidak mempunyai sistim manajemen pendidikan yang baik, maka dapat dipastikan mutu pendidikannya pun bisa jadi tidak baik pula. Sebagaimana yang dirasakan dalam sistem manajemen pendidikan kita dewasa ini, dengan munculnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dimungkinkan akan sedikit menjawab persoalan tersebut. &lt;br /&gt;Di atas juga sudah diterangkan tentang manajemen secara umum yang itu diterapkan dalan manajemen pendidikan kita. Seperti halnya sistem manajemen yang ditemukan oleh tokoh-tokoh manajemen, yaitu (POAC) Planning, Organizing, Actuating, dan Controling. Adalah sistem manajemen yang sangat luar biasa ketika itu dilakasanakan dengan sempurna.&lt;br /&gt;Sistem Manajemen Pendidikan yang terjadi di Indonesia sejak zaman orde baru (yang masih menggunakan manajemen pendidikan sentralistik) sampai kemudian muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah cenderung kepada otomisasi lembaga-lembaga pendidikan (desentralisasi pendidikan), mempunyai arti yang sangat luas. Disamping mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Persoalan inilah yang akan kita bahas selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Analisis&lt;br /&gt;Sejak zaman Orde Baru telah banyak yang di capai dalam pembangunan nasional termasuk bidang pendidikan. Kemajuan ini juga mendapat pengakuan dari seluruh dunia dengan diberikannya penghargaan Avisiena kepada Presiden Republik Indonesia karena keberhasilan melaksanakan wajib belajar sekolah dasar. Namun ditengah-tengah kesuksesan yang telah dicapai tersebut masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan, seperti halnya pengangguran tenaga-tenaga terdidik hasil dari sistem pendidikan kita. Disatu pihak pendidikan kita telah melahirkan lulusan pendidikan tinggi dan menengah tetapi dilain pihak menambah pengangguran. [12] &lt;br /&gt;Sebagaimana dijelaskan oleh H.A.R Tilaar, bahwa di dalam sistem pendidikan sekurang-kurangnya berisi faktor-faktor biaya, pengelola, institusi, dan sistem manajemennya. [13] Sistem manajemen pendidikan kita (era orde lama dan orde baru) masih terlalu sentralistik (pemerintah pusat), sebagaimana kita tahu bahwa suatu sistem yang sentralistik dan birokratik, maka ruang-gerak untuk inovasi sangat terbatas. Demikian pula kreativitas dari para pendidiknya boleh dikatakan menjadi hilang karena segala sesuatu telah ditentukan menurut garis-garis yang ditentukan. Sehingga apa yang diinginkan daerah (lembaga pendidikan) tidak tercapai karena sifat yang sentralistik tersebut. Hasilnya adalah jumlah out-put banyak namun itu menambah pengangguran yang banyak pula.&lt;br /&gt;Pada era reformasi mulai muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seiring dengan bergulirnya otonomi daerah (pelimpahan wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah). Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam bahasa Inggris disebut ”School Based Management” merupakan strategi yang jitu untuk mencapai manajemen sekolah yang efektif dan efisien. Konsep ini pertama kali muncul di Amerika Serikat, latar belakangnya adalah ketika itu masyarakat mempertanyakan apa yang dapat diberikan sekolah kepada masyarakat dan juga apa relevansi dan korelasi pendidikan dengan tuntutan maupun kebutuhan masyarakat. [14]&lt;br /&gt;Model MBS ini adalah suatu ide dimana kekuasaan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendidikan diletakkan pada tempat yang paling dekat dengan proses belajar mengajar, yakni sekolah. Konsep ini didasarkan pada “Self Determination Theory” yang menyatakan bahwa apabila seseorang atau kelompok memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan sendiri, maka orang atau kelompok tersebut akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan tersebut. [15] Dalam pelaksanaan MBS tersirat adanya tugas sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan menggunakan strategi yang lebih memberdayakan semua potensi sekolah secara optimal.&lt;br /&gt;Sisi kelebihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dibandingkan dengan model sentralistik adalah sekolah memiliki kekuasaan, antara lain : (1) mengambil keputusan berkaitan dengan pengelolaan kurikulum; (2) keputusan berkaitan dengan rekruitmen dan pengelolaan guru dan pegawai administrasi; (3) keputusan berkaitan dengan pengelolaan sekolah. Dengan demikian dapat dilihat sekaligus ditegaskan bahwa model MBS ini pada hakekatnya adalah memberikan otonomi yang lebih luas kepada sekolah, dengan tujuan akhir meningkatkan mutu hasil penyelenggaraan pendidikan melalui peningkatan kinerja dan partisipasi semua stakeholdernya.&lt;br /&gt;Demikian pula yang disampaikan Mulyasa bahwa kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa keuntungan berikut : (1) Kebijaksanaan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik, orang tua, dan guru; (2) Bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal; dan (3) Efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti kehadiran, hasil belajar, tingkat pengulangan, tingkat putus sekolah, moral guru, dan iklim sekolah. [16]&lt;br /&gt;Disamping itu dalam sebuah sekolah, tanggung jawab pokok untuk pembentukan moral dan intelektual akhirnya tidak terletak pada salah satu prosedur atau kegiatan baik intra-kurikuler maupun ekstra-kurikuler; akan tetapi terletak pada pengajarnya. Sekolah merupakan kebersamaan bersemuka, tempat hubungan personel otentik antara pengajar dan pelajar dapat berkembang. Tanpa persahabatan ragam itu banyak kekuatan dari pendidikan dan pengajaran akan menghilang. Hubungan saling percaya dan persahabatan otentik antara pengajar dan pelajar merupakan syarat mutlak pertumbuhan sejati dari komitmen kepada nilai-nilai. Proses itu semua akan terwujud ketika berada dalam ruang lingkup manajemen yang baik, dan ini menurut J. Drost, SJ akan terwujud dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) [17].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. KESIMPULAN &lt;br /&gt;1. Kesimpulan&lt;br /&gt;a. Manajemen Pendidikan sebenarnya berkembang dan mengadopsi dari teori Manajemen di bidang ekonomi. Teori Manajemen pada awalnya dikembangkan oleh tokoh-tokoh yang bergerak dalam bidang bisnis.&lt;br /&gt;b. Dalam perkembangannya Teori Manajemen dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : (1) Teori Manajemen Kuno; (2) Teori Manajemen Klasik (tokohnya antara lain Robert Owen (1771-1858) &amp; Charles Babbage (1792-1871) ); dan (3) Teori Manajemen Kontemporer.&lt;br /&gt;c. Perkembangan manajemen pendidikan di Indonesia pada orde baru sangat diwarnai dengan manajemen yang sentralistik, kemudian pada perkembangannya pada era reformasi berkembang menjadi desentralisasi atau dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang intinya sekolah diberi wewenang untuk mengatur semua kegiatan sekolah. Ini seiring dengan pemberian wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah (otonomi daerah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Mulyasa, Dr. M.Pd., Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep, Strategi dan Implementasi), Bandung, PT. Remaja Rosda Karya, cet. 3 &amp; 4, 2003.&lt;br /&gt;H. Syaiful Sagala, Dr. M.Pd., Administrasi Pendidikan Kontemporer, Alfabeta, Bandung. 2000.&lt;br /&gt;H.A.R. Tilaar, Prof. Dr. M.Sc.Ed., Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21), Magelang, Tera Indonesia. 1998.&lt;br /&gt;J. Drost, SJ., Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), Jakarta, PT. Kompas Media Nusantara, 2005.&lt;br /&gt;Luwis R. Benston, Supervision and Management, New York, McGraw Hill Book Company, 1972.&lt;br /&gt;Made Pidarta, Prof. Dr., Manajemen Pendidikan Indonesia, Crt. II, Jakarta, Rineka Cipta, 2004.&lt;br /&gt;Mamduh M. Hanafi, Drs. MBA, Manajemen, Yogyakarta, Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, 1997.&lt;br /&gt;Sondang P. Siagian, Filsafat Administrasi, Jakarta, Gunung Agung, 1985.&lt;br /&gt;Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya, Yogyakarta, Media Wacana Press,  2003.&lt;br /&gt;Wajong J, Fungsi Administrasi Negara, Jakarta, Djambatan, 1983. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/perkembangan-teori-manajemen-pendidikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-1151597585006441082</guid><pubDate>Mon, 20 Jul 2009 04:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-20T11:25:00.287+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Pedoman Pengembangan Muatan Lokal pada KTSP</title><description>A. Latar Beiakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki keanekaragaman multikultur (adat istiadat, tata cara, bahasa, kesenian, kerajinan, keterampilan daerah, dll) merupakan ciri khas yang mernperkaya nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu keanekaragaman tersebut harus seialu dilestarikan dan dikembangkan dengan tetap mernpertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia melalui upaya pendidikan. Pengenalan keadaan lingkungan, sosial, dan budaya kepada peserta didik memungkinkan mereka untuk lebih mengakrabkan dengan Iingkungannya. Pengenalan dan pengembangan lingkungan melalui pendidikan diarahkan untuk menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan yang berkaitan dengan dimasukkannya program muatan lokal dalam Standar Isi dilandasi kenyataan bahwa di Indonesia terdapat beranekaragam kebudayaan. Sekolah tempat program pendidikan dilaksanakan merupakan bagian dari masyarakat. Oleh karena itu, program pendidikan di sekolah perlu memberikan wawasan yang luas pada peserta didik tentang kekhususan yang ada di iingkungannya. Standar Isi yang seluruhnya disusun secara terpusat tidak mungkin dapat mencakup muatan lokal tersebut. Sehingga perlulah disusun mata pelajaran yang berbasis pada muatan lokal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Landasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah&lt;br /&gt;2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2)&lt;br /&gt;3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional&lt;br /&gt;Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Umum&lt;br /&gt;Panduan ini dapat menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Khusus&lt;br /&gt;Mata pelajaran muatan lokal bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi agar peserta didik dapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya,&lt;br /&gt;2. Memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya,&lt;br /&gt;3. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.&lt;br /&gt;KTSP adalah kurikulum ogerasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terQIri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.&lt;br /&gt;Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan melengkapi kurikuiurn nasional.&lt;br /&gt;Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mehgembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahawa dalam satu tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Ruang Lingkup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup muatan lokal adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah. Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Kebutuhan daerah tersebut misalnya kebutuhan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah&lt;br /&gt;b. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu, sesuai dengan keadaan&lt;br /&gt;perekonomian daerah&lt;br /&gt;c. Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk keperluan sehari-hari, dan menunjang&lt;br /&gt;pemberdayaan individu dalam melakukan belajar lebih lanjut (belajar sepanjang hayat)&lt;br /&gt;d. Meningkatkan kemampuan berwirausaha.&lt;br /&gt;2. Lingkup isi/jenis muatan lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-ha! yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ill PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberlakuan KTSP membawa implikasi bagi sekolah dalam melaksanakan KBM sejumlah mata pelajaran, dimana hampir semua mata pelajaran sudah memiliki Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk masing-masing pelajaran. Sedangkan untuk Mata Pelajaran Muatan Lokal yang merupakan kegiatan kurikuler yang harus diajarkan di kelas tidak mempunyai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya. Hal ini membuat kendala bagi sekolah untuk menerapkan Mata Pelajaran Muatan Lokal. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran Muatan Lokal bukanlah pekerjaan yang mudah, karena harus dipersiapkan berbagai hal untuk dapat mengembangkan Mata Pelajaran Muatan Lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pola pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal dalarn rangka menghadapi pelaksanaan KTSP. Pola tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL SESUAI DENGAN KONDISI SEKOLAH SAAT INI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah dalam pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal bagi sekolah yang memang tidak mampu mengembangkannya, langkah tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. Analisis Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mata Pelajaran Muatan Lokal diterapkan di Sekolah?&lt;br /&gt;dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.&lt;br /&gt;Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan melengkapi kurikuiurn nasional.&lt;br /&gt;Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mehgembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahawa dalam satu tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Ruang Lingkup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup muatan lokal adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah. Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan daerah tersebut misalnya kebutuhan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah&lt;br /&gt;b. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu, sesuai dengan keadaan&lt;br /&gt;perekonomian daerah&lt;br /&gt;c. Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk keperluan sehari-hari, dan menunjang&lt;br /&gt;pemberdayaan individu dalam melakukan belajar lebih lanjut (belajar sepanjang hayat)&lt;br /&gt;d. Meningkatkan kemampuan berwirausaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lingkup isi/jenis muatan lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-ha! yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jll PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberlakuan KTSP membawa implikasi bagi sekolah dalam melaksanakan KBM sejumlah mata pelajaran, dimana hampir semua mata pelajaran sudah memiliki Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk masing-masing pelajaran. Sedangkan untuk Mata Pelajaran Muatan Lokal yang merupakan kegiatan kurikuler yang harus diajarkan di kelas tidak mempunyai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya. Hal ini membuat kendala bagi sekolah untuk menerapkan Mata Pelajaran Muatan Lokal. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran Muatan Lokal bukanlah pekerjaan yang mudah, karena harus dipersiapkan berbagai hal untuk dapat mengembangkan Mata Pelajaran Muatan Lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pola pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal dalarn rangka menghadapi pelaksanaan KTSP. Pola tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL SESUAI DENGAN KONDISI SEKOLAH SAAT INI&lt;br /&gt;Langkah dalam pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal bagi sekolah yang memang tidak mampu mengembangkannya, langkah tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. Analisis Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mata Pelajaran Muatan Lokal diterapkan di Sekolah?&lt;br /&gt;Bila Mata Pelajaran Muatan Lokal yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adaiah merubah Mata Pelajaran Muatan Lokal tersebut ke dalam SK dan KD&lt;br /&gt;Bila Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mata Pelajaran Muatan Lokal dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan muatan lokal yang lebih sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGEM8ANGAN MUATAN LOKAL DALAM KTSP&lt;br /&gt;1. Proses Pengembangan&lt;br /&gt;Mata Pelajaran Muatan lokal pengembangannya sepenuhnya ditangani oleh sekolah dan komite sekolah yang membutuhkan penanganan secara profesional dalam merencanakan, mengelola, dan melaksanakannya. Dengan demikian di samping mendukung pembangunan daerah dan pembangunan nasional, perencanaan, pengelolaan, maupun pelaksanaan muatan lokal memperhatikan keseimbangan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Penanganan secara profesional muatan iokal merupakan tanggung jawab pemangku kepentingan (stakeholders) yaitu sekolah dan komite sekolah.&lt;br /&gt;Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal oleh sekolah dan komite sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah&lt;br /&gt;b. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal&lt;br /&gt;c. Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal&lt;br /&gt;d. Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal&lt;br /&gt;e. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus, dengan&lt;br /&gt;mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah&lt;br /&gt;Kegiatan ini dilakukan untuk menelaah dan mendata berbagai keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Data tersebut dapat diperoleh dari berbagai pihak yang terkait di daerah yang bersangkutan seperti Pemda/Bappeda, Instansi vertikal terkait, Perguruan Tinggi, dan dunia usaha/industri. Keadaan daerah seperti telah disebutkan di atas dapat ditinjau dari potensi daerah yang bersangkutan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kekayaan alam. Kebutuhan daerah dapat diketahui antara lain dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Rencana pembangunan daerah bersangkutan termasuk prioritas pembangunan daerah,&lt;br /&gt;baik pembangunan jangka pendek, pembangunan jangka panjang, maupun&lt;br /&gt;pembangunan berkelanjutan (sustainable development);&lt;br /&gt;2) Pengembangan ketenagakerjaan termasuk jenis kemampuan-kemampuan dan&lt;br /&gt;keterampilan-keterampilan yang diperlukan;&lt;br /&gt;3) Aspirasi masyarakat mengenai pelestarian alam dan pengembangan daerahnya, serta&lt;br /&gt;konservasi alam dan pemberdayaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal&lt;br /&gt;Berdasarkan kajian dari beberapa sumber seperti di atas dapat diperoleh berbagai jenis kebutuhan. Berbagai jenis kebutuhan ini dapat mencerminkan fungsi muatan lokal di daerah, antara lain untuk:&lt;br /&gt;1) Meiestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah;&lt;br /&gt;2) Meningkatkan keterampilan di bidang pekerjaan tertentu;&lt;br /&gt;3) Meningkatkan kemampuan berwiraswasta;&lt;br /&gt;4) Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk keperluan sehari-hari;&lt;br /&gt;c. Menentukan bahan kajian muatan lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini pada dasarnya untuk mendata dan mengkaji berbagai kemungkinan muatan lokal yang dapat diangkat sebagai bahan kajian sesuai dengan dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Penentuan bahan kajian muatan lokal didasarkan pada kriteria berikut:&lt;br /&gt;1) Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik;&lt;br /&gt;2) Kemampuan guru dan ketersediaan tenaga pendidik yang diperlukan;&lt;br /&gt;3) Tersedianya sarana dan prasarana&lt;br /&gt;4) Tidak bertentangan dengan agama dan nilai luhur bangsa&lt;br /&gt;5) Tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan&lt;br /&gt;6) Kelayakan berkaitan dengan pelaksanaan di sekolah;&lt;br /&gt;7) Lain-lain yang dapat dikembangkan sendiri sesuai dengan kondisi dan situasi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bahan kajian muatan lokal tersebut dapat ditentukan kegiatan pembelajarannya. Kegiatan pembelajaran ini pada dasarnya dirancang agar bahan kajian muatan lokal dapat memberikan bekai pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Kegiatan ini berupa kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah, dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Serangkaian kegiatan pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah dan komite sekolah kemudian ditetapkan oleh sekolah dan komite sekolah untuk dijadikan nama mata pelajaran muatan lokal. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus, dengan&lt;br /&gt;mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP.&lt;br /&gt;1) Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar adalah langkah awal dalam&lt;br /&gt;membuat mata pelajaran muatan lokal agar dapat dilaksanakan di sekolah. Adapun&lt;br /&gt;langkah-langkah dalam mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar&lt;br /&gt;adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Pengembangan Standar Kompetensi&lt;br /&gt;Standar kompetensi adalah menentukan kompetensi yang didasarkan pada materi sebagai basis pengetahuan.&lt;br /&gt;b) Pengembangan Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;Kompetensi dasar merupakan kompetensi yang harus dikuasai siswa. Penentuan ini dilakukan dengan melibatkan guru, ahli bidang kajian, ahli dari instansi lain yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pengembangan silabus secara umum mencakup:&lt;br /&gt;a) Mengembangkan indikator&lt;br /&gt;b) Mengidentifikasi materi pembelajaran&lt;br /&gt;c) Mengembangkan kegiatan pembelajaran&lt;br /&gt;d) Pengalokasian waktu&lt;br /&gt;e) Pengembangan penilaian&lt;br /&gt;f) Menentukan Sumber Beiajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah tersebut dapat mengacu pada penyusunan silabus mata pelajaran.&lt;br /&gt;Pihak yang Teribat dalam Pengembangan Sekolah dan komite sekolah mempunyai wewenang penuh dalam mengembangkan program muatan lokal. Bila dirasa tidak mempunyai SDM dalam mengembangkan sekolah dan komite sekolah dapat bekerjasama dengan dengan unsur-unsur Depdiknas seperti Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Perguruan Tinggi dan instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya pemerintah Daerah/Bapeda, Dinas Departemen lain terkait, dunia usaha/industri, tokoh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran, tugas dan tanggung jawab TPK secara umum adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;a. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah masing-rnasing;&lt;br /&gt;b. Menentukan komposisi atau susunan jenis muatan lokal;&lt;br /&gt;c. Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal sesuai dengan keadaan dan kebutuhan daerah&lt;br /&gt;masing-masing;&lt;br /&gt;d. Menentukan prioritas bahan kajian muatan lokal yang akan dilaksanakan;&lt;br /&gt;e. Mengembangkan silabus muatan lokal dan perangkat kurikulum muatan lokal lainnya, yang dilakukan bersama sekolah, mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP&lt;br /&gt;Reran Perguruan Tinggi dan LPMP antara lain memberikan bimbingan dan bantuan teknis dalam:&lt;br /&gt;a. Mengidentifikasi dan menjabarkan keadaan, potensi, dan kebutuhan lingkungan ke dalam&lt;br /&gt;komposisi jenis muatan lokal;&lt;br /&gt;b. Menentukan lingkup masing-masing bahan kajian/pelajaran;&lt;br /&gt;c. Menentukan metode pengajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik&lt;br /&gt;dan jenis bahan kajian/pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran instansi/lembaga di luar Depdiknas secara umum adalah:&lt;br /&gt;a. Memberikan informasi mengenai potensi daerah yang meliputi aspek sosial, ekonomi,&lt;br /&gt;budaya, kekayaan alam, dan sumber daya manusia yang ada di daerah yang bersangkutan,&lt;br /&gt;serta prioritas pembangunan daerah di berbagai sektor yang dikaitkan dengan sumber daya manusia yang dibutuhkan;&lt;br /&gt;b. Memberikan gambaran mengenai kemampuan-kemampuan dan keterampilan yang&lt;br /&gt;diperlukan pada sektor-sektor tertentu;&lt;br /&gt;c. Memberikan sumbangan pernikiran, pertimbangan, dan tenaga dalam menentukan prioritas muatan lokal sesuai dengan nilai-nilai dan norma setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini rambu-rambu untuk diperhatikan dalam pelaksanaan muatan lokal.&lt;br /&gt;a. Sekolah yang mampu mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar beserta&lt;br /&gt;silabusnya dapat melaksanakan mata pelajaran muatan lokal. Apabila sekolah belum mampu mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar beserta silabusnya sekolah dapat melaksanakan muatan lokal berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah yang terdekat yang masih dalam satu daerahnya. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan dapat meminta bantuan TPK daerah, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bahan kajian hendaknya sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik yang mencakup perkembangan pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial peserta didik. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam peiaksanaan muatan lokal dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Program pengajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan dengan peserta didik yang meliputi dekat secara fisik dan secara psikis. Dekat secara fisik maksudnya terdapat dalam lingkungan tempat tinggal dan sekoiah peserta didik, sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahwa bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. Untuk itu, bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip belajar yaitu: (1) bertitik tolak dari hai-hal konkret ke abstrak; (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui; (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru; (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Seiain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Seiain itu guru hendaknya dapat memiiih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d VI atau dari kelas VII s.d IX, dan X s.d XII. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester, dua semester atau satu tahun ajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Alokasi waktu untuk bahan kajian/peiajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester.&lt;br /&gt;Silabus&lt;br /&gt;Komponen silabus minimal memuat: a), identitas sekolah, b). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, c). Materi Pembelajaran, d). Indikator, e). Kegiatan Pembelajaran, f). Alokasi waktu, g). Penilaian, dan h). Sumber Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)&lt;br /&gt;Setelah silabus selesai dibuat, maka guru perlu merencanakan pelaksanaan pembelajaran untuk satu kali tatap muka. Adapun komponen dari RPP minimal memuat: a). Tujuan pembelajaran, b). Indikator, c). Materi Ajar/Pembelajaran, d). Kegiatan Pembelajaran, e) Metode Pengajaran, f). Sumber Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian&lt;br /&gt;Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.&lt;br /&gt;Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.&lt;br /&gt;a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.&lt;br /&gt;b. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.&lt;br /&gt;c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa.&lt;br /&gt;d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.&lt;br /&gt;e. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/pedoman-pengembangan-muatan-lokal-pada.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-4514937884004211486</guid><pubDate>Sat, 18 Jul 2009 04:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-18T11:28:42.155+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>PSIKOLOGI PENDIDIKAN</title><description>A. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar (Whiterington, 1982:10). Dari batasan di atas terlihat adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan tindakan belajar. Karena itu, tidak mengherankan apabila beberapa ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa lapangan utama studi psikologi pendidikan adalah soal belajar. Dengan kata lain, psikologi pendidikan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena konsentrasinya pada persoalan belajar, yakni persoalan-persoalan yang senantiasa melekat pada subjek didik, maka konsumen utama psikologi pendidikan ini pada umumnya adalah pada pendidik. Mereka memang dituntut untuk menguasai bidang ilmu ini agar mereka, dalam menjalankan fungsinya, dapat menciptakan kondisi-kondisi yang memiliki daya dorong yang besar terhadap berlangsungnya tindakan-tindakan belajar secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mendorong Tindakan Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya orang beranggapan bahwa pendidik adalah sosok yang memiliki sejumlah besar pengetahuan tertentu, dan berkewajiban menyebarluaskannya kepada orang lain. Demikian juga, subjek didik sering dipersepsikan sebagai sosok yang bertugas mengkonsumsi informasi-informasi dan pengetahuan yang disampaikan pendidik. Semakin banyak informasi pengetahuan yang mereka serap atau simpan semakin baik nilai yang mereka peroleh, dan akan semakin besar pula pengakuan yag mereka dapatkan sebagai individu terdidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan-anggapan seperti ini, meskipun sudah berusia cukup tua, tidak dapat dipertahankan lagi. Fungsi pendidik menjejalkan informasi pengetahuan sebanyak-banyakya kepada subjek didik dan fungsi subjek didik menyerap dan mengingat-ingat keseluruhan  informasi itu, semakin tidak relevan lagi mengingat bahwa pengetahuan itu sendiri adalah sesuatu yang dinamis dan tidak terbatas. Dengan kata lain, pengetahuan-pengetahuan (yang dalam perasaan dan pikiran manusia dapat dihimpun) hanya bersifat sementara dan berubah-ubah, tidak mutlak (Goble, 1987 : 46). Gugus pengetahuan yang dikuasai dan disebarluaskan saat ini, secara relatif, mungkin hanya berfungsi untuk saat ini, dan tidak untuk masa lima hingga sepuluh tahun ke depan. Karena itu, tidak banyak artinya menjejalkan informasi pengetahuan kepada subjek didik, apalagi bila hal itu terlepas dari konteks pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian bukan berarti fungsi traidisional pendidik untuk menyebarkan informasi pengetahuan harus dipupuskan sama sekali. Fungsi ini, dalam batas-batas tertentu, perlu dipertahankan, tetapi harus dikombinasikan dengan fungsi-fungsi sosial yang lebih luas, yakni membantu subjek didik untuk memadukan informasi-informasi yang terpecah-pecah dan tersebar ke dalam satu falsafah yang utuh. Dengan kata lain dapat diungkapkan bahwa menjadi seorang pendidik dewasa ini berarti juga menjadi “penengah” di dalam perjumpaan antara subjek didik dengan himpunan informasi faktual yang setiap hari mengepung kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penengah, pendidik harus mengetahui dimana letak sumber-sumber informasi pengetahuan tertentu dan mengatur mekanisme perolehannya apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh subjek didik.Dengan perolehan informasi pengetahuan tersebut, pendidik membantu subjek didik untuk mengembangkan kemampuannya mereaksi dunia sekitarnya. Pada momentum inilah tindakan belajar dalam pengertian yang sesungguhya terjadi, yakni ketika subjek didik belajar mengkaji kemampuannya secara realistis dan menerapkannya untuk mencapai kebutuhan-kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari deskripsi di atas terlihat bahwa indikator dari satu tindakan belajar yang berhasil adalah : bila subjek didik telah mengembangkan kemampuannya sendiri. Lebih jauh lagi, bila subjek didik berhasil menemukan dirinya sendiri ; menjadi dirinya sendiri. Faure (1972) menyebutnya sebagai “learning to be”.&lt;br /&gt;Adalah tugas pendidik untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi berlangsungnya tindakan belajar secara efektif. Kondisi yang kondusif itu tentu lebih dari sekedar memberikan penjelasan tentang hal-hal yang termuat di dalam buku teks, melainkan mendorong, memberikan inspirasi, memberikan motif-motif dan membantu subjek didik dalam upaya mereka mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan (Whiteherington, 1982:77). Inilah fungsi motivator, inspirator dan fasilitator dari seorang pendidik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar fungsi pendidik sebagai motivator, inspirator dan fasilitator dapat dilakonkan dengan baik, maka pendidik perlu memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar subjek didik. Faktor-faktor itu lazim dikelompokkan atas dua bahagian, masing-masing faktor fisiologis dan faktor psikologis (Depdikbud, 1985 :11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Faktor Fisiologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor fisiologis ini mencakup faktor material pembelajaran, faktor lingkungan, faktor instrumental dan faktor kondisi individual subjek didik.Material pembelajaran turut menentukan bagaimana proses dan hasil belajar yang akan dicapai subjek didik. Karena itu, penting bagi pendidik untuk mempertimbangkan kesesuaian material pembelajaran dengan tingkat kemampuan subjek didik ; juga melakukan gradasi material pembelajaran dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat lebih kompeks.&lt;br /&gt;Faktor lingkungan, yang meliputi lingkungan alam dan lingkungan sosial, juga perlu mendapat perhatian. Belajar dalam kondisi alam yang segar selalu lebih efektif dari pada sebaliknya. Demikian pula, belajar padapagi hari selalu memberikan hasil yang lebih baik dari pada sore hari. Sementara itu, lingkungan sosial yang hiruk pikuk, terlalu ramai, juga kurang kondisif bagi proses dan pencapaian hasil belajar yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah pentingnya untuk dipahami adalah faktor-faktor instrumental, baik yang tergolong perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Perangkat keras seperti perlangkapan belajar, alat praktikum, buku teks dan sebagainya sangat berperan sebagai sarana pencapaian tujuan belajar. Karenanya, pendidik harus memahami dan mampu mendayagunakan faktor-faktor instrumental ini seoptimal mungkin demi efektifitas pencapaian tujuan-tujuan belajar.&lt;br /&gt;Faktor fisiologis lainnya yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar adalah kondisi individual subjek didik sendiri. Termasuk ke dalam faktor ini adalah kesegaran jasmani dan kesehatan indra. Subjek didik yang berada dalam kondisi jasmani yang kurang segar tidak akan memiliki kesiapan yang memadai untuk memulai tindakan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Faktor Psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor psikologis yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar jumlahnya banyak sekali, dan masing-masingnya tidak dapat dibahas secara terpisah.&lt;br /&gt;Perilaku individu, termasuk perilaku belajar, merupakan totalitas penghayatan dan aktivitas yang lahir sebagai hasil akhir saling pengaruh antara berbagai gejala, seperti perhatian, pengamatan, ingatan, pikiran dan motif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.Perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentulah dapat diterima bahwa subjek didik yang memberikan perhatian intensif dalam belajar akan memetik hasil yang lebih baik. Perhatian intensif ditandai oleh besarnya kesadaran yang menyertai aktivitas belajar. Perhatian intensif subjek didik ini dapat dieksloatasi sedemikian rupa melalui strategi pembelajaran tertentu, seperti menyediakan material pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan subjek didik, menyajikan material pembelajaran dengan teknik-teknik yang bervariasi dan kreatif, seperti bermain peran (role playing), debat dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi pemebelajaran seperti ini juga dapat memancing perhatian yang spontan dari subjek didik. Perhatian yang spontan dimaksudkan adalah perhatian yang tidak disengaja, alamiah, yang muncul dari dorongan-dorongan instingtif untuk mengetahui sesuatu, seperti kecendrungan untuk mengetahui apa yang terjadi di sebalik keributan di samping rumah, dan lain-lain. Beberapa hasil penelitian psikologi menunjukkan bahwa perhatian spontan cendrung menghasilkan ingatan yang lebih lama dan intensif dari pada perhatian yang disengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.Pengamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan adalah cara pengenalan dunia oleh subjek didik melalui penglihatan, pendengaran, perabaan, pembauan dan pengecapan. Pengamatan merupakan gerbang bai masuknya pengaruh dari luar ke dalam individu subjek didik, dan karena itu pengamatan penting artinya bagi pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kepentingan pengaturan proses pembelajaran, para pendidik perlu memahami keseluruhan modalitas pengamatan tersebut, dan menetapkan secara analitis manakah di antara unsur-unsur modalitas pengamatan itu yang paling dominan peranannya dalam proses belajar. Kalangan psikologi tampaknya menyepakati bahwa unsur lainnya dalam proses belajar. Dengan kata lain, perolehan informasi pengetahuan oleh subjek didik lebih banyak dilakukan melalui penglihatan dan pendengaran.&lt;br /&gt;Jika demikian, para pendidik perlu mempertimbangkan penampilan alat-alat peraga di dalam penyajian material pembelajaran yang dapat merangsang optimalisasi daya penglihatan dan pendengaran subjek didik. Alat peraga yang dapat digunakan, umpamanya ; bagan, chart, rekaman, slide dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.Ingatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis, ada 3 aspek yang berkaitan dengan berfungsinya ingatan, yakni (1) menerima  kesan, (2) menyimpan kesan, dan (3) memproduksi kesan. Mungkin karena fungsi-fungsi inilah, istilah “ingatan” selalu didefinisikan sebagai kecakapan untuk menerima, menyimpan dan mereproduksi kesan.&lt;br /&gt;Kecakapan merima kesan sangat sentral peranannya dalam belajar. Melalui kecakapan inilah, subjek didik mampu mengingat hal-hal yang dipelajarinya.&lt;br /&gt;Dalam konteks pembelajaran, kecakapan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya teknik pembelajaran yang digunakan pendidik. Teknik pembelajaran yang disertai dengan penampilan bagan, ikhtisar dan sebagainya kesannya akan lebih dalam pada subjek didik. Di samping itu, pengembangan teknik pembelajaran yang mendayagunakan “titian ingatan” juga lebih mengesankan bagi subjek didik, terutama untuk material pembelajaran berupa rumus-rumus atau urutan-urutan lambang tertentu. Contoh kasus yang menarik adalah mengingat nama-nama kunci nada g (gudeg), d (dan), a (ayam), b (bebek) dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain dari ingatan adalah kemampuan menyimpan kesan atau mengingat. Kemampuan ini tidak sama kualitasnya pada setiap subjek didik. Namun demikian, ada hal yang umum terjadi pada siapapun juga : bahwa segera setelah seseorang selesai melakukan tindakan belajar, proses melupakan akan terjadi. Hal-hal yang dilupakan pada awalnya berakumulasi dengan cepat, lalu kemudian berlangsung semakin lamban, dan akhirnya sebagian hal akan tersisa dan tersimpan dalam ingatan untuk waktu yang relatif lama.&lt;br /&gt;Untuk mencapai proporsi yang memadai untuk diingat, menurut kalangan psikolog pendidikan, subjek didik harus mengulang-ulang hal yang dipelajari dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Implikasi pandangan ini dalam proses pembelajaran sedemikian rupa sehingga memungkinkan bagi subjek didik untuk mengulang atau mengingat kembali material pembelajaran yang telah dipelajarinya. Hal ini, misalnya, dapat dilakukan melalui pemberian tes setelah satu submaterial pembelajaran selesai.&lt;br /&gt;Kemampuan resroduksi, yakni pengaktifan atau prosesproduksi ulang hal-hal yang telah dipelajari, tidak kalah menariknya untuk diperhatikan. Bagaimanapun, hal-hal yang telah dipelajari, suatu saat, harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan tertentu subjek didik, misalnya kebutuhan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam ujian ; atau untuk merespons tantangan-tangan dunia sekitar.&lt;br /&gt;Pendidik dapat mempertajam kemampuan subjek didik dalam hal ini melalui pemberian tugas-tugas mengikhtisarkan material pembelajaran yang telah diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4.Berfikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam didi seseorang yang berupa pengertian-perngertian. Dari gambaran ini dapat dilihat bahwa berfikir pada dasarnya adalah proses psikologis dengan tahapan-tahapan berikut : (1) pembentukan pengertian, (2) penjalinan pengertian-pengertian, dan (3) penarikan kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berfikir pada manusia alamiah sifatnya. Manusia yang lahir dalam keadaan normal akan dengan sendirinya memiliki kemampuan ini dengan tingkat yang reletif berbeda. Jika demikian, yang perlu diupayakan dalam proses pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan ini, dan bukannya melemahkannya. Para pendidik yang memiliki kecendrungan untuk memberikan penjelasan yang “selengkapnya” tentang satu material pembelajaran akan cendrung melemahkan kemampuan subjek didik untuk berfikir. Sebaliknya, para pendidik yang lebih memusatkan pembelajarannya pada pemberian pengertian-pengertian atau konsep-konsep kunci yang fungsional akan mendorong subjek didiknya mengembangkan kemampuan berfikir mereka. Pembelajaran seperti ni akan menghadirkan tentangan psikologi bagi subjek didik untuk merumuskan kesimpulan-kesimpulannya secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5.Motif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif adalah keadaan dalam diri subjek didik yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu. Motif boleh jadi timbul dari rangsangan luar, seperti pemberian hadiah bila seseorang dapat menyelesaikan satu tugas dengan baik. Motif semacam ini sering disebut motif ekstrensik. Tetapi tidak jarang pula motif tumbuh di dalam diri subjek didik sendiri yang disebut motif intrinsik. Misalnya, seorang subjek didik gemar membaca karena dia memang ingin mengetahui lebih dalam tentang sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks belajar, motif intrinsik tentu selalu lebih baik, dan biasanya berjangka panjang. Tetapi dalam keadaan motif intrinsik tidak cukup potensial pada subjek didik, pendidik perlu menyiasati hadirnya motif-motif ekstrinsik. Motif ini, umpamanya, bisa dihadirkan melalui penciptaan suasana kompetitif di antara individu maupun kelompok subjek didik. Suasana ini akan mendorong subjek didik untuk berjuang atau berlomba melebihi yang lain.Namun demikian, pendidik harus memonitor suasana ini secara ketat agar tidak mengarah kepada hal-hal yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif ekstrinsik bisa juga dihadirkan melalui siasat “self competition”, yakni menghadirkan grafik prestasi individual subjek didik.Melalui grafik ini, setiap subjek didik dapat melihat kemajuan-kemajuannya sendiri. Dan sekaligus membandingkannya dengan kemajuan yang dicapai teman-temannya.Dengan melihat grafik ini, subjek didik akan terdorong untuk meningkatkan prestasinya supaya tidak berada di bawah prestasi orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/psikologi-pendidikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-2477761448200528805</guid><pubDate>Sat, 18 Jul 2009 04:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-18T11:22:24.348+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Pengembangan Diri dalam KTSP</title><description>A. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, pemerintah terus berupaya melakukan berbagai reformasi dalam bidang pendidikan, diantaranya adalah dengan diluncurkannya Peraturan Mendiknas No. 22 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Mendiknas No. 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk mengatur pelaksanaan peraturan tersebut pemerintah mengeluarkan pula Peraturan Mendiknas No 24 tahun 2006.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari ketiga peraturan tersebut memuat beberapa hal penting diantaranya bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang kemudian dipopulerkan dengan istilah KTSP. Di dalam KTSP, struktur kurikulum yang dikembangkan mencakup tiga komponen yaitu: (1) Mata Pelajaran; (2) Muatan Lokal dan (3) Pengembangan Diri. &lt;br /&gt;Komponen Pengembangan Diri merupakan komponen yang relatif baru dan berlaku untuk dikembangkan pada semua jenjang pendidikan. Sebagai sesuatu yang dianggap baru, kehadirannya menarik untuk didiskusikan dan diperdebatkan, Sejumlah pertanyaan banyak diajukan diantaranya saja : Apa hakekat Pengembangan Diri itu ? dan Bagaimana pula pelaksanaan kegiatan Pengembangan Diri di sekolah ?&lt;br /&gt;Oleh karena itu, melalui tulisan ini akan dipaparkan secara teoritik tentang hakekat pengembangan diri dan beberapa alternatif pemikiran tentang pelaksanaan kegiatan pengembangan diri di sekolah, untuk dijadikan sebagai salah satu bahan rujukan dalam kegiatan Pengembangan Diri di sekolah-sekolah, sehingga kegiatan Pengembangan Diri di sekolah lebih dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Hakekat Pengembangan Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan istilah Pengembangan Diri dalam kebijakan kurikulum memang relatif baru. Kehadirannya menarik untuk didiskusikan baik secara konseptual maupun dalam prakteknya. Jika menelaah literatur tentang teori-teori pendidikan, khususnya psikologi pendidikan, istilah pengembangan diri disini tampaknya dapat disepadankan dengan istilah pengembangan kepribadian, yang sudah lazim digunakan dan banyak dikenal. Meski sebetulnya istilah diri (self) tidak sepenuhnya identik dengan kepribadian (personality). Istilah diri dalam bahasa psikologi disebut pula sebagai aku, ego atau self yang merupakan salah satu aspek sekaligus inti dari kepribadian, yang di dalamnya meliputi segala kepercayaan, sikap, perasaan, dan cita-cita, baik yang disadari atau pun yang tidak disadari. Aku yang disadari oleh individu biasa disebut self picture (gambaran diri), sedangkan aku yang tidak disadari disebut unconscious aspect of the self (aku tak sadar) (Nana Syaodich Sukmadinata, 2005). Menurut Freud (Calvin S. Hall &amp; Gardner Lindzey, 1993) ego atau diri merupakan eksekutif kepribadian untuk mengontrol tindakan (perilaku) dengan mengikuti prinsip kenyataan atau rasional, untuk membedakan antara hal-hal terdapat dalam batin seseorang dengan hal-hal yang terdapat dalam dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki kepercayaan, sikap, perasaan dan cita-cita akan dirinya, ada yang realistis atau justru tidak realistis. Sejauh mana individu dapat memiliki kepercayaan, sikap, perasaan dan cita-citanya akan berpengaruh terhadap perkembangan kepribadiannya, terutama kesehatan mentalnya. &lt;br /&gt;Kepercayaan, sikap, perasaan dan cita-cita akan seseorang akan dirinya secara tepat dan realistis memungkinkan untuk memiliki kepribadian yang sehat. Namun, sebaliknya jika tidak tepat dan tidak realistis boleh jadi akan menimbulkan pribadi yang bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan akan dirinya yang berlebihan (over confidence) menyebabkan seseorang dapat bertindak kurang memperhatikan lingkungannya dan cenderung melabrak norma dan etika standar yang berlaku, serta memandang sepele orang lain. Selain itu, orang yang memiliki over confidence sering memiliki sikap dan pemikiran yang over estimate terhadap sesuatu. Sebaliknya kepercayaan diri yang kurang, dapat menyebabkan seseorang cenderung bertindak ragu-ragu, rasa rendah diri dan tidak memiliki keberanian. Kepercayaan diri yang berlebihan maupun kurang dapat menimbulkan kerugian tidak hanya bagi dirinya namun juga bagi lingkungan sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, setiap orang memiliki sikap dan perasaan tertentu terhadap dirinya. Sikap akan diwujudkan dalam bentuk penerimaan atau penolakan akan dirinya, sedangkan perasaan dinyatakan dalam bentuk rasa senang atau tidak senang akan keadaan dirinya. Sikap terhadap dirinya berkaitan erat dengan pembentukan harga diri (penilaian diri), yang menurut Maslow merupakan salah satu jenis kebutuhan manusia yang amat penting. Sikap dan mencintai diri yang berlebihan merupakan gejala ketidaksehatan mental, biasa disebut narcisisme. Sebaliknya, orang yang membenci dirinya secara berlebihan dapat menimbulkan masochisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, setiap orang pun memiliki cita-cita akan dirinya. Cita-cita yang tidak realistis dan berlebihan, serta sangat sulit untuk dicapai mungkin hanya akan berakhir dengan kegagalan yang pada akhirnya dapat menimbulkan frustrasi, yang diwujudkan dalam bentuk perilaku salah-suai (maladjusted). Sebaliknya, orang yang kurang memiliki cita-cita tidak akan mendorong ke arah kemajuan.&lt;br /&gt;Berkenaan dengan diri atau ego ini, John F. Pietrofesa (1971) mengemukakan tiga komponen tentang diri, yaitu : (1) aku ideal (ego ideal); (2) aku yang dilihat dirinya (self as seen by self); dan (3) aku yang dilihat orang lain (self as seen by others). Dalam keadaan ideal ketiga aku ini persis sama dan menunjukkan kepribadian yang sehat, sementara jika terjadi perbedaan-perbedaan yang signifikan diantara ketiga aku tersebut merupakan gambaran dari ketidakutuhan dan ketidaksehatan kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan dasar teoritik tersebut di atas, kita bisa melihat arah dan hasil yang diharapkan dari kegiatan Pengembangan Diri di sekolah yaitu terbentuknya keyakinan, sikap, perasaan dan cita-cita para peserta didik yang realistis, sehingga peserta didik dapat memiliki kepribadian yang sehat dan utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konseptual, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 kita mendapati rumusan tentang pengembangan diri, sebagai berikut :&lt;br /&gt;Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik. &lt;br /&gt;Berdasarkan rumusan di atas dapat diketahui bahwa Pengembangan Diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Dengan sendirinya, pelaksanaan kegiatan pengembangan diri jelas berbeda dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran. Seperti pada umumnya, kegiatan belajar mengajar untuk setiap mata pelajaran dilaksanakan dengan lebih mengutamakan pada kegiatan tatap muka di kelas, sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan berdasarkan kurikulum (pembelajaran reguler), di bawah tanggung jawab guru yang berkelayakan dan memiliki kompetensi di bidangnya. Walaupun untuk hal ini dimungkinkan dan bahkan sangat disarankan untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran di luar kelas guna memperdalam materi dan kompetensi yang sedang dikaji dari setiap mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kegiatan pengembangan diri seyogyanya lebih banyak dilakukan di luar jam reguler (jam efektif), melalui berbagai jenis kegiatan pengembangan diri. Salah satunya dapat disalurkan melalui berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan sekolah, di bawah bimbingan pembina ekstra kurikuler terkait, baik pembina dari unsur sekolah maupun luar sekolah. Namun perlu diingat bahwa kegiatan ekstra kurikuler yang lazim diselenggarakan di sekolah, seperti: pramuka, olah raga, kesenian, PMR, kerohanian atau jenis-jenis ekstra kurikuler lainnya yang sudah terorganisir dan melembaga bukanlah satu-satunya kegiatan untuk pengembangan diri.&lt;br /&gt;Di bawah bimbingan guru maupun orang lain yang memiliki kompetensi di bidangnya, kegiatan pengembangan diri dapat pula dilakukan melalui kegiatan-kegiatan di luar jam efektif yang bersifat temporer, seperti mengadakan diskusi kelompok, permainan kelompok, bimbingan kelompok, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat kelompok. Selain dilakukan melalui kegiatan yang bersifat kelompok, kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan pula melalui kegiatan mandiri, misalnya seorang siswa diberi tugas untuk mengkaji buku, mengunjungi nara sumber atau mengunjungi suatu tempat tertentu untuk kepentingan pembelajaran dan pengembangan diri siswa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kegiatan di luar kelas, dalam hal-hal tertentu kegiatan pengembangan diri bisa saja dilakukan secara klasikal dalam jam efektif, namun seyogyanya hal ini tidak dijadikan andalan, karena bagaimana pun dalam pendekatan klasikal kesempatan siswa untuk dapat mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minatnya relatif terbatasi. Hal ini tentu saja akan menjadi kurang relevan dengan tujuan dari pengembangan diri itu sendiri sebagaimana tersurat dalam rumusan tentang pengembangan diri di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terjadi pengurangan jumlah jam efektif setiap minggunya, namun dengan adanya pengembangan diri maka sebetulnya aktivitas pembelajaran diri siswa tidaklah berkurang, siswa justru akan lebih disibukkan lagi dengan berbagai kegiatan pengembangan diri yang memang lebih bersifat ekspresif, tanpa “terkerangkeng” di dalam ruangan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pengembangan diri harus memperhatikan prinsip keragaman individu. Secara psikologis, setiap siswa memiliki kebutuhan, bakat dan minat serta karakateristik lainnya yang beragam. Oleh karena itu, bentuk kegiatan pengembangan diri pun seyogyanya dapat menyediakan beragam pilihan.&lt;br /&gt;Hal yang fundamental dalam dalam kegiatan Pengembangan Diri bahwa pelaksanaan pengembangan diri harus terlebih dahulu diawali dengan upaya untuk mengidentifikasi kebutuhan, bakat dan minat, yang dapat dilakukan melalui teknik tes (tes kecerdasan, tes bakat, tes minat dan sebagainya) maupun non tes (skala sikap, inventori, observasi, studi dokumenter, wawancara dan sebagainya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, peranan bimbingan dan konseling menjadi amat penting, melalui kegiatan aplikasi instrumentasi data dan himpunan data, bimbingan dan konseling seyogyanya dapat menyediakan data yang memadai tentang kebutuhan, bakat, minat serta karakteristik peserta didik lainnya. Data tersebut menjadi bahan dasar untuk penyelenggaraan Pengembangan Diri di sekolah, baik melalui kegiatan yang bersifat temporer, kegiatan ekstra kurikuler, maupun melalui layanan bimbingan dan konseling itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harus diperhatikan pula bahwa kegiatan Pengembangan Diri tidak identik dengan Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling tetap harus ditempatkan sebagai bagian integral dari sistem pendidikan di sekolah dengan keunikan karakteristik pelayanannya.&lt;br /&gt;Terkait dengan penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah kemungkinan besar akan menggunakan konsep baru menggantikan Pola 17 yang selama ini diterapkan. Ke depannya kemungkinan akan digunakan konsep baru yang lebih dikenal sebutan imbingan dan Konseling Komprehensif dan Pengembangan (Developmental and Comprehensive Guidance and Counseling), dimana layanan Bimbingan dan Konseling lebih bersifat menyeluruh (guidance for all) dan tidak lagi terfokus pada pendekatan klinis (clinical atau therapeutical approach) akan tetapi lebih mengutamakan pendekatan pengembangan (developmental approach). Dalam hal ini, Sofyan S. Willis (2005) mengemukakan perbedaan dari kedua pendekatan tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan Pengembangan :&lt;br /&gt;• Bersifat pedagogis &lt;br /&gt;• Melihat potensi klien (siswa) &lt;br /&gt;• Berorientasi pengembangan potensi positif klien (siswa) &lt;br /&gt;• Menggembirakan klien (siswa) &lt;br /&gt;• Dialog konselor menyentuh klien (siswa), klien (siswa) terbuka &lt;br /&gt;• Bersifat humanistik- religius &lt;br /&gt;• Klien (siswa) sebagai subyek memegang peranan, memutuskan tentang dirinya &lt;br /&gt;• Konselor hanya membantu dan memberi alternatif-alternatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan Klinis (Model Lama):&lt;br /&gt;• Bersifat klinis &lt;br /&gt;• Melihat kelemahan klien &lt;br /&gt;• Berorientasi pemecahan masalah klien (siswa) &lt;br /&gt;• Konselor serius &lt;br /&gt;• Klien (siswa) sering tertutup &lt;br /&gt;• Dialog menekan perasaan klien &lt;br /&gt;• Klien sebagai obyek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, layanan Bimbingan dan Konseling yang memiliki fungsi pengembangan, seperti layanan Pembelajaran, Penempatan dan Bimbingan Kelompok kiranya perlu lebih dikedepankan dan ditingkatkan lagi dari segi frekuensi maupun intensitas pelayanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, tampak bahwa kegiatan pengembangan diri akan mencakup banyak kegiatan sekaligus juga banyak melibatkan orang, oleh karena itu diperlukan pengelolaan dan pengorganisasian tersendiri. Namun secara prinsip, bahwa pengelolaan dan pengorganisasian pengembangan diri betul-betul diarahkan untuk melayani seluruh siswa agar dapat mengembangkan dirinya secara optimal, sesuai bakat, minat, dan kebutuhannya masing-masing dan pengembangan diri menjadi wilayah garapan bersama antara komponen pembelajaran dan komponen Bimbingan dan Konseling di sekolah dengan keunikan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Diri di sekolah merupakan salah satu komponen penting dari struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diarahkan guna terbentuknya keyakinan, sikap, perasaan dan cita-cita para peserta didik yang realistis, sehingga pada gilirannya dapat mengantarkan peserta didik untuk memiliki kepribadian yang sehat dan utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan secara klasikal pada jam efektif, namun seyogyanya lebih banyak dilakukan di luar jam reguler (jam efektif), baik melalui kegiatan yang dilembagakan maupun secara temporer, bersifat individual maupun kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan diri harus memperhatikan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik dan bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting untuk mengidentikasi kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik melalui kegiatan aplikasi instrumentasi dan himpunan data, untuk ditindaklanjuti dalam berbagai kegiatan pengembangan diri.&lt;br /&gt;Kegiatan pengembangan diri akan melibatkan banyak kegiatan sekaligus juga banyak melibatkan orang, oleh karena itu diperlukan pengelolaan dan pengorganisasian disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi nyata di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup tulisan ini, ada baiknya kita renungkan ungkapan dari R.F. Mackenzie yang banyak mengilhami ribuan guru di Inggris tentang bagaimana seharusnya proses pendidikan berlangsung, dikaitkan dengan kegiatan pengembangandiri di sekolah :&lt;br /&gt;“ …Kami ingin memberikan kepada siswa-siswa kesempatan untuk menceburkan ke dalam cara hidup yang berbeda, dan kenangan yang bertahan lebih lama. Di sana tidak akan ada paksaan atau keharusan, ketekanan, ketergesaan, atau ujian. Apabila mereka ingin memanjat atau berski, kita akan membantu mereka untuk mendapatkan keterampilan itu. Apabila mereka ingin mengidentifikasi tumbuhan gunung tinggi atau burung, kita akan mengusahakan diperolehnya pengetahuan itu. Dan apabila mereka ingin tidak memiliki kedambaan akan adanya kegiatan atau kehausan akan pengetahuan, tetapi maunya hanya duduk diam seperti kaum penghuni dataran tinggi yang dulunya di sini, atau ingin memandangi awan berarak melaju di atas Creag Dhubh, atau mendengarkan suara rintik hujan yang menitik jatuh di antara cecabang pohon setelah hujan berhenti mengucur, itu semua juga merupakan bagian penting dari perkembangan. Pada saat inilah, ketakutan, ide, harapan, dan pertanyaan yang setengah tenggelam mulai muncul kembali ke permukaan…” (Combie White, 1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Bacaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calvin S. Hall &amp; Gardner Lindzey. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis); Psikologi Kepribadian 1. (terj. A. Supratiknya). Yogyakarta : Kanisius.&lt;br /&gt;Depdiknas. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,. Jakarta : Depdiknas.&lt;br /&gt;____. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan, Jakarta : Depdiknas.&lt;br /&gt;____, 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah, Jakarta : Depdiknas.&lt;br /&gt;E. Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep,Karakteristik dan Implementasi.Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;———. 2004. Implementasi Kurikulum 2004; Panduan Pembelajaran KBK. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya&lt;br /&gt;Nana Syaodih Sukmadinata. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Pietrefosa, J.F. 1971. The Authentic Counselor. Chicago : Rand McNally College Pub. Co.&lt;br /&gt;Prayitno, dkk. 2004. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, Jakarta : Depdiknas.&lt;br /&gt;———-, dkk. 2004. Panduan Kegiatan Pengawasan Bimbingan dan Konseling, Jakarta : Rineka Cipta.&lt;br /&gt;Roger Combie White. 1997. Curriculum Innovation; A Celebration of Classroom Practice (Terj. Aprilia B. Hendrijani. Buckingham : Open University Press&lt;br /&gt;Sofyan S. Willis. 2004. Konseling Individual; Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta.&lt;br /&gt;Sudarwan Danim. 2002. Inovasi Pendidikan: Dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung : Pustaka Setia.&lt;br /&gt;Suyanto dan Djihad Hisyam. 2000. Refleksi dan Reformasi Pendidikan Indonesia Memasuki Millenium III. Yogyakarta : Adi Cita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/07/pengembangan-diri-dalam-ktsp.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-2934105635259113233</guid><pubDate>Wed, 24 Jun 2009 06:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-24T13:37:26.769+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Perubahan Paradigma Pembelajaran Matematika</title><description>Pendidikan matematika di tanah air saat ini sedang mengalami perubahan paradigma. Terdapat kesadaran yang kuat, terutama di kalangan pengambil kebijakan, untuk memperbaharui pendidikan matematika. Tujuannya adalah agar pembelajaran matematika lebih bermakna bagi siswa dan dapat memberikan bekal kompetensi yang memadai baik untuk studi lanjut maupun untuk memasuki dunia kerja (Sutarto Hadi: 2008). Paradigma baru pendidikan lebih menekankan pada peserta didik sebagai manusia yang memiliki potensi untuk belajar dan berkembang. Siswa harus aktif dalam pencarian dan pengembangan pengetahuan. Kebenaran ilmu tidak terbatas pada apa yang disampaikan oleh guru. Guru harus mengubah perannya, tidak lagi sebagai pemegang otoritas tertinggi keilmuan dan indoktriner, tetapi menjadi fasilitator yang membimbing siswa ke arah pembentukan pengetahuan oleh diri mereka sendiri. Melalui paradigma baru tersebut diharapkan di kelas siswa aktif dalam belajar, aktif berdiskusi, berani menyampaikan gagasan dan menerima gagasan dan orang lain, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi (Zamroni, 2000).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini matematika matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit oleh sebagian besar siswa. Anggapan ini tidak terlepas dari persepsi yang berkembang di masyarakat tentang matematika. Anggapan banyak orang bahwa matematika pelajaran yang sulit tanpa disadari telah mengkooptasi pikiran siswa. Sehingga siswa juga beranggapan demikian, ketika berhadapan dengan matematika. Pandangan bahwa matematika ilmu yang kering, abstrak, teoritis, penuh dengan lambang-lambang dan rumus yang sulit dan membinggungkan. Anggapan ini ikut membentuk persepsi negatif siswa terhadap matematika. Akibatnya pelajaran matematika tidak dipandang secara objektif lagi. Matematika sebagai salah satu ilmu pengetahun kehilangan sifat netralnya (HJ Sriyanto: 2008). Tentu saja anggapan yang berkembang di masyarakat tidak dapat disalahkan begitu saja. Anggapan itu muncul karena pengalaman yang kurang menyenangkan terhadap pembelajaran matematika. Anggapan bahwa matematika pelajaran yang sulit juga diperparah oleh sikap guru ketika pembelajaran berlangsung. Sikap guru yang pemarah, suka mencela, suka menghukum dan kalau mengajar terlalu cepat dan monoton memperparah kondisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan persepsi pada siswa bahwa matematika sulit, harus dimulai dari diri guru. Pertama guru harus merubah paradigma pembelajaran tradisional ke paradigma pembelajaran progresif. Pada paradigma tradisional pembelajaran matematika disekolah cendrung didominasi oleh transfer pengetahuan. Materi yang banyak dan sulit, serta tuntutan untuk menyelesaikan materi pembelajaran telah membuat guru membelajarkan matematika dengan cepat tapi tidak mendalam. Pembelajaran matematika dilakukan dengan pola instruksi, bukan konstruksi dan rekonstruksi pengetahuan. Bahkan tanpa memberi kesempatan pada siswa untuk menentukan sendiri arah mana siswa ingin berekplorasidalam menemukan pengetahuan yang bermakna bagi dirinya.akibatnya pembelajaran matematika di sekolah hanya bersifat hafalan dan bukan melatih pola pikir. Kedua guru harus merubah paradigma tentang matematika. Matematika bukan sekedar alat bagi ilmu yang lain, tapi matematika juga merupakan aktivitas manusia. Hans Freudental berpendapat bahwa matematika merupakan aktivitas insani (mathematics as human activity). Menurutnya siswa tidak bisa di pandang sebagai penerima pasif matematika yang sudah jadi (passive receivers of ready-made mathematics). Siswa harus diberi kesempatan untuk menemukan kembali matematika di bawah bimbingan orang dewasa (Gravemeijer, 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu guru dapat memberikan selingan ketika pembelajaran berlangsung. Selingan dalam pembelajaran matematika dapat berupa teka-teki matematika, permainan matematika dan menceritakan kisah-kisah matematika. Misalnya kisah thales yang ketika berda di Mesir, diminta oleh raja untuk menentukan tingginya sebuah piramid. Thales pun menanti suatu saat disiang hari ketika bayangan tubuhnya sama panjang dengan tinggi tubunya sendiri. Kemudian mengukur panjang banyangan piramid yang tentu saja sama panjang dengan tinngi piramid. Masih banyak tehnik lain untuk mengubah persepsi siswa tentang matematika. Karena matematika adalah aktivitas manusia, alangkah baiknya juga dalam pembelajaran matematika guru beraktivitas mempelajari dan mencari metode-metode baru dalam pembelajaran matematika. Sehingga guru tidak monoton pada metode-metode tertentu saja. Dengan kreatifitas guru diharapkan beberapa tahun mendatang matematika bukan lagi menjadi momok bagi siswa tapi justru menjadi pelajaran yang disenangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/06/perubahan-paradigma-pembelajaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-8574841971921660706</guid><pubDate>Wed, 24 Jun 2009 06:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-24T13:35:44.797+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Mengapa Matematika dapat Masuk dalam Ranah Kajian Bahasa?</title><description>Jujun S. Suriasumantri (2007:190) mengatakan, matematika merupakan bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat artifisial yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan padanya, tanpa itu matematika hanya merupakan kumpulan rumus-rumus yang mati. Hal senada juga disampaikan oleh Evawati Alisah (2007: 23) matematika adalah sebuah bahasa, ini artinya matematika merupakan sebuah cara mengungkapkan atau menerangkan dengan cara tertentu. Dalam hal ini yang dipakai oleh bahasa matematika ialah dengan menggunakan simbol-simbol.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut Soedjadi (1999) salah satu karakteristik matematika adalah matematika memiliki simbol yang kosong dari arti, hal ini memungkinkan matematika sebagai bahasa. Lebih lanjut Soejadi menjelaskan dalam matematika banyak sekali simbol yang digunakan baik berupa huruf maupun non huruf. Rangkaian simbol-simbol dalam matematika dapat membentuk suatu model matematika. Model matematika dapat berupa persamaan, pertidaksamaan, bangun geometri tertentu, dan sebagainya. Huruf-huruf yang dipergunakan dalam persamaan misalnya x + y = z, x,y, dan z belum tentu bermakna atau berarti bilangan, demikian juga tanda + belum tentu berarti tambah untuk dua bilangan. Makna huruf dan tanda itu tergantung dari permasalahan yang mengakibatkan terbentuknya model itu. Jadi secara umum huruf dan tanda dalam model matematika x +y =z masih kosong tanpa arti, terserah kepada yang akan memanfaatkan model itu. Kosongnya arti simbol maupun tanda dalam model matematika itu justru memungkin “intervensi” matematika ke dalam berbagai pengetahuan. Kosongnya arti itu memungkinkan matematika memasuki medan garapan dari ilmu bahasa (liguistik). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/06/mengapa-matematika-dapat-masuk-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400414192107099389.post-1639573549149685469</guid><pubDate>Wed, 24 Jun 2009 06:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-24T13:22:31.524+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Aspek-aspek dalam Matematika yang Mempunyai Nilai Didik</title><description>Beberapa aspek dalam matematika yang mempunyai nilai didik adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kesepakatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar ataupun tidak seseorang yang mempelajari matematika telah menggunakan kesepakatan-kesepakatan tertentu. Kesepakatan-kesepakatan itu terdapat dalam matematika yang rendah maupun yang tinggi. Kesepakatan-kesepakatan itu dapat berupa simbol atau lambang, istilah/konsep , definisi serta aksioma-aksioma.&lt;br /&gt;Sebagai contoh bilangan yang selama ini digunakan , misaInya 1, 2, 3, dan seterusnya adalah lambang yang kita sepakati. Kesepakatan itu secara tidak disadari telah tertanam semenjak seseorang belajar di kelas satu sekoIah dasar atau bahkan taman kanak-kanak. Bilangan yang dilambangkan dengan dengan 2 disepakati disebut “dua” . Mengapa tidak disebut satu ? Itulah contoh kesepakatan yang ternyata selalu digunakan hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah kata “segitiga” adalah istilah yang disepakati untuk menunjuk salah satu konsep dalam matematika. Konsep itu dibatasi oleh suatu ungkapan yang disebut definisi. Misalnya “bangun yang terjadi bila tiga buah titik yang tidak segaris dihubungkan oleh tiga buah ruas garis disebut segitiga. Ungkapan tersebut adalah saah satu definisi dan segitiga (jenis definis ginetik) dikatakan salah satu karenamasih dapat dibuat defenisi segitiga dengan kalimat yang berbeda. Definisi mana yang akan digunakan juga merupakan suatu kesepakatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar ataupun tidak dalam kehidupan kita sehari-hari terdapat banyak kesepakatan—kesepakatan, baik yang tertulis maupun yang tidak. Apabila seseorang berperilaku tidak sesuai dengan kesepakatan tertentu dalam lingkungan tertentu, tentulah ia dianggap sebagai seorang yang melanggar suatu aturan.&lt;br /&gt;Dengan demikian seseorang yang telah dibiasakan belajar matematika yang penuh dengan kesepakatan yang harus ditaati, kiranya akan mudah memahami perlunya kesepakatan dalam kehidupan masyarakat. inilah salah satu aspek dalam matematika yang memiliki nilai didik (nilai paedagogik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ketaatasasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam uraian ini yang dimaksud dengan ketaatasasan atau konsistensi, adalah tidak dibenarkannya uncul kontradiksi. Hal tersebut dalam matematika (terutama yang berasas dikotomi) sangat penting dan harus dipertahankan.&lt;br /&gt;Bila pernyataan “Melalui satu titik P diluar garis a dapat dibuat tepat satu garis sejajar dengan a”, diterimna sebagai pernyataan yang benar, maka pernyataan Jika garis a sejajar garis b dan garis p memotong garis a, maka garis p tidak memotong garis b” harus ditetapkan sebagai pernyataan yang salah. inilah salah satu contoh tentang konsistensi dalam matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan bermasyarakat jelas bahwa sikap konsisten diperIukan.Bila tidak kiranya akan mudah terjadi benturan—benturan. Bukankah “ Pancasila dan UUD—45” dapat dipandang sebagai aksiotma yang merupakan kesepakatan nasional? Perlukan warga bangsa indonesia dalam perilakunya konsisten dengan itu? Jelas bahwa sikap konsisten sangat diperlukan dalan bermasyarakat dan berbangsa.&lt;br /&gt;seseorang yang telah terbiasa berpikir rnatematik, tidak terlalu sulit untuk memahami perlunya sikap konsisten dan bahkan tidak sulit melihat inkonsistensi yang terjadi dalarn kehidupan. Sekali lagi terlihat bahwa matematika melalui aspek ketaatasasan atau konsistensi secara implisit maupun eksplisit dapat membantu membentuk tata—nalar serta prihadi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Deduksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana makna deduksi adalah proses menurunkan atau menerapkan pengertian atau sifat umum kedalam keadaan khusus. dalam matematika pola pikir deduktif itulah yang diterima. Namun dalam pendidikan matematika pola pikir induksi juga dapat diterima sepanjang diperlukan untuk menyesuaian bahan ajar dengan perkembangan intelektual siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan dua kalimat di bawah ini.&lt;br /&gt;“Jika suatu segitiga mempunyai tiga sisi sama maka segitiga itu disehut segitiga samasisi”&lt;br /&gt;“Jika suatu segitiga mempunyai tiga buah sudut sama besar maka segitiga itu disebut segitiga samasisi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua kalimat tersebut dapat, dipandang sebagai ungkapan yang membatasi konsep segitiga samasisi. Jadi suatu definisi Kalan dicermati akan terlihat bahwa kedua definisi itu mempunyai intensi yang berbeda tetapi mempunyai ekstensi/jangkauan yang yang sama. Namun dalam matematika tidak dibenarkan keduanya ditetap sebagai definisi dalam satu struktur uraian). Mengapa? Coba pikirkan, jika kalimat pertama yang ditetapkan sebagai definisi segitiga sama sisi; dapatkah kebenaran kalimat kedua dibuktikan dengan menggunakan kalimat pertama?. Dan sebaliknya bagaimana? Jadi salah satu harus ditetapkan sebagai teorema. Itu adalah salah satu bentuk pemikiran deduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir deduksi dalam kehidupan bermasyarakat diperlukan. coba amati dan pikirkan jenjang perundang-undangan dalam kehidupan kita. Kita kenal “Undang—undang” , Peraturan pemerintah” , “Keputusan Menteri “, “Keputusan Dirjen”, dsb. Bukankah dalam hal tertentu “yang satu merupakan penjabaran atau aturan pelaksanaan’ dari yang lebih tinggi? Bukankah untuk menyatakan benarnya yang satu harus dirujukkan kepada aturan yang lebih tinggi?. Jadi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegarapun perlu pola pikir deduktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam matematika terdapat simbol-simbo atau lambang yang dikosongkan maknanya. Apakah makna x. y, z itu ?? Terserah kepada sipemakai, akan diberi makna apa. mungkin diberi makna bilangan, mungkin diberi makna vektor, mungkin diberi makna pernyataan,dsb. sesuai dengan kebutuhan pemakai. Hal itu menunjukkan adanya lingkup pembicaraan, yang dapat juga disebut semesta pembicaraan.&lt;br /&gt;Dalam pelajaran matematika disadari atau tidak terdapat banyak contoh atau soal yang sangat memperhatikan semesta. Bila semesta yang ditetapkan tidak diperhatikan sangat besar kemungkinan jawab yang diberikan akan salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh:&lt;br /&gt;Tulislah lambang bilangan asli yang sesuai dalam kotak, sehingga kalimat menjadi benar.&lt;br /&gt;5+2 ´ – = 10 , Kalau tidak disadari semestanya, tidak mustahil akan dijawab 2,5. Benarkah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah manfaat pengertian semesta dalam kehidupan?. Tentulah tidak sulit disadari bahwa manusia di bumi ini terkelompok-kelompok menjadi bangsa-bangsa, menjadi suku-bangsa, menjadi satuan organisasi dan sebagainya. Dalam masing-masing kelompok tersebut berlaku suatu aturan tertentu. Seseorang yang akan melakukan tindakan atau melontarkan kata-kata tertentu perlu memperhatikan dimana dia berada, di lingkup mana dia berada. secara umum dapat dikatakan perlu menyesuaikan diri. Bila anda mengendari mobil di Indonesia anda harus berjalan di sebelah kiri jalan. Bagaimana halnya bila anda mengendarai mobil di Amerika Serikat? (disadur dari Soedjadi, 1994: 3-9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aspek-aspek yang telah dijelas diatas dapat kita eksplisitkan dalam pembelajaran matematika, maka akan terasa bahwa pembelajaran matematika mempunyai nilai didik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://agus-chandra.blogspot.com/2009/06/aspek-aspek-dalam-matematika-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>