<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Ahmad Dahlan II UMS</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</managingEditor><pubDate>Tue, 5 Nov 2024 18:54:23 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Sedikit Bercerita...</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/sedikit-bercerita.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 04:05:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-2266524157314675737</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Besok ujian Mid semester tiba. Diva sibuk mencari kisi-kisi dan perkiraan soal-soal yg akan keluar di Mid, Diva kemudian membuat contekan dari kertas kecil untuk jimat agar ujian nanti berjalan sukses. Diva memang sering merasa "tidak nyantol" ketika perkuliahan di kelas, entah itu saat dosen menerangkan materi ataupun saat diskusi kelompok dengan teman2 mahasiswanya, apalagi membaca buku, ia merasa bikin pusing saja jika harus memahami kata demi kata dan kalimat yang ada dalam buku kuliah, "buat apa juga paham-paham banget, toh nanti di dunia kerja ilmu - ilmu ini gak kepake" gumamnya. Terkadang Diva juga ingin berhenti kuliah saja karena Ia benar benar tidak bisa mengikuti mau kemana alur disiplin ilmu yang ia pilih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8_n0MnT3A7SpBKlx4R2k_rO85JEEybfhZzNL1_gaX8B-0P1JMSoYAltQfTjsSxhMTBLVBVrj_3RIkKiR6tGe6TJ9IiddtlPOwcui398MUxNEZggaLJqo_qNpAHM8bpEPOYloCF7yoIJQ/s1600/Cerita.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8_n0MnT3A7SpBKlx4R2k_rO85JEEybfhZzNL1_gaX8B-0P1JMSoYAltQfTjsSxhMTBLVBVrj_3RIkKiR6tGe6TJ9IiddtlPOwcui398MUxNEZggaLJqo_qNpAHM8bpEPOYloCF7yoIJQ/s320/Cerita.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Di dunia lain, di dunia-nya para aktivis. Zuliana, seorang pengurus dari organisasi mahasiswa IMM mengeluh kepada forum saat sidang pleno tentang semua prokernya yang tidak berjalan lancar dan kinerjanya yang tidak produktif yang membuat ia merasa tidak mampu dan berencana mengundurkan diri sebagai jalan pintas. "saya tidak punya potensi" ucapnya kepada forum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kedua cerita diatas mungkin merupakan potret umum realitas yang terjadi di dunia mahasiswa saat ini. Kedua sikap akhir dari cerita diatas dijelaskan dengan tepat oleh Victor E. Frankl. Ia menyebutnya dengan penjelmaan dari frustasi eksistensi yang terjadi akibat ketidakmampuan manusia mencari alasan mengapa? Untuk apa? Ia hidup / berperilaku dalam setiap pola perilaku yang ia jalani dengan nama aktivitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Seseorang dalam mewujudkan legenda pribadinya pada dasarnya tidak dibatasi apapun, bahkan semesta akan mendukungnya. Bukankah Islam telah menyatakan dengan tegas bahwa Tuhan tidak akan menguji kaumnya diluar kesanggupanya? Dan bukankah alam semesta ini adalah pendukung bagi manusia untuk menunaikan tugasnya sebagai khalifah fil ard? Lalu siapa yang membatasi jika tidak ada pembatas ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Satu pelajaran yang bisa kita ambil dari Nabi Muhammad, ketika beliau berkata pada para sahabat sehabis memenangkan perang "masih ada peperangan yang lebih hebat yaitu peperangan melawan hawa nafsu, masih ada ketakutan yang lebih menakutkan yaitu melawan ketakutan diri sendiri" artinya memang ada batas yang hebat yang membatasi manusia yaitu manusia yang membatasi dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Dan akhirnya semoga Diva membaca tulisan ini di dinding dinding yang basi dan kosong karena ketakutan para penulisnya. Semoga ketika membaca tulisan ini Diva akan berteriak "Tidak ada yang bisa mengambil hak saya jika saya tidak memberikanya". Kemudian si Zuliana yang akan berdialektika dengan dirinya sendiri ketika membaca ini "Tidak ada yang melarang saya untuk mundur dari kepengurusan kecuali diri saya sendiri yang dengan lugas saya berikrar siap menjadi pengurus".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8_n0MnT3A7SpBKlx4R2k_rO85JEEybfhZzNL1_gaX8B-0P1JMSoYAltQfTjsSxhMTBLVBVrj_3RIkKiR6tGe6TJ9IiddtlPOwcui398MUxNEZggaLJqo_qNpAHM8bpEPOYloCF7yoIJQ/s72-c/Cerita.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Semua Tentang Nilai-Nilai Dasar Perjuangan</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/semua-tentang-nilai-nilai-dasar-perjuangan.html</link><category>HMI</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 04:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-6807222858035359275</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO-va2dryRxzGnSeOcIvK1DfWyySAapmmnzIYy0ARSxPl9A2ILkmMHHyMl8q9uxiMsJNJxqXWRzXdHD5WVfdwWEQMNUNaZFOyRzqKHLthLK5kHvfeqQ4opc-AAQO3iYjcW-IxVDbuxoaA/s1600/NDP.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO-va2dryRxzGnSeOcIvK1DfWyySAapmmnzIYy0ARSxPl9A2ILkmMHHyMl8q9uxiMsJNJxqXWRzXdHD5WVfdwWEQMNUNaZFOyRzqKHLthLK5kHvfeqQ4opc-AAQO3iYjcW-IxVDbuxoaA/s320/NDP.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;NDP merupakan dokumen organisasi dimana ketika sebuah dokumen disahkan untuk menjadi rujukan organisasi, maka dengan sendirinya bias personal sang perumus harus dihilangkan. Artinya, setelah disahkan di Kongres, maka sudah tidak relevan lagi membahas personalitas tim 8 atau Arianto atau siapa pun untuk menilai NDP. Sebuah teks hendaknya dinilai dari teks tersebut, bukan dari siapa yang merumuskannya. Dalam adagium populer : Ambillah hikmah walau dari mulut anjing sekalipun. Kalau lalu NDP yang dihasilkan ‘tidak lebih baik’ dibanding yang sebelumnya, maka ubahlah, bongkar lagi, ambil langkah maju, bukan lalu mundur jauh kembali ke belakang. Setiap rekonstruksi adalah ijtihad yang sah bagi kader HMI karena -lagi- NDP bukan kitab suci yang tak tersentuh, bukan hasil sabda Nabi Cak Nur di atas gunung, sedangkan kita umatnya melihat dari bawah lembah. NDP adalah hasil ijtihad para pendahulu HMI di usia muda mereka yang ekstremnya, belum tentu benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Gerakan rekonstruksi NDP dapat dilakukan dengan gerakan kultural dan struktural. Pada satu sisi kita mengikuti ketentuan dan hierarki organisasi dengan keputusan akhir tetap di Kongres. Di sisi lain penguatan basis (komisariat/ korkom/cabang) tetap dilakukan. Tanpa basa-basi birokrasi, internalisasi NDP dapat dilakukan sedini mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kader-kader HMI seharusnya tidak pernah puas terhadap apapun miliknya, selama mereka menyadari bahwa tak ada yang sempurna dan selesai dalam proses pendekatan kebenaran, sehingga kepuasan dengan sendirinya berarti kejumudan, kehilangan jiwa ‘Islam’ itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Dalam konteks inilah, buku kecil ini mencoba untuk membuka ‘dialog terbuka’ antara tiga NDP : NDP Cak Nur, NDP Arianto Achmad, dan NDP Andito, tak lain demi memudahkan kader-kader HMI untuk tidak terjebak dalam aspek ‘emotive’ dalam menilai NDP yang ada dan untuk kemudian secara jujur mengakui keunggulan dan kelemahan di dalamnya berdasar akal sehat, bukan sebaliknya. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;download &lt;a href="http://www.4shared.com/office/WZAzXf7K/kompilasi_teks_ndp.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO-va2dryRxzGnSeOcIvK1DfWyySAapmmnzIYy0ARSxPl9A2ILkmMHHyMl8q9uxiMsJNJxqXWRzXdHD5WVfdwWEQMNUNaZFOyRzqKHLthLK5kHvfeqQ4opc-AAQO3iYjcW-IxVDbuxoaA/s72-c/NDP.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Catatan Seorang Mahasiswa</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/catatan-seorang-mahasiswa.html</link><category>Inspirasi</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 04:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-1477453674423294520</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh : Mahardika Arsya Aqsha Dzikrina (mahasiswa Komunikasi UMS)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeQNScVsDcLmAP1nMv5w-p5giNKiNA4QM1Q9Hzp0ZPqUD32N3emi0h_ozeR8MK6wkWsEzlpWktEbWeXUPBfO7wM1MQJ5m6QUcfwBj34_ZwdgydN7mNbjWiAAP8X4NrTckK6DnUN92XSrw/s1600/Catatan+mahasiswa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeQNScVsDcLmAP1nMv5w-p5giNKiNA4QM1Q9Hzp0ZPqUD32N3emi0h_ozeR8MK6wkWsEzlpWktEbWeXUPBfO7wM1MQJ5m6QUcfwBj34_ZwdgydN7mNbjWiAAP8X4NrTckK6DnUN92XSrw/s1600/Catatan+mahasiswa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Aku adalah manusia kecil yang tak kan bisa hidup apabila tidak dari uluran tangan Sang Khalik yang begitu Pengasih, mau memberikan sebutir nyawa untuk diriku menapaki bumi ini. Memberikan segumpal daging, melalui rahim seorang wanita nan cantik bernama Ibu. Wanita tangguh, berpendirian teguh dan begitu luar biasa dari kacamata perspektifku, bahkan perspektif banyak kolega beliau. Mungkin diriku adalah sedikit serpihan cermin masa muda ibuku. Ibuku ketika kuliah menjadi mahasiswi aktivis di suatu pergerakan mahasiswa. Totalitas tanpa batas, keintelektualan dan keberanian beliau menjadi referensi bagiku. Musuh sudah hal biasa bagi ibuku. Ibuku selalu berpesan padaku belajarlah dari semua kritikan musuhmu! Jangan pernah takut selama kita berada di jalan benar. Ya, amazing! God, thanks for your giving.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Di saat aku mencari siapa aku sebenarnya, hatiku berkata untuk mulai mencari suatu organisasi yang sesuai prospek ideologiku. Butuh waktu, proses dan tahapan sedikit lama. Bimbang, apa aku bisa menemukan jati diriku apabila masuk suatu organisasi. Akhirnya, Tuhan mulai membukakan sebuah pintu dimana pintu itu menuntunku pada suatu ideologi di hidupku. HMI, itulah nama organisasiku. HMI hanya suatu pijakan awalku, tapi lambat laun mulai mengalir cairan dalam tubuhku darah nadi hijau hitam di sela-sela darah merah. Hembusan nafasku sekarang hembusan nafas segerombolan manusia yang kian hari kian bertambah. Iya, tanggungjawabku sebagai INSAN AKADEMIS, PENCIPTA, dan PENGABDI wajib diimplementasikan di tengah peradaban demi terwujudnya masyarakat adil makmur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;My Soul, My Idea. Tapi, akalku mulai sedikit tergilitik. Muncul suatu problema mengenai apa sebenarnya guna organisasi pergerakan mahasiswa? Kenapa banyak pergerakan mahasiswa toh tujuannya sama. Kenapa tidak dileburkan? apa pergerakan mahasiswa muncul karena aliran-aliran agama tertentu? Atau hanya sebatas sensasi belaka? Perlu membuka relung hati dan berdiskusi dengan beberapa manusia filsafat. Flashback, menyoriti diriku, aku salah satu kader yang menurut pemikiranku termasuk kader yang belum pantes disebut kader HMI. Bahasa jawanya kader luput. Namun, pelabelanku kader luput membuatku terpacu menjadi kader pemberi inovasi kreatif bagi peradaban bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Polos..... itulah diriku, tak memahami apapun di HMI. Aku pun juga belum memberikan konstribusi bagi HMI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Sttt, kenapa kanda-kandaku begitu memberikan konstribusi buat HMI? Apa gunanya? Apa hanya karena suatu ikrar? atau ada suatu kepentingan????? Hmmmmm..... Sulit dijawab, tapi mudah ditebak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Penuh kontroversi, itulah dinamika organisasiku. Kancah pemikiran senior dan yunior jauh berbeda. Sungguh fluktuatif apabila melihat sejarah organisasiku dulu dan sekarang. Aku tak butuh muluk-muluk, just one! Freedom! Jangan ada kepentingan dibalik semua ini! Lakukan dengan niat tulus. Ingat kebersamaan kita yang pernah kita rajut bersama. Kita memperjuangkan hak-hak manusia, bukan sekadar hak kita. Remember,,, semua pasti ada balasannya dan membuahkan hasil sesuai perilaku kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tulisanku ini hanya sederetan kata biasa, ketika suara kader sudah tak lagi berharga di mata para kanda-kanda tercinta. Ucapan selamat bagi para kanda yang berhasil membuat hatiku menggila dengan keadaan seperti ini. 10 Tahun organisasi di cabang tercinta ini terbentuk, tapi stagnan! Aku berikan apresiasi bagi semuanya! Selamat anda berhasil mengelabui diriku. :D (Untuk semua para senior).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeQNScVsDcLmAP1nMv5w-p5giNKiNA4QM1Q9Hzp0ZPqUD32N3emi0h_ozeR8MK6wkWsEzlpWktEbWeXUPBfO7wM1MQJ5m6QUcfwBj34_ZwdgydN7mNbjWiAAP8X4NrTckK6DnUN92XSrw/s72-c/Catatan+mahasiswa.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title> Latar Belakang Sejarah Berdirinya HMI </title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/latar-belakang-sejarah-berdirinya-hmi.html</link><category>HMI</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-2006543690682654946</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kalau ditinjau secara umum ada 4 (empat) permasalahan yang menjadi latar belakang sejarah berdirinya HMI.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Situasi Dunia Internasional&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Berbagai argumen telah diungkapkan sebab-sebab kemunduran ummat Islam. Tetapi hanya satu hal yang mendekati kebenaran, yaitu bahwa kemunduran ummat Islam diawali dengan kemunduran berpikir, bahkan sama sekali menutup kesempatan untuk berpikir. Yang jelas ketika ummat Islam terlena dengan kebesaran dan keagungan masa lalu maka pada saat itu pula kemunduran menghinggapi kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOkxFg2h8AYzkocc71V_4HO4j7jZfWBO6IfPrALqQ7TBE_5kDDDMKo70qibyPR88e4YBlH5V9dM2HBqKRrkElSb5draeM-SJW_pj65GMpXxEYAiy8Vz7uG7_TKO8K6GAY6rEdUkoEdPM0/s1600/HMI+JOS.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="111" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOkxFg2h8AYzkocc71V_4HO4j7jZfWBO6IfPrALqQ7TBE_5kDDDMKo70qibyPR88e4YBlH5V9dM2HBqKRrkElSb5draeM-SJW_pj65GMpXxEYAiy8Vz7uG7_TKO8K6GAY6rEdUkoEdPM0/s320/HMI+JOS.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Akibat dari keterbelakangan ummat Islam , maka munculah gerakan untuk menentang keterbatasan seseorang melaksanakan ajaran Islam secara benar dan utuh. Gerakan ini disebut Gerakan Pembaharuan. Gerakan Pembaharuan ini ingin mengembalikan ajaran Islam kepada ajaran yang totalitas, dimana disadari oleh kelompok ini, bahwa Islam bukan hanya terbatas kepada hal-hal yang sakral saja, melainkan juga merupakan pola kehidupan manusia secara keseluruhan. Untuk itu sasaran Gerakan Pembaharuan atau reformasi adalah ingin mengembalikan ajaran Islam kepada proporsi yang sebenarnya, yang berpedoman kepada Al Qur\'an dan Hadist Rassullulah SAW.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dengan timbulnya ide pembaharuan itu, maka Gerakan Pem-baharuan di dunia Islam bermunculan, seperti di Turki (1720), Mesir (1807). Begitu juga penganjurnya seperti Rifaah Badawi Ath Tahtawi (1801-1873), Muhammad Abduh (1849-1905), Muhammad Ibnu Abdul Wahab (Wahabisme) di Saudi Arabia (1703-1787), Sayyid Ahmad Khan di India (1817-1898), Muhammad Iqbal di Pakistan (1876-1938) dan lain-lain&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Situasi NKRI&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Tahun 1596 Cornrlis de Houtman mendarat di Banten. Maka sejak itu pulalah Indonesia dijajah Belanda. Imprealisme Barat selama ± 350 tahun membawa paling tidak 3 (tiga) hal :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Penjajahan itu sendiri dengan segala bentuk implikasinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Missi dan Zending agama Kristiani.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Peradaban Barat dengan ciri sekulerisme dan liberalisme.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Setelah melalui perjuangan secara terus menerus dan atas rahmat Allah SWT maka pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta Sang Dwi Tunggal Proklamasi atas nama bangsa Indonesia mengumandangkan kemerdekaannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kondisi Mikrobiologis Ummat Islam di Indonesia&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kondisi ummat Islam sebelum berdirinya HMI dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) golongan, yaitu : Pertama : Sebagian besar yang melakukan ajaran Islam itu hanya sebagai kewajiban yang diadatkan seperti dalam upacara perkawinan, kematian serta kelahiran. Kedua : Golongan alim ulama dan pengikut-pengikutnya yang mengenal dan mempraktekkan ajaran Islam sesuai yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Ketiga : Golongan alim ulama dan pengikut-pengikutnya yang terpengaruh oleh mistikisme yang menyebabkan mereka berpendirian bahwa hidup ini adalah untuk kepentingan akhirat saja. Keempat : Golongan kecil yang mencoba menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman, selaras dengan wujud dan hakekat agama Islam. Mereka berusaha supaya agama Islam itu benar-benar dapat dipraktekkan dalam masyarakat Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kondisi Perguruan Tinggi dan Dunia Kemahasiswaan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Ada dua faktor yang sangat dominan yang mewarnai Perguruan Tinggi (PT) dan dunia kemahasiswaan sebelum HMI berdiri. Pertama: sisitem yang diterapkan dalam dunia pendidikan umumnya dan PT khususnya adalah sistem pendidikan barat, yang mengarah kepada sekulerisme yang "mendangkalkan agama disetiap aspek kehidupan manusia". Kedua : adanya Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) dan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) di Surakarta dimana kedua organisasi ini dibawah pengaruh Komunis. Bergabungnya dua faham ini (Sekuler dan Komunis), melanda dunia PT dan Kemahsiswaan, menyebabkan timbulnya "Krisis Keseimbangan" yang sangat tajam, yakni tidak adanya keselarasan antara akal dan kalbu, jasmani dan rohani, serta pemenuhan antara kebutuhan dunia dan akhirat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Latar Belakang Pemikiran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diprakasai oleh Lafran Pane, seorang mahasiswa STI (Sekolah Tinggi Islam), kini UII (Universitas Islam Indonesia) yang masih duduk ditingkat I yang ketika itu genap berusia 25 tahun. Tentang sosok Lafran Pane, dapat diceritakan secara garis besarnya antara lain bahwa Pemuda Lafran Pane lahir di Sipirok-Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Beliau adalah anak seorang Sutan Pangurabaan Pane –tokoh pergerakan nasional “serba komplit” dari Sipirok, Tapanuli Selatan-. Lafaran Pane adalah sosok yang tidak mengenal lelah dalam proses pencarian jati dirinya, dan secara kritis mencari kebenaran sejati. Lafran Pane kecil, remaja dan menjelang dewasa yang nakal, pemberontak, dan “bukan anak sekolah yang rajin” adalah identitas fundamental Lafran sebagai ciri paling menonjol dari Independensinya. Sebagai figur pencarai sejati, independensi Lafran terasah, terbentuk, dan sekaligus teruji, di lembaga-lembaga pendidikan yang tidak Ia lalui dengan “Normal” dan “lurus” itu (-Walau Pemuda Lafran Pane yang tumbuh dalam lingkungan nasionalis-muslim terpelajar pernah juga menganyam pendidikan di Pesantren Ibtidaiyah, Wusta dan sekolah Muhammadiyah-) ; pada hidup berpetualang di sepanjang jalanan kota Medan, terutama di kawasan Jalan Kesawan; pada kehidupan dengan tidur tidak menentu; pada kaki-kaki lima dan emper pertokoan; juga pada kehidupan yang Ia jalani dengan menjual karcis bioskop, menjual es lilin, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dari perjalanan hidup Lafran dapat diketahui bahwa struktur fundamental independensi diri Lafran terletak pada kesediaan dan keteguhan Dia untuk terus secara kritis mencari kebenaran sejati dengan tanpa lelah, dimana saja, kepada saja, dan kapan saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Adapun latar belakang pemikirannya dalam pendirian HMI adalah: "Melihat dan menyadari keadaan kehidupan mahasiswa yang beragama Islam pada waktu itu, yang pada umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Keadaan yang demikian adalah akibat dari sitem pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. Karena itu perlu dibentuk organisasi untuk merubah keadaan tersebut. Organisasi mahasiswa ini harus mempunyai kemampuan untuk mengikuti alam pikiran mahasiswa yang selalu menginginkan inovasi atau pembaharuan dalam segala bidang, termasuk pemahaman dan penghayatan ajaran agamanya, yaitu agama Islam. Tujuan tersebut tidak akan terlaksana kalau NKRI tidak merdeka, rakyatnya melarat. Maka organisasi ini harus turut mempertahankan Negara Republik Indonesia kedalam dan keluar, serta ikut memperhatikan dan mengusahakan kemakmuran rakyat”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Namun demikian, secara keseluruhan Latar Belakang Munculnya Pemikiran dan Berdirinya HMI dapat dipaparkan secara garis besar karena faktor, sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Penjajahan Belanda atas Indonesia dan Tuntutan Perang Kemerdekaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Aspek Politik : Indonesia menjadi objek jajahan Belanda&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Aspek Pemerintahan : Indonesia berada di bawah pemerintahan kerajaan Belanda&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Aspek Hukum : hukum berlaku diskriminatif&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Aspek pendidikan : poses pendidikan sangat dikendalikan oleh Belanda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Aspek ekonomi : Bangsa Indonesia berada dalam kondisi ekonomi lemah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Aspek kebudayaan : masuk dan berkembangnya kebudayaan yang bertentangan dengan kepribadian Bangsa Indonesia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Aspek Hubungan keagamaan : Masuk dan berkembagnya Agama Kristen di Indonesia, dan Umat Islam mengalami kemunduran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Adanya Kesenjangan dan kejumudan umat dalam pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan ajaran islam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kebutuhan akan pemahaman dan penghayatan Keagamaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Munculnya polarisasi politik&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Berkembangnya fajam dan Ajaran komunis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kedudukan perguruan tinggi dan dunia kemahasiswaan yang strategis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kemajemukan Bangsa Indonesia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;untutan Modernisasi dan tantangan masa depan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Peristiwa Bersejarah 5 Februari 1947&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan yang berakhir dengan kegagalan. Lafran Pane mengadakan rapat tanpa undangan, yaitu dengan mengadakan pertemuan secara mendadak yang mempergunakan jam kuliah Tafsir. Ketika itu hari Rabu tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H, bertepatan dengan 5 Februari 1947, disalah satu ruangan kuliah STI di Jalan Setiodiningratan (sekarang Panembahan Senopati), masuklah mahasiswa Lafran Pane yang dalam prakatanya dalam memimpin rapat antara lain mengatakan "Hari ini adalah pembentukan organisasi Mahasiswa Islam, karena persiapan yang diperlukan sudah beres. Yang mau menerima HMI sajalah yang diajak untuk mendirikan HMI, dan yang menentang biarlah terus menentang, toh tanpa mereka organisasi ini bisa berdiri dan berjalan"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Lafran Pane mendirikan HMI bersama 14 orang mahasiswa STI lannya, tanpa campur tangan pihak luar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pada awal pembentukkannya HMI bertujuan diantaranya antara lain:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Sementara tokoh-tokoh pemula / pendiri HMI antara lain :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Lafran Pane (Yogya),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Karnoto Zarkasyi (Ambarawa),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dahlan Husein (Palembang),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Siti Zainah (istri Dahlan Husein-Palembang)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Maisaroh Hilal (Cucu KH.A.Dahlan-Singapura),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Soewali (Jember),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Yusdi Ghozali (Juga pendiri PII-Semarang),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Mansyur,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;M. Anwar (Malang),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Hasan Basri (Surakarta),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Marwan (Bengkulu),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Zulkarnaen (Bengkulu),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Tayeb Razak (Jakarta),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Toha Mashudi (Malang),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Bidron Hadi (Yogyakarta).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Faktor Pendukung Berdirinya HMI&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Posisi dan arti kota Yogyakarta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Yogyakarta sebagai Ibukota NKRI dan Kota Perjuangan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pusat Gerakan Islam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kota Universitas/ Kota Pelajar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pusat Kebudayaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Terletak di Central of Java&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kebutuhan Penghayatan dan Keagamaan Mahasiswa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;·         Adanya tuntutan perang kemerdekaan bangsa Indonesia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;·         Adanya STI (Sekolah Tinggi Islam), BPT (Balai Perguruan Tinggi)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;·         Gajah Mada, STT (Sekolah Tinggi Teknik).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;·         Adanya dukungan Presiden STI Prof. Abdul Kahar Muzakir&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;·         Ummat Islam Indonesia mayoritas&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Faktor Penghambat Berdirinya HMI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Munculnya reaksi-reaksi dari :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Ø      Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Ø      Gerakan Pemuda Islam (GPII)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Ø      Pelajar Islam Indonesia (PII)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Fase-Fase Perkembangan HMI dalam Perjuangan Bangsa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Fase Konsolidasi Spiritual (1946-1947)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Sudah diterangkan diatas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Fase Pengokohan (5 Februari 1947 - 30 November 1947)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Selama lebih kurang 9 (sembilan) bulan, reaksi-reaksi terhadap kelahiran HMI barulah berakhir. Masa sembilan bulan itu dipergunakan untuk menjawab berbagai reaksi dan tantangan yang datang silih berganti, yang kesemuanya itu semakin mengokohkan eksistensi HMI sehingga dapat berdiri tegak dan kokoh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Fase Perjuangan Bersenjata (1947 - 1949)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Seiring dengan tujuan HMI yang digariskan sejak awal berdirinya, maka konsekuensinya dalam masa perang kemerdekaan, HMI terjun kegelanggang pertempuran melawan agresi yang dilakukan oleh Belanda, membantu Pemerintah, baik langsung memegang senjata bedil dan bambu runcing, sebagai staff, penerangan, penghubung. Untuk menghadapi pemberontakkan PKI di Madiun 18 September 1948, Ketua PPMI/ Wakil Ketua PB HMI Ahmad Tirtosudiro membentuk Corps Mahasiswa (CM), dengan Komandan Hartono dan wakil Komandan Ahmad Tirtosudiro, ikut membantu Pemerintah menumpas pemberontakkan PKI di Madiun, dengan mengerahkan anggota CM ke gunung-gunung, memperkuat aparat pemerintah. Sejak itulah dendam kesumat PKI terhadap HMI tertanam. Dendam disertai benci itu nampak sangat menonjol pada tahun \'64-\'65, disaat-saat menjelang meletusnya G30S/PKI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Fase Pertumbuhan dan Perkembangan HMI (1950-1963)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Selama para kader HMI banyak yang terjun ke gelanggang pertempuran melawan pihak-pihak agresor, selama itu pula pembinaan organisasi terabaikan. Namun hal itu dilakukan secara sadar, karena itu semua untuk merealisir tujuan dari HMI sendiri, serta dwi tugasnya yakni tugas Agama dan tugas Bangsa. Maka dengan adanya penyerahan kedaulatan Rakyat tanggal 27 Desember 1949, mahasiswa yang berniat untuk melanjutkan kuliahnya bermunculan di Yogyakarta. Sejak tahun 1950 dilaksankanlah tugas-tugas konsolidasi internal organisasi. Disadari bahwa konsolidasi organisasi adalah masalah besar sepanjang masa. Bulan Juli 1951 PB HMI dipindahkan dari Yogyakarta ke Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Fase Tantangan (1964 - 1965)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dendam sejarah PKI kepada HMI merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi HMI. Setelah agitasi-agitasinya berhasil membubarkan Masyumi dan GPII, PKI menganggap HMI adalah kekuatan ketiga ummat Islam. Begitu bersemangatnya PKI dan simpatisannya dalam membubarkan HMI, terlihat dalam segala aksi-aksinya, Mulai dari hasutan, fitnah, propaganda hingga aksi-aksi riil berupa penculikan, dsb.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Usaha-usaha yang gigih dari kaum komunis dalam membubarkan HMI ternyata tidak menjadi kenyataan, dan sejarahpun telah membeberkan dengan jelas siapa yang kontra revolusi, PKI dengan puncak aksi pada tanggal 30 September 1965 telah membuatnya sebagai salah satu organisasi terlarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Fase Kebangkitan HMI sebagai Pelopor Orde Baru (1966 - 1968)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;HMI sebagai sumber insani bangsa turut mempelopori tegaknya Orde Baru untuk menghapuskan orde lama yang sarat dengan ketotaliterannya. Usaha-usaha itu tampak antara lain HMI melalui Wakil Ketua PB Mari\'ie Muhammad memprakasai Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI) 25 Oktober 1965 yang bertugas antara lain : 1) Mengamankan Pancasila. 2) Memperkuat bantuan kepada ABRI dalam penumpasan Gestapu/ PKI sampai ke akar-akarnya. Masa aksi KAMI yang pertama berupa Rapat Umum dilaksanakan tanggal 3 Nopember 1965 di halaman Fakultas Kedokteran UI Salemba Jakarta, dimana barisan HMI menunjukan superioitasnya dengan massanya yang terbesar. Puncak aksi KAMI terjadi pada tanggal 10 Januari 1966 yang mengumandangkan tuntutan rakyat dalam bentuk Tritura yang terkenal itu. Tuntutan tersebut ternyata mendapat perlakuan yang represif dari aparat keamanan sehingga tidak sedikit dari pihak mahasiswa menjadi korban. Diantaranya antara lain : Arif rahman Hakim, Zubaidah di Jakarta, Aris Munandar, Margono yang gugur di Yogyakarta, Hasannudin di Banjarmasin, Muhammad Syarif al-Kadri di Makasar, kesemuanya merupakan pahlawan-pahlawan ampera yang berjuang tanpa pamrih dan semata-mata demi kemaslahatan ummat serta keselamatan bangsa serta negara. Akhirnya puncak tututan tersebut berbuah hasil yang diharap-harapkan dengan keluarnya Supersemar sebagai tonggak sejarah berdirinya Orde Baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Fase Pembangunan (1969 - 1970)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Setelah Orde Baru mantap, Pancasila dilaksanakan secara murni serta konsekuen (meski hal ini perlu kajian lagi secara mendalam), maka sejak tanggal 1 April 1969 dimulailah Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). HMI pun sesuai dengan 5 aspek pemikirannya turut pula memberikan sumbangan serta partisipasinya dalam era awal pembagunan. Bentuk-bentuk partisipasi HMI baik anggotanya maupun yang telah menjadi alumni meliputi diantaranya : 1) partisipasi dalam pembentukan suasana, situasi dan iklim yang memungkinkan dilaksanakannya pembangunan, 2) partisipasi dalam pemberian konsep-konsep dalam berbagai aspek pemikiran 3) partisipasi dalam bentuk pelaksana langsung dari pembangunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Fase Pergolakan dan Pembaharuan Pemikiran (1970 - sekarang )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Suatu ciri khas yang dibina oleh HMI, diantaranya adalah kebebasan berpikir dikalangan anggotanya, karena pada hakikatnya timbulnya pembaharuan karena adanya pemikiran yang bersifat dinamis dari masing-masing individu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Disebutkan bahwa fase pergolakan pemikiran ini muncul pada tahun 1970, tetapi geja-gejalanya telah nampak pada tahun 1968. Namun klimaksnya memang terjadi pada tahun 1970 dimana secara relatif masalah-masalah intern organisasi yang rutin telah terselesaikan. Sementara dilain sisi persoalan ekstern muncul menghadang dengan segudang problema.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOkxFg2h8AYzkocc71V_4HO4j7jZfWBO6IfPrALqQ7TBE_5kDDDMKo70qibyPR88e4YBlH5V9dM2HBqKRrkElSb5draeM-SJW_pj65GMpXxEYAiy8Vz7uG7_TKO8K6GAY6rEdUkoEdPM0/s72-c/HMI+JOS.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Himpunan Mahasiswa Islam</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/himpunan-mahasiswa-islam.html</link><category>HMI</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:52:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-9143717333485897612</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh : Joko Prastomo (mahasiswa Informatika UMS)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJf_-vYqAEuKY6F7DIOrRzHOTMjn64QURz3cJKeDiLm3qS3mT0m1rbK55GQpsmK7ONE1MUhizKaZdBTHc-YPm901RRT7_JUh246qPVBCJThNjawM6PwkPMu1PE9E7WHJJDVIAMP09W-SQ/s1600/Hmi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJf_-vYqAEuKY6F7DIOrRzHOTMjn64QURz3cJKeDiLm3qS3mT0m1rbK55GQpsmK7ONE1MUhizKaZdBTHc-YPm901RRT7_JUh246qPVBCJThNjawM6PwkPMu1PE9E7WHJJDVIAMP09W-SQ/s320/Hmi.jpg" width="310" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Akbar Tanjung (Mantan Ketua PB HMI) pernah mengatakan bahwa kiprah HMI dalam perjuangan sangat aktif melebihi organisasi mahasiswa yang lain. Dimana HMI hampir 65 tahun lebih menghadirkan dirinya ditengah-tengah masyarakat Indonesia sehingga dikatakan sejarah HMI adalah bagian logis dari sejarah bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;HMI adalah organisasi besar, lebih dari 190 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, dari sabang sampai merauke  dan merupakan organisasi mahasiswa islam tertua di Indonesia, kaya pengalaman, pencetak intelektual. Banyak anggoata dan alumni  HMI yang berkiprah dibidang tenaga pengajar, politik , keagamaan, pengacara, wiraswasta dan lain sebagainya, Namun HMI bukanlah organisasi masyarakat maupun organisasi politik, sebaliknya HMI secara kualitatif merupakan Lembaga pengabdian, memimpin dan membimbing anggotanya untuk mencapi tujuan dengan cara perjuangan yang benar dan efektif dan HMI bukan merupakan Underbow partai politik , Ormas, maupun organisasi yang mempunyai faham atau aliran-aliran tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sebagai organisasi, HMI tidak bisa dibandingkan dengan, misalnya Muhamadiyah, Persisi, Nahdhatul Ulama (NU) mapun partai politik yang memiliki banyak “apa-apa” dan memiliki peran yang langsung secara fisik bisa dirasakan oleh masyarakat. HMI hanya organisasi yang tidak punya sekolah, pesantren, mushalla, masjid apa lagi rumah sakit. Tetapi karena sejarah mengakui bahwa HMI memiliki peran dalam sejarah Indonesia menjadikannya tidak bisa untuk disebut organisasi “hanya”. Barangkali karena peran besar itulah beberapa tokoh Indonesia lebih sering disebut Alumni HMI/Mantan HMI, misalnya Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Akbar Tanjung, Jusuf Kalla, Mahfud MD, M Nuh dan masih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;HMI adalah organisasi pengkaderan dan perjuangan. Praktek perkaderan dan perjuangan yang dimaksud tidak menekankan pada aspek materil, melainkan aspek non-materil berupa aspek intelektual dan spiritual. HMI hadir sejatinya  tidak bertugas melahirkan tokoh tokoh besar ataupun berperan besar bagi bangsa dan Negara ini. HMI hadir sebagai wadah Mahasiswa untuk memperdalam dan mengamalkan wawasan keagamaan (Islam), keilmuan, pengalaman sekaligus sebagai ruang belajar bagi para mahasiswa untuk membina diri agar mampu mengenal bahwa dirinya adalah manusia. Itu yang utama. Kalaupun nantinya , mahasiswa yang masuk menjadi anggota HMI bisa berperan dan lahir sebagai tokoh besar itu hanyalah manfaat turunan yang tidak mutlak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJf_-vYqAEuKY6F7DIOrRzHOTMjn64QURz3cJKeDiLm3qS3mT0m1rbK55GQpsmK7ONE1MUhizKaZdBTHc-YPm901RRT7_JUh246qPVBCJThNjawM6PwkPMu1PE9E7WHJJDVIAMP09W-SQ/s72-c/Hmi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perjuangan Seorang Mahasiswa</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/perjuangan-seorang-mahasiswa.html</link><category>Inspirasi</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:50:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-8326204600442823707</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4ojNp_MqZ98B8r9weMAGLu6mAsxEfmrPOtUmcpXMS5sl1ThwUA2n2SGGVFAidy1wVldyvNN46JZQEgENESmB-bhy-NAAb7ui6ZMeqkZQCTC3yUFv0XTzEupZHaAgwy9MJh4iKvU7MLII/s1600/Mahasiswa.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4ojNp_MqZ98B8r9weMAGLu6mAsxEfmrPOtUmcpXMS5sl1ThwUA2n2SGGVFAidy1wVldyvNN46JZQEgENESmB-bhy-NAAb7ui6ZMeqkZQCTC3yUFv0XTzEupZHaAgwy9MJh4iKvU7MLII/s320/Mahasiswa.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Oleh : Hanafi (mahasiswa Psikologi UMS)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dalam kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa, seringkali kita dituntut oleh orang tua sesuatu yang hampir mustahil untuk dilakukan. Seringkali orang tua menuntut kita bukan hanya berprestasi di bidang akademik, namun juga aktif di kehidupan berorganisasi dan juga aktif bersosialisasi dengan semua orang. Pada kenyataannya, sering kali orang tua tidak memahami betapa hal itu sebenarnya hampir mustahil untuk dilakukan. Permasalahannya, sebagai seorang mahasiswa, waktu 24 jam dalam sehari sangatlah tidak mencukupi untuk mencapai ketiga hal tersebut, prestasi akademik, keaktifan berorganisasi dan juga bersosialisasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Prestasi Akademik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Hal yang paling sering dituntut oleh orang tua adalah agar anak-anaknya mencapai prestasi akademik yang setinggi-tingginya. Tidak jarang anak-anak dituntut untuk mencapai cum laude, atau bahkan summa cum laude. Yang tidak diketahui oleh orang tua adalah betapa banyak waktu yang harus diluangkan oleh seorang mahasiswa untuk belajar agar dapat mencapai prestasi tersebut. Memang, tidak pelak lagi tugas dari gelar siswa dari kata mahasiswa yang kita sandang adalah belajar. Maka dari itu, secara subjektif, tugas dari seorang mahasiswa yang paling pokok adalah mencapai prestasi akademik setinggi-tingginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Akan tetapi, bukan berarti hal itu melegalkan seorang mahasiswa yang belajar terus menerus dan meninggalkan kehidupan bersosialisasi dan keorganisasian. Belajar saja tidaklah menjamin masa depan dari seseorang karena banyak aspek lain yang dibutuhkan untuk mencapai sukses. Karena itulah timbul berbagai teori di samping IQ seperti EQ, SQ, maupun lain-lainnya. Oleh karena itu, walau belajar sudah menyita 70% waktu kita, 30% sisa waktu yang ada seharusnya dimanfaatkan untuk dua hal lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Berorganisasi atau Bersosialisasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Seringkali orang-orang menganggap bahwa berorganisasi sama saja dengan bersosialisasi. Walaupun tidak bisa dibilang salah, secara pribadi, berorganisasi tidaklah sama dengan bersosialisasi. Cara pandang dalam suatu masalah dari orang yang terlalu terjun ke sebuah organisasi secara tidak langsung akan sesuai dengan cara pandang organisasi dalam masalah tersebut. Perbedaannya dari orang yang bersosialisasi dengan berbagai jenis orang, mereka akan mendapat perspektif dari masalah tersebut dari berbagai sudut pandang. Jadi baik berorganisasi maupun bersosialisasi masing-masing ada sisi positifnya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dalam kehidupan berorganisasi, sering kali mahasiswa dituntut untuk terjun secara langsung dan total dalam kehidupan berorganisasi. Bisa saja mahasiswa hanya sesekali berkumpul dengan organisasinya, akan tetapi tentu saja posisi yang dicapai tidak dapat mencapai posisi yang ‘strategis’. Untuk mencapai posisi tertinggi, contohnya Ketua Himpunan, seorang mahasiswa dituntut untuk secara total mencurahkan perhatiannya dalam kepentingan-kepentingan himpunan. Tentu saja diharapkan pengalaman ini dapat bermanfaat dalam kehidupan berorganisasi yang akan dialami di pekerjaan yang akan datang. Akan tetapi, sering kali karena terlalu mendalami organisasi tersebut, seseorang akan menjadi terlalu memprioritaskan kepentingan organisasi dan melihat segala sesuatu dari ‘kacamata’ sang organisasi. Hal itu tidaklah terlalu menyenangkan bagi orang-orang dengan kepentingan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Sedangkan dalam bersosialisasi, keuntungan yang bisa didapatkan adalah kita bisa memiliki networking yang kelak diharapkan bisa bermanfaat di masa yang akan datang. Dan juga cara pandang kita dalam memahami suatu problema tidak akan terlalu terkotak-kotak. Sebuah problem tidak selalu harus diselesaikan dengan cara A, akan tetapi ada juga cara penyelesaian B atau C. Tentu saja bersosialisasi sangatlah menyenangkan dan jika memungkinkan, 100% waktu kita dengan sangat senang hati ingin kita curahkan untuk bersosialisasi. Akan tetapi komitmen dan tanggung jawab hanya dapat dilatih jika kita mau mencurahkan waktu kita dalam kehidupan berorganisasi atau berjuang mencapai prestasi tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Mahasiswa Tidak Ada yang Sempurna&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Sebagai seorang mahasiswa, tidaklah mungkin kita menjadi sosok yang patut disebut sebagai mahasiswa yang sempurna. Bisa saja kita membagi secara rata waktu kita untuk ketiga hal tersebut, akan tetapi untuk menjadi yang terbaik di ketiga hal tersebut hampir tidak mungkin, kecuali mahasiswa tersebut adalah seorang jenius yang bisa mencapai prestasi akademik tertinggi dengan hanya sedikit belajar, tentu saja sisa waktunya bisa digunakan untuk berorganisasi atau bersosialisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Membaca beberapa waktu yang lalu bagaimana seorang mahasiswa melakukan tindakan bunuh diri karena stress, secara pribadi saya merasa prihatin. Bunuh diri bukanlah tindakan yang bijak karena walau segala sesuatu terasa begitu kacau sekarang, kita tidak akan tahu bagaimana keadaan mungkin akan berbalik seratus delapan puluh derajat beberapa saat yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Mahasiswa diharapkan secara masak-masak untuk memikirkan apa yang menurut mereka paling baik untuk masa depan mereka. Jangan takut untuk melakukan kesalahan karena lebih baik melakukan kesalahan sekarang dan belajar daripada terlambat di masa yang akan datang. Untuk para orang tua, janganlah menuntut terlalu banyak dari anak-anaknya. Menjadi seorang mahasiswa yang sempurna hampir mustahil untuk dilakukan, akan tetapi kami, para mahasiswa, sedang berjuang untuk mencoba mencapai hal tersebut. Yang kami butuhkan adalah dukungan dari orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Perjuangan hidup : Apakah yang sebenarnya coba dicapai oleh mahasiswa? Dunia kemahasiswaan sekarang tidak lebih sekadar perjuangan untuk hidup. Yaitu perjuangan untuk mendapatkan pengiktirafan supaya hidup dapat diteruskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4ojNp_MqZ98B8r9weMAGLu6mAsxEfmrPOtUmcpXMS5sl1ThwUA2n2SGGVFAidy1wVldyvNN46JZQEgENESmB-bhy-NAAb7ui6ZMeqkZQCTC3yUFv0XTzEupZHaAgwy9MJh4iKvU7MLII/s72-c/Mahasiswa.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sejarah Awal Terbentuknya NDP</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/sejarah-awal-terbentuknya-ndp.html</link><category>HMI</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:47:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-3869539866989666930</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh: Ashari Yulianto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwJMd_24s2UGAjqc8npdUWRj-bitQqaXRmD8FMZz6L8sazWWroFOxvpe9ECQhYB0eNm1Q953Ml37c8TWl1R9HDd1pNqflc9QyoUQuRE55wReuA79ZYeuSeV0TMo0HkgPIFg8DGPhs-JV4/s1600/ndp.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwJMd_24s2UGAjqc8npdUWRj-bitQqaXRmD8FMZz6L8sazWWroFOxvpe9ECQhYB0eNm1Q953Ml37c8TWl1R9HDd1pNqflc9QyoUQuRE55wReuA79ZYeuSeV0TMo0HkgPIFg8DGPhs-JV4/s320/ndp.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Berawal dari Amerika yang sudah la melihat potensi HMI, karena pada saat orde lama itu Bung Karno mempermainkan antara komunis dengan ABRI (AD). Dan disitu HMI banyak bekerja dengan AD. Karena itu lah Amerika banyak melakukan pendekatan dan menginginkan supaya ada perwakilan atau tokoh HMI untuk melihat-lihat ke Amerika. Namun pada waktu itu belum banyak yang bisa berbahasa inggris, nah karena hanya Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang bisa berbahasa maka ia orang yang berangkat ke Inggris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kunjungannya ke Amerika hanya sekitar 1,5 Bulan. Untuk keseharian disana sudah terjamin dalam artian sudah diberi uang saku yang cukup banyak, oleh karena itu cak Nur menyisihkan uangnya untuk pergi ke Timur Tengah. Mengapa ia ingin ke Timur Tengah, itu karena Cak Nur ingin melihat bagaimana islam dalam praktiknya. Menurutnya, Indonesia yang merupakan negara terbesar muslim di dunia namun secara geografis Indonesia jauh dengan pusat islam, yaitu Timur Tengah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Indonesia itu unik, karena islam yang notabene berbahasa arab namun masyarakat Indonesia masih menggunakan bahasa latin atau bahasa Indonesia dalam mempelajari islam atau al quran. Dan yang mendorong Cak Nur untuk pergi ke Timur tengah adalah karena masih masih dangkalnya keislaman di Indonesia, sehingga masih ada persosalan yaitu bagaimana menghayati nilai-nilai islam itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kunjungannya itu dimulai daro Istanbul, Turky. Di Timur Tengah ia berkeliling dari satu kota ke kota lain, dan disetiap kota ia melakukan atau mengajak orang-orang di kota tersebut untuk melakukan diskusi diskusi tentang banyak hal. Namun dari beberapa diskusi yang sudah dilakukan Cak Nur menyimpulkan bahwa intelektualitas orang-orang di timur tengah masih dangkal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Ketika Cak Nur berada di Riyadh ia bertemu dengan dengan Dr. Muhammad Syahwi. Karena ketidaksenangya Cak Nur berkata kepada Dr. Muhammad Syahwi “dari pada anda kuliahi saya dengan materi yang tidak masuk akal lebih baik anda kasih saya buku yang menurut anda paling penting.” Lalu Cak Nur diberi bku Majmu Rosail Hasan Al-Banna. Tapi setelah membaca buku tersebut Ca Nur tidak mendapatkan kelebihan dari buku tersebut, karena buku itu hanya kebanyakan berisi slogan bukan penyelesaian masalah. Setelah itu ia diberi janji untuk naik haji dengan engajak sepuluh temannya yang berasal dari Indonesia.Sepulang dari timur tengah ia langsung mempersiapkan keberangkatannya untuk pergi ke Arab Saudi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Setelah Cak Nur pulang, ia ingin menulis sebuah nilai-nilai dasar islam. Kemudian ia menulis Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP). NDP ini sebenarnya adalah kesimpulan perjalanan Cak Nur yang macam-macam ketika ia di timur tengah selama tiga bulan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Awalnya dinamai Nilai Dasar Islam (NDI), tapi itu diklaim terlalu besar, terlalu menganggap bahwa itulah nilai dasar islam. Kemudian ia mendapat ilham dari berbagai sumber, salah satunya dari buku Willy Eicher “The Fundamental Values and basic Demand of Democratic Socialism” dari situ diambil kata “Nilai-nilai Dasar”. Kemudian kata “Perjuangan” ia dapat dari karya Syahrir tentang ideologi sosialisme Indonesia dalam “Perjuangan Kita”. Dari itulah dinamai Nilai-nilai Dasar Perjuangan atau kerap disebut NDP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwJMd_24s2UGAjqc8npdUWRj-bitQqaXRmD8FMZz6L8sazWWroFOxvpe9ECQhYB0eNm1Q953Ml37c8TWl1R9HDd1pNqflc9QyoUQuRE55wReuA79ZYeuSeV0TMo0HkgPIFg8DGPhs-JV4/s72-c/ndp.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Melarang Merokok = Melarang Jatuh Cinta ?</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/melarang-merokok-melarang-jatuh-cinta.html</link><category>Inspirasi</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:45:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-8182013580721851082</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh : Feni Adhitia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Bicara tentang rokok memang tidak ada habisnya sampai sekarang, bungkus rokok yang tertulis “Merokok dapat menyebabkan kaker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” tidak lagi dibaca oleh si perokok. Sampai saat ini saya sebagai seorang yang tidak menyukai rokok bingung sebenarnya apa yang  membuat mereka sampai sebahagia itu ketika merokok, apa saya harus mencoba baru saya dapat merasakan nikmatnya rokok??, mungkin iya pikir si perokok tapi tidak buat saya. Mencoba sesuatu yang sifatnya nyata merugikan adalah tindakan bodoh yang pernah saya dengar. Jika ditanya kenapa merokok, mereka menjawab rokok itu membuat saya tenang dan membuat saya merasa bahagia, apa seburuk itu kehidupan si perokok???, kalau itu yang terjadi saya benar-benar turut prihatin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidjGD5bn-sPdRDtHxMJ6hfmjfv2IL4gOYDlvQ2CpRbGAYNttD8PmuJ0xQ4r7XF2t2H0t1Xs5XfazAwGsl7tveH8-rRY4pRMTukLmLrdkwBqnkunw0YonXhSqEM3dW9K5TNhdlxICqKc1Y/s1600/Rokok.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="290" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidjGD5bn-sPdRDtHxMJ6hfmjfv2IL4gOYDlvQ2CpRbGAYNttD8PmuJ0xQ4r7XF2t2H0t1Xs5XfazAwGsl7tveH8-rRY4pRMTukLmLrdkwBqnkunw0YonXhSqEM3dW9K5TNhdlxICqKc1Y/s320/Rokok.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Upaya pemerintah tidak hanya berhenti sampai pada peringatan yang tertulis di kemasan rokok, tetapi juga memasang gambar yang benar-benar menjijikkan, tapi apa respon si perokok, mereka bahkan merasa tertantang dengan adanya gambar-gambar seperti itu, kalau itu membuat mereka tidak juga jera saran saya kepada pemerintah tidak hanya memasang gambar pada kemasannya saja tetapi juga memasang pada masing-masing batang rokok yang akan dihisab.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Tetapi sejauh ini saya sadar melarang orang lain untuk berhenti merokok itu sama halnya melarang orang lain jatuh cinta pada seseorang, jika rokok ibarat seorang kekasih saran saya jangan pernah bagikan kekasih kalian dengan orang lain. Jika dan hanya jika  menghisab rokok membuat kalian bahagia maka hanya hisablah rokok dan jangan bagikan kepada orang-orang seperti kami yang sudah mendapatkan kebahagiaan dengan cara yang lain. Sedikit catatan bagi si prokok “Kami benar-benar tidak peduli dengan hidup kalian, dengan apa yang akan terjadi pada akhir kehidupan kalian nanti, satu hal yang perlu kalian ingat, merokok memang hak kalian tetapi menghirup udara bebas adalah hak semua orang”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidjGD5bn-sPdRDtHxMJ6hfmjfv2IL4gOYDlvQ2CpRbGAYNttD8PmuJ0xQ4r7XF2t2H0t1Xs5XfazAwGsl7tveH8-rRY4pRMTukLmLrdkwBqnkunw0YonXhSqEM3dW9K5TNhdlxICqKc1Y/s72-c/Rokok.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Semua Tentang Pembentukan Karakter</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/semua-tentang-pembentukan-karakter.html</link><category>Inspirasi</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:43:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-3228694359919143699</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh: Muhamad Kumarudin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRT_r3QoZCG_ggpY_rxEcrQhax0bzYD8oP_InuGvWFPPxotQ_gAXkG6LpEFg5ZzsUX9A4XLH9ZiUMVvRsuzBCVLzNVJqTUo8XgzwT6WzYGM_I1qVmzwYJywQG-tprzyvGraAcD03gK9F8/s1600/Karakter.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRT_r3QoZCG_ggpY_rxEcrQhax0bzYD8oP_InuGvWFPPxotQ_gAXkG6LpEFg5ZzsUX9A4XLH9ZiUMVvRsuzBCVLzNVJqTUo8XgzwT6WzYGM_I1qVmzwYJywQG-tprzyvGraAcD03gK9F8/s320/Karakter.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Beberapa faktor penyebab rendahnya pembentukan karakter adalah: Pertama, sistem pendidikan yang kurang menekankan pembentukan karakter, tetapi lebih menekankan pengembangan intelektual, misalnya sistem evaluasi pendidikan menekankan aspek kognitif/akademik, seperti Ujian Nasional (UN). Kedua, kondisi lingkungan yang kurang mendukung pembentukan karakter yang baik. Mengapa pembentukan karakter itu penting dan mendesak bagi bangsa kita, antara lain disebabkan karena bangsa kita telah lama memiliki kebiasaan-keniasaan yang kurang baik untuk membentuk bangsa yang unggul. Walaupun kita yakin bahwa banyak diantara warga kita yang memiliki kebiasaan positif atau memiliki karakter yang baik. Seperti pepatah jawa mengatakan bahwa Guru yang memiliki makna “digugu lan ditiru” (dipercaya dan dicontoh) secara tidak langsung juga memberikan pendidikan karakter kepada anak didiknya ke arah pembentukan karakter yang kuat. Dalam konteks ini guru berperan sebagai teladan anak didiknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Ary Ginanjar Agustian dalam Furqon (2009 : v) mengatakan bahwa saya semakin merasakan betapa pentingnya pendidikan karakter setelah mempelajari ilmu dan semangat samurai. Para samurai memiliki dua hal, yaitu Wasa dan Do. Wasa artinya skill sedangkan Do artinya The way of life (Prinsip hidup) yang dikenal Bushido (amanah, pengasih, santun, sopan, mulia, hormat, dll). Karakter Bushido yang menjunjung tinggi integritas dan kejujuran yang menjadi prinsip. Kemajuan yang menyeluruh saat itu tidak lepas dari spirit bushido tersebut. Spirit itu teguh dari masa ke masa hingga kini. Spirit itu bukan hanya dikalangan masyarakat terhormat, namun juga di masyarakat umum. Gambaran bahwa di jepang sesuatu yang jatuh umunya akan kembali dalam keadaan utuh merupakan refleksi teguhnya integritas dan kejujuran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Melihat spirit tersebut rasanya kita perlu mencontoh, dimana tidak adanya sifat saling menjatuhkan antara pihak satu dengan yang lainnya dan yang paling penting adalah mereka berusaha jujur, entah kepada diri sendiri ataupun kepada orang lain. Ditengah-tengah perkembangan dunia yang begitu cepat dan semakin kompleks dan canggih spirit-spirit untuk membangun etika, nilai dan karakter yang tetap harus dipegang. Akan tetapi perlu dilakukan dengan cara yang berbeda atau kreatif sehingga mampu mengimbangi perubahan kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Dapat dikatakan bahwa pembentukan karakter merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus menyertai semua aspek kehidupan termasuk dalam lembaga pendidikan, entah itu formal maupun informal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRT_r3QoZCG_ggpY_rxEcrQhax0bzYD8oP_InuGvWFPPxotQ_gAXkG6LpEFg5ZzsUX9A4XLH9ZiUMVvRsuzBCVLzNVJqTUo8XgzwT6WzYGM_I1qVmzwYJywQG-tprzyvGraAcD03gK9F8/s72-c/Karakter.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Adab Makan dan Minum</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/adab-makan-dan-minum.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:41:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-2450139820987915728</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh: Rahmatul Mahdalina&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVk2MV8ng__FxTc7Igadbsi7jwpqSfRqFPZDDFs-8YlnhrT-Fajdq8TZpBwMekziaGReNlfoVd4V9x0MujPtybUjg57duVOVcpsO2moR10LuwnqnSVqWUF6Nw3HCGg0dVbE_pigm8mIVs/s1600/Makan+%2526+minum.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVk2MV8ng__FxTc7Igadbsi7jwpqSfRqFPZDDFs-8YlnhrT-Fajdq8TZpBwMekziaGReNlfoVd4V9x0MujPtybUjg57duVOVcpsO2moR10LuwnqnSVqWUF6Nw3HCGg0dVbE_pigm8mIVs/s320/Makan+%2526+minum.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Hal yang paling menarik untuk dibahas atau dikaji bersama adalah hal yang berkaitan dengan banyak orang atau yang sering dialami di lingkungan sekitar. Seperti makan ataupun minum dengan berdiri adalah fenomena yang tidak asing tentunya bagi kebanyakan orang. Namun, apakah tidak apa-apa jika melakukan hal itu ?.Nah, nabi Muhammad membahas tentang hal ini juga seperti pada sabdanya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;وَعَنْ أَبِي هُرَيرَةَ قَلَ : قَلَ رَسُوْلُ الله : لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌمِنْكُمْ قَا ئِمًا. مسلم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Artinya: Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda:”Janganlah salah seorangpun dari kalian minum sambil berdiri”.(HR Muslim no.2026)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Ternyata setelah diteliti di era modern ini, adab makan dan minum yang diajarkan nabi memupunyai makna mendalam dan data dibuktikan secara medis bahwa memang ada manfaat mengapa dilarang makan atau minum dengan berdiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. Adapun Rasulullah SAW pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya sekali karena darurat!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Dr. brahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupkan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus –menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Oleh karena itu marilah kita kembali hidup sehat dan kembali ke pada adab dan akhlak Islam, jauh dari sikap meniru-niru gaya orang-orang yang tidak mendapat hidayah Islam.Dan sesungguhnya Islam benar-benar rahmatan lil alamin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVk2MV8ng__FxTc7Igadbsi7jwpqSfRqFPZDDFs-8YlnhrT-Fajdq8TZpBwMekziaGReNlfoVd4V9x0MujPtybUjg57duVOVcpsO2moR10LuwnqnSVqWUF6Nw3HCGg0dVbE_pigm8mIVs/s72-c/Makan+%2526+minum.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merokok ? </title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/merokok.html</link><category>Inspirasi</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:39:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-6219289207913644454</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;By : Venus Srawara Mahardika&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5G6dbl66UjX8TiKXYoKZw3vJYlj9oBFVzulpX16Das5EZQMV_ZoIUi-oErqyTn2Ej4BgNkPWqd9hipdzGn9hv-VgvaifChKnLY1n-j2nLPEW5QKTG0OqgV-Iiu2JZ3aVFXV2ATStXtRs/s1600/Merokok.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="314" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5G6dbl66UjX8TiKXYoKZw3vJYlj9oBFVzulpX16Das5EZQMV_ZoIUi-oErqyTn2Ej4BgNkPWqd9hipdzGn9hv-VgvaifChKnLY1n-j2nLPEW5QKTG0OqgV-Iiu2JZ3aVFXV2ATStXtRs/s320/Merokok.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kultur mahasiswa dari dahulu sampi sekarang yang sudah agak memudar adalah merokok dan bangun disiang hari. Perubahan memang perlu dilakukan untuk sebuah kemajuan. Tapi bukan berarti saya menganggap mahasiswa yang bangun kesiangan dan perokok adalah mahasiswa yang terbelakang. Bukan dari sudut pandang agama ataupun kesehatan, saya mellihat dari sudut pandang produktifitasnya. Pertama saya akan mengulas tentang rokok. Menurut hemat pengamatan saya mahasiswa yang aktif merokok menghabiskan 1 bungkus rokok setiap harinya dengan harga saya ratakan 10.000 rupiah. Dengan uang 10.000 bisa digunakan untuk membeli nasi padang 1 bungkus plus esteh 1 plastik, 1,45 liter bensin, membayar buruh tani selama 4 jam. Dengan nasi padang 1 bungkus dan esteh manusia bisa kenyang dan melanjutkan hidupnya untuk 8 jam kemudian. Dengan 1,45 liter bensin sebuah sepeda motor paling irit menurut saya sebut saja beat. Dengan bensin seliternya dapat menempuh jarak 82 km, maka 1,45 liter motor beat bisa menempuh jarak 110 km. Ukuran jarak yang sangat jauh. Seperti jarak antara solo-semarang dapat ditempuh. Dengan uang 10.000, seorang mandor tani dapat membayar upah buruhnya atas pekerjaan menggarrap sawah selama 4 jam. Dengan rokok 1 bungkus!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Sangat ironi jika seorang mahasiswa yang merokok hanya menghasilkan kepulan asap tak berguna. Dengan input yang begitu mahal dan besar tak sebanding dengan output yang dihasilkan. Yang penulis tekankan disini adalah dalam prinsip ekonomi, input dalam proses produksi harus menghasilkan nilai yang lebih. Karena proses produksi berguna untuk menambah nilai suatu barang. Jika seperti itu maka output yang dihasilkan oleh 1 bungkus rokok harusnya melebihi atau paling tidak sebanding dengan nasi padang 1 bungkus plus es teh, bensin 1,45 liter bahkan upah buruh tani selama 4jam. Apa yang melebihi 3 hal diatas? Hanya ada 1 hal menurut penulis yaitu ide. Ide hanya terletak pada manusia sebuah konsepsi yang tercipta secara terencana maupun tidak terencana. Terencana karena sebuah perenungan secara langsung. Tidak terencana muncul tiba-tiba karena melihat akan suatu peristiwa, benda. Ide bisa didapat dari manasaja, apasaja dan kapan saja. Menurut pengalaman penulis yang mempunyai tetangga yang memiliki kenalan yang cukup akrab dengan pemilik jogger. Dikatakan kata-kata yang terdapat dalam kaos jogger adalah hasil dari buah pemikiran pemilik jogger tersebut, dengan bermodalkan secangkir kopi dan sebatang rokok yang ia  hisap menghasilkan kata-kata yang terkenal keanca Negara dan manca regional. Ada lagi seorang tokoh sastrawan legenda yaitu Chairil Anwar. siapa yang tidak tau karya-karya sastranya yang terkenal, luar biasa dan badass, setiap fotonya hamper semua dengan atribut rokok atau asapnya. Keidentikan rokok dengan sebuah ide  adalah sangat dominan. Namun ketika keidentikan itu terjadi distorsi menjadi sebuah ajang keren-kerenan dan ikut-ikutan, saya pikir tidak. Saya bukan perokok namun menganjurkan anda yang perokok untuk lebih produktif memanfaatkan input yang besar tersebut menjadi output yang lebih berharga. Mari merokok dan menghasilkan ide. Bukan hanya kepulan asap tak berguna mencemari udara. :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Selanjutnya saya akan mengulas tentang waktu. Ketika hari libur atau kuliah siang hampir dapat dipastikan mahasiswa tidur sampai siang hari, minim bangun pukul 09.00 pagi. Memang bukan hal yang masalah ketika ia bangun siang karena semalam mengerjakan tugas kuliah, berdiskusi ataupun berkontemplasi sepanjang malam, itu adalah hal yang wajar bagi seorang mahasiswa. Namun ketika waktu malam hanya untuk nongkrong melakukan perbuatan yang tidak jelas manfaatnya, sungguh tragis mahasiswa penerus bangsa tidak tau bagaimana memanfaatkan waktu. Pertama waktu adalah salah satu faktor produksi dalam ekonomi, pekerja dibayar dibayar berdasar waktu. Kedua, waktu adalah sebuah dimensi yang terus bergerak maju tak kan pernah bisa untuk kembali. Ketika manusia telah menyia-nyiakannya maka ia tak kan pernah bisa kembali untuk mengulangi waktu yang telah ia lewati. Beda dengan rokok, waktu tidak  bisa dibandingkan dengan apa-apa karena ia begitu berharga. Namun jika dibandingkan jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk tidur dengan dihabiskan oleh seorang yang tengah berjaga tentu sangat besar perbedaannya. Seorang mahasiswa abal-abal menghabiskan waktunya selama 10jam hanya untuk tidur, jadi hampir setengah dari hidupnya dalam satu hari hanya untuk tidur. Itupun belum ditambah aktifitas lain yang tidak bermanfaat. Tidur hanya untuk beristirahat bukan untuk hobi ataupun menghabiskan waktu. Padahal banyak hal aktifitas yang bisa dilakukan selain tidur. Membaca buku, diskusi, ngaji. Banyak. Hanya saja kemalasan yang sering menjaar pada setiap  manusia. Mari memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena ia tidak bisa terulang kembali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5G6dbl66UjX8TiKXYoKZw3vJYlj9oBFVzulpX16Das5EZQMV_ZoIUi-oErqyTn2Ej4BgNkPWqd9hipdzGn9hv-VgvaifChKnLY1n-j2nLPEW5QKTG0OqgV-Iiu2JZ3aVFXV2ATStXtRs/s72-c/Merokok.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gerakan Feminisme</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/gerakan-feminisme.html</link><category>Inspirasi</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:36:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-3814033254295437553</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixPOxV_6ZdyBjJbyI6fohj18d_MrqVyUDS8y-egf08tHFJTJ7qdHtjLEItvQhJuCCDidkH629qDur-cbb9qA72UnD7EILjWTanaFM8s_llJNbeQoeHms6KHlAIjrKPOGcjCtvauHhifdw/s1600/FEMINISME.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixPOxV_6ZdyBjJbyI6fohj18d_MrqVyUDS8y-egf08tHFJTJ7qdHtjLEItvQhJuCCDidkH629qDur-cbb9qA72UnD7EILjWTanaFM8s_llJNbeQoeHms6KHlAIjrKPOGcjCtvauHhifdw/s320/FEMINISME.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh : Joko Prastomo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;“kami telah menciptakan manusia laki-laki dan menyempurkannya..... dan menciptakan pasangan-pasangannya, laki-laki dan perempuan”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Revolusi seksual  mulanya merujuk pada perubahan sosial dan perilaku masyarakat pada awal 1960-an pasca perang dunia 2. Setelah itu hingga saat ini banyak isu-isu yang menyuarakan tentang seksual . keperawanan yang tak lagi pnting, pelukan sebagai tanda komitmen relational antara laki-laki dan perempuan, fhasion show, miss universe. Sampai pada segala bentuk pengiklanan yang melibatkan perempuan adalah fenomena taktis pengukuhan perempuan sebagai penguasa kecenderungan. Perempuan mampu meraup identitas trend setter tanpa harus banyak berpikir, berencana apalagi melakukan revolusi sosial. mereka sanggup menggiring seluruh keinginan publik dengan apa yang melekat pada dirinya seperti sensualitas, kecantikan, kepedulian, pengabdian, bahkan second choice yang selalu menang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Artinya perempuan tak pernah kalah dalam kehidupan level mana pun. Sepanjang sejarah manusia dan kemanusiaan perempuan selalu ikut serta. Dalam buku TCM disebutkan bahwa hawa diciptakan dari esensi yang sama dengan pria. Ibrahim bapak seluruh agama langit tak sanggup berkata-kata ketika istrinya merestui proses disemblihnya Ismail oleh karena perintah Tuhan. Isa atau Jesus yang dilahirkan dari perempuan suci, yaitu bunda Maryam. Istilah cewek matre, belahan hati, soul mate belahan jiwa dan seterusnya. RA. Kartini di Indonesia, Indira Gandhi di India, Benazir bhutto Pakistan, Golda Meir Israil........&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Eksistensi perempuan sebagai makhluk hegemonik tumbuh justru ketika laki-laki berusaha mengungkap peran perempuan sebagai sesuatu yang menunjang. Kekhawatiran laki-laki ini tak sanggup diselesaikan dengan keadaan fisik semata, kemaskulinan, atau bahkan tingkat rasionalisasinya yang cukup. Dengan sangat tenang, bahkan tampak seperti sunatullah, bahwa memang perempuan memang ditakdirkan ‘berkuasa’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Jadi tak ada alasan konkret tentang perlunya pembelaan terhadap perempuan. Semua kriteria yang mendukung gerakan feminisme adalah pra syarat yang dibuat laki-laki.secara kodrati, perempuan tak berinisiatif untuk melakukan gerakan kontra-produktif terhadap legitimasi publik akan keberadaanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixPOxV_6ZdyBjJbyI6fohj18d_MrqVyUDS8y-egf08tHFJTJ7qdHtjLEItvQhJuCCDidkH629qDur-cbb9qA72UnD7EILjWTanaFM8s_llJNbeQoeHms6KHlAIjrKPOGcjCtvauHhifdw/s72-c/FEMINISME.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PANDANGAN UMUM KETUA UMUM KOMISARIAT AHMAD DAHLAN II UMS</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/pandangan-umum-ketua-umum-komisariat-ahmad-dahlan-ii-ums.html</link><category>HMI</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:34:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-6627128593851321051</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bismillahirrohmanirrohim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Assalamualaikum wr,wb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfx0X0jNxMl2PAfr5JgpCKSzHy4-blYBqIY1IRPOqDFUaG829LPNZGPJdFyzGuDjvnARFJS_LWlduPFbczkrBGRORXB6pj359sbtNglO0LIFz2UUvf7uooflqDd8ZLtWr0RhfianUFidM/s1600/Ketum+AD+II+UMS.PNG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfx0X0jNxMl2PAfr5JgpCKSzHy4-blYBqIY1IRPOqDFUaG829LPNZGPJdFyzGuDjvnARFJS_LWlduPFbczkrBGRORXB6pj359sbtNglO0LIFz2UUvf7uooflqDd8ZLtWr0RhfianUFidM/s320/Ketum+AD+II+UMS.PNG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Pertama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang dimana pada malam hari ini kita dapat merasakan rahmat, taufik serta hidayahnya. Tak lupa sholawat serta salam tetap tercurahkan pada junjungan kita, sang sauri tauladan bagi seluruh umat manusia, sang pencerah dan tercerahkan kepada baginda rosulullah yaitu nabi Muhammad SAW dimana akan kita nantikan syafa’atnya di yaumul qiyamah nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Alhamdullilah, agenda pleno II komisariat Ahmad Dahlan II UMS berjalan lancar meskipun sempat terhambat karena beberapa hal, dan semua bidang sudah dievaluasi atas kinerja di masa pleno II. Agar transformasi nilai-nilai organisatoris berjalan dengan tepat maka dipandang perlu ketua umum memberikan pandangan umum untuk tiap-tiap bidang,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;1. Bidang Kesekretariatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bidang kesekrretariatan adalah bidang yang bertanggungjawab atas penciptaan kondisi organisasi yang dinamis yang menunjang pelaksanaan program kerja kepengurusan melalui pengadaan informasi, penataan arsip-arsip orgaissasi secara teratur. Selama perjalanan masa pleno 2 masih banyak sekali pekerjaan yang belum terselesaikan. Diantaranya pertama, menjadikan komisariat menjadi kondusif untuk suasana belajar dalam kondisi yang nyaman, rapi, dan bersih untuk setiap hari bukan hanya sehari dua hari saja. Kedua, membuat metode yang kreatif dalam transformasi informasi-informasi yang masuk dan keluar komisariat. Ketiga, penertiban inventaris yang ada dikomisariat, seperti penataan dan pengelolaan perpustakaan yang masih jauh dari ketertiban padahal hal ini hampir disinggung pada setiap rapat harian, harapannya kedepan hal ini bisa ditertibkan sebelum RAK nanti. Kemudian perawatan berkas-berkas kepengurusan terdahulu sebisa mungkin semuanya itu di-scan dan disimpan dalam bentuk file agar lebih efisien dan efektif. Keempat, pengarsipan surat keluar dan masuk secara jelas, sistematis, dan rapi. Kelima, mengadakan kajian dan diskusi pemahaman mengenai mekanisme-mekanisme yang ada di HMI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2. Bidang Kebendaharaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bidang Kebendaharaan adalah bidang yang bertanggungjawab atas perancangan anggaran pemasukan dan pengeluaran keuangan komisariat yang sistematis, teratur, tertib, dan transparan. Bekerjasama dengan bidang kesekretariatan dalam pengadaan inventaris dan logistik. Problematika-problematika yang terjadi dibidang kebendaharaan pada masa pleno 2 ini tidak jauh bedanya dengan pada masa pleno 1, walaupun secara fungsionaris berbeda orang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh bidang kebendaharaan pertama, menambah inventaris yang sangat pokok seperti printer, bendera, muds dan Gordon, LCD/proyektor, dan megaphone. Kedua, penegasan dalam penarikan iuran-iuran yang ada dikomisariat (iuran wajib, iuran pangkal, denda, maupun iuran dalam kegiatan-kegiatan incidental). Ketiga, menjalin komunikasi dan silaturahmi ke alumni yang lebih intens lagi guna menindak lanjuti dari program donatur alumni yang masih belum terlaksana. Keempat, meningkatkan tata kelola mengenai kantin komisariat “JUJUR” yang selama ini masih jauh dari pengontrolan dari bidang kebendaharaan sendiri. Kelima, menggali dan menyalurkan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki anggota untuk menghidupkan kembali BUMK (Badan Usaha Milik Komisariat) guna menambah kas komisariat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3. Bidang Penelitian, Pengembangan Anggota dan Pembinaan Anggota&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bidang PPPA adalah bidang yang bertanggungjawab atas proses kaderisasi yang ada di HMI, terkhususnya komisariat. Apresiasi terhadap keistiqomahan dan keuletan yang dilakukan dari bidang PPPA guna menjalankan program yang ada untuk mendapatkan target yang diinginkan. Namun masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi oleh bidang PPPA, pertama, membuat konsep recruitmen yang inovatif, tidak terpaku pada konsep sebelumnya. Kedua, membuat konsep follow up yang jelas terhadap kader/ anggota yang mengikuti jenjang training yang lebih lanjut (LK 2, LK 3, SC, maupun training-training khusus lainnya) yang selama ini belum berjalan. Ketiga, selalu memberikan motivasi kepada kader/ anggota agar mau dan terpanggil untuk mengikuti jenjang training yang ada di HMI terkhususnya terhadap kepengurusan. Keempat, membuat kajian dan diskusi yang sistematis dan terarah karena selama ini kajian dan diskusi yang dilakukan belum mengena terhadap kader. Kelima, penyikapan secara tanggap terhadap program mentoring dan monitoring kader, khususnya terhadap kader yang selama ini jarang mengikuti agenda-agenda komisariat yang ada. Keenam, melakukan penertiban daftar anggota yang selama ini masih berantakan (sesuai dengan hasil-hasil kongres ke-28 yang ada pada halaman 322).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;4. Bidang perguruan tinggi &amp;amp; kemahasiswaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bidang PTK adalah bidang yang bertanggung jawab atas peningkatan dinamika kehidupan perguruan tinggi, kemahasiswaan serta partisipasi aktif organisasi dalam dunia pergerakan. Banyaknya fungsionaris di bidang PTK yang masuk dalam seleksi alam (tidak bisa memegang amanah dan mengundurkan diri dari kepengurusan) berdampak besar bagi kinerja bidang sehingga masih banyak program yang tidak berjalan secara maksimal. Dan evaluasi amat sangat perlu untuk dilakukan guna membangun komisariat lebih baik lagi, adapun hal-hal tersebut adalah Pertama, peningkatan komunikasi antara fungsionaris dibidang yang selama ini masih kurang berjalan dengan baik. Kedua, membuat konsep dan melakukan controlling yang jelas kepada kader/ anggota yang masuk dalam organisasi internal kampus. Ketiga, penyikapan untuk menindak lanjuti atas program baksos (TPAà mengumpulkan ulang para pengajar untuk menyusun kurikulum yang jelas dan nantinya ditawarkan kepada takmir masjid at-tawwabin. Kegiatan Sosial Incidental à cepat tanggap terhadap penggalangan bantuan untuk korban bencana. Membantu masyarakat sekitar komisariat secara tenaga, moral, dll). Keempat, melakukan pemantaban konsep yang sistematis dan terarah mengenai program kajian mission.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Demikian pandangan umum dari ketua umum dipandang perlu untuk dicatat dan digaris bawahi oleh setiap bidang yang nantinya segera ditindak lanjuti dengan sebagaimana mestinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Billahitaufik walhidayah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Wassalamu’alaikum wr, wb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfx0X0jNxMl2PAfr5JgpCKSzHy4-blYBqIY1IRPOqDFUaG829LPNZGPJdFyzGuDjvnARFJS_LWlduPFbczkrBGRORXB6pj359sbtNglO0LIFz2UUvf7uooflqDd8ZLtWr0RhfianUFidM/s72-c/Ketum+AD+II+UMS.PNG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MADILOG</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/madilog.html</link><category>Tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-1744303600743642601</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf-xwNIu6ZGfzkB6XvNXjqsSgXO40-pUn_JJL8ghwFc8gs8LQ3wtYrNqRylGlTMEWBBkjEjnFPSuSuPIoe_YJ8galmqX4yRARMXgsxXaJBlATW78EYgtxxeugeumOnMRHFJYNtv1__Q60/s1600/Madilog.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf-xwNIu6ZGfzkB6XvNXjqsSgXO40-pUn_JJL8ghwFc8gs8LQ3wtYrNqRylGlTMEWBBkjEjnFPSuSuPIoe_YJ8galmqX4yRARMXgsxXaJBlATW78EYgtxxeugeumOnMRHFJYNtv1__Q60/s320/Madilog.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;oleh : Irfanus Prasetyo Wibowo&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;IKLIM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;15 – 6 – 2602 tanggal resmi pendudukan Jepang saat madilog ditulis oleh Tan Malaka, menurut peritungan jawa tanggal itu bertepatan dengan bulan rajab 30, 1362 dalam perhitungan “tuan” bersamaan dengan donderdag juli 15, 1942. Hal ini menandakan pada masa itu bangsa indonesia belum memiliki bentuk tanggal dan bulan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Tanggal 11 juli 1942 , tibalah tan malaka di jakarta setelah meninggalkan Teluk Betung pada tanggal 7 juli. Hal ini bertepatan dengan Ir. Soekarno saat meninggalkan palembang. Namun bedanya tan malaka mengarungi lautan dengan menggunakan kapal layar sedangkan soekarno kapalnya ditarik oleh kapal jepang. Oleh karena itu waktu tempuh tan malaka dua kali lipat lebih lama ketimbang perjalananya soekarno.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kemudian ada beberapa lagi yang membedakan sosok dibalik layar yang jarang keluar dengan tokoh proklamator dalam buku Madilog ini. Dalam masa pembuangan Tan Malaka dua kali lebih lama daripada pembuangan soekarno selam 10 tahun. Dan setelah itu Tan malaka tidak dikembalikan secara resmi melainkan kembali sendiri. Setelah itu Tan Malaka tidak diperkenankan dengan terbuka melancarkan aksi propaganda. Hal ini berbeda dengan Ir. Soekarno yang langsung dibebaskan untuk membuat Propaganda untuk bekerjasama dengan Jepang, demi mewujudkan cita – cita indoesia raya dalama lingkungan ASIA Raya. Kemudian yang menjadi perbedaan lagi adalah soekarno disambut dengan meriah dengan pengikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Tan Malaka masuk ketengah rakyat indonesia, disana rakyat indonesia tidak tau bahwa itu adalah tan malaka, dengan itu tan malaka bisa mengetahui dan mempelajari tentara jepang. Jepang yang sekarang mengawasi musuh dengan pedang terhunus. Tan malaka mengerti sekali watak atau sifat rakyat jepang pada masa damai. Mereka mampu membedakan hal baik dan buruk, mereka besikap berani dan ramah tamah.Namun hal ini berbeda dengan yang ada di indonesia, tentara jepang sering hilang kesabaran kepada kaum pekerja indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Begitulah iklim politik di indonesia ketika tan malaka menulis madilog. Dia berada di tengah masyarakat dekat dengan keluarga dan sahabat. Namun keadaan dan paham yang memaksa Tan Malaka tinggal sendiri ditengah masyarakat yang menyebut – nyebutkan nama, namun tidak mengenal rupa tan malaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Didalam otak tan malaka sebenarnya ada 3 buku yang rencana akan diterbitkan yaitu Hukum Kaum Proletar atau yang disebut MADILOG, Federasi Aslia, dan beberapa pengalamanya.Namun karena kondisi finansial dan dan kesehatan akhirnya yang bisa terbit adalah madilog.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Dia juga pernah ditangkap di Hongkong pada tahun 1932 dan teman temanya sudah di brangus di singapura.  Hubungan tan malaka dan teman – temanya terputus. Beberapa kali tan malaka mencoba menjalin hubungan dengan rakyat indonesia di singapura. Namun semuanya gagal. Dia merasa sedih ketika melihat rakyat indonesia sangat kesulitan dalam mendirikan susunan politik, terlebih lagi dalam mengatur susunan tersembunyi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Banyaknya mesin dan proletar mesin dan tanah di indonesia dan kekuatan yang tersembunyi memang sudah cukup kuat untuk merebut kekuasaan imperalisme belanda. Tapi didikanya masih sangat tipis dan tidak cocok dengan dengan keperluan dan kewajiban kelasnya dihari depan. Mereka kekurangan pandangan dunia ( Weltan Schaunung), juga kekurangan filsafat. Kondisi masyarakat indonesia saat itu masih diselimuti ilmu barat, akhirat dan takhayul yang campur aduk. Mereka belum disadarkan akan kelasnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Filsafat kaum proletar memang sudah ada , yaitu di bara. Tetapi dengan menjalin buku Dialektik – materialisme dan menyorongkan buku – buku itu kepada proletar di indonesia . indonesia tidak akan mendapat hasil yang menyenangkan. Tan malaka memikirkan bahwa otak proletar mesin indonesia tak bisa menerjemahkan paham yang berurat dan tumbuh di dalam masyarakat indonesia dalam hal iklim sejarah, keadaan jiwa dan idamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Proletar indonesia mesti sitidaknya memiliki referensi yang yang berhubungan dengan pahamnya sekarang, referensi yang kelak akan bisa menjadi jembatan kepada filsafatnya proletar barat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf-xwNIu6ZGfzkB6XvNXjqsSgXO40-pUn_JJL8ghwFc8gs8LQ3wtYrNqRylGlTMEWBBkjEjnFPSuSuPIoe_YJ8galmqX4yRARMXgsxXaJBlATW78EYgtxxeugeumOnMRHFJYNtv1__Q60/s72-c/Madilog.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa Orang Tertentu Kreatif ?</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/mengapa-orang-tertentu-kreatif.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:29:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-5615581393036229569</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh : Feni Adhitia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Pertanyaan utamanya bukanlah “Mengapa orang tertentu kreatif, sedangkan yang lainnya tidak?” melainkan, “Demi Tuhan, mengapa semua orang itu kreatif?” Di mana dan bagaimana potensi kita menjadi hilang? Bagaimana potensi itu menjadi lumpuh? Mengapa pendidikan menghambat kreativitas?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjypo9U07pbB8JgDpTWXtWC3Q80Yx05EdllpalSdqzyZQ7KGBGQVHd7uarvOsxlbF2lrPLC0r9wRTMJQAu5d8WO08b-3yTWcW29QhAElYtOr39TFfMCquCrW2-aZGGZJgHdSkyHm2dtaXo/s1600/Kreatif.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjypo9U07pbB8JgDpTWXtWC3Q80Yx05EdllpalSdqzyZQ7KGBGQVHd7uarvOsxlbF2lrPLC0r9wRTMJQAu5d8WO08b-3yTWcW29QhAElYtOr39TFfMCquCrW2-aZGGZJgHdSkyHm2dtaXo/s320/Kreatif.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kita dididik agar memproses informasi berdasarkan apa yang telah terjadi pada masa lalu, apa yang dipikirkan oleh pemikir masa lalu, dan apa yang ada saat ini. Sesudah kita menganggap bahwa kita mengetahui cara mendapatkan jawabannya, berdasarkan apa yang telah diajarkan kepada kita, kita berhenti untuk berpikir atau pemikiran kita mati. Inilah alasannya ketika sebagian orang menggunakan imajinasinya untuk mengembangkan ide-ide baru, ide-ide tersebut sangat terstruktur dalam bentuk-bentuk yang dapat diprediksikan melalui kategori dan konsep yang sudah ada. Kunci agar kreatif membentuk asosiasi dan hubungan di antara hal-hal berbeda adalah pembauran konsep (conceptual blending). Ini merupakan sebuah proses berpikir kreatif yang melibatkan pembauran dua atau lebih konsep, dalam suatu ruang mental yang sama, untuk membentuk ide-ide baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pemikiran kreatif&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kita diajarkan menjadi pemikir analitis dan logis. Konsekuensinya kita berkemampuan untuk membuat berbagai asosiasi umum antara hal-hal yang berkaitan atau paling tidak sangat sedikit berkaitan. Jeff Hawkins, dalam bukunya on intelligence, menjelaskan betapa kemampuan diri kita untuk mengasosiasikan konsep-konsep yang berkaitan, membatasi kemampuan diri kita untuk menjadi kreatif. Kita membentuk dinding-dinding mental di antara asosiasi dari konsep-konsep yang berkaitan, dan asosiasi dari konsep-konsep yang tidak berkaitan. Pembauran konsep merupakan tindakan mengombinasikan atau mengaitkan hal-hal yang tidak berkaitan dalam rangka menyelesaikan masalah, menyusun ide baru, dan bahkan mengusahakan lagi ide lama. Bukanlah kebetulan bahwa orang-orang yang paling kreatif dan inovatif di sepanjang sejarahtelah menjadi para ahli memaksakan hubungan-hubungan mental yang baru, via pembauran konsep dari hal-hal yang tidak berkaitan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;“saya mulai bertanya-tanya berapa banyak hal yaang sudah saya ketahui aakaan tiba-tiba memperoleh makna-makna baru, seandainya saya dapat mempersipkan hubungan-hubungannya.”-Robert Scott-bernstein&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjypo9U07pbB8JgDpTWXtWC3Q80Yx05EdllpalSdqzyZQ7KGBGQVHd7uarvOsxlbF2lrPLC0r9wRTMJQAu5d8WO08b-3yTWcW29QhAElYtOr39TFfMCquCrW2-aZGGZJgHdSkyHm2dtaXo/s72-c/Kreatif.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Biografi Bachrudin Jusuf Habibie</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/biografi-bachrudin-jusuf-habibie.html</link><category>Tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-6348218576877979081</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuO3iiqL_jrs3_ogTQ8DK2Bac5v5zJ44jbtehMJNNPhMQK4u8dAeHLGI4iEWKBWip14BX_6kNUxrgY2wN_IY3-sia0Bya4K9n_QqhE5sjh9xxRCV5AdDsnx7d5WogsyqVaputV532kGgc/s1600/Habibie.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="187" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuO3iiqL_jrs3_ogTQ8DK2Bac5v5zJ44jbtehMJNNPhMQK4u8dAeHLGI4iEWKBWip14BX_6kNUxrgY2wN_IY3-sia0Bya4K9n_QqhE5sjh9xxRCV5AdDsnx7d5WogsyqVaputV532kGgc/s320/Habibie.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh : Rendy Prakoso&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Penulis asli : A. Novi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Penerbit     : Lamafa Republika tahun 2013&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang sering kita dengan Habibie lahir pada tanggal 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Beliau adalah tokoh penting Bangsa Indonesia.Tidak cuma penting, ia juga pernah begitu popular. Bukanya menyebut sebuah profesi (seperti dokter, presiden, menteri dan lainnya), pada masa orde baru, sebagian anak Indonesia menyatakan kelak ingin menjadi Habibie ketika ditanya cita-cita mereka. Tetapi pada masa sekarang tampaknya tidak lagi banya anak yang ercita-cita menjadi Habibie. Entah kalah popular dengan “Gangnam Style”, Cherrybelle, atau yang lainnya, sekarang Habibie hanya menampakkan sisa-sisa kemasyurahannya di masa lampau yang jauh dalam memori kolektif anak bangsa kita. Jika saat ini anak-anak diajukan pertanyaan seperti “siapa Habibie?” mungkin mereka akan menjawab “si jenius dan membuat pesawat terbang” atau “Presiden ke-3 Republik Indonesia. Jawaban itu menunjukkan bahwa anak-anak sekarang telah “berjarak” dan tak lagi menjadikan Habibie sebagai Inspirasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Bacharuddin Jusuf Habibie adalah anak keempat dari delapan bersaudara, putra dari Bapak Alwi Abdul Djalil Habibie dan Ibu R.A. Tuti Mariani Puspowardojo. Ayah Habibie meninggal saat Habibie berusia 13 tahun. Beliau meninggal saat mengerjakan sholat isya’. Sepeninggal sang ayah, maka Ibunda Habibie lah yang mendidik dan membesarkan anak-anaknya, termasuk Habibie. Semasa kecil Habibie diasuh dan dibesarkan oleh ayahnya sebagai orang Islam. Bahkan sang ayah mendatangkan orang Arab yang fasih untuk mengajari anak-anaknya membaca Al-Qur’an. Ayanhnya memang kuat dan taat dalam hal Agama. Wajar jika anak-anaknya dididik dengan berlandaskan agama. Sepeninggal sang ayah, maka Ibunda Habibie harus meneruskan hidup dan mengurus keluarga beserta anak-anaknya. Saat itu ibunda Habibie sedang mengandung tujuh bulan. Mereka pindah ke Jawa. Bandung adalah kota yang dipilih, sebab menurut sang ibu, Bandung merupakan kota yang memiliki sekolah yang bagus saat itu. Kiranya dapat diketahui bahwa salah satu alasan perpindahan mereka ke Jawa terkait dengan masa depan anak-anaknya. Habaibie di Bandung sekolah di SMP 5 Bandung. Di Bandung Habibie dititipkan kepada kolega Ayahnya, yaitu pak Soejoed, dari rumah pak Soejoed, Habibie kemudian kost dirumah keluarga Samsudin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Lulus dari SMP 5 Bandung, Habibie melanjutkan sekolah di SMAK (Sekolah Menengah Atas Kristen yang sebelumnya dikenal dengan nama Lycium. Habibie merupakan murid paling muda. Suaedah Djumiril yang saat itu seangkatan dengan Habibie terhitung tiga tahun lebih tua daripadanya. Habibie cukup menonjol dan berprestasi, terutama mata pelajaran eksakta. Tetapi dalam mata pelajaran hafalan, nilai Habibie sedang-sedang saja. Mata pelajaran eksakta nampaknya memang wilayah kesukaan Habibie. Jika pada saat ujian teman-teman Habibie sibuk membolak-balikkan buku pelajaran untuk belajar menjelang ujian, Habibie tenang-tenang saja, namun begitu, Habibie dapat mengerjakan soal dengan baik, bahkan mendapatkan nilai sempurna. Walau begitu Habbie bukanlah orang yang sombong. Saat ujian, sekalipun dia sudah selesai mengerjakan soal, dia tetap duduk di dalam kelas dan berpura-pura berfikir.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Lulus dari SMAK pada tahun 1954, Habibie kemudian melanjutkan studinya ke Fakultas Teknik UI tepatnya pada departemen Elektro, yang kemudian menjadi ITB. Sebagai mahasiswa baru, Habibie langsungg menjadi pusat perhatian. Semua itu berasal pada acara plonco, atau sekarang yang dikenal dengan istilah OSPEK. Pada saat itu Habibie masuk pada regu II. Nama plonconya adalah “bangsat”. Bagi para senior di kampus, Habibie merupakan mahasiswa yang menyenagkan dan lincah..&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Studi Habibie di ITB tidaklah lama. Namun begitu, Habibie telah menunjukkan kualiistasnya. Habibie hanya sampai pada Sarjana Muda pada semester pertamanya, Habibie melanjutkan kuliahnya di Jerman pada tahun 1955. Pada saat di Jerman, Habibie juga aktf di Organisasi Mahasiswa. Organisasi tersebut adalah PPI (Persatuan Pelajar Indonesia). Salah satu keberhasilan Habibie pada saat itu adalah bisa mewujudkan cita-cita Habibie untuk memperkenalkan budaya Indonesia di Dunia yaitu dengan melaksakan Seminar Pembangunan. Salah satu hal yang perlu di contoh dari sifat Habibie adalah kerja kerasnya, komitmen yang tinggi, dan rela berkorban demi Negaranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Salah satu mimpi Habibie adalah mengembangkan Industri Penerbangan di Indonesia. Hal itu bermula karena pada saat lulus dari studinya, Habibie bekerja di Jerman sebagai pakar mengenai dunia penerbangan. Gelar Doktor pun juga dia sabet dengan predikat yang memuaskan. Pada saat Habibie bekerja di MMB, Habibie mengajak teman-temannya yang ada di Indonesia untuk mau bekerja di sana dengan jaminan reputasinya. Hal itu di lakukan semata-mata untuk membangun perindustrian penerbangan di Indonesia. Habibie adalah orang yang berkomitmen dengan apa yang dipilihnya. Segalanya dia berikan, baik itu kepandaiannya, tenaganya, maupun waktunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Tidak salah memang jika kita menyebut Habibie sebagai si jenius dari Indonesia. Terbukti dengan berhasilnya pembuatan pesawat terbang N-250. Pada saat penerbangan pertama juga di saksikan oleh Presiden Soeharto. Mengangkasanya N-250 menawarkan harapan bagi terus maju dan berkembangnya industry pesawat terbang Indonesia. Tapi sejarah telah mencatat bahwa awan gelap telah mengintai langit Indonesia. Semuanya bermula ketika krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Pada saat krisis ekonomi Indonesia pada tahun 1997/1998 itu juga mengantarkan Habibie menjadi RI-1. Banyak poin yang dapat kita petik dari sedikit kisah hidup Habibie, adalah manusia Indonesia dengan visi misi yang jelas bagi bangsa ini. Semangatnya yang berkobar-kobar sebagaimana terlihat dari sorot matanya apabila berbicara seolah akan hidup selamanya. Hidupnya, tenaganya, pikirannya, keahliannya, dan dedikasinya untuk Negara dan bangsa ini, sebagai generasi pembangunan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuO3iiqL_jrs3_ogTQ8DK2Bac5v5zJ44jbtehMJNNPhMQK4u8dAeHLGI4iEWKBWip14BX_6kNUxrgY2wN_IY3-sia0Bya4K9n_QqhE5sjh9xxRCV5AdDsnx7d5WogsyqVaputV532kGgc/s72-c/Habibie.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perjalan Menuju Kematian</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/perjalan-menuju-kematian.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:24:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-8632004577988390860</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" src="file:///C:/Users/qolis/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2GjDAyZktcjB8MLKgDfuknlBhhP4Kj9w3_Uk5a6pBhaYTGwDZ5lCYgORxXTJ2dkbA3qXJq4zcb4VuaX4zA1NGlyeveIKP3n5YXa5FkFXR78z8vknacFg6c2RK3QvMqs4aoX31I318F8g/s1600/Mati.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2GjDAyZktcjB8MLKgDfuknlBhhP4Kj9w3_Uk5a6pBhaYTGwDZ5lCYgORxXTJ2dkbA3qXJq4zcb4VuaX4zA1NGlyeveIKP3n5YXa5FkFXR78z8vknacFg6c2RK3QvMqs4aoX31I318F8g/s320/Mati.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh : Fatimatuzzahro&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Mengarungi hidup di dunia bagi manusia tergolong hal biasa, namun menempuh arung kehidupan di alam baka jelas sangat ajaib dan luar biasa. Nyaris bisa dihitung dengan jari, orang yang pernah menjelajahi untuk kemudian kembali lagi ke dunia ini dari alam yang hanya mungkin dialami mereka yang sudah meninggal dunia. Bagi mereka yang pernah mengalaminya, dunia ini bukan hanya kehilangan pesonannya sehingga terasa begitu hambar. Lebih dari itu, mereka akan memandangnya sebagai penjara yang penuh siksaan, kegetiran dan kegalauan. Sepulangnya dari alam baka, mereka biasanya selalu murung dan merenungkan kembali keadaan di alam baka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Entah kata apa yang tepat untuk menyebut petualangan yang saya alami, benar-benar petualangan yang mencekam dan membingungkan. Saat itu saya menyaksikan sesosok makhluk yang besar dan menakutkan, tanpa terucap satu kata pun, dengan kasar ianya membawa saya berlari kencang menyusuri lorong yang benar-benar gelap tanpa cahaya dan tak jelas dimana ujung lorong itu. Dengan nafas terengah-engah saya beranikan diri tuk bertanya padanya “kemana gerangan kau ingin membawa saya?” tidak ada jawaban yang terucap dari mulutnya, saya pun bertanya untuk yag kedua kalinya, kali ini dengan tangis isak penuh ketakutan. Akhirnya keluar sepatah kata yang membuat saya tercengang “DIAM!” sungguh kata itu membuat saya merasakan ketakutan yang amat dasyat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Entah sudah seberapa jauh dia telah membawa saya berlari tanpa henti, hingga akhirnya ia melepaskan cengkramannya dan menhilang meninggalkan saya seorang diri dalam kegelapan tanpa secercah cahaya yang menyinari, serta tangan dan kaki yang perih berlumur darah. Saya pejamkan mata ini dan menangis dengan ketakutan yang mendalam, sembari berteriak memohon pertolongan. Tapi apalah daya, keadaan semakin mencekam dan kini terdengar suara yang entah dari mana asal suara itu dan siapa gerangan pemilik suara itu, “Man Robbuk?” suara itu terdengar sangat menggelegar dan membuat sekujur tubuh ini kaku seakan mati rasa. Tak dapat sedikitpun saya membuka mulut ini, hingga kini suara itu terulang kembali disertai suara guntur yang menyayat lebih sakit dari sayatan pedati, benar-benar ketakutan yang tiada henti. Lagi-lagi saura itu muncul dan terdengar sangat kencang dan mungkin bila itu terjadi di dunia, setiap yang mendengarnya pastilah kan kehilangan pendengarannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Entah kekuatan apa yang tiba-tiba membuat saya menjawab suara itu dengan lirih dan penuh ketakutan, saya benar-benar tidak tahu. Dengan lirih saya berucap “sesembahan saya adalah Allah Tuhan Yang Maha Esa”, sungguh menakjubkan! Kali ini saya tidak lagi merasakan ketakuatan sebagaimana sebelumnya. Kini saya hanya bisa diam terpaku lantaran kebingungan yang menyelimuti. Terlihat secercah cahaya dari ujung lorong, cahaya itu semakin mendekat dan menyilaukan, hati pun mulai berbunga berharap cahaya itu adalah sebuah pertolongan untuk membebaskan saya dari keterpurukan ini. Tahukah anda apa yang terjadi? Ketika cahaya itu semakin mendekat dan dengan tertatih saya berusaha berdiri, tiba-tiba cahaya itu menghilang entah kemana. Sungguh kini saya benar-benar tak bisa menggunakan akal sehat saya, hati ini bergejolak dengan beribu ketakutan dan kebingungan. Sembari memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, dimana saya sekarang dan apa maksud dari semua ini, terdengar langkah kaki yang semakin dekat dan nampaknya ia kini berada tepat di belakang saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ternyata benar dugaan saya, ia menepuk pundak saya dan membuat sekujur tubuh ini merinding terkejut. Ia duduk tepat di samping saya, terdiam seribu bahasa. Dengan gemetar saya mencoba membuka mulut dan bertanya padanya “siapakah gerangan dirimu sebenarnya?” ia pun menjawab dengan tenang dan begitu lembut “ sayalah yang memberi ilham di hatimu saat kau ketakutan dengan suara pertanyaan yang menggelegar tadi, hingga akhirnya kau bisa menjawab suara itu” benar-benar tidak bisa dimengerti! Siapakah dia sebenarnya??? Ketika mulut ini ingin melontarkan kata, tiba-tiba ia merangkul saya sembari berkata “saya tahu benar kebingungan dan ketakutanmu, tenanglah saudaraku jangan kau takut!” “bolehkah saya melihat wujudmu?” itu mungkin menjadi kata terakhir yang terucap dari mulut saya. Cahaya itu kembali muncul menyinari kita dan saya melihat sesosok orang yang benar-benar mirip dengan saya tanpa ada perbedaan secuil pun. Ia menghapus air mata saya dan seraya memeluk dengan penuh kasih. Inilah kata-kata terakhir yang saya dengar di tempat yang sungguh membingungkan dan menakutkan dan tak mungkin dapat dijumpai di dunia nyata “kembalilah kau wahai saudaraku, ini belumlah waktunya untukmu, masih banyak tugas yang harus kamu selesaikan, jangan pernah sekali-kali kau meninggalkan-Nya!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dan saya pun hanyut dalam pelukannya. Ketika mata ini terbuka, di depan saya telah banyak orang yang menangis penuh haru. Saya baru sadar bahwa semua ini tidaklah benar-benar terjadi. Lantas,,,, petualangan yang saya alami apakah itu hanya mimpi?? Tapi rasanya benar-benar seperti nyata. Yah.........itulah mimpi nyata nan panjang yang saya alami ketika koma di rumah sakit. Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk meneruskan hidup, jika kita renungkan...sebelum mati saja perjalannya sangat panjang dan menakutkan, lantas bagaimana dengan kematian yang sesungguhnya?? Wallahu a’lam bis-showab. Itulah petualangan yang takkan pernah hilang dari benak ini, pelukan yang begitu hangat dan menentramkan sanubari selalu tergiang dalam jiwa ini dan kata-kata terakhirnya selalu menari-nari di fikiran saya hingga saat ini, mengiringi setiap langkah kaki penuh arti. –Z@-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2GjDAyZktcjB8MLKgDfuknlBhhP4Kj9w3_Uk5a6pBhaYTGwDZ5lCYgORxXTJ2dkbA3qXJq4zcb4VuaX4zA1NGlyeveIKP3n5YXa5FkFXR78z8vknacFg6c2RK3QvMqs4aoX31I318F8g/s72-c/Mati.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Elemen Jurnalisme Yang Harus Anda Ketahui</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/elemen-jurnalisme-yang-harus-anda-ketahui.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:22:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-695979724747492426</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgeHGEtocroYswdAuzspmZeRrMYfNG3EyuJ3jh61a2M2qtlgxFUbscCRGiug0kVm2MZG1-YKuo-40HhqQax9ryajBNgicKL7k1HHQjokREXBsugEgmpZP1Mx2n8RzKVKzeTXtYGsLWlYk/s1600/Jurnalistik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgeHGEtocroYswdAuzspmZeRrMYfNG3EyuJ3jh61a2M2qtlgxFUbscCRGiug0kVm2MZG1-YKuo-40HhqQax9ryajBNgicKL7k1HHQjokREXBsugEgmpZP1Mx2n8RzKVKzeTXtYGsLWlYk/s320/Jurnalistik.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;oleh : Anif Syaiban&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Hati nurani jurnalisme Amerika ada pada Bill Kovach.Ini ungkapan yang sering dipakai orang bila bicara soal Kovach.Wartawan yang nyaris tanpa cacat itulah yang menulis buku The Elements of Journalism bersama rekannya Tom Rosenstiel. Kovach memulai karirnya sebagai wartawan pada 1959 di sebuah suratkabar kecil sebelum bergabung dengan &lt;a href="http://www.nytimes.com/"&gt;The New York Times&lt;/a&gt;, salah satu suratkabar terbaik di Amerika Serikat, dan membangun karirnya selama 18 tahun di sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dalam buku ini Bill Kovach dan Tom Rosenstiel merumuskan sembilan elemen jurnalisme. Kesimpulan ini didapat setelah&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.journalism.org/" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Committee of Concerned Journalists &lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;mengadakan banyak diskusi dan wawancara yang melibatkan 1.200 wartawan dalam periode tiga tahun. Sembilan elemen ini sama kedudukannya. Tapi Kovach dan Rosenstiel menempatkan elemen jurnalisme yang pertama adalah kebenaran, yang ironisnya, paling membingungkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kebenaran yang mana?Bukankan kebenaran bisa dipandang dari kacamata yang berbeda-beda? Tiap-tiap agama, ideologi atau filsafat punya dasar pemikiran tentang kebenaran yang belum tentu persis sama satu dengan yang lain. Sejarah pun sering direvisi.Kebenaran menurut siapa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Bagaimana dengan bias seorang wartawan? Tidakkah bias pandangan seorang wartawan, karena latar belakang sosial, pendidikan, kewarganegaraan, kelompok etnik, atau agamanya, bisa membuat si wartawan menghasilkan penafsiran akan kebenaran yang berbeda-beda?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kovach dan Rosenstiel menerangkan bahwa masyarakat butuh prosedur dan proses guna mendapatkan apa yang disebut kebenaran fungsional. Polisi melacak dan menangkap tersangka berdasarkan kebenaran fungsional.Hakim menjalankan peradilan juga berdasarkan kebenaran fungsional.Pabrik-pabrik diatur, pajak dikumpulkan, dan hukum dibuat.Guru-guru mengajarkan sejarah, fisika, atau biologi, pada anak-anak sekolah.Semua ini adalah kebenaran fungsional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Namun apa yang dianggap kebenaran ini senantiasa bisa direvisi. Seorang terdakwa bisa dibebaskan karena tak terbukti salah.Hakim bisa keliru.Pelajaran sejarah, fisika, biologi, bisa salah.Bahkan hukum-hukum ilmu alam pun bisa direvisi.Hal ini pula yang dilakukan jurnalisme.Bukan kebenaran dalam tataran filosofis.Tapi kebenaran dalam tataran fungsional.Orang butuh informasi lalu lintas agar bisa mengambil rute yang lancar.Orang butuh informasi harga, kurs mata uang, ramalan cuaca, hasil pertandingan bola dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Selain itu kebenaran yang diberitakan media dibentuk lapisan demi lapisan.Kovach dan Rosenstiel mengambil contoh tabrakan lalu lintas.Hari pertama seorang wartawan memberitakan kecelakaan itu. Di mana, jam berapa, jenis kendaraannya apa, nomor polisi berapa, korbannya bagaimana. Hari kedua berita itu mungkin ditanggapi oleh pihak lain. Mungkin polisi, mungkin keluarga korban.Mungkin ada koreksi.Maka pada hari ketiga, koreksi itulah yang diberitakan. Ini juga bertambah ketika ada pembaca mengirim surat pembaca, atau ada tanggapan lewat kolom opini. Demikian seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Jadi kebenaran dibentuk hari demi hari, lapisan demi lapisan.Ibaratnya stalagmit, tetes demi tetes kebenaran itu membentuk stalagmit yang besar.Makan waktu, prosesnya lama.Tapi dari kebenaran sehari-hari ini pula terbentuk bangunan kebenaran yang lebih lengkap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Tapi mengetahui mana yang benar dan mana yang salah saja tak cukup.Kovach dan Rosenstiel menerangkan elemen kedua dengan bertanya, “Kepada siapa wartawan harus menempatkan loyalitasnya?Pada perusahaannya?Pada pembacanya?Atau pada masyarakat?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Ini memprihatinkan karena wartawan punya tanggungjawab sosial yang tak jarang bisa melangkahi kepentingan perusahaan di mana mereka bekerja.Walau pun demikian, dan di sini uniknya, tanggungjawab itu sekaligus adalah sumber dari keberhasilan perusahaan mereka.Perusahaan media yang mendahulukan kepentingan masyarakat justru lebih menguntungkan ketimbang yang hanya mementingkan bisnisnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Salah satu bagian penting buku ini adalah penjelasan Bill Kovach dan Tom Rosenstiel tentang elemen ketiga.Mereka mengatakan esensi dari jurnalisme adalah disiplin dalam melakukan verifikasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Disiplin mampu membuat wartawan menyaring desas-desus, gosip, ingatan yang keliru, manipulasi, guna mendapatkan informasi yang akurat.Disiplin verifikasi inilah yang membedakan jurnalisme dengan hiburan, propaganda, fiksi atau seni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kovach dan Rosenstiel menawarkan lima konsep dalam verifikasi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jangan menambah atau mengarang apa pun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jangan menipu atau menyesatkan pembaca, pemirsa, maupun pendengar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bersikaplah setransparan dan sejujur mungkin tentang metode dan motivasi Anda dalam melakukan reportase&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bersandarlah terutama pada reportase Anda sendiri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bersikaplah rendah hati.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jangan berasumsi. Jangan percaya pada sumber-sumber resmi begitu saja.Wartawan harus mendekat pada sumber-sumber primer sedekat mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Elemen keempat:&lt;/b&gt; independensi. Kovach dan Rosenstiel berpendapat, wartawan boleh mengemukakan pendapatnya dalam kolom opini (tidak dalam berita).Mereka tetap dibilang wartawan walau menunjukkan sikapnya dengan jelas.Kalau begitu wartawan boleh tak netral?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Menjadi netral bukanlah prinsip dasar jurnalisme.Impartialitas juga bukan yang dimaksud dengan objektifitas.Prinsipnya, wartawan harus bersikap independen terhadap orang-orang yang mereka liput.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Elemen jurnalisme yang kelima&lt;/b&gt; adalah memantau kekuasaan dan menyambung lidah mereka yang tertindas.Memantau kekuasaan bukan berarti melukai mereka yang hidupnya nyaman.Mungkin kalau dipakai istilah Indonesianya, “jangan cari gara-gara juga.”Memantau kekuasaan dilakukan dalam kerangka ikut menegakkan demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Salah satu cara pemantauan ini adalah melakukan investigative reporting --sebuah jenis reportase di mana si wartawan berhasil menunjukkan siapa yang salah, siapa yang melakukan pelanggaran hukum, yang seharusnya jadi terdakwa, dalam suatu kejahatan publik yang sebelumnya dirahasiakan.Salah satu konsekuensi dari investigasi adalah kecenderungan media bersangkutan mengambil sikap terhadap isu di mana mereka melakukan investigasi.Ada yang memakai istilahadvocacy reporting buat mengganti istilah investigative reporting karena adanya kecenderungan ini.Padahal hasil investigasi bisa salah.Dan dampak yang timbul besar sekali.Bukan saja orang-orang yang didakwa dibuat menderita tapi juga reputasi media bersangkutan bisa tercemar serius.Mungkin karena risiko ini, banyak media besar serba tanggung dalam melakukan investigasi.Mereka lebih suka memperdagangkan labelnya saja tapi tak benar-benar masuk ke dalam investigasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Elemen keenam &lt;/b&gt;adalah jurnalisme sebagai forum publik. Kovach dan Rosenstiel menerangkan zaman dahulu banyak suratkabar yang menjadikan ruang tamu mereka sebagai forum publik di mana orang-orang bisa datang, menyampaikan pendapatnya, kritik, dan sebagainya. Di sana juga disediakan cerutu serta minuman.Logikanya, manusia itu punya rasa ingin tahu yang alamiah. Bila media melaporkan, katakanlah dari jadwal-jadwal acara hingga kejahatan publik hingga timbulnya suatu trend sosial, jurnalisme ini menggelitik rasa ingin tahu orang banyak. Ketika mereka bereaksi terhadap laporan-laporan itu maka masyarakat pun dipenuhi dengan komentar – mungkin lewat program telepon di radio, lewat talk show televisi, opini pribadi, surat pembaca, ruang tamu suratkabar dan sebagainya. Pada gilirannya, komentar-komentar ini didengar oleh para politisi dan birokrat yang menjalankan roda pemerintahan.Memang tugas merekalah untuk menangkap aspirasi masyarakat.Dengan demikian, fungsi jurnalisme sebagai forum publik sangatlah penting karena, seperti pada zaman Yunani kuno, lewat forum inilah demokrasi ditegakkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Sekarang teknologi modern membuat forum ini lebih bertenaga. Sekarang ada siaran langsung televisi maupun chat room di internet. Tapi kecepatan yang menyertai teknologi baru ini juga meningkatkan kemampuan terjadinya distorsi maupun informasi yang menyesatkan yang potensial merusak reputasi jurnalisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Elemen ketujuh &lt;/b&gt;bahwa jurnalisme harus memikat sekaligus relevan.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Memikat sekaligus relevan. Ironisnya, dua faktor ini justru sering dianggap dua hal yang bertolakbelakang.Laporan yang memikat dianggap laporan yang lucu, sensasional, menghibur, dan penuh tokoh selebritas. Tapi laporan yang relevan dianggap kering, angka-angka, dan membosankan. Kebanyakan media suka menekankan pada sisi sensasi dari skandal itu ketimbang isu yang lebih relevan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Elemen kedelapan&lt;/b&gt; adalah kewajiban wartawan menjadikan beritanya proporsional dan komprehensif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kovach dan Rosenstiel mengatakan banyak suratkabar yang menyajikan berita yang tak proporsional. Judul-judulnya sensional. Penekanannya pada aspek yang emosional.Mungkin kalau di Jakarta contoh terbaik adalah harian Rakyat Merdeka.Suratkabar macam ini seringkali tidak proporsional dalam pemberitaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kovach dan Rosenstiel mengambil contoh yang menarik.Suratkabar sensasional diibaratkan seseorang yang ingin menarik perhatian pembaca dengan pergi ke tempat umum lalu melepas pakaian, telanjang.Orang pasti suka dan melihatnya. Pertanyaannya adalah bagaimana orang telanjang itu menjaga kesetiaan pemirsanya?Ini berbeda dengan pemain gitar. Dia datang ke tempat umum, memainkan gitar, dan ada sedikit orang yang memperhatikan.Tapi seiring dengan kualitas permainan gitarnya, makin hari makin banyak orang yang datang untuk mendengarkan.Pemain gitar ini adalah contoh suratkabar yang proporsional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Proporsional serta komprehensif dalam jurnalisme memang tak seilmiah pembuatan peta. Berita mana yang diangkat, mana yang penting, mana yang dijadikan berita utama, penilaiannya bisa berbeda antara si wartawan dan si pembaca.Pemilihan berita juga sangat subjektif.Kovach dan Rosenstiel bilang justru karena subjektif inilah wartawan harus senantiasa ingat agar proporsional dalam menyajikan berita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Setiap wartawan harus mendengarkan hati nuraninya sendiri.Dari ruang redaksi hingga ruang direksi, semua wartawan seyogyanya punya pertimbangan pribadi tentang etika dan tanggungjawab sosial.Ini elemen yang kesembilan.Membolehkan tiap individu wartawan menyuarakan hati nurani pada dasarnya membuat urusan manajemen jadi lebih kompleks.Tapi tugas setiap redaktur untuk memahami persoalan ini.Mereka memang mengambil keputusan final tapi mereka harus senantiasa membuka diri agar tiap orang yang hendak memberi kritik atau komentar bisa datang langsung pada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgeHGEtocroYswdAuzspmZeRrMYfNG3EyuJ3jh61a2M2qtlgxFUbscCRGiug0kVm2MZG1-YKuo-40HhqQax9ryajBNgicKL7k1HHQjokREXBsugEgmpZP1Mx2n8RzKVKzeTXtYGsLWlYk/s72-c/Jurnalistik.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hitler Mati di Indonesia</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/hitler-mati-di-indonesia.html</link><category>Tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-4142247192187331845</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLMmpmZta7NdyZ7QQhPgRaQhMqjUBUhUQxNJaq5T8mi-AMN4uA8UioYDWDw6g7wD-uS5a3p8dtS8O-EWRqj9MhVCcVJyy0oCLomkRxAJbZVtDE5sF7_EVRIhlSQICXc2MslvjSCRvxKro/s1600/Adolf-Hitler.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLMmpmZta7NdyZ7QQhPgRaQhMqjUBUhUQxNJaq5T8mi-AMN4uA8UioYDWDw6g7wD-uS5a3p8dtS8O-EWRqj9MhVCcVJyy0oCLomkRxAJbZVtDE5sF7_EVRIhlSQICXc2MslvjSCRvxKro/s320/Adolf-Hitler.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh : Ashari Yulianto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Judul Buku : Hitler Mati di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pengarang : Ir. KGPH. SOeryo Goeritno, M.Sc&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Sekilas tentang Adolf Hitler&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Adolf adalah seseorang dengan sosok kumis Charlie chaplin yang dikenal sebagai pribadi yang unik, keras, kejam, dingin, namun saying terhadap anak-anak. Latar belakang kehidupannya keras dan penuh kekecewaan mengantarkan ia menjadi otak mesin perang yang pantangmenyerah. Untuk mengeja cita-citanya sebagai seorang seniman, ia belajar di Akademi Seni di Wina, tapi sayang nilainya kurang bagus sehingga ia tidak dapat bersekolah disitu. Ketika hidupnyamakin sulit ia tanpa ragu mendaftar menjadi tantara dengan pangkat Kopral dan bertugas di medan perang. Pada 1920 ia menjadi kepala bagian propaganda, sat tahun kemudian ia menjadi ketua partai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Banyak hal yang sudaha dilakukan Hitler untuk menjadi pemimpin yang ditakuti, pada 1939 Hitler menyerang Polandia, yang menciptakan Perang Dunia II yang berlangsung selama setengah tahun dan memakan korban sebanyak 55 juta orang. Pada tahun 1942 Hitler melakukan Pembunuhan masal dengan cara ada yang dimasukkan kedalam ruang beracun atau dibunuh begitu saja, hanya warga Yahudi yang digiring ke kamp konsentrasi, kemudian dibunuh. Tanggal 30 April pasukan Ruiatelah menepung gedung Kanselerei Admiral Donitz yang telah mendapat mandate dari Hitler.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kematian Hitler Menurut Beberapa Versi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jerman menyebutkan bahwa Aldolf Hitler mati karena bunuh diri dan meminum racun sianida pada 30 pril 1945 dan ketika itu Jerman sedng diduduki oleh Uni Soviet. Agi hari saat menjelang kjatuhnya Nazi, terdengar suara tembakan, Hitler bunuh diri setelah meminum racun Sianida. Istrinya Eva Braun pun ikut meminum racun sianida.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Berbeda dengan yang dikatakan Jeerman, Rusia menyebut bahwa seorang pejabat tinggi dinas rahasia Rusia KGB mngatakan bahwa Hitler mengakiri hidupnya tidak dengan menenmbak dirinya, tetapi hanya dengan meminum racun karena terdapat sisa-sisa pecahan kapsul di mulut dan aroma tajam kacang almond pahit dari jasad Hitler dan Eva.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Bukti Hitler di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sesuai dengan judul buku ini, “ Hitler Mati di Indonesia”, didalam buku ini terdapat bukti bahwa Hitler di Indonesia. Ia yang terkenal kejam ternyata sejak 1954 sampai 1970 telah bersembunyi di di Indonesia. Seorang wartawan majalah Mangle menyebut bahwa Hitler padda saat itu menyamar menaddi dokter Kabupaten di Sumbawa Besar, NTB. Dan oorang yang bertemu Hitler adalah dr Sosro Husodo seorang dokter militer yang berpangkat colonel. Beiau bertemu ktika Hitler bersembunyi dan menyamar menjadi dr Poch.semua fakta terungkap dengan ditemukannya di buku catatan pribadi Hitler yang disimpan dan dirawat oleh dr. sosro. Hitler awalnya diDompu, lalu pindah ke Bima, pindah lagi ke kabupaten Sumbawa Besar, dan bekerja sebagai dokter di rumah sakit Sumbawa Besar, dan terkenal pdengan panggilan “dokter Jeerman”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Selain factor birokasi Indonesia, alas an Hitler bersembunyi di Indonesia adalah karena figure Bung Karno yang terdapat kesamaan dalam segi pidato. Pilihan Hitler bersembunyi di Indonesia tidak salah, selain aman untuk keselamatannya, juga factor psikologis, ada tai sentimental, dan emosional antara Hitler dan Bung Karno. Sampai-sampai Hiteler kerasan dan igin menjadi warga Indonesia juga masuk islam, ia melepaskan diri sebagai keturunan Arya dan mendapatkan wanita Sunda keturunan Siliwangi yaitu Sulaesih.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Salah satu peninggalan yang diwariskan kepada Sulaesih adlah buti otentik tentang Hitler hanyalah buku yang Hitler tulis, yang menyatakan bahwa dr Poch adalah dewa Nazi, Adolf Hitler. Hiteler mengemukakan alas an kenapa ia tidak kembali ke Jerman karena tidak suka dengan iklim Jerman yang tidak bersahabat dengan kondii tubuhnya yang sudah tua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Hitler Mati di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kematian dictator Jerman, Adolf Hitler yang diyakini tewas di sebuah bunker dan bunuh diri itu pada 30 April 1945 di Berlin masih mnjadi tanda Tanya besar, apalagi diperkuat dengan hasil tes DNA yang dilakukan pada tegnkorak yang selama ini diyakini milik Hitler, ternyata milik seorang wanita berusia 40 tahun. Menurut agen rahasia Inggris M15, Hitler selalu menggunakan orang lain untuk menyamar sebagai dirinya, seperti Heinz Linge, Menpen Gobbles, Himmler, dan pimpinan tertinggi Gstapo. Setelah pernyataan Stanlin pada konferensi postdam Juli 1994, dia mengatakan bahwa mayat Hitler tidak ditemukan dan Hitler telah melarikan diri ke Amerika Latin atau Spanyol, dan banyak para ahli yang memperkirakan bahwa yang mati di dalam bunker adalah Hitler dan Eva adalah palsu. Tapi para fanatisme Nazi tetap mnganggap bahwa Hitler sang Fuhrer telah meninggal di berlin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kepada sang istri Sulaesih, “dokter jerman” mengaku sebagai Adolf Hitler. Dkter jerman ini pernah bercerita kepada sulesih bahwa dia baru saja bertemu dengan Kondrad Adenauer, ketika beliau dating sebgai tam Negara. Menurut dr. SosroHusodo hal tersebut sangatlah menarik karena ia berhasil menembus protokoler untuk bisa berteu dengan tamu Negara, hal itu sangatlah istimewa. Tidak lama setelah itu Sulaesih sempat bertaya kepada suaminya, “Gi, Kenapa kumisnya sepeerti Hitler?” lalu dr.Med G. A.Poch menjawab “Memang saya Hitler.” Dan semenjak pengauan itu Sulaesih di wanti-wanti untuk tidak bercerita kepada siapapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLMmpmZta7NdyZ7QQhPgRaQhMqjUBUhUQxNJaq5T8mi-AMN4uA8UioYDWDw6g7wD-uS5a3p8dtS8O-EWRqj9MhVCcVJyy0oCLomkRxAJbZVtDE5sF7_EVRIhlSQICXc2MslvjSCRvxKro/s72-c/Adolf-Hitler.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Biografi Ibnu al-Haytsam</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/biografi-ibnu-al-haytsam.html</link><category>Tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:14:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-2268823316630732033</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;oleh : Mohammad Nurkholis Majid&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Nama lengkapnya Abu Ali al-Hasan bin al-Hasan bin al-Haytsam al-Basri al Misri, juga di kenal dengan nama Latin al-hazen, Annethar, Avetar, atau al-Hazen. ia lahir di basra sekitar tahun 354 H/ 965 M. Tetapi hendaknya ia membedakan dengan al-Hazen lain yang pernah menerjemahkan karya Ptelemaious,''Almages'', pada abad ke-10 M.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS7srr5qEGQwp_hvjvjymIk7AU8usQffqWRubKLkzhYeQFZva6W1RklbZyr6gdsOyRwz3QfSBok6EHK25CVxKCV0RhSb1yagN4ydGkPSaiAo3LJJNu9lCOlENjfrQfks47onbYA-xTgXc/s1600/Al-Haitham.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS7srr5qEGQwp_hvjvjymIk7AU8usQffqWRubKLkzhYeQFZva6W1RklbZyr6gdsOyRwz3QfSBok6EHK25CVxKCV0RhSb1yagN4ydGkPSaiAo3LJJNu9lCOlENjfrQfks47onbYA-xTgXc/s320/Al-Haitham.png" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Ibnu al-Haytsam adalah salah seorang ahli matematika ulang serta ahli fisika terbaik yang paling disegani sejak adad ke-11 M. Di mana hidupnya ia juga tercatat sebagai ahli fisika pertama dari kalangan Islam. Pada tahun-tahun terakhir hidupna, ia pindah ke Mesir, dan bekerja di bawah pemerintahan khalifah fathimiyah, al-Haki (966-1020 M). Ia dipercaya mencari metode untuk memantau banjir tahunan sungai Nil, tetapi ia gagal mengemban misi ini karena memang misi tersebut memang berat untuk di bebankan ke pundak seorang al-Haytsam. Bahkan menurut smber, karena kegagalan mengemban misi tersebut, al-Haytsam seolah-olah menghilang, malahan ada juga yang menyatakan ia gila, hingga pada saat kematian al-Hakim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dalam ''Uyumul Arabica fi Thabaqat al Attiba'', di sebutkan bahwa karyanya mencapai 200 judul karya ilmiah. Tulisannya meliputi bidang optik,matematika, farmakologi, fisika, dan filsafat. Lewat karyanya itulah dapat diketahui betapa pengetahuannya tentang penulis-penulis Yunani amat dalam dan luas, khususnya tampak dalam bahasan dan kritik-kritiknya terhadap Ptemalious. Teori-teori optiknya jauh lebih tinggi dari apa yang dihasilkan Ptemolious, dan berpengaruh besar terhadap ilmuwan-ilmuwan Eropa di zaman renaissance dan sesudahnya, seperti Roger Bacon, Leonardo da Vinci, john Kepler, Descartes dan lian-lain. Bahkan menurut John William Draper dalam ''History of The Intelectual Development of Europe'' al-Hazen merupakan orang pertama yang memperbaiki kekeliruan konsep Yunani tentang penglihatan. Keterangannya tidak didasarkan pada hipotesa dan perkiraan belaka, tetapi pada penyelidikan anatomi dan pembahasan geometris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Di samping sumbangannya berupa buku-buku, al-Haytsam Ibnu-Haytsam juga memberikan sumbangan dalam memahami gejala-gejala atsmosfer seperti senjakala (twi light), memberikan gambaran yang jelas tentang mata dan penglihatan dengan baik bahwa sinar timbul pada obyek yang yang terlihat dan bukan pada mata, seperti anggapan para filosof Yunani kuno. Ibnu al-Haytsam juga telah berusaha menerangkan secara jelas tentang fisibinocular (pengamatan dengan menggunakan teropong) serta pengunaan kamera, yang secara eksperimental memperlihatkan bahwa sinar melintas lurus. ini sebenarnya bermula dari eksperimennya yang dilakukan dengan melebur berbagai macam batuan yang ternyata kemudian menjadi kaca. Dari sinilah ia mendapatkan kaca bumi. Kacamata, kaca mikroskop dan kaca teleskop yang kita kenal sekarang ini, sesungguhnya merupakan hasil eksperimen Ibnu al-Haytsam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Seperti halnya Ibnu Sina dan al-Biruni, Ibnu al-Haytsam menegaskan bahwa sinar cahaya bergerak mulai obyek dan berjalan menuju mata, jadi retina mata merupakan tempat penglihatan dan bukan yang mengeluarkan cahaya. Ini kebalikan dari apa yang pernah dijelaskan oleh teori Euklides, Ptolemaios dan al-Kindi bahwa benda akan erlihat karena mata memancarkan sianr kepada benda. Ia lalu menemukan bentuk legkun yang ditembus cahaya ketika berjalan di udara (penyimpangan spheric) dan dengan begitu ia menetapkan bahwa bimasakti (the wilkyway) sangat jauh terpencil dari planet bumi serta tidak mempunyai atmosfir karena tidak memiliki parallax.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Sebagai seorang ilmuwan, Ibnu al-Haytsam diabadikan namanya oleh George Sarton dan Dr. Donald dengan menyebutnya sebagai ''The Greatest Student of Optics of All Times'' (Ilmuwan terbesar di bidang optik, sepanjang zaman) karena telah banyak sekali melakukan riset di bidang fiologi optik dan geometri. Ia juga berhasil membuat cermin-cermin parabola dan sferis (bulat), serta menemukan perbandingan antara sudut datang dan sudut pergi (bias), pada bidang-bidang datar (sehingga karya-karyanya merupakan hasil penelitian yang jauh mendahului karya-karyanya lain di Barat mengenai sifat-sifat lensa).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Selain itu, al-Haytsam juga menemukan kaca fokus yang mengantar dunia masuk ke dalam ilmu dioptik-pengetahuan tentang daya cahaya, teori dioptik ditemukannya lewat serangkaian percobaan melebur berbagai logam dan kristal. Kemudian berkembang pesat yang pada akhirnya mengantar abad modern kepada kamera obsecura-kamera buram yang digunakan dalam fotografi. Dan dia pulalah yang menentukan-lewat teorinya yang terkenal tentang refraksi atmosfer-bahwa pembiasan cahaya akan menyimpang sesuai dengan kerapatan (densitas) atmosfer, dan bahwa kerapatan atmosfer juga akan berubah sesuai dengan ketinggian, aau tinggi rendahnya permukaan air laut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dari karya-karyanya yang pernah ditulis, terutama buku ''Optics'' ternyata telah banyak mendasari dan mempengaruhi karya-karya optik Roger Bacon serta penulis-penulis Barat lainnya, seperti Leonardo da Vinci, Pole Witello (Vitello), dan Johann Keppler. Penemuan besarnya yang lain adalah mengenai arah jalannya garis miring (curviliniair) suatu sinar cahaya yang melalui atsmosfir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sumber Buku : 118 TOKOH MUSLIM Genius Dunia Oleh Ahmad Barmawi,M.Ag&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS7srr5qEGQwp_hvjvjymIk7AU8usQffqWRubKLkzhYeQFZva6W1RklbZyr6gdsOyRwz3QfSBok6EHK25CVxKCV0RhSb1yagN4ydGkPSaiAo3LJJNu9lCOlENjfrQfks47onbYA-xTgXc/s72-c/Al-Haitham.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Deradikalisasi Islam, Paradigma dan Strategi Islam Kultural</title><link>http://hmi-ahmaddahlan2.blogspot.com/2016/01/deradikalisasi-islam-paradigma-dan-strategi-islam-kultural.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Ahmad Dahlan II UMS)</author><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 03:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4087739182652283781.post-137978171059390061</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbJyXEW3IHsco4DMjTSKBOhdk8mrU9_1TCdae7fAP3ueaJ47ZgRtXBTOkddeKrYF11cwARMyON4H4l2gy5TgVlW47FfQYGX7J7UK8lIqjfsYcAWMBlpEwSazyQhTyg3WB2GDO09MNMZxU/s1600/a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbJyXEW3IHsco4DMjTSKBOhdk8mrU9_1TCdae7fAP3ueaJ47ZgRtXBTOkddeKrYF11cwARMyON4H4l2gy5TgVlW47FfQYGX7J7UK8lIqjfsYcAWMBlpEwSazyQhTyg3WB2GDO09MNMZxU/s320/a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;oleh Venus Srawara M&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iXDxu5M951Y/VqSjOf_a_6I/AAAAAAAACBo/l7bkSgBkwM0/s1600/deradikalisasi-islam.png"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" src="file:///C:/Users/qolis/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Judul : “Deradikalisasi Islam, Paradigma dan Strategi Islam Kultural”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Penulis : Syaiful Arif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Penerbit : Koekoesan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Cetakan : Pertama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tahun Terbit : 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tebal : 151 halaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Buku ini menuliskan tentang munculnya radikalisme atau bisa juga disebut dengan fundamentalisme. Bermula pada masa kekuasaan Raja Seleucid bernama Antiochus Ephipanes (175-164 SM), sekelompok orang Israel memaksa Kaum Yahudi untuk mengikuti tradisi keagamaan Yunani dan meninggalkan ajaran Yahudi. Sang Raja pun memerintahkan balatentaranya untuk membunuh siapa pun yang membangkang. Namun, seorang Yahudi bernama Mattathias memberontak. Dia menolaj perintah sang Raja dan melarikan diri kekota bernama Modi’in. dia bahkan membunuh pejabat yang diutus oleh kerajaan untuk patuh pada ajaran Yunani. Mattatias ini lalu membentuk kelompok kecil yang militan beragama Yahudi dengan sebutan orang-orang shaleh. Kelompok tersebut menyerang yang mereka sebut sebagai musuh Tuhan ( pendosa ) merobohka altar Yunani dan menyunat anak-anak di area Yunani. Gerakan kelompok tersebut menuntut ketaatan pada hokum Tuhan yaitu kitab suci sebagai landasannya. Ketika fundamentalis bukan sekedar mempertahankan tradisi tetatpi sekaligus menyerang mereka yang berbeda begitu juga fundamentalis berubah menjadi radikalisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Radikalisme islam di masa ini muncul sebagai akibat modernitas. Dimana modernitas mensubordinasikan / meminggirkan aspirasi keagamaan. Radikalisme akibat dari modernitas tersebut disebut sebagai modernitas. Terdapat 2 jalur perubahan dalam merubah suatu masyarakat. Pertama ialah jalur structural, melalui hokum Negara dan penerapannya pada Negara. Para kaum fundamentalis yang ingin menegakkan hokum islam melalui jalur Negara. Dan menjadikan Negara/kekuasaan sebagai tujuan melakukan dakwah dengan jalan ini. Yang kedua ialah jalur kultural pada jalur ini perubahan terjadi secara lambat dan membudaya dari masyarakat, masyarakat melaksanakan sebuah syariat keagamaan dengan sadar dari dalam dirinya sendiri dan tanpa paksaan dari luar dirinya. Tentu dari kedua jalur perubahan tersebut ada kekurangan dan kelebihannya. Pada jalur pertama yaitu structural mengharapkan atau menginginkan kekuasaan atau Negara sebagai tujuan utama. Dalam buku ini Syaiful Arif menganggap sesiapa yang telah mencapai kekuasaan akan berusaha mempertahankan kekuasaannya sehingga tujuan awalnya untuk berdakwah akan melenceng, yang kedua adalah penerapan syariat pada masyarakat tidak sepenuhnya karena kesadaran namun takut akan hukuman dari pemerintah atau Negara jika tidak melaksanakannya, akan terjadi pemberontakan kaum yahudi seperti cerita tersebut. Namun kelebihannya adalah perubahan tersebut akan cepa untuk terjadi. Berbeda dengan jalur kultural kelemahannya ialah dengan sedikit mencaurbarukan antara tradisi masyarakat setempat dengan ajaran islam maka terjadi kebiasan dalam penerapan syariat, dalam masyarakat Indonesia suasana mistisisme masih melekat kuat da tertuang pada pengamalan mereka dalam islam. Namun jika dilihat dalam perkembangannnya gerakan purifikasi dan pembaharuan mulai menghapus symbol simol misitis syirik keagamaan. Kelebihannya ialah masyarakat menjalankan syariat dengan sepenuh hati karena telah merekat dalam tradisi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Berdasarkan historisitas masuknya islam ke Indonesia apabila para pendakwah memakai jalur kultural penulis tidak yakin akan dapat diterima oleh masyarakat Indonesia berawal dari pesisir pantai area dagang yang langsung bersinggungan dengan kaum pedagang dari India, Gujarat dan persi. Budaya maupun keislaman Persia yang lebih bercorak dan condong sufisme, membuat kultur islam pada masyarakat islam awal ini bercorak sufisme. Namun ketika telah masuk pada masyarakat pedalaman, banyak kepentingan kekuasaan dalam islamisasi di Indonesia. Masuk dalam kerajaan, corak mistis dan sufiesme dari Persia di manfaatkan oleh Raja-raja jawa untuk melegitimasi kekuasaannya, banyak penyelewengan dalam penggunaan ayat suci al-quran tidak sebagaimana mestinya. Namun secara langsung atau tidak langsung nilai-nilai islam mulai masuk dalam kehidupan masyarakat. Dari nila, menjadi sebuah tindakan dan diakui masyarakat dilaksanakan secara turun temurun menjditradisi dan inilah budaya isla Indonesia, yang tak kan muda digiyahkan keberislaman mereka. Pelaksanaan syariat yang dari dalam mereka sendiri tanpa pemaksaan dari luar dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbJyXEW3IHsco4DMjTSKBOhdk8mrU9_1TCdae7fAP3ueaJ47ZgRtXBTOkddeKrYF11cwARMyON4H4l2gy5TgVlW47FfQYGX7J7UK8lIqjfsYcAWMBlpEwSazyQhTyg3WB2GDO09MNMZxU/s72-c/a.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>