<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>“sometimes words are much sharper than swords”</title>
	<atom:link href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com</link>
	<description>Fikreatif - Personal Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 May 2022 04:45:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9864469</site><cloud domain="ahmedfikreatif.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/30e15b704416db8ab04dec5a3bedab867a392c0a29c2685b2c12b4ab3acb72f6?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fwebclip.png</url>
		<title>“sometimes words are much sharper than swords”</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="“sometimes words are much sharper than swords”" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Fikreatif - Personal Blog</itunes:subtitle><item>
		<title>Ekspresi Usia 7 Tahun</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2022/05/30/ekspresi-usia-7-tahun/</link>
					<comments>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2022/05/30/ekspresi-usia-7-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Goda-Gado]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 May 2022 04:45:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[7 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat Usia Dini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmedfikreatif.wordpress.com/?p=7677</guid>

					<description><![CDATA[Sabtu ba’da subuh, saya bangunkan anak saya yang kelas 1 SD dengan cipratan air. Ia tidak langsung bangkit dari tidur, tetapi masih membolak-balikkan badannya. Karena saya harus segera menghadiri sebuah pertemuan melalui zoom pukul 05.00 WIB, saya biarkan anak saya bangun sendiri. Saya menyiapkan perangkat-perangkat untuk zoom. Setelah pertemuan di Zoom berjalan sekira 15 menit, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sabtu ba’da subuh, saya bangunkan anak saya yang kelas 1 SD dengan cipratan air. Ia tidak langsung bangkit dari tidur, tetapi masih membolak-balikkan badannya. Karena saya harus segera menghadiri sebuah pertemuan melalui zoom pukul 05.00 WIB, saya biarkan anak saya bangun sendiri. Saya menyiapkan perangkat-perangkat untuk zoom.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><a href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/naila-7-tahun.jpg"><img width="646" height="1023" data-attachment-id="7679" data-permalink="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2022/05/30/ekspresi-usia-7-tahun/naila-7-tahun/" data-orig-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/naila-7-tahun.jpg" data-orig-size="808,1280" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="naila-7-tahun" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/naila-7-tahun.jpg?w=468" src="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/naila-7-tahun.jpg?w=646" alt="" class="wp-image-7679" srcset="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/naila-7-tahun.jpg?w=646 646w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/naila-7-tahun.jpg?w=95 95w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/naila-7-tahun.jpg?w=189 189w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/naila-7-tahun.jpg?w=768 768w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/naila-7-tahun.jpg 808w" sizes="(max-width: 646px) 100vw, 646px" /></a></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Setelah pertemuan di Zoom berjalan sekira 15 menit, anak saya itu lalu mendekati saya. Ia bertanya,”Yah, hari ini tanggal berapa?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kenapa emang?” jawab saya di tengah mengikuti pertemuan via Zoom.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ya ga papa. Sekarang tanggal berapa?” tanyanya lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu lihat di kalender itu. Sekarang hari apa lalu kamu cek tanggal berap,” jawab saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia pun kemudian melihat kalender dan memperhatikan lebih seksama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tanggal 28?” tanyanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yup,” jawab saya sambil memberi kode jempol tangan ke arahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kenapa aku tidak dipukul, Yah?” tanyanya.</p>



<span id="more-7677"></span>



<p class="wp-block-paragraph">Pada saat itu saya baru ngeh. “<em>Owh, anak ini ingin memberi informasi ke saya kalau dirinya sekarang sudah usia 7 tahun,” </em>kata saya dalam hati. Karena saya masih nyimak pertemuan di Zoom, dia pun saya pukul pelan dengan tangan saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pukulnya pakai sapu dong, Yah…” jawabnya sambil tersenyum sedikit tertawa kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku khan sekarang udah 7 tahun. Kalau ngga shalat, katanya dipukul pakai sapu. Tadi khan aku shalatnya terlambat,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tadi kan kamu shalatnya masih tepat waktu to, nduk….. Kamu masih shalat subuh pada waktunya, belum terlewat. Itu tidak apa-apa. Tapi kalau kamu shalatnya tadi ikut ayah ke masjid, itu lebih bagus lagi. Jadi ayah tidak mukul kamu pakai sapu,” jawab saya agak panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu mau ayah pukul pakai sapu? Kamu senang ayah mukul kamu gitu?” tanya saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hehehe…” dia tertawa kecil lalu pergi mencari ibunya yang tengah memasak di dapur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sebuah hadis yang pernah diajarkan kepada saya oleh guru-guru kami dan beberapa kali saya baca, ada sebuah hadis tentang konsep <em>Parenting </em>tentang shalat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.</p>



<p class="wp-block-paragraph">عن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: مُرُوا أولادَكم بالصلاةِ وهم أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، واضْرِبُوهُمْ عليها، وهم أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ في المَضَاجِعِ</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya: Dari Amr Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Perintahkan anak-anakmu melaksanakan shalat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkan sholat sedang mereka berusia 10 tahun dan pisahkan antara mereka di tempat tidurnya.” (H.R Abu Daud)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan hadis tersebut, semula saya sebenarnya sudah berniat sengaja tidak mengajarkan anak-anak saya shalat sebelum dia mencapai usia 7 tahun. Kasarnya, mau shalat tidak mengapa tidak shalat juga tidak mengapa. Hal yang saya lakukan hanya mengajak mereka shalat ke masjid kalau mau ikut. “Siapa mau ikut ayah ke masjid?” atau “Shalat ke masjid yuk…” Karena seringnya mereka ke masjid, seringkali mereka justru yang lebih dahulu mengajak berangkat ke masjid saat azan terdengar di telinga mereka. Namun, setelah anak saya masuk kelas 1 SD dan di sekolahnya diajarkan shalat berjamaah oleh guru-gurunya, saya pun mengubah rencana saya. Alasan sederhana saya, saya tidak mau kehilangan pahala jariyah mengajarkan anak-anak saya shalat dari guru-gurunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat usianya menginjak 6 tahun, saya mulai lebih intens mengajak anak saya untuk shalat tepat waktu (bukan awal waktu). Dari mutaba’ah (daftar pantauan kegiatan siswa) yang diberikan oleh pihak sekolah, saya lebih mudah mengontrol dan membaca aktivitasnya. Di sela-sela kami bercengkerama, saya seringkali menyampaikan bahwa nanti kalau sudah usia 7 tahun, sudah harus mulai belajar shalat di awal waktu, membaca bacaan shalat dengan baik dan benar, dan melakukan gerakan shalat dengan baik tidak bermalas-malasan dan banyak gerak-gerak. “Kalau tidak dilakukan, nanti saat usia 10 tahun, shalatnya masih belum baik dan sering bolong shalatnya, maka ayah akan memukul kamu dengan sapu,” kata saya kurang lebihnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Barangkali, karena memori utama yang diingatnya adalah kalau sudah usia 7 tahun, masih tidak shalat, saya akan memukulnya dengan sapu, maka yang ia ingat saat ia mulai masuk usia 7 tahun yang diingatnya adalah soal dipukul dengan sapu kalau tidak shalat. Cara dia mengekspresikan diri untuk mengingatkan ayahnya (saya) bahwa pada hari itu ia ulang tahun dengan cara pertanyaan unik itulah yang bikin saya tersenyum sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sore harinya, saat saya tanya hadiah yang diinginkannya, dia hanya menjawab,”makan nasi goreng saja yah sama ibu dan mas Omar (adiknya).” Saya pun mengingatkannya agar jangan lupa berdoa dan bersyukur atas nikmat Allah ta’ala yang telah banyak diberikan. Semoga Allah ta’ala memberikan keberkahan dalam hidupmu, <em>Nduk.</em> Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2022/05/30/ekspresi-usia-7-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7677</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/32172719f17f67ddfbadf19df6a9d365e92c34dd073943e6835f3974929007b5?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">Goda-Gado</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/naila-7-tahun.jpg?w=646"/>
	</item>
		<item>
		<title>GURU &amp; MURID: EPILOG PESAN BUYA SYAFI’I MA’ARIF MENGENAI PENGKHIANAT BANGSA</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2022/05/30/guru-murid-epilog-pesan-buya-syafii-maarif-mengenai-pengkhianat-bangsa/</link>
					<comments>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2022/05/30/guru-murid-epilog-pesan-buya-syafii-maarif-mengenai-pengkhianat-bangsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Goda-Gado]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 May 2022 01:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Aisyah Baraja]]></category>
		<category><![CDATA[Syafi&#039;i Maarif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmedfikreatif.wordpress.com/?p=7666</guid>

					<description><![CDATA[Kisaran tahun 2005, Ahmad Syafi&#8217;i Ma&#8217;arif yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah menjadi saksi dalam persidangan ustadz Abu Bakar Ba&#8217;asyir yang digelar di Gedung Departemen Pertanian. Pada saat itu, Buya Syafi&#8217;i mengonfirmasi adanya pesanan asing (dalam hal ini Amerika Serikat) melalui Duta Besarnya di Indonesia untuk berupaya mengintervensi kasus ustadz Ba&#8217;asyir. Poinnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kisaran tahun 2005, Ahmad Syafi&#8217;i Ma&#8217;arif yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah menjadi saksi dalam persidangan ustadz Abu Bakar Ba&#8217;asyir yang digelar di Gedung Departemen Pertanian. Pada saat itu, Buya Syafi&#8217;i mengonfirmasi adanya pesanan asing (dalam hal ini Amerika Serikat) melalui Duta Besarnya di Indonesia untuk berupaya mengintervensi kasus ustadz Ba&#8217;asyir. Poinnya, AS menginginkan agar ustadz Abu jangan dibebaskan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><a href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/syafii-maarif.jpg"><img width="680" height="395" data-attachment-id="7668" data-permalink="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2022/05/30/guru-murid-epilog-pesan-buya-syafii-maarif-mengenai-pengkhianat-bangsa/syafii-maarif/" data-orig-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/syafii-maarif.jpg" data-orig-size="680,395" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="syafii-maarif" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/syafii-maarif.jpg?w=468" src="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/syafii-maarif.jpg?w=680" alt="" class="wp-image-7668" srcset="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/syafii-maarif.jpg 680w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/syafii-maarif.jpg?w=150 150w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/syafii-maarif.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a><figcaption>Prof. Dr. Syafi&#8217;i Ma&#8217;arif</figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Secara prinsip ideologi, antara Buya Syafi&#8217;i dan Ustadz Abu memanglah sangat berbeda. Dalam banyak hal, bahkan keduanya berseberangan. Namun saat itu, kesaksian Buya Syafi&#8217;i meringankan tuduhan terhadap ustadz Abu. </p>



<span id="more-7666"></span>



<p class="wp-block-paragraph">Seusai memberikan kesaksian, Aisyah Baraja (istri ustadz Abu) yang juga hadir dalam persidangan kemudian menghampiri Buya Syafi&#8217;i Ma&#8217;arif. Seraya memperkenalkan diri, Umi Icun (panggilan akrab Aisyah Baraja) menyapa Buya, &#8220;Ustadz&#8230;. Saya Aisyah Baraja, istri Abu Bakar Ba&#8217;asyir, dulu saya murid ustadz saat di Nahdhotul Muslimat (NDM),&#8221; demikian kurang lebihnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buya Syafi&#8217;i pun tampak kaget. Ia seakan tak menyangka istri ustadz Abu Bakar Ba&#8217;asyir merupakan Muridnya dulu saat mengajar Bahasa Inggris di Madrasah Muallimat NDM di Kauman Surakarta pada sekitar tahun 1960an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buya Syafi&#8217;i Ma&#8217;arif memang pernah selama beberapa tahun kuliah dan bekerja sebagai pengajar di Wonogiri dan Surakarta. Ia kuliah di Universitas Cokroaminoto (UNCOK) di kota Solo. Usai tamat kuliah, di Wonogiri ia mengajar di daerah Baturetno. Sedangkan di Surakarta, ia mengajar di Muallimat NDM di Kauman Surakarta dan di SMA Modern Islamic School (MIS). Mata pelajaran yang diajar Buya Syaf&#8217;I yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara, Aisyah Baraja merupakan salah satu alumni Madrasah Muallimat NDM kisaran tahun 1960an. Sejak menikah, ia senantiasa mendampingi perjuangan sang suami dalam memperjuangkan penegakan formalisasi Syariat Islam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">NDM merupakan organisasi perkumpulan yang didirikan sejumlah Muslimah di Kauman dan Keprabon pada tahun 1931. Diantara kegiatannya adalah menyelenggarakan sekolah atau madrasah. Madrasah NDM semula hanya menampung murid perempuan saja. Namun belakangan, Madrasah NDM juga menerima murid laki-laki. Saat ini, Madrasah Tsanawiyah dan Muallimin Muallimat NDM memiliki total sekira 500 santri. Dari rahim NDM dan pondok pesantren Al Mukmin Ngruki, telah lahir ribuan alumni dan generasi santri penerus yang membantikan diri kepada agama, bangsa, dan negara. Mengisi kemerdekaan Indonesia sesuai amanah dari Allah ta&#8217;ala. </p>



<p class="wp-block-paragraph">EPILOG</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari ini, Jumat tanggal 27 Mei 2022 atau bertepatan dengan 26 Syawal 1443 H, Buya Prof. Dr. H. Ahmad Syafi&#8217;i Ma&#8217;arif wafat pada pukul 10.15 di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta. Beliau wafat pada usia 87 tahun kurang 4 hari karena terlahir pada 31 Mei 1935.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pesan epilog kehidupan Buya Syafii Maarif, saya kutipkan cuplikan tulisan beliau yang berjudul &#8220;Pengkhianatan Kaum Intelektual Indonesia&#8221; yang relate dengan kondisi bangsa ini pada hari ini dan relate dengan posisi beliau yang masih menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada saat wafat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Siapa saja yang telah berkubang dalam dosa dan dusta yang menyebabkan bangsa ini menjadi rusak dan terpuruk sampai batas yang sangat jauh, sesungguhnya adalah pengkhianat dalam arti umum. Begitu juga mereka yang sengaja atau tidak sengaja telah menjual kedaulatan bangsa kepada pihak asing, berada dalam kategori pengkhianat itu. Tentu yang paling bertanggung jawab terhadap terjadinya proses pembusukan bangsa dan negara ini adalah pemimpin formal, karena di tangan mereka lah kekuasaan tertinggi itu berada.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bagi saya, masalah Indonesia sejak kita merdeka adalah masalah kepemimpinan yang tidak atau kurang bertanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dalam dunia nyata, semuanya lebih mencerminkan ironi bagi dirinya. Makin bengis makin Pancasilais, makin diktatorial makin Pancasilais. Pancasila menjadi diskursus politik di dalam praktik menjadi _raison d&#8217;etat_ tempat negara mengekspresikan kekuasaan tempat seorang mengutuk orang lain lagi, kelompok satu menggagahi kelompok lain. Dengan itu pula Pancasila mengangkangi agama-agama.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sila ke-5 berupa &#8220;keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&#8221; tidak semakin mendekat, malah semakin menjauh. Sungguh malang nasib bangsa ini. Ia dibunuh secara pelan-pelan oleh anak-anaknya sendiri. Lebih baik kita akui bahwa kita semua pengkhianat, tidak terkecuali kaum intelektual.&#8221;</p>



<p class="has-text-align-right wp-block-paragraph">إنا لله و إنا إليه راجعون. أللّهمّ اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزوله ووسّع مدخله. وأدخله الجنّة وأعذه من عذاب القبر وفتنته ومن عذاب النّار.</p>



<p class="has-text-align-right wp-block-paragraph">آمّين يآ ربّ العالمين.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga beliau husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di jannatun na&#8217;im.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2022/05/30/guru-murid-epilog-pesan-buya-syafii-maarif-mengenai-pengkhianat-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7666</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/32172719f17f67ddfbadf19df6a9d365e92c34dd073943e6835f3974929007b5?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">Goda-Gado</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/syafii-maarif.jpg?w=680"/>
	</item>
		<item>
		<title>Silaturrahmi Ke Rumah Ummi Icun</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/24/silaturrahmi-ke-rumah-ummi-icun/</link>
					<comments>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/24/silaturrahmi-ke-rumah-ummi-icun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Goda-Gado]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2021 04:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ahmed Fikreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Aisyah Baraja]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni NDM]]></category>
		<category><![CDATA[KH Abdul Rozaq Shiddiq]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bilal Abu Ammar]]></category>
		<category><![CDATA[KH Zahid]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Rosyid Wasingun]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdhotul Muslimat]]></category>
		<category><![CDATA[NDM]]></category>
		<category><![CDATA[SD Al Fajar Al Islam Semanggi]]></category>
		<category><![CDATA[SD Al Fajar Semanggi]]></category>
		<category><![CDATA[Ummi Icun]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Abu Bakar Ba&#039;asyir]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Mudzakir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmedfikreatif.wordpress.com/?p=7658</guid>

					<description><![CDATA[Seperti biasanya, tiap libur akhir pekan, kami biasa jalan-jalan bersama sekeluarga atau bersilaturahmi. Silaturahmi Ahad pagi kali ini ke rumah Ummi Icun di komplek pondok pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo. Ba&#8217;da subuh, anak-anak langsung sarapan roti, lanjut mandi. Sekitar pukul 06.00 kami berangkat naik motor Beat yang sweet menuju Ngruki. Sampai rumah, kami disambut Ummi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><a href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/ummi-icun.jpg"><img width="720" height="960" data-attachment-id="7660" data-permalink="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/ummi-icun/" data-orig-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/ummi-icun.jpg" data-orig-size="720,960" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="ummi-icun" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/ummi-icun.jpg?w=468" src="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/ummi-icun.jpg?w=720" alt="" class="wp-image-7660" srcset="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/ummi-icun.jpg 720w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/ummi-icun.jpg?w=113 113w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/ummi-icun.jpg?w=225 225w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></a></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti biasanya, tiap libur akhir pekan, kami biasa jalan-jalan bersama sekeluarga atau bersilaturahmi. Silaturahmi Ahad pagi kali ini ke rumah Ummi Icun di komplek pondok pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ba&#8217;da subuh, anak-anak langsung sarapan roti, lanjut mandi. Sekitar pukul 06.00 kami berangkat naik motor Beat yang sweet menuju Ngruki. </p>



<span id="more-7658"></span>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai rumah, kami disambut Ummi Icun dan ustadz Abu. Saya memperkenalkan diri sebagai anak dari ayah saya, Ilham, murid usroh jaman 1970-1980an. Sayangnya, ustadz dan Ummi sudah lupa. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ummi justru mengingat kuat memori bertemu istri saya di Stasiun Solo Balapan saat istri tengah hamil menuju Yogyakarta dengan Kereta Prameks untuk menyelesaikan kuliah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kamu itu yang dulu nikah agak lama belum dikaruniai anak kemudian pas kuliah di UGM Yogyakarta hamil sedangkan suami kerja di Jakarta bukan?&#8221; tanya Ummi ke istri saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Iya itu kami Ummi&#8230;.,&#8221; jawab kami berdua sambil tersenyum dan membatin agak kaget dengan memori Ummi yang masih kuat padahal hanya pernah bertemu sekali waktu itu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menghangatkan suasana pagi, saya beranikan diri untuk bertanya sejumlah kisah-misah kenangan masa lalu Ummi Icun saat kecil, remaja, hingga dewasa dan menikah dengan ustadz Abu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Cukup banyak Ummi bercerita memori masa lalunya hampir sepanjang 2 jam. Ummi bercerita, masa kecilnya dihabiskan di Baturono, Pasarkliwon, Surakarta. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendidikan dasar hingga menengahnya ditempuh di Nahdhotul Muslimat (NDM) Kauman Surakarta. &#8220;SD saya selama enam tahun di NDM. Kemudian lanjut ke muallimat NDM bawah dan atas hingga lulus,&#8221; urai pemilik nama asli Aisyah Baraja itu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ummi Icun, NDM saat itu sekolah khusus perempuan terkenal dan besar. Murid-muridnya banyak dari luar kota. Dari Jawa Timur banyak yang sekolah di sini. Teman saya yang ranking satu dari Tuban. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat SD, Ummi sekolah di dua tempat. Kalau pagi, Ummi sekolah di NDM, sementara kalau siang sampai sore, Ummi sekolah lagi di SD Al Fajar Al Islam Semanggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya kalau siang nambah sekolah di Al Fajar untuk nambah pelajaran agama, khususnya bahasa Arab. Pengajarnya saudara-saudaranya Mudzakir (yang dimaksud ustadz Mudzakir Gumuk_red),&#8221; jelas Ummi. SD Al Fajar Al Islam memang merupakan sekolah yang didirikan oleh ayahnya ustadz Mudzakir yang bernama KH. Abdul Rozaq Shiddiq. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ummi mengatakan kalau dirinya termasuk orang yang suka belajar. Ia menuturkan, &#8220;saya dulu itu semangat sekali belajar kemana-mana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ummi Icun mengaku sering ngonthel belajar ke Mangkubumen ke Kyai Zahid dan Kyai Rosyid Wasingun, ayahnya mbah <a href="https://www.facebook.com/hakemsolo?__cft__[0]=AZXtrzjVkINiS57BsQj4vXQrBPsr9UE1LbN5srpnOB22h4EiN93JyN2_XJPfNaDxtIdMQj8KVVXlMNfeSR9t-UXdiLJWbeebjWIls0dCLvyIghSUtyK-XRuTdnQn6UCSd_s&amp;__tn__=-]K-R">Rahmat Hakem</a> . Saya memanggilnya Simbah, meskipun lebih tepatnya Mbah Buyut Lik, karena Mbah Rosyid adalah adik dari bapaknya simbah saya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pak Rosyid Wasingun itu rumahnya daerah bandara Panasan, tapi mengajarnya di Mangkubumen Gumuk,&#8221; ujar Ummi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau di Kauman, ada Kyai Bilal. Istrinya, Bu Bilal itu yang ngurus NDM. Salah seorang anaknya juga alumni NDM jadi istri dokter (yang dimaksud adalah ibu Rofi&#8217;ah istri Dr Amin, salah seorang pendiri Yarsis_pen),&#8221; jelas Ummi Icun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selesai dari NDM, Ummi Icun kemudian melanjutkan kuliah di Jurusan Bahasa Arab Fakultas Adab Institut Islam Agama Islam (IAIN) Yogyakarta sampai berhasil lulus Sarjana Muda (BA). Namun sayangnya, tekadnya untuk melanjutkan sekolah dijenjang Sarjana tidak didukung orang tua. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Abah saya meminta saya pulang Solo. Padahal saat itu, saya masih bersemangat sekali untuk melanjutkan kuliah,&#8221; ujar Ummi Icun yang merasa agak kecewa pada saat itu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Padahal kemampuan saya itu baik. Di kelas saya rangkinh dua. Jadi ya agak gelo karena sedang semangat-semangatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih banyak sebenarnya cerita-cerita memori Ummi Icun yang ingin disampaikan. Namun, karena waktu sudah menunjuk jam 08.00 dan untuk memberi waktu istirahat kepada ustadz Abu, kami pun berpamitan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ummi mendoakan semoga anak-anak kami kelak menjadi hafidzoh, jadi orang yang baik, dan sholih-shalihah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Aamiin,&#8221; jawab kami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ustadz Abu sambil memegang kepala anak-anak juga mendoakan yang hampir sama untuk keduanya. Semoga Allah ta&#8217;ala menjaga Ummi Icun yang telah berusia 76 tahun dan juga ustadz Abu yang menapaki usia 84 tahun. Amin <img loading="lazy" height="16" width="16" alt="&#x1f932;" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t70/1/16/1f932.png"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/24/silaturrahmi-ke-rumah-ummi-icun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7658</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/32172719f17f67ddfbadf19df6a9d365e92c34dd073943e6835f3974929007b5?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">Goda-Gado</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/ummi-icun.jpg?w=720"/>

		<media:content medium="image" url="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t70/1/16/1f932.png">
			<media:title type="html">&#129330;</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Paling Laris Terjual</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/18/buku-paling-laris-terjual/</link>
					<comments>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/18/buku-paling-laris-terjual/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Goda-Gado]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2021 03:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ahmed Fikreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Aidh Al Qarni]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Laris]]></category>
		<category><![CDATA[La Tahzan]]></category>
		<category><![CDATA[Samson Rahman]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Aidh Al Qarni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmedfikreatif.wordpress.com/?p=7654</guid>

					<description><![CDATA[Sekira 15 tahun lalu, buku ini sangat laris manis tanjung kimpul. Entah sudah berapa buku yang berhasil saya jual karena saking banyaknya. Mulai dari teman kampus, tetangga rumah, teman ortu, temannya teman, sampai orang yang tidak saya kenal karena via online. Buku karya tulisan Syaikh Aidh Al Qarni ini sangat banyak versinya. Tapi yang paling [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/la-tahzan.jpg"><img loading="lazy" width="768" height="1024" data-attachment-id="7655" data-permalink="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/la-tahzan/" data-orig-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/la-tahzan.jpg" data-orig-size="810,1080" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="la-tahzan" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/la-tahzan.jpg?w=468" src="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/la-tahzan.jpg?w=768" alt="" class="wp-image-7655" srcset="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/la-tahzan.jpg?w=768 768w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/la-tahzan.jpg?w=113 113w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/la-tahzan.jpg?w=225 225w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/la-tahzan.jpg 810w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a><figcaption>Buku La Tahzan Penerbit Qisthi Press</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sekira 15 tahun lalu, buku ini sangat laris manis tanjung kimpul. Entah sudah berapa buku yang berhasil saya jual karena saking banyaknya. Mulai dari teman kampus, tetangga rumah, teman ortu, temannya teman, sampai orang yang tidak saya kenal karena via <em>online</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buku karya tulisan Syaikh Aidh Al Qarni ini sangat banyak versinya. Tapi yang paling laris buku dengan sampul warna kuning terbitan Qisthi Press ini. Penerjemahnya ustadz Samson Rahman. Harga buku ini dulu barunya kalau tak salah Rp65.000. Sekarang mungkin sudah sekitar Rp150K barangkali. CMIIW.</p>



<span id="more-7654"></span>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu <em>marketplace </em>belum familiar atau malah belum ada. Model penjualan sistem <em>dropship</em> atau <em>reseller </em>pun belum ada seingat saya. Jadi kalau mau jualan, ya memaksimalkan SMS, jaringan perkawanan, atau gelar lapak di depan acara-acara pengajian. Kalau mau via <em>online</em>, dimaksimalkannya melalui blog atau Facebook. Seingat saya, Friendster saat itu sudah tidak menarik dan tidak <em>friendly </em>untuk jualan atau malah sudah tutup saat itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena belum model sistem <em>reseller</em>, cara saya mendapatkan akses harga kulakan buku murah dengan menghubungi penerbit-penerbit dan toko buku di Solo Raya. Rata-rata mereka membuka diri dengan sistem bayar total depan, tapi bisa diretur jika tidak laku. Buku wajib dibeli jika kondisi saat diretur rusak atau kotor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba tengok rak buku orangtuamu. Siapa tahu ada buku kuning ini di sana. Barangkali dulu belinya lewat saya?&nbsp;<img loading="lazy" height="16" width="16" alt="&#x1f601;" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t4f/1/16/1f601.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan kalau Anda merasa pernah beli atau membaca buku ini, maka laa tahzan (jangan bersedih) kalau umur Anda saat ini sudah berkepala tiga atau empat.<em> La tahzan&#8230; Ibtasim</em> <img loading="lazy" height="16" width="16" alt="&#x1f642;" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t4c/1/16/1f642.png"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/18/buku-paling-laris-terjual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7654</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/32172719f17f67ddfbadf19df6a9d365e92c34dd073943e6835f3974929007b5?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">Goda-Gado</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/la-tahzan.jpg?w=768"/>

		<media:content medium="image" url="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t4f/1/16/1f601.png">
			<media:title type="html">&#128513;</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t4c/1/16/1f642.png">
			<media:title type="html">&#128578;</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tekanan Karena Kesendirian</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/16/tekanan-karena-kesendirian/</link>
					<comments>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/16/tekanan-karena-kesendirian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Goda-Gado]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2021 03:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ahmed Fikreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Long Distance Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Baca TerasSharing]]></category>
		<category><![CDATA[Stress]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmedfikreatif.wordpress.com/?p=7649</guid>

					<description><![CDATA[Suatu tekanan atau sesuatu yang terasa menekan dalam diri individu, secara umum disebut dengan stress. Sesuatu tersebut dapat terjadi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara harapan dan kenyataan yang dinginkan oleh individu, baik keinginan yang bersifat jasmaniah maupun rohaniah. Kesendirian dalam makna yang luas juga bisa menyebabkan stress pada seseorang. Suatu saat ketika usia pernikahan kami menjelang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><a href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/kebersamaan.jpg"><img loading="lazy" width="1024" height="785" data-attachment-id="7651" data-permalink="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/kebersamaan/" data-orig-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/kebersamaan.jpg" data-orig-size="1440,1105" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="kebersamaan" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/kebersamaan.jpg?w=468" src="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/kebersamaan.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-7651" srcset="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/kebersamaan.jpg?w=1024 1024w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/kebersamaan.jpg?w=150 150w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/kebersamaan.jpg?w=300 300w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/kebersamaan.jpg?w=768 768w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/kebersamaan.jpg 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a><figcaption>Keterangan Foto: Sebuah momen kebersamaan di Rumah Baca Teras Sharing </figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Suatu tekanan atau sesuatu yang terasa menekan dalam diri individu, secara umum disebut dengan stress. Sesuatu tersebut dapat terjadi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara harapan dan kenyataan yang dinginkan oleh individu, baik keinginan yang bersifat jasmaniah maupun rohaniah.</p>



<span id="more-7649"></span>



<p class="wp-block-paragraph">Kesendirian dalam makna yang luas juga bisa menyebabkan stress pada seseorang. Suatu saat ketika usia pernikahan kami menjelang 10 bulan dan istri dalam kondisi belum pernah ada tanda-tanda hamil sementara kami harus <em>long distance marriage </em>(LDM) dengan tingkat kunjungan 2 hari tiap pekan, istri mulai sering tantrum. Saya pun sempat kepancing emosi juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu istri sudah meninggalkan pekerjaan alias di rumah saja selama sekira 4-5 bulan. Ringkasnya, ketika sama-sama tinggi dan nyaris &#8220;pecah&#8221;, saya sebagai suami memutuskan mengambil opsi ambil kendali otoritas yang bisa jadi terkesan agak otoriter juga sih. Dalam analisa mendalam saya, penyebab istri sering tantrum dalam kasus ini karena faktor kesendirian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya putuskan untuk meminta istri agar memilih salah satu diantara tiga opsi yang saya tawarkan. Tidak ada opsi yg lain. Kalau saya egois dan murni otoriter, saya hanya akan kasih 1 opsi. Opsi #1, saya minta istri mencari kerja dimana saja yang diusahakan relate dengan ijazah dia. Opsi #2, saya minta buat usaha apa saja. Kalau perlu modal, saya siapkan support sebatas maksimal Rp20juta untuk awal. Tentunya lengkap dengan segala risiko dan konsekuensinya. Opsi #3 istri saya minta untuk mengambil sekolah pasca dimana saja yang nyambung dengan strata 1 nya. Untuk biaya, saya juga <em>support</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ringkasnya dia memutuskan untuk mencoba opsi #1 dan #3 secara barengan menyesuaikan mana yang lebih cepat. Untuk kerja, tentu dia harus menyiapkan berkas segala macam, termasuk juga untuk melanjutkan studi. <em>Qadarullah</em>, yang lebih terjadi duluan, dia diterima sebagai mahasiswi di sebuah universitas di Yogyakarta. Sesuai kesepakatan, kami ambil opsi itu untuk dijalani bersama tetap dengan kondisi LDM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masha Allah, ajaibnya bi idznillah, setelah dia mulai fokus pada persiapan opsi ke-2, tantrumnya berkurang. Emosi kami sama-sama bisa lebih turun. Kami bisa belajar lebih mengendalikan diri masing-masing. Dan menariknya, setelah masuk kuliah 1 bulan, Allah ta&#8217;ala memberikan amanah kehamilan di dalam rahimnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesibukan membuat dia fokus pada kesibukannya sehingga potensi stress berkurang. Stress karena kesendiriannya yang membuat dia memiliki banyak pikiran-pikiran negatif mulai terhapus dengan fokus dia pada persiapan bagaimana menyiapkan berkas syarat, menyiapkan tes TOEFL, belajar ujian masuk, dan segala persiapan lainnya. Diantara pikiran negatif yang menghantuinya saat itu adalah kekhawatirannya jika saya memutuskan poligami karena dia belum bisa memberikan keturunan.&nbsp;<img loading="lazy" height="16" width="16" alt="&#x1f926;" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/td5/1/16/1f926.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya teringat pengertian stress menurut McGrath dalam Weinberg dan Gould (2003:81), dimana <em>stress</em> didefinisikan sebagai “<em>a substantial imbalance between demand (physical and/or psychological) and<br>response capability, under conditions where failure to meet that demand has importance<br>consequences”</em>. Artinya, stress akan muncul pada individu bila ada ketidakseimbangan atau kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhannya baik yang bersifat jasmani maupun rohani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Opsi memberikan istri saya kesibukan-kesibukan tertentu saya ambil setelah mencoba menganalisa situasi dan kondisi kesendirian istri saya, memperhatikan pasangan-pasangan lain, dan bertanya kepada pasangan suami istri yang sudah senior yang memiliki situasi dan kondisi yang mirip dengan kami. Alhamdulilah, kami bisa melalui fase hambatan itu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Belakangan saya membaca suatu jurnal, bahwa menurut Sukadiyanto (FIK Universitas Negeri Yogyakarta), jika individu mengalami <em>stress</em> karena kesendirian, sebaiknya banyak bergaul dengan orang lain agar tidak dalam kesendirian, sebab jika dalam kesendirian individu itu akan semakin menikmati stressnya. Dengan semakin menikmati stress kondisinya akan semakin buruk dan membahayakan. Untuk itu, akan lebih baik individu yang mengalami stress mencari teman yang dapat diajak untuk mencurahkan isi hati (curhat), sehingga beban psikologis penyebab stress dapat dikurangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa pada episode <em>sharing stress</em> berikutnya saat sindrom <em>baby blues</em> kelahiran anak pertama diantara pasangan LDM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernah mengalami kejadian yang mirip? Sharing please&nbsp;<img loading="lazy" height="16" width="16" alt="&#x1f64f;" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t80/1/16/1f64f.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/16/tekanan-karena-kesendirian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7649</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/32172719f17f67ddfbadf19df6a9d365e92c34dd073943e6835f3974929007b5?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">Goda-Gado</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/kebersamaan.jpg?w=1024"/>

		<media:content medium="image" url="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/td5/1/16/1f926.png">
			<media:title type="html">&#129318;</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t80/1/16/1f64f.png">
			<media:title type="html">&#128591;</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Para Mujahid Dakwah Surakarta Era Jadul</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/15/para-mujahid-dakwah-surakarta-era-jadul/</link>
					<comments>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/15/para-mujahid-dakwah-surakarta-era-jadul/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Goda-Gado]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2021 03:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Latif]]></category>
		<category><![CDATA[Abdullah Sungkar]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Bakar Ba&#039;asyir]]></category>
		<category><![CDATA[Al Mukmin Ngruki]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Hamka]]></category>
		<category><![CDATA[dan KH. Imam Zarkasyi (Gontor)]]></category>
		<category><![CDATA[Djamaluddin Abu &#039;Ammar]]></category>
		<category><![CDATA[Hasan Basri BA]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Masngudi]]></category>
		<category><![CDATA[KH Abu Bakar Ba&#039;asyir]]></category>
		<category><![CDATA[KH Ali Darokah]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdullah Sungkar]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai Mochammad Samud Imam Masngudi bin Mochamad Mukmin]]></category>
		<category><![CDATA[Mochammad Samud Imam Masngudi]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Muzayyin Marzuki]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Al Mukmin]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Al Mukmin Ngruki]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Al Mukmin Ngruki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmedfikreatif.wordpress.com/?p=7632</guid>

					<description><![CDATA[Orang-orang yang ada di dalam gambar itu merupakan para ulama dan mujahid dakwah yang mendakwahkan Islam khususnya di karesidenan kota Surakarta lintas generasi yang diambil kira-kira tahun 1970. Gambar itu diambil di sela-sela pertemuan pembahasan rencana pendirian pondok pesantren Kulliyatul Muallimin Islamiyah (KMI) Al Mukmin Ngruki di Tawangmangu, Karanganyar. Saya memperoleh gambar itu pertama kali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><a href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/mujahid-dakwah-surakarta.jpg"><img loading="lazy" width="480" height="280" data-attachment-id="7634" data-permalink="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/mujahid-dakwah-surakarta/" data-orig-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/mujahid-dakwah-surakarta.jpg" data-orig-size="480,280" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="mujahid-dakwah-surakarta" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/mujahid-dakwah-surakarta.jpg?w=468" src="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/mujahid-dakwah-surakarta.jpg?w=480" alt="" class="wp-image-7634" srcset="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/mujahid-dakwah-surakarta.jpg 480w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/mujahid-dakwah-surakarta.jpg?w=150 150w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/mujahid-dakwah-surakarta.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></a><figcaption>Para Mujahid Dakwah Surakarta Era Jadul</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Orang-orang yang ada di dalam gambar itu merupakan para ulama dan mujahid dakwah yang mendakwahkan Islam khususnya di karesidenan kota Surakarta lintas generasi yang diambil kira-kira tahun 1970. Gambar itu diambil di sela-sela pertemuan pembahasan rencana pendirian pondok pesantren Kulliyatul Muallimin Islamiyah (KMI) Al Mukmin Ngruki di Tawangmangu, Karanganyar.</p>



<span id="more-7632"></span>



<p class="wp-block-paragraph">Saya memperoleh gambar itu pertama kali dari salah seorang pengajar di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, ustadz Muzayyin Marzuki, di sebuah group Whatsapp, beberapa tahun silam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut ustadz Muzayyin, mereka yang ada di dalam gambar (dari kiri) adalah:</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Kyai Hasan Basri, pada saat itu merupakan pengurus Dewan Da&#8217;wah Islamiyah Indonesia Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Kyai Abd. Latif. Beliau merupakan salah satu tokoh yang mewakafkan tanahnya untuk digunakan sebagai cikal bakal pondok pesantren Al Mukmin saat masih di Gading, Surakarta, sebelum berpindah ke wilayah Ngruki, Sukoharjo. Di lokasi bekas rintisan pondok Al Mukmin berada di Gading, saat ini digunakan sebagai SMA 1 Islam Surakarta (bukan SMA Al Islam 1 Surakarta Honggowongso). Kyai Latif juga dikenal sebagai salah satu tokoh utama di belakang berdirinya Radio Dakwah Islam Surakarta (RADIS) yang juga berlokasi di Gading, Surakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">3. Kyai Ali Darokah &#8211; pada saat itu merupakan pengurus/lurah Pondok Pesantren Jamsaren (Salah satu pesantren tertua di Pulau Jawa yang merupakan jaringan kekuatan pasukan Pangeran Diponegoro). Kyai Ali Darokah juga tak bisa lepas dari Madrasah Al Islam dan Madrasah Mamba&#8217;ul Ulum (madrasah yang didirikan oleh Raja Paku Buwono X). Beliau merupakan Ketua Umum MUI Surakarta tahun 1985-1997. Beliau merupakan sosok Kiai yang masih punya hubungan darah dengan KH. Muqoyyad, seorang panglima perang yang membantu pangeran Diponegoro saat perang Jawa (1825-1830). Sepertinya, hampir semua mubaligh dan aktivis Islam era generasi 1950-1980an belajar pada sosok KH. Ali Darokah pada semasa hidupnya. Ayah KH Ali Darokah adalah KH Abu &#8216;Ammar, salah seorang perintis Nahdlatul Ulama (NU) di kota Surakarta yang memiliki sanad keilmuan ke ulama-ulama Makkah. KH. Ali Darokah meninggal tanggal 8 Juli 1997.</p>



<p class="wp-block-paragraph">4. KH Djamaluddin Abu &#8216;Ammar. Beliau merupakan saudara KH Ali Darokah putera KH Abu ‘Ammar bin KH Idris Jamsari yang menjadi pimpinan pondok pesantren Assalam antara tahun 1993 -1995. KH. Djamaluddin juga pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Islam Tinggi Jawa-Madura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">5. Kyai Mochammad Samud Imam Masngudi bin Mochamad Mukmin. Beliau ini merupakan salah seorang yang membeli tanah dan kemudian mewakafkan tanah tersebut untuk digunakan sebagai Pondok Pesantren Salafiyah Syafi&#8217;iyah Al Mu&#8217;min Cantel Kulon, Sragen. Beliau meninggal tanggal 9 September 2001 pada usia 88 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">6. Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (yg jongkok) &#8211; pada saat itu masih muda. Aktivis Islam alumni Pondok Modern Darussalam Gontor.<br>7. Dedek kecil belum diketahui</p>



<p class="wp-block-paragraph">8. Tidak diketahui</p>



<p class="wp-block-paragraph">9. KH. Abdussomad (berdiri). Pada saat itu merupakan pengurus Pondok Jamsaren juga Pondok Nirbitan. Beliau merupakan ipar KH. Ali Darokah, menantu KH. Abu Ammar Jamsaren. Beliau menikahi salah satu putri KH Abu Ammar yang bernama Nyai Hj Umul Kirom. Sebelum dikenal sebagai salah satu tokoh Madrasah Al Islam, beliau juga dikenal sebagai kyai Syafi’iyah (baca: NU). Salah seorang putera Kyai Abdussomad yang bernama KH Anwar Sholeh menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta periode tahun 2005 sd 2015 dan juga merupakan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama di Yogyakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">10. Ustadz Abdullah Sungkar (jongkok paling kanan). Beliau meninggal pada 20 Oktober 1999.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari kesembilan orang itu (minus 1 anak perempuan yang belum diketahui namanya), hanya ustadz Abu Bakar Ba&#8217;asyir yang hingga kini masih hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka itulah sebagian dari sekian banyak ulama-ulama dan mujahid-mujahid dakwah yang mendakwahkan Islam khususnya di wilayah karesidenan Surakarta dan sekitarnya. Jejak-jejak dakwah mereka sangat banyak dirasakan dan menjadi jariyah secara terus menerus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto ini seolah menampilkan proses regenerasi kaderisasi ulama dan mujahid dakwah di kota Surakarta yang sanadnya senantiasa bersambung hingga Rasulullah SAW. Pada saat itu (tahun 1970), aktivis yang lebih muda (Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir) seakan-akan tengah dipersiapkan dan dididik untuk menjadi salah satu calon penerima tongkat estafet dakwah di Surakarta berikutnya dari para ulama, kyai, dan mujahid dakwah era generasi sebelumnya. Terlebih, Pondok Pesantren yang didirikan oleh ustadz Abdullah Sungkar dan ustadz Abu Bakar Ba’asyir bersama tokoh-tokoh lainnya itu pada saat peresmiannya dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional seperti Buya Hamka, Mohammad Natsir, dan KH. Imam Zarkasyi (Gontor).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/15/para-mujahid-dakwah-surakarta-era-jadul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7632</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/32172719f17f67ddfbadf19df6a9d365e92c34dd073943e6835f3974929007b5?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">Goda-Gado</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/mujahid-dakwah-surakarta.jpg?w=480"/>
	</item>
		<item>
		<title>Curhat Santri Ajaran (1)</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/13/curhat-santri-ajaran-1/</link>
					<comments>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/13/curhat-santri-ajaran-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Goda-Gado]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2021 03:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni SMA 3 Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni SMAGA]]></category>
		<category><![CDATA[Darusy Syahadah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimdaily.net]]></category>
		<category><![CDATA[Rosyid Ridho Ba&#039;asyir]]></category>
		<category><![CDATA[Sofyan Siddik Fuad Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Taruna Al Quran Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Islam Madinah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmedfikreatif.wordpress.com/?p=7627</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, ada sebuah kiriman video kontroversial dari beliau yang ada di gambar ini. Beliau ini seorang warga negara keturunan Arab asal Solo bermarga Baswedan. Saya secara personal cukup mengenal beliau. Dahulu sekali&#8230;&#8230; sekitar 15 tahun silam, saat beliau masih mengejar gelar LC di Universitas Islam Madinah, beliau pernah menjadi salah satu Konsultan Syariah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sufyan-siddiq-baswedan.jpg"><img loading="lazy" width="1024" height="586" data-attachment-id="7629" data-permalink="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/sufyan-siddiq-baswedan/" data-orig-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sufyan-siddiq-baswedan.jpg" data-orig-size="1080,619" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="sufyan-siddiq-baswedan" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sufyan-siddiq-baswedan.jpg?w=468" src="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sufyan-siddiq-baswedan.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-7629" srcset="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sufyan-siddiq-baswedan.jpg?w=1024 1024w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sufyan-siddiq-baswedan.jpg?w=150 150w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sufyan-siddiq-baswedan.jpg?w=300 300w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sufyan-siddiq-baswedan.jpg?w=768 768w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sufyan-siddiq-baswedan.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a><figcaption>Tangkapan Layar Dari Video Kontroversial yang Beredar</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa waktu lalu, ada sebuah kiriman video kontroversial dari beliau yang ada di gambar ini. Beliau ini seorang warga negara keturunan Arab asal Solo bermarga Baswedan. Saya secara personal cukup mengenal beliau.</p>



<span id="more-7627"></span>



<p class="wp-block-paragraph">Dahulu sekali&#8230;&#8230; sekitar 15 tahun silam, saat beliau masih mengejar gelar LC di Universitas Islam Madinah, beliau pernah menjadi salah satu Konsultan Syariah di&nbsp;<a href="http://muslimdaily.net/?fbclid=IwAR2ahxcsgsqvOqEXadlcW5X_lyB1o2vCNGllEkaQvad1Ttw1OVGEyaETukY" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Muslimdaily.net</a>, website yang kami kelola bersama kawan-kawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya pertama kali mengenal beliau sebagai cadangan ustadz pengisi materi kajian di majelisnya ustadz Rosyid Ba&#8217;asyir di kawasan Pasarkliwon, Solo. Beliau diiberi kesempatan untuk menggantikan ustadz Rosyid selama 2-3 bulan saat beliau mengambil libur kuliah untuk pulang ke Indonesia agar mulai dikenal masyarakat. Rumah beliau di kampung Gurawan, sebelah timur lapangan Alun-alun Kidul (Alkid).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara proses perjuangan menembus Universitas Madinah, sebenarnya beliau ini memiliki keteladanan yang patut dicontoh karena beliau ini bukan lulusan pondok pesantren tetapi lulusan SMA Negeri. Usai lulus SMA Negeri 3 Surakarta, dalam sebuah perbincangan biasa saat kami bersilaturahmi ke rumah beliau beberapa tahun silam, beliau bercerita bahwa prosesnya kemudian beliau ikut kajian intensif di Pusat Studi An Nur di Gading, Solo dan kursus privat bahasa Arab baik secara offline maupun secara jarak jauh atau otodidak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suatu saat, saat ada muqabalah (seleksi masuk) Universitas Islam Madinah, beliau ikut mencoba lewat jalur rekomendasi Pondok pesantren Darusy Syahadah. Kalau tidak salah, saat itu, lokasi muqobalahnya di Pondok Pesantren Taruna Al Qur&#8217;an Yogyakarta yang diampu ustadz Umar Budihargo. Ringkas perjalanan, akhirnya beliau diterima di Universitas Islam Madinah. Selesai S1, lalu lanjut ke S2. Lalu menikah sepertinya lalu lanjut S3 dengan konsentrasi sependek yang saya tahu jurusan Ilmu Hadis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak kuliah di Madinah inilah, fikroh beliau mengalami perubahan. Dari fikroh sebelumnya menjadi fikroh yang biasa dikenal sebagai fikroh &#8220;salafy&#8221;. Saat masih proses mengejar gelar S2, beberapa kali, beliau juga menyampaikan kritik keras tentang sejumlah nama tokoh kyai dan mubaligh di Solo, Indonesia, bahkan di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara kekerabatan, kalau tak salah, sebenarnya beliau masih berkerabat dengan istri ustadz ABB. Tapi setelah berubah fikroh, beliau pernah membuat pernyataan yang dianggap menjelekkan ustadz ABB dalam sebuah mimbar, sehingga dipaksa turun dan membuat pernyataan untuk tidak lagi menjelek-jelekan ust ABB. Apalagi saat itu ust ABB masih mudah ditemui.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seingat saya, saat pertama kali menulis dan merealisasikan bakatnya dalam bidang tulis menulis, beliau digandeng oleh ustadz Abu Umar Abdillah. Buku pertamanya kalau tak salah diberi judul Ibunda Para Ulama. Buku itu diterbitkan Wafa Press. Saya punya buku itu dan mendapatkan banyak manfaat melalui isi bukunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan fikroh beliau dari semula menjadi fikroh yang saat ini beliau yakini barangkali juga ikut mengubah materi kajian dan gaya kajian beliau. Hal itu wajar terjadi pada orang-orang yang mengalami proses hijrah. Dalam hal ini, apa yang dilakukan beliau adalah berhijrah dari fikroh A ke fikroh B. Barangkali, beliau melihat bahwa di dalam fikroh beliau yang sebelumnya ada yang salah atau sesat jika dilihat dari sudut pandang fikroh beliau yang saat ini. Wallahu a&#8217;lam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai Santri Ajaran yang masih dan terus senantiasa berproses belajar, saya sebenarnya paling tidak suka dengan sikap para ustadz yang menjelek-jelekkan ustadz atau tokoh lainnya, apalagi jika dilakukan tanpa ada perincian kesalahannya. Namun demikian, ketidaksukaan itu bukan berarti membuat saya enggan menerima ilmu dari model ustadz yang demikian. Bagaimanapun, mereka adalah ustadz, kyai, atau ulama. Sedangkan saya hanya Santri Ajaran. Saya harus tahu adab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya hanya bisa berdoa semoga Allah menyatukan hati kita, menjauhkan kita dari dengki, dan semoga Allah ta&#8217;ala memberi beliau dan kita semua hidayah yang sempurna untuk kembali kepada jalan Islam yang benar yang dinginkan Allah. Amiin&nbsp;<img loading="lazy" height="16" width="16" alt="&#x1f932;" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t70/1/16/1f932.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Wallahu a&#8217;lam.&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/13/curhat-santri-ajaran-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7627</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/32172719f17f67ddfbadf19df6a9d365e92c34dd073943e6835f3974929007b5?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">Goda-Gado</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sufyan-siddiq-baswedan.jpg?w=1024"/>

		<media:content medium="image" url="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t70/1/16/1f932.png">
			<media:title type="html">&#129330;</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agus Salim, Sang Pembela Kebenaran</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/08/agus-salim-sang-pembela-kebenaran/</link>
					<comments>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/08/agus-salim-sang-pembela-kebenaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Goda-Gado]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 02:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Diplomat Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mansur Abdurrahman Sidik]]></category>
		<category><![CDATA[Maria Zenibiyang]]></category>
		<category><![CDATA[Mashudul Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Poliglot]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Masyumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Syariat Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmedfikreatif.wordpress.com/?p=7602</guid>

					<description><![CDATA[Tanggal 8 Oktober merupakan tanggal kelahiran H. Agus Salim. Ia lahir di Koto Gadang (Sumatera Barat) dengan nama Mashudul Haq yang maknanya pembela kebenaran. Saat kecil, ia diasuh oleh pembantu yang biasa memanggilnya dengan &#8220;Den Bagus&#8221;. Panggilan itu dipendekkan menjadi Gus yang kemudian diikuti teman-teman sekolah dan gurunya menjadi &#8220;Agus&#8221;. Lulus dari HBS Batavia dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><a href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/h-agus-salim-1.jpg"><img loading="lazy" width="768" height="1024" data-attachment-id="7605" data-permalink="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/h-agus-salim-1/" data-orig-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/h-agus-salim-1.jpg" data-orig-size="800,1067" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;camera S70&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="h-agus-salim-1" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/h-agus-salim-1.jpg?w=468" src="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/h-agus-salim-1.jpg?w=768" alt="" class="wp-image-7605" srcset="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/h-agus-salim-1.jpg?w=768 768w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/h-agus-salim-1.jpg?w=112 112w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/h-agus-salim-1.jpg?w=225 225w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/h-agus-salim-1.jpg 800w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a><figcaption>H Agus Salim</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Tanggal 8 Oktober merupakan tanggal kelahiran H. Agus Salim. Ia lahir di Koto Gadang (Sumatera Barat) dengan nama Mashudul Haq yang maknanya pembela kebenaran. Saat kecil, ia diasuh oleh pembantu yang biasa memanggilnya dengan &#8220;Den Bagus&#8221;. Panggilan itu dipendekkan menjadi Gus yang kemudian diikuti teman-teman sekolah dan gurunya menjadi &#8220;Agus&#8221;. </p>



<span id="more-7602"></span>



<p class="wp-block-paragraph">Lulus dari HBS Batavia dengan nilai tertinggi di seluruh HBS, Agus Salim kemudian bekerja di konsulat Belanda di Jeddah. Tepatnya sebagai penerjemah dan pengurus haji. Selama di Saudi, ia juga belajar berguru kepada Syekh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sempat bekerja di dinas pekerjaan umum setelah baru kembali ke tanah air, ia lalu mendirikan sejumlah media (Neratja, Hindia Baroe, dan Fadjar Asia) dan terjun ke dunia politik. Agus Salim juga aktif dalam organisasi Sarekat Islam yang kemudian membawanya terpilih sebagai anggota Volksraad (DPR nya era Hindia Belanda) mulai tahun 1921 &#8211; 1924. Di sidang Volksraad, ia menjadi orang yang pertama yang berpidato dalam bahasa Melayu. Ia juga turut berjuang saat revolusi bersama pemimpin pergerakan lainnya. Namanya termasuk dalam panitia sembilan dan sebagai perancang undang-undang dasar. Agus Salim berkali-kali juga menjadi menteri luar negeri dan berjasa dalam pengakuan kedaulatan dari negara-negara Timur Tengah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai orang yang berpendidikan tinggi, Agus Salim sering dianggap nyeleneh karena anak-anaknya tidak ada yang disekolahkan secara formal. Dari ke-8 anaknya, hanya si bungsu Mansur Abdurrahman Sidik yang mengenyam sekolah formal. Itu pun lebih karena Mansur dilahirkan setelah era kolonial Belanda di Indonesia berakhir. Tidak demikian halnya dengan anak-anaknya yang lahir terlebih dulu: Violet Hanisah, Yusuf Taufik, Ahmad Syauket, Theodora Atia, Islam Basari, Siti Asiah, dan Maria Zenibiyang. Agus Salim tidak ingin anaknya dicekoki pemikiran dan kebudayaan penjajah. Dia menganggap, pendidikan saat itu sangat diskriminatif. Namun demikian, dengan model pendidikan homeschooling, anak-anak Agus Salim meraih sukses dalam kehidupannya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Agus Salim dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana. Ia memiliki kemampuan bahasa yang istimewa. Ia mampu menguasai setidaknya tujuh bahasa asing, yaitu Belanda, Arab, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, hingga Turki. Pada 4 November 1954, H. Agus Salim wafat. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/08/agus-salim-sang-pembela-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7602</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/32172719f17f67ddfbadf19df6a9d365e92c34dd073943e6835f3974929007b5?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">Goda-Gado</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/h-agus-salim-1.jpg?w=768"/>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi Sejarah Pemberontakan PKI Di Surakarta Tahun 1965</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/01/refleksi-sejarah-pemberontakan-pki-di-surakarta-tahun-1965/</link>
					<comments>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/01/refleksi-sejarah-pemberontakan-pki-di-surakarta-tahun-1965/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Goda-Gado]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2021 03:29:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ahmed Fikreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kedung Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Oetomo Ramelan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa 22 Oktober 1965]]></category>
		<category><![CDATA[PKI]]></category>
		<category><![CDATA[PKI 1965]]></category>
		<category><![CDATA[PKI di Solo]]></category>
		<category><![CDATA[PKI di Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[PKI di Surakarta 1965]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi Pemberontakan PKI]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Baca TerasSharing]]></category>
		<category><![CDATA[Usman Amirodin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmedfikreatif.wordpress.com/?p=7637</guid>

					<description><![CDATA[Di Jakarta, PKI melakukan upaya pengambilalihan kekuasaan dengan menculik &#38; membunuh sejumlah Jenderal pada malam Jumat, 1 Oktober 1965 sekaligus mengumumkan Dewan Revolusi. Di kemudian hari, Walikota Surakarta (Solo) Oetomo Ramelan menyatakan dukungannya. Kota Solo waspada. Ketegangan muncul di tengah masyarakat. Puncak ketegangan terjadi pada Jumat malam tanggal 22 Oktober 1965. Terjadi penembakan di Gladag, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><a href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sejarak-pki-di-surakarta-1965.jpg"><img loading="lazy" width="1024" height="1024" data-attachment-id="7639" data-permalink="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/sejarak-pki-di-surakarta-1965/" data-orig-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sejarak-pki-di-surakarta-1965.jpg" data-orig-size="1080,1080" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="sejarak-pki-di-surakarta-1965" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sejarak-pki-di-surakarta-1965.jpg?w=468" src="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sejarak-pki-di-surakarta-1965.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-7639" srcset="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sejarak-pki-di-surakarta-1965.jpg?w=1024 1024w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sejarak-pki-di-surakarta-1965.jpg?w=150 150w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sejarak-pki-di-surakarta-1965.jpg?w=300 300w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sejarak-pki-di-surakarta-1965.jpg?w=768 768w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sejarak-pki-di-surakarta-1965.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Di Jakarta, PKI melakukan upaya pengambilalihan kekuasaan dengan menculik &amp; membunuh sejumlah Jenderal pada malam Jumat, 1 Oktober 1965 sekaligus mengumumkan Dewan Revolusi. Di kemudian hari, Walikota Surakarta (Solo) Oetomo Ramelan menyatakan dukungannya. Kota Solo waspada. Ketegangan muncul di tengah masyarakat. Puncak ketegangan terjadi pada Jumat malam tanggal 22 Oktober 1965. Terjadi penembakan di Gladag, di daerah Kampung Sewu, sejumlah orang disembelih, dan di Purwoloyo sesosok mayat ditemukan dalam keadaan pecah kepalanya. </p>



<span id="more-7637"></span>



<p class="wp-block-paragraph">USMAN AMIRODIN adalah seorang aktivis Pemuda Muhammadiyah yang saat itu berada di tengah-tengah massa di kawasan Gladag. Ia lolos dari upaya penembakan yang dilakukan Batalyon K dari arah timur Gladag. Simak kesaksiannya dalam acara Live Podcast Refleksi Sejarah Pemberontakan Partai Komunis di Surakarta Tahun 1965 yang diselenggarakan Rumah Baca TerasSharing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut hasilnya:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" class="youtube-player" width="468" height="264" src="https://www.youtube.com/embed/MUiRX3Zf5sM?version=3&#038;rel=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;fs=1&#038;hl=id&#038;autohide=2&#038;start=123&#038;wmode=transparent" allowfullscreen="true" style="border:0;" sandbox="allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation allow-popups-to-escape-sandbox"></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/10/01/refleksi-sejarah-pemberontakan-pki-di-surakarta-tahun-1965/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7637</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/32172719f17f67ddfbadf19df6a9d365e92c34dd073943e6835f3974929007b5?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">Goda-Gado</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/sejarak-pki-di-surakarta-1965.jpg?w=1024"/>
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN LUPA BAYAR PBB</title>
		<link>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/09/28/jangan-lupa-bayar-pbb/</link>
					<comments>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/09/28/jangan-lupa-bayar-pbb/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Goda-Gado]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 02:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[How To]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Bayar PBB]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Bumi Bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmedfikreatif.wordpress.com/?p=7608</guid>

					<description><![CDATA[September tinggal menyisakan sepekan. Artinya, batas waktu pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tinggal menyisakan waktu sepekan, kecuali jika ada kebijakan lain dari Pemda setempat. Cara pembayarannya tinggal datang ke Bank BUMD setempat. Kalau Jawa Tengah ke Bank Jateng kalau Jawa Barat ke Bank Jabar (BJB). Bilang saja ke petugas mau bayar PBB. Jangan lupa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><a href="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/pbb-lunas.jpg"><img loading="lazy" width="564" height="1024" data-attachment-id="7610" data-permalink="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/pbb-lunas/" data-orig-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/pbb-lunas.jpg" data-orig-size="949,1724" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="pbb-lunas" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/pbb-lunas.jpg?w=468" src="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/pbb-lunas.jpg?w=564" alt="" class="wp-image-7610" srcset="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/pbb-lunas.jpg?w=564 564w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/pbb-lunas.jpg?w=83 83w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/pbb-lunas.jpg?w=165 165w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/pbb-lunas.jpg?w=768 768w, https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/pbb-lunas.jpg 949w" sizes="(max-width: 564px) 100vw, 564px" /></a><figcaption>Laporan PBB</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">September tinggal menyisakan sepekan. Artinya, batas waktu pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tinggal menyisakan waktu sepekan, kecuali jika ada kebijakan lain dari Pemda setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara pembayarannya tinggal datang ke Bank BUMD setempat. Kalau Jawa Tengah ke Bank Jateng kalau Jawa Barat ke Bank Jabar (BJB). Bilang saja ke petugas mau bayar PBB. Jangan lupa bawa uang.</p>



<span id="more-7608"></span>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum melakukan pembayaran, siapkan terlebih dahulu Tagihan PBB nya. Biasanya semacam kertap slip warna merah. Dari situ akan kelihatan berapa NJOP dan berapa tagihan PBB nya. Catat saja NOP nya karena NOP itu nanti akan dipakai sebagai dasar Bank memasukkan tagihan Anda saat membayar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara mengetahui NOP, tinggal dicek di kertas struk tagihan PBB. Tagihan PBB sendiri seringkali dibagikan lewat pak RT atau RW. Tapi kalau di desa-desa, yang membagikan biasanya Pak Kadus atau pak Bayan. Kalau sudah tahu NOP nya, ngga usah minta tagihan PBB nya ngga apa-apa. Tinggal ke Bank saja lalu sampaikan kode NOP nya ke mbak-mbak atau mas-mas teller, tinggal bayar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian daerah saat ini sudah banyak yang menggunakan sistem daring. Jadi berapa tagihan PBB yang belum kita bayar bisa dicek secara daring melalui portal Pemda setempat. Kalau daerah Anda belum ada sistem daring, sebaiknya bertanya saja ke Kelurahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa konsekuensi jika tidak membayar PBB? Konsekuensinya akan kesulitan saat menjual objek tanah Anda sampai tagihan PBB nya dilunasi terlebih dahulu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa konsekuensinya jika terlambat bayar? Konsekuensinya akan terkena denda. Berapa dendanya dan bagaimana perhitungan dendanya, saya tidak tahu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah masnya bekerja di bagian pajak PBB atau Humas Pemda? Bukan. Bukan juga karena supaya dibilang orang yang taat pajak. Tapi saya posting karena pengin posting saja. Siapa tahu ada yang membutuhkan informasi ini. Siapa tahu ada yang mendapat manfaat dari postingan ini. Siapa tahu ada yang mau jastip pembayaran PBB&nbsp;<img loading="lazy" height="16" width="16" alt="&#x1f601;" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t4f/1/16/1f601.png"><img loading="lazy" height="16" width="16" alt="&#x1f602;" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/td0/1/16/1f602.png">. Kalau jasanya lumayan, ya ngga apa-apa.&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2021/09/28/jangan-lupa-bayar-pbb/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7608</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/32172719f17f67ddfbadf19df6a9d365e92c34dd073943e6835f3974929007b5?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">Goda-Gado</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://ahmedfikreatif.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/10/pbb-lunas.jpg?w=564"/>

		<media:content medium="image" url="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t4f/1/16/1f601.png">
			<media:title type="html">&#128513;</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/td0/1/16/1f602.png">
			<media:title type="html">&#128514;</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>