<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>Akademik Center</title><link>http://pusat-akademik.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/AkademikCenter" /><description>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Koleksi Makalah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Administrator)</managingEditor><lastBuildDate>Fri, 16 Mar 2012 05:58:35 PDT</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">154</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="akademikcenter" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:copyright>Akademik Center</media:copyright><media:keywords>Akademik,Center,Makalah,Kuliah</media:keywords><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Religion &amp; Spirituality/Islam</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Education</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Society &amp; Culture</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">News &amp; Politics</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Science &amp; Medicine/Medicine</media:category><itunes:owner><itunes:email>lumbung.makalah@gmail.com</itunes:email><itunes:name>Akademik Center</itunes:name></itunes:owner><itunes:author>Akademik Center</itunes:author><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:keywords>Akademik,Center,Makalah,Kuliah</itunes:keywords><itunes:subtitle>Akademik Center</itunes:subtitle><itunes:summary>Akademik Center</itunes:summary><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam" /></itunes:category><itunes:category text="Education" /><itunes:category text="Society &amp; Culture" /><itunes:category text="News &amp; Politics" /><itunes:category text="Science &amp; Medicine"><itunes:category text="Medicine" /></itunes:category><item><title>Bisnis Di Internet dan Perusahaan Pembuat Website</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/ReaeelpANCk/bisnis-di-internet-dan-perusahaan.html</link><category>bisnis online</category><category>jasa pembuatan website</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 18:57:03 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-5978173954435854243</guid><description>Banyak alasan kenapa belakangan ini banyak orang yang memiliki terjun dunia bisnis atau kewirausahaan. Namun alasan yang agak logis, mungkin karena banyak yang kesulitan mencari kerja. Jadi, mau gak mau harus berbisnis karena kebutuhan finansial akan terus mendesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara yang ditempuh saat menjalani sebuah bisnis. Ada yang masih konvensional, ada juga yang sudah melibatkan teknologi dalam berbagai aktifitasnya. Soal bisnis konvensional, misalnya bisnis yang datar-datar saja, seperti membuaka warung di pasar dengan aktifitas jualbeli biasa saja. Tapi untuk yang lainnya, ada yang sudah lebih maju dengan memanfaatkan internet untuk media bisnisnya, mulai dari proses publikasi atau marketing hingga ke proses transaksi dan jual beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisnis yang bersifat konvensional, tentunya tidak terlalu sulit untuk memulainya. Yang penting ada modal uang dan bisa langsung dimulai sendiri prosesnya. Tapi untuk bisnis &lt;a href="http://spesialweb.com/tentang-kami.html"&gt;yang melibatkan teknologi&lt;/a&gt;, tentunya agak sulit karena prosesnya rumit. Kita harus membuat media atau sarana yang bisa dijadikan tempat bisnis di internet. Harus bikin website, blog atau yang lainnya. Tentu saja tidak semua orang bisa membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis melalui internet ini sangat prospektif, karena tidak mengenal tapal batas dan pengguna internetpun makin bertambah banyak. Artinya, bisnis dengan cara ini bisa lebioh epektif dalam proses publikasi dan efisien dalam proses transaksi dan jual-beli. Alasannya, karena proses transaksi pembayaran bisa dilakukan secara online dan pengiriman barangnnya bisa melalui kurir atau perusahaan jasa pengantaran barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia maya ada banyak perusahaan yang menawarkan jasa pembuatan website, seperti website untuk profil perusahaan dan bahkan website toko online (eCommerce). Anda bisa mencarinya. Salah satu perusahaan pembuat website adalah &lt;a href="http://sopesialweb.com"&gt;SpesialWeb&lt;/a&gt;. Ini adalah perusahaan yang menawarkan jasa tersebut. Bila Anda ingin memiliki sebuah usaha yang berbasis web, bisa menggunakan jasa perusahaan tersebut..    &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-5978173954435854243?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/ReaeelpANCk" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2010/08/bisnis-di-internet-dan-perusahaan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Simply UKM Online</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/JGvxn7sh3RY/simply-ukm-online.html</link><category>Umum</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Mon, 22 Feb 2010 06:18:36 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-512038149314145886</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panduan Membuat Toko Online Dalam 6 Jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; CD Tutorial Simply UKM Online merupakan CD tutorial interaktif yang meliputi sejumlah materi pembuatan dan pengelolaan web toko online. CD tutorial ini cocok dijadikan referensi bagi para pelaku UKM yang ingin menjajaki bisnis di dunia maya. Simply Interactive, selaku produsen CD tutorial ini, menawarkan kemudahan bagi mereka yang tertarik dengan dunia E-Commerce atau kegiatan bisnis yang dijalankan secara elektronik melalui internet dan komputer, atau bisa juga disebut kegiatan jual beli barang/jasa melalui jalur komunikasi digital yang telah menjadi trendbisnis dewasa ini.&lt;br /&gt; Produk Simply Interactive edisi E-Commerce berisi berbagai cara: instalasi Joomla, konfigurasi Joomla, konfigurasi Virtuemart, konfigurasi store, mengelola produk, seting tampilan website, mengatur menu, mengatur module, hingga mengelola order. Semua materi disajikan khas Simply Interactive, dengan bahasa yang sederhana, tampilan menu yang menarik dan interaktif sehingga mudah dipelajari serta dipahami.  &lt;br /&gt;Lebih dari itu, memberikan panduan proses instalasi, konfigurasi cara pembayaran, konfigurasi metode pengiriman, upload image banner, membuat daftar banner, mengelola produk, mengatur modul hingga mengelola tampilan website. Dari catatan perusahaan itu, dengan bermodalkan CD tutorial ini, Anda bisa membangun toko online cukup dengan 6 jam. Dengan menggunakan  Joomla! 1.5 dan Virtuemart 1.2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-512038149314145886?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/JGvxn7sh3RY" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2010/02/simply-ukm-online.html</feedburner:origLink></item><item><title>Axioo Zetta MLM Model</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/7xi_VDVpu78/axioo-zetta-mlm-model.html</link><category>Komputer</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Mon, 22 Feb 2010 06:17:57 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-4166155132780439319</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Notebook-nya Kalangan Profesional dan Bussinessman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Axioo kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui seri Axioo Zetta MLM Model. Notebook Axioo seri ini hadir dengan performa teknologi tinggi sebagai pilihan tepat untuk fungsi office maupun bisnis. Sangat cocok bagi kalangan Eksekutif yang super sibuk atau bussinessman yang memiliki mobilitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Personal Unique Design Axioo, desain pada Zetta MLM ini dirancang dengan sentuhan elegan dan minimalis, body design-nya full silver glossy, strukturnya ramping dan kemampuan baterainya tahan lama, sehingga mampu mengokohkan fungsi dari Zetta MLM ini, sebagai notebook-nya kalangan profesional dan businessman. Tak ayal bila notebook Axioo seri ini, bisa diandalakan sebagai alat pendukung berbagai aktifitas penggunanya, saat di meja kantor maupun di saat kondisi mobile.&lt;br /&gt;Kapabilitas Axioo MLM Model dilengkapi dengan fitur-fitur yang sempurna, berplatform Intel Centrino 2 Technology dengan Processor Intel Core 2 Duo Processor sebagai tumpuan utama membuat pergerakan dan kemampuan yang luar biasa hebat. Disamping itu Zetta MLM mempunyai Memory 2x 200 Pin SO-DIMM Socket up to 8 GB support DDR2 533/ 667/800MHz. Dengan memory sebesar ini menambah daya kerja PC, sehingga tidak menghalagi para pengguna dalam beraktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fitur: &lt;/span&gt;Screen Display sebesar 14.1” Wide WXGA (1280x800), High Definition Audio serta 3D Stereo Enhanced Sound System (built-in), 2.0 MegaPixel Video Kamera Webcam, DVD Writer Dual Drive SATA, Bluetooth, Modem 56K, Wireless LAN, USB 2.0 (kompatibel dengan USB 1.1), Eksternal CRT, RJ-45 Jack (konektifitas LAN), RJ-11 (Modem),  I/O Headphone, Microphone dan HDMI, dll. Berat: 1.8 kg, Dimensi: 299mm (w) x 219mm (d) x 26.5 - 35.7mm (h), Operating System: Windows XP ataupun Windows Vista.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-4166155132780439319?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/7xi_VDVpu78" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2010/02/axioo-zetta-mlm-model.html</feedburner:origLink></item><item><title>Siemens Gigaset C470 IP</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/xIIhAPQt-cY/siemens-gigaset-c470-ip.html</link><category>Umum</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Mon, 22 Feb 2010 06:15:20 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-4168968467943207161</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertelepon VoiP Yang Makin Simpel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya menggunakan telepon berbasis protokol Internet (VoiP) sangat ribet. Kita tentu harus punya PC atau laptop yang terhubung ke Internet. Setelah itu memasangkan perangkat komunikasi di kepala yang umumnya menggunakan headset yang dipakai ala bando dan mik yang dipasang di depan mulut, kita jadi mirip pilot pesawat terbang yang sedang bertugas. Dengan Siemens Gigaset C470 IP semua itu tak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigaset C470 IP tak ubahnya telepon seluler biasa, padahal handset ini merupakan perangkat untuk fixed-line, telepon rumah. Cuma selain berfungsi sebagai telepon rumah dengan sistem wireless Gigaset ini memiliki fungsi sebagai perangkat telepon VoiP (multiline). Menariknya, sebagai perangkat berkomunisi lewat VoiP, Gigaset C470 tak memerlukan PC atau Laptop untuk menyambungkanya ke Internet namun cukup dengan base-station yang besarnya seukuran buku kecil. Dan sebagai perngkat wireless, Gigaset C470 bisa berfungsi dengan jarang 50 meter di ruang tertutup dan 300 meter di ruang terbuka dari basestation-nya. Jadi cukup leluasa penggunaannya. Apalagi bisa diparalelkan dengan enam pesawat sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mereka yang biasa bekomunikasi jarak jauh (SLJJ atau SLI) menggunakan telepon berbasis Internet akan mengurangi biaya yang sangat besar. Biaya komunikasi hanya untuk langganan Internet. Itulah kenapa VoiP begitu populer di kalangan mereka yang suka berkomunikasi antarnegara. Kemudahan itu makin bertambah karena kepraktisan Gigaset C470 IP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SPESIFIKASI:&lt;/span&gt; Interfaces a/b (analogue). IP/Ethernet DECT/GAP. Waktu standby, sampai 300 jam. Waktu bicara, sampai 12 jam. Batere, 2 x NiMH AAA. Jarak komuniksi dari basestation, 50 meter indoor, 300 m outdoor. Dimensi, handset (28 x 48 x 146), basestation (157 x 107 x 46), Charger (67x77x29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-4168968467943207161?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/xIIhAPQt-cY" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2010/02/siemens-gigaset-c470-ip.html</feedburner:origLink></item><item><title>Search Engine Optimization Toronto For Improving Business Growth</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/abeorvixttc/search-engine-optimization-toronto-for.html</link><category>Tutorial Blog Blogger</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Mon, 15 Feb 2010 02:14:34 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-5193311519033822890</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nowadays, Search engine optimization is considered to be one of the most important tools for Business growth. Making an attractive website is not all. The ranking of your website on the search engine decides your possibility of reaching the target audience. Your website should be accessible to the search engines. When people are looking for information via specific keywords, they should be redirected to your website. It is the volume of traffic that decides the revenue and profit of your business. The website should be accessible to multiple search engines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Search engine optimization is important to generate traffic to your website. You need to understand how search engines find new content on the website. The search engines send an electronic spider in search of any new content that appears on the web. These spiders crawl from one website to another through links and keywords and update it on the search engine database.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For search engine optimization (SEO), the first step is to submit your website to the search engines. Once they index your website, your website will appear on the search engine list provided the keywords match with the contents of your site.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Search Engine Optimization Toronto ranking depends on various factors such as how your code your website, how you use Meta tag, to list a few. SEO Toronto Companies have professionals who are expert in keyword analysis and also do website assessment of the site. For the website, the content should be developed from the SEO perspective. You can submit your website on a few free search engines or your can also get the raking from press release. You need to make smart strategies for effective optimization.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-5193311519033822890?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/abeorvixttc" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2010/02/search-engine-optimization-toronto-for.html</feedburner:origLink></item><item><title>Membuat Blog di Blogger/Blogspot</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/9mB7Ii5UYLs/membuat-blog-di-bloggerblogspot.html</link><category>Tutorial Blog Blogger</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Fri, 24 Oct 2008 15:12:40 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-7038973451739179541</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa Persiapan Sebelum Membuat Akun di Blogger&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQI4U-TZO-I/AAAAAAAAABc/BlokEs7dbQE/s1600-h/tahap+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260829247695043554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 131px; CURSOR: hand; HEIGHT: 127px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQI4U-TZO-I/AAAAAAAAABc/BlokEs7dbQE/s200/tahap+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1).&lt;/strong&gt; Siapkan nama blog yang akan anda buat. Pastikan bahwa anda telah memilih nama blog yang relefan dengan isi dan tujuan Blog yang anda buat. Contoh apabila Blog untuk bisnis, maka cari nama yang seuai dengan kata ter sebut, seperti Mencari Dollar / Bisnis Online dll. Dan cari nama yang kemungkinan masih belum atau jarang digunakan oranglain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2).&lt;/strong&gt; Siapkan kata untuk Alamat blog (URL) Ketentuannya sama seperti poin no 1. Hal ini sangat penting karena kedepannya akan mempengaruhi Mesin Pencari (Search Engine/SEO) seperti: Google/Yahoo/MSN dll, dalam proses pengindexan posting (tulisan2) di blog yang anda buat. Maka apabila bermasalah di dengan Mesin Pencari, maka blog anda akan sulit ditemukan dan dikenal oleh orang dan akan sangat "merugikan". Tetapi apabila anda tidak bermasalah di dalam hal ini, maka blog anda akan sangat di untungkan selain akan mudah di temukan inipun akan mempengaruhi ke hal-hal yang lain yang akan anda pahami setelah selesai mengikuti tutorial ini secara keseluruhan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita langsung saja ke proses pembuatan blog Blogger. Ikuti Langkah-langkah berikut ini. Masuk ke &lt;a href="http://blogger.com/"&gt;http://blogger.com/&lt;/a&gt; atau langsung klik &lt;a href="https://www.google.com/accounts/NewAccount?service=blogger&amp;amp;continue=https%3A%2F%2Fwww.blogger.com%2Floginz%3Fd%3D%252Fcreate-blog.g%26a%3DADD_SERVICE_FLAG&amp;amp;hl=in&amp;amp;sendvemail=true&amp;amp;followup=https%3A%2F%2Fwww.blogger.com%2Floginz%3Fd%3D%252Fhome%26a%3DSERVICE_ONLY&amp;amp;naui=8"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nanti akan ada tampilan awal yaitu: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260822493689608498" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 271px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQIyL1rA-TI/AAAAAAAAABU/Dw5yImAJTSM/s400/tahap+awal.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Tahap Awal&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;=&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Tentukan Bahasa&lt;/strong&gt; yang mudah anda pahami di pojok kanan atas. Untuk yang ingin menggunakan petunjuk bahasa Indonesia. "&lt;strong&gt;Pilih Bahasa Indonesia&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt;&lt;/strong&gt; Klik "&lt;strong&gt;Ciptakan Blog Anda&lt;/strong&gt;" &gt;&gt;Untuk masuk ketahapan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Tahap 1 "Ciptakan Sebuah Account Google"&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260819156922786450" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 371px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQIvJnPz4pI/AAAAAAAAABE/gfQq1uYf4nw/s400/Tahap+1.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt; &lt;/strong&gt;Isi seluruh kolom di atas dengan mempertimbangkan sebagaimana pada bahasan di atas.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt; Isi Alamat Email&lt;/strong&gt; dengan yang telah anda buat atau telah anda miliki&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Ketik ulang alamat email&lt;/strong&gt; kolom bawahnya untuk memastikan bahwa anda telah mengetiknya dengan benar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt; Isi Sandi/Password&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Ketik ulang sandi/Password&lt;/strong&gt; di kolom bawahnya&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt; Khusus Untuk Kolom "Nama Tampilan"&lt;/strong&gt; Isi sesuai dengan nama yang telah anda pertimbangkan. Karena nama ini yang akan tampil di setiap posting yang anda buat dengan tampilan "posted by: &lt;nama&gt;jadi apabila anda mengisinya dengan Akademik Center, maka ketika anda memposting/memasukan sebuah artikel kedalam blog anda, akan ada keterangan sebagai berikut: "Posted by: Akademik Center"&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt; Isi Kolom Verifikasi kata&lt;/strong&gt; dengan kata yang ada di atasnya. Ketik persis seperti yang ada di sana. Perhatikan hurup besar atau kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Cek lis/Beri tanda centang &lt;/strong&gt;di kotak tanda persetujuan dengan ketentuan-ketentuan dari Blogger yang bisa anda baca dengan mengklik kalimat: &lt;a onclick="window.open(this.href,'',                           'width=770,height=500,top=80,left=20,toolbar=no,                           scrollbars=yes,menubar=no,location=no,status=yes,                           resizable=yes');return false;" href="https://www.blogger.com/terms.g" target="new"&gt;Persyaratan dan Layanan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt; Catat alamat email&lt;/strong&gt; yang anda masukan berikut dengan password yang anda buat. Agar tidak lupa&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=&gt; Klik "Lanjutkan"&lt;/strong&gt; untuk masuk ke tahap berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Tahap 2 "Menamai Blog Anda"&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260829815876413346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 316px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQI42C8Y56I/AAAAAAAAABk/I_WdljSjddc/s400/tahap+2.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; &lt;strong&gt;Isi Judul Blog&lt;/strong&gt;. Isi sesuai petunjuk di atas.&lt;br /&gt;=&gt; &lt;strong&gt;Isi Alamat Blog (URL).&lt;/strong&gt; Apabila ada dua kata beri tanda strip (-) untuk pemisahnya.&lt;br /&gt;Ketika anda telah memilih kata untuk alamat blog anda, maka alamat tersebut akan menjadi alamat dari blog anda. Dengan susunan: &lt;strong&gt;http://nama-blog.blogspot.com&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;=&gt; &lt;strong&gt;Klik "Lanjutkan"&lt;/strong&gt; untuk masuk tahapan berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Tahap 2 "Pilih Sebuah Template"&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260833577948276514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 356px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQI8RBwN5yI/AAAAAAAAABs/L3k9ZNONmW8/s400/tahap+3.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah tahapan terakhir. Yaitu memilih bentuk Template yang anda inginkan.&lt;br /&gt;=&gt; &lt;strong&gt;Beri tanda "titik"&lt;/strong&gt; di bawah contoh-contoh template yang tersedia untuk memilih bentuk template yang anda inginkan.&lt;br /&gt;=&gt; Klik &lt;strong&gt;"Lanjutkan"&lt;/strong&gt; untuk masuk ke Blog yang telah anda buat &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Tahap Akhir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260834763789002354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 201px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQI9WDWrZnI/AAAAAAAAAB0/e1VeFDsLZM4/s400/akhir.bmp" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;Untuk memulai Blogging =&gt; Klik &lt;strong&gt;"Mulai Blogging"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu anda akan masuk &lt;strong&gt;ADMINISTRATOR&lt;/strong&gt; dari Blog anda yang fungsinya akan di bahas lebih jelas di judul tutorial berikutnya.&lt;br /&gt;Untuk melihat tampilan blog yang telah anda buat =&gt; &lt;strong&gt;"Klik Lihat Blog" &lt;/strong&gt;Seperti gambar dibawah. &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260840933271030962" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 258px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQJC9Kd0TLI/AAAAAAAAAB8/dhpbm262j3U/s400/admin.bmp" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Selamat Mencoba !!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-7038973451739179541?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/9mB7Ii5UYLs" height="1" width="1"/&gt;</description><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQI4U-TZO-I/AAAAAAAAABc/BlokEs7dbQE/s72-c/tahap+1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/membuat-blog-di-bloggerblogspot.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pengantar Membuat Blog di Blogger atau Blogspot</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/_5JL_hIaCR8/pengantar-blog-blogger-atau-blogspot.html</link><category>Tutorial Blog Blogger</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Fri, 24 Oct 2008 15:47:33 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-6433890150674590354</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Selamat Batang di Tutorial Blog Blogger Akademik Center.&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260809451858963346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 129px; CURSOR: hand; HEIGHT: 77px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQImUtESK5I/AAAAAAAAAA0/Sghvwl7dhXA/s200/blogger.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada proyek tutorial blog ini, saya ingin berbagi pengetahuan tentang Blog yang telah saya dapatkan dari berbagai sumber dan pengalaman. Di dalam tutorial ini saya tidak akan mambahasnya terlalu teoritis karena akan sangat mambosankan bagi yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog pada dasarnya adalah pasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk banyak tujuan dan kepentingan. Karena pasilitas di dalam Blog bisa memuat pesan baik dalam bentuk teks, seperti artikel, Makalah, esai dll. Bahkan juga bisa memuat gambar yang bisa kita kelola secara menarik dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya, yaitu untuk tujuan publikasi, bisnis, iklan, kampanye politik dll. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita langsung saja ke praktek dengan melalui tahapan-tahapan yang saya buat sesuai dengan uturan-urutan judul tutorial dibawah ini. Saya sarankan agar anda melakukannya secara terutrut sesuai dengan urutan judul dibawah ini. Karena telah saya urutkan agar prosesnya bisa lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Persiapan Sebelum Membuat Akun di Blogger/Blogspot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1). Buat e-mail di Gmail.com&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat e-mail dengan alamat email yang mudah anda ingat. Dan saya sarankan, buatlah email baru yang khusus untuk blog yang akan segera anda buat. Langkah ini akan memudahkan anda, karena kedepannya anda akan membutuhkan banyak aplikasi pendukung dari luar yang digunakan di blog anda. Di mana ketika anda ingin mendapatkannya, anda harus malakukan registrasi untuk membuat akaun di web-web penyedia layanannya, yang mayoritas menggunakan alamat email sebagai User Name-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan khusus untuk yang berminat menggunakan Blog dari layanan blogger. Penggunaan e-mail dari Gmail akan sangat memiliki nilai plus. Karena Gmail masih milik perusahaan Google yang juga merupakan penyedia layanan blog Blogger. Dengan katalain masih satu perusahaan, yaitu Google. Dan langkah ini pun akan memudahkan anda nanti ketika ingin menggunakan layanan iklan dari Google yang akan menghasilkan Dollar $ yang akan saya bahas secara khusus di judul Google Adsense.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2). Samakan User Name dan Password di setiap akau yang anda buat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda membuat Akun, usahakan sama agar anda mudah mengingatnya. Karena ketika membuat Blog anda akan banyak membuat akun untuk keperluan blog anda. Maka buatlah dengan Username dan password yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Ketika anda Sign Up di setiap pembuatan akun&lt;br /&gt;Apabila diminta memasukan email gunakan selalu : akademik.center@gmail.com (contoh)&lt;br /&gt;Apabila diminta memasukan Username gunakan selalu : akademikcenter (contoh)&lt;br /&gt;Apabila diminta memasukan Password gunakan selalu : 1223456 (contoh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat email di Gmail klik: &lt;strong&gt;&lt;a href="https://www.google.com/accounts/NewAccount?service=mail&amp;amp;continue=http%3A%2F%2Fmail.google.com%2Fmail%2Fe-11-10ffa37d83f28d9823dfe329da1a7b03-977ef2ab3c769f88b93a31b792001bda5477282f&amp;amp;type=2" target="”new”"&gt;{ DISINI }&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;=&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;=&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;APABILA ANDA MENGERTI ATAU MASIH ADA YANG INGIN DIPERTANYAKAN, ISI KOLOM KOMENTAR... TERIMAKASIH DAN SELAMAT MENCOBA!! &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-6433890150674590354?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/_5JL_hIaCR8" height="1" width="1"/&gt;</description><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQImUtESK5I/AAAAAAAAAA0/Sghvwl7dhXA/s72-c/blogger.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/pengantar-blog-blogger-atau-blogspot.html</feedburner:origLink></item><item><title>MENULIS SINOPSIS, IKHTISAR, DAN RINGKASAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/Zfr6bsLto4E/menulis-sinopsis-ikhtisar-dan-ringkasan.html</link><category>a. Makalah Ilmu Linguistik</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Fri, 24 Oct 2008 15:53:43 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-1170446638390890614</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Tujuan membuat sinopsis, ikhtisiar, dan ringkasan adalah sebagai suatu usaha bagaimana cara meningkatkan minat pembaca dalam membaca buku, karena dengan begitu dapat meningkatkan pengetahuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sinopsis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Moeliono (1988) sinopsis adalah karangan ilmiah yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli. Yang menjadi dasar sinopsis itu adalah ringkasan dan abstrak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat sinopsis adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a) Membaca naskah asli terlebih dahulu untuk mengetahui kesan umum penulis.&lt;br /&gt;b) Mencatat gagasan utama dengan menggarisbawahi gagasan yang penting.&lt;br /&gt;c) Mmenulis ringkasan cerdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah kedua. Gunakanlah kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.&lt;br /&gt;d) dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau garis besarnya saja.&lt;br /&gt;e) synopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan karya yang asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikhtisiar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Juhara (2003). Ikhtisiar adalah penulisan pokok-pokok masalah penulisannya tidak harus berurutan, boleh secara acak atau disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema sebuah wacana. Ikhtisiar berfungsi sebagai garis-garis besar masalah dalam sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtisiar yaitu penyajian singkat dari suatu karangan asli yang tidak perlu memberikan isi dari seluruh karangan itu secara proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat ikhtisiar adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a) Membaca naskah asli beberapa kali (setidak-tidaknya dua kali).&lt;br /&gt;b) Membuat kerangka bacaan dengan menuliskan pikiran utama atau pikiran pokokj yang terdapat dalam naskah.&lt;br /&gt;c) Menulis ihtisiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ringkasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proporsional tetap di pertahankan dalam bentuknya yang singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan (precis) adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat. Kata précis berarti memotong atau memangkas.&lt;br /&gt;a) Membaca naskah asli&lt;br /&gt;b) Kalau perlu diulang beberapa kali untuk mengetahui kesan umum tantang karangan itu secara menyeluruh. Penulis perlu juga mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang.&lt;br /&gt;c) Mencatat gagasan utama&lt;br /&gt;d) Pencatatan itu dilakukan dengan tujuan. Pertama, untuk tujuan pengamanan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu penting atau tidak; kedua, catatan ini juga akan menjadi dasar bagi pengolahan selanjutnya. Tujuan terpenting dari pencatatan ini adalah agar tanpa ikatan teks asli, penulis mulai menulis kembali untuk menyusun kembali untuk menyusun sebuah ringkasan dengan mempergunakan pokok-pokok yang telah dicatat.&lt;br /&gt;e) Mengadakan reproduksi&lt;br /&gt;f) hal yang harus diperhatikan bahwa dengan catatan tadi, ia harus menyusun suatu wacana yang jelas dan dapat diterima akal sehat, dan sekaligus menggambarkan kembali isi dari karangan aslinya.&lt;br /&gt;g) Ketentuan tambahan&lt;br /&gt;h) Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik. =&gt; A). Sebaiknya dalam menyusun ringkasan dipergunakan kalimat tunggal dari pada kalimat majemuk. Kalimat majemuk menunjukan bahwa ada dua gagasan atau lebih yang bersifat paralel. Bila kalimat majemuk telitilah kembali apakah tidak mungkin dijadikan kalimat tunggal. =&gt; B). Bila mungkin ringkaslah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. Begitu pula rangkaian gagasan yang panjang hendaknya diganti dengan suatu gagasan sentral saja. =&gt; C). Jumlah alinea tergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan. Alinea yang mengandung ilustrasi, contoh, deskripsi, dan sebagainya dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting. =&gt; D). Bila mungkin semua keterangan atau kata sifat dibuang. Kadang-kadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan, atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema langkah-langkah dalam membuat sebuah ringkasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260737896715277074" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 325px; CURSOR: hand; HEIGHT: 409px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQHlPpYmUxI/AAAAAAAAAAs/5qheSC7DQh0/s320/bahasa+blog.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persamaan ringkasa, ikhtisiar, dan synopsis yaitu:&lt;br /&gt;Pada prinsipnya synopsis, ringkasan dan ikhtisiar, sama-sama meringkas suatu cerita atau bacaan yang kita baca dengan mengambil intisari atau ide pokok dari suatu karangan yang kita baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama-sama mempunyai langkah-langkah atau metodologi yang sama yaitu:&lt;br /&gt;Bacalah naskah dua kali&lt;br /&gt;a) Catatlah semua judul, semua topik.&lt;br /&gt;b) Cocokan catatan anda dengan naskah asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunlah draft sementara dengan mempergunakan catatan di atas (jangan pakai naskah asli).&lt;br /&gt;a) Periksa gaya, tata bahasa dan tanda baca!&lt;br /&gt;b) Tulis kembali dengan rapi, mulai dari judul sampai dengan topik!&lt;br /&gt;c) Periksa kembali apakah ada kesalahan!&lt;br /&gt;d) Cocokanlah jumlah kata dan selesaikanlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan ringkasan, ikhtisiar, dan synopsis yaitu:&lt;br /&gt;Sinopsis adalah ringkasan pendek dari suatu cerita (cerita pendek, novel, roman, dan karya-karya sastra yang lainnya) atau karangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtisiar ialah bagian yang sangat penting setelah membuat kesimpulan dan rekomendasi. Ikhtisiar mengandung topik persoalan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian ikhtisiar (summary) merupakan suatu bagian dari tulisan yang menyampaikan suatu informasi yang penting dari sebuah tulisan dalam bentuk yang sangat singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan sebagai suatu keterampilan memproduksi suatu buku teks atau karangan tertentu. Untuk menjadi seorang yang membuat reproduksi yang baik harus benar-benar mengetahui dan memahami ini sebuah buku atau karangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ringkasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang yang berkumpul di kota Hiroshima, Jepang, mengheningkan cipta selama 60 detik. Hal itu mereka lakukan untuk mengenang peristiwa mengerikan ketika Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota itu tanggal 6 Agustus 1945.&lt;br /&gt;b) Orang-orang yang hadir di Peace Memorial Park Hiroshima itu mengenakan ikat kepala untuk mengenang tewasnya sekitar 14.000 orang akibat bom.&lt;br /&gt;c) Menurut Tadatohsi Akiba, Walikota Hiroshima, akhir perang dunia II tidak secara otomatis mengantarkan kita ke abad perdamaian dan kemanusiaan. Masih banyak bentuk kekerasan lain.&lt;br /&gt;d) pelepasan ratusan burung dara putih dan paduan suara anak yang menyanyikan lagu perdamaian turut menyemarakan upacara peringatan itu.&lt;br /&gt;e) Jepang menyerah pada Perang Dunia II, tanggal 15 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Ikhtisiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang berkumpul di kota Hiroshima, Jepang untuk mengenang peristiwa jatuhnya bom atom di kota itu pada tanggal 6 Agustus 1945 yang menewaskan sekitar 14.000 jiwa. Mereka bersama-sama mengheningkan cipta selama 60 detik dan melepaskan ratusan burung dara pada upacara peringatan ini. Upacara tersebut akan dilanjutkan pada hari Kamis 9 Agustus 2001 di kota Nagasaki yang 56 tahun yang lalu juga dibom oleh AS sehingga menewaskan sekitar 70.000 orang pada peringatan itu Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi meminta kepada seluruh dunia untuk menghapus senjata nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Sinopsis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Synopsis Cerpen “Bulan Mati”.&lt;br /&gt;Seorang laki-laki bernama Enos dan wanita bernama Ina saling jatuh cinta. Kedua keluarga, baik dari pihak Enos maupun Ina tidak menyetujuinya dan menentang keras hubungan mereka. Masalah kehormatan dan adat istiadat membuat jarak panjang yang tak terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ayahnya mengancam akan membunuh jika mereka masih saling mencintai. Ancaman ini bukan hanya kepada Enos dan Ina tetapi juga kepada ayah mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Enos sedang berduaan dengan Ina muncullah Amalodo, ayah Ina dengan amarahnya. Ia langsung menembak Enos hingga meninggal kemudian Amalodo meladeni berduel ketengah lautan Matekato, ayah Enos. Mereka memancing bersama. Mungkin inilah bentuk berduel ala mereka. Pemenangnya yang mendapatkan ikan paling banyak, paling besar, atau yang pertama memperoleh ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sayang sekali saat itu bulan mati, sehingga tidak ada ikan. Yang terkena kail malah mayat Ina. Ina telah mati menceburkan diri kelaut mengikuti Enos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daftar Pustaka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keraf, Gorys. Komposisi. Jakarta: Nusa Indah , 1993.&lt;br /&gt;Sahara, Siti, dkk. Keterampilan Berbahasa Indonesia. Jakarta: FITK UIN Jakarta, 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-1170446638390890614?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/Zfr6bsLto4E" height="1" width="1"/&gt;</description><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_czrgUagMu1M/SQHlPpYmUxI/AAAAAAAAAAs/5qheSC7DQh0/s72-c/bahasa+blog.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/menulis-sinopsis-ikhtisar-dan-ringkasan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pengertian dan Asal Usul Tasawuf, Maqamat dan Ahwal, Takhalli, Tahali, dan Tajalli</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/rBl98nbIQWU/pengertian-dan-asal-usul-tasawuf.html</link><category>a. Makalah Ilmu Tasawuf</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Fri, 24 Oct 2008 07:45:35 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-1238826022336559306</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bab I. Tasawuf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Asal Usul dan Pengertian Taswauf&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi, ada tiga kata yang menjadi kemungkinan timbulnya istilah tasawuf ( تصوف ), yaitu: shaff ( صف), shûff (), dan shuffah (صوف).&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Shaff (صف). Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan (shaffan) yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Shaffan sesungguhnya berarti secara berbaris-baris. Jadi, mengacu pada ayat di atas, tasawuf adalah menyusun barisan di jalan Allah SWT (fî sabîlillâh) –pen. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Shûf (صوف) adalah bulu domba. Pada masa pra-Islam, bulu domba sering digunakan sebagai pakaian oleh para ruhban () atau rabbi (pemimpin Yahudi yang asketis) sebagai simbol kesederhanaan. Shûf juga sering dijadikan pakaian oleh para petapa Nasrani.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Jadi, tasawuf adalah hal yang identik dengan kesederhanaan –pen. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Shuffah (صفة) adalah tempat duduk kecil yang terbuat dari kayu atau batu. Para sahabat Nabi saw sering duduk di atas shuffah sehingga mereka disebut Ahlush-shuffah (أهل الصفة).&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Oleh sebab itu, tasawuf diidentikkan dengan Ahlush-shuffah dan diyakini bahwa tasawuf berasal dari kebiasaan para sahabat Nabi saw –pen. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, secara etimologi, tasawuf adalah barisan-barisan yang senantiasa berada di jalan Allah SWT dan hidup sederhana dengan mencontoh teladan para sahabat Nabi saw yang saleh –pen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tasawuf Menurut Beberapa Ulama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa ulama yang telah mendefinisikan istilah tasawuf. Di antaranya ialah Abu Muhammad Jariri (w. 923), Kattani (w. 934), Ruwaim (w. 915), Dzun-Nun Mishri (w. 858), dan Junaid (w. 913). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abu Muhammad al-Jariri berkata, “Tasawuf adalah memasuki akhlak yang baik dan keluar dari akhlak yang buruk” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kattani berkata, “Tasawuf adalah akhlak. Barangsiapa bertambah baik akhlak, bertambah baik (pula) tasawufnya.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ruwaim berkata, “Tasawuf adalah membiarkan diri bersama Allah menurut apa yang dikehendaki Allah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dzun-Nun Mishri berkata, “Sufi (penganut tasawuf –pen.) adalah orang yang tidak berpayah-payah meminta dan tidak terkejut oleh penolakan.” (Maksudnya adalah tidak meminta sesuatu dan tidak kecewa apabila tidak mendapatkan apa yang diharapkan –pen). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tasawuf bisa didefinisikan sebagai pendidikan tentang bagaimana seorang hamba harus berakhlak mulia dan senantiasa menyerahkan urusannya kepada Allah SWT (bertawakal) –pen.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bab II. Maqamat dan Ahwal&lt;/strong&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengertian Maqamat dan Ahwal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Maqamat, bentuk jamak dari maqam berarti tahapan, tingkatan, atau kedudukan. Jadi, maqamat adalah tahapan rohani yang ditempuh oleh para pengamal tasawuf untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedangkan ahwal, bentuk jamak dari hal, adalah keadaan mental yang dirasakan oleh para pengamal tasawuf sebagai anugerah yang datang dari Allah SWT. Maqam merupakan usaha, sedangkan hal merupakan anugerah. Keadaan hati dinamakan hal karena berubah-ubah dan dinamakan maqam karena telah tetap. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang sangat populer mengenai maqamat dan ahwal dikemukakan oleh Abu Nasr Sarraj yang berkata, “Maqam adalah kedudukan manusia di sisi Allah yang masuk ke dalam hati, sesuatu yang dirasakan karena ketulusan mengingat (dzikr) Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Istilah-istilah dalam Maqamat dan Ahwal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa istilah dalam maqamat dan ahwal, yaitu: tobat, wara’, zuhud faqir, sabar, tawakal, rida, mahabbah, dan ma’rifah. Orang yang menempuh jalan sufi terlebih dahulu harus bertobat dari dosa, yang dilakukan oleh anggota badan, maupun yang tersembunyi di dalam hati. Setelah melewati maqam tobat, maqam selanjutnya adalah wara’, yaitu meninggalkan segala sesuatu yang syubhat, yaitu segala sesuatu yang mengandung kesamaran atau yang diragukan hukumnya, tidak jelas halal-haramnya, dan meninggalkan segala sesuatu yang tidak berguna. Selanjutnya adalah maqam zuhud, yaitu mengosongkan hati dari cinta terhadap dunia dan menjalani hidup untuk beribadah kepada Allah SWT, serta mengosongkan hati dari selain Allah SWT dan memusatkan hati kepada cinta-Nya. Selanjutnya adalah maqam faqir, yaitu menjalani hidup dengan kesadaran bahwa ia hanya membutuhkan Allah SWT. Selanjunya maqam sabar, yaitu sabar dalam menjalani perintah, sabar dalam meninggalkan larangan, sabar dalam menghadapi kesulitan, dan sabar atas ni’mah yang dilimpahkan oleh Allah SWT kepadanya. Selanjutnya adalah maqam tawakal, yaitu menyerahkan segala sesutunya kepada Allah SWT, tidak bergantung kepada selain-Nya, dan tidak pula kepada amal perbuatannya (nafsunya –pen). Selanjutnya adalah maqam rida, yaitu menerima dengan senang hati segala sesuatu yang ditakdirkan oleh Allah SWT dan menyadari bahwa ketentuan-Nya lebih baik daripada keinginannya. Setelah melewati maqam&amp;shy;&amp;shy;-maqam&amp;shy; tersebut barulah seorang sufi bisa mencintai (mahabbah) dan mengenal Allah (ma’rifah) atau juga disebut dengan tajalli.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bab III. Takhalli, Tahali, dan Tajalli&lt;/strong&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengertian Takhalli, Tahalli, dan Tajalli&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Takhalli artinya mengosongkan jiwa dari sifat-sifat buruk,seperti: sombong, dengki, iri hati, cinta kepada dunia, cinta kedudukan, riya’, dan sebagainya. Tahalli berarti menghiasi jiwa dengan sifat-sifat yang mulia, seperti: kejujuran, kasih sayang, tolong menolong, kedermawanan, sabar, keikhlasan, tawakal, kerelaan, cinta kepada Allah SWT, dan sebagainya, termasuk di dalahnya adalah banyak beribadah, berzikir, dan muraqabah kepada Allah SWT. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menempuh takhalli dan tahalli, sampailah para salik pada sesuatu yang dinamakan tajalli. Secara etimologi, tajalli berarti pernyataan atau penampakan. Tajalli adalah terbukanya tabir yang menghalangi hamba dengan-Nya sehingga hamba menyaksikan tanda-tanda kekuasaan dan keagungan-Nya. Istilah lain yang memiliki kedekatan arti dengan tajalli adalah ma’rifah, mukasyafah, dan musyahadah. Semua itu menunjuk pada keadaan di mana terbuka tabir (kasful-hijab) yang menghalangi hamba dengan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tajalli menurut Sufi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ahli tasawuf berkata bahwa tasawuf tidak lain adalah menjalani takhalli, tahalli, dan tajalli. Jalan yang ditempuh oleh para Sufi adalah jalan takhalli, tahalli, dan tajalli. Mengosongkan jiwa dari sifat buruk, menghiasi jiwa dengan sifat yang baik dengan tujuan untuk menyaksikan dengan penglihatan hati bahwa sesungguhnya tuhan itu tidak ada, hanya Allah SWT yang Ada, “Tidak ada tuhan (lâ ilâha) selain (illâ) Allah SWT dan Muhammad bin Abdullah adalah hamba, utusan, dan kekasih-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Manfaat Melakukan Takhalli dan Tahalli dalam Kehidupan Sosial&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menghindari sifat buruk dan menghiasi diri dengan sifat mulia dapat mempererat silaturahim dan persaudaraan antar-penganut agama Islam bahkan dengan non-Islam. Justru mungkin itulah –menurut penulis— tujuan dari takhalli dan tahalli. Itulah –masih menurut penulis— yang menjadi inti dari pengamalan tasawut, yaitu menghindari segala larangan Allah SWT dan hal-hal yang tidak beroleh cinta-Nya serta menghiasi diri dengan akhlak mulia. Prof. Dr. Jalaluddin Rachmat (Kang Jalal) berkata, “Dahulukan akhlak di atas fiqh”. Akhlak mulia itulah yang akan menjaga persaudaraan antar-umat manusia. Insya Allah.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Kuliah Akhlak Tasawuf oleh Dr. Asep Usman Ismail, MA. pada 5 Desember 2007.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِي سَيِيْلِ اللهِ صَفًّا كَأّنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوْصٌ (سورة الصف:4)&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Kuliah Akhlak Tasawuf oleh Dr. Asep Usman Ismail, MA. pada 5 Desember 2007.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Ibid.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Dikutip dari tulisan tentang tasawuf oleh Dr. Wahib.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Ibid.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-1238826022336559306?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/rBl98nbIQWU" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/pengertian-dan-asal-usul-tasawuf.html</feedburner:origLink></item><item><title>REVOLUSI INDUSTRI, HIJAU, DAN BIRU</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/DUZVDQFTNkc/revolusi-industri-hijau-dan-biru.html</link><category>a. Makalah Ilmu Sosiologi</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Thu, 23 Oct 2008 15:55:43 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-6750711961633738617</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A. Revolusi Industri&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Revolusi industri bukan merupakan suatu proses yang terjadi secara mendadak, melainkan proses sejarah yang terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengertian Revolusi Industri merujuk dua hal :&lt;br /&gt;1. Proses perubahan yang cepat di bidang ekonomi, yaitu dari kegiatan ekonomi agraris ke ekonomi industri yang menggunakan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai. Atau dapat dikatakan jugadengan merubah cara kerja yang ada. Dari menggunakan tenaga kerja manusia menjadi menggunakan mesin.&lt;br /&gt;2. Revolusi Industri ditandai dengan akibat-akibatnya yang Revolusioner dalam kehidupan ekonomi, politik, dan social. &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum adanya alat-alat mekanis dan otomatis, masyarakat Erofa bekerja dengan menggunakan alat-alat manual dan masih menggunakan kecepatan kedua tangan dan kaki. Contohnya seperti : cagkul, parang, sekop, gergaji, pisau, pengukur, palu, penenun, pemintal, jala, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, jika kedua tangan dan kaki tidak bekerja dengan optimal, maka kinerja alat-alat tersebut pun tidak maksimal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Revolusi Industri, peralatan-peralatan tersebut sudah jarang digunakan. Karena sudah ditemukannya alat-alat yang menggunakan mesin. Yang secara otomatis digerakan oleh Mesin Uap yang berbahan bakar batu bara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum adanya Revolusi Industri, dalam berdagang masyarakat Erofa masih menggunakan sistem Barter. Dan kegiatan produksinya pun masih dilakukan dirumah-rumah. Di Prancis kegiatan ini dikenal dengan istilah Gilda, yaitu bengkel kerja dan pusat usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang Revolusi Industri.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Industri berawal di Negara Inggris, faktor-faktor yang mendorong perkembangan Revolusi Industri di Inggris terbagi menjadi dua, yaitu Faktor External dan Faktor Internal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal yang termasuk Faktor external adalah terjadinya Revolusi Ilmu Pengetahuan pada abad ke 16. Para ilmuan seperti Francis Bacon, Rene Decartes, Galileo Galilei, Copernicus, Kepler, dan Issac Newton banyak bermunculan. Mereka menemukan alat-alat yang sangat berguna bagi kemajuan tingkat kehidupan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun Faktor-faktor yang termasuk faktor internal adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Keamanan dan politik dalam Negara Inggris yang mantap&lt;br /&gt;2. Berkembangnya kegiatan wiraswasta di Inggris&lt;br /&gt;3. Munculnya minat yang luar biasa dari masyarakat Inggris terhadap industri manufaktur&lt;br /&gt;4. Inggris memiliki jajahan yang sangat luas sehingga mudah dalam memperoleh bahan mentah dan daerah pemasaran&lt;br /&gt;5. Inggris kaya akan sumber alam, berupa batu bara dan biji besi&lt;br /&gt;6. Paham ekonomi liberal mulai muncul&lt;br /&gt;7. Munculnya Revolusi Agraria dan,&lt;br /&gt;8. Kegiatan perekonomian berkembang dengan pesat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Revolusi Hijau&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Hijau adalah suatu revolusi produksi biji-bijian dari hasil penemuan-penemuan ilmiah berupa benih unggul baru dari berbagai varietas. Revolusi Hijau didasari oleh berbagai masalah yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah akibat pertambahan jumlah penduduk yang pesat dan bagaimana mengupayakan peningkatan hasil produksi pertanian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gagasan mengenai Revolusi Hijau bermula dari hasil penelitian dan tulisan Thomas Robert Maltinus (1766 - 1834) yang mengemukakan bahwa masalah kemiskinan dan kemelaratan adalah masalah yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Kemiskinan dan kemelaratan terjadi karena pertumbuhan penduduk dan peningkatan produksi pangan yang tidak seimbang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;tulisan Thomas Robert Maltinus menimbulkan pengaruh di Erofa dan Amerika Serikat, dengan munculnya gerakan pengendalian pertumbuhan penduduk dengan cara pengontrolan jumlah kelahiran dan gerakan usaha pencarian dan penelitian bibit-bibit unggul dalam bidang pertanian. Revolusi Hijau menjadi usaha besar untuk meningkatkan produksi pangan di daerah-daerah atau Negara miskin di dunia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perkembangan Revolusi Hijau&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan tekhnologi alat-alat pertanian mempengaruhi perkembangan Revolusi Hijau. Seperti penggunaan alalt-alat pertanian modern. Seperti, mesin bajak, alat penyemprot hama, dan mesin penggiling padi, yang merupakan salah satu faktor dalam peningkatan produksi pertanian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Revolusi Hijau selanjutnya terjadi pada pasca perang Dunia 11. Tidak bisa dipungkiri bahwa perang Dunia 11 membawa akibat terhadap langkanya atau hancurnya daerah-daerah pertanian terutama di Erofa. Hancurnya daerah pertanian menyebabkan menurunnya produksi pertanian. Oleh sebab itu, sebagai upaya meningkatkan produksi pertanian terus digalakan melalu :&lt;br /&gt;• Pembukaan lahan-lahan pertanian baru&lt;br /&gt;• Mekanisasi pertanian&lt;br /&gt;• Penggunaan pupuk-pupuk baru&lt;br /&gt;• Mencari metode yang tepat untuk memberantas hama tanaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, usaha untuk menemukan varietas-varietas unggul yang sesuai dengan daerah tempat produksi hasil pertanian, penelitian juga diikuti dengan upaya pemulihan tanah, yaitu mulai dari pengolahan tanah, pemupukan pestisida, herbisida, dan fungisida.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Revolusi Biru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belajar dari keberhasilan dan kegagalan Revolusi Hijau dan faktor lingkungan strategis saat ini, gerakan nasional Revolusi Biru harus dirumuskan dalam blue print pemerataan dan kelestarian lingkungan untuk pertumbuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Visi dari gerakan Revolusi Biru adalah strategi pengembangan aquabisnis berbasis masyarakat dan berwa-wasan lingkungan, guna mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Blue print tersebut menempatkan keadilan sosial ekonomi dan kelestarian lingkungan sebagai prinsip-prinsip gerakan, karena di dalamnya termuat gagasan pemberdayaan, kemitraan, dan pembangunan berkelanjutan. Artinya, melalui prinsip-prinsip keadilan terserbut nelayan dan pembudidaya ikan menjadi target pemberdayaan, mengingat mereka adalah kelompok masyarakat miskin yang hampir tidak tersentuhkan oleh pembangunan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemitraan adalah strategi untuk mengikat partisipasi nelayan tradisional dengan usaha swasta. Aspek lain dari kemitraan adalah bahwa Revolusi Biru tidak hanya berkutat dalam persoalan meningkatkan produksi. Aspek pengolahan dan penanganan pasca panen serta pemasaran produk harus pula diperhitungkan. Pengelolaannya dilaksanakan secara terintegrasi dan menyeluruh. Para nelayan dan pembudidaya ikan akan menitik beratkan pada kegiatan produksi, sedangkan swasta berfokus pada aspek penanganan pasca panen dan pemasaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam gerakan Revolusi Biru, justru orientasinya adalah bagaimana menembus pasar internasional, sehingga fluktuasi harga di pasar internasional yang dijadikan orientasi bagi pengembangan produk-produknya. Menyadari hal tersebut pemberdayaan dan kemitraan harus mampu membentuk kesadaran dan melibatkan partisipasi aktif stekoholder tentang pentingnya pelestarian lingkungan pada proses ini, aspek otonomi daerah menjadi signifikan, yakni pengelolaan dan pelestarian lingkungan dan sumber daya manusianya harus melibatkan masyarakat pesisir, Baik dalam perencanaan dan pelaksanaan pelestarian itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan tantangan Revolusi Biru banyak ditentukan sejauh mana pemerintah dalam mendukung secara terencana dan menyeluruh Revolusi Biru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Ade Rachmawati, J. B. Soesetiyo, Imam Hendarto, dan Genuk Christiastuti. “Pemicu Enam Revolusi Biru”&lt;br /&gt;2. Badrika, I Wayan. “Sejarah Nasional Indonesia Dan Umum” Erlangga Jakarta 1991&lt;br /&gt;3. M Fadli Hasan dan Muh Ramli Ayubar. “Dari Revolusi Hijau ke Revolusi Biru”&lt;br /&gt;4. Supriatna, Nana. Drs, M.Ed. “Sejarah Nasional Indonesia dan Umum” Grafindo Media Pratama Jakarta 2002&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-6750711961633738617?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/DUZVDQFTNkc" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/revolusi-industri-hijau-dan-biru.html</feedburner:origLink></item><item><title>Aplikasi Metode Pemahaman Hermeneutik Pada Penafsiran Ayat Al-Qur’an</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/iUbSQJC1mBI/aplikasi-metode-pemahaman-hermeneutik.html</link><category>a. Makalah Ilmu Tafsir</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 14:22:34 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-2794879561814829851</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk meminimalisir subjektivitas pembaca di dalam memahami sebuah teks, peran penulis –di dalam melahirkan sebuah teks– tentunya harus pula diperhatikan dengan baik. Ini dikarenakan proses memahami pada dasarnya merupakan tindakan referensial; pembaca memahami sesuatu di dalam sebuah teks karena ia mengkomparasikannya dengan sesuatu yang telah diketahui sebelumnya. Kemudian, sesuatu yang telah diketahui dan dipahami oleh pembaca tersebut akan membentuk sebuah sistem yang saling berhubungan dan mengikat satu sama lain. Pada akhirnya, system yang telah saling berhubungan itu dengan sendirinya akan membentuk suatu makna yang muncul dibenak pembaca. Inilah yang dimaksud Schleirmacher dengan lingkaran hermeneutika.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebab, menurut Emilio Betti, sesuatu obyek dapat berbicara dan ia dapat didengarkan secara benar atau salah. Ini dikarenakan, menurut Betti, didalam objek tersebut terdapat makna yang variable obyektif. Jika obyek bukan yang lain ketimbang peneliti itu sendiri dan jika ia bukan dari dirinya, mengapa pembicaraan yang dilontarkan teks tersebut didengarkan? Betti mengakui, bahwa objektifitas yang tidak melibatkan subjektifitas penafsir adalah sesuatu yang absurd. Namun, subjektifitas sang penafsir haruslah dapat menembus keterasingan obyek. Ini merupakan hal yang fundmental, bagi Betti, dan menjadi norma dasar bagi semua interpretasi untuk menjelaskan otonomi mendasar dari obyek.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Norma kedua, menurut Betti, adalah “koherensi makna”, yaitu totalitas hubungan secara keseluruhan dari makna-makna individu. Ini dikarenakan, menurutnya, makna secara keseluruhan harus didasari oleh unsur-unsur individualnya, dan unsur-unsur itu hrus dipahani oleh penafsir dengan mengacu pada semua bagian yang luas dan tajam.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Selanjutnya, norma ketiga adalah “pengaktualisasian pemahaman”, yaitu penafsir menyelidiki kembali proses kreatifitas dan merekonstruksi di dalam dirinya suatu bagian dari masa lalu sebagai “peristiwa” yang turut kedalam pengaktualisasian hidupnya sendiri. Terakhir, norma keempat adalah “persesuaian makna” hermeneutic, atau “keharmonisan”, yaitu penafsir membawa peng aktualisasianya ke dalam kesesuaian yang lebih dekat dengan rangsangan yang diterima dari obyek dengan sedemikian rupa sehingga satu sama lain dapat berhubungan dalam acara yang harmonis.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat merekonstruksi pemahaman yang terkandung di dalam sebuah teks, pembaca kiranya perlu mengetahui dan memahami beberapa hal yang berkaitan dengan hermeneutika rekonstruksi ini dengan baik, di antaranya adalah : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata gramatikal bahasa yang tertuang di dalam sebuah teks&lt;br /&gt;1. Latar belakang geografis, sosial, budaya, politik, sejarah hidup dan pendidik penulis&lt;br /&gt;2. Kontek pembicaraan atau penulisan&lt;br /&gt;3. Tujuan pembicaraan atau penulisan&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian pemahaman ayat dalam pembahasan ini terdapat pada surat al-fatihah : 4, surat al-Baqarah : 48 dan surat an-Naba’ : 17-18.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Å7Î=»tB ÏQöqtƒ ÉúïÏe$!$# ÇÍÈ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Yang menguasai&lt;/em&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;&lt;em&gt;[6]&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; di hari Pembalasan&lt;/em&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;&lt;em&gt;[7]&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Fatihah : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(#qà)¨?$#ur $YBöqtƒ žw “Ì“øgrB ë§øÿtR `tã &lt;§øÿ¯R $\«ø‹x© Ÿwur ã@t6ø)ãƒ $pk÷]ÏB ×pyè»xÿx© Ÿwur ä‹s{÷sãƒ $pk÷]ÏB ×Aô‰tã Ÿwur öNèd tbrãÁZãƒ ÇÍÑÈ &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at&lt;/em&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;&lt;em&gt;[8]&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Baqarah : 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¨bÎ) tPöqtƒ È@óÁxÿø9$# tb%x. $\F»s)‹ÏB ÇÊÐÈ tPöqtƒ ã‡xÿZãƒ †Îû Í‘qÁ9$# tbqè?ù'tFsù %[`#uqøùr&amp;amp; ÇÊÑÈ &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;(QS. An-Naba’ : 17-18) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat al-Fatihah maksud hari disitu adalah hari Pembalasan. Kemudian haari juga memiliki makna hari yang pada hari itu orang tidak bisa membela orang lain sedikitpun dalam surat al-Baqarah ayat 48. hari juga disini memiliki arti keputusan dan masa ditiupnya sangsakala sebagai mana dalam suratan-Naba’ ayat 17-18. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Makna dalam suatu bahasa bersifat meaning dan event. Meaning bersifat non-statis yang kedua event bersifat dinamis. Koherensi makna dari ayat ini adalah hari keputusan+hari pembalasan +hari dimana ditiupnya sangsakala+ hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun. Dari ketiga makna tentang konsep yaum-hari, kita akan berangkat kepada pemberian makna oleh symbol serta penggalian yang cermat atas makna. Setelah itu menggunakan symbol sebagai tolak ukur sebagai langkah yang benar-benar filosofis. Dengan demikian, hari kiamat adalah hari ditiupnya sangsakala, hari ayng tidak seorang pun dapat membela orang lain. Hari itu adalah hari keputusan dan hari pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Al-Qur’an al-karim&lt;br /&gt;Palmer, Richard E., Hermaneutika; Teori Baru Mengenai Interpretasi&lt;br /&gt;Moosa, Ebrahim, Kata Pengantar, dalam, Gelombang Perubahan dalam Islam; Studi tentang Fundamentalisme Islam Fazlur Rahman, Penerjemah Aam Fahmia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001, cet. Ke-2&lt;br /&gt;Pari, Fariz, “Hermeneutik Paul Riccour untuk Penelitian Keagamaan”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Richard E. Palmer, Hermaneutika; Teori Baru Mengenai Interpretasi, h. 98.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Ibid., h. 63.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Ebrahim Moosa, Kata Pengantar, dalam, Gelombang Perubahan dalam Islam; Studi tentang Fundamentalisme Islam Fazlur Rahman, Penerjemah Aam Fahmia, cet. Ke-2 (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001), h. 26.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Ibid., h. 26.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Fariz Pari, “Hermeneutik Paul Riccour untuk Penelitian Keagamaan”, h. 106.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Mâlik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2453364732120724347#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-2794879561814829851?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/iUbSQJC1mBI" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/aplikasi-metode-pemahaman-hermeneutik.html</feedburner:origLink></item><item><title>UKHUWWAH ISLAMIYYAH</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/B_Kl0wLYqpY/ukhuwwah-islamiyyah.html</link><category>a. Makalah Ilmu Dakwah</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 14:12:40 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-2230869988545088749</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;“Antum ashabiy, ikhwanuna al-ladzina ya’tuna ba’diy” (Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah yang datang sesudah [wafat Ku]).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam Dunia Moderen ini, kebutuhan akan saudara sebagai pembantu atau wasillah untuk menenangkan jiwa atau hanya sekedar untuk teman curhat menjadi komoditas yang sangat fundamental. Saudara yang mengertiin dan menghargai saudara yang lainnya adalah salah satu bagian dari petuah Nabi dan Tuhan-Nya yang diwanti-wanti dari sejak awal risalah Islam di turunkan di muka Bumi ini. Di Dunia Moderen ini, dimana kebutuhan seseorang telah dilayani dan digantikan oleh mesin sebagai wakil akan tenaga dan jiwa manusia, menjadikan manusia semakin terasing (alienasi) dan termarjinalkan dari keharmonisan akan kehidupan sosial. Karena mesin hanya bisa mengasihi apa yang diminta, tidak sampai ketahap “mengertiin”. Dengan sebab itu manusia menjadi bosan dan malas karena itu-itu saja biasanya, tidak bisa ketahap yang lebih “manusiawi”. Dengan kebosanan itu manusia butuh teman yang lebih ngertiin akan keadaan jiwanya. Teman walaupun sebagai pelarian dari kebosanannya, teman sebagai lawan curhatnya untuk menghilangkan kegundahannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa diganti dengan apa pun. Persaudaraan merupakan fitrah yang diberikan atas kebaikan Tuhan bagi manusia. Manusia adalah mahluk sosial, mahluk yang tidak bisa hidup sendirian-tanpa yang lainnya. Manusia tidak akan bisa hidup sendirian di dunia ini, karena itu memang bukan sifatnya. Insting manusia itu mengandaikan hidup bersama dengan sesama dan yang lainnya dengan tenang, damai dan harmonis. Itu semua tidak akan terwujud tanpa adanya sifat inklusifisme, yakni sifat menghargai dan tau diri bahwa kita hidup di dunia ini tidak sendiri dan tidak sama, melainkan berbeda satu dengan yang lainnya, oleh karena berbeda kita harus menghargai dan menghormati yang lain dari kita (The other). Tanpa ada yang mengganggu atau mengusiknya, yang semua mahluk membenci itu. Kami pikir itulah yang diidamkan oleh semua mahluk Tuhan, baik itu binatang yang hidup di Darat maupun di Laut, tumbuh-tumbuhan bahkan sampai pada mahluk goib pun sama menginginkan kehidupan di dunia ini dengan kehidupan yang damai tentram sejahtera. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam penulisan ini, penulis tidak ingin membahas apa yang diinginkan oleh mahluk selain manusia. Melainkan hanya manusia saja dalam kesempatan ini. Kehususnya kedamean yang diperoleh lewat persaudaraan. Yang mana ini merupakan sifat dasariyah manusia yang membutuhkan akan berdampingan dengan yang lainnya. Manusia benci kedirian itu dan sebaliknya suka akan kebersamaan. Kebersamaan yang saling mengertiin dan tertanamnya sifat toleran di jiwa yang tenang dalam diri masing-masing. Dalam kesempatan ini penulis akan mencoba menguraikan kedamean yang diperoleh lewat persaudaraan seiman saja. Tidak dalam konteks yang lainnya yang lebih universal. Insya Allah dalam kesempatan lain, penulis akan menulis yang lebih serius dalam pembahasan kedamean yang diperoleh lewat persaudaraan ini. Dalam hal ini penulis akan membahas masalah persaudaraan seiman saja, yang berkaitan dengan masalah; apa dan bagaimana gambarannya (abstraksi) dari persaudaraan seiman itu? Apa dan bagaimana cara untuk menjaganya supaya terjaga? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa itu Ukhuwwah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwwah secara literal dapat diartikan dengan “Persamaan dan Keserasian dalam banyak hal”. Oleh sebab itu persamaan karena keturunan juga bisa dinamakan dengan persaudaraan. Persamaan asal daerah atau asal negara juga bisa dinamakan dengan persaudaraan. Bahkan persamaan dalam sifat pun bisa dinamakan dengan persaudaraan. Ukhuwwah dilihat dari arti di atas, yakni persamaan atau keserasian, secara teoritis berarti meniadakan (nafi) atau mengosongkan “diri” dari identitas-identitas yang melekat dalam dirinya. Dalam artian universal ini tidak mengenal atau tidak pandang bulu; apa itu kepercayaannya, apa itu aliran idiologinya, apa itu keturunan darahnya, lo anak anak apa, lo anak siapa, berapa lo punya rumah, berapa punya mobil. Itu semua dinafikan. Yang terpenting itu ada kesamaan dan keserasian itu saudara kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Quraish Shihab dalam bukunya, Membumikan al-Qur’an menuliskan bahwa kata akh dalam bentuk mufrod juga bisa diartikan dengan teman atau sahabat. Dimana dalam Qur’an kata akh di sebut sebanyak 52 kali. Di sini kita tahu betapa Tuhan pun begitu mengapresiasi tentang persaudaraan ini. Terbukti dengan penyebutan kata akh yang lebih dari persyaratan banyak dalam ilmu Nahwu. Walaupun persaudaraan karena beragam sebab. Ada persaudaraan sebab keturunan dan ada juga sebab asal Negeri yang sama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedang kata akh dalam bentuk jama’, pak Quraish membagi menjadi dua. Pertama, menjadi kata Ikhwan, yang bisa diartikan atau diperuntukkan sebagai persaudaraan yang bukan karena anak kandung. Dan dalam al-Qur’an kata ini disebut sebanyak 22 kali. Di sini kita lihat betapa pentingnya persaudaraan itu, persaudaraan tanpa hubungan darah. Persaudaraan yang murni karena kesamaan sebagai manusia. Persaudaraan yang bukan karena apa dan siapa dirimu. Melainkan persaudaraan yang dilihat dari sebagai. Yakni sebagai manusia yang mempunyai penglihatan ke-manusiawiya-an. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kata Ikhwah, yang diperuntukkan guna menyebut persaudaraan karena sebab keturunan. Kecuali dalam surat al-Hujarat: 10. Dimana kata Ikhwah ini dalam al-Qur’an disebut sebanyak 7 kali. Kita lihat di sini kata Ikhwan yang dikonotasikan dengan persaudaraan dengan sebab bukan keturunan lebih banyak disebut (22 kali) dari pada kata Ikhwah yang dikonotasikan dengan persaudaraan dengan sebab keturunan yang hanya disebut 7 kali. Ini mengandaikan bahwa persaudaraan dengan sebab bukan keturunan itu lebih banyak terjadi dan lebih urgen juga lebih rentan dengan keselekan. Juga karena kata Ikhwan berkonotasikan dengan persaudaraan karena kemanusiaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makna Ukhuwwah Islamiyyah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di sini kiranya sudah jelas, bahwa siapa pun orang itu, dari mana pun asal negaranya selagi ia memeluk agama Islam, itulah saudara kita. Yang patut kita hormati, hargai dan kita tolong apabila memerlukannya. Tentu saja dalam keumuman ini tidak mengabaikan kepercayaan yang lainnya (the other faith). Tapi dalam pembahasan kali ini hanya ingin menguraikan persaudaraan yang dikarenakan sebab seiman saja. Hanya saja karena lebih berkesan dan bermakna. Selain karena ada persamaan seiman juga ini merupakan anjuran sekaligus perintah syara’. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kedengarannya biasa-biasa atau enak-enak saja, dalam arti tidak ada permasalahan dalam istilah kata Ukhuwwah Islamiyyah, namun kalau dicermati lebih dalam dan lebih serius lagi, maka tentu saja bermasalah terutama ketika dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Menyangkut sebagai apakah kedudukan kata Islamiyyah di situ ? Apakah sebagai kata Mudof Ilaih ? Atau sebagai kata ajektif ? itulah menjadi masalah, walaupun itu hanya sepele, itu dikarenakan belum ada kesepakatan “absolut”. Kalau misalnya kata Islamiyyah itu kedudukannya menjadi Mudof Ilaih, maka dapat diterjemahkan dengan kata “Persaudaraan antar sesama muslim”. Ini mirip dengan sebuah nama gerakan Islam yang muncul di Mesir yang dipimpin oleh Hasan al-Banna. Yaitu gerakan Ikhwan al-Muslimin. Di mana kalau kata Ukhuwwah Islamiyyah itu diterjemahkan “Persaudaraan antar sesama Muslim”, ini berarti menahikan umat yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam arti hanya melulu orang muslim saja. Tetapi kelebihannya di sini tidak melihat atau tidak membedakan muslimnya itu muslim yang beraliran apa. Semuanya masuk kedalam Persaudaraan Islam. Yang lebih terpenting adalah orang itu sudah melafalkan dua kalimat syahadat. Maka dengan sendirinya orang itu sudah masuk dalam lingkaran Persaudaraan Islam.&lt;br /&gt;Selanjutnya apabila kata Islamiyyah itu dijadikan ajektif, maka kata Ukhuwwah Islamiyyabisa diartikan dengan “Persaudaraan yang bersifat Islam” atau “Persaudaraan secara Islam”. Nah ini mengidentifikasikan lebih luas maknanya ketimbang yang pertama. Yang terakhir ini maknanya bisa merambah ke persaudaraan di luar seiman. Ini di tetapkan dan di tegaskan dengan kata “berifat” atau “secara” yang merupakan makna ajektif. Dan juga menunjukan bahwa persaudaraan selain seiman pun tidak menjadi masalah. Yang penting “bersifat Islami” atau “secara Islami”. Yakni “mengumbar” kedamean dan ketenangan. Inilah salah satu kelebihan agama Islam dibandingkan dengan agama yang lainnya. Inilah yang di gebar-gemborkan sang guru bangsa kita, Nurcholish Madjid. Meskipun dalam sejarahnya kita tahu bahwa Umat Islam selalu bertikai, peperangan dan pertumpahan darah sesama muslim. Ini jangan dikira karena ajaran islam yang “menyuruhnya”, ini terjadi melainkan karena ke-egoisan individu-individu masing-masing dalam rangka merebut kedudukan jabatan kekuasaan. Dan sampai sekarang pun di zaman kontemporer ini masih saja terjadi perbuatan yang tidak disuruh oleh Islam itu. Tentu saja itu perbuatan yang tidak Islami. Entah ini sepertinya orang-orang yang mewarisi perlakuan atau tingkah-laku orang dulu yang “bengis” itu. Perbuatan yang tidak Isalami (berontak, penumpahan darah dan merasa benar sendiri) yang terjadi zaman dulu itu kini diwarisi oleh orang-orang yang mengaku dirinya sebagai pembela Islam, orang yang merasa “saya lah yang paling benar”-yang lainnya salah”, orang-orang yang beraliran garis keras-fundamentalisme, yang berjubah-yang sok-sok Islami, padahal hati dan tingkah-lakunaya sunggug-sungguh jauh di balik ajaran atau syare’at Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pak Quraish Shihab, dalam pengertian apakah Ukhuwwah Islamiyyah itu di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia seperti apa, apaka “Persaudaraan antarsesama Umat Islam” atau “Persaudaraan yang bersifat Islam” atai “Persaudaraan secara Islam”. Beliau lebih memilih penerjemahan yang terakhir itu. Yakni “Persaudaraan secara Islam”. Karena lebih ramah sifatnya, dan kemudian dijadikan bahasa dalam pembangunan, “Kerukunan intern umat Islam”. Dimana ini merupakan bagian dari ajaran Ukhuwwah Islamiyyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwwah sesuai dengan arti dasarnya “Persamaan” dalam Qur’an dan Hadits tercermin dalam 4 (empat) macam, pak Quraish membaginya. Yaitu: Pertama, Ukhuwwah fi al-‘ubudiyyah, yakni persaudaraan yang terjadi atau terjalin antara seluruh mahluk yang ada di dunia ini. Semuanya bersaudara, dalam artian ada persamaan meskipun dalam sifat. Semakin banyak persamaannya antara yang satu dengan yang lainnya, maka semakin kokoh pula persaudaraan itu. Persaudaraan yang didasari oleh rasa dan cinta merupakan faktor yang paling dominan dalam hal persaudaraan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Ukhuwwah fi al-Insaniyyah, yakni persaudaraan yang melibatkan manusia di seluruh dunia ini. Persaudaraan karena disebabkan keturunan, yakni dari keturunan Bapak dan Ibu yang satu. Ini merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa diutak-atik lagi keberadaannya. Ketiga, Ukhuwwah fi al-Wathaniyyah wa al-Nasab, yakni persaudaraan yang dikarenakan satu negara atau satu keturunan kandung (senasab). Ini merupakan hal yang biasa dan mesti terjadi selama masih waras. Keempat, Ukhuwwah fi din al-Islam, yakni persaudaraan yang terjadi hanya sesama muslim saja. Yang mana ini merupakan ajaran kahusus Tuhan dan Nabinya yang dilimpahkan kepada semua mahluknya di Dunia ini. Di mana hidup di Dunia ini berdampingan dengan yang lainnya, oleh karena itu kita dituntut untuk menghormati dan mengasihi kenyamanan terhadap yang lainnya. Juga dituntut saling ngerti dan ngertiin, saling kasih mengasihi-mengutamakan yang lainnya apabila mereka memerlukannya, walaupun diri kita kekurangan (QS; 59:9). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana sikap kita agar persaudaraan itu tetap terjaga?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun dan apa pun itu harus ada kewaspadaaan dan trak-trik agar sesuatu itu bisa terjaga dan tetap langgeng. Persaudaraan merupakan satu “pusaka” yang sangat rentan sekali akan “virus” atau “kabar angin”. Kalau kita tidak bisa menjaganya kita akan terbunuh olehnya. oleh karena itu langkah-langkah untuk menjaga persaudaraan ini sangat penting. Bahkan nabi pun sangat ditekan oleh Tuhan untuk bisa mengertiin apa yang di rasakan oleh orang lain. Ini apa maksudnya kalau bukan karena semata-mata persaudaraan itu tetap langgeng dan kokoh. Dan cara memelihara persaudaraan itu secara tidak langsung telah diajarkan oleh Tuhan dalam semua ayatnya yang ada dan tersebar di Dunia ini. Baik yang tertulis atau pun yang tidak tertulis. Sedang yang tertulis dalam al-Qur’an sedikitnya disebutkan dalam surat ke 49: 9-13. tatacara bagaimana kita seharusnya memelihara persaudaraan itu biar tetap kokoh. Dan inilah yang sering di sitir oleh Cak Nur dalam berbagai da’wahnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Butir-butir penjaga itu berbunyi:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(1). Mendamaikan antara dua kelompok yang bertikai.&lt;br /&gt;(2). Harus adanya sikap saling menghormati, dengan tidak adanya sikap merendahkan golongan yang lainnya.&lt;br /&gt;(3). Harus mempunyai sikap rendah hati, dan mengakui bahwa dirinya salah dan orang lain ada benarnya.&lt;br /&gt;(4). Dilarang menghina sesama kaum beriman.&lt;br /&gt;(5). Dilarang memberi nama ejekan kepada orang lain, apalagi yang tidak di senangi.&lt;br /&gt;(6). Menjauhkan dari sifat perasangka buruk terhadap orang lain.&lt;br /&gt;(7). Dilarang mencari kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;(8). Dilarang berbuat umpat, yakni membicarakan orang lain ketika orang yang dibicarakan itu tidak ada di tempat itu.&lt;br /&gt;(9). Kita diseru untuk selalu bertaqwa kepada Tuhan. Merasa bahwa kita selalu diawasi.&lt;br /&gt;(10). Kita dilarang membagi-bagi tingkatan manusia karena askriptif atau kenisbatan.&lt;br /&gt;(11). Menghindarkan diri saling menghina atau memperolok-olok yang lainnya (Qs,49:11). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikitnya trik-trik untuk menjaga persaudaraan kita biar tetap langgeng. Yang terpenting dari semua itu ialah untuk tidak memastikan bahwa diri kita lah yang paling benar dan orang lain salah. Kita di tuntut untuk mempunyai sikap cadangan untuk mengakui bahwa mungkin orang lain itu benar. Menghilangkan sikap “Saya pasti benar dan orang lain pasti salah”. Itulah yang terpenting meski yang lainnya tidak kalah penting. Kita harus mempunyai sikap seperti apa yang di ungkapkan oleh Imam Hanafi, bahwa “Saya benar, tapi bisa salah; dan orang lain salah tapi bisa benar”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari sahabat Ibn Umar, yang berbunyi: “Seorang Muslim bersaudara dengan Muslim yang lainnya. Ia tidak menganiyayanya, tidak pula menyerahkannya pada musuh. Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi pula kebutuhannya. Siapa yang melapangkan satu kesulitan orang Muslim, Allah akan melapangkan pula satu kesulitan dar kesulitan-kesulitan yang dihadapi di hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-2230869988545088749?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/B_Kl0wLYqpY" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/ukhuwwah-islamiyyah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tafsir bil Ma’tsur Jalaluddin Rahmat (Literatur Tafsir Indonesia)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/nx8glqWNJ0E/tafsir-bil-matsur-jalaluddin-rahmat.html</link><category>a. Makalah Ilmu Tafsir</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 14:08:27 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-5991537400664092458</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A. Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tafsir bil Ma’tsur Jalaluddin Rahmat (Literatur Tafsir Indonesia) &gt;&gt;&lt;/strong&gt; Tentunya kita semua akan bertanya-tanya apa yang mendorong Jalaluddin Rahmat menulis tafsir bil Ma’tsur ini. Menurut penjelasan beliau adalah bahwa sebuah gambar Kartopus, yang sangat mengesankan. Seorang gadis belia, berusia sekitar sepuluh tahun, berjilbab dan tersenyum manis. Ia memeluk al-Quran berukuran besar. Inilah generasi al-Quran bersamaan dangan kebangkitan islam, kita lihat minat generasi abad ini untuk mempelajari al-Quran. Tentunya banyak hal-hal yang menarik dari tafsir ini, konon Gladstone adalah seorang arsitek imprealism Inggris, pernah membawa al-Quran ke gedung parlemen. Sambil mengacung kan kitab suci itu, ia berkata : “selama orang-orang Mesir itu memegang buku ini detangan mereka, kita tidak akan menikmati kedamaian di negeri itu”. Hari ini yang memegang al-Quran bukan hanya orang-orang islam di Mesir, di Iran, presiden Rafsanjani mencium Endang, anak Indonesia, karena ia menegakkan rakyat Iran dengan qira’atnya yang indah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi abad ini adalah generasi al-Quran, tingakat kecintaan kepada al-Quran sudah sangat ekstrim, sehingga sebagian orang menganggap al-Quran saja sudah cukup, karena itu mereka menolak adanya sunnah yang dipandangnya selain tidak otentik juga membingungkan, sebagian lagi menafsirkan al-Quran tanpa bantuan ilmu-ilmu al-Quran. Tak jarang mereka manghasilakan penafisran yang aneh-aneh, dan akhirnya menafikan tafsir-tafsir yang lain. Sebagian lagi mngusulkan penafsiran kontekstual. Kita harus memahami ayat denga latar belakang historisnya. Kita harus melihat bahwa bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya memahami ayat-ayat itu. Hampir semua orang setuju dengan cara ini, tetapi mereka kekurangan sumber rujukan. Tatkala umat islam sedang bersemangat kembali kepada al-Quran, Tafsir bil Ma’tsur merupakan penafsiran al-Quran dengan al-Quran lagi, atau dengan mengutip sabda Rasulullah, ucapan Sahabat dan Tabi’in (al-Dzahabi, al-Tafsir wal Mufasirun: 1 : 152).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan tafsir bil ma’tsur ini terdiri dari pendahuluan, daftar isi, kemudian penutup. Penulis tafsir ini dilakukan dalam beberapa cara yang nantinya akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya kemudian di sisni akan dijalaskan sistematika tafsir panafsiran dari bil Ma’tsur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Biografi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin Rahmat adalah nama yang tak asing disebut dalam dunia ilmu pengetahuan di Indonesia. Pria kelahiran 29 Agustus 1949 ini lebih dikenal sebagai pakar komunikasi. Meski demikian, berbagai karya yang berkaitan dengan dunia keislaman, termasuk karya dengan tafsir al-Quran. Ayahnya dalah seorang aktifis islam di desanya. Ayahnya adalah seorang kiyai yang juga lurah desa. Akibat kemelut politik islam pada saat itu, ayahnya meninggalkannya dalam usia dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia meninggalkan desanya sejak masuk SMP di kota Bandung. Karena merasa rendah diri, kang Jalal menghabiskan masa remajanya di perpustakaan negeri peninggalan Belanda. Disinilah ia berkenalan dengan gagasan-gagasan besar para filosof, terutama Spinoza dan Nietzche. Sejumlah buku berbahasa arab ditinggalkan ayahnya dan kemudian di baca oleh kang Jalal. Dari sini ia berkenalan dengan Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghozali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar kesarjanaannya di raih di jurusan penerangan Fakultas Publistik Universitas Padjajaran Bandung (1976). Dalam posisinya sebagai dosen, ia memperoleh beasiswa Fulbright dan masuk Lowa State University. Ia mengambil kuliyah komunikasi dan psikologi. Ia lulus dengan predikat magna cum laude. Karena mendapat perfact 4.0 grade point average. Sepulangnya dari Amerika, ia aktif mambina mahasiswa dan banyak memberikan kuliyah etika dan agama islam di ITB dan IAIN, serta berobsesi untuk mengkaji hubungan sains dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah karya telah di torehkan, beberapa diantaranya : Khutbah-khutbah di Amerika, Catatan Kang Jalal, Visi Media, Politik dan Pendidikan, Islam Aktual, Rafleksi Sosial seorang Cendekiawan Muslim, Islam Alternatif, Reformsi Sufistik, Psikologi Komunikasi, sampai pada tahun 1999 buku ini telah di cetak ulang sebanyak 14 kali, Tafsir bil Ma’tsur; Pesan Moral al-Quran, Meraih Cinta Ilahi;Pencerahan Sufistik, Rekayasa Sosial; Reformsi atau Revolusi?, Psikologi Agama; Sebuah Pengantar, dan masih banyak karya-karya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang aktifis, ia menjadi ketua Dewan Syura IJABI (Ikatan Jamaa Ahli Bait Indonesia). Sosok yang sangat komunikatif dalam bertutur ini dikaruniai lima orang anak dan dua orang cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Sistematika Tafsir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir bil Ma’tsur karangan Jalaluddin Rahnmat ini dala susunanhya pertama-tama dimulai dengan pendahuluan. Secara garis besasr dijelaskan tentang latar belakang tafsir tersebut ditulis, sehingga pada akhir kata mengajak kita semua untuk menetahui latar belakang dinalik ayat-ayat al-Quran, kemudian daftar isi yang tediri dari tema-tema tersebut tidak saling berkaitan antara satu sama yang lain, jadi tiap tema memliki pembahasan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pendahuluan daftar isi kemudian lampiran. Dalam lampiran tersebut terdapat beberapa hadist yang berkaitan dengan ayat-ayat al-Quran yagn ditafsir oleh Jalaluddin Rahmwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. Sistematika Penafsiran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematika penafsiran Jalaluddin Rahmat ini tediri dari beberapa jilid, sistematikanya tidak berdasarkan urutan ayat al-Quran, tetapi lebih banyak berdasarkan pada pesan moral yang disampaikannya. Penulis berharap agar para pembaca dapat berpindah dari satu jilid ke jilid yang lain dengan mudah karena setip jilid adalah buku tersendiri. Dalam penulisan teks, tafsir ini ditulis dengan awali ayat-ayat al-Quran, terkemah, kemudian teks yang menjelaskan kandungan ayat ersebut. Berdasarkan tafsir yang saya ambil dari karangan Jalaluddin Rahmat ini, tafsir ini bentuknya sperti buku. Sistematika penafsiran dalam penulisan teks tidak berurutan namun dala buku tafsir (pesan moral al-Quran) ini diawali dengan Ta’udz beserta penafsiranya kemudian basmallah juga beserta penafsiran setelah itu ayat-ayat yang secara tidak berurutan. Tafisr bil Ma’tsur ini di tulis dengan menggunakan beberapa cara, diantaranya: menjelaskan ayat-ayat dengan Ababun Nuzul, mengutip peristiwa-peristiwa diluar zaman Nabi, yang digunakan para Mufasir untuk menerangkan kandungan makna al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafir ini, juga terdapat beberapa hadis. Dalam lampitran-lampiran hadist tersebut ditulis berdasarkan tiga hal : 1. Otentisitas, kesahihan hadist. 2. Relevansi, kaitannya dengaaan pesan moral yang di kandung ayat al-Quran. 3. Aktualitas; kaitan pesan moral itu dengan keadaan umat islam sekarang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadis tersebut dikutip berdasarkan peristiwa-peristiwa pada zaman rasulullah, tentu saja pemilihan hadis itu dilakukan secara selektif bukan untuk membela mazhab tertentu seperti dituduhkan sebagian orang yang jahil. Tafsir ini lebih banyak mengandung pesan moral yang disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E. Keistimewaan Tafsir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari tafsir tersebut ada beberapa keistimewaan yang dapat kita temukan seperti :&lt;br /&gt;a). tafsir bil ma’tsur (pesan moral) ini mudah dipahami,dibaca karena tafsir ini menyerupai buku-buku bacaan.&lt;br /&gt;b). Dalam pemilihan ayat, tidak begitu panjang dan penafsirannyapun mudah untuk dicerna&lt;br /&gt;c). Sistematika penafsiran ini ditulis dengan asbabun-nuzul sehinggga dengan mudah kita akan mengetahui kandungan dari ayat-ayat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;F. Penutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat tafsir bil ma’tsur karangan Jalaludin Rahmat ini, bahwa dalam tafsir ini banyak mengandung pesan-pesan moral yang disampaikan. Selain itu jugadalam tafsirnya bisa dilihat bahwa tafsir ini mudah dibaca dan dipahami karena bentuknya seperti buku bacaan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsirnya yang juga terdapat beberapa hadits dalam lampiran yang tidak dicantumkan dalam alur tulisan agar membacanya secara sinambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir karangan Jalaludin Rahmat ini, kita juga dapat mengetahuio beberapa metode yang ditulis daklam penafsirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tafsir ini ditulis oleh Jalaludin Rahmat untuk mereka yang ingin mengetahui latar belajang dibalik ayat-ayat al-qur’an, kepada mereka yang ingin memahami ayat al-qur’an dalam bingkai kemanusiaan, yang ingin menghakimi dunia dengan pesan moral abadi dari firman Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-5991537400664092458?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/nx8glqWNJ0E" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/tafsir-bil-matsur-jalaluddin-rahmat.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pengertian dan Asal-usul Tasawuf</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/oFN1-WfAanc/pengertian-ilmu-tasawuf.html</link><category>a. Makalah Ilmu Tasawuf</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 14:02:03 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-7081215873669491155</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Pengertian dan Asal-usul Tasawuf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa, istilah tasawuf berasal dari kata shaf, shuf, dan shuffah. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan (shaffan) yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari asal kata shaf, maka tasawuf berarti menyusun barisan di jalan Allah. Shuf adalah bulu domba yang sering digunakan oleh pemimpin Yahudi dan Kristen sebagai simbol kesederhanaan. Jika ditinjau dari asal kata shuf, maka tasawuf berarti hal yang identik dengan kesederhanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shuffah adalah tempat duduk kecil yang terbuat dari kayu atau batu yang digunakan oleh para sahabat Nabi saw sehingga mereka disebut Ahlus-shuffah. Tasawuf diyakini berasal dari kebiasaan para sahabat Nabi saw tersebut. Kesimpulannya, tasawuf adalah barisan-barisan yang senantiasa berada di jalan Allah dan hidup sederhana dengan mencontoh teladan para sahabat Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa ulama yang telah mendefinisikan istilah tasawuf, antara lain: Abu Muhammad al-Jariri, al-Kattani, al-Ruwaim, Dzun-Nun al-Mishri, dan al-Junaid. Abu Muhammad al-Jariri berkata, “Tasawuf adalah memasuki akhlak yang baik dan keluar dari akhlak yang buruk.” Al-Kattani berkata, ”Tasawuf adalah akhlak. Barangsiapa bertambah baik akhlaknya, bertambah baik pula tasawufnya.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Ruwaim berkata, “Tasawuf adalah membiarkan diri bersama Allah menurut apa yang dikehendaki-Nya.” Sedangkan Dzun-Nun al-Mishri berkata, “Sufi adalah orang yang tidak berpayah-payah meminta dan tidak kecewa oleh penolakan.” Jadi, tasawuf bisa didefinisikan sebagai pendidikan tentang bagaimana seorang hamba harus berakhlak mulia serta menyerahkan urusannya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Maqamat dan Ahwal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa, maqamat berarti tahapan. Sedangkan menurut istilah, maqamat adalah tahapan rohani yang ditempuh oleh para salik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan ahwal adalah keadaan mental yang dirasakan oleh para salik sebagai anugerah dari Allah. Maqam merupakan usaha, sedangkan hal merupakan anugerah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abu Nasr al-Sarraj berkata, “Maqam adalah kedudukan menusi di sisi Allah yang masuk ke hati, sesuatu yang dirasakan karena ketulusan mengingat Allah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa istilah dalam maqamat dan ahwal, yaitu: tobat, wara’, zuhud, faqir, sabar, tawakal, rida, mahabbah, dan makrifat. Tobat. Orang yang menempuh jalan sufi terlebih dahulu harus bertobat dari dosa yang dilakukan oleh anggota badan ataupun tersembunyi dalam hati. Wara’. Meninggalkan segala sesuatu yang syubhat. Zuhud. Mengosongkan hati dari cinta terhadap dunia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Faqir. Kesadaran bahwa ia hanya membutuhkan Allah. Sabar. Bersabar dalam menjalankan perintah, meninggalkan larangan, dan atas nikmat yang diberikan oleh-Nya. Tawakal. Menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah. Rida. Menerima dengan senang hati segala apa yang ditakdirkan Allah. Mahabbah. Mencintai Allah. Makrifat. Mengenal Allah ‘seutuhnya’, disebut juga tajalli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Takhalli, Tahalli, dan Tajalli&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Takhalli berarti mengosongkan jiwa dari sifat-sifat buruk, seperti: sombong, dengki, iri, cinta dunia, riya’, dan sebagainya. Tahalli berarti menghiasi jiwa dengan sifat-sifat mulia, seperti: kejujuran, kasih sayang, tolong menolong sabar, ikhlas, dan sebagainya. Setelah menempuh takhalli dan tahalli, sampailah para pengamal tasawuf kepada maqam tajalli. Menurut bahasa, tajalli berarti pernyataan atau penampakkan. Sedangkan menurut istilah, tajalli adalah terbukanya tabir yang menghalangi hamba dengan Tuhan sehingga hamba menyaksikan tanda-tanda kekuasaan-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ahli tasawuf berkata bahwa tasawuf dalah menjalani takhalli, tahalli, dan tajalli. Jalan yang ditempuh oleh para sufi adalah jalan takhalli, tahalli, dan tajalli. Mengosongkan jiwa dari sifat buruk, menghiasi jiwa dengan akhlak yang baik dan bertujuan untuk menyaksikan dengan penglihatan hati bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya. Manfaat dari takhalli dan tahalli adalah mempererat tali silaturahim antar-umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Hasil Observasi Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4.1 Pendahuluan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hasil observasi dan wawancara mengenai pengajian Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah yang dipimpin oleh Beben Muhammad Abbas atau Ust. Beben yang kami wawancarai mengenai Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Acara dilaksanakan di kediaman H. Mulyono yang dimulai setelah salat magrib hingga tengah malam dengan diiringi zikir. Acara manaqiban dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran beserta terjemahnya, pembacaan tanbih atau wasiat dari mursyid, pembacaan doa tawassul, dan ceramah yang dibawakan oleh Ust. Beben. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4.2 Struktur Anggota Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut ini adalah struktur anggota Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyya di kediaman Bapak H. Mulyono.&lt;br /&gt;Ketua yayasan : H.A Dradjat&lt;br /&gt;Wakil ketua yayasan : H. Mulyono dan Zulkifli, SE.&lt;br /&gt;Sekretaris : Nadi Mape&lt;br /&gt;Bidang ilmu dan dakwah : Ust. Sudjana&lt;br /&gt;Shahibul-Bait : H. Mulyono dan Hj. Nilaningrum&lt;br /&gt;Alamat : Pinang Griya Permai C 97 RT 9 RW 5 Ciledug, Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4.3 Tasawuf dan Tarekat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf dan tarekat merupakan dua hal yang sangat berkaitan. Tasawuf adalah ilmu tentang tarekat yang bersifat teoritis, sementara tarekat adalah jalan yang harus ditempuh dalam pengamalan tasawuf yang bersifat praktis dan pengamalan. Jadi, seseorang tidak dapat bertasawuf tanpa tarekat dan tidak dapat bertarekat tanpa tasawuf. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf dan tarekat merupakan jalan untuk mencapai jiwa yang pada akhirnya akan mendapat rida Allah. Orang yang tidak mengikuti tarekat jelas berdosa karena ia tidak jelas ke mana tujuan hidupnya. Agar tetap istiqâmah dalam menjalankan perintah Allah, sebagian umat Islam mengikuti pengamalan tarekat seperti yang dipimpin oleh Beben Muhammad Abbas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Istilah ‘tasawuf’ dan ‘tarekat’ memang tidak ada pada zaman Nabi saw. Namun, esensi ajaran tasawuf merupakan ajaran Islam itu sendiri, mengajarkan manusia untuk tidak bergantung pada hal-hal yang bersifat keduniaan. Jadi, tasawuf dan tarekat bukan termasuk bid’ah karena hanya istilahnya saja yang tidak ada di zaman Nabi saw. Dengan demikian, menurut pandangan kaum Sufi, Nabi saw ialah Pemuka para Sufi. Salah satu kelompok pengamalan tarekat ini adalah Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah. Dinamakan demikian karena pendirinya adalah Syekh Abdul Qadîr Jaylâni dan muridnya, Syekh Naqsyabandî..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4.4 Mursyîd&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kelompok tarekat, ada seseorang yang disebut mursyîd, yaitu guru besar yang menjadi panutan dalam suatu jamaah tarekat. Mursyîd dalam Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah ialah Shahîbul-Wafâ’ Tajul-‘Arifîn atau Abah Anom, pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya yang diyakini oleh para jamaah Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah sebagai kekasih Allah karena semasa hidupnya beliau tidak pernah melakukan dosa, terutama mendurhakai orangtua. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada syarat tertentu berkenaan dengan pengangkatan seorang mursyîd, kecuali Islam, berakal, balîgh, dan sudah di-talqîn. Mursyîd, yang hanya ada satu orang dalam sebuah jamaah tarekat, dipilih secara spontan oleh para ikhwân. Pengangkatan seorang mursyîd bergantung pada penilaian dan pandangan para ikhwân. Jika ada seseorang mengaku atau menajukan diri sebagai mursyîd, maka ucapannya tertolak karena hal itu merupakan suatu kesombongan yang jelas-jelas bertentangan dengan Alquran dan Sunah Nabi saw.. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sikap seorang murid kepada gurunya, para ikhwân pun sangat menghormati mursyîd karena beliau adalah yang dianggap paling berilmu di antara para jamaah dan tidak ada unsur pengkultusan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4.5 Manâqib&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manâqib adalah mengisahkan kembali kehidupan para kekasih Allah untuk diambil hikmah dan dijadikan teladan. Dalam Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah, dikisahkan Manâqib Syekh ‘Abdul Qâdir Jaylâni karena beliau telah dianggap sebagai kekasih Allah dan pelanjut Nabi saw.&lt;br /&gt;Manâqib diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nasihat-nasihat (tanbih) yang dinisbatkan kepada Sang Mursyîd. Setelah itu, dilanjutkan dengan doa kepada Allah dengan ber-tawassul kepada Syekh ‘Abdul Qâdir Jaylâni, Syekh Naqsyabandî, dan Sang Mursyîd dan diakhiri dengan pembacaan otobiografi Syekh ‘Abdul Qâdir Jaylâni. Tujuannya adalah untuk membangun akhlak yang lebih baik. Salah seorang penyusun kisah-kisah manâqib Syekh ‘Abdul Qâdir Jaylâni ialah Ja’far Barzanjî. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam manâqib, terdapat kisah-kisah yang tidak logis. Misalnya, kisah seekor unta yang berbicara kepada Syekh ‘Abdul Qâdir Jaylâni. Namun, menurut Ust. Beben, hal tersebut merupakan suatu karâmah yang Allah berikan kepada kekasih-Nya. Wajib bagi para ihkwân meyakini kisah-kisah tersebut meskipun tetap diperbolehkan untuk mempertanyakan kebenarannya. Manâqib diadakan di rumah karena jika diadakan di mesjid, tidak semua orang sepaham dengan mereka, justru hal itu akan menimbulkan perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4.6 Menjadi Ikhwân Tarekat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi ikhwân, seseorang diwajibkan terlebih dahulu di-talqîn di hadapan para jamaah. Talqîn merupakan janji setia kepada sorang syekh, sama halnya dengan baiat. Semua orang Islam yang berakal dan baligh boleh di-talqîn. Setelah di-talqîn, terjadilah apa yang disebut dengan rabîthah, yakni keterikatan terhadap amanat Sang Mursyîd. Dalam sejarah, Nabi Muhammad saw. Sebagaimana para sahabat tidak sedikit yang mengingkari baiat, para ikhwân pun demikian. Akibatnya, orang tersebut tidak memiliki pegangan yang kuat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Talqîn tidak menyebabkan pengkultusan karena semata-mata janji setia untuk bersama-sama menegakkan Kalimah Tauhid. Setelah dipastikan seorang mursyîd adalah kekasih Allah, maka mursyîd dapat memberikan syafâat pada Hari Kiamat kepada para muridnya dengan seizin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4.7 Wirid&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengamalannya, ada pembacaan wirid atau zikir-zikir yang dilakukan secara jahr dan menggoyang-goyangkan kepala ke atas (sambil mengucapkan “lâ”), kanan (sambil mengucapkan “ilâha”), kiri (sambil mengucapkan “illâ”), dan ke bawah (sambil mengucapkan “Allâh”). Maknanya adalah pengakuan bahwa tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah. Inilah yang menjadi dasar Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah. Setelah melakukan ritual tersebut, timbullah ketenangan dalam hati. Para ikhwân pun bertasbih dengan mengetukkan tangan ke lantai. Maknanya adalah supaya lisan dan hati senantiasa mengingat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.8 Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selama Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah, atau aliran apapun, masih berdiri dalam keyakinan akan ke-Esaan Allah dan kepamungkasan kerasulan Muhammad saw, maka hal itu sah-sah saja. Tidak ada alasan untuk menghentikan ritual-ritual mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para pendahulu Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah pun sangat berjasa dalam mengusir penjajahan dari negara Indonesia dan sepatutnyalah kita berterima kasih atas jasa mereka dan bersyukur kepada Allah SWT karena Dia telah menjadikan mereka sebagai salah satu penyelamat bangsa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-7081215873669491155?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/oFN1-WfAanc" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/pengertian-ilmu-tasawuf.html</feedburner:origLink></item><item><title>Neraca Perekonomian</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/xlNQkup4WMU/neraca-perekonomian.html</link><category>a. Makalah Ilmu Ekonomi</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 13:51:19 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-2563004090352026703</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A. Pokok permasalahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kondisi perekonomian dalam negeri dewasa ini berada dalam ketidakseimbangan dan ketidakadilan dalam penguasaan aset-aset ekonomi dan kekayaan.&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka muncul permasalahan bagaimana cara untuk mengatasi masalah – tersebut!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Pembahasan Masalah &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1. Minyak Bumi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya kebutuhan BBM di dalam negeri mengakibatkan menurunnya ekspor dan melonjaknya impor minyak bumi. Kondisi ini tidak terlepas dari relatif stagnannya produksi minyak bumi di tanah air. Demikian juga karena produksi minyak bumi di tanah air sebagian besar dilakukan oleh kontraktor asing, maka pengeluaran jasa-jasa minyak bumi pun ikut meningkat. Selama periode sebelum krisis, transaksi minyak bumi dan hasilnya selalu surplus. Namun selama periode setelah krisis transaksi minyak bumi dan hasilnya menjadi defisit. Perubahan ini menunjukkan indikasi bahwa Indonesia akan menjadi net importing oil country. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi kebutuhan BBM di dalam negeri dibutuhkan upaya-upaya untuk mengurangi konsumsi BBM (konservasi) dan memanfaatkan sumber energi alternatif (diversifikasi). Upaya konservasi dan diversifikasi berkaitan dengan kebijakan harga BBM dan kemajuan teknologi. Selama harga BBM ditetapkan terlalu murah maka konsumen tidak akan terdorong untuk menggunakan peralatan yang hemat energi dan memanfaatkan sumber energi alternatif (seperti batu bara atau panas bumi). Selain itu berkaitan dengan devisa; upaya-upaya diversifikasi dapat dilakukan juga dengan memanfaatkan sumber-sumber energi yang tidak diekspor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2. Non Migas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perdagangan komoditi non migas dapat didasarkan pada SITC (Standard International Trade Classification) ataupun pada ISIC (International Standard Industrial Classification). Dari data transaksi perdagangan dunia, dapat disimpulkan bahwa untuk negara-negara berpendapatan rendah, nilai impor barang-barang industri manufaktur mengalami penurunan, sebaliknya untuk negara-negara berpendapatan menengah, nilai impor produk industri manufaktur meningkat. Secara teoritis dikatakan bahwa semakin tinggi pendapatan per kapita, keunggulan komparatif bergeser dari kegiatan primer (pertanian &amp;amp; pertambangan) ke kegiatan sekunder (industri manufaktur) dan tersier (jasa-jasa). Namun demikian meskipun ekspor produk industri dapat meningkat, tetapi disertai juga dengan kenaikan impor. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik untuk dicermati adalah untuk Amerika Serikat, dimana mengalami defisit pada transaksi produk industri manufakturnya. Pada tahun 2001, nilai ekspor negara ini mencapai US$ 599,3 milyar, sementara nilai impornya sebesar US$ 908,7 milyar. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa negara maju seperti AS pun belum tentu memiliki keunggulan komparatif dalam industri manufakturnya. AS tampaknya lebih menggenjot sektor pertaniannya melalui pemberian subsidi, sehingga transaksi perdagangan sektor pertanian AS malah mengalami surplus. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara umum neraca perdagangan bahan makanan Indonesia (ISIC 31) masih mengalami surplus. Namun demikian apabila diteliti lebih dalam terlihat untuk perdagangan tanaman bahan pangan (beras, jagung, kacang kedelai, gandum), hasil peternakan (susu, daging) dan gula selalu mengalami defisit. Neraca perdagangan bahan makanan mengalami surplus karena komoditi ekspor berupa ikan, minyak nabati (CPO), kopi, kakao dan teh (lihat dalam sub topik Pertanian di atas). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum krisis ekspor kulit, tekstil, pakaian jadi, sepatu dan sandal (ISIC 32) memegang peranan penting sebagai sumber devisa negara. Perkembangan ini tidak terlepas dari industri padat karya buruh tidak trampil (unskilled labor intensive) yang menjadi faktor keunggulan komparatif bagi negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia. Namun demikian sejak krisis ekspor ISIC 32 cenderung mengalami penurunan. Penurunan kinerja ekspor ISIC 32 tersebut tidak terlepas dari masalah yang menyangkut perburuhan; kenaikan upah (UMP) dan hubungan industrial yang kurang harmonis serta maraknya penyelundupan pakaian bekas dari berbagai negara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ekspor kayu dan furnitur kayu (ISIC 33) inipun merupakan salah satu andalan sumber devisa bagi Indonesia. Kondisi ini tidak terlepas juga dari keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia di luar tenaga kerja yaitu berupa sumber daya alam (natural resources intensive). Namun demikian sejak krisis, kinerja ekspor ISIC 33 cenderung mengalami penurunan. Kondisi ini tidak terlepas dari masalah kelangkaan bahan baku. Untuk itu perlu dipikirkan untuk menggunakan bahan baku alternatif selain kayu yang berasal dari hutan, misalkan kelapa dan karet yang sudah tua. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nilai ekspor pulp dan kertas ISIC 34 mengalami kenaikan yang cukup pesat. Namun demikian kinerja ekspor ke depan dapat menghadapi berbagai kendala seperti kredit macet (seperti yang dialami oleh Asia Pulp &amp;amp; Paper) dan pencemaran lingkungan hidup. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Neraca perdagangan bahan kimia, karet sintetis dan serat buatan (ISIC 351-352) selalu mengalami defisit. Apalagi dihadapkan pada berbagai permasalah industri kimia di dalam negeri seperti kasus PT. Chandra Asri dan PT. Texmaco semakin memperberat upaya-upaya untuk mendorong ekspor komoditi ini. Namun demikian potensi pengembangan masih ada, terutama jika melihat ketertarikan PMA pada industri ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah krisis ekspor barang galian bukan logam dan bukan migas seperti kaca, gelas dan semen (ISIC 36) mengalami peningkatan; kondisi ini tidak terlepas dari adanya kelebihan pasokan semen di dalam negeri sehingga didorong untuk diekspor. Namun demikian perlu disadari bahwa semen ini tidak dapat dijadikan komoditi ekspor unggulan Indonesia karena volume ekspor besar tetapi harga murah (bulky). Semen lebih banyak ditujukan untuk mengisi pasar domestik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Komoditi elektronika, mesin dan alat pengangkutan (ISIC 38) sejak krisis mengalami perkembangan yang pesat sebagai sumber devisa negara. Selama periode 1998-2002, ekspor ISIC 38 sudah mampu mengungguli ekspor ISIC 32. Ke depan industri dalam kelompok ISIC 38 terutama elektronika perlu dikembangkan lebih lanjut. Berbicara mengenai industri ISIC 38 sebenarnya tidak bicara mengenai produk, melainkan berbicara masalah proses produksi dan komponen. Di Asia, negara-negara yang sudah benar-benar surplus dalam perdagangan ISIC 38 adalah Jepang, Korea dan Taiwan. Negara lain meskipun ekspornya besar, namun disertai juga impor (komponen) yang tinggi; sehingga lebih mengarah pada industri perakitan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini tidak ada negara di dunia yang menghasilkan produk ISIC 38 dengan menggunakan semua komponen yang berasal dari dalam negeri. Sebagian besar komponen yang digunakan berasal dari negara lain (outsourcing). Oleh karena itu Indonesia mempunyai kesempatan untuk mengembangkan industri komponen tertentu sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimiliki. Pengembangan industri komponen di dalam negeri tidak terlepas dari peranan Transnational Corporation (TNC) dalam membuka akses pasar baik di negara asal (home country) TNC, pasar regional maupun pasar global serta mampu menciptakan network di dunia.&lt;br /&gt;Kinerja ekspor mainan anak-anak, perhiasan dan peralatan musik (ISIC 39) cukup baik dan bahkan lebih tinggi dari ISIC 36. Namun demikian nampaknya industri ISIC 39 ini kurang mendapatkan perhatian meskipun Indonesia memiliki potensi, sehingga tidak mampu berkembang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kutipan: Kodrat Wibowo, SE Phd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini memiliki potensi yang sangat besar dan dalam pengembangan sumber daya alam ini akan mampu bersaing dengan negara – negara maju, jika didukung oleh sumberdaya yang berkwalitas.&lt;br /&gt;Dalam hal ini pemerintah harus lebih memperhatikan sektor – sektor perekonomian yang memiliki potensi dan menjadikan perekomonian tersebut lebih fleksibel agar menjadi perekonomian yang mempunyai daya saing tinggi.&lt;br /&gt;Dengan demikian akan mengantarkan negeri ini menjadi negara yang maju&lt;br /&gt;Dan mencapai kemakmuran dengan tingkat stabilitas sosial yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-2563004090352026703?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/xlNQkup4WMU" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/neraca-perekonomian.html</feedburner:origLink></item><item><title>KEBEBASAN PERS</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/TmoHihfSOGA/kebebasan-pers.html</link><category>a. Makalah Ilmu Jurnalistik</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 13:46:11 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-5883199481361193413</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Transformasi Indonesia kedalam suatu system bernegara yang lebih demokratis, telah banyak membuahkan perubahan-perubahan yang signifikan dalam kehidupan rakyat Indonesia. Adapun perubahan-perubahan itu bukan berarti tanpa pergesekan antara nilai-nilai lama dan nilai-nilai baru, yang kadang tereskalasi menjadi suatu masalah sosial dan hukum. akan tetapi bagaimanpun juga halangan dan masalah yang terjadi dalam proses perubahan biarlah tetap menjadi bagian dalam suatu proses alamiah perjalanan suatu system bernegara menuju kearah yang lebih baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan pers tidak terelakan lagi menjadi suatu unsur penting dalam pembentukan system bernegara yang demokratis, terbuka dan transparan. Pers sebagai media informasi merupakan pilar keempat demokrasi yang berjalan seiring dengan penegakan hukum, untuk terciptanya keseimbangan dalam suatu negara. Oleh karena itu sudah seharusnya jika pers sebagai media informasi dan juga seiring menjadi media koreksi di jamin kebebasan ya dalam menjalankan profesi kewartawananya.hal ini penting untuk menjaga obyektifitas dan transparansi dunia pers, sehingga pemberitaan dapat di tuangkan sebenar-benarnya tanpa ada rasa takut atau di bawah ancaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, perlu di sadari bahwa insan pers tetaplah warga negara biasa yang tunduk terhadap hukum yang berlaku di Indonesia. Dalam hal ini asas persamaan dalam hukum yang berlaku di Indonesia equality before the law tetap berlaku terhadap semua semua warga negara Indonesia termasuk para wartawan, yang notabene adalah insan pers. Dengan demikian para insan pers di Indonesia tidak dapat di kecualikan atau memiliki kekebalan sebagai subyek dari hukum pidana dan harus tetap tunduk terhadap kitab undang-undang hukum pidana yang berlaku di Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi hal tersebut bukan berarti kebebasan pers telah di kekang oleh undang-undang. Justru, konsep berfikir yang harus di kembangkan adalah perangkat undang-undang tersebut di buat dan di berlakukan untuk tujuan pers yang seimbang, transparan dan profesional. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-5883199481361193413?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/TmoHihfSOGA" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/kebebasan-pers.html</feedburner:origLink></item><item><title>Filsafat Dakwah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/f-8FSZ9J8dM/filsafat-dakwah.html</link><category>a. Makalah Ilmu Dakwah</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 13:34:06 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-2031828315839040559</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbicara tentang filsafat dakwah maka akan muncul beberapa pertanyaan antara lain, apakah dakwah itu? Apakah tujuan dakwah itu? Apakah dakwah diperlukan bagi manusia? Apa akibatnya kalau dakwah itu tidak ada? Apakah hakikat tujuan dakwah, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan itu semua berpangkal pada problem ontologism, yaitu apa yang hendak diketahui atau esensi yang hendak dikaji. Dakwah juga merupakan sebuah realitas. Sebagai realitas, dakwah dapat dikaji dari sudut pandang psikologis, historis, sosiologis, politis, antropologis dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Filsafat Dakwah &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebelum membicarakan filsafat dakwah kiranya perlu di ulang kembali apa yang dimaksud dengan filsafat. Filsafat berasal dari bahasa Arab falsafah. Kata falsafah ini diserap dari bahasa Yunani phylo yang berarti cinta atau suka dan Sophia yang berarti hikmat, dengan demikian phylosophia berarti “suka akan hikmat” atau kebijaksanaan. Dalam perkembangannya filsafat berarti ilmu pengetahuan yang berusaha mempelajari segala sesuatu secara kritis yang mendalam. Filsafat mempelajari sesuatu objek kajian yang sedalam-dalamnya sampai keakar-akarnya, bahkan sampai menemukan hakikat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat dakwah adalah filsafat yang berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan dakwah sebagai relasi dan aktualisasi imani manusia dengan agama Islam, Allah dan alam. Filsafat dakwah juga berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari secara kritis dan mendalam tentang dakwah dan respon terhadap dakwah yang dilakukan oleh para dai atau mubaligh, sehingga orang yang didakwahi dapat menjadi manusia-manusia yang baik dalam arti beriman, berakhlak mulia seperti yang diajarkan oleh islam dan pada gilirannya dapat melakukan kerja pembangunan (islah), membangun kehidupan yang damai, harmonis dan sejahtera dalam rangka mewujudkan kerahmatan Allah di dunia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian filsafat dakwah akan mempelajari secara kritis dan mendalam mengapa ajaran dan nilai-nilai Islam perlu dikomunikasikan, disosialisasikan, dididikan dan diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kerja filsafat dakwah adalah mengumpulkan pengetahuan tentang dakwah sebanyak-banyaknya, kemudian dianalisis, dibandingkan, dikritisi untuk menemukan hakekat dakwah tersebut. Dengan kata lain dengan mengumpulkan pengetahuan tentang dakwah itu, diharapkan dapat memberikan jawaban secara tepat tentang apa, mengapa, dan bagaimana dakwah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat dakwah juga akan mempelajari mengapa jiwa manusia perlu dibersihkan dari pengaruh hawa nafsu yang buruk, mengapa pikiran manusia perlu dibebaskan dari hal-hal yang irrasional, mengapa kemanusiaan perlu ditumbuh-kembangkan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Obyek formal filsafat dakwah adalah mempelajari bagaimana hakikat dakwah. Apa hubungannya antara dakwah dengan makna rahmatan lil ‘alamin, dengan fungsi kekhalifahan, dengan kemanusiaan, dengan larangan syirik, menumpuk harta kekayaan, riba dan melakukan amal kebajikan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pada mulanya dakwah berarti mengajak, tapi secara praktis (sosiologis dan historis), dakwah pada zaman Nabi saw ternyata dakwah bukan hanya sekedar menyeru dan mengajak. Lebih dari itu, dakwah juga melakukan upaya-upaya secara Islami, manusiawi namun efektif dalam rangka membentuk akhlak manusia. Sehingga di jazirah Arab dapat diciptakan kehidupan yang manusiawi, damai-harmonis, serasi dalam lingkungan yang kondusif dan melegakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek material filsafat dakwah adalah manusia yang menjadi subyek (da’i) dan obyek (mad’u) dalam proses dakwah, Islam sebagai pesan dakwah dan lingkungan di mana manusia akan mengamalkan dan menerapkan ajaran dan nilai-nilai Islam serta Allah yang menurunkan Islam dam memberikan takdirnya, yang menyebabkan terjadinya perubahan keyakinan, sikap dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dakwah merupakan proses interaktif antara manusia, agama Islam, Allah dan lingkungan, maka ruang lingkup kajian filsafat dakwah sangat luas, yaitu seluas pemahaman dan wilayah aktifitas keimanan, keislaman dan keihsanan manusia dalam lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dakwah adalah mempertemukan fitrah manusia dengan agama atau menyadarkan manusia supaya mengakui kebenaran Islam dan mau mengamalkan ajaran Islam sehingga menjadi orang baik. Menjadikan orang baik berarti menyelamatkan orang itu dari kesesatan, dari kebodohan, dari kemiskinan dan dari keterbelakangan. Oleh karena itu sebenarnya dakwah bukan berarti kegiatan mencari atau menambah pengikut, tapi kegiatan yang mempertemukan fitrah manusia dengan isalam atau menyadarkan orang yang didakwahi tentang perlunya bertauhid dan berperilaku baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas ruang lingkup filsafat dakwah paling tidak meliputi empat hal yang selalu punya kaitan erat. Yaitu:&lt;br /&gt; Manusia sebagai pelaku (subyek) dakwah dan manusia sebagai penerima (obyek) dakwah.&lt;br /&gt; Agama Islam sebagai pesan atau materi yang harus disampaikan, diimani serta diwujudkan dalam realitas (diamalkan) di masyarakat.&lt;br /&gt; Allah yang menciptakan manusia dan alam, sebagai Rab yang memelihara alam dan menurunkan agama Islam serta menentukan terjadinya proses dakwah. Dan&lt;br /&gt; Lingkungan, yaitu alam (bumi dan sekitarnya) tempat terjadinya proses dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yuyun Suriasumantri, Ilmu Dalam Perspektif, (Jakartra: Yayasan Obor Indonesia dan Leknas LIPI, 1982), h. 5-10&lt;br /&gt;2. Muhammad Quthub, Islam Agama Pembebas, penerj. Fungky Kusnaedi Timur, (Yogyakarta, Mitra Pustaka, 2001).&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-2031828315839040559?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/f-8FSZ9J8dM" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/filsafat-dakwah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Farag Fouda</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/uRcU8a2CqEA/farag-fouda_23.html</link><category>Profil Tokoh</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Thu, 23 Oct 2008 14:45:35 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-558367013600457929</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Saya adalah warga negara Mesir yang menyesalkan Nasib Mesir yang tanpa diantisipasi oleh siapapun sedang terseret ke arah yang tidak diperkenankan Tuhan." -Farag Fouda-&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di tahun 1992 lalu, mata dunia terhenyak dengan tragedi kematian yang menimpa pemikir satir Mesir bernama Farag Fouda. Beberapa hari sebelum dibunuh sekelompok dari Universitas Al-Azhar mengeluarkan pernyataan bahwa Fouda, berdasarkan pikiran dan tulisannya, telah menghujat agama dan karenanya keluar dari Islam. Ini berarti, Fouda adalah musuh Islam dan halal darahnya. Di sini, labelisasi halal berarti boleh dibunuh. Sebelumnya, kelompok ulama yang sama menerbitkan nama-nama orang yang dianggap memusuhi Islam dan Fouda berada di urutan pertama. selanjutnya fatwa inilah yang dijadikan alat legitimasi para pembunuh Fouda untuk berdalih.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematiannya ini bukan saja membuat kalangan pemikir kebebasan lainya merasa kehilangan tapi juga miris, sedih, marah, goncang dan sesal tiada terkira. Farag Fouda dikenal oleh masyarakat Mesir sebagai seorang satir (pengejek) bagi mereka yang semena-mena, yang berada dipuncak kekuasaan. Terhitung sejak masa kepemimpinan Islam masa lalu hingga puncak kuasa para diktator di negara-negara muslim saat ini, pun tidak lepas dari kritikan pedasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus pembunuhan ini dilakukan oleh dua orang anggota Jama'ah Islamiyah, sayap ekstrimis Ikhwanul Muslimin. Tokoh-tokoh Islam Mesir yang dianggap moderat tidak mengungkapkan kecaman apapun atas kematian yang menimpa Fouda bahkan cenderung bersikap acuh agar tidak terkena getahnya, terlebih diantara kaum moderat tersebut justru ikut mengecam Fouda atas kritiknya yang terlalu frontal, adalah penyebab yang berujung pada kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteks sosial politik mesir lalu menjadi hal menarik dan sekaligus unik untuk kita jadikan kaca perbandingan. Di sisi pertama sebagian masyarakat muslim Mesir menilai bahwa umat Islam saat ini memasuki sindrom jahiliyah modern. Dalam perkembangannya doktrin ini melahirkan kelompok-kelompok Islam garis keras. Diantaranya seperti Jama'ah Islamiyah, Takfir wal Hijrah dan kelompok Jihad Islam, yang kesemuanya tercatat sebagai anak kandung dari Rahim Gerakan Ikhawanul Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan disisi lain, adalah mereka yang menganggap bahwa modernisasi yang di antarkan oleh Napoleon Bonaparte (seorang Raja Prancis) beberapa abad silam melalui proses kolonialisasi adalah pijakan awal, bagi proses beralihnya laku kejumudan berfikir ke arah pembaharuan peradaban dan pengetahuan bangsa Mesir saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, hasil silang kebudayaan timur dan barat di negara tersebut, melatarbelakangi sebuah peradaban pemikiran baru yang menampilkan wajah Islam yang rindu akan kemajuan dan keluasan ilmu pengetahuan. Hal ini sekilas tersirat dalam catatan-catatan kecil Albert Hourani seorang pemikir liberal, di beberapa karyanya. Hourani melihat negara timur yang berbeda, sangat jelas bahwa Mesir banyak menelurkan pemikir-pemikir yang memberikan semangat pembaharuan, sebut saja Afghani dan Abduh, di masa awal dan beberapa nama seperti Muhammad Said Al-Asymawi (lahir 1932), Salah Isa, Muhammad Husain Haikal, Ahmad Khalafallah Fuad Zakaria serta Farag Fouda sendiri di generasi selanjutnya. Dan yang paling penting adalah bahwa kebanyakan tulisan-tulisan mereka merupakan kritik tajam atas kelemahan-kelemahan dan cara pandang kaum Islamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samsu rizal Panggabean dalam kata pengantar edisi terjemah: Kebenaran Yang Hilang (Al-Haqiqah Al-Ghaibah) berpendapat bahwa pada masa tersebut marak dengan tuntutan penerapan syariat Islam. Karenannya kontroversi mengenai gagasan negara Islam atau penerapan syariat Islam memiliki efek yang lebih luas di masyarakat yang latar belakangnya berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faouda adalah salah satu contoh dari fenomena intelektual non-Islamis yang mencoba masuk ke kancah Islamisme guna bertarung wacana. Farag Fouda kemudian bagi sebagaian komentator Islam dianggap sebagai gejala pemikir liberal lainnya yang membawa semangat "sekularisme baru" dunia Arab yang muncul di era pasca-kekalahan Arab dalam perang Enam Hari Melawan Israel (1967). Terdesak oleh wacana Islamisme yang menyederhanakan causa kekalahan karena faktor-faktor agama, mereka lalu tertarik untuk memperdebatkan tentang hubungan Islam dengan Isu-isu modern. Fouda memaparkan tafsir baru atas Islam sekaligus menawarkan jalan bagaimana seharusnya umat Islam melihat masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang secara jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fouda adalah pengejek ulung dalam hal mengkritik pandangan dan tafsiran kaum Islamis, ia tidak semata-mata mengungkapkan fakta sejarah yang menurutnya telah hilang dari ingatan mereka. Fouda sering menggunakan fakta tersebut untuk menunjukkan keadaan yang bertolak belakang dari yang dipahami lawan debatnya, dan melakukannya dengan selera humor yang tajam. Menariknya adalah bahwa bahan rujukan yang disertakan Fouda dalam kritikannya tersebut di ambil dari kitab-kitab klasik yang dihormati kalangan Islamis sacara umum, seperti Tarikh Thabari, Tarikh Khulafa as-Suyuthi dan Kitab Bidayah wa an-Nihayahnya Ibnu Katsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fakta yang ingin diungkapkan Fouda adalah kisah dibalik tewasnya Khalifah ke-3 dari empat khalifah al-Rasyidun, Usman bin Affan yang dibunuh dan jenazah beliau tidak diperlakukan dengan hormat. Jasadnya baru di makamkan di hari ketiga setelah ia wafat –hal ini sangat tidak lazim bagi umat Islam yang selalu mengantar jenazah ke pemakaman selekas mungkin. Ketika prosesi pemakaman berlangsung, sebagian muslim tidak menyembahyangkannya. Bahkan, ada yang melempari, meludahi, dan mematahkan salah satu persendian mayat Usman. Akhirnya, ia tidak diperkenankan dikuburkan di pemakaman Muslim, sehingga harus dimakamkan dikuburan Yahudi. Penggantinya Ali Bin Abi Thalib, tak kuasa menahan apalagi menghukum mereka.&lt;br /&gt;Pertanyaan kita selanjutnya, menurut Fouda adalah, kemarahan apa yang berada dibalik perilaku para sahabat Nabi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fouda mengedepankan fakta-fakta yang dilupakan persfektif romantis terhadap Khilafah. Ada banyak Khalifah, baik dari sejarah dinasti Umayyah maupun Abbasiyah, yang brengsek, brutal, dan biadab. Pendiri Dinasti Abbasiyah ada yang mendapat julukan "Si Penjagal", terkisah ketika dia mengundang 90 anggota keluarga Umayyah makan malam dan menyiksa sebelum membunuh mereka. Tradisi para khalifah yang buruk dan hedonis – seperti gemar minum minuman keras, main perempuan dan berprilaku amoral adalah beberapa contoh kisah kelam sejarah kekhalifahan. Lalu, kata Fouda, kita berhak bertanya, tentang tuntutan kembalinya khilafah, mereka begitu membenci bar, mencela biduan dan mengkafir-kafirkan para penarinya? Justru bukankah itu kelanjutan dari masa lalu dan bukankah juga bagian darinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis kalangan Islamis menemukan sebuah dilema – persis bak dilema usaha manusia rasionalnya Sidhunata, hasil pembacaannya atas Horkheimer dan Mazhab Frankfurt awal – modern. Bagi kelompok Islamis, disatu sisi mereka merasa bahwa solusi dari segala masalah kehidupan yang dihadapi manusia kini, sudah lengkap dan cukup tertera dalam kitab suci serta praktek tradisi agama masa lalu, sedangkan disisi lain mereka takut dan gamang akan ketakberdayaan nilai-nilai tradisional yang terus usang seiring alur modern sang waktu yang terus berjalan. Bagaimana mungkin kalangan islamis tersebut mempertahankan laku usang tradisi sekaligus berdialektika dengan arus baru globalisasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita dapat menangkap gagasan Fouda atas dua aspek, yaitu teoritis dan aspek kebijakan-praktis, terutama dalam telaah kita atas bukunya, al-Haqiqah al-Ghaibah. Aspek teoritis mencakup kritik terhadap doktrin jahiliyah modern; hal ini disebut Fouda sebagai logika fotokopi (al-mantiq al-kurbuni) – yaitu anggapan bahwa umat Islam mungkin mengembalikan fotokopi masa khulafa ar-rasyidun kedunia modern - dan keniscayaan ijtihad; irrelevansi khalifah dan formalisasi syariah, dan ihwal negara agama dan kebebasan sipil. Sementara aspek kebijakan-praktis meliputi soal partisipasi partai agama dalam dunia politik Mesir, dampak ekstremsime beragama dan penyikapan terhadap kaum ekstrimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karyanya al-Haqaiqah al-Ghaibah (Kebenaran yang Hilang), Fouda memang tulus mencerca keburukan sejarah kepemimpinan Islam masa silam, kisah perjuangan Islam berjalan seiring dengan pengorbanan darah dan nyawa manusia tak berdosa, katanya. Pengungkapan sejarah kelam Islam ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi masyarakat muslim pada umumnya. Tapi disinilah letak keberanian Farag Fouda ditengah kemunafikan umat Islam dewasa ini, usahanya menyingkap borok kepemimpinan Islam masa silam secara lantang adalah cita-cita tertinggi baginya, Walaupun kisah perjuangan Fouda harus berakhir dengan ongkos kematian.&lt;br /&gt;Syahdan, keberanian Fouda tersebut menjadi kelebihannya tersendiri. Lalu apakah para pemikir kebebasan Islam lainnya akan mengikuti jejaknya ini! Wallahu a'lam Bi Murodihi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-558367013600457929?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/uRcU8a2CqEA" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/farag-fouda_23.html</feedburner:origLink></item><item><title>Poligami Menurut Fiqih Sunni</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/LaYppC2tP80/blog-post.html</link><category>a. Makalah Ilmu Fiqih</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 13:20:41 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-4692329517731692856</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A. Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejarah tersiarnya suatu mazhab dalam Al-Fiqhul Islamy di suatu negri di dunia Islam biasanya sedikit banyak adalah bertalian erat dengan sejarah penyiaran agama Islam di negri itu sendiri. Ajatan-ajaran agama Islam yang disiarkan oleh mubalighin pertama sangat dipengaruhi oleh faham mazhab mereka. Begitupun yang terapat dalam aliran fikih. Di dalam aliran fikih yang sangat terkenal adalah fiqih sunni, di mana di dalam fikih sunni terdapat imam mazhab sunni diantaranya Imam Hanafi, Imam Maliky, Imam Syafi'I, Imam Hambali. Dalam fiqih sunni, terutama yang dianut oleh empat mazhab yang mereka miliki banyak diikuti, adapun perbedaan yang terdapat pada setiap mazhab bukan pada hal aqidah tapi lebih pada tata cara ibadah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Biografi Empat Mazhab &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Imam Hanafi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Imam Abu Hanifah, pendiri mazhab Hanafi, adalah Abu Hanifah An-Nu'man bin Tsabit bin Zufi At-Tamimi. Beliau masih mempunyai pertalian hubungan kekeluargaan dengan Imam Ali bin Abi Thalib ra. Tak heran, jika kemudian dari keturunan Tsabit ini, muncul seorang ulama besar seperti Abu Hanifah. Dilahirkan di Kufah pada tahun 80 H/ 699 M, pada masa pemerintahan Al-Qalid bin Abdul Malik,. Sejak masih kanak-kanak , beliau telah mengkaji dan menghafal al-Qur'an. Dalam memperdalam pengetahuannya tentang al-Qur'an beliau sempat berguru kepada Imam Asin, seorang ulama terkenal masa itu. Selain memperdalam al-Qur'an, beliau juga aktif mempelajari ilmu fiqih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini kalangan shahabat Rasul, diantaranya kepada Anas bin Malik, Abdullah bin Aufa dan Abu Tufail Amir, dan lain sebagainya. Dari mereka, beliau juga mendalami ilmu hadis. Beliau juga dikenal sebagai orang yang sangat tekun dalam mempelajari ilmu. Sebagai gambaran, beliau pernah belajar fiqih kepada ulama yang paling terpandang pada masa itu, yakni Humaid bin Abu Sulaiman. Imam Abu Hanifah wafat pada tahun 150 H/ 767 M, pada usia 70 tahun. Beliau dimakamkan di pekuburan Khizra. Pada tahun 450 H/ 1066 M, didirikanlah sebuah sekolah yang diberi nama Jami' Abu Hanifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dasar-Dasar Mazhab Imam Hanafi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adapun dasar-dasar mazhab Imam Hanafi adalah, sebagai berikut: Al-Qur'an al-Karim, Sunnah Rasulullah saw dan atsar-atsar yang shahih serta telah mahsyur di antara para ulama yang ahli, fatwa-fatwa dari Shahabat, qiyas, Istihsan, adat yang telah berlaku di dalam masyarakat Islam. Pemaparan di atas merupakan dasar-dasar mazhab Imam Hanafi yang sebenarnya, sebagaimana telah diketahui oleh para ulama ahli ushul fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kitab-Kitab Karangan Imam Hanafi&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;1. Kitab al-Musuan (kitab hadis).&lt;br /&gt;2. Kitab Al-Makharij.&lt;br /&gt;3. Kitab Fiqhul Akbar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Imam Maliki&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Imam Malik bin Anas , pendiri mazhab Maliki, adalah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir Al-Ashbahy dilahirkan di Madinah pada tahun 93 H. Beliau berasal dari Kablah Yamniah. Sejak kecil beliau telah rajin menghadiri majlis-majlis ilmu pengetahuan, sehingga sejak kecil itu pula beliau telah hafal al-Qur'an. Tak kurang dari itu, ibundanya sendiri yang mendorong Imam Malik untuk senantiasa giat menuntut ilmu. Pada mulanya beliau belajar dari Ribiah, seorang ulama yang sangat terkenal pada waktu itu. Selain itu, beliau juga memperdalam hadis kepada Ibn Syihab, di samping juga mempelajari ilmu fiqih dari para shahabat. Karena ketekunan dan kecerdasannya, Imam Malik tumbuh sebagai seorang ulama yang terkemuka, terutama dalam bidang ilmu hadis dan fiqih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, beliau dikenal sangat berhati-hati dalam memberi fatwa. Beliau tak lupa terlebih dahulu meneliti hadits-hadits Rasulullah saw, sebelum kemudian memberikan fatwa atas suatu masalah. Melihat pemaparan di atas kita bisa mengetahui bahwa Imam Malik seorang ulama yang sangat terkenal terutama dalam bidang fiqh dan ilmu hadits. Dalam bidang ilmu hadits beliau bahkan menulis kitab al-Muwattha yang merupakan kitab hadits yang sangat terkenal. Imam Malik meninggal pada hari minggu, 10 Rabiul awal 179 H atau 798 M, dalam usia 87 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dasar-dasar Mazhab Imam Maliki&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adapun dasar-dasar Imam Maliki adalah sebagai berikut: Al-Quranul Karim, Hadits Rasul, Ijma' para Ulama, Qiyas, dan istihlah atau Masalihul Mursalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt; Imam Syafi'i&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'I yang dikenal sebagai pendiri mazhab Syafi'I adalah Muhammad ibn Idris al-Syafi'I al-Quraisyi, beliau dilahirkan di Ghazah 150 H, bertepatan dengan wafatnya Imam Abu Hanifah. Beliau dibesarkan dalam keadaan yatim dan dalam satu keluarga yang miskin. Sebaliknya, beliau giat mempelajari hadits dari ulama yang berada di Makkah. Pada usia yang masih muda beliau sudah menghafal al-Quran. Lalu pada usia kedua puluh, beliau meninggalkan Makkah untuk mempelajari ilmu Fiqh dari Imam Malik dan Imam abu Hanifah. Setelah wafat Imam Malik, beliau menetap dan mengajarkan ilmu di Yaman. Lalu beliau diundang oleh Harun al-Rasyid ke Baghdad. Pada tahun 198 H beliau pergi ke negeri Mesir, dan mengajar di Mesjid Amr ibn 'ash, hingga akhirnya wafat pada tahun 204 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dasar-dasar Mazhab Imam Syafi'i&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dasar-dasar Imam Syafi'I telah tertulis dalam kitabnya al-Risalah yang kesimpulannya sebagai berikut: 1. al-Quran, 2. Hadits Nabi, 3. Ijma', 4. Qiyas, 5. Istidlal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kitab-kitab karangan Imam Syafi'I adalah:&lt;br /&gt;1) Al-Risalah&lt;br /&gt;2) Al-um&lt;br /&gt;3) Ikhtilaf al-Hadits&lt;br /&gt;4) Kitab al-Musnad&lt;br /&gt;5) Jami'u al-Ilmi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Imam Hambali&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Imam Ahmad Hambali adalah pendiri mazhab Hambali, dengan nama asli Abu Abdullah Ahmad ibn Muhammad ibn Hilal al-Syaibani. Beliau lahir di Baghdad pada bulan Rabiul Awal tahun 164 H atau 780 M. ahmad ibn Hambal dibesarkan dalam keadaanna yatim oleh ibunya. Sedangkan ayahnya meninggal ketika beliau masih bayi. Sejak kecil itu pula beliau telah menunjukkan minat yang besar terhadap ilmu pengetahun, yang mana pada saat itu Baghdad merupakan pusat ilmu pengetahuan. Di Baghdad beliau memulai belajarnya dengan menghafal al-Quran, lalu belajar bahasa Arab, hadits, sejarah nabi dan sejarah shahabat serta tabi'in. Dan untuk memperdalam ilmunya beliau pergi ke Bashrah dan bertemu dengan Imam Syafi'i. Selain Bashrah, Imam Hambali juga menjadikan Mesir dan Yaman sebagai tempat menimba ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru-guru Imam Hambali antara lain: Yusuf Hasan ibn Ziyad, Husyaim, Umair, Ibn Umam dan Ibn Abbas. Imam Hanbal banyak mempelajari dan meriwayatkan hadits. Beliau tidak akan mengambil hadits kecuali hadits shahih. Beliau wafat di Baghdad pada usia 77 tahun, tepatnya pada tahun 241 H atau 855 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Poligami menurut empat Mazhab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;                              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], Maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuqsithu ( تقسطوا ) dan ta’adilu ( تعد لوا ) yang keduanya diterjemahkan “ adil”. Sedangkan pada kalimat( ما ملكت ايمانكم ) "&lt;em&gt;ma malakat aimanukum"&lt;/em&gt; diartikan dengan budak-budak yang kamu miliki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam memahami ayat poligami di atas, imam Syafi’i, Hanafi, Maliki dan Hambali berpendapat bahwa seorang suami boleh memiliki istri lebih dari satu, karena dalam agama Islam seseorang laki-laki dibolehkan mengawini lebih dari satu tetapi dibatasi hanya sampai empat orang istri. Akan tetapi kebolehannya tersebut memiliki syarat yaitu berlaku adil antara perempuan-perempuan itu, baik dari nafkah atau gilirannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para imam di atas juga memberikan saran, apabila tidak bisa berlaku adil, hendaknya beristri satu aja itu jauh lebih baik. Para ulama ahli Sunnah juga telah sepakat, bahwa apabila seorang suami mempunyai istri lebih dari empat maka hukumnya haram. Dan perkawinan yang kelima dan seterusnya dianggap batal dan tidak sah, kecuali suami telah menceraikan salah seorang istri yang empat itu dan telah habis pula masa iddah-nya. Dalam masalah membatasi istri empat orang saja, Imam Syafi’i berpendapat bahwa hal tersebut telah ditunjukkan oleh Sunnah Rasulullah saw sebagai penjelasan dari firman Allah, bahwa selain Rasulullah tidak ada seorangpun yang dibenarkan nikah lebih dari empat perempuan. sedangkan pada ayat dzalika ‘adna an la ta ‘ulu dipahami oleh Imam Syafi’i dalam arti tidak banyak tanggungan kamu. Ia terambil dari kata ‘ala ya ‘ulu yang berarti &lt;em&gt;“menaggung dan membelanjai”&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama ahli Sunnah dalam hal membatasi istri empat orang saja, merujuk pada dalil dari sunnah Rasulullah saw adalah hadis yang diriwayatkan oleh Qois bin al-Harits ra, beliau berkata:&lt;br /&gt;حد ثنا احمد بن ابراهيم الدورقي, ثنا هشيم عن ابن ابي ليلى , عن حميضة بنت الشمرد ل, عن قيش بن الحارث قال: اسلمت وعند ى ثما نين نسوة. فا تيت النبي صلى الله عليه وسلم: فقلت ذ لك , فقال: اختر منهن اربعا. رواه ابن ماجه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Ketika masuk Islam saya memiliki delapan istri, saya menemui Rasulullah dan menceritakan keadaan saya, lalu beliau bersabda: “Pilih empat diantara mereka”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain penjelasan dari empat mazhab di atas, disini juga terdapat penafsiran surat An-Nisaa ayat 3 oleh para mufassir. Pada ayat di atas Ali Ash-Shabuni berpendapat, bahwa ayat tersebut menunjukkan haramnya nikah lebih dari empat, pendapat beliau ini merujuk pada pendapat para ulama dan ahli fiqih. Dan tidak setuju dengan pendapat ahli bid’ah yang membolehkan nikah dengan sembilan wanita, dengan mengingat bahwa huruf wawu و adalah untuk menambah dan bahwa yang dimaksudkan adalah seseorang itu boleh mengumpulkan dua dan tiga dan empat. Al-Qurthubi berpendapat, bahwa sebenarnya bilangan dua, tiga, atau empat, ini bukan menujukkan diperbolehkannya mempunyai sembilan istri, seperti yang dikatakan oleh orang yang tidak memahami al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena pendapat mereka itu telah menyimpang dari pendapat para ulama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka juga berpendapat bahwa huruf wawu (و)disitu berfaedah untuk mengumpulkan, mereka berpendapat seperti itu dengan alasan bahwa Nabi saw juga menikah dengan sembilan istri. Bahkan, sebagian dari mereka berpendapat lebih parah lagi, yaitu boleh mempunyai delapan belas istri. Pendapat mereka itu sudah jauh dari sunnah dan ijma’ ulama. Jadi pada dasarnya al-Qurthubi sepakat dengan Ali Ash-Shabuni bahwasanya haran mempunyai istri lebih dari empat. Lain halnya dengan Az-Zamakhsyari, dalam memahami kata مثنى, ثلاث, ورباع, beliau berpendapat bahwa apabila khitabnya adalah untuk semua, maka harus ada pengulangan, supaya masing-masing orang yang ingin menikah yang menghendaki poligami, mendapatkan bilangan yang diinginkannya. Karena jika tidak ada pengulangan, tentu maknanya tidak dipahami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. Sekilas tentang Poligami Rasulullah saw&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang mempelajari dengan jujur dan objektif sejarah kehidupan Nabi, khususnya tentang perkawinan beliau, pasti akan mengerti bahwa sesungguhnya motivasi yang mendasar dari setiap perkawinan Nabi saw adalah ‘islamisasi’ yang merupakan tugas utama beliau. Ekspresi dakwah itu tercermin dalam segala kreatifitas Nabi, baik berupa perkataan maupun tindakan nyata. Dari motivasi dasar yaitu dakwah, ada juga motivasi lain, seperti politik, sosial, kemanusian, dan akhlak. Namun, dari semua itu tujuan yang paling utama adalah dakwah, sebab poligami seperti, tentu saja dapat mengangkat harkat kemanusiaan, menciptakan kehidupan yang lebih baik dan meningkatkan kesempurnaan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut akan dikemukakan beberapa hikmah perkawinan dan poligami Nabi, diantaranya:&lt;br /&gt; Membantu Islam&lt;br /&gt; Menolak Fitnah Orang-Orang Musyrik&lt;br /&gt; Penyebaran Ajaran dan Hukum-Hukum Islam serta Penghargaan terhadap Abu Bakar&lt;br /&gt; Loyalitas terhadap Wanita dan Penghargaan terhadap Umar Ibn Khattab&lt;br /&gt; Merombak Warisan Budaya Jahiliyah&lt;br /&gt; Membebaskan Perbudakan&lt;br /&gt; Menolong Anak-Anak Yatim&lt;br /&gt; Mendorong Wanita untuk Berakhlak dan Berhati Mulia&lt;br /&gt; Melunakkan Hati Sebagian Pemimpin Musyrik&lt;br /&gt; Pendekatan Politis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini itu membuktikan beliau berpoligami bukan karena dorongan syahwat, tetapi untuk kepentingan pelaksanaan syari’at dan urusan politik serta kemanusiaan. Berikut ini akan dirinci beberapa Nama istri Rasulullah:&lt;br /&gt;1. Khadijah binti Khuwailid&lt;br /&gt;2. Aisyah binti Abu Bakar&lt;br /&gt;3. Saudah binti Zum’ah&lt;br /&gt;4. Zainab binti Jahasyi al-‘Asadiyah&lt;br /&gt;5. Ummu Salamah binti Abi Umayyah bin al-Mughirah&lt;br /&gt;6. Hafsah binti Umar bin Khattab&lt;br /&gt;7. Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan bin Harb&lt;br /&gt;8. Juwairiyyah binti al-Harits al-Khuzaiyyah&lt;br /&gt;9. Shafiyyah bin Hayyi bin Akhtab&lt;br /&gt;10. Maimunah binti al-Harits&lt;br /&gt;11. Zainab binti Khuzaimah ibnul harits&lt;br /&gt;12. Asma binti an-Nu’man al-Kindiyyah&lt;br /&gt;13. Umrah binti Yazid al-Kilabiyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjelaskan dan memaparkan tentang poligami di atas, dapat disimpulkan bahwa boleh berpoligami paling banyak hingga empat orang istri. Dan disyari’atkan dapat berbuat adil diantara istri-istrinya, barang siapa yang belum mampu berbuat adil, dia tidak boleh menikah lebih dari satu istri. Apabila sesorang laki-laki tidak dapat berlaku adil tetapi tetap melakukan poligami, dikatakan bahwa akad nikahnya sah tetapi dia telah berbuat dosa. Keadilan yang diisyari’atkan oleh ayat di atas mencakup keadilan tempat tinggal, makan, dan minum serta perlakuan lahir batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abduttawwab Haikal, Rahasia Perkawinan Rasulullah SAW( Poligami dalam Islam dan Monogami Barat), Jakarta: CV Pedoman Ilmu Jaya, 1993.&lt;br /&gt;Abdullah Muhammad bin Yazid al-Qazwini, Sunan Ibnu Majah, Libanon: Darul Fikri, 1995.&lt;br /&gt;Abi Abdullah Muhammad al-Anshari al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Libanon: Darul Fikri, 1978.&lt;br /&gt;Az-Zamakhsyari, Al-Kasyaf an Haqaiqat Tanzil wa Uyunil Aqawil fi Wujuh At-Ta’wil.&lt;br /&gt;KH. Moenawar Khalil, Biografi Empat Serangkai Imam Mazhab, Jakarta: Bulan Bintang, 1955.&lt;br /&gt;M. Quraisy Shihab, Tafsir al-Misbah, Jakarta: Lentera Hati, 2000.&lt;br /&gt;Muhammad Ali-Ash Shabuni, Rawaa’iyul Bayan, Semarang: CV. Adhi Grafika, 1993.&lt;br /&gt;Muhammad Jawad al-Mugniyah, Fiqih Lima Mazhab, Jakarta: Penerbit Lentera, 1996.&lt;br /&gt;Musafir Husain Aj-Jahrani, Poligami dari berbagai Persepsi, Jakarta:Gema Insani Press, 1996.&lt;br /&gt;Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, Hukum perkawinan dalam Islam menurut Mazhab Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali, Jakarta: PT. Hidakarya Agung, 1996.&lt;br /&gt;Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, Bandung: Al-Ma’arif, 1996.&lt;br /&gt;Syeikh Muhammad Ali Ash-Shabuni, Persepsi-Persepsi Dusta dan Bathil tentang Kasus Poligami Rasulullah SAW, Jakarta:PT Bulan Bintang, 1988&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-4692329517731692856?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/LaYppC2tP80" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/blog-post.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tafsir Al-Qur'an Al-Karim Mahmud Yunus</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/NOoC3LvpzAU/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus.html</link><category>a. Makalah Ilmu Tafsir</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 07:32:13 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-5616253034909081475</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tafsir Al-Qur'an Al-Karim Mahmud Yunus&gt;&gt;&gt;&lt;/strong&gt; Tafsir al-Quranul karim karangan Mahmud Yunus ini awalnya di terjemahkan pada tahun 1992 kemudian di terbitkan tiga juz dengan huruf arab-malayu. Pada masa itu umumnya Ulama islam mengatakan haram untuk menterjemahkan al-Quran namun, bantahan dari Ulama islam tersebut tidak beliau perdulikan dan beliaupun tetap menterjemahkan al-Quran al-Karim tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau berhenti menterjemahkan al-Quran, karena beliau lebih memilih untuk melanjutkan ilmu pengetahuannya di Mesir (Th 1924) di berbgai tempat hingga akhirnya di Darul Ulum. Beliau menerima pelajaran dari Syeokh Darul Ulum, bahwa menterjemahkan al-Quran itu hukumnya mubah, bahkan di anjurkan atau hukumnya fardu kifayah, untuk menyampaikan dakwah islamiyah kepada bangsa asing yagn tidak mengetahui bahasa arab. Bagaimanakah menyampaikan kitabullah kepada mereka, kalau tidak di terjemahkan kedalam bahasanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai ilimu yang telah diserap oleh akal pikirannya, pada bulan Ramadlan tahun 1354 H (Desember 1935) beliau mulai kembali menterjemahkan al-Quran serta tafsir ayat-ayatnya yang penting yang kemudian beliau beri nama : Tafsir al-Quranul Karim. Dengan susah payah di terbitkan tefisr tersebut berjuz 2 tiap 2 bulan. Sedang menterjemahkan juz 7 sampai dengan 18 dibantu oleh almarhum H.M. Bakry. Pada bulan April 1938 tamatlah 30 juz dengan pertolongan Alah awt. dan disiarkan di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1950, dengan petunjuk menteri Agama Almarhum Wahid Hasyim, salah seorang penerbit Indonesia Tafsir al-Quranul Karim itu dengan mendapatkan fasilitas kertas dari Menteri Agama dan di cetak sebanyak 200.000 aksemplar. Lalu di tunjuk percetakan bangsa Indonesia untuk mencetaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya ada bantuan dari Ulama Yogyakarta, supaya di stop mencetak Tafsir Quran Karim itu. Bantahan itu dikirim nya kepada Maeteri Agama RI tetapi saya tidak menerima bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi karena bantahan itu karena sebab-sebab yang lain, yang empunya percetakan tidak mau meneruskan mencetak tafsir Quran karim itu, padahal telah dimulainya mencetak beberapa halaman banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya di ambil alih oleh M. Baharata Direktur percetakan Al-Ma’arif Bandung. Lalu ia dicetak dan di terbitkan sebanyak 200.000 aksemplar dan dijualnya dengan harga Rp. 21 per eksemplar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1953 seorang Ulama dari Jatinegara membantah pula, bantahan itu dikirinya kepada Presiden RI dan Menteri Agama. Salinannya disampaikan kepada Mahmud Yunus oleh Menteri Agama, lalu Mahmud yunus balas suratnyaitu dengan lebar panjang. Tembusannya M. Yunus kirimkan kepada Presiden RI dan Menteri Agama. Akhirnya beliau tidak berkituk lagi, hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah habis cetakan itu, Mahmud yunus bersama istri Darisah binti Ibrahim meneruskan menerbitkan tafsir Quran Karim itu. Lalu mereka terbitkan beberapa kali tanpa ada perubahan yagn besar. Hanya ada perubahan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan bahwa tafsir in serta kesimpulan isi al-Quran, bukanlah tejemahan dari kitab bahasa arab, melainkan hasil penyelidikan pengarang sejak berumur 29 tahu sampai sekarang berumur 73 tahun. Sebab itu tafsir ini berlainan dengan tafsir-tafsir yang lain. Dalam tafisir in yang paling dipentingkan ialah menerangakan dan menjelaskan petunujuk-petunjuk yang termaktub dalam al-Quran untuk diamalkan kaum Muslimin khususnyadan seluruh umat manusia pada umumnya sebgai petunjuk universal. Karena petunujuk itulah tujuan utama kitab suci al-Quran seperti diterangkan Allah dalam firman-Nya pada permulaan surat al-Baqoroh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Artinya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;“ Kitab itu (Al-Quran) tidak ada keraguan didalamnya, jadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ditrgaskan pula sebab-sebab majunya satu umat dan sebab-sebab mundurnya, sebab kuat dan lemahnya, sebab tegaknya dan jatuhnya, sebab hidu dan matinya. Demikian itu dengan mengambil ‘brah dan pengajaran dari sejarah umat dahulu kala. Karena sejarah itu tetap mengulang jejaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Biografi Mahmud Yunus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dilahirkan di Sungkayang Batusangkar Sumetera Barat pada hari sabtu 10 Februari 1899 (30 Ramadlan 1361). Ayahnya bernama Yunus bin Incek dan ibunya bernama Hafsoh bini M.Tahir. buyutnya dari pihak ibu adalah seorang ulama besar di Sungkayang Batu sangkar, bernama Muhammad Ali gelar angku kolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Mahmud Yunus belajar dari al-Quran dan bahasa Arab yang ia tempuh semenjak berusia tujuh tahun di Surau kakeknya M.Tahir. di samping itu ia juga memasuki sekolah rakyat, tetapi hanya sampai kelas tiga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari surau kakeknya ini, Mahmud Yunus pindah ke Madrasah yang diasuh oleh Syeikh H. Muhammad Thaib di Surau Tanjung Pauh. Berkat ketekunannya dalam waktu empat tahun, Mahmud Yunus telah sanggup mengajarkan kitab-kitab Mahalli, al-Fiyah dan Jam’ul Jawami’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minatnya terhadap studi al-Quran serta bahsa arab telah menimbulakan hasarta besar dalam diri Mahmud Yunus untuk menulis tafsir al-Quran yang kemudian menjadi karya monumentalnya sendiri yagn tetap populer sampai saat ini. Penulisan tafsir ini dimulai pada November 1922 yang dilakukan secara berangsur-angsur juz demi juz sampai dengan selesai juz ke-tiga puluh. Perlu di garis bawahi disini bahwa upaya penulisan Mahmud Yunus ketika itu, disaat masih suburnya pandangan yang mengatakan bahwa haram menterjemahkan al-Quran, merupakan tindakan yang cukup berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi sebagai guru semenjak masih menjadi pelajar di Surau Tanjung Pauh sudah ia geluti. Kemampuan menjadi guru tersebut lebih menonjol manakala ia kembali dari Mesir . secara terus menerus Mahmud Yunus mengajar dan memimpin berbgai sekolah, yakni pada al-Jami’ah al-Islamiyah Batusangkar (1931-1932), Kuliyah Mu’alimin Islamiyah Noramal Islam Padang (1932-1946), Akademi Pramong Praja di Bukit Tinggi (1948-1949), Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) jkarta (1957-1980), menjadi Dekan dan Guru Besar pada fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1960-1963), Rektor IAIN Imam Bonjol Padang (1966-1071). Atas jasa-jasanya dibidang pendidikan ini, pada 15 Oktober 1977, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahi Mahmud Yunus Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak karya tulis yang telah di hasilkan Mahmud Yunus dalam berbgai bidang Ilmu Agama Islam, terutama pendidikan Islam di samping bidang-bidang lain seperti bahasa, sejarah, tauhid akidah, hokum, dan peribadatan, tafsir, hadist, perbandingan agama, yang ia tulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Pandangan terpenting tentang metode mengajar adalah “Metode itu lebih penting daripada pengajaran”. Akhirnya pada 18 Januari 1983, dalam Usia 83 Mahmud Yunus berpulang ke Rohmatullah di kediamannya, kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran Jakarta Pusat. Sehari kemudian ia dimakamkan di pemakaman IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Adapun karya-karya Mahmud Yunus antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;1. Tafsir al-Quran tamat 30 juz, tahun 1938.&lt;br /&gt;2. Terjemahan Tafsir al-Quran tanpa tafsir, untuk memudahkan membaca al-Quran.&lt;br /&gt;3. Marilah sembahyang, Pelajaran Sholat untuk-untuk anak0anak SD, 4 jilid.&lt;br /&gt;4. Puasa dan Zakat untuk anak-anak SD.&lt;br /&gt;5. Haji ke Mekkah, cara mengerjakan haji, untuk anak-anak SD.&lt;br /&gt;6. Keimanan dan Akhlaq, untuk anak-anak SD, 4 jilid.&lt;br /&gt;7. Beberapa kisah pendek, untuk anak-anak SD.&lt;br /&gt;8. Riwayat Rasul dua puluh lima, bersama Rasyidin/Zubir Usman.&lt;br /&gt;9. Lagu-lagu baru/Not angka-angka, bersama Kasim St. M. Syah.&lt;br /&gt;10. Beriman dan Berbudi Perkerti, untuk anak-anak SD.&lt;br /&gt;11. Pemimpin Pelajaran Agama, 3 jilid, untuk murid-murid SMP.&lt;br /&gt;12 Hukum Warisan dalam Islam. untuk tingkat Aliyah.&lt;br /&gt;13. Perbandingan Agama, untuk tingkat Aliyah.&lt;br /&gt;14. Kumpulan Do’a, untuk tingkat Aliyah.&lt;br /&gt;15. Do’a-do’a Rasulullah, untuk tingkat tsanawiyah.&lt;br /&gt;16. Marilah ke Al-Qur’an, untuk tingkat tsanawiyah/PGA bersama H. Ilyas M. Ali.&lt;br /&gt;17. Moral Pembangunan dalam Alam, untuk tingkat Aliyah.&lt;br /&gt;18. Akhlaq (bahasa Indonesia),. untuk tingkat Aliyah&lt;br /&gt;19. Pelajaran Sembahyang, untuk tingkat Aliyah, mahasiswa/umum.&lt;br /&gt;20. Hukum perkawinan dalam Islam, 4 Madzhab.&lt;br /&gt;21. Soal Jawab HUkum Islam, 4 Madzhab.&lt;br /&gt;22. Ilmu Mustalahul Hadist, bersama H. Mahmud Aziz.&lt;br /&gt;23. Sejarah Islam di Minangkabau, dlaam penyelidikan baru.&lt;br /&gt;24. Kesimpulan isi al-Quran, untuk Muballigh-Muballigh / umum.&lt;br /&gt;25. Allah dan Makhluq-Nya, Ilmu Tauhid menurut Al-Quran.&lt;br /&gt;26. Pengetahuan Umum Ilmu Mendidik, bersama St. M. Said.&lt;br /&gt;27. Pkok-pokok Pendidikan/Pengajaran, Fak. Tarbiyah / PGAA.&lt;br /&gt;28. Metodik Khusus Pendidikan Agama, Fak. Tarbiyah / PGAA&lt;br /&gt;29. Metodik Khusu bahasa Arab, Fak. Tarbiyah / PGAA&lt;br /&gt;30. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;31. Sejarah PEndidikan Islam (umum).&lt;br /&gt;32. Pendidikan-Pendidikan Umum di Negara-negara Islam/Pendidikan Barat.&lt;br /&gt;33. Ilmu Jiwa kanak-kanak, kuliyah untuk kursus-kursus.&lt;br /&gt;34. Pedoman Dakwah Islamiyah, kuliyah untuk dakwah.&lt;br /&gt;35. Dasar-dasar Negara Islam.&lt;br /&gt;36. Manasik haji, untuk orang dewasa.&lt;br /&gt;37. Juz Amma dan terjemahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Sistematika Tafsir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematika Tafsir karangan Mahmud Yunus susunannya diawali dengan pendahuluan yang di dalamnay dijabarkan tentang penulisan dan usaha yang ditempuh oleh Mahmud Yunus ketika beliau menterjemahkan dan menerbitkan al-Quran tersebut. Setelah penaduhulan kemudian langsung kepada ayat al-Quran berupa terjemahan dan dibawahnya langsung dijelaskan tafsirnya yang diawali dengan surawt al-fatihah, al-Baqoroh hingga pada akhir surawt an-Naas (30 Juz)untuk dapat membuka mengetehui isi al-Quran ini dengan mudah, kita dapat membuka dan melihat pada halaman belakang yaitu Daftar Surat dan isi Tafsir al-Quran Karim disini ditulis surat dan beberapa tema yang biasa di kaji beserta nomor urut halaman, sebelum mengerjakan pekerjaan yang beik diucapkan Bismillah….….I, apabila mendapatkan nikmat diucapkan Alhamdulillah………I, orang-orang yang dimurkai dan orang – orang yang sesat………2, kemudian yang ketiganya terdapat dalam surat al-Baqoroh, seperti orang-orang yang bertaqwadan sifat-sifatnya………..3, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seterusnya dihalaman belakang kitab terdapat daftar isi surat-surat al-Quran beserta nomor halaman yang memudahkan pembaca dalam pencarian surat seperti surat al-A’raf……..2-8. Surat Al-A’la---898……dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah daftar isi dan surat-surat kemudian juga terdapatdaftar isi juz-juz al-Quran yang tujuannya memudahkan pembaca dalam pencarian sebuah ayat al-Quran seperti juz ke-1…..I, Juz ke-2……29, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir al-Quran ini dibelakangi juga terdapat beberapa kesimpulan isi al-Quran, yang berhubungan dengan keimanan, hokum-hukum, petunjuk atau pengajaran, akhlaq, ekonomi, dan ilmu pengetahuan. Disamping itu kitab tafsir ini terdapat daftar kesimpulan isi al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. Sistematika Penafsiran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Mahmud Yunus ini telah dijelaskan sebelumnhy bahwa didalamnya dibelakangi kitab terdapat kesimpulan isi al-Quran, ini tidak dapat di muat diawal kitab, karena berhubung tafsir al-Quran in berubah halamanny adari cetakan yang lama ke percetakan yang beru dan karangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini terdiri dari dua jilid yaitu pertama satu jilid tamat dari juz 1 sampai dengan 30, kedua , tiga jilid, pertama dari juz 1 sampai dengan 10 n, jilid kedua dari juz 11 sampai dengan 20, jilid ketiga dari juz 21 sampai dengan 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir al-Quran in sistematika penafsirannya sama seperti isi al-Quran dan terjamahan disamping kanan ayat (setiap ayat) kemudian terjemahannya dibawahnya terdapat penafsiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematika penafsiran Mahmud Yunus menafsirkan seluruh ayat sesuai susunannya dalam mushaf al-Quran ayat demi ayat, surat demi surat, dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Naas. Maka secara sitematika penafsiran tafsir ini menempuh tartib Mushaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;E. Sumber-sumber Tafsir al-Quran Mahmud Yunus&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempelajari:&lt;br /&gt;1. Tafsir at-Thabaryjuz 1 hal 42&lt;br /&gt;2. Ibnu Katsir juz 1 hal 3&lt;br /&gt;3. Al-Qasimy juz 1 hal 7&lt;br /&gt;4. Fajrul Islam juz 1 hal 199&lt;br /&gt;5. Zhurul Islam juz 2 hal 40-43 dan juz 3 hal 37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatlah diambil kesimpulan bahwa sumber-sumber tafsir itu tujuh:&lt;br /&gt;a). tafsir al-Quran dengan al-Quran, karena ayat-ayat itu tafsir-menafsirkan dan jelas-menjelaskan antara satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Yafsir dengan hadist yang shahih, seperti hadist Bukahri dan Muslim. Sekali-kali tidak boleh dengan hadist yagn Maudlu’ dan Dlo’if.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Tafsir dengan perkataan sahabat, tapi khusus dengan menerangakan sebab-sebab turunnya sayat, bukan menurut pendapat dan pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d). Tafsir dengan perkataan tabi’in, bila mereka ijma’ atas semua tafsir. Hal ini menurut pendapat bahwa ijma’ itu hujjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e). Tafsir dengan umum bahasa arab bagi Ahli Ilmu Lughah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f). Tafsir dengan Ijtihad bagi Mujtahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g). Tafsir dengan tafsir Aqli bagi Mu’tazilah. Selain dari pada itu ada lagi tafsir Akil menurut Syi’ah dan tafsir Shufi bagi ahli Tasawwuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;F. Metode dan Corak Tafsir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus ini menunjuk pada metode tahlili, suatu metode tafsir yagn bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Quran dan seluruh aspeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam tafsir Mahmud Yunus, aspek kosa kata dan penjelasan arti global tidak selalu dijelaskan. Kedua aspek tersebut dijelskan ketika dianggap perlu atau kadang pula suatu ayat, suatu lafadz dijelaskan arti kosakata-katanya, sedangakan lafadz yang lain dijelaskan arti kosa katanya, sedengkan lafadz yang lain dijelaskan arti globalnya karena mengadung suatu istilah, bahkan dijelaskan secara terperinci dengan memperlihatkan penggunaan istilah itu pada ayat-ayat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;G. Keistimewaan Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adapun keistimewaannya adalah:&lt;br /&gt;? Terjemahan al-Quran disusun baru, sesuai dengan perkembangan bahasa Indonesia, serta mudah difahami oleh pembaca. Bahkan mahasiswa-mahasiswa dapat memperluas bahasa arabnya.&lt;br /&gt;? Teks al-Quran terjemahannya disusun sejajar dan setentang. Dengan demikian mudah mengetahui nomor-nomor ayat al-Quran dalam teks bahasa arab dan terjemahanny adalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;? Keterangan-keterangan ayat ditaruh dan diletakkan didalam ayat yang bersangkutan, sehingga mudah mempelajarinya tanpa memeriksa ke halaman-halaman yagn lain, seperti cetakan yang lama.&lt;br /&gt;? Keterangan-keterangan ayat ditambah dan diperluas, setengahnya berupa masalah-masalah ilmiyah yang harus dipelajari oleh mahasiswa-mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;H. Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir al-Quran Mahmud Yunus ini mudah untuk dipelajari dan dipahami kaerna di dalamnya sudah kategori-kategori membuka kitab tafsir tersebut dan didalamnya juga terdapat beberapa kesimpulan yang memudahkan kita untuk mengetahui isi kandungan tafsir tersebut secara garis besar kesimpulan isi al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesimpulan isi al-Quran yang berhubungan dengan keimanan, hokum-hukum, petunjuk/pelajaran, akhlaq, ekonomi dan ilmu pengetahuan, diterangkan dengan ijmal (kesimpulan) saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kaum Muslimin memuliakan dan menjunjung tinggi al-Qran . tapi jika mereka ditanya apa isi quran itu? Mereka tidak bias menjawab apa-apa. Sekarang dengan keluarnya “kesimpulan isi al-Quran “ ini, tentu mereka dapat menjawabnya. Saudara-saudara yang tidak sanggup membaca al-Quran dari awal sampai tamat, sekurang-kurangnya hendanyalah dibacanya” kesimpulan isi al-Quran” ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila orang-oarang islam menurut sebagaimana yang termaktub didalamnya itu, niscaya mereka akan mendapat kemajuan dan keselamatan dari dunia sampai akherat. Oleh sebab itu hendaknya tiap-tiap kita bersungguh-sungguh mengikutinya sekedar tenaga, serta mengajak teman sejawat, supaya bersama-sama ke jurusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesunggunhnya mengeluarkan hukum-hukum atau ilmu pengetahuan dan yang lain-lain dari dalam al-Quran tak ubahnya seperti mengeluarkan mutiara dari dalam lautan. Jika orang yang mengeluarkan mutiara itu hanya memekai perkakas lama dan serba kurang, tentu ia dapat mengeluarkan sedikit saja. Tetapi apabila ia mempunyai perkakas yang modern serta sempurna, tentu ia menghasilkan mutiara yang amat banyak. Tetapi meskipun begitu, mutiara yang dalam lautan itu tidak juga akan habisn-habisnya. Maka bagitulah juga dalam mengeluarkan hukum-hukum dan ilmu pengetahuan dari dalam Quran itu. Meskipun sekarang telah kita usahakan mengeluarkan apa-apa yagn tersebut dalam kitab ini., tetapi janganlah kita sangka, bahwa mutiara yang ada dalam al-Quran itu telah habis, bahkan masih banyak lagi yang tersembunyi di sana sini. Jika selalu kita membaca al-Quran dan memperhatikan isinya, niscaya akan terbuka juga bagi kita rahasia-rahasianya yang lain. Oleh sebab itu hendaklah tiap-tiap orang islam membiasakan membaca al-Quran, meskipun beberapa ayat di tiap-tiap hari, supaya bertambah kaimanan kita kepada Allah swt. dan supaya bersih hati kita kita dari pada sifat yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Tafsir Mahmud Yunus dalam surat An-Nisa’ ayat 9:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Artinya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan ayat 9: “ dalam ayat ini Allah menganjurkan kepada orang tua agar memikirkan akibat anak-anaknya yang masih lemah (kecil), bila ia meninggal dunia. Sebab itu hendaklah ia bertakwa dan berusaha meninggalkan harta pusaka untuk mereka. Janganlah mewasiatkan hartanya untuk fakir miskin dan amalan sosial lebih dari mestinya, supaya tidak terlantar kehidupan anak-anaknya yang masih kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut islam, berwasiat itu hukumnya sunnah, sedang mendidik anak-anak hukumnya wajib. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah. Demikian hukum islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Referensi:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Mahmud Yunus, Tafsir al-Quran Mahmud Yunus.&lt;br /&gt;=&gt; Abdul Ghofur, Faham Tauhid Nabi Ibrahim Menurut Ibnu Katsir, Studi Analisis Surah Al-‘An’am Ayat 74-79.&lt;br /&gt;=&gt; Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ensiklopedi Islam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-5616253034909081475?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/NOoC3LvpzAU" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ilmu Tasawuf dan Ahlak Tasawuf</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/l8dCA551Mh8/ilmu-tasawuf-dan-ahlak-tasawuf.html</link><category>a. Makalah Ilmu Tasawuf</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 07:22:52 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-1591513274444732500</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ilmu Tasawuf dan Ahlak Tasawuf &gt;&gt;&gt;&lt;/strong&gt; Tasawuf sebagai amalan praktis para sufi atau sebuah disiplin ilmu dalam perbaikan akhlak yang ajarannya mempunyai landasan kuat dalam Al-quran dan hadist. Tasawuf merupakan sebuah metode untuk mendekatkan diri dengan Allah S.W.T. melalui kegiatan kerohanian seperti, pembersih hati, dzikir dan ibadah-ibadah yang lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan manusia sekarang ini telah banyak melenceng dari ajaran Islam yang telah dibawa oleh Rasulullah S.A.W. semua orang berharap dan mempunyai keinginan untuk mendapatkan kehidupan duniawi yang bergelimang dengan harta, kedudukan yang tinggi dan menjadi orang yang berkuasa. Tanpa mereka sadari bahwa akibat dari perbuatannya telah merugikan orang lain, lingkungan sekitar dan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Keimanan yang lemah membuat mereka mudah tergoda dengan kehidupan dunia yang fana, nafsu yang tidak terkendali membuat orang berbuat tanpa berpikir panjang atas resiko yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan tersebut merupakan sesuatu yang patut kita sadari dan pelajari, bahwa sesungguhnya manusia merupakan makhluk tuhan yang memiliki akal pikiran, berbudi pekerti, memiliki hati dan perasaan. Yang seharusnya digunakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk mencapai hal tersebut harus diikuti dengan sikap qonaah, syukur, sabar, ridho, raja’, dan mahabbah agar semua yang dilakukan dapat bermanfaat bagi kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua selalu mendapatkan perlindungan Allah S.W.T. dan menjadi orang yang selalu berguna di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Amie……….n.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tasawuf dan Hidup Bahagia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf sebagai salah satu tipe mistisme, dalam bahasa Inggris disebut sufisme. Kata tasawuf mulai dipercakapkan pada akhir abad dua hijriah yang dikaitkan dengan salah satu jenis pakaian kasar yang disebut shuff atau wool kasar. Kain sejenis itu sangat digemari oleh para zahid sehingga menjadi simbol kesederhanaan pada masa itu. Ajaran tasawuf didasarkan pada Al-quran dan hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf merupakan sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat dalam pandangan tasawuf adalah inti atau rahasia yang paling dalam dari syari’at dan akhir dari perjalanan yang ditempuh oleh seorang sufi. Oleh karena itu, sufisme sebagai “insan kamil” hanyalah sebagai pola kepribadian, tipologi manusia, bukan tipe manusia yang bertujuan konkrit dalam dunia nyata, namun hanya suatu ide abstrak dalam dunia cita insan kamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan kehidupan sosial kemasyarakatan tetap dapat digeluti secara aktif asal jangan mengurangi perhatian terhadap tujuan akhir dari kehidupan. Manusia harus bersikap hati-hati (wara’) dalam menjalani hidup dan kehidupan duniawi dalam memanfaatkan karunia Allah. Melalui pola hidup serasi-sederhana, menurut aturan ini akan dapat ditemukan kebebasan untuk merealisir tujuan hidup yang hakiki, yakni agar selalu berada bersama dengan Allah dalam segala situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari aspek perkembangan psikologi manusia, maka nafs muthmainnah dapat dikatakan sebagai “klimaks dari kebahagiaan”. Puncak dari kenikmatan hidup manusia di dunia dan merupakan wilayah tertinggi dari perkembangan rohani manusia dan kemanusiaan. Dalam suasana dan kondisi yang demikianlah manusia menemukan rasa kebebasan rohaninya, merdeka dari segal godaan, bahagia sentosa dalam suasana aman dan damai tanpa kekhawatiran dan duka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…barang siapa menyerahkan jiwa raganya kepada Allah seraya ia berbuat kebaikan baginya pahala dari sisi tuhannya. Mereka tidak ada rasa kekhawatiran dan tiada pula duka cita”. (Q.S.2:122).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dalam suasana kejiwaan yang harmonis, berdampak pada kebebasan diri dari ketergantungan struktural dan kultural, yang pada gilirannya akan mampu mengukuhkan otonomi pribadi di tengah kegalauan kehidupan sekitarnya. Oleh karena itu tasawuf sebagai “gerakan revolusi spiritual” mampu membangun pribadi dan masyarakat yang berdaya kritis, kreatif dan bebas dari semangat pragmatisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup bahagia merupakan kehidupan yang cukup dan mensyukuri apa yang diperoleh, bersabar dan senang dengan keadaan hidupnya meski kurang beruntung, optimistis dan mencintai kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sikap hidup itu diajarkan dalam tasawuf. Misalnya merasa cukup disebut qona’ah, mensyukuri nikmat yang diperoleh disebut syukur, bersabar dengan keadaan hidup disebut sabar, senang dengan kondisi dirinya disebut ridho, optimis disebut raja’, dan rasa cinta disebut mahabbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap sufistik itu mutlak diperlukan kalau orang ingin hidup bahagia. Misalnya orang tidak akan bahagia kalau tidak pernah merasa cukup. Walaupun hartanya sudah melimpah kalau tidak merasa cukup, maka dia tidak akan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu diharapkan orang untuk selalu bersikap optimistis dan mencintai kehidupan ini walau bagaimanapun keadaannya, termasuk dalam keadaan susah. Optimisme dan rasa cinta akan menimbulkan bagi yang bersangkutan. Sebaliknya pesimisme dan rasa muak terhadap kehidupan ini akan membuat kehidupan ini terasa hampa dan tidak bermakna, sehingga menghilangkan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu berarti bahwa tasawuf memiliki ajaran untuk hidup bahagia, yaitu sikap-sikap sufistik, seperti qona’ah, syukur, sabar, rhido, raja’, dan mahabbah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; ( Qonaah )&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Berarti merasa cukup, maksudnya rizki yang diperoleh dirasa cukup. Walaupun penghasilannya kecil diterima dengan sabar dan ikhlas, sehingga tidak terdorong mencari tambahan pendapatan dengan cara yang haram, seperti korupsi.&lt;br /&gt;Tujuannya supaya orang tidak berkeluh kesah kalau rizkinya sedikit dan tidak terdorong berbuat tindakan yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; ( Syukur )&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Berarti berterima kasih, maksudnya berterima kasih kepada Allah atas nikmat yang telah dilimpahkan kepada manusia. Syukur dapat dilakukan dengan hati, lisan dan badan.&lt;br /&gt;a) Syukur dengan hati ialah selalu ingat Allah (dzikir).&lt;br /&gt;b) Syukur dengan lisan ialah mengucapkan tahmid (pujian) kepada Allah.&lt;br /&gt;c) Syukur dengan badan ialah mentaati ajaran Allah, yaitu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; ( Sabar )&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Berarti menahan, maksudnya menahan diri dari keluh kesah ketika menjalankan ajaran tuhan dan sewaktu menghadapi musibah. Jadi, sabar meliputi urusan duniawi dan ukhrawi.&lt;br /&gt;Sabar dapat digolongkan kedalam tiga bagian:&lt;br /&gt;a) Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, memeliharanya terus-menerus, menjaganya dengan ikhlas dan memperbaikinya dengan pengetahuan.&lt;br /&gt;b) Sabar untuk menjauhi larangan Allah, seperti berzina, mabuk, berjudi, mencuri dan korupsi.&lt;br /&gt;c) Sabar ketika mengalami musibah, seperti kematian, kecelakaan, usaha bangkrut, dipecat dari pekerjaan, difitnah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; ( Ridho )&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Berarti senang, maksudnya senang menjadikan Allah sebagai tuhan, senang kepada ajaran dan takdirnya. Orang yang ridho kepada Allah maka akan senang dengan segala hal yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; ( Raja )&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Raja berarti harapan atau optomisme, yaitu mengharapkan rahmat Allah. Optimisme ada dua tingkat:&lt;br /&gt;a) harapan para sufi untuk mendekat dan bertemu dengan Allah&lt;br /&gt;b) harapan orang awam yang mengharapkan kesejahteraan di dunia dan keselamatan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; ( Mahabbah )&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Berarti cinta, yaitu mencintai Allah untuk mendekatkan diri kepadanya. Selain itu ada cinta kepada diri sendiri, ada cinta kepada ibu bapak yang di dalamnya orang mengetahui kesadarannya tentang sejauh mana keharusan untuk berbuat baik kepada mereka berdua, sehingga tuhan ridho kepadanya. Semua cinta kepada selain Allah harus ditempatkan di bawah cinta kepada Allah, dan mencintai selain Allah dimaksudkan untuk mewujudkan cinta kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hamka dalam tasawufnya bahwa, “Kebahagiaan sejati menghimpun seluruh aspek kehidupan, harta, fisik, ilmu, syariat, hakikat yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Seluruh aspek mempunyai andil dalam meraih kebahagiaan, yang pada puncaknya kebahagiaan adalah kenal dengan Allah, ma’rifah Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ajaran para ahli tasawuf yang telah dikemukakan diatas bahwa, tasawuf memiliki ajaran tentang hidup bahagia. Dan orang yang mengamalkan tasawuf dengan benar akan hidup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga merupakan sebagai disiplin ilmu dalam perbaikan Akhlak untuk melakukan perbuatan baik yang sifatnya duniawi ataupun ukhrawi yang didasari oleh Al-quran dan Hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajarannya, tasawuf mengajarkan sikap sufistik seperti, qonaah, syukur, sabar, rodho, raja’, dan mahabbah yang pada akhirnya dapat membawa orang dalam kebahagiaan bagi orang yang mampu mengamalkannya dikehidupan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daftar pustaka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tebba, Sudirman, Tasawuf positif, Bogor, 2003.&lt;br /&gt;- Nata, Abuddi, Akhlak tasawuf, Jakarta, 2006.&lt;br /&gt;- Siregar, H.A. Rivay, Tasawuf dari Sufisme Klasik ke Neo Sufisme, Jakarta, 2002.&lt;br /&gt;- Jamil, Cakrawala tasawuf, Jakarta, 2004&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-1591513274444732500?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/l8dCA551Mh8" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/ilmu-tasawuf-dan-ahlak-tasawuf.html</feedburner:origLink></item><item><title>Biorgafi, Karya dan Pemikiran Dr. Hasan Hanafi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/408ch66nt9g/biorgafi-karya-dan-pemikiran-dr-hasan.html</link><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 07:12:27 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-5019735892004231810</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Biorgafi, Karya dan Pemikiran Dr. Hasan Hanafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. BIOGRAFI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lahir pada 13 Februari 1935 di Kairo, di dekat Benteng Salahuddin, daerah perkampungan Al-Azhar. Kota ini merupakan tempat bertemunya para mahasiswa muslim dari seluruh dunia yang ingin belajar, terutama di Universitas Al-Azhar. Meskipun lingkungan sosialnya dapat dikatakan tidak terlalu mendukung, tradisi keilmuan berkembang di sana sejak lama. Secara historis dan kultural, kota Mesir memang telah dipengaruhi peradaban-peradaban besar sejak masa Fir’aun, Romawi, Bizantium, Arab, Mamluk dan Turki, bahkan sampai dengan Eropa moderen.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil Hanafi berhadapan dengan kenyataan-kenyataan hidup di bawah penjajahan dan dominasi pengaruh bangsa asing. Kenyataan itu membangkitkan sikap patriotik dan nasionalismenya, sehingga tidak heran meskipun masih berusia 13 tahun ia telah mendaftarkan diri untuk menjadi sukarelawan perang melawan Israel pada tahun 1948. la ditolak oleh Pemuda Muslimin karena dianggap usianya masih terlalu muda. Di samping itu ia juga dianggap bukan berasal dari kelompok Pemuda Muslimin. Ia kecewa dan segera menyadari bahwa di Mesir saat itu telah terjadi problem persatuan dan perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih duduk di bangku SMA, tepatnya pada tahun 1951, Hanafi menyaksikan sendiri bagaimana tentara Inggris membantai para syuhada di Terusan Suez. Bersama-sama dengan para mahasiswa ia mengabdikan diri untuk membantu gerakan revolusi yang telah dimulai pada akhir tahun 1940-an hingga revolusi itu meletus pada tahun 1952. Atas saran anggota-anggota Pemuda Muslimin, pada tahun ini ini pula ia tertarik untuk memasuki organisasi Ikhwanul MusliminSejak tahun 1952 sampai dengan 1956 Hanafi belajar di Universitas Cairo untuk mendalami bidang filsafat. Di dalam periode ini ia merasakan situasi yang paling buruk di Mesir. Pada tahun 1954 misalnya, terjadi pertentangan keras antara Ikhwan dengan gerakan revolusi. Hanafi berada pada pihak Muhammad Najib yang berhadapan dengan Nasser, karena baginya Najib memiliki komitmen dan visi keislaman yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun berikutnya, Hanafi berkesempatan untuk belajar di Universitas Sorborne; Perancis, pada tahun 1956 sampai 1966. Di Perancis inilah ia dilatih untuk ber¬pikir secara metodologis melalui kuliah-kuliah mau¬pun bacaan-bacaan atau karya-karya orientalis. Ia sempat belajar pada seorang reformis Katolik, Jean Gitton; tentang metodologi berpikir, pembaharuan, dan sejarah filsafat. Ia belajar fenomenologi dari Paul Ricouer, analisis kesadaran dari Husserl, dan bim¬bingan penulisan tentang pembaharuan Ushul Fikih dari Profesor Masnion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu-waktu luangnya, Hanafi mengajar di Universitas Kairo dan beberapa universitas di luar negeri. Ia sempat menjadi profesor tamu di Perancis (1969) dan Belgia (1970). Kemudian antara tahun 1971 sampai 1975 ia mengajar di Universitas Tem¬ple, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Pengalaman dengan para pemikir besar dunia dalam berbagai pertemuan internasiona, baik di kawasan Negara Negara arab, asia, eropa, dan amerika membantunya semakin paham terhadap persolan besar yang sedang dihadapi dunia dan umat islam di berbagai Negara. Hanafi berkali kali mengunjungi Negara Negara asing seperti belanda, swedia, Portugal,spanyol, prancis,jepang India Indonesia, sudan, dan saudi Arabia antara tahun 1980-1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. KARYA KARYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya karya hanafi dapat diklasifikasiakan menjadi tiga priode, yaitu : Priode pertama berlangsung pada tahun 60-an; periode kedua pada tahun 70-an, dan periode ketiga dari tahun 80-an sampai dengan 90-an. Analisis tentang perkembangan pemikiran Hanafi akan di dasarkan perkembangan perpriode dari karya karya tersebut. Masing masing priode terdapat perkembangan pemikiran hanafi dan dinamika politik di Mesir mempunyai pengaruh besar pada pemikirannya.&lt;br /&gt;Pada awal dasawarsa 1960-an pemikiran Hanafi dipengaruhi oleh faham-faham dominan yang ber¬kembang di Mesir, yaitu nasionalistik-sosialistik po¬pulistik yang juga dirumuskan sebagai ideologi Pan Arabisme, dan oleh situasi nasional yang kurang menguntungkan setelah kekalahan Mesir dalam perang melawan Israel pada tahun 1967.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahanya untuk melakukan rekonstruksi pemikiran Islam, ketika ia berada di Perancis ia mengadakan penelitian tentang, metode interpretasi sebagai upaya pembaharuan bidang ushul, dan tentang fenomenologi sebagai metode untuk memahami agama dalam konteks realitas kontempo¬rer. Ketiga, usaha untuk menginterprestasikan realitas umat islam dalam kerangka baru. Penelitian itu sekaligus merupakan upayanya un¬tuk meraih gelar doktor pada Universitas Sorbonne, dan ia berhasil menulis disertasi tentang Metode Penafsiran yang mendapat penghargaan sebagai karya ilmiah terbaik di Mesir pada tahun 1961.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal periode 1970-an, Hanafi juga memberikan perhatian uta¬manya untuk mencari penyebab kekalahan umat Islam dalam perang melawan Israel tahun 1967. Oleh karena itu, tulisan-tulisannya lebih bersifat populis. Di awal peri¬ode 1970-an, ia banyak menulis artikel di berbagai media massa, seperti Al Katib, Al-Adab, Al-Fikr al-Mu’ashir, dan Mimbar Al-Islam. Pada tahun 1976, tulisan-tulisan itu diterbitkan sebagai sebuah buku dengan judul Qadhaya Mu’ashirat fi Fikrina al-Mu’ashir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, pada tahun 1977, kembali ia menerbitkan Qadhaya Mu `ashirat fi al Fikr al-Gharib. Buku kedua ini mendiskusikan pemikiran para sarjana Barat untuk melihat bagaimana mereka memahami persoalan masyarakatnya dan kemudian mengadakan pembaruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Dirasat Islamiyyah, yang ditulis sejak tahun 1978 dan terbit tahun 1981, memuat deskripsi dan analisis pembaruan terhadap ilmu-ilinu keislaman klasik, seperti ushul fikih, ilmu-ilmu ushuluddin, dan filsafat. Dimulai dengan pendekatan historis untuk melihat perkembangannya, Hanafi berbicara tentang upaya rekonstruksi atas ilmu-ilmu tersebut untuk dise¬suaikan dengari realitas kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode selanjutnya, yaitu dasawarsa 1980-an sampai dengan awal 1990-an, dilatarbelakangi oleh kondisi politik yang relatif lebih stabil ketimbang masa-masa sebelumnya. Dalam periode ini, Hanafi mulai menulis Al-Turats wa al-Tajdid yang terbit pertama kali tahun 1980. Buku ini merupakan landasan teoretis yang memuat dasar-dasar ide pembaharuan dan langkah-langkahnya. Kemudian, ia menulis Al- Yasar Al-lslamiy (Kiri Islam), sebuah tulisan yang lebih merupakan sebuah "manifesto politik" yang berbau ideologis, sebagaimana telah saya kemukakan secara singkat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Min Al-Aqidah ila Al-Tsaurah (5 jilid), yang ditulisnya selama hampir sepuluh tahun dan baru terbit pada tahun 1988. Buku ini memuat uraian terperinci tentang pokok-pokok pembaruan yang ia canangkan dan termuat dalam kedua karyanya yang terdahulu. Oleh karena itu, bukan tanpa alasan jika buku ini dikatakan sebagai karya Hanafi yang paling monumental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, pada tahun-tahun 1985-1987, Hanafi menulis banyak artikel yang ia presentasikan dalam berbagai seminar di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Perancis, Belanda, Timor Tengah, Jepang, termasuk Indonesia. Kumpulan tulisan itu kemudian disusun menjadi sebuah.buku yang berjudul Religion, Ideology, and Development yang terbit pada tahun 1993. Beberapa artikel lainnya juga tersusun menjadi buku dan diberi judul Islam in the Modern World (2 jilid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak tiga anak ini menulis sedikitnya 20 buku dan puluhan makalah ilmiah. Karyanya yang populer di Indonesia antara lain Al-Yasar al-Islami (Kiri Islam), Min al-`Aqidah ila al-Thawrah (Dari Teologi ke Revolusi), Turath wa Tajdid (Tradisi dan Pembaharuan), Islam in The Modern World (1995), dan lainnya. Hasan Hanafi bukan sekedar pemikir revolusioner, tapi juga reformis tradisi intelektual Islam klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. PEMIKIRANNYA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;&gt; Logika Pembaharuan Bahasa&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahasa ilahi diawal penyebaran peradaban untuk mengeksprsikan agama baru. Misalnya kata Allah memiliki konstansi kesadaran idealis dalam kesadaran arab lama, tetapi ketika peradaban mulai berkembang maka bahasa ilahi mulai mundur dan digantikan oleh bahasa akliah murni, sebagaimana nampak jelas dalam usuluddin belakangan dan tanpak lebih jelas lagi dalam ilmu ilmu hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa lama adalah bahasa yang di dominasikan oleh kata kata yang menunjuk kepada objek-objek keagamaan murni seperti din, rasul, mujizat dan kenabian.&lt;br /&gt;Kelemahan bahasa lama :&lt;br /&gt;a. Bahasa dalam turas klasik kita adalah bahasa sejarah yang lebih banyak mengeksprsikan fakta fakta histories ketimbnag pemikiran.&lt;br /&gt;b. Bahasa dalam turas kelasik itu bersifat teknis yang mengumpulkan dan meletakan wujud kedalam kerangka-kerangka. Misalnya ada kodifikasi istilah dalam ushul fiqih pembagian pembagian akidah dalam ushuludin dan filsafat. Bahasa dalam turas kelask itu adlah bahasa formal murni. Ada sejumlah wujud menjdi mungkin, wajib, mustahil, jauhar, aurad, dalam ilmu ushuluddin dan hikmah.&lt;br /&gt;c. Bahasa yang ditolak oleh zaman walaupun bahasa lama, tidak mungkin di gunakan kembali.&lt;br /&gt;Bahasa baru berusaha mengkoreksi cacat-cacat bahasa traisional yang menghambat ekspresi dan komunikasi, disamping berusaha mengnati kehususan kehususannya dengan kehususan kehususan yang lain yang mempermudah mengekspreikan isi dan kecermatan makna yang dituntut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehususan kehususannya itu adalah :&lt;br /&gt;a. Bahasa baru harus umum, bahkan yang paling umum sehingga dapat dipakai untuk berberbicara dengan semua tingkatan pikiran.&lt;br /&gt;b. Bahasa baru harus terbuka dapat dirubah dan diganti adakalnya dalam pemahaman pemahaman makna makna bahkan eksistensinya.&lt;br /&gt;c. Bahasa baru harus rasional sehingga dapat digunakan untuk mengkomukasikan makna.&lt;br /&gt;d. Bahasa baru haruslah memiliki kata dalam indra dan empiri, shingga dapat menetukan makna maknanya dan kembali kepada realitas sebagai penentu makna makna dan sebagai refleksi jika makna makna itu kontradiksi.&lt;br /&gt;e. Bahasa baru haruslah bahasa kemanusiaan yang tidak mengeksprsikan kecuali kategori manusiawi seperti analisi, kerja, praduga, kepastian, maksud, aksi, zaman, dan pendorong.&lt;br /&gt;Logika pembaharan bahasa mengorbankan sejumlah kehati-hatian bukan dalam masalah metode tetapi dalam masalah kesimpulan kesimpulannya, karena telah terekspose pada kekuatiran kekuatiran hakiki yang mnybabkannya hanya sebagai omong kosong dan permainan dengan kata kata yang tidak merubah apa apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting dari kehawatiran kehawatiran itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). berlaga tau atau pamer konsep konsep baru tanpa memahami isinya, tanpa meneliti sumber sumbernya dan tanpa mengetahui apa yang akan terjadi jika konsep konsep baru itu di gunakan untuk menganti kata kata tradisional yang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). fanatisme mazhab yang membawa pada semacam kesewenangan wenangan dalam proses proes pemabaharuan bahasa dengan cara memilih satu jenis kata kata yang tertutup untuk mengekspesikan satu makna yang ditunjuk oleh kata tradisional agar memebri cap pemikiran baru dengan cirri mazhab khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Niat buruk, yaitu ekstrim dalam berfanatik mazhab sampai sejauh mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;&gt; Turas Dan Tajdid Dan Penyatuan Ilmu Ilmu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turas adalah segala sesatu yang sampai kepada kita dari masa lalu dalam peradaban yang dominant, sehingga merupakan masalah yang diwarisi sekaligus mesalah penerima yang hadir dalam berbagai tingkatan. Turas merupakan titik awal sebagai tangungjawab kebudayaan dan bangsa. Tajdid adalah penafsiran ulang atas turas sesauai dengan kebutuhan kebutuhan zaman , karena yag lama mendahului yang baru. Turas adalah peranatara sedangkan tajdid adalah tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi turas dan tajdid berusaha menegakan persoalan persoalan perubahan social scara alamiah dan dalam kerangka sejarah, yang dimulai dengan asas dan syarat sebelum yang di bangun dan di syariati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turas dan tajdid mencerminkan proses peradaban yaitu pengungkapan sejarah, sebagai kebutuhan yang sangat mendesak dan tuntunan revolusioner dalam kesadaran kentemporer kita. Turas dan tajdid mengkaji tentang jati diri dengan cara menukik ke dalam masa kinidengan menjawab pertanyaan siapa kita.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walaupun turas telah memberi kita empat ilmu rasional yang luar biasa yaitu kalam, filsafat, tasawauf dan ushul fikih,hanya saja tujuan akhir turas dan tajdid adalah penyatuan ilmu ilmu dalam satu ilmu yang sinonim dengan peradaban itu sendiri. Sebab semua ilmu itu berusaha untuk memahami dan merubah wahyu menjadi teori seperti ada dalam kalam dan filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyatuan ilmu-ilmu merupakan peresolan yang mungkin, karena setiap ilmu menunjuk kepada ilmu-ilmu lain dengan komparasi dan seringkali dengan falsifikasi dan kritik. Dalam ilmu kalam misalnya terdapat kritik aras filsafat, khusunya menganai hal hal yang berkaitan dengan falak-falak, makna makna akal akal. Kadang kadang sebagian kajian fikih dan ushul fiqih tercakup dalam satu poin bersama dalam kajian kajian bahasa, qiasa dan ijtihad.&lt;br /&gt;Penyatuan ilmu-ilmu merupakan suatu yang mungkin dengan cara mengambil semua yang diberikan oleh ilmu ilmu tradisional dan apa yang memnuhi tuntutan tuntutan zaman. Misalnya pengukuhan kebebsana dalam ilmu tauhid akal, amal dan musyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika turas telah memberi kita ilmu ilmu rasional, yang mengeksprsikan puncfak tertinggi pencapainnya yaitu rasionalisasi nash dan analisi wahyu jika tajdidi dengan kemampuannya merubah ilmu ilmu trasisional ini menjadi ilmi ilmu kemanusiaan, maka zaman sekarang ingin mealangkah jauh lebih maju yaitu merubah ilmu ilmu kemanusiaan sebagai warisan ilmu ilmu tradisional menajdi idiologi. Itulah tujuan tertinggi turas dan tajdid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Yasar al-Islami (Kiri Islam) tersebut, Hassan Hanafi mendiskusikan bebarapa isu penting berkaitan dengan kebangkitan Islam. Secara singkat dapat dikatakan, Kiri Islam bertopang pada tiga pilar dalam rangka mewujudkan kebangkitan Islam, revolusi Islam (revolusi Tauhid) dan kesatuan umat. Pilar pertama adalah revitalisasi khazanah Islam klasik. Hassan Hanafi menekankan perlunya rasionalisme untuk merevitalisasi khazanah Islam. Rasionalisme merupakan keniscayaan bagi kemajuan dan kesejahteraan Muslim, disamping untuk memecahkan situasi kekinian di dalam dunia Islam. Pilar kedua adalah perlunya menentang peradaban Barat. Ia memperingatkan pembacanya akan bahaya imperialisme kultural Barat yang cenderung membasmi kebudayaan bangsa-bangsa yang, secara kesejarahan, kaya. Ia mengusulkan "Oksidentlisme" sebagai jawaban "Orientalisme" dalam rangka mengakhiri mitos peradaban Barat. Pilar ketiga adalah analisis atas realitas dunia Islam. Untuk analisis ini, ia mengkritik metode tradisional yang bertumpu pada teks (nash), dan mengusulkan suatu metode tertentu, agar realitas dunia Islam dapat berbicara bagi dirinya sendiri. Menurut Hassan Hanafi, dunia Islam sedang menghadapi tiga ancaman, yaitu imperialisme, zionisme dan kapitalisme (dari luar) serta kemiskinan, ketertindasan dan keterbelakangan (dari dalam). Kiri Islam berfokus pada problem-problem era ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Moh. Nurhakim, Islam, Tradisi dan Reformasi Pragmatisme Agama Dalam Pemikiran Hasan Hanafi, (Jakarta : Bayumedia Publishing, 2003), hal : 8&lt;br /&gt;2. www.fatimah.org/kisah/hasanhanafi.htm+hasan+hanafi&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=3&amp;amp;gl=id&lt;br /&gt;3. Moh. Nurhakim, Islam, Tradisi dan Reformasi… hal : 10&lt;br /&gt;4. Moh. Nurhakim, Islam, Tradisi dan Reformasi… hal : 11&lt;br /&gt;5. Ibid&lt;br /&gt;6. Moh. Nurhakim, Islam, Tradisi dan Reformasi… hal : 12&lt;br /&gt;7. www.fatimah.org/kisah/hasanhanafi.htm+hasan+hanafi&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=3&amp;amp;gl=id&lt;br /&gt;8. Islamlib.com/id/index.php%3Fid%3D310%26page%3Darticle+hasan+hanafi&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id&lt;br /&gt;9. www.geocities.com/HotSprings/6774/j24.html+pemikiran+hasan+hanafi&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct&lt;br /&gt;10. Dr. Hasan Hanafi, Turas Dan Tajdid, (Yogyakarta : Titian Ilahi Press, 2001), Hal : 164&lt;br /&gt;11. Dr. Hasan Hanafi, Turas Dan Tajdid, (Yogyakarta : Titian Ilahi Press, 2001), Hal : 167-170&lt;br /&gt;12. Dr. Hasan Hanafi, Turas Dan Tajdid, … hal : 171-176&lt;br /&gt;13. Dr. Hasan Hanafi, Turas Dan Tajdid, … hal : 185-186&lt;br /&gt;14. Moh. Nurhakim, Islam, Tradisi dan Reformasi … Hal 9&lt;br /&gt;15. Moh. Nurhakim, Islam, Tradisi dan Reformasi… hal : 21&lt;br /&gt;16. Dr. Hasan Hanafi, Turas Dan Tajdid, … hal :254&lt;br /&gt;17. Dr. Hasan Hanafi, Turas Dan Tajdid, … hal :255&lt;br /&gt;18. www.geocities.com/HotSprings/6774/j24.html+pemikiran+hasan+hanafi&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;www.fatimah.org/kisah/hasanhanafi.htm+hasan+hanafi&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=3&amp;amp;gl=id&lt;br /&gt;www.geocities.com/HotSprings/6774/j24.html+pemikiran+hasan+hanafi&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=&lt;br /&gt;Islamlib.com/id/index.php%3Fid%3D310%26page%3Darticle+hasan+hanafi&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id&lt;br /&gt;Dr. Hasan Hanafi, Turas Dan Tajdid, (Yogyakarta : Titian Ilahi Press, 2001)&lt;br /&gt;Moh. Nurhakim, Islam, Tradisi dan Reformasi Pragmatisme Agama Dalam Pemikiran Hasan Hanafi, (Jakarta : Bayumedia Publishing, 2003&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-5019735892004231810?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/408ch66nt9g" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/biorgafi-karya-dan-pemikiran-dr-hasan.html</feedburner:origLink></item><item><title>MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF (PRILAKU ORGANISASI)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/auaM42S6WWo/membangun-komunikasi-yang-efektif.html</link><category>a. Makalah Ilmu Komunikasi</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 07:04:56 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-513904870388538262</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF&lt;br /&gt;(PRILAKU ORGANISASI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB 1&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1. Latar Belakang Masalah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makluk sosial komunikasi merupakan hal yang sangat penting. Komunikasi dapat diartikan sebagai berbagi pikiran, informasi dan intelejen. Komunikasi adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan menyampaikan pesannya pada orang lain. Lalu jika pesan yang dimaksudkan tersebut tidak sesuai dengan penangkapan lawan bicara, maka terjadilah mis-komunikasi. Sebuah komunikasi yang efektif membutuhkan kejernihan pesan, kelengkapan pesan, ekspresi wajah, kontak mata, postur tubuh, dan penampilan fisik secara eksternal. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi komunikasi dewasa ini telah banyak melahirkan berbagai macam teori dan pengertian tentang komunikasi yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Ada banyak teori dan pengertian tentang komunikasi. Salah satunya adalah pengertian komunikasi menurut Bernal Albaig. Dia berpendapat bahwa komunikasi adalah penyampain informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebaginya dengan menggunakan bahasa, gambar, bilangan, grafik, dan lain-lain. Kegiatan atau proses penyamapian pesan itulah yang biasanya dinamakan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh orang (mahluk hidup) untuk mneyatakan suatu gagasan atau ide kepada orang (mahluk hidup) lain dengan menggunakan lambang-lambang berupa bahasa, gambar-gambar atau tanda-tanda yang bermakna serta dapt saling dimengerti. Komunikasi (proses penyampaian pesan/informasi) memang pada prinsipnya hanya berlangsung diantara mahluk-mahluk hidup yaitu manusia dengan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan komunikasi lazimnya dilakukan dengan tiga tujuan, yaitu: a) untuk mengetahui sesuatu , b) untuk memberitahu sesuatu, dan c) untuk mempengaruhi atau mengarahkan orang lain agar berbuat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan atau garis besar, tujuan komunisakasi adalah untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding), pemahaman bersama (common understanding), atau kesepakatan timbal balik (mutual agreement). Dengan demikian tingkat keberhasilan (pencapaian tujuan) komunikasi dapat dilihat atau dinilai dari sampai di mana atau sejauh mana saling pengertian dan kesepakatan dapat tercapai oleh pihak-pihak yang melakukan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ketiga aspek tersebut tidak terpenuhi, maka tidak akan terjadi komunikasi yang efektif dan akhirnya akan menimbulkan mis-komunikasi antara komunikator dan komunikan, sehingga akan berakibat kesalahan pemahaman antara komunikator dan komunikan seperti yang terjadi pada pemerintahan kita saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makalah ini penulis mencoba menganalisis kasus tentang rencana kebijakan pemerintah yang mengeluarkan kebijakan baru seputar konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan berlaku mulai januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.2. Tujuan Pembasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji secara mendalam tentang bagaimana cara membangun komunikasi yang efektif baik dengan individu maupun dengan kelompok. Penulis juga mencoba menganalisis kasus yang saat ini menjadi sebuah tanda tanya dan kontroversi yaitu kebijkan pemerintah Indonesia seputar konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari premium ke pertamax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.3. Kerangka teori&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Komunikasi&lt;br /&gt;Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pikiran dan perasaan melalui bahasa, baik verbal maupun non-verbal, mendengar, berbicara, gerak tubuh, dan ungkapan emosi (Ahmad Susanto,1998:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi adalah proses penyampaian informasi-informasi, pesan-pesan, gagasan-gagasan atau pengerian-pengertian, dengan menggunakan lambang-lambang yang mengandung arti atau makna, baik secara verbal maupun non-verbal dari seseorang atau kelompok orang kepada seseorang atau kelompok lainnya dena tujuan utnuk mencapai saling pengertian dan/atau kesepakatan bersama (Teuku May Rudi,2005:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Stephen Covey (1989), komunikasi merupakan keterampilan yang paling penting dalam kehidupan kita. Ia mengibaratkan komunikasi itu layaknya bernapas yang sudah secara otomatis kita lakukan setiap hari. Akibatnya, kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukan komunikasi itu dangan efektif: bagaimana membaca dan menulis efektif, dan bagaimana mendengar dan berbicara dengan efektif. Kita terkadang lebih banyak berbicara daripada mendengar, padahal mulut kita hanya satu dan telinga kita ada dua yang berarti kita harus lebih banyak mendengar daripada berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu teori komunikasi klasik yang sangat mempengaruhi teori-teori komunikasi selanjutnya adalah teori informasi atau teori matematis. Teori ini merupakan bentuk penjabaran dari karya Claude Shannon dan Warren Weaver (1949).Teori ini melihat komunikasi sebagai fenomena mekanistis, matematis, dan informatif: komunikasi sebagai transmisi pesan dan bagaimana transmitter menggunakan saluran dan media komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik perhatiannya terletak pada akurasi dan efisiensi proses. Proses yang dimaksud adalah komunikasi seorang pribadi yang bagaimana ia mempengaruhi tingkah laku atau state of mind pribadi yang lain. Jika efek yang ditimbulkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, maka keadaan tersebut dapat dikatakan sebagai kegagalan komunikasi. Ia melihat ke tahap-tahap dalam komunikasi tersebut untuk mengetahui di mana letak kegagalannya. Selain itu, teori ini juga cenderung mempergunakan ilmu-ilmu sosial, terutama psikologi dan sosiologi, dan cenderung memusatkan dirinya pada tindakan komunikas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB 11&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Membangun Komunikasi Yang Efektif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal yang mesti diperhatikan dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;a. Kontak Mata&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang dilakukan seorang pembicara yang baik adalah menatap lawan bicara dan mengambil jeda untuk memulai sebuah pembicaraan. Ini merupakan salah satu cara yang membantu untuk menciptakan kesan baik pada lawan bicara. Usahakan mempertahankan kontak mata sepanjang pembicaraan, agar lawan bicara tak merasa diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;b. Ekspresi Wajah&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Wajah merupakan cermin kepribadian individual. Ekspresi wajah mengungkapkan pikiran yang sedang melintas pada diri seseorang. Sebagi contoh: sebuah senyum mengungkap keramah-tamahan dan kasih-sayang, Mengangkat alis mata menunjukan ekpresi heran, Mengernyitkan dahi menyampaikan ketakutan dan kegelisahan. Semua emosi dan berbagai macam tingkah manusia diekspresikan dalam emosi yang berbeda yang tergambar di wajah. Jadi saat melakukan komunikasi tunjukan ekspresi bahwa Anda tertarik dengan bahan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;c. Postur Tubuh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap gerak-gerik tubuh saat berbicara mesti dikoordinasikan dengan kekuatan meyakinkan dari. Mereka bisa jadi semacam tambahan untuk cara efektif yang dapat ditangkap secara visual daripada secara verbal. Sebagai contoh: menundukan kepala menunjukkan penyelesaian pernyataan, mengangkat kepala menunjukkan akhir pertanyaan, Terlalu sering menggerakan bagian tubuh mengungkapkan sedang bergegas atau kebingungan. Untuk itu perhatikan gerak-gerik saat melakukan komunikasi dengan lawan bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;d. Selera Berbusana&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Busana memiliki tugas penting dalam menimbulkan kesan. Orang yang berbusana sesuai dengan struktur tubuh mereka nampak lebih menarik. Penampilan fisik seseorang dan busana yang dikenakan membuat dampak pasti pada proses komunikasi. Hal kecil ini memiliki peran untuk sebuah efektif. Jika kita memperhatikan bagaimana cara berbusana, hal itu akan memperbaiki kemampun komunikasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas Leech dalam bukunya Say it like Shakepeare, mengatakan ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan yaitu: (1) Pengirim pesan (sender), (2) Pesan yang dikirimkan (message), (3) Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media), (4) Penerima pesan (receiver), (5) Umpan balik (feedback). Leech menambahkan, bahwa untuk membangun komunikasi yang efektif, setidaknya kita harus menguasai empat keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu membaca-menulis (bahasa tulisan) dan mendengar-berbicara (bahasa lisan). Begitu pentingmya, banyak orang menghabiskan waktunya untuk melakukan,paling tidak,salah satu keempat keterampilan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan tersebut disampaikan melalui suatu media komunikasi, sehingga dapat diterima dengan baik oleh si penerima, dan menghasilkan umpan balik yang berguna bagi si pengirim pesan. Yang dimaksud media komunikasi di sini bukan hanya berupa percakapan secara langsung dengan menggunakan suatu bahasa yang dapat dimengerti, melainkan segala hal yang dapat membuat individu saling berinteraksi dan saling mengerti mengenai pesan apa yang akan disampaikan, sehingga tidak terjadi salah penafsiran mengenai isi dari pesan tersebut. Media komunikasi tersebut bisa juga berupa isyarat melalui gerakan tubuh, morse, maupun melalui alat bantu seperti surat, gambar, serta alat bantu visual lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita memiliki fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif, maka hal berikut adalah kita perlu memperhatikan 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang dikembangkan dan rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain. 5 hukum komunikasi yang efektif adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; 1). Respect&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang disampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Ketika kita harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa ”Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.” Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang harus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Schwabb, salah satu orang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang mendapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus. Hal ini pula yang menjadi satu dari tiga rahasia manajer satu menit dalam buku Ken Blanchard dan Spencer Johnson, The One Minute Manager.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; 2). Empathy&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand – understand then be understood to build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust). Inilah yang disebutnya dengan komunikasi empatik. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang diperlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior) merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebelum membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; 3). Audible&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; 4). Clarity&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di Sekretariat Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkan korespondensi tingkat tinggi. Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;=&gt; 5). Humble&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Dalam edisi Mandiri 32 Sikap Rendah Hati pernah kita bahas, yang pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect), karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.2. Permasalahan dan Kasus&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam makalah ini, kasus yang penulis angkat adalah tentang kebijakan pemerintah yang berencana mengeluarkan kebijakan baru seputar konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan berlaku mulai januari 2008. Konversi yang dimaksud adalah dengan menarik premium dan menggantinya dengan pertamax (premium dengan oktan 90) secara bertahap di pasaran untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan konversi premium ke pertamax, dikarenakan pemerintah sudah tidak mampu lagi mensubsidi premium yang nilainya terus bertambah bahkan melebihi ambang batas yakni Rp.25 trilyun seiring naiknya harga minyak dunia secara signifikan yang sempat berkisar $ 100 per barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah berdalaih bahwa konversi konsumsi premium ke Pertamax dan premium oktan 90 adalah dalam rangka melakukan penghematan energi dan sebagai upaya mengatasi kenaikan harga minyak dunia yang hampir menembus 100 dolar AS per barel meskipun sekarang telah mengalami penurunan menjadi 60 dolar perbarel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga berdalih bahwa kebijakan tersebut tidak memberatkan masyarkat manengah kebawah justru dengan kebijakan tersebut subsidi yang seharusnya diberikan untuk BBM dapat dialihkan untuk kesejahtraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada kenyataannya kiebijakan tersebut menjadi sebuah kontorversi dan banyak disesalkan oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia berpendapat bahwa kebijakan tersebut hanya akan akan menambah beban bagi masyarakat menengah kebawah. Logikanya adalah kalau harga BBM dinaikkan, dampaknya adalah melonjaknya tingkat inflasi dan menurunnya daya beli masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman tahun 2005 memberi pelajaran pahit bagi kita. Gairah perbaikan ekonomi yang sedang terjadi segera sirna begitu kenaikan harga BBM ditetapkan. Hal yang lebih memukul lagi, perlambatan pertumbuhan ekonomi memperbesar jumlah masyarakat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pemerintah yang akan melakukan konversi premium ke pertamax, menurut Kusmedi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP diperkirakan akan membuat posisi buruh atau pekerja semakin jauh dari sejahtera. Karena konversi tersebut pada hakikatnya sama atau identik dengan menaikkan harga BBM. “Bila tahun depan harga BBM naik, maka bisa dipastikan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2008 yang baru ditetapkan gubernur belum lama ini menjadi tidak berarti (kompas, kamis,2007,hal:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pakar dan pemerintah sama benarnya, mereka sama-sama mencari solusi mengurangi konsumsi BBM yang berimbas pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Tapi yang menjadi persoalan adalah gejolak yang nantinya akan berpengaruh kepada perekonomian secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, satu hal yang menjadi masalah adalah karna kurangnya sosialisasi pemerintah terhadap masyarakat sehingga masyarakat banyak yang tidak mengerti tentang tujuan pemerintah membuat kebijakan tersebut. Sehingga tidak terjadi saling pengertian (mutual understanding), pemahaman bersama (common understanding), atau kesepakatan timbal balik (mutual agreement) yang sebenarnya merupakan tujuan dari komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat hal penting yang menjadi kewajiban bagi komunikator agar terjadinya komunikasi yang efektif, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; a). Jelas dan yakin mengenai tujuan komunikasi:&lt;br /&gt;- Bahwa pesan yang disampaikan atau komunikasi yang dilakukan memang diangap atau dirasakan perlu&lt;br /&gt;- Bahwa ada tujuan yang ingin dicapai dari komunikasi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; b). Menyusun pesan yang akan disampaikan&lt;br /&gt;Bahwa komunikator perlu menyusun pesan yang akan disampaikannya kepada komunikan dengan mempertimbangkan berbagai hal di atas kepada komunikan denan mempertimbangkan berbagai hal seperti gender, usia, profesi, latar belakang dan budaya, dan sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; c). Memilih saluran atau media yang tepat&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan siapa komunikan yang dituju da bagaimana keadaan atau kondisi dari komunikan dalam jangka waktu tertentu, komukator memilih atau menentukan penggunaan media yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; d). Memilih waktu dan suasana yang tepat&lt;br /&gt;Bahwa komunikator sebaiknya memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan pesan (berita atau informasi) dan suasana yang sesuai atau nyaman sehingga bisa diharapkan komunikan mudah menerima pesan yang disampaikan dan terbuka untuk berusaha memahami dan kemudian menyepakatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat hal inilah yang seharusnya dipertahatikan oleh pemerintah. Agar masyarkat sebagai komunikan dapat memahami maksud dan tujuan dari pemerintah menerapkan kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.3. Hambatan dalam komunikasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum hambatan-hambatan yang sering terjadi dalam komunikasi adalah:&lt;br /&gt;=&gt; a). Kurang kecakapan berkomunikasi&lt;br /&gt;Kurang kecakapan berbicara (terutama di depan umum), Kurang cakap membaca dan mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; b). Sikap yang komunikator yang kurang tepat&lt;br /&gt;Sikap yang kurang tepat dapat menghalangi komunikasi, sehigga dalam hal ini diperlukan sikap simpatik, rendah hati, tetapi cukup tegas dan menunjukan kreadibilitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; c). Kurangnya pengetahuan&lt;br /&gt;Hal kurangnya pengetahuan bisa berlaku bagi keua belah pihak. Cara mengatasinya adalah apabila salah satu pihak memiliki pengetahuan lebih tinggi maka ia harus berusaha menyelaraskan cara penyampaian pesan atu sebaliknya menanggapi pesan dengan mempertimbangkan taraf pengetahuan pihak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; d). Kurang memahami sistem sosial&lt;br /&gt;Bila komunikator krang memahasi sistem sosial atau budaya setempat maka arah pembicaraannya kurang tepat dan tidak menarik bagi komunikan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; e). Kesalahan bahasa&lt;br /&gt;Sering terjadi salah pengertian atau kesalahan penafsiran yang disebabkan perbedaan arti dari suatu istilah atau kata-kata. Hal ini sering terjadi dalam menggunakan serta menerjemahkan bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; f). Penyajian yang verbalitas&lt;br /&gt;Komunikasi cenderung menjadi tidak atau kurang lancar jika komunikator terus-menerus hanya membacakan atau berbicara saja tanpa peragaan atau tanpa gerak tubuh yang memperagakan untuk memberikan nuansa kepada pesan yang disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; g). Komunikasi satu arah&lt;br /&gt;Komunikasi satu arah sering kali kurang memberikan hasil yang sesuai dengan harapan, karena komunikan tidak diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau saran-sarannya sehingga pesan atu berita kurang jelas diterima (kurang dimengerti) oelh komunikan, bahkan bisa menimbulkan penafsiran yang salah atau kurang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pikiran dan perasaan melalui bahasa, baik verbal maupun non-verbal, mendengar, berbicara, gerak tubuh, dan ungkapan emosi (Ahmad Susanto,1998:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi adalah proses penyampaian informasi-informasi, pesan-pesan, gagasan-gagasan atau pengerian-pengertian, dengan menggunakan lambang-lambang yang mengandung arti atau makna, baik secara verbal maupun non-verbal dari seseorang atau kelompok orang kepada seseorang atau kelompok lainnya dena tujuan utnuk mencapai saling pengertian dan/atau kesepakatan bersama (Teuku May Rudi,2005:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan komunikasi lazimnya dilakukan dengan tiga tujuan, yaitu: a) untuk mengetahui sesuatu , b) untuk memberitahu sesuatu, dan c) untuk mempengaruhi atau mengarahkan orang lain agar berbuat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan atau garis besar, tujuan komunisakasi adalah untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding), pemahaman bersama (common understanding), atau kesepakatan timbal balik (mutual agreement). Dengan demikian tingkat keberhasilan (pencapaian tujuan) komunikasi dapat dilihat atau dinilai dari sampai di mana atau sejauh mana saling pengertian dan kesepakatan dapat tercapai oleh pihak-pihak yang melakukan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus diperhatikan yaitu: (1) Pengirim pesan (sender), (2) Pesan yang dikirimkan (message), (3) Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media), (4) Penerima pesan (receiver), (5) Umpan balik (feedback). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-513904870388538262?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/auaM42S6WWo" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/membangun-komunikasi-yang-efektif.html</feedburner:origLink></item><item><title>Perencanaan Sumber Daya Manusia (Manajemen Sumber Daya Manusia)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/GG7X3HlS77M/perencanaan-sumber-daya-manusia.html</link><category>a. Makalah Ilmu Psikologi</category><category>a. Makalah Ilmu Manajemen</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 06:59:09 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-4136560411338372220</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Perencanaan Sumber Daya Manusia (Manajemen Sumber Daya Manusia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Arti Penting Sumber Daya Manusia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang memiliki individu. Perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkunganya,sedangkan prestasi kerjanya ditentukan oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.Yung membedakan manusia menjadi dua golongan menurut arah perhatiannya, yaitu :&lt;br /&gt;1). Tipe introversi,jika perhatiannya terutama diarahkan ke dalam dirinya sendiri. Orang-orang ini disebut introvert dengan ciri-ciri egoistis,senang menyendiri, Pendiam,kurang bergaul,dan selalu mengutamakan kepentingan pribadinya diatas kepentingan umum.&lt;br /&gt;2). Tipe extroverse,jika perhatiannya terutama ditunjukan ke sekelilingnya. Orang tipe ini disebut exstrovert yang ciri-cirinya berhati terbuka,gembira, ramah-tamah dalam pergaulan, sosia, dan menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadinya.&lt;br /&gt;3). Tipe ambiverse adalah orang-orang yang berada di antara exstrovert dan intro-vert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr.Toshitaka Noi, mengemukakan bahwa golongan darah mengungkapkan sifat manusia sebagai berikut:&lt;br /&gt;a). Golongan darah A bisa dipercaya.&lt;br /&gt;b). Golongan darah B lebih lembut.&lt;br /&gt;c). Golongan darah AB emosional.&lt;br /&gt;d). Golongan darash O berbakat pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Douglas Mc Gregor membedakan manusia dengan;&lt;br /&gt;a). Teori X&lt;br /&gt;b). teori Y&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Teori kepibadian&lt;br /&gt;a) Teori sifat (Traitest Theory)&lt;br /&gt;b) Teori Psikodinamis (Psyhodynamic Theory) oleh freud.&lt;br /&gt;c) Teori Humanistis (Humanistic Theory) oleh Carl Roger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Pendekatan SDM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki tiap individu. Pendekatanm SDM dibedakan atas pendekatan mikro(Penganalisaan dan pengkajian sumberdaya manusia dari ruang lingkup yang lebuh sempit dalam perusahaan.) dan pendekatan makro(SDM dikaji dan dianalisis secara luas dan menyeluruh, baik secara masional maupun internasional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga kerja adalah orang-orang/SDM yang telah dapat memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang perburuhan dinegarabersangkutan. Tenaga kerja dikelompokkan atas pengusaha, karyawan, dan penganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha adalah orang-orang yang memiliki perusahaan dengan menginvestasikan kekekayaannya, dan pendapatannya berasal dari laba perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan adalah orang-orang penjual jasa dan pendapatannya merupakan kompensasi yang besarnya telah diketahui terlebih dahulu. Karyawan terdiri dari Manajeriak dan operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajerial adalah orang-orang yang mempunyai bawahan sehingga sebagian dari pekerjaan dapat didelegasikan kepada bawahannya untuk dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasional adalah orang –orang yang harus mengerjakan sendiri pekerjaan yang didelegasikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganggur adalah orang-orang yang tidak punya pekerjaan dan penghasilan. Jadi kebutuhaannya menjadi beban orang yang bekerja.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Perencanaan SDM&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan SDM adalah proses mengambil keputusan, yang diartikan sebagai rangkaian kegiatan memilih alternative untuk dilaksanakan dalam rangka mencapai satu atau beberapatujuan. [2] Perencanaan Sumber Daya Manusia atau Human Recources Planning Disingkat PSDM merupakan fungsi pertama dan utama dari manajemen sumber daya manusia. Perencanaan merupakan masalah memilih, yaitu memilih tujuan dan cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut dari beberapa alternatif yang ada, tanpa alternatif yang ada, tanpa alternatif, perencanaan pun tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan Sumber daya manusia adalah merencanakan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta efektif dan efisien dalam membantu terwujudnya tujuan (Drs. Malayu S.P. Hasibuan 1990)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tujuan perencanaan SDM&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1) Untuk menentukan kualitas dan kuantitas karyawan akan mengisi semua jabatan dalam perusahaan&lt;br /&gt;2) Untuk menjamin tersedianya tenaga kerja masa kini maupun masa depan, sehingga setiap pekerjaan ada yang mengerjakannya.&lt;br /&gt;3) Untuk menghindari terjadinya mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.&lt;br /&gt;4) Untuk mempermudah koordinasi, integrasi dan sinkronisasi(KIS) sehingga produktifitas kerja meningkat.&lt;br /&gt;5) Untuk menghindari kekurangan dan atau kelebihan karyawan.&lt;br /&gt;6) Untuk menjadi pedoman dalam menetapkan program penarikan, seleksi. Pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan.&lt;br /&gt;7) Menjadi pedoman dalam melaksanakan mutasi(vertikal atau horizontal) dan pensiunan karyawan.&lt;br /&gt;8) Menjadi dasar dalam melakukan penelitian karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. Metode, Informasi, dan Peramalan PSDM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Metode PSDM&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Metode PSDM, dikenal atas metode nonilmiyah dan metode ilmiyah. Metode nonilmiyah dartikan vahwa perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman, imajinaso, dan perkiraaan-perkiraan dari perencanaannya saja. Rencana SDM semacam ini risikonya cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Akibatnya, timbul mismanajemen dan pemborosan yang merugikan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ilmiyah diartikan bahwa perencanaan SDM dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari data, informasi, dan peramalan-peramalan (forecasting) dari perencanaannya. Rencana SDM semacam ini risikonya relatif lebih kecil karena segala sesuatunya diperhitungkan terlebih dahulu. Pada metode ilmiyah ini, data dan informasinya harus akurat, serta analisis yang benar. Data adalah kejadian-kejadian nyata pada masa lampau, baik data sekunder maupun data primer. Informasi adalah hasil proses data serta memberikan indormatif kepada penerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan SDM baru dapat dilakukan denganbaik dan benar jika Informasi tentang job analysis, organisasi dan situasi persediaan tenaga kerja diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Job analisi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; memberikan informasi tentang aktifitas pekerjanya, standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan personalia, perilaku manusia, dan alat-alat yang dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Job description&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; memberikan informasi tentang tugas-tugas dan tanggung jawab seorang pejabat pada suatu jabatan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Job specification&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; memberikan informasi tentang kualifikasi-kualifikasi SDM yang akan menjabat suatu jabatan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Job evaluation&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; memberikan informasi mengenai berat ringannya pekerjaan, resiko pekerjaan dan gaji jabatan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Job enrichment&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; memberikan informasi untuk memperkaya pekerjaan pada suatu jabatan tertentu yang sifatnya vertical&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Job enlargement&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; memberikan informasi untuk memperkaya jenis pekerjaan yang sifatnya horizontal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Work simplification memberikan informasi untuk spesialisasi pekerjaan karena pekembangan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E. Perencanaan Prosedur dan Rencana SDM&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perencana (Planner) adalah orang, baik individu maupun kelompok, yang memproses perencanaan (Planning) yang hasilnya menjadi rencana (Plan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Syarat-syarat perencanaan SDM&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;1) Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan di rencanakan&lt;br /&gt;2) Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM.&lt;br /&gt;3) Harus mempunyai pengetahuan yang luas tentang&lt;br /&gt;4) Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang&lt;br /&gt;5) Mampu memperkirakan peningkatan SDM&lt;br /&gt;6) Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanan perburuhan pemerintah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;prosedur perencaan SDM&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;1. Menetapkan secara jelas kuantitas SDM yang dibutuhkan .&lt;br /&gt;2. Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM&lt;br /&gt;3. Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya&lt;br /&gt;4. Menetapkan beberapa alternatif&lt;br /&gt;5. Memilih yang terbratan aik dari alternatif yang ada menjadi rencana&lt;br /&gt;6. Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;F. Perencanaan Fungsi-Fungsi MSDM&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Sumber Daya Manusia oleh para penulis dibagi atas beberapa fungsi dengan tujuan sebagai berikut.&lt;br /&gt;a) Analisis pembahasannya lebih sistematis, teratur, dan baik sehingga mudah dipahami.&lt;br /&gt;b) Menjadi pedoman bagi manajer dalam melaksanakan langkah-langkah kepemimpinannya dibidang sumber daya manusia. [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;1. Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya manusia, PT Bumi Aksara, Jakart:2007, Cet. 9, hal. 284&lt;br /&gt;2. H. hadari Nawawi, Perencanaan SDM untuk organisasi profit yang kompetitif,Gadjah Mada University Press, Yogyakarta:2003, hal.184&lt;br /&gt;3. Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya manusia, PT Bumi Aksara, Jakart:2007, Cet. 9, hal. 256. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-4136560411338372220?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/GG7X3HlS77M" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/perencanaan-sumber-daya-manusia.html</feedburner:origLink></item><item><title>Dasar-Dasar Bank Syariah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AkademikCenter/~3/Lfz008FXDlA/dasar-dasar-bank-syariah.html</link><category>a. Makalah Ilmu Perbankan Syariah</category><author>lumbung.makalah@gmail.com (Akademik Center)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 06:53:47 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2453364732120724347.post-7331505657355780172</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Dasar-Dasar Bank Syariah &gt;&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini kemajuan dan perkembangan bank syariah secara kuantitatif sangat menggembirakan. Perkembangan ini tentunya akan semakn bertambah untuk masa-masa yang akan datang. Tentunya, perkembangan yang bersifat kuantitas ini harus diimbangi dengan perkembangan secara kuanlitas kualitas perbankan syariah sangat ditentukan oleh kemampuan bank syariah kinerja dan kelangsungan usahanya, tentunya juga salah satu dari tersebut adalah kebijakan politik bank sentral yang dalam hal ini mewakili yang berwenang dalam mengambil kebijakan harus sesuai dengan kondisi perbankan saat ini. Kinerja dan kelangsungan usaha bank melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah sangat dipengaruhi oleh kualitas dari penanaman dan atau pembiayaan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Subarjo , ada beberapa sebab mengapa jumlah nasabah Bank Syariah di Indonesia masih cukup rendah. Antara lain, karena untuk Negara dengan sistem politik yang sekuler, dimana keseluruhan perangkat sistem politik dan ekonominya adalah perangkat kapitalis, berupaya mengembangkan perbankan Syariah melalui dual banking sistem. Yakni bank-bank Syariah dikembangkan dalam kerangka perangkat sistem ekonomi kapital. Contohnya adalah Malaysia, Indonesia, Mesir dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, bank syariah pertama baru lahir tahun 1991 dan beroperasi secara resmi tahun 1992. Padahal, pemikiran mengenai hal in sudah terjadi sejak dasawarsa 1970-an, Menurut Dawam Rahardjo, penghalangnya adalah Faktor Politik, yaitu bahwa pendirian bank Islam dianggap sebagai bagian dari cita-cita mendirikan Negara Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu perlunya penjelasan secara politik ruang lingkup perbankan syariah secara jelas sehingga bank syariah di Indonesia dapat menjadi salah satu bank unggulan yang diminati seluruh elemen masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bank Syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga/lembaga keuangan/perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist SAW. Bank adalah lembaga perantara keuangan atau biasa disebut financial intermediary. Artinya, lembaga bank adalah lembaga yang dalam aktivitasnya berkaitan dengan masalah uang. Kegiatan dan usaha bank akan selalu terkait dengan komoditas antara lain :&lt;br /&gt;1. memindahkan uang&lt;br /&gt;2. menerima dan membayarkan kembali uang nasabah&lt;br /&gt;3. membeli dan mejual surat-surat berharga dan&lt;br /&gt;4. memberi jaminan bank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank syariah lahir di Indonesia, yang gencarnya pada sekitar tahun 90-an atau tepatnya setelah ada undang-undang No.7 tahun 1992 yang direvisi dengan undang-undang perbankan No. 10 tahun 1998, dalam bentuk sebuah bank yang beroperasional dengan system bagi hasil atau bank syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek-aspek perbankan syariah dapat di uraiakan secara berikut:&lt;br /&gt;a. Menjauhi diri dari unsur riba&lt;br /&gt;b. Menerapkan system bagi hasil dan perdagangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia memiliki tugas sebagai berikut&lt;br /&gt;1. menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter&lt;br /&gt;2. mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran dan&lt;br /&gt;3. mengatur dan mengawas bank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan tugasnya bank Indonesia menetapkan kebijakan politiknya dengan menetapokan ketentuan perbankan berdasarkan prinsip kehati-hatian sesuai standar yang berlaku yang bertujuan memberikan rambu – rambu penyeleggaraan kegiataan usaha perbankan yang pada gilirannya dapat mewujudkan suatu system perbankan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Syariah di tanah air mendapatkan pijakkan yang kokoh setelah adanya deregulasi sector perbankan pada tahun 1983. Hal ini karena sejak saat itu diberikan keleluasaan penentuan tingkta suku bunga, termasuk nol persen (atau peniadaan bunga sekaligus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian posisi perbankan syariah semakin pasti setelah disahkan UU Perbankan No. 7 tahun 1992 di mana bank diberikan kebebasan untuk menentukan jenis imbalan yang akan di ambil dari nasabahnya baik bunga atau pun keuntungan – keuntungan bagi hasil .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbitnya PP No. 72 tahun 1992 tentang bagi hasil yang secara tegas memberikan batasan bahwa “bank bagi hasil tidak boleh melakukan kegiatan usaha yang tidak berdasarkan prinsip bagi hasil (bunga) sebaliknya pula bank yang kegiatan usahanya tidak berdasarkan prinsip bagi hasil tidak diperkenankan melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip bagi hasil”(pasal 6), maka jalan bagi operasional perbankan sayriah makin luas. Kini titik kulminasi telah tercapai dengan disahkanya UU No. 10 tahun 1988 tentang perbankan yang membuka kesempatan bagi siapa saja yang akan mendirikan bank syariah mau pun yang ingin mengkonversi dari system konvensional menjadi system syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tegas pasal 6 UU No. 10/1998 membolehkan bank umum yang melakukan kegiatan secara konvensional dapat juga melakukan kegiatan usaha dengan berdasarkan prinsip syariah.&lt;br /&gt;Sungguh demikian bank syariah yang berada di tanah air tetap harus tunduk kepada peraturan-peraturan dan persyaratan perbankan yang berlaku pada umumnya antara lain:&lt;br /&gt;a. Ketentuan perizinan dalam pengembangan usaha, seperti pembukaan cabang dan kegiatan devisa&lt;br /&gt;b. Kewajiban pelaporan ke Bank Indonesia&lt;br /&gt;c. Pengawasan Intern&lt;br /&gt;d. Pengawasan atas prestasi, permodalan, manajemen, rentabilias dll&lt;br /&gt;e. Pengenaan sanksi atas pelanggaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping ketentuan-ketentuan di atas bank Syariah di Indonesia juga dibatasi oleh pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Pengawas Syariah. Hal yang terakhir ini memberikan implikasi bahwa setiap produk Bank Syariah mendapatkan persetujuan dari Dewan Pengawas&lt;br /&gt;Syariah terlebih dahulu sebelum di perkenankan kepada masyarakat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya tuntutan perkembangan maka Udang-Undang Perbankan Nomor 7 tahun 1992 kemudian direvisi menjadi Undang-Undang Perbankan No. 10 tahun 1998. undang-undang ini melakukan revisi beberapa pasal yang dianggap penting, dan merupakan aturan hukum secara leluasa menggunakan istilah syariah dengan tidak lagi menggunakan istilah bagi hasil. Di antara perubahan yang berkaitan langsung dengan keberadaan Bank Syariah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pasal 1 ayat 12 menyatakan”Pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.&lt;br /&gt;2. Pasal 1 ayat 13 berbunyi”Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan dana dan pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah.&lt;br /&gt;3. Ketentuan Pasal 6 huruf m diubah, sehingga Pasal 6 huruf m menjadi berbunyi sebagai berikut :”menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.”&lt;br /&gt;4. Ketentuan Pasal 13 huruf c di ubah sehingga Pasal 13 huruf c menjadi berbunyi sebagai berikut:menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia”(UU No.8 tahun 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan yang berkaitan dengan Bank Umum berdasarkan prinsip syariah di atur dalam surat keputusan direksi Bank Indonesia No. 32/34/KEP/DIR tggl 12 Mei 1999 yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasal 1 huruf a menyatakan :Bank adalah Bank Umum sebagaimana diamksud dalam pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pasal 1 huruf g menyatakan: “Kegiatan Usaha berdasarkan Prinsip Syariah adalah kegiatan usaha perbankan yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah sebagaimana di maksud dalam pasal 1 angka 13 Undang-Undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan undang – undang No. 10 Tahun 1998,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bab VI kegiatan usaha, pasal 28 menyatakan bahwa”bank wajib menerapkan prinsip syariah dalam melakukan kegiatan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pasal 29 menyatakan:”Selain melakukan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Bank dapat pula:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. melakukan kegiatan dalam valuta asing berdasarkan prinsip sharf&lt;br /&gt;b. melakukan kegiatan penyertaan modal berdasarkan prinsip musyarakah dan mudharabah&lt;br /&gt;c. melakukan kegiatan penyertaan modal sementara berdasarkan prinsip musyarakahdan/atau mudharabah&lt;br /&gt;d. bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun berdasarkan prinsip syariah&lt;br /&gt;e. Bank dapat bertindak sebagai lembaga baitul mal yaitu menerima dana yang berasal dari zakat,infak,shadaqah, waqaf, hibah, atau dana social lainnya dan menyalurkannya kepada yang berhak dalam santunan dan/atau pinjaman kebajikan (qardu hasan) (Undang-Undang No. 8 Tahun 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasional produk bank syariah di Indonesia dijalankan berdasarkan Undang-Undang, Peraturan Bank Indonesia dan surat Keputusan Direksi bank Indonesia sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;1. Undang-undang No. 10 Tahun 1998, tentang perubahan atas undang-undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan berikut penjelasannya.&lt;br /&gt;2. Undang-undang Republik Indonesia No.23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia berikut penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ruang Lingkup Perbankan Syariah Khususnya di Indonesia diatur dalam Undang-Undang, Peraturan Bank Indonesia, dan Surat Keputusan direksi Bank Indonesia&lt;br /&gt;2. Bank Syariah operasionalnya/ ruang lingkup kerjanya hanya berdasarkan prinsip– prinsip syariah&lt;br /&gt;3. Bank Syariah harus patuh terhadap ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemegang kebijakan politik seperti BI, UU,Direksi BI&lt;br /&gt;4. Segala masalah yang terjadi di bank syariah harus di selesaikan melalui Badan Arbitrase nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dr. Subarjo Joyosumarto dari Lembaga Perkembangan Perbankan Indonesia (LPPI)&lt;br /&gt;2. Dikutip dari Direktori Syariah Republika&lt;br /&gt;3. Prof. Dr. H. Veithzal Rivai ,M.B.A , Andria Permata Veithzal.B.Acct,M.B.A dkk,Bank And 4. Financial Institution Management Conventional &amp;amp; Sharia System,(Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada),2007&lt;br /&gt;5. Muhammad, Manajemen Pembiayaan Bank Syariah,(Yogyakarta:UPP AMP YKPN,2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daftar Pustaka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad,Manajemem Pembiayaan Bank Syaria,(Yogyakarta:UPP AMP YKPN),2005&lt;br /&gt;Direktori Syariah Republika,2007&lt;br /&gt;Viethzal Rivai,H. Dr. Prof ,dkk. Bank And Financial Institution Management Conventional &amp;amp; Shar’I Systrem.(Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada),2007&lt;br /&gt;www.icmi.com&lt;br /&gt;www.republika.online.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453364732120724347-7331505657355780172?l=pusat-akademik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AkademikCenter/~4/Lfz008FXDlA" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://pusat-akademik.blogspot.com/2008/10/dasar-dasar-bank-syariah.html</feedburner:origLink></item><copyright>Akademik Center</copyright><media:credit role="author">Akademik Center</media:credit><media:rating>adult</media:rating><media:description type="plain">Akademik Center</media:description></channel></rss>

