<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Akhlaq Seorang Sufi</title><description>akhlak mulia orang-orang sufi sebagai teladan dan pendidikan agama untuk masyarakat umum</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Full Sufi)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 18:56:18 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://tokohsufikita.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>akhlak mulia orang-orang sufi sebagai teladan dan pendidikan agama untuk masyarakat umum</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Parikesit</title><link>http://tokohsufikita.blogspot.com/2011/04/saking-nge-fans-nya-dengan-wayang-maka.html</link><category>kurawa</category><category>parikesit</category><author>noreply@blogger.com (Full Sufi)</author><pubDate>Fri, 22 Apr 2011 01:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5699598678896549005.post-3148362530203013833</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saking nge-fans nya dengan wayang, maka konten ini ku posting sendiri di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber aslinya berada di wayang.wordpress. Saat Maharaja Parikesit masih berada dalam kandungan, ayahnya yang bernama Abimanyu, turut serta bersama Arjuna dalam sebuah pertempuran besar di daratan Kurukshetra. Dalam pertempuran tersebut, Abimanyu gugur dalam serangan musuh yang dilakukan secara curang. Abimanyu meninggalkan ibu Parikesit yang bernama Utara karena gugur dalam perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertempuran di akhir hari kedelapan belas, Aswatama bertarung dengan Arjuna. Aswatama dan Arjuna sama-sama sakti dan sama-sama mengeluarkan senjata Brahmāstra. Karena dicegah oleh Resi Byasa, Aswatama dianjurkan untuk mengarahkan senjata tersebut kepada objek lain. Maka Aswatama memilih agar senjata tersebut diarahkan ke kandungan Utara. Senjata tersebut pun membunuh Parikesit yang maish berada dalam kandungan. Atas pertolongan dari Kresna, Parikesit dihidupkan kembali. Aswatama kemudian dikutuk agar mengembara di dunia selamanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ramalan kehidupan&lt;br /&gt;Raja parikesit mengalungkan bangkai ular di leher Bagawan Samit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resi Dhomya memprediksikan kepada Yudistira setelah Parikesit lahir bahwa ia akan menjadi pemuja setia Dewa Wisnu, dan semenjak ia diselamatkan oleh Bhatara Kresna, ia akan dikenal sebagai Vishnurata (Orang yang selalu dilindungi oleh Sang Dewa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resi Dhomya memprediksikan bahwa Parikesit akan selamanya mencurahkan kebajikan, ajaran agama dan kebenaran, dan akan menjadi pemimpin yang bijaksana, tepatnya seperti Ikswaku dan Rama dari Ayodhya. Ia akan menjadi ksatria panutan seperti Arjuna, yaitu kakeknya sendiri, dan akan membawa kemahsyuran bagi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Hastinapura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dimulainya zaman Kali Yuga, yaitu zaman kegelapan, dan mangkatnya Kresna Awatara dari dunia fana, lima Pandawa bersaudara pensiun dari pemerintahan. Parikesit sudah layak diangkat menjadi raja, dengan Krepa sebagai penasihatnya. Ia menyelenggarakan Aswameddha Yajña tiga kali di bawah bimibingan Krepa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutukan Sang Srenggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Raja Parikesit pergi berburu ke tengah hutan. Ia kepayahan menangkap seekor buruan, lalu berhenti untuk beristirahat. Akhirnya ia sampai di sebuah tempat pertapaan. Di pertapaan tersebut, tinggalah Bagawan Samiti. Ia sedang duduk bertapa dan membisu. Ketika Sang Raja bertanya kemana buruannya pergi, Bagawan Samiti hanya diam membisu karena pantang berkata-kata saat sedang bertapa. Karena pertanyaannya tidak dijawab, Raja Parikesit marah dan mengambil bangkai ular dengan anak panahnya, lalu mengalungkannya ke leher Bagawan Samiti. Kemudian Sang Kresa menceritakan kejadian tersebut kepada putera Bagawan Samiti yang bernama Sang Srenggi yang bersifat mudah marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Sang Srenggi pulang, ia melihat bangkai ular melilit leher ayahnya. Kemudian Sang Srenggi mengucapkan kutukan bahwa Raja Parikesit akan mati digigit ular setelah tujuh hari sejak kutukan tersebut diucapkan. Bagawan Samiti kecewa terhadap perbuatan puteranya tersebut, yang mengutuk raja yang telah memberikan mereka tempat berlindung. Akhirnya Bagawan Samiti berjanji akan mengakhiri kutukan tersebut. ia mengutus muridnya untuk memberitahu Sang Raja, namun Sang Raja merasa malu untuk mengakhiri kutukan tersebut dan memilih untuk berlindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Naga Taksaka pergi ke Hastinapura untuk melaksanakan perintah Sang Srenggi untuk menggigit Sang Raja. Penjagaan di Hastinapura sangat ketat. Sang Raja berada dalam menara tinggi dan dikelilingi oleh prajurit, brahmana, dan ahli bisa. Untuk dapat membunuh Sang Raja, Naga Taksaka menyamar menjadi ulat dalam buah jambu. Kemudian jambu tersebut diduguhkan kepada Sang Raja. Kutukan tersebut menjadi kenyataan. Raja Parikesit wafat setelah digigit Naga Taksaka yang menyamar menjadi ulat dalam buah jambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Raja Parikesit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parikesit menikahi Madrawati, dan memiliki seorang putera bernama Janamejaya. Janamejaya diangkat menjadi raja pada usia yang masih muda. Janamejaya menikahi Wapushtama, dan memiliki dua putera bernama Satanika dan Sankukarna. Satanika diangkat sebagai raja menggantikan ayahnya dan menikahi puteri dari Kerajaan Wideha, kemudian memiliki seorang putra bernama Aswamedhadatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para keturunan Raja Parikesit tersebut merupakan raja legendaris yang memimpin Kerajaan Kuru, namun riwayatnya tidak muncul dalam Mahabharata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parikesit dalam pewayangan Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parikesit adalah putera Abimanyu alias Angkawijaya, kesatria Plangkawati dengan permaisuri Dewi Utari, puteri Prabu Matsyapati dengan Dewi Ni Yustinawati dari Kerajaan Wirata. Ia seorang anak yatim, karena ketika ayahnya gugur di medan perang Bharatayuddha, ia masih dalam kandungan ibunya. Parikesit lahir di istana Hastinapura setelah keluarga Pandawa boyong dari Amarta ke Hastinapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parikesit naik tahta negara Hastinapura menggantikan kakeknya Prabu Karimataya, nama gelar Prabu Yudistira setelah menjadi raja negara Hastinapura. Ia berwatak bijaksana, jujur dan adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putera, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dewi Puyangan, berputera Ramayana dan Pramasata&lt;br /&gt;2. Dewi Gentang, berputera Dewi Tamioyi&lt;br /&gt;3. Dewi Satapi alias Dewi Tapen, berputera Yudayana dan Dewi Pramasti&lt;br /&gt;4. Dewi Impun, berputera Dewi Niyedi&lt;br /&gt;5. Dewi Dangan, berputera Ramaprawa dan Basanta.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Silsilah Keturunan Kurawa</title><link>http://tokohsufikita.blogspot.com/2011/04/silsilah-keturunan-kurawa.html</link><category>kurawa</category><author>noreply@blogger.com (Full Sufi)</author><pubDate>Wed, 20 Apr 2011 19:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5699598678896549005.post-9087295573119216156</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYl5OuqT335rfjLe9BRtzo_XJorglNfV8hy76vlIlhpiVk81oO8oTwcR-AruaqTmnBo_Vq48UA-escrP4V439JIIjIK6Glu82uVlPEvwOhr5jZeCtRJrjcNEu9bdUWE2MnkEKyNvElQV3t/s1600/silsilah-tembahan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 292px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYl5OuqT335rfjLe9BRtzo_XJorglNfV8hy76vlIlhpiVk81oO8oTwcR-AruaqTmnBo_Vq48UA-escrP4V439JIIjIK6Glu82uVlPEvwOhr5jZeCtRJrjcNEu9bdUWE2MnkEKyNvElQV3t/s320/silsilah-tembahan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597644985469418226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Silsilah keturunan kurawa ini sebanyak seratus orang, mereka mempunya karakter yang berbeda beda antara yang satu degnan yang lainnya... ikuti terus kisahnya di sini</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYl5OuqT335rfjLe9BRtzo_XJorglNfV8hy76vlIlhpiVk81oO8oTwcR-AruaqTmnBo_Vq48UA-escrP4V439JIIjIK6Glu82uVlPEvwOhr5jZeCtRJrjcNEu9bdUWE2MnkEKyNvElQV3t/s72-c/silsilah-tembahan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Pandawa dan Mahabrata</title><link>http://tokohsufikita.blogspot.com/2011/04/kisah-pandawa-dan-mahabrata.html</link><category>arjuna</category><category>bima</category><category>nakula</category><category>sadewa</category><category>yudistira</category><author>noreply@blogger.com (Full Sufi)</author><pubDate>Wed, 20 Apr 2011 19:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5699598678896549005.post-3446486171575552494</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pandawa memiliki arti anak Pandu, yaitu salah satu raja di kerajaan Hastinapura. Dalam cerita ini Pandawa adalah tokoh protagonis sedangkan antagonisnya adalah Kurawa, anak dari Dretarastra. Pandu cuma punya 5 anak, sedangkan Dretarastra punya 100 anak, Wow banget gan. Pandawa sama Kurawa dari kecil selalu berantem karena para Kurawa ngerasa Pandawa selalu di agung-agungkan, sampe akhirnya terjadi perang Bharatatuddha.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para Pandawa terdiri dari lima orang pangeran, tiga di antaranya (Yudistira, Bima, dan Arjuna) merupakan putera kandung Kunti, sedangkan yang lainnya (Nakula dan Sadewa) merupakan putera kandung Madri, cuma ayah mereka sama, yaitu Pandu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menurut tradisi Hindu, kelima putra Pandu tersebut merupakan penitisan tidak secara langsung dari masing-masing Dewa. Hal tersebut diterangkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Yudistira penitisan dari Dewa Yamaraja, Dewa keadilan dan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;* Bima penitisan dari Dewa Bayu, penguasa angin........&lt;span&gt;&lt;br /&gt;* Arjuna penitisan dari Dewa Indra, penguasa Surga.&lt;br /&gt;* Nakula dan Sadewa penitisan dari Dewa kembar Aswin, Dewa pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yudistira&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnf9xVHrvzd7EKeEG6IdbgGWp4O3OaizBPnqgTbpVGJy-pDP_P4MBFXyayVOl4JZTdfCJ-c3xfroXXSXhoy_25VT4iMfFWjzpWtFBc9fb-kdjtFUh3KA-WJqSac0AbrXdjlro9K5p3L4-q/s1600/120px-Yudistira-kl.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 120px; height: 215px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnf9xVHrvzd7EKeEG6IdbgGWp4O3OaizBPnqgTbpVGJy-pDP_P4MBFXyayVOl4JZTdfCJ-c3xfroXXSXhoy_25VT4iMfFWjzpWtFBc9fb-kdjtFUh3KA-WJqSac0AbrXdjlro9K5p3L4-q/s320/120px-Yudistira-kl.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Yudistira merupakan saudara para Pandawa yang paling tua. Ia memiliki moral yang sangat tinggi dan suka mema’afkan serta suka mengampuni musuh yang sudah menyerah. Dia Pandawa yang paling bijaksana. Dia memiliki nama lain yaitu Puntadewa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bima&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0UVcRvH_vXBHIOajqn1TE7GkeBRZjQJJy3jc-CSlI2BQaYoE9uox3U7XSHVgWBw23nJkGrGlvEEuBebL4l8lpOlv5kXXN5ThZEMRShYEaaMQg9L0sxRHrvGnL0hStvwgHojONO3ZFckru/s1600/120px-Bima-kl.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 120px; height: 157px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0UVcRvH_vXBHIOajqn1TE7GkeBRZjQJJy3jc-CSlI2BQaYoE9uox3U7XSHVgWBw23nJkGrGlvEEuBebL4l8lpOlv5kXXN5ThZEMRShYEaaMQg9L0sxRHrvGnL0hStvwgHojONO3ZFckru/s320/120px-Bima-kl.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bima merupakan putra kedua dari Pandu dan Kunti. Bima sangat kuat, lengannya panjang, tubuhnya tinggi, dan berwajah paling sangar di antara saudara-saudaranya. Meskipun demikian, ia memiliki hati yang baik. Pandai memainkan senjata gada senjata gadanya bernama Rujapala dan pandai memasak. Bima juga gemar makan sehingga dijuluki Werkodara. Kemahirannya dalam berperang sangat dibutuhkan oleh para Pandawa agar mereka mampu memperoleh kemenangan dalam pertempuran akbar di Kurukshetra. Ia memiliki seorang putera dari ras rakshasa bernama Gatotkaca dan 2 putra lainnya Antasena dan Antareja. Ia memiliki julukan bayusutha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;3. Arjuna&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimbnk6C_M2biE_VG7bSTYhoRpnn24mrttml6BtHwH7gsMDLW2Kckip2-XkKyhjexQ67Ilz34QMWGRW-rSK-WR2FglCKV3GKwfBs-JjBv_8CiSTPyb2kjX2GN53FoYKbh7NsNvhbXcZ6Lia/s1600/120px-Arjuna-kl.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 120px; height: 237px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimbnk6C_M2biE_VG7bSTYhoRpnn24mrttml6BtHwH7gsMDLW2Kckip2-XkKyhjexQ67Ilz34QMWGRW-rSK-WR2FglCKV3GKwfBs-JjBv_8CiSTPyb2kjX2GN53FoYKbh7NsNvhbXcZ6Lia/s320/120px-Arjuna-kl.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Arjuna merupakan putera bungsu Kunti dengan Pandu. Namanya memiliki arti 'yang bersinar', 'yang bercahaya'. Arjuna memiliki kemahiran dalam ilmu memanah dan dianggap sebagai ksatria terbaik oleh Drona. Kemahirannnya dalam ilmu peperangan menjadikannya sebagai tumpuan para Pandawa agar mampu memperoleh kemenangan saat pertempuran akbar di Kurukshetra. Arjuna memiliki banyak nama panggilan, seperti misalnya Dhananjaya (perebut kekayaan – karena ia berhasil mengumpulkan upeti saat upacara Rajasuya yang diselenggarakan Yudistira); Kirti (yang bermahkota indah – karena ia diberi mahkota indah oleh Dewa Indra saat berada di surga); Partha (putera Kunti – karena ia merupakan putera Pritha alias Kunti).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Nakula&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVCHQr1UMxgfsl1fjpsAePMAs9LUu9DQoQlpVf6A7PDYpPi0w42GV-IvpV2bFYKfONjhduID1uZYm7Gy2TXCDY4JRQTJJMoy-HXvHVtE2yE4oTVX8N8TRW40FSCFAXMyRYrry0Q9bQMkh6/s1600/120px-Nakula.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 120px; height: 249px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVCHQr1UMxgfsl1fjpsAePMAs9LUu9DQoQlpVf6A7PDYpPi0w42GV-IvpV2bFYKfONjhduID1uZYm7Gy2TXCDY4JRQTJJMoy-HXvHVtE2yE4oTVX8N8TRW40FSCFAXMyRYrry0Q9bQMkh6/s320/120px-Nakula.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nakula merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Nakula pandai memainkan senjata pedang. Dropadi berkata bahwa Nakula merupakan pria yang paling tampan di dunia dan merupakan seorang ksatria berpedang yang tangguh. Ia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. Dalam masa pengasingan di hutan, Nakula dan tiga Pandawa yang lainnya sempat meninggal karena minum racun, namun ia hidup kembali atas permohonan Yudistira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sadewa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3JWRhKvZPLw3_skAtrXQi7LS6yQT-HSDfNee7Mh3uJ4OVnXkhgtWa7Hp3A0J7XeX0KWjYjDh5strQlkK_8DbWkUgyEQl0GKEaLbXvxIZRlver44QXOQ1acvJ0QJk1o6v0m9G74to3OiPc/s1600/120px-Sadewa.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 120px; height: 243px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3JWRhKvZPLw3_skAtrXQi7LS6yQT-HSDfNee7Mh3uJ4OVnXkhgtWa7Hp3A0J7XeX0KWjYjDh5strQlkK_8DbWkUgyEQl0GKEaLbXvxIZRlver44QXOQ1acvJ0QJk1o6v0m9G74to3OiPc/s320/120px-Sadewa.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sadewa merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Sadewa adalah orang yang sangat rajin dan bijaksana. Sadewa juga merupakan seseorang yang ahli dalam ilmu astronomi. Yudistira pernah berkata bahwa Sadewa merupakan pria yang bijaksana, setara dengan Brihaspati, guru para Dewa. Ia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Masa anak-anak Pandawa sama Kurawa suka tengkar. Awalnya dari Bima yang suka ngejek para Kurawa. Akhirnya Duryodana, anak Dretarastra yang paling tua, sama 99 sodaranya kesel ma Pandawa. Sampe-sampe para Kurawa pengen nyikirin Pandawa ma Kunti, Ibu Pandawa, dari Kerajaan Hastinapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Saking senengnya Dretarastra ma Pandawa, dia sampe pengen ngasih mahkota raja buat Pandawa. Kurawa so pasti kesel dong. Jadi gini Kurawa punya rencana buat ngebunuh Pandawa sama Kunti dengan menyuruh mereka liburan ke tempat yang udah disediain Kurawa, trus Kurawa pengen ngebakar tuh rumah biar pada mati. Eh tapi rencananya ketauan ma pamannya Pandawa dan Yudistira juga udah tau klo dia bakal kena malapetaka. Akhirnya Pandawa kabur ke hutan. Di hutan mereka ketemu Hidimba sama Arimbi adeknya Hidimba. Trus Hidimba dibunuh sama Bima, nah Arimbi nikah ma Bima. Dari situ deh lahir yang namanya Gatotkaca. Abis ntuh Pandawa pergi lagi, sekarang bareng sama Gatotkaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Trus Pandawa nanti dapet istri namanya Drupadi. Cewe ini dibagi rata, maksudnya Drupadi ini punya 5 suami yaitu para Pandawa. Mereka dapet Drupadi dari sayembara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pertarungan Pandawa sama Kurawa masih belum berakhir. Pandawa ketauan masih idup sama Dretarastra. Pandawa pun dikasih kota yang indah sama Dretarastra. Kurawa yang murka kembali ke Hastinapura dan mereka nyewa arsitek suruh bagusin Hastinapura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Akhirnya perang Bharatayuddha dimulai dengan Kurawa sebagai pencetusnya. Pertempuran ini terjadi selama 17 hari. Semua musuh Pandawa habis tak tersisa. Cuma Gatotkaca mati dalam pertempuran ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Setelah bertempur, akhirnya Yudistira dapet mahkota raja. Namun setelah menjadi raja, para Pandawa di beri petunjuk untuk meninggalkan hal duniawi. Mereka pun bertapa ke puncak Gunung Himalaya. Namun di perjalanan, para Pandawa mati satu persatu. Yang tersisa hanya Yudistira. Akhirnya Yudistira ke akhirat dan bertemu sodaranya di Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber asli dari: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://www.bayangan21.co.cc/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnf9xVHrvzd7EKeEG6IdbgGWp4O3OaizBPnqgTbpVGJy-pDP_P4MBFXyayVOl4JZTdfCJ-c3xfroXXSXhoy_25VT4iMfFWjzpWtFBc9fb-kdjtFUh3KA-WJqSac0AbrXdjlro9K5p3L4-q/s72-c/120px-Yudistira-kl.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lakon Pandawa lima</title><link>http://tokohsufikita.blogspot.com/2011/04/lakon-pandawa-lima.html</link><category>pandawa</category><category>Putra Pendawa</category><category>Wayang</category><category>yudistira</category><author>noreply@blogger.com (Full Sufi)</author><pubDate>Mon, 18 Apr 2011 17:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5699598678896549005.post-7987325157822937028</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kalau kita masih ingat dengan putra pandawa, maka posting ini hanya sekedar mengingatkan saja, kalau tidak silahkan baca &lt;a href="http://tokohsufikita.blogspot.com/2011/04/lakon-pandawa-lima.html"&gt;lakon pandawa lima&lt;/a&gt; selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran antara Pandawa Lima dengan Kurawa yang masih mempunyai hubungan saudara, karena Pandawa Lima memperjuangkan hak tahtanya atas Kerajaan Hastinapura yang di kuasai oleh para Kurawa ( Prabu Suyudhana dengan saudara-saudaranya yang berjumlah seratus ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandawa lima adalah sebutan lima bersaudara, putra dari Pandu Dewanata yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudistira dengan nama kecilnya Puntadewa, Bima dengan nama kecilnya Sena, dan Arjuna dengan nama kecilnya Permadi dilahirkan dari ibu Dewi Kunti sedang Nakula dengan nama kecilnya Punten dan Sadewa dengan nama kecilnya Tangsen dilahirkan dari ibu Dewi Madrim.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pandu Dewanata adalah Raja Hastinapura, tetapi mati muda dan anak-anaknya masih kecil-kecil sehingga belum memungkinkan untuk memegang kendali pemerintahan, untuk mengisi ke kosongan pemerintahan Hastinapura, maka diangkatlah Destaratra yang buta, kakak Pandu Dewanata untuk menduduki jabatan sementara tahta Hastina, kelak jika putra-putra Pandu telah dewasa, Hastinapura akan diserahkan pada Pandawa Lima, putra Pandu yang mempunyai hak atas tahta Hastina secara syah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana penyerahan tahta Hastinapura ke para Pandawa Lima Putra Pandu secara damai kelaknya hanya tinggal rencana saja, karena ren-cana tersebut terhalang oleh Dewi Gendari Istri Destarastra yang sangat ambisius, apa lagi ambi si Dewi Gendari didukung oleh adiknya Harya Su man alias Sengkuni, menjadi patih Hastinapura, mempunyai watak iri, dengki dan syirik yang menghalakan segala cara untuk mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Destarastra disamping buta, pendiriannya juga kurang kuat, mudah berubah, mudah diha sut dan mudah dibujuk oleh anak-anaknya yang berjumlah seratus, dikenal dengan Kurawa atau Sata Kurawa yang hampir seluruh anaknya berwatak pendusta, iri, dengki, tamak, syirik dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patih Harya Suman alias Sengkuni sangat besar sekali pengaruhnya pada para Kurawa dalam membentuk anganggapan bahwa Pandawa Lima merupakan musuh dan saingan terberatnya, karena itu harus disingkirkan dengan cara apapun juga, agar Hastinapura tidak jatuh ketangan Pandawa Lima Putra Pandu, sebagai pewaris syah atas tahta Hastinapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Pandawa Lima dan Kurawa berguru pada guru yang sama yakni Resi Durna ( Druna ) dan Resi Krepa, tetapi permusuhan diantara mereka tidak dapat dipadamkan untuk menjadi rukun, bahkan semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandawa Lima selalu lebih unggul dlm ke-trampilan ulah senjata dan ulah krida dari pada para Kurawa. Puntadewa selalu lebih unggul dibi dang sastra dan ketatanegaraan, Bima unggul dibidang memainkan senjata gada, Harjuna unggul dibidang memanah dan ulah pedang sedang kan Nakula dan Sadewa tidak ikut berguru kare-na masih terlalu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima bersosok tubuh besar, konon sangat jahil suka mengganggu Kurawa dengan tiada sebab Kurawa sering ditampar dan ditempeleng oleh Bima terutama Suyudhana/Duryudhana dan Dursasana ( adik Suyudhana ), akhirnya menimbulkan perkelahian tetapi selalu dimenangkan oleh Bima meskipun Bima dikeroyok mereka berdua, karena itu Bima selalu menjadi sasaran pelampiasan dari kekesalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Bima yang sangat rakus, dalam makanannya diberi racun oleh Kurawa, setelah Bima tidak sadarkan diri kemudian dibuang kedalam sumur Jalatunda yang berisi penuh dengan ular beracun ganas. Karena pertolongan Batara Dadungnala, Bima dapat selamat dan sejak itu Bima menjadi kebal terhadap segala macam racun betapapun ganasnya racun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui usahanya menyingkirkan Bima gagal, maka Kurawa berusaha lagi untuk menyingkirkan Pandawa Lima dengan cara membakar bale Sigala-gala tempat menginap para Putra Pandu dan Ibunya Dewi Kunti, tetapi usaha itupun gagal lagi, karena Putra Pandu memperoleh pertolongan dari Batara Naradha, Sang Hyang Antaboga dan Yama Widura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah Pandawa Lima dan para Sata Kurawa agar tidak terjadi sengketa terus menerus, para tetua mereka terutama Resi Bis- ma dan Yama Widura, menganjurkan kepada Destarastra agar Pandawa Lima diberi hutan Kan dawaprastha atau Wanamarta, saran tersebut diikuti oleh Destarastra dan hutan Wanamartalah yang diberikan pada Pandawa Lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu singkat Pandawa Lima yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibantu oleh beberapa Dewa dan sahabat saha-batnya, berhasil merubah hutan belantara menja di sebuah kerajaan yang besar dengan nama Amerta dan Indraprasta sebagai ibu kotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama Amerta menjadi semakin ma ju, kerajaannya menjadi semakin besar dan kuat, banyak kerajaan kecil-kecil, bergabung berkat perjuangan Bima dan Harjuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pernyataan syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa atau Sang Maha Pencipta Ja-gad Raya ini, maka para pembesar Kerajaan A-marta mengadakan syukuran, sesaji kepada Raja Suya dan para Kurawapun diundang untuk meng hadiri upacara sesaji itu dan dalam pelaksanaan upacara sesaji tersebut terdapat keributan antara Prabu Kresna dengan Prabu Si Supala, berakhir dengan meninggalnya Prabu Si Supala, tetapi tidak menggangu kelancaran jalannya upacara sesaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah mempunyai bibit rasa iri dan dengki pada Pandawa Lima, maka Kurawa menilai bahwa upacara tersebut merupakan pameran kekuatan Pandawa Lima, hal demikian dimanfaatkan oleh Patih Sengkuni untuk mempengaruhi para Kurawa agar membuat sengsara pada Pandawa Lima (Putra Pandu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabu Duryudhana atas nama Kurawa, mengundang Pendawa Lima untuk menghadiri pes-ta yang diadakan di kerajaan Hastinapura, atas hal tersebut para tetua Hastinapura seperti Pra bu Destarastra, Resi Bisma dan Yama Widura menilai bahwa antara Pandawa Lima dengan para Sata Kurawa telah berdamai dan bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian tetua Hastinapura ternyata mele-set, karena undangan Kurawa hanya merupakan siasat untuk membuat sengsara Pandawa Lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu Pandawa Lima diajak minum mi-numan yang memabukkan sampai mabuk dan dalam kondisi mabuk itulah Pandawa Lima dia-jak main judi, Pandawa Lima diwakili oleh Yudistira dan Hastinapura diwakili oleh Patih Sengkuni (Harya Suman). Dalam permainan judi tersebut Pandawa Lima di kalahkan, karena di curangi oleh para Kurawa, judi dan mabuk-mabukan sudah merupakan kebiasaan sehari-hari bagi para Kurawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Pendawa Lima sering dimenang-kan, tetapi setelah taruhan diperbesar dan merupakan target Para Kurawa, maka Pendawa Lima dikalahkan, sesudah kerajaan Amarta dipertaruhkan dan dikalahkan, keadaan semakin panas, ke-mudian setelah adik-adiknya dan dirinya yang di jadikan taruhan kalah juga, maka Dewi Drupadi istrinyapun dipertaruhkan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Drupadi waktu itu dikaputren kemudian diseret kebalairung, dipermalukan dan menarik rambutnya sampai terurai. Pada saat itulah Dewi Drupadi mengucapkan sumpahnya, bahwa ia tidak akan menyanggul rambutnya lagi, kecuali setelah keramas dengan darahnya Dursasana adik Prabu Duryudhana ( Suyudhana ), demikian juga Bima bersumpah, bahwa dalam perang Bha ratajuda nanti akan membunuh Prabu Duryudhana (Suyudhana) dan meminum darahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Pandawa Lima dan Dewi Drupadi a-gak tertolong dengan campur tangannya tetua Hastinapura Resi Bisma dan Yama Widura. Dewi Drupadi diminta untuk diserahkan kepada Resi Bisma dan diberikan, untuk ini para Kurawa salah sangka dikiranya Resi Bisma ingin menikmati kemenangannya pada hal Dewi Drupadi akan diserahkan kembali kepada Pandawa Lima oleh Resi Bisma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kekalahan judi para Pandawa Lima, te tua Hastina mengambil kebijaksanaan dan jalan tengah, bahwa Pandawa Lima harus menjalani hukuman pembuangan di hutan selama 12 tahun dan masa penyamaran selama 1 tahun, dalam masa penyamaran apabila salah satu dari Panda wa lima dapat dipergoki, maka mereka semua ha rus menjalani pembuangan ulang lagi selama 12 tahun, dan masa penyamaran 1 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Drupadi-pun mengikuti para Pandawa Lima dalam menjalani hukuman pembuangan, sedangkan Dewi Kunti ibu para Pandawa Lima tetap tinggal Kerajaan Hastinapura. Sebagian Istri dan anak-anaknya Raden Harjuna dititipkan di Kerajaan Cempalaradya, Dewi Wara Subadra dan sebagian lagi istri-istri Raden Harjuna dan anak-anaknya dititipkan di Kerajaan Dwarawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa menjalani hukum pembuang - an, Raden Harjuna dan Bima memanfaatkan wak tunya untuk memperdalam ilmunya dan mencari senjata pusaka. Bima bertemu dengan Anoman saudara tunggal Bayu yang mengajarkan berbagai ilmu kesaktian kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Pandawa Lima menyelesaikan ma-sa pembuangan 12 tahun lamanya, kemudian menjalani masa penyamaran di Kerajaan Wirata. Puntadewa menyamar sebagai ahli sejarah dan tatanegara dengan nama Wijakangka, Bima sebagai Jagal/penyembelih hewan dengan nama Jagal Abilawa, Harjuna sebagai guru tari yang kebanci-bancian dengan nama Kandhi Wrahatmala, Nakula dan Sadewa sebagai pelatih dan pemelihara kuda dengan nama Darmagranti dan Tantripala. Dewi Drupadi menjadi dayang istana dengan nama Sailandri atau Salindri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat hari penyamaran Pandawa Lima ber-akhir terjadilah penyerbuan Hastinapura dengan sekutu-kutunya ke Kerajaan Wirata. Para Pandawa Lima tidak dapat tinggal diam ketika melihat kejadian penyerbuan yang telah mengganggu ketenangan dan ketentraman Kerajaan Wirata tempat mereka menyamar selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ikutnya Pandawa turun kemedan perang, akibatnya para Sata Kurawa mengetahui penyamaran Pandawa Lima. Maka ketika diada kan perundingan untuk memulihkan hak Panda wa Lima atas Kerajaan Amarta dan setengah Kerajaan Hastina, ditolak oleh Kurawa dengan alasan penyamarannya telah dipergoki, karena itu Pandawa harus menjalani ulang kembali masa hukumannya 12 tahun dalam pembuangan dan 1 tahun masa penyamaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan tetua Hastina, Panda wa Lima telah menjalani masa hukuman dengan sempurna, karena itu mereka harus dikembalikan hak-haknya termasuk setengahnya Kerajaan Hastinapura, namun hal demikian ditolak oleh Kurawa. Meskipun Pandawa Lima dalam perundingan diwakili oleh Prabu Kresna sebagai duta Pandawa Lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perundingan damai mengalami ke-gagalan, maka pecahlah pertempuran utk mem-perjuangkan haknya, kemudian dikenal dengan kisah “MAHABHARATA”, masa pertempurannya selama 18 hari, berakhir dengan kemenangan Pandawa Lima, tetapi semua putra Pandawa Lima gugur dimedan perang di Tegal Kurusetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudistira dikenal sebagai sosok suci tanpa dosa, sedangkan Bima dan Raden Harjuna dikenal sebagai sosok yang telah mencapai kesempurnaan diri, mengetahui sejatinya urip/hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima waktu itu diperintah oleh Resi Druna untuk mencari air suci, maksudnya untuk mence lakakan Bima, tetapi sebaliknya Bima bertemu dengan Dewa Ruci yang memberi wejangan tentang ilmu kasampurnan hidup, Raden Harjuna memperoleh wejangan ilmu Hasta Brata dari Panembahan Kesawasidhi di Puncak gunung Suwelagiri Pertapaan Kutharunggu. Hasta Brata merupakan ilmu spiritual setingkat dengan air suci yang diperoleh Bima untuk mencapai kesempurnaan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihari tuanya, Pandawa Lima dengan sadar merupakan hari-hari utk menyongsong saat ke-matian, setelah menobatkan Parikesit cucu Ra-den Harjuna sebagai Raja Hastinapura, beberapa tahun kemudian Pandawa Lima mendaki kepun cak Gunung Himalaya, termasuk Dewi Drupadi untuk menyongsong kematian, diikuti oleh anjing berbulu putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali yang dijemput oleh Batara Ya-madipati (Dewa penjemput nyawa) adalah Dewi Drupadi, dinilai paling banyak dosanya diban -dingkan dengan kelima suaminya yakni Panda wa Lima. Pertama karena dihati kecilnya ia lebih mencintai Raden Harjuna dari pada dengan suami lain-lainnya. Kedua karena Dewi Drupadi bermulut tajam, kata-katanya sering melukai hati orang lain, diantaranya adalah Narpati Basukarna (Adipati Karna), Prabu Duryudhana, Resi Druna/ Drona, Dursasana dan Jayadrata, terluka hatinya karena ucapan-ucapan Dewi Drupadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya giliran Sadewa yang dijemput oleh Batara Yamadipati, karena sering meremehkan atau memandang rendah orang lain termasuk kakak kakaknya meskipun hanya didalam hati saja dan tidak pernah diucapkan. Sadewa mempunyai ilmu / aji Pranawa Jati yang dapat mengetahui kejadian yang akan datang dan mengingat kejadian-kejadian masa lalu yang pernah dialami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Sadewa giliran berikutnya kemudi-an adalah Nakula yang dijemput oleh Batara Ya-madipati, karena meskipun diam sebenarnya di-dalam hatinya Nakula selalu iri dan dengki kepada saudara-saudaranya terutama dengan Sadewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran berikutnya setelah Nakula adalah Raden Harjuna yang dijemput oleh Batara Yama dipati, karena didalam hati kecilnya Raden Har-juna terlalu bangga dengan ketampanan yang dimilikinya dan merasa paling dibutuhkan atau pa-ling penting dibanding dengan saudara-saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima giliran berikutnya dijemput oleh Bata ra Yamadipati, karena dinilai sering tidak dapat menahan nafsu amarahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudistira tidak dijemput oleh Batara Yama-dipati dan tidak menemui ajalnya, ia berjalan sampai didepan pintu Syurga dan dijemput oleh Batara Indra, diajak untuk masuk syurga tetapi anjingnya dilarang masuk. Yudistira menolak masuk syurga jika anjingnya tidak diperbolehkan masuk syurga, karena Yudistira menganggap Dewa tidak menghargai suatu kesetiaan. Maka sebaiknya hamba tidak usah masuk kesyurga jika anjing yang menunjukkan kesetiaannya dilarang masuk syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas ucapan Yudistira yang menghargai ke setiaan, seketika itu juga anjing putih yang selalu menyertai perjalanan Pandawa Lima dengan setianya sejak dari Istana Hastinapura sampai kepintu syurga, berubah wujudnya menjadi Batara Darma, jelmaan ayahnya Yudistira yang sebenarnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah berakhir hidupnya para Putra Pandu, mengandung suatu petunjuk, bahwa Allah Maha Mengetahui segala-galanya, meskipun hanya didalam hati dan tidak pernah dikeluarkan atau dinyatakan kepada orang lain, Allah sudah mengetahui kebaikan atau kebathilan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan hidup dan pegangan hidup para Putra Pandu yang kemudian dikenal dengan Pandawa Lima, tidak dapat dilepaskan dari punakawan Semar dan anak-anaknya yang tidak lain dari jelmaan Dewa Ismaya yang selalu memberi petunjuk dan bimbingan serta nasehat kepada para Putra Pandu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama atau sebutan orang tua laki-laki selalu disertakan dalam memberi nama putra-putranya, seperti Pandawa Lima adalah keturunan Pan yaitu Pandu. Kurawa adalah keturunan Kuru, Drupadi adalah keturunan Drupada, Madrim adalah keturunan Raja Mandra dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudistira dalam pewayangan adalah simbul atau lambang sosok yang suci, tidak mempunyai dosa dan diibaratkan darahnya berwarna putih tanpa noda sediktpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima dalam pewayang adalah simbul kete-gasan dan keadilan serta kejujuran dalam menegakkan hukum, tidak pandang bulu, siapapun yang salah harus dihukum meskipun itu saudara maupun anaknya sendiri. Bima selalu menepati janjinya, bertubuh tinggi besar dan kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raden Harjuna adalah lambang atau sim - bul sosok tampan dan rupawan tetapi donyuan, banyak anak banyak istri tetapi semuanya rukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah pewayangan banyak mengan-dung ajaran-ajaran Falsafah yang bermakna spiri tual tinggi, kata-kata Adiluhung yang memben tuk budi luhur dan pekerti/perbuatan mulia Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia pewayangan mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk watak Budi Luhur dan Hati Mulia Bangsa Indonesia yang dika gumi oleh bangsa lain didunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton pertunjukan wayang yang memakan waktu panjang saja sudah mengandung pendidikan, dimana penonton dididik untuk sabar dalam menghadapi kenyataan hidup, dan tekun menerima/menanti ilmu atau wejangan spiritual yang bermakna tinggi lewat dalangnya.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Patih Sengkuni</title><link>http://tokohsufikita.blogspot.com/2009/10/patih-sengkuni.html</link><category>Patih Sengkuni</category><category>Putra Pendawa</category><author>noreply@blogger.com (Full Sufi)</author><pubDate>Wed, 21 Oct 2009 03:15:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5699598678896549005.post-3653655055584818381</guid><description>Patih Sengkuni adalah gambaran sempurna untuk iblis yang nyata bagi Pendawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sengkuni atau Arya Sengkuni adalah putra kedua Prabu Gandara raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama Dewi Gandari, Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Sengkuni adalah paman Kurawa yang perwatakannya Boreh, Tanggap, Climut, Mlenyak yang menggambarkan sifat-sifat Sengkuni yang tangkas (trengginas), pandai bicara (pinter micara), buruk hati (ala atine), dengki, jahil methakil, dan licik. Ia bukan saja ahli dalam siasat dan tata pemerintahan serta ketatanegaraan, tetapi juga mahir dalam olah keprajuritan. Di dalam pedhalangan sering disebut Sengkuni. Di Purwacarita dikenal dengan sebutan Trigantalpati. Tetapi di Pustakaraja disebut Arya Suman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan penuturan buku Ensiklopedi Wayang Purwa, keluaran Balai Pustaka, suatu hari Arya Sengkuni mendapat berita kalau di negara Mandura/ Matura ada sayembara perang tanding dengan hadiah Dewi Kunti (Dewi Prita) yang sangat cantik dan rupawan.Sengkuni berkeinginan mengikuti sayembara tersebut. Selanjutnya Sengkuni berangkat ke negara Mandura ditemani saudara perempuannya, Dewi Gendari. Tetapi kedatangannya terlambat, sayembara telah dimenangkan oleh Pandhu dan Dewi Kunti telah diboyong menuju Astina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sengkuni lalu menyusul dan berhasil menemui Pandhu dalam perjalanan. Dewi Kunthi lalu diminta Sengkuni, tetapi Pandhu tetap tidak mau menyerahkan Dewi Kunthi. Akhirnya jadi perang tanding antara Pandhu dan Sengkuni. Sengkuni kalah dan menyerahkan saudara perempuannya, Dewi Gendari. Pengharapan Sengkuni, Dewi Gendari jadi istri Pandhu, dan dibelakang hari nanti bisa tinggal di negara Astina. Tetapi, Dewi Gendari jadi istrinya Drestarastra. Sengkuni merasa telah dikecewakan Pandhu. Dan ini merupakan awal bibit kebencian Sengkuni terhadap Pendhawa (anak-anak Pandhu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Pandhu diangkat menjadi raja Astina dan berjuluk Prabu Pandhudewanata. Pemerintahan Pandhu tidak lama, setelah Pandhu surut, oleh Begawan Abiyasa kerajaan Astina dipasrahkan pada Drestarastra. Sengkuni lalu menyediakan segenap jiwa raga untuk menguasai kerajaan Astina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak-anak Drestarasta disebut Sata Kurawa, selanjutnya dinobatkan sebagai para pangeran Astina. Anak sulung Kurawa, Duryudana, dinobatkan menjadi Prabu Anom/ Pangeran Adipati, calon raja Astina. Tetapi para Pandhawa, anak-anak Pandhu berhasil disingkirkan dari Astina, sehingga Prabu Duryudana bisa menguasai pemerintahan Astina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arya Sengkuni menikah dengan Dewi Sukesti putri Prabu Keswara raja negara Plasajenar. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama: Arya Antisura (Arya Surakesti), Arya Surabasa dan Dewi Antiwati yang kemudian diperistri Arya Udawa patih negara Dwarawati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Arya Sengkuni mempunyai pusaka berwujud Cis (Tombak pendek untuk memerintah gajah) yang mempunyai khasiat dapat menimbulkan air bila ditancapkan ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maestro manuver Kurawa atas Pandawa adalah Sengkuni. Permainan dadu atau di dalam pewayangan sering disebut Lakon Pandhawa Dhadhu yang kemudian kelak membawa kedua kelompok sepupu ini kepada sebuah peperangan terbesar di jagad ini, adalah Sengkuni agar semua yang dimiliki Pandawa berpindah tangan. Konon dadu Sengkuni terbuat dari tulang-tulang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perang Baratayuda, Arya Sengkuni diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa setelah gugurnya Prabu Salya raja negara Mandaraka. Ia mati dengan sangat menyedihkan di tangan Bima. Tubuhnya dikuliti dan kulitnya diberikan kepada Dewi Kunti untuk melunasi sumpahnya. Karena ketika prastawa pahargyan Krukmandala, Sengkuni berani melanggar tata susila terhadap Dewi Kunti. kain penutup dada Dewi Kunti terbuka ketika berusaha melepaskan diri dari cengkraman Sengkuni. Dewi Kunti lalu bersumpah tidak akan menutupi dadanya kalau belum disyarati kemben dari kulit badan Sengkuni. Mayat Arya Sengkuni kemudian dihancurkan dengan gada Rujakpala.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://tokohsufikita.blogspot.com/2009/04/selamat-datang-denga-blog-terbaru-kami.html</link><category>Wayang</category><author>noreply@blogger.com (Full Sufi)</author><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 18:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5699598678896549005.post-8949718708831178187</guid><description>Selamat datang denga blog terbaru kami</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>