<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>akhmadGuntar dotcom</title>
	
	<link>http://akhmadguntar.com</link>
	<description>Manajemen Produktivitas &amp; Pengembangan Diri</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Apr 2012 09:57:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/AkhmadguntarDotCom" /><feedburner:info uri="akhmadguntardotcom" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/2.5/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/2.5/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /><feedburner:emailServiceId>AkhmadguntarDotCom</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Ponsel Sudah Jadi Candu?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/20aQF7FBLgU/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/ponsel-sudah-jadi-candu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 09:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>
		<category><![CDATA[candu]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1816</guid>
		<description><![CDATA[Biarpun yang berikut ini datanya dari Amerika, tapi bagaimana dengan kita di Indonesia? Remaja US pada umumnya mengirim dan menerima 3.417 SMS per bulan, dan remaja cewek bisa mencapai 4.000 SMS tiap bulannya. Itu artinya 7 sampai 8 SMS setiap jam terjaga. 8 dari 10 siswa tidak bisa tidur nyenyak, kebanyakan karena ‘harus’ bangun utk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="kecanduan ponsel.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/04/kecanduan-ponsel.jpg" border="0" alt="Kecanduan ponsel" width="550" height="426" /></p>
<p>Biarpun yang berikut ini datanya dari Amerika, tapi bagaimana dengan kita di Indonesia?</p>
<p>Remaja US pada umumnya mengirim dan menerima 3.417 SMS per bulan, dan remaja cewek bisa mencapai 4.000 SMS tiap bulannya. Itu artinya 7 sampai 8 SMS setiap jam terjaga. 8 dari 10 siswa tidak bisa tidur nyenyak, kebanyakan karena ‘harus’ bangun utk membalas SMS/email. Pengennya bisa terus terkoneksi dg teman, tapi jadinya malah mendzolimi diri.</p>
<p>Separuh pasar smartphone Amerika dikuasai Android. Separuh rumah tangga Amerika memiliki produk Apple. Sepertiga pelajar SMA Amerika memiliki iPhone. Di Cina, gara2 merasa tertipu, seseorang sampai tega membunuh penjual iPhone palsu.</p>
<p>Ponsel sudah jadi candu?</p>
<p>Tak bisa tahan diam satu jam tanpa ‘memandangi’ ponsel. Di meja makan saat bersama keluarga, ponsel biasanya nangkring di sebelah piring. Saat bersama keluarga, dg ponsel pada sibuk terkoneksi, tp dg siapapun yg bukan keluarganya sendiri. Sampai2 ada istri/suami yg sibuk curhat ‘via ponsel’ dan tidak ke pasangannya sendiri.</p>
<p>Wis ta la, ponsel jaman sekarang memang keren :-p</p>
<img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1816&type=feed" alt="" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=20aQF7FBLgU:tQw1QlOb2n0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=20aQF7FBLgU:tQw1QlOb2n0:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/ponsel-sudah-jadi-candu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/ponsel-sudah-jadi-candu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Memantau Produktivitas Kerja di Komputer dengan RescueTime</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/cwSpPbdErPw/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/memantau-produktivitas-kerja-di-komputer-dengan-rescuetime/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 05:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1809</guid>
		<description><![CDATA[Kala berada di depan komputer, pernahkah Anda serasa lupa waktu? Sering pastinya. Lantas ke manakah semua waktu Anda pergi? Sadarkah Anda pada aplikasi apa saja yang paling sering Anda gunakan; winamp, media player, firefox, counter strike, zuma, atau yang lain? Apakah Anda sadar berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk menjelajah di situs-situs tertentu. Secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Rescue Time akhmadGuntar dot com.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/04/Rescue-Time-akhmadGuntar-dot-com.jpg" border="0" alt="Rescue Time akhmadGuntar dot com" width="550" height="225" /></p>
<p>Kala berada di depan komputer, pernahkah Anda serasa lupa waktu? Sering pastinya. Lantas ke manakah semua waktu Anda pergi? Sadarkah Anda pada aplikasi apa saja yang paling sering Anda gunakan; winamp, media player, firefox, counter strike, zuma, atau yang lain? Apakah Anda sadar berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk menjelajah di situs-situs tertentu. Secara umum, sadarkah Anda pada waktu produktif dan buang waktu selama bekerja dengan komputer?</p>
<p>Meskipun tahu bahwa melacak aktivitas kita dalam berkomputer itu penting, tapi tidak lantas melakukan pelacakan itu merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Mau lakukan pencatatan manual kan ya malah ribet sendiri. Nah, untuk ini, untungnya ada tool yang bisa sangat membantu dan memudahkan kita dalam melacak produktivitas berkomputer.</p>
<p><a href="http://bit.ly/csF7Cn"><img title="rescuetime.jpg" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/rescuetime.jpg" border="0" alt="rescuetime.jpg" /></a></p>
<p><a href="http://bit.ly/csF7Cn">RescueTime</a> adalah tool berbasis web yang bisa membantu Anda melacak segala yang Anda lakukan dengan komputer. Awalnya Anda cuma perlu mengunduh aplikasi kecil yang nantinya bertengger di task tray. Aplikasi ini akan secara berkala mengirimkan update dari aktivitas Anda ke dashboard pribadi Anda yang tersimpan secara online. Sehingga di sini, Anda tak perlu melakukan input apa pun! Semua tercatat secara otomatis. Anda tinggal menikmati hasil pantauan pada dashboard yang ada. Dan -jika Anda sudah bertanya-tanya- RescueTime menyediakan paket gratis bagi individu untuk Anda manfaatkan.</p>
<p>RescueTime terdiri dari dua elemen: (1) Aplikasi mungil yang ada di komputer Anda, dan (2) Website yang menampilkan dashboard produktivitas Anda.</p>
<p>Ketika sudah terinstal, Anda akan melihat ikon kecil di system tray (atau menu, untuk Mac). Opsi preferensinya amat sederhana, hanya seperti yang berikut ini. Kedua tombol di form ini akan membawa Anda pada browser.</p>
<p><img title="RescueTimeReview-Guntar-09.png" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/RescueTimeReview-Guntar-09.png" border="0" alt="RescueTimeReview-Guntar-09.png" /></p>
<p>Dashboard Anda akan bisa menunjukkan data harian, mingguan, bulanan, atau tahunan. Seluruh penggunaan waktu dibagi menjadi aktivitas, kategori, dan rangking produktivitas.</p>
<p><img title="RescueTimeReview-Guntar-02.png" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/RescueTimeReview-Guntar-02.png" border="0" alt="RescueTimeReview-Guntar-02.png" /></p>
<p>Sebagaimana Anda lihat di capture atas, Anda bisa membandingkan tingkat produktivitas Anda dengan ratusan ribu pengguna lain secara rata-rata.</p>
<p><img title="RescueTimeReview-Guntar-03.png" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/RescueTimeReview-Guntar-03.png" border="0" alt="RescueTimeReview-Guntar-03.png" /></p>
<p>Anda juga bisa melacak tingkat produktivitas harian Anda di sini; apakah waktu Anda cenderung habis untuk aktivitas produktif ataukah yang sangat melenceng dari produktivitas kerja. Lantas bagaimana aplikasi ini bisa tahu mana-mana yang terbilang produktif dan yang bukan? Anda akan mengaturnya di preferensi sebagaimana yang tampak di bawah.</p>
<p><img title="RescueTimeReview-Guntar-01.png" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/RescueTimeReview-Guntar-01.png" border="0" alt="RescueTimeReview-Guntar-01.png" /></p>
<p>Mengatur preferensi sebagaimana di atas memang makan waktu, namun ini hanya perlu dilakukan sekali saja. Yang terpenting adalah Anda bisa bersikap jujur; kala facebook semisal Anda gunakan tanpa ada imbal produktif bagi karir, melainkan sekedar untuk bertamasya dan bercengkrama, Anda harus berani mengakui bahwa itu adalah aktivitas yang distracting. Demikian juga jalan-jalan Anda di detik.com, kaskus, ataupun yang lain. Maka nanti Anda akan bisa melihat overview produktivitas Anda berdasar kategori aplikasi yang Anda gunakan.</p>
<p><img title="RescueTimeReview-Guntar-06.png" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/RescueTimeReview-Guntar-06.png" border="0" alt="RescueTimeReview-Guntar-06.png" /></p>
<p><img title="RescueTimeReview-Guntar-04.png" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/RescueTimeReview-Guntar-04.png" border="0" alt="RescueTimeReview-Guntar-04.png" /></p>
<p>Menariknya, selama menggunakan RescueTime ini, aktivitas yang saya lakukan di beberapa komputer -baik di Windows ataupun Mac- bisa tetap terlacak; asalkan aplikasi pantauannya terpasang. Maka entah kemudian Anda mengakses winamp di satu komputer,  bermain game di komputer yang lain, serta betul-betul bekerja di  komputer lainnya, semua akan tercatat.</p>
<p><img title="RescueTimeReview-Guntar-05.png" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/RescueTimeReview-Guntar-05.png" border="0" alt="RescueTimeReview-Guntar-05.png" /></p>
<p>Chart semacam ini akan sangat berguna bagi Anda untuk bisa mengetahui di mana tepatnya Anda paling banyak menghabiskan waktu. Yang paling minimal, Anda akan mengetahui apakah Anda telah terbilang produktif atau tidak.</p>
<p><img title="RescueTimeReview-Guntar-08.png" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/RescueTimeReview-Guntar-08.png" border="0" alt="RescueTimeReview-Guntar-08.png" /></p>
<p>Jika Anda subscribe untuk versi profesional individu (6-9 dollar per bulan), Anda akan dapatkan fitur tambahan, semisal saja Get Focused. Dengan layanan ini, Anda akan dibantu untuk betul-betul berfokus pada pekerjaan yang Anda hadapi dengan cara memblokir akses terhadap situs-situs tertentu yang masuk dalam kategori <em>distracting</em>.</p>
<p><img title="Screenshot2010-09-23at84722AM.png" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/Screenshot2010-09-23at84722AM.png" border="0" alt="Screenshot2010-09-23at84722AM.png" /></p>
<p>Lantas bagamaimana dengan aktivitas offline?RescueTime memfasilitasi pelacakan aktivitas offline. Semisal Anda tampak menganggur dalam rentang waktu tertentu, lima menit atau lebih, maka Anda akan ditanya, “Anda habis ngapain?” dengan beberapa alternatif jawaban yang bisa kita atur. Contoh tanggapannya semisal “Rapat”, “Terima panggilan telepon”,  “Bukan urusan kerja”, serta ada juga “Bukan urusanmu, jangan catat waktu yang barusan ini&#8221;. Saya pribadi kurang gemar pada fitur yang satu ini, serta lebih suka membiarkan aplikasi pemantau mencatat apa-apa saja tanpa perlu input sama sekali dari saya.</p>
<p><img title="Screenshot2010-09-23at84700AM.png" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/Screenshot2010-09-23at84700AM.png" border="0" alt="Screenshot2010-09-23at84700AM.png" /></p>
<p>Jadi… bila Anda betul-betul serius ingin jadi lebih produktif, mulailah dengan memantau ke manakah perginya waktu-waktu Anda selama bekerja dengan komputer. Biarkan aplikasi ini yang melakukan kerjanya, Anda tinggal memantau bagaimana performa Anda melalui dashboard yang tersedia.</p>
<p><a href="http://bit.ly/csF7Cn">Silahkan mendaftar di sini</a> untuk melakukan trial versi profesional selama 14 hari. Anda bisa bergabung dengan menggunakan akun gmail Anda.</p>
<img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1809&type=feed" alt="" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=cwSpPbdErPw:b8GxmP4GzIA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=cwSpPbdErPw:b8GxmP4GzIA:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/memantau-produktivitas-kerja-di-komputer-dengan-rescuetime/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/memantau-produktivitas-kerja-di-komputer-dengan-rescuetime/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Unduh Wallpaper: Ayo Segera Wisuda, Rampungkan Skripsi/Thesismu!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/lwGqzFgmDS8/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/unduh-wallpaper-ayo-segera-wisuda-rampungkan-skripsithesismu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 02:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1801</guid>
		<description><![CDATA[Mengingat saat ini saya sedang mengerjakan thesis (setelah cuti hampir setahun , maka —khususnya pelanggan via email— harap maklum bila tulisan saya dalam waktu dekat ini akan banyak berada di kisaran pengerjaan tesis. Meskipun secara spesifik saya menggunakan istilah tesis, tapi saya kira konteksnya juga berlaku untuk pengerjaan tugas akhir atau skripsi. Yang berikut ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter  wp-image-1803" title="Ayo-Segera-Wisuda" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/04/Ayo-Segera-Wisuda.jpg" alt="" width="550" height="344" /></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/downloads/Ayo_Lekas_Wisuda" target="_blank"><img title="Download wallpaper Ayo Lekas Wisuda" src="http://akhmadguntar.com/donlod/wallpaper01/donlod.png" alt="Download wallpaper Ayo Lekas Wisuda" /></a></p>
<p>Mengingat saat ini saya sedang mengerjakan thesis (setelah cuti hampir setahun <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> , maka —khususnya pelanggan via email— harap maklum bila tulisan saya dalam waktu dekat ini akan banyak berada di kisaran pengerjaan tesis. Meskipun secara spesifik saya menggunakan istilah tesis, tapi saya kira konteksnya juga berlaku untuk pengerjaan tugas akhir atau skripsi.</p>
<p>Yang berikut ini saya saya ambil langsung dari diary saya tertanggal 18 Maret 2012. Saya gunakan kata ‘kamu’, karena saya sedang ngomong ke diri sendiri.</p>
<p>&#8230;..</p>
<p>Kamu pikir mengerjakan tesis itu tak mudah, memang. Dan memang sebaiknya seperti itu!</p>
<p>Ingat-ingat lagi bahwa tujuan studi S2-mu adalah utk menggembleng diri. Maka ketika gemblengan dalam bentuk masalah itu datang, sambutlah dengan terbuka (terbuka, karena klo bilang cerita dan bahagia, secara riil itu susah ;-D). Sadari bahwa dirimu sekarang ini memang sedang ditempa, dithuthuki, dan apapun perihal tak mengenakkan karena penempaan diri.</p>
<p>Saat rampung mbikin proposal kemarin, meski sudah berusaha maksimal dalam keterbatasan waktu, tapi kemudian buanyak sekali koreksi yang diberikan, ya terima saja. Itu malah bagus buat kamu! Jika sudah berusaha maksimal tapi ternyata itu belum cukup, itu sekedar pertanda bahwa kamu sedang diajak untuk naik ke tingkatan kompetensi lebih tinggi!</p>
<p>Tau tidak, itu artinya kamu sedang dalam jalan yang benar untuk bertumbuh!</p>
<p>Kamu repot, payah dan susah selama ngerjakan tesis? Bagus!</p>
<p>Justru duka semacam ini lah yg nantinya membuat kamu jadi bangga. Kamu perlu punya perasaan “dari tesis ini, aku sudah bertumbuh jadi lebih hebat; dg bantuan اللّهُ aku berhasil melalui masa sulit itu”. Lha coba deh, kamu pikir kamu bakal merasa bangga kalau tantangan tesis ini gak ada apa-apanya?</p>
<p>Perasaan sudah jadi lebih hebat kamu butuhkan untuk hadapi tantangan-tantangan baru di hadapan. Kalau yang terjadi adalah sebaliknya, kalau tesis dan secara umum studi S2-mu gak membuat kamu bertumbuh, lha terus buat apa kuliah. Justru karena itu menantang dan اللّهُ kemudian membantumu lolos darinya, itu lah yang kamu cari.</p>
<p>Ingatan tentang tesis dan studi S2 perlu jadi berkesan, bahwa itu merupakan kawah candradimukamu, bahwa kamu sudah jadi lebih baik karenanya, bahwa kamu sudah mampu lampaui kondisi penuh stres selama pengerjaan. Jika tesis ini berat dan اللّهُ membantumu untuk melaluinya dengan sempurna, maka kamu akan punya perasaan pantas untuk menghadapi tantangan berat yang serupa.</p>
<p>So, Guntar, jangan meminta agar dapet tesis yang gampang, mintalah agar اللّهُ menghebatkan dirimu, sedemikian powerfulnya dirimu sampai-sampai tesismu jadi berasa gampang.</p>
<img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1801&type=feed" alt="" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=lwGqzFgmDS8:z4PFLaTiHyk:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=lwGqzFgmDS8:z4PFLaTiHyk:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/unduh-wallpaper-ayo-segera-wisuda-rampungkan-skripsithesismu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/unduh-wallpaper-ayo-segera-wisuda-rampungkan-skripsithesismu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kemampuan Melupakan untuk Bahagia &amp; Lebih Pintar</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/9LYpKlF9Txg/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kemampuan-melupakan-untuk-bahagia-lebih-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 23:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[melupakan]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1797</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda bawa emosi negatif dalam tidur Anda, maka ingatan Anda atas emosi negatif itu akan jadi lebih kekal. Padahal ternyata kebahagiaan didapat bila kita bisa dengan sengaja melupakan hal-hal yang buruk dalam hidup kita. Kemampuan untuk bisa melupakan itu penting. Kemampuan untuk bisa melupakan adalah salah satu kunci untuk hidup yang lebih bahagia. Mengambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="melupakan adalah kemampuan yg penting.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/melupakan-adalah-kemampuan-yg-penting.jpg" border="0" alt="Melupakan adalah kemampuan yg penting" width="580" height="309" /></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/jangan-tidur-dalam-keadaan-marah/" title="Jangan tidur dalam marah">Jika Anda bawa emosi negatif dalam tidur Anda</a>, maka ingatan Anda atas emosi negatif itu akan jadi lebih kekal. Padahal ternyata kebahagiaan didapat bila kita bisa dengan sengaja melupakan hal-hal yang buruk dalam hidup kita.</p>
<p>Kemampuan untuk bisa melupakan itu penting. <a href="www.scientificamerican.com/article.cfm?id=trying-to-forget">Kemampuan untuk bisa melupakan</a> adalah salah satu kunci untuk hidup yang lebih bahagia. Mengambil contoh yang ekstrim, adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Solomon_Shereshevsky">Solomon Shereshevsky</a>, seorang menmonist, orang yang bisa mengingat beragam fakta dalam rincian yang mencengangkan dan bisa menirukan pidato panjang secara sama persis setelah mendengarnya sekali saja. Terlepas dari kemampuan supernya itu, seluruh ingatan dia begitu memadati pikirannya hingga membuatnya bingung. Dia tidak bisa memahami suatu cerita karena begitu tersibukkan dengan rincian. </p>
<p>Maka bagi mereka yang memiliki masalah kejiwaan dari ingatan yang buruk/traumatis, mulai banyak praktisi yang alih-alih membantu sang korban menghadapi ingatan itu, mereka membantu korban bersangkutan untuk melupakan saja ingatan traumatis itu. Dan untungnya, <a href="http://www.sciencedaily.com/releases/2011/07/110705091115.htm">kita bisa kok melatih kemampuan melupakan</a>.</p>
<p><a href="http://www.sciencedaily.com/releases/2011/10/111018111938.htm">Suatu studi</a> menunjukkan bahwa orang yang pandai dalam melupakan informasi yang tidak mereka butuhkan juga memiliki kemampuan yang bagus dalam problem solving dan mengingat sesuatu manakala mereka terdistraksi oleh beragam informasi lain (yang tidak relevan). Di mana Anda memarkir mobil/motor Anda, tentu itu informasi yang penting. Tapi Anda tidak membutuhkan informasi itu lagi untuk seterusnya.</p>
<p>Hal ini diperkuat dengan <a href="http://www.sciencedaily.com/releases/2007/06/070608143123.htm">studi serupa</a> yang menunjukkan bahwa kemampuan kita melupakan justru membantu kita untuk mengingat. Lebih tepatnya, kemampuan kita untuk dengan sengaja melupakan informasi yang tidak bermanfaat akan membantu sistem neural kita dalam mengingat apa-apa yang memang penting untuk diingat. </p>
<p>Maka, tidak mengapa Anda melupakan artis siapa telah menikah dengan siapa saja, atau boys band tertentu punya anggota siapa saja <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p></p>
<img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1797&type=feed" alt="" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=9LYpKlF9Txg:Ayx9ZRspTWs:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=9LYpKlF9Txg:Ayx9ZRspTWs:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kemampuan-melupakan-untuk-bahagia-lebih-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/kemampuan-melupakan-untuk-bahagia-lebih-pintar/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jangan Tidur dalam Keadaan Marah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/KHaE1m2kZLo/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/jangan-tidur-dalam-keadaan-marah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2012 23:48:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1793</guid>
		<description><![CDATA[Dalam suatu hadits, terdapat pesan bagi sang istri agar tidak membuat suami tidur dalam keadaan marah kepadanya. Bila itu terjadi, maka malaikat akan melaknat wanita tersebut hingga pagi. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) Bagian yang ingin saya ulas adalah terkait “Tidur dalam keadaan marah.” Bukan hanya laki-laki, perempuan pun tidak sebaiknya tidur dalam keadaan marah, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="tidur nyenyak jangan tidur ketika marah.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/tidur-nyenyak-jangan-tidur-ketika-marah.jpg" border="0" alt="Tidur nyenyak jangan tidur ketika marah" width="560" height="347" /></p>
<p>Dalam suatu hadits, terdapat pesan bagi sang istri agar tidak membuat suami tidur dalam keadaan marah kepadanya. Bila itu terjadi, maka malaikat akan melaknat wanita tersebut hingga pagi. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Bagian yang ingin saya ulas adalah terkait “Tidur dalam keadaan marah.” Bukan hanya laki-laki, perempuan pun tidak sebaiknya tidur dalam keadaan marah, dan dalam emosi buruk apapun, sebenarnya.</p>
<p><a href="http://medicalxpress.com/news/2012-01-unpleasant-emotional-memories.html">Suatu studi oleh University of Massachusetts at Amherst</a> menunjukkan bahwa ketika Anda menyimpan emosi negatif—dalam kasus mereka adalah melihat gambar yang membuat rasa tak nyaman atau mengingat-ingat kejadian traumatis—dan segera dibawa tidur, maka emosi negatif itu akan “terjaga” atau tetap tersimpan. Dengan stimulus yang serupa, respon negatif yang muncul akan sama dengan yang dirasakan pertama kali.</p>
<p><a href="http://medicalxpress.com/news/2012-03-rest-info-effective.html">Tidur terbukti</a> menjadi sarana yang ampuh untuk <a href="http://www.sfn.org/index.aspx?pagename=brainbriefings_sleepandlearning">mengekalkan pembelajaran</a> yang dilakukan sebelum tidur. Itulah mengapa tidur segera setelah mempelajari sesuatu itu bagus. Tidur dengan membawa permasalahan thesis/skripsi itu bagus, karena otak kita tidak berhenti mereview dan memproses informasi meskipun kita tidur. Tapi tidur sambil membawa emosi negatif adalah ide yang buruk.</p>
<p>Maka jika pasangan Anda tidur tepat ketika dalam keadaan marah, maka dia akan mendapati perasaan yang serupa ketika bangun. Jangan biarkan! Pun ketika Anda sedang merasakan sedih yang luar biasa dan perasaan negatif apapun, jangan langsung dibawa tidur, melainkan atasi atau setidaknya redakan dulu perasaan itu.</p>
<img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1793&type=feed" alt="" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=KHaE1m2kZLo:qgjUlDJ1KCE:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=KHaE1m2kZLo:qgjUlDJ1KCE:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/jangan-tidur-dalam-keadaan-marah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/jangan-tidur-dalam-keadaan-marah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>7 Kiat yang DIJAMIN AMPUH untuk Diet</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/BIiW2f5G4-M/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/7-kiat-yang-dijamin-ampuh-untuk-diet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 05:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1786</guid>
		<description><![CDATA[Ingin tau cara ilmiah untuk mengurangi porsi makan tidak dengan cara yang menyiksa dan memaksa? Dalam bukunya yang berjudul, Mindless Eating: Why We Eat More Than We Think, Brian Wansink memberikan kiat menarik untuk mengurangi porsi makan. Semua ini adalah hasil riset. Bagi saya manjur; silahkan Anda coba sendiri semuanya. 1. Gunakan piring berukuran kecil. Ini akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Cara diet ampuh - Mindless Eating.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/Cara-diet-ampuh-Mindless-Eating.jpg" border="0" alt="Cara diet ampuh  Mindless Eating" width="400" height="523" /></p>
<p>Ingin tau cara ilmiah untuk mengurangi porsi makan tidak dengan cara yang menyiksa dan memaksa? Dalam bukunya yang berjudul, <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0553804340/gizmodo20/?tag=gmgamzn-20">Mindless Eating: Why We Eat More Than We Think</a>, Brian Wansink memberikan kiat menarik untuk mengurangi porsi makan. Semua ini adalah hasil riset. Bagi saya manjur; silahkan Anda coba sendiri semuanya.</p>
<p><strong>1. Gunakan piring berukuran kecil. <br /></strong>Ini akan membuat porsi makan Anda terasa lebih banyak, karena piring Anda akan terlihat penuh.</p>
<p><strong>2. Letakkan makanan sajian di dapur</strong><br />Jangan letakkan di meja yang sama tempat Anda makan, karena itu akan memudahkan Anda bila ingin nambah (<em>tandhuk</em>, bahasa jawanya). Meletakkan makanan sajian di tempat yang jauh membuat Anda lebih enggan untuk nambah.</p>
<p><strong>3. Letakkan tulang dan sisa makan di piring Anda<br /></strong>Ini akan membuat Anda tetap ingat dan sadar tentang betapa banyak makanan yang sudah Anda santap</p>
<p><strong>4. Bagi kudapan ke plastik atau wadah yang lebih kecil</strong><br />Ini akan menghalangi Anda dari menghabiskan seluruh kudapan itu dalam satu kali jalan.</p>
<p><strong>5. Ganti gelas Anda dengan gelas yang ramping dan tinggi</strong><br />Ini akan membuat isi minum Anda terasa lebih banyak dari yang sebenarnya. Penanda visual lebih berpengaruh daripada perasaan kenyang. Itulah kenapa Anda akan merasa lebih susah untuk kenyang manakala minum dari gelas yang lebar dan gendut, daripada bila minum dari gelas yang tinggi. Otak kita mengevaluasi banyaknya isi dari gelas, bukannya mengevaluasi perasaan kenyang di perut.</p>
<p><strong>6. Gunakan sendok dan garpu berukuran besar</strong><br />Ini akan membuat Anda serasa makan banyak. Ingat, piringnya kecil, tapi sendok garpunya besar.</p>
<p><strong>7. Makanlah lebih pelan</strong><br />Ini akan memberi Anda waktu* untuk merasa kenyang**.<br />* = agar hormon leptin Anda bisa punya cukup waktu untuk berinteraksi dengan neurotransmitter dopamine di otak untuk memproduksi perasaan puas setelah makan.<br />** = meskipun bagi orang yang sudah obesitas, efek ini kurang begitu terasa.</p>
<p> </p>
<img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1786&type=feed" alt="" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=BIiW2f5G4-M:3tz6Jx6wkPc:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=BIiW2f5G4-M:3tz6Jx6wkPc:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/7-kiat-yang-dijamin-ampuh-untuk-diet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/7-kiat-yang-dijamin-ampuh-untuk-diet/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Download GRATIS 500 Foto Arsitektur Islam</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/y8JAElmZOUs/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/arsitektur-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 00:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[wallpaper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1778</guid>
		<description><![CDATA[Arsitektur islam meliputi beragam bentuk bergaya religi maupun sekuler. Bentuk yang paling umum terdiri dari empat tipe dasar: masjid, makam, istana dan benteng. Pada tautan di bawah Anda bisa unduh sekitar 500-an foto arsitektur islam mulai dari yang bergaya ‘kuno’ sampai yang modern. Tidak semuanya mentereng megah, ada yang betul-betul sederhana dan usang. Silahkan Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Arsitektur islam meliputi beragam bentuk bergaya religi maupun sekuler. Bentuk yang paling umum terdiri dari empat tipe dasar: masjid, makam, istana dan benteng. Pada tautan di bawah Anda bisa unduh sekitar 500-an foto arsitektur islam mulai dari yang bergaya ‘kuno’ sampai yang modern. Tidak semuanya mentereng megah, ada yang betul-betul sederhana dan usang. Silahkan Anda menikmati sendiri <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Ali Pasha Mosque in Sarajevo - Bosnia and Hercegowina.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/Ali-Pasha-Mosque-in-Sarajevo-Bosnia-and-Hercegowina.jpg" border="0" alt="Ali Pasha Mosque in Sarajevo  Bosnia and Hercegowina" width="560" height="420" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar masjid Ali Pasha di Sarajevo &#8211; Bosnia Hercegowina</p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Blue Mosque in Herat -  Afghanistan.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/Blue-Mosque-in-Herat-Afghanistan.jpg" border="0" alt="Blue Mosque in Herat  Afghanistan" width="560" height="420" /></p>
<p style="text-align: center;">Masjid Biru di Herat &#8211;  Afghanistan</p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Cyristal Mosque in Kuala Terengganu - Malaysia (night).jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/Cyristal-Mosque-in-Kuala-Terengganu-Malaysia-night.jpg" border="0" alt="Cyristal Mosque in Kuala Terengganu  Malaysia  night" width="560" height="372" /></p>
<p style="text-align: center;">Masjid Kristal di Kuala Terengganu &#8211; Malaysia (tampak malam, ada lagi yg tampak siang)</p>
<p> </p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Faisal Mosque in Lahore - Pakistan (night).jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/Faisal-Mosque-in-Lahore-Pakistan-night.jpg" border="0" alt="Faisal Mosque in Lahore  Pakistan  night" width="560" height="420" /></p>
<p style="text-align: center;">Masjid Faisal Mosque di Lahore &#8211; Pakistan (tampak malam)</p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Mosque in Chiunda - Malawi.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/Mosque-in-Chiunda-Malawi.jpg" border="0" alt="Mosque in Chiunda  Malawi" width="560" height="315" /></p>
<p style="text-align: center;">Suatu masjid di Chiunda &#8211; Malawi</p>
<p>Unduh Arsitektur Islam</p>
<blockquote>
<p>Unduh <a href="http://www.mediafire.com/download.php?y5hdnu680wqyutp">Arsitektur Islam Bagian 1</a> (119,98 Mb)</p>
<p>Unduh <a href="http://www.mediafire.com/download.php?z3gwlzji1m5659k">Arsitektur Islam Bagian 2</a> (126,38 Mb)</p>
</blockquote>
<p> </p>
<p> </p>
<img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1778&type=feed" alt="" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=y8JAElmZOUs:pcU39U1lcdY:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=y8JAElmZOUs:pcU39U1lcdY:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/arsitektur-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/arsitektur-islam/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jangan Bicara Gaji di Acara Reuni!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/1w2CJtoF7JE/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/jangan-bicara-gaji-di-acara-reuni/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 00:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1759</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan kemarin tentang betapa gaji yang terpublikasikan membawa pada ketidakpuasan mengarahkan kita pada implikasi lebih luas: ini bukan hanya terkait berapa besar income kita relatif dibanding teman sepekerjaan atau di kantor, namun pada siapapun yang kita kenal baik dalam keseharian. Apa maksudnya? H. L. Mencken, seorang pemikir, kritikus sosial, dan jurnalis mengatakan seperti ini:“Kepuasan seseorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="mama-minta-gajian-ke-papa.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/mama-minta-gajian-ke-papa.jpg" border="0" alt="Mama minta gajian ke papa" width="600" height="398" /></p>
<p>Tulisan kemarin tentang betapa <a href="http://akhmadguntar.com/membandingkan-gaji-adalah-itu-sebab-kesengsaraan/">gaji yang terpublikasikan membawa pada ketidakpuasan</a> mengarahkan kita pada implikasi lebih luas: ini bukan hanya terkait berapa besar income kita relatif dibanding teman sepekerjaan atau di kantor, namun pada siapapun yang kita kenal baik dalam keseharian. Apa maksudnya?</p>
<p>H. L. Mencken, seorang pemikir, kritikus sosial, dan jurnalis mengatakan seperti ini:“Kepuasan seseorang (a man) terhadap gajinya bergantung pada (are you ready for this?) apakah dia bisa bergaji lebih tinggi daripada suaminya saudara perempuan sang istri.”</p>
<p>Mengapa kok suaminya saudara perempuan sang istri? Entah, mungkin karena istrinya si Mencken selalu mendapatkan update informasi tentang berapa gaji suami saudara perempuannya <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> . Namun intinya adalah: dari manapun Anda dapatkan informasi yang dengannya gaji Anda bisa diperbandingkan, maka mau tak mau, Anda seolah terpaksa membandingkan diri Anda dengannya. Dan itu juga lah yang lantas menentukan tingkat kebahagiaan diri Anda.</p>
<p>Nah sekarang berita baiknya adalah kita sebetulnya bisa mengendalikan “lingkaran” di sekitar kita. Anda mustinya sudah kenal dengan perkataan “Untuk urusan dunia, lihatlah ke bawah. Untuk urusan akhirat, lihatlah ke atas.” Nah, sekarang kita akan lebih serius dengan sampaian itu, terkhusus untuk yang urusan dunia.</p>
<p>Untuk urusan dunia, tidak cukup sekedar melihat ke bawah; Anda juga harus punya lingkar pertemanan, relasi, dan pergaulan dari kalangan orang-orang di bawah Anda. Itu akan membuat Anda jadi lebih mudah mensyukuri apa-apa yang sudah Anda punya (belum lagi Anda jadi punya orang-orang yang jadi ladang Anda berkebaikan).</p>
<p>Dan yang penting: jangan jadi orang brengsek yang membangga-banggakan gaji (atau kepemilikan mahal) ketika berkumpul dengan orang-orang di bawah Anda. Bahwa Anda kemudian merasa lebih jago dan superior ketimbang mereka, simpan saja perasaan itu untuk Anda sendiri.</p>
<p>Termasuk juga ketika ada acara reunian; entah reuni SMA, kuliahan atau yang lain. Saran saya: jangan pernah bicarakan nominal gaji dan listing kepemilikan. Bicara bisnis tak mengapa (dan malah ketika -terutama- cowok berkumpul tanpa bicara bisnis, jadinya akan hambar), hanya saja tak perlu kita berkoar, “Alhamdulillah, kemarin habis deal proyek ama pemda kaltim; langsung deh beli rumah lagi.” atau malah “Eh, kalian sudah pada tau belum aku sudah punya iPhone 4S yang keren abis itu”. Dan itu adalah cara manjur untuk membuat teman-teman Anda memaki dalam hatinya, “Go to hell, jerkface!” Dan jika Anda di kerumunan komunitas yang orang-orangnya mulai memamerkan gaji besar dan kepemilikannya? Menjauh saja dari sana sebelum itu merusak kesenangan Anda <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Fenomena yg penting kita cermati adalah bahwa apa yang penting di sini bukan hanya ketika Anda merasa gaji teman/orang lain lebih tinggi, melainkan ketika orang-orang lain turut mengetahui tentang hal itu. Artinya, mungkin agak menjadi masalah ketika Anda mengetahui bahwa gaji Anda kalah jauh dibanding teman satu kost, satu jurusan, satu angkatan, dst, yang mana Anda mungkin merasa lebih pintar/jagoan/berpengalaman ketimbang dia. Tapi jauh menjadi masalah ketika khalayak ramai (silahkan artikan sendiri) juga turut mengetahui itu. Lebih terasa ketika ada yang menyeletuk, “Lho, ta’kirain kamu lebih pinter daripada dia. Lha kok gajimu kalah jauh gitu.” Alamat sakit hati rawan menyerang <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perhatian buat istri dan suami&#8230;</p>
<p>Pengetahuan tentang betapa otomatisnya sikap membanding-bandingkan ini juga bisa kita gunakan dalam menyikapi kondisi di mana istri miliki pendapatan lebih tinggi daripada suami. Ketika motif istri bekerja sudah tidak (lagi) karena untuk cukupi kebutuhan finansial dasar (melainkan kejar karir, misal), ada (banyak) kasus di mana suami merasa terancam, tak nyaman, dan secara umum tak berkenan dalam kondisi tersebut. Jika yang tahu tentang selisih gaji itu hanya pasangan bersangkutan, tak begitu masalah. Namun akan jadi masalah besar ketika itu terpublikasikan, apalagi ketika di sana ada nada yg meremehkan atau menganggap kecil -dalam hal ini- sang suami.</p>
<p>Ada studi yang menunjukan bahwa suami akan jadi cenderung berselingkuh manakala dia begitu bergantung pada penghasilan sang istri yang mana nilainya jauh lebih besar daripada dirinya (angka yang muncul di riset adalah 75% lebih besar). Meskipun faktor kepuasan pernikahan, agama, dan tingkat pendidikan penting untuk dijadikan pertimbangan, tapi ini perlu dijadikan perhatian. Perihal gaji adalah urusan yang peka bagi seorang suami; maka tidak sebaiknya mengumbar kepada khalayak tentang rupiah gaji, khususnya dalam kondisi di mana penghasilan sang suami lebih rendah daripada sang istri.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Urusan gaji dan pendapatan memang perkara sensitif. Harusnya ini adalah perihal yg membuat kita jadi pandai mensyukuri, bukannya jadi bahan yang menyakitkan hati.</p>
<p> </p>
<p>Referensi:</p>
<ul>
<li>Dan Ariely (2008), <em><a href="http://www.amazon.com/Predictably-Irrational-Hidden-Forces-Decisions/dp/006135323X">Predictably Irrational &#8211; The Hidden Forces That Shape Our Decisions</a>, </em>HarperCollins.</li>
<li>American Sociological Association. &#8220;Men more likely to cheat if they are  economically dependent on their female partners, study finds.&#8221; <em>ScienceDaily</em>, 16 Aug. 2010. Web. 10 Mar. 2012.</li>
</ul>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="mama-minta-gajian-ke-papa-2.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/mama-minta-gajian-ke-papa-2.jpg" border="0" alt="Mama minta gajian ke papa 2" width="600" height="421" /></p>
<ul>
</ul>
<img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1759&type=feed" alt="" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=1w2CJtoF7JE:Yuxl9RZxB4M:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=1w2CJtoF7JE:Yuxl9RZxB4M:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/jangan-bicara-gaji-di-acara-reuni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/jangan-bicara-gaji-di-acara-reuni/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Membandingkan Gaji = Sebab Kesengsaraan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/a2BTLU9Mhwk/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/membandingkan-gaji-adalah-itu-sebab-kesengsaraan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 23:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[gajian]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1755</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan tulisan kemarin tentang betapa rangking pendapatan berpengaruh pada seberapa bahagianya seseorang, sekarang kita akan melihat kasus yang terjadi di perusahaan. Katakanlah ada seorang karyawan yang mengeluh tentang gajinya. “Sudah berapa lama Anda kerja di sini?” tanya supervisor kepada sang karyawan. “Sudah empat tahun, langsung sejak lulus kuliah,” jawab sang karyawan. “Lantas ketika Anda bergabung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="negosiasi-gaji.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/negosiasi-gaji.jpg" alt="Negosiasi gaji" width="576" height="333" border="0" /></p>
<p>Melanjutkan tulisan kemarin tentang betapa <a href="http://akhmadguntar.com/lebih-bahagia-bila-lebih-kaya-daripada-tetangga/">rangking pendapatan berpengaruh pada seberapa bahagianya seseorang</a>, sekarang kita akan melihat kasus yang terjadi di perusahaan.</p>
<p>Katakanlah ada seorang karyawan yang mengeluh tentang gajinya.</p>
<p>“Sudah berapa lama Anda kerja di sini?” tanya supervisor kepada sang karyawan.<br />
“Sudah empat tahun, langsung sejak lulus kuliah,” jawab sang karyawan.<br />
“Lantas ketika Anda bergabung dengan kami, Anda inginnya dapat berapa dalam empat tahun itu?”<br />
“Dulu tu mikirnya ya pokoknya bisa nyampe lima juta per bulan deh.”<br />
Sang supervisor menjadi penasaran.“Lha lantas sekarang gaji Anda sudah lima koma empat juta sebulan, kenapa kok masih komplain?” tanya supervisor.<br />
“Mmm, itu sih…” sang karyawan berhenti sejenak, “anu, gara-garanya beberapa temen saya yang mejanya di seberang sana, mereka kalau mau jujur tidaklah sepintar saya, tapi mereka gajinya kok bisa enam juta sebulan.”<br />
Geleng geleng; sang supervisor geleng geleng.</p>
<p>Adalah bencana ketika gaji orang-orang diekspos. Mereka yang awalnya digaji besar akan jadi merasa dibayar murah dan di bawah standar. Tidaklah aneh bila mereka kemudian malah berniat untuk hengkang untuk bayaran yang lebih baik.</p>
<p>Di Amerika pada tahun 1993 pernah ada kebijakan yang membuat perusahan dipaksa mengungkap gaji dan tunjangan pada top executive. Harapannya? Ketika itu dipapar, harapannya agar para komisaris jadi ada gambaran betapa gaji para top executive sudah teramat besar, dan tak perlu lagi untuk dinaikkan. Dan saat itu, selisih gaji CEO dan karyawan biasa sudah mencapai 131 kali lipat. Sementara di tahun 1976 ‘hanya’ 36 kali lipat.</p>
<p>Hasilnya? Begitu dipublikasikan, terlebih oleh media, alih-alih merasa sungkan, para CEO malah meminta kenaikan begitu mereka berpikir, “Lha kok saya ternyata digaji murah bianget, gak kayak mereka dari perusahaan X, Y, Z, dan lainnya.” atau “Lha saya kerja di perusahaan segede ini kok gajinya hampir sama dengan perusahaan bau kencur X, Y, dan lainnya.”<br />
Akhirnya, saat ini gaji rata-rata CEO di Amerika adalah 369 kali lipat lebih besar daripada karyawan biasa. Dari sinilah muncul fenomena “Yang kaya jadi semakin kaya”, karena awalnya adalah yang kaya ngiri berat dengan yang super kaya.</p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="bandingkan-lingkaran-gaji.jpg" src="http://www.titianbakat.com/wp-content/uploads/2012/03/bandingkan-lingkaran-gaji.jpg" alt="Bandingkan lingkaran gaji" width="452" height="305" border="0" /><br />
Dari gambar di atas Anda bisa lihat, lingkaran yang di tengah ukurannya jadi terlihat berubah tergantung pada lingkaran di sekelilingnya. Ketika diletakkan di antara yang lebih besar, dia tampak mengecil. Ketika diletakkan di antara yang lebih kecil, dia terlihat membesar. Padahal aslinya ukurannya sama. Dalam konteks yang lain, terkait percaya diri, semangat berkembang, dsb: Merasa diri kerdil dan bukan apa-apa? Mungkin Anda kebanyakan berteman dengan orang yang lebih besar/tenar/kuasa/kaya/dst dan hanya punya sedikit teman dari mereka yg di bawah Anda. Anda sudah merasa jagoan (kandang)? Jangan-jangan itu karena Anda belum punya cukup pergaulan dengan mereka yang lebih besar daripada Anda. Seimbang dalam merengkuh pertemanan, sedemikian rupa kita tidak berada di ekstrim lingkaran yang paling besar atau yang paling kecil. Itu akan membuat kita tetap bisa bersyukur dan seiring dengan itu tetap bersemangat untuk berkembang.</p>
<p>Kita akan selalu tanpa sadar membandingkan diri kita dengan orang-orang di sekitar kita. Otomatis. Mulai dari urusan kebendaan dan kepemilikan, urusan pendidikan, liburan, sampai pada sikap dan cara pandang. Oleh karenanya, kehati-hatian dalam memilih perihal yang dibandingkan amatlah diperlukan, sampai pada kehati-hatian dalam memilih lingkaran pertemanan komparatif. Saya akan mengulas tentang ini di tulisan berikutnya.</p>
<p>Referensi:</p>
<ul>
<li>Dan Ariely (2008), <em><a href="http://www.amazon.com/Predictably-Irrational-Hidden-Forces-Decisions/dp/006135323X">Predictably Irrational &#8211; The Hidden Forces That Shape Our Decisions</a>, </em>HarperCollins.</li>
</ul>
<img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1755&type=feed" alt="" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=a2BTLU9Mhwk:GpR2gfYSADA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=a2BTLU9Mhwk:GpR2gfYSADA:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/membandingkan-gaji-adalah-itu-sebab-kesengsaraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/membandingkan-gaji-adalah-itu-sebab-kesengsaraan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Lebih Bahagia Bila Lebih Kaya daripada Tetangga</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/x3XVX8bodUs/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/lebih-bahagia-bila-lebih-kaya-daripada-tetangga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 00:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1751</guid>
		<description><![CDATA[Studi oleh peneliti di Universitas Warwick dan Universitas Cardiff mengungkap betapa uang hanya akan membuat seseorang lebih bahagia bila status sosialnya bisa meningkat atasnya. Sekedar bergaji tinggi tidaklah cukup &#8211; untuk jadi bahagia, seseorang harus merasa bahwa dirinya berpenghasilan lebih tinggi daripada teman-teman dan rekan kerja. Ketertarikan para peneliti adalah pada fenomena betapa orang-orang di negara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="bandingkan-kaya-dg-tetangga.jpg" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/bandingkan-kaya-dg-tetangga.jpg" border="0" alt="Bandingkan kaya dg tetangga" width="560" height="280" /></p>
<p>Studi oleh peneliti di Universitas Warwick dan Universitas Cardiff mengungkap betapa uang hanya akan membuat seseorang lebih bahagia bila status sosialnya bisa meningkat atasnya. Sekedar bergaji tinggi tidaklah cukup &#8211; untuk jadi bahagia, seseorang harus merasa bahwa dirinya berpenghasilan lebih tinggi daripada teman-teman dan rekan kerja.</p>
<p>Ketertarikan para peneliti adalah pada fenomena betapa orang-orang di negara kaya tidak lantas secara rata-rata menjadi lebih bahagia pada 40 tahun terakhir meskipun tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan rata-rata masyarakat telah sedemikian meningkat.</p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="easterlin-paradox.png" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2012/03/easterlin-paradox.png" border="0" alt="Easterlin paradox" width="410" height="484" /></p>
<p>Chart didapat dari Layard 2005 via <a href="http://www.radstats.org.uk/no098/Albor98.pdf">Albor</a></p>
<p>Peneliti utama, Chris Boyce dari University of Warwick&#8217;s Department of Psychology mengatakan -dalam bahasa saya- seperti ini: Studi ini menunjukkan betapa posisi rangking pendapatan seseorang bisa mengindikasikan tingkat kepuasan hidupnya. <em>Tapi jumlah rupiah pendapatan dan pendapatan rata-rata bukanlah faktor utama yang berpengaruh.</em> Berpenghasilan lima juta per bulan tidak cukup membuat Anda bahagia, bila Anda tahu bahwa seluruh teman-teman di kantor memiliki penghasilan 15 juta per bulan.</p>
<p>Bukan gaji tinggi yang lantas dipentingkan, melainkan apakah bagaimana posisi gaji itu terhadap orang-orang dari kalangan gender yang sama, usia yang sepantaran, tingkat pendidikan yang relatif sama, atau dari wilayah geografis yang sama.</p>
<p>Studi lain menunjukkan bagaimana hubungan antara kesejahteraan dan penghasilan melalui indikator penghasil riil saat ini, penghasilan harapan (yang diinginkan terlepas berapa pengahasilan riil saat ini) serta penghasilan referen (pembanding, semisal penghasilan teman/tetangga). Penghasilan harapan (aspiration income) adalah fungsi positif dari penghasilan riil dan penghasilan referensi. Kesejahteraan subyektif akan meningkat seiring penghasilan riil, namun akan menurun oleh penghasilan harapan, yakni ketika muncul pembanding-bandingan dengan orang lain.</p>
<p>Referensi:</p>
<ul>
<li>University of Warwick. &#8220;<em>Money only makes you happy if it makes you richer than your neighbors</em>.&#8221; ScienceDaily, 22 Mar. 2010. Web. 10 Mar. 2012.</li>
<li>University of Oxford. &#8221;Income, Aspirations and the Hedonic Treadmill in a Poor Society&#8221; Department of Economics, Economics Series Working Papers #468.</li>
</ul>
<p>&#8230;</p>
<p>Kita jadi lebih mengerti betapa kebahagiaan itu adalah sikap berpikir dan bukan lantas bisa dengan serta merta didapat dari kepemilikan fisik. Untuk lebih dekat pada bahagia, kekayaan relatif/subyektif itu lebih penting daripada kekayaan riil yang kemudian dibanding-bandingkan.</p>
<img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1751&type=feed" alt="" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=x3XVX8bodUs:bgP21ucaR8A:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=x3XVX8bodUs:bgP21ucaR8A:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/lebih-bahagia-bila-lebih-kaya-daripada-tetangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/lebih-bahagia-bila-lebih-kaya-daripada-tetangga/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss><!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: akhmadguntar.com @ 2012-05-18 03:46:19 -->

