<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/rss2full.xsl" type="text/xsl" media="screen"?><?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css" type="text/css" media="screen"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>AkhmadGuntar dot com</title>
	
	<link>http://akhmadguntar.com</link>
	<description>Entrepreneurship, Manajemen Karir, Pengembangan Diri, Strategi Sukses</description>
	<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 02:21:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
	<image>
  <link>http://akhmadguntar.com</link>
  <url>http://akhmadguntar.com/favicon.ico</url>
  <title>AkhmadGuntar dot com</title>
</image>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/AkhmadguntarDotCom" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>1527386</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://www.feedburner.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>CommonWealth: Gagasan Terbaik untuk Menyelamatkan Dunia</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/334324898/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/wawasan/commonwealth-gagasan-terbaik-selamatka-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 15:15:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[CommonWealth]]></category>

		<category><![CDATA[Jeffreys Sachs]]></category>

		<category><![CDATA[Kreshna]]></category>

		<category><![CDATA[Kreshna Aditya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Pada abad 21 ini, anggapan dasar kita tentang kehidupan perekonomian dunia akan kembali berbalik. Di abad 20 kita telah melihat berakhirnya dominansi eropa atas perekonomian dan perpolitikan global. Sementara di abad 21 kita melihat berakhirnya dominansi Amerika, dan bersamaan dengan itu, kita melihat Cina, India, dan Brazil terus bertumbuh sebagai kekuatan baru yg diperhitungkan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="float: right; margin-left: 7px; margin-right: 7px;" src="http://www.keplers.com/_images/authors/jeffrey_sachs.jpg" alt="" width="124" height="342" />Pada abad 21 ini, anggapan dasar kita tentang kehidupan perekonomian dunia akan kembali berbalik. Di abad 20 kita telah melihat berakhirnya dominansi eropa atas perekonomian dan perpolitikan global. Sementara di abad 21 kita melihat berakhirnya dominansi Amerika, dan bersamaan dengan itu, kita melihat Cina, India, dan Brazil terus bertumbuh sebagai kekuatan baru yg diperhitungkan di kancah dunia. Namun perubahan yg terjadi di abad ini akan lebih dalam dari sekedar penyeimbangan ekonomi dan geopolitik dunia.</p>
<p>Tantangan sebenarnya yg dihadapi di abad 21 adalah terkait realita bahwa seluruh umat manusia akan menanggung nasib yg sama di planet yg penuh sesak ini. Kita mencapai abad di mana telah terdapat 6,6 milyar orang hidup di sebuah ekonomi global yg terintekoneksi. Manusia telah mengisi setiap niche ekologi di muka bumi, mulai dari daerah tundra dingin hingga di daerah hutan tropis dan padang pasir tandus. Di beberapa tempat, masyarakat telah melampaui kapasitas tampung dari wilayah ybs, hingga yg timbul adl kelaparan kronis, degradasi lingkungan dan eksodus besar-besaran dari penduduk yg merana.<br />
<span id="more-309"></span><br />
Bukan hanya itu saja, jika apa yg ada skr terus berlanjut, maka konflik antara haves and have-nots akan semakin meningkat, bencana lingkungan kian memburuk dan demikian juga dengan standar hidup yang kian menurun akibat krisis yang berkelanjutan dari energi, air, makanan dan konflik kekerasan.</p>
<p>Itulah kenapa menurut majalan TIME, gagasan yang miliki potensi terbesar untuk mengubah dunia adalah ini:</p>
<blockquote><p>dengan menanggulangi sikap sinis, mengakhiri cara pandang yang keliru bahwa dunia ini adalah pergulatan abadi antara &#8220;kita&#8221; vs &#8220;mereka&#8221; dan alih-alih mencari solusi global, di mana kita sesungguhnya memiliki daya untuk menyelamatkan dunia, baik sekarang dan di masa datang. Entah kita pada akhirnya akan bertarung satu sama lain ataukah bekerja bersama untuk menghadapi tantangan bersama ini - nasib kita, commonwealth kita, ada di tangan kita bersama.</p></blockquote>
<p>Seluruh paparan dan gagasan di atas disampaikan oleh Jeffreys Sachs dalam bukunya CommonWEALTH&#8221;. Ide itu juga lah yang dinobatkan oleh TIME magazine sebagai  #1 idea that is changing the world.</p>
<p>Dalam bukunya ini Sachs berfokus pada empat tantangan besar di dekade ini: global warming dan kerusakan lingkungan; stabilisasi populasi dunia; mengakhiri kelaparan kronis; dan memecahkan tembok politis yg menghalangi terjadinya kerjasama global atas seluruh issue tsb. Sachs menganalisa data ekonomi, trend demografis dan sains lingkungan untuk mengulas permasalahan besar yang ada di hadapan kita. Namun kehebatan dia adalah dalam memaparkan solusi yang konkrit dan murah. Seluruh agenda yg ditawarkan Sachs hanya membutuhkan dana kurang dari 3% dari seluruh income tahunan dunia.</p>
<p>Karya Sachs ini mendapatkan banyak pujian semisal dari pemenang Nobel Perdamaian 2007 Al Gore dan mantan sekjen PBB Kofi Annan. Buku ini memang menjadi salah satu kontribusi terbaik dalam menentukan bagaimana dunia ini hendak kita jadikan.</p>
<p>Jika Anda tidak punya banyak waktu untuk membaca buku atau review tentang hasil karyanya, saya amat menyarankan Anda untuk membaca slide berikut. Ada 79 slide yg tidak membosankan berkat visualisasi yg representatif dan sarat emosional. Dengan slide ini, gagasan Sachs akan jadi lebih mudah untuk dicerna shg Anda bisa mendapatkan insight dan hikmah darinya. Enjoy <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="__ss_506740" style="width: 425px; text-align: left;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=common-wealth-jeffrey-sachs-1215640622122312-9" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=common-wealth-jeffrey-sachs-1215640622122312-9" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="font-size: 11px; font-family: tahoma,arial; height: 26px; padding-top: 2px"><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://www.slideshare.net/?src=embed" title="(4 hits)"><img style="border: 0px none ; margin-bottom: -5px" src="http://static.slideshare.net/swf/logo_embd.png" alt="SlideShare" /></a> | <a title="View Common Wealth Jeffrey Sachs on SlideShare (6 hits)" href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://www.slideshare.net/kreshna/common-wealth-jeffrey-sachs?src=embed">View</a> | Slide Design by <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://www.slideshare.net/kreshna/" title="(2 hits)">Kreshna Aditya</a></div>
</div>
<p>Technorati Tags: <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/commonwealth" rel="tag" title="(5 hits)"> commonwealth</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/Jeffreys+Sachs" rel="tag" title="(2 hits)"> Jeffreys Sachs</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/ekonomi+dunia" rel="tag" title="(2 hits)"> ekonomi dunia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/wawasan/commonwealth-gagasan-terbaik-selamatka-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/wawasan/commonwealth-gagasan-terbaik-selamatka-dunia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>9 Pertanyaan Sifat &amp; Karakter pada Tes Wawancara Kerja</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/329472877/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/9-pertanyaan-sifat-karakter-pada-tes-wawancara-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 04:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Manajemen Karir]]></category>

		<category><![CDATA[interview]]></category>

		<category><![CDATA[job interview]]></category>

		<category><![CDATA[Karakter]]></category>

		<category><![CDATA[Sifat]]></category>

		<category><![CDATA[tes wawancara kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan tentang karakter dan sifat bisa jadi merupakan yang paling subyektif dari semua jenis pertanyaan yg ada. Gawatnya, hal ini kadang bisa terpengaruh banget oleh mood (dan siklus hormonal juga). Dan menariknya, mood dan kondisi produktif kita juga bisa dipengaruhi oleh waktu. Maksudnya, Anda ngerasa ngga klo Anda merasa paling produktif pada waktu2 tertentu dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan tentang karakter dan sifat bisa jadi merupakan yang paling subyektif dari semua jenis pertanyaan yg ada. Gawatnya, hal ini kadang bisa terpengaruh banget oleh mood (dan siklus hormonal juga). Dan menariknya, mood dan kondisi produktif kita juga bisa dipengaruhi oleh waktu. Maksudnya, Anda ngerasa ngga klo Anda merasa paling produktif pada waktu<sup>2</sup> tertentu dalam satu hari, atau waktu<sup>2</sup> tertentu dalam satu minggunya. Bagi banyak orang, hari senin adalah hari yg kurang mbikin semangat. Entah karena kecapekan akibat lelah beristirahat pada sabtu minggunya atau benar<sup>2</sup> karena males.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-308" title="karakter-tes-wawancara-kerja" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/07/karakter-tes-wawancara-kerja.jpg" alt="pertanyaan karakter pada tes-wawancara-kerja" width="479" height="298" /></p>
<p>Apapun deh, menghadapi pertanyaan tentang karakter dan sifat tidaklah menjadi begitu mudahnya mentang<sup>2</sup> kita sudah tau banyak tentang <a title="Personalily Plus (158 hits)" href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/wawasan/cara-cepat-mengenali-temparemen-personality-orang-lain/">teori kepribadian plus</a>.</p>
<p>Baik, mari kita mulai:</p>
<p><span id="more-307"></span><strong>1. Menurut Anda sendiri&#8230; apakah Anda ini pintar?</strong></p>
<p>(ingat, ada beda antara rendah hati dan rendah diri. Dan ini bukanlah waktu untuk menjadi sempurna pada keduanya.)</p>
<p>Iya. Dalam artian bahwa kepintaran di sini bukan sekedar diukur dari hasil tes IQ. Saya pikir kepintaran seseorang akan benar<sup>2</sup> tampak ketika seseorang menghadapi beragam situasi dan berinteraksi dengan banyak orang. Dan dari aspek itulah saya merasa miliki keunggulan. Saya memiliki rasa percaya diri yg besar pada kemampuan saya untuk bekerja dengan orang lain, menyelesaikan permasalahan bisnis, dan juga membuat keputusan yg terkait urusan kerja. Tentu saja masih ada banyak hal yang saya belum tahu, tapi saya optimis bahwa saya bisa mempelajarinya. Sehingga saya lalu juga mengartikan kepintaran sebagai kemampuan yg baik untuk mengajukan pertanyaan pintar, mendengarkan dengan seksama, dan menyadari tak ada orang yg tahu tentang segalanya.</p>
<p><strong>2. Apakah Anda merasa bosan bila harus melakukan pekerjaan yg sama berulang-ulang?</strong></p>
<p>Tidak juga. Bila pekerjaan itu memang sudah menjadi tugas saya, maka saya tidak akan merasa bosan karena itu memang tanggung jawab saya untuk merampungkannya dengan kemampuan terbaik. Menurut saya, pekerjaan itu tidaklah harus punya sifat menghibur, yang penting saya telah meyakini bahwa itu adalah harga yg harus dibayar untuk meraih kesuksesan yg lebih tinggi.</p>
<p>Saya berpendapat bahwa bila ada seseorang yang mudah bosan dengan repetisi, maka dia bisa jadi akan mengalami masalah yg cukup serius nantinya. Karena terkadang kita harus mengesampingkan kesukaan kita dan berfokus pada melakukan apa<sup>2</sup> yang memang harus dilakukan - meskipun itu bukanlah suatu hal yg baru.</p>
<p>Saya pikir sampai saat ini saya sudah terlalu sibuk untuk mengerjakan tugas saya sehingga sampai<sup>2</sup> tidak sempat untuk merasa bosan <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>3. Anda lebih menyukai kerja dalam tim atau sendirian?</strong></p>
<p>Bekerja dalam tim adalah salah satu elemen terpenting dalam sukses karir dan juga hidup. Sepengetahuan saya, bila seseorang tidak bisa bekerja dengan baik dalam tim, maka dia pun biasanya juga akan susah untuk bekerja dan berkomunikasi secara produktif dalam hubungan orang per orang.</p>
<p>Meskipun kerja tim amatlah penting, namun saya tetap mampu produktif dalam bekerja sendirian. Terkadang tekanannya memang terasa lebih berat, tapi saya sudah terbiasa untuk menganggapnya sebagai tantangan. Terkait manakah yg saya pilih; apakah bekerja dalam tim atau sendiri, maka itu tergantung pada manakah cara yg terbaik untuk merampungkan pekerjaan. Atas pilihan mana pun, saya masih bisa bekerja sama kerasnya dan dengan inisiatif penuh.</p>
<p><strong>4. Apakah Anda suka bekerja dengan “benda”; apapun bentuknya?</strong></p>
<p>(bila memang iya, apalagi pekerjaannya memang membutuhkan kompetensi teknis)</p>
<p>Ya, sedari dulu saya memang punya bakat dan kecepatan dalam mempelajari kemampuan teknis. Saya suka sekali bekerja dengan mesin dan gadget. Ketertarikan saya itu membuat saya bisa mengoperasikan banyak perangkat. Meskipun begitu saya juga punya kemampuan untuk mengkonseptualisasi sebuah penugasan dan lalu menerjemahkan konsep itu ke dalam bentuk konkrit implementasi di lapangan (baca: artinya klo Bapak ngasih saya perintah, bapak ndak perlu tahu tentang cara pengoperasian perangkat/mesin/gadget untuk memfasilitasi perintah itu. Cukup katakan saja perintahnya, ntar saya bisa kok mendayagunakan semua perangkat/mesin itu untuk memfasilitasi keinginan bapak.)</p>
<p><strong>5. Apakah Anda suka bekerja dengan angka?</strong></p>
<p>(bila memang iya, atau bila pekerjaannya memang membutuhkan kemampuan analitis dan matematis)</p>
<p>Tentu saja. Itu memang yang menjadi dasar untuk pekerjaan ini. Saya punya bakat yang kuat dalam mengurusi angka saya mampu menangani sisi hitung-hitungan dari bisnis. Pencatatan dan pembukuan yang akurat memang bagian manajemen yang penting dan bisa membantu dalam menunjukkan wilayah<sup>2</sup> yang bisa dikembangkan. Dan di bagian situlah saya memiliki bakat dan kemampuan.</p>
<p><strong>6. Apakah Anda suka bekerja dengan orang?<br />
</strong><br />
(bila memang iya, atau situasi yang diharapkan memang adalah kerja tim)</p>
<p>Iya, sangat. Bila kita bermaksud untuk memenuhi target dan menindaklanjuti rencana pertumbuhan yang telah dicanangkan, maka kita memang harus mengatur dan mengkoordinasi kerja dari banyak orang. Saya percaya dengan kekuatan sinergi dalam kerja tim, di mana daya kreativitas yang muncul di sana akan lebih besar ketimbang yang bisa dimunculkan oleh orang per orang secara sendiri-sendiri.</p>
<p>(tapi bila tidak, atau bila pekerjaannya menuntut Anda untuk bisa kerja sendirian)</p>
<p>Saya selalu bisa bekerja dengan orang lain, tapi saya tak punya kesulitan untuk bekerja sendirian. Saya punya kemampuan inisiatif yang besar. Saya juga bisa membuat target-target secara mandiri, atau menjalani target yang ditugaskan dan merampungkannya.</p>
<p><strong>7. Apakah Anda betah menangani hal-hal detail?</strong></p>
<p>Iya, saya kira begitu. Saya bersedia melakukan apa-apa yang ditugaskan kepada saya. Bila ketelitian ekstra pada detail adalah salah satu prasyarat di dalamnya, maka saya pun akan melakukannya. Saya percaya bahwa sukses dan percepatan karir adalah hasil langsung dari terlaksanya tugas dengan baik, termasuk di dalamnya adalah ketelitian pada hal-hal yang detail.</p>
<p><strong>8. Apakah Anda punya jiwa kompetitif?</strong></p>
<p>Iya, saya punya itu. Menurut saya, sifat kompetitif itu diperlukan agar bisa sukses di lingkungan korporat. Namun dengan sifat kompetitif ini bukan berarti berkompetisi secara ganas dengan rekan kerja untuk mendapatkan pengakuan, kenaikan gaji, atau promosi. Bila saya bekerja dengan baik dan selalu memberikan upaya terbaik, saya yakin imbalannya pasti akan datang.</p>
<p>Yang penting, kompetisi terbesar adalah dengan diri saya sendiri. Maksudnya, saya selalu berusah memecahkan rekor pribadi saya sendiri – untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih cepat dari yang sudah pernah saya lakukan.</p>
<p><strong>9. Apa yang Anda lakukan bila Anda punya cara pandang yang berbeda dengan atasan?</strong></p>
<p>Yang jelas saya bukan seorang yes-man. Tapi meskipun begitu, saya cukup berhati-hati dengan bagaimana saya mengekspresikan pendapat. Saya tidak akan seenaknya menyatakan ketidaksepakatan saya atas pimpinan di depan banyak orang. Karena saya tahu rata-rata orang tidak suka dicela di depan umum. Selama rapat berlangsung, saya biasanya membuat mencatat dengan baik, lalu memberikannya kepada orang lain secara rahasia. Saya percaya kita bisa menunjukkan ketidaksepakatan dengan tanpa menunjukkan sikap pertentangan. Yang penting kan bukan ketidaksepakatan kita itu, namun adalah agar pendapat kita didengar dan dihargai. Dan saya tahu betul bahwa cara kita menyampaikan sesuatu akan menentukan apakah pendapat kita akan didengarkan atau tidak.</p>
<p>Technorati Tags: <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/%3Cspan%3ETes+Wawancara+Kerja%3C%2Fspan%3E" rel="tag" title="(23 hits)"><span>Tes Wawancara Kerja</span></a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/%3Cspan%3EJob+Interview%3C%2Fspan%3E" rel="tag" title="(18 hits)"> <span>Job Interview</span></a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/%3Cspan%3EInterview%3C%2Fspan%3E" rel="tag" title="(16 hits)"> <span>Interview</span></a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/%3Cspan%3EKarakter%3C%2Fspan%3E" rel="tag" title="(12 hits)"> <span>Karakter</span></a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/%3Cspan%3ESifat%3C%2Fspan%3E" rel="tag" title="(13 hits)"> <span>Sifat</span></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/9-pertanyaan-sifat-karakter-pada-tes-wawancara-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/9-pertanyaan-sifat-karakter-pada-tes-wawancara-kerja/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tips buat Gamer: Cara ngeGame yg Seru &amp; Bermanfaat</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/317734708/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/tips-gamer-cara-ngegame/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 00:46:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips Ampuh]]></category>

		<category><![CDATA[agung pambudi]]></category>

		<category><![CDATA[Chrono Trigger]]></category>

		<category><![CDATA[donan]]></category>

		<category><![CDATA[Dragon Ball]]></category>

		<category><![CDATA[Final Fantasy]]></category>

		<category><![CDATA[Game]]></category>

		<category><![CDATA[metal gear solid]]></category>

		<category><![CDATA[Need For Speed]]></category>

		<category><![CDATA[ngeGame]]></category>

		<category><![CDATA[Racing Game]]></category>

		<category><![CDATA[RPG]]></category>

		<category><![CDATA[Winning Eleven]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tantangan produktivitas (terbesar?) para anak muda -mahasiswa juga termasuk- adalah kecanduan ngegame. Sedemikian jadi masalah sehingga memang pantas disebut kecanduan. Melalui tulisan ini, saya sama sekali tidak bermaksud menyuruh Anda untuk meninggalkan game jauh-jauh. Terus terang saja, saya sendiri adalah seorang gamer. Saya sudah mulai ngegame semenjak kelas 2 SMP, dengan sebuah komputer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu tantangan produktivitas (terbesar?) para anak muda -mahasiswa juga termasuk- adalah kecanduan ngegame. Sedemikian jadi masalah sehingga memang pantas disebut kecanduan. Melalui tulisan ini, saya sama sekali tidak bermaksud menyuruh Anda untuk meninggalkan game jauh-jauh. Terus terang saja, saya sendiri adalah seorang gamer. Saya sudah mulai ngegame semenjak kelas 2 SMP, dengan sebuah komputer 386 SX . Dan bahkan sampai saya membuat tulisan ini pun<sup> (catt)</sup>, saya masih bemain game Need For Speed Underground 2 ™ dan juga Counter-Strike ™ secara jaringan di kost2an .</p>
<p>Saya tahu persis bagaimana game Winning Eleven ™ bisa membangkitkan suasana girang, bersemangat, dan terpuaskan, khususnya bila dimainkan bersama teman. Bahkan tidak hanya orang yang bermain saja yang bisa terhibur, namun yang melihat pun bisa turut merasa girang. Saya masih teringat ketika ngegame Need For Speed Underground 2 ™, meskipun saya bermain single career mode, tapi di belakang dan samping saya ada delapan orang yang menonton saya bermain. Mereka semua pada bersorak ramai baik ketika saya berhasil mempercundangi musuh ataupun ketika saya dikalahkan oleh musuh dengan telak &amp; memalukan . Sungguh, bermain game memang menyenangkan.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-306" title="gebang-kidul-gamer" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/06/gebang-kidul-gamer.jpg" alt="gebang-kidul-gamer" width="494" height="333" /></p>
<p>Kita bisa menjadi siapapun yang kita inginkan dengan game; menjadi polisi, tentara, agen rahasia, pilot, pembalap, pemilik bisnis, atau bahkan jadi the bad guy. Kita pun bisa memuaskan fantasi kita ketika bermain game role playing game.</p>
<p><span id="more-300"></span><em>* (catt) : Tulisan ini saya bikin sekitar akhir tahun 2001, waktu saya masih jd mahasiswa di ITS. Tidak ada modifikasi yg saya buat di sini, jadi game2 yg tertera di sini cukup ndak up-to-date.</em></p>
<p>Dan tepat karena saya adalah seorang gamer, saya tahu persis bagaimana rasanya kecanduan game. Saya tahu persis bagaimana game bisa menimbulkan sensasi riang, merasa tertantang dan bahkan percaya diri. Saya punya banyak sekali teman yang merupakan pakar dari Winning Eleven™, Counter-Strike™, Tekken™, dan game role-playing semacam Final Fantasy™ series. Mereka adalah orang-orang yang amat percaya diri –ketika berbicara tentang game- <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-303" title="chrono-trigger-rpg-dragon-ball" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/06/chrono-trigger-rpg-dragon-ball.jpg" alt="chrono-trigger-rpg-dragon-ball" width="490" height="373" /></p>
<p>Saya pernah membaca karya ilmiah yang membahas tentang dampak negatif game terhadap pelajar. Saya tidak bermaksud menentangnya. Hanya saja saya kurang simpatik, karena sang penulis bukanlah seorang gamer. Dia nggak bisa menilai dari sudut pandang sang gamer. Dia bisa mendakwa buruknya game tapi nggak bisa memberikan informasi solutif dari sudut pandang sang gamer.</p>
<p>Bagi orang yang nggak punya pengalaman intensif ngegame, gampang saja bagi mereka untuk menyalahkan, memburuk-burukkan dan menjauhi game. Karena mereka belum mengerti. Karena mereka belum mengalami. Sehingga mereka hanya bisa melarang.</p>
<p>Bagaimanapun, saya tidak bermaksud membenarkan atau menyalahkan . Saya hanya ingin menginformasikan betapa game bisa jadi aktifitas produktif kalo saja kita tahu bagaimana memanfaatkannya. Yang jelas, kecanduan ngegame juga bisa jadi pembunuh masa depan secara perlahan, kalau saja kita tak mampu mengaturnya.</p>
<p><strong>Halaman selanjutnya: Manfaat ngeGame?</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/tips-gamer-cara-ngegame/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/tips-gamer-cara-ngegame/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Untung Ruginya Jadi Kutu Loncat yg Pindah-Pindah Kerja</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/307634272/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/untung-ruginya-jadi-kutu-loncat-yg-pindah-pindah-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 00:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Manajemen Karir]]></category>

		<category><![CDATA[Kutu Loncat]]></category>

		<category><![CDATA[Pindah Pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[
Departemen tenaga kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa tenaga kerja berusia 20-an berpindah kerja setiap 18 bulan sekali. Laporan lain menyebutkan bahwa 75 persen dari seluruh pekerja masih terus berburu pekerjaan.  Di Indonesia sendiri –khususnya Jakarta- tenaga kerja dalam rentang usia 20 hingga 30 bisa berpindah kerja hingga minimal 5 kali.
Apa Sih Untungnya Pindah2 Kerja
Klo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-299" title="kutu-loncat-pelompat-kerja" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/06/kutu-loncat-pelompat-kerja.jpg" alt="kutu loncat pelompat kerja, untung ruginya" width="490" height="245" /><br />
Departemen tenaga kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa tenaga kerja berusia 20-an berpindah kerja setiap 18 bulan sekali. Laporan lain menyebutkan bahwa 75 persen dari seluruh pekerja masih terus berburu pekerjaan.  Di Indonesia sendiri –khususnya Jakarta- tenaga kerja dalam rentang usia 20 hingga 30 bisa berpindah kerja hingga minimal 5 kali.</p>
<h3>Apa Sih Untungnya Pindah<sup>2</sup> Kerja</h3>
<p>Klo ditanya langsung tentang motif, para pelompat kerja* kebanyakan akan berkata bahwa motif terbesar mereka terkait dg kenaikan gaji, prestise, dan peluang apapun yg lebih besar (seperti peluang pengembangan diri, training di luar negeri atau yg lain). Tapi sebenarnya bukan itu yg mustinya menjadi motif.</p>
<h5>* = di Indonesia lebih populer dg sebutan kutu loncat. Kenapa kok disebut kutu? Apakah krn dia kerjaannya menghisap darah dan lalu berpindah ke tempat lain ktk sudah terpuaskan? Saya ndak tau. Yg jelas saya bakal lebih sering menyebut pelompat kerja ketimbang kutu loncat, maknanya lebih netral <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </h5>
<p><span id="more-298"></span>Troy Jackson dari Fortune 500 dan Harvard Business School menyebutkan rasionalisasi dari aksi berpindah-pindah karir ini: &#8220;Menjalani posisi baru &amp; berkiprah di sana selama satu atau dua tahun amatlah seru. Namun untuk selanjutnya, akan ada hal-hal yg tidak lagi terasa menyenangkan atau cukup menantang. Sehingga berpindah posisi atau mencari lingkungan kerja baru akan bisa menjaga gairah produktif seseorang dan membuatnya terus belajar.&#8221;</p>
<p>Memang benar, mereka yg jadi unggul bukanlah serta merta karena kepintaran, namun karena kemampuan mempertahankan daya dorong, komitmen, gairah produktif dan keterlibatan aktif pada pekerjaan. Terbukti juga, bila dibandingkan dg mereka yg tak pernah berpindah kerja, para pelompat kerja biasanya lebih paham tentang apa<sup>2</sup> yg mereka suka dan bagus untuk lakukan, bisa mengembangan jaringan profesional secara lebih cepat, dan membangun kompetensi dg lebih cepat.</p>
<p>Daniel Gilbert, psikolog di Harvard, mengatakan bahwa kebanyakan kita tidak bisa bener<sup>2</sup> tahu apa yang kita suka dan bisa lakukan dg perfect hingga kita mencobanya. Sehingga berpindah kerja adalah cara yg bisa ditempuh di masa muda untuk menemukan apa<sup>2</sup> yg pantas dilakukan di masa dewasa. Idealnya memang, setiap kita harus bisa menemukan passion terbesar kita, apa<sup>2</sup> yg kita suka dan bagus ketika melakukannya, apa<sup>2</sup> yg kita punya <em>power </em>di sana. Namun meskipun begitu, lebih banyak orang yg memilih untuk langsung aja cari kerja baru dan mencoba-coba sampai kemudian temukan pekerjaan manakah yg paling cocok di hati.</p>
<p>Seringkali godaannya adl ktk kita bisa berprestasi di pekerjaan yg sbenarnya bukan merupakan bakat atau <em>passion </em>terbesar kita. Baik bos maupun orang<sup>2</sup> di sana, begitu tau bahwa Anda bagus di suatu hal, mereka pasti akan meminta Anda utk terus mengerjakannya. Awalnya sih asyik, tapi kemudian Anda akan sampai pada fase di mana Anda sekedar mengulangi apa<sup>2</sup> yg Anda sudah bisa, tak ada hal yg baru: bisa-bisa <span style="text-decoration: underline;">learning curve</span> Anda jadi stabil<sup>2</sup> saja, pengembangan diri Anda stagnan, dan semangat Anda pun meluntur.</p>
<p>Tapi perlu kita perjelas: pindah kerja dg impulsif dan tanpa rencana, atau pindah kerja utk alasan<sup>2</sup> yg tak sepatutnya dianggap serius -seperti krn ndak suka kerja klo ndak dapet ruang di deket jendela- bukanlah sesuatu yg bisa membuat seseorang berkembang.</p>
<p>Selanjutnya: Apa sih ruginya jadi kutu loncat? Silahkan lanjutkan ke halaman 2.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/untung-ruginya-jadi-kutu-loncat-yg-pindah-pindah-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/untung-ruginya-jadi-kutu-loncat-yg-pindah-pindah-kerja/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pertanyaan terkait Latar Belakang Pendidikan pada Tes Wawancara Kerja</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/305427313/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/pertanyaan-terkait-latar-belakang-pendidikan-pd-tes-wawancara-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 16:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Manajemen Karir]]></category>

		<category><![CDATA[interview]]></category>

		<category><![CDATA[job interview]]></category>

		<category><![CDATA[Latar Belakang Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[tes wawancara kerja]]></category>

		<category><![CDATA[Wawancara Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[
Pertanyaan tentang latar belakang pendidikan memang tidak sesensitif pertanyaan terkait pribadi dan keluarga. Tapi ternyata bagian ini masih bisa membuat pelamar kerja tersandung. Kebanyakan orang akan sangat memusingkan ijazah ketika bicara tentang hal ini. Memang benar ijazah itu penting, tapi nyatanya dunia industri kita sudah mulai menyadari bahwa ijazah tidak serta merta merepresentasikan kompetensi.
Pun tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="vertical-align: top;" src="http://www.campusaccess.com/images/education.jpg" alt="" width="241" height="159" /></p>
<p>Pertanyaan tentang latar belakang pendidikan memang tidak sesensitif <a title="Pertanyaan pribadi keluarga tes wawancara kerja (170 hits)" href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/pertanyaan-ttg-keluarga-pribadi-pada-tes-wawancara-kerja/">pertanyaan terkait pribadi dan keluarga</a>. Tapi ternyata bagian ini masih bisa membuat pelamar kerja tersandung. Kebanyakan orang akan sangat memusingkan ijazah ketika bicara tentang hal ini. Memang benar ijazah itu penting, tapi nyatanya dunia industri kita sudah mulai menyadari bahwa ijazah tidak serta merta merepresentasikan kompetensi.</p>
<p>Pun tak perlu minder jika kebetulan Anda bukan berasal dari perguruan tinggi ternama. Apalagi bila Anda tidak bermaksud untuk melamar kerja yang sesuai dengan bidang studi Anda. Bila demikian halnya, sebenarnya justru kurang baik bila Anda berlebihan dalam mencantumkan rangkaian pendidikan formal non-formal yang ternyata kurang relevan dengan posisi yang Anda bidik.</p>
<p>Baik, kita sekarang masuk ke skenario tanya jawab seperti biasanya.</p>
<p><span id="more-296"></span></p>
<p><strong>1. Jadi Anda dulu kuliah di mana?</strong></p>
<p>&#8220;Saya kuliah di _______, ______ (nama kota)&#8221;</p>
<p><strong>2. Mengapa Anda memilih PT itu?</strong></p>
<p>&#8220;Saya memilih ______(nama PT) karena atmosfir kompetitif yg ada di sana dan juga reputasi baik yg dimiliki oleh ______ (nama PT). Meskipun saya bisa memilih PT yang lain, _____ (nama PT) amat menekankan kompetensi praktis dan memfasilitasi aktivitas kemahasiswaan yg relevan dengan rencana karier.&#8221;</p>
<p>(intinya, Anda harus memiliki argumen tentang keunggulan apapun yg PT Anda miliki. Jangan sampai ada kesan Anda masuk ke sana karena terpaksa, meskipun tyt begitu perihal yg sebenarnya. Anda tak boleh biarkan pewancara mengetahuinya <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> Cepat atau lambat, Anda pasti bisa membaca keunggulan PT Anda; entah dosen2nya yg amat suportif, iklim kemahasiswaan yg amat kondusif, pemfasilitasan prestasi mahasiswa, atau apalah yg lain.)</p>
<p>&#8220;Kebanyakan teman SMU saya memilih PT atas pilihan orang tua mereka, namun saya berbeda. Saya tetapkan sendiri di mana saya hendak lanjutkan pendidikan. Meskipun biaya kuliah dari PT pilihan saya relatif lebih mahal dari PT yang lain, tapi justru itu malah bisa mendorong saya untuk bekerja lebih keras. Tidak bisa tidak, saya harus berupaya untuk menghidupi diri sendiri. Pada akhirnya saya merasa puas dg keputusan saya, karena pengalaman saya di ____ (nama PT) mengajarkan banyak hal seperti kemandirian, manajemen waktu, dan nilai-nilai kerja keras.&#8221;</p>
<p><strong>3. Apakah keluarga Anda memiliki pengaruh dalam menentukan pilihan PT Anda?</strong></p>
<p>&#8220;Keluarga saya tentu memiliki beberapa saran untuk saya, tapi mereka menyadari bahwa saya telah cukup yakin dengan diri sendri dan sudah tahu apa-apa yang saya inginkan. Sehingga mereka pun memberi keleluasaan pada saya. Mereka sepakat dengan pilihan saya asalkan saya membagikan hasil temuan dan riset saya kepada mereka.&#8221;</p>
<p><strong>4. Apa yg membuat Anda memilih jurusan _____ ?</strong></p>
<p>Jika Anda merasa bahwa pilihan jurusan Anda relevan dengan posisi yg Anda bidik sekarang:<br />
&#8220;Sejak dahulu saya telah mengetahui bahwa bidang ____ (sebut saja: informatika, sejarah, atau yg lain) merupakan bidang di mana saya bisa mengembangkan potensi saya secara maksimal, dan saya tetap bertahan di sana karena memang terbukti bahwa pilihan saya benar. Tidak semua orang merasakan keberuntungan seperti yg saya alami; yakni telah mampu membuat rumusan karier sejak usia 18 tahun. Dan saya bersyukur karenanya.&#8221;</p>
<p>&#8230;atau jika Anda di jurusan tertentu tapi melakukan/mempelajari perihal yg lain:<br />
&#8220;Sewaktu saya berusia 18 tahun, tidak ada yg terlihat lebih penting ketimbang ____ (sejarah, sastra inggris, sebut saja). Dan karena dasarnya saya suka belajar, maka saya pun akhirnya memutuskan untuk mengambilnya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, saya sadar bahwa saya perlu ilmu lain untuk membantu saya meniti karir.&#8221;</p>
<p><strong>5. Apakah Anda sudah merasa membuat pilihan yg benar?</strong></p>
<p>Jika memang iya, dan telah membuat titian karir yg relevan dg bidang keilmuan Anda:<br />
&#8220;Iya, tentu saja. Sampai sekarang saya masih merasa puas dg pilihan bidang studi dan karir yg saya titi terkait dengannya.&#8221;</p>
<p>Atau jika Anda model orang yg berpindah-pindah minat ataupun kerja:<br />
&#8220;Iya, pada waktu itu saya memang merasa telah membuat pilihan yg benar. Saya meyakini nilai dari pendidikan yg telah saya jalani, dan saya terus mencari hal yang lebih dengan melakukan pembelajaran di tempat kerja. Saya cukup merasa bersyukur karena mendapat pengalaman yang kaya di beberapa jenis pekerjaan. Hal itu secara nyata telah meningkatkan kemampuan kreatif dan fleksibilitas saya, karena saya jadi bisa mempelajari pendekatan yg berbeda untuk merampungkan kerja dengan baik.&#8221;</p>
<p><strong>6. Bagaimana perkuliahan dan pengalaman magang atau kerja Anda membawa manfaat untuk sekarang?</strong></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-297" title="program-magang" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/06/program-magang.jpg" alt="program magang amat berguna untuk karir" width="490" height="300" /></p>
<h5 style="text-align: center;">Program magang amat berguna untuk membentuk kompetensi praktis Anda.</h5>
<p>&#8220;Pendidikan perkuliahan memberi saya tool untuk meraih sukses. Sementara itu, pengalaman magang mengajarkan saya tentang bagaimana agar bisa merampungkan kerja dengan baik. Saya mendapatkan banyak wawasan dari perkuliahan dan mendapatkan skill untuk menerapkan wawasan itu dari tempat magang dan kerja praktek. Lebih jauh lagi, saya juga mendapatkan kompetensi manajerial dan mentalitas produktif melalui kegiatan organisasi mahasiswa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya juga mengambil banyak kesempatan untuk melakukan pengembangan diri seperti kuliah tamu, workshop dan seminar. Bahkan ketika perusahaan/orang tua tidak membiayai, saya tetap berusaha mengikuti acara2 pengembangan diri dengan uang pribadi. (klo bisa, sebutkan dua jenis training dg materi atau pemateri terkenal)&#8221;</p>
<p><strong>7. Mengapa Anda tidak melanjutkan kuliah?</strong></p>
<p>Ini tentunya adl pertanyaan bagi Anda yg drop out dari kuliah.<br />
&#8220;Ada dua alasan. Yang pertama adl ketidaksabaran saya untuk segera mencari uang alih-alih sekedar belajar tentang teori. Alasan kedua adl saya merasa senang bila bisa aktif dan produktif. Jadi saya bekerja sebagai part-timer untuk mencukupi biaya hidup bulanan saya, dan saya merasa beruntung bisa bekerja di salah satu perusahaan yg mapan &amp; profesional.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bos di tempat kerja selalu inginkan yang lebih dari waktu dan bakat-bakat saya. Dalam banyak kasus, saya bekerja di level yang jauh di atas apa-apa yg sedang saya pelajari di perkuliahan. Akhirnya, saya memutuskan untuk drop out pada tahun ke ___ dan mendedikasikan waktu saya secara full time untuk karir. Saya tidak pernah menyesali keputusan saya itu karena saya terus belajar dan bertumbuh di karir dan pekerjaan saya.&#8221;</p>
<p><strong>8. Bagaimana nilai mata kuliah Anda?</strong></p>
<p>(jika nilai Anda selalu bagus, maka tentu bukan masalah. Tak perlu saya bahas di sini)</p>
<p>&#8220;Nilai saya tergolong rata-rata, namun saya menghabiskan cukup banyak waktu untuk membuat pencapaian di bidang lain, seperti kerja part-time dan aktivitas kemahasiswaan. Jadi saya dulu pernah menjadi ____, ___, dan terlibat di kepanitiaan besar seperti ___ dan ___. Semua itu memberikan pembelajaran yg amat kaya dalam hal kompetensi manajerial dan mentalitas profesional.&#8221;<strong> </strong></p>
<p><strong>9. Harap sebutkan tiga hal yang Anda pelajari di perkuliahan yang mana itu kiranya bisa bermanfaat di posisi yg Anda bidik sekarang?</strong></p>
<p>&#8220;Dari banyaknya mata kuliah yang saya pelajari di kampus, saya melihat bidang yg secara spesifik bisa diterapkan di posisi ini adalah ____, _____, dan ____. Namun sebenarnya saya belajar tidak hanya dari mata perkuliahan, namun juga dari dosen dan rekan-rekan saya. Dari perkuliahan, saya belajar banyak tentang problem solving, bagaimana membuat sebuah sasaran dan kemudian mencapainya, serta bagaimana berkolaborasi dengan orang lain. Seluruh pengalaman yang saya alami selama kuliah sesungguhnya telah memberikan sumbangsih yg amat besar bagi saya.&#8221;</p>
<p>Technorati Tags: <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/tes+wawancara+kerja" rel="tag" title="(125 hits)">tes wawancara kerja</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/job+interview" rel="tag" title="(45 hits)"> job interview</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/manajemen+karir" rel="tag" title="(42 hits)"> manajemen karir</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/pertanyaan-terkait-latar-belakang-pendidikan-pd-tes-wawancara-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/pertanyaan-terkait-latar-belakang-pendidikan-pd-tes-wawancara-kerja/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>6 Pelajaran dan Pencerahan Karir ala Manga</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/298346481/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/wawasan/6-pelajaran-dan-pencerahan-karir-ala-manga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 12:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Manajemen Karir]]></category>

		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[Akhmad Guntar]]></category>

		<category><![CDATA[Manga]]></category>

		<category><![CDATA[Nasihat Karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Mahasiswa biasanya mendapatkan saran karir dari teman mereka (yg biasanya sama2 tak punya cukup pengalaman &#38; wawasan ttg karir) atau keluarga (yg mendasarkan gagasan mereka pada apa2 yg berhasil tiga dekade lalu). Manapun yg dipilih, tak jarang anak muda mengalami ketidaksuksesan dalam karir.
Ada banyak sekali buku bimbingan karir, tapi para remaja dan mahasiswa biasanya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Johnny Bunko" src="http://s.wsj.net/public/resources/images/ED-AH332_brbunk_20080408174602.jpg" alt="Johnny Bunko" width="150" height="206" align="left" />Mahasiswa biasanya mendapatkan saran karir dari teman mereka (yg biasanya sama<sup>2</sup> tak punya cukup pengalaman &amp; wawasan ttg karir) atau keluarga (yg mendasarkan gagasan mereka pada apa<sup>2</sup> yg berhasil tiga dekade lalu). Manapun yg dipilih, tak jarang anak muda mengalami ketidaksuksesan dalam karir.</p>
<p>Ada banyak sekali buku bimbingan karir, tapi para remaja dan mahasiswa biasanya tidak cukup betah untuk membaca buku-buku itu sampai tuntas. Pengarang buku A Whole New Mid, Dan Pink, punya gagasan yang cemerlang dengan membuat buku nasihat karir dalam bentuk manga.</p>
<p>Bukunya berjudul <a title="The Adventures of Johnny Bunko: The Last Career Guide You'll Ever Need (48 hits)" href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://www.amazon.com/gp/product/1594482918/ref=cm_cr_pr_product_top">The Adventures of Johnny Bunko</a>. Lihat gambar di bawah; si cowok adl Johny Bunko. Dia adl karyawan baru di perusahaan bernama Boogs, yg mulai tersiksa dg pekerjaannya. Lalu cewek dg perawakan ala Sakura-nya Naruto itu adl Diana. Dia adl penasehat karir supernatural yg muncul dari sumpit makan Bunko.<br />
<span id="more-295"></span><br />
<img src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/05/tokoh-johnny-bunko.jpg" alt="Johnny Bunko: 6 Pelajaran dan Pencerahan Karir ala Manga" /></p>
<p>Buku ini diperuntukkan bagi mereka yg berusia di kisaran 20-an, termasuk juga siswa SMA. Konteks dari cerita ini adl tentang pria baik-baik, yg patuh pada orang tuanya, yg suka bekerja keras, yg peroleh sukses finansial di tempat kerjanya, tapi kemudian merasa ada yg salah dg pilihan karirnya. Bener<sup>2</sup> matching ama <a title="Memulai Bisnis dg Hobi (78 hits)" href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/bisnis/memulai-bisnis-dg-hobi/">gaya gagasan saya</a> <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/05/johnny-bunko-1.jpg" alt="Johnny Bunko: 6 Pelajaran dan Pencerahan Karir ala Manga" /></p>
<p><img src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/05/johnny-bunko-02.jpg" alt="Johnny Bunko: 6 Pelajaran dan Pencerahan Karir ala Manga" /></p>
<blockquote><p>&#8220;College students are making all kinds of assumptions about their careers that are just wrong&#8221;<br />
- Daniel Pink</p></blockquote>
<p>Ada enam pelajaran di buku ini. Kita mulai dari yg pertama; Tak usah bikin rencana karir! Silahkan ke halaman 2.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/wawasan/6-pelajaran-dan-pencerahan-karir-ala-manga/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/wawasan/6-pelajaran-dan-pencerahan-karir-ala-manga/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tips Negosiasi Gaji pada Tes Wawancara Kerja</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/293858245/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/tips-negosiasi-gaji-pada-tes-wawancara-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 23:45:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Manajemen Karir]]></category>

		<category><![CDATA[interview]]></category>

		<category><![CDATA[job interview]]></category>

		<category><![CDATA[Negosiasi Gaji]]></category>

		<category><![CDATA[Salary Negotiation]]></category>

		<category><![CDATA[tes wawancara kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[OK, meskipun tips terkait cara menjawab pertanyaan interview belum usai, tapi saya rasa issue terkait bagaimana menegosiasi gaji pada tes wawacara kerja juga tak kalah penting untuk dibahas. Nah, aturan umum menegosiasi gaji seperti gini: Jangan bicarakan gaji sampai kemudian Anda sudah mendapat kejelasan bahwa Anda-lah kandidat yg diharapkan (atau merupakan salah satu dari sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OK, meskipun tips terkait <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/pertanyaan-ttg-keluarga-pribadi-pada-tes-wawancara-kerja/" title="(170 hits)">cara menjawab pertanyaan interview</a> belum usai, tapi saya rasa issue terkait bagaimana menegosiasi gaji pada tes wawacara kerja juga tak kalah penting untuk dibahas. Nah, aturan umum menegosiasi gaji seperti gini: Jangan bicarakan gaji sampai kemudian Anda sudah mendapat kejelasan bahwa Anda-lah kandidat yg diharapkan (atau merupakan salah satu dari sedikit yg terpilih). Namun, memang sih aturan kayak gitu susah juga untuk dipatuhi. Upaya<sup>2</sup> menghindar dari pertanyaan malah bisa-bisa berubah menjadi otot2an - yg tentu tidak Anda inginkan.<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-292" title="tips-negosiasi-gaji-interview" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/05/tips-negosiasi-gaji-interview.jpg" alt="" width="356" height="269" /><br />
Idealnya memang, pembicaraan terkait gaji baru bisa dilakukan jika pelamar kerja sudah tahu betul dia mau ditempatkan di posisi mana, dan apa saja tanggungjawabnya. Tapi sialnya, tak jarang <abbr title="pemberi kerja">employer</abbr> merasa perlu menghemat waktu mereka dg melakukan penyaringan sejak dini.<br />
<span id="more-291"></span><br />
Anda tentunya menginginkan gaji yg lebih besar ketimbang yg sudah Anda terima sekarang, itu udah jelas. Untuk itu, ketika ditanya tentang riwayat gaji, sebaiknya Anda benar-benar sudah tahu berapakah yg sebetulnya Anda sudah dapatkan sekarang. Saya pertegas lagi: <em>Pastikan Anda tahu berapa banyak sih sebenarnya <span style="text-decoration: underline;">benefit</span> yg Anda peroleh</em>. Beneran, banyak orang yg ndak tau lho. Meskipun semua orang bisa nyebutkan dia dapat berapa per bulannya, tapi banyak yg lupa memperhitungkan penghasilan tahunan, termasuk juga kompensasi non-gaji seperti tunjangan kesehatan, bonus, bagi hasil, dana pensiun, training pengembangan diri, dan yg lainnya. Padahal hal<sup>2</sup> seperti itu aja sudah bisa nambah sampe 25 persen atau lebih dari gaji pokok Anda.</p>
<p>Pertanyaan terkait gaji ini memang terkesan seperti sebuah perangkap. Anda tentu ndak berharap permintaan gaji Anda dianggap terlalu tinggi atau terlalu rendah. Klo terlalu tinggi, kredibilitas Anda bisa rusak, kerja keras Anda sampai dg wawancara bisa dimentahkan. Sementara klo terlalu rendah, bukan cuma maksud untuk tingkatkan standar hidup terbatalkan, itu malah bisa jadi cerminan kurangnya rasa percaya diri, rendahnya self esteem dan ketidakmampuan untuk menilai harga kompetensi diri.</p>
<p>Nah, lantas gimana? Seperti yg saya sampaikan di awal, jangan berikan jawaban gamblang di awal. Anda harus membuat pelamar kerja melihat dulu performa Anda melalui tes wawancara, sehingga dia bisa melihat kelayakan &#8220;harga&#8221; Anda. Tujuannya adalah agar Anda bisa mengambil waktu sebanyak mungkin untuk membuat kesan sebaik yg Anda bisa berikan sebelum pembicaraan tentang gaji dimulai. Ini ndak ada beda dg <em>salesperson</em> yg sedang berusaha menjual produknya. Harga baru biasanya akan disebut ketika seluruh fitur dan benefit dari produk telah tuntas dibicarakan. Membicarakan harga sebelum fitur dan benefit diungkap bukanlah cara menjual yg bagus. Sama, itu juga bukan cara menegosiasi gaji yg bagus. Anda harus presentasikan dulu keahlian dan wawasan Anda, serta bagaimana Anda bisa menguntungkan perusahaan sebelum bicarakan tentang gaji.</p>
<p>Setahu saya ndak ada kok kasus di mana pelamar kerja ditolak gara<sup>2</sup> dia belum menyebutkan dg jelas berapa gaji yg dia minta di surat lamaran. Yg biasanya ada tu kasus pelamar ditolak gara<sup>2</sup> sejak awal dia udah nyebutin permintaan gaji yg ndak cocok buat pemberi kerja.</p>
<p>Meskipun begitu, memang bisa jadi Anda akan menemui skenario ndak ideal. Ini adl kondisi di mana Anda sudah ditanya berapa gaji yg diminta sejak awal interview, sebelum Anda sempat meyakinkan pewawancara bhw Anda lah kandidat terbaik, atau sebelum Anda punya gambaran terkait tanggung jawab yg akan diemban di posisi yg Anda incar.</p>
<p>Nah, dalam skenario situasi semacam ini, hal terbaik yg bisa Anda lakukan adl memberikan respon pengalih pembicaraan untuk mengulur waktu. Mengapa? Sekali lagi, supaya Anda bisa mencari info terkait posisi yg Anda incar, dan supaya Anda miliki lebih banyak waktu utk menjual terlebih dahulu pengalaman dan kapabilitas Anda.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-293" title="negosiasi-gaji-interview" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/05/negosiasi-gaji-interview.gif" alt="" width="480" height="338" /></p>
<p>Pertanyaan: <strong>Berapa gaji yg Anda harapkan untuk posisi ini?</strong></p>
<p><em> &#8220;Mohon maaf, Pak. Karena saya masih belum ada gambaran yg jelas terkait bagaimana posisi ini, maka sebenarnya cukup susah bagi saya untuk menyebutkan angka. Saya berharap Bapak berkenan untuk terlebih dahulu memberi saya gambaran dari posisi ini, dan juga rentang gaji yg sudah ditetapkan di perusahaan. Berdasarkan pengalaman saya, nama jabatan yg sama atau identik di perusahaan satu dan yg lain sebenarnya tidaklah benar<sup>2</sup> mengartikan kesamaan. Sehingga untuk bisa menyebut angka, saya rasa saya perlu tahu terlebih dahulu bagaimana deskripsi tanggung jawab &amp; pekerjaan dari posisi ini.&#8221;</em></p>
<p>Nah, jika Anda sudah sampaikan yg di atas tapi si pewawancara teruus aja ngejar, dan lalu memaksa Anda utk menyebut angka, padahal Anda belum sempat menjual kompetensi diri Anda. Yaa&#8230;[sigh]&#8230; sudah lah, sebut aja angka berapa gitu <sup>(do your research, please)</sup>. Ini supaya si pewancara ndak malah menganggap Anda ini merepotkan dan kurang komunikatif.</p>
<p><em>&#8220;Dengan lingkup tanggung jawab yg hendak saya emban, saya pikir saya layak untuk dihargai dengan standar gaji tertinggi yg masih bisa diterima oleh sebagian besar perusahaan, yakni dalam kisaran ___ hingga ___ juta rupiah.&#8221;</em></p>
<p>Pertanyaan: <strong>Berapa gaji Anda sekarang? Bagaimana riwayat gaji Anda?</strong></p>
<p><em>&#8220;Saya bisa pahami bila Bapak ingin tahu tentang informasi tsb, dan tentu saja, saya amat tidak keberatan untuk menyampaikannya. Namun rasanya akan lebih nyaman bagi saya bila Bapak berkenan untuk memberi saya kesempatan utk terlebih dahulu menjelaskan bagaimana tanggungjawab dari posisi saya sekarang, dan setelah itu menanyakan kpd Bapak terkait bagaimana bentuk tanggungjawab dari posisi yg saya tuju di sini. Hal ini saya pikir bisa membantu untuk melihat apakah kedua posisi tersebut benar<sup>2</sup> bisa dibandingkan dari segi salary dan benefit.&#8221;</em></p>
<p>Nah, lantas jika Anda merasa bener<sup>2</sup> ndak bisa mengelak dari penyebutan angka? Silahkan ke halaman dua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/tips-negosiasi-gaji-pada-tes-wawancara-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/tips-negosiasi-gaji-pada-tes-wawancara-kerja/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cara Cepat Mengenali Temparemen/ Personality Orang Lain</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/290509793/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/wawasan/cara-cepat-mengenali-temparemen-personality-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 23:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[koleris]]></category>

		<category><![CDATA[melankolis]]></category>

		<category><![CDATA[Personality Plus]]></category>

		<category><![CDATA[phlegmatis]]></category>

		<category><![CDATA[sanguinis]]></category>

		<category><![CDATA[Temparemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Anda ingin mengenali temparemen atau elemen dasar orang lain meskipun baru 30 menit ketemu? Bisa. Meskipun ingat, bahwa kebanyakan kita adalah kombinasi dari temparemen yg ada. Gunakan cara berikut sekedar untuk menemukan clue awal yang perlu Anda konfirmasikan kemudian.
Catatan: post ini didasarkan pada wawasan Personality Plus, di mana di sana ada elemen udara (sanguinis), elemen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda ingin <a title="Personalily Plus (151 hits)" href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/wawasan/aang-sang-avatar-naruto-dan-asal-muasal-personality-plus/">mengenali temparemen</a> atau elemen dasar orang lain meskipun baru 30 menit ketemu? Bisa. Meskipun ingat, bahwa kebanyakan kita adalah kombinasi dari temparemen yg ada. Gunakan cara berikut sekedar untuk menemukan <em>clue </em>awal yang perlu Anda konfirmasikan kemudian.</p>
<p>Catatan: post ini didasarkan pada <a title="Personality Plus FAQ (246 hits)" href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/wp-admin/post.php?action=edit&amp;post=253">wawasan Personality Plus</a>, di mana di sana ada elemen udara (sanguinis), elemen api (koleris), elemen tanah (melankolis), dan elemen air (phlegmatis)</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Lihat sorot matanya:</span></p>
<ul>
<li>Klo sorot matanya sering berbinar dan tampak berkaca-kaca ceria, pupil matanya cenderung besar, maka dia sanguinis udara</li>
<li>Klo sorot matanya tajam, dan berani bertatap pandangan lama, maka dia koleris api, sperti gambar di bawah ini.</li>
</ul>
<p><span id="more-288"></span><img class="alignnone size-full wp-image-289" title="tatapan-koleris" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/05/tatapan-koleris.jpg" alt="" width="482" height="301" /></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Perhatikan cara dia berbicara:</span></p>
<ul>
<li>Klo dia banyak bicara dan tertawa, heboh, serta punya banyak guyonan, suka ngerjain orang, maka dia sanguinis udara</li>
<li>Klo dia sering pake perkataan seperti &#8220;tergantung&#8221; atau apapun yg menunjukkan dia banyak banget yg dipertimbangkan, maka dia melankolis tanah</li>
<li>Klo waktu ndengerin Anda bicara dia sering banget pake pose non verbal tangan ke wajah, maka dia melankolis tanah</li>
<li>Klo dia sering bilang &#8220;minta maaf&#8221; atau semacamnya, maka dia melankolis tanah</li>
<li>Klo ngomongnya pelan, lebih suka mendengarkan ketika ada di kerumuman, pendengar yg baik, maka dia adl phlegmatis air</li>
</ul>
<p><!--more--><br />
<span style="text-decoration: underline;">Perhatikan sikap tubuhnya</span></p>
<ul>
<li>Klo waktu dia bicara seluruh wajah dan kebanyakan anggota tubuhnya ikut gerak utk memperkuat pesan, maka dia sanguinis udara</li>
<li>Klo pada waktu duduk dia ndak bisa diam, maka dia sanguinis udara</li>
<li>Klo pada waktu duduk sikapnya tegak, gayanya defensif dan/atau superior (i.e. tangan bersilang di depan dada, kedua tangan diletakkan di belakang tengkuk), maka dia koleris api</li>
<li>Klo pada saat duduk sikap nonverbalnya tampak spt orang yg sedang mengevaluasi (i.e. tangan di dagu, tangan di pipi) maka dia melankolis bumi</li>
<li>Klo pada saat duduk pinggangnya lebih dekat/menyentuh alas duduk, maka dia phlegmatis air</li>
</ul>
<p>Dari sini aja, Anda sudah bisa ngeliat bahwa yang paling gampang terlihat adl kaum sanguinis udara. Penampilan dan perilakunya memang sedemikian mencolok. Dari sini, berarti klo mau menemukan phlegmatis atau melankolis, maka cari aja mereka yg ndak begitu tampak mencolok.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Lihatnya sikap dia ke orang lain:</span></p>
<ul>
<li>Klo dia ndak sungkan utk nanya2 dan ngomongin rahasia orang lain, maka dia sanguinis udara</li>
<li>Klo dia tiba<sup>2</sup> aja mbetulin kerah baju Anda yg melenceng, ngambilin ballpoin orang lain yg jatuh meski agak jauh dari posisinya, maka dia koleris api</li>
<li>Klo dia secara otomatis cenderung suka nyuruh2 orang, atau gigih banget membuat orang lain menerima pendapatnya, maka dia koleris api</li>
<li>Klo dia sepertinya amat ndak keberatan utk beda pendapat hingga sampai berdebat alot dg orang lain, maka dia koleris api</li>
<li>Klo dia begitu peka pada bagaimana orang lain memberi tanggapan, maka dia melankolis bumi</li>
<li>Klo dia sampe bisa menangis atas cerita orang lain, maka dia melankolis bumi</li>
<li>Klo dia nurut, hampir2 ndak bisa nolak, atau malah ndak bisa nolak request orang lain, maka dia phlegmatis air</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline;">Lihat caranya berpakaian:</span></p>
<ul>
<li>Klo pakaiannya relatif (paling) trendi, atau warnanya ngejreng bukan main, atau apapun yg mbikin dia tampak mudah dibedakan dg yg lain, maka dia tu sanguinis udara</li>
<li>Klo dia sering minta baju, tas atau apapun yg dia miliki dikomentari ama teman2nya, maka dia tu sanguinis udara</li>
<li>Klo model pakaian dan style-nya konservatif (i.e. bukan motif berani, kemeja dimasukkan baju, dst), maka dia melankolis</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline;">Perhatikan ketika dia sedang diminta mengambil keputusan</span></p>
<ul>
<li>Bila mikirnya lama, dan ketika ditanya dia memberikan buanyak sekali pertimbangan, maka dia adl melankolis bumi</li>
<li>Bila mikirnya lama, dan tampak banget bahwa dia ternyata ndak sedang berpikir keras dan lebih suka klo dia nurut aja ama keputusan yg sudah ada, maka dia adl phlegmatis air</li>
<li>Bila mikirnya cepat, dan itu karena dia tahu manakah alternatif yg paling/lebih menyenangkan, maka dia adl sanguinis udara</li>
</ul>
<p>Klo yg berikut ini adalah melankolis. Dalam temparemen yg ekstrim, tipikal sorot matanya tampak seperti ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-290" title="tatapan-melankolis" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/05/tatapan-melankolis.jpg" alt="" width="482" height="301" /></p>
<p>So, jadi gini. Ketika Anda baru aja dikenalkan:</p>
<ul>
<li>dengan Sanguinis, maka ingat bahwa dia tu senang dipuji, ketika dia bercanda sebaiknya Anda tertawa. Anda boleh2 aja ngeledek dia, tapi berhati-hatilah untuk tidak mengkritik dia.</li>
<li>dengan Koleris, maka ingat bhw dia suka banget ktk orang lain memberi pengakuan atau kagum akan segenap pencapaian dia. Biarkan aja dia banyak bicara dan bersikap dominan. Anda tak harus sepakat dg apa2 yg dia omongkan, tapi sebaiknya Anda (terlihat) mendengarkan dg baik apa yg dia sampaikan.</li>
<li>dengan Melankolis, maka ingat2lah bhw dia tu ndak suka omongan mbulet atau basa basi berlebihan. Ngati-ngati klo ngguyoni dia. Perasaannya paling peka ketimbang yg lain. Ndak perlu juga mengkritik dia. Para melankolis biasanya sudah amat pintar mengkritisi dirinya.</li>
<li>dengan Phlegmatis, Anda ndak punya terlalu banyak larangan. Phlegmatis adl kaum yg paling easy going dan enak diajak ngobrol.</li>
</ul>
<p>Selamat dipraktekkan dan dilatih. Silahkan juga buat temen2 yg mau berbagi pengalaman pribadi ttg bagaimana cara mengenali keempat temparemen yg ada <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Technorati Tags: <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/Personality+Plus" rel="tag" title="(31 hits)">Personality Plus</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/Temparemen" rel="tag" title="(27 hits)"> Temparemen</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/Koleris" rel="tag" title="(26 hits)"> Koleris</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/Melankolis" rel="tag" title="(21 hits)"> Melankolis</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/Phlegmatis" rel="tag" title="(21 hits)"> Phlegmatis</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/Sanguinis" rel="tag" title="(16 hits)"> Sanguinis</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/wawasan/cara-cepat-mengenali-temparemen-personality-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/wawasan/cara-cepat-mengenali-temparemen-personality-orang-lain/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tips Komunikasi Pria Wanita</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/288109748/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/keluarga/tips-komunikasi-pria-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 15:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[beda cowok cewek]]></category>

		<category><![CDATA[beda laki-laki perempuan]]></category>

		<category><![CDATA[beda pria wanita]]></category>

		<category><![CDATA[Tips Komunikasi Pria Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Pada post sebelumnya, telah saya sampaikan bahwa beda pria wanita juga tampak pada perihal bagaimana mereka berkomunikasi. Nah, perbedaan ini bukanlah untuk kemudian dijadikan pembenaran untuk bersikap apa adanya. Kita bisa memilih untuk lebih produktif dan efektif dalam berkomunikasi.
Kita mulai dulu dari tips untuk para cowok. Sejak dulu kan cowok selalu dituduh sebagai kaum yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada post sebelumnya, telah saya sampaikan bahwa beda pria wanita juga tampak pada perihal bagaimana mereka berkomunikasi. Nah, perbedaan ini bukanlah untuk kemudian dijadikan pembenaran untuk bersikap apa adanya. Kita bisa memilih untuk lebih produktif dan efektif dalam berkomunikasi.</p>
<p>Kita mulai dulu dari tips untuk para cowok. Sejak dulu kan cowok selalu dituduh sebagai kaum yang tak pengertian thd cewek. Bisa jadi itu memang benar. Entah apa karena kebanyakan cowok memang bebal atau kebanyakan cewek memang sebegitu susahnya untuk dimengerti, itu tak perlu diperdebatkan. Apa yg lebih penting adalah memahami perbedaan yg ada dan membuat penyikapan yg lebih bijak atasnya.</p>
<p>Okai, para cowok, perhatikan yg berikut ini:<br />
<span id="more-285"></span><br />
<strong> Ingat, wanita tu cenderung ndak to-the-point klo bicara.</strong> Mereka lebih suka ngomong dg cara yg halus. Wanita cenderung bicara di sekeliling inti pembicaraan (mbulet, begitu kata pria) agar mereka tidak terkesan agresif. Itu juga dilakukan oleh wanita utk menjaga perasaan pria bila semisal mereka sedang bermaksud meminta sesuatu. Bagi wanita, cara ngomong semacam itu sebenernya sudah jelas. Cuman para pria biasanya bermasalah dg model komunikasi semacam itu.</p>
<p>Ketika si wanita bertanya, &#8220;Mas, ndak pengen makan mie, ta?&#8221;, maka bisa jadi yg sebenernya pengen makan mie tu pasangan Anda. Atau semisal klo si pasangan bilang, &#8220;Duuh, dompetku kok jelek ya.&#8221; tu amat bisa jadi dianya pengen dibelikan dompet. Model komunikasi semacam ini bisa berlangsung dalam durasi lama serta membuat pria cukup frustasi.</p>
<p>Apalagi <strong>wanita tu biasanya memang menuntut pria untuk bisa membaca pikiran mereka</strong>. Ndak cuma itu, hukuman pun bisa datang bila pria gagal melakukannya <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> Wanita mbatin dalam hati, bertanya-tanya kenapa pasangan cowoknya kok bisa ndak tahu apa sih yang dia suka, ke mana dia pengen pergi, apa yang sedang pengen dilakukannya, dst. Padahal si wanita udah ngerasa ngasih petunjuk yg jelas. Pria sendiri seringkali ndak nyadar bhw dia sdg dihadapkan pada teka-teki yg harus dipecahkan. Ketika sudah nyadar bhw wanita memberinya teka-teki, pria pun seringkali gagal menangkap isi pikiran &amp; perasaan wanita.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-286" title="ekspektasi-wanita-ttg-komunikasi" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/05/ekspektasi-wanita-ttg-komunikasi.jpg" alt="beda pria wanita: wanita berharap dimengerti" width="480" height="304" /></p>
<p>Lantas, apa yg bisa dilakukan? Bagaimana cara membaca pikiran wanita?</p>
<p>Hmm&#8230;. ini dia <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertama, yg jelas kedua belah pihak kudu saling paham tentang adanya perbedaan ini. Buat para pria, kasih tau pasangan Anda, sehingga dia bisa memilih utk tidak sebegitu mudahnya ngambek ketika Anda terkesan tak pengertian. Kedua, perlu juga dipahami bahwa kebanyakan pria ndak bisa multitasking. Itu artinya kekuatan empatik pria tu menurun ketika dia lagi serius kerja -atau nonton pertandingan badminton, atau baca majalah otomotif. Bila di saat itu dia lalu mendengar pasangannya menyampaikan pesan yg ndak to-the-point, lebih besar pesan itu akan ditanggapi apa adanya, ndak dipikir apa implikasi atau maksud yg tersembunyi di dalamnya. Dan seringkali beginilah yg terjadi, dan dari sinilah seringkali masalahnya berawal.</p>
<p>Yang penting tu bisa tetep membuka mata pada isyarat2 nonverbal yg ditunjukkan pasangan. Bukan pada kata2 yang diucapkannya, melainkan lebih pada bagaimana dia mengucapakannya serta pemahaman Anda tentang kondisi dia secara umum. Susah? betul <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Wanita tu bener2 makhluk yang peka, udah tau kan? <strong>Mereka berpikir dan berkata dalam pengaruh estrogen.</strong> Seringkali, tema perilaku mereka didasarkan atas mood dan apa2 yang cowok menganggapnya nggak rasional. Bila semisal seorang pria berkata pada pasangannya, &#8220;Dhe&#8217;, aku suka ama rambutmu&#8221;, jangan heran klo tiba-tiba tanggepannya,&#8221;Lho, emang sebelumnya Mas nggak suka ya?! Sebelumnya Mas nganggep aku lebih jelek ketimbang [nama cewek, probably artis].&#8221;</p>
<p>Pada saat wanita berada dalam masa subur, mereka adl yg paling menyenangkan. Mereka akan lebih tampil menarik dan berperilaku lebih menyenangkan ketimbang ketika mereka sdg masa tak subur, apalagi menjelang masa tak subur.</p>
<p>Yang jelas, perlu kita para cowok ketahui, bahwa <strong>tujuan utama wanita ngobrol itu adalah utk&#8230;ya utk ngobrol</strong>. Artinya bukan untuk mencari pemecahan masalah, sekedar bertukar informasi, atau hendak menyimpulkan sesuatu. Adalah kecenderungan alami para wanita untuk ngobrol dg banyak orang kala mereka lagi ada masalah. Bisa jadi mereka tidak segera menindaklanjuti hasil obrolan yg sudah dilakukan, dan terus aja ngobrol. Jika Anda adl pasangan si wanita, maka ada baiknya Anda merasa bersyukur. Itu artinya Anda masih dianggep, masih dipercaya.</p>
<p>Secara umum, yg perlu Anda lakukan adl membuat sang pasangan merasa nyaman, mbikin dia merasa lebih baikan. Dan ini bukan dilakukan dg berusaha keras memecahkan masalah mereka. Klo pria berfokus pada pemecahan masalah, maka empatinya berkurang, yg ada malah semacam interogasi utk menemukan bahan2 pengambilan keputusan. Apalagi klo kemudian menyalahkan si wanita atas apa2 yg dia rasakan. Anteng aja, dan tunjukkan empati dg tatapan mata, sentuhan dan pelukan. Itu jauuuh lebih baik.</p>
<p>Berikutnya: Tips utk Perempuan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/keluarga/tips-komunikasi-pria-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/keluarga/tips-komunikasi-pria-wanita/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Beda Pria dan Wanita dalam Berkomunikasi</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/279093115/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/wawasan/beda-pria-dan-wanita-dalam-berkomunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 02:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>

		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>

		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<category><![CDATA[pria]]></category>

		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/wawasan/beda-pria-dan-wanita-dalam-berkomunikasi/</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah adage lama yg mengatakan: Klo kamu bertanya pada pria sekarang ini jam berapa, maka dia akan langsung melihat arlojinya; tapi bila kamu tanyakan perihal yg sama kepada wanita, dia akan langsung bercerita tentang arloji2 cantik yg dia lihat di plaza kemarin sore  
Anda mungkin pernah mendengar seorang wanita bertanya-tanya, &#8220;Aku ndak ngerti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://en.wikipedia.org/wiki/Adage" title="(58 hits)">adage </a>lama yg mengatakan: Klo kamu bertanya pada pria sekarang ini jam berapa, maka dia akan langsung melihat arlojinya; tapi bila kamu tanyakan perihal yg sama kepada wanita, dia akan langsung bercerita tentang arloji<sup>2</sup> cantik yg dia lihat di plaza kemarin sore <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anda mungkin pernah mendengar seorang wanita bertanya-tanya, &#8220;Aku ndak ngerti kenapa si cowok itu mundur teratur. Apa yg salah sih dg aku? Apa aku ini terlalu menuntut, atau malah kurang menuntut? Cowok emang mbingungin. &#8221; Sementara itu, di hari yg sama si cowok juga bertanya-tanya,&#8221;Aku ndak paham ama cewek ini, aku mungkin udah berbuat salah, tapi apa ya. Cewek emang makhluk rumit deh.&#8221;</p>
<p>Nyatanya <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/wawasan/wanita-dan-pria-memang-beda/" title="Pria dan wanita memang beda (77 hits)">pria dan wanita memang berbeda</a>, termasuk dalam hal cara mereka berkomunikasi. Hal ini amat penting untuk dimengerti karena komunikasi bukanlah sekedar menyampaikan pesan (dalam hal ini khususnya dg lawan jenis), namun juga terkait bagaimana kita memahami lawan bicara dan pesan<sup>2</sup> yang dia berikan.  Mari kita lihat saja bedanya; <span id="more-281"></span></p>
<h3> 1. Apa yang Diobrolin Laki-laki dan Perempuan Udah Beda</h3>
<p><strong>Girls like people.</strong> Sewaktu kecil, cewek sukanya ngobrol tentang siapa lagi suka ama sapa, siapa lagi marahan ama sapa, dan semacamnya. Mereka bermain dalam kelompok<sup>2</sup> kecil dan saling berbagi &#8216;rahasianya&#8217; orang lain. Sbg teenager, mereka ngobrolin cowok, berat badan, pakaian dan teman<sup>2</sup> mereka. Beranjak dewasa, cewek suka ngobrolin tentang diet, hubungan<sup>2</sup> pribadi (diri sendiri dan sudah pasti orang lain), pernikahan, anak-anak, percintaan dan segala (urusan<sup>2</sup> pribadi) yang terkait dg orang lain, baik yg dikenal maupun tidak.</p>
<p><img src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/04/beda-pria-wanita-cewek-suka-orang.jpg" alt="Beda Pria dan Wanita dalam Berkomunikasi - cewek suka people" /></p>
<p><strong>Boys like things.</strong> Sementara itu, di waktu kecilnya, cowok suka bicara tentang <em>things</em> (barang<sup>2</sup>, perangkat &amp; mainan) dan juga aktivitas: siapa melakukan apa, siapa yang bagus di perihal tertentu dan bagaimana cara kerja berbagai perlengkapan/apapun yg mereka anggap mainan. Sbg teenager, cowok mbicarain sports, game, barang<sup>2</sup> mekanik dan kegunaan dari <em>things</em>. Beranjak dewasa, cowok mendiskusikan sports, kerjaan mereka, berita, apa<sup>2</sup> yang mereka lakukan, teknologi, barang<sup>2</sup> bermesin dan juga gadget. Bukannya cowok ndak pernah ngobrolin ttg people. Tentu saja pernah. Tapi biasanya itu masih dalam konteks olahraga, kepentingan karir, atau teknologi.</p>
<p><img src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/04/beda-pria-wanita-cowok-suka-things.jpg" alt="Beda Pria dan Wanita dalam Berkomunikasi - cowok suka barang, gadget, elektronik, mobil, olahraga" /></p>
<h3>2. Alasan Laki-laki dan Perempuan Ngobrol Juga Beda</h3>
<p>Awalannya dari struktur otak pria dan wanita yang ternyata berbeda. Otak pria tersekat-sekat secara tegas yg pengaruhnya pada kemampuan dalam mengelola informasi di kepala. Di akhir hari, pria berkemampuan untuk memilah dan menyimpan informasi dengan rapi di kepalanya, sedemikian rupa sehingga emosinya tidak merasa gerah.</p>
<p>Tapi otak wanita berbeda. Ketika wanita sedang ada kegalauan terutama, semua masalah yg dipunya, atau bahkan semua informasi yg mbikin gatel yg dia terima di hari itu terus saja berputar-putar di kepala. Wanita cenderung melakukan <em>rewind</em> atas informasi yg ada di kepala mereka selama berkali-kali. Satu-satunya cara untuk menghentikan itu adalah dengan mengungkapkannya, dengan cerita atau curhat ke orang lain. Mereka harus ngobrol ama orang lain sekedar untuk menguraikan masalah dan membuat dirinya lega. Ngobrol membantu wanita dalam mengklasifikasikan dan menata informasi di kepala.</p>
<blockquote><p>Wife    : You tell a man something, it goes in one ear and comes out  of the other.<br />
Husband : You tell a woman something, it goes in  both ears and comes out of the mouth.<br />
 <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Cowok seringkali tak mengerti hal ini. Banyak cowok berpikir bahwa mereka harus memberikan solusi atas apa<sup>2</sup> yg diungkapkan oleh pasangan mereka.  Ini malah membuat sang cowok merasa tertekan dan lupa untuk memberikan empati, karena dia bersibuk memikirkan tanggapan dan jawaban.</p>
<p>Lebih jauh lagi, berbeda dengan pria, wanita berkomunikasi untuk mengekspresikan diri, memberikan support kpd orang lain, dan secara umum; untuk membina hubungan. Sementara itu pria berkomunikasi lebih untuk bertukar informasi, memecahkan masalah, atau bahkan untuk menunjukkan dominansi.</p>
<h3>2. Laki-laki dan Perempuan Ngobrol di Tempat yg Berbeda</h3>
<p>Udah keliatan, dari apa yang diobrolin dan juga alasan untuk ngobrol, maka pria dan wanita juga memiliki preferensi terkait di mana mereka melakukan obrolan.</p>
<p><img src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/04/beda-pria-wanita-tempat-obrolan.jpg" alt="Beda Pria dan Wanita dalam Berkomunikasi - tempat ngobrolnya beda" /></p>
<p>Kebanyakan lelaki lebih menyukai ngobrol di keramaian. Mereka ndak suka ngobrol di tempat<sup>2</sup> sepi, apalagi klo sampai cuma berdua, apalagi klo sampe kemudian ketauan orang <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> . Lha wong apa yang diobrolin cowok lho bukan perihal<sup>2</sup> rahasia. Apa yg perlu dirahasiakan klo yg dibicarakan adl tentang gimana jalannya pertandingan bola kemarin malam atau cara penggunaan fitur dari gadget terbaru. Jikapun cowok bicara ttg hal<sup>2</sup> yg sensitif, biasanya mereka pun masih ndak sungkan untuk bicarakan itu keras<sup>2</sup> di depan umum.Sementara itu, perempuan berbicara untuk menjalin kedekatan hubungan dengan cara mengungkapkan perasaan secara bebas. Apalagi apa yg mereka bicarakan kebanyakan adalah perihal<sup>2</sup> sensitif -yg harusnya adl- rahasia, baik milik sendiri maupun orang lain. Sehingga perempuan lebih menyukai tempat yang menyediakan privasi; seperti di rumah (atau kamar tepatnya), kafe, toilet hotel atau tempat lain yg di sana mereka bisa bebas cerita penuh ekspresi. Lho, bukankah perempuan suka jalan<sup>2</sup> di mal, hanging out rame<sup>2</sup> bersama teman? Betul, tapi mereka tidak menggunakan tempat<sup>2</sup> itu untuk berbagi perasaan secara mendalam.</p>
<h3>4. Ketika Laki-laki dan Perempuan Bertanya Serta Berikan Umpan Balik</h3>
<p>Bagi perempuan; bertanya dimaksudkan untuk dua hal; menggali informasi (entah gosip atau yang lain) dan menjalin kedekatan hubungan. Kadang mereka ajukan pertanyaan yang sudah mereka ketahui jawabannya.</p>
<blockquote><p> &#8220;Mas, gimana, aku cantik nggak?&#8221;, &#8220;Kangen ama aku, nggak?&#8221;</p></blockquote>
<p>or rather, mereka ajukan pertanyaan yang mereka pikir pasangan mereka harusnya udah tau jawaban yg benar apa <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sementara itu, laki-laki biasanya lebih enggan bertanya. Ada yg merasa bahwa bertanya itu merupakan suatu bentuk kelemahan atau ketidakmampuan. Laki-laki biasanya memang lebih membenci (bila dirinya mengalami) kegagalan ketimbang perempuan. Terlebih ketika di hadapan perempuan, laki-laki biasanya lebih memilih mencoba sendiri sampai bisa ketimbang bertanya.</p>
<p>Tapi pria lebih berani blak<sup>2</sup>an ketika memberikan umpan balik, tidak seperti wanita yg begitu penuh pertimbangan dan menjaga perasaan. Sementara pria, secara ekstrim dibilang seperti ini:</p>
<blockquote><p>Men answer to the question, not the person.</p></blockquote>
<p>Terkait dengan umpan balik, wanita biasanya melakukan kritik pada diri sendiri. <em>Self-appraisal</em> nya lebih rendah ketimbang pria. Sementara pria lebih mudah untuk merasa puas dg performa mereka.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>So, informasi di atas paling nggak sudah bisa mbikin Anda lebih paham dan jadi lebih pengertian kan. Lain kali saya akan sampaikan tips bagaimana menyikapi perbedaan itu; tips berkomunikasi bagi pria dan wanita.</p>
<blockquote></blockquote>
<p>Technorati Tags: <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/beda+laki+perempuan" rel="tag" title="(23 hits)">beda laki perempuan</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/beda+pria+wanita" rel="tag" title="(17 hits)"> beda pria wanita</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/komunikasi" rel="tag" title="(18 hits)"> komunikasi</a>, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://technorati.com/tag/gender" rel="tag" title="(12 hits)"> gender</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/wawasan/beda-pria-dan-wanita-dalam-berkomunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/wawasan/beda-pria-dan-wanita-dalam-berkomunikasi/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
