<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Manajemen Produktivitas &amp; Pengembangan Diri</title>
	
	<link>http://akhmadguntar.com</link>
	<description>akhmadGuntar.com</description>
	<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 23:00:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/2.5/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image>
		<creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/2.5/</creativeCommons:license><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/AkhmadguntarDotCom" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>AkhmadguntarDotCom</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Who Moved My Cheese? Cara Mantap Hadapi Perubahan di Kehidupan &amp; Kerja</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/6PrMncEVx_8/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/hikmah/who-moved-my-cheese-cara-mantap-hadapi-perubahan-di-kehidupan-pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 23:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=979</guid>
		<description><![CDATA[
Buku Who Moved My Cheese? oleh Dr. Spencer Johnson adalah sebuah bacaan yang enak sekali dibaca. Cerita metaforisnya menginspirasi dan menyampaikan poin pembelajaran secara mengena. Seperti judulnya, ini adalah tentang peristiwa kehilangan keju yang kemudian mengajari kita tentang sikap dalam menghadapi perubahan, baik dalam kehidupan pribadi maupun kerjaan.
Keju merupakan metafora dari apa-apa yang Anda inginkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/Masthead.png" alt="Who Moved My Cheese? Cara Mantap untuk Hadapi Perubahan di Kehidupan &amp; Pekerjaan" width="495" height="78" title="Who Moved My Cheese? Cara Mantap Hadapi Perubahan di Kehidupan & Kerja" /><br />
Buku Who Moved My Cheese? oleh Dr. Spencer Johnson adalah sebuah bacaan yang enak sekali dibaca. Cerita metaforisnya menginspirasi dan menyampaikan poin pembelajaran secara mengena. Seperti judulnya, ini adalah tentang peristiwa kehilangan keju yang kemudian mengajari kita tentang sikap dalam menghadapi perubahan, baik dalam kehidupan pribadi maupun kerjaan.</p>
<p>Keju merupakan metafora dari apa-apa yang Anda inginkan dalam hidup - apakah itu pekerjaan yang bagus, hubungan yang penuh cinta, uang, atau kedamaian spiritual. Keju adalah apa yang kita pikir akan membuat kita bahagia, dan ketika kondisinya berubah, setiap orang menangani perubahan dengan cara yang berbeda. Empat karakter yang menjadi tokoh di buku ini merepresentasikan bagian dari diri kita manakala perubahan terjadi. Maka jadikanlah informasi di buku ini untuk membantu Anda memanfaatkan perubahan dan mengarahkan Anda ke sukses.<br />
<span id="more-979"></span><br />
Empat karakter ini tinggal di sebuah maze (jaringan jalan yg ruwet) dan mencari keju untuk menghidupi diri dan untuk membuat mereka bahagia. The Maze di sini adalah tempat di mana Anda menghabiskan waktu untuk mencari apa-apa yang Anda inginkan. Ini bisa berupa organisasi, institusi atau perusahaan di mana Anda berada, hubungan yang Anda punya dalam hidup, atau komunitas di mana Anda berada.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/lab-mice.jpg" alt="Who Moved My Cheese? Cara Mantap untuk Hadapi Perubahan di Kehidupan &amp; Pekerjaan" width="495" height="720" title="Who Moved My Cheese? Cara Mantap Hadapi Perubahan di Kehidupan & Kerja" /></p>
<p>Dua karakter yang ada bernama Sniff dan Scurry. Mereka berdua adalah tikus. Mereka mencerminkan bagian diri kita yang simpel dan instingtif. Hem dan Haw adalah orang<sup>2</sup> kecil, merepresentasikan bagian kompleks dari diri kita sebagai manausia. Terkadang kita seperti Sniff, yang mengantisipasi perubahan lebih dini dengan mengendus-endus, atau scurry, yang dengan segera masuk ke ranah tindakan dan beradaptasi. Mungkin terkadang kita seperti Hem, yang menampik perubahan dan menolak karena rasa takut, atau Haw, yang belajar untuk beradaptasi begitu dia melihat ada sesuatu yang lebih baik. Bagian manapun yang kita pilih, kita semua punya kebutuhan yang sama untuk bisa bergerak menelusuri maze dalam hidup dan untuk bisa berhasil dalam masa-masa perubahan.</p>
<p>Setiap hari, Hem, Haw, Sniff dan Scurry pergi ngantor: mengumpulkan dan menyantap keju. Setiap pagi, sang tikus dan orang2 kecil mengenakan pakaian jogging dan sepatu lari mereka, lalu pergi keluar rumah dan berlomba di maze (jaringan jalan yg ruwet) mencari keju kesukaan mereka.</p>
<p>Di suatu hari mereka bisa menemukan keju masing<sup>2</sup> di ujung dari salah satu koridor di Cheese Station C. Setiap pagi tikus-tikus itu pergi ke Cheese Station C dan dengan segera mereka menetapkan rutinitas rute mereka.</p>
<p>Sniff &amp; Curry bangun lebih awal setiap harinya, dan selalu menempuh rute yg sama. Sang tikus yang sampai di Station selalu menalikan kedua sepatunya hingga jadi satu dan menggantungkannya di leher mereka sehingga mereka bisa dengan cepat mengenakan kembali manakala dibutuhkan.</p>
<p>Hem dan Haw menjalani rutinitas yang sama setiap hari, hanya saja kemudian mereka bangun lebih lambat setiap harinya, berganti pakaian lebih lambat, dan berjalan -bukan lagi berlari- ke Station C, selalu menganggap akan ada keju yang menunggu mereka. Malahan, orang kecil itu meletakkan sepatu lari mereka, dan tinggal dengan nyamannya di Station C. Hingga kemudian, over-confidence mereka berubah menjadi sikap arogan.</p>
<p>Tapi sang tikus berbeda, dia selalu menginspeksi areanya, dan mencermati betapa cadangan keju semakin hari semakin berkurang.</p>
<p>Di satu pagi mereka temukan bahwa ternyata tidak ada lagi keju yang tersisa. Sang tikus tidak banyak<sup>2</sup> analisa, mereka toh sudah tahu bahwa hal itu akan terjadi. Jadi yang mereka lakukan ya langsung saja mengenakan lagi sepatu lari yang dikalungkan di leher. Sang tikus tidak membuang waktu dan dengan segera menjelajah lagi di <em>maze </em>untuk mencari keju baru.</p>
<p>Hem dan Haw datang belakangan, dan karena sudah merasa mantap akan ketersediaan keju, mereka begitu terkejut mengetahui bahwa kejunya sudah tidak lagi tersdia. Hem berteriak, &#8220;Who moved my Cheese?&#8221;</p>
<p>Karena keju itu begitu pentingnya buat mereka, dua orang kecil itu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memutuskan apa-apa yang perlu dilakukan. Mereka tak bisa mempercayai betapa keju mereka tiba-tiba menghilang.</p>
<p>Setelah mengomel banyak, Haw lalu bilang,</p>
<blockquote><p>&#8220;Mungkin kita perlu berhenti menganalisa situasi ini terlalu banget, langsung aja kita cabut dan mencari lagi keju yang baru.&#8221;</p></blockquote>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/ratatouille_3.jpg" alt="Who Moved My Cheese? Cara Mantap untuk Hadapi Perubahan di Kehidupan &amp; Pekerjaan" width="495" height="320" title="Who Moved My Cheese? Cara Mantap Hadapi Perubahan di Kehidupan & Kerja" /><br />
Sementara Hem dan Haw menghabiskan waktu mereka untuk memperturutkan khawatir, Sniff dan Scurry telah menemukan cadangan keju yang lumayan di Cheese Station N.</p>
<p>Haw mulai membayangkan dirinya menyantap keju baru yang lezat. Sementara Hem menolak pergi meninggalkan Cheese Station C. Haw juga mulai menyadari ketakutannya itu menghambat dia untuk pergi meninggalkan Hem ke maze. Di dalam pikirannya, dia membuat gambaran tentang dirinya sendiri pergi di maze dan pada akhirnya menemukan keju baru.</p>
<p>Haw punya kebiasaan menuliskan apa yang ada di benaknya di dinding untuk dibaca Hem. Sebelum pergi dia menulis,&#8221;<strong>Kalau kamu tak berubah, kamu bakal musnah.</strong>&#8221; Haw akan terus menuliskan hal yang senada sementara dia pergi menjelajah di maze, berharap Hem bakal beranjak dari Station C dan membaca tulisan tangan di dinding.</p>
<p>Haw temukan keju-keju kecil di beberapa tempat. Begitu dia pergi meninggalkan maze, dia mempelajari beberapa hal:</p>
<ul>
<li> Dia harus melepaskan rasa takutnya</li>
<li> Dia sadari bahwa apa yang ada di luaran sana bukannya lebih jelek, melainkan bisa jadi jauh lebih baik</li>
<li> Dia perlu bersikap waspada untuk bisa mengantisipasi perubahan, dan lain kali, secara berkala mencium keju untuk mengecek apa masih bagus.</li>
</ul>
<p>Dan dengan pembelajaran penting itu dia sampe perlu katakan dengan lantang pada dirinya sendiri.</p>
<blockquote><p>Get out of your comfort zone, dammit!<br />
Keluarlah dari zona nyamanmu!</p></blockquote>
<p>Dia menemukan sebuah cheese station tapi ternyata kosong. Dia sadari bahwa cepat atau lambat dia harus pindah, karena kecil kemungkinan dia bakal bisa temukan keju di sana. Maka dia tuliskan di dinding:</p>
<blockquote><p>Semakin cepat kamu lepaskan keju lamamu, semakin cepat kamu bisa temukan keju yg baru.</p></blockquote>
<p>Haw kembali lagi ke station yang kejunya sudah habis untuk menawari Hem beberapa gigitan dari keju yang telah dia temukan di jalan. Hem menolaknya karena dia hanya ingin keju yang sudah biasa dia santap. Haw kembali lagi ke maze.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/who-moved-my-cheese.jpg" alt="Who Moved My Cheese? Cara Mantap untuk Hadapi Perubahan di Kehidupan &amp; Pekerjaan" width="494" height="370" title="Who Moved My Cheese? Cara Mantap Hadapi Perubahan di Kehidupan & Kerja" /></p>
<p>Haw lalu jadi tersadar.</p>
<ul>
<li> Rasa takut yang kamu bangun di pikiranmu itu lebih buruk ketimbang situasi yang sebenarnya terjadi.</li>
<li>Apa yang Anda takuti itu tak pernah seburuk apa yang Anda bayangkan.</li>
<li>Ketika Anda mengubah apa yang Anda yakini, Anda juga mengubah apa yang Anda lakukan.</li>
</ul>
<p>Haw dengan segera menemukan keju baru di Station N, dan bertemu dengan teman lamanya Sniff dan Scurry yang tampaknya sudah lama ada di sana karena mereka tampak sudah gemuk.</p>
<p>Haw berefleksi sembari menikmati keju barunya. Dia menyadari lebih banyak lagi hikmah:</p>
<ol>
<li> Dia telah berkutat pada ilusi keju lama yang sebenarnya sudah tak ada di sana</li>
<li> Dia baru bisa berubah tatkala dia sudah belajar menertawakan kesalahannya sendiri. Dari situlah dia kemudian bisa lepas dan melanjutkan langkah.</li>
<li> Sniff dan Scurry menjaga kehidupan yang simpel. Mereka tidak lakukan over analisa atau memperuwet perkara. Mereka pokoknya langsung pindah dengan kejunya.</li>
<li> Kesalahan yang dilakukan di masa lalu bisa digunakan untuk merencanakan masa depan.</li>
<li> Cermatilah perubahan2 kecil yang terjadi sehingga kamu bisa lebih punya persiapan untuk perubahan besar yang mungkin kan datang.</li>
<li> Penghalang terbesar dari perubahan datang justru dari diri sendiri. Tak ada yang bakal jadi lebih baik sampai kamu berubah.</li>
</ol>
<p>Selalu akan ada keju baru di luaran sana.</p>
<p>Sementara Haw masih memiliki cadangan keju, dia sering pergi keluar dan mengeksplorasi area baru untuk bisa tetap up to date akan apa2 yang ada di sekelilingnya. Dia tahu bahwa adalah lebih aman untuk tetap mengetahui pilihan-pilihan nyata yang dipunyai ketimbang mengisolasi diri di zona nyaman.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/cara-menyikapi-kesalahan-yang-diakibatkan-kebiasaan/" rel="bookmark">Cara Menyikapi Kesalahan yang diakibatkan Kebiasaan</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/menertawakan-kesalahan-sendiri-bangun-nyali-perubahan/" rel="bookmark">Menertawakan Kesalahan Sendiri & Bangun Nyali Perubahan</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/bagaimana-cara-menyikapi-kesalahan-kompleks/" rel="bookmark">Bagaimana Cara Menyikapi Kesalahan Kompleks</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/pemikiran/reaksi-berantai-sukses-dan-gagal-sengsara/" rel="bookmark">Reaksi Berantai Sukses dan Gagal Sengsara</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/memahami-tabiat-kesalahan-empat-jenis-kesalahan/" rel="bookmark">Memahami Tabiat Kesalahan: Empat Jenis Kesalahan</a></li></ul></div><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=6PrMncEVx_8:FmDGV93A3DI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=6PrMncEVx_8:FmDGV93A3DI:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/hikmah/who-moved-my-cheese-cara-mantap-hadapi-perubahan-di-kehidupan-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/hikmah/who-moved-my-cheese-cara-mantap-hadapi-perubahan-di-kehidupan-pekerjaan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #5: Renegosiasikan lagi Komitmen Anda</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/oPOgWSzrqFY/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/produktivitas/kiat-produktivitas-5-renegosiasikan-lagi-komitmen-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 03:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[[ Produktivitas ]]]></category>

		<category><![CDATA[komitmen]]></category>

		<category><![CDATA[Manajemen Produktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=970</guid>
		<description><![CDATA[
Pada dasarnya, manajemen waktu (atau manajemen aktivitas lebih tepatnya) didasarkan pada pengaturan akan komitmen yang kita ambil. Maka kemudian kuncinya adalah untuk berhati-hati dengan apa-apa yang ingin Anda lakukan, dan tidak melakukan lebih dari yang Anda sebenernya bisa. Baik, cara pandang keluar dari zona nyaman dan merenggangkan kompetensi diri memang bagus. Tapi ingat, bila Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/asleep-at-the-job.jpg" alt="Renegosiasikan lagi Komitmen Anda" width="495" height="390" title="Kiat Produktivitas #5: Renegosiasikan lagi Komitmen Anda" /></p>
<p>Pada dasarnya, manajemen waktu (atau manajemen aktivitas lebih tepatnya) didasarkan pada pengaturan akan komitmen yang kita ambil. Maka kemudian kuncinya adalah untuk berhati-hati dengan apa-apa yang ingin Anda lakukan, dan tidak melakukan lebih dari yang Anda sebenernya bisa. Baik, cara pandang keluar dari zona nyaman dan merenggangkan kompetensi diri memang bagus. Tapi ingat, bila Anda terus mengambil sekian banyak komitmen atau urusan, pada akhirnya Anda akan terjebak pada perihal yang mustahil, hingga kemudian Anda pun jadi ambruk dan kepayahan.</p>
<p>Meskipun Anda adalah orang yang ambisius, maka sadarilah bahwa ambisi Anda sebenarnya lebih pas untuk digunakan menuntaskan urusan, bukan untuk mengambil atau menerima urusan sebanyak mungkin. Agar bisa hidup dengan produktif, kita perlu membuat beberapa penyesuaian pada komitmen yang kita buat.<br />
<span id="more-970"></span><br />
Anda mungkin bisa melakukan banyak hal, tapi tidak semua hal. Bagaimanapun, hidup kita mengenal adanya prioritas.  Ada hal<sup>2</sup> yang harus diberi perhatian lebih dari yang lain, dan ada juga hal<sup>2</sup> yang benar harus ditinggalkan atau tak perlu diurusi sama sekali. Pada akhirnya -cepat atau lambat- akan sadari betapa kita butuh berikan ruang untuk urusan<sup>2</sup> yang tak kalah penting dalam hidup kita, misal keluarga dan kontribusi. Bila kemudian kita memaksakan diri, pada akhirnya pasti akan kelabakan dan ambruk.</p>
<p>Frustasi sebenarnya tidaklah dipicu oleh apa<sup>2 </sup>yang tidak bisa kita lakukan, namun pada bagaimana perasaan kita pada saat menjalani apa<sup>2</sup> yang sudah kita komitmenkan untuk tangani. Sehingga bila sejak awal kita sudah berkomitmen untuk melakukannya tapi kemudian luput tak terlaksana, itulah yang lantas membuat kita merasa kacau di dalam. Inilah yang kemudian merusak rasa hormat pada diri sendiri, rasa percaya diri dan juga melemahkan kapasitas pengambilan risiko kita. Singkat kata, ambruk lah kita.</p>
<p>Saya mengalami betul perasaan ini sewaktu kuliah dulu; di mana saya mengambil terlalu banyak amanah kemahasiswaan dalam posisi kunci, sehingga akhirnya tak ada satu pun yang bisa terurusi dengan &#8217;sempurna&#8217;. Implikasi buruknya pada urusan perkuliahan, kesehatan diri dalam beragam aspeknya, dan tugas<sup>2</sup> yang jadi lambat tertangani atau bahkan belum rampung sama sekali. Rasa bersalah muncul ketika sejak awal saya gagal dalam merampungkan urusan<sup>2</sup> yang saya terima karena saya tak mampu berkata &#8220;tidak&#8221; dan berusaha menyenangkan semua pihak.</p>
<p>Oleh karenanya, renegosiasikanlah komitmen Anda. Anda tak harus mengambil semua urusan yang ada.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/manakala-manajer-tidak-perform/" rel="bookmark">Apa yang Terjadi Manakala Manajernya yang tidak Perform?</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/david-allen-getting-things-done-produktivitas-pribadi/" rel="bookmark">David Allen - Getting Things Done; Produktivitas Pribadi Bebas Stres</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/cara-menyikapi-kesalahan-yang-diakibatkan-kebiasaan/" rel="bookmark">Cara Menyikapi Kesalahan yang diakibatkan Kebiasaan</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/produktivitas/inspirasi-produktivitas-1-arti-produktivitas-sesungguhnya/" rel="bookmark">Inspirasi Produktivitas #1 Arti Produktivitas yang Sesungguhnya</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/gunakan-passion-sebagai-kompas-karir/" rel="bookmark">Beranikan Diri untuk Gunakan PASSION sebagai Kompas Karir Anda</a></li></ul></div><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=oPOgWSzrqFY:Ql2cGe1n1X8:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=oPOgWSzrqFY:Ql2cGe1n1X8:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/produktivitas/kiat-produktivitas-5-renegosiasikan-lagi-komitmen-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/produktivitas/kiat-produktivitas-5-renegosiasikan-lagi-komitmen-anda/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menilik Siapa Saja Teman Terdekat yang Mempengaruhi Kita</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/Q0wD3NAPFhE/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/hikmah/menilik-siapa-saja-teman-terdekat-yang-mempengaruhi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 23:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[pertemanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=966</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang telah disebut dalam post sebelumnya, bahwa Kualitas seseorang itu mengikuti kualitas teman dekatnya.  Maka penindakan konkrit dari pemahaman itu adalah dengan menilik baik-baik siapa saja sih rekan2 terdekat kita.

Ambillah ballpoint dan kertas, atau siapkan notepad Anda, lalu jawablah pertanyaan berikut ini:

1. Anda ingin jadi orang yang seperti apa?
Seperti apa sih gambaran ideal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang telah disebut dalam post sebelumnya, bahwa <a href="http://akhmadguntar.com/hikmah/ingin-jadi-lebih-baik-perhatikan-dg-siapa-anda-berteman/" target="_blank">Kualitas seseorang itu mengikuti kualitas teman dekatnya</a>.  Maka penindakan konkrit dari pemahaman itu adalah dengan menilik baik-baik siapa saja sih rekan<sup>2</sup> terdekat kita.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/circle-of-friends.jpg" alt="Menilik Siapa Saja Teman Terdekat yang Mempengaruhi Kita" width="494" height="330" title="Menilik Siapa Saja Teman Terdekat yang Mempengaruhi Kita" /></p>
<p>Ambillah ballpoint dan kertas, atau siapkan notepad Anda, lalu jawablah pertanyaan berikut ini:<br />
<span id="more-966"></span><br />
<strong>1. Anda ingin jadi orang yang seperti apa?</strong><br />
Seperti apa sih gambaran ideal yang Anda harapkan atas diri sendiri? Ciri-ciri apa yang dimilikinya? Entah dalam hal kebiasaan, cara berpakaian, preferensi belanja, dan sebagainya.</p>
<p><strong>2. Siapa 5 orang yang saat ini dengan mereka lah paling sering Anda lewatkan waktu bersama?</strong><br />
Mereka orangnya seperti apa, sih? Tiga hal apa yang menonjol dari mereka? Baik dan juga buruknya.</p>
<p><strong>3. Apakah mereka matching dengan gambaran orang yang Anda ingin menjadi di masa depan nanti?</strong><br />
Apakah mereka memiliki ciri dan kualitas diri yang bersesuaian dengan impian Anda? Apakah mereka membuat Anda jadi lebih dekat pada impian Anda? Apakah mereka mengangkat atau malah menjatuhkan Anda?</p>
<p><strong>4. Siapakah 5 orang yang miliki ciri dan kualitas yang Anda butuhkan?</strong><br />
Mereka adalah orang<sup>2</sup> yang Anda kagumi karena punya kualitas diri dan ciri<sup>2</sup> yang sesuai dengan gambaran ideal yang Anda punya tentang diri Anda sendiri. Tak peduli apakah orang itu tidak Anda kenal, di mana dia tinggal, atau bahkan apakah orang itu masih hidup atau tidak.</p>
<p><strong>5. Bagaimana Anda bisa meningkatkan interaksi dengan mereka?</strong><br />
Anda bisa gunakan metode berikut untuk bisa lebih sering berinteraksi dengan teladan Anda.</p>
<p>a.<em>Hubungan langsung</em>. Bisa tatap muka, telepon atau email.  Cari tahu, apakah dia tergabung pada komunitas tertentu yang Anda juga bisa gabung di sana? Apakah Anda punya teman yang bisa menghubungkan Anda dengannya? Cari di google, dan apakah dia punya akun facebook?<br />
b.<em>Produk atau pemikirannya</em>. Bila hubungan langsung susah dilakukan, maka Anda bisa belajar dari hasil-hasil karyanya. Apakah dia sudah pernah menulis buku? Apakah dia punya artikel<sup>2</sup> yang dipampang di blognya atau di manapun itu?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/mban686l.jpg" alt="Menilik Siapa Saja Teman Terdekat yang Mempengaruhi Kita" width="342" height="400" title="Menilik Siapa Saja Teman Terdekat yang Mempengaruhi Kita" /></p>
<p>Ketika Anda sudah berinteraksi dengan teladan, Anda barangkali akan temui semacam gagap pengetahuan dan pola pikir. Meskipun mereka bicarakan hal<sup>2</sup> yang Anda sudah familiar dengannya, tapi perspektif yang mereka punya amat bisa jadi sudah jauh melampaui Anda. Awalnya mungkin canggung. Tapi tak usah risaukan itu. Memang seperti itu kok jalannya.</p>
<p>Yang jelas, manakala Anda terus berinteraksi dengan mereka setiap hari, bahkan jikapun itu hanya sejam saja setiap harinya, bisa dipastikan Anda akan kian lama kian mirip saja dengan mereka. Bahkan jika Anda ini orangnya atos dan keras kepala, pada akhirnya Anda pasti juga akan berubah juga.</p>
<p>Hingga kemudian suatu saat nanti Anda akan temukan bahwa Anda bisa semacam beresonansi dengan cara berpikir mereka sang Teladan Anda. Anda akan mulai bisa mengeluarkan gagasan yang serupa dan melakukan tindakan dan penyikapan yang sama. Itu semua tentu akan membawa dampak pada bentukan kebiasaan Anda, dan hingga kemudian menjadi penentu nasib Anda.</p>
<p>Dengan memilih dengan siapa kita berinteraksi, kita sebenarnya membentuk masa depan kita sendiri.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/hikmah/ingin-jadi-lebih-baik-perhatikan-dg-siapa-anda-berteman/" rel="bookmark">Ingin Jadi Lebih Baik? Perhatikan dg Siapa Anda Berteman</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/10-kiat-ampuh-agar-anda-dipecat/" rel="bookmark">10 Kiat Ampuh Agar Anda Dipecat</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/produktivitas/kiat-produktivitas-2-apa-ini-memang-perlu-dilakukan/" rel="bookmark">Kiat Produktivitas #2: Apa Ini Memang Perlu Dilakukan?</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/panduan-tes-wawancara-utk-program-beasiswa-perguruan-tinggi-s1/" rel="bookmark">Panduan Tes Wawancara utk Program Beasiswa Perguruan Tinggi S1</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/3-langkah-bentuk-kebiasaan-berolahraga/" rel="bookmark">3 Langkah Sederhana untuk Bentuk Kebiasaan Berolahraga</a></li></ul></div><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=Q0wD3NAPFhE:3-k0DzGyaAQ:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=Q0wD3NAPFhE:3-k0DzGyaAQ:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/hikmah/menilik-siapa-saja-teman-terdekat-yang-mempengaruhi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/hikmah/menilik-siapa-saja-teman-terdekat-yang-mempengaruhi-kita/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ingin Jadi Lebih Baik? Perhatikan dg Siapa Anda Berteman</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/7Jytc58pbb4/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/hikmah/ingin-jadi-lebih-baik-perhatikan-dg-siapa-anda-berteman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 18:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[pertemanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=962</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;(kualitas) Seseorang itu adalah menurut (kualitas) sahabat karibnya. Karena itu, perhatikanlah dengan siapa ia berteman dekat &#8220;

Bila kita ingin mengetahui tentang seseorang, maka mari kita lihat saja siapa yang menjadi temannya. Sesungguhnya kualitas diri kita adalah hasil interaksi dengan lima orang yang selalu bersama dengan kita. Dengan siapa kita sering bersama akan berdampak pada menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;(kualitas) Seseorang itu adalah menurut (kualitas) sahabat karibnya. Karena itu, perhatikanlah dengan siapa ia berteman dekat &#8220;</p></blockquote>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/ShowLetter7.jpg" alt="Ingin Jadi Lebih Baik? Perhatikan dg Siapa Anda Berteman" width="495" title="Ingin Jadi Lebih Baik? Perhatikan dg Siapa Anda Berteman" /><br />
Bila kita ingin mengetahui tentang seseorang, maka mari kita lihat saja siapa yang menjadi temannya. Sesungguhnya kualitas diri kita adalah hasil interaksi dengan lima orang yang selalu bersama dengan kita. Dengan siapa kita sering bersama akan berdampak pada menjadi apa kita nantinya. Siapapun orang tempat kita melewatkan waktu bersama, dia bisa mengangkat kualitas diri kita ataupun menjatuhkannya.<br />
<span id="more-962"></span><br />
Siapa saja orang<sup>2</sup> yang mana kita kerap berinteraksi dengannya akan mempengaruhi lintasan pemikiran kita sampai pada urusan<sup>2</sup> yang kerap kita tangani. Akan ada sisi-sisi dari dalam diri kita yang pada akhirnya akan diperkuat dan dikekalkan hingga menjadi kebiasaan atas pengaruh kebiasaan dari orang<sup>2</sup> di sekitar kita.</p>
<p>Boleh jadi Anda adalah orang yang paling pintar dan bijak di lingkup pergaulan Anda, namun bila Anda selalu saja dikelilingi oleh orang<sup>2</sup> yang negatif, cepat atau lambat itu akan berpengaruh pada kemajuan kedewasaan Anda dan menjadi orang seperti apakah Anda nantinya. Jika Anda adalah orang yang berpendirian teguh, memang pengaruh buruk yang bisa Anda rasakan akan cukup bisa ditanggulangi atau terbatasi, setidaknya begitulah harapannya. Tapi kemudian masalahnya adalah; <em>ketinggian kualitas diri Anda pun jadinya akan terbatasi</em> karena pada prinsipnya orang<sup>2</sup> yang negatif itu akan menahan diri Anda untuk tetap tinggal pada ketinggian tertentu.</p>
<p>Ini berlaku baik untuk sukses yang pragmatis maupun yang hakiki (kemuliaan diri, bekal hidup sesudah mati).</p>
<p>Dalam contoh sukses yang pragmatis, Robert Kiyosaki adalah salah seorang contoh yang ‘baik’. Dia telah secara sadar memilih untuk dipengaruhi oleh ayahnya yang kaya, the rich dad, salah seorang orang terkaya di Hawaii yang pintar dalam membuat uang bekerja untuknya. Dengan secara sadar memilih interaksi dengan sang ayah kaya dan belajar darinya, Kiyosaki mendapatkan banyak pemikiran dan pola pikir (mindset) baru tentang bagaimana cara menjadi kaya. Itu pada akhirnya mengarahkannya pada kesuksesan finansial dalam hidupnya.</p>
<p>Bila Anda bergaul dengan orang<sup>2</sup> yang sukses, orang<sup>2</sup> yang punya pola pikir positif yang punya keyakinan yang baik akan tanggung jawab yang harus diembannya dalam hidup, maka Anda pun akan juga menjadi pribadi proaktif yang punya kuasa untuk membentuk masa depan Anda sendiri.<br />
Sementara itu bila Anda bergaul dengan kalangan para pesimis yang meyakini bahwa hidup ini rasanya kejam dan tak ada hal berarti yang bisa dilakukan, maka Anda pun akan mulai larut dalam pusaran kenegatifan, meskipun awalnya Anda adalah orang yang positif.</p>
<p>Hal ini menjadi amat penting manakala kita punya impian yang dikejar, karena segala lintasan pikiran dari diri kita akan bervibrasi pada segala keyakinan dan tindakan kita. Ambil contoh goal yang simpel saja; mengurangi berat badan hingga menjadi ideal menyehatkan. Bila Anda terus berkumpul dengan orang-orang yang makannya selalu banyak dan kebanyakan, tentunya akan jadi susah bagi Anda untuk menahan diri. Hingga kemudian kemampuan Anda untuk bisa terus berada di jalur yang benar menuju impian akan sangat ditentukan oleh ketangguhan kepribadian Anda. Ngapain juga ambil cara yang susah? Bayangkan akan jadi betapa mudahnya manakala Anda berkumpul dengan orang<sup>2</sup> yang punya impian yang sama, atau bahkan orang<sup>2</sup> yang sudah pernah berada di situasi Anda dan sukses melaluinya.</p>
<p>Tentu saja, ini bukan berarti Anda harus memutuskan sillaturahim atau hubungan pertemanan dengan orang<sup>2</sup> yang tak punya tujuan/impian sama dengan Anda. Ini sekedar berarti bahwa Anda perlu membatasi jumlah kontak dengan mereka-mereka yang tidak membuat Anda jadi lebih dekat dengan impian Anda atau tidak menjadikan Anda jadi pribadi yang lebih baik. Namun dalam kasus di mana orang<sup>2</sup> itu benar<sup>2</sup> secara sengaja membuat Anda semakin jauh dari impian, maka tentu perlu dipertimbangkan untuk benar<sup>2</sup> melepaskan diri dari mereka.</p>
<p><img src="http://i8.photobucket.com/albums/a9/mrsamysnyderjr/flowers-for-a-good-friend_large.gif" alt="Ingin Jadi Lebih Baik? Perhatikan dg Siapa Anda Berteman" width="491" height="363" title="Ingin Jadi Lebih Baik? Perhatikan dg Siapa Anda Berteman" /></p>
<p>Sadarilah, bahwa bila Anda melingkupi diri Anda dengan hubungan pertemanan yang itu tidak membuat Anda jadi pribadi lebih baik, itu artinya Anda tidak sedang menolong diri sendiri dan juga orang lain. Ini  karena peluang Anda untuk menjadi pribadi terbaik yang Anda bisa terhalang, dan itu kemudian berarti Anda tak bisa menjadi pribadi terbaik untuk bisa berkontribusi bagi orang<sup>2</sup> di sekitar Anda.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/hikmah/menilik-siapa-saja-teman-terdekat-yang-mempengaruhi-kita/" rel="bookmark">Menilik Siapa Saja Teman Terdekat yang Mempengaruhi Kita</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/apa-anda-mudah-terpengaruh-orang-lain-berikut-ini-cara-mengatasinya/" rel="bookmark">Apa Anda Mudah Terpengaruh Orang Lain? Berikut ini Cara Mengatasinya</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/pemikiran/reaksi-berantai-sukses-dan-gagal-sengsara/" rel="bookmark">Reaksi Berantai Sukses dan Gagal Sengsara</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/4-tabiat-dunia-kerja-yg-anda-harus-tahu/" rel="bookmark">4 Tabiat Dunia Kerja yg Anda Harus Tahu</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/gunakan-passion-sebagai-kompas-karir/" rel="bookmark">Beranikan Diri untuk Gunakan PASSION sebagai Kompas Karir Anda</a></li></ul></div><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=7Jytc58pbb4:yGZz3vMX6go:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=7Jytc58pbb4:yGZz3vMX6go:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/hikmah/ingin-jadi-lebih-baik-perhatikan-dg-siapa-anda-berteman/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/hikmah/ingin-jadi-lebih-baik-perhatikan-dg-siapa-anda-berteman/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
