<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Aksarayana</title>
	
	<link>http://aksarayana.com</link>
	<description>Our Way of Words</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 06:25:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Aksarayana" /><feedburner:info uri="aksarayana" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>Aksarayana</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Pengumuman: Aksarayana Libur Dulu Ya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Aksarayana/~3/tAk0Fmcey0s/</link>
		<comments>http://aksarayana.com/?p=493#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 06:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksarayana.com/?p=493</guid>
		<description><![CDATA[Hai semua&#8230;. Aksarayana kemana aja sih udah dua bulan ini? Aksarayana masih ada kok. Bahkan anggota tim redaksinya bertambah. Tapi, memang tim redaksi membutuhkan waktu untuk mengatur ulang jadwal, cara kerja, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kelanjutan Aksarayana Website dan Aksarayana E-Magazine ke depannya. Selain juga karena &#8230; hmm, tim redaksi butuh liburan. Mudah-mudahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/05/summer-vacation1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-494" title="summer-vacation1" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/05/summer-vacation1.jpg" alt="" width="480" height="273" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Hai semua&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Aksarayana kemana aja sih udah dua bulan ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Aksarayana masih ada kok. Bahkan anggota tim redaksinya bertambah. Tapi, memang tim redaksi membutuhkan waktu untuk mengatur ulang jadwal, cara kerja, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kelanjutan Aksarayana Website dan Aksarayana E-Magazine ke depannya. Selain juga karena &#8230; hmm, tim redaksi butuh liburan. Mudah-mudahan ketika tim redaksi kembali lagi ke ruang kerja Aksarayana nanti, semua bisa lebih fresh dan penuh semangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai kapan liburannya?</p>
<p style="text-align: justify;">Nggak lama-lama kok. Bulan Juli, Aksarayana E-Magazine akan terbit lagi. Jadi liburan tim redaksi cuma sampai bulan Juni.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk Aksarayana E-Magazine bulan Juli, temanya “MIMPI”. Kontribusi teman-teman sangat ditunggu lho. Kontribusinya udah mulai bisa dikirim dari sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Aksarayana! <img src='http://aksarayana.com/wp-includes/images/smilies/smile.gif' alt=':cutesmile:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gambar dipinjam dari:  <a href="http://alphabetsoupmusic.blogspot.com/2011/08/alphabet-soup-takes-well-deserved.html">http://alphabetsoupmusic.blogspot.com/2011/08/alphabet-soup-takes-well-deserved.html</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Aksarayana/~4/tAk0Fmcey0s" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksarayana.com/?feed=rss2&amp;p=493</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aksarayana.com/?p=493</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Aksarayana E-Magazine Edisi 7</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Aksarayana/~3/ulaQ_5aw30c/</link>
		<comments>http://aksarayana.com/?p=481#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 04:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksarayana.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Peri Wendy &#8211; QPLCDP Mendadak masuk ke dunia baru, mendadak harapan terkabul, mendadak mimpi terwujud, mendadak mendapat kekuatan super. Mendadak kehidupanmu berubah 180 derajat! Apakah semua itu adalah keajaiban? Cerita-cerita fantasi kerap dikatakan sebagai kisah yang mengedepankan keajaiban. Keajaiban yang tidak mungkin terjadi di kenyataan, yang tidak mungkin dialami oleh sang pengarangnya sendiri, bahkan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_485" class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/04/edit-cover-73.jpg"><img class=" wp-image-485  " src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/04/edit-cover-73-1024x841.jpg" alt="" width="430" height="353" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Peri Wendy &#8211; QPLCDP</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><div class='et-box et-download'>
					<div class='et-box-content'><a title="Unduh Aksarayana E-Magazine Edisi 7" href="http://aksarayana.com/?dl_id=9" target="_blank">Unduh Aksarayana E-Magazine Edisi 7</a> </div></div></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mendadak masuk ke dunia baru, mendadak harapan terkabul, mendadak mimpi terwujud, mendadak mendapat kekuatan super. Mendadak kehidupanmu berubah 180 derajat! Apakah semua itu adalah keajaiban?</p>
<p style="text-align: justify;">Cerita-cerita fantasi kerap dikatakan sebagai kisah yang mengedepankan keajaiban. Keajaiban yang tidak mungkin terjadi di kenyataan, yang tidak mungkin dialami oleh sang pengarangnya sendiri, bahkan oleh siapapun. Karenanya, tidak sedikit yang menganggap cerita-cerita seperti itu sebagai pelarian dari kehidupan riil baik bagi pembaca maupun pengarangnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ilusi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Simulacra</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Keajaiban.</p>
<p style="text-align: justify;">(Jadi ingat skripsi saya :p)</p>
<p style="text-align: justify;">Dunia nyata tidak selalu menyajikan apa yang kita inginkan. Ada kalanya malah membuat seseorang berharap pergi dari realitas. Sebagai reaksinya (baca: pelarian), manusia akan condong menciptakan &#8216;sosok ideal&#8217; dari realitas yang tidak dinginkannya. Menciptakan ilusi. Menciptakan keajaiban demi mengenyahkan realitas yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Fantasi, keajaiban yang tidak akan dirasakan melalui realitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, apakah teman-teman pun menuliskan kisah fantasi sebagai &#8216;keajaiban&#8217;, sejenak berisitirahat dari realitas?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Gie &#8211; yang mendadak kangen skripsinya</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_483" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/04/naga-aksa1.jpg"><img class="size-medium wp-image-483  " src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/04/naga-aksa1-300x177.jpg" alt="" width="300" height="177" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Aksa manis ini selalu ada di Aksarayana E-Magz</dd>
</dl>
</div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Aksarayana/~4/ulaQ_5aw30c" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksarayana.com/?feed=rss2&amp;p=481</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aksarayana.com/?p=481</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kue Bolu Sali (dan satu pengumuman)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Aksarayana/~3/jqYI1coBRYs/</link>
		<comments>http://aksarayana.com/?p=470#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 12:23:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rea_sekar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksarayana.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Ini sudah tanggal tujuh&#8230; tapi mana Aksarayana edisi 7? Begitulah omelan dari ibu tante mbak kakak Pimred kepada kami-kami para pengurus. Suaranya cantik menyeramkan sekali! Tapi benar juga. Ke manakah Aksarayana edisi 7? Hum, kami curiga bahwa drafnya dicuri oleh Kapten Kucing dan entah dibawa ke mana. Dengar punya dengar sih ya, Kapten Kucing sedang diculik oleh Ratu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ini sudah tanggal tujuh&#8230; tapi mana Aksarayana edisi 7?</em></p>
<p><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/04/edit-cover-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-471" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/04/edit-cover-7-300x246.jpg" alt="" width="300" height="246" /></a></p>
<p>Begitulah omelan dari <del>ibu</del> <del>tante</del> <del>mbak</del> kakak Pimred kepada kami-kami para pengurus. Suaranya <del>cantik</del> menyeramkan sekali!</p>
<p>Tapi benar juga. Ke manakah Aksarayana edisi 7? Hum, kami curiga bahwa drafnya dicuri oleh <a title="Fantasy Fiesta 2012" href="http://kastilfantasi.com/2012/04/pengumuman-fantasy-fiesta-2012-dimulai/" target="_blank">Kapten Kucing</a> dan entah dibawa ke mana. Dengar punya dengar sih ya, Kapten Kucing sedang <a title="Bukti penculikan '~'" href="http://kastilfantasi.com/2012/04/pengumuman-fantasy-fiesta-2012-dimulai/comment-page-1/#comment-12065" target="_blank">diculik oleh Ratu</a> LCDP. Padahal Baginda Ratu hanya bermodalkan penggorengan!</p>
<p>Oleh karena itu kami meminta maaf. Selama Kapten Kucing belum menyerahkan draf Aksarayana edisi 7, kami belum bisa menerbitkannya. Itu pun jika Ratu belum menggoreng Kapten <del>Berang-berang</del> Kucing&#8230;</p>
<p>Meski begitu, tenang saja! Hasil OOT <a title="23 Maret 2012" href="http://www.goodreads.com/topic/show/843237-lpm-gathering-bandung-23-maret-2012" target="_blank">Kastil Fantasi dengan LCDP di Bandung</a> menghasilkan sebuah karya hebat nan indah~ yang berjudul <span style="color: #ffffff">silakan lihat judul postingan ini</span>.</p>
<p style="text-align: center">***</p>
<p>Hari ini Lisa sedih. Kue bolu rasa blueberry buatannya gagal karena ia kehabisan bahan utamanya. Alasan utamanya adalah seluruh tabungannya habis digunakan untuk membeli kue bolu.</p>
<p>Eksperimennya selalu gagal. Padahal ia ingin menyenangkan hati Sali, temannya yang sedang sakit. Sali beberapa hari yang lalu divonis dokter bahwa umurnya tinggal 1 bulan lagi. Kata dokter Sali sakit ‘berat’ dan dilarang makan kue bolu sampai mati.</p>
<p>Tiba-tiba langit runtuh. Dari lubang yang tercipta di langit muncullah dewi Eris yang mewakili balas dendam, dan tiba-tiba saja merekomendasikan jenis bolu yang bisa Sali makan. Dan bolu yang dimaksud haruslah dibuat dengan <span style="text-decoration: line-through">di s</span> dengan gula dari negeri Apel, yang rasanya antara manis dan masam dan asin dan pahit.</p>
<p>Lisa bingung. Galau. Bagaimana mungkin ia mencampurkan gula yang rasanya antara manis dan masam dan asin dan pahit dalam kue bolu rasa blueberry? Padahal seharusnya kue blueberry itu rasanya bagaikan air yg tidak <span style="text-decoration: line-through">man </span>berasa?</p>
<p>Tapi tidak ada pilihan lain. demi membahagiakan sahabatnya, Sali, Lisa akan mengorbankan segalanya, bahkan walaupun nyawa Sali taruhannya.</p>
<p>Ya, Lisa muak. Sali dimutilasinya. Lalu dimakan jenazahnya. Darah menguarkan wangi yang tak tertahankan. Nikmat. Ini adalah perjamuan kemuakan yang paling berhasrat. Lisa berdecak.</p>
<p>Buat apa membuat bolu untuk Sali, pikir Lisa. Aku akan membuat bolu untuk diriku sendiri. Apalagi kalau bukan… bolu rasa Sali!!!</p>
<p>Apa yg telah dilakukan Lisa memang sangat kejam. Tanpa perasaan menyesal, dia memotong seluruh tubuhnya dengan golok tajam. Namun saat hendak mengambil jantung SALI, kepalanya ditimpuk oleh Batu. Dan ketika ia membalikkan wajah, ia semakin terkejut saat melihat seekor monyel berbulu emas &amp; bajing terbang berdiri di hadapannya.</p>
<p>“S-Siapa kalian?” tanyanya heran.</p>
<p>“Namaku Mongku. dan temanku ini adalah Barnabas.” Katanya tegas. “Kau telah emmbunuh temanmu sendiri. Tidak bisa dimaafkan. Kami berdua akan menghajarmu sampai babak belur.”</p>
<p>Sepasang jagoan itu meloncat dan mencakari wajah Lisa.</p>
<p>“Aaaakh!”</p>
<p>“Apa? Mongku suka jeruk?”</p>
<p>“Kamu ini, sudah kejam, budge lagi,” kata Mongku. “Aku bilang, kami berdua akan menghajarmu!”</p>
<p>“Ciaat!” kata Barnabas sambil menyepak wajah Lisa.</p>
<p>“Aduh!” kata Lisa seraya melindungi wajahnya. “Tapi<span style="text-decoration: line-through"> l </span>aku dengar jelas kamu bilang suka jeruk!”</p>
<p>“JERUK ATAU TANPA JERUK—KAMI AKAN MENGHAJARMU! KESEIMBANGAN DUNIA HARUS DIPERTAHANKAN!”</p>
<p>DENGAN TERIAKAN YANG TERDENGAR GANJIL OLEH TELINGA LISA, KEDUA MAKHLUK ITU KEMBALI MENERJANGNYA.</p>
<p>Lisa menyesal. Ternyata membunuh Sali adalah ancaman *is this even grammatically correct -&gt; bagi keseimbangan dunia Perlahan kesadarannya hilang. Ia sudah tidak merasakan lagi sakit dari badannya yang tercabik-cabik.</p>
<p>“Sali, maafkan aku.”</p>
<p>“…bolunya gosong. Tidak bisa dimakan,” kata Lisa.</p>
<p>“Setidaknya isinya matang. Buang saja bagian gosongnya.”</p>
<p>“Hmm, ternyata enak. Rasa <span style="text-decoration: underline">jaruk</span>!”</p>
<p>THE END</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Aksarayana/~4/jqYI1coBRYs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksarayana.com/?feed=rss2&amp;p=470</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aksarayana.com/?p=470</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Aksarayana E-Magazine Edisi 6</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Aksarayana/~3/d6_2ZZJqYAc/</link>
		<comments>http://aksarayana.com/?p=462#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2012 12:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksarayana.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Hiiiy… Ada penampakan misterius di cover Aksarayana #6! Putih… Bulat… Bertopi… Dan menyemburkan api(?), makhluk apakah gerangan? … Alkisah di sebuah masa, banyak pengembara yang tersesat. Mereka terus berputar-putar di jalan yang sama, namun tak satupun berhasil menemukan apa yang  mereka cari, yaitu rangkaian kata penuh imaji yang bisa mereka kisahkan di setiap persinggahan mereka. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/03/Untitled.png"><img class="aligncenter  wp-image-463" title="Untitled" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/03/Untitled.png" alt="" width="430" height="305" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><div class='et-box et-download'>
					<div class='et-box-content'><a href="http://aksarayana.com/?dl_id=8">Download Aksarayana E-Magazine Edisi 6</a></div></div></p>
<p style="text-align: justify;">Hiiiy…</p>
<p style="text-align: justify;">Ada penampakan misterius di <em>cover </em>Aksarayana #6!</p>
<p style="text-align: justify;">Putih… Bulat… Bertopi… Dan menyemburkan api(?), makhluk apakah gerangan?</p>
<p style="text-align: justify;">… Alkisah di sebuah masa, banyak pengembara yang tersesat. Mereka terus berputar-putar di jalan yang sama, namun tak satupun berhasil menemukan apa yang  mereka cari, yaitu rangkaian kata penuh imaji yang bisa mereka kisahkan di setiap persinggahan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka terus mencari tanpa henti… Hingga ketika mereka nyaris kehilangan asa, POOF! Muncullah sesosok makhluk putih bertopi runcing di hadapan mereka!</p>
<p style="text-align: justify;">“Salam, Tuan dan Nona Pengembara! Perkenalkan, hamba adalah Aksa, roh naga penunjuk jalan di Jalan Kata! Hamba akan mengantar Tuan dan Nona menuju kisah-kisah fantasi di sepanjang Jalan Kata!”</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, pada tanggal 23 Februari yang lalu, dari imajinasi tim redaksi Aksarayana, lahirlah Aksa, sesosok hantu naga berwarna putih yang kini menjadi maskot <em>e-magazine</em> Aksarayana. Naga? Perasaan bentuknya bulat-bulat gak jelas, kenapa disebut naga? Yah, terima sajalah. Pokoknya itu hantu nagaaaaaaaa! *ngototmodeon* Kenapa naga? Karena naga itu… Naga itu… Ah, biarlah imajinasi kalian yang menjawabnya =w=</p>
<p style="text-align: justify;">Dan api yang disemburkan Aksa itu… Tentunya api itu bisa memiliki berbagai arti bagi orang yang berbeda, tapi yang jelas api itu juga melambangkan semangat untuk membagikan kisah-kisah karya penulis-penulis Indonesia dan mewujudkan mimpi Aksarayana untuk menjadi majalah fiksi fantasi nomor satu sejagad!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Inilah Para Personel Baru! (Gie)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah bergalau-galau ria selama hampir sebulan dengan pikiran: tambah personel atau enggak, akhirnya tim Aksarayana memutuskan untuk menambah personel di <em>hampir</em> semua divisinya—uh, <em>semua</em> divisi ternyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari, mari, mari saya (Gie) perkenalkan siapa-siapa saja yang baru :)</p>
<p style="text-align: justify;">Yang paling pertama bergabung adalah Venny, sebagai ilustrator untuk membantu Gem My dan Kak Ivon yang sibuk dengan pekerjaannya di dunia nyata hehe, juga Kapten Mahbub yang lenyap bak ditelan bumi huhu&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Disusul oleh Kak Zoelkarnaen di posisi layouter, menggantikan Ibu Octa yang tengah cuti melahirkan dan Bang Haris yang (sepertinya) tengah <em>riweuh</em> dengan tugas akhirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu&#8230; ada Kiki dan Emir Sammy yang masuk di hari yang sama setelah <span style="text-decoration: line-through;">kencan semalam penuh</span> diuji oleh saya via <em>online</em>. Tepatnya, Kiki, sang <em>grammar nutzi</em>, mengisi lowongan editor membantu Dya Ao dan Daniel Dandy.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Emir Sammy menemani Harbowoputra sebagai cowok-cowok penghuni redaksi. Di sisi lain, para gadis penghuni divisi redaksi tidak berubah, masih ada Nona Karina Riesling bersama Kak Cecilia.</p>
<p style="text-align: justify;">(penambahan personel ini mau enggak mau membuat saya kembali teringat: kapan si Gie lengser dari jabatan pimred siiiih? #digamparin setim)</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat datang di markas Aksarayana, mentemen! Semoga betah, terutama dengan kelakuan si pimred! Bwahahahaha!</p>
<p style="text-align: right;" align="right">Gie</p>
<p style="text-align: right;" align="right">~yang perlu hiburan di tengah kebosanan kantor :P</p>
<p>PS: Yang edisi #5 ditunggu ya. Sambil dido&#8217;ain uploadnya berhasil. <img src='http://aksarayana.com/wp-includes/images/smilies/smile.gif' alt=':cutesmile:' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Aksarayana/~4/d6_2ZZJqYAc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksarayana.com/?feed=rss2&amp;p=462</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aksarayana.com/?p=462</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kabar Aksarayana dan Tema Selanjutnya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Aksarayana/~3/RIJOSpGx0yk/</link>
		<comments>http://aksarayana.com/?p=445#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 07:03:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksarayana.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[“Aduuuuh mana sih, Aksarayana? Kok belum terbit juga?” Ternyata memang lebih baik kalau kami kemukakan alasannya. Sebenarnya baik edisi #5 maupun #6 sudah sudah selesai. Sayangnya, webmaster sekaligus layouter Aksarayana sudah dua bulan ini sakit dan akhirnya tidak bisa membantu Aksarayana. (semoga lekas pulih, Ibu Octa!) Kami baru menemukan layouter beberapa hari belakangan. Ternyata memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Aduuuuh mana sih, Aksarayana? Kok belum terbit juga?”</p>
<p>Ternyata memang lebih baik kalau kami kemukakan alasannya. Sebenarnya baik edisi #5 maupun #6 sudah sudah selesai. Sayangnya, <em>webmaster</em> sekaligus <em>layouter</em> Aksarayana sudah dua bulan ini sakit dan akhirnya tidak bisa membantu Aksarayana. (semoga lekas pulih, Ibu Octa!)</p>
<p>Kami baru menemukan <em>layouter</em> beberapa hari belakangan. Ternyata memang sulit menemukan <em>layouter</em>.</p>
<p>Nah, selain ada <em>layouter </em>baru, Aksarayana juga menambah personel di bagian redaksi dan editor sekaligus (fufu~ silakan cek nama-namanya di bagian tim redaksi atau baca beritanya di Warta Aksara #6~).</p>
<p>Dan selagi menunggu <em>layouter</em> baru bertugas, redaksi Aksarayana sudah memutuskan tema untuk edisi #7:</p>
<p align="center"><strong>&#8220;K</strong><strong>EAJAIBAN&#8221;</strong></p>
<p>Kerap kali ditemukan dalam novel-novel fiksi fantasi terjemahan maupun lokal, angka 7 dianggap memiliki kekuatan khusus pembawa keajaiban: anak ketujuh dari anak ketujuh, misalnya. Atau teringat dengan 7 <em>Wonders</em> yang tahun lalu diperbarui?</p>
<p>Ayo~ ayo~ kirimkan kontribusi berupa karya fiksi maupun artikel yang berkaitan dengan tema tersebut! Pokoknya, kiriman karya tetap kami tunggu! :D</p>
<div id="attachment_448" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/03/cover-6.jpg"><img class="size-medium wp-image-448" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/03/cover-6-300x236.jpg" alt="cover #6" width="300" height="236" /></a><p class="wp-caption-text">Cover Aksarayana edisi 6</p></div>
<p>Nah, tidak ketinggalan <em>teaser</em> edisi #6 yang sedang digarap oleh sang <em>layouter</em> yang mengaku <em>newbie</em> tapi sebenarnya sudah bukan <em>newbie</em> :P</p>
<p>Apa saja karya yang hadir di Aksarayana #6 yang bertemakan “persahabatan”? Ini dia bocorannya:</p>
<p style="text-align: right"><em>Tak pernah ada pelangi di kegelapan. Kyrie percaya jika ia membawa Pelangi Hatinya ke Muara Tak Berdasar, ia tidak akan merasakan kepedihan lagi. Ia mendekap botol Pelangi Hatinya dan berlari kencang.</em> <em>Namun K</em><em>yrie tidak sanggup melepasnya,</em><em> karena Pelangi Hati adalah</em><em> bagian dari jiwanya sebagai seorang Perekam.</em><em> </em><strong><em>–Pelangi Tak Berwarna (Mazel)</em></strong><em></em></p>
<p style="text-align: right">
<p style="text-align: right">
<p style="text-align: right"><em>“Mengapa manusia dilahirkan?”</em></p>
<p style="text-align: right"><em>Aku bergeming. Aku belum menemukan jawabannya. “Jujur saja, aku belum menemukan jawabannya. Tapi aku yakin kalau kita memiliki tujuan masing-masing mengapa kita dilahirkan.”</em></p>
<p style="text-align: right"><em>“Apa tujuanmu dilahirkan?” tanyanya.</em></p>
<p style="text-align: right"><em>“Untuk mendengar ceritamu dan menjadi tempat sampahmu,” kali ini jawabku pasti. <strong>–Sahabat (Dansou)</strong></em></p>
<p>Tentu saja, selain dua itu, masih banyak lagi karya-karya yang tak kalah menariknya untuk dibaca!</p>
<p>Di bagian artikel, ada wawancara dengan Ratu LCDP, Chie. Dan perkenalan dengan “Aksa”, maskot Aksarayana yang baru saja lahir. Ia berbentuk hantu naga (?) yang senantiasa menyemburkan api (?).</p>
<div id="attachment_456" class="wp-caption aligncenter" style="width: 308px"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/03/logo-ghost.jpg"><img class="size-medium wp-image-456" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/03/logo-ghost-298x300.jpg" alt="Maskot Aksarayana - Aksa" width="298" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Maskot Aksarayana &quot;Aksa&quot;</p></div>
<p>Tidak salah lagi, Aksarayana tengah mengalami masa-masa sulit. Oleh karena itu, dukungan semangat dalam bentuk apapun dari pembaca sekalian sangatlah membantu kami untuk kembali bangkit.</p>
<p>Mohon tetap menunggu terbitnya Aksarayana!</p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Aksarayana/~4/RIJOSpGx0yk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksarayana.com/?feed=rss2&amp;p=445</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aksarayana.com/?p=445</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>OOT Club #5</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Aksarayana/~3/wSb4qKG1dvs/</link>
		<comments>http://aksarayana.com/?p=428#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 11:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riesling</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksarayana.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[*Masuk dengan keren* Hai, semuanya! Sembari menunggu hadirnya Aksarayana #5 dan #6, kita intip dulu yuk isi OOT Club Aksarayana #5~ Kali ini ada sepenggal kisah fantasi (?) pengundang tawa dari kastil bias LCDP. Oh, ya, jangan lupa untuk mengirim karya kalian untuk Aksarayana #6 ya! Seperti yang sudah diumumkan di pengumuman sebelumnya, tema edisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" align="LEFT"><em>*Masuk dengan keren*</em></p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT"><em>Hai, semuanya! Sembari menunggu hadirnya Aksarayana #5 dan #6, kita intip dulu yuk isi OOT Club Aksarayana #5~ Kali ini ada sepenggal kisah fantasi (?) pengundang tawa dari kastil bias LCDP.</em></p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT"><em>Oh, ya, jangan lupa untuk mengirim karya kalian untuk Aksarayana #6 ya! Seperti yang sudah diumumkan di pengumuman sebelumnya, tema edisi ini adalah <strong>PERSAHABATAN</strong> dan </em>deadline<em>-nya diundur sampai <strong>1 MARET 2012</strong>. Ayo buruan kirim!</em></p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT"><em>Dan inilah kisahnya&#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Suatu hari di kastil Lichedupon..</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Tampak sosok misterius mengendap-endap di taman istana..</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Untung saja ratu peri penguasa kerajaan itu dengan sigap menyambutnya.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Selamat datang di kerajaan Lichedupon! Tempat semua fantasi menjadi kenyataan dan semua kenyataan menjadi fantasi. Perkenalkan aku ratu peri Chieing siap menerimamu menjadi kacungku! Syahahaha~&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Penyusup yang terkejut lalu menjawab, &#8220;Salam ratuku yang imut dan unyu, kecantikanmu masih mempesona seperti biasanya. Hamba Tendankrea, pemilik perusahaan ramuan cabe super. Ratu ingat? Dulu hamba ikut kontes pemilihan calon suami ratu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Aku ingat, kau tikus genit yang bibirnya bengkak itu. Syahahaha~ Apa kabar? Apa yang kau lakukan di istanaku?&#8221; Ratu bertanya.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Hamba menemani Dandideso mengunjungi hewan peliharaan kastil sekaligus bekas guru kami, Pandaidupabad18. Hamba dengar dia sakit, Dandideso sedang memeriksanya.&#8221; Tendankrea menjelaskan.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Benar. Akhir-akhir ini hewan unyu itu jadi aneh. Dia sering bergumam dan lupa ingatan. Ayo kita tanya Dandideso apa penyebabnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Ratu Chieing pun mengajak Tendankrea masuk ke dalam kastil.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Di ruang pengobatan hewan..</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Pandaidupabad18 sedang diperiksa oleh Dandideso si pawang hewan menggunakan cermin narsis lima sisi yang memancarkan sinar Xrainbow.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Bersama mereka hadir pria kekar bersirip hiu yang tubuhnya berkilau seperti mutiara.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Pandaidupabad18 yang sedang galau selalu bergumam, &#8220;Hmmm.. [Abangbingshark] &lt;&#8212; ini ciapa? Hmmm.. Hmmm.. Hmmm..&#8221;</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_429" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/02/panda.jpg"><img class="size-full wp-image-429" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/02/panda.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pandaidupabad18 &lt;&#8211; Ini ciapa?</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Raja Lichedupon yang namanya disebut tidak menjawab karena Pandaidupabad18 pasti akan melupakannya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Pangeran katak Dandideso, hewan peliharaan kami sakit apa?&#8221; Ratu bertanya pada si pawang.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Dia menderita penyakit kekurangan cinta akibat ingatan yang hilang. Tapi tenang saja, Pandaidupabad18 bisa sembuh kalau mendengar nyanyian suara emasku.&#8221; Dandideso menjawab.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Maaf, kurasa sebaiknya kita coba mengembalikan ingatannya saja.&#8221; Abangbingshark mulai berdebat.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Tendankrea ikut menyela, &#8220;Bukan! Obat yang paling manjur untuknya cuma ramuan cabe. Cabe yang pedas dan banyak!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Bagaimana kalau kita semua membuat lingkaran dan menari bersama?&#8221; Ratu mengusulkan.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Karena ratu peri Chieing yang paling berkuasa, mereka semua setuju.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Ratu Chieing, Abangbingshark, Tendankrea, dan Dandideso berpegangan tangan mengelilingi Pandaidupabad18 lalu mulai menari berputar sambil menyanyikan lagu Potong Penguin Panda.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Perlahan ingatan Pandaidupabad18 berangsur kembali saat mendengar lagu daerah gunung Odhehoror itu.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Pandaidupabad18 ingat dulu dia adalah guru ahli percintaan. Dandideso yang dikutuk menjadi katak dan Tendankrea tikus penjual cabe adalah murid-muridnya. Pandaidupabad18 mengutus mereka berdua mengikuti kontes pemilihan calon suami ratu sambil berpesan agar mereka membawa pulang serbuk peri ratu Chieing. Tapi ternyata yang berhasil memenangkan kontes adalah Abangbingshark, sang putrahiu yang tulus mencintai ratu dan semua rakyat Lichedupon.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Walaupun Tendankrea dan Dandideso kalah, mereka bisa mewujudkan impian mereka masing-masing. Setelah mereka berdua menikah, Dandideso kembali ke bentuknya semula sebagai pangeran pawang hewan dan Tendankrea sukses menjalankan perusahaan obat cabe. Keempat makhluk yang sedang mengelilingi Pandaidupabad18 sekarang hidup bahagia seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Tinggalah Pandaidupabad18 sendirian. Dia gagal mendapatkan serbuk peri ratu Chieing untuk pupuk kebun bambunya. Dia kesal, marah, dan kesepian karena kedua muridnya tidak kembali ke gunung Odhehoror. Dia merasa terlupakan. Makanya Pandaidupabad18 mencetak kenangan menyedihkan itu, disobek-sobek, dibakar, lalu diminum bersama daun bambu. Akibatnya dia jadi lupa ingatan.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Tapi sekarang bekat kekuatan cinta dan persahabatan keempat makhluk yang mengelilinginya, Pandaidupabad18 merasa bahagia. Ingatannya kembali. Dia tidak merasa kesepian lagi.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Pandaidupabad18 pun bersenandung riang, &#8220;Bambu! Bambu! Bambu!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Dia sudah sembuh!&#8221; Ratu Chieing tersenyum gembira.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Kau sudah mengingatku?&#8221; Abangbingshark juga senang saat hewan unyu itu berguling.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Ternyata teknik pengobatanku memang manjur.&#8221; Dandideso merasa bangga.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">&#8220;Guruuuuuu!&#8221; Tendankrea berseru terharu.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Lalu Pandaidupabad18 dan keempat sahabatnya saling berpelukan, bernyanyi dan menari gembira bersama. Mereka pun hidup bahagia selamanya.</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Dan kehidupan di kastil Lichedupon kembali damai..</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Tamat?</p>
<p style="text-align: justify;" align="LEFT">Disclaimer: OOT club kali ini merupakan versi spin-off dari Tantangan Romance LCDP karya redtailqueen yang berjudul &#8216;Caron Cuami Latu&#8217;. Penasaran dengan hasil tantangan romance ini? Silakan serbu <a href="http://www.kemudian.com/tag/tantangan-romance-fantasy">http://www.kemudian.com/tag/tantangan-romance-fantasy</a><br />
Salam&#8211;RIesling</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Aksarayana/~4/wSb4qKG1dvs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksarayana.com/?feed=rss2&amp;p=428</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aksarayana.com/?p=428</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Di Mana Aksarayana: Pengunduran dan Tema Bulan Depan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Aksarayana/~3/XlTtXPHDYyw/</link>
		<comments>http://aksarayana.com/?p=412#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 16:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riesling</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksarayana.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Hari Kasih Sayang semuanya! Jangan lupa kirim cokelat ke kantor (?) Aksarayana, ya! *eh Mungkin banyak yang bolak-balik kalender-web Akasarayana sambil bertanya-tanya, edisi lima mana? Kok gak muncul-muncul? Ya, karena adanya beberapa kendala, Aksarayana E-Magazine edisi lima tidak bisa terbit bulan Februari ini. Segenap redaksi mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca karena tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Selamat Hari Kasih Sayang semuanya! Jangan lupa kirim cokelat ke kantor (?) Aksarayana, ya! *eh</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin banyak yang bolak-balik kalender-web Akasarayana sambil bertanya-tanya, edisi lima mana? Kok gak muncul-muncul? Ya, karena adanya beberapa kendala, Aksarayana E-Magazine edisi lima tidak bisa terbit bulan Februari ini. Segenap redaksi mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca karena tidak bisa menghadirkan edisi kelima tepat waktu m( &#8212; . &#8212; )m. Meski begitu, Aksarayana edisi lima tetap akan terbit dan bisa diunduh bersamaan dengan edisi enam bulan Maret nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada apa saja di Aksarayana edisi lima?</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_422" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/02/421253_2658178462808_1506297647_32328078_660544625_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-422" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/02/421253_2658178462808_1506297647_32328078_660544625_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Cover Aksarayana #5</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;"><em>“Bulan membara, memerahkan langit oleh sebab cahaya yang hilang.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Keremangan datang, terlumur bumi oleh bayang-bayang gamang.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Pada saat itu, di tempat kala pertama kita bertemu….</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Apa kamu mau menungguku?”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Cerpen: Gerhana—Pertemuan Kembali</p>
<p style="text-align: justify;" align="right"><em>“Bolehkah aku mengetahui kisahmu? Aku tahu kau sedang melarikan diri. Dari siapa?”</em></p>
<p style="text-align: justify;" align="right"><em>            “Tentu saja, kau tahu.” desah Aislinn. Suara gemerincing rantai memecah keheningan ketika ia mengangkat tangan kanannya yang masih terbelenggu, “Apakah kau takut menolong seorang penjahat dari Kekaisaran?”</em></p>
<p style="text-align: justify;" align="right">Cerpen: Outcast of Pride</p>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah cuplikan dua dari lima cerpen yang akan dimuat di Aksarayana edisi lima. Selain itu masih ada cerita  bersambung Quete Pour Le Chateau de Phantasm, warta aksara tentang kiprah anggota LCDP di dunia kepenulisan fantasi, dan karya-karya yang ikutan eksis di Hellofest Anima Expo 2012. Mau baca selengkapnya? Jangan lupa unduh Aksarayana edisi lima beserta edisi enam bulan depan!</p>
<p style="text-align: justify;">Kita juga tetap menunggu kontribusi untuk Aksarayana #6 loh!Kali ini tema yang diangkat adalah <strong>‘Persahabatan’. </strong>Kehadiran seorang sahabat selalu memberi pengaruh besar pada kisah sang pahlawan. Seorang sahabat bisa menjadi sumber kekuatan yang mendorong sang tokoh utama untuk menggapai tujuannya, dan sahabat jugalah yang menanamkan kebimbangan ketika sang tokoh ternyata harus menempuh jalan yang berlawanan. Nah, seperti apakah kisah persahabatan versi kalian? Kali ini <strong>deadline kontribusi diperpanjang sampai 1 MARET 2012, </strong>jadi buruan bikin! (Tentu saja, kontribusi di luar tema tetap kami tunggu~)</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa dukungan sahabat-sahabat semuanya, Aksarayana tidak akan bisa eksis sampai sekarang. Kami juga masih harus terus berbenah. Oleh karena itu, terus dukung kami dan jangan lupa kritik dan saran agar Aksarayana bisa menjadi pionir e-magazine fiksi fantasi nomor satu di Indonesia!</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Aksarayana/~4/XlTtXPHDYyw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksarayana.com/?feed=rss2&amp;p=412</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aksarayana.com/?p=412</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Artikel Februari: Pecinta Nomor Satu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Aksarayana/~3/WiALLNNoY0c/</link>
		<comments>http://aksarayana.com/?p=394#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 02:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riesling</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksarayana.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Penulis adalah pecinta nomor satu.

Mungkin ada yang akan mengerutkan alis mendengarnya. Tentu, bila mereka berpikir cinta dari sudut pandang fisik dan materiil. Pada hakikatnya, cinta jauh lebih universal. Kita tak dapat membandingkan cinta seorang ibu dengan cinta antar kekasih. Maka bila asumsi tersebut digunakan, jelas kita bisa mengatakan bahwa penulis adalah pecinta nomor satu. Mengapa?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh    </em>[.Re]<a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/02/430447_2756630753072_1176835051_32319079_617769020_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-418" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/02/430447_2756630753072_1176835051_32319079_617769020_n.jpg" alt="" width="402" height="349" /></a><em><br />
</em></p>
<p><strong>Penulis adalah pecinta nomor satu.</strong></p>
<p>Mungkin ada yang akan mengerutkan alis mendengarnya. Tentu, bila mereka berpikir cinta dari sudut pandang fisik dan materiil. Pada hakikatnya, cinta jauh lebih universal. Kita tak dapat membandingkan cinta seorang ibu dengan cinta antar kekasih. Maka bila asumsi tersebut digunakan, jelas kita bisa mengatakan bahwa penulis adalah pecinta nomor satu. Mengapa?</p>
<p><strong>Kasih Sayang </strong></p>
<p>Esensi dari cinta adalah &#8216;memberi&#8217;, maka tak pelak kita akan berdekatan dengan kata kasih sayang. Konsep ini luar biasa. Bila ia menjadi frase maka kita bisa mendekatkannya dengan cinta tapi bila ia dipisahkan menjadi kasih dan sayang maka esensi keduanya akan berbeda.</p>
<p>Seorang yang memberi (orang yang mengasih) pada umumnya memiliki kelebihan atau merasa memiliki kelebihan.  Sesuatu yang diberi bisa saja berupa materi atau non-materi. Walaupun transfer ini bisa jadi berwujud fisik tapi hasil dari proses tersebut bisa jadi berupa non-materiil. Ya, memberi akan menginduksikan perasaan dan emosi. Maka tak salah bila kaum pria sejak jaman prasejarah selalu berupaya memberi sesuatu pada perempuan karena memang itulah salah satu cara bagi pria (yang dapat mereka logikakan) untuk menggetarkan hati orang yang mereka ‘buru’ (atau cintai), dan mereka yang sudah memberi haruslah siap menerima –apapun jawaban dari yang diberi.</p>
<p>Penulis adalah seorang pemberi. Apa yang dia berikan? Jelas tulisannya. Ia menyumbang ide dan pendapat pada dunia. Dalam prinsip komunikasi, tulisan dianggap sebagai salah satu medium yang memiliki ketahanan panjang. Tidak seperti gestur dan tutur lisan yang lenyap bila tidak dimasukkan dalam medium (baca: direkam). Artinya penulis adalah mereka yang telah memberi kontribusi keabadian idenya pada dunia. Keabadian inilah yang suatu saat akan menginspirasi sesama. Cobalah cari “surat cinta pertama di dunia” di Google. Mungkin yang akan kalian temukan adalah surat dari lembah Niffer yang diperkirakan berasal dari 2200 SM. Padahal, bisa jadi BANYAK sekali ungkapan cinta dalam dunia ini tapi justru surat inilah yang menjadi pemicu ledakan kagumnya akan peradaban bangsa dahulu. Ya, karena ia terdokumentasi dan (nyaris) abadi. Maka bukankah penulis telah menjadi pecinta?</p>
<p>Masih kurang percaya? Baik. Kita pindah ke kata sayang. Asumsi kami adalah kata sayang ini digunakan sebagai ungkapan atau konsep keintiman atau kedekatan. Seperti pepatah, tak kenal maka tak sayang. Semakin kita mencintainya, semakin ingin kita mendekatinya. Dan berdasarkan penelitian pula, <em>skinship</em> atau hubungan kulit dengan kulit adalah sangat penting untuk terus mengeluarkan hormon <em>Endorphine</em> atau hormon cinta.</p>
<p>Lawan dari kata sayang atau cinta adalah kebencian. Dan penulis juga bisa menulis sesuatu yang ia benci. Oh, berarti penulis (bisa jadi) adalah pembenci. Asumsi tersebut tak salah, tapi jangan lupakan prinsip keseimbangan. Ada yang dibenci, pasti ada yang dicintai. Maka jangan salahkan diri kalian bila membenci sesuatu. Itu normal. Bukanlah kebencian yang akan menghancurkan dunia, tapi ignorance atau ketidakpedulian.  Seperti kata Philipe Wylie (12 Mei 1902 –25 Oktober  1971) “<em>Ignorance is not bliss &#8211; it is oblivion</em>”. dan bukankah para <em>messiah</em> adalah orang yang memiliki rasa peduli luar biasa pada dunia dan manusia? Bila tidak, lebih baik dia tidur saja di rumah.</p>
<p>Kembali ke penulis yang membenci. Materi penulisan atau tema tulisan bisa jadi adalah materi tentang kebencian. Hey, sudah banyak sekali kami lihat ‘iklan’ para pembenci Twillight dan Justin Bieber. Faktanya, yang dibenci justru makin eksis. Mengapa? Mencintai sama dengan membenci. Kedua-duanya sama-sama menghantui isi kepala dan harus dicurahkan. Bila tidak, maka tubuh akan rusak.</p>
<p>Maka menulis tentang sesuatu yang dibenci sebenarnya adalah bentuk ungkapan para penulis bahwa mereka peduli. Terlalu optimis? Coba saja gosipkan satu teman kalian. Perhatikanlah bagaimana berita menyebar mulut ke mulut dan berefek pada teman kalian. Efeknya tentu bisa beragam. Intinya memberi kesan, tapi satu, keberadaan mereka yang digosipkan menjadi muncul ke permukaan. Kalian (di dalam hati) ingin orang tersebut dilihat! Berarti kalian memberi mereka <em>spotlight</em> bukan? Hei, kalian tanpa sadar justru mendekatkan mereka dengan entitas atau komunitas. Kalian membuat beberapa orang yang dulunya mengacuhkannya menjadi peduli. Maka bukankah akhirnya jadi positif?</p>
<p>Hanya saja, memang secara literal, cinta dan benci tak bisa dicampur. Walau tetap bisa kita putarlogikakan, faktanya mereka berbeda identitas. Dan hasil dari kebencian umumnya tidaklah bagus. Tentu karena arahnya lebih negatif. Ah, cukup dengan filosofinya, mari kita kembali lagi pada fakta penulis adalah seorang pecinta.</p>
<p><strong>Bila Penulis Tiada</strong></p>
<p>Kita tidak akan membahas lagi tentang cinta dan benci atau paradox diantaranya. Lebih baik kita fokus pada prakteknya. Kami minta kalian tutup mata. Sebentar saja. Coba bayangkan kejadian ini: Tidak ada satu orangpun yang menulis di media manapun tentang cara menggunakan atau mencari&#8230; well, barang kesukaan kalian. Dalam kasus kami, mungkin, keberadaan buku fiksi fantasi. Apa yang terjadi? Ya, kalian akan tidak peduli karena tidak tahu dan ketidakpedulian itu menghancurkan -sesuai kutipan di atas. Lantas, apa yang akan bisa kalian berikan bila kalian tidak peduli karena tidak tahu? Ada?  Oh, jangan bercanda. Paling-paling jeroan fisik kalian. Tapi bicara jeroan, mohon maaf, harga sapi jauh lebih mahal dari organ kalian. Dan setelah kalian mati, harga jeroan kalian bahkan jauh lebih murah dari sapi *pengecualian untuk mahasiswa kedokteran dan yang bersinggungan dengan forensik atau yang jualan organ lewat pasar gelap.*</p>
<p>Oh, kalian masih mau mengatakan bisa mencarinya melalui perkataan teman kalian? Tentu! Itu bagus. Tapi seberapa kuat ingatan kalian? Tidak semua mendapat kelebihan &#8220;<em>Photographic memory</em>&#8221; bahkan ada beberapa teman kita yang mengidap demensia atau <em>Alzheimer</em>. Untuk mengingat, kalian (pasti) butuh sesuatu sebagai pemicu atau jembatan ingatan dan tak jarang harus terpampang di depan mata kalian! Berarti kami boleh berasumsi benda tersebut bersifat pernamen bukan? Bagaimana membuat sesuatu menjadi permanen. Tepat! Ditangkap dalam medium. Dan siapa yang melakukannya?</p>
<p>Tepat! Para penulis.</p>
<p>Dan oh, tentu saja, kalian sendiri bisa menjadi penulis itu. Karena kami tahu, kalian senang berbagi. Kalian senang orang tahu perasaan kalian. Kalian senang mengatakan bahwa &#8216;inilah aku&#8217;, &#8216;pandangi aku yang berbeda&#8217; dan &#8216;lihat kiprahku pada dunia&#8217;. <em>Facebook</em> telah menjadi buktinya.</p>
<p>Maka bila penulis sudah mulai tak lagi peduli terhadap apapun: rasa, imajinasi, ataupun aspek fisiknya maka saat itulah cinta kasih telah melayang dari raganya. Hilangnya penulis berarti hilangnya keabadian kata. Maka bumi hanya bisa berharap dari tutur lisan dan gestur saja. Wajar saja bukan, bila salah satu kitab suci menyatakan bahwa pena adalah instrumen penting yang disandingkan dengan kehidupan?</p>
<p>Dalam prosesnya, penulis sendiri sudah bergulat dengan kata benci dan cinta. Mereka harus memformulasikan kata-kata yang mampu mereka sukai dan menjadi corak identitas mereka. Kami pun begitu. Kami juga ingin tulisan kami dimengerti tapi yang pertama kali harus kami puaskan adalah diri kami sendiri. Maka menjadi penulis mengajarkan kita sulitnya menjadi kreator dan menjadi orang tua bagi karya sendiri. Sujiwo Tejo bahkan menganggap bahwa semua karyanya adalah anak sendiri sehingga tak mungkin baginya untuk memfavoritkan salah satu.</p>
<p>Bila kalian masih merasa memiliki cinta. Mulailah berbagi, mulailah menulis dan mulailah berbagi tulisan kalian. Artikel inipun menjadi <em>self-critic</em> bagi kami. Maka marilah saling mengingatkan dan menulis.</p>
<p>Salam dari pencinta.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Aksarayana/~4/WiALLNNoY0c" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksarayana.com/?feed=rss2&amp;p=394</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aksarayana.com/?p=394</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tema Edisi Bulan Februari: Romance Fantasy</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Aksarayana/~3/Q0GFQSpqjRM/</link>
		<comments>http://aksarayana.com/?p=377#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 13:54:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riesling</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksarayana.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[“Tema Aksarayana selanjutnya adalah romance fantasy!” Rasanya udah pasti jelas ya? Fantasi-cecintaan, terjemahan(seenak)nya Gie. Yang namanya cecintaan—oke, romansa—ternyata memang identik dengan hal-hal yang bikin berdebar-debar dengan orang lain gitu, kan? (ah, sial, saya malu sendiri ngomong beginian! Ayo, tim redaksi, gantiin saya!!!) Eeerr &#8230; apa ya? Cinta? Hmm &#8230; saya tipe yang percaya cinta sejati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/01/resize.jpg"><img class=" wp-image-385 aligncenter" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/01/resize.jpg" alt="" width="550" height="411" /></a></p>
<p style="text-align: justify">“Tema Aksarayana selanjutnya adalah <em>romance fantasy</em>!”</p>
<p style="text-align: justify">Rasanya udah pasti jelas ya? Fantasi-cecintaan, terjemahan(seenak)nya Gie. Yang namanya cecintaan—oke, romansa—ternyata memang identik dengan hal-hal yang bikin berdebar-debar dengan orang lain gitu, kan? (ah, sial, saya malu sendiri ngomong beginian! Ayo, tim redaksi, gantiin saya!!!)</p>
<p style="text-align: justify">Eeerr &#8230; apa ya? Cinta? Hmm &#8230; saya tipe yang percaya cinta sejati bakal muncul (selain cinta ke Tuhan dan orang tua, tentu). Oke, silakan sebut saya pemimpi atau apapun, terserah.</p>
<p style="text-align: justify">Saya percaya datangnya cinta secara perlahan-lahan tanpa disadari; yang memberikan ketenangan; yang perjalanannya lambat namun tiap saatnya terasa manis dan lembut; yang enggak bakal bikin seseorang menjadi posesif dan cepat cemburu.</p>
<p style="text-align: justify">Ah, tuh kan, jadi ngalor-ngidul deh. Macem ajang curhat pula, maap.</p>
<p style="text-align: justify">Tapi yah, di sisi lain, saya kasihan sama orang yang <em>merasa enggak dicintai</em>. Yang merasa selalu berjuang sendirian dalam hidup. Pikiran mereka picik banget. JELAS tiap orang pasti ada yang mencintai, bukan? Walau orang-orang yang mencintai mereka tidak menunjukkannya secara eksplisit.</p>
<p style="text-align: justify">Toh cara mencintai itu kan beragam: ada yang ditunjukkan dengan perlakuan lembut, ada yang dengan laku jahil (macem temen-temen kampus saya yang selalu meng-<em>ijime </em>saya xp), ada yang menjaga dari jauh (macem temen-temen maya saya), bahkan ada yang melalui sikap marah dan khawatir.</p>
<p style="text-align: justify">Coba orang-orang yang merasa enggak dicintai itu berbaik sangka dan memahami orang-orang di sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify">Auh, balik ke topik deh, belum lama ini di LCDP ada tantangan cerpen kencan fantasi, kan? Nah, yang bagus bakal dimuat di Aksarayana. Mangkana, ayo rajin berpartisipasi kalau ada tantangan-tantangan gitu!</p>
<p style="text-align: justify">Yah, pokoknya kami tunggu cerita cecintaan yang ngayal-ngayal dari para kontributor~</p>
<p style="text-align: justify" align="right">Gie</p>
<p style="text-align: justify" align="right">~yang kadang sebel di-<em>ijime</em> kawan-kawannya :P</p>
<p style="text-align: justify">
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Aksarayana/~4/Q0GFQSpqjRM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksarayana.com/?feed=rss2&amp;p=377</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aksarayana.com/?p=377</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Aksarayana E-Magazine Edisi 4</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Aksarayana/~3/JyUbuJGf-e8/</link>
		<comments>http://aksarayana.com/?p=358#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 13:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksarayana.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[DUNIA BARU YANG BERANI Penulis: Zainal Arifin (Dimuat di Aksarayana E-Magazine Edisi 4) Apa yang terjadi secara fisik di lapangan, sesungguhnya beranjak dari domain pemikiran. Contoh nyatanya dapat kita lihat dalam kehidupan kontemporer kini. Bukti-bukti artefak yang ada berawal dari sebuah ide pemikiran. Soekarno di era 1960-an dengan konsep Demokrasi Terpimpinnya melakukan sejumlah pembangunan fisik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/01/sampul-aksarayana-4.png"><img class="aligncenter  wp-image-359" title="sampul aksarayana #4" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/01/sampul-aksarayana-4.png" alt="" width="543" height="385" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>DUNIA BARU YANG BERANI</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Penulis: Zainal Arifin</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>(Dimuat di Aksarayana E-Magazine Edisi 4)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang terjadi secara fisik di lapangan, sesungguhnya beranjak dari domain pemikiran. Contoh nyatanya dapat kita lihat dalam kehidupan kontemporer kini. Bukti-bukti artefak yang ada berawal dari sebuah ide pemikiran. Soekarno di era 1960-an dengan konsep Demokrasi Terpimpinnya melakukan sejumlah pembangunan fisik dimana-mana. Kompleks olahraga di Senayan, Masjid Istiqlal, Monas, Patung selamat datang di Bundaran HI, merupakan fragmen otentik dari pemikiran Soekarno untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar. Soekarno di era demokrasi terpimpin sedang membangun dunianya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di belahan dunia lain ada Woodrow Wilson yang memiliki harapan tentang dunia lebih baik dan lebih damai. Goenawan Mohammad sang esais merekamnya dalam kalimat berikut: Ia memang aneh, seorang presiden Amerika yang aneh, di abad ke-20. ia bicara tentang perlunya “perdamaian, tanpa kemenangan”. Ia menolak untuk menggunakan kekuatan fisik Amerika terhadap negeri-negeri yang lebih lemah. Bahkan ketika kapal Inggris <em>Lusitania</em> tenggelam ditorpedo Jerman, dan ada 128 penumpang Amerika tenggelam, Wilson tetap belum meneriakkan pekik pertempuran. “Memang ada dalam hidup ini sebuah bangsa yang teramat sadar akan harga dirinya untuk mau berkelahi,” katanya (Goenawan Mohammad, Catatan Pinggir: hal 316).</p>
<p style="text-align: justify;">Soekarno dan Woodrow Wilson bukanlah anomali dalam upaya membangun dunia baru. Ide membangun dunia dan menjalani sistematika dunia mendominasi banyak orang di dunia. Membangun dunia adalah ide universal yang bebas didefinisikan oleh siapa saja. Penulis novel, seniman komik, politisi, ilmuwan, pelajar, aktivis lingkungan, pengangguran, memiliki definisi dan tafsiran mengenai bagaimana dunia seharusnya bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">JRR Tolkien contohnya melalui serial <em>The</em> <em>Lord of the Rings</em> yang fenomenal telah membawa imajinasinya begitu kuat, berdasar dan benar-benar hidup serta nyata. Para pembaca kisahnya teryakinkan dengan detil, budaya dari dunia yang diciptakan. Sukar untuk menganggap <em>hobbit, elf, kurcaci, orc</em>, sekedar fantasi en sich, menilik dari detail presisi penggambaran yang disajikan oleh Tolkien. Tolkien telah berhasil membuat para pembaca percaya bahwa dunianya nyata dan eksis. Untuk kemudian di tangan Peter Jackson, melalui dukungan prima <em>visual effect</em>, fantasi dari Tolkien mengalami visualisasi yang sangat mengagumkan. Sebuah dunia yang mampu ditampilkan mencekam dan di satu sisi begitu damai.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kisah komik, kisah Satu Atap layak menjadi referensi tentang dunia baru. Idenya sendiri ialah menggabungkan hal yang kontemporer dengan fantasi. Kota Bandung menjadi <em>setting</em> cerita, dimana dalam kreasi Azisa Noor, Bandung merupakan kota yang juga dihuni oleh keturunan setan, <em>elf</em>, putra duyung, peri hutan, manusia harimau, dan makhluk ajaib lainnya. Tema yang sederhana dan pesan dalam cerita menjadikan dunia kreasi Azisa Noor mampu dekat dengan keseharian kita, sekaligus melambungkan imajinasi kita tinggi-tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya percaya segala lapis strata memiliki obsesi akan dunia baru. Tentunya dari masing-masing orang akan memiliki diferensiasi tentang bagaimana seharusnya dunia baru. Mungkin akan ditemui titik persamaan dalam konsep membangun dunia baru, juga akan ditemui titik perpecahan mengenai konsep dunia baru. Bagaimana dengan anda? Pernahkah anda memiliki imajinasi untuk mengkreasi dunia baru?</p>
<p style="text-align: justify;">Mengkreasi dunia baru menurut hemat saya bergerak diantara kutub harapan dan kecemasan. Harapan agar masa depan lebih baik dari hari kemarin dan hari ini. Kecemasan dikarenakan rangkaian dekadensi telah menumpuk dan mengancam eksistensi kehidupan. Pada kutub harapan, itulah yang menjelaskan kerinduan kita pada sosok pahlawan. Kita mencintai pahlawan karena kerelaannya untuk berbuat sesuatu yang lebih besar dan menyalakan harapan dalam diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Snapshot</em> sosok pahlawan mampu menyalakan harapan dapat kita temui pada kisah Spiderman 2. Peter Parker yang sempat “gantung kostum” mendapatkan pencerahan dari bibinya tentang betapa pentingnya sosok <em>Spiderman</em>. <em>Spiderman</em> yang menyelamatkan seisi kota, menangkap para penjahat, sesungguhnya telah memberikan permaknaan yang mendalam. Bahwa kebaikan itu masih ada, jiwa ksatria itu masih nyata, harapan tentang dunia baru yang lebih baik masih tetap eksis. Spiderman telah menghasilkan reaksi berantai dari sebuah perbuatan mulia. Dan kita merindu dengan sosok pahlawan macam begini ataupun menginginkan memiliki sifat kepahlawanannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kutub harapan, kita sebenarnya juga dapat melakukan kontemplasi. Apakah diri ini sudah paralel dengan upaya membangun dunia baru yang lebih baik? Jangan-jangan selama ini diri ini menjadi parasit, sosok yang memadamkan harapan tentang kebaikan di dunia baru. Pada kutub harapan, akan lebih produktif jika kita berhenti merutuk gelap dan menyerampahi dunia dengan segala kebobrokannya. Lebih baik kiranya menyalakan cahaya, menjadi harapan yang nyata bagi bumi ini dalam kongsi perkataan dan perbuatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan pada kutub kecemasan, upaya membangun dunia baru ialah jawaban atas permasalahan kontemporer yang memberat. Kecemasan itu memiliki anak cabang yang begitu banyak. Dunia seperti tengah membuat janji cepat atau lambat dengan ledakannya. Mulai dari permasalahan lingkungan, frustasi sosial, disparitas, serakahisme, kecemasan itu hidup di benak manusia di bumi. Kecemasan terkait lingkungan, misalnya menjadi basis dari sejumlah film seperti 2012, <em>The Day After Tomorrow</em>. Bagaimana inti pesan dari film tersebut diperlukan sebuah bencana mengglobal untuk mengkreasi dunia baru. Bencana global ini menyebabkan perubahan pada fisik bumi dan terutama menguji nilai kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Fakta sejarah juga mewartakan bagaimana kecemasan telah membawa jalan suram bagi dunia baru di kemudian hari. Goenawan Mohammad menarasikannya sebagai berikut: “Seandainya saya tahu, demikian kata Einstein sebagaimana dikutip dalam <em>The Little Black Book of Atomic War</em> karya Marc Ian Barach yang menarik itu, “seandainya saya tahu bahwa Jerman tidak akan berhasil membuat bom atom, saya tak akan berbuat apa-apa sedikit pun.” Einstein, Yahudi yang rasnya diburu Hitler itu, memang didorong rasa cemas. Perasaan yang sama terbit pada diri bapak bom atom yang lain, Leo Slizard, yang lari dikejar Nazi dari Hungaria (Goenawan Mohammad, Catatan Pinggir: hal 306).</p>
<p style="text-align: justify;">Dunia pun mencatat bagaimana dari rahim kecemasan tersebut muncul eksponensial kecemasan yang hingga kini masih berpendulum di benak kekhawatiran kita. Kenyataan sejarahnya bom atom di Hiroshima telah membuat sekitar 200 sampai 300 ribu orang mati. Kota luluh lantak. Panas yang terlontar dari bom istimewa itu begitu hebatnya hingga bayang-bayang orang pun sampai tercetak di aspal jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang menariknya upaya untuk mengkreasi dunia baru dapat menghasilkan senyawa baru yakni eskapisme. Eskapisme ialah sifat melarikan diri dari kenyataan. Dalam beberapa hal, dapat dikomparasikan dengan utopis. Upaya membangun dunia baru tak lebih dari upaya untuk lari dari bumi. Sebuah fantasi sinting yang tidak akan terwujud dalam mangkuk kenyataan. Jebakan dari eskapisme tak kalah menggodanya dengan nyanyian Siren. Begitu indah menarik, memikat jiwa, namun konsekuensinya fatal.</p>
<p style="text-align: justify;">Eskapisme dan utopis ini dapat membawa pada kegiatan turunan yang tidak produktif. Mereka yang terjebak dalam gelembung eskapisme dan utopis ialah mereka yang hidup di bumi, tapi jiwanya menjejak di ranah tidak nyata. Eskapisme dan utopis dalam hal ini lebih seperti ingauan tanpa kerja nyata yang dicicil etape demi etape. Sekedar berhasrat merindukan dunia baru namun hanya berpangku tangan, enggan berpeluh, enggan melakukan kreativitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Dunia baru yang terjadi apapun itu memerlukan keberanian. Keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk mengalami validasi, keberanian untuk mengalami resistensi dalam perjalanan mewujudkannya. Setiap dari kita saya percaya memiliki imajinasi tentang dunia baru dalam lembar pemikirannya. Dan saya percaya setiap dari kita dapat berperan dalam mengkreasi dunia baru itu. Jika anda ingin dunia baru yang ada ialah bumi yang ramah terhadap lingkungan, mulailah melakukan pola hidup yang bersahabat bagi bumi. Mulai dari pengurangan pemakaian plastik, menghemat energi, menanam pohon, dan sebagainya. Ingat komunitas dan entitas jika dicacah merupakan individu-individu. Dan setiap dari kita dapat menjadi individu yang dapat membawa suluh perbaikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Diperlukan keberanian untuk mengkreasi dunia baru. Keberanian untuk melangkah diantara harapan dan kecemasan. Keberanian untuk tidak tergoda dengan konsep eskapisme dan utopis. Dunia baru pertama-tama dapat dikreasi bukan oleh entitas super, kuat, dan besar. Dunia baru dapat dimulai pada diri kita secara personal. (end)  <img src='http://aksarayana.com/wp-includes/images/smilies/smile.gif' alt=':cutesmile:' class='wp-smiley' /> </p>
<div class='et-box et-download'>
					<div class='et-box-content'><a href="http://aksarayana.com/?dl_id=7">Silahkan download Aksarayana E-Magazine Edisi 4 di sini, teman-teman</a>.</div></div>
<p>Berikut Daftar Isi Aksarayana E-Magazine edisi 4:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/01/daftar-isi-aksarayana-edisi-41.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-368" title="daftar isi aksarayana edisi 4" src="http://aksarayana.com/wp-content/uploads/2012/01/daftar-isi-aksarayana-edisi-41.jpg" alt="" width="576" height="510" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Aksarayana/~4/JyUbuJGf-e8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksarayana.com/?feed=rss2&amp;p=358</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aksarayana.com/?p=358</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

