<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657</atom:id><lastBuildDate>Thu, 24 Oct 2024 20:22:17 +0000</lastBuildDate><category>Quran</category><category>Hadist</category><category>Allah</category><category>Akhlaq</category><category>Aqidah</category><category>Puasa</category><category>Ramadhan</category><category>Iman</category><category>Islam</category><category>Renungan</category><category>Syirik</category><category>Tauhid</category><category>Tuhan</category><category>Al Mir&#39;ah</category><category>Alkohol</category><category>Berhala</category><category>Cinta</category><category>Dewa</category><category>Fiqh</category><category>Haji</category><category>Hati</category><category>Hilal</category><category>Hisab</category><category>Idul Fitri</category><category>Ijtima&#39;</category><category>Ikhlas</category><category>Iktibar</category><category>Iptek</category><category>Kedokteran</category><category>Kesehatan</category><category>Kurma</category><category>Lailatul Qadar</category><category>Literatur</category><category>Manusia</category><category>Mekah</category><category>Najis</category><category>Narkoba</category><category>Nuzul Quran</category><category>Pikiran</category><category>Riset</category><category>Ru&#39;yah</category><category>Rukun Islam</category><category>Setan</category><category>Sosial</category><category>Syawal</category><category>Tanah</category><category>Terorisme</category><category>Terorist</category><title>Cermin Diri</title><description></description><link>http://webs32.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-5471990068257581105</guid><pubDate>Fri, 07 Oct 2011 16:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-09T12:40:24.059+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Haji</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mekah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rukun Islam</category><title>Gelar Haji Sebagai Tanda Riya&#39; [?]</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ15UpUtE4h8TsHAfcd-jUx0pGFlHPvGMMvFFSKwA0aPWRDTwfNmZf-xlB_yC1VIcVfUaQZD_gNBCdgAJl-QaARLFLVEnuKeW-ZyRE0X4g55CGyClxIH3k3RE2qH721Mg3vG-E8MjtzNE/s1600/Makkah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;289&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ15UpUtE4h8TsHAfcd-jUx0pGFlHPvGMMvFFSKwA0aPWRDTwfNmZf-xlB_yC1VIcVfUaQZD_gNBCdgAJl-QaARLFLVEnuKeW-ZyRE0X4g55CGyClxIH3k3RE2qH721Mg3vG-E8MjtzNE/s320/Makkah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Beberapa waktu yang lalu, penggemar film Indonesia terutama yang bertemakan Islam disuguhi sebuah film yang diangkat dari sebuah novel yang berjudul sama, &lt;i&gt;&lt;b&gt;Di Bawah Lindungan Ka&#39;bah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Sebelumnya ada juga film yang bertema sama, &lt;i&gt;&lt;b&gt;Emak Ingin Naik Haji&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Kedua film ini menggambarkan betapa ritual suci yang bernama haji sebagai salah satu rukun Islam begitu penting bagi seorang muslim untuk menyempurnakan keislamannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari niat untuk mendapatkan haji yang mabrur, ibadah haji begitu memesona sehingga tidak sedikit orang yang mengantri untuk menunaikan ibadah yang satu ini karena terbatasnya quota jamaah haji asal Indonesia -- padahal jumlahnya lebih dari 300 ribu orang. Bahkan mereka rela menunggu giliran bertahun-tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibadah haji jelas tidak pantas untuk disebut sebagai trend masyarakat masa kini. Karena ibadah haji merupakan perwujudan penghambaan manusia kepada Penciptanya. Namun ketika banyak orang berlomba-lomba untuk mendapat &quot;gelar&quot; haji yang akan diletakkan di depan namanya, ibadah ini kerap kali hanya sebatas ritual. Mereka seakan lupa esensi haji yang sebenarnya. Bahkan ada orang-orang yang telah menunaikan haji tanpa sungkan mengharapkan orang lain memanggilnya dengan sebutan &quot;Pak Haji&quot;, &quot;Bang Haji&quot;, atau &quot;Bu Hajjah&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kendati penempatan &quot;gelar&quot; haji atau hajjah itu tidak dimaksudkan untuk riya&#39;, apalah guna titel kehajian itu diltempelkan didepan namanya. Toh, ibadah haji dilaksanakan bukan untuk dipertontonkan kepada manusia melainkan untuk menjadikan kita lebih tunduk dan patuh kepada Allah, Sang Khalik. Ironinya, ada orang-orang tertentu yang telah berhaji dengan terang-terangan marah ketika ada orang lain tidak menyebutkan kata haji atau hajjah ataupun tidak menuliskan huruf &quot;H.&quot; atau &quot;Hj.&quot; tepat di depan namanya. Na&#39;uzdu billah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mencoba memvonis lebih dulu -- &lt;i&gt;karena tidak ada fatwa MUI yang melarang penempatan kata haji atau hajjah di depan nama seseorang&lt;/i&gt; -- mari kita coba tinggalkan hal-hal yang tidak mengandung manfaat seperti itu, yang bahkan dapat menjerumuskan kita ke dalam sifat riya&#39; (pamer). Puluhan juta yang kita habiskan untuk menjalani ritual haji tentunya tidak sebanding dengan pahala yang sangat besar yang Allah berikan kepada seorang muslim yang melaksanakan dan mengimplementasikan hajinya dengan mabrur. Jangan sampai pahala yang besar itu jadi sia-sia karena kecongkakan, kesombongan, dan sifat pamer kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haji adalah ibadahmu kepada Allah. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Niat untuk memotivasi orang lain berhaji&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; tak perlu jadi alasan atau tameng dalam mengukuhkan kebiasaan menempatkan kata haji di depan namamu. Semoga Anda yang menunaikan ibadah haji menjadi haji yang mabrur. (&lt;b&gt;SMZ&lt;/b&gt;)</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/10/gelar-haji-sebagai-tanda-riya.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ15UpUtE4h8TsHAfcd-jUx0pGFlHPvGMMvFFSKwA0aPWRDTwfNmZf-xlB_yC1VIcVfUaQZD_gNBCdgAJl-QaARLFLVEnuKeW-ZyRE0X4g55CGyClxIH3k3RE2qH721Mg3vG-E8MjtzNE/s72-c/Makkah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>8</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-503838211339263803</guid><pubDate>Sat, 01 Oct 2011 16:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-02T00:11:15.733+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Terorisme</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Terorist</category><title>Jihad dan Terorisme</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihZ_kHrnHcw1hZuKyo18Orgw-jn4g8-tuzhv2x72pIoZ_aLBfqfi5QuO8RYXSsVtx54w8lCS81M_tiBa0Wh4fTAre1U0iQE7qDdezmTb5vXgmMTErd4GmVjNHmz7bUUYNrrGnr96CqKnM/s1600/Not+Terorist.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihZ_kHrnHcw1hZuKyo18Orgw-jn4g8-tuzhv2x72pIoZ_aLBfqfi5QuO8RYXSsVtx54w8lCS81M_tiBa0Wh4fTAre1U0iQE7qDdezmTb5vXgmMTErd4GmVjNHmz7bUUYNrrGnr96CqKnM/s320/Not+Terorist.jpg&quot; width=&quot;224&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&quot;Agama Terorisme&quot;. Itulah cap yang begitu melekat kepada Agama Islam dalam beberapa tahun belakangan ini. Umat Islam dituding sebagai biang pengeboman dan teror di sejumlah tempat di berbagai belahan dunia. Ironinya, kaum muslim yang tak punya kepentingan dengan aksi-aksi brutal tersebut menjadi sasaran kecaman bahkan tindak kekerasan dari segelintir orang yang anti terorisme. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Benarkah Islam mengajarkan terorisme?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tema sentral yang melatarbelakangi aksi-aksi kekerasan yang disebut terorisme itu adalah jihad. Jihad dalam pemahaman kaum teroris adalah suatu usaha maksimal untuk memerangi orang-orang kafir. Kaum ini menyebutnya jihad qital (jihad untuk memerangi kaum yang menjadi &quot;musuh Islam&quot;). Jihad ini meliputi jihad difa&#39; (jihad untuk mempertahankan atau membela diri) dan jihad thalab (jihad untuk memerangi apapun yang merintangi dakwah Islam). Mereka melandaskan perjuangannya kepada sejarah perjuangan Rasulullah dan ayat-ayat&amp;nbsp; Al Quran sebagai pembenar tindakan yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sebenarnya jihad itu? Secara etimologi, jihad diartikan bersungguh-sungguh dalam memerangi musuh. Sedangkan secara terminologi, jihad diartikan sebagai:&lt;br /&gt;
&lt;ol style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;
&lt;li&gt;berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi kaum muslim&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memerangi hawa nafsu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mendermakan harta benda untuk kemaslahatan umat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Pada hakikatnya jihad dilakukan untuk menegakkan Din (agama) Allah dan memelihara terlaksananya syariat Islam sesuai ketentuan Al Quran dan tuntunan Rasulullah. Namun makna jihad lebih cenderung disalahartikan sebagai perang suci. Padahal kata perang lebih dekat kepada makna &quot;qital&quot; daripada makna jihad. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jihad yang diartikan secara radikal sebagai perjuangan membela agama harusnya lebih diartikan sebagai perjuangan untuk menegakkan syariat Islam; perjuangan&amp;nbsp; untuk menyebarkan keselamatan; perjuangan untuk menyampaikan kebenaran ilahi. Dan penyampaian kebenaran itu tidak seharusnya ditempuh dengan kekerasan, apalagi dengan meneror atau membunuh orang-orang yang tidak dalam posisi memerangi orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sejarah kepemimpinan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin, keteladanan dalam berperang ditunjukkan dengan menjunjung tinggi etika perang, sebuah panduan dasar dalam berperang. Diantaranya adalah tidak melarikan diri dari medan perang tanpa komando pimpinan, tidak mengingkari janji atau kesetiaan, tidak mencincang-cincang mayat, tidak membunuh anak-anak, orang tua, dan wanita yang lemah, tidak merusak/membakar pohon atau menyembelih hewan kecuali untuk dimakan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perang yang mengatasnamakan penegakan syariat agama Islam tetapi tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah, apakah pantas disebut sebagai jihad. Justru yang terjadi adalah munculnya fitnah yang besar bahwa Islam adalah agama terorisme. Menimbulkan perasaan was-was dan perasangka buruk orang-orang non muslim terhadap umat Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga dapat disimpulkan bahwa &lt;i&gt;&lt;b&gt;terorisme bukanlah bagian dari jihad&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Melainkan konsep perjuangan yang dicetuskan oleh orang-orang yang mengalami kebuntuan/stagnansi berpikir dalam menghadapi perkembangan zaman untuk mengembangkan ajaran Islam. (SMZ)</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/10/jihad-dan-terorisme.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihZ_kHrnHcw1hZuKyo18Orgw-jn4g8-tuzhv2x72pIoZ_aLBfqfi5QuO8RYXSsVtx54w8lCS81M_tiBa0Wh4fTAre1U0iQE7qDdezmTb5vXgmMTErd4GmVjNHmz7bUUYNrrGnr96CqKnM/s72-c/Not+Terorist.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-7621058758282358903</guid><pubDate>Tue, 13 Sep 2011 16:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-01T20:47:02.831+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Allah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berhala</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dewa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Iman</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Syirik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tauhid</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tuhan</category><title>Allah dan Al-ilah</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkSSnOMM6_-LDji1NxnJnM3_k5U0jSXAbmhayKVFgPIXkjgtQpLRemtdqCxgwY3qNOg_GB2K0POPz_6R47PdJJfoqtIFvn0plZ-6eV3C8nJgHwGRVgXAFnw8kqjXjlK-pwU528TPmau4s/s1600/Allah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkSSnOMM6_-LDji1NxnJnM3_k5U0jSXAbmhayKVFgPIXkjgtQpLRemtdqCxgwY3qNOg_GB2K0POPz_6R47PdJJfoqtIFvn0plZ-6eV3C8nJgHwGRVgXAFnw8kqjXjlK-pwU528TPmau4s/s200/Allah.jpg&quot; width=&quot;194&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Islam adalah agama &lt;i&gt;monotheisme&lt;/i&gt; yang meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan. Siapa Allah itu? Dalam bahasa Arab, kata Allah merujuk kepada nama Tuhan. Karena Tuhan dalam bahasa Arab adalah &lt;b&gt;Al-ilah&lt;/b&gt;. Tetapi Allah tidak sama dengan Al-ilah. Hal ini merujuk kepada kalimat tauhid: &quot;Laa ilaha illallah&quot;, tiada ilah selain Allah. Bahkan dalam Al Quran&amp;nbsp; Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;
Katakanlah: bahwa Allah itu esa. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;QS. Al Ikhlas:1&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti tidak ada ilah (tuhan) ataupun al-ilah. Karena kedua kata ini akan mengingkari makna ayat di atas yang menyatakan bahwa Allah itu esa. Allah adalah kata yang tidak memiliki bentuk dua ataupun jamak. Berbeda dengan kata ilah atau al-ilah yang mempunyai makna mutsanna (dua, yaitu al-ilahani dan al-ilahaini = &quot;dua tuhan&quot;) dan makna jamak (yaitu al-alihah = &quot;tuhan-tuhan&quot;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan keunikan dari kata &quot;&lt;b&gt;Allahu&lt;/b&gt;&quot; terdapat dalam pemenggalan setiap hurufnya. Kata Allah terdiri atas huruf alif, dua huruf lam, dan ha. Jika kata Allah sebagai kata yang bermakna nama Tuhan dihilangkan huruf alifnya, maka kata tersebut menjadi &quot;&lt;b&gt;lillah&lt;/b&gt;&quot; yang berarti untuk atau kepada Tuhan. Kemudian jika huruf lam yang pertama dihilangkan, maka kata tersebut menjadi &quot;&lt;b&gt;lahu&lt;/b&gt;&quot; yang berarti milik-Nya. Selanjutnya jika huruf lam yang kedua juga dihilangkan, maka kata tersebut menjadi &quot;&lt;b&gt;hu&lt;/b&gt;&quot; yang berarti Dia/Nya. Setiap bentuk dari pemenggalan kata itu selalu merujuk kepada bentuk semula, yaitu Allah. &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kata Allah merupakan kata yang tidak tepat untuk diterjemahkan menjadi kata lain. Seperti diterjemahkan menjadi kata &quot;tuhan&quot; dalam bahasa Indonesia, maka kata tersebut bisa bermakna sesembahan yang lainnya selain Allah dan dapat digunakan untuk menerangkan dewa, mahadewa atau objek lain yang dipuja-puja. Sekalipun diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi &quot;God&quot;, kata Allah juga tidak tepat diterjemahkan untuk itu. Karena kata god memiliki bentuk jamak &quot;gods&quot; dan memiliki bentuk feminin &quot;goddes&quot;. Sedangkan Allah tidak bersifat jamak dan gender.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Islamic Invasion tentang Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa tahun yang lalu sebuah buku berjudul &quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;THE ISLAMIC INVASION, Confronting the World&#39;s Fastest Growing Religion&quot; &lt;/span&gt;(Harvest House Publishers, Eugene, 1992) karangan Robert Morey mengguncang kerukunan umat, terutama Islam dan Kristen di dunia. Morey membuat kesimpulan yang dangkal terhadap Islam yang mengidentikkan Islam = Arab, Islam adalah agama kekerasan, bahkan menyatakan bahwa Allah adalah istilah bahasa Arab untuk menyebut dewa tertinggi bangsa Arab, yaitu Moon God (Dewa Bulan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khusus tentang penyebutan Allah sebagai adopsi budaya jahiliyah bangsa Arab yang menyembah dewa bulan perlu sekali untuk dikaji. Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;
Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: &quot;Sembahlah olehmu 
Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, 
jika kamu mengetahui. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;QS. Al &#39;Ankabut: 16&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &quot;Sesungguhnya Allah ialah 
Al Masih putera Maryam&quot;, padahal Al Masih (sendiri) berkata: &quot;Hai Bani Israil, 
sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.&quot; Sesungguhnya orang yang mempersekutukan 
(sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan 
tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang 
penolongpun.(&lt;i&gt;&lt;b&gt;QS. Al Maidah: 72&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dari dua ayat di atas jelaslah bahwa penyebutan kata &quot;Allah&quot; telah ada sejak sebelum kerasulan Nabi Muhammad. Bahkan kata &quot;Allah&quot; merupakan satu rumpun dengan kata dalam bahasa Ibrani el/elohim/eloah. Karena Bahasa Arab dan Ibrani berasal dari rumpun bahasa Semitik, termasuk bahasa Aram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata &quot;Allah&quot; dalam ketiga bahasa tersebut memiliki kesamaan: Eloah (Ibrani), Alah (Aram), dan Allah (Arab). Ketiga bahasa itu sama-sama menggunakan 3 konsonan dasar yang sama, yaitu Alef Lamed He&#39; (Ibrani); Alaf Lamad He&#39; (Aram); Alif Lam Ha (Arab).&lt;br /&gt;
Hanya vokalnya saja yang berbeda. Namun memiliki arti kata yang sinonim. Dengan demikian kata &quot;Allah&quot; merupakan kata yang telah dipakai sejak lama dalam Alkitab orang-orang Yahudi dan Nasrani. Salah satu contohnya tertulis dalam naskah bahasa asli Perjanjian Lama :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt;בְּשֻׁם&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt;אֱלָהּ&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt;יִשְׂרָאֵל&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; -&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;BESYUM &#39;ELAH YISRA&#39;EL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;(Dalam Nama Allah Israel) di Ezra 5:1.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt;אֱלָהּ&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt;יִשְׂרָאֵל&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;-&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;&quot;&gt; &#39;ELAH YISRA&#39;EL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;(Allah Israel) d&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;alam Ezra 6:14&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Kalimat ini tertera dalam Alkitab Perjanjian Lama
ditulis dalam aksara Ibrani dengan pengertian bahasa Aram, bahasa yang notabene
merupakan induk bahasa Arab. Dalam dialek bahasa Arab, kalimat itu dibaca &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;‘Bismilah’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt; (Dengan Nama Allah). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;mso-special-character: line-break;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; kaitannya dengan pendapat Robert Morey dalam bukunya yang menganggap Allah sebagai kata adopsi dari nama dewa bulan, sesungguhnya itu karena pengkajian bahasa dan sejarah yang dilakukan Morey masih dangkal. Penggunaan kata &quot;Allah&quot; telah lama ada. Baru pada abad ke-6 dan ke-7 terjadi pemusyrikan dengan menisbatkan nama &quot;Allah&quot; sebagai nama dewa bulan yang merupakan berhala tertinggi dalam masyarakat Arab kala itu. &lt;i&gt;Wallahu A&#39;lam bisshawab&lt;/i&gt;.</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/09/siapa-allah-tuhan-atau-dewa-bulan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkSSnOMM6_-LDji1NxnJnM3_k5U0jSXAbmhayKVFgPIXkjgtQpLRemtdqCxgwY3qNOg_GB2K0POPz_6R47PdJJfoqtIFvn0plZ-6eV3C8nJgHwGRVgXAFnw8kqjXjlK-pwU528TPmau4s/s72-c/Allah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-7263518544482823643</guid><pubDate>Sun, 28 Aug 2011 14:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-28T21:38:10.732+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikhlas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Iktibar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Setan</category><title>Kalah Dari Setan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWaHNgi29tps2uEQFLoTSsUiMy_AZOJISH7RtxTJAkcXeeXM4ST0tVfLd5J9f3ceqaWTc9oK7ijhr7TAV8dhwv2gnamm3aHHwsFa4Cid7Gyce5JM37GtNB-RvKub0oe1OuhdymX7IRWcc/s1600/Setan+Lucu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWaHNgi29tps2uEQFLoTSsUiMy_AZOJISH7RtxTJAkcXeeXM4ST0tVfLd5J9f3ceqaWTc9oK7ijhr7TAV8dhwv2gnamm3aHHwsFa4Cid7Gyce5JM37GtNB-RvKub0oe1OuhdymX7IRWcc/s320/Setan+Lucu.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Imam Ghazali&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Hujjatul Islam&lt;/i&gt; bercerita kepada murid-muridnya: pada masa lalu pernah hidup seorang &#39;abid (baca: ahli ibadah) yang taat, selalu mengagungkan dan memuji-muji Allah. Suatu hari tatkala sang &#39;abid tenggelam dengan zikir-zikirnya kepada Allah, datanglah seseorang yang memberitahukannya tentang adanya kemusyrikan yang dilakukan oleh sebagian kaumnya dengan menyembah sebuah pohon besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal itu, sang &#39;abid teramat geram dan bersegeralah ia mengambil sebilah kapak untuk menghancurkan kesyirikan tersebut. Dalam perjalanan mulianya, ia dihalang-halangi oleh setan yang hendak mencegah niat baiknya. Lalu terjadilah baku hantam antara keduanya. Setan kalah dalam duel tersebut. Merasa takkan mampu lagi menghalangi sang &#39;abid untuk menebang pohon itu, setan merubah siasat dengan merayu sang &#39;abid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setan berkata : &quot;Asalkan engkau tak menebang pohon itu, aku akan menjamin hidupmu dengan meletakkan setiap hari di bawah bantalmu seikat uang.&quot; Si &#39;abid ternyata tergoda dengan bujuk rayu setan dan ingin membuktikan kebenaran pada ucapan setan sehingga ia mengurungkan niatnya untuk menebang pohon itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam satu, dua hari setan memenuhi janjinya meletakkan uang yang banyak di bawah bantal si &#39;abid. Tentu hati sang &#39;abid senang menerima hal itu. Namun pada hari ketiga, sang &#39;abid tak menemukan apapun di bawah bantalnya. Membuatnya murka kepada setan yang mengingkari janjinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan berbekal sebilah kapak ia bergerak menuju pohon yang beberapa hari sebelumnya urung ditebangnya. Setan kembali menghadangnya. Duel kembali berkecamuk di antara keduanya. Tetapi kali ini setan tampil sebagai jawara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendapati kekalahannya membuat sang &#39;abid terperangah sehingga membuatnya bertanya kepada setan : &quot;Mengapa hari ini engkau bisa mengalahkan ku?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #f1c232;&quot;&gt;&quot;Hari ini keikhlasanmu untuk menebang pohon itu tidak seperti beberapa hari yang lalu. Keikhlasanmu telah hilang. Kini niatmu untuk menebang pohon itu hanya didorong oleh kemarahanmu karena aku tidak meletakkan uang di bawah bantalmu.&quot; Demikianlah jawaban setan dengan bangganya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Wahai Saudaraku, semoga cerita di atas menjadi iktibar bagi kita bahwa sesungguhnya setan atau iblis itu takkan mampu melawan kita apabila setiap amal dan perbuatan kita dilakukan dengan ikhlas. Namun jika ikhlas sudah terkikis dari motivasi dan niat kita, niscaya setan dengan mudah menaklukkan kita. Semoga Allah selalu menjaga hati kita agar senantiasa ikhlas dalam beribadah kepada-Nya. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;SMZ&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/kalah-dari-setan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWaHNgi29tps2uEQFLoTSsUiMy_AZOJISH7RtxTJAkcXeeXM4ST0tVfLd5J9f3ceqaWTc9oK7ijhr7TAV8dhwv2gnamm3aHHwsFa4Cid7Gyce5JM37GtNB-RvKub0oe1OuhdymX7IRWcc/s72-c/Setan+Lucu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-7973777418549711990</guid><pubDate>Tue, 23 Aug 2011 14:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-24T11:04:15.118+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hilal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hisab</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Idul Fitri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ijtima&#39;</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ru&#39;yah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Syawal</category><title>Mengapa Terjadi Beda Penetapan 1 Syawal?</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; color: black; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1mwr0VcGCYT_5GuzCKmo6EmkTZE8bQfB-6ZVfMwvAdG-BuNWPF61N3mUjEwFkQtOUptZ4MFKizKoCq6f_yA0YL03CJuDxG9hsidXmak_g_a0Ycvgia7mmSOdLBlbqST5M_ZU2dghx55c/s1600/Hilal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;244&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1mwr0VcGCYT_5GuzCKmo6EmkTZE8bQfB-6ZVfMwvAdG-BuNWPF61N3mUjEwFkQtOUptZ4MFKizKoCq6f_yA0YL03CJuDxG9hsidXmak_g_a0Ycvgia7mmSOdLBlbqST5M_ZU2dghx55c/s320/Hilal.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Menjelang Ramadhan yang lalu, para ulama (baca: cendekia) dan umara (baca: penguasa), khususnya di Indonesia, dihadapkan pada wacana perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan. Dan menjelang Idul Fitri, kita kembali menghadapi situasi yang sama untuk menetapkan tanggal 1 Syawal. Seringkali masyarakat awam dibingungkan dengan perbedaan dalam penetapan tanggal Hijriah. Seberapa krusial hal ini perlu untuk dibahas? Berikut ini paparannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi Umat Islam yang telah berpuasa selama sebulan dalam mengendalikan dirinya dari berbagai godaan duniawi. Sebagai penghormatan atas hari kemenangan itu, Islam mengharamkan berpuasa pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Masalah kemudian muncul ketika terjadi perbedaan dalam penetapannya. Di satu pihak menetapkannya sebagai Idul Fitri, dan di pihak lain pada hari yang sama masih melaksanakan puasa Ramadhan. Masing-masing pihak dengan keyakinan dan berlindung di balik dalil-dalil saling mengklaim keabsahan Idul Fitri yang mereka rayakan. Ironinya, orang-orang yang merayakan Idul Fitri menganggap berdosa orang-orang yang tetap berpuasa pada hari itu. Sebaliknya, pihak yang menjalankan puasa pada hari itu menganggap berdosa orang-orang yang berbuka dan merayakan hari kemenangannya itu. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Perbedaan itu terjadi karena acuan dalam menafsirkan metode penentuan awal bulan telah melahirkan dua aliran besar, yaitu ru&#39;yah dan hisab.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;aliran ru&#39;yah&lt;/b&gt;. Secara terminologi, &lt;i&gt;ru&#39;yah&lt;/i&gt; adalah kegiatan untuk melihat hilal (penampakan bulan sabit) di ufuk langit sebelah barat sesaat setelah matahari terbenam untuk menentukan permulaan bulan baru. Dalam konteks ini, hilal menempati posisi sentral sebagai penentu bulan baru dalam kalender Hijriah. Hal ini sebagaimana firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: orange; color: black;&quot;&gt;Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: &quot;Bulan sabit itu  adalah tanda-tanda waktu bagi manusia... (QS. Al Baqarah: 189)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: orange; color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; color: black; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZg10O-4-4atrRdlYSWhiH49Zo3bXABlwt6OXLy-EUlv9fKgTNMed-j0M6PzOP6JjsHEWVrW5D65PFSan_cSUWFZXc7Gsz05GkoMlez1fC7zu_XetmaTFvRECtjD8DOPeE1c9kFgDilsc/s1600/Ijtima%2527.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;176&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZg10O-4-4atrRdlYSWhiH49Zo3bXABlwt6OXLy-EUlv9fKgTNMed-j0M6PzOP6JjsHEWVrW5D65PFSan_cSUWFZXc7Gsz05GkoMlez1fC7zu_XetmaTFvRECtjD8DOPeE1c9kFgDilsc/s320/Ijtima%2527.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Hilal itu sendiri hanya dapat terlihat setelah proses ijtima&#39;, yaitu proses ketika bulan berada satu kedudukan dalam satu garis dengan&amp;nbsp; matahari dan bumi. Ketika ijtima&#39; terjadi, bulan berada di antara bumi dan matahari. Pada saat bulan bergeser dan sebagian permukaannya menerima cahaya matahari yang terlihat berbentuk seperti lengkuk cahaya yang sangat halus, itulah yang dinamakan hilal.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Di dalam aliran ru&#39;yah sendiri terdapat perbedaan dalam penentuan irtifa&#39; (ketinggian) bulan. Satu kelompok berpendapat bahwa hilal dapat dilihat bila irtifa&#39; nya minimal 2 derajat. Kelompok lainnya menyatakan irtifa&#39; itu tidak boleh kurang dari 6 derajat. Berdasarkan metode ini, masing-masing kelompok berijtihad dalam penentuan tanggal 1 Syawal. Adapun yang menjadi landasan aliran ru&#39;yah adalah hadits Rasulullah:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: lime; color: black;&quot;&gt;Berpuasalah kamu sekalian karena melihat bulan (awal Ramadhan). Dan berbukalah kamu sekalian karena melihat bulan (Idul Fitri). Bila hilal tertutup awan di atasmu, maka genapkanlah ia menjadi tiga puluh hari. (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;aliran Hisab&lt;/b&gt;. Hisab merupakan proses penetapan awal bulan dengan menggunakan metode ilmu hitung menghitung. Dasar pijakan aliran Hisab adalah Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: orange; color: black;&quot;&gt;Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya  manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu  mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). {QS. Yunus: 5}&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Aliran ini mulai berkembang sejak masa Dinasti Abbasiyah (abad ke-8 M). Menurut aliran hisab, ru&#39;yah dapat dipahami melalui prediksi/perkiraan posisi bulan dalam ilmu hisab. Awal dan akhir bulan tidak ditentukan oleh irtifa&#39; (ketinggian) hilal. Jika menurut ilmu hisab hilal telah tampak, berapa pun ketinggiannya maka hitungan bulan baru sudah masuk.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Demikianlah penjelasan mengapa terjadi perbedaan-perbedaan dalam penetapan bulan baru Hijriah di kalangan umat Islam. Namun kedua hal tersebut memiliki pijakan yang kuat berdasarkan Al Quran dan Hadits. Pilihlah menurut keyakinan berdasarkan nalar dan pengetahuan. Janganlah rusak keagungan Idul Fitri karena tidak menghormati perbedaan. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;SMZ&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/mengapa-terjadi-beda-penetapan-1-syawal.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1mwr0VcGCYT_5GuzCKmo6EmkTZE8bQfB-6ZVfMwvAdG-BuNWPF61N3mUjEwFkQtOUptZ4MFKizKoCq6f_yA0YL03CJuDxG9hsidXmak_g_a0Ycvgia7mmSOdLBlbqST5M_ZU2dghx55c/s72-c/Hilal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-7182351750592744643</guid><pubDate>Mon, 22 Aug 2011 13:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-22T20:39:33.208+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kurma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><title>Khasiat Kurma Bagi Kesehatan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; color: black; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-rGVYQWoiRDP3YARgqQtlabApm11XYInpX0p9QDqYwsWGTN0lGdhlV-fv1DClzOmx4DvkU69VhKXq3TXepO8r181hp2FXXAnG3hQAJU4HkywY09bEQL77uFQXLU9l2o-fIOoEXZf9j6A/s1600/kurma.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;250&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-rGVYQWoiRDP3YARgqQtlabApm11XYInpX0p9QDqYwsWGTN0lGdhlV-fv1DClzOmx4DvkU69VhKXq3TXepO8r181hp2FXXAnG3hQAJU4HkywY09bEQL77uFQXLU9l2o-fIOoEXZf9j6A/s320/kurma.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Berbuka adalah saat yang membahagiakan bagi orang-orang yang seharian berpuasa. Aneka penganan dan minuman menjadi sajian yang menggiurkan ketika berbuka. Teh es, jus, es campur, kolak, dan beragam kue adalah sedikit dari banyak contoh hidangan penggugah selera.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Namun aneka penganan dan minuman tersebut memiliki pengaruh yang kurang baik bagi tubuh yang selama sehari telah beristirahat dari masuknya cairan atau benda padat ke dalam saluran pencernaan. Lantas, apa yang sebaiknya kita konsumsi saat berbuka?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Rasulullah telah mengajarkan kepada umatnya untuk berbuka dengan buah kurma atau dengan air putih. Sabda Rasulullah saw.:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: lime; color: black;&quot;&gt;Apabila salah seorang di antara kamu berpuasa, hendaklah berbuka dengan buah kurma. Jika tak ada, hendaklah berbuka dengan air, karena sesungguhnya air itu bersih.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: lime; color: black;&quot;&gt;(HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Mengapa kurma? &lt;b&gt;Kurma&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;phonex dactylifera&lt;/i&gt;) merupakan sejenis tumbuhan palma yang berbuah dan dapat dimakan, baik dalam keadaan mentah ataupun matang. Menurut penelitian para ilmuwan, kurma kaya dengan protein, serat, gula, vitamin A dan C serta mineral seperti zat besi, kalsium, sodium, dan potasium. Kandungan protein yang terkandung di dalamnya mencapai 1,8-2,0 %, serat sebanyak 2-4 %, dan gula sebesar 50-57 % glukosa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Zat gula yang ada di dalam kurma berbeda dengan gula yang terdapat pada buah-buah lainnya, seperti gula tebu atau gula pasir yang biasanya mengandung sukrosa. Sukrosa langsung diserap oleh tubuh sehingga membuatnya harus dipecahkan terlebih dahulu oleh enzim sebelum berubah menjadi glukosa. Hal itu berbeda dengan kurma.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Kandungan mineral yang terdapat dalam buah kurma memiliki khasiat yang luar biasa. Potasium berguna untuk mengatasi masalah stress, sembelit, dan lemah otot. Sedangkan zat besi dan kalsium berguna untuk menghindarkan diri dari penyakit yang beresiko tinggi seperti penyakit jantung dan kencing manis.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Kurma juga sangat baik dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil dan juga wanita yang baru selesai melahirkan. Karena menurut ilmu kedokteran bahwa zat besi dan kalsium yang terdapat dalam buah kurma adalah unsur yang berguna dalam membentuk dan menambah kandungan air susu ibu (ASI). Bagi anak-anak, buah kurma baik untuk pertumbuhan anak-anak dan perkembangan sumsum tulangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Sabda Rasulullah saw.:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: lime; color: black;&quot;&gt;Barangsiapa yang pagi-pagi memakan 7 buah kurma &#39;ajwah, maka pada hari itu dia tidak mudah keracunan dan terserang penyakit. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Ada apa dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;kurma &#39;ajwah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;? Berdasarkan asbabul wurud (sebab-sebab turunnya hadits) diceritakan bahwa dulu Nabi Muhammad saw. kalau berbuka puasa selalu dengan kurma yang disebut kurma &#39;ajwah. Penamaannya diambil dari nama anak Salman Al Farisi, seorang nasrani yang masuk Islam yang mewakafkan kebun kurmanya untuk perjuangan Islam. Untuk menghormati jasa-jasanya itu, Rasul menamakan kurma yang dihasilkan oleh kebun itu dengan nama kurma &#39;ajwah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Banyaknya khasiat dan manfaat buah kurma bagi kesehatan manusia maka sebaiknya selalu sajikan buah kurma, terutama sebagai menu berbuka. Insya Allah, kurma akan meningkatkan kesehatan tubuh kita. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;SMZ&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/khasiat-kurma-bagi-kesehatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-rGVYQWoiRDP3YARgqQtlabApm11XYInpX0p9QDqYwsWGTN0lGdhlV-fv1DClzOmx4DvkU69VhKXq3TXepO8r181hp2FXXAnG3hQAJU4HkywY09bEQL77uFQXLU9l2o-fIOoEXZf9j6A/s72-c/kurma.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-963861276394168843</guid><pubDate>Sun, 21 Aug 2011 04:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-22T08:27:44.987+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kedokteran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Manusia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Quran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanah</category><title>Terjadinya Manusia Menurut Al Quran</title><description>&lt;div style=&quot;background-color: orange; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKPTeEyRnkHlDRX62KvIMOMN4PbbLniXFBWeda86dIXfWsE7PF84YACu4iER7zWVxUOIJA0t2ZeiNutL2aorSLWOZ7in7poP9zt47c3GV9ZTk6tu-8qtLFo86HxMlrZAsr95LldaZbhug/s1600/Gambar+Janin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;157&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKPTeEyRnkHlDRX62KvIMOMN4PbbLniXFBWeda86dIXfWsE7PF84YACu4iER7zWVxUOIJA0t2ZeiNutL2aorSLWOZ7in7poP9zt47c3GV9ZTk6tu-8qtLFo86HxMlrZAsr95LldaZbhug/s400/Gambar+Janin.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal)  dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang  kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami  jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,  lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia  makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling  Baik. (QS. Al Mu&#39;minun: 12-14)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ayat-ayat di atas telah ada 14 abad yang lalu dan masih relevan sampai kapanpun. Berdasarkan ayat-ayat di atas kita dapat mengetahui bagaimana proses terjadinya manusia di dalam rahim menurut Al Quran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, asal nutfah (sperma) itu berasal dari saripati tanah. Mengapa demikian? Dalam satu sendok teh yang berisi sperma terkandung 150 mg protein, 11 mg karbohidrat, 6 mg lemak, 3 mg kolesterol, 7 persen US AKG kalium, tembaga dan seng. Semua kandungan yang terdapat di dalam sperma tersebut sama seperti apa yang terkandung di dalam tanah. Ini membuktikan bahwa benar sperma berasal dari saripati tanah. &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;, padahal ketika ayat ini diturunkan pengetahuan manusia tentang sperma masih sangat minim. Bahkan manusia belum mengetahui kandungan zat-zat yang terdapat dalam sperma. Ini adalah bukti kebenaran Al Quran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, tahap awal terjadinya manusia adalah ditempatkannya sperma di dalam tempat yang kokoh yang dinamakan rahim; dalam ilmu kedokteran disebut uterus. Benarkah rahim merupakan tempat yang kokoh? Keberadaan rahim ditahan pada tempatnya oleh beberapa ligamen. Rahim kebanyakan terdiri dari otot. Lapisan permanen jaringan itu yang paling dalam disebut endometrium. Endometrium merupakan tempat menempelnya &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ovum&quot; title=&quot;Ovum&quot;&gt;ovum&lt;/a&gt;  yang telah dibuahi. Di dalam lapisan Endometrium terdapat pembuluh  darah yang berguna untuk menyalurkan zat makanan ke lapisan ini. Jadi, rahim/uterus merupakan tempat yang sudah dirancang Sang Pencipta untuk menjadi tempat yang baik bagi perkembangan sperma/nutfah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, setelah sperma/nutfah ditempatkan di dalam rahim dalam kurun waktu tertentu, maka akan berkembang menjadi darah/alaqah. Darah yang dimaksud adalah mulai terbentuknya organ-organ yang berhubungan dengan fungsi darah, seperti jantung, limpa, saluran pernapasan, hati, dan ginjal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, dari segumpal darah/alaqah, perkembangan selanjutnya embrio adalah menjadi segumpal daging/mudghah. Lalu berubah menjadi rangka yang kemudian dibungkus oleh daging lagi. Dalam tahap ini organ dan bentuk janin telah mulai sempurna dan kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, setelah melalui tahapan-tahapan tersebut, barulah terbentuk makhluk baru yang berbentuk manusia sebagai tahap akhir sebelum dilahirkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di dalam ayat Al Quran yang lain, Allah menerangkan bahwa dalam proses terjadinya manusia di dalam rahim terdapat 3 lapisan kegelapan yang membungkusnya. Firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; Diciptakan kamu di dalam perut ibumu sebagai makhluk dari sesudah kejadian di dalam 3 lapis kegelapan. (QS. Az Zumar: 6)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ayat di atas tentunya telah teruji kebenarannya sesuai dengan ilmu kedokteran. Menurut Dr. Maurice Bukaille, 3 kegelapan yang dimaksud oleh Al Quran itu adalah dinding abdomen (dinding perut), dinding uterus (dinding rahim), dan plasenta dengan membran khorioallontois (dinding ari-ari).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Semoga dengan pembahasan ini, kita semakin yakin dengan kebenaran Al Quran sebagai firman Allah. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;SMZ&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/terjadinya-manusia-menurut-al-quran.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKPTeEyRnkHlDRX62KvIMOMN4PbbLniXFBWeda86dIXfWsE7PF84YACu4iER7zWVxUOIJA0t2ZeiNutL2aorSLWOZ7in7poP9zt47c3GV9ZTk6tu-8qtLFo86HxMlrZAsr95LldaZbhug/s72-c/Gambar+Janin.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-891964248258094857</guid><pubDate>Thu, 18 Aug 2011 09:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-18T17:12:56.891+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hadist</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lailatul Qadar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nuzul Quran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Quran</category><title>Nuzul Quran = Lailatul Qadar?</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibmh8EucKKws9nRVj6qOx-4vxPj04a86O088JZM5xwF-Dpl_-x8DKfJFA3bpaFGpZykQL5BNFcb3FJ36LHp5qmIQ5q_Ix_5FXJK4KGn3BVRGhJcnCcseRhELW1-6aXU4cKLStu-BxI_4c/s1600/Al+Quran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;251&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibmh8EucKKws9nRVj6qOx-4vxPj04a86O088JZM5xwF-Dpl_-x8DKfJFA3bpaFGpZykQL5BNFcb3FJ36LHp5qmIQ5q_Ix_5FXJK4KGn3BVRGhJcnCcseRhELW1-6aXU4cKLStu-BxI_4c/s320/Al+Quran.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Secara umum dalam masyarakat muslim di Indonesia, pada bulan Ramadhan sering diperingati acara turunnya kitab suci Al Quran yang dinamakan Nuzul Quran. Selain itu, di dalam bulan Ramadhan kaum muslimin juga berlomba-lomba meningkatkan ibadahnya guna memperoleh keutamaan Lailatul Qadar. Di dalam Al Quran dijelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam diturunkannya Al Quran. Jadi, &lt;i&gt;&lt;u&gt;apa perbedaan antara Nuzul Quran dan Lailatul Qadar?&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman Allah:&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai  petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan  pembeda (antara yang hak dan yang bathil)....{QS. Al Baqarah: 185}&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). {QS. Al Qadr: 1}&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kedua ayat di atas memiliki kaitan tentang turunnya Al Quran. Surah al Baqarah ayat 185 menjadi rujukan tentang Nuzul Quran, sedangkan surah al Qadr ayat 1 merupakan dalil adanya lailatul qadar sebagai malam turunnya Al Quran. Jika kedua ayat di atas dihubungkan didapat kesimpulan bahwa Nuzul Quran dan Lailatul Qadar itu terjadi pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Quran pertama kali diturunkan di Gua Hira&#39; pada malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran nabi, yaitu surah al Alaq ayat 1-5. Mengenai turunnya Al Quran ini, &lt;i&gt;&lt;b&gt;Syeikh Muhammad Ali Ash-Shabuni &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;berpendapat bahwa selain diturunkannya wahyu pertama pada malam itu, Allah juga menurunkan ayat-ayat dan surat-surat Al Quran yang lain sekaligus dari &lt;i&gt;Lauhul Mahfuz&lt;/i&gt; ke &lt;i&gt;Baitul Izzah&lt;/i&gt; di langit. Kemudian secara berangsur-angsur diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Pendapat Ash Shabuni dikuatkan oleh &lt;b&gt;&lt;i&gt;Imam Suyuthi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dalam kitabnya, &lt;i&gt;Al Itqan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;Dari Abbas, Rasulullah saw. bersabda : Allah menurunkan Al Quran pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar) di Bulan Ramadhan ke langit dunia secara keseluruhan. Kemudian Allah menurunkannya secara berangsur-angsur. (HR. Hakim &amp;amp; Baihaqi)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dengan demikian jelaslah bahwa turunnya surah Al Alaq ayat 1-5 pada malam 17 Ramadhan merupakan peristiwa bersejarah yang disebut Nuzul Quran. Sedangkan turunnya Al Quran secara keseluruhan ke Baitul Izzah menurut istilah Al Quran disebut dengan Lailatul Qadar. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;SMZ&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/nuzul-quran-lailatul-qadar.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibmh8EucKKws9nRVj6qOx-4vxPj04a86O088JZM5xwF-Dpl_-x8DKfJFA3bpaFGpZykQL5BNFcb3FJ36LHp5qmIQ5q_Ix_5FXJK4KGn3BVRGhJcnCcseRhELW1-6aXU4cKLStu-BxI_4c/s72-c/Al+Quran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-8830165839133311508</guid><pubDate>Thu, 18 Aug 2011 04:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-18T14:50:43.612+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Allah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aqidah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Syirik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tuhan</category><title>Keesaan Allah</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVGfs8R-OB_JqEOiY_bt0s20ADtRb0T7nirOHF81JKy1c3LvRjIscc7ywrYkEAcRD9wUc0GCXVVmgYDx5If-mNAHBRWat3bvMJHcXCzChToM6i8BJ1MEb0WI3AdARp_thC9YXbChT3V6g/s1600/Allahu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;264&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVGfs8R-OB_JqEOiY_bt0s20ADtRb0T7nirOHF81JKy1c3LvRjIscc7ywrYkEAcRD9wUc0GCXVVmgYDx5If-mNAHBRWat3bvMJHcXCzChToM6i8BJ1MEb0WI3AdARp_thC9YXbChT3V6g/s320/Allahu.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Manusia dengan akal pikirannya memiliki rasa keingintahuan yang besar. Termasuk dalam hal siapa penciptanya, yang juga menciptakan alam semesta ini. Pencipta itu mereka sebut dengan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Tuhan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan kedalaman pemikiran, manusia menemukan tuhannya masing-masing. Sebagian kecil tersesat tak menemukan apapun. Lalu golongan ini disebut &lt;i&gt;Atheis&lt;/i&gt;. Sedangkan bagi mereka yang menemukan tuhannya pun terkotak-kotak oleh keyakinan dan kepercayaannya dalam kelompoknya. Memiliki tuhan dengan nama, bentuk, zat, dan jumlah yang bermacam-macam. Ada yang percaya tuhan itu esa (monotheisme), ada pula yang meyakini banyak tuhan (politheisme).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam adalah salah satu agama monotheisme. Yang mengagungkan Allah sebagai Tuhannya. Sebagai agama dengan inti ajaran ketauhidan, Islam tidak mentolerir umatnya untuk meyakini apalagi menyembah kepada tuhan lain. Karena perbuatan semacam itu dikategorikan sebagai perbuatan &lt;b&gt;syirik&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syirik merupakan perbuatan yang tercela berupa menyekutukan Allah; menduakan, menigakan, dan seterusnya terhadap posisi Tuhan yang Esa. Syirik adalah dosa yang paling besar, pengkhianatan dan penistaan terhadap Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu bentuk syirik adalah &lt;u&gt;&lt;i&gt;menganggap atau menyatakan bahwa Allah itu beranak (baca: memiliki anak) atau diperanakkan (baca: dilahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;. Pernyataan yang demikian itu teramat keji untuk dinisbatkan kepada Allah Yang Maha Esa, lagi Maha Suci. Menyatakan tuhan beranak akan menimbulkan pemahaman bahwa Tuhan tiada bedanya dengan manusia dan hewan yang melahirkan/mempunyai anak. Pemahaman yang berkembang selanjutnya adalah bahwa setiap manusia dan hewan yang beranak -- termasuk juga tuhan jika dianggap beranak -- itu tentunya didahului oleh perhubungan kelamin atau interaksi seksual antara pria dan wanita, atau antara jantan dan betina. &lt;i&gt;Na&#39;udzubillah min zalik&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga mengatakan tuhan beranak akan menimbulkan pengertian bahwa tuhan itu terdiri atas tuhan laki-laki dan tuhan perempuan (politheisme), sebagaimana yang terjadi dalam kepercayaan bangsa Yunani dan Romawi kuno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, pernyataan bahwa tuhan beranak/mempunyai anak adalah keyakinan yang sangat rendah dan hina. Termasuk pernyataan bahwa tuhan itu diperanakkan/dilahirkan. Karena Tuhan tidak pantas dilahirkan oleh makhluk-Nya, apalagi dilahirkan dari rahim seorang wanita suci sekalipun. Karena dengan demikian tuhan tidak berlaku adil kepada makhluk-Nya, kenapa Dia tak dilahirkan saja oleh malaikat yang merupakan makhluk-Nya yang taat? Kenapa Dia tak dilahirkan dari matahari yang memiliki energi yang begitu luar biasa dalam menopang kehidupan manusia? Kenapa harus dilahirkan oleh manusia? Seandainya pun tuhan dilahirkan oleh tuhan lainnya, berarti kepercayaan agama itu bersifat politheisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal inilah yang menyebabkan kemurkaan Allah yang disampaikan melalui firman-Nya:&lt;span style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;Dan mereka mengatakan tuhan itu beranak. Sesungguhnya kamu mengatakan sesuatu yang paling buruk. Hampir saja bintang-bintang berguguran karena yang demikian itu, dan bumi hampir pecah belah. Sedangkan gunung-gunung hampir meletus, dikarenakan mereka mengatakan tuhan beranak. (Ketahuilah) semua isi langit dan bumi akan mendatangi Tuhan Yang Mahapengasih sebagai hamba. (QS. Maryam: 88-93) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Ajaran mengenai tuhan itu beranak/diperanakkan terdapat dalam keyakinan kaum &lt;b&gt;Nasrani&lt;/b&gt; yang menganggap Nabi Isa sebagai anak tuhan dan dalam agama &lt;b&gt;Yahudi&lt;/b&gt; yang menganggap Uzair adalah anak tuhan. Maka kepercayaan yang demikian itu bertentangan secara diametral (180 derajat) dengan kepercayaan dalam Agama Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah swt. berbeda dengan makhluk-Nya dalam zat, wujud, bentuk, dan hakikat. Karena Allah bersifat &lt;i&gt;&lt;b&gt;Mukhalafatuhu lilhawaditsi&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Dia berbeda dengan bintang-bintang dan matahari; Dia berbeda dengan air, udara, dan api; Dia berbeda dengan batu dan tanah; Dia berbeda dengan manusia, hewan, dan tumbuhan. Tiada suatu apapun yang setara dan serupa dengan-Nya. Karena apapun yang setara dan serupa dengan-Nya berarti memiliki kedudukan yang sama dengan Tuhan sebagai Tuhan. Firman Allah :&lt;span style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;Katakanlah: bahwa Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada yang setara/serupa dengan-Nya. (QS. Al Ikhlas: 1-4)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Semoga artikel ini bermanfaat buat kita untuk lebih meyakini keesaan Allah. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;SMZ&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Download File :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/fm70GXin/Keesaan_Allah.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoAuKecXZZIoBXm3iqHv-ggpf2OJ7g2ba44O3ygWRpt3GIVVR8o8kD2J6AyEn6y8iHoytF12vjJPA9R0GgybmYc8f1dAFhOsk2WZTDDmyUH7xoszloLoXR2iBs7B3W46-7INSQJVmrWRU/s1600/pdf_icon.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/keesaan-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVGfs8R-OB_JqEOiY_bt0s20ADtRb0T7nirOHF81JKy1c3LvRjIscc7ywrYkEAcRD9wUc0GCXVVmgYDx5If-mNAHBRWat3bvMJHcXCzChToM6i8BJ1MEb0WI3AdARp_thC9YXbChT3V6g/s72-c/Allahu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-731278367144969353</guid><pubDate>Wed, 17 Aug 2011 04:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-17T22:17:57.626+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlaq</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cinta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial</category><title>5 Manfaat Puasa</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyXJBQA0EpdGJRAAxRmNNnH_X58e-TG_h_Z-seHgsprNbwbepD5VvdXrOzhwGDMa05-prpYziSJDkQ2_gS3aI0FTUdlExA2oh97wUJjBB3nZHVKRMjY7bMzzMgb2TCbS8TogVm99m96hg/s1600/Sign+Puasa.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;143&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyXJBQA0EpdGJRAAxRmNNnH_X58e-TG_h_Z-seHgsprNbwbepD5VvdXrOzhwGDMa05-prpYziSJDkQ2_gS3aI0FTUdlExA2oh97wUJjBB3nZHVKRMjY7bMzzMgb2TCbS8TogVm99m96hg/s400/Sign+Puasa.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pada hakikatnya ibadah puasa melatih  kita agar dapat mengendalikan diri dari hawa nafsu dan emosi yang senantiasa mengarahkan pikiran, perasaan, dan keinginan manusia kepada perbuatan-perbuatan yang salah, nista, dan tercela. Sabda Rasulullah:&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;Puasa itu sebenarnya bukan sekedar tidak makan dan minum, tetapi sesungguhnya adalah mencegah dari segala perbuatan yang sia-sia, perbuatan kotor dan keji.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Selain itu dengan berpuasa juga dapat membentuk dan memupuk sifat &lt;i&gt;mahabbah&lt;/i&gt; (cinta) dan sifat &lt;i&gt;marhamah&lt;/i&gt; (kasih sayang) terhadap sesama. Tentu manfaat dan hikmah yang terkandung dalam berpuasa begitu besar. Berikut dipaparkan beberapa diantaranya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, puasa merupakan suatu bentuk nyata ketakwaan yang mencerminkan nilai pengabdian dan rasa syukur seorang hamba kepada Allah swt. Dengan berpuasa tentunya akan mendekatkan diri kita kepada Allah. Sedangkan pengabdian itu sendiri merupakan kewajiban utama manusia selaku makhluk Allah. Firman Allah :&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi (QS. Az Zari&#39;at:56)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, secara psikologis, puasa melatih diri dalam menumbuhkan kepribadian yang mulia, yaitu mengendalikan diri dari segala ucapan dan perbuatan yang tercela. Ibadah puasa melatih dan membiasakan diri untuk menanamkan sifat dan sikap yang terpuji sebagai cermin&amp;nbsp; nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Sedangkan keimanan dan ketakwaan itu mengangkat kepada derajat yang mulia. Firman Allah :&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;Sesungguhnya yang memuliakan kamu di sisi Allah adalah ketakwaanmu. (QS. Hujurat: 13)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, dilihat dari sisi sosial, berpuasa dapat melahirkan kesadaran untuk turut merasakan kekurangan dan penderitaan yang dialami kaum fakir dan miskin berupa rasa lapar dan dahaga. Sehingga dengan demikian akan menggerakkan hati untuk bersikap dermawan dan penuh kesederhanaan yang tercermin dalam bentuk menolong dan menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, dari segi kesehatan puasa sebagai usaha mengendalikan diri dari nafsu makan, minum, syahwat dan amarah mempunyai efek positif yang cukup besar terhadap kesehatan, terutama pada fungsi sistem pencernaan, syaraf dan sistem koordinasi. Suatu hasil pengamatan yang cermat beberapa dekade yang lalu oleh para ilmuwan berbagai negara yang ditulis oleh &lt;b&gt;Allan Cott MD&lt;/b&gt; dalam &lt;i&gt;Bantam Books Series&lt;/i&gt;, menyatakan hikmah-hikmah puasa bagi kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;To feel better physically an mentally / merasa lebih baik secara fisik dan mental&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; To look and feel younger / menjadikan terlihat dan terasa lebih muda&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;To clean out the body / membersihkan kotoran dari tubuh&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;To lower blood pressure and cholesterol levels / menurunkan tekanan darah dan tingkat kolesterol&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;To get more out of sex / untuk meningkatkan kemampuan seksual&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;To let the body health itself / menjaga kesehatan tubuh&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;To relieve tension / meringankan tekanan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;To sharp the senses / mempertajam pikiran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;To gain control of oneself / dapat mengendalikan diri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;To slow the aging process / memperlambat proses penuaan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Dr. Yuri Nikalayev&lt;/b&gt;, seorang psikiater terkenal Rusia menyatakan : &quot;&lt;i&gt;In my opinion the biggest discovery of our time is not the radioactive watch or the exocet bombs but the ability to make oneself younger physically, mentally, and spiritually through rational fasting.&quot; &lt;/i&gt;(Menurut pendapat saya, penemuan terbesar abad ini bukanlah jam radioaktif ataupun bom berdaya ledak tinggi, tetapi kemampuan&amp;nbsp; untuk membuat diri kita merasa lebih muda secara fisik, mental, dan spiritual melalui puasa).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kelima&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, secara ekonomi dengan berpuasa berarti menghemat atau memperkecil pengeluaran kebutuhan hidup, terutama untuk konsumsi. Sehingga akan memperbesar penyisihan pendapatan untuk &lt;i&gt;saving&lt;/i&gt;. Jadi, dengan berpuasa juga melatih hidup hemat, tidak konsumtif dan tidak berfoya-foya. Meskipun dalam kenyataan banyak orang-orang yang berpuasa menghabiskan banyak pengeluaran untuk keperluan berbuka dan makan sahur, itu lebih disebabkan lemahnya kemampuan mengontrol emosi dan nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita dan memotivasi kita untuk lebih semangat beribadah. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;SMZ&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Download File :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/siVJHzvn/5_Manfaat_Berpuasa.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoAuKecXZZIoBXm3iqHv-ggpf2OJ7g2ba44O3ygWRpt3GIVVR8o8kD2J6AyEn6y8iHoytF12vjJPA9R0GgybmYc8f1dAFhOsk2WZTDDmyUH7xoszloLoXR2iBs7B3W46-7INSQJVmrWRU/s1600/pdf_icon.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/5-manfaat-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyXJBQA0EpdGJRAAxRmNNnH_X58e-TG_h_Z-seHgsprNbwbepD5VvdXrOzhwGDMa05-prpYziSJDkQ2_gS3aI0FTUdlExA2oh97wUJjBB3nZHVKRMjY7bMzzMgb2TCbS8TogVm99m96hg/s72-c/Sign+Puasa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-4115624950699724407</guid><pubDate>Mon, 15 Aug 2011 15:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-16T15:03:46.741+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Alkohol</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiqh</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Najis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Narkoba</category><title>Alkohol dan Narkoba Menurut Islam</title><description>&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;Bagaimana pandangan Islam mengenai narkoba/napza? Apa ada dalilnya? Itu mungkin beberapa pertanyaan yang muncul di benak kita seputar hukum tentang narkoba/napza. Berikut penjelasannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Alkohol&amp;nbsp;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; color: black; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYhY2j-40ANeR6fv5pIWMz7Yx20WwdD1qZsDpxTv_xCKujWOdnxkSZ4FJ290mo4-u-3pMpIeFVp-g7w9CX0hteCBv8RoBCoeIMp2M6zg3-l7r8XntDa3ZwY1oUd2DkJaI-jrRmEUXqftA/s1600/Alkohol.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;176&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYhY2j-40ANeR6fv5pIWMz7Yx20WwdD1qZsDpxTv_xCKujWOdnxkSZ4FJ290mo4-u-3pMpIeFVp-g7w9CX0hteCBv8RoBCoeIMp2M6zg3-l7r8XntDa3ZwY1oUd2DkJaI-jrRmEUXqftA/s200/Alkohol.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: left;&quot;&gt;Segala zat yang dapat memabukkan/menghilangkan kesadaran akal, seperti minuman keras dan sejenisnya menurut hukum Islam adalah haram. Karena zat yang memabukkan itu termasuk dalam kategori benda najis. Sabda Rasulullah saw.:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: lime; color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-attachment: scroll; background-clip: border-box; background-image: none; background-origin: padding-box; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat; background-size: auto auto;&quot;&gt;Sesuatu yang memabukkan, baik banyak atau sedikit adalah haram.&amp;nbsp; (HR. An-Nasa&#39;i dan Abu Daud)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Agama Islam menghalalkan atau mengharamkan sesuatu zat, baik berupa makanan maupun minuman didasarkan kepada pertimbangan baik atau buruknya dampak atau pengaruh zat itu terhadap kesehatan tubuh manusia yang mengonsumsinya. Firman Allah swt.:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% rgb(246, 178, 107); color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Dan dihalalkan bagi mereka segala yang baik dan diharamkan bagi mereka segala yang buruk&quot;. (QS. Al A&#39;raf: 157)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;Dalam konteks ini tiap-tiap yang memabukkan pada umumnya melemahkan daya pikir dan dapat merusak jaringan syaraf atau sistem koordinasi otak dan syaraf pusat, serta sistem peredaran darah dan jantung. Sehingga agama Islam dengan tegas mengharamkan segala bentuk zat yang memabukkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;Salah satu contoh zat yang memabukkan itu adalah minuman keras atau minuman beralkohol. Alkohol merupakan zat yang mengandung etanol yang berfungsi menekan syaraf pusat. Pada dasarnya alkohol dapat mempengaruhi koordinasi anggota tubuh, akal sehat dan tingkat emosional. Umumnya orang-orang yang mengonsumsi minuman beralkohol mulai terganggu kemampuan koordinasi anggota tubuhnya bila kadar alkohol dalam darah mencapai 0,05 % dan akan mengalami gangguan koordinasi tubuh yang hebat bila kadar alkohol dalam darah telah mencapai 0,10 %.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;Larangan meminum minuman keras bukan saja karena banyak kemudharatannya bagi diri orang yang meminumnya. Tetapi juga karena minuman keras merupakan slah satu amalan syaithaniah. Firman Allah swt. :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: orange; color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-attachment: scroll; background-clip: border-box; background-image: none; background-origin: padding-box; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat; background-size: auto auto;&quot;&gt;Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr (minuman keras), berjudi, berkorban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al Maidah: 90)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;br clear=&quot;all&quot; style=&quot;mso-special-character: line-break; page-break-before: always;&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Narkoba&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; color: black; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSltGyXa-bH_5-bMNY7iJk1Hu9NEwc3vgYT7B_M2z_T0HQwnYT-C0Rca8M5jaRexdcr_tuiBJCGYCbK9rz0-q-7K79ImXuB5nxvXUitsqrP-f8Vt_y7bHcB89m3VINK0THT_Km1w41HRE/s1600/Narkoba.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;195&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSltGyXa-bH_5-bMNY7iJk1Hu9NEwc3vgYT7B_M2z_T0HQwnYT-C0Rca8M5jaRexdcr_tuiBJCGYCbK9rz0-q-7K79ImXuB5nxvXUitsqrP-f8Vt_y7bHcB89m3VINK0THT_Km1w41HRE/s200/Narkoba.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;Ajaran Islam selalu relevan dengan perkembangan zaman. Karena agama Islam bersifat universal. Dalam menyikapi penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) atau Narkoba, maka zat ini diqiyaskan (baca:disamakan) dengan hukum khamr (minuman keras). Karena unsur-unsur pembentuk Narkoba mempunyai sifat yang sama dengan minuman keras, yaitu memabukkan atau menurunkan tingkat kesadaran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;Apalagi efek atau pengaruh narkoba/napza menyerang fungsi sistem syaraf pusat, yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan mental; menyebabkan pemakainya menjadi berketergantungan dengan narkoba/napza; merusak jaringan dan organ vital tubuh manusia seperti otak, jantung, ginjal, dan organ reproduksi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;Memperhatikan bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba/napza sangat besar, sehingga memakai atau mengonsumsinya berarti menjerumuskan diri dalam kebinasaan. Hal inilah yang juga menjadi pertimbangan bahwa menggunakan narkoba/napza itu adalah haram. Firman Allah swt.:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% rgb(246, 178, 107);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (QS. Al Baqarah: 195) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah dari bahaya alkohol dan narkoba. Amin. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;SMZ&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Download File&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/6SBjnJqO/Alkohol__Narkoba.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoAuKecXZZIoBXm3iqHv-ggpf2OJ7g2ba44O3ygWRpt3GIVVR8o8kD2J6AyEn6y8iHoytF12vjJPA9R0GgybmYc8f1dAFhOsk2WZTDDmyUH7xoszloLoXR2iBs7B3W46-7INSQJVmrWRU/s1600/pdf_icon.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/alkohol-dan-narkoba-menurut-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYhY2j-40ANeR6fv5pIWMz7Yx20WwdD1qZsDpxTv_xCKujWOdnxkSZ4FJ290mo4-u-3pMpIeFVp-g7w9CX0hteCBv8RoBCoeIMp2M6zg3-l7r8XntDa3ZwY1oUd2DkJaI-jrRmEUXqftA/s72-c/Alkohol.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-252651733472826300</guid><pubDate>Sun, 14 Aug 2011 05:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-14T14:18:03.622+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Allah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aqidah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Iman</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tauhid</category><title>Eksistensi Allah</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkSSnOMM6_-LDji1NxnJnM3_k5U0jSXAbmhayKVFgPIXkjgtQpLRemtdqCxgwY3qNOg_GB2K0POPz_6R47PdJJfoqtIFvn0plZ-6eV3C8nJgHwGRVgXAFnw8kqjXjlK-pwU528TPmau4s/s1600/Allah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkSSnOMM6_-LDji1NxnJnM3_k5U0jSXAbmhayKVFgPIXkjgtQpLRemtdqCxgwY3qNOg_GB2K0POPz_6R47PdJJfoqtIFvn0plZ-6eV3C8nJgHwGRVgXAFnw8kqjXjlK-pwU528TPmau4s/s200/Allah.jpg&quot; width=&quot;193&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;ISLAM adalah agama tauhid (&lt;i&gt;monotheisme&lt;/i&gt;), yaitu agama yang mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa. Ketauhidan itu dimanifestasikan dalam &lt;i&gt;kalimat syahadatain&lt;/i&gt;. Dua kalimat syahadat mengandung 2 hal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;	&lt;b&gt;Syahadat Tauhid &lt;/b&gt;- &lt;i&gt;Asyhadu anla ilaha illallahu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;Maksudnya ada kesaksian atau pengakuan tentang keesaan Allah. Tidak ada penyembahan Tuhan selain-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;	&lt;b&gt;Syahadat Rasul&lt;/b&gt; -&lt;i&gt; Asyhadu anna Muhammadar rasulullahu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;Maksudnya ada pengakuan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, yang membawa tuntunan dari Allah untuk umat manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Ketauhidan itu merupakan titik puncak keimanan. Iman adalah  fondasi keislaman. Syahadat sebagai pernyataan ketauhidan juga berarti sebagai pengakuan terhadap Islam sebagai agama yang hakiki. Iman itu sendiri meliputi 3 hal, yaitu:&lt;br /&gt;
a.	Pengikraran secara lisan tentang sesuatu yang diyakini.&lt;br /&gt;
b.	Pembenaran hati secara sungguh-sungguh ikrar yang diucapkan.&lt;br /&gt;
c.	Pelaksanaan atau penerapan keyakinan itu secara konkret.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu tauhid sebagai ilmu yang membahas tentang keesaan Allah diidentikkan dengan ilmu ketuhanan (&lt;i&gt;teologi&lt;/i&gt;). Dalam pembahasannya tentang Tuhan, ilmu tauhid mengklasifikasikan ada 2 macam tauhid, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;1.	&lt;b&gt;Tauhid Rububiyyah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;Berasal dari kata “&lt;i&gt;rabb&lt;/i&gt;” yang berarti pencipta. Tauhid rububiyyah adalah pengakuan bahwa seluruh alam ini, baik alam nyata (alam benda) atau alam gaib (alam roh) diciptakan oleh satu Tuhan. Tauhid rububiyyah dimiliki oleh hampir semua manusia, kecuali orang-orang Atheis.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;2.	&lt;b&gt;Tauhid Uluhiyyah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #fff2cc;&quot;&gt;Berasal dari kata “&lt;i&gt;ilah&lt;/i&gt;” yang berarti sesembahan. Tauhid uluhiyyah adalah keyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan yang harus disembah, dipuja, dipuji, dan diagungkan, yaitu yang menciptakan alam semesta ini. Tauhid rububiyyah tidak akan ada nilainya tanpa disertai tauhid uluhiyyah. Tauhid ini hanya dimiliki oleh segelintir manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Hal utama dan mendasar dalam membahas tentang Tuhan adalah keyakinan mengenai eksistensi Tuhan. Tanpa adanya keyakinan itu maka tidak akan ada ketauhidan. Untuk membenarkan adanya Tuhan, ada 4 dalil atau teori yang digunakan, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Teori Metafisika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt; -&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt; &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;dalil-dalil berdasarkan akal&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Secara akali segala sesuatu itu tidak terjadi dengan sendirinya. Alam semesta yang terdiri atas bumi, bulan, matahari, planet-planet, bintang-bintang, benda-benda langit lainnya beserta seluruh isinya pasti ada yang menciptakannya. Pencipta itulah yang dinamakan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Teori Fisika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt; -&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt; &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;dalil-dalil berdasarkan gejala alam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Teori ini pertama kali dipakai oleh &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Abu Husein Al Allaf&lt;/b&gt;, seorang Mu’tazilah pengikut Wasil bin Atha. Menurutnya bahwa semua zat yang berupa benda padat, cair, dan gas dapat dibagi-bagi menjadi bagian kecil yang dinamakan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;molekul&lt;/i&gt;. Molekul-molekul itu satu sama lain terjadi proses tarik menarik. Tiap-tiap molekul terdiri dari beberapa &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;atom&lt;/i&gt;. Tiap atom berputar disekitar atom lainnya yang menimbulkan kekuatan tarik menarik antar molekul. Kalau atom tidak berputar, tidak akan ada tarik menarik antar molekul maka tidak akan ada satu benda pun di alam ini. Jadi, pasti ada yang memutarnya (primier moteur – penggerak pertamanya), yaitu Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: left; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Teori Teleologika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; font-size: 12pt;&quot;&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt; &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;dalil berdasarkan susunan &amp;amp; keindahan alam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Bumi secara teratur berevolusi mengelilingi matahari dalam waktu 365 hari, 5 jam, 49 menit, dan 12 detik; bulan mengitari&amp;nbsp; bumi dalam waktu 29 hari, 12 jam, 44 menit, dan 3 detik; bumi berotasi selama 23 jam 56 menit, dan 4 detik. Semua proses dan gejala alam, baik di langit maupun di bumi terjadi secara teratur. Hal itu tidak akan terjadi apabila tidak ada yang menjalankannya dan mengaturnya. Pengatur alam semesta itulah yang dinamakan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Teori Moral&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; font-size: 12pt;&quot;&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt; &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;dalil-dalil berdasarkan nilai moral&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Dalam kehidupan di atas muka bumi ini terjadi banyak ketimpangan dan ketidakadilan. Ada manusia yang menjadi penindas dan ada pula yang tertindas. Banyak perkara-perkara yang belum dapat diselesaikan dan masih tersembunyi. Keadilan dan kebijaksanaan akan ada untuk menyelesaikan pelbagai permasalahan, ketimpangan dan ketidakadilan itu. Pemberi keadilan dan penyelesai ketidakberesan dalam kehidupan itulah yang dinamakan Tuhan. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;SMZ&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Download File:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/WFZncB0L/Eksistensi_Allah.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoAuKecXZZIoBXm3iqHv-ggpf2OJ7g2ba44O3ygWRpt3GIVVR8o8kD2J6AyEn6y8iHoytF12vjJPA9R0GgybmYc8f1dAFhOsk2WZTDDmyUH7xoszloLoXR2iBs7B3W46-7INSQJVmrWRU/s1600/pdf_icon.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/eksistensi-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkSSnOMM6_-LDji1NxnJnM3_k5U0jSXAbmhayKVFgPIXkjgtQpLRemtdqCxgwY3qNOg_GB2K0POPz_6R47PdJJfoqtIFvn0plZ-6eV3C8nJgHwGRVgXAFnw8kqjXjlK-pwU528TPmau4s/s72-c/Allah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-1955893756486562643</guid><pubDate>Thu, 11 Aug 2011 16:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-17T22:24:55.424+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Iptek</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Literatur</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Quran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Riset</category><title>Quran dan Riset</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh52TVQ8T9tw9ZjjIb01NcErrmJMKGRwdDXxRtU7anSRpuK53hd-si5YK4zIvb3mTPvanddT7NXy7Bp71rewpAGnJkPA2iXmb5e_x9YGB0ssfisZExS38xX91RFm9mWXhkS-bgL5v2yJpI/s1600/Al+Mir%2527ah-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh52TVQ8T9tw9ZjjIb01NcErrmJMKGRwdDXxRtU7anSRpuK53hd-si5YK4zIvb3mTPvanddT7NXy7Bp71rewpAGnJkPA2iXmb5e_x9YGB0ssfisZExS38xX91RFm9mWXhkS-bgL5v2yJpI/s200/Al+Mir%2527ah-2.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ayat-ayat Allah dapat dikelompokkan menjadi 2 bentuk. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;Ayat Quraniyah&lt;/b&gt; yang merupakan ayat-ayat yang tersurat di dalam kitab suci. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;Ayat Kauniyah&lt;/b&gt;; ayat yang tersirat pada alam semesta, baik yang makrokosmik maupun yang mikrokosmik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengkajian terhadap kedua jenis ayat-ayat Allah dimaksud meliputi aspek literatur, lapangan dan laboratorium. Tujuan pengkajian adalah untuk menghasilkan pemahaman yang mendalam dan untuk menciptakan tatanan kehidupan yang relevan dan seimbang berdasarkan ayat-ayat Allah. Sehingga pada akhirnya akan semakin meningkatkan pemahaman dan penghayatan kita tentang bukti-bukti keagungan dan kekuasaan Sang Pencipta.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adapun penjabaran dari tujuan riset yang diisyaratkan dalam Al Quran, antara lain:&lt;/div&gt;&lt;ol style=&quot;background-color: #fff2cc; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;b style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Tujuan ilmiah&lt;/b&gt;, yaitu memperluas pengertian dan pemahaman eksistensi alam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Tujuan ekonomi&lt;/b&gt;, yaitu menguak pelbagai rahmat dan karunia Allah yang bertebaran di muka bumi ini, baik yang ada di dalam tanah, permukaannya, di laut, dan di udara.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Tujuan Teologis&lt;/b&gt;, yaitu merupakan wujud pemantapan keimanan kepada Allah atas keberhasilan dalam mengungkapkan berbagai hal yang misterius pada alam ini, baik di lapangan maupun di laboratorium. Jadi, riset dan penelitian ilmiah dapat memberikan outpun berupa kemantapan tauhid.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedangkan cakupan riset yang diisyaratkan di dalam Al Quran meliputi bidang antropologi, astronomi, astrologi, anatomi, botani, zoologi, biologi, kimia, psikologi, dan ilmu kelautan.&amp;nbsp; Riset ini merupakan salah satu tuntutan dalam menimba ilmu. Paparan tentang ilmu pengetahuan yang tertuang dalam Al Quran tidak sebatas pada teori-teori semata. Namun apa-apa yang termaktub di dalamnya dapat diaplikasikan melalui praktikum dalam disiplin ilmu tertentu dengan menghasilkan kesimpulan dan penemuan yang identik dengan realita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Download File :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/Fl3sYVHX/Al_Quran_dan_Riset.html&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoAuKecXZZIoBXm3iqHv-ggpf2OJ7g2ba44O3ygWRpt3GIVVR8o8kD2J6AyEn6y8iHoytF12vjJPA9R0GgybmYc8f1dAFhOsk2WZTDDmyUH7xoszloLoXR2iBs7B3W46-7INSQJVmrWRU/s1600/pdf_icon.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/quran-dan-riset.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh52TVQ8T9tw9ZjjIb01NcErrmJMKGRwdDXxRtU7anSRpuK53hd-si5YK4zIvb3mTPvanddT7NXy7Bp71rewpAGnJkPA2iXmb5e_x9YGB0ssfisZExS38xX91RFm9mWXhkS-bgL5v2yJpI/s72-c/Al+Mir%2527ah-2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-7622374606583512631</guid><pubDate>Thu, 11 Aug 2011 14:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-14T13:59:35.460+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlaq</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al Mir&#39;ah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Allah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aqidah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hati</category><title>Al Mir&#39;ah</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU0Sy2Wi_uUfEj1CPpIouRmbyFtUkw11C0DKig3qzowpedJj7VACYvoSRLrPK3DJjUA0fi3815By5CYQXOe87Qw8nRntySpjzJWqBW0KNQgR8KlYHmHtmupuyIBbUaUaZu8JGR2XAG_-c/s1600/Al+Mir%2527ah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU0Sy2Wi_uUfEj1CPpIouRmbyFtUkw11C0DKig3qzowpedJj7VACYvoSRLrPK3DJjUA0fi3815By5CYQXOe87Qw8nRntySpjzJWqBW0KNQgR8KlYHmHtmupuyIBbUaUaZu8JGR2XAG_-c/s320/Al+Mir%2527ah.jpg&quot; width=&quot;232&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Imam Al Ghazali&lt;/b&gt; dalam teori cermin (&lt;i&gt;Al Mir&#39;ah&lt;/i&gt;) yang tertuang dalam &lt;b style=&quot;color: #660000;&quot;&gt;Kitab Ihya Ulum al Din&lt;/b&gt;, beliau menerangkan bahwa hati manusia ibarat cermin, sedangkan petunjuk Tuhan bagaikan nur (Cahaya). Jika hati manusia benar-benar bersih niscaya ia akan bisa menangkap cahaya petunjuk Ilahi dan memantulkan cahaya itu ke sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika hati manusia tidak dapat menerima sinyal spiritual Ilahi, maka ada 3 kemungkinan dalam hatinya. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, cerminnya terlalu kotor sehingga cahaya Allah yang begitu terang tidak dapat ditangkap dengan cermin rohani yang dimilikinya. Yang termasuk dalam golongan ini adalah mereka yang seringkali melakukan tindakan-tindakan kotor, aniaya dan keji.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, di antara cermin dan cahaya itu terdapat penghalang yang tak memungkinkan cahaya Ilahi menyentuh cermin tersebut. Yang digolongkan ke dalam kategori ini adalah orang-orang yang menjadikan harta, tahta dan kesenangan dunia sebagai prioritas dan orientasi hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemungkinan &lt;b&gt;&lt;i&gt;ketiga &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;yang menyebabkan &lt;/i&gt;hati manusia tidak dapat menerima cahaya Ilahi adalah karena cermin hatinya membelakangi sumber cahaya sehingga tidak dapat diharapkan akan tersentuh oleh cahaya petunjuk Ilahi. Yang termasuk dalam golongan ini adalah orang-orang kafir yang dengan sadar mengingkari eksistensi (baca:keberadaan) Allah. (&lt;i&gt;&lt;b&gt;SMZ&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Download File :&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/kKBk8owK/Al_Mirah.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoAuKecXZZIoBXm3iqHv-ggpf2OJ7g2ba44O3ygWRpt3GIVVR8o8kD2J6AyEn6y8iHoytF12vjJPA9R0GgybmYc8f1dAFhOsk2WZTDDmyUH7xoszloLoXR2iBs7B3W46-7INSQJVmrWRU/s1600/pdf_icon.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/al-mirah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU0Sy2Wi_uUfEj1CPpIouRmbyFtUkw11C0DKig3qzowpedJj7VACYvoSRLrPK3DJjUA0fi3815By5CYQXOe87Qw8nRntySpjzJWqBW0KNQgR8KlYHmHtmupuyIBbUaUaZu8JGR2XAG_-c/s72-c/Al+Mir%2527ah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-106224235520772089</guid><pubDate>Wed, 10 Aug 2011 23:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-11T09:42:43.631+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlaq</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hadist</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Quran</category><title>Akhlak Terhadap Allah</title><description>&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;color: black; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;judul&quot; colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoBpghpcKsMmSdyzPw2r19jUODM_WES-iP3-plhFZhgbQSMaUMUULp_uvTEd5yIoWLvh9FbhO0CH7JbCE4W_Y6J_X9zpvOsF43YjQBejpSQTFTTgOXHppITDDoxVgCnlwYVtxI4yMqTAQ/s1600/calgr_Allah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoBpghpcKsMmSdyzPw2r19jUODM_WES-iP3-plhFZhgbQSMaUMUULp_uvTEd5yIoWLvh9FbhO0CH7JbCE4W_Y6J_X9zpvOsF43YjQBejpSQTFTTgOXHppITDDoxVgCnlwYVtxI4yMqTAQ/s320/calgr_Allah.jpg&quot; width=&quot;304&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Allah adalah sumber segala sumber dalam kehidupan. Allah adalah Pencipta dirinya, Pencipta jagad raya dengan segala isinya. Allah adalah Pengatur alam semesta yang demikian luasnya. Allah adalah Pemberi hidayah dan pedoman hidup dalam kehidupan manusia. Sehingga apabila pemahaman terhadap hal ini mengakar dalam diri setiap muslim, maka penerapannya dalam kehidupan adalah hanya Allah lah yang pertama kali harus dijadikan prioritas dalam berakhlak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akhlak terhadap Allah merupakan pondasi atau dasar dalam berakhlak terhadap siapapun yang ada di&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; muka bumi ini. Jika seseorang tidak memiliki akhlak positif terhadap Allah,&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; maka ia tidak akan mungkin memiliki akhlak positif terhadap siapapun. Demikian&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; pula sebaliknya, jika ia memiliki akhlak yang karimah terhadap Allah, maka ini merupakan pintu gerbang untuk menuju kesempurnaan akhlak terhadap orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; Diantara akhlak terhadap Allah SWT adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #660000;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;1. Taat terhadap perintah-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Hal&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; pertama dalam beretika kepada Allah SWT,&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; adalah dengan menaati segala perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin seorang muslim&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; tidak taat kepada-Nya, padahal Allah telah memberikan segalanya pada&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; dirinya. Allah berfirman (QS. 4 : 65): &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;“Maka demi Rab-mu, mereka pada hakekatnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;aat kepada Allah merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; SWT. Tanpa adanya ketaatan, maka ini merupakan salah satu indikasi tidak adanya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; keimanan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga menguatkan makna ayat di&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; atas dengan bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;“Tidak beriman salah seorang diantara kalian,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; hingga hawa nafsunya (keinginannya) mengikuti apa yang telah datang dariku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; (Al-Qur’an dan sunnah).&quot; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;(HR. Abi Ashim al-syaibani)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;color: #660000;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;2. Memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diembannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Etika kedua yang harus dilakukan seorang muslim kepada Allah SWT adalah memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diberikan kepadanya. Karena pada hakekatnya, kehidupan inipun merupakan amanah dari Allah SWT. Oleh karenanya, seorang mukmin senantiasa meyakini, apapun yang Allah berikan padanya, maka itu merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban dari Allah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Dari ibnu Umar ra, Rasulullah SAW bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&quot;Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang amir (presiden/ imam/ ketua) atas manusia, merupakan pemimpin, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang suami merupakan pemimpin bagi keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang wanita juga merupakan pemimpin atas rumah keluarganya dan juga anak-anaknya, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya, dan ia bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Dan setiap kalian adalah pemimpin, dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.&quot; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;(HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;color: #660000;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;3. Ridha terhadap ketentuan Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Etika berikutnya adalah ridha terhadap segala ketentuan yang telah Allah berikan pada dirinya. Seperti ketika ia dilahirkan baik oleh keluarga yang berada maupun oleh keluarga yang tidak mampu, bentuk fisik yang Allah berikan padanya, atau hal-hal lainnya. Karena pada hakekatnya sikap seorang muslim senantiasa yakin (baca; tsiqah) terhadap apapun yang Allah berikan pada dirinya. Baik yang berupa kebaikan, atau berupa keburukan. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir=&quot;&amp;quot;rtl&amp;quot;&quot; lang=&quot;&amp;quot;AR-SA&amp;quot;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;sungguh mempesona perkara orang beriman. Karena segala urusannya adalah dipandang baik bagi dirinya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia bersyukur, karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;EN-US&amp;quot;&quot;&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&lt;i&gt;erbaik bagi dirinya.&quot;&lt;/i&gt; &amp;nbsp;(HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Terkadang sebagai seorang manusia, pengetahuan atau pandangan kita terhadap sesuatu sangat terbatas. Sehingga bisa jadi, sesuatu yang kita anggap baik justru buruk, sementara sesuatu yang dipandang buruk ternyata malah memiliki kebaikan bagi diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;color: #660000;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;4. Senantiasa bertaubat kepada-Nya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Sebagai seorang manusia biasa, kita juga tidak akan pernah luput dari sifat lalai dan lupa. Karena hal ini memang merupakan tabiat manusia. Oleh karena itulah, etika kita kepada Allah, manakala sedang terjerumus dalam ‘kelupaan’ sehingga berbuat kemaksiatan kepada-Nya adalah dengan segera bertaubat kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 3 : 135)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;&amp;quot;rtl&amp;quot;&quot; lang=&quot;&amp;quot;AR-SA&amp;quot;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya&amp;nbsp; diri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapakah yang dapatmengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;color: #660000;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;5. Obsesinya adalah keridhaan ilahi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT, akan memiliki obsesi dan orientasi dalam segala aktivitasnya hanya kepada Allah SWT. Dia tidak beramal dan beraktivitas untuk mencari keridhaan, pujian atau apapun dari manusia. Bahkan terkadang, untuk mencapai keridhaan Allah tersebut, ‘terpaksa’ harus mendapatkan ‘ketidaksukaan’ dari para manusia lainnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah menggambarkan kepada kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&quot;Barang siapa yang mencari keridhaan Allah dengan ‘adanya’ kemurkaan manusia, maka Allah akan memberikan keridhaan manusia juga. Dan barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan cara kemurkaan Allah, maka Allah akan mewakilkan kebencian-Nya pada manusia.&quot; (&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;HR. Tirmidzi, Al-Qadha’I dan ibnu Asakir)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;O&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;rang yang tidak memiliki kesungguhan iman, orientasi yang dicarinya hanya keridhaan manusia. Ia tidak akan perduli, apakah Allah menyukai tindakannya atau tidak. Yang penting ia dipuji oleh oran lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;color: #660000;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;6. Merealisasikan ibadah kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Etika&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; atau akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT adalah merealisasikan segala ibadah kepada Allah SWT. Baik ibadah yang bersifat&lt;i&gt; mahdhah&lt;/i&gt;, ataupun ibadah yang &lt;i&gt;ghairu mahdhah&lt;/i&gt;. Karena pada hakekatnya, seluruh aktiivitas sehari-hari adalah ibadah kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt; Dalam Al-Qur’an Allah berberfirman (QS. 51 : 56)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;background-color: orange;&quot;&gt;“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;color: #660000;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;7. Banyak membaca al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Etika dan akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah adalah dengan memperbanyak membaca dan mentadabburi ayat-ayat, yang merupakan firman-firman-Nya. Seseeorang yang mencintai sesuatu, tentulah ia akan banyak dan sering menyebutnya. Demikian juga dengan mukmin, yang mencintai Allah SWT, tentulah ia akan selalu menyebut-nyebut Asma-Nya dan juga senantiasa akan membaca firman-firman-Nya. Apalagi keutamaan membaca Al-Qur’an demikian besarnya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW&lt;/span&gt; mengatakan kepada kita:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&quot;Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu dapat memberikan syafaat di hari kiamat kepada para pembacanya.&quot; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;(HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&amp;quot;MsoNormal&amp;quot;&quot; dir=&quot;&amp;quot;ltr&amp;quot;&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;Adapun bagi mereka-mereka yang belum bisa atau belum lancar dalam membacanya, maka hendaknya ia senantiasa mempelajarinya hingga dapat membacanya dengan baik. Kalaupun seseorang harus terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an tersebut, maka Allah pun akan memberikan pahala dua kali lipat bagi dirinya. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;&quot;Orang (mu’min) yang membaca Al-Qur’an dan ia lancar dalam membacanya, maka ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi suci. Adapun orang mu’min yang membaca Al-Qur’an, sedang ia terbata-bata dalam membacanya, lagi berat&amp;nbsp; (dalam mengucapkan huruf-hurufnya), ia akan mendapatkan pahala dua kali lipat.&quot; (&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;&amp;quot;IN&amp;quot;&quot;&gt;HR. Bukhori Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sumber : http://madinatulilmi.com/&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/akhlak-terhadap-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoBpghpcKsMmSdyzPw2r19jUODM_WES-iP3-plhFZhgbQSMaUMUULp_uvTEd5yIoWLvh9FbhO0CH7JbCE4W_Y6J_X9zpvOsF43YjQBejpSQTFTTgOXHppITDDoxVgCnlwYVtxI4yMqTAQ/s72-c/calgr_Allah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-3471201092044724768</guid><pubDate>Wed, 10 Aug 2011 23:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-11T06:01:16.867+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Quran</category><title>Surah asy-Syahr</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQMGgZBYiF4FSqzXL-ABRBr548bAvhiWq91HE4cArm_J7n05O2_vQRHkhGvkUQVVXuMNc1a4E8NXzTB8-md3G8X4rCjSbcnAmbqG3RxOJEDywVo4euxvSAFJjLIn3c2frUIdbOGL13IqI/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;149&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQMGgZBYiF4FSqzXL-ABRBr548bAvhiWq91HE4cArm_J7n05O2_vQRHkhGvkUQVVXuMNc1a4E8NXzTB8-md3G8X4rCjSbcnAmbqG3RxOJEDywVo4euxvSAFJjLIn3c2frUIdbOGL13IqI/s200/images.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Akhir surah yang lalu (Adh-Dhuha), memerintahkan Nabi Muhammad saw. agar  menyampaikan dan menampakkan aneka nikmat yang telah dianugerahkan  Allah kepada beliau. Dalam surah ini beberapa nikmat besar yang telah  beliau peroleh diuraikan. Ayat pertama menyatakan : Bukankah Kami, yakni  Allah, secara langsung dan bersama siapa yangditugaskan- Nya telah  melapangkan dadamu secara khusus untukmu wahai Nabi Muhammad? Engkau  sejak itu, kini, bahkan masa datang akan selalu merasa tenang. Ayat 2  dan 3 melanjutkan bahwa : Dan di samping itu Allah juga telah  menanggalkan darimu bebanmu yang selama ini engkau pikul [2], yang  engkau rasakan sangat memberatkan punggungmu [3]. Lebih jauh ayat 4  menyatakan bahwa di samping itu Kami, yakni Allah, meninggikan  sebutanmu, yakni namamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 1-4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Kelapangan dada yang dianugerahkan kepada Rasulullah Muhammad saw.,  atau kepada selain beliau- yang tentu saja dengan kapasitas yang  berbeda-adalah anugerah Allah semata-mata.&lt;br /&gt;
2. Keterbelakangan  masyarakat, kejauhannya dari kebenaran dan petunjuk Illahi merupakan  beban psikologis yang amat berat bagi Nabi Muhammad saw. Dan semua yang  peduli pada masyarakat.&lt;br /&gt;
3. Nama baik Nabi Muhammad saw, yang  ditegaskan surah ini bukan saja berdasar pandangan agama Islam, tetapi  juga terbukti, antara lain, dengan pengakuan non-Muslim yang objektif  tentang keunggulan beliau kendati tolok ukur penilaiannya berbeda-beda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Inti Sari Kandungan Ayat 5-8&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah  ayat-ayat yang lalu menguraikan aneka anugerah Allah SWT ayat 5  bagaikan menyatakan : jika engkau telah mengetahui dan menyadari betapa  besar anugerah Allah itu, maka dengan demikian , menjadi jelas pula  bagimu –Wahai Nabi Agung—bahwa sesungguhnya sesaat sesudah-bahkan  bersama-kesulitan ada kemudahan yang besar. Ini dipertegas lagi dengan  mengulangi kalimat yang serupa, sesungguhnya bersama kesulitan ada  kemudahan yang besar. Kalau demikian, yang dituntut hanyalah kesungguhan  bekerja dibarengi dengan harapan serta optimisme akan kehadiran bantuan  Ilahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat 7 dan 8 bagaikan menyatakan, maka apabila engkau  telah selesai yakni sedang berada di dalam keluangan setelah tadinya  engkau sibuk, maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh hingau engkau letih  atau hingga tegak dan nyata suatu persoalan baru [7] dan hendaknya  hanya kepada Tuhanmu saja, tidak kepada siapa pun selain-Nya engkau  berharap dan berkeinginan penuh guna peroleh bantuan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 5-8&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Setiap kesulitan pasti disertai atau disusul oleh kemudahan. Karena  itu, temukan peluang di celah tantangan. Dan melangkahlah disertai tekad  untuk menanggulanginya sambil memohon bantuan Allah.&lt;br /&gt;
2. Jangan  pernah berhenti melakukan aktivitas positif guna mengukir prestasi.  Jangan berleha-leha. Jika letih atau jemu dengan sesuatu, maka  beralihlah ke giatan positif yang lain.&lt;br /&gt;
3. Jangan pernah pesimis! Bersandarlah kepada Allah melahirkan optimisme yang tiada taranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, wa Allah A’l&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Sumber : Detik.com dari Tafsir al-Mishbah&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/surah-asy-syahr.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQMGgZBYiF4FSqzXL-ABRBr548bAvhiWq91HE4cArm_J7n05O2_vQRHkhGvkUQVVXuMNc1a4E8NXzTB8-md3G8X4rCjSbcnAmbqG3RxOJEDywVo4euxvSAFJjLIn3c2frUIdbOGL13IqI/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-7863853030676887135</guid><pubDate>Tue, 09 Aug 2011 16:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-10T12:07:17.358+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hadist</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Jamaah dan Kekuatan Umat</title><description>&lt;div style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRQwd_Nt6EAvP4KZsxDQp1nCok5JJQFwaeWQ_pt7vEhC4TIQs-7r9nEUeGZim7agmPha5Qmc9pyhUSC3x-Gssrlpg_1V2nAuft428FsJYgxN6areG1jKsDoTI3EA0ypguMh3S33xFZ0QY/s1600/shalat-berjamaah-wallpaper.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRQwd_Nt6EAvP4KZsxDQp1nCok5JJQFwaeWQ_pt7vEhC4TIQs-7r9nEUeGZim7agmPha5Qmc9pyhUSC3x-Gssrlpg_1V2nAuft428FsJYgxN6areG1jKsDoTI3EA0ypguMh3S33xFZ0QY/s320/shalat-berjamaah-wallpaper.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: lime; color: black;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Abu Mas&#39;ud r.a., sahabat Nabi saw, menyampaikan sebuah kisah. Suatu ketika, saat hendak shalat berjamaah, Nabi menyentuh setiap bahu kami sambil bersabda: &quot;Luruskan shafmu, jangan bengkok-bengkok. Shaf yang bengkok akan menyebabkan hatimu terpecah-belah.&quot;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: lime; color: black;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;(HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #ffe599;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Hadis di atas mengandung makna bahwa ada hubungan yang erat antara keadaan &lt;b&gt;shaf&lt;/b&gt; umat Islam ketika salat &lt;span style=&quot;background-color: #ffe599;&quot;&gt;berjamaah dengan keadaan &lt;b&gt;hati&lt;/b&gt; mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #ffe599;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Jika ketidaksempurnaan shaf shalat bisa mengakibatkan hati umat Islam terpecah-belah, tentu akan lebih besar lagi pengaruhnya jika salat jamaah itu sendiri memang tidak ditegakkan oleh umat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Bahkan Alquran menyatakan bila hati bercerai-berai, kendatipun di luar tampak ada persatuan, itu hanya persatuan semu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: cyan; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;&quot;Kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka bercerai-berai,&quot; firman Allah swt dalam surat Al-Hasyr: 14.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Dari sejarah Nabi Muhammad saw. diceritakan bahwa sejak salat wajib lima waktu diperintahkan Allah swt, beliau selalu mengerjakannya secara berjamaah. Bahkan dalam keadaan genting sekalipun, seperti perang. Salat jamaah juga bahkan tetap ditegakkan dan dipelihara oleh para sahabat sesudah beliau wafat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #ffe599; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Berbicara soal perbandingan, maka perbedaan antara salat jamaah dan salat sendirian tak hanya pada pahala. Bahkan solat berjamaah berkaitan dengan dimensi sosial kemasyarakatan. Masyarakat masa kini yang mudah terpecah belah dan mudah diadu domba, barangkali karena masyarakat kita sudah terkotak-kotak. Paradigma &quot;berjamaah&quot; sudah bergeser, tak hanya di masjid, karena berjamaah di rumah, di sekolah, di kantor, dan tempat lainnya telah dianggap pengganti masjid. &lt;i&gt;Na&#39;udzubillah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/jamaah-dan-kekuatan-umat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRQwd_Nt6EAvP4KZsxDQp1nCok5JJQFwaeWQ_pt7vEhC4TIQs-7r9nEUeGZim7agmPha5Qmc9pyhUSC3x-Gssrlpg_1V2nAuft428FsJYgxN6areG1jKsDoTI3EA0ypguMh3S33xFZ0QY/s72-c/shalat-berjamaah-wallpaper.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-1631657133047926516</guid><pubDate>Tue, 09 Aug 2011 15:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-10T11:50:05.304+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Pesan Ali Bin Abi Thalib</title><description>&lt;div class=&quot;rvps2&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk_39ImL1CGPB-_Sv8gmtFTHtANJv5X8zAbO_vo_Ac6U8b81SSMZV2d7QXq4WJSjPFJaEV3mrsNXU9U1mxmL3i3yfP3bbJMWdr5apsb_lkBp-czvVC7gLS8b_fg4xFNpgKq3dv1n-ZM9g/s1600/Maqom+Imam+Ali+bin+Abi+Thalib.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;148&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk_39ImL1CGPB-_Sv8gmtFTHtANJv5X8zAbO_vo_Ac6U8b81SSMZV2d7QXq4WJSjPFJaEV3mrsNXU9U1mxmL3i3yfP3bbJMWdr5apsb_lkBp-czvVC7gLS8b_fg4xFNpgKq3dv1n-ZM9g/s200/Maqom+Imam+Ali+bin+Abi+Thalib.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Wahai manusia,  janganlah sekali-kali merasa kesepian di atas jalan kebenaran hanya disebabkan  sedikitnya orang yang berada disana. Sesungguhnya kebanyakan manusia telah  berkumpul menghadapi hidangan yang hanya sebentar saja kenyangnya namun lama  sekali laparnya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Wahai manusia, sesungguhnya hanya ada dua hal  yang menggabungkan manusia, yaitu persetujuan atas sesuatu dan penolakan  terhadapnya.&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Seperti halnya pembunuhan unta kaum  Tsamud; yang menyembelihnya hanya satu orang tapi Allah menjatuhkan azab atas  mereka semua, disebabkan mereka menyetujui perbuatan itu dan tidak  menentangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;background-color: orange; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Akan datang suatu masa ketika orang yang  didekatkan oleh para penguasa hanyalah mereka yang pandai memfitnah orang lain;  yang diterima ucapannya hanyalah mereka yang menyimpang dari agama, dan yang  dianggap bodoh ialah mereka yang mengatakan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Pada masa seperti itu, sedekah akan dianggap  sebagai kerugian, bantuan untuk sanak kerabat hanyalah sebagai alat pamer dan  beribadah kepada Allah sebagai perbuatan &quot;&lt;b&gt;sok alim&lt;/b&gt;&quot;. Pada saat itu kekuasaan  negeri dijalankan berdasarkan saran-saran kaum wanita, kepemimpinan anak-anak  dan perencanaan kaum banci. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Paksakanlah dirimu agar tetap menanam kebaikan  kepada saudaramu di saat ia memutuskan hubungan denganmu. Berusahalah agar tetap  bersikap lunak serta mendekatinya di saat ia berpaling darimu. Bersikaplah  dermawan kepadanya di saat ia menunjukkan kebakhilannya terhadapmu. Hampirilah ia  di saat ia menjauhimu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Hadapilah ia dengan lemah lembut di saat ia  memamerkan kekerasan hatinya. Maafkanlah ia di saat ia melakukan  kesalahan terhadapmu, seolah-olah engkau adalah sahayanya dan dialah yang  melimpahkan nikmatnya kepadamu. Tetapi janganlah meletakkan hal itu semua bukan  pada tempatnya, atau melakukannya untuk orang yang tidak patut menerimanya.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Jangan terlalu merisaukan kezaliman orang yang  melakukannya terhadapmu; sebab ia telah mendatangkan kerugian bagi dirinya  sendiri dan keuntungan bagimu. Maka tidaklah layak engkau membalas orang  yang menggembirakanmu dengan menyusahkannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Bila kebaikan meliputi suatu masa beserta  orang-orang di dalamnya, lalu seseorang berburuk sangka terhadap orang lain yang  belum pernah berbuat cela, maka sesungguhnya ia telah berlaku zalim. Tetapi  apabila kejahatan telah meliputi suatu masa beserta orang-orang di dalamnya, lalu  seseorang berbaik sangka terhadap orang yang belum pernah dikenalnya, maka ia  akan sangat mudah tertipu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;background-color: orange; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai  pemimpin, hendaknya ia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang  lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah  lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lidahnya. Orang yang menjadi  pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati daripada yang mengajari  orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Mencukupkan diri dengan sesuatu yang berada  di tanganmu lebih kusukai bagimu daripada usahamu memperoleh apa yang ada  di tangan orang lain. Pahitnya kegagalan untuk memiliki sesuatu, lebih manis  daripada memintanya dari orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Cara terbaik untuk menjaga sesuatu yang  tersimpan dalam wadahnya adalah dengan mengikat erat tali pengikat tutupnya.  Demikian pula memperbaiki apa yang tidak sempat kau ucapkan, jauh lebih mudah  daripada memperbaiki apa yang terlanjur kau ucapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/pesan-ali-bin-abi-thalib.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk_39ImL1CGPB-_Sv8gmtFTHtANJv5X8zAbO_vo_Ac6U8b81SSMZV2d7QXq4WJSjPFJaEV3mrsNXU9U1mxmL3i3yfP3bbJMWdr5apsb_lkBp-czvVC7gLS8b_fg4xFNpgKq3dv1n-ZM9g/s72-c/Maqom+Imam+Ali+bin+Abi+Thalib.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-8995182991666058500</guid><pubDate>Tue, 02 Aug 2011 23:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-10T11:52:05.085+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hadist</category><title>Perkuat Niatmu, Pengaruhi Genmu</title><description>Perubahan hanya akan terjadi jika terdapat kekuatan yang cukup besar untuk mulai menggerakkan roda perubahan. Kekuatan itu adalah kekuatan niat. &lt;b&gt;Niat&lt;/b&gt; adalah &lt;i&gt;komitmen anda untuk menetapkan jalur yang anda akan jalani sebelum mulai meletakan langkah pertama pada jalur tersebut&lt;/i&gt;. Jika anda menggunakannya secara bijaksana ia dapat membantu anda untuk memuluskan jalan dalam mewujudkan keinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: lime; color: black; text-align: left;&quot;&gt;Rasulullah SAW bersabda : “Maka barangsiapa yang bercita-cita hendak mengerjakan kebaikan tetapi belum mengamalkannya, Allah mencatat bagi orang tersebut di sisi-Nya dengan kebaikan yang sempurna.”&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;(&lt;i&gt;Muttafaqun alaih&lt;/i&gt;)&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Oleh Imam Bukhari hadits ini ditempatkan di dalam Kitab Al Iman&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1Zqdx58uc2Zu6R8ycY2Agz2Yze8dzD8oM8X4xHc6IWXm1yuwjONvXijsuqW77CL6oyhlTCtexrCpnhXNZNGudmScorj-kmtYJlzWFnk3rDdPNrYGW45971W5ZaIPHOkt1KqbwUwqkw2U/s1600/MBB1ec184_DNA.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;228&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1Zqdx58uc2Zu6R8ycY2Agz2Yze8dzD8oM8X4xHc6IWXm1yuwjONvXijsuqW77CL6oyhlTCtexrCpnhXNZNGudmScorj-kmtYJlzWFnk3rDdPNrYGW45971W5ZaIPHOkt1KqbwUwqkw2U/s320/MBB1ec184_DNA.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam buku &lt;b&gt;The Divine Message of the DNA, Tuhan dalam Gen Kita&lt;/b&gt;, karangan Dr. Kazuo Murakami, ahli genetika terkemuka dunia yang memenangi Max Planck Research Award dan Japan Academy Prize itu menyatakan bahwa pikiran kita memengaruhi cara kerja gen kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kilogram berat badan, kata Dr. Murakami, terdiri atas sekitar satu triliun sel. Bayi lahir memiliki sekitar tiga triliun sel. Seseorang dengan berat badan 60 kilogram memiliki 60 triliun sel. Di tengah-tengah setiap sel terdapat sebuah nukleus. Nukleus sel mengandung asam deoksiribonukleat atau deoxyribonucleic acid (DNA). DNA yang terdiri atas dua untai berbentuk spiral, yang terdapat molekul-molekul dengan nama yang disingkat dalam empat guruf: A,T, C, dan G. Itulah kode genetik yang menyimpan semua informasi untuk membentuk dan mengatur kehidupan kita. Yang luar biasa bahwa setiap nukleus dari satu buah sel manusia memiliki tiga miliar huruf DNA. Tiga miliar dikalikan dengan 60 triliun. &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang sungguh mencengangkan adalah semua kode genetika manusia, yang tersusun dari lebih dari tiga miliar ”huruf kimia”, tersimpan dalam untaian berukuran mikrokospik dengan berat satu per 200 miliar gram dan lebar 1/500.000 milimeter. Untuk memvisualisasikan, Dr. Murakami mengajak kita membayangkan mengiris sebuah kawat berdiameter satu millimeter secara memanjang menjadi satu per seratus bagian. Hasilnya begitu halus dan akan hancur ditiup angin. Tiap helaian tadi masih ada lima ribu kali lebih tebal daripada sehelai DNA. Jika semua DNA dari seluruh manusia dunia yang lebih enam miliar orang disatukan, kumpulan DNA tersebut hanya akan menjadi seberat satu butir beras. Dunia gen, dunia mikrokosmos yang tak terhingga kecilnya ternyata luar biasa dahsyat pengaruhnya dalam hidup kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apa hubungan DNA dengan ”kekuatan niat”? Sebagai contoh, saat kita berpuasa di bulan Ramadhan. Niat berpuasa digerakkan oleh pikiran sadar kita untuk melaksanakan salah satu perintah Allah SWT. Ibarat perintah dari ”komandan berkuasa penuh” yang menyebabkan seluruh ”prajurit” berjumlah lebih kurang 60 triliun sel tunduk patuh mengikuti perintahnya. Itu sebabnya, ketika kita sudah meniatkan berpuasa, seluruh gen yang menggerakkan rasa lapar untuk sementara &lt;b&gt;&lt;i&gt;off&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau dimatikan sehingga tak memunculkan rasa atau hasrat untuk makan seperti yang biasa kita rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita meniatkan untuk berpikir, berbicara, berperilaku positif, serta memberikan yang terbaik dan meninggalkan kebiasaan buruk dalam hidup kita, seluruh alam mikrokosmos (triliunan sel dan DNA kita akan tunduk patuh bekerja mengikuti perintah pikiran dan niat kita), dan makrokosmos akan bekerja mendukung kehendak sadar atau niat kita, dan yakinlah Allah SWT akan memenuhi janji-Nya mengubah nasib kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sumber : http://energikultivasi.wordpress.com/ &amp;nbsp; &lt;span style=&quot;color: #4c1130;&quot;&gt;(dengan perubahan seperlunya)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/kekuatan-niatmu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1Zqdx58uc2Zu6R8ycY2Agz2Yze8dzD8oM8X4xHc6IWXm1yuwjONvXijsuqW77CL6oyhlTCtexrCpnhXNZNGudmScorj-kmtYJlzWFnk3rDdPNrYGW45971W5ZaIPHOkt1KqbwUwqkw2U/s72-c/MBB1ec184_DNA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-5055701499858340694</guid><pubDate>Mon, 01 Aug 2011 14:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-10T11:52:36.424+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hadist</category><title>Niatmu Penentu Perbuatanmu</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHe4O3WUhvtXkqW7D5zBSwXP2c5wEVDMoGr2qRLUFGqWDbK96-r07j2NQlWZnbhDlNKW4GabJTOajlAvop5ln4rpFZtI0Msl29VrCcUcoxhEbfdoVlXyubVTT9IUyTy6TzBkdcNiU1UUw/s1600/niat2.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;215&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHe4O3WUhvtXkqW7D5zBSwXP2c5wEVDMoGr2qRLUFGqWDbK96-r07j2NQlWZnbhDlNKW4GabJTOajlAvop5ln4rpFZtI0Msl29VrCcUcoxhEbfdoVlXyubVTT9IUyTy6TzBkdcNiU1UUw/s320/niat2.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafsh Umar bin Al Khattab r.a., dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: lime;&quot;&gt;&quot;Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.&quot;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
(&lt;i&gt;Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang&lt;/i&gt;) .&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Catatan&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;1. Yang dimaksud perbuatan disini adalah amal ibadah yang membutuhkan niat. Adapun perbuatan buruk niat baiknya tidak akan merubah buruknya menjadi baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Niat adalah keinginan dan kehendak hati. Dalam kalimat pertama, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, amal tidak ada artinya tanpa ada niat. Sedangkan dalam kalimat kedua, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, orang yang melakukan suatu amal, ia tidak memperoleh apa-apa kecuali menurut niatnya. Hal ini mencakup iman, ibadah, da’wah, muamalah, nadzar, jihad, perjanjian dan tindakan apapun. Niat bisa juga disebut sebagai &lt;b&gt;tujuan sebuah Action/Tindakan&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hijrah secara bahasa artinya : meninggalkan, sedangkan menurut syariat  artinya : meninggalkan negri kafir menuju negri Islam dengan maksud menyelamatkan agamanya. Yang dimaksud dalam hadits ini adalah perpindahan dari Mekkah ke Madinah sebelum Fathu Makkah (Penaklukan kota Mekkah th. 8 H).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penjelasan&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;
1. Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ibnul Qayyim berkata, ”Niat adalah ruh amal, inti dan sendinya. Amal itu mengikuti niat. Amal menjadi benar karena niat yang benar. Dan amal menjadi rusak karena niat yang rusak.” (I’lamul Muwaqqi’in VI/106, tahqiq Syaikh Masyhur Hasan Salman).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;
1. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala). &lt;br /&gt;
2. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati. &lt;br /&gt;
3. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shaleh dan ibadah. &lt;br /&gt;
4. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya. &lt;br /&gt;
5. Semua pebuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah. &lt;br /&gt;
6. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.&lt;br /&gt;
7. Hadits diatas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sumber : http://energikultivasi.wordpress.com/&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style=&quot;color: #4c1130;&quot;&gt;(dengan perubahan seperlunya) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/niatmu-penentu-perbuatanmu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHe4O3WUhvtXkqW7D5zBSwXP2c5wEVDMoGr2qRLUFGqWDbK96-r07j2NQlWZnbhDlNKW4GabJTOajlAvop5ln4rpFZtI0Msl29VrCcUcoxhEbfdoVlXyubVTT9IUyTy6TzBkdcNiU1UUw/s72-c/niat2.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-5292709281986916530</guid><pubDate>Thu, 21 Jul 2011 14:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-10T11:54:57.503+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Quran</category><title>Surah adh-Dhuha</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDBZ7Y00Q4-GywO4CxHI9R06BWr2zeTythGgxLVkjPjYXRP47nS8hK4B2BfzrNMMFrqI5MBVOIPeTjMPXd_izdLfbaEc1bAUsmI05rV5GmdxewTuXXtMXBgJoDd2X2CpN24WcATxrImU/s1600/quran-7096892.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;175&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDBZ7Y00Q4-GywO4CxHI9R06BWr2zeTythGgxLVkjPjYXRP47nS8hK4B2BfzrNMMFrqI5MBVOIPeTjMPXd_izdLfbaEc1bAUsmI05rV5GmdxewTuXXtMXBgJoDd2X2CpN24WcATxrImU/s200/quran-7096892.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Surah adh-Dhuha terdiri dari 11 ayat. Kata adh-Dhuha, yang berarti  &#39;&lt;i&gt;Waktu matahari naik sepenggalahan&lt;/i&gt;&#39;, diambil dari ayat pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surah  adh-Dhuha disepakati oleh ulama sebagai surah yang turun sebelum Nabi  berhijrah ke Madinah. Namanya adh-Dhuha dikenal luas di kalangan ulama,  hanya saja ada yang menamainya persis serupa dengan awal ayatnya dan ada  juga yang menamainya sekadar dengan adh-Dhuha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tema utamanya  adalah sanggahan terhadap dugaan yang menyatakan bahwa Allah telah  meninggalkan Rasul SAW akibat tidak hadirnya wahyu yang selama ini telah  diterima oleh Rasul SAW, sambil menghibur beliau dengan perolehan  anugerah Allah hingga beliau puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Biqa&#39;i berpendapat bahwa  tujuan utama surah ini adalah menguraikan apa yang disebut pada akhir  surah lalu—surah al-Lail—bahwa yang paling bertakwa di antara seluruh  orang bertakwa adalah dia yang mutlak paling bertakwa dalam pandangan  keridhaan Allah, yakni Nabi Muhammad SAW. Keridhaan-Nya tidak terputus  bagi beliau di dunia dan akhirat. Ini disebabkan terhiasinya beliau  dengan sifat-sifat sempurna yang merupakan sarana mengantar kepada  tujuan, bagaikan adh-Dhuha yang merupakan cahaya matahari yang paling  sempurna. Dengan demikian, nama surah ini menunjuk kepada tujuan  tersebut. Demikian lebih kurang &lt;b&gt;al-Biqa&#39;i&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat-ayat surah ini  sebanyak 11 ayat. Sebelum turunnya surah ini, Rasul saw. telah sepuluh  kali menerima wahyu. Dengan merujuk kepada penelitian sejumlah pakar Al  Qur&#39;an dan sementara orientalis, seperti Noldeke, diperoleh informasi  bahwa sepuluh surah (bagian surah) pertama yang diterima Nabi Muhammad  saw. ialah: 1. Iqra&#39;, 2. al-Qalam, 3. al-Muzzammil, 4. al-Muddatstsir,  5. al-Lahab, 6. at-Takwir, 7. Sabbihisma, 8. Alam Nasyrah, 9. al-&#39;Ashr,  dan 10. al-Fajr. Setelah turunnya ayat-ayat pada ke-10 surah tersebut,  tiba-tiba wahyu &#39;terputus&#39; kedatangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketidakhadiran wahyu Al  Qur&#39;an, seperti selama ini diterima Nabi SAW, melahirkan berbagai  tanggapan masyarakat bahkan dampak negatif dalam jiwa Nabi sendiri;  beliau menjadi gelisah, walaupun tidak sampai kepada suatu tingkat yang  digambarkan oleh penafsir Muhammad &#39;Abduh dan al-Maraghi—berdasarkan  suatu riwayat—bahwa &quot;Nabi sering kali pergi ke puncak gunung untuk  menjatuhkan dirinya (membunuh diri),&quot; Wa al-&#39;Iyadzu billah. &quot;Tuhan  Muhammad telah meninggalkan dan membencinya&quot;, demikian tanggapan  sementara kaum musyrikin atas ketidakhadiran wahyu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun  mengenai siapa yang mengucapkan kata-kata ini, yang kemudian dibantah  oleh ayat ketiga surah ini, tidak diketahui jelas karena banyak riwayat  yang simpang siur. Satu riwayat menyatakan bahwa orang itu adalah Ummu  Jamil istri Abu Lahab; ada pula riwayat yang mengatakan bahwa yang  berkata demikian adalah Khadijah RA istri Nabi sendiri. Muhammad &#39;Abduh  berpendapat bahwa ucapan itu adalah gambaran tentang gejolak jiwa Nabi  sendiri yang merasa telah ditinggalkan dan dibenci oleh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Abduh  menolak pandangan yang menyatakan bahwa kaum musyrikin yang mengucapkan  kata-kata itu dengan alasan bagaimana mereka mengetahui ketidakhadiran  wahyu sampai mereka dapat memberi tanggapan semacam itu? Yang  terjadi—menurutnya—adalah karena Nabi SAW sudah demikian rindu dengan  kehadiran wahyu, setelah merasakan manisnya berhubungan dengan wahyu  Ilahi, dan setiap kerinduan melahirkan kegelisahan, setiap kegelisahan  melahirkan rasa takut. Rasa takut ini dialami oleh setiap manusia.  Sedang, Rasul SAW adalah manusia yang hanya berbeda dengan manusia lain  dari segi perolehan wahyu semata-mata, sebagaimana ditegaskan Allah  dalam banyak tempat di dalam Al Qur&#39;an, seperti: &quot;&lt;i&gt;Aku hanyalah seorang  manusia seperti kamu (tetapi) yang mendapat wahyu&lt;/i&gt;.&quot; Demikian pendapat  &lt;b&gt;Muhammad &#39;Abduh&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapapun berbeda-beda riwayat itu, yang dapat  dipastikan adalah bahwa surah ini turun sebagai bantahan terhadap dugaan  tersebut sekaligus hiburan kepada Nabi SAW menyangkut masa depan  risalah yang diembannya. Mengapa wahyu tidak datang sebagaimana  biasanya? Riwayat yang dikemukakan oleh ath-Thabarani menyatakan bahwa  seekor anak anjing mati di kamar tidur Nabi, sedang Jibril enggan masuk  di satu rumah yang di dalamnya terdapat anjing, dan nanti setelah  bangkai anjing itu dikeluarkan, barulah malaikat Jibril datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Riwayat  ini memiliki kelemahan-kelemahan, baik dari segi sanad (rangkaian para  perawinya) maupun dari segi matan (kandungan beritanya). Sebentar kita  akan kembali membahas persoalan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa lamakah Nabi SAW  menantikan kehadiran wahyu sehingga timbul tanggapan negatif di atas?  Berbeda-beda pula riwayat menyangkut hal ini. Imam Bukhari menyatakan 2  atau 3 hari, sedang Ibn Jarîr ath-Thabari mendukung riwayat yang  menyatakan 12 hari. Ada juga riwayat yang menyatakan 15 bahkan 40 hari,  tentunya semakin lama jarak antara keduanya semakin besar kegelisahan  dan tanggapan negatif, demikian pula sebaliknya, sehingga riwayat  Bukhâri di atas agaknya dapat diartikan sebagai &#39;2-3 hari&#39; dalam arti  beberapa hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surah ini merupakan awal dari surah yang dinamai  Qishar al-Mufashshal. Ketika turunnya Nabi SAW bertakbir (mengucapkan  Allahu Akbar), dan dari pengamalan beliau inilah para ulama menganjurkan  agar setiap selesai membaca surah ini dan surah-surah yang tercantum  dalam Mushhaf sesudah adh-Dhuha agar bertakbir pula, baik pembacaan  tersebut dalam salat maupun di luar salat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketidakhadiran wahyu al-Qur’an, seperti yang selama ini diterima oleh  Nabi Muhammad SAW, melahirkan dampak negatif dalam jiwa beliau sehingga  melahirkan semacam kegelisahan. Kegelisahan menjadi-jadi dengan komentar  berbagai kalangan masyarakat yang menyatakan bahwa, &quot;Tuhan Muhammad  telah meninggalkan dan membencinya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membantah  komentar-komentar tersebut sekaligus menenangkan hati Nabi SAW, Allah  SWT bersumpah: Demi adh-Duha, yakni matahari ketika naik sepenggalahan  (1).*) Dan demi malam saat ia hening (2).**) Allah tidak meninggalkanmu  dan tidak pula membenci (3), dengan kebencian yang luar biasa, baik  terhadap siapa pun apalagi terhadapmu. Selanjutnya, ayat 4 menegaskan  bahwa sungguh akhirat, yakni masa datang lebih baik bagimu wahai Nabi  Muhammad dari pada masa lalu. Selanjutnya, ayat 5 yang menyatakan bahwa  Tuhan Pemeliharamu pasti akan memberimu aneka karunia sampai engkau  puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*) Kehadiran wahyu dilukiskan dengan cahaya matahari ketika  naik sepenggalah, yang cahayanya ketika itu memancar menerangi seluruh  penjuru, tetapi dalam saat yang sama ia tidak terlalu terik, sehingga  tidak mengakibatkan gangguan sedikit pun, bahkan panasnya memberikan  kesegaran, kenyamanan, dan kesehatan. Demikian itulah perumpamaan  tuntunan-tuntunan wahyu Ilahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
**) Ketidakhadiran tuntunan Ilahi  bukan saja sama dengan kegelapan yang remang-remang pada saat Maghrib  misalnya, tetapi kegelapan yang terjadi di tengah malam buta. Ketika itu  tidak secercah pun cahaya matahari, kesunyiaan yang melahirkan  kegelisahan pun sering kali dialami. Begitulah keadaan mereka yang tidak  memperoleh bimbingan wahyu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ayat 1-5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Nabi SAW tidak sedikit pun memiliki peranan dalam kehadiran atau  ketidakhadiran wahyu. Buktinya bahwa kendati beliau sangat mendambakan  kehadirannya, namun berhari-hari wahyu tak kunjung datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Matahari tidak membedakan antara satu lokasi dengan lokasi yang lain:  Kalaupun ada sesuatu yang tidak disentuh oleh cahayanya, maka hal itu  bukan disebabkan oleh matahari itu tetapi karena posisi lokasi itu  sendiri yang terhalangi oleh sesuatu. Begitu juga tuntunan Ilahi. Siapa  yang menghindari/menjauh dari lokasi pancarannya, ia tidak akan  mendapatkan sinar dan kehangatannya. Karena itu mendekatlah, bukalah  pintu dan jendela hati Anda agar cahaya dapat memasukinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  Ketidakhadiran wahyu—dalam beberapa hari— bukan tanda bahwa Tuhan  meninggalkan Nabi SAW. Kalau pun itu serupa dengan malam kelam, maka itu  hanya sementara karena fajar sebentar lagi akan menyingsing.  Ketidakhadirannya bertujuan memberi kesempatan beristirahat. Bukankah  malam dijadikan Allah untuk beristirahat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Allah sama sekali  tidak membenci dengan kebencian luar biasa terhadap siapa pun. Betapa  pun besar murka-Nya, namun rahmat-Nya mengalahkan amarah-Nya. Rahmat-Nya  tetap menyentuh pendurhaka. Karena itu, Rasul saw. berpesan: &quot;Cintailah  kekasihmu tanpa melampaui batas karena mungkin dia akan menjadi orang  yang kamu benci pada suatu saat. Dan bencilah musuhmu tanpa melampaui  batas pula karena mungkin suatu ketika dia menjadi kekasihmu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.  Masa datang bagi orang yang beriman selalu lebih baik daripada masa  kininya. Karena itu, siapa yang hari ininya lebih baik dari hari esoknya  maka sungguh merugi bahkan celaka dia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk lebih meyakinkan semua pihak tentang kebenaran dan kepastian janji  Allah yang disebut oleh ayat-ayat yang lalu, ayat-ayat di atas  menguraikan sedikit dari anugerah Allah yang telah dilimpahkan-Nya  kepada Nabi Muhammad SAW, Allah berfirman: Bukankah Allah mendapatimu  sebagai seorang yatim yang membutuhkan perlindungan, lalu Dia  melindungimu dengan menyerahkanmu kepada kakek dan pamanmu? (6).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah  Allah mendapatimu sebagai seorang yang bingung, karena tidak ada  kepercayaan dalam masyarakat yang memuaskan nalar dan jiwamu, lalu Dia  memberi petunjuk kepadamu dengan kedatangan malaikat Jibril menyampaikan  wahyu-wahyu-Ku? (7)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan pulakah Allah mendapatimu seorang  yang berkekurangan, yakni tidak memiliki harta benda, lalu Dia memberi  kecukupan dengan rezeki-Nya serta kepuasan hati? (8).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga  anugerah Allah yang diingatkan kepada Nabi SAW itu dihadapkan dengan  tiga petunjuk dalam rangka mensyukuri ketiga nikmat tersebut yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun  anak yatim, maka janganlah sewenang-wenang terhadapnya (9). Bukankah  engkau telah merasakan betapa pahitnya menjadi yatim?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun  peminta, yakni yang membutuhkan sehingga meminta guna menutupi  kebutuhannya—baik material maupun selainnya—maka janganlah menghardiknya  (10).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun menyangkut nikmat Tuhanmu, maka sampaikan atau sebut-sebutlah (11).*)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)  Penyampaian nikmat/anugerah tersebut tidak terbatas pada hal-hal yang  bersifat material, tetapi mencakup juga yang immaterial, semacam nama  baik dan kedudukan yang diperoleh. Ini dianjurkan untuk disebut-sebut  selama tidak diikuti oleh rasa keangkuhan dan kebanggaan yang terlarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ayat 6-11&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Perlindungan bersumber dari Allah SWT, walau sepintas terlihat melalui tangan-tangan manusia.**)&lt;br /&gt;
2.  Nabi SAW tidak dikenal sebagai seorang kaya. Namun, Allah menganugerahi  beliau kecukupan berupa kepuasan hati setelah usaha halal maksimal. Dan  itulah kekayaan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
3. Yang pertama dan utama yang  dituntut terhadap anak-anak yatim adalah bersikap baik dengan menjaga  perasaan mereka, bukannya memberi mereka pangan. Menyakiti perasaan anak  kecil dapat menimbulkan kompleks kejiwaan yang terbawa hingga dewasa.  Dampaknya jauh lebih buruk daripada kekurangan dalam bidang material.&lt;br /&gt;
4.  Menyebut-nyebut nikmat Tuhan apabila disertai dengan rasa puas sambil  menjauhkan rasa angkuh merupakan salah satu bentuk pengejawantahan dari  kesyukuran kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;
5. Tiga tuntunan pada akhir surah ini,  diperurutkan sedemikian rupa. Agaknya Allah SWT sengaja mendahulukan  arangan berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim dan larangan  menghardik siapa pun yang meminta —sengaja mendahulukan kedua petunjuk  ini—atas petunjuk yang dikandung oleh ayat 11, yakni  menyampaikan/berbicara tentang nikmat Allah, agar dengan demikian Allah  mendahulukan hak dan kepentingan anak-anak yatim serta orang-orang yang  sangat berhajat atas hak-Nya sendiri, karena keduanya merupakan makhluk  dhaif yang mendambakan bantuan, sedang Dia (Allah) adalah Zat yang tidak  memerlukan apa pun. Dengan demikian, membantu yang dhaif dan perlu  harus didahulukan atas yang kuasa dan mampu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
**) Sejarah  menguraikan bahwa ayah Nabi SAW, Abdullah, wafat saat usia beliau dalam  kandungan baru dua bulan. Pada usia enam tahun ibu beliau, Aminah,  kembali juga ke rahmat Allah sehingga Muhammad saw. dipelihara dan  diasuh oleh kakeknnya, Abdul Muththalib. Setelah dua tahun kemudian sang  kakek pun meninggal, seterusnya paman beliau, Abu Thalib, tampil  sebagai pengasuh sekaligus pelindung utama beliau hingga dewasa, bahkan  hingga diangkat menjadi Nabi. Demikian antara lain perlindungan Allah  kepada Nabi SAW yang dianugerahkan-Nya melalui manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, &lt;i&gt;wa Allah A&#39;lam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Detik.com dari &lt;span style=&quot;color: #20124d;&quot;&gt;Tafsir Al Mishbah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/adh-dhuha-tafsir-al-mishbah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDBZ7Y00Q4-GywO4CxHI9R06BWr2zeTythGgxLVkjPjYXRP47nS8hK4B2BfzrNMMFrqI5MBVOIPeTjMPXd_izdLfbaEc1bAUsmI05rV5GmdxewTuXXtMXBgJoDd2X2CpN24WcATxrImU/s72-c/quran-7096892.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-6003305237987354718</guid><pubDate>Wed, 20 Jul 2011 15:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-10T11:57:04.773+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Quran</category><title>Surah al-Lail</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoTxDchpPGylcizCZYiR9inQ8PrvkWPhbPdAhbBFdFUgsy42l2RLzSSKJcWRNJhnvtKJWfG6BaAVqXDDKczNI7XeVfV1lTqeJJ0MTYt4XgfG3Dgn-6vv7fgOn6q1LKLFipXnT_QX9nw3g/s1600/Quran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;153&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoTxDchpPGylcizCZYiR9inQ8PrvkWPhbPdAhbBFdFUgsy42l2RLzSSKJcWRNJhnvtKJWfG6BaAVqXDDKczNI7XeVfV1lTqeJJ0MTYt4XgfG3Dgn-6vv7fgOn6q1LKLFipXnT_QX9nw3g/s200/Quran.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Surah ini dimulai dengan sumpah Allah tentang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Malam apabila menutupi alam keliling dengan kegelapannya (1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Siang apabila terang benderang sehngga menampakkan dengan jelas yang remang dan tersembunyi (2).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  Penciptaan laki-laki dan perempuan, jantan dan betina (3). Allah  bersumpah dengan hal-hal yang bertolak belakang itu untuk menegaskan  bahwa sesungguhnya usaha kami wahai manusia sungguh berbeda-beda [4],  sebagaimana perbedaan malam dan siang dan lelaki dan perempuan. Ada yang  bermanfaat, ada juga yang merusak, ada yang berdampak kebahagiaan dan  ada juga kesengsaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika demikian itu, keragaman amal  perbuatan manusia, maka tentu saja dampaknya pun akan berbeda, Nah,  ayat-ayat berikut menjlaskan dampak tersebut, yakni: adapun orang yang  memberi dengan ikhlas apa yang dalam genggaman tangan dan kemampuannya  serta melakukan aneka kewajiban yang dipikulnya, dan dia bertakwa (5),  yakni berupaya menghindari siksa Ilahi dengan melaksanakan perintah-Nya  serta menjauhi larangan-Nya serta membenarkan adanya kesudahan yang  terbaik (6), antara lain kemenangan, ganjaran, atau surga yang  dijanjikan Allah, maka Allah bersama dengan makhluk-makhluk yang Dia  tugaskan akan memudahkan baginya jalan kemudahan (7), yakni Allah akan  menyiapkan untuknya aneka jalan yang mengantarkannya kepada kemudahan  dan ketenangan dengan mengarahkannya kepada jalan kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedang  yang kikir dan merasa dirinya cukup sehingga mengabaikan orang lain  atau mengabaikan tuntutan Allah dan Rasul-Nya (8) serta mengingkari  keniscayaan Kiamat atau kesudahan yang terbaik [9], maka kelak Allah  akan memudahkan baginya jalan menuju kesukaran (10). Jangan duga bahwa  hartanya tidak berguna baginya apabila dia telah binasa, yakni setelah  meninggalnya nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat 1-11&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Manusia dalam hidup ini berbeda perangai, kecenderungan, pandangan dan  perhatian. Usahanya bermacam-macam dan berbeda-beda dalam substansi,  motivasi dan arahnya, sehingga dampak dan hasilnya pun pasti  berbeda-beda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Malam bertingkat-tingkat kepekatan hitamnya,  demikian juga siang dengan kejelasannya. Ini mengisyaratkan juga  bertingkat-tingkat amalan manusia, yang baik dan yang buruk. Ada yang  mencapai puncak -kebaikan atau keburukan- dan ada juga yang belum/tidak  mencapainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kebaikan pada dasarnya dapat dilakukan dengan  mudah, karena sejalan dengan jati diri manusia. Berbeda dengan  keburukan, yang ditutup-tutupi dan dikerjakan dengan berpayah-payah  menyembunyikannnya. Kebaikan dapat dilakukan dengan santai, bahkan ada  kecenderungan untuk menampakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Sebelum Allah mempermudah  bagi seseorang untuk menelusuri jalan kebahagiaan atau sebaliknya, yang  bersangkutan terlebih dahulu harus aktif melakukan sesuatu. Dalam  konteks meraih kemudahan, yang bersangkutan harus memberi, bertakwa,  serta membenarkan adanya kesudahan terbaik. Sebaliknya, yang memperoleh  kesulitan adalah yang kikir dan merasa dirinya cukup serta mendustakan  keniscayaan Kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah ayat-ayat yang lalu menegaskan keragaman kegiatan dan dampak  amal manusia, yang mengantarkan kepada kebahagiaan dan kemudahan atau  kesengsaraan dan kesulitan, ayat di atas menjelaskan bahwa sebenarnya  Allah tidak membiarkan mereka tanpa bimbingannya. Ayat 12 bagaikan  menyatakan bahwa Allah mewajibkan atas diri-Nya memberi petunjuk dan  penjelasan tentang amal-amal yang berdampak baik dan berdampak buruk.  Lebih jauh, ayat 13 menegaskan kuasa-Nya, bahwa hanya Allah yang  memiliki akhirat dan dunia serta segala yang berkaitan dengan kehidupan  pada kedua alam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, ayat 14-16 menegaskan  peringatan Allah secara langsung dengan menyatakan bahwa: Aku Allah  secara langsung memperingatkan kamu wahai para pendurhaka dengan api  yang sangat besar yang terus menerus menyala-nyala (14). Tidak ada yang  masuk ke dalamnya serta meraskan siksanya lagi kekal di sana kecuali  orang yang paling atau lebih celaka dari yang lain (15), yaitu mereka  yang mendustakan dan berpaling dari tuntunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menguraikan  keadaan yang dapat menimpa para pendurhaka, yaitu kecelakaan dan  penyiksaan di neraka, ayat-ayat berikut menguraikan siapa yang terhindar  dari kecelakaan dan penyiksaan itu. Ayat 17 dan 18 menyatakan : bahwa  akan dijauhkan dari siksa api yang berkobar-kobar itu orang yang  bertakwa, yakni yang memelihara dirinya dari kemusyrikan dan  kemaksiatan. Dan yang salah satu ciri utamanya adalah menafkahkan  hartanya di jalan Allah untuk membersihkan harta tersebut dan  mengembangkannya (18).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bernafkah semata-mata karena mencari  keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi (20). Karena itu, ayat 21 yang  merupakan penutup surah ini menagaskan bahwa: Pasti kelak dia  benar-benar akan puas dengan meraih lebih dari apa yang diidamkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran apa yang dapat dipetik dari ayat 12-21&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Allah SWT memberi hidayah kepada setiap manusia melalui tuntunan para  rasul yang diutus-Nya dan akal pikiran serta potensi untuk beramal, yang  dianugerahkan-Nya sehingga dengan demikian tidak ada alasan bagi siapa  pun yang berakal dan telah menerima informasi keagamaan untuk tidak  patuh kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Segala yang berkaitan dengan kehidupan dunia  adalah milik Allah. Demikian pula dengan kehidupan akhirat. Dia yang  mengendalikan keduanya melakui hukum-hukum yag ditetapkan-Nya berlaku  pada masing-masing alam dunia dan akhirat itu. Jika demikian, keliru  siapa yang ingin meraih dunia atau akhirat atau keduanya, bila tidak  menyesuaikan diri dengan ketetapan serta sistem yang ditetapkan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  Tidak ada yang lebih celaka daripada penghuni neraka, karena  kecelakaannya amat besar dan langgeng tidak berakhir, tidak seperti  kecelakaan duniawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Ayat-ayat di atas member kabar gembira  kepada siapa pun yang bertakwa yang ciri utamanya adalah memberi tanpa  mengharap imbalan dari manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, wa Allah A&#39;lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Sumber : Detik.com dari &lt;span style=&quot;color: #20124d;&quot;&gt;Tafsir Al-Mishbah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/al-lail.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoTxDchpPGylcizCZYiR9inQ8PrvkWPhbPdAhbBFdFUgsy42l2RLzSSKJcWRNJhnvtKJWfG6BaAVqXDDKczNI7XeVfV1lTqeJJ0MTYt4XgfG3Dgn-6vv7fgOn6q1LKLFipXnT_QX9nw3g/s72-c/Quran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-3231350612453015056</guid><pubDate>Wed, 20 Jul 2011 13:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-10T11:58:28.789+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Quran</category><title>Surah asy-Syams</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDBZ7Y00Q4-GywO4CxHI9R06BWr2zeTythGgxLVkjPjYXRP47nS8hK4B2BfzrNMMFrqI5MBVOIPeTjMPXd_izdLfbaEc1bAUsmI05rV5GmdxewTuXXtMXBgJoDd2X2CpN24WcATxrImU/s1600/quran-7096892.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;175&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDBZ7Y00Q4-GywO4CxHI9R06BWr2zeTythGgxLVkjPjYXRP47nS8hK4B2BfzrNMMFrqI5MBVOIPeTjMPXd_izdLfbaEc1bAUsmI05rV5GmdxewTuXXtMXBgJoDd2X2CpN24WcATxrImU/s200/quran-7096892.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Surah asy-Syams terdiri dari 15 ayat. Kata asy-Syams, yang berarti &quot;Matahari&quot;, diambil dari ayat pertama. Ayat-ayat surah asy-Syams disepakati turun sebelum Nabi berhijrah ke Madinah. Namanya yang dikenal dalam Mushhaf surah asy-Syams.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Bukhari dalam kitab shahîh-nya menamainya surah wa asy-Syams wa Dhuhaha, sesuai bunyi ayat pertamanya. Nama ini lebih baik daripada sekadar menyebut surah asy-Syams karena ada surah lain yang juga menyebut kata asy-syams pada awalnya, yaitu surah at-Takwîr. Tidak ada nama untuknya kecuali yang disebut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan utama surah ini adalah anjuran untuk melakukan aneka kebajikan dan menghindari keburukan-keburukan. Itu ditekankan dengan aneka sumpah yang menyebut sekian macam hal agar manusia memerhatikannya guna mencapai tujuan tersebut sebab, kalau tidak, mereka terancam mengalami bencana sebagaimana yang dialami oleh generasi terdahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thabathaba&#39;i menulis bahwa surah ini mengingatkan bahwa kebahagiaan manusia—yang mengenal takwa dan kedurhakaan berdasar pengenalan yang dilakukan Allah kepada-Nya—adalah dengan menyucikan dan mengembangkan dirinya dengan pengembangan yang baik serta menghiasinya dengan ketakwaan dan menghindarkannya dari segala kedurhakaan. Sebaliknya, ketidakberhasilan meraih sukses adalah dengan memendam potensi positif itu. Ini dibuktikan oleh surah ini dengan pengalaman pahit generasi terdahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayyid Quthub secara singkat melukiskan surah ini sebagai uraian menyangkut hakikat jiwa manusia serta potensi naluriahnya yang suci, peranan manusia terhadap dirinya, dan tanggung jawabnya menyangkut kesudahan hidupnya. Hakikat tersebut dikaitkan oleh surah ini dengan hakikat-hakikat yang terdapat di alam raya serta kenyataan-kenyataannya, sambil mengemukakan contoh dari kekecewaan yang menimpa mereka yang tidak menyucikan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Biqa&#39;i memahami tema surah ini sebagai bukti tentang kuasa Allah mengendalikan jiwa manusia—yang merupakan matahari jasmaninya—&lt;br /&gt;
menuju kebahagiaan atau kesengsaraan, sebagaimana kuasa-Nya mengendalikan matahari bahkan seantero alam raya ini. Namanya, asy-Syams (Matahari), menunjuk tujuan tersebut. Demikian lebih kurang al-Biqa&#39;i&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surah ini dinilai sebagai surah yang ke-26 dari segi urutan turun surah.&lt;br /&gt;
Ia turun sesudah al-Qadr dan sebelum surah al-Buruj. Jumlah ayat-ayatnya&lt;br /&gt;
menurut perhitungan banyak ulama sebanyak 15 ayat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam surah yang lalu (al-Balad), ditegaskan bahwa manusia hidup dalam kesulitan sambil menekankan bahwa siapa pun yang menyimpang dari jalan Allah, maka dia akan hidup dalam kesulitan abadi, yakni neraka. Karena itu, pada awal surah ini Allah bersumpah bahwa hal itu demikian berdasar sunnah/ketentuan yang ditetapkan dan berlaku umum bagi siapa pun. Untuk menekankan hal tersebut Allah dalam surah ini bersumpah dengan tujuh fenomena alam:&lt;br /&gt;
1.Matahari dan cahayanya di pagi hari.&lt;br /&gt;
2.Bulan yang memantulkan cahaya matahari ketika mengiringinya.&lt;br /&gt;
3.Siang ketika ia menampakkan dengan jelas keberadaan matahari.&lt;br /&gt;
4.Malam ketika menutupi cahaya matahari dengan kegelapan.&lt;br /&gt;
5.Langit dengan penciptaan dan peninggiannya yang demikian hebat.&lt;br /&gt;
6.Bumi serta penghamparannya yang demikian mengagumkan.&lt;br /&gt;
7.Jiwa manusia serta penyempurnaan ciptaannya yang diilhami Allah potensi kedurhakaan dan ketakwaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bersumpah dengan hal-hal di atas, ayat 9 dan 10 menjelaskan apa yang hendak ditekankan-Nya dengan sumpah-sumpah di atas, yaitu sungguh beruntung meraih segala apa yang diharapkannya siapa yang menyucikan jiwa dan mengembangkan dirinya [9] dan sungguh merugilah siapa yang memendamnya, yakni menyembunyikan kesucian jiwanya [10].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran Yang Dapat Ditarik Dari Ayat 1-10&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Manusia adalah makhluk yang memiliki tabiat, potensi, dan kecenderungan ganda, yakni positif ke arah baik atau negatif ke arah buruk. Jika ingin berbahagia, maka dia harus mengembangkan diri ke arah yang baik. Karena itu, kedurhakaan terjadi akibat ulah manusia sendiri yang enggan menggunakan potensi positifnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Allah menganugerahi manusia pengetahuan mendasar tentang hal-hal yang bersifat aksiomatik; bermula dengan dorongan naluriah kepada hal-hal yang bermanfaat, seperti keinginan bayi menyusu, dorongan untuk menghindari bahaya, dan lain-lain hingga mencapai tahap awal dari kemampuan meraih pengetahuan yang bersifat akliah. Allah juga menganugerahi manusia potensi untuk mengetahui hal-hal mendasar menyangkut kebaikan dan keburukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Daya-daya manusia sangat banyak dan dapat terus-menerus dikembangkan, karena itu yang berbahagia adalah yang terus mengembangkan daya-daya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.Manusia tidak dituntut untuk membunuh dan memendam nafsunya. Karena nafsu pun dibutuhkan dalam hidup ini, seperti nafsu makan, seks, amarah terhadap keburukan. Yang dituntut adalah pengendalian nafsu itu agar mengarah kepada kebaikan dan tidak melampaui batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.Penyucian jiwa adalah upaya sungguh-sungguh agar matahari kalbu manusia tidak mengalami gerhana, dan bulannya selalu memberi penerangan. Ia harus berusaha agar siangnya tidak keruh, dan tidak pula kegelapannya bersinambung. Cara untuk meraih hal tersebut adalah memerhatikan hal-hal spiritual yang serupa dengan hal-hal material yang digunakan Allah bersumpah itu. Hal spiritual yang serupa dengan matahari adalah tuntunan kenabian. Semua yang berkaitan dengan kenabian memiliki cahaya benderang dan kesucian yang mantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat yang lalu menegaskan kerugian siapa yang mengotori jiwanya dengan memendam potensi positifnya. Ayat-ayat 11-15 surat ini memberi contoh tentang mereka, yaitu kaum Tsamud yang telah mendustakan rasul mereka, yakni Nabi Shaleh as., karena mereka mengotori jiwanya sehingga melampaui batas [11]. Itu sangat jelas ketika tampil salah seorang di antara mereka yang merupakan orang yang paling celaka di antara mereka untuk mengganggu unta yang dijadikan Allah sebagai mukjizat Nabi Shaleh [12]*). Melihat hal tersebut, Nabi Shaleh as. memperingatkan semua anggota masyarakat kaum Tsamud itu sambil meminta agar mereka membiarkan unta betina itu bebas dan tidak mengganggunya atau mengambil minumannya pada hari yang ditetapkan khusus untuknya [13].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peringatan Nabi Shaleh as. tidak digubris oleh kaumnya, bahkan mereka mengingkari kenabian beliau. Lalu, mereka menyembelih unta itu maka mereka dibinasakan Allah dengan suara menggelegar atau dengan menjungkirbalikkan tanah tempat mereka berpijak disebabkan dosa mereka, sehingga Dia Yang Mahakuasa itu meratakan mereka dengan tanah [14]. Surah ini ditutup oleh ayat 15 yang menyatakan bahwa Allah swt. sama sekali tidak takut, yakni peduli apapun, akibat penyiksaan itu [15].**)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*) Kaum Tsamud terkenal dengan kemahiran mereka dalam memahat. Nabi Shaleh as. menunjukkan bukti kenabiannya dengan “memahat” sebuah batu karang yang menjelma—atas izin Allah—menjadi seekor unta betina yang benar-benar hidup. Mereka melihatnya minum dan mereka juga dapat meminum susu unta itu. Allah memerintahkan mereka untuk tidak mengganggu unta tersebut, tetapi kaum Tsamud bukan saja mengganggunya, tapi menyembelihnya sehingga jatuhlah sanksi Allah terhadap mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
**)Firman-Nya: Allah tidak takut apa pun akibat penyiksaan itu, merupakan tamsil. Tidak jarang seseorang merasa takut dan berhati-hati bahkan boleh jadi merasa gentar bila ada dendam yang mengundang pembalasan dari keluarga siapa yang pernah dia siksa. Ayat di atas menyatakan bahwa hal seperti itu&lt;br /&gt;
tidaklah menyentuh Allah swt. Allah bukan seperti manusia yang tidak jarang mempertimbangkan sanksi yang akan dijatuhkan karena mengkhawatirkan dampak buruk sanksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran Yang Dapat Ditarik Dari Ayat 11-15&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Mukjizat, yakni bukti kebenaran rasul Allah, disesuaikan Tuhan dengan bidang kemahiran masyarakat yang ditemuinya. Kaum Nabi Shaleh mahir dalam seni pahat, maka ditampilkan unta yang benar-benar hidup yang lahir dari sebuah batu karang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Siapa yang menyetujui satu perbuatan, maka persetujuannya itu sudah dapat menjadikan dia salah satu dari mereka yang terlibat dalam perbuatan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Masyarakat akan mengalami akibat buruk dari apa yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok dari anggotanya bila mereka menyetujui perbuatan orang atau kelompok itu. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang terikat oleh pandangan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, wa Allâh A‘lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Detik.com dari &lt;span style=&quot;color: #20124d;&quot;&gt;Tafsir Al-Mishbah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/07/surah-asy-syams.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDBZ7Y00Q4-GywO4CxHI9R06BWr2zeTythGgxLVkjPjYXRP47nS8hK4B2BfzrNMMFrqI5MBVOIPeTjMPXd_izdLfbaEc1bAUsmI05rV5GmdxewTuXXtMXBgJoDd2X2CpN24WcATxrImU/s72-c/quran-7096892.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-6758706362002905809</guid><pubDate>Tue, 19 Jul 2011 15:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-10T12:00:21.926+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Quran</category><title>Surah al-Fajr</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoTxDchpPGylcizCZYiR9inQ8PrvkWPhbPdAhbBFdFUgsy42l2RLzSSKJcWRNJhnvtKJWfG6BaAVqXDDKczNI7XeVfV1lTqeJJ0MTYt4XgfG3Dgn-6vv7fgOn6q1LKLFipXnT_QX9nw3g/s1600/Quran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibURmb8WdKSk3cu72RHm_xGP4_aAaf39Yk-KcgVkqIZDPgIxKIDGr0UyPhyphenhyphen2YCSd64AXhyphenhyphenhdbwAeVEcy0WpdnSillWoKMEeLmXyCxtyIrFFOzGow-nu3wKGY1nFUpERQUA1kzHm7-ZZzk/s1600/noble_quran1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibURmb8WdKSk3cu72RHm_xGP4_aAaf39Yk-KcgVkqIZDPgIxKIDGr0UyPhyphenhyphen2YCSd64AXhyphenhyphenhdbwAeVEcy0WpdnSillWoKMEeLmXyCxtyIrFFOzGow-nu3wKGY1nFUpERQUA1kzHm7-ZZzk/s320/noble_quran1.jpg&quot; width=&quot;208&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Surah al-Fajr terdiri dari 30 ayat. Kata al-Fajr, yang berarti &quot;Fajar&quot;,diambil dari ayat pertama.Ayat-ayat surah ini disepakati turun sebelum Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah. Namanya adalah al-Fajr, tanpa wauw, sedikit berbeda dengan bunyi ayatnya yang pertama. Penamaan ini disepakati juga oleh para penulis mushhaf, para perawi hadis, dan para pakar tafsir. Tidak ada nama lain bagi kumpulan ayat-ayat ini kecuali nama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uraian utama surah ini adalah ancaman kepada kaum musyrikin Mekkah jangan sampai mengalami siksa yang telah dialami oleh para pendurhaka yang jauh lebih perkasa daripada mereka, sekaligus berita gembira serta pengukuhan hati Nabi SAW dan kaum muslimin yang pada masa turunnya ayat-ayat surah ini masih tertindas oleh kaum musyrikin Mekkah. Surah ini juga—sebagaimana dikemukakan Thabathaba&#39;i—merupakan celaan kepada mereka yang memiliki ketergantungan sangat besar terhadap dunia sehingga menghasilkan kesewenangan dan kekufuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tema surah ini, menurut al-Biqa&#39;i, adalah pembuktian tentang uraian akhir surah al-Ghasyiyah, yakni kematian, serta hisab (pertanggungjawaban) manusia atas amal-amalnya. Bukti tentang tema utama surah ini diisyaratkan oleh namanya al-Fajr, yakni terpancar saat subuh guna melahirkan siang yang kemarin telah berlalu tanpa perubahan zatnya, demikian juga kebangkitan manusia dari kematian kecil, yakni tidur, dengan tersebarnya cahaya siang agar manusia mencari sarana kehidupan untuk kemudian mengalami hisâb yang menghasilkan ganjaran atau balasan. Demikian al-Biqa&#39;i.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surah ini merupakan wahyu yang ke-10 yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Ia turun sebelum surah adh-Dhuha dan sesudah surah al-Fil. Ayat-ayatnya berjumlah 30 ayat menurut cara perhitungan ulama Kufah dan Syam, dan 32 ayat menurut cara perhitungan ulama Mekkah dan Madinah karena ayat 15 mereka jadikan dua ayat yakni awalnya sampai kata wana&#39;ammahu satu ayat, dan selebihnya satu ayat lagi sampai dengan akraman. Demikian juga ayat 16 mereka jadikan dua ayat, yang pertama sampai kata rizqahu lalu lanjutannya ayat berdiri sendiri sampai dengan ahanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir ayat pada surah yang lalu menegaskan tentang keniscayaan kematian dan kembalinya manusia kepada Allah untuk menjalani perhitungan dan memperoleh balasan dan ganjaran. Pergantian malam dan siang dan kemunculan serta kelahiran fajar sebagaimana terlihat setiap hari—setelah kepergiannya atau &quot;kematiannya&quot; kemarin—membuktikan kuasa Allah SWT dalam membangkitkan siapa yang telah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam konteks pembuktian itulah Allah pada awal ayat-ayat surah ini bersumpah dengan lima fenomena alam yang terlihat sehari-hari, yaitu:&lt;br /&gt;
1.Fajar yakni cahaya pagi ketika mulai mengusik kegelapan malam.&lt;br /&gt;
2.Malam-malam sepuluh pada setiap bulan ketika cahaya bulan mengusik kegelapan malam.&lt;br /&gt;
3.Yang genap, dan&lt;br /&gt;
4.Yang ganjil dari malam-malam hari atau apa saja.&lt;br /&gt;
5.Malam secara umum bila berlalu.&lt;br /&gt;
Dengan menyebut kelima hal tersebut Allah menekankan pada ayat 5 bahwa benar-benar pada yang demikian itu terdapat sumpah yang mestinya mengantar siapa yang berakal untuk menerima dan meyakini apa yang disampaikan Allah melalui rasul-Nya, yaitu keniscayaan Hari Kiamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ayat-ayat yang lalu menyebut sekian banyak fenomena alam guna menunjuk kuasa-Nya membangkitkan manusia sekaligus kuasa-Nya untuk menjatuhkan sanksi bagi para pendurhaka, ayat 6 bertanya dengan maksud agar&lt;br /&gt;
dipikirkan bagaimana perlakuan Allah menjatuhkan sanksi terhadap umat terdahulu yang membangkang perintah-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga umat yang disebut oleh surah ini untuk diperhatikan bagaimana perlakuan Allah terhadap mereka adalah:&lt;br /&gt;
1.Umat Nabi Hud, yaitu kaum ‘Ad, yang sangat mahir dalam bangunan, sehingga dilukiskan kotanya yang bernama Iram, oleh ayat 7 dan 8 sebagai kota yang memunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun sebuah kota seperti itu sebelumnya di negeri lain, atau mereka dilukiskan sebagai sangat kuat dan Allah belum pernah menciptakan penduduk sekuat mereka di tempat-tempat lain.&lt;br /&gt;
2.Umat kaum Nabi Shaleh, yaitu Tsamud, yang demikian mahir dalam seni pahat, sehingga mereka mampu memotong batu-batu besar di lembah guna dijadikannya istana-istana tempat tinggal dan memahatnya sehingga menghasilkan relief-relief di dinding-dinding istana/ kediaman mereka [9].&lt;br /&gt;
3.Kaum Firaun yang memunyai pasak-pasak, yakni piramid-piramid yang terdiri dari batu-batu yang tersusun rapi dan kokoh tertancap di bumi, juga tentara-tentara yang dijadikannya bagaikan pasak guna mengukuhkan kekuasaannya [10].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga kaum itu, menurut ayat 11 dan 12, melampaui batas dalam negeri tempat tinggal mereka, sehingga di sana banyak terjadi kerusakan. Ayat 13 menjelaskan dampak buruk dari kesewenangan mereka itu, yakni Allah menuangkan dengan deras dan keras kepada mereka cemeti siksa. Ayat 14 menjelaskan bahwa sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Mengawasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 1-14&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Hidup adalah pergantian malam dan siang. Allah kuasa menerbitkan fajar yang menghapus kegelapan, mendatangkan terang di malam-malam gelap, dan tentu saja menghidupkan yang mati. Karena itu, jangan berputus asa dan bersiaplah menghadapi hari esok.&lt;br /&gt;
2.Al-Qur’an menginformasikan peristiwa masa lalu yang tidak diketahui orang pada masa turunnya, tetapi terbukti kemudian kebenarannya.*)&lt;br /&gt;
3.Kehancuran masyarakat bukan disebabkan karena keterbelakangan dalam bidang pembangunan, atau seni dan teknologi. Karena jika demikian, kaum ‘Ad, Tsamud, dan Firaun yang unggul pada masanya dalam bidang-bidang tersebut tidak dihancurkan Allah. Kehancuran masyarakat adalah akibat kedurhakaan dan kesewenang-wenangan.&lt;br /&gt;
4.Penindasan dan kesewenangan penguasa melahirkan kebejatan masyarakat dan kerusakan Negara karena yang demikian itu melahirkan kebencian dan kecurigaan yang memperlemah sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*) Pada tahun 1964-1969 dilakukan penggalian arkeologi, dan dari hasil-hasil analisis pada tahun 1980 ditemukan informasi dari salah satu lempeng tentang adanya kota yang bernama Shamutu, ‘Ad, dan Iram. Bukti arkeologi lain tentang kota Iram adalah berkat jasa pesawat ulang alik Challenger dan jasa satelit Perancis yang menemukan citra digital berupa garis putih pucat yang menandai beratus-ratus kilometer rute kafilah yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian berada di bawah tumpukan pasir yang telah menimbun selama berabad-abad hingga mencapai ketinggian seratus delapan puluh tiga meter. Berdasarkan data ini, Nicholas Clapp dan rekan-rekannya meneliti tanah tersebut dan melakukan pencarian. Pada bulan Februari 1992 mereka menemukan bangunan segi delapan dengan dinding-dinding dan menara-menara yang tinggi mencapai sekitar sembilan meter. Agaknya itulah yang dimaksud oleh ayat 7 di atas: &quot;Iram yang memunyai bangunan-bangunan yang tinggi.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengingatkan jatuhnya siksa atas para pendurhaka sekaligus memperingatkan tentang pengawasan-Nya, ayat-ayat berikut mengecam manusia yang tidak menyadari hal tersebut. Ayat 15 bagaikan menyatakan: Demikianlah adat kebisaan dan peradaban yang dibangun oleh ketiga masyarakat itu, dan demikian juga kebiasaan Allah dalam perlakuan-Nya kepada para pendurhaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya Allah tidak menghendaki dari manusia kecuali ketaatan yang bermanfaat buat mereka dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Adapun manusia yang durhaka, maka apabila dia diuji oleh Tuhannya, lalu dia dimuliakan dan diberi nikmat seperti harta, kehormatan, dan kekuatan, maka dia senantiasa berkata dengan bangga—tanpa sadar bahwa itu ujian—bahwa: &quot;Tuhanku telah memuliakanku karena aku memang wajar dimuliakan, sebab Tuhan mencintaiku.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, menurut ayat 16, bila Tuhannya mengujinya, lalu membatasi rezekinya atau menimpakan kepadanya aneka kekurangan, seperti penyakit atau hilangnya yang dikasihi, maka dia berkata dengan kesal menggerutu sambil melalaikan tuntunan agama bahwa: &quot;Tuhanku telah menghinakanku.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat 17 menyanggah ucapan dan dugaan itu: Sekali-kali tidak demikian! Atau berhentilah berucap demikian! Karena kemuliaan berpangkal dari kebajikan dan ketaatan, sedang kehinaan adalah karena kedurhakaan kepada Allah! Selanjutnya, ayat 18 menegaskan bahwa: Sebenarnya kamu wahai yang diluaskan rezekinya oleh Allah tidak memuliakan anak yatim [17] padahal Allah—menurut pendapatmu—telah memuliakan kamu sebagaimana pengakuanmu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, ayat 18 menyatakan bahwa lebih dari itu, kamu bahkan tidak saling menganjurkan memberi pangan orang miskin—apalagi memberi mereka pangan—padahal kamu memiliki kelebihan yang melimpah; dan kamu senantiasa mengambil dan menggunakan untuk kepentingan diri kamu, harta pusaka dengan cara menghimpun yakni yang halal bersama yang haram [19], juga kamu terus-menerus mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan [20], yakni disertai dengan ketamakan. Itu semua akibat perhatian yang berlebihan terhadap gemerlap duniawi, padahal mestinya manusia menggunakannya untuk meraih kenikmatan ukhrawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 15-20&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Jangan menduga ujian—yakni kenikmatan dan harta benda atau kepedihan dan keterbatasan harta—sebagai bukti cinta atau murka Allah. Tidak! Itu adalah ujian dan hasil ujian tidak diumumkan dalam kehidupan dunia ini. Penilaian akhir baru disampaikan kelak di Hari Kemudian.&lt;br /&gt;
2.Jika tidak dapat memberi sesuatu yang bermanfaat, maka paling tidak tampillah menganjurkan pihak lain untuk memberi.&lt;br /&gt;
3.Yang dikecam adalah yang mencintai harta secara berlebihan, karena ini mengantar kepada pengabaian selainnya, sehingg bila yang bersangkutan dihadapkan pada dua pilihan, walau salah satunya adalah nilai-nilai agama, maka yang mencintai harta secara berlebihan pasti akan memilih harta dan materi.&lt;br /&gt;
4.Melupakan Allah ketika bergelimang nikmat atau menggerutu ketika dalam kekurangan bukanlah sifat seorang Mukmin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap manusia durhaka terhadap dunia secara umum dan harta benda secara khusus, seperti yang digambarkan oleh ayat-ayat yang lalu dikecam oleh ayat-ayat di atas. Mereka menduga itulah jalan kebahagiaan. Ayat 21 di atas menafikan dugaan tersebut dengan menyatakan: Wahai manusia, tidak demikian! Atau ayat itu memperingatkan mereka bahwa: Jangan berbuat demikian, karena yang demikian dapat mencelakakan kamu. Lalu mereka diingatkan tentang masa yang pasti bagi kecelakaan mereka, yaitu bila bumi dengan mudah dihantamkan berturut-turut dengan hantaman yang besar sehingga meluluhkan segala sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat 22 menyatakan bahwa ketika itu juga datanglah Tuhanmu—wahai Nabi Muhammad atau wahai manusia— dalam bentuk yang sesuai dengan keagungan dan kesucian-Nya, atau hadirlah ketetapan-Nya, serta tampaklah dengan jelas kuasa dan keagungan-Nya. Sedang para malaikat berbaris-baris sesuai dengan kedudukan dan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, ayat 23 menyatakan bahwa pada hari itu diperlihatkanlah neraka Jahanam dengan aneka kengerian dan siksanya. Dan pada ketika itu juga sadarlah manusia tentang apa yang telah dilalaikannya; tetapi kesadaran itu,tidak lagi berguna karena saat itu adalah saat menuai, sedang saat menanam telah berlalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat 24 melukiskan penyesalan yang tidak berguna. Ketika itu, manusia yang lalai itu dari saat ke saat selalu mengatakan dengan penuh penyesalan: “Seandainya aku dahulu melakukan kegiatan yang berguna untuk hidupku, tentulah...” Ayat 24 ini tidak menyebut apa yang tentu itu, karena perandaian apa pun tidak ada gunanya lagi. Ayat 25 mengingatkan betapa pedih siksa Allah ketika itu. Tidak terbayang dalam benak siapa pun ada yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada satu pun yang dibelenggu seperti belenggu-Nya, yang dilakukan oleh malaikat atas perintah-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, kalau ayat yang lalu menguraikan penyesalan manusia durhaka, serta ucapan penyesalan mereka, maka ayat 27-30 menggambarkan sambutan Allah kepada yang taat. Allah berfirman menyerunya ketika ruhnya akan meninggalkan badannya atau ketika dia bangkit dari kuburnya: “Wahai jiwa yang tenang lagi merasa aman dan tenteram karena banyak berzikir dan mengingat Allah! Kembalilah, yakni wafat dan bangkitlah di Hari Kemudian menuju kepada Tuhan Pemelihara dan Pembimbingmu dengan hati rela, yakni puas dengan ganjaran Ilahi lagi diridhai oleh Allah, bahkan oleh seluruh makhluk, maka karena itu masuklah ke dalam kelompok hamba-hamba-Ku yang taat lagi memperoleh kehormatan dari-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku yang telah Ku-persiapkan bagi siapa&lt;br /&gt;
yang taat kepada-Ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 21-30&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Sumber kebahagiaan bukanlah harta, dan hidup yang sebenarnya adalah hidup di akhirat. Karena itu yang menyesal di Hari Kemudian akan menyadari bahwa apa yang dilakukannya selama berada di dunia bukanlah untuk kehidupannya.&lt;br /&gt;
2.Pada Hari Kiamat, keagungan dan kebesaran Allah akan hadir dan terlihat dengan amat jelas; malaikat-malaikat juga terlihat berbaris bershaf-shaf dan neraka didekatkan serta ia terlihat juga, khususnya oleh para pendurhaka.&lt;br /&gt;
3.Mereka yang taat, saat kematian atau ketika bangkit dari kuburnya, akan merasa tenang bertemu dengan Allah dan disambut oleh-Nya dengan sapaan mesra, lalu dipersilakan masuk ke surga. Itu disebabkan jiwa mereka tenang karena ketika mereka hidup di dunia, mereka banyak mengingat Allah swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, Wa Allâh A‘lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Detik.com dari &lt;span style=&quot;color: #20124d;&quot;&gt;Tafsir Al-Mishbah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/08/surah-al-fajr.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibURmb8WdKSk3cu72RHm_xGP4_aAaf39Yk-KcgVkqIZDPgIxKIDGr0UyPhyphenhyphen2YCSd64AXhyphenhyphenhdbwAeVEcy0WpdnSillWoKMEeLmXyCxtyIrFFOzGow-nu3wKGY1nFUpERQUA1kzHm7-ZZzk/s72-c/noble_quran1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8853310464823774657.post-1578971739572283503</guid><pubDate>Tue, 19 Jul 2011 14:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-10T12:01:24.563+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Quran</category><title>Surah al-Buruj</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoTxDchpPGylcizCZYiR9inQ8PrvkWPhbPdAhbBFdFUgsy42l2RLzSSKJcWRNJhnvtKJWfG6BaAVqXDDKczNI7XeVfV1lTqeJJ0MTYt4XgfG3Dgn-6vv7fgOn6q1LKLFipXnT_QX9nw3g/s1600/Quran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;153&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoTxDchpPGylcizCZYiR9inQ8PrvkWPhbPdAhbBFdFUgsy42l2RLzSSKJcWRNJhnvtKJWfG6BaAVqXDDKczNI7XeVfV1lTqeJJ0MTYt4XgfG3Dgn-6vv7fgOn6q1LKLFipXnT_QX9nw3g/s200/Quran.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ayat-ayat surah ini secara keseluruhan turun sebelum Nabi berhijrah. Demikian kesepakatan ulama. Ada beberapa nama yang disandangnya. Antara lain surah as-Sama&#39; Dzat al-Buruj, demikian ia dinamai oleh Abu Hurairah yang mengabarkan bahwa Rasul SAW membacanya pada shalat &#39;Isya (HR. Ahmad). Nama lainnya yang lebih populer karena tertulis dalam aneka Mushhaf al-Qur&#39;an adalah surah al-Buruj (Gugusan Bintang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tema utamanya adalah uraian tentang kekuasaan Allah serta ancaman kepada mereka yang menganiaya kaum beriman karena keimanan mereka. Al-Biqa&#39;i menulis bahwa tujuan utama surah ini adalah pembuktian tentang kuasa Allah mewujudkan tujuan dari al-Insyiqaq(keterbelahan langit), yakni Hari Kiamat. Tujuannya adalah memberi balasan serta ganjaran dan ini tecermin pada uraian akhir surah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Sayyid Quthub, surah yang pendek ini memaparkan hakikat akidah serta dasar-dasar bagi penghayatan iman. Ia memaparkan persoalan-persoalan sangat agung yang bersinar darinya aneka cahaya yang sangat kuat lagi terpancar serta sangat jauh di balik makna dan hakikat-hakikat yang diungkapkan oleh redaksinya hingga hampir-hampir setiap ayat—bahkan terkadang setiap kata pada satu ayat—membuka suatu pintu hakikat menuju alam yang sangat luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surah ini dinilai sebagai surah yang ke-27 dalam perurutan turunnya surah-surah al-Qur&#39;an. Ia turun sesudah surah wa asy-Syams wa Dhuhaha dan sebelum surah at-Tin. Jumlah ayat-ayatnya 23 ayat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surah yang lalu diakhiri dengan uraian tentang ganjaran yang akan diterima oleh orang-orang beriman serta balasan terhadap orang-orang kafir, setelah sebelumnya menegaskan pengetahuan Allah tentang isi hati para pendurhaka, termasuk rencana-rencana buruk mereka terhadap Nabi Muhammd saw. Pada surah ini Allah menguraikan pengalaman umat yang lalu yang dianiaya oleh orang-orang kafir, namun Allah membalas mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita tentang pembalasan itu ditekankan Allah dengan bersumpah menyangkut empat hal:&lt;br /&gt;
1.Langit yang memunyai gugusan atau bintang-bintang itu sendiri yang demikian besar bagaikan istana-istana di langit (1).&lt;br /&gt;
2.Hari yang dijanjikan, yakni Hari Pembalasan (2).&lt;br /&gt;
3.Yang menyaksikan peristiwa yang dahsyat, yakni Hari Pembalasan atau saat penganiayaan yang dialami oleh orang-orang yang beriman (3).&lt;br /&gt;
4.Peristiwa dahsyat/kejam yang disaksikan (3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi hal-hal agung dan dahsyat itu Allah berjanji bahwa Dia pasti akan memberi balasan kepada semua yang menganiaya orang-orang beriman, sebagaimana yang telah dilakukan-Nya terhadap para pendurhaka masa lampau, dan demi hal-hal yang disebut itu pasti juga semua manusia akan dibangkitkan untuk memper tanggungjawabkan amal-amal mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bersumpah dengan hal-hal di atas disebutlah salah satu contoh penyiksaan yang terjadi atas sekelompok orang beriman. Mereka itu tersiksa/dibunuh di parit-parit yang sengaja dibuat untuk tujuan penyiksaan. Ayat 4 menyatakan bahwa: Terkutuk dan binasalah mereka yang terlibat secara langsung atau tidak dalam pembuatan parit*) dan penyiksaan orang-orang beriman. Parit itu—menurut ayat 5—berupa api yang sangat besar kobarannya karena ia memiliki banyak sekali bahan bakar yang disiapkan untuk tujuan penyiksaan. Selanjutnya, ayat 6 dan 7 menggambarkan awal jatuhnya kutukan dan kebinasaan itu, yakni ketika mereka duduk di sekitar api dan ketika itu juga mereka merupakan saksi-saksi mata yang menyaksikan secara langsung serta merestui penyiksaan yang dilakukan secara sadar terhadap orang-orang beriman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya tidak ada alasan penyiksaan itu. Penyiksaan itu tidak dilakukan akibat kesalahan atau perbuatan buruk orang-orang beriman, tidak juga sebagai balas dendam atas perlakuan jahat, atau karena ingin merampas harta benda mereka. Penyiksaan itu—menurut ayat 8—tidak lain kecuali karena mereka senantiasa beriman serta memperbarui dan meningkatkan keimanan mereka kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allah yang memang wajar diandalkan karena hanya Dia—seperti penjelasan ayat 9—yang memiliki dan mengendalikan kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Banyak ulama menyatakan bahwa yang disiksa dalam parit yang dipenuhi kobaran api adalah sekelompok kaum beriman pemeluk agama Nasrani yang hidup di wilayah Najran; suatu lembah di perbatasan antara Saudi Arabia dan Yaman. Peristiwa itu terjadi sekitar 523 M, pada masa kekuasaan Dzu Nuwas. Riwayat lain menyatakan bahwa mereka adalah penduduk Habasyah (Ethiopia). Siapa pun mereka, yang jelas penguasa masa mereka melakukan penyiksaan dengan melempar mereka ke dalam parit berkobar, karena mereka enggan murtad dari keimanan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK DARI AYAT 1-9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Sumpah Allah dengan gugusan bintang bertujuan untuk dijadikan bahan renungan tentang kuasa-Nya, bukan untuk dijadikan pertanda nasib seseorang. Bintang-bintang juga diciptakan-Nya untuk menjadi petunjuk arah dan agar dinikmati sebagai hiasan langit.&lt;br /&gt;
2.Yang beriman bersedia mengorbankan segala sesuatu yang diperlukan dalam rangka mempertahankan keyakinannya.&lt;br /&gt;
3.Penyebutan sifat Allah &quot;Maha Perkasa&quot;, &quot;Maha Terpuji&quot; dan &quot;Maha Menyaksikan segala sesuatu&quot;, mengisyaratkan bahwa perlakuan terhadap para tersiksa itu benar-benar tidak wajar, bahkan mestinya mereka dipuji dan diagungkan karena menyembah Allah yang sifat-Nya sebagaimana yang tadi disebutkan.&lt;br /&gt;
4.Penyiksaan yang dialami oleh hamba-hamba Allah, bukan berarti Allah lemah dan membiarkan mereka tanpa pembelaan. Tidak! Allah Maha Perkasa, Dia tidak terkalahkan oleh siapa pun, dan Dia mengalahkan siapa pun. Dia kuasa menjatuhkan siksa—pada waktunya—kepada para penganiaya. Dia Maha Terpuji, sehingga akan memberi ganjaran kepada mereka yang mengesakan-Nya dan mengabdi kepada-Nya, lebih-lebih yang memikul derita akibat keimanannya. Betapa tidak demikian padahal Dia adalah Penguasa langit dan bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ayat-ayat yang lalu menjelaskan kuasa Allah yang tidak tertandingi, kini uraian mengarah kepada kaum musyrik Mekkah, bahkan siapa pun yang menganiaya kaum Muslim, kapan dan di mana pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat 10 menegaskan bahwa: Sesungguhnya orang-orang yang menyiksa fisik atau mental dan memperlakukan sewenang-wenang dalam bentuk apa pun orang-orang yang Mukmin laki-laki atau orang Mukmin perempuan kemudian mereka tidak menyesali kesalahan mereka dan tidak bertaubat atas kekufuran dan dosa-dosa mereka, maka bagi mereka siksa Jahannam atas kekufuran mereka dan bagi mereka siksa pembakaran di neraka atas penganiayaan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, ayat 11 menekankan bahwa: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan benar dan membuktikan kebenaran iman mereka dengan mengerjakan amal-amal yang saleh, bagi mereka surga yang mengalir di bawah istana-istananya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. Jangan duga siksa Allah serupa dengan siksa makhluk. Dia Maha Perkasa, sekaligus Mahakuasa. Itulah pesan yang disampaikan oleh ayat-ayat berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat 12 dan 13 mengingatkan bahwa: Sesungguhnya siksa Tuhan terhadap para pembangkang benar-benar keras. Dia-lah sendiri yang menciptakan semua makhluk sejak permulaan dan menghidupkan mereka kembali atas kehendak-Nya setelah makhluk itu dia matikan. Dia juga kuasa menjatuhkan sanksi sejak di dunia dan juga dapat ditangguhkannya ke akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, agar peringatan tersebut tidak mengundang keputusasaan atau kesan bahwa Allah kejam dan berlaku sewenang-wenang, maka ayat 14 hingga 15 menyatakan bahwa: Dialah Yang Maha Pengampun terhadap siapa yang memohon ampunan-Nya lagi Maha Mencintai dan Dicintai oleh hamba-hamba-Nya yang beriman. Dialah Pemilik ‘Arasy lagi Dia Mahamulia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, ayat 16 mengingatkan bahwa Dialah Maha Pelaksana terhadap apa yang dikehendaki-Nya, yakni berulang- ulang melakukan apa yang disebutkan tadi—dan selainnya—tanpa sekalipun gagal melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 10-16&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Allah tidak akan membiarkan kesewenang-wenangan. Memang Dia bisa menangguhkan pembalasan, tetapi tidak pernah membiarkannya berlalu tanpa perhitungan.&lt;br /&gt;
2.Penganiayaan terhadap kaum beriman, dapat berlanjut hingga dewasa ini, yang dilakukan antara lain oleh sementara penguasa terhadap mereka yang bermaksud menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, melaksanakan amar ma‘ruf dan nahi munkar. Penganiaya dewasa ini dan masa datang tercakup dalam ancaman ayat ini, apa pun bentuk penganiayaan mereka, baik berupa penyiksaan fisik, penahanan, atau pencabutan hak-hak asasi mereka.&lt;br /&gt;
3.Tidak ada yang dapat menghalangi kehendak Allah; tidak dari diri-Nya, seperti malas, jemu, ragu, atau perubahan kehendak, dan lain-lain; dan tidak juga dari luar/makhluk apa dan siapa pun yang dari luar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ayat-ayat yang lalu menjelaskan sifat-sifat Allah yang dapat menggugah hati siapa pun yang hendak mendekat kepada-Nya, sekaligus memerindingkan hati mereka yang menyadari kuasa dan siksa-Nya, kini ayat-ayat di atas mengingatkan perlakuan-Nya terhadap tokoh-tokoh pembangkang masa lampau. Ayat 17 mengajukan pertanyaan yang bertujuan mengingatkan, yakni firman-Nya: Sudahkah datang kepadamu—siapa pun engkau—berita, yakni akibat buruk yang dialami oleh pasukan tentara yang demikian banyak dan kuat yang dipimpin oleh Firaun, Penguasa Mesir pada masa Nabi Musa as.?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga berita dan ke sudahan kaum Tsamud, yakni umat Nabi Shaleh as. Yang demikian kuat sehingga mampu memotong batu-batu besar di lembah? Firaun beserta pasukannya dimusnahkan Allah di Laut Merah—walau diselamatkan jasadnya—sedang Tsamud dibinasakan dengan gempa yang meluluh-lantakkan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, ayat-ayat berikut melanjutkan uraiannya tentang kaum musyrik dan sikap mereka terhadap Nabi saw. dan ajaran al-Qur&#39;an. Ayat 19 dan 20 bagaikan berkata: Wahai Nabi Muhammad, kaum musyrik Mekkah lebih hebat pendustaannya dari kaum Tsamud dan Firaun, karena mereka telah mengetahui akibat buruk pengingkaran ajaran Ilahi dan sanksi yang telah dijatuhkan, tetapi mereka masih tetap menolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka juga telah diberi petunjuk al-Qur&#39;an yang sangat jelas pembuktiannya, namun mereka melecehkannya, bahkan seluruh totalitas orang-orang kafir berada dalam wadah pengingkaran, padahal Allah telah mengepung mereka. Allah Maha Meliputi mereka dari belakang dan depan, yakni di seluruh penjuru di mana pun mereka berusaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanggapi sikap mereka terhadap al-Qur’an, yang antara lain menyatakan bahwa ia (al-Qur&#39;an) adalah dongeng, sihir, atau kebohongan, maka ayat 21 dan 22 menafikannya dengan manyatakan bahwa itu sama sekali tidak benar, bahkan ia yakni al-Qur&#39;an ini sangat mulia lagi terpelihara di Lauh al-Mahfuzh*) sehingga tidak mungkin akan mengalami perubahan, penambahan, atau pergantian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Lauh al-Mahfuzh adalah istilah yang digunakan al-Qur’an untuk menunjukkan&lt;br /&gt;
ilmu Tuhan yang mencakup segala sesuatu. Ilmu-Nya diibaratkan dengan sesuatu Lauh, yakni halaman tempat menulis. Lauh itu terpelihara dalam arti rapi sehingga tidak dapat salah, hilang, terlupakan, atau terganti dengan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 17-22&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Yang telah diberi peringatan, apalagi yang telah mengetahui dampak buruk dari sesuatu tetapi tetap melakukannya, jauh lebih buruk daripada mereka yang melakukan hal tersebut sebelum mengetahui akibat dan dampak buruknya.&lt;br /&gt;
2.Al-Qur’an dipelihara oleh Allah dari perubahan, pergantian, dan kehilangan. Kitab suci itu menyandang sifat majîd/mulia, karena ia merupakan kalam Ilahi yang telah mencapai puncak sehingga tidak akan ada kalimat yang lebih berkesan daripada al-Qur’an dan tidak juga ditemukan petunjuk yang lebih baik dan sempurna daripada petunjuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, Wa Allah A&#39;lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Detik.com dari &lt;span style=&quot;color: #20124d;&quot;&gt;Tafsir Al-Mishbah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://webs32.blogspot.com/2011/07/surah-al-buruj.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoTxDchpPGylcizCZYiR9inQ8PrvkWPhbPdAhbBFdFUgsy42l2RLzSSKJcWRNJhnvtKJWfG6BaAVqXDDKczNI7XeVfV1lTqeJJ0MTYt4XgfG3Dgn-6vv7fgOn6q1LKLFipXnT_QX9nw3g/s72-c/Quran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>