<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>Gado2 Ahmandonk</title>
	
	<link>http://ahmandonk.com</link>
	<description>Mau cari macem2 ?? Sekarang kamu bisa temukan disini!! ^^</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 07:02:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/AllAboutAhmandonk" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="allaboutahmandonk" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>1 Console Folding@Home dengan 8 core Xeon 5530</title>
		<link>http://ahmandonk.com/2010/09/08/1-console-foldinghome-dengan-8-core-xeon-5530/</link>
		<comments>http://ahmandonk.com/2010/09/08/1-console-foldinghome-dengan-8-core-xeon-5530/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 07:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmandonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Diary]]></category>
		<category><![CDATA[38608]]></category>
		<category><![CDATA[5530]]></category>
		<category><![CDATA[ahmandonk]]></category>
		<category><![CDATA[chip]]></category>
		<category><![CDATA[folding]]></category>
		<category><![CDATA[folding@home]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[xeon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmandonk.com/?p=3080</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya mulai melakukan folding lagi nich.. kebetulan besok sudah mau libur, jadi saya bisa meninggalkan sedikit kerjaan folding di server dan 1 komputer kantor. sekarang ini saya tidak semaniak dulu, yaitu dengan cara banyak console di jalankan di 1 kompter. tetapi saat ini saya ingin memaksimalkan 1 console dengan 8 core yang ada. Pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/09/folding.jpg"><img src="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/09/folding-300x202.jpg" alt="" title="folding" width="300" height="202" class="aligncenter size-medium wp-image-3068" /></a>Kemarin saya mulai melakukan folding lagi nich.. kebetulan besok sudah mau libur, jadi saya bisa meninggalkan sedikit kerjaan folding di server dan 1 komputer kantor. sekarang ini saya tidak semaniak dulu, yaitu dengan cara banyak console di jalankan di 1 kompter. tetapi saat ini saya ingin memaksimalkan 1 console dengan 8 core yang ada.</p>
<p><a href="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/09/folding2.jpg"><img src="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/09/folding2-300x230.jpg" alt="" title="folding2" width="300" height="230" class="aligncenter size-medium wp-image-3069" /></a>Pada awal config, saya kelupaan flag &#8220;-smp 8&#8243;, agar folding ini dikerjakan menggunakan 8 core sekaligus untuk menyelesaikan 1 task console. setelah pekerjaan pertama selesai, akhir nya console folding saya mendownload pekerjaan baru yang dikerjakan oleh 8 core yang ada (bisa dilihat pada gambar di samping). ID saya adalah Ahmandonk pada team 38608. Tunggu hasil panen dari mesin yg satu ini selagi libur lebaran ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmandonk.com/2010/09/08/1-console-foldinghome-dengan-8-core-xeon-5530/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tether for BlackBerry® – Internetan Free Pakai Blackberry Sebagai Modem</title>
		<link>http://ahmandonk.com/2010/08/31/tether-for-blackberry%c2%ae-internetan-free-pakai-blackberry-sebagai-modem/</link>
		<comments>http://ahmandonk.com/2010/08/31/tether-for-blackberry%c2%ae-internetan-free-pakai-blackberry-sebagai-modem/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 11:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmandonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry Connection]]></category>
		<category><![CDATA[How To ?]]></category>
		<category><![CDATA[ISP Review]]></category>
		<category><![CDATA[Free]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[modem]]></category>
		<category><![CDATA[tether]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmandonk.com/?p=3062</guid>
		<description><![CDATA[Saya cukup kaget melihat isi web ini, http://tether.com, karena isi webnya mengatakan apabila kita terdaftar sebagai bis blackberry, kita bisa menggunakan blackberry itu sebagai modem secara gratis! cara berkoneksi dengan pc adalah dengan menggunakan kabel USB atau melalui jalur bluetooth. Program ini kompatibel dengan MAC juga! wow&#8230;. berhubung penasaran, sore ini saya mencoba langsung. Gambar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/web-tether.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3063" title="web-tether" src="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/web-tether-300x269.jpg" alt="" width="300" height="269" /></a>Saya cukup kaget melihat isi web ini, <a href="http://tether.com">http://tether.com</a>, karena isi webnya mengatakan apabila kita terdaftar sebagai bis blackberry, kita bisa menggunakan blackberry itu sebagai modem secara gratis! cara berkoneksi dengan pc adalah dengan menggunakan kabel USB atau melalui jalur bluetooth. Program ini kompatibel dengan MAC juga! wow&#8230;. berhubung penasaran, sore ini saya mencoba langsung.</p>
<p><a href="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/tether.jpg"><img src="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/tether-257x300.jpg" alt="" title="tether" width="257" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-3065" /></a>Gambar disamping ini adalah interface program pada windows. Apabila blackberry sudah terhubung dan program diaktifkan, maka internet akan menyala dengan sendiri nya. saat ini saya menggunakan BIS Smart (paket hemat) dengan Blackberry Tour 9630. Bekerja sempurna dengan program Trial dari Tether ini. saya masih berpikir2 apakah mau dibeli apa enga prog ini. karena hingga nanti malam, prog ini hanya setengah harga di mobihand.com.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmandonk.com/2010/08/31/tether-for-blackberry%c2%ae-internetan-free-pakai-blackberry-sebagai-modem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bawang Putih</title>
		<link>http://ahmandonk.com/2010/08/27/bawang-putih/</link>
		<comments>http://ahmandonk.com/2010/08/27/bawang-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmandonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Herba Anti Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Nur Rachmi's World]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang Putih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmandonk.com/?p=3059</guid>
		<description><![CDATA[(Allium sativum L.) Famili: Liliaceae a. Uraian tumbuhan Bawang PutihHerba semusim, tinggi 50&#8211;60 cm, berbatang semu yang terbentuk dari pelepah daun, beralur, warnanya hijau. Daun tunggal, membentuk roset akar. Bentuk daun lanset, tepi rata, ujung runcing, beralur, pipih, tidak berongga. Bunga majemuk, bertangkai panjang, bentuk payung, warna putih. Persediaan makanan berupa umbi lapis. Setiap umbi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(Allium sativum L.)<br />
Famili: Liliaceae</strong></p>
<p><strong><a href="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/bawangputih1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3060" title="bawangputih1" src="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/bawangputih1-300x151.jpg" alt="" width="300" height="151" /></a>a. Uraian tumbuhan</strong><br />
Bawang PutihHerba semusim, tinggi 50&#8211;60 cm, berbatang semu yang terbentuk dari pelepah daun, beralur, warnanya hijau. Daun tunggal, membentuk roset akar. Bentuk daun lanset, tepi rata, ujung runcing, beralur, pipih, tidak berongga. Bunga majemuk, bertangkai panjang, bentuk payung, warna putih. Persediaan makanan berupa umbi lapis. Setiap umbi terdiri dari sejumlah siung yang terbungkus dengan kulit tipis berwarna putih.</p>
<p><strong>b. Kandungan Kimia</strong><br />
Minyak menguap seperti allitin, allicin, diallyl thiosulfinate, dan germanium. Juga mengandung alliin, enzym allinase, selenium, serta bioflavonoid quercetin dan cyanidin.</p>
<p><strong>c. Bagian yang digunakan</strong><br />
Umbi lapis (Allii Bulbus / garlic). Di luar negri, umbi ini sudah dibuat dalam bentuk larutan dan kapsul.</p>
<p><strong>d. Sifat dan khasiat</strong><br />
Sifatnya pedas, manis, hangat. Khasiatnya membersihkan racun, membunuh parasit, membantu mengurangi massa tumor, mengaktifkan energi vital, menurunkan tekanan darah, antiradang, antibiotik, mengurangi tendensi penggumpalan trombosit, dan menghangatkan lambung.</p>
<p><strong>e. Indikasi</strong><br />
Kanker nasofaring, payudara, serviks, paru dan lambung. Juga untuk membantu pencernaan; mengobati rasa sakit di perut, disentri, pnemonia akibat jamur, asma, reumatik, radang otak (ensefalitis); menurunkan trigliserida, kolesterol-LDL, kolesterol total; serta meningkatkan kolesterol-HDL. Pemakaian luar untuk bisul, skabies, dan jamur kulit (tinea).</p>
<p><strong>f. Cara pemakaian</strong></p>
<ol>
<li>Umbi bawang putih segar 2&#8211;3 g dikonsumsi 2&#8211;3 kali sehari bersama makan nasi. Untuk menghilangkan bau, minum teh kental setelah makan bawang putih.</li>
<li>Mengonsumsi 2&#8211;5 kapsul bawang putih (mengandung 10 mg allicin/kapsul) 3 kali sehari.</li>
</ol>
<p><strong>g. Efek farmakologi</strong><br />
Larutan umbi bawang putih menghambat perubahan strain sel kanker nasofaring (CSN3, CSN7), sarcoma180, dan Ehrlich-Ascites cancer pada tikus. Diallyl thiosulfinate menghambat sel kanker lambung. Bawang putih juga menghambat pembentukan dan proliferasi sel kanker dengan mencegah terbentuknya nitrosamine, memodulasi metabolisme zat karsinogenik polyarene, dan mengaktifkan sel-sel yang menghasilkan enzim pengontrol pembiakan sel. Bawang putih juga melindungi hati dari kerusakan akibat obat-obat sintetis maupun polusi kimia; membunuh parasit usus, cacing, dan bakteri gram negatif; melindungi tubuh dari efek samping radiasi, dan melindungi membran sel (sebagai antioksidan).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmandonk.com/2010/08/27/bawang-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Baru Cina</title>
		<link>http://ahmandonk.com/2010/08/27/baru-cina/</link>
		<comments>http://ahmandonk.com/2010/08/27/baru-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmandonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Herba Anti Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Nur Rachmi's World]]></category>
		<category><![CDATA[Baru Cina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmandonk.com/?p=3055</guid>
		<description><![CDATA[(Artemisia argyi Levl. et Vant.) Famili: Compositae (Asteraceae) a. Uraian tumbuhan Baru CinaTerna menahun, tegak, tinggi mencapai 1 m. Herba berbau tajam ini tumbuh liar atau ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat, pada ketinggian hingga 3.000 m dpl. Herba setengah berkayu ini bercabang banyak dan beralur. Daun berseling, berbentuk bulat telur, tepi berbagi menjari, ujung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(Artemisia argyi Levl. et Vant.)<br />
Famili: Compositae (Asteraceae)</strong></p>
<p><strong><a href="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/barucina.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3056" title="barucina" src="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/barucina-182x300.jpg" alt="" width="182" height="300" /></a>a. Uraian tumbuhan</strong><br />
Baru CinaTerna menahun, tegak, tinggi mencapai 1 m. Herba berbau tajam ini tumbuh liar atau ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat, pada ketinggian hingga 3.000 m dpl. Herba setengah berkayu ini bercabang banyak dan beralur. Daun berseling, berbentuk bulat telur, tepi berbagi menjari, ujung runcing, berwarna hijau, berambut halus. Bunganya majemuk malai, kecil-kecil, warna kuning muda, ke luar dari ketiak daun dan ujung tangkai.</p>
<p><strong>b. Kandungan Kimia</strong><br />
Minyak menguap (cineol, phellandrene, alfa-thujone), asam kaprik, asam palmitat, asam stearat, tanin, hentriakontan, beta-kariophilene, transkarveol, l-alfaterpineol, trikosanol, asam arakinik, vitamin A, B1, B2, C, D, dan adenin.</p>
<p><strong>c. Bagian yang digunakan</strong><br />
Daun (Artemisiae argyi Folium / ai ye / argy wormwood leaf). Di luar negri, daun ini sudah dibuat obat suntik, minyak, aerosol, dan tablet.</p>
<p><strong>d. Sifat dan khasiat</strong><br />
Sifatnya pahit, pedas, hangat, masuk meridian ginjal, hati, dan limpa. Khasiatnya mengusir dingin, menghilangkan nyeri (analgetik), peluruh dahak, anti-asmatik, menghentikan perdarahan (hemostatik), membuyarkan sumbatan, mencegah keguguran, dan menormalkan siklus haid.</p>
<p><strong>e. Indikasi</strong><br />
Kanker pada lambung, payudara, kelenjar gondok (tiroid), limfosarkoma, dan hiperplasia kelenjar payudara. Juga diindikasikan untuk pengobatan darah haid berlebihan, nyeri sewaktu haid (dismenore), haid tidak teratur, mencegah keguguran, gerak janin terlalu aktif, sakit tenggorokan, disentri, keputihan, mempermudah persalinan, susah punya anak, lemah syawat, ayan (epilepsi), hepatitis, prostatitis, bronkitis, asma, muntah darah, mimisan, dan perdarahan rektum. Pemakaian luar sebagai moksa digunakan untuk pengobatan gangguan lambung, nyeri sendi, eksim, gatal-gatal, dan bisul. Tumbukan daun digunakan untuk obat kutil (verruca vulgaris)</p>
<p><strong>f. Cara pemakaian</strong></p>
<ol>
<li>Daun segar 10&#8211;30 g direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air rebusan diminum sekaligus atau dibagi 2&#8211;3 bagian untuk satu hari.</li>
<li>Obat suntik yang terbuat dari ramuan ini dapat disuntikkan sebanyak 2&#8211;4 ml secara intra muskular (im). Pemberian ini 4 kali sehari.</li>
<li>Tablet berbahan baru cina dikonsumsi 3 kali sehari 1 tablet.</li>
</ol>
<p><strong>g. Efek farmakologi</strong><br />
Obat ini menghambat pertumbuhan sel HeLa, menghambat pertumbuhan beberapa bakteri patogen dan jamur (dermatomyces) secara in vitro.</p>
<p><strong>f. Efek samping</strong><br />
Sekitar 30% pasien yang minum rebusan daun A. argyi mengeluh mulut kering, rasa tidak enak di lambung, mual, muntah, diare, dan pusing. Keluhan tersebut hilang bila menggunakan minyak daunnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmandonk.com/2010/08/27/baru-cina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandotan</title>
		<link>http://ahmandonk.com/2010/08/27/bandotan/</link>
		<comments>http://ahmandonk.com/2010/08/27/bandotan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:16:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmandonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Herba Anti Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Nur Rachmi's World]]></category>
		<category><![CDATA[Bandotan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmandonk.com/?p=3051</guid>
		<description><![CDATA[(Ageratum conyzoides L) Famili: Compositae (Asteraceae) a. Uraian tumbuhan BandotanTerna semusim, tumbuh tegak atau bagian bawah berbaring, tinggi 30&#8211;90 cm. Batang bulat berambut panjang, bercabang, akan ke luar akar bila menyentuh tanah. Tumbuhan gulma ini tumbuh liar di ladang, kebun, pekarangan, tepi jalan, atau di tepi saluran air pada ketinggian 1-2.100 m dpl. Daun tunggal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(Ageratum conyzoides L)<br />
Famili: Compositae (Asteraceae)</strong></p>
<p><strong><a href="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/bandotan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3052" title="bandotan" src="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/bandotan-167x300.jpg" alt="" width="167" height="300" /></a>a. Uraian tumbuhan</strong><br />
BandotanTerna semusim, tumbuh tegak atau bagian bawah berbaring, tinggi 30&#8211;90 cm. Batang bulat berambut panjang, bercabang, akan ke luar akar bila menyentuh tanah. Tumbuhan gulma ini tumbuh liar di ladang, kebun, pekarangan, tepi jalan, atau di tepi saluran air pada ketinggian 1-2.100 m dpl. Daun tunggal, letak berhadapan bersilang, berbentuk bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 5&#8211;13 cm, lebar 0,5&#8211;6 cm, kedua permukaannya berambut panjang. Bunga majemuk malai rata, ke luar di ujung tangkai yang berambut, warna putih. Buah bulat panjang bersegi lima, gundul atau berambut jarang, hitam. Bijinya berwarna hitam, kecil. Daun yang layu dan membusuk akan mengeluarkan bau yang tidak enak. Ageratum houstonianum Mill. adalah jenis bandotan yang bunganya berwarna biru muda cerah.</p>
<p><strong>b. Kandungan Kimia</strong><br />
Asam amino, organacid, minyak asiri coumarin, ageratochromene, friedelin, ?-sitosterol, stigmasterol, potasium chlorida.</p>
<p><strong>c. Bagian yang digunakan</strong><br />
Daun dan batang muda (Agerati Folium / sheng hong ji)</p>
<p><strong>d. Sifat dan khasiat</strong><br />
Sifatnya sedikit pahit, pedas, netral, masuk meridian paru dan pericardium. Khasiatnya menurunkan panas, antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatik), peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif).</p>
<p><strong>e. Indikasi</strong><br />
Tumbuhan ini diindikasikan untuk tumor rahim; juga digunakan untuk pengobatan demam, malaria, sariawan, radang tenggorokan, radang paru (pneumonia), perdarahan rahim, wasir, disentri, diare, kolik, muntah, perut kembung, mencegah kehamilan, menyegarkan badan, perawatan rambut, kencing sedikit, keseleo, reumatik. Pemakaian luar untuk radang telinga, sakit tenggorokan, sakit mata, bengkak, luka berdarah, bisul, eksim, borok, dan penyakit kulit lain termasuk lepra.</p>
<p><strong>f. Cara pemakaian</strong></p>
<ol>
<li>Herba segar sebanyak 30-60 g atau herba kering 15-30 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas atau ditumbuk. Air rebusan atau air perasan diminum sehari 1 gelas.</li>
<li>Untuk pemakaian luar, herba segar ditumbuk sampai lumat dan ditempelkan di bagian tubuh yang sakit.</li>
<li>Herba kering digiling menjadi bubuk, lalu tiupkan ke kerongkongan bila sakit tenggorokan.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmandonk.com/2010/08/27/bandotan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arbenan</title>
		<link>http://ahmandonk.com/2010/08/27/arbenan/</link>
		<comments>http://ahmandonk.com/2010/08/27/arbenan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmandonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Herba Anti Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Nur Rachmi's World]]></category>
		<category><![CDATA[Arbenan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmandonk.com/?p=3048</guid>
		<description><![CDATA[(Duchesnea indica [Andr.] Focke) Famili: Rosaceae a. Uraian tumbuhan ArbenanArbenan termasuk terna menahun; berakar serabut; tumbuh menjalar; batangnya lemas, bercabang banyak, panjangnya mencapai 60 cm dengan nodul di tempat keluarnya percabangan dan akar tambahan. Tumbuhnya liar atau ditanam di pekarangan pada ketinggian 800&#8211;1.800 m di atas permukaan laut (dpl). Daunnya majemuk menjari beranak daun tiga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(Duchesnea indica [Andr.] Focke)<br />
Famili: Rosaceae</strong></p>
<p><strong><a href="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/arbenan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3049" title="arbenan" src="http://ahmandonk.com/wp-content/uploads/2010/08/arbenan.jpg" alt="" width="237" height="288" /></a>a. Uraian tumbuhan</strong><br />
ArbenanArbenan termasuk terna menahun; berakar serabut; tumbuh menjalar; batangnya lemas, bercabang banyak, panjangnya mencapai 60 cm dengan nodul di tempat keluarnya percabangan dan akar tambahan. Tumbuhnya liar atau ditanam di pekarangan pada ketinggian 800&#8211;1.800 m di atas permukaan laut (dpl). Daunnya majemuk menjari beranak daun tiga, bertangkai panjang. Anak daun berbentuk bulat telur, tapi bergerigi, pangkal rata. Bunga tunggal, berwarna kuning, ke luar dari ketiak daun, bertangkai panjang, berukuran 12&#8211;15 mm. Buah bulat agak lonjong, berbintil-bintil, dan berwarna merah.</p>
<p><strong>b. Kandungan Kimia</strong><br />
Herba: emodin, asam krisofanat, fitosterol, minyak asiri, dan kalsium. Biji: asam linoleat, asam oleat, dan beta-sitosterol.</p>
<p><strong>c. Bagian yang digunakan</strong><br />
Seluruh tumbuhan ((Duchesneae Indicae Herba / she mei / snake strawberry) dapat digunakan untuk obat. Pemakaiannya dalam bentuk segar atau telah dikeringkan.</p>
<p><strong>d. Sifat dan khasiat</strong><br />
Sifatnya manis, pahit, dingin, dan sedikit beracun. Khasiatnya untuk menghilangkan panas dan racun, antibiotik, antiradang, menghentikan perdarahan, menghancurkan darah beku, dan mengurangi pembengkakan.</p>
<p><strong>e. Indikasi</strong><br />
Kanker pada paru, laring (pangkal tenggorokan), nasofaring, esofagus, lambung, serviks, payudara, kandung kencing (vesica urinaria), dan thymus. Juga diindikasikan untuk pengobatan demam, kejang panas, sakit tenggorokan, difteri, sariawan, influensa, batuk, batuk darah, muntah darah, darah haid banyak (menorrhagia), luka terpukul, disentri, hepatitis, mastitis (radang payudara), TBC kelenjar, abses usus, infeksi kulit, gigitan ular, gigitan serangga, dan luka bakar.</p>
<p><strong>f. Cara pemakaian</strong></p>
<ol>
<li>Herba kering 15&#8211;30 g atau herba segar 30-60 g direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan diminum sekaligus atau dibagi 2&#8211;3 bagian hingga habis dalam sehari</li>
<li>Arbenan, Scutellaria barbata, dan Livistona chnensis masing-masing 30 g direbus dengan 5 gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, disaring, lalu diminum beberapa kali sehari sampai habis. Kesesokan harinya ampasnya bisa direbus ulang satu kali lagi.</li>
<li>Untuk pemakaian luar, herba segar ditumbuk sampai lumat atau herba kering digiling menjadi bubuk. Lalu, dibubuhkan di tempat yang sakit.</li>
</ol>
<p><strong>g. Efek farmakologi</strong><br />
Herba ini menghambat sarcoma180 pada tikus dan human esophagus cancer109 cell strain.</p>
<p><em>Catatan<br />
Herba ini bila direndam dalam arak gosok akan meningkatkan kualitas arak gosok karena menambah khasiat menghilangkan bengkak dan menghancurkan darah beku. Wanita hamil dan kondisi badan lemah dilarang minum obat ini.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmandonk.com/2010/08/27/arbenan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Formalin di Makanan Tak Berbahaya; Diurai Jadi CO2 dalam Waktu 1,5 Menit</title>
		<link>http://ahmandonk.com/2010/08/27/formalin-di-makanan-tak-berbahaya-diurai-jadi-co2-dalam-waktu-15-menit/</link>
		<comments>http://ahmandonk.com/2010/08/27/formalin-di-makanan-tak-berbahaya-diurai-jadi-co2-dalam-waktu-15-menit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:07:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmandonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Nur Rachmi's World]]></category>
		<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[5]]></category>
		<category><![CDATA[Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[CO2]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[Diurai]]></category>
		<category><![CDATA[formalin]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[menit]]></category>
		<category><![CDATA[tak]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmandonk.com/?p=3046</guid>
		<description><![CDATA[JOGJA &#8211; Kandungan formalin pada bahan makanan ternyata tidak akan menimbulkan efek negatif bagi manusia. Termasuk kandungan formalin yang terdapat pada mie basah, ikan segar, tahu, dan ikan asin. Berdasarkan penelitian WHO, kandungan formalin yang membahayakan sebesar 6 gram. Padahal rata-rata kandungan formalin yang terdapatpada mie basah 20 mg/kg mie. Selain itu, formalin yang masuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JOGJA &#8211; Kandungan formalin pada bahan makanan ternyata tidak akan menimbulkan efek negatif bagi manusia. Termasuk kandungan formalin yang terdapat pada mie basah, ikan segar, tahu, dan ikan asin. Berdasarkan penelitian WHO, kandungan formalin yang membahayakan sebesar 6 gram. Padahal rata-rata kandungan formalin yang terdapatpada mie basah 20 mg/kg mie. Selain itu, formalin yang masuk ke tubuh manusia akan diurai dalam waktu 1,5 menit menjadi CO2.</p>
<p>Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma USD) Dr Yuswanto menjelaskan, berdasarkan penelitian yang dilakukan pihaknya pada tahun 2002, kandungan formalin pada mie basah di pasar Jogja sekitar 20 mg/kg mie. Kadar itu belum secara signifikan menimbulkan toksifikasi bagi tubuh manusia.</p>
<p>&#8220;Penelitian WHO menyebutkan kadar formalin baru akan menimbulkan toksifikasi atau pengaruh negatif jika mencapai 6 gram,&#8221; jelas Yuswanto saat dihubungi Radar Jogja, kemarin. Menurut Yuswanto, sebenarnya proses alam juga menghasilkan zat formalin yang selanjutnya terserap oleh sayur-sayuran, buah dan daging hewan.</p>
<p>Dikatakan, buah-buahan dan sayuran juga mengandung zat formalin sebagai hasil proses biologis alami. &#8220;Alam ini sebenarnya menghasilkan zat formalin yang diserap oleh tumbuhan dan hewan. Daging sapi mengandung formalin kira-kira 30 mg, dan kerang laut mengandung formalin 100 mg per kg. Tapi itu formalin yang dihasilkan dari proses alami,&#8221; katanya.</p>
<p>Bahkan, lanjut Yuswanto, para peternak sengaja membubuhkan formalin dalam makanan ternaknya. Makanan ternak diberi kandungan formalin sebesar 660 mg per kg. Tujuannya untuk membunuh bakteri. &#8220;Keberadaan formalin tidak mengakibatkan keracunan hewan ternak,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Akan tetapi, kata Yuswanto, kandungan formalin baru akan menimbulkan bahaya jika dihirup oleh alat pernapasan. Jika hanya dicerna alat pencernaan, tidak akan menimbulkan risiko negatif. &#8220;Pemakaian formalin hanya merugikan kalangan peternak. Ketika mereka menghirup formalin lewat alat pernapasan, berpotensi menimbulkan kanker paru-paru.&#8221;</p>
<p>Yuswanto menyimpulkan, ada kesalahan informasi di masyarakat tentang bahaya formalin di mie basah, ikan segar, dan ikan asin. Sebenarnya, ketika formalin masuk melalui alat pencernaan, tidak akan berpengaruh negatif.</p>
<p>Kondisi itu akan berbeda jika secara terus menerus formalin masuk melalui alat pernafasan, maka dikhawatirkan akan menyebabkan kanker paru-paru. &#8220;Perokok juga berpotensi menghirup formalin dari setiap batang rokok yang dikonsumsinya. Ketika setiap hari menghisap 20 batang rokok, sama saja setiap hari menghirup 10 mg formalin,&#8221; tambah Yuswanto.</p>
<p>Kenapa formalin di makanan tidak berbahaya? Kata Yuswanto, proses metabolisme formalin yang masuk ke tubuh manusia sangat cepat. Tubuh manusia akan mengubah formalin menjadi CO2 dan air seni dalam waktu 1,5 menit.</p>
<p>&#8220;Secara alami, setiap liter darah manusia mengandung formalin 3 mililiter. Sedangkan formalin yang masuk bersama makanan akan didegradasi menjadi CO2 dan dibuang melalui alat pernapasan. Jadi, meski formalin dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup lama, tidak akan terjadi proses akumulasi dan menyebabkan toksifikasi.&#8221;</p>
<p>Yuswanto menegaskan, informasi yang berkembang di masyarakat salah kaprah. Sebab, baru dalam dosis besar yakni sekitar 6 gram, formalin akan memunculkan efek negatif bagi tubuh manusia.</p>
<p>&#8220;Lagi-lagi yang dirugikan masyarakat kecil. Penjual mie basah, tahu, dan ikan asin dirugikan. Seharusnya, kita berpegang pada hasil penelitian yang akurat. Pemerintah harus segera mengambil sikap atas kekacauan ini. Kasihan pedagang kecil,&#8221; tambah Yuswanto. (lai)</p>
<p><em>Diambil dari: RADAR JOGJA, Minggu, 08 Jan 2006</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmandonk.com/2010/08/27/formalin-di-makanan-tak-berbahaya-diurai-jadi-co2-dalam-waktu-15-menit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melamin, Piring Cantik yang Menyimpan Racun</title>
		<link>http://ahmandonk.com/2010/08/27/melamin-piring-cantik-yang-menyimpan-racun/</link>
		<comments>http://ahmandonk.com/2010/08/27/melamin-piring-cantik-yang-menyimpan-racun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmandonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nur Rachmi's World]]></category>
		<category><![CDATA[Racun]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[Melamin]]></category>
		<category><![CDATA[menyimpan]]></category>
		<category><![CDATA[Piring]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmandonk.com/?p=3044</guid>
		<description><![CDATA[Kompas, 10 Juli 2005 Di banyak toko yang menjual perabot rumah tangga, peralatan makan dan minum yang disebut melamin relatif mudah ditemukan. Kalau sekitar tahun 1970-1980-an melamin masih terbatas warna maupun coraknya, maka kini desain melamin bisa bersaing dengan barang pecah belah lainnya. Produk pecah belah melamin begitu banyaknya sehingga barang ini tak hanya bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kompas, 10 Juli 2005</em></p>
<p><strong>Di banyak toko yang menjual perabot rumah tangga, peralatan makan dan minum yang disebut melamin relatif mudah ditemukan.</strong></p>
<p>Kalau sekitar tahun 1970-1980-an melamin masih terbatas warna maupun coraknya, maka kini desain melamin bisa bersaing dengan barang pecah belah lainnya.</p>
<p>Produk pecah belah melamin begitu banyaknya sehingga barang ini tak hanya bisa dibeli di toko tertentu, tetapi juga di pasar tradisional sampai di pedagang kaki lima.</p>
<p>Cikal bakal melamin dimulai tahun 1907 ketika ilmuwan kimia asal Belgia, Leo Hendrik Baekeland, berhasil menemukan plastik sintesis pertama yang disebut bakelite. Penemuan itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah keberhasilan teknologi kimia awal abad ke-20.</p>
<p>Pada awalnya bakelite banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan telepon generasi pertama. Namun, pada perkembangannya kemudian, hasil penemuan Baekeland dikembangkan dan dimanfaatkan pula dalam industri peralatan rumah tangga. Salah satunya adalah sebagai bahan dasar peralatan makan, seperti sendok, garpu, piring, gelas, cangkir, mangkuk, sendok sup, dan tempayan, seperti yang dihasilkan dari melamin.</p>
<p>Peralatan makan yang terbuat dari melamin di satu sisi menawarkan banyak kelebihan. Selain desain warna yang beragam dan menarik, fungsinya juga lebih unggul dibanding peralatan makan lain yang terbuat dari keramik, logam, atau kaca. Melamin lebih lebih ringan, kuat, dan tak mudah pecah. Harga peralatan melamin pun relatif lebih murah dibanding yang terbuat dari keramik misalnya.</p>
<p><strong>Potensi formalin</strong></p>
<blockquote><p>Dengan segala kelebihan melamin, tak heran kalau sebagian orang tidak menyadari bahwa melamin menyimpan potensi membahayakan bagi kesehatan manusia.<br />
Menurut pengajar pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung, Bambang Ariwahjoedi PhD, MSc, melamin berpotensi menghasilkan monomer beracun yang disebut formaldehid (formalin).</p></blockquote>
<p>Selain berfungsi sebagai bahan pengawet, formaldehid juga digunakan untuk bahan baku melamin. Menurut Ariwahjoedi, melamin merupakan suatu polimer, yaitu hasil persenyawaan kimia (polimerisasi) antara monomer formaldehid dan fenol. Apabila kedua monomer itu bergabung, maka sifat toxic dari formaldehid akan hilang karena telah terlebur menjadi satu senyawa, yakni melamin.</p>
<p>Berdasarkan kerja sama penelitian antara Universitas Indonesia dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), diketahui kandungan formaldehid dalam perkakas melamin mencapai 4,76–9,22 miligram per liter.</p>
<p>”Permasalahannya, dalam polimerisasi yang kurang sempurna dapat terjadi residu, yaitu sisa monomer formaldehid atau fenol yang tidak bersenyawa sehingga terjebak di dalam materi melamin. Sisa monomer formaldehid inilah yang berbahaya bagi kesehatan apabila masuk dalam tubuh manusia,” ujar Ariwahjoedi.</p>
<p>Dalam sistem produksi melamin yang tidak terkontrol, bahan formaldehid yang digunakan cenderung tidak sebanding dengan jumlah fenol. Maka, kerap terjadi residu.</p>
<p>Ini bukan berarti proses produksi yang sudah menerapkan well controlled dan tidak menghasilkan residu terbebas dari potensi mengeluarkan racun. Menurut Ariwahjoedi, formaldehid di dalam senyawa melamin dapat muncul kembali karena adanya peristiwa yang dinamakan depolimerisasi (degradasi). Dalam peristiwa itu, partikel-partikel formaldehid kembali muncul sebagai monomer, dan otomatis menghasilkan racun.</p>
<p>Ariwahjoedi menjelaskan, senyawa melamin sangat rentan terhadap panas dan sinar ultraviolet. Keduanya sangat berpotensi memicu terjadinya depolimerisasi. Selain itu, gesekan-gesekan dan abrasi terhadap permukaan melamin juga berpotensi mengakibatkan lepasnya partikel formaldehid.</p>
<p>Ariwahjoedi menambahkan, formaldehid sangat mudah masuk ke tubuh manusia, terutama secara oral (mulut). Formaldehid juga dapat masuk melalui saluran pernapasan dan cairan tubuh.</p>
<p>Monomer formaldehid yang masuk ke tubuh manusia berpotensi membahayakan kesehatan. ”Formalin kan berfungsi untuk membunuh bakteri. Kalau bakteri saja tidak bisa hidup, berarti tinggal selangkah lagi meracuni makhluk yang lain,” ungkapnya berilustrasi.</p>
<p>Formaldehid yang masuk ke dalam tubuh dapat mengganggu fungsi sel, bahkan dapat pula mengakibatkan kematian sel.</p>
<p>Dalam jangka pendek, hal ini bisa mengakibatkan gejala berupa muntah, diare, dan kencing bercampur darah. Sementara untuk jangka panjang, akumulasi formaldehid yang berlebih dapat mengakibatkan iritasi lambung, gangguan fungsi otak dan sumsum tulang belakang. Bahkan, fatalnya dapat mengakibatkan kanker (karsinogenik). (d10)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmandonk.com/2010/08/27/melamin-piring-cantik-yang-menyimpan-racun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips: Menghilangkan / Mengurangi kadar formalin di dalam makanan</title>
		<link>http://ahmandonk.com/2010/08/27/tips-menghilangkan-mengurangi-kadar-formalin-di-dalam-makanan/</link>
		<comments>http://ahmandonk.com/2010/08/27/tips-menghilangkan-mengurangi-kadar-formalin-di-dalam-makanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmandonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nur Rachmi's World]]></category>
		<category><![CDATA[Racun]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[formalin]]></category>
		<category><![CDATA[kadar]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[menghilangkan]]></category>
		<category><![CDATA[mengurangi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmandonk.com/?p=3042</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kadar formalin atau deformalinisasi? Cukup mudah kata Kesi menjelaskan. Dalam siaran pers yang dikeluarkan ITS, ia menjelaskan untuk proses deformalinisasi ikan asin, dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan, yakni air, air garam dan air leri. &#8220;Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kadar formalin atau deformalinisasi? Cukup mudah kata Kesi menjelaskan. Dalam siaran pers yang dikeluarkan ITS, ia menjelaskan untuk proses deformalinisasi ikan asin, dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan, yakni air, air garam dan air leri.</p>
<p>&#8220;Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalin sampai 61,25 persen, dengan air leri mencapai 66,03 persen, sedang pada air garam hingga 89,53 persen. Ini artinya hanya dengan perlakuan dan pengetahuan yang baik sebelum dikonsumsi, kadar formalin akan hilang,&#8221; katanya.</p>
<p>Memang, tambahnya, kita tidak dapat menghilangkan hingga 100 persen kadar formalin yang ada. Tapi paling tidak dengan makin berkurangnya kadar formalin dalam bahan makanan itu, maka untuk mengkonsumsinya relatif aman.</p>
<p>&#8220;Saya tidak mengatakan formalin itu aman digunakan sebagai pengawet, tapi mengurangi kadar formalin dalam bahan makanan yang mengandung formalin menjadi penting untuk diketahui dan dipahami,&#8221; katanya.</p>
<p>Bagaimana dengan tahu? &#8220;Sedikitnya ada tiga cara penanganan untuk mengurangi kadar formalin, direndam dalam air biasa, dalam air panas, direbus dalam air mendidih, dikukus kemudian direbus dalam air mendidih dan diikuti dengan proses penggorengan,&#8221; katanya.</p>
<p>Hasilnya, katanya melanjutkan, berbeda-beda, terbaik merebusnya dalam air mendidih kemudian diikuiti dengan proses penggorengan.</p>
<p>&#8220;Sedang untuk mie proses deformalinisasi terbaik adalah dengan cara merendam dalam air panas selama 30 menit, dimana hasilnya dapat menghilangkan kadar formalin hingga mencapai 100 persen. Adapun pada ikan segar, dapat dilakukan dengan merendam dalam larutan cuka 5 persen selama 15 menit,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmandonk.com/2010/08/27/tips-menghilangkan-mengurangi-kadar-formalin-di-dalam-makanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aspartame – Si Pembunuh Tak Bersuara</title>
		<link>http://ahmandonk.com/2010/08/27/aspartame-si-pembunuh-tak-bersuara/</link>
		<comments>http://ahmandonk.com/2010/08/27/aspartame-si-pembunuh-tak-bersuara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmandonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nur Rachmi's World]]></category>
		<category><![CDATA[Racun]]></category>
		<category><![CDATA[Aspartame]]></category>
		<category><![CDATA[Bersuara]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Si]]></category>
		<category><![CDATA[tak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmandonk.com/?p=3040</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Ron Harder Bagi Anda yang lebih memilih gula dan perasa artisial, berhati-hatilah. Di Amrerika Utara saat ini sedang berkembang epidemi penyakit Multiple Sclerosis dan Lupus. Banyak orang tidak mengerti kenapa timbul epidemi ini, dan tidak pula tahu kenapa begitu banyak orang terkena penyakit ini. Saya ingin berbagi informasi dengan Anda tentang sebab utama mengapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>oleh: Ron Harder</em></p>
<p>Bagi Anda yang lebih memilih gula dan perasa artisial, berhati-hatilah. Di Amrerika Utara saat ini sedang berkembang epidemi penyakit Multiple Sclerosis dan Lupus. Banyak orang tidak mengerti kenapa timbul epidemi ini, dan tidak pula tahu kenapa begitu banyak orang terkena penyakit ini.</p>
<p>Saya ingin berbagi informasi dengan Anda tentang sebab utama mengapa kita dihadapkan pada masalah serius ini. Banyak orang dewasa ini menggunakan pemanis buatan ketika minum the atau kopi. Mereka melakukan hal itu karena iklan-iklan di TV memberitahu mereka bahwa gula tidak baik bagi kesehatan. Itu memang benar. Gula mengakibatkan penumpukan racun di tubuh kita, akan tetapi apa yang orang pakai sebagai pengganti gula jauh lebih mematikan.</p>
<p>Yang saya bicarakan di sini adalah ASPARTAME. Zat inilah penyebab epidemi yang saya ceritakan di atas. ASPARTAME adalah zat kimia yang sangat beracun yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto.</p>
<p>ASPARTAME dipasarkan di seluruh dunia sebagai pengganti gula dan dapat ditemukan pula pada semua soft drinks (minuman soda) diet seperti Diet Coke dan Diet Pepsi. Ia terdapat juga pada pemanis buatan seperti NutraSweet, Equal, and Spoonful; dan ia dipakai pula pada banyak produk lain sebagai pengganti gula. ASPARTAME dipasarkan sebagai produk diet , padahal ia samasekali bukan produk diet. Bahkan Aspartame akan membuat berat badan Anda bertambah karena efek sampingnya adalah Anda jadi ingin lebih banyak makan karbohidrat.</p>
<p>Menyebabkan bertambahnya berat badan hanyalah satu bagian kecil dari apa yang dapat dilakukan ASPARTAME terhadap Anda. Aspartame adalah zat kimia beracun yang mengubah kimiawi otak. Aspartame dapat dan memang menyebabkan kejang-kejang serius. Zat kimia ini mengubah kadar domapin di dalam otak, dan terutama sangat mematikan bagi orang yang menderita penyakit Parkinson&#8217;s.</p>
<p>ASPARTAME sangat beracun, dan inilah sebabnya. Salah satu zat yang dikandungnya adalah wood alcohol. Ketika suhu ASPARTAME melebihi 86°F (atau 30°), wood alcohol di dalamnya akan diubah menjadi Formaldehyde (Fomalin), dan kemudian membentuk asam, yang selanjutnya menyebabkan folic acidosis.</p>
<p>FORMALDEHYDE dikelompokkan dalam kelas yang sama dengan racun-racun seperti Sianida (Cyanide) dan Arsen (Arsenic) yang merupakan racun yang sangat mematikan. Satu-satunya perbedaan adalah, Formaldehyde membunuh secara dian-diam, dan memakan waktu yang lebih lama. Dan, dalam proses mematikan orang tersebut, ia menyebabkan timbulnya berbagai masalah saraf (neurologis).</p>
<p>Terdapat 92 gejala yang dicatat dari keracunan Aspartame yang berakhir dengan koma dan kematian. Sebagian besar gejala tersebut bersifat neurologis (mengenai saraf), sebab Aspartame menyerang dan merusak sistem saraf.</p>
<p>Salah satu gejala tersebut adalah Lupus, yang sudah semakin meluas diderita orang, sama seperti Multiple Sclerosis, terutama pada penggemar Diet Coke dan Diet Pepsi.</p>
<p>Bagi Anda yang suka makan permen Ricola dan Fisherman Friend , harap perhatikan bahwa kedua produk tersebut mengandung Aspartame – si pembunuh tak bersuara.</p>
<p>Kami dulu suka membeli racun tak bersuara ini.. Tapi saya sudah berhenti sejak April 2006. Saya pernah shock ketika dicegat petugas metal detector di Changi Airport (Singapore, dalam perjalanan ke Jepang) hanya karena permen tersebut. Petugas tersebut memberi penjelasan bahwa permen itu mengandung “timbal” (lead):</p>
<p>Website di bawah ini berisi artikel yang menjelaskan bahayanya ASPARTAME&#8230;<br />
www.nexusmagazine.com/articles/aspartame.html</p>
<p><em>Fisherman Sweets<br />
BAGI ANDA YANG SUKA MAKAN PERMEN FISHERMAN’D FRIEND, HATI-HATI ..<br />
Semua produk sugar free mengandung ASPARTAME.<br />
Jadi sebaiknya jangan memakan produk-produk bebas gula (Sugar Free), terutama permen &#8216;fisherman’s friend’.</em></p>
<p><em>Alih Bahasa: Nur Rachmi (Maret &#8211; 2007)</em></p>
<p><em>Catatan: Saya sudah cek beberapa produk yang beredar di Indonesia. Gula buatan Equal, permen karet Lotte, beberapa biskuit lokal maupun impor, permen tolak angin Sido Muncul, dll mengandung Aspartame. Jadi sebaiknya baca dulu label produk yang akan Anda beli. Sebagai alternatif terhadap gula, gunakan saja MADU. Madu yang alami tidak memiliki efek seperti gula.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmandonk.com/2010/08/27/aspartame-si-pembunuh-tak-bersuara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
