<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190</atom:id><lastBuildDate>Wed, 15 Feb 2012 19:08:48 +0000</lastBuildDate><category>creative sales</category><category>penjualan</category><category>Emotional Bonding</category><category>online strategy</category><category>Corporate Value</category><category>Up Selling</category><category>marketinga</category><category>demarketing</category><category>marketing</category><category>Moment Marketing</category><category>advertising</category><category>Personal Branding</category><category>branding</category><category>brand</category><category>brand ambasador</category><title>Creative Sales - Branding by.Creasionbrand</title><description>creative sales, branding, brand consultant, marketing, online strategy by.creasionbrand</description><link>http://creasionbrand.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>313</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand" /><feedburner:info uri="allaboutmarketingcreativesalesandbrand" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-7788373536743347427</guid><pubDate>Sun, 05 Feb 2012 11:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-05T18:28:47.118+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Hypno Marketing</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9MzKPV21xyI/Ty5mJjRq6YI/AAAAAAAAAmk/wJyISDx_MMQ/s1600/Hyno+Marketing.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-9MzKPV21xyI/Ty5mJjRq6YI/AAAAAAAAAmk/wJyISDx_MMQ/s400/Hyno+Marketing.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bertemu dengan salah seorang maestro sulap pasti jadi hiburan tersendiri seperti saya dan teman-teman beberapa hari lalu memiliki waktu khusus bertemu dan ngobrol dengan Denny Darko.&amp;nbsp;Tapi spesialnya karena saat itu ia tidak mendemonstrasikan kami dengan trik sulap tapi mendemonstrasikan sebuah taktik marketing bernama “Hypno Marketing” tentu kita semua pernah mendengar ya, atau paling tidak dengan mendengar katanya saja kita sudah bisa sedikit berfikir seperti apa itu Hypno Marketing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasalnya, Denny akan segera menerbitkan buku dengan tema Hypno Marketing. Wah.. sudah ga sabar pengen belajar lebih jauh tentang itu tapi selagi belum terbit bukunya, saya jadi penasaran untuk googling soal Hypno Marketing ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kesimpulannya dari hasil googling saya, sebagian besar membahas tentang baik buruknya si Hypno Marketing ini karena banyak yang berpendapat bahwa Hypno Marketing memiliki niat yang buruk, bagi mereka yang belum memahami secara penuh bisa jadi berfikir bahwa kita menghipnotis seseorang untuk mau membeli produk kita. Nah apakah betul demikian? Bisa simak ulasannya berikut ini yang saya pelajari dari demonstrasi yang dilakukan oleh Denny kepada salah seorang teman kami, di mana Denny mengarahkan orang tersebut untuk menentukan sebuah pilihan, namun secara psikologi seseorang tersebut merasa dia yang memilih sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari demonstrasi tersebut berikut adalah beberapa kesimpulan saya tentang Hypno Marketing :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Kenali target market Anda!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang namanya Hypno Marketing tentu tidak jahat seperti yang disebut-sebut banyak orang, karena Hypno Marketing ini adalah sebuah tools. Sama seperti tools penjualan lainnya. Jika digunakan untuk menjual produk yang buruk dan bertujuan membohongi konsumen, maka tools apa saja bisa jadi buruk. Begitu juga dengan Hypno Marketing. Metode hipnotis sendiri juga bukan merupakan metode yang bertujuan jahat, karena banyak di dunia medis yang menggunakan ilmu hipnotis sebagai jalur untuk penyembuhan pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah kata”hypno” dalam Hypno Marketing memiliki makna untuk menggiring konsumen melakukan keputusan pembelian yang mereka buat sendiri. “arahan” yang diciptakan ini bisa berupa gambar, tulisan, kata-kata atau apa saja, selama bentuknya adalah komunikasi kepada konsumen. jadi sebenarnya ini bukan sesuatu yang baru, lantaran selama ini pun kita juga sudah sering melakukan atau bahkan jadi “korban” (bisa positif bisa negatif yah makna korbannya praktek Hypno Marketing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya adalah produk &amp;nbsp;rokok. Praktek komunikasi dari produk rokok jelas-jelas “menghipnotis” atau kata yang lebih ringannya adalah “mengedukasi” “mendoktrin” “mempersepsikan” bahwa mengkonsumsi rokok adalah keren atau anak muda banget atau gaul. Nah para generasi muda yang jadi merokok mungkin adalah hasil dari praktek Hypno Marketing yang dilakukan oleh para merk rokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu beda lagi dengan kita orang dewasa yang sangat suka dengan brand Starbucks misalnya, karena selama ini kita menjadi “audiens” dalam komunikasi brand Starbucks yang cukup menghipnotis, kita jadi memiliki persepsi bahwa Starbucks adalah brand yang lifestyle dengan kopi berkualitas. Namun apakah hanya Starbucks yang memproduksi kopi berkualitas? Tentu tidak kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kunci pertama dari Hypno Marketing adalah mengenali target market kita. Karena setelah kita mengenali target market kita, maka kita menjadi tahu apa yang harus kita komunikasikan kepada mereka agar mereka menyukai atau bahkan mau membeli produk kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Jadilah sahabat! Lakukan pendekatan personal!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Poin yang kedua yang saya perhatikan adalah dalam melakukan Hypno Marketing kita perlu menjadi “dekat” dengan konsumen kita. Tentu Anda lebih percaya pada seseorang yang sudah Anda kenal bukan? Dibandingkan dengan orang asing?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti pada saat Denny mendemonstrasikan praktek Hypno Marketing ini, Denny seringkali mengajak si audiens berbicara hal-hal lain yang bersifat personal.&amp;nbsp;Begitu juga dengan kebutuhan brand, untuk dapat mendekatkan diri dengan para target market agar menjadi figur yang dapat dipercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Gunakan bahasa yang mengarahkan!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada satu kutipan yang menarik pada saat saya mempelajari Hypno Marketing ini di internet, kutipannya berbunyi berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Contoh yang sering dipakai di dunia penjualan direct selling atau MLM atau asuransi adalah yang disebut dengan “binding”, yaitu memberikan saran yang berbeda, namun artinya sama, yakni membeli, Misalnya,"Silakan anda putuskan untuk membeli sekarang atau lima menit lagi”, “Sambil berpikir, putuskan beli sekarang”, “Mau dikirim atau dibawa sendiri”, dan sebagainya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hipnotis untuk menjual, apakah hal itu tidak bertentangan dengan moral dan etika bisnis?&amp;nbsp;Jika Anda sudah membaca buku Tung Desem Waringin yang berjudul Marketing Revolution tentu Anda pun sudah mengetahui beberapa taktik bahasa/kalimat yang mengarahkan konsumen untuk mau membeli. Hal ini juga masuk dalam praktek Hypno Marketing.&amp;nbsp;Jadi pada saat Anda akan menyusun copywriting media promosi/kata-kata dari tim sales Anda, pastikan Anda sudah mempelajari berbagai taktik tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, setelah Anda membaca tentang Hypno Marketing di atas, Anda menjadi sadarkan bahwa ternyata apa yang kita jalankan saat ini pun seringkali sudah menjadi bagian dari praktek Hypno Marketing. Namun dalam buku yang akan diterbitkan oleh Denny Darko tersebut tentu akan mengulas lebih dalam dan memaparkan berbagai langkah langsung yang bisa kita manfaatkan dalam proses pemasaran produk kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi saya sebutkan bahwa Hypo Marketing bukan sesuatu yang buruk, namun kembali lagi pada produk apa yang kita jual. Apabila produk yang kita jual dapat merusak atau menurunkan value di konsumen, mau memakai Hypno Marketing, atau strategi/taktik marketing apapun tetap jadinya jahat. Tapi sebaliknya, jika kita yakin produk kita dapat meningkatkan value para konsumen, tentu hal tersebut menjadi baik adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga sharing ini bermanfaat, dan Anda baru saja menjadi korban hipnotis artikel ini karena Anda lebih memilih membaca artikel ini daripada melakukan kegiatan lain dalam waktu yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.co.id/"&gt;creative sales&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber gambar 4s.io&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-7788373536743347427?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/zOL51RegJag" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/zOL51RegJag/hypno-marketing.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-9MzKPV21xyI/Ty5mJjRq6YI/AAAAAAAAAmk/wJyISDx_MMQ/s72-c/Hyno+Marketing.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2012/02/hypno-marketing.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-5375039316822718354</guid><pubDate>Sun, 05 Feb 2012 11:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-05T18:11:08.796+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Pengusaha “Gagal”</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-euJs45gCCQo/Ty5jsY1PEdI/AAAAAAAAAmc/68iXTKZo32g/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="293" src="http://3.bp.blogspot.com/-euJs45gCCQo/Ty5jsY1PEdI/AAAAAAAAAmc/68iXTKZo32g/s400/images.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Gua juga ga kebayang bisa mendapat pemcapaian seperti saat ini, padahal gua sempat depresi karena ditipu beberapa kali sampai ratusan juta rupiah, mobil dan rumah ludes dijualbuat nutupin utang habis ditipu.” Demikian ungkapan dari seorang teman yang sudah &amp;nbsp;8 tahun tidak bertemu, tapi akhirnya malam tadi saya memiliki kesempatan untuk berkunjung dan &amp;nbsp;banyak berdiskusi &amp;nbsp;tentang perjalanan hidupnya sebagai wirausaha yang berliku-liku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari seorang banyak hutang dan gagal sekarang memiliki perusahaan kontraktor dengan omset milyaran dan kontrak eksklusif sampai tahun 2015 dengan beberapa brand besar di Indonesia dalam waktu tidak lebih dari 4 tahun. Hal ini membuat saya menjadi penasaran, apasih yang menjadi bekal dia sehingga bisa mendapatkan pencapaian yang cukup luar biasa dalam waktu yang relative cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Setelah sampai 5 jam saja ngobrol dengan diselingi secangkir kopi kayu manis, akhirnya saya bisa menyimpulkan ada 4 kunci yang menjadi dasar kesuksesan teman saya itu, mari kita coba ungkap satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama : Tidak takut gagal untuk mencoba hal baru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yup, poin pertama ini selalu saja terulang dari setiap cerita yang disampaikan, dari mulai bisnis kaos dan ditipu puluhan juta rupiah, bisnis pernak pernik yang pernah untung besar tapi kemudian ada ketidakcocokan dengan partner dan akhirnya memutuskan bersolo karir, sampai bisnis handphone dan tertipu lagi sampai ratusn juta rupiah dan akhirnya bisnis sebagai konstruksi pengeboran menjadi petualangan hidup yang membawanya sampai pencapaian saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecewa, yah pasti kecewa lah pernah ditipu dan gagal, tetapi perasaan kecewa itu tidak menjadikan teman saya ini menjadi skeptis dan menyerah, bahkan menjadi pemicu untuk mencoba banyak peluang-peluang baru dengan berbagai resiko baru yang siap untuk dilahap, dan toh akhirnya penantian yang berdarah-darah itu berbuah manis juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua : fokus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Asal kita fokus untuk terus menjalankan dan komitmen, ga tau nih ada aja peluang yang ketangkep”, kira-kira begitu ungkapan teman saya ini. Tapi memang benar, dengan fokus yang kuat, seluruh energi yang kita miliki bisa kita curahkan untuk terus mengembangkan &amp;nbsp;bisnis apapun yang sedang kita geluti. Setiap langkah yang kita lakukan tidak lain hanya untuk terus menggali potensi dan peluang yang bermanfaat untuk mengembangkan bisns yang kita geluti dan hasil akhirnya adalah kita menjadi orang yang ahli di bidang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti pepatah bilang ada gula ada semut, semakin kita memiliki kapabilitas dan kemampuan yang kompeten sertamembangun serta &amp;nbsp;berada di ingkungan yang tepat peluang dengan sendirinya akan berdatangan menghampiri kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga : membangun kekuatan jaringan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jaringan adalah kuncinya, dengan kita dikelilingi banyak orang disekeliling kita, apapun yang kita butuhkan bisa dilakukan. Saya beri sebuah asumsi, jika saya seorang lulusan manajemen dengan uang pas pasan apakah saya bisa membuat sebuah rumah sakit?Jawabannya ya tergantung. Bukan tergantung seberapa besar modal yang saya punya atau sejago apa saya mengobati orang, tapi tergantung seberapa luas pergaulan saya. Lho kok bisa. OOO..tentu bisa *logat sule.untuk klien kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi begini, memang saya tidak ada background di bidang kedokteran dan saya juga tidak punya modal untuk buka usaha. Tapi saya punya kemampuan untuk memanage orang dan memanage modal. Kebetulan banyak rekan-rekan saya yang lulusan kedokteran universitas terkenal dan mereka sangat dekat dengan dosen-dosen senior yang notabene adalah dokter senior juga, lha mereka bisa saja saya ajak kerjasama untuk menyusun konsep dan mendirikan rumah sakit kecil di sebuah tempat tertentu. Lalu saya akan cari kenalan saya yang memiliki modal besar apakah itu rekan-rekan saya atau klien-klien yang saya kenal. Gampangnya saya pertemukan saja mereka dengan konsep bisnis yang terukur dan baik. Di akhir cerita saya jadi pemilik rumah sakit :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;keempat mengutamakan kualitas&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Konsumen semakin pintar, yang mereka beli itu bukan Cuma merk tapi yang mereka beli adalah value dari merk tersebut. Ada 2 momen yang krusial untuk mendapatkan sebuah projek. Pertama saat presentasi, harus meyakinkan dan kita harus membawa proposal produk yang keren kemudian yang terakhir ini gampang-gampang susah, yaitu kita harus kasih hasil dan value yang bagus dan konsisten &amp;nbsp;buat klien kita, karena dari sinilah projek akan terus berdatangan tanpa diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kualitas adalah kunci utama dalam memuaskan konsumen, karena dengan kualitas yang terbaik konsumen tidak akan segan menggelontorkan budget untuk terus menggunakan jasa kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Okay, kira-kira &amp;nbsp;4 hal di atas yang menjadi kunci keberhasilah dari rekan saya sehingga bisa menjadi sukses seperti saat ini. Semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.co.id/"&gt;creative sales&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber gambar&amp;nbsp;gilzilberfeld.com&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-5375039316822718354?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/fJYxE-xxx-Y" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/fJYxE-xxx-Y/pengusaha-gagal.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-euJs45gCCQo/Ty5jsY1PEdI/AAAAAAAAAmc/68iXTKZo32g/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2012/02/pengusaha-gagal.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-4390314215768685322</guid><pubDate>Sat, 24 Dec 2011 13:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-24T20:25:51.796+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Ayu Ting Ting dan Marketing</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TBso9n4tF4g/TvXRnGOi-6I/AAAAAAAAAlE/XCjWp0JZWKA/s1600/Ayu+Ting+Ting+dan+Marketing+3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="378" src="http://4.bp.blogspot.com/-TBso9n4tF4g/TvXRnGOi-6I/AAAAAAAAAlE/XCjWp0JZWKA/s400/Ayu+Ting+Ting+dan+Marketing+3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;Dimana dimana dimana….&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kesana kemari.. membawa alamat..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tapi yang kutemukan bukan dirinya….&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sayang……………yang ku terima alamat palsu….&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang tak kenal dengan lirik lagu diatas tersebut. Ya itu adalah sebuah lirik lagu yang saat ini tengah booming di jagat musik indonesia… lagu yang diberi judul “ Alamat Palsu “ dan bergenre dangdut &amp;nbsp;tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat dan media, ditengah &amp;nbsp;banyaknya genre musik lainnya yang hits.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayu ting ting sepertinya menjadi fenomena terbaru di mana seorang yang dahululnya terkenal hanya terbatas pada beberapa kalangan dan daerah mendadak meledak dan dibicarakan secara luas di Indonesia. Sampai-sampai sebuah brand Mie Instant tidak kuasa untuk tidak menggunakan Ayu Ting Ting sebagai endosernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah tanpa panjang lebar ngebahas&amp;nbsp;
Ayu Ting Ting&amp;nbsp;&amp;nbsp;secara pribadinya (karena saya yakin sudah banyak infotaiment baik itu bentuk majalah, tv, radio yang sudah membiacarakan kehidupan pribadinya) hehe, yuk kita bahas dari sisi marketing fenomena Ayu Ting Ting ini.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;1. Brand Name&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kepopuleran lagu “ Alamat Palsu “ seiring sejalan juga diikuti meningkatnya ketenaran sang penyanyinya Ayu ting ting, hahahaha … jelas bukan nama asli…donk. &amp;nbsp;disinilah jelinya sang manager nama artis yang sebenarnya Ayu Rosmalina, kini berubah dengan menambahkan ting ting dibelakangnya sebagai upaya &amp;nbsp;diferensiasi dan upaya membangun personal branding dari sang artis tersebut yang memang memiliki wajah ayu dan berkarakter imut lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Product it Self&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketenaran dan begitu hitsnya lagu “ Alamat Palsu “ tentu saja bukan sesuatu yang tiba tiba saja terjadi ataupun project &amp;nbsp;aji mumpung sang artis dan produsernya. Karena jika dilihat dari proses awal sang produser/ manajer cukup jeli dalam melihat potensi pasar musik dangdut di indonesia. Dalam haI ini bisa dilihat dari materi lirik lagu tersebut yang cukup pendek, sederhana dan simpel bahkan &amp;nbsp;dibeberapa bagian diulang ulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sang produser &amp;nbsp;belajar dari kesuksesan beberapa lagu dangdut sebelumnya semisal “ kucing garong” dan “ cinta satu malam “ dll. Yang memililki lirik yang sederhana dan mudah dinikmati. Dan mereka cukup peka pada interest target marketnya yang cukup menyukai hal hal yang sederhana dan rill terjadi di kehidupannya. Seperti pada lirik lagu ini yang mengandung kritikan sosial dan nilai sebuah kejujuran/ transparansi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Distribution Strategy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum tenar seperti saat ini lagu “ Alamat Palsu “ pada awalnya lebih banyak di putar di radio dan kalaupun muncul di TV &amp;nbsp;[ itupun TV lokal Daerah ] ditayangkan &amp;nbsp;dan di tawarkan sebagai nada sambung /RBT. &amp;nbsp;Tidak seperti saat ini ditayangkan total sebagai videoklip lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan jalur promo via &amp;nbsp;radio dan RBT tentu saja menjadi suatu alternative yang efektif dan efisien dari segi budget &amp;nbsp;untuk sebuah lagu baru dalam menjajal respon target marketnya. &amp;nbsp;Disamping itu promo melalui lajur RBT juga menjadi sebuah media stimulan dalam membangun efect WOM. &amp;nbsp;Ini dialami oleh sya pribadi ketika menghubungi teman dan mendengar RBT “ Alamat Palsu “ dan sukses memunculkan pertanyaan lagu apa nich dan “dimana” gw bisa dapetin lagu ini, kayanya seru juga. Bahkan &amp;nbsp;saat ini menjadi trend kosakata canda dalam pergaulan saat teman menanyakan / mencari sesuatu. Yang sering dijawab dengan plesetan lagu “Alamat Palsu ”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Talker&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dengan begitu ramainya perbincangan dan plesetan lagu “ Alamat Palsu “, Entah suatu kebetulan atau memang direncanakan,dalam beberapa episode opera van java trans tv, khususnya komedian Sule yang &amp;nbsp;seringkali menggunkan materi lagu “ Alamat palsu “ sebagai bagian lawakannya. Tentu saja dengan Rating OVJ yang cukup tinggi dan begiu luas segmentnya, tentu saja berdampak positif pada semakin dikenalnya lagu “ alamat palsu ” dan semakin banyaklah orang yang memburu RBT, MP3 dan video klip lagu ini dan di ikuti oleh semakin tenarnya sang penyanyi “ Ayu Tingting “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Q9PyZ7Qi6So/TvXSKe8qDyI/AAAAAAAAAlY/aZJ1crqMHio/s1600/Ayu+Ting+Ting+dan+Marketing+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://1.bp.blogspot.com/-Q9PyZ7Qi6So/TvXSKe8qDyI/AAAAAAAAAlY/aZJ1crqMHio/s320/Ayu+Ting+Ting+dan+Marketing+2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;5. Social Media&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa sahabat saya khususnya yang social media minded sudah hampir dipastikan mengetahui fenomena Ayu Ting Ting ini dari social media khususnya twitter. Perkembangan social media yang cukup massive saat ini membuat spreading berita tentang sesuatu menjadi sangat cepat baik itu positif maupun berita negatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah Ayu Ting Ting juga tidak ketinggalan jaman dengan memanfaatkan twitter untuk menjalin conversation dengan Fansnya, Hal ini menunjukan bahwa setiap brand, khususnya personal brand dalam dunia hiburan perlu men-strategykan penggunaan social media untuk membangun personal brand nya, coba saja lihat “sinta jojo”, “briptu Norma” dan banyak lagi personal branding yang muncul akibat dari social media saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Simple Content&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Fenomena lagu &amp;nbsp;“ Alamat Palsu “ dan ayu tingtingnya Merupakan perwakilan dari potensialnya ceruk pasar yang memilki karakter suka akan hal sederhana, jujur, simpel dan dekat dengan realita kehidupan sesungguhnya. Hal ini harus dijadikan pelajaran bagi setiap orang yang ingin membangun brand ataupun produk yang ingin brandnya terkenal bawah sampaikanlah pesan brand dengan simple dan dekat dengan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah pada akhirnya, mari kita lihat bagaimana sepak terjang Ayu Ting Ting selanjutnya di jagad hiburan Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga ayu semakin ting ting…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.co.id/"&gt;Creative Sales&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-4390314215768685322?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/oslHgZ6TOrE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/oslHgZ6TOrE/ayu-ting-ting-dan-marketing.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-TBso9n4tF4g/TvXRnGOi-6I/AAAAAAAAAlE/XCjWp0JZWKA/s72-c/Ayu+Ting+Ting+dan+Marketing+3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/12/ayu-ting-ting-dan-marketing.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-80618065793030116</guid><pubDate>Sat, 24 Dec 2011 06:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-24T13:59:35.902+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Love and Respect your Competitor, Why?</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-aw0mJHJnGoo/TvV2UnmK21I/AAAAAAAAAkw/buUDYfdbu3k/s1600/creative+sales+competition.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="263" src="http://2.bp.blogspot.com/-aw0mJHJnGoo/TvV2UnmK21I/AAAAAAAAAkw/buUDYfdbu3k/s400/creative+sales+competition.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tercatat sudah hampir dua tahun saya member di Gold Gyms bandung, dan selama dua tahun itu pula hampir tidak lebih dari sebulan satu kali member tersebut saya gunakan untuk fitness. Dipikir-pikir bagus juga strategi Gold Gyms yang mengharuskan membernya kontrak fitness selama 1 tahun dan otomatis terus diperpanjang (potong melalui kartu kredit) sejauh kita tidak mengajukan penghentian kontrak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malas memulai adalah alasan paling klasik untuk fitness, ditambah lagi dengan kesibukan sehari-hari jadilah sebuah pembenaran untuk tidak datang ke tempat gym hehe, dirayu, ditakuti dan diapakan pun dulu oleh sabahat saya, tidak membuat saya bergeming untuk datang wkwk, sampai suatu hari ketika sedang berdiskusi terceletuk sebuah kalimat "kita traktiran aja yuk nurunin berat badan dalam 2 minggu ini", seketika adrenalin meningkat dan keinginan menang persaingan "traktiran" memenuhi pikiran. "Boleh" jawab saya. (entahlah sudah sifat dari kecil, gengsi kalo ditantang tidak menerima tantangan tersebut).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Singkat kata tidak ada yang memenangkan traktiran tersebut karena masing-masing kurang dari dari target 4 KG yang telah ditetapkan untuk di capai, namun sejak 2 minggu "persaingan" di mulai, sampai saat ini saya jadi rajin nge gym (bahkan pagi dan sore) dan berubah 180 derajat dalam kegiatan sehari-hari di mana biasa tidur jam dua sekarang tidur jam 10-11, bangun jam 4-5, tidak memakan jeroan, gorengan dan sebagainya yang berimbas pada tubuh yang lebih sehat dan berat badan turun drastis sampai 14 KG dalam 2 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa hubungannya dengan marketing? wkwk, yah pasti ada, khan saya mau sedikit cerita dulu biar ada yang termotivasi hehe. Nah masuk ke marketing yah, kenapa tiba-tiba motivasi saya meningkat 1000 persen untuk menang dan berubah menjadi lebih baik sehingga akhirnya berdampak pada perubahan gaya hidup, yah betul, karena ada &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/10/500-366-dom-domino-pizza-vs-pizza-hut.html"&gt;PESAING/ COMPETITOR.&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesaing di dalam aktivitas marketing dapat memberikan beberapa hal yang sangat bermanfaat bagi &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/"&gt;brand &lt;/a&gt;untuk terus maju dan berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Lebih Kreatif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam banyak hal, dengan adanya pesaing kita memiliki motivasi untuk bisa memberikan layanan yang lebih kreatif untuk konsumen. Dahulu ketika hotel di bandung masih sedikit katakanlah, di mana tingkat persaingan tidak demikian tingginya seperti sekarang, layanan, program ataupun benefit yang diberikan kepada konsumen mungkin tidaklah sebanyak sekarang. Lah wong konsumen juga ga banyak pilihan toh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang jika Anda pernah ke bandung, puluhan billboard sudah menunggu dibaca oleh Anda sepanjang tol Pasteur. Ada yang kasih discount 50 persen, Harga mulai 200 ribu sekian untuk kamar dan kasur (tanpa AC wkwk), ada yang kasih hadiah Mobil, paket keluarga dan segala macam program dan gimmcik untuk menarik calon konsumen. Jadi intinya, dengan adanya pesaing, kreatifitas brand dipaksa untuk lebih maksimal dan tidak boleh berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Potensi Pasar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pesaing merupakan sumber informasi yang sangat penting bagi setiap brand untuk mendevelop dan pengembangkan &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/"&gt;brand&lt;/a&gt;. Bayangkan jika perusahaan Anda tidak ada pesaing, bisa jadi Anda berpikir oh penjualan sudah mencapai 100 persen produksi, berarti kita sudah sukses, padahal pada realitanya bisa jadi pasar lebih besar dari kapasitas produksi kita, hanya saja kita tidak menyadari besarnya pasar ini karena memang tidak ada yang menggarapnya. Dengan adanya pesaing, potensi pasar yang ada bisa dimaksimalkan oleh brand untuk digarap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Peningkatan Keuntungan&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Yah tentu dengan semakin besarnya potensi pasar yang bisa digarap karena pesaing membukan potensi tersebut, secara langsung maupun tidak langsung dalam periode waktu tertentu keuntungan perusahaan bisa meningkat lebih signifikan. Namun tentu bisa jadi sebaliknya bila brand/ perusahaan kalah terhadap pesaingnya tersebut dalam memberikan "value" kepada konsumennya, kalo sudah begini bisa-bisa kita yang terjerembab dan sulit untuk bangkit kembali menghadapi persaingan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah jadi love and respect your competitor tapi ingat pastikan konsumen membeli &lt;a href="http://creasionbrand.co.id/"&gt;brand&lt;/a&gt; kita bukan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.co.id/"&gt;creative sales&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-80618065793030116?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/cUn8TSMyp9U" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/cUn8TSMyp9U/love-and-respect-your-competitor-why.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-aw0mJHJnGoo/TvV2UnmK21I/AAAAAAAAAkw/buUDYfdbu3k/s72-c/creative+sales+competition.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/12/love-and-respect-your-competitor-why.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-8398513071463206432</guid><pubDate>Sat, 24 Dec 2011 06:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-24T13:38:49.831+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Kraton Wedding. When Traditional Meets Tech</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-eUzngxeII0k/TvVzXUpNEGI/AAAAAAAAAkY/juJJHNCJbEQ/s1600/Creative+Sales.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://2.bp.blogspot.com/-eUzngxeII0k/TvVzXUpNEGI/AAAAAAAAAkY/juJJHNCJbEQ/s400/Creative+Sales.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Nilai tradisional selalu bersebrangan dengan nilai modern...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata itu seringkali terdengar seolah-olah harga mati, dimana yang nama nya dunia modern, hi tech, serba on line, internet, robot, dll tidak bisa sejalan dengan nilai-nilai budaya yang masih tradisional, udah ketinggalan jaman kalo kata anak muda sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak tahu apakah pendapat ini bisa dikatakan relevan atau tidak, tapi saya kira beberapa waktu lalu saya menemukan bahwa ternyata ada lho nilai tradisional yang justru dibantu oleh infrastruktur modern dalam penyebaran informasi nya. Ya, mungkin sebagian besar kita tahu bahwa di bulan Oktober 2011 ini Sri Sultan Hamengkubuwono X akan menggelar perhelatan besar, yaitu pernikahan putri bungsu nya GRA Nurastuti Wijayareni (GKR Bendara) dengan Achmad Ubaidillah (KPH Yudanegara).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Yang menarik disini, peristiwa ini bisa diikuti hanya dengan membaca timeline twitter @KratonWedding, bukan hanya itu, pihak Kraton juga melengkapi twitter dengan media on line lain: http://kratonwedding.tumblr.com/ Saya kira peluang untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya tradisional dengan tools modern memang cocok di era saat ini, dimana sebagian besar masyarakat sudah paham internet, bahkan internetan menggunakan HP dan tablet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya apa sih pertimbangan-pertimbangan untuk menggunakan media modern atau on line saat ini, berikut beberapa analisanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Simple&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Keep it simple, dengan menggunakan media-media dengan kendaraan internet maka hal-hal yang di informasikan bisa berupa kalimat pendek, hal ini tentu saja berbeda dengan media konvensional seperti koran atau majalah, dimana informasi yang dituis berupa tulisan panjang atau artikel. Hal ini membuat orang tidak engan untuk mengikuti sesuatu yang sifatnya simple (hanya beberapa teks kalimat), jika memang tertarik untuk membacanya lebih jauh cukup klik link yang disertakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Mobile Era&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagian besar masyarakat perkotaan dan anak muda telah memiliki gadget2 “canggih” yang memungkinkan mereka bisa mengakses informasi apapun dengan mobile, baik itu menggunakan smartphone atau pun tablet, so inti dari proses ini saya kira adalah kecepatan informasi, dimana informasi yang disajikan bisa dengan saat cepat di akses oleh audience nya, bahkan real time&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Interaction&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Media on line saat ini memungkinkan audience untuk bisa langsung menfeedback setiap informasi yang diterima nya, cara nya pun ber macam2 bisa reply, comment, dll. Jadi berbagai opini juga bisa langsung terbentuk real time.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Spreading&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Satu lagi keunikan dari media on line, bukan hanya bisa beropini dan memberi tanggapan, tapi on line media juga memungkinkan penerima informasi memberikan efek bola salju, yaitu menyebarkan informasi yang diterima nya hanya dengan sekali klik atau just hit one button, misalnya seperti di twitter: tersedia fungsi RT (ReTweet) yang memungkinkan pemilik account untuk langsung mengcopas berita yang diterima nya lengkap dengan link nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apakah masih menganggap nilai tradisional dan modern berlawanan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.co.id/"&gt;creative sales&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-8398513071463206432?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/PBN7_WdGYtc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/PBN7_WdGYtc/kraton-wedding-when-traditional-meets.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-eUzngxeII0k/TvVzXUpNEGI/AAAAAAAAAkY/juJJHNCJbEQ/s72-c/Creative+Sales.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/12/kraton-wedding-when-traditional-meets.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-559361568637081889</guid><pubDate>Thu, 15 Dec 2011 15:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-15T22:43:33.885+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Demam JKT48</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xUzKBzqiTZM/TuoVVzlVJNI/AAAAAAAAAkM/WFTiT6E_m_E/s1600/Creative+Sales.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://1.bp.blogspot.com/-xUzKBzqiTZM/TuoVVzlVJNI/AAAAAAAAAkM/WFTiT6E_m_E/s400/Creative+Sales.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pocari Sweat emang jagonya bikin Trending Topics, begitu juga dengan yang baru saja mereka lakukan melalui endorsement mereka terhadap sebuah grup JKT48. Awal cerita serunya pembahasan ini beberapa waktu terakhir di Social Media dan berbagai media lainnya adalah telah suksesnya terlebih dahulu sebuah grup asal Jepang bernama AKB48 dengan Yasushi Akimoto (seorang pencipta lirik) sebagai produsernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yasushi Amikomoto, sang produser yang melahirkan dan membesarkan AKB48 inilah yang akan juga menjadi produser utama untuk JKT48. Prestasi darinya telah terbukti dengan penampilan AKB48 di berbagai penjuru dunia, seperti New York, Los Angeles, Cannes, Paris, Moskow, Korea dan Singapura. Sebelum terbentuknya JKT48, AKB48 telah memiliki 4 grup kembar lainnya yaitu SDN48 (versi dewasa AKB48), SKE48 (Nagoya), NMB48 (Osaka) dan HKT48 (Fukuoka).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;JKT48 di Indonesia ini merupakan audisi untuk mencari dan mengumpulkan anggotanya yang sudah dimulai dari bulan Oktober lalu. Yang terpilih akan menerima berbagai pelatihan yang akan membuat mereka mampu menggapai impian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, yang menarik di sini adalah keterlibatan brand Pocari Sweat yang mampu menjadikan fenomena ini identik dengan positioning yang ingin diciptakannya. Selain karena sama-sama berasal dari Jepang, tentu Pocari Sweat ingin menegaskan dan memperdalam makna brand-nya di kalangan target market. Saat ini Pocari Sweat sudah tidak lagi bicara mengenai manfaat produk secara gamblang namun mulai masuk ke penciptaan soul dari brand dan psikologi para konsumennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu apa saja yang dapat kita pelajari dari fenomena ini, cekidot pembahasannya berikut ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Trend bergulir seperti bola salju&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Munculnya SMASH, Kompetisi Boyband Girlband korea, dangdut ala korea dengan rambut pirangnya Ayu Ting Ting, merupakan satu indikator bangkitnya tren Asia khususnya Jepang dan Korea di Indonesia. Pengaruh style Barat yang sangat kuat di era 90an sudah mulai terlindas oleh arus style Korea-Jepang yang lebih identik dengan anak muda jaman sekarang. Tren di kalangan anak muda saat ini kian banyak dimanfaatkan oleh para brand untuk masuk lebih dalam ke area psikologi konsumen mereka, agar nilai-nilai yang mereka milikipun sama dengan nilai-nilai yang sedang in di kalangan target market mereka. Hal ini-lah yang merupakan salah satu &amp;nbsp;langkah yang sering dilakukan oleh berbagai produk Otsuka dalam menyusun strategi untuk meraih posisi market leader.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Get closer to community&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat ini dengan berkembangnya era Social Media, semakin memperkuat basis konsumen pada area komunitas. Sebagai pemilik brand harus terus aware pada berbagai langkah yang dapat mendekatkan diri atau bahkan diterima oleh berbagai komunitas tersebut. Langkah Pocari Sweat dalam endorser JKT48 ini merupakan langkah pendekatan atau minimal penciptaan positioning produk di dalam komunitas pecinta musik Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Gunakan pendekataan ‘kesamaan passion’&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sudah tidak asing bahwa sebuah produk melakukan campaign dari sisi manfaat produk mereka. Namun apabila tingkat awareness produk sudah cukup tinggi, tentu brand memiliki kebutuhan lebih lanjut tentang bagaimana brand tersebut dapat attach tidak hanya ke benak konsumen, tapi terlebih ke hati mereka. Seperti disampaikan oleh R. Suhendar, Head of Marketing PT Amerta Indah Otsuka di sela-sela peluncuran iklan TVC Pocari Sweat terbaru di Jakarta Sabtu (3/12/2011) bahwa terpilihnya grup idola JKT48 sebagai icon TVCM Pocari Sweat dikarenakan kesamaan visi yang dimilikinya dalam mengapresiasi semangat dalam perjuangan generasi muda untuk maju. Dalam tahap ini Pocari tidak lagi bicara mengenai manfaat produk, tetapi mengangkat “persamaan” nilai-nilai agar dapat lebih diterima di dalam hati para generasi muda Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Consistency&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Konsep audisi dan pengembangan bakat tentu bukan yang pertama di Indonesia, namun dari berbagai event yang kita ikuti ada yang mampu konsisten mempertahankan ketertarikan masyarakat, namun tidak sedikit juga yang semakin menurun bahkan berdampak bad perception di antara masyarakat. Lalu apa masa depan dari proyek JKT48 yang 28 anggota pertamanya akan tampil perdana di akhir tahun 2011 ini dapat mengambil hati masyarakat dalam waktu yang lama? Kita tunggu saja ya perkembanganya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber gambar:&lt;br /&gt;
tribunnews.com&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-559361568637081889?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/O8RRtt4dD5Q" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/O8RRtt4dD5Q/demam-jkt48.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-xUzKBzqiTZM/TuoVVzlVJNI/AAAAAAAAAkM/WFTiT6E_m_E/s72-c/Creative+Sales.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/12/demam-jkt48.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-7375108111341285712</guid><pubDate>Sun, 11 Dec 2011 15:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-11T22:45:00.870+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Selingkuh “Brand Switching”</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-668scIY_FXI/TuTOSQXOZQI/AAAAAAAAAj8/u1RCxA6OtJU/s1600/Brand+Switching.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://2.bp.blogspot.com/-668scIY_FXI/TuTOSQXOZQI/AAAAAAAAAj8/u1RCxA6OtJU/s400/Brand+Switching.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian banyaknya tempat makan Ramen di bandung, pilihan saya akhir-akhir ini selalu saja kembali ke Daiji Raamen. Apakah memang tempat makan Ramennya paling enak? Enggak juga sih, ada yang lebih enak sebetulnya yang dulu juga menjadi tempat favorit saya (nurut gua), namun sejak kenal Daiji, saya lebih memilih beralih ke brand ini karena “nilai” yang brand ini berikan dari sisi rasa dan harga terbaik bagi saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah begitupun jika memilih tempat makan dimsum, dahulu saya cukup setia dengan satu brand, namun sejak munculnya Paradise dengan konsep discountnya saya lebih memilih beralih ke brand ini, bukan karena discountnya (ada juga sih dikit) namun value “harga + rasa” yang diberikan jauh lebih worthy buat saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dahulu saya selalu merekomendasikan kedua tempat tersebut walaupun sedikitpun tidak ada “benefit” atau CRM yang saya dapatkan dari dua brand tersebut baik itu discount, ucapan selamat, member card dan semacamnya, mengajak setiap teman dan tamu datang ke tempat tersebut, namun sekarang semua sudah berubah, saya “berkhianat” ke brand lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik bukan, loyalitas terhadap brand yang selalu menjadi pilihan dan direkomendasikan kemudian hilang digantikan oleh brand lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wtozPcLhI84/TuTOVhALSQI/AAAAAAAAAkE/2zgK0ZxTXBA/s1600/Brand+Switch.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://2.bp.blogspot.com/-wtozPcLhI84/TuTOVhALSQI/AAAAAAAAAkE/2zgK0ZxTXBA/s320/Brand+Switch.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pandangan saya pribadi, setidaknya ada dua hal yang membuat loyalist brand akhirnya pindah ke brand kompetitornya walaupun pada dasarnya tidak ada sebuah “kasus” khusus di mana memaksa konsumen tersebut pindah, yah seperti contoh di atas, basically saya sedang dan memang tidak dikecewakan oleh brand pertama tersebut kok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama Value&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buat saya ini faktor yang paling penting mengapa seorang konsumen loyal &amp;nbsp;berpindah dari satu brand ke brand kompetitornya. “nilai lebih” menjadi dasar penting bagi setiap brand untuk bersaing ditengah ketatnya kompetisi saat ini. Apalagi bila brand Anda adalah follower atau new comer, nilai lebih jelas menjadi hukum wajib untuk di deliver ke target market.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kasus Ramen di atas, rasa memang menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi seseorang dalam mengkonsumsi sesuatu apalagi yang tidak bermasalah dengan harga, namun ketika Anda me-launch sebuah brand baru, pastikan Anda memberikan “nilai tambah” selain rasa (tentu lakukan dulu sampling dan riset untuk urusan rasa ini) kepada calon konsumen Anda yang mungkin saja sudah loyal dengan sebuah brand sebelumnya, misal dengan harga yang lebih murah, program yang menarik dan layanan yang lebih personal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daiji dalam contoh kasus saya di atas memberikan ”nilai lebih” harga yang 30 persen lebih murah, program yang cukup menarik (discount 15 persen pada senin-jumat bila nge tweet dan mention @daijiraamen), refil ocha (minuman khas jepang) serta layanan yang ramah (pelayanan melayangkan sapaan ketika kita masuk, menanyakan bagaiamana kualitas makanannya dan yang terpenting senyum). Ditambah rasa yang juga enak, jadinya secara total nilai Daiji lebih menjadi pilihan dan memberikan alasan untuk saya beralih ke brandnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua Relationship&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasangan yang udah nikah ajah bisa selingkuh bro, apalagi kita konsumen” hehe, saya jadi teringat ucapan sahabat saya di atas. Apa sih yang menyebabkan selingkuh, cerai ataupun kita putus dengan pasangan kita? Faktor utama mungkin adalah “hubungan” yang sudah tidak harmonis lagi akibat salah satu atau kedua pihak sudah tidak atau bahkan tidak mau mencoba untuk memberikan dan memaintain hubungan tersebut karena satu dan lain hal hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsumen, walaupun tampak setiap dan loyal kepada brand tetap adalah manusia yang punya perasaan, faktor rasa dalam kasus di atas tidak cukup untuk terus membuat seseorang loyal apalagi kategori brand dan kompetisi di dalamnya cukup tinggi, dengan kata lain produk sejenis cukup banyak yang bertarung di dalamnya. Ketika bran Anda tidak memberikan “perhatian” yang lebih atau sekedar cukup kepada konsumen loyal brand Anda, tinggal tunggu waktu konsumen loyal tersebut “selingkuh”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya walaupun sangat loyal dengan 2 brand sebelumnya namun entah kenapa tidak pernah mendapatkan sentuhan “hubungan” dari kedua brand tersebut. Datang ga pernah dapet discount, member card entah ada entah enggak, kenal nama juga enggak dan mungkin ini juga berlaku untuk semua konsumennya haha (atau memang gua ajah yah ga dianggap konsumen “bernilai” hehe). &amp;nbsp;Yah kalo sudah begitu tidak salah memang jika konsumen loyal menjadi selingkuh, lagian please deh mosok sih ga ada CRM sama sekali (jaman begini, hadohh tepok jidat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah begitulah sedikit cerita tentang “selingkuh” brand, mengisi malam minggu ini hehe, semoga bermanfaat dan kita segera menambah dan membuat program “nilai lebih” untuk konsumen kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://creasionbrand.co.id/"&gt;Creative Sales&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber gambar&lt;br /&gt;
syamsazahra.wordpress.com&lt;br /&gt;
davidwygant.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-7375108111341285712?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/JRK1fWt93TY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/JRK1fWt93TY/selingkuh-brand-switching.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-668scIY_FXI/TuTOSQXOZQI/AAAAAAAAAj8/u1RCxA6OtJU/s72-c/Brand+Switching.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/12/selingkuh-brand-switching.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-6969073090819672249</guid><pubDate>Sat, 10 Dec 2011 10:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-10T18:01:04.190+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Tao Kae Noi Story</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2FsqqV9MUsk/TuM52WMNziI/AAAAAAAAAjw/suFeME93bLo/s1600/creative+sales.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-2FsqqV9MUsk/TuM52WMNziI/AAAAAAAAAjw/suFeME93bLo/s400/creative+sales.jpg" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Malas Belajar Tidak Selalu Buruk, Asal........&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk menonton sebuah film, “billionaire” di&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.blitzmegaplex.com/en/movie_detail.php?id=MOV1410"&gt;Blitzmegaplex&lt;/a&gt;. Secara garis besar film tersebut bercerita tentang perjuangan seorang anak laki-laki yang malas untuk belajar di sekolah, tapi memiliki keinginan untuk menjadi seorang pengusaha muda demi melunasi hutang keluarganya yang sangat besar yang juga menyebabkan rumah orang tuanya di sita oleh bank dan orang tuanya harus melarikan diri untuk menghindari tagihan bank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fil ini cukup menarik karena di satu sisi memberikan inspirasi untuk penontonnya menjadi seorang pengusaha muda dan di sisi lain diperlihatkan bahwa menjadi pengusaha bukan pilihan yang muda. Kerugian akibat bisnis yang gagal seperti CD Player karena di bohongi oleh produk palsu, berjualan Kacang Olahan yang kemudian diusir oleh pihak mall karena menyebabkan protes tenant lain dan kotornya atap mall, Kehilangn harta, kehilangan kekasih bahkan “hampir” kehilangan keluarga merupakan proses berat yang harus dialami oleh seorang pengusaha mudah seperti “Top” nama dalam pemeran film tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat kata pada akhirnya setelah semua perjuangan &amp;nbsp;Top dengan produk Rumput lautnya berhasil menembus Seven Eleven di thailang (711) dengan brand Tao Kae Noi dan sejak saat itulah masah jayanya sebagai pengusaha mudah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Apa yang dilakukan oleh Top memang sangat “trial and adjustment”, tapi yang ingin saya bahas bukan lah detil kesalahan apa saja yang dibuat oleh Top, tapi ada beberapa hal &amp;nbsp;dasar / basic yang dilakukan Top yang bisa membuat dia berhasil yang mungkin saat itu tidak disadarinya secara langsung sebagai pebisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-rCHpi6hLsU4/TuM51kJ3ZxI/AAAAAAAAAjs/GH3NR4l_b78/s1600/Tao+Kei+Noi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-rCHpi6hLsU4/TuM51kJ3ZxI/AAAAAAAAAjs/GH3NR4l_b78/s320/Tao+Kei+Noi.jpg" width="221" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Produk yang unik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bicara tentang produk banyak sekali dimensi nya, tapi produk dengan kualitas baik adalah sebuah keharusan. Dalam perjalanan “menemukan” produk yang akan dipasarkan bukan perkara mudah, tapi produk dengan kualitas baik saja TIDAK CUKUP untuk dipasarkan. Jawabannya tentulah harus melebihi produk dengan kualitas yang baik, tapi produk seperti apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Dalam film ini Top akhirnya menemukan bahwa produk dengan kualitas baik dan disukai oleh konsumen bisa membawanya menjadi “billionaire” dalam usia muda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Distribusi yang luas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah produk yang baik dan kualitas yang baik tidak akan bisa menghasilkan penjualan jika tidak tersedia di pasar. Mendekatkan diri dengan konsumen sangat lah penting. Jika kita berada di industry FMCG, maka yang harus dilakukan adalah “banjiri” dan dekatkan diri kita dengan pelanggan. Yang dilakukan oleh Top untuk mendekatkan diri dengan konsumen nya adalah berusaha untuk menghadirkan produk nya di sebanyak mungkin tempat dengan cara berusaha untuk bekerja sama dengan jaringan retail internasional, Seven Eleven&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Riset pasar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Walaupun malas belajar secara akademis (sering bolos di pelajaran sekolah), tapi Top selalu melakukan riset secara &amp;nbsp;“manual”, yaitu melakukan pengamatan terhadap berbagai hal, misal datang ke para pesaing untuk bertanya, menggali informasi di pasar, di jalan dan juga mengamati lingkungan yang pada akhirnya menghasilkan insight untuk meluncurkan produk rumput lautnya dengan brand dan packaging yang memenuhi syarat 711.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat kantor saya bahkan membuat kultweet khusus untuk film ini yang timelinenya saya copy dibawah karena sangat menarik untuk kita baca. “pelajaran yang bisa kita ambil dari film #billionaire&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Jangan pernah menyerah, karena begitu kita menyerah mak semua berakhir #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kadang keluarga terdekatpun tidak akan mensupport keinginan kita untuk menjadi pengusaha. Cukup dengarkan kata hati #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak strategi sederhana yang bisa dipelajari bahkan dari pasar becek sekalipun tentang bagaimana berjualan #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1,2,3 kegagalan dalam usaha bukanlah akhir namun awal untuk menuju kesuksesan. Coba lagi, jangan menyerah #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan boros, berinvestasilah pada hal yang memberikan nilai tambah. #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak usah banyak berpikir, just do it. Kadang kita tidak bisa sampai sejauh ini dengan terlalu banyak berpikir #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Partner terbaik dalam adalah yang masih mau sama-sama tertawa ketika gagal dan masih berjuang ketika putus asa menerpa #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengarkan sekelilingmu, kadang inspirasi datang dari hal yang tidak kita sukai #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kau berpikir "bisa" maka tubuh dan hatimu akan bergerak untuk bisa dan mensupport keinginanmu begitupun sebaliknya #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kadang kienyataan terpahit adalah berpisah dengan org yg "dulu" mencintaimu karena mereka tidak percaya kamu bisa sukses #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berilah support ke setiap orang yang ingin memulai usaha sejauh terpancar kegembiraan dan optimisme di wajahnya. #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Catat, photo, rekam semua hal yang mungkin kelak menjadi inspirasi dan ide #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ingat selalu n+1, selalu ada 1 lagi jalan untuk sukses dan berhasil #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selalu ada tembok besar untuk orang pesimis, namun selalu ada "pintu" lain untuk orang yang optimis #billionaire&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
So kalo Top saja bisa yang hanya tamatan SMU, bagaiamana dengan kita?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://creasionbrand.co.id/"&gt;creative sales&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber gambar:&lt;br /&gt;
seafoodjerky.com&lt;br /&gt;
http://www.tumblr.com/tagged/the-billionaire&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-6969073090819672249?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/yeLYvBoyuFA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/yeLYvBoyuFA/malas-belajar-tidak-selalu-buruk-asal.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-2FsqqV9MUsk/TuM52WMNziI/AAAAAAAAAjw/suFeME93bLo/s72-c/creative+sales.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/12/malas-belajar-tidak-selalu-buruk-asal.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-8451153250018882165</guid><pubDate>Mon, 28 Nov 2011 04:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-28T11:54:49.186+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>LuVe Litee. Campina's Attack or ........</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2dUYZShfEOw/TtMSAXsA7qI/AAAAAAAAAh4/b7JPPL8wku0/s1600/Luve+Litte.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="221" src="http://1.bp.blogspot.com/-2dUYZShfEOw/TtMSAXsA7qI/AAAAAAAAAh4/b7JPPL8wku0/s400/Luve+Litte.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Es krim rendah lemak! Pertama kali tahu brand ini dari seorang teman, senang sekaligus daya analisis marketingnya langsung jalan.&amp;nbsp;Gimana nga, berbagai brand yang berhubungan dengan kesehatan kian bertumbuh pesat, tepatnya adalah yang berhubungan dengan gaya hidup sehat. Karena di perkotaan pada segmentasi pasar tertentu produk ini menjadi produk yang dicari bahkan dalam taraf dibutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjamurnya tempat gym di kota-kota besar di Indonesia adalah indikasi paling nyata dari terbentuknya pasar tersebut. Dan&amp;nbsp;brand&amp;nbsp;es krim rendah lemak yang diperkenalkan oleh Campina ini secara langsung menyasar target market tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Bisa dibilang kancah persaingan industri es krim beberapa tahun belakangan ini didominasi oleh Unilever melalui produknya&amp;nbsp;brand&amp;nbsp;Wall’s. Lantaran dulu dari kecil kalau kita ingat-ingat kita selalu konsumsinya Campina, tapi karena kegencaran aktivitas pembangunan brand Wall’s yang cukup menggila, maka Top of Mind-pun bergeser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-k97JprZZqfw/TtMSGa9yazI/AAAAAAAAAiA/kcpgPtGX2T4/s1600/Luve+Litte+Brand.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-k97JprZZqfw/TtMSGa9yazI/AAAAAAAAAiA/kcpgPtGX2T4/s320/Luve+Litte+Brand.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tapi nampaknya Campina punya strategi lain di balik menghadapi raksasa yang menjadi pesaing utamanya tersebut. Langkah Campina dalam menggarap ceruk pasar “rendah lemak” merupakan satu terobosan baru di Indonesia. Walaupun sebenarnya di luar negeri es krim rendah lemak bukan lagi menjadi sesuatu yang baru, dan Wall’s pun pernah beberapa kali melakukan launching&amp;nbsp;brand&amp;nbsp;rendah lemaknya di luar Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apa saja peluang dan tantangan yang dihadapi oleh&amp;nbsp;brand&amp;nbsp;LuVe Litee produk es krim rendah lemak dari Campina ini? Silakan simak review nya berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Edukasi menjadi langkah utama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Edukasi menjadi “PR” utama&amp;nbsp;brand&amp;nbsp;yang membawa positioning baru di industrinya. Kesuksesan&amp;nbsp;brand&amp;nbsp;ini sangat bergantung pada kemampuan&amp;nbsp;brand&amp;nbsp;mengedukasi pasar, meyakinkan dan bahkan mengarahkan habit untuk mengkonsumsi&amp;nbsp;brand tersebut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemilihan media yang segmented&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
brand&amp;nbsp;yang menggarap pasar niche tentu tidak memiliki budget atau bahkan proporsi penjualan yang signifikan besar. Konsekuensinya adalah pemilihan media yang tepat menjadi penentu efektifitas strategi yang dijalankan. Nampaknya hal ini telah dilakukan dengan baik oleh LuVe Litee, salah satunya melalui pemasangan iklan di media TV tempat-tempat gym. Namun kontinuitas juga merupakan hal penting terutama berupa pengenalan produk baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Community based&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ancaman terbesar dari&amp;nbsp;brand&amp;nbsp;ini tentu adalah saat mendapatkan respon yang positif dari pasar, maka pesaing akan dengan mudahnya menciptakan produk yang serupa dan apabila kalah dari sisi pendanaan pembangunan brand, maka siap-siap good-bye terhadap pasar yang sudah capek-capek dibangun dari awal. Maka walaupun produk ini tergolong produk baru, tetap harus memikirkan tentang “pondasi” konsumen mereka, yaitu community-based yang dibangun untuk menciptakan loyal customers sejak dini. Para loyal customers tentu tidak hanya akan menjadi pondasi stabilitas penjualan, tapi juga tools untuk memperbesar niche market yang ada sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Create the habit!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kunci dari penjualan yang sustain adalah saat konsumen telah menjadikan&amp;nbsp;brand&amp;nbsp;kebutuhan rutin mereka. Dan hal ini hanya akan didapatkan saat konsumen menyadari kebutuhan mereka terhadap produk. Tentu kita mengamati berbagai produk yang sukses melakukan hal ini, seperti produk pasta gigi yang menjadikan kebiasaan orang untuk menyikat gigi dengan pasta gigi atau air mineral dalam kemasan. Saat ini orang memiliki persepsi yang tidak dalam kemasan tidak sehigienis produk air mineral dalam kemasan. Seperti campaign Aqua yang terus menggiring pola pikir masyarakat untuk menjadikan minum Aqua adalah kebiasaan yang sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
LuVe Litee sebagai&amp;nbsp;brand&amp;nbsp;yang mengusung identitas “sehat” dapat memanfaatkan strategi ini untuk meningkatkan ketergantungan konsumen terhadap produk, untuk menjadikan habit dan menyesuaikannya dengan cara hidup masyarakat saat ini. Seperti contohnya adalah campaign es krim rendah lemak di UK, yang mengedepankan habit makan es krim di musim panas, namun tidak perlu takut gemuk, karena es krim-es krim tersebut rendah lemak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mudah memang, masuk ke pasar niche dengan kategori produk yang sama sekali baru, namun saat konsumen menemukan bahwa produk tersebut adalah jawaban dari kebutuhan mereka, maka akan dengan cepatnya konsumen merespon kehadiran produk tersebut. Pasalnya tidak hanya menggarap niche market mereka yang peduli berat badan juga menggarap mereka yang tidak makan daging alias vegetarian, di mana selama ini mereka tidak bisa makan es krim karena adanya lemak hewani di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal lain yang akan menjadi menarik ke depannya adalah jika Wall's juga kemudian bergerak untuk masuk ke dalam pasar ini, kita lihat nanti sekuat apa Campina bisa mengantisipasi "over budget" nya wall's dalam melakukan komunikasi brand ke masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejauh ini saya sebagai salah satu yang peduli tentang kesehatan, dengan senang hati menyambut dan membeli produk tersebut, bisa jadi sugesti bisa jadi memang benar bahwa tetap bisa diet tanpa harus menghilangkan hobi makan es krim, Bagaimana dengan kalian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.co.id/"&gt;Creative Marketing Partner&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;sumber gambar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;mycampinaicecream-wordpress&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;turisinternet-com.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-8451153250018882165?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/79Sf9XC-I3k" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/79Sf9XC-I3k/luve-litee-campinas-attack-or.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-2dUYZShfEOw/TtMSAXsA7qI/AAAAAAAAAh4/b7JPPL8wku0/s72-c/Luve+Litte.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/11/luve-litee-campinas-attack-or.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-3115386999329377847</guid><pubDate>Mon, 07 Nov 2011 09:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-07T16:21:17.289+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Brand Value &amp; Emotional Bonding</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6PtUzg958l8/TreidMlDFOI/AAAAAAAAAhw/EOZ3stSZIEA/s1600/Emotional+Branding.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="275" src="http://4.bp.blogspot.com/-6PtUzg958l8/TreidMlDFOI/AAAAAAAAAhw/EOZ3stSZIEA/s400/Emotional+Branding.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini saya baru saya men tweet salah satu artikel tentang 5 visi sebuah perusahaan yang menurut saya sangat unik. Terlebih lagi karena 5 nilai tersebut begitu “membekas” di benak saya dan cukup menginspirasi. Apalagi ketika saya pernah diajak untuk langsung mengunjungi “simbol-simbol” nilai-nilai tersebut secara langsung di Negara asalnya, Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya artikel tersebut sudah agak lama saya buat, tapi hari ini secara kebetulan saya coba tweet ulang, dan langsung mendapat tanggapan dari seorang teman saya: “emang loe diminta berapa lama untuk ngetweet tentang &amp;nbsp;&lt;a href="http://www.soyjoy.co.id/"&gt;SOYJOY&lt;/a&gt;?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Wah haha, menanggapi pertanyaan seperti itu, langsung saja saya klarifikasi, bahwa saya tidak pernah diminta untuk mentweet secara jumlah dan periode tertentu oleh SOYJOY setelah saya memenangkan kompetisi &lt;a href="http://www.soyjoy.co.id/healthylicious/"&gt;SOYJOY Healthylicious 2&lt;/a&gt;, semua nya saya lakukan dengan sukarela dan tanpa paksaan. Dan jika boleh jujur, saya memang melakukannya karena memang pada saat saja berkunjung ke Jepang memang saya sangat terkesan dengan visi dan filosofi mereka tentang kreatifitas, jadi ingat yah bukan tweet iklan hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya apa hal yang mendasari saya mau dengan sukarela melakukan hal tersebut? Saya kira apa yang sudah dilakukan oleh Otsuka dan SOYJOY sudah menciptakan &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/07/emotional-bonding.html"&gt;Emotional Bonding&lt;/a&gt; bagi saya, dimana keterikatan secara emosional tersebut membuat saya dengan sukarela berbagi informasi mengenai brand Soyjoy tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba ajah jika Anda memang terinspirasi oleh suatu hal atau jika kita merasa puas dengan layanan/ produk sebuah brand, ada moment di mana Anda secara sukarela selalu membicarakan brand tersebut, merekomendasikannya ke orang lain dan bahkan sampai menganjurkan orang lain untuk mengkonsumsi brand tersebut, tul ga?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya pada artikel sebelumnya sudah dibahas oleh creasioner lain soal &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/07/emotional-bonding.html"&gt;emotional bonding&lt;/a&gt; ini, Cuma it’s oklah yah buat saya share dari perspektif saya pribadi bagaimana sebuah brand bisa menciptakan emotional bonding dengan konsumennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Identifikasi siapa target market&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini mutlak dan sangat penting untuk dilakukan oleh pemilik brand, karena untuk men “treat” seseorang atau sekelompok orang kita harus mengetahui dan mengenal dulu, dengan siapa kita bicara. Salah indentifikasi malah mungkin membuat apa yang sudah kita berikan untuk konsumen tersebut sama sekali tidak memiliki “nilai” di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekstrimnya begini, kita mau mentreat sebuah komunitas A katakanlah, nah karena “sok kenal” kita hiburlah mereka dengan musik “dangdut” katakanlah padahal ternyata komunitas ini penggemar musik Rock, lah bisa berabeh khan, boro-boro seneng yang ada malah sebel sama si brand.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Temukan minat atau hal yang disukai target market&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah kita mengenal dan mengetahui dengan siapa kita akan bicara, maka kita harus mencari tahu apa saja faktor2 atau hal2 yang menarik dan disukai oleh audience kita. Nah contoh di atas mungkin sudah memberikan gambaran bagaiaman “what they want” penting untuk diketahui oleh brand.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya berikan sesuatu yang tepat kepada orang yang tepat. Jangan berasumsi bahwa apa yang kita suka pasti konsumen kita suka karena belum tentu preferensi Anda sesuai dengan konsumen Anda bahkan dalam konteks Andapun konsumen “produk” Anda. Do some research.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Berikan perhatian terhadap hal-hal yang disukai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang pada dasarnya sangat suka di perhatikan, apalagi untuk hal2 yang memang disukai nya. Jadi sangat penting &amp;nbsp;bagi pemilik brand untuk memberikan perhatian untuk hal2 tersebut. Misal konsumen kita menyukai hal-hal yang bersifat ekstrem sport, nah sudah selayaknya brand membuat aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan konsumen ini sesuatu yang berbau-bau ekstrim sport sehingga mereka merasa brand ini memang memperhatikan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Lakukan dengan total dan konsisten&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dan yang terakhir tidak kalah penting, pada saat ingin menciptakan keterikatan dengan seseorang maka yang dilakukan harus secara total dan konsisten. Total dalam arti serius dan “engga setengah2”, konsisten dalam arti “tahan untuk jangka waktu yang lama”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, bagaiaman dengan &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/"&gt;brand&lt;/a&gt; Anda?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/"&gt;Creative Sales and Brand Partner&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-3115386999329377847?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/O0c17zc9Lrc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/O0c17zc9Lrc/brand-value-emotional-bonding.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-6PtUzg958l8/TreidMlDFOI/AAAAAAAAAhw/EOZ3stSZIEA/s72-c/Emotional+Branding.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/11/brand-value-emotional-bonding.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-801174493423440792</guid><pubDate>Mon, 07 Nov 2011 04:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-07T11:02:50.253+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Ngobrol Segmentasi Yuk</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vlFLYMbVoJs/TrdYKfphtsI/AAAAAAAAAho/A8Dj3Sg-QYc/s1600/Segementation.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-vlFLYMbVoJs/TrdYKfphtsI/AAAAAAAAAho/A8Dj3Sg-QYc/s400/Segementation.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pertengahan bulan oktober tepatnya saya kebetulan ditugaskan ke Kota Tasikmalaya untuk menghandle sebuah Activation Project - &lt;a href="http://dixgital.net/monex/daftar.php"&gt;Seminar Edukasi Mengenai Investasi Emas&lt;/a&gt;. Sebenarnya penyelenggaraan Activation Seminar ini bukan yang pertama kalinya bagi saya karena sebelumnya pernah menghandle Acvtivation serupa di beberapa Kota, salah satunya Kota kelahiran saya Bandung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lanjut ke pelaksanaan seminar di Kota Tasikmalaya tadi, nah dikarenakan saya beranggapan bahwa karakteristik masyarakat (Target Market) Tasikmalaya hampir sama dengan Kota Bandung dikarenakan letaknya yang masih di provinsi Jawa Barat, memiliki Background Budaya yang tidak begitu berbeda, dan lokasinya juga yang tidak begitu jauh sekitar 3 sampai 4 jam dari Kota Bandung, maka saya menerapkan Strategi yang sama dalam menggarap Segmen Tasikmalaya *konteks activation seminar - dalam hal ini proses pencarian peserta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sederhananya dalam proses pencarian peserta, kurang lebih masih menggunakan metode yang sama yakni standar kegiatan promosi &amp;amp; publikasi melalui Flyering, Canvasing, Sales Call, dan pemasangan Spanduk di beberapa titik yang dinilai potensial. Setelah hampir seminggu berjalan proses promosi &amp;amp; publikasi masih belum ada satupun peserta yang mendaftar, sedikit heran dikarenakan jika metode ini dilakukan di Kota Bandung dan di beberapa Kota lainnya setidaknya dalam beberapa hari pun sudah ada peserta yang mendaftar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diselidiki ternyata bukan metode promosi dan publikasinya yang salah melainkan sistem pendaftarannya yang bermasalah, termasuk metode pendekatan dan penyampaian informasi. Karakteristik segmen Tasikmalaya yang cenderung tidak mau dibebani oleh hal-hal yang terlalu berbelit *ribet, Jika dilihat dari sudut pandang penyelenggaraan seminar ini, karakter segmen Tasikmalaya tidak cocok dengan sistem pendaftaran yang berbelit &lt;i&gt;(transfer sejumlah uang melalui bank / atm, bukti slip pembayaran di fax atau email ke no tertentu, lalu konfirmasi melalui sms / telepon)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini berbeda dengan segmen Bandung yang masih mau melakukan hal tersebut, dengan demikian akan lebih efektif jika pendaftaran dilakukan on the spot *dengan catatan lokasi pendaftaran mudah dijangkau &amp;amp; dilalui oleh target market (example : open table di mall atau direct sales dengan man power SPG pada saat weekend di beberapa titik potensial, seperti kawasan Dadaha akan ramai dikunjungi oleh masyrakat Tasikmalaya pada hari minggu, atau lebih ekstremenya direct sales door to door dengan memberikan invitation ke beberapa target market potensial secara langsung dan personal).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya dalam hal pendekatan dan penyampaian informasi, akan lebih baik hasilnya jika kita melakukan pendekatan secara individual dengan penyampaian informasi yang sistematis (perlahan, detail (jelas), dengan penyampaian yang mudah dimengerti), hal ini berbeda dengan segmen Bandung yang lebih menyukai langsung ke pokok permasalahan &lt;i&gt;&lt;b&gt;“To The Point”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Dengan demikian dalam hal pendekatan, segmen Tasikmalaya membutuhkan effort yang cukup menguras tenaga dikarenakan dalam beberapa kondisi mereka akan cenderung “cuek” terlebih untuk beberapa kategori produk yang masih belum familiar atau baru bagi mereka “Disini kita harus bisa memberikan meyakinkan mereka dengan memberikan penjelasan sejelas mungkin dengan gaya bahasa penyampaian yang mudah dimengerti”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan hal tersebut sedikitnya saya bisa menyimpulkan mempertimbangkan faktor segmentasi &amp;amp; targeting secara detail juga diperlukan dalam pelaksanaan sebuah Activation. Seperti saya ceritakan sebelumnya bahwa meskipun pernah menyelenggarakan Activation serupa di beberapa kota, tidak menjamin bahwa kita bisa menerapakan dan mengimplementasikan Taktik &amp;amp; Strategi (metode &amp;amp; sistem) yang serupa. Hal ini dikarenakan&lt;i&gt;&lt;b&gt; “Karakteristik Segmentasi pasar berbeda di setiap daerah / wilayah walaupun memang terkadang di beberapa daerah karakteristik segmen bisa sama dimana kita bisa menduplikat metode &amp;amp; sistem sebelumnya, namun disisi lain bisa berbeda 180’ dimana kita juga harus menerapkan metode &amp;amp; sistem yang berbeda 180’ dari sebelumnya”.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit merujuk pada teori dasar, pendekatan segmentasi bisa terdiri dari 3 faktor :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Static Attribute Segmentation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Statcic Attribut lebih memandang segmentasi secara Statis dari faktor Geografis (kontur &amp;amp; karakteristik wilayah) &amp;amp; Demografis (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Dynamic Attribut Segmentation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dynamic Attribut memandang segmentasi lebih Dinamis dalam hal ini yang mencerminkan human character (minat, kebiasaan, sikap, keyakinan, psikografis dan perilaku).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Individual Segmentation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Individual Segmentation lebih pada hal-hal yang sifat mendasar yang sudah ada pada diri seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan karakteristik segmen akan berbeda dan mengharuskan kita menerapkan Tactic &amp;amp; Strategy yang berbeda (disesuaikan dengan karakteristik dasar segmen tersebut)”.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, berdasarkan pengalaman saya tadi, maka bagi saya pribadi hal ini menjadi acuan bahwa jika kita ingin sukses dalam pelaksanaan sebuah Activation seperti sudah saya singgung sebelumnya kita juga harus memperhatikan &amp;amp; mempertimbangkan faktor segmentasi dan targeting, karena hampir sama dengan proses marketing, dimana dalam hal ini segmentasi dan targeting merupakan kunci dasar dari proses pemetaan pasar sebelum kita menetukan langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan segmentasi &amp;amp; targeting (pondasi dasar) maka selanjutnya kita bisa menentukan tactical &amp;amp; strategic proses yang telah disesuaikan dengan segmentasi dan terget market yang akan kita garap dalam pelaksanaan sebuah Activation project di lapangan”.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Creative Sales and Branding Partner&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber gambar:&amp;nbsp;wistia.com&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-801174493423440792?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/L-hF_yKj3rI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/L-hF_yKj3rI/ngobrol-segmentasi-yuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-vlFLYMbVoJs/TrdYKfphtsI/AAAAAAAAAho/A8Dj3Sg-QYc/s72-c/Segementation.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/11/ngobrol-segmentasi-yuk.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-7491704221420363323</guid><pubDate>Mon, 31 Oct 2011 07:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-31T14:53:08.772+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Brand-Inwash, Mencuci Otak Konsumen</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fEdfOBMI8LQ/Tq5TNJR_LfI/AAAAAAAAAgw/H6noGk38OKA/s1600/Brand+Association.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="251" src="http://4.bp.blogspot.com/-fEdfOBMI8LQ/Tq5TNJR_LfI/AAAAAAAAAgw/H6noGk38OKA/s400/Brand+Association.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
P : “&lt;i&gt;Pokoknya gua ga mau minum produk X, itu kan buat cowok. Nanti badan gua jadi berotot lagi!&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;
L : “&lt;i&gt;Lho kok bisa kamu mikirnya gitu, padahal dari kandungannya kan netral, fungsinya untuk membantu metabolism tubuh dan mempercecpat proses perbaikan sel, ga ada hubungannya dengan badan cewek jadi berotot, dari sisi biologis aja jelas beda hormon perempuan dan laki-laki. Perempuan gak akan bisa berotot kayak Arnold Swecheneger J gara-gara minum susu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
P : “&lt;i&gt;Lha itu dibilangin diiklan dan tulisan yang ada di kemasan&lt;/i&gt; !”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembicaran ini terdengar saat saya sedang nge-gym antara sepasang perempuan dan laki-laki yang sedang ngobrol selepas mereka berlatih. Fenomena yang menarik, karena setahu saya produk yang sedang mereka bicarakan sebenarnya memang aman dikonsumsi baik perempuan maupun laki-laki, bahkan bagus buat mendukung aktivitas olahraga mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau memang begitu, kok bisa ya si perempuan di gym tadi bisa punya asosiasi yang demikian kuat, Sebenarnya ada 3 hal yang menjadikan celah buat Brand untuk bisa menanamkan asosiasi di benak masyarakat dan target marketnya, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;1.Masyarakat biasanya kurang memiliki pengetahuan yang dalam tentang banyak hal yang ada disekitar mereka. Dengan padatnya aktivitas dan berbagai informasi yang masuk mereka tidak punya waktu atau bahkan sengaja membatasi informasi yang masuk untuk dipelajari secara detil&lt;br /&gt;
2.Maunya disuapin dengan cerita dan malas menggali informasi, sehingga jika informasi yang didapat pertama kali dari sumber yang salah biasanya akan dijadikan pedoman dalam menjalani hal yang &amp;nbsp;berkaitan&lt;br /&gt;
3.Kecenderungan untuk percaya terhadap Brand terkenal sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lha setelah kita tahu potensi yang bisa kita manfaatkan dalam membangun asosiasi brand, selanjutnya ada beberapa langkah yang harus kita lakukan untuk memanfaatkan peluang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.Bangun Brand image Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semakin terkenal brand kita, tingkat kepercayaan konsumen terhadap apa yang kita ungkapkan semakin tinggi. Coba bersama-sama kita pikirkan pertanyaan ini : “sepatu nike mengeluarkan sebuah data tentang teknologi yang dimiliki sepatu terbarunya, bahwa sepatu dengan tipe x memiliki kemampuan meredam getaran akibat benturan dengan tanah saat berlari dan dapat mengurangi 80% kemungkinan cedera ada selain statement di atas ada juga sebuah perusahaan sepatu cap rusa mengatakan hal yang sama, menurut Anda siapa yang lebih dipercaya pernyataannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.Pahami karakteristik dan kebutuhan dari calon konsumen Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat sebuah asosiasi ingin di bangun, tahap awal yang penting adalah bagaimana asosiasi tersebut dapat menjawab kebutuhan pasar. Tidak akan ada supply jika tidak pernah ada demand dari pasar!! Kita bisa mengembangkan sebuah asosiasi produk berdasarkan existing kebutuhan yang sudah target market kita sadari atau bisa juga dari kebutuhan yang tidak mereka sadari sebelumnya. Insight ini bisa kita dapat jika kita memang betul-betul memahami konsumen kita secara benar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.Buat aktivitas komunikasi yang tepat dan konsisten&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terakhir jika kita sudah tahu betul apa yang diharapkan oleh konsumen dan secara produk kita sudah siap, saatnya menyebarkan berkomunikasi. Saat kita bekomunikasi ke targe market, gunakan bahasa yang tepat sesuai dengan karakter yang sudah kita pelajari sebelumnya. Karena penggunaan bahasa komunikasi yang salah akan menjadi blunder bahkan mungkin akan menghancurkan brand kita.&amp;nbsp;Yang tak kalah penting komunikasi yang kita bangun ini haruslah dijankan secara berkelanjutan dan intensitasnya konsinten baik content maupun context nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana para pemilik brand, siap mencuci otak target market mu ?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-7491704221420363323?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/t6PcOQEVHSc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/t6PcOQEVHSc/brand-inwash-mencuci-otak-konsumen.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-fEdfOBMI8LQ/Tq5TNJR_LfI/AAAAAAAAAgw/H6noGk38OKA/s72-c/Brand+Association.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/10/brand-inwash-mencuci-otak-konsumen.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-3581270609473339861</guid><pubDate>Mon, 31 Oct 2011 05:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-31T12:17:07.219+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Personal Branding, Mindset dan Hati</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-y5_4vRCV26Q/Tq4vLYrrpmI/AAAAAAAAAgo/-yJrtBcB8qw/s1600/Personal+branding.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="251" src="http://2.bp.blogspot.com/-y5_4vRCV26Q/Tq4vLYrrpmI/AAAAAAAAAgo/-yJrtBcB8qw/s400/Personal+branding.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
Perjalan keluar kota untuk mengkontrol &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/08/brand-activation-creating-sales-or.html"&gt;brand activation&lt;/a&gt; yang dilakukan oleh tim After break (brand activator dari creasionbrand) merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan buat saya, selain memang menyenangkan karena keluar dari rutinitas kantor harian, kegiatan ini juga sekaligus bisa menjadi wisata jalan-jalan dan kuliner buat saya dan tim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah tapi ada bagian yang memang cukup membosankan, apalagi jika &amp;nbsp;tempat yang dituju hanya bisa dicapai atau lebih efisien dicapai dengan berkendaraan mobil yaitu perjalanan dengan mobil tersebut. 1-2 jam masih ok lah buat ngobrol-ngobrol dan bercanda, lewat dari situ kantuk dan rasa boringpun mulai menyergap. Untuk mensiasati ini kami di kantor sepakat membeli cukup banyak cd motivasi dan sharing dari pembicara-pembicara terkenal yang bisa didengarkan sepanjang jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Nah ini yang ingin saya sharing, kebetulan minggu lalu saya tertarik dengan ceramahnya AA Gym tetang membangun potensi unggul di dalam setiap Individu, yah tentu saya tidak dalam konteks dan sudut pandang agama namun saya inign coba tarik beberapa point yang beliau utarakan dalam konteks membangun personal branding (sudah beberapa kali saya bahas dari sudut pandang strategy dan progran, &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/07/100-creative-sales-idea-for-personal.html"&gt;coba silahkan lihat di sini&lt;/a&gt;) yang dimulai dari personal/ individu itu sendiri, yah bukan strategi bukan pula program tapi mindset bagaimana &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/06/brand-influencer.html"&gt;personal branding&lt;/a&gt; dapat dibangun dengan merubah minset kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Percepatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Einstain Pernah Bilang “Mengharapkan perubahan dengan melakukan hal yang sama setiap hari adalah sebuah kegilaan”. &amp;nbsp;Kata-kata Einstain ini memang perlu kita cam kan baik-baik karena memang untuk bisa menjadi lebih hebat, lebih baik dan lebih sukses kita perlu melakukan tindakan yang berbeda dan “lebih” dibandingkan orang lain yang melakukannya. Istilah dari AA Gym adalah kita butuh percepatan untuk bisa lebih sukses.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sederhananya, kalo orang lain belajar 1 jam, kita 3 jam, orang lain menulis 1 artikel kita tulis 3 artikel, orang lain baca 1 buka perminggu, kita baca 4 buku per minggu, orang lain mabok-mabokan, kita tidur dan bandung untuk berdoa kepada Allah biar diberi lebih sukses intinya mari kita lakukan sesuatu hal yang lebih yang memberikan “value” tambahan untuk diri kita agar bisa sukses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membangun personal brandingpun demikian, ketika Anda ingin menjadi lebih unggul, lebih memiliki nilai tambah dan lebih dikenal oleh target market Anda dibandingkan dengan kompetitor Anda maka lakukanlah percepatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua. Sikap terhadap Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sikap kita terhadap “waktu” adalah hal yang paling penting dalam membangun personal brading karena baik kita, baik kompetitor kita memiliki waktu yang sama untuk bisa unggul dibandingkan dengan yang lainnya yaitu 24 jam. Mengutif kata-kata AA gym (juara kelas dan pecundang kelas juga punya waktu yang sama yaitu 24 jam), atau kalo Anda seorang motivator/ coach, antara anda dan Coach terkenal seperti TDW juga sama-sama punya waktu 24 jam. Pertanyaan mengapa kemudian ada yang bisa juara dan terkanal namun juga ada yang jadi pencundang dan bukan siapa-siapa? Yah Sikap terhadap waktu adalah jawabannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini, membangun personal branding adalah tentang bagaimana melakukan manajemen waktu yang mampu memberikan nilai tambah yang signifikan untuk personal kita baik secara internal maupun secara eksternal. Secara internal kita bicara soal kualitas yang harus terus ditingkatkan baik secara fisik maupun otak dan secara eksternal adalah tentang bagaimana membuat diri kita bisa “tampil” dan dikenal sesuai dengan personal branding yang kita inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga. Sistem&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dulu saya suka bingung, kok teman saya yang dulunya biasa-biasa saja tiba-tiba menjadi sangat briliant dan luar biasa yah pemikirannya. Ternyata setelah ngobrol-ngobrol dia kuliah di luar negeri, di mana system pendidikan mengharus dia terus-menerus melakukan tesis, membuat riset dan melakukan diskusi. Hampir tidak ada waktu untuk “membuang waktu” di tempatnya kuliah karena memang sistem/ lingkungannya “memaksa” mereka untuk terus menampilkan nilai lebih dan potensi dirinya setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, untuk membangun personal branding, masukilah sistem yang membuat Anda bisa dengan lebih cepat mencapai keinginan Anda tersebut. Contoh dengan menghadiri gathering-gathering komunitas seperti TDA (tangan di atas), bergabung dengan komunitas-komunitas di mana Anda bisa lebih berkembang baik itu komunitas online maupun offline dan berbagai “sistem/ lingkungan lainnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Terakhir. Bersihkan Hati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anda boleh terkenal, kaya dan bahkan di idolakan oleh banyak orang tapi jika tidak ada “nilainya” di mata Tuhan, untuk apa semua itu pada akhirnya? Jadilah terkenal, sukses dan kaya dengan hati yang bersih dan selalu tawaduh kepada Tuhan sehingga semua kesuksesan tersebuat akan terasa lengkap dan penuh rahmat untuk kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati yang bersih, keterkenalan kita akan membawah manfaat dan “nilai” lebih ke arah yang positif bagi banyak orang tentunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hehe agak jarang saya menulis bentuk tulisan seperti ini, namun buat saya penting sekali untuk sharing apa yang saya dengarkan di perjalanan saya minggu lalu untuk semua pembaca blog creasionbrand. Semoga memberikan perspektif yang berbeda dalam marketing dan khususnya personal branding.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;creative sales and marketing &lt;/i&gt;copyright&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-3581270609473339861?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/KCcCP-NDMAA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/KCcCP-NDMAA/personal-branding-mindset-dan-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-y5_4vRCV26Q/Tq4vLYrrpmI/AAAAAAAAAgo/-yJrtBcB8qw/s72-c/Personal+branding.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/10/personal-branding-mindset-dan-hati.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-4637535213673581171</guid><pubDate>Mon, 24 Oct 2011 07:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-24T14:44:47.261+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Photographer dan Dodolan</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-04REq6yqEBc/TqUV7y6f8qI/AAAAAAAAAfo/Zgq3m7O96eM/s1600/Personal+Selling.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-04REq6yqEBc/TqUV7y6f8qI/AAAAAAAAAfo/Zgq3m7O96eM/s400/Personal+Selling.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“iya nih bro, pacar gua khan jago banget photonya, segala macam teknik dia bisa dan memang seperti yang bisa lo liat sendiri nih hasil photonya luar biasakan, padahal hanya menggunakan kamera biasa bukan professional nih photol, gimana yah caranya biar dia bisa terkenal namanya dan tentunya dengan begitu projek khan bisa banyak masuk bro”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minggu ini menjadi minggu yang cukup spesial buat saya karena “akhirnya” ada pekerjaan yang mengharuskan saya pergi ke palembang tempat kampung halaman saya. Gimana tidak mantap, kerja dan libur menjadi satu di kota kelahiran yang selalu dirindukan. Mengisi waktu luang yang cukup panjang minggu lalu di palembang saya bertemu dengan sahabat saya sewaktu SMA yang saat ini memiliki EO untuk menjajaki kerjasama membuat sebuat event di palembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah singkat kata, ngalor ngidul ngobrol soal event di sebuah cafe di palembang kemudian sahabat saya tersebut curhatlah “lihat di paragrap pertama”. Wah iseng saya berkata padanya “ jadi sesi konsultasi nih sis hehe”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Coba yah kita pikir-pikir memang cukup banyak yah orang yang memiliki skill mumpumi, keahlian khusus dan kemampuan di atas rata-rata yang sering kali berakhir dengan begitu-begitu saja, maksud saya semua yang dimilikinya itu tidak dihargai ataupun mendapat penghargaan yang memang layak untuk kemampuan mereka tersebut. Bahkan mungkin orang yang skillnya dibawah mereka malah dibayar dan mendapatkan penghargaan yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/06/orang-sales-harus-baca-ini-personal_17.html"&gt;Mengapa bisa demikian?&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan paling pertama adalah mereka tidak bisa berjualan dan yang kedua adalah tidak ada orang yang “menjual” mereka. Jika saja salah satu dari dua alasan itu ada maka mungkin pacar sahabat saya tersebut sekarang sudah menjadi Darwis Riady, Key Moreno , Farrah Queen ataupun nama-nama lain yang memiliki skill dan kemampuan yang mumpumi yang kemudian muncul menjadi terkenal dan mendapatkan project/ kerjaan di mana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ok kita discuss ringan yuk bagaimana sih “menjual” atau “dijual” &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/09/membangun-personal-branding-melalui.html"&gt;personal branding&lt;/a&gt; &amp;nbsp;agar bisa sukses dan dihargai sesuai bahkan lebih dari kemampuannya? &amp;nbsp;Tentu pembahasan ini bisa sangat panjang bila kita mengkaji banyak aspek dari sudut pandang marketing dan personal branding, namun dalam diskusi kali ini saya hanya ingin membahas beberapa hal yang menurut saya cukup penting untuk bagaimana seseorang dapat membangun personal brandingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Brand Awareness&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Konsumen membeli/ menggunakan sebuah jasa (katakanlah itu seorang photographer) karena tahu/ kenal dengan photographer tersebut. Mari kita buat sebuah pertanyaan yang sederhana saja, bagaimana orang mau membeli atau menggunakan jasa Anda kalo tidak tahu/ kenal?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di era kompetisi yang sangat ketat saat ini, bahkan dikenal saja tidaklah cukup untuk orang memilih menggunakan jasa sebuah “brand” karena tentu semua kompetitor menyadari untuk dipilih mereka harus dikenal, namun setidaknya ini adalah langkah awal untuk kita membangun &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/07/100-creative-sales-idea-for-personal.html"&gt;personal brand&lt;/a&gt; ditarget market kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah pertanyaan bagaiamana caranya membangun awareness? Yah basically secara sederhana buatlah promosi tentang Anda dan jasa Anda, bisa melalui media print (iklan majalah, brosur, poster, katalog, mengirim proposal ke target-target market) atau melalui aktivitas yang lebih interactive (seminar, membuat komunitas, bergabung ke komunitas) atau co branding (memberikan photo gratis ke majalah dengan imbalan nama dipublish di majalah tersebut, mem photo artis atau orang ternama dengan imbalan testimonial) atapun melalui media online yang akhir-akhir ini dapat dikatakan sangat efektif dalam membangun personal brandingm misal melalui (website, sosial media “you tube, blog, facebook, twitter, milis, forum dsb).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya banyak sekali media dan cara yang bisa digunakan untuk membangun awareness personal branding kita, tinggal diatur strategy dan kesesuaian budget sehingga pencapaian objectivesnya bisa lebih jelas dan terarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Positioning&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nah sebelum membuat awareness di mana-mana setiap personal yang ingin membangun personal brandnya sebaiknya sudah menetapkan terlebih dahulu kalo lo mau terkenal, terkenal sebagai apa? Atau terkenal seperti apa atau mau dikenal seperti apa? Intinya mau bangun brand seperti apa nantinya? Misal kalo photographer, photographer seperti apa? Ahli dalam photo wedding kha, atau photo produk atau photo porno (becanda) hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingat, jangan sekali-sekali mau jadi generalis dirimbah dan semak belukar persaingan brand saat ini, “maunya photo apa ajah jago” nah ini bisa jadi blunder malah karena biasanya orang akan lebih suka yang specialist terutama yang mau membayar mahal untuk sebuah karya dan ide. Dengan menjadi generalis berarti Anda harus bersiap-siap untuk dipersepsi dengan personal brand yang murah, bisa dinego-nego dan cing cai lah, mau?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh paling gampang misalnya saudara sahabat saya Ka M, yang sangat fokus dalam bidang fashion dan wedding, melalui personal branding yang kuat dibidang fashion dan wedding &amp;nbsp;tidaklah sulit bagi yang bersangkutan untuk mendapatkan klien-klien kelas atas, pertanyaannya apakah tidak ada photographer r yang lebih baik dari yang bersangkutan dari sisi skill? Jawab sendiri deh (pasti mau bilang banyak), tapi yang pasti Ka M bisa “menjual” dan “terjual” karena dia lebih dikenal dan terkenal di kalangan target marketnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Terakhir Differensiasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kalo memang ingin dikenal sebagai photographer produk katakanlah, mbok yah diperbanyak photo productnya yang keren dan berkualitas, kalo perlu photo dulu product-product target kliennya dan kemudian kirim kemereka, kalo memang bagus pasti sedikit banyak akan ada respon dari klien yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Differensiasi ini selain soal kualitas kadang kali juga soal gimana cara kita dengan cerdik bisa melakukan kontak dan berhubungan dengan target klien kita, mau kualitas photo sebagus apapun kalo ga ketemu orang yang tepat yang percuma toh, jadi sangat penting untuk kita mengerti bagaimana menyampaikan apa yang kita tawarkan &amp;nbsp;dengan cara-cara yang kreatif yang tepat sasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah semoga tulisan singkat ini bisa memberikan inspirasi untuk siapapun yang ingin membangun personal brandingnya sehingga “keahlian” yang kita miliki bisa dikenal dan dihargai lebih oleh target marketnya. Tentu ini hanya bahasan yang sangat sederhana, secara implementasi bukan semudah membalik telapak tangan, namun setidak dengan mengerti fundamental berpikirnya kelak kita terinspirasi untuk lebih detail mempelajari dan mempraktekannya di lapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/07/creative-sales-credo-3-sellingtrap.html"&gt;creative sales&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber Gambar (texas.inetgiant.com)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-4637535213673581171?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/YPh4fkUWC0w" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/YPh4fkUWC0w/photographer-dan-dodolan.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-04REq6yqEBc/TqUV7y6f8qI/AAAAAAAAAfo/Zgq3m7O96eM/s72-c/Personal+Selling.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/10/photographer-dan-dodolan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-5163452597400110197</guid><pubDate>Mon, 24 Oct 2011 06:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-24T13:42:57.402+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>500-366 DOM! Domino Pizza vs Pizza Hut</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FO5Pw2evsGs/TqUHVZFQVYI/AAAAAAAAAfQ/vtQYhvOlVJM/s1600/Personal+Branding.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://1.bp.blogspot.com/-FO5Pw2evsGs/TqUHVZFQVYI/AAAAAAAAAfQ/vtQYhvOlVJM/s400/Personal+Branding.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah penduduk yang banyak di Indonesia merupakan salah satu daya tarik para &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/search?q=brand"&gt;brand&lt;/a&gt; atau investor dari luar negeri untuk masuk. Sebut saja franchise brand-brand dari luar negeri banyak yang masuk ke Indonesia, terutama di kota-kota besar, baik dari industri fashion, makanan dan minuman retail, restoran, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya jumlahnya yang banyak, karakteristik masyarakat Indonesia yang dimanfaatkan dengan baik oleh para &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/03/brand-dan-re-branding.html"&gt;brand&lt;/a&gt; dari luar negeri adalah sifat konsumtifnya. Tentu kita mengenal dengan baik kebiasaan masyarakat kita yang lebih suka beli dari pada membuat (terlihat dari berbagai produk kebutuhan rumah tangga, di Australia dan Amerika masih banyak mereka membuat sendiri perabot rumah tangga, tapi di Indonesia, beli donk kan ada yang murah gitu yah biasanya kalimatnya :D) dan juga masyarakat kita peduli sekali dengan yang namanya tren dan merk! Untuk menunjang gengsi atau status sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Lucunya kemarin saat kami sedang mengerjakan proyek campaign kesehatan, ada data yang menarik sekali. Di Indonesia masyarakat lebih peduli dengan lifestyle dibandingkan dengan kesehatan. Data penderita kanker serviks terbesar adalah di Jawa Barat, dan masyarakat di sana lebih mementingkan ganti HP dan beli baju dibanding memikirkan tentang kesehatan mereka baik jangka panjang maupun pendek. Nah lho? Ini hal baik atau buruk ya, yang jelas di mata para pemilik brand dan dunia bisnis, hal ini didefinisikan sebagai peluang. Dilema yah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyway memang benar bahwa banyak brand LN yang masuk ke Indonesia dan menjajal peruntungan mereka menggarap pasar di Indonesia. Karena kemarin ini saya baru saja makan &lt;a href="http://www.dominos.com/"&gt;Domino’s Pizza&lt;/a&gt; mari kita diskusi tentang brand-brand asal LN di industri restoran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi ingat tentang Burger King yang pernah gagal di Indonesia. Karena dulu waktu kecil kami cukup sering mengunjungi Burger King yang berlokasi di Plaza Indonesia. Saat itu Burger King masih mengusung konsep lama, dengan logo yang lama pula. Mengenai produk saya tidak banyak ingat. Lalu pada saat saya remaja Burger King lenyap! Mereka bangkrut gosipnya. Banyak orang pada saat itu bilang bahwa fast food di Indonesia tidak akan hidup kalau tidak dengan menu ayam!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mana pada waktu itu didukung juga dengan tutupnya Subway yang juga merupakan franchise asal LN dengan konsep sandwich dan makanan sehatnya. Wah.. apa iya fast food tidak akan survive tanpa ayam goreng :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ternyata teori tersebut tidak sepenuhnya betul at least sampai saat ini misalnya Burger King masih survive. Burger King tidak menyediakan ayam goreng, tapi dengan tampilan yang lebih menarik dan identitas yang baru. Saya tidak banyak meneliti tentang hal ini, bisa saja terjadi bahwa pasar yang dulu belum siap untuk Burger King, tapi pasar yang sekarang dengan dominasi pertumbuhan Gen Z yang semakin mengarah pada kehidupan lifestyle, Burger King mampu survive. Dan mengenai Subway sendiri, selain bisa jadi pasar saat itu belum siap, juga strategi Place yang mereka usung pada saat itu kurang tepat, dengan harga yang cukup tinggi, mereka buka di food court-food court. Tentu hal ini menurunkan image dan bisa jadi salah bidik target market juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0tTFUHr1Tlc/TqUHXBZQH6I/AAAAAAAAAfY/kAIZE8hdSPs/s1600/Personal+branding.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-0tTFUHr1Tlc/TqUHXBZQH6I/AAAAAAAAAfY/kAIZE8hdSPs/s320/Personal+branding.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Nah jadi gimana dengan Domino’s Pizza? Waktu mereka buka di Indonesia, pertama kali di Jakarta, saya tidak terlalu memikirkannya karena tahu bahwa di Jakarta kemungkinan akan survive, mengingat begitu banyak kebutuhan akan restoran dan di Jakarta pun sudah banyak restoran pizza yang survive selain Pizza Hut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi paling kaget waktu mereka buka di Bandung, langsung 2 outlet pula! Yang satu di PVJ dan yang satu di Dago. Sebenarnya Bandung ini punya karakter yang unik dan berbeda dibandingkan dengan Jakarta, itulah mengapa para pemain brand dari Jakarta saat masuk ke &amp;nbsp;Bandung perlu mengetahui hal ini dengan baik. Orang Bandung cenderung mau “nyamperin” tempat-tempat makanan yang valuable, karena jarak di kota Bandung tidak terlalu jauh. Orang Bandung juga bukan orang yang price sensitive tapi mereka value sensitive. Jadi bukan berarti makanan mahal ga laku, tapi makanan mahal yang ga worth it bisa ga laku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi waktu Domino’s buka di Bandung saya langsung teringat dengan Papa Ron’s yang sudah menurun bisnisnnya (kalau tidak salah tinggal 1 outlet saja di pinggiran Bandung) kalah dibandingkan dengan Pizza Hut. Tentu dari sisi value yang ditawarkan, Pizza Hut unggul sekali!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi beda sekali dengan apa yang ditawarkan oleh Domino’s. Rasanya Domino’s telah mampu menciptakan diferensiasi untuk melawan Pizza Hut, menjadi alternatif masyarakat mengkonsumsi pizza dengan harga yang lumayan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah diferensiasi yang mereka miliki :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Content&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dari segi produk rasanya tidak terlalu banyak perbedaan dengan Pizza Hut, maksudnya dari segi rasa sama-sama enak. Dari segi harga pun mirip-mirip. Bahkan bisa dibilang Domino’s memiliki jumlah menu yang jauh lebih sedikit dibanding Pizza Hut. Karena konsep yang mereka tawarkan adalah kepraktisan, bukan dine-in habit atau restoran yang ditujukan untuk duduk dalam jangka waktu yang lama. Berkaitan dengan konsep ini maka produk yang ditawarkan pun berkisar pada pizza, pasta-pun hanya ada lasagna, dan dessert pun hanya 2 jenis saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis yang tidak kita temukan di Pizza Hut adalah jenis dengan roti yang tipis, jadi di Domino’s ada 2 jenis, roti biasa dan roti tipis dengan harga yang lebih mahal karena isi pizza jadi lebih banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Context&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang menarik adalah konteksnya, cara mereka menjual. Domino’s come out dengan konsep serba praktis. Makan pizza praktis ajalah ga usah ribet! Seperti cara orang Amerika makan pizza. Di luar negeri, Domino’s adalah counter pizza pinggir jalan, di mana orang bisa mampir, spend time max 15 minutes untuk makan, atau bisa dibungkus makan di taman or di rumah untuk nonton. Pizza is simple. Begitu juga dengan konsep yang mereka bawa ke Indonesia. Mereka tidak menggunakan piring, jadi baik yang makan di tempat maupun yang di bungkus menggunakan kemasan karton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bagi saya paling unik dan dapat diekspos adalah mereka mengunggulkan ‘fresh’nya mereka, saat kita pesan, adonan dari roti pizza nya baru mereka buat, jadi kita bisa mengintip para petugasnya membuat adonan tersebut seperti di mie laiker, dengan tepung dan adonan yang dilempar-lempar. Pizza Hut tidak mengusung open kitchen, jadi kita tidak tahu apakah adonannya baru dibuat atau sudah lama. Tapi di Domino’s hal itu dijadikan nilai jual, diekspos dan bisa jadi daya tarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Infrastructure&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kemudian dari sisi pelayanan, mereka cukup mengekspos delivery service mereka, karena balik lagi ke konsep pemahaman bahwa Pizza adalah praktis, bisa di makan kapan saja, di kantor, di acara ulang tahun, di rumah, atau di mana saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepraktisan ini yang sama sekali tidak dianut oleh Pizza Hut, karena Pizza Hut mengusung konsep makan di restoran, bersama keluarga, teman, dll dalam waktu yang lama. Dan menurut saya Domino’s bisa come out dengan something new, dan hal ini jauh lebih baik dibandingkan head to head dengan raksasa seperti Pizza Hut (seperti yang dilakukan oleh Papa Ron’s Pizza).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di gerai Domino’s juga tersedia wifi, dan bangunannya pun nyaman sangat cocok dengan konsep yang mereka usung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, pertanyaannya adalah apakah mereka akan survive? Jawabannya tentu bisa kita lihat di 2-3 tahun mendatang. Karena biasanya siklus industri restoran adalah di tahun ke-3, saat konsumen loyal harusnya sudah terbentuk. Di tahun pertama dan kedua adalah konsumen coba-coba, sedangkan tugas terberat adalah mengkonversi para konsumen coba-coba menjadi konsumen loyal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sih cukup optimis, mengapa? Karena saya lihat ada 2 hal yang mereka lakukan dengan baik :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Yang pertama adalah mereka thing global act local!&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dengan konsep mereka yang sangat LN mereka cukup lokal dalam berstrategi komunikasi. Salah satunya adalah dengan menggantungkan menu mereka di pintu-pintu perumahan, sama seperti yang pesaing mereka lakukan  namun tentu hal ini tidak cukup, mereka harus move forward pada pengelolaan database konsumen saat ini. Mengenai hal ini saya belum lihat langkah mereka ke arah sana (mungkin saja mereka lakukan untuk database delivery mereka), namun untuk konsumen walk in store, tidak ada tanda-tanda pengelolaan database.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikutnya adalah tentang Efisiensi!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dengan konsep kepraktisan yang diusung, mereka memiliki jumlah karyawan yang sangat sedikit. Waktu saya perhatikan kemarin, di counter mereka hanya ada 3 orang. 1 orang kasir, 1 orang pembuat pizza, 1 orang supervisor merangkap pemberi order. Dengan tidak adanya piring, tidak perlu dicuci, tidak perlu ada waiter yang mengantar (karena konsumen mengambil sendiri pesananannya) tentu akan menghemat biaya SDM yang sangat besar, dan bayangkan saja jika kita membandingkannya dengan Pizza Hut yang mengusung konsep pelayanan, begitu banyak SDM yang mereka gunakan. Dalam bisnis, efisiensi merupakan faktor yang signifikan dalam menjamin sustainability perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya semakin tertarik untuk memperhatikan kancah persaingan mereka  tentu banyak yang bisa kita pelajari dari sini, baik dari sisi penciptaan diferensiasi yang cermat dalam menghadapi pasar yang sudah dikuasai oleh pemain lama, dan tentu cara mereka mengambil hati generasi baru di masyarakat. So.... let’s have a pizza.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Creative Sales&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber gambar (&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #228822; font-family: arial; font-size: 13px; line-height: 15px;"&gt;bob105.com &amp;amp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #228822; font-family: arial; font-size: 13px; line-height: 15px;"&gt;zonadiskon.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-5163452597400110197?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/zaD7-rx3qG8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/zaD7-rx3qG8/500-366-dom-domino-pizza-vs-pizza-hut.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-FO5Pw2evsGs/TqUHVZFQVYI/AAAAAAAAAfQ/vtQYhvOlVJM/s72-c/Personal+Branding.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/10/500-366-dom-domino-pizza-vs-pizza-hut.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-831513998697260551</guid><pubDate>Mon, 03 Oct 2011 04:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-03T11:51:25.616+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Stand Up Comedy dan Differensiasi</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-v5wYXscCCWI/Tok9pqF8d0I/AAAAAAAAAfI/pebixqb-tsM/s1600/Differensiasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="221" src="http://2.bp.blogspot.com/-v5wYXscCCWI/Tok9pqF8d0I/AAAAAAAAAfI/pebixqb-tsM/s400/Differensiasi.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nah ini artikel kedua mengenai yang inspirasi dari &lt;b&gt;&lt;a href="http://twitter.com/#!/StandUpIndo_Bdg"&gt;stand up comedy&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, pas baca artikel dibawa "loh kok topiknya mirip" haha, yah iyalah lah wong nongkrongnya bareng semalem wkwk. Cuma kalo di bawah artikelnya berkisah seputar "Nyali" artikel yang saya tulis ini berkisah soal Differensiasi, jadi bedah yah walaupun pengantarnya mirip. Let ge it on.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengisi waktu di hari minggu, saya bersama beberapa sahabat kemarin sore datang ke &lt;a href="http://www.bobercafe.com/"&gt;Bober Cafe&lt;/a&gt; untuk menyaksikan stand up comedy. Sudah cukup lama sebetulnya pengen menyaksikan seperti apa sih stand up comedy ini kalau secara life (kebetulan di Metro TV saya pernah lihar versi on airnya). Nah kemarin ini momentnya kebetulan pas, dua anak kantor (aditya dan Zyred) akan "open mic" (Istilah manggungnya), jadi berlabuh lah ke&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.bobercafe.com/"&gt;Bober Cafe&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Yak singkat kata acaranya dimulai, total mungkin 13-15 Comic (orang yang melakukan open mic) yang tampil pada malam tersebut, ada yang betul-betul membuat saya dan penonton saya tertawa sampai menangis karena penampilannya yang kocak dan materi yang dibawakannya sangat lucu dan menarik, namun ada juga yang membuat saya pribadi dan mungkin juga penonton berguman "Naon Sih" (Bahasa bandung, yang kurang lebih artinya "apaan sih") please deh ga lucu banget dan "kriiikkkk, kriiikkkk" penuh hening saking ga lucunya hahaha (tetep sih kasih tepuk tangan sebagai penghargaan hehe). Tapi it's ok lah, seperti kata sahabat saya di bawa, "&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/10/binis-itu-butuh-nyali-sob.html"&gt;Butuh Nyali Sop&lt;/a&gt;" buat "open mic", lucu ga lucu urusan belakanganlah, yang penting tampil dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ypX-llkuHO4/Tok9r-PATnI/AAAAAAAAAfM/WdEDhWRys4I/s1600/Stand+Up+Comedy+Indonesia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="355" src="http://3.bp.blogspot.com/-ypX-llkuHO4/Tok9r-PATnI/AAAAAAAAAfM/WdEDhWRys4I/s400/Stand+Up+Comedy+Indonesia.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Saya jadi berpikir kemudian setelah menyaksikan stand up comedy kemarin (tentu bukan berpikir untuk "open mic" karena sumpah pasti ga lucu kalo saya "open mic), saya saya jadi berpikir mengapa ada&amp;nbsp;Comic&amp;nbsp;yang mampu membuat orang tertawa terpingkal-pingkal sampai menangis sangkin kocaknya tapi ada juga yang cenderung "garink" dan tidak kocak sampe sempat adik saya di sebelah sibuk dengan bb nya sendiri, mungkin dalam bahasa marketingnya mengapa ada brand yang demikian menarik untuk dibeli dan dikonsumsi tapi ada pulah yang tidak menarik untuk dibeli (walaupun kadang kalo sebetulnya secara produk sangat bagus).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah saya amati perbedaaan antara&amp;nbsp;Comic&amp;nbsp;yang menarik dengan yang tidak adalah Differensiasi. Ok yuk kita diskusikan 3 bentuk differesiasi yang inspirasinya saya ambil dari bukunya Hermawan dan Open Mic semalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pertama Differensiasi Konten&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa&amp;nbsp;Comic&amp;nbsp;yang kurang menarik cenderung membawakan konten (materi open mic) yang cenderung sama itu-itu saja tanpa ada sesuatu yang betul-betul baru kita dengar, istilahnya udah ketebak jadi ga lucu. Bahkan dibeberapa&amp;nbsp;Comic&amp;nbsp;materinya sampai lupa sehingga harus off atau buka contekan. Sementara beberapa&amp;nbsp;Comic&amp;nbsp;yang kocak dan sukses membuat gelak tawa mampu mengemas konten dengan sangat baik, cukup unik dan tidak pasaran sehingga sangat menarik untuk didengarkan. Istilahnya kalo gua konsumen "yes, ini yang pengen gua denger materinya, keren dan ga pasaran".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten dalan ilmu marketing merupakan salah satu "pembeda" yang sangat penting untuk sebuah &lt;a href="http://www.creasionbrand.co.id/"&gt;brand&lt;/a&gt; bisa sukses dalam menghadapi persaingan, memang kadang differesiasi konten ini adalah bentuk differensiasi yang paling mudah ditiru oleh kompetitor apalagi bila kontennya tidak terlalu spesif unik dan memiliki paten sehingga tidak mungkin ditiru oleh kompetitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah jika sulit membuat differensiasi melalui konten apa dong yang harus dilakukan? buatlah differensiasi melalui konteks. how to.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kedua Differensiasi Konteks&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kembali lagi ke acara stand up, ada beberapa&amp;nbsp;Comic&amp;nbsp;yang sebetulnya membawakan materi yang sama-sama ajah berkisar seputar wanita, pria dan seks, yang menariknya kok ada yang kemudian sangat kocak tapi ada juga yang "hmmmmmmm, ok deh". Dari pengamatan singkat, walaupun materinya tidak jauh berbeda, namun beberapa&amp;nbsp;Comic&amp;nbsp;ini mampu membawakan "konten" yang sama tersebut dengan gaya dan penampilan yang sangat menarik melalui Mimik Muka, Gerakan anggota Tubuh dan Interaksi dengan penonton sehingga fokus penonton tidak hanyak pada materinya namun juga pada cara orang tersebut "how to" menyampaikan materinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sering kali di dalam dunia marketing, konten produk satu dengan lainnya sebetulnya tidak jauh-jauh berbeda dan cenderung sama saja, namun kemudian ada&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/"&gt; brand&lt;/a&gt; yang dipilih lebih banyak konsumen dibandingkan brand lainnya hanya karena &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/"&gt;brand&lt;/a&gt; yang dipilih tersebut menampilkan brandnya dengna cara yang berdeda. Coba kita lihat beberapa iklan brand yang pesan komunikasinya "mengandung omega ....., lemak tak jenuh bla bla...." "mengandung vitamin .......", "orang pintar minum bla ......", memang kalo ga minum ga jadi orang pinta hahaha. Yah tapi memang harus demikian karena bila hanya menonjolkan sisi konten tentu menjadi tidak menarik untuk di "beli".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah yang ketiga ini yang sulit, buat saya ada beberapa komik yang memang "berbakat lucu" bahkan sebelum tampil hehe, hal ini dimungkinkan karena secara fisik orang tersebut memang udah lucu dan cara bicaranya sudah "bawaan" juga aneh, jadi differensiasi nya memang terbentuk karena "infrastruktur"nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Differensiasi bentuk ini dalam beberapa hal sangat sulit ditiru, namun dalam bisnis kadang kala masalah "infrastruktur" ini adalah masalah Modal, skill dan teknologi. Jika ada modal dan skill maka tinggal tunggu waktu untuk differesiasi ini ditiru dan dimodifikasi oleh perusahan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So ada yang mau coba Open Mic? Dateng ajah ke Bober Cafe atau cek timelinya @standupindo_bdg (bukan iklan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Creative Sales Partner&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber. 360dewan.com&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-831513998697260551?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/njJZWBmBl7U" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/njJZWBmBl7U/stand-up-comedy-dan-differensiasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-v5wYXscCCWI/Tok9pqF8d0I/AAAAAAAAAfI/pebixqb-tsM/s72-c/Differensiasi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/10/stand-up-comedy-dan-differensiasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-6883847013598861228</guid><pubDate>Mon, 03 Oct 2011 04:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-03T12:08:04.868+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Bisnis Itu Butuh Nyali SOB .......</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FLOmZbbNYnI/Tok6e8uGOFI/AAAAAAAAAfE/RMTKuBuxRFg/s1600/Strategi+Marketing.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="http://1.bp.blogspot.com/-FLOmZbbNYnI/Tok6e8uGOFI/AAAAAAAAAfE/RMTKuBuxRFg/s400/Strategi+Marketing.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tadi malam saya dan rekan-rekan saya datang ke sebuah acara yang membuat saya salut dan mengacungkan jempol untuk orang-orang pengisi acara yang dikenal dengan nama Stand Up comedy. Dari mulai anak 2 SMA, anak kuliah, pengangguran sampai sipir penjara ada di sana ,mereka berlomba-lomba &amp;nbsp;mengungkapkan semua yana ada di pikiran mereka untuk membuat para penonton tertawa. Ada yang sudah mempersiapkan materi dengan sangat baik dan membawakan dengan luar biasa tapi ada juga yang muncul dengan bermodal message BBM group dan spontanitas ajah. Tapi ga masalah apapun hasilnya yang luar biasa dari pertunjukkan tadi malam adalah tidak ada yang merasa looser, tapi mereka semua merasa meraka adalah pemenang karena sudah punya nyali untuk tampil dipanggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada seorang peserta yang ketika di panggung performancenya garingnya minta ampun, di akhir acara dia cuma bilang ga papa gua masih garing..tapi gua yakin kalau udah 20 kali pasti bagus,,lha kalau udah 20 kali belum bagus baru gua harus nyadar emang ga bakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Begitu juga ketika kita memulai sebuah bisnis, memang yang terbaik adalah jika kita sudah mempersiapkan segalanya dengan matang, rencana jangka pendek, rencana janka menengah, keuangannya dan berbagai macam atribut bisnis lainnya, Tapi ada pertanyaa yang lebih penting dari semua &amp;nbsp;itu di awal, apakah Anda punya nyali untuk naik panggung, setidaknya berfikir menjadi seorang wirausahawan dan siap menjalani proses dengan resiko yang relatif besar??!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lha baru setelah sudah muncul keberanian, yang harus diingat adalah bukan Cuma berani saja asal tubruk ada beberapa kiat yang bisa saya share untuk memulai sebagai wirausaha :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Yang pertama : Punya &amp;nbsp;Nyali bagus, tapi Jangan Dodol&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak orang ketika mendengar motivasi dari banyak motivator di buku-buku dan tv langsung dengan serta merta mengartikan kata-kata harus punya nyali dengan langsung nyruduk aja tanpa perhitunga. Ngitung itu perlu sob, tapi yang dihitung disini adalah menghitung resiko terbesar yang sanggup kita tanggung. Kalau kepepet ga ada opsi sih bisa aja pakai asumsi resiko yang unlimited, lha kalau pembawaan pribadinya panikan gimana, jangan-jangan malah jadi stress dan trauma karena kaget dengan kegagalan yang didapat. Karena prinsip pertama dari pebisnis adalah harus siap gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Yang Kedua : Jangan Dipikirin tapi Dijalanin&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Wah kata-kata ini terinspirasi dari Mongol si Sipir Penjara Bintang Tamu di Stand Up Comedy tadi malam. Memang dalam berbisnis kalau banyak mikir ujung-ujungnya &amp;nbsp;ga ada yang jadi, makanya banyak teman saya yang sekarang sukses dengan bisnisnya dulunya pas kuliah kalau ga DO, kuliahnya biasa-biasa aja, Kondisi setelah keluar kampus yang menawarkan opsi minim inilah yang membuat mereka bekerja tanpa banyak ngitung, pokoknya kerja terus aja lah, lagian kalau gua ga kerja ga bisa makan, emang siapa gua? Hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jangan salah, &amp;nbsp;pemikiran inilah yang menjadikan mereka sebagi pengusaha-pengusaha sukses di Bandung dengan mental kerja yang solid dan tak mengenal lelah. Mereka menjalani apapun yang sedang dihadapi dengan usaha terbaik bukannya menghabiskan waktu dengan Cuma berfikir, “ waduh kalau kerja gini dapet Cuma segini &amp;nbsp;kayaknya rugi, mendingan kalau gini gua santai aja, si bos bla bl a blab la bla DUARR..malah ga jadi-jadi J&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Yang Ketiga Selalu Bersyukur dan Belajar&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika memulai bisnis kegagalan itu adalah sesuatu yang melekat dan bergerak dengan komposisi yang linier dengan opportunity yang ada *waduh bahasanya berat amat ya, Hehehe tapi bener kok ga bohong gagal itu adalah teman hidup para pengusaha, tapi jangan jadi trauma karena setiap proses dari sebuah bisnis aalah pembelajaran untuk bisa meningkatkan kualitas dari wawasan dan pola berfikir kita. Jika kita dari awal Cuma skeptis dan negatif udah lah pasti ga dapat apa-apa selain buang-buang waktu, tapi kalau kita positif kita pasti akan lebib bersemangan ketika gagal. Seperti kata Syahrini “Alhamdulillah..Sesuatu J”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yups tiga tips ini bisa menjadi bekal buat rekan-rekan yang mau atau sedang memulai usaha. Selamat berusaha !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
salam.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Creative Sales Partner&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber. Jauthorspeaks.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-6883847013598861228?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/XqDmKQHzIxk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/XqDmKQHzIxk/binis-itu-butuh-nyali-sob.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-FLOmZbbNYnI/Tok6e8uGOFI/AAAAAAAAAfE/RMTKuBuxRFg/s72-c/Strategi+Marketing.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/10/binis-itu-butuh-nyali-sob.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-4757192123490233780</guid><pubDate>Tue, 27 Sep 2011 03:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-01T14:25:56.778+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>5 Langkah Penting Jualan Online!</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ec2baRw9wzU/TobAYWEJApI/AAAAAAAAAfA/q0X_1CxJBY8/s1600/Internet+Marketing.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="246" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ec2baRw9wzU/TobAYWEJApI/AAAAAAAAAfA/q0X_1CxJBY8/s400/Internet+Marketing.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Hari minggu sore seperti biasa kami habiskan dari cafe ke cafe untuk sekedar mencari suasana baru dan tentu ngobrol-ngobrol ringan seputar&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/06/demarketing-ketika-marketing-menjadi.html"&gt; marketing&lt;/a&gt;, dan kebetulan sore kemarin kami kedatangan tamu yang spesial sekali yaitu salah satu teman lama kami yang saat ini sudah pindah ke luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngobrol-ngobrol tentang bisnisnya, industri yang saat ini ia geluti adalah bisnis mainan anak-anak. Saat ini ia memiliki toko di berbagai pusat perbelanjaan. Lalu seperti biasa kami tergelitik untuk bertanya apakah ia sudah memulai untuk menjualnya melalui online. Lalu ia menjawab bahwa sebenarnya ia sudah ingin menjual via online tapi belum ada orang yang bisa ia jadikan partner untuk melangkah kesana, karena pada dasarnya ia tidak terlalu menguasai online hingga langkah-langkah taktisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya mungkin teman kami ini adalah salah satu contoh kasus yang banyak terjadi di masyarakat kita, di kalangan pebisnis, di mana masih banyak yang belum masuk ke pemasaran atau channel penjualan melalui online dengan berbagai alasan, bisa karena tidak punya orang, tidak kebayang, tidak tahu harus mulai dari mana, tidak berani, tidak terpikir, atau apapun alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sebelum saya coba membantu Anda dengan langkah riil yang bisa Anda lakukan untuk start pemasaran/channel penjualan melalui online, saya ingin share salah satu klien kami yang bergerak di bidang produk-produk Gift. Saya ingat sekali sekitar 3 tahun lalu saat kami baru saja menyusun strategi bersama untuk jangka menengah dan jangka pendek, saya terus mengajukan untuk mulai membangun pemasaran dan channel penjualan online. Namun selalu saja ia menolak, yang ini lebih lucu lagi alasannya, karena ia tidak suka hal-hal berbau internet . Tapi tentu saya ajukan terus idenya, karena seperti telah kami sering jelaskan di beberapa artikel lainnya, bahwa saat ini berbagai media online bisa jadi menjadi salah satu solusi terbaik untuk para pebisnis yang ingin memulai atau melebarkan bisnis mereka, dengan biaya yang minim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau alasan lainnya yang tidak kalah kuat adalah perkembangan bisnis di masa yang akan datang, akan didominasi oleh media berbasis internet. Untuk fenomena ini bisa kita lihat dari tren yang berlangsung di luar negeri, Indonesia 5, 10 tahun mendatang seperti yang sudah-sudah, akan mereplika gaya hidup dan cara penjualan online, seperti di luar negeri, begitu infrastruktur di negera ini mendukung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan 1 tahun setelahnya klien kami memutuskan, oke saya akan coba untuk pakai online. Dan setelah sistem penjualan dan pemasaran melalui online tersebut di set-up, tidak perlu menunggu lama, 1 bulan pertama jalan, sudah ada penjualan, dan sempat meningkat hingga 300% di beberapa bulan pertama, dan terus meningkat stabil dari bulan ke bulan hingga saat ini. Dan lalu apa? Baru saja kami meeting kemarin dan ia meminta untuk menambah tim online yang saat ini ia miliki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu hasil pencapaian tersebut tidak dicapai dengan mudah, tentu ada yang namanya perencanaan dan konsistensi di dalamnya. Melalui artikel ini saya ingin share beberapa panduan utama dan praktis! Supaya Anda bisa lebih terbayang atau lebih bagus lagi menjalankannya langsung untuk menciptakan penjualan melalui online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Yang pertama&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;, yang perlu Anda lakukan adalah memastikan produk Anda feasible untuk dijual melalui online. Pada dasarnya media online hanya akan memberi manfaat kepada Anda dalam 2 hal : menciptakan penjualan atau mengolala brand Anda. Jika beberapa produk yang kita kenal dijual di Supermarket atau modern channel lainnya, mereka tidak mungkin menjual melalui online karena terbentur oleh berbagai aturan dan distribution system di offline sudah begitu baiknya, maka &amp;nbsp;mereka menggunakan media online untuk mengelola brand mereka, riilnya misalnya menjaga hubungan dengan konsumen, menciptakan engagement, atau bahkan menanamkan positioning atau campaign tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi beda lagi dengan produk-produk yang mungkin di jual melalui online, seperti baju, makanan, atau apapun, saya barusan bilang apa saja yah.. selama aturan utama pemasaran tetap anda pegang yaitu produk yang berkualitas dan ada pasarnya! Saya bilang memang betul-betul apa saja, karena beberapa bulan lalu saya baru saja bertemu dengan orang yang berjualan “kuah kaldu ayam” secara online! Dan ada pembelinya! Jadi “kuah kaldu ayam” ini yang sudah diramu dengan rempah, yang biasanya di minum ibu-ibu setelah melahirkan. Nah kurang unik apa tuh produknya untuk di jual online berbagai variasi produk feasible untuk dijual melalui online, ada yang pasarnya retail ada yang business, misalnya anda berjualan batu bara atau marmer, juga ada pasarnya tapi biasanya untuk business to business. Jadi Anda harus aware dengan “pasar” yang tersedia di online&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Anda memastikan produk Anda feasible untuk dijual online mari masuk ke taktik praktis berikutnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Yang kedua&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;, Anda harus punya katalog online! katalog online idealnya dibangun dalam sebuah web, di mana konsumen bisa mengunjungi dan melihat barang apa saja yang Anda jual. Tapi jika Anda belum ada biaya membuat web, Anda bisa memanfaatkan blog (wordpress, blogspot) atau multiply.com untuk memajang produk-produk anda, yang penting ada dulu yah katalog ini penting, karena di manapun Anda beriklan harus Anda tarik ke halaman ini (melalui link). Di katalog inipun harus lengkap, terutama no telepon Anda, ketika ada yang tertarik untu memesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda sudah punya blog, belilah domain (mis. www.jualbatik.com) nama domain ini tidak terlalu mahal, harganya antara 100-200ribuan saja untuk 1 tahun. Anda bisa minta tolong teman programmer untuk men-direct alamat tersebut ke blog anda. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas Anda karena domain sendiri memberi image lebih profesional dibanding Anda hanya pakai blog saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Yang ketiga&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;, foto Anda harus bagus! Ini menentukan sekali orang tertarik membeli produk Anda atau tidak. Tentu ini tidak mutlak, tentu ada saja orang yang memfoto produknya jelek tapi tetap ada yang beli, tapi saya bahas ini karena persaingan sungguh ketat. Dan Anda tentu tahu, jika kita beli sabun saja kadang kita terpengaruh oleh desain kemasannya, nah foto dalam katalog online memiliki pengaruh yang sama. Barang yang biasa saja bisa terlihat menarik jika fotonya bagus, dan Anda perlu ingat bahwa di online, konsumen sama sekali tidak mengenal Anda. Mereka menilai kredibilitas Anda dari foto yang bagus, katalog produk yang menarik, desain yang profesional, bahasa copywriting anda. Itu saja yang mereka lihat, karena mereka tidak sempat bertemu langsung dengan Anda. Jadi pastikan semua itu tadi merepresentasikan keseriusan Anda berbisnis, memperlihatkan kredibilitas Anda dalam menjual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Yang keempat&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;, konsistensi! Tentu jika Anda sering membaca artikel-artikel kami, kata konsistensi muncul di mana-mana. Namun ini memang benar. Konsistensi bisa jadi menentukan keberhasilan Anda. Apalagi di penjualan online ini. Jika kita punya toko di pasar, anda ga harus ngapa-ngapain di depan toko kita sudah berlalu lalang orang yang melihat toko anda dan sewaktu-waktu mereka akan mampir. Nah kalo anda punya situs atau blog katalog lain ceritanya. Jika Anda tidak berbuat apa-apa, ga ada yang lalu lalang di depan toko Anda apalagi masuk ke dalamnya. Link dari situs katalog produk Anda harus disebar seluas-luasnya dan dengan desain yang menarik. Sebarkanlah di berbagai social media atau di offline bsia disebut dengan keramaian. Di mana ada keramaian datangi dan sebarkan “brosur” Anda yang ada alamat toko Anda. Di kaskus, di facebook, twitter, milis, iklan portal news, dll. Dan yang dimaksud dengan konsistensi adalah penyebaran brosur Anda ini harus konsisten. Wajib setiap hari! Karena orang lalu lalang bersliweran di media-media ramai tersebut, dan Anda harus agresif untuk berusaha menarik perhatian dan berbicara dengan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda lalu lalang sekali dalam sehari saja Anda hanya menghasilkan penjualan 1 pembeli per bulan, berarti Anda harus berlalu lalang 30 kali per hari agar ada 30 pembeli dalam satu bulan. Kira-kira begitulah analoginya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena salah satu yang kami amati di pola pembelian online adalah orang beli apa yang mereka lihat. Terutama untuk yang”retail” tapi ini juga berlaku untuk yang business. Contohnya gini, beberapa teman saya membeli baju melalui online tidak dengan rencana. Tapi saat mereka lihat di wall mereka ada foto cewek jepang pakai baju bagus, trus buka fotonya langsung ada harga nya “95.000” wah murah ya, trus langsung tanya apakah size mereka masih ada (di comment foto facebook) lalu adminnya merespon dengan cepat “ada”, lalu langsung lah ia membeli, mentransfer dan mengkonfirmasi, 2 hari kemudian barangnya sudah sampai di rumahnya tanpa ia sempat berpikir, perlu kah gw beli baju, kapan terakhir kali beli baju, dst. Inilah yang disebut dengan impulse buying. Semua yang anda lakukan di atas harus menimbulkan efek impulse. Konsistensi (sering tampil), foto yang menarik, dll. Karena kecenderungan habit belanja online adalah mereka beli apa yang mereka lihat. Mungkin ada juga yang membandingkan dengan penjual lain, &amp;nbsp;tapi tidak masalah yang penting kita masuk di “perbandingan” tersebut, tinggal kekuatan produk, harga dan pelayanan yang kemudian bersaing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Yang kelima&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;, dan taktik gress terakhir dalam daftar ini adalah respon yang cepat! Seringkali penjualan melalui online ada dalam tahap impulse buying, seperti contoh teman saya yang beli baju lewat Facebook di atas. Coba Anda pikirkan saat si adminnya tidak langsung jawab, mis 2 hari berikutnya baru ada jawaban, bisa jadi teman saya tidak jadi beli karena sudah tidak mood atau bahkan jadi sudah sempat berpikir “kayaknya saya ga butuh baju itu” karena sudah pergi ke tempat lain, sudah melakukan aktivitas lain, dan pikiran orang seringkali bisa berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beda lagi dengan produk yang non fashion, seperti pada saat lebaran lalu kami memimpin tim yang coba memperhatikan perilaku penjualan, produk yang kami jadikan percobaan adalah sarung pada waktu itu. Karena permintaan sarung di bulan Ramadhan cukup tinggi. Dan benar, respon yang cepat adalah salah satu penentu “goal” nya suaut project. Hal ini tidak ada kaitannya dengan &amp;nbsp;‘mood’ seperti di kasus baju tadi, tapi ada korelasinya dengan kebutuhan yang cepat. Saat si pembeli butuh untuk mendistribusikan parsel lebaran, ia menghubungi lebih dari 1 suplier penjual sarung, dan karena harga di pasar sama-sama saja, paling selisih 1000-2000 perak saja, pembeli akan cenderung bertransaksi pada penjual yang merespon dengan cepat. Ditanya harga langsung jawab, di tanya proses pengiriman langsung jawab, setiap pemberitahuan di respon, dst. Hal ini penting karena konsumen di dunia online cenderung lebih sulit anda kuasai, karena begitu banyak informasi lain yang ia terima dan andapun tidak bertemu muka dengan mereka, jadi satu-satunya cara mengikat mereka adalah dengan respon yang cepat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, jadi semoga dari langkah-langkah praktis di atas bagi yang sebelumnya tidak terbayang harus mulai dari mana sudah setidaknya ada gambaran. Tentu perjalanan anda masih panjang, terutama di “konsistensi” itu sendiri, dan jika bukan Anda sendiri yang menjalani maka berikutnya Anda akan menghadapi permasalahan SDM yang seringkali kurang bisa menghayati produk dan proses pemasaran sebaik Anda, itulah tantangan kita semua sebagai pemilik bisnis untuk bisa mengelola mereka agar setidaknya melakukan 80% dari yang seharusnya tipsnya adalah sebaiknya anda buatkan SOP bagi para admin online anda agar tetap ada koridor dan standar2 penting yang dijalankan sesuai dengan keinginan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, selamat mencoba berenang dalam lautan pemasaran di internet, dan jangan lupa kemasan Anda berjualan adalah citra yang konsumen lihat dari Anda, baik dari foto produk, pelayanan, kecepatan, dll. Ciptakanlah citra yang baik, brand Anda akan dipercaya dan kemudian jadi yang WOM positif di kalangan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/07/creative-sales-credo-3-sellingtrap.html"&gt;Creative Sales&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Copyright&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-4757192123490233780?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/vBayTxRVhkI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/vBayTxRVhkI/5-langkah-penting-jualan-online.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-Ec2baRw9wzU/TobAYWEJApI/AAAAAAAAAfA/q0X_1CxJBY8/s72-c/Internet+Marketing.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/09/5-langkah-penting-jualan-online.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-5073582096208466987</guid><pubDate>Tue, 27 Sep 2011 03:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-27T10:24:40.854+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Bad Boys = Pengusaha Sukses?</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-G9mxTjYbIxE/ToFBAyGZA9I/AAAAAAAAAek/AvmtzCd5eSU/s1600/Creative+Sales+Partnert.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-G9mxTjYbIxE/ToFBAyGZA9I/AAAAAAAAAek/AvmtzCd5eSU/s400/Creative+Sales+Partnert.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Masa sekolah seringkali menjadi masa favorit kebanyakan orang. Cinta monyet, bolos sekolah, dan berbagai kenakalan masa remaja/ dewasa lainnya menjadi salah satu momen yang seru dan ngga terlupakan. Di masa ini pula sering kita menemukan teman-teman yang akrab dengan masalah. Bukan hanya dengan orang lain tapi bahkan dengan dirinya sendiri. Kenakalan mereka ini pun seringkali kita artikan bahwa mereka adalah orang-orang yang masa depannya suram. Boro-boro belajar dan mengerjakan PR, kadang buku dalam tas pun cuma bawa satu. Sehari-harinya cuma bikin ribut suasana kelas, nge-geng, ngejailin orang, dan kelakuan nakal lainnya. Jadi ngga heran kalau nilai-nilai mereka di rapot hampir merah semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pernahkah kemudian Anda menemukan kembali teman-teman kita ini setelah sekian tahun terlewati, ternyata dalam kondisi yang terbalik dari apa yang dilakukannya di masa sekolah dulu? Pertanyaan standar yang biasa orang ajukan adalah, “Di mana (kerja) sekarang?”. Seringkali banyak yang keheranan saat mereka menjawab, “Gue punya usaha bikin sepatu.”; “Gue ngurusin cafe. Main &amp;nbsp;dong ke cafe gue. Gue kasih diskon deh!”; sebuah tawaran menarik sekaligus miris. Kenapa miris? Karena kita kayak ngga terima kondisi mereka yang ibaratnya jadi bos di perusahaan sendiri, sementara kita (meskipun) punya jabatan tinggi tapi tetap saja kerja di perusahaan orang. Prestigenya kalah dengan mereka yang punya usaha sendiri. Padahal kalau membanding-bandingkan dari nilai sekolah dulu, jelas kita lebih unggul. Tapi kok justru mereka bisa lebih maju dibandingkan kita??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pertanyaan ini seringkali muncul seiring dengan kondisi kontradiktif yang ada. Idealnya, orang dengan nilai dan prestasi baik di sekolah punya gambaran masa depan lebih baik, dibandingkan dengan mereka yang terkenal karena kenakalannya. Mungkin dulu kita sangat percaya bahwa dengan kerja keras, semua hal mudah tercapai. Memang betul, kerja keras menjadi dasar dari apa yang kita lakukan. Tapi melihat mereka yang sukses dengan kenakalannya, kadang membuat kita merasa dicurangi; “Capek-capek belajar tapi masih aja kerja buat orang lain.”. Senada dengan yang dibilang Jaya Setiabudi di bukunya The Power of Kepepet; “Lebih baik kecil jadi bos daripada gede jadi kuli. Kuli, ngga kerja ngga dapat makan. Kalau bos, ngga kerja pun dapat makan.”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin maju zaman, semakin maju pula pemikiran kita. Kerja keras sebagai sebuah standar kerja kemudian melebur menjadi kerja cerdas. Sebuah pola kerja yang memadukan kemampuan fisik dengan kemampuan/ kepintaran seseorang dalam melihat peluang. Latar belakang pendidikan dan pengalaman menjadi penting dalam hal ini. Orang-orang seolah diingatkan kembali dengan apa yang bisa dilakukan dengan kemampuan yang dimilikinya, hingga semakin terbuka dengan berbagai hal baru. Orang-orang yang punya prestasi dan pengalaman mendapatkan tempatnya dengan pola kerja seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian hal ini kembali dipatahkan saat orang-orang yang tidak kita perhitungkan sebelumnya mulai terjun di kerasnya persaingan usaha. Bukan kerja keras dan kerja cerdas saja yang mereka bawa, lebih dari itu mereka menerapkan pola kerja kreatif. Pola inilah yang mendasari “anak-anak nakal” yang kita bahas sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pola kerja kreatif mereka ngga sekadar bisa melihat peluang, lebih dari itu mereka menciptakan peluang! Apalagi dengan tools dan media yang terus tumbuh seperti social media dan gadget, yang kini ibarat telah menjadi platform baru dalam dunia bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fenomenanya bisa kita rasakan sendiri, saat akun twitter &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/03/power-of-infobdg.html"&gt;@infobdg&lt;/a&gt; atau yang sejenisnya kini menjadi sumber berita yang lebih dipercaya (berdasarkan jumlah followersnya) banyak orang Bandung atau oleh orang-orang yang punya ketertarikan dengan Bandung. Coba cek deh di twitter antara akun &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/03/power-of-infobdg.html"&gt;@infobdg&lt;/a&gt; dan @pikiran_rakyat! Perhatikan jumlah followersnya, Anda mungkin terkejut dengan temuan ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0T8-sWnY3Rs/ToFB1SC3ByI/AAAAAAAAAeo/DvKykpVhVKQ/s1600/ma-icih.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-0T8-sWnY3Rs/ToFB1SC3ByI/AAAAAAAAAeo/DvKykpVhVKQ/s320/ma-icih.jpg" width="267" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kita juga bisa bercermin dari &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/03/brand-ma-icih-dan-kripik-setan.html"&gt;Ma Icih&lt;/a&gt;, yang notabene cuma keripik pedas, yang sebetulnya bukan barang baru di Bandung bahkan di Indonesia. Tapi sejak kemunculannya, keripik pedas-keripik pedas lainnya ibarat biji jagung menjadi pop corn, meletup-letup keluar dari wadahnya dengan berbagai label. Bukan cuma itu, cara jualan &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/03/brand-ma-icih-dan-kripik-setan.html"&gt;Ma Icih&lt;/a&gt; pun menjadi standar bagi keripik-keripik pengikutnya. Sebuah channel distribution yang keluar dari jalur mainstream, yang membuat produk menjadi lebih eksklusif karena dicari banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah orang-orang yang bekerja dengan pola kerja kreatif. Mereka melihat lebih jauh sebuah peluang dengan menciptakan peluang itu sendiri. Pola pikir kreatif dan inovasi yang dilakukan orang-orang di belakangnya menjadikan brand mereka bukan sekadar dikenal tapi menjadi fenomena.&lt;br /&gt;
Mengapa kemudian saya katakan pola kerja kreatif ini dimiliki oleh “anak-anak nakal”? Berikut pelajaran yang ingin saya bagi bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Risk-taker person&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
People said they were nuts. I said, “They have guts!”. Mereka bukan orang “gila” yang suka membuat kehebohan dan hal-hal diluar perkiraan, mereka punya nyali! Ya, nyali untuk mencoba! Banyak orang yang under estimate dengan kemampuan mereka dan menganggap yang mereka lakukan itu modal nekat, tanpa perhitungan. Tapi buat mereka, “Biar deh gue dibilang nekat dan tanpa perhitungan. Tapi gue ngga lebih buruk daripada orang yang ngga pernah mencoba karena kebanyakan berpikir.”. Banyak orang yang justru berilmu tinggi menghabiskan waktunya dengan berpikir, memikirkan segala kemungkinan yang ada. Memang baik, tapi kalau ngga jalan-jalan ya buat apa dipikirin! Sementara “anak-anak nakal” ngga peduli gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;The Power of Kepepet&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
Mengutip judul bukunya Jaya Setiabudi, “anak-anak nakal” ini, karena tanpa rencana jelas seringkali mengambil jalan dalam kondisi kepepet. Apakah buruk? Nyatanya tidak. Dalam buku The Power of Kepepet, penulis mengungkapkan kekuatan terpendam manusia yang didasarkan pada kondisi kepepet/ terdesak. Ingat saat kita mau menghadapi ujian sekolah? Entah kenapa kita bisa menerapkan SKS alias Sistem Kebut Semalam untuk menghadapi ujian tersebut. Otak mendadak encer menangkap materi yang dihapalkan, sampai-sampai ngantuk dan capek pun terkalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bandingkan dengan kondisi biasa untuk belajar, malasnya bukan main! Begitupun dalam bisnis. Uang pinjaman bank yang digunakan sebagai modal menjadi motivasi lebih untuk bisa membayar angsurannya karena jika tidak dibayar barang kita yang menjadi agunan bisa raib. Beda kalau kita pakai uang pinjaman dari orang tua, keluarga, atau teman, karena toleransinya bisa begitu besar, hingga keadaan ini tidak menjadi motivasi tambahan untuk kita bekerja lebih baik. “Anak-anak nakal” ini memang tanpa rencana, tapi mereka menghadapinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pergaulan/ Networking Luas&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ingat bagaimana “anak-anak nakal” seringnya nge-geng? Kedekatan mereka ini seringkali berada pada tahap saling support dalam banyak hal, termasuk bisnis. Mereka juga terbuka dengan orang baru alias tidak membatasi pergaulannya. Banyak orang yang langsung menaruh curiga pada orang baru. Pandangan/ persepsi ini kemudian seringkali disimpulkan sendiri sebagai hal yang tidak baik buat kita. Mau sukses? Eksis deh! Banyak teman bikin peluang makin terbuka lebar, karena pada dasarnya ngga ada kesuksesan yang bisa didapat karena usaha sendiri melainkan karena adanya dukungan orang-orang di sekitar kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Spirit of Freedom&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada dasarnya setiap anak tidak ingin dikekang, tidak suka aturan, olah karena itu mereka selalu berusaha melepaskan diri dari hal tersebut saat aturan itu ada. Semangat kebebasan yang membuat pikiran mereka selalu lebih hidup dibandingkan dengan orang yang “terkotak-kotak” karena sebuah aturan. Hingga seringkali membuat orang-orang ini ibarat jalan ditempat, karena takut salah kalau keluar/ berbeda dari aturan yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah berdasarkan 4 hal ini pula kita bisa mengambil simpulan bahwa dengan membiasakan diri berpikir seperti “anak-anak nakal”, kita diajarkan untuk tidak takut dalam mengambil/ menetapkan langkah. Ngga perlu membebani pikiran terlalu besar dalam ketakutan, kekhawatiran, atau kesempurnaan. Karena semuanya semu dan ngga akan pernah jadi nyata sebelum kita mencoba dan melewatinya. Just do it! Kalau kata taglinenya Nike.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
btw ga nyambung yah antara gambar sama &amp;nbsp;tulisan hehe.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/07/100-creative-sales-idea-for-personal.html"&gt;creative sales&lt;/a&gt; copyright&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sumber gambar (&lt;a href="http://www.wallpapergate.com/wallpaper367.html"&gt;http://www.wallpapergate.com/wallpaper367.html&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-5073582096208466987?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/AyYSGj4DX3I" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/AyYSGj4DX3I/bad-boys-pengusaha-sukses.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-G9mxTjYbIxE/ToFBAyGZA9I/AAAAAAAAAek/AvmtzCd5eSU/s72-c/Creative+Sales+Partnert.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/09/bad-boys-pengusaha-sukses.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-774085385000071082</guid><pubDate>Thu, 08 Sep 2011 09:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-08T16:39:22.875+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>Yang Penting Hoki, Buat Apa Bisnis Model?</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6jzRtytl1C0/TmiMvkHoxPI/AAAAAAAAAeg/Q954IKEtYtA/s1600/Creative+Sales.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-6jzRtytl1C0/TmiMvkHoxPI/AAAAAAAAAeg/Q954IKEtYtA/s320/Creative+Sales.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“Marketing itu adalah kerja keras, kreatif, perpikir taktis dan Hoki, ga perlulah dengan semua teori,-teori dan model-model gitu bro, cuma &amp;nbsp;bikin pusing ajah dan malah bikin kita banyak mikir dan lambat dalam bergerak.” Haha, komentar seperti ini bukan sekali dua kali masuk ketelinga saya dari partner bicara saya. Komentar yang menempatkan teori, model sebagai faktor “penghambat” untuk perkembangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sih basically ga terlalu ingin berdebat dengan topik seperti itu apalagi memang tidak dapat dipungkiri bahwa banyak juga orang yang “berpikir” brand bisa sukses tanpa teori atau model marketing yang tumpah ruah saat ini, modalnya yang seperti yang dikatakan teman saya tadi, kerja keras, kreativitas, taktis dan Hoki, walaupun tentunya banyak lagi faktor-faktor sukses lainnya yang tidak tersebut olehnya seperti SDM, system, kepemimpinan dan sebagainya. Namun bila bicara memulai bisnis, rasanya empat hal tersebut adalah hal yang paling relevan “menurut sebagian orang”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ok coba saya lanjutkan pembicaraan saya “bro, khan tuh model-model juga dibikin berdasarkan pengalaman dan riset dibanyak perusahaan yang sudah sukses ataupun belajar dari yang gagal, sehingga memudahkan pebisnis-pebisnis yang baru untuk belajar bagaimana bisa sukses dan menghidari kegagalan”, “iya sih bro, cuma khan tetap saja tanpa kerja keras, kreatifitas, taktis dan hoki mana mungkin bisnis bisa berhasil”, &amp;nbsp;wkwk, nih kalo dilanjutin bisa kaya ayam ama telor debatnya (anyway sudah tahu belom ilmuwan sudah membuktikan duluan ayam dari telor *gapenting*)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buat saya yang berkerja di dalam industri &lt;b&gt;brand&lt;/b&gt; dan marketing, model kadang kala sangat diperlukan sebagai penunjuk arah dalam menjawab data dan fakta yang kita temui di awal sekaligus menutupi kesenjangan pengetahuan kita terhadap klien yag dihadapi. Coba saja bayangkan ketika kita berhadapan dengan orang yang sudah lama di dalam sebuah industri, sudah makan asam garam terhadap bisnis tersebut, bagaimana kita bisa mengimbangi pembicaraan yang terjadi bila kita tidak memiliki model?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya begitupun sebaliknya, ketika kita memulai bisnis, tentu saja di dalamnya kita akan berhadapan dengan pesaing baik langsung maupun tidak langsung, konsumen yang sulit diprediksi tingkah lakunya dan lingkungan sekitar bisnis kita kelak yang mungkin akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan bisnis kita, bagaimana kita bisa menghadapi semua itu dan bersiap dengan kemampuan terbaik kita tanpa model yang nota bene bisa dikatakan sebagai sebuah gambaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada ingin buka restaurant katakanlah, tentu saja Anda membutuhkan model-model pemasaran yang tepat untuk sebuah restaurant, konsumen, pesaing dan sebagainya sehingga dengan model tersebut kita bisa memetahkan seperti apa strategi dan program restaurant kita untuk bisa sukses. Coba anda bayangkan tanpa model, yah paling-paling berakhir dengan feeling, kreatifitas, kerja keras yang tanpa arah. Sukses atau tidak yah lihat ajah ntar, seperti itu kha?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, saya pikir akan selalu penting kita untuk belajar literaur-literatur luar yang menampilkan model-model bisnis, marketing, branding dan apapun itu untuk menjadi semacam kompas dan pijakan dalam menentukan arah dan kebijakan dalam sebuah bisnis, yah tentu jangan pulah kemudian menjadi model tersebut dijadikan patokan mati sehingga menutup kreatifitas dan inovasi hanya gara-gara tidak sesuai dengan model yang kita anut. Prinsipnya setiap bisnis pasti punya model yang tepat untuk berhasil tapi yang pasti selalulah ingat, tidak ada model pasti berhasil untuk semua bisnis bahkan dalam kategori product yang sama sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga tulisan ringan menutup sore ini sedikit menjadi “sesuatu” yang memberikan inpirasi hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber Gambar&amp;nbsp;antoix.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-774085385000071082?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/JK1vUDbudLM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/JK1vUDbudLM/yang-penting-hoki-buat-apa-bisnis-model.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-6jzRtytl1C0/TmiMvkHoxPI/AAAAAAAAAeg/Q954IKEtYtA/s72-c/Creative+Sales.gif" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/09/yang-penting-hoki-buat-apa-bisnis-model.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-3822145989829104657</guid><pubDate>Tue, 06 Sep 2011 04:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-06T11:14:38.265+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Branding</category><title>8 Tips Membangun Personal Branding Melalui Twitter</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Perkembangan social media saat ini membuka jalan yang sangat besar bagi setiap individu untuk melakukan personal branding secara murah dan efektif. Twitter, sebagai salah satu social media tools merupakan tools yang sangat efektif bagi banyak orang untuk membangun personal brandingnya. Berikut 8 tips yang dapat dilakukan untuk membangun personal branding (notes, saya perlu berikan catatan untuk membangun personal branding via twitter sangat dianjurkan untuk Anda memiliki website/ blog yang mendeskripsikan secara lengkap personal branding Anda dan service/ product yang Anda tawarkan). Nah, yuk kita mulai:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;1. Buat profile yang jelas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Yang menunjukan siapa diri Anda dan apa bidang keahlian Anda, kecuali memang Anda membuat sebuah account dengan identitas tersamar. (ingat sangat penting untuk mulai membangun brand positioning dari profile pribadi Anda).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-D8ZjtOQccvM/TmWXieH0NcI/AAAAAAAAAeM/5RrkoZ48NXA/s1600/A.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://4.bp.blogspot.com/-D8ZjtOQccvM/TmWXieH0NcI/AAAAAAAAAeM/5RrkoZ48NXA/s400/A.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-spBS96cXX0U/TmWXjUQXT0I/AAAAAAAAAeQ/VXEvtIu5B4E/s1600/AA.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="122" src="http://4.bp.blogspot.com/-spBS96cXX0U/TmWXjUQXT0I/AAAAAAAAAeQ/VXEvtIu5B4E/s400/AA.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Identitas, baik itu yang menjelaskan mengenai data diri Anda secara pribadi, bidang keahlian Anda, alamat website atau blog Anda serta contect email atau nomor telepon merupakan jejak yang sangat penting untuk Anda tinggalkan di dunia online. Calon klien, teman ataupun supplier Anda pasti akan mengecek terlebih dahulu profile diri Anda sebelum mau berteman atau berbinis dengan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Selain itu identitas adalah gerbang untuk kita membangun positioning personal brand kita, jadi dalam tahap pengisian profile ini Anda sudah harus memikirkan masak-masak hal ini dan juga ingat hal di atas, website atau blog Anda sudah harus sesuai dengan brand positioning Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;2. Followlah account-account yang bersifat share account&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;seperti &lt;a href="http://www.updateblog.ceritadisini.com/"&gt;@updateblog&lt;/a&gt; (account di mana Anda bisa mengirimkan update an blog Anda &amp;nbsp;dan kemudian bila update an blog Anda memenuhi syarat account @updateblog tersebut akan menshare link artikel di blog&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Anda ke seluruh followernya).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TyUk18QU0IY/TmWXdzX7QuI/AAAAAAAAAeA/78OIdgoOYao/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://2.bp.blogspot.com/-TyUk18QU0IY/TmWXdzX7QuI/AAAAAAAAAeA/78OIdgoOYao/s400/4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5wZf7n5Wza0/TmWXe-Lx-II/AAAAAAAAAeE/ECesT2PGtNE/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://3.bp.blogspot.com/-5wZf7n5Wza0/TmWXe-Lx-II/AAAAAAAAAeE/ECesT2PGtNE/s400/5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Account-account ini akan membantu Anda untuk lebih mudah terkenal tentunya, namun yah perlu dicatat bahwa Andapun harus menshare sesuatu yang memang berguna bagi banyak orang dan relevan dengan komunitas dari account-account tersebut. Jangan lupa juga baca aturan main dari account-account tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;3. Promosikan account twitter Anda di banyak media.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Baik online maupun offline. Seseorang yang mungkin sudah mengenal Anda belum tentu tahu account twitter Anda. Untuk itu sertakan selalu account twitter Anda di web, blog, status instant messaging, hingga menyelipkannya di signature email Anda, untuk media onlinenya. Sementara untuk media offline, kartu nama adalah pilihan tepat untuk bisa memajang account twitter Anda. Media stiker juga bisa digunakan terutama bila Anda menggunakan twitter sebagai sarana promosi produk/ brand Anda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;4. Program twitter Anda secara automatic.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&amp;nbsp;Salah satu situs yang dapat membantu Anda memprogram twitter Anda adalah&lt;a href="http://www.twitvance.com/"&gt; www.twitvance.com&lt;/a&gt; Salah satu syarat Anda dapat dikenal dan memberi nilai lebih bagi para followers atau orang-orang yang belum jadi followers Anda adalah konsistensi Anda memberikan informasi yang bermanfaat. Dan saya yakin Anda tidak selalu punya waktu untuk itu. Maka sebaiknya setiap harinya ada beberapa tweet yang sudah ada program sebelumnya, misalnya tentang artikel2 yang bermanfaat atau quotes-quotes yang berhubungan dengan positioning yang ingin Anda bangun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1CxWE0acrxI/TmWXhAM4ovI/AAAAAAAAAeI/iMydHEl6TSQ/s1600/33.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://4.bp.blogspot.com/-1CxWE0acrxI/TmWXhAM4ovI/AAAAAAAAAeI/iMydHEl6TSQ/s400/33.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Namun penting untuk diperhatikan! Dilarang sepenuhnya twitter hanya Anda program, karena para followers ingin Anda yang sebenarnya, Anda yang adalah manusia bukan mesin yang terprogram. Twitvance bisa membantu Anda dalam menjaga konsistensi namun Anda tetap harus hadir menjawab semua pertanyaan dan tentu saja melakukan live tweet yang melibatkan emosional yang nyata kepada para followers&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;5. Tweetlah sesuatu yang berhubungan dengan personal branding yang ingin Anda bangun.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Tentu tidak harus setiap saat berhubungan dengan &amp;nbsp;personal branding tersebut &amp;nbsp;, namun Anda harus secara konsisten melakukan tweet tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-z6ovWLmJOyk/TmWXloUT6OI/AAAAAAAAAeY/7nRe7Ckuptg/s1600/Safir.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="283" src="http://2.bp.blogspot.com/-z6ovWLmJOyk/TmWXloUT6OI/AAAAAAAAAeY/7nRe7Ckuptg/s320/Safir.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Safir Senduk merupakan Perencana Keuangan yang sangat konsisten melakukan tweet berhubungan dengan rencana keuangan, hal ini sangat penting karena memang personal brand yang ingin dibangun adalah demikian. Namun tentu kadang-kadang di timelinenya ada tweet yang tidak berhubungan dengan keuangan, it’s ok tentunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;6. Buat link yang mengarah pada website/ blog/ situs pribadi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Buat link dalam profile yang mendirect seseorang yang ingin mengetahui Anda lebih jauh. Hal ini sangat penting karena profile Anda dan service/ product yang Anda tawarkan tentu tidak dapat ditampilkan di twitter secara lengkap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kLssB0oPG_w/TmWXkMNwSKI/AAAAAAAAAeU/PnQayoHsBLs/s1600/AAA.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://1.bp.blogspot.com/-kLssB0oPG_w/TmWXkMNwSKI/AAAAAAAAAeU/PnQayoHsBLs/s400/AAA.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;7.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/06/brand-influencer.html"&gt;Influencer&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Nah ini yang sangat sering digunakan oleh brand-brand besar untuk mem push awanreness brand, penjualan, follower dan berbagai objective perusahaan lainnya. Membangun personal branding melalui influencer ini juga merupakan sarana yang sangat efektif, namun pastikan follower dari si influncer merupakan segmen yang memang Anda tujuh dan ingat kadang menggunakan Influencer ini memerlukan biaya yang cukup mahal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Nah bicara&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/06/brand-influencer.html"&gt; influncer&lt;/a&gt; ini adalah yang kadang memang dengan sukarela me retweet dan merekomendasi brand Anda karena memang buat mereka unik dan menarik, ada juga yang memang berbayar. Kalo mau gratis, coba ajah berteman dengan mereka hehe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;8. Manjakan followers Anda.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;Jika Anda ingin membangun brand personal Anda, maka mau tidak mau Andalah produk dari brand tersebut. Memanjakan followers bisa salah satunya dengan memberikan hadiah. Lakukan interaksi dengan mereka melalui tantangan-tantangan yang unik dan menarik perhatian dan siapkan hadiah khusus bagi mereka. Tidak penting harga dari hadiahnya, yang penting adalah perhatian Anda kepada para followers.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wxWJtJhNkX0/TmWZmE4haDI/AAAAAAAAAec/Ahfjr4MiDMc/s1600/44.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://2.bp.blogspot.com/-wxWJtJhNkX0/TmWZmE4haDI/AAAAAAAAAec/Ahfjr4MiDMc/s400/44.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 21px;"&gt;
Nah demikianlah 8 ide yang bisa kami sharing, semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 21px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;salam creative sales&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-3822145989829104657?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/ropNpRPdgM0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/ropNpRPdgM0/membangun-personal-branding-melalui.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-D8ZjtOQccvM/TmWXieH0NcI/AAAAAAAAAeM/5RrkoZ48NXA/s72-c/A.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/09/membangun-personal-branding-melalui.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-4745129581474647636</guid><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 07:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-16T14:21:08.820+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><title>Poconggg vs Peti Mati</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-m1l5n5MbmoI/TkoZg8V_j9I/AAAAAAAAAd0/D0XwaxhIPrI/s1600/branding+poconggg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://4.bp.blogspot.com/-m1l5n5MbmoI/TkoZg8V_j9I/AAAAAAAAAd0/D0XwaxhIPrI/s400/branding+poconggg.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Sudah bukan suatu rahasia yah kalau masyarakat Indonesia
memang punya ketertarikan khusus sama segala sesuatu yang horor! Salah satunya
ya ditandai dengan laris manisnya film-film horor di bioskop apalagi kalau udah
dibumbui (atau bahan utama) hal-hal yang berbau seks. Ya mau gimana lagi memang
itu adalah karakteristik dari masyarakat kita dan menjadi salah satu bagian
penting yang perlu kita ketahui dalam rangka menyajikan suatu konsep pemasaran
yang menarik dan dapat diterima oleh mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Nah, sekarang ga akan bahas film deh, tapi kita akan bahas
dua fenomena yang berkaitan dengan ‘horror’ ini yang ada hubungannya sama
strategi komunikasi. Dua fenomena ini adalah tentang &lt;a href="http://twitter.com/#!/Poconggg"&gt;si poconggg&lt;/a&gt; dan si peti
mati. Tentu bagi Anda-anda semua yang ga lepas dari Twitter ga akan kelewatan 2
ini kan :D 2-2nya adalah fenomena horror yang membuat kita semua geger beberapa
waktu lalu :D&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0z9tlwsX-tw/TkoZiHt7XwI/AAAAAAAAAd4/b6jT7LqFx4E/s1600/branding.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-0z9tlwsX-tw/TkoZiHt7XwI/AAAAAAAAAd4/b6jT7LqFx4E/s320/branding.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Pertama soal si poconggg dengan akun twitter nya &lt;a href="http://twitter.com/#!/Poconggg"&gt;@poconggg&lt;/a&gt;
yang tiba-tiba jadi artis setara Luna Maya (versi gw orang di twitter yah) dan
si kasus peti mati oleh Buzz and Co yang juga ga Cuma heboh di Twitter tapi
juga sampai Metro TV. Apa kesamaannya dan apa perbedaannya?&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Kesamaannya adalah mereka memanfaatkan elemen horor untuk
menarik perhatian masyarakat dalam strategi komunikasi mereka, perbedaannya si
@poconggg mendapat sambutan yang meriah dan hasil yang luar biasa, terlihat
dari terus bertambahnya follwers, kunjungan blog plus laris manisnya buku yang
dijual namun kalau si peti mati mendapat respon waktu pertama kali keluar pro dan kontranya cukup heboh sampai-sampai melibatkan pihak kepolisian. (kurang tahu apakah bukunya kemudian laris manis, yang pasti saya sih beli dan memang isinya bagus untuk dibaca).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
So menarik banget yah &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;
yang akan dibahas di artikel ini adalah tentang do’s and dont’s yang bisa kita
pelajari dari 2 kasus tersebut dalam rangka menggunakan fenomena horror dalam
strategi komunikasi, karena walau banyak peminatnya tapi rawan juga dengan
kegagalan kalau kita ga perhatikan garis atau rambu-rambunya. Semoga dari 2
fenomena yang menarik ini kita bisa mengambil pelajaran yang bermanfaat
berkaitan dengan strategi komunikasi mereka yang terbilang &lt;i&gt;happening&lt;/i&gt; &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Apa aja yang membuat komunikasi &lt;a href="http://twitter.com/#!/Poconggg"&gt;@poconggg&lt;/a&gt; berhasil bahkan
membuat ratusan ribu orang follow kepadanya? Dan mengapa komunikasi si peti mati
mendapat cukup banyak respon negatif hingga berkasus di kepolisian? Berikut adalah
analisanya dari beberapa elemen penting dalam komunikasi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;1. Horor perlu dibumbui dengan humor!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Mungkin salah satu kekuatan terbesar dari si @poconggg
adalah selera humornya yang oke berat! Bagi kalian yang belum follow twitternya
bisa follow sekarang, untuk tahu seperti apa selera humor yang dimiliki oleh
seorang eh sebuah poconggg ini! &lt;a href="http://twitter.com/#!/Poconggg"&gt;@poconggg&lt;/a&gt; hadir untuk memanusiakan sosok poconggg
dari yang awalnya seram jadi jenaka, berkepedulian tinggi dan &lt;i&gt;friendly&lt;/i&gt;. Dan semua orang langsung jatuh
cinta dengan kelucuannya. Jadi alasan pertama kenapa si @poconggg bisa sukses
baik dari blognya, twitternya hingga bukunya terjual laris manis adalah karena
orang Indonesia saat ini butuh hiburan, dan horor yang mereka cintai pun bisa
menghibur mereka melalui &lt;a href="http://twitter.com/#!/Poconggg"&gt;@poconggg&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Sedangkan pengiriman peti mati kepada orang-orang penting di
dunia media dan periklanan sama sekali tidak dikemas dengan humor, sehingga
semua yang sampai didefinisikan sebagai sebuah teror. Dari mulai pengiriman
dengan menggunakan ambulans, hingga bunga-bunga yang ada di dalam peti mati,
sangat mencekam :D. Bisa jadi memang itu yang diharapkan, tapi sayang sekali
masyarakat kita belum bisa mencerna sendiri sisi humornya, jadi harus cukup
gamblang kemasan humornya &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;
beda dengan masyarakat Amerika misalnya yang lebih terbuka dengan
kampanye-kampanye negatif dan mendefinisikannya sendiri sebagai sebuah humor &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;2. Kenali siapa target marketnya!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Kenapa &lt;a href="http://twitter.com/#!/Poconggg"&gt;@poconggg&lt;/a&gt; juga bisa laris manis adalah karena dia
kenal betul siapa target marketnya. Dengan menyasar pada orang-orang muda,
orang tuapun boleh saja asal yang masih berjiwa muda pasti akan cocok sekali
dengan bahasa komunikasi yang ia sajikan. Tentu hal ini karena @poconggg
memahami ia berbicara kepada siapa sehingga tau bagaimana cara perlakuan yang
tepat. Prinsip &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2007/12/kenali-dulu-dong.html"&gt;kenali target market&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; tentu berlaku di berbagai jenis strategi
komunikasi apapun medianya, karena dengan bahasa dan cara komunikasi yang tepat
merupakan cara masuk dan mengambil hati para target market.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Sebaliknya kelemahan dari kampanye peti mati adalah kurang
mempelajari target market mereka, para orang penting media dan periklanan yang
ternyata memberi respon negatif, entah apakah hal ini memang sudah diprediksi
sebelumnya atau belum, yang jelas muncul banyak respon negatif di twitter
pribadi orang-orang yang menjadi target market komunikasi tersebut. Mengetahui
dan memprediksi respon dari target market kita terhadap suatu komunikasi yang
akan kita sampaikan adalah penting untuk memperkecil dan memprediksi resiko
atau keuntungan yang akan diperoleh.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;3. Ciptakan ambassador anda sendiri!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Pada kampanye &lt;a href="http://twitter.com/#!/Poconggg"&gt;@poconggg&lt;/a&gt; muncul para &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/08/brand-ambasador-why-nadya.html"&gt;ambassador&lt;/a&gt; sukarela yang
mungkin saking cintanya sama karakter si @poconggg dengan rela mereka mendukung
dan bahkan mempromosikan tanpa dibayar. Para ambassador gratisan inilah yang
perlu kita ciptakan, dan hanya bisa diciptakan apabila kita mampu mengambil
hati para target market. Justru, kunci dari kesuksesan komunikasi ini adalah
banyaknya&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/08/brand-ambasador-why-nadya.html"&gt; ambassador-ambassador&lt;/a&gt; yang tercipta dan dengan rela menyebarkan isu
ini sehingga semakin banyak orang yang melihat dan menyimak strategi komunikasi
kita. Dan mungkin saya adalah salah satunya yang mau dengan rela menulis sisi
positif komunikasi horor jenakanya @poconggg tanpa dibayar &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Berbeda dengan komunikasi peti mati, bahwa yang tercipta
bukannya ambassador yang menyebarkan value positif tapi malah menciptakan
ambassador-ambassador negatif. Pada saat isu ini sedang hangat-hangatnya, saya
menyimak persebaran value &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/06/word-of-mouth-marketing-5t-1t.html"&gt;WOM&lt;/a&gt; yang tercipta dari isu ini. Ternyata banyak orang
yang ikut menghujat walaupun mereka bahkan dapat peti matinya juga tidak! Jadi
dengan sukarela mereka menambah-nambah isu negatif. Inilah yang dibilang dengan
berbahayanya strategi komunikasi &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/06/word-of-mouth-marketing-5t-1t.html"&gt;WOM&lt;/a&gt;, bahwa isu positif dengan mudah menyebar,
tapi isu negatif akan lebih dahsyat lagi cepatnya menyebar, jadi
berhati-hatilah terhadap suatu isu yang akan anda angkat sebagai pemicu &lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/06/word-of-mouth-marketing-5t-1t.html"&gt;WOM&lt;/a&gt; di
kalangan target market.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;4. Ide besar nyeleneh jadi pusat perhatian&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Tentu tak hanya @poconggg. Kampanye peti mati juga memiliki
ide dasar yang unik dan nyeleneh dan memang menarik perhatian. Jadi dari poin
ini dinilai keduanya berhasil menarik perhatian dan menjadi bahan omongan,
sesuai dengan tujuan utama si kampanye peti mati. Ide besar yang nyeleneh
adalah awal untuk &lt;i&gt;get out of the crowd&lt;/i&gt;
dalam hirup pikuk komunikasi yang sudah sangat jenuh ini. Dengan berkembangnya
media, bertumbuh pula pesaing yang semakin padat, sehingga dalam berkomunikasi
kita harus pintar-pintar memilih yang unik dan nyeleneh. Tapi contoh kasus peti
mati adalah ide nyeleneh yang banyak orang bilang kelewat batas, sedangkan @poconggg
sejauh ini bisa masih berada di koridor aman, di mana orang-orang tetap
membicarakannya namun dengan value yang positif.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Nah hal-hal itulah
yang bisa kita pelajari dari 2 kampanye fenomenal horor yang terjadi beberapa
waktu belakangan ini. Jadi, apakah boleh menggunakan tema horor dalam
komunikasi? Ya tentu saja! Karena pasar yang mencintai horor begitu besar! Tapi
perhatikan mengenai kemasannya dan tentu dampak dari strategi nyeleneh yang
akan kalian lakukan! Selamat berhoror ria, semoga bermanfaat &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-4745129581474647636?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/NPlbimELwU0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/NPlbimELwU0/poconggg-vs-peti-mati.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-m1l5n5MbmoI/TkoZg8V_j9I/AAAAAAAAAd0/D0XwaxhIPrI/s72-c/branding+poconggg.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/08/poconggg-vs-peti-mati.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-6760159953682749113</guid><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 06:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-16T13:53:25.650+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><title>Gimana Kalo Pesaingnya Banyak?</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-zlrZ_yYbc4w/TkoSlXXllWI/AAAAAAAAAdw/VD6l6iWDVho/s1600/creative+sales.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="http://4.bp.blogspot.com/-zlrZ_yYbc4w/TkoSlXXllWI/AAAAAAAAAdw/VD6l6iWDVho/s400/creative+sales.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;Berjualan
retail merupakan kategori bisnis yang cukup menantang, kalau sukses untungnya
bisa ngalir terus tapi kalau gagal bisa sama sekali tidak ada barang keluar
dalam satu hari. Perencanaan yang dibuat tidak hanya mengacu pada jangka
panjang, bahkan lebih focus pada rencana menengah pendek. Intinya rapor dari
penjualan keluar setiap hari, tapi disinilah letak tantangannya dimana kita
dipacu untuk terus mencari solusi setiap harinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pada
pelaksanaan bisnisnya, untuk produk retail secara umum bersifat sangat
kompetitif, karena begitu banyak pesaing yang juga memperdagangkan produk yang
kita miliki, sehingga ada beberapa hal yang ingin saya sharing sebagai kunci
keberhasilan dalam berjualan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pertama Test Produk Ke Market&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tidak
selamanya harga murah itu disukai oleh konsumen, konsep segmentasi market harus
kita pahami sebelumnya. Kita harus paham dulu karakteristik dari target market
yang sedang kita garap, bisa kita lakukan dengan observasi atau jika kita
pedagang baru dengan melakukan pengujian produk ke pasar untuk menentukan
produk mana yang diterima oleh pasar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ada seorang
rekan yang merupakan seorang penjual sarung tenun, dia berjualan sarung dari
kisaran harga Rp. 15.000 – Rp. 45.000, pada awalnya dia sangat percaya diri
kalau sarung yang paling banyak terjual adalah yang harganya Rp. 15.000, tapi
ternyata di lapangan prediksinya salah. Konsumen banyak mencari sarung
dikisaran harga Rp. 25.000 – Rp. 32.500, alasannya adalah kualitas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pada satu
segmen tertentu, konsumen sudah memiliki sebuah ekspekatsi tentang produk
berikut juga kisaran harga yang layak untuk mendapatkan kualitas yang
diinginkan. Sehingga ketika ditawari produk yang sangat murah tetapi jikamemiliki
kualitas tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan peluang untuk terjadinya
penjualan relatif kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kedua Carilah Supplier Sampai Ke
Negeri Cina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hahaha, ini
hanya perumpamaan saja kok&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dalam persaingan yang homogen harga memiliki peranan sangat
penting, beda 500 rupiah saja bisa membuat konsumen kita berpindah ke lapak
sebelah. Agar harga kita bersaing ada 2 pendekatan yang bisa kita pilih ;
pertama ambil margin yang tipis kedua: cari supplier termurah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bagi saya
opsi kedua lebih menarik, karena dengan harga yang bersaing dipasar margin kita
pun masih tinggi. Pencarian supplier haruslah melalui proses penggalian yang
ulet dan panjang, kita harus sering melakukan observasi dan sensitive terhadap
informasi, kalau perlu jika supplier termurah itu ada di negeri cina ya
kejarlah ke sana. Asal itung-itungan bisnis kita masih cuan. Prinsipnya selama
ada yang bisa jual lebih murah dari kita berarti masih ada sumber yang belum
kita tahu. Jadi berjuanglah pantang menyerah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ketiga : Cari Konsumen Sampai Kolong
Jembatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kalau
promosi jangan jaim-jaim dan irit kalau memang ada alokasinya maksudnya bukan
berarti saya mengarahkan ke penghamburan uang untuk pasang media dimana saja
sambari keefektifannya masih belum terukur, tapi jika kita yakin suatu media
memang akan efektif dalam memberitahukan keberadaan kita kepada target market
maka berpromosilah secara konsisten.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pokoknya
kita harus tajam dalam membaca kebutuhan informasi dari calon konsumen kita,
keberadaan mereka, kebiasaan mereka sehingga memudahkan kita menyalurkan
informasi secara efekti. Dan sekali lagi jangan ragu untuk berpromosi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Keempat : Ajak Ngobrol Konsumenmu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Saya sih
paling enak beli barang ke pemilik toko yang bisa saya ajak diskusi dan
ngobrol, karena merasa aman dan nyaman untuk transaksi. Sehingga di lain waktu
kalau ingin beli barang yang sama pasti akan datang lagi, bahkan kalau mau beli
barang lain seringkali minta referensi. Kira kira gambarannya jika berkaca dari
sudut pandang konsumen.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dalam
berbisnis retail kita tidak bisa hanya mengandalkan pembeli baru, malahan
repetisi dan rekomendasi itu memiliki kontribusi terbesar dalam penjualan.
Untuk membuat konsumen kita mau membeli kembali, interaksi dengan konsumen adalah
wajib guna menciptakan keterikatan emosional. Jadi kalau ada konsumen jangan
dicuekin, minimal kalau lagi sibuk tersenyumlah sedikit dan menyapa. Lagian
senyum itu gratis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sebenarnya
masih banyak hal yang harus dipahami dalam berjualan retail, namun 4 poin di
atas saya rasa cukup sebagai modal awal brdagang retail. Selamat berjuang !!&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5855140303008427190&amp;amp;postID=6760159953682749113" name="_GoBack"&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;sumber gambar: inderrr.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-6760159953682749113?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/ORPGXeDP0LM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/ORPGXeDP0LM/gimana-kalo-pesaing-banyak.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-zlrZ_yYbc4w/TkoSlXXllWI/AAAAAAAAAdw/VD6l6iWDVho/s72-c/creative+sales.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/08/gimana-kalo-pesaing-banyak.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-4249641420261994939</guid><pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-12T13:42:42.092+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><title>Criminal Marketing</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-NQbjPuxaIZc/TkTK5j_cN6I/AAAAAAAAAdo/-RNqG-G6UX4/s1600/Creative+Sales.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://3.bp.blogspot.com/-NQbjPuxaIZc/TkTK5j_cN6I/AAAAAAAAAdo/-RNqG-G6UX4/s400/Creative+Sales.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Minggu lalu,
timeline twitter saya dipenuhi dengan beberapa komentar yang membahas sinetron
Indonesia. Yah.. sebagian besar dari komentar2 tersebut memang bernada
negative. Tidak terlalu menyukai kualitas dari acting para pemainnya dan juga
alur cerita yang mudaj sekali ditembak ending nya. Hmmmm… tapi mari kita tidak
menambah pembahasan negative untuk ‘produk ‘ tayangan televise yang cukup
disukai di Indonesia ini. Saya lebih tertarik untuk membahas “sinetron” ala
luar negeri, ya.. yang saya maksud dengan sinteron ala luar negeri adalah
“serial” yang jika dihitung jumlahnya cukup banyak, dan terbagi dalam beberapa
“genre”. Untuk kali ini saya ingin membahas salah satu serial yang sebenarnya
menjadi favorit saya, yaitu CSI: Crime Scene Investigation.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Sesuai namanya,
jika kita terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, serial ini berkisah tentang
kisah seputar divisi forensik, yaitu penelitian yang menyelidiki dan menarik
kesimpulan penyelesaian sebuah kasus melalui bukti-bukti fisik, baik itu sidik
jari, DNA, golongan darah, dll. Serial yang di buat oleh Anthonny E. Zuiker ini
awalnya hanya terdiri dari 1 buah serial, yaitu CSI yang bersetting lokasi
kehidupan malam Las Vegas, tentu saja juga berlatar belakang kehidupan
orang-orang di Las Vegas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sampai saat tulisan ini dibuat CSI: Las Vegas sudah
sampai pada Season 11, dimana setiap season nya terdiri lebih dari 20&lt;span lang="EN-US"&gt; episode.
Bahkan karena secara rating cukup bagus, sampai-sampai serial ini dibuat spin
off nya, yaitu CSI: Miami dan CSI: New York, yang saat ini juga sudah sampai
dengan season 9 (untuk CSI: Miami) dan season 7 (untuk CSI: New York).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-R8ONuPwPzcM/TkTK7E4RXdI/AAAAAAAAAds/VQf18RnEovw/s1600/creative+sales+branding.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-R8ONuPwPzcM/TkTK7E4RXdI/AAAAAAAAAds/VQf18RnEovw/s320/creative+sales+branding.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Secara garis
besar CSI memang “memotret” kisah tentang polisi yang juga berperan menjadi
peneliti, bagaimana cara mereka bekerja, metode dan analisa seperti apa yang
mereka lakukan sangat lengkap dan mudah dipahami bahkan oleh orang awam seperti
saya. &lt;/span&gt;Nah pertanyaan kemudian kok
menarik dan laku yah? (ya saya berasumsi laku tentunya bila melihat Spin off
dan jumlah seasonnya yang luar biasa lama). Coba yuk kita diskusikan dari sudut
pandang marketing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;Pendekatan yang unik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt; (Differentiation)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam membuat dan memasarkan sebuah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/08/5-faktor-mengapa-brand-dipilih.html"&gt;brand&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; terkadang kita perlu
untuk mengambil sudut pandang yang cukup signifika&lt;/span&gt;n&lt;span lang="EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;i&lt;span lang="EN-US"&gt; berbeda dari &lt;/span&gt;brand&lt;span lang="EN-US"&gt; yang sudah ada di
pasar. Begitu juga yang di lakukan oleh creator CSI ini, disaat sebagian besar
serial mengambil pendekatan drama, kepolisian, dll, sang creator menggabungkan
peran kepolisian dan forensik. Sebuah pendekatan yang unik menurut saya karena
saat itu belum ada yang bercerita penyelesaian kasus kejahatan ditarik dari
sudut pandang forensik.&lt;/span&gt; Yah walaupun
memang cukup ribet memahami istilah-istilahnya hehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;Tema yang cukup fokus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt; (Single Message)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Jika ingin &lt;/span&gt;brand &lt;span lang="EN-US"&gt;bertarung di sebuah “&lt;a href="http://creasionbrand.blogspot.com/2011/06/mancing-besar-di-kolam-online.html"&gt;kolam&lt;/a&gt;” besar, maka untuk
merebut perhatian kita butuh pembedadan konsisten melakukan perbedaan yang kita
miliki. Saya kira serial ini sangat fokus dan konsisten untuk menjada sudut
pandang dari forensic, sehingga dia sangat fokus dan dapat meningkatkan keterikatan
penonton setia nya untuk selalu menunggu-nunggu kelanjutan dari serialnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;Alur cerita yang
tidak dipaksakan memanjang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt; (Content)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya kira hal ini sangat penting untuk
dicermati, mengingat terkadang demi kepentingan bisnis jangka panjang, sebuah
serial yang cukup sukses seringkali dibuat lebih panjang agar dapat meraup
keuntungan lebih banyak tanpa memperhatikan kualitas cerita nya. Saya kira CSI cukup
cermat untuk tidak membuat cerita nya terlalu memanjang. Di beberapa episode
memang ada yang bersambung dan juga ada beberapa kasus yang menggantung, namun
biasanya tetap akan diselesaikan kasus nya, dan tidak dibiarkan menggantung
terlalu lama&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
Nah balik lagi
bagaiamana dengan serial/ sinetron di indonesia? (ngomong-ngomong sama ga sih
antara serial dan sinetron istilah di indonesia?).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Creative Sales&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Copyright&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Sumber gambar:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;
buddytv.com&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-4249641420261994939?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/xriaLtFoZEw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/xriaLtFoZEw/criminal-marketing.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-NQbjPuxaIZc/TkTK5j_cN6I/AAAAAAAAAdo/-RNqG-G6UX4/s72-c/Creative+Sales.gif" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/08/criminal-marketing.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5855140303008427190.post-6284959049589920974</guid><pubDate>Wed, 10 Aug 2011 09:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-10T16:41:37.066+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">advertising</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">demarketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corporate Value</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Moment Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">online strategy</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">branding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Emotional Bonding</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Up Selling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penjualan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">brand ambasador</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">creative sales</category><title>Eksis Cara Axis</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-A3CZ6gW_u90/TkJRHrezRbI/AAAAAAAAAdg/9li56kM2kdo/s1600/Creative+Sales.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://2.bp.blogspot.com/-A3CZ6gW_u90/TkJRHrezRbI/AAAAAAAAAdg/9li56kM2kdo/s400/Creative+Sales.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Bicara soal provider GSM tentu kita
kenal banget dengan brand-brand seperti Telkomsel, Indosat, dan XL. “Tiga besar” brand provider ini sudah
sedemikian melekatnya di masyarakat pengguna ponsel di Indonesia. Muncul pada
90an, hingga kini ketiga brand ini masih eksis bahkan masih terus bertumbuh.
Hal ini dikarenakan strategi dan inovasi layanan yang seolah tak pernah
berhenti mereka lakukan untuk terus menggaet market pengguna ponsel di
Indonesia. Dan bukan itu saja, strategi promosi yang mereka lakukan pun ngga
sekadar gencar beriklan, tapi juga dengan pesan unik, konsep matang, dan
berseri, terutama kalau kita membandingkannya dalam setiap TVC yang mereka
luncurkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Hingga lebih dari 10 tahun mereka
berdiri seolah takkan ada lagi pemain di pasar ini, tapi mulai 2007, “tiga
besar” ini mendapat penantang &amp;nbsp;yang turut meramaikan market provider GSM
di Indonesia. Dimulai dari 3/ Tri (2007) hingga yang paling akhir bertelur adalah
Axis (2008). &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Bukan berarti so nebak tanpa alasan,
tapi dengan kokohnya si “tiga besar”, saya sempat berpikir “si bungsu” 3 dan
Axis ngga akan bertahan lama. Mengapa demikian? Ini lho yang saya pikirkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Pemain lama &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 17.85pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;
Ini sudah jelas dong! Telkomsel, Indosat, dan XL
sudah berdiri lebih dari 10 tahun di Indonesia. Dari sisi brand image juga
sudah pasti konsumen ngga akan lari ke mana-mana lagi kecuali ke tiga nama
besar ini. Jadi, pas awal “si bungsu” 3 dan Axis ini muncul diantara tiga nama
besar ini, saya cuma bisa bilang, “Serius loe (mau ‘main’ di sini)??!”.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Pertumbuhan angka pengguna ponsel &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 17.85pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;
Pasar gadget dan ponsel di awal milenium berkembang
pesat, semuanya serba cepat berganti. Brand kayak Nokia aja hampir tiap bulan
selalu punya produk baru. Dengan kata lain harga-harga cepat berubah dan
semakin murah, daya beli masyarakat pun semakin tinggi. Ponsel bukan barang
mahal lagi. Meningkatnya angka pembelian ponsel pun tentu memengaruhi
pertumbuhan para provider GSM saat itu. Makin banyak orang beli ponsel makin
banyak pula nomor yang dibeli orang. “Nah trus ‘si bungsu’ baru nongol hari
gini??! Ngga takut ngga dapat ‘kue’ gitu ya?!” lanjut saya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Konsisten berinovasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 17.85pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;
Nah, sekarang makin jelaslah, namanya juga
perusahaan besar, menghadapi pertumbuhan pesat ini tentu mereka makin kencanglah
berpromosi. Dan bukan sekadar promosi dengan iklan biasa-biasa aja, tapi dengan
cara yang sangat menurut saya sangat friendly buat masyarakat, walau di satu
sisi jadi kelihatan kayak perang tarif, but it works. Murah-murahan tarif plus
bonus-bonus lainnya yang disebar lewat flyer, print, dan TVC selalu menghiasi
keseharian kita saat itu. Hingga akhirnya ikut mengundang minat konsumen untuk gonta-ganti
nomor (dengan service provider berbeda). Sampai-sampai keluar kebijakan
pemerintah bahwa setiap nomor yang dibeli harus diregistrasi terlebih dahulu.
Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan yang dilakukan pihak-pihak tak
bertanggungjawab. Nah dengan promosi dan inovasi layanan yang terjaga
konsistensinya ditambah dengan kebijakan seperti ini, “Makin ngga jelas nih “si
bungsu” posisinya,” pikir saya. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kekuatan finansial dan infrastruktur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto;"&gt;
Sebagai
perusahaan besar yang sudah established lebih dari 10 tahun tentu mereka
“megang” banget di bidang ini, terutama dalam hal ini adalah kemampuan
finansial dan infrastruktur yang dimiliki. Ratusan bahkan mungkin sampai ratus ribuan
BTS dan kantor cabang telah mereka miliki di seluruh Indonesia, di mana hal ini
tentu akan memengaruhi nilai pelayanan sebuah brand. Kasarnya kalau boleh
bilang, kuat-kuatan sinyal aja deh! Hampir dipastikan “tiga besar” ini yang
paling kuat kalau dibandingkan “si bungsu”. Nah, pertanyaan terakhir yang
muncul di benak saya kepada “si bungsu”, “Masih pede mau ‘nyemplung’ di sini?”.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-KfDmudMhPyQ/TkJRN2JjpCI/AAAAAAAAAdk/nY6M5JpRpf4/s1600/Brand+Axis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://4.bp.blogspot.com/-KfDmudMhPyQ/TkJRN2JjpCI/AAAAAAAAAdk/nY6M5JpRpf4/s400/Brand+Axis.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Tapi seiring berjalannya waktu,
pikiran-pikiran saya sebelumnya ini makin terkikis, berganti dengan kekaguman
terhadap “si bungsu”. Soalnya, masing-masing brand, baik 3 (Tri) maupun Axis
cukup membanggakan lho di awal kehadirannya; 3 (Tri) berhasil mencapai satu
juta aktivasi hanya dalam waktu tiga bulan sejak produknya di launch, sementara
Axis dalam waktu tiga tahun telah menjangkau lebih dari 80 % populasi
Indonesia, malah sekarang Axis sebagai operator keempat di Indonesia dalam hal
luas wilayah jangkauan (sumber: www.axisworld.co.id). &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Nah diantara “si bungsu” ini yang
paling saya sukai beberapa waktu ke belakang ini adalah Axis. Bukan karena saya
pakai nomornya tapi karena iklan-iklannya. Sebuah contoh bahwa iklan pun kalau
punya message dan eksekusi yang bagus bisa membuat orang mengapresiasi iklan
tersebut. Dengan orang mengapresiasi iklan tersebut (apalagi kalau positif) brand
name pun semakin melekat, brand name semakin lekat maka semakin dekat pula
dengan konsumen, konsumen semakin dekat jualan pun jadi lebih mudah. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Masih cukup segar mungkin di ingatan
kita iklan-iklan TVC Axis yang sangat menghibur. Ingatkah Anda betapa
menyebalkannya sosok sok hemat yang diperlihatkan seorang cowok dengan
panggilan khas “beibeb...” kepada pacarnya, dan seorang ibu rumah tangga? Atau
juga iklan Axis versi &lt;i&gt;bayi ajaib&lt;/i&gt;, sampai
yang terbaru ini adalah &lt;i&gt;Joni Blak-blakan&lt;/i&gt;.
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Kalau lihat dari karakter promosinya
pantaslah kiranya kalau Axis menerima berbagai penghargaan bergengsi, salah
satunya adalah &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Best
Growth Story of the Year Award pada TMT Finance &amp;amp; Investment Middle East&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;2011&lt;/i&gt;. Hal ini diraih Axis atas kinerja
pada tahun sebelumnya, di mana mereka berhasil meraih profit perusahaan dua
kali lipat pada tahun 2010. Selain penghargaan tersebut ada juga penghargaan
yang diraih dalam &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Selular
Awards 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt; untuk
kategori &lt;i&gt;The Best Marketing Program&lt;/i&gt;
dan &lt;i&gt;The Best Mobile Data Service for GSM&lt;/i&gt;.
Nah, ngga heran kan angka pengguna &lt;/span&gt;Axis sekarang hingga Maret
2011 lalu sebesar 10 juta pengguna (sumber: &lt;a href="http://bit.ly/pGHnA0"&gt;http://bit.ly/pGHnA0&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Tentunya, sebagai “si bungsu” yang
baru masuk di medan operator seluler banyak langkah dan strategi yang perlu
dilakukan Axis untuk tetap bisa eksis, bahkan bertumbuh. Tapi di sini kita ngga
usah mikir terlalu rumitlah! Saya mau menyampaikan yang sederhana aja, terutama
dari cara Axis bisa eksis.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Identity&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"&gt;
Hampir sama dengan 3 (Tri) saat
pertama muncul, yaitu keduanya punya identitas yang kuat. Masih ingat kan
perang si “tiga besar” ini sempat dianalogikan lewat warna-warna sesuai
corporate colornya? Nah, Axis maupun 3 (Tri) justru keluar dari pakem itu,
mereka muncul dengan membawa ciri khas tersendiri terutama dari brand logo,
brand design, dan brand color. Ketiga unsur ini saling melengkapi dalam
penyampaian komunikasi mereka ke konsumen. 3 (Tri) dengan angka “3”nya yang
nyeleneh sementara Axix muncul dengan paduan warna yang tidak umum, yaitu
magenta bercampur ungu bercampur kuning. Hal ini menjadikan setiap brand ini
menonjol saat orang melihat media promosinya. Sebuah permulaan yang baik untuk
sebuah brand dengan pemain-pemain besar yang sudah established.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Menyiasati
“perang”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"&gt;
Ini yang paling menarik. Tentu
kita juga merasakan sekali perang tarif diantara “tiga besar” operator seluler.
Saling menyerang, membalas, dan menjatuhkan, seringkali dijadikan bahan utama
pesan dalam setiap promosi mereka. Tapi lihatlah apa yang dilakukan Axis, ia
justru menjauh dari cara itu. Ada yang mungkin mengatakan Axis menghindari
“perang”, tapi saya lebih senang menyebutnya dengan menyiasati “perang”. Saat
tiga pihak saling beradu “perang”, Axis dengan santainya melenggang di jalur
berbeda, yang nyatanya lebih fokus pada benefit yang akan didapatkan konsumen
yang menggunakan layanannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Tell
benefit through humor &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"&gt;
Alih-alih terlibat dalam “perang”
tarif, mutu, kualitas, dan lainnya, dengan si “tiga besar”, Axis menggunakan
komunikasi dan eksekusi yang berbeda untuk menyampaikan benefit yang didapatkan
pengguna, yaitu humor. Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya
contoh-contoh iklan terutama TVC yang dibuat Axis berhasil mengena di
masyarakat justru saat mengangkat tema-tema keseharian yang disampaikan dengan
gaya humor. Orang senang, banyak yang mengapresiasi positif tentang
iklan-iklannya terutama TVC. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Ibaratnya anak kecil yang punya
salah, seringkali kita salah mengartikan bahwa semakin orang tuanya keras
membentak berarti anak akan diam dari nangisnya dan mengerti salahnya. Padahal
ngga begitu. Mungkin si anak akan diam, tapi ngga membuat dia mengerti. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Nah kurang lebih begitulah yang saya
liat pada iklan-iklan Axis. Axis ngga berusaha menjejali pikiran orang tentang
harga murah, paket hemat, dan lainnya, lewat eksekusi yang rasanya ngga bisa
menyentuh masyarakat kita saat ini. Melainkan Axis menyampaikan segala benefit
tersebut melalui contoh aktivitas keseharian di masyarakat kita yang bisa
menjadi lebih mudah bila kita menggunakan kartu Axis. Bukan sekadar menari berputar-putar
atau malah menampilkan sosok mahluk halus, ngga nyambung kan jadinya?!&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
Tapi betulkah iklan-iklan Axis ini
menyentuh banyak orang? Silakan googling, ketik aja “iklan Axis”. Anda yang
nilai sendiri apresiasi apa yang diberikan orang-orang tentang “iklan Axis”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber gambar: axisworld.co.id&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855140303008427190-6284959049589920974?l=creasionbrand.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~4/Wa2eRBfJ4EU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AllAboutMarketingCreativeSalesAndBrand/~3/Wa2eRBfJ4EU/eksis-cara-axis.html</link><author>noreply@blogger.com (Creasionbrand - Creativesales Agency and brand partner)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-A3CZ6gW_u90/TkJRHrezRbI/AAAAAAAAAdg/9li56kM2kdo/s72-c/Creative+Sales.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://creasionbrand.blogspot.com/2011/08/eksis-cara-axis.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

