<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss version="2.0">
  <channel>
    <title>almanhaj.or.id - Berjalan Di Atas Manhaj As-Salafush Shalih</title>
    <link>http://www.almanhaj.or.id</link>
    <description><![CDATA[almanhaj.or.id - Berjalan Di Atas Manhaj As-Salafush Shalih]]></description>
    <lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 01:14:18 GMT</lastBuildDate>
    <generator>Feed43 Proxy/1.0 (www.feed43.com)</generator>
    <ttl>360</ttl>

<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/Almanhajorid" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
<guid isPermaLink="false">5192334b884ea1d0e820364c1e606ade</guid>
<title>Derita Sesudah Mati</title>
<link>http://www.almanhaj.or.id/content/2572/slash/0</link>
<description><![CDATA[Sabtu, 14 Nopember 2009 10:25:00 WIB<br>Kategori : Jenazah : Kematian, Mayit<br><br>Ketika orang meninggal dunia, ia tidak lantas menempati peristirahatan terakhir. Ia hanya singgah untuk sementara waktu, meskipun persinggahan itu bisa lebih lama daripada ketika ia hidup di alam dunia. Itulah alam barzakh, alam kubur. Bahkan mungkin di sana, ia tidak sempat beristirahat sama sekali, meski hanya sekejap, sebab ia terus-menerus mendapatkan siksa. Alam barzakh ini pasti dilalui oleh setiap insan, sebelum datangnya hari pengadilan besar yang siapapun tidak akan bisa lolos darinya. Hari ketika Allah datang untuk mengadili setiap manusia sesuai dengan yang pernah mereka kerjakan. Hari kiamat. Hari yang tidak pernah diharapkan kehadirannya oleh orang kafir, sebab mereka sudah mengetahui dan merasakan kedahsyatannya ketika mengalami siksa hebat di kuburnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam banyak menceritakan keadaan di alam kubur ini. Bahkan Beliau banyak menceritakan tentang siksa yang ditimpakan kepada orang-orang muslim yang bermaksiat. Beliau pernah menceritakan siksa kubur yang di alami oleh dua orang. Yang satu disebabkan oleh namimah (menghasut dan adu domba). Sedangkan yang lain disebabkan oleh kencing yang tidak bersih.<p><sub><i>-- Delivered by <a href="http://feed43.com/">Feed43</a> service</i></sub></p>
]]></description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="false">d2d4fb8c358573ab3ad80ca722d73af2</guid>
<title>Mengingat Maut</title>
<link>http://www.almanhaj.or.id/content/2571/slash/0</link>
<description><![CDATA[Kamis, 12 Nopember 2009 21:04:08 WIB<br>Kategori : Jenazah : Kematian, Mayit<br><br>Jika Anda pernah mendengar kisah mengenai orang-orang yang hidup kekal di dunia ini, sesungguhnya itu hanya dongeng yang batil. Sebagian orang beranggapan ada orang-orang yang hidup kekal di dunia ini, seperti Khidhir Alaihissalam, Dzulqarnain atau lainnya. Keyakinan seperti ini tidak dikenal dalam Islam. Karena, tidak ada manusia yang hidup kekal di dunia ini. Kematian, sesungguhnya merupakan hakikat yang menakutkan, akan menghampiri semua manusia. Tidak ada yang mampu menolaknya. Dan tidak ada seorangpun kawan yang mampu menahannya. Kematian datang berulang-ulang, menjemput setiap orang, orang tua maupun anak-anak, orang kaya maupun orang miskin, orang kuat maupun orang lemah. Semuanya menghadapi kematian dengan sikap yang sama, tidak ada kemampuan menghindarinya, tidak ada kekuatan, tidak ada pertolongan dari orang lain, tidak ada penolakan, dan tidak ada penundaan. Semua itu mengisyaratkan, bahwa kematian datang dari Pemilik kekuatan yang paling tinggi. Meski sedikit, tak seorang pun manusia memiliki wewenang atas kematian.<p><sub><i>-- Delivered by <a href="http://feed43.com/">Feed43</a> service</i></sub></p>
]]></description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="false">fab287817339539e9a65d02525c9db57</guid>
<title>Sakaratul Maut, Detik-Detik Yang Menegangkan Dan Menyakitkan</title>
<link>http://www.almanhaj.or.id/content/2570/slash/0</link>
<description><![CDATA[Rabu, 11 Nopember 2009 16:15:14 WIB<br>Kategori : Jenazah : Kematian, Mayit<br><br>Syaikh Sa'di menjelaskan: "Allah mengingatkan para hamba-Nya dengan keadan orang yang akan tercabut nyawanya, bahwa ketika ruh sampai pada taraqi yaitu tulang-tulang yang meliputi ujung leher (kerongkongan), maka pada saat itulah penderitaan mulai berat, (ia) mencari segala sarana yang dianggap menyebabkan kesembuhan atau kenyamanan. Karena itu Allah berfiman: "Dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang akan menyembuhkan?" artinya siapa yang akan meruqyahnya dari kata ruqyah. Pasalnya, mereka telah kehilangan segala terapi umum yang mereka pikirkan, sehingga mereka bergantung sekali pada terapi ilahi. Namun qadha dan qadar jika datang dan tiba, maka tidak dapat ditolak. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan dunia. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), maksudnya kesengsaraan jadi satu dan berkumpul. Urusan menjadi berbahaya, penderitaan semakin sulit, nyawa diharapkan keluar dari badan yang telah ia huni dan masih bersamanya. Maka dihalau menuju Allah Ta'ala untuk dibalasi amalannya, dan mengakui perbuatannya. Peringatan yang Allah sebutkan ini akan dapat mendorong hati-hati untuk bergegas menuju keselamatannya, dan menahannya dari perkara yang menjadi kebinasaannya. Tetapi, orang yang menantang, orang yang tidak mendapat manfaat dari ayat-ayat, senantiasa berbuat sesat dan kekufuran dan penentangan". .<p><sub><i>-- Delivered by <a href="http://feed43.com/">Feed43</a> service</i></sub></p>
]]></description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="false">12344b09073923432efa9c06dd0f1e4d</guid>
<title>Apakah Semua Orang Kafir Sama ?</title>
<link>http://www.almanhaj.or.id/content/2569/slash/0</link>
<description><![CDATA[Selasa, 10 Nopember 2009 16:33:40 WIB<br>Kategori : Sikap Kepada Kafir<br><br>Ketika kekhilafahan Islam dan hukum Islam ditinggalkan, maka banyak sekali hak dan kewajiban yang terlantar dan disalahartikan. Sikap dan tindakan yang melanggar syariat dianggap bagian dari syariat, terutama yang berhubungan dengan orang kafir. Ada yang beranggapan, orang kafir seluruhnya sama, wajib diperangi, tidak boleh diberi perlindungan dan keamanan. Sebaliknya, ada juga yang menganggap semua orang kafir itu memiliki hak-hak yang sama dengan kaum Muslimin. Kedua anggapan ini tidak bisa dibenarkan. Anggapan pertama akan menyeret kepada perbuatan zhalim, padahal Islam mengajarkan keadilan dan mengharamkan perbuatan zhalim kepada siapapun juga. Sedangkan pandangan kedua akan melunturkan dan mengikis sifat wala’ (loyalitas dan kesetiaan kepada kaum Muslimin) dan bara’ (berlepas diri dari semua orang kafir) dari hati kaum Muslimin. Lalu bagaimanakah seharusnya kita berhubungan dengan orang-orang kafir itu ? Apakah mereka disikapi sama ?<p><sub><i>-- Delivered by <a href="http://feed43.com/">Feed43</a> service</i></sub></p>
]]></description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="false">f81819e964f826d96955628c7037991e</guid>
<title>Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Tidak Mengetahui Alam Gaib</title>
<link>http://www.almanhaj.or.id/content/2568/slash/0</link>
<description><![CDATA[Senin, 9 Nopember 2009 21:06:01 WIB<br>Kategori : Al-Qur'an : Tafsir<br><br>Termasuk bagian dari dasar-dasar agama Islam adalah mengimani bahwa tidak ada yang mengetahui perkara gaib kecuali hanya Allah Azza wa Jalla semata, sedangkan para Nabi dan Rasul-Nya tidak mengetahui perkara gaib, kecuali pada hal-hal yang telah dikabarkan oleh Allah ta’ala kepada mereka. Ayat di atas menerangkan, Allah Azza wa Jalla memerintahkan Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy atau yang lainnya tentang kapan terjadinya hari Kiamat , dengan suatu jawaban yang menunjukkan tidak ada makhluk yang mengetahui kepastian waktu terjadinya kecuali Allah Azza wa Jalla saja. Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang hamba dan utusan-Nya yang tidak kuasa mendatangkan kemanfaatan bagi dirinya dan tidak pula kuasa menolak bahaya kecuali yang dikehendaki Allah Azza wa Jalla. Oleh sebab itu, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mempunyai pengetahuan yang mutlak atas perkara gaib. Pengetahuan beliau tentang itu terbatas dan tidak mencakup secara keseluruhan. Itu pun tidak terlepas dari wahyu dari Allah Azza wa Jalla.<p><sub><i>-- Delivered by <a href="http://feed43.com/">Feed43</a> service</i></sub></p>
]]></description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="false">2808691aeae1af00f9c289a10b66b03a</guid>
<title>Sudah Saatnya Menyadari Hakikat Ajaran Sufi</title>
<link>http://www.almanhaj.or.id/content/2567/slash/0</link>
<description><![CDATA[Minggu, 8 Nopember 2009 23:54:57 WIB<br>Kategori : Firaq<br><br>Tasawwuf adalah istilah yang sama sekali tidak dikenal pada zaman para sahabat Radhiyallahu 'anhum, bahkan tidak dikenal pada zaman tiga generasi yang utama (generasi Sahabat, Tâbi'in dan Tabi'it Tâbi'in). Ajaran ini baru muncul sesudah masa tiga generasi ini. Ajaran ini, pertama kali muncul di kota Bashrah, Irak, yang dimulai dengan timbulnya sikap berlebih-lebihan dalam zuhud dan ibadah yang tidak terdapat di kota-kota (Islam) lainnya. Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rahimahullah berkata dalam kitab at-Tashawwuf, al-Mansya' wa al-Mashdar (hlm. 28): "Ketika kita mengamati lebih dalam ajaran-ajaran tasawwuf klasik maupun modern, dan ucapan-ucapan mereka yang dinukil dan diriwayatkan dalam kitab-kitab tasawwuf yang dulu maupun sekarang, kita akan melihat suatu perbedaan yang sangat jelas antara ajaran tersebut dengan ajaran Al- Qur`ân dan Sunnah. Dan sama sekali, tidak pernah kita dapati bibit dan cikal bakal ajaran tasawwuf ini dalam perjalanan sejarah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau Radhiyallahu 'anhum yang mulia, orang-orang yang terbaik dan pilihan dari hamba-hamba Allah Azza wa Jalla. Justru sebaliknya, kita dapati ajaran tasawwuf ini diambil dan dipungut dari kependetaan model Nashrani, dari kebrahmanaan model agama Hindu, peribadatan model Yahudi, dan kezuhudan model agama Budha".<p><sub><i>-- Delivered by <a href="http://feed43.com/">Feed43</a> service</i></sub></p>
]]></description>
</item>


  </channel>
</rss>
