<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442</id><updated>2024-09-08T06:47:47.729-07:00</updated><category term="info"/><category term="Tutorial"/><category term="Windows"/><category term="Software"/><category term="Internet"/><category term="Networking"/><category term="Linux"/><category term="Renunggan"/><category term="Webmaster"/><title type='text'>Alndra&#39;s</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-687994486181628445</id><published>2012-03-21T06:53:00.000-07:00</published><updated>2012-03-22T05:45:29.500-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Hemat bukan berarti pelit… *Mau sampe kapan boros-borosan?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
“Hemat Pangkal Kaya” (Belom tentu)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Tapi “Hemat Bukan Pelit”&lt;/div&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika SD saya sering ngeliat tulisan-tulisan gitu di tembok sekolah SD saya. Ketika saya kecil kata-kata didikan tersebut seakan hanya menjadi teori dan hafalan. “Hemat Pangkal Kaya” menurut saya itu absurd maknanya, karena memang dari yag saya lihat, semakin orang kaya dia justru semakin pelit bukan hemat, atau semakin orang kaya justru dia semakin royal. Dan seseorang bisa kaya bukan karena dia hemt, tapi karena dia sukses a.k.a berhasil dalam kerjaan ataupun usaha, dan tentunya berkah dari Sang Kuasa (*ehemm.. sisi religi harus tetep ada dong..)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Faktanya sering kita ga sadar terlalu menghambur-hamburkan apa yang telah kita miliki atau dapatkan. Padahal selama 12 tahun duduk di bangku sekolahan pasti di setiap tahun nya, pelajaran agama membahas tentang Sikap berhemat. Mulai dari hemat menggunakan uang, hemat berwdhu dan hemat-hemat lainnya. Balik lagi, selama ii segala pelajaran itu hanya jadi angin lalu yang tanpa sedikitpun masuk ke otak saya untuk diresapi…&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Belakangan saya sempet kaget menemukan seorang teman saya yang lagi berhemat total, bahkan saya sampe bilang “Yah elu jangan sampe segitunya buat diri elu sendiri, gimaa lo nikmatin hidup?” Well, disaat itu temen saya cerita bahwa dia baru realize ketika ngbrol dengan teman-teman kantornya, then, mereka sudah memiliki saving dalam jumlah besar selama bekerja, in fact, temen saya langsung realize kalau jumlah saving dia ga ada apa-apanya dengan teman-temannya (*dia dan teman-temannya erada dalam level jabatan yang sama which is salary nya pun pasti dalam jumah yang hamper sama). Ini seakan menjadi cambuk bagi dia untuk bisa lebih saving dan less consumption. Balik lagi, pada saat temen saya cerita itu, saya masih menganggap seperti angin lalu…&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekarang saya baru nyadar, bahwa selama ini saya ga concern dengan masalah saving. Jadi bisa dibilang setiap sejumlah RUPIAH yang ada dalam kocek saya (*kocek?! Ga oke ah… dompet maksudnya :p), selalu aja habis tanpa ada saving. &amp;nbsp;Memang mungkin pengeluaran saya ga seberapa dibandingkan dengan teman-teman saya yang udah pada settle ataupun yang dateng dari wealth family, kondisi saya beda dengan mereka (*inilah yang harus saya tanamkan di mindset saya). saya masih dalam kondisi terombang ambing, well I mean saya masih baru banget mulai kerja, bahkan akan settle dengan kerjaan ini atau ga aja saya belom tau. That’s why, saya bertekad untuk mulai membenahi pengeluaran saya, harus mulai tega dan pelit sama diri sendiri (*tapi bukan berarti sampe kepelitan amit-amit jabang bayi juga loh…). Jujur aja, mulai nya darimana gu ga tau, yang pasti dalam kurun waktu ini saya ga akan belanja apa-apa dulu, seperti belanja baju, celana, parfume, sepatu dll… mengingat lemari saya udah penuh, sepatu saya cukup banyak dan masih bagus-bagus, saya baru dibeliin parfume baru.. yah intinya NO SHOPPING ALLOWED recent time (*tiba-tiba keinget pengen beli jam tangan baru, huhuhuhuhuhu)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ternyata membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa menyadari sesuatu hal. Jangan sampai terlambat untuk menyadarinya yang hanya akan membuahkan penyeselan. Ga sedikit loh orang yang menyesal setelah berboros-boros ria (*angkat tangan, salah satunya saya). That’s why, mudah-mudahan kita bisa lebih bijak dan pintar dalam mengatur financial kita dan menjaga flow pengeluaran…&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/687994486181628445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/03/hemat-bukan-berarti-pelit-mau-sampe.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/687994486181628445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/687994486181628445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/03/hemat-bukan-berarti-pelit-mau-sampe.html' title='Hemat bukan berarti pelit… *Mau sampe kapan boros-borosan?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-2449489986047065850</id><published>2012-03-19T16:22:00.000-07:00</published><updated>2012-03-19T16:22:25.257-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Kronologi Sejarah Sunda</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.kasundaan.org/id/images/stories/sunda/sajarah.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kronologi Sejarah Kerajaan Sunda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kerajaan Sunda (669-1579 M), menurut naskah Wangsakerta merupakan kerajaan yang berdiri menggantikan kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Sunda didirikan oleh Tarusbawa pada tahun 591 Caka Sunda (669 M). Menurut sumber sejarah primer yang berasal dari abad ke-16, kerajaan ini merupakan suatu kerajaan yang meliputi wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Banten, Jakarta, Provinsi Jawa Barat , dan bagian barat Provinsi Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tome Pires (1513) dalam catatan perjalanannya, Suma Oriental (1513 – 1515), menyebutkan batas wilayah Kerajaan Sunda di sebelah timur sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;“Sementara orang menegaskan bahwa kerajaan Sunda meliputi setengah pulau Jawa. Sebagian orang lainnya berkata bahwa Kerajaan Sunda mencakup sepertiga Pulau Jawa ditambah seperdelapannya lagi. Katanya, keliling Pulau Sunda tiga ratus legoa. Ujungnya adalah Ci Manuk.&#39;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menurut Naskah Wangsakerta, wilayah Kerajaan Sunda mencakup juga daerah yang saat ini menjadi Provinsi Lampung melalui pernikahan antara keluarga Kerajaan Sunda dan Lampung. Lampung dipisahkan dari bagian lain kerajaan Sunda oleh Selat Sunda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hubungan Kerajaan Sunda dengan Eropa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kerajaan Sunda sudah lama menjalin hubungan dagang dengan bangsa Eropa seperti Inggris, Perancis dan Portugis. Kerajaan Sunda malah pernah menjalin hubungan politik dengan bangsa Portugis. Dalam tahun 1522, Kerajaan Sunda menandatangani Perjanjian Sunda-Portugis yang membolehkan orang Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan Sunda Kelapa. Sebagai imbalannya, Portugis diharuskan memberi bantuan militer kepada Kerajaan Sunda dalam menghadapi serangan dari Demak dan Cirebon (yang memisahkan diri dari Kerajaan Sunda).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebelum berdiri sebagai kerajaan yang mandiri, Sunda merupakan bagian dari Tarumanagara. Raja Tarumanagara yang terakhir, Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirthabumi (memerintah hanya selama tiga tahun, 666-669 M), menikah dengan Déwi Ganggasari dari Indraprahasta. Dari Ganggasari, beliau memiliki dua anak, yang keduanya perempuan. Déwi Manasih, putri sulungnya, menikah dengan Tarusbawa dari Sunda, sedangkan yang kedua, Sobakancana, menikah dengan Dapuntahyang Sri Janayasa, yang selanjutnya mendirikan kerajaan Sriwijaya. Setelah Linggawarman meninggal, kekuasaan Tarumanagara turun kepada menantunya, Tarusbawa. Hal ini menyebabkan penguasa Galuh, Wretikandayun (612-702) memberontak, melepaskan diri dari Tarumanagara, serta mendirikan Galuh yang mandiri. dari pihak Tarumanagara sendiri, Tarusbawa juga menginginkan melanjutkan kerajaan Tarumanagara. Tarusbawa selanjutnya memindahkan kekuasaannya ke Sunda, di hulu sungai Cipakancilan dimana di daerah tersebut sungai Ciliwung dan sungai Cisadane berdekatan dan berjajar. Kurang lebih adalah Kotamadya Bogor saat ini. Sedangkan Tarumanagara diubah menjadi bawahannya. Beliau dinobatkan sebagai raja Sunda pada hari Radite Pon, 9 Suklapaksa, bulan Yista, tahun 519 Saka (kira-kira 18 Mei 669 M). Sunda dan Galuh ini berbatasan, dengan batas kerajaanya yaitu sungai Citarum (Sunda di sebelah barat, Galuh di sebelah timur).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kerajaan kembar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Putera Tarusbawa yang terbesar, Rarkyan Sundasambawa, wafat saat masih muda, meninggalkan seorang anak perempuan, Nay Sekarkancana. Cucu Tarusbawa ini lantas dinikahi oleh Rahyang Sanjaya dari Galuh, sampai mempunyai seorang putera, Rahyang Tamperan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ibu dari Sanjaya adalah SANAHA, cucu Ratu Shima dari Kalingga, di Jepara. Ayah dari Sanjaya adalah Bratasenawa / SENA / SANNA, Raja Galuh ketiga, teman dekat Tarusbawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sena adalah cucu Wretikandayun dari putera bungsunya, Mandiminyak, raja Galuh kedua (702-709 M). Sena di tahun 716 M dikudeta dari tahta Galuh oleh PURBASORA. Purbasora dan Sena sebenarnya adalah saudara satu ibu, tapi lain ayah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sena dan keluarganya menyelamatkan diri ke Pakuan, pusat Kerajaan Sunda, dan meminta pertolongan pada Tarusbawa. Ironis sekali memang, Wretikandayun, kakek Sena, sebelumnya menuntut Tarusbawa untuk memisahkan Kerajaan Galuh dari Tarumanegara / Kerajaan Sunda. Dikemudian hari, Sanjaya yang merupakan penerus Kerajaan Galuh yang sah, menyerang Galuh, dengan bantuan Tarusbawa, untuk melengserkan Purbasora.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Saat Tarusbawa meninggal (tahun 723), kekuasaan Sunda dan Galuh berada di tangan Sanjaya. Di tangan Sanjaya, Sunda dan Galuh bersatu kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tahun 732 Sanjaya menyerahkan kekuasaan Sunda-Galuh ke puteranya, Tamperan / Rarkyan Panaraban. Di Kalingga, Sanjaya memegang kekuasaan selama 22 tahun (732-754), yang kemudian diganti oleh puteranya dari Déwi Sudiwara, yaitu Rarkyan Panangkaran / Rakai Panangkaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rahyang Tamperan / RARKYAN PANARABAN berkuasa di Sunda-Galuh selama tujuh tahun (732-739), lalu membagi kekuasaan pada dua puteranya: Sang Manarah (dalam carita rakyat disebut Ciung Wanara) di Galuh serta Sang Banga (Hariang Banga) di Sunda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sang Banga (Prabhu Kertabhuwana Yasawiguna Hajimulya) menjadi raja selama 27 tahun (739-766), tapi hanya menguasai Sunda dari tahun 759. Dari Déwi Kancanasari, keturunan Demunawan dari Saunggalah, Sang Banga mempunyai putera, bernama Rarkyan Medang, yang kemudian meneruskan kekuasaanya di Sunda selama 17 tahun (766-783) dengan gelar Prabhu Hulukujang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Karena anaknya perempuan, Rakryan Medang mewariskan kekuasaanya kepada menantunya, Rakryan Hujungkulon atau Prabhu Gilingwesi (dari Galuh, putera Sang Mansiri), yang menguasai Sunda selama 12 tahun (783-795).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Karena Rakryan Hujungkulon inipun hanya mempunyai anak perempuan, maka kekuasaan Sunda lantas jatuh ke menantunya, Rakryan Diwus (dengan gelar Prabu Pucukbhumi Dharmeswara) yang berkuasa selama 24 tahun (795-819).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari Rakryan Diwus, kekuasaan Sunda jatuh ke puteranya, Rakryan Wuwus, yang menikah dengan putera dari Sang Welengan (raja Galuh, 806-813). Kekuasaan Galuh juga jatuh kepadanya saat saudara iparnya, Sang Prabhu Linggabhumi (813-842), meninggal dunia. Kekuasaan Sunda-Galuh dipegang oleh RAKRYAN WUWUS (dengan gelar Prabhu Gajahkulon) sampai ia wafat tahun 891.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sepeninggal Rakryan Wuwus, kekuasaan Sunda-Galuh jatuh ke adik iparnya dari Galuh, Arya Kadatwan. Hanya saja, karena tidak disukai oleh para pembesar dari Sunda, ia dibunuh tahun 895, sedangkan kekuasaannya diturunkan ke putranya, Rakryan Windusakti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kekuasaan ini lantas diturunkan pada putera sulungnya, Rakryan Kamuninggading (913). RAKRYAN KAMUNINGGADING menguasai Sunda-Galuh hanya tiga tahun, sebab kemudian direbut oleh adiknya, Rakryan Jayagiri (916).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;RAKRYAN JAYAGIRI berkuasa selama 28 tahun, kemudian diwariskan kepada menantunya, Rakryan Watuagung, tahun 942.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Melanjutkan dendam orangtuanya, Rakryan Watuagung direbut kekuasaannya oleh keponakannya (putera Kamuninggading), Sang Limburkancana (954-964).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari Limburkancana, kekuasaan Sunda-Galuh diwariskan oleh putera sulungnya, Rakryan Sundasambawa (964-973). Karena tidak mempunyai putera dari Sundasambawa, kekuasaan tersebut jatuh ke adik iparnya, Rakryan Jayagiri (973-989).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rakryan Jayagiri mewariskan kekuasaannya ka puteranya, Rakryan Gendang (989-1012), dilanjutkan oleh cucunya, Prabhu Déwasanghyang (1012-1019). Dari Déwasanghyang, kekuasaan diwariskan kepada puteranya, lalu ke cucunya yang membuat prasasti Cibadak, Sri Jayabhupati (1030-1042). Sri Jayabhupati adalah menantu dari Dharmawangsa Teguh dari Jawa Timur, mertua raja Erlangga (1019-1042).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari Sri Jayabhupati, kekuasaan diwariskan kepada putranya, Dharmaraja (1042-1064), lalu ke cucu menantunya, Prabhu Langlangbhumi ((1064-1154). Prabu Langlangbhumi dilanjutkan oleh putranya, Rakryan Jayagiri (1154-1156), lantas oleh cucunya, Prabhu Dharmakusuma (1156-1175). Dari Prabu Dharmakusuma, kekuasaan Sunda-Galuh diwariskan kepada putranya, Prabhu Guru Dharmasiksa, yang memerintah selama 122 tahun (1175-1297). Dharmasiksa memimpin Sunda-Galuh dari Saunggalah selama 12 tahun, tapi kemudian memindahkan pusat pemerintahan kepada Pakuan Pajajaran, kembali lagi ke tempat awal moyangnya (Tarusbawa) memimpin kerajaan Sunda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sepeninggal Dharmasiksa, kekuasaan Sunda-Galuh turun ke putranya yang terbesar, Rakryan Saunggalah (Prabhu Ragasuci), yang berkuasa selama enam tahun (1297-1303). Prabhu Ragasuci kemudian diganti oleh putranya, Prabhu Citraganda, yang berkuasa selama delapan tahun(1303-1311), kemudian oleh keturunannya lagi, Prabu Linggadéwata (1311-1333). Karena hanya mempunyai anak perempuan, Linggadéwata menurunkan kekuasaannya ke menantunya, Prabu Ajiguna Linggawisésa (1333-1340), kemudian ke Prabu Ragamulya Luhurprabawa (1340-1350). Dari Prabu Ragamulya, kekuasaan diwariskan ke putranya, Prabu Maharaja Linggabuanawisésa (1350-1357), yang di ujung kekuasaannya gugur di Bubat (baca Perang Bubat). Karena saat kejadian di Bubat, putranya -- Niskalawastukancana -- masih kecil, kekuasaan Sunda sementara dipegang oleh Patih Mangkubumi Sang Prabu Bunisora (1357-1371).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Prasasti Kawali di Kabuyutan Astana Gedé, Kawali, Ciamis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sapeninggal Prabu Bunisora, kekuasaan kembali lagi ke putra Linggabuana, Niskalawastukancana, yang kemudian memimpin selama 104 tahun (1371-1475). Dari isteri pertama, Nay Ratna Sarkati, ia mempunyai putera Sang Haliwungan (Prabu Susuktunggal), yang diberi kekuasaan bawahan di daerah sebelah barat Citarum (daerah asal Sunda). Prabu Susuktunggal yang berkuasa dari Pakuan Pajajaran, membangun pusat pemerintahan ini dengan mendirikan keraton Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati. Pemerintahannya terbilang lama (1382-1482), sebab sudah dimulai saat ayahnya masih berkuasa di daerah timur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari Nay Ratna Mayangsari, istrinya yang kedua, ia mempunyai putera Ningratkancana (Prabu Déwaniskala), yang meneruskan kekuasaan ayahnya di daerah Galuh (1475-1482).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Susuktunggal dan Ningratkancana menyatukan ahli warisnya dengan menikahkan Jayadéwata (putra Ningratkancana) dengan Ambetkasih (putra Susuktunggal). Tahun 1482, kekuasaan Sunda dan Galuh disatukan lagi oleh Jayadéwata (yang bergelar Sri Baduga Maharaja). Sapeninggal Jayadéwata, kekuasaan Sunda-Galuh turun ke putranya, Prabu Surawisésa (1521-1535), kemudian Prabu Déwatabuanawisésa (1535-1543), Prabu Sakti (1543-1551), Prabu Nilakéndra (1551-1567), serta Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana (1567-1579). Prabu Suryakancana ini merupakan pemimpin kerajaan Sunda-Galuh yang terakhir, sebab setelah beberapa kali diserang oleh pasukan Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten, kerajaan Sunda lainnya, di tahun 1579, yang mengalibatkan kekuasaan Prabu Surya Kancana dan Kerajaan Pajajaran runtuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebelum Kerajaan Pajajaran runtuh Prabu Surya Kancana memerintahkan ke empat patihnya untuk membawa mahkota kerajaan beserta anggota kerajaan ke Sumedang Larang yang sama- sama merupakan keturunan Kerajaan Sunda untuk meneruskan pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;erajaan Sumedang Larang berasal dari pecahan kerajaan Sunda-Galuh yang beragama Hindu, yang didirikan oleh Prabu Geusan Ulun Aji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Pajajaran, Bogor. Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan. Yang pertama yaitu Kerajaan Tembong Agung yang berlokasi di Desa Cipaku Kecamatan Darmaraja (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur, memperlihatkan ke Agungan Yang Maha Kuasa) dipimpin oleh Prabu Guru Aji Putih pada abad ke XII. Prabu Guru Aji Putih memiliki putra yang bernama Prabu Tajimalela dan kemudian pada masa zaman Prabu Tajimalela, diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti menerangi alam, Prabu Tajimalela pernah berkata “Insun medal; Insun madangan”. Artinya Aku dilahirkan; Aku menerangi. Kata Sumedang diambil dari kata Insun Madangan yang berubah pengucapannya menjadi Sun Madang yang selanjutnya menjadi Sumedang. Ada juga yang berpendapat berasal dari kata Insun Medal yang berubah pengucapannya menjadi Sumedang dan Larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Pemerintahan berdaulat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Prabu Agung Resi Cakrabuana (950 M)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Prabu Agung Resi Cakrabuana atau lebih dikenal Prabu Tajimalela dianggap sebagai pokok berdirinya Kerajaan Sumedang. Pada awal berdiri bernama Kerajaan Tembong Agung dengan ibukota di Leuwihideung (sekarang Kecamatan Darmaraja). Beliau punya tiga putra yaitu Prabu Lembu Agung, Prabu Gajah Agung, dan Sunan Geusan Ulun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Berdasarkan Layang Darmaraja, Prabu Tajimalela memberi perintah kepada kedua putranya (Prabu Lembu Agung dan Prabu Gajah Agung), yang satu menjadi raja dan yang lain menjadi wakilnya (patih). Tapi keduanya tidak bersedia menjadi raja. Oleh karena itu, Prabu Tajimalela memberi ujian kepada kedua putranya jika kalah harus menjadi raja. Kedua putranya diperintahkan pergi ke Gunung Nurmala (sekarang Gunung Sangkanjaya). Keduanya diberi perintah harus menjaga sebilah pedang dan kelapa muda (duwegan/degan). Tetapi, Prabu Gajah Agung karena sangat kehausan beliau membelah dan meminum air kelapa muda tersebut sehingga beliau dinyatakan kalah dan harus menjadi raja Kerajaan Sumedang Larang tetapi wilayah ibu kota harus mencari sendiri. Sedangkan Prabu Lembu Agung tetap di Leuwihideung, menjadi raja sementara yang biasa disebut juga Prabu Lembu Peteng Aji untuk sekedar memenuhi wasiat Prabu Tajimalela. Setelah itu Kerajaan Sumedang Larang diserahkan kepada Prabu Gajah Agung dan Prabu Lembu Agung menjadi resi. Prabu Lembu Agung dan pera keturunannya tetap berada di Darmaraja. Sedangkan Sunan Geusan Ulun dan keturunannya tersebar di Limbangan, Karawang, dan Brebes.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Setelah Prabu Gajah Agung menjadi raja maka kerajaan dipindahkan ke Ciguling. Ia dimakamkan di Cicanting Kecamatan Darmaraja. Ia mempunyai dua orang putra, pertama Ratu Istri Rajamantri, menikah dengan Prabu Siliwangi dan mengikuti suaminya pindah ke Pakuan Pajajaran. Kedua Sunan Guling, yang melanjutkan menjadi raja di Kerajaan Sumedang Larang. Setelah Sunan Guling meninggal kemudian dilanjutkan oleh putra tunggalnya yaitu Sunan Tuakan. Setelah itu kerajaan dipimpin oleh putrinya yaitu Nyi Mas Ratu Patuakan. Nyi Mas Ratu Patuakan mempunyai suami yaitu Sunan Corenda, putra Sunan Parung, cucu Prabu Siliwangi (Prabu Ratu Dewata). Nyi Mas Ratu Patuakan mempunyai seorang putri bernama Nyi Mas Ratu Inten Dewata (1530-1578), yang setelah ia meninggal menggantikannya menjadi ratu dengan gelar Ratu Pucuk Umun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Ratu Pucuk Umun menikah dengan Pangeran Santri, julukan Pangeran Santri karena asalnya yang dari pesantren dan perilakunya yang sangat alim. Dengan pernikahan tersebut berakhirlah masa kerajaan Hindu di Sumedang Larang. Sejak itulah mulai menyebarnya agama Islam di wilayah Sumedang Larang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Ratu Pucuk Umun dan Pangeran Santri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada pertengahan abad ke-16, mulailah corak agama Islam mewarnai perkembangan Sumedang Larang. Ratu Pucuk Umun, seorang wanita keturunan raja-raja Sumedang kuno yang merupakan seorang Sunda muslimah; menikahi Pangeran Santri (1505-1579 M) yang bergelar Ki Gedeng Sumedang dan memerintah Sumedang Larang bersama-sama serta menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Pangeran Santri adalah cucu dari Syekh Maulana Abdurahman (Sunan Panjunan) dan cicit dari Syekh Datuk Kahfi, seorang ulama keturunan Arab Hadramaut yang berasal dari Mekkah dan menyebarkan agama Islam di berbagai penjuru daerah di kerajaan Sunda. Pernikahan Pangeran Santri dan Ratu Pucuk Umun ini melahirkan Prabu Geusan Ulun atau dikenal dengan Prabu Angkawijaya. Pada masa Ratu Pucuk Umun, ibukota Kerajaan Sumedang Larang dipindahkan dari Ciguling ke Kutamaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Prabu Geusan Ulun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Prabu Geusan Ulun (1580-1608 M) dinobatkan untuk menggantikan kekuasaan ayahnya, Pangeran Santri. Beliau menetapkan Kutamaya sebagai ibukota kerajaan Sumedang Larang, yang letaknya di bagian Barat kota. Wilayah kekuasaannya meliputi Kuningan, Bandung, Garut, Tasik, Sukabumi (Priangan) kecuali Galuh (Ciamis). Kerajaan Sumedang pada masa Prabu Geusan Ulun mengalami kemajuan yang pesat di bidang sosial, budaya, agama, militer dan politik pemerintahan. Setelah wafat pada tahun 1608, putera angkatnya, Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata atau Rangga Gempol I, yang dikenal dengan nama Raden Aria Suradiwangsa menggantikan kepemimpinannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada masa awal pemerintahan Prabu Geusan Ulun, Kerajaan Pajajaran Galuh Pakuan sedang dalam masa kehancurannya karena diserang oleh Kerajaan Banten yang dipimpin Sultan Maulana Yusuf dalam rangka menyebarkan Agama Islam. Oleh karena penyerangan itu Kerajaan Pajajaran hancur. Pada saat-saat kekalahan Kerajaan Pajajaran, Prabu Siliwangi sebelum meninggalkan Keraton beliau mengutus empat prajurit pilihan tangan kanan Prabu Siliwangi untuk pergi ke Kerajaan Sumedang dengan rakyat Pajajaran untuk mencari perlindungan yang disebut Kandaga Lante. Kandaga Lante tersebut menyerahkan mahkota emas simbol kekuasaan Raja Pajajaran, kalung bersusun dua dan tiga, serta perhiasan lainnya seperti benten, siger, tampekan, dan kilat bahu (pusaka tersebut masih tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun si Sumedang). Kandaga Lante yang menyerahkan tersebut empat orang yaitu Sanghyang Hawu atau Embah Jayaperkosa, Batara Dipati Wiradijaya atau Embah Nangganan, Sanghyang Kondanghapa, dan Batara Pancar Buana atau Embah Terong Peot.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Walaupun pada waktu itu tempat penobatan raja direbut oleh pasukan Banten (wadyabala Banten) tetapi mahkota kerajaan terselamatkan. Dengan diberikannya mahkota tersebut kepada Prabu Geusan Ulun, maka dapat dianggap bahwa Kerajaan Pajajaran Galuh Pakuan menjadi bagian Kerajaan Sumedang Larang, sehingga wilayah Kerajaan Sumedang Larang menjadi luas. Batas wilayah baratnya Sungai Cisadane, batas wilayah timurnya Sungai Cipamali (kecuali Cirebon dan Jayakarta), batas sebelah utaranya Laut Jawa, dan batas sebelah selatannya Samudera Hindia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Secara politik Kerajaan Sumedang Larang didesak oleh tiga musuh: yaitu Kerajaan Banten yang merasa terhina dan tidak menerima dengan pengangkatan Prabu Geusan Ulun sebagai pengganti Prabu Siliwangi; pasukan VOC di Jayakarta yang selalu mengganggu rakyat; dan Kesultanan Cirebon yang ditakutkan bergabung dengan Kesultanan Banten. Pada masa itu Kesultanan Mataram sedang pada masa kejayaannya, banyak kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara yang menyatakan bergabung kepada Mataram. Dengan tujuan politik pula akhirnya Prabu Geusan Ulun menyatakan bergabung dengan Kesultanan Mataram. Prabu Geusan Ulun merupakan raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang, karena selanjutnya menjadi bagian Mataram dan pangkat raja turun menjadi adipati (bupati).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Raja-raja Kerajaan Sunda dari Salaka Nagara s/d Sumedang Larang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Di bawah ini deretan raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Sunda menurut naskah Pangéran Wangsakerta (waktu berkuasa dalam tahun Masehi):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;P&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;eriode Salaka Nagara dan Taruma Nagara (Dewawarman - Linggawarman, 150 - 669).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;0. Dewawarman I - VIII, 150 - 362&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;1. Jayasingawarman, 358-382 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;2. Dharmayawarman, 382-395 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;3. Purnawarman, 395-434 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;4. Wisnuwarman, 434-455 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;5. Indrawarman, 455-515 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;6. Candrawarman, 515-535 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;7. Suryawarman, 535-561 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;8. Kertawarman, 561-628 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;9. Sudhawarman, 628-639 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;10. Hariwangsawarman, 639-640 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;11. Nagajayawarman, 640-666 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;12. Linggawarman, 666-669&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Periode Kerajaan Galuh - Pakuan - Pajajaran - Sumedang Larang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;1. Tarusbawa (menantu Linggawarman, 669 - 723) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;2. Harisdarma, atawa Sanjaya (menantu Tarusbawa, 723 - 732) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;3. Tamperan Barmawijaya (732 - 739) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;4. Rakeyan Banga (739 - 766) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766 - 783) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;6. Prabu Gilingwesi (menantu Rakeyan Medang Prabu Hulukujang, 783 - 795) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;7. Pucukbumi Darmeswara (menantu Prabu Gilingwesi, 795 - 819) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;8. Rakeyan Wuwus Prabu Gajah Kulon (819 - 891) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;9. Prabu Darmaraksa (adik ipar Rakeyan Wuwus, 891 - 895) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;10. Windusakti Prabu Déwageng (895 - 913) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;11. Rakeyan Kamuning Gading Prabu Pucukwesi (913 - 916) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;12. Rakeyan Jayagiri (menantu Rakeyan Kamuning Gading, 916 - 942) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;13. Atmayadarma Hariwangsa (942 - 954) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;14. Limbur Kancana (putera Rakeyan Kamuning Gading, 954 - 964) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;15. Munding Ganawirya (964 - 973) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;16. Rakeyan Wulung Gadung (973 - 989) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;17. Brajawisésa (989 - 1012) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;18. Déwa Sanghyang (1012 - 1019) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;19. Sanghyang Ageng (1019 - 1030) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;20. Sri Jayabupati (Detya Maharaja, 1030 - 1042) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;21. Darmaraja (Sang Mokténg Winduraja, 1042 - 1065) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;22. Langlangbumi (Sang Mokténg Kerta, 1065 - 1155) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;23. Rakeyan Jayagiri Prabu Ménakluhur (1155 - 1157) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;24. Darmakusuma (Sang Mokténg Winduraja, 1157 - 1175) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;25. Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu (1175 - 1297) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;26. Ragasuci (Sang Mokténg Taman, 1297 - 1303) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;27. Citraganda (Sang Mokténg Tanjung, 1303 - 1311) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;28. Prabu Linggadéwata (1311-1333) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;29. Prabu Ajiguna Linggawisésa (1333-1340) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;30. Prabu Ragamulya Luhurprabawa (1340-1350) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;31. Prabu Maharaja Linggabuanawisésa (yang gugur dalam Perang Bubat, 1350-1357) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;32. Prabu Bunisora (1357-1371) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;33. Prabu Niskalawastukancana (1371-1475) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;34. Prabu Susuktunggal (1475-1482) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;35. Prabu Jayadéwata (Sri Baduga Maharaja, 1482-1521) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;36. Prabu Surawisésa (1521-1535) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;37. Prabu Déwatabuanawisésa (1535-1543) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;38. Prabu Sakti (1543-1551) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;39. Prabu Nilakéndra (1551-1567) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;40. Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana (1567-1579) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;41. Prabu Geusan Ulun (1580-1608 M)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Herwig Zahorka, The Sunda Kingdoms of West Java, From Taruma Nagara to Pakuan Pajajaran with Royal Center of Bogor, tahun 2007.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Saleh Danasasmita, Sajarah Bogor, Tahun 2000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Ayatrohaedi: Sundakala, Cuplikan Sejarah Sunda Berdasar Naskah-naskah &quot;Panitia Wangsakerta&quot; Cirebon. Pustaka Jaya, 2005.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Aca. 1968. Carita Parahiyangan: naskah titilar karuhun urang Sunda abad ka-16 Maséhi. Yayasan Kabudayaan Nusalarang, Bandung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Edi S. Ekajati. 2005. Polemik Naskah Pangeran Wangsakerta. Pustaka Jaya, Jakarta. ISBN 979-419-329-1 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Yoséph Iskandar. 1997. Sejarah Jawa Barat: yuganing rajakawasa. Geger Sunten, Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan naskah kuno primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di Pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627), batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah Ci Pamali (&quot;Sungai Pamali&quot;, sekarang disebut sebagai Kali Brebes) dan Ci Serayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kata Sunda artinya Bagus/ Baik/ Putih/ Bersih/ Cemerlang, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah ada sejak jaman Salaka Nagara tahun 150 sampai ke Sumedang Larang Abad ke- 17, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sunda merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa dengan berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara sampai ke Galuh, Pakuan Pajajaran, dan Sumedang Larang. Kerajaan Sunda merupakan kerajaan yang cinta damai, selama pemerintahannya tidak melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Keturunan Kerajaan Sunda telah melahirkan kerajaan- kerajaan besar di Nusantara diantaranya Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Banten, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/2449489986047065850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/03/kronologi-sejarah-sunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/2449489986047065850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/2449489986047065850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/03/kronologi-sejarah-sunda.html' title='Kronologi Sejarah Sunda'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-5905202705334561053</id><published>2012-03-19T16:15:00.000-07:00</published><updated>2012-03-19T16:15:08.201-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Software"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tutorial"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Windows"/><title type='text'>INSTALASI WINDOWS 7 MENGGUNAKAN FLASHDISK tanpa membuat ISO</title><content type='html'>&lt;i style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;FIRST !&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;1. Siapkan Flasdisk yang berukuran 4GB atau lebih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;2. Siapkan DVD Windows 7.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;3. Siapkan file&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;BOOTSECT&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;. Bisa di download disini [&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.media%2afire..com/?jw1yaup9g1p]&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; color: #22229c; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.media%2afire..com/?jw1yaup9g1p]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;SECOND !&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;1. Format Flashdisk (FAT32)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;2. Copy semua isi DVD Windows 7 kedalam Flashdisk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;3. Copy BOOTSECT kedalam flashdisk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;4. Double click BOOTSECT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;5. Flashdisk Ready !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;THIRD !&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;1.Hidupkan Netbook,Notbook,PC atau segala yg mau diinstall Windows 7 tapi nggak punya Rom atau ente ada Rom tapi mau coba coba aja silahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;2.Masuk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;BIOS&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&amp;nbsp;dengan menekan F2 (Netbook/Notebook), DEL (PC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;3.Pilih Boot nya dengan menggunakan USB Drive. (Biasanya langsung ada nama Flashdisknya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;4.Tekan F10 (SAVE), OK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;FOURTH !&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;1.Seharusnya pada langkah 4 ini Netbook ente udah booting via Flashdisk (Layar awal penginstalan Windows 7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;http://img12.imageshack.us/img12/79/windows7installation.png&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;2.Pembagian partisi disini saya tidak menjelaskan karena saya anggap ente udah ngerti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pada saat RESTART OTOMATIS. TEKAN F2 agar masuk BIOS, GANTI BOOTING AWAL dengan HDD NETBOOK nya.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;4.Kalo jalan ente bener. Seharusnya pada langkah ini instalasi Windows nya udah pada baris terakhir (Completing installation.......)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;5.Tunggu rada beberapa menit. Sampai pada pengisian user name.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;http://img12.imageshack.us/img12/79/windows7installation.png&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;DONE !&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/5905202705334561053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/03/instalasi-windows-7-menggunakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/5905202705334561053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/5905202705334561053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/03/instalasi-windows-7-menggunakan.html' title='INSTALASI WINDOWS 7 MENGGUNAKAN FLASHDISK tanpa membuat ISO'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-4398757680821014265</id><published>2012-03-19T16:11:00.000-07:00</published><updated>2012-03-19T16:11:25.780-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renunggan"/><title type='text'>Hidup Merupakan Anugerah Bagi Jiwa yang ikhlas</title><content type='html'>Di musim kemarau merindukan​ musim hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di musim hujan merindukan​ musim kemarau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diam di rumah merindukan​ bepergian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bepergian merindukan​ rumah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Waktu tenang mencari keramaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu ramai mencari ketenangan​.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur supaya punya time freedom…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu jadi Entreprene​ur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/is​tri cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sudah dapat suami ganteng/is​tri cantik, pengen yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh.​.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punya anak satu mendambaka​n banyak anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punya banyak anak mendambaka​n satu anak saja&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, namun mengabaika​n apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semoga kita jd pribadi yang selalu bersyukur.​.Yg snantiasa​ b’syukur dngn berkah yg sudah kita miliki”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana​ mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutupla​h bumi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bumi ini pun akan tampak buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/nega​tif!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syukuri apa yg ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yg ikhlas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/4398757680821014265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/03/hidup-merupakan-anugerah-bagi-jiwa-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/4398757680821014265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/4398757680821014265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/03/hidup-merupakan-anugerah-bagi-jiwa-yang.html' title='Hidup Merupakan Anugerah Bagi Jiwa yang ikhlas'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-3050293664010982186</id><published>2012-01-13T08:47:00.000-08:00</published><updated>2012-03-19T16:13:35.109-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Software"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tutorial"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Windows"/><title type='text'>Menambahkan SATA Driver Pada CD Setup Windows XP</title><content type='html'>&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx7KDbKvx1Nphgw-O6S_cfAQ89AI1jr3qaaVRIXkeXxitIY1nl7Ty8ETcpR6fwyrhawHgU92IleIFHcSAUuI9PGsA-9dML60stKFzRa6CrFH1yUgom6zqKq7fjAsNtS-OuI8Ie06ycQ6I/s800/nlite_slipstream_windows_xp_sata_driver.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menginstall Windows XP pada Notebook atau Laptop yang sudah menggunakan Hardisk SATA tersebut, kita perlu menambahkan driver Intel SATA AHCI Controller untuk Notebook yang menggunakan Processor Intel atau AMD SATA AHCI Controller untuk Notebook yang menggunakan Processor AMD. Untuk mengintegrasikan driver SATA Controller pada Windows XP tersebut kita bisa menggunakan aplikasi nLite, yang merupakan aplikasi freeware yang dapat meng-customize CD Setup Windows XP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hal yang diperlukan untuk membuat CD Windows XP dengan SATA Driver yang telah terintegrasi didalamnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. CD Setup /Installer Windows XP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Intel SATA AHCI Controller atau AMD SATA AHCI Controller driver&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Untuk Processor Intel&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.indowebster.com/download/files/intel_sata_driver_x64&quot;&gt;x64&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.indowebster.com/download/files/intel_sata_driverx86&quot;&gt;x86&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk Processor AMD&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.indowebster.com/amd_sata_driver_ahci_x64_x86.html&quot;&gt;x64 dan x86&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
3. Aplikasi nLite dapat Anda download di &lt;a href=&quot;http://nliteos.com/&quot;&gt;nliteos.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
4. Microsoft .dotNet Framework &amp;nbsp;, Jika Belum Terinstall di PC anda silahkan Download&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.microsoft.com/download/en/details.aspx?displaylang=en&amp;amp;id=17718&quot;&gt;Disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. CD kosong yang akan digunakan sebagai Windows XP + SATA driver CD&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berikut ini adalah step by step pembuatan CD Windows XP + Intel SATA Driver:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Install terlebih dahulu .dotNet Framework dan nLite.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Jalankan program nLite klik Next.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Tentukan lokasi source Windows XP, bisa dari CD Installer atau lokasi source pada Hardisk, klik Next.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Apabila nLite telah menemukan lokasi Windows Instalation akan muncul jendela seperti dibawah, klik Next.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Pada tampilan berikutnya, klik Next aja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Selanjutnya muncul jendela Task Selection, pilih Integrate - Drivers dan Create - Bootable ISO. Klik Next&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Pada jendela Drivers - Integrate drivers into installation klik Insert lalu pilih Single Driver,Intel SATA driver (iaAHCI.inf) kemudian tentukan lokasi klik Open.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Selanjutnya pilih Textmode driver dan blok semua items (tekan CTRL+A) lalu klik OK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Pada jendela selanjutnya klik Next aja, lalu klik Yes untuk memulai proses integrasi driver. Setelah selesai klik Next.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Langkah selanjutnya adalah membuat CD Image Windows XP + SATA driver. Seperti pada tampilan dibawah, untuk Mode pilih aja Create Image, Label isi dengan Label untuk CD kita misalnya XP-SATA. Lalu klik Make ISO. Tentukan nama dan lokasi penyimpanan file, klik save.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Tunggu beberapa saat sampai proses pembuatan image file XP-SATA selesai selanjutnya klik Finish untuk keluar dari program nLite.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Sekarang kita telah mempunyai file XP-SATA.iso dan untuk membuatnya menjadi CD Installer Windows XP kita bisa membakarnya ke CD kosong yang telah disiapkan sebelumnya dengan bantuan program pembakar seperti Nero atau Free ISo Burner.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah langkah-langkah pembuatan Windows XP + SATA Driver yang pernah saya lakukan,untuk tutorial lengkap dengan sreenshootmya dapat di download pada link&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.mediafire.com/?b5s060nkurv9zn3&quot;&gt;ini&lt;/a&gt; . Good Luck..!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/3050293664010982186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/01/menambahkan-sata-driver-pada-cd.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/3050293664010982186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/3050293664010982186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/01/menambahkan-sata-driver-pada-cd.html' title='Menambahkan SATA Driver Pada CD Setup Windows XP'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx7KDbKvx1Nphgw-O6S_cfAQ89AI1jr3qaaVRIXkeXxitIY1nl7Ty8ETcpR6fwyrhawHgU92IleIFHcSAUuI9PGsA-9dML60stKFzRa6CrFH1yUgom6zqKq7fjAsNtS-OuI8Ie06ycQ6I/s72-c/nlite_slipstream_windows_xp_sata_driver.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-8552143988545799728</id><published>2012-01-13T08:37:00.000-08:00</published><updated>2012-03-19T16:13:07.352-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tutorial"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Windows"/><title type='text'>Cara Memperbaiki blue Screen Of Death (BSOD)</title><content type='html'>&lt;img src=&quot;http://www.vanheusden.com/bsod/bsod-full.png&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blue Screen Of Death (BSOD)” terjadi karena adanya critical error pada Sistem Operasi Windows yang menyebabkan semua aplikasi yang sedang berjalan terpaksa harus dihentikan. Dalam kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman tentang beberapa tips cara memperbaiki komputer yang mengalami BlueScreen,&amp;nbsp; semoga ada manfaatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tips cara Memperbaiki Blue Screen Of Death pada Komputer :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Periksa Kondisi Komputer Secara Umum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum melakukan troubleshooting lebih lanjut, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memeriksa kondisi komputer secara umum, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Periksa kebersihan didalam Casing CPU. Bersihkan debu dan kotoran lainnya bisa denga kuas dan vacuum cleaner, bila perlu siapkan electrical contact cleaner untuk membersihkan Motherboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Periksa kondisi suhu tiap-tiap komponen seperti Power Supply ( pastikan fan berputar secara normal), VGA Card dan Heatsink Processor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastikan berbagai komponen (seperti RAM, VGA Card, konektor IDE / SATA, konektor Power Supply, dll) sudah terpasang dengan benar, untuk memastikannya bisa dengan mencabut dan memasangnya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila Anda baru saja memasang komponen hardware baru (misal VGA Card), cabut aja dulu dan coba jalankan komputer kali aja peyebab BlueScreen dari kompone tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Gunakan Mode “Safe Mode “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah selanjutnya adalah menjalankan Windows dalam Mode &quot;Safe Mode&quot; yang merupakan salah satu pilihan pada menu Advance Boot Option Windows XP, yaitu dengan menekan berulang-ulang tombol F8 pada saat sistem akan melakukan startup. Setelah Windows berhasil masuk ke Safe Mode, lakukan beberapa troubleshooting berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersihkan hardisk dari antivirus, mallware &amp;amp; spyware dengan cara menjalankan program virus scanner , misalnya Norman Anti Mallware.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uninstall Driver yang bermasalah, caranya dengan masuk ke jendela Computer Management klik Device Manager dan carilah komponen yang ada tanda serunya, atau driver komponen yang baru saja diinstall atau diupdate.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila perlu uninstall dulu program antivirus yang terpasang, bila kondisi kondisi komputer sudah normal bisa diinstall lagi dan pastikan database engine-ya selalu up to date.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita juga bisa menggunakan utility “System Restore” untuk mengembalikan setingan computer ke kondisi sebelumnya. Caranya klik Start, All Program , Accessories, System Tools, System Restore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Periksa Kondisi Hardisk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi hardisk yang bad juga bisa mengakibatkan terjadinya BlueScreen, oleh karena itu periksa kondisi hardisk dengan menjalankan perintah CHKDSK. Jalankan juga program Defragmentasi Hardisk untuk memastikan hardisk bekerja secara optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Periksa Kondisi Memori / RAM&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Periksa kondisi Memori / RAM, pastikan telah terpasang dengan benar, dan jalankan program utuk memeriksa kondisi Memori misalnya “Windows Memory Diagnostic”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Repair Sistem Operasi Windows.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakalanya BlueScreen terjadi karena ada beberapa file Windows yang corrupt, untuk mengatasinya cara yang paling gampang adalah dengan melakukan Repair pada sistem operasi Windows kesayangan Anda tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Gunakanlah Tools untuk menganalisa Penyebab Terjadinya BlueScreen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Carilah Dump File pada hardisk komputer yang mengalami BlueScreen, biasanya di C:\WINDOWS\Minidump lalu copy ke komputer kita dan jalankan aplikasi WhoCrashed atau BlueScreenView untuk mencari peyebab BlueScreen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin itulah beberapa tips dari saya tentang cara memperbaiki Blue Screen Of Death pada Komputer. Dari pengalaman saya selama ini penyebab BlueScreen paling banyak adalah disebabkan karena driver hardware yang tidak cocok, program antivirus yang rusak, hardisk yang mengalami bad sector dan windows yang corrupt, bagaimana dengan Anda?</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/8552143988545799728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/01/cara-memperbaiki-blue-screen-of-death.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/8552143988545799728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/8552143988545799728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/01/cara-memperbaiki-blue-screen-of-death.html' title='Cara Memperbaiki blue Screen Of Death (BSOD)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-7373045753507228811</id><published>2012-01-08T23:27:00.000-08:00</published><updated>2012-03-19T16:14:15.063-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tutorial"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Webmaster"/><title type='text'>Install Joomla di 000webhost pakai Domain .CO.CC</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;img src=&quot;http://blankxys.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Joomla_Symbol_Color_bigger.png&quot; style=&quot;background-color: transparent;&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
Langsung Saja Berikut langkah – langkahnya :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Pertama kita registrasi dulu di Domain .CO.CC&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; margin: 0px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;buka alamat Domain .CO.CC di&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.co.cc/&quot; style=&quot;color: #008dcf; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.co.cc/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;ketikkan nama Domain yang anda inginkan pada kolom yang disediakan, lalu klik “Check availability”&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;apabila ternyata domain yang anda inginkan masih tersedia dan harga registrasi pertahunnya masih 0$ maka lanjutkan dengan klik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Continue to registration&lt;/strong&gt;“.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;memasukkan alamat email dan password anda untuk login jika Anda sudah punya account di .CO.CC. Tapi jika belum, klik button&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Create an account now”&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;yang terletak di sebelah kanan bagian bawah.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Dalam membuat account baru, Isi semua data yang dibutuhkan di form&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Username (Email),&amp;nbsp; Enter a password&lt;/strong&gt;dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Account Information&lt;/strong&gt;. Jika sudah, ceklist&amp;nbsp;&lt;strong&gt;I accept the Terms of Service&lt;/strong&gt;, dan klik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Create an account now&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;muncul halaman baru dengan notifikasi bahwa domain telah berhasil diregistrasi. Kemudian klik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Set up&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Maka muncul halaman Manage Domain, klik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Set up”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;lagi pada domain yang telah di registrasi tadi sebelumnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Pilih&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“1. Name Server&lt;/strong&gt;” dan isikan pada “Name Server 1″ :&amp;nbsp;&lt;strong&gt;ns01.000webhost.com&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;kemudian pada “Name Server 2″ :&amp;nbsp;&lt;strong&gt;ns02.000webhost.com&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Klik button “&lt;strong&gt;Set up”&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;disebelah bawahnya sebagai tahap akhir dan selanjutnya kita registrasi di “000webhost”.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Cara Registrasi di 000webhost&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
Langkah – langkahnya sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; margin: 0px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Buka laman 000webhost nya disini&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/&quot; style=&quot;color: #008dcf; text-decoration: none;&quot;&gt;[http://www.000webhost.com]&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Klik button&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Order Now”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pada tabel Free Hosting.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Pada kolom&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“I want to host my own domain”&lt;/strong&gt;, isikan dengan domain .CO.CC milik anda yang telah di registrasi tadi sebelumnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Jangan lupa isikan data-data yang lainnya yang adi di sebelah bawah seperti Email dan password. kalau sudah, klik button&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Create My Account”&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Klik Activate Account pada kolom Action. Silahkan tunggu paling maksimal 24 jam untuk proses pengaktifan account. Periksa Email anda untuk konfirmasi pengaktifan Email account.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Setelah account anda sudah aktif dan di Confirmasi, baru Anda bisa melanjutkan langkah penginstallan Joomla di 000webhost.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Cara Install Joomla 1.6 di 000webhost&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
Langkah – langkahnya sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; margin: 0px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Buka laman 000webhost kemudian klik pada&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Member Area”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;untuk login.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Pada kolom domain anda, klik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Go to CPanel”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;kemudian klik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“MySQL”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan kita buat database dengan mengisikan kolom yang telah tersedia kemudian klik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Create Database”&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Setelah database berhasil dibuat, jangan lupa simpan semua informasi tersebut untuk nantinya dipakai dalam proses meng-install Joomla.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Kita download dulu Joomla terbaru&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.joomla.com/&quot; style=&quot;color: #008dcf; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[disini]&lt;/a&gt;. Kemudian bagi file Joomla tersebut menjadi 3 archive karena file yang bisa di upload ke 000webhost harus berukuran maksimal 5MB. Caranya sebagai berikut : Ekstak file Joomla yang baru anda download ke folder baru yang masih kosong. Kemudian archive kan kembali file – file tersebut dalam bentuk ZIP tapi dibagi menjadi 3 file dengan ukuran hampir sama rata sehingga ukuran masing-masing file nya tidak lebih dari 5MB. (untuk nama file archive nya bebas. misal : jmla1.zip, jmla2.zip, jmla3.zop)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Sekarang saatnya kita Upload file Joomla td yang telah dibagi 3. Masih di 000webhost anda, klik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“file manager”&lt;/strong&gt;. Akan terbuka tab baru di browser anda, klik folder&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“publick html”&lt;/strong&gt;. kemudian hapus file&lt;strong&gt;“default.php”&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Klik button&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Upload”&lt;/strong&gt;. Klik browse pada kolom&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Archives (zip, tar, tgz, gz)”&lt;/strong&gt;, cari file zip yang telah anda buat jadi 3 tadi dan browse semuanya. Kemudian klik icon ceklist (submit) yang ada di sebelah kiri atas untuk mulai meng-upload.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Apabila tiga-tiganya telah berhasil di upload, ganti dulu setting permission yang ada di dalam folder public html supaya mempermudah proses penginstallan Joomla. Caranya kita kembali lagi ke directori kemudian kasih ceklist pada folder&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“publick html”&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;dan klik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Chmod”&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;di sebelah atas kanan. Pada&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Chmod value”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;isikan dengan 777, dan ceklist juga dua pilihan yang ada di bawahnya. Lalu klik icon ceklist (submit).&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Semua persiapan sudah beres, Sekarang kita mulai menginstall Joomla. Buka tab baru di browser anda dan masukkan alamat domain .CO.CC milik anda yang tadi sudah diregistrasi, Misal : “www.domain-anda.co.cc” maka akan muncul halaman Joomla installation.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Silahkan pilih bahasa kemudian klik next / berikutnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;berikutnya muncul pemeriksaan pra pemasangan, klik next / berikutnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Muncul Lisensi langsung saja klik next / berikutnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Pada pengaturan Basis Data, masukkan setting basis data yang tadi telah dibuat sebelumnya di MySQL pada 000webhost kemudian klik next / berikutnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Langsung klik next / berikutnya pada pengaturan FTP.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Langkah berikutnya di Pengaturan Utama, isi kolom-kolom yang tersedia dan jangan lupa kilik button “install sample data” supaya Joomla memasang contoh data yang terpasang pada paket paket penginstallan Joomla. Kemudian klik next / berikutnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Tahap berikutnya selesai dan muncul pemberitahuan bahwa kita harus menghapus direktori / folder&lt;strong&gt;“installation”&lt;/strong&gt;. Apabila belum dihapus, anda tidak bisa melangkah ke proses selanjutnya. Cara menghapusnya yaitu : pada 000webhost, masuk ke direktori “&lt;strong&gt;public html&lt;/strong&gt;“, beri centang pada folder&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“installation”&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;kemudian klik delete.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Kembali ke tab/layar installasi anda. Klik “situs” atau “site” untuk melihat fron end / ampilan depan situs sampel data dari Joomla.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Klik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“sites administrator”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;di sebelah kiri untuk masuk ke back end situs anda.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;masukkan email dan password anda kemudian submit.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin: 0px 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;anda sudah berhasil dan tinggal mengolah situs anda sendiri sesuai kebutuhan anda.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/7373045753507228811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/01/install-joomla-di-000webhost-pakai.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/7373045753507228811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/7373045753507228811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2012/01/install-joomla-di-000webhost-pakai.html' title='Install Joomla di 000webhost pakai Domain .CO.CC'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-1455735913820917718</id><published>2011-12-27T15:18:00.000-08:00</published><updated>2012-03-19T16:14:45.815-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Networking"/><title type='text'>kBps vs kbps</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaZkvQFc2Hx0OhxSzg6V7d1gHwaEai-PFpg6f5zdC9Nbm0HSt3DhfHLt-yZ4DGTIb36-9gW_BsnHkX7ow9KcajxlJUsP_dc6XulWZEXJYJLrjoTRULEpPFfUKfiqbb5yJ4R-cTe7B1_TaD/s1600/jziyrhv8.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;mungkin ini gak penting buat orang jaringan yang tiap hari kerjaan&#39;a ngrimping kabel ama setting router.. tapi mungkin bisa bermanfaat buad temen2 yang gedek, eneg, kesel, jengkel ama lelet&#39;a koneksi internet kita.. apalagi yg punya koneksi sendiri..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;yups, pasti dulu kita berfikir untuk mendapat koneksi bagus ketika kita memilih paket internet yang mau kita pakai..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;dengan tulisan dibrosur &quot;kecepatan up to 3,1 mbps..&quot; tapi nyatanya kita tidak mendapatkan segitu..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Apa sich bedanya KBps dan Kbps ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Untuk lebih tepatnya untuk KBps kita baca KiloByte per second dan kbps adalah kilobit per second.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Kebanyakan penyedia layanan internet menyebutkan kecepatan akses mereka dengan kbps dan rata-rata kecepatan download yang ditampilkan di komputer adalah KBps, sehingga sering kali muncul pertanyaan dan bahkan komplain dari pengguna internet ke provider, terkadang muncul pertanyaan “dibilang di brosur kecepatannya 128 kbps tapi kok dipakai download dapetnya cuman 16 KBps?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Sebenarnya kalau dijelaskan lebih detil 1 Byte = 8 bit, sehingga kalau pernyataan diatas dilihat bahwa user mendapatkan download rate 16 KBps x 8 = 128 kbps, adalah benar, bahwa dari pihak provider memberikan kapasitas bandwidth 128kbps atau 16 KBps.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;256 kbps sama dengan 258/8 = 32 KBps&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Jadi KBps adalah kepanjangan dari Kilo Byte Per Second&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;so itulah perbedeaannya, nah mulai sekarang pintar2 lah memilih paket internet..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;dan satu lagi pesan saya, &quot;LOKASI MENENTUKAN PRESTASI&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Dan Kbps adalah kepanjangan dari Kilo Bit Per Second&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;1 Mbps Dedicated sama dengan 128 KBps x 8 = 1024 Kbps / 1 Mbps&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Sebagai contoh lain dengan acuan 1 Byte = 8 bit, maka :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Seringkali kita keliru dalam mengartikan bit dan Byte khususnya kalau sudah masuk dalam ranah internet yang menggunakan satuan Kilo misal KBps atau kbps, padahal keduanya adalah hal yang berbeda satu sama lain khususnya di huruf “B” yang satu menggunakan “B” besar dan satu menggunakan “b” kecil, namun dalam pengucapan sangat sulit dibedakan sehingga sering kali menimbulkan salah pengertian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;yang perlu digaris bawahi adalah mbps/kbps berbeda dengan mBps/kBps.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/1455735913820917718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/12/kbps-vs-kbps.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/1455735913820917718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/1455735913820917718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/12/kbps-vs-kbps.html' title='kBps vs kbps'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaZkvQFc2Hx0OhxSzg6V7d1gHwaEai-PFpg6f5zdC9Nbm0HSt3DhfHLt-yZ4DGTIb36-9gW_BsnHkX7ow9KcajxlJUsP_dc6XulWZEXJYJLrjoTRULEpPFfUKfiqbb5yJ4R-cTe7B1_TaD/s72-c/jziyrhv8.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-739263880653141428</id><published>2011-12-20T02:22:00.000-08:00</published><updated>2012-03-19T16:15:31.743-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>UFO, Alien &amp; Islam</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://islamislogic.wordpress.com/&quot; style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #ff4b33; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter&quot; height=&quot;375&quot; src=&quot;http://islamislogic.files.wordpress.com/2011/08/mini-al-quran-kareem.jpg?w=500&amp;amp;h=375&quot; style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-image: initial; border-top-style: none; clear: both; display: block; margin: 0px auto 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot; width=&quot;500&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: blue; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Al-Qur’an menjelaskan tentang Makhluk Luar Angkasa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apakah alien itu ada menurut Al-Quran?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mungkin definisi alien bagi kita adalah makhluk asing selain manusia yang (mungkin iya mungkin tidak) memiliki intelegensia seperti manusia&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sejenak kita simak dan renungi ayat berikut:&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
(&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَابَّةٍ وَهُوَ عَلَى جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاء قَدِيرٌ) (الشورى:29&lt;/strong&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;(QS Asy-Syuura 42 : 29)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
kita kutip potongan ayat tersebut:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;..dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Apakah memang makhluk-makhluk melata itu ada yang menghuni di suatu tempat nan jauh disana, di bagian sistem bintang tertentu, atau mungkin di bagian cluster galaksi lain, atau mungkin bahkan di supercluster lain?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagian ulama mengatakan bahwa lafaz&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;daabbah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(makhluk melata) menunjukkan bahwa itu makhluk-makhluk selain malaikat karena Allah&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Azza wa Jalla&lt;/em&gt;&amp;nbsp;membedakan antara makhluk yang melata dengan malaikat dalam menyebutkannya dalam firman-Nya:&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;(وَلِلّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مِن دَآبَّةٍ وَالْمَلآئِكَةُ وَهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ) (النحل:49)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;dan kepada Allah sajalah bersujud segala makhluk melata yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) Para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS An-Nahl 16 : 49).&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nahl 49 :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa semua benda yang ada di langit dan yang ada di bumi termasuk pula makhluk Nya yang melata di bumi juga para malaikat tunduk di bawah kekuasaan Allah. Mereka itu bersujud kepada Allah SWT menurut cara masing-masing sesuai dengan fitrah kejadiannya. Bahkan malaikat pun yang berada di langit tidak mau menyombongkan dirinya dan tidak suka membangkang untuk tunduk dan takluk serta menaati ketentuan ketentuan Allah.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perlu diingat, yang jelas Allah Maha Kuasa, Kekuasaan-Nya meliputi segala-Nya juga pikiran kita. Apa yang belum terlihat oleh kita bukan berarti tidak ada. Hanya kita yang belum mengetahuinya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan juga berikutnya:&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ (82)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(QS: An-Naml 27 : 82)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
mari kita perhatikan:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;..sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;…. benar, binatang melata dari bumi yang berkata atau berbicara..&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jelas disitu bahwa akan ada makhluk lain yang baru yang mempunyai kemampuan berbicara atau berkomunikasi dengan manusia.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tetapi tidak perlu dipermasalahkan bagaimana bentuknya atau rupanya. Yang jelas tidak seperti yang di film-film alien itu.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
dan sekali lagi:&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;َلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ (19)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru.&lt;/em&gt;(14:19)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;-webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 1px; border-collapse: collapse; border-image: initial; border-left-color: rgb(231,231,231); border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(231,231,231); border-right-width: 1px; border-top: rgb(231,231,231) 1px solid; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin: 0px -1px 24px 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline; width: 750px;&quot;&gt;&lt;tbody style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;tr style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;td style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top: rgb(231,231,231) 1px solid; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 24px; padding-right: 24px; padding-top: 6px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ibrahim 19&lt;br /&gt;
&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Dalam ayat ini Allah SWT. menyebutkan Dialah yang menciptakan semua langit dan bumi dengan hak. Maksudnya Allah menciptakan semuanya itu bukanlah dengan percuma melainkan dengan penuh hikmah. Oleh sebab itu manusia yang telah dijadikan-Nya sebagai khalifah-Nya di bumi ini hendaklah memanfaatkan semua itu dengan cara yang baik dan untuk tujuan yang baik pula. Sesuai dengan peraturan dan ketentuan-Nya. Akan tetapi jika manusia itu menyimpang dari peraturan dan ketentuan Allah, maka Dia tidak membiarkan berbuat kelaliman itu.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Maka pada akhir ayat ini Allah SWT. menegaskan kepada Rasul-Nya, jika Allah menghendaki maka Allah akan membinasakan beserta umatnya dan akan mengganti mereka dengan makhluk yang baru.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Penegasan ini adalah untuk mengingatkan Rasul dan umatnya yang taat dan beriman kepada Allah, betapa besarnya dosa orang-orang kafir itu, karena dengan kekafiran tersebut mereka tidak mengakui kekuasaan Allah sebagai pencipta dan pemelihara makhluk-Nya. Apabila manusia memikirkan kekuasaan Allah dan rahmat-Nya terhadap hamba-Nya, niscaya mereka akan sampai kepada keyakinan bahwa hanya Allah sajalah yang berhak untuk disembah dan dipuji serta ditakuti azab dan siksa-Nya.&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
benar, makhluk yang sama sekali baru (kholqin jadiid) atau makhluk yang sama sekali kita belum mengetahui akan seperti apa bentuknya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sedangkan, standar universal makhluk di alam semesta ini belum dapat ditentukan, karena tidak ada standar tertentu yang dapat dibuat manusia untuk menentukan selogis apa makhluk yang harus ada atau layak mendiami alam semesta ini.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Begitulah, muslimin, karena ilmu saya masih terbatas, saya memerlukan sharing ilmu dan pikiran disini tentang itu. Diskusi juga dapat disertakan penjelasan darimana pun asal itu ilmiah. Mari kita asah kemampuan berpikir kita&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Al-Qur’an yang disusun berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW (taufiqi) tidak sesuai dengan urutan turunnya wahyu, ternyata mempunyai struktur yang spesifik. Penempatan surat, ayat, jumlah surat, jumlah ayat, semuanya tersusun sedemikian rupa sehingga kehilangan, bertambah atau tertukarnya ayat, apalagi tertukarnya surat, membuat kekacauan makna dan struktur tadi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ini membuktikan bahwa al-Qur’an telah terkodetifikasi secara sempurna sejak ‘azali. Hanya Al-Quran dan Hadits Shahih lah yang menjadi pedoman hidup kita.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: blue; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Al-Quran Menjelaskan Tentang&amp;nbsp;UFO dan Teknologinya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di dunia masa kini, ada dua macam kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia dalam sejarah hidupnya, yaitu yang memakai tenaga tolak untuk maju contohnya hewan, mobil, kapal laut atau kapal udara.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting dari titik tolak) seperti pesawat UFO yang populer disebut “piring terbang”.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran&amp;nbsp;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;surat An-Nahl ayat 8&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;disebutkan sebagai&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;benda terapung dan ternak.&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Yang dimaksud dengan ternak yaitu kuda, unta, keledai dan sejenisnya. Dan benda terapung maksudnya yaitu segala macam kendaraan yang diwujudkan oleh teknologi manusia termasuk di dalamnya “piring terbang”.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Khusus mengenai “piring terbang”, oleh&amp;nbsp;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;surat An-Nahl ayat 8&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;adalah kendaraan yang tidak diketahui manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh&amp;nbsp;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;surat Az-Zukhruf ayat 12&lt;/strong&gt;menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan semua yang berpasangan-pasangan. Maksudnya, ada bagian positif dan bagian negatif dari “piring terbang” itu (positif dan negatif=pasangan).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karena surat Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan tentang alat transportasi maka tentunya istilah “berpasangan-pasangan” itu adalah kendaraan. Dan kendaraan itu tak lain mungkin adalah “piring terbang” yang memiliki bagian positif dan bagian negatifnya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;(وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً وَيَخْلُقُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ&amp;nbsp; (النحل:8&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Dan (Dia Telah menciptakan) kuda, bagal*) dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS An-Nahl, ayat 8 )&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;*)&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Bagal adalah peranakan kuda dengan keledai.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ayat ini menerangkan soal kendaraan yang biasa dan bisa dipakai oleh manusia. Manusia biasa menggunakan kendaraan ternak. Kuda dan keledai merupakan tenaga pembawa dan penarik maka keadaannya sama dengan mobil dan kapal terbang selaku pembawa dan penarik. Penggalan kata “bisa” pada paragraf ini, merupakan sesuatu yang belum diketahui manusia tentang kendaraan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Baik kuda dan keledai maupun mobil dan kapal terbang sama-sama menggunakan tenaga tolak ke belakang untuk maju ke depan, pada dasarnya kedua macam kendaraan itu memiliki prinsip yang sama. Lalu kendaraan apa yang belum diketahui manusia seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8 itu?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hal ini dijawab sendiri oleh Al-Quran :&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang Telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya”.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&amp;nbsp;(Surat Az-Zukhruf ayat 12 – 14)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau anda membaca susunan ayat Al-Quran ini sepintas mungkin anda tidak merasa mendapatkan sesuatu yang aneh dan baru. Akan tetapi, patut diketahui bahwa tidak ada satu pun ayat suci Al-Quran yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya yang percuma atau tidak memiliki makna.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau anda teliti dan merenungkannya dalam-dalam, semua ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Quran itu selalu memiliki unsur-unsur keterkaitan antar ayatnya, baik kaitan ayat yang ada di dalam surat itu sendiri atau kaitan ayat pada surat-surat Al-Quran yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sederhananya, keterkaitan satu ayat dengan ayat yang lainnya seperti dunia internet yang sedang anda jelajahi ini. Suatu halaman web yang berisi informasi selalu memiliki kaitan atau link, baik link yang menuju ke halaman web itu sendiri ataupun link yang menuju ke halaman web yang lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nah, semua unsur-unsur yang saling berkaitan itu tak jarang selalu menghasilkan pemahaman ilmiah yang dapat diterima oleh akal sehat. Dengan begitu, memahami susunan ayat-ayat di atas ini maka “benda terapung” ini adalah suatu kendaraan yang belum diketahui oleh manusia. Seperti yang disebutkan pada&amp;nbsp;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;surat An-Nahl ayat 8&lt;/strong&gt;. Susunan ayat-ayat diatas nantilah kita analisis belakangan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekarang kita masuki persoalan yang nantinya jadi bahan dalam penganalisaan itu.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Al-Quran sering sekali menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa. Hal itu merupakan gambaran bagi setiap orang agar selalu memperhatikan kenapa Bumi ini berputar pada porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet yang lainnya beredar mengelilingi matahari yang juga berputar di porosnya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semua planet itu tidak bertiang, tidak bertali dan juga tidak memiliki tempat bergantung. Semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya Rawasialah yang memutar planet itu di sumbunya sambil berputar-putar mengelilingi matahari. Sungguh Rawasia itu adalah wujud penting dari sesuatu yang harus diteliti lebih dalam lagi oleh para astronom. Dengan mengetahui keadaan Rawasia setiap planet, maka tabir misteri alam semesta yang tak terbatas itu akan terkuak.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bumi yang beratnya sekitar 700 triliun ton tidak jatuh pada matahari karena gaya lantingnya (centrifugal) dalam keadaan mengorbit, sebaliknya Bumi juga tidak terlanting jauh keluar dari garis orbitnya sebab ditahan oleh gaya gravitasi pada matahari sebagai pusat orbit.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kekuatan gaya lanting Bumi dan gaya gravitasi adalah sama besarnya, orang ahli menyebutnya dengan&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Equilibrium&lt;/em&gt;. Oleh karena itulah sampai hari ini Bumi yang kita diami terus menerus berputar dan beredar mengelilingi matahari.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Andaikan kalau Bumi hanya memakai gaya lantingnya saja tanpa menggunakan gaya gravitasi. Maka, bisa dipastikan Bumi akan melayang jauh meninggalkan matahari. Dengan begitu, tenaga centrifugal seperti yang dimiliki Bumi dapat diadopsi oleh “piring terbang” untuk terbang jauh jika tenaga gravitasinya dihilangkan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nah, akhirnya kita pun sampai pada pertanyaan ini, bagaimana cara menghilangkan gaya gravitasi itu?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu caranya adalah dengan memutar bagian pesawat secara horisontal. Apabila putaran itu semakin cepat maka semakin besar pula gaya centrifugal yang dihasilkan dan semakin kecillah gaya gravitasinya, sampai akhirnya gaya gravitasi ini akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat dapat terangkat dengan mudah tanpa terpengaruh oleh gravitasi Bumi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mungkin anda akan bertanya, bagaimana bisa pesawat dapat berputar terus menerus tanpa tumpuan? Dari situlah kita namakan pesawat ini dengan Shuttling System, yaitu pesawat berbentuk piring dempet yang ditengah-tengahnya adalah tempat penumpang.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita boleh mengatakan bahwa kendaraan manusia kini sudah kolot, kuno atau usang karena sistem yang dipakainya sudah berlaku selama ribuan tahun, yang semuanya itu memakai prinsip menolak ke belakang untuk maju ke depan dan menolak ke bawah untuk naik ke atas. Setelah manusia sanggup memakai gaya centrifugal berbentuk “piring terbang” barulah manusia akan memulai kendaraan modern.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi, masa terwujudnya “piring terbang” adalah batas antara ke-kuno-an dan kemodernan peradaban manusia. Batas ini disebut oleh Al-Quran dalam surat Az-Zukhruf ayat 13 diatas dengan bahasa kiasan, bahwa profesor yang mulai menggunakan “piring terbang” mengatakan; Waktu itu manusia baru memulai hidup dalam generasi lain yaitu generasi pesawat itu tidaklah segenerasi dengan modern.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam peradaban modern dimana manusia umumnya memakai piring terbang sebagai kendaraan, akan banyak sekali perubahan dalam kehidupan baik di bidang jasmaniah maupun di bidang rohaniah. Di bidang jasmaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang tak lagi membutuhkan jalan raya dan rel kereta api yang pembangunannya sangat banyak menghabiskan tenaga, tempat, benda dan waktu.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Orang-orang akan memanfaatkan daerah itu untuk tempat tinggal atau untuk kebutuhan lainnya. Orang-orang akan memindahkan perhatiannya terhadap lautan sebagai sumber makanan karena lautan itu memang sangat luas yang mengandung berbagai bahan untuk keperluan hidup, dan daratan sebagian besar akan dijadikan orang untuk tempat bermukim. Orang-orang nantinya akan melakukan penerbangan antar planet secara lazim dimana planet Jupiter, Venus, Saturnus dan planet yang lebih besar lainnya akan menjadi sasaran dalam perekonomian dan politik.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di bidang rohaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang akan menyadari bahwa alam semesta ini memang diciptakan untuk kebutuhan hidup manusia oleh Allah Yang Maha Esa. Orang-orang akan menyadari bahwa manusia di planet Bumi dalam tata surya ini berasal dari satu diri, satu spesies, atau serumpun.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bukan dari hasil evolusi monyet, seperti teori Darwin yang dikalahkan logika. Orang-orang akan menyadari bahwa agama yang diturunkan oleh Allah SWT itu hanyalah agama Tauhid yang sama sebagaimana yang tercantum dalam&amp;nbsp;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;surat Al-Imran ayat 83&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Orang-orang akan menyadari bahwa agama Tauhid yang diturunkan Sang Khaliq itu mengandung hukum yang sesuai dengan kejadian dan naluri yang terdapat di alam semesta raya dan pada diri manusia sendiri, dan bahwa menolak agama itu berarti merugikan diri sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(Surat Al-Fushshilat ayat 53)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;em style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Maka apakah mereka mencari agama yang lain selain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di planet-planet dan di bumi ini, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allah-lah mereka akan kembali.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(Surat Al-Imran ayat 83)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: blue; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;background-clip: initial; background-color: transparent; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; font-weight: bold; margin: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Penganut Islam Lebih Mudah Menerima Adanya UFO dan Alien&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanpa bermaksud mengurangi penghormatan saya terhadap penganut agama-agama lain (yang saya memang tidak atau kurang memiliki pengetahuan tentang ajaran-ajarannya),&amp;nbsp;menurut saya,&amp;nbsp;penganut Islam SEHARUSNYA lebih mudah untuk menerima kehadiran UFO dan&amp;nbsp;Alien.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mengapa? Karena dalam kitab suci Al-Quran jelas-jelas Allah SWT menyatakan keberadaan makhluk-makhluk cerdas lain selain manusia, yang salah satunya disebut “jin.” Jin ini bisa berubah bentuk menjadi apa saja.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mereka hidup di alam yang sama dengan manusia, meski berasal dari dimensi yang berbeda, sehingga manusia umumnya jarang atau tidak pernah bertemu dengannya (kecuali dalam situasi-situasi yang luar biasa).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Artinya, bisa dikatakan bahwa&amp;nbsp;dengan mengakui dan menerima keberadaan UFO, Alien, dan lain-lain itu, seorang Muslim tidak perlu merasakan adanya pertentangan atau kontradiksi,&amp;nbsp;antara fakta adanya UFO/Alien itu dengan keyakinan/kepercayaan agamanya. Tentu akan sulit halnya, jika ajaran agama terang-terangan menolak adanya makhluk cerdas lain selain manusia.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun, ajaran Islam (sekali lagi, sejauh pemahaman saya yang bukan ahli agama) juga menyatakan, “jin” dan lain-lain itu termasuk hal ghoib. Artinya, hanya Allah SWT yang tahu.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Manusia bisa mengetahuinya, namun yang bisa diketahui sangat terbatas. Jadi, tidak usah berambisi untuk tahu sangat banyak tentang “jin” dan lain-lain itu. Kita memahami keberadaan “jin” (atau UFO, Alien, dll) sebagai petunjuk kebesaran kekuasaan Tuhan yang Maha Pencipta.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan seperti yang ada pada Al-Qur’an bahwa smua makhluk termasuk jin, hewan, tumbuhan dan semua benda mulai dari molekul hingga super bintang di seantero jagat raya baik yang bernyawa ataupun tidak semuanya menyembah Allah SWT Sang Maha Segalanya, Sang Pemilik Semuanya, mereka (semua benda tersebut) tunduk dan menyembahNya dengan caranya masing-masing.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Maha Benar Allah, dengan segala FirmanNya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-clip: initial; background-color: white; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 24px; margin-bottom: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wassalam.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber &lt;a href=&quot;http://indocropcircles.wordpress.com/&quot;&gt;http://indocropcircles.wordpress.com/&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/739263880653141428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/12/ufo-alien-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/739263880653141428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/739263880653141428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/12/ufo-alien-islam.html' title='UFO, Alien &amp; Islam'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-3223398805681123150</id><published>2011-11-24T09:59:00.001-08:00</published><updated>2012-03-19T16:15:52.921-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tutorial"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Windows"/><title type='text'>Cara Mengatasi virus Ramnit</title><content type='html'>&lt;img src=&quot;http://bagoesnet.files.wordpress.com/2011/08/ramnit.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Buat&amp;nbsp;kalian yang baru kena&amp;nbsp; virus ini&amp;nbsp;, kalian&amp;nbsp;jangn panik..&lt;br /&gt;
saya&amp;nbsp;puya solusinya..&lt;br /&gt;
Dengan cara menghapus Watermark.exe :&lt;br /&gt;
Matikan system restore, putuskan sementara koneksi internet&lt;br /&gt;
Buka Task Manager (Ctrl+Alt+Del)&lt;br /&gt;
Pada Tab Process cari svchost.exe yang usernamenya bukan LOCAL SERVICE, SYSTEM atau NETWORK SERVICE. melainkan nama komputer (biasanya terdapat 2 process, klik End Process.)&lt;br /&gt;
Buka START pilih RUN (Win+R) ketik cmd tekan enter&lt;br /&gt;
Ketik: CD.. tekan enter, ketik lagi CD.. enter lagi hingga pada Command Prompt hanya terlihat “C:\” saja.&lt;br /&gt;
Ketik: cd program files/microsoft tekan enter&lt;br /&gt;
Ketik: del WaterMark.exe /a /s tekan enter&lt;br /&gt;
Ketik: md watermark.exe tekan enter.&lt;br /&gt;
Ketik: cd watermark.exe tekan enter&lt;br /&gt;
Ketik: md con\\tekan enter lalu Restart windows&lt;br /&gt;
Setelah masuk windows buka START – RUN (Win+R) ketik: regedit tekan enter&lt;br /&gt;
Buka di [HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon], cari Userinit Klik 2 kali Userinit. lihat value Data nya c:\windows\system32\userinit.exe, c:\program files\microsoft\WaterMark.exe ganti dengan “c:\windows\system32\userinit.exe”&lt;br /&gt;
Proses diatas tujuannya adalah dengan melalui mode DOS menghapus file watermark.exe menjadi folder watermark.exe sehingga kita dapat memutuskan eksekusi proses virus tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan menjalankan program seperti aaa.exe terlebih dahulu,biasanya Virus ini meng-infect file yang ber ekstensi .exe,bila kita menjalan kan program .exe,otomatis virus tersebut akan kembali muncul dengan nama contoh : aaamgrmgrmgr.exe..yang otomatis akan membangkitkan kembali si Ramnit ini..tapi tenang,watermarknya.exenya tidak akan kembali,cuma watermarkmgrmgrmgr.exe nya saja yang akan kembali..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya,untuk program yang terkinfeksi oleh virus ini,seperti aaa.exe,aaa.dll,aaa.htm(contoh),agan&quot; bisa bersihin file&quot; tersebut dengan menggunakan Dr Web Live CureIt!..&lt;br /&gt;
bisa download &lt;a href=&quot;http://adf.ly/3rsLk&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
lalu jalankan program Dr Web Live CureIt! yang sudah anda download..lalu lakukan full scan..&lt;br /&gt;
File&quot; yang terinfek akan di cure oleh Dr Web Live Cureit! terserbut</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/3223398805681123150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/cara-mengatasi-virus-ramnit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/3223398805681123150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/3223398805681123150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/cara-mengatasi-virus-ramnit.html' title='Cara Mengatasi virus Ramnit'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-917423869975063068</id><published>2011-11-24T09:52:00.001-08:00</published><updated>2012-03-19T16:16:13.731-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Software"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Windows"/><title type='text'>SEMBUNYIKAN BLUR FRAME WINDOWS 7 (full transparency)</title><content type='html'>Bagi kalian&amp;nbsp;yang pake win 7,&lt;br /&gt;
pastinya kalo kalian nge-enable transparency dari personalize, masih ngga sempurna transparency alias ngga bener&quot; transparan kaya di gambar?&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.ghacks.net/wp-content/uploads/2010/05/windows_7_aero_blur-500x286.png&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ini saya &amp;nbsp;gogling dan dapet secuil utility yang bisa membuat frame windowsnya bener&quot; transparan! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
langsung aja deh tanpa basa-basi lagi, silahkan download &lt;a href=&quot;http://adf.ly/3rs8R&quot;&gt;Disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;HASILNYA&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.ghacks.net/wp-content/uploads/2010/05/windows_7_no_aero_blur-500x285.png&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
cara pakainya tinggal di HIDE blur atau SHOW blur......</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/917423869975063068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/bagi-kalian-pake-win-7-pastinya-kalo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/917423869975063068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/917423869975063068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/bagi-kalian-pake-win-7-pastinya-kalo.html' title='SEMBUNYIKAN BLUR FRAME WINDOWS 7 (full transparency)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-8391774282969023119</id><published>2011-11-24T09:43:00.001-08:00</published><updated>2012-03-19T16:16:36.571-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Tips Mengatasi Rasa Takut Anak</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;font-size: 16px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr size=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: #d1d1e1; color: #d1d1e1;&quot; /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;6&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;alt2&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/46/stuxfpby.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Picture from &lt;a href=&quot;http://putrigobel.com/wp-content/uploads/2010/07/anak-takut1.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #22229c;&quot;&gt;http://putrigobel.com/wp-content/upl...nak-takut1.jpg&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Banyak anak yang merasa takut pada sesuatu seperti gelap, petir, benda atau binatang tertentu, atau saat harus mencebur ke kolam renang. Karena memang banyak anak mengalaminya, maka orangtua pun tak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang serius. Jadi dibiarkan saja. Toh perasaan itu akan hilang dengan sendirinya setelah mereka tumbuh dewasa, begitu pikir para orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran seperti itu, sebenarnya tidak salah. Karena memang banyak anak yang lantas tidak takut lagi pada gelap, petir, anjing dan kolam renang setelah usianya bertambah. Dan munculnya rasa takut yang sepeti itu di masa pertumbuhan adalah hal yang wajar. Normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika ketakutan mereka sampai membuatnya menangis kencang apalagi histeris, panik dan bahkan kejang, maka wajib bagi orangtua untuk mengatasinya. Sebab akibatnya tidak ringan dan bersifat permanen, alias seumur hidup, jika dibiarkan. Rasa takut itu tentu tak bisa hilang seketika melainkan sedikit demi sedikit. Dan inilah beberapa cara yang bisa ditempuh orang tua untuk membantu si kecil mengatasi rasa takutnya itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menyadari Kalau Itu Normall&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang normal apalagi ank-anak pasti punya rasa takut. Karena itu Anda tak perlu khawatir selama rasa takutnya tak berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cari Penyebabnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mencari tahu apa yang membuat anak ketakutan sangat lah penting. Karena itulah cara termudah untuk menemuka solusinya. Jadi, misalnya anak takut pada kegelapan, Anda bisa menanyakan apa yang membuatnya takut. Setankah atau apa? Kalau dia menjawab setan, tanyakan lagi apa yang dia ketahui tentang mahluk tersebut? Pernahkah dia melihatnya? Kalau belum, mengapa dia berpikir bahwa setan menakutkan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pahami Ketakutannyaa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, rasa takut itu normal. Karena itu, Anda harus bisa menerima ketakutan anak. Jangan katakan bahwa ketakutannya tak masuk akal, atau itu perasaan orang bodoh. Hal itu tak membuat rasa takutnya berkurang. Karena takut adalah perasaan yang tak bisa dijelaskan dengan akal. Yang namanya takut, ya takut. Dan yang diutuhkan seseorang saat ketakutan hanya satu: perlindungan atau sesuatu yang bisa membuatnya merasa aman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jujurlah Padanya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak sering mengira orang dewasa tak pernah merasa takut. Karena itu, ada baiknya Anda menunjukkan padanya bahwa Anda juga punya rasa takut. Misalnya, pada anjing. Perasaan tersebut perlu Anda ungkapkan pada si kecil, tetapi dengan sikap, ekspresi dan kalimat yang menenangkan. Misalnya, &quot;Ibu juga tak suka pada anjing besar itu. Tapi kalau kita tak menyakitinya, dia juga tak kan menggigit kita.&quot; Ini akan lebih baik daripada Anda bilang, &quot;Jangan takut, anjing itu tak kan menggigit kita,&quot; tapi saat anjing tadi bergerak, Anda lari terbirit-birit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jangan Dipaksa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan menggunakan paksaan sebagai cara untuk menghilangkan ketakutan anak. Misalnya dengan memaksanya mencebur ke dalam kolam. Ajaklah dia bermain di pinggir kolam atau di bagian yang dangkal lebih dulu. Setelah dia tampak menikmati, ajaklah untuk mulai berenang. Jika dia amsih takut, biarkan dulu. Nanti, setelah dia benar-benar siap, ulangi ajakan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bantu Membuat Strategi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika anak takut pada kegelapan, pasnglah lampu tidur di samping ranjangnya. Atau berikan dia boneka beruang atau binatang lain yang dia sukai, yang besar, yang bisa dia peluk saat tidur. Ini akan sangat membantu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jangan Takut-Takuti Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan orangtua menakut-nakuti anak, seperti mengatakan, &quot;Hiii..&quot; bila tiba-tiba lampu mati. Atau mengatakan, &quot;Awas lho, setan suka sekali makan anak yang nakal.&quot; Bahkan kalimat yang sederhana, &quot;Biar, biar digigit anjing,&quot; juga sangat tidak baik karena bisa menumbuhkan rasa takut yang tidak beralasan pada anak. Sebab dengan kalimat tersebut, Anda telah menumbuhkan kesan bahwa ruang yang gelap itu menakutkan, setan suka makan anak-anak, dan anjing suka menggigit anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Minta Bantuan Psikiater&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bila rasa takut anak berlebihan dan berbagai upaya di atas ternyata tak membuahkan hasil, tak ada salahnya kalo minta bantuan psikiater untuk mengurangi ketakutan si kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/8391774282969023119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/tips-mengatasi-rasa-takut-anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/8391774282969023119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/8391774282969023119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/tips-mengatasi-rasa-takut-anak.html' title='Tips Mengatasi Rasa Takut Anak'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-9084114345979537433</id><published>2011-11-20T16:26:00.001-08:00</published><updated>2012-03-19T16:17:03.830-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Linux"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Networking"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tutorial"/><title type='text'>Tutorial membuat server dengan Ubuntu Server...</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img src=&quot;http://anshori29.files.wordpress.com/2010/05/ubuntu2.png&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Didalam tutorial ini dibahas tahap demi tahap mulai bagaimana menginstall Ubuntu Server sampai selesai dengan Cacti dan Webmin. Server yang akan dipersiapkan bisa diperuntukan khusus untuk warnet/rt-rw net maupun small-medium office.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Beberapa tahap pembahasan antara lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;1. NAT atau membuat router&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;2. DHCP Server&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;3. DNS Server&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;4. NTP Server&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;4. Samba dan Wins Server&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;5. Cups sebagai print server bekerja dengan samba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;6. SMTP Server dengan Postfix sebagai MTA (Mail Transfer Agent) diperuntukan untuk perkantoran dan jaringan RT/RW-Net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;7. Firewall dengan MAC-ADDRESS &amp;amp; IP Filtering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;8. Squid Proxy Server&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;9. Bandwidth management dengan pemisah IIX dan INTL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Diperkuat dengan tools lainnya, antaranya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;1. ClamAV, antirivus folder share&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;2. SARG dan Calamaris untuk memantau kinerja maupun akses atas proxy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;3. HAVP dengan ClamAV sebagai antivirus web-browsing yang berjalan untuk proxy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;4. Cacti untuk memantau dan memonitor kinerja server&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;5. Webmin diperuntukan untuk para administrator pemula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;6. Bagaimana mem-remote server dengan SSH Port.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;demikian tutorial ini semoga dapat berguna bagi semuanya, silahkan download...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Ubuntu 9.04 Server dan sebelumnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.opikdesign.com/kios/tutorial_ubuntu/ubuntu_server/tutorial_server_ubuntu.rar&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; color: #22229c; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.opikdesign.com/kios/tutorial_ubuntu/ubuntu_server/tutorial_server_ubuntu.rar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;mirror...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://opensource.telkomspeedy.com/furusato/files/tutorial_server_ubuntu.rar&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; color: #22229c; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://opensource.telkomspeedy.com/furusato/files/tutorial_server_ubuntu.rar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Ubuntu 9.10 Server dan Ubuntu 10.04 Server LTS 64bit, keatasnya...:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://opikdesign.com/kios/tutorial_ubuntu/ubuntu_server/tutorial_server_ubuntu_9.10-10.04.rar&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; color: #22229c; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://opikdesign.com/kios/tutorial_ubuntu/ubuntu_server/tutorial_server_ubuntu_9.10-10.04.rar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/9084114345979537433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/tutorial-membuat-server-dengan-ubuntu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/9084114345979537433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/9084114345979537433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/tutorial-membuat-server-dengan-ubuntu.html' title='Tutorial membuat server dengan Ubuntu Server...'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-3767659912287758756</id><published>2011-11-20T16:20:00.001-08:00</published><updated>2012-03-19T16:17:22.467-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Cara Mengetahui Kondisi Hati Seseorang</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 13px; margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;6&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;alt2&quot; style=&quot;background-clip: initial; background-color: #e1e4f2; background-origin: initial; border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; font: 10pt verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;&quot;&gt;Nah , pada kesempatan kali ini &amp;nbsp;saya akan share tentang cara Untuk Memahami Perasaan Seseorang, Kita Perlu Memperhatikan Beberapa Hal, Seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perhatikan Ekspresi Wajah ( Mimic Wajah )&lt;br /&gt;2. Perhatikan Tingkah Lakunya&lt;br /&gt;3. Perhatikan Cara Berbicaranya&lt;br /&gt;4. Perhatikan Emosinya&lt;br /&gt;5. Perhatikan Mata&lt;br /&gt;6. Rasa Percaya Target Sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Akan Bahas Satu Persatu Agar Dapat dimengerti Oleh Kalian Semua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perhatikan Ekspresi Wajah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i1100.photobucket.com/albums/g411/bakalkaskus/5.gif&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Wajah&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Harus Memperhatikan Raut Wajah ? Karena Raut Wajah Sangat Berpengaruh, Apabila Raut Wajahnya Menggambarkan Suasana Hati Yang Ceria, Maka Dengan Mudahnya si Target Akan Bercerita, Mau Tahu Kenapa ? Karena Suasana Hati Sangat Mempengaruhi Perilaku, Sebagian Besar Orang Akan Sangat Mudah Dipengaruhi Ketika Suasana Hatinya Senang. Sebagai Contoh, Ketika TS Senang lalu Teman TS Memaksa untuk Bercerita, Maka dengan Senang Hati TS Akan Bercerita. Tapi Bagi Sebagian Orang yang Tidak Biasa Cerita dengan Teman Selain Teman Curhatnya Maka Akan Lebih Sulit Dipaksanya. Dengan Begitu Dapat Disimpulkan Bahwa Raut Wajah Juga Media Untuk Memahami Perasaan Orang Lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tingkah Laku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i1100.photobucket.com/albums/g411/bakalkaskus/3.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tingkah Laku&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Kenapa Juga Tingkah Laku Perlu di Perhatikan ? Karena Dengan Tingkah Laku Juga Dapat Menggambarkan Isi Hati Orang Lain. Sebagai Contoh, Apabila Target Memilih Untuk Memisahkan Diri Dari Kawanan Teman - Temannya, Dapat Bertanda Target Sedang Membutuhkan Waktu Untuk Sendiri Tepatnya Untuk Berpikir, Tetapi Apabila Target Selalu Dekat Dengan Kawanannya, dan Juga Selalu Menanggapi Topik yang Sedang dibahas, Dapat Berarti Target Sedang Baik - Baik Saja. Apabila Target Memisahkan Diri Dari Kawanannya, Sebaiknya Anda Langsung Memberi Rasa Perhatian Kepada Target Agar Dia Mau Bercerita atau Merasa Lebih Baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cara Bicaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i1100.photobucket.com/albums/g411/bakalkaskus/1.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Bicara&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Cara Bicara Dapat Juga Berpengaruh Terhadap Pemahaman Hati, Kenapa ? Karena dengan Bicara Juga Dapat Menggambarkan Suasana Hati si Target. Sebagai Contoh, Ketika Target Berbicara Sangat Jutek atau Membuat Pendengar Merasa Sakit Hati, Berarti Suasana Hati Target Sedang Tidak Enak, dan Sebaiknya Anda Jangan Merasa Tersakiti Oleh Perkataannya, Tapi Apabila Target Berbicara Lemah Lembut, Serta di Sertai dengan Memberi Perhatian Dapat Berarti Target Sedang Merasa Bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perhatikan Emosinya&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i1100.photobucket.com/albums/g411/bakalkaskus/6.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi&lt;/div&gt;
Ketika Seseorang Emosi, Logika Mereka Tidak Berjalan, Sebaiknya Orang yang Sedang Emosi Agak diberi Sedikit Ruang untuk Berpikir, Setelah Dia Merasa Lebih Baik, Barulah Kita Beri Pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Perhatikan Mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i1100.photobucket.com/albums/g411/bakalkaskus/2.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebohongan atau Kejujuran Mata&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Kenapa Perlu ? Apabila Target Hubungannya Sudah Dekat Sekali dengan Kita, Biarpun Target Berbohong, Kita Akan Dapat Merasakannya, Biarpun Itu Hanya Sedikit, Jadi Mata Sangat Berpengaruh untuk Memahami Perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rasa Percaya Target Sangat dibutuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i1100.photobucket.com/albums/g411/bakalkaskus/4.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa Percaya Target&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Untuk Apa ? Rasa Percaya Target Sangat dibutuhkan, Karena Apabila Target Percaya Maka Dia Akan Langsung Bercerita Kepada Anda Tentang Perasaannya Saat Itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Keadaan Sekitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i1100.photobucket.com/albums/g411/bakalkaskus/vile5.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Keadaan Sekitar Juga Dapat Mempengaruhi Target, Karena Tidak Semua Orang Ingin Bercerita Ke Orang yang Kurang dikenalnya Oleh Karena Itu Tunggulah Sampai Ruangan Sepi, dan Tenang.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 13px; margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;font: 11px verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; margin-bottom: 2px;&quot;&gt;
Quote:&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;6&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;alt2&quot; style=&quot;background-clip: initial; background-color: #e1e4f2; background-origin: initial; border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; font: 10pt verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: darkorange;&quot;&gt;Latihan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Berikut Adalah, Salah Satu Metode Pengukur Kemampuan Agan untuk Dapat Memahami Perasaan Orang Lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut Saja Namanya Aziza, dia adalah pemain gitar amatiran, yang hanya bisa bermain gitar dengan kunci dasar, termasuk kunci - kunci minor. Tak lama berlangsung dari harinya dia berhasil menguasai gitar, dia di rekrut oleh guru bahasa Indonesianya untuk bergabung dalam sebuah komunitas teater. Kebetulan teater itu akan mengikuti 2 buah lomba musikalisasi puisi. Karena lombanya ada 2, maka teater itupun di bagi 2 kelompok. Dan Aziza termasuk kelompok ke 2. Singkat cerita kelompok 1 berhasil menguasai materi dan percaya diri untuk segera tampil di pentas. Tetapi kelompok 2 belum siap. Mereka berantakan, aransemen lagu pun belum selesai. Tetapi Aziza tetap berusaha semangat. Dia optimis dapat menyelesaikan puisi yang harus di musikalisasi dan juga menanamkan rasa kompak diantara kawan - kawannya. Ketika H - 1, mereka belum selesai mengaransemen puisi tersebut. Datanglah teman yang tak dia kenal, tetapi salah satu teman lamanya mengenalnya, dan kebetulan teman lamanya ini berada di kelompok yang sama. Teman lama dan temannya teman lama berhasil mengaransemen puisi tersebut, lalu Aziza pun sangat senang, karena dia tinggal mempelajari chord - chordnya saja. Tak lama kemudian, salah satu temannya meminta Aziza untuk mengantarnya pulang karena sudah terlanjur malam. Dengan senang hati Aziza ini sukarela untuk mengantar temannya itu. Lelah rasanya perjalan itu dia tempuh. Tapi apa yang ia dapat setelah sampai kembali ke tempat latihan ? Dia melihat teman lama dan temannya teman lama sedang berlatih dengan kawan - kawan lainnya. Ketika dia bertanya &quot; Mana Chordnya ?&quot; Lalu temannya menjawab &quot; Tak Usah, Kau Sudah di Gantikan Oleh Teman Saya &quot;. Perasaannya hancur, dia hanya menjawab &quot; Ohh, baguslah semoga dapat menjadi lebih baik, karena teman mu itukan lebih pengalaman dari pada Aku.&quot; Dia tetap tersenyum walau perasaannya tersakiti. Dia pulang dengan perasaan sedih. Keesokan harinya &quot; KAMU &quot; Bertemu dengan dia yang sedang murung, lalu tugas mu disini. Apa yang akan kamu lakukan ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
Program&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10030206&quot;&gt;SUMBER&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/3767659912287758756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/cara-mengetahui-kondisi-hati-seseorang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/3767659912287758756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/3767659912287758756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/cara-mengetahui-kondisi-hati-seseorang.html' title='Cara Mengetahui Kondisi Hati Seseorang'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-1081849998389295759</id><published>2011-11-20T15:59:00.001-08:00</published><updated>2012-03-19T16:17:57.343-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Software"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tutorial"/><title type='text'>Membuat Perpustakaan Digital Pribadi</title><content type='html'>Kali ini saya akan Men-Share cara membuata perpustakaan digital pribadi contoh yang sudah jadi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&lt;a href=&quot;http://dl.dropbox.com/u/11117617/Calibre/lycantrophs/index.html&quot;&gt;INI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
2.&lt;a href=&quot;http://www2.dearauthor.com/newreleases/newreleases/index.html&quot;&gt;INI LAGI&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
OK langsung saja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alat (tools) yang di butuhkan&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;1. Calibre&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;download di&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://adf.ly/3oBuw&quot;&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;2. Dropbox&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://dearauthor.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/dropbox_logo_home.png&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;download di&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://adf.ly/3oBye&quot;&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;3. Calibre2opds&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Downoad di&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://adf.ly/3oC1x&quot;&gt;sini&lt;/a&gt;&amp;nbsp;atau di&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://adf.ly/3oC4r&quot;&gt;IDWS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah setelah tools di atas sudah di ada di pc anda maka langkah kerjanya sebagai berikut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;1) Download dropbox, lalu daftar di situsnya. Setelah itu install dropbox. Anda akan diminta untuk memilih tempat folder dropbox. defaultnya di C:/user/..../dropbox/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;2) Di dalem folder dropbox nanti ada folder: &quot;public&quot;. Di situlah nanti agan2 akan menyimpan file-file e-booknya. Dalam folder public ini, semua file bisa diakses melalui link oleh siapapun dan kapanpun. jadi kalo ga mau dishare ke orang lain, simpen aja nanti link catalognya untuk sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;3) Install calibre (kalau belum). Nanti bakalan disuruh pilih folder tempat e-book bakalan di simpen. Pilih di folder &quot;public&quot; yang ada di folder dropbox tadi. Boleh bikin folder baru (karena calibre mensyaratkan harus folder kosong). Kalo udah punya calibre dan udah punya koleksi buku, cukup klik preferences, lalu &quot;run welcome wizard&quot;. Nah ubah folder yang udah ada jadi ke folder &quot;public&quot; dropbox tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Nih Video tentang Calibre:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;
&lt;object height=&quot;345&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;embed src=&quot;http://www.youtube.com/v/Xu_FgtM_Oqs&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;560&quot; height=&quot;345&quot;&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;4) done? Kalo udah tinggal masukin koleksi2 e-book agan ke calibre. Tar calibre otomatis mengcopy semua file e-book ke folder public dan calibre akan menyusun folder-foldernya berdasarkan author secara otomatis. Pastikan e-book2 punya agan datanya benar (paling ngga data Author dan judul harus benar).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;5) Udah punya e-book untuk perpustakaan digital di calibre, sekarang tinggal bikin catalognya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;https://lh5.googleusercontent.com/_lG58t3XWd3c/TcNwiXkAx_I/AAAAAAAAAEc/M34I4uY9UUY/s800/gui.jpeg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;6) Install calibre2opds untuk bikin catalog. (sebelumnya harus udah instal java, download di sini kalo belum:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.java.com/en/&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; color: #22229c; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.java.com/en/&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;7) buka calibre2opds, pilih default mode seperti di gambar ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;http://cdn.dearauthor.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-Shot-2011-07-23-at-10.04.13-PM-500x453.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;8) untuk database folder, pilih folder dimana library calibre tadi dibikin. (di dalam folder &quot;public&quot; pastinya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;9) compatibility:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn.dearauthor.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-Shot-2011-07-23-at-10.04.48-PM.png&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;1) opds untuk catalog umum (dibuka melalui browser misalnya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;2) TROOK untuk yang pake Nook&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;3) STANZA untuk catalog aplikasi STANZA (iPad or iPhone ya? not sure..&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;inlineimg&quot; src=&quot;http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; vertical-align: middle;&quot; title=&quot;Big Grin&quot; /&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&amp;nbsp;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;4) Aldiko untuk catalog aplikasi buat android, Aldiko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;10) Kalo ane kan bukanya buat di browser, jadi pilih opds. Udah itu pilih aja &quot;generate catalog&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;ini contoh kalo dibuka di STANZA:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://dearauthor.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/08/Picture-200x300.png&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;11) done. Tunggu aja sampe dropbox berhasil mengupload file2nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;12) cari index di folder catalog yang dihasilkan calibre2opds. Nanti cari index.html. Kalo dah ketemu klik kanan--&amp;gt;dropbox--&amp;gt;copy public link.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;13) Dapet deh link buat buka perpustakaan digital milik pribadi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;OK Sekian postingan saya kali ini, semoga bermanfaaat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/1081849998389295759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/membuat-perpustakaan-digital-pribadi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/1081849998389295759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/1081849998389295759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/membuat-perpustakaan-digital-pribadi.html' title='Membuat Perpustakaan Digital Pribadi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh5.googleusercontent.com/_lG58t3XWd3c/TcNwiXkAx_I/AAAAAAAAAEc/M34I4uY9UUY/s72-c/gui.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-7518991208965800641</id><published>2011-11-20T15:43:00.001-08:00</published><updated>2012-03-19T16:18:19.157-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Sepuluh Burung Cendrawasih Terindah di Dunia</title><content type='html'>&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ada lebih dari tiga lusin(itung sendiri hehe...) spesies dalam keluarga Paradisaeidae, atau lebih dikenal dengan bird of paradise. Ada sekitar 13 Genus dari burung-burung ini dan yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea. Di Indonesia kita menyebutnya dengan burung cendrawasih. Bercirikan dengan warna yang mencolok dan cerah, bulu berwarna kuning, biru, merah, dan hijau. Dengan warna-warna yang demikian mereka menjadi burung paling indah dan menarik di dunia, sehingga disebut sebagai burung dari surga. Burung cendrawasih banyak ditemukan di Papua atau Papua Nugini dan pulau-pulau sekitarnya, termasuk juga Australia Timur. Sayangnya keberadaan burung ini semakin berkurang seiring dengan banyaknya perburuan liar yang tidak bertanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: deepskyblue;&quot;&gt;1. Lesser bird of paradise (Paradisaea minor)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/7/6mlefnmq.jpg&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;The Lesser bird of paradise dikenal dengan nama Cendrawasih kuning kecil. Burung ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm, berwarna merah-coklat dengan mahkota kuning dan punggung atas kuning kecoklatan.Burung jantan memiliki tenggorokan berwarna zamrud-hijau tua, sepasang ekor panjang dan dihiasi dengan bulu hiasan sayap yang berwarna kuning di daerah pangkal berwarna putih di daerah luarnya. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan. Daerah penyabaranya meliputi seluruh hutan bagian utara Papua Nugini, dan pulau-pulau di dekat Misool dan Yapen.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: deepskyblue;&quot;&gt;2. Raggiana bird of paradise (Paradisaea Raggiana)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/7/nbguvlng.jpg&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;The Raggiana bird of paradise dikenal juga dengan nama Count Raggi’s bird of paradise. Burung ini juga yang paling dikenal sebagai burung Cendrawasih. Habitat burung ini terdistribusi secara luas di Pulau Irian selatan dan timur laut. Memiliki panjang 34 cm panjang, berwarna merah-coklat keabu-abuan, iris kuning dan kaki berwarna cokelat keabu-abuan. Burung jantan memiliki mahkota kuning, tenggorokan zamrud-hijau tua dan kerah kuning di antara tenggorokan. Warna bulu sayap bervariasi dari merah ke jingga tergantung subspesies. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat dan tidak punya bulu-bulu hiasan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: deepskyblue;&quot;&gt;3. Astrapia Ribbon-tailed (Astrapia mayeri)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;http://i.pbase.com/o3/74/369274/1/125040796.GwUvVOyI.AstrapiaRibbontailedDS2_6886.pbase.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ini adalah salah satu burung cendrawasih yang paling spektakuler. Namanya Astrapia Ribbon-tailed dan memiliki bulu ekor terpanjang dalam kaitannya dengan ukuran tubuh, panjangnya mencapai lebih dari tiga kali panjang tubuhnya. Panjang burung dewasa mencapai 32 cm dengan ekor burung jantan yang bisa mencapai 1 meter. Burung jantan memiliki warna hitam dan hijau zaitun sedangkan burung betina berwana coklat. Burung jantan memilki ekor panjang berbentuk pita berwarna putih. Daerah penyebarannya ada di bagian tengah Pulau Irian.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: deepskyblue;&quot;&gt;4. Blue bird of paradise (Paradisaea rudolphi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/7/j2xtx8yv.jpg&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Namanya mengingatkan nama salah satu angkutan Taksi di Indonesia. Burung ini berukuran sekitar 30 cm, berwarna hitam, iris warna coklat gelap, kaki abu-abu. Burung jantan dihiasi dengan bulu sayap dengan dominasi warna ungu biru. Sehingga disebut juga dengan Cendrawasih Biru. Blue Bird of Paradise adalah burung endemik Papua Nugini. Daerah penyebarannya meliputi pegunungan tenggara Papua Nugini.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: deepskyblue;&quot;&gt;6. Red bird of paradise (Paradisaea rubra)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJigp-mCOwVgQcLwLkg28BC8A87eWI4vqfahNx39g3z1UuBLy3MovL5MjTtJC7G6SHQ8My5DAT5f7TWXrBYlwu8lO3hgqYptwdS8JHExogNXQkqwbcZ6FbGHfJfynvyXa-LukbkBb6zVs/s1600/Red+bird+of+Paradise.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kita menamakannya Cendrawasih Merah, panjang sekitar 33cm berwarna kuning dan coklat, serta berparuh kuning. Burung jantan dewasa bisa mencapai 72cm termasuk bulu-bulu hiasannya yang berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya. Bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan. Merupakan endemik dari Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: deepskyblue;&quot;&gt;7. Lawes’s Parotia (Parotia Lawesii)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS-dSfUnlmTjVac7CVJ3nlmjGBNKyNYGvUTR4f9K7Zh9S1C71TuspVv-YOVfMx2nrBYdcKbQi3KzPCecaSVlIk5iA0KYHnjHuq430nlUaJGWgeFdH3oI9eeOB4ez_8wDrXezqVv_caDl3u/s400/parotia-lawesii-300x204.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Parotia lawesii berukuran sedang sampai dengan 27 cm). Daerah penyebarannya meliputi hutan pegunungan di tenggara dan timur Papua Nugini. Burung jantan memiliki warna hitam dengan kening putih, warnawarni tengkuk biru ungu dan emas bulu dada hijau. Dihiasi dengan tiga kawat hias kepala dari belakang setiap mata dan memanjang mengapit bulu yang berwarna hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kepala burung gelap, iris kuning dan gelap.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: deepskyblue;&quot;&gt;8. King of Saxony bird of paradise (Pteridophora alberti)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/7/wyon0hx6.jpg&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;King of Saxonyi adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22cm. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap seperti panji yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Oleh karenanya burung ini dimakan Cendrawasih Panji. Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut. Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan. Daerah penyebarannya ada di hutan pegunungan pulau Irian.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: deepskyblue;&quot;&gt;9. Wilson’s Bird of Paradise (Cicinnurus respublica)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/7/jplvuked.jpg&quot; style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wilson’s Bird of Paradise berukuran lumayan kecil sampai dengan 21 cm. Burun jantan adalah berwarna merah dan hitam dengan jubah kuning di leher, mulut hijau muda, kaki biru dan dua bulu ekor berwarna ungu yang melengkung. Semetara itu betina berwarna kecoklatan dengan mahkota biru. Merupakan endemik Indonesia, dengan daerah penyebaran di bukit dan hutan hujan dataran rendah Kepulauan Waigeo dan Batanta dari Papua Barat.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #e1e4f2; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: deepskyblue;&quot;&gt;10. Princess Stephanie’s Astrapia (Astrapia stephaniae)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;http://sakuja.files.wordpress.com/2011/06/10-princess-stephanie_s-astrapia-astrapia-stephaniae.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Stephanie Astrapia berukuran sekitar 37 cm, burung ini berwarna hitam dengan warna-warni kepala biru-hijau dan ungu, disamping itu memiliki bulu ekor panjang hitam keungunan. Burung betinanya berwarna coklat gelap dengan kepala hitam kebiruan. Habitat aslinya ada di pegunungan di pusat dan timur Papua Nugini.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #e1e4f2; color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: blue; font-family: verdana, geneva, lucida, &amp;quot;lucida grande&amp;quot;, arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sekian Postingan Saya Kali Ini. Semoga Bermanfaat...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/7518991208965800641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/sepuluh-burung-cendrawasih-terindah-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/7518991208965800641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/7518991208965800641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/11/sepuluh-burung-cendrawasih-terindah-di.html' title='Sepuluh Burung Cendrawasih Terindah di Dunia'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJigp-mCOwVgQcLwLkg28BC8A87eWI4vqfahNx39g3z1UuBLy3MovL5MjTtJC7G6SHQ8My5DAT5f7TWXrBYlwu8lO3hgqYptwdS8JHExogNXQkqwbcZ6FbGHfJfynvyXa-LukbkBb6zVs/s72-c/Red+bird+of+Paradise.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-3092073149355303415</id><published>2011-07-30T04:37:00.000-07:00</published><updated>2012-03-19T16:18:50.323-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Makhluk-Makhluk Seram dan Menakutkan Yang Terlihat Tidak Nyata</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Inilah Daftar binatang paling aneh menyeramkan dan menakutkan yang seolah-olah terlihat seperti tidak nyata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;11. Kadal Spiderman (Agamas mwanzae):&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Dengan kulit yang berwarna merah dan biru, membuat kadal ini sangat mirip dengan tokoh superhero Spider-man. Kadal ini ditemukan di Kenya, orang sana menyebutnya dengan Agamas mwanzae atau kadal spiderman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhrbmndLC9wa96X0Jj47oPSyKRhzB-lqUxEaUYXd60NFlsr9z6E0zdazqOgZpVygVLyGsBogTJz7IjZEfyk4Aaeymiz_lPECi97F9tPPVgFPASRL1g5p28UoRAZK87q7TyPMZ08zvaBXzM/s1600/Kadal-Spiderman-zonaaneh.jpg&quot; style=&quot;height: 212px; width: 320px;&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/zeo2fdxc.jpg&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Eksotis dan fashionable, begitulah kadal ini. Banyak orang memburunya untuk di jadikan binatang peliharaan. Tetapi hewan seram Yang Terlihat Tidak Nyata ini memerlukan peralatan khusus untuk menjaga keseimbangan suhu mereka jika ingin di pelihara diluar habitatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Kadal ini tidak mengeluarkan jaring seperti spider-man, tapi mereka dapat merubah warna seperti hewan melata kebanyakan. Mereka juga dapat berlari kencang dengan menggunakan bagian belakang kakinya dan bisa menempel di tembok secara vertikal seperti spider-man.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;10. Hemeroplanes caterpillar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgT1LUNO7DY-F69OdMlDD2Yjn3q1Aj4J6Ytr_gVLrg2v0trKArNQRv1C1zPRCKqkdP9aPZod2-YzCsk7taO-q96Poq2Jmm71PjPzTetB_BE5w2UXCEaJMIsaFwJuRLQhWCxP_Nb4KEbRW3T/s320/Hemeroplanes-caterpillar-zonaaneh.jpg&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/wtmihkiz.jpg&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;bentuknya menyerupai pohon sehingga susah dilihat oleh pemangsanya selain itu hewan ini juga memiliki racun yang cukup berbahaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;9.Satanic leaf-tailed gecko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/ifjxf6kb.jpg&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/0yqtkla0.jpg&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Uroplatus phantasticus , Evolusi telah membuat hewan ini menyerupai daun yang sudah kering. Meskipun wajah dan bentuknya sangar dan agak mengerikan, namun tidak berbahaya bagi manusia dan hanya bisa ditemukan di madagaskar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;8.Leafy Sea Dragon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Leafy Sea Dragon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/8tmh3kqz.jpg&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Phycodurus eques Yang ini dah ada di sea world dapat ditemukan di pantai selatan dan barat Australia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;7.Hairy crab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Hairy crab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/4cu38o22.jpg&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/1concofc.jpg&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Kiwa hirsuta Dikenal sebagai kepiting yeti.kelihatannya diselubungi oleh bulu, tapi sebenarnya hewan ini diselubungi oleh duri-duri halus bernama “setae” yang juga terdapat di beberapa kaki udang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Sama seperti beberapa hewan di atas. hewan ini juga hidup dalam kegelapan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;6.Hatchetfish&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Hatchetfish&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/lqtkvvc2.jpg&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Sternoptychidae Ikan ini hidup di daerah yang bener2 gelap. Terutama di perairan laut dalam. Bisa mengeluarkan cahaya dari organ-organ dalam tubuhnya untuk memancing makanannya…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;ukurannya cuman beberapa cm aja..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;5. Assassin spider&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Assassin spider&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/mdghxsua.jpg&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Archaeidae meskipun namanya bikin :ngeri tapi hewan ini 100% tidak berbahaya bagi manusia… dan hanya berukuran +/- 2 mm..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;makanannya cuman laba-laba yang lebih kecil…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;4.Blobfish&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Blobfish&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/oodg3pe0.jpg&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/ereqjjk0.jpg&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Psychrolutes marcidus Ditemukan di lautan dekat Australia dan Tasmania. ikan ini jarang sekali bergerak, bahkan seringkali terlihat seperti udah mati…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;3. Glass frog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Glass frog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/atx03ubu.jpg&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;(Centrolenidae) kodok tropis amerikia ini sangat sangarr karena kulitnya yang transparan yang membuat mereka menjadi bahan pembelajaran anatomi katak yang hidup (tanpa harus dibedah dulu..)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;organ2 dalamnya sangat terlihat jelas seperti jantung dan organ pencernaannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;2. Blanket Octopus (Tremoctopus violaceus)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Blanket Octopus (Tremoctopus violaceus)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/fthurrxx.jpg&quot; style=&quot;height: 221px; width: 304px;&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/84dhl4dz.jpg&quot; style=&quot;height: 220px; width: 311px;&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Bentuknya aneh, seperti alien yang datang dari luar angkasa. Meski begitu hewan ini memiliki beberapa keunikan. Berat betinanya bisa mencapai 40.000x berat si jantan, yang jantan cuma 2,4 cm panjangnya sedangkan yang betina gede banget.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;1. Olm ( Proteus anguinus)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Olm ( Proteus anguinus)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border-bottom: 1px inset; border-left: 1px inset; border-right: 1px inset; border-top: 1px inset; margin: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/lhh50u2m.jpg&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn-u.kaskus.us/53/cmtbqveo.jpg&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Fixedsys;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: seagreen;&quot;&gt;Binatang amfibi yang hidup di gua paling dalam dan paling gelap di daerah EROPA terutama di Slovenia. hewan ini sering disebut sebagai “baby dragon” karena bentuknya yang unik.. 100% buta secara visual tapi dapat menagkap sinyal elektrik maupun sinyal bahan kimia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/3092073149355303415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/11-makhluk-seram-dan-menakutkan-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/3092073149355303415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/3092073149355303415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/11-makhluk-seram-dan-menakutkan-yang.html' title='Makhluk-Makhluk Seram dan Menakutkan Yang Terlihat Tidak Nyata'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhrbmndLC9wa96X0Jj47oPSyKRhzB-lqUxEaUYXd60NFlsr9z6E0zdazqOgZpVygVLyGsBogTJz7IjZEfyk4Aaeymiz_lPECi97F9tPPVgFPASRL1g5p28UoRAZK87q7TyPMZ08zvaBXzM/s72-c/Kadal-Spiderman-zonaaneh.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-7695813011537003032</id><published>2011-07-26T09:21:00.001-07:00</published><updated>2012-03-19T16:19:10.117-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Spesies Bambu Dunia Itu Ada Di Jawa barat</title><content type='html'>&lt;table class=&quot;contentpaneopen&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;createdate&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;img align=&quot;left&quot; alt=&quot;Image&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; hspace=&quot;6&quot; src=&quot;http://angklung-web-institute.com/images/stories/200810/0710%20bambu-100.jpg&quot; title=&quot;Image&quot; width=&quot;66&quot; /&gt;Bandung, Kompas - &lt;/strong&gt;Bambu menjadi ikon Jawa Barat. Hal ini tidak berlebihan karena Jabar menjadi daerah asal sebagian besar bambu di dunia. Sayang, budaya bambu di Jabar tergerus modernisme Barat sehingga keunggulan bambu lambat laun terkikis. Adapun teknologi di bidang bambu belum banyak memberikan solusi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menurut pengurus harian Yayasan Bambu Indonesia, Jatnika, Jumat (27/7), ada 127 spesies bambu di dunia. Indonesia memiliki 105 spesies. Dari 127 spesies bambu di dunia, sebanyak 90 spesies merupakan spesies asli Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 85%;&quot;&gt;Dengan kekayaan bambunya, tak mengherankan bila masyarakat Sunda sangat akrab dalam memanfaatkan bambu di masa lalu. Namun, setelah makin banyak lahan bambu ditebang dan diubah fungsinya menjadi permukiman serta dorongan kehidupan modern Barat yang memperkenalkan plastik dan lain-lain, bambu lambat laun ditinggalkan masyarakat Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sebelum tahun 1960-an, penggunaan bambu oleh masyarakat Sunda masih cukup banyak dan tampak. Tetapi, setelah tahun 1960-an mulai banyak bahan lain masuk untuk membuat rumah, peralatan rumah tangga, dan lainnya,&quot; kata Jatnika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatnika menyayangkan masyarakat Sunda yang meninggalkan budaya bambu di zaman modern. &quot;Padahal, masyarakat Sunda sudah berabad-abad menggunakan bambu dan memiliki pengalaman yang cukup baik dalam memanfaatkan bambu. Banyak di antara pengalaman tersebut belum dapat dijelaskan. Andai saja budaya bambu tidak ditinggalkan dan teknologi serta penelitian mengenai bambu ditingkatkan, makin banyak pengalaman leluhur yang bisa dijelaskan secara logika dan makin menyejahterakan masyarakat,&quot; tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Ritual Penebangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengalaman leluhur masyarakat Sunda yang sudah didapat penjelasannya lewat penelitian adalah mengenai ritual penebangan bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penebangan bambu ada banyak syarat yang harus dilakukan. Empat di antaranya adalah tidak menebang bambu pada saat terang bulan, pada pagi hari, saat muncul rebung, dan saat rumpun bambu mulai berbunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya, saat bambu sedang memiliki rebung, sesungguhnya berat batang bambu berkurang setengahnya karena bambu yang lebih tua sedang mengalihkan zat kalk pada anak bambu atau rebung. Jadi, sebatang bambu yang biasanya memiliki berat 10 kilogram tinggal 5 kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di pagi hari bambu biasanya sedang mengisap makanan yang mengandung banyak gula. Akibatnya, ketika ditebang pada pagi hari, bambu memiliki kadar gula tinggi yang memudahkannya dimakan rayap. Bambu seperti itu tidak bisa tahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambu tak bisa ditebang saat terang bulan karena kadar airnya sedang tinggi. Kadar air yang tinggi menimbulkan kadar gula yang tinggi juga. Sementara itu, bambu yang berbunga menandakan bambu sudah akan mati karena stres dengan keadaan di sekitarnya. Stres pada bambu bisa disebabkan oleh banyaknya zat kimia beracun di sekitar rumpun bambu atau terpaan angin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawan Juanda, Creative Director Bambu Nusantara World Music Festival, mengungkapkan, sosialisasi manfaat bambu harus makin gencar dilakukan oleh berbagai pihak. Sebab, bambu sudah diketahui besar manfaatnya bagi kehidupan manusia, mulai dari pangan, papan, hingga pemenuh kebutuhan tersier. &lt;strong&gt;(ynt)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Alat Musik dari Bambu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Angklung di wilayah Priangan, Bogor, Cirebon.&lt;br /&gt;- Arumba di wilayah Cirebon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;- Bangkong reang di wilayah Bandung.&lt;br /&gt;- Calung di wilayah Ciamis, Tasikmalaya.&lt;br /&gt;- Celempung di wilayah Bandung.&lt;br /&gt;- Hatong di wilayah Bandung.&lt;br /&gt;- Kungklung di wilayah Bandung.&lt;br /&gt;- Kohkol di wilayah Bandung.&lt;br /&gt;- Karinding di wilayah Tasikmalaya.&lt;br /&gt;- Ringkung di wilayah Bandung.&lt;br /&gt;- Lodang di wilayah Ciamis, Kuningan, Subang.&lt;br /&gt;- Suling di wilayah Cirebon, Cianjur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/7695813011537003032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/spesies-bambu-dunia-ada-di-jawa-barat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/7695813011537003032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/7695813011537003032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/spesies-bambu-dunia-ada-di-jawa-barat.html' title='Spesies Bambu Dunia Itu Ada Di Jawa barat'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-2765182535032985652</id><published>2011-07-26T09:19:00.000-07:00</published><updated>2012-03-19T16:19:43.073-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Paribasa Kolot Baheula</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img src=&quot;http://aslamattusi.files.wordpress.com/2010/05/sunda.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Paribasa atau pepatah yang sudah diinformasikan secara lisan turun temurun dari para leluhur (karuhun) untuk bekal menjalani kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hubungan Dengan Sesama Mahluk &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek (Trust - ngak boleh korupsi, maling, nilep, dlsb... kalo mo ngambil sesuatu harus seijin yg punya). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sacangreud pageuh sagolek pangkek (Commitment, menepati janji &amp;amp; consitent). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina (integrity harus mengikuti etika yang ada) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang (communication skill, berbicara harus tepat, jelas, bermakna.. tidak asbun). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kudu hade gogod hade tagog (Appearance harus dijaga agar punya performance yg okeh dan harus consitent dengan perilakunya --&amp;gt; John Robert Power melakukan training ini mereka punya Personality Training, dlsb). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh (harus saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pondok jodo panjang baraya (siapapun walopun jodo kita tetap persaudaraan harus tetap dijaga) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ulah ngaliarkeun taleus ateul (jangan menyebarkan isu hoax, memfitnah, dlsb). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bengkung ngariung bongok ngaronyok (team works &amp;amp; solidarity dalam hal menghadapi kesulitan/ problems/ masalah harus di solve bersama). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bobot pangayun timbang taraju (Logic, semua yang dilakukan harus penuh pertimbangan fairness, logic, common sense, dlsb) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Lain palid ku cikiih lain datang ku cileuncang (Vision, Mission, Goal, Directions, dlsb... kudu ada tujuan yg jelas sebelum melangkah). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kudu nepi memeh indit (Planning &amp;amp; Simulation... harus tiba sebelum berangkat, make sure semuanya di prepare dulu). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Taraje nangeuh dulang pinande (setiap tugas harus dilaksanakan dengan baik dan benar). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian (jangan berebut kekuasaan). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ulah ngukur baju sasereg awak (Objektivitas, jangan melihat dari hanya kaca mata sendiri). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ulah nyaliksik ku buuk leutik (jangan memperalat yang lemah/ rakyat jelata) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ulah keok memeh dipacok (Ksatria, jangan mundur sebelum berupaya keras). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kudu bisa kabulu kabale (Gawul, kemana aja bisa menyesuaikan diri). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih (Research &amp;amp; Development, Ngulik, Ngoprek, segalanya harus pakai akal dan harus terus di ulik, di teliti, kalo sudah diteliti dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Cai karacak ninggang batu laun laun jadi dekok (Persistent, keukeuh, semangat pantang mundur). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Neangan luang tipapada urang (Belajar mencari pengetahuan dari pengalaman orang lain). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Nu lain kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun (speak the truth nothing but the truth). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay tangan (saling bekerjasama membangun kemitraan yang kuat). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ulah taluk pedah jauh tong hoream pedah anggang jauh kudu dijugjug anggang kudu diteang (maju terus pantang mundur). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak (Kompak/ team work). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;dlsb.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hubungan Dengan Tuhan (Yang Maha Kuasa) &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mulih kajati mulang kaasal (semuanya berasal dari Yang Maha Kuasa yang maha murbeng alam, semua orang akan kembali keasalnya). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dihin pinasti anyar pinanggih (semua kejadian telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa yang selalu menjaga hukum-hukumnya). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Melak cabe jadi cabe melak bonteng jadi bonteng, melak hade jadi hade melak goreng jadi goreng (Hukum Yang Maha Kuasa adalah selalu menjaga hukum-2nya, apa yang ditanam itulah yang dituai, kalau kita menanam kebaikan walaupun sekecil elektron tetep akan dibalas kebaikan pula, kalau kita menanam keburukan maka keburukan pula yg didapat.... kira-2 apa yang sudah kita tanam selama ini sampai-2 Indonesia nyungseb seeeeeb ;))? ) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Manuk hiber ku jangjangna jalma hirup ku akalna (Gunakan akal dalam melangkah, buat apa Yang Maha Kuasa menciptakan akal kalau tidak digunakan sebagai mestinya). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Nimu luang tina burang (semua kejadian pasti ada hikmah/ manfaatnya apabila kita bisa menyikapinya dengan cara yang positive). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Omat urang kudu bisa ngaji diri (kita harus bisa mengkaji diri sendiri jangan suka menyalahkan orang lain) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Urang kudu jadi ajug ulah jadi lilin (Jangan sampai kita terbakar oleh ucapan kita, misalnya kita memberikan nasihat yagn baik kepada orang lain tapi dalam kenyataan sehari- hari kita terbakar oleh nasihat-2 yang kita berikan kepada yang lain tsb, seperti layaknya lilin yang memberikan penerangan tapi ikut terbakar abis bersama api yang dihasilkan). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;dlsb.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hubungan Dengan Alam &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Gunung teu meunang di lebur, sagara teu meunang di ruksak, buyut teu meunang di rempak (Sustainable Development ~ Gunung tidak boleh dihancurkan, laut tidak boleh dirusak dan sejarah tidak boleh dilupakan... harus serasi dengan alam.). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tatangkalan dileuweung teh kudu di pupusti (Pepohonan di hutan ituh harus di hormati, harus dibedakan istilah dipupusti (dihormati) dengan dipigusti (di Tuhankan) banyak yang salah arti disini). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak (hutan harus dijaga, sumber air harus dimaintain kalo tidak maka manusia akan sengsara). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;dlsb.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sumber: Papatah Kolot (Pepatah Orang Tua) beredar di kampung-2 adat Sunda, dlsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Nah prinsip-2 tersebut hanya akan menjadi nilai-2 yang hampa dan kosong tidak berarti apa-2 apabila tidak dilaksanakan. Negara- negara yang sudah maju tentunya mereka telah melaksanakan nilai- nilai universal tersebut di atas dan memperoleh/ menuai apa yang mereka tanam/ laksanakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;article_separator&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;article_separator&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/2765182535032985652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/paribasa-kolot-baheula.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/2765182535032985652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/2765182535032985652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/paribasa-kolot-baheula.html' title='Paribasa Kolot Baheula'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-7276038818100672080</id><published>2011-07-26T09:17:00.000-07:00</published><updated>2012-03-19T16:20:03.485-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Legenda Lutung Kasarung</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiugF82ahiqmg253K_R_XraUWgsWpUQhsq7dJLsoIm75pTotrvsvcGRMJKJurDDRRLHit8SBR_305Hwf9y-cAhYRjKQROHlCFnqtw_oKzmKDUP_F_VXUwjV3bg9Xl6VCdceIMx2bKGHuA/s1600/Lutung_Kasarung_by_winrymarini.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Lutung Kasarung (artinya Lutung yang Tersesat) adalah legenda masyarakat Sunda yang menceritakan tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet). Dalam perjalanannya di Bumi, sang lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki, Purbararang. Lutung Kasarung adalah seekor mahkluk yang buruk rupa. Pada akhirnya ia berubah menjadi pangeran dan mengawini Purbasari, dan mereka memerintah Kerajaan Pasir Batang dan Kerajaan Cupu Mandala Ayu bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Legenda Lutung Kasarung&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. &quot;Aku sudah terlaalu tua, saatnya aku turun tahta,&quot; kata Prabu Tapa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. &quot;Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya,&quot; gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. &quot;Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !&quot; ujar Purbararang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, &quot;Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri&quot;. &quot;Terima kasih paman&quot;, ujar Purbasari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;{mosimage}Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;{mosimage}Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. &quot;Apa manfaatnya bagiku ?&quot;, pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;{mosimage}Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. &quot;Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !&quot;, kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot;Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku&quot;, kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, &quot;Jadi monyet itu tunanganmu ?&quot;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;{mosimage}Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sumber:http://www.e-smartschool.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Film Lutung Kasarung:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Loetoeng Kasaroeng adalah film pertama yang diproduksi di Indonesia. Film bisu ini dirilis pada tahun 1927 oleh NV Java Film Company. Disutradarai oleh dua orang Belanda, G. Kruger dan L. Heuveldorp dan dibintangi oleh aktor-aktris pribumi, pemutaran perdananya di kota Bandung berlangsung dari tanggal 31 Desember 1926 sampai 6 Januari 1927 di dua bioskop terkenal Elite dan Oriental Bioscoop (Majestic). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Cuplikan Article Tentang &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Refleksi Kebudayaan di Tengah ”Dunia yang Berlari”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Jika mencermati krisis kebudayaan kita, yang sebenarnya dihasilkan oleh jenis rasio model Odysses, maka penggunaan simbol Odysses kuranglah tepat. Jawaban-jawaban pragmatis, praktis, dan metodis sudah terbukti tidaklah berhasil menyelesaikan masalah. Seperti dikemukakan Einstein &quot;apa yang menyebabkan masalah, tak bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah&quot;. Kita memerlukan rasio yang sanggup meladeni dunia yang terus berlari ini. Yang bisa tetap kritis sambil bertahan pada pegangan tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kenapa Saini tak menggunakan tokoh Mundinglaya Dikusuma atau Lutung Kasarung yang juga sama-sama menawarkan kisah &quot;Setiap kali ia mengatasi suatu masalah, muncul masalah baru. Kalau masalah baru dipecahkannya, muncul lagi masalah yang lain&quot;? Lutung Kasarung menampilkan cara menjawab yang berbeda, ia tidak sekadar menyelesaikan masalah untuk menimbulkan masalah sampai tak terbatas, infitum. Ada akhir dan ada rujukan &quot;langit&quot; yang ia gunakan. Pada kisah pantun ini kita menemukan sebuah cara yang seperti &quot;menerobos ke dalam sebab-sebab umum di luar sebab-sebab khusus&quot;, Lutung Kasarung juga seperti berupaya mentransendensi semua metode yang lazim saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada kisah Lutung Kasarung kita menemukan kesadaran akan kodrat tropisme, bukan kodrat keperkasaan macam Odysses yang justru seluruh pengalamannya merupakan kutukan atas keperkasaannya. Tropisme atau kerinduan akan cahaya, kepada sinar yang memendam isyarat, kepada matahari yang melintas ke arah finalitas, semua hal; dan kepada matahari yang terbit dari asal hal-hal itu. Jawaban model Lutung Kasarung mengarahkan kita ke sumber dan ke tujuan dan bersembunyi di bawah tepian dunia. Dalam banyak hal model Lutung Kasarung memiliki ciri yang mirip dengan rasio spekulatif yang &quot;membawa kebaruan imajinatif yang tetap relevan namun sekaligus mengungguli cara-cara tradisional&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Melalui model jawaban Lutung Kasarung saya membayangkan adanya pertalian mendalam antara daya kritis dengan Kesadaran Religius. Kesadaran yang mengandaikan kemampuan mengambil jarak dengan lingkungan sosial sekaligus kemampuan untuk menemukan hal-hal permanen dan masuk akal dalam sejarah dan dalam dunia, yang bisa dipakai untuk menafsirkan detil-detil langsung yang centang perentang. Melalui daya kritis dan kesadaran religius ini kita dapat menemukan titik buta atau sementara dari metode yang selama ini kita gunakan dalam menyusun kebudayaan, sekaligus titik terang yang bisa dikembangkan bagi dunia masa depan. Dengan cara ini pula, kritik tidak menghabisi semua hal, justru menggunakan bahan yang ada bagi pengembangan masa depan. Whitehead dalam &lt;em&gt;Symbolism Its Meaning and Effect&lt;/em&gt; menyatakan, &quot;Masyarakat-masyarakat yang tak bisa memadukan rasa hormat kepada lambang-lambangnya dengan kebebasan untuk merevisi, pada akhirnya pasti akan hancur, mungkin karena anarki, bisa juga karena penyusutan perlahan-lahan dari hidup yang tercekik oleh bayang-bayang yang tiada guna&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Implikasinya adalah munculnya alternatif dalam bentuk pola pikir baru dalam memandang dunia kehidupan. Alternatif penyelesaian bukan hanya reformulasi sejumlah institusi lama yang sudah ada. Saya percaya, Saini KM sebenarnya memiliki jawaban model Lutung Kasarung. Karena saya yakin ia juga sedang menggunakan model ini ketika ia mengajukan pernyataan, &quot;keberagamaan yang sejati (autentik) tidak mungkin sejati tanpa membumi dan menyejarah, dengan kata lain membudaya. Ini membawa akibat (implikasi) lain, yaitu bahwa keberagamaan yang sejati (autentik) adalah keberagamaan yang kreatif. Artinya, keberagamaan yang senantiasa terbuka kepada perubahan (ruang dan waktu) dan senantiasa berupaya menyesuaikan diri kepada perubahan tanpa kehilangan hakikat religiusnya, yaitu aspirasi spiritualnya&quot;. Kutipan ini membuktikan keinginannya untuk tetap kritis sambil tetap bertahan. Walaupun demikian, saya pribadi tak memahami kata &quot;menyesuaikan diri&quot; dalam kutipan ini. Kata &quot;menyesuaikan&quot; terkesan metodis dan pragmatis padahal kita membutuhkan lebih dari pragmatis, bahkan jenis ikan tertentu berupaya melawan arus sungai agar ia dapat memperpanjang generasinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;em&gt;Ala Kulli Hal,&lt;/em&gt; refleksi kebudayaan Saini KM memberikan kesegaran tertentu bagi saya. Semua pembacaan ini bisa jadi, dan sangat mungkin, berasal dari kedhaifan saya membaca hal ihwal tulisan Saini KM. Karena dalam tradisi Sunda ada sejumlah syarat pembacaan: &lt;em&gt;nu apal ka basana, weruh ka semuna, rancage hatena, dan rancingas hatena.&lt;/em&gt; Saya pastilah tak tahu basa, apalagi memahami semu; saya juga bukan orang yang memiliki &lt;em&gt;hate&lt;/em&gt; yang &lt;em&gt;rancage,&lt;/em&gt; apalagi rasa yang &lt;em&gt;rancingas.&lt;/em&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Oleh BAMBANG Q-ANEES, Pikiran Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/7276038818100672080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/legenda-lutung-kasarung_2309.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/7276038818100672080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/7276038818100672080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/legenda-lutung-kasarung_2309.html' title='Legenda Lutung Kasarung'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiugF82ahiqmg253K_R_XraUWgsWpUQhsq7dJLsoIm75pTotrvsvcGRMJKJurDDRRLHit8SBR_305Hwf9y-cAhYRjKQROHlCFnqtw_oKzmKDUP_F_VXUwjV3bg9Xl6VCdceIMx2bKGHuA/s72-c/Lutung_Kasarung_by_winrymarini.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-7218959744025425875</id><published>2011-07-26T09:15:00.000-07:00</published><updated>2012-03-19T16:20:26.483-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Legenda Sangkuriang</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img src=&quot;http://sangkuriang.com/__upload/789/4/0316hwsPaI_Sangkuriang.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Cerita ini bermula pada zaman dahulu kala, dikala tanah Sunda kuno dikuasai oleh seorang Raja dan Ratu yang mempunyai putri cantik dan pintar bernama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi adalah putri yang manja tetapi pemarah. Alkisah dilain cerita, dinegeri khayangan seorang Dewa mendapat kutukan menjadi seekor anjing dan dibuang ke bumi. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Suatu pagi yang cerah Dayang Sumbi sedang asyik menenun, namun pada satu saat pintalan benangnya jatuh, Dayang Sumbi kesal akan ketelodaranya kemudian dia berucap bahwa siapa saja yang dapat mengambilkan pintalan benang itu, apa bila dia wanita maka dia akan dijadikan adiknya, sedangkan apabila dia laki - laki maka dia akan dijadikan suaminya. Begitu terkejutnya Dayang Sumbi ketika melihat yang membawakan pintalan benangnya adalah seekor anjing jantan hitam. Dia harus menepati janjinya, akhirnya Dayang Sumbi pun menikah dengan anjing hitam bernama si Tumang yang merupakan jelmaan dari Dewa yang terkena kutukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 85%;&quot;&gt;Mereka hidup bahagia dan dikarunai seorang putra bernama Sangkuriang. Karena putra seorang dewa maka Sangkuriang pun mewarisi kesaktian seperti Dewa. Sangkuriang tumbuh ditemani oleh anjing kesayangan &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;si tumang&lt;/span&gt; yang tidak lain adalah ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang untuk mencarikannya hati sekor kijang untuk sebuah perayaan kecil. Sangkuriang pun berangkat mencari hewan buruan ditemani si tumang anjing kesayangannya. Setelah seharian penuh Sangkuriang belum menemukan hewan buruannya, dia mulai bingung dan takut untuk pulang karena belum membawa hasil. Dalam keputusasaannya Sangkuriang mengambil panah dan memanah si tumang, dalam keadaan menyesal Sangkuriang mengambil hati si tumang dan segera pulang kerumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dayang Sumbi merasa heran karena Sangkuriang tidak ditemani oleh si tumang dan dia bertanya kemana si tumang, Sangkuriang berkata bohong kalau si tumang telah mati diterkam oleh macan. Namun ibunya tidak percaya, setelah didesak akhirnya Sangkuriang pun menceritakan hal yang sebenarnya. Begitu marahnya Dayang Sumbi mendengar cerita dari Sangkuriang hingga tanpa sadar gayung yang sedang dipegangnya dipukulkan kepada Sangkuriang dan mengenai kepalanya. Dayang Sumbi hanya bisa menangis dan menyesali nasibnya sementara Sangkuriang melarikan diri dan tidak pernah kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Waktu terus berlalu, Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pria tampan dan sakti. Dalam petualangannya dia bertemu seorang wanita yang sangat cantik dan mereka pun saling jatuh cinta. Sangkuriang tidak tahu bahwa wanita itu adalah Dayang Sumbi yang tidak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Pada akhirnya Sangkuriang melamar Dayang Sumbi. Sehari sebelum pernikahan Dayang Sumbi menyisir rambut Sangkuriang, dia sangat terkejut ketika melihat bekas luka dikepala Sangkuriang. Ternyata Sangkuriang adalah anaknya yang tengah ditunggu - tunggu selama ini. Dayang Sumbi pun bermaksud membatalkan pernikahan ini dan memberitahu bahwa Sangkuriang adalah anaknya, namun Sangkuriang tetap pada pendiriannya dan tidak mempercayai apa yang diceritakan oleh ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dayang Sumbi akhirnya mengajukan beberapa syarat yang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh Sangkuriang dalam satu hari. Dia meminta Sangkuriang untuk membuatkannya danau dan sebuah perahu yang harus diselesaikan pada saat fajar tiba sebagai hadiah perkawinan. Sangkuriang menyanggupi permintaan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dengan kesaktian dan bantuan dari siluman dan mahluk halus dimulailah pekerjaan besar ini. Sungai mulai dibendung dengan menggunakan kayu, batu dan lumpur. Air mulai terbendung dan membentuk sebuah danau yang besar, Sangkuriang mulai menebang sebuah pohon besar dan membentuknya menjadi sebuah perahu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sementara itu Dayang Sumbi sedang berdoa memohon agar matahari diterbitkan lebih awal dari biasanya, Dewa mendengar permohonan Dayang Sumbi dan mengabulkannya. Para siluman dan mahluk halus lainnya berlari meninggalkan pekerjaanya karena fajar telah tiba. Sangkuriang telah gagal memenuhi permintaan Dayang Sumbi, dia marah bukan kepalang lalu ditendangnya perahu setengah jadi itu kehutan hingga perahu itu jatuh terbalik. Sangkuriang mengumbar amarahnya membuat Dewa murka hingga menurunkan bencana, bumi menelan Sangkuriang. Pada saat itulah Sangkuriang menyadari kesalahannya, sebelum ajal menjemput, Sangkuriang menjerit memohon maaf kepada ibunda tercinta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Waktu berlalu, konon perahu Sangkuriang lambat laun berubah menjadi sebuah gunung. Gunung yang terletak di bagian utara kota Bandung itu kini terkenal dengan nama Tangkuban Parahu (&quot;perahu terbalik&quot;), hutan yang ditebangi Sangkuriang dianamakan Bukit Tunggul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/7218959744025425875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/sangkuriang-kabeurangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/7218959744025425875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/7218959744025425875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/sangkuriang-kabeurangan.html' title='Legenda Sangkuriang'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-8580459902275631719</id><published>2011-07-26T09:13:00.000-07:00</published><updated>2012-03-19T16:20:44.715-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Watak Dari Budaya Sunda</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.kasundaan.org/id/images/stories/sunda/neng_imut.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sunda berasal dari kata Su = Bagus/ Baik, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah dijalankan sejak jaman Salaka Nagara sampai ke Pakuan Pajajaran, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sunda merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa namun dengan berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara. Bahkan menurut Stephen Openheimer dalam bukunya berjudul Sundaland, Tatar Sunda/ Paparan Sunda (Sundaland) merupakan pusat peradaban di dunia. Sejak dari awal hingga kini, budaya Sunda terbentuk &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;sebagai satu budaya luhur di Indonesia. Namun, modernisasi dan masuknya &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;budaya luar lambat laun mengikis keluhuran budaya Sunda, yang membentuk &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;etos dan watak manusia Sunda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Makna kata Sunda sangat luhur, yakni cahaya, cemerlang, putih, atau bersih. Makna kata Sunda itu tidak hanya ditampilkan dalam penampilan, tapi juga didalami dalam hati. Karena itu, orang Sunda yang &#39;nyunda&#39; perlu memiliki hati yang luhur pula. Itulah yang perlu dipahami bila mencintai, sekaligus bangga terhadap budaya Sunda yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Setiap bangsa memiliki etos, kultur, dan budaya yang berbeda. Namun tidaklah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;heran jika ada bangsa yang berhasrat menanamkan etos budayanya kepada bangsa &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;lain. Karena beranggapan, bahwa etos dan kultur budaya memiliki kelebihan. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Kecenderungan ini terlihat pada etos dan kultur budaya bangsa kita, karena &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;dalam beberapa dekade telah terimbas oleh budaya bangsa lain. Arus &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;modernisasi menggempur budaya nasional yang menjadi jati diri bangsa. Budaya &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;nasional kini terlihat sangat kuno, bahkan ada generasi muda yang malu &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;mempelajarinya. Kemampuan menguasai kesenian tradisional dianggap tak &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;bermanfaat. Rasa bangsa kian terkikis, karena budaya bangsa lain lebih &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;terlihat menyilaukan. Kondisi memprihatinkan ini juga terjadi pada budaya &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Sunda, sehingga orang Sunda kehilangan jati dirinya.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Untuk menghadapi keterpurukan kebudayaan Sunda, ada baiknya kita melangkah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;ke belakang dulu. Mempelajari, dan mengumpulkan pasir mutiara yang &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;berserakan selama ini. Banyak petuah bijak dan khazanah ucapan nenek moyang &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;jadi berkarat, akibat tidak pernah tersentuh pemiliknya. Hal ini disebabkan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;keengganan untuk mempelajari dengan seksama, bahkan mereka beranggapan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;ketinggalan zaman. Bila dipelajari, sebenarnya pancaran etika moral Sunda &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;memiliki khazanah hikmah yang luar biasa. Hal itu terproyeksikan lewat &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;tradisinya. Karena itu, marilah kita kenali kembali, dan menguak beberapa &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;butir peninggalan nenek moyang Sunda yang hampir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Ada beberapa etos atau watak dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;keutamaan hidup. Selain itu, etos dan watak Sunda juga dapat menjadi bekal &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;keselamatan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Etos dan watak Sunda &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;itu ada lima, yakni cageur, bageur, bener, singer, dan pinter yang sudah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;lahir sekitar jaman Salakanagara dan Tarumanagara. Ada bentuk lain ucapan sesepuh Sunda &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;yang lahir pada abad tersebut. Lima kata itu diyakini mampu menghadapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;keterpurukan akibat penjajahan pada zaman itu. Coba kita resapi pelita &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;kehidupan lewat lima kata itu. Semua ini sebagai dasar utama urang Sunda &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;yang hidupnya harus &#39;nyunda&#39;, termasuk para pemimpin bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Cara meresapinya dengan memahami artinya. Cageur, yakni harus sehat jasmani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;dan rohani, sehat berpikir, sehat berpendapat, sehat lahir dan batin, sehat &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;moral, sehat berbuat dan bertindak, sehat berprasangka atau menjauhkan sifat &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;suudzonisme. Bageur yaitu baik hati, sayang kepada sesama, banyak memberi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;pendapat dan kaidah moril terpuji ataupun materi, tidak pelit, tidak &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;emosional, baik hati, penolong dan ikhlas menjalankan serta mengamalkan, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;bukan hanya dibaca atau diucapkan saja. Bener yaitu tidak bohong, tidak &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;asal-asalan dalam mengerjakan tugas pekerjaan, amanah, lurus menjalankan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;agama, benar dalam memimpin, berdagang, tidak memalsu atau mengurangi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;timbangan, dan tidak merusak alam. Singer, yaitu penuh mawas diri bukan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;was-was, mengerti pada setiap tugas, mendahulukan orang lain sebelum &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;pribadi, pandai menghargai pendapat yang lain, penuh kasih sayang, tidak &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;cepat marah jika dikritik tetapi diresapi makna esensinya. Pinter, yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;pandai ilmu dunia dan akhirat, mengerti ilmu agama sampai ke dasarnya, luas &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;jangkauan ilmu dunia dan akhirat walau berbeda keyakinan, pandai &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;menyesuaikan diri dengan sesama, pandai mengemukakan dan membereskan masalah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;pelik dengan bijaksana, dan tidak merasa pintar sendiri sambil menyudutkan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;orang lain...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/8580459902275631719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/watak-budaya-sunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/8580459902275631719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/8580459902275631719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/watak-budaya-sunda.html' title='Watak Dari Budaya Sunda'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-8077216994393539219</id><published>2011-07-26T09:10:00.001-07:00</published><updated>2012-03-19T16:21:05.069-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Kronologi Sejarah Sunda</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.kasundaan.org/id/images/stories/sunda/sajarah.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kronologi Sejarah Kerajaan Sunda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kerajaan Sunda (669-1579 M), menurut naskah Wangsakerta merupakan kerajaan yang berdiri menggantikan kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Sunda didirikan oleh Tarusbawa pada tahun 591 Caka Sunda (669 M). Menurut sumber sejarah primer yang berasal dari abad ke-16, kerajaan ini merupakan suatu kerajaan yang meliputi wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Banten, Jakarta, Provinsi Jawa Barat , dan bagian barat Provinsi Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tome Pires (1513) dalam catatan perjalanannya, Suma Oriental (1513 – 1515), menyebutkan batas wilayah Kerajaan Sunda di sebelah timur sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;“Sementara orang menegaskan bahwa kerajaan Sunda meliputi setengah pulau Jawa. Sebagian orang lainnya berkata bahwa Kerajaan Sunda mencakup sepertiga Pulau Jawa ditambah seperdelapannya lagi. Katanya, keliling Pulau Sunda tiga ratus legoa. Ujungnya adalah Ci Manuk.&#39;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menurut Naskah Wangsakerta, wilayah Kerajaan Sunda mencakup juga daerah yang saat ini menjadi Provinsi Lampung melalui pernikahan antara keluarga Kerajaan Sunda dan Lampung. Lampung dipisahkan dari bagian lain kerajaan Sunda oleh Selat Sunda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hubungan Kerajaan Sunda dengan Eropa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kerajaan Sunda sudah lama menjalin hubungan dagang dengan bangsa Eropa seperti Inggris, Perancis dan Portugis. Kerajaan Sunda malah pernah menjalin hubungan politik dengan bangsa Portugis. Dalam tahun 1522, Kerajaan Sunda menandatangani Perjanjian Sunda-Portugis yang membolehkan orang Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan Sunda Kelapa. Sebagai imbalannya, Portugis diharuskan memberi bantuan militer kepada Kerajaan Sunda dalam menghadapi serangan dari Demak dan Cirebon (yang memisahkan diri dari Kerajaan Sunda).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebelum berdiri sebagai kerajaan yang mandiri, Sunda merupakan bagian dari Tarumanagara. Raja Tarumanagara yang terakhir, Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirthabumi (memerintah hanya selama tiga tahun, 666-669 M), menikah dengan Déwi Ganggasari dari Indraprahasta. Dari Ganggasari, beliau memiliki dua anak, yang keduanya perempuan. Déwi Manasih, putri sulungnya, menikah dengan Tarusbawa dari Sunda, sedangkan yang kedua, Sobakancana, menikah dengan Dapuntahyang Sri Janayasa, yang selanjutnya mendirikan kerajaan Sriwijaya. Setelah Linggawarman meninggal, kekuasaan Tarumanagara turun kepada menantunya, Tarusbawa. Hal ini menyebabkan penguasa Galuh, Wretikandayun (612-702) memberontak, melepaskan diri dari Tarumanagara, serta mendirikan Galuh yang mandiri. dari pihak Tarumanagara sendiri, Tarusbawa juga menginginkan melanjutkan kerajaan Tarumanagara. Tarusbawa selanjutnya memindahkan kekuasaannya ke Sunda, di hulu sungai Cipakancilan dimana di daerah tersebut sungai Ciliwung dan sungai Cisadane berdekatan dan berjajar. Kurang lebih adalah Kotamadya Bogor saat ini. Sedangkan Tarumanagara diubah menjadi bawahannya. Beliau dinobatkan sebagai raja Sunda pada hari Radite Pon, 9 Suklapaksa, bulan Yista, tahun 519 Saka (kira-kira 18 Mei 669 M). Sunda dan Galuh ini berbatasan, dengan batas kerajaanya yaitu sungai Citarum (Sunda di sebelah barat, Galuh di sebelah timur).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kerajaan kembar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Putera Tarusbawa yang terbesar, Rarkyan Sundasambawa, wafat saat masih muda, meninggalkan seorang anak perempuan, Nay Sekarkancana. Cucu Tarusbawa ini lantas dinikahi oleh Rahyang Sanjaya dari Galuh, sampai mempunyai seorang putera, Rahyang Tamperan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ibu dari Sanjaya adalah SANAHA, cucu Ratu Shima dari Kalingga, di Jepara. Ayah dari Sanjaya adalah Bratasenawa / SENA / SANNA, Raja Galuh ketiga, teman dekat Tarusbawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sena adalah cucu Wretikandayun dari putera bungsunya, Mandiminyak, raja Galuh kedua (702-709 M). Sena di tahun 716 M dikudeta dari tahta Galuh oleh PURBASORA. Purbasora dan Sena sebenarnya adalah saudara satu ibu, tapi lain ayah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sena dan keluarganya menyelamatkan diri ke Pakuan, pusat Kerajaan Sunda, dan meminta pertolongan pada Tarusbawa. Ironis sekali memang, Wretikandayun, kakek Sena, sebelumnya menuntut Tarusbawa untuk memisahkan Kerajaan Galuh dari Tarumanegara / Kerajaan Sunda. Dikemudian hari, Sanjaya yang merupakan penerus Kerajaan Galuh yang sah, menyerang Galuh, dengan bantuan Tarusbawa, untuk melengserkan Purbasora.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Saat Tarusbawa meninggal (tahun 723), kekuasaan Sunda dan Galuh berada di tangan Sanjaya. Di tangan Sanjaya, Sunda dan Galuh bersatu kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tahun 732 Sanjaya menyerahkan kekuasaan Sunda-Galuh ke puteranya, Tamperan / Rarkyan Panaraban. Di Kalingga, Sanjaya memegang kekuasaan selama 22 tahun (732-754), yang kemudian diganti oleh puteranya dari Déwi Sudiwara, yaitu Rarkyan Panangkaran / Rakai Panangkaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rahyang Tamperan / RARKYAN PANARABAN berkuasa di Sunda-Galuh selama tujuh tahun (732-739), lalu membagi kekuasaan pada dua puteranya: Sang Manarah (dalam carita rakyat disebut Ciung Wanara) di Galuh serta Sang Banga (Hariang Banga) di Sunda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sang Banga (Prabhu Kertabhuwana Yasawiguna Hajimulya) menjadi raja selama 27 tahun (739-766), tapi hanya menguasai Sunda dari tahun 759. Dari Déwi Kancanasari, keturunan Demunawan dari Saunggalah, Sang Banga mempunyai putera, bernama Rarkyan Medang, yang kemudian meneruskan kekuasaanya di Sunda selama 17 tahun (766-783) dengan gelar Prabhu Hulukujang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Karena anaknya perempuan, Rakryan Medang mewariskan kekuasaanya kepada menantunya, Rakryan Hujungkulon atau Prabhu Gilingwesi (dari Galuh, putera Sang Mansiri), yang menguasai Sunda selama 12 tahun (783-795).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Karena Rakryan Hujungkulon inipun hanya mempunyai anak perempuan, maka kekuasaan Sunda lantas jatuh ke menantunya, Rakryan Diwus (dengan gelar Prabu Pucukbhumi Dharmeswara) yang berkuasa selama 24 tahun (795-819).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari Rakryan Diwus, kekuasaan Sunda jatuh ke puteranya, Rakryan Wuwus, yang menikah dengan putera dari Sang Welengan (raja Galuh, 806-813). Kekuasaan Galuh juga jatuh kepadanya saat saudara iparnya, Sang Prabhu Linggabhumi (813-842), meninggal dunia. Kekuasaan Sunda-Galuh dipegang oleh RAKRYAN WUWUS (dengan gelar Prabhu Gajahkulon) sampai ia wafat tahun 891.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sepeninggal Rakryan Wuwus, kekuasaan Sunda-Galuh jatuh ke adik iparnya dari Galuh, Arya Kadatwan. Hanya saja, karena tidak disukai oleh para pembesar dari Sunda, ia dibunuh tahun 895, sedangkan kekuasaannya diturunkan ke putranya, Rakryan Windusakti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kekuasaan ini lantas diturunkan pada putera sulungnya, Rakryan Kamuninggading (913). RAKRYAN KAMUNINGGADING menguasai Sunda-Galuh hanya tiga tahun, sebab kemudian direbut oleh adiknya, Rakryan Jayagiri (916).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;RAKRYAN JAYAGIRI berkuasa selama 28 tahun, kemudian diwariskan kepada menantunya, Rakryan Watuagung, tahun 942.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Melanjutkan dendam orangtuanya, Rakryan Watuagung direbut kekuasaannya oleh keponakannya (putera Kamuninggading), Sang Limburkancana (954-964).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari Limburkancana, kekuasaan Sunda-Galuh diwariskan oleh putera sulungnya, Rakryan Sundasambawa (964-973). Karena tidak mempunyai putera dari Sundasambawa, kekuasaan tersebut jatuh ke adik iparnya, Rakryan Jayagiri (973-989).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rakryan Jayagiri mewariskan kekuasaannya ka puteranya, Rakryan Gendang (989-1012), dilanjutkan oleh cucunya, Prabhu Déwasanghyang (1012-1019). Dari Déwasanghyang, kekuasaan diwariskan kepada puteranya, lalu ke cucunya yang membuat prasasti Cibadak, Sri Jayabhupati (1030-1042). Sri Jayabhupati adalah menantu dari Dharmawangsa Teguh dari Jawa Timur, mertua raja Erlangga (1019-1042).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari Sri Jayabhupati, kekuasaan diwariskan kepada putranya, Dharmaraja (1042-1064), lalu ke cucu menantunya, Prabhu Langlangbhumi ((1064-1154). Prabu Langlangbhumi dilanjutkan oleh putranya, Rakryan Jayagiri (1154-1156), lantas oleh cucunya, Prabhu Dharmakusuma (1156-1175). Dari Prabu Dharmakusuma, kekuasaan Sunda-Galuh diwariskan kepada putranya, Prabhu Guru Dharmasiksa, yang memerintah selama 122 tahun (1175-1297). Dharmasiksa memimpin Sunda-Galuh dari Saunggalah selama 12 tahun, tapi kemudian memindahkan pusat pemerintahan kepada Pakuan Pajajaran, kembali lagi ke tempat awal moyangnya (Tarusbawa) memimpin kerajaan Sunda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sepeninggal Dharmasiksa, kekuasaan Sunda-Galuh turun ke putranya yang terbesar, Rakryan Saunggalah (Prabhu Ragasuci), yang berkuasa selama enam tahun (1297-1303). Prabhu Ragasuci kemudian diganti oleh putranya, Prabhu Citraganda, yang berkuasa selama delapan tahun(1303-1311), kemudian oleh keturunannya lagi, Prabu Linggadéwata (1311-1333). Karena hanya mempunyai anak perempuan, Linggadéwata menurunkan kekuasaannya ke menantunya, Prabu Ajiguna Linggawisésa (1333-1340), kemudian ke Prabu Ragamulya Luhurprabawa (1340-1350). Dari Prabu Ragamulya, kekuasaan diwariskan ke putranya, Prabu Maharaja Linggabuanawisésa (1350-1357), yang di ujung kekuasaannya gugur di Bubat (baca Perang Bubat). Karena saat kejadian di Bubat, putranya -- Niskalawastukancana -- masih kecil, kekuasaan Sunda sementara dipegang oleh Patih Mangkubumi Sang Prabu Bunisora (1357-1371).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Prasasti Kawali di Kabuyutan Astana Gedé, Kawali, Ciamis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sapeninggal Prabu Bunisora, kekuasaan kembali lagi ke putra Linggabuana, Niskalawastukancana, yang kemudian memimpin selama 104 tahun (1371-1475). Dari isteri pertama, Nay Ratna Sarkati, ia mempunyai putera Sang Haliwungan (Prabu Susuktunggal), yang diberi kekuasaan bawahan di daerah sebelah barat Citarum (daerah asal Sunda). Prabu Susuktunggal yang berkuasa dari Pakuan Pajajaran, membangun pusat pemerintahan ini dengan mendirikan keraton Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati. Pemerintahannya terbilang lama (1382-1482), sebab sudah dimulai saat ayahnya masih berkuasa di daerah timur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari Nay Ratna Mayangsari, istrinya yang kedua, ia mempunyai putera Ningratkancana (Prabu Déwaniskala), yang meneruskan kekuasaan ayahnya di daerah Galuh (1475-1482).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Susuktunggal dan Ningratkancana menyatukan ahli warisnya dengan menikahkan Jayadéwata (putra Ningratkancana) dengan Ambetkasih (putra Susuktunggal). Tahun 1482, kekuasaan Sunda dan Galuh disatukan lagi oleh Jayadéwata (yang bergelar Sri Baduga Maharaja). Sapeninggal Jayadéwata, kekuasaan Sunda-Galuh turun ke putranya, Prabu Surawisésa (1521-1535), kemudian Prabu Déwatabuanawisésa (1535-1543), Prabu Sakti (1543-1551), Prabu Nilakéndra (1551-1567), serta Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana (1567-1579). Prabu Suryakancana ini merupakan pemimpin kerajaan Sunda-Galuh yang terakhir, sebab setelah beberapa kali diserang oleh pasukan Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten, kerajaan Sunda lainnya, di tahun 1579, yang mengalibatkan kekuasaan Prabu Surya Kancana dan Kerajaan Pajajaran runtuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebelum Kerajaan Pajajaran runtuh Prabu Surya Kancana memerintahkan ke empat patihnya untuk membawa mahkota kerajaan beserta anggota kerajaan ke Sumedang Larang yang sama- sama merupakan keturunan Kerajaan Sunda untuk meneruskan pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;erajaan Sumedang Larang berasal dari pecahan kerajaan Sunda-Galuh yang beragama Hindu, yang didirikan oleh Prabu Geusan Ulun Aji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Pajajaran, Bogor. Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan. Yang pertama yaitu Kerajaan Tembong Agung yang berlokasi di Desa Cipaku Kecamatan Darmaraja (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur, memperlihatkan ke Agungan Yang Maha Kuasa) dipimpin oleh Prabu Guru Aji Putih pada abad ke XII. Prabu Guru Aji Putih memiliki putra yang bernama Prabu Tajimalela dan kemudian pada masa zaman Prabu Tajimalela, diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti menerangi alam, Prabu Tajimalela pernah berkata “Insun medal; Insun madangan”. Artinya Aku dilahirkan; Aku menerangi. Kata Sumedang diambil dari kata Insun Madangan yang berubah pengucapannya menjadi Sun Madang yang selanjutnya menjadi Sumedang. Ada juga yang berpendapat berasal dari kata Insun Medal yang berubah pengucapannya menjadi Sumedang dan Larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Pemerintahan berdaulat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Prabu Agung Resi Cakrabuana (950 M)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Prabu Agung Resi Cakrabuana atau lebih dikenal Prabu Tajimalela dianggap sebagai pokok berdirinya Kerajaan Sumedang. Pada awal berdiri bernama Kerajaan Tembong Agung dengan ibukota di Leuwihideung (sekarang Kecamatan Darmaraja). Beliau punya tiga putra yaitu Prabu Lembu Agung, Prabu Gajah Agung, dan Sunan Geusan Ulun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Berdasarkan Layang Darmaraja, Prabu Tajimalela memberi perintah kepada kedua putranya (Prabu Lembu Agung dan Prabu Gajah Agung), yang satu menjadi raja dan yang lain menjadi wakilnya (patih). Tapi keduanya tidak bersedia menjadi raja. Oleh karena itu, Prabu Tajimalela memberi ujian kepada kedua putranya jika kalah harus menjadi raja. Kedua putranya diperintahkan pergi ke Gunung Nurmala (sekarang Gunung Sangkanjaya). Keduanya diberi perintah harus menjaga sebilah pedang dan kelapa muda (duwegan/degan). Tetapi, Prabu Gajah Agung karena sangat kehausan beliau membelah dan meminum air kelapa muda tersebut sehingga beliau dinyatakan kalah dan harus menjadi raja Kerajaan Sumedang Larang tetapi wilayah ibu kota harus mencari sendiri. Sedangkan Prabu Lembu Agung tetap di Leuwihideung, menjadi raja sementara yang biasa disebut juga Prabu Lembu Peteng Aji untuk sekedar memenuhi wasiat Prabu Tajimalela. Setelah itu Kerajaan Sumedang Larang diserahkan kepada Prabu Gajah Agung dan Prabu Lembu Agung menjadi resi. Prabu Lembu Agung dan pera keturunannya tetap berada di Darmaraja. Sedangkan Sunan Geusan Ulun dan keturunannya tersebar di Limbangan, Karawang, dan Brebes.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Setelah Prabu Gajah Agung menjadi raja maka kerajaan dipindahkan ke Ciguling. Ia dimakamkan di Cicanting Kecamatan Darmaraja. Ia mempunyai dua orang putra, pertama Ratu Istri Rajamantri, menikah dengan Prabu Siliwangi dan mengikuti suaminya pindah ke Pakuan Pajajaran. Kedua Sunan Guling, yang melanjutkan menjadi raja di Kerajaan Sumedang Larang. Setelah Sunan Guling meninggal kemudian dilanjutkan oleh putra tunggalnya yaitu Sunan Tuakan. Setelah itu kerajaan dipimpin oleh putrinya yaitu Nyi Mas Ratu Patuakan. Nyi Mas Ratu Patuakan mempunyai suami yaitu Sunan Corenda, putra Sunan Parung, cucu Prabu Siliwangi (Prabu Ratu Dewata). Nyi Mas Ratu Patuakan mempunyai seorang putri bernama Nyi Mas Ratu Inten Dewata (1530-1578), yang setelah ia meninggal menggantikannya menjadi ratu dengan gelar Ratu Pucuk Umun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Ratu Pucuk Umun menikah dengan Pangeran Santri, julukan Pangeran Santri karena asalnya yang dari pesantren dan perilakunya yang sangat alim. Dengan pernikahan tersebut berakhirlah masa kerajaan Hindu di Sumedang Larang. Sejak itulah mulai menyebarnya agama Islam di wilayah Sumedang Larang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Ratu Pucuk Umun dan Pangeran Santri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada pertengahan abad ke-16, mulailah corak agama Islam mewarnai perkembangan Sumedang Larang. Ratu Pucuk Umun, seorang wanita keturunan raja-raja Sumedang kuno yang merupakan seorang Sunda muslimah; menikahi Pangeran Santri (1505-1579 M) yang bergelar Ki Gedeng Sumedang dan memerintah Sumedang Larang bersama-sama serta menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Pangeran Santri adalah cucu dari Syekh Maulana Abdurahman (Sunan Panjunan) dan cicit dari Syekh Datuk Kahfi, seorang ulama keturunan Arab Hadramaut yang berasal dari Mekkah dan menyebarkan agama Islam di berbagai penjuru daerah di kerajaan Sunda. Pernikahan Pangeran Santri dan Ratu Pucuk Umun ini melahirkan Prabu Geusan Ulun atau dikenal dengan Prabu Angkawijaya. Pada masa Ratu Pucuk Umun, ibukota Kerajaan Sumedang Larang dipindahkan dari Ciguling ke Kutamaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Prabu Geusan Ulun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Prabu Geusan Ulun (1580-1608 M) dinobatkan untuk menggantikan kekuasaan ayahnya, Pangeran Santri. Beliau menetapkan Kutamaya sebagai ibukota kerajaan Sumedang Larang, yang letaknya di bagian Barat kota. Wilayah kekuasaannya meliputi Kuningan, Bandung, Garut, Tasik, Sukabumi (Priangan) kecuali Galuh (Ciamis). Kerajaan Sumedang pada masa Prabu Geusan Ulun mengalami kemajuan yang pesat di bidang sosial, budaya, agama, militer dan politik pemerintahan. Setelah wafat pada tahun 1608, putera angkatnya, Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata atau Rangga Gempol I, yang dikenal dengan nama Raden Aria Suradiwangsa menggantikan kepemimpinannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada masa awal pemerintahan Prabu Geusan Ulun, Kerajaan Pajajaran Galuh Pakuan sedang dalam masa kehancurannya karena diserang oleh Kerajaan Banten yang dipimpin Sultan Maulana Yusuf dalam rangka menyebarkan Agama Islam. Oleh karena penyerangan itu Kerajaan Pajajaran hancur. Pada saat-saat kekalahan Kerajaan Pajajaran, Prabu Siliwangi sebelum meninggalkan Keraton beliau mengutus empat prajurit pilihan tangan kanan Prabu Siliwangi untuk pergi ke Kerajaan Sumedang dengan rakyat Pajajaran untuk mencari perlindungan yang disebut Kandaga Lante. Kandaga Lante tersebut menyerahkan mahkota emas simbol kekuasaan Raja Pajajaran, kalung bersusun dua dan tiga, serta perhiasan lainnya seperti benten, siger, tampekan, dan kilat bahu (pusaka tersebut masih tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun si Sumedang). Kandaga Lante yang menyerahkan tersebut empat orang yaitu Sanghyang Hawu atau Embah Jayaperkosa, Batara Dipati Wiradijaya atau Embah Nangganan, Sanghyang Kondanghapa, dan Batara Pancar Buana atau Embah Terong Peot.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Walaupun pada waktu itu tempat penobatan raja direbut oleh pasukan Banten (wadyabala Banten) tetapi mahkota kerajaan terselamatkan. Dengan diberikannya mahkota tersebut kepada Prabu Geusan Ulun, maka dapat dianggap bahwa Kerajaan Pajajaran Galuh Pakuan menjadi bagian Kerajaan Sumedang Larang, sehingga wilayah Kerajaan Sumedang Larang menjadi luas. Batas wilayah baratnya Sungai Cisadane, batas wilayah timurnya Sungai Cipamali (kecuali Cirebon dan Jayakarta), batas sebelah utaranya Laut Jawa, dan batas sebelah selatannya Samudera Hindia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Secara politik Kerajaan Sumedang Larang didesak oleh tiga musuh: yaitu Kerajaan Banten yang merasa terhina dan tidak menerima dengan pengangkatan Prabu Geusan Ulun sebagai pengganti Prabu Siliwangi; pasukan VOC di Jayakarta yang selalu mengganggu rakyat; dan Kesultanan Cirebon yang ditakutkan bergabung dengan Kesultanan Banten. Pada masa itu Kesultanan Mataram sedang pada masa kejayaannya, banyak kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara yang menyatakan bergabung kepada Mataram. Dengan tujuan politik pula akhirnya Prabu Geusan Ulun menyatakan bergabung dengan Kesultanan Mataram. Prabu Geusan Ulun merupakan raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang, karena selanjutnya menjadi bagian Mataram dan pangkat raja turun menjadi adipati (bupati).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Raja-raja Kerajaan Sunda dari Salaka Nagara s/d Sumedang Larang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Di bawah ini deretan raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Sunda menurut naskah Pangéran Wangsakerta (waktu berkuasa dalam tahun Masehi):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;P&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;eriode Salaka Nagara dan Taruma Nagara (Dewawarman - Linggawarman, 150 - 669).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;0. Dewawarman I - VIII, 150 - 362&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;1. Jayasingawarman, 358-382 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;2. Dharmayawarman, 382-395 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;3. Purnawarman, 395-434 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;4. Wisnuwarman, 434-455 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;5. Indrawarman, 455-515 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;6. Candrawarman, 515-535 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;7. Suryawarman, 535-561 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;8. Kertawarman, 561-628 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;9. Sudhawarman, 628-639 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;10. Hariwangsawarman, 639-640 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;11. Nagajayawarman, 640-666 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;12. Linggawarman, 666-669&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; tab-stops: 8.0cm;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Periode Kerajaan Galuh - Pakuan - Pajajaran - Sumedang Larang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;1. Tarusbawa (menantu Linggawarman, 669 - 723) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;2. Harisdarma, atawa Sanjaya (menantu Tarusbawa, 723 - 732) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;3. Tamperan Barmawijaya (732 - 739) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;4. Rakeyan Banga (739 - 766) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766 - 783) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;6. Prabu Gilingwesi (menantu Rakeyan Medang Prabu Hulukujang, 783 - 795) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;7. Pucukbumi Darmeswara (menantu Prabu Gilingwesi, 795 - 819) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;8. Rakeyan Wuwus Prabu Gajah Kulon (819 - 891) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;9. Prabu Darmaraksa (adik ipar Rakeyan Wuwus, 891 - 895) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;10. Windusakti Prabu Déwageng (895 - 913) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;11. Rakeyan Kamuning Gading Prabu Pucukwesi (913 - 916) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;12. Rakeyan Jayagiri (menantu Rakeyan Kamuning Gading, 916 - 942) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;13. Atmayadarma Hariwangsa (942 - 954) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;14. Limbur Kancana (putera Rakeyan Kamuning Gading, 954 - 964) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;15. Munding Ganawirya (964 - 973) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;16. Rakeyan Wulung Gadung (973 - 989) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;17. Brajawisésa (989 - 1012) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;18. Déwa Sanghyang (1012 - 1019) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;19. Sanghyang Ageng (1019 - 1030) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;20. Sri Jayabupati (Detya Maharaja, 1030 - 1042) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;21. Darmaraja (Sang Mokténg Winduraja, 1042 - 1065) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;22. Langlangbumi (Sang Mokténg Kerta, 1065 - 1155) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;23. Rakeyan Jayagiri Prabu Ménakluhur (1155 - 1157) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;24. Darmakusuma (Sang Mokténg Winduraja, 1157 - 1175) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;25. Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu (1175 - 1297) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;26. Ragasuci (Sang Mokténg Taman, 1297 - 1303) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;27. Citraganda (Sang Mokténg Tanjung, 1303 - 1311) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;28. Prabu Linggadéwata (1311-1333) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;29. Prabu Ajiguna Linggawisésa (1333-1340) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;30. Prabu Ragamulya Luhurprabawa (1340-1350) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;31. Prabu Maharaja Linggabuanawisésa (yang gugur dalam Perang Bubat, 1350-1357) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;32. Prabu Bunisora (1357-1371) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;33. Prabu Niskalawastukancana (1371-1475) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;34. Prabu Susuktunggal (1475-1482) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;35. Prabu Jayadéwata (Sri Baduga Maharaja, 1482-1521) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;36. Prabu Surawisésa (1521-1535) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;37. Prabu Déwatabuanawisésa (1535-1543) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;38. Prabu Sakti (1543-1551) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;39. Prabu Nilakéndra (1551-1567) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;40. Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana (1567-1579) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;41. Prabu Geusan Ulun (1580-1608 M)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Herwig Zahorka, The Sunda Kingdoms of West Java, From Taruma Nagara to Pakuan Pajajaran with Royal Center of Bogor, tahun 2007.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Saleh Danasasmita, Sajarah Bogor, Tahun 2000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Ayatrohaedi: Sundakala, Cuplikan Sejarah Sunda Berdasar Naskah-naskah &quot;Panitia Wangsakerta&quot; Cirebon. Pustaka Jaya, 2005.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Aca. 1968. Carita Parahiyangan: naskah titilar karuhun urang Sunda abad ka-16 Maséhi. Yayasan Kabudayaan Nusalarang, Bandung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Edi S. Ekajati. 2005. Polemik Naskah Pangeran Wangsakerta. Pustaka Jaya, Jakarta. ISBN 979-419-329-1 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;- Yoséph Iskandar. 1997. Sejarah Jawa Barat: yuganing rajakawasa. Geger Sunten, Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoPlainText&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan naskah kuno primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di Pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627), batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah Ci Pamali (&quot;Sungai Pamali&quot;, sekarang disebut sebagai Kali Brebes) dan Ci Serayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kata Sunda artinya Bagus/ Baik/ Putih/ Bersih/ Cemerlang, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah ada sejak jaman Salaka Nagara tahun 150 sampai ke Sumedang Larang Abad ke- 17, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sunda merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa dengan berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara sampai ke Galuh, Pakuan Pajajaran, dan Sumedang Larang. Kerajaan Sunda merupakan kerajaan yang cinta damai, selama pemerintahannya tidak melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Keturunan Kerajaan Sunda telah melahirkan kerajaan- kerajaan besar di Nusantara diantaranya Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Banten, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/8077216994393539219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/kronologi-sejarah-sunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/8077216994393539219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/8077216994393539219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/kronologi-sejarah-sunda.html' title='Kronologi Sejarah Sunda'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-5457523455431472253</id><published>2011-07-26T08:55:00.000-07:00</published><updated>2012-03-19T16:23:41.281-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Inilah Penyebab Masalah Anak Jadi Pemalu</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAZAAAAEsCAIAAABi1XKVAAAgAElEQVR4nMx9Z1hTibr1/J4zM85YsKLSewk99CRAQgkkdELvRXoRBQVBVBAEsYIgYEFARRQFadK7ShWU3psUsWOd78d63A8XZ86955bPs3/4QEgjstd+3/Wutd6fjh8/vnfv3oiICBqNJiIiYmhouH379u7u7oKCgsuXL7u4uKipqaWmptrY2Hh7e587d+7MmTNxcXFxcXExMTEBAQHp6enXrl27ceNGQUFBZWVlbm4uk8n08fFxc3MzMzPT0dERERHh4eHZtm2bmJjY+vXrLSwsHB0dExMT09LSampqBgYGJiYmXrx48eHDh0+fPn3+/PnDt+Pjx48fP3789O34+DfH57851jyQeNq/u31lZWVlZYV43dU/Wn2H998d7969e/v27Zs3b169evXy5cvFxcWZmZnZ2dmpqamOjo579+7dunWrp6fn1atXuNuLFy/m5+efP38+MTExODg4NDQ0Njb27NmziYmJoaGhhYWF0dHRoaGh+fn52dnZycnJhYWFd+/evXr16sWLF58+fcIrvnnz5u3bt3g/b968efnyJW58+fLl8vLyy5cvX716hffz7t27Fy9e4NvFxcXl5eX379+/fv36+fPny8vLi4uLCwsLePLnz5+/ePFiZmbm9evXc3Nzvb293d3dTU1Nubm5SUlJmZmZ165dKyoqam5u7u/vn5qampmZmZ6eHhgYaG9vLywsPHDgQFBQkL29vY2NjYmJiYGBAZ1OZ7FYlpaWbDbbyMjIzMzMwsLC1NTU1tbWzs7O0dHR29s7KCgoMjLy1KlTly9fvnTp0uXLl9PS0k6dOpWcnHzkyJE9e/a4ublZWFiYmJgYGRlpamoqKioqKirKy8srKCjIyckJCgr+8ccf//jHP9avX79p06bff/9948aNv//++7p169avX//HH3+sW7fu999/37BhA/7l4uLaunXrli1bNm3ahJ9ycXFt3rwZN27evBlfb9u2bdeuXTt37uTm5t6xY8eOHTu4ubl37drFw8Oze/fu3bt37/ruwB14eXn5+fkFvx0CAgKioqI7d+7ctm0bHx8fPz8/nk1QUFBcXFxQUHD79u2ioqK7d+8WFBTk4+OTkZHBQzQ0NPj5+RUUFGRkZOTk5BQVFSUkJEgkkqysrLS0tLS0tJKSEp1OZ7PZlpaWHA6HSqVqa2ubmJjIy8ubmJioqKgYGhqam5urqanp6OiIiYkxGAw1NTUGg6GhoWFiYmJiYqKvr29sbGxjY2NtbW1tbe3n59fQ0PD169c///zz8+fPX79+/fz585cvX77+mx0/nTp1av/+/X5+fqqqqkJCQnQ6XVhY+MmTJ9nZ2VevXvXw8KBQKBcvXuRwOBwOJzY2Nikp6dChQ9HR0YcPHw4ICDh//vylS5euX79+69at5ubm69evGxkZubq6Ojs7s1gsIyMjKSkpAQEBEonExcXFzc1tbW1NIpHCwsKys7MbGxuHhoamp6dfvXqFc/LVq1c/HLDWgNSaO3yPWWsA68WLF7OzswsLC8PDw62trdevXy8pKRkfH//48eObN28AZxMTE8PDw8+ePevu7u7p6RkaGnr69OnY2Fh/f//CwgIePjY2Nj09PT09PT8//+bNm+XlZUDM69evX79+/eq7A2/s7du3r1+/fvntePXq1fv375eXl1+9evX69euFhYWlpaXXr18vLS1NT0+/ePHixYsXALXl5eWZmZm5ubmZmZmlpaWZmZmRkZGxsbGurq6CgoKzZ8/m5ubm5+cXFxfX1dV1dnYODAyMjo6Oj4/39vY2NTXl5eXt378/NDTUzc3NwcHBzMyMyWQyGAxDQ0MzMzNjY2M2m21ubm5paWliYmJra2tvb+/g4ODp6enn53fw4MEzZ86kpqZevHjxypUr6enpiYmJ8fHxhw8f9vPzc3JyYrFYurq6ONlUVFSUlZXl5OTIZLKkpOSOHTvWrVu3bt26TZs2bdiw4ddffwU2AZ7wNcBr69atXFxc69evx0/Xr1/PxcW1ZcsW/Lt169atW7cSgLV9+3Zubu6dO3fu3Lnze2zauXPnjh07tm/fvn37dgLLcOzevZuHh4eHh4f32yEkJLR79+6dO3fiWzytoKCghISEsLAwNze3uLg4Dw+PkJAQLy+vlJSUsLCwsLCwmpqalJSUpKQkQIpMJktISAC8ZGRkSCSSgoKCpqamrq4uk8nU19dnMBi6urosFktLS0tLS0tJSQmApaWlpa2tTSKR6HS6hoYGhULR0dExMzMzMTFhMBjALCsrK2dnZyaTGRkZ+fjxY9QNHz9+/Pr1K/79tzp+unTpUkxMjKurq4aGhoiIiJKSEolEamhoSElJQYWloqKSmZnp4OBgYmJy4sSJU6dORUREREVFHT9+fN++fQCsgoKCGzdudHd3X79+ncVi2draOjs76+npWVhYyMrK8vDw4LKzfft2BQUFW1tbNpudmpp6//799vb20dFRABZOsB8LWN8f3xdZazBrDWC9fPlydnZ2aWmpq6urtrY2IyOjqalpeXn58+fPAIWpqanh4eGOjo7GxsaGhobOzs6hoaH+/v6xsbEnT56Mj4+PjIxMTU1NTk4uLy+jCAJCLS4uvnjxYmFhYXFxcWlpaX5+HjXO7Ozs/Pz8ixcvcH9AHtBnYWEBSLe4uLi4uAgEnJubA2JOT09PTk5OTk7Ozc1NTk4ODg4CpIaHh3t6enp7e0dGRrq6uoqLi3NycgBY9+/fr6+v7+7uHh4enpycnJmZGRgYaGpqunbt2t69e/fu3evk5GRlZaWvr89isQwMDAwMDFgslrGxsYmJiZmZGQDLzs7OwcHB0dHR1dXV09MzLCzs3LlzycnJqampqLDi4uIOHz586NChwMBABwcHAwMDGo1GpVLV1NRUVVVVVFRkZGTIZDI/Pz+qpE2bNnFxcf3xxx+//PILUVVt3Lhx48aN+Hb9+vXbtm3bvHnz+vXrf/vtt99++239+vWbN2/evn07EIoArC1btmzbtg110M6dO3fv3g2gQW0F/Nq5c+f27du3bduGe+JGnm8HSjDiWxRW/Pz8vLy8eCwPD4+AgIC4uLiIiMju3bslJSX5+PiEhYV5eHhwo6CgoLKyMoVCERAQQD2loqJCJpNVVFRUVFQUFRVJJBKwTFFRUU9PT1tb28DAwMjIiMlkmpmZqaurq6ur0+l0U1NTQ0NDKpWqoKCgra2tpaWloaGho6PDZrPZbLaenp6urq6urq6xsbGzs7O1tbWdnV1ubu7Hjx//XHX8aIBae/x05cqVo0eP2tnZ0el0CQkJlKPV1dVXr169fv26vb29tLT0hQsXvLy8TE1NU1NTz58/HxERER0dffLkyYiIiHPnzmVmZhYWFubk5PT09GRnZ7PZbA6H4+HhQafTLSwsVFRUuLm50RLif/fQoUNqamrx8fF5eXl1dXV9fX0vXrxYWVl5+/bt+/fv/1XA+vSfHf9FwPq7pu/vcO2fABYgoLGxsaKiIjU1taenBx3c8+fPZ2ZmZmZm+vv76+rqSktLKysrGxoaurq6urq6ABNTU1Pj4+Ozs7MjIyMLCwtzc3Ojo6NTU1PPnz9//vw5CreJiYnp6emJiYmBgYHe3t5nz54NDg4ODAwMDw+PjIwMDg4+ffq0t7e3v78fRdDg4CC+GBgYACrhISMjI0+fPu3s7Ozt7e3p6enu7u7v7+/v7+/o6Kipqamrq2tra2tqanrw4EF1dfX169dRYTU2NqIeBLYODAw0NjZeuXIlKCjIz8/P2tra1NRUX1/f1NTU2NhYX18fl3ETExM2m21mZmZmZmZvb+/k5OTk5OTs7Ozi4rJv376UlJTTp0+fP38+MzMzJSXl6NGjkZGRYWFhvr6+Dg4ORkZGOjo6VCpV+duBumP79u3/+Mc/fv/9dyDRr7/+Cqhat27dH3/8wcXFRZRUf/zxx/r16zds2LBx40agG45NmzahAdy2bRu6wi1bthDlFWCIl5eXj4+Pj48PyLWm2loNT+gHBb4deMju3buFhIRERET4+PiAgLgPKqndu3dLSEjw8fGBOREVFRUREeHn51dSUjI2Nubl5ZWTk5OUlFRRUdHQ0FBXV1dTU1NWVpaVlZWQkJCUlJSVldXT02Mymdra2iwWi8FgmJuba2trU6lUDQ0NY2NjCwsLCoWiqKiooaHBYDC0tLQ0NTVRWzGZTCMjI11dXT09PSsrK29vbysrqwMHDrS2tq6srHz58gUn148GqLXHTxcvXgwPDzcxMaHT6eLi4vz8/FZWVl1dXRUVFSUlJS4uLiQSKSUlJTg42MTEJCUlJTU19eDBg4cOHUpKSjpw4AAujPn5+Tk5OW1tbZcuXUJj7Ofnhw+FRqNxc3OTSKQNGzaIi4uLiooaGRmpq6sfOXLk+vXrTU1Nz549m5+fxzn/9u3bHwtYBAC9ffv23bt37969I17o73BtDWAtLy+Pjo4ODw9XVVXdv38/LS1tZGQEnRcKmZGRkcePH5eUlNy/f7+hoeHx48ednZ11dXUNDQ2oXx48eIDHNjY2NjU11dXVPXr0qLu7G7jW3Nzc2dn57Nmzp0+fdnR0tLa2Pnr0qL29vbW1ta2trbOzs729/dGjR48ePerq6nr69GlPT09HR0dPT09fX193d3dvb29fX9+TJ08GBgaGhoZ6enra29ufPHmC58ePHj58WFlZ+eDBg9ra2vLy8vLy8tbWVvw9lJSU1NTUtLe3E8/c1dVVVVWVmZnp7+/v7e3N4XBsbGxsbGxQTxkYGBCXdH19fTabbWFh4eDg4OLi4uLi4uzs7OTktHfv3pSUlLS0tPPnz58/f/7UqVMxMTEHDhwIDg52cXGxtrZmsVj6+vpaWlpkMplMJquqqsrLywsLC2/atOmXX37ZsGHDpk2bfv31119++YUgsABYmzdv3rBhwx9//LFhwwbcuGnTJjSAaAY3bty4bds2lEu4cevWrTt27AAbRVRJBBIJCQkRZBaBYqiquLm5d+/eLSAgICIiIioqKiwsDMzi4eERFhYWExMTEBAAtAkICAgKCqLn2LVrl7i4OC8vr6ioKC8vr7CwsJCQENgrS0tLAQEBFRUVCQkJJSUlVVVVgLWqqiqZTJaVlZWXl1dVVaVQKObm5ioqKmjDDQ0NWSwWSlETExNra2ttbW15eXklJSVtbW06na6pqYlyVUdHx8jICO2ksbGxq6urg4MDh8NJTEycnp7+888/37179+9YYeXm5oaEhBgZGVEoFJCCzs7OfX19FRUVd+/edXd3J5PJKSkpUVFRNjY2Fy9eTEtLi4qKio6OTkxMDAsLO3Xq1IULF27evJmfn9/Y2JidnW1qampvb+/v729iYkKhULS1tbds2SImJsbDwyMtLb1jxw4TExMSieTi4nLhwoXa2tr29vaRkRGCnflXAes/BbJ/CbBAXeMAZq1+6dV3/jvAWlpaGhkZ6e7urqqqKiwsvHTp0tTU1Nzc3MuXL2dmZgYHBx8/flxeXn7nzp2Kioq2trby8vKSkpKsrKyUlJQjR44kJSXFxcXFx8enpKRgmlFYWFhTU1NfX19RUYE719TUAKeam5sbGhqampoePnzY2NjY3Nzc2tr68OFD/LSzsxN41Nra2tHR8eTJE/zb398PrHn69Cmg6tmzZ0+ePAF0trS0tLS01NXVVVdXV1VV3b1799atW2VlZU1NTbW1tRUVFagK29raQMB1dXVVVlZmZmYGBAR4e3tbWFjY2NjY29uz2Wxra2tcsYyMjAwNDXGGWFhYoMJydXV1cXFxcHAIDAw8e/bs5cuXz549m5SUFB8fHxkZuW/fPh8fHxsbGzabbWBgAMBSUlIik8lqamoKCgrc3Nzo7zZu3Lhhw4Zffvnlt99+27x5M3pAYBMXF9eGDRvWr1+P+xDHpk2bCK4K3d/27dsJwAL08PPzE3jEy8uLmkhUVHR1q7gasLZv375r1y5+fn7cDZ0dAXMiIiLCwsJ4Tn5+fiEhIUAbDw8PTg1RUVE+Pj7cLigoSCKRmEymiIgIhUKRkJCQk5OjUqnq6uoaGho0Gk1dXR1klqKiIplMtrCw0NTUxCiDzWbb2NioqKioqakZGxubm5szmUwFBQVAHo1Go9PpYANVVVXpdDpRAtvY2Pj7+1tbWwcGBvb09Pz5558fP378dwSswsJCHx8fNptNpVL5+fm3bdtmY2PT2tp6586da9euubu7q6mpnThx4siRI+7u7nl5eampqWDc4+PjQ0NDz5w5k5GRAXajtrb29u3b+Ivcs2ePra0tmUw2NDTk4uLavn07iUQSERH55Zdf9uzZo6CgICsrGxkZiZqip6dncXHx7du3/w0O638LsD5+/EgAFqATmLXm1f9TwFpYWBgfH3/8+HF9fX1eXl52dja6ufn5+fHx8a6ururq6nv37t29e7eioqKxsfHChQsgbi5dunT27FnMOjDEuH37dkFBQUlJSXNzc2NjY2VlZXV1dUlJSWVlZV1dXV1dXU1NTU1NTUNDQ2tra2NjIyqypqamlpYWlF2dnZ1tbW0tLS0Ao8ePH6OM6u3tbWlp6ejoaGtra2tre/LkSXt7e3Nz86NHj+rr6/FstbW1tbW1xcXFN27cyM/Pr6ioAG7W1tZWVlYCNLu7uzs6OkpLSy9cuODn57dnzx5TU1MMoRgMBofDYTKZFArFyMgIPBSLxTI3Nwddgn7Qzs7Ox8cnKSnp8uXLycnJmD7v27fP39/fw8PDysrK0NCQTqdra2traGgoKCigyBIXF+fi4iIIdZDrqKrWr19PcFhg4jds2LB582Z8vX79etwfBBYxByQAa9u2baCZ+L4dKIUAOoAYINRqikpAQAD4BXgS/nYICQmJioqiQxQVFQUqgbESExOTkpIC+w7Y4uPjw2ARkKeoqCgqKqqlpQW6HV0ejUYDaaWgoICuUEFBAYy7sbGxg4ODpaWlra0t2mddXV06nW5mZqampkaj0RQUFNAYslgsOp2OG/X09PT19Q0NDU1NTf38/BwdHZ2dnW/evDk7O/v69eu3b9/+aIBae/yUl5dna2trZGREp9PB/3E4nKqqqqKiouzsbC8vL1VV1YMHD4aHh7u5ud28eTM5OfngwYOgsfz9/ZOTk9PT0/Py8qqrq2tra8vKyjgcjq2tLa6fioqKjo6OaNTXr1+PulddXZ3D4ezYsSMkJKSkpKS+vr6rq2thYeHt27fQN/xAwMKUDTO11YD1/f3/DrCeP38+PT398OHDlpaWK1euXLt2DbM5DAEfPXr04MGD+/fvl5aWlpaWFhUVVVZWdnV1QSiA8qejo6O7u/vp06ePHj2qrKxEEfro0aOmpiawS4CSqqqqBw8eALyampoaGxuBJnV1dY2NjS0tLa2tregTm5ubHz582NbWhlILhRVKsIcPHzY3N7e1tT1+/Pjhw4ddXV0tLS3t7e0tLS319fXNzc21tbVFRUWFhYX5+fkPHjx4+PBhU1MTUOz27dtlZWU1NTV5eXnx8fEeHh7e3t6g1Y2MjKhUqpWVFZPJ1NTUNDQ0BGAZGxubmZlZWVlZW1uDw7KxsfHy8jp+/HhGRkZiYiLYq8DAQC8vLxcXFysrKxBYmpqaGA4qKirKyMjs2rULIPXbb79hIAiKnZgMEjfi3y1bthA0FlFeoRnk5uYGZq0GrDWFFaCKgCHAE9HfiYiISEhIiImJoRMUEhICuomJiYmLi4Oi4uXlJb7m4eEREREhkUjy8vKioqJSUlIALLwcoA0oSQAWiUSSkZGRlZVVV1dnMpkGBgYosnDIysoyGAxlZWWUVKampnQ6XV5eXkNDQ0lJicPhaGlpsVgsRUVFdXV1KpWKKaGOjo6Ojg5aQjqdbmlp6e3t7e3t7eHhcfr06b6+vq9fv/47yhrOnDljamqqp6fHZrN///13Op1uYGBw9+7dO3fuXLhwwc7OTllZ+ezZs/Hx8S4uLhkZGRkZGeHh4bGxsYcOHYqNjU1NTU1MTLx161ZBQQGuwB4eHiYmJj4+PhYWFiQSKTQ0FCqVTZs2ycjIYHK8d+9eAQEBS0vL1NTU4uLirq6u+fn5xcXFz58/v3//npjNARGIbwFDa0aB/yqQffiPx8dvc0a0hIAeoNW7d+8I0p14IEG6f/r0aWVlhWgeoYHCJG50dBS9XkpKSnl5+eDgILjz9vb2hoaGurq64uLi3NzcoqKijo6Oubm558+fz83NjY+PgwLv6ekZHBycmJjo6+tra2vDUGJxcbGvr6+9vR0V0OPHjwsLC0Hbozi6f/9+U1NTZ2dnQ0NDWVlZc3NzR0cHwK6+vr6hoWF0dLSzs7OxsXF4eBgAV1NT09jY2N3dDd4KUNXR0dHQ0FBdXQ3Uq66uLioqun37dnFxcUlJSXFx8fXr1zMyMi5cuJCenp6ZmXn69Oljx46hg7OzszM2NjYyMjIxMTE0NNTX18coSkdHR0tLS09Pz9jY2NDQ0MbGhsPhuLu729jYODg4ODg4HDx48OzZs8ePHz906FB4eHhwcLC7u7udnR2Hw9HX16fT6erq6kpKSmpqaurq6uLi4hs3bly3bt1v3w70gAAjou+DDgv9IMisjRs3gmsHYKH1Iyqs1RoFdHxiYmLo7CQlJSUlJYmiiWjl+Pj4JCQkAC4iIiIEVAkKCvLy8uKBJBJJWFh4586dAgICMjIyYmJioLr4+fnV1dUlJSW5ubmlpKTExcW5ubnxWGFhYSkpKSkpKbBXampqEDSQSCTQT0wmU15eXk5OTkJCAs2KvLw8Zh2WlpYsFovNZsvIyKC8NTY2dnJygvBKWFiYTCbr6OjQ6XQ9PT3AlpqaGpPJNDY2dnFx8fb29vLyOnz4cE9Pz+joKLjar9/EWR8/fgSEffxxcoefEhISDA0NGQyGiYnJ1q1b9fT0DA0Ni4qKrl69mpmZ6ebmpqWllZiYePz4cTc3t6ysrMTExMDAwJiYmKioqPj4+IyMjNTU1PLy8ps3bz548KCpqQlKvz179jg5OVGpVHd3dzk5ua1bt/Lz80tKSgoJCW3dutXHx0dQUFBXVzc2Nvb69eu1tbWDg4MY5L97945AKHxeKysrwAuiblotXPhXAWsNZhEg+PFbS0jQ/8RL/x1gQbSJyhlSqYWFBagWWltbS0tLU1JSHjx4MDQ0BFkTpAx1dXUPHjwoLy9/9OjR5OQkxApg62dnZ4eGhkA2jYyMDA0N9fX1TUxMQG6KkVxvb29HR8fjx49LS0vBW6EsevDgAQCopqYGzWZTU1NRUdGjR4+qqqoaGhrQBgKhcOf6+nrQ+Xhj9fX1uENtbS06TfBWpaWld+/ezc/Pv3HjRnZ2dmpq6okTJ44dO3bs2LHY2FgfHx9PT08PDw8PDw8nJydzc3MWi8VisQwNDYnBOYPB0NbWhizL0NCQw+GYm5s7OjqC8LKzswsPDz916lR8fPyhQ4f27t3r4+Pj4uLC4XAAfzo6OmCaVVVVlZSUeHl5f/nlF/SDgC0AFgoo4gsA1mogA6tFiK0AWIRAFAf4KfR6hMgAzRdKLSEhITExMX5+fgkJCdRNqImkpaUlJSWlpKRkZGSkpaVBY0lISEhLSxPqKsgRhIWFJSUlRUVFJSQkMIYikBG0l7CwsIyMjLy8vIyMDGg7cXFxVFKqqqpUKhWfCfh4MpksJSVFoVBoNJqVlRVkbmw2G2UplUrV1dVVV1d3cHCQl5eXl5dXUVEBswwlhJaWloqKCqpgT09Pf39/GxsbFxeXnJycjo6OmZmZz58/Q9+A0w1f/0jAio2N1dfX19XVNTU15ePjg3amqKgoPT29oKAgJCTE1NQ0JiYmISHBy8vr0qVLZ86cCQsLO3z48MGDBw8fPnz27NnU1NSysrLc3NySkpKurq49e/Y4Ozu7u7t7enoaGhpiErFu3ToBAQFubm4JCYktW7ZwOBwpKSkFBQU/P7+0tLR79+719PRAygikIDAC4PXp06fvi6z/NmB9/I+dIJ4QLwHMQm31l8J3ArA+fvxIABb+hYR9amqqv7+/oaGhuLj4woULNTU1w8PDU1NTQ0NDXV1dmPo1NDR0dHQAiV69ekVUc2/fvp2fnx8eHkZLODg4CLUUnnxmZgbd5cDAwJMnT1pbW4Fo0Jp3dXURxFNVVVVlZWVhYWF6enplZeXt27erqqpAmbe2tra0tJSVlZWUlFRXV7e0tKArbGhoAIdVVVVVV1dXX18P3r2ysrKkpKSwsPD69etXr15NTU1NSEiIiorav39/SEhIcHAwBAouLi7u7u5OTk4WFhZMJhOXPdRWGJzT6XQ6nQ6hI7TvNjY2mLtzOJzQ0NATJ04cP348MjLS19fX1dXV0dHR3Nwc96dQKGQyWVlZWUVFRVJScuvWrT///DPACLCFHhC3ENXW6iKL4NoBWGj9AFggpABbhPIThBRUPgRgiYqKiouLCwsLS0hICAoKSktLE9dgcXFxEokkLS0tIyOjoKAgLy8vJSVFVGcKCgokEklUVBSVGtgrNLbCwsIKCgri4uJ4ErSBoqKicnJyCgoK0tLS6IKlpaXl5eUVFRVlZWU1NTUNDAysrKy0tbUlJSXV1dXJZLKWlpaampqJiQmLxeJwOCwWS0dHR1paWkNDg0qlKioqQkSqpaWlrq6urKyMSQjEvVQqVUlJSUtLa8+ePQcPHnR1dbWxsTl06FBzc/PQ0NCXL19AveM0IcDrhwFWQkIC/sKMjY1FRUVxPSwqKsrMzKyqqoqMjLSzszt48ODJkyeDgoLgz4iNjY2KigoJCQkLCztx4sT58+fv3buXnZ19//79kZGRvXv3+vr62tvbu7m5gcuwt7ffsGEDNzf3hg0bREVFd+3ahYGRgoKCnZ1dQkJCbm5uZ2fn7Ozs4uIizl4CKQhMIeDje8nCv3TgUWsAi3i21ZC0mkr7HrA+fPhAMPTAncXFxbm5uampqadPn9bU1Ny7d+/ixYuNjY2jo6MTExPQtWMA1331UdAAACAASURBVNLSMjAwMD8///r1a0AV0AoNJrTyPT090C4MDg7Ozs6ic8R9hoeHIbxaXl6emJgYGxt7+vTp+Pg4BoIgvOrr6+/du5eVlXXnzp3Lly8XFRXl5+cXFBQ8fPgQJR5BouNAsUa8vZaWlqqqquLi4nv37t25c+fWrVvXr1/PzMxMTk4+duzYwYMHg4KC0D7s2bPHw8PD2dnZ3t4eNZGBgQGDwYCgQUtLC6ofFFna2tr6+vpmZmaos6DMMjc3DwgIOHLkyNGjR0GV2tnZ2dnZmZmZ4SFEeaWgoMDHxwftAuhzAraI49dff8VPVxdZRJ0FtAKBRZhpeHh41kjVoWOQlJQEQqF0EhcXl5KSEhMTA0jJycmJi4srKCiAq5KVlQXTRCCLmJiYoKCgmJgYvkXBhcfy8/OTyWRw+fAYERWZjIwM4cLBa0HKoKCgoKamJi0tDbLcwcFBX18fcAbBB4S14Kfs7Ow0NTVlZGSgdGexWCQSydnZGcy9jIyMiooKg8HA5YTBYGCa4ezsjMI5MjIyMjKys7NzZmYGSqOvX78Ctn44q/VTYmIibF/6+vpSUlLa2to6OjqlpaWXL1+ur6+PiIiwtbUNCws7ffp0ZGTkxYsXc3JyTpw4ERERsXfvXrjAMjMz7927l5ubW1paOj4+Hh4e7uPjY2lpCdJUU1PT3d0dYhNeXl4JCQnUVv7+/miwQ0NDU1JSwK2MjY29fPnyzZs3RC/2PWAREPPfQKvVj/0es1YD0xru/+8Ai5gnYj4IIXtvb29lZeW9e/cyMzNbWlrGx8cxH+zs7IQWobOzc3x8fGlpaXl5+c2bN3hmYB864nfv3o2Pj6Mog6Z0fHx8amrq1atXc3NzAwMD+Pb9+/dTU1OQrUOV/uTJE8BZT08PyqWioqKcnJzCwkJMAGpqakpLS8vLy8HQow1sa2t7+PAhZiZNTU2tra1NTU3l5eXAqZs3b966devq1avnzp2Li4uLjo4OCwvz8/Nzc3ODlgpQBQsOBO6YW2lpadFotNWABfwCwwXLobm5ubGxsZeXFyY5QUFBjo6OEHOZmppiOAjqSlVVVVxcfPPmzb///jv0CsTUj8CsdevW/XPAItAKdPtqwCKMOASbjm5OTExMWloa3ZysrCzAS0hISElJSV5enkKhAGLIZLKSkhKsjqgH5eXlpaWlhYWFYQAUFRUFFQUKDLJ1cPMAEchESSSSmJgYJAuSkpISEhLKysoogqhUKjxJZDLZysrKwMBAVVVVUlISWnY1NTUymWxsbGxpaRkcHKyvr6+qqgpBiaGhIT8/v6WlJZVKpdFoQFVotdCqg7w3NTWNiIhIT0/Pzs4+depUT0/Pu3fv5ubmXr9+TQAW2p0fKHf46cSJEwwGg0ajaWtry8nJ4YuqqqrLly9XVlaGhYVZWVlFREScOnXq+PHjFy5cyM7OPnPmzJEjRw4dOnT06FEA1o0bN27evFlWVjY4OIiq0tzc3M3NDUNGW1tbTU1NXF6kpaUVFBQEBQV9fHxQr9ra2h45cqSsrKynp2dsbGxpaQnutjWoQcDEfw+niIOg6r+HpDWARbR+fwlYxEiRAKznz58DPp48efLgwYO7d+9mZmY2NzePjo6Ojo52fTu6u7tBwwOeXr58+fHjR/wpAK3ev3+PPnFhYWFgYABmQxwQuA8PD8Od8+nTp7m5ucXFxfn5+cHBwd7eXrD1ELuD22psbHzw4EFJSUleXl5ubm5hYeHt27eLioru378P2v7x48d9fX2dnZ01NTUlJSUYC1RXV5eWlubn51+7di0vL6+wsBD8elxc3NGjRyMiIvz9/d3d3d3c3GxtbW1tbUFLmZmZsdlsXV1dDQ0NbW1tCoUCgSJ6QwgXoSNlMpkALDMzM5hPQ0NDQ0JCvLy8bGxsLCwsLCwsQMTAAaepqSkvL79r167ffvsNAlFCoEAAE8Fq/WVLCHc0msHV/Ppq280awMJgDn0ZoEReXh5llKioKOwydDpdWVlZUVFRVVUVEAC0goUI0gSwWiQSCTdKS0uLi4srKSkxGAxpaWkBAQEUR5BfgSZTVFSk0WhKSkq4uhN9nKqqKjARFkLIF+B8lpGRAV1lYmLi5+dnbm5OJpPhkZKTk1NTU1NSUjI3N2ez2VpaWngncPDgV5CXl9fT0/Pw8Dh16tTt27dzcnJaW1vfv38/MzPz4sULNINfv37FGfGDAYtOp1OpVKC4pqYmhUJ58OBBTk5OZWUl9KKxsbEJCQlJSUlnz569du1aenp6XFzcoUOHQGOlpKTk5ORcv369vLy8r68vLi7Ozc0N1J2/v7+Kioq+vj6FQiGRSPz8/NLS0oqKigICAtbW1rh4MpnMffv25efnt7a2Tk5Owhb35s0bsEirrTDfA9Z/A7++Byw8yZrCitCy/x1gEU5jHMvLy/DoAZsqKiru3LmTnp5eX18PrOnr63v27FlfXx9ceJBxfPny5c2bN2AH8HKfP39eWVlZWloCfj1//nxycnJ6enp4eBjt4fj4+MTEBCaSKysreJ7Xr1+PjY3BxDM5OdnX1wdJJxSe7e3twKyioqKbN2/evXu3tLT05s2bWVlZ165dq66ufvToUV1dXXl5Oaiu8vLy0tLSiooK1GXZ2dmFhYUZGRmnT58+ceJEQkLC4cOHAwMDPT09vby84Aq0s7OzsrJCrAKDwYACG6QvanYtLS0M0RHhoKenh3mWiYkJk8l0dnYODg728fGBFdHU1BT3QYVFoVBUVFQgbf/1118hZVhNTq3GrL8j3QFYEIuuBixCILr720EIGtBwycvLk8lktHXEv1JSUmjT4IOBghwNrKamppqaGpw0KioqcnJyqLzIZDJ0BqDSZWVlIYUVERFRVlam0+kKCgr8/PwALGVlZT09PTU1NTSJwBeCkML1wMDAAFcFjA7l5OSMjIwUFRUpFIqdnZ2lpSUexWQyAY6ysrK2trYoaYF0eBKc/nJycnp6etbW1pGRkfn5+ZWVlRUVFageXr58ScwKce78wMbwp6SkJFTvVCpVRUUFv2RxcfHt27fr6+tPnDjh4uJy8uTJY8eOJSUlJSUlZWVlXbhwISYmJjg42NvbOyQkJDU19c6dO9nZ2RUVFYODg6mpqb6+vk5OTra2th4eHjQajUaj4cKyceNGGRkZZWVlaWlpyKB1dXUNDAwCAgKysrJQoM3NzSFRYLWh738XsDAT/B6hVk8nCZvOvwpYQ0NDHR0dZWVlt2/fTk1Nramp6e/vRxM3PDxMeIZRYeEv4PPnzwiBefv27Z9//vnly5eXL1/iE8Azv3jxYnR0FPaakZGR0dFRyFMXFxch8FteXp6engYrDwkFjH7w7mAsCB791q1b+Lq4uDgrKystLS0/P//u3bu5ubm45NTW1t6/f//+/fvV1dX379+/fPlyVlbWrVu3Lly4kJycnJCQcOLECUjw3NzcPDw8YMRBQWRsbAzDLchdnGDoBHFWYx4N4aKpqSms0QYGBgAsDw8PW1tbS0tLY2NjPT09dJSoXGRkZLi5uQkwAtEOMCIUWAQ8/aWsYTVgEd7mXbt2Qau5WtRO6EXl5eWVlZWVlJRQTAF65OTkAEOqqqokEonIP0BYAnJ1IHHS0tKiUCgAXBiSQUKBKZeSklJWVtbQ0CCRSNC16+jobN68WVpaWkxMTFlZmcFgkMlkERERGRkZxFSoqKhoa2sDfWg0GiyEqJ6EhYU1NDSgsJWTk0NojJGRkYyMjIGBgZmZmby8PNId8Jmrq6vLyspqa2vr6elRKBQtLS1paWkWi2Vtbb13796bN292d3cXFxdPTU19+fKFUHQT7PuPJN0vXLigq6uL64Ouri464Zs3bxYXF9fX12dlZXl6eu7duzcxMRFznKysLLSH7u7uyNJKTEzMyMiAtnBycjIjI8PNzc3d3R38lJaWlrm5+Y4dO2Aq3LJlC0YhMjIy7u7uioqK6CaSk5NzcnKePn2KiBWoNwlVFIEXq+FjTZO4hof69E+PNTD04cOH1YPC1eBIoNjqyotgmpDlQswHx8bGoBKora29du1aRkZGVVXV8PDw6OgokhIQlYXkKfh+Pvz9QUwhX758OT8/Pzk5OTQ0hAitqamppaUl5MBMT09DSU9kXSGkYW5uDlEQmAxWV1c/fvw4Ozu7ubm5rKysoaEBOHX58uXExMRDhw5lZma2t7eD4bp37961a9egub9+/TqmwxCIHjhwAFFobm5uKLLg+DM1NWWz2RCm4yzFCUmAF0wh6EEMDQ1xbmtpaTGZTHi57OzsLCwszM3NiXOeQqEoKCgAGjZv3vzzzz9DEbpa1gDwAjBt2rRp06ZNaBgJtMJkECw78hUQ0MbFxbV7927oyyHIIth3yEQFBQVBY+vq6qI3RJaJrKysgoICWjMVFRU6nY460cDAwNTUlEajobpxdnbW1tbGBZtMJoNyAmapqqqy2WwMFmk0Gsh7S0tLMTExMTExqNihjZKSkpKVlZWTkzM3NxcREbG1tZWRkVFTUwPpDCYLxSwGiKqqqkQGg6enJ3pqOHLExMRoNJqWlhabzWYwGEpKSurq6np6enp6eiDgpaSkTExM9u7dC4nys2fP7t27Nz4+jmszxoUfPnz4+kOp95+ysrJwSdTX18fkTkpK6sqVK+Xl5UVFRXl5eaGhoYGBgampqWfPnj106NDVq1dPnjwZExPj5uYWFxcXEhJy4sSJS5cu3blz5+7du9PT0zdu3HBxcfH09DQyMgoJCYH2X1ZWFv/ZmzdvxrRYVFTU0tJSWlqaTqczmczY2Njs7Oz29vaenp7Z2VkUooSC/Pux3f8QsL6HrdVTwtVq1b+rvFaHTy0tLYHAGh0dheCgoqIiNzf32rVr9fX1qImQAwNdAoyTa3i6vwQsQheGlJipqan5+fmxsTEEMCBFDzQWxKXI4ZuYmEDCzNOnTyGgf/z4MXRVeXl5YLUaGhpKS0sxBLx48eKRI0fi4uIyMjLi4+PPnDlz5syZs2fP5ufn19bWFhQUxMXFJSQkZGVlHTp0yNfXNywsLDg42N/f38/Pz9bW1tra2tLSEvMpWCY0NTVVVFSUlJRoNBrQB6eKpqYmVItMJhMJJ6gU7OzsvLy8cOkyNTXV1dWlUql4EhUVFQUFBQEBAaTHoML69ddfVxPtBMtOVFsEw0Xo2uHFgfyKn58foXoIfhEWFubl5YXAHRIHmGOEhYWBLPr6+iiRgAgQbSopKaH4MjAwQGiXjo4OfJQsFgt/+aampo6OjmQyGc0EmUyWlpaGuU9fX9/AwEBBQUFZWVldXV1BQQHRJuLi4rt371ZWVgYqGRsbKykpKSsr42PEZ6uvr6+kpGRpaYnQK319fcANMBQ1FOQjeLipqSl6SXl5eUL3gKaVQqFAlgUWTEdHx9HRsaCgoKura2Bg4Pbt29PT0x8+fABxgYaASPj7MYB17do19LS6uromJiYQy12+fLm4uPjKlSt37tyJioras2fP5cuXT58+HRQUdPv27XPnzkVHR3t4eBw7dgwi0rS0tJs3bxYVFY2NjVVUVIC9MjQ0DAoKsrOz09LSMjIyEhIS0tTUXL9+vbi4OB8fH4lEsrCwwN+Bvr7+wYMHL126hCoAzQ5aJCACwWf9ZRP3LwHWmsAsArO+B6zVx5ry6i8Ba2JiYmRkpKenB1r2W7du3blzp7m5GdNP9GtI/iKe5J9g1po3gIDDpaWld+/eIaAGUtvn3w6UYKjgJiYmpqampqenR0ZGJiYment7Hz9+3NraWldXd//+fRhxKisry8rKysvLy8rKbt26df78+djY2MOHD4OT8vT0jI6Ovnr1amFhYUpKSkhIyNGjR8+cOYMpHoJAHR0dLS0tLS0tkSOK8orQtYN+Bh59D1jwrxGtjY2NDUSneB6oigBVampqYmJiXFxcsDcDjIBQhKYBX6zm4HGgvEIbiGAGOG+EhIT4+Ph27dolJCREhH+i2kKRJSQkBLcNuCRCAUtQvXhjxF8vRBjOzs76+vr+/v4YrENN5uTkBGSBdQZzOvB6Tk5O6MX09fXl5eVh8JaWlubj4wPLDkszjUYDdBoaGqqqqurp6cEeaG1tbWZmhvksi8WC3l1OTg5EO4vFMjU1NTU1VVFRgboIoYBI/kGRRXTcRD4ijUazsLDIzMwcGxubmpoqKCiYnJwEYH348OHfArDy8vKQqUqlUs3Nzfn5+UVFRZETcPXq1bKysmPHjvn6+ubl5cXGxu7fv7+wsPD8+fMQ+B0/fjw0NPTw4cNpaWmYnff29ra2tnp4eBw4cIDNZnt7e/v6+mpqapqZmW3evFlVVZWLiwsXNAkJCaSOUKlUFosVGhqamZmJTJXBwcHnz58vLS0RlpfVZNaas/rvAOufc1h/iVlryqjV3Nlq6gpVDyHCAmDBWwOdOtgfGAZbWlqGhoYmJibQBiLXGNUTQmz+eZFFvLeVb8ZsiEsnJyenpqYQ5geEQtzV5OQk0BPBW2Do+/v74YKurq6uq6uDKhX26aqqqrKyMvSGKSkp8fHxXl5e8CcfOHAgPj5+37597u7uHh4ekZGRUVFRbm5urq6u/v7+rq6u9vb2FhYW4HeNjY0BTOCA6XQ6JNQ4B3BuoyUEYEFNio6JyWRaW1vb2triRDIwMABlg4mYvLz87t27f/vtN1RVQCiCVl+txgJmrQYvpImCtNq0aRMsOOj4kPAJozJEntBe8fHxIbAYgZ/KysqQYkBmCYRC3Qf2CnNPbW1tV1dXPz8/ExMTZCu5uLhERUUFBQVZW1v7+vpSqVQKhWJjY+Pq6qquro7sCisrKw6HQzgB8XGh5YRYgUKh6OnpcTgcPj4+RUVFzFuZTCaIQl1dXScnJ9gzORyOpqYmKjW8KysrKycnJyMjIz09PdxIJpPBZCHnB5UjboRcC/pec3Pzc+fO4QQsLi7u6+vDJRZQBdj6kS1hdna2mZkZEg4dHR3xv5iWlnblyhVEKZw8efLgwYP5+fkRERFJSUl5eXlnz56NiIgICQlJTEyMjo6Oi4u7dOlSXl4edIldXV1+fn4xMTEQsPn7+yMzDOZn5JmJi4tv3bpVXV3dysoKlV1gYOCFCxfu3r1bVVXV29uLsxFCSrSEawTo/3PAWoNW3/d9ROtHYNZqt/OaSJnZ2dnR0dGBgYHu7m7kGUAm3tzcPDg4OD09jYELdPzvVh3/HKrwJlcDHDh4SBnm5+chVUWcHgLywaaNj49PTk6OjY0tLi5CCYEEVMIwiGCZ1tbW8vJyOG9AVCEyOzAwMDo6OioqytPT09bW1t3d3d3d3dLSkkajmZmZwZuGjHYLCwsYaCCb1tTUJOZlAB3YAFVVVaEmBYcFMgtlF0SkEL6DAsNlX1NTk0wmCwgIcHFxISN0w4YNQK7VmobvkWt1MwjSipube+vWrfC07ty5E2ZmhCuA1SYsgchWh7odvDikZMbGxqiP1NTUQKWrq6vDH2JgYKCsrAygDw4ONjIyCgwM9Pf39/T0PHjwIETUUEozmUxfX1/0HFDw+/r60ul0CoXCZDKRnIMRpJCQEBJgdHR0PD09mUymioqKnp6ekZER0hDx6Tk4OLDZbORe4SNFVUuj0TgcjrOzM64BuBHiW/BWwDgTExP4fuCLRiGsr68fFRXV19f38uVLCPQI5c3Xr1/fv3//Y5NIf7py5Qp0Ujo6OoGBgYKCgjw8PDExMenp6VVVVTU1Nenp6ceOHcvNzQ0LC0tNTb1169bly5djY2PDwsIQZXv48OHz58/fvHnz5s2bTU1NT58+DQ0NPXr0KIbcSP5jMBi7d+9Gtj83NzeMoxoaGmgEjI2Nvb294+Pjc3JySkpK4KSbmZlBGDkAC6frfx2w/u74O9J9dfe3upJ6/x+P1WiFyQCxeGJkZKSvrw8WGbhbamtrHz9+PDo6SvwuKM3+8nf5y7eKgSaBVpjXoOrEUJLo/lDiYTiIlL6xsbGRkZHnz5/D39PV1dXW1tbT0wOLNWT0bW1t0IuCr0xLS0My1/Hjx2NiYhITE1NTU0+dOnX48OH9+/c7ODhANm1kZASpESKWNDU1cQYikgFcj7q6Ok4DJPPiooXWg3AXQqUFVgXBDLq6upgpg6eXk5PbsmULekCQUwjqW9MDEjkNa7h2Iu8YDmcQVTt27EDqC2JhREREoPAkghmQSIVwBZzq4JLgKAIWa2hoQItgZWWFUAokg7u6urq7uyMex87OztvbOywszNPT09LSElySg4ODm5ubvr6+hYWFsrKyj4+Pra0tii/At4GBgaioKCL6pKSk4MIJDAwEbY8cUUtLS2hHbWxsbG1tMZyFQJd4w0ZGRkimY7FYNjY26DGVlZXJZLK2traRkRHaeW1tbYjIQGbRaDQNDQ1PT8/bt29DYNTU1PTy5ctPnz59/fr1y5cvKysrPxiw8vLyPDw84DPav38/jJ3h4eHp6en3798vKSm5fft2XFxcZmZmdHR0cnLyvXv3bt++nZycHB4eDgn/wYMHT5w4kZOTk52d3dTU1N/fD00pnGU+Pj6urq4WFhZKSkrbtm3D35C4uDj+xN3d3R0cHAwNDT08PMLCwi5cuFBYWNjS0oLzbWFhAVHlKysrRKLe9+f5vwRY33d/a3rANYBFFFlrwmSIZRBESAP2ShCGQcS8PHv2DPw3VtcQ0tD/FK1WVlYIZo0oylBpfvjwAY0hQbpjeQREWAMDA52dnf39/ZOTk5DId3d3LywsdHV1jYyMoJfs7e0dGhoCt9XU1NTQ0FBVVXXnzp2rV69mZGRkZmaePHkyKirq1KlTd+/eLSkpQUrXmTNnwsPD9+7d6+bmhh4QAiUSiSQnJ4fCCiok8OWKiooYpROmHL1vB+J6oXUwNjYGEQPyGI+F0FFQUJBYGwEkAsu+WoqF4eBquh23rIno4+bm5uPjQ4yMgIAAfDNIWYDXD1/DiwM7DsISMINjMBiwahsaGuLXpFKpaBU5HI6bm5uOjo63tzeDwfD29t63b5+rqyva56CgoAMHDri4uMjLy5uZmaH5RWYcUqhcXFxoNJq5uTmDwcATAnSIeAYdHR0XFxc9PT1VVVWEsmMdjrW1tbm5+Z49e1DhYkYJ6EEYA4vFsrCwMDMz8/f319bWlpKSgm0IM1xYDiAxgdyBQqEYGhpqampyOJzIyMienp6vX792dnaCuPj48eOXL1+gIP2RLWFhYWFAQAAua6GhoRISEhISEpgGFhQUFBUVNTQ0JCQkZGZmwk9/48aNW7duJSUl7d27d//+/dHR0TExMYjxu3jxIjqgo0ePwscPXhbBkgwGg5+ff+vWrcLCwioqKvBn2NnZ2dra6urqenh4BAcHp6Sk5OfnNzQ0PHnyBB46jNUI+uZ/DlhroGo1Eq0BLADTfx2wsPwGq7EQrdfa2jo2NgbfMsRlKysrRJf3zw8AE34jvB98C3Hpp0+f4IjGloqZmRkwZehMnz59OjExMTc3Nzw8PDMzA49Fd3f38+fPZ2dnp6enOzo6kIwK+yEshIWFhVevXs3JycnKykpKSoqMjDxy5Eh6enp+fv7t27dTUlIuXrx4+vTphISEiIiI4OBgLy8vbW1tMpmMkx9TfwzOcKEmk8k41bW0tHDNR9gxzPaQO+K0gQkRNDChOSKRSFu3bkXRRHBY2Cvxyy+/fK9mAGwRMTKEqB0HNzc3Ly8vtk7w8/MTwAT7sYyMDMoumJxFRERAJIFch7SCzWYjSRXUOzCCQqGw2WwQ7Rg+6Ovre3l5BQYGWltb79u3LyAgwNfX18vLy9HRUV5e3t7e3tvb28jIyNHR0c3NTVlZ2cHBAZUmyHgMEKE50NDQkJWVBU3m6+srLi6OSg3Qj882ICAAW9RQT0GMjQgaKysrLS0tBwcHgNrOnTshfYDiEgl/4MIAlBQKBZ5qrNIpLS19+/bt0NAQccn8+vXrjzc/X7t2zdvbm06ny8nJBQUF8fPzc3FxHTt27N69ewUFBeBlL168WF5eHhkZiSjbc+fOZWRkREREBAQEHD16NCYmBrw7pvijo6NHjx49cuSIp6eni4uLmZnZkSNHTExMqFQqmUzm5ubGFRgzFw6HY2pqamlp6eDgkJCQcOrUqUuXLpWWlra1tQ0PDy8sLCwsLGDPFbSUqzupvxzk/R119f2xBrnWYBmBUH93O8G4Y5MNRnJoCVtbW6urq6urqzs7O6enp/FTIpVhdYINhKmrn5/4Lf7udfEogrnHzi5s0MHqCuyewDYKbDzE9gooV589ewYB6uzs7ODgYFNT08jISFVVVXV1dWtrKyF/x7aR8+fPHz16FLL47Ozs9PT08+fPnzhxIjw8HCsnXFxcbG1tDQwMJCUleXh4JCUlMYMHxYOpOahiAwMDQ0NDuG2gZoCtwtTUFC5ozK3QS6qqqiLMACGiAClgFpTuhAVnNXUF3orYP0g0g+CtUGohbQpLH+BDJpzGUlJSUNuQSCQwOwAyaMfh0PD09MQSQNgnoSADTkVFRSHhi0KhuLq6BgYGosg6cOCAjY2Np6cnsdgmODjYwcHB2dkZHRn6DAMDAyUlJaLXRpVEo9GEhISwG8HS0tLR0VFJSYnFYmlqauKE0tXVNTc3d3d353A4FApFV1cXaRkQN7i4uDAYDOwo8vT0RAIEqDEWi4VQGnNzc1RV5ubmmB5QqVTUZefPn0eRvry8DPIXaEXkN/wYwMrPz9+/f7+Ojo6wsLCfnx+JRNq+fXtAQMC9e/dycnKqqqpu3LiRmppaUFCQmJiYm5ubnJyMxRPR0dF79uyJiYmJjY1NTk6Gt7a6urq/vz8pKQkWWXd3d3Nzc9g4IJyDexNMB5VKRUtvZ2fn5OQUGRkZHR19+vTpwsLChw8f9vX1QQoA9h0Vzeoi6/8PYH1fiOEA4768vAy8AGD19/dD9IT8g97eXkRQEIGzxOSR+C3+VcB6/x9FrW/fvgVoYpHX+Ph4f38//M+wAWHDDaBqaGgIQIawLRSDevGkOwAAIABJREFUY2NjNTU1jx8/bmlpKSoqgiAjIyMjNjY2Ojo6NDS0qKjo0qVL165dg8nh+PHjISEhAQEBmBW6ublBJwmTsJycHJYjgLcCYw20wr4vXM/R9xEZpDDoQs0A6bKoqOjWrVuBPugEiaw+QtOA8oogsIgwBmIl6prIYxhxkDmFIARkyBD7/mBsJozEkFxBaaWtrQ0vC1o5fX19iBgYDAbg283NDVy7qqqqpqZmUFBQUlISm82Oiory9vY+cOCAnZ0dlm75+Ph4eXkZGxtra2sbGhrSaLTw8HB4MBHcjtgvVVVVxI2yWCw7OzsKheLj4yMnJ6eurm5jY4P3A+2bl5cXlhIxGAwPDw8mkwnvDhYO2dnZubi4eHl5YeMOFF5IekCAMlRaTCbTwsKCwWCoq6vDcnjw4MGenp6JiQl0BisrK8i5hOD5hwFWZmbm4cOHjYyMxMXF/fz8NDU1BQUFkYaclZVVVVV15cqVtLQ0mPXv3LkTHx+fmpqanp5+8uRJFxcX7Cg8depUdnb2lStXqqqq+vr6rly5cvDgwcTERFg37O3to6KiLCws8KcAk6eCggKVSsUYEePe4ODg0NDQiIiI3Nxc5MyNjY3Nz88vLS0RqncUJn8JW/9HgLUGpwjymyivFhcXIekEYIHSRiTx4OAgmEusBSLqtZX/KKb/lwDrw3+U+6/pUtGZjo6Owgs9MDCA7TjQ3w8NDU1OTo6OjiKRpq2tDSGCNTU1g4OD2HNRXV2NHUhHjhyJjIyMiIhoamrKzs6+ceMGbKRHjx4NCAgIDAwMDAx0dnZ2dXXFjjhwLjjnyWQyLkiop4BWKKNAzAPRYGdBYpqenh6IYVVVVVlZ2Z07dxIaK4K3Wq0RJZh1bOtaE3yMA8Ir5F5hoSnEVoiOIZFIyN6TkpKCvRluZ5j+MEwA/W9gYGBsbAyTsK6urru7O2oZX19fY2Njd3d3KBONjY0PHDiwZ88eFovl7u6OTcOhoaG+vr6BgYFBQUHw7nh5ee3fv58QhdrZ2dnb24eHh8NyC9kEAhUMDAxkZWV1dXUdHR3RObq6umLuYWZmJi4ubmJiYmFhgS3ruCq4uLhg8YSWlhYiWzHkRbYMLI3QgikoKIDqsrW1ZTKZqqqqjo6OWBAN3amTk1NlZeX8/PyHDx9gcSWyeX8khxUXFxcbG2ttba2qqurj40Mmk3l4eBwcHJCGXFVVde/ePThgk5OTc3NzQcCnp6dfvHjRw8MjIiIiPDw8Pj4et9TU1PT19ZWUlOzbty8tLc3b2xs5IdHR0Y6Ojiiv8BcD5Rebzfb09DQ1NfXy8goODt63b5+fn19WVhaW4kGQBRHp6tNydSLo/x/AWg1bxLQO5RXse5C5o66B8bi3t5eYGyDn638FsIg3v6bAxAeyuLgIJn5sbAzZftg51tXV1d7eDn08IOzZs2cdHR2dnZ1jY2OVlZVQ/FZVVZWXl1+7dq2wsDAxMTEuLi45Obm3tzcnJ+fOnTt5eXnp6elHjhwJCQnZt29fUFAQwo6trKwYDIa8vDwRy0lsoMIpgSEaTgN4epE5Z2RkRKAVIjQVFRWVlJTExMQ2btz4j3/8Y3XcFeEf/B6wcKCewsYTZByvzmAQEBAgso/5+PhQSSGKT0xMDF0htJdI4NTV1aV8O6Bdgq5VTU2Nw+HY29ubmZmByzM0NExKSoqIiHBycgoJCYmIiHB1dbWysoqNjQ0MDAwJCUHLFhwcbGlp6enp6enpuW/fPpAh0NA6ODiEhoY6OzsDIpFeDy075nosFisgIEBWVhYzdz09PXt7e1FRUQMDA3t7e+wtVlJSsrCw0NPTc3R0tLa2VldXR7ttaWkJ0Ryk9nApamhoYCRCJpPt7e3hOUGFhRWQurq6VlZWly9fnp2dJQDr6zcO60e2hFgqZWZmRgRXcXFxWVtbJycnZ2ZmFhcXNzU15eTkFBQUJCQkXL58OTo6OjU19fTp05cuXQoKCkL0aFRU1Pnz59PS0hAiXltbGxwcnJmZGRkZifISS+s0NTURFSYhIQGWUVdX18XFxcLCwt/fH42Gp6dnWloaIgQGBgaw1hiZBERjuLq9+r8GrL9DMQAW9FBzc3PT09PovAYGBp49e4akFzhplpaWXrx4QWRd/Q9bQgLv1gjTYJaGGh5ZN4i1geMaGNrX14fYGaxf7e7uhoi0srJyaGiooqKirq6urKwsOzu7qKjo9OnTsbGx58+ff/ToUVpaWlFRUW5ubmpqamxsbERERGRkZEBAABbkmJqa6ujoyMvLIy8YSVJKSkowEsKjymQyIdRCL4NSBVYeiMhpNBpCTmRkZPj4+NatW/fzzz+vFoiu0bUTpBUBWJgJbtmyBfw6EcBAbKNBBgM/Pz92LCN6QVhYGHmhoHiI2tDU1BTuZcgyCAEaVisjit7S0hL7rlFAhYaG0un0kJCQ/fv3k8lkWMRjY2O9vLzc3NysrKxA6e7ZsycgIMDDwwN7G7FlKzAwcM+ePXgtxNQoKytD6yAvL0+n09lstqOjI41GY7PZzs7OhoaGZDKZwWBgu5eXlxeVSrW0tIRCAn4gDOKNjY1RoBkbG6OwAleFnl1CQsLU1NTc3JzwQpuYmCDchsPhREVF9ff3Q4f1/v17YkT4IwErOTkZCTPq6uqenp7wbXl5eSUkJKSnp+fm5jY3N+fl5RUVFSUnJ1+9ehWLJ06ePJmRkXHgwIGIiIj9+/f7+/ufP38e0i0kiO/fvz8tLS0lJcXe3t7KysrR0TEoKMjQ0BBUn5ycHGyZ+vr6Li4uTk5O4ETs7e09PT3PnTtXWlra2to6MDBArGJ/9e1YvSHi/xtgrb7nGsBaWFiAshzdFjALpQ1syWhpAbL/c8Ba/QwEZuH9vP82ClhZWXn16tXs7Ozs7Czqqd7e3idPnkB1gRz3zs7O7u7u9vZ2ZJB2d3c3NDQ0NjaWlpbm5uYWFBScPXs2NjYWOY6XLl2CVevs2bMJCQkxMTERERF79uzBnkELCwuko2BvFdaCIiIO5QnWSSGAAXY8hIgjDAtXdSibgCDbtm0jBKJrgvqIgguARWS0ExpRYl0zFH/w2YBQh0MQvSGRq4eMNgKtUBhqa2vb2Njo6+tDnwioZTAYbDbbyckJP4IgwNbWNikpKTQ0NC4uDjy6ra1teHg4h8PhcDixsbEnTpzw9fU9evSotrY2OpigoKB9+/aBvwfTpKam5uvrC1IM8QkYv2I3KpVKNTAwwG40FD5I5tHR0UH6FTZUoTGEft3W1hZGH9DzHA4HDBrUEmhy4TeSlpaG4gTdKJgsMGhmZmZubm4PHz6cn5//8uXLp0+fAFWfP3/+wS3hmTNnoC5B3p60tHRQUFBCQsKZM2cQ41dYWHj37t2UlJSsrCwoGM6cOZOeno4VcpDGnTlzJi0tDblLnZ2dx48fP3nyZHZ2dmBgoIODg5OTU1hYmK2tLf6OEQxEIpHQQiPdwcPDw8jIyMvLKykp6c6dOzC1EB4UeIZXJ6Cv6Yn+jwBrDU4RSEGYcjDHRJEFiwwRI7M6mOF/kcNa/ZaILhU4hXe1srLy5s2bxcXF5eVlIGl/fz/W0z958gTy0ZaWFswHamtrsYf10aNHtbW1d+/evXHjRm5uLtRYhYWFFRUVN2/eLCwsvHjx4qlTpzBRwVpmLODEtAvrW6DjQ4IwiCqoq6FuB6lMpVIRyQ2LCQw9aIWkpKS4ubmJ/V2rfYJrwGsNy46Nzej+8AYggYbPBjHq2MkMU46YmBgWviMLQV5eHoAFTQCklSwWCxE3hMORTqdbW1uHhIRAFI22zt/fPyIiIiYmBgsWQXIlJydbW1v7+PiEhYXt378/Pj7e1tbWy8uLTqd7eXnt3bs3LCxMT0/PyckJXmUtLS1/f382m81isRC4DsMzciBgUaTRaL6+vvi0QVRh7ycwNCAgAA0gFnk5OTnp6urKyclh5IcXIppBQDCTyQRpyGAwMLoFEYbmkcFgWFtbFxcXj46OwjxITAl/FFp9/fr1p/Dw8KysLGdnZzab7eDggLWOzs7OSD6CQaeyshKJSGfPnj19+nR6evq5c+dSU1Pj4+Ohd9+7d++JEyewJKasrGx0dBTsLNh3TFWjo6P9/PyQvYWsDF5eXoRdODg4WFtbOzs76+npeXl5xcXFYYv98PDwxMQEVssAsxCg/D1a/d8B1l8SWITJcWlpaXWRNTU1BaMM3M6wJS8vL3/4lia6+qU//JWK9b8CWMQdCMwitA5oCYmAB3xWiNMaGhoaHx9HuGhvby/26MAF3dnZWVFR0d7ejljkW7du5eTk5Obmnjt37v79+zdv3oQoLzU1NTk5+eTJkxEREV5eXpjoYys9hUIBAYQiiwAsrEiAxQSAhRACWHNxNmI4CD2EhIQEFxfXzz//jA2payaD0FgRkiuCZQfRjoU3W7Zs4ePjk5SUlJGRERcX5+fnR2OIN4aOlRj7YBsNFtKgyIImg0ajKSoqgi0CCY0MCTabDVA4fPgwSCv8+l5eXocOHdq/f7+Hh0dQUFBMTAw2xRoYGMDCER4efuzYMfRuLBbL0dExNjYWnx4WNVMoFA8PDwcHBxaLBWGBuro6g8FAEUqhUICPjo6OGhoaNjY2VCoVygbw7tbW1tiBymKxgLYuLi5UKlVQUNDS0tLc3Byp5RwOx8jISE5ODtmkenp6VCpVVVUVmEj05hwOB8ZGGxubzMzMjo6ON2/efPyW24dS64cB1uHDh3NzczkcDo1G8/DwkJOT+3/EnXdY1YfZ/vvH+3vfrDZptElMGlOjcSAiYgQFjAMBRWTvLYfNYe+9Nxz2RvZGDiB7KIKAiAKiwRiNI6bRmjRJk9Zokr7x98fn8nudYkzbt2lz/vAiShQPnvs8z/3cY9myZSYmJsnJyaWlpa2trTgKySDFhYOItLGxsbm5WSwWp6SkBAcHx8bG1tbW9vf3Hz9+/MKFC8xi1dXVnZ2dVJOnpaWJxeLAwMCtW7fCaGzcuFFLSwuhM5I8IyMjb2/vxMTE1tbWubm5Gzdu4IlDHIBYXEgl5tUrCwTCC/uBTLTxkseSbJknbXyyC9eDBw++/vprEm/Qc4IsOPvQE6CEYh68ffs2yEXNhODfFkYqWdCUTYl4HD0fB6wnCVn/9Kc//elPf/ryyy9lF2cewkHzk08+AbNYDImZP3PmDDnuExMTAwMD/f39DQ0NR44cqaqqqq6ubm5ubm5urqioqK+vz8/PT09PT0tLCwsLs7OzMzExoVhQT0+PTDsOheQc0HTAkf6dd94hxo8xCi8bKX3EXUIzb9q06fXXX//Vr371zDPP/OpXv6IC5/nnn2eYElKugKrXX38dxkqowGEZJJNv48aNXHjk5eXfeOMN5AuUlQrFAps3byb5E7EVpwAivDF+YIsxNjZmR7O0tBSJRIcOHULkHBISEh4ebmVl5e/v7+joGBUVRTOjl5eXVCpFX04lR25ubkBAQHR0tJubW3Z2tr29vZOTk6enZ25urrq6ekhICMXOTk5O3t7eNjY2kFbGxsYIO3Flurq6Qq2wSqupqcG729vbBwQEoMsNCQmBXGc0I+3v0KFD7u7unp6e7JIQjtCLHGrl5OT27NlD4AyOdH19feTcurq67u7u586du3Pnzvfff/9Ahnf/2QArLi6OSnoNDQ2xWKypqfnKK6+Ympp6eXllZmZiSKbGTiqVFhQUNDY2lpSU5OXllZeXt7S0eHt7x8XFhYSEELcglUoJMGlpacnMzMzPz29tbU1ISDAzM8Px7+vri99169atzs7OJHiIxWLy/E1MTHhH6u7unp+fR1KEgJtz25IXpGBY+ckBS5bV/uaRRBNi+8EjfwyRLxwBGbKwyAgumbt37yLIgGD6PwDW41+VoOpYorn/8tFDeH6EOh9KDxG43rlzh0Ph5cuXr1y5sri4SOXE9PT02NgYdd8cfGtqapBfsR5SR5icnJyQkEAIAR1upqamhA3IyhqUlJR27NiB+ZnFkNkK4aKQN0CoA67Dt99++6233lq2bNkzzzzz7LPPMlXJzlbCg+Pgq6++uqROQgg4xnND1gKtNtQyoxQVtFewE1DvfGF8JZwLdu7cyTEO5gjJmLW1taGhoYmJSWhoaEhIiK+vb0JCgre3t5eXF42K4eHhmIeLior2798fHBysqamJfNTe3t7Hx8fPzy8zM9PZ2dnd3T0sLMzIyMjZ2dnKymrHjh3Cpx0+fFhBQYFD5K5duxwcHFRVVZGGmpubGxgYoLeiDfvQoUO+vr7kU/v4+JDQoKGhYWdnx4S4a9curpZMWIaGhhoaGkIUKtHJeJ5xI2poaOjp6dEayXm3u7v7448//u5RKeE3j6JHfx7AImoyJCREXV3d2dnZwMBg2bJlWlpanp6eBLn19PR0d3ePjIw0NTWR6Q4/VVBQ0NzcnJCQgK5dLBYjdu/v75+fnz9x4oREIsnOzu7p6SkqKmJkhVn08fEhOYQec3V1dTQmZHR4enrm5eUNDw/Pzc1h0GHCElZC2VemcC6U5Yb+RcB6fJzh0wTHMtw2nyYUPgssG84++Cw8z8DKkwBL+ODxDffxr4c/UfaBPejxh3BOFZZWsmiESVDoB4PAmpycHBkZ6ejoaG1traurq6+vr6+vP3LkSGVlZU1NTXl5OeMVb064edkj2OnU1NSwELOLwYzg1MHYwPxCRoqgIOVlo6amhtD81Vdfffrpp59++mmh0lnQYT2eKQp7JWyCq1atgrHasGEDyTBbtmwBdzZt2vTWW2+tW7cOt81bb70lLy9P/DGcGiDFQVDQgqmpqWlpaVlbW3NfO3ToEAjLGouW3dHRMT09PTAwMCAggF7hqKgolsSEhASsafb29kZGRunp6UB8QEBAampqUFCQv7+/t7e3WCw2NDQMDg4mYjQwMNDe3t7Ly+vNN980MzPDW+Pl5YU6xNzcfM+ePaRrwVXh3RGJRG5ubiAdQLNr1y5TU1PszcrKyi4uLgYGBgAWSisIey4JZDdraWmx9nJnQBKxb9++AwcOFBYW3rlz57tHZTl/+ctffk7AohEnISFh27ZtdnZ2hw8ffuONN/bs2RMUFES4aF9fH8xrTU1NTk4OWmduglVVVVVVVUlJSenp6TY2Njk5OTU1Nf39/efOnTt//nxRUVFhYWFDQ4NUKg0ICHBycqILOyYmhnl148aN2AL09PSsra0PHjzo6uoqFosLCgqGhobOnDmzsLBAbMOdO3eElZCRQcAsWX2T8Kr+PwDWkyaa+/fv8/kPHjHlDFbCjCMAFpwRqS937twhRwFGSVZ/8DhgLdn7liDXkolPgCrZxIjHH8JT9OmnnzL60WwojIG3b9++devW5cuX5+bmzpw5QwBpW1vbwMAAwtHa2tqSkpKSkhIoy9zc3LS0tPDwcE9PT9grPLfgzo4dOyDdaRLlDYnJBY8OoCCEMenr62tqavJSYRFbs2bNr3/96//5n/8hSQYXjqzMHZsOKnZBJgrRLnQ1C3y/ioqKqqoq0hkEolTRbNu2bf369TDuWB0xXbzzzjtCxCBpE3BtiDZMTU3t7e3NzMzQOnGk4+zg4uJCRyfHIrp/zM3N9fT00tPT0U95eHiEh4eLRCLSkyMiIqKjo8PDwyMiItBVeXl5aWhobN261c3NzcXFxcTEhNIwatCIG9PQ0HByciL7mAIXCPK1a9caGhrSXmxqakqEw4EDB9TU1NCXqqqq4kYwMzMzMzPDIQcw4S7Yt28fp0MjIyNkKPQb2djY4Jf09PS8cuUK79z3H7VR/GyAlZCQkJqampOTo66ubm9vHxwcjCnJy8urqqoqLi6uo6NjaGhoamqqvb2dvaC0tLS+vv7o0aO5ublSqTQiIiIqKkooNTt27NjY2NjCwsKRI0eKi4tDQ0Pn5ubS09Pt7OwCAwOTkpIcHBzS09MNDQ21tbXRFrOB79u3z9TU1NvbOzs7u7Ozc3x8/MKFC4Rqfvzxx9y8hJpl2VHiSfqm/wNgPY5ZDx48IOZFoK7uP6rhEhSkTDEcBKC0yH7hXACk/l3AkoXIJ6GVLOsvm3IjPCGAFHzWF198ISRn3b17lzZWPgCtbt68eeXKFcQN09PTNP3QY1hTU1NVVQVgFRUVZWRk0O7l5+dHiTyJ7Pv379+zZw9NMNTJUK0uUFrImrZv344XT0tLC0sdd3QWRsjvl19++bnnnnvuueeYofj4pZdeEhIaXnzxRbQLQt6xYBVEy05WzKpVqxCFqqurk70ldBrSJYG9HykD1wBetKQJ4g0mk4skBtStSAc0NTXt7OzMzMxsbGzCw8NDQkKMjY1DQ0MjIyONjIyCg4Ojo6NpbER+GBkZyX3cwcHB1tbW3d1dXl4e2W1QUFBGRoZYLHZ1dTUwMPD396flwNfXF4Xahg0bDA0NSd0xNjbevXs3rTZcKh0cHNTU1GxsbBQVFbW0tEiGgAVmPVRSUoJHJ33Bzs5O0OiqqakBzUxbJPzRbUFgA4vh4cOHXV1dye0aGRm5d+/eZ599JjSn/GyAVVhYmJycXFFRcfDgQWtr65CQEFNT0x07dtjZ2RUWFgYHB9fX19MGTLtqdHR0aWlpY2NjT09Pbm5uR0cHMkIHBwdvb28K7gcHB+fn51taWkpLSwMCAgYGBioqKoKCgpydnWNjY01MTJKSkiIiInR0dMiBlZOTQydiaWnp5+eXmppaX18/MjJy4cKFjz/++O7du0L9l8Al8xJdIiIVAOubJ58LnwRYT1oPBcCSxZclMw4YwcRHYyDZL0IM4Y9MWLLLrKyuSvbxOFo9icMCp2TXQIQXDFYE3RDvd/369WvXruElgoOfmJig/7Wpqam+vp4JKzc3NzU1FYKZLkKauIg5Z7DavHkz+gCE1IRnCrKmHTt2wG3t2LEDpw4xfljbGK9Wr15N4SAlqcuXL2fCwvYs2AbZAYX0BQojVq5cycdw7QoKCsgUyN5jYqIrlA1RRUWFFnhFRUWmMCFQEBEDSlcCRRB8Hjx40MrKyt3d/fDhw7a2tlpaWshEExMTRSKRpaVleHg4L2+CDzHEbN++PSEhgSRStKM+Pj5EU4WGhvr7+2dmZorFYj8/v23btkVHR+/YsQOql9SXt99+GwByd3e3sbFRVVWFL+dc6OnpSQU0myxuaoyBxDagGgWF8UjTY2hubo6eHsxCGEHsIsl/hw4dEvDawcEBO3dtba3g2H/48OGf/vSnnw2waBaoqqriguDp6WlnZ/fGG2+Ymprm5uaGhIRUVlYSBz46Otrc3BwXF4fVmfikhoYGiUQikUh8fHysra2Li4ubm5t7e3tnZ2cHBgbKy8up26muri4uLra1tWV1RzZhZmaGDuuNN94Qi8XkCvEtP3LkyNDQECvh73//e4HGIrNhyR4kjDD/ImA9CbOECeubR/l/wp8lwIdg1hG8ONwKaQCSDZl4HLAe/O1p8sfR6gc5LNmpSpCGAVJCpAx3AKDq6tWrV65cQfh+8eJFnM/T09MzMzNQ71RpFhcXSySSlJSUiIgIdNsikQiWhE49aq8QNIBTQgcfcxZqO0YeHLmkL6FrZ4tcu3btb37zG0HBANEuPGQFomjZmaf4kXouGHdK/fhtgSdaoLjnoP8iow75+JYtWzhfIrmgLYXmRD7nwIEDuF7oSXRwcPDy8iKnwcvLy9fXNzk5OTg4GPFgYGCgj4+PnZ1dUlKSvb0944yNjQ2yago7xGJxbm7utm3bAgMDAwMDSWfy9PRUVlYmlVRdXZ0ADCwBZNr4+fmJRKJt27ahVBCiBLEi7t69e9euXebm5qS2wrgR36qlpYXMjefcyMho9+7dAJaKioq5uTlbOSQ9SWSyvYpkvWNEiYqKunHjxsOHD6FE7t2797MBVllZWUBAQFlZ2eHDh01NTUlhf+2113R1dbOyssLCwioqKs6fPz82Nnb69GkC3dE0cBCEqKKeQFtbG1NhR0cHEStIt1JSUkpKSkpLS2NiYiIjIxMSEjw8PFxdXauqqjZu3IiFis4eBweHgICA2NjY8vLyoaGh+fl5mvjQCiDClKVpBMD6WqbZ4V8BLFkQkQUsOKxvvvlG8H9+88h4zPr54MEDGG4Ai9Dk27dvo9H/RwDra5nH44Almzgqy6k/jlbsgOCUEPdO4AxRDe+99967776L9p3ZiojU6elphO+jo6N9fX0tLS1FRUX5+fnl5eVlZWVFRUXh4eFOTk729vYmJiZIPfft24f7f+/evciptm3bRkMSmKWkpAQLvmvXLhTtvH5YJN9+++3NmzevXLkS2+ALL7zw7LPPPvXUU7TjvPjii8xczFYrVqwAsJApYBhEV4ULZ/Xq1TDr8vLymzdv1tbWBlhpEkRXgTYSwSTXMfZBSl7JQRYMwFR40SVB2B7NZsnJycIqwNJnZ2fn6emJqsDY2DglJcXGxmbnzp2GhoahoaHJyclmZmYODg5ZWVkcFh0dHYODg0UiUVlZmUgkAsFtbW1VVFSwlBsYGOjp6a1cudLIyAiZFZYab29vZWVlwl2ht3i2sZc7ODiIxWKUWYaGhqqqqhYWFsjHCBpAkorqjc/U1tbW1dUFzXHzsE3DZxEWaGtra2xsPDw8/PDhw2+//fazzz77OTksiURCz2BQUJC2tja0n5yc3MGDB4uKimJiYqqrq48ePTo3N3f8+HGUDYWFhVlZWcePHye0LyUlpba2NioqysDAQCQStbS01NXVTU5OLi4u0nkXHx9Px31OTk5OTo6Pj090dLSNjU12dra+vr6hoSH2d+4vrq6uiYmJlZWV3d3dMzMz1B3TfkyflZCbLLuICY5o4SF7bnscj/7xx5OAj1+FdKdT5N69e1ziBNS4e/fup59+inrrRzisb/+Wd//6bx9L0i&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;Pada umumnya sejak lahir manusia telah memiliki sedikit perasaan malu, namun bila perasaan itu telah berubah menjadi semacam rasa takut yang berlebihan, maka hal itu akan menjadi suatu fobia, yaitu takut mengalami tekanan dari orang lain atau takut menghadapi masyarakat. Anak yang pemalu selalu menghindar dari keramaian dan tidak dapat secara aktif bergaul dengan temannya yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;Guru tidak mudah mengetahui apakah muridnya seorang pemalu, sebab pada umumnya mereka tidak suka berbuat kegaduhan atau masalah. Sifat pemalu dapat menjadi masalah yang cukup serius sebab akan menghambat kehidupan anak, misalnya dalam pergaulan, pertumbuhan harga diri, belajar, dan penyesuaian diri. Umumnya ciri anak pemalu ialah terlalu sensitif, ragu-ragu, terisolir, murung, dan juga sulit bergaul. Jadi mereka perlu diberi bantuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;PENYEBAB MASALAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Unsur Keturunan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;Hal ini merupakan faktor yang tidak langsung dan belum pasti. Sejak lahir anak tersebut terlihat agak sensitif dan kemungkinan hal itu terjadi karena pembawaan saat ibu yang ketika sedang mengandung mengalami tekanan jiwa maupun fisik. Namun ini juga belum dapat menjadi suatu bukti yang kuat apakah kelak anak yang sensitif itu akan menjadi seorang pemalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Masa Kanak-kanak Kurang Gembira&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;Ada sebagian anak yang mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan pada masa kanak-kanaknya. Misalnya orangtua sering berpindah- pindah, orangtua bercerai, orangtua meninggal, dipaksa pindah sekolah atau dihina oleh teman dan sebagainya. Semua pengalaman itu mengakibatkan terganggunya hubungan sosial mereka dengan lingkungan, suka menghindar atau mundur, dan tidak berani bergaul dengan orang yang tidak dikenal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Kurang Bermasyarakat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;Sifat pemalu akan terjadi bila anak hidup dengan latar belakang di mana ia diabaikan oleh orangtuanya, atau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mengasingkan diri, terlalu dikekang sehingga mereka tidak dapat mengalami hubungan sosial yang normal dengan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Perasaan Rendah Diri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;Mungkin perasaan malu itu timbul karena anak bertubuh pendek, bersikap kaku atau punya kebiasaan yang jelek, lalu berusaha untuk menutupinya dengan cara menyendiri atau menghindari pergaulan dengan orang lain. Karena kurang rasa percaya diri dan beranggapan dirinya tidak sebanding dengan orang lain, ia tidak suka memperlihatkan diri di keramaian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Pandangan Orang Lain&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;&quot;&gt;Banyak anak yang menjadi pemalu karena pandangan orang lain yang telah merasuk ke dalam dirinya sejak kecil. Mungkin orang dewasa sering mengatakan bahwa ia pemalu, bahkan guru dan teman-teman juga berpendapat sama, sehingga akhirnya ia benar-benar menjadi seorang pemalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/5457523455431472253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/pada-umumnya-sejak-lahir-manusia-telah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/5457523455431472253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/5457523455431472253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/pada-umumnya-sejak-lahir-manusia-telah.html' title='Inilah Penyebab Masalah Anak Jadi Pemalu'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5592345923861489442.post-1136829954827349708</id><published>2011-07-26T08:45:00.000-07:00</published><updated>2012-03-19T16:22:52.834-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info"/><title type='text'>Suku-Suku Indian di Amerika serta Sejarahnya</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 180%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;u&gt;Suku Apache&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://iwandahnial.files.wordpress.com/2009/06/id-utama.jpg?w=312&amp;amp;h=420&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Suku Apache adalah nama dari suku Indian yang berdiam di Benua Amerika. Mereka adalah suku yang kuat dan memiliki strategi perang yang handal. Suku ini bermusuhan dengan bangsa kulit putih. Dalam pertempuran melawan kulit putih mereka selalu menang. Kekalahan pertama terjadi pada tahun 1886.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Dahulu Suku Apache tinggal di barat daya Meksiko dan Arizona bagian tenggara. Baru-baru ini, mereka berpindah dari utara ke selatan Amerika. Suku ini terdiri dari beberapa kelompok utama, di antaranya adalah Mescalero, Mogollon, Coyotero, Arivaipa, Naisha, Tchishi, Faraone, Lanero, Gileno, Chiricahua, Mimbreno, dan Tchikun. Saat ini jumlah populasi suku ini yang tersisa hanya sebanyak 11.000 jiwa yang tersebar di Oklahoma, Arizona, dan New Meksiko.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Suku apache merupakan salah satu rumpun suku Indian yang hidup di benua Amerika. Suku ini bisa dikatakan sebagai suku asli yang telah ada sejak zaman dahulu sebelum Christoper Colombus menemukan benua Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kedatangan Colombus, orang-orang kulit putih berdatangan ke Amerika untuk kemudian tinggal dan menetap di sana. Kedatangan orang-orang kulit putih ini awalnya disambut baik oleh suku Indian. Mereka mengadakan penghormatan khusus secara sakral atas kedatangan kaum kulit putih tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, orang-orang kulit putih mulai merampas tanah-tanah milik orang Indian. Mereka diperlakukan tidak adil dan kejam, tak jarang terjadi pertumpahan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Indian dipaksa menyingkir dari tanah kelahirannya, mereka sering dikejar dan diusir dari wilayah teritorialnya. Tidak sedikit tanah suku Indian yang dibeli tanpa dibayar. Terkadang tanah tersebut dibarter dengan barang-barang yang tak berharga yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi sebagai imbalan. Dan pada akhirnya suku Indian terpaksa mengungsi ke pelosok-pelosok hutan belantara, untuk menghindari tindakan kejam dari orang-orang kulit putih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlatar belakang persitiwa tersebutlah, hingga saat ini suku apache terus mengibarkan bendera permusuhan dengan orang kulit putih. Karena rasa kecewa yang mendalam mereka membunuh setiap orang kulit putih yang ditemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dielakkan, terjadilah pembantaian masal yang dilakukan oleh orang kulit putih terhadap orang-orang suku Indian. Tentu saja suku-suku ini pada akhirnya mengalami kekalahan, karena yang mereka hadapi adalah orang-orang dengan peradaban yang maju, yang memiliki persenjataan lengkap seperti pistol dan senapan. Sehingga populasi suku inidan dan suku apache khususnya semakin berkurang, dan kebanyakan dari mereka tinggal di pedalaman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 180%;&quot;&gt;&lt;u&gt;Suku Sioux&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlzVJK-R2HZzHf9vNgax6h2VoLN0OfLQN2C7r8dGkdDvgU1HvMtKcbIv6bE_4oitzfMa0Tr2wg6kTQ6-n8ZHLYEKMtVhhe2LkieKPO6vgdHF919CE-CDhUakpE4fHXUajbHOSxrzTEZIU/s1600/331pxsittingbulledit2cr.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Sioux adalah penduduk asli Amerika dan Bangsa Pertama orang-orang di Amerika Utara. Istilah ini dapat merujuk kepada satu kelompok etnis dalam Great Sioux Nation atau salah satu dari yang banyak bahasa dialek bangsa itu. Sioux terdiri atas tiga divisi utama berdasarkan Siouan dialek dan subkultur:&lt;br /&gt;Isáŋyathi atau Isáŋathi (&quot;Pisau,&quot; berasal dari nama sebuah danau di sekarang Minnesota ): berada di timur ekstrim dari Dakota , Minnesota dan utara Iowa , dan sering disebut sebagai Santee atau Timur Dakota.&lt;br /&gt;Iháŋkt ȟ uŋwaŋ dan Iháŋkt uŋwaŋna ȟ (&quot;Desa-di-the-end&quot; dan &quot;kecil desa-di-ujung&quot;): berada di Sungai Minnesota daerah, mereka dianggap sebagai Sioux menengah, dan sering disebut sebagai Yankton dan Yanktonai, atau, secara kolektif, sebagai Wičhíyena ( endonym ) atau Dakota Barat (dan telah keliru diklasifikasikan sebagai &quot; Nakota &quot; ).&lt;br /&gt;Thit ȟ uŋwaŋ atau Teton (tidak pasti, mungkin &quot;penghuni di Prairie&quot;; nama ini adalah kuno antara pribumi, yang lebih memilih untuk menyebut diri Lak ȟ Ota ) Sioux barat, yang dikenal untuk berburu dan budaya mereka prajurit, sering disebut sebagai yang Lakota .&lt;br /&gt;Saat ini, Sioux mempertahankan terpisah pemerintah banyak suku yang tersebar di beberapa pemesanan, masyarakat, dan cadangan di Dakota, Nebraska , Minnesota, dan Montana di Amerika Serikat, dan Manitoba dan selatan Saskatchewan di Kanada .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 180%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Asal-usul Nama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Nama &quot;Sioux&quot; adalah bentuk singkatan dari Nadouessioux meminjam ke Perancis Kanada dari Nadoüessioüak dari awal Odawa exonym : naadowesiwag &quot;Sioux&quot;. [5] Jean Nicolet mencatat penggunaan pada tahun 1640. [6] The Proto-Algonquian bentuk * na · wa · Towe, yang berarti &quot;Iroquoian Utara&quot;, telah refleks dalam beberapa bahasa anak yang mengacu pada ular kecil ( massasauga , Sistrurus). [7] Informasi ini ditafsirkan oleh beberapa bahwa pinjaman Ottawa adalah sebuah penghinaan. Namun, ini Proto- Algonquian istilah yang paling mungkin pada akhirnya berasal dari bentuk *- Towe Â °, berarti hanya untuk &quot;berbicara bahasa asing&quot;, Belakangan ini diperpanjang dalam arti di beberapa bahasa Algonquian untuk merujuk pada massasauga . Dengan demikian, bertentangan dengan banyak akun, maka naadowesiwag Odawa kata tua tidak menyamakan Sioux dengan ular. Hal ini tidak dikonfirmasi meskipun, karena penggunaan beberapa dekade sebelumnya telah menyebabkan istilah ini memiliki konotasi negatif bagi mereka suku yang dimaksud. Ini akan menjelaskan mengapa banyak suku telah menolak istilah ini sebagai exonym .&lt;br /&gt;Beberapa suku telah secara formal maupun informal mengadopsi nama tradisional: Suku Sioux Rosebud juga dikenal sebagai Oyáte Sičháŋǧu, dan Oglala sering menggunakan nama Oglála Lak ȟ Ota Oyáte, bukan bahasa Inggris &quot;Oglala Suku Sioux&quot; atau OST. Ejaan alternatif Inggris Ogallala dianggap tidak layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sioux historis mengacu pada Great Sioux Nation sebagai Šakówiŋ Očhéthi (diucapkan [otʃ ʰ et ʰ i ʃakowĩ] ), yang berarti &quot;Tujuh Dewan Kebakaran&quot;. Setiap api simbolis dari oyate (orang atau bangsa). Tujuh negara yang terdiri dari Sioux adalah: Bdewákaŋthuŋwaŋ ( Mdewakanton ), Wa ȟ péthuŋwaŋ ( Wahpeton ), Wa ȟ pékhute ( Wahpekute ), Sisíthuŋwaŋ ( Sisseton ), yang Iháŋkthuŋwaŋ ( Yankton ), Iháŋkthuŋwaŋna ( Yanktonai ) thit ȟ uŋwaŋ (Teton atau Lakota ). The Tujuh Dewan Kebakaran akan berkumpul setiap musim panas untuk menahan dewan, memperbaharui ibadah, memutuskan hal-hal suku, dan berpartisipasi dalam Dance Sun . Tujuh divisi akan memilih empat pemimpin yang dikenal sebagai Wičháša Yatápika dari antara para pemimpin divisi masing-masing. Menjadi salah satu dari empat pemimpin dianggap sebagai penghargaan tertinggi bagi seorang pemimpin, namun pertemuan tahunan berarti pemerintahan suku mayoritas yang dirawat oleh para pemimpin biasa setiap divisi. Pertemuan terakhir Dewan Tujuh Kebakaran di tahun 1850.&lt;br /&gt;Hari ini Teton, Santee, dan Ihantowan / Ihanktowana biasanya dikenal, masing-masing, sebagai Lakota, Dakota Timur, atau Barat Dakota. Dalam salah satu dari tiga dialek utama, &quot;Lakota&quot; atau &quot;Dakota&quot; menerjemahkan ke berarti &quot;teman,&quot; atau lebih baik, &quot;sekutu.&quot; Penggunaan Lakota atau Dakota kemudian dapat merujuk pada aliansi yang pernah terikat Great Sioux Nation.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 180%;&quot;&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dakota yang pertama tercatat telah berada di sumber sungai Mississippi pada abad ke tujuh belas. Pada 1700 beberapa dari mereka pindah ke hari South Dakota-sekarang. Pada akhir abad ke-17, Dakota mengadakan aliansi dengan pedagang Prancis. Orang Prancis sedang berusaha untuk mendapatkan keuntungan dalam perjuangan untuk perdagangan bulu Amerika Utara melawan Inggris, yang baru saja mendirikan Perusahaan Hudson&#39;s Bay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: georgia; font-weight: bold; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 180%;&quot;&gt;&lt;u&gt;Suku Iroquois&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2zSGJtx9fMBxULaHKPxLGfdz65yeRYV9W_tFAbHyQh6gSsY9Yex8AUG6TuhVkc2wMbc7dullZILGGoBYiL6vE6puwIAyGgF8rPFKBrrVnBkfMNvzpgpkODtcNfCwj0O7vemtvtX9cpRU/s640/1914panoramicviewofiroq.jpg&quot; style=&quot;font-family: georgia;&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Iroquois (diucapkan / ɪrəkwɔɪ / ), juga dikenal sebagai Haudenosaunee atau &quot;Orang-orang dari rumah panjang &quot;, adalah sebuah asosiasi dari beberapa suku penduduk asli Amerika Utara. Setelah berbahasa masyarakat Iroquoian bersatu sebagai suku yang berbeda, berdasarkan kebanyakan di zaman sekarang bagian utara negarabagian New York tengah dan, pada abad ke-16 atau sebelumnya mereka datang bersama dalam sebuah asosiasi yang sekarang dikenal sebagai Liga Iroquois, atau &quot;Liga Perdamaian dan Power &quot;. The Iroquois asli Liga sering dikenal sebagai Lima Bangsa, seperti yang terdiri dari Mohawk , Oneida , Onondaga , Cayuga dan bangsa-bangsa Seneca . Setelah Tuscarora bangsa bergabung dengan Liga pada tahun 1722, yang Iroquois dikenal sebagai Enam Negara. Liga diwujudkan dalam Dewan Grand, majelis keturunan lima puluh sachems .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Ketika Eropa pertama tiba di Amerika Utara, Iroquois didasarkan pada apa yang sekarang timur laut Amerika Serikat , terutama dalam apa yang disebut hari ini sebagai bagian utara New York sebelah barat Sungai Hudson dan melalui Danau Finger daerah. Hari ini, Iroquois hidup terutama di New York, Quebec dan Ontario .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Liga Iroquois juga telah dikenal sebagai Konfederasi Iroquois. Beberapa ulama modern sekarang membuat perbedaan antara Liga dan Konfederasi. Menurut penafsiran ini, Liga Iroquois mengacu pada dan budaya lembaga seremonial diwujudkan dalam Dewan Grand, sedangkan Konfederasi Iroquois adalah kesatuan politik dan diplomatik desentralisasi yang muncul dalam menanggapi kolonisasi Eropa. Liga masih ada. Konfederasi ini dibubarkan setelah kekalahan Inggris dan sekutu bangsa Iroquois dalam Perang Revolusi Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;Nama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Iroquois menyebut diri mereka sebagai &quot;Haudenosaunee&quot;, yang berarti &quot;Orang-orang dari rumah panjang itu,&quot; atau lebih tepatnya, &quot;Mereka Apakah Membangun Rumah Panjang.&quot; Menurut tradisi mereka, The Great Peacemaker memperkenalkan nama pada saat pembentukan Liga. Ini menyiratkan bahwa bangsa-bangsa dari Liga harus hidup bersama sebagai keluarga di rumah panjang yang sama. Secara simbolis, yang Mohawk adalah penjaga pintu timur, karena mereka terletak di timur terdekat ke Hudson, dan Seneca adalah penjaga pintu barat dari &quot;rumah panjang suku&quot;, wilayah mereka mengendalikan di New York. The Onondaga, tanah air yang berada di pusat wilayah Haudenosaunee, adalah penjaga Liga (baik literal dan kiasan) api pusat. Koloni Perancis yang disebut Haudenosaunee dengan nama Iroquois. Nama itu asal beberapa kemungkinan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Perancis transliterasi dari irinakhoiw, sebuah Huron (Wyandot) nama untuk Haudenosaunee. Digunakan dengan cara yang menghina, itu berarti &quot;ular hitam&quot; atau &quot;nyata adders &quot;. Para Haudenosaunee dan Huron adalah musuh tradisional, sebagai Huron bersekutu dengan Perancis dan berusaha untuk melindungi akses mereka ke pedagang bulu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Perancis linguis , seperti Henriette Walter, dan antropolog , seperti Dean Salju , mendukung penjelasan berikut. Sebelum kolonisasi Perancis, nelayan Basque diperdagangkan dengan Algonquins , yang adalah musuh Haudenosaunee tersebut. Para ulama di atas berpikir &quot;Iroquois&quot; berasal dari Basque ekspresi, hilokoa, yang berarti &quot;orang pembunuh&quot;. Karena tidak ada &quot;L&quot; suara dalam bahasa Algonquian dari Teluk Saint Lawrence daerah, suku-suku Algonquian menggunakan nama Hirokoa untuk Haudenosaunee. Mereka menerapkan ini ke pidgin bahasa yang mereka gunakan dengan Basque. Perancis diterjemahkan kata fonetik sendiri sesuai dengan aturan mereka dan tiba di &quot;Iroquois&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Pembentukan Liga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Anggota Liga berbicara Iroquoian bahasa yang jelas berbeda dari speaker Iroquoian lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sementara suku-suku yang berbeda Iroquoian memiliki asal sejarah dan budaya umum, mereka menyimpang sebagai masyarakat selama waktu yang cukup lama bahwa bahasa mereka menjadi berbeda. arkeologi menunjukkan bukti bahwa nenek moyang Iroquois tinggal di wilayah Danau Finger dari setidaknya 1000 AD&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Setelah menjadi bersatu di Liga, yang Iroquois menyerbu Lembah Sungai Ohio di sekarang Kentucky untuk mencari alasan berburu tambahan. Menurut salah satu teori pra-kontak, itu Iroquois yang, sekitar 1200, telah mendorong suku-suku di Sungai Ohio lembah, seperti Quapaw (Akansea) dan Ofo ( Mosopelea ) dari wilayah itu dalam migrasi barat Sungai Mississippi . Tapi, Robert La Salle mencantumkan Mosopelea antara masyarakat Lembah Ohio dikalahkan oleh Iroquois pada awal 1670s, selama kemudian Wars Berang-berang . Pada 1673, kelompok yang berbahasa Siouan telah menetap di Midwest, mendirikan apa yang dikenal sebagai wilayah historis mereka. Sama seperti orang-orang Siouan mengungsi oleh Iroquois, mereka pengungsi yang kurang kuat suku-suku yang mereka temui, seperti Osage , yang bergerak ke barat lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Liga Iroquois didirikan sebelum menghubungi Eropa utama . Kebanyakan arkeolog dan antropolog percaya bahwa Liga dibentuk suatu antara sekitar 1450 dan 1600. Sebuah klaim beberapa telah dibuat untuk tanggal yang lebih awal, satu studi baru-baru ini menyatakan bahwa Liga dibentuk pada 1142, berdasarkan gerhana matahari pada tahun itu yang tampaknya cocok satu tradisi lisan . Antropolog Dean Snow berpendapat bahwa bukti arkeologi tidak mendukung tanggal yang lebih awal dari 1450, dan yang mengklaim baru-baru ini untuk kencan jauh lebih awal &quot;bisa untuk kontemporer tujuan politik &quot;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Menurut tradisi, Liga dibentuk melalui upaya dua orang, Deganawida , kadang-kadang dikenal sebagai Peacemaker Agung, dan Hiawatha . Mereka membawa pesan, yang dikenal sebagai Hukum Besar Perdamaian , kepada bangsa-bangsa Iroquoian pertengkaran. Negara-negara yang bergabung dengan Liga adalah Seneca , Onondaga , Oneida , Cayuga dan Mohawk . Setelah mereka menghentikan sebagian besar pertikaian mereka, Iroquois cepat menjadi salah satu kekuatan terkuat di ke-17 dan abad ke-18 timur laut Amerika Utara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Menurut legenda, seorang kepala suku Onondaga jahat bernama Tadodaho adalah yang terakhir yang akan dikonversi ke cara perdamaian oleh The Great Peacemaker dan Hiawatha. Ia menjadi pemimpin spiritual Haudenosaunee. Hal ini dikatakan telah terjadi pada Onondaga Danau dekat Syracuse, New York . Judul Tadodaho masih digunakan untuk pemimpin spiritual liga, kepala kelima puluh, yang duduk dengan Onondaga di dewan. Dia adalah satu-satunya dari lima puluh telah dipilih oleh rakyat seluruh Haudenosaunee. The Tadodaho saat ini Sid Bukit Bangsa Onondaga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 180%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;u&gt;Suku Navajo&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBHKHI98Rk7W-AagJrM2Nl56D1Lhot9MVCKfTint0CW3cq9_eV8KACsSFz2jReU4eSzLHisvQ3mSglFfXCYiyIq56YktFMJaiHAufcYctX98TtVltNLrJOlySLMBN2bG44dzgQrsWVdVY/s640/navajoprotraits.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;Navajo (juga dieja Navaho, dalam Navajo : Dine, yang berarti &quot;orang-orang,&quot; atau Naabeehó) (atau Dineh dalam anglicization umum dari istilah bahasa Navajo) dari Amerika Serikat Barat Daya merupakan terbesar kedua Amerika asli suku Serikat Amerika Serikat . Dalam Sensus AS 2000 , 298.197 orang mengaku sepenuhnya atau sebagian dari keturunan Navajo. The Navajo Nation merupakan sebuah badan pemerintah independen yang mengelola Navajo reservasi Indian di Four Corners area Amerika Serikat . The Navajo Bahasa diucapkan di seluruh wilayah, meskipun yang paling Navajo berbahasa Inggris juga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;Awal sejarah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sampai mereka datang ke dalam kontak dengan Spanyol dan Pueblos , para Navajo adalah pemburu dan pengumpul. Mereka mengadopsi teknik pertanian dan tanaman dari orang-orang Pueblo, tumbuh terutama jagung , kacang , dan squash . Sebagai hasil dari pengaruh Spanyol, mereka mulai menggiring domba dan kambing , tergantung pada mereka untuk makanan dan perdagangan. Mereka berputar dan menenun dicukur wol ke dalam selimut dan pakaian yang dapat digunakan untuk penggunaan pribadi atau perdagangan. Mereka juga tergantung pada kawanan domba mereka untuk daging . Hidup mereka bergantung pada domba begitu banyak itu, ke Navajo, domba adalah jenis mata uang dan ukuran kawanan adalah tanda status sosial.&lt;br /&gt;The Navajo / Dine berbicara dialek dari rumpun bahasa disebut sebagai Athabaskan . The Navajo dan Apache diyakini bermigrasi dari barat laut Kanada dan timur Alaska , dimana mayoritas speaker Athabaskan berada. The Dene Bangsa Pertama , yang tinggal dekat dari Tadoule Danau di Manitoba ke Great Slave Lake di Alberta , juga berbicara bahasa Athabaskan. Meskipun waktu berlalu, orang-orang ini dilaporkan masih bisa memahami bahasa sepupu jauh mereka, Navajo. Arkeologi dan sejarah bukti menunjukkan bahwa nenek moyang Athabaskan dari Navajo dan Apache masuk Southwest dengan 1400 Masehi . Navajo tradisi lisan dikatakan untuk mempertahankan referensi dari migrasi ini.&lt;br /&gt;sejarah lisan Navajo juga tampaknya menunjukkan hubungan panjang dengan orang-orang Pueblo dan kemauan untuk beradaptasi ide-ide asing ke dalam budaya mereka sendiri. Perdagangan antara masyarakat Pueblo lama mapan dan Athabaskans itu penting bagi kedua kelompok. Catatan Spanyol mengatakan dengan pertengahan abad ke-16, para Pueblos ditukar jagung dan tenunan kapas barang bison daging, kulit dan material untuk alat-alat batu dari Athabaskans yang baik bepergian untuk mereka atau tinggal di sekitar mereka. Pada abad ke-18, Spanyol melaporkan bahwa Navajo memiliki banyak ternak dan daerah besar tanaman. The Navajo mungkin banyak ide Pueblo diadaptasi ke dalam budaya sendiri yang berbeda.&lt;br /&gt;Yang pertama menggunakan istilah Spanyol Apachu de Nabajo pada 1620 untuk merujuk kepada orang-orang di wilayah Lembah Chama timur San Juan Sungai dan barat laut sekarang Santa Fe, New Mexico . Pada 1640-an, mereka menggunakan &quot;Navajo&quot; untuk orang-orang pribumi. Para Spanyol tercatat dalam 1670s bahwa mereka hidup di wilayah yang disebut Dinetah , sekitar enam puluh mil (100 km) barat dari wilayah lembah Rio Chama. Pada 1780, Spanyol mengirim ekspedisi militer terhadap Navajo di barat daya dan barat daerah itu, dalam Taylor Gunung dan Gunung Chuska wilayah New Mexico.&lt;br /&gt;Dalam 1.000 tahun terakhir, Navajos memiliki sejarah memperluas jangkauan mereka dan pemurnian diri mereka identitas dan signifikansi mereka ke kelompok lain. Hal ini mungkin merupakan akibat dari kombinasi budaya peperangan endemik ( penggerebekan ) dan perdagangan dengan Pueblo, Apache, Ute , Comanche Spanyol bangsa dan, atur di lingkungan alam perubahan Southwest tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama &quot;Navajo&quot; berasal dari abad ke-18 melalui Spanyol (Apache de) Navajo &quot;(Apache dari) Navajo&quot;, yang berasal dari Tewa navahū &quot;bidang jurang sebelah&quot;. The Navajo menyebut diri mereka Dine, yang berarti &quot;rakyat&quot;. Meskipun demikian, sebagian besar Navajo sekarang menyetujui untuk disebut &quot;Navajo.&quot; (Ejaan lama kata - &quot;Navaho&quot; - tidak disukai oleh Navajo paling di zaman modern).&lt;br /&gt;Secara tradisional, seperti Apacheans lain, Navajo adalah semi- nomadik dari 16 sampai abad ke-20. kelompok kekerabatan diperpanjang mereka telah daerah hunian musiman untuk mengakomodasi peternakan, pertanian dan praktek pengumpulan. Sebagai bagian dari ekonomi tradisional mereka, kelompok Navajo mungkin terbentuk pihak perdagangan atau merampok, perjalanan relatif jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;Budaya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Comic Sans MS;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara historis, struktur masyarakat Navajo sebagian besar merupakan matriarkal sistem di mana wanita hanya diizinkan untuk memiliki ternak dan tanah. Setelah menikah, seorang pria Navajo akan pindah ke rumah istrinya dan klan, karena anak-anak perempuan (atau, jika perlu, saudara perempuan lainnya) secara tradisional orang-orang yang menerima warisan generasi. Setiap anak dikatakan milik klan ibu dan menjadi &quot;lahir untuk&quot; marga ayah. Sistem klan adalah exogamous , artinya itu, dan sebagian besar masih, dianggap sebagai bentuk inses untuk menikah atau siapapun tanggal dari salah satu dari empat kakek seseorang sebuah klan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
Sejarah Permusuhan dengan Kulit Putih&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parabors.blogspot.com/feeds/1136829954827349708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/suku-apache-suku-apache-adalah-nama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/1136829954827349708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5592345923861489442/posts/default/1136829954827349708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parabors.blogspot.com/2011/07/suku-apache-suku-apache-adalah-nama.html' title='Suku-Suku Indian di Amerika serta Sejarahnya'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03249699995672970821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlzVJK-R2HZzHf9vNgax6h2VoLN0OfLQN2C7r8dGkdDvgU1HvMtKcbIv6bE_4oitzfMa0Tr2wg6kTQ6-n8ZHLYEKMtVhhe2LkieKPO6vgdHF919CE-CDhUakpE4fHXUajbHOSxrzTEZIU/s72-c/331pxsittingbulledit2cr.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>