Aplikasi Toko Online dengan Google AppEngine

July 10th, 2009

Ceritanya Risna dan temennya mau buka toko online (needleyarn.com). Risna dah mencoba-coba aneka shopping cart, baik yang populer ataupun yang nggak. Selama beberapa minggu Risna mencoba memakai dan mengkustomisasi Joomla + Virtuemart. Fiturnya memang sip, tapi ada beberapa kelemahannya. Kelemahan pertama loadingnya berat (ketika loading, total ukuran halaman utama saja sudah 1.5 mb), kelemahan berikutnya adalah proses pembelian tidak seperti yang diharapkan (harus ada registrasi dsb). Proses managemennya juga sulit dan kadang membingungkan (misalnya untuk insert video youtube saja harus menginstall modul tertentu).

needleyarn

Sebenarnya banyak sekali orang Indonesia yang membuat situs belanja (online shop) kecil di multiply dan blogspot, dan cara belanja yang sederhana itu cukup diminati banyak orang. Biasanya toko di multiply/blogspot itu hanya sekedar etalase. Setelah melihat gambar dan deskripsinya, orang bisa memesan via email dengan menyebutkan produknya. Karena tokonya kecil, maka belum tentu produk tersedia, dan ongkos kirim juga belum bisa dihitung. Untuk produk handmade, pemilik toko belum tentu sempat membuatkan pesanan. Pemilik toko akan mengkonfirmasi mengenai ketersediaan dan harga. Jika sudah, maka transfer melalui rekening bank akan dilakukan (mengingat banyak yang belum punya paypal dan kartu kredit, serta banyak yang tidak yakin memakai kartu kredit di Internet). Tidak ada proses registrasi, jadi sifat tokonya semi manual.
Read the rest of this entry »

Kalau Ragu Tanya Google

July 5th, 2009

Banyak orang salah menggunakan “worthed” ketika yang dia maksud adalah “worth it”, memakai “dateline” (baris tanggal) padahal dia ingin menuliskan “deadline” (tenggat/batas waktu). Hal sederhana tersebut sebenarnya bisa dicek dengan mudah di Google. Cara pertama adalah dengan mencari definisinya, tapi biasanya orang akan bingung membaca definisi yang rumit. Cara kedua lebih mudah: bandingkan jumlah hasil pencariannya, yang lebih banyak biasanya benar.

Misalnya, mencari kata “worthed” akan menunjukkan ada 136.000 hasil, sedangkan “worth it” menghasilkan 83.500.000 hasil. Anda lalu bisa mengecek beberapa hasil pertama, apakah kata yang ingin Anda pakai itu memang yang Anda cari. Kata “worthed” merupakan kata dalam bahasa Inggris kuno yang sudah tidak dipakai lagi (artinya “To befall; betide” atau “terjadi”). Perhatikan bahwa jika kita ingin mencari frasa, harus dilingkupi kutip “seperti ini” (jika tidak ada kutipnya maka hasilnya adalah halaman yang ada kata “seperti” dan kata “ini”).

worthed

worth_it

Read the rest of this entry »

Tutorial membuat interpreter/compiler

June 22nd, 2009

Rasanya banyak sekali orang yang ingin bisa membuat interpreter dan/atau compiler. Sejak setahun yang lalu saya sudah berniat menuliskan artikelnya, tapi selalu terdistract hal yang lain. Nah kemarin saya sempat membereskan tulisan yang belum selesai itu, sudah ada 5 bagian. Ternyata agak sulit menuliskan penulisan compiler dalam format tutorial, karena saya harus berusaha menjelaskan isi program bagian demi bagian.

Tutorial ini semoga bisa berguna untuk Anda yang ingin membuat bahasa pemrograman baru, baik yan general purpose, maupun yang domain specific.

Untuk Anda yang berminat membaca, silahkan kunjungi http://yohan.es/compiler/. Kritik, saran, dan komentarnya ditunggu.

Nusa jadi Nusaptel

June 18th, 2009

Sudah lama saya tidak mendengar kabar bahasa pemrograman Nusa. Ternyata sekarang namanya berubah (lagi) menjadi Nusaptel. Dulu di awal namanya adalah batak, lalu berubah menjadi nusa, dan sekarang menjadi nusaptel.Saya juga tidak tahu kenapa namanya berubah, atau apa arti akhiran ptel itu. Satu hal yang jelas: bahasa ini katanya mulai diajarkan di training/tutorial di berbagai universitas (kalau tidak salah di antaranya adalah ITS, UKSW, dan Amikom). Training diberikan ke dosen, dan bukan ke mahasiswa. Saya pun tidak tahu versi compiler mana yang diberikan di training tersebut, karena menurut rekan yang ikut milis nusa, belum ada compiler baru yang dirilis.

Kegiatan ini rupanya didukung oleh Depkominfo. Bahkan ternyata ada lelang pengadaan library untuk nusaptel senilai 280 juta rupiah. Kalau dilihat dari jadwal di situs Sistem e-Pengadaan Pemerintah, proyek ini seharusnya sudah berjalan.

Saya sendiri masih agak heran dengan dukungan Depkominfo ini. Apakah boleh seseorang membuat produk (dalam hal ini compiler Nusaptel), lalu minta bantuan pemerintah untuk mempromosikan dan bahkan mendanai untuk membuat librarynya? perlu dicatat Nusaptel ini tidak open source, bahkan tidak tersedia gratis secara umum, perancang bahasanya pun terang-terangan menyatakan bahwa bahasa ini nantinya akan komersial. Untuk mendownload compiler nusa saja, kita harus mendaftar jadi anggota milis (perlu mendapat persetujuan moderator dan bisa ditendang keluar jika membuat kritik, seperti yang terjadi pada saya). Sampai saat ini pun belum ada sama sekali paper baik nasional maupun internasional yang ditulis mengenai bahasa Nusa, jadi produk ini merupakan produk proprietary.

Dalam salah satu komunikasi dinyatakan bahwa lambatnya perkembangan bahasa nusa adalah karena tidak tersedianya dana. Jika itu benar, semoga dana yang diterima untuk pengembangan nusa tersebut bisa dimanfaatkan. Seharusnya 280 juta (yg sekarang setara dengan 27 ribu USD) itu cukup, sesuai dengan kutipan dari situs ini:

“Ridho bercerita pernah mencoba menyerahkan pembuatan translator ke pihak peneliti di AS. “Tapi biayanya mahal sekali berkisar US$10.000 – US$ 30.000 tergantung tipe translator yang diinginkan, apakah mau yang sederhana atau sampai yang mendukung GUI (Graphical User Interface-red). Saya tidak punya uang sebanyak itu,” paparnya.”

Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan bahasa ini, apakah benar bisa menjadi bahasa yang besar dengan adanya dukungan pemerintah. Atau justru hal ini akan membuktikan bahwa bahasa tersebut belum layak untuk dikembangkan.

Pertanyaan yang sulit dijawab

June 10th, 2009

Hidup ini tak selalu mulus, ada saja masalah yang kita hadapi. Terkadang menghadapi masalah jauh lebih mudah daripada menghadapi manusia lainnya. Ya namanya manusia punya cara berpikir masing-masing, kadang-kadang kita tidak tahu apa yang mereka pikirkan ketika mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit (bahkan lebih sulit dari ujian di sekolah ataupun masuk perguruan tinggi).

Mungkin ada orang yang hidupnya mulus sejak awal. Sekolah di sekolah terbaik, menemukan pasangan terbaik, menikah di usia seharusnya, memiliki anak  yang lucu2 dan pintar2 dengan jumlah terbaik, mengawinkan anak pada waktunya, memiliki cucu dan cicit di masa hidupnya dan diapun mungkin berasal dari orangtua yang hidupnya sempurna. Akan tetapi, dari sekian banyak orang yang saya kenal, tidak ada yang saya tahu hidupnya sesempurna itu, ada saja di satu titik tertentu mereka mengeluh karena berhadapan dengan pertanyaan yang hanya Tuhan yang tahu jawabannya. Lantas kenapa masih banyak orang yang suka bertanya dengan pertanyaan sulit itu kalau mereka sendiri berada di posisi itu mungkin belum tentu suka ditanya begitu. Read the rest of this entry »

Dunia Nyata dan Dunia Maya

June 5th, 2009

Beberapa hari yang lalu saya dikejutkan dengan berita seorang ibu rumahtangga di penjara karena mengeluh melalui e-mail yang kemudian ternyata di kirimkan ke suara pemabaca oleh orang ke -N yang menerima e-mail tersebut. Hari ini saya membaca berita yang serupa tapi tak sama, orang yang dituntut karena mengirimkan komplain ke sebuah media massa. Saya jadi bertanya-tanya, masih bolehkah kita mengeluarkan komplain?

Read the rest of this entry »

Dua Tahun di Chiang Mai

May 9th, 2009

IMG_1821

Bulan ini genap 2 tahun hidup di Chiang Mai. Rasanya semakin betah saja tinggal di sini walaupun keadaan politik negeri ini kurang stabil. Bulan April yang lalu kami pulang ke Bandung setelah 2 tahun meninggalkan kota Bandung. Setelah melihat keadaan Bandung yang cukup semrawut, kok ya rasanya kota Chiang Mai jauh lebih nyaman buat ditinggali ya. Walaupun beberapa bulan terakhir ini ada polusi udara dan juga hawa yang sangat panas, tapi rasanya masih sedikit lebih baik daripada polusi asap rokok dan kenderaan bermotor yang ada di Bandung, belum lagi cuacanya yang berubah tak menentu ketika kami berkunjung.

Read the rest of this entry »