Amir Karimuddin

do we need tagline?

0 notes &

menghidupkan kembali blog personal

Akhirnya berhasil juga bermigrasi dari blog lama ke blog di Tumblr ini. Secara resmi, http://amir.karimuddin.com menggunakan Tumblr dan DISQUS Comments. Agak sedih juga melihat sejumlah post lama yang sudah banyak komentar dan diskusi, tapi saya pikir lebih mudah mengurusi blog ini jika sudah ditaruh di sini.

Beberapa post terdahulu saya yang banyak mendapat respon tidak jauh-jauh dari FastNet, Telkom Speedy, Sony Ericsson, Nokia, beberapa ponsel lain, dan Web 2.0. Di sini saya akan mencoba membahas isu yang lebih mutakhir, tentunya cenderung ke arah teknologi. Untuk urusan keluarga, tentunya sudah ada The Karimuddin ;)

Satu janji sih tidak akan ada post berbayar dalam bahasa Inggris dari layanan macam SponsoredReview dll, tapi tentunya tidak menolak jika ada pihak yang berminat untuk meminta post berbayar *oportunis kelas berat LOL*

Enjoy!

Filed under amir karimuddin fastnet telkom speedy sony ericsson nokia web 2.0

0 notes &

“secara” yang tidak baik dan benar

pertama kali dipublikasikan tanggal 3 Maret 2007. Saat ini sudah ada KBBI Daring untuk kamus besar bahasa indonesia online.

Topik pertama gue pake Bahasa Indonesia karena emang topiknya sangat “Indonesia”. Gue kesel banget dengan penggunaan kata-kata “secara” yang tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar (wakakaka.. gue jadi guru aja deh). Contoh penggunaannya yang salah kaprah adalah sebagai berikut: “Dia punya mobil bagus, secara dia itu memiliki orang tua yang kaya.” Merasa familiar dengan penggunaan seperti ini?

Karena Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online belum ada, penggunaan kata-kata “secara” menurut gue adalah sebagai adverb (kata keterangan), di mana penggunaannya adalah secara + kata sifat (adjective). Contohnya adalah “secara baik dan benar”, “secara finansial”, dan “secara tepat guna”.

Jadi, darimana awal mula kesalahkaprahan penggunaan kata “secara” ini? gue ga tau pasti. Tapi yang jelas, penggunaan kesalahkaprahan kata ini secara luas di media (TV dan Radio), udah membuatnya terkesan menjadi lumrah.

Gue pikir, kalo dipadankan dengan Bahasa Inggris, mungkin penyebab awalnya adalah kata-kata “since”, yang juga bisa berarti karena. Contohnya, kalimat salah kaprah di atas, terjemahan Bahasa Inggrisnya adalah He has a nice car, since his parents are rich. Apakah ini dasar penggunaan kata “secara” yang salah kaprah? Ada yang bisa menceritakan asal usulnya? Ditunggu masukannya.

Filed under secara bahasa indonesia kbbi kamus besar bahasa indonesia karena

0 notes &

kertas di sekitar kita

tulisan ini dipublikasikan tanggal 10 Maret 2007

Ketika sedang naik bus ke kantor, sering kita jumpai adek-adek pengamen yang membagikan amplop terlebih dahulu untuk tempat menaruh uang sebelum mulai menyanyi. Gue suka iseng ngeliat dalemnya (kertas amplopnya gitu), ternyata banyak hal menarik loh dari kertas yang dibuat jadi amplop itu. Dari diktat kuliah hingga potongan Surat Keputusan.

Jadi mikir, mungkin di kantor begitu banyak kertas yang berserakan, dari print yang “sedikit salah” sampai fotokopian yang uda gak terpakai lagi. Di kantor sih kebetulan ada paper shreddder yang penuh terus tiap sore, tapi kalo dipikir-pikir seharusnya kertas tersebut bisa di-reuse, misalnya untuk catatan atau filing. Gak ada salahnya kan memanfaatkan kertas itu lagi?

Semakin jauh, berdasarkan hasil browsing, saya nemu hal-hal yang mengejutkan seperti di sini. Menurut site tersebut, orang USA setiap tahunnya menghasilkan sampah kertas yang dapat membentuk dinding setinggi 12 kaki dari Los Angeles ke New York! Sumber lain mengatakan setiap orang Kanada “membabat” hingga 4 buah pohon per tahun untuk kebutuhan kertasnya. What a disaster.

Solusinya? Mulai dari diri sendiri. Komitmen kepada diri kita masing-masing bila setiap kertas yang kita gunakan telah menghilangkan nyawa pohon-pohon dunia, gunakanlah seperlunya dan sewajarnya.

Gue pernah liat di TV, ada sebuah perusahaan di Inggris yang “memaksa” pegawainya untuk berhemat kertas dengan cara menjauhkan tempat sampah dari tempat kerjanya (setiap orang harus berjalan jauh untuk membuang sampah), jadinya pegawai-pegawai cenderung untuk reuse kertas-kertas tersebut daripada bolak balik jalan lumayan jauh hanya untuk buang sampah kertas. Mungkin gak ya perusahaan di sini menerapkannya?? Bukankah ini sejalan dengan prinsip perusahaan yang sedang melakukan cost saving, karena penghematan bisa dilakukan dari hal-hal kecil?

While you save the paper, you have already extended the green life of our mother earth.

Filed under kertas penebangan hutan reuse recycle

0 notes &

(mungkin) berpindah ke Tumblr

Sudah punya blog pribadi dengan WordPress self-hosting selama 3 tahun, kayaknya udah mulai malas meng-update versi platform-nya. Mulai berpikir untuk memindahkan alamat blog lama ke sini. Nantinya kemungkinan beberapa tulisan lama yang cukup banyak komentarnya akan di-copy paste di sini — nasib kayaknya RSS-nya tidak bisa diimpor secara total -.-

Pertimbangan pakai Tumblr, tentunya nampak fancy. Meskipun demikian saya lebih milih untuk menggunakan theme yang simpel, sudah malas yang ribet-ribet. Punya blog lain di Posterous, lebih cocok untuk photoblog. Nanti akan coba set Disqus-nya juga supaya pembaca bisa berkomentar secara langsung di sini. 

Blog post akan ditulis baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Doakan bisa berkomitmen ;)

Update: Saya mengkopi sejumlah post lama saya yang komentarnya lebih dari 20, namun tidak mengikutsertakan post berbau teknologi karena saya yakin sudah cukup usang dan tidak lagi relevan dengan masa kini.

Filed under tumblr wordpress posterous