<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Anak anak</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (my blog)</managingEditor><pubDate>Wed, 4 Sep 2024 21:53:59 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://anie09.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Cara Mudah Mengembangkan Otak Bayi</title><link>http://anie09.blogspot.com/2011/01/cara-mudah-mengembangkan-otak-bayi.html</link><category>Cara Mudah Mengembangkan Otak Bayi</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 19 Jan 2011 21:28:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-8169500329290394739</guid><description>Tahukah Anda bahwa bagi bayi, orangtualah mainan terbaiknya? Interaksi  orangtua dengan si kecil akan mengalahkan mainan mahal jenis apapun  dalam menunjang perkembangan otaknya. Ada 6 cara mudah mengembangkan  otak bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak bayi mulai tumbuh dan berkembang sejak usia  kandungan ibu menginjak delapan minggu. Susunan saraf pusat atau otak  merupakan organ yang pertama kali terbentuk. Pada awalnya, sekitar hari  ke-16 usia kehamilan, terbentuk lempeng saraf (&lt;em&gt;neural plate&lt;/em&gt;) yang kemudian akan menggulung membentuk tabung saraf (&lt;em&gt;neural tube&lt;/em&gt;) pada hari ke-22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya,  sel-sel saraf mulai diproduksi. Menginjak hari ke-35 (sekitar minggu  kelima), cikal bakal otak besar di ujung tabung saraf mulai terlihat.  Dari sini, lalu terbentuk batang otak, otak kecil, dan bagian-bagian  lainnya. Mulai usia kehamilan delapan minggu, otak dan sel-sel saraf  tumbuh dengan cepat dan mencapai puncaknya pada trimester ketiga.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hal  terpenting yang bisa orangtua lakukan untuk si kecil adalah  menghabiskan banyak waktu bersama. Ini yang bisa dilakukan orangtua:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Tertawa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan  mengajak si kecil tertawa, orangtua akan belajar mengenali apa yang  menurut dia lucu dan disukainya. Anak juga akan belajar apa yang membuat  orangtuanya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;2. Berbicara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cara terbaik untuk mengasah kemampuan verbalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Bernyanyi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Si kecil akan senang jika orangtua bernyanyi untuknya. Cara ini juga efektif untuk menambah perbendaharaan katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Memeluk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi membutuhkan pelukan untuk merasakan rasa sayang orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Membaca&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca, orangtua membantu mengasah kemampuan verbalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Bermain &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa senang dan bahagia bersama antara anak dan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fakta atau Mitos?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketika lahir, otak bayi sudah berkembang sempurna, sama seperti jantung dan perutnya. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Jawabannya Mitos.&lt;/span&gt; Sel-sel otak memang terbentuk sebelum ia lahir tetapi sel-sel itu terkoneksi secara bertahap setelah lahir.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan otak anak tergantung pada gen orangtua. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Jawabannya Mitos.&lt;/span&gt;  Perkembangan otak anak dipengaruhi oleh pengalaman dan interaksi si  kecil dengan lingkungannya. Kondisi lingkungan yang baik memiliki  peranan lebih besar dalam memengaruhi masa depan anak ketimbang faktor  genetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DVD bahasa justru dapat mengurangi kosakata anak-anak berusia di bawah tiga tahun. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Jawabannya Fakta.&lt;/span&gt; Menurut penulis buku &lt;em&gt;Brain Rules: 12 Principles for Surviving and Thriving at Work, Home and School&lt;/em&gt;,  Dr. John Medina, kosakata anak akan bertambah jika terus diajak bicara  oleh ibunya dari waktu ke waktu. Kata-kata yang orangtua gunakan ketika  berbicara dengan si kecil dapat meningkatkan kosakata dan tingkat  intelegensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bayi tidak mengerti perkataan orangtuanya jadi tidak perlu mengajaknya berbincang.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Jawabannya Mitos. &lt;/span&gt;Justru dengan mengajaknya bicara sejak dini, orangtua membantu si kecil untuk belajar bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: &lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong&gt;InspiredKids&lt;/strong&gt; - detikHealth&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengajari Anak Minum Obat Kapsul</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/12/mengajari-anak-minum-obat-kapsul.html</link><category>obat</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Tue, 28 Dec 2010 04:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-5290797912936555365</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat masih kanak-kanak obat yang diberikan umumnya berbentuk cair atau sirup. Tapi pada usia tertentu anak harus bisa minum obat berbentuk kapsul atau tablet. Bagaimana cara mengajarkan anak minum obat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak masih berusia di bawah 10 tahun, umumnya belum memiliki kesiapan untuk belajar menelan kapsul atau tablet. Karenanya orangtua harus melihat terlebih dahulu apakah anak sudah siap atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat berbentuk cair atau sirup biasanya hanya sebatas obat untuk pilek, batuk atau penurun panas. Tapi jika sakitnya cukup serius, sebagian besar obat akan berbentuk kapsul atau tablet. Jika anak belum bisa mengonsumsinya, maka obat ini akan digerus hingga berbentuk puyer tapi akan menimbulkan rasa pahit sehingga sulit meminta anak untuk meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari &lt;em&gt;Babycenter&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;eHow&lt;/em&gt;, Selasa (28/12/2010) ada beberapa langkah atau cara yang bisa dilakukan orangtua dalam mengajarkan anak minum kapsul atau tablet, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Berlatih dengan menggunakan permen kecil&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk awalnya, gunakanlah bantuan permen bulat kecil yang diperumpamakan sebagai obat. Mintalah si kecil meletakkan permen tersebut di ujung tenggorokan lalu menelannya dengan bantuan air. Jika anak berhasil melakukannnya minimal dua kali, maka ia bisa mengonsumsi obat kapsul atau tablet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Berikanlah contoh cara minum obat di depan anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika anak belum paham berikanlah contoh cara minum obat yaitu dengan meletakkan obat di ujung, mengambil seteguk air, lalu memiringkan atau mendongakkan kepala dengan sedikit hentakan kecil kemudian menelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Memberikan air terlebih dahulu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini dengan cara meminta anak mengambil seteguk air dan menahannya di dalam mulut, kemudian mintalah ia menatap ke atas lalu ibu memasukkan obat ke sudut mulutnya. Setelah itu mintalah anak menelannya dengan posisi masih menatap ke atas atau langit-langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Mengulanginya hingga 3 kali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika saat pertama anak gagal menelan pil tersbeut, cobalah untuk mengulanginya hingga dua kali. Jika masih gagal juga beri istirahat sejenak sekitar 3-5 menit dan bisa juga sambil mengunyah sesuatu, lalu mintalah anak untuk mengulanginya lagi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Gunakan ukuran permen yang lebih besar&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika anak sudah berhasil menelan permen dengan menggunakan bantuan air saja, maka tingkatkan ukuran permen menjadi sedikit lebih besar. Orangtua sebaiknya tidak menggunakan obat langsung, tapi gunakanlah permen dalam setiap percobaan hingga anak benar-benar berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Gunakan bantuan kue, jeli atau pisang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika anak tidak juga bisa menelan permen atau obat tersebut dengan bantuan air saja, maka cobalah membungkus obat dengan kue, makanan jelly atau pisang lalu meletakkannya di mulut dan menelannya dengan bantuan air.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;artikel di kutip dari detikhealth.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tanda tanda Bayi Sakit</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/10/tanda-tanda-bayi-sakit.html</link><category>bayi</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Tue, 19 Oct 2010 23:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-4903209141964786922</guid><description>Saat bayi masih berusia di bawah usia 6 bulan, maka tubuhnya rentan terkena berbagai Penyakit&lt;div style="left: 533px; top: 461px; display: none;" id="JT"&gt;&lt;div id="JT_f91e70766e20f362114b6b3eff89e4c4"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a9f2d374&amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE" target="_blank"&gt;&lt;span class="tooltip"&gt;&lt;img src="http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=986&amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;amp;n=a9f2d374" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="tooltip"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;. &lt;strong&gt;Seperti dikutip dari&lt;em&gt; Sheknows,&lt;/em&gt; Senin (11/10/2010) ada 7 tanda-tanda bahwa bayi sedang sakit, yaitu:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Demam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi  dikatakan demam jika suhunya lebih dari 38 derajat celsius. Jika demam  diikuti dengan ruam, sulit bernapas, leher kaku, muntah atau diare, maka  segera hubungi dokter. Demam sendiri bukanah suatu penyakit, melainkan  respons bayi terhadap suatu penyakit terutama akibat infeksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Dehidrasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dehidrasi  bisa terjadi jika bayi memiliki nafsu makan yang buruk, demam,  lingkungan yang terlalu hangat atau muntah dan diare terus menerus.  Kondisi ini bisa dikenali dengan cara mulut dan gusi kering, popok yang  jarang basah serta tidak ada air mata ketika menangis.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Diare&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orangtua  perlu menghubungi dokter jika terdapat darah di dalam tinja atau tinja  berwarna hitam, lebih dari enam kali buang air besar dan berair serta  susah untuk minum.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Muntah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi mungkin sering  mengalami gumoh setelah menyusui, jika hanya terjadi satu atau dua kali  saja kemungkinan hal tersebut bukanlah kondisi serius. Tapi jika  kondisi tersebut terjadi dalam frekuensi yang sering maka harus menjadi  perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sulit bernapas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang memiliki  kesulitan bernapas ditandai dengan gejala napas yang lebih cepat dari  biasanya, bayi mendengus saat menghembuskan napas, kepala bayi  terayun-ayun dan bibir bayi atau kulitnya terlihat kebiruan. Kondisi ini  sebaiknya mendapatkan perhatian serius dan segera hubungi dokter.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Ruam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika  ruam mencakup area yang luas, terutama jika terjadi di wajah, disertai  demam, perdarahan atau bengkak, maka ada kemungkinan ruam disebabkan  oleh infeksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Pilek&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Infeksi saluran pernapasa  atas disebabkan oleh virus dan sangat umum terjadi pada bayi, biasanya  bisa berlangsung selama satu atau dua minggu. Jika disertai dengan demam  dan nafsu makan yang buruk selama beberapa hari, maka penyembuhannya  bisa lebih lama dan membutuhkan bantuan dokter.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/strong&gt; detikHealth&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Tanda bayi Mengalami Dehidrasi</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/10/tanda-bayi-mengalami-dehidrasi.html</link><category>bayi</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Tue, 19 Oct 2010 22:56:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-3194880373318767470</guid><description>Dari berbagai macam risiko kesehatan yang bisa dialami balita, masalah  dehidrasi atau berkurangnya cairan tubuh jarang menjadi perhatian utama  orangtua ketika anaknya sakit. Padahal dehidrasi yang didiamkan bisa  berakibat fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua biasanya kurang peka dengan masalah  dehidrasi karena menganggap bayi tidak mungkin terkena dehidrasi.  Pikiran ini muncul karena bayi yang selalu diberi minum susu yang  teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi menurut penelitian yang dilakukan oleh St John's Medical College di Bangalore, India, dan diterbitkan dalam &lt;em&gt;India Journal of Pediatrics,&lt;/em&gt; pemberian ASI eksklusif sekalipun dapat menyebabkan dehidrasi pada bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi pada bayi. Dilansir dari &lt;em&gt;Livestrong&lt;/em&gt;, Selasa (19/10/2010), berikut beberapa gejala bila bayi mengalami dehidrasi:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;1. Haus berlebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini  agak jelas, tetapi jika bayi kurang cairan dia secara alami akan  merasakan dorongan untuk minum lebih banyak. Bayi mungkin menangis  sampai diberikan botol dan kemudian terus mengisap sampai semua air,  susu atau jus habis. Ini adalah tanda dehidrasi ringan dan sedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Terlihat lesu dan tidak sehat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi  yang tampak lesu mungkin menderita dehidrasi serius serta harus  diberikan cairan dan dibawa ke dokter segera. Kelesuan pada bayi  meliputi kurangnya energi, keinginan untuk berbaring sepanjang hari dan  kurangnya memperlihatkan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Hilangnya elastisitas kulit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dehidrasi  pada bayi bisa menyebabkan hilangnya elastisitas kulit. Jika Anda  mencoba dengan lembut mencubit kulit anak Anda dan tidak cepat kembali  ke posisi normal, ini bisa menjadi tanda dehidrasi. Hal ini terjadi  karena tidak cukup air mencapai kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Mulut kering dan lengket&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi  yang tidak terhidrat dengan benar sering menunjukkan gejala mulut  kering. Hal ini dapat disertai dengan air liur putih atau busa di sudut  mulut bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Popok kering&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Popok bayi kering  selama lebih dari beberapa jam dan tentu tidak boleh kering selama  lebih dari 5 atau 6 jam. Hal ini dapat terjadi bila bayi dehidrasi  karena tubuhnya menggunakan sedikit cairan yang diminum dan juga hanya  mengeluarkan sedikit cairan. Sembelit adalah gejala serupa, walaupun ini  mungkin hasil dari hal-hal lain seperti nafsu makan yang buruk atau  sistem pencernaan lambat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Merry Wahyuningsih&lt;/strong&gt; - detikHealth&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Merangsang Panca indera Bayi</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/09/cara-merangsang-panca-indera-bayi.html</link><category>bazi</category><category>cara meransang</category><category>panca indar</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Thu, 16 Sep 2010 01:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-3310373169820805559</guid><description>Selama ini bayi yang baru lahir selalu menerima dan menanggapi rangsangan dari lingkungan sekitar. Karena itu orangtua harus cermat dalam memberikan rangsangan untuk buah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang baru lahir sebenarnya sudah bisa melihat, mendengar, merasakan, mencium dan mengenal rasa, meskipun beberapa bayi terkadang membutuhkan waktu untuk membuat kelima indera ini sepenuhnya matang. Karena semua indera di tubuhnya sudah dikembangkan sejak usia tujuh bulan dikandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan dalam memberikan rangsangan bisa berdampak buruk terhadap pertumbuhan fisik dan psikologis serta perkembangannya. Karena itu orangtua harus memahami bagaimana cara memberikan rangsangan pada bayi untuk membantunya mengenal dunia, seperti dikutip dari Howstuffworks, Selasa (15/6/2010), yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indera perasa (sentuhan)&lt;br /&gt;Salah satu cara yang paling penting untuk berkomunikasi dengan bayi adalah melalui sentuhan, karena bayi sangat menikmati setiap gerakan tangan dan gerakan yang lembut. Selama di dalam rahim bayi sudah terbiasa digoyang oleh gerakan-gerakan sang ibu, sehingga setelah lahir bayi akan merasa terhibur jika digoyang-goyangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangsangan yang diberikan pada si kecil bisa melalui kegiatan sehari-hari seperti saat memandikan, mengganti pakaian, popok, berjalan-jalan dengan posisi bayi ada di tangan sang ibu serta merangsang bayi dengan berbagai sentuhan dan gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indera penciuman dan rasa&lt;br /&gt;Bayi yang baru lahir akan sangat cepat untuk mengenali bau terutama bau ibunya, sehingga jika ibu selalu berada di dekat bayi maka akan mudah baginya untuk mengenali bau sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun lidah bayi belum berkembang sepenuhnya dibandingkan orang dewasa, tapi bayi sudah mulai bisa mengenal rasa manis dan juga asam atau kecut. Indera rasa ini akan semakin berkembang setelah bayi mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI), karenanya ibu harus kreatif dalam memberikan variasi makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indera pendengaran&lt;br /&gt;Selama trimester terakhir kehamilan, bayi sudah bisa mendengarkan suara ibunya. Indera pendengaran ini sudah bisa dirangsang sejak bayi dilahirkan melalui suara-suara lembut, kotak musik, mainan yang menimbulkan bunyi menenangkan, mendengarkan seseorang bernyanyi atau mengajaknya berbicara. Namun bayi bisa menjadi kesal jika mendengar suara yang tajam atau keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indera penglihatan&lt;br /&gt;Meskipun sistem penglihatannya belum berkembang sempurna, tapi bayi bisa melihat cukup baik pada jarak tertentu terutama jarak dari hidung si kecil ke puting ibunya. Untuk merangsangnya bisa dengan memberikan beberapa pola atau benda yang menarik, seperti bermain wajah, bermain dengan kaca atau memperlihatkan mainan yang lucu dan menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan pembelajaran untuk bayi harus melibatkan keseluruhan indera seperti penciuman, perasa, pendengaran, penglihatan dan sentuhan. Indera bayi bisa berkembang sangat cepat sama seperti pertumbuhannya. Karena itu orangtua bisa mulai memberikannya rangsangan sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;(ver/up)&lt;br /&gt;Sumber: http://health.detik.com/&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Alasan Anak Merengek Berdasarkan Usia atau umur anak</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/09/alasan-anak-merengek-berdasarkan-usia.html</link><category>anak merengek</category><category>umur anak</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Thu, 16 Sep 2010 01:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-8048428967857517423</guid><description>Orangtua seringkali dibuat pusing dan bingung jika anaknya mulai merengek. Ternyata alasan di balik rengekan anak ini berbeda-beda, tergantung dari usia si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang merengek berlebihan terkadang membuat para orangtua jengkel, tak jarang orangtua akhirnya terpaksa tunduk dan menyerah pada keinginan sang anak karena tak kuasa mendengar tangisan bahkan tindakannya yang tidak terkontrol lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari Parenting, Rabu (15/9/2010) ada beberapa alasan yang membuat anak merengek dan alasan tersebut berbeda-beda tergantung dari usia si kecil, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batita&lt;br /&gt;Beberapa ahli mengungkapkan bahwa rengekan yang terjadi pada batita cenderung memuncak ketika anak merasa di luar kendali dan kewalahan. Hal ini disebabkan emosi yang cukup besar dirasakan anak, tapi ia tidak memiliki kosa kata yang cukup untuk mengartikulasikan rasa frustasinya. Pemicu lainnya seperti kelaparan dan kelelahan juga bisa membuat anak merengek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran menjadi aturan pertama ketika berhadapan dengan batita yang merengek, karena sebagian besar batita tidak tahu mengapa dirinya mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu tunggulah beberapa menit hingga rengekan berkurang, lalu berilah ia perhatian ekstra. Tak ada salahnya untuk mengajaknya bernyanyi atau membuat mimik wajah dan suara yang lucu sehingga anak akan tertawa dan melupakan keluhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak usia pra-sekolah&lt;br /&gt;Hampir sama seperti batita, umumnya anak pra-sekolah memiliki rasa frustasi. Selain itu ditambah dengan banyaknya perubahan, seperti mulai belajar makan sendiri, buang air kecil di kamar mandi atau memiliki saudara kandung baru, akan membuat anak menuntut perhatian yang lebih besar dari orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menghentikannya adalah orangtua bisa melakukan beberapa trik cerdik, misalnya dengan mengajaknya bermain melalui suara-suara lucu dan meminta anak untuk menirunya. Tapi jika anak sudah berusia di atas 4 tahun, maka orangtua bisa memintanya untuk berbicara dengan nada suara yang normal dan mengatakan 'Ibu tidak bisa mengerti jika kamu terus merengek'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hal tersebut tidak mudah, tapi orangtua tetap harus konsisten dalam mengatasi perilaku anaknya yang suka merengek. Serta jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih jika anak mau mengulangi permintaannya dengan nada yang sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak usia sekolah&lt;br /&gt;Ada berbagai alasan yang membuat anak merengek, yaitu merasa lelah atau lapar, merengek ketika diminta melakukan hal-hal yang tidak ingin dilakukan atau tidak disukainya dan ketika ia merasa bosan. Merengek adalah salah satu pelajaran perilaku bagi anak, jika ia berhasil meminta sesuatu melalui rengekan, maka ia akan mengulanginya untuk meminta hal yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasinya, orangtua sebaiknya memberikan pengertian pada anak bahwa ia bisa meminta sesuatu secara sopan dan nada bicara yang normal. Jika akan keluar rumah, buatlah beberapa peraturan yang menunjukkan jika anak berhasil tidak merengek maka ia bisa mendapatkan permen kecil atau stiker lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak sudah pintar merengek, maka orang tua pun harus lebih pintar lagi menangani rengekan anak seperti itu. Usahakan agar anak tidak menajdi rengekan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://health.detik.com/&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Agar Bayi Baru Lahir Tidak Stres dan Bosan</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/09/agar-bayi-baru-lahir-tidak-stres-dan.html</link><category>Stres dan bosan Pada anak</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Thu, 16 Sep 2010 01:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-5488310826444368603</guid><description>Jakarta, Bayi yang baru lahir bisa merasa bosan atau kesepian jika tidak ada interaksi dengan dirinya. Kondisi ini bisa merangsang timbulnya rasa stres pada bayi dan akan mempengaruhi perkembangan otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya jika bayi berada pada kondisi damai, maka ia tidak akan merasa bosan atau kesepian. Bermain merupakan salah satu kegiatan yang penting bagi bayi, karena bisa menciptakan suasana menyenangkan sambil memberi rangsangan pada bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan berarti orangtua bisa selalu mengajaknya bermain atau memberinya rangsangan secara bertubi-tubi. Karena hal ini bisa mengganggu waktunya untuk beristirahat serta ia tidak bisa memproses dengan baik rangsangan yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja memeluk, tersenyum dan mengajaknya berbicara secara perlahan bisa menjadi sumber rangsangan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada tiga cara utama yang bisa dilakukan saat 'bermain' dengan bayi yang baru lahir dan juga memberinya rangsangan, seperti dikutip dari Babycenter, Kamis (16/9/2010), yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Usahakan untuk selalu membawa bayi kemanapun sang ibu pergi.&lt;br /&gt;Memanjakan bayi dengan buaian atau meletakkannya di dekat sang ibu ketika melakukan pekerjaan rumah tangga, membaca atau menonton televisi akan membuatnya merasa selalu dekat dan nyaman. Kondisi ini akan menghindari bayi dari rasa stres dan orangtua tetap bisa mengajaknya bermain sambil bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberikan suasana yang sempurna bagi bayi saat ia sulit tidur.&lt;br /&gt;Dengan menggendongnya, maka bayi akan merasakan irama gerakan orangtuanya yang sama baiknya dengan pijatan atau berdansa. Orangtua bisa menggunakan gendongan yang dapat menopang berat badan bayi sehingga ia merasa nyaman. Sambil menggendong bayi orangtua tetap bisa melakukan pekerjaan lain dan tetap bisa bermain atau dekat dengan bayinya yang baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memberikan bayi banyak hal baru dan berbeda untuk dilihat.&lt;br /&gt;Salah satu cara sederhana untuk melakukan ini adalah mengajak bayi melihat beberapa tempat menarik. Pada awalnya mungkin bayi belum bisa melihat objek dengan jelas, tapi ia akan menikmati saat-saat bermain dengan tirai berwarna warni dan beraneka bentuk atau pohon-pohon yang bergoyang di halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal menarik yang ada di sekitar bisa dipertimbangan sebagai mainan yang baik untuk bayi yang baru lahir. Sebaiknya orangtua tidak membatasi mainan yang diberikan pada bayinya, tapi cobalah untuk menyelipkan hal-hal baru yang menyenangkan dan menarik bagi bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: http://health.detik.com/&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mendidik Anak Ala Positive Parenting</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/mendidik-anak-ala-positive-parenting.html</link><category>pola mendidik anak</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Fri, 16 Jul 2010 23:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-5372696082742451378</guid><description>Tidakkah Anda akan merasa lebih baik ketika orang yang otoritasnya  lebih tinggi dari Anda, misal, orangtua atau bos bisa berbicara dengan  nada yang nyaman? Tidakkah Anda akan merasa lebih bisa menerima ajaran  atau masukan dari guru atau orang yang lebih tua dari Anda jika hal itu  disampaikan dengan nada yang kalem? Begitu pun yang dirasa oleh anak  Anda mengenai sikap orangtuanya. Dr. Adriana S. Ginanjar, Koordinator  Klinik Terpadu Fakultas Psikolog Universitas Indonesia mengatakan, bahwa  sikap&lt;em&gt; positive parenting&lt;/em&gt;, bisa membantu menerapkan disiplin  efektif dan interaksi menyenangkan antara orangtua dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  presentasinya di Rumah Belajar Persada, Jatibening, beberapa waktu  lalu, dr. Adriana menyampaikan bahwa &lt;em&gt;positive parenting,&lt;/em&gt; yakni  pola pengasuhan anak yang menekankan pada sikap positif. Menurutnya, &lt;em&gt;positive  parenting&lt;/em&gt; bisa dilakukan dengan membantu anak merasa bangga atas  dirinya dengan menunjukkan sikap positif dan penuh kasih sayang. Tak  lupa pula untuk memberi perhatian lebih saat anak mengikuti aturan,  memberi bantuan, dan menunjukkan afeksi. Sementara dalam pembentukan  disiplin, orangtua mengajarkannya dengan konsisten dengan konsekuensi  yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh orangtua  untuk mengasuh anak dengan cara &lt;em&gt;positive parenting&lt;/em&gt; menurut dr.  Adriana adalah:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Mengenali Perkembangan Anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kenali  kemampuan anak, baik kemampuan kognitif, keterampilan fisik,  perkembangan emosi, caranya berinteraksi dengan orang lain, juga  masalah-masalah khusus yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Meluangkan  Waktu Berkualitas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orangtua sebaiknya mau membuka diri untuk  mengetahui dunia si kecil. Agar bisa mencoba melihat dunia dari  kacamatanya. Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyediakan waktu  khusus bagi anak, memberikan perhatian penuh saat meluangkan waktu  berkualitas tersebut, isi dengan kegiatan menyenangkan, dan dilakukan  dengan rutin. Dr. Adriana menyarankan untuk menciptakan waktu khusus  sebelum tidur dengan membacakan dongeng sebelum tidur bagi anak yang  masih balita. Atau bagi anak yang sudah remaja, cobalah sesekali membaca  buku yang ia sedang baca, misal &lt;em&gt;chicklit &lt;/em&gt;atau novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.  Memberi Dukungan dan Pujian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya orang dewasa yang  butuh diberikan pujian dan dukungan. Anak-anak pun seperti itu. Mereka  butuh afirmasi dan apresiasi, terlebih dari orang yang mereka anggap  penting. Dr. Adriana juga menekankan, saat akan memberikan pujian,  pastikan tujuannya tepat dan spesifik.  Kenali pula karakter anak, hal  ini sangat penting, pada saat ingin menyampaikan pujian pada anak pun  amat perlu untuk menyesuaikan cara Anda dengan karakternya. Ada anak  yang suka dipuji langsung, tapi tidak di hadapan banyak orang, dan  sebaliknya. Dukungan dan pujian merupakan cara untuk mengarahkan tapi  tidak memaksa anak, plus merupakan cara untuk memberikan semangat agar  bangkit kembali ketika ia sedang terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Menjadi  Model yang Baik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ia bisa percaya atas apa perkataan  dan nasihat orangtuanya jika Anda tidak melakukan sendiri apa yang  diperintahkan kepadanya? Ketika Anda ingin anak bisa berlaku sesuai yang  diinginkan, sebaiknya Anda tidak hanya bicara tetapi mencontohkan  dengan tingkah laku. Cobalah untuk membuka diri dan tidak "jaim" kepada  anak, agar ia terbiasa untuk berdiskusi dan bertanya dengan Anda. Dengan  memberi contoh yang baik, Anda juga sekaligus mendorongnya untuk  menjadi anak teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Memberikan Konsekuensi Logis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dr.  Adriana menyarankan agar Anda tidak terlalu mengekang anak. Ketika Anda  sudah memberitahukan konsekuensi dari tindakan-tindakan tertentu dan ia  tetap melakukan tindakan tersebut, asalkan masih dalam batas yang aman,  biarkan ia merasakan konsekuensi tersebut. Kadang hal ini diperlukan  untuk meredam rasa penasaran si kecil. Pastikan sangsi atau konsekuensi  tersebut masih dalam batasan logis dan bisa dimengerti oleh si anak. Ini  akan membantu si kecil belajar bertingkah laku. Cara ini tergolong  cukup efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Fokus Pada Tingkah Laku Positif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jangan  hanya melarang. Berikan pujian atau reward atas tindakan-tindakan  positif yang baik dari si kecil. Saat akan memberikan reward, pastikan  dalam bentuk yang tepat dan benar-benar disukai si kecil. Mencoba  tawar-menawar dengan si kecil untuk melakukan sesuatu yang ia suka  dengan tindakan yang Anda tahu sulit untuk ia lakukan akan menjadi  motivasi baginya. Namun, jangan sampai untuk segala hal harus diberikan  iming-iming. Abaikan tingkah laku negatif dari anak yang memancing  konflik berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Bersikap Tegas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terapkan  aturan secara konsisten. Tegurlah anak jika ia berbuat salah dan itu  merupakan hal aturan yang sudah disepakati. Jangan lupa untuk bersikap  adil pada semua anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Tanamkan  Nilai-nilai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan,  seperti sopan santun, tolong-menolong, berbagi, saling mengasihi, dan  toleransi. Caranya? Berikan contoh konkret dengan menjadi model. Cara  lainnya bisa juga dengan pergi menjalankan ritual agama bersama  keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Lakukan Diskusi dan Negosiasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diskusi  dan negosiasi adalah hal yang wajar dilakukan. Saat seperti ini,  penting untuk menghargai pendapat anak dan fleksibel dalam menerapkan  aturan. Dengarkan pendapat si anak dan mencoba mencari pemecahan  permasalahan bersama. Ajar anak untuk bekerja sama dan menghargai  pendapat orang lain. Untuk anak yang sudah besar, bicarakan konsekuensi  jika ada negosiasi seputar aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Ciptakan  Komunikasi Efektif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya komunikasi efektif dengan  lawan bicara, butuh kesepakatan. Dalam hubungan personal, tentu  komunikasi akan lebih efektif jika terjadi dalam dua arah. Selain Anda  harus bisa menyampaikan pesan dengan jelas dan berharap ia bisa  mengerti, Anda juga harus bisa mendengarkan dengan hati. Mendengarkan  dengan hati adalah berusaha menangkap apa yang dirasakan oleh si anak,  dengan tidak emosi, fokus dan konsentrasi kepadanya, tidak terbagi  dengan hal-hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11. Disiplin Jelas &amp;amp; Konsisten&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika  membuat aturan di dalam keluarga, pastikan aturannya cukup jelas dan  fleksibel, juga terdapat kesepakatan di antara keluarga. Jika orangtua  ada ketidaksepakatan, pastikan tidak bertengkar di depan anak. Jika ada  konsekuensi, beritahukan dan sepakai sejak awal. Hal-hal semacam ini  akan membantu mendorong anak untuk mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Adriana  menyimpulkan, dalam hal aturan, jika disampaikan dengan jelas dan sudah  disepakati bersama, lalu dijalankan dengan konsisten, akan menjadi hal  yang positif.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;sumber: kompas.com&lt;br /&gt;NAD&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Editor: NF&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>5 Cara Atasi Anak Berbohong</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/5-cara-atasi-anak-berbohong.html</link><category>cara atsi anak berbohong</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Fri, 16 Jul 2010 23:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-3721166404255883591</guid><description>Menyelesaikan masalah anak berbohong tidak bisa dengan hanya melarang.  Perlu pemahaman dan kasih sayang agar upaya orangtua tidak memicu anak  makin gemar berbohong. Agar berbohong tidak berlarut-larut, apalagi  membuat anak dijauhi teman-teman bermainnya, segera temukan cara jitu  untuk menghentikan kebiasaan buruk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Stop Marah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berhenti  memarahi ketika anak melakukan kesalahan. Kemarahan serta hukuman yang  ditimpakan atas kesalahan anak, belum tentu dipahami anak dengan maksud  yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubah gaya orangtua menghadapi masalah dengan cara  yang lebih bijak, hadapi kekurangan anak dengan sikap yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.  Be Positive&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menghentikan kebohongan bisa dilakukan orangtua  dengan membantu anak melihat dirinya lebih positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop  membandingkan anak. Kalaupun boleh dibandingkan adalah dengan anak  sebelumnya, bukan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tanamkan dan  buat anak paham bahwa dirinya adalah individu yang unik dengan  kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Biasakan  Mencari Solusi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biasakan anak untuk mencari solusi tanpa  ketakutan akan kesalahan. Lakukan dengan cara membiasakan anak  berdiskusi atau belajar mengekspresikan diri lewat diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya,  biasakan anak mencari pemecahan masalah ataupun membicarakan kesalahan.  Tanamkan dalam dirinya, kesalahan adalah sesuatu yang lumrah. Anda pun  tidak selalu menindaklanjuti dengan hukuman, tapi terbuka untuk mencari  solusi bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Lingkungan Lebih Luas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi  &lt;em&gt;peer pressure&lt;/em&gt; yang kerap membuat kemampuan berbohong anak kian  berkembang, orangtua sebaiknya membantu anak memiliki lingkungan dan  pergaulan yang lebih luas. Menyertakan anak pada klub-klub hobi atau  kelompok belajar di luar sekolah bisa menjadi pilihan, agar ia memiliki  pengalaman dengan banyak teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Konsekuensi Bukan  Hukuman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak berbohong, orangtua boleh saja  memberikan konsekuensi. Namun konsekuensi tidak selalu berupa hukuman.  Caranya bisa dengan membalikkan situasi bila anak tidak berbohong, beri  pujian meski ia telah mengakui kesalahan. Tunjukkan orangtua cukup  memahami dan menghargai kejujuran anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;sumber: kompas.com&lt;br /&gt;(Laili  Damayanti/Tabloid Nova)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Arena Bermain dengan Teknik "Bongkar Pasang"</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/arena-bermain-dengan-teknik-bongkar.html</link><category>arena bermain anak</category><category>bongkar pasang</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Fri, 16 Jul 2010 23:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-3553818671667549440</guid><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com - &lt;/strong&gt;Tinggal di Jakarta memang sulit-sulit  gampang. Mahalnya harga tanah membuat kita sulit memiliki rumah dengan  beragam fasilitas, seperti arena bermain dan kolam berenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi  yang ditawarkan memang tak banyak. Jika kantong tak terlalu tebal,  pilihan tinggal di Anami (Apartemen Sederhana Milik) yang sudah memiliki  arena bermain dan fasilitas olah raga lainnya macam lapangan tenis dan  kolam berenang bisa dijadikan alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika Anda  sekeluarga tetap bersikeras tinggal di landed house dengan lahan yang  terbatas tanpa halaman, ada beberapa alternatif juga bagi Anda dalam  menyediakan arena bermain bagi anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya teknologi  semakin maju, sehingga semua bisa diatasi walau penuh dengan  keterbatasan. Teknologi bongkar pasang yang menjadi tren saat ini bisa  menjadi alternatif sekaligus solusi bagi mereka yang memilki lahan  terbatas namun ingin membahagiakan anak. Beberapa tip berikut yang bisa  menjadi ilham bagi Anda, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perosotan atau ayunan  bongkar pasang yang terbuat dari plastik akan membahagiakan putra-putri  Anda. Bila hari hujan, mainan ini bahkan bisa dipasang di ruang keluarga  Anda. Namun demikian, pastikan perosotan plastik yang Anda beli aman  bagi kesehatan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tenda bermain yang berbentuk  mobil-mobilan dan rumah-rumahan akan jadi sarana permainan anak yang  mengasyikkan. Apalagi jika diisi dengan bola-bola plastik yang  berwarna-warni. Anak akan merasa puas mandi bola di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Ingin berenang namun tak ada lahannya? Kini banyak sekali kolam renang  plastik dari berbagai ukuran yang bisa disesuaikan dengan ukuran halaman  belakang Anda. Bahkan ukuran paling kecil sekalipun juga ada. Biasanya  ukuran yang paling kecil ini diperuntukkan bagi bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bosan  dengan permainan-permainan di atas, Anda bisa meletakkan karpet  bergambar jalanan mobil-mobil yang akan membuat putra Anda asyik  memainkan mobil-mobilannya di atas karpet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip di atas hanya  beberapa contoh yang bisa Anda kembangkan lagi. Yang jelas semuanya bisa  dilipat atau dibereskan dan dikembalikan ke fungsi semula. Praktis dan  efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;(AYA/Kompas Klasika)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Trik Unik Mengajak Anak Bawa Bekal</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/trik-unik-mengajak-anak-bawa-bekal.html</link><category>anak bawa bekal</category><category>trik</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Fri, 16 Jul 2010 23:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-7296538049800526496</guid><description>&lt;strong&gt;KOMPAS.com - &lt;/strong&gt;Membawa bekal ke sekolah akan membantu  orangtua dalam banyak hal. Tak hanya mengurangi pengeluaran karena  menurunkan jumlah uang jajan untuk anak, orangtua juga lebih tenang  karena makanan yang disajikan bisa terkontrol kebersihan dan manfaatnya  untuk anak. Namun, tak mudah untuk bisa mengajak anak mau membawa bekal  ke sekolah ketimbang membawa uang jajan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui di acara seminar  "Aku Bersih, Aku Sehat, Aku Hebat!" untuk guru yang digelar Tupperware  beberapa waktu lalu, Dr Suramono MP, Direktur Surveilan Badan Pengawas  Obat-obatan dan Makanan (BPOM), mengatakan, dari riset yang ia lakukan  beberapa waktu lalu, sebanyak 68 persen anak jajan di kantin, dan 51  persen di antaranya jajan setiap hari. Dikelilingi oleh teman-teman yang  membawa bekal setiap hari tentu akan membuat si anak merasa tidak  "keren" atau "gaul", karena beda sendiri. Padahal, membawa bekal ke  sekolah memiliki keuntungan yang jauh lebih banyak untuk kesehatan si  anak.&lt;br /&gt;Di kesempatan yang sama, dr Rose Mini A.  Prianto, M.Psi, psikolog anak,mengatakan, jangan hanya menyalahkan anak  yang malu untuk membawa bekal ke sekolah. Para orangtua dan guru juga  penting untuk mengintrospeksi diri agar bisa memberi contoh. Menurut  Bunda Romi, begitu ia akrab disapa, saat mempersuasi anak, dibutuhkan  pemahaman cukup dan jangan sampai saat anak bertanya, tak bisa menjawab.  Kalau sudah begitu, mana mau si anak percaya. Perlu diperhatikan pula  cara persuasinya, kalau mencoba mengajak si anak bawa bekal, perhatikan  nada suaranya, dan jangan selalu mengiming-imingi anak dengan uang  setiap kali ingin ia melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditekankan lagi oleh  Bunda, setidaknya ada 4 hal yang dibutuhkan untuk membuat anak mau  terpersuasi, yakni;&lt;p&gt;1. Pemahaman total dari orangtua atau guru.  Anak sekarang sudah cukup kritis, tak jarang mereka akan bertanya  "mengapa" ia harus menghentikan kebiasaan atau ia harus berbeda dari  teman-temannya. Orangtua dan guru harus memiliki pemahaman total saat  harus meminta anak untuk melakukan sesuatu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Keterampilan untuk  mempersuasi anak dengan kreativitas tertentu. Cara bicara, cara  mengambil hati anak, juga cara penyajian makanan yang sehat serta enak  untuk anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Harus jeli mengetahui apa yang kira-kira akan  membuat si anak mau mengikuti permintaan si orangtua. Cobalah untuk  menjadi lebih kreatif dalam meminta si anak melakukan sesuatu yang Anda  inginkan. Jangan selalu mengiming-imingi anak dengan uang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4.  Konsisten. Anak juga akan mendapat kesan dan pesan yang salah jika Anda  tidak konsisten dengan perkataan Anda. Satu hari Anda bilang tidak boleh  jajan di sekolah, di lain hari, ketika Anda tak sempat membawakannya  bekal, Anda malah memberinya uang jajan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal di atas adalah  ketika kebiasaan tersebut belum dimulai. Namun bagaimana jika sudah  terlanjur dimulai? Menurut Bunda Romi, cara penanganannya pun tergantung  usia, gender, kesenangan, dan beberapa aspek lain dari si anak. Karena  menghentikan kebiasaan akan mencetus respon. Kebiasaan terjadi karena  dimulai, jika memungkinkan, stop sebelum dimulai. Jangan pula memberi  contoh anak untuk jajan di luar. Bahkan untuk membeli jajanan di luar  rumah setiap sore atau setiap pulang dari suatu tempat akan memberi ide  kepada si anak untuk jajan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik Unik&lt;br /&gt;Salah satu contoh  yang ditawarkan oleh Bunda Romi adalah dengan mencoba mengajak anak  bicara dari hati ke hati, sesuaikan dengan tingkat pemahaman dan  kesukaan anak. Misal, jika si anak berusia 7 tahunan, bisa katakan,  "Nak, kamu mau enggak liburan ke Bali? Kalau kamu mau, Ibu butuh  bantuan, karena untuk liburan perlu uang yang cukup banyak. Kalau kamu  bisa tidak jajan, dan uang jajannya ditabung, kamu bisa bantu kita  liburan nanti setelah semester ini usai." Dengan cara ini, si anak  memiliki tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cari cara untuk membuat si anak mengerti,  bahwa aksi yang harus ia lakukan itu ada tujuan yang inginkan pula,"  jelas Bunda Romi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shahnaz Haque, MC dan presenter yang memiliki 3  anak memiliki cara unik. Ia mencoba membuat anak-anaknya merasa ingin  membawa bekal setiap hari karena mereka akan menemukan sesuatu yang  baru. Shahnaz menyadari, bahwa ia tak memiliki kemampuan untuk memasak,  namun ia bisa mencoba hal kreatif lain, ia membuat surat cinta untuk  anak-anaknya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua dari 3 anak Shahnaz sudah bisa  membaca, di setiap bekal yang mereka bawa di pagi hari, Shahnaz  menyisipkan surat untuk si anak. Isinya bisa macam-macam, bisa berisi  teka-teki atau surat cinta. Misal, di suatu pagi ia akan menuliskan,  "Coba, Kakak tahu atau tidak, binatang apa yang lahirnya dua kali?"  Hal-hal semacam ini akan menarik perhatian si anak dan mengundang rasa  ingin tahunya. Setelah itu, si anak harus menulis surat balasan untuk si  ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cara saya ini justru mengundang teman-temannya untuk  selalu ingin tahu apa yang ditulis ibu anak saya setiap pagi. Bahkan  anak saya selalu dikerubungi teman-temannya setiap jam istirahat.  Kemudian teman-temannya membuat program bahwa setiap orangtua anak harus  menulis surat untuk anaknya. Dengan cara ini pun komunikasi terjalin  antara orangtua dan anak, meski orangtuanya pergi bekerja," papar  Shahnaz bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda? Punya tips atau trik unik  membujuk anak untuk membawa bekal setiap hari?&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;NAD&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Editor:  NF&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Warna Pup Bayi Berubah, Jangan Khawatir</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/warna-pup-bayi-berubah-jangan-khawatir.html</link><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-1455878145049484413</guid><description>&lt;p&gt;Di sana akan terjadi penyerapan elemen nutrisi yang diperlukan tubuh  dan sisanya seperti serat akan terbawa hingga ke usus besar dan tidak  terserap sepenuhnya. Sepanjang saluran pencernaan, pup akan membawa  berbagai macam variasi makanan yang ada di dalamnya, entah itu jus,  bakteri, cairan lainnya, dan akan terlihat dampaknya pada pup si bayi  dan juga baunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Efek dari Air Susu Ibu (ASI) vs Susu Formula&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, apa yang dimakan akan membuat perbedaan pada hasil akhir. ASI  cenderung lebih diserap hampir seluruhnya dan bahkan kadangkala hanya  sedikit sisa yang keluar, sehingga mungkin saja bayi tidak pup untuk  beberapa hari. Akan tetapi banyak juga bayi yang mengeluarkan pup  berwarna â€œkekuninganâ€� setiap kali diberi ASI, setidaknya&lt;br /&gt;mungkin pada beberapa kali pemberian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan pada bayi yang diberikan susu formula, mereka cenderung  mempunyai pup yang berwarna agak gelap. Yang harus diingat adalah, bahwa  setiap bayi itu berbeda dan ada banyak variasi pup yang normal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Tip kecil untuk para orangtua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut jika pup si kecil berubah-ubah, karena pergerakan saluran  cernanya. Ini sangatlah normal pada bayi. pupnya akan berubah seiring  dengan apa yang dimakannya dan dengan semakin berkembangnya si kecil  diiringi pertumbuhan bakteri normal usus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sangatlah jarang bahwa perubahan warna pup menandakan adanya masalah  pencernaan. Biasanya warna yang keluar menandakan ada banyak atau  sedikitnya pigmen kekuningan, hijau, coklat, oranye yang diserap  sepanjang saluran pencernaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Kapan saatnya untuk khawatir?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh khawatir terhadap si bayi jika mendapatkan pupnya berwarna  putih pucat untuk beberapa saat, karena bisa saja ini merupakan tanda  adanya gangguan dari liver. Jika warna pup berubah menjadi hitam seperti  ter, bisa saja mengarah adanya perdarahan saluran cerna bagian atas di  mana darah sudah berubah menjadi warna hitam seiring pup berjalan  sepanjang saluran cerna menuju ke bawah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika warnanya berubah menjadi warna merah darah, mungkin saja ada  perdarahan dekat saluran anus. Akan tetapi perhatikan juga bahwa warna  merah bisa saja karena pengaruh obat dan pewarna makanan. Segera kontak  dokter anak anda jika itu terjadi, karena mereka bisa memberitahu anda  apakah benar ada darah di dalam pup si kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;UPGNDBAZEXU8&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh dr. Intan Airlina Febiliawanti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;kompas.com&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Botol Plastik Mengandung BPA Berbahaya Bagi Bayi</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/botol-plastik-mengandung-bpa-berbahaya.html</link><category>botol plastik mengandung BPA</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-4005722997097877917</guid><description>Hati-hatilah bagi anda yang memiliki bayi jangan sampai bayi anda  memakai botol plastik yang mengandung BPA. Kampanye menyerukan  penghapusan botol-botol bayi yang mengandung zat kimia bisphenol A dari  rak-rak toko bayi merebak di Inggris. Para ilmuwan telah lama mencurigai  bisphenol A –yang sering disingkat BPA– menyebabkan masalah kesehatan  pada manusia. Dalam penelitian di beberapa laboratorium menunjukkan  masalah pada tikus, termasuk perubahan pada sistem reproduksi. &lt;p&gt;Ilmuwan, badan amal, dan perwakilan dari National Childbirth Trust  mengatakan, ada bukti ilmiah yang menarik bahwa zat kimia itu  berhubungan dengan kanker payudara dan kondisi kesehatan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zat kimia yang secara luas digunakan dalam pembuatan plastik dan  sering ditemukan dalam wadah makanan dan minuman kemasan. Beberapa ahli  percaya anak-anak mungkin sangat rentan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada bulan Maret, produsen botol bayi di Amerika Serikat BPA dihapus  dari produk mereka, dengan mengatakan bahwa mereka melakukannya sebagai  reaksi terhadap permintaan konsumen. Badan Administrasi Makanan dan Obat  Amerika (FDA) saat ini sedang meninjau BPA setelah pakar mempertanyakan  pandangannya bahwa BPA tetap aman untuk wadah makanan dan botol bayi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inggris telah merilis survei kanker payudara lebih dari 2.000 orang  dewasa yang 50 persen sangat setuju dan 29 persen lainnya setuju bahwa  Pemerintah Inggris bertindak dengan cara pencegahan dengan melindungi  bayi dan anak-anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kampanye “No More BPA”, yang dilakukan para pakar, dari perguruan  tinggi di Stirling, Ulster, London, Plymouth mendesak pemerintah untuk  mengadopsi pendekatan yang diambil oleh pemerintah negara lain yang  telah mengakhiri penggunaan BPA dalam produk yang berhubungan dengan  makanan yang dipasarkan untuk anak-anak. (tmp/bmp/sam/surgaku)&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Fakta Menarik Tingkah Laku Bayi</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/fakta-menarik-tingkah-laku-bayi.html</link><category>tingkah laku bayi</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-1044350205009872902</guid><description>&lt;p&gt;Sebagai orang tua bayi apalagi anak pertama pasti anda tidak tahu  keseluruhan arti dari tingkah laku bayi anda bahkan anda suka khawatir  dengan yang terjadi pada bayi anda. Nah inilah fakta yang harus anda  ketahui mengenai tingkah laku dan kebiasaan bayi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.detik.com/content/2010/01/26/764/bayi-baru-lahir-dalam.jpg" alt="bayi" /&gt;Apapun latar belakang etnisnya, semua bayi dilahirkan dengan  kulit yang berwarna agak merah muda akibat kulit bayi yang masih sangat  tipis sehingga warna pembuluh darah terlihat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti dikutip dari Askamum, Selasa 26/1/2010) masih ada beberapa  fakta lain yang jarang diketahui masyarakat, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Bayi yang baru lahir mengenali ibunya melalui suara yang  didengarnya saat dilahirkan, sekitar 14 hari kemudian baru belajar  mengenali suara ayahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Bayi yang baru lahir selalu dilahirkan dengan mata biru, tapi  warna ini bisa berubah dalam beberapa menit setelah kelahiran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Wajah bayi berubah sangat cepat, biasanya wajah bayi akan terlihat  sangat berbeda dalam beberapa hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Bayi laki-laki maupun perempuan lahir dengan sedikit payudara yang  membengkak. Ini dikarenakan bayi menerima asupan hormon perempuan dari  plasenta sebelum kelahiran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Bayi hingga usia 6-7 bulan bisa bernapas dan menelan pada waktu  yang bersamaan, sedangkan orang dewasa tidak bisa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Bayi tidak memiliki keringat karena kelenjar keringatnya belum  berkembang secara sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Sidik jari baru akan terbentuk saat bayi berusia 3 bulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Bayi yang baru lahir hanya terfokus pada obyek yang berjarak 25 cm  dari hidungnya, diperkirakan itu adalah jarak dari payudara ibunya ke  mata si bayi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Bayi sering terlihat sedang tersenyum saat di USG, tapi proses  kelahiran merusak suasana hatinya sehingga bayi jarang sekali tersenyum  selama sekitar 1 bulan setelah kelahiran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Tak peduli tanggal berapa bayi tersebut lahir, tapi di tanggal  yang sama dia akan berbagi ulang tahun dengan sekitar 9 juta orang lain  di seluruh dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11. Saat kelahiran otak bayi terdiri lebih dari 10 juta sel saraf.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;12. Rata-rata bayi tidak akan mengeluarkan air mata saat menangis  hingga berusia 3-6 minggu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;13. Tangan kanan atau kiri yang akan dominan digunakan oleh bayi  sudah ditentukan sejak usia kehamilan 10 minggu di dalam rahim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;14. Berat kepala bayi yang baru lahir sebesar seperempat dari total  berat tubuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;15. Bayi yang baru lahir tidak akan memiliki tempurung lutut, bayi  akan mengembangkannya pada usia antara enam bulan sampai satu tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;16. Bayi memiliki indra penciuman yang sangat kuat, sehingga bayi  mudah mengenali ibunya melalui penciuman sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;17. Satu dari sepuluh bayi yang lahir memiliki setidaknya satu tanda  lahir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;18. Bayi bernapas lebih cepat dari orang dewasa yaitu sekitar 30-50  kali dalam 1 menit, sedangkan orang dewasa sekitar 15-20 kali dalam satu  menit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;19. Bayi sering merasa gugup atau takut pada jenis makanan baru.  Untuk mengatasinya cobalah bermain-main sedikit dengan makanan tersebut  atau meletakkan sedikit makanan pada jari telunjuknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;20. Jantung janin mulai berdetak 3 minggu setelah pembuahan.  (http://yaokelah.blogspot.com/2010/01/20-fakta-menarik-dari-polah-bayi.html)&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nutrisi yang Sangat Penting Untuk Anak</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/nutrisi-yang-sangat-penting-untuk-anak.html</link><category>nutrisi penting untuk anak</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-5151369305468991323</guid><description>Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi anak dengan baik dan kebiasaan  makan yang sehat dapat menghindari buah hati Anda dari berbagai penyakit  berbahaya. Dengan nutrisi penting dapat memenuhi kebutuhan yang  diperlukan anak dalam masa-masa pertumbuhan mereka. &lt;p&gt;Kendati banyak orangtua memiliki pengetahuan dasar mengenai makanan  sehat yang bisa membuat tubuh dan tulang anak-anak kuat, tetapi kadang,  masih ada kemungkinan hilangnya beberapa nutrisi penting. Sebab  anak-anak tidak memerolehnya dari makanan yang telah tersedia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika Anda ingin memastikan semua kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan  baik, Anda dapat memastikan nutrisi yang tepat dikonsumsi oleh buah hati  tercinta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti dipaparkan Carefair, ada beberapa nutrisi yang wajib  dikonsumsi anak, di antaranya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Magnesium&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Magnesium adalah salah satu nutrisi penting yang harus Anda pastikan  bahwa anak-anak mendapatkan cukup dari magnesium dalam makanan mereka.  Nutrisi ini penting bagi anak Anda karena memiliki kemampuan untuk  menjaga agar jantung kuat, menjaga otot, meningkatkan sistem kekebalan  tubuh, meningkatkan produksi energi, dan membangun tulang yang sehat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk kesehatan tulang anak, kita cenderung tertuju pada kalsium.  Tetapi tahukah Anda, separuh dari magnesium ada di dalam tulang? Itu  benar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk itu, anak-anak berusia 1-3 tahun disarankan mengonsumsi  magnesium 80 mg sehari. Anak-anak usia 4-8 tahun memerlukan magnesium  sampai 130 mg sehari. Untuk meningkatkan asupan magnesium anak, Anda  bisa mendapatkannya pada sayuran hijau, kacang-kacangan, dan gandum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalium&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalium sebagai nutrisi yang sering dikaitkan dengan pisang. Dalam hal  kesehatan anak Anda, nutrisi ini memainkan peranan besar untuk  mempertahankan produksi energi, otot, dan fungsi jantung, menjadikan  tulang yang kuat, bahkan dapat menjaga anak Anda rentan terhadap risiko  tekanan darah tinggi ketika mereka dewasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anak usia 1-3 tahun perlu kalsium hingga 3.000 mg per hari, sementara  anak usia 4-8 tahun memerlukan 3.800 mg per hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk meningkatkan kalium anak bisa dengan memberikan asupan makanan  seperti buah dan sayuran dalam makanan keseharian mereka. Anda pun bisa  menambahkan daftar menu lain seperti susu dan daging agar anak mendapat  banyak kalium.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Serat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Serat merupakan nutrisi yang biasanya dianggap penting untuk orang  dewasa, tetapi ini juga penting bagi kesehatan anak. Serat tidak hanya  berfungsi memperlancar buang air besar dan mengatasi sembelit, namun  dapat pula mencegah diabetes tipe 2, menjaga anak-anak rentan terhadap  risiko penyakit jantung, kolesterol, darah tinggi, dan menjaga bobot  tubuh mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cara terbaik untuk mengetahui jumlah serat bagi buah hati adalah  untuk mengonsultasikan kepada dokter anak untuk mengetahui seberapa  banyak serat yang bisa dikonsumsi anak Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk menambah lebih banyak serat untuk anak Anda dalam makan  sehari-hari, Anda bisa menyuguhkan sup lentil, kacang polong, dan  sereal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Vitamin E&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Vitamin E merupakan nutrisi penting yang juga dibutuhkan anak-anak.  Antioksidan ini dikenal untuk memerangi radikal bebas, tetapi juga  berperan membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat dan mempertahankan  metabolisme yang baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umumnya, vitamin E ditemukan dalam makanan berlemak. Untuk memastikan  anak Anda mendapatkan vitamin E dalam jumlah tepat, Anda bisa  memasukkan lebih banyak sayuran berdaun hijau, seperti bayam, atau  kacang-kacangan dalam daftar makanan harian.&lt;br /&gt;(nsa)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.surgaku.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Risiko Tindik Telinga Saat Masih Bayi</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/risiko-tindik-telinga-saat-masih-bayi.html</link><category>tindik telinga anak</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-4740366414618413118</guid><description>Kemarin kebetulan anak saya (1 bulan) di tindik oleh bidan, ternyata  malamnya dia langsung nangis-nangis karena sakit, saya copot aja  antingnya dan sekarang dia kembali ceria. Lalu saya googling dan  mendapatkan artikel ini dari &lt;strong&gt;banjarmasinpost&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;ORANGTUA yang memiliki bayi perempuan biasanya ingin mendadani  bayinya secantik mungkin termasuk memakaikan anting-anting di telinga si  mungil. Orangtua berpandangan menindik telinga bayi perempuan sedini  mungkin agar si anak tidak terlalu merasakan sakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tindik telinga adalah prosedur yang sederhana tapi tetap memberikan  ketidaknyamanan pada bayi. Orangtua memiliki pilihan untuk melakukan  tindik telinga saat masih bayi karena akan berbeda halnya jika dilakukan  saat anak sudah besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti dikutip dari Pediatrics, Kamis (17/12/2009) beberapa risiko  yang harus dihindari saat melakukan tindik telinga bayi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Infeksi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang masih terlalu kecil belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang  matang, sehingga jika terjadi infeksi di tempat tindik tersebut bayi  tidak mampu untuk melawannya dengan baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Reaksi alergi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi masih sangat rentan terhadap reaksi alergi terutama dari  logam-logam yang terkandung di anting seperti nikel, perak atau emas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Anting-anting bisa tertanam.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada kemungkinan bagian dari anting-anting tersebut masuk ke lubang  tindik dan tertanam ke dalam. Meskipun hal ini bsia terjadi di semua  usia, tapi saat bayi sangat sulit untuk melepasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Terjadi luka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan anting yang salah bisa menimbulkan luka di sekitar telinga  saat bayi tersebut bergerak atau bermain, karena kulit bayi masih sangat  tipis dan mudah sekali terluka atau tergores.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tindik telinga pada bayi bukanlah suatu prosedur yang harus dilakukan  sesegera mungkin. Hal ini bisa ditunda terlebih duhulu pelaksanaannya  agar bayi merasa lebih aman dan memiliki risiko lebih kecil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika orangtua ingin melakuakn tindik telinga pada bayi perempuannya,  cobalah untuk menunggu hingga setidaknya bayi tersebut berusia minimal 3  bulan. Karena saat usia tersebut bayi sudah cukup bisa menangani  infeksi ringan dan setidaknya bayi sudah mendapatkan satu kali  imunisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ingin melakukan tindik telinga pilihlah anting yang tepat agar  bisa mengurangi kemungkinan terjadinya reaksi alergi atau anting  tersebut patah saat bayi menggaruk-garuk telinga karena merasa tidak  nyaman. Pilihlan fasilitas yang steril dan dokter yang berpengalaman  dalam melakukan tindik telinga.&lt;br /&gt;(dts)  &lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.surgaku.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tanda Bayi Autistik</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/tanda-bayi-autistik.html</link><category>tanda-tanda anak autis</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-9138641636651205328</guid><description>Bagi anda yang mempunyai buah hati, pastinya akan khawatir dengan  masa depan anak anda. Sebagian besar gejala autisme sudah terlihat sejak  anak berusia di bawah 3 tahun. Bahkan, beberapa orangtua sudah melihat  gejala autis saat bayi mereka berusia 9 bulan. Tanda-tanda autisme  berikut sudah bisa dikenali sejak bayi berusia satu tahun ke atas.  &lt;p&gt;1. Apakah anak Anda memiliki rasa tertarik pada anak lain? (Ya/Tidak)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Apakah anak Anda pernah menggunaan telunjuk untuk menunjukkan rasa  tertariknya pada sesuatu? (Y/T)&lt;/p&gt;3. Apakah anak Anda menatap mata Anda lebih dari satu atau dua detik?  (Y/T)&lt;br /&gt;&lt;p&gt;4. Apakah anak Anda meniru Anda? Misalnya, bila Anda membuat raut  wajah tertentu, apakah ia menirunya? (Y/T)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Apakah anak Anda memberi reaksi bila namanya dipanggil? (Y/T)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Bila Anda menunjuk pada sebuah mainan/apapun di sisi ruangan,  apakah anak Anda melihat pada mainan/benda tersebut? (Y/T)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Apakah anak Anda pernah bermain “sandiwara” misalnya berpura-pura  menyuapi boneka, berbicara di telepon, dan sebagainya? (Y/T)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang anak berpeluang menyandang autis, jika minimal dua dari  pertanyaan di atas dijawab Tidak. Konsultasikan hal ini kepada dokter  ahli untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber: The Modified Checklist for Autism in Toddlers&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gips, Pengobatan saat si Kecil Alami Patah TulangGips, Pengobatan saat si Kecil Alami Patah Tulang</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/gips-pengobatan-saat-si-kecil-alami.html</link><category>gips</category><category>pengobatan anak patah tulang</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-7449178351519949111</guid><description>Sikecil bisa saja terjatuh saat bermain sepeda, berlari-lari,  meloncat-loncat di sofa hingga terjatuh saat berolahraga. &lt;p&gt;Akibatnya, bisa saja terjadi cedera pada lengan atau kakinya. Dari  luar mungkin terlihat cederanya ringan, tapi jangan pula disepelekan, ya  Moms. Pasalnya bila efek trauma tersebut berdampak besar terhadap  daerah tulang yang terkena cedera, bisa menyebabkan patah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Patah tulang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Patah tulang adalah terputusnya kontinuitas dari tulang dan atau  tulang rawan. Apabila anak mengalami cedera, Moms bisa curiga ia  mengalami patah tulang bila menemukan gejala-gejala seperti:&lt;br /&gt;1. Ada riwayat cedera/trauma.&lt;br /&gt;2. Timbul rasa sakit/nyeri dan terjadi pembengkakan di daerah yang  patah.&lt;br /&gt;3. Terjadinya perubahan bentuk.&lt;br /&gt;4. Menurunnya hingga tidak dapat digerakkan daerah anggota gerak yang  mengalami patah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Timbul bengkak dan nyeri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasa sakit dan pembengkakan dapat terjadi seketika ataupun beberapa  saat setelah anak mengalami cedera, tergantung dari hebatnya cedera dan  patah yang dialami.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Proses pembengkakan tersebut rata-rata terjadi mulai 6 hingga 3 x 24  jam dari kejadian anak mulai menangis terus, rewel dan tidak mau  menggerakkan anggota geraknya. Nah, secara otomatis ia akan menyangga  terus tangan yang cedera dengan tangan yang sehat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain bengkak, biasanya kulit di atas tulang yang patah akan tampak  kemerahan dan timbul rasa nyeri bila bagian tersebut digerakkan atau  ditekan. Eits, jangan sekali-kali memijatnya, Moms, segera saja bawa si  kecil ke dokter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila ternyata benar ia mengalami patah tulang, mungkin tidak harus  sampai dilakukan tindakan pembedahan, cukup dipasang gips. Sebelumnya,  oleh dokter, dilakukan dulu proses mereposisi garis patah ke kedudukan  yang baik dengan menggunakan bius umum atau tanpa melalui proses bius  umum apabila kedudukan patahnya baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentingnya gips&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada 3 fungsi utama gips. Pertama, mencegah supaya tidak terjadi  pergeseran pada tulang yang patah atau retak. Kedua, tidak terjadi  angulasi (perubahan bentuk) sehingga kedudukan dari tulang yang patah  bisa dipertahankan dengan baik. Ketiga, menghilangkan rasa nyeri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nyeri hilang akibat kedudukan tulang yang patah dihambat  pergerakannya. Sebenarnya, nyeri itu timbul bukan hanya karena patah  tulangnya melainkan juga karena jaringan lunak lainnya di sekitar tulang  ikut mengalami proses inflamasi/pembengkakan/memar di sekitar tulang  yang patah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ada gips tahan air, loh!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, gips terbuat dari semen – disebut plaster of paris – tapi  ternyata mudah rusak bila terkena air, berat, terasa lebih panas  sehingga tidak praktis. Nah, sekarang ada gips yang terbuat dari bahan  anti air seperti fiber. Mau tahu bagaimana prosedur pemasangan gips?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Gips berbahan semen. Sebelum dipasang, pasien harus menggunakan  stockinette yang berbahan kaos, kemudian di atas stockinette dilapisi  dengan padding (bantalan) berupa kapas kering untuk memberi ruang agar  aliran darah di area tersebut tidak terhambat. Barulah dipasang gips.  Padding kapas, stockinette dan bahan gips semen tidak boleh basah atau  terkena air.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Gips dari bahan fiber. Sebelum dipasang, pasien dapat langsung  menggunakan padding yang boleh kena air, karena padding tersebut dapat  mengering apabila basah dan tidak perlu memakai stockinette. Barulah  dipasang gips. Oh ya, gips tersebut akan mengering dengan sendirinya loh  bila terkena air, jadi bisa tetap digunakan si kecil saat mandi atau  berenang. Walau begitu, Moms harus perhatikan agar si kecil berhati-hati  saat bergerak agar kedudukan tulang yang patah tidak bergeser atau  berubah lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berapa Lama?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rata-rata gips dipasang selama 2 – 8 minggu, bergantung dari jenis  patahnya dan timbulnya tulang baru yang disebut callus yang berfungsi  sebagai jembatan yang menghubungkan kedua fragmen tulang yang patah dan  diasumsikan sebagai lem tulang. Callus ini mulai timbul pada anak-anak  dalam waktu 10 hari – 2 minggu. Nah, adanya callus itu sebagai tanda  bahwa penyembuhan sudah mulai terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk memastikannya, pasien musti di-rontgen (sinar X-Ray) terlebih  dulu. Melalui sinar X-Ray akan terlihat callus (lem tulang) yang  berwarna putih seperti awan. Bila jumlah callus mulai banyak, harapan  untuk sembuh semakin besar. Pada anak-anak, dalam kurun waktu 5 – 6  minggu, patah tulang bisa sembuh total sehingga bisa kecil bisa  melakukan aktivitas seperti sediakala. Cepat sekali, bukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tetap kontrol ke dokter&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah gips dipasang, Moms musti memerhatikan jadwal periksa ke  dokter. Bila hari ini dipasang gips, maka dalam 2 X 24 jam kemudian si  kecil harus datang ke dokter untuk kontrol pertama, agar dokter dapat  memastikan tidak terjadi gangguan aliran darah akibat proses  pembengkakan yang terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, bila gips dirasa terlalu ketat, sebelum 2 X 24 jam dari jadwal  periksa, segera datang ke dokter agar gips dibelah atau dibuka untuk  selanjutnya dievaluasi lebih mendalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Berikut tanda-tanda penting yang perlu diperhatikan setelah gips  dipasang:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Timbul rasa nyeri yang terus menerus walaupun sudah meminum obat  yang diresepkan dokter&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Gips dirasa terasa terlalu sempit atau ketat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Gips menjadi longgar, patah atau retak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Timbul tekanan dan gesekan yang kuat di bawah gips&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Timbul rasa dingin atau terjadi perubahan warna keputih-putihan  atau kebiru-biruan pada organ gerak yang digips&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Anak merasakan nyeri, mati rasa atau kesemutan terus-menerus pada  jari tangan atau kaki yang dibalut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila hal di atas terjadi, segera hubungi dokter Anda. Kontrol kedua,  biasanya dilakukan dalam 10 atau 14 hari dari pemasangan pertama atau  tepatnya bila si kecil merasakan gipsnya longgar. Mengapa gips sudah  mulai melonggar?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena bengkak sudah menghilang dan otot-otot akan menjadi agak  mengecil karena tidak dapat menggunakan daerah yang patah dengan  maksimal. Karena itu, gips harus dibetulkan, dibuka dan dipasang kembali  (skin tight) karena gips yang longgar sudah tidak dapat mempertahankan  kedudukan patah-nya lagi sehingga kedudukan patah yang baik dapat  berubah menjadi jelek kembali. Demikian halnya pada gips yang retak,  segera harus diganti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemeriksaan selanjutnya bisa dilakukan setelah 3 minggu dari  pemasangan gips pertama. Masalah lain yang sering timbul, saat gips  dibuka terjadi perubahan warna kulit, karena banyak daki pada area yang  digips dan sangat bau karena sudah lama terbungkus. Bulu pun dapat  menjadi bertambah lebat sedikit. Tapi jangan khawatir, semua itu akan  hilang dengan sendirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oh ya Moms, bila si kecil merasakan gatal pada area yang digips,  sebaiknya jangan digaruk dengan menggunakan alat apapun karena bisa  melukai kulitnya. Selain itu, bila alat tersebut putus di dalam gips,  sangat berbahaya karena bisa memberikan penekanan pada jaringan  lunaknya. Bila perlu konsultasikan terlebih dulu kepada dokter agar  segera ditangani. Oh ya, untuk mempercepat penyembuhan, beri si kecil  asupan kasium dan vitamin D.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Mom&amp;amp; Kiddie//ftr)okezone&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Bayi Bisa Belajar ketika Sedang Tidur</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/bayi-bisa-belajar-ketika-sedang-tidur.html</link><category>bayi</category><category>Bayi Bisa Belajar ketika Sedang Tidur</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-281247990184252061</guid><description>&lt;p&gt;Mungkin anda belum tahu kemampuan sikecil tentang yang satu ini.  Ternyata bayi mempunyai kehebatan yang mencengangakanm pasalnya otak  bayi yang baru lahir justru berkembang dengan sangat cepat. Dalam  keadaan tidur saja, bayi yang baru lahir dapat terus belajar. Bayi  memang hanya bisa terjaga beberapa jam dalam sehari, namun otak mereka  tidak pernah berhenti bekerja sepanjang waktu.&lt;/p&gt;Para ilmuan yakin, otak bayi dapat terus menyesuaikan dan beradaptasi  dengan dunia fisik, meskipun kelihatannya mereka tertidur. Sebuah  penelitian yang dilakukan pada bayi berumur satu hingga dua hari,  menunjukkan kemampuan mereka untuk menyerap informasi lingkungan di  sekitar mereka bak “spons data” tanpa henti.  &lt;p&gt;Penelitian sederhana dilakukan oleh para ahli dari Universitas  Florida, pada 26 bayi baru lahir yang sedang tidur. Para peneliti  memutarkan sebuah lagu yang diikuti dengan hembusan udara lembut ke  kelopak mata bayi. Setelah 20 menit, sebanyak 24 bayi belajar  mengantisipasi hembusan dengan sedikir menggerakkan matanya. Gelombang  Otak bayi juga turut mengalami perubahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dana Byrd, seorang psikolog, mengatakan, “Kami menemukan bentuk dasar  pembelajaran pada bayi yang sedang tidur. Jenis pembelajaran yang tidak  dapat dilihat dalam tidur orang dewasa. Mereka belajar lebih baik dari  yang kita tahu.” Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal  Proceeding of National Academy of Sciences juga dapat digunakan untuk  mengidentifikasi bayi yang tidak berkembang dengan baik, seperti bayi  yang berisiko menderita disleksia atau autisme.(Telegraph/AST/AYB). &lt;span style="font-size:78%;"&gt;ref.surgaku.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kenali dan Tangani Epiteliopati Kornea Sebelum Anak 2 Tahun</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/kenali-dan-tangani-epiteliopati-kornea.html</link><category>Epiteliopati Kornea Sebelum Anak 2 Tahun</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-1976855805639211163</guid><description>BANYAK orangtua tidak menyadari bahwa bulu mata bayi yang sedikit ke  dalam, merupakan salah satu pertanda masalah mulai membayangi  penglihatan buah hati mereka. Kenali masalah lebih dini agar tindakan  pengobatan bisa segera diambil. &lt;p&gt;Dalam bidang medis, keadaan seperti ini disebut sebagai epiblepharon,  yakni kelainan kelopak mata bawah. Pada kelainan ini, terjadi lipatan  kulit berlebih di tepi kelopak nata bawah sehingga menyebabkan bulu mata  mengarah ke kornea. Kelainan ini banyak ditemui pada ras oriental,  namun tidak tertutup kemungkinan terjadi pada ras lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Epiblepharon bisa menimbulkan gangguan serius pada penglihatan.  Pasien biasanya mengeluhkan mata sering berair, merah, silau, hingga dia  sering menggosok-gosok mata atau sering berkedip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Bila epiblepharon dibiarkan dalam jangka panjang, dapat  mengakibatkan masalah serius pada kornea yang sangat mengganggu  penglihatan, antara lain, epiteliopati berupa bercak-bercak putih pada  epitel kornea, erosi kornea, infeksi pada kornea, dan juga iregularitas  kornea yang menimbulkan astigmatisma atau lebih dikenal sebagai  silinder,” jelas ahli okuloplasty Dr Yunia Irawati SpM.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;piteliopati kornea atau permukaan kornea yang tidak mulus biasanya  terlihat pada foto pemeriksaan sebagai warna yang tidak merata. Jika  pada pemeriksaan awal belum terdapat kelainan pada kornea dan usia  pasien belum mencapai 2 tahun, dokter akan memberikan terapi  konservatif, seperti artificial tears atau eye gel, penggunaan plester  pada kelopak bawah untuk menahan bulu mata agar tidak mengenai kornea,  dan follow up secara berkala untuk mengamati ada atau tidaknya kelainan  kornea atau sudahkah terdapat perubahan alami pada tulang wajah,  terutama di sekitar mata dengan bertambahnya usia pasien yang membuat  lipatan kelopak mata bawah menjadi normal. Bila sejak pemeriksaan awal sudah ditemukan kerusakan, maka tindakan  operatif harus segera dilakukan meskipun usia anak belum mencapai 2  tahun. Tindakan bedah bertujuan mencegah terjadinya kerusakan kornea  lebih jauh, mengoreksi lipatan, sekaligus memperbaiki arah bulu mata     &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ref:surgaku.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenal Gangguan Perkembangan Motorik Anak</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/07/mengenal-gangguan-perkembangan-motorik.html</link><category>perkembangan motorik anak</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:06:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-6937146015053902439</guid><description>29 June, 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anakGangguan perkembangan motorik anak harus ditangani sejak dini, Anak yang sulit mengendari sepeda, mengancingkan baju atau menggunakan gunting, merupakan salah satu ciri dari gangguan perkembangan koordinasi motorik (development coordination disorder/DCD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DCD diketahui diderita 1 dari 20 anak usia sekolah. Ciri utamanya adalah gangguan perkembangan motorik, terutama motorik halus. Sebenarnya gangguan ini mengenai motorik kasar dan motorik halus, tetapi yang sangat berpengaruh pada fungsi belajar adalah fungsi motorik halusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasinya berupa perkembangan motorik anak sejak bayi hingga usia tertentu terlambat, misalnya duduk, tengkurap, merangkak, berlari. Kemampuan olahraga anak juga kurang. Anak lebih sulit mengatur keseimbangan setelah melakukan gerakan dan keseimbangan saat berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian di Kanada terhadap 1.979 anak dari 75 sekolah di provinsi Ontario diketahui anak dengan DCD beresiko tiga kali lebih besar untuk kegemukan dibanding dengan anak yang tidak menderita DCD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meski dulu DCD dianggap sebagai keterlambatan yang normal, saat ini hal tersebut sudah dianggap sebagai masalah kesehatan anak,” kata Dr.John Cairney, dari McMaster University, yang melakukan penelitian tentang DCD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak DCD biasanya juga mengalami gangguan lain, seperti gangguan konsentrasi atau masalah keterlambatan bicara pada anak. Penanganan anak dengan DCD membutuhkan latihan-latihan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, anak dengan fungsi koordinasi yang buruk akan berdampak pada kemampuannya melakukan aktivitas fisik dan dalam waktu lama bisa memengaruhi berat badannya. Namun, masih ada faktor lain yang juga berpengaruh pada risiko obesitas pada anak, antara lain tekanan keluarga dan sosioekonomi. ref:kompas</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengaruh dan Manfaat Komputer bagi Anak</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/02/pengaruh-dan-manfaat-komputer-bagi-anak.html</link><category>komputer anak</category><category>pengaruh</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 17 Feb 2010 20:37:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-5767377199537978065</guid><description>&lt;p&gt;Manfaat komputer bagi kehidupan kita sangat banyak dan pengaruh komputer juga ada yang negatif dan positif. Manfaat komputer itu sekarang dapat diraskan oleh semua kalangan mulai dari instansi pendidikan sampai pemerintahan juga mengambil manfaat komputer.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Komputer telah menjadi bagian hidup dari masyarakat saat ini, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga bagi anak-anak. Selain memiliki manfaat, komputer juga dapat memberi dampak negatif. Tentu saja amat dibutuhkan kepedulian orang tua dan juga para pendidik untuk mencegah anak terkena dampak negatif dari kotak canggih ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kebanyakan orang tua saat ini merasa serba salah jika anak mereka bersahabat dengan komputer. Keinginan kuat agar anak mereka tidak gagap teknologi dan bisa lebih banyak belajar melalui komputer terkadang kendur ketika melihat dampak negatif yang sering ditimbulkan dari penggunaan komputer yang tidak tepat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nina Arman, seorang staf pengajar Jurusan Komunikasi FISIP UI, sebagaimana dikutip Hari dalam BalitaCerdas.com, mengemukakan bahwa kemunculan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mangoenprasodjo dalam bukunya, “Pengasuhan Anak di Era Internet”, menulis banyak manfaat yang bisa diperoleh jika anak dikenalkan pada komputer sedini mungkin. Jika cara Anda benar, Anda tidak hanya membuatnya “melek” teknologi, namun komputer juga bisa mejadi media untuk mengembangkan cara berpikir dan memecahkan masalah serta kreativitas si kecil.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebenarnya, ketakutan akan dampak negatif yang ditimbulkan komputer tidak perlu terlalu menghantui para orang tua. Asal Anda dapat memberikan arahan dan bimbingan mengenai penggunaan komputer yang tepat kepada anak Anda, dampak tersebut dapat diminimalisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mari kita melihat beberapa manfaat komputer yang dapat ditimba dari penggunaan komputer.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Dengan menggunakan komputer, anak menjadi lebih senang belajar karena adanya perangkat lunak pendidikan yang diprogram sedemikian menariknya. Semakin anak tertarik akan program tersebut, semakin tertarik pula dia untuk belajar. Misalnya, perangkat lunak program pengetahuan dasar membaca. Anak akan lebih suka belajar membaca melalui program yang disertai gambar yang dapat bergerak dan bersuara, tulisan yang dapat membuka halaman lain, atau huruf-huruf yang dapat berubah-ubah warna daripada belajar membaca melalui buku yang itu-itu saja.&lt;br /&gt;2. Selain program pendidikan, komputer juga menawarkan program aplikasi berbentuk permainan elektronik yang pada umumnya tidak secara khusus diberi muatan pendidikan formal tertentu. Permainan elektronik tersebut membantu anak untuk belajar bagaimana bertahan, membuat strategi, membangkitkan semangat kepemimpinan, dan bermain peran (role play).&lt;br /&gt;3. Karena biasa menggunakan komputer, anak dapat mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; balita juga dapat belajar mengenal warna dan bentuk-bentuk melalui program pendidikan yang dioperasikan dengan komputer. Anak-anak dapat menjadi pandai dalam matematika lantaran sering berlatih dengan menggunakan bantuan komputer dan dapat memiliki banyak kosa kata dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;4. Secara tidak langsung, anak yang sejak kecil dibiasakan menggunakan komputer sedang dilatih suatu keterampilan yang amat penting bagi mereka saat mereka menginjak dewasa dan masuk dalam dunia kerja.&lt;br /&gt;5. Selain manfaat umum, manfaat rohani juga bisa mereka dapatkan. Melalui komputer, anak Anda dapat belajar firman Tuhan dengan lebih kreatif. Perangkat-perangkat lunak pelajaran Alkitab untuk anak sudah banyak beredar di pasaran. Anda juga dapat mengunduhnya (download) dari internet. Biasanya, anak senang belajar Alkitab dengan berbagai macam alat peraga dan aktivitas di sekolah minggu. Karena sekolah minggu hanya ada satu kali dalam satu minggu, kita dapat menambah waktu mereka untuk belajar firman Tuhan dengan kreatif dan menarik melalui komputer. Dengan dukungan komputer sebagai alat peraga, anak akan lebih dalam lagi mengingat pelajaran yang mereka dapatkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah mengetahui manfaatnya, tentu penting juga bagi kita untuk melihat dampak negatif apa saja yang dapat timbul dari penggunaan komputer. Tujuannya tentu saja bukan untuk melarang anak memakai manfaat komputer, melainkan sebagai acuan bagi para pendidik untuk lebih terlibat untuk membimbing dan mengawasi anak menggunakan komputer.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Salah satu dampak negatif yang diungkapkan Hari adalah kemungkinan besar anak mengonsumsi permainan elektronik yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas tanpa sepengetahuan orang tua. Permainan beraroma kekerasan dan agresif banyak disinyalir oleh para pakar pendidikan sebagai pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.&lt;br /&gt;2. Karena terlalu sering bermain komputer, anak-anak dapat kehilangan waktu untuk bermain dengan teman-temannya dan kehidupan sosialnya menjadi kurang seimbang.&lt;br /&gt;3. Anak juga dapat menjadi malas membaca buku dan menulis karena banyak waktu yang dihabiskan di depan komputer. Prestasi di sekolah bisa menurun karena tugas-tugas yang tidak diselesaikan.&lt;br /&gt;4. Akses negatif juga bisa didapatkan melalui internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Karena melalui internet berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mengingat penggunaan manfaat komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang, anak tetap harus dikenalkan dengan komputer walaupun ada pengaruh yang tidak baik yang dapat ditimbulkan. Yang terpenting adalah bagaimana para pendidik dan orang tua dapat menjadikan komputer aman dan bermanfaat bagi anak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Kenalkan komputer pada anak sesuai dengan usia mereka. Pengenalan bagi anak balita dapat dimulai dengan membimbingnya menyentuh komputer, memegang tetikus (mouse), mengetik huruf-huruf di kibor (keyboard). Anak-anak di atas usia balita dapat mulai diperkenalkan pada berbagai program komputer yang menarik bagi mereka, khususnya program yang bersifat edukatif. Pilihkan program aplikasi yang tepat bagi mereka. Jangan biarkan mereka membeli atau meminjam program tanpa sepengetahuan Anda.&lt;br /&gt;2. Temani anak saat mereka menggunakan komputer. Arahkan dan bimbing mereka dalam komunikasi yang hangat. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; baiknya menggunakan kata kunci (password) agar anak tidak menggunakan komputer tanpa pengawasan orang dewasa.&lt;br /&gt;3. Buatlah kurikulum sendiri di rumah. Jangan perlihatkan semua program komputer yang akan Anda berikan kepada anak. Berikan satu per satu, tahap demi tahap. Jika memungkinkan, buat tes kecil untuk mereka. Jika lulus, barulah mereka boleh mencoba program yang baru. Dengan menyusun kurikulum sendiri, Anda dapat lebih selektif memilih program komputer yang tepat, aman, dan memenuhi kebutuhan anak.&lt;br /&gt;4. Pendidik dan orang tua hendaknya terus mengembangkan pula kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan komputer. Terkadang yang terjadi malah sebaliknya, anak sudah menjadi lebih “canggih” dari pendidik dan orang tua mereka. Hal tersebut dapat mengakibatkan pengawasan dan bimbingan menjadi terbatas pada kemampuan pendidik atau orang tua saja. Ikuti terus perkembangan di dunia komputer, bahkan sebelum anak tahu dari sumber-sumber lain, jadilah sumber pertama bagi mereka mengenai perkembangan-perkembangan tersebut.&lt;br /&gt;5. Buatlah kesepakatan bersama anak mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya dengan komputer. Jangan membuat peraturan Anda sendiri. Libatkan anak agar dia juga dapat merasa bertanggung jawab untuk melaksanakan setiap peraturan yang sudah dibuat bersama. Beberapa contoh peraturan yang dapat dimasukkan dalam daftar misalnya, tidak boleh menggunakan komputer apabila tugas-tugas sekolah belum diselesaikan atau jika anak sedang dalam masa ulangan; jika masa sekolah, waktu untuk menggunakan komputer maksimal satu jam setelah semua kegiatan selesai, waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur. Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik baginya. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh pendidik, setidaknya sampai anak berusia dua belas tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.&lt;br /&gt;sumber: anggitatwin.blogspot.com&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;So manfaat komputer yang banyak tersebut seharusnya digunakan dengan baik dan benar oleh anak-anak dengan kontrol dari orangtu atau guru. &lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Definisi disiplin kerja</title><link>http://anie09.blogspot.com/2010/02/definisi-disiplin-kerja.html</link><category>definisi</category><category>disiplin</category><category>kerja</category><author>noreply@blogger.com (my blog)</author><pubDate>Wed, 17 Feb 2010 20:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4500698589447039958.post-8374854241014858817</guid><description>Disiplin  sangat  penting  untuk  pertumbuhan organisasi, digunakan terutama  untuk memotivasi  pegawai agar dapat  mendisiplinkan diri   dalam melaksanakan pekerjaan  baik secara  perorangan  maupun kelompok. Disamping itu disiplin  bermanfaat mendidik pegawai  untuk mematuhi dan menyenangi  peraturan, prosedur, maupun kebijakan yang ada, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang baik.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align:justify"&gt;Kurang  pengetahuan tentang peraturan,  prosedur,  dan kebijakan yang ada  merupakan  penyebab  terbanyak  tindakan  indisipliner. Salah satu upaya  untuk mengatasi hal tersebut  pihak  pimpinan sebaiknya  memberikan program orientasi  kepada tenaga  perawat/bidan  yang baru pada  hari pertama mereka bekerja, karena  perawat/bidan  tidak dapat diharapkan  bekerja dengan baik dan patuh, apabila  peraturan/prosedur atau kebijakan  yang ada  tidak diketahui, tidak jelas, atau tidak dijalankan  sebagai mestinya.  Selain  memberikan  orientasi,  pimpinan  harus menjelaskan  secara rinci peraturan peraturan yang sering  dilanggar, berikut rasional dan konsekwensinya. Demikian pula  peraturan/prosedur atau kebijakan  yang mengalami perubahan atau diperbaharui, sebaiknya diinformasikan   kepada staf  melalui diskusi aktif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify"&gt;Tindakan  disipliner  sebaiknya dilakukan, apabila  upaya   pendidikan yang  diberikan telah gagal, karena tidak ada orang yang sempurna. Oleh sebab itu, setiap individu diizinkan untuk melakukan  kesalahan  dan  harus  belajar dari kesalahan tersebut.   Tindakan  indisipliner  sebaiknya dilaksanakan dengan  cara  yang  bijaksana sesuai dengan prinsip dan  prosedur yang  berlaku  menurut tingkat  pelanggaran  dan  klasifikasinya.&lt;/p&gt;  &lt;h4 style="text-align:justify"&gt;PENGERTIAN&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;Disiplin  berasal  dari  akar  kata   “disciple“  yang  berarti  belajar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-align:justify"&gt;Disiplin  merupakan  arahan  untuk melatih  dan membentuk  seseorang   melakukan sesuatu  menjadi lebih  baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-align:justify"&gt;Disiplin adalah  suatu proses yang dapat  menumbuhkan perasaan  seseorang untuk mempertahankan  dan meningkatkan  tujuan  organisasi  secara obyektif, melalui kepatuhannya  menjalankan  peraturan  organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-align:justify"&gt;Sanksi indisipliner  dilakukan  untuk  mengarahkan  dan memperbaiki  perilaku pegawai dan  bukan  untuk  menyakiti.  Tindakan  disipliner  hanya  dilakukan  pada pegawai  yang tidak dapat mendisiplinkan  diri,   menentang/tidak dapat  mematuhi  praturan/prosedur organisasi. Melemahnya  disiplin kerja akan mempengaruhi moral pegawai maupun pelayanan  pasen secara langsung, oleh karena itu  tindakan   koreksi  dan pencegahan  terhadap  melemahnya peraturan   harus segera  diatasi   oleh  semua komponen  yang  terlibat  dalam  organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-align:justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengembangan Disiplin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;u&gt;Asumsi&lt;/u&gt;  : Tidak ada orang yang  sempurna, oleh sebab itu  setiap  individu  diizinkan  untuk melakukan  kesalahan  dan belajar  dari  kesalahan  tersebut. Tindakan  koreksi  dilakukan  apabila  individu tidak dapat mematuhi  peraturan  sesuai standar minimal atau tidak dapat  meningkatkan  tujuan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;strong&gt;PRINSIP-PRINSIP  Disiplin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;1.     &lt;strong&gt;Pemimpin mempunyai  prilaku  positif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;Untuk dapat  menjalankan  disiplin  yang  baik  dan benar,  seorang  pemimpin  harus         dapat menjadi  &lt;em&gt;role model&lt;/em&gt;/panutan  bagi  bawahannya. Oleh karena  itu  seorang   pimpinan  harus dapat mempertahankan  perilaku yang positif  sesuai  dengan  harapan staf.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;2.   &lt;strong&gt;Penelitian  yang  Cermat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;Dampak  dari tindakan  indisipliner  cukup serius, pimpinan harus memahami akibatnya. Data dikumpulkan  secara faktual, dapatkan informasi  dari  staf yang lain, tanyakan secara  pribadi  rangkaian pelanggaran yang telah  dilakukan, analisa, dan bila perlu  minta pendapat  dari  pimpinan  lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;3.     &lt;strong&gt;Kesegeraan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;Pimpinan  harus  peka  terhadap pelanggaran  yang  dilakukan  oleh bawahan sesegera mungkin  dan  harus diatasi  dengan  cara yang bijaksana. Karena,  bila dibiarkan  menjadi kronis, pelaksanaan disiplin yang  akan  ditegakkan  dapat dianggap lemah,   tidak jelas,  dan akan mempengaruhi  hubungan  kerja dalam organisasi  tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;4.     &lt;strong&gt;Lindungi  Kerahasiaan  &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;(privacy)&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align:justify"&gt;Tindakan indisipliner akan  mempengaruhi  ego staf, oleh karena itu  akan lebih baik apabila permasalahan didiskusikan secara pribadi, pada ruangan  tersendiri dengan suasana yang rileks dan tenang.  Kerahasiaan harus tetap  dijaga karena mungkin dapat mempengaruhi  masa depannya .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;5.     &lt;strong&gt;Fokus  pada  Masalah&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;Pimpinan  harus  dapat  melakukan  penekanan  pada kesalahan  yang dilakukan bawahan dan bukan pada pribadinya, kemukakan  bahwa  kesalahan yang dilakukan  tidak dapat dibenarkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;6.     &lt;strong&gt;Peraturan   Dijalankan  Secara  Konsisten&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify"&gt;Peraturan  dijalankan secara konsisten, tanpa pilih kasih. Setiap  pegawai yang bersalah harus dibina sehingga mereka tidak merasa dihukum dan dapat menerima sanksi yang dilakukan secara wajar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify"&gt;7.     &lt;strong&gt;Fleksibel&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;Tindakan disipliner  ditetapkan apabila  seluruh  informasi  tentang  pegawai telah di analisa  dan dipertimbangkan. Hal yang menjadi pertimbangan antara lain adalah tingkat kesalahannya,  prestasi pekerjaan yang lalu,  tingkat kemampuannya dan pengaruhnya terhadap organisasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;8.     &lt;strong&gt;Mengandung  Nasihat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;Jelaskan secara  bijaksana  bahwa pelanggaran yang dilakukan  tidak dapat diterima. File pegawai  yang berisi  catatan  khusus  dapat digunakan sebagai acuan, sehingga mereka  dapat memahami  kesalahannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;9.     &lt;strong&gt;Tindakan   Konstruktif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;Pimpinan harus yakin  bahwa bawahan  telah  memahami perilakunya bertentangan  dengan tujuan organisasi dan  jelaskan kembali   pentingnya  peraturan  untuk staf maupun organisasi. Upayakan   agar  staf  dapat merubah perilakunya   sehingga  tindakan indisipliner  tidak terulang lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;10.     &lt;strong&gt;Follow Up  (Evaluasi&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pimpinan  harus secara cermat  mengawasi dan  menetapkan  apakah  perilaku bawahan sudah  berubah. Apabila perilaku bawahan  tidak berubah, pimpinan harus  melihat kembali penyebabnya  dan mengevaluasi kembali  batasan  akhir tindakan indisipliner.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;strong&gt;TUJUAN  disiplin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify"&gt;Difokuskan   untuk mengoreksi  penampilan kerja agar  peraturan  kerja dapat diberlakukan  secara konsisten. Tidak  bersifat  menghakimi dalam memberlakukan  hukuman  atas  tindakan  indisipliner.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="text-align:justify"&gt;Teguran  Secara  Lisan&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify"&gt;Teguran  secara  lisan  terbatas  dalam  hal mengingatkan perawat  untuk kesalahan yang kecil  dan baru pertama kali dilakukan. Sebagai suatu  tindakan  koreksi,  biasanya  teguran   dilakukan   secara pribadi  dengan  cara  yang  bersahabat dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan. Bantu bawahan untuk  membuat keputusan agar tidak mengulangi  kesalahannya. Buat catatan  khusus bahwa perawat telah melakukan konsultasi, catat waktu, tempat, dan   permasalahannya,  serta kesimpulan konsultasi.   Dokumen  dimasukkan  kedalam  file pribadi perawat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;strong&gt;Teguran  Secara  Tertulis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align:justify"&gt;Teguran secara  tertulis  dilakukan  apabila  pelanggaran  diulangi kembali, tidak menunjukan  perbaikan  atau pelanggarannya cukup serius. Dalam  teguran secara tertulis, harus dicantumkan   nama pegawai,  nama pimpinan, permasalahannya,  rencana perbaikan, dan  batas waktu perbaikan  serta  konsekwensi nya  apabila  pelanggaran  diulangi. Bawahan harus membaca dan memahami  sanksi yang diberikan dan disepakati bersama.  Dokumen  dimasukan  ke dalam  file pribadi  pegawai dan tembusannya diberikan kepada yang bersangkutan.  Sanksi biasanya disesuaikan dengan  kebijakan  institusi atau organisasi  setempat.&lt;/p&gt;  &lt;h4 style="text-align:justify"&gt;Keputusan  Terakhir/Skors&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align:justify"&gt;Keputusan  terakhir  atau  terminasi  dilakukan  karena pimpinan  melihat  bahwa kesalahan yang dilakukan  oleh  bawahan  sudah sangat  serius dan selama   batas waktu  perbaikan   perilaku bawahan  tidak memperlihatkan perubahan. Keputusan  terakhir  biasanya  dilakukan  dengan melibatkan  pimpinan    organisasi/Departemen. Keputusan  terakhir /skors  dapat dilakukan dengan berbagai cara  tergantung  pada tingkat kesalahannya maupun  kebijakan  dari  institusi / organisasi.  Antara lain  adalah  : Penurunan pangkat,  mutasi,  penundaan kenaikan pangkat / berkala,  penurunan insentif, tidak  diperkenankan  bekerja untuk jangka waktu pendek , jangka waktu panjang, atau akhirnya  diberhentikan / dikeluarkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeading7" style="text-align:justify"&gt;&lt;strong&gt;Modifikasi Perilaku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align:justify"&gt;Dapatkah  perilaku  bawahan  dirubah  oleh perubahan  perilaku  pimpinan  ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align:justify"&gt;Apakah  perilaku pimpinan   dapat  digunakan  sebagai  contoh  yang baik dan layak ditiru  oleh bawahannya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align:justify"&gt;Ada  beberapa cara  yang  dapat digunakan  pimpinan  untuk  menstimulasi  bawahan agar  dapat merubah  perilaku  yang kurang baik  kearah yang  lebih baik sehingga peningkatan kinerja  sesuai standar dapat  dicapai:&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="text-align:justify"&gt;Penguatan  yang positif&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align:justify"&gt;Penguatan  positif akan  meningkatkan  kemungkinan  individu untuk mengulangi  kembali  tindakan  yang diharapkan. Hal ini dapat dilakukan  dengan  segera  memberikan  pujian terhadap  hal  positif yang  dilakukan  bawahan .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align:justify"&gt;Contoh   “ Anda telah mengumpulkan  informasi  yang berharga selama  anda  mewawancarai  Tn. Saroja  “&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align:justify"&gt;“ Saya  sangat  menghargai  perawat  yang  menghadiri  pertemuan  ini “&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align:justify"&gt;Hal  lain  yang  dapat  digunakan untuk menstimulasi  bawahan adalah dengan memberikan umpan balik, seperti : perhatian,  hadiah, tugas khusus,  naik jabatan, pujian, senyuman dan lain-lain.  Pengakuan  adalah  salah satu penguatan  yang  mudah  dilakukan  disamping  murah. Oleh karena itu  seorang pemimpin  harus mengetahui  dan memahami bentuk dorongan  seperti apa  yang perlu diberikan  pada setiap bawahan  dalam berbagai situasi.&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>