<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5916417005505793396</id><updated>2025-09-24T05:20:49.894+08:00</updated><category term="sukawati"/><category term="babakan"/><category term="odalan"/><category term="dedari"/><category term="ketewel"/><category term="mapeed"/><category term="payogan agung"/><category term="sanghyang"/><category term="dalang"/><category term="dewa agung karna"/><category term="jagat natha"/><category term="jagatnatha"/><category term="pagerwesi"/><category term="palegongan"/><category term="payogan"/><category term="ratu dari"/><category term="ratu lanang"/><category term="saraswati"/><category term="sawah"/><category term="seni"/><category term="tulak baya"/><title type='text'>Anak Bali Sujati</title><subtitle type='html'>Sakeng manah suci nirmala</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://balisujati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mirana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00388229691172609536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5916417005505793396.post-8802613277453694732</id><published>2013-03-08T14:40:00.001+08:00</published><updated>2013-03-08T14:40:52.517+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="babakan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="dedari"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="dewa agung karna"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="palegongan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sukawati"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tulak baya"/><title type='text'>Sendratari Tulak Baya</title><content type='html'>Salam, rekan pembaca semua. Kali ini saya menuliskan tentang pertunjukan sendratari yang di pentaskan oleh ibu-ibu PKK dalam rangka memeriahkan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.&lt;br /&gt;
Untuk peringatan Hari Ibu tahun 2012 terasa sangat spesial karena bersamaan dengan pujawali di Pura Banjar Babakan. Tercetuslah sebuah ide untuk membuat hiburan berupa tari tarian dengan lakon yang sesuai dengan sejarah Sukawati, khususnya sesuhunan yang melingga di Pura Banjar. Akhirnya setelah mencapai mufakat, para ibu-ibu membentuk susunan pengurus untuk memulai ide ini.&lt;br /&gt;
Atas nasehat sesepuh dan tetua akhirnya ditetapkan mementaskan kisah berjudul “&lt;b&gt;Tulak Baya&lt;/b&gt;”, diangkat dari cerita Dewa Agung Karna yang menciptakan Tari Palegongan Sanghyang Dedari. Semua pemerannya adalah ibu-ibu PKK itu sendiri, tanpa melibatkan penari profesional, para suami ataupun penari lelaki lain. Berikut cuplikan jalan cerita :&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/8537847267/&quot; title=&quot;Tulak Baya #3&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tulak Baya #3&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://static.flickr.com/8371/8537847267_5627e59818.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Alkisah di Kerajaan Sukawati, sepeninggal Ida Dalem Sukawati yang bergelar Sri Aji Wijaya Tanu. Ketiga putra beliau yang bernama Ida I Dewa Agung Jambe, Ida I Dewa Agung Karna dan Ida I Dewa Agung Mayun sedang berdiskusi tentang siapa yang akan menggantikan ayahanda untuk memerintah di Sukawati.&lt;br /&gt;
Dalam diskusi tersebut anak tertua I Dewa Agung Jambe tidak berniat menjadi raja dan lebih memilih melakukan Yoga Semadi di daerah yang sekarang bernama Desa Guwang. Sedangkan putra kedua I Dewa Agung Karna hendak melaksanakan Brata Nyukla Brahmacari dengan berpindah tempat ke selatan yang hening di Desa Ketewel. Tersisa putra bungsu I Dewa Agung Mayun yang diserahi tugas untuk memerintah Kerajaan Sukawati.&lt;br /&gt;
Diceritakan Dewa Agung Karna, pada suatu ketika dalam perjalanan beliau beristirahat di tepi sebuah sungai didekat Desa Ketewel. Dalam istirahatnya beliau merasa berada di surga, dimana beliau melihat para Bidadari sedang menari-nari dengan begitu indahnya. Keadaan disana begitu indahnya, hati beliau begitu senang dan tidak ingin rasanya untuk meninggalkan tempat itu. Setelah tersadar, beliau masih mengingat gerak tari yang dibawakan para Bidadari tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/8538955608/&quot; title=&quot;Tulak Baya #5&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tulak Baya #5&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://static.flickr.com/8531/8538955608_8ebb7cbdcb.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Setelah bertempat di Desa Ketewel, beliau yang masih teringat tarian tersebut kemudian mengajarkannya pada anak-anak yang masih suci, belum mengalami menstruasi ataupun mengenal suka pada lawan jenis. Beliau menamakan tarian tersebut sebagai “Tari Palegongan Sanghyang Dedari”.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/8538955534/&quot; title=&quot;Tulak Baya #6&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tulak Baya #6&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://static.flickr.com/8526/8538955534_bcb3090a4f.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sepeninggal kedua kakaknya, Raja Sukawati I Dewa Agung Mayun memerintah dengan baiknya sehingga Sukawati menjadi daerah yang makmur dan rakyatnya sejahtera. Pada suatu waktu di tengah pasar para pedagang sedang bercengkrama dengan para pembeli. Mereka tampak bahagia, tidak tampak mereka menghadapi tekanan hidup seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;
Suatu saat, saking asiknya penduduk beraktivitas mereka tidak sadar hari sudah berganti memasuki sandi kala. Para Bhuta Kala, Raksasa, Leak dan sejenisnya keluar untuk mencari mangsa manusia yang lupa akan swadarmanya ataupun mereka&amp;nbsp; yang masih bekerja kelewat sore, begitu juga mereka yang masih bepergian saat pergantian waktu itu. Kemudian malapetaka menyelimuti Desa Sukawati, banyak penduduk yang mati mendadak. Pagi sehat siangnya sakit hebat, tiba-tiba sakit tak lama kemudian meninggal. Tua, muda, anak-anak, pria maupun wanita tak luput dari wabah penyakit yang tidak diketahui penyebabnya maupun obat penyembuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/8537853949/&quot; title=&quot;Tulak Baya #9&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tulak Baya #9&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://static.flickr.com/8391/8537853949_2c566936a8.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dalam kepanikan tersebut, rakyat melapor ke Puri bahwa terjadi musibah mengerikan yang mengancam keselamatan rakyat. Dari hasil investigasi diketahui bahwa penyebab dari musibah ini tak lain bersumber dari Mahluk Gaib yang menyerang semua penduduk. I Dewa Agung Mayun bermaksud untuk menyelesaikan masalah ini sendirian dengan berperang dengan mahluk ini.&lt;br /&gt;
Dalam pertempuran yang sengit didapati bahwa mahluk ini begitu kuat, kebal terhadap berbagai senjata dan ilmu yang dilancarkan I Dewa Agung Mayun. Karena merasa terdesak, beliau akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan kepada kedua kakaknya. Akhirnya mereka bersama-sama kembali menghadapi musuh-musuhnya dengan begitu gagahnya. Tapi tetap saja keadaan tidah berubah, musuh begitu tangguh untuk dihadapi. Jangankan menghadapi pemimpinnya, melawan anak buahnya saja tidak membuahkan hasil yang berarti.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/8537853493/&quot; title=&quot;Tulak Baya #12&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tulak Baya #12&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://static.flickr.com/8235/8537853493_6f638a5354.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Ditengah keputus-asaan mereka, dari atas langit tiba-tiba terdengar suara yang menggelegar. Dalam sabdanya, sumber suara itu menyebutkan bahwa Mahluk Gaib tidak bisa dikalahkan karena berada di alam Niskala. Untuk bisa mengalahkannya hanya dapat dilakukan dengan persembahan berupa tarian yang sebelumnya pernah dipelajari oleh I Dewa Agung Karna.&lt;br /&gt;
Terkejut dengan petunjuk dari suara tersebut, akhirnya I Dewa Agung Karna teringat dengan tarian yang pernah beliau dapatkan dalam Semadinya. Kemudian beliau mengumpulkan para muridnya yang pernah diajarkan tarian tersebut untuk menarikan tarian tersebut dengan harapan kekuatan jahat tersebut dapat di netralisir.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/8537861069/&quot; title=&quot;Tulak Baya #15&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tulak Baya #15&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://static.flickr.com/8085/8537861069_1080e8c87d.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Setelah persiapan yang cukup, kemudian para gadis penari yang masih suci mulai menarikan tarian “Tari Palegongan Sanghyang Dedari”. Diiringi Gending Sanghyang Dedari mereka menari dengan indahnya, persis seperti tarian yang pernah dilihat oleh I Dewa Agung Karna di Surga.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/8538968568/&quot; title=&quot;Tulak Baya #16&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tulak Baya #16&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://static.flickr.com/8513/8538968568_613d161c35.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Akhirnya para Mahluk Gaib mundur dari penyerangannya, kembali ke alam mereka masing-masing. Para kesatria ini pun merasa bersyukur bahwa keadaan dapat kembali normal dan rakyatnya terhindar dari malapetaka ini. Kemudian mulai saat itu diperintahkan pada rakyatnya untuk menarikan tarian “Tari Palegongan Sanghyang Dedari” setiap terjadi bencana, wabah, maupun malapetaka.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/8538968204/&quot; title=&quot;Tulak Baya #21&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tulak Baya #21&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://static.flickr.com/8244/8538968204_27e4db117a.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sekian cuplikan jalan cerita dari sendratari “Tulak Baya”, semoga pembaca terhibur dengan tulisan saya ini. Terima Kasih.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balisujati.blogspot.com/feeds/8802613277453694732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2013/03/sendratari-tulak-baya.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/8802613277453694732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/8802613277453694732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2013/03/sendratari-tulak-baya.html' title='Sendratari Tulak Baya'/><author><name>Mirana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00388229691172609536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5916417005505793396.post-5689801860530887358</id><published>2011-12-09T16:32:00.001+08:00</published><updated>2011-12-09T16:33:50.648+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="babakan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="dalang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seni"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sukawati"/><title type='text'>Banjar Babakan Sukawati</title><content type='html'>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Bukan bermaksud narsis di tulisan ini, saya mencoba menulis mengenai tempat kelahiran saya yaitu Banjar Babakan, Sukawati, Gianyar, Bali. Mungkin banyak orang mengenal Sukawati sebagai daerah seni dan gudangnya para maestro seni dan saya akan menulis salah satunya itu adalah tempat kelahiran saya ini.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Para penikmat kesenian wayang tentu sudah tidak asing dengan dalang Wayan Wija yang terkenal dengan Wayang tantrinya, begitu juga dengan dalang Wayan Nartha. Juga tempat kelahiran dalang Nyoman Granyam yang terkenal pada era Presiden Soekarno dimana tahun 1962 beliau mengundang dalang Granyam mementaskan wayang di sebuah Puri di Ubud dengan lakon Sutasoma, di saat itu Presiden Soekarno ingin menyelami semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang terdapat dalam Kakawin Sutasoma untuk dijadikan sebagai pemersatu Bangsa Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Selain itu terdapat pula almarhum seniman gender wayang terkenal yang bernama Wayan Loceng yang mana anaknya yang bernama Ketut Sukayana dan Wayan Nik Suprapto meneruskan suksesi orang tuanya. Dan tak lupa saya sebutkan Nyoman Ganjreng yang merupakan keturunan dari Dalang Granyam. Mungkin anda sudah familiar dengan Wayang Cenk Blonk dengan dalangnya bernama Wayan Nardayana dari Desa Belayu Tabanan, beliau ini pernah belajar seni pedalangan dari dalang Wayan Nartha.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Selain dalang, disini juga merupakan tempat lahirnya seniman Tukang Bade, Wadah / Singa terkenal yang bernama almarhum Wayan Sobrat. Keahliannya diteruskan oleh anak anaknya sampai sekarang, walaupun sudah tidak se intense saat beliau masih hidup.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Seniman Perak terkenal yang masih terus berkarya saat ini adalah Nyoman Sadia dibantu oleh kedua anaknya. Beliau sering dikunjungi orang orang terkenal baik pejabat, artis ataupun orang berpengaruh lainnya secara diam diam untuk memesan kerajinan perak dengan desain eksklusif dan tidak ada duanya, hanya membuat satu item untuk satu pemesan. Orang Kanada yang mendirikan brand ternama John Hardy juga pernah merasakan kehidupan langsung dengan beliau dan menjadi muridnya selama menumpang disana.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Disini juga merupakan tempat kelahiran Jero Ratna, sebelum beliau menikah ke Bedahulu dan sekarang menjadi seorang Pemangku. Ada juga seniman ukir wayang, ukir kayu, kerajinan prada, kipas dan lain lainnya yang tinggal disini.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Saya sendiri belum tersentuh jiwa berkesenian walaupun dulu leluhur saya juga merupakan seniman. Saya terlalu larut dalam dunia digital sejak SMP sampai sekarang, dan kebetulan profesi saya di bidang IT sehingga menyebabkan minat berkesenian semakin menghilang. Saat ini saya mempunyai kesibukan tersendiri yaitu membuat proyek digitalisasi Lontar Bali terinspirasi dari karya Aksara Bali dari &lt;a title=&quot;Babad Bali&quot; href=&quot;http://www.babadbali.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Babad Bali&lt;/a&gt;. Leluhur saya mewariskan banyak Lontar untuk kami rawat dan jaga, juga bertujuan untuk menolong sesama yang membutuhkan bantuan.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sedikit cerita mengenai sejarah leluhur saya, dulu mereka merupakan Abdi kepercayaan Raja Sukawati. Raja menganugerahi kewenangan untuk menjadi Pemangku Pura Kahyangan Dalem Gede Sukawati, yang diteruskan turun temurun sampai generasi kakek saya yang sudah meninggal. Sepeninggal kakek saya, tidak ada penerus yang bersedia dan mampu melanjutkan pengabdian beliau sehingga Desa Adat menunjuk Pemangku baru yang menggantikan tugas beliau melayani umat. Ayah saya sudah ditunjuk oleh warga Banjar Babakan untuk menjadi Pemangku di Pura Banjar.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Lontar peninggalan leluhur saya yang tersimpan utuh sampai saat ini terus kami rawat sebaik baiknya dengan rajin membuka dan membacanya. Mudah mudahan proyek ini berjalan baik dan kelak bisa di publish online untuk berbagi dengan rekan semua baik yang se-Agama maupun rekan dari Agama lain yang tertarik ataupun sebagai bahan kajian ilmiah.&lt;/p&gt;  </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balisujati.blogspot.com/feeds/5689801860530887358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/12/banjar-babakan-sukawati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/5689801860530887358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/5689801860530887358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/12/banjar-babakan-sukawati.html' title='Banjar Babakan Sukawati'/><author><name>Mirana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00388229691172609536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5916417005505793396.post-9117417219151735065</id><published>2011-12-09T12:33:00.001+08:00</published><updated>2011-12-09T12:35:00.964+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="dedari"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ketewel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="payogan agung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ratu dari"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ratu lanang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sanghyang"/><title type='text'>Ratu Dari dan Ratu Lanang di Pura Payogan Agung</title><content type='html'>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;A. Ratu Dari&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;a title=&quot;Sanghyang Dedari Mask Box&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6480206787/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Sanghyang Dedari Mask Box&quot; src=&quot;http://farm8.static.flickr.com/7158/6480206787_72f9f72f5e.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Berdasarkan Raja Purana Pura Payogan Agung bahwa Topeng Ratu Dari dibuat oleh Ki Lampor dari Kerajaan Daha.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dikisahkan bahwa Raja Kediri mendapatkan pawisik dari Ida Hyang Pasupati yang berstana di Gunung Semeru untuk membuat 7 buah Topeng Dedari yang terbuat dari Kayu Jorjenar untuk dipersembahkan kepada Para Dewata di Gunung Semeru. Raja Kediri akhirnya memerintahkan kepada Ki Lampor (orang kepercayaan dari Puri Daha) untuk membuat Topeng Dedari tersebut. setelah selesai Topeng itu dibuat, Toperng tersebut dipersembahkan kepada Para Dewa yang berstana di Gunung Semeru, selama 42 hari Bhatara di Gunung Semeru merasa puas sehingga Topeng tersebut dikirim. Tak terhingga lamanya Topeng tersebut bersemayam di Kahyangan Jogan Agung belum ditemukan tarian dari Topeng tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pada waktu I Dewa Agung Anom Karna berpuri di Ketewel, beliau disamping membangun kembali Kahyangan Giri Jagat Natha juga bersemadi untuk mengetahui tarian Dedari di Indraloka. Selanjutnya diceritakan I Dewa Agung Made Anom Karna menciptakan ragam gerak tari Topeng secara baku, seperti yang ditarikan sekarang. I Dewa Agung Made Anom Karna menciptakan ragam gerak Tari Topeng Legong, terinspirasi dari mimpinya dalam Yoga Semadinya.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dalam gerak ragam tersebut terlukiskan gerakan ragam Bidadari yang sedang menari nari di kahyangan. Sejak saat itu terciptalah Tari Topeng Legong beserta iringannya berupa Gamelan Semar Pegulingan, yang diberi nama “&lt;strong&gt;Tabuh Wali Subandar&lt;/strong&gt;”.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a title=&quot;Mask of Sanghyang Dedari&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6480207147/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Mask of Sanghyang Dedari&quot; src=&quot;http://farm8.static.flickr.com/7162/6480207147_4d4a686f9e.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tari Sang Hyang Dedari tersebut hanya dipentaskan pada saat Upacara baik Pujawali di Pura-Pura maupun Piodalan di Rumah-rumah penduduk se-Desa Ketewel. Disamping itu Tari Sang Hyang Dedari tersebut berfungsi sebagai penampeh/menolak gering, sasab, merana. Kalau di Desa Ketewel terjadi wabah maka masyarakat menghaturkan geti – geti pisang mas kehadapan Ratu Mas Suci dan Ratu Dedari.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Adapun banyaknya Topeng Dedari yang tersimpan di Pura Payogan Agung berjumlah 9 Topeng. Terdiri dari 7 Topeng Bidadari, 1 Topeng Emban dan 1 Juru Rias sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Bidadari Supraba&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Bidadari Nilotama&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Bidadari Sulasih&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Bidadari Tunjung Biru&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Bidadari Gagar Mayang&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Bidadari Aminaka&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Bidadari Gudita&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Kentrut&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Took&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Topeng Ratu Dari hanya dapat ditarikan oleh anak anak yang belum menginjak usia remaja (belum menstruasi).&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a title=&quot;Sanghyang Dedari Dancer&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6480207005/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Sanghyang Dedari Dancer&quot; src=&quot;http://farm8.static.flickr.com/7014/6480207005_8242982919.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a title=&quot;Priest&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6480207297/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Priest&quot; src=&quot;http://farm8.static.flickr.com/7171/6480207297_2659bd78b9.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;B. Ratu Lanang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dikisahkan bahwa Ida Hyang Bhatara Pasupati sudah berparahyangan di Payogan Agung. Beliau memerintahkan kepada Ida Bhatara Gana untuk meniru wajah dari Raja dan para Mentri di Kerajaan Majapahit untuk diwujudkan dalam bentuk Topeng yang terbuat dari Kayu Maya, untuk dipentaskan pada saat puncak Upacara sebagai pemuput Karya. Setelah topeng tersebut selesai dibuat lalu dipersembahkan kehadapan Ida Hyang Pasupati dan berstana di Pura Payogan Agung, Topeng Ratu Lanang ini hanya dapat dipentaskan pada saat upacara Mapedudusan Agung atau Mapedudus Alit di Kahyangan – Kahyangan.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Adapun penarinya harus orang orang yang telah mewinten dan mepedambel. Topeng Ratu Lanang berjumlah 13 buah: 6 buah diantaranya memakai nama sedangkan 7 buah tanpa nama. Nama nama Topeng Ratu Lanang tersebut adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sri Surya Mahajaya, topeng ini berwarna Putih&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sri Empu Siddha Karya, topeng ini berwarna Merah Muda&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sri Semara Jaya, topeng ini berwarna Putih&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sri Patih Gajah Mada, topeng ini berwarna Coklat&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sri Kertawardhana, topeng ini berwarna Biru Muda&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sri Sura Yuda, topeng ini berwarna Merah Muda&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Fungsi Topeng Ratu Lanang disamping merupakan Tari Wali / Muput Karya juga berfungsi untuk menangkal gering, sasab, merana.&lt;/p&gt;  </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balisujati.blogspot.com/feeds/9117417219151735065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/12/ratu-dari-dan-ratu-lanang-di-pura.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/9117417219151735065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/9117417219151735065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/12/ratu-dari-dan-ratu-lanang-di-pura.html' title='Ratu Dari dan Ratu Lanang di Pura Payogan Agung'/><author><name>Mirana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00388229691172609536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://farm8.static.flickr.com/7158/6480206787_72f9f72f5e_t.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5916417005505793396.post-3438335405644917792</id><published>2011-12-09T11:36:00.001+08:00</published><updated>2011-12-09T11:42:15.362+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jagat natha"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jagatnatha"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ketewel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="payogan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="payogan agung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sukawati"/><title type='text'>Pura Payogan Agung, Ketewel (Selayang Pandang)</title><content type='html'>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pura Payogan Agung dan Pura Agung Giri Jagat Natha merupakan Pura Kahyangan Jagat yang terletak di Desa Pekraman Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Berdasarkan sumber sumber yang ada diantaranya “&lt;strong&gt;Raja Purana Pura Payogan Agung&lt;/strong&gt;” dan prasasti di Grya Jaya Purna Rangkan Ketewel disebutkan bahwa Pura Payogan Agung merupakan Stana dari Sang Hyang Pasupati dengan gelar Ida Bhatara Hyang Murtining Jagat. Dalam Raja Purana Pura Payogan Agung, tidak satupun menyebut istilah Pura tetapi disebutkan dengan istilah Kahyangan, hal ini menunjukkan bahwa Pura Payogan Agung termasuk salah satu Pura Kuno yang ada di Bali disamping juga dibuktikan dengan adanya situs Purbakala seperti Lingga Yoni, Patung Siwa Maha Dewa dan situs situs lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a title=&quot;Lingga Yoni&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6343589366/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Lingga Yoni&quot; src=&quot;http://farm7.static.flickr.com/6099/6343589366_24d7dc8afa.jpg&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;128&quot;&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a title=&quot;Siwa Mahadewa&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6342838047/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Siwa Mahadewa&quot; src=&quot;http://farm7.static.flickr.com/6108/6342838047_bf29ededc8.jpg&quot; width=&quot;175&quot; height=&quot;128&quot;&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a title=&quot;Tulisan&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6342838001/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Tulisan&quot; src=&quot;http://farm7.static.flickr.com/6107/6342838001_316daff481.jpg&quot; width=&quot;174&quot; height=&quot;128&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pura Payogan Agung sebelum bernama Pura Payogan Agung yang lumrah seperti sekarang ini, dalam Raja Purana disebutkan dengan berbagai nama diantaranya: Kahyangan Joran Agung, Kahyangan Puseh Joran Agung dan Kahyangan Payogan Siwa Agung. Pura Payogan Agung merupakan Prahyangan yang dibangun oleh Ida Hyang Pasupati dan Para Dewata dari Gunung Semeru sebagai tempat Paruman ketika memerangi I Kala Sunya (dibaca I Kala Sunia).&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Berdasarkan sumber Usana Bali dan Purana Pura Payogan Agung pada waktu Jagat Bali belum stabil keberadaannya, Ida Hyang Pasupati yang berstana di Gunung Semeru membawa Puncak Gunung Semeru ke Jagat Bali.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pecahan Puncak Gunung Semeru yang dibawa ditangan kanan Beliau katiwak di Basukih menjadi Gunung Agung dan yang dibawa ditangan kiri Beliau katiwak di Batur menjadi Gunung Batur. Kemudian Ida Hyang Pasupati mengutus Putra Beliau Hyang Putra Jaya berstana di Gunung Agung dan Bhatari Dewi Danu berstana di Gunung Batur yang selanjutnya menjadi sungsungan Jagat Bali. Setelah lama berstana di Jagat Bali, Jagat Bali mengalami kehancuran yang disebabkan oleh I Kala Sunya yang berada ditengah Samudra, yang mengeluarkan berbagai Wisya seperti: gering, grubug, sasab, mrana dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;(dalam Raja Purana disebutkan: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;I Kala Sunya angrubeda, anguyup-uyup bayuning jagate ring Bali, mertha sarining jagat kauyup, wisyanya keutahang, awanang sering mumbul toyaning samudra muwah ocak jagate ring Bali&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dengan rusaknya Jagat Bali, Ida Hyang Putra Jaya bersama Bhatari Dewi Danuh menghadap, mohon kepada Ida Hyang Pasupati agar Beliau memikirkan upaya untuk menyelamatkan Jagat Bali dari kerusakan akibat ulah I Kala Sunya. Ida Hyang Pasupati memahami kesulitan yang dialami oleh Putra-Putri Beliau, oleh karena itulah Beliau pergi ke Jagat Bali kairing oleh sejuta Para Dewata. Sampai di Jagat Bali Beliau turun di Alas Jerem (sekarang menjadi Desa Ketewel) pada hari Budha Kliwon Sinta. Di Alas Jerem inilah Ida Bhatara Hyang Pasupati kairing oleh Para Dewata mengadakan Paruman untuk memerangi kesaktian I Kala Sunya.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pada saat itu disepakati Para Dewata mengadakan penyerangan terlebih dahulu, Para Dewata tidak mampu menandingi kesaktian I Kala Sunya. Akhirnya Hyang Tri Purusa menghadap Ida Bhatara Hyang Pasupati bahwa kesaktian I Kala Sunya tidak bisa tertandingi, maka Ida Hyang Pasupati &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ngelarang Pamurtian nyatur Muka nyatur Wedana&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, akibat pemurtian Beliau batu karang menjadi kayu bakar, air laut menjadi minyak yang menyemburkan api besar yang sangat dahsyat&amp;nbsp; sehingga I Kala Sunya mengalami kepanasan yang luar biasa. Karena Pemurtian ilutah Ida Hyang Pasupati oleh Para Dewata diberi gelar Hyang Murtining Jagat.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Akibat kepanasan tersebut I Kala Sunya mohon ampun kehadapan Ida Bhatara Hyang Murtining Jagat dan berjanji tidak akan mengganggu Jagat Bali dan bahkan akan menjaga Jagat Bali asalkan setiap Sasih Kesanga (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Caitra Masa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;) kepada I Kala Sunya dipersembahkan Tawur Amanca Wali Krama (dalam Raja Purana disebutkan “&lt;em&gt;Nora Panca Wali Krama kadi ring Basukih&lt;/em&gt;”). Ida Hyang Murtining Jagat mengabulkan !&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Di Alas Jerem tempat Ida Bhatara Hyang Pasupati dan Para Dewata Paruman dibangun Parahyangan yang dinamakan Kahyangan Puseh Payogan Agung. Pada mulanya Pralingga Ida Bhatara berupa Mas Mirah yang menyebabkan Alas Jerem selalu terang benderang setiap hari kelihatan seperti siang hari selama a dasa warsa (10 tahun). Pada waktu itu tidak ada manusia yang berani lewat atau melintas di Alas Jerem karena Alas Jerem merupakan hutan yang sangat angker/madurgama yang dihuni oleh Buta Siyu. Setelah a dasa warsa barulah turun Pralingga Ida Bhatara berupa Perungggu sebagai pengganti Mas Mirah untuk menghindari niat jahat manusia yang dipengaruhi oleh Kali Sengara. Sejak saat itulah di Alas Jerem kembali normal dalam arti adanya siang dan malam.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Adapun Pratima Perunggu tersebut terdiri dari:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Ida Hyang Pasupati / Ida Bhatara Hyang Murtining Jagat Nyatur Muka Nyatur Wedana / Ida Hyang Siwa Pasupati.&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Ida Hyang Brahma Rsi Siwa Budha.&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Ida Bhatari Hyang Istri Agung.&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Ida Bhatara Hyang Indra.&lt;/div&gt; &lt;li&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Ida Hyang Putra Jaya / Hyang Gana / Ratu Ngidung.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Semua Pratima tersebut malingga di Gedong Agung Pura Payogan Agung.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a title=&quot;Gedong Agung Pura Payogan Agung&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6342837875/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Gedong Agung Pura Payogan Agung&quot; src=&quot;http://farm7.static.flickr.com/6031/6342837875_680f806962.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sebagian dari kutipan Raja Purana Pura Payogan Agung adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Murwaning ana Kahyangan Payogan Agung, pasamuan Bhatara ring Jagat Bali, duk Ida Hyang Pasupati kairing prawatek Dewata saking Gunung Semeru tumedun ke Jagat Bali, duk Ida amatening I Kala Sunya ring tengahing Samudra, apan I Kala Sunya angrubeda, muwah anguyup uyup bayuning jagate ring Bali, mertta sarining jagate di Bali kauyup, wisyanya keutahang, awanang jagate di Bali tan langgeng, Ika paduka Hyang Pasupati mekardi pelinggih Jogan Kahyangan Agung, keanggen pasamuan muwang paparuman, rikala amjah I Kala Sunya, kairing ring prawatek Dewata sane malingga ring Jagat Bali, punika kahyangane duaning maparab Jogan Kahyangan Agung, muah bina wasta Payogan Siwa Agung, muah bina wasta Jogan Agung, pakardin watek para dewata saking Gunung Semeru nguni, ana rawuh katekaning mangke. Pira kunang warsa lawasnya Ida Paduka Hyang Pasupati kairing prawatek Dewata malingga ring Kahyangan Payogan Agung ring Alas Jerem, mapralingga Masmirah, setata rahina kanten kahyangane ring Jogan Agung katejanin antuk pralinggan Bhatara a dasa warsa laminya hana manusa lumaku ring Alas Jerem, apan alas ika dahat madurgama kagenahin I Buta Siu”&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balisujati.blogspot.com/feeds/3438335405644917792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/12/pura-payogan-agung-ketewel-selayang.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/3438335405644917792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/3438335405644917792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/12/pura-payogan-agung-ketewel-selayang.html' title='Pura Payogan Agung, Ketewel (Selayang Pandang)'/><author><name>Mirana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00388229691172609536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://farm7.static.flickr.com/6099/6343589366_24d7dc8afa_t.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5916417005505793396.post-490872769119653226</id><published>2011-12-05T12:25:00.001+08:00</published><updated>2011-12-05T12:27:50.255+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="babakan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mapeed"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="odalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pagerwesi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="saraswati"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sawah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sukawati"/><title type='text'>Catatan Pribadi November 2011</title><content type='html'>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Bulan november 2011 merupakan hari super sibuk dirumah saya karena dimulainya rentetan upacara mulai dari piodalan di Merajan rumah saya sendiri, Otonan saya, Odalan Saraswati juga Pagerwesi. Kami mesti menjaga stamina agar tetap fit menghadapinya dan meminta bantuan dari sanak saudara serta kerabat dekat untuk segala sesuatu yang tidak bisa kami kerjakan sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Piodalan di Pura Merajan/Sanggah jatuh pada Buda Umanis Dukut, 9 November 2011. Ayah saya memohon saran kepada Ida Pedanda karena bertepatan dengan Purwani Purnama Sasih Kalima. Setelah mendapat pengarahan kami kemudian menetapkan hati sesuai dengan kemampuan budget dan resource yang ada. Selain persiapan dirumah sendiri juga dipersiapkan banten untuk Merajan Agung yang terletak bersebelahan dengan rumah saya. Piodalan dipimpin oleh ayah saya pada pagi menjelang siang karena selanjutyna harus ngayab juga di Merajan Agung.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a title=&quot;Ayuning Kakek Tektekan&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6457377683/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Ayuning Kakek Tektekan&quot; src=&quot;http://farm8.static.flickr.com/7003/6457377683_31c8786e5b.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a title=&quot;Ayuning Kakek Cabai&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6457377213/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Ayuning Kakek Cabai&quot; src=&quot;http://farm8.static.flickr.com/7008/6457377213_6c2a623ed7.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a title=&quot;Sawah Jepun&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6457376085/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Sawah Jepun&quot; src=&quot;http://farm8.static.flickr.com/7164/6457376085_fec0bfae93.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pada hari minggu saya menyempatkan mengajak anak saya ke sawah membantu paman saya untuk menjaga padi yang baru saja berbuah dari gangguan burung yang jumlahnya sangat banyak. Beruntungnya sebagian besar tanaman padi yang berada di wilayah subak Palak Sukawati tumbuh dan berbuah dengan bagus dan terhindar dari serangan hama wereng maupun virus. Cuma burung ini saja yang cukup merepotkan, mesti diusir langsung karena memakai metode orang-orangan sawah ataupun bunyi bunyian nampaknya sudah tidak mempan lagi menghadapi kejeniusan burung burung itu.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Berselang seminggu kemudian pada Buda Pon Watugunung merupakan hari Otonan saya, tak banyak persiapan karena sudah seminggu sebelumnya dipersiapkan. Semua berjalan sederhana menunggu puncak acara Piodalan Saraswati tiga hari berikutnya. Dan hari Saniscara Umanis Watugunung kami sekeluarga sembahyang bersama dirumah menyambut Hari Raya Saraswati, mengumpulkan semua lontar warisan leluhur kami dan mempersembahkan sesaji kehadapan Sang Hyang Aji Saraswati. Malam harinya dilanjutkan dengan kami sembahyang ke Merajan Agung dan ke Griya.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Keesokan harinya saya bangun pagi pagi sekali membantu ayah yang sudah bangun jam 4 pagi untuk mempersiapkan adonan makanan dalam rangka membuat Nasi Bira/Nasi Kuning dan Loloh (Jamu khas Bali). Ingin rasanya pergi ke pantai bersama keluarga untuk mandi dan nunas Tirta Penglukatan Segara, tapi saya buang jauh keinginan tersebut karena banyak kerjaan yang belum selesai. Terpaksa mandi dan keramas dirumah, kemudin melukat menggunakan Tirta Segara yang sebelunya sudah diambil dan sembahyang.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Agenda saya selanjutnya sembahyang ke Pura Payogan Agung pada Saniscara Pon Sinta tanggal 26 November 2011, dimana puncak piodalan diselenggarakan pada hari Buda Kliwon Sinta tanggal 23 November 2011. Saya bersama keluarga berangkat agak malam pukul 18:00 PM, setelah sebelumnya sembahyang terlebih dahulu di Pura Pemaksan Buda Kliwon yang piodalannya jatuh pada Buda Kliwon Sinta. Sebelumnya pada siang harinya saya menyaksikan upacara Mapeed dimana keponakan saya turut serta.&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a title=&quot;Keponakan Mapeed / Madeeng&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6457378041/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Keponakan Mapeed / Madeeng&quot; src=&quot;http://farm8.static.flickr.com/7009/6457378041_97510050f5.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Malamnya di Pura Payogan Agung kami sembahyang berdesak desakan. Saya agak kaget juga karena jumlah pamedek tiap saat bertambah banyak, tak terhitung jumlahnya memadati areal Pura yang walaupun nampak lapang tetap kewalahan menampung pamedek yang berjubel berebutan bisa sampai di Utama Mandala. Beruntung kami sekeluarga bisa sembahyang di halaman utama Pura dan saya sempat mengabadikan kondisi terkini Pura Payogan Agung Ketewel dari barisan depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title=&quot;Payogan Agung Pretima&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6457379125/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Payogan Agung Pretima&quot; src=&quot;http://farm8.static.flickr.com/7172/6457379125_45286e0026.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title=&quot;Payogan Agung Odalan&quot; href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6457378609/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Payogan Agung Odalan&quot; src=&quot;http://farm8.static.flickr.com/7017/6457378609_7644295eb7.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Terakhir kami mesti menyongsong hari Tumpek Landep yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2011 bertepatan dengan Pura Pamaksan yang kami sungsung. Walaupun masih dalam kondisi agak lelah, saya bersemangat mengupdate tulisan ini agar tidak keburu terlupakan.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balisujati.blogspot.com/feeds/490872769119653226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/12/catatan-pribadi-november-2011.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/490872769119653226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/490872769119653226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/12/catatan-pribadi-november-2011.html' title='Catatan Pribadi November 2011'/><author><name>Mirana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00388229691172609536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://farm8.static.flickr.com/7003/6457377683_31c8786e5b_t.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jalan Padma, Sukawati, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.5981645456766636 115.28383255004883</georss:point><georss:box>-8.606014545676663 115.27396205004882 -8.5903145456766641 115.29370305004883</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5916417005505793396.post-2402375246367444061</id><published>2011-11-15T15:29:00.001+08:00</published><updated>2011-12-09T12:32:04.966+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="babakan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="odalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sanghyang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sukawati"/><title type='text'>Odalan di Pura Banjar Babakan, Sukawati - Part 2</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Tulisan ini merupakan lanjutan dari &lt;a href=&quot;http://balisujati.blogspot.com/2011/11/odalan-di-pura-banjar-babakan-sukawati.html&quot; title=&quot;Odalan di Pura Banjar Babakan, Sukawati&quot;&gt;Odalan di Pura Banjar Babakan, Sukawati&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Menginjak pukul 20:00 WITA kami semua bersiap-siap untuk melaksanakan prosesi Ida Bhatari Ratu Dedari melancaran ke segenap pelosok wilayah Banjar. Para anak anak tampak antusias menunggu dan mengabaikan rasa kantuk yang mendera, begitu juga dengan para orang tua yang sudah tidak sabar memulai prosesi acara. Sekedar pemberitahuan bahwa tradisi ini sempat tidak dilaksanakan sejak jaman perang dunia II karena situasi yang tidak aman, para warga sibuk membantu para pejuang untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Di bagian Utama Mandala masih tampak para stri ngayah dengan menarikan Tarian Premas kemudian disusul dengan Tari Gabor dan Tari Pendet yang ditarikan masing masing oleh orang tua dan anak anak yang masih belum menginjak usia remaja (belum menstruasi).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Pemangku Pura sibuk menghias dan mempersiapkan Tapakan Ida Bhatari Ratu Dedari dibantu segenap Pemangku yang hadir dan juga pengayah lainnya. Sekeha kidung tampak menyanyikan Gending Sanghyang yang merupakan warisan turun temurun dari leluhur di banjar setempat. Sedangkan para pemuda dan bapak bapak mengiringi dengan kecak sebagai suara latar.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6346211275/&quot; title=&quot;Sanghyang Dedari&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sanghyang Dedari&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://farm7.static.flickr.com/6048/6346211275_4a2160dfcf.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6346211373/&quot; title=&quot;Sanghyang Dedari&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sanghyang Dedari&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://farm7.static.flickr.com/6113/6346211373_e224d26e83.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Setelah persiapan selesai, saatnya kami semua untuk memulai ngiring Ida Bhatari Ratu Dedari untuk melancaran berkeliling di wilayah sekitar Banjar. Rute pertama yang dilalui adalan kearah timur menuju Pempatan Setra, kemudian balik lagi ke barat menuju Pempatan Banjar. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke arah utara kemudian berbelok ke barat menuju Pura Penataran Agung. Kemudian ke arah selatan menuju Perempatan di Pasar Umum Sukawati bersebelahan dengan Pasar Seni Sukawati. Lalu ke selatan sampai di perempatan wilayah Banjar Delod Tangluk kemudian menuju ke arah timur. Dan terakhir menuju ke utara kembali ke Pura Banjar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;wlWriterEditableSmartContent&quot; id=&quot;scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:6b57c14f-7163-44e0-a98c-0c0f3561b92f&quot; style=&quot;display: inline; float: none; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;div id=&quot;7517be96-33bd-4475-91a7-1a4ba01ece0c&quot; style=&quot;display: inline; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=w0am3kZ4YTc&amp;amp;feature=youtube_gdata_player&quot; target=&quot;_new&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; galleryimg=&quot;no&quot; onload=&quot;var downlevelDiv = document.getElementById(&#39;7517be96-33bd-4475-91a7-1a4ba01ece0c&#39;); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/w0am3kZ4YTc?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/w0am3kZ4YTc?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja5HZ46tRRZJiRRFsexKFJOyPJeAHOYmiE-bmXjYfu9v0iZ6ux5xmac9YZ-ClFFyQk7UC5OsD3tMLrNv_yBc4Q5LUjWYgVuX3lxZcAnnWu-vFttHhUW2zNvigaqMA9I-z1SeGtjFRFiNPW/?imgmax=800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;clear: both; font-size: 0.8em; width: 448px;&quot;&gt;
Sang Hyang Dedari&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Setelah kembali di Pura Banjar kami kemudian sembahyang memohon doa restu agar kami semua diberikan wara nugraha dan Desa Sukawati serta Banjar Babakan khususnya tetap mempunyai taksu sumber segala kemashyuran yang menyertai setiap kegiatan berkesenian yang kami lakukan. Saatnya semua untuk mepamit karena waktu sudah menunjukkan jam 11:00 malam. Saya masih di pura untuk membantu ayah saya membereskan segala sesuatu yang masih tertinggal untuk persiapan piodalan selama 4 hari penuh ini.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Update berikut saya akan menulis saat saat Ida Bhatara – Bhatari sesuhunan kami mesineb pada hari Selasa 1 November 2011 disertai dengan pergelaran tarian sakral Tarian Sanghyang Dedari. Sesuai dengan permohonan dari kami agar Ida Bhatari Ratu Dedari di Pura Payogan Agung Ketewel masolah di Pura Banjar Babakan Sukawati.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balisujati.blogspot.com/feeds/2402375246367444061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/11/odalan-di-pura-banjar-babakan-sukawati_15.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/2402375246367444061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/2402375246367444061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/11/odalan-di-pura-banjar-babakan-sukawati_15.html' title='Odalan di Pura Banjar Babakan, Sukawati - Part 2'/><author><name>Mirana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00388229691172609536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://farm7.static.flickr.com/6048/6346211275_4a2160dfcf_t.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5916417005505793396.post-3074059300312671436</id><published>2011-11-15T15:27:00.001+08:00</published><updated>2011-11-15T15:34:41.088+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="babakan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="odalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sukawati"/><title type='text'>Odalan di Pura Banjar Babakan, Sukawati</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Akhirnya saya bisa menulis lagi setelah beberapa lama vakum karena fokus mengasuh buah hati saya yang bulan lalu ini genap berusia 2 tahun. Sebenarnya tubuh saya terasa masih lelah karena disibukkan dengan berbagai prosesi upacara mulai dari sebelum odalan sampai Ida Batara Sesuhunan masineb. Maklum karena ayah saya ditunjuk sebagai pemangku pura dan saya harus membantu beliau mempersiapkan segala sesuatunya dari rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Cukup dengan intronya, saya akan menyampaikan prosesinya dari puncak odalan (hari H) sampai saatnya Ida Batara mesineb. Pada sore hari Saniscara Kliwon Wayang tanggal 29 Oktober 2011 14:00 WITA, kami warga banjar bersama sama sembahyang dulu ke Pura Dalem Gede Sukawati dengan cara Mapeed. Tujuan sembahyang ke Pura Dalem Gede Sukawati untuk memohon kehadapan Ida Bhatari Dalem senantiasa berkenan memberi anugrah kerahajengan, kerahayuan, taksu berkesenian, dan selalu merasa tentram di hati lewat sesuhunan berupa Ratu Dedari yang kami sungsung.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Setelah selesai sembahyang di Pura Dalem Gede Sukawati, kami mepamit menuju ke Pura Banjar untuk melanjutkan upacara piodalan. Para anggota Sekeha Gong dari Banjar Gelumpang Sukawati sudah nampak bersiap menabuh, mengiringi tarian para penari. Di Bale Los nampak para gadis kecil berias untuk menarikan Tarian Rejang Dewa dan anak lelaki berpakaian baris.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6343740204/&quot; title=&quot;Rejang Dewa&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Rejang Dewa&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://farm7.static.flickr.com/6048/6343740204_f5f9862581.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6343740328/&quot; title=&quot;Jauk Manis&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jauk Manis&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://farm7.static.flickr.com/6099/6343740328_79afc72688.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Dan dimulailah rentetan upacara piodalan di Pura Banjar Babakan Sukawati. Suara genta Ida Peranda dari Griya Tenten, Pakuwudan Sukawati mengalunkan nada penuh magis. Para penari mementaskan pertunjukan masing masing dengan iringan gamelan. Anak anak dan orang dewasa tampak menikmatinya dengan khusuk. Pertunjukan tarian dimulai dengan Tarian Baris, diikuti Tarian Jauk, Tarian Rejang Dewa dan Topeng.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6342991107/&quot; title=&quot;Jauk Keras&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jauk Keras&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://farm7.static.flickr.com/6107/6342991107_cce325cc56.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/41298530@N07/6342991415/&quot; title=&quot;Rejang Dewa&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Rejang Dewa&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://farm7.static.flickr.com/6060/6342991415_2ee711886a.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;wlWriterEditableSmartContent&quot; id=&quot;scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:717a8709-9bfc-42e7-90da-5346d8c1a93b&quot; style=&quot;display: inline; float: none; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;div id=&quot;98f6023d-68ed-4da5-b5f5-8b436e2af587&quot; style=&quot;display: inline; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=XTz4ky636gE&amp;amp;feature=youtube_gdata_player&quot; target=&quot;_new&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; galleryimg=&quot;no&quot; onload=&quot;var downlevelDiv = document.getElementById(&#39;98f6023d-68ed-4da5-b5f5-8b436e2af587&#39;); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/XTz4ky636gE?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/XTz4ky636gE?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNZmzhPcc6BDPQCYYi9H-yKxCYOeEVhpF0M2-j2SenOsRkco_oWB-CB6KO920Sztxpsm_uoJ9jBbrStauzEGwwO7Bf4Ss1Crm0AFJMBSs0sBxzL5gMmqTiwYD8SWHOa4Rr1lewHTv6HQL9/?imgmax=800&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;clear: both; font-size: 0.8em; width: 448px;&quot;&gt;
Tarian Rejang Dewa&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Setelah Ida Pedanda selesai ngastawa semua banten upakara, acara dilanjutkan dengan sembahyang bersama semua umat yang hadir. Setelah itu para Pemangku Dadia ataupun Pemangku Kahyangan yang ada di wilayah Banjar Babakan memercikkan Wangsuh Pada Ida Bhatara kepada para pemedek yang tangkil.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Setelah selesai persembahyangan para Prajuru Banjar kemudian menyambut para undangan dari Prajuru Desa Adat dan para Kelihan Banjar di wilayah Desa Adat Sukawati. Ini sudah merupakan tradisi untuk mempererat hubungan antar Banjar – Banjar yang ada sekaligus memperkecil konflik adat yang dulu sering muncul. Para anak anak asik bermain di bale los diawasi orangtuanya yang asik bercengkrama dengan rekan sesama warga banjar.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Nantikan update berikutnya di &lt;a href=&quot;http://balisujati.blogspot.com/2011/11/odalan-di-pura-banjar-babakan-sukawati_15.html&quot; title=&quot;Odalan di Pura Banjar Babakan, Sukawati - Part 2&quot;&gt;Odalan di Pura Banjar Babakan, Sukawati - Part 2&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balisujati.blogspot.com/feeds/3074059300312671436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/11/odalan-di-pura-banjar-babakan-sukawati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/3074059300312671436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/3074059300312671436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2011/11/odalan-di-pura-banjar-babakan-sukawati.html' title='Odalan di Pura Banjar Babakan, Sukawati'/><author><name>Mirana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00388229691172609536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://farm7.static.flickr.com/6048/6343740204_f5f9862581_t.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5916417005505793396.post-3760722510975537879</id><published>2010-03-09T16:40:00.001+08:00</published><updated>2010-03-09T16:51:53.164+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mapeed"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="odalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sukawati"/><title type='text'>Odalan dan Tradisi Mapeed di Sukawati</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ7uZ0eQBTGjNNahAI9OAxMN6mBQ5WZPu0kh-IM1Sa3sVZRlGLbkQllyoNfhHDDoYdwQRorGF7afyvNpXZdQC1YYOCUPAVuJ58j5FmwSvCmL2tSSVV6XvcWXHcQCXAiw_poZZuaPVRw_gm/s1600-h/DSC00016.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; WIDTH: 320px; DISPLAY: inline; HEIGHT: 213px; BORDER-TOP: 0px; CURSOR: hand; BORDER-RIGHT: 0px&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5446551808137783922&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ7uZ0eQBTGjNNahAI9OAxMN6mBQ5WZPu0kh-IM1Sa3sVZRlGLbkQllyoNfhHDDoYdwQRorGF7afyvNpXZdQC1YYOCUPAVuJ58j5FmwSvCmL2tSSVV6XvcWXHcQCXAiw_poZZuaPVRw_gm/s320/DSC00016.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Setiap setahun sekali pada piodalan nadi (selama 4 hari penuh, dan enam bulan berikutnya diselingi odalan selama 1 hari saja), di Pura Dalem maupun Pura Puseh/Desa Sukawati masyarakat disana melaksanakan kegiatan ngayah Mapeed sebagai wujud nyata bhakti mereka terhadap Ida Bhatara yang disungsungnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Odalan di Pura Dalem jatuh pada Anggara Kliwon Tambir, berselang 15 hari kemudian di Pura Puseh/Desa pada Buda Kliwon Matal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mapeed merupakan tradisi setempat untuk mengiringi para Pemangku Pura yang akan mengambil air suci di sumber mata air yang dikeramatkan yang kemudian dijadikan Wangsuh Pada untuk dibagikan kepada semua umat yang sembahyang. Masyarakat yang ingin ngayah atau berpartisipasi datang ke Pura dengan pakaian adat khas, untuk mengantarkan Pemangku Pura mengambil tirta suci yang terdapat di sungai Wos, oleh masyarakat setempat biasa disebut Cengcengan. Jarak yang ditempuh kurang lebih sekitar 1,5 km. Mereka berbaris beriringan dengan indah dan rapinya sampai ratusan meter panjangnya, urutan pertama dari anak anak sampai pada ujungnya adalah orang tua, atau menurut tinggi dari yang pendek sampai yang tertinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak anak sampai orang dewasa, laki laki maupun perempuan turut berpartisipasi pada kegiatan ini. Pada barisan terdepan terdapat sekelompok pemuda yang membawa atribut Pura berupa Umbul umbul ukuran besar, Kober, dan Senjata Dewata Nawa Sanga. Setelah itu barisan Peed itu sendiri, kemudian diiringi ibu ibu yang membawa perlengkapan untuk ngayab. Di belakangnya berbaris rombongan pemangku pura yang akan mengambil air suci, ibu ibu yang ngayah mekidung, gambelan beleganjur, dan terakhir adalah masyarakat umum yang ingin mengiringi prosesi mapeed ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semuanya bergerak perlahan dalam keserasian, walaupun berjalan perlahan namun menimbulkan perasaan magis bagi yang menontonnya dan terbius oleh pesonanya. Bagaikan melihat iring iringan Widyadara dan Widyadari dari kahyangan, sungguh pengalaman yang membangkitkan semangat spiritual yang menontonnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selesai prosesi mapeed ini, tak jarang para gadis atau ibu ibu tetap tinggal di Pura dan tidak mengganti pakaian yang dipakainya selama mapeed. Mereka melanjutkan ngayahnya dengan menarikan tari Permas jika sudah waktunya. Bagi mereka tak ingin santai dulu sebelum kegiatan di Pura hari itu benar benar telah usai.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balisujati.blogspot.com/feeds/3760722510975537879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2010/03/odalan-dan-tradisi-mapeed-di-sukawati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/3760722510975537879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5916417005505793396/posts/default/3760722510975537879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balisujati.blogspot.com/2010/03/odalan-dan-tradisi-mapeed-di-sukawati.html' title='Odalan dan Tradisi Mapeed di Sukawati'/><author><name>Mirana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00388229691172609536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ7uZ0eQBTGjNNahAI9OAxMN6mBQ5WZPu0kh-IM1Sa3sVZRlGLbkQllyoNfhHDDoYdwQRorGF7afyvNpXZdQC1YYOCUPAVuJ58j5FmwSvCmL2tSSVV6XvcWXHcQCXAiw_poZZuaPVRw_gm/s72-c/DSC00016.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>