<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428</id><updated>2026-10-28T19:38:26.282+07:00</updated><category term="Pendidikan Anak Usia Dini"/><category term="Program Pembelajaran PAUD"/><category term="Tips Merawat Mendidik Anak"/><category term="Lembaga PAUD"/><category term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category term="Permainan Anak usia Dini"/><category term="Perkembangan Anak"/><category term="Coretan Ringan"/><category term="Anak Usia Dini"/><category term="Info Berita Paud"/><category term="Guru Pendidik PAUD"/><category term="Seni Musik Lagu Untuk Anak"/><category term="Buku Panduan"/><category term="Download"/><category term="Bahan Kuliah"/><category term="Tulisan Popular"/><category term="Bayi dan Balita"/><category term="Aplikasi PAUD"/><category term="Kesehatan Anak"/><category term="Juknis dan Peraturan"/><category term="Sentra dan BCCT"/><category term="Dongeng Anak"/><category term="Jurnal Ilmiah Online"/><category term="Manajemen PAUD TK"/><category term="Taman Kanak-kanak (TK)"/><category term="Featured"/><category term="Tulisan Indah"/><category term="GURU TK"/><category term="Otak Anak"/><category term="Pendidikan Keluarga"/><category term="Gambar dan Film Anak"/><category term="Menu Makan Anak"/><category term="Parenting"/><category term="APE"/><category term="ABK-Disabilitas"/><category term="Artikel"/><category term="Melipat Kertas (Origami)"/><category term="Hak Anak (KHA)"/><category term="Inklusi"/><category term="Home"/><category term="Ibu Hamil"/><category term="Bunda PAUD"/><category term="Disclaimer"/><category term="Presentasi"/><title type='text'>ANAK PAUD BERMAIN BELAJAR</title><subtitle type='html'>Ruang Portal untuk Guru, Pendidik dan Orang Tua &#xa;Berbagi tentang Pendidikan Anak Usia  Dini  (PAUD) &#xa;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>830</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-185278637004106809</id><published>2026-07-30T18:04:00.000+07:00</published><updated>2026-08-18T18:04:59.992+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi PAUD"/><title type='text'>APLIKASI DAPODIK TERBARU TAHUN 2026-2027 Versi 2027.a</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Paud-Anak Bermain belajar-blog---info terbaru baik melalui AI maupun media sosial,&amp;nbsp; Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal merilis pembaruan Aplikasi Data Pokok Pendidik (Dapodik) versi 2027.a.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgExh7lJf3jyoybx2Tl5Zs4giTq-lV9SyS42_fWtt2xOhkyjXngHYn2heZwgty4YCSZj85UyQM2EBQhyriCwbXYvJzS0m99Rca3jSsxByXROlZvULGI5w3_-oefDnG15QzikGUqZ72lqBq4VqnyX6zKlhIXRbgampTO7mq_-BdzYLbrxMk1MNkAQ0bIWJA/s307/Dapodik%202027.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dapodik terbaru  https://visiuniversal.blogspot.com/&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;163&quot; data-original-width=&quot;307&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgExh7lJf3jyoybx2Tl5Zs4giTq-lV9SyS42_fWtt2xOhkyjXngHYn2heZwgty4YCSZj85UyQM2EBQhyriCwbXYvJzS0m99Rca3jSsxByXROlZvULGI5w3_-oefDnG15QzikGUqZ72lqBq4VqnyX6zKlhIXRbgampTO7mq_-BdzYLbrxMk1MNkAQ0bIWJA/w400-h213/Dapodik%202027.jpg&quot; title=&quot;Dapodik terbaru https://visiuniversal.blogspot.com/&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pebaruan ini dilakukan untuk mengakomodasi perkembangan kebutuhan pendataan pendidikan serta memperbaiki sejumlah kendala yang ditemukan pada Aplikasi Dapodik versi 2027. Melalui pembaruan tersebut, pengelolaan data satuan pendidikan dan rombongan belajar diharapkan dapat berjalan lebih optimal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada Aplikasi Dapodik versi 2027.a terdapat penambahan dukungan terhadap bentuk pendidikan baru, yaitu Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dan Sekolah Rakyat (SR). Penyesuaian ini memungkinkan satuan pendidikan dengan bentuk pendidikan tersebut melakukan pengelolaan dan pemutakhiran data melalui sistem Dapodik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Unduh dan download Aplikasi dapodik terbaru &lt;b&gt;di sini&lt;/b&gt; &lt;a href=&quot;https://dapo.kemendikdasmen.go.id/unduh-aplikasi&quot;&gt;&lt;b&gt;Link Dapodik&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, beberapa perbaikan telah dilakukan pada fitur pengelolaan rombongan belajar, khususnya terkait pemilihan Kelas Terbuka dan Kelas Jauh. Perbaikan juga dilakukan terhadap validasi rombongan belajar pada Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) agar proses pemeriksaan data dapat berjalan sesuai dengan ketentuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut daftar pembaruan dan perbaikan yang tersedia:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Mengakomodasi bentuk pendidikan baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dan Sekolah Rakyat (SR).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Perbaikan bugs pada pemilihan Kelas Terbuka dan Kelas Jauh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Perbaikan bugs pada validasi rombongan belajar untuk Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kementrian Pendidikan Dasar dan menengah telah mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk segera melakukan pembaruan Aplikasi Dapodik ke versi 2027.a sesuai dengan petunjuk yang tersedia pada laman resmi Dapodik. Setelah proses pembaruan selesai, satuan pendidikan agar memastikan versi aplikasi telah diperbarui menjadi versi 2027.a serta memeriksa kembali kelengkapan dan validitas data sebelum melakukan sinkronisasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemutakhiran Dapodik dilakukan untuk menjamin ketersediaan data pendidikan yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pengambilan kebijakan di bidang pendidikan. Dalam prosesnya, Direktorat Jenderal telah melakukan integrasi data pendidikan serta pembaruan pada Aplikasi Dapodik untuk meningkatkan kualitas data, menyederhanakan proses pendataan, dan mendukung interoperabilitas dengan sistem informasi pendidikan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pembaruan Aplikasi Dapodik Versi 2027&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan pemutakhiran data Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027, Aplikasi Dapodik versi 2027 menghadirkan sejumlah pembaruan dan penyempurnaan. Pembaruan tersebut meliputi:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;penambahan sub menu Rombongan Belajar Keaksaraan untuk satuan pendidikan jenjang PKBM/SKB;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;penambahan sub menu Rombongan Belajar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk satuan pendidikan jenjang SMA;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;penambahan sub menu Rombongan Belajar Keberkerjaan Luar Negeri untuk satuan pendidikan jenjang SMK;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;penambahan sub menu Rombongan Belajar Kelas Rangkap untuk satuan pendidikan jenjang SD;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;penambahan isian Status Hidup Ayah dan Status Hidup Ibu pada formulir Peserta Didik;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;penyesuaian referensi jenjang, tingkat, dan kurikulum pada layanan Kursus dan Keaksaraan; serta&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;penyesuaian tampilan formulir penginputan Jenis Alat pada menu Alat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Selain pembaruan fitur, Aplikasi Dapodik versi 2027 juga mengalami beberapa penyempurnaan untuk mendukung kualitas dan konsistensi data. Penyempurnaan tersebut mencakup penonaktifan seluruh fitur untuk memasukkan data terkait Program Indonesia Pintar (PIP), pembaruan informasi Implementasi Kurikulum pada halaman Beranda, serta penyesuaian mekanisme validasi lokal untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi data.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemutakhiran Data Dilakukan Sesuai Kondisi Riil&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui Surat Edaran tersebut, pemerintah daerah dan satuan pendidikan diminta melakukan pemutakhiran data sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data yang diperbarui mencakup data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, rombongan belajar, kurikulum, sarana dan prasarana, serta data layanan lainnya sesuai ketentuan. Proses pemutakhiran juga meliputi verifikasi, validasi, sinkronisasi, dan pengiriman data ke basis data Dapodik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Data yang digunakan sebagai dasar penghitungan dan penetapan kebijakan &lt;strong&gt;Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP)&lt;/strong&gt; juga harus telah diperbarui dan disinkronkan &lt;strong&gt;paling lambat 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mendukung proses tersebut, Dinas Pendidikan diharapkan melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada satuan pendidikan, melakukan verifikasi dan validasi data sesuai kewenangan, memantau progres pemutakhiran dan sinkronisasi, serta membantu penyelesaian kendala pemutakhiran data. Sementara itu, satuan pendidikan bertanggung jawab melakukan pemutakhiran data sesuai kondisi riil dan melakukan sinkronisasi Aplikasi Dapodik secara berkala sesuai jadwal dan batas waktu yang telah ditetapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, satuan pendidikan juga perlu memastikan kesesuaian data peserta didik melalui &lt;strong&gt;VervalPD&lt;/strong&gt; dan data yayasan melalui &lt;strong&gt;Verval Yayasan&lt;/strong&gt;, serta melakukan pemutakhiran data sarana dan prasarana, rombongan belajar, kurikulum, anggota rombongan belajar, dan pembelajaran sesuai kondisi sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kolaborasi untuk Menjaga Kualitas Data Pendidikan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemutakhiran Dapodik memerlukan keterlibatan seluruh pihak sesuai dengan kewenangannya. Dinas pendidikan, satuan pendidikan, serta Balai Besar/Balai Penjaminan Mutu Pendidikan diharapkan menjalankan peran masing-masing dalam memastikan data yang tersedia akurat, mutakhir, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan diterbitkannya Surat Edaran ini, diharapkan pemutakhiran Dapodik Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 dapat terlaksana secara tertib, tepat waktu, lengkap, valid, dan akurat. Data yang berkualitas menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan, pemantauan, evaluasi, dan pengambilan kebijakan pendidikan serta meningkatkan kualitas tata kelola data pendidikan secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian tentang Pembaruan Aplikasi Dapodik Versi terbaru 2027,a. yang dapat admint PAUD Anak Bermain belajar-blog bagikan semoga bermanfaat&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/185278637004106809/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/185278637004106809?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/185278637004106809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/185278637004106809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2026/07/aplikasi-dapodik-terbaru-tahun-2026.html' title='APLIKASI DAPODIK TERBARU TAHUN 2026-2027 Versi 2027.a'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgExh7lJf3jyoybx2Tl5Zs4giTq-lV9SyS42_fWtt2xOhkyjXngHYn2heZwgty4YCSZj85UyQM2EBQhyriCwbXYvJzS0m99Rca3jSsxByXROlZvULGI5w3_-oefDnG15QzikGUqZ72lqBq4VqnyX6zKlhIXRbgampTO7mq_-BdzYLbrxMk1MNkAQ0bIWJA/s72-w400-h213-c/Dapodik%202027.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-8159182600644369180</id><published>2026-04-14T17:44:00.003+07:00</published><updated>2026-04-14T17:45:32.841+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Berita Paud"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Pembelajaran PAUD"/><title type='text'>Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat G7KAIH Untuk PAUD</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;Paud-AnakBermainBelajar--Blog&lt;/a&gt;---Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, memiliki visi mewujudkan Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 dan delapan misi yang disebut Asta Cita. Untuk mendukung terwujudnya visi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengemban tugas untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang selaras dengan misi Asta Cita keempat yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;SDM unggul tersebut harus mempunyai delapan karakter utama bangsa yakni: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat. Delapan karakter utama bangsa ini dapat tercapai melalui pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari sehingga membudaya. Jika kebiasaan ini diterapkan bertahun-tahun maka akan terinternalisasi pada diri anak menjadi karakter.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari disebut dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tujuh kebiasaan ini diharapkan dapat terlaksana setiap hari, berkelanjutan, hingga menjadi budaya, dan terinternalisasi menjadi karakter. Pembentukan karakter ini membutuhkan waktu dan keterlibatan berbagai pihak terutama keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan media. Oleh karena itu, dibutuhkan panduan bagi pihak keluarga (Orang tua/wali) dan satuan pendidikan (pendidik dan tenaga kependidikan) agar dapat: 1. memahami manfaat penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat; 2. mengetahui perannya dalam membentuk tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat; dan 3. melakukan pemantauan dan evaluasi penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat secara berkala.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat G7KAIH Untuk PAUD&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) untuk PAUD adalah program pembentukan karakter sejak dini melalui pembiasaan harian: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Program ini bertujuan membentuk generasi sehat, disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia melalui kolaborasi orang tua dan satuan pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5a5ibR982AHxCk5nT65LjKyu8yCSgtQ_eYkNiwsoP1eLaSJAUImirBK5DNQf-pegXs8p8RKm-P3_KGtya8jVTGzXYKq5V0kz_x9RJ4hsO2w5cNVZWT5REGIkPmFlGggRDL-dOejElrgWckAb_i3hJrhwFvA30G0ASKpkDv7DNNvUhKQIxhkqKEFyE0a4/s802/Sampul%20Buku%20Panduan%207%20KAIH%20PAUD.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Buku Panduan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;802&quot; data-original-width=&quot;585&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5a5ibR982AHxCk5nT65LjKyu8yCSgtQ_eYkNiwsoP1eLaSJAUImirBK5DNQf-pegXs8p8RKm-P3_KGtya8jVTGzXYKq5V0kz_x9RJ4hsO2w5cNVZWT5REGIkPmFlGggRDL-dOejElrgWckAb_i3hJrhwFvA30G0ASKpkDv7DNNvUhKQIxhkqKEFyE0a4/w233-h320/Sampul%20Buku%20Panduan%207%20KAIH%20PAUD.png&quot; title=&quot;Cover Buku Panduan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat&quot; width=&quot;233&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/gerakan7kebiasaan/#panduan&quot;&gt;Download&lt;/a&gt; Buku Panduan&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/gerakan7kebiasaan/#panduan&quot;&gt;Buku Panduan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat &lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) untuk PAUD adalah program pembentukan karakter sejak dini melalui pembiasaan harian: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Program ini bertujuan membentuk generasi sehat, disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia melalui kolaborasi orang tua dan satuan pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Tujuh Kebiasaan Anak Hebat (G7KAIH) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;secara rinci:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bangun Pagi: Memulai hari dengan semangat dan kemandirian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beribadah: Membiasakan diri berdoa dan taat beribadah (religius).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berolahraga: Menjaga kebugaran fisik dan motorik anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makan Sehat &amp;amp; Bergizi: Membiasakan pola makan sehat untuk pertumbuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gemar Belajar/Literasi: Menanamkan rasa ingin tahu dan literasi sejak dini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bermasyarakat/Bersosialisasi: Membentuk kepedulian sosial, sopan santun, dan gotong royong.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidur Cepat: Memastikan istirahat cukup untuk&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuCEFGZ3EvOHOk27NG6__g_X3XxnQO_tI00oRlWilOF1JVAkksuIdrwRE67_DeyB6uTtCT5loe0gYUL7M372PmRdqxcpaEz6KGlD9eQnJpsuvMQsGovZEe1ns56GF5ELb3IPFerwU42sumgttG8FnYnSub2ishjreUiJ9UBPMSEd4YmEPBq2nBk9oTyrU/s4961/Poster%207%20KAIH%20-%20PAUD.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Poster G7KAIH PAUD&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;4961&quot; data-original-width=&quot;3508&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuCEFGZ3EvOHOk27NG6__g_X3XxnQO_tI00oRlWilOF1JVAkksuIdrwRE67_DeyB6uTtCT5loe0gYUL7M372PmRdqxcpaEz6KGlD9eQnJpsuvMQsGovZEe1ns56GF5ELb3IPFerwU42sumgttG8FnYnSub2ishjreUiJ9UBPMSEd4YmEPBq2nBk9oTyrU/w226-h320/Poster%207%20KAIH%20-%20PAUD.jpg&quot; title=&quot;Poster 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat PAUD&quot; width=&quot;226&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Poster G7KAIH PAUD&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/gerakan7kebiasaan/#beranda&quot;&gt;Download Poster 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk PAUD &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Disini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penerapan G7KAIH ini sebagai salah satu program prioritas dalam bidang Pendidikan dalam rangka menciptakan karakter kuat Anak Indonesia generasi Bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian ulasan rangkuman singkat tentang&amp;nbsp;Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat G7KAIH Untuk PAUD yang dapat Admint &lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD-AnakBermain-Belajar-Blog&lt;/a&gt; Bisa Bagikan. Semoga Bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber dan Referensi :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;-&amp;nbsp;https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/8159182600644369180/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/8159182600644369180?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/8159182600644369180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/8159182600644369180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2026/04/gerakan-7-kebiasaan-anak-hebat-g7kaih.html' title='Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat G7KAIH Untuk PAUD'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5a5ibR982AHxCk5nT65LjKyu8yCSgtQ_eYkNiwsoP1eLaSJAUImirBK5DNQf-pegXs8p8RKm-P3_KGtya8jVTGzXYKq5V0kz_x9RJ4hsO2w5cNVZWT5REGIkPmFlGggRDL-dOejElrgWckAb_i3hJrhwFvA30G0ASKpkDv7DNNvUhKQIxhkqKEFyE0a4/s72-w233-h320-c/Sampul%20Buku%20Panduan%207%20KAIH%20PAUD.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-6233972563029997383</id><published>2026-02-25T10:36:00.005+07:00</published><updated>2026-08-18T18:10:46.177+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Berita Paud"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menu Makan Anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Merawat Mendidik Anak"/><title type='text'>Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Untuk PAUD</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;&amp;nbsp;PAUD_Anakbermainbelajar-Blog&lt;/a&gt;-&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;-- Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan pemerintah Prabowo-Gibran yang resmi berjalan mulai Januari 2025 untuk meningkatkan kesehatan, menekan stunting, dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Program ini menyasar anak sekolah&amp;nbsp; (PAUD, SD dan Menengah), ibu hamil, dan menyusui, serta melibatkan UMKM/ petani lokal untuk&amp;nbsp; menggerakkan ekonomi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4J7DrWeKDDkdBvCBVXedk4rpDME0teupwxAWON_1-J8nfJNtU7txLh3x2oJqGk0nQan_CnT7dWvhiPp-3epA7gTWhsmzIz4GuZ-vauuRCivkcoSg0wEnzSYs5lYOQtMcO-XvzqaXD1OhHj9lGNZBZduaAC13ewC7wsoknVRjQnSg59It6OcAQ6yK4chny/s275/MBG%20Makan%20bergizi%20gratis%20disekolah.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;MBG Makan bergizi gratis&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;183&quot; data-original-width=&quot;275&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4J7DrWeKDDkdBvCBVXedk4rpDME0teupwxAWON_1-J8nfJNtU7txLh3x2oJqGk0nQan_CnT7dWvhiPp-3epA7gTWhsmzIz4GuZ-vauuRCivkcoSg0wEnzSYs5lYOQtMcO-XvzqaXD1OhHj9lGNZBZduaAC13ewC7wsoknVRjQnSg59It6OcAQ6yK4chny/w400-h266/MBG%20Makan%20bergizi%20gratis%20disekolah.jpg&quot; title=&quot;MBG Makan bergizi gratis di sekolah&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melalui Badan Gizi Nasional Makan bergizi gratis resmi di louncing tahun 2025 Tepatnya tanggal 6 Januari 2025.&amp;nbsp;Badan Gizi Nasional (BGN) pun menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan strategis dalam percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi melalui kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN4zINr6w1ZGb-pecW58SCKqM98UvgEFls_BF3Rt4MW_g2I6CC_IguiqDnHJnM_BuVdo4fVoYY46wfevZ5UzkgTjNF2l2Vy3qleRS9unYuVnrIgYxcxa7oxFKasFWy2sSoa3XMy2KKwM_9a0TCHot77SjgFYS90izdci2h8nACYT7tr92v25S01NqD3Ww/s6365/Desain-Program%20makan%20bergizi%20gratis%20MBG.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3520&quot; data-original-width=&quot;6365&quot; height=&quot;221&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN4zINr6w1ZGb-pecW58SCKqM98UvgEFls_BF3Rt4MW_g2I6CC_IguiqDnHJnM_BuVdo4fVoYY46wfevZ5UzkgTjNF2l2Vy3qleRS9unYuVnrIgYxcxa7oxFKasFWy2sSoa3XMy2KKwM_9a0TCHot77SjgFYS90izdci2h8nACYT7tr92v25S01NqD3Ww/w400-h221/Desain-Program%20makan%20bergizi%20gratis%20MBG.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Poin-Poin Penting Kebijakan MBG:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Tujuan utama: Meningkatkan kualitas gizi anak-anak untuk fokus belajar, menurunkan stunting, dan memperkuat SDM, sebagai bagian dari Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Target Sasaran: Peserta didik (PAUD hingga menengah), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Pelaksana: Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab penuh, dibantu dengan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di berbagai daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Anggaran: Pemerintah mengalokasikan Rp71 triliun pada APBN 2025 untuk tahap awal (hingga Juni 2025), dengan kebutuhan total yang diproyeksikan hingga Rp420 triliun untuk cakupan penuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Dampak Ekonomi: Program ini mendorong pemberdayaan UMKM, petani, dan nelayan lokal sebagai penyedia bahan pangan, serta menciptakan lapangan kerja melalui dapur-dapur umum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Keamanan Pangan: Kementerian Kesehatan memperketat pengawasan dan percepatan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada setiap dapur umum untuk menjamin keamanan makanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Cakupan: Hingga Januari 2026, program telah mencapai 55 juta penerima manfaat dan menargetkan jangkauan yang lebih luas secara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Edukasi gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Edukasi gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya terintegrasi untuk meningkatkan status gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui melalui penyediaan makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, sayur, buah) dan edukasi perilaku sehat untuk mengatasi stunting dan malnutrisi. Program ini diterapkan mulai tahun 2025 resminya tepat pada tanggal 6 Januari 2025 dengan fokus pada pemenuhan gizi, peningkatan kebiasaan makan sehat, perilaku hidup bersih (cuci tangan), dan pemantauan tumbuh kembang.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNwZGStVDDAB7IUnbOH_mIGTDjfbWbpnq3LdFO0QaZEOLTGh8kLsctflrCWW8yMRIw0K4rVpCstD-jkQJA5kwhhaT3nDmYGPVjS_IaUS3k9DjGqnbpxmSFRRnLJpeWVYCfD8K5qsKkQRPjhbNOwXlYCJCeTqA5tZsGmi681cxqsGBhiUzuaKp8eIDlJOMq/s267/Edukasi%20Gizi%20dalam%20MBG.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Edukasi MBG Makan Bergizi Gratis di sekolah&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;267&quot; data-original-width=&quot;189&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNwZGStVDDAB7IUnbOH_mIGTDjfbWbpnq3LdFO0QaZEOLTGh8kLsctflrCWW8yMRIw0K4rVpCstD-jkQJA5kwhhaT3nDmYGPVjS_IaUS3k9DjGqnbpxmSFRRnLJpeWVYCfD8K5qsKkQRPjhbNOwXlYCJCeTqA5tZsGmi681cxqsGBhiUzuaKp8eIDlJOMq/w227-h320/Edukasi%20Gizi%20dalam%20MBG.jpg&quot; title=&quot;Edukasi MBG Makan Bergizi Gratis&quot; width=&quot;227&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Komponen Edukasi:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendidikan Gizi: Mengenalkan konsep &quot;Tumpeng Gizi Seimbang&quot; dan pentingnya keberagaman makanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Pembiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;Interaksi Langsung: Momen makan digunakan untuk edukasi mengenai nutrisi, pengenalan sayur/buah, dan porsi seimbang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Metode Edukasi:&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui pendekatan kurikuler di sekolah, cerita (storytelling), permainan, pantun gizi, kampanye digital, dan pendampingan oleh kader.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Integrasi: Program MBG berjalan beriringan dengan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang fokus pada sehat bergizi, fisik, imunisasi, jiwa, dan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keterlibatan: Melibatkan satuan pendidikan, puskesmas, orang tua, dan masyarakat untuk memastikan edukasi berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Permasalahan MBG&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;penerapan MBG menuai banyak kritik dan penolakan di berbagai daerah, terutama karena menyebabkan keracunan massal. Lebih dari 10.000 kasus keracunan MBG terjadi di seluruh Indonesia (per September 2025), dengan kasus serentak terbanyak terjadi pada 1.333 pelajar di Bandung Barat, Jawa Barat,[2][3] dan sampai saat ini belum ada tersangka yang bertanggung jawab atas kasus keracunan massal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Program MBG bertujuan untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak. Namun, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mengkritik bahwa program ini belum sepenuhnya tepat sasaran. Salah satu masalah utama adalah distribusi yang tidak merata, karena kasus gizi buruk dan stunting lebih tinggi di beberapa daerah dibandingkan dengan daerah lainnya. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa pemangkasan biaya per porsi makan dari Rp15.000–20.000 menjadi Rp10.000 akan menurunkan kualitas makanan yang diberikan. Hal ini bisa membuat program MBG kurang efektif dalam mengatasi stunting. Pembagian MBG pada saat libur sekolah dan hari raya juga menjadi masalah yang masih dipertanyakan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baca juga :&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Rician Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025 / 2026&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejumlah lembaga koalisi masyarakat sipil diinisiasi Celios, Unitrend, Lapor Sehat, LBH Jakarta, Transparency International Indonesia, dan Bareng Warga merespons maraknya kasus keracunan, pencairan dana ke SPPG dan sejumlah polemik lain dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cara meluncurkan&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian tentang&amp;nbsp;Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025 / 2026 semoga Artikel singkat ini bermanfaat.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/6233972563029997383/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/6233972563029997383?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/6233972563029997383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/6233972563029997383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2026/02/kebijakan-makan-bergizi-gratis-mbg.html' title='Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Untuk PAUD'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4J7DrWeKDDkdBvCBVXedk4rpDME0teupwxAWON_1-J8nfJNtU7txLh3x2oJqGk0nQan_CnT7dWvhiPp-3epA7gTWhsmzIz4GuZ-vauuRCivkcoSg0wEnzSYs5lYOQtMcO-XvzqaXD1OhHj9lGNZBZduaAC13ewC7wsoknVRjQnSg59It6OcAQ6yK4chny/s72-w400-h266-c/MBG%20Makan%20bergizi%20gratis%20disekolah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-6076094137302063139</id><published>2025-10-16T09:27:00.000+07:00</published><updated>2025-10-16T09:27:13.845+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Permainan Anak usia Dini"/><title type='text'> Gambaran Proses Bermain Sambil Belajar Ideal di PAUD</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD-Anakbermainbelajar&lt;/a&gt;---Sebagai salah satu jenjang pendidikan yang penting dalam membentuk kemampuan dasar anak dalam tumbuh kembangnya, Pendidikan Anak Usia Dini memegang peranan penting untuk dapat menghadirkan proses bermain sambil belajar (Play-Based Learning) yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan bermain serta belajar anak.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa Itu Belajar Sambil Bermain?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belajar sambil bermain adalah metode pendidikan yang menggabungkan unsur bermain dalam proses pembelajaran. Anak-anak secara alami memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan cenderung lebih cepat belajar jika mereka merasa senang dan tertarik terhadap sesuatu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Metode ini tidak hanya mengajarkan konsep akademis tetapi juga membantu dalam perkembangan keterampilan motorik, sosial, dan emosional anak. Dengan belajar sambil bermain, anak bisa memahami konsep tanpa merasa tertekan atau bosan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manfaat Belajar Sambil Bermain&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meningkatkan Kreativitas dan Imajinasi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui permainan, anak-anak dapat mengembangkan imajinasi mereka dengan menciptakan cerita, menggambar, atau bermain peran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misalnya, bermain sebagai dokter atau koki membantu mereka memahami peran dalam masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengembangkan Keterampilan Motorik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Permainan yang melibatkan aktivitas fisik seperti melompat, menggambar, atau bermain balok membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak belajar mengendalikan gerakan tangan dan koordinasi mata dengan lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meningkatkan Keterampilan Sosial&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bermain bersama teman mengajarkan anak bagaimana berinteraksi, berbagi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka belajar mengenali emosi diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mempermudah Pemahaman Konsep Akademik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menggunakan permainan untuk mengenalkan angka, huruf, warna, dan bentuk membuat anak lebih mudah memahami konsep-konsep dasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misalnya, menggunakan blok angka untuk berhitung atau menyusun kata dengan kartu huruf.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;gambaran proses bermain sambil belajar di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini yang ideal adalah dengan memberikan konteks pengalaman belajar yang lekat dengan keseharian.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqhcDM5kVMvhrBajvDY3uRztY9coCBv-DBXdyNWBtP9PzuR2byL5WZm_Ffv7H_6JWUY65XCcSbFW8p21ECxMXI0ROFWiZyy_kxq10Ntvoe-N8AknZZtNVSe7oeRlKViD2a01Er7dS7WsK2m5lQX6XGjTp6p52rt04rvNQ0TMZi_Zrv5M3a_v6oK5z1HAc/s275/Anak%20Usia%20dini%20belajar%20Matematika%20yang%20menyenangkan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;183&quot; data-original-width=&quot;275&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqhcDM5kVMvhrBajvDY3uRztY9coCBv-DBXdyNWBtP9PzuR2byL5WZm_Ffv7H_6JWUY65XCcSbFW8p21ECxMXI0ROFWiZyy_kxq10Ntvoe-N8AknZZtNVSe7oeRlKViD2a01Er7dS7WsK2m5lQX6XGjTp6p52rt04rvNQ0TMZi_Zrv5M3a_v6oK5z1HAc/w400-h266/Anak%20Usia%20dini%20belajar%20Matematika%20yang%20menyenangkan.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beri Konteks Pengalaman Sehari-Hari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puti, sapaannya, menuturkan bahwa pembelajaran anak usia dini idealnya harus dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak sesuai dengan fase tumbuh kembangnya. Di kegiatan bermain sambil belajar itu pula, guru PAUD harus dapat memberikan konteks pengalaman belajar yang lekat dengan kesehariannya, misalnya, merapikan mainan, membaca buku, berolahraga, dan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pembelajaran yang ideal bagi anak usia dini adalah pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak, hal ini dapat seturut dengan tahapan perkembangannya. Selain itu, penting untuk memberikan konteks pengalaman belajar yang lekat dengan situasi sehari-hari dan nyata. Langkah tersebut telah diterapkan dan tertuang dalam silabus pembelajaran di Rumah Main Cikal.” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baca Juga : 3 Alasan Pendidikan Anak Usia Dini Penting Bagi Tumbuh Kembang Anak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Asah Kemampuan Dasar Anak di Berbagai Aspek secara intensif&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain mengeratkan kegiatan bermain sambil belajar dengan konteks keseharian, gambaran proses bermain sambil belajar di jenjang PAUD harus dapat mengasah dan mengembangkan kemampuan dasar anak di area perkembangannya, misalnya, sensorik-motorik, kognitif, dan sosial-emosional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“kegiatan bermain sambil belajar idealnya dapat menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan dasar pada area perkembangan kognitif, sensorik motorik, emosi, sosial, moral dan kemandirian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Asah Kemampuan Dasar Anak di Berbagai Aspek secara Intensif&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain mengeratkan kegiatan bermain sambil belajar dengan konteks keseharian, gambaran proses bermain sambil belajar di jenjang PAUD harus dapat mengasah dan mengembangkan kemampuan dasar anak di area perkembangannya, misalnya, sensorik-motorik, kognitif, dan sosial-emosional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“kegiatan bermain sambil belajar idealnya dapat menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan dasar pada area perkembangan kognitif, sensorik motorik, emosi, sosial, moral dan kemandirian.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/6076094137302063139/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/6076094137302063139?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/6076094137302063139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/6076094137302063139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2025/10/gambaran-proses-bermain-sambil-belajar.html' title=' Gambaran Proses Bermain Sambil Belajar Ideal di PAUD'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqhcDM5kVMvhrBajvDY3uRztY9coCBv-DBXdyNWBtP9PzuR2byL5WZm_Ffv7H_6JWUY65XCcSbFW8p21ECxMXI0ROFWiZyy_kxq10Ntvoe-N8AknZZtNVSe7oeRlKViD2a01Er7dS7WsK2m5lQX6XGjTp6p52rt04rvNQ0TMZi_Zrv5M3a_v6oK5z1HAc/s72-w400-h266-c/Anak%20Usia%20dini%20belajar%20Matematika%20yang%20menyenangkan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-1892768884275262051</id><published>2025-10-16T08:45:00.004+07:00</published><updated>2025-10-16T08:45:54.652+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><title type='text'>KURIKULUM PENDEKATAN DEEP LEARNING UNTUK PAUD</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD Anak bermainbelajar&lt;/a&gt;---Sebagai Pendekatan Pembelajaran: Deep learning adalah metode atau strategi pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengembangkan pemahaman mendalam terhadap materi. Pendekatan ini digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, analisis mendalam, dan kemampuan pemecahan masalah. Guru yang menerapkan deep learning dalam pembelajaran sehari-hari akan menggunakan strategi seperti studi kasus, diskusi mendalam, dan penerapan konsep dalam konteks nyata.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr7yDmd8wQlal-2wTcviaYM5SoXjByc3hkfrg9mWYMVi8qT0_CqkDvgyGs3i29fqw7NELPOPUEU62GmMeFOJjqmgs8r-SUPreU-aB-lNbjxQxYt_brPGck6KbEK1Ll1XB1DkuqMCuSaF5NJIRzHrp98PQuKrSSKwD4DRsMJpSvlZ3W0MUtWfD_8iPmFsw/s770/Gambar%20Deeplearning.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;451&quot; data-original-width=&quot;770&quot; height=&quot;234&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr7yDmd8wQlal-2wTcviaYM5SoXjByc3hkfrg9mWYMVi8qT0_CqkDvgyGs3i29fqw7NELPOPUEU62GmMeFOJjqmgs8r-SUPreU-aB-lNbjxQxYt_brPGck6KbEK1Ll1XB1DkuqMCuSaF5NJIRzHrp98PQuKrSSKwD4DRsMJpSvlZ3W0MUtWfD_8iPmFsw/w400-h234/Gambar%20Deeplearning.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Apa itu Deep Learning?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Istilah Deep Learning yang dipakai oleh Mendikdasmen tidak sama dengan istilah Deep Learning yang lazim digunakan dalam ranah Artificial Intelligence (AI). Dalam konteks pendidikan, Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam dalam cakupan materi yang lebih sempit.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam Deep Learning, siswa didorong untuk secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan menyelami topik yang sedang dipelajari, sehingga ia dapat menjelajah lebih dalam dan menikmati keindahan panorama dari topik tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pendekatan pembelajaran Deep Learning (belajar secara mendalam) adalah kontras dari pendekatan pembelajaran Surface Learning (belajar di permukaan) yang berusaha membahas banyak materi secara luas dengan mengorbankan proses pemahaman dan peningkatan kompetensi dari para peserta didik. Siswa akhirnya hanya terpaksa menghapal banyak hal tanpa dapat memaknai, memiliki, dan menikmati proses pembelajarannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3 Elemen Utama dalam Deep Learning&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Mendikdasmen Abdul Mu’ti, pendekatan pembelajaran Deep Learning dapat tercapai melalui 3 elemen utama, yakni Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melalui proses Meaningful Learning, siswa dapat memaknai hal-hal yang sedang ia pelajari. Kemudian, melalui proses Mindful Learning, siswa dapat menjadi agen aktif yang secara sadar berniat untuk mengembangkan pemahaman dan kompetensinya. Proses Joyful Learning membuat siswa menjadi termotivasi dalam menjalani proses pembelajarannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mari kita bahas ketiga elemen ini secara lebih mendalam!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Meaningful Learning&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teori Meaningful Learning yang dicetuskan oleh David Ausubel menjelaskan proses pembelajaran dimana guru membantu siswa untuk mengaitkan konsep baru yang akan diajarkan dengan konsep-konsep yang sebelumnya sudah mereka pahami. Proses belajar Meaningful Learning ini bertujuan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Misalnya, untuk memperkenalkan penjumlahan pecahan, kita bisa mulai dengan penjumlahan benda-benda yang lebih konkret terlebih dahulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1 ayam + 2 ayam = 3 ayam&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1 bola + 2 bola = 3 bola&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1 perlima + 2 perlima = 3 perlima → ⅕ + ⅖ = ⅗&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Atau&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1 ayam + 2 bebek = 1 unggas + 2 unggas = 3 unggas&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1 lusin + 2 kodi = 12 buah + 40 buah = 52 buah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1 perdua + 2 pertiga = 3 perenam + 4 perenam = 7 perenam&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Mindful Learning&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mindful Learning seringkali dikenal sebagai metakognisi dalam teori pendidikan. Dalam Mindful Learning, siswa diajak untuk senantiasa sadar akan proses pembelajaran yang sedang ia jalani. Kesadaran ini terdiri dari beberapa aspek:&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesadaran akan hal-hal yang sudah ia pahami atau kuasai sebelumnya,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesadaran akan hal-hal yang belum ia pahami atau kuasai,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesadaran akan pentingnya pemahaman atau penguasaan kompetensi dari apa yang ia sedang pelajari,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesadaran akan alur proses pembelajaran yang sedang ia jalani demi tercapainya pemahaman atau kompetensi yang ingin ia capai,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesadaran akan kemajuan pemahaman atau kompetensi setelah merefleksikan proses pembelajaran yang telah ia lewati,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesadaran akan hal-hal yang masih dapat dieksplorasi lebih lanjut dalam proses pembelajaran berikutnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan demikian, siswa dituntun untuk menjadi agen aktif yang bertanggung jawab atas proses pembelajarannya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbeda dengan orang dewasa, kesadaran ini bukanlah sesuatu yang dapat timbul secara otomatis dalam diri anak-anak, sehingga guru harus terus-menerus menghidupkan kesadaran ini dari awal sampai akhir proses pembelajaran.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Misalnya, guru bisa membiasakan siswa untuk selalu membuat kesimpulan pembelajaran sendiri di akhir sesi ajar dan merefleksikan perkembangan pemahaman atau kompetensinya. Melalui proses refleksi ini, siswa dapat memahami kekuatan dan kelemahan mereka masing-masing, serta memiliki target yang lebih jelas untuk pembelajaran berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Joyful Learning&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Joyful Learning menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang positif agar siswa dapat menikmati setiap bagian dari proses pembelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contohnya, pendekatan pembelajaran melalui permainan (game) atau aktivitas interaktif dapat membuat siswa lebih antusias dalam belajar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal ini penting untuk mendorong anak-anak agar lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan menikmati pengalaman belajarnya. Terlebih lagi jika dipadukan dengan aspek meaningful dan mindful learning, kita berharap siswa dapat memiliki motivasi intrinsik dalam belajar dan akhirnya menjadi pembelajar sepanjang hayat&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar sambil bermain. (Sumber: Freepik.com)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Benarkah Deep Learning akan Menggantikan Kurikulum Merdeka?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pendekatan Deep Learning yang diusulkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti Kurikulum Merdeka, melainkan sebagai pendekatan pembelajaran baru yang bisa saja diterapkan di dalam kurikulum yang ada.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Artinya, Deep Learning bukanlah kurikulum baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada pemahaman konsep dan eksplorasi secara mendalam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa pendekatan ini di masa depan akan mempengaruhi penyusunan kurikulum di Indonesia, tergantung bagaimana implementasinya berjalan dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas belajar siswa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat ini, keputusan untuk mengganti Kurikulum Merdeka masih dalam pertimbangan dan Deep Learning tetap diposisikan hanya sebagai pendekatan pembelajaran yang diutamakan. Terlebih lagi, kita juga ingat bahwa Kurikulum Merdeka sendiri juga sudah mengurangi cakupan topik dan mengedepankan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran dan penguatan kompetensi siswa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manfaat Penerapan Deep Learning dalam Pendidikan di Indonesia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penerapan Deep Learning dalam pendidikan di Indonesia tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan tuntutan abad ke-21.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melansir World Economic Forum, salah satu alasan kuat mengapa pendekatan ini diperlukan adalah karena relevansinya dengan kompetensi abad 21 atau 21st Century Skills, yang terbagi menjadi tiga poin besar, yaitu Foundational Literacies, Competencies, dan Character Qualities.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Foundational Literacies (Literasi Dasar)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keterampilan literasi dasar merupakan skill yang dapat membantu siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan inti pada kehidupan sehari-hari. Pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran siswa dapat membangun fondasi yang kuat dalam keterampilan ini, sehingga siswa mampu menggunakan kemampuan dasarnya dalam situasi nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemampuan ini mencakup beberapa poin sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Literacy (Literasi) → Dengan pendekatan Deep Learning, literasi siswa tidak hanya dibatasi pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami makna di balik informasi yang diserap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Numeracy (Kemampuan Numerik) → Daripada hanya menghafal rumus, dengan Deep Learning, siswa didorong untuk memahami konsep dasar matematika, sehingga mereka dapat menerapkannya dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Scientific Literacy (Literasi Sains) → Deep Learning dapat membantu siswa untuk mengaitkan konsep sains dengan kehidupan nyata dan menyelami proses penemuan ilmiah secara lebih mendalam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ICT Literacy (Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi) → Dengan Deep Learning, siswa dapat mempelajari cara mengelola informasi digital dengan lebih bijak, memahami etika penggunaan teknologi, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Financial Literacy (Literasi Keuangan) → Melalui pendekatan Deep Learning, siswa dapat memahami konsep dasar ekonomi, cara mengelola uang, dan memahami dampak dari setiap keputusan finansial yang mereka lakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cultural &amp;amp; Civic Literacy (Literasi Budaya dan Kewarganegaraan) → Penerapan Deep Learning memungkinkan siswa memahami nilai budaya dan kewarganegaraan secara lebih mendalam, menghargai perbedaan budaya, serta memahami peran mereka sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Competencies (Kompetensi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kompetensi mencakup cara siswa menghadapi tantangan kompleks, yang meliputi keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Adanya Deep Learning mampu mendorong siswa untuk memiliki pendekatan yang lebih mendalam dan analitis terhadap tantangan yang akan mereka hadapi di masa kini maupun masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kompetensi mencakup beberapa poin sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Critical Thinking / Problem Solving (Berpikir Kritis / Pemecahan Masalah) → Deep Learning mengajarkan siswa untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan mencari solusi yang inovatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Creativity (Kreativitas) → Dalam pendekatan Deep Learning, siswa didorong untuk bereksperimen, menghubungkan ide-ide, dan menghasilkan pemikiran yang original.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Communication (Komunikasi) → Deep Learning memungkinkan siswa untuk berkomunikasi secara lebih efektif dengan membiasakan mereka berbicara, mendengar, dan memberikan umpan balik dalam proses pembelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Collaboration (Kolaborasi) → Deep Learning akan mendorong siswa untuk belajar bekerja sama dalam tim, menghargai kontribusi rekan satu tim, dan mengembangkan empati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Character Qualities (Kualitas Karakter)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Deep Learning juga membantu siswa untuk membentuk kualitas karakter yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah. Kualitas karakter ini mencakup beberapa poin sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Curiosity (Rasa Ingin Tahu) → Deep Learning akan membiasakan siswa untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dengan cara mengajak mereka menggali informasi dan bertanya secara lebih mendalam terkait suatu topik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Initiative (Inisiatif) → Dengan pendekatan Deep Learning, siswa akan dilatih untuk proaktif dan inisiatif dalam mencari jawaban dan solusi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persistence / Grit (Ketekunan) → Deep Learning membiasakan siswa untuk bekerja keras, terus mencoba, tidak mudah menyerah, dan mampu memecahkan masalah hingga tuntas, sehingga dapat mengembangkan ketekunan dalam mencapai tujuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adaptability (Kemampuan Beradaptasi) → Deep Learning mampu mendorong siswa untuk terbiasa dengan adanya perubahan, baik dalam proses belajar maupun dalam kehidupan mereka, sehingga mereka lebih fleksibel dalam menghadapi situasi baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Leadership (Kepemimpinan) → Pembelajaran berbasis kelompok dalam Deep Learning dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk memimpin dan mengambil tanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Social and Cultural Awareness (Kesadaran Sosial dan Budaya) → Deep Learning dapat memfasilitasi siswa untuk membangun kesadaran sosial dan budaya yang kuat, serta menghargai keragaman dan perbedaan sebagai sesuatu yang bisa memperkaya pengalaman belajar mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan diterapkannya pendekatan Deep Learning dalam pendidikan di Indonesia, diharapkan siswa dapat berkembang menjadi individu yang lebih kritis, memiliki pemahaman mendalam, dan mampu berpikir reflektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendekatan ini sejalan dengan program prioritas Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang ingin mencetak generasi muda yang unggul di bidang sains dan teknologi, memiliki moral yang kuat, dan memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, utamanya keterampilan abad ke-21 atau 21st Century Skills yang telah dijelaskan di atas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baca Juga: Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah, dengan adanya informasi ini, artinya kamu sebagai siswa perlu mempersiapkan diri dengan lebih matang untuk menyambut tahun ajaran baru 2025 dimana konsep Deep Learning akan diterapkan oleh Mendikdasmen.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Referensi:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan Deep Learning dan Surface Learning. Tautan: https://www.youtube.com/watch?v=KnIynokRfd4 (Diakses pada 13 November 2024)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan Raker Menteri. Tautan: https://www.youtube.com/watch?v=8lpIOqP7QiI (Diakses pada 13 November 2024)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ten 21st-Century Skills Every Student Needs [Daring]. Tautan: https://www.weforum.org/stories/2016/03/21st-century-skills-future-jobs-students/ (Diakses pada 13 November 2024)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendikdasmen: Deep Learning Bukan Kurikulum, tapi Pendekatan Belajar [Daring]. Tautan: https://narasi.tv/read/narasi-daily/mendikdasmen-deep-learning-bukan-kurikulum-tapi-pendekatan-belajar#google_vignette (Diakses pada 13 Novembe&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7u3MpTshQANpQdzFJfUBvajRw1SZgPCkqKUlxD7nT5YvwnLoItt5brP94uRMvT8kwXOMz9kv9TQlh18AhB-lGG1I2NrEk5-uEFJUipCw2-Qk-vWDVA0u_GQsKYZzrZWx8YCGRAlmET9zdAEE7QyPrLprmpRf9HqGtfGKTCStvoYIw8celwbJkVeDgUtU/s1400/Konsep%20Deep%20Learning.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;738&quot; data-original-width=&quot;1400&quot; height=&quot;211&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7u3MpTshQANpQdzFJfUBvajRw1SZgPCkqKUlxD7nT5YvwnLoItt5brP94uRMvT8kwXOMz9kv9TQlh18AhB-lGG1I2NrEk5-uEFJUipCw2-Qk-vWDVA0u_GQsKYZzrZWx8YCGRAlmET9zdAEE7QyPrLprmpRf9HqGtfGKTCStvoYIw8celwbJkVeDgUtU/w400-h211/Konsep%20Deep%20Learning.jpeg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konsep Deep Learning untuk Anak Usia Dini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembelajaran Mendalam atau Deep learning dalam konteks pendidikan anak usia dini bukanlah tentang teknologi komputer yang rumit. Konsep ini merujuk pada pembelajaran mendalam yang melibatkan berbagai lapisan pemahaman, mulai dari pengenalan dasar hingga aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Untuk anak berusia 3-4 tahun, pendekatan ini diterjemahkan menjadi metode pembelajaran berlapis yang mengembangkan kemampuan berpikir secara bertahap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak-anak pada rentang usia ini memiliki karakteristik pembelajaran yang unik. Mereka belajar melalui eksplorasi, imitasi, dan pengulangan. Otak balita seperti spons yang siap menyerap informasi baru dengan cepat. Oleh karena itu, modul RPP yang dirancang khusus harus mempertimbangkan cara kerja otak anak dalam memproses informasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komponen Utama Modul RPP Kelompok Bermain&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Modul ajar atau RPP untuk semester pertama ini terdiri dari beberapa komponen penting yang saling berkaitan. Pertama adalah analisis karakteristik peserta didik yang mencakup perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak usia 3-4 tahun. Setiap anak memiliki keunikan tersendiri, sehingga pendekatan pembelajaran harus fleksibel dan dapat disesuaikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komponen kedua adalah perumusan tujuan pembelajaran yang spesifik, terukur, dan realistis. Tujuan ini harus sejalan dengan standar perkembangan anak usia dini yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan. Misalnya, mengembangkan kemampuan komunikasi verbal, meningkatkan koordinasi motorik halus, atau membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Materi pembelajaran dirancang dengan pendekatan tematik yang mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan. Tema-tema yang dipilih harus dekat dengan kehidupan anak, seperti keluarga, hewan, tumbuhan, atau lingkungan sekitar. Setiap tema dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang menstimulasi seluruh panca indera anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Implementasi deep learning dalam kelompok bermain memerlukan strategi khusus yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Pembelajaran dimulai dari konsep konkret menuju abstrak, dari sederhana ke kompleks, menggunakan berbagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan pembelajaran dirancang dalam bentuk permainan edukatif yang menyenangkan. Anak-anak belajar sambil bermain melalui aktivitas seperti bernyanyi, menari, bercerita, dan eksperimen sederhana. Setiap aktivitas memiliki tujuan pembelajaran yang jelas namun dikemas dalam bentuk yang tidak membebani anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi sederhana juga dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Penggunaan audio visual, aplikasi edukatif yang sesuai usia, atau alat peraga digital dapat memperkaya pengalaman belajar anak. Namun, penggunaan teknologi harus seimbang dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial langsung.&lt;/p&gt;&lt;h2 class=&quot;wp-block-heading&quot; style=&quot;background-color: #f6fafc; border: 0px; clear: both; color: #19202d; font-family: Montserrat; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-size: 1.875rem; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; letter-spacing: -0.57px; line-height: 1.4; margin: 0px 0px 12px; overflow-wrap: break-word; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;Evaluasi_dan_Penilaian_Perkembangan&quot; style=&quot;border: 0px; font: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Evaluasi dan Penilaian Perkembangan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;google-auto-placed ap_container&quot; style=&quot;background-color: #f6fafc; border: 0px; clear: both; color: #19202d; font-family: Montserrat; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; height: auto; letter-spacing: -0.304px; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: 730px;&quot;&gt;&lt;ins class=&quot;adsbygoogle adsbygoogle-noablate&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-1328746514722517&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-status=&quot;unfilled&quot; data-adsbygoogle-status=&quot;done&quot; style=&quot;background-color: transparent; border: 0px; display: block; font: inherit; height: 0px; margin: auto; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;div id=&quot;aswift_5_host&quot; style=&quot;background-color: transparent; border: none; display: inline-block; font: inherit; height: 0px; margin: 0px; opacity: 0; overflow: hidden; padding: 0px; position: relative; vertical-align: baseline; visibility: visible; width: 730px;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;attribution-reporting; run-ad-auction&quot; allowtransparency=&quot;true&quot; aria-label=&quot;Advertisement&quot; browsingtopics=&quot;true&quot; data-google-container-id=&quot;a!6&quot; data-google-query-id=&quot;CKqg2djGp5ADFayNZgIdrNASQw&quot; data-load-complete=&quot;true&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;0&quot; hspace=&quot;0&quot; id=&quot;aswift_5&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; name=&quot;aswift_5&quot; sandbox=&quot;allow-forms allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-same-origin allow-scripts allow-top-navigation-by-user-activation&quot; scrolling=&quot;no&quot; src=&quot;https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?gdpr=0&amp;amp;client=ca-pub-1328746514722517&amp;amp;output=html&amp;amp;h=280&amp;amp;adk=2223996355&amp;amp;adf=2082410907&amp;amp;w=730&amp;amp;fwrn=4&amp;amp;fwrnh=100&amp;amp;lmt=1760577610&amp;amp;num_ads=1&amp;amp;rafmt=1&amp;amp;armr=3&amp;amp;sem=mc&amp;amp;pwprc=2511201253&amp;amp;ad_type=text_image&amp;amp;format=730x280&amp;amp;url=https%3A%2F%2Fwww.paud.id%2Frpp-kelompok-bermain-semester-1%2F&amp;amp;fwr=0&amp;amp;pra=3&amp;amp;rh=183&amp;amp;rw=730&amp;amp;rpe=1&amp;amp;resp_fmts=3&amp;amp;wgl=1&amp;amp;fa=27&amp;amp;uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTkuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTQxLjAuMzUzNy43MSIsbnVsbCwwLG51bGwsIjY0IixbWyJNaWNyb3NvZnQgRWRnZSIsIjE0MS4wLjM1MzcuNzEiXSxbIk5vdD9BX0JyYW5kIiwiOC4wLjAuMCJdLFsiQ2hyb21pdW0iLCIxNDEuMC43MzkwLjY2Il1dLDBd&amp;amp;abgtt=6&amp;amp;dt=1760577341736&amp;amp;bpp=1&amp;amp;bdt=18726&amp;amp;idt=1&amp;amp;shv=r20251014&amp;amp;mjsv=m202510090101&amp;amp;ptt=9&amp;amp;saldr=aa&amp;amp;abxe=1&amp;amp;cookie=ID%3Dc5e752c0b85dc2d4%3AT%3D1757423033%3ART%3D1760577340%3AS%3DALNI_MZhOwSjJ9CVK_1LazYuozpC_nhTng&amp;amp;gpic=UID%3D00001193b4352cd2%3AT%3D1757423033%3ART%3D1760577340%3AS%3DALNI_Mayew01wdr0pgr8YOINXBbrdVB_tQ&amp;amp;eo_id_str=ID%3Db9ba8b380bf19df1%3AT%3D1757423033%3ART%3D1760577340%3AS%3DAA-AfjafVQ-f_3ndDgUS-30enyMO&amp;amp;prev_fmts=0x0%2C1200x280%2C730x280%2C730x280%2C300x600%2C1257x594%2C300x600%2C730x280&amp;amp;nras=9&amp;amp;correlator=6578837532065&amp;amp;frm=20&amp;amp;pv=1&amp;amp;u_tz=480&amp;amp;u_his=2&amp;amp;u_h=720&amp;amp;u_w=1280&amp;amp;u_ah=672&amp;amp;u_aw=1280&amp;amp;u_cd=24&amp;amp;u_sd=1.5&amp;amp;dmc=8&amp;amp;adx=73&amp;amp;ady=7047&amp;amp;biw=1257&amp;amp;bih=594&amp;amp;scr_x=0&amp;amp;scr_y=4681&amp;amp;eid=95373555%2C31095078%2C31095209%2C31095218%2C95373012%2C95374042%2C31061690&amp;amp;oid=2&amp;amp;psts=AOrYGsn8JzBWEAzdetL1Glh8NU8gEd2q6juhxOW6e_Kr3nOxi3buQUE9tO1pwI3Oyvvr9IfkhJMPAnF3mJnKlPars4kVLOx07jil7XFYCQPkSmtF%2CAOrYGsliGjzFQv-U9FO_UqiyJDCgEETrKaYB7mVs9LUlv3LoMfHqvzrp0dHf5Y1WltA67Z7Zoqz60QsXytrHi9oFYhERhd0G6L5_mYYcwZy-aJ5oQA%2CAOrYGslMYUdY3Pj7FtEFt839w2-YDzaFVi1FAihvsvrKHVK5LKC_bdxJS5vncOVJ-CuEk-MedmlJpmIYJARQVhjX66xRPPMndj54IKFxAMC3uhkdMw&amp;amp;pvsid=6823293214791680&amp;amp;tmod=1342535243&amp;amp;uas=3&amp;amp;nvt=1&amp;amp;fc=1408&amp;amp;brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1280%2C0%2C1280%2C672%2C1272%2C594&amp;amp;vis=1&amp;amp;rsz=%7C%7Cs%7C&amp;amp;abl=NS&amp;amp;fu=128&amp;amp;bc=31&amp;amp;bz=1.01&amp;amp;td=1&amp;amp;tdf=2&amp;amp;psd=W251bGwsbnVsbCxudWxsLDNd&amp;amp;nt=1&amp;amp;ifi=6&amp;amp;uci=a!6&amp;amp;btvi=6&amp;amp;fsb=1&amp;amp;dtd=M&quot; style=&quot;border-style: initial; border-width: 0px; font: inherit; height: 0px; left: 0px; margin: 0px; max-height: none; max-width: none; min-height: auto; min-width: auto; padding: 0px; position: absolute; top: 0px; vertical-align: baseline; width: 730px;&quot; tabindex=&quot;0&quot; title=&quot;Advertisement&quot; vspace=&quot;0&quot; width=&quot;730&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f6fafc; border: 0px; color: #19202d; font-family: Montserrat; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; letter-spacing: -0.304px; line-height: inherit; margin: 0px 0px 2.1875rem; overflow-wrap: break-word; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Sistem evaluasi dalam modul RPP ini menggunakan pendekatan authentic assessment atau penilaian autentik. Penilaian dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas anak dalam berbagai situasi pembelajaran. Portfolio karya anak, dokumentasi foto dan video kegiatan, serta catatan anekdotal menjadi instrumen penilaian utama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f6fafc; border: 0px; color: #19202d; font-family: Montserrat; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; letter-spacing: -0.304px; line-height: inherit; margin: 0px 0px 2.1875rem; overflow-wrap: break-word; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Penilaian tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga proses pembelajaran. Setiap kemajuan kecil yang ditunjukkan anak dicatat dan diapresiasi. Pendekatan ini membantu membangun motivasi intrinsik anak untuk terus belajar dan berkembang.&lt;/p&gt;&lt;h2 class=&quot;wp-block-heading&quot; style=&quot;background-color: #f6fafc; border: 0px; clear: both; color: #19202d; font-family: Montserrat; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-size: 1.875rem; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; letter-spacing: -0.57px; line-height: 1.4; margin: 0px 0px 12px; overflow-wrap: break-word; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;Persiapan_Menuju_Implementasi&quot; style=&quot;border: 0px; font: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Persiapan Menuju Implementasi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f6fafc; border: 0px; color: #19202d; font-family: Montserrat; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; letter-spacing: -0.304px; line-height: inherit; margin: 0px 0px 2.1875rem; overflow-wrap: break-word; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Keberhasilan implementasi modul ajar&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.paud.id/rpp-kelompok-bermain-semester-1/&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;border: 0px; color: #c727c2; font: inherit; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration-line: none; transition: 0.25s linear; vertical-align: baseline;&quot;&gt;RPP kelompok bermain deep learning&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ini memerlukan persiapan yang matang dari berbagai pihak. Pendidik harus memahami konsep deep learning atau pembelajaran mendalam untuk kelompok bermain dan cara mengadaptasinya untuk anak usia dini. Pemahaman, pelatihan dan workshop secara berkala diperlukan untuk meningkatkan kompetensi pendidik.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;google-auto-placed ap_container&quot; style=&quot;background-color: #f6fafc; border: 0px; clear: both; color: #19202d; font-family: Montserrat; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; height: auto; letter-spacing: -0.304px; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: 730px;&quot;&gt;&lt;ins class=&quot;adsbygoogle adsbygoogle-noablate&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-1328746514722517&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-status=&quot;unfilled&quot; data-adsbygoogle-status=&quot;done&quot; style=&quot;background-color: transparent; border: 0px; display: block; font: inherit; height: 0px; margin: auto; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;div id=&quot;aswift_6_host&quot; style=&quot;background-color: transparent; border: none; display: inline-block; font: inherit; height: 0px; margin: 0px; opacity: 0; overflow: hidden; padding: 0px; position: relative; vertical-align: baseline; visibility: visible; width: 730px;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;attribution-reporting; run-ad-auction&quot; allowtransparency=&quot;true&quot; aria-label=&quot;Advertisement&quot; browsingtopics=&quot;true&quot; data-google-container-id=&quot;a!7&quot; data-google-query-id=&quot;CPTV-9jGp5ADFSKrZgIdv6sElA&quot; data-load-complete=&quot;true&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;0&quot; hspace=&quot;0&quot; id=&quot;aswift_6&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; name=&quot;aswift_6&quot; sandbox=&quot;allow-forms allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-same-origin allow-scripts allow-top-navigation-by-user-activation&quot; scrolling=&quot;no&quot; src=&quot;https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?gdpr=0&amp;amp;client=ca-pub-1328746514722517&amp;amp;output=html&amp;amp;h=280&amp;amp;adk=2223996355&amp;amp;adf=3941159267&amp;amp;w=730&amp;amp;fwrn=4&amp;amp;fwrnh=100&amp;amp;lmt=1760577611&amp;amp;num_ads=1&amp;amp;rafmt=1&amp;amp;armr=3&amp;amp;sem=mc&amp;amp;pwprc=2511201253&amp;amp;ad_type=text_image&amp;amp;format=730x280&amp;amp;url=https%3A%2F%2Fwww.paud.id%2Frpp-kelompok-bermain-semester-1%2F&amp;amp;fwr=0&amp;amp;pra=3&amp;amp;rh=183&amp;amp;rw=730&amp;amp;rpe=1&amp;amp;resp_fmts=3&amp;amp;wgl=1&amp;amp;fa=27&amp;amp;uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTkuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTQxLjAuMzUzNy43MSIsbnVsbCwwLG51bGwsIjY0IixbWyJNaWNyb3NvZnQgRWRnZSIsIjE0MS4wLjM1MzcuNzEiXSxbIk5vdD9BX0JyYW5kIiwiOC4wLjAuMCJdLFsiQ2hyb21pdW0iLCIxNDEuMC43MzkwLjY2Il1dLDBd&amp;amp;abgtt=6&amp;amp;dt=1760577341740&amp;amp;bpp=1&amp;amp;bdt=18731&amp;amp;idt=0&amp;amp;shv=r20251014&amp;amp;mjsv=m202510090101&amp;amp;ptt=9&amp;amp;saldr=aa&amp;amp;abxe=1&amp;amp;cookie=ID%3Dc5e752c0b85dc2d4%3AT%3D1757423033%3ART%3D1760577340%3AS%3DALNI_MZhOwSjJ9CVK_1LazYuozpC_nhTng&amp;amp;gpic=UID%3D00001193b4352cd2%3AT%3D1757423033%3ART%3D1760577340%3AS%3DALNI_Mayew01wdr0pgr8YOINXBbrdVB_tQ&amp;amp;eo_id_str=ID%3Db9ba8b380bf19df1%3AT%3D1757423033%3ART%3D1760577340%3AS%3DAA-AfjafVQ-f_3ndDgUS-30enyMO&amp;amp;prev_fmts=0x0%2C1200x280%2C730x280%2C730x280%2C300x600%2C1257x594%2C300x600%2C730x280%2C730x280&amp;amp;nras=10&amp;amp;correlator=6578837532065&amp;amp;frm=20&amp;amp;pv=1&amp;amp;u_tz=480&amp;amp;u_his=2&amp;amp;u_h=720&amp;amp;u_w=1280&amp;amp;u_ah=672&amp;amp;u_aw=1280&amp;amp;u_cd=24&amp;amp;u_sd=1.5&amp;amp;dmc=8&amp;amp;adx=73&amp;amp;ady=7590&amp;amp;biw=1257&amp;amp;bih=594&amp;amp;scr_x=0&amp;amp;scr_y=5469&amp;amp;eid=95373555%2C31095078%2C31095209%2C31095218%2C95373012%2C95374042%2C31061690&amp;amp;oid=2&amp;amp;psts=AOrYGsn8JzBWEAzdetL1Glh8NU8gEd2q6juhxOW6e_Kr3nOxi3buQUE9tO1pwI3Oyvvr9IfkhJMPAnF3mJnKlPars4kVLOx07jil7XFYCQPkSmtF%2CAOrYGsliGjzFQv-U9FO_UqiyJDCgEETrKaYB7mVs9LUlv3LoMfHqvzrp0dHf5Y1WltA67Z7Zoqz60QsXytrHi9oFYhERhd0G6L5_mYYcwZy-aJ5oQA%2CAOrYGslMYUdY3Pj7FtEFt839w2-YDzaFVi1FAihvsvrKHVK5LKC_bdxJS5vncOVJ-CuEk-MedmlJpmIYJARQVhjX66xRPPMndj54IKFxAMC3uhkdMw&amp;amp;pvsid=6823293214791680&amp;amp;tmod=1342535243&amp;amp;uas=1&amp;amp;nvt=1&amp;amp;fc=1408&amp;amp;brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1280%2C0%2C1280%2C672%2C1272%2C594&amp;amp;vis=1&amp;amp;rsz=%7C%7Cs%7C&amp;amp;abl=NS&amp;amp;fu=128&amp;amp;bc=31&amp;amp;bz=1.01&amp;amp;td=1&amp;amp;tdf=2&amp;amp;psd=W251bGwsbnVsbCxudWxsLDNd&amp;amp;nt=1&amp;amp;ifi=7&amp;amp;uci=a!7&amp;amp;btvi=7&amp;amp;fsb=1&amp;amp;dtd=M&quot; style=&quot;border-style: initial; border-width: 0px; font: inherit; height: 0px; left: 0px; margin: 0px; max-height: none; max-width: none; min-height: auto; min-width: auto; padding: 0px; position: absolute; top: 0px; vertical-align: baseline; width: 730px;&quot; tabindex=&quot;0&quot; title=&quot;Advertisement&quot; vspace=&quot;0&quot; width=&quot;730&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f6fafc; border: 0px; color: #19202d; font-family: Montserrat; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; letter-spacing: -0.304px; line-height: inherit; margin: 0px 0px 2.1875rem; overflow-wrap: break-word; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Kerjasama dengan orang tua juga menjadi kunci keberhasilan. Orang tua perlu memahami konsep pembelajaran yang diterapkan di sekolah agar dapat memberikan dukungan yang konsisten di rumah. Komunikasi rutin antara sekolah dan keluarga akan memperkuat dampak positif pembelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f6fafc; border: 0px; color: #19202d; font-family: Montserrat; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; letter-spacing: -0.304px; line-height: inherit; margin: 0px 0px 2.1875rem; overflow-wrap: break-word; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Dengan persiapan yang tepat dan implementasi yang konsisten, modul RPP berbasis deep learning ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi perkembangan anak usia 3-4 tahun, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan pendidikan di jenjang selanjutnya dengan bekal yang kuat dan karakter yang positif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/1892768884275262051/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/1892768884275262051?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/1892768884275262051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/1892768884275262051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2025/10/kurikulum-pendekatan-deep-learning.html' title='KURIKULUM PENDEKATAN DEEP LEARNING UNTUK PAUD'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr7yDmd8wQlal-2wTcviaYM5SoXjByc3hkfrg9mWYMVi8qT0_CqkDvgyGs3i29fqw7NELPOPUEU62GmMeFOJjqmgs8r-SUPreU-aB-lNbjxQxYt_brPGck6KbEK1Ll1XB1DkuqMCuSaF5NJIRzHrp98PQuKrSSKwD4DRsMJpSvlZ3W0MUtWfD_8iPmFsw/s72-w400-h234-c/Gambar%20Deeplearning.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-3528661212699739933</id><published>2025-03-18T08:50:00.001+07:00</published><updated>2025-03-18T10:07:28.618+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahan Kuliah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Buku Panduan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="GURU TK"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jurnal Ilmiah Online"/><title type='text'>Strategi Icare di PKG PAUD</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;Pendahuluan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A. Latar Belakang Masalah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Guru yang memiliki wawasan pengetahuan, keterampilan dan kreativitas dalam meramu strategi cenderung mampu mengeliminasi penghambat keberhasilan belajar. Sikap profesional guru yang tercermin oleh kompetensi guru perlu dipersiapkan dan ditingkatkan terus menerus. Begitu pula halnya dengan pendidikan pada anak usia dini (PAUD) yang semakin dituntut untuk semakin berkualitas. Hal ini sejalan dengan kebijakan kementrian pendidikan nasional. Percepatan dan perluasan layanan pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu kebijakan strategis yang digulirkan Kementrian Pendidikan Nasional. Sejalan dengan kebijakan tersebut, penambahan dan peningkatan kompetensi dan kapasitas pendidik PAUD menjadi tuntutan yang tidak dapat diabaikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Hal ini merupakan tantangan bagi seorang penilik sebagai pengendali mutu sehingga fungsi dan kinerja penilik merupakan salah satu komponen yang memiliki kontribusi positif dalam peningkatan kualitas pendidikan pada program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurut Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi nomor 14 tahun 2010. Penilik memiliki tugas utama melakukan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan kesetaraan dan keaksaraan, serta kursus pada jalur pendidikan Non formal dan Informal (PNFI).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Berdasarkan ketentuan tersebut tugas penilik di era sekarang menjadi lebih berat, penilik harus mampu memotret mutu satuan pendidikan non formal dan informal dan bahkan mampu melakukan pengendalian mutu yang dilakukan dengan cara : (1) perencanaan program pengendalian mutu PNFI; (2) Pelaksanaan pemantauan program PNFI; (3) Pelaksanaan Penilaian Program PNFI; (4) Pelaksanaan Pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan PNFI; dan (5) penyusunan laporan hasil pengendalian mutu PNFI. Tugas-tugas tersebut menuntut kompetensi penilik sebagai seorang evaluator sekaligus supervisor dan juga pembimbing.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/3528661212699739933/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/3528661212699739933?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/3528661212699739933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/3528661212699739933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2025/03/strategi-icare-di-pkg-paud.html' title='Strategi Icare di PKG PAUD'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-8663928017018932068</id><published>2025-03-04T11:52:00.003+07:00</published><updated>2025-03-05T13:58:47.293+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Pembelajaran PAUD"/><title type='text'> Pembelajaran Deep Learning untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Definisi Pembelajaran Mendalam&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD-AnakBermainBelajar-Blog&lt;/a&gt;---Merujuk pada dasar pengembangan Deep Learning yang digunakan kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah dinyatakan bahwa:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna dan menggembirakan melalui olah piker, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0FZ0DjxlEesuRtsh8gCMKmPHa7QEESfUPsG5l5lXDpQMmYbqVO1dtdw5RwaQuEaPOpX8UizjexvPqa29ASfCFOtrCL43rAW2caOZ3F-n6pKyb4_mUESHtPqp9UMZlw6Ne0JYiubHPgNO-Rg0y2N7K9eYAdIe2hCSME8Lyrr3AWUGFmy9PkYT8hyI3278/s1581/Pembelajaran%20Mendalam%20di%20PAUD.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pembelajaran Deep Learning untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;858&quot; data-original-width=&quot;1581&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0FZ0DjxlEesuRtsh8gCMKmPHa7QEESfUPsG5l5lXDpQMmYbqVO1dtdw5RwaQuEaPOpX8UizjexvPqa29ASfCFOtrCL43rAW2caOZ3F-n6pKyb4_mUESHtPqp9UMZlw6Ne0JYiubHPgNO-Rg0y2N7K9eYAdIe2hCSME8Lyrr3AWUGFmy9PkYT8hyI3278/w400-h217/Pembelajaran%20Mendalam%20di%20PAUD.jpg&quot; title=&quot;Pembelajaran Deep Learning untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembelajaran deep learning PAUD adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep secara mendalam. Pendekatan ini mendorong anak-anak untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Deep learning, sebagai bagian dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), telah diadopsi di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Meskipun konsep deep learning lebih sering dikaitkan dengan teknologi canggih dan pendidikan tinggi, potensi aplikasinya dalam pembelajaran anak usia dini, khususnya di taman kanak-kanak (TK), mulai dieksplorasi. Berikut adalah desain pembelajaran yang mengintegrasikan deep learning untuk TK dengan tetap memperhatikan kebutuhan anak-anak pada tahap perkembangan ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Pendekatan Visual dan Interaktif&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembelajaran deep learning untuk anak usia dini harus berfokus pada pendekatan visual dan interaktif. Anak-anak di TK cenderung belajar dengan baik melalui stimulasi visual, seperti gambar, animasi, dan video. Teknologi berbasis AI yang menggunakan deep learning dapat mengidentifikasi pola preferensi anak dan menyesuaikan konten visual sesuai dengan tingkat minat dan perkembangan anak. Misalnya, aplikasi pembelajaran berbasis deep learning dapat mempersonalisasi cerita bergambar atau video edukatif berdasarkan gaya belajar masing-masing anak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Gamifikasi dan Pembelajaran Adaptif&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gamifikasi adalah salah satu strategi efektif untuk memotivasi anak-anak. Deep learning memungkinkan pembelajaran adaptif, di mana sistem pembelajaran dapat menyesuaikan tingkat kesulitan permainan edukatif secara otomatis berdasarkan kemampuan anak. Misalnya, jika seorang anak menunjukkan kemajuan dalam pengenalan angka, permainan dapat bergerak ke level yang lebih menantang. Hal ini memungkinkan setiap anak belajar pada kecepatan mereka sendiri tanpa merasa tertinggal atau bosan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meskipun deep learning digunakan untuk membantu memahami preferensi dan pola belajar anak, teknologi ini juga bisa mengembangkan keterampilan berpikir kritis anak melalui aktivitas berbasis AI. Contoh implementasinya adalah penggunaan aplikasi interaktif yang meminta anak menyusun teka-teki atau mencari solusi untuk masalah sederhana, dan sistem dapat memberikan umpan balik instan yang membantu anak belajar dari kesalahan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Pendekatan Emosional&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembelajaran deep learning untuk anak-anak juga harus memperhatikan aspek emosional. Teknologi pengenalan wajah berbasis deep learning dapat mendeteksi ekspresi emosional anak, sehingga aplikasi dapat menyesuaikan materi atau pendekatan pengajaran saat anak merasa frustrasi atau bosan. Ini membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih ramah anak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Pengawasan dan Kolaborasi Guru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meskipun teknologi deep learning bisa sangat bermanfaat, peran guru tetap esensial. Guru dapat memantau kemajuan anak melalui platform pembelajaran berbasis AI dan memberikan intervensi langsung jika diperlukan. Ini juga membantu guru merancang kegiatan belajar yang lebih personal dan relevan berdasarkan data yang dihasilkan oleh sistem AI.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh Desain Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di PAUD&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Praktik Pedagogis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Pembelajaran berbasis Inkuiri&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Kerja Kelompok, eksplorasi lapangan, presentasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Lingkungan Pembelajaran&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Ruang Fisik: Lingkungan di sekitar sekolah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Ruang Virtual: Virtual Field Trip (kunjungan kebun secara Virtual)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Pemanfaatan Teknologi Digital&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Perencanaan: Modul ajar berbasis teknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Pelaksanaan: Sumber belajar video tentang pertumbuhan tanaman dan stimulasi interaktif tentang pertumbuhan tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Asesmen: Berbasis TIK&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Kemitraan Pembelajaran&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penjual Tanaman dilingkungan tempat tinggal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh Langkah-Langkah Pembelajaran&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #ffa400;&quot;&gt;- Minggu ke-1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Awal (Berkesadaran, Bermakna)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Guru membuka pelajaran dengan salam, doa Bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Guru menerapkan Teknik permainan pemusatan konsentrasi&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Guru menumbuhkan kesadaran anak bahwa tanaman merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang perlu kita rawat&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Guru memulai dengan video kondisi tanaman yang terawat dan tidak terawat&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;5. Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk menstimulasi empati peserta didik terhadap tanaman yang tidak terawat. &quot;Apakah kondisi kedua tanaman tersebut berbeda?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Mengapa ada tanaman yang tumbuh dan tidak tumbuh?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan mengaitkan peran peserta didik &quot;Apa yang dapat kita lakukan untuk merawat tanaman agar tumbuh dengan baik?&quot;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memahami (Bermakna dan menggembirakan)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Guru menstimulasi pengetahuan anak tentang tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Apa itu tanaman?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Apa Saja bagian-bagian tanaman?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Apa yang membuat tanaman dapat tumbuh?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Bagaimana merawat tanaman agar tumbuh dengan baik?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Guru memberikan pengalaman berbagai sumber belajar mengenai tanaman dari video dan stimulasi interaktif&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Membuat gambar tanaman dan merawat tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #ffa400;&quot;&gt;Minggu ke-2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Anak melakukan kunjungan ke penjual tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Anak mengamati tanaman-tanaman di penjual tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Anak melakukan tanya jawab dengan penjual tanaman tentang cara merawat tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Anak menyimak penjelasan dari penjual tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;5. Anak bercerita tentang kunjungan ke penjual tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;6. Guru menumbuhkan kesadaran kepada anak mengenai pentingnya menyayangi tanaman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #ffa400;&quot;&gt;Minggu ke-3 dan ke-4 (bermakna dan menggembirakan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1.Anak berdiskusi dengan teman guru pendamping untuk merancang proyek pertumbuhan tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Anak menanam tanaman dan mengamati perubahannya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Anak mempresentasikan kegiatan proyek pertumbuhan tanaman&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Guru memfasilitasi diskusi hasil proyek pertumbuhan tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;5. Anak memperoleh umpan balik dari guru atau teman-temannya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #ffa400;&quot;&gt;Minggu ke-4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Merefleksi (berkesadaran dan bermakna)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Anak melakukan refleksi pengalaman belajarnya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Guru mengecek pencapaian tujuan pembelajaran anak&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Anak distimulasi untuk menyampaikan peranannhya untuk memelihara tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Anak menyampaikan motivasi dirinya untuk terus belajar&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;ASESMEN PEMBELAJARAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #ffa400;&quot;&gt;Minggu ke-4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penutup&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Asesmen Awal : Asesmen awal pengetahuan tentang tanaman melalui pertanyaan lisan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Asesmen Proses: gambar tanaman dan presentasi proyek dan pengalaman belajar&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Asesmen Akhir: Catatan anekdot, hasil karya, Observasi.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikwS0s1O5O4LdscY9xBadYRkEq96T3NsZFOLDyiRO3ElRUVgciRCEpNtNEyCKSIBhUNmuaKZPqZ2-uH8XY3iYxvKBkeH_viqPT7VNTI3zNulZxPV_en0jP0QCflInDX4fjdWCdXeisiC43nPYTIGduyFMi5kofpEcYlN1aAw3xDhkwpxPixc0DUqGQE_Y/s1704/Prinsip%20Asesmen%20Pembelajaran%20Mendalam%20Deep%20Learning.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Prinsip Penilaian Asesmen Pembelajaran mendalam Deep learning PAUD&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;845&quot; data-original-width=&quot;1704&quot; height=&quot;159&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikwS0s1O5O4LdscY9xBadYRkEq96T3NsZFOLDyiRO3ElRUVgciRCEpNtNEyCKSIBhUNmuaKZPqZ2-uH8XY3iYxvKBkeH_viqPT7VNTI3zNulZxPV_en0jP0QCflInDX4fjdWCdXeisiC43nPYTIGduyFMi5kofpEcYlN1aAw3xDhkwpxPixc0DUqGQE_Y/w320-h159/Prinsip%20Asesmen%20Pembelajaran%20Mendalam%20Deep%20Learning.jpg&quot; title=&quot;Prinsip Asesmen Deep learning PAUD&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/8663928017018932068/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/8663928017018932068?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/8663928017018932068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/8663928017018932068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2025/03/pembelajaran-deep-learning-untuk.html' title=' Pembelajaran Deep Learning untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0FZ0DjxlEesuRtsh8gCMKmPHa7QEESfUPsG5l5lXDpQMmYbqVO1dtdw5RwaQuEaPOpX8UizjexvPqa29ASfCFOtrCL43rAW2caOZ3F-n6pKyb4_mUESHtPqp9UMZlw6Ne0JYiubHPgNO-Rg0y2N7K9eYAdIe2hCSME8Lyrr3AWUGFmy9PkYT8hyI3278/s72-w400-h217-c/Pembelajaran%20Mendalam%20di%20PAUD.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-1324710683302312135</id><published>2025-03-02T08:51:00.000+07:00</published><updated>2025-03-02T08:51:09.615+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Pembelajaran PAUD"/><title type='text'> Meningkatkan Literasi Anak PAUD melalui Bercerita Sejak Dini</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;Meningkatkan Literasi Anak PAUD melalui Bercerita Sejak Dini-Mengenalkan konsep literasi kepada anak, ada berbagai cara salah satunya dengan memberikan cerita atau bercerita. Ini bisa menjadi cara yang efektif sekaligus menyenangkan bagi anak, dalam rangka&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Meningkatkan Literasi Anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV7ZQmW9xA22qDyMn6R9LpYya6IOpMbvWnmydITVot1vRj0OeziLSY2z7V7DE1D-4L0bkP2hYIyixyQzfLfusrG4IcamIZSoFsnGgiGg81SlwKlz1Uh5AqojgFVde98GZ67XZFDxIChSp5veUOgZUxyvj9neZu19VuaMIwK6678V5r6YUD175k0fV9AVk/s425/Manfaat%20dan%20pentingnay%20membaca%20buku.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;425&quot; data-original-width=&quot;360&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV7ZQmW9xA22qDyMn6R9LpYya6IOpMbvWnmydITVot1vRj0OeziLSY2z7V7DE1D-4L0bkP2hYIyixyQzfLfusrG4IcamIZSoFsnGgiGg81SlwKlz1Uh5AqojgFVde98GZ67XZFDxIChSp5veUOgZUxyvj9neZu19VuaMIwK6678V5r6YUD175k0fV9AVk/w270-h320/Manfaat%20dan%20pentingnay%20membaca%20buku.jpg&quot; width=&quot;270&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;PAUD-Anakbermainbelajar---Literasi merupakan keaksaraan atau kebahasaan tulis. Literasi menjadikan bahasa tulis sebagai media untuk mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan. Literasi menggunakan aksara tulis untuk menyampaikan ide, gagasan, dan perasaan pada orang lain. Literasi dalam hal ini bukan berarti hanya aktivitas membaca dan menulis, melainkan ada nilai keberhasilan anak-anak mendapat pelajaran dengan membaca dan menulis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Literasi untuk anak usia dini berkaitan dengan pengenalan bahasa-bahasa tulis guna memahami dan menggunakan bahasa tulis sebagai media untuk memahami dunia dan mengekspresikan keinginan dan kesenangan. Anak usia dini akan mendalami proses aspek perkembangan bahasanya, ada orientasi untuk bisa memahami tulisan seiring dengan kemampuannya dalam mengembangkan bahasa lisan (Sofie Dewayani, 2018).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Literasi ditanamkan lebih awal kepada anak-anak dimulai dari ruang keluarga. Ruang keluarga merupakan ruang sosial terpenting bagi anak-anak dalam belajar literasi. Keluarga pertama kali belajar literasi melalui interaksi dengan melakukan proses imitasi dan inovasi literasi dengan menjadikan perilaku literasi orang tua sebagai role model-nya. Makin intens dan kompleks kegiatan literasi yang dikondisikan dan dikembangkan dalam lingkungan pendidikan keluarga,akan makin baik pula kemampuan dan keterampilan literasi yang dikuasasi anak. Anak akan berumbuh dan berkembang menjadi individu yang literat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Berbagai fenomena perilaku literasi anak-anak pun bisa ditemukan dalam lingkungan pendidikan di ruang keluarga. Misalnya, keluarga yang memiliki kegiatan literasi yang melibatkan anak dan orang tua akan membentuk anak yang memiliki kompetensi dan keterampilan literasi baik. Sebaliknya, jika anak-anak dengan orang tua kurang intensif dalam pengembangan literasi di ruang keluarga, anak cenderung memiliki kemampuan dan keterampilan literasi yang tidak baik. Dari sinilah, kemampuan dasar literasi anak tidak akan lepas dari pengaruh lingkungan belajar dalam keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Belajar bahasa anak usia dini itu komprehensif. Artinya, dalam waktu yang bersamaan anak bisa belajar keterampilan bahasa, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dalam satu kegiatan bahasa, anak belajar menyimak dan berbicara yang bisa dikombinasikan sekaligus dalam belajar menulis dan membaca. Oleh karena itu, kegiatan literasi dilakukan melalui materi literasi yang yang sesuai dengan perkembangan bahasa sehingga tidak terjadi pemaksaan dan kekerasan bahasa dari aspek psikologi anak-anak. Dalam artikel ini, penulis akan mengkaji dan memformulasikan bagaimana mengembangkan literasi sejak dini melalui kegiatan bercerita dengan memadukan komunikasi menyimak dan berbicara. Artinya, aktivitas bercerita akan digunakan sebagai metode dalam mengembangkan literasi anak usia dini sehingga kemampuan membaca dan menulis anak telah dibangun sejak dini (Siregar &amp;amp; dkk, 2021).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Penelitian dalam artikel ini mengambil subjek anak-anak dan keluarga yang mempunyai aktivitas bercerita di Lingkungan Wadas Kelir, Karangklesem, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Wadas Kelir merupakan kampung literasi. Sejak tahun 2017, Wadas Kelir dinobatkan menjadi kampung literasi oleh pemerintah Kabupaten Banyumas. Banyak kegiatan literasi yang dilakukan telah berdampak pada masyarakat sekitar, seperti mendongeng, membaca nyaring, tebak kata, dan lainnya. Program literasi dilakukan secara bersama-sama dengan menyediakan program taman bacaan masyarakat untuk meminjamkan buku-buku secara gratis. Anak-anak mendapat buku-buku cerita sebagai bahan belajar di rumah. Dari sinilah, penulis tertarik menganalisis dan menyampaikan kegiatan literasi keluarga bercerita sejak dini. Berikut paparan singkat hasil penelitian penulis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGQiRx0W87mVbyFxe4oOoQvbmFAaPx0SQ7mr432_tmjq8b_uWSnUbA7T_d6YzexHr0uXVsszisnKtIoPsviG7QujXozUjB0gmopzV9nsturuLEuS13tbNzom_mHYiHkiOPpK8i0rlqMAU-Ot4jkAiiYQWce26ywNgQU8YBKWEw8rxRvF5FZ3JuXuYJ6tg/s1200/Kegiatan%20Ramadhan%20di%20paud.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Bercerita di PAUD dibulan Ramadhan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;844&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGQiRx0W87mVbyFxe4oOoQvbmFAaPx0SQ7mr432_tmjq8b_uWSnUbA7T_d6YzexHr0uXVsszisnKtIoPsviG7QujXozUjB0gmopzV9nsturuLEuS13tbNzom_mHYiHkiOPpK8i0rlqMAU-Ot4jkAiiYQWce26ywNgQU8YBKWEw8rxRvF5FZ3JuXuYJ6tg/w320-h225/Kegiatan%20Ramadhan%20di%20paud.jpeg&quot; title=&quot;Kegiatan bercerita bulan Ramadhan di  PAUD&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Bercerita Memudahkan Struktur Bahasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kemampuan produksi bahasa anak usia dini sedang dalam proses pemahaman pada kalimat sederhana. Namun, dari aspek kemampuan resepsinya, anak usia dini bisa memahami bahasa dengan tingkat struktur kalimat lengkap. Oleh karena itu, cerita yang disajikan dalam tujuan membangun kemampuan literasi, struktur bahasanya harus sederhana (Afifah &amp;amp; Kuswanto, 2020). Jika melihat di keluarga Bapak Aziz, salah satu subjek penelitian, melakukan aktivitas bercerita kepada Alya Firzanah, terdapat tiga hal penting dalam nilai kesederhanaan sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pertama, pilihan kata yang digunakan merupakan kata-kata yang familier dengan anak usia dini. Kata-kata yang konkret serta sudah sering dikatakan oleh Bapak Aziz dan banyak orang di sekelilingnya. Kata ajaib dikenalkan kepada anak dengan kata tematik yang menjadi fokus kegiatan bercerita. Kata yang sifatnya konkret dengan arti petunjuk merujuk pada benda, sifat, dan kegiatan yang ada dan sering dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kedua, struktur kalimatnya singkat dalam satu klausa. Tidak ada kalimat majemuk dan rancu. Kalimat menunjukkan kesederhanaan struktur, yaitu subjek, predikat, objek, perlengkapan, dan keterangan yang tunggal. Tidak ada kalimat ungkapan kias. Kalimat merujuk dunia keseharian anak usia dini. Kalimat bisa berkombinasi dalam membangun imajinasi anak-anak. Kalimat langsung dipahami oleh anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Ketiga, bahasanya diutamakan yang liris, yaitu bahasa yang berlagu. Anak usia dini lebih mudah mengingat bahasa dalam satuan liris. Buktinya, anak cepat menghafalkan lagu-lagu, hafal kejadian yang didengar, dilihat, dan dirasakan oleh anak. Bahasa liris harus dibangun dalam struktur cerita untuk anak usia dini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Aktivitas Bercerita untuk Anak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kemampuan bahasa anak dimulai dari keterampilan menyimak. Sejak dilahirkan dalam proses pertumbuhan sampai empat bulan, anak tumbuh dalam pesatnya indra pendengaran yang sempurna. Melalui indra pendengar ini, anak menyerap berbagai bunyi dan suara yang tercipta di sekelilingnya. Bunyi akan ditransfer dan disimpan dalam sistem pusatnya. Menurut Montessori, indra pendengar yang sedemikian rupa menakjubkan bisa mendengarkan bunyi yang diciptakan oleh Tuhan dengan sangat indah. Setidaknya, indra pendengar ini membuat anak-anak berbeda dengan binatang yang juga memiliki indra pendengar. Perbedaannya terletak pada kemampuan indra pendengar anak lebih terpikat pada bunyi yang berupa bunyi dari alat ucap manusia daripada bunyi lainnya (Montessori, 2011). Hal ini dilakukan oleh Keluarga Bapak Idris, Bapak Heru, dan Bapak Cipto yang memiliki anak kecil. Mereka sudah mengajari&amp;nbsp; keterampilan menyimak berbagai bunyi dari luar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Keluarga Bapak Cipto mempunyai anak bernama Rois Nur Ikhsan. Dalam proses tumbuh kembangnya, Rois mengucapkan kata-kata masih deng terbata-bata,&amp;nbsp; saat berbicara terkadang tidak bisa mengendalikan huruf “r”, dan terkadang cedal dalam ucapannya.&amp;nbsp; Akan tetapi, logika bermain sangat aktif. .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Keterampilan menyimak membutuhkan banyak pembiasaan. Dari sinilah, anak belajar bahasa pertama kali dari bunyi-bunyi bahasa lisan yang diterima indra pendengar yang kemudian disimpan di otak pusatnya. Barang kali Rois selama tumbuh tidak begitu banyak mendapatkan komunikasi sehingga alat ucapnya belum bisa dikendalikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Prosesnya, saat anak sudah bisa mengucapkan kata dengan baik, pengenalan struktur kata yang terbangun atas huruf-huruf akan bisa dilakukan dengan baik. Dengan pengenalan huruf yang membangun struktur kata, anak akan memahami bahasa tulis. Pengenalan bahasa tulis dengan baik dilakukan melalui sistem kategorisasi gambar, yaitu menampilkan kata dengan gambar agar kesan konkret tercipta sehingga proses mengingat kata dan gambarnya bisa dilakukan dengan baik. Dengan ingatan tentang gambar dan kata yang baik, anak diorientasikan untuk memahami struktur kata dengan cara yang menyenangkan dan dapat dieksplorasi dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Keluarga Bapak Cipto dapat mengamati berbagai problem dan aktivitas yang dilakukan dengan penilaian yang berbeda dan tingkatan usia yang berbeda. Hal ini tentu diawali dari ruang keluarga bagaimana menanamkan rasa kesadaran untuk membudayakan literasi dengan baik. Kegiatan ini yang telah dilakukan oleh keluarga Bapak Heru terhadap Kemilau Setanggi Timur. Dalam aktivitas bercerita, Kemilau seolah memiliki beberapa hal penting sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pertama, Kemilau berada dalam aktivitas bercerita yang menyenangkan. Salah satu aktivitas yang tepat bagi anak adalah aktivitas yang menyenangkan. Hal yang menyenangkan bagi anak usia dini salah satunya adalah aktivitas bercerita. Oleh karena itu, Setiap kita bercerita hendaknya dilakukan dengan menarik melalui organisasi potensi gerak, imajinasi, kognitif, dan moral.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kedua, aktivitas bercerita melatih keterampilan menyimak dan berbicara. Aktivitas bercerita merupakan aktivitas intensif dalam menyimak dan berbicara. Ketika cerita disampaikan, anak akan melakukan aktivitas mendengarkan. Pada aktivitas ini, anak-anak usia dini akan mendapatkan banyak struktur bahasa (intonasi, kata, kalimat, wacara, sampai pragmatika). Anak-anak dalam keluarga akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan dari kegiatan menyimak cerita. Proses menyimak akan diteruskan ke otak pusat, disimpan, dan dijadikan kemampuan bawah sadar anak dalam hal bahasa. Kemampuan bahasa dalam menyimak ini akan diaktualisasikan melalui kegiatan berbicara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Ketiga, aktivitas berbicara melalui kategorisasi gambar. Aktivitas bercerita untuk anak-anak di ruang keluarga harus dilakukan dengan media gambar. Melalui media gambar, anak bisa mengembangkan imajinasinya, mendapat gambaran konkret tentang cerita, serta bisa mengidentifikasi arti bahasa. Dari sinilah, aktivitas bercerita akan membuat anak-anak melakukan kategorisasi gambar, yaitu suatu aktivitas mengidentifikasi kata melalui gambar sehingga diperoleh pemahaman semantik dan morfologisnya bahkan pragmatika dalam mengucapkan kata-kata itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Keempat, aktivitas bercerita itu bisa didesain dengan pengintai. Selain kategorisasi gambar, dengan aktivitas cerita yang berdasarkan pada proses pengintaian, yaitu kegiatan mengintip kata melalui gambar dan membongkar kata menjadi satuan linguistik yang (huruf, suku kata, dan kata) akan memberikan pemahaman linguistik (membaca) pada anak. Kemudian, dengan desain aktivitas bercerita pada menulis yang berbasis permainan, akan membuat anak-anak terlatih keterampilan menulis sejak awal. Dari sinilah, aktivitas bercerita dengan desain pengintai akan membuat anak-anak meningkatkan keterampilan membaca dan menulisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Simpulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Dari serangkaian aktivitas bercerita ini dapat diidentifikasi bahwa kegiatan literasi melalui aktivitas bercerita di ruang keluarga dilakukan dalam konteks (1) aktivitas anak dalam menyimak cerita yang disampaikan dengan menarik dan menyenangkan; (2) berbicara dengan menyebutkan aspek dan hal penting dalam cerita yang dipandu oleh pencerita; (3) terlibat dalam aktivitas membaca melalui media kreativitas yang diciptakan; dan (4) aktivitas menulis sederhana dari media kreativitas yang diambil dari materi cerita. Melalui aktivitas bercerita ini, anak usia dini dikondisikan untuk belajar literasi, terutama membaca dan menulis, dengan menarik dan menyenangkan sehingga anak usia dini dalam ruang keluarga akan menyukainya. Dari sinilah tujuh keluarga (subjek penelitian) yang memiliki aktivitas bercerita yang didesain sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik bahasa anak dan konsep literasi anak usia dini dapat meningkatkan kemampuan anak dalam membaca dan menulis yang sesuai dengan perkembangan bahasa anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Afifah, D. N., &amp;amp; Kuswanto, K. 2020. Membedah Pemikiran Maria Montessori Pada Pendidikan Anak Usia Dini. Pedagogi?: Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 57–67. https://doi.org/10.30651/PEDAGOGI.V6I2.4950&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Montessori, M. 2011. The Absorbent Mind. Pustaka Pelajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Siregar, M., &amp;amp; dkk. 2021. Pengenalan Ecoliteracy pada Anak Usia Dini melalui Metode Bercerita. Jurnal Obsesi, 5(1), 724.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Sofie Dewayani, R. S. 2018. Saatnya Bercerita Mengenal Literasi Sejak Dini. PT Kanisius.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Wiyatun, I. I. 2022. Peningkatan Aktivitas Belajar melalui Latihan Bercerita pada Anak Usia Dini. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(03), 155–165. https://doi.org/10.31849/PAUD-LECTURA.V5I03.10680&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/1324710683302312135/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/1324710683302312135?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/1324710683302312135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/1324710683302312135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2025/03/meningkatkan-literasi-anak-paud-melalui.html' title=' Meningkatkan Literasi Anak PAUD melalui Bercerita Sejak Dini'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV7ZQmW9xA22qDyMn6R9LpYya6IOpMbvWnmydITVot1vRj0OeziLSY2z7V7DE1D-4L0bkP2hYIyixyQzfLfusrG4IcamIZSoFsnGgiGg81SlwKlz1Uh5AqojgFVde98GZ67XZFDxIChSp5veUOgZUxyvj9neZu19VuaMIwK6678V5r6YUD175k0fV9AVk/s72-w270-h320-c/Manfaat%20dan%20pentingnay%20membaca%20buku.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-3995059845043562040</id><published>2025-03-02T08:30:00.002+07:00</published><updated>2025-03-02T08:30:55.393+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Pembelajaran PAUD"/><title type='text'>Contoh pembelajaran disekolah lembaga satuan PAUD di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adapun kegiatan pembelajaran disekolah lembaga satuan PAUD yang dapat dilakukan selama bulan Puasa Ramadhan adalah Rangkaian Ibadah yang Khusyuk dan penuh dengan nuansa keagamaan yang lebih dalam lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvs-c4GYb3kpPaEdkBURkmTImy1-i4bN7JUTFmYu94daCWhQOooRIZBCg1b7Bb4m1_WudExN5XRpo0U1zjzkYfTieARbiljFQJ55Ac7gPKLJYYrWGmpqGrF90USQIN5Q9Zvtr7YHx6k5_si9-p-oWncvgKo8zBgj7k9GSZf332tqAFtje3UwUYcs0ulPA/s1200/Kegiatan%20Ramadhan%20di%20paud.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Program Kegiatan Pembelajaran Bulan Ramadhan Di PAUD&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;844&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;281&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvs-c4GYb3kpPaEdkBURkmTImy1-i4bN7JUTFmYu94daCWhQOooRIZBCg1b7Bb4m1_WudExN5XRpo0U1zjzkYfTieARbiljFQJ55Ac7gPKLJYYrWGmpqGrF90USQIN5Q9Zvtr7YHx6k5_si9-p-oWncvgKo8zBgj7k9GSZf332tqAFtje3UwUYcs0ulPA/w400-h281/Kegiatan%20Ramadhan%20di%20paud.jpeg&quot; title=&quot;Pembelajaran Bulan Ramadhan di lembaga Satuan PAUD&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD-AnakBermainBelajar&lt;/a&gt;---Umat Islam akan memasuki Bulan yang penting dan penuh rahmat yaitu Bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang sangat penuh dengan keberkahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yaitu dengan meningkatkan kualitas diri, dan mempererat tali persaudaraan. Saat Ramadan, sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya,pada bulan Ramadhan sekolah-sekolah akan melakukan berbagai keaagamaan bagi yang memeluk Agama Islam. Kegiatan ini dilakukan baik terintegrasi dalam pembelajaran dikelas maupun pada program kegiatan di luar jam belajar mengajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kegiatan Ramadan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang keutamaan Ramadan dan pentingnya menjalani ibadah puasa, membantu siswa memahami makna dan tujuan Ramadan, hingga membantu siswa membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Lalu kegiatan apa saja yang bisa digelar di sekolah saat bulan Ramadan 2025? berikut menurut Google jika kita mengetik pencarian dengan kata kunci kegiatan pembelajaran di Sekolah Bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tadarus Al-Qur&#39;an Bersama. Aktivitas membaca dan memahami Al-Qur&#39;an tidak hanya sekadar melafalkan, tetapi juga merenungkan maknanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kultum Harian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Salat Berjamaah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Muhasabah dan Doa Bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kajian Tematik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Sholat Dhuha &amp;amp; Dzikir Bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD-Anakbermainbelajar-blog&lt;/a&gt;---Umat Islam akan memasuki Bulan yang penting dan penuh rahmat yaitu Bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang sangat penuh dengan keberkahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yaitu dengan meningkatkan kualitas diri, dan mempererat tali persaudaraan. Saat Ramadan, sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya,pada bulan Ramadhan sekolah-sekolah akan melakukan berbagai keaagamaan bagi yang memeluk Agama Islam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kegiatan ini dilakukan baik terintegrasi dalam pembelajaran dikelas maupun pada program kegiatan di luar jam belajar mengajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kegiatan Ramadan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang keutamaan Ramadan dan pentingnya menjalani ibadah puasa, membantu siswa memahami makna dan tujuan Ramadan, hingga membantu siswa membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Lalu kegiatan apa saja yang bisa digelar di sekolah saat bulan Ramadan 2025? berikut menurut Google jika kita mengetik pencarian dengan kata kunci kegiatan pembelajaran di Sekolah Bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tadarus Al-Qur&#39;an Bersama. Aktivitas membaca dan memahami Al-Qur&#39;an tidak hanya sekadar melafalkan, tetapi juga merenungkan maknanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Kultum Harian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Salat Berjamaah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Muhasabah dan Doa Bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Kajian Tematik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Sholat Dhuha &amp;amp; Dzikir Bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Secara Rinci berikut Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah selama bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kegiatan Ramadhan anak TK, PAUD, dan SD akan membuat bulan puasa lebih bermakna. Anak-anak dapat menjalankan ibadah puasa dan sekaligus melakukan aktivitas positif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;30 Contoh Kegiatan Bulan Ramadhan Anak Paud, TK, dan SD 2025 – Bagi anak-anak yang masih duduk di bangku Paud, TK, maupun SD, ibadah puasa merupakan salah satu hal yang cukup memberatkan karena harus menahan lapar dan haus dalam jangka waktu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk melatih anak-anak dalam berpuasa agar tetap semangat, guru dan orang tua harus kreatif dalam mengalihkan rasa lapar, haus, dan lesu anak-anak dengan mengajak melakukan kegiatan-kegiatan seru dan produktif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Program kegiatan Ramadhan SD, TK, dan PAUD disesuaikan jenjangnya. Kegiatan Ramadhan anak TK dan PAUD lebih mudah dari SD. Simak pilihan programnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Contoh Program Kegiatan Ramadhan Anak PAUD&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kegiatan pondok Ramadhan PAUd dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Usia PAUD mesti lebih banyak diajak untuk bersenang-senang. Meski demikian, kegiatan penuh keceriaan tersebut dapat dimasukkan nilai-nilai ajaran Islam di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Contoh program kegiatan Ramadhan PAUD seperti berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pawai Ramadan Ceria dengan berjalan kaki di sekitar kompleks sekoleh untuk mengingatkan datangnya bulan puasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Belajar membaca huruf hijaiyah seperti menggunakan metode IQRO&#39;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Menggambar poster menyambut Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mewarnai gambar bertema bulan puasa atau Idulfitri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Menanam tanaman dalam gelas plastik bekas air mineral&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Menempel hiasan pada kertas gambar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengenalkan dan berlatih menghafal surah Al-Fatihah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengenalkan surah-surah pendek dalam juz 30 Al-Qur&#39;an dengan melantunkan bersama-sama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mendengarkan cerita islami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Menyimak kisah-kisah sahabat Nabi yang dikemas dengan bahasa sederhana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengenalkan Allah sebagai pencipta dan pengatur kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengenalkan nama-nama Allah dalam asmaul husna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengenalkan nama-nama malaikat Allah yang diketahui&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengajak anak berbagi cerita menarik dari pengalaman hidupnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengajak anak untuk saling berbagi hadiah dengan teman-temannya dengan nominal hadiah tidak besar. Misalnya hadiah berisi makanan ringan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Bermain peran dengan alur kisah mengenai membantu sesama yang membutuhkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Membiasakan anak tidur siang sebagai bagian dari ajaran Islam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Melafalkan doa berbuka puasa Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Melafalkan doa sahur puasa Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengajak anak belajar dan praktik berwudu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Membersihkan kelas bersama-sama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Saat datangnya waktu makan, anak-anak diajak untuk makan bersama dalam sebuah wadah besar demi menumbuhkan kebersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Belajar doa sebelum dan sesudah makan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Belajar doa sebelum dan sesudah tidur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Membiasakan anak saling mengucap salam ketika bertemu guru, teman, orang tua, dan orang lain yang beragama Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;1. Belajar Memasak Takjil Menu Berbuka&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Contoh kegiatan bulan ramadhan anak Paud, TK, dan SD yang pertama adalah dengan mengajak mereka untuk belajar memasak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Selain menyenangkan, belajar memasak Menu berbuka juga sangatlah bermanfaat bagi tumbuh kembang anak seperti melatih kemandirian, mengasah keterampilan dasar yang penting dalam hidup, mengenal buah dan sayuran atau bahan makanan lainnya, membantu mengenal rasa, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Selain itu, belajar memasak juga dapat memberikan semangat pada anak-anak karena hasil masakan yang mereka buat dapat dijadikan sebagai reward makanan ketika berbuka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Ada banyak sekali jenis makanan yang bisa dibuat saat belajar memasak di bulan ramadhan dari yang mudah hingga sulit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Namun,arena yang akan diajarkan adalah anak-anak usia dini maka sebaiknya memilih menu makanan yang mudah dibuat dan disukai anak-anak seperti kue atau makanan manis lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;2. Menghafal Surat-Surat Pendek Al-Quran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Seperti yang sudah diketahui oleh sebagian umat muslim bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Di bulan ini, kita semua dianjurkan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Bulan ramadhan dapat kamu jadikan sebagai momen untuk mengajarkan anak-anak dalam beribadah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kamu bisa mengajak dan mengajarkan anak-anak untuk membaca sekaligus menghafal surat-surat pendek dalam kitab suci Al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Menghafal surat pendek Al-Quran adalah salah satu contoh kegiatan bulan ramadhan anak Paud, TK, dan SD yang seru dan bermanfaat untuk dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Selain itu, menghafal Al-Quran juga dapat menjadi sarana bagi anak untuk mendapatkan pahala dan ridha dari Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Contoh Program Kegiatan Ramadhan Anak TK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Contoh kegiatan Ramadhan anak TK sebaiknya berbentuk lebih sederhana supaya mudah diterima peserta didik. Berikut ini ide untuk kegiatan Ramadhan yang dapat diberikan untuk anak TK:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Membuat kartu ucapan Ramadhan 2024&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Membaca surat-surat pendek Al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Menempel hiasan dinding bergambar masjid&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Belajar mengenal asmaulhusna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Mengisi buku kalender kebaikan selama bulan Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Membersihkan kelas bersama-sama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Berbagi cerita seputar Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Infak Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Melafalkan doa berbuka puasa Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Melafalkan doa sahur puasa Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Belajar tentang perkara yang membatalkan puasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Belajar tata cara salat tarawih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Belajar dan praktik berwudu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Belajar cara membantu orang tua memasak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Berbuka bersama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Membuat kartu ucapan Idulfitri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Berkunjung ke panti asuhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Belajar menahan tidak berbicara di dalam masjid&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Latihan menghafal doa masuk dan keluar masjid&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Mengajak anak latihan salat fardu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Mengenalkan anak dengan ibadah sunah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Belajar doa masuk dan keluar kamar mandi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Belajar doa sebelum dan sesudah makan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Belajar doa sebelum dan sesudah tidur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Bertamu ke tokoh agama setempat untuk mendapatkan nasihat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Tadarus Al-Qur&#39;an Bersama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Aktivitas membaca dan memahami Al-Qur&#39;an tidak hanya sekadar melafalkan, tetapi juga merenungkan maknanya. Guru dapat membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil, membimbing mereka dalam membaca dengan tartil, dan menjelaskan tafsir ayat-ayat penting yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tadarus dapat dilakukan secara rutin setiap hari sebelum atau sesudah jam pelajaran, menciptakan suasana yang tenang dan penuh berkah di lingkungan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;2. Kultum Harian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi ilmu dan pengalaman melalui kultum singkat sebelum salat zuhur atau ashar. Kultum ini dapat berisi motivasi, kisah-kisah inspiratif, atau penjelasan tentang nilai-nilai Islam yang praktis. Guru dapat memberikan tema yang berbeda setiap hari, mendorong siswa untuk menggali informasi, dan melatih kemampuan berbicara di depan umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Salat Berjamaah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengintensifkan pelaksanaan salat zuhur dan ashar berjamaah di masjid atau mushola sekolah. Selain melatih kedisiplinan, salat berjamaah juga mempererat ukhuwah Islamiyah di antara siswa dan guru. Sekolah dapat menunjuk imam dari kalangan siswa yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur&#39;an dan pengetahuan agama yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Muhasabah dan Doa Bersama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Menjelang waktu berbuka puasa, adakan kegiatan muhasabah (introspeksi diri) dan doa bersama. Siswa diajak untuk merenungkan perbuatan mereka selama seharian, memohon ampunan atas kesalahan, dan berdoa untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, serta bangsa dan negara. Suasana yang khusyuk dan penuh harap dapat menyentuh hati siswa dan membangkitkan kesadaran spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Kajian Tematik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengadakan kajian atau diskusi tentang topik-topik menarik seputar Ramadhan dan Islam. Guru dapat mengundang tokoh agama atau ahli untuk memberikan materi, atau siswa dapat mempresentasikan hasil penelitian mereka tentang tema-tema tertentu. Kajian ini dapat membahas tentang hikmah puasa, keutamaan sedekah, sejarah peradaban Islam, atau isu-isu kontemporer yang relevan dengan nilai-nilai Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;6. Sholat Dhuha &amp;amp; Dzikir Bersama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Membiasakan sholat Dhuha dan berdzikir bersama di sekolah akan menanamkan nilai-nilai religius dan kedisiplinan. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk memohon rezeki dan keberkahan dari Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kegiatan-kegiatan tersebut selain sebagai penanaman nilai-nilai keagaaman yaitu Nilai yang merupakan nilai yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa&amp;nbsp; juga dapat menjadi penanaman nilai sosial adalah nilai-nilai yang dianut masyarakat, baik yang bersumber dari agama maupun yang terbentuk dari kesepakatan masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Demikian Tentang Program pembelajaran dan belajar disekolah selama Bulan Ramadhan yang dapat dilakukan untuk mengisi kegiatan selama Bulan Ramadhan untuk sekolah. Terimakasih sudah berkunjung di&amp;nbsp;Blog-&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD-Anak-BermainBelajar&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ini. semoga sukses selalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/3995059845043562040/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/3995059845043562040?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/3995059845043562040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/3995059845043562040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2025/03/contoh-pembelajaran-disekolah-lembaga.html' title='Contoh pembelajaran disekolah lembaga satuan PAUD di Bulan Ramadhan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvs-c4GYb3kpPaEdkBURkmTImy1-i4bN7JUTFmYu94daCWhQOooRIZBCg1b7Bb4m1_WudExN5XRpo0U1zjzkYfTieARbiljFQJ55Ac7gPKLJYYrWGmpqGrF90USQIN5Q9Zvtr7YHx6k5_si9-p-oWncvgKo8zBgj7k9GSZf332tqAFtje3UwUYcs0ulPA/s72-w400-h281-c/Kegiatan%20Ramadhan%20di%20paud.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-6915582252914155989</id><published>2024-12-31T06:20:00.005+07:00</published><updated>2025-02-27T07:48:51.646+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Keluarga"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perkembangan Anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Merawat Mendidik Anak"/><title type='text'>GERAKAN 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT TAHUN 2025</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg78LnZkcLJJMd4Hxsm8YZV899CWf0hw2PeA9_xJPO8k658n6Q7_d6T2LsVTu2X2Qj4kzPNmIVLe1YLbs6PHRsOyg_PheoQY5mKca35LZnqdPS3xxFEVODp8Fc7Y2GubhiZ2MkFgWl3iCnZYrle8eXTVnY07xuvwZgO2hfooKfP2Tmh077el2TAcH0qb1k/s1030/Peluncuran%20Gerakan%20Anak%20Indonesia%20Hebat.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Peluncuran Gerakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;589&quot; data-original-width=&quot;1030&quot; height=&quot;229&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg78LnZkcLJJMd4Hxsm8YZV899CWf0hw2PeA9_xJPO8k658n6Q7_d6T2LsVTu2X2Qj4kzPNmIVLe1YLbs6PHRsOyg_PheoQY5mKca35LZnqdPS3xxFEVODp8Fc7Y2GubhiZ2MkFgWl3iCnZYrle8eXTVnY07xuvwZgO2hfooKfP2Tmh077el2TAcH0qb1k/w400-h229/Peluncuran%20Gerakan%20Anak%20Indonesia%20Hebat.jpg&quot; title=&quot;Gerakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD-Anakbermainbelajar&lt;/a&gt;---Gerakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan Kementrian pendidikan Dasar dan menengah Jumat 27 Desember 2024.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Acara ini diselenggarakan resmi kementrian Dikdasmen langsung dengan dilakukan juga melalui kanal Youtube Acara ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, termasuk:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;🎶 Pengenalan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Album Lagu Anak dan Senam Anak Indonesia Hebat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;🥳 Penampilan Hiburan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Drama musikal Kemah Anak Indonesia Hebat bersama Dwiki Dharmawan Light Orchestra&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;🌟 Penampilan Spesial:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Mazaya &amp;amp; Sogi Indra Duaja&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yuk, saksikan acara inspiratif ini bersama seluruh keluarga!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, diperlukan sumber daya manusia (SDM) unggul yang sejalan dengan Asta Cita ke-4, yakni memperkuat pembangunan sumberdaya manusia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, diperlukan sumber daya manusia (SDM) unggul yang sejalan dengan Asta Cita ke-4, yakni memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan kesetaraan gender. SDM unggul ini harus memiliki delapan karakter utama: religius, bermoral, sehat, cerdas, kreatif, disiplin, mandiri, dan bermanfaat. Karakter-karakter tersebut hanya dapat terbentuk melalui pembiasaan positif yang berkelanjutan hingga akhirnya menjadi budaya. Dengan fondasi karakter yang kuat, generasi masa depan diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, unggul, dan mampu berkontribusi besar bagi bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai langkah strategis, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meluncurkan program Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan yang sederhana namun berdampak besar. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi: Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Gemar Belajar, Makan Sehat dan Bergizi, Bermasyarakat, serta Tidur Cepat. Setiap kebiasaan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga untuk membentuk mental dan moral yang tangguh.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melalui gerakan ini, anak-anak Indonesia diajak membangun kebiasaan positif sejak dini. Kebiasaan ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi pembentukan karakter yang unggul, bermanfaat bagi diri sendiri, serta menjadi modal penting dalam membangun masa depan bangsa. Mari bersama kita wujudkan generasi sehat, cerdas, dan berkarakter demi Indonesia yang lebih baik!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;---&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Peluncuran gerakan 7 kebiasaan Anak Hebat Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1.Bangun Pagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2.Rajin Beribadah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3.Rajin Berolahraga&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4.Makan Makanan Sehat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5.Giat Belajar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6.Bermasyarakat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7.Tidur Lebih Cepat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ikuti informasi pendidikan melalui kanal berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laman: kemdikbud.go.id&lt;/p&gt;&lt;p&gt;X: x.com/Kemdikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Instagram: instagram.com/kemendikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Facebook: facebook.com/kemendikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p&gt;YouTube: KEMDIKDASMEN&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;BLOG_video_class&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/xiRGD-RNNBc&quot; width=&quot;320&quot; youtube-src-id=&quot;xiRGD-RNNBc&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/6915582252914155989/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/6915582252914155989?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/6915582252914155989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/6915582252914155989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/12/gerakan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat.html' title='GERAKAN 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT TAHUN 2025'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg78LnZkcLJJMd4Hxsm8YZV899CWf0hw2PeA9_xJPO8k658n6Q7_d6T2LsVTu2X2Qj4kzPNmIVLe1YLbs6PHRsOyg_PheoQY5mKca35LZnqdPS3xxFEVODp8Fc7Y2GubhiZ2MkFgWl3iCnZYrle8eXTVnY07xuvwZgO2hfooKfP2Tmh077el2TAcH0qb1k/s72-w400-h229-c/Peluncuran%20Gerakan%20Anak%20Indonesia%20Hebat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-5796341821078300689</id><published>2024-12-30T16:46:00.007+07:00</published><updated>2025-03-02T06:42:24.295+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="GURU TK"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lembaga PAUD"/><title type='text'>3 Langkah mudah Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab)</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUxv2s_GqK5nQ3Sy3jK1rhGfo6M0jgFHDqe7Aabc7npDZ2qi1gKqx-mzh68o4LkYLrqMqc1bDCmCA8l5b3riS0-kIHI5oT9oZMVHNMvW3mcwDMTULcrX1K452A_QVg_LjtsTfbd16dezcybqYF0MlEou9-jkRaV5lU00K33SMNNejwC32ozlK8KK193Lk/s298/PPG%20Dalam%20Jabatan%20(Daljab).jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;169&quot; data-original-width=&quot;298&quot; height=&quot;181&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUxv2s_GqK5nQ3Sy3jK1rhGfo6M0jgFHDqe7Aabc7npDZ2qi1gKqx-mzh68o4LkYLrqMqc1bDCmCA8l5b3riS0-kIHI5oT9oZMVHNMvW3mcwDMTULcrX1K452A_QVg_LjtsTfbd16dezcybqYF0MlEou9-jkRaV5lU00K33SMNNejwC32ozlK8KK193Lk/w320-h181/PPG%20Dalam%20Jabatan%20(Daljab).jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD-Anakbermainbelajar&lt;/a&gt;---Untuk guru dan calon guru yang ingin mengikuti PPG dalam Jabatan beriut ini adalah langkah-langkah untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab) ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;3 Langkah mudah Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab):&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab),guru yang memenuhi syarat dapat melakukan langkah-langkah berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;1. Login ke aplikasi SIMPKB&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;2. Klik menu &quot;Pendaftaran PPG&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;3. Pilih &quot;PPG Dalam Jabatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbGwr7rUUWSE447DhN9zVGvtV0qNpziewoYPGRGVEWwSBHyUJXR-DZoaQ8ND-nrZ2kFabZbrTn6HWt5WPWlLTh9WQGS2uON7hkd8hD6ilI1_qDh8W5ARIrirv470F004QmoPEQcA5FfocC3cXEM3wjudcrJNf-pnmZsdZv6S4uu1lbVaQ7AKILZGct3Sw/s800/Aplikasi%20sim%20PKB%20Guru.webp&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Aplikasi sim PKB Guru dan tenaga pendidik&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;450&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbGwr7rUUWSE447DhN9zVGvtV0qNpziewoYPGRGVEWwSBHyUJXR-DZoaQ8ND-nrZ2kFabZbrTn6HWt5WPWlLTh9WQGS2uON7hkd8hD6ilI1_qDh8W5ARIrirv470F004QmoPEQcA5FfocC3cXEM3wjudcrJNf-pnmZsdZv6S4uu1lbVaQ7AKILZGct3Sw/w320-h180/Aplikasi%20sim%20PKB%20Guru.webp&quot; title=&quot;Aplikasi SIM PKB&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Aplikasi SIMPKB&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/5796341821078300689/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/5796341821078300689?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/5796341821078300689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/5796341821078300689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/12/3-langkah-mudah-untuk-mendaftar-ppg.html' title='3 Langkah mudah Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUxv2s_GqK5nQ3Sy3jK1rhGfo6M0jgFHDqe7Aabc7npDZ2qi1gKqx-mzh68o4LkYLrqMqc1bDCmCA8l5b3riS0-kIHI5oT9oZMVHNMvW3mcwDMTULcrX1K452A_QVg_LjtsTfbd16dezcybqYF0MlEou9-jkRaV5lU00K33SMNNejwC32ozlK8KK193Lk/s72-w320-h181-c/PPG%20Dalam%20Jabatan%20(Daljab).jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-7504722715884093711</id><published>2024-12-30T10:25:00.006+07:00</published><updated>2024-12-30T10:34:37.021+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lembaga PAUD"/><title type='text'>JABATAN PENGAWAS TK DAN PENILIK PAUD DI HAPUS DIGANTI MENJADI PENDAMPING SATUAN</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD-Anakbermainbelajar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;---Perubahan Kebijakan terbaru pemerintah dalam bidang pendidikan telah melahirkan beberapa perubahan terkait dengan jabatan Pendidik dan tenaga kependidikan PTK. Salah satunya dengan diberlakukannya Permenpan RB Nomor 21 Tahun 2024 Tentang Jabatan Fungsional Guru. Dalam Permenpan ini diatur tentang perubahan Jabatan Fungsional Pengawas TK dan Penilik PAUD menjadi jabatan Guru yang diberikan tugas tertentu sebagai Pendamping Satuan Pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNi8Co6HbfaVRxCCa85Y5ZredWzTbK8wHeJnUGgyIoI1BtND5DGWM12yu6gSpvco1mjhqb1bkO3PeBCzircJy9NWJ3fyB9qxJCPltERLAyG882zwniWFnRCsOTruKNM5hZVXeDfb4f7TsBAa_9SzabbW0cagDqOf7iwaVp8r2_qAFCmGqcS5X5qJLBEFs/s1604/Permendikdibu%20no.21%20tahun%202024.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Permenpan RB Nomor 21 Tahun 2024&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1604&quot; data-original-width=&quot;1069&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNi8Co6HbfaVRxCCa85Y5ZredWzTbK8wHeJnUGgyIoI1BtND5DGWM12yu6gSpvco1mjhqb1bkO3PeBCzircJy9NWJ3fyB9qxJCPltERLAyG882zwniWFnRCsOTruKNM5hZVXeDfb4f7TsBAa_9SzabbW0cagDqOf7iwaVp8r2_qAFCmGqcS5X5qJLBEFs/w266-h400/Permendikdibu%20no.21%20tahun%202024.jpg&quot; title=&quot;Permenpan RB Nomor 21 Tahun 2024&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Dengan lahirnya permenpan ini Pemerintah dianggap telah mengambil langkah strategis dalam pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Yang menjadi poin utama dalam peraturan terbaru ini adalah penghapusan Jabatan Fungsional Pengawas TK Sekolah, Penilik PAUD, dan Pamong Belajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tidak hanya itu pengawas Satuan pendidikan dan penilik, juga ada Pamong belajar yang selama ini dianggap tenaga pendidik di satuan pendidikan Nonformal juga diatur dalam jabatan guru, menjadi tenaga pendamping satuan yang diatur sesuai dengan jenjang dan jabatan yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Selain itu bahwa Permenpan RB ini juga memberikan ketentuan khusus bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional pengawas sekolah dan penilik ahli utama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3QOxUFU7h08n8hA8nFyJUStaaJsusIUGcYf-nEXIgHbYf7DldLGOHRqo7073QHKXaLX4071GnmunOz3_FBAN_Tjv1jKZ6q8lTTBEYqVXTQknoJLOUzwG7ZBqN8Omxq6ngWm3QkCPjD2RSOYiQ7PSkAqIQyIhME62OAdcHwHKhdQftJzjkVNdgEAkp5VA/s1080/IMG-20241227-WA0000.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jabatan Pengawas Sekolah dan penilik dihapus&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;622&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;230&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3QOxUFU7h08n8hA8nFyJUStaaJsusIUGcYf-nEXIgHbYf7DldLGOHRqo7073QHKXaLX4071GnmunOz3_FBAN_Tjv1jKZ6q8lTTBEYqVXTQknoJLOUzwG7ZBqN8Omxq6ngWm3QkCPjD2RSOYiQ7PSkAqIQyIhME62OAdcHwHKhdQftJzjkVNdgEAkp5VA/w400-h230/IMG-20241227-WA0000.jpg&quot; title=&quot;Jabatan Pengawas sekolah dihapus&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Disebutkan bahwa mereka akan tetap menduduki jabatan tersebut hingga mencapai batas usia pensiun. Adapun usia pensiun yaitu 65 tahun, atau berhenti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Berikut terkait kepala satuan pendidikan juga akan diintegrasikan dalam jabatan fungsional guru. Dalam hal ini semuanya berada dalam satu nomenklatur dengan tugas tambahan sesuai penugasan yang telah ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Adanya peraturan ini pemerintah memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih fungsi dalam sistem pendidikan. Pemerintah berharap tugas tersebut dapat menciptakan efisiensi yang lebih tinggi dalam pengelolaan tenaga pendidikSelain itu bahwa Permenpan RB ini juga memberikan ketentuan khusus bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional pengawas sekolah dan penilik ahli utama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Disebutkan bahwa mereka akan tetap menduduki jabatan tersebut hingga mencapai batas usia pensiun. Adapun usia pensiun yaitu 65 tahun, atau berhenti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Berikut terkait kepala satuan pendidikan juga akan diintegrasikan dalam jabatan fungsional guru. Dalam hal ini semuanya berada dalam satu nomenklatur dengan tugas tambahan sesuai penugasan yang telah ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Adanya peraturan ini pemerintah memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih fungsi dalam sistem pendidikan. Pemerintah berharap tugas tersebut dapat menciptakan efisiensi yang lebih tinggi dalam pengelolaan tenaga pendidik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/7504722715884093711/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/7504722715884093711?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/7504722715884093711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/7504722715884093711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/12/jabatan-pengawas-tk-dan-penilik-paud-di.html' title='JABATAN PENGAWAS TK DAN PENILIK PAUD DI HAPUS DIGANTI MENJADI PENDAMPING SATUAN'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNi8Co6HbfaVRxCCa85Y5ZredWzTbK8wHeJnUGgyIoI1BtND5DGWM12yu6gSpvco1mjhqb1bkO3PeBCzircJy9NWJ3fyB9qxJCPltERLAyG882zwniWFnRCsOTruKNM5hZVXeDfb4f7TsBAa_9SzabbW0cagDqOf7iwaVp8r2_qAFCmGqcS5X5qJLBEFs/s72-w266-h400-c/Permendikdibu%20no.21%20tahun%202024.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-5067851167588510403</id><published>2024-12-30T08:38:00.003+07:00</published><updated>2024-12-30T08:38:33.412+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lembaga PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Anak Usia Dini"/><title type='text'>Mengenal Keunggulan PAUD dan Cara Memilih Sekolah PAUD yang Tepat</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ibu setuju bukan bahwa pendidikan khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan? Dengan pendidikan kita akan mempelajari berbagai hal yang nantinya bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Untuk itulah pendidikan hendaknya mulai diberikan sejak dini, yaitu ketika anak menginjak usia dini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebenarnya sejak anak lahir, sebagai orang tua kita telah memberinya pendidikan sedikit demi sedikit, dimulai dari pendidikan keluarga. Namun pendidikan keluarga sifatnya tidak formal. Nantinya ketika anak menginjak usia pra sekolah (3-5 tahun), anak membutuhkan wadah khusus yang mengakomodasi pendidikan anak dalam bentuk PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baca Juga: Permainan-permainan Anak yang Merangsang Motorik Anak&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang tua pun akan memasukkan anak ke lembaga PAUD untuk melatih anak sekolah. Lembaga PAUD sifatnya lebih formal dibanding dengan pendidikan keluarga karena melalui PAUD anak akan berinteraksi nyata dengan orang lain (guru dan teman-teman) di luar keluarga inti. Terdapat juga kurikulum yang dikemas menarik yang membuat PAUD menjadi tempat belajar yang menyenangkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ingin tahu lebih dalam mengenai PAUD? Simak ulasan dibawah yuk, Ibu!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa itu PAUD?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;PAUD merupakan sebuah wadah yang disediakan oleh pemerintah bagi balita untuk mengenal pendidikan. Di luar pendidikan rumah, PAUD merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Tempat ini menjadi pijakan awal dalam dunia pendidikan sebelum ia menempuh pendidikan-pendidikan selanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Peran PAUD Bagi Anak&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi anak, dunia bermain adalah dunianya. Anak balita tidak akan pernah lepas dari bermain, disitulah kita bisa selipkan pendidikan agar ia bisa bermain sambil belajar. PAUD pun mengakomodasi hal ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melalui PAUD, anak bisa mengenal dunia dengan lebih terstruktur namun tetap tak jauh dari dunia bermainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Anak yang Mendidik&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu apa sebenarnya peran PAUD bagi anak? Apakah bermanfaat bagi anak?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;PAUD Membuat Anak Lebih Siap Sekolah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di usia 7 tahun anak akan menginjak dunia belajar yang sesungguhnya, yaitu sekolah dasar yang wajib bagi seluruh anak di Indonesia. Tak mudah bagi anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang berbeda dengan rumah. Terlebih di sekolah dasar pendidikan yang diberikan lebih formal dan serius.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kabar baiknya, PAUD dapat membantu anak untuk lebih siap sekolah pada waktunya nanti. Anak akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga mampu mengurangi tingkat stress.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;PAUD Membantu Mengenalkan Anak pada Aktivitas yang Berstruktur&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melalui pendidikan anak usia dini, anak akan mengenal aktivitas baru yang berstruktur. Di rumah, kemungkinan anak hanya bermain mainan favoritnya seperti boneka, mobil, dan sejenisnya. Namun di PAUD, anak akan mengenal hal lain di luar aktivitas hariannya di rumah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kurikulum pendidikan anak usia dini dibuat sedemikian rupa agar anak mengenal berbagai keterampilan yang berguna untuk tumbuh kembangnya. Berbagai kemampuan fisik seperti berlari, berayun, menari, dan sebagainya akan dipelajari anak dengan cara yang menyenangkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;PAUD Membantu Anak Menumbuhkan Kemampuan Sosial Emosional&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selama menempuh pendidikan anak usia dini, anak akan belajar berinteraksi dengan orang lain di luar lingkungan rumahnya. Ia juga akan belajar bagaimana berkomunikasi serta bekerja sama dengan teman-teman sebayanya. Hal ini akan menumbuhkan kemampuan sosial emosional sehingga anak lebih siap menghadapi dunia yang lebih luas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;PAUD dapat Mendorong Rasa Percaya Diri Anak&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahukan Ibu bahwa ternyata pendidikan anak usia dini sangat berperan dalam membentuk dan menumbuhkan rasa percaya diri anak. Anak usia pra sekolah membutuhkan arahan untuk membangun konsep dirinya. Dan disinilah para guru PAUD memainkan perannya untuk membuat anak lebih percaya diri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apapun hasil karya anak, para guru biasanya tetap memberikan pujian verbal dan kalimat positif. Hal inilah yang membuat anak tidak minder terhadap dirinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;PAUD Membantu Anak untuk Mengenal Kedisiplinan dan Mengerti Arahan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meskipun di dalam kelas anak akan banyak mendapat peraturan yang membuatnya lebih disiplin, namun anak tetap akan enjoy karena peraturan tersebut dibuat dengan cara yang menyenangkan. Anak akan belajar mengantri, bergantian dengan temannya, mengikuti perintah guru, dan lain sebagainya. Hal ini tentu tidak bisa anak dapatkan di lingkungan rumah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;PAUD Dapat Mendorong Kemandirian Anak&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika selama di rumah anak cenderung manja karena ada orang tua, hal ini akan berbeda ketika anak berada di PAUD. Anak akan belajar mandiri seperti makan sendiri, merawat peralatannya sendiri, serta keterampilan lain yang membuatnya lebih mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keunggulan PAUD&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak semua orang tua menganggap bahwa memasukkan anak ke PAUD itu penting. Ada juga yang memilih memberikan pendidikan rumah melalui homeschooling. Hal tersebut tidak salah karena setiap orang tua memiliki pandangan yang berbeda-beda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun sebaiknya Ibu perlu tahu beberapa keunggulan PAUD berikut ini jika dibandingkan dengan homeschooling. Apa saja?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lebih Mampu Mempersiapkan Mental Anak untuk Masuk Sekolah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pendidikan anak usia dini dapat membantu anak untuk lebih siap mental menghadapi sekolah yang sesungguhnya. Hal ini karena anak sudah terbiasa untuk ‘sekolah’ dan ‘belajar’.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lebih Mendorong Anak untuk Berinteraksi dengan Teman Sebaya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan masuk PAUD, anak akan lebih terbiasa untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Ia akan lebih mudah bersosialisasi serta menumbuhkan kemampuan sosial emosinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biaya Lebih Terjangkau&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bila dibandingkan dengan homeschooling, biaya PAUD lebih murah karena Ibu tidak perlu membeli perlengkapan dan peralatan untuk menunjang homeschooling. Meskipun hanya di rumah, namun fasilitas yang dibutuhkan untuk homeschooling lebih banyak sehingga biaya pun lebih besar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kriteria Pemilihan PAUD&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada berbagai jenis pendidikan anak usia dini yang ditawarkan oleh berbagai lembaga. Ada yang berbasis montessori, alam, agama, dan lain-lain. Ibu perlu memilih dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memasukkan anak ke PAUD.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baca Juga: Anak Masih Ngompol? Lakukan Cara-Cara Berikut!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa saja kriteria pemilihan PAUD?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pilih Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Anak&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penting bagi Ibu untuk memilih pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan kebutuhan anak. Ibu tentunya paling tahu kurikulum seperti apa yang dibutuhkan anak untuk berkembang dengan maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pilih Lingkungan PAUD yang Memadai&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ibu juga perlu memilih PAUD yang lingkungannya masih alami dan bersih. Nantinya anak akan banyak menghabiskan waktu untuk bermain disana, oleh karena pemilihan lingkungan harus diperhatikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pastikan Guru Berkompeten&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pastikan juga guru di PAUD memiliki kompetensi yang memadai untuk membimbing anak-anak. Sabar dalam menghadapi anak-anak merupakan syarat utama guru di PAUD.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biaya Sesuai Kemampuan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terakhir, Ibu juga perlu memastikan bahwa biaya masuk PAUD yang dipilih sudah sesuai dengan kemampuan. Biaya yang terjangkau akan memudahkan Ibu dalam pembiayaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;So, sudah ada gambaran kan Ibu tentang PAUD? Sekali lagi, memasukkan anak ke PAUD atau tidak merupakan pilihan masing-masing orang tua. Yang terpenting Ibu sudah tahu seluk beluk PAUD yang akan menjadi pertimbangan Ibu untuk pendidikan anak.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/5067851167588510403/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/5067851167588510403?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/5067851167588510403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/5067851167588510403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/12/mengenal-keunggulan-paud-dan-cara.html' title='Mengenal Keunggulan PAUD dan Cara Memilih Sekolah PAUD yang Tepat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-1038079831342607922</id><published>2024-09-22T21:23:00.003+07:00</published><updated>2024-12-30T10:32:57.987+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Anak Usia Dini"/><title type='text'>Cara Agar Anak Lebih Suka Matematika</title><content type='html'>&lt;p&gt;PAUD Anakbermainbelajar---&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Cara Agar Anak Lebih Suka Matematika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Menyukai sebuah pelajaran tidak bisa dilakukan dengan instan, apalagi matematika. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para orang tua agar anak jadi lebih suka dengan pelajaran tersebut.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;1. Masukkan Matematika ke Dalam Aktivitas Sehari-hari&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Seorang&amp;nbsp;Profesor Pendidikan Matematika&amp;nbsp;di&amp;nbsp;Curry School of Education and Human Development Universitas Virginia, Amerika Serikat, Robert Berry,&amp;nbsp;menyarankan hal ini.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;“Memasak cocok dengan matematika karena mengikuti resep memerlukan pemikiran tentang proporsi dan penggunaan pecahan. Bicara tentang skor olahraga, waktu, dan harga juga cara mudah lainnya untuk membantu anak-anak membuat koneksi nyata dengan matematika,” katanya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Jadi, orang tua harus terus mendorong anak untuk memecahkan masalah yang melibatkan matematika di luar sekolah. Misalnya, saat berbelanja bersama, minta dia menghitung harga empat kaleng susu miliknya atau harga barang yang sudah didiskon.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;2. Ajak Anak Mengukur Benda-Benda di Sekitarnya&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Pakar matematika di Cluey Learning, Australia, Karen McDaid, mengatakan bahwa memahami pengukuran dan skala dapat membantu anak mengembangkan keterampilan estimasi. Kegiatan sederhana ini menyenangkan dan mudah.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Kamu bisa mengajak anak untuk membandingkan tinggi badan anggota keluarga untuk memperkenalkan bahasa pengukuran. Tanyakan siapa yang lebih tinggi dan siapa yang lebih pendek.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Selain itu, kamu juga bisa menggunakan balok untuk mengukur benda. Lalu, kamu bisa mengajak anak untuk mengukur berapa blok tinggi boneka kesayangannya atau berapa blok panjang mobil-mobilan yang selalu dimainkannya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;3. Bermain dengan Anak&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Matematika lebih dari sekedar angka. Jadi, memainkan permainan dengan anak akan mendorong keterampilannya memahami konsep matematika. Selain itu, permainan membuat matematika menjadi lebih menyenangkan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Menurut Robert, permainan seperti ular tangga, candy land, dan permainan dadu dapat membantu anak-anak melakukan subitisasi atai mengenali besaran tanpa harus menghitung dan menguraikan angka dengan menunjukkan mana angka yang lebih besar dan lebih kecil.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Keterampilan informal yang diperoleh anak-anak dari bermain permainan ini dapat membantu mereka mengembangkan pemahaman matematika.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;4. Jangan Menjelek-jelekkan Matematika&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Banyak orang tua menceritakan kepada anak betapa bencinya mereka dengan pelajaran matematika di sekolah. Menurut para ahli di&amp;nbsp;greatschools.org, hal ini sebaiknya tidak dilakukan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;“Ini dapat menyebabkan kecemasan terhadap matematika, yang sayangnya menular. Bantu anak meningkatkan kesukaan mereka terhadap matematika dengan menunjukkan bahwa orang tua percaya diri ketika menyelesaikan tugas-tugas rutin seperti menghitung uang, memperkirakan biaya pembelian, atau menghitung pengembalian pajak,” jelas mereka.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Perubahan kecil dalam cara orang tua berbicara tentang matematika dapat membuat perbedaan dan bahkan membuat anak tertarik pada mata pelajaran tersebut.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;5. Fokus pada Logika, Bukan Benar atau Salah&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Saat memeriksa hasil pekerjaan anak untuk soal matematika, orang tua biasanya lebih fokus pada jawaban yang salah. Ini sebenarnya masuk akal karena kita pasti ingin anak berkembang dan belajar dari kesalahannya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Namun, jangan bertujuan mencari kesempurnaan. Sebaiknya, alihkan fokus ke logika dan cobalah lebih tertarik pada bagaimana anak bisa mendapatkan jawaban dari soal-soal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbH3HeQrdyWj3jS113D6TWQXk_oBE6UWZU8j-arudW7ThY2o-kgDl8LAhknXtLfTupZgp-jhIJVA9d4h4bzd4Q_ywViB4pXELzzuh84NeqW0NA-lQWrlAj4gDsEGAhIAVY9Jx91qP-mgb69iE70vc14cwJpHXAYWAbYX5vQyKF1C4LUnjuMi8dprG0kHk/s275/Anak%20Usia%20dini%20belajar%20Matematika%20yang%20menyenangkan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;183&quot; data-original-width=&quot;275&quot; height=&quot;183&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbH3HeQrdyWj3jS113D6TWQXk_oBE6UWZU8j-arudW7ThY2o-kgDl8LAhknXtLfTupZgp-jhIJVA9d4h4bzd4Q_ywViB4pXELzzuh84NeqW0NA-lQWrlAj4gDsEGAhIAVY9Jx91qP-mgb69iE70vc14cwJpHXAYWAbYX5vQyKF1C4LUnjuMi8dprG0kHk/s1600/Anak%20Usia%20dini%20belajar%20Matematika%20yang%20menyenangkan.jpg&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Hal ini akan membuat anak merasa dihargai karena merasa orang tua memperhatikan usahanya dalam mengerjakan soal matematika, bukan hanya melihat benar atau salah.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;6. Jangan Kritik Anak saat Melakukan Kesalahan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Cara lain yang bisa dilakukan orang tua agar anak lebih menyukai pelajaran matematika adalah dengan tidak mengkritiknya jika dia melakukan kesalahan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Menurut&amp;nbsp;Professor Emeritus of Mathematics, Patricia Kenschaft, dari Montclair State University, New Jersey, Amerika Serikat, orang pasti mendapat jawaban yang salah saat mengerjakan matematika.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;“Siswa saya selalu terkejut ketika mereka mengetahui saya melakukan kesalahan. Mereka tampak terkejut karena saya senang saat mereka menyadarinya, tetapi saya mengajari mereka bahwa penting untuk menerima saat kamu salah,” jelasnya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 22px;&quot;&gt;Jadi, sebaiknya jangan mengkritik anak ketika mereka melakukan kesalahan dan jika orang tua yang melakukan kesalahan saat mengajari anak, katakan &#39;Oh, terima kasih sudah mengingatkan!&#39;&lt;/span&gt;&lt;!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_240922_222102_079.sdocx--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/1038079831342607922/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/1038079831342607922?isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/1038079831342607922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/1038079831342607922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/09/cara-agar-anak-lebih-suka-matematika.html' title='Cara Agar Anak Lebih Suka Matematika'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbH3HeQrdyWj3jS113D6TWQXk_oBE6UWZU8j-arudW7ThY2o-kgDl8LAhknXtLfTupZgp-jhIJVA9d4h4bzd4Q_ywViB4pXELzzuh84NeqW0NA-lQWrlAj4gDsEGAhIAVY9Jx91qP-mgb69iE70vc14cwJpHXAYWAbYX5vQyKF1C4LUnjuMi8dprG0kHk/s72-c/Anak%20Usia%20dini%20belajar%20Matematika%20yang%20menyenangkan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-1248681375627548499</id><published>2024-08-29T10:03:00.000+07:00</published><updated>2024-08-29T10:03:42.185+07:00</updated><title type='text'>Sekarang PAUD menggunakan kurikulum apa ?</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;PAUD-AnakBermain-Belajar-Blog---Jika kita melihat Trend Key word (kata kunci) pencarian Google tentang PAUD,akhir-akhir ini, hal yang sangat banyak ditanyakan tentang PAUD adalah tentang kurikulum berupa pertanyaan: &quot;Sekarang PAUD menggunakan kurikulum apa?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Hal ini mencerminkan pertanyaan Sebagian besar masyarakat Indonesia yang memiliki anak usia dini dan ingin memasukan anaknya dalam program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jadi apakah jawaban yang paling relevan dan mendekati tentang kurikulum PAUD ini adalah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&quot;Kurikulum yang berlaku pada saat ini adalah Kurikulum 2013. Institusi pendidikan, termasuk PAUD harus mengikuti Kurikulum 2013 yang disusun oleh pemerintah.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Tetapi sesuai dengan pencanangan pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional, tentang kurikulum, bahwa dipastikan penggunaan kurikulum PAUD yang mengarah pada kurikulum merdeka sudah diberlakukan sejak bulan Juli Tahun 2024.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Kurikulum Merdeka yang secara umum telah dikembangkan sejak 2020, kemudian diterapkan dan dievaluasi secara bertahap sejak 2021. Saat ini sudah lebih dari 300 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia yang mulai menerapkan Kurikulum Merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/1248681375627548499/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/1248681375627548499?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/1248681375627548499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/1248681375627548499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/08/sekarang-paud-menggunakan-kurikulum-apa.html' title='Sekarang PAUD menggunakan kurikulum apa ?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-2625698970253170803</id><published>2024-08-29T09:08:00.007+07:00</published><updated>2024-09-16T19:52:00.175+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Musik Lagu Untuk Anak"/><title type='text'>MENGENAL GERAK DASAR TARI YANG SESUAI PADA ANAK PAUD</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;AUD-Anakbermainbelajar-blog&lt;/a&gt;---&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pembelajaran pada anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi anak, kemampuan fisik, intelektual, emosional, moral dan agama serta seni secara optimal, agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia utuh sesuai dengan falsafah bangsa. Hasil belajar tersebut dapat berupa ketrampilan motoriK atau “psikomotorik” yang dapat diperoleh melalui pembelajaran gerak lagu dan seni tari yang merupakan salah satu bagian dari pendidikan seni. Landasan konseptual pendidikan seni adalah Pendidikan kesenian merupakan Pendidikan ekspresi kreatif yang dapat mengembangkan kepekaan apresiasi estetik yang diharapkan dapat membentuk kepribadian manusia seutuhnya seimbang baik secara lahir maupun batin, jasmani maupun rohani.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ20vm0TV5Pyq-YYH_Pv2mcec-bMe7fuzRGRspBySNy1ggZuLF9LbPhksWoEP7OfqM4N22YoMQWCTYdm1JL9xVfN6NdsNlYMj5Cp3CnmiDWT28bQEndJt6WwWWvckpfZsrYYF5opg7tNNtHtjoWX2BhGF9hSyuTEc9LZIVfqV5xoXXavqreZz2E_8qodc/s972/Pakaian%20adat%20Tari%20Bali%20Anak%20PAUD-PBB.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pembelajaran gerak dasar tari bagi anak PAUD&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;823&quot; data-original-width=&quot;972&quot; height=&quot;339&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ20vm0TV5Pyq-YYH_Pv2mcec-bMe7fuzRGRspBySNy1ggZuLF9LbPhksWoEP7OfqM4N22YoMQWCTYdm1JL9xVfN6NdsNlYMj5Cp3CnmiDWT28bQEndJt6WwWWvckpfZsrYYF5opg7tNNtHtjoWX2BhGF9hSyuTEc9LZIVfqV5xoXXavqreZz2E_8qodc/w400-h339/Pakaian%20adat%20Tari%20Bali%20Anak%20PAUD-PBB.jpg&quot; title=&quot;Seni Tari Anak PAUD&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Pendidikan seni berupaya untuk memberikan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan ketrampilan pada anak. Pendidikan seni untuk anak usia dini tidak bisa disamakan dengan pendidikan seni untuk orang dewasa, karena perbedaan karakter fisik, psikologis,mental dan fungsinya. Hal ini penting dipahami sebagai dasar dalam melakukan evaluasi dan menentukan standar nilai estetik dari hasil dan proses anak dalam berkarya seni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Terkait dengan pembelajaran seni di PAUD khususnya untuk anak usia dini yang berhubungan dengan keterampilan fsikomotorik, afektif dan kognitif dengan kegiatan bermain dapat diimplementasikan dalam pembelajaran gerak dan lagu serta pembelajaran seni tari. Pendidikan seni tari pada anak usia dini berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan mengekspresikan diri melalui gerak, kemampuan persepsi, pengetahuan, pemahaman artistik dan estetik anak, serta mengembangkan mengembangkan kemampuan mengapresiasi keragaman seni sebagai pembentukan sikap menghargai kesenian. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran gerak tari serta pembelajaran seni tari dasar untuk mengembangkan semua aspek pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Baca :&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2013/11/perkembangan-gerakan-anak-usia-dini.html&quot;&gt;juga Perkembangan Gerakan Motorik Anak Usia Dini di sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Pembelajaran gerak dasar tari bagi anak sewajarnya diselaraskan dengan kemampuan anak, tahap perkembangan jiwa anak, dan lingkungan hidup mereka sehari-hari. Jika kita menyusun bahan pembelajaran gerak dasar tari tanpa menghiraukan aspek-aspek yang menjadi ciri utama keadaan jasmani dan rohani anak tersebut, kemungkinan besar tujuan utama pelajaran pendidikan seni tari tidak akan tercapai. Demikian juga dengan target yang ingin dicapai dari pelajaran praktik gerak dasar tari akan terhambat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Beberapa hambatan yang akan dialami oleh anak-anak diantaranya ialah mereka sulit memperagakan atau melakukan gerak dasar tari yang telah diajarkan. Akibatnya, mereka kurang antusias belajar dan semangatnya justru semakin berkurang. Selain itu, hal tersebut juga membuat mereka tieak percaya diri sehingga mereka tidak merasa bebas dalam mengungkapkan kreativitasnya. zUntuk mengatasi hambatan yang merugikan anak dan berakibat gagalnya pencapaian pembelajaran grak dasar tari ini, seyogyanya kita tidak mengabaikan permasalahan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIfOuQbMScuZvf9Vavdv1yfWnib3R_5BiB6UIRA9wlyRR_IQVZziNHah7AzAzwhJgm9VPGloAzZqNTDl3zTChMcn9PVAqFVoy673Lw_HifbqsBROSMtCg3CverxSsOgmtezNPigcNS4tywXPM_Or-N5Wq6KfvpSnW2SRBE9EeQTqr9u-YUeFiciNCw5uU/s1536/Anak%20paud%20menari%20tari%20tradisional.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1011&quot; data-original-width=&quot;1536&quot; height=&quot;264&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIfOuQbMScuZvf9Vavdv1yfWnib3R_5BiB6UIRA9wlyRR_IQVZziNHah7AzAzwhJgm9VPGloAzZqNTDl3zTChMcn9PVAqFVoy673Lw_HifbqsBROSMtCg3CverxSsOgmtezNPigcNS4tywXPM_Or-N5Wq6KfvpSnW2SRBE9EeQTqr9u-YUeFiciNCw5uU/w400-h264/Anak%20paud%20menari%20tari%20tradisional.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, pada tahap awal mengajar upayakan agar tidak menirukan sejumlah perbendaharaan sikap dan gerak tari daerah serta ragamnya yang telah baku. pencapaian pengajaran bukan menuntut agar siswa memperagakan aetepat-tepatnya sejumlah sikap dan gerak dasar yang terikat&amp;nbsp; norma-norma estetika tari daerah yang sudah baku. Artinya bahan pelajaran tersebut perlu dipandang secara kreatif, tidak dianggap secara ketat , dan perlu mempertimbangkan beberapa hal yang disebutkan di atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Oleh karena itu, sebaiknya sampaikan sejumlah bahan praktik yang mengarah kepada latihan-latihan gerak tubuh terlebih dahulu upayakan mereka dapat mengekspresikan seluruh tubuhnya, sebab perlu dipahami bahwa tubuh sebagai alat ekspresi. Dengan demikian susunlah bahan pelajaran yang menitikberatkan kepada hal-hal berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Belajar cara menggerakan setiap bagian anggota tubuh sampai seluruh gerakan berirama;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Belajar memanfaatkan gerak-geraknya yang berirama tersebut dalam ruang, dan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Belajar cara memanfaatkan gerak tersebut sebagai media untuk mengekspresikan pengalaman dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari seperti bermain, bergerak, dan berirama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Manfaat yang diperoleh dari hasil penyajian bahan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;seperti di atas setidaknya akan dapat menempa jiwa raga anak.Hingga anak memiliki kemampuan seperti:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Anak akan terlatih menggerakan setiap anggota tubuh sampai seluruh tubuhnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Anak akan berlatih mengungkapkan gerak-geraknya yang berirama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Anak akan terlatih memanfaatkan gerak-gerak yang berirama dalam ruang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Anak akan berlatih memanfaatkan gerak-gerak yang berirama sebagai wujud dari pengalaman dan imajinasinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Anak akan merasa senang karena pengalaman yang betul-betul baru dan dekat dengannya, sehingga tidak membuat dirinya terbebani di luar batas kemampuannya dan membuat anak terpaksa jiwa raganya untuk aktif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Untuk dapat memahami secara rinci uraian dan susunan pembahasan tersebut diatas akan lebih jelas dan lebih detail memahami kita pembahasan berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Gerak Tari Dasar&amp;nbsp; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD):&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Penguasaan Gerak Tubuh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Langkah awal dan pertama kali yang harus dilakukan dalam mempelajari praktik dasar tari bagi anak adalah penguasaan gerak, yakni dengan latihan memberanikan diri menggerakan tubuh dalam ruang secara teratur. Pembelajaran ini diantaranya adalah latihan menggerakan setiap anggota tubuh atau seluruh tubuh, maupun menggerakan bagian anggota tubuh atau koordinasi antarbagian tubuh lain dengan gerak yang teratur. Latihan ini dilakukan secara bertahap.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Penguasaan gerak dasar tersebut selain bertujuan untuk melatih keberanian dan kesadaran anak dalam keteraturan gerak juga melatih keaktifan tubuh dan kelenturan otot-otot tubuh. SEbenarnya dalam pelajaran ini juga menstimulasi daya kepekaan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Pertanyaannya adalah gerak seperti apakah yang dapat dilakukan anak untuk dapat melatih seluruh organ tubuh? Apakah gerak tersebut sudah ditentukan oleh guru atau pelatih yang intinya anak hanya menirukan atau mengikuti instruksinya? Dan apah materi gerak dasar tersebut harus mengikuti pola -pola&amp;nbsp; dasar gerak tari daerah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, maka senantiasa perlu dipertimbangkan faktor kondisi jasmani dan rohani anak sehingga materi gerak tersebut selaras dan sesuai dengan kemampuan anak. Artinya dalam menentukan materi serta pola-pola&amp;nbsp; gerak seyogyanya berorientasi pada situasi dan kondisi kehidupan anak itu sendiri. Oleh karena itu, seluk beluk dunia anak adalah salah satu di&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; text-align: left;&quot;&gt;antara permasalahan yang harus dikuasai seluas-luasnya. Dengan demikian, seluruh materi gerak yang diajarkan benar-benar merupakan perwujudan dunia mereka, dunia anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Permasalahannya kemudian adalah kepekaan rasa kita sendiri. Tetapi kita dapat memperolah dengan mengadakan penelitian-penelitian tertentu atau melatih diri sendiri. Selain itu, Upaya tersebut juga dapat dicoba dengan merenungkan kembali kemasa sewaktu kita seusia mereka. Dengan semakin sering dan intensnya kita menelusuri dan memahami hal-hal yang beritan dengan permasalahan fisik dan lingkungan hidup mereka, kita akan mendapatkan sumber pijakan pokok dan dasar utama untuk diformulasikan menjadi bahan pelajaran praktik penguasaan gerak dan bahan praktik pelajaran selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Pada tahap awal anak didik di sekolah meruapak manusia-manusia muda yang senang dengan rasa ingin tahu dan ingin mencoba sesuatu. Pada masa keingintahuan manusia sangat dekat dengan dunia yang ada disekitarnya. Demikian dengan kehidupan siswa atau anak didik lebih menyatu dengan alam sekitar, tumbuhan dan binatang dilingkungannya.Oleh karena itu perilaku mereka sebenarnya berkaitan dengan alam, binatang, tumbuhan, perilaku keseharian orang terdekat disekitarnya dan apa saja yang mereka temui dilingkungan sekitar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Apa yang mereka alami dan mereka temui tersebut adalah bahan yang penting bagi pengajar sebagai materi gerak dalam belajar menggerakan secara teratur anggota tubuh anak didik. Dengan kata lain wujud-wujud gerak yang biasanya mereka alami dan mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan wujud-wujud gerak dalam dunia anak-anak mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sebelum mengetahui bentuk-bentuk gerak dan memberikan materi pelajaran bagi siswa, maka terlebih dahulu kita perlu mengetahui pengertian gerak, baik pengertian secara umum maupun secara khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Pengertian Gerak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Dalam menggunakan konsep gerak dapat digunakan empat macam bentuk:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Konsep gerak dalam bentuk dasar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;konsep gerak dalam bentuk pola&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;konsep gerak dalam bentuk koreografi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;konsep gerak dalam bentuk reflek atau eksplor&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Gerak dasar sebenarnya merupakan grak murni yang berkembang sesuai kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Gerak adalah penggunaan ruang oleh satu bahan yang bertenaga dalam kurun waktu. Gerak dalam hal ini dipahami bahwa ruang merupakan subyek&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Gerak adalah berpindahnya bahan yang bertenaga dalam suatu ruang dalam ukuran waktu. Gerak disini dilihat dari tinjauan subyek bahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Gerak adalah cara menggunakan waktu dan ruang oleh sutu bahan yang bertenaga. Demikian pengertian gerak dari tinjauan waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Gerak adalah dorongan tenaga atau energi pada suatu bahan dalam ruang dan waktu. Pengertian gerak tersebut dilihat dari tinjauan energi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Keempat pengertian tersebut sebagai obyek materi kajian memang agak sukar dibedakan antara konsep gerak satu dengan lainnya. Dengan menggunakan suatu kepekaan penglihatan dan sensibilitas, maka perbedaan masing-masing dapat ditangkap.sebab meskipun pengertian gerak hanya terdiri dari unsur-unsur tersebut, tetapi kekuatan masing-masing unsur dalam kesatuan organik dalam bentuk gerak dapat berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Keemoat konsep gerak tersebut merupakan suatu gambaran bahwa kalau kita menangkap bentuk gerak, ada kemungkinan berbeda kualitas unsurnya dalam proses kesatuan organik.Dari sumber tersebut, maka koreografer (penata tari) yang genius dapat memperkaya kreativitas tarinya. Meski demikian ,dalam dunia kreativiitas tari, biasanya masih ada koreografer yang membedakan antara pengertian tari dan gerak. Sebab dengan menganggap unsur-unsur bahan, tenaga, ruang dan waktu, sudah bisa mewujudkan ide estetik (tari).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Selain beberapa hal yang telah diuraikan di atas, sering juga dijumpai suatu konsep bahwa tari adalah permainan grativitasi bahan dan ruang yang sepertinya, bahwa tari tidak harus selalu menggunakan bahan dari tubuh manusia, tetapi melalui pengamatan keempat konsep tersebut juga dapat diperoleh dari media (foto, gambar, video, dan sajian tari).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sebagaimana disebutkan sebelumnya, pada pembelajaran tari tradisional pelatih terdapat beberapa hambatan yang biasanya ditemui oleh pelatih atau guru. Dalams pengertian ini sebenarnya tari tradisi memahami gerak dalam dua bentuk : gerak dalam bentuk statis dan gerak dalam bentuk dinamis. Pada dasarnya kedua bentuk adalah sama atau satu. tetapi dipisahkan dalam pendekatan tentang waktu.kledua bentuk gerak tersebut divisualisasikan, akan tmpak sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Gerak Statis :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tampak gerak badan naik turun, tinggi rendah, yang dilakukan berulang-ulang tanpa memerlukan ruang yang luas, sedangkan (jari dan telapak) tangan tetap tidak berubah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Gerak Dinamis :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Terlihat gerak tangan lebih mendominasi variasi bentuk. Tangan kiri dan kanan bergerak secara bergantin dan berulang-ulang. Bentuk gerak tersebut memerlukan ruang yang cukup luas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Diatas hanyalah salah satu contoh pada gerak bentuk tangan. Jadi, sebelum gerak keseluruhan torso (badan) yang akan terbentuk dalam sebuah tari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Untuk memberikan penguasaan gerak dasar tari pada siswa, perlu diperkenalkan legbih dahulu materi ragam bentuk-bentuk keseluruhan badan atau setiap bagian anggota tubuh. Hal ini juga bertujuan agar dapat meningkatkan aspek motorik anak. Lsatihan-latihan dalam penguasaan materi dasar dengan menggerakan setiap bagian tubuh anak mungkin telah diberikan pada materi senam jasmani, tapi dalam materi tari ini hanya menitik beratkan pada kelentukan dan kesesuaian dengan irama tari yang akan dibawakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Latihan penguasaan-penguasaan tersebut bisa dilakukan dengan gerakan atau berupa tarian secara berulang-ulang sehingga anak dapat mengingat dan menggerakan anggota tubuhnya dengan benar, yang akhirnya lebih mempermudah dalam menata gerakan menjadi sebuah urutan gerak ritmis dan estetis. Di bawah ini beberapa pembagian latihan-latihan yang perlu diperkenalkan pada siswa atau peserta didik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfBmIX1roZiYAqgvjpP1zJkA518nX55mgfO7to6sUDt0JfPNTYmFBt2pcN8Cx1-eNDyu_ORkgwJTMJq6X0ZLfu4lEaO1kGxFhEaIMj-oIKc7lD0LW-7MrBHcRDyX6Qq8evqZabD0HCrL0zrsbr-9K3Gk816zsD2XNnqvhgPLETr0y6D9TS2MJXdBwcM3w/s1080/Screenshot_20240912_174818_Facebook.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gerak tari dasar anak PAUD&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;935&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;277&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfBmIX1roZiYAqgvjpP1zJkA518nX55mgfO7to6sUDt0JfPNTYmFBt2pcN8Cx1-eNDyu_ORkgwJTMJq6X0ZLfu4lEaO1kGxFhEaIMj-oIKc7lD0LW-7MrBHcRDyX6Qq8evqZabD0HCrL0zrsbr-9K3Gk816zsD2XNnqvhgPLETr0y6D9TS2MJXdBwcM3w/w320-h277/Screenshot_20240912_174818_Facebook.jpg&quot; title=&quot;Gerak tari Anak PAUD&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;Latihan Penguasaan Gerak Tari Dasar&amp;nbsp; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD):&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;1. Latihan Penguasaan Gerak Kaki&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;2. Latihan Penguasaan Gerak Badan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;3. Latihan Penguasaan Gerak Lengan dan Tangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;4. Latihan Penguasaan Gerak Kepala&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: arial; font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;Latihan Penguasaan Gerak Gabungan Tari Dasar&amp;nbsp; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD):&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: arial; font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: arial; font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Latihan penguasaan gabungan dari beberapa bagian anggota tubuh sampai seluruh tubuh terdiri dari :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: arial; font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: arial; font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/2625698970253170803/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/2625698970253170803?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/2625698970253170803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/2625698970253170803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/08/mengenal-gerak-dasar-tari-yang-sesuai.html' title='MENGENAL GERAK DASAR TARI YANG SESUAI PADA ANAK PAUD'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ20vm0TV5Pyq-YYH_Pv2mcec-bMe7fuzRGRspBySNy1ggZuLF9LbPhksWoEP7OfqM4N22YoMQWCTYdm1JL9xVfN6NdsNlYMj5Cp3CnmiDWT28bQEndJt6WwWWvckpfZsrYYF5opg7tNNtHtjoWX2BhGF9hSyuTEc9LZIVfqV5xoXXavqreZz2E_8qodc/s72-w400-h339-c/Pakaian%20adat%20Tari%20Bali%20Anak%20PAUD-PBB.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-910687209521771628</id><published>2024-08-05T07:18:00.004+07:00</published><updated>2024-08-18T18:49:55.784+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Pembelajaran PAUD"/><title type='text'>MPLS Masa Pengenalan Sekolah PAUD Bermakna</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;PAUD Anakbermainbelajar-Blog--- Awal Tahun pelajaran baru telah dimulai dengan kegiatan awal berupa Masa Pengenalan sekolah (MPLS).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsjLVnHFwCA5RPNMaDhMJKM5enc2bsLNQPw1oIlOUGfsXsHgJpyXJ85uPC0o31JrBbJ1oeKhptG6OxF7RJ0rq7Vw4UliUDA_5ZxHkaqkftKE4dzToMcoDHxIGYIIFBIDQvxCrEvX-0Ndq-8nncQMdpcqwMxsp-2cPAZs73yhhW3667TTDQn2UNJDxXgg0/s1151/Screenshot_20240805_075903_Facebook.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1151&quot; data-original-width=&quot;1061&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsjLVnHFwCA5RPNMaDhMJKM5enc2bsLNQPw1oIlOUGfsXsHgJpyXJ85uPC0o31JrBbJ1oeKhptG6OxF7RJ0rq7Vw4UliUDA_5ZxHkaqkftKE4dzToMcoDHxIGYIIFBIDQvxCrEvX-0Ndq-8nncQMdpcqwMxsp-2cPAZs73yhhW3667TTDQn2UNJDxXgg0/s320/Screenshot_20240805_075903_Facebook.jpg&quot; width=&quot;295&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah periode penting bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. MPLS bertujuan memperkenalkan siswa pada budaya, norma, dan tata tertib sekolah, serta membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru. Namun, untuk mencapai tujuan ini, penting bagi sekolah untuk memastikan bahwa MPLS dilaksanakan dengan cara yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Transisi PAUD ke Sekolah Dasar menjadi masa yang penting bagi anak-anak. Mereka akan masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi sekaligus masuk pada lingkungan baru. Sekolah perlu menyiapkan agar masa MPLS bagi peserta didik baru yang secara psikologis juga memasuki jenjang sekolah dengan struktur pembelajaran yang berbeda. Pelibatan orang tua dalam masa MPLS sangat penting untuk kesuksesan adaptasi anak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memahami Tujuan MPLS&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebelum merancang kegiatan MPLS, penting untuk memahami tujuan utamanya. MPLS bukan hanya sekadar orientasi, tetapi juga momen penting untuk membangun fondasi yang kuat bagi siswa baru. Tujuan utama MPLS adalah membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, membiasakan diri dengan jadwal dan kegiatan sekolah, serta mengenal guru dan staf. Selain itu, MPLS juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan. Adaptasi ketrampilan sosial sangat prioritas bagi transisi anak dari PAUD ke SD.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perencanaan yang matang adalah kunci untuk menyelenggarakan MPLS yang sukses. Sekolah perlu membentuk tim khusus yang bertanggung jawab atas pelaksanaan MPLS. Tim ini harus terdiri dari guru, staf, dan siswa lama/kelas atas yang terlatih untuk membimbing siswa baru khususnya untuk menemani masa transisi. Langkah pertama dalam perencanaan adalah menyusun jadwal kegiatan yang jelas dan terstruktur. Kegiatan harus dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan informasi yang dibutuhkan siswa tanpa membuat mereka merasa terbebani atau stres. Kebiasaan-kebiasaan di PAUD seperti belajar sambil menyanyi dan bermain penting dilakukan pada fase adaptasi MPLS.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan yang Edukatif dan Menyenangkan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan selama MPLS harus bersifat edukatif dan menyenangkan. Kegiatan tersebut dapat mencakup berjalan keliling sekolah, pengenalan fasilitas, sesi informasi tentang aturan dan norma sekolah, serta berbagai permainan dan aktivitas yang mendukung interaksi sosial. Permainan dan aktivitas kelompok dapat membantu siswa baru merasa lebih nyaman dan terintegrasi dengan teman-teman baru mereka. Pastikan juga untuk menyertakan sesi perkenalan dengan guru dan staf, sehingga siswa merasa lebih dekat dan lebih mudah untuk berkomunikasi. Mempertimbangkan transisi pembelajaran dari PAUD ke SD menjadi penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perpeloncoan atau praktik-praktik yang merendahkan martabat siswa baru harus dihindari sepenuhnya. Perpeloncoan tidak hanya merusak tujuan MPLS, tetapi juga dapat menyebabkan trauma psikologis dan menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi siswa. Sekolah harus memiliki kebijakan tegas terhadap perpeloncoan dan memastikan bahwa semua pihak, termasuk siswa senior, guru, dan staf, memahami dan mematuhi kebijakan tersebut. Apalagi bagi jenjang Sekolah Dasar, transisi dari PAUD ke SD harus dalam situasi yang menyenangkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lingkungan yang inklusif adalah lingkungan yang menerima dan menghargai perbedaan. Sekolah harus memastikan bahwa semua siswa, tanpa memandang latar belakang, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kegiatan MPLS. Ini berarti memberikan perhatian khusus kepada siswa dengan kebutuhan khusus atau siswa yang mungkin menghadapi tantangan tertentu dalam beradaptasi. Membentuk kelompok yang beragam selama aktivitas MPLS dapat membantu menciptakan rasa kebersamaan dan menghargai perbedaan. Selain itu, para siswa juga perlu dipahamkan, bahwa segala tidak bullying dan kekerasan adalah dilarang, baik secara fisik, verbal, maupun digital. Anak-anak juga belajar saling menghargai dan saling menghormati satu dengan yang lain sejak mereka pertama kali sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melibatkan orang tua dalam MPLS dapat membantu memperkuat hubungan antara sekolah dan keluarga. Sekolah dapat mengadakan sesi pertemuan dengan orang tua untuk memberikan informasi tentang kegiatan MPLS dan tujuan-tujuannya. Ini juga merupakan kesempatan bagi orang tua untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah dan staf pengajar. Melibatkan orang tua dapat memberikan rasa aman tambahan bagi siswa baru, karena mereka tahu bahwa orang tua mereka juga mendukung dan terlibat dalam proses adaptasi mereka. Apalagi adaptasi ini bertransformasi dari PAUD ke SD.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesehatan dan keamanan siswa harus menjadi prioritas utama selama MPLS. Informasi antar jemput, dan pusat informasi sekolah terkait penjemputan harus diupayakan. Dalam hal sarana dan prasarana, merespon situasi seperti sekarang yang cuacanya kadang tidak menentu, sekolah harus memperhatikan berbagai kemungkinan, serta menyiapkan fasilitas kesehatan dan sarana prasarana pendukung, seperti penyediaan fasilitas cuci tangan yang memadai. Selain itu, pastikan bahwa lingkungan fisik sekolah aman dan bebas dari potensi bahaya. Selalu ada staf yang siap membantu dan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) jika ada siswa yang membutuhkan bantuan medis, serta ada guru yang menjadi rujukan jika ada mengalami kesulitan selama kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mempersiapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang aman dan nyaman bagi anak memerlukan perencanaan yang matang, apalagi adaptasi pada masa transisi PAUD ke SD. MPLS sudah seharuanya merupakan kegiatan yang edukatif dan menyenangkan, serta lingkungan yang inklusif dan bebas dari perpeloncoan. Dengan melibatkan orang tua, mengutamakan kesehatan dan keamanan, serta menyediakan dukungan lanjutan, sekolah dapat menciptakan pengalaman MPLS yang positif dan bermanfaat bagi siswa baru. Implementasi yang baik dari MPLS akan membantu siswa merasa lebih nyaman, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan di lingkungan sekolah yang baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan MPLS di satuan PAUD mulai sejak masa persiapan penerimaan peserta didik baru sampai pada tahapan kegiatan MPLS hingga puncaknya pada kegiatan puncak MPLS. Beragam kegiatan MPLS Yang dilakukan satuan PAUD hingga puncaknya. Untuk lebih mempertajam puncak pengenalan sekolah beserta lingkungan, karakteristik dan potensi kearifan lokal lingkungan sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan Puncak MPLS PAUD&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Contoh kegiatan Puncak MPLS&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjATNTeHNvdMu-er0ljo7XKDnfsqo-Mk0h6xKJhxN8y8QbUD_rajT8yHhkjNTLVEIHKK2vUUWOwZWMwKejNDN4COB385r0q458haj7yvTGiqYlkj95B0J3_BTAARAoxU8oPV2MI-l0gkFMLEsJan4opVE2aaMKajWCjskZYRQnTzcYzWLTXL4pxMOz4zsU/s1080/Screenshot_20240805_075824_Facebook.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;671&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjATNTeHNvdMu-er0ljo7XKDnfsqo-Mk0h6xKJhxN8y8QbUD_rajT8yHhkjNTLVEIHKK2vUUWOwZWMwKejNDN4COB385r0q458haj7yvTGiqYlkj95B0J3_BTAARAoxU8oPV2MI-l0gkFMLEsJan4opVE2aaMKajWCjskZYRQnTzcYzWLTXL4pxMOz4zsU/s320/Screenshot_20240805_075824_Facebook.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX6Li0e4HbXcjYE-8ZvTPhW5IbqqHMLAvqEKoBvtgKcVg74YqgarQ5uRJKsh0bIDvShtWSLohzxqVB0BEAsdrEm_RlqsUG9l-blW3bpb2FvbxBXEqsRzGUqoJUAD1sI8dJFNYH6Tx6KPHIBcN9kBIXbBTYvZ4Uiov8Qu6RRU_0MILk9ow-L9AlFPYha7g/s1057/Screenshot_20240805_075739_Facebook.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;840&quot; data-original-width=&quot;1057&quot; height=&quot;254&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX6Li0e4HbXcjYE-8ZvTPhW5IbqqHMLAvqEKoBvtgKcVg74YqgarQ5uRJKsh0bIDvShtWSLohzxqVB0BEAsdrEm_RlqsUG9l-blW3bpb2FvbxBXEqsRzGUqoJUAD1sI8dJFNYH6Tx6KPHIBcN9kBIXbBTYvZ4Uiov8Qu6RRU_0MILk9ow-L9AlFPYha7g/s320/Screenshot_20240805_075739_Facebook.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/910687209521771628/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/910687209521771628?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/910687209521771628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/910687209521771628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/08/mpls-masa-pengenalan-sejolah-paud.html' title='MPLS Masa Pengenalan Sekolah PAUD Bermakna'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsjLVnHFwCA5RPNMaDhMJKM5enc2bsLNQPw1oIlOUGfsXsHgJpyXJ85uPC0o31JrBbJ1oeKhptG6OxF7RJ0rq7Vw4UliUDA_5ZxHkaqkftKE4dzToMcoDHxIGYIIFBIDQvxCrEvX-0Ndq-8nncQMdpcqwMxsp-2cPAZs73yhhW3667TTDQn2UNJDxXgg0/s72-c/Screenshot_20240805_075903_Facebook.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-6959875384093334883</id><published>2024-07-13T08:42:00.005+07:00</published><updated>2024-07-19T07:25:20.412+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Anak Usia Dini"/><title type='text'>PENDIDIKAN AGAMA DI PAUD :  Pendidikan Spiritual Anak Usia Dini</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;PAUD-Anakbermainbelajar--Pendidikan Agama di PAUD. dalam Pendidikan Spiritual Anak Usia Dini -Pada tahun-tahun awal tersebut anak mempunyai masa peka (sensitive periods). Masa peka dapat digambarkan sebagai situasi atau waktu perkembangan pembawaan atau potensi yang dimiliki anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiLuMmXUtIwEYvJOab2Gk1laYY4AdKnqd4Yjc-LdNe1d0O73AmGWjCZFbL4A19XMwjgkjzuAquYZyQ2wbor9jAgZjRoAndA9eeCfvt46jg8AldZ5-PQuo3a5iucwshkpQFUAVo_dyEvMqWSbGAz7BUtVriq9McxDenP_ivBo2v3KPjEabPH7GzFdQ5y4k/s1040/Anak%20belajar%20agam-spritual%20anak.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;780&quot; data-original-width=&quot;1040&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiLuMmXUtIwEYvJOab2Gk1laYY4AdKnqd4Yjc-LdNe1d0O73AmGWjCZFbL4A19XMwjgkjzuAquYZyQ2wbor9jAgZjRoAndA9eeCfvt46jg8AldZ5-PQuo3a5iucwshkpQFUAVo_dyEvMqWSbGAz7BUtVriq9McxDenP_ivBo2v3KPjEabPH7GzFdQ5y4k/s320/Anak%20belajar%20agam-spritual%20anak.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pemerintah harus lebih memperhatikan dunia anak-anak. Mereka butuh diperhatikan. Anak didik adalah generasi masa depan yang akan menjadi agen perubahan bangsa Indoensia menuju lebih baik, terutama dalam bidang moral bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Saat ini di kalangan elite negara korupsi menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan politik, padahal korupsi sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Secara umum kini begitu banyak remaja bertingkah laku tidak sesuai dengan norma agama dan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Semua itu adalah efek dari kelalaian pendidik dalam mengembangkan fitrah pertama anak didik, yaitu fitrah iman semenjak dini. Dalam masa perkembangan anak usia dini telah mencapai tahap keemasan atau biasanya disebut dengan golden age.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Masa keemasan anak tentu harus dimanfaatkan dengan baik, terutama sebagai penanaman moral dan budi pekerti anak didik semenjak dini. Dengan demikian, pendidikan anak usia dini menjadi sangat urgen dalam membentuk akhlak terpuji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pada masa perkembangan anak usia dini itulah penentuan kepribadian setelah dewasa nanti. Oleh sebab itu, perlu pendidikan anak usia dini (PAUD) berbasis spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Untuk menyajikan pendidikan usia dini yang berbasis spiritual membutuhkan kesadaran setiap pendidik tentang fitrah anak didik yang harus dikembangkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Hal tersebut berdasarkan pendapat filsuf Maria Montessori, yaitu tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa sangat formatif dan merupakan masa yang paling penting secara fisik maupun mental.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pada tahun-tahun awal tersebut anak mempunyai masa peka (sensitive periods). Masa peka dapat digambarkan sebagai situasi atau waktu perkembangan pembawaan atau potensi yang dimiliki anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Potensi ini akan mati dan tidak akan muncul lagi apabila tidak diberi kesempatan untuk berkembang tepat pada waktunya. Fitrah adalah sesuatu yang telah ditanamkan oleh Tuhan sejak lahir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Menurut Anwar Sutoyo dalam buku yang berjudul Bimbingan dan Konseling Islami, fitrah sebagai unsur-unsur yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap manusia. Unsur tersebut mencakup jasmani, rohani, nafsu, dan iman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Fitrah pertama yang harus dikembangkan dalam diri anak usia dini adalah fitrah iman. Dasar dari segala hasil dan upaya semua aspek kehidupan anak pada tahap selanjutnya adalah fitrah iman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Jika iman anak semenjak kecil diabaikan, tidak mengherankan kelak ketika dewasa akan membuahkan anak yang tidak bermoral. Perlu diingat bahwa pembawaan manusia sejak lahir adalah suci, bersih, berperilaku positif, dan lebih ke hal-hal yang positif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Semua itu merupakan aktualisasi dari fitrah iman yang diberikan Tuhan kepada setiap anak. Jika ada anak yang berperilaku menyimpang, sebenarnya anak itu mengingkari fitrahnya sendiri. Hal ini bisa disebabkan kesalahan dalam mendidik anak sejak dini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Orang tua dan guru anak usia dini harus bisa bekerja sama dalam mendidik dan membimbing fitrah iman anak. Penting kiranya menerapkan iman dalam setiap pembelajaran bagi anak usia dini sebagai bekal atau benteng anak agar memperoleh karakter yang saleh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pendidik atau guru juga harus bisa memberikan contoh yang baik. Selanjutnya adalah memberikan motivasi agar anak didik berkembang sesuai dengan harapan. Dan terakhir, materi yang diberikan harus bisa mendorong anak untuk berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Salah satunya dengan memberikan pembelajaran iman sebagai pengembangan fitrah pertama yang dimiliki anak didik. Inilah yang disebut tiga pilar sesuai pandangan Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tiga pilar itu adalah ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tutwuri handayani. Sistem yang dipakai adalah sistem “among” dengan maksud memberi kemerdekaan, kesukarelaan, demokrasi, toleransi, ketertiban, kedamaian, kesesuaian dengan keadaan, dan hindari perintah dan paksaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sistem ini mendidik anak menjadi manusia merdeka batinnya, pikirannya, dan tenaganya, serta dapat mencari pengetahuan sendiri. Metode dengan tiga pilar tersebut memberikan dorongan dan relevansi yang berkaitan dengan sistem pembelajaran berbasis spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mengingat fitrah anak didik yang membutuhkan bantuan untuk dikembangkan semenjak dini, pendidikan anak usia dini menjadi salah satu tempat pendidikan yang cocok bagi tumhuh kembang anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Melalui pendidikan anak usia dini diharapakan anak didik ketika dewasa mempunyai kepribadian dan pengetahuan yang mumpuni sesuai dengan tahapannya. Jika di setiap desa terdapat lembaga PAUD, tentu akan mempermudah orang tua mendapatkan sekolah usia dini bagi anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Selain tempatnya terjangkau, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan usia dini semakin tinggi. Hemat saya adalah pemerintah harus memberikan dorongan pemahaman urgensi nilai-nilai religiositas bagi pendidik dalam memberikan pembelajaran kepada anak usia dini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIHxUX7ldGZCxoaa7XldSDipeugPmlWtNndgNjZ7I2wkIWP2aoKfUbxzRtqqNzIyCgAGyvQYK1PXHddllJTRNuK7pUYQY2wTLE-Fo0sLuwrIomjel7hElJBkaNfAdEV8Gu_MxNBardP8EifNQoeeFWojdsuRmGXryRdSxXwfjmbtlIv3uJzbvXPgcFVZc/s708/Belajar%20mengaji%20di%20PAUD%20Pendidikan%20Agama%20Anak%20Usia%20Dini.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;433&quot; data-original-width=&quot;708&quot; height=&quot;245&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIHxUX7ldGZCxoaa7XldSDipeugPmlWtNndgNjZ7I2wkIWP2aoKfUbxzRtqqNzIyCgAGyvQYK1PXHddllJTRNuK7pUYQY2wTLE-Fo0sLuwrIomjel7hElJBkaNfAdEV8Gu_MxNBardP8EifNQoeeFWojdsuRmGXryRdSxXwfjmbtlIv3uJzbvXPgcFVZc/w400-h245/Belajar%20mengaji%20di%20PAUD%20Pendidikan%20Agama%20Anak%20Usia%20Dini.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;1. Pendidikan agama pada anak usia 6-12 tahun adalah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;pendidikan yang diajarkan dan disesuaikan dengan keadaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;psikologis anak dan juga kecerdasan anak. Pendidikan agama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;merupakan sebuah usaha untuk memberikan pengetahuan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;tentang agama. Dalam rangka memberikan pengetahuan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;tentang agama ada beberapa komponen yang penting agar&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;pendidikan agama dapat tersampaikan yaitu materi dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;metode penyampaian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Materi pendidikan tersebut meliputi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. Pendidikan aqidah pada anak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;1) Seperti mendiktekan kalimat tauhid&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;2) Menanamkan kecintaan anak kepada Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;3) Menanamkan kecintaan anak pada nabi Muhammad Saw&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. Pendidikan ibadah pada anak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;1)&amp;nbsp; Pembinaan shalat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;2)&amp;nbsp; Pembinaan ibadah puasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;3)&amp;nbsp; Pembinaan zakat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;4)&amp;nbsp; Pembinaan mengenai ibadah haji&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;c.&amp;nbsp; Pendidikan akhlak pada anak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;1)&amp;nbsp; Pembinaan budi pekerti&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;2)&amp;nbsp; Pembinaan bersikap jujur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;3)&amp;nbsp; Pembinaan menjaga rahasia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sedangkan metode yang disampaikan dalam mendidik agama :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;pada anak adalah dengan metode keteladanan dan pembiasaan. Artinya dengan pendidikan agama yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;mencakup pendidikan keluarga dan sekolah tentunya juga membutuhkan metode keteladanan dan pembiasaan agar secara tujuan pendidikan anak usia 6-12 tahun tersampaikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;2. Pendidikan agama pada anak usia 6-12 tahun menjadi sesuatu hal yang sangat penting untuk dilakukan dikarenakan pendidikan anak usia 6-12 tahun adalah sebuah langkah awal untuk menuju pendidikan agama secara utuh yakni pada pembentukan akhlak. Pembentukan akhlak merupakan sebuah tujuan akhir dalam pendidikan agama. Akhlak menjadi hal yang paling penting dalam agama karena dengan akhlak manusia akan menjadi lebih sempurna. Pada anak usia 6-12 tahun akhlak anak sebagai batu pijakan untuk melangkah ke tingkat remaja. Ketika pada usia tersebut anak telah terdidik untuk melakukan akhlak yang baik, maka pada usia remaja anak tersebut sulit untuk meninggalkan hal-hal yang baik dan sulit bagi dia untuk melakukan kejahatan. Metode yang digunakan dalam pembentukan akhlak pada anak usia 6-12 tahun adalah dengan metode teladan dan pembiasaan. Sehingga dari metode tersebut akan berpengaruh pada segi social, religi dan juga seni budaya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pendidikan agama pada anak usia 6-12 tahun adalah pendidikan yang diajarkan dan disesuaikan dengan keadaan psikologis anak dan juga kecerdasan anak. Pendidikan agama merupakan sebuah usaha untuk memberikan pengetahuan tentang agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/6959875384093334883/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/6959875384093334883?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/6959875384093334883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/6959875384093334883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/07/pendidikan-agama-di-paud-pendidikan.html' title='PENDIDIKAN AGAMA DI PAUD :  Pendidikan Spiritual Anak Usia Dini'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiLuMmXUtIwEYvJOab2Gk1laYY4AdKnqd4Yjc-LdNe1d0O73AmGWjCZFbL4A19XMwjgkjzuAquYZyQ2wbor9jAgZjRoAndA9eeCfvt46jg8AldZ5-PQuo3a5iucwshkpQFUAVo_dyEvMqWSbGAz7BUtVriq9McxDenP_ivBo2v3KPjEabPH7GzFdQ5y4k/s72-c/Anak%20belajar%20agam-spritual%20anak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-4449379316109746120</id><published>2024-06-25T15:43:00.000+07:00</published><updated>2024-06-25T15:43:23.798+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Parenting"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Keluarga"/><title type='text'> DIGITAL PARENTING - Mencetak anak Generasi Emas</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;PAUD-ANAK Bermain-belajar&lt;/a&gt;---Mengenal Digital Parenting, Pola Asuh di Era Digital agar Anak Menjadi Generasi Emas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Di Era digital yang penuh dengan dimensi perkembangan teknologi Digital ini, yang menimbulkan sejumlah persoalan dan tantangan bagi kita selaku orang tua dalam pola pengasuhan anak. lengah sedikit saja, anak bisa menjadi korban dampak negative teknologi salahsatu misalnya anak&amp;nbsp; dapat kecanduan handphone (HP) yang berujung pada masalah mental, seperti gangguan tidur, tantrum, dan masalah s.osialiasi anak yang menjadi pribadi tertutup dan rendah diri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Menjauhkan anak dari HP serta teknologi digital juga bukan merupakan solusi terbaik. Bagaimanapun, orangtua tak terlepas pula dari HP di era digital. Selama orangtua memakai HP/smart Phone dan gatget lainnya, anak akan penasaran ingin mencobanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Untuk mengatasi masalah itu, orangtua dapat menerapkan pola asuh digital parenting. Pola asuh ini juga dapat melindungi anak-anaknya dari risiko paparan konten negatif yang beredar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUx380Lem8bqnaRHcuQvhyAGTbsqgJuLTaiwSqXzRd6skWaFDfEY3LQ-S5p3LJBpqNPu7VIt41RntqXIq4YPfIQ8-KFYgDN045M1MxKkGx-TG3cElmGE2c7MvrtMNOwT3c0elf-nVRdg7HRoUdTEuUhH2mdvrsF1mMm_9qGaW9XyCEv9hSzYjvDaa9_Hs/s464/Istilah%20digital%20parenting-digital-parenting%20Anak%20PAUD.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;416&quot; data-original-width=&quot;464&quot; height=&quot;287&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUx380Lem8bqnaRHcuQvhyAGTbsqgJuLTaiwSqXzRd6skWaFDfEY3LQ-S5p3LJBpqNPu7VIt41RntqXIq4YPfIQ8-KFYgDN045M1MxKkGx-TG3cElmGE2c7MvrtMNOwT3c0elf-nVRdg7HRoUdTEuUhH2mdvrsF1mMm_9qGaW9XyCEv9hSzYjvDaa9_Hs/s320/Istilah%20digital%20parenting-digital-parenting%20Anak%20PAUD.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENGERTIAN DIGITAL PARENTING&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Digital parenting atau pengasuhan digital merupakan pengasuhan yang memberikan Batasan yang jelas kepada anak tentang hal-hal yang boleh maupun yang tidak boleh dilakukan pada saat menggunakan perangkat digital.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Digital parenting sendiri adalah merupakan suatu pola asuh inovatif di era serbadigital. Dengan digital parenting, orangtua memberikan pengetahuan kepada anak&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Orangtua juga membimbing serta mengawasi anak saat mengakses HP dan internet.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;Berikut Hal-hal&amp;nbsp; penting yang dapat dipraktikkan orangtua saat menerapkan digital parenting :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Hindarkan anak dari mengakses konten yang tak sesuai ajaran moral&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sebagai orangtua, Anda memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk moralitas anak. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan pengetahuan kepada anak terkait konten apa saja yang tidak boleh diakses karena tidak sesuai dengan nilai moral, seperti kekerasan, bahasa kasar, seksual, atau kebencian dari jangkauan anak. Dengan memberikan pemahaman, Anda pun secara langsung menghindarkan anak paparan konten negatif. Jangan lupa, selalu awasi anak saat mereka mengakses HP. Saat mereka tiba-tiba mengakses konten negatif, segera beri pemahaman kenapa konten yang sedang mereka buka tidak baik bagi anak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Ajarkan untuk laporkan konten negatif&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Selain memberi pemahaman dan menghindarkan anak dari mengakses konten negatif, Anda juga bisa mengajarkan anak untuk melaporkan konten tersebut. Hal ini akan membantunya untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Anak juga akan semakin peka terhadap konten yang tidak pantas atau merugikan. Selain itu, berikan juga pemahaman bahwa melaporkan konten negatif bukanlah tindakan yang salah atau mengadu-domba, melainkan tindakan untuk menjaga keamanan dalam komunitas digital.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Gunakan aplikasi parental control untuk batasi akses digital anak&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tak sekadar memberikan pemahaman, orangtua juga dapat melakukan langkah preventif dengan menggunakan aplikasi parental control. Aplikasi itu dapat membatasi, menyaring, dan memantau aktivitas anak dalam mengakses konten digital melalui HP. Baca juga: Pahami 5 Prinsip Dasar dalam Digital Parenting&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Buat aturan jelas terkait durasi akses HP dan internet&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Cara paling efektif agar anak tidak kecanduan internet atau HP adalah dengan membatasi secara jelas durasi waktunya. Selain dapat menjaganya dari konten negatif, pembatasan durasi penggunaan teknologi juga akan membantu anak untuk menyeimbangkan kehidupannya sebagai anak-anak. Saat anak sedang tidak mengakses internet atau HP, Anda dapat melakukan berbagai kegiatan lain, seperti bermain atau bercerita dengannya. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengembangkan hubungan sosial.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Manfaatkan game edukasi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pada dasarnya, bermain adalah aktivitas alami yang disukai anak. Hal ini bisa Anda gunakan sebagai sarana belajar. Agar anak mendapatkan manfaat optimal dari penggunaan perangkat digital, terutama dari segi pembelajaran, Anda bisa mengajaknya bermain game edukasi. Game edukasi dirancang untuk memantik anak bermain sekaligus belajar. Game ini juga dapat merangsang imajinasi dari mereka. Metode pembelajaran melalui game edukasi dapat mengurangi rasa bosan, memotivasi, dan menghibur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;6. Manfaatkan platform belajar digital&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Selain platform game edukasi, Anda juga bisa memanfaatkan platform belajar digital. Adapun platform ini dihadirkan dengan segudang fitur pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak dari berbagai tingkat. Dengan manfaat tersebut, Anda dapat meningkat kualitas belajar anak dengan cara yang lebih interaktif. Ruangguru, misalnya, hadir dengan metode yang cukup lengkap dan interaktif dalam bentuk video untuk semua tingkatan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Tak hanya itu, Ruangguru juga memiliki fitur live chat yang memudahkan peserta didik berdiskusi secara langsung agar anak dapat mendapatkan hasil pembelajaran yang optimal. Ada juga aplikasi Rumah Belajar yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dengan materi pelajaran SD hingga SMA.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZsQOFVRCA8Q_kGtQQ3zbhsr6kCUrA5-EPIlnkM8UmQhSSZ7luE-m9ASemlowdyoNzp5kVx6aI8Varqi6G9Yb4ape-2ovnp1ZOUuDypirDC3jSMQMIh2OSaQsKcvddHaPXXZuQGmPSQ6eTREbEb9G_hFR2GDRxUGtPMWgrc9Fhue3yNf8_sC8Netw85c/s309/Ruang%20guru%20com%20platform%20parenting%20digital.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;platform belajar digital Parenting PAUD&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;161&quot; data-original-width=&quot;309&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZsQOFVRCA8Q_kGtQQ3zbhsr6kCUrA5-EPIlnkM8UmQhSSZ7luE-m9ASemlowdyoNzp5kVx6aI8Varqi6G9Yb4ape-2ovnp1ZOUuDypirDC3jSMQMIh2OSaQsKcvddHaPXXZuQGmPSQ6eTREbEb9G_hFR2GDRxUGtPMWgrc9Fhue3yNf8_sC8Netw85c/w400-h208/Ruang%20guru%20com%20platform%20parenting%20digital.jpg&quot; title=&quot;platform belajar digital Parenting&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Metode pembelajaran pada platform ini dirancang oleh para ahli pendidikan dan disesuaikan dengan kurikulum pendidikan nasional. Kemudian, ada aplikasi Quipper dan Zenius yang punya materi pelajaran interaktif, seperti video dan soal latihan. Kedua platform ini juga punya fitur penilaian, kuis harian, simulasi ujian, serta chat untuk interaksi dengan guru dan teman sekelas. Tak ketinggalan, Anda juga bisa mencoba platform e-learning, seperti Khan Academy dan Kahoot. Untuk Khan Academy, aplikasi ini menyediakan materi pelajaran gratis dalam bentuk video serta fitur latihan soal dan ujian praktik. Ada pula program pembelajaran untuk kegiatan belajar di rumah, tutorial tentang keterampilan khusus, dan komunitas belajar yang aktif. Sementara Kahoot, anak dapat mengikuti kuis atau game pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum dan kebutuhan siswa. Aplikasi ini punya fitur kolaborasi dan dapat digunakan secara gratis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Itulah enam penerapan digital parenting agar anak semakin berprestasi di era digital. Untuk memaksimalkan upaya tersebut, pastikan jaringan internet di rumah senantiasa lancar agar proses belajarnya tak terhambat. Anda bisa menggunakan internet dari Indihome yang punya kualitas jaringan cepat dan terbaik. Sebagai informasi, Indihome menyediakan paket bundling dengan konten edukasi yang beragam. Di IndiHome, orangtua dapat memilih paket internet sesuai kebutuhan keluarga dan fitur-fitur yang aman untuk anak, seperti IndiHome Edukasi, IndiHome Study, serta IndiHome Kids. Untuk IndiHome Edukasi, paket ini menawarkan akses online ke konten pendidikan dari SD hingga SMA, termasuk video pembelajaran, latihan soal, dan ulangan online. Layanan ini memudahkan anak-anak untuk memahami dan menguasai materi pelajaran dengan mudah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sementara itu, pada IndiHome Study, paket ini dirancang khusus untuk memudahkan proses belajar anak. Terdapat berbagai fitur yang ada pada paket ini, seperti Online Class, Virtual Library, dan Online Exam. Semua fitur tersebut hadir untuk membantu anak-anak yang belajar di rumah dengan efektif. Kemudian, IndiHome Kids adalah paket yang menyediakan konten edukasi yang bermanfaat untuk anak-anak. Layanan ini menyediakan video pembelajaran, lagu anak, dan permainan untuk membantu anak agar dapat belajar dengan cara menyenangkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOINljiVcgt2xzI3daFMNQyNZmRu49yNc7lnwMfWPQD4iYMptD61HuyMvoLjEj7XD7ha4BDFhzKt7blRLV6xU2PCC-2WQ9K5tpKfG2ztkn61gCinpJFAnUWtNOmskd1hwhklYyxCGHMQmjH9WcAmf53nBLsQlffN1eMz34aFFrEkul9Cz2ni7LLV_yXOU/s1885/Laman%20Indihome%20Co.id-TV-edukids.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1080&quot; data-original-width=&quot;1885&quot; height=&quot;229&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOINljiVcgt2xzI3daFMNQyNZmRu49yNc7lnwMfWPQD4iYMptD61HuyMvoLjEj7XD7ha4BDFhzKt7blRLV6xU2PCC-2WQ9K5tpKfG2ztkn61gCinpJFAnUWtNOmskd1hwhklYyxCGHMQmjH9WcAmf53nBLsQlffN1eMz34aFFrEkul9Cz2ni7LLV_yXOU/w400-h229/Laman%20Indihome%20Co.id-TV-edukids.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Dengan memanfaatkan fitur dan layanan yang disediakan oleh IndiHome dari Telkom Indonesia, orangtua dimudahkan dalam penerapan digital parenting. Bagi Anda yang ingin berlangganan dan menikmati fitur edukasi anak dari IndiHome, silakan kunjungi tautan berikut ini:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://indihome.co.id/tv/edukids&quot;&gt;https://indihome.co.id/tv/edukids&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Demikian tentang&amp;nbsp;DIGITAL PARENTING Mencetak anak Generasi Emas,&amp;nbsp;Mengenal Digital Parenting, Pola Asuh di Era Digital agar Anak Menjadi Generasi Emas, semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/4449379316109746120/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/4449379316109746120?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/4449379316109746120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/4449379316109746120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/06/digital-parenting-mencetak-anak.html' title=' DIGITAL PARENTING - Mencetak anak Generasi Emas'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUx380Lem8bqnaRHcuQvhyAGTbsqgJuLTaiwSqXzRd6skWaFDfEY3LQ-S5p3LJBpqNPu7VIt41RntqXIq4YPfIQ8-KFYgDN045M1MxKkGx-TG3cElmGE2c7MvrtMNOwT3c0elf-nVRdg7HRoUdTEuUhH2mdvrsF1mMm_9qGaW9XyCEv9hSzYjvDaa9_Hs/s72-c/Istilah%20digital%20parenting-digital-parenting%20Anak%20PAUD.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-4397512806242116885</id><published>2024-06-18T12:35:00.000+07:00</published><updated>2024-06-18T12:35:06.775+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Anak Usia Dini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Pembelajaran PAUD"/><title type='text'>RANGKUMAN TRANSISI PAUD-SD (Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan)</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;PENGERTIAN TRANSISI PAUD SD Yang sudah dipahami masyarakat adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Transisi PAUD-SD adalah proses di mana anak berpindah dari perannya sebagai peserta didik PAUD, menjadi peserta didik SD. Transisi yang efektif adalah saat anak tidak perlu melakukan terlalu banyak penyesuaian, sebagai akibat dari perpindahannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcNRJvGjWC1LFo0wc3TIPGn5HXD-WP6Glze8YF5ErciCOFEo-k4QiDmuEbGK8IoCP0dDmdAK7RdyblYvYdWqIuO_LUu1aVf5yGGAVngk7lb3b5eRYIfi1SJOFWkrEzYB_SEJGbusWgBznpSAQEJOmRWNi1utTWLbF88f7Ie6obn_lM5XT_ZoJ6Ivkwub4/s321/Logo%20transisi%20PAUD%20SD.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Logo TRANSISI PAUD SD Yang menyenangkan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;229&quot; data-original-width=&quot;321&quot; height=&quot;228&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcNRJvGjWC1LFo0wc3TIPGn5HXD-WP6Glze8YF5ErciCOFEo-k4QiDmuEbGK8IoCP0dDmdAK7RdyblYvYdWqIuO_LUu1aVf5yGGAVngk7lb3b5eRYIfi1SJOFWkrEzYB_SEJGbusWgBznpSAQEJOmRWNi1utTWLbF88f7Ie6obn_lM5XT_ZoJ6Ivkwub4/w320-h228/Logo%20transisi%20PAUD%20SD.jpg&quot; title=&quot;Logo TRANSISI PAUD SD&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENGERTIAN TRANSISI PAUD SD&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Transisi PAUD-SD adalah proses di mana anak berpindah dari perannya sebagai peserta didik PAUD, menjadi peserta didik SD. Transisi yang efektif adalah saat anak tidak perlu melakukan terlalu banyak penyesuaian, sebagai akibat dari perpindahannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dilandasi oleh beragam kebijakan tentang pengelolaan dan pembelajaran di satuan pendidikan. Termasuk di antaranya adalah kebijakan tentang PPDB, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, Capaian Pembelajaran, serta Forum Komunikasi PAUD ke SD.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mengapa Kita Harus Mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan merupakan upaya bersama untuk memastikan pemenuhan hak kemampuan fondasi anak usia dini, dari mana pun titik berangkat mereka. Gerakan ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak agar dapat terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIyVEyTW4-JARUedafoooaKX8LWdZjI2LIGN8ALJzmp13JdT1RWgLaVNG52fHlgRvPngz4NBed-n88DB9aZ0LtgigL_un3xnkPzsXvnNxEvU4nrsCBEkiAh7lbh9e7g13iLGpM7Z8LkUoays9qGYYmmTWaw7YPPrmMDv2jpJdJxzX6T8hP7SwFr5H7JrU/s907/Transisi%20PAUD%20SD%20Yang%20Menyenangkan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;RANGKUMAN TRANSISI PAUD-SD Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;555&quot; data-original-width=&quot;907&quot; height=&quot;245&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIyVEyTW4-JARUedafoooaKX8LWdZjI2LIGN8ALJzmp13JdT1RWgLaVNG52fHlgRvPngz4NBed-n88DB9aZ0LtgigL_un3xnkPzsXvnNxEvU4nrsCBEkiAh7lbh9e7g13iLGpM7Z8LkUoays9qGYYmmTWaw7YPPrmMDv2jpJdJxzX6T8hP7SwFr5H7JrU/w400-h245/Transisi%20PAUD%20SD%20Yang%20Menyenangkan.jpg&quot; title=&quot;RANGKUMAN TRANSISI PAUD-SD&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mengapa Gerakan Ini Penting?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sampai saat ini, miskonsepsi praktik pembelajaran pada PAUD dan SD masih sangat kuat di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Kurangnya Pemahaman tentang Kemampuan Fondasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kemampuan yang dibangun pada anak di PAUD sangat berfokus pada calistung dan dianggap sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Sempitnya Pemahaman tentang Calistung&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kemampuan calistung dipahami dengan sempit, dan dianggap dapat dibangun secara instan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Calistung sebagai Syarat Masuk Jenjang SD&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tes calistung masih diterapkan sebagai syarat masuk SD; dan patahan pembelajaran antara PAUD dan SD.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Target Perubahan yang Ingin Dicapai :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;1. Menghilangkan tes calistung dari proses penerimaan peserta didik baru di SD.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;2. Menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama (di PAUD dan SD).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;3. Menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak (di PAUD dan SD).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;https://ditpsd.kemdikbud.go.id/transisipaudsd/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/4397512806242116885/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/4397512806242116885?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/4397512806242116885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/4397512806242116885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/06/rangkuman-transisi-paud-sd-gerakan.html' title='RANGKUMAN TRANSISI PAUD-SD (Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcNRJvGjWC1LFo0wc3TIPGn5HXD-WP6Glze8YF5ErciCOFEo-k4QiDmuEbGK8IoCP0dDmdAK7RdyblYvYdWqIuO_LUu1aVf5yGGAVngk7lb3b5eRYIfi1SJOFWkrEzYB_SEJGbusWgBznpSAQEJOmRWNi1utTWLbF88f7Ie6obn_lM5XT_ZoJ6Ivkwub4/s72-w320-h228-c/Logo%20transisi%20PAUD%20SD.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-3146466078761593630</id><published>2024-05-19T02:33:00.009+07:00</published><updated>2024-05-27T16:18:45.357+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi PAUD"/><title type='text'>Tampilan dan Cara Pengisian Aplikasi Akreditasi Sispena BAN PDM terbaru tahun 2024</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Visiuniversal- Blog&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;---&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Perubahan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD PNF) menjadi Badan Akreditasi Nasional Paud Pendidikan Dasar Menengah (BAN-PDM). Mengharuskan juga terjadinya perubahan mekanisme dan tata cara pelaksanaan dan prosedur Akreditasi, salah satunya yang mengalami perubahan adalah pengisian&amp;nbsp; Sispena sebagai Aplikasi utama pengisian dan penilaian dokumen akreditasi.termasuk perubahan Link dan situs Aplikasi sispena tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Berikut cara pengisian Sispena BAN PDM terbaru beserta&lt;b&gt;&amp;nbsp;linknya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tampilan terbaru Aplikasi Sispena BAN PDM&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Sispena BAN PDM Versi Mobile Seluler&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM4Nm9PW0Z4HKfe5DvxX8koF457dBu0DUY-r5Z3bDEx6tphQmFfZmhAP-IjQyh2TUxQaFZmKyupc-Yya7OqaeYlbAKXX6-WYTb76y6SPIudoy_d8-ml5PVdyGYR9t_RVJofdDIZMaP88t7au6_YtH5Yj6i2REQRjaBaYf-6rPKbxSGlBT2NIeoIDjDFOc/s968/WhatsApp%20Image%202024-05-13%20at%2012.09.01.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Pengisian Aplikasi Akreditasi Sisipena BAN PDM terbaru tahun 2024&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;968&quot; data-original-width=&quot;540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM4Nm9PW0Z4HKfe5DvxX8koF457dBu0DUY-r5Z3bDEx6tphQmFfZmhAP-IjQyh2TUxQaFZmKyupc-Yya7OqaeYlbAKXX6-WYTb76y6SPIudoy_d8-ml5PVdyGYR9t_RVJofdDIZMaP88t7au6_YtH5Yj6i2REQRjaBaYf-6rPKbxSGlBT2NIeoIDjDFOc/w179-h320/WhatsApp%20Image%202024-05-13%20at%2012.09.01.jpeg&quot; title=&quot;Cara Pengisian Aplikasi Akreditasi Sisipena BAN PDM terbaru tahun 2024&quot; width=&quot;179&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Versi Laptop / Komputer&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXno7E7PfMiAqCC_8IACMq-JB9iNsvILSaowkaYoOUWWimsHI9enjgs9mI1ILZ35t-_oWxqKD8_CMlZo8c0G3JVRR0JkZaNszqMxYCfSfj_1ZpEN7kXMgMh8M6TBMdPBDwQ9w3klmgs172LXZczrSy1M4m9J7lZGmqxQVYkbSSBFH3-2EqM8LN5tul0cM/s1366/Laman%20Sispena%20Akreditasi%20BAN%20PDM-Visiuniversal.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Pengisian Aplikasi Akreditasi Sisipena BAN PDM terbaru tahun 2024&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;768&quot; data-original-width=&quot;1366&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXno7E7PfMiAqCC_8IACMq-JB9iNsvILSaowkaYoOUWWimsHI9enjgs9mI1ILZ35t-_oWxqKD8_CMlZo8c0G3JVRR0JkZaNszqMxYCfSfj_1ZpEN7kXMgMh8M6TBMdPBDwQ9w3klmgs172LXZczrSy1M4m9J7lZGmqxQVYkbSSBFH3-2EqM8LN5tul0cM/s320/Laman%20Sispena%20Akreditasi%20BAN%20PDM-Visiuniversal.jpg&quot; title=&quot;Cara Pengisian Aplikasi Akreditasi Sisipena BAN PDM terbaru tahun 2024&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimec7CUvD1RE8iuAVKjebaAysMmuwpZAneH7jDLi7sAQxDl7gKUHiQzLWuBywmpYkGbbBtyurnnk8LoZOTB_8vFc_RKi6K0K-ERH3aU_GCAEdNcBeJhVfF_5jqil5ftNR_u8AOwEU4x3gY2bW9N0EEtv1_1wZaHlPe4-mhP7Fsn1tujNw20wnkt0pq4dY/s1366/Beranda%20Laman%20Sispena%20Akreditasi%20BAN%20PDM-Visiuniversal.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;768&quot; data-original-width=&quot;1366&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimec7CUvD1RE8iuAVKjebaAysMmuwpZAneH7jDLi7sAQxDl7gKUHiQzLWuBywmpYkGbbBtyurnnk8LoZOTB_8vFc_RKi6K0K-ERH3aU_GCAEdNcBeJhVfF_5jqil5ftNR_u8AOwEU4x3gY2bW9N0EEtv1_1wZaHlPe4-mhP7Fsn1tujNw20wnkt0pq4dY/s320/Beranda%20Laman%20Sispena%20Akreditasi%20BAN%20PDM-Visiuniversal.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Link Sispena BAN PDM&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Lihat di sini&amp;nbsp;Lihat di sini&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://s.id/sispena-paud&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Lihat di sini&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;bansm.kemdikbud.go.id&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;#Cara Pengisian Aplikasi Akreditasi Sisipena BAN PDM terbaru tahun 2024&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;#&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://sispena.ban-pdm.id/login&quot;&gt;null&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/3146466078761593630/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/3146466078761593630?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/3146466078761593630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/3146466078761593630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/05/cara-pengisian-aplikasi-akreditasi.html' title='Tampilan dan Cara Pengisian Aplikasi Akreditasi Sispena BAN PDM terbaru tahun 2024'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM4Nm9PW0Z4HKfe5DvxX8koF457dBu0DUY-r5Z3bDEx6tphQmFfZmhAP-IjQyh2TUxQaFZmKyupc-Yya7OqaeYlbAKXX6-WYTb76y6SPIudoy_d8-ml5PVdyGYR9t_RVJofdDIZMaP88t7au6_YtH5Yj6i2REQRjaBaYf-6rPKbxSGlBT2NIeoIDjDFOc/s72-w179-h320-c/WhatsApp%20Image%202024-05-13%20at%2012.09.01.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-3130122022148622624</id><published>2024-05-01T20:37:00.001+07:00</published><updated>2024-05-01T20:37:58.035+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Pembelajaran PAUD"/><title type='text'>PERMENDIKBUD RISTEK NOMOR 12 TAHUN 20024 </title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Visiuniversal- Peraturan Menteri Pendidikan,&amp;nbsp; Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQIExwNefFkX3sDLwZyDoWVe-mx1hs3fhWx6vIDxJZmPYMg7HU2o74CNPX0WIliqWXLJAQ3PgsXZuAGkZB1k3pOPP-kPGOPgYzC6zcr_L5prDqBg1y_RQmXgNaf-zHJlDDUad7qkpHjle46IOamV9LjBn4fwK4TrUDIDP-6vMUlypS6r2tAlQBbZkhC6M/s792/Salinan-Permendikbud%20No.12%20Tahun%202024-Kurikulum%20Pendidikan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Salinan PERMENDIKBUD RISTEK NOMOR 12 TAHUN 20024 Kurikulum Indonesia tahun 2024&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;738&quot; data-original-width=&quot;792&quot; height=&quot;373&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQIExwNefFkX3sDLwZyDoWVe-mx1hs3fhWx6vIDxJZmPYMg7HU2o74CNPX0WIliqWXLJAQ3PgsXZuAGkZB1k3pOPP-kPGOPgYzC6zcr_L5prDqBg1y_RQmXgNaf-zHJlDDUad7qkpHjle46IOamV9LjBn4fwK4TrUDIDP-6vMUlypS6r2tAlQBbZkhC6M/w400-h373/Salinan-Permendikbud%20No.12%20Tahun%202024-Kurikulum%20Pendidikan.jpg&quot; title=&quot;Salinan PERMENDIKBUD RISTEK NOMOR 12 TAHUN 20024&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Download&amp;nbsp;Salinan PERMENDIKBUD RISTEK NOMOR 12 TAHUN 20024 &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;di sini !!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/3130122022148622624/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/3130122022148622624?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/3130122022148622624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/3130122022148622624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/05/permendikbud-ristek-nomor-12-tahun-20024.html' title='PERMENDIKBUD RISTEK NOMOR 12 TAHUN 20024 '/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQIExwNefFkX3sDLwZyDoWVe-mx1hs3fhWx6vIDxJZmPYMg7HU2o74CNPX0WIliqWXLJAQ3PgsXZuAGkZB1k3pOPP-kPGOPgYzC6zcr_L5prDqBg1y_RQmXgNaf-zHJlDDUad7qkpHjle46IOamV9LjBn4fwK4TrUDIDP-6vMUlypS6r2tAlQBbZkhC6M/s72-w400-h373-c/Salinan-Permendikbud%20No.12%20Tahun%202024-Kurikulum%20Pendidikan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-5766836092583846301</id><published>2024-04-28T18:29:00.011+07:00</published><updated>2024-05-19T18:47:41.257+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="GURU TK"/><title type='text'>PENGUMUMAN JADWAL PPG DALAM JABATAN TAHUN 2024-2025 TERBARU</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Prakiraan Jadwal PPG Daljab 2024&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;– Pendaftaran/Pengajuan Berkas: 30 Mei-11 Juni 2024&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;– Perbaikan Berkas: 12-28 Juni 2024&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;– Verifikasi dan Validasi oleh Petugas: 12 Juni-1 Juli 2024&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;– Pengumuman Hasil: 5 Juli 2024.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;cek panggilan PPG dsni Bapak/Ibu https://guru.kemdikbud.go.id/sertifikasi-pendidik/checking/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYUkhoaSjijXEn-gQnbmh3u92OjPrttQs2MlAFvwGoHoXBVG4xAc_b7fk95dXL8kxx_PLMdVrV63y2z9vYSliqAUChnXR55Rd5XEqQoBdsQczGzBKv0WGJpgVNvtQWRZ2wDxOD02UpQYojNm_vUFIzWBGBmGF0BOnYGK6zxQox6XF6jIsKuD6XF4TNHo8/s1597/ppg%20dALAM%20JABATAN%20KEMDIKBUD.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1597&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYUkhoaSjijXEn-gQnbmh3u92OjPrttQs2MlAFvwGoHoXBVG4xAc_b7fk95dXL8kxx_PLMdVrV63y2z9vYSliqAUChnXR55Rd5XEqQoBdsQczGzBKv0WGJpgVNvtQWRZ2wDxOD02UpQYojNm_vUFIzWBGBmGF0BOnYGK6zxQox6XF6jIsKuD6XF4TNHo8/s320/ppg%20dALAM%20JABATAN%20KEMDIKBUD.jpg&quot; width=&quot;216&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Syarat PPG Daljab 2024&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Secara umum persyaratan untuk mengikuti PPG Daljab 2024 tidak akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Berikut ini adalah sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi untuk mengikuti PPG Daljab 2024 :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;1. Nama calon peserta telah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;2. Nama calon peserta masuk dalam daftar peserta yang dirilis oleh Direktorat Jenderal GTK.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;3. Memiliki NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;4. Masih aktif mengajar atau menjabat sebagai Kepala Sekolah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;5. Mampu mengikuti pendidikan PPG Daljab mulai awal hingga akhir dengan kondisi sehat secara fisik dan rohani.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;6. Berkelakuan baik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;7. Usia maksimal 58 tahun pada akhir tahun 2024&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Informasi PPG Daljab Tahun 2024&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Guru Kategori Ini Auto Dapat Panggilan Mengikuti PPG Daljab 2024.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) merupakan program yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek untuk meningkatkan kualifikasi guru yang telah mengajar di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Pada tahun 2024, Kemendikbudristek kembali menyelenggarakan PPG Daljab dengan beberapa kategori guru yang akan diprioritaskan untuk mendapatkan panggilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Program PPG Dalam Jabatan (PPG Daljab) tahun 2024 memiliki kuota untuk sebanyak 576.961 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Berikut adalah kategori guru yang otomatis mendapatkan panggilan mengikuti PPG Daljab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;1. Guru Kategori A yang Lulus Seleksi Administrasi di Tahun 2022&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Guru kategori A yang telah lolos seleksi administrasi PPG Daljab di tahun 2022 namun belum mendapatkan kesempatan mengikuti program, akan diprioritaskan untuk mendapatkan panggilan di tahun 2024.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;2. Guru Kategori B dengan Masa Kerja Terlama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Guru kategori B yang belum pernah mengikuti PPG Daljab dan memiliki masa kerja paling lama akan diprioritaskan untuk mendapatkan panggilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;3. Guru Kategori B dengan Usia Tertua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Guru kategori B yang belum pernah mengikuti PPG Daljab dan memiliki usia tertua di antara guru lainnya juga akan diprioritaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;4. Guru yang Mengajar di Daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Guru yang bertugas di daerah 3T dan belum pernah mengikuti PPG Daljab akan diprioritaskan untuk mendapatkan panggilan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;5. Guru yang Mengajar pada Mata Pelajaran Prioritas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Guru yang mengajar pada mata pelajaran prioritas seperti Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) akan diprioritaskan untuk mendapatkan panggilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Perlu diingat bahwa Guru yang telah mendapatkan panggilan PPG Daljab di tahun 2023 tidak akan mendapatkan panggilan lagi di tahun 2024.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Guru yang tidak termasuk dalam kategori di atas masih memiliki peluang untuk mengikuti PPG Daljab 2024&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Bagi guru yang belum terpanggil akan dipanggil pada PPG Daljab di tahap berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Pendaftaran PPG Daljab tahun 2024 belum dibuka, tunggu pengumuman resmi dari Kemendikbudristek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Sambil menunggu informasi sebaiknya guru bersiap-siap dengan baik seperti berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;1. Pastikan data diri dan data mengajar di Dapodik sudah lengkap dan akurat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;2. Aktif mengikuti informasi terbaru tentang PPG Daljab di website Kemendikbudristek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;3. Persiapkan diri dengan baik untuk mengikuti seleksi PPG Daljab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Mulai sekarang bapak ibu guru dapat mulai melakukan persiapan untuk PPG Daljab 2024.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Siapkan persiapan administrasi sebelumnya agar mendapat panggilan PPG Daljab 2024&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Selain itu juga sudah mulai siapkan berkas persyaratan mengikuti program PPG Dalam Jabatan (PPG Daljab) tahun 2024.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;TIDAK ADA SELEKSI AKADEMIK (PRETES) di PPG 2024.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi bapak ibu guru semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Mudah mudahan bapak ibu guru termasuk yang terpanggil pada PPG Daljab 2024.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;D merdeka mengajar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;cek panggilan PPG d sIni Bapak/Ibu https://guru.kemdikbud.go.id/sertifikasi-pendidik/checking/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/5766836092583846301/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/5766836092583846301?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/5766836092583846301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/5766836092583846301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/04/pengumuman-jadwal-ppg-dalam-jabatan.html' title='PENGUMUMAN JADWAL PPG DALAM JABATAN TAHUN 2024-2025 TERBARU'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYUkhoaSjijXEn-gQnbmh3u92OjPrttQs2MlAFvwGoHoXBVG4xAc_b7fk95dXL8kxx_PLMdVrV63y2z9vYSliqAUChnXR55Rd5XEqQoBdsQczGzBKv0WGJpgVNvtQWRZ2wDxOD02UpQYojNm_vUFIzWBGBmGF0BOnYGK6zxQox6XF6jIsKuD6XF4TNHo8/s72-c/ppg%20dALAM%20JABATAN%20KEMDIKBUD.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-6826500828255012633</id><published>2024-04-22T19:04:00.001+07:00</published><updated>2024-05-01T20:50:17.935+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Juknis dan Peraturan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lembaga PAUD"/><title type='text'>CARA MENDAFTAR KURIKULUM MERDEKA IKM DI PMM UNTUK SATUAN PAUD</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Paud Anakbermainbelajar-blog--Langkah mudah cara mendaftarkan PMM Kurikulum Merdeka untuk satuan lembaga PAUD hingga sukses. dalam Platform Merdeka Mengajar dan pendaftaran Kurikulum meredeka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Langkah-langkah&amp;nbsp; mendaftar IKM :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;1. Siapkan kepala sekolah yang memiliki akun belajar ID&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;2. Buka PMM&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;3. Klik buka pendaftaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;4. Daftar sekarang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;5. Unduh surat format pernyataan (khusus sekolah swasta)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;6. Pilih opsi pendaftaran IKM yang diinginkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;7. Pilih selesai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;8. Setelah selesai lihat rekap pendaftaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcKsQDnmvfCfgT3lNBCP9FgsTBb0KoTkL6IK_oCQ8sZWzk47SA3NM93F6DdIDC6wL7lFGMh4wzP9V-Sk9j3_cipKY1Yy_cf6bwNKe-0tdlzhjt4siYJn-J0VOYAlsDuMCadbpaNsK2ieC6h7Mj645EIIfDORtXfGNBV037JYr_z_u7u90GvxOikoHOdgc/s1074/Pendaftaran%20Kurikulum%20Merdeka%20Sukses.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pendaftaran Kurikulum Merdeka fi PMM sukses&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1074&quot; data-original-width=&quot;540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcKsQDnmvfCfgT3lNBCP9FgsTBb0KoTkL6IK_oCQ8sZWzk47SA3NM93F6DdIDC6wL7lFGMh4wzP9V-Sk9j3_cipKY1Yy_cf6bwNKe-0tdlzhjt4siYJn-J0VOYAlsDuMCadbpaNsK2ieC6h7Mj645EIIfDORtXfGNBV037JYr_z_u7u90GvxOikoHOdgc/w161-h320/Pendaftaran%20Kurikulum%20Merdeka%20Sukses.jpeg&quot; title=&quot;Pendaftaran Kurikulum Merdeka sukses&quot; width=&quot;161&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Catatan :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk pendaftaran IKM harus memiliki akun belajar ID dan terdaftar di Dapodik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu Login PPM dengan akun yang sama&amp;nbsp; (belajar. ID)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika PPM sudah dibuka, Pilih menu daftar IKM&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk yang terkendala akun belajar (lupa Password) dan sudah mencoba reset mandiri tapi tidak berhasil silakan isi link form berikut https://s.id/Kendala_akunbelajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian ringkasan&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Langkah-langkah&amp;nbsp; mendaftar IKM melalui Flatform merdeka mengajar, semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/6826500828255012633/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/6826500828255012633?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/6826500828255012633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/6826500828255012633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/04/cara-mendaftar-kurikulum-merdeka-ikm-di.html' title='CARA MENDAFTAR KURIKULUM MERDEKA IKM DI PMM UNTUK SATUAN PAUD'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcKsQDnmvfCfgT3lNBCP9FgsTBb0KoTkL6IK_oCQ8sZWzk47SA3NM93F6DdIDC6wL7lFGMh4wzP9V-Sk9j3_cipKY1Yy_cf6bwNKe-0tdlzhjt4siYJn-J0VOYAlsDuMCadbpaNsK2ieC6h7Mj645EIIfDORtXfGNBV037JYr_z_u7u90GvxOikoHOdgc/s72-w161-h320-c/Pendaftaran%20Kurikulum%20Merdeka%20Sukses.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791311804775244428.post-1482979058837552758</id><published>2024-04-21T06:30:00.001+07:00</published><updated>2024-05-01T06:44:04.741+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="GURU TK"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum dan Pembelajaran PAUD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Anak Usia Dini"/><title type='text'>MAKNA PERINGATAN HARI KARTINI BAGI PAUD</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/&quot;&gt;&amp;nbsp;PAUD-Anakbermainbelajar&lt;/a&gt;---- Makna memperingati hari kartini bagi Pendidikan Anak Usia Dini-PAUD di Indonesia. Hari Kartini tidak hanya memperingati sejarah perjuangan seorang pahlawan nasional, tetapi juga merupakan momentum penting untuk merenungkan makna kesetaraan gender dan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Bagi generasi emas Indonesia, Hari Kartini menjadi simbol penting dalam menginspirasi semangat untuk terus memperjuangkan kesetaraan, pendidikan, dan perempuan di berbagai bidang kehidupan. Dalam era yang terus berkembang dan berubah, nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Kartini masih relevan dan penting untuk dihayati agar Indonesia dapat mencapai kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmO3aiJTGLLybGpg6HgoQuJ6TJQ2YK_Qddnn6FhSMCbhjchl4_GzYBGCYr_x785K2GKhsWE7FIHthr1O-nQHX4sinvHvSP9JNoKMK_DtynFARMgOPxHYR9FiP6RhWZpVA1x2DxG05yN0hBrvo3Lh8MbUhEBtncGQIMvS9X9XSFhfJK6IStSlL91Rmg7IM/s750/Peringatan%20hari%20Kartini%20di%20PAUD.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;470&quot; data-original-width=&quot;750&quot; height=&quot;201&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmO3aiJTGLLybGpg6HgoQuJ6TJQ2YK_Qddnn6FhSMCbhjchl4_GzYBGCYr_x785K2GKhsWE7FIHthr1O-nQHX4sinvHvSP9JNoKMK_DtynFARMgOPxHYR9FiP6RhWZpVA1x2DxG05yN0hBrvo3Lh8MbUhEBtncGQIMvS9X9XSFhfJK6IStSlL91Rmg7IM/s320/Peringatan%20hari%20Kartini%20di%20PAUD.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Peringatan Hari Kartini yang rutin dilakukan setiap tahunnya di lembaga-lembaga PAUD, Taman Kanak-kanak, Kelompok Bermain, Taman Pengasuhan Anak dan PAUD sejenis, memberikan makna yang bernilai POSITIF bagi proses pendidikan untuk anak usia dini yang mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran secara bermakna untuk tumbuh kembangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Apa sich Hari kartini itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Siapa itu R.A Kartini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Raden Ajeng Kartini, atau yang lebih dikenal sebagai Kartini, adalah salah satu tokoh pejuang emansipasi wanita terkemuka di Indonesia pada awal abad ke-20. Dilahirkan pada tahun 1879 di Jepara, Jawa Tengah, Kartini tumbuh dalam lingkungan keluarga bangsawan yang konservatif. Meskipun demikian, Kartini memiliki semangat dan keinginan yang besar untuk mengubah nasib perempuan di Indonesia. Kartini memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi perempuan, terutama di kalangan bangsawan Jawa, yang pada masa itu banyak yang masih terbatas aksesnya. Dia mempromosikan gagasan tentang pendidikan modern yang berfokus pada pengetahuan dan keterampilan, serta menentang praktik pernikahan dini yang sering menghambat kemajuan perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kartini mengekspresikan pandangannya melalui surat-surat yang ditulisnya, yang kemudian dikenal sebagai &quot;Habis Gelap Terbitlah Terang&quot;. Dalam surat-surat tersebut, Kartini menyoroti ketidakadilan sosial yang dialami oleh perempuan, serta membangkitkan semangat untuk membebaskan mereka dari tradisi yang mengikat. Di samping itu, Kartini juga aktif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dalam bidang politik dan sosial. Meskipun Kartini meninggal dunia pada usia yang relatif muda, warisan perjuangannya tetap membawa inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Makna Hari Kartini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Hari Kartini bisa jadi moment yang berharga juga bagi semua orang sehingga memiliki makna yang baik, seperti:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;1. Inspirasi dalam pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Hari Kartini memperingati semangat Kartini dalam memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi perempuan. Bagi generasi emas Indonesia, Hari Kartini mengingatkan akan pentingnya akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin, sehingga setiap anak Indonesia dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;2. Perjuangan untuk kesetaraan gender&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Hari Kartini juga mengandung makna perjuangan untuk kesetaraan gender. Kartini menentang diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami oleh perempuan pada zamannya. Bagi generasi emas Indonesia, Hari Kartini mengajarkan pentingnya menghapuskan stereotipe gender dan memberikan ruang yang setara bagi perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;3. Semangat kemandirian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kartini dikenal karena semangatnya dalam memperjuangkan kemandirian perempuan, baik dalam hal pendidikan maupun ekonomi. Bagi generasi emas Indonesia, Hari Kartini merupakan pengingat akan pentingnya membangun kemandirian dan tidak bergantung pada orang lain untuk meraih cita-cita dan meraih keberhasilan dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;4. Mendorong Kreativitas dan Inovasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Semangat Kartini dalam melawan norma-norma sosial yang menghambat kemajuan perempuan menginspirasi untuk berpikir di luar batas-batas yang ada dan mendorong kreativitas serta inovasi. Hari Kartini bagi generasi emas Indonesia memunculkan dorongan untuk mengeksplorasi potensi mereka dengan cara yang berani dan tak kenal takut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;5. Menghargai Peran Perempuan dalam Pembangunan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Hari Kartini memperingati peran penting perempuan dalam pembangunan Indonesia. Melalui semangat Kartini, generasi emas Indonesia diperintahkan untuk menghargai kontribusi perempuan dalam segala aspek kehidupan, baik sebagai ibu rumah tangga, pekerja, atau pemimpin, serta berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesetaraan dan keadilan bagi semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/feeds/1482979058837552758/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/2791311804775244428/1482979058837552758?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/1482979058837552758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791311804775244428/posts/default/1482979058837552758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2024/04/makna-peringatan-hari-kartini-bagi-paud.html' title='MAKNA PERINGATAN HARI KARTINI BAGI PAUD'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmO3aiJTGLLybGpg6HgoQuJ6TJQ2YK_Qddnn6FhSMCbhjchl4_GzYBGCYr_x785K2GKhsWE7FIHthr1O-nQHX4sinvHvSP9JNoKMK_DtynFARMgOPxHYR9FiP6RhWZpVA1x2DxG05yN0hBrvo3Lh8MbUhEBtncGQIMvS9X9XSFhfJK6IStSlL91Rmg7IM/s72-c/Peringatan%20hari%20Kartini%20di%20PAUD.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>