<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Bikin Anak</title><description>Anak Pertama selalu istimewa</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Mas Abas)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 17:34:45 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Anak Pertama selalu istimewa</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Bikin Anak :  "Wujudkan Cita-cita Anak Lewat Sidik Jari"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/bikin-anak-wujudkan-cita-cita-anak.html</link><category>Article</category><category>Cerita Indah</category><category>Psikologi</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Mon, 31 May 2010 23:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-2305426530923739306</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNunFl2tKIpRONj_MC1N8YQlXcV7eQoJCv9pMyZPLh_H53tz3zEj1Ga2LlSHEJF6qxtVRe_mGpOaJtljOuG7SqsToZPIvOWSyl6m2j0lspA2BjxhbcXhnyiu0DeGPSBtf8hc9waqF-r-50/s1600/Bikin+Anak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNunFl2tKIpRONj_MC1N8YQlXcV7eQoJCv9pMyZPLh_H53tz3zEj1Ga2LlSHEJF6qxtVRe_mGpOaJtljOuG7SqsToZPIvOWSyl6m2j0lspA2BjxhbcXhnyiu0DeGPSBtf8hc9waqF-r-50/s320/Bikin+Anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477466390942291154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mengetahui bakat anak sejak dini bisa membantu orangtua memberikan stimulasi yang tepat untuk mendukung potensinya. Melalui teknologi analisis sidik jari atau fingerprint analysis, orangtua bisa mendeteksi bakat anak sejak usia tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Analisa sidik jari merupakan metode pemindaian sidik jari untuk mengetahui gaya kerja otak yang paling dominan. Kerja otak sangat berkaitan dengan potensi atau bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Jangan salah, analisis sidik jari bukan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; ramalan, melainkan lawan dari ramalan karena bukan melihat ke masa depan, tapi justru melihat apa yang dibawa anak sejak lahir,”&lt;/span&gt; kata psikolog anak dari Universitas Kristen Maranatha, Efnie Indrianie, dalam acara ‘Sidik Jari Cerdas Frisian Flag’ di Balai Kartini, Jakarta, Kamis 27 Mei 2010.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurutnya, sidik jari terbentuk ketika janin berusia 13-24 minggu, bersamaan dengan pembentukan susunan syaraf otak. Sehingga hal ini bisa menjadi peta yang dibawa anak sejak lahir menggambarkan potensinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Dan ingat, sidik jari bersifat permanen, tidak bisa berubah, unik, tidak akan pernah sama sekalipun satu jari dengan jari lainnya di tangan yang sama. Hebatnya lagi, analisis ini bersifat objektif tanpa dipengaruhi unsur kondisi fisik (sehat atau sakit) dan unsur psikologis (sedih, senang, stres). Betul-betul bersifat apa adanya,”&lt;/span&gt; ucap Efnie.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengenalan potensi bawaan ini diharapkan membantu orangtua menerapkan cara belajar paling efektif bagi si kecil dalam mewujudkan cita-citanya. Analisis sidik jari bukan pengganti psikotes, tapi bisa menjadi pelengkap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Psikotes hanya untuk melihat perkembangan kecerdasan seseorang, tapi dengan adanya finger print yang dilengkapi dengan psikotes, pemeriksaan soal kepribadian anak akan lebih lengkap dan komplit,”&lt;/span&gt; katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNunFl2tKIpRONj_MC1N8YQlXcV7eQoJCv9pMyZPLh_H53tz3zEj1Ga2LlSHEJF6qxtVRe_mGpOaJtljOuG7SqsToZPIvOWSyl6m2j0lspA2BjxhbcXhnyiu0DeGPSBtf8hc9waqF-r-50/s72-c/Bikin+Anak.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak : "Menemukan Anak Hilang di Keramaian"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/bikin-anak-menemukan-anak-hilang-di.html</link><category>Tips Dan Triks</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Mon, 31 May 2010 22:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-7824579336510625071</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTJIaDU04p3xOoK2sUt5VQIlNS19o7SDbAPjC51h0B4f-GW4HDE4v7ifbQO2HuTZpi8nHVMEkYscJLTGqXSU4ugvSUU5jpwpCnET5DALgsmtnBgiITnlKONffsuw_iokp1MOmgNBC3c2ec/s1600/Bikin+Anak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTJIaDU04p3xOoK2sUt5VQIlNS19o7SDbAPjC51h0B4f-GW4HDE4v7ifbQO2HuTZpi8nHVMEkYscJLTGqXSU4ugvSUU5jpwpCnET5DALgsmtnBgiITnlKONffsuw_iokp1MOmgNBC3c2ec/s320/Bikin+Anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477454035831983442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat ini di beberapa media massa, mulai kerap dijumpai kasus-kasus penculikan anak maupun anak hilang, terutama anak yang masih berusia 10 tahun ke bawah. Tidak heran, karena di bawah usia 10 tahun, anak masih polos dan mudah percaya kepada orang asing, yang berperilaku baik ataupun mengaku kenal dengan orang tuanya. Melarang anak untuk menghindari orang tak dikenal, bisa jadi bukan cara yang efektif untuk mengajarkan kemandirian pada anak. Namun, tanpa pengawasan, juga bisa fatal akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, berikut ini ada beberapa tips yang disarankan oleh Clint Van Zandt, seorang mantan anggota FBI di Unit Ilmu Perilaku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebelum meninggalkan rumah atau sekolah, masukan catatan ke dalam saku baju setiap anak yang mencantumkan nama anak dan nomer&lt;span class="fullpost"&gt; telepon pengasuh atau penanggung jawab yang dapat segera dihubungi. Sebisanya, jangan mencantumkan alamat rumah karena Anda tidak ingin orang asing mengatakan kepada si anak bahwa dia harus mengantarkanny ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Sebelum memasuki tempat umum, pastikan semua mengetahui rencana tersebut dan ke mana mereka harus pergi seandainya mereka terpisah. Keluarga harus selalu menetapkan tempat bertemu yang sudah disepakati sebelumnya, daerah air mancur di mal luar ruang yang luas atau apotek di pertokoan. Pastikan anak Anda mengerti bahwa dia sama sekali tidak boleh meninggalkan tempat ketika dia terakhir kali melihat Anda, kecuali pergi ke tempat pertemuan yang sudah disepakati sebelumnya. Dia harus memberitahu satpam, manajer toko, atau ibu yang membawa anak kecil bahwa dia tersesat. Dia tidak boleh duduk sendirian dan terlihat seperti sedang tersesat karena sikap seperti itu dapat menarik perhatian penculik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Kalau anak sudah dibekali ponsel, maka ponsel dapat memudahkan pencarian dengan melaca ping yang dipancarkan ponsel dari menara ponsel terdekat, sehingga baik sekali jika memang memungkinkan untuk membekali anak dengan ponsel (catatan: tentu dengan pengawasan pemakaian pulsa pula oleh orang tua).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Ketika pergi ke tempat ramai seperti taman hiburan, gunaka kamera di ponsel Anda (jika ada kameranya) untuk memotret semua anak dalam kelompok Anda. Jadi, ada foto yang menunjukkan perawakan dan baju yang dipakai setiap anak, foto yang dapat digunakan oleh semua pencari dan bahkan dapat diunduh, disalin, dan disebarkan jika perlu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Kenakan pakaian berwarna cerah pada anak-anak, terutama kuning dan hijau, warna yang kuat untuk membantu pencarian seandaina mereka terpisahkan. Karena sulit bagi anak untuk melihat wajah orang dewasa yang tinggi dan menutupi medan pandang mereka, sebaiknya Anda membawa sapu tangan besar atau selendang yang dapat Anda ikatkan ke lutut seandainya anak Anda hilang. Benda ini dapat dilihat si anak dari medan pandangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. Seandainya anggota kelompok Anda terpisahkan, segera beritahu satpam. Kebanyakan mal, taman hiburan, dan taman umum lainnya memiliki prosedur darurat yang dapat mereka terapkan, misalkan memanggil si anak lewat pengeras suara dan menutup semua jalan keluar, untuk memastikan anak Anda tidak berjalan keluar kawasan itu sendirian atau dibawa paksa oleh penculik. Satpam akan segera memberitahu semua toko atau karyawan tempat itu bahwa ada anak hilang dan akan mulai menonton video dari semua kamera keamanan. Ketika mencari sendiri, berdirilah di atas bangku agar Anda lebih tinggi daripada kerumunan orang di tempat itu, dan persempit pencarian Anda dengan melihat warna baju yang dikenakan anak Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. Yang terakhir, apabila anak sudah ditemukan, cepatlah puji dia dan jangan dimarahi. Anda harus menunjukkan kepadanya bahwa Anda merindukannya dan bahwa lain kali dia harus selalu berada dekat Anda. Jika memarahinya, Anda hanya menambahkan rasa bersalah kepada si anak yang baru saja mengalami pengalaman menakutkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" class="fullpost" &gt;(Sumber: Menemukan Anak Hilang di Keramaian, oleh Clint Van Zandt, 2008)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><enclosure length="0" url="http://punyaanakpertama.blogspot.com/feeds/posts/default"/><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTJIaDU04p3xOoK2sUt5VQIlNS19o7SDbAPjC51h0B4f-GW4HDE4v7ifbQO2HuTZpi8nHVMEkYscJLTGqXSU4ugvSUU5jpwpCnET5DALgsmtnBgiITnlKONffsuw_iokp1MOmgNBC3c2ec/s72-c/Bikin+Anak.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Saat ini di beberapa media massa, mulai kerap dijumpai kasus-kasus penculikan anak maupun anak hilang, terutama anak yang masih berusia 10 tahun ke bawah. Tidak heran, karena di bawah usia 10 tahun, anak masih polos dan mudah percaya kepada orang asing, yang berperilaku baik ataupun mengaku kenal dengan orang tuanya. Melarang anak untuk menghindari orang tak dikenal, bisa jadi bukan cara yang efektif untuk mengajarkan kemandirian pada anak. Namun, tanpa pengawasan, juga bisa fatal akibatnya. Oleh sebab itu, berikut ini ada beberapa tips yang disarankan oleh Clint Van Zandt, seorang mantan anggota FBI di Unit Ilmu Perilaku: 1. Sebelum meninggalkan rumah atau sekolah, masukan catatan ke dalam saku baju setiap anak yang mencantumkan nama anak dan nomer telepon pengasuh atau penanggung jawab yang dapat segera dihubungi. Sebisanya, jangan mencantumkan alamat rumah karena Anda tidak ingin orang asing mengatakan kepada si anak bahwa dia harus mengantarkanny ke rumah. 2. Sebelum memasuki tempat umum, pastikan semua mengetahui rencana tersebut dan ke mana mereka harus pergi seandainya mereka terpisah. Keluarga harus selalu menetapkan tempat bertemu yang sudah disepakati sebelumnya, daerah air mancur di mal luar ruang yang luas atau apotek di pertokoan. Pastikan anak Anda mengerti bahwa dia sama sekali tidak boleh meninggalkan tempat ketika dia terakhir kali melihat Anda, kecuali pergi ke tempat pertemuan yang sudah disepakati sebelumnya. Dia harus memberitahu satpam, manajer toko, atau ibu yang membawa anak kecil bahwa dia tersesat. Dia tidak boleh duduk sendirian dan terlihat seperti sedang tersesat karena sikap seperti itu dapat menarik perhatian penculik. 3. Kalau anak sudah dibekali ponsel, maka ponsel dapat memudahkan pencarian dengan melaca ping yang dipancarkan ponsel dari menara ponsel terdekat, sehingga baik sekali jika memang memungkinkan untuk membekali anak dengan ponsel (catatan: tentu dengan pengawasan pemakaian pulsa pula oleh orang tua). 4. Ketika pergi ke tempat ramai seperti taman hiburan, gunaka kamera di ponsel Anda (jika ada kameranya) untuk memotret semua anak dalam kelompok Anda. Jadi, ada foto yang menunjukkan perawakan dan baju yang dipakai setiap anak, foto yang dapat digunakan oleh semua pencari dan bahkan dapat diunduh, disalin, dan disebarkan jika perlu. 5. Kenakan pakaian berwarna cerah pada anak-anak, terutama kuning dan hijau, warna yang kuat untuk membantu pencarian seandaina mereka terpisahkan. Karena sulit bagi anak untuk melihat wajah orang dewasa yang tinggi dan menutupi medan pandang mereka, sebaiknya Anda membawa sapu tangan besar atau selendang yang dapat Anda ikatkan ke lutut seandainya anak Anda hilang. Benda ini dapat dilihat si anak dari medan pandangnya. 6. Seandainya anggota kelompok Anda terpisahkan, segera beritahu satpam. Kebanyakan mal, taman hiburan, dan taman umum lainnya memiliki prosedur darurat yang dapat mereka terapkan, misalkan memanggil si anak lewat pengeras suara dan menutup semua jalan keluar, untuk memastikan anak Anda tidak berjalan keluar kawasan itu sendirian atau dibawa paksa oleh penculik. Satpam akan segera memberitahu semua toko atau karyawan tempat itu bahwa ada anak hilang dan akan mulai menonton video dari semua kamera keamanan. Ketika mencari sendiri, berdirilah di atas bangku agar Anda lebih tinggi daripada kerumunan orang di tempat itu, dan persempit pencarian Anda dengan melihat warna baju yang dikenakan anak Anda. 7. Yang terakhir, apabila anak sudah ditemukan, cepatlah puji dia dan jangan dimarahi. Anda harus menunjukkan kepadanya bahwa Anda merindukannya dan bahwa lain kali dia harus selalu berada dekat Anda. Jika memarahinya, Anda hanya menambahkan rasa bersalah kepada si anak yang baru saja mengalami pengalaman menakutkan. (Sumber: Menemukan Anak Hilang di Keramaian, oleh Clint Van Zandt, 2008)</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</itunes:author><itunes:summary>Saat ini di beberapa media massa, mulai kerap dijumpai kasus-kasus penculikan anak maupun anak hilang, terutama anak yang masih berusia 10 tahun ke bawah. Tidak heran, karena di bawah usia 10 tahun, anak masih polos dan mudah percaya kepada orang asing, yang berperilaku baik ataupun mengaku kenal dengan orang tuanya. Melarang anak untuk menghindari orang tak dikenal, bisa jadi bukan cara yang efektif untuk mengajarkan kemandirian pada anak. Namun, tanpa pengawasan, juga bisa fatal akibatnya. Oleh sebab itu, berikut ini ada beberapa tips yang disarankan oleh Clint Van Zandt, seorang mantan anggota FBI di Unit Ilmu Perilaku: 1. Sebelum meninggalkan rumah atau sekolah, masukan catatan ke dalam saku baju setiap anak yang mencantumkan nama anak dan nomer telepon pengasuh atau penanggung jawab yang dapat segera dihubungi. Sebisanya, jangan mencantumkan alamat rumah karena Anda tidak ingin orang asing mengatakan kepada si anak bahwa dia harus mengantarkanny ke rumah. 2. Sebelum memasuki tempat umum, pastikan semua mengetahui rencana tersebut dan ke mana mereka harus pergi seandainya mereka terpisah. Keluarga harus selalu menetapkan tempat bertemu yang sudah disepakati sebelumnya, daerah air mancur di mal luar ruang yang luas atau apotek di pertokoan. Pastikan anak Anda mengerti bahwa dia sama sekali tidak boleh meninggalkan tempat ketika dia terakhir kali melihat Anda, kecuali pergi ke tempat pertemuan yang sudah disepakati sebelumnya. Dia harus memberitahu satpam, manajer toko, atau ibu yang membawa anak kecil bahwa dia tersesat. Dia tidak boleh duduk sendirian dan terlihat seperti sedang tersesat karena sikap seperti itu dapat menarik perhatian penculik. 3. Kalau anak sudah dibekali ponsel, maka ponsel dapat memudahkan pencarian dengan melaca ping yang dipancarkan ponsel dari menara ponsel terdekat, sehingga baik sekali jika memang memungkinkan untuk membekali anak dengan ponsel (catatan: tentu dengan pengawasan pemakaian pulsa pula oleh orang tua). 4. Ketika pergi ke tempat ramai seperti taman hiburan, gunaka kamera di ponsel Anda (jika ada kameranya) untuk memotret semua anak dalam kelompok Anda. Jadi, ada foto yang menunjukkan perawakan dan baju yang dipakai setiap anak, foto yang dapat digunakan oleh semua pencari dan bahkan dapat diunduh, disalin, dan disebarkan jika perlu. 5. Kenakan pakaian berwarna cerah pada anak-anak, terutama kuning dan hijau, warna yang kuat untuk membantu pencarian seandaina mereka terpisahkan. Karena sulit bagi anak untuk melihat wajah orang dewasa yang tinggi dan menutupi medan pandang mereka, sebaiknya Anda membawa sapu tangan besar atau selendang yang dapat Anda ikatkan ke lutut seandainya anak Anda hilang. Benda ini dapat dilihat si anak dari medan pandangnya. 6. Seandainya anggota kelompok Anda terpisahkan, segera beritahu satpam. Kebanyakan mal, taman hiburan, dan taman umum lainnya memiliki prosedur darurat yang dapat mereka terapkan, misalkan memanggil si anak lewat pengeras suara dan menutup semua jalan keluar, untuk memastikan anak Anda tidak berjalan keluar kawasan itu sendirian atau dibawa paksa oleh penculik. Satpam akan segera memberitahu semua toko atau karyawan tempat itu bahwa ada anak hilang dan akan mulai menonton video dari semua kamera keamanan. Ketika mencari sendiri, berdirilah di atas bangku agar Anda lebih tinggi daripada kerumunan orang di tempat itu, dan persempit pencarian Anda dengan melihat warna baju yang dikenakan anak Anda. 7. Yang terakhir, apabila anak sudah ditemukan, cepatlah puji dia dan jangan dimarahi. Anda harus menunjukkan kepadanya bahwa Anda merindukannya dan bahwa lain kali dia harus selalu berada dekat Anda. Jika memarahinya, Anda hanya menambahkan rasa bersalah kepada si anak yang baru saja mengalami pengalaman menakutkan. (Sumber: Menemukan Anak Hilang di Keramaian, oleh Clint Van Zandt, 2008)</itunes:summary><itunes:keywords>Tips Dan Triks</itunes:keywords></item><item><title>Bikin Anak : "Resep Makanan Bayi: Air Jeruk"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/anak-pertama-resep-makanan-bayi-air_31.html</link><category>Resep</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Mon, 31 May 2010 06:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-4371160153807183027</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwuVs5ayfQmXJnQrTE8nxDFV6gdA9zUTA6CbUdXIiwKPFSs8QALdtLE1DH_tx2hziNSo0cGi34EuTiRUYMiOlNCZxoMyQcyVv27xkZx8GJ7dxX3-sKzGyAsyAanTdDEEMYyuoBEUM5pRLf/s1600/Anak+pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 211px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwuVs5ayfQmXJnQrTE8nxDFV6gdA9zUTA6CbUdXIiwKPFSs8QALdtLE1DH_tx2hziNSo0cGi34EuTiRUYMiOlNCZxoMyQcyVv27xkZx8GJ7dxX3-sKzGyAsyAanTdDEEMYyuoBEUM5pRLf/s320/Anak+pertama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476099938036050578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;1 buah jeruk Garut atau jeruk Siam (100 gr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cuci bersih jeruk&lt;br /&gt;2. Potong melintang, lalu peras dan saring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemberian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemberian pertama kali, sebaiknya Anda mengemcerkan air jeruk tersebut dengan air putih masak dengan perbandingan 1 : 1, lalu memberikan sebanyak 1 sendok teh. Pemberian ini selanjutnya ditambah dari hari ke hari sampai dapat menghabiskan 1 buah jeruk, sehingga selanjutnya tidak perlu diencerkan lagi. Bila rasanya asam, dapat ditambah gula dalam bentuk sirup secukupnya.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwuVs5ayfQmXJnQrTE8nxDFV6gdA9zUTA6CbUdXIiwKPFSs8QALdtLE1DH_tx2hziNSo0cGi34EuTiRUYMiOlNCZxoMyQcyVv27xkZx8GJ7dxX3-sKzGyAsyAanTdDEEMYyuoBEUM5pRLf/s72-c/Anak+pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak :  "Perkembangan Bayi 9 Bulan"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/anak-pertama-perkembangan-bayi-9-bulan.html</link><category>Article</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Sun, 30 May 2010 06:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-4140776125757993477</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeh_S_NQ7k7uuTCpKlVemE0vK783t_EG3kqLwhEkpztSZda2SX9Tqw75CO8DRu-OR9Z6P0sBJBVIK2mJlpBaoDs-5PWWiPIi2A-NFKyFuHB871WCUXNDVmLNrmsNgxXuZtvegQwk49MDSZ/s1600/Anak+pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 214px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeh_S_NQ7k7uuTCpKlVemE0vK783t_EG3kqLwhEkpztSZda2SX9Tqw75CO8DRu-OR9Z6P0sBJBVIK2mJlpBaoDs-5PWWiPIi2A-NFKyFuHB871WCUXNDVmLNrmsNgxXuZtvegQwk49MDSZ/s320/Anak+pertama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476098690187152626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memanjat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini, perkembangan motorik yang paling banyak ditemui pada bayi adalah merangkak, mengangkat badan dari posisi duduk hingga berdiri, serta memanjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, jika terdapat tangga di rumah Anda, pastikan Anda memasang pengaman seperti pagar pada setiap mulut tangga, karena tempat ini akan menjadi daya tarik yang luar biasa bagi si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi Anda akan senang dan merasa tertantang untuk memanjat tangga, naik ke atas kasur dan sebagainya untuk mengasah kemampuan&lt;span class="fullpost"&gt; memanjatnya ini. Untuk melakukannya, diperlukan koordinasi yang baik antara kaki serta kedua tangan untuk mengangkat tubuhnya. Namun untuk menuruni anak tangga, diperlukan waktu beberapa bulan lagi, karena jauh lebih sulit dibandingkan menaikinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perhatikan Keamanan Rumah Anda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada tahap ini, Anda harus lebih hati-hati lagi dalam menata rumah Anda, karena bayi Anda akan mencoba memanjat ke atas berbagai perabotan rumah Anda. Jika Anda menidurkannya di ranjang bayi, maka pastikan dia tidak bisa memanjat keluar ranjangnya, karena ia belum memiliki kemampuan yang cukup untuk itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pastikan pula dapur Anda aman untuk bayi Anda, karena ini merupakan tempat yang sangat menarik baginya untuk bereksplorasi. Berkaitan dengan dapur, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Kunci oven Anda. Bayi yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bisa saja membukanya dan bermain-main dengannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   2. Hindari memasak sambil menggendong bayi Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Jangan biarkan panci atau wajan berada di atas kompor dengan gagang/pegangan mengarah ke luar. Bayi Anda bisa menariknya ketika Anda lengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   4. Kunci setiap lemari yang terjangkau olehnya, terutama yang berisi barang-barang yang bisa membahayakannya, seperti deterjen, kantung plastik, pecah belah, dan sebagainya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebaliknya, untuk membantu dan mendukung proses eksplorasi bayi Anda, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Sediakan 1 lemari khusus di dapur atau ruang makan Anda untuk si kecil. Dia akan senang membuka dan menutupnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   2. Sediakan panci, wajan, gelas dan alat-alat masak yang aman baginya, sehingga ia akan senang bermain dan bereksplorasi dengannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Sediakan sendok kayu yang dapat digunakannya untuk memukul-mukul panci. Perhatikan bagaimana dia memegang sendok di tangan yang satu dan memukul-mukul panci dengan tangan yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bayi pada usia ini biasanya sudah bisa menentukan makanan apa yang lebih ia sukai dibandingkan makanan lainnya. Anda mungkin akan melihat bayi Anda lahap memakan satu jenis makanan dan menolak jenis makanan yang lain. Terkadang mungkin ia akan bermain dengan makanan yang Anda berikan, atau malah membuangnya ke lantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika Anda orang tua baru dan bingung dengan keadaan ini, ada bagusnya jika Anda berbagi dengan orang tua lainnya yang sudah lebih berpengalaman, siapa tahu mereka punya tips-tips tertentu yang bisa Anda terapkan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satu hal yang perlu Anda perhatikan berkaitan dengan makanan adalah kemandirian bayi Anda. Pada tahap ini, keinginan si kecil untuk melakukan segala sesuatu sendiri semakin meningkat, termasuk dalam hal makan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terkadang yang membuat bayi Anda “protes” bukan makanan yang Anda berikan kepadanya, melainkan ketidakpedulian Anda terhadap keinginannya untuk bisa makan sendiri! Nah, sebagai jalan keluarnya, coba Anda berikan sendok bayi yang bisa dipegangnya. Selama Anda menyuapinya, biarkan ia memegang sendok tersebut. Dengan begini, Anda telah mendukung keinginan untuk mandiri pada buah hati Anda…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alternatif lain adalah dengan memberikan makanan yang aman untuk dipegangnya, yang dikenal dengan finger food. Untuk menghindari bahaya tersedak, sebagai tahap awal Anda bisa memberikan potongan makanan yang sangat kecil dan lunak, yang bisa dengan mudah hancur dalam mulutnya. Biasanya buah atau sayur yang dikukus, cocok untuk ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alasan lain yang bisa menyebabkan bayi Anda susah makan adalah tekstur makanan yang Anda berikan. Oleh karena itu, sebagian ahli menganjurkan untuk mulai beralih ke makanan yang lebih padat, sehingga bayi Anda terbiasa dengan makanan dengan berbagai tekstur dan mulai menyesuaikan untuk mengkonsumsi berbagai macam makanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerdasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Dia sudah memahami konsep dasar berhitung. Sebuah penelitian dilakukan dengan cara menunjukkan flash card kepada beberapa bayi - 2 kali di sebelah kirinya dan 3 kali di sebelah kanannya. Ketika ini dilakukan berulang kali, maka ternyata selanjutnya, setelah flash card ditunjukkan kepada para bayi ini 2 kali di sebelah kiri, mereka akan menengok ke sebelah kanan, mengantisipasi flash card yang akan muncul di sebelah kanan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   2. Dia mulai mahir meniru ekspresi wajah serta gerak-gerik Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Dia semakin memahami, bahwa benda-benda yang tidak nampak oleh penglihatan mereka, bukan berarti benda itu tidak ada. Sebagai contoh, jika Anda menyelubungi sebuah buku dengan kain hingga tertutup seluruhnya, bayi Anda akan menyingkapkan kain tersebut untuk “membuktikan” bahwa buku tersebut ada!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   4. Dia sudah bisa menempatkan setiap benda, suara dan kejadian sesuai dengan kategorinya, berdasarkan pengalamannya selama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lain-lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun bayi Anda sangat aktif bereksplorasi, namun ketahuilah bahwa dia tetap memerlukan Anda di sisinya. Dengan mengetahui bahwa Anda berada di dekatnya, ia akan merasa lebih percaya diri dan ia pun mengetahui bahwa ia bisa meminta bantuan Anda ketika ia memerlukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anda akan menjadi “pom bensin” baginya untuk “mengisi bensin” dan melanjutkan perjalanan eksplorasinya…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeh_S_NQ7k7uuTCpKlVemE0vK783t_EG3kqLwhEkpztSZda2SX9Tqw75CO8DRu-OR9Z6P0sBJBVIK2mJlpBaoDs-5PWWiPIi2A-NFKyFuHB871WCUXNDVmLNrmsNgxXuZtvegQwk49MDSZ/s72-c/Anak+pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak :  "Amankah Rumah Kita Buat Putra Putri Kita?"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/anak-pertama-amankah-rumah-kita-buat.html</link><category>Article</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Sat, 29 May 2010 06:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-1850033883598332717</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsYnoTTa5dXVCdI3uFAUpWybzRAgxnRvg-bGNmH6R96nxCF1EKPV6wRzCnyIKe-oMikerDRtwiCmgZoD_7dwktN0jMdv2lRS-4OCTtIR3hvm5KL7kLLp1HXwz8RQ4KwuMBcHykLGw-ITBR/s1600/Anak+pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 214px; height: 159px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsYnoTTa5dXVCdI3uFAUpWybzRAgxnRvg-bGNmH6R96nxCF1EKPV6wRzCnyIKe-oMikerDRtwiCmgZoD_7dwktN0jMdv2lRS-4OCTtIR3hvm5KL7kLLp1HXwz8RQ4KwuMBcHykLGw-ITBR/s320/Anak+pertama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476097548423695298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Artikel ini sebenarnya bukan untuk menakut-nakuti, namun untuk membantu mengurangi resiko terlukanya bayi Anda di lingkungan rumah Anda. Walaupun pasti tidak akan ada rumah yang 100% aman, mudah-mudahan informasi berikut dapat Anda gunakan sebagai tindakan pencegahan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;5 Jenis Kecelakaan yang Paling Banyak Terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jatuh - Sepertinya tidak terlalu mengherankan ya, bahwa terjatuh merupakan kecelakaan yang paling sering terjadi pada bayi di seluruh dunia? Bagaimana tidak, bayi kan terlebih dahulu belajar memanjat dan menaiki berbagai objek, sedangkan belajar turunnya belakangan…&lt;br /&gt;2. Keracunan - Kebanyakan yang menyebabkan keracunan pada bayi dan anak-anak adalah larutan pembersih serta obat-obatan yang berwarna warni serta menarik perhatian mereka.&lt;br /&gt;3. Tenggelam - Proses tenggelam berlangsung cepat dan hening, inilah bahayanya. Berdasarkan laporan kasus yang terjadi, kebanyakan mereka yang tenggelam “melibatkan” kolam renang, bak mandi, ember, WC dan wadah air lainnya.&lt;br /&gt;4. Luka Bakar - Di antara kelima jenis kecelakaan ini, luka bakar merupakan yang paling fatal karena tubuh si kecil dapat menyerap asap lebih cepat, sehingga sangat mudah untuk mengalami kesulitan bernafas.&lt;br /&gt;5. Sulit Bernafas - Kecelakaan ini banyak melibatkan kegiatan tidur si kecil. Entah karena posisi tidur yang salah, tertindih oleh orang tuanya yang tidur di dekatnya, atau bahkan tersedak benda-benda kecil seperti&lt;span class="fullpost"&gt; koin, kancing, mainan, popcorn, kue dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Keamanan di Dapur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Jangan biarkan gagang panci atau wajan menghadap ke luar kompor ketika sedang memasak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   2. Simpan pisau, pecah belah serta alat masak lainnya di dalam lemari yang terkunci dan tidak mudah dibuka oleh si kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Hindari penggunaan taplak meja. Bayi Anda bisa menariknya dan menjatuhkan benda-benda yang berada di atasnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   4. Jangan membiarkan peralatan pembersih lantai tidak terawasi. Bayi Anda bisa tenggelam walaupun pada air sedalam 3 cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   5. Hindari memasak sambil menggendong bayi Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Keamanan di Kamar Mandi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Hati-hati jika Anda menggunakan pemanas air di kamar mandi Anda. Anda bisa mematikannya jika tidak terpakai. Jangan sampai bayi dan anak Anda mengalami luka bakar karena bermain dengan keran air panas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   2. Jika Anda memiliki kloset duduk, sebaiknya Anda menggunakan pengunci khusus, sehingga si kecil tidak bisa membuka penutupnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Letakkan sabun, shamppo, pembersih lantai serta obat-obatan lainnya pada tempat yang tidak terjangkau oleh si kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   4. Rak-rak yang ada di kamar mandi sebaiknya diberi pintu dan dikunci. Walaupun tidak da benda yang berbahaya di dalamnya, namun bayi dan anak Anda bisa berusaha untuk memanjatnya jika ia dibiarkan terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Keamanan di Ruang Tidur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Jangan membiarkan ranjang bayi Anda penuh dengan boneka. Ini bisa membuatnya kesulitan bernafas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   2. Jangan membiarkan bayi Anda tidak terawasi ketika berada di atas tempat tidur dan tempat tinggi lainnya untuk menghindari ia terjatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Singkirkan tali gordyn, tali bantal dan sebagainya untuk menghindari bayi Anda terjerat olehnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   4. Mainan yang sudah tidak utuh sebaiknya Anda singkirkan, karena bagian-bagian yang copot bisa membuat si kecil tersedak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   5. Pastikan bayi Anda tidak bisa memasukkan kepalanya di antara jeruji ranjangnya. Ranjang bayi model lama mungkin tidak memperhatikan jarak antar jeruji sehingga bisa menyebabkan anggota badan si kecil terjepit atau terperangkap di antaranya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Keamanan di Ruangan Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Sebaiknya Anda menggunakan meja dan perabotan yang berukuran lebar dan tidak beroda. Ini untuk mencegah bayi dan anak Anda tertindih ketika bermain di dekatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   2. Amankan lemari, rak buku dan perabotan berat lainnya dengan mematenkannya ke dinding rumah Anda, sehingga tidak mudah terjatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Hati-hati juga meletakkan hiasan dinding, jangan sampai terjangkau oleh si kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   4. Sembunyikan kabel-kabel alat elektronik Anda, baik dengan menempatkannya di belakang perabotan, atau dengan menggunakan penutup kabel. Kabel yang berantakan bisa membuat bayi Anda tersedak karena mengunyahnya, ataupun terjerat. Amankan juga stop kontak di rumah Anda dengan menggunakan penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   5. Letakkan tempat sampah di mana bayi tidak bisa menjangkaunya atau gunakan tempat sampah yang bertutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   6. Simpan semua alat tulis kantor (ATK) di tempat yang aman setiap kali Anda selesai bekerja. Alat sederhana seperti bolpen, tinta, klip kertas, lem dan sebagainya memang tidak terlihat berbahaya, namun bisa sebaliknya untuk bayi Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yah, walaupun tentu saja Anda tidak bisa mengawasi bayi Anda setiap detik setiap waktu, namun mudah-mudahan berbagai tips di atas bisa membantu mengurangi resiko kecelakaan padanya selama ia berada di rumah. Dan terakhir, jangan menyepelekan kemampuan bayi Anda. Ia bisa melakukan hal-hal yang berada di luar dugaan Anda…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsYnoTTa5dXVCdI3uFAUpWybzRAgxnRvg-bGNmH6R96nxCF1EKPV6wRzCnyIKe-oMikerDRtwiCmgZoD_7dwktN0jMdv2lRS-4OCTtIR3hvm5KL7kLLp1HXwz8RQ4KwuMBcHykLGw-ITBR/s72-c/Anak+pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak : "Resep Makanan Bayi: Air Tomat"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/anak-pertama-resep-makanan-bayi-air.html</link><category>Resep</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Fri, 28 May 2010 06:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-6671800759040486486</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDw5KUC4LfdhMQyaPjw2HvQKZ_mdREw_gTTO8uQ3RlUbj-ZVKcobvcB7v2LV2eW6ewZmAqtqLwfbECrGSChtuO7b-eSmRU-dL3qrj4_ea9UVyyehyphenhyphenkbMKkBuj6NVmPr02xGwggTHRDP4X5/s1600/Anak+pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 284px; height: 193px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDw5KUC4LfdhMQyaPjw2HvQKZ_mdREw_gTTO8uQ3RlUbj-ZVKcobvcB7v2LV2eW6ewZmAqtqLwfbECrGSChtuO7b-eSmRU-dL3qrj4_ea9UVyyehyphenhyphenkbMKkBuj6NVmPr02xGwggTHRDP4X5/s320/Anak+pertama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476100833203827602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahan :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;1 buah tomat (60 gram)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cuci bersih tomat&lt;br /&gt;2. Masukkan ke dalam panci yang berisi air panas, tutup&lt;br /&gt;3. Tunggu hingga 3 - 5 menit, lalu angkat tomat dari air panas&lt;br /&gt;4. Kupas kulit arinya, lalu saring&lt;br /&gt;5. Air tomat yang didapat sekitar 6 sendok makan (50 cc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemberian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemberian pertama kali, sebaiknya air tomat diencerkan dengan air putih masak dengan perbandingan 1 : 1, lalu berikan sebanyak 1 sendok teh. Pemberian ini dari hari ke hari ditambah sampai dapat menghabiskan 1 buah tomat, sehingga selanjutnya tidak perlu diencerkan lagi. Bila rasanya asam, dapat ditambah gula dalam bentuk sirup secukupnya.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDw5KUC4LfdhMQyaPjw2HvQKZ_mdREw_gTTO8uQ3RlUbj-ZVKcobvcB7v2LV2eW6ewZmAqtqLwfbECrGSChtuO7b-eSmRU-dL3qrj4_ea9UVyyehyphenhyphenkbMKkBuj6NVmPr02xGwggTHRDP4X5/s72-c/Anak+pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak : "Tuntunan Membuat Makanan Bayi Sendiri"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/anak-pertama-tuntunan-membuat-makanan.html</link><category>Tips Dan Triks</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Fri, 28 May 2010 06:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-6856167000698751069</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI7cGoURG-mkLxsS9CtWiJa22G7cK1qK8PSf7VrI5AqBpkZDBitzMdQ-0ipAAsKtCW-3iEC-uHEBmQaptRdZ64PLHIGuk9LAMIe86wW8gurPQINKIlMK5Z23vlRXu-rOLKMtwLxNeuHgwS/s1600/Anak+pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 251px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI7cGoURG-mkLxsS9CtWiJa22G7cK1qK8PSf7VrI5AqBpkZDBitzMdQ-0ipAAsKtCW-3iEC-uHEBmQaptRdZ64PLHIGuk9LAMIe86wW8gurPQINKIlMK5Z23vlRXu-rOLKMtwLxNeuHgwS/s320/Anak+pertama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476096078360366274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ingin membuat makanan bayi sendiri? Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan Makanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda baru akan memulai memberikan makanan padat kepada bayi Anda, maka mulailah dengan yang sederhana. Selain makanan seperti sereal, makanan padat untuk si kecil bisa berupa pisang atau alpukat yang dihaluskan, pure apel, pir, labu, maupun kentang yang dimasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu bayi Anda terlihat menyukai berbagai macam buah dan sayuran, berikutnya Anda bisa memperkenalkan daging sapi, kambing, atau ayam kepadanya. Pastikan Anda tidak membubuhkan garam ke dalam makanan si kecil dan tidak memproses daging dengan cara dipanggang/dibakar. Sebagai variasi, tentu saja Anda bisa mengkombinasikan daging dengan sayuran atau bahkan buah, seperti apel dan pir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah secara bertahap bayi Anda mulai terbiasa dengan berbagai jenis makanan dan tekstur yang berbeda dan giginya mulai muncul, Anda bisa mencoba memberikan ikan berdaging lembut dan buah-buahan yang agak&lt;span class="fullpost"&gt; masam seperti jeruk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" class="fullpost" &gt;Tips Menyiapkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persiapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama-tama sebaiknya setiap buah Anda kupas kulitnya, sisihkan lemak serta gajih dari daging dan sisihkan juga kulit ayam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengolahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk pengolahan, bahan makanan bisa Anda kukus, rebus, ataupun dimasak dengan menggunakan microwave.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selanjutnya, untuk bayi berusia di bawah 8 bulan, Anda bisa membuat bahan-bahan tersebut menjadi pure. Prosesnya bisa menggunakan food processor ataupun blender biasa. Untuk membuat pure lebih halus, Anda boleh saja menambahkan air matang secukupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk bayi berusia lebih dari 8 bulan, daging cukup Anda cincang halus dan bahan makan lain bisa Anda lumatkan/haluskan menggunakan garpu. Jika Anda menggunakan ikan, hati-hati dengan tulangnya ya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" class="fullpost" &gt;Tips Menyajikan dan Menyimpan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyimpanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Makanan bayi yang sudah dalam bentuk pure, bisa bertahan dalam freezer hingga 30 hari, paling lama. Cara menyimpannya, Anda bisa menggunakan wadah es batu. Sendokkan pure ke dalam kotak-kotak wadah es batu, lalu tutup dengan menggunakan plastic wrap untuk makanan. Simpan dalam freezer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Atau, Anda bisa juga menggunakan toples plastik/kaca sebagai wadahnya. Pure ini bisa bertahan hingga 2 hari dalam kulkas dan hingga 1 bulan dalam freezer. Jangan lupa untuk memberi label yang berisikan informasi bahan makanan dan tanggal kadaluarsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyajian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menyajikan makanan yang telah disimpan dalam kulkas/freezer, Anda tinggal memanaskannya di atas kompor. Jika Anda ingin menggunakan microwave, Anda tinggal menempatkan kubus-kubus pure ke dalam mangkuk kaca atau keramik, lalu memanaskannya. Pastikan Anda mengaduk pure tersebut hingga betul-betul merata, untuk menghindari berkumpulnya panas hanya pada satu titik makanan. Ini bisa membahayakan bayi Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum disajikan, periksa dulu suhu makanan dengan menggunakan sendok bersih dan uji dengan menggunakan bibir Anda. Jika ada makanan yang tersisa, jangan dimasukkan lagi ke dalam freezer ya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selamat mencoba!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI7cGoURG-mkLxsS9CtWiJa22G7cK1qK8PSf7VrI5AqBpkZDBitzMdQ-0ipAAsKtCW-3iEC-uHEBmQaptRdZ64PLHIGuk9LAMIe86wW8gurPQINKIlMK5Z23vlRXu-rOLKMtwLxNeuHgwS/s72-c/Anak+pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak : "Kebutuhan Nutrisi Ibu Menyusui"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/kebutuhan-nutrisi-ibu-menyusui.html</link><category>Menyusui</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Mon, 17 May 2010 15:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-9117366276099134201</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidfUzAdBfETNIpDKZNGKgZEDZQgZtk-diRcFr1qJIvylwdE06D2FRWc1QpPtG6z6WTzDHyxr6TnemJhVFqeQ5BeGIsin2s85pHigM1hAomQ_vjeACktUmRm1oHC94Nh3LblE6vTukjULzu/s1600/Anak+Pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidfUzAdBfETNIpDKZNGKgZEDZQgZtk-diRcFr1qJIvylwdE06D2FRWc1QpPtG6z6WTzDHyxr6TnemJhVFqeQ5BeGIsin2s85pHigM1hAomQ_vjeACktUmRm1oHC94Nh3LblE6vTukjULzu/s320/Anak+Pertama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474745111428715506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak disangkal lagi, ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Tapi apakah Ibu menyusui mendapatkan semua nutrisi yang mereka butuhkan untuk menjamin kesehatan yang optimal bagi ibu dan bayi? Anehnya, bagi banyak ibu menyusui, jawabannya cenderung "tidak." Saat ini bukti menunjukkan bahwa wanita menyusui beresiko kekurangan vitamin D, serta beberapa nutrisi penting lainnya. Ahli gizi sekarang menyarankan bahwa ibu menyusui harus mengkonsumsi makanan yang sehat dan juga menggunakan suplemen yang dirancang untuk mengatasi kekurangan gizi penting untuk&lt;span class="fullpost"&gt; menghasilkan komposisi ASI yang berkualitas bagi pertumbuhan bayi dan juga meningkatkan produksi ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Asupan Vitamin D untuk Ibu dan Bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena khawatir akan dampak buruk sengatan matahari terkait dengan kanker kulit dan penuaan dini, kita menutupi diri dengan pakaian dan tabir surya ketika di luar rumah, seperti yang disarankan oleh dokter. Namun, bagaikan buah simalakama, tindakan "menjauhi sengatan matahari" ini berdampak pada kekurangan vitamin D bagi wanita, terutama ibu hamil dan menyusui. Hal ini menempatkan bayi pada resiko rakhitis, yaitu penyakit akibat rapuhnya pertumbuhan tulang. Oleh karenanya,  American Academy of Pediatric (AAP), merekomendasikan bahwa semua makanan bayi harus dilengkapi dengan Vitamin D. Rekomendasi AAP juga mencantumkan bahwa ibu dari bayi yang minum ASI juga membutuhkan asupan Vitamin D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu, bayi dan ibunya lebih mendapat paparan sinar matahari lebih banyak, supaya pigmen bawah kulit agar dapat memproduksi vitamin D yang dibutuhkan tubuh, kata Dr Kathleen Marinelli, seorang konsultan ahli laktasi internasional. "Rendahnya kadar vitamin D dalam ASI harus ditingkatkan dengan cara mengkonsumsi vitamin D bila tidak cukup dihasilkan oleh kulit. Dengan mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D, kadar vitamin D juga meningkat dalam ASI."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu menyusui dan bayi mereka mungkin juga memiliki tingkat rendah nutrisi penting lainnya, termasuk Vitamin A, C, B-6, asam folat, B-12, dan Seng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak pakar kesehatan merekomendasikan bahwa ibu menyusui dapat terus mengkonsumsi suplemen kehamilan mereka, sebagian besar suplemen prenatal itu tidak mengandung cukup kadar bahan-bahan penting ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alasan ini, perusahaan nutrisi herbal seperti Fairhaven Health telah merumuskan produk yang dirancang untuk mengatasi masalah-masalah ini dan memformulasikan Nursing Blend, suplemen nutrisi alami bagi ibu menyusui, yang mengandung suplemen kunci yang dibutuhkan ibu untuk menghasilkan ASI yang berkualitas bagi si Buah Hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fairhaven Health adalah produsen terkemuka suplemen kesuburan, kehamilan dan menyusui. Ethan Lynette dari Fairhaven Health mengatakan bahwa beberapa pelanggan masih ingin terus menggunakan produk suplemen prenatal Fairhaven, bahkan setelah mereka melahirkan bayi, namun bagi ibu menyusui, ada kebutuhan gizi baru yang lebih kompleks, dan oleh karenanya mereka mengembangkan bahan alami, bekerjasama dengan tim dokter dan ahli gizi, termasuk Dr. Marinelli. Hasilnya adalah kombinasi unik vitamin, mineral, dan herbal alami (tumbuh-tumbuhan yang meningkatkan produksi ASI) untuk membantu menjamin nutrisi yang optimal dan meningkatkan produksi susu. Nursing Blend mengandung 100% atau lebih dari rekomendasi RDA untuk ibu menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nutrisi penting tersebut meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Vitamin D: penting untuk kesehatan gigi dan pertumbuhan tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Vitamin B-6: memetabolisme lemak dan protein, memfasilitasi pertumbuhan sel, mendukung syaraf dan sistem kekebalan. Vitamin B-6 sangat dibutuhkan bagi produksi sel darah merah dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Folic Acid (Asam Folat): mensintesis DNA dan membantu dalam pembelahan sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Vitamin B-12: Mendukung sistem saraf dan produksi sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Zinc (Seng): Mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat dan penting dalam penyembuhan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan vitamin dan mineral dalam Nursing Blend memastikan bahwa ibu dan bayi memperoleh nutrisi yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak ibu baru yang khawatir bahwa mereka tidak cukup memproduksi air susu atau ASI mereka kurang," kata Mr Lynette. Nursing Blend mengandung fenugreek dan fennel seeds yang dapat meningkatkan produksi ASI untuk menjadikan pengalaman menyusui lebih produktif, relaks dan menyenangkan bagi ibu maupun bayi. (Erabaru/adv)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidfUzAdBfETNIpDKZNGKgZEDZQgZtk-diRcFr1qJIvylwdE06D2FRWc1QpPtG6z6WTzDHyxr6TnemJhVFqeQ5BeGIsin2s85pHigM1hAomQ_vjeACktUmRm1oHC94Nh3LblE6vTukjULzu/s72-c/Anak+Pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak : "Masalah Pada Ibu Menyusui Dan Solusinya"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/kehamilan-persalinan-dan-menyusui.html</link><category>Menyusui</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Mon, 17 May 2010 15:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-4460766364378685864</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKzxQYMZcXG8UfaeEL99sHDaf0GubzVxOUwfN6eU8zfu1FVlma-XN5h2zAjrL_gUzsyQ5HHbOsc9jHv3uCpbleYRIp0ink1GtwE-0WJI5Gry2iYtPhMFhyphenhyphenTVDPoy9B1iKN0Oj2yVxFgIGd/s1600/Anak+Pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKzxQYMZcXG8UfaeEL99sHDaf0GubzVxOUwfN6eU8zfu1FVlma-XN5h2zAjrL_gUzsyQ5HHbOsc9jHv3uCpbleYRIp0ink1GtwE-0WJI5Gry2iYtPhMFhyphenhyphenTVDPoy9B1iKN0Oj2yVxFgIGd/s320/Anak+Pertama.jpg" alt="anak pertamaku,mas item,punya anak pertama,blogpaling bagus di dunia" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474726668847298418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kesehatan ibu hamil dan menyusui adalah persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian unit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menanti kelahiran bayi, si Ibu harus menyiapkan terlebih dahulu keadaan psikologinya dalam menghadapi bayinya nanti, terutama dalam hal menyusui bayi. Berikut langkah-langkah yang&lt;span class="fullpost"&gt; harus diambil untuk mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui bayinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya; menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninya, bila ada masalah hubungi dokter atau petugas kesehatan yang berkompeten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Meyakinkan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu buatan/formula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayi sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan dokter atau petugas kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga hilang keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang tengah dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hal tersebut diatas, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ukuran dan bentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berpengaruh pada produksi ASI. Perlu diperhatikan bila ada kelainan seperti pembesaran masif, gerakan yang tidak simetris pada perubahan posisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kontur/permukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permukaan yang tidak rata, adanya depresi, elevasi (pengangkatan jaringan), retraksi (tindakan menarik kembali) atau luka pada kulit payudara harus dipikirkan ke arah tumor atau keganasan dibawahnya. Saluran limfe yang tersumbat dapat menyebabkan kulit membengkak, dan membuat gambaran seperti kulit jeruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Warna kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya sama dengan warna kulit perut atau punggung, yang perlu diperhatikan adalah warna kemerahan tanda radang, penyakit kulit atau bahkan keganasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara :&lt;br /&gt;1. Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi  yang rendah (kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi&lt;br /&gt;2. Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu (kepala tidak boleh menengadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan)&lt;br /&gt;3. Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu dan yang satu di depan&lt;br /&gt;4. Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi)&lt;br /&gt;5. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus&lt;br /&gt;6. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan puting susu atau areolanya saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang sering terjadi pada saat menyusui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mastitis Mastitis adalah peradangan payudara yang dapat disertai atau tidak disertai infeksi. Penyakit ini biasanya menyertai laktasi, sehingga disebut juga mastitis laktasional atau mastitis puerperalis. Abses (nanah) payudara, pengumpulan nanah lokal di dalam payudara, merupakan komplikasi berat dari mastitis. Dua penyebab utama dari mastitis adalah stasis (terhenti) ASI dan infeksi. Patogen yang paling sering diidentifikasi adalah staphilokokus aureus. Pada mastitis infeksius, ASI dapat terasa asin akibat kadar natrium dan klorida yang tinggi dan merangsang penurunan aliran ASI. Ibu harus tetap menyusui. Antibiotik (resisten-penisilin) diberikan bila ibu mengalami mastitis infeksius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gejala mastitis non-infeksius:&lt;br /&gt;         * Ibu memperhatikan adanya “bercak panas”, atau area nyeri tekan yang akut&lt;br /&gt;         * Ibu dapat merasakan bercak kecil yang keras di daerah nyeri tekan tersebut&lt;br /&gt;         * Ibu tidak mengalami demam dan merasa baik-baik saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gejala mastitis infeksius:&lt;br /&gt;          * Ibu mengeluh lemah dan sakit-sakit pada otot seperti flu&lt;br /&gt;          * Ibu dapat mengeluh sakit kepala&lt;br /&gt;          * Ibu demam dengan suhu di atas 34 oC&lt;br /&gt;          * Terdapat area luka yang terbatas atau lebih luas pada payudara&lt;br /&gt;          * Kulit pada payudara dapat tampak kemerahan atau bercahaya (tanda-tanda akhir)&lt;br /&gt;          * Kedua payudara mungkin terasa keras dan tegang “pembengkakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         1. Lanjutkan menyusui&lt;br /&gt;         2. Berikan kompres panas pada area yang sakit&lt;br /&gt;         3. Tirah baring (bersama bayi) sebanyak mungkin&lt;br /&gt;         4. Jika bersifat infeksius, berikan analgesik non narkotik, antipiretik (ibuprofen, asetaminofen) untuk mengurangi demam dan nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKzxQYMZcXG8UfaeEL99sHDaf0GubzVxOUwfN6eU8zfu1FVlma-XN5h2zAjrL_gUzsyQ5HHbOsc9jHv3uCpbleYRIp0ink1GtwE-0WJI5Gry2iYtPhMFhyphenhyphenTVDPoy9B1iKN0Oj2yVxFgIGd/s72-c/Anak+Pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak : "{ITP} IDIOPATHIC THROMBOCYTOPENIC PURPURA"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/itp-idiopathic-thrombocytopenic-purpura.html</link><category>Article</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Sat, 15 May 2010 07:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-1760980320153536218</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtkI5-1jwIYw4jRL6GIR2WiTF8M-H-eqWJgyJHMBNNkiwADu_sgIkqb-zDn1wxXKOOjEXC1TvsKsYgtN1RQ0U0cB6Mz1g9wBESDWI0MmHytDzLPsDcdGKzOL6RrN_yPKj4G-yhyIJxL8a5/s1600/Anak+Pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtkI5-1jwIYw4jRL6GIR2WiTF8M-H-eqWJgyJHMBNNkiwADu_sgIkqb-zDn1wxXKOOjEXC1TvsKsYgtN1RQ0U0cB6Mz1g9wBESDWI0MmHytDzLPsDcdGKzOL6RrN_yPKj4G-yhyIJxL8a5/s320/Anak+Pertama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474725885870343730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;WHAT IS ITP?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. 'Idiopathic'berarti 'tidak diketahui penyebabnya'.'Thrombocytopenic' berarti 'darah yang tidak cukup memiliki sel darah merah (trombosit). 'Purpura' berartiseseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan). Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari 'Immune Thrombocytopenic Purpura'.Dalam tubuh seseorang yang menderita ITP, sel-sel darahnya kecuali sel darah merah berada dalam jumlah yang normal. Sel darah merah (Platelets) adalah sel-sel sangat kecil yang menutupi area tubuh paska&lt;span class="fullpost"&gt; luka atau akibat teriris/terpotong dan kemudian membentuk bekuan darah. Seseorang dengan sel darah merah yang terlalu sedikit dalam tubuhnya akan sangat mudah mengalamiluka memar dan bahkan mengalami perdarahan dalam periode cukup lama setelah mengalami trauma luka. Kadang bintik-bintik kecil merah (disebut Petechiae) muncul pula pada permukaan kulitnya. Jika jumlah sel darah merah ini sangat rendah, penderita ITP bisa juga mengalami mimisan yang sukar berhenti, atau mengalami perdarahan dalam organ ususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHAT CAUSES ITP?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab ITP ini tidak diketahui. Seseorang yang menderita ITP, dalam tubuhnya membentuk antibodi yang mampu menghancurkan sel-sel darah merahnya. Dalam kondisi normal, antibodi adalah respons tubuh yang sehat terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Tetapi untuk penderita ITP, antibodinya bahkan menyerang sel-sel darah merah tubuhnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHO GETS ITP?&lt;br /&gt;Ada 2 tipe ITP. Tipe pertama umumnya menyerang kalangan anak-anak, sedangkan tipe lainnya menyerang orang dewasa. Anak-anak berusia 2 hingga 4 tahun yang umumnya menderita penyakit ini. Sedangkan ITP untuk orang dewasa, sebagian besar dialami oleh wanita muda, tapi dapat pula terjadi pada siapa saja. ITP bukanlah penyakit keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOW DOES ITP AFFECT CHILDREN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITP yang dialami anak-anak berbeda dengan yang dialami oleh orang dewasa. Sebagian besar anak yang menderita ITP memiliki jumlah sel darah merah yang sangat rendah dalam tubuhnya, yang menyebabkan terjadinya perdarahan tiba-tiba. Gejala-gejala yang umumnya muncul di antaranya luka memar dan bintik-bintik kecil berwarna merah di permukaan kulitnya. Selain itu juga mimisan dan gusi berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOW IS ITP DIAGNOSED?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dokter Anda dapat mendiagnosa penyakit ITP ini dengan melalui beberapa pertanyaan yang diajukan kepada penderita (atau keluarga) penderita serta melalui pemeriksaan fisik. Beliau juga akan menganalisa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel darah penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOW IS ITP TREATED IN CHILDREN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sebagian besar anak penderita ITP dapat pulih tanpa penanganan medis, banyak dokter yang merekomendasikan untuk melakukan observasi ketat dan sangat hati-hati terhadap penderita serta penanganan terhadap gejala-gejala perdarahannya. Penderita tidak perlu dirawat di Rumah Sakit jika penanganan dan perawatan intensif dan baik ini tersedia di rumah. Akan tetapi, beberapa dokter merekomendasikan penanganan medis singkat dengan pengobatan oral _Prednisone_ atau pemasangan infus (masuk ke urat darah halus) berisikan zat gamma globulin untuk meningkatkan jumlah sel darah merah penderita dengan cepat. Kedua jenis obat ini memiliki beberapa efek samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOW DOES ITP AFFECT ADULTS?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ITP untuk penderita orang dewasa dapat berlangsung lebih lama dibandingkan yang dialami anak-anak. Pada saat dilakukan diagnosa, sebagian besar penderita dewasa ITP umumnya telah mengalami adanya perdarahan yang terus meningkat dan mudah sekali mengalami luka memar dalam kurun waktu beberapa minggu,atau bahkan bulan. Untuk pasien wanita, meningkatnya aliran darah menstruasi juga merupakan tanda-tanda utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang dewasa yang mengalami thrombocytopenia (jumlah sel darah merah dalam darah relatif sedikit) yang tidak terlalu parah. Pada kenyataannya,sebagian kecil orang bahkan tidak mengalami gejala-gejala perdarahan. Kalangan ini umumnya didiagnosa ITP saat melakukan tes pemeriksaan darah untuk suatu keperluan, dan ternyata salah satu hasilnya menunjukkan jumlah sel darah merah yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOW IS ITP TREATED IN ADULTS?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan medis terhadap penyakit ITP yang diderita orang dewasa lebih ditujukan untuk meningkatkan jumlah sel darah merahnya. Ini tidak sama dengan menyembuhkan penyakit ITP-nya. Penderita ITP mungkin diharuskan untuk mengkonsumsi obat Prednisone selama beberapa minggu, atau bahkan lebih lama. Akan tetapi, saat pengobatan oral ini dihentikan, jumlah sel darah merah dalam tubuh penderita mungkin saja akan rendah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pengobatan _Prednisone _ tidak juga banyak membantu, organ limpa penderita mungkin akan dikeluarkan melalui tindakan operasi. Organ ini yang memproduksi sebagian besar antibodi yang selama ini menghancurkan sel-sel darah merah dalam tubuhnya sendiri. Organ ini juga berfungsi untuk menghancurkan sel-sel darah yang tua atau rusak. Di lain pihak, bagi orang dewasa yang sehat, tindakan operasi pengeluaran organ limpa bukanlah kategori tindakan medis yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHAT ABOUT ITP IN PREGNANT WOMEN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa ITP selama kehamilan cukup sulit dilakukan, karena jumlah sel-sel darah merah pada wanita hamil memang cukup rendah. Sekitar 5% wanita hamil memiliki jumlah sel darah merah yang normalnya juga cukup rendah di masa kehamilan tuanya. Penyebabnya juga tidak diketahui. Tetapi kondisi ini akan kembali normal sesaat setelah proses bersalin dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang lahir dari seorang ibu yang menderita ITP kemungkinan juga memiliki jumlah sel darah merah yang rendah dalam tubuhnya. Kodisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah ia dilahirkan. Setelah lahir, bayi umumnya tetap dirawat di rumah sakit untuk keperluan observasi beberapa hari. Sampai diperoleh kepastian bahwa tidak ada masalah, bayi boleh dibawa pulang ke rumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtkI5-1jwIYw4jRL6GIR2WiTF8M-H-eqWJgyJHMBNNkiwADu_sgIkqb-zDn1wxXKOOjEXC1TvsKsYgtN1RQ0U0cB6Mz1g9wBESDWI0MmHytDzLPsDcdGKzOL6RrN_yPKj4G-yhyIJxL8a5/s72-c/Anak+Pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak : "Rambut Rontok Setelah Melahirkan"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/tanya-setelah-melahirkan-kemarin.html</link><category>Konsultasi</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Sat, 15 May 2010 05:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-951007738108399029</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH4Pkl55IPgfO7-4iYleJ9iKARKXt2OExzWjNkaoMO2zx9yF6Vxf2Ux8NTBeVBkbznHUHDfBdFhSgqFAoOtbcWAOSq0d0p2bWI0YnLUmIiPRLq86o4hiGJUyAInQnH3xqVtve-uBe1cQxN/s1600/Anak+Pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH4Pkl55IPgfO7-4iYleJ9iKARKXt2OExzWjNkaoMO2zx9yF6Vxf2Ux8NTBeVBkbznHUHDfBdFhSgqFAoOtbcWAOSq0d0p2bWI0YnLUmIiPRLq86o4hiGJUyAInQnH3xqVtve-uBe1cQxN/s320/Anak+Pertama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474723688031834178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah melahirkan kemarin, rambutku rontok. Sebetulnya ini kejadian biasa, sepertinya karena hormon, karena hampir pasti setiap hamil ada masa rambutku rontok, terus tiba-tiba tidak rontok, terus rontok lagi ketika menyusui, terus nanti rontok lagi. Tapi kali ini rasanya lama sekali ya rontoknya sampai anakku yg ketiga hampir 6 bulan masih belum berhenti. Seperti biasanya aku pakai shampoo penguat rambut dan toniknya setiap hari (biasanya kalau lagi normal, tidak rontok aku pakai shampoo apa saja dan jarang sekali pakai tonik) tapi tidak ada efeknya ya? Tapi aku rada curiga karena &lt;span class="fullpost"&gt;rambutku panjang jadi lebih mudah rontok. Yang aku mau tanyakan benar tidak ya, panjangnya rambut memperparah kerontokan? Logikanya karena rambutnya panjang jadi lebih berat dan karena udara panas sekali beberapa bulan ini jadi aku kuciran terus sepanjang hari [MrnM]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tiap kali hamil malah selalu membabat habis rambutku. Karena tiap kali hamil pasti rontok habis! Dan memang kalau aku merasa kalau rambut panjang memang berpengaruh pada kerontokan juga. Rambutku mudah rapuh, jadi kalau panjang dan diikat terus-terusan jadinya cepat rontok. Lebih-lebih kalau rambut basah langsung diikat (kebetulan aku pakai kerudung). Kalau rambutku lagi panjang, sesekali pakai kerudungnya tidak dalam keadaan rambut diikat. Pernah dapat wejangan dari Dr. Dewi Inong waktu ceramah di dekat kantor. Kalau rambut berkerudung memang jangan sering-sering diikat dalam waktu yang lama. Karena membuat rapuh rambut, dan akibatnya rontok. Kalau dirumah ya tidak usah dikuncir, dijepit saja sesekali. Solusi lain potong habis rambutnya! [Slst] Hair Dye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambutku juga lagi rontok, mulainya waktu anak keduaku kira-kira 3 bulan sampai sekarang 6 bulan lebih, masih rontok terus padahal sehabis melahirkan anak pertama tidak begitu ceritanya, apa dengan potong rambut bisa menyelesaikan masalah ya? Padahal rambutku juga tidak terlalu panjang [DH]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba pakai produk Kerastase. Aku pakai shampoo dan hair tonic yang Activeur 7 lumayan jadi tidak rontok. Kalau rontoknya parah coba hair tonic Kerastase yang Aminexil. Aku belum coba yang itu tapi katanya ampuh sekali [SD]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keratase itu berapa harganya ya? Sudah banyak yang rekomendasikan tapi aku taku juga tanya harganya, takut dompetnya yang rontok, akhirnya aku sendiri merasakan bahwa kolerasinya memang cuma sama kepanjangan rambut, satu lagi kalau salon di sekitar cipete atau pasar rumput yang khusus cewek dimana ya? Jangan Itje yaaa..karena penuh sekali [Hn]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Hn, Itje yang di cilandak tengah tidak terlalu penuh seperti cipete dan lagipula tidak terlalu jauh dari cipete bukan? [Lyt]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH4Pkl55IPgfO7-4iYleJ9iKARKXt2OExzWjNkaoMO2zx9yF6Vxf2Ux8NTBeVBkbznHUHDfBdFhSgqFAoOtbcWAOSq0d0p2bWI0YnLUmIiPRLq86o4hiGJUyAInQnH3xqVtve-uBe1cQxN/s72-c/Anak+Pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak : "Alergi Pada Anak"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/alergi-pada-anak.html</link><category>Konsultasi</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Sat, 15 May 2010 05:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-5460664335485504501</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL3Bh93Y1-DqtSHJ37AJLoHXNHI5_YGIVBaGmvvbTahWitBecWLKI6ik6VfdOgolDC-DpWwOLGce1YyRKFdNvBGkfWaAzM-P6BE4jshK458K3_okG988SHD3ClPwATf3N9oNQEjRiSv8Lz/s1600/Anak+Pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL3Bh93Y1-DqtSHJ37AJLoHXNHI5_YGIVBaGmvvbTahWitBecWLKI6ik6VfdOgolDC-DpWwOLGce1YyRKFdNvBGkfWaAzM-P6BE4jshK458K3_okG988SHD3ClPwATf3N9oNQEjRiSv8Lz/s320/Anak+Pertama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474720743872544594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moms yang baik, Temenku punya bayi umur 7 bulan dan sepertinya alergi terhadap sesuatu sehingga batuk pilek berkelanjutan. Bayinya udah dibawa ke dua dokter, dan pendapat dari dua dokter ini agak beda, jadi temenku bingung, Dokter pertama menyarankan semua susu dan makanannya diganti, seperti susu harus jadi susu soya, makannya nggak boleh yang instant dll, sedangkan dokter kedua tidak menyarankan untuk ganti susu dan makanannya karena belum jelas penyebab alerginya. Sekarang ini anaknya tidak bisa menyusui kalau malam (ASI), mungkin karena hidungnya mampet. Temenku jadi bingung. Gimana sebaiknya, apakah mengikuti saran dokter yang pertama atau yang kedua? Mungkin ada moms yang punya pengalaman sama, atau tau dokter anak yang spesialisasinya adalah alergi, mohon infonya Many thanks moms. (Si)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak, Prof. Karnen di RSPI itu spesialis alergi. aku juga dulu gitu dan memang justru karena bayi itu belum&lt;span class="fullpost"&gt; jelas penyebab alerginya apa jadi sebaiknya memang dihindari makanan yg rentan menyebabkan alergi. sehingga dulu anakku juga susunya diganti soya, menghindari makanan yg mengandung susu spt keju dan teman temannya, seafood, telur, aku juga yg menyususi "puasa" makan² ini. alhamdulillah setelah sekitar 7 bulan mengkonsumsi obat Ryzen drops dr Karnen ini, Anakku sedikit² aku cobain makanan pantangannya dan sekarang udah sembuh (Nd)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bilang sebaiknya ikutin yg. pertama. Sebab memang meskipun belum tau apa alerginya, mendingan ekstra waspada kan ? Kalo emang daftar alergen yg. Mungkin udah dikurangi, ya moga² makin sempit 'pilihan' alergennya apa saja. Kalo anakku dulu katanya nggak boleh juga : tomat, jeruk, kacang tanah (peanut butter juga, tapi bayi memang nggak makan ini) Tapi yg sering adalah alergi tungau debu, susah menanganinya, sebab sebersih²nya rumah pasti ada. Cara memberantasnya cuma bikin rumah ekstra bersih, seprei sering diganti, kamar jangan ada apa² selain tempat tidur (kalo bisa). Jangan ada tumpukan buku / koran bekas, baju di gantungan, gorden mungkin udah perlu dicuci, filter AC lebih sering dicuci, Ac jangan terlalu dingin dllnya. (Rn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya mengikuti saran dari dokter yang pertama yaitu dengan mengganti susu yang dikonsumsi dg susu soya. Selain itu perlu juga diperhatikan faktor lingkungan yang dapat juga menyebabkan si bayi alergi. Krn alergi itu sebetulnya adalah bawaan, menurutku nggak mudah kita mengetahui alergan penyebabnya krn masing-masing individu berbeda² penyebabnya. Di bawah ini aku copy-kan sedikit tanya jawab dari milis klinik anakku mengenai subject di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak saya umur 17 bulan dan sekarang beratnya 10,5 kg. Apakah berat badannya kurang untuk seumur dia ?. Waktu umur 6 bulan anak saya batuk, pilek. Setelah dibawa ke dokter Anak, diberi obat Mukopek dan Triaminik. Tapi setelah obat habis batuknya tidak hilang juga. Saat balik ke DSA, diperkirakan anak saya ada alergi-nya. Lalu oleh DSAnya disarankan agar susunya diganti dengan susu Kedelai dan kembali diberi obat. Setelah diganti susunya, memang Batuk dan Pileknya agak lumayan cuma masih ada batuk kalau malam hari sekitar jam 02:00 sampai menjelang pagi. Dan saat kembali menurut DSA memang alergi protein susu sapi. Penyakit alergi dengan manifestasi batuk -batuk memang cenderung membuat anak kehilangan nafsu makan atau mual-muntah sehingga dapat mengganggu pertambahan berat badannya. (Sn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku dulu seperti itu, saat itu usianya 1 bulan,sampai bernafas saja sulit karena tenggorokannya penuh lendir. Dua DSA berpendapat pilek,sampai menyarankan lendirnya untuk disedot,sesudahnya anakku kelihatan bisa bernafas tapi anehnya ga lama (1 jam)anakku seperti kesulitan bernafas lagi. akhirnya cari 3rd opinion ke DSA lain,dokter bilang anakku punya alergi debu,asap dsb yang memicu produksi lendir jadi anaknya terlihat seperti batuk atau pilek, dokter memberi obat u/ mengurangi lendirnya juga menyarankan menjauhkan anak dari sumber pemicu alerginya. Ada baiknya ikuti saran dokter yang pertama sampai diketahui penyebab alerginya. (Ad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku yang pertama juga alergi dan dari bayi sering banget batuk pilek dan pananganannya seperti itu, tapi nanti semakin besar akan berkurang kok. tempat tidur harus selalu bersih, apalagi bayinya tidur dgn orangtuanya, kalau pulang dari bepergian sebaiknya orang tuanya jangan langsung tiduran tanpa ganti baju dan cuci tangan dan kaki dulu. Kalau masih minum ASI makanan ibunya juga dijaga, mungkin makanan yang dimakan ibunya membuat si anak alergi. Kalau dokter anak yang bagus nanganin alergi pada anak kata temenku dr. Noenoeng yg di jl. mendawai (temenku anaknya setelah ditangani dokter ini alerginya lumayan jarang kambuh) cuman pasiennya katanya buanyak Semoga membantu ya. (Nt)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke dr. Bambang S. (pulmonolog anak) di Hermina Jatinegara juga lumayan. Anakku aku bawa ke dia. Kayaknya waktu itu aku nggak ngantri kok, tapi jam prakteknya siang, pas jam kantornya kita, harus berkorban 'bolos' deh (Rn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Bambang Suprianto praktek di Hermina Jatinegara hari Jum'at sore dan Sabtu pagi. Kalo mau ke blio daftar by phone sehari sebelumnya. Trus minta nomer yg kira-kira kita mau dateng jam berapa gitu. Jadi, pas dateng ke Hermina enggak perlu antri lama². Anakku dulu juga dihandle sama Dr. Bambang ini pada saat pengobatan flek paru-nya. Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 6 bln (batas minimum pengobatan), Anakku sudah bisa bersih dari flek paru-nya. Menurut saya Dr. Bambang itu 'tangan dingin', jadi anak² saya cocok sama dia. Blio juga praktek di Tumbuh Kembang RSCM (Senin - Jum'at pagi) dan Klinik AnakKu Cinere (Sabtu sore). Katanya blio juga mau nerima pasien di rumahnya kalo pas blio ada. (Rm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr. Bambang S praktek di RS. Hermina Jatinegara tiap hari Selasa &amp;amp; Jum'at jam 15.00 -17.00 dan hari Sabtu jam 8.00 - 12.00. Beliau juga praktek di RSCM (kantornya memang disini), jadi mungkin hampir setiap hari ada, di Klinik Anakku Cinere (tapi aku nggak tahu jadwalnya) dan praktek juga dirumah setiap malam. (Eq)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencekal Alergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ternyata ada sejarah alergi dalam keluarga Anda, resiko si Kecil terkena alergi tentu semakin besar. Untuk mengurangi kemungkinan tersebut, langkah-langkah pencegahan sebaiknya dilakukan. Langkah-langkah yang diambil kadang tak selalu efektif. Namun demikian, langkah-langkah ini akan mengurangi kemungkinan si Kecil menderita alergi. Simaklah beberapa diantaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Usahakan untuk memberikan ASI selama 4 bulan hingga 6 bulan lebih lama. Langkah ini akan menambah kekebalan bayi terhadap zat yang menimbulkan alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hindari makanan tambahan sebelum si Kecil mencapai usia 4 bulan. Hal ini tentu berkaitan dengan pemberian ASI eksklusif untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jangan merokok atau membiarkan orang lain merokok di sekitar si Kecil Anda. Anda sendiri akan sangat terganggu karenanya, apalagi si Kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Jangan biarkan binatang peliharaan seperti anjing, kucing atau burung berada di dalam rumah sebelum anak menginjak usia 1 tahun. Lebih baik mencegah bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Hindari penggunaan pewangi ruangan dan pembersih ruangan yang harus disemprotkan ke seputar ruangan. Zat kimia yang dikandung siapa tahu akan memicu alergi pada si Kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Bersihkan rumah secara teratur untuk mengurangi debu dalam rumah. Beri perhatian khusus pada karpet, bantal dan mainan yang lembut seperti boneka si Kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Bila memungkinkan, ganti karpet yang Anda di rumah Anda dengan yang terbuat dari plastik. Karpet biasanya menyimpan debu dan kotoran yang sulit dibersihkan tanpa menggunakan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Mainan anak seperti boneka atau bantal sebaiknya dicuci secara teratur, atau. taruh mainan-mainan tersebut didalam plastik agar debu dan kotoran tidak segera menempel di sana. Semoga bermanfaat (Sn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr. Noenoeng : Jl. Mendawai III / 21 B, Blok M (spesialis paru) Dengan istrinya juga sama aja dokter spesialis paru anak, dr Nastiti Selain di Mendawai di Rumahnya Jl Duta Permai I no 10 Pondok Indah, telp 7512429 (Fn)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL3Bh93Y1-DqtSHJ37AJLoHXNHI5_YGIVBaGmvvbTahWitBecWLKI6ik6VfdOgolDC-DpWwOLGce1YyRKFdNvBGkfWaAzM-P6BE4jshK458K3_okG988SHD3ClPwATf3N9oNQEjRiSv8Lz/s72-c/Anak+Pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bikin Anak : "Anak Pertamaku"</title><link>http://punyaanakpertama.blogspot.com/2010/05/alhamdulillaahirobbil-aalamiin-puji-dan.html</link><category>Cerita Indah</category><author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</author><pubDate>Sat, 15 May 2010 05:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7852270625283096637.post-968919668271884670</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzNSPCPXuNeskSDDqAbbFHwbjW3l223tN8fjt1aQo6gowUVx_ai9clRaw7WBvzmYu2PwEocrX3iszlzU_ehCLOVRvsm06KeFdGueSrpKpGTgQH1nlDNiMenI81EYrDpPb-w5hGsQ-aA89R/s1600/Anak+Pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 125px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzNSPCPXuNeskSDDqAbbFHwbjW3l223tN8fjt1aQo6gowUVx_ai9clRaw7WBvzmYu2PwEocrX3iszlzU_ehCLOVRvsm06KeFdGueSrpKpGTgQH1nlDNiMenI81EYrDpPb-w5hGsQ-aA89R/s320/Anak+Pertama.jpg" alt="Anak pertama, Mas Item,dunia anak,play group" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474716825305177842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin puji dan syukur kami panjatkan atas segala rahmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT kepada kami berdua (saya dan isteri) karena dipercaya untuk mengemban amanah atas titipan seorang anak untuk kami, semoga kami dapat menjalankan tugas sebagai pengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya Aamiin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak pertama kami lahir dengan normal pada hari&lt;span class="fullpost"&gt; Jum’at tanggal 10 Syawal 1429 H atau 10 Oktober 2008 M jam 1.40 AM WIB dengan spesifikasi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* berat 2,9 kg&lt;br /&gt;* panjang 48 cm&lt;br /&gt;* jenis kelamin cowok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama yang kami berikan untuknya adalah: “Muhammad Azzam El Hakim”&lt;br /&gt;Hakim lahir ke dunia ditolong oleh bidan di RSIA Bunda arif Purwokerto diiringi turunnya hujan, sebenarnya HPL-nya tanggal 27 Oktober 2008 mungkin karena udah gak sabar pengen ketemu orangtuanya akhirnya dia lahirnya maju lebih dari 2 minggu, tuh anak kayaknya pengertian banget soale gak mau keluar dulu sebelum bapaknya sampai di Purwokerto, maklum aja saya sendiri berangkat dari Jogja kamis malem jam 9 naek kereta bengawan itupun kereta tambahan ekstra lebaran karena kereta yang sebelumnya penuh sesak (blas gak bisa naek), ditelpon isteri jam 5 sore kalo udah masuk RS ngejar kereta yang sore udah terlambat mo naek kereta yang jam setengah 8 juga gak bisa karena penuh sesak itu tadi, tapi Alhamdulillaah akhirnya saya bisa ada disamping isteri saat dia melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon doanya semoga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;buah hati kami&lt;/span&gt; menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi masyarakat dan agama Aamiin…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzNSPCPXuNeskSDDqAbbFHwbjW3l223tN8fjt1aQo6gowUVx_ai9clRaw7WBvzmYu2PwEocrX3iszlzU_ehCLOVRvsm06KeFdGueSrpKpGTgQH1nlDNiMenI81EYrDpPb-w5hGsQ-aA89R/s72-c/Anak+Pertama.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="22820" type="application/atom+xml; charset=UTF-8" url="http://punyaanakpertama.blogspot.com/feeds/posts/default"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin puji dan syukur kami panjatkan atas segala rahmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT kepada kami berdua (saya dan isteri) karena dipercaya untuk mengemban amanah atas titipan seorang anak untuk kami, semoga kami dapat menjalankan tugas sebagai pengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya Aamiin… Anak pertama kami lahir dengan normal pada hari Jum’at tanggal 10 Syawal 1429 H atau 10 Oktober 2008 M jam 1.40 AM WIB dengan spesifikasi sebagai berikut: * berat 2,9 kg * panjang 48 cm * jenis kelamin cowok Nama yang kami berikan untuknya adalah: “Muhammad Azzam El Hakim” Hakim lahir ke dunia ditolong oleh bidan di RSIA Bunda arif Purwokerto diiringi turunnya hujan, sebenarnya HPL-nya tanggal 27 Oktober 2008 mungkin karena udah gak sabar pengen ketemu orangtuanya akhirnya dia lahirnya maju lebih dari 2 minggu, tuh anak kayaknya pengertian banget soale gak mau keluar dulu sebelum bapaknya sampai di Purwokerto, maklum aja saya sendiri berangkat dari Jogja kamis malem jam 9 naek kereta bengawan itupun kereta tambahan ekstra lebaran karena kereta yang sebelumnya penuh sesak (blas gak bisa naek), ditelpon isteri jam 5 sore kalo udah masuk RS ngejar kereta yang sore udah terlambat mo naek kereta yang jam setengah 8 juga gak bisa karena penuh sesak itu tadi, tapi Alhamdulillaah akhirnya saya bisa ada disamping isteri saat dia melahirkan. Mohon doanya semoga buah hati kami menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi masyarakat dan agama Aamiin…</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Mas Abas)</itunes:author><itunes:summary>Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin puji dan syukur kami panjatkan atas segala rahmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT kepada kami berdua (saya dan isteri) karena dipercaya untuk mengemban amanah atas titipan seorang anak untuk kami, semoga kami dapat menjalankan tugas sebagai pengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya Aamiin… Anak pertama kami lahir dengan normal pada hari Jum’at tanggal 10 Syawal 1429 H atau 10 Oktober 2008 M jam 1.40 AM WIB dengan spesifikasi sebagai berikut: * berat 2,9 kg * panjang 48 cm * jenis kelamin cowok Nama yang kami berikan untuknya adalah: “Muhammad Azzam El Hakim” Hakim lahir ke dunia ditolong oleh bidan di RSIA Bunda arif Purwokerto diiringi turunnya hujan, sebenarnya HPL-nya tanggal 27 Oktober 2008 mungkin karena udah gak sabar pengen ketemu orangtuanya akhirnya dia lahirnya maju lebih dari 2 minggu, tuh anak kayaknya pengertian banget soale gak mau keluar dulu sebelum bapaknya sampai di Purwokerto, maklum aja saya sendiri berangkat dari Jogja kamis malem jam 9 naek kereta bengawan itupun kereta tambahan ekstra lebaran karena kereta yang sebelumnya penuh sesak (blas gak bisa naek), ditelpon isteri jam 5 sore kalo udah masuk RS ngejar kereta yang sore udah terlambat mo naek kereta yang jam setengah 8 juga gak bisa karena penuh sesak itu tadi, tapi Alhamdulillaah akhirnya saya bisa ada disamping isteri saat dia melahirkan. Mohon doanya semoga buah hati kami menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi masyarakat dan agama Aamiin…</itunes:summary><itunes:keywords>Cerita Indah</itunes:keywords></item></channel></rss>