<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617</atom:id><lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 03:12:58 +0000</lastBuildDate><category>otobiografi</category><category>Team</category><category>TDA Surabaya Community</category><category>Investasi</category><category>Tentang Saya</category><category>Strategi</category><category>SDM</category><category>Penghargaan</category><category>Financial</category><category>Seminar</category><category>Buku</category><category>Personal Insight</category><category>Learning and Growth</category><category>Bisnis</category><category>PourVous</category><category>Pengetahuan</category><category>Mindset</category><category>Property</category><category>Customers</category><category>Perjalanan</category><category>TDA Community</category><category>Media</category><title>Andi Sufariyanto</title><description>What I think, what I know, what I feel and What I like to share....</description><link>http://andisufariyanto.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/AndiSufariyanto" /><feedburner:info uri="andisufariyanto" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-7321034631787009547</guid><pubDate>Tue, 23 Aug 2011 00:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-23T07:18:47.534+07:00</atom:updated><title>How to Lead by Knowledge</title><description>Semua pebisnis sepakat bahwa kemampuan leadership itu penting auntuk menjalankan suatu perusahaan. Akan tetapi walaupun semua sepakat, masih banyak yang belum paham seperti apa konteks leadership ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tipe kepemimpinan :&lt;br /&gt;1. Leading by power, memimpin berdasarkan posisi jabatan.&lt;br /&gt;2. Leading by charisma, memimpin berdasarkan karisma yang dimiliki&lt;br /&gt;3. Leading by knowledge, memimpin dengan pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tipe bukan berarti lebih baik jika dibandingkan tipe yang lain. Pahami kapan saat yang tepat untuk menggunakan berbagai tipe kepemimpinan ini, karena gabungan ketiganya akan membuat seorang leadr dapat memimpin dengan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara dalam memimpin adalah leading by knowledge, karena hal tersebut membuat tim yakin bahwa mereka sudah memiliki pemimpin yang tepat karena bisa menanyakan apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memimpin dengan cara ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bangun kredibilitas dengan menambah pengalaman dan selalu melek informasi. Pemimpin adalah tempat belajar dan bertanya bagi semua anggota tim. Kalaupun ada hal yang tidak diketahui, segera cari informasinya di berbagai media yang ada secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saat krisis adalah saat yang tepat untuk mengimplementasikan teknik kepemimpinan ini. Buat keputusan yang cepat , sosialisasikan dan kawal implementasinya. Memberikan bukti nyata adalah cara yang sangat efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pahami apa yang menjadi concern utama di antara anggota tim, jika ada salah satu mereka yang kurang paham dengan tugasnya, segera dampingi tanpa harus diminta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan over dalam mempresentasikan keahlian yang  dimiliki. Gap yang terlalu besar kadang justru membuat demotivasi dan membuat anggota tim sangat tergantung dengan keputusan pemimpinnya dan justru mematikan kreativitas serta inisiatif dalam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-7321034631787009547?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/GbPWp-gPOp8/how-to-lead-by-knowledge.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2011/08/how-to-lead-by-knowledge.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-8841136434225483085</guid><pubDate>Sun, 14 Aug 2011 19:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-15T03:23:26.345+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Financial</category><title>Apa yang sebenarnya dicari oleh para investor</title><description>&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;Investor....kata yang sering disebut dan dicari keberadaannya oleh para pengusaha khususnya pengusaha pemula atau yang berada pada tahap early stage. Banyak yang tahu artinya tapi kadang pada saat diberi kesempatan untuk bertemu, tidak tahu apa sebenarnya yang investor inginkan.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin dilihat oleh investor, khususnya investor profesional :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;1. First of all, it's not about the business. It's about who we are&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;Banyak pengusaha yang pada awal bertemu investor terlalu bersemangat dalam menjelaskan tentang bisnisnya, tanpa mempersiapkan tim pelaksananya. Akan tetapi yang dilihat investor pertama kali adalah siapa kita sebenarnya? Apakah kita layak dibiayai? Seperti apa track recordnya? Bagaimanapun juga &lt;i&gt;every business is about people business.&lt;/i&gt; Donald Trump pun pernah berujar bahwa &lt;i&gt;I never bet on business, i bet on people.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;TIPS : jika kita merasa track record kita belum cukup menjual, cari leverage. Pekerjakan orang yang punya track record (dengan sistem gaji atau share saham) atau cari beberapa advisor yang berpengalaman yang mau untuk mendampingi kita dalam menjalankan bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;2. Clear business model&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;Hal kedua yang terpenting adalah seperti apa business model nya? Singkatnya adalah seperti apa alur bisnis tersebut dari proses pemilihan bahan baku sampai menjadi produk jadi dan sampai di tangan konsumen, berikut dengan alokasi biaya dan proyeksi pendapatannya. Disini mulai berbicara teknis, dan kita harus bisa mempertahankan semua asumsi yang kita buat dalam proyeksi bisnis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;TIPS 01 : Ada banyak penjelasan tenting business model di internet, salah satunya bisa dilihat &lt;a href="http://www.slideshare.net/Alex.Osterwalder/business-model-camp-hub-berkeley-ca"&gt;disini&lt;/a&gt;. Saya juga akan membahas lebih detail tentang hal ini di sesi khusus di blog ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;TIPS 02 : Bagi pemilik Ipad, ada aplikasi khusus yang membantu kita untuk membuat business model berikut dengan penjelasan singkatnya. Hasil akhirnya adalah menciptakan business model hanya dengan satu halaman presentasi, detailnya bisa dilihat &lt;a href="http://www.businessmodelgeneration.com/toolbox"&gt;disini.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;3. Is it scalable?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Ini menjadi penting karena investor ingin mengetahui seberapa cepat bisnis yang kita tawarkan akan berkembang. Apakah bisnis ini bisa diduplikasikan di daerah yang lain atau tidak ? Seberapa cepat proses penduplikasiannya? Berapa lama perkiraan bisnis ini akan growth sebelum mencapai masa mature dan kemudian memasuki fase decline? Tentunya ini berkaitan dengan tingkat pengembalian keuntungan yang diharapkan oleh para investor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;TIPS 01 : Tingkat pertumbuhan sangat tergantung dengan jenis bisnisnya. Sebagai contoh, industri ICT harus mampu tumbuh lebih cepat dari bisnis kuliner atau consumer goods karena karakter bisnisnya yang sangat cepat berubah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;TIPS 02 : Rata rata tingkat pengembalian yang diharapkan memiliki nilai IRR (Internal Rate of Return) sebesar 30%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;4. Are there any exit strategy &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Tergantung tipikal investornya, ada investor yang memiliki strategi buy and hold, ada juga yang memiliki strategy buy,build and sell. Tapi apapun tips investornya ada baiknya kita memberikan opsi exit strategy yang bias mereka tempuh. Ada beberapa macam exit strategy yang sering digunakan, mulai dari buy back strategy, second stage investment, equity to loan capital, sampan dengan IPO (Initial Public Offering). Semua tergantung dari typical investor yang dihadapi. Rata - rata investor professional memiliki &lt;i&gt;time frame&lt;/i&gt; antara 5 - 7 tahun, tergantung karkter bisnis dan negosiasi dengan investornya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;TIPS : mencari info tentang invastor yang dihadapi sangat krusial agar kita bisa mengatur strategi penawaran seperti apa yang akan kita tawarkan ke mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Hal diatas adalah beberapa komponen yang menjadi pertimbangan bagi para investor sebelum melakukan investasi. Banyak juga investor yang tidak begitu memperhatikan hal diatas, khususnya investor individu. Akan tetapi ada baiknya kita selalu siap tentang pertanyaan diatas karena kita tidak pernah tahu kapan kesempatan itu datang. Yang bisa kita pastikan adalah kita sudah siap kapanpun kesempatan itu datang :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-8841136434225483085?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/VaFoy1pI_EE/apa-yang-sebenarnya-dicari-oleh-para.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2011/08/apa-yang-sebenarnya-dicari-oleh-para.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-4455921115472387791</guid><pubDate>Mon, 01 Aug 2011 23:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-02T06:21:43.080+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Learning and Growth</category><title>Catatan dari acara GEPI dan RES</title><description>&lt;div  style=" ;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sesuai dengan janji saya kepada ketua TDA Surabaya , mas Adit untuk sharing tentang acara Regional Entrepreneurship Summit (RES) di Bali yang diadakan oleh GEPI ( Global Entrepreneurship Program Indonesia) dan dihadiri oleh Eric Schmidt (CEO Google) dan Hillary Clinton :)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;RES adalah rangkaian acara yang diadakan oleh GEPI, dimana sebelumnya juga diadakan kompetisi bisnis, dimana peserta dihadapkan oleh 12 orang juri yang semuanya berasal dari US dan berprofesi sebagai Angel Investor / VC (Venture Capitalist) / PE (Private Equity). Kebetulan saya juga termasuk salah satu finalist yang terpilih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;GEPI adalah bentukan dari Barrack Obama, yang tujuannya adalah mengembangkan enterpreneurship khususnya di emerging market, dan Indonesia adalah negara kedua setelah Mesir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;Acara RES dihadiri oleh ratusan pengusaha dunia, dan mayoritas dihadiri oleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;pengusaha Indonesia. Disana juga dihadiri oleh banyak pengusaha besar Indonesia yang juga didapuk untuk sharing dihadapan peserta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;Inti dari acara tersebut adalah bahwa semua sepakat bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat besar, bahkan diprediksi tahun 2030 Indonesia akan menjadi lima besar ekonomi dunia. Tahun 2011 GDP Indonesia diprediksi mencapai $ 3.000 , bahkan di Jakarta saat ini sudah mencapai GDP $ 5.000. Menurut banyak ahli titik $ 3.000 adalah sinyal, dimana akan muncul kelompok middle class society yang cukup besar dan mereka memiliki high buying power.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;Permasalahannya adalah dengan potensi yang sedemikian besar, banyak pengusaha Indonesia yang belum sadar dan merasa cukup dengan apa yang diperoleh saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;Dengan semakin tingginya kompetisi usaha dan diiringi oleh globalisasi, pengusaha kita tidak hanya berkompetisi dengan pengusaha lokal lainnya, akan tetapi juga oleh pengusaha Internasional. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" ;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" ;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;span&gt;Sekedar gambaran kecil, saya beberapa kali diundang oleh pemerintah Malaysia dalam acara buying mission, dan disana ratusan, bahkan ribuan produk Malaysia sudah siap untuk masuk, tinggal mencari lokal partner yang siap untuk diajak kerjasama. Jadi saat ini pengusaha kita juga harus smart secara ilmu, bukan hanya mengandalkan koneksi dan keberuntungan. Saatnya kita munculkan brand / produk lokal yang bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan berbicara banyak di kancah industri global.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;span&gt;Akan menjadi bahaya jika Indonesia hanya menjadi market konsumsi yang besar akan tetapi tidak diiringi dengan tumbuhnya industri lokal, karena Indonesia dengan populasi yang sangat besar, tidak bisa menjadi negara trader seperti Singapura, karena kita butuh untuk membuka lapangan kerja yang banyak agar terjadi pemerataan ekonomi, dan tidak hanya dikuasai oleh sebagian kecil orang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;span&gt;Dengan potensi ini maka para delegasi US menjajaki kemungkinan untuk menanam investasi di negeri tercinta ini. Dan salah satu pemenang kompetisi GEPI langsung mendapat komitmen investasi yang katanya mencapai $ 1juta dan bisnis yang dibiayai adalah startup, bukan skala growth. Ini membuktikan bahwa para investor luar tidak hanya tertarik untuk menanam investasi dalam skala besar, akan tetapi juga skala menengah. Dan investasi itu berupa equity investment, bukan loan investment.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;"&gt;&lt;span&gt;Selain dari siapnya infrastruktur dan personal development, inilah salah satu hal penting yang dibutuhkan oleh pengusaha Indonesia saat ini. Untuk pembiayaan, bank bukanlah opsi, khususnya perusahaan yang berada di posisi start up atau early growth stage. Joke seorang pengusaha Malaysia mengatakan "banks only lend you an umbrella when there is a sunshine and they take it back when it rains ". Dan pada saat investor sudah siap, pastikan kita sudah siap dengan perencanaan bisnis kita, because when you fail to plan, you'll plan to fail ( tidak usah memperdebatkan otak kanan or otak kiri, yang jelas menggunakan seluruh kemampuan otak kita jauh lebih baik daripada menggunakannya setengah2 :P )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" ;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Thanks&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Andi Sufariyanto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" ;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" ;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PourVous Natural Body Care&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mypourvous.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;www.mypourvous.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-4455921115472387791?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/6OW_wf2s2mQ/catatan-dari-acara-gepi-dan-res.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2011/08/catatan-dari-acara-gepi-dan-res.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-8546122035929621664</guid><pubDate>Mon, 20 Dec 2010 00:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-20T07:23:33.240+07:00</atom:updated><title>Mampukah kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri?</title><description>Saat ini banyak kita temui terutama di kota2 besar, semakin berkembangnya kalangan menengah, baik secara kuantitas maupun kualitas. Para pemasar pun banyak menganalisa topik ini, karena di level ini adalah pangsa pasar yang gemuk dan memiliki kemampuan daya beli yang cukup tinggi. Begitu pun dengan pemilik merk, mereka berlomba lomba untuk mengkomunikasikan merk mereka agar dipahami oleh kaum urban ini, karena potensinya yang luar biasa. Dan ini disambut gembira oleh pemerintah karena dapat menggerakkan perekonomian nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sayangnya, saat ini perkembangan kaum urban lebih banyak di sisi gaya hidup/lifestyle. Hal ini ditunjang juga dengan akses informasi yang semakin merajalela, mulai dari media cetak sampai dengan media elektronik. Konsumen banyak dimanjakan oleh berbagai barang yang canggih dan mahal dan membuat mereka merasa harus memilikinya walaupun sebenarnya tidak membutuhkannya. Belum lagi pengaruh kultur gengsi yang cukup menjadi makanan empuk bagi para pemasar turut "memperparah" keadaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya efek negatif dari "booming" ini? Faktanya adalah walaupun secara pasar Indonesia sudah siap, akan tetapi secara produsen/manufaktur kesiapannya jauh dari kata siap, apalagi industri UKM. Banyak sekali faktor pemicunya, mulai dari pemerintah, infrastuktur sampai dengan mindset pebisnis itu sendiri. Makanya saat ini bisa kita saksikan kaum urban lebih memilih "dijamu" oleh banyak merk asing, baik berupa produk ataupun jasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh dari sektor wisata, bisa kita survey persentase orang Indonesia yang sudah penah ke Singapore atau Malaysia, akan tetapi belum pernah ke Lombok atau Raja Ampat. Menyedihkan memang, apabila globalisasi konsumsi tidak diiringi dengan globalisasi industri. Tentunya hal terakhir yang ingin kita lihat adalah rakyat Indonesia hanya menjadi penonton, sementara pelakunya didominasi oleh orang asing. Korea adalah contoh nyata apa yang terjadi jika industri lokal diiringi dengan konsumsi lokal yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya menjadi konsumen sekaligus pelaku bisnis yang cerdas......Apakah yang saya lakukan bermanfaat untuk Indonesia dan juga baik untuk saya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simply Love Indonesia&lt;br /&gt;&lt;p class='blogpress_location'&gt;Location:&lt;a href='http://maps.google.com/maps?q=Jalan%20Semampir%20Selatan%205a,Surabaya,Indonesia%40-7.306369%2C112.784634&amp;z=10'&gt;Jalan Semampir Selatan 5a,Surabaya,Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-8546122035929621664?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/IGLTOkwWbK8/mampukah-kita-menjadi-tuan-rumah-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2010/12/mampukah-kita-menjadi-tuan-rumah-di.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-6168200035083987314</guid><pubDate>Sat, 07 Aug 2010 11:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-07T18:26:33.119+07:00</atom:updated><title>Visi, ikhtiar dan ikhlas</title><description>Kejadian yang berlangsung pada saat shalat jum'at di mesjid Al ihsan, daerah Dempo, Jakarta. Saat itu jamaah menyesaki masjid yang ukurannya tidak seberapa besar. Alih-alih mendapatkan shaf,akhirnya saya harus puas untuk duduk di salah satu anak tangga masjid tersebut. Sambil mendengarkan khotib ceramah, pandangan saya menyusuri seluruh ruangan di dalam masjid tersebut untuk mencari shaf yang masing memungkinkan untuk saya tempati.&lt;br /&gt;Jamaah semakin padat menyesaki masjid tersebut. Tiba- tiba pandangan saya berhenti di satu titik shaf bagian tengah. "Hmm....sepertinya itu tempat yang saya inginkan", itulah yang namanya VISI.&lt;br /&gt;Kemudian saatnya menyusun strategi jalan mana yang akan saya tempuh untuk mencapai posisi itu. Jalan yang paling sedikit hambatannya, sehingga mempercepat langkah saya untuk sampai ke tujuan. Yupp....saya harus berkompetisi dengan ratusan jamaah lain yang juga harus antri untuk mendapatkan shafnya........itu namanya IKHTIAR.&lt;br /&gt;Sembari mendengarkan khotib lagi, sekilas ada pikiran......bagaimana kalau saya gagal? Bagaimana kalau setelah saya maju ke depan, ternyata tidak ada tempat sama sekali? Haruskah saya membuat target yang lebih masuk akal, seperti mengambil koran bekas dan shalat di luar seperti para jamaah lain yang tidak mendapatkan shaf di dalam? Doa pun saya panjatkan...."Ya Allah, berikanlah hamba kesempatan untuk shalat di shaf yang hamba inginkan....atau tempat dimanapun yang menurut Engkau paling baik...". Itu namanya IKHLAS.&lt;br /&gt;Setelah khotib selesai ceramah, qomat pun berkumandang.....saatnya eksekusi. Berlombaan dengan puluhan ( kalau tidak ratusan ) jamaah lain yang berebut untuk mendapatkan shaf yang tersisa. Shaf demi shaf saya lalui sampai akhirnya menemukan tempat yang hanya pas untuk satu orang....Alhamdulillah. Setelah tenang, saya melihat sekeliling..terlihat beberapa jamaah yang belum beruntung dan harus mau untuk shalat di area parkir. Kemudian saya perhatikan shaf tempat saya berdiri saat ini, ternyata shaf yang persis sama dengan tempat yang saya bayangkan padasaat duduk di anak tangga tadi......Subhanallah. Ketika hendak mengucapkan niat, ternyata di depan saya masih ada tempat yang kosong. Yesss....lebih maju satu shaf dari target yang ditetapkan. Mungkin memang ini tempat yang terbaik bagi saya. &lt;br /&gt;Setelah shalat pun saya merenung, kalau tadi saya bisa....harusnya di hal lain juga bisa, seperti dalam urusan bisnis. Now, it's time to get action. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-6168200035083987314?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/Bbl1ZKh_p5U/visi-ikhtiar-dan-ikhlas.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2010/08/visi-ikhtiar-dan-ikhlas.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-4602299229154501355</guid><pubDate>Thu, 24 Jun 2010 06:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-02T06:31:29.534+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Customers</category><title>Ada gula ada semut</title><description>Beberapa hari ini saya sedang kecanduan mengutak-atik Ipod Touch saya dan tentunya rajin shopping di Apps Storenya Itunes. Tak terasa ratusan ribu atau malah sampai jutaan biaya yang harus saya keluarkan untuk belanja di Itunes ini.&lt;br /&gt;Bagi Apple, untuk sampai ke tahap ini tentunya bukan perkara mudah. Setelah dibombardir oleh Bill Gates dan Microsoftnya, rasanya sekarang saatnya bola itu berputar. Microsoft semakin hari semakin pusing dengan gebrakan yang dilakukan oleh Apple karena sangat menggerogpti bisnis yang mereka jalankan. Belum lagi Microsoft juga harus head to head dengan grup Google dan jaringannya.&lt;br /&gt;Kesuksesan Apple dengan Ipadnya berbanding terbalik dengan Microsoft yang sampai saat ini belum juga merilis komputer tabletnya walaupun rumornya sudah ada dari dulu, dan sudah sempat menjadi topik hangat di Youtube.&lt;br /&gt;Pelajaran yang saya dapat disini adalah, dari awal Apple memberi akses seluas luasnya kepada developer independen untuk ikut berkontribusi dan berbagi keuntungan dengan berjualan di Itunes. Belum lagi di Itunes kita juga bisa membeli music, film, bahkan serial TV. Dan jangan lupa kekuatan dari Podcastnya yang rata rata gratis. Jadi Apple tidak bisa besar sendiri, dia bisa besar jika membuat bisnis lain juga ikut besar. Dan begitu gulanya sudah terlihat, tidaklah sulit untuk membuat semut untuk ikut berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Posted using BlogPress from my iPhone&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-4602299229154501355?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/oOtdGugPouk/ada-gula-ada-semut.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2010/06/ada-gula-ada-semut.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-8672039936561111575</guid><pubDate>Thu, 18 Mar 2010 00:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-24T17:00:55.169+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Learning and Growth</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SDM</category><title>Sedang krisis? Jangan potong budget SDM anda</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_QKvuC_RhZnY/S6Ftojt2jQI/AAAAAAAAAbA/dCMWvkJ4mJk/s1600-h/stock-photo-tighten-budget-calculator-1202723%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="stock-photo-tighten-budget-calculator-1202723" alt="stock-photo-tighten-budget-calculator-1202723" src="http://lh6.ggpht.com/_QKvuC_RhZnY/S6Ftpm62kWI/AAAAAAAAAbE/NtBS8yN9gb0/stock-photo-tighten-budget-calculator-1202723_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" height="195" width="244" /&gt;&lt;/a&gt;     Setiap bisnis pasti mengalami saat surut, dimana semua biaya yang keluaar harus diperhitungkan dengan cermat dan efisien. Biasanya pos pertama yang akan dievaluasi oleh perusahaan adalah divisi SDM, karena ini memang merupakan cara yang paling mudah dan paling cepat untuk mengurangi biaya perusahaan. Perusahaan tinggal menunda jadwal training, atau memberhentikan beberapa orang dan biaya operasional serta merta akan turun.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;     Alih-alih menurunkan budget untuk training SDM, sebenarnya banyak hal lain yang bisa dilakukan. Di divisi pemasaran, apakah semua kegiatan pemasaran dan penjualan sudah terukur efektifitasnya? begitu pun di divisi yang lain, apakah inventory sudah diukur dengan EOQ (Economic Order Quantity), ROP (Re Order Point) serta Safety Stocknya? Atau apakah AR (Account Receiveable) dan AP (Account Payable) sudah diatur dengan cermat? Dan banyak lagi hal yang bisa dicermati untuk meningkatkan efisiensi dari perusahaan. Memang hal ini biasanya jaranng dilakukan oleh perusahaan karena butuh proses dan butuh data-data pendukung. akan tetapi ibarat orang sakit, cara penyembuhan alami jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pemberian antibiotik dosis tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   Untuk itu teruslah lakukan training, jangan pernah menurunkan standart kompetensi karyawan. Krisis tidak berlangsung selamanya, dan pastikan pada saat krisis berakhir, kita sudah memiliki team yang siap berlari kencang. Dan kalaupun harus melakukan perampingan, pastikan bahwa itu memang cara terakhir yang harus dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-8672039936561111575?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/yCFuI0uKNXg/sedang-krisis-jangan-potong-budget-sdm.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh6.ggpht.com/_QKvuC_RhZnY/S6Ftpm62kWI/AAAAAAAAAbE/NtBS8yN9gb0/s72-c/stock-photo-tighten-budget-calculator-1202723_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2010/03/sedang-krisis-jangan-potong-budget-sdm.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-2962522024232305567</guid><pubDate>Wed, 07 Oct 2009 03:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-24T17:22:54.998+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Learning and Growth</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SDM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengetahuan</category><title>Bekerja lebih baik dengan waktu yang lebih sedikit</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;&lt;img style="margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline" align="left" src="http://www.cartoonstock.com/newscartoons/cartoonists/mmo/lowres/mmon54l.jpg" width="240" height="158" /&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Sebuah survey di Amerika serikat menunjukkan bahwa 70% pekerja di sana bekerja melebihi jam kantornya dan kadang malah harus tetap bekerja pada akhir minggu.Dan yang lebih mengejutkan, lebih dari 50% menderita sindrom “merasa sibuk”, yaiutu sindrom yang dialami seseorang dimana orang yaang menderita sindrom ini merasa bahwa dirinya sudah sangat sibuk, akan tetapi tidak dibarengi dengan hasil/kinerja yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena kurang disiplinnya dalam mengelola waktu dan banyaknya &lt;em&gt;distraction &lt;/em&gt;(gangguan) selama bekerja, baik itu yang disadari ataupun tidak (ex: ngobrol, ngemil, chatting, dll)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Penelitian pun dilakukan dalam rangka memecahkan masalah diatas. Salah satu metoda yang dipergunakan adalah dengan memberikan “libut tambahan” kepada pekerja setiap minggunya. Walaupun pada awalnya metode ini banyak mendapat tentangan dari para senior manajer, dengan alasan bahwa memberikan libur tambahan bagi pekerja hanya akan membuat banyaknya pekerjaan yang tidak terselesaikan dan akhirnya berpengaruh terhadap performa perusahaan secara keseluruhan. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Namun, setalah dilakukan test terhadap beberapa perusahaan, maka dapat disimpulkan &lt;font face="Arial"&gt;bahwa dengan memberikan “libur tambahan” setiap minggunya ternyata malah meningkatkan kinerja para pekerja tersebut. Dan yang menarik adalah temuan bahwa pekerja yang sering bekerja diatas jam kerja normalnya biasanya memiliki kinerja dan performa yang di bawah rata-rata. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Setelah dilakukan interview akhrinya ditemukan bahwa dengan merencanakan “libur tambahan” akan membuat pekerja bersemangat dalam menyelesaikan pekerjaan yang dihadapinya, karena mereka tidak menginginkan pada saat mereka libur dibayang-bayangi dengan pekerjaan yang belum selesai. Dan secara alam bawah sadar, hal tersebut akan meningkatkan performa kerja mereka. Dan keuntungan lainnya adalah setelah menjalani “libur tambahan”, mereka kembali dengan pikiran dan ide yang lebih segar, yang tentunya lebih siap untuk menerima tantangan baru lagi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Tips :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Sebelum menjalankan metode ini, pastikan setiap orang telah mempunyai target atau rencana mingguan/bulanan/tahunan yang harus dicapai&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Mulailah dengan memantau jam pulang para pekerja, pastikan mereka pulang tepat waktu. Jika memungkinkan perpendek jam kerja mereka setiap harinya&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Bebaskan para pekerja menentukan kapan mereka akan mengambil waktu libur mereka dan bagaimana cara mereka menghabiskan waktu libur mereka, kaitkan dengan &lt;em&gt;reward&lt;/em&gt; karena mereka telah melakukan pekerjaannya dengan baik&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Jika memungkinkan, beri insentif agar pekerja dapat benar-benar menikmati waktu libur mereka (ex : tiket nonton, voucher&amp;#160; dinner, dll)&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Pada saat menjalani “libur tambahan”, isolasi para pekerja ini dari hal-hal yang berbau pekerjaan. Buat kesepakatan agar setiap anggota tim yang lain tidak diperkenankan untuk menghubungi pekerja yang sedang melakukan “libur tambahan” kecuali jika benar-benar mendesak.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Kaitkan dengan &lt;em&gt;punishment&lt;/em&gt;&amp;#160; jika mereka tidak dapat berkinerja sesuai dengan yang telah ditargetkan&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-2962522024232305567?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/kzFg0le42lc/bekerja-lebih-baik-dengan-waktu-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/10/bekerja-lebih-baik-dengan-waktu-yang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-2860268103522932383</guid><pubDate>Sat, 12 Sep 2009 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-24T17:06:22.776+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Financial</category><title>Cashflow is King “Studi kasus : bisnis distribusi garmen”</title><description>&lt;span style="font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;     &lt;h6 align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;font size="2" face="Arial"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;     &lt;span style="font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Saat ini umat muslim segera akan merayakan hari raya Idul Fitri. Dari sisi bisnis, momen ini adalah saatnya panen bagi pengusaha garmen, khususnya pedagang busana muslim. Hal serupa juga dialami oleh salah satu unit bisnis &lt;/font&gt;&lt;a href="http://adilagroup.com/"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Adila Group&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;font face="Arial"&gt;, yaitu distributor busana muslim &lt;/font&gt;&lt;a href="http://butikdannis.com/"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;dannis collections&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;font face="Arial"&gt;. Untuk tahun ini Insya Allah diperkirakan omset akan mengalami kenaikan lebih dari 20% jika dibandingkan tahun lalu.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;span style="font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;             &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Akan tetapi ketika melakukan sharing dengan beberapa rekan yang juga berbisnis garmen, tahun ini terasa lebih berat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini dilalui dengan biasa saja dan malah tidak ada peningkatan yang signifikan. Akhirnya diketahui bahwa ternyata permasalahannya adalah memprediksi stok yang harus miliki, sehingga pada saat mendekati lebaran, stok yang ada tidak cukup memadai.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Bisnis garmen, khususnya busana muslim sendiri memiliki tren yang cukup unik. Januari - April adalah masa kritis, dimana disatu sisi pebisnis harus menambah stok mereka, tapi di sisi lain omset penjualan pada periode ini merupakan titik terendah sepanjang tahun. Mei - September adalah masa panen, kerena periode lebaran. Oktober - Desember adalah masa rekonsiliasi, dimana pada periode ini adalah saat mengatur nafas untuk menghadapi masa kritis dan masa panen tahun depan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Sebenarnya kuncinya adalah di pengaturan cashflow. Saya sendiri telah mengalaminya. Pada awal saya memulai bisnis ini, sepertinya modal berapapun yang dimiliki selalu saja tidak cukup. Hal ini disebabkan karena tidak adanya planning kapan saatnya bayar utang dan kapan saatnya menagih piutang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Hal ini berlangsung sampai 2 tahun, sampai akhirnya tim kami memutuskan untuk membuat KPI (Key Performance Indicator) yang mengukur umur utang dan piutang. Untuk umur utang sebenarnya tidak terlalu sulit, karena pembayaran biasanya dilakukan 1 bulan setelah pengiriman barang. Sementara itu untuk umur piutang, dibagi menjadi 4 kategori yaitu 0-1 bln, 1-2 bln, 2-3 bln dan &amp;gt;3 bln. Umur piutang inilah yang dikontrol tiap minggu&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Fungsi dari KPi ini kemudian link-kan ke performa agen. Jadi setiap saat dapat diketahui tingkat kelancaran kolektivitas piutang per agen yang saat ini dimiliki. Informasi inilah yang nantinya akan dijadikan input dalam pengambilan keputusan berapa piutang maksimal yang bisa diberikan. Hasilnya ternyata luar biasa, dengan modal yang relatif sama, perusahaan mampu meningkatkan omset hampir mencapai 100%.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;NB1 : Tahun ini kami lalui dengan happy problem lagi. Untuk itu mohon maaf kepada mitra agen dannis collections yang beberapa minggu terakhir pesanannya tidak dapat dilayani karena keterbatasan stok yang kami miliki.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;NB2 : Contoh - contoh KPI dapat dilihat &lt;/font&gt;&lt;a href="http://kpilibrary.com/"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;disini&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;font face="Arial"&gt;. Disana juga dijelaskan mengenai fungsi masing - masing dari KPI&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-2860268103522932383?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/-rF8tbS_iPk/cashflow-is-king-studi-kasus-bisnis.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/09/cashflow-is-king-studi-kasus-bisnis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-5689363914927218234</guid><pubDate>Fri, 11 Sep 2009 17:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-24T17:24:53.770+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Learning and Growth</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mindset</category><title>Makhluk unik yang bernama "passion"</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Siang tadi saya ngobrol via YM dengan salah satu member &lt;/span&gt;&lt;a href="http://tangandiatas.com/"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;TDA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt; yang saat ini berdomisili di Jogja. kebetulan rekan saya ini juga memiliki bisnis yang mirip dengan salah satu unit bisnis &lt;/span&gt;&lt;a href="http://adilagroup.com/"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Adila group&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;, yaitu &lt;/span&gt;&lt;a href="http://virtooffice.com/"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Virto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;. Dari pembicaraan kita, saya akhirnya tahu bahwa bisnis itu peninggalan dari orang tuanya dan beliau merasa berkewajiban untuk melanjutkannya. Akan tetapi di perjalanannya, bisnis tersebut belum mampu melesat seperti harapannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Kemudian saya ceritakan dengan latar belakang &lt;/span&gt;&lt;a href="http://virtooffice.com/"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Virto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt; didirikan. Sebenarnya alasannya cukup simpel, yaitu saya ingin memiliki kantor yang cukup layak untuk dikunjungi oleh kolega bisnis saya, dan sekaligus tempat yang layak untuk mengadakan pertemuan rutin tim saya. Berangkat dari situlah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://virtooffice.com/"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Virto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt; dibuat. Dan ternyata dalam proses realisasinya, saya melihat bahwa kebutuhan akan kantor representatif ini sangat besar, terutama untuk kalangan UKM. Dari situlah saya menggali lagi info tentang konsep &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_office"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;virtual office&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Serviced_office"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;serviced office&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt; beserta layanan pendukungnya. Dan muncullah AHA....kenapa tidak dikomersilkan saja sehingga saya dapat memiliki kantor tanpa harus mengeluarkan biaya operasionalnya. Dari situlah semuanya mengalir, dan sebenarnya masih banyak lagi ide yang menunggu untuk direalisasikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Kembali ke pembicaraan saya dengan rekan saya ini, dari pembicaraan kami akhirnya berujung pada satu titik, yaitu passion. Ternyata kewajiban untuk meneruskan bisnis tersebut belum diimbangi dengan passionnya, jadi belum dapat feelingnya. Padahal passion ini menurut saya sangatlah penting.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;ol style="font-family: georgia"&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Passion dapat membuat ide - ide segar dalam bisnis bermunculan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Passion yang senantiasa me recharge semangat kita walaupun perjalanan bisnis kita belum sesuai harapan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Passion akan membuat kita sebagai influencer, sehingga mampu menarik minat pelanggan tanpa harus melakukan hard sellling.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Apalagi dengan perkembangan social media saat ini, dimana setiap orang sangat mudah untuk berhubungan satu sama lainnya, passion meruupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam mempengaruhi opini orang lain. Ada banyak contoh nyata, mulai dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://oprah.com/"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Oprah Winfrey&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;amp;source=web&amp;amp;ct=res&amp;amp;cd=1&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fblogs.zappos.com%2Fblogs%2Fceo-and-coo-blog&amp;amp;ei=N4-qSv-2I5vE6wOAn7XsBw&amp;amp;rct=j&amp;amp;q=tony+heish+blog&amp;amp;usg=AFQjCNETWeCiAm6qD3rpemEFpq2xzQWy3A"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Tony Heish&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://zappos.com/"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Zappos&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;) sampai &lt;/span&gt;&lt;a href="http://virgin.com/"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Richard Branson (Virgin)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;. mereka adalah orang - orang yang sangat passionate dalam mengelola bisnis mereka dan terbukti bahwa bisnis mereka saat ini semakin menggurita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Passion ini jugalah yang akhirnya membuat saya terjun menggeluti dunia entrepreneurship, walaupun saat ini masih banyak hal yang harus saya pelajari. Passion juga yang membuat saya terus bangkit walaupun diterpa badai berkali - kali (saya sudah lebih 10 kali mengalami kegagalan dalam mengelola bisnis). Dan menariknya, passion itu bukanlah sesuatu yang harus dimiliki dari awal. Passion itu ternyata dapat kita ciptakan dan bentuk sesuai keinginan kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;Intresting isn't it?        &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-5689363914927218234?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/8SwSgvQZk_k/makhluk-unik-yang-bernama-passion.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/09/makhluk-unik-yang-bernama-passion.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-5131196585780449352</guid><pubDate>Tue, 16 Jun 2009 17:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T08:27:25.897+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Insight</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mindset</category><title>Awareness test</title><description>&lt;p&gt;&lt;object width="425" height="349"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Ahg6qcgoay4&amp;amp;rel=0&amp;amp;border=1&amp;amp;color1=0x6699&amp;amp;color2=0x54abd6&amp;amp;hl=en&amp;amp;feature=player_embedded&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Ahg6qcgoay4&amp;amp;rel=0&amp;amp;border=1&amp;amp;color1=0x6699&amp;amp;color2=0x54abd6&amp;amp;hl=en&amp;amp;feature=player_embedded&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" width="425" height="349"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Note : Hati2 dengan apa yang sedang kita pikirkan. Bisa jadi itu malah membuat kita tidak melihat sesuatu yang terjadi di hadapan kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-5131196585780449352?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/GRrnCHiEuYs/awareness-test.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/06/awareness-test.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-220113494160137212</guid><pubDate>Sat, 06 Jun 2009 14:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T15:55:55.497+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Insight</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mindset</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">otobiografi</category><title>Albert Einstein juga ingin berdagang</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Albert Einstein once wrote, "If I had my life to live over again, I would elect to be a trader of goods rather than a student of science. I think barter is a noble thing. I need to know more about it."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kutipan diatas langsung membuat saya tertegun. Seorang jenius pun menyadari dan memahami arti dari perdagangan. Padahal Rasulullah SAW sudah menyerukannya jauh-jauh hari bahwa berdagang itu adalah hal yang mulia dan rejeki itu datang dari perdagangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;So....masih milih jalan yg lain ??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-220113494160137212?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/b-ClazWt6qI/albert-einstein-juga-ingin-berdagang.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/06/albert-einstein-juga-ingin-berdagang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-6800579000336196583</guid><pubDate>Tue, 14 Apr 2009 01:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T08:08:50.395+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TDA Surabaya Community</category><title>Sosialisasi KMM di Surabaya dihadiri oleh 59 orang</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Hari selasa tanggal 7 April 2009, TDA Surabaya mengadakan acara offline dalam rangka sosialisasi KMM yang di bawakan oleh Pak Hertato Widodo Direktur I TDA. Acara ini digelar dengan tujuan untuk memperbanyak jumlah KMM sehingga tujuan TDA, membentuk 10.000 miliarder sukses dengan deadline tahun 2018, bisa terwujud. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Antusiasme yang begitu membara diperlihatkan oleh para anggota TDA Surabaya, sehingga ruangan yang semula dingin berubah menajdi panas akibat semangat yang menggebu dari pembicara dan pendengaranya yang ingin segera membentuk KMM sesuai dengan panduan yang telah ada. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Acara ini juga bertujuan untuk mempertemukan para anggota-anggota TDA Surabaya yang mencapai 194 orang secara offline, sehingga manfaat TDA bisa didapatkan ika satu sama lain bisa langsung bertemu tatap muka. Menurut Pak Hertanto &amp;quot;Anggota TDA yang baru ikut milis, hanyalah orang yang bertamu namun baru masuk halamannya saja, belum tahu dalamnya. Untuk mengetahui dalamnya maka hendaklah ber-KMM, karena dengan KMM-lah manfaat TDA, visi dan misi TDA bisa diwujudkan secara bersama. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Acara ini dihadiri oleh 59 mungkin bertambah menjadi 60 orang karena saya melihat diakhir ada lagi member yang datang dan langsung bergabung. Setelah pemberian briefing oleh Pak Hertanto, mengenai apa saja KMM itu, member pun dibagi dua, yaitu member yang sudah memiliki KMM dan yang belum. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Bagi yang belum memiliki KMM ini adalah saat yang tepat untuk membentuk KMM dan ini akan diteruskan selama seminggu ke depan baik melalui milis atau pun pertemuan offline. Sedangkan untuk member yang yang telah memiliki KMM dikumpulkan guna membahas formula reposisi anggota disesuaikan dengan level bisnisnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Meski demikian kata sepakat yang dicapai adalah masih dicoba apakah member yang selama ini sudah ber-KMM dan berbeda level bisnisnya, berpindah dengan member yang leel bisnisnya sama, jika memang tidak menemui kecocokan maka bisa kembali ke KMM sebelumnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Nah bagi anggota TDA Surabaya yang belum memiliki KMM silahkan bergabung dengan KMM yang terbentuk hari ini, atau dalam kurun waktu minggu ini. Karena menurut pak Hertanto Widodo, selain KMM digunakan sebagai media untuk mengembangkan bisnis kita, juga digunakan sebagai identifikator seseorang untuk menjadi anggota TDA yang terverifikasi dan nantinya akan sangat bermanfaat sebagai referensi. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;--- aku dengar, aku lupa &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;--- aku lihat, aku ingat &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;--- aku lakukan, aku mengerti &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;--- ayo lakukanlah segera! &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Febri A Nazuka &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-6800579000336196583?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/twzQ05ek51Q/sosialisasi-kmm-di-surabaya-dihadiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/04/sosialisasi-kmm-di-surabaya-dihadiri.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-8449143535540345892</guid><pubDate>Mon, 13 Apr 2009 01:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T08:38:56.383+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perjalanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Seminar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mindset</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">otobiografi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media</category><title>Heboh Business Gathering di FE UNAIR</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Surabaya | 24-Feb-2009 &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Heboh Business Gathering di FE UNAIR &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_QKvuC_RhZnY/Sq2elgTGGXI/AAAAAAAAAZ8/y-IN9uRYwMk/s1600-h/image%5B2%5D.png"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" src="http://lh6.ggpht.com/_QKvuC_RhZnY/Sq2eqwhheyI/AAAAAAAAAaA/6MwZUJiHdJA/image_thumb.png?imgmax=800" width="244" height="186" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Business Gathering Meningkatkan Jiwa Entrepreneurship Mahasiswa Manajemen FE UNAIR SURABAYA - Departemen Manajemen Universitas Airlangga mencanangkan sebagai Entrepeneur Year pada tahun ini. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Business Gathering merupakan program yang dilaksanakan setiap bulannya. Business Gathering yang pertama diadakan di Aula Tirto bekerja sama dengan bank Mandiri dengan tema “pembiayaan usaha kecil menegah” Business Gathering yang ke-2 dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2009, di aula K.R.T Fadjar Notonegoro, FE Unair. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Kali ini acara Business Gathering bertema “Sharing Pengalaman bisnis” dengan pembicaranya adalah Drs. Sugiat, Ak dan Andi Sufariyanto, sedangkan Tuanku Aria Auliandri MSc sebagai moderatornya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Acara ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari Mahasiswa S1 dan D3 Manajemen FE Unair. Tujuan dari Business Gathering ini adalah memotivasi, dan menambah wawasan tentang kewirausahaan. Kesempatan pertama, Bapak Sugiat menceritakan pengalamannya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Pada awalnya, beliau yang juga berprofesi sebagai dosen akuntansi FE Unair ini membeli tanah berukuran 7x14 m serta membeli sertifikat seharga Rp 70.000,- dengan nilai total Rp 3.500.000,-. Beberapa waktu kemudian tanah tersebut dijual, dan berhasil dibeli orang sebesar Rp 10.000.000,-. Sejak saat itulah beliau mulai mencari modal untuk membuka usaha. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Beliau menyadari bisnis inilah yang tepat dan merupakan petunjuk dari Tuhan. Bermodal dengan ijasah manajemen dan akuntansi, dosen yang telah mengajar selama 40 tahun ini berhasil memperoleh uang pinjaman sebesar Rp 150.000.000,-, dan berhasil membuka lapangan usaha. Saat ini, bisnis yang sedang dijalani adalah bisnis properti (real estate). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Berikut ini tips bagaimana berwirausaha dari beliau : &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;1) Dalam berbisnis ada 2 perilaku sederhana, yaitu nakal dan jujur. Nakal dalam artian utang pada bank, sedangkan jujur menjadi orang yang dapat dipercaya oleh partner / klien. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;2) Apabila bisnis yang dijalani telah berhasil jangan lupa beramal, karena bisnis &amp;amp; amal saling mengisi. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;3) Networking yang luas. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Pembicara kedua adalah bapak Andi Sufariyanto, owner Adila Group dan Dannis Collection. Pria berkelahiran Padang ini, memulai awal bisnisnya saat semester 3-4 (tahun 1999), ketika kuliah di D3 mesin ITS. Bisnis yang ia jalani adalah jual beli HP (sebagai makelar) dengan modal Rp 200.000 dan servis HP pada tahun 2003. Bisnis tersebut akhirnya tutup. Pada tahun 2004, bersama ke-8 temannya dengan bermodal tiap orang Rp 500.000 mereka membuka CV dan akhirnya tutup juga. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Dalam waktu 5 tahun, pria yang saat ini sedang menjalani produk kecantikan &amp;amp; advertising berhasil menutup 5 usaha. Tak pantang menyerah, pada tahun 2006 ia membuka usaha Dannis Collection; tahun 2007 membuka PourVous yang pada bulan Maret 2009 nanti akan ekspor ke Afrika; dan pada tahun 2008 membuka Adila Group untuk unit usaha bisnis. Bisnis ini masih berjalan sampai sekarang dan terus berkembang. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Acara ini disambut dengan antusiasme yang tinggi, hal ini terbukti dengan penuhnya aula K.R.T Fadjar Notonegoro dan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta. Bahkan salah satu narasumber merasa terkesima dengan opening act yang dilakukan panitia sebelum acara dimulai. “baru kali ini saya mengikuti seminar serasa clubbing” tutur Andi Sufarianto. Tepat pada pukul 11.30 acara Business Gathering usai, dengan pemberian plakat kepada bapak Sugiat dan Andi Sufariyanto. Pada bulan Maret akan diadakan lagi Business Gathering dengan tema “Permodalan” dan pembicara dari Bank Panin. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="arial"&gt;Edited from : http://www.management-unair.info/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=50&amp;amp;Itemid=78 &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-8449143535540345892?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/TXuzCs2Vqkw/heboh-business-gathering-di-fe-unair.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh6.ggpht.com/_QKvuC_RhZnY/Sq2eqwhheyI/AAAAAAAAAaA/6MwZUJiHdJA/s72-c/image_thumb.png?imgmax=800" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/04/heboh-business-gathering-di-fe-unair.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-1008183907083107899</guid><pubDate>Fri, 10 Apr 2009 01:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T15:56:51.524+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TDA Surabaya Community</category><title>Hasil pertemuan pengurus TDA Surabaya di BG Junction</title><description>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alhamdullilah, merespon tawaran dari pak Ferry Koto, pengurus TDA Surabaya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;datang mengunjungi BG Junction untuk melihat lokasinya dan menjajaki &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;berbagai kemungkinan untuk melakukan sinergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang ditawarkan cukup &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;luas dan "nyaman" karena memang trafficnya sedikit, untuk itu ini adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kesempatan bagi anggota TDA untuk mendapatkan tempat usaha dengan harga&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;murah.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain diberikan tempat seluas kurang lebih 146m2, atas usul Pak Ferry, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengurus TDA Surabaya juga akan mengajukan penawaran ke pihak management BG &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Junction untuk mendapatkan stand-stand dengan harga yang terjangkau (mohon &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bantuan doanya dari teman-teman semua).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan harapan jika memang hal ini &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mendapatkan restu dari Management maka member TDA bisa "ngelapak" bersama di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BG Junction.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah yang jadi Pekerjaan Rumah adalah bagaimana cara membuat lantai yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"nyaman" menjadi "tidak nyaman" karena traffic yang meningkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumbangan ide &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dan pendapat dari temen-temen sangat di harapkan untuk mewujudkannya?  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;AYO Semangat! Terus Bermanfaat dan Bersama Menebar Rahmat!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Febri A Nazuka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-1008183907083107899?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/UdJBifXvtw8/hasil-pertemuan-pengurus-tda-surabaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/04/hasil-pertemuan-pengurus-tda-surabaya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-2173874298453338228</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 04:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T08:30:01.077+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perjalanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mindset</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TDA Community</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media</category><title>Radio dan seminar</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Naskah ini merupakah salah satu apresiasi saya pada Bu Diah Yusuf dan rekan-rekan Panitia Milad III TDA. Seluruh lini publikasi dimasuki oleh para panitia. Termasuk diantaranya yaitu radio.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Menjelang Milad III TDA, saya diundang untuk berpartisipasi dalam talkshow di Otomotion FM 97,5 FM. Sebuah radio yang menjadi anak perusahaan Kompas Gramedia Group.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Temanya seputar cara memulai bisnis dan mengelolanya, sekaligus ajakan untuk menghadiri Milad III TDA. Rupanya, sudah banyak generasi muda yang sebenarnya tertarik untuk berbisnis, tetapi mereka belum tahu bagaimana caranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Demikian simpulan sementara saya setelah turut serta dalam talkshow yang diadakan pada 22 Februari 2008 itu. Dengan semakin menurunnya kesempatan kerja, menjadi pengusaha pada awalnya bisa dijadikan alternatif untuk bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Muda-muda mulai usaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan yang masuk kebanyakan berasal dari para muda yang masih berstatus mahasiswa dan perlu dicatat bahwa pertanyaannya pun sudah bukan ‘bagaimana memulai bisnis’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Pertanyaan mereka sudah mengarah kepada bagaimana cara mengembangkan bisnis. Inilah bukti konkrit bahwa saat ini semangat untuk berbisnis sudah tumbuh subur pada usia-usia yang masih sangat muda.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tentu ada juga yang masih kebingungan bagaimana memulai usaha. Kebingungan apa yang kerap dilontarkan? Beberapa pertanyaan yang dikemukakan oleh pemirsa Otomotion FM rata-rata berkutat tentang bagaimana cara mendapatkan modal tambahan untuk mengembangkan usaha mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kala itu, saya mengajukan jawaban-jawaban berikut ini: pergunakan modal yang ada, kalau memang tidak ada modal, harus berani start small. Lantas jangan terlalu idealis dan buang gengsi jauh-jauh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Modal juga bisa ditimba dari trik menekan gaya hidup berlebihan. Jadi keuntungan yang dikumpulkan tidak langsung dibelanjakan, tapi diputar dulu menjadi modal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Disini dibutuhkan kesabaran agar jangan terlalu cepat pengen mendapatkan hasil. Saat itu saya nyatakan: Nikmati prosesnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Intinya adalah ikhlas. Orang bisa stress karena dia tidak rela menerima dengan apa yang dia alami. Dia ingin memaksakan segala sesuatu itu sesuai dengan kehendaknya. Walaupun ternyata apa yang dia inginkan itu belumlah tentu baik buat dia kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Saya percaya bahwa Allah SWT sudah memilihkan yang terbaik buat saya. Walaupun saat itu mungkin kehendak saya tidak sejalan dengan takdir yang Allah SWT berikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bila diringkas, intinya adalah selalu ikhlas dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Karena apapun yang kita alami, maka hal itu adalah kejadian terbaik yang dipilihkan oleh Allah SWT untuk kondisi kita saat itu. Simpel khan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selain soal permodalan, para penanya juga kerap menggali tips marketing. Saat itu saya memberi masukan pada mereka untuk mencari ilmu dengan membaca buku, menyimak pengalaman orang, ikut seminar, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hasil dari berburu ilmu marketing ini, mesti langsung dicoba satu-satu. Diantara hasil praktek itu tentu ada yang berhasil dan ada juga yang gagal. Strategi marketing yang berhasil harus dipertahankan. Sedangkan yang gagal, singkirkan saja sambil mencari cara baru lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sempat terbesit, mengapa Otomotion FM tertarik menggandeng TDA pada talkshow itu. Namun saya tersadar bahwa semua media telah menangkap demand masyarakat untuk memperoleh informasi yang lebih luas mengenai bagaimana caranya menjadi seorang entrepreneur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Oleh karena itu media sekarang sangat membutuhkan figur-figur pelaku bisnis yang bersedia untuk sharing dengan audience mereka. Sebelum ini, ternyata program talkshow ini pun sudah mengundang banyak member-member TDA untuk hadir di Otomotion FM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Alhamdulillah...dari talkshow ini TDA dan Otomotion FM sepakat bahwa sharing-sharing yang telah dilaksanakan layak untuk diteruskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tindak lanjut dari kerjasama ini sangat berarti karena menjadi jalinan simbiosis-mutualisme. “Bagaimanapun setiap bisnis memerlukan publikasi dari media dan media akan selalu membutuhkan narasumber.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti talkshow-talkshow sebelumnya, saya merasa enjoy dengan suasana talkshow di Otomotion FM. Ada perasaan nikmat pada saat kita berbagi kepada orang lain, apapun itu bentuknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Rupanya beberapa peserta talkshow itu berlanjut menjadi lead-nya Adila Group. Beberapa diantara mereka masih bisa saya lacak, karena mereka menghubungi saya. Sebagian lain tak terlacak dan kebanyakan mereka langsung menghubungi General Manager (GM) saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bahkan beberapa diantara mereka, saya ketahui dari GM. Alhamdulillah, silaturahmi terus berlanjut. Bertambah lagi nikmat yang mesti kita syukuri yakni bertambahnya saudara dari silaturahmi ala talkshow.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam waktu dekat saya diundang sharing ke Malang oleh EU Malang, trus pada 30 April 2009 talkshow di Stikom Surabaya. Dilanjutkan 4 April 2009 diundang ke Universitas Jember.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Disini saya baru merasakan bahwa talkshow dengan format seminar ternyata lebih enak dibandingkan di radio. Bukan bermaksud meremehkan radio lho...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Saat seminar, ada interaksi yang intens antara narasumber dengan audience. Saya bisa mengubah style sesuai mood pesertanya. Sementara di radio kurang leluasa melakukan hal itu. Kita harus taat pada rundown dari penyiar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Benang merah talkshow&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ada benang merah dari tiap materi yang saya disampaikan di tiap talkshow; bahwa kalau mau jadi pengusaha ya langsung action. Tak usah terlalu banyak alasan. Siapkan targetnya, tapi nikmati prosesnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jangan cari yang instan. Namun bukan berarti saya melarang untuk menjadi pewaralaba. Jangan dikira mengambil waralaba gampang lho... Banyak franchisee yang gagal justru gara-gara mereka sendiri yang belum siap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mengambil franchise termasuk juga proses pembelajaran. Jadi nikmati aja...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Entah untung atau rugi, jalani dan nikmati prosesnya. Tapi tetap hitungannya sebab ada perbedan besar antara optimis dan bunuh diri. Contoh gampangnya, kalau kita pas naik mobil dan di depan ada jurang, kita khan ngga perlu harus masuk jurang dulu sebelum ambil keputusan untuk ngerem. Jadi tetap ada hitung-hitungannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Berarti ada hal-hal yang kalau kita mau berpikir dan belajar harus diwaspadai dan dipahami. Jangan asal jalan dan asal tabrak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kini kesadaran berbisnis telah menjalari berbagai kalangan. Kesadaran akan pentingnya jiwa entrepreneurship sudah diinsyafi oleh semua orang. Mulai yang muda hingga yang sedang menyongsong pensiun dari kantornya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Saat ini semakin banyak perusahaan yang mempersiapkan para karyawannya yang menjelang pensiun dengan bekal entrepreneurship. Beberapa waralaba bahkan membidik para calon pensiunan sebagai calon pewaralaba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kembali pada talkshow, acara ini merupakan acara rutin dan pada kesempatan itu khusus mengangkat tentang Milad III TDA. Rupanya publikasi di radio ini cukup efektif dalam menambah jumlah peserta Milad II TDA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Beberapa pemirsa radio ini bergegas mendaftar Milad III TDA. Nambah lagi dech saudara yang berminat wirausaha. Jadi, saya tunggu kabar dari rekan-rekan yang sedang memulai berbisnis...c u @ the top...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/Scm8AA5tY4I/AAAAAAAAAXk/_mOpeBP38y8/s1600-h/IMG_6608.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/Scm8AA5tY4I/AAAAAAAAAXk/_mOpeBP38y8/s400/IMG_6608.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316987543515652994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/Scm8BMzP4PI/AAAAAAAAAXs/fe__BUtsFvQ/s1600-h/IMG_6612.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/Scm8BMzP4PI/AAAAAAAAAXs/fe__BUtsFvQ/s400/IMG_6612.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316987563889647858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-2173874298453338228?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/jSE_XcR-CzA/radio-dan-seminar.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/Scm8AA5tY4I/AAAAAAAAAXk/_mOpeBP38y8/s72-c/IMG_6608.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/03/radio-dan-seminar.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-204978157437712683</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 04:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-07T10:06:05.453+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Strategi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengetahuan</category><title>Write what you do and do what you write</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;&lt;strong&gt;at glance of Standart Operation Procedure-SOP &lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Beberapa minggu yang lalu saya mengikuti pelatihan Standart Operation Procedure (SOP) yg diadakan oleh Value Consult. Ya... ini merupakan salah satu langkah saya agar Adila Group bisa lebih maju daripada sekarang. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Selama ini, Adila Group masih belum menggunakan konsep-konsep tertentu dalam manajemennya. Semua mengalir sesuai kebutuhan saja. Dan seiring dengan berkembangnya perusahaan, saya merasa sudah waktunya Adila Group menerapkan konsep-konsep yang bisa mengakselerasi bisnis kami. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Alur konsep dalam pelatihan itu secara sederhana adalah sebagai berikut: menyusun SOP, lantas menerapkannya. Sembari SOP berjalan, maka urutan selanjutnya adalah menyusun Key Performance Indicator atau KPI. Dan terakhir, bila rangkaian tahapan tadi terlaksana maka akan terbangun apa yang disebut Balance Score Card (BSC). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Saya membayangkan BSC diterapkan di Adila Group dalam jangka panjang, yang jangkauannya bisa setahun lebih. “Namun saat ini saya masih persiapkan dulu secara matang SOP-nya”. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Sejumlah person yang tergabung dalam tim telah saya pasrahi konsepnya. Dari tim ini, secara detail akan ditangani konsultan. Lini usaha yang akan menikmati duluan SOP hasil Value Consult ini adalah Pourvous, lantas Dannis, dilanjutkan lini usaha Adila Group lainnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Namun yang jelas tim yang terbentuk dari manajeman akan melakukan tahap demi tahap agar SOP dapat diimplementasikan. Tentu hal ini juga tergantung kemampuan adaptasi dari divisi yang bersangkutan. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Selanjutnya, saya ingin kemukakan terlebih dulu mengenai SOP yang saya serap dari pelatihan itu. Semoga suatu saat, pembaca juga berbagi ilmunya... mmmm...ilmu Allah SWT khan demikian luas, tak habis bila kita berbagi. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;&lt;strong&gt;write what you do and do what you write &lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Konsep awal dari SOP adalah write what you do and do what you write. Sesederhana itu? Setidaknya ini menjadi pijakan bagi rekan-rekan yang belum menyempurkan sistem dalam bisnisnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;SOP yang benar adalah SOP yang dapat langsung diterapkan oleh siapapun yang membacanya sekaligus mampu menjadi patokan cara pengerjaan kegiatan bisnis sesuai yang diharapkan. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Bila SOP ini telah diterapkan di Adila Group, saya membayangkan setiap person yang terlibat dalam tim Adila Group paham akan pekerjaannya masing-masing. Diatas pijakan pemahaman tadi, mereka akhirnya melakukan berbagai aktifitas sesuai yang dicantumkan dalam SOP. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;“Dengan SOP, bisnis yang dijalankan dapat berjalan secara otomatis. Khususnya untuk aktivitas–aktivitas yang rutin dan berulang.” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Semakin besar skala bisnis suatu perusahaan, maka implementasi SOP semakin penting. Sebab tidaklah mungkin mengandalkan suatu kegiatan bisnis kepada person–person tertentu saja. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Akan sangat beresiko apabila person tersebut sakit ataupun mengundurkan diri. Tanpa SOP yang benar, kegiatan bisnis bersangkutan akan langsung terpengaruh dan bahkan goyah. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;&lt;strong&gt;Lantas siapakah yang bertanggung jawab menjalankan SOP? &lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Idealnya, penyusunan SOP dan pemantauan pelaksanaannya dikerjakan oleh divisi khusus yaitu Business Development. Divisi ini bertanggung jawab mulai dari melakukan observasi dan mendokumentasikannya dalam bentuk SOP. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Divisi Business Development ini juga memastikan bahwa SOP telah dilaksanakan dengan benar. Setelah itu, mereka melakukan penilaian sehingga diketahui apakah SOP yang ada sudah cukup efisien atau memerlukan perubahan-perubahan lagi. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Kerjasama lintas departemen sangatlah dibutuhkan untuk mendapatkan SOP yang benar. Pasalnya, SOP yang disusun juga berlaku untuk departemen yang lainnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Nantinya, SOP ini adalah sebagai landasan untuk membangun sistem Key Performance Indicator (KPI) masing-masing person yang kemudian menghasilkan laporan kinerja perusahaan dengan basis Balanced Score Card. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;&lt;strong&gt;Apa sich Key Performance Indicator itu? &lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;KPI adalah semacam rapor masing-masing person dalam suatu organisasi. Keberadaan rapor yang tepat dan jelas, akan mempermudah perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di perusahaannya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Upaya meningkatkan kualitas SDM dapat dilakukan sebab melalui KPI, akan diketahui secara langsung bagian–bagian mana yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Dengan sarana KPI ini pula, para entrepreneur dapat membuat sistem reward and punishment dalam perusahaan berlangsung dengan benar dan tepat. Penghargaan benar-benar diberikan kepada individu yang berprestasi. Sedangkan punishment diberikan kepada individu yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;“Akhirnya, dengan perangkat KPI inilah perusahaan dapat mengukur seberapa efektif person-person di dalam perusahaan dalam menjalankan job desk-nya.”      &lt;br /&gt;Balance Score Card &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Melalui implementasi BSC, kinerja perusahaan dapat diukur secara daily, monthly dan anually dengan parameter-parameter yang seragam. Dengan demikian, para anggota tim akan lebih mudah untuk menterjemahkan dan mengukur target yang diberikan oleh perusahaan. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;“Selain itu, setiap tim juga dapat melihat sampai di titik mana perusahaan saat ini dari target yang ingin dicapai. Ujung-ujungnya juga akan berpengaruh pada cara penghitungan kompensasi dan reward dari perusahaan. Begitu...” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;BSC memudahkan kita dalam menentukan target dan melihat kinerja seluruh perusahaan, cukup dengan melihat laporan BSC saja. Mengapa? Sebab BSC mendefinisikan semua parameter aktivitas perusahaan ke dalam bentuk angka. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Sehingga kita bisa memantau setiap saat segala aktivitas yang dilakukan oleh tiap individu. Apakah sudah membuat perusahaan bergerak mendekat ke tujuan perusahaan atau belum. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Dan perlu dicatat, semua perkembangan yang dikemas oleh BSC dinominalkan ke dalam bentuk angka sehingga laporan BSC menjadi mudah untuk dibaca dan dicermati.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-204978157437712683?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/N7LqldjJujw/write-what-you-do-and-do-what-you-write.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/03/write-what-you-do-and-do-what-you-write.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-7950887727340926256</guid><pubDate>Sat, 14 Mar 2009 06:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T15:59:33.762+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perjalanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Seminar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penghargaan</category><title>Dua Gaya Bisnis ala Dua Pendekar Bisnis</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Beberapa waktu lalu saya menyaksikan sekaligus berguru langsung kepada dua pendekar bisnis tanah air: Sudhamek Agung-CEO Garudafood dan Irwan Hidayat-Presiden Direktur Jamu Sidomuncul.  Dua pengusaha ini sangat kondang sebab mampu mengantarkan perusahaannya menjadi ladang penghidupan ribuan orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;‘Ini salah satu impian saya memiliki ribuan karyawan. Artinya kita telah memberi manfaat pada sekian banyak orang’  Acara meguru ini diselenggarakan oleh Bank Mandiri sebagai follow up bagi finalis Wirausaha Muda Mandiri (WMM).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Beberapa finalis WMM tahun 2007 dan 2008 mengikuti acara boot-camp bertajuk Ethics for Enterpreneurs ini.  Selama empat hari mulai 19-22 Januari 2009, sederet pengusaha serta akademisi handal terlibat didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Berikut ini beberapa mentor kami: staf pengajar MM-FEUI yaitu Biakman Irbansyah, Gede Harja Wasistha, dan Yanki Hartijasti. Tentu tak ketinggalan sang kreator acara ini: Rhenald Kasali.  Selain itu juga ada Rektor Universitas Negeri Islam (UIN) Komaruddin Hidayat, Presiden Direktur American International Group (AIG) Indonesia Harry Diah, dan dua pengusaha yang sudah saya sebut diatas: CEO Garudafood Sudhamek dan Presiden Direktur PT Sidomuncul Irwan Hidayat.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Kembali pada dua pendekar. Selama empat hari itu saya merenungkan dua gaya bisnis dipertontonkan oleh dua pendekar pilih tanding. Gaya knowledge-based versi Pak Sudhamek dan gaya otak-kanan ala Irwan Hidayat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Pak Sudhamek menyodorkan sederet praktek bisnis yang memiliki akar teori sangat kuat. Seolah-olah bisnis menjadi sangat rumit. Namun dia mampu menyajikan dalam bahasa yang cukup luwes sehingga kerutan kening para peserta sebanding dengan pencerapan ilmu yang didapat.  Semua serba terencana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Semua serba dipersiapkan dengan landasan teori matang sehingga setiap sisi yang diaplikasikan benar-benar memiliki bobot pengetahuan. Babak baru bisnis berlandaskan pengetahuan, saya saksikan langsung dari beliau.  Diluar kematangan berteori itu, ada nafas religius saat Pak Sudhamek mengulas bagaimana perusahaannya bisa eksis hingga hari ini. Dari omzet Rp18 miliar pada 1992, tembus menjadi triliunan rupiah.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Dalam penuturannya, perusahaan bisa besar bila atasan dan bawahan bersatu. Sebagai orang Buddhis, Pak Sudhamek menerapkan pendekatan spiritual dan empiris dalam memimpin perusahaannya.  Spiritual Organization, demikian visi Pak Sudhamek terhadap perusahaannya. Bagi sebagian besar pebisnis, wacana spiritualitas dalam bisnis memang baru-baru ini saja mencuat. Namun Pak Sudhamek telah menerapkannya. Dua ilmu, telah saya serap: knowledge-based business dan spiritual organization. Dua ilmu telah terbukti ampuh hingga Garudafood memiliki karyawan 19.000 orang.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Hal sebaliknya disajikan oleh Pak Irwan Hidayat. Dengan segala kesederhanaannya, dia menyampaikan berbagai pengalaman bisnisnya yang mengalir begitu saja. Menjalani semua yang dihadapinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Presdir PT Sidomuncul ini menegaskan bahwa menjalankan perusahaan harus berdasarkan empati. Saat ini ada kecenderungan setiap orang yang dipercayai menjalankan perusahaan masih bertindak one man show. Hal ini sangat riskan jika masih dipakai menjalankan perusahaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Pak Irwan Hidayat senantiasa membuka akses informasi bagi setiap karyawannya. Cara ini dipakai agar dirinya mengetahui kemauan setiap karyawan yang dianggap juga sebagai saudaranya. “Kalau mau menjadi orang sukses harus tahu dan mengerti kemauan orang jangan sekali-kali one man show,” katanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Lantas dimana saya berdiri? Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada keduanya. Saya lebih cenderung menyukai praktik Pak Sudhamek. Kecenderungan untuk selalu mempelajari setiap detail bisnis, saya sadari lekat dalam tiap langkah bisnis saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Tentu contoh yang dilakukan Pak Irwan sangat bagus juga untuk ditiru, yang penting khan berwirausaha.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Mau gaya Pak Sudhamek atau Pak Irwan, sama saja. Mereka telah menebar rahmat.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Mengenai boot-camp sendiri, Pak Rhenald Kasali telah menyajikan satu training yang cukup mencerahkan. “Berbisnis tidak hanya memaksimalkan profit,” tutur beliau.  Inilah Rumah Perubahan ala Rhenald Kasali bagi para entrepreneur muda... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Hal senada diungkap oleh Rektor Universitas Negeri Islam Komaruddin Hidayat dalam menyampaikan etika berbisnis. Menurutnya, untuk menuju bisnis yang sukses setiap orang harus juga memaksimalkan kebahagiaan. “Kalau berbisnis tidak bahagia, apa artinya menjalankan bisnis?” tukas Komaruddin.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Peserta boot-camp juga diingatkan kembali mengenai determinasi dalam berbisnis. Panitia menyajikan film Pursuit of Happiness yang dibintangi Will Smith, sesi ini dipandu Gede Harja Wasistha dan Biakman Irbansyah. ‘Inilah film yang menegaskan keteguhan mental seseorang bisa menaklukkan semua rintangan menuju cita-citanya’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Terakhir, terima kasih buat Bank Mandiri yang support-nya sangat besar bagi kami para finalis WMM. Bahkan saya memperoleh kesempatan untuk mengembangkan salah satu lini bisnis saya: POURVOUS. Kami diberi peluang mengikuti sejumlah pameran secara gratis. Pada kesempatan lain, saya akan ceritakan tentang semua anugerah Tuhan ini. (HM2/HM1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPH9VDA0I/AAAAAAAAAW4/9bZ596biq7Q/s1600-h/IMG_6358_web.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPH9VDA0I/AAAAAAAAAW4/9bZ596biq7Q/s320/IMG_6358_web.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312927183554151234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bpk Sudhamek&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                                      &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPbQhH1TI/AAAAAAAAAXY/3fQCuRxYBnQ/s1600-h/IMG_6497_web.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPbQhH1TI/AAAAAAAAAXY/3fQCuRxYBnQ/s320/IMG_6497_web.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312927515122586930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bersama Rhenald Kasali&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPbDxmAVI/AAAAAAAAAXQ/0XjIq5jOJWs/s1600-h/IMG_6448_web.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPbDxmAVI/AAAAAAAAAXQ/0XjIq5jOJWs/s320/IMG_6448_web.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312927511702012242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bersama Bpk Irwan Hidayat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPbOFf3uI/AAAAAAAAAXI/nd6ipFMzwJE/s1600-h/IMG_6406_web.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPbOFf3uI/AAAAAAAAAXI/nd6ipFMzwJE/s320/IMG_6406_web.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312927514469850850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bersama Bpk Harry Diah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPbKg7oUI/AAAAAAAAAXA/99D4nJdCT5Y/s1600-h/IMG_6399_web.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPbKg7oUI/AAAAAAAAAXA/99D4nJdCT5Y/s320/IMG_6399_web.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312927513511174466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para Finalis WMM&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPH7RliTI/AAAAAAAAAWw/4wyjnCaUu-s/s1600-h/IMG_6356_web.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPH7RliTI/AAAAAAAAAWw/4wyjnCaUu-s/s320/IMG_6356_web.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312927183002765618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bersama Bpk Komaruddin Hidayat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPHgCJd4I/AAAAAAAAAWo/gQFDQQyUmvM/s1600-h/IMG_6353_web.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPHgCJd4I/AAAAAAAAAWo/gQFDQQyUmvM/s320/IMG_6353_web.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312927175690254210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bersama Bpk Komaruddin Hidayat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPHrZ8wOI/AAAAAAAAAWg/NYhmoJ5Au_s/s1600-h/IMG_6317_web.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPHrZ8wOI/AAAAAAAAAWg/NYhmoJ5Au_s/s320/IMG_6317_web.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312927178742874338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berbisnis dengan etika by Rhenald Kasali&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPHtLUCyI/AAAAAAAAAWY/IEXCqPCTjVE/s1600-h/IMG_6313_web.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPHtLUCyI/AAAAAAAAAWY/IEXCqPCTjVE/s320/IMG_6313_web.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312927179218357026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-7950887727340926256?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/8uj66WjWRow/dua-gaya-bisnis-ala-dua-pendekar-bisnis.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbtPH9VDA0I/AAAAAAAAAW4/9bZ596biq7Q/s72-c/IMG_6358_web.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/03/dua-gaya-bisnis-ala-dua-pendekar-bisnis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-1602641028442398357</guid><pubDate>Tue, 10 Mar 2009 08:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T16:07:46.630+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mindset</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Strategi</category><title>Apa pentingnya komunitas ?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pertanyaan itu dilontarkan oleh teman SMA saya ketika bertemu beberapa saat yang lalu. Dia juga mengeluhkan bahwa dia sudah banyak mengikuti banyak komunitas, tapi belum ada perubahan yang signifikan dalam bisnisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sejenak saya terdiam, karena komunitas yang saya ikuti selama ini (Entrepreneur University, Surabaya Entrepreneur Club dan komunitas Tangan di Atas) telah memberikan banyak sekali manfaat dalam perkembangan perusahaan saya saat ini. Mulai dari partner, suplier, dan link2 lainnya tersedia dengan mudah sehingga saya hanya perlu memilih yang mana yg menjadi prioritas saya terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kemudian saya bertanya lagi, "emang kamu gabung komunitasnya seperti apa ?" kemudian dia menceritakan bahwa dia mengikuti banyak komunitas pengusaha, yg menurut saya sebenarnyajuga bagus. "Trus salahnya dimana ya ?" pikir saya dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setelah kita ngobrol panjang, barulah terlihat perbedaan saya dan teman saya dalam bergabung dengan sebuah komunitas. Teman saya selalu menganggap bahwa komunitas adalah sebuah pasar yang potensial, jadi yang dia lakukan adalah dengan gencar menawarkan produknya kepada setiap member komunitas tersebut. Akan tetapi hasilnya selalu tidak sesuai dengan yang dia harapkan, karena responnya sangat rendah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Walaupun tindakannya tidak sepenuhnya salah, akan tetapi saya menganggap komunitas ibaratnya mencari pasangan hidup. Pada awalnya kita harus paham dulu apa visinya. Setelah itu berkenalanlah dengan anggotanya. Layaknya orang pacaran, diawal mungkin kita dulu yang harus melakukan kontribusi terlebih dahulu baik berupa tenaga, pikiran ataupun materi. nanti setelah kenal baik, maka timbullah ikatan emosional antara sesama anggota. Biasanya setelah itulah baru muncul peluang dan info2 yang berharga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Memang, banyak orang yang kadang tidak betah menjalani langkah demi langkahproses kenalan tsb. Tapi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: arial;"&gt;what you give is what you  get&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;. Saya sangat setuju dengan gerakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: arial;"&gt;Pay It Forward&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;, dimana kita harus memberikan sumbangsih terlebih dahulu sebelum berani berharap untuk menerima dan mendapatkan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ayo, berkontribusilah kepada komunitas anda, sebelum anda berharap komunitas tsb memberikan benefit bagi anda pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-1602641028442398357?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/ROdiKlG3rws/apa-pentingnya-komunitas.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/03/apa-pentingnya-komunitas.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-6440029309055922226</guid><pubDate>Tue, 10 Mar 2009 04:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T19:10:34.329+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Insight</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perjalanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mindset</category><title>Peluang adalah apa yang tak dilirik orang</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seeing is believing… kira-kira demikian yang saya alami beberapa minggu lalu saat menempuh safari bisnis ke Sumatera. Maklum beberapa media massa sejak lama telah melansir berita bahwa harta di daerah sangat berlimpah.   Hasil liputan dari reporter-reporter itu sebenarnya cukup menggambarkan bagaimana denyut bisnis di daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Muncul rasa penasaran. Akhirnya saya menyaksikan langsung dan langsung percaya hasil liputan-liputan itu.   Jadi, saya bersaksi bahwa duit di daerah sangat berlimpah. Lampung dan Palembang menjadi tempat persaksian saya. Jangan bayangkan bahwa hanya kota tempat duit menumpuk. Sumber daya alam di daerah menjadi ihwal bagaimana duit melimpah di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beberapa waktu lalu, saya melakukan perjalanan ke Lampung dan Palembang. Kesaksian saya diatas merupakan hasil dari perjalanan tersebut.   Bila di Lampung, saya menyaksikan orang-orang kaya bersahaja tapi tinggal jauh di pelosok. Maklum, mereka adalah petani-petani perkebunan sawit yang lahannya mencapai ribuan hektar.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah seorang pengusaha perkebunan sawit yang saya temui, menjamu saya dengan mengendarai mobil sekelas Taft GT saja. Padahal omzet bisnisnya tembus angka miliaran rupiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disini saya melihat perbedaan antara pengusaha di kota (misalnya di kota-kota besar di Jawa) dengan di pedesaan. Para pengusaha kakap yang tinggal di pelosok bumi ini memutar bisnisnya dengan tarikan nafas bisnis yang panjang sekaligus besar.   Berinvestasi di Lampung dengan membuka lahan tambak hanya dengan 6 petak saja bisa menelan dana hingga Rp2 miliar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Padahal pemandangan yang disaksikan dari bisnis senilai miliaran rupiah ini berwajah desa sekali. Maksudnya, tak ada suasana glamor khas urban disini.   “Ibaratnya satu tarikan nafas pebisnis di daerah sangat panjang dan ketika tiba saat memanen, maka hasilnya pun sangat besar. Sementara tarikan nafas pebisnis di perkotaan umumnya pendek dengan mengandalkan putaran omzet yang cepat”   Jadi, kepintaran memutar modal yang dimiliki merupakan kunci pengusaha di perkotaan.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbXw2-i54rI/AAAAAAAAAWQ/73uAQp7WcYE/s1600-h/16012009062.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 324px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbXw2-i54rI/AAAAAAAAAWQ/73uAQp7WcYE/s400/16012009062.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311416162846368434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbXw2pHPoWI/AAAAAAAAAWI/AEipU9L73J4/s1600-h/16012009060.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 323px; height: 242px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbXw2pHPoWI/AAAAAAAAAWI/AEipU9L73J4/s400/16012009060.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311416157093208418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara saat saya mengunjungi Palembang, saya menangkap nuansa berbeda. Aroma urban lebih kental disini. “Misalnya, saat saya berkeliling di mall yang mulai bertebaran di Palembang, sangat suasananya sudah mendekati suasana mall di Surabaya yang kelas Royal Plaza atau ITC Mega Grosir.”   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pakaian pengunjungnya? Modis. Tak beda jauh dengan penampilan saudara-saudara kita yang ada di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota-kota lainnya. (Tapi bisa jadi suasana ini hanya muncul kala malam minggu saja. Kebetulan saya berkunjung pada saat malam minggu). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kota dan desa akhirnya hanya menjadi kategori geografis saja. Secara demografis, masyarakat di dua kawasan ini sudah nyaris sama. Mode fashion hingga kegemaran penduduknya tak beda jauh.   Sebagaimana gaya hidup kelas menengah, para pengunjung mall di kota Empek-empek tak hanya melakukan window shopping. Mereka berbelanja. Dan toko-toko yang dituju oleh mereka adalah tenant-tenant kelas internasional yang menyerbu mall-mall tersebut, seperti Bodyshop dll.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menjamurnya mall di Palembang dimulai sejak diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) di Palembang. Dari sini akselerasi bisnis Palembang menjadi lebih cepat. Bisa jadi ini terkait dengan semakin bagusnya kualitas infrastruktur. Ya... biasanya penyelenggaraan acara nasional seperti PON selalu diiringi dengan perbaikan berbagai infrastruktur daerah.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan kata lain, pembangunan infrastruktur oleh pemerintah menjadi stimulus bisnis di kota ini. Hal ini pula saya jumpai di Lampung. Pembangunan infrastruktur menjadi penggerak perekonomian di daerah yang terkenal dengan tambak udang terbesar se-Asia Tenggara-Dipasena ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Disini, kejelian seorang konglomerat tampak. Ciputra rupanya tidak menunggu infrastruktur dibangun terlebih dahulu. Justru dia menabung sebanyak mungkin lahan untuk bisnis real estate di Lampung. Tentu dengan harga murah sebab daerahnya tak terjangkau pembangunan infrastruktur, baik jalan ataupun jembatan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah land bank (tabungan lahan) menumpuk, rupanya bertepatan dengan pembangunan akses jalan dari lahan yang dikuasainya yang langsung menuju sebuah pelabuhan berkelas internasional. Lagi-lagi pelabuhan atau infrastruktur ini baru-baru saja pembangunannya.   Entah, apakah jalur yang langsung menuju pelabuhan internasional itu dibangun karena lobi Ciputra atau bukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun yang pasti, Ciputra telah berbelanja tanah saat harganya murah yang saat sekarang harganya telah melonjak. Padahal orang lain bisa jadi enggan melirik atau bahkan membeli lahan di daerah tersebut.   Saya akhirnya tersadar bahwa pengusaha selalu mengambil kesempatan sebelum orang kebanyakan melihat hal tersebut sebagai peluang bisnis. Ciputra mendahului membeli tanah di sekitar sana. Padahal orang lain baru-baru saja membeli tanah disana, tentu dengan harga lebih mahal.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Peluang bisa diciptakan, jangan melihat peluang setelah orang lain menciptakan peluang tersebut. Sebab itu bukan peluang emas. Itu adalah peluang tembaga.   “Segera bertindak dan kondisikan apa yang ingin dicipta sebagai peluang,” gumam saya dalam hati menginsyafi action Pak Ciputra. Takdzim buat Pak Ciputra. (HM1)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber : Andi Sufariyanto, CEO PT Adila Imperium  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-6440029309055922226?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/3JehiLYo220/peluang-adalah-apa-yang-tak-dilirik.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_QKvuC_RhZnY/SbXw2-i54rI/AAAAAAAAAWQ/73uAQp7WcYE/s72-c/16012009062.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/03/peluang-adalah-apa-yang-tak-dilirik.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-5978510429289658561</guid><pubDate>Thu, 12 Feb 2009 01:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T19:11:12.876+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media</category><title>Liputan "Naik Daun" di stasiun Arek TV</title><description>&lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sesi pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/01ZwoVjcnqs&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/01ZwoVjcnqs&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sesi kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/wGoz57XLn7w&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/wGoz57XLn7w&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sesi ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/BoJ1RQfxK5M&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/BoJ1RQfxK5M&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-5978510429289658561?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/BNumWkP1H6A/liputan-naik-daun-di-stasiun-arek-tv.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/02/liputan-naik-daun-di-stasiun-arek-tv.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-6332272906478558893</guid><pubDate>Wed, 11 Feb 2009 15:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T19:11:37.425+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media</category><title>Liputan Yang Muda Yang Berkarya di Stasiun TV JTV</title><description>&lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesi Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UurTN5TuucQ&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/UurTN5TuucQ&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesi Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/-bIWIM8MJM0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/-bIWIM8MJM0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesi Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ZTA4h9u77k8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ZTA4h9u77k8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesi Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/du07FMPEfv8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/du07FMPEfv8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-6332272906478558893?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/53bMR7Q6mXE/liputan-yang-muda-yang-berkarya-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/02/liputan-yang-muda-yang-berkarya-di.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-5044913880341885033</guid><pubDate>Wed, 11 Feb 2009 11:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T19:12:12.422+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personal Insight</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mindset</category><title>Memberi manfaat tanpa pamrih</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Beberapa hari yang lalu, saya secara tidak sengaja menyaksikan sebuah acara di Metro TV . Di tayangan itu digambarkan bagaimana sepasang suami istri yang sudah cukup berumur dengan gigih mencari bibit pohon bakau. Proses pencariannya tidaklah mudah, dimana pasangan ini harus keluar masuk hutan bakau yang medannya cukup berat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Setelah ditanya oleh reporter tayangan tersebut, sang suami mengatakan bahwa bibit bakau tersebut akan ditaman di tepi pantai disekitar rumahnya yang memang tidak seberapa jauh dari pinggir pantai. Terus si reporter bertanya lagi, kenapa kok mau repot2 menanam pohon bakau ? Jawaban sang suami cukup simpel....supaya penduduk disana tetap aman apabila suatu saat nanti diterjang ombak besar atau bahkan Tsunami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Jawaban ini sempat membuat saya tertegun, karena dalam bayangan saya bakau membutuhkan waktu bertahun tahun untuk dapat tumbuh menjadi hutan yang cukup kuat untuk menghadang ombak besar. Padahal usia pasangan ini cukup uzur, usia dimana kebanyakan orang tidak terlalu mempunyai visi yang rentang waktunya cukup panjang, dan lebih fokus untuk mengurus dirinya sendiri bahkan yang untuk mengurus dirinya sendiri saja membutuhkan bantuan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Ternyata pasangan ini mau untuk memberi manfaat tanpa pamrih, tidak peduli apakah mereka bisa menikmatinya atau tidak. Yang mereka ketahui hanyalah bagaimana hal yang mereka lakukan mampu bermanfaat bagi orang lain,titik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Saya yakin Indonesia memiliki banyak orang seperti pasangan suami istri ini, tapi memang lebih banyak ke hal2 yang bersifat sosial. Alangkah indahnya apabila banyak juga muncul pebisnis - pebisnis yang bermartabat yang mampu memberikan manfaat ekonomi dalam jangka waktu yang lama dan lebih dari sekedar pencapaian/hasil yang bisa mereka nikmati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Saya pun hari ini diingatkan lagi, pada salah satu sesi seminarnya Rhenald Kasali sempat mengatkan bahwa reputasi yang sebenarnya adalah apa yang orang lain ingat pada saat kita sudah tiada. Karena itulah bekal investasi kita di akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-5044913880341885033?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/xyb1y8hk7vI/memberi-manfaat-tanpa-pamrih.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/02/memberi-manfaat-tanpa-pamrih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-2566941457880578202</guid><pubDate>Thu, 05 Feb 2009 05:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T19:13:07.143+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perjalanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penghargaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Media</category><title>Video Preview WMM 2008</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;object style="font-family: arial;" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/CM5m3ueVWIY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/CM5m3ueVWIY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://www.youtube.com/watch?v=CM5m3ueVWIY"&gt;Video ini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; ditayangkan pada saat Grand Final Wirausaha Muda Mandiri yang diadakan oleh &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://bankmandiri.co.id/"&gt;Bank Mandiri&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dan dihadiri olah Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-2566941457880578202?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><enclosure type="video/mp4" url="http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=4704d4c94f349c33&amp;type=video%2Fmp4" length="0" /><enclosure type="video/mp4" url="http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=9ef4af1aca08dfc7&amp;type=video%2Fmp4" length="0" /><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/NNBl11ascHU/video-preview-wmm-2008.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/02/video-preview-wmm-2008.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2957800462043401617.post-196698946524008982</guid><pubDate>Thu, 05 Feb 2009 01:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T19:13:31.787+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TDA Surabaya Community</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TDA Community</category><title>Kisah Sukses member TDA Surabaya (Elisa Yuniarti)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Aquaculture..... Nama perusahaan ini juga tak jauh-jauh dari dunia maritim. Mereka adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembang biakan udang Fanamae.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dari awalnya hanya empat petak tambak, kini mereka telah memiliki 12 petak tambak. Inilah bisnis yang dibangun oleh ElisaYuniarti bersama suami tercinta di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Sumenep. Moderator milis TDA Surabaya ini mampu membuktikan bahwa seorang karyawan di sebuah tambak juga mampu memiliki, mengelola, dan mengembangkan tambak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Suami saya dulu bekerja sebagai tenaga ahli di sebuah tambak udang di Jember. Jadi suami saya benar-benar menguasai ilmu pengembang biakan udang. Saat saya nyatakan siap mendampingi dan mendukung suami saat akan mundur dari pekerjaannya, maka kami lanjutkan ikhtiar mengembangkan tambak,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebagian karyawan tambak udang memang kurang memiliki keberanian seperti pasangan ini. Mereka lebih menikmati zona aman mereka, maklum bonus saat panen udang berhasil bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun Elisa dan suami mengambil pilihan menjadi full TDA bukan lagi TDB. Sebagaimana ladang bisnis lain, bisnis tambak udang juga memiliki para pemain lama yang enggan berbagi dengan para pemain baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Elisa dan suami dihalang-halangi untuk mengembangkan tambak di Sumenep. Namun berkat latar belakang sang suami yang juga berdarah Madura, akhirnya mereka diberi kesempatan mengembangkan tambak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Keberhasilan tambak udang ini tak hadir sekejap. Sebelumnya, Elisa sempat menanggung kerugian ratusan juta rupiah saat mengembangkan tambak di Gresik. Pengalaman tersebut membuat mereka tegar saat menghadapi segala rintangan di Sumenep. Dan mereka lolos dari rintangan. Bila dulu mereka sibuk kesana kemari menawarkan udang-udang mereka, kini para pebisnis cold storage berdatangan menawar udang-udang mereka. Tak hanya itu, para investorpun berbondong-bondong ingin menanam investasi di tambak Aquaculture. Beberapa cold storage yang dikenal mereka di Bangil-Pasuruan, Sidoarjo dan beberapa daerah lainnya menjadi pelanggan Aquaculture.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Beberapa rekan dan keluarga Elisa yang menanam investasi ketagihan menanam investasi di Aquaculture. Harap maklum sebab menanam investasi Rp15 juta menjadi Rp25 juta hanya dalam empat bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Namun ada kegelisahan Elisa terkait research and development (R&amp;amp;D) tambak udang. Kegiatan R&amp;amp;D di bidang budidaya udang, menurut dia, sangat kurang perhatian. Dampaknya, petambak Indonesia seringkali ketinggalan menangkap peluang bisnis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Sebentar lagi R&amp;amp;D yang berasal dari Brunei Darussalam meluncurkan varietas udang windu yang lebih berkualitas daripada udang windu aslinya. Perlu diketahui, udang windu ini adalah varietas udang asli Indonesia,” seru Elisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebagaimana di bidang lainnya, R&amp;amp;D di Indonesia masih belum bisa menopang pertumbuhan bisnis. Padahal R&amp;amp;D bisa menggerakkan inovasi produk, inovasi proses, dan berbagai hasil kreatifitas lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga Aquaculture mampu mengembangkan bisnisnya sekaligus memulai kegiatan R&amp;amp;D yang sesungguhnya. Tentu akan banyak manfaat yang bisa dinikmati petambak lainnya. Sesuai semangat TDA: Bersama Menebar Rahmat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ditulis oleh : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://rachmadhidayatullah.wordpress.com/"&gt;Rachmad Hidayatullah&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; (Hermes Media)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957800462043401617-196698946524008982?l=andisufariyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndiSufariyanto/~3/e3N-2uAf4uc/kisah-sukses-member-tda-surabaya-elisa.html</link><author>noreply@blogger.com (Andi Sufariyanto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://andisufariyanto.blogspot.com/2009/02/kisah-sukses-member-tda-surabaya-elisa.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

