<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Andri Journal</title><description>Honesty Courage Modesty</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Andri Journal)</managingEditor><pubDate>Thu, 28 May 2026 03:16:01 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">197</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://eharmayaku.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Honesty Courage Modesty</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Flexible Backbone</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2014/08/flexible-backbone_3.html</link><category>Naura</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Sun, 3 Aug 2014 03:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-1491070619966318551</guid><description>&lt;p dir="ltr"&gt;Naura was almost 3 years old now. I think she was &lt;i&gt;overweight&lt;/i&gt;, according to her 22 kilograms body weight. And its too heavy for me to lift her!&lt;/p&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLKp7-YqtTM4cisq-c7799gUtyXxX5tcEfyJT9JtVXLRPD6mCQ4Bth6TTQFk1ml9mTvFn9Ymb67g_AWyjk9JKCSFf1dIf226zzMDL3zhy9pncOvNLrlBpDkl0nrwoDab-iUuCFS_rBlXJf/s1600/20140803_141617_6_1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLKp7-YqtTM4cisq-c7799gUtyXxX5tcEfyJT9JtVXLRPD6mCQ4Bth6TTQFk1ml9mTvFn9Ymb67g_AWyjk9JKCSFf1dIf226zzMDL3zhy9pncOvNLrlBpDkl0nrwoDab-iUuCFS_rBlXJf/s640/20140803_141617_6_1.jpg"&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLKp7-YqtTM4cisq-c7799gUtyXxX5tcEfyJT9JtVXLRPD6mCQ4Bth6TTQFk1ml9mTvFn9Ymb67g_AWyjk9JKCSFf1dIf226zzMDL3zhy9pncOvNLrlBpDkl0nrwoDab-iUuCFS_rBlXJf/s72-c/20140803_141617_6_1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Reaksi Transfusi</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2012/07/reaksi-transfusi.html</link><category>Artikel</category><category>Bedah</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Tue, 31 Jul 2012 08:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-1677332432043543511</guid><description>&lt;b&gt;Reaksi Transfusi Panas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi ini disebabkan lekosit donor/ leukoaglutinin resipien. Sering terjadi pada penderita yang mendapat transfusi berulang dan wanita multipara. Gejala timbul dalam waktu 1/2 sampai 3 jam setelah transfusi dimulai berupa demam, suhu meningkat &gt; 1 derajat Celcius, nadi cepat, tekanan darah normal. Suhu turun lagi 2-12 jam setelah transfusi selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelolaannya antara lain: (1) segera hentikan transfusi dan diganti infus NaCl 0,9%, (2) antipiretika, (3) 3etelah demam mereda dan terbukti bukan reaksi hemolitik atau reaksi septik, darah tersebut dapat dilanjutkan. Jika ragu, transfusi dilanjutkan dengan unit darah yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Reaksi Transfusi Alergi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi yang ringan berupa urticaria, adanya bintil atau bercak yang menyembul pada kulit berwarna kemerahan serta rasa gatal. Dapat disertai bronchospasme (wheezing) dan sesak napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelolaannya antara lain: (1) transfusi dihentikan dan diganti infus NaCl 0,9%, (2) antihistamin (im atau iv).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Reaksi Anafilaktik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala yang menonjol adalah shock (circulatory collapse) dan bronchospasme/ laryngospasme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelolaannya antara lain: (1) Tinggikan kedua tungkai untuk memperbaiki venous return, (2) Hentikan tranfusi dan diganti infus NaCl 0,9%, (3) Adrenalin 0,1-0,2 mg iv diulang tiap 5-15 menit sampai sirkulasi membaik. Mungkin perlu dilanjutkan dopamin drip, (4) Berikan antihistamin (I'm atau iv), (5) Steroid (hidrokortison 100 mg iv, deksametason 4-5 mg iv), (6) Aminofilin 5 mg/ kgBB setelah tekanan darah membaik, (7) Oksigen, (8) Jika terjadi cardiac arrest nadi arteria carotis tidak teraba segera lakukan resusitasi jantung paru (CPR).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Reaksi Transfusi Hemolitik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berupa hemolisis akut intravaskuler karena inkompabilitas ABO. Gejala yang timbul antara lain: (1) panas, mual, muntah dan nyeri pinggang, (2) shock (tekanan darah menurun, nadi naik), gagal ginjal (oliguria, anuria), (3) perdarahan dari bekas suntikan atau luka operasi (&lt;i&gt;Disseminated Intra Vascular Coagulation&lt;/i&gt;). Sedangkan tanda yang muncul antara lain: (1) hemoglobinemia (Hb plasma naik) dan bilirubin serum naik, (2) hemoglobinuria (urin berwarna merah coklat sampai hitam) dan urobilinogen urin positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelolaannya antara lain: (1) hentikan transfusi segera dan diganti infus NaCl 0,9%, (2) atasi shock dengan dopamin drip intravena 5-10 mcg/kgBB per menit sampai tekanan darah sistolik &gt; 100 mmHg dan perfusi jari-jari tangan hangat. Mungkin diperlukan tambahan cairan Ringer Laktat 500-1000 cc dalam 1-2 jam, (3) bila urin &lt; 1 cc/kgBB per jam, berikan furosemid 1-2 mg per kgBB untuk mempertahankan urin &gt; 100 cc/jam, (4) atasi demam dengan antipiretika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Reaksi Transfusi Septik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala klinis segera timbul meskipun transfusi baru masuk 50 cc: (1) menggigil, (2) tekanan darah menurun dan shock berat, (3) mual, muntah, nyeri seluruh tubuh, (4) sering diikuti DIC pada tahap berikutnya. Diagnosis pasti dari biakan darah penderita dan sisa darah dalam kantung yang positif, dengan jenis kuman sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelolaan: (1) hentikan transfusi segera dan diganti dengan infus NaCl 0,9%, (2) shock diatasi dengan dopamin drip dan tambahan cairan, (3) antibiotika spektrum luas dan dosis tinggi, (4) corticosteroid perlu dipertimbangkan.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">15</thr:total></item><item><title>Uretra</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2012/07/uretra.html</link><category>Artikel</category><category>Urologi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Sat, 7 Jul 2012 05:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-7725507989224510484</guid><description>Secara anatomis uretra dibagi menjadi dua bagian, yaitu uretra posterior dan uretra anterior. Uretra dilengkapi dengan sfingter uretra interna yang terletak pada perbatasan buli-buli dan uretra, serta sfingter uretra eksterna yang terletak pada perbatasan uretra anterior dan posterior.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sfingter uretra interna terdiri atas otot polos yang dipersarafi oleh sistem simpatik sehingga pada saat buli-buli penuh, sfingter ini terbuka. Sfingter uretra eksterna terdiri atas otot bergaris yang dipersarafi oleh sistem somatik. Aktivitas sfingter uretra eksterna ini dapat diperintah sesuai dengan keinginan seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uretra anterior terdiri atas: (1) pars bulbosa, (2) pars pendularis, (3) fossa navikularis, dan (4) meatus uretra eksterna. Uretra posterior pada pria terdiri atas: (1) pars prostatika, yakni bagian uretra yang dilingkupi oleh kelenjar prostat, dan (2) pars membranasea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uretrografi adalah pencitraan uretra dengan memakai bahan kontras. Bahan kontras dimasukkan langsung melalui meatus uretra eksterna melalui klem Broadny yang dijepitkan pada glans penis. Gambaran yang mungkin terjadi pada uretrogram adalah: (1) jika terdapat striktura uretra akan tampak adanya penyempitan atau hambatan kontras pada uretra, (2) trauma uretra tampak sebagai ekstravasasi kontras ke luar dinding uretra, atau (3) tumor uretra atau batu non opak pada uretra tampak sebagai filling defect pada uretra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada uretrogram, uretra pars membranasea terletak setinggi garis khayal yang menghubungkan kedua tepi superior dari ramus inferior ossis pubis. Lebih superior lagi dari pars membranasea, kontras normalnya akan memberikan gambaran seperti ekor tikus (&lt;i&gt;mouse tail appearance&lt;/i&gt;).</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total></item><item><title>Kateterisasi</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2012/07/kateterisasi.html</link><category>Artikel</category><category>Urologi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Thu, 5 Jul 2012 13:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-6979521114294638234</guid><description>Kateterisasi uretra adalah memasukkan kateter ke dalam buli-buli melalui uretra. Pemasangan kateter dilakukan secara aseptik dan diusahakan tidak menimbulkan rasa sakit pada pasien. Pemasangan kateter ini di-kontra indikasi-kan pada pasien yang dicurigai terdapat ruptur uretra: keluar &lt;i&gt;bloody discharge&lt;/i&gt; pada muara uretra eksterna, pada kasus trauma pelvis atau patah tulang pelvis, hematoma perineal, atau pada RT didapatkan prostat yang melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alat yang dibutuhkan antara lain: (1) Kateter ukuran 16 Fr - 18 Fr untuk dewasa, (2) Urin bag, (3) Spuit 10 cc 2 buah, (4) Lidokain 2% 2 ampul, (5) Aquabides 25 cc, (6) Handscoen, (7) Kassa steril, (8) Betadine dan (9) Jelly.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Disinfeksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah dilakukan disinfeksi pada penis dan daerah di sekitarnya dengan betadine, daerah genitalia dipersempit dengan duk bolong steril. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anestesi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pegang penis dengan kasa steril pakai tangan kiri. Semprotkan lidokain sebanyak dua ampul, diikuti jelly 10-20 ml yang dimasukkan per uretram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kateterisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pelan-pelan kateter didorong masuk dan kira-kira pada daerah bulbo-membranasea (yaitu daerah sfingter uretra eksterna) akan terasa tahanan; dalam hal ini pasien diperintahkan untuk mengambil nafas dalam supaya sfingter uretra eksterna menjadi lebih relaks. Kateter terus didorong hingga masuk ke buli-buli yang ditandai dengan keluarnya urine dari lubang kateter. Sebaiknya kateter terus didorong masuk ke buli-buli lagi hingga percabangan kateter menyentuh meatus uretra eksterna. Balon kateter dikembangkan dengan 10 ml air steril atau sesuai ketentuan. Jika diperlukan kateter menetap, kateter dihubungkan dengan urine bag.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Fiksasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kateter difiksasi dengan plester di daerah inguinal atau paha bagian proksimal. Fiksasi yang mengarah ke kaudal akan menyebabkan terjadinya penekanan pada uretra bagian penoskrotal sehingga terjadi nekrosis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dokumentasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Catat volume inisial urin dan warna yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila prosedur kateterisasi sudah dilakukan dengan baik tetapi masih kesulitan dalam memasukkan kateter, perlu dipertimbangkan adanya batu uretra, striktur uretra, kontraktur leher buli-buli, atau tumor uretra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kateter sebaiknya diganti setiap dua minggu sekali.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Lidokain</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2012/06/lidokain.html</link><category>Artikel</category><category>Urologi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Wed, 27 Jun 2012 06:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-1316745794154370464</guid><description>Kecuali kokain, maka semua anestesi lokal bersifat vasodilator. Sifat ini membuat zat anestesi lokal cepat diserap, sehingga toksisitasnya meningkat dan lama kerjanya menjadi singkat karena obat cepat masuk ke dalam sirkulasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lidokain (xilokain) adalah anestesi lokal kuat yang digunakan secara luas dengan pemberian topikal dan suntikan. Larutan lidokain 0,5% digunakan untuk anestesia infiltrasi, sedangkan larutan 1-2% untuk anestesia blok dan topikal. Masa kerjanya 60-90 menit (tanpa adrenalin).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lidokain mudah diserap dari tempat suntikan, dan dapat melewati sawar darah otak. Efek samping lidokain biasanya berkaitan dengan efeknya terhadap SSP, misalnya mengantuk, pusing, parestesia, gangguan mental, koma, dan &lt;i&gt;seizures&lt;/i&gt;. Lidokain dosis berlebihan dapat menyebabkan kematian akibat fibrilasi ventrikel, atau oleh henti jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai anestesi lokal, lidokain dapat diberikan dosis 3-4 mg/kgBB, bila ditambahkan adrenalin dosis maksimal mencapai 6 mg/kgBB. Tanpa adrenalin dosis total tidak boleh melebihi 200 mg dalam waktu 24 jam, dan dengan adrenalin tidak boleh melebihi 500 mg untuk jangka waktu yang sama. Lidokain tanpa adrenalin berisi 40 mg/ampul, yg berarti dosis maksimalnya 5 ampul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada sirkumsisi, campuran dengan adrenalin tidak dianjurkan pada ring block, agar tidak terjadi iskemia setempat.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teknik Anestesi Sirkumsisi</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2012/06/teknik-anestesi-sirkumsisi.html</link><category>Artikel</category><category>Urologi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Tue, 26 Jun 2012 08:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-841826765506768677</guid><description>Anestesi yang baik akan memperbesar keberhasilan operasi. Anestesi yang baik bisa dicapai dengan teknik anestesi yang baik pula, tidak terkecuali sirkumsisi. Pada sirkumsisi, dikenal tiga macam anestesi: blok, infiltrasi, dan kombinasi keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNDPLfNkevfOTbT3ldhgX1egcowfk9VJlkJfNdszoBTp1X7VBMcSzWB_LCgU87HfzpTuWfPzv6BysWGU-1DUtShzEpj_WgMPPKQkLXoLlXnv-qVvV8dSNBYfQgzTjHv8tiiga_rof8t9Sh/s1600/anastesi+blok.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="289" width="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNDPLfNkevfOTbT3ldhgX1egcowfk9VJlkJfNdszoBTp1X7VBMcSzWB_LCgU87HfzpTuWfPzv6BysWGU-1DUtShzEpj_WgMPPKQkLXoLlXnv-qVvV8dSNBYfQgzTjHv8tiiga_rof8t9Sh/s400/anastesi+blok.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anestesi blok, dari hasil browsing di internet, umumnya sudah terdapat keseragaman. Hal ini  sangat jelas diterangkan dalam buku &lt;i&gt;Bedah Minor&lt;/i&gt; tulisan Karakata dan Bachsinar. Jarum ditusukkan pada pangkal penis di sebelah dorsal tegak lurus terhadap batang penis, hingga terasa sensasi seperti menembus kertas. Pada saat itu jarum telah menembus fasia Buck tempat nervus dorsalis penis berada di bawahnya. Miringkan jarum ke sisi batang penis. Lakukan aspirasi. Bila jarum tidak masuk ke pembuluh darah, suntikkan zat anestesi sebanyak 1-2 cc, kemudian pindahkan ke arah miring pada sisi yang lain, suntikkan anestesi sama seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyFvqlIP1deZr1pBEBkNc4KKed40Cb1uzCEqBykSww8VhHhyPsrA25aRDn1rwX610EhsRl1ADu4w1sJEJvzfI84v7EAhhPvg3Kk3kKeogWJ8s0BptPypu3UNh8WimTSjH_AuHP6wUYm6op/s1600/anestesi+infiltrasi.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="292" width="352" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyFvqlIP1deZr1pBEBkNc4KKed40Cb1uzCEqBykSww8VhHhyPsrA25aRDn1rwX610EhsRl1ADu4w1sJEJvzfI84v7EAhhPvg3Kk3kKeogWJ8s0BptPypu3UNh8WimTSjH_AuHP6wUYm6op/s400/anestesi+infiltrasi.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan untuk anestesi infiltrasi, menurut saya, belum terdapat keseragaman. Versi pertama, seperti tertulis dalam buku &lt;i&gt;Bedah Minor&lt;/i&gt;, diberikan di dekat frenulum, tanpa menyebut teknisnya secara detail. Versi kedua, diberikan melalui dorsum dan ventral penis proksimal. Dan versi ketiga, diberikan di empat tempat (jam 11, 1, 5 dan 7). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sudah diketahui bahwa nervus dorsalis penis (dan percabangannya) melintasi penis pada empat lokasi di atas (jam 11, 1, 5 dan 7). Versi kedua dan ketiga sama-sama memiliki target nervus yang sama, dan membentuk sebuah ring block anestesi, hanya saja beda dalam cara pemberian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada versi kedua, jarum disuntikkan di daerah dorsum penis proksimal secara subkutan, gerakkan ke kanan, aspirasi, tarik jarum sambil menginjeksikan cairan anestesi, jarum jangan sampai keluar kemudian arahkan jarum ke lateral kiri, ulangi seperti lateral kanan. Versi kedua memiliki jumlah tusukan dua buah, bandingkan dengan versi ketiga yang memiliki empat buah tusukan. Inilah kelebihan versi kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, jika dilihat dari anatomi penis, dorsum penis memiliki banyak pembuluh darah, diantaranya vena dorsalis penis superfisialis, vena dorsalis penis profunda dan arteri dorsalis penis. Bila sampai terkena tusukan, tentu akan menyebabkan terbentuknya hematom di daerah tersebut. Di daerah ventral juga terdapat urethra, yang mana bila tusukan terlampau dalam bisa melukainya, bila memakai versi kedua. Dengan demikian, versi ketiga lebih aman dalam menjaga keutuhan arteri, vena dan urethra, karena ditusukkan pada lokasi-lokasi yang aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar diambil dari: &lt;a href="http://rhandykarafli.blogspot.com/"&gt;Bubuy Rafli&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNDPLfNkevfOTbT3ldhgX1egcowfk9VJlkJfNdszoBTp1X7VBMcSzWB_LCgU87HfzpTuWfPzv6BysWGU-1DUtShzEpj_WgMPPKQkLXoLlXnv-qVvV8dSNBYfQgzTjHv8tiiga_rof8t9Sh/s72-c/anastesi+blok.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kontes Foto - Rumah Orange Baby &amp; Kid’s Shop</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2012/06/kontes-foto-rumah-orange-baby-kids-shop.html</link><category>Fotografi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Mon, 18 Jun 2012 06:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-2515243950092973722</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuBKTupm5bgI2XaV12qAN0m93lionRC1xchgAiUwt1Q5WElS2nXFyPjrtViA0_Z0q2gpFcQkvnwj07KNPRR4V3xKovdTX1v6o-1iQLTIx_s3WG-_jDqBSXRjRs36Edt4UlwsS8PiP07ueP/s1600/Naura1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="267" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuBKTupm5bgI2XaV12qAN0m93lionRC1xchgAiUwt1Q5WElS2nXFyPjrtViA0_Z0q2gpFcQkvnwj07KNPRR4V3xKovdTX1v6o-1iQLTIx_s3WG-_jDqBSXRjRs36Edt4UlwsS8PiP07ueP/s400/Naura1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan ini, Naura ikut kontes foto bayi yang diselenggarakan oleh Rumah Orange Baby &amp; Kid’s Shop. Foto yang diikutkan adalah foto saat dirinya tengkurap beberapa waktu yang lalu. Dengan bando bunga dan baju terusan putih yang bermotif polka dot warna-warni, Naura makin cantik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemenang kontes foto bayi ini ditentukan berdasarkan jumlah "LIKE" terbanyak. Bagi yang ingin mendukung Naura, bisa menuju ke link &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=202864116503827&amp;set=a.184418871681685.37912.144720472318192&amp;type=1"&gt;Kontes Foto Rumah Orange Baby &amp; Kid’s Shop&lt;/a&gt;, kemudian klik "LIKE".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayo dukung Naura!</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuBKTupm5bgI2XaV12qAN0m93lionRC1xchgAiUwt1Q5WElS2nXFyPjrtViA0_Z0q2gpFcQkvnwj07KNPRR4V3xKovdTX1v6o-1iQLTIx_s3WG-_jDqBSXRjRs36Edt4UlwsS8PiP07ueP/s72-c/Naura1.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Infeksi Luka Operasi</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2012/06/infeksi-luka-operasi.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Wed, 6 Jun 2012 23:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-9001018426682658339</guid><description>&lt;b&gt;Superficial Incisional Surgical Site Infection&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Harus ditemukan kriteria berikut: (1) infeksi terjadi dalam setelah prosedur operasi; (2) hanya pada kulit dan jaringan subkutan pada tempat insisi; (3) penderita terdapat paling sedikit satu hal berikut: (a) drainase purulen dari insisi superficial; (b) kuman dapat diisolasi dari biakan yang diambil secara aseptic berasal dari cairan atau jaringan pada insisi superficial; (c) paling sedikit satu dari tanda dan gejala infeksi (nyeri atau nyeri tekan, bengkak terlokalisir, kemerahan, hangat); (d) diagnosis superficial incisional SSI oleh dokter bedah atau dokter yang merawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Deep Incisional Surgical Site Infection&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Harus ditemukan kriteria berikut: (1) Infeksi terjadi dalam 30 hari setelah prosedur pembedahan jika tidak ada implant yang ditinggal pada tempat tersebut atau dalam 1 tahun jika implant ditempatkan pada dan infeksi yang terjadi berhubungan dengan prosedur pembedahan; (2) melibatkan jaringan ikat dalam (misal lapisan fascial dan otot) pada insisi; (3) penderita memiliki paling sedikit satu dari berikut: (a) drainase purulen dari insisi profunda tetapi bukan berasal dari komponen organ/ rongga dari daerah pembedahan; (b) insisi dalam spontan mengalami dehiscens; (c) abses atau bukti lain infeksi yang melibatkan insisi dalam yang ditemukan pada pemeriksaan langsung, selama pembedahan ulang (reoperation), atau dengan pemeriksaan histopatologis atau pemeriksaan radiologis; (d) diagnosis sebagai deep incisional SSI oleh dokter bedah atau dokter yang merawat.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2012/06/infeksi-nosokomial-di-rumah-sakit.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Sat, 2 Jun 2012 06:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-448648640487934924</guid><description>Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat penderita ketika penderita tersebut dirawat di rumah sakit. Suatu infeksi dikatakan didapat di rumah sakit apabila: (1) Pada waktu penderita mulai dirawat di Rumah Sakit tidak didapatkan tanda-tanda klinik dari infeksi tersebut; (2) Pada waktu penderita dirawat di rumah sakit, tidak sedang dalam masa inkubasi dari infeksi tersebut; (3) Tanda-tanda klinis infeksi tersebut baru timbul sekurang-kurangnya setelah 3 x 24 jam sejak mulai perawatan; (4) Infeksi tersebut bukan merupakan sisa (residual) dari infeksi sebelumnya; (5) Bila saat mulai dirawat di Rumah Sakit sudah terdapat tanda-tanda infeksi dan dapat dibuktikan infeksi tersebut didapat penderita ketika dirawat di rumah sakit yang sama pada waktu yang lalu serta belum pernah dilaporkan sebagai infeksi nosokomial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Infeksi Saluran Kencing (ISK)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kriterianya meliputi: (1) penderita menggunakan kateter urin atau pernah menggunakan kateter urin yang dilepas dalam 48 jam pada saat biakan urin dilakukan; (2) Paling sedikit satu dari tanda dan gejala serta tanpa ada penyebab lain yang dikenali: demam (≥ 380 C), urgency, frequency, dysuria, nyeri suprapubik atau nyeri costovertebral angle atau tenderness; (3) Biakan urine positif berupa ≥ 105 kuman per cc urine dan tidak lebih dari dua species kuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pneumonia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kriterianya meliputi pemeriksaan radiologi dan tanda/gejala. Dari pemeriksaan radiologi, dua atau lebih radiograf thorax/ chest serial dengan paling sedikit satu dari berikut: infiltrat baru atau progresif dan persistent, consolidasi, cavitasi atau pneumatoceles (pada bayi berusia ≤ 1 tahun). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan tanda/gejala, paling sedikit satu dari tanda/gejala berikut: (1) demam (≥ 380 C) tanpa sebab lain, (2) leukopenia (≤ 4000 lekosit/mm3) atau leukositosis (≥ 12.000 lekosit/mm3), (3) untuk dewasa berumur ≥ 70 tahun, gangguan status mental tanpa sebab lain. Ditambah paling sedikit dua hal berikut: (1) onset baru sputum yang purulen atau perubahan karakter/sifat sputum atau peningkatan sekresi respiratori atau peningkatan penggunaan suction; (2) onset baru atau batuk memburuk atau dyspnea, atau tachypnea; (3) rales atau suara nafas bronchial; (4) pertukaran gas yang memburuk (misal desaturasi O2, peningkatan penggunaan oksigen atau peningkatan kebutuhan ventilator).</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Terapi Konservatif untuk Batu Ureter</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2011/12/terapi-konservatif-untuk-batu-ureter.html</link><category>Artikel | Tips</category><category>Urologi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Thu, 29 Dec 2011 16:30:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-4661577564843151062</guid><description>Seorang teman di grup Blackberry Messenger (BBM) pernah bertanya: "Teman2 lek ureterolithiasis iku pilihan terapinya apa saja,ibuku kena sering kambuh". Saat aku bertanya berapa ukuran batunya, dia menjawab kalau ukuran batunya bervariasi, tapi tidak lebih dari 5 mm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penanganan batu ureter (ureterolithiasis) tergantung dari beberapa hal, salah satunya adalah ukuran batu. Batu berukuran kurang dari atau sama dengan 5 mm biasanya ditangani secara konservatif, dengan harapan batu bisa keluar dengan sendirinya. Tapi bila sudah terjadi infeksi saluran kemih, penurunan fungsi ginjal atau pada pasien dengan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, maka tindakan aktif perlu dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penanganan secara konservatif itu meliputi minum air putih hingga diuresis 2 liter per hari, analgetik dan alfa blocker. Spasmolitik tidak lagi dipakai dalam penanganan kolik karena tidak menambah efektifitas analgetik, tapi justru memperbanyak efek samping (misalnya kembung). Penanganan secara konservatif ini dapat diberikan sampai 6 minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa orang di grup yang notabene dokter umum, rupanya belum familiar dengan penggunaan alfa blocker pada penanganan batu saluran kemih. Alfa blocker (misalnya doxazosin dan tamsulosin), memiliki fungsi sebagai relaksan otot polos, dengan harapan batu bisa mengalir ke bawah dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk batu yang berukuran lebih dari 5 mm, penanganannya bisa dengan ESWL atau URS, tergantung dari fungsi ginjal yang bersangkutan, letak dan ukuran batu.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">23</thr:total></item><item><title>Sales Roti</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2011/02/sales-roti.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Fri, 18 Feb 2011 17:07:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-8427897526973198512</guid><description>Waktu itu jam 9 pagi, di sebuah toko kelontong yang juga melayani foto copy, aku sedang menunggu berkas yang sedang difotocopy. Sepertinya hari itu akan baik-baik saja. Langit cerah, udara sejuk, dan burung-burung pun berkicau seperti biasa. Sampai terdengar sebuah percekcokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho..ini kok kurang satu rotinya? Aku pesennya sepuluh lho mas, kok cuma dikasih sembilan?” kata seorang wanita tua, pemilik toko kelontong itu, dengan nada yang agak tinggi, kepada seorang pria sales roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa iya bu?” jawab pria itu, yang tampangnya kusut masai, seperti orang belum mandi. Dilihat dari wajahnya, sepertinya dia kurang tidur semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya..ini coba kamu hitung sendiri kalo tidak percaya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual roti pun menghitung roti dalam wadah dengan seksama, sambil sesekali menghisap rokoknya yang sudah hampir habis. Dia mengulangi lagi hitungannya, ternyata benar, kurang satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul kan cuma sembilan? Untung tadi saya hitung, coba kalo pas saya tidak ada. Kemarin-kemarin pasti salah hitung juga. Kalo caranya seperti ini ya saya rugi dong mas..mas..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak pemilik toko, seorang pria muda, yang tadinya sibuk mem-foto copy pun lalu angkat bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo seperti itu sudah gak usah ngirim roti lagi aja mas. Ngitung segitu aja gak bener. Ujung-ujungnya aku juga yang disalahin” nada bicaranya kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pas ngirim roti dan yang ada cuma anak saya mesti gak pernah dihitung seperti ini”, tambah si ibu penjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah lah..berikutnya gak usah ngirim loti aja mas. Untungnya juga gak seberapa. Ngitungmu juga asal-asalan seperti itu” , si anak jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual roti tampaknya gugup. Berulangkali dia menghisap rokok, yang hampir habis itu. Dia menatap si ibu penjual dan anaknya dengan muka datar. Ekspresinya tertutup oleh wajahnya yang lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu meninggalkan toko itu, membuang puntung rokoknya, lalu mengendarai sepeda motor dengan bak penuh roti yang ada di jok belakang. Saat hendak memundurkan sepeda motornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Brak!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian belakang bak rotinya mengenai bagian samping motorku. Dari kejauhan kulihat bagian samping sepeda motorku retak. Nah kan, aku yang tak ada sangkut pautnya akhirnya terlibat juga.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">43</thr:total></item><item><title>Telfon dari Dinas Kesehatan Propinsi</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/11/telfon-dari-dinas-kesehatan-propinsi.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Mon, 22 Nov 2010 15:26:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-8507449920912311529</guid><description>Dulu, saat masih PTT di Kapuas, Pak Marjono, Kepala Puskesmas (PKM) tempatku bekerja hampir tertipu. Ceritanya begini. Pak Marjono mendapat telfon dari orang yang mengaku dari Dinas Kesehatan Propinsi. Intinya, orang tak dikenal itu mengabarkan bahwa PKM kami hendak mendapatkan bantuan sebesar 300 juta untuk program WC Sehat. Sebelumnya, PKM kami memang baru saja menjadi juara 3 se-Kalimantan Tengah untuk program Kesehatan Lingkungan, atas keberhasilan program WC Sehat di tempat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menelfon itu memang sangat profesional. Dia sepertinya sudah memiliki data yang terperinci sebelum menelfon. Saat perkenalan dia menyebutkan NIP (Nomor Induk Pegawai) Pak Marjono, supaya Pak Marjono percaya. Dan lagi, Program WC Sehat tidak sembarang orang tahu. Dan Pak Marjono seperti lupa daratan demi mendengar 300 juta hendak digelontorkan ke PKM yang dipimpinnya. Ujung-ujungnya orang tak dikenal itu meminta nomor rekening, untuk menyalurkan uang bantuan itu. Pak Marjono pun mengiyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa lama, uang bantuan tak kunjung turun. Setelah mencari informasi kesana-kemari, ternyata orang yang menelfon itu cuma bajingan tengik yang hendak menguras rekening korbannya dengan mengaku sebagai orang dari Dinas Kesehatan Propinsi. Untungnya, rekening Pak Marjono aman, karena kebetulan saldonya saat itu tak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, kejadian yang mirip menimpaku. Jam 3 siang, saat enak-enaknya tidur siang, ada telfon masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo, selamat siang. Bener ini dokter Andri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar pak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini dok. Saya dari DinKesProp. Anda diminta segera menghubungi KadinkesProp"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada perlu apa ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda menelfon dulu aja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nomornya berapa pak..Saya belum punya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong dicatat ya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebentar pak..bulpennya belum ada"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mencari bulpen dengan tergopoh-gopoh. Tidak ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebentar pak..Bagaimana kalau di-SMS saja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nomor Kadinkes tidak boleh sembarangan di-SMS. Tidak apa apa, saya tunggu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, orang udik yang lugu ini, sibuk sendiri, tanpa tahu bahwa orang yang di seberang telfon sana mungkin sedang menahan tawa. Tengik bukan buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nomornya berapa pak?", padahal bulpen belum ketemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"0856xxxxxxxx"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"OK"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telfon pun ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, aku lupa nomornya! Selang beberapa saat ada SMS dari sejawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati2 penipuan yg mengatasnamakan kadinkes dr mardiatmo.. Modusnya ada undangan platihan d hotel borobudur. Ujung2nya kita dsuruh tranfer uang 20jt. Mohon hati2 dgn modus spt ini."</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">20</thr:total></item><item><title>Uji Nyali</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/11/uji-nyali.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Tue, 9 Nov 2010 03:35:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-8885743572791211625</guid><description>Dalam hal uji nyali, aku mungkin termasuk orang yang cupu. Bisa jadi itu ada sangkut pautnya dengan selera makanku yang tidak menyukai sambal. Karena konon, orang yang doyan sambal adalah tipikal pemberani, contohnya istriku. Pemberani tentunya dalam hal-hal yang terpuji. Berani melawan orang tua dan suami tak masuk dalam hitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil dulu, ketika hendak ke kamar mandi, aku tidak berani sendiri. Hampir selalu minta diantarkan oleh ayah atau ibu. Untuk Kawan ketahui bahwa kamar mandi keluarga kami terpisah dari rumah utama. Jalan menuju ke kamar mandi hanya diterangi oleh lampu 15 watt. Belum lagi kalau mendengar cerita dari ibu, kalau di belakang rumah kala itu ada makhluk bernama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngeblak&lt;/span&gt;. Seperti apakah wujud makhluk itu, aku tak tahu, masih misteri bagiku. Tapi, kata ibu, makhluk itu mengeluarkan suara "blak blak blak", mirip kepakan burung &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wandering albatross&lt;/span&gt; yang konon sayapnya mencapai panjang 11 kaki. Dan anehnya, masih kata ibuku, ketika kamu ingin melihat asal suara itu, kamu tak akan menjumpainya. Horor bukan buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila ada pasar malam, aku menjauhi yang namanya Rumah Hantu. Aku pernah masuk sekali, dan aku tak mau melakukannya lagi. Menurut hematku, masuk Rumah Hantu adalah hal konyol, dan pelakunya biasanya kurang kerjaan. Meskipun aku kerap melakukan hal-hal konyol dan agak kurang kerjaan, setidaknya aku tidak melakukan sesuatu hal yang nantinya bisa membuatku susah tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mengenal beberapa wahana yang menguji nyali namun tidak horor. Kawan tentu sudah mencoba roller coaster, kursi terbang, colombus, tornado, dan sebangsanya. Secara mengejutkan, aku baru tahu beberapa waktu yang lalu, bahwa istriku sudah mencoba semua itu. Hebat bukan buatan istriku yang satu itu. Aku, orang yang udik ini, tentu tak mengenal wahana-wahana canggih itu. Naik komidi putar sepertinya pernah pas pasar malam dulu. Aku mual-mual dan pusing setelah menaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal "roller coaster", ada gradasinya, mulai dari grade 1 sampai grade 3. Semakin tinggi gradenya maka akan semakin tinggi resikonya, semakin berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grade 1 adalah nonton film roller coaster 4 dimensi. Resikonya kecil, karena kita tidak berpindah dari tempat duduk kita. Disebut 4 dimensi karena kita menonton film roller coaster 3 dimensi sedangkan tempat duduknya bisa bergoyang ke kanan, ke kiri, bahkan ke belakang untuk memberi efek dramatis. Kalau tidak tahan, segera lepas kacamata 3D yang kita kenakan, efeknya pun jadi tak seberapa. Film ini memanipulasi visualisasi kita, dan otak menganggapnya sebagai hal yang nyata. Uji nyali ini cocok untuk semua umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grade 2 adalah "roller coaster" dengan memakai balon pelampung yang bisa dijumpai di water park. Tingkat keamanannya sedang. Rutenya yang berupa lorong mencegah pemakainya terpelanting keluar. Resikonya paling-paling pelampungnya terbalik, kemudian jidat membentur pelorotan. Aih, amit-amit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau film 4D memanipulasi mata, "roller coaster" macam ini memanipulasi organ keseimbangan. Dalam kondisi gelap gulita, cairan yang ada di tiga saluran setengah lingkaran bergoyang mengikuti lekukan lorong perosotan. Dan ini lah yang membuat sensasinya menjadi begitu mendebarkan dan tak terduga. Penciptanya mungkin menderita vertigo, dan ingin supaya orang lain tahu, betapa menderitanya bila mengidap penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grade terakhir adalah roller coaster beneran. Untuk yang ini belum bisa cerita, karena belum pernah mencobanya. Pernah mencoba yang setipe, namanya kursi terbang. Saat menjajalnya, yang ada yaitu bayangan: bagaimana kalau nanti terlempar, apakah nanti mendapat asuransi, dan hal-hal ngeri lainnya. Semoga kemungkinan-kemungkinan buruk itu tak terjadi.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total></item><item><title>Rawon Setan</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/10/rawon-setan.html</link><category>Kuliner</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Mon, 25 Oct 2010 07:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-2680742236858242381</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWJ71LHui8B6vYOoDB9ESrNQjOnci75ySEJY25k6Msbfy5j1Dz_jgcSNp579qEi5PmLV3zsxKwk0gem-UN5dMhWfF5lCNL1ShIvT-ZZjqSZ40Pi0pC2hNjajOn2Ogrcc5iE7WZmgkX1TEd/s1600/IMG_1539.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWJ71LHui8B6vYOoDB9ESrNQjOnci75ySEJY25k6Msbfy5j1Dz_jgcSNp579qEi5PmLV3zsxKwk0gem-UN5dMhWfF5lCNL1ShIvT-ZZjqSZ40Pi0pC2hNjajOn2Ogrcc5iE7WZmgkX1TEd/s400/IMG_1539.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531997694006185906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa warung yang menjual nasi rawon di Surabaya, tapi belum lengkap rasanya bila belum mampir di Rawon Setan. Lokasinya dekat dengan Tunjungan Plaza, tepatnya di depan Hotel JW Marriott Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa artis ibukota pernah mampir di warung ini. Foto-foto mereka terpampang jelas di dinding warung ini. Yang dipigura paling mencolok yaitu foto Jusuf Kalla saat berkunjung ke warung ini tahun 2009. Hal ini tentu memberikan sebuah imej bahwa warung ini memang istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal,untuk masalah rasa, sebenarnya biasa saja. Malah menurutku tidak lebih enak dari Rawon Pak Pangat yang juga ada di Surabaya. Perbedaan antara keduanya terletak pada penyajian dagingnya. Rawon Setan menyajikan daging dalam bentuk irisan besar yang empuk sementara Rawon Pak Pangat menyajikan daging dalam bentuk suwiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini bisa ditarik sebuah pelajaran mengenai sebuah teknik pemasaran, yaitu dengan memajang foto-foto orang terkenal yang sudah pernah berkunjung bisa meningkatkan imej dari tempat usaha kita. Hal ini mungkin bisa kuterapkan di tempat praktekku. Sayangnya, orang yang cukup terkenal yang berobat ke tempat praktekku sampai saat ini baru mantan ketua RT.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWJ71LHui8B6vYOoDB9ESrNQjOnci75ySEJY25k6Msbfy5j1Dz_jgcSNp579qEi5PmLV3zsxKwk0gem-UN5dMhWfF5lCNL1ShIvT-ZZjqSZ40Pi0pC2hNjajOn2Ogrcc5iE7WZmgkX1TEd/s72-c/IMG_1539.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">13</thr:total></item><item><title>Bebek Mercoon</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/10/bebek-mercoon.html</link><category>Kuliner</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Wed, 13 Oct 2010 00:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-6526519462221655135</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi14lwYEpRQnBBkQeK5DOwnOf2d1KFG70U44IZbGOeypNoelvndwnLvE3zPyjMGX9WQJGdshZIxtVEj354VFVRi0zqK1duv3yggYP_FOZd0JwAOzHer16F-0TsotB7ag5t6wR0SUCiQSAh5/s1600/IMG_1504.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi14lwYEpRQnBBkQeK5DOwnOf2d1KFG70U44IZbGOeypNoelvndwnLvE3zPyjMGX9WQJGdshZIxtVEj354VFVRi0zqK1duv3yggYP_FOZd0JwAOzHer16F-0TsotB7ag5t6wR0SUCiQSAh5/s400/IMG_1504.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527437609904253202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keringat bercucuran dari wajahku, meskipun siang itu tak terlalu panas. Mataku mengeluarkan air mata tak henti-henti. Ingusku berulangkali kulap dengan tisu. Garang benar pedasnya bebek goreng yang menjadi menuku siang itu, sesuai dengan namanya, Bebek Mercoon. Sampai-sampai, nasi tambahan kupesan untuk menetralisir pedasnya bebek ini. Tapi nyatanya belum cukup. Segelas es jeruk dan segelas es teh pun tandas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sampai tak ingat lagi rasanya bebek, karena tertutup oleh pedasnya cabe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi masih lebih pedas ayam betutu", kata istriku. Ayam betutu adalah masakan Bali yang konon tak kalah pedas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan dengan seksama, ada biji cabe yang bertaburan di atas sajian bebek tersebut. Bisa jadi itu semacam warning dari pemilik warung: siapkan lidahmu sebelum mencoba masakan ini. Analisisku, porsi daging bebek dan porsi cabe saat memasak bebek itu mungkin sama banyaknya. Umpamanya 1 kg bebek dimasak bersama 1 kg cabe. Dan bisa jadi masih ditambah lagi dengan 1 kg merica. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu disajikan dalam kondisi panas, dan setting warungnya didominasi oleh warna merah. Lengkap sudah, Red-Hot-Chili-Peppers, macam grup musik rock asal negeri Paman Sam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebek Mercoon bisa dijumpai di Jalan Kayoon Surabaya. Harga per porsi 12 ribu rupiah, dan konon warung ini buka 24 jam sehari.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi14lwYEpRQnBBkQeK5DOwnOf2d1KFG70U44IZbGOeypNoelvndwnLvE3zPyjMGX9WQJGdshZIxtVEj354VFVRi0zqK1duv3yggYP_FOZd0JwAOzHer16F-0TsotB7ag5t6wR0SUCiQSAh5/s72-c/IMG_1504.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total></item><item><title>Weekend ke Batu, Malang</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/10/weekend-ke-batu-malang.html</link><category>Jalan - Jalan</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Fri, 1 Oct 2010 06:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-7621244773459395231</guid><description>Padatnya rutinitas dan jadwal kerja yang tak tentu membuat saya dan istri jarang memiliki hari libur yang cukup untuk bepergian keluar kota. Jadi, bila kebetulan kami memiliki jadwal libur yang sama, itu lah saatnya kami refreshing keluar kota. Kali ini kami memutuskan untuk plesir ke kawasan wisata di daerah Batu, Malang. Sebelumnya kami pernah ke Jatim Park 1, tapi tidak menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari Surabaya jam 09.00 dengan naik sepeda motor, dan sampai di daerah Batu sekitar jam 12.00. Udara dingin nan segar khas pegunungan langsung terasa begitu memasuki kawasan ini. Kami pun langsung mencari penginapan, karena rencananya kami menginap satu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari penginapan tidaklah sulit, apalagi kalau kita berboncengan dengan pasangan kita. Begitu masuk ke kawasan wisata Songgoriti, para penduduk setempat yang umumnya bersepeda motor di sepanjang jalan, menawarkan tempat menginap. Kami langsung menuju ke Hotel Arumdalu, berdasar rekomendasi dari mertua. Sayang, hotel sudah penuh, mungkin karena weekend. Kami pun mencari-cari hotel lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat check-in ke sebuah penginapan, tapi kami langsung membatalkan. Bukannya apa-apa, saya pribadi agak was-was menginap di penginapan yang sepi. Akhirnya kami berpindah ke hotel yang cukup ramai, yaitu Hotel Air Panas Songgoriti. Kamar hotel termurah tarifnya 150 ribu perhari, sudah termasuk sarapan pagi untuk dua orang dan voucher renang. Kamar saat itu habis dipakai dan baru bisa check ini jam 14.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ke atas dari Songgoriti ada sebuah tempat bernama Payung. Jalan ke sana menanjak dan berkelok-kelok. Dari Payung ini kita bisa melihat kawasan Songgoriti berupa lembah yang dipenuhi dengan bangunan villa dan hotel, diapit oleh beberapa gunung. Banyak warung yang bisa kita pilih. Kami mampir di warung dan memesan sate kelinci dan nasi goreng. Harga sate kelinci 21 ribu rupiah per porsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari, sangat pas untuk berwisata ke BNS (Batu Nigt Spectaculer), yang memang buka sore hingga malam hari. Tempat ini mirip dengan pasar malam dengan wahana-wahana yang siap memacu adrenalin. Jangan lewatkan Cinema 4D, karena film roller coasternya sanggup membuat para pengunjung berteriak histeris. Para pecinta fotografi pun bisa mendapatkan gambar-gambar yang bagus dengan teknik slow shutter speed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhQLysd40balTjNxouW_K1R8KPLpZnIbNAgjhtwTZzSWvu1_P4Yw3ofZVwxCvd9PkJb5bMzgpikabFb5t40SNf-sQo4pRhaP8Ue9f_4olKSs6oRDnj2FkjqVLq6_lYSIB0AMkBs43O-wWI/s1600/IMG_1147.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhQLysd40balTjNxouW_K1R8KPLpZnIbNAgjhtwTZzSWvu1_P4Yw3ofZVwxCvd9PkJb5bMzgpikabFb5t40SNf-sQo4pRhaP8Ue9f_4olKSs6oRDnj2FkjqVLq6_lYSIB0AMkBs43O-wWI/s400/IMG_1147.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525257144659505042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk makan malam, di BNS terdapat food court. Metode pembayarannya agak unik. Sebelum memesan makanan, kita pergi ke kasir dulu untuk membeli voucher berupa kartu gesek. Selanjutnya, saat memesan makanan voucher ini dipakai untuk membayar. Bila sisa, voucher ini bisa diuangkan kembali. Kebetulan, saat kami sedang menikmati makan malam, diadakan pertunjukan air mancur dan laser, dengan diiringi lagu yang sedang hits, "Cinta Satu Malam". Kontan saja banyak orang yang bergegas mendekati dan mengabadikan momen istimewa tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, kami berniat untuk mengunjungi Jatim Park 2 sebelum meninggalkan Malang. Venue ini terdiri atas kebun binatang dan museum satwa. Jadi memang berbeda dengan Jatim Park 1 yang lebih banyak bertemakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Harga tiket masuknya 50 ribu per orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penataan mirip labirin, jarak yang harus kami tempuh untuk mengelilingi kebun binatang ini menjadi sangat panjang. Tapi tenang saja, di tengah-tengah rute kita akan menjumpai restoran yang menyajikan aneka makanan dan minuman. Tanpa diduga, hujan deras pun turun, yang membuat kami tidak bisa berlama-lama mengamati berbagai binatang di sana.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhQLysd40balTjNxouW_K1R8KPLpZnIbNAgjhtwTZzSWvu1_P4Yw3ofZVwxCvd9PkJb5bMzgpikabFb5t40SNf-sQo4pRhaP8Ue9f_4olKSs6oRDnj2FkjqVLq6_lYSIB0AMkBs43O-wWI/s72-c/IMG_1147.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Dengan Cinta</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/09/dengan-cinta.html</link><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Thu, 23 Sep 2010 04:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-8751082020745950796</guid><description>Dengan ilmu, hidup menjadi mudah&lt;br /&gt;Dengan seni, hidup menjadi indah&lt;br /&gt;Dengan agama, hidup menjadi terarah&lt;br /&gt;Dan dengan cinta&lt;br /&gt;Hidup menjadi bergairah</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Early Morning Antihistamine</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/09/early-morning-antihistamine.html</link><category>Artikel | Tips</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Mon, 20 Sep 2010 05:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-4269653437729408052</guid><description>Sudah lama sebenarnya, aku menderita kelainan bernama rhinitis alergika. Suatu kelainan yang ditandai oleh bersin-bersin di pagi hari, disertai hidung tersumbat dan keluar cairan bening dari hidung (rinore/meler). Sungguh tersiksa rasanya bila serangan rhinitis muncul, apalagi timbul setiap hari! Memang tidak mematikan seperti saudara jauhnya, asma bronchiale, tapi tetap saja rhinitis menurunkan kualitas hidup penderitanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru akhir-akhir ini saja aku melakukan eksperimen terhadap diriku sendiri, dan hasilnya cukup memuaskan. Berawal dari artikel yang kubaca di majalah, bahwa penyerapan obat antihistamin terganggu apabila diberikan setelah makan. Dipadukan dengan timbulnya keluhan rhinitis yang ajeg, yaitu pagi hari setelah bangun tidur, maka timbullah sebuah gagasan yang kuberi nama: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;early morning antihistamine&lt;/span&gt;, yang artinya kurang lebih, minum anti histamin pagi-pagi sekali, sesudah bangun tidur, sebelum sarapan. Antihistamin yang kuminum dalam eksperimen ini adalah Interhistin (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;mebhydrolin napadysilate&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman, perlu diketahui bahwa, biang kerok terjadinya bersin-bersin, hidung tersumbat dan meler itu tak lain adalah sebuah zat bernama histamin. Histamin dilepaskan oleh sel yang bernama sel mast seperti halnya uang yang keluar dari mesin ATM. Yang bertindak selaku kartu ATM adalah barang-barang pencetus alergi (misalnya debu atau kapas). Naasnya, penderita rhinitis memiliki mesin penghasil histamin dengan kepekaan di atas rata-rata. Disenggol sedikit saja histamin-nya keluar semua. Histamin-histamin ini, diberikan kepada buruh-buruh bernama reseptor untuk membengkakkan rongga hidung dan memproduksi cairan dari dalam hidung. Dan terjadilah hidung tersumbat dan meler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganannya, secara teori mudah saja. Kawan cukup mengidentifikasi pencetus alergi, lalu menghindarinya, selesai perkara. Tak ada asap kalau tak ada api. Tak ada histamin kalau tak ada kontak dengan pencetus alergi. Tapi Kawan, ternyata tak sesimpel itu. Apalagi kalau mengingat kamar penderita yang, maaf kata, kurang terawat, rasanya mustahil untuk tidak berinteraksi dengan barang-barang pencetus tadi. Maka, penanganan rhinitis yang lebih rasional adalah dengan jalan memperdaya histamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak akan mengotak-atik mesin penghasil histamin. Biarkan ia mengeluarkan histamin sesuka hati. Yang perlu kita lakukan adalah memberi sogokan berupa antihistamin kepada para reseptor supaya mogok kerja. Kalau reseptor sudah mogok kerja, hidung tersumbat dan meler tentu tak timbul lagi. Nah, bila sudah tahu mekanisme rhinitis seperti itu, jangan menunggu bersin-bersin baru minum antihistamin. Segera minum antihistamin sesaat setelah bangun tidur, insyaAllah, gejala rhinitis tak akan timbul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total></item><item><title>Sahur bersama Gudeg Ceker Margoyudan</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/09/sahur-bersama-gudeg-ceker-margoyudan.html</link><category>Jalan - Jalan</category><category>Kuliner</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Wed, 1 Sep 2010 07:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-593806758452925725</guid><description>Di Terminal Bus Tirtonadi, waktu menunjukkan jam 2 pagi, istriku baru saja turun dari bus yang mengantarnya dari Surabaya. Sudah kucegah sebenarnya, supaya jangan pergi malam-malam. Apa daya, istri nekat saja. Karena bulan puasa, dan kebetulan istri sedang tidak berhalangan, maka kami berinisiatif membeli nasi untuk sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung yang masih buka saat itu, yang kutahu, salah satunya adalah Gudeg Ceker Margoyudan. Lokasinya dari Terminal Bus Tirtonadi tak terlalu jauh, tepatnya di Jalan Wolter Monginsidi, atau kalau dari Stasiun Balapan sekitar 1 km menuju ke arah Panggung, di kiri jalan. Konon kabarnya, warung ini tiap harinya buka jam 01.30, pun di luar bulan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan sudah tampak ramainya. Dalam warung yang dilingkupi terpal itu nampak seorang ibu tua dikerumuni oleh beberapa pembeli yang nampak tidak sabaran. Ada yang minta dibungkus, tapi banyak juga yang langsung makan di tempat. Ibu tua itu, adalah sang peramu gudeg, yang kalau tidak salah bernama Bu Kasno. Tangannya dengan lincah mengambil gudeg dan mencomot ceker sesuka hati. Wajahnya acuh saja, tak peduli dengan pelanggannya yang minta dilayani lebih dulu. Ceker-ceker itu diambil langsung dengan tangan kosong, tanpa alat bantu. Barangkali sentuhan dari Bu Kasno itulah, selain dari takaran gudeg dan nasi yang terukur tentu saja, yang menjadikan gudeg ini nikmat tak terperi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri memesan empat bungkus, dua untukku dan dua lagi untuk istriku. Sebungkus rasanya belum cukup untuk mengganjal perut rakus ini. Dilihat dari cara Bu Kasno melayani pembeli, tampaknya ia mempunyai seorang ‘tangan kanan’, yang berada di sebelah kirinya. Belakangan aku tahu namanya Aris. Tugas Aris adalah menjadi jubir sekaligus kasir. Jadi, bila ingin cepat dilayani, dekatilah Aris ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gudeg Ceker ini beda dengan gudeg yang kutemui di Malioboro Jogja. Kalau Gudeg Jogja, lauknya irisan telur rebus dan suwiran daging ayam saja, tanpa cakar ayam. Cakar ayam olahan Bu Kasno ini sangat lunak, sehingga tinggal menyesap saja sudah terpisah antara kulit dan tulangnya. Di sinilah sensasi yang dicari pembeli hingga rela mengantri. Belum lagi bila ditambah dengan nikmatnya gudeg. Hanamasa rasanya tinggal kenangan.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Alhamdulillah, Jaket Baru</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/08/alhamdulillah-jaket-baru.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Tue, 24 Aug 2010 03:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-4287269262375766570</guid><description>"Mbok ya beli jaket baru", kata istri saya suatu saat.&lt;br /&gt;"Nanti aja lah..wong jaketnya masih bisa dipakai", kataku.&lt;br /&gt;"Tapi kan warnanya udah pudar gitu.."&lt;br /&gt;"Gak masalah..lagian jaketnya cuma dipakai pas keluar aja kok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melintas di toko sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepatunya bagus nih..cocok buat kamu pakai di kantor"&lt;br /&gt;"Lho, memangnya sepatuku yang kupakai sekarang kenapa?"&lt;br /&gt;"Aku kurang suka ah..kesannya terlalu kaku gitu"&lt;br /&gt;Aku diam saja.&lt;br /&gt;“Itu lho seperti yang dipakai temenmu..yang kayak orang Cina itu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, istri juga mengkritik soal celana pendek yang kupakai. Menurut dia, warnanya juga sudah mulai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mbulak&lt;/span&gt;.Aku sendiri sebenarnya tak masalah, asalkan celana itu masih bisa menjalankan fungsinya sebagai penutup aurat. Tapi berhubung istri bersikeras dengan pendapatnya, aku pun membeli celana pendek baru, pilihan istri tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa istriku rewel soal pakaian yang kupakai, meski agak merepotkan, dalam hati kecil aku sangat bersyukur. Aku seseorang yang boleh dikata, tak terlalu peduli dengan mode. Seorang teman, bahkan secara terus terang menyebutku lebih cocok disebut sebagai mandor hutan, daripada sebagai dokter, karena berpakaian ala kadarnya. Beberapa kaos trendi, adalah pemberian dari istriku. Kaosku sendiri, yang kupakai sebelumnya, adalah kaos hadiah dari produk minuman, pemberian pabrik obat, sampai kaos hasil ikut seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih barang pun, istriku sangat selektif. Pernah saat hendak membeli sepatu, kami sudah mengitari seluruh isi mall terbesar di Surabaya, tapi tak ada yang cocok. Kulihat dia masih bersemangat mencari, padahal kakiku rasanya sudah pegal. Akhirnya di menemukan sepatu yang cocok, di mall yang lain. Itu pun setelah aku meyakinkannya, bahwa sepatu itu benar-benar bagus untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, sifat wanita yang kritis, terutama dalam hal penampilan, memang sudah bawaan orok. Menurut John Gray dalam bukunya yang terkenal “Men are from Mars, Women are from Venus”, tertera jelas perbedaan antara pria dan wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Venus, memberi nasihat dan saran-saran merupakan tanda kasih sayang. Penduduk Venus amat yakin bahwa sesuatu yang bekerja dapat dibuat bekerja dengan lebih baik. Naluri mereka ialah ingin memperbaiki segala sesuatu. Apabila mereka menaruh perhatian kepada seseorang, dengan leluasa mereka menunjukkan apa yang dapat diperbaiki dan menyarankan bagaimana melakukannya. Menawarkan nasihat dan kritik secara membangun merupakan tindakan cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mars sangat berbeda. Penduduk Mars lebih berorientasi pada penyelesaian. Apabila ada sesuatu yang bekerja, semboyan mereka adalah jangan mengubahnya. Naluri mereka adalah membiarkan saja kalau sesuatu itu telah bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan membetulkan kalau tidak rusak”, merupakan ungkapan yang lazim dari penduduk Mars.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">10</thr:total></item><item><title>The Suratmo’s Fantastic Four</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/08/suratmos-fantastic-four.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Sun, 15 Aug 2010 23:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-1435072484789955864</guid><description>Mungkin kebetulan,kalau aku suka berkumpul bersama kelompok berjumlah empat orang.Masih ingatkah kawan dengan kisah teman-temanku SMA yang tergabung dalam &lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/2008/10/kapak-hitam.html"&gt;Kapak Hitam&lt;/a&gt;?Atau teman-teman kos dalam &lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/2009/05/punakawan.html"&gt;Punakawan&lt;/a&gt;?Tidak lain tidak bukan,Kapak Hitam dan Punakawan itu empat orang jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,di kalangan keluarga pun,dari pihak ibu,aku memiliki saudara sepupu yang cukup akrab.Yang paling akrab denganku ada tiga orang,dan empat orang ini tergabung dalam kelompok tak resmi yang kunamai, Fantastic Four.Karena nama kakek kami (alm) Pawiro Suratmo, bolehlah ditambah menjadi The Suratmo’s Fantastic Four.Jangan membayangkan kami seperti kumpulan superhero macam di kartun-kartun itu,karena kamu pasti akan dibuat kecewa karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota tertua kami,yang sering kami panggil 'kepala suku',Kame namanya.Paling tua,tapi tubuhnya paling pendek diantara kami berempat.Dua kata kunci untuk sepupuku ini adalah: pencak silat dan gitar.Waktu kami masih kecil,Kame sangat terobsesi dengan bela diri.Di kamarnya terpajang poster Bruce Lee bertelanjang dada,dengan luka bekas cakaran di pipi yang tersohor itu.Saking terobsesinya,aku diminta untuk memukuli perutnya dengan bambu.Maksudnya mungkin untuk melatih otot perutnya.Tidak tega sebenarnya,tapi dia sendiri yang meminta.Obsesi,kadang-kadang membahayakan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal gitar,ada sangkut pautnya dengan kegilaannya pada musik.Musik yang sering diputar saat masih SD dulu adalah musik Iwan Fals.Kadang-kadang juga menyetel karya Scorpions.Kaos-kaosnya juga beberapa bertemakan musik,mulai dari Queen sampai Gun n Roses.Keterlambatannya menyelesaikan kuliah di Surabaya juga mungkin berkaitan erat dengan acara memetik gitar ini.Seleranya sekarang adalah lagu-lagu trash metal dan punk rock.Rambutnya dulu juga pernah gondrong,mungkin juga untuk memadu padankan aksinya selama di panggung.Hobi musik,bila berlebihan,akan menghambat kelancaran studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertua nomor dua adalah Indro.Badannya tinggi,hampir sama denganku.Tapi badannya proporsional,maksudku,berat badannya seimbang dengan tinggi badannya.Tidak sepertiku yang kurus kerempeng.Lahir dan besar di Surabaya.Ibunya adalah pembuat roti yang ulung.Bila lebaran tiba dan keluarganya mudik ke tempat kakek di Sukoharjo,hampir pasti membawa nastar dalam porsi besar.Kadang juga ibunya memberi uang saku untuk para keponakannya.Bahkan,uang yang diberi ibunya sampai saat ini masih kusimpan,tidak kubelanjakan.Uang itu berjumlah 2000 rupiah yang terdiri atas 20 lembar uang kertas pecahan 100 rupiah.Baru keluar dari bank,bentuknya masih mulus,karena itu sayang bila dibelanjakan,sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indro,karena besar di Surabaya,berbeda dengan ketiga anggota lainnya,yang kebetulan berasal dari daerah udik.Dia orang pertama yang menguasai teknik bermain gitar yang baik.Banyak hal baru yang dibawanya ketika mudik lebaran,terutama soal mainan.Yang paling menyenangkan adalah monopoli.Aku yang paling betah berlama-lama dengan mainan ini.Maklum,waktu itu mainanku cuma kelereng dan ketapel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya adalah Kime, adik kandung Kame.Walaupun lebih muda,tapi badannya lebih bongsor dibanding kakaknya.Saat kecil,aku paling sering bermain keluar dengannya.Termasuk kegiatan kami meneliti berbagai macam sarang burung.Dan bila ada burung naas lewat, kami pun tidak segan-segan untuk membidiknya dengan ketapel.Bila hujan tiba,bermain kapal-kapalan.Kapal yang dimaksud adalah bunga tapak dara yang dibalik.Begitu saja lalu kami ikuti sesuai arah aliran selokan.Dan bila memungkinkan,kami balapan dengan kapal palsu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beranjak dewasa,dirinya kuliah di Jogja mengambil jurusan teknik elektro.Berbeda dengan kakaknya, dia lebih tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan handphone.Mulai dari jual beli,reparasi,sampai isi ulang pulsa.Kesibukannya inilah yang kemudian sedikit banyak menghambat kelancaran studinya.Aku meyakini bahwa orang yang sudah tahu cara mencari uang,akan menimbulkan kemalasan dalam belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota yang terakhir adalah diriku.Kurasa,aku tak perlu lagi menerangkan tetek bengek soal diriku.Karena kalau aku bilang bahwa aku mirip dengan kelakuan Brad Pitt pastilah kalian akan mencemoohkanku sebagai orang yang salah menilai diri.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></item><item><title>Jepitan Jemuran</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/07/jepitan-jemuran.html</link><category>Fotografi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Fri, 30 Jul 2010 04:39:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-8833267333312051747</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqSYP57fOQX4vmHK3SKFwGo8Ot2AGsIVyxQ5pQgJ2CiImNh_OxFNH1oWCTByxbGw8uYLyT8NkKeCO9JnvjbqEJkmm_zD-cBSvC4XBSYfNNYFMWzdnVlWHxoQ4oAIYj8UwXnDnGfQbV9HvX/s1600/IMG_0466.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqSYP57fOQX4vmHK3SKFwGo8Ot2AGsIVyxQ5pQgJ2CiImNh_OxFNH1oWCTByxbGw8uYLyT8NkKeCO9JnvjbqEJkmm_zD-cBSvC4XBSYfNNYFMWzdnVlWHxoQ4oAIYj8UwXnDnGfQbV9HvX/s400/IMG_0466.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499664377124911426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fotografi,adalah salah satu hobiku.Sudah lama sebenarnya aku mengenal fotografi,tepatnya saat kuliah dulu.Karena tak punya kamera,aku meminjam kamera dari seorang teman.Saat itu aku belum mengenal adanya kamera digital,jadi masih memakai rol film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh merepotkan kamera dengan rol film itu,sekaligus tak efektif,karena seringkali hasil cetakan yang didapat tidak sesuai dengan gambaran yang diinginkan.Akibatnya,banyak film yang terbuang percuma.Akhirnya aku berhenti,karena dana yang terbatas,selain juga sungkan karena terlalu sering meminjam kamera teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan baru dua minggu yang lalu aku mampu membeli kamera DSLR,seperti yang kuidam-idamkan dari dulu.Merknya Canon EOS 1000D.Kameraku sebelumnya adalah kamera saku,merknya juga Canon,tipe Powershot A460.Kamera itu rusak,dan biaya perbaikannya hampir sama bila membeli kamera yang baru dengan merk yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedaunan,bunga,lebah,atau bahkan jepitan jemuran pakaian di rumah,yang seringkali dianggap remeh,bisa menjadi obyek yang istimewa bagi seseorang yang memiliki hobi fotografi.Seperti halnya foto di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya,aku menyukai kamera DSLR karena kemampuannya membuat area yang kabur di belakang obyek utama.Selidik punya selidik,cara mendapatkannya mudah saja.Tinggal setting aperture sebesar mungkin kemudian atur kecepatan rana sedemikian rupa hingga eksposurnya pas,lalu jepret.Selesai perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya sekarang adalah,banyaknya pernak-pernik yang harus dibeli.Mulai dari lensa macam-macam yang harganya mahal-mahal itu,tas khusus kamera,sampai kit pembersih lensa.Sementara itu,istri tentu tak menganggap hal potret-memotret itu satu hal yang penting,jadi alokasi dana untuk itu bolehlah ditaruh di urutan nomor kesekian.Belum lagi dalam waktu dekat aku juga berkeinginan untuk membeli raket badminton.Sepertinya,hobi memang tak mau berhenti untuk menggerogoti uang dari kantong kita.Hobi itu rakus,seperti tikus.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqSYP57fOQX4vmHK3SKFwGo8Ot2AGsIVyxQ5pQgJ2CiImNh_OxFNH1oWCTByxbGw8uYLyT8NkKeCO9JnvjbqEJkmm_zD-cBSvC4XBSYfNNYFMWzdnVlWHxoQ4oAIYj8UwXnDnGfQbV9HvX/s72-c/IMG_0466.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total></item><item><title>Raditya Dika di Solo</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/07/raditya-dika-di-solo.html</link><category>Jalan - Jalan</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Wed, 21 Jul 2010 07:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-5031820403477261837</guid><description>Seorang lelaki berperawakan pendek,mungkin cuma sebahuku,berkulit putih dan berwajah imut berjalan di depanku. Di belakangnya tampak beberapa orang,yang memakai seragam hitam,tergopoh-gopoh mengikutinya.Orang itu,adalah Raditya Dika,seorang penulis novel yang cukup laris.Salah satu novel yang kupunyai adalah Kambing Jantan.Novel,yang kemudian menjadi salah satu inspirasiku,untuk menulis pengalaman pribadi di blogku yang sederhana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan lah penggemar Raditya Dika,setidaknya itu bisa dilihat dari koleksi buku karyanya yang tidak semuanya aku beli.Novel Kambing Jantan pun-maaf kata,tidak selesai kubaca.Bukan karena jelek,tapi mungkin tidak selera saja.Seperti halnya pecinta musik dangdut yang tak terlalu suka musik rock.Atau pecinta baked beef lasagna yang tak terlalu suka singkong rebus.Atau bahkan,pecinta burung yang tak terlalu suka mendaki gunung.Ah sudahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,aku respek pada Raditya Dika karena telah mampu menulis dengan baik,dan membuat beberapa penggemarnya,yang jumlahnya tak sedikit, jatuh hati.Mereka rela datang ke acara talkshow yang diselenggarakan di sebuah toko buku di Solo,dengan antusiasme yang tinggi.Aku sendiri,datang dari Wonogiri,yang jaraknya tak kurang dari 30 kilometer,berpanas-panas pula,karena datang naik sepeda motor tengah hari.Semua itu kulakukan demi satu hal: riset!Keren benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin belajar,bagaimana dia bisa menulis seperti itu,apa saja kiat-kiatnya.Barangkali,setelah ikut acara talkshow itu,aku bisa menulis cerita dengan lebih mengalir,dan tentunya menarik.Dan sepintas lalu,kulihat mereka yang berdatangan,mayoritas adalah remaja putri.Hal ini bertolak belakang dengan peserta acara talkshow yang diselenggarakan di tempat yang sama,beberapa minggu sebelumnya,yang temanya tentang mainan bernama rubik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya,telah ada semacam pembagian segmen pasar dalam hal ini: remaja putri senang membaca buku,terutama yang bersangkut paut dengan urusan cinta dan tetek bengeknya,sedangkan remaja putera lebih tertarik dengan mainan yang mengandalkan ketrampilan dengan rumus-rumus tertentu.Jadi,tidaklah mengherankan, jika SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas),lebih didominasi kaum hawa.Karena didalamnya ada pelajaran berkenaan dengan buku,utamanya buku akuntansi,yang didalamnya ada debit-kreditnya itu.Dan STM (Sekolah Teknologi Menengah),didominasi kaum adam.Tak lain karena minat remaja putera yang tinggi dalam mengutak-atik mesin dan peralatan elektronik termasuk resistor,transistor dan kondensator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Raditya Dika dalam acara itu kurang jelas,mungkin karena pengeras suara yang kurang prima,atau mungkin karena kupingku yang harus segera diperiksakan ke dokter THT.Tapi ada dua hal yang kutangkap.Pertama,saat dia menjelaskan,beda pria dan wanita dalam hal putus cinta.Wanita,lebih mudah memutuskan pasangannya,dibanding pria.Tanpa banyak cingcong,wanita bisa memutuskan pacarnya lewat telepon,dan pria yang malang itu,mau tidak mau harus menerima kenyataan hidupnya.Lain halnya dengan pria,yang hendak memutus pacarnya,pasti susah dan bertele-tele.Belum lagi kalau wanitanya mewek-mewek dan tak mau diputus.Aih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,tentang permainan psikologis saat naik mobil berdua dengan pacar,saat kondisi bertengkar.Wanita bilang "turunkan aku di sini".Pria diam saja.Wanita bilang "turunkan aku di sini!!! (dengan tiga tanda seru)" berulang-ulang,tapi sang pria tetap menyetir mobilnya dan berkata "udahlah sayang..jangan ngambek begitu..",dengan wajah memohon.Tapi wanita berkehendak lain "kalau tidak nurunin aku di sini,aku bakalan lompat".Pria menyerah, "oke oke..tunggu sebentar..baiklah kamu kuturunkan di sini".Mobil pun menepi dan kemudian berhenti,dan pria itu lalu berkata "silakan turun".Wanita menangis dan berkata "kok kamu tega sih nurunin aku di sini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang teori putus-memutus ala Raditya Dika itu dan tentang sikap dilematis dalam mengahadapi wanita itu,aku tak mengatakan itu benar atau salah.Tapi sepertinya dia sudah mengadakan riset mengenai hal tersebut,dan mungkin juga,ditambah dengan pengalaman pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena suara yang tak jelas tadi,aku mengalihkan perhatian pada seorang lelaki yang ada persis di sampingku.Dia sepertinya adalah seorang fotografer.Berkali-kali dia menjepret dengan kamera DSLR-nya,tapi kuintip hasilnya di layar LCD,tidak bagus-bagus amat.Aku pun juga bisa kalau hasilnya standar seperti itu.Dari caranya mengambil posisi saja sudah salah.Harusnya,dia ambil posisi di depan dan bukannya di belakang,jadi obyek utamanya bisa terlihat langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fotografer itu memakai modus manual. Waktu dia memakai kecepatan rana tinggi,obyeknya jelas,tapi gambarnya jadi gelap.Begitu kecepatan rana diturunkan,gambarnya terang,tapi obyek jadi kurang tajam.Begitu gambarnya terang dan jelas,di depannya tiba-tiba ada kepala penonton yang nongol.Rasakan itu.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>Tentang Kuda</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/07/tentang-kuda.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Sun, 18 Jul 2010 19:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-5942572785213003843</guid><description>Hubungan antara suami dan istri bisa dianalogikan dengan hubungan antara kuda dan kusir.Entah simbiosis macam apa jadinya.Tapi demikianlah yang pernah aku dengar,dari seorang bijak bestari,dalam sebuah ceramah umum yang ditujukan bagi para calon pegawai negeri sipil.Nama orang itu,pak Soyo.Pak Soyo bertanya kepada para hadirin,siapa yang jadi kusir dalam keluarga.Ada yang menjawab,yang jadi kusir adalah suami,alasannya karena suami adalah kepala keluarga,yang mana tugas utamanya adalah memimpin keluarga.Tapi ada juga yang berpendapat sebaliknya,alasannya,karena menganggap istri sebagai kuda,yang menarik beban sedemikian beratnya-termasuk kusir tentu saja,adalah hal yang tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Soyo,dengan segenap kebijaksanaannya,menjelaskan dengan seksama.Diam-diam,aku tertarik dengan senyumnya.Jika pak Soyo tersenyum,maka akan nampak hampir seluruh giginya,setidaknya sampai gigi geraham pertama.Senyum yang sangat lebar,terlebar yang pernah aku jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kusir dalam rumah tangga adalah istri",demikian pak Soyo mengawali ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusir,kata pak Soyo,bertugas merawat kuda,yang mana bekerja keras untuk menarik kereta.Kereta itu ibarat biduk rumah tangga,dimana didalamnya ada anak dan istri.Kuda yang kuat dan trengginas, pastilah dipelihara oleh kusir yang baik dan tahu tata cara memelihara kuda.Sedangkan kuda yang kurus kering,loyo,apalagi congekan,menandakan kusirnya tak terlalu peduli dengan kudanya.Mau makan tak peduli,mau mandi tak peduli.Yang pada akhirnya,kuda-kuda pesakitan seperti inilah yang minggat mencari kusir-kusir lain,yang lebih semlohai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kawan,kuberi tahu satu hal,setiap kuda pasti diberi kacamata oleh kusirnya,supaya jalannya lurus tidak tolah-toleh."Karena apa,karena setiap kuda adalah binal!",demikian kata pak Soyo.Demi kebaikan,sebaiknya memang setiap kuda harus memakainya.Kalau mata kudanya ternyata juling?Nah aku belum sempat berpikiran sampai di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusir,tiap pagi membangunkan kudanya untuk diberi makan.Sama halnya dalam keluarga,ambil contoh keluarga pak tani di desa.Tiap pagi-sebelum suaminya bangun,si istri sudah menyiapkan segelas kopi dan beberapa potong singkong rebus.Setelah sholat Subuh, pak tani sarapan kopi dan singkong itu sebelum berangkat ke sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saat makan siang, si istri mengantar jatah makan siang ke sawah.Makanan apa pun,kalau kuda sedang lapar,pasti disikat habis.Dan kalau sudah seperti itu,si kuda harusnya juga tahu diri,tidak malas-malasan dalam bekerja.Di dalam kuda yang kuat,seharusnya terdapat semangat bekerja yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu 'kuda' terkuat di dunia, tentu adalah ayahku. Kerja keras banting tulang rawe rawe rantas malang malang putung.Dalam kisah-kisah klasik,ayahku mungkin bisa disejajarkan dengan Hercules.Atau kalau agak modern sedikit bisa dibandingkan dengan si Pitung.Atau kalau hendak dibandingkan dengan kuda sesungguhnya,maka bisa saja mirip dengan kuda jenis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Clydesdale&lt;/span&gt; yang gagah itu.Atau jenis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Percheron&lt;/span&gt; yang tangguh bukan buatan itu. Badannya kuat,kulitnya hitam legam,dan konon pernah juara lomba lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya kuda itu menua,dan kakinya tak selincah dulu.Semangatnya terus menggebu,meringkik-ringkik,walau raga tak lagi kuat menopangnya.Dan kuda itu terhuyung-huyung,lalu sekonyong-konyong  tersandung dan kepalanya terjerembab.Dan di saat-saat genting seperti itu,kusir yang baik telah merawatnya dengan sepenuh hati.Walaupun mungkin juga ia tahu,bahwa kuda tua itu takkan bisa diharapkan untuk berlari sekencang dulu lagi.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total></item><item><title>Fina</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/07/fina.html</link><category>Cinta</category><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Thu, 15 Jul 2010 19:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-2922692298815387990</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcH-sdcFD6I9qDMT5QAzPyDX8d82HPkKlm0bVxltcDSjyJLLQT4hmycY-WVAGSfdUSge9hsRdNWKLPpGq2xv7tnGzbok7G20GAcCcnLyQUQpkl8Uc70EA_chRPZJeiiWeACE5DA-AN7t9C/s1600/CIMG3551.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcH-sdcFD6I9qDMT5QAzPyDX8d82HPkKlm0bVxltcDSjyJLLQT4hmycY-WVAGSfdUSge9hsRdNWKLPpGq2xv7tnGzbok7G20GAcCcnLyQUQpkl8Uc70EA_chRPZJeiiWeACE5DA-AN7t9C/s400/CIMG3551.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494330303629523666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, 16 Juli 2010, adalah hari ulang tahun Fina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya baru saja bertemu dengan seorang mahasiswi bernama Fina.Masih kuingat betul tangannya yang basah saat berjabat tangan dulu,saat &lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/2008/09/antara-kapuas-dan-wonogiri-part-1.html"&gt;pertama kali berjumpa&lt;/a&gt;.Seorang gadis berparas elok, badannya tinggi semampai. Rambut panjangnya dikepang, dengan poni menyamping ke kiri, menutupi sebahagian dahinya yang luas. Matanya bulat seperti bola ping pong, kata Iwan Fals. Hidungnya yang datar dan lebar dipadu dengan dagu yang runcing. Di antaranya ada bibir yang mungil, dan bila merekah akan nampak gigi serupa biji mentimun yang tertata sesukanya. Memang tak secantik Kate Hudson, tapi seperti yang aku katakan saat pertama kali aku berjumpa dengannya, dia baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia adalah istimewa,sayangnya,tidak semua orang melihatnya.Fina,adalah wanita yang istimewa,setidaknya menurutku begitu.Keistimewaan itu mungkin datang dari kesederhanaannya.Penerimaannya atas diriku yang serba terbatas,seorang lelaki tinggi kurus berkulit gelap yang udik.Dan tak lupa,dia adalah wanita berambut lurus panjang yang sejak dulu kuidam-idamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah menarik biasanya diawali dengan sesuatu yang biasa saja.Siapa sangka pertemuan yang teramat singkat di bandara Juanda itu akan menjadi pangkal dari sebuah untaian kisah yang sangat berarti bagiku. Nasib memang sulit ditebak. Surabaya yang dulunya asing tiba-tiba menjadi sedemikian akrabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi seminggu yang lalu seperti mimpi. Saat aku mengucapkan kalimat "saya terima nikahnya Elfina Yuke Krisnawati bla bla bla",sambil menjabat tangan ayahnya. Lalu diikuti pembacaan doa oleh seorang ustadz dan yang lain mengamini.Aku masuk ke suatu tahap kedua kehidupan-demikian pamanku menyebutnya,setelah lahir dan sebelum mati, yaitu menikah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kawan, rasanya memang seperti mimpi,ketika aku menjumpai seorang wanita di tempat tidurku, di kamar pengantin itu, dengan senyumnya yang manis. Manis tak terperikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun,Fina. Salam sayang selalu.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcH-sdcFD6I9qDMT5QAzPyDX8d82HPkKlm0bVxltcDSjyJLLQT4hmycY-WVAGSfdUSge9hsRdNWKLPpGq2xv7tnGzbok7G20GAcCcnLyQUQpkl8Uc70EA_chRPZJeiiWeACE5DA-AN7t9C/s72-c/CIMG3551.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item></channel></rss>