<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>Andri Journal</title><link>http://eharmayaku.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/AndriSiPeniru" /><description>Honesty Courage Modesty</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Andri Journal)</managingEditor><lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 04:01:34 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">188</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="andrisipeniru" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Honesty Courage Modesty</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId>AndriSiPeniru</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>Terapi Konservatif untuk Batu Ureter</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/YkMGhUfAoDg/terapi-konservatif-untuk-batu-ureter.html</link><category>Artikel | Tips</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Thu, 29 Dec 2011 16:30:32 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-4661577564843151062</guid><description>Seorang teman di grup Blackberry Messenger (BBM) pernah bertanya: "Teman2 lek ureterolithiasis iku pilihan terapinya apa saja,ibuku kena sering kambuh". Saat aku bertanya berapa ukuran batunya, dia menjawab kalau ukuran batunya bervariasi, tapi tidak lebih dari 5 mm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penanganan batu ureter (ureterolithiasis) tergantung dari beberapa hal, salah satunya adalah ukuran batu. Batu berukuran kurang dari atau sama dengan 5 mm biasanya ditangani secara konservatif, dengan harapan batu bisa keluar dengan sendirinya. Tapi bila sudah terjadi infeksi saluran kemih, penurunan fungsi ginjal atau pada pasien dengan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, maka tindakan aktif perlu dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penanganan secara konservatif itu meliputi minum air putih hingga diuresis 2 liter per hari, analgetik dan alfa blocker. Spasmolitik tidak lagi dipakai dalam penanganan kolik karena tidak menambah efektifitas analgetik, tapi justru memperbanyak efek samping (misalnya kembung). Penanganan secara konservatif ini dapat diberikan sampai 6 minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa orang di grup yang notabene dokter umum, rupanya belum familiar dengan penggunaan alfa blocker pada penanganan batu saluran kemih. Alfa blocker (misalnya doxazosin dan tamsulosin), memiliki fungsi sebagai relaksan otot polos, dengan harapan batu bisa mengalir ke bawah dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk batu yang berukuran lebih dari 5 mm, penanganannya bisa dengan ESWL atau URS, tergantung dari fungsi ginjal yang bersangkutan, letak dan ukuran batu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-4661577564843151062?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-29T16:30:32.722-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2011/12/terapi-konservatif-untuk-batu-ureter.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sales Roti</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/vdg_fkDXE9I/sales-roti.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Fri, 18 Feb 2011 17:11:08 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-8427897526973198512</guid><description>Waktu itu jam 9 pagi, di sebuah toko kelontong yang juga melayani foto copy, aku sedang menunggu berkas yang sedang difotocopy. Sepertinya hari itu akan baik-baik saja. Langit cerah, udara sejuk, dan burung-burung pun berkicau seperti biasa. Sampai terdengar sebuah percekcokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho..ini kok kurang satu rotinya? Aku pesennya sepuluh lho mas, kok cuma dikasih sembilan?” kata seorang wanita tua, pemilik toko kelontong itu, dengan nada yang agak tinggi, kepada seorang pria sales roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa iya bu?” jawab pria itu, yang tampangnya kusut masai, seperti orang belum mandi. Dilihat dari wajahnya, sepertinya dia kurang tidur semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya..ini coba kamu hitung sendiri kalo tidak percaya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual roti pun menghitung roti dalam wadah dengan seksama, sambil sesekali menghisap rokoknya yang sudah hampir habis. Dia mengulangi lagi hitungannya, ternyata benar, kurang satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul kan cuma sembilan? Untung tadi saya hitung, coba kalo pas saya tidak ada. Kemarin-kemarin pasti salah hitung juga. Kalo caranya seperti ini ya saya rugi dong mas..mas..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak pemilik toko, seorang pria muda, yang tadinya sibuk mem-foto copy pun lalu angkat bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo seperti itu sudah gak usah ngirim roti lagi aja mas. Ngitung segitu aja gak bener. Ujung-ujungnya aku juga yang disalahin” nada bicaranya kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pas ngirim roti dan yang ada cuma anak saya mesti gak pernah dihitung seperti ini”, tambah si ibu penjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah lah..berikutnya gak usah ngirim loti aja mas. Untungnya juga gak seberapa. Ngitungmu juga asal-asalan seperti itu” , si anak jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual roti tampaknya gugup. Berulangkali dia menghisap rokok, yang hampir habis itu. Dia menatap si ibu penjual dan anaknya dengan muka datar. Ekspresinya tertutup oleh wajahnya yang lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu meninggalkan toko itu, membuang puntung rokoknya, lalu mengendarai sepeda motor dengan bak penuh roti yang ada di jok belakang. Saat hendak memundurkan sepeda motornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Brak!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian belakang bak rotinya mengenai bagian samping motorku. Dari kejauhan kulihat bagian samping sepeda motorku retak. Nah kan, aku yang tak ada sangkut pautnya akhirnya terlibat juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-8427897526973198512?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-18T17:11:08.017-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">40</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2011/02/sales-roti.html</feedburner:origLink></item><item><title>Telfon dari Dinas Kesehatan Propinsi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/iTHfVeXZvRw/telfon-dari-dinas-kesehatan-propinsi.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Mon, 22 Nov 2010 15:35:01 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-8507449920912311529</guid><description>Dulu, saat masih PTT di Kapuas, Pak Marjono, Kepala Puskesmas (PKM) tempatku bekerja hampir tertipu. Ceritanya begini. Pak Marjono mendapat telfon dari orang yang mengaku dari Dinas Kesehatan Propinsi. Intinya, orang tak dikenal itu mengabarkan bahwa PKM kami hendak mendapatkan bantuan sebesar 300 juta untuk program WC Sehat. Sebelumnya, PKM kami memang baru saja menjadi juara 3 se-Kalimantan Tengah untuk program Kesehatan Lingkungan, atas keberhasilan program WC Sehat di tempat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menelfon itu memang sangat profesional. Dia sepertinya sudah memiliki data yang terperinci sebelum menelfon. Saat perkenalan dia menyebutkan NIP (Nomor Induk Pegawai) Pak Marjono, supaya Pak Marjono percaya. Dan lagi, Program WC Sehat tidak sembarang orang tahu. Dan Pak Marjono seperti lupa daratan demi mendengar 300 juta hendak digelontorkan ke PKM yang dipimpinnya. Ujung-ujungnya orang tak dikenal itu meminta nomor rekening, untuk menyalurkan uang bantuan itu. Pak Marjono pun mengiyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa lama, uang bantuan tak kunjung turun. Setelah mencari informasi kesana-kemari, ternyata orang yang menelfon itu cuma bajingan tengik yang hendak menguras rekening korbannya dengan mengaku sebagai orang dari Dinas Kesehatan Propinsi. Untungnya, rekening Pak Marjono aman, karena kebetulan saldonya saat itu tak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, kejadian yang mirip menimpaku. Jam 3 siang, saat enak-enaknya tidur siang, ada telfon masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo, selamat siang. Bener ini dokter Andri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar pak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini dok. Saya dari DinKesProp. Anda diminta segera menghubungi KadinkesProp"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada perlu apa ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda menelfon dulu aja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nomornya berapa pak..Saya belum punya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong dicatat ya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebentar pak..bulpennya belum ada"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mencari bulpen dengan tergopoh-gopoh. Tidak ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebentar pak..Bagaimana kalau di-SMS saja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nomor Kadinkes tidak boleh sembarangan di-SMS. Tidak apa apa, saya tunggu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, orang udik yang lugu ini, sibuk sendiri, tanpa tahu bahwa orang yang di seberang telfon sana mungkin sedang menahan tawa. Tengik bukan buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nomornya berapa pak?", padahal bulpen belum ketemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"0856xxxxxxxx"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"OK"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telfon pun ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, aku lupa nomornya! Selang beberapa saat ada SMS dari sejawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati2 penipuan yg mengatasnamakan kadinkes dr mardiatmo.. Modusnya ada undangan platihan d hotel borobudur. Ujung2nya kita dsuruh tranfer uang 20jt. Mohon hati2 dgn modus spt ini."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-8507449920912311529?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-22T15:35:01.783-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">20</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/11/telfon-dari-dinas-kesehatan-propinsi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Uji Nyali</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/1RfbVVi8BhM/uji-nyali.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Tue, 09 Nov 2010 04:45:09 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-8885743572791211625</guid><description>Dalam hal uji nyali, aku mungkin termasuk orang yang cupu. Bisa jadi itu ada sangkut pautnya dengan selera makanku yang tidak menyukai sambal. Karena konon, orang yang doyan sambal adalah tipikal pemberani, contohnya istriku. Pemberani tentunya dalam hal-hal yang terpuji. Berani melawan orang tua dan suami tak masuk dalam hitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil dulu, ketika hendak ke kamar mandi, aku tidak berani sendiri. Hampir selalu minta diantarkan oleh ayah atau ibu. Untuk Kawan ketahui bahwa kamar mandi keluarga kami terpisah dari rumah utama. Jalan menuju ke kamar mandi hanya diterangi oleh lampu 15 watt. Belum lagi kalau mendengar cerita dari ibu, kalau di belakang rumah kala itu ada makhluk bernama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngeblak&lt;/span&gt;. Seperti apakah wujud makhluk itu, aku tak tahu, masih misteri bagiku. Tapi, kata ibu, makhluk itu mengeluarkan suara "blak blak blak", mirip kepakan burung &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wandering albatross&lt;/span&gt; yang konon sayapnya mencapai panjang 11 kaki. Dan anehnya, masih kata ibuku, ketika kamu ingin melihat asal suara itu, kamu tak akan menjumpainya. Horor bukan buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila ada pasar malam, aku menjauhi yang namanya Rumah Hantu. Aku pernah masuk sekali, dan aku tak mau melakukannya lagi. Menurut hematku, masuk Rumah Hantu adalah hal konyol, dan pelakunya biasanya kurang kerjaan. Meskipun aku kerap melakukan hal-hal konyol dan agak kurang kerjaan, setidaknya aku tidak melakukan sesuatu hal yang nantinya bisa membuatku susah tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mengenal beberapa wahana yang menguji nyali namun tidak horor. Kawan tentu sudah mencoba roller coaster, kursi terbang, colombus, tornado, dan sebangsanya. Secara mengejutkan, aku baru tahu beberapa waktu yang lalu, bahwa istriku sudah mencoba semua itu. Hebat bukan buatan istriku yang satu itu. Aku, orang yang udik ini, tentu tak mengenal wahana-wahana canggih itu. Naik komidi putar sepertinya pernah pas pasar malam dulu. Aku mual-mual dan pusing setelah menaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal "roller coaster", ada gradasinya, mulai dari grade 1 sampai grade 3. Semakin tinggi gradenya maka akan semakin tinggi resikonya, semakin berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grade 1 adalah nonton film roller coaster 4 dimensi. Resikonya kecil, karena kita tidak berpindah dari tempat duduk kita. Disebut 4 dimensi karena kita menonton film roller coaster 3 dimensi sedangkan tempat duduknya bisa bergoyang ke kanan, ke kiri, bahkan ke belakang untuk memberi efek dramatis. Kalau tidak tahan, segera lepas kacamata 3D yang kita kenakan, efeknya pun jadi tak seberapa. Film ini memanipulasi visualisasi kita, dan otak menganggapnya sebagai hal yang nyata. Uji nyali ini cocok untuk semua umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grade 2 adalah "roller coaster" dengan memakai balon pelampung yang bisa dijumpai di water park. Tingkat keamanannya sedang. Rutenya yang berupa lorong mencegah pemakainya terpelanting keluar. Resikonya paling-paling pelampungnya terbalik, kemudian jidat membentur pelorotan. Aih, amit-amit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau film 4D memanipulasi mata, "roller coaster" macam ini memanipulasi organ keseimbangan. Dalam kondisi gelap gulita, cairan yang ada di tiga saluran setengah lingkaran bergoyang mengikuti lekukan lorong perosotan. Dan ini lah yang membuat sensasinya menjadi begitu mendebarkan dan tak terduga. Penciptanya mungkin menderita vertigo, dan ingin supaya orang lain tahu, betapa menderitanya bila mengidap penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grade terakhir adalah roller coaster beneran. Untuk yang ini belum bisa cerita, karena belum pernah mencobanya. Pernah mencoba yang setipe, namanya kursi terbang. Saat menjajalnya, yang ada yaitu bayangan: bagaimana kalau nanti terlempar, apakah nanti mendapat asuransi, dan hal-hal ngeri lainnya. Semoga kemungkinan-kemungkinan buruk itu tak terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-8885743572791211625?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-09T04:45:09.744-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/11/uji-nyali.html</feedburner:origLink></item><item><title>Rawon Setan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/0n1iLOOyekY/rawon-setan.html</link><category>Kuliner</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Mon, 25 Oct 2010 07:57:54 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-2680742236858242381</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TMWal8mEz7I/AAAAAAAAA4g/b1YU_cxTOx4/s1600/IMG_1539.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TMWal8mEz7I/AAAAAAAAA4g/b1YU_cxTOx4/s400/IMG_1539.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531997694006185906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa warung yang menjual nasi rawon di Surabaya, tapi belum lengkap rasanya bila belum mampir di Rawon Setan. Lokasinya dekat dengan Tunjungan Plaza, tepatnya di depan Hotel JW Marriott Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa artis ibukota pernah mampir di warung ini. Foto-foto mereka terpampang jelas di dinding warung ini. Yang dipigura paling mencolok yaitu foto Jusuf Kalla saat berkunjung ke warung ini tahun 2009. Hal ini tentu memberikan sebuah imej bahwa warung ini memang istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal,untuk masalah rasa, sebenarnya biasa saja. Malah menurutku tidak lebih enak dari Rawon Pak Pangat yang juga ada di Surabaya. Perbedaan antara keduanya terletak pada penyajian dagingnya. Rawon Setan menyajikan daging dalam bentuk irisan besar yang empuk sementara Rawon Pak Pangat menyajikan daging dalam bentuk suwiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini bisa ditarik sebuah pelajaran mengenai sebuah teknik pemasaran, yaitu dengan memajang foto-foto orang terkenal yang sudah pernah berkunjung bisa meningkatkan imej dari tempat usaha kita. Hal ini mungkin bisa kuterapkan di tempat praktekku. Sayangnya, orang yang cukup terkenal yang berobat ke tempat praktekku sampai saat ini baru mantan ketua RT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-2680742236858242381?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-25T07:57:54.220-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TMWal8mEz7I/AAAAAAAAA4g/b1YU_cxTOx4/s72-c/IMG_1539.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">12</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/10/rawon-setan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Bebek Mercoon</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/l4NlUs_p0yw/bebek-mercoon.html</link><category>Kuliner</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Wed, 13 Oct 2010 02:08:52 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-6526519462221655135</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TLVnOHh6KRI/AAAAAAAAA4Q/uNfCKQmGtQo/s1600/IMG_1504.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TLVnOHh6KRI/AAAAAAAAA4Q/uNfCKQmGtQo/s400/IMG_1504.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527437609904253202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keringat bercucuran dari wajahku, meskipun siang itu tak terlalu panas. Mataku mengeluarkan air mata tak henti-henti. Ingusku berulangkali kulap dengan tisu. Garang benar pedasnya bebek goreng yang menjadi menuku siang itu, sesuai dengan namanya, Bebek Mercoon. Sampai-sampai, nasi tambahan kupesan untuk menetralisir pedasnya bebek ini. Tapi nyatanya belum cukup. Segelas es jeruk dan segelas es teh pun tandas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sampai tak ingat lagi rasanya bebek, karena tertutup oleh pedasnya cabe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi masih lebih pedas ayam betutu", kata istriku. Ayam betutu adalah masakan Bali yang konon tak kalah pedas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan dengan seksama, ada biji cabe yang bertaburan di atas sajian bebek tersebut. Bisa jadi itu semacam warning dari pemilik warung: siapkan lidahmu sebelum mencoba masakan ini. Analisisku, porsi daging bebek dan porsi cabe saat memasak bebek itu mungkin sama banyaknya. Umpamanya 1 kg bebek dimasak bersama 1 kg cabe. Dan bisa jadi masih ditambah lagi dengan 1 kg merica. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu disajikan dalam kondisi panas, dan setting warungnya didominasi oleh warna merah. Lengkap sudah, Red-Hot-Chili-Peppers, macam grup musik rock asal negeri Paman Sam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebek Mercoon bisa dijumpai di Jalan Kayoon Surabaya. Harga per porsi 12 ribu rupiah, dan konon warung ini buka 24 jam sehari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-6526519462221655135?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-13T02:08:52.624-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TLVnOHh6KRI/AAAAAAAAA4Q/uNfCKQmGtQo/s72-c/IMG_1504.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/10/bebek-mercoon.html</feedburner:origLink></item><item><title>Weekend ke Batu, Malang</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/w2UvDo5guh0/weekend-ke-batu-malang.html</link><category>Jalan - Jalan</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Thu, 07 Oct 2010 04:02:08 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-7621244773459395231</guid><description>Padatnya rutinitas dan jadwal kerja yang tak tentu membuat saya dan istri jarang memiliki hari libur yang cukup untuk bepergian keluar kota. Jadi, bila kebetulan kami memiliki jadwal libur yang sama, itu lah saatnya kami refreshing keluar kota. Kali ini kami memutuskan untuk plesir ke kawasan wisata di daerah Batu, Malang. Sebelumnya kami pernah ke Jatim Park 1, tapi tidak menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari Surabaya jam 09.00 dengan naik sepeda motor, dan sampai di daerah Batu sekitar jam 12.00. Udara dingin nan segar khas pegunungan langsung terasa begitu memasuki kawasan ini. Kami pun langsung mencari penginapan, karena rencananya kami menginap satu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari penginapan tidaklah sulit, apalagi kalau kita berboncengan dengan pasangan kita. Begitu masuk ke kawasan wisata Songgoriti, para penduduk setempat yang umumnya bersepeda motor di sepanjang jalan, menawarkan tempat menginap. Kami langsung menuju ke Hotel Arumdalu, berdasar rekomendasi dari mertua. Sayang, hotel sudah penuh, mungkin karena weekend. Kami pun mencari-cari hotel lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat check-in ke sebuah penginapan, tapi kami langsung membatalkan. Bukannya apa-apa, saya pribadi agak was-was menginap di penginapan yang sepi. Akhirnya kami berpindah ke hotel yang cukup ramai, yaitu Hotel Air Panas Songgoriti. Kamar hotel termurah tarifnya 150 ribu perhari, sudah termasuk sarapan pagi untuk dua orang dan voucher renang. Kamar saat itu habis dipakai dan baru bisa check ini jam 14.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ke atas dari Songgoriti ada sebuah tempat bernama Payung. Jalan ke sana menanjak dan berkelok-kelok. Dari Payung ini kita bisa melihat kawasan Songgoriti berupa lembah yang dipenuhi dengan bangunan villa dan hotel, diapit oleh beberapa gunung. Banyak warung yang bisa kita pilih. Kami mampir di warung dan memesan sate kelinci dan nasi goreng. Harga sate kelinci 21 ribu rupiah per porsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari, sangat pas untuk berwisata ke BNS (Batu Nigt Spectaculer), yang memang buka sore hingga malam hari. Tempat ini mirip dengan pasar malam dengan wahana-wahana yang siap memacu adrenalin. Jangan lewatkan Cinema 4D, karena film roller coasternya sanggup membuat para pengunjung berteriak histeris. Para pecinta fotografi pun bisa mendapatkan gambar-gambar yang bagus dengan teknik slow shutter speed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TK2oGVgeb5I/AAAAAAAAA4I/OcIrYbzKDac/s1600/IMG_1147.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TK2oGVgeb5I/AAAAAAAAA4I/OcIrYbzKDac/s400/IMG_1147.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525257144659505042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk makan malam, di BNS terdapat food court. Metode pembayarannya agak unik. Sebelum memesan makanan, kita pergi ke kasir dulu untuk membeli voucher berupa kartu gesek. Selanjutnya, saat memesan makanan voucher ini dipakai untuk membayar. Bila sisa, voucher ini bisa diuangkan kembali. Kebetulan, saat kami sedang menikmati makan malam, diadakan pertunjukan air mancur dan laser, dengan diiringi lagu yang sedang hits, "Cinta Satu Malam". Kontan saja banyak orang yang bergegas mendekati dan mengabadikan momen istimewa tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, kami berniat untuk mengunjungi Jatim Park 2 sebelum meninggalkan Malang. Venue ini terdiri atas kebun binatang dan museum satwa. Jadi memang berbeda dengan Jatim Park 1 yang lebih banyak bertemakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Harga tiket masuknya 50 ribu per orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penataan mirip labirin, jarak yang harus kami tempuh untuk mengelilingi kebun binatang ini menjadi sangat panjang. Tapi tenang saja, di tengah-tengah rute kita akan menjumpai restoran yang menyajikan aneka makanan dan minuman. Tanpa diduga, hujan deras pun turun, yang membuat kami tidak bisa berlama-lama mengamati berbagai binatang di sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-7621244773459395231?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-07T04:02:08.307-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TK2oGVgeb5I/AAAAAAAAA4I/OcIrYbzKDac/s72-c/IMG_1147.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/10/weekend-ke-batu-malang.html</feedburner:origLink></item><item><title>Dengan Cinta</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/h8e-IbfIZew/dengan-cinta.html</link><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Thu, 23 Sep 2010 04:15:23 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-8751082020745950796</guid><description>Dengan ilmu, hidup menjadi mudah&lt;br /&gt;Dengan seni, hidup menjadi indah&lt;br /&gt;Dengan agama, hidup menjadi terarah&lt;br /&gt;Dan dengan cinta&lt;br /&gt;Hidup menjadi bergairah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-8751082020745950796?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-23T04:15:23.614-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/09/dengan-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><title>Early Morning Antihistamine</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/_49x_YtB3vk/early-morning-antihistamine.html</link><category>Artikel | Tips</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Mon, 20 Sep 2010 05:21:34 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-4269653437729408052</guid><description>Sudah lama sebenarnya, aku menderita kelainan bernama rhinitis alergika. Suatu kelainan yang ditandai oleh bersin-bersin di pagi hari, disertai hidung tersumbat dan keluar cairan bening dari hidung (rinore/meler). Sungguh tersiksa rasanya bila serangan rhinitis muncul, apalagi timbul setiap hari! Memang tidak mematikan seperti saudara jauhnya, asma bronchiale, tapi tetap saja rhinitis menurunkan kualitas hidup penderitanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru akhir-akhir ini saja aku melakukan eksperimen terhadap diriku sendiri, dan hasilnya cukup memuaskan. Berawal dari artikel yang kubaca di majalah, bahwa penyerapan obat antihistamin terganggu apabila diberikan setelah makan. Dipadukan dengan timbulnya keluhan rhinitis yang ajeg, yaitu pagi hari setelah bangun tidur, maka timbullah sebuah gagasan yang kuberi nama: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;early morning antihistamine&lt;/span&gt;, yang artinya kurang lebih, minum anti histamin pagi-pagi sekali, sesudah bangun tidur, sebelum sarapan. Antihistamin yang kuminum dalam eksperimen ini adalah Interhistin (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;mebhydrolin napadysilate&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman, perlu diketahui bahwa, biang kerok terjadinya bersin-bersin, hidung tersumbat dan meler itu tak lain adalah sebuah zat bernama histamin. Histamin dilepaskan oleh sel yang bernama sel mast seperti halnya uang yang keluar dari mesin ATM. Yang bertindak selaku kartu ATM adalah barang-barang pencetus alergi (misalnya debu atau kapas). Naasnya, penderita rhinitis memiliki mesin penghasil histamin dengan kepekaan di atas rata-rata. Disenggol sedikit saja histamin-nya keluar semua. Histamin-histamin ini, diberikan kepada buruh-buruh bernama reseptor untuk membengkakkan rongga hidung dan memproduksi cairan dari dalam hidung. Dan terjadilah hidung tersumbat dan meler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganannya, secara teori mudah saja. Kawan cukup mengidentifikasi pencetus alergi, lalu menghindarinya, selesai perkara. Tak ada asap kalau tak ada api. Tak ada histamin kalau tak ada kontak dengan pencetus alergi. Tapi Kawan, ternyata tak sesimpel itu. Apalagi kalau mengingat kamar penderita yang, maaf kata, kurang terawat, rasanya mustahil untuk tidak berinteraksi dengan barang-barang pencetus tadi. Maka, penanganan rhinitis yang lebih rasional adalah dengan jalan memperdaya histamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak akan mengotak-atik mesin penghasil histamin. Biarkan ia mengeluarkan histamin sesuka hati. Yang perlu kita lakukan adalah memberi sogokan berupa antihistamin kepada para reseptor supaya mogok kerja. Kalau reseptor sudah mogok kerja, hidung tersumbat dan meler tentu tak timbul lagi. Nah, bila sudah tahu mekanisme rhinitis seperti itu, jangan menunggu bersin-bersin baru minum antihistamin. Segera minum antihistamin sesaat setelah bangun tidur, insyaAllah, gejala rhinitis tak akan timbul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-4269653437729408052?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-20T05:21:34.258-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/09/early-morning-antihistamine.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sahur bersama Gudeg Ceker Margoyudan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/UoBQB70ylcc/sahur-bersama-gudeg-ceker-margoyudan.html</link><category>Jalan - Jalan</category><category>Kuliner</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Wed, 01 Sep 2010 07:56:45 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-593806758452925725</guid><description>Di Terminal Bus Tirtonadi, waktu menunjukkan jam 2 pagi, istriku baru saja turun dari bus yang mengantarnya dari Surabaya. Sudah kucegah sebenarnya, supaya jangan pergi malam-malam. Apa daya, istri nekat saja. Karena bulan puasa, dan kebetulan istri sedang tidak berhalangan, maka kami berinisiatif membeli nasi untuk sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung yang masih buka saat itu, yang kutahu, salah satunya adalah Gudeg Ceker Margoyudan. Lokasinya dari Terminal Bus Tirtonadi tak terlalu jauh, tepatnya di Jalan Wolter Monginsidi, atau kalau dari Stasiun Balapan sekitar 1 km menuju ke arah Panggung, di kiri jalan. Konon kabarnya, warung ini tiap harinya buka jam 01.30, pun di luar bulan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan sudah tampak ramainya. Dalam warung yang dilingkupi terpal itu nampak seorang ibu tua dikerumuni oleh beberapa pembeli yang nampak tidak sabaran. Ada yang minta dibungkus, tapi banyak juga yang langsung makan di tempat. Ibu tua itu, adalah sang peramu gudeg, yang kalau tidak salah bernama Bu Kasno. Tangannya dengan lincah mengambil gudeg dan mencomot ceker sesuka hati. Wajahnya acuh saja, tak peduli dengan pelanggannya yang minta dilayani lebih dulu. Ceker-ceker itu diambil langsung dengan tangan kosong, tanpa alat bantu. Barangkali sentuhan dari Bu Kasno itulah, selain dari takaran gudeg dan nasi yang terukur tentu saja, yang menjadikan gudeg ini nikmat tak terperi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri memesan empat bungkus, dua untukku dan dua lagi untuk istriku. Sebungkus rasanya belum cukup untuk mengganjal perut rakus ini. Dilihat dari cara Bu Kasno melayani pembeli, tampaknya ia mempunyai seorang ‘tangan kanan’, yang berada di sebelah kirinya. Belakangan aku tahu namanya Aris. Tugas Aris adalah menjadi jubir sekaligus kasir. Jadi, bila ingin cepat dilayani, dekatilah Aris ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gudeg Ceker ini beda dengan gudeg yang kutemui di Malioboro Jogja. Kalau Gudeg Jogja, lauknya irisan telur rebus dan suwiran daging ayam saja, tanpa cakar ayam. Cakar ayam olahan Bu Kasno ini sangat lunak, sehingga tinggal menyesap saja sudah terpisah antara kulit dan tulangnya. Di sinilah sensasi yang dicari pembeli hingga rela mengantri. Belum lagi bila ditambah dengan nikmatnya gudeg. Hanamasa rasanya tinggal kenangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-593806758452925725?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-01T07:56:45.454-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/09/sahur-bersama-gudeg-ceker-margoyudan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Alhamdulillah, Jaket Baru</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/zEiPlvzsTdw/alhamdulillah-jaket-baru.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Tue, 24 Aug 2010 03:42:37 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-4287269262375766570</guid><description>"Mbok ya beli jaket baru", kata istri saya suatu saat.&lt;br /&gt;"Nanti aja lah..wong jaketnya masih bisa dipakai", kataku.&lt;br /&gt;"Tapi kan warnanya udah pudar gitu.."&lt;br /&gt;"Gak masalah..lagian jaketnya cuma dipakai pas keluar aja kok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melintas di toko sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepatunya bagus nih..cocok buat kamu pakai di kantor"&lt;br /&gt;"Lho, memangnya sepatuku yang kupakai sekarang kenapa?"&lt;br /&gt;"Aku kurang suka ah..kesannya terlalu kaku gitu"&lt;br /&gt;Aku diam saja.&lt;br /&gt;“Itu lho seperti yang dipakai temenmu..yang kayak orang Cina itu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, istri juga mengkritik soal celana pendek yang kupakai. Menurut dia, warnanya juga sudah mulai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mbulak&lt;/span&gt;.Aku sendiri sebenarnya tak masalah, asalkan celana itu masih bisa menjalankan fungsinya sebagai penutup aurat. Tapi berhubung istri bersikeras dengan pendapatnya, aku pun membeli celana pendek baru, pilihan istri tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa istriku rewel soal pakaian yang kupakai, meski agak merepotkan, dalam hati kecil aku sangat bersyukur. Aku seseorang yang boleh dikata, tak terlalu peduli dengan mode. Seorang teman, bahkan secara terus terang menyebutku lebih cocok disebut sebagai mandor hutan, daripada sebagai dokter, karena berpakaian ala kadarnya. Beberapa kaos trendi, adalah pemberian dari istriku. Kaosku sendiri, yang kupakai sebelumnya, adalah kaos hadiah dari produk minuman, pemberian pabrik obat, sampai kaos hasil ikut seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih barang pun, istriku sangat selektif. Pernah saat hendak membeli sepatu, kami sudah mengitari seluruh isi mall terbesar di Surabaya, tapi tak ada yang cocok. Kulihat dia masih bersemangat mencari, padahal kakiku rasanya sudah pegal. Akhirnya di menemukan sepatu yang cocok, di mall yang lain. Itu pun setelah aku meyakinkannya, bahwa sepatu itu benar-benar bagus untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, sifat wanita yang kritis, terutama dalam hal penampilan, memang sudah bawaan orok. Menurut John Gray dalam bukunya yang terkenal “Men are from Mars, Women are from Venus”, tertera jelas perbedaan antara pria dan wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Venus, memberi nasihat dan saran-saran merupakan tanda kasih sayang. Penduduk Venus amat yakin bahwa sesuatu yang bekerja dapat dibuat bekerja dengan lebih baik. Naluri mereka ialah ingin memperbaiki segala sesuatu. Apabila mereka menaruh perhatian kepada seseorang, dengan leluasa mereka menunjukkan apa yang dapat diperbaiki dan menyarankan bagaimana melakukannya. Menawarkan nasihat dan kritik secara membangun merupakan tindakan cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mars sangat berbeda. Penduduk Mars lebih berorientasi pada penyelesaian. Apabila ada sesuatu yang bekerja, semboyan mereka adalah jangan mengubahnya. Naluri mereka adalah membiarkan saja kalau sesuatu itu telah bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan membetulkan kalau tidak rusak”, merupakan ungkapan yang lazim dari penduduk Mars.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-4287269262375766570?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-24T03:42:37.873-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">10</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/08/alhamdulillah-jaket-baru.html</feedburner:origLink></item><item><title>The Suratmo’s Fantastic Four</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/-RFiQHM92rI/suratmos-fantastic-four.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Sun, 15 Aug 2010 23:29:51 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-1435072484789955864</guid><description>Mungkin kebetulan,kalau aku suka berkumpul bersama kelompok berjumlah empat orang.Masih ingatkah kawan dengan kisah teman-temanku SMA yang tergabung dalam &lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/2008/10/kapak-hitam.html"&gt;Kapak Hitam&lt;/a&gt;?Atau teman-teman kos dalam &lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/2009/05/punakawan.html"&gt;Punakawan&lt;/a&gt;?Tidak lain tidak bukan,Kapak Hitam dan Punakawan itu empat orang jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,di kalangan keluarga pun,dari pihak ibu,aku memiliki saudara sepupu yang cukup akrab.Yang paling akrab denganku ada tiga orang,dan empat orang ini tergabung dalam kelompok tak resmi yang kunamai, Fantastic Four.Karena nama kakek kami (alm) Pawiro Suratmo, bolehlah ditambah menjadi The Suratmo’s Fantastic Four.Jangan membayangkan kami seperti kumpulan superhero macam di kartun-kartun itu,karena kamu pasti akan dibuat kecewa karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota tertua kami,yang sering kami panggil 'kepala suku',Kame namanya.Paling tua,tapi tubuhnya paling pendek diantara kami berempat.Dua kata kunci untuk sepupuku ini adalah: pencak silat dan gitar.Waktu kami masih kecil,Kame sangat terobsesi dengan bela diri.Di kamarnya terpajang poster Bruce Lee bertelanjang dada,dengan luka bekas cakaran di pipi yang tersohor itu.Saking terobsesinya,aku diminta untuk memukuli perutnya dengan bambu.Maksudnya mungkin untuk melatih otot perutnya.Tidak tega sebenarnya,tapi dia sendiri yang meminta.Obsesi,kadang-kadang membahayakan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal gitar,ada sangkut pautnya dengan kegilaannya pada musik.Musik yang sering diputar saat masih SD dulu adalah musik Iwan Fals.Kadang-kadang juga menyetel karya Scorpions.Kaos-kaosnya juga beberapa bertemakan musik,mulai dari Queen sampai Gun n Roses.Keterlambatannya menyelesaikan kuliah di Surabaya juga mungkin berkaitan erat dengan acara memetik gitar ini.Seleranya sekarang adalah lagu-lagu trash metal dan punk rock.Rambutnya dulu juga pernah gondrong,mungkin juga untuk memadu padankan aksinya selama di panggung.Hobi musik,bila berlebihan,akan menghambat kelancaran studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertua nomor dua adalah Indro.Badannya tinggi,hampir sama denganku.Tapi badannya proporsional,maksudku,berat badannya seimbang dengan tinggi badannya.Tidak sepertiku yang kurus kerempeng.Lahir dan besar di Surabaya.Ibunya adalah pembuat roti yang ulung.Bila lebaran tiba dan keluarganya mudik ke tempat kakek di Sukoharjo,hampir pasti membawa nastar dalam porsi besar.Kadang juga ibunya memberi uang saku untuk para keponakannya.Bahkan,uang yang diberi ibunya sampai saat ini masih kusimpan,tidak kubelanjakan.Uang itu berjumlah 2000 rupiah yang terdiri atas 20 lembar uang kertas pecahan 100 rupiah.Baru keluar dari bank,bentuknya masih mulus,karena itu sayang bila dibelanjakan,sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indro,karena besar di Surabaya,berbeda dengan ketiga anggota lainnya,yang kebetulan berasal dari daerah udik.Dia orang pertama yang menguasai teknik bermain gitar yang baik.Banyak hal baru yang dibawanya ketika mudik lebaran,terutama soal mainan.Yang paling menyenangkan adalah monopoli.Aku yang paling betah berlama-lama dengan mainan ini.Maklum,waktu itu mainanku cuma kelereng dan ketapel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya adalah Kime, adik kandung Kame.Walaupun lebih muda,tapi badannya lebih bongsor dibanding kakaknya.Saat kecil,aku paling sering bermain keluar dengannya.Termasuk kegiatan kami meneliti berbagai macam sarang burung.Dan bila ada burung naas lewat, kami pun tidak segan-segan untuk membidiknya dengan ketapel.Bila hujan tiba,bermain kapal-kapalan.Kapal yang dimaksud adalah bunga tapak dara yang dibalik.Begitu saja lalu kami ikuti sesuai arah aliran selokan.Dan bila memungkinkan,kami balapan dengan kapal palsu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beranjak dewasa,dirinya kuliah di Jogja mengambil jurusan teknik elektro.Berbeda dengan kakaknya, dia lebih tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan handphone.Mulai dari jual beli,reparasi,sampai isi ulang pulsa.Kesibukannya inilah yang kemudian sedikit banyak menghambat kelancaran studinya.Aku meyakini bahwa orang yang sudah tahu cara mencari uang,akan menimbulkan kemalasan dalam belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota yang terakhir adalah diriku.Kurasa,aku tak perlu lagi menerangkan tetek bengek soal diriku.Karena kalau aku bilang bahwa aku mirip dengan kelakuan Brad Pitt pastilah kalian akan mencemoohkanku sebagai orang yang salah menilai diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-1435072484789955864?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-15T23:29:51.447-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/08/suratmos-fantastic-four.html</feedburner:origLink></item><item><title>Jepitan Jemuran</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/6B8QM5UAD5U/jepitan-jemuran.html</link><category>Fotografi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Fri, 30 Jul 2010 04:55:59 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-8833267333312051747</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TFK7nM5meUI/AAAAAAAAA3I/7DjDPmFgWU0/s1600/IMG_0466.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TFK7nM5meUI/AAAAAAAAA3I/7DjDPmFgWU0/s400/IMG_0466.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499664377124911426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fotografi,adalah salah satu hobiku.Sudah lama sebenarnya aku mengenal fotografi,tepatnya saat kuliah dulu.Karena tak punya kamera,aku meminjam kamera dari seorang teman.Saat itu aku belum mengenal adanya kamera digital,jadi masih memakai rol film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh merepotkan kamera dengan rol film itu,sekaligus tak efektif,karena seringkali hasil cetakan yang didapat tidak sesuai dengan gambaran yang diinginkan.Akibatnya,banyak film yang terbuang percuma.Akhirnya aku berhenti,karena dana yang terbatas,selain juga sungkan karena terlalu sering meminjam kamera teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan baru dua minggu yang lalu aku mampu membeli kamera DSLR,seperti yang kuidam-idamkan dari dulu.Merknya Canon EOS 1000D.Kameraku sebelumnya adalah kamera saku,merknya juga Canon,tipe Powershot A460.Kamera itu rusak,dan biaya perbaikannya hampir sama bila membeli kamera yang baru dengan merk yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedaunan,bunga,lebah,atau bahkan jepitan jemuran pakaian di rumah,yang seringkali dianggap remeh,bisa menjadi obyek yang istimewa bagi seseorang yang memiliki hobi fotografi.Seperti halnya foto di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya,aku menyukai kamera DSLR karena kemampuannya membuat area yang kabur di belakang obyek utama.Selidik punya selidik,cara mendapatkannya mudah saja.Tinggal setting aperture sebesar mungkin kemudian atur kecepatan rana sedemikian rupa hingga eksposurnya pas,lalu jepret.Selesai perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya sekarang adalah,banyaknya pernak-pernik yang harus dibeli.Mulai dari lensa macam-macam yang harganya mahal-mahal itu,tas khusus kamera,sampai kit pembersih lensa.Sementara itu,istri tentu tak menganggap hal potret-memotret itu satu hal yang penting,jadi alokasi dana untuk itu bolehlah ditaruh di urutan nomor kesekian.Belum lagi dalam waktu dekat aku juga berkeinginan untuk membeli raket badminton.Sepertinya,hobi memang tak mau berhenti untuk menggerogoti uang dari kantong kita.Hobi itu rakus,seperti tikus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-8833267333312051747?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-30T04:55:59.598-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TFK7nM5meUI/AAAAAAAAA3I/7DjDPmFgWU0/s72-c/IMG_0466.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/07/jepitan-jemuran.html</feedburner:origLink></item><item><title>Raditya Dika di Solo</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/5BWcpZpAnOM/raditya-dika-di-solo.html</link><category>Jalan - Jalan</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Wed, 21 Jul 2010 08:13:25 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-5031820403477261837</guid><description>Seorang lelaki berperawakan pendek,mungkin cuma sebahuku,berkulit putih dan berwajah imut berjalan di depanku. Di belakangnya tampak beberapa orang,yang memakai seragam hitam,tergopoh-gopoh mengikutinya.Orang itu,adalah Raditya Dika,seorang penulis novel yang cukup laris.Salah satu novel yang kupunyai adalah Kambing Jantan.Novel,yang kemudian menjadi salah satu inspirasiku,untuk menulis pengalaman pribadi di blogku yang sederhana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan lah penggemar Raditya Dika,setidaknya itu bisa dilihat dari koleksi buku karyanya yang tidak semuanya aku beli.Novel Kambing Jantan pun-maaf kata,tidak selesai kubaca.Bukan karena jelek,tapi mungkin tidak selera saja.Seperti halnya pecinta musik dangdut yang tak terlalu suka musik rock.Atau pecinta baked beef lasagna yang tak terlalu suka singkong rebus.Atau bahkan,pecinta burung yang tak terlalu suka mendaki gunung.Ah sudahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,aku respek pada Raditya Dika karena telah mampu menulis dengan baik,dan membuat beberapa penggemarnya,yang jumlahnya tak sedikit, jatuh hati.Mereka rela datang ke acara talkshow yang diselenggarakan di sebuah toko buku di Solo,dengan antusiasme yang tinggi.Aku sendiri,datang dari Wonogiri,yang jaraknya tak kurang dari 30 kilometer,berpanas-panas pula,karena datang naik sepeda motor tengah hari.Semua itu kulakukan demi satu hal: riset!Keren benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin belajar,bagaimana dia bisa menulis seperti itu,apa saja kiat-kiatnya.Barangkali,setelah ikut acara talkshow itu,aku bisa menulis cerita dengan lebih mengalir,dan tentunya menarik.Dan sepintas lalu,kulihat mereka yang berdatangan,mayoritas adalah remaja putri.Hal ini bertolak belakang dengan peserta acara talkshow yang diselenggarakan di tempat yang sama,beberapa minggu sebelumnya,yang temanya tentang mainan bernama rubik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya,telah ada semacam pembagian segmen pasar dalam hal ini: remaja putri senang membaca buku,terutama yang bersangkut paut dengan urusan cinta dan tetek bengeknya,sedangkan remaja putera lebih tertarik dengan mainan yang mengandalkan ketrampilan dengan rumus-rumus tertentu.Jadi,tidaklah mengherankan, jika SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas),lebih didominasi kaum hawa.Karena didalamnya ada pelajaran berkenaan dengan buku,utamanya buku akuntansi,yang didalamnya ada debit-kreditnya itu.Dan STM (Sekolah Teknologi Menengah),didominasi kaum adam.Tak lain karena minat remaja putera yang tinggi dalam mengutak-atik mesin dan peralatan elektronik termasuk resistor,transistor dan kondensator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Raditya Dika dalam acara itu kurang jelas,mungkin karena pengeras suara yang kurang prima,atau mungkin karena kupingku yang harus segera diperiksakan ke dokter THT.Tapi ada dua hal yang kutangkap.Pertama,saat dia menjelaskan,beda pria dan wanita dalam hal putus cinta.Wanita,lebih mudah memutuskan pasangannya,dibanding pria.Tanpa banyak cingcong,wanita bisa memutuskan pacarnya lewat telepon,dan pria yang malang itu,mau tidak mau harus menerima kenyataan hidupnya.Lain halnya dengan pria,yang hendak memutus pacarnya,pasti susah dan bertele-tele.Belum lagi kalau wanitanya mewek-mewek dan tak mau diputus.Aih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,tentang permainan psikologis saat naik mobil berdua dengan pacar,saat kondisi bertengkar.Wanita bilang "turunkan aku di sini".Pria diam saja.Wanita bilang "turunkan aku di sini!!! (dengan tiga tanda seru)" berulang-ulang,tapi sang pria tetap menyetir mobilnya dan berkata "udahlah sayang..jangan ngambek begitu..",dengan wajah memohon.Tapi wanita berkehendak lain "kalau tidak nurunin aku di sini,aku bakalan lompat".Pria menyerah, "oke oke..tunggu sebentar..baiklah kamu kuturunkan di sini".Mobil pun menepi dan kemudian berhenti,dan pria itu lalu berkata "silakan turun".Wanita menangis dan berkata "kok kamu tega sih nurunin aku di sini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang teori putus-memutus ala Raditya Dika itu dan tentang sikap dilematis dalam mengahadapi wanita itu,aku tak mengatakan itu benar atau salah.Tapi sepertinya dia sudah mengadakan riset mengenai hal tersebut,dan mungkin juga,ditambah dengan pengalaman pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena suara yang tak jelas tadi,aku mengalihkan perhatian pada seorang lelaki yang ada persis di sampingku.Dia sepertinya adalah seorang fotografer.Berkali-kali dia menjepret dengan kamera DSLR-nya,tapi kuintip hasilnya di layar LCD,tidak bagus-bagus amat.Aku pun juga bisa kalau hasilnya standar seperti itu.Dari caranya mengambil posisi saja sudah salah.Harusnya,dia ambil posisi di depan dan bukannya di belakang,jadi obyek utamanya bisa terlihat langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fotografer itu memakai modus manual. Waktu dia memakai kecepatan rana tinggi,obyeknya jelas,tapi gambarnya jadi gelap.Begitu kecepatan rana diturunkan,gambarnya terang,tapi obyek jadi kurang tajam.Begitu gambarnya terang dan jelas,di depannya tiba-tiba ada kepala penonton yang nongol.Rasakan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-5031820403477261837?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-21T08:13:25.625-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/07/raditya-dika-di-solo.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tentang Kuda</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/nXybkTySf3A/tentang-kuda.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Sun, 18 Jul 2010 19:17:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-5942572785213003843</guid><description>Hubungan antara suami dan istri bisa dianalogikan dengan hubungan antara kuda dan kusir.Entah simbiosis macam apa jadinya.Tapi demikianlah yang pernah aku dengar,dari seorang bijak bestari,dalam sebuah ceramah umum yang ditujukan bagi para calon pegawai negeri sipil.Nama orang itu,pak Soyo.Pak Soyo bertanya kepada para hadirin,siapa yang jadi kusir dalam keluarga.Ada yang menjawab,yang jadi kusir adalah suami,alasannya karena suami adalah kepala keluarga,yang mana tugas utamanya adalah memimpin keluarga.Tapi ada juga yang berpendapat sebaliknya,alasannya,karena menganggap istri sebagai kuda,yang menarik beban sedemikian beratnya-termasuk kusir tentu saja,adalah hal yang tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Soyo,dengan segenap kebijaksanaannya,menjelaskan dengan seksama.Diam-diam,aku tertarik dengan senyumnya.Jika pak Soyo tersenyum,maka akan nampak hampir seluruh giginya,setidaknya sampai gigi geraham pertama.Senyum yang sangat lebar,terlebar yang pernah aku jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kusir dalam rumah tangga adalah istri",demikian pak Soyo mengawali ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusir,kata pak Soyo,bertugas merawat kuda,yang mana bekerja keras untuk menarik kereta.Kereta itu ibarat biduk rumah tangga,dimana didalamnya ada anak dan istri.Kuda yang kuat dan trengginas, pastilah dipelihara oleh kusir yang baik dan tahu tata cara memelihara kuda.Sedangkan kuda yang kurus kering,loyo,apalagi congekan,menandakan kusirnya tak terlalu peduli dengan kudanya.Mau makan tak peduli,mau mandi tak peduli.Yang pada akhirnya,kuda-kuda pesakitan seperti inilah yang minggat mencari kusir-kusir lain,yang lebih semlohai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kawan,kuberi tahu satu hal,setiap kuda pasti diberi kacamata oleh kusirnya,supaya jalannya lurus tidak tolah-toleh."Karena apa,karena setiap kuda adalah binal!",demikian kata pak Soyo.Demi kebaikan,sebaiknya memang setiap kuda harus memakainya.Kalau mata kudanya ternyata juling?Nah aku belum sempat berpikiran sampai di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusir,tiap pagi membangunkan kudanya untuk diberi makan.Sama halnya dalam keluarga,ambil contoh keluarga pak tani di desa.Tiap pagi-sebelum suaminya bangun,si istri sudah menyiapkan segelas kopi dan beberapa potong singkong rebus.Setelah sholat Subuh, pak tani sarapan kopi dan singkong itu sebelum berangkat ke sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saat makan siang, si istri mengantar jatah makan siang ke sawah.Makanan apa pun,kalau kuda sedang lapar,pasti disikat habis.Dan kalau sudah seperti itu,si kuda harusnya juga tahu diri,tidak malas-malasan dalam bekerja.Di dalam kuda yang kuat,seharusnya terdapat semangat bekerja yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu 'kuda' terkuat di dunia, tentu adalah ayahku. Kerja keras banting tulang rawe rawe rantas malang malang putung.Dalam kisah-kisah klasik,ayahku mungkin bisa disejajarkan dengan Hercules.Atau kalau agak modern sedikit bisa dibandingkan dengan si Pitung.Atau kalau hendak dibandingkan dengan kuda sesungguhnya,maka bisa saja mirip dengan kuda jenis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Clydesdale&lt;/span&gt; yang gagah itu.Atau jenis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Percheron&lt;/span&gt; yang tangguh bukan buatan itu. Badannya kuat,kulitnya hitam legam,dan konon pernah juara lomba lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya kuda itu menua,dan kakinya tak selincah dulu.Semangatnya terus menggebu,meringkik-ringkik,walau raga tak lagi kuat menopangnya.Dan kuda itu terhuyung-huyung,lalu sekonyong-konyong  tersandung dan kepalanya terjerembab.Dan di saat-saat genting seperti itu,kusir yang baik telah merawatnya dengan sepenuh hati.Walaupun mungkin juga ia tahu,bahwa kuda tua itu takkan bisa diharapkan untuk berlari sekencang dulu lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-5942572785213003843?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-18T19:17:02.477-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/07/tentang-kuda.html</feedburner:origLink></item><item><title>Fina</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/WF9m6cq5e6M/fina.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><category>Cinta</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Thu, 15 Jul 2010 20:02:33 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-2922692298815387990</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TD_ITQqAetI/AAAAAAAAA2s/r1dWCtIWA7M/s1600/CIMG3551.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TD_ITQqAetI/AAAAAAAAA2s/r1dWCtIWA7M/s400/CIMG3551.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494330303629523666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, 16 Juli 2010, adalah hari ulang tahun Fina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya baru saja bertemu dengan seorang mahasiswi bernama Fina.Masih kuingat betul tangannya yang basah saat berjabat tangan dulu,saat &lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/2008/09/antara-kapuas-dan-wonogiri-part-1.html"&gt;pertama kali berjumpa&lt;/a&gt;.Seorang gadis berparas elok, badannya tinggi semampai. Rambut panjangnya dikepang, dengan poni menyamping ke kiri, menutupi sebahagian dahinya yang luas. Matanya bulat seperti bola ping pong, kata Iwan Fals. Hidungnya yang datar dan lebar dipadu dengan dagu yang runcing. Di antaranya ada bibir yang mungil, dan bila merekah akan nampak gigi serupa biji mentimun yang tertata sesukanya. Memang tak secantik Kate Hudson, tapi seperti yang aku katakan saat pertama kali aku berjumpa dengannya, dia baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia adalah istimewa,sayangnya,tidak semua orang melihatnya.Fina,adalah wanita yang istimewa,setidaknya menurutku begitu.Keistimewaan itu mungkin datang dari kesederhanaannya.Penerimaannya atas diriku yang serba terbatas,seorang lelaki tinggi kurus berkulit gelap yang udik.Dan tak lupa,dia adalah wanita berambut lurus panjang yang sejak dulu kuidam-idamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah menarik biasanya diawali dengan sesuatu yang biasa saja.Siapa sangka pertemuan yang teramat singkat di bandara Juanda itu akan menjadi pangkal dari sebuah untaian kisah yang sangat berarti bagiku. Nasib memang sulit ditebak. Surabaya yang dulunya asing tiba-tiba menjadi sedemikian akrabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi seminggu yang lalu seperti mimpi. Saat aku mengucapkan kalimat "saya terima nikahnya Elfina Yuke Krisnawati bla bla bla",sambil menjabat tangan ayahnya. Lalu diikuti pembacaan doa oleh seorang ustadz dan yang lain mengamini.Aku masuk ke suatu tahap kedua kehidupan-demikian pamanku menyebutnya,setelah lahir dan sebelum mati, yaitu menikah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kawan, rasanya memang seperti mimpi,ketika aku menjumpai seorang wanita di tempat tidurku, di kamar pengantin itu, dengan senyumnya yang manis. Manis tak terperikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun,Fina. Salam sayang selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-2922692298815387990?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-15T20:02:33.619-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/TD_ITQqAetI/AAAAAAAAA2s/r1dWCtIWA7M/s72-c/CIMG3551.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/07/fina.html</feedburner:origLink></item><item><title>Rapat Hari Sabtu</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/jRfac9SMkoI/rapat-hari-sabtu.html</link><category>DOTS</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Tue, 22 Jun 2010 05:16:48 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-5896576438586284485</guid><description>Tak tahu harus menulis apa. Aku seperti naik kereta api super cepat TGV. Hal-hal yang ada di depan mata tak bisa kulihat dengan jelas dan detil. Aku juga tak punya apa itu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;photographic memory&lt;/span&gt;, sehingga aku harus berpikir sedikit lebih lama dari kebanyakan orang untuk menganalisa sesuatu. Aku hanya bisa melihat pemandangan yang jauh, konstan dan menjemukan. Ini adalah kerugian, manakala kamu telah mengalami banyak hal tapi tidak bisa menarik pelajaran dari situ. Aku berangkat kerja di pagi hari, lalu pulang malam hari. Tidur setelah menelfon pacar. Atau kadang malah tidak tidur, karena harus jaga malam di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu seperti roda pedati. Kadang berputar lambat kala jalanan menanjak, kadang berputar cepat kala jalanan menukik. Seperti halnya teori Einstein tentang apa itu dilatasi waktu, bahwa orang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya maka waktu akan berjalan lebih lamban bagi orang itu. Dan sekarang, rasanya pedati itu seperti sedang menuruni jalanan Tawangmangu yang terjal dan berliku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek dokter di rumah semakin sepi saja. Aku jarang buka praktek sekarang. Setelah satu minggu mengikuti pelatihan di Bekasi (16 - 20 Mei 2010), selang satu minggu kemudian (30 Mei - 5 Juni 2010) aku dikirim ke Surabaya untuk mengikuti pelatihan dengan topik yang kurang lebih sama. Sepulang dari pelatihan pun aku lebih sering jaga sore. Akibatnya jelas, pasien yang sebelumnya satu-dua datang, kini tak ada lagi. Tidak jelasnya waktu buka praktek akan sangat mempengaruhi kedatangan pasien yang hendak berobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padatnya jadwal jaga membuatku sedikit terlambat mem-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;follow up&lt;/span&gt; hasil pelatihan. Pertemuan dengan pihak manajemen RS baru terlaksana dua minggu sepulang dari Surabaya. Ikut dalam pertemuan itu dokter spesialis paru, tiga perawat dan seorang analis laborat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami membahas jejaring internal DOTS di RS. Tujuannya yang jelas supaya pencatatan dan pelaporan kasus TB menjadi teratur. Konsepnya begini, perbaiki apa yang ada di dalam dulu, baru kemudian mencoba memperbaiki keadaan di luar. Untuk itu aku mengusulkan tiga hal. Pertama, pelayanan TB dilakukan satu pintu, melalui sebuah unit bernama Unit DOTS. Pasien TB dewasa, baik paru maupun ekstra paru, diterapi Unit DOTS. Sementara itu pasien TB anak, diterapi oleh spesialis anak, dengan pencatatan yang jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perlunya perawat yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;full time&lt;/span&gt; mengurusi hal itu, mulai dari pencatatan dan pelaporan, penunjukan PMO dan konsultasi. Dan ketiga, pemeriksaan dahak untuk tersangka TB memakai blangko TB 05, yang mana penomorannya dilakukan di Unit DOTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan dari pihak manajemen RS saat rapat cukup bagus, dan aku harap tiga hal itu bisa terlaksana dalam waktu dekat. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-5896576438586284485?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-22T05:16:48.046-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/06/rapat-hari-sabtu.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pelatihan DOTS - HDL</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/bV5PWeyvbV8/pelatihan-dots-hdl.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Wed, 09 Jun 2010 21:05:17 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-851139726534686608</guid><description>Pada tanggal 16 hingga 20 Mei 2010, aku dan temanku mengikuti Pelatihan DOTS – HDL tahun 2010 yang diselenggarakan di Grand Cikarang Hotel, Bekasi. Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai jam 08.00 sampai jam 17.15. Fasilitator berasal dari Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medika, Kementerian Kesehatan RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ke Bekasi naik bis. Alasan pertama, karena kami tidak mendapat uang saku sepeser pun, jadi kami lebih memilih transportasi termurah. Alasan kedua, dan ini yang terpenting, karena lokasi pemberhentian bis ke Jakarta yang hendak kami naiki letaknya sangat berdekatan dengan Grand Cikarang Hotel. Bandara maupun stasiun kereta api jauh letaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menempuh perjalanan selama 14 jam, dan sempat hipotermia di dalam bus karena dinginnya AC, kami akhirnya sampai juga di hotel yang dituju sekitar jam 6 pagi. Setelah meletakkan barang-barang kami bergegas ke coffe shop dalam hotel untuk sarapan. Saat itu kami belum mandi. Heran juga dengan orang-orang yang sarapan di tempat yang sama. Mereka sudah bersih, wangi, necis dan membawa tas bertuliskan Pelatihan DOTS-HDL. Tak ayal, mereka adalah peserta workshop juga seperti halnya kami, tapi kok sudah bawa tas segala? Kami mengacuhkannya, karena yang kami tahu acara baru dimulai jam 12.00. Itu menurut jadwal yang kami bawa dari Wonogiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di kamar, kami tidur-tiduran, sambil menonton HBO. Omma..nyaman benar. Dinginnya kamar ber-AC sangat sinergi dengan perut kenyang. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi, aku iseng-iseng menelfon mbak-mbak resepsionis, barangkali ada informasi terbaru mengenai workshop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo”&lt;br /&gt;“Halo Bapak. Ada yang bisa kami bantu?”&lt;br /&gt;“Ini Andri dari kamar 206. Saya peserta workshop Depkes. Acaranya dimulai jam 12 kan?”&lt;br /&gt;“Maaf Bapak. Acara Depkes sudah dimulai sejak kemarin malam. Silakan Bapak langsung mendaftar ke Aula lantai 1”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop berjalan menyenangkan. Yang jelas makan sehari tiga kali dengan menu yang enak dan bergizi, serta memenuhi kriteria Empat Sehat Lima Sempurna. Kamar hotel sejuk, ditemani dengan seduhan teh hangat Sosro Heritage yang bercita rasa tinggi. Siaran televisi mulai dari BBC, HBO sampai Star Movie ada semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima hari membahas modul tentang TB menjadi tak terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari Bekasi aku laporkan apa yang aku dapat kepada Wadir Yanmed. Aku menghargai tanggapan yang diberikan beliau, termasuk paparannya mengenai beberapa kendala yang dihadapi rumah sakit selama ini dalam pelayanan pasien TB. Unit DOTS sebenarnya sudah ada, tapi tak berfungsi. Aku juga mendapat beberapa masukan dari spesialis paru, terutama pentingnya kebijakan dari Direktur mengenai jejaring internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut oleh-oleh dari Cikarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hospital DOTS Linkage&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut WHO (1999) jumlah pasien Tuberkulosis (TB) di Indonesia sekitar 10% jumlah pasien TB di dunia dan merupakan ke 3 terbanyak di dunia setelah India dan China. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menyatakan penyakit TB merupakan penyebab kematian nomor 2 setelah penyakit stroke, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Kondisi ini diperparah oleh kejadian HIV yang semakin meningkat dan bertambahnya jumlah kasus kekebalan ganda kuman TB terhadap OAT atau MDR-TB bahkan XDR-TB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko penularan setiap tahun (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Annual Risk of Tuberculosis Infection&lt;/span&gt; = ARTI) di Indonesia dianggap cukup tinggi dan bervariasi antara 1-3 %. Daerah dengan ARTI sebesar 1%, berarti setiap tahun diantara 1000 penduduk tersebut, 10 (sepuluh) orang akan terinfeksi. Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak akan menjadi pasien TB, hanya sekitar 10% dari yang terinfeksi yang akan menjadi pasien TB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Nasional Penanggulangan TB dengan Strategi DOTS di Indonesia dimulai pada tahun 1995. Sampai akhir 2007, program Penanggulangan TB dengan Strategi DOTS telah menjangkau 98% dari jumlah Puskesmas yang ada, namun untuk rumah sakit baru sekitar 38%, sedangkan BP4/BKPM/BBKPM sekitar 97%. Padahal, pada kenyataannya, pasien TB bukan hanya datang ke Puskesmas, melainkan juga ke Rumah Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Program Penanggulangan TB ada tiga yaitu menurunkan angka kesakitan dan angka kematian TB, memutuskan rantai penularan serta mencegah terjadinya MDR TB. Sedangkan Target program penanggulangan TB Nasional adalah menemukan pasien baru TB BTA positif paling sedikit 70% dari perkiraan pasien baru TB BTA positif dan menyembuhkan paling sedikit 85% dari semua pasien baru TB BTA positif yang diobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan TB dilaksanakan dengan menggunakan Strategi DOTS. Strategi DOTS terdiri dari lima komponen, yaitu: komitmen politis dari para pengambil keputusan, termasuk dukungan dana; diagnosis TB dengan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung; pengobatan dengan paduan OAT jangka pendek dengan pengawasan langsung oleh Pengawas Menelan Obat (PMO); kesinambungan persediaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) jangka pendek untuk pasien; dan pencatatan dan pelaporan secara baku untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi program TB. Setiap Pelayanan TB harus berdasarkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Internasional Standard for Tuberculosis Care&lt;/span&gt; (ISTC). ISTC terdiri dari 6 standar untuk penegakan diagnosis, 9 standar untuk pengobatan, dan 2 standar untuk fungsi tanggungjawab kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan pelayanan TB di rumah sakit sangat rumit dengan keterlibatan pelbagai bidang disiplin ilmu kedokteran serta penunjang medik, baik di poliklinik, maupun bangsal bagi pasien rawat jalan dan rawat inap serta rujukan pasien dan speciment.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-851139726534686608?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-09T21:05:17.163-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/06/pelatihan-dots-hdl.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kencan Termahal!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/TVv4NzJ6CCw/kencan-termahal.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 03:53:18 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-5558861881421627922</guid><description>Setelah makan di Kepiting Tambora,Balikpapan,aku sudah tidak pernah makan makanan mahal lagi.Maklum,orang yang tinggal di kampung sepertiku tidak terbiasa makan di restoran.Kalau pun ke warung biasanya makan nasi kucing.Wujud nasi kucing tak lebih dari menu-menu kucing pada umumnya,nasi satu kepal dengan secuil bandeng.Penjual nasi kucing pandai memanipulasi perut pelanggannya.Dengan porsi sedemikian sedikitnya,mustahil seorang manusia dewasa bisa kenyang.Yang jelas perlu tambahan lauk berupa tempe goreng atau sate usus,dan bagi yang biasa makan porsi kuli biasanya bisa sampai menghabiskan dua hingga tiga bungkus.Dengan demikian keuntungan penjual nasi kucing bisa berlipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan beberapa waktu yang lalu aku ditraktir pacar di sebuah restoran nomor wahid.Hanamasa namanya.Dari namanya bisa ditebak kalau menu makanannya berasal dari Jepang.Kami memang sudah lama ingin mencobanya.Setidaknya seumur hidup kami pernah mencobanya barang sekali.Kami datang bertiga: aku,pacarku,dan adik pacarku yang masih berusia 7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pintu masuk kami disapa dengan sopan oleh wanita berkimono,dan dipersilakan memilih tempat duduk.Di masing-masing meja terdapat tempat untuk memanggang dan semacam kuali untuk merebus.Ada dua macam menu,yaitu yakiniku dan syabu-syabu.Yakiniku terdiri atas daging-dagingan,mulai dari lidah sapi sampai udang.Cara memasaknya dengan cara memanggang,dan itu dilakukan sendiri.Dari sini lah masalah timbul nantinya.Sedangkan syabu-syabu terdiri atas sayur mayur,bakso dan tahu.Cara memasaknya dengan cara merebus di kuali yang sudah disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silakan ambil sepuasnya",kata pelayan dengan santun.&lt;br /&gt;"Sepuasnya?Jadi ambil sebanyak-banyaknya bayar tetap sama kan?"&lt;br /&gt;Pelayan mengiyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu mengambil dengan kalapnya.Dengan tarif 80 ribu per orang,aku tak mau rugi.Kuambil segala macam daging yang ada.Satu piring tidak cukup,aku ambil piring kedua.Lalu aku ambil piring ketiga untuk mengambil aneka ragam salad.Pacarku dan adiknya masing-masing mengambil satu piring.Perlu diketahui,daging-daging tadi masih mentah,jadi harus dimasak dulu dengan pemanggang sebelum disantap.Mulanya pelayan yang mengajari,lalu karena sungkan,kami bilang ke pelayan bahwa kami sudah mengerti dan akan memasaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumur-umur aku baru kali ini memanggang daging,jadi tidak tahu apakah dagingnya sudah matang apa belum.Kebanyakan daging yang kumasak belum matang,rasanya masih amis ketika kumakan.Ingin kumuntahkan lagi tapi sungkan dengan pelayan yang sedari tadi mengamati.Harusnya,saus sebelum memanggang dan sesudah memanggang beda,tapi yang kulakukan tidaklah demikian.Jadinya campur-campur,daging yang sudah kupanggang kucelupkan lagi ke saus yang sebelumnya sudah terkena daging mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini lah Kawan kalau jadi orang yang tak berilmu.Makan ala Jepang sebenarnya punya tahap-tahapan tertentu,jadi tidak boleh asal-asalan.Makanan pembuka adalah salad.Ada salad Kimuchi, Oi Kimuchi dan Asinan.Dilanjutkan dengan menu utama,berupa daging dan seafood.Cara memasaknya,daging yang mentah dicelupkan dalam saus yang ada wijennya (niku tare),setelah matang dicelupkan lagi ke dalam saus yang tak berwijen (soto tare).Setelah itu bisa langsung disantap dengan nasi putih,memakai sumpit tentunya.Jangan lupa,sesekali minyakilah pemanggang supaya pemanggang tidak gosong seperti yang kami alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menduga,pelayan yang sejak tadi mengamatiku sedikit kasihan dengan kebodohanku.Aku sendiri merasa kepayahan dengan acara rebus-makan-rebus ini.Belum lagi jika melihat tulisan yang dipajang di atas meja: "Makanan yang Anda ambil adalah karunia Tuhan,jadi sebaiknya tidak disia-siakan".Sementara piring pertama habis,masih ada piring kedua yang penuh dengan daging mentah.Oh tidak.Kepalaku pusing,mungkin tekanan darahku yang naik atau mungkin kadar kolesterol darah yang melambung tinggi.Atau mungkin beban mental,banyak makanan mahal di depan mata tapi tak mampu menghabiskan.Ingin rasanya dibungkus saja untuk makan di rumah,tapi sepertinya itu tindakan yang tidak terpuji untuk dilakukan di tempat mewah seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami kekenyangan.Ingin beranjak tapi kok tidak tega dengan sisa makanan yang ada.Sementara adik pacarku kapasitas perutnya juga pas-pasan.Tidak sempat pula menikmati hidangan penutup berupa es campur,puding atau pun buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan waktu membayar pun tiba.Total biaya yang harus dibayarkan 300 ribu lebih.Itu adalah rekor kencan termahal dalam sejarah pacaran kami,dan aku tak berniat untuk memecahkannya dalam tempo dekat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-5558861881421627922?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T03:53:18.240-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/04/kencan-termahal.html</feedburner:origLink></item><item><title>Diklat di Jogja</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/IhtLEiVV-z4/diklat-di-jogja.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Tue, 20 Apr 2010 03:03:31 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-7507766963956571415</guid><description>Aku pernah mengikuti beberapa diklat,dan di sana,aku bertemu dengan orang-orang yang benar-benar baru.Dimana-mana aku jumpai tipe orang,yang menurutku,hampir mirip.Selalu ada yang berperan seperti Nurdin si Penyiar Radio,ada Anto si Penjagal Sapi,ada Mamat si Pendiam,ada Mustafa si Alim,dan tak ketinggalan,Andri si Dungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan penyiar radio karena memang biasanya orang ini gemar berbicara.Gaya bicaranya khas seperti penyiar-penyiar radio,renyah.Lalu ada penjagal sapi yang matanya seram dan bicaranya setengah berteriak.Si pendiam,sesuai namanya,diam saja.Hanya berkata bila mana perlu,tapi sekali bekata pasti lah berbobot.Si Alim tak pernah ketinggalan sholat,dan senantiasa mengutamakan sholat berjamaah.Di dahinya biasanya ada tanda kehitaman,mungkin bekas sujud.Dan terakhir si dungu,yang notabene cuma pelengkap saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berkumpul pertama kalinya,akan sulit untuk menebak watak mereka masing-masing.Seiring perjalanan waktu lah kita akan melihat watak asli mereka.Boleh jadi Anto yang seram itu ternyata adalah orang yang sangat-sangat ramah ketika kamu benar-benar mengenalnya.Boleh jadi Nurdin yang cerewet itu sebenarnya orang yang setia kawan.Suatu kekeliruan manakala kita menilai seseorang dari pertemuan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah diklat.Diklat kali ini rencananya berlangsung selama dua minggu.Kegiatan dimulai dari jam 5 pagi dan baru berakhir jam 9 malam.Sungguh sangat melelahkan walaupun kegiatannya lebih banyak dilakukan di dalam kelas,mulai dari ceramah,games,sampai diskusi.Tidak heran,beberapa peserta yang daya tahan tubuhnya kurang bagus langsung jatuh sakit,apalagi bagi mereka yang tidak terbiasa dengan ruangan ber-AC.Aku sendiri,terkena radang tenggorokan.Untungnya aku membawa obat dari rumah,sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas diklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Seto yang mengeluh pinggangnya sakit.Kamar Seto kebetulan bersebelahan dengan kamarku.Kusarankan agar dirinya berobat di klinik.Keluhan mereda setelah minum obat dari dokter,tapi kambuh lagi begitu obatnya habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana?Udah mendingan?",tanyaku.&lt;br /&gt;"Wah..aku tadi malam susah tidur.Sakit sekali..Rasanya seperti ditusuk-tusuk.."&lt;br /&gt;"Nanti coba kamu ke klinik lagi aja setelah makan siang..barangkali dokternya punya obat yang lebih ampuh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menduga dirinya mengalami kolik renal,penyebabnya kemungkinan batu saluran kemih.Untuk memastikan tentu dibutuhkan pemeriksaan BNO dan urin rutin,yang mana pemeriksaan seperti itu hanya tersedia di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa diklat sudah berjalan seminggu.Sabtu sore para peserta diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.Aku sendiri memutuskan untuk tetap tinggal di asrama.Hari Minggu rencananya kugunakan untuk jalan-jalan di Malioboro.Sakitnya Seto belum juga reda,malah terkesan makin memburuk.Sementara klinik sore itu sudah tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu mau gak aku suntik?Biasanya setelah disuntik gejalanya mereda."&lt;br /&gt;"Terserah aja lah..yang penting sakitnya ilang..",kata Seto sambil meringis menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mencari tumpangan mobil dari peserta yang saat itu bersiap-siap pulang.Waktu itu hujan deras,dan untungnya ada yang bersedia membantu.Apotek terdekat jaraknya kurang lebih 1 km.Aku tanya apakah ada ketorolac untuk injeksi,ternyata tidak ada.Sial.Aku pun hanya membeli obat untuk diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lalu pergi ke apotek yang lain.Dengan baju basah kuyup aku masuk apotek dan bertanya pada penjaga apotek apakah ada ketorolac untuk injeksi.Ternyata ada,tapi untuk membelinya harus memakai resep dokter.Untungnya aku membawa kartu identitas dari Konsil Kedokteran Indonesia.Mukaku mungkin tidak meyakinkan seperti seorang dokter,tapi begitu menunjukkan kartu itu,apoteker langsung percaya bahwa aku ini benar-benar dokter.Aku beli ketorolac 1 ampul,spuit 3 cc 1 buah dan kapas alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya ke mobil,temanku bilang kalau ada masalah.Aku lihat kiri kanan,tidak ada polisi.Pikirku,mobilnya terkena razia polisi,karena saat itu mobil diparkir sekenanya di dekat lampu lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masalahnya apa?",tanyaku.&lt;br /&gt;"Mobilnya mogok".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia minta aku untuk mendorongnya,kalau mau.Aku sebenarnya enggan.Hujan deras,badan capek,tapi apa boleh buat.Untung mobilnya tak begitu besar jadi tak terlalu berat.Mobil nyala,badanku basah kuyup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di asrama,Seto masih tergeletak di ranjang.Langsung kusuntik ketorolac intramuskular dan dia kusuruh minum omeprazole.Tak berapa lama dia tertidur.Hari-hari berikutnya keluhannya kelihatannya semakin berkurang.Syukur lah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari Minggu,aku dan beberapa orang temanku pergi jalan-jalan di Malioboro.Di Pasar Beringharjo,yang letaknya di ujung jalan Malioboro,ada jenang enak sekali,pantas untuk dicoba.Ini fotonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/S816oy4buII/AAAAAAAAA2k/rlce7qIwpxA/s1600/Jenang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/S816oy4buII/AAAAAAAAA2k/rlce7qIwpxA/s400/Jenang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462156764342106242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-7507766963956571415?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-20T03:03:31.644-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_TByrEPy5vk0/S816oy4buII/AAAAAAAAA2k/rlce7qIwpxA/s72-c/Jenang.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/04/diklat-di-jogja.html</feedburner:origLink></item><item><title>Novel</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/4FkiwJuC3_8/novel.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Tue, 30 Mar 2010 07:10:51 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-1604410771510732434</guid><description>Dulu,setidaknya sebelum aku lulus kuliah,aku bukanlah penggemar novel.Mungkin pengaruh keluarga.Ayah ibuku guru,jadi, buku yang pantas untuk dibaca adalah buku yang sekiranya bisa membuat nilai mata pelajaran baik.Sedangkan novel,tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru bisa menikmati novel setelah lulus kuliah dan bekerja di sebuah klinik.Klinik saat itu sepi pasien,jadi ada begitu banyak waktu luang yang tersedia.Selain kugunakan untuk bermain playstation,iseng-iseng aku membaca novel.Nah Kawan,novel pertama yang kubaca adalah Ayat Ayat Cinta mahakarya Habiburrahman el Shirazy.Mengambil setting tempat di Mesir,novel itu menceritakan kisah romantika Fahri dan Aisha.Aku menganggap novel itu sebagai titik awal kesukaanku akan novel selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak usah kau tanya lagi tentang novel apa yang terbaik.Tetralogi Laskar Pelangi adalah yang terbaik!Bisa jadi karena &lt;span style="font-style:italic;"&gt;timing&lt;/span&gt; membacanya yang pas,saat aku PTT dan berpetualang di Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir,novel yang kubaca adalah novel berjudul 'A doctor without borders'.Mengambil setting tempat di Sudan,novel ini bercerita tentang pengalaman penulis,yang juga dokter,selama menjalankan misi di Abyei,Sudan.Sebelumnya aku membeli novel berjudul Perahu Kertas.Dari 434 halaman,aku mandeg di halaman 163.Novel itu sebenarnya bagus.Mungkin masalah selera saja.Aku tak terlalu suka kisah percintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lebih suka membaca kisah petualangan,dan kalau bisa itu pernah dialami oleh si penulis novel.Maka dari itu aku bisa menamatkan tetralogi Laskar Pelangi.Atau buku karya Prof Padmosantjojo yang berjudul 'Aku dan Bedah Saraf Indonesia'.Tapi kalau petualangan itu terlalu fiktif aku tak terlalu suka.Karena itu novel Brisingr-nya Cristopher Paolini sampai sekarang tak tersentuh.Naga terlalu fiktif selain juga novelnya sendiri yang tebalnya lebih mirip bantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tanya juga apakah blog ini juga akan jadi novel nantinya.Aku juga belum terlalu yakin akan hal itu,se-belum yakin-nya aku akan masa depanku sendiri.Menurutku,kisah di blog hanya bisa 'menjual' manakala si penulis menjadi orang sukses.Ambil contoh begini.Oprah Winfrey waktu muda menulis blog,lalu begitu dia menjadi presenter sukses dan terkenal di seluruh jagad ingin membukukan tentang blognya kira-kira apa yang terjadi?Buku itu akan laku keras!Karena menurut pembaca,kisahnya inspiratif.Lain lagi bila Oprah pada akhirnya jadi penjual jamu gendong dan memaksakan untuk membukukan blognya,tentu bukunya nanti takkan selaris jamu yang dijualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,aku tak mau muluk-muluk.Minimal blog ini bisa dibaca anak cucuku.Biar mereka tahu sepak terjangku sewaktu masih muda,gagah,ganteng,disukai banyak wanita..krik..krik..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-1604410771510732434?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-30T07:10:51.287-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">10</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/03/novel.html</feedburner:origLink></item><item><title>Histeria Konversi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/677dW1BYzBA/histeria-konversi.html</link><category>RS SMS</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Thu, 25 Mar 2010 20:44:44 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-4629193360541577708</guid><description>20.30 : IGD heboh.Aku heran,setiap kali jadwal jagaku hampir habis,sering datang pasien yang sakitnya aneh-aneh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasien wanita muda umur 27 tahun datang dengan sesak nafas.Nafasnya cepat dan kepayahan.Dia juga merasa dadanya terasa panas,perutnya nyeri.Banyak juga yang mengantar,semuanya panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia punya sakit lemah jantung dok",kata salah satu keluarga pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda vital dalam batas normal.Pasang oksigen,pasang infus.Auskultasi.Wheezing,negatif.Suara vesikuler,terdengar di seluruh lapang paru.Bagus.Jantung..mmm..bagus juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Punya riwayat asma?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kejang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernah sakit seperti ini sebelumnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernah,sama persis dok.Sebulan yang lalu,masuk rumah sakit.Kalau kaget mesti jadinya seperti ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma negatif.Pneumothorax negatif.Infark miokard?Kemungkinan terjadi pada wanita muda sangat kecil.Periksa EKG,berantakan.Tapi sekilas kubaca sepertinya dalam batas normal.Diagnosa sementara,histeria konversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutulis di lembar instruksi : Injeksi antalgin 1 ampul.Injeksi ranitidin 1 ampul.Alprazolam 2x0,5 mg.Observasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Histeria konversi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat sulit membedakan apakah itu histeri ataukah benar-benar ada gangguan organik.Gejala histeri kadang begitu seriusnya,sampai semuanya heboh.Mulai dari gemetaran,gerakan tertentu,kram,atau yang lebih dramatis lagi kelumpuhan anggota badan dan kejang.Kadang kala seperti kerasukan setan,ditusuk jarum tidak menghindar,karena memang tak merasakan sakit.Mirip kesurupan.Mungkin histeria konversi dan kesurupan itu satu hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun lalu,saat aku menjadi tim medis gempa Jogja,aku juga pernah melihat hal serupa.Bedanya,pasien adalah seorang pria umur 40 tahun.Matanya melotot,seluruh badannya kaku.Kuukur tanda-tanda vital,normal.Seseorang berinisiatif membacakan ayat-ayat suci,dan ajaib,dia sadar kembali.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.15 : Keadaan umum pasien membaik.EKG diulang,hasilnya normal.Caroline,dokter penggantiku,sudah datang.Aku jelaskan kondisi pasien berikut obat-obatan yang sudah masuk.OK,beres.Pulang..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-4629193360541577708?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-25T20:44:44.096-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/03/histeria-konversi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kejang Demam dengan Penurunan Kesadaran</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/R0_Oqxkbhts/kejang-demam-dengan-penurunan-kesadaran.html</link><category>RS SMS</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Sun, 21 Mar 2010 20:31:07 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-507613693137389844</guid><description>Anak dan Obgyn.Dua pelajaran yang paling kubenci saat kuliah dulu.Nilaiku juga tak terlalu istimewa pada dua pelajaran itu.Aku tidak berniat me-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;make up&lt;/span&gt; nilainya.Buat apa,toh aku tak ada niatan untuk melanjutkan ke spesialisasi anak atau pun obgyn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesuai dengan hukum aksi-reaksi,sesuatu yang kamu benci niscaya akan mengejarmu.Tidak mau berurusan dengan anak kecil dan perempuan hamil,dapat kasusnya malah melulu itu.Tentu kita harus berprasangka baik pada Tuhan.Dengan kasus-kasus itu semoga saja aku bisa kembali belajar,menutupi kekuranganku selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kali jaga yang terakhir,tiga anak datang,tiga-tiganya kejang demam,dan semuanya diikuti penurunan kesadaran.Kejang,bila tanpa demam,bisa saja epilepsi,yang mana setelahnya biasanya pasien mengantuk.Kalau kejang dengan demam lalu mengantuk?Rasanya ada yang tidak wajar di otaknya.Kasus yang terakhir malah disertai riwayat trauma kepala sebelumnya.Mana tidak ada CT scan di tempat kami.Sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien pertama adalah anak wanita umur 5 tahun.Datang dengan tidak sadarkan diri.Dipanggil namanya tak ada respon.Dicubit cuma bergerak sedikit.Anak ini panas sejak satu hari sebelumnya,lalu kejang tiga jam yang lalu,setelah itu tak sadarkan diri.Aku memberinya terapi injeksi cefotaxim,injeksi antalgin dan paracetamol,setelah konsultasi dengan dokter spesialis anak yang akan merawat anak itu.Kumasukkan ke PICU supaya bisa dimonitor dengan lebih baik.Pasien itu membaik kesadarannya keesokan harinya,berdasar informasi dari Tomi,perawatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien kedua datang dari luar kota.Keluarga pasien saat itu sedang liburan.Mendadak,anak lelaki mereka yang berusia 2,5 tahun kejang,lalu kesadarannya menurun,mirip orang mengantuk.Keluarganya panik lalu membawanya ke rumah sakit.Anak ini,setiap kubangunkan dia bangun,tapi begitu aku pergi,tidur lagi.Aku datang,dia bangun,aku pergi,dia tidur.Begitu terus.Aku lalu mendudukkannya,dia bangun.Aku minta ibunya untuk menggendongnya supaya dia tetap bangun.Suhu badannya 39 derajat.Kuberi dia sirup paracetamol,lalu kurujuk,atas permintaan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien ketiga,anak wanita berumur 4 tahun.Datang jauh-jauh dari desa,yang di dalam peta entah tercantum namanya atau tidak.Datang dalam kondisi setengah sadar.Dicubit bangun,tidak menangis,lalu tidur lagi.Suhu badannya 38 derajat.Lima jam sebelumnya kepala terbentur,kata ibunya,terus dikeroki.Telat makan,kata pamannya,entahlah.Anak itu sempat pingsan dan kejang.Pertanda buruk.Pasang oksigen,pasang infus.Aku menganjurkannya untuk dirujuk,supaya bisa dilakukan CT scan.Keluarganya menolak.Gawat.Kuberi sirup paracetamol,lalu kumasukkan bangsal untuk observasi.Selanjutnya,berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukunjungi anak itu keesokan harinya.Kulihat sepintas,bangsal anak hampir penuh.Biasa,musim demam berdarah.Aku tanya ke perawat dimana anak yang cedera kepala dirawat.Waktu aku menemukan anak itu,ternyata baru makan bubur,disuapi oleh ibunya.Rambutnya disisir rapi.Cantik sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka buku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejang demam terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.Ada dua macam,kejang demam sederhana dan kompleks.Dikatakan kejang demam sederhana jika kejang yang terjadi bersifat menyeluruh,berlangsung tak lebih dari 15 menit dan kejang hanya terjadi satu kali dalam 24 jam.Apabila salah satu di antara tiga ciri kejang demam sederhana tidak terpenuhi,maka kejang demam disebut kejang demam kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kubilang kan?Maksud Tuhan baik,supaya aku buka buku untuk belajar ilmu kesehatan anak lagi.Nah,pertanyaannya,bagaimana bila terjadi penurunan kesadaran setelah kejang demam?Apakah berbahaya?Belum tentu.Anak tertidur setelah kejang demam masih dikatakan normal,dan biasanya kurang dari satu jam.Apabila setelah dua jam masih tertidur,baru lah dipikirkan kemungkinan adanya ensefalitis dan atau meningitis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-507613693137389844?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-21T20:31:07.099-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/03/kejang-demam-dengan-penurunan-kesadaran.html</feedburner:origLink></item><item><title>Praktek yang Sepi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/TYM-JiZk5Ao/praktek-yang-sepi.html</link><category>Kisah | Pribadi</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 22:00:13 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-6363811206306250520</guid><description>Badanku letih setelah pulang jaga rumah sakit.Pasiennya makin hari makin ramai saja.Besar kemungkinan ini disebabkan karena turunnya tarif rumah sakit.Lagipula saat ini baru musim demam berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi,akhir-akhir ini aku jarang menulis di blog.Ini berbeda sekali saat aku masih PTT di Kalimantan dulu,di mana aku bisa menulis pengalaman-pengalamanku selama di daerah terpencil.Mungkin karena cuma sedikit yang bisa kuceritakan selama di Wonogiri,maksudku hal-hal yang berkesan untuk ditulis.Ada yang berkesan pun,aku tak mampu menuliskannya ke blog.Mungkin juga semangat ngeblog baru turun.Kawan tentu ingat,apa motivasiku menjadi blogger.Jangan tertawa,karena memang aku menjadi blogger untuk mencari pacar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oh iya,aku sekarang sudah buka praktek dokter di rumah,tepatnya sebulan yang lalu.Itu berarti sepuluh bulan setelah aku pulang dari Kalimantan.Berlawanan dengan saat jaga di rumah sakit,pasien yang datang ke rumah sepi,kadang satu pasien per hari,kadang malah tidak ada sama sekali,dan lebih sering tidak ada kalau mau jujur.Kebanyakan pasien yang datang adalah tetanggaku sendiri.Dan beberapa lagi rumahnya agak jauh namun sudah kukenal sebelumnya.Pasien pertama yang datang ke tempat praktekmu adalah kenalanmu,menurutku seperti itu.Dan itu menunjukkan kenalanku tidak lah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga sering piket jaga sore,yang berakibat tutupnya tempat praktek.Pasien tentu enggan datang ke tempat praktek yang buka prakteknya saja tidak bisa dipastikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat dengan perkataan dosenku saat simposium di Solo beberapa hari yang lalu,dalam rangka pelantikan dokter baru.Dosenku berkata bahwa jadi dokter yang baru buka praktek itu jangan mudah putus asa bila prakteknya sepi,jangan minder dengan dokter-dokter yang sudah senior,yang pasiennya sudah membludak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan aku akan bertahan?Entahlah.Yang jelas saat ini aku letih dan butuh istirahat.Semoga sore nanti sudah fit dan bisa praktek kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-6363811206306250520?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-14T22:00:13.761-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/03/praktek-yang-sepi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Electronic Prescribing</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/AndriSiPeniru/~3/t2YmYwDBmDQ/electronic-prescribing.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Andri Journal)</author><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 20:45:29 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7638207313435752395.post-5205209973198531898</guid><description>A prescription is a health-care program implemented by a physician or other medical practitioner in the form of instructions that govern the plan of care for an individual patient. Prescriptions may include orders to be performed by a patient, caretaker, nurse, pharmacist or other therapist. Commonly, the term prescription is used to mean an order to take certain medications. Prescriptions have legal implications, as they may indicate that the prescriber takes responsibility for the clinical care of the patient and in particular for monitoring efficacy and safety.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a prescription is nothing more than information among a prescriber, pharmacist and patient, information technology can be applied to it. Existing information technology is adequate to print out prescriptions. Medical information systems in some hospitals do away with prescriptions within the hospital. There are proposals to securely transmit the prescription from the prescriber to the pharmacist using smartcard or the internet. Within computerized pharmacies, the information on paper prescriptions is recorded into a database. Afterward, the paper prescription is archived for storage and legal reasons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This systems appropriate with &lt;a href="http://www.drfirst.com/"&gt;ARRA HITECH&lt;/a&gt;. On February 17, 2009, President Obama signed ARRA (The American Recovery and Reinvestment Act) into law. The Health Information Technology for Economic and Clinical Health Act (HITECH), represents an investment of more than $19 billion towards healthcare IT related initiatives, and is a focal point of ARRA. HITECH calls for the Office of the National Coordinator for Health Information Technology (ONCHIT) to develop methods and systems that will determine how providers will access HITECH benefits, and to work with other government agencies to develop criteria to be used to define an EHR (Electronic Health Record). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HITECH mandates that such standards will be final no later than December 31, 2009. The standards will provide guidelines EHR companies must meet in order for their product to be considered an “approved” EHR. And it is better if this EHR has &lt;a href="http://www.drfirst.com/"&gt;CCHIT certification&lt;/a&gt;. The Certification Commission for Healthcare Information Technology or CCHIT is an independent, voluntary, private-sector initiative whose mission is to accelerate the adoption of health information technology by creating an efficient, credible and sustainable certification program. They are currently the only recognized certification body for electronic health records and have established a testing program for determining which EHRs meet their certification standards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pharmacy information systems are a potential source of valuable information for pharmaceutical companies as it contains information about the prescriber's prescribing habits. Prescription data mining of such data is a developing, specialized field.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many prescribers lack the digitized information systems that reduce prescribing errors. To reduce these errors, some investigators have developed modified prescription forms that prompt the prescriber to provide all the desired elements of a good prescription. The modified forms also contain pre-defined choices such as common quantities, units and frequencies that the prescriber may circle rather than write out. Such forms are thought to reduce errors, especially omission and handwriting errors and are actively under evaluation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Electronic prescribing is the electronic transmission of prescription information from the prescriber's computer to the pharmacist's computer. Voicemail is not electronic prescribing. Sending a facsimile is not electronic prescribing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.drfirst.com/"&gt;E prescribing software&lt;/a&gt; can make getting patients the medications they need a safer and more efficient process. Prescribers have access to time-saving tools and features during the process of writing the prescription that provide alerts for drug interactions, duplicate therapies, and allergy warnings. E prescribing software is designed to replace other approaches to prescribing - e.g. handwritten prescriptions, computer-printed prescriptions and computer-faxed prescriptions that can be considered outdated or error-prone. The durability and accessibility of the patient's medication profile is another significant safety benefit. Healthcare often consists of multiple caregivers that each share and coordinate the medical treatment given to the patient. Electronic prescribing software helps to centralize critical information and make it available to the decision-makers in the patient's care.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While safety benefits are significant, they are not realized immediately with each deployment of the technology. Prescribers must overcome the learning curve and reshape their office workflows around the prescriptive process. Office staff must become familiar with new ways of communication - and sometimes roles change. Pharmacies have multiple systems in place that have to manage the new electronic communication. Breakdowns in any of these areas can lead to errors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By exchanging prescription information electronically, &lt;a href="http://www.drfirst.com/"&gt;e-prescribing software&lt;/a&gt; can help reduce the risk of medication errors associated with poor handwriting, illegible faxes and additional key strokes. Complex, hard-to-use software and insufficient attention to the deployment process mitigate these benefits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-prescribing also has the potential to improve beneficiary health outcomes. For providers who choose to invest in e-prescribing technology, the adoption could improve quality and efficiency and could show promise in reducing costs by actively promoting appropriate drug usage; providing information to providers and dispensers about formulary-based drug coverage, including formulary alternatives and co-pay information; and speeding up the process of renewing medications. E-prescribing also may play a significant role in efforts to reduce the incidence of drug diversion by alerting providers and pharmacists of duplicative prescriptions for controlled substances.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-prescribing has the potential to empower both prescribers and pharmacists to deliver higher quality care and improve workflow efficiencies. Prescribers give a handwritten prescription to the patient or fax it to a pharmacy or other dispenser. Pharmacists can have a difficult time reading handwritten prescriptions and may have little or no information about the patient’s condition for which the prescription is written. According to some estimates, almost 30 percent of prescriptions require pharmacy callbacks. This translates into less time available to the pharmacist for other important functions, such as educating consumers about their medications. A potential benefit of &lt;a href="http://www.drfirst.com/"&gt;e prescribing software&lt;/a&gt; in preventing errors is that each prescription can be checked electronically–and quickly–at the time of prescribing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7638207313435752395-5205209973198531898?l=eharmayaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-10T20:45:29.700-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://eharmayaku.blogspot.com/2010/03/electronic-prescribing.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

