<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>ANEKDOTKOM</title><link>http://anekdotkom.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Anekdotkom" /><description>cerita lucu dan anekdot</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Pijar Bintang)</managingEditor><lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 11:22:32 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="anekdotkom" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>cerita lucu dan anekdot</itunes:subtitle><item><title>Orang Pintar Milih Tolak Angin</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/nAaHwzCLd8U/orang-pintar-milih-tolak-angin.html</link><category>Humor Gus Dur</category><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (Pijar Bintang)</author><pubDate>Wed, 24 Feb 2010 01:15:45 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-4828594323534662242</guid><description>Tiga hari menjelang diadakannya kegiatan kampanye untuk pemilihan presiden, terjadi diskusi antara mantan Presiden Gus Dur dengan wartawan yang berusaha mewawancarinya.Wartawan: "Menurut Anda, untuk saat ini parpol mana yang mewakili peluang paling besar untuk menang Gus."Gus Dur: "Wah ... saya juga nggak ngerti tuh, soale kan pemilihan sekarang dilakukan langsung oleh rakyat, jadi ya kita lihat&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/nAaHwzCLd8U" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T01:15:45.620-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2010/02/orang-pintar-milih-tolak-angin.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kontes dan Kates (Ini Anekdot loh...!)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/7XpBuwPuiOY/kontes-dan-kates-ini-anekdot-loh.html</link><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Sun, 02 Aug 2009 00:28:49 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-875838149536250124</guid><description>meskipun tidak saya maksudkan sebagai anekdot, posting saya yang berjudul Dukung Stop Dreaming Start Action ditertawakan blogger sebelah. Tertawa berarti kan lucu. Padahal sudah saya beri pengantar bahwa posting itu bukan anekdot atau cerita lucu. Dia bilang, "Blog anekdot kok postingnya bukan anekdot, itu kan lucu." Betul juga ya... Kalau anekdot itu lucu kan sudah biasa. Tapi kalau yang namanya&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/7XpBuwPuiOY" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-02T00:28:49.263-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/08/kontes-dan-kates-ini-anekdot-loh.html</feedburner:origLink></item><item><title>Bukan Anekdot atau Cerita Lucu | Dukung "Stop Dreaming Start Action"</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/Dz3TcP-aIdo/bukan-anekdot-atau-cerita-lucu-dukung.html</link><category>bukan anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Sun, 02 Aug 2009 00:48:18 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-8242060302874163250</guid><description>Lama blog ini terbengkalai. Mungkin pemiliknya telah kehilangan selera humor. Tidak ada lagi anekdot dan cerita lucu yang menggelitik diposting. PR1 yang pernah disematkan pada blog ini sekarang hilang. Kali ini nongol posting tapi bukan anekdot. Kenapa ya kok begitu. Malah ada sponsor dukungan untuk 'Stop Dreaming Start Action' segala. Apa blog ini sudah terinfeksi virus SEO? Mungkin.Stop&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/Dz3TcP-aIdo" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-02T00:48:18.662-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/08/bukan-anekdot-atau-cerita-lucu-dukung.html</feedburner:origLink></item><item><title>Anekdot Dollar</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/GNle_rWB2T8/anekdot-dollar.html</link><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Thu, 07 May 2009 21:29:51 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-2124234209699483674</guid><description>Anekdot ini datang dari seorang teman saya. Teman saya itu bercerita kepada saya tentang temannya yang meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan yang cukup ternama di negeri ini. Katanya, temannya itu tertarik pada sebuah iklan yang didapatinya ketika browsing di internet. Internet dapat memberi penghasilan yang jauh lebih besar dari gajinya selama ini. Teman saya itu yang sudah lama&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/GNle_rWB2T8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-07T21:29:51.939-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/05/anekdot-dollar.html</feedburner:origLink></item><item><title>Gundala</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/oQDpoRLgy1s/gundala.html</link><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Fri, 03 Apr 2009 09:49:07 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-8572157580349795036</guid><description>Ingat cerita super hero zaman dulu yang namanya Gundala...? Gundala lengkapnya biasa disebut bersama gelarnya, Gundala Putra Petir. Nah, saking saktinya tokoh yang satu ini sehingga anak-anak (jaman dulu) sering mengidolakan.Cerita yang satu ini kisah seorang bapak yang dulunya penggemar komik Gundala. Kejadianya di kantor polisi. Sebut saja namanya Pak Sumar. "Pak, saya mau lapor....," katanya&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/oQDpoRLgy1s" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-03T09:49:07.744-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/04/gundala.html</feedburner:origLink></item><item><title>KISAH PEDAGANG SALAK</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/-vywpmAqsBk/kisah-pedagang-salak.html</link><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:47:13 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-3490137756207581991</guid><description>Teman-teman, kali ini saya posting anekdot tentang kisah pedagang salak. Anekdot ini kiriman dari teman saya Angga. Trims sobat.Alkisah ada seorang pedagang salak yang sedang berjualan di taman kota. Taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga indah yang mahal-mahal harganya. Saat itu si pedagang sedang kebelet pipis, tapi tempat itu jauh dari kamar mandi atau WC. Berhubung sudah ndak bisa menahan&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/-vywpmAqsBk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T11:47:13.748-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/03/kisah-pedagang-salak.html</feedburner:origLink></item><item><title>HANTU JEMPOL</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/JUd3m6RJ0lg/hantu-jempol.html</link><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:48:31 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-7939391591674288106</guid><description>Cerita ini dari penuturan teman saya. Kisah tentang HANTU JEMPOL alias ibu jari. Alkisah, ada seorang pemuda yang suka kebut-kebutan kalau sedang mengendarai motor. Pepatah mengatakan, sepandai-pandainya tupai meloncat pasti akan jatuh juga. Tak pelak, si pemuda itu meski jago ngebut akhirnya mengalami kecelakaan juga. Korban wafat seketika setelah motor yang dikendarainya melaju di jalan raya&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/JUd3m6RJ0lg" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T11:48:31.021-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/03/hantu-jempol.html</feedburner:origLink></item><item><title>CALEG IDEAL</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/dUMfH8ch_ag/caleg-ideal.html</link><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:48:53 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-5729998884275587327</guid><description>Ini adalah sebuah anekdot tentang caleg ideal kita. Doni, setamat kuliah jurusan bahasa dan sastra daerah lontang-lantung tak punya pekerjaan. Dia tidak mau disebut pengangguran. Katanya, dia adalah jurnalis sekaligus aktivis LSM. Apa nama lembaganya, dia juga tidak mau menyebutkan. Kalau didesak, dia bilang "saya ini tenaga freelancer... aktivis volunteer...". Entahlah, yang jelas di kampung dia&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/dUMfH8ch_ag" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T11:48:53.041-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/03/caleg-ideal.html</feedburner:origLink></item><item><title>KE DUKUN AJA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/A2CUIpmT3m4/ke-dukun-aja.html</link><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:49:25 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-1063902817545297493</guid><description>Slamet merasa bosan menjadi tukang sapu jalanan. "Syam, aku bosan kerja begini terus..." Katanya pada rekannya, Syamsul."Emangnya kamu mau kerja apa...?" Tanya Syamsul."Nggak tau...." jawabnya hampa. "Tapi aku bener-bener bosan... Kapan kita bisa kaya kalo seumur hidup cuma kerja begini terus...?!" "Ya nggak bakalan lah..." jawab Syamsul, "tapi biar begini kan yang penting halal, Met...""Ada&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/A2CUIpmT3m4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T11:49:25.508-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/03/ke-dukun-aja.html</feedburner:origLink></item><item><title>MENGGANTIKAN PERAN IBU</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/StQ2yPOI8Xw/menggantikan-peran-ibu.html</link><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:49:46 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-1126301929031412965</guid><description>Nita sekarang masih duduk di kelas dua SMA. Ibunya sudah meninggal dunia tiga tahun yang lalu. Sebelum meninggal dunia, ibunya berpesan untuk menggantikan perannya sebagai ibu rumah tangga. Memang berat baginya. Ia harus mengurusi ayah dan tiga orang adik yang badung-badung nggak ketulungan. Dalam benaknya ia berpikir, masak iya sih saya harus menggantikan peran ibu? Dia coba bertanya pada&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/StQ2yPOI8Xw" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T11:49:46.847-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/02/menggantikan-peran-ibu.html</feedburner:origLink></item><item><title>POLIGAMANIA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/nW4YGUOVgYg/poligamania.html</link><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Tue, 10 Mar 2009 21:11:13 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-2831676060212369708</guid><description>Ada banyak alasan mengapa seorang suami memutuskan untuk berpoligami. Apapun alasan-alasan itu, tampaknya teman saya yang satu ini lebih jujur. "Aku kawin lagi karna memang aku pengen," akunya.Teman saya itu sudah mempuyai tiga istri. Maklum, secara ekonomis, tujuh istri pun ia sanggup menghidupi. Suatu saat saya bertemu dengan dia di sebuah supermarket. Saya melihat dia mengantar seorang&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/nW4YGUOVgYg" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-10T21:11:13.091-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/02/poligamania.html</feedburner:origLink></item><item><title>SBY ANTI KORUPSI</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/mpHDnVASZz0/sby-anti-korupsi.html</link><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:50:11 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-437139221183881890</guid><description>Momot dan Mamik, dua mahasiswa FISIPOL sebuah universitas ternama sedang diskusi."Mot, gua heran....," Mamik bicara sambil menggaruk-garuk kepalanya, "Kalo SBY itu memang anti korupsi, kenapa kok baru setelah Soeharto meninggal beliau gencar melawan korupsi?""Ya karna memang SBY anti korupsi...!" jawab Momot tegas.Mamik terlihat bingung dengan jawaban Momot. "Maksud lu, Mot...?""Ya karna SBY anti&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/mpHDnVASZz0" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T11:50:11.422-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/02/sby-anti-korupsi.html</feedburner:origLink></item><item><title>CINCIN KAWIN DI TEMPAT TAK SEHARUSNYA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/UXNq1qmz7eQ/cincin-kawin-di-tempat-tak-seharusnya.html</link><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 09:09:22 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-6050101709956229888</guid><description>Dokter Hera adalah seorang ahli bedah. Menjadi kebiasaan, pagi sebelum berangkat bekerja, ia dan suaminya sarapan bersama. Secara tidak sengaja, ia melirik pada jari kelingking suaminya. Betapa ia heran, tidak ada dilihatnya cincin perkawinan mereka melingkar di sana."Mas, kok cincinya tidak dipakai...?" tanyanya selidik.Mendapat pertanyaan seperti itu, suaminya menunjukkan ekspresi yang sangat&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/UXNq1qmz7eQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T09:09:22.889-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/02/cincin-kawin-di-tempat-tak-seharusnya.html</feedburner:origLink></item><item><title>NERAKA TEMPAT YANG MENYENANGKAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Anekdotkom/~3/I6CiQOODV2c/neraka-tempat-menyenangkan.html</link><category>anekdot</category><author>noreply@blogger.com (arichrista)</author><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:50:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-810066714416969687.post-338476255310133479</guid><description>Udin dan Sabri menyusuri jalan raya di siang bolong. Matahari terasa sangat menyengat. Belum lagi ditambah pantulan dari aspal yang menerpa wajah mereka. Maklum, di sepanjang jalan memang sudah tidak ada sebatang pohon pun yang tumbuh. "Bri, panas ya..?" tanya Udin pada temannya yang terengah-engah bersimbah peluh."Udah tau, nanya..." jawab Sobri ketus."Bri, ini masih di bumi... panasnya sudah&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Anekdotkom/~4/I6CiQOODV2c" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T11:50:39.140-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://anekdotkom.blogspot.com/2009/02/neraka-tempat-menyenangkan.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

