<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Arek Surabaya</title>
	
	<link>http://arek-surabaya.com</link>
	<description>Seputar suasana dan kilasan sosial kota Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 May 2010 14:03:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/ArekSurabaya" /><feedburner:info uri="areksurabaya" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Asal nama Surabaya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/tdNHIYyKdWg/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=133#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 13:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[lambang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya diyakini berasal dari nama sura atau suro (hiu) dan baya atau boyo (buaya), dua makhluk yang dalam mitos lokal, saling berkelahi untuk mendapatkan gelar &#8220;yang paling kuat&#8221; di daerah itu menurut ramalan Jayabaya. Nubuat ini bercerita tentang perkelahian antara hiu putih raksasa dan seekor buaya putih raksasa. Sekarang dua hewan tersebut digunakan sebagai logo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-135" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Surabaya" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2010/05/Surabaya_Logo.png" alt="" width="100" height="128" />Surabaya diyakini berasal dari nama sura atau suro (hiu) dan baya atau boyo (buaya), dua makhluk yang dalam mitos lokal, saling berkelahi untuk mendapatkan gelar &#8220;yang paling kuat&#8221; di daerah itu menurut ramalan Jayabaya. Nubuat ini bercerita tentang perkelahian antara hiu putih raksasa dan seekor buaya putih raksasa. Sekarang dua hewan tersebut digunakan sebagai logo kota, kedua saling berhadapan dan berputar, seperti digambarkan dalam patung yang terletak tepat di dekat pintu masuk ke kebun binatang kota. Alternate derivasi berproliferasi: dari sura Jawa ing baya, yang berarti &#8220;berani menghadapi bahaya&#8221;, atau dari penggunaan surya untuk merujuk kepada matahari. Beberapa orang menganggap ini ramalan Jayabaya sebagai perang besar antara orang-orang Surabaya asli dengan penjajah pada tahun 1945, sementara cerita lain adalah tentang dua pahlawan yang saling berjuang untuk menjadi raja kota. Kedua pahlawan adalah Sura dan Baya.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=133" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=133" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GvQsGDUCI-T5XFyzHjINFL-2ShM/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GvQsGDUCI-T5XFyzHjINFL-2ShM/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GvQsGDUCI-T5XFyzHjINFL-2ShM/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GvQsGDUCI-T5XFyzHjINFL-2ShM/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/tdNHIYyKdWg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=133</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=133</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Surabaya Tanpa Rokok</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/baIhG-ud0ME/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=127#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 18:42:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Kawasan Tanpa Rokok &#38; Kawasan Terbatas Merokok Berlaku sejak Oktober 2009, di bawah payung hukum Perda No. 5 tahun 2008, pemerintah Kota Surabaya membuktikan tekadnya untuk melindungi hak-hak perokok pasif. Beberapa tempat kemudian ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok, seperti sarana kesehatan, lingkungan belajar mengajar, arena kegiatan anak, serta tempat ibadah, dan angkutan umum. Sementara, kawasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kawasan Tanpa Rokok &amp;       Kawasan Terbatas Merokok</strong></p>
<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/12/nosmoking.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-130" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="No Smoking" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/12/nosmoking.jpg" alt="" width="243" height="243" /></a>Berlaku sejak Oktober 	    2009, di bawah payung 	    hukum Perda No. 5 tahun 	    2008, pemerintah Kota 	    Surabaya membuktikan 	    tekadnya untuk melindungi 	    hak-hak perokok pasif.</p>
<p>Beberapa tempat kemudian 	    ditetapkan sebagai kawasan 	    tanpa rokok, seperti sarana 	    kesehatan, lingkungan belajar 	    mengajar, arena kegiatan 	    anak, serta tempat ibadah, 	    dan angkutan umum.</p>
<p>Sementara, kawasan terbatas 	    merokok meliputi tempat 	    kerja dan tempat umum 	    seperti hotel, restauran, 	    terminal, pelabuhan, pasar, 	    pusat perbelanjaan, bioskop, 	    kolam renang, ataupun 	    kawasan olahraga. 	    Sanksi terhadap 	    pelanggaran perda ini adalah 	    kurungan paling lama tiga 	    bulan atau denda paling 	    banyak Rp 50.000.000 bagi 	    individu yang melanggar.</p>
<p>Sementara, bagi pimpinan 	    atau penanggung jawab 	    kawasan tanpa rokok atau 	    kawasan terbatas merokok 	    sanksinya mulai peringatan 	    tertulis, penghentian 	    sementara kegiatan, 	    pencabutan izin dan/atau 	    denda paling banyak Rp       50.000.000.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=127" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=127" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ydZpQc9z2MXcZ7t4caKWXCFkEfs/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ydZpQc9z2MXcZ7t4caKWXCFkEfs/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ydZpQc9z2MXcZ7t4caKWXCFkEfs/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ydZpQc9z2MXcZ7t4caKWXCFkEfs/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/baIhG-ud0ME" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=127</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=127</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Konsep Energi dimasa depan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/zZQa-UXsz7o/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=119#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 15:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi cadangan persediaan sumber energi di saat kini memang membuat kecemasan bagi siapapun di seluruh dunia. Kehidupan bisa terancam kelangsungannya kalau kita kehabisan sumber energi. Semakin modern kehidupan kita semakin pula membutuhkan energi yang cukup besar, tentunya hal ini harus dicarikan solusi yang tepat dalam mensiasati kebutuhan energi demi kesejahteraan kehidupan dimuka bumi ini. Untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/12/pertamina.png"><img class="alignright size-full wp-image-121" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Pertamina" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/12/pertamina.png" alt="Pertamina" width="201" height="201" /></a>Kondisi cadangan persediaan sumber energi di saat kini memang membuat kecemasan bagi siapapun di seluruh dunia. Kehidupan bisa terancam kelangsungannya kalau kita kehabisan sumber energi. Semakin modern kehidupan kita semakin pula membutuhkan energi yang cukup besar, tentunya hal ini harus dicarikan solusi yang tepat dalam mensiasati kebutuhan energi demi kesejahteraan kehidupan dimuka bumi ini.</p>
<p>Untuk masa depan yang lebih baik tentunya dibutuhkan kerja keras karena <strong>Kerja Keras Adalah Energi Kita</strong> dalam menciptakan energi yang berkesinambungan dan aman lingkungan.</p>
<p>Kita semua harus terkonsentrasi untuk memikirkan Teknologi energi, adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk masa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi.</p>
<ul>
<li><strong>Energi ramah lingkungan</strong> atau energi hijau adalah suatu istilah yang menjelaskan apa yang dianggap sebagai sumber energi dan tenaga yang ramah terhadap lingkungan. Khususnya, istilah ini merujuk ke sumber-sumber energi yang dapat diperbaharui dan tidak mencemari lingkungan. Selain air, sinar matahari dan angin terdapat pula energi yang berasal dari makhluk hidup. Termasuk dalam kategori yang terakhir sering disebut juga sebagai biomassa, yang sebagai salah satu contohnya adalah minyak jelantah.</li>
<li><strong>Energi alternatif</strong> adalah istilah yang merujuk kepada semua energi yang dapat digunakan yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Umumnya, istilah ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi, yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change. Selama beberapa tahun, apa yang sebenarnya dimaksud sebagai energi alternatif telah berubah akibat banyaknya pilihan energi yang bisa dipilih yang tujuan yang berbeda dalam penggunaannya.</li>
</ul>
<p>Sektor transportasi yang sangat besar kebutuhannya terhadap sumber energi maka harus diciptakan alat transportasi yang bisa menghemat energi secara baik.</p>
<p>Beberapa jenis alat transportasi yang bisa diciptakan adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><strong>Mobil listrik</strong><br />
Menurut Internatonal Standard (ISO 8713:2002)Mobil Listik dikenal dalam istilah Electric road vehicles yang di Amerika dikembangkan menjadi dua (2) jenis, diantaranya ;Zero Emission Vehicles(ZEV) dan Low Emission Vehicles (LEV). Mobil listrik yang di kategorikan menjadi Zero Emission Vehicles adalah Mobil Batterai (Battery Operate) dan Mobil Fuel cell. Sedangkan yang dikategorikan menjadi LEV adalah mobil yang sistem penggeraknya memadukan antara convensional engine dengan motor listrik (mobil Hybride). Berbagai teknologi yang berkembang terkait dengan mobil listrik ini, dapat diuraikan secara singkat sebagai berikut : Mobil Listrik “Batterai Operate&#8221; Mobil listrik jenis ini mengandalkan batterai sebagai sumber energi untuk menggerakkan kendaraan. Bagian yang sangat penting pada mobil listrik jenis ini adalah : 1). Motor listrik. 2). Batterai (AKI). 3). Crarger (Alat pengisian ulang energi listrik pada AKI). 4). Sistem Kondali (Controller). 5). Managemen Energi (EMS) atau Energy managemen System</li>
<li><strong>Mobil Hybrid</strong><br />
Teknologi Mobil hybrid yang dipopulerkan oleh Toyota dan Honda ini, Sebagai solusi menghemat BBM dan mengatasi pencemaran lingkungan. Cara kerja mesin listrik dengan prinsip regenerative (isi ulang/recharging saat kendaraan sedang beroperasi) pada mesin hybrid, berbeda dengan mobil tenaga listrik penuh. Mobil tersebut tidak bisa mengisi ulang listriknya. Bila listriknya habis, Batterai/aki harus di-charge secara khusus dengan waktu 8 hingga 12 jam (untuk teknologi charger onboard). Khusus mesin hybrid, mesin listriknya bisa mengisi ulang ke aki dengan memanfaatkan kinetic energy saat mengerem (regenerative brakeing). Bahkan sebagian energi mesin dari mesin bensin/solar/bio fuel saat berjalan listriknya bisa disalurkan untuk mengisi batterai/aki. Dengan sistem operasi seperti ini maka akan terjadi penghematan BBM. Di Kota Tokyo Jepang, truk dan bus sudah banyak yang memakai tenaga mesin system hybrid karena dinilai amat efisien/hemat BBM dan mengurangi polusi. Jenis mesin hybrid secara umum ada yang memakai sistem paralel dan sistem seri, namun yang paling umum adalah parallel. Mesin listrik pada kendaran hybrid sebenarnya hanyalah sebagai penunjang atau bisa disebut booster, pada mesin utama yang memakai bensin ataupun solar. Mesin listrik yang kecil pada kendaraan jenis hybrid tak akan kuat menjalankan mobil secara normal. Perkembangan teknologi mesin hybrid memang kini semakin pesat. Begitu pula dalam pengisian ulang listriknya yang semakin canggih, cepat, dan tenaga mesin listriknya semakin besar.</li>
<li><strong>Mobil Surya “Solar Car”</strong><br />
Mobil tenaga surya atau tenaga matahari, adalah jenis kendaraan listrik yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber energinya. Energi matahari ditangkap dengan menggunakan panel cell surya kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik yang berfungsi untuk memutar roda. Agar dapat digunakan secara stabil maka pada mobil surya dilengkapi dengan tempat penyimpanan energy (energy storage) umumnya digunakan accu/batterai. Dilengkapai dengan alat control pengatur kecepatan maka mobil ini dapat melaju sesuai dengan kecepatan sesuai dengan kecepatan yang dirancang.Di Indonesia berkisar 12 tahun yang lalu mobil surya ini dikembangkan oleh mahasiswa ITS Surabaya.</li>
<li><strong>&#8216;Mobil Fuel Cell&#8217;</strong><br />
Fuel Cell adalah sebuah terobosan teknologi yang dilakukan oleh kalangan ilimuan dan industri mobil untuk mencari sumber energi alternatif penggerak mesin. Dan salah satu pilihan terkuat adalah bahan bakar hidrogen, dipilihnya hydrogen karena dianggap memenuhi dua alasan utama, yakni karena hidrogen ramah lingkungan. Gas buang hasil pembakaran hidrogen sama sekali tidak mencemari lingkungan. Alasan kedua, karena secara alamiah hidrogen tersedia dalam jumlah besar hingga bisa dimanfaatkan dari generasi ke generasi. Hidrogen secara ekonomis dapat diperoleh dengan murah. Siklus air juga memungkinkan hidrogen tersedia dalam jangka panjang. Hidrogen merupakan salah satu pilihan kuat sebagai bahan bakar mobil masa datang, menggantikan peran bahan bakar minyak (BBM) yang tingkat polusinya tinggi dan makin tipis ketersediaannya di alam. Hidrogen bisa diperoleh dengan cara melalui proses meng elektrolisa air. cara ini dianggap tidak mengubah keseimbangan alam, sangat simpel, efektif dan bersih. Yakni dengan teknik elektrolisa air dalam jumlah besar dengan menggunakan tenaga listrik. Caranya dua elektroda dibenamkan ke dalam bak berisi air, untuk memancing hidrogen. Ion-ion hidrogen yang bermuatan positif (kation) berkumpul di sekitar katoda negatif. Sedangkan ion-ion oksigen (anion) dikumpulkan menuju anoda positif. Dengan begitu terbentuklah hidrogen dalam bentuk gas. Setelah hydrogen dalam bentuk gas didapatkan, maka melalui teknologi pembakaran &#8216;dingin&#8217; di dalam sebuah sel listrik, yang hasilnya berupa tenaga listrik untuk menggerakkan mobil.</li>
<li><strong>Mobil Listrik Marlip</strong><br />
Mobil ini di Indonesia dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), dengan merek Marlip (Marmut Listrik LIPI). Mobil ini menggunakan sumber tenaga aki 200Ah/12V sebanyak 3 buah. Untuk perjalanan nonstop selama 8 jam, membutuhkan pengisian ulang selama 8 jam pula. Mobil ini dapat menempuh kecepatan rata-rata 40 km/jam. Mobil Marlip, terdiri dari banyak macam, seperti kereta pasien, mobil golf, kendaraan patroli polisi, hingga kendaraan perumahan untuk 2 penumpang. Saat ini sedang dikembangkan juga mobil listrik yang di beri tambahan sel surya diatapnya, untuk menambah daya jelajah mebil tersebut.</li>
</ul>
<p>Sumber Energi untuk saat ini dan masa depan yang bisa dipakai sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak adalah:</p>
<ul>
<li><strong>Energi geothermal</strong><br />
Energi geothermal berasal dari penguraian radioaktif di pusat Bumi, yang membuat Bumi panas dari dalam, dan dari matahari, yang membuat panas permukaan bumi.<br />
Dia dapat digunakan dengan tiga cara:</p>
<ul>
<li>Listrik geothermal</li>
<li>pemanasan geothermal, melalui pipa ke dalam Bumi</li>
<li>pemanasan geothermal, melalui sebuah pompa panas.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Energi surya</strong><br />
Karena kebanyakan energi terbaharui pusatnya adalah &#8220;energi surya&#8221; istilah ini sedikit membingungkan. Namun yang dimaksud di sini adalah energi yang dikumpulkan langsung dari cahaya matahari. Tenaga surya dapat digunakan untuk:</p>
<ul>
<li>menghasilkan listrik menggunakan sel surya</li>
<li>menghasilkan listrik menggunakan pembangkit tenaga panas surya</li>
<li>menghasilkan listrik menggunakan menara surya</li>
<li>memanaskan gedung, secara langsung</li>
<li>memanaskan gedung, melalui pompa panas</li>
<li>memanaskan makanan, menggunakan oven surya.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Energi angin</strong><br />
Karena matahari memanaskan permukaan bumi secara tidak merata, maka terbentuklah angin. Energi kinetik dari angin dapat digunakan untuk menjalankan turbin angin, beberapa mampu memproduksi tenaga 5 MW. Tenaga keluaran adalah fungsi kubus dari kecepatan angin, maka turbin tersebut paling tidak membutuhkan angin dalam kisaran 5,5 m/d (20 km/j), dan dalam praktek sangat sedikit wilayah yang memiliki angin yang bertiup terus menerus. Namun begitu di daerah pesisir atau daerah di ketinggian, tersedia angin yang cukup konstan. Pada 2005 telah ada ribuan turbin angin yang beroperasi di beberapa bagian dunia, dengan perusahaan &#8220;utility&#8221; memiliki kapasitas total lebih dari 47.317MW. Kapasitas merupakan output maksimum yang memungkinkan dan tidak menghitung &#8220;load factor&#8221;. Ladang angin baru dan taman angin lepas pantai telah direncanakan dan dibuat di seluruh dunia. Ini merupakan cara penyediaan listrik yang tumbuh dengan cepat di abad ke-21 dan menyediakan tambahan bagi stasiun pembangkit listrik utama. Kebanyakan turbin yang digunakan menghasilkan listrik sekitar 25% dari waktu (load factor 25%), tetapi beberapa mencapai 35%. Load factor biasanya lebih tinggi pada musim dingin. Ini berarti bahwa turbin 5MW dapat memiliki output rata-rata 1,7MW dalam kasus terbaik.</li>
<li><strong>Tenaga air</strong><br />
Tumbuhan biasanya menggunakan fotosintesis untuk menyimpan tenaga surya, air, dan CO2. Bahan bakar bio adalah bahan bakar yang diperoleh dari biomass &#8211; organisme atau produk dari metabolisme mereka, seperti tai dari sapi. Dia merupakan energi terbaharui.</li>
</ul>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=119" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=119" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H3XBPUwql8D3axoiWm_TNns9v1k/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H3XBPUwql8D3axoiWm_TNns9v1k/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H3XBPUwql8D3axoiWm_TNns9v1k/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H3XBPUwql8D3axoiWm_TNns9v1k/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/zZQa-UXsz7o" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=119</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=119</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Makanan khas</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/sERRzztAGOg/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=112#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[rujak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya terkenal akan rujak cingur, semanggi, lontong balap, sate kerang, dan lontong kupang. Rujak Cingur adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama daerah asalnya Surabaya. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur),bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya terkenal akan rujak cingur, semanggi, lontong balap, sate kerang, dan lontong kupang.</p>
<p><strong>Rujak Cingur</strong></p>
<p><strong><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/11/rujakcingur.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-113" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Rujak Cingur" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/11/rujakcingur-300x199.jpg" alt="Rujak Cingur" width="300" height="199" /></a></strong>adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama daerah asalnya Surabaya. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur),bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo dan cingur serta sayuran-sayuran seperti kecambah/tauge, kangkung dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan, gula/gula merah, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam dan irisan tipis-tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua saus/bumbu dicampur dengan cara diuleg, itu sebabnya rujak cingur juga sering disebut rujak uleg.<br />
Dalam penyajiannya rujak cingur dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyajian &#8216;biasa&#8217; dan &#8216;matengan&#8217; (menyebut huruf e dalam kata matengan seperti menyebut huruf e dalam kata: seperti/menyebut/bendoyo). Penyajian &#8216;biasa&#8217; atau umumnya, berupa semua bahan-bahan yang telah disebutkan diatas, sedangkan &#8216;matengan&#8217; (matang, jawa) hanya terdiri dari bahan-bahan matang saja; lontong, tahu goreng, tempe goreng, bendoyo (krai yang digodok) dan sayur (kangkung, kacang panjang, tauge) yang telah digodok. Tanpa ada bahan &#8216;mentah&#8217;nya yaitu buah-buahan, karena pada dasarnya ada orang yang tidak menyukai buah-buahan. Keduanya memakai saus/bumbu yang sama.<br />
Makanan ini disebut rujak cingur karena bumbu olahan yang digunakan adalah petis udang dan irisan cingur. Hal ini yang membedakan dengan makanan rujak pada umumnya yang biasanya tanpa menggunakan bahan cingur tersebut. Rujak cingur biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.<strong></strong></p>
<p><strong>Semanggi</strong></p>
<p>adalah sekelompok paku air (<strong>Salviniales</strong>) dari marga <em>Marsilea</em>) yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi. Morfologi tumbuhan marga ini khas, karena bentuk entalnya yang menyerupai payung yang tersusun dari empat anak daun yang berhadapan. Akibat bentuk daunnya ini, nama &#8220;semanggi&#8221; dipakai untuk beberapa jenis tumbuhan dikotil yang bersusunan daun serupa, seperti klover. Semua anggotanya heterospor: memiliki dua tipe spora yang berbeda kelamin.<br />
Daun tumbuhan ini (biasanya <em>M. crenata</em>) biasa dijadikan bahan makanan yang dikenal sebagai pecel semanggi, khas dari daerah Surabaya. Organ penyimpan spora (disebut sporokarp) <em>M. drummondii</em> juga dimanfaatkan oleh penduduk asli Australia (aborigin) sebagai bahan makanan. Semanggi <em>M. crenata</em> diketahui mengandung fitoestrogen (estrogen tumbuhan) yang berpotensi mencegah osteoporesis. Tumbuhan ini juga berpotensi sebagai tumbuhan bioremediasi, karena mampu menyerap logam berat Cd dan Pb. Kemampuan ini perlu diwaspadai dalam penggunaan daun semanggi sebagai bahan makanan, terutama bila daunnya diambil dari lahan tercemar logam berat.<strong></strong></p>
<p><strong>Lontong Balap</strong></p>
<p>adalah makanan khas Indonesia yang merupakan ciri khas kota Surabaya di Jawa Timur. Makanan ini terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap dan sambal. Lontong balap biasanya didominasi oleh tauge. Menurut cerita dahulu lontong balap masih dijual dalam gentong-gentong yang berat dan dipikul ke seluruh kota. Gentong-gentong yang berat menyebabkan para penjual lontong balap ini seraya memikul harus berjalan cepat-cepat, menimbulkan kesan berpacu (dalam bahasa Jawa: <em>balapan</em>). Pada masa sekarang lontong balap lebih sering dijual dalam kereta dorong, meski demikian nama lontong balap tetap tidak berubah.<strong></strong></p>
<p><strong>Sate Kerang</strong></p>
<p>adalah makanan khas Indonesia terutama dari kota Surabaya. Sate kerang dibuat dari daging kerang. Unik bagi sate ini adalah bahwa daging kerang yang digunakan tidak dibakar atau dipanggang seperti layaknya sate lainnya, melainkan direbus. Sate ini biasanya disajikan bersama dengan lontong balap, kecap dan sambal.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=112" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=112" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lVh_dUt87qz2H-DQacug3qY2hVc/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lVh_dUt87qz2H-DQacug3qY2hVc/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lVh_dUt87qz2H-DQacug3qY2hVc/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lVh_dUt87qz2H-DQacug3qY2hVc/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/sERRzztAGOg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=112</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=112</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>House of Sampoerna</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/JZ7Pk2A-40s/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=108#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 07:29:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[musium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Terletak di &#8220;Surabaya lama&#8221;, megah bergaya kolonial dan dibangun pada 1862, kini menjadi situs bersejarah yang dilestarikan. Sebelumnya digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh Belanda, itu dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, dipergunakan untuk produksi rokok Sampoerna. Kompleks besar terdiri dari auditorium pusat, dua bangunan lebih kecil di sisi timur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/10/house_of_sampoerna.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-109" title="House of Sampoerna" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/10/house_of_sampoerna.gif" alt="House of Sampoerna" width="127" height="272" /></a>Terletak di &#8220;Surabaya lama&#8221;,  megah bergaya kolonial dan dibangun pada 1862, kini menjadi situs bersejarah yang dilestarikan. Sebelumnya digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh Belanda, itu dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, dipergunakan untuk produksi rokok Sampoerna.  Kompleks besar terdiri dari auditorium pusat, dua bangunan lebih kecil di sisi timur dan barat, struktur ruang terbuka di belakang auditorium sentral. Bangunan samping itu diubah menjadi tempat tinggal keluarga dan gudang besar-seperti struktur yang digunakan untuk menampung fasilitas pengolahan tembakau dan cengkeh, blending, kemasan, percetakan dan pengolahan barang jadi. Dalam peringatan 90 tahun Sampoerna pada tahun 2003, kompleks pusat telah susah payah dipulihkan dan sekarang terbuka untuk umum.  Auditorium sentral yang asli sekarang menjadi museum dan sisi timur telah berubah menjadi struktur yang unik dan dipergunakan sebagai sebuah kafé, sebuah kios barang dagangan dan galeri seni. Bangunan di sisi barat tetap menjadi kediaman keluarga resmi.<br />
Museum yang benar-benar menawarkan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Dari cerita tentang keluarga pendiri serta dapat melihat proses melinting rokok dengan tangan memakai peralatan tradisional dan berakhir dengan pengalaman yang tak terlupakan adalah melinting sebatang rokok Dji Sam Soe sendiri.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=108" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=108" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HDbwU5MkD-q1d8ftxxKRfKBdYHg/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HDbwU5MkD-q1d8ftxxKRfKBdYHg/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HDbwU5MkD-q1d8ftxxKRfKBdYHg/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HDbwU5MkD-q1d8ftxxKRfKBdYHg/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/JZ7Pk2A-40s" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=108</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=108</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pertempuran membela Surabaya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/kVYOSR5Rc24/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=94#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 18:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[battle]]></category>
		<category><![CDATA[tugu pahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Perang Dunia II berakhir, pada 25 Oktober 1945, 6.000 pasukan Inggris-India dari Brigade 49, Divisi 23, dipimpin oleh Brigadir Jenderal Mallaby Aulbertin Walter Sothern mendarat di Surabaya dengan perintah utama untuk melucuti Jepang, tentara dan milisi Indonesia. Mereka juga bertanggung jawab mantan tawanan perang dan memulangkan tentara Jepang. Pasukan Jepang menyerahkan semua senjata mereka, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/10/hero-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-98" title="LMS" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/10/hero-01-150x150.jpg" alt="LMS" width="150" height="150" /></a>Setelah Perang Dunia II berakhir, pada 25 Oktober 1945, 6.000 pasukan Inggris-India dari Brigade 49, Divisi 23, dipimpin oleh Brigadir Jenderal Mallaby Aulbertin Walter Sothern mendarat di Surabaya dengan perintah utama untuk melucuti Jepang, tentara dan milisi Indonesia. Mereka juga bertanggung jawab mantan tawanan perang dan memulangkan tentara Jepang. Pasukan Jepang menyerahkan semua senjata mereka, tetapi milisi dan lebih dari 20.000 pasukan Indonesia menolak.</p>
<p>26 Oktober 1945, tercapai persetujuan antara Bapak Suryo, Gubernur Jawa Timur dengan Brigjen Mallaby bahwa pasukan Indonesia dan milisi tidak harus menyerahkan senjata mereka. Sayangnya, kesalahpahaman terjadi antara pasukan Inggris di Surabaya  dengan markas tentara Inggris di Jakarta yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Philip Christison.</p>
<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/10/bung_tomo.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-99" title="Bung Tomo" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/10/bung_tomo-173x300.jpg" alt="Bung Tomo" width="173" height="300" /></a>27 Oktober 1945, pada jam 11:00 tengah hari, Angkatan Udara Inggris dengan pesawat Dakota dari Jakarta menjatuhkan selebaran di Surabaya,  memerintahkan semua tentara dan milisi Indonesia untuk menyerahkan senjata. Pemimpin milisi dan tentara Indonesia marah ketika membaca selebaran ini dan menganggap Brigjen Mallaby tidak menepati perjanjian tanggal26 pada Oktober 1945.</p>
<p>28 Oktober 1945, pasukan Indonesia dan milisi menyerang pasukan Inggris di Surabaya. Untuk menghindari kekalahan di Surabaya, Brigadir  Mallaby meminta agar Presiden RI Soekarno dan panglima pasukan Inggris Divisi 23, Mayor Jenderal Douglas Cyril Hawthorn untuk pergi ke Surabaya dan mengusahakan perdamaian.</p>
<p>29 Oktober 1945, Presiden Soekarno, Wakil President Mohammad Hatta dan Menteri Penerangan Amir Syarifuddin Harahap dengan Mayor Jenderal Hawthorn pergi ke Surabaya untuk berunding.</p>
<p>Pada siang hari, 30 Oktober 1945, mencapai kesepakatan ditandatangani oleh Presiden Soekarno dan Panglima Divisi Mayor Jenderal Hawthorn 23. Isi perjanjian ini adalah berhenti menembak dan pasukan Inggris akan ditarik mundur dari Surabaya secepatnya. Mayor Jenderal Hawthorn dan 3 pimpinan RI meninggalkan Surabaya dan kembali ke Jakarta.</p>
<p>Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigadir Jenderal Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan tentang perjanjian. Seperti pasukan Inggris mendekati pos di gedung Internatio, dekat jembatan merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang telah mengepung gedung sebelum Internatio.</p>
<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/10/Brimob.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-100" title="Brimob" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/10/Brimob-300x207.jpg" alt="Brimob" width="300" height="207" /></a>Karena mereka pikir komandan akan diserang oleh milisi, pasukan Inggris yang dipimpin Mayor Venu K. Gopal melepaskan tembakan pada milisi untuk membubarkan diri. Para milisi mengira mereka diserang/ditembaki tentara Inggris dari gedung Internatio dan balas menembak. Seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia, tetapi meleset dan malah jatuh tepat di mobil Brigjen Mallaby.</p>
<p>Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya Brigjen Mallaby dan sopirnya tewas. Laporan awal yang diberikan pasukan Inggris di Surabaya ke markas besar pasukan Inggris di Jakarta mengatakan Brigadir Jenderal Mallaby ditembak mati oleh milisi Indonesia.</p>
<p>Letnan Jenderal Sir Philip Christison marah besar mendengar kematian Brigadir Mallaby dan mengerahkan 24.000 pasukan tambahan untuk menguasai Surabaya.</p>
<p>9 November 1945, Inggris menyebarkan ultimatum kepada tentara dan milisi  Indonesia segera diserahkan ke tentara Inggris, tetapi ultimatum ini diabaikan.</p>
<p>10 November 1945, Inggris mulai membom Surabaya dan perang sengit selama 10 hari. Dua pesawat Inggris ditembak jatuh pasukan RI dan salah satu penumpang Brigadir Jenderal Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan meninggal keesokan harinya.</p>
<p>20 November 1945, Inggris berhasil menguasai Surabaya dengan korban ribuan tentara tewas. Lebih dari 20.000 tentara Indonesia, milisi dan penduduk Surabaya tewas. Seluruh kota Surabaya hancur.</p>
<p>Pertempuran ini adalah salah satu pertempuran paling berdarah yang dialami oleh pasukan Inggris di dekade 1940-an. Pertempuran ini menunjukkan keseriusan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah.</p>
<p>Karena serunya pertempuran dan banyaknya jumlah korban jiwa, saat setelah pertempuran, jumlah pasukan Inggris di Indonesia mulai dikurangi secara bertahap dan digantikan oleh pasukan Belanda. Pertempuran tanggal10 November 1945 sampai sekarang dikenang dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 282px; width: 1px; height: 1px;">27 Oktober 1945, pada jam 11:00 tengah hari, Angkatan Udara Inggris dakota pesawat dari Jakarta menjatuhkan selebaran di Surabaya, Indonesia memerintahkan semua tentara dan milisi untuk menyerahkan senjata. Pemimpin milisi dan tentara Indonesia marah ketika saya membaca selebaran ini dan menganggap Brigjen Mallaby tidak menepati perjanjian tanggal26 pada Oktober 1945.</p>
<p>28 Oktober 1945, pasukan Indonesia dan milisi menyerang pasukan Inggris di Surabaya. Untuk menghindari kekalahan di Surabaya, Brigadir RISoekarno Mallaby meminta agar Presiden dan panglima pasukan Inggris Divisi 23, Mayor Jenderal Douglas Cyril Hawthorn untuk pergi ke Surabaya dan mengusahakan perdamaian.</p>
<p>29 Oktober 1945, Presiden Soekarno, Vice President Mohammad Hatta dan Menteri Penerangan Amir Syarifuddin Harahap dengan Mayor Jenderal Hawthorn pergi ke Surabaya untuk berunding.</p>
<p>Pada siang hari, 30 Oktober 1945, mencapai kesepakatan ditandatangani oleh Presiden Soekarno dan Panglima Divisi Mayor Jenderal Hawthorn 23. Isi perjanjian ini diadakan berhenti menembak dan pasukan Inggris akan ditarik mundur dari Surabaya secepatnya. Mayor Jenderal Hawthorn dan 3 pimpinan RI meninggalkan Surabaya dan kembali ke Jakarta.</p>
<p>Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigadir Jenderal Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan tentang perjanjian. Seperti pasukan Inggris mendekati pos di gedung Internatio, dekat jembatan merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang telah mengepung gedung sebelum Internatio.</p></div>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=94" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=94" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8fHhrsGUbof4bOGewM8n4VdFCRc/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8fHhrsGUbof4bOGewM8n4VdFCRc/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8fHhrsGUbof4bOGewM8n4VdFCRc/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8fHhrsGUbof4bOGewM8n4VdFCRc/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/kVYOSR5Rc24" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=94</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=94</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Posko Gempa Sumbar di Surabaya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/pMk11ZfRauc/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=105#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 23:54:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[sumbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Jatim asal Minang di Surabaya, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya, membuka Posko Peduli Gempa Sumbar di Rumah Gadang Jalan Gayung Kebunsari (Injoko) 64, di RM Kapau Jalan Perak Barat 105 dan Balaikota Surabaya, Jalan Taman Surya Surabaya. Share on Facebook]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/10/minang.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-106" title="Rumah Gadang di Surabaya" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/10/minang-300x225.jpg" alt="Rumah Gadang di Surabaya" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Masyarakat Jatim asal Minang di Surabaya, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya, membuka Posko Peduli Gempa Sumbar di <strong>Rumah Gadang</strong> Jalan Gayung Kebunsari (Injoko) 64, di <strong>RM Kapau</strong> Jalan Perak Barat 105 dan <strong>Balaikota Surabaya</strong>, Jalan Taman Surya Surabaya.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=105" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=105" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Gkfioe1PKdUHbO1_PvqyluIQLdE/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Gkfioe1PKdUHbO1_PvqyluIQLdE/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Gkfioe1PKdUHbO1_PvqyluIQLdE/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Gkfioe1PKdUHbO1_PvqyluIQLdE/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/pMk11ZfRauc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=105</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=105</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Surabaya selayang pandang</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/-Yz7kRy_k8M/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=88#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 08:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[ceng-ho]]></category>
		<category><![CDATA[kayoon]]></category>
		<category><![CDATA[sunan ampel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Jantung Surabaya terletak di Jl. Pemuda, tempat yang bagus untuk memulai perjalanan Anda. Kemudian kita menuju ke pelabuhan tua Kalimas, ramai dengan kapal-kapal, kapal kontainer, dan terdapat beberapa kapal kayu Pinisi tradisional yang sedang mengangkut beban, sebuah pemandangan yang menghiasi tempat ini selama 600 tahun terakhir. Dekat Kalimas, kita bisa berkunjung ke Masjid Sunan Ampel, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jantung Surabaya terletak di Jl. Pemuda, tempat yang bagus untuk memulai perjalanan Anda. Kemudian kita menuju ke pelabuhan tua Kalimas, ramai dengan kapal-kapal, kapal kontainer, dan terdapat beberapa kapal kayu Pinisi tradisional yang sedang mengangkut beban, sebuah pemandangan yang menghiasi tempat ini selama 600 tahun terakhir.</p>
<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/masjid_sunan_ampel.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-91" title="Masjid Sunan Ampel" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/masjid_sunan_ampel-150x150.jpg" alt="Masjid Sunan Ampel" width="150" height="150" /></a>Dekat Kalimas, kita bisa berkunjung ke Masjid Sunan Ampel, yang dibangun pada 1421.   Surabaya adalah kota yang menarik dan penuh dengan kontradiksi. Sebelum menjadi wilayah kerajaan, Surabaya pada masa kolonial Belanda, kota berubah menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan terbesar di masa itu. Kemudian beberapa dari pertempuran yang paling berdarah untuk kemerdekaan terjadi di sini. Warisan sejarah dapat kita lihat sekarang bercampur dengan pemandangan kehidupan modern masa kini.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-89" title="Ceng-Ho" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/Ceng-Ho.jpg" alt="Ceng-Ho" width="175" height="117" />Kita lanjutkan perjalanan menuju ke Masjid Cheng Hoo di Jl. Gading, sebuah masjid yang memiliki unsur budaya Cina sebagai pagoda unik berbentuk atap.</p>
<p>Tidak begitu jauh dari pusat kota lama, Hotel Majapahit, gaya kolonial Belanda adalah tempat yang tepat untuk berhenti sejenak dan menyeruput secangkir teh. Pada tahun 1945, hotel ini merupakan tempat peristiwa sejarah perjuangan, terjadi penyobekan kain biru pada bendera Belanda dan mengubahnya menjadi Merah Putih, yang kini menjadi bendera Indonesia.</p>
<p>Setelah matahari terbenam, Kya Kya Kembang Jepun menawarkan berbagai makanan murah di tempat terbuka, Pujasera versi Surabaya yang juga merupakan tempat untuk mencuci mata.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=88" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=88" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7gtdPT0v8flWPu0iP4OfGdbRZf4/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7gtdPT0v8flWPu0iP4OfGdbRZf4/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7gtdPT0v8flWPu0iP4OfGdbRZf4/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7gtdPT0v8flWPu0iP4OfGdbRZf4/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/-Yz7kRy_k8M" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=88</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=88</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Monumen Jenderal Soedirman</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/HUSqD2O6dJs/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=72#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 22:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[sudirman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Monumen Jenderal Sudirman terletak di Jalan Yos Sudarso, Surabaya. Di bawah patung telah dipahat beberapa kata-kata mutiara dari Panglima Jenderal Soedirman yang intinya memperbesar rasa percaya diri, melanjutkan perjuangan, mempertahankan tanah air, dan tidak pernah menyerah untuk bangsa dan negara. Monumen ini dibangun untuk seluruh masyarakat Jawa Timur dan inisiatif oleh Letnan Jenderal M. Yasin sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-75" title="Soedirman" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/soedirman-224x300.jpg" alt="Soedirman" width="224" height="300" />Monumen Jenderal Sudirman terletak di Jalan Yos Sudarso, Surabaya. Di bawah patung telah dipahat beberapa kata-kata mutiara dari Panglima Jenderal Soedirman yang intinya memperbesar rasa percaya diri, melanjutkan perjuangan, mempertahankan tanah air, dan tidak pernah menyerah untuk bangsa dan negara.</p>
<p>Monumen ini dibangun untuk seluruh masyarakat Jawa Timur dan inisiatif oleh Letnan Jenderal M. Yasin sebagai Panglima VII Brawijaya pada saat itu. Posisi lokasi monumen ini tepat di depan Gedung Balai Kota, yang merupakan Kantor Walikota Surabaya.</p>
<p>Jenderal Soedirman adalah salah satu tokoh besar di antara beberapa orang lain yang dilahirkan oleh sebuah revolusi. Ketika ia masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Bahkan menderita sakit paru-paru yang parah, dan beliau tetap bergerilya melawan Belanda.</p>
<p>Ketika Jepang menduduki, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor dan setelah menyelesaikan pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Komandan Divisi V / Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya dipilih menjadi Komandan Angkatan Bersenjata (Panglima TNI). Dia adalah seorang pahlawan kemerdekaan yang tidak memberikan toleransi dalam mempertahankan Republik Indonesia yang dicintai. Dia tercatat sebagai seorang komandan dan yang pertama Jenderal muda di Republik ini.</p>
<p>Pribadinya adalah keteguhan prinsip dan keyakinan, selalu membawa ke depan publik dan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Dia selalu konsisten dan konsekuen dalam memegang komando untuk tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini dapat dilihat ketika Aggress Militer Belanda II. Ia yang dalam keadaan sakit ringan, masih berniat terjun bergerilya meskipun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melawan Belanda. Itu sebabnya dia disebut sebagai salah satu tokoh besar revolusi negeri ini.</p>
<p>Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah nasional yang tinggi untuk memiliki jiwa besar. Kemudian ia melanjutkan ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak selesai. Sudirman muda dikenal memiliki disiplin dan sabar dalam organisasi Pramuka Hizbul Wathan kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Disiplin, jiwa pendidik, Pramuka dan perempuan panduan.</p>
<p>Setelah Indonesia telah merdeka, dalam sebuah pertemuan dengan tim Jepang, ia berhasil merebut senjata tim Jepang di Banyumas. Itu adalah layanan pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Setelah Tentara Keamanan Dan Keselamatan Angkatan Darat (TKR) terbentuk, kemudian ia diangkat menjadi komandan Divisi V / Banyumas dengan pangkat kolonel. Dan melalui Konferensi TKR pada tanggal 2 November 1945, ia dipilih menjadi kepala TKR / Komandan Angkatan Darat Republik Indonesia. Selanjutnya, pada tanggal 18 Desember 1945, Jenderal adalah diberikan kepadanya melalui janji Presiden. Beliau diangkat bukan lulusan Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagai suatu peraturan, tetapi karena prestasinya.</p>
<p>Ketika tim sekutu datang ke Indonesia dengan melucuti tentara Jepang, TKR akhirnya mengadakan pertemuan dengan tentara sekutu. Pada Desember 1945, tim TKR yang dipimpin oleh Sudirman telah terlibat pertemuan untuk melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember pada tahun yang sama, melancarkan serangan pada suatu waktu untuk semua posisi Inggris. Yang perfervid perjumpaan selama lima hari akhirnya memaksa tim Inggris mengundurkan diri ke Semarang.</p>
<p>Pada saat tim Belanda kembali melakukan agresinya atau yang dikenal sebagai Aggress Militer Belanda II, Ibukota RI itu berada di Yogyakarta karena Jakarta kota sebelum semua telah dikuasai. Jenderal Sudirman, yang saat itu tinggal di Yogyakarta, adalah sedang sakit. Situasinya sangat lemah karena paru-parunya yang hanya satu.</p>
<p>Dalam Agresi Militer Belanda II, Belanda kemudian berhasil menguasai Yogyakarta. Bung Karno dan Hatta dan beberapa anggotanya juga telah ditangkap. Melihat situasi, walaupun Presiden Soekarno yang menyarankan untuk tinggal di kota dan melakukan pengobatan, tetapi anjuran tidak dapat dipenuhi karena dorongan untuk melawan Belanda dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin tentara.</p>
<p>Oleh karena itu dengan ditandu, ia berangkat untuk memimpin tim untuk melakukan perang gerilya. Sekitar tujuh bulan, ia pergi dari satu hutan ke hutan lainnya, dari gunung ke gunung dalam sakit dan sangat lemah serta tidak ada obat. Tetapi kepada timnya beliau selalu memberi semangat dan membimbing seolah-olah beliau tidak merasakan sakit. Tapi akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan bersenjata secara langsung, tapi ide dan strateginya selalu diperlukan.</p>
<p>Pada 29 Januaries 1950 di usia 34 tahun, Panglima besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Dia telah dinyatakan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=72" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=72" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Dj4ReGr28pL0ph3wD7dh7EhXrYc/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Dj4ReGr28pL0ph3wD7dh7EhXrYc/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Dj4ReGr28pL0ph3wD7dh7EhXrYc/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Dj4ReGr28pL0ph3wD7dh7EhXrYc/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/HUSqD2O6dJs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=72</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=72</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Monumen Tugu Pahlawan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/gs9BpXcjg08/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=78#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 21:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[tugu pahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Monumen ini setinggi 45 meter dan terletak di Tembaan Street. Dibangun dalam rangka memberikan penghargaan yang tinggi kepada semangat pejuang &#8220;Arek-arek Suroboyo&#8221; dan semua prajurit yang telah gugur dalam pertempuran besar melawan tentara sekutu yang menumpang NICA, yang ingin menduduki surabaya di 10 Novembers 1945. Terletak di depan Kantor Gubenur, Jl. Pahlawan Surabaya. Monumen ini dibangun dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-82" title="Tugu Pahlawan" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/tugupahlawan-286x300.jpg" alt="Tugu Pahlawan" width="286" height="300" />Monumen ini setinggi 45 meter dan terletak di Tembaan Street. Dibangun dalam rangka memberikan penghargaan yang tinggi kepada semangat pejuang &#8220;Arek-arek Suroboyo&#8221; dan semua prajurit yang telah gugur dalam pertempuran besar melawan tentara sekutu yang menumpang NICA, yang ingin menduduki surabaya di 10 Novembers 1945. Terletak di depan Kantor Gubenur, Jl. Pahlawan Surabaya.</p>
<p>Monumen ini dibangun dengan ketinggian 40,45 meter atau 45 meter, dengan diameter bawah 3,10 meter dan diameter 1,30 meter. Di bawah monumen yang dihiasi dengan &#8216; &#8220;Trisula&#8221; ukiran bergambar,&#8217; &#8220;Cakra&#8221;, &#8216; &#8220;Stamba&#8221; dan&#8217; &#8220;Padma&#8221; sebagai simbol api perjuangan.</p>
<p>Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ir. SOEKARNO Presiden RI pertama yang didampingi oleh Walikota Surabaya, Doel Arnowo dalam 10 Novembers 1951. Satu tahun kemudian, Monumen Pahlawan telah dibuka oleh Ir. SOEKARNO pada 10 Novembers 1952 disaksikan oleh Walikota Surabaya, R. Moestadjab Soemowidigdo, dengan lokasi tepat di atas bekas gedung Raad Van Justitie atau Gedung Pengadilan Tinggi dalam penjajahan Belanda, yang pada zaman pendudukan Jepang digunakan sebagai gedung Kempetai atau polisi militer Jepang.  Kemudian gedung ini dikuasai oleh anak-anak muda Surabaya dan menjadi pusat perjuangan. Akhirnya, bangunan ini hancur karena terkena tembakan artileri sekutu.</p>
<p>Gerbang menuju Monumen Pahlawan, terlihat seperti Candi Bentar, yang kemudian disebut sebagai Bentar Gateway. Bentar gerbang dibangun dengan ketinggian 4,5 meter dan lebar 1,7 meter, gerbang menghadap ke selatan, yang merupakan pintu masuk dan keluar.</p>
<p>Museum Sepuluh Nopember dibangun untuk memperjelas keberadaan Monumen Tugu Pahlawan dan untuk mempelajari pertemperuan 10 November 1945 di Surabaya. Bangunan museum terdiri dari 2 lantai,  lantai 1 digunakan untuk pameran patung melambangkan semangat perjuangan rakyat Surabaya dan sosial orasi Bung Tomo,  drama pertempuran dan film yang menunjukkan perjuangan 10 Novembers 1945 (diorama elektronik) dan ruang auditorium di lantai dua sebagai ruang senjata pameran, reproduksi documenter pameran foto dan penghilangan koleksi Bung Tomo. Selain itu, ada ruang diorama yang menyajikan delapan peristiwa yang terjadi sekitar 10 November 1945, lengkap dengan narasi.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=78" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=78" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nKbpsoD6EpbFO33qFgaK4HILXAs/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nKbpsoD6EpbFO33qFgaK4HILXAs/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nKbpsoD6EpbFO33qFgaK4HILXAs/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nKbpsoD6EpbFO33qFgaK4HILXAs/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/gs9BpXcjg08" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=78</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=78</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Monumen Bambu Runcing</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/g0GC80uAT9c/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=67#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 18:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[bambu runcing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Monumen Bambu Runcing adalah ikon kota Surabaya selain Monumen Pahlawan. Terletak di tengah kota yaitu di Jl. Panglima Sudirman, yang merupakan jalan utama dengan lalu lintas padat. Monumen ini dibangun untuk mengenang semangat arek-arek Suroboyo melawan penjajah pada saat 10 Novembers 1945 dengan senjata seadanya yaitu hanya dengan sepotong bambu yang bagian belakangnya runcing. Monumen ini terdiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-69" title="Bambu Runcing" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/bamburuncing01-300x215.jpg" alt="Bambu Runcing" width="300" height="215" /></p>
<p>Monumen Bambu Runcing adalah ikon kota Surabaya selain Monumen Pahlawan. Terletak di tengah kota yaitu di Jl. Panglima Sudirman, yang merupakan jalan utama dengan lalu lintas padat.</p>
<p>Monumen ini dibangun untuk mengenang semangat arek-arek Suroboyo melawan penjajah pada saat 10 Novembers 1945 dengan senjata seadanya yaitu hanya dengan sepotong bambu yang bagian belakangnya runcing.</p>
<p>Monumen ini terdiri dari 5 pilar dan tiang beton yang tingginya tidak sama; itu dibentuk agar terlihat seperti bambu runcing. Puncak tertinggi bambu runcing diperkirakan beberapa meter. Pada waktu tertentu, pompa air difungsikan sehingga air akan keluar dari setiap lubang bambu. Berbagai tanaman hias berwarna-warni mengepung monumen ini sehingga terlihat tenang dan segar.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=67" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=67" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BKiNN8o35ag1Q3XqC7klpZBeqwI/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BKiNN8o35ag1Q3XqC7klpZBeqwI/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BKiNN8o35ag1Q3XqC7klpZBeqwI/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BKiNN8o35ag1Q3XqC7klpZBeqwI/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/g0GC80uAT9c" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=67</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=67</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Monumen Kapal Selam (Monkasel)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/4Ufj8Uo_-q8/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=63#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 17:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[kapal selam]]></category>
		<category><![CDATA[monkasel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Monkasel dibangun di sisi sungai Kalimas, Surabaya. Tepatnya beralamat di Jl. Pemuda No. 39 Surabaya. Konsep utama adalah: Untuk menciptakan kawasan wisata baru di Jawa Timur. Sebagai warisan nilai sejarah yang mencerminkan Indonesia sebagai Negara Maritim. Untuk tetap aman dan bertindak sebagai objek konservasi. Sebagai memorabilia yang didedikasikan untuk seorang pejuang pemberani yang berjuang gigih. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/monkasel.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-64" title="Monkasel" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/monkasel-300x206.jpg" alt="Monkasel" width="300" height="206" /></a><a title="Monumen Kapal Selam" href="http://www.monkasel.com" target="_blank">Monkasel</a> dibangun di sisi sungai Kalimas, Surabaya. Tepatnya beralamat di Jl. Pemuda No. 39 Surabaya.</p>
<p>Konsep utama adalah:</p>
<ul>
<li>Untuk menciptakan kawasan wisata baru di Jawa Timur.</li>
<li>Sebagai warisan nilai sejarah yang mencerminkan Indonesia sebagai Negara Maritim.</li>
<li>Untuk tetap aman dan bertindak sebagai objek konservasi.</li>
<li>Sebagai memorabilia yang didedikasikan untuk seorang pejuang pemberani yang berjuang gigih.</li>
</ul>
<p>KRI Pasopati 410, termasukjenis SS type Whiskey Class, Wostok dibuat di Vladi Rusia pada tahun 1952. Kapal selam ini berpartisipasi di jajaran Angkatan Laut sejak 29 Januari 1962, Tugasnya adalah untuk menghancurkan garis musuh (anti-shipping), pengawasan dan melakukan penggerebekan diam-diam.</p>
<p>KRI Pasopati telah mengambil peran besar untuk mempertahankan hukum Kelautan, seperti Operasi Trikora, KRI Pasopati turun di belakang garis musuh, secara psikologis adalah memberi tekanan pada musuh.</p>
<p><a title="Monumen Kapal Selam" href="http://www.monkasel.com" target="_blank">Monumen Kapal Selam</a> KRI Pasopati 410 adalah sebuah monumen dengan skala penuh (bukan replika). Pembangunan pertama dimulai pada Juli 1995, ditandai oleh Gubernur Jawa Timur, Basofi Soedirman meletakkan batu pondasi. Pada saat yang sama, KRI Pasopati telah diiris menjadi 16 bagian yang berbeda di PT. PAL Indonesia. Oleh karena itu, bagian ini akan dirangkai kembali diletakkan di atas pondasi. <a title="Monumen Kapal Selam" href="http://www.monkasel.com/" target="_blank">Monkasel</a> resmi dibuka tanggal 15 July1998 dan telah beroperasi sebagai salah satu objek wisata di Surabaya.</p>
<p>KRI Pasopati memiliki total 7 Kamar:</p>
<ol>
<li>Kamar untuk haluan&#8217;s Torpedo, bersenjata dengan 4 torpedo baling-baling, juga berfungsi sebagai gudang untuk torped.</li>
<li>Officer&#8217;s Lounge, ruang makan malam, dan sebuah meja kerja. Di bawah geladak adalah ruang toko untuk Battery I.</li>
<li>Jembatan utama dan Pusat Komando. Penyimpanan makanan adalah di bawah dek</li>
<li>Crew&#8217;s Lounge Room, sebuah Dapur, dan penyimpanan untuk Baterai II di bawah dek.</li>
<li>Mesin Diesel Engine Room dan Terminal.</li>
<li>Electrical Engine Room.</li>
<li>Torpedo Chamber untuk bagian buritan. Bersenjata dengan 2 baling-baling.</li>
</ol>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=63" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=63" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fhRpCo9gA8CjeV1SJAb_ABEDDOU/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fhRpCo9gA8CjeV1SJAb_ABEDDOU/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fhRpCo9gA8CjeV1SJAb_ABEDDOU/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fhRpCo9gA8CjeV1SJAb_ABEDDOU/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/4Ufj8Uo_-q8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=63</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=63</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tips: Berlibur ke Surabaya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/HxF3Sw1yK2w/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=57#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 04:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[berlibur]]></category>
		<category><![CDATA[piknik]]></category>
		<category><![CDATA[tamsya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Anda akan berlibur ke Surabaya? Anda akan menikmati sensasi, mudah, damai, dan nyaman. Jika Anda ingin menikmati liburan dengan baik, ikuti tips berikut ini: Surabaya memiliki cuaca panas, membekali diri dengan kacamata hitam untuk melindungi mata dan melindungi kulit dari efek negatif sinar matahari. Minum banyak, sehingga Anda tidak mengalami dehidrasi. Pastikan bahwa air yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/header.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-58" title="suro-boyo" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/header-200x300.jpg" alt="suro-boyo" width="200" height="300" /></a>Anda akan berlibur ke Surabaya?<br />
Anda akan menikmati sensasi, mudah, damai, dan nyaman.</p>
<p>Jika Anda ingin menikmati liburan dengan baik, ikuti tips berikut ini:</p>
<ul>
<li> Surabaya memiliki cuaca panas, membekali diri dengan kacamata hitam untuk melindungi mata dan melindungi kulit dari efek negatif sinar matahari.</li>
<li>Minum banyak, sehingga Anda tidak mengalami dehidrasi. Pastikan bahwa air yang kita minum sudah steril, atau minimal mendidih. Jika ragu, memilih air mineral atau teh.</li>
<li>Selalu menggunakan pelindung tunggal, jenis sepatu, kaus kaki atau sepatu. Hal baik dalam mencegah penyebaran kotoran atau parasit kulit.</li>
<li>Pembersihan tubuh, minimal satu hari sekali, terutama jika kita sering berkeringat, berenang di air yang tidak terjamin kebersihannya.</li>
<li>Daerah tropis selalu dihuni oleh nyamuk. Jadi, selalu membawa obat anti nyamuk yang dapat dioleskan ke kulit.</li>
<li>Pilih tempat makanan yang terjamin kebersihannya. Pastikan saja bahwa makanan yang baru dimasak pada saat kita pesan, bukan makanan yang sudah dingin.</li>
<li>Hindari mengkonsumsi makanan setengah matang, karena bakteri yang ditemukan pada makanan tidak mati dan dapat dibawa ke tubuh kita. Pilih buah yang segar untuk menjamin kebersihan.</li>
<li>Jika mungkin, jangan mengubah jadwal makan dan tidur, karena efek daya tahan tubuh. Rencanakan semuanya sejak awal, sehingga hanya sedikit perubahan mungkin terjadi.</li>
<li>Bawa obat-obatan biasa yang Anda konsumsi jika ada, atau perlengkapan pertolongan pertama, antiseptik, alkohol, kapas, dan balsem, dll.</li>
</ul>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=57" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=57" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/l9g01_oee_5yYq5WxdAh2Wih3bI/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/l9g01_oee_5yYq5WxdAh2Wih3bI/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/l9g01_oee_5yYq5WxdAh2Wih3bI/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/l9g01_oee_5yYq5WxdAh2Wih3bI/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/HxF3Sw1yK2w" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=57</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=57</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hal yang menarik dari barang antik</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/AK_tjUvwprs/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=52#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 03:56:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Toko]]></category>
		<category><![CDATA[antik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak yang benar-benar antusias, tetapi bisnis jual-beli barang-barang antik tidak pernah surut. Namun, usaha ini membutuhkan waktu untuk menghasilkan keuntungan. Lebih tua barang antik, lebih banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan. Sebagian besar dimulai dari hobi. Barang antik di sekitar kita memberikan suasana kenangan, selain memberikan nuansa estetika dalam rumah. Bahkan dibandingkan dengan barang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/antik.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-54" title="antik" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/antik.jpg" alt="antik" width="200" height="130" /></a>Tidak banyak yang benar-benar antusias, tetapi bisnis jual-beli barang-barang antik tidak pernah surut. Namun, usaha ini membutuhkan waktu untuk menghasilkan keuntungan. Lebih tua barang antik, lebih banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan. Sebagian besar dimulai dari hobi.</p>
<p>Barang antik di sekitar kita memberikan suasana kenangan, selain memberikan nuansa estetika dalam rumah. Bahkan dibandingkan dengan barang serupa, mebel misalnya, mungkin frekuensi penjualan perabot baru masih lebih tinggi dari barang-barang antik. Dari awal, kolektor barang antik tidak pernah khawatir karena barang-barang antik tidak akan pernah berakhir.</p>
<p>Barang yang berumur di atas enam puluh tahun telah dikategorikan sebagai barang antik. Beberapa toko Antique tersebar di kota Surabaya, seperti di Selatan Gelora Pantjasila, Jalan Indragiri,  toko ini menawarkan barang-barang antik.</p>
<p>Beberapa toko barang antik lain di kota Surabaya misalnya:</p>
<ul>
<li>TEMOKU, Jl Padmosusastro 102 A, (62-31) 5667635</li>
<li>PINGUIN, Jl Panglima Sudirman.WING ON, Jl Sumatera 96 A, (62-31) 5031586</li>
<li>RIZKI ANTIQUE, Jl Stasiun Kota 48 C, (62-31) 3528670</li>
<li>LUKITA TERAKOTA, Jl Keputran Pasar Kecil III 10, (62-31) 5481322</li>
</ul>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=52" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=52" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M8dASdaM3zkRZnHF4ACKHBUAgMo/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M8dASdaM3zkRZnHF4ACKHBUAgMo/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M8dASdaM3zkRZnHF4ACKHBUAgMo/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M8dASdaM3zkRZnHF4ACKHBUAgMo/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/AK_tjUvwprs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=52</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=52</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Suramadu: Antisipasi jalur mudik</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/CEFUGnUhFfg/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=49#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 02:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[suramadu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Mengantisipasi jalur mudik dan balik selama Lebaran 1430 H/2009 H di Jembatan Nasional Suramadu, PT Jasa Marga selaku operator Jembatan Nasional Suramadu kini tengah menyiapkan berbagai infrastruktur penunjang untuk kelancaran arus lalulintas. Infrastruktur tersebut diantaranya dibangunnya jalan sudetan untuk sepeda motor yang melintasi gerbang roda empat yang berada di sisi Surabaya sudetan tersebut panjangnya mencapai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/suramadu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-50" title="suramadu" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/suramadu-300x199.jpg" alt="suramadu" width="300" height="199" /></a>Mengantisipasi jalur mudik dan balik selama Lebaran 1430 H/2009 H di Jembatan Nasional Suramadu, PT Jasa Marga selaku operator Jembatan Nasional Suramadu kini tengah menyiapkan berbagai infrastruktur penunjang untuk kelancaran arus lalulintas. Infrastruktur tersebut diantaranya dibangunnya jalan sudetan untuk sepeda motor yang melintasi gerbang roda empat yang berada di sisi Surabaya sudetan tersebut panjangnya mencapai dua meter.</p>
<p>Kepala Gerbang Tol Jembatan Nasional Suramadu, Suhariyono di kantornya, Kamis (10/9) mengatakan, jalan sudetan tersebut tepat berada di depan pintu gerbang sepeda motor dan roda empat. Jalan tersebut akan dimanfaatkan apabila antrian kendaraan roda dua di pintu gerbang mulai memanjang hingga 100 m dan diprediksi akan terus memanjang jika kemacetan tidak segera terurai.</p>
<p>Kendaraan yang melintasi jalan sudetan tersebut selanjutnya akan diarahkan melintasi jalur roda dua di Jembatan Nasional Suramadu. “Adanya jalur tersebut bukan berarti sepeda motor nantinya diperkenankan melintasi jalur roda empat, karena upaya tersebut hanya bersifat antispatif,” katanya.</p>
<p>Di sisi Madura, jalur sudetan sebelumnya juga telah dibangun. Keberadaan jalur sudetan itu ada bukan sebagai langkah antisipasi jalur Lebaran, namun ada sejak peresmian jembatan. “Keberadaan dua jalur sudetan di kedua sisi akan dimanfaatkan jika terjadi hal-hal yang bersifat darurat,” ujarnya.</p>
<p><strong>Bangun Tenda</strong></p>
<p>Dikatakannya, selain telah membangun jalur sudetan, pada H-7 Jasa Marga juga akan menyiapkan tenda sepanjang 70 meter didua sisi, yakni Madura dan Surabaya. Tenda tersebut nantinya dipasang di jalur sepeda motor tepat di lokasi antrian mengambil tiket.</p>
<p>Adanya tenda tersebut adalah dimaksudkan agar pengendara roda dua tidak kepanasan saat terjadi antrian masuk ke Jembatan Nasional Suramadu di pintu tol. Tenda tersebut mulai dipasang pada, Senin (14/9) tepat H-7 dari Lebaran dan rencananya akan kembali dibongkar pada H+7 usai Lebaran.</p>
<p>Agar pelayanan saat transaksi pembayaran di pintu gerbang masuk makin cepat dan singkat, Jasa Marga juga akan menambah personil yang akan membantu kecepatan tugas tersebut. Jika saat ini ditiap-tiap sisi terdapat lima orang petugas loket yang melayani transaksi pembayaran, rencananya nanti akan ditambah empat orang petugas ditiap-tiap sisi. Empat orang petugas tersebut tugasnya hanya membantu petugas yang ada. Teknisnya ada petugas yang menerima uang dan ada petugas yang menyerahkan tiket. Sebelumnya dua pekerjaan tersebut ditangani satu orang petugas pada tiap-tiap loket.</p>
<p>Suhariyono menambahkan, antrian kendaraan pemudik kemungkinan mencapai puncaknya pada H-3, yakni Jumat (18/9). Pada hari itu merupakan awal libur cuti bersama. Diperkirakan pada hari itu kendaraan yang melintasi kemungkinan mencapai 64.000, seperti jumlah kendaraan saat awal jembatan mulai dibuka pada 17 Juli lalu.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=49" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=49" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vq8Y3YbWyeDUFVTGBj71Cluxleg/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vq8Y3YbWyeDUFVTGBj71Cluxleg/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vq8Y3YbWyeDUFVTGBj71Cluxleg/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vq8Y3YbWyeDUFVTGBj71Cluxleg/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/CEFUGnUhFfg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=49</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=49</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Festival Ludruk Tahun 2009</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/V2yZp49J1rs/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=41#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 17:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[ludruk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Selain festival reog, dalam rangka menyambut HUT RI Ke-64, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya juga menggelar Festival Ludruk, Rabu (5/8), di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jatim (TBJ). Festival tersebut diikuti 14 grup yakni 1 grup dari UNESA, 5 grup dari SMAN Surabaya, 5 grup dari SMA Swasta, 1 grup dari SMPN Surabaya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/festival_ludruk.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-42" title="festival_ludruk" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/festival_ludruk-300x214.jpg" alt="festival_ludruk" width="240" height="171" /></a>Selain festival reog, dalam rangka menyambut HUT RI Ke-64, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya juga menggelar Festival Ludruk, Rabu (5/8), di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jatim (TBJ).<br />
Festival tersebut diikuti 14 grup yakni 1 grup dari UNESA, 5 grup dari SMAN Surabaya, 5 grup dari SMA Swasta, 1 grup dari SMPN Surabaya  dan 5 grup dari komunitas Ludruk di Surabaya.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Bambang D.H dalam sambutannya mengajak 	    seluruh elemen masyarakat untuk turut melestarikan dan mengembangkan potensi kesenian di Surabaya, hal tersebut 	    terkait dengan makin berkembang pula jenis hiburan lainnya.	 “Mari kita pelihara dan mengembangkan potensi kesenian yang ada seiring dengan makin berkembangnya jenis hiburan lainnya, agar nantinya kesenian tradisional masih dapat dinikmati oleh anak cucu kita,” tutur Bambang D.H.</p>
<p>Cak Bambang memberikan apresiasi kepada para peserta festival karena<br />
festival yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT RI ke 64 merupakan upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk memupuk dan menghidupkan serta mengembangkan kesenian tradisional. Lebih lanjut Cak Bambang mengungkapkan harapannya kepada dewan juri agar tidak hanya menilai tetapi ikut mencermati potensi-potensi yang ada pada peserta.</p>
<p>Sementara itu, Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menambahkan festival tersebut bertujuan       untuk membina dan menambahkan wawasan kepada generasi muda tentang kesenian tradisional yang ada di Surabaya. “Apresiasi para peserta pada Festival Ludruk 2009 ini diluar dugaan, hal ini terbukti dengan makin meningkatnya jumlah peserta dibandingkan dengan  festival ludruk ditahun-tahun yang lalu.</p>
<p>Dan tahun ini peserta lebih didominasi dari kalangan pelajar,” ungkap Ning Wiwiek kepada Gapura.  Juri pada Festival Ludruk Surabaya 2009, yakni Tri Broto dari Sanggar Tari Surabaya, Suwito H.S dari Paguyuban Ludruk Jawa Timur dan Hengky Kusuma dari Dewan Kesenian Surabaya. Untuk menentukan pemenang dalam Festival Ludruk Surabaya 2009 ini, juri akan melakukan penilaian berdasarkan penampilan, parikan, dan dialog Suroboyoan yang digunakan peserta. Dalam festival tersebut terpilih 6 grup terbaik yakni Sunan Prapen (SMAN 16), Bharada (UNESA), Djaja Makmoer SMA       Panca Soerabaya (SMAN 5), Twenty One (SMAN 21), Bundass       (SMAN 12), dan Tronto. Sedangkan Pemenang favorit diraih oleh Sunan Prapen dari SMAN 16.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=41" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=41" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bOeW_c7PnQyH6EXtyMHcIhG6N6w/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bOeW_c7PnQyH6EXtyMHcIhG6N6w/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bOeW_c7PnQyH6EXtyMHcIhG6N6w/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bOeW_c7PnQyH6EXtyMHcIhG6N6w/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/V2yZp49J1rs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=41</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=41</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Monumen Jalasveva Jayamahe</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/_tIUAGw2kos/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=60#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 16:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[monjaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[MONJAYA (Monumen Jalasveva Jayamahe) adalah monumen dengan figur perwira angkatan laut RI, ketinggian 25 meter dan terletak di ujung dermaga kawasan armada timur Ujung Surabaya. Jalasveva Jayamahe yang berarti Jaya di laut dan Jaya di darat menggambarkan kehebatan nenek moyang bangsa Indonesia dalam mengarungi samudera. Bagian bawah dari monumen ini berfungsi sebagai museum kejayaan bahari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/jalasveva.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-61" title="Monjaya" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/09/jalasveva-300x224.jpg" alt="Monjaya" width="300" height="224" /></a>MONJAYA (Monumen Jalasveva Jayamahe) adalah monumen dengan figur perwira angkatan laut RI, ketinggian 25 meter dan terletak di ujung dermaga kawasan armada timur Ujung Surabaya. Jalasveva Jayamahe yang berarti <strong>Jaya di laut dan Jaya di darat</strong> menggambarkan kehebatan nenek moyang bangsa Indonesia dalam mengarungi samudera. Bagian bawah dari monumen ini berfungsi sebagai museum kejayaan bahari Indonesia.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=60" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=60" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uyQ0uHT1DVOj7kHGON0wwgZ6A88/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uyQ0uHT1DVOj7kHGON0wwgZ6A88/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uyQ0uHT1DVOj7kHGON0wwgZ6A88/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uyQ0uHT1DVOj7kHGON0wwgZ6A88/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/_tIUAGw2kos" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=60</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=60</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Sambel Goreng Ny. Zakaria</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/SThTTX6Yyks/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=36#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 21:39:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[oleh-oleh]]></category>
		<category><![CDATA[sambal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bertahun-tahun hanya bersembunyi di balik outlet-outlet di Surabaya sebagai supplier sambel goreng kentang dan sambel goreng tempe, Ny. Zakaria tahun ini mulai unjuk gigi. Menurut saya memang sudah saatnya, karena sambel goreng tempe ini sebenarnya sudah sangat dikenal tapi dengan merk yang berbeda-beda dan dijual oleh outlet yang tersebar di Surabaya. Bahkan, dalam skala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/08/sambel_zakaria.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-37" title="Sambel Goreng" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/08/sambel_zakaria-225x300.jpg" alt="Sambel Goreng" width="203" height="270" /></a>Setelah bertahun-tahun hanya bersembunyi di balik outlet-outlet di Surabaya sebagai supplier sambel goreng kentang dan sambel goreng tempe, Ny. Zakaria tahun ini mulai unjuk gigi.</p>
<p>Menurut saya memang sudah saatnya, karena sambel goreng tempe ini sebenarnya sudah sangat dikenal tapi dengan merk yang berbeda-beda dan dijual oleh outlet yang tersebar di Surabaya. Bahkan, dalam skala yang lebih besar, Ny. Zakaria sering mensupply kebutuhan kapal dengan sambal gorengnya.</p>
<p>Kerenyahannya sudah dikenal sampai ke manca negara. Dulunya hanya dikemas sederhana dalam kantong plastik, tapi kini sudah tersedia dalam toples yang praktis dibawa dan disimpan. Tanpa bahan pengawet, sambel goreng tempe ini bisa disimpan sampai sekitar satu bulan.</p>
<div>Lokasi: Jl. Ngagel Jaya Selatan<br />
Perkiraan Harga: Rp 35.000 (Sambel Goreng Kentang), Rp 25.000 (Sambel Goreng Tempe) per ½ kg.</div>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=36" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=36" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gMBdfIXsjic348UbSnSFfS5GklA/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gMBdfIXsjic348UbSnSFfS5GklA/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gMBdfIXsjic348UbSnSFfS5GklA/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gMBdfIXsjic348UbSnSFfS5GklA/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/SThTTX6Yyks" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=36</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=36</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Limbah di S.Brantas sudah mengkhawatirkan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/kbqGBrLaPpo/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=27#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 07:35:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[GRESIK, KOMPAS &#8211; Tingginya tingkat pencemaran domestik di Kali Brantas, khususnya di Desa Cangkir dan Driyorejo, Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik semakin mengkhawatirkan. Direktur Ekesekutif Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan-lahan Basah atau Ecoton, Prigi Arisandi Minggu (2/8) menyebutkan populasi penduduk di dua desa itu mencapai 10.000 jiwa dan menyumbangkan limbah cair dan limbah padat berupa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/08/limbahbrantas.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-29" title="limbahbrantas" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/08/limbahbrantas.jpg" alt="limbahbrantas" width="238" height="180" /></a>GRESIK, KOMPAS &#8211; Tingginya tingkat pencemaran domestik di Kali Brantas, khususnya di Desa Cangkir dan Driyorejo, Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik semakin mengkhawatirkan. Direktur Ekesekutif Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan-lahan Basah atau Ecoton, Prigi Arisandi Minggu (2/8) menyebutkan populasi penduduk di dua desa itu mencapai 10.000 jiwa dan menyumbangkan limbah cair dan limbah padat berupa sampah domestik setara dengan limbah industri.</p>
<p>Sementara itu berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Timur, limbah cair industri dan limbah cair domestik yang dibuang di Kali Brantas mencapai 150 ton per hari dengan komposisi 55 persen berasal dari limbah domestik dan 45 persen limbah industri. Penanganan limbah industri sekarang sedang digalakkan oleh BLH Jatim dengan Perum Jasa Tirta 1 Malang melalui patroli sungai.</p>
<p>Hingga kini sudah lebih dari 12 perusahaan yang sedang diberkas kasusnya oleh Polwiltabes Kota Surabaya, kata Kepala Bidang Komunikasi Lingkungan dan Peningkatan Peran serta masyarakat BLH Jatim, Putu Arthagiri, dalam pelatihan 30 kader pengolah sampah dari Kecamatan Driyorejo.</p>
<p>Putu menyatakan BLH Jatim sekarang sedang menggalakkan penanganan limbah domestik dan pengolahan sampah dengan melibatkan peran serta masyarakat. Salah satu bentuknya bekerja sama dengan Ecoton melatih 30 kader pengolah sampah untuk Desa Cangkir dan Desa Driyorejo sejak 30 Juli hingga 2 Agustus ini. Peserta dibekali ketrampilan dasar pengolahan sampah dengan metode composting (pengomposan), metode Pemilahan dan teknik daur ulang bahan-bahan bekas serta sosialisasi kebijakan pengelolaan sampah.</p>
<p>BLH Jatim akan mendukung dan memberikan konsultasi serta bantuan teknis kepada Desa Cangkir dan Driyorejo dengan melihat kesiapan masing-masing desa untuk melakukan pengolahan sampah. &#8220;Kami tidak ingin, bantuan teknis berupa instalasi pengolah limbah dan depo-depo kompos nantinya hanya akan menjadi monumen,&#8221; ujar Putu Arthagiri.</p>
<p>Panitia pelatihan, Andreas Agus Kristanto menyatakan melalui action learning (belajar dengan melaksanakan) pengolahan sampah dan limbah domestik di Desa cangkir dan Desa Driyorejo diharapkan dapat menjadi desa pelopor pengolahan sampah dan limbah domestik . &#8220;Selain itu bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas,&#8221; Ujar Andreas.</p>
<p>Dalam kegiatan Action Learning, peserta mengidentifikasi masalah-masalah penanganan sampah dan limbah cair domestik. Dari hasil identifikasi diketahui ada tiga faktor penting yang menyebabkan tidak terkelolanya sampah dan limbah domestik sehingga menimbul kan pencemaran di Kali Brantas. Tiga faktor itu meliputi elemen pribadi, komunitas, dan pemerintah.</p>
<p>Faktor pribadi, orang masih tidak memiliki kepedulian pada masalah sampah, yang didasari oleh kurangnya informasi dan pendidikan tentang dampak sampah dan pengolahan sampah. Faktor komunitas, hilangnya gotong royong dalam masyarakat, tidak adanya mekanisme punishment (sanksi) dan reward (pengharagaan) terkait pengolahan sampah dan limbah cair. Selain itu informasi tentang keberhasilan (success story) pengelolaan sampah masih jarang. Faktor pemerintah, kurangnya sosialisasi tentang kebijakan pengolahan samp ah dan kurangnya perhatian pemerintah dalam penyadaran masyarakat.</p>
<p>Rendahnya kepedulian masyarakat pada pengolahan sampah selain disebabkan oleh rendahnya kesadaran hidup bersih. juga tidak adanya dorongan dan perhatian dari pemerintah Kabupaten Gresik terkait pengolahan sampah di Desa Driyorejo, ujar salah seorang peserta, Mulyono, Kepala Dusun Lopang Desa Driyorejo.</p>
<p>Peserta pelatihan kali ini juga menyusun program untuk diimplementasikan di kedua masing-masing selama setahun. Peserta mencetuskan Program Desi atau Desa Bersih Hijau lestari di Desa Cangkir dan Proyek Dadar Guling atau Desa Sadar dan Peduli Lingkungan d i Desa Driyorejo.</p>
<p>Kepala Dusun Gading Desa cangkir Slamet Karma Hadi menyatakan melalui Program Desi akan menggerakkan potensi desa yang terdiri dari tiga dusun untuk mewujudkan desa zero waste (bebas limbah). Sampah akan kami kelola melalui pendirian rumah kompos dengan bantuan alokasi dana desa, Ujar Slamet.</p>
<p>Sementara Kader Lingkungan Desa Driyorejo, Mutamainah menambahkan untuk mengurangi sumbangan pencemaran domestik ke Kali Brantas, Desa Driyorejo akan mengintesifkan program Sosialisasi kepada warga untuk memilah sampah dan program daur ulang. Saat ini sudah dibentuk kader Brantas Bebas Sampah di Dusun Lopang yang dimotori Karang Taruna. Proyek Dadar Guling akan dijadikan sebuah program kemitraan antara masyarakat Desa Driyorejo, perusahaan di Kawasan Driyorejo dan BLH Provinsi Jatim untuk menangani sampah dan pengolahan limbah cair domestik.</p>
<p>Senin, 3 Agustus 2009 | <a title="Kompas Online" href="http://www.kompas.co.id" target="_blank">Kompas.co.id</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=27" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=27" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8N-Q-H0TCCTkJD2NfQ867xMIz2I/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8N-Q-H0TCCTkJD2NfQ867xMIz2I/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8N-Q-H0TCCTkJD2NfQ867xMIz2I/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8N-Q-H0TCCTkJD2NfQ867xMIz2I/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/kbqGBrLaPpo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=27</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=27</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menelusuri Jejak Warisan Budaya Surabaya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ArekSurabaya/~3/28l4wLxM_ow/</link>
		<comments>http://arek-surabaya.com/?p=14#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 16:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Yuliarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arek-surabaya.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Banyak cara yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengenalkan bangunan-bangunan cagar budaya dan sejarah Kota, salah satunya dengan meluncurkan program dan bus Surabaya Heritage Track (SHT) atau Menelusuri Jejak Warisan Budaya, Selasa (8/6) di House Of Samporna Surabaya. Program tersebut merupakan bentuk kerjasama Pemkot Surabaya dengan House of Samporna untuk terus mendukung Surabaya sebagai tujuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/08/sht.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-23" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Surabaya Heritage Track" src="http://arek-surabaya.com/wp-content/uploads/2009/08/sht-300x223.jpg" alt="Surabaya Heritage Track" width="300" height="223" /></a>Banyak cara yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengenalkan bangunan-bangunan cagar budaya dan sejarah Kota, salah satunya dengan meluncurkan program dan bus <strong><em>Surabaya Heritage Track</em> (SHT)</strong> atau <strong>Menelusuri Jejak Warisan Budaya</strong>, Selasa (8/6) di House Of Samporna Surabaya. Program tersebut merupakan bentuk kerjasama Pemkot Surabaya dengan House of Samporna untuk terus mendukung Surabaya sebagai tujuan wisata. Ratusan cagar budaya yang terletak di Surabaya Utara dan 164 diantaranya ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Surabaya.</p>
<p>Karena nilai historis arsitektur yang tinggi, bangunan-bangunan cagar budaya yang terawat baik, serta latar belakang sejarah kota yang menarik. Maka, warisan ini berpotensi besar menjadi salah satu tujuan wisata baru Kota Surabaya bagi wisatawan dari Indonesia maupun mancanegara.</p>
<p>Menurut Wali Kota Surabaya, Bambang DH perlu dukungan dari berbagai pihak untuk promosi cagar budaya yang ada di Surabaya. Hal tersebut dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk Pemkot Surabaya, tetapi tetap dikenal oleh generasi muda kita. “Perlu adanya pemeliharaan cagar budaya di tempat-tempat lain,” jelas Cak Bambang DH.</p>
<p>SHT adalah tur keliling Kota dengan menggunakan bus (<strong><em>city sightseeing bus</em></strong>) di Surabaya Utara. Dengan menggunakan bus yang memiliki model seperti kereta “trem” yang pernah melintasi Kota Surabaya tempo dulu. Tracker (penumpang bus) dapat menikmati dan mengenal bangunan-bangunan cagar budaya, sejarah Kota Surabaya yang terkenal sebagai Kota Pahlawan, cerita Babad Surabaya, Kekayaan ragam budayanya serta mendapatkan informasi tempat-tempat wisata lain di Surabaya.</p>
<p>“Kami berharap program SHT ini akan menumbuhkan keperdulian dan kecintaan masyarakat, terutama pemilik bangunan cagar budaya untuk melestarikan serta merawat bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah ini,” tutur Yos Ginting, Direktur Corporate Affairs PT HM Sampoerna Tbk. General Manager House Of Sampoerna, Ina Silas menambahkan tur ini diselenggarakan karena banyaknya pertanyaan dan keingintahuan masyarakat terhadap peninggalan sejarah di Surabaya. Ketertarikan ini yang kami tangkap dengan mengada kan tur SHT keliling Kota, sehingga peninggalan dan sejarah Kota Sura ba ya tetap dikenal oleh generasi muda.</p>
<p><strong>RUTE SURABAYA HERITAGE TRACK (SHT)</strong></p>
<p>Perjalanan keliling itu menggunakan bus bercat merah dengan kapasistas 22 orang. Jendela bus lumayan tinggi. Paling tidak dari pinggang penumpang dalam posisi duduk. Bus yang bentuknya mirip trem itu juga dilengkapi jalur khusus untuk penumpang berkursi roda. Dari <strong>HoS</strong>, penumpang diajak menikmati bekas bangunan Lapas Kalisosok yang kini dibiarkan mangkrak. Kalisosok merupakan salah satu bukti sejarah yang cukup mengerikan. Dikenal sebagai penjara paling kejam, bisa dikatakan ini adalah Alcatraz-nya Indonesia Peserta tour (tracker, red) akan mendapatkan penjelasan setiap kali bus melintasi bangunan atau lokasi bersejarah. Misalnya, ketika tracker di Tugu Pahlawan dan PTPN Merak, mereka akan mendapatkan penjelasan mengenai sejarah bangunan tersebut oleh pemandu (<em>guide</em>) SHT.</p>
<p><strong>Rute SHT dibagi menjadi dua bagian</strong></p>
<p>Jalur pendek yang beroperasi Selasa, Rabu, dan Kamis, sedangkan jalur panjang pada Jumat, Sabtu dan Minggu. Jalur panjang memakan waktu setengah jam lebih lama dari jalur pendek yang hanya sejam.“Perbedaan lainnya, jalur pendek berhenti di Tugu Pahlawan, sedangkan Jalur Panjang agak jauh, yakni di Balai Kota,” jelas Ina. Menurut Ina, pada pelaksanaan untuk rute panjang, Balai Kota jadi tempat pember-hentian. Di sini, turis diberi kesempatan turun sejenak dari bus dan berfoto-foto di areal Balai Kota.</p>
<p>Selain itu, sepanjang perjalanan penikmat SHT/<em>tracker</em> bisa turun dan menikmati sajian budaya seperti reog di Balai Pemuda, menikmati makanan khas seperti semanggi, rujak cingur, dll. SHT ini bertujuan menjelajah warisan budaya masa lalu yang menjadi ikon Kota Surabaya dan jatidiri kota Pahlawan. Pemberhentian ini menjadi titik tengah perjalanan tur. Dari Balai Kota, perjalanan berlanjut dengan rute kembali menuju House of Sampoerna. Di sini, bus melewati Jl Walikota Mustajab-Gentengkali- Praban- Bubutan-Indrapura-Rajawali-Krembangan Barat, dan kembali ke HoS.</p>
<p>Sepanjang perjalanan, penumpang bus disuguhi cerita tentang berbagai bangunan dan tempat bersejarah yang berdiri di kiri-kanan jalan yang dilewati. Kisah yang berkaitan dengan sejarah perjuangan di Surabaya ini disampaikan tour guide di dalam bus. “Konsep SHT, kami sediakan tour guide dan bukannya memutar video rekaman cerita melalui televisi dalam bus,” kata Ina.</p>
<p>SHT sendiri nantinya akan beroperasi dengan dua rute tur, yakni tur panjang dan tur pendek. Tur panjang hanya diberikan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Sementara tur pendek bisa dinikmati wisatawan di hari Selasa, Rabu dan Kamis. Untuk tur pendek, bus langsung kembali ke Jl Indrapura setelah Tugu Pahlawan.“Tugu Pahlawan kami jadikan tempat pemberhentian untuk tur pendek,” kata Ina. Tur SHT akan berkeliling Surabaya 3 kali dalam sehari dengan 2 rute, yakni rute pendek dan rute rute panjang. Rute pendek dijadwalkan pada hari Selasa-Kamis, pukul 09.00-16.30 (10.00-11.30, 13.00-14.30, 15.00-16.30) wib, dengan waktu tempuh 1 hingga 1,5 jam dari HoS-Tugu Pahlawan-HoS. Sedangkan untuk rute panjang dijawalkan pada hari Jum’at-Minggu, pukul 09.00-17.00 (09.00-11.00, 13.00-14.30, 15.00-17.00) wib, dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam dari HoS-Taman<br />
Surya-HoS.</p>
<p>Tur ini bisa dinikmati secara cuma-cuma bagi pengunjung HoS. Pemesanan tiket dapat dilakukan di Tracker Information Center SHT (TIC) di nomor 031-3539000.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=14" target="_blank"><img src="http://arek-surabaya.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://arek-surabaya.com/?p=14" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vv4oh-YTqGPISvZsqr55d6PGlY8/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vv4oh-YTqGPISvZsqr55d6PGlY8/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vv4oh-YTqGPISvZsqr55d6PGlY8/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vv4oh-YTqGPISvZsqr55d6PGlY8/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ArekSurabaya/~4/28l4wLxM_ow" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arek-surabaya.com/?feed=rss2&amp;p=14</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://arek-surabaya.com/?p=14</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
