<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 10:49:57 +0000</lastBuildDate><title>Arief Wicaksono</title><description></description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-3738667998508269154</guid><pubDate>Tue, 06 Apr 2010 07:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-06T14:57:04.454+07:00</atom:updated><title>Akuntansi Dasar</title><description>&lt;div style=&quot;text-align:justify; font-size:120%&quot;&gt; &lt;br /&gt;Akuntansi Dasar&lt;br /&gt;Akuntansi : Proses pengindetifikasian, pengkalsifikasian dan pencatatan peristiwa/kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan suatu organisasi atau perusahaan&lt;br /&gt;Siklus Akuntansi&lt;br /&gt;Transaksi ==&gt; Jurnal ==&gt; Buku Besar ==&gt; Neraca Saldo ==&gt; Laporan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Hukum Akuntasi&lt;br /&gt;Harta = Hutang + Modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Harta Lancar&lt;br /&gt;2. Harta Tetap&lt;br /&gt;3. Harta Lainnya&lt;br /&gt;Hutang terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Hutang Jangka Pendek&lt;br /&gt;2. Hutang Jangka Panjang&lt;br /&gt;Modal terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Modal disetor&lt;br /&gt;2. Prive pemilik&lt;br /&gt;3. Laba ditahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta Lancar :&lt;br /&gt;1. Kas/Bank&lt;br /&gt;2. Persedian Barang Dagangan&lt;br /&gt;3. Piutang Usaha&lt;br /&gt;4. Perlengkapan&lt;br /&gt;5. Sewa Dibayar dimuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta Tetap :&lt;br /&gt;1. Tanah&lt;br /&gt;2. Gedung&lt;br /&gt;3. Peralatan&lt;br /&gt;4. Kendaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta Lainnya :&lt;br /&gt;1. Goodwil&lt;br /&gt;2. Royalty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang Jangka Pendek :&lt;br /&gt;1. Hutang Usaha&lt;br /&gt;2. Hutang yang jatuh tempo kurang dari 1 Tahun&lt;br /&gt;3. Hutang Pajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang Jangka Panjang :&lt;br /&gt;1. Hutang Bank&lt;br /&gt;2. Hutang Obligasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal :&lt;br /&gt;1. Modal disetor&lt;br /&gt;2. Prive pemilik&lt;br /&gt;3. Laba ditahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2010/04/akuntansi-dasar.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-5141273318939298145</guid><pubDate>Thu, 01 Apr 2010 10:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-01T17:01:48.914+07:00</atom:updated><title>Menyusun LK Koperasi Jasa Keuangan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align:justify; font-size:120%&quot;&gt; &lt;br /&gt;Laporan Keuangan&lt;br /&gt;Informasi yang dihasilkan dari suatu proses akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NERACA KSP dan USP&lt;br /&gt;Neraca merupakan potret mengenai posisi keuangan KSP dan USP pada saat tertentu yang menyajikan informasi tentang Harta, Kewajiban dan Kekayaan Bersih.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Laporan Keuangan&lt;br /&gt;Informasi yang dihasilkan dari suatu proses akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NERACA KSP dan USP&lt;br /&gt;Neraca merupakan potret mengenai posisi keuangan KSP dan USP pada saat tertentu yang menyajikan informasi tentang Harta, Kewajiban dan Kekayaan Bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Keuangan Koperasi&lt;br /&gt;Laporan Utama :&lt;br /&gt;(1). Neraca;&lt;br /&gt;(2). Perhitungan Hasil Usaha;&lt;br /&gt;(3). Laporan Arus Kas;&lt;br /&gt;(4). Laporan Promosi Ekonomi Anggota;&lt;br /&gt;(5). Catatan atas Laporan Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Tambahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Laporan Perubahan Kekayaan Bersih Koperasi (ekuitas);&lt;br /&gt;   2. Laporan Pembagian/ Distribusi Sisa Hasil Usaha;&lt;br /&gt;   3. Laporan-laporan lain yang penggunaannya relatif spesifik untuk pihak tertentu yang mempunyai keterkaitan langsung dengan koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Perhitungan Hasil Usaha&lt;br /&gt;Perhitungan Hasil Usaha menyajikan informasi mengenai pendapatan, beban usaha, beban perkoperasian dan SHU selama periode tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Menyusun Laporan Arus Kas&lt;br /&gt;   2. Menyajikan informasi perubahan kas :&lt;br /&gt;   3. Saldo awal kas&lt;br /&gt;   4. Sumber penerimaan kas&lt;br /&gt;   5. Pengeluaran kas dan&lt;br /&gt;   6. Saldo akhir kas pada periode tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENYUSUN LAPORAN PROMOSI EKONOMI ANGGOTA ( PEA )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Dalam PSAK 27, disebutkan laporan yang memperlihatkan manfaat ekonomi yang diperoleh anggota koperasi selama satu tahun tertentu&lt;br /&gt;   2. Laporan PEA ini disesuaikan dengan jenis koperasi dan usaha yang dijalankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam PSAK 27, disebutkan laporan yang memperlihatkan manfaat ekonomi yang diperoleh anggota koperasi selama satu tahun tertentu&lt;br /&gt;Laporan PEA ini disesuaikan dengan jenis koperasi dan usaha yang dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Simpan pinjam lewat koperasi;&lt;br /&gt;   2. Manfaat ekonomi dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN&lt;br /&gt;1.Perlakuan akuntansi&lt;br /&gt;2.Pengungkapan (disclosures) informasi lain&lt;br /&gt;Pejabat Penilai Kesehatan KSP dan USP Koperasi diharapkan memiliki :&lt;br /&gt;Keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja dalam penyusunan laporan keuangan, sebagai bahan dalam memberikan pembinaan, bimbingan dan memampukan Pengelola KSP dan USP Koperasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2010/04/menyusun-lk-koperasi-jasa-keuangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-6958064719193294229</guid><pubDate>Sun, 28 Mar 2010 11:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-28T18:43:18.999+07:00</atom:updated><title>Kualitas Informasi Akuntansi</title><description>&lt;div size=&quot;120%&quot; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kualitas Informasi Akuntansi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gelignas mengusulkan suatu informasi yang berkualitas harus memiliki ciri – ciri sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Efektifitas, artinya informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai dalam mendukung suatu proses bisnis, termasuk didalamnya informasi tersebut harus disajikan dalam waktu yang tepat, format yang tepat sehingga dapat dipahami, konsisten dengan format sebelumnya, isinys sesuai dengan kebutuhan saat ini dan lengkap atau sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan.&lt;br /&gt;2. Efisiensi, artinya informasi dihasilkan melalui penggunaan sumber daya yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;3. Confidensial, artinya memperhatikan proteksi atau perlindungan terhadap informasi sensitif dari pihak yang tidak berwenang.&lt;br /&gt;4. Integritas, artinya informasi yang dihasilkan harus merupakan hasil pengolahan data yang terpadu berdasarkan aturan-aturan yang berlaku.&lt;br /&gt;5. Ketersediaan, artinya informasi yang diperlukan harus selalu tersedia kapanpun saat diperlukan. Untuk itu diperlukan pengamanan terhadap sumber daya informasi.&lt;br /&gt;6. Kepatuhan, artinya informasi yang dihasilkan harus patuh terhadap undang-undang atau peraturan pemerintah serta memiliki tanggung jawab baik terhadap pihak internal maupun pihak eksternal organisasi perusahaan.&lt;br /&gt;7.Kebenaran, artinya informasi telah disajikan oleh sistem informasi dengan benar dan dapat dipercaya sehingga dapat digunakan oleh manajemen untuk mengoperasikan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2010/03/kualitas-informasi-akuntansi.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-779671530812098941</guid><pubDate>Sun, 28 Mar 2010 11:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-28T18:34:45.923+07:00</atom:updated><title>S.A.P</title><description>&lt;div style=&quot;text-align:justify; font-size:120%&quot;&gt; &lt;br /&gt;System Aplication And Product in Data Processing ( SAP )&lt;br /&gt;SAP adalah penjual ERP terbesar, diperkirakan memiliki lebih dari sepuluh juta ( 10.000.000 ) user berlisensi dengan dua puluh ribu ( 20.000 ) pemasangan produk R/3 di seluruh dunia. SAP memperluas solusi ERP tradisonalnya pada pendekatan internet dan E-bussiness. SAP R/3 terdiri atas berbagai modul yang sepenuhnya terintegrasi atau dapat diambil dan digunakan secara individual. Fungsi dasar diorganisasikan sesuai dengan empat ( 4 ) kategori aplikasi berikut : keuangan, logistik, sumber daya manusia, dan proses bisnis.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;SAP juga menyediakan produk Supply Chain Management ( SCM ) sebagai pendongkrak kinerja dan integrasi perusahaan secara kesuluruhan. SAP menggunakan antar muka standar standar industri seperti Extendsible Mark up Language ( XML ) guna mendukung integrasi yang lebih baik ke sistem luar. Ini membantu memudahkan pertukaran informasi dengan pelanggan dan penjual bersama rantai pasokan yang memanfaatkan sistem ERP berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2010/03/sap.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-7602641586793499402</guid><pubDate>Sun, 21 Mar 2010 02:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-21T09:10:44.348+07:00</atom:updated><title>PSAK No.3 Laporan Keuangan Interim</title><description>&lt;div style=&quot;text-align:justify; font-size:120%&quot;&gt;&lt;br /&gt;Penyajian Laporan Keuangan Interim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Laporan keuangan interim meliputi neraca, laporan laba rugi dan saldo interim, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan interim harus disajikan secara komparatif dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Perhitungan laba-rugi interim harus mencakup periode sejak awal tahun buku sampai dengan periode interim terakhir yang dilaporkan (year-to-date).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Laporan keuangan interim harus menggolongkan aktiva sebagai kelompok lancar dan tidak lancar, dan kewajiban secara kelompok jangka pendek dan jangka panjang sesuai dengan laporan keuangan tahunan. Kalau suatu aktiva dan kewajiban dapat atau harus direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca interim, maka aktiva tersebut digolongkan sebagai lancar; atau kewajiban tersebut digolongkan sebagai jangka pendek; kalau tidak aktiva tersebut digolongkan sebagai tidak lancar atau kewajiban tersebut digolongkan sebagai jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk perusahaan tertentu seperti bank dan asuransi yang mempunyai metode khusus dalam penggolongan aktiva, maka penggolongan aktiva harus dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengungkapan Ringkasan Data Keuangan Interim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Apabila perusahaan melaporkan ringkasan informasi keuangan pada tanggal laporan keuangan interim, data berikut merupakan data minimum yang harus dilaporkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  pendapatan atau penjualan kotor, beban, estimasi pajak penghasilan, pos luar biasa (termasuk pengaruh terhadap pajak penghasilan yang terkait), pengaruh kumulatif perubahan akuntansi, perubahan akuntansi dan laba bersih;&lt;br /&gt;b.  data laba bersih per saham untuk setiap periode interim yang disajikan;&lt;br /&gt;c.  pendapatan dan beban musiman;&lt;br /&gt;d.  perubahan yang penting dalam taksiran pajak penghasilan;&lt;br /&gt;e.  pelepasan suatu segmen usaha, pos luar biasa, transaksi tidak biasa dan tidak sering terjadi;&lt;br /&gt;f.  kewajiban kontinjen;&lt;br /&gt;g.  perubahan akuntansi; dan&lt;br /&gt;h.  perubahan yang material pada unsur laporan arus kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Suatu perubahan kebijakan akuntansi harus diterapkan secara retrospektif dengan melaporkan jumlah setiap penyesuaian yang terjadi yang berhubungan dengan periode sebelumnya sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal periode (retained earnings), kecuali jika jumlah tersebut tidak dapat ditentukan secara wajar. Informasi komparatif harus dinyatakan kembali, kecuali jika untuk melaksanakannya dianggap tidak praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh perubahan akuntansi terhadap hasil keuangan untuk periode interim pada periode interim berikutnya harus diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Laporan keuangan interim terakhir, misalnya triwulan keempat tidak perlu disusun karena pada dasarnya laporan tahunan. Dalam hal laporan keuangan interim triwulan keempat hendak diterbitkan, maka penerbitkannya dilakukan bersamaan dengan penerbitan laporan tahunan. Di samping itu, isi dari laporan keuangan interim triwulan keempat harus merupakan selisih dari laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan interim sebelumnya tahun yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2010/03/psak-no2-laporan-keuangan-interim.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-7676071064788739513</guid><pubDate>Sun, 21 Mar 2010 01:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-21T09:03:27.736+07:00</atom:updated><title>PSAK No.2 Arus Kas</title><description>&lt;div style=&quot; text-align:justify; font-size:120%&quot;&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Laporan Arus Kas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyajian Laporan Arus Kas&lt;br /&gt;49. Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifiksikan menurut aktivitas operasi investasi dan pendanaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaporan Arus Kas dari Aktivitasi Operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  metode langsung : dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluarkan kas bruto diungkapkan; atau&lt;br /&gt;b.  metode tidak langsung : dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengkoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi dimasa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atu beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pelaporan Arus Kas dari Aktivitas Investasi dan Pendanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. Perusahaan harus melaporkan secara terpisah kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto yang berasal dari aktivitas investasi dan pendanaan, kecuali sebagaimana dijelaskan pada paragraf 21 dan 23 arus kas dilaporkan atas dasar arus kas bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaporan Arus Kas atas Dasar Arus Kar Bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan berikut ini dapat disajikan menurut arus kas bersih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i)  penerimaan dan pengeluarkan kas untuk kepentingan para pelanggan apabila arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pelanggan daripada aktivitas perusahaan; dan&lt;br /&gt;ii)  penerimaan dan pengeluaran kas untuk pos-pos dengan perputaran cepat, dengan volume transaksi yang besar, dan dengan jangka waktu singkat (maturity short).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Arus kas yang berasal dari aktivitas suatu lembaga keuangan berikut ini dapat dilaporkan dengan dasar arus kas bersih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  penerimaan dan pembayaran kas sehubungan dengan deposito berjangka waktu tetap;&lt;br /&gt;b)  penerimaan dan penarikan deposit pada lembaga keuangan lain; dan&lt;br /&gt;c)  pemberian dan pelunasan kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus Kas dalam Mata Uang Asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. Arus kas yang berasal dari transaksi dalam valuta asing harus didukung dalam mata uang yang digunakan dalam pelaporan keuangan dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs pada tanggal transaksi arus kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Arus kas anak perusahaan di luar negeri dijabarkan berdasarkan kurs transaksi pada tanggal arus kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. Arus kas sehubungan dengan pos luar biasa harus diklasifikasi sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan sesuai dengan sifat transaksinya dan diungkapkan secara terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga dan Dividen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. Arus kas dari bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan, masing-masing harus diungkapkan tersendiri. Masing-masing harus diklasifikasikan secara konsisten antar periode sebagai aktivitas operasi, investasi atau pendanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak Penghasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan harus diungkapkan tersendiri dan diklasifikasikan sebagai arus kas aktivitas operasi kecuali secara spesifik dapat diidentifikasikan sebagai aktivitas pendanaan dan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perolehan dan Pelepasan (Disposal) Anak Perusahaan dan Unit Bisnis lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. Keseluruhan arus kas yang berasal dari perolehan dan pelepasan anak perusahaan atau unit bisnis lainnya harus diungkapkan secara terpisah dan diklasifikasikan secara aktivitas investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut  secara keseluruhan, sehubungan dengan perolehan dan pelepasan anak perusahaan dan unit bisnis lainnya selama satu periode :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  jumlah harga perolehan atau pelepasan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)  bagian nilai perolehan atau pelepasan yang dibayarkan dengan kas dan setara kas;&lt;br /&gt;c)  jumlah kas dan setara kas pada anak perusahaan atau unit bisnis yang diperoleh atau dilepaskan; dan&lt;br /&gt;d)  jumlah aktiva dan kewajiban selain kas atau setara kas pada anak perusahaan atau unit bisnis yang diperoleh atau dilepaskan, diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi bukan Kas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. Transaksi investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan kas atau setara kas harus dikeluarkan dari laporan arus kas. Transaksi semacam itu harus diungkapkan sedemikian rupa pada catatan atas laporan keuangan sehingga dapat memberikan semua informasi yang relevan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen Kas atau Setara Kas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. Perusahaan harus mengungkapkan komponen kas dan setara kas dan harus menyajikan rekonsiliasi jumlah tersebut dalam laporan arus kas dengan pos yang sama yang disajikan di neraca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengungkapan Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. Perusahaan harus mengungkapkan jumlah saldo kas dan setara kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan dengan bebas, oleh perusahaan atau grup usaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2010/03/psak-no2-arus-kas.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-1056716860599938541</guid><pubDate>Sat, 20 Mar 2010 05:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-20T14:13:55.701+07:00</atom:updated><title>PSAK NO.1 Penyajian Laporan Keuangan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;background:#D9D7D7;&quot;&gt;Komponen Laporan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. neraca&lt;br /&gt;b. laporan laba-rugi&lt;br /&gt;c. laporan perubahan ekuitas&lt;br /&gt;d. laporan arus kas&lt;br /&gt;e. catatan atas laporan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Penyajian Secara Wajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Laporan keuangan harus menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, pengaruh entitas, dan arus kas perusahaan dengan menerapkan PSAK secara benar disertai pengungkapan yang diharuskan PSAK dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Informasi lain tetap diungkapkan untuk menghasilkan penyajian yang wajar walaupun pengungkapan tersebut tidak diharuskan oleh PSAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Apabila PSAK belum mengatur masalah pengakuan, pengukuran, penyajian atau pengungkapan dari suatu transaksi atau peristiwa, maka penyajian secara wajar dapat dicapai melalui pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi yang sesuai dengan paragraf 14 serta menyajikan jumlah yang dihasilkan sedemikian rupa sehingga memberikan informasi yang relevan, andal dapat dibandingkan dan dapat dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan Akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Manajemen memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi agar laporan keuangan memenuhi ketentuan dalam PSAK. Jika belum diatur dalam PSAK, maka manajemen harus menetapkan kebijakan untuk memastikan bahwa laporan keuangan menyajikan informasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). relevan terhadap ketentuan para pengguna laporan untuk pengambilan keputusan; dan&lt;br /&gt;b). dapat diandalkan, dengan pengertian :&lt;br /&gt;i) mencerminkan kejujuran penyajian hasil dan posisi keuangan perusahaan;&lt;br /&gt;ii) menggambarkan substansi ekonomi dari suatu kejadian atau transaksi dan tidak semata-mata bentuk hukumnya;&lt;br /&gt;iii)  netral yaitu bebas dari keberpihakan;&lt;br /&gt;iv)  mencermikan kehati-hatian; dan&lt;br /&gt;v)  mencakup semua hal yang material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelangsungan Usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Laporan keuangan harus disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha. Apabila laporan keuangan tidak disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha maka kenyataan tersebut harus diungkapkan bersama dengan dasar lain yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan serta alasan mengapa asumsi kelangsungan usaha perusahaan tidak dapat digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Akrual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Perusahaan harus menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsistensi  Penyajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode harus konsisten kecuali :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi perusahaan atau perubahan penyajian akan menghasilkan penyajian yang lebih tepat atas suatu transaksi atau peristiwa; atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) perubahan tersebut diperkenankan oleh PSAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materialitas dan Agregasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Pos-pos yang material disajikan terpisah dalam laporan keuangan sedangkan yang tidak material digabungkan dengan jumlah yang memiliki sifat atau fungsi yang sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling Hapus (Offsetting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Aktiva, kewajiban, Pos-pos penghasilan dan beban disajikan secara terpisah kecuali saling hapus diperkenankan dalam PSAK.&lt;br /&gt;Informasi Komparatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Informasi kuantitatif harus diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya kecuali dinyatakan lain oleh PSAK. Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali apabila relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Apabila penyajian atau klasifikasi pos-pos dalam keuangan diubah maka penyajian periode sebelumnya direklasifikasi untuk memastikan daya banding. Sifat, jumlah serta alasan reklasifikasi harus diungkapkan. Apabila reklasifikasi tersebut tidak praktis dilakukan maka alasannya harus diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identifikasi Laporan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Laporan keuangan diidentifikasikan dan dibedakan secara jelas dari informasi lain dalam dokumen publikasi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Setiap komponen laporan keuangan harus diidentifikasi secara jelas. Di samping itu, informasi berikut ini disajikan dan diulangi, bila perlu, pada setiap halaman laporan keuangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  nama perusahaan pelapor dan identitas lain&lt;br /&gt;b)  cakupan laporan keuangan, apakah mencakup hanya satu entitas atau beberapa entitas&lt;br /&gt;c)  tanggal atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan, mana yang lebih tepat bagi setiap komponen laporan keuangan;&lt;br /&gt;d)  mata uang pelaporan&lt;br /&gt;e) satuan angka yang digunakan dalam panyajian laporan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode Pelaporan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Laporan keuangan setidaknya disajikan secara tahunan. Apabila tahun buku perusahaan berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau pendek dari periode satu tahun maka sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan, perusahaan harus mengungkapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  Alasan penggunaan periode pelaporan selain periode satu tahunan; dan&lt;br /&gt;b)  Fakta bahwa jumlah komparatif dalam laporan laba rugi, laporan perubahan entitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan tidak dapat diperbandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NERACA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Lancar dengan Tidak Lancar dan Jangka Pendek dan Jangka Panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Perusahaan menyajikan aktiva lancar terpisah dari aktiva tidak lancar kewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang kecuali untuk industri tertentu diatur dalam SAK khusus. Aktiva disajikan menurut ukuran likuiditas sedangkan kewajibandisajikan menurut urutan jatuh temponya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Perusahaan harus mengungkapkan informasi mengenai jumlah setiap aktiva yang akan diterima dan kewajiban yang akan dibayarkan sebelum dan sesudah dua belas bulan dari tanggal neraca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktiva Lancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Suatu aktiva diklasifikasikan sebagai aktiva lancar, jika aktiva tersebut;&lt;br /&gt;a)  diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaan; atau&lt;br /&gt;b)  dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan akan direalisir dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca; atau&lt;br /&gt;c) berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktiva yang tidak termasuk kategori tersebut diatas diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Jangka Pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek, jika :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan; atau&lt;br /&gt;b)  jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kewajiban lainnya harus diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Kewajiban berbunga jangka panjang tetap diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang, walaupun kewajiban tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal neraca, apabila:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari 12 bulan;&lt;br /&gt;b)  perusahaan bermaksud membiayai kembali kewajibannya dengan pendanaan jangka panjang; dan&lt;br /&gt;c)  maksud tersebut pada huruf (b) didukung dengan pernjanjian pembiayaan kembali atau penjadualan kembali pembayaran yang resmi disepakati sebelum laporan keuangan disetujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kewajiban yang dikeluarkan dari penyajian dalam kelompok kewajiban jangka pendek sesuai dengan paragraf ini beserta informasi yang mendukung penyajian tersebut harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infomasi yang Disajikan dalam Neraca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. Neraca perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur posisi keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar. neraca, minimal mencakup pos-pos berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  aktiva berwujud;&lt;br /&gt;b)  aktiva tidak berwujud;&lt;br /&gt;c)  aktiva keuangan;&lt;br /&gt;d)  investasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas;&lt;br /&gt;e)  persediaan;&lt;br /&gt;f)  piutang usaha dan piutang lainnya;&lt;br /&gt;g)  kas dan setara kas;&lt;br /&gt;h)  hutang usaha dan utang lainnya;&lt;br /&gt;i)  kewajiban yang diestimasi;&lt;br /&gt;j)  kewajiban berbunga jangka panjang;&lt;br /&gt;k)  hak minoritas; dan&lt;br /&gt;l)  modal saham dan pos ekuitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos, judul, dan sub-jumlah lain disajikan dalam neraca apabila diwajibkan oleh PSAK atau apabila penyampaian tersebut diperlukan untuk menyajikan posisi keuangan secara wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Disajikan di Neraca atau di Catatan Atas Laporan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Perusahaan harus mengungkapkan, di neraca atau di catatan atas laporan keuangan, sub-klasifikasi pos-pos yang disajikan, diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai dengan operasi perusahaan. Setiap pos disub-klasifikasikan, jika memungkinkan, sesuai dengan sifatnya; dan jumlah terutang atau piutang pada perusahaan induk anak perusahaan perusahaan asosiasi dan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa lainnya diungkapkan secara terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Perusahaan mengungkapkan hal-hal berikut di neraca atau dicatatkan atas laporan keuangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) untuk setiap jenis saham :&lt;br /&gt;i)  jumlah saham modal dasar;&lt;br /&gt;ii) jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh;&lt;br /&gt;iii)  nilai nominal saham;&lt;br /&gt;iv)  ikhtisar perubahan jumlah saham beredar;&lt;br /&gt;v)  hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal;&lt;br /&gt;vi)  saham perusahaan yang dikuasai oleh perusahaan itu sendiri atau oleh anak perusahaan atau perusahaan asosiasi; dan&lt;br /&gt;vii) saham yang dicadangkan untuk opsi dan kontrak penjualan; termasuk nilai dan persyaratannya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) penjelasan mengenai sifat dan tujuan pos cadangan dalam ekuitas;&lt;br /&gt;c)  penjelasan apakah dividen yang diusulkan tapi secara resmi belum disetujui untuk dibayarkan telah diakui atau tidak sebagai kewajiban; dan&lt;br /&gt;d)  jumlah dividen saham preferen kumulatif yang belum diakui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang modalnya tidak terbagi dalam saham, seperti persekutuan, mengungkapkan informasi yang setara dengan persyaratan di atas, yang memperlihatkan perubahan dalam suatu periode dari setiap jenis pernyertaan serta hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis pernyertaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAPORAN LABA RUGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Disajikan dalam Laporan Laba Rugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. Laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar. Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos berikut :&lt;br /&gt;a)  pendapatan;&lt;br /&gt;b)  laba rugi usaha;&lt;br /&gt;c)  beban pinjaman;&lt;br /&gt;d)  bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas;&lt;br /&gt;e)  beban pajak;&lt;br /&gt;f)  laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan;&lt;br /&gt;g)  pos luar biasa;&lt;br /&gt;h) hak minoritas; dan&lt;br /&gt;i)  laba atau rugi bersih untuk periode berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos, judul dan sub-jumlah lainnya disajikan dalam laporan laba rugi apabila diwajibkan oleh PSAK dan apabila penyajian tersebut diperlukan untuk menyajikan keuangan perusahaan secara wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Disajikan di Laporan Laba Rugi atau di Catatan Atas Laporan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. Perusahaan menyajikan, di laporan laba rugi atau di catatan atas laporan keuangan, rincian beban dengan menggunakan klasifikasi yang didasarkan pada sifat atau fungsi beban di dalam perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. Perusahaan yang mengklasifikasikan beban menurut fungsinya harus mengungkapkan informasi tambahan mengenai sifat beban, termasuk beban penyusutan dan amortisasi serta biaya pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. Perusahaan mengungkapkan dalam laporan laba rugi atau dalam catatan atas laporan keuangan; jumlah dividen per saham yang diumumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. Perusahaan harus menyajikan laporan perubahan ekuitas sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukkan :&lt;br /&gt;a)  laba atau rugi bersih periode yang besangkutan;&lt;br /&gt;b)  setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan dan kerugian beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langsung dalam ekuitas.&lt;br /&gt;c)  Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagaimana diatur dalam PSAK terkait.&lt;br /&gt;d)  Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik;&lt;br /&gt;e)  Saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta perubahannya; dan&lt;br /&gt;f)  Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agio dan cadangan pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting;&lt;br /&gt;b)  informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas.&lt;br /&gt;c)  Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyajian Kebijakan Akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72. Bagian kebijakan akuntansi dalam catatan atas laporan keuangan menjelaskan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  dasar pengukuran dalam menyiapkan laporan keuangan;&lt;br /&gt;b)  kebijakan akuntansi tertentu yang diperlukan guna memahami laporan keuangan secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengungkapan Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74. Perusahaan mengungkapkan hal-hal berikut ini jika tidak diungkapkan dibagian manapun dari informasi yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)  domisili dan bentuk hukum perusahaan, negara tempat pendirian perusahaan, alamat kantor pusat perusahaan serta lokasi utama bisnis jika berbeda dari lokasi kantor pusat;&lt;br /&gt;b) keterangan mengenai hakekat operasi dan kegiatan utama perusahaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)  nama perusahaan dalam grup, nama perusahaan asosiasi, nama perusahaan induk dan perusahaan holding;&lt;br /&gt;d)  nama anggota direksi dan komisaris; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e)  jumlah karyawan pada akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan selama periode yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75. Untuk setiap pinjaman atau penerbitan surat berharga yang bersifat utang dalam mata uang asing, perusahaan harus mengungkapkan informasi berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) karakteristik umum dari setiap pinjaman dan surat berharga yang bersifat utang termasuk informasi mengenai suku bunga dan nama kreditur;&lt;br /&gt;b) nilai nominal dalam mata uang asing, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, jadual angsuran atau pembayaran;&lt;br /&gt;c) dasar konversi utang menjadi efek lain jika pinjaman dapat dikonversi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) nilai kurs yang digunakan pada tanggal neraca;&lt;br /&gt;e) hal penting lain, misalnya persyaratan kredit tidak dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2010/03/psak-no1-penyajian-laporan-keuangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-8181512122372650483</guid><pubDate>Sat, 20 Mar 2010 04:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-20T14:16:42.301+07:00</atom:updated><title>AUDIT CASH BALANCES</title><description>&lt;div style=&quot;background:#D9D7D7; text-align:justify;&quot;&gt; &lt;br /&gt;  PENGERTIAN CASH BALANCES&lt;br /&gt; Cash in Bank  - rekening giro (checking account)&lt;br /&gt; Cash on Hand  - kas kecil, undeposited collections&lt;br /&gt; Cash equivalents (deposito berjangka pendek dsb.) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   HUBUNGAN DENGAN SIKLUS2 TRANSAKSI&lt;br /&gt; Berhubungan langsung dengan siklus2 :&lt;br /&gt; Sales &amp; collections               - penerimaan kas&lt;br /&gt; Acquisition &amp; payment         - pengeluaran kas&lt;br /&gt; Payroll &amp; personnel           - pengeluaran kas&lt;br /&gt; Capital acquisition &amp; repayment  - penerimaan &amp; &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;  PENGERTIAN CASH BALANCES&lt;br /&gt; Cash in Bank  - rekening giro (checking account)&lt;br /&gt; Cash on Hand  - kas kecil, undeposited collections&lt;br /&gt; Cash equivalents (deposito berjangka pendek dsb.) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   HUBUNGAN DENGAN SIKLUS2 TRANSAKSI&lt;br /&gt; Berhubungan langsung dengan siklus2 :&lt;br /&gt; Sales &amp; collections               - penerimaan kas&lt;br /&gt; Acquisition &amp; payment         - pengeluaran kas&lt;br /&gt; Payroll &amp; personnel           - pengeluaran kas&lt;br /&gt; Capital acquisition &amp; repayment  - penerimaan &amp; pengeluaran                                                            &lt;br /&gt; Tidak berhubungan :    - Inventory &amp; Warehousing&lt;br /&gt; Arens : Figure 22-1 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   LINGKUP AUDIT KAS&lt;br /&gt; Tests of controls dan tests of cash transactions :&lt;br /&gt; Dilakukan dalam audit siklus2 transaksi :&lt;br /&gt; Sales &amp; collections               - penerimaan kas&lt;br /&gt; Acquisition &amp; payment               - pengeluaran kas&lt;br /&gt; Payroll &amp; personnel                    - pengeluaran kas&lt;br /&gt; Capital acquisition &amp; repayment   - penerimaan &amp; pengeluaran &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tests of details of balances  &lt;br /&gt;1. Audit of Cash in Bank    - Tests of bank reconciliation&lt;br /&gt;2. Audit of Cash on Hand   - Cash count  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  MATERIALITY&lt;br /&gt; Saldo kas lazimnya tidak mencerminkan bagian yang material dalam current assets atau total assets.&lt;br /&gt; Volume transaksi kas selama satu periode akuntansi mencakup suatu jumlah Rp. yang sangat besar&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Berpotensi untuk terjadinya salah saji material &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   INHERENT RISK&lt;br /&gt; Tingginya volume transaksi kas yang terjadi meningkatkan risiko salah saji untuk asersi tertentu (Existence &amp; Completeness).&lt;br /&gt; Sifat kas yang rentan terhadap pencurian/penyelewengan dapat meningkatkan risiko salah saji.&lt;br /&gt;    IR Tinggi, untuk asersi2     : Existence &amp; Completeness.&lt;br /&gt; Rendahnya tingkat kompleksitas masalah pemilikan, pengukuran dan estimasi akuntansi, dan pengungkapan.&lt;br /&gt;   IR Rendah, untuk asersi2   : Rights, Valuation, &lt;br /&gt;              Presentation &amp; disclosure &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; CONTROL RISK&lt;br /&gt; Keandalan saldo kas bergantung pada:&lt;br /&gt;1. Controls atas siklus2 transaksi sales &amp; collections, acquisition &amp; payment, payroll &amp; personnel, dan capital acquisition &amp; repayment.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Rekonsiliasi bank                      &lt;br /&gt;Dibuat setiap bulan oleh orang independen yang bukan pemegang kas dan bukan pemegang catatan penerimaan &amp; pengeluaran kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  PENGARUH MATERIALITY, IR, DAN CR TERHADAP LUAS PENGUJIAN (DETECTION RISK).       &lt;br /&gt;Sifat kas yang unik menyebabkan auditor cenderung merancang prosedur2 auditnya guna mendeteksi salah saji pada tingkat yang lebih rendah dari akun2 lainnya, sekalipun CRnya rendah.&lt;br /&gt;  Audit saldo kas lazimnya dilakukan dengan basis 100%, &lt;br /&gt;  Sifat, waktu, dan luas pengujian disesuaikan dengan tingkat materiality dan audit risknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  AUDIT OF CASH IN THE BANK BALANCES (SALDO REKENING GIRO DI BANK)&lt;br /&gt; Tujuan Audit&lt;br /&gt; Saldo kas di neraca disajikan secara wajar dengan pengungkapan yang memadai :                     &lt;br /&gt; Existence *&lt;br /&gt; Completeness *&lt;br /&gt; Valuation, Rights &amp; obligations, Presentation &amp; disclosure &lt;br /&gt;  * fokus kepada tujuan ini&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Metodologi Perancangan Audit Program.  &lt;br /&gt;  Arens : Figure 22-3&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Prosedur Audit Cash in Bank---Pengujian Rekonsiliasi Bank.&lt;br /&gt; Arens : Table 22-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dapatkan rekonsiliasi bank per tanggal neraca dan uji kecermatannya (detail tie-in).&lt;br /&gt;       Arens : Figure 22-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kirim permintaan konfirmasi bank dan cutoff bank statement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Uji rekonsiliasi bank :&lt;br /&gt; Cocokkan saldo kas menurut konfirmasi dengan saldo menurut rekonsiliasi bank&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Catat nomor cek yang terakhir dikeluarkan sebelum tanggal neraca (dilakukan ketika melakukan cut-off test transaksi pengeluaran kas).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Telusur cek2 yang ada dalam r/k cutoff  ke daftar outstanding checks dalam rekonsiliasi bank dan ke jurnal pengeluaran kas. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Investigasi outstanding checks yang belum dicairkan/tidak tercantum dalam r/k cutoff : &lt;br /&gt; - telusur ke jurnal pengeluaran kas&lt;br /&gt; - telusur ke r/k bulan berikutnya.&lt;br /&gt; - diskusikan dengan klien&lt;br /&gt; - jika cek daluwarsa, lakukan adjustment terhadap catatan utang.&lt;br /&gt; Telusur deposit in transit ke jurnal penerimaan kas dan r/k cutoff.&lt;br /&gt; Telusur unsur2 rekonsiliasi bank lainnya (beban bank, jasa giro, inkaso) ke rekening koran dan memo debit/kreditnya, dan tentukan apakah unsur2 tsb. telah dicatat dengan benar. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; KONFIRMASI BANK&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       Formulir konfirmasi standar (Arens : Figure 22-5)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       Tujuan :&lt;br /&gt;   - Bukan semata-mata untuk mengecek kebenaran saldo&lt;br /&gt;         - Memperoleh informasi lain: dana lain di bank, kredit yang diperoleh, dll. &lt;br /&gt;         - Memberikan bukti mengenai Existence, Rights &amp; obligations, Valuation.&lt;br /&gt;         - Kontribusi untuk Completeness, Presentation &amp; disclosures.  &lt;br /&gt;                        &lt;br /&gt;  - Dikirim kepada semua bank dimana klien memiliki account, termasuk&lt;br /&gt;           yang bersaldo nihil.           &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; CUTOFF BANK STATEMENT&lt;br /&gt;      Rekening koran beberapa hari setelah tanggal neraca.               &lt;br /&gt;      Diterima langsung oleh auditor dari bank ybs.&lt;br /&gt;       Manfaat untuk memverifikasi unsur2 rekonsiliasi : &lt;br /&gt;    - deposit in transit, &lt;br /&gt;           - outstanding checks. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Summary of Audit Tests for Cash in Bank.&lt;br /&gt;      Arens : Figure 22-6.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   PROSEDUR AUDIT UNTUK MENDETEKSI FRAUD - PROOF OF CASH&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Digunakan dalam kondisi CR tinggi &amp; DR rendah, untuk menentukan :&lt;br /&gt; Semua penerimaan kas yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas telah disetorkan ke bank&lt;br /&gt; Semua setoran ke r/k bank telah dicatat dalam catatan akuntansi&lt;br /&gt; Semua pengeluaran kas yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas telah dibayar oleh bank&lt;br /&gt; Semua pembayaran oleh bank telah dicatat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• Proof of cash mencakup:&lt;br /&gt;   - Substantive tests of cash transactions&lt;br /&gt;   - Tests of details of cash balances&lt;br /&gt; Tidak efektif untuk mengungkapkan adanya:&lt;br /&gt; - Pencurian penerimaan kas &lt;br /&gt; - Pencatatan setoran dengan jumlah yang tidak benar&lt;br /&gt;• Arens : Figure 22-7&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   PENGUJIAN KITING&lt;br /&gt; Kiting : Mencatat transfer uang sebagai setoran di r/k bank penerima dan tidak mencatat pengurangannya pada rekening bank yang dananya ditarik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tujuan : menutupi cash shortage&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Prosedur audit :&lt;br /&gt; Buat daftar transfer antar bank yg terjadi beberapa hari sebelum dan sesudah  tanggal  neraca,  dan  telusur  masing2  ke  catatan akuntansinya  untuk menentukan bahwa setiap transfer telah dicatat sebagai penerimaan dan pengeluaran dalam periode yang sama.&lt;br /&gt; Bandingkan informasi pengeluaran menurut daftar transfer ke jurnal pengeluaran kas dan r/k bank&lt;br /&gt; Bandingkan informasi penerimaan menurut daftar transfer ke jurnal penerimaan kas dan r/k bank&lt;br /&gt; Pastikan apakah pengeluaran2 menurut daftar transfer harus/tidak termasuk sebagai outstanding checks dalam rekonsiliasi bank. &lt;br /&gt; Pastikan apakah penerimaan2 menurut daftar transfer harus/tidak termasuk sebagai setoran dalam rekonsiliasi bank. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Arens : Figure 22-8 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   PENGUJIAN LAPPING&lt;br /&gt; Lapping : &lt;br /&gt; Ketidak beresan (irregularity) yang mengakibatkan jumlah penerimaan kas tidak sesuai dengan yang seharusnya.&lt;br /&gt; Dilakukan dengan cara mengambil penerimaan uang (dari debitur) dan menunda pencatatannya.          &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Lapping terjadi karena perangkapan fungsi penerimaan kas dan pencatatan piutang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Contoh Lapping :&lt;br /&gt;    Peneriman  Dokumen    Jurnal   Bukti Setor&lt;br /&gt;    Tunai   600        Tape  600      Penj. tunai  600 Tunai   400&lt;br /&gt;    Cek      200             -  .                     -    Cek       200&lt;br /&gt;         800           600              600              600 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Prosedur audit:&lt;br /&gt; Konfirmasi piutang secara surprise dalam periode interim&lt;br /&gt; Lakukan penghitungan kas (undeposited collections) secara mendadak dan awasi prosedur penyetorannya. &lt;br /&gt; Bandingkan copy bukti setor dengan :&lt;br /&gt;- rician laporan harian penerimaan kas&lt;br /&gt;- catatan setoran pada jurnal penerimaan kas &lt;br /&gt;- posting (kredit) pada master file/kartu piutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AUDIT OF CASH ON HAND (SALDO KAS) &lt;br /&gt;1. Undeposited Collections (Uang untuk disetorkan ke r/k bank)&lt;br /&gt; Lakukan penghitungan atas semua dana kas yang ada/&lt;br /&gt; - Harus mengandung unsur surprise.&lt;br /&gt; - Selama  penghitungan  semua  dana kas  harus  berada dalam penguasaan auditor,&lt;br /&gt; - Kasir yang bertanggung jawab harus menyaksikan penghitungan&lt;br /&gt; - Buat Laporan Hasil penghitungan dan di tanda tangani oleh kasir&lt;br /&gt; Bandingkan hasil penghitungan dengan jumlah yang tercantum dalam rekonsiliasi bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kas Kecil&lt;br /&gt; Pengujian difokuskan terutama kepada pengendalian transaksi2 kas kecil.&lt;br /&gt;- Diskusikan dengan kasir tentang prosedur pengelolaan dana kas kecil  (imprest/fluctuating system)&lt;br /&gt;- Uji transaksi2 reimbursement (sample) :&lt;br /&gt;  - periksa urutan nomor &amp; otorisasi bukti kas kecil&lt;br /&gt;- periksa kelengkapan &amp; kelayakan dokumen pendukung bukti kas kecil&lt;br /&gt;  - bandingkan jumlah reimbursement dengan total bukti2 kas  kecilnya&lt;br /&gt;- Lakukan penghitungan atas dana kas kecil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2010/03/audit-cash-balances.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-6552436639658699359</guid><pubDate>Sat, 20 Mar 2010 02:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-20T10:54:24.068+07:00</atom:updated><title>Accounting for Changing Prices</title><description>Accounting for Changing Prices&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;in accounting theory, we assume that the monetary unit is stable over time, inflation does not exist, and a dollar, a yen, or a guilder is worth the same today as it was many years ago this a assumption is important for the historical cost model of course, in reality this is not the case, especially in many developing countries in 1996, Bulgaria’s inflation rate was 400 percent while its gross domestic product declined by 11 percent&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;The historical cost model has been criticized for failing to take into account the economic realities critics assert that failure to consider general of specific price changes make comparability among financial statement difficult&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;General Versus Specific Price Indexes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;General Price Index&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A general price index is developed by taking the prices of a &quot;basket&quot; of goods and averaging them at a certain point in time. This average is then compared with the average price of those some good at some based period. We can thus estimate amount of inflation or deflation. In the united states, a widely used index is the consumer price index for all urban consumers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Specific Price Index&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The price of specific good may or may not effected by changes in general price levels it may depend mostly on its supply and demand while prices of most good have risen in recent years, prices of many others products have declined due to technological advances. Price of personal computer, printers, and electronic calculators are good examples. A specific price index shows the prices changes for a specific good or service over time one way to determine the specific price of product is to ascertain the current cost of a building may require the use of a construction index. Many specific indexes are published by industry groups alternately; a specific index may be for the net realizable value of a good, that is, the net amount that would be received if an item were sold&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valuation Problem with Changing Prices&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As mentioned in the introduction to this chapter, prices are assumed to be stable under the historical cost model the central flaw in this model, however, is that it combines together monetary units of different purchasing power since monetary units have different purchasing power at different point in time, when combined in financial statements, they cause distortion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monetary Items&lt;br /&gt;A monetary item is either cash or another asset or liability that will be received or paid out in a fixed number of monetary units. Examples of monetary assets in clued account receivable and notes receivable, and examples of monetary liabilities are accounts payable and salaries payable. In balance sheet that has been restated for changes in the general purchasing power of the monetary unit, monetary items are shown at their current (nominal) amounts.&lt;br /&gt;During an inflationary period, a holder of monetary assets experiences a holding loss because such assets, representing a fixed number of monetary units, will have less purchasing power in the future. On the other hand, a person holding monetary liabilities will have a holding gain from paying off the liabilities in a fixed number of monetary liabilities that have lesser purchasing power. Such gains or losses (from holding monetary items) appear as monetary gains or losses in the income statement that has been adjusted for general price-level changes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonmonetary Items&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A nonmonetary item does not represent either a claim to or a claim for specified number of monetary units. Examples of nonmonetary items incude inventory, equipment, land, liability for warnaty, liability for future pension cost, capital stock, retained earning. In general price-level adjusted financial statement, nonmonetary items are adjusted for changes in general purchasing power.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Constant Monetary Units Restatement&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Consumer monetary unit restatement is general term for restating financial statement for changes in purchasing power of the monetary unit. In United Kingdom, accountants use the term current purchasing power accounting. In the United State, accountants refer to constant dollar accounting pr general price-level accounting.&lt;br /&gt;Regardless of the terminology, we should remember that restatement to a constant monetary unit does changes the basic of the financial statement. They remain historical cost basic statement, albeit restated. The rest of these section constants a brief summary of the steps involved in constant monetary unit restatement. The subsequent section provides a comprehensive example.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balance Sheet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The starting point for restatement process is usually the balance sheet. The basic steps as follows:&lt;br /&gt; Identify assets and liabilities as either monetary or nonmonetary.&lt;br /&gt; Extend monetary items at their face (nominal) amounts.&lt;br /&gt; Adjusted for changes in purchasing power of nonmonetary assets and nonmonetary liabilities from the date of their acquisition and incurrence respectively&lt;br /&gt; Roll-forward previous year balances. If general price-level adjusted statement were prepared for the previous year, all balances to be used for compassion with the current year must be rolled forward, this is, expressed in terms of current year price levels. If there was 10 percent inflation, all balances in the previous year’s statement would be multiplied by 110 percent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Income statement&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The income statement is normally restated after the balance sheet, since cost of goods sold uses the adjusted inventory balances and depreciation is based on adjusted property, plants, and equipment amounts. The basic idea is that the amounts are adjusted from the price levels in effect at the time the events occurred to the current year’s year-end levels.&lt;br /&gt; Identify and adjust items using the price indexes in effect at the date applicable to each item when it occurred.&lt;br /&gt; Compute depreciation expense based on the adjusted historical cost of the depreciable assets.&lt;br /&gt; Adjust items that can be assumed to occur evenly throughout the year, such as sales and purchases, using a weighted average index.&lt;br /&gt; Compute cost of goods sold, using the price-level adjusted amounts for beginning and ending inventories calculated when adjusting the balance sheet, and the adjusted purchases amount from the preceding step.&lt;br /&gt; Calculate the purchasing power gain or loss from holding monetary items.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Current Value Accounting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The synonymous terms current value accounting and current cost accounting include all valuation systems designed to express specific prices. Current value financial statement show the effect of changes in prices of individual items. Cash and account receivable are generally stated at their cash or cash equivalent value. Other assets are adjusted, as necessary, to reflect their current value. In some cases, especially for property, plant, and equipment items, a specific price index to approximate the current value of the item may be employed. Alternately independent market appraisals or an assignment of current value by the board of directors may be used. Most current liabilities are shown at the face amount. Long-term debt requires a present value calculation. The excess of current value of asset over current value liabilities equals stockholders equity. Amounts in the income statement are restated to approximate their current value.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Input Price Measurement Versus Output Price Measurement&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are two different to measurement of current value: Input price measurement or output price measurement. The input price measurement assigns current value to an item on the basic of its replacement cost. Replacement cost is the total coat to acquire another item that would perform the functions identical to those performed by an exiting item. The output price measurement considers the current value of an item to be equal to its net realizable value. Net realizable value is the disposal value of an item less the related disposal cost. Exit measurement has the same meaning as the output price measurement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realizes and Unrealized (Holding) Gains and Losses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An unrealized, or holding, gain or loss arises from holding an asset. It is the difference between the changes in the current value of an item during, the period. Current value, as mentioned earlier, may be based on either input price measurement or output price measurement. A realized gain or loss occurs when an item is disposed at an amount different from its recorded net value on disposal date.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gearing Adjustments&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many current value accounting models incorporate a gearing adjustment. The gearing adjustment is made in the income statement and it relates to the effect of inflation. Though different current value accounting models have their own version of the gearing adjustment, the basic idea is the same as described next.&lt;br /&gt;The gearing adjustment is made to recognize that it is unnecessary to make the current cost adjustment for the operating assets that are financed by creditors. In an inflationary economy, when average borrowing is greater than average monetary assets, the stockholders are in favourable position. Expressed differently, the loss of an entity’s creditors, due to eroding purchasing power of the monetary unit, is a gain to the stockholder. Therefore, income increased by making a gearing credit. In situation where the amount of average monetary assets is greater than borrowing, a gearing charge is made to the income statement, thereby reducing the income amount. In a deflationary economy, the gearing adjustment has the opposite effect on the reported income.&lt;br /&gt;The amount of gearing adjustment is computed by multiplying the ratio of average operating assets with the current value adjustments for items such as cost of goods sold and depreciation expenses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluation of Current Value Accounting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although current value accounting can provide relevant information for coping with changing prices, critics have made several arguments against its use:&lt;br /&gt; Current cost determination is inherently subjective.&lt;br /&gt; Current costs are difficult or impossible to obtain in cases involving the products that are not commonly sold. It is especially applicable in situations where special-purpose, customized products are manufactured.&lt;br /&gt; Purchasing power gains or losses often are not recognized in current value models.&lt;br /&gt; How should the holding gains or losses be treated? Should they appear in the income statement or should they be entered directly into stockholders’ equity in the balance sheet? The treatment selected may have a significant effect on the reported earning of the company. There is no consensus on the treatment of holding gains or losses.&lt;br /&gt;Many countries allow historical cost with optional current value revaluation. Very few countries require exclusive use of current cost accounting.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2010/03/accounting-for-changing-prices-in.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-5867643937145852111</guid><pubDate>Fri, 17 Apr 2009 14:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-20T10:23:22.715+07:00</atom:updated><title>Konsep Dasar Informasi</title><description>Konsep Dasar&lt;br /&gt;Informasi   &lt;br /&gt;Pendahuluan &lt;br /&gt;• informasi sebagai salah satu sumber daya yang tersedia bagi manajer dan memiliki nilai sama dengan sumber daya lainnya seperti manusia, perlengkapan, peralatan, dan uang.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;• Informasi sangatlah berharga karena informasi dapat menunjukan  sumber daya lainnya seperti segala sesuatu yang dapat kita lihat dan kita raba  &lt;br /&gt;Data &lt;br /&gt;• Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Data bisa berupa bahan untuk diskusi, pengambilan keputusan, perhitungan, atau pengukuran &lt;br /&gt;Informasi &lt;br /&gt;• Informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat bagi seseorang bukanlah merupakan informasi bagi orang tersebut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mc Leod mengatakan suatu informasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri:&lt;br /&gt;• Akurat artinya informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya &lt;br /&gt;• Tepat waktu artinya informasi itu harus tersedia atau ada pada saat informasi tersebut diperlukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Relevan artinya informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lengkap artinya informasi harus diberikan secara lengkap. Misalnya informasi tentang penjualan tidak ada bulannya atau tidak ada data fakturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• ciri-ciri suatu informasi (Gelinas) :&lt;br /&gt;• Efektifitas artinya informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai dalam mendukung suatu proses bisnis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Efisiensi artinya informasi dihasilkan melalui penggunaan sum-ber daya yang optimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Confidensial artinya memperhatikan proteksi atau perlindungan terhadap informasi sensitif dari pihak yang tidak berwenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Integritas artinya informasi yang dihasilkan harus merupakan hasil pengolahan data yang terpadu berdasarkan aturan-aturan yang berlaku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketersediaan artinya informasi yang diperlukan harus selalu tersedia kapanpun saat diperlukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kepatuhan artinya informasi yang dihasilkan harus patuh terhadap undang-undang atau peraturan pemerintah serta memiliki tanggung jawab baik terhadap pihak internal maupun pihak eksternal organisasi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Kebenaran artinya informasi telah disajikan oleh sistem informasi dengan benar dan dapat dipercaya sehingga dapat digunakan oleh manajemen untuk mengoperasikan perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Hubungan Data dan Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dalam menghasilkan informasi kita terlebih dahulu harus tahu informasi apa yang diperlukan selanjutnya kita harus tahu bagaimana mengolah suatu data menjadi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dapat ditarik kesimpulan bahwa pada saat tertentu data dan informasi berbeda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tetapi pada saat yang lain sesuatu yang telah menjadi informasi mungkin menjadi data pada pengolahan selanjutnya &lt;br /&gt; Dari Peristiwa Menjadi Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bagaimana timbulnya suatu fakta dan bagaimana fakta tersebut bisa berubah menjadi data dan selanjutnya diolah menjadi informasi dapat dijelaskan dengan gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kemungkinan pertama - Informasi hasil pengolahan yang dilakukan oleh seseorang diterima kembali oleh orang yang sama (peristiwa) dan selanjutnya beberapa detik kemudian  diolah untuk menghasilkan informasi yang lain, sehingga informasi yang dihasilkan sebelumnya sekarang posisinya berubah menjadi data &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kemungkinan kedua adalah peristiwa tertangkap oleh seseorang, kemudian diberikan kepada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kemungkinan ketiga adalah proses pengolahan dlakukan dengan menggunakan alat selain otak manusia dan pengolahan yang terjadi mungkin terjadi lebih dari satu kali proses pengolahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Manusia merupakan   unsur yang sangat dominan dalam menghasilkan informasi yang berkualitas&lt;br /&gt;• Dikatakan dominan karena hanya bagian kecil peran yang dapat dilakukan oleh alat untuk menghasilkan informasi yang berkualitas &lt;br /&gt;Fakta dan persepsi&lt;br /&gt;• Bagaimana makna atau arti muncul terhadap suatu data, banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya, akan tetapi faktor utama yang mempengaruhi setiap data yang diterima adalah persepsi seseorang terhadap data tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Matlin (1994,26) mengatakan persepsi sebagai sebuah proses yang menggunakan pengetahuan sebelumnya untuk me-ngumpulkan rangsangan (stimuli) dan memberikan makna/fakta terhadap rangsangan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Faktor faktor yang mempengaruhi subjek meliputi pengenalan pola (pengetahuan sebelumnya) serta perhatian.&lt;br /&gt;• Perhatian sendiri dipengaruhi oleh sikap, motivasi, minat atau keinginan dan harapan. &lt;br /&gt;• Objek yang dipersepsikan dipengaruhi oleh gerakan, bunyi, latar belakang, kedekatan baru tidaknya objek bagi subjek.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan Pola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pengenalan Pola meliputi aktivitas pengidentifikasian susunan yang komplek dari berbagai macam rangsangan yang diterima oleh indra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Salah satu contoh lagi dalam pengenalan pola ini adalah pengenalan pola raut muka yang bisa memberikan makna yang berbeda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Contoh lainnya dalam pengenalan pola adalah pengenalan terhadap suasana (situasi) yang komplek &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pengenalan terhadap rangsangan tidak dapat berlangsung secara spontan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian (Attention)&lt;br /&gt;• Perhatian adalah upaya seseorang untuk menghilangkan rangsangan lain&lt;br /&gt;• Dua macam perhatian&lt;br /&gt;– Perhatian yang terpecah&lt;br /&gt;– Perhatian yang terpilih (konsentrasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Fakta yang muncul tergantung kepada persepsi yang dimiliki terhadap suatu peristiwa&lt;br /&gt;• Transaksi adalah fakta yang ada kaitannya dengan kepentingan seseorang/perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Proses pengambilan keputusan secara terus menerus diteliti oleh berbagai disiplin ilmu, khususnya disiplin psikologi dan kecerdasan buatan. &lt;br /&gt;• Ahli psikologi tertarik dalam mempelajari bagaimana manusia membuat keputusan &lt;br /&gt;• Ilmuwan lain yang mempelajari kecerdasan buatan lebih tertarik untuk meniru perilaku manusia melalui pemrograman  komputer &lt;br /&gt;Model Simon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Simon dianggap sebagai pioner dalam mengembangkan model pengambilan keputusan manusia yang dilakukannya pada tahun 1960-an bersama-sama dengan A. Newell. &lt;br /&gt;• Tiga tahap proses pe-ngambilan keputusan manusia.&lt;br /&gt;– Kecerdasan&lt;br /&gt;– Perancangan&lt;br /&gt;– Pemilikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kecerdasan adalah kemampuan untuk menyadari atau menemukan sesuatu, misalnya masalah&lt;br /&gt;• Perancangan adalah kemampuan untuk membuat beberapa alternatif pemecahan masalah&lt;br /&gt;• Pemilihan adalah kemampuan untuk memilih dan berbagai alternatif pengambilan keputusan yang dapat diambil&lt;br /&gt;Informasi dan  Pengambilan Keputusan&lt;br /&gt;• Informasi pada tahap kecerdasan - Tahap kecerdasan berfungsi mendapatkan pengetahuan tentang apa yang terjadi didalam dan diluar perusahaan. Pengetahuan dapat mendeteksi apakah ada masalah atau kesempatan. Informasi pa-da tahap ini harus teranalisa, terintegrasi, dan terformat dengan baik. &lt;br /&gt;• Informasi pada tahap perancangan - Pada tahap ini diasumsikan bahwa semua data yang relevan dan dapat diakses tersedia untuk dianalisis, informasi yang diperlukan pada ta-hap ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Informasi pada tahap pemilihan - Ada tiga tipe informasi yang harus disajikan yaitu :&lt;br /&gt;– Berbagai pemecahan yang disarankan&lt;br /&gt;– Berbagai skenario dan hasil yang akan diperoleh sebagai akibat dari tindakan yang dilakukan&lt;br /&gt;– Informasi timbal balik untuk memonitor implementasi dari keputusan yang diambil &lt;br /&gt;Gambar 3.15 Informasi dan jenjang manajemen&lt;br /&gt;Sistem Informasi&lt;br /&gt;• Sistem informasi adalah kumpulan dari sub-sub sistem baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan satu sama dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna &lt;br /&gt;• Sistem informasi menurut  Laudon merupakan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan  dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas didalam perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sistem informasi menurut  McKeown merupakan gabungan dari komputer dan user yang mengelola perubahan data menjadi informasi serta menyimpan data dan informasi tersebut &lt;br /&gt;Alat Pengolah Dalam Sistem Informasi&lt;br /&gt;• Sistem informasi yang pertama ada didunia adalah sistem informasi ciptaan tuhan&lt;br /&gt;• Sistem informasi yang berpusat diotak manu-sia dikenal sebagai kognisi&lt;br /&gt;• Bekerja itu pada dasarnya adalah melakukan sesuatu berdasarkan informasi yang masuk dan persepsi yang dimiliki tentang informasi terse-but&lt;br /&gt;Otak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Otak manusia memiliki dua macam memori yaitu memori jangka panjang dan memori jangka pendek&lt;br /&gt;• Winograd dan Flores dalam bukunya &#39;Computer and Cognition&#39; menyatakan bahwa bekerja itu pada dasarnya adalah melakukan sesuatu berdasarkan informasi yang masuk dan persepsi yang dimiliki tentang informasi tersebut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Gambar 3.17 diatas menunjukan berbagai aktivitas dimana otak manusia sangat berperan dalam  mengolah rangsangan yang tertangkap oleh indranya. Mengolah rangsangan/menginterpreta-sikan/mempersepsikan akan menghasilkan suatu fakta &lt;br /&gt;Manual&lt;br /&gt;• Kebutuhan umat manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya didalam suatu lingkungan tertentu menuntut umat ma-nusia untuk mampu mengingat lebih dari kemampuan otaknya &lt;br /&gt;• Karena itu sejak jaman dahulu umat manusia berusaha mencari alat bantu yang mampu menambah kemampuannya untuk meng-ingat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Perubahan peradaban dan kebutuhan menuntut mereka untuk menciptakan alat-alat baru yang dapat digunakan selain untuk mengolah data juga untuk mengingat, sehingga akhirnya mereka menemukan alat tulis menulis yang sangat modern saat itu seperti Abacus (Shiphoa) serta &#39;pen dan ink&#39; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanik&lt;br /&gt;• Mekanik memberikan hasil pengolahan yang lebih cepat, lebih rapih dan sama/standar&lt;br /&gt;• Ada dua macam alat mekanik yang membantu otak manusia dalam menghasilkan suatu informasi saat itu yaitu mesin tik dan mesin penjumlah. Hasil dari pengolahan tersebut kemudian disimpan di dalam filling kabinet &lt;br /&gt;Elektrik&lt;br /&gt;• Dilihat dari bentuk alatnya peralatan elektrik tidak jauh berbeda dengan peralatan mekanik yang membedakan antara peralatan mekanik dan elektrik adalah masalah tenaga penggeraknya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektronik&lt;br /&gt;• perkembangan peralatan yang bisa membantu otak manusia mengolah data terus berkembang. &lt;br /&gt;• Setelah ditemukannya peralatan listrik perkembangan selanjutnya dalam peradaban umat manusia  adalah dengan ditemukannya peralatan elektronik &lt;br /&gt;• Pengolahan data yang menggunakan peralatan elektronik dikenal dengan elektronik data prosesing &lt;br /&gt;Perkembangan peralatan elektronik/komputer&lt;br /&gt;Komponen Sistem Informasi Berbasis Komputer&lt;br /&gt;• Komponen sistem informasi berbasis komputer adalah Hardware, software, brainware, prosedur, database dan jaringan komunikasi&lt;br /&gt;• Sistem informasi merupakan kumpulan dari sub-sub sistem yang saling berhubungan satu sama lain, dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna. &lt;br /&gt;• Pengelompokan  komponen-komponen sistem informasi sebagai berikut:&lt;br /&gt;– Perangkat keras (Hardware)&lt;br /&gt;– Perangkat lunak (Software )&lt;br /&gt;– Manusia (Brainware)&lt;br /&gt;– Prosedur (Procedure)&lt;br /&gt;– Basis data (Database)&lt;br /&gt;– Jaringan komunikasi (Comunication network)&lt;br /&gt;Sistem Informasi dan Organisasi&lt;br /&gt;• Karena sistem informasi merupakan komponen dari organisasi maka komponen-komponen sistem informasi juga pada dasarnya merupakan komponen dari organisasi &lt;br /&gt;• Komponen lainnya berdasarkan konsep organisasi adalah tempat kerja, budaya, kekayaan dan pengaruh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat kerja (Workplace) &lt;br /&gt;• Suatu organisasi pada dasarnya terdiri dari orang-orang yang secara bersama sama bekerja pada organisasi tersebut untuk mencapai satu tujuan yang telah ditentukan, yaitu membuat dan memasarkan produk serta jasa. &lt;br /&gt;Sumber Daya Manusia bagian Operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• SDM informasi merupakan SDM yang terlibat dalam sistem informasi dan merupakan komponen dari sistem informasi (brainware)  &lt;br /&gt;• sedangkan SDM operasional merupakan komponen organisasi yang secara langsung berhubungan dengan proses produksi dan distribusi produk atau pelayanan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Perusahaan&lt;br /&gt; (Corporate Culture)&lt;br /&gt;• Semua organisasi memiliki asumsi yang tidak dapat diperdebatkan lagi oleh anggotanya yang menentukan tujuan dan produknya. &lt;br /&gt;• Kumpulan asumsi fundamental tentang produk apa yang seharusnya diproduksi organisasi, bagaimana dan dimana memproduksinya, dan untuk siapa diproduksi.&lt;br /&gt;• Contoh : &lt;br /&gt;– Dosen lebih tahu dari mahasiswa&lt;br /&gt;– Tujuan mahasiswa mendaftar di PT adalah belajar&lt;br /&gt;– Kuliah pasti mengikuti jadwal yang teratur&lt;br /&gt;Kekayaan (Asset )&lt;br /&gt;• Kekayaan perusahaan (Asset) dapat didefinisikan dengan cara yang berbeda. Ada yang menyatakan bahwa kekayaan perusahaan itu meliputi: uang, mesin, peralatan, informasi dan metode. Ke-kayaan tersebut ada yang terlihat seperti peralatan dan tanah  dan ada yang tidak terlihat seperti hak paten dan hak cipta &lt;br /&gt;Pengaruh &lt;br /&gt;• Adanya interaksi yang terjadi secara terus menerus antara lingkungan dengan organisasi, menyebabkan banyaknya informasi yang mengalir dari lingkungan ke dalam organisasi dan sebaliknya dari organisasi ke lingkungannya dimana hal ini akan memberikan pengaruh timbal balik bagi kedua belah pihak &lt;br /&gt;AKUNTANSI&lt;br /&gt;• American Accounting Association (AAA)(1966), Wilkinson (2000), Warren dan Fess(1996), mendefinisikan akuntansi sebagai sistem informasi yang menghasilkan informasi atau laporan untuk berbagai kepentingan baik individu atau kelompok tentang aktivitas/operasi/peristiwa ekonomi atau keuangan suatu organisasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sistem informasi akuntansi dapat didefinisikan sebagai kumpulan (integrasi) dari sub-sub sistem/ komponen baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2009/04/konsep-dasar-informasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5926214729489712657.post-5061592562097867264</guid><pubDate>Fri, 17 Apr 2009 14:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-17T21:11:46.027+07:00</atom:updated><title>DATA MODELLING</title><description>DATA MODELLING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data modeling – teknik untuk mengorganisasi dan mendokumentasikan data sistem disebut juga  database modeling. &lt;br /&gt;Entity relationship diagram (ERD) – model data dengan menggunakan beberapa simbol untuk data sebagai entitas dan hubungan dari data tersebut.&lt;br /&gt;Entity – kumpulan dari  persons, places, objects, events, atau  concepts yang akan kita simpan datanya.&lt;br /&gt; Persons: agency,contractor,customer, department, division, employee,  instructor, student, supplier. &lt;br /&gt; Places  :sales region, building,room,  branch office, campus. &lt;br /&gt; Objects:  book, machine, part, product, raw material, software license, software package, tool, vehicle model, vehicle. &lt;br /&gt; Events  :  application, award, cancellation, class, flight, invoice, order, registration, renewal, requisition, reservation, sale, trip. &lt;br /&gt; Concepts: account, block of time, bond, course, fund, qualification, stock. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entity instance – a single occurrence of an entity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attribute – deskripsi atau karakteristik dari entitas. Sinonimnya adalah element, property, and field. &lt;br /&gt;Secara fisik atribut dari siswa adalah tinggi badan, warna kulit, dsb., setiap entitas data memiliki atribut data. &lt;br /&gt;Compound attribute – atribut yang terdiri dari atribut lainnya. Sinonimnya adalah concatenated attribute, composite attribute, dan data structure.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Key – atribut, atau kumpulan atribut, yang mengindikasikan nilai unik dari setiap instance. Disebut juga identifier.&lt;br /&gt; Concatenated key – kumpulan atribut yang mengidetifikasikan instance dari entitas. Disebut juga composite key and compound key.&lt;br /&gt;• Candidate key – satu atau beberapa keys yang mungkin dapat menjadi primary key dari entitas. Disebut juga candidate identifier.&lt;br /&gt;• Primary key – candidate key yang digunakan untuk mengidentifikasikan instance entitas tunggal secara unik&lt;br /&gt;• Alternate key – candidate key yang tidak dipilih menjadi primary key disebut  alternate key. Sinonimnya adalah secondary key.&lt;br /&gt;• Subsetting criteria – atribut yang memiliki nilai tetap yang akan membagi seluruh instance dari entitas kedalam kelompok – kelompok tertentu. Kadang disebut inversion entry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relationship – hubungan bisnis yang muncul antara satu atau dua entitas a Relasi mungkin menggambarkan event yang menghubungkan entitas atau persamaan logis yang muncul antara entitas</description><link>http://ariefwicaksono82.blogspot.com/2009/04/data-modelling.html</link><author>noreply@blogger.com (Arief Wicaksono)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>