<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Pemikiran&amp;Spiritualitas Islam Kontemporer</title><description>islam, liberal, spiritual, hukum islam, perkawinan beda agama, pluralisme, jilbab, pemikiran islam, lintas iman, tasawuf, sufisme, irfan</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Asnawi Ihsan)</managingEditor><pubDate>Fri, 9 May 2025 08:29:12 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><copyright>Asnawi Ihsan</copyright><itunes:keywords>islam,liberal,spiritual,hukum,islam,perkawinan,beda,agama,pluralisme,jilbab,pemikiran,islam,lintas,iman,tasawuf,sufisme,irfan</itunes:keywords><itunes:summary>Pemikiran&amp;Spiritualitas Islam Kontemporer</itunes:summary><itunes:subtitle>Pemikiran&amp;Spiritualitas Islam Kontemporer</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:author>Asnawi Ihsan</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>asnawiihsan@telkom.net</itunes:email><itunes:name>Asnawi Ihsan</itunes:name></itunes:owner><item><title>Membedah Hukum Perkawinan Beda Agama: Perspektif Ushul fikih dan Hukum yang Berlaku di Indonesia</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2009/05/perkawinan-beda-agama.html</link><category>Beda Agama</category><category>Hukum Islam</category><category>Perkawinan</category><category>Perkawinan Beda Agama</category><pubDate>Wed, 20 May 2009 23:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-4344633183604795165</guid><description>Oleh: Asnawi Ihsan Direktur Pusat Kajian Hati Yayasan Indonesia BahagiaSetelah dalam kurun waktu lima tahun menjadi konsultan perkawinan beda agama, bergelut dengan berbagai persoalan seputar perkawinan beda agama, kali ini saya kembali mengulas hukum perkawinan beda agama atau pernikahan beda agama dengan pendekatan filsafat hukum Islam atau dalam diskursus ilmu-ilmu keislaman disebut dengan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">121</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>Mengurai Makna Sholat Wustho: Dari Tafsir Ahkam Hingga Tafsir Sufistik</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2008/08/mengurai-makna-sholat-wustho-dari.html</link><category>Shalat</category><category>Shalat Wustho</category><category>Tasawuf</category><pubDate>Sat, 2 Aug 2008 23:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-8217141941851458246</guid><description>Oleh: Asnawi IhsanManusia kadang hanya fokus pada ibadah ruhani dan menafikan ibadah lahiriah. Sibuk memikirkan nilai filosofis dari satu ritual dan ketika makna hakikat telah dicapai bisa jadi praktik ritualnya sendiri ditinggalkan. Atau sebagian manusia sibuk dengan ibadah-ibadah seremonial meskipun hanya dilakukan sebagai formalitas belaka karena telah tereduksi secara substansi.Bila ingin </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>Ibnu Taymiyah dan Sufisme</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2008/03/ibnu-taymiyah-dan-sufisme.html</link><category>Tasawuf</category><pubDate>Tue, 18 Mar 2008 11:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-2213269726003788347</guid><description>oleh: Asnawi IhsanSebatas yang saya tahu,  anggapan bahwa Ibnu Taymiyah adalah ulama yang sangat keras terhadap praktek tasawuf/tarekat tidaklah se-ekstrim sebagaimana yang ditudingkan banyak kalangan. Begitupun kemudian saat wahabi melakukan “pembersihan” terhadap praktek tasawuf (tawashul, kultus, taklid, ziarah dll) menurut saya karena gerakan wahabi telah mempolitisasi konsep tajdid yang </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>Khutbah Jum'at: Qolb, Fuad dan Lubb</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2008/03/khutbah-jumat-qolb-fuad-dan-lubb.html</link><category>Khutbah</category><pubDate>Wed, 5 Mar 2008 14:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-8457419871728278613</guid><description>Oleh: Asnawi IhsanJamaah Shalat Jum`at yang Mulia !Setelah menyampaikan wasiat takwa, saya ingin memulai khutbah Jumat ini dengan sebuah kisah menarik yang terdapat dalam kitab Thaharotul Qulub: Wal Khudu’u Li’allaamil Ghuyub karya seorang sufi, Al Arif Billah Syeikh Abdul Aziz bin Ahmad bin Said.Kisah tersebut merupakan pengalaman menarik yang dialami oleh sufi lainnya yang bernama Syeikh Abdul </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>Menyingkap Misteri  Tasawuf</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2007/12/menyingkap-misteri-tasawuf.html</link><category>Tasawuf</category><pubDate>Fri, 7 Dec 2007 13:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-8647008916001177370</guid><description>Saya mungkin akan memulai bahwa tasawuf  merupakan praktik spiritual dalam tradisi islam. Tasawuf memandang ruh sebagai puncak dari segala realitas. Sementara jasad tidak lebih sebagai “kendaraan” saja. Maka, jalan spiritualitas lebih banyak menekankan pada aspek ruhani, bersifat personal dan berangkat dari pengalaman yang juga bersifat personal. Berbeda dengan “agama” yang bersifat umum (dalam </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>Jilbab dan Aurat dalam Hukum Islam</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2007/09/jilbab-dan-aurat-dalam-hukum-islam.html</link><category>Hukum Islam</category><pubDate>Thu, 20 Sep 2007 11:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-8710055002419664897</guid><description>Antropologi JilbabSecara historis, jilbab telah dikenal sejak lama misalnya di Yunani dan Persia sebelum Islam datang. Motivasi yang melandasi tumbuhnya tradisi berjilbab beragam. Bagi masyarakat Persia, Jilbab digunakan untuk membedakan perempuan bangsawan dengan perempuan biasa dan Perempuan yang sudah menikah (masih bersuami atau janda). Seorang perempuan yang diperistri oleh seorang laki-laki</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>Warna-warni Hukum Perkawinan Beda Agama</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2007/03/warna-warni-hukum-perkawinan-beda-agama.html</link><category>Hukum Islam</category><pubDate>Thu, 21 Jun 2007 14:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-267465348304131413</guid><description>Warna-warni Hukum Perkawinan Beda AgamaOleh ASNAWI IHSAN, S.H.I.Harian Pikiran Rakyat 19-04-05DALAM paragraf kedua dari tulisan tersebut, "AM" berpandangan bahwa model perkawinan yang dibenarkan menurut Allah SWT adalah perkawinan yang didasarkan pada satu akidah. Lebih jelas lagi dalam paragraf ketiga "AM" menegaskan bahwa berdasarkan ajaran Islam, kehidupan yang bahagia hanya bisa didapatkan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>Dasar-dasar Sikap Pluralis Saya Temukan di PII: Sebuah Pengakuan Subyektif</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2007/06/dasar-dasar-sikap-pluralis-saya-temukan.html</link><category>Pluralisme</category><pubDate>Wed, 20 Jun 2007 20:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-2480592298021673987</guid><description>Ketika berlangsung dialog “Menggali Paradigma Baru Beragama” di Vihara Vipassana Graha, Lembang, kerjasama MADIA-INCRES, pada 20-22 April 2001, seorang peserta muslim, Asnawi Ihsan, menuturkan pengalaman personal itu dengan sangat hidup. Ia bercerita tentang masa kecilnya dalam dunia pesantren, yang kemudian membawanya aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) di mana ia menemukan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>PASSING OVER: Menyelami Spiritualitas Agama-agama</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2007/06/passing-over-menyelami-spiritualitas.html</link><category>Spiritual</category><pubDate>Wed, 20 Jun 2007 17:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-8000615509340289651</guid><description>Kemarin, Selasa 19 Juni 2007 adalah pertemuan perdana dari 5 kali pertemuan program Kajian Islam Eksekutif (KIE) dengan tema PASSING OVER: Menyelami Spiritualitas Agama-agama. KIE sekarang menjadi salah satu programku di kantor(CSL). Diselenggarakan di Financial Club, Graha Niaga dengan para peserta kalangan eksekutif dibatasi maksimum 15 orang. Program ini sebenarnya sudah berjalan sejak 12 </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>PEMIKIRAN CAK NUR, DITERIMA dan DIKAGUMI ANAK-ANAK MUDA ‘66</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2007/03/gagasan-cak-nur-diterima-dan-dikagumi.html</link><category>Tokoh Islam</category><pubDate>Mon, 4 Jun 2007 13:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-5483807401165512394</guid><description>Wawancara dengan K.H. Dr. Miftah Farid, Aktifis ‘66, saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Baratoleh: Asnawi Ihsan Pergeseran peta politik dari Orde Lama ke Orde Baru memberikan implikasi terhadap perkembangan pemikiran dan sikap politik umat Islam. Sebagian masih sangat gigih untuk memperjuangkan Islam Politik dan sebagian lagi mencoba mencari alternatif melalui </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>NURCHOLISH MADJID dan PERSIS: TIDAK PERLU DIPERTENTANGKAN!</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2007/03/nurcholish-madjid-dan-persis-tidak_2232.html</link><category>Tokoh Islam</category><pubDate>Sun, 3 Jun 2007 01:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-5624129755802672784</guid><description>Wawancara dengan Ust. H. Iqbal Santoso, Pimpinan Umum Pondok Pesantren PERSIS Tarogong Garut dan Anggota Dewan Hisab Rukyat PP PERSIS.Oleh: Asnawi IhsanSelama ini pemikiran Nurcholish Madjid cenderung ditolak oleh kalangan muslim puritan terutama PERSIS (Persatuan Islam) yang juga dikenal sebagai Wahabi-nya Indonesia. Menjadi sangat menarik ketika ada tokoh PERSIS yang secara jujur mengaku </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>Fakta Empiris Nikah Beda Agama</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2007/03/fakta-empiris-nikah-beda-agama.html</link><category>Hukum Islam</category><pubDate>Thu, 15 Mar 2007 15:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-7153778628166314367</guid><description>Drs. Nuryamin Aini, MA:Fakta Empiris Nikah Beda Agama22/06/2003Problem krusial bagi pasangan beda agama yang secara serius hendak menempuh pernikahan biasanya adalah keterjepitan di antara dua kutub ekstrem: pernikahan sebagai hak privat dengan stigmatisasi keharaman nikah beda agama plus resistensi birokrasi. Akibatnya, seperti temuan penelitian Nuryamin Aini, alumnus Flinders University, </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item><item><title>OTORITARIANISME : CATATAN HITAM PERADABAN ISLAM</title><link>http://asnawiihsan.blogspot.com/2007/03/otoritarianisme-catatan-hitam-peradaban.html</link><category>Sejarah</category><pubDate>Mon, 12 Mar 2007 18:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3646249098323018482.post-2059516462768165023</guid><description>Oleh: Asnawi IhsanOtoritarianisme adalah faham yang mengabsahkan tindakan menggunakan kekuasaan Tuhan yang dilakukan seseorang, kelompok atau institusi untuk menyatakan bahwa pandangan keagamaannya (tafsir atas teks suci) paling benar dan itulah yang sebenarnya dikehendaki Tuhan. Sementara interpretasi yang dikemukakan pihak lain dianggap salah dan bukan kehendak Tuhan atau bahkan pada titik </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asnawiihsan@telkom.net (Asnawi Ihsan)</author></item></channel></rss>