<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610</id><updated>2024-11-08T06:54:19.625-08:00</updated><category term="psikologi"/><category term="curhat"/><category term="review"/><category term="admin"/><category term="indonesia"/><category term="komputer"/><title type='text'>.</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-2799344742605162420</id><published>2011-04-04T07:23:00.000-07:00</published><updated>2011-04-04T07:41:31.715-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><title type='text'>Rusunawa - Psychoart Bab 1</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Cahaya matahari yang mulai meredup. Semua yang mengaku keluarga&amp;nbsp;psikologi sudah mulai&amp;nbsp;angkat kaki meninggalkan kampus menuju tempat kediamannya masing- masing. Begitupun saya, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://faruqngabar.wordpress.com/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Faruq&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;dan &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://kuruningawan.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Tomi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;pakaian&amp;nbsp;praktikumnya sudah mulai acak- acakan. Selepas dari praktikum eksperimen yang menyenangkan, kamipun melepas&amp;nbsp;beberapa beban fikiran yang sebagian besarnya sudah kami tinggal di laboratorium eksperimen. Kami semua menunggangi motor kami lagi dan menuju ke tempat kediaman Faruq. Ya, tempat kediaman yang akan menjadi awal cerita berikutnya. Tempat itu adalah Rusunawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Rusunawa yang dimaksud adalah sebuah bangunan milik kampus UMS yang terletak di pekarangan paling belakang UMS itu sendiri. Bangunan ini berjumlah 2 gedung dan masing- masing gedungnya&amp;nbsp;memiliki 5 lantai. Tentu di dalamnya disediakan banyak kamar untuk tempat tidurnya kaum intelektual muda Indonesia. Di setiap kamarnya disediakan 3 tempat tidur. Hal ini dimaksudkan supaya dalam&amp;nbsp;pembayaran yang setiap bulannya (mahal), bebannya akan dikurangi bila disitu terdapat 3 orang yang tidur bersama 1 kamar. Namun, di tempat itu banyak sekali fasilitas seperti free internet, free laundry, sampai free sholat 5 waktu. (Kenapa jadi promosi sich -__-&#39;) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Begitupun Faruq, seorang manusia mantan Pondok berasal dari kota Palu dan ternyata memilih tempat rusunawa sebagai tempat tidurnya,yang katanya hampir sama suasana Islamnya dengan di Pondok. Kini kami sudah di ruangannya. Ternyata perjuangan tanpa batasku tidak&amp;nbsp;sebatas kami bertiga, 2 orang laki- laki lagi yang tinggal sekamar dengan Faruq yaitu Anang, dan Adit. Mereka&amp;nbsp;berdua&amp;nbsp;satu angkatan&amp;nbsp;dan satu Fakultas dengan&amp;nbsp;kami. Yup&#39;s, ketika pagi kami masih bertiga, kini di sebuah&amp;nbsp;kamar yang setiap 1 kamarnya ada&amp;nbsp;3 tempat tidur, kami menjadi berlima. Faruq, Adit, Anang tinggal sekamar. Saya dan Tomi tinggal di rumah&amp;nbsp;kakek dan nenek kami masing- masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kami berlima kini berada di sebuah ruangan. Kami mengingat masa lalu, kami adalah satu kesatuan. Semua kegiatan kampus dan lainnya kami lakukan bersama. Namun, semakin banyaknya jumlah semester ternyata kami semakin angkuh. Tomi dan Faruq yang asyik pergi&amp;nbsp;melancong keluar dinamika kampus yang&amp;nbsp;malah&amp;nbsp;menjadi wartawan di sebuah LPM di Universitas, Adit yang selalu bangga setelah dirinya latihan silat dan pergi membantu ibunya di SLB, Anang yang setia terhadap perjuangan&amp;nbsp;dakwahnya dengan menjadi kakak mentor keIslaman serta terkungkung&amp;nbsp;menjadi Assisten Laboratorim di kampus&amp;nbsp;Psikologi.&amp;nbsp;Lalu, bagaimana dengan aku? Ya, aku sendiri&amp;nbsp;yang bergerah- gerah menjadi aktivis di suatu pergerakan intra kampus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Salah seorang dari kami berkata,&quot;berlama- lama kita berpisah dan bahkan kita seperti tidak mengenal satu dengan yang lainnya. Padahal dulu kita begitu kompak.&quot; Salah satu orang juga menimpali&amp;nbsp;&quot;Ya, sudah. Bagaimana kalau kita merumuskan sebuah komunitas dari kita, tanpa ada struktural, tanpa ada program kerja yang memberatkan kita, kita harus membuat suatu komunitas di mana ketika kita berkumpul, semua kepenatan dari masing- masing kita hilang.!&quot;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Faruq pun mengakhiri,&quot;bagaimana kita membentuk IMTI.&quot; Ya, itulah IMTI. IMTI singkatan dari Ikatan Mahasiswa Tanpa Ikatan. Sebuah nama yang sebetulnya sudah dirumuskan&amp;nbsp;oleh seorang Faruq sebagaimana dirinya yang memang semenjak semester 2 sudah minim teman. (nb: mesakke) IMTI ini sebetulnya adalah aplikasi dari sebuah organisasi yang bukan organisasi,&amp;nbsp;sebuah ikatan tapi bukan ikatan, sebuah perkumpulan yang menunjukan eksistensinya melalui ketidakterikatan dan keseriusan. Namun hal itu yang membuat kita semakin kompak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Adalah sebuah malam yang semakin larut, di mana sang bulannya selalu memberi cahaya sebagai suatu eksistensi satelit, padahal sinarnya adalah tipuan karena sesungguhnya sinar tersebut pantulan dari sang matahari. Namun sinar tipuan inilah yang menyadarkan manusia bahwa yang dilihatnya adalah kenyataan. Begitupun kami, apa yang akan kami bangun adalah sebuah konsep yang besar, padahal kami sendiri berdiri di balik pilar- pilar ikatan yang semu. Namun hal inilah yang membuat kami semakin terikat, dan itu nyata. Ada orang desa yang berangkat dengan vespa bututnya dari Rembang, ada pendekar yang mengaku turun gunung dari Boyolali, ada ustadz yang gagah berani menerjang peradaban dari Sragen, ada manusia pondokan yang merantau dari Palu, dan ada pria aneh yang mencari ketenangan dari Bekasi. Lewat (yang sementara namanya) IMTI inilah kami mencari eksistensi baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Perbedaan bukan menjadi masalah, biarlah ilmu pengetahuan yang mencari kesamaan dari perbedaan yang kami miliki. Di sebuah malam, di sebuah cahaya bulan. Gambaran besar sebuah konsep dari&amp;nbsp;hari esok&amp;nbsp;akan kita jalani, dan&amp;nbsp;seketika itu&amp;nbsp;matahari mulai naik dan menantang kami untuk beraksi kembali. Sebagai seorang yang diutus orang tua kami, seorang mahasiswa, seorang manusia Indonesia yang mencari eksistensinya dalam kemajuan (minimal) untuk dirinya sendiri, dan sebagainya seorang laki- laki yang sering disebutkan dalam cerita ini. Laki- laki tanpa batas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kami tidak akan tahu tepatnya kapan hari itu akan menindas kami dengan sebuah perpisahan. Namun mumpung kami masih mencari kunci untuk memulai melangkah, di gedung rusunawa ini, kami menikmati malam&amp;nbsp;dengan cahaya rembulannya&amp;nbsp;dan tentunya&amp;nbsp;kami akan menikmati esok pagi....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Admin gugusasa&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/2799344742605162420/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/04/rusunawa-psychoart-bab-1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/2799344742605162420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/2799344742605162420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/04/rusunawa-psychoart-bab-1.html' title='Rusunawa - Psychoart Bab 1'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-8614000267870989287</id><published>2011-03-22T07:03:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T07:13:27.334-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><title type='text'>Retorika Keadilan (Sebuah Apologize)</title><content type='html'>﻿﻿﻿﻿ &lt;br /&gt;
﻿﻿﻿﻿ &lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://pagotan.blogspot.com/2010/06/klepon-opo-cenil.html&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;216&quot; r6=&quot;true&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTElAqbCUFRcN6wDXbC5sihNXpF-tAX-8huDfq5lPUrgZNUO5nW3laRSSQs2mTd6FqBPN6Yn9tMk8iSKHw5xaAnYu8uIKGLlLwr5WiZ8sJun2WN7NeCG1z5lQjL8avl8JZ0d1zrU697Hv7/s320/cenil.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gak berarti menunjukan konten blog, &lt;br /&gt;
hanya saja ketika melihat ini saya jadi laper.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿﻿﻿﻿ ﻿﻿&lt;br /&gt;
Adalah suatu yang sangat merugikan bagi saya apabila saya tidak pernah update blog. Seperti&amp;nbsp;visi di awal, sesungguhnya saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki kemudian saya share khan kepada teman- temanku semua. Namun apa daya, karena ilmu dan pengalaman inilah yang membuat saya tenggelam untuk sementara waktu dan nggak ngurusin blog.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bicara soal ketenggelaman, maka&amp;nbsp;saaatnya berbicara masalah kesibukan. Sebenarnya saya siang dan malam tidak lagi merasa sebagai kura- kura (kuliah rapat kuadrat). Yah, walaupun sedikit &#39;mbeleng&#39; dari tanggung jawab keaktivisanku,hehe, sebenarnya gak berarti&amp;nbsp;saya&amp;nbsp;juga gak berbuat apa- apa. Lalu, ? Ya. Saya berbuat mencari jatidiri melihat luasnya dunia yang lebih dan lebih (agak lebay sih.). Di sinilah saya melihat dunia.&amp;nbsp;Menjadi Assisten di dua&amp;nbsp;tempat. Di perusahaan yang bergerak di jasa psikologi dan Di Kampus (malu juga nyebutnya.Hehe). Tentunya terakhir tanggung jawab saya sebagai anak dari orang tua, yaitu melanjutkan kuliah. Hehe.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, kenapa saya harus melakukan hal itu semua?&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jawabannya adalah satu. Keadilan. Ya, Kenapa Keadilan! (jangan emosi cuk). Seperti di dalam film &#39;Death Note&#39;, Ayah dari Yagami berkata sebelum Yagami meninggal ,&quot;Sebenarnya, keadilan di dunia ini tidak ada yang sempurna, Namun manusia selalu berusaha mencari makna keadilan itu menuju kesempurnaan.&quot; Akupun berkata setelah melihat sosok Yagami yang &quot;mesakke&quot; .&quot;Semakin orang menegakan keadilan, maka semakin keadilan itu gak adil. Karena setiap orang memiliki pandangan yang berbeda.&quot; Lalu, guru Filsafatku berkata. &quot;Batas antara kebenaran dan kesalahan adalah tipis.&quot; Nah, yang membatasi adalah argumen. Argumen itu sama dengan sudut pandang orang tersebut. (Alhasil film bisa anda download atau beli sendiri ya..)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita fiksi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alkisah... (yang tersinggung dilarang marah, tapi boleh beri komentar dan click iklannya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mahasiswa, aku rajin dengan agamaku. Akulah si kanan. Aku bicara tentang halal dan haram. Aku rajin mendengar ceramah di atas mimbar di mana setiap syaffnya terdapat kipas angin dan di syaf terakhir dipasanglah AC. Aku mulai&amp;nbsp;berbasmalah, ceramah pertama, aku dilihatkan berbagai&amp;nbsp;logo- logo barat. MC, DAN, DLL. Katanya mereka adalah produk haram dan laknatullah. Kalian jangan membeli produk mereka, mereka kaum Yahudi. Lebih baik kita belajar (agama). Agama membuat kita masuk surga. Kedua, bicara tentang pemerintah. Pemerintah haram, semuanya dari non Tuhan. Semua pemikiran manusia. Haram!! Ente, ane, ente, ane. Yah bahasa paling halal di dunia. Ceramah ketiga, Semua yang ada di sekitar kita, haram hukumnya! Jangan belajar Filsafat,&amp;nbsp;Jangan ke Mall, Jangan nonton TV. Tapi kita harus. B.E.R.D.A.K.W.A.H. Kita wajib mengikuti segala sunahnya. Apakah aku yang kurang ajar, atau bagaimanaa. Aku bukan hidup dari keluarga yang keimanannya kuat. Keimananku belum sampai kesitu. Tapi satu pertanyaanku. Keadilan. Aku pemuda. Apakah keadilan itu seperti itu? Apakah berdakwah itu mengajarkan seseorang di titik mimbar yang bersih dengan umat yang sepaham semua? Apakah dengan belajar agama saja umat Rabanni bisa menguasai dunia? Apakah kita tidak bisa untuk tidak memakai produk Yahudi karena semua dari kita bodoh di banyak ilmu dan hanya tahu ilmu keghaiban? Apakah kita pantas mengkoar- koarkan diri kita sebagai pengikut Al- Amin yang murah senyum dan menghargai perbedaan? Alhasil, aku yang masih pemuda belum mengerti makna di balik keadilan. Aku pergi ke lain sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lain lagi, sebuah retorika dari sudut pandang kekirianku.&amp;nbsp;Tahun berlalu. Saya seorang Mahasiswa. Dengan celana&amp;nbsp;robeknya menanggalkan bolpoinnya. Keluar kelas dan membeli rokok. Kemudian berkumpul dan atas nama &#39;Mahasiswa&#39;&amp;nbsp;berteriak tentang KEADILAN. Karena terlalu pedulinya terhadap (yang katanya rakyat miskin). Maka saya menghabiskan waktu saya di jalanan berbecek dan di tengah lingkaran berasap berbicara tentang KeTuhanan dan KeBangsaan. Ku hisap rokokku dan puntungnya semakin pendek. Kubuang dan kutakbisa membeli nasi di hek. Akupun menelepon ibuku,&quot;Hai ibuku yang cantik, kini saya merasa sebagai &#39;Mahasiswa&#39;. Ma.. Saya minta uang dong untuk bayar SPP.&quot; Setelah telpon tertutup aku berkata. Aku sudah dewasa, aku tahu uang ini berjalan. Besoknya pak dosen duduk dengan rambutnya yang ubanan. Setelah itu pak dosen mengabsen yang berjudul mahasiswa. Namakupun terpanggil. Tapi aku tidak ada. Sedangkan, saya diluar berkoar- koar&amp;nbsp;dan mengaku&amp;nbsp;diri sebagai mahasiswa. Sebagai mahasiswa pun aku dicoret dari absen kemahasiswaan. Aku di drop out dari tempatnya mahasiswa yaitu kampus. Sedangkan aku tak tahu karena aku masih berkoar- koar atas nama mahasiswa. Setelah aku tersadar. Akupun bingung, aku menyalahkan sistem. Pimpinan sialan, Birokrat kampret. Tidak memahami idealisme dan nasionalisme. Kemudian, seseorang yang penuh nasionalisme pun datang kepadaku. Aku menganggapnya demikian karena di pinggir sebelah kanan kerah bajunya terdapat pin berlogo garuda Indonesia. Atas nama bangsa dan rakyat dia mengajakku berjuang. Aku rasa orang ini adalah hadiah Tuhan buatku karena aku berjuang tentang keadilan. Ternyata, ya itu benar. Aku dipercaya. Aku naik jabatan. Aku dijuluki Al- Faruq. Akulah kaum POLITISI. Argumennya, kaum politisi itu lebih cerdas daripada kaum ilmuwan. Kaum politisi bisa mengendalikan kaum ilmuwan. Tahun kemudian, esok pagi, aku berjalan melihat kota dengan mobilku. aku melintasi jalanan di mana aku berkoar- koar tentang keadilan, tak lama kemudian anak kecil yang kurus kerontang meminta receh. Pengawalku mengusir anak kecil tersebut dan berteriak &quot;Yang Di Dalam Mobil Wakil Rakyat!!&quot; Akupun garang melihat peristiwa menyakitkan itu. Ku berkata pada pengawalku setelah mengusir anak itu. Aku berkata,&quot;Pak!! Bagaimana ini, kaum minta- minta bertebaran di mana- mana. Mana para ilmuwan&amp;nbsp;bangsa yang mampu mengendalikan masalah ini. Apa kurang perintah atau bagaimana ?&quot; Pengawalku berkata,&quot;Maaf&amp;nbsp;pak, para ilmuwan sudah pergi semua keluar negeri.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai--- (Jelek banget endingnya, bikin yang baca makin dongkol.:-))&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini&amp;nbsp;saya menjadi manusia hari ini. Banyak inspirasi. Mungkin saya adalah persis sepertis&amp;nbsp;tokoh aku dialkisah di atas. Saya adalah manusia yang masih mengerjar apa sih arti dari keadilan. Saya merasa, bagaimana saya menjadi si tengah. Orang yang tidak beranggapan sebagai si kiri dan si kanan Orang yang melihat dunia dari sisi yang berbeda dengan berbagai&amp;nbsp;kelakuan kecil yang besar maknanya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Saya ingin menjadi orang yang gila akan pengetahuan. Setiap kelas perkuliah, setiap panasnya dinamika perbisnisan assisten (apaan tau) , aku jalani. Semua beban yang aku hadang&amp;nbsp;untuk mendapatkan&amp;nbsp;keadilan, semuanya aku jalani dengan keringat dan semua berisi problem solver. Saya rasa&amp;nbsp;itu terdapat di sebuah&amp;nbsp;ilmu pengetahuan. Semua ahli yang memberi gagasan untuk penyelesaian masalah, aku terima dan aku&amp;nbsp;cari sisi&amp;nbsp;positifnya. Dan satu mimpi aku untuk mencari sebuah makna dari keadilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam ini, dengan badan saya yang lagi remuk karena flu, adalah sebuah kebaikan dan keadilan kecil dari seorang psikolog. Dengan pengetahuan yang dimilikinya, ia pun membuat perubahan. Minimal, membuat perubahan dari mbak- mbak yang tadinya murung dan linglung menjadi tenang dan damai. Rasanya, kebaikan yang minimal ini membuat saya ingin menyusulnya.. &lt;br /&gt;
Bila kamu, menganggap ingin membesarkan bangsamu. bila menganggap&amp;nbsp;ingin sekali bergerak dalam hal yang nyata. Ingin menghargai setiap ilmu dan pengalaman yang ada. Ingin&amp;nbsp;menjadi manusia biasa namun dengan karya yang luar biasa. Ingin memberi gagasan gagasan positif. Ingin melihat kenyataan.&amp;nbsp;Ingin berkata REVOLUSI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayo, bergeraklah bersama saya (-__-&#39;) note : boong ding, terbawa emosi. Dan katakan, sayalah kaum ekstrem tengah. Saya mencari keadilan dari hal yang nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali lagi ke kenyataan ah, dan mengerjakan&amp;nbsp;tugas yang&amp;nbsp;sejujurnya&amp;nbsp;membuatku berada pada titik jenuh (toeng). Hingga akhirnya, saya jarang lagi update blog. Hehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Note : Sebuah Apologize&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang ngomongnya sampai ngalor ngidul. (Untung gak ratu kidul)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
admin gugusasa&amp;nbsp;&amp;nbsp;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/8614000267870989287/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/03/retorika-keadilan-sebuah-apologize.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/8614000267870989287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/8614000267870989287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/03/retorika-keadilan-sebuah-apologize.html' title='Retorika Keadilan (Sebuah Apologize)'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTElAqbCUFRcN6wDXbC5sihNXpF-tAX-8huDfq5lPUrgZNUO5nW3laRSSQs2mTd6FqBPN6Yn9tMk8iSKHw5xaAnYu8uIKGLlLwr5WiZ8sJun2WN7NeCG1z5lQjL8avl8JZ0d1zrU697Hv7/s72-c/cenil.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-8188101673173855633</id><published>2011-02-18T10:10:00.000-08:00</published><updated>2011-02-18T10:29:16.387-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><title type='text'>Gerbang Kampus - Psychoart Bab 1</title><content type='html'>Aku adalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Laki- laki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa Batas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada Aturan Manusia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada Batasan Idealisme Manusia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mampu menghentikanku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkehendak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan roda motor pun terus berputar melintasi kota Surakarta yang lengang. Di awali dengan senyum yang dipaksakan, jari jemari ini terus memegang erat stang motor. Tak tanggung- tanggung, jari kanan ini mengerat dan menarik gas motor dengan kencangnya. Satu persatu gigi dinaikan untuk menambah kecepatan. Berpuluh kendaraan yang menghalangi jalan, bisa kulalui dengan lancar. Ini adalah kehendakku, aku akan meraih sesuatu yang ingin aku lalui sesuai kehendakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi hari, pukul 06.30 WIB, seperti orang gila saja. Saya harus memaksakan mataku, dan kuperintahkan mata ini menyadarkan sang otak. Sehingga otak mengalirkan mandatnya menggerakan seluruh tubuh. Ya, saya harus sadar. Karena pagi ini sama seperti tiga tahun lalu. Ketika aku menghadiri acara perpisahan SMAku. Sebuah ritual perpisahan di mana setiap siswanya mengenakan pakaian rapih. Pria mengenakan jas, dan yang wanita mengenakan kebaya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitupun aku, aku mengenakan jas hitam yang kedua sisi kerah bajunya menekuk bermotif membentuk petir menandakan dada pria yang gagah, Di dalam jas yang ku kancingkan 3 kancing, terdapat kemeja putih yang kemilau layaknya eksekutif muda, kemeja itu kumasukan ke dalam celana panjang kain berwarna hitam. Celana itupun diikat dengan ikat pinggang yang tak kalah serasinya dengan warna sang celana, atau paling tidak logo ikat pinggangnya yang seangkuh kerah sang jas. Beralaskan sepatu pantofel hitam dan dibalut kaos kaki hitam. Sebatas ini saya masih terlihat seperti bos besar. Namun, tidak setelah kita mendengar kata finishingnya. Memang seperti ketika saya bermain catur, sekalipun saya pandai dipeperangan, saya kurang pandai difinishing. Mala petaka inipun berarti di dalam pakaian perpisahan ini. Finishing saya yang memakai tas ransel agak besar. Di dalam tas ransel ini sebetulnya ada berlembar- lembar data script yang top secret. (Kelihatan keren ya..) . Ketika saya memasuki gerbang gedung pertemuan di TMII Jakarta, saya layaknya sebuah hal bodoh yang berpenampilan sedikit aneh. bagaimana mungkin, bos besar yang dengan bangga membawa ibu kandungnya sendiri ke dalam altar ritual eksklusif, membawa tas ransel agak besar layaknya pembantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku rem mendadak motorku. Kembali saya dikagetkan kenyataan. Ibu- ibu tua renta yang jalan melintas di depanku. Langkah kakinya begitu perlahan seolah mengingat dirinya yang menikmati masa hidupnya (atau paling tidak sebenarnya dirinya mengumpat dalam hati, mengapa bertahun- tahun sampai tua hidupnya masih sengsara saja. hehe). Kehadiran yang mengagetkan itu mengingatkanku akan hari ini. Seolah kutukan 3 tahun yang lalu terjadi padaku. Dengan pakaian yang sama, jas, kemeja, celana hitam panjang, sepatu pantofel, dan ransel agak besar yang penuh dengan data script top secret. (Namun top secret kali ini karena saya membawa data psikologi orang). Yang bahkan dengan jas yang saya pakai saya malah semakin seperti pembantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertebaran sms yang mengharuskanku sampai ke gerbang kampus sebelum pukul 07.00 untuk menjadi koordinator eksperimen. Membawaku pada kenyatakan masa lalu dan masa kini. Belum otak nakalku berulah, sudah kustandartkan motorku di parkiran kampus psikologi. Seperti halnya tiga tahun yang lalu. Kulangkahkan kakiku dengan gaya yang begitu gagah bersama jas yang kerah baju petir layaknya pria perkasa yang begitu angkuh. Namun, 5 detik kemudian 2 orang meneriakiku, dan kulari sekuat tenaga menuju gerbang. Kini terlihat semakin dibelakang yang aku seperti pembantu mengenakan tas ransel yang agak besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, aku adalah aku. aku adalah laki- laki hari ini. Aku bukanlah laki- laki 3 tahun yang lalu yang tanpa sebab membawa ransel agak besar dengan penuh kebodohan. Aku adalah laki- laki yang saat ini berlari. Tidak ada aturan manusia, tidak ada batasan idealisme manusia, yang mampu menghentikanku berkehendak. Tak lama kemudian, kedua tangan yang berbeda merangkulku untuk cepat menapakkan kaki di sebuah gerbang. Kedua telapak itu adalah &lt;a href=&quot;http://kuruningawan.blogspot.com/&quot;&gt;Tomi&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://faruqngabar.wordpress.com/&quot;&gt;Faruq&lt;/a&gt;. 2 orang yang sebentar lagi mengantarkanku di sebuah gerbang. Layaknya saya yang menuju gerbang 3 tahun yang lalu dengan penuh kebodohan. Satu, dua, tiga. Kakiku sudah sampai di perbatasan antara lantai kampus dan tangga luar. Sedetik kemudian ku putar punggungku kebelakang. Lalu aku mengatakan kepada kedua temanku,&quot;ayolah sob, setelah kita melintasi gerbang ini. Kita adalah laki- laki tanpa batas, kita adalah laki- laki yang haus akan mimpi dan kegilaan. Saatnya kita bersikap dengan penuh kecerdasan.&quot; Empat, Senyumku seolah berubah menjadi senyum penuh keiklasan, kulalui gerbang kampus dan saatnya untuk mendeklarasikan diriku, bahwa aku bukanlah laki- laki tiga tahun yang lalu. Aku adalah laki- laki hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Admin gugusasa</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/8188101673173855633/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/02/gerbang-kampus-psychoart-bab-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/8188101673173855633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/8188101673173855633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/02/gerbang-kampus-psychoart-bab-1.html' title='Gerbang Kampus - Psychoart Bab 1'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-394779038554341213</id><published>2011-02-12T22:21:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T22:21:44.120-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>The Law Of Causality Pasal 3 &quot;Orang Baik adalah Orang yang Tertindas.&quot;</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/imglanding?q=into+the+wild&amp;amp;um=1&amp;amp;hl=id&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;sa=N&amp;amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;amp;tbs=isch:1&amp;amp;tbnid=dXenMOrhCQwwqM:&amp;amp;imgrefurl=http://yudha25patria.wordpress.com/category/uncategorized/&amp;amp;imgurl=http://yudha25patria.files.wordpress.com/2008/08/l10906806585_2260.jpg&amp;amp;ei=wHZXTbaEM4yfcbPi0LAM&amp;amp;zoom=1&amp;amp;w=350&amp;amp;h=263&amp;amp;iact=hc&amp;amp;oei=p3ZXTc_XNo7zrQe9nIXmBg&amp;amp;page=2&amp;amp;tbnh=124&amp;amp;tbnw=165&amp;amp;start=19&amp;amp;ndsp=23&amp;amp;ved=1t:429,r:6,s:19&amp;amp;biw=1366&amp;amp;bih=549&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_U0ItEWBXXuUwvYjvBcmDlt1DjgfZd3lqp1TS0LVYY90E8B_foi_dpoDRMokSsTMiJIzzL1j5HkGHFrNaqx3zD-WYU24rkZlgDZgzNJKbQiiUSUKqelWUoUgMqzkg3dn3cjx_6yFjBwUo/s320/l10906806585_2260.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Secara sepihak orang akan beranggapan bahwa menjadi orang yang penuh kebaikan adalah suatu keharusan karena bersifat positif. Maka pada The Law Of Causality 3 justru terdapat sebuah kata yang begitu kontroversi. Orang baik adalah orang yang tertindas. Tentu hal ini bukanlah sebuah penyelewengan kata belaka, namun terdapat paradigma empiris yang bisa kita telaah dari prespektif yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kita melihat sedikit kebaikan kita yang kita berikan. Ketika kita mengerjakan PR dan teman kita malas. Begitu baiknya kita tetap mengerjakan. Kita seperti ada pada ketertindasan. Kita memikirkan seseorang yang menjengkelkan bagi kita. Kita sampai pusing dan stress. Padahal kita ada pada posisi menjadi orang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan ini juga menunjukan suatu kondisi. Apakah kita ada pada posisi baik atau buruk. Ketika kita merasa ditindas pada suatu keadaan, maka kita pada posisi menjadi orang baik. Sebaliknya apabila kia merasa menindas orang- orang disekitar kita entah dengan kelakuan atau komunikasi maka kita menjadi sosok yang jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menyebabkan ketertindasan adalah menjadi orang baik. Sebuah kausalitas pasal 3 yang kontroversial, namun maksud dari pasal 3 ini adalah sebuah penyemangat bahwa menjadi orang baik bukanlah satu- satunya jalan menjadi baik. Anggap saja, anda sedang high temprament dan emosi yang meledak- ledak atas tugas anda yang anda kerjakan dengan baik namun orang disekitar anda berperilaku buruk terhadap anda. Suatu hari anda curhat kepada saya. Dengan mudah saya menjawab, jangan terlalu jadi orang baik dan lugu. Tinggalkan sejenak pekerjaan anda, buat waktu anda sejenak menyenangkan, dan tuntut secara keras kepada orang disekitar anda bahwa anda bukanlah orang baik yang sanggup dengan lugunya melayani mereka dengan penuh keikhlasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Admin Gugusasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat juga &lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/pengantar-dan-law-of-causality-pasal-1.html&quot;&gt;Pengantar dan The Law Of Causality Pasal 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/law-of-causality-pasal-2-semakin-sulit.html&quot;&gt;The Law Of Causality Pasal 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
The Law Of Causality Pasal 4&lt;br /&gt;
The Law Of Causality Pasal 5&lt;br /&gt;
The Law Of Causality Pasal 6&lt;br /&gt;
The Law Of Causality Pasal 7&lt;br /&gt;
The Law Of Causality Pasal 8&lt;br /&gt;
The Law Of Causality Pasal 9&lt;br /&gt;
The Law Of Causality Pasal 10</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/394779038554341213/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/02/law-of-causality-pasal-3-orang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/394779038554341213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/394779038554341213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/02/law-of-causality-pasal-3-orang-baik.html' title='The Law Of Causality Pasal 3 &quot;Orang Baik adalah Orang yang Tertindas.&quot;'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_U0ItEWBXXuUwvYjvBcmDlt1DjgfZd3lqp1TS0LVYY90E8B_foi_dpoDRMokSsTMiJIzzL1j5HkGHFrNaqx3zD-WYU24rkZlgDZgzNJKbQiiUSUKqelWUoUgMqzkg3dn3cjx_6yFjBwUo/s72-c/l10906806585_2260.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-6710166136489067510</id><published>2011-02-07T00:51:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T01:04:00.427-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>Compliance (sebuah kesepakatan dalam bisnis anda)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;215&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPj4Of6mMnGQoIOn9TDdcOATikK8HnrIev6aidgoJi27W9N2kWFQyDugKdksGi5BiWExVKt_BWP2Tzp6ytcYAEW8vyT5bCkY6ijyQ6AVnUAaaxAuQxqzcKuLy9n1sms0GLC44o2SJVFKV4/s320/hand_shake.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Wah sudah beberapa hari saya tidak memposting artikel di blog saya, hari ini rasanya saya ingin melakukannya lagi. Pembahasan kali ini adalah mengenai Compliance/ Kesepakatan.  Compliance/ Kesepakatan ialah sebuah persetujuan satu dengan yang lainnya tanpa beban keterpaksaan sehingga dapat persetujuan untuk melakukan sesuatu secara iklas. Teori ini adalah 1/3 teori pada bab Pengaruh Sosial (sebagaimana 1/3 lainnya Conformitas, dan Obedience). Sangat penting untuk memahami teori yang akan kita bahas ini untuk orang- orang bisnis. Bayangkan apabila di dalam bisnis anda lihai membuat kesepakatan dengan rekan bisnis anda atau seorang customer agar dia mau membeli barang yang anda jual. Maka anda akan memiliki peluang keberhasilan yang tinggi. Maka Complience yang saya bahas kali ini akan disinggungkan dengan aplikasi membuat kesepakatan dalam berbisinis.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang peneliti bernama Cialdini meneliti mengenai seseorang yang dapat melakukan kesepakatan dengan baik dengan orang lain. Ia pun menjadi siapapun untuk masuk ke dalam komunitas dan komunitasi di antara orang- orang yang ahli dalam membuat kesepakatan orang lain. Alhasil penelitiannya membuahkan hasil teknik- teknik Compliance. Ini adalah teknik- teknik compliance berikut contoh- contohnya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemanan/Rasa Suka, biasanya seseorang akan lebih mau menolong seseorang kepada orang yang dikenal atau disukai dibandingkan yang tidak dikenal/tidak disukai. Tekniknya adalah Ingratiation yaitu suatu teknik merayu orang agar orang suka dengan kita, baru kita merubah perilakunya. Contoh : di sebuah perusahaan kosmetik seorang SPG memuji calon pembelinya dengan kata- kata ‘cantik, anggun, dll’ kemudian setelah terdapat ketertarikan baru seorang SPG perlahan menawarkan product untuk menambah kecantikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komitmen/Konsistensi, bila kita berkomitmen akan sesuatu maka kita akan mau melakukan sebuah tindakan disbanding apabila kita belum memiliki komitmen di dalamnya. Teknik Foot in the door dan Lowbal. Foot in the Door adalah suatu teknik dimana seseorang menawarkan sesuatu yang kecil, ketika sesuatu yang kecil disetujui maka meningkat ke permintaan yang lebih besar. Contohnya di sebuah toko makanan menawarkan satu contoh makanan mereka secara gratis, dengan harapan setelah calon pembeli memakan contoh tersebut maka untuk selanjutnya calon pembeli mau membeli makanan di tempat tersebut. Lawball adalah suatu teknik dengan menawarkan sesuatu yang bagus, setelah disepakati penawaran yang bagus justru berkurang jadi tidak terlalu bagus. Contohnya penjual menjual mobil dengan criteria yang sangat bagus, setelah terjadi kesepakatan ternyata  aada beberapa criteria yang tidak sebagus penawaran di awal. Mungkin kita berfikir kalau pembeli akan menolak setelah mengetahui tawarannya sedikit berubah, namun ternyata banyak pembeli yang juga dengan terpaksa menerima saja dan tetap membayar apa yang diinginkan penjual. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Timbal Balik/Responsitas, biasanya seseorang akan lebih melakukan sesuatu kepada orang yang sebelumnya memberi sesuatu/ menolong sehingga seolah- olah seseorang merasa harus membayar kebaikannya. Tekniknya Door in the face dan That’s not all. Door in the Face adalah melakukan penawaran yang besar terlebih dahulu apabila penawaran yang besar ditolak maka melakukan penawaran dengan sesuatu yang lebih kecil (padahal sesuatu yang lebih kecil itu memang harga yang diinginkan sejak awal). Contohnya penjual menjual buku dengan harga sekian nego. Ketika pembeli menyepakati negosiasi dengan penjual yang sebagaimana harganya jadi semakin murah. Maka pembeli sepakat membeli barangnya. Padahal harga negosiasi itu adalah harga keinginan awal sang penjual. That’s not all sebuah penawaran dengan memberi pemawaran tambahan agar terjadi kesepakatan. Contohnya penjual yang menjual pakaian + bonus ikat pinggang. Maka pembeli akan lebih tertarik untuk membeli barang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelangkaan, biasanya seseorang akan lebih mempertahankan, membeli dan menjadikan barang sesuatu yang sangat tinggi nilainya karena kelangkaan. Tekniknya Jual Mahal dan Deadline. Jual mahal adalah suatu teknik untuk mendapatkan kesepakatan dengan memberi kesan kepada orang bahwa benda yang dijual itu langka. Misalkan Magnum adalah es krim yang cukup mahal di dalam es krim Walls, namun orang- orang tetap berburu dan cepat- cepat mendapatkannya. Hal ini selain iklan, kelangkaan juga menjadi pemicu pembeli seolah- olah harus membeli supaya tidak kehabisan di kemudian hari. Deadline, suatu teknik meningkatkan kesepakatan dengan memberi batas waktu kalau mendapatkan sesuatu yang lebih hanya pada waktu yang singkat. Contohnya,  membuka seminar yang seharga Rp. 60.000,- , apabila membayar sebelum 2 minggu hari H maka dapat potongan 50%. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Validasi Sosial,biasanya seseorang mau melakukan sesuatu kepada orang lain yang sama dan konsisten pemikiran dan perasaannya dengan kita. Misal karena sama- sama umat Islam. Di dekat kampus saya ada rumah makan namanya Ayam Bakar Muslim. Mungkin karena namanya yang muslim sehingga kami yang sesama umat Muslim menjadikan salah satu referensi makan siang kami. Padahal rasanya sama saja dengan ayam bakar yang terletak di samping kami berdiri saat itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuasaan, seseorang akan lebih mau melakukan sesuatu kepada orang yang memiliki kekuasaan atau kelihatannya memiliki kekuasaan yang sah pada suatu bagian. Misal pada waktu di rumah makan yang isinya dosen dan mahasiswa. Padahal di luar kampus hubungan keduanya seharusnya sama dan setara. Sekalipun antara mereka berdua sudah saling akrab dan sering bercanda layaknya teman, tetap saja apabila seorang dosen meninta tolong untuk mengambilkan krupuk kepada kita. Kita akan lebih patuh dibandingkan dengan yang meminta pertolongan adalah teman kita atau bahkan junior kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik lainnya pique dan menempatkan pada mood baik. Pique adalah suatu teknik meningkatkan kesepakatan dengan cara menstimulasi calon yang disepakati dengan cara yang tidak biasa. Contohnya penelitian Santos, Leve dan Pratkanis yaitu orang minta- minta diberi 2 kondisi. Pertama pengemis itu mengucapkan,”Bisakah anda memberi sedikit uang?” Kedua pengemis itu mengucapkan “bisakah anda memberi 25 sen?” Alhasil kesepakatan yang lebih berhasil ialah yang kedua. Setidaknya apabila orang menolak, dia akan berfikir- fikir dulu untuk 25 sennya. Menempatkan pada mood baik, sekalipun yang mendatangi anda memiliki suasana hati yang buruk namun kesepakatan akan lebih terjadi apabila yang didekati memberi kesan suasana hati yang baik. Contohnya penelitian Rind dan Boria yang menyuruh pelayan restoran memberi gambar wajah tersenyum dibalik nota pembelinya. Setidaknya dengan memberi suasana hati yang baik menunjukan keinginan pelanggan restoran balik lagi makan di restoran tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak teknik lainnya untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih, anda bisa menemukan hal yang lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi : Baron, Robert A, Byrne, Donn. Psikologi Sosial Edisi 2&lt;br /&gt;
Admin Gugusasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat Juga &lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/ombral-rahasia-konformitas-menjawab.html&quot;&gt;Konformitas&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/6710166136489067510/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/02/compliance-sebuah-kesepakatan-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/6710166136489067510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/6710166136489067510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/02/compliance-sebuah-kesepakatan-dalam.html' title='Compliance (sebuah kesepakatan dalam bisnis anda)'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPj4Of6mMnGQoIOn9TDdcOATikK8HnrIev6aidgoJi27W9N2kWFQyDugKdksGi5BiWExVKt_BWP2Tzp6ytcYAEW8vyT5bCkY6ijyQ6AVnUAaaxAuQxqzcKuLy9n1sms0GLC44o2SJVFKV4/s72-c/hand_shake.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-5890771121341224235</id><published>2011-01-30T02:23:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T22:37:39.950-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>The Law of Causality Pasal 2 ,&quot;Semakin Sulit Sebabnya, semakin mudah akibatnya. Begitupun sebaliknya.&quot;</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/imglanding?q=puncak+gunung&amp;amp;um=1&amp;amp;hl=id&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;sa=N&amp;amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;amp;tbs=isch:1&amp;amp;tbnid=e4XhBpe4hGyIVM:&amp;amp;imgrefurl=http://travel.madiunonline.com/2010/10/13/beban-turun-gunung/&amp;amp;imgurl=http://travel.madiunonline.com/2010/10/13/beban-turun-gunung/files/2010/pendakian.jpg&amp;amp;ei=kjtFTfa_Cc2ecePIobgO&amp;amp;zoom=1&amp;amp;w=448&amp;amp;h=290&amp;amp;iact=hc&amp;amp;oei=gjtFTf7ENcLqrQfd3LHxDw&amp;amp;esq=2&amp;amp;page=2&amp;amp;tbnh=102&amp;amp;tbnw=157&amp;amp;start=21&amp;amp;ndsp=21&amp;amp;ved=1t:429,r:20,s:21&amp;amp;biw=1366&amp;amp;bih=549&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;207&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaxivC_4XWkGvm5a5PS2PNRaJMO3-iS_mIb3O02P9A5PuZlfpGnvXZgQ1wscuZA8vdiIzGV4ssmsD9EY14BUOWnfZ3l2BnKszHy46etxqSaNqGzbfrhHNkfI0bd3YOhqtNw13Ehhp34DWm/s320/pendakian.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;The Law of Causality Pasal 2 ,&quot;Semakin Sulit Sebabnya, semakin mudah akibatnya. Begitupun sebaliknya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila kita melihat banyak orang- orang sukses, tentu mereka tidak mudah memperjuangkan keberhasilan itu begitu saja. Penuh perjuangan yang harus mereka hadapi. Berbagai tantangan, rintangan dan persaingan harus mereka lalui guna mencapai puncak kesuksessan. Tentu keberhasilan dilalui dengan perjuangan.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain. ada orang yang hidupnya berhura- hura. Bersenang- senang menghabiskan harta benda tanpa mau belajar. Bagaimana mungkin orang tersebut bisa sukses dalam perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya mudah sekali memaknai kehidupan dalam pasal 2 ini, kita ingin sukses maka anda cukup berusaha. Sukses besar maka berusaha besar. Menggali usaha yang sesulit mungkin maka akibatnya sebaik mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita bisa memahami hal tersebut dari banyak- banyak cerita tokoh dunia. Kita semua kenal Facebook.com, sebuah situs dari Mark Zuckerberg di mana dia adalah seorang mahasiswa Harvard. Demi melancarkan misinya menyatukan mahasiswa Harvard dia rela tidak tidur. Padahal saat itu proyeknya tidak dibayar seperserpun. Dia tidak melanjutkan kuliah namun fokus menggarap website tersebut. Alhasil atas usahanya dia menjadi milyader termuda di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lain cerita salah seorang pendiri Primagama yaitu Purdi E Chandra yang rela meninggalkan bangku kuliahnya demi membuka ide gila, yaitu bimbingan belajar. Segala cara ia temui sampai titik murid penghabisan. Mati- matian cara membuat perlahan demi perlahan ia mendapatkan murid barunya lagi. Kini Primagama menjadi bimbel paling populer di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skala yang lebih besar adalah Nabi Muhammad SAW. Dengan kesetiaannya berdakwah membawa nilai agama Islam ditengah kasarnya masyarakat padang pasir bani Isroil. Hingga ia mati- matian dicaci, dihujani kotoran dan dianggap gila oleh orang- orang sekitar. Kini bahkan umat Islam menyebar keseluruh dunia membuat peradaban yang begitu besar. Salah satunya adalah masyarakat Islam yang mayoritas di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika anda berfikir, &quot;saya stress teman, begitu banyak tugas yang saya kerjakan.&quot; Maka pada saat itu juga anda ingat teori ini &lt;i&gt;Semakin Sulit Sebabnya, semakin mudah akibatnya. Begitupun sebaliknya. &lt;/i&gt;Maka anda akan semakin mengerti bahwa yang saya kerjaan selama ini menuju kepada kesuksesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
admin Gugusasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lihat juga :&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/pengantar-dan-law-of-causality-pasal-1.html&quot;&gt;Pengantar The Law Of Causality dan Pasal 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/02/law-of-causality-pasal-3-orang-baik.html&quot;&gt;The law Of Causality Pasal 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
The law Of Causality Pasal 4&lt;br /&gt;
The law Of Causality Pasal 5&lt;br /&gt;
The law Of Causality Pasal 6&lt;br /&gt;
The law Of Causality Pasal 7&lt;br /&gt;
The law Of Causality Pasal 8&lt;br /&gt;
The law Of Causality Pasal 9&lt;br /&gt;
The law Of Causality Pasal 10</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/5890771121341224235/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/law-of-causality-pasal-2-semakin-sulit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/5890771121341224235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/5890771121341224235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/law-of-causality-pasal-2-semakin-sulit.html' title='The Law of Causality Pasal 2 ,&quot;Semakin Sulit Sebabnya, semakin mudah akibatnya. Begitupun sebaliknya.&quot;'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaxivC_4XWkGvm5a5PS2PNRaJMO3-iS_mIb3O02P9A5PuZlfpGnvXZgQ1wscuZA8vdiIzGV4ssmsD9EY14BUOWnfZ3l2BnKszHy46etxqSaNqGzbfrhHNkfI0bd3YOhqtNw13Ehhp34DWm/s72-c/pendakian.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-9214374664249699759</id><published>2011-01-29T11:36:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T11:52:39.770-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><title type='text'>Time Paradox Style : Culture Trip to Future</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJF8ijYDruGv8u5hY-qASuqLaMwvUABEK5doyl8-uERvMfjNSf5TX7V9iIXxw_XnCj4lM9xmwDW-Gb8T9NZGzunkOVjGRIAHm8qDiyv6Vqak35knKacJrE-Qx8Qo7FLUWEwNsXSskwhHzO/s1600/index.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;254&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJF8ijYDruGv8u5hY-qASuqLaMwvUABEK5doyl8-uERvMfjNSf5TX7V9iIXxw_XnCj4lM9xmwDW-Gb8T9NZGzunkOVjGRIAHm8qDiyv6Vqak35knKacJrE-Qx8Qo7FLUWEwNsXSskwhHzO/s320/index.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebuah cerita unik dari ane yang melenggang kencang meninggalkan aktifitas sebagai mahasiswa sok sibuk di Solo. Akhirnya saya meluncur ke kampung halaman yang penuh dengan keramaian. Di sebuah sore yang awannya seolah masuk angin karna gelap. Saya pun tetap melanjutkan niatku untuk pergi menuju terminal Kartasura baru. Dari tempat itu bertemulah sebuah benda raksasa yang membawaku ke dalam time paradox pemikiran. Ya, alat itu adalah sebuah kemajuan teknologi. Namanya bis -_-.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermodalkan Rp110.000,- saya bisa menikmati bus V.I.P (very ihiir person) dan duduk bersama lelaki sekitar 35 tahun menembus mesin waktu selama sekitar 13 jam perjalan yang&amp;nbsp; dipotong waktu istirahat sekitar 1 jam. Pengalaman saya kali ini bercerita tentang kecurigaan terhadap orang di samping, belakang, dan serong belakang kanan saya. Melihat gerak- gerik yang menurut persepsi saya aneh, saya jadi tidak tenang melenggang bebaskan leher menuju khatulistiwa mimpi (maksudnya tidur selama di bus berjam- jam). Bukan mahasiswa psikologi namanya kalau tidak punya ide memahami manusia. Pertama, saya memasang persepsi kalau pencuri biasanya tidak kerja sendiri maka saya rasa mereka bekerja bersama- sama. 2. Saya memposisikan barang- barang berharga se secret mungkin dan se secure mungkin. 3. Saya melihat siapa orang sebangku dengan orang yang saya curigai dan melihat hubungan kedekatan mereka. Melihat orang di sampingnya ini maka saya dapat memastikan bahwa orang itu pencuri atau bukan. (kalau orang disampingnya baik dan orang itu akrab maka bisa dikatakan orang itu baik). 4. Saya ajak ngobrol (walau cuman sepatah dua patah.) . Tetereng.. Al hasil persepsi saya keliru walau saya tetap tidak tenang. Dasar jiwa yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;script src=&quot;http://kumpulblogger.com/dam.php?b=143423&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
     
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;200px&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; src=&quot;http://kumpulblogger.com/mac.php?b=143423&quot; width=&quot;200px&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan masalah pencurian sebenarnya topik pembahasan yang ingin saya bahas. Akan tetapi sebuah prespektif perjalanan dari dua tempat yang saya tinggalkan dan saya datangi. Pertama ialah culture, Solo, dialah kota yang dipimpin oleh walikota bernama JokoWi. Melalui kepemimpinan beliau kota tersebut menjadi sebuah referensi semangat kebudayaan Indonesia. Sebuah kota yang tertata rapih yang terwarnai dengan keseimbangan antara bangunan, jalan raya, pepohonan,dan sawah. Kota yang mengindahkan 2 kerajaan yaitu Kasunanan dan Mangkunegaran. Di mana setiap tahunnya terdapat bermacam- macam pesta kebudayaan berskala nasional maupun internasional seperti Solo Batic Carnival, Solo Internasional Performance Art, Sekaten dan lain- lain. Tak lain kota yang masih betah stand by sekalian malam menjelang pagi dengan warung makan HEK nya yang murah meriah.&amp;nbsp; Di tempat inilah seluruh ilmu pengetahuan psikologi dan sebuah persahabatan mahasiswa saya dapatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya menjawab pertanyaan seorang ibu- ibu yang ramah dengan menawarkan secarik karcis, saya pun tersadar bahwa saya akan menuju sebuah kota yang kedua yaitu Future, dialah Jakarta, sebuah kota pusat seluruh kantor di Negara Republik Indonesia. Kota yang penuh dengan dinamika kehidupan. Gedung- gedung menjulang, bertenggernya pusat pemerintahan, kedutaan negara- negara, sampai Universitas Indonesia (sebuah kampus yang ingin saya dapatkan tetapi gagal, hehe) dengan yang katanya perpustakaan terbesar seluruh dunia.Tak luput di jalan raya yang berbagi dengan jalur bus transjakarta, ada suku Jawa, Sunda, Batak, bahkan sampai China, India dan Unidentified Nation Subject yang berlalu lalang menggunakan kendaraan kesayangan mereka versi terbaru seluruh dunia. So busy and So Crowded. Di sinilah kampung saya berada. Di sebuah kota pinggiran Jakarta yang sebetulnya bukan pas banget di Jakarta yaitu Bekasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pemikiran paradox saya terjalin di fikiran saya searah alur bis yang melintasi pantai utara pulau Jawa. Antara kekhawatiran kepada sang persepsi pencuri dan kegilaan pemikiran yang selalu terfikir membuat saya benar- benar sedikit demi sedikit terjun berputar terjebak twist time paradox pemikiran. Ketika perlahan saya terjebak ke dalam 2 kunci pemikiran yaitu &quot;Culture&quot; dan &quot;Future&quot;. Memang benar selintas saya meninggalkan &quot;Solo :The Spirit Of Java&quot; pelakon Culture menuju &quot;D.K.I Jakarta : Capital of Indonesian&quot; pelakon Future. Tetapi pemikiran itu menjadi berbeda ketika saya menuntun ilmu dari Jakarta ke Solo. Seolah- olah time paradox mulai menertawakan saya karena yang seharusnya menjadi Culture bukanlah Solo tetapi Jakarta. Yap, ternyata saya berbudaya, berperilaku dan berkeluarga dari kecil di Jakarta maka dari itu justru Jakarta adalah Culture saya. Sedangkan Solo adalah sebuah Future karena saya menuntun ilmu dan menggali pengetahuan yang lebih besar di Solo. Sebuah twice yang menyimpulkan saya bahwa saya Future trip to Culture. Lha wong ke kampung halaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bis semakin melaju, malam semakin berkuasa, dan satu per satu toko- toko mematikan lampu dagangannya. Saat itu pula twice kembali beraksi. Time paradox datang lagi. Karena saat ini saya berfikir mengenai prospek. Prospek adalah sebuah masa depan yang bagi saya seharusnya realistik pragmatis.note: Tak banyak yang ingin saya artikan dari kata- kata berat yang terlontar di postingan blog ini karena saya bukanlah seorang novelis idaman masyarakat dan wanita (baca:ukhti). Hanya saja semoga pembaca memahami dan mencari artinya perlahan demi perlahan n_n. Kembali pada prospek. Ketika itu saya berfikir, tentunya saya kuliah menuntun ilmu di Solo kemungkinan besar kembalinya di Jakarta. Sebuah prospek dan sudut pandang yang masyarakat akan mengakui bahwa kota metropolitan Jakarta adalah ladang pekerjaan yang jauh lebih menjanjikan. Prospek realistis pragmatis ini disokong oleh banyaknya saya temui orang- orang di Jakarta yang memiliki ilmu dan kerjaan yang bonefit, contohnya keluarga dan perusahaan, teman- teman SMA yang selalu memikirkan masa depan, hingga di beberapa orang yang saya baru kenal namun sudah memberi segala investasi kehidupan. Penjabaran ini membuat kembali twice ketika saya yang terbentuk di komunitas kerangka berfikir Solo sehingga bekerja dengan menyebarkan kebijaksanaan dan keramahan Solo kepada pekerjaan di Jakarta. Membuat saya kembali berkata Culture trip to Future. Ya..Culture adalah Solo sebagai tempat saya membentuk kepribadian dan kebudayaan saya sebagai manusia perkembangan remaja yang mau belajar(kuliah). Future adalah Jakarta sebagai tempat mencari kerja dan kehidupan selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah orang yang saya curigai. Samping saya, belakang saya, dan serong kanan belakang saya sudah tidur terlelap. Saya pun ikut mengantuk. Seolah saya ingin menghentikan pemikiran yang gak penting ini, alih- alih kelopak mata sudah semakin membiru, twice kembali muncul. Ya saat terkantuk ini saya berfikir tentang intervensi. Mengingat salah seorang dari keluarga besar saya berkata bahwa untuk apa tinggal di kota Jakarta metropolitan yang macet dan sering banjir ini. Lihatlah Solo! di sana hidupmu lebih sejahtera. Maka, saya berfikir sudah seharusnya saya mempersiapkan diri menjadi manusia Solo. Apalagi ketika intervensi yang menggoda muncul berisikan bahwa wanita- wanita Solo cantik, pandai, keluarga baik- baik dan lebih beriman. Seolah- olah nasehat Nabi terngiang di telinga saya dan saya mau. Menyimpulkan mencari wanita di Solo terlebih di kampus saya adalah pilihan yang sempurna. Salah satunya intervensi &lt;a href=&quot;http://faruqngabar.wordpress.com/&quot;&gt;Faruq&lt;/a&gt; (teman kampus) yang menyarankan salah satu fakultas adalah ladang 4 pilar wanita kriteria Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Jakarta? intervensi terjalin hanya karena saya orang Jakarta (Bekasi deng..) seharusnya lebih pandai memilih dan dipilih dari sebuah pilihan (sebuah kata- kata aneh yang gak mutu -_-&#39;). Semua intervensi yang saya ingat- ingat itu menunjukan bahwa Solo is Future dan Jakarta is Culture. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mata terpejam, kata film inception ketika alam bawah sadar kamu aktif maka otak akan aktif lebih cepat dibandingkan ketika kamu sadar. Maka saatnya otak saya bekerja lebih cepat, kini twice menunjukan kesimpulan time paradox. Pertama Solo, dengan Culture nya yang baik tertata menunjukan bahwa kota tersebut menjadi kota Future yang bisa diinvestasikan. Sedangkan Jakarta, dengan Futurenya gedung- gedung bertingkat, kesibukan penduduk dan ke&#39;gaol&#39;an masyarakatnya ternyata adalah sebuah Culture karena saya dibesarkan dari kampung halaman yang seperti futuristik ini. Jakarta akan menjadi culture tradisionil yang siap ditinggalkan apabila orang- orangnya sudah membuka mata kalau di kota Indonesia belahan lainnya ternyata jauh lebih memiliki prospek yang menjanjikan (damai, bersih, sejahtera). Apapun modernnya manusia kalau mereka hidup ditengah stressor apa mungkin dia bahagia. Di sisi lain juga Jakarta bila dilihat dari realistik pragmatis di hidup saya, mereka menjanjikan tawaran prospek yang baik pula. Jadi time paradox ini saya simpulkan Culture is Future dan Future is Culture tinggal saya memilih sebuah pilihan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terasa esok pagi saya sudah di Jakarta, saya pun naik angkot dengan mobil khas warna merahnya.. Saya duduk dan melihat supir angkot yang berjenggot dan pendiam itu. Sesampainya di depan komplek, saya memanggil abang becak dan saya menaiki becak dengan dibelai- belai angin yang sejuk. Di depan rumah, saya membuka gangang pintu berwarna emas kekuningan. Sayapun disambut oleh ibu saya. Tak lama kemudian ibu saya berkata,&quot;Leeee&#39;.. ingat.., lahirmu di Yarsis, Rumah sakit Islam di kota Solo.&quot; and last of the strory your time paradox will be begin again.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
admin gugusasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NB :&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Time_paradox&quot;&gt;Arti Time Paradox (Click di Sini)&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/9214374664249699759/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/time-paradox-style-culture-trip-to.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/9214374664249699759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/9214374664249699759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/time-paradox-style-culture-trip-to.html' title='Time Paradox Style : Culture Trip to Future'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJF8ijYDruGv8u5hY-qASuqLaMwvUABEK5doyl8-uERvMfjNSf5TX7V9iIXxw_XnCj4lM9xmwDW-Gb8T9NZGzunkOVjGRIAHm8qDiyv6Vqak35knKacJrE-Qx8Qo7FLUWEwNsXSskwhHzO/s72-c/index.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-5694050556085229130</id><published>2011-01-27T05:32:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T05:39:41.909-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="review"/><title type='text'>Review :Untraceable</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/imglanding?q=untraceable&amp;amp;um=1&amp;amp;hl=id&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;sa=N&amp;amp;rls=org.mozilla:id:official&amp;amp;biw=1116&amp;amp;bih=451&amp;amp;tbs=isch:1&amp;amp;tbnid=wLAZkFeAIGmvyM:&amp;amp;imgrefurl=http://sarungtenun.wordpress.com/2010/11/06/untraceable/&amp;amp;imgurl=http://sarungtenun.files.wordpress.com/2010/11/untraceable.jpg&amp;amp;ei=M3NBTf7tAcewcZ6_lYgO&amp;amp;zoom=1&amp;amp;w=430&amp;amp;h=318&amp;amp;iact=hc&amp;amp;oei=0nJBTajeB8bLrQeqx-jxDw&amp;amp;esq=3&amp;amp;page=1&amp;amp;tbnh=159&amp;amp;tbnw=220&amp;amp;start=0&amp;amp;ndsp=10&amp;amp;ved=1t:429,r:1,s:0&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;236&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0tm6pq7SRZ0GKSg2LA6jdT5zDuD8ogJOeU454cG0x2G_prZ5FLTbRB-qMlFneTrBGmr6gp8QwJvOcFwDlNTdryEoroZpF3yJqMrPWVGsWN9PYmBTfe0OE6oOnnWdRA9_d3NzpOv8vPrKq/s320/untraceable.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cobalah buka websitenya, maka anda telah membunuh seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya ini adalah sebuah film yang bercerita tentang perjalanan agen FBI Cyber Jennifer Marsch. Perjalanan itu dimulai saat Marsch bertemu dengan sebuah situs yang misterius yaitu &lt;a href=&quot;http://www.killwithme.com/&quot;&gt;killwithme.&lt;/a&gt; Situs ini sendiri adalah sebuah situs dimana apabila seseorang membuka situs tersebut maka korban yang ada di situs tersebut akan mati. Anggap saja salah seorang pria yang terjebak di dalam perangkap pemiliki situsnya, dia akan mati tersengat panasnya puluhan lampu sorot. Semakin banyak yang mengunjungi situs tersebut maka akan semakin banyak lampu sorot yang menyala dan hal tersebut membuat korbannya kepanasan dan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alih- alih inginnya menangkap pelaku dari killwithme.com ini Marsch bersama teamnya harus mengorbankan banyak hal mulai dari teman- temannya, keluarganya, bahkan sampai pada dirinya sendiri.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa pemikiran yang keluar dari film ini ialah sebagaimana orang yang trauma akan prespektif manusia + kecerdasan bisa membuat kekacauan yang jauh lebih mengerikan dari traumanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menonton film ini, penonton akan diajak memasuki dunia pembunuhan cyber yang unik. Semua gagasan yang bersatu pada sebuah website http://killwithme.com menyajikan gagasan betapa seseorang akan tega untuk membuka sebuah website yang tidak bermoral sekalipun demi kepuasan penasarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Download : &lt;a href=&quot;http://cinema3satu.blogspot.com/2009/05/untraceable.html&quot;&gt;here&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lihat juga : http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/review-buried.html</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/5694050556085229130/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/untraceable.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/5694050556085229130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/5694050556085229130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/untraceable.html' title='Review :Untraceable'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0tm6pq7SRZ0GKSg2LA6jdT5zDuD8ogJOeU454cG0x2G_prZ5FLTbRB-qMlFneTrBGmr6gp8QwJvOcFwDlNTdryEoroZpF3yJqMrPWVGsWN9PYmBTfe0OE6oOnnWdRA9_d3NzpOv8vPrKq/s72-c/untraceable.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-9383392573203802</id><published>2011-01-24T16:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-24T16:39:03.357-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><title type='text'>Inspirasi Pulau Kata- Kata</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/goog_338622278&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;167&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3dtlHBoyo2Yt6JdFcimO1TBy11gY3maLSRyc2BQOkUYzcZZDCylwDHkTVI7-7gmOUEZgRZ7SZEwrDlmkpJSJpafdVbQSFjXQR-UvvcJdS2gky3DvhIrBMmrE2R3p7Dt2ZuX6Hj_Q2KnY5/s320/4150278p.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://oase.kompas.com/read/2011/01/21/0738130/Ziarah.ke.Negeri.Kata-kata&quot;&gt;Koran Compas&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tak banyak yang bisa aku ungkapkan dalam memukadimahi tulisan diary hari ini. Saya juga bukanlah orang yang kaya akan retorika dan argumentasi. Hanya saja terdapat pelajaran yang ingin aku lakukan pada hari ini dan selanjutnya, bagaimana menjadi seseorang yang terus belajar. Bukan menunjukan sesuatu yang hebat bila seseorang mau belajar, akan tetapi belajar adalah suatu alat supaya setiap insan bisa survive menghadapi masalahnya. &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah langit yang menyimpan sejuta dinamika, di atas bumi yang memiliki banyak gejolak antara kesantunan, dan kebobrokan. Orang- orang lalu lalang dengan masalah pragmatis mereka. Dan segala kebaikan Tuhan yang Maha Suci yang masih saja memberi keindahan pada hari- hari di tempat ini. Semua bentuk itu rasanya memiliki harta inspirasi yang besar. Keterkuakan inspirasi yang masih saya buru membuatku ingin menjadi seorang pemburu harta karun yang satu ini. Saya rasa saatnya memburu harta itu dengan tulisan kata- demi kata di media online terbuka semacam ini. &lt;br /&gt;
Kata Tuhan pada film Evan Allmighty,”berbuat baiklah sedikit demi sedikit dan kamu dapat mengubah dunia.” Pak Mario Teguh yang super pun menambahinya dengan,” berbuat baiklah yang kecil setiap hari, maka Tuhan akan membalas kebaikanmu.” (kalau gak salah bunyinya begitu hehe). Maka perkataan- perkataan mereka yang menjadi bagian dari harta inspirasi saya untuk berbuat baik setiap hari. Berbuat baik untuk menggali harta inspirasi, berbuat baik untuk belajar dan berbuat untuk berbagi dengan orang lain mulai dari keluarga sekitar, bangsa, dan dunia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keinginan untuk menulis itu tetap ada, layaknya bangsa Indonesia yang dicengangkan dengan sastrawan- sastrawati yang membuat karya- karyanya yang mampu memberikan inspirasi kepada dunia. Seolah keinginan itu menjadi motivasi saya dalam mencapai puncak keberhasilan menggali harta karun inspirasi dan penyaluran belajar yang baik. Bila diibaratkan keinginan untuk menulis dan tujuan mendapatkan inspirasi hingga berhasil mendapatkan karya yang sejati. Maka seolah juga aku melangkah setahap- demi setahap, kemudian aku tersenyum melihat jembatan, kusebrangi jembatan itu dan melihat sebuah pulau kecil, di sebuah pulau penuh kata- kata. Iyalah pulau Bustan Al Katibin, sebuah pulau penuh sastrawan besar sepanjang masa Indonesia yang terletak di Kepulauan Riau. Akupun seolah berkata,”Ingin menjadi seorang bajak laut, akupun menemukan harta karun. Aku rampas semua yang ada. Kukantongi dan kubawa pulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka aku harus sadar dan melihat kenyataan, kurapihkan kerah bajuku, kumasukan semua buku dan ATK (alat tulis ku) ke dalam ransel dan kantong celana, aku ikatkan tali sepatuku, ku keluarkan motor hijau asal Jepang yang dibelikan bapakku, kustarter dan aku akan pergi kekampus. Seolah keyakinanku berkata,”wahai diriku, inspirasi apa yang akan kita temukan hari ini. Mari kita mengunyah inspirasi”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Admin Gugusasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script src=&quot;http://kumpulblogger.com/dam.php?b=143423&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
     &lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; src=&quot;http://kumpulblogger.com/mac.php?b=143423&quot; width=&quot;200px&quot; height=&quot;200px&quot; marginwidth=0 marginheight=0 &gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/9383392573203802/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/koran-compas-tak-banyak-yang-bisa-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/9383392573203802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/9383392573203802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/koran-compas-tak-banyak-yang-bisa-aku.html' title='Inspirasi Pulau Kata- Kata'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3dtlHBoyo2Yt6JdFcimO1TBy11gY3maLSRyc2BQOkUYzcZZDCylwDHkTVI7-7gmOUEZgRZ7SZEwrDlmkpJSJpafdVbQSFjXQR-UvvcJdS2gky3DvhIrBMmrE2R3p7Dt2ZuX6Hj_Q2KnY5/s72-c/4150278p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-6529578895833886504</id><published>2011-01-23T22:44:00.000-08:00</published><updated>2011-01-24T01:28:44.003-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>Gangguan SEKsual (SEXsual Disorder) : Jenis gangguan berdasarkan Parafilia, Penyebab dan Penanganannya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/imglanding?q=invisible+tension&amp;amp;um=1&amp;amp;hl=id&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;sa=N&amp;amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;amp;biw=1280&amp;amp;bih=505&amp;amp;tbs=isch:1&amp;amp;tbnid=O2sx0hk09THnvM:&amp;amp;imgrefurl=http://www.superstock.com/stock-photos-images/1048-14011&amp;amp;imgurl=http://wwwdelivery.superstock.com/WI/223/1048/PreviewComp/SuperStock_1048-14011.jpg&amp;amp;ei=zB09TZ-AMc_jrAeCnsCbCA&amp;amp;zoom=1&amp;amp;w=350&amp;amp;h=320&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;292&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi89KbNHZ5w8510VTr72zQD6eakgjQqf41SVuI8_curstFP1aMOJVR5Ac8IkNnrSd8By7zN2AHs2BjnVnwXpPUe_2i7n3JFSjvzCjY3FdphrkmD2nQQ3jkw-Mx30kYvVudkasMdrbOX4bhQ/s320/SuperStock_1048-14011.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Begitu banyak pembahasan Sex Disorder maka dari itu pada kesempatan kali ini saya hanya membahas sex Disorder bedasarkan parafilia. Saya pikir clusterisasi parafilia akan menjadi pembahasan yang dicari banyak orang, maka dari itu saya lebih mengutamakan artikel ini dulu untuk dibahas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Parafilia sendiri berdasarkan bahasa Yunani artinya &quot;&lt;i&gt;para&quot;&lt;/i&gt; artinya sisi lain, &quot;&lt;i&gt;philos&quot; &lt;/i&gt;artinya mencintai. Jadi parafilia sendiri diartikan mencinta, atau terdapat rangsangan seksual dari sesuatu yang tidak biasa. DSM 4 menyatakan parafilia melibatkan dorongan fantasi yang hebat dan berulang dan bertahan selama 6 bulan. Nah maka dari itu kalau menemukan orang yang aneh macam ini, sampai sekiranya 6 bulan maka dia mengidap sex disorder.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis- jenis parafilia :&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
-Ekshibisionisme adalah dorongan yang kuat untuk menunjukan alat ***nya (senjata..:-D) kepada orang lain yang tidak dikenalnya yang bertujuan supaya korbannya terkejut, syok maupun terangsang secara seksual. Biasanya pelakunya laki- laki dan korbannya wanita. Orang yang menderita ini tidak berbahaya karena tidak melakukan dengan kontak langsung dengan korbannya. (Hanya lebay dan porno yg membuat parno kali yee..). Untuk korban disarankan tidak melakukan reaksi apapun karena semakin diri korban beraksi terkadang dia semakin terangsang. Orang dengan penyakit ini memiliki sifat yang terganggu pada sosial, pemalu, tergantung dengan orang lain. Diduga Ariel Peterporn memiliki penyakit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Fetishisme adalah dorongan seksualnya terangsang dari benda- benda tidak hidup misalkan pakaian dalam, Jakarta Semarang, sepatu, baju, dan lain- lain. Bahkan pada kondisi ini, seseorang lebih terangsang dengan pakaian pasangannya daripada dengan pasangannya sendiri (dodol..-_-&#39;). Transvestik Fetishisme (Fetishisme yang lebih lebay :-D). Bahkan dia terangsang seksual tidak hanya memegang pakaian dalam lalu terangsang. Biasanya si pecandu memakai pakaian korban, berdandan seperti lawan jenisnya baru mendapatkan fantasinya. (Gila..lebay banget.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Voyeurisme (tukang ngintip) adalah dorongan yang kuat dan terus menerus untuk melihat (sebetulnya mengintip) orang yang tidak terduga saat orang itu membuka pakaian, atau tabus (tanpa busana). Nah Voyeurisme biasanya melihat orang yang tabus, tapi orang yang lagi tabus tidak tahu kalau ada yang ngintip. Contohnya, ada orang hobi banget ngintip orang di WC wanita, dll. Biasanya si penderita tidak ingin melakukan hubungan dengan yang diintipnya, hanya saja dirinya berfantasi sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Froterisme (tukang colak colek) adalah memiliki dorongan yang kuat untuk mendapatkan fantasinya dengan menggosok- gosokan atau menabrakan dirinya ke orang lain tanpa izin. Jadi orang ini suka toal toel dan suka banget di tempat yang ramai dan&amp;nbsp; desak- desakan dengan lawan jenisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Pedofilia adalah seseorang yang memiliki hasyrat seksual terhadap anak kecil. Nah, kalau di Indonesia kasusnya ada banyak. Jadi orang ini sukanya melakukan hubungan dengan anak kecil yang belum puber. Biasanya penderita suka merayu anak kecil supaya orang itu bisa dekat dengan anak kecil. Nah anak kecilnya mau dan tertarik, aksipun dimulai. (Dasar Dodol&#39;s)&lt;br /&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script src=&quot;http://adsensecamp.com/show/?id=IEQHZjPEHVo%3D&amp;cid=sO23aMPfjUo%3D&amp;chan=xeWStvuxZ2M%3D&amp;type=5&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=000000&amp;url=2BA94F&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp; Masokisme adalah seseorang yang dorongan fantasinya keluar ketika dirinya dipermalukan, dicambuk, disakiti (mungkin ditendang, dibakar, dimutilasi, dibunuh.... Dodol&#39;s). Semakin dia dianiaya semakin dia menikmatinya. Terkadang orang yang berfantasi sendirian suka melukai dirinya sendiri baru dia mencapai kepuasan yang maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Sadisme, nah yang ini kebalikannya masokisme. Sadisme mendapatkan dorongan fantasinya dengan melukai, menyakiti orang lain. Semakin dia melukai orang maka dirinya akan semakin puass (ngeri tenan cah..). Biasanya sadisme pasangannya masokisme. Pada waktu saya ngobrol dengan dosen saya.(cyailah ngobrol, kuliahnya enak bgt ya isinya curhat- curhat. :D) kasus KDRT terjadi apabila adanya keluhan. Nah kalau pasangan Sadomasokisme kayak gini, walaupun main tonjok- tonjokan tetap saja tidak masuk KDRT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Telephone Scatologia, terdapat dorongan yang kuat ketika dia menerima telephone yang menjurusss.. (Pokoknya telepon yang isinya desahan- desahan.) Yup&#39;s. Dibandingkan kontak langsung, penderita lebih mendapatkan rangsangan fantasi dengan suara. Nah suaranya, suara- suara yang seksi dan menjurus. Pokoknya begitulah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Nekrofilia, ini yang paling ekstrim. Orang dengan penderita ini mendapatkan rangsangan dengan mayat (orang mati.) . Nah ini gw bingung yang jelas orang dengan tipikal ini sangat lihat dalam hal simpan menyimpan mayat sehingga dirinya bisa membawa mayat ke dalam posisi yang hot untuk berfantasi. (Apapun itu sama mayat lebay juga -_-&#39;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Zoofilia, terdapat dorongan yang kuat untuk melakukan hubungan dengan hewan(dodol&#39;s -_-&#39;). Nah yang ini orang malah suka mL sama kuda, anjing, dan hewan lainnya. Sempet kasus &#39;V&quot; berdarah- darah terluka gara- gara benggonoan sama kuda. (dodol&#39;s kiamat sudah -_-&#39;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Klismafilia, terdapat dorongan seksual dengan memasukan cairan aneh ke hal yang vital. Kalau tipe ini saya juga gak tau. Yang jelas seseorang akan mendapatkan rangsangan yang kuat ketika dia berfantasi sendirian dengan cairan yang tidak tahu apan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Urofilia, terdapat dorongan seksual dengan melihat atau melibatkan air pipis(huek) ketika berfantasi. Gak usah dijelasin yaa..Anda bisa membayangkan sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Koprofilia (versiku koplak&#39;filia), terdapat dorongan seksual yang kuat dengan melibatkan kotoran manusia. Nah yang ini anda bisa bayangin sendiri,. saya gak tega nulisnya. Setiap penjelasan saya berikutnya anda bisa membayangkan sendiri, Hehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kecantikan.web.id/tips-cantik/inilah-fantasi-seks-aneh-si-fetisisme.htm&quot;&gt;10 keanehan fetisisme dari APA (American Psychology Assosiation)&lt;/a&gt; beberapanya ada yang sudah saya sebutkan di atas.&amp;nbsp; (anda bisa mengklik judulnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa faktor penyebab dari gejala seperti mereka :&lt;br /&gt;
- Teori belajar, terjadi kesalahan pendidikan dan pengalaman masa lalu di lingkungan, keluarga atau teman sebayanya sehingga subjek memiliki kebiasaan aneh yang baru. Membutuhkan hal- hal yang aneh untuk bisa berfantasi karena terjadi kesalahan pemahaman dan ajaran tentang seksual. (maka perlu adanya pendidikan seksual yang baik untuk remaja)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Teori psikodinamika, terdapat kecemasan dan trauma masa lampau yang membuat orang justru melakukan hal- hal yang abnormal. Misalkan dahulu bapaknya KDRT pada dirinya, pas sudah besar dia malah Sadisme. Atau mungkin bapak- ibunya meninggal di depan dia. Dia stress malah koplak&#39;filia. Bisa saja. Hal ini menunjukan bahwa seseorang harus menyelesaikan masalahnya dengan orang lain. Minimal kalau tidak punya teman bisa konsultasi ke psikolog atau orang- orang berkompeten lainnya. Terlalu lama memendam traumanya bisa jadi abnormal lho..hiiii.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Teori Multifaktor, dapat melihat keabnormalan dari banyak faktor.. Bisa faktor A, B, C dan kemudian disatukan. Contohnya ternyata masa lampau dia dijahatin temannya, orang tuanya dan dia memiliki sifat yang tertutup pada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENANGANAN :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Biomedik , dengan obat- obatan. Dalam hal ini menunjukan yang menangani lebih pada psikiatri bukan psikolog. Jadi jangan salah masuk tempat, kalau obat- obatan maka datanglah ke dokter psikiatri. Contoh obatnya antidepresan dapat mengurangi hasrat seksual yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- CBT (kognitif behavioral terapi). Nah yang ini karena yang terganggu kognitifnya maka terapi ini cocok. Khusus pembahasan CBT akan saya posting dilain artikel. Secara singkat CBT ini adalah merubah mainset orang dari yang tadinya maladaptif menjadi adaptif. Pelaku disuruh untuk nulis diari, membayangkan hal- hal yang berkaitan dan membenahi bersama dengan terapisnya hingga akhirnya penderita bisa mandiri mengatasinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Dan lain- lain. Saya yakin masih ada banyak cara misalkan pendekatan Freud seperti hipnotis, pendekatan behavior lainnya seperti NLP, pendekatan humanistik maupun transedental seperti sama pak kyai yang berbobot menangani psikologis, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian dulu dari saya ya..Maaf kalau tulisannya awut- awuttan.. Pakai emosi juga bahasnya :-D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
admin gugusasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
referensi : Nevid, S. Jeffrey , &lt;i&gt;Psikologi Abnormal Jilid 2&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
ppdgj 3</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/6529578895833886504/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/gangguan-seksual-sexsual-disorder-jenis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/6529578895833886504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/6529578895833886504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/gangguan-seksual-sexsual-disorder-jenis.html' title='Gangguan SEKsual (SEXsual Disorder) : Jenis gangguan berdasarkan Parafilia, Penyebab dan Penanganannya'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi89KbNHZ5w8510VTr72zQD6eakgjQqf41SVuI8_curstFP1aMOJVR5Ac8IkNnrSd8By7zN2AHs2BjnVnwXpPUe_2i7n3JFSjvzCjY3FdphrkmD2nQQ3jkw-Mx30kYvVudkasMdrbOX4bhQ/s72-c/SuperStock_1048-14011.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-3275693555470417939</id><published>2011-01-22T17:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-22T17:39:40.026-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="review"/><title type='text'>Review : Buried</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirFOoos2qAg-LJrBhRfFXGmPkjp9IF6fXpUk7Gsoc8E7FZ8tPPCElz9UsCvjv1Cu60_aKaLpl8u17ILtR_jyZbgILuzfSwalp710mQlHMiIfZOlmDHONmU-zfW9gIMVSZX5W-oEOhTVg6i/s1600/MV5BMTg5MzU3OTIwOV5BMl5BanBnXkFtZTcwMzU3NzY3Mw%2540%2540._V1._SY317_.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirFOoos2qAg-LJrBhRfFXGmPkjp9IF6fXpUk7Gsoc8E7FZ8tPPCElz9UsCvjv1Cu60_aKaLpl8u17ILtR_jyZbgILuzfSwalp710mQlHMiIfZOlmDHONmU-zfW9gIMVSZX5W-oEOhTVg6i/s320/MV5BMTg5MzU3OTIwOV5BMl5BanBnXkFtZTcwMzU3NzY3Mw%2540%2540._V1._SY317_.jpg&quot; width=&quot;207&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Data IMDB :&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Director:&lt;br /&gt;
Rodrigo Cortés&lt;br /&gt;
Writer:&lt;br /&gt;
Chris Sparling&lt;br /&gt;
Stars:&lt;br /&gt;
Ryan Reynolds, José Luis García Pérez and Robert Paterson &lt;br /&gt;
Release Date:&lt;br /&gt;
10 December 2010 (Indonesia&lt;br /&gt;
Budget:&lt;br /&gt;
$3,000,000 (estimated)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mengawali review film di blog ini dengan film Buried. Siapa sangka ternyata keterbatasan tidak selalu menunjukan kekurangan. Sebuah ide brilian garapan &lt;a href=&quot;http://www.imdb.com/name/nm0181579/&quot;&gt;Rodrigo Cortés &lt;/a&gt;dan &lt;a href=&quot;http://www.imdb.com/name/nm2133655/&quot;&gt;Chris Sparling&lt;/a&gt; sebagai penulisnya, ternyata dapat membuat film penuh ketegangan yang hanya bermodalkan seorang Paul Conroy (&lt;a href=&quot;http://www.imdb.com/name/nm0005351/&quot;&gt;Ryan Reynolds)&lt;/a&gt; ,peti mati, dan sejumlah suara- suara dan assesoris kecil lainnya seperti handphone, senter, bolpoin dll. Benar saja, dana yang mereka habiskan sesuai data &lt;a href=&quot;http://www.imdb.com/&quot;&gt;Internet Movie DataBase&lt;/a&gt; menunjukan 3 juta dollars dapat menggaet poin 7,4. Sebuah pembuktian yang menunjukan bahwa karya tidak terbatasi dana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yup,s cerita sendiri adalah berkisahkan seorang Paul Conroy yang entah mengapa ketika dirinya membuka mata, dia sudah terkubur di bawah peti mati. Cerita berlanjut ketika dia menemukan sebuah handphone, di situ konflik terus terjadi. Mulai dari dirinya berdialog dengan banyak petugas keamanan di Amerika, berbincang dengan keluarganya, mengetahui mengapa dirinya bisa terkubur di bawah peti mati, konflik antara keamanan america dengan teroris, sampai dirinya yang memotong jarinya demi menyenangkan hati sang teroris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perjalanan Paul Conroy yang luar biasa bukan karena actionnya, namun jalinan emosi dan retorika selama dirinya di bawah peti mati. Di mana dirinya bahkan harus bergelut dan berkonflik untuk memutuskan sesuai lewat sebuah handphone yang sedikit demi sedikit baterenya habis. Di sebuah film triller sederhana ini bahkan yang menjadi perbincangan bukanlah setan atau psychopat. Namun perbandingan antara politikus America dengan politikus Irak. Apapun itu namanya saya sendiri merasakan pemikiran yang mendalam bukan dari ketakutannya, namun retorika dan konflik yang terjalin menunjukan perlawanan antara pihak Irak dengan Amerika yang dipersepsikan sama- sama jeleknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script src=&quot;http://kumpulblogger.com/sca.php?b=143423&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah ide dan gagasan di mana film berdurasi 95 menit ini menjadi referensi baik untuk anda tonton adalah karena sang pembuat film menunjukan ketegangan yang selalu terjaga sekalipun hanya seorang pria yang terkubur di dalam peti mati. Titik ketegangan terjalin ketika perbincangan melalui handphone dengan beberapa orang yang justru hanya dengan suaranya membuat film ini menjadi layak untuk disebut film triller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhasil waktu terus bergulir, oksigenpun semakin menipis, begitupun penonton akan merasa masuk ke dalam peti mati ini dan memaksa kita untuk menghemat oksigen supaya kita sanggup bertahan memenuhi hasyrat keingintahuan film triller tahun 2010 yang satu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gugusasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beranda film : &lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/pengantar-review-film.html&quot;&gt;List review film&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/3275693555470417939/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/review-buried.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/3275693555470417939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/3275693555470417939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/review-buried.html' title='Review : Buried'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirFOoos2qAg-LJrBhRfFXGmPkjp9IF6fXpUk7Gsoc8E7FZ8tPPCElz9UsCvjv1Cu60_aKaLpl8u17ILtR_jyZbgILuzfSwalp710mQlHMiIfZOlmDHONmU-zfW9gIMVSZX5W-oEOhTVg6i/s72-c/MV5BMTg5MzU3OTIwOV5BMl5BanBnXkFtZTcwMzU3NzY3Mw%2540%2540._V1._SY317_.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-6468182556971734949</id><published>2011-01-22T01:06:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T05:43:19.481-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="admin"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="review"/><title type='text'>Pengantar dan List Homepage Review Film</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;color: #7f6000;&quot;&gt;Untuk teman- teman semua, saya admin gugusasa akan mereview sebuah film. Isi dari review ini tidak mengisahkan kelebihan dan kekurangan dari film tersebut. Bagi saya sejelek atau seburuk apapun sebuah karya adalah sebuah seni yang menggawangi sebuah ide2 yg baru dan belum terpikirkan sebelumnya. Di review nanti saya akan membahas tentang jalan cerita film dan beberapa pembahasan mendalam dari film tersebut. Kemudian film yang akan saya bahas nanti adalah film yang saya tonton saat saya dekat waktu sebelum atau sesudah membuat blog ini sehingga tidak berdasarkan tahun. Let&#39;s check it out. Let&#39;s cekidot gan untuk artikel kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Bagi yang ingin download film buka saja &lt;a href=&quot;http://cimena3satu.blogspot.com/&quot;&gt;http://cimena3satu.blogspot.com&lt;/a&gt; , &lt;a href=&quot;http://indowebster.com/&quot;&gt;http://indowebster.com&lt;/a&gt; , &lt;a href=&quot;http://thehack3r.com/&quot;&gt;http://thehack3r.com&lt;/a&gt; . Subtitle &lt;a href=&quot;http://subscene.com/&quot;&gt;http://subscene.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah List Review Film :&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/review-buried.html&quot;&gt;Buried&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/untraceable.html&quot;&gt;Untraceable&amp;nbsp;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/6468182556971734949/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/pengantar-review-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/6468182556971734949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/6468182556971734949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/pengantar-review-film.html' title='Pengantar dan List Homepage Review Film'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-6947263260583659569</id><published>2011-01-21T18:00:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T22:44:25.762-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>Pengantar dan The Law Of Causality Pasal 1</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/imglanding?q=cinta&amp;amp;um=1&amp;amp;hl=id&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;sa=N&amp;amp;rls=org.mozilla:id:official&amp;amp;tbs=isch:1&amp;amp;tbnid=1IVJdZzsRbxFoM:&amp;amp;imgrefurl=http://www.dangdyud.kandangbuaya.com/kadang-kala-kita-tidak-menyangka-sebuah-cinta.html&amp;amp;imgurl=http://www.dangdyud.kandangbuaya.com/wp-content/uploads/2010/07/love-you.jpg&amp;amp;ei=qjk6TdTyC8r4cZDJ0YYH&amp;amp;zoom=1&amp;amp;w=400&amp;amp;h=321&amp;amp;iact=hc&amp;amp;oei=oDk6TcaMKMysrAfnvsikCA&amp;amp;esq=2&amp;amp;page=2&amp;amp;tbnh=124&amp;amp;tbnw=155&amp;amp;start=11&amp;amp;ndsp=10&amp;amp;ved=1t:429,r:0,s:11&amp;amp;biw=1047&amp;amp;bih=423&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;256&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUo0tq8qqq958no5Y4CFuebAqz0k4Mc_k_h-yWhqyTg15ztYW2vATCJHUktlD9dSh2aFAQH4RGWT0d3nXIKRB0z5pANnfmv6BK-L3VbH57HaHD1tAeQ5TyfkO16A_WYO3EXhzdIjnUtWww/s320/cinta.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya bukanlah seorang profesor. Itulah kata yang berkali- kali saya koarkan untuk membuktikan saya bukanlah orang yang diacungi kecerdasan yang menggelora -_-&#39;. Namun saya sendiri iseng- iseng dan mencoba memaknai dengan serius sebuah kehidupan berdasar pengalaman saya. Pada akhirnya saya membuat sebuah teori&lt;i&gt; &lt;/i&gt;yang saya beri nama &lt;i&gt;The Law Of&amp;nbsp; Causality.&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Law Of Causality secara harfiah dapat diartikan pertama Law artinya Hukum (Banyak kaum- kaum teoritis menggunakan kata the law untuk menjelaskan teori mereka. Contoh : The Law of Attraction (milik The Secret) atau The Law of Ueki(Sorry, yang ini judul komik gan..:D). Kedua, causality yaitu bahasa Indonesianya kausalitas, yang artinya sebab akibat (dilansir di &lt;a href=&quot;http://kamusbahasaindonesia.org/&quot;&gt;http://kamusbahasaindonesia.org&lt;/a&gt;). Dari kata yang harfiah disebutkan di atas terdapatlah sebuah kesimpulan yaitu &lt;i&gt;The Law Of Causality&lt;/i&gt; adalah &quot;hukum sebab akibat&quot;. Namun penjabaran dari saya adalah &quot;Hukum Sebab Akibat Dari Prespektif Saya.&quot; Hehehe..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pun tidak puas dengan teori aneh yang saya buat hingga akhirnya saya searching dan memahami bahwasanya ada beberapa teori yang dibahas tentang hukum kausalitas sendiri seperti &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Causality_%28physics%29&quot;&gt;Causality Psy&lt;/a&gt; (Tinggal di klik namanya mungkin bisa menjawab pertanyaan anda.) yang menjelaskan causalitas dari prespektif psikologi dan artikel tersebut berbahasa inggris. (Saya males mengartikannya :)). Beberapa artikel lainnya juga menyebutkan teori kausalitas merupakan buah pemikiran dari filsafat materialistik yang diperuntukan untuk membuat penyangkalan tentang kebaradaan Tuhan yang dianggapnya kurang rasionalis. (Nah kalau yang ini saya mendapatkannya dari &lt;a href=&quot;http://imhaya.blogspot.com/2006/11/hukum-kausalitas.html&quot;&gt;http://imhaya.blogspot.com/2006/11/hukum-kausalitas.html&lt;/a&gt;). Maka dari itu, beberapa teori di atas membuat saya mengerti, ternyata tidak saya seorang yang menggunakan teori tersebut. Banyak orang lain yang sudah menggunakan teori ini untuk menjelaskan sesuatu. Nah The Law Of Causality dari saya sendiri tidak menunjukan sebuah penyangkalan tentang keberadaan Tuhan, bergelut tentang psikologi kausalitas, atau lain sebagainya. Hanya sebuah teori yang saya ciptakan sendiri untuk memahami dinamika kehidupan yang ada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;The Law of Causality &lt;/i&gt;memiliki beberapa pasal. Nah, yang kita bahas kali ini adalah&amp;nbsp;&lt;i&gt; Pasal 1 &lt;/i&gt;yang berbunyi&lt;i&gt; &lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;&quot;Tidak ada Cinta Sejati, yang Ada Cinta Kausalitas&quot;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;. Pasal pertama ini memiliki 3 sejarah mengapa pasal pertama bisa berbunyi seperti itu yaitu &lt;span style=&quot;color: #274e13;&quot;&gt;1&lt;/span&gt; (saat di Rohis).Suatu hari saya diskusi dengan teman- teman saya di Rohis saat SMA. Ustadz pun mengatakan,&quot;&lt;i&gt;Jangan engkau mencintai seseorang melebihi cintaNya kepada Allah SWT.&quot; &lt;/i&gt;Kemudian beliau mengatakan &quot;&lt;i&gt;CintaNya kepada HambaNya itu kekal.&quot; &lt;/i&gt;Yang lainnya lagi &lt;i&gt;&quot;Jangan terlalu mencintai seseorang, bisa saja orang yang mencintai anda menjadi benci, dan jangan terlalu membenci seseorang, bisa saja orang yang membenci anda menjadi cinta.&quot; &lt;/i&gt;.&lt;span style=&quot;color: #274e13;&quot;&gt; 2&lt;/span&gt; (saat di film) Di film- film (sumpeh, saya lupa film apa.) ada yang mengatakan ,&lt;i&gt;&quot;Tidak ada seseorang yang harus kamu percayai, percayalah pada dirimu sendiri.&quot;&lt;/i&gt; Pernyataan dari fim ini menyatakan bahwa perasaaan manusia itu tidak ada yang kekal, maka dari itu jangan percaya pada orang lain karena bisa saja kepada orang yang bahkan tampak mencintai kamu besoknya berubah.&amp;nbsp; &lt;span style=&quot;color: #274e13;&quot;&gt;3&lt;/span&gt; (pengalaman pribadi) ----- :-p.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&quot;Tidak ada Cinta Sejati yang Ada Cinta Kausalitas&quot;&lt;/i&gt;&amp;nbsp; Menyatakan bahwa cinta terhadap sesama manusia atau makhluk di dunia itu sebenarnya tidak sejati, namun cinta itu ada sebab akibatnya. Anda mencintai wanita di samping anda (bagi yang pria, bagi yang wanita yaaa..pria di samping anda) tentunya bukan karena tidak bermaksud, tentunya ada sebab akibatnya. Nyatanya setiap anda mendeskripsikan wanita idaman yang ternyata ada di samping anda ternyata anda memiliki beberapa varian kausalitas/sebab akibat.Contohnya karena wanita di samping saya beriman, cantik, keluarga baik- baik, cerdas, dan lain sebagainya. Tidak mungkin anda mendeskripsikan wanita di samping anda, anda hanya menyatakan saya cinta.(titik) kekal abadi selamanya.(titik) . Tentu ada &lt;b&gt;sebab-sebab&lt;/b&gt; tertentu sehingga anda mencintai wanita di samping anda yang &lt;b&gt;mengakibatkan &lt;/b&gt;anda mencintai dia. Kalau sebab akibatnya berbalik, misal : sebab si dia selingkuh, akibatnya anda menjauhi dia dan membencinya (Kata ustadz SMAku bener thoo..). Coba bandingkan dengan Tuhan. Dia menciptakan anda namun anda sombong dan tidak mau tunduk padaNya. Kenyataannya dia masih cinta toh pada kita..Nah sang Tuhan inilah yang pantas kalau disebut the eternal love (cinta sejati). &lt;i&gt;Jangan percaya kalau lawan jenis anda mengatakan cinta sejati pada anda, karena itu tidak lebih dari perkataan &lt;b&gt;pragmatis&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelaskan pasal 1 bukan berarti tidak memiliki level. Level dari kekuatan sebab akibatnya pun berbeda. Saya mentipologikan efek kekuatan cinta sebab akibat ada 2 :Rendah ,Kuat, Sedang. Yang rendah ini menunjukan orang yang dengan sebab sedikit membuat akibat yang besar. Misal, si dia besoknya mukanya jelek lalu anda langsung selingkuh (mesak&#39;ke). Dan jutaan kasus percintaan lainnya, dll. Kedua yang kuat walaupun sebabnya besar namun akibatnya tetap kecil. misalnya sebab, walau anda durhaka sama ibu anda, namun ibu anda tetap sayang dan akibat, ibu anda hanya mendoakan anda supaya tobat. Namun kalau ibunya agak galak anda bisa dikutuk jadi batu. Kalau yang sedang yaaa.. antara sebab dan akibat setara, nah hal ini tidak perlu jadi contohlah.He. Ini yang wajar orang bersebab akibat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apabila ada clien (cyailah lulus aja belum) putus cinta katakan, lihat kenyataan dan pahami bahwa &lt;i&gt;tidak ada cinta sejati, yang ada hanya cinta kausalitas.&quot;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Admin Gugusasa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat juga :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/law-of-causality-pasal-2-semakin-sulit.html&quot;&gt;The Law Of Causality Pasal 2&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/02/law-of-causality-pasal-3-orang-baik.html&quot;&gt;&lt;i&gt;The Law of Causality Pasal 3&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;The Law Of Causality Pasal 4&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;The Law Of Causality Pasal 5&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;The Law Of Causality Pasal 6&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;The Law Of Causality Pasal 7&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;The Law Of Causality Pasal 8&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;The Law Of Causality Pasal 9&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;The Law Of Causality Pasal 10&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script language=&quot;JavaScript&quot; src=&quot;https://sites.google.com/site/blogmuhammadchandra/blogger-indonesia/bloggerindonesia.js&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
 
&lt;/script&gt; &lt;script language=&quot;JavaScript&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
 cot(&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhopu-Rg__XLVrXTP-BN0ISAdl_AepnPftGjxOfJP7sTvz1znEAI08xbp8cYlb_HPowqHSCCl63GqHn-_ErXZlWsECjGEzJ-4v-SEmMDrPNk7U4XIWq05kMtpuFJxe_0JwbxAuIXUg0Ki5f/s1600/blogger-indonesia.png&quot;)
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script src=&quot;http://adsensecamp.com/show/?id=IEQHZjPEHVo%3D&amp;amp;cid=sO23aMPfjUo%3D&amp;amp;chan=xeWStvuxZ2M%3D&amp;amp;type=4&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/6947263260583659569/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/pengantar-dan-law-of-causality-pasal-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/6947263260583659569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/6947263260583659569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/pengantar-dan-law-of-causality-pasal-1.html' title='Pengantar dan The Law Of Causality Pasal 1'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUo0tq8qqq958no5Y4CFuebAqz0k4Mc_k_h-yWhqyTg15ztYW2vATCJHUktlD9dSh2aFAQH4RGWT0d3nXIKRB0z5pANnfmv6BK-L3VbH57HaHD1tAeQ5TyfkO16A_WYO3EXhzdIjnUtWww/s72-c/cinta.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-1426099672268977300</id><published>2011-01-20T20:08:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T01:07:26.682-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>Obral Rahasia Konformitas : Menjawab beberapa permasalahan sosial</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiW2l1el5oMw8y12j9HYBaDsM2WeL8jT5EmkH9vW-8rosegKhiE0jA8CAUjo7HH6q4wagXtlJIVzcfUBdVWE2GJQvPD0oO6liQk7lcTq8rALLXnQ8sh0O3IJ9E4LgWPeisuy57zhvC1uWe/s1600/PIC_0139.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;278&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiW2l1el5oMw8y12j9HYBaDsM2WeL8jT5EmkH9vW-8rosegKhiE0jA8CAUjo7HH6q4wagXtlJIVzcfUBdVWE2GJQvPD0oO6liQk7lcTq8rALLXnQ8sh0O3IJ9E4LgWPeisuy57zhvC1uWe/s320/PIC_0139.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiW2l1el5oMw8y12j9HYBaDsM2WeL8jT5EmkH9vW-8rosegKhiE0jA8CAUjo7HH6q4wagXtlJIVzcfUBdVWE2GJQvPD0oO6liQk7lcTq8rALLXnQ8sh0O3IJ9E4LgWPeisuy57zhvC1uWe/s1600/PIC_0139.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Di sebuah kamar, seorang teman bercerita. Iklan Ponds pernah melakukan survey se Asia mengenai sosok ideal orang sempurna (Hal tersebut dimaksudkan sosok paling tampan dan paling cantik). Survey dilakukan untuk mendapatkan model iklan yang tepat sehingga iklannya bisa disukai orang- orang seluruh Asia. Survey tersebut membuahkan hasil sosok ideal orang sempurna adalah orang Korea. Sebagaimana film- film drama Korea Selatan yang juga sangat digemari para manusia puber di Indonesia. &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pernyataan itu menjadi berbeda ketika teman saya melihat sosok Korea itu di tempat kuliahnya. Orang mempersepsi tidak lagi sempurna tetapi ‘alay’. Sekalipun yang berpendapat itu pecinta film Korea namun ketika melihat manusia itu tetap dipersepsi ‘alay’. Pernyataan itu diteorikan oleh teman saya bahwa melihat realita di negeri ini, biasanya PKL (Pedagang Kaki Lima) bergaya seperti orang Korea. Namun teori tersebut langsung luntur karena di tempat kuliah teman saya benar- benar wajahnya yang memang mirip seperti orang Korea asli bukannya pedagang PKL yang seperti ‘bule ndeso’ (Itupun bagi penjual yang masuk dalam komunitas bule ndeso). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Setelah ditelaah lebih dalam tentang kasus di atas, ternyata jawaban tidak berpihak di kamar teman saya itu. Namun di depan meja perkuliahan. Jawaban itu terjawab dengan teori &lt;i&gt;Konformitas&lt;/i&gt; yang bisa diperkuat dengan teori &lt;i&gt;Atribusi Sosial&lt;/i&gt;, yang kemudian salah satu solusinya ditemukan dalam teori ilmuwan Indonesia &lt;i&gt;Psikologi Rasa oleh Suryono Mentaram. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;File ini tidak mengkhususkan untuk menjawab cerita teman saya. Tetapi file ini fokus pada pembahasan konformitas (sebagaimana teori ini dapat digunakan untuk menjawab berbagai permasalahan sosial). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Pengertian Konformitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Konformitas adalah satu per tiga bagian dari materi Pengaruh Sosial &lt;i&gt;Sosial Influence. &lt;/i&gt;Konformitas sendiri memiliki beberapa pengertian yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Baron dan Byrne mengatakan konformitas adalah suatu situasi di mana seseorang berusaha menyesuaikan dirinya dengan keadaan di dalam kelompok&amp;nbsp; sosialnya karena individu merasa ada tuntutan, tekanan atau desakan untuk menyesuaikan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kiesler dan Kiesler mengatakan konformitas adalah perubahan perilaku, keyakinan atau perasaan yang dialami berubah menjadi perilaku, keyakinan atau perasaan di dalam kelompoknya. Perubahan tersebut dikarenakan ada tekanan pada individu dari kelompoknya yang berupa hal nyata atau imajiner.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kedua pengertian tersebut ambil saja kesimpulan konformitas adalah “proses berubahnya dari perilaku, keyakinan atau perasaan individu menjadi perilaku, keyakinan atau perasaan kelompok”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Hal ini bisa kita ambil contoh, misalkan anda seorang diri dan bergabung dalam kelompok belajar matematika di mana pada kelompok tersebut orang- orang selalu memakai kemeja dan sepatu. Maka anda yang sebelumnya memakai kaos dan sendal menjadi merasa tidak enak dan pertemuan berikutnya memakai pakaian yang sama dengan kelompok anda walaupun bahkan kelompok tidak begitu peduli dengan pakaian anda. Saya rasa hal ini begitu besar terlihat di bangsa kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Mengapa Konformitas ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dinamika konformitas, Seseorang melakukan konformitas karena seseorang sering merasa dirinya tidak selalu benar sehingga dia perlu feedback dari orang lain sehingga dia masuk ke dalam kelompok. Misalkan anda berpola hidup “A”, anda tidak akan merasa pola hidup anda sempurna apabila tidak menanyakan saran dan masukan dari orang lain. Hal inilah yang membuat anda ingin sama dengan orang lain dengan kelompok yang ada di sekitar anda atau seseorang dari kelompok yang memberi saran dan masukan kepada anda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Komparasi Sosial (Teori perbandingan sosial) :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Individu ingin konformitas karena individu menilai bahwa kelompoknya benar dam individu merasa takut kalau dirinya ditolak kelompoknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Individu takut kesepian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script src=&quot;http://adsensecamp.com/show/?id=IEQHZjPEHVo%3D&amp;amp;cid=sO23aMPfjUo%3D&amp;amp;chan=xeWStvuxZ2M%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Individu takut dianggap pembelot&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Rose, Beirbeur dan Stofmant menyatakan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Dinamika konfirmitas terjadi karena ada perbedaan pendapat pada kelompok dan perbedaan tersebut menimbulkan rasa&amp;nbsp; tidak enak, ketidakenakan itu menjadi individu konform&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Individu takut dicap sebagai individu yang bodoh, menyimpang, gila.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Beberapa bentuk konformitas secara nyata bisa kita lihat contoh dari 2 kasus yang sudah dapat ditemukan di Indonesia. Bila anda melihat acara satu lawan banyak maka anda akan melihat seorang yang terkonformitas oleh kelompok yang bahkan seseorang itu tidak tahu siapa dia. Contohnya, tiba- tiba ada sekelompok orang lari maka ada satu orang yang berjalan kemudian ikutan lari juga. Contoh lain pemimpin primagama Purdi E. Chandra di mana mengawali kesuksesannya dengan konformitas. Beliau memberikan pelayanan bimbel gratis bagi siswa di lingkungan rumahnya, dengan syarat anak- anak harus bawa baju ganti, sepeda dan bekal makan. Jadi pada intinya anak- anak diharuskan memakirkan sepedanya di halaman tempat bimbel, anak- anak juga harus main dan makan bekal di halaman rumah. Hal ini menunjukan supaya tempat bimbel terasa rama maka &lt;i&gt;atribusi &lt;/i&gt;orang menunjukan kalau bimbel ini laku dan berkualitas. Alhasil keesokan harinya banyak yang terkonformitas dan daftar bimbel dan banyar. Setahun kemudian cabangnya di mana- mana seluruh Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Penelitian Konformitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Teori- teori konformitas ini sebenarnya sangat dipopulerkan oleh sebuah penelitian yang sederhana dan fenomenal. Penelitian ini dilakukan oleh Musafer Sharif dan Solomon Asch yang berjudul &lt;i&gt;Autokinetik Fenomenom. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Autokonetik Fenomenom adalah suatu gejala di mana orang- orang akan bebas atau secara mandiri apabila sendirian. Tapi kalau di dalam kelompok pilihannya sesuai dengan apa yang dilakukan kelompok itu. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Penelitian itu adalah di dalam kelas Peneliti menulis di papan tulis sperti ini :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;”Pilih dari jawaban di sebelah kanan mana garis yang sama dengan garis di sebelah kiri?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2GqpNcPnsmrqwGpiqwa_6BHgNlv7Y924sXF_x_tEvr7ax10PuH91wRqDA_7d3WQbUsE53hCXO4S_xLnygSHn8QzEkSewUyBMX4li0N9h-DQG0T3evNw2FwWrRYcVLytdl1gaSypKomvau/s1600/konform.bmp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;60&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2GqpNcPnsmrqwGpiqwa_6BHgNlv7Y924sXF_x_tEvr7ax10PuH91wRqDA_7d3WQbUsE53hCXO4S_xLnygSHn8QzEkSewUyBMX4li0N9h-DQG0T3evNw2FwWrRYcVLytdl1gaSypKomvau/s400/konform.bmp&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Di dalam sebuah ruangan terdapat sekitar 15 orang. 8 orang di antaranya adalah asisten peneliti yang berpura- pura menjadi orang biasa. Asisten peneliti diberi instruksi harus menjawab “A” yang sebenarnya adalah jawaban yang salah. Kemudian saat disuruh menjawab, assisten peneliti menjawab “A” , kemudian yang benar- benar orang biasapun menjadi ikut- ikutanan menjawab “A” yang&amp;nbsp; jawabannya salah. Padahal jawaban yang benar adalah “C”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Penjelasan lebih lanjut misal saja anda yang bahkan menganggap suatu penilaian terhadap pakaian yang ada di depan anda jelek karena orang- orang yang ada bersama anda berkata pakaian itu jelek. Padahal kalau anda sendirian mungkin saja anda berpersepsi kalau pakaian itu bagus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Jenis- jenis Konformitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Konformitas terbagi menjadi 2 tipe :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 56.25pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Simple Compliance/ Expendiance Conformity, yaitu konformitas yang berupa perifer. Konformitas yang dimaksud adalah konformitas dari luarnya saja sehingga tidak sampai termaktum di dalam hati. Konformitas ini digunakan seolah- olah hanya untuk menghindari hukuman atau mendapat hadiah. Contohnya : Di kampus subjek “A” mengikuti kebiasan yang ada di kampus untuk memakai jilbab karena memang peraturan di tempat itu menyuruhnya memakai jilbab. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 56.25pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Totaly Conformity/ Private Acceptance, yaitu kebalikan dari sebelumnya. Sseseorang berkonformitas karena memang kelompoknya sesuai dengan hatinya sehingga ia sama dengan kelompoknya sepenuh hati. Orang yang melakukan hal ini meyakini kalau kelompoknya benar. Contohnya : Subjek “A” memakai jilbab karena memang dia yakin kalau hal tersebut benar sehingga dia memakai jilbab sepenuh hati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Faktor- faktor yang mempengaruhi Konformitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Besar kecilnya kelompok, semakin kecil kelompok maka semakin besar konformitas. Penjelasannya adalah sekarang kita berfikir di sebuah kelompok jama’ah pengajian akbar dengan kelompok pengajian dengan orang yang hanya berdelapan. Maka kedekatan kelompok akan lebih terasa pada jumlah kelompok yang lebih kecil karena semakin kecil semakin jelas individu satu dengan yang lain berkonformitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Mayoritas, semakin banyak kelompok yang sama dan membuat konform maka semakin besar konformitas. Hal ini jelas , semakin banyak orang yang satu pemikiran di dalam kelompok maka semakin mudah individu untuk terkonform.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kejelasan Identitas, semakin jelas identitas kelompok tersebut maka semakin mudah orang yang ada di dalam kelompok tersebut terkonformitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Beberapa pemikiran- pemikiran” &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Reinforcement&lt;/i&gt;, ketika seseorang diberi penguat supaya orang itu berkonformitas/ sama degan kelompoknya maka akan terjadi konformitas. Hal ini bisas dimaksudkan seperti reward dan punishment. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun yang menariknya adalah pernyataan Duval mengenai self Esteem yaitu jika seseorang memiliki harga diri yang tinggi maka seseorang berkonformitas. Hal tersebut supaya tidak ter&lt;i&gt;alienasi. &lt;/i&gt;Dalam teori lain orang yang memiliki harga diri yang tinggi tidak langsung terkonformitas. Namun apabila ada kelompok yang dikaguminya baru berkonformitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Teralienasi (alien = makhluk asing) adalah seseorang yang tidak berkonformitas di dalam suatu kelompok sehingga tampak asing. Asing bisa karena kondisi objektif memang beda sendiri, atau memang dikucilkan karena dia paling berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Syndrome Alienace adalah sindrom ketidaknyamanan kalau tidak terkonformitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Mengapa orang bisa dengan rela masuk kelompok dan berkonformitas ? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Saya sendiri bukan hanya mahasiswa S1 Psikologi Universitas Muahammadiyah Surakarta, tapi saya juga masuk organisasi kemahasiswaan (IMM) di dalamnya. Tentunya tak mudah bagi saya langsung masuk ke dalam organisasi tersebut karena beralasan Tujuan dan Ideologi Persyarikatan (It’s hypocrite). Maka tentu ada tahap- tahap mengapa orang bisa masuk ke dalam organisasi tersebut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kesesuaian (Frame of Value) “SINA sistem individu nilai dan asumsi” adalah seseorang akan melihat dahulu organisasi ini sesuai tidak dengan nilai yang dianut oleh saya. Bukan berarti nilai agama atau hal yang lebih private lagi. Nilai disini bisa jadi kesukaan, gaya hidup, norma yang ada di dalam diri, dan lain- lain. Misalnya saya suka masuk organisasi theater itu karena saya dari SD suka baca puisi dan itu hobi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Density / Keramaian di dalam kelompok : seseorang akan melihat ramai atau tidak kelompok tersebut. Misalnya ternyata di theater itu asyik dan ramai banyak orang baik- baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Sosial Popularity : Di masyarakat dan lingkungan terkenal/populer/bonafit/familiar atau tidak. Misalanya ternyata selain ramai, organisasi ini juga profesional sehingga familiar di kalangan mahasiswa se universitas. Bila teater ini tampil pasti banyak penonton yang menantikan aksinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Tujuan : Tujuan dari organisasi ini. Misalnya saya sudah memasuki tiga tahap hingga keempat tujuan. Maka saya juga setuju dengan tujuan organisasi tersebut yang bertujuan menghibur masyarakat kampus dan masyrakat umum, lalu menjadi media aspirasi rakyat bawah, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ideologi (Filosofis) : Menunjukan nilai- nilai apa yang dibangun di organisasi tersebut. Misalnya kemudian setelah saya setuju dan menjalankan sesuai tujuan saya juga terkonformitas di ideologi organisasi tersebut yaitu mengenal plularitas dan kebersamaan. Maka saya tidak membeda-bedakan SARA dan mau turut tertawa bersama walau tidak ada kegiatan demi bersosial pluralitas itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Orang- orang non Konformitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Non konformitas sendiri terbagi menjadi 2 yaitu anti konformitas dan independence :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Antikonformitas : orang yang satu ini memang punya sifat penentang, tidak mau sama dengan kelompok di sekitarnya mau menentang aturan dan konformitas yang ada. Contoh : seorang budak yang menentang tidak mau bekerja sebelum gajinya naik. Padahal teman- temannya nurut saja sama atasannya yang itu sudah jadi aturan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Independence : orang yang teguh pendiriannya. Misalnya Bob Sadino yang tetap saja pakai celana pendek ke mana- mana padahal biasanya orang- orang pakai celana panjang dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ada 4 hal orang non konformitas yaitu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Reactance/kebebasan = memberikan reaksi untuk tidak terbelenggu. Orang ini benar- benar tidak ingin terbelenggu oleh aturan, keseharian, prespektive yang sudah terbangun di lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Mencari perhatian = Jelas. Karena gayanya yang beda sendiri sehingga perhatian tertuju padanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Unique/unik = ingin menjadi orang unik/ beda sendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Deindividuasi= ingin mengaburkan identitas karena kalau orang mudah dikenali orang jadi tidak bebas beraktifitas. Misalnya, ada demo semua orang pakai almamater. Orang tersebut malah pakai baju hitam pegang kamera berlagak wartawan. Sewajarnya mahasiswa yang turut memakai almamater dan demo, orang itu jusru bebas berkeliaran mengambil gambar dan berita dari banyak sisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Tambahan tentang kasus remaja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ketika saya mengikuti perkuliahan psikologi perkembangan 2 mengenai &lt;i&gt;remaja awal. &lt;/i&gt;Saya mendapatkan sifat- sifat remaja yang salah satunya disebut &lt;i&gt;equarell &lt;/i&gt;(maaf kalau mungkin tulisannya salah, nanti akan saya bahas panjang lebar di bab usia remaja dini. E***** ini mengartikan bahwa remaja mudah terbawa emosinya sehingga ingin berkelahi karena ikut-ikutan temennya berkelahi. Maka hal ini bisa dihubungkan dengan konformitas. Mengapa remaja tauran bukan berarti remaja itu mengerti betul permasalahan yang terjadi di lapangan. Namun bisa karena ikut- ikutan terkonformitas dengan kelompoknya. Jaga remaja- remaja anda karena masa- masa remaja mudah di provokasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Sumber : Psikologi Sosial 2 pengampu pak Soleh Amini &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Lihat juga &lt;a href=&quot;http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/02/compliance-sebuah-kesepakatan-dalam.html&quot;&gt;Compliance&lt;/a&gt;, Obodience&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Tanggal 21 Januari 2011 Jam 10.52&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Gugusasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/1426099672268977300/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/ombral-rahasia-konformitas-menjawab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/1426099672268977300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/1426099672268977300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/ombral-rahasia-konformitas-menjawab.html' title='Obral Rahasia Konformitas : Menjawab beberapa permasalahan sosial'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiW2l1el5oMw8y12j9HYBaDsM2WeL8jT5EmkH9vW-8rosegKhiE0jA8CAUjo7HH6q4wagXtlJIVzcfUBdVWE2GJQvPD0oO6liQk7lcTq8rALLXnQ8sh0O3IJ9E4LgWPeisuy57zhvC1uWe/s72-c/PIC_0139.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-4744841990954211980</id><published>2011-01-20T17:29:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T17:30:48.855-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="komputer"/><title type='text'>Level- Level Kualitas Film</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMUtGe3gS25TPIo76bA_d5RwzxhHxuWJqTCiFWwuj_BDblYYXV16yNWduYqo5wayabxURfS2T3OcKr-yK3e4eyivsTtCZrmSgvhnvKY8tCtP2HHSvhC6HRnWVVsSR7iRYqMw88sudIUJo2/s1600/film-bajakan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMUtGe3gS25TPIo76bA_d5RwzxhHxuWJqTCiFWwuj_BDblYYXV16yNWduYqo5wayabxURfS2T3OcKr-yK3e4eyivsTtCZrmSgvhnvKY8tCtP2HHSvhC6HRnWVVsSR7iRYqMw88sudIUJo2/s320/film-bajakan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di sini saya cuman sharing ilmu masalah kualitas gambar film. Sehingga &quot;bagi anda&quot; yang ingin mendownload atau DLL. Tentunya di dalam downloadtan tersebut terdapat tanda- tanda di bawah ini menunjukan kualitas film, Let&#39;s check it out :&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;CAM dan Telesync “TS” &amp;nbsp;, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ini adalah produk yang kualitas gambarnya sangat buruk karena di rekam menggunakan handycam atau alat sejenisnya di bioskop. Di antara keduanya lebih brutal ancurnya tipe CAM, kalau TS sudah agak profesional yang bajak. “tapi tetep aja jelek gambarnya -_-‘” Sehingga ketika anda ingin mendownload dengan tipe ini maka jangan di download karena anda akan menemukan malapetaka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #76923c; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #76923c; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;R5 Region 5 , &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ini adalah produk slundupan. Nah kualitas gambarnya sudah original atau sudah benar- benar dari DVD langsung hanya saja terkadang suaranya agak jelek. Kalau anda menemukan film dengan tipe ini saya sarankan untuk menunggu beberapa hari lagi supaya dapat kualitas &lt;i&gt;DVDrip&lt;/i&gt;, tapi kalau suatu kondisi ingin download maka anda boleh mendownload karena gambarnya pun udah original. &lt;span style=&quot;color: #76923c;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #76923c; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #76923c; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;DVDscr DVD screener, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ini adalah produk dari percontohan film, gambarnya bening atau sudah original. Hanya saja ada text Copyright di sela- sela film sehingga agak sedikit mengganggu. Bila ingin mendownload film dengan kategori ini ya sama saja, coba tunggu beberapa hari. Tapi kalau benar- benar ingin download silahkan download saja karena gambar maupun suaranya sudah benar- benar original.&lt;span style=&quot;color: #76923c;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #76923c; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #17365d; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;DVDrip, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ini adalah produk original berkualitas bening DVD. Membeli original dengan mendownload tipe ini kualitasnya sama- sama bagus. Jika menemukan film dengan tipe ini anda perlu mendownloadnya. Yakin gambar dan suaranya sudah bagus original dan tidak ada teks penganggu.&lt;span style=&quot;color: #76923c;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script src=&quot;http://adsensecamp.com/show/?id=IEQHZjPEHVo%3D&amp;amp;cid=sO23aMPfjUo%3D&amp;amp;chan=xeWStvuxZ2M%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #76923c; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #17365d; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;BRrip BluRayRip,&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ini adalah produk terjernih saat ini. Kualitas gambar dan suara benar- benar sangat bening. Hanya saja karena terlalu jernih filenya lebih besar dari DVDrip. Tapi sensasinya bo.. Bahkan jauh lebih baik dibanding anda beli atau minjem di rental film original non Bluray. “Secara siapa yang mau beli DVD BR original Bluray di Indonesia (Persepsi yang miskin, hehehe)” &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;He, Mohon maaf bila ada yg tidak berkenan.. &lt;span style=&quot;color: #76923c;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/4744841990954211980/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/level-level-kualitas-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/4744841990954211980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/4744841990954211980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/level-level-kualitas-film.html' title='Level- Level Kualitas Film'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMUtGe3gS25TPIo76bA_d5RwzxhHxuWJqTCiFWwuj_BDblYYXV16yNWduYqo5wayabxURfS2T3OcKr-yK3e4eyivsTtCZrmSgvhnvKY8tCtP2HHSvhC6HRnWVVsSR7iRYqMw88sudIUJo2/s72-c/film-bajakan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-1855649294625228918</id><published>2011-01-20T03:01:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T03:03:21.526-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>Taksonomi Bloom Tahap Kognitif (Plus Revisi yang Baru)</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWIz1WW9HwHjm__5WRWi44aCOPqXt8H3aKgqflXDvtX-uLILE1teerBheG3q3LQhaRL-ZqtWQlDwvkGTqyWKB6Yybt69Npj15dYTc0ZLV6TVNkOk2FhL26QJ8l_S4ZfebRO7aJ81Noq_gc/s1600/head_and_brain.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWIz1WW9HwHjm__5WRWi44aCOPqXt8H3aKgqflXDvtX-uLILE1teerBheG3q3LQhaRL-ZqtWQlDwvkGTqyWKB6Yybt69Npj15dYTc0ZLV6TVNkOk2FhL26QJ8l_S4ZfebRO7aJ81Noq_gc/s320/head_and_brain.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Taksonomi Bloom adalah sebuah teori pendidikan yang diciptakan oleh&amp;nbsp; Benjamin S Bloom pada tahun 1956. Pada Taksonomi Bloom, tujuan pendidikan di bagi menjadi tiga yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Ranah Kognitif, yang meliputi aspek- aspek kognitif pada diri seseorang seperti cara berfikir, pengetahuan, pemahaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Ranah Afektif, yang meliputi aspek- aspek perasaan dan emosi seperti bakat, minat, sikap&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Ranah Psikomotorik, yang meliputi aspek- aspek psikomotor seperti olahraga, menggambar.&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pada pembahasan saat ini, akan focus pada pembahasan Ranah Kognitif sebagaimana telah dijabarkan oleh Benjamin S Bloom, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pengertian (Knowledge)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tahap pertama pada Taksonomi Bloom. Pada tahap ini seseorang dapat mengenali pengertian, definisi, gagasan, atau fakta- fakta dari istilah tertentu. Misalkan : Phobia adalah ? Maka pada tahap ini kita akan memaknai phobia adalah ketakutan yang berlebihan pada sesesuatu yang tidak wajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pemahaman (Comprehension)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pada tahap ini seseorang sudah memahami sesuatu seperti sebuah gambaran, diagram, grafik, laporan, peraturan dan lain- lain. Misalkan ketika melihat grafik statisti&lt;/span&gt;k penyakit phobia di Indonesia&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt; seseorang sudah bisa menterjemahkan kepada pemahamannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;Aplikasi (Application)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tahap ini seseorang sudah dapat menerapkan pengertian, metode, rumus, ke aplikasi nyata. Misalkan seseorang sudah bisa menjabarkan tentang seseorang yang memiliki penyakit phobia di kehidupan nyata misalnya cemas pada sesuatu atau seseorang sudah bisa menjelaskan statistik tentang penyakit phobia di Indonesia dengan menggambar grafik statistik.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;Analisis (Analysis)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selanjutnya pada tahap ini seseorang sudah dapat menganalisa informasi yang masuk dan membaginya dalam bagian- bagian. Misalnya seseorang dengan ciri- ciri menjadi cemas tiba- tiba di lingkungan luar atau di suatu acara maka seseorang sudah mampu menjawab soal tersebut dengan phobia sosial. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;Sintesis (Synthesis)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada tahap ini seseorang sudah dapat menjabarkan struktur dan informasi yang belum terlihat sehingga menemukan sebuah solusi dari persoalan. Misalkan phobia sosial maka seseorang dapat menjabarkan faktor- faktor dari phobia sosial misal faktor traumatic masa lalu, kondisi keluarga yang tidak mendukung, dll. Sehingga dapat ditemukan sebuah solusi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;Evaluasi (evaluation)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada tahap ini seseorang sudah dapat menjabarkan solusi yang dipersoalkan dan memilih solusi- solusi yang tepat. Misalkan phobia sosial solusinya dengan menggunakan terapi CBT, obat psikotropica, dll. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/imglanding?q=taksonomi+bloom+kognitif&amp;amp;um=1&amp;amp;hl=id&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;sa=N&amp;amp;rls=org.mozilla:id:official&amp;amp;tbs=isch:1&amp;amp;tbnid=v0Hh_5D3eOu3oM:&amp;amp;imgrefurl=http://imamahmadi.wordpress.com/2010/04/23/taksonomi-bloom-yang-baru/&amp;amp;imgurl=http://imamahmadi.files.wordpress.com/2010/04/blom1.jpg&amp;amp;ei=CxU4Te21FIXZcfjm8cQK&amp;amp;zoom=1&amp;amp;w=501&amp;amp;h=246&amp;amp;iact=hc&amp;amp;oei=8xQ4TeKaMsaGrAep_aSxCA&amp;amp;esq=10&amp;amp;page=2&amp;amp;tbnh=96&amp;amp;tbnw=195&amp;amp;start=10&amp;amp;ndsp=11&amp;amp;ved=1t:429,r:10,s:10&amp;amp;biw=1047&amp;amp;bih=445&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;313&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLfUhXj9Mps1mJ58zFhDNIVPS9YYoJTZROs9x1zGrNoMqu1pKzjTOzg1IzZYGMMivyYv1jPT94AN3pp_JGuEHDSCf-C0rc7UstdNLz_gfbd9OhtLAO1unMooAVMtbzZALie5uxsgm9VEaP/s640/blom1.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;Di dalam versi terbarunya Taksonomi Bloom terjadi beberapa perubahan yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Remembering, pada tahap ini seseorang mampu mengingat kembali pengertian, informasi yang masuk.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Understanding, pada tahap ini seseorang dapat memahami, menjabarkan, atau menegaskan akan informasi yang masuk seperti menafsirkan dengan bahasa sendiri, memberi contoh, dll.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Creating, pada tahap teratas ini seseorang bisa memadukan berbagai macam informasi dan mengembangkannya sehingga terjadi sesuatu bentuk yang baru. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;admin gugusasa &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/1855649294625228918/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/taksonomi-bloom-tahap-kognitif-plus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/1855649294625228918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/1855649294625228918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/taksonomi-bloom-tahap-kognitif-plus.html' title='Taksonomi Bloom Tahap Kognitif (Plus Revisi yang Baru)'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWIz1WW9HwHjm__5WRWi44aCOPqXt8H3aKgqflXDvtX-uLILE1teerBheG3q3LQhaRL-ZqtWQlDwvkGTqyWKB6Yybt69Npj15dYTc0ZLV6TVNkOk2FhL26QJ8l_S4ZfebRO7aJ81Noq_gc/s72-c/head_and_brain.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-215190912288510088</id><published>2011-01-19T17:43:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T17:43:40.548-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>Optimal Arrausal Theory : Mengetahui kinerja anda yang optimal</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfGC6rjNAn27-_gxYFKbOdBvX87bMfizVipnWzJMqb-fcqOce3AStE6guPk5p0wTolg6jxkeTzl-ZtlRdE-C4Yy2duNF4RL1p1z-bFidzv1nkyN923ui16RYgsvkS2hkKCZMS641pe8n9x/s1600/Arausal+teori.bmp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;187&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfGC6rjNAn27-_gxYFKbOdBvX87bMfizVipnWzJMqb-fcqOce3AStE6guPk5p0wTolg6jxkeTzl-ZtlRdE-C4Yy2duNF4RL1p1z-bFidzv1nkyN923ui16RYgsvkS2hkKCZMS641pe8n9x/s320/Arausal+teori.bmp&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Anggap saja anda adalah seorang guru atau seorang manajer SDM di suatu instansi. Tentu anda harus pandai mengatur tugas sedemikian rupa kepada murid atau pekerja anda agar anda dapat mengoptimalkan siswa dan pekerja dalam menyelesaikan tugas tersebut. Coba atur mereka tersebut dengan teori &lt;i&gt;Optimal Arrausal Theory &lt;/i&gt;yang dikemukaan oleh Robert M. Yerkes dan J. D. Dodson pada tahun 1908. Teori tersebut menyatakan beban atau stimulus kerja apabila meningkat maka kinerja kerja juga meningkat. Stimulus kerja tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt; meningkat namun hanya pada batas tertentu sehingga apabila stimulus ditambah maka kinerja kerja justru menurun.&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Hal tersebut dilakukan Robert dan Dodson dengan seekor tikus yang ditempatkan di kotak labirin. Di dalam labirin tersebut tikus bertugas menemukan pintu keluar meloloskan diri dari labirin tersebut. tikus tersebut diberi stimulus tegangan listrik. Tegangan itu mampu membuat tikus lebih cepat bergerak untuk menemukan jalan keluar dari labirin itu. Listrik semakin ditambah dan tikus mampu bekerja lebih baik lagi. Sampai pada batas tertentu, ketika tegangan listrik ditambah tikus justru semakin lemah dan kesakitan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Penelitian itu tentu membuahkan hasil bahwa kita dapat bekerja lebih baik apabila tugas- tugas yang diberikan juga ditambah banyak. Namun banyaknya tugas tersebut juga hanya pada jumlah tertentu sehingga ketika ditambah lagi tugasnya, keahlian kita justru menurun. Contoh aplikasi nyata apabila seorang guru memberikan tugas menggambar prespektif objek 3 dimensi pada seorang murid dan harus dikumpulkan 3 hari kemudian dan memiliki standard penilaian terhadap tugas yang tinggi. Hal tersebut membuat siswa semakin giat mengeksploitasi pemikirannya untuk segera mengerjakan tugas itu dibanding tugas menggambar itu dikumpulkan 3 atau 4 bulan kemudian saat ujian akhir tiba. Di sisi lain akan membuat siswa tersebut stres dan tidak bisa berkonsentrasi untuk menghasilkan sesuatu yang maksimal apabila stimulusnya ditambah lagi. Misalkan ditambah mengerjakan tugas tersebut minimal 10 lembar gambar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Satu teori ini adalah salah satu pengembang dari mazhab &lt;i&gt;Behaviorisme&lt;/i&gt; yang berarti salah satu fokusan dari perilaku manusia (dari sisi lain yang memang tampak sebagaimana pengembang Behaviorisme menggunakan perantara binatang di setiap penelitiannya).&amp;nbsp; Teori ini bisa digunakan bagi kita yang ingin mengatur orang supaya mereka dapat bekerja secara maksimal. Keahlian kita untuk memilih batas ambang maksimal dalam memberikan tugas inilah yang perlu diasah sehingga penting untuk mengenal hubungan antar personal kepada orang yang dituju. Hal tersebut, kalau tidak dilakukan dengan benar dapat menimbulkan stress kerja yang berdampak buruk bagi kinerja itu sendiri, kalau sudah stress maka perlu adanya &lt;i&gt;manajemen stress&lt;/i&gt; supaya kinerja kerja orang dapat kembali maksimal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;height: 147px; left: 0px; margin-left: 307px; margin-top: 0px; position: absolute; width: 252px; z-index: 1;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Psikologi Industri dan Organisasi, 10 Desember 2010 12.30 WIB&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Gugus Adab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/215190912288510088/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/optimal-arrausal-theory-mengetahui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/215190912288510088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/215190912288510088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/optimal-arrausal-theory-mengetahui.html' title='Optimal Arrausal Theory : Mengetahui kinerja anda yang optimal'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfGC6rjNAn27-_gxYFKbOdBvX87bMfizVipnWzJMqb-fcqOce3AStE6guPk5p0wTolg6jxkeTzl-ZtlRdE-C4Yy2duNF4RL1p1z-bFidzv1nkyN923ui16RYgsvkS2hkKCZMS641pe8n9x/s72-c/Arausal+teori.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-6154870137626799942</id><published>2011-01-19T05:39:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T05:39:35.916-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>Mengenal Pemimpin lebih Dekat (Prespektif Psikologi Sosial)</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9e1AHDn5_1OsXtFoBEDoSpSUnwfLtrs2MiCviboUbo8SEn-yrpmLmk0Oy-ZT9YT7cylktDzssP6X3DS3Aaq21_zwAzU_zsdbPzyqHVS2FkB7TjAwI9RtxmAvV_HWX8vVQlzjVe-Go-Nk/s1600-h/NeverComeAgain.JPG&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5381550434400938450&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9e1AHDn5_1OsXtFoBEDoSpSUnwfLtrs2MiCviboUbo8SEn-yrpmLmk0Oy-ZT9YT7cylktDzssP6X3DS3Aaq21_zwAzU_zsdbPzyqHVS2FkB7TjAwI9RtxmAvV_HWX8vVQlzjVe-Go-Nk/s320/NeverComeAgain.JPG&quot; style=&quot;height: 240px; width: 320px;&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kita  analogikan sebidak raja di dalam permainan catur. Dimana satu butir  bidak itu adalah penentu antara menang dan kalah dalam permainan catur,  sehingga seorang pemain harus berputar- putar otak untuk melawan dan  bertahan menggunakan seluruh bidak lainnya demi menyelamatkan sang bidak  raja tersebut. Bidak raja itu seolah- olah sosok yang tidak boleh mati  karena dialah sang penentu yaitu pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;post-body entry-content&quot;&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Di dalam kehidupan  nyata, seorang pemimpin akan selalu ada di setiap komunitas manusia dan  di mana- mana seorang pemimpin itu adalah sang penentu. Maka dari itu  siapa sih sesungguhnya pemimpin itu ?&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Di  dalam sebuah kelompok, pemimpin memiliki peran yang aktif. Pemimpin  adalah orang yang dipercaya masyarakat atau keluarga karena ia dapat  mengerti dan mementingkan kebutuhan- kebutuhan kelompoknya dalam usaha-  usahanya dalam pemimpinannya. Penilaian terhadap sebuah kepemimpinan itu  bisa dilihat dari keterampilan dia memimpin, dan sikap pribadinya.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tugas  seorang pemimpin adalah berusaha supaya kelompok yang dipimpinnya dapat  merealisasikan tujuan sebaik- baiknya dengan sebuah kerja sama yang  produktif dan dalam keadaan bagaimana- bagaimanapun yang dihadapi  kelompoknya. Namun, Floyd Ruch memiliki 3 tugas kepimpinan yaitu : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1.  structuring the situation = seorang pemimpin harus memberikan struktur  yang jelas dari situasi- situasi yang rumit di dalam kelompoknya. Ia  harus bisa memanajemen pelaksanaan untuk mengatasi berbagai situasi,  permasalahan atau misi di dalam timnya. Apalagi di dalam kelompok ia  memiliki kharisma yang tinggi/ sebuah hak ketegasan &quot;frame of reference&quot;  untuk mengambil keputusan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2.  controling group behavior = mengawasi dan mengatur tingkah laku  kelompok. Ia harus dapat mengawasi dan mengambil tindakan dari tingkah  laku individu yang menyeleweng di dalam kelompoknya yang tentunya sudah  diatur di dalam peraturan bersama. Maka dari itu seorang pemimpin harus  berusaha untuk mentaati semua peraturan yang telah dibuat dari  kelompoknya sendiri, juga berguna sebagai contoh tauladan sehingga  apabila pemimpinnya berperilaku taat terhadap aturan, yang lainnya dalam  satu kelompok itu juga ikut taat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.  Spokesman of the group = seorang pemimpin harus menjadi juru bicara  untuk kelompoknya. Ia harus bisa menjelaskan keinginan- keinginan  kelompoknya, pengharapan- pengharapan kelompoknya, dan sebagainya ke  dunia. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lewin,Lippit, dan White melakukan eksperimen tentang pemimpin dan menghasilkan 3 jenis pemimpin yaitu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1. Otoriter &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;pemimpin  menentukan segala kegiatan kelompok secara otoriter. Dia memerintah  tanpa dikomunikasikan dulu kepada kelompoknya kenapa ia memberi perintah  seperti itu dan apakah perintah itu baik atau tidak bagi kelompoknya.  Sifatnya biasanya menyendiri dan hanya berinteraksi kepada kelompoknya  ketika memberi instruksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2. Demokratis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&amp;nbsp;pemimpin  mengajak anggota kelmpoknya untuk menentukan tujuan bersama kelompoknya  dengan bermusyawarah dan mufakat. Pemimpin memberi saran dan beberapa  alternatif yang kelompoknya bisa memilih langkah mana yang terbaik.  Pemimpin demokratis memberikan penghargaan dan kritik secara objektif  dan positif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3. Laissez Faire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&amp;nbsp;pemimpin  hanya bertindak pasif seperti penonton saja di dalam kelompoknya. Ia  hanya menyediakan keperluan- keperluan untuk kelompoknya saja. Ia tidak  memberikan saran maupun alternatif kepada kelompoknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Pada  eksperimen Lewin, Lippit, dan White menghasilkan pada suatu eksperimen  terdapat sikap permusuhan yang 30 kali lipat lebih banyak daripada  kelompok yang dipimpin demokratis. Pada pihak lain terdapt terlampau  banyak ciri- ciri apatis dibanding demokratis atau Laissez Faire.  Setelah melakukan angket 95% memilih demokratis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Seorang pemimpin sedikitnya memiliki 3 ciri ini : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1.  Persepsi Soial = kecakapan untuk cepap tanggap situasi sosial yang ada  di kelompoknya dan mengambil sebuah tindakan untuk kelompoknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2.Kemampuan  berfikir abstrak = seorng pemimpin harus memiliki pemikiran abstrak  lebih tinggi dibanding anggota kelompoknya, yaitu intelegensi untuk  menafsirkan segala kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.  Kestabilan emosi = seorang pemimpin harus memiliki emosi yang stabl, ia  harus memiliki pemikiran- pemikiran yang positif di dalam sgala kondisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Referensi : Gerungan, Dr. W.A. Psikologi Sosial &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/6154870137626799942/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/mengenal-pemimpin-lebih-dekat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/6154870137626799942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/6154870137626799942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/mengenal-pemimpin-lebih-dekat.html' title='Mengenal Pemimpin lebih Dekat (Prespektif Psikologi Sosial)'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9e1AHDn5_1OsXtFoBEDoSpSUnwfLtrs2MiCviboUbo8SEn-yrpmLmk0Oy-ZT9YT7cylktDzssP6X3DS3Aaq21_zwAzU_zsdbPzyqHVS2FkB7TjAwI9RtxmAvV_HWX8vVQlzjVe-Go-Nk/s72-c/NeverComeAgain.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-7102720215798501847</id><published>2011-01-19T05:31:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T05:32:13.052-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>Psikologi Rasa : Menuju Manusia Tanpa Ciri Suryo Mentaram</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZuYLqf6zmMrziqdowLoUIGrYvEIO7LsC0xXW70yIBjs_cZVY1fIN-l5ICu40lKWSUY9JIw1I1YsN-N2dJ8pNbhWvUlUg6hgQDD-yUpTMisWKcqhvBWL8fSkYUuoldPvaqucJqkVTEeTmU/s1600/kas_soekarno.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;206&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZuYLqf6zmMrziqdowLoUIGrYvEIO7LsC0xXW70yIBjs_cZVY1fIN-l5ICu40lKWSUY9JIw1I1YsN-N2dJ8pNbhWvUlUg6hgQDD-yUpTMisWKcqhvBWL8fSkYUuoldPvaqucJqkVTEeTmU/s320/kas_soekarno.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Seorang agent of change adalah seorang pengubah yang berusaha untuk merubah keadaan&amp;nbsp; dari yang buruk menjadi baik. Perubah keadaan itu sudah menjadi keharusan bagi kita. Namun bagaimana kita menyebut diri kita sebagai tokoh revolusionis sejati bila kita tidak mengenal diri kita sendiri. Seorang yang menjadi suri toladan, tonggak perubahan harus&amp;nbsp; memahami pribadinya untuk menjadi pribadi yang baik. Beberapa tokoh psikologi memiliki teori- teori mengenai kesempurnaan diri manusia. Namun satu tokoh dari Indonesia bernama Ki Ageng Suryomentaram memiliki ilmu jiwa&lt;/span&gt; Kawruh Jiwa.&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Ki Ageng Suryomentaram lahir pada tanggal 20 Mei 1892 adalah anak ke-55 dari Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Pada awalnya Ki Ageng dinamai dengan nama Bendara Raden Mas Kurdianadji. Sosoknya di awal keraton biasa saja seperti kebanyakan saudaranya. Beliau sekolah seperti biasa, belajar 3 bahasa Belanda, Inggris dan Arab. Selain sekolah Ki Ageng gemar belajar ilmu sejarah, filsafat, agama dan ilmu jiwa. Beliau juga pernah belajar mengaji dengan Ky Haji Ahmad Dahlan. Ketika umur 18 tahun Ki Ageng diangkat menjadi pangeran Harya Suryomentaram. Beliau juga pernah bekerja 2 tahun di kantor gubernur.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Serta merta menjalani hidup yang biasa bersama 79 saudaranya, Ki Ageng mengalami kekurangan. Ia merasa kekurangan di dalam kraton hingga akhirnya ia kabur dari kraton. Setelah pengelanaan dirinya dan ketika beliau memutuskan untuk keluar dari kehidupan kraton. Dirinya mendapatkan perjalanan perjuangan yang panjang dalam bidang pendidikan dan menelurkan ilmu jiwa. Salah satu perjuangan yang besar adalah mengembang pendidikan bersama Ki Hadjar Dewantara termasuk rumahnya yang menjadi balai pendidikan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Sekilas tadi mengenai sejarahnya maka saatnya untuk mengenal ilmunya.&amp;nbsp; Pengajaran Suryo Mentaram tentang Kawruh Jiwa di masa perjuangan begitu banyak. Ajaran- ajarannya mengajarkan untuk menjawab pertanyaan aktualisasi dan kesempurnaan manusia. Begitu banyak yang diajarkan, salah satunya adalah ilmu Jiwa Kramadangsa. Kramadangsa adalah ilmu yang menunjukan kita untuk menjadi manusia yang sempurna atau menjadi manusia yang sehat 100%. Kramadangsa terbagi menjadi 4 tahapan yaitu tahapan juru tulis, 11 kelompok catatan- catatan, Kramadangsa, manusia tanpa ciri. Ketika masuk manusia tanpa ciri inilah menunjukan seseorang sehat 100%.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tahap 1, Juru tulis, &lt;/i&gt;tahap pertama ini adalah seseorang yang mempelajari tentang dirinya. Seseorang mencatat di dalam ingatannya akan hal yang dialami dalam hidupnya. Jika anda makan sayur pecel maka anda akan merasakan nikmatnya pecel itu. Sehingga ketika anda menceritakan kepada teman- teman anda, anda bisa menceritakan kepada teman- teman anda bahwa pecel itu enak walaupun saat anda menceritakan anda tidak sedang makan pecel. Dalam tingkatan Juru tulis seseorang menulis di dalam ingatannya sehingga dapat mendeskripsikan sesuatu dengan akurat. Namun tulisan itu layaknya benda hidup yang dapat mati. Bila tulisan itu tidak diberi makan maka akan kering, kurus dan mati. Maka, ingatan itu perlu diberi makan dengan &lt;i&gt;perhatian. &lt;/i&gt;Seseorang akan lupa kalau sayur pecel itu enak apabila ia tidak mengingat nikmatnya sayur pecel dengan mengingat kembali saat dirinya makan sayur pecel, atau makan sayur pecel lagi. Lupa menunjukan dengan mati, hal ini menunjukan tulisan enaknya sayur pecel telah mati. Begitupun ingatan pada hal yang lain, pada kebaikan, ajaran, nasehat, budi pekerti, norma, maupun moral. Seseorang akan membunuhnya apabila seseorang tidak memberinya makan dengan perhatian yaitu dengan mengingat, mengulang, mengamalkan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tahap 2, 11 kelompok catatan&lt;/i&gt;. Catatan yang tertulis di ingatan seperti benda hidup yang hidup makmur. Terdapat 11 kelompok catatan yang tertulis diingatan yaitu &lt;b&gt;pertama&lt;/b&gt;, harta benda ; rumah, perhiasan, dll. Bersifat harta bendaku sehingga bila dikurangi akan marah namun ditambah akan senang. &lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, kehormatan ; cara bersalaman, memberi pujian, dll. Bersifat sama seperti harta, bila tidak diberi kehormatan akan marah dan bila diberi kehormatan akan senang. &lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, kekuasaan adalah hak atas segala hal contohnya rumah bila diberi pagar menunjukan seluruh wilayah sampai batas pagar adalah kekuasaan sang pemilik rumah sehingga apabila ada orang yang masuk hingga melewati pagar tanpa izin sang pemilik berhak marah karena memasuki daerah kekuasaan orang lain tanpa izin. Hal ini juga sama bila diganggu/ dikurangi akan marah dan bila dibantu/ ditambah akan senang. &lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, keluarga contohnya istri, anak, keponakan. Hal ini sama bila diganggu akan marah bila diberi akan senang. &lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;, golongan. Golongan ada yang disengaja dan ada yang tidak disengaja. Yang tidak disengaja misalnya golongan miskin, kaya, pintar. Namun golongan disengaja misalnya partai politik, agama. Hal ini sama bila diganggu marah, bila dibantu senang. &lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;, bangsa. Bangsa biasanya masuk tanpa sengaja karena sepenanggungan. Hal ini menunjukan sama bila dihina akan marah bila dipuji akan senang. &lt;b&gt;Ketujuh&lt;/b&gt;, jenis. Hal ini menunjukan kita sama jenis manusia. Bila diganggu marah, bila dibantu senang. Ketika melihat orang dikejar babi hutan maka kita akan membunuh babi hutan itu dan membantu orang yang dikejar walaupun beda agama, suku, golongan karena orang yang dikejar dengan kita sejenis. Jenis manusia sehingga kita merasa tidak senang bila sesama manusia diganggu oleh makhluk dari jenis lain. &lt;b&gt;Kedelapan&lt;/b&gt;, kepandaian ; berhitung, olahraga, dll. Hal ini sama bila diganggu marah bila dibantu senang. &lt;b&gt;Kesembilan, &lt;/b&gt;kebatinan. Setiap orang berbeda- beda macam dan efeknya pada diri setiap orang. &lt;b&gt;Kesepuluh, &lt;/b&gt;ilmu pengetahuan berupa pengetahuan psikologi, hukum, dll. Memiliki efek yang serupa bila diganggu marah, bila dibantu senang. &lt;b&gt;Kesebelas, &lt;/b&gt;rasa hidup. Rasa untuk hidup ini adalah sesuatu disamping catatan- catatan yang ada di atas. Rasa hidup adalah suatu perasaan yang ada pada diri yang mendorong untuk memahami kalau seseorang perlu hidup. Aplikasi pada catatan dan rasa hidup adalah bila kita lapar lalu kita ‘ingin’ makan (ini di dorong dari rasa hidup) namun ternyata tidak ada sayur pecel yang nikmat maka urunglah kita makan. (Ini didorong dari catatan). Beda dengan anaknya yang tidak memiliki catatan nikmatnya sayur pecel. Bila ia lapar ia mencari makanan apa saja asal kenyang. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tahap 3, Kramadangsa. &lt;/i&gt;Bila tahap kedua masih mencapai perasaan- perasaan maka tahap Kramadangsa ini menunjukan si ‘diri’nya. Diri yang menggerakan, menanggapi, melakukan sesuatu. Maka bila ingin makan sayur pecel ia mengambil piring, nasi, sambel dan sayurannya hingga dia makan pecel tersebut. Namun apabila ada sebuah masalah terjadilah dua jalur. Jalur simpang tiga dan jalur tahap keempat yaitu manusia tanpa ciri. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tahap 4, Manusia tanpa ciri&lt;/i&gt;. Bila seseorang memiliki masalah lalu emosi dan mengeluarkan energi negatif maka orang itu termasuk pada persimpangan tahap 3. Maka orang tersebut terhenti pada tahap 3 belum bisa melanjutkan ke tahap 4 (Berjiwa Kramadangsa). Ke tahap 4 sendiri ‘manusia tanpa ciri’ adalah orang yang dapat menanggapi masalah dengan hati yang tenang. Sebetulnya yang dimaksud Kramadangsa adalah manusia dengan ciri sehingga manusia yang berhenti ini bila dihadapkan masalah keluar ciri yang sesungguhnya. Bila si miskin berhadapan dengan si kaya maka si miskin akan menunjukan identitas miskinnya begitupun si kaya, maka dalam pertemuan yang terjadi bertemu prasangka dengan prasangka. Ketika laki- laki melihat wanita cantik ia memamerkan kekayaan dan lain sebagainya. Sikap seperti ini diibaratkan buntut oleh Suryomentaram. Lain manusia tanpa ciri adalah orang yang mampu menggantikan ciri dirinya menjadi sesuatu yang baik. Menunduk, sederhana, integrasi, dan&amp;nbsp; mampu dekat dengan semua golongan. Tidak menunjukan siapa jati dirinya, namun mampu mengatur di mana diri dan sikap terbaik pada kondisi tertentu. Maka manusia tanpa ciri ini adalah sosok manusia yang sehat 100%.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Di sisi lain Suryomentaram juga menyebutkan seseorang selama hidup di dunia tidak akan pernah puas dengan keadaan yang saat ini dia capai. Beliau mengatakan ketika seseorang mencapai di satu tahap maka seseorang akan &lt;i&gt;Mulur&lt;/i&gt; sehingga seseorang ingin mencapai tahap yang lain lagi. Sseseorang tidak akan pernah puas mendapatkan apa yang didapatkannya. Maka seseorang yang baik harus memiliki sikap &lt;i&gt;mawas diri&lt;/i&gt; dengan mengenal dirinya sendiri sehingga setiap masalah&amp;nbsp; yang dihadapinya bisa diselesaikannya. Ini adalah bagian dari sikap manusia tanpa ciri. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Kita sangat baik berbicara bahwa kita adalah kaum intelektual, revolusionis, agent of change, elit, khilafah dan lain sebagaimana. Namun apakah asumsi yang manusia buat sepadan dengan asumsi Tuhan. Tentunya manusia sama saja. Kesempurnaan manusia tanpa ciri dari Ki Ageng Suryomentaram adalah sebuah gagasan untuk kita memahami diri kita sendiri. Bagi kita yang mengaku kaum- kaum yang disebut tentunya dapat menjadi manusia yang sehat jiwanya 100%. Sehingga semakin tinggi tingkat kecerdasan dan kemuliaan kita dalam berjuang maka kita harus mampu menunduk, dan dapat terintegrasi dengan segala strata. Bukan berbangga diri dengan kebaikannya sendiri sehingga mengeksklusifkan diri dengan bangga duduk di atas menara gading dan tidak mau turun kebawah karena orang- orang bawah adalah kotor dan tidak sepadan dengan dirinya. &amp;nbsp;Seorang yang baik harus dapat menjauhi sikapnya dari ciri-ciri sikap buruknya berganti dengan sosok yang anggun di masyarakat. Layaknya Nabi Muhammad SAW dengan suri tauladannya hingga mampu menyatukan berbagai bangsa menganut agama Islam rahamatan lil alamin dengan suka cita.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;Redaksi Gugus Adab&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/7102720215798501847/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/psikologi-rasa-menuju-manusia-tanpa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/7102720215798501847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/7102720215798501847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/psikologi-rasa-menuju-manusia-tanpa.html' title='Psikologi Rasa : Menuju Manusia Tanpa Ciri Suryo Mentaram'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZuYLqf6zmMrziqdowLoUIGrYvEIO7LsC0xXW70yIBjs_cZVY1fIN-l5ICu40lKWSUY9JIw1I1YsN-N2dJ8pNbhWvUlUg6hgQDD-yUpTMisWKcqhvBWL8fSkYUuoldPvaqucJqkVTEeTmU/s72-c/kas_soekarno.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-7172228828005266364</id><published>2011-01-19T05:13:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T05:13:33.256-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><title type='text'>Suka dan Duka antara Permen Karet dan Tubuh Kita</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/imglanding?q=permen+karet&amp;amp;um=1&amp;amp;hl=id&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;sa=N&amp;amp;rls=org.mozilla:id:official&amp;amp;tbs=isch:1&amp;amp;tbnid=Js5sLyYFLrNDVM:&amp;amp;imgrefurl=http://archive.kaskus.us/thread/3982615&amp;amp;imgurl=http://u.kaskus.us/3/8hyjsp45.jpg&amp;amp;ei=2uI2TYa1PIf5cdLz7LYB&amp;amp;zoom=1&amp;amp;w=400&amp;amp;h=300&amp;amp;iact=hc&amp;amp;oei=0uI2TZfiGIO0vgPs7rCzAw&amp;amp;esq=2&amp;amp;page=2&amp;amp;tbnh=108&amp;amp;tbnw=117&amp;amp;start=10&amp;amp;ndsp=12&amp;amp;ved=1t:429,r:4,s:10&amp;amp;biw=1047&amp;amp;bih=396&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh17mdpkeq3TcdIKlKxytgnyqChWqEQtGDzNIcwHi0IHCYFq2zrylLzVU2mbIw1wooND4k84yToothyZa3S4v9wJCn2DwmOBDDqnnUyToR5eTLn6D0LY6aZOTwHdxxD5qenKQlK50v54O3j/s320/images.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kunyahlah terus sampai bosan. Kalau anda bosan hidup berhenti mengunyah dan telan. Itu adalah keunikan dari permen unik yang bergengsi dari tahun ke tahun yaitu permen karet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda sendiri pasti pernah khan mengunyah permen karet? Beberapa orang menganggap mengunyah permen karet tidak berguna karena tidak bisa ditelan. Tapi yang perlu diketahui, ternyata permen karet memiliki rahasia penting yang berpengaruh bagi tubuh kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Let&#39;s check out&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merasakan rasa manis sebuah permen karet, kita harus mengunyahnya, dan di situlah letak menariknya. Dengan mengunyah permen karet, mulut kita akan merangsang terbentuknya air ludah (saliva). Air ludah yang dihasilkan, ternyata sangat berguna untuk membersihkan gigi dari bakteri-bakteri yang merusak. Para peneliti menyarankan untuk mengunyah permen karet yang telah di beri kandungan xylitol. Karena kandungan xylitol dapat merangsang terbentuknya lebih banyak air ludah, sehingga gigipun menjadi terawat. Kandungan xylitol juga dapat mengurangi risiko penyakit-penyakit berbahaya, seperti ganguan hati dan diabetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih menariknya lagi ada beberapa penelitian menyimpulkan bahwa dengan mengunyah permen karet, seseorang dapat mningkatkan konsentrasi beberapa persen sehingga siswa bisa lebih mudah menangkap pelajaran matematika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang peneliti, Craig Johnston, dari Baylor College of Medicine, Houston menjelaskan siswa pengonsumsi permen karet selama pelajaran matematika mendapatkan nilai lebih baik daripada rata-rata di kelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gil Leveille, direktur eksekutif Wrigley Science Institute juga menjelaskan bahwa mengunyah permen karet bisa meningkatkan kinerja otak hingga 40 % . kesimpulan ini diperoleh berdasarkan hasil kerja sama riset dengan peneliti-peneliti dari Jepang. Penelitian sederhana yang dilakukan di Inggris juga berhasil membuktikan, bahwa orang yang mengunyah permen karet pada saat ujian, mampu memperoleh nilai lebih baik ketimbang orang yang tidak mengunyah permen karet. “daya ingat mereka menjadi lebih tajam”, ungkap Leveile. “ini sangat masuk akal, karena dengan mengunyah permen karet, aliran darah menuju otak menjadi lebih lancer. Sehingga kinerja otakpun meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu penelitiannya adalah dari para peneliti Baylor yang mengambil sampel studi empat kelas matematika atau 108 siswa berusia antara 13-16 tahun. Objek penelitian mereka adalah siswa dari keluarga tidak mampu keturunan Hispanik yang bersekolah di Houston, Texas. Setengah dari sampel penelitian tersebut diberi permen karet gratis untuk dikonsumsi selama mengikuti pelajaran matematika, mengerjakan PR, dan ujian. Mereka mengunyah permen karet selama 86 persen dari keseluruhan waktu pelajaran matematika dan 36 persen waktu mengerjakan PR. Sedangkan sisanya tidak mengonsumsi permen karet.&lt;br /&gt;
Setelah 14 minggu, nilai matematika mereka yang mengonsumsi permen karet meningkat 3 persen dari sebelumnya. Meski secara statistik kecil, perubahan tersebut dinilai cukup signifikan. Hasil penelitian itu ditampilkan dalam forum Nutrisi untuk Masyarakat Amerika di New Orleans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapatkan hasil dari penelitian tentang permen karet itu. Para ilmuwan kemudian meneliti untuk menciptakan permen karet obat. Mereka berpikir, jika permen karet biasa bisa memperlancar aliran darah ke otak, tentu aliran darah ke seluruh tubuh juga jadi lebih lancar. Dengan demikian kandungan obat yang dibubuhkan di dalam permen karet, pasti akan berkhasiat lebih cepat dalam penyembuhan penyakit. Setidaknya jika dibandingkan dengan obat yang kita telan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1996, para peneliti dari Negara Denmark berhasil membuktikan. Bahwa pasien penderita alergi lebih cepat sembuh setelah mereka mengunyah permen karet sehabis minum obat, dibandingkan dengan pasien yang hanya menelan obatnya. Penelitian ini memberi ide para pengembang obat untuk menciptakan permen karet untuk sakit kepala, flu, batuk, dan penyakit lainnya. Bahkan para pengembang obat itu berencana untuk menciptakan permen karet bagi para pengidap penyakit asma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan senang dulu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber lain mengatakan Kalau permen karet itu juga berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gw Kopas aja ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PARIS - Para ahli kesehatan di Prancis telah memperingatkan akan risiko mabuk yang diakibatkan oleh kandungan kafein dalam permen karet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peringatan ini muncul setelah dokter menemukan kasus seorang bocah laki-laki menjadi murung dan tak bernergi karena pengaruh kafein yang berlebihan dalam permen karet. Orangtua si bocah pun segera melarikannya ke unit gawat darurat Rumah Sakit Naples&#39; Monaldi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak laki-laki itu juga mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut, terus menerus ingin buang air kecil, dan merasakan nyeri pada lengan. Menurut keterangan dokter, anak ini mengalami kesulitan bernapas, tekanan darah yang tinggi, serta detak jantung yang sangat cepat hingga 147 kali per menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dokter melakukan analisa yang seksama, diketahui penyakit yang menyerang bocah ini diakibatkan oleh mengunyah permen karet tinggi kafein, demikian keterangan yang dikutip dari AFP, Jumat (29/5/2009).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pasien kami mengakui sebelum merasakan sakit, dia mengonsumsi dua pak permen karet yang mengandung 320 miligram kafein selama empat jam,&quot; kata salah satu dokter yang menangani kasus ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagi bocah dengan berat badan sebesar 45 kilogram, konsumsi permen karet berkafein ini setara dengan 10 cangkir teh dalam tubuh orang dewasa seberat 70 kilogram,&quot; tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permen karet itu juga mengandung zat guarana, pemanis buatan dan bahan-bahan lainnya. Namun bahan-bahan ini masih aman selama dikonsumsi dalam jumlah rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu ada baiknya mengawasi anak-anak dalam mengkonsumsi permen karet berkafein. Anak-anak sangat sensitif terhadap kafein karena berat badan mereka sangat rentan didominasi oleh kandungan kopi dan teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah so, kesimpulannya permen karet dapat meningkatkan kecerdasaan kita karena dngan mengunyah permen karet dapat mempercepat aliran darah ke otak, namun jika kita mengunyah terlalu banyak prmen karet akan menyebabkan pnyakit mengingat kandungan zat yang ada di dalam permen karet tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya tergantung sesuai dengan paradigma kita..Kalo kita yakin permen karet bisa brmanfaat maka di dalam ketidaksadaraan, otak kita akan membuat asumsi kalo memang benda itu bermanfaat, tapi kalau tidak brmanfaat tapi kita ngunyah terus..Yaa. tunggu aja apa yang trjadi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau gitu sekian dulu ya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buanglah sisa permen karetmu di tempat sampah..n_n V&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi :&lt;br /&gt;
http://www.ilmupsikologi.com/?p=462&lt;br /&gt;
http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/05/29/56/224334/permen-karet-bisa-memabukkan&lt;br /&gt;
http://confundus.multiply.com/reviews/item/10</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/7172228828005266364/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/suka-dan-duka-antara-permen-karet-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/7172228828005266364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/7172228828005266364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/suka-dan-duka-antara-permen-karet-dan.html' title='Suka dan Duka antara Permen Karet dan Tubuh Kita'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh17mdpkeq3TcdIKlKxytgnyqChWqEQtGDzNIcwHi0IHCYFq2zrylLzVU2mbIw1wooND4k84yToothyZa3S4v9wJCn2DwmOBDDqnnUyToR5eTLn6D0LY6aZOTwHdxxD5qenKQlK50v54O3j/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940332962553597610.post-343615369166948097</id><published>2011-01-18T01:48:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T05:06:17.152-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="admin"/><title type='text'>Selamat Datang !</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheH-OI2G42sSJna8h4HYKpF1tY92F_J_UnGKbbJyiUGsiMnqf2Jr2t0LCg5xZyvZngPZCbbOKshb7f3Mke1sOpD1C_RH7ZKi2V4gBZhA8wIKfpsZmNN7q1LdvQr-7RW4mL50I6P4ncHiDp/s1600/the+gate+to+the+castle.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheH-OI2G42sSJna8h4HYKpF1tY92F_J_UnGKbbJyiUGsiMnqf2Jr2t0LCg5xZyvZngPZCbbOKshb7f3Mke1sOpD1C_RH7ZKi2V4gBZhA8wIKfpsZmNN7q1LdvQr-7RW4mL50I6P4ncHiDp/s320/the+gate+to+the+castle.jpg&quot; width=&quot;242&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tenang! Ini bukan blog baru saya.. Setelah saya membuat &lt;a href=&quot;http://www.ghozaliums.co.cc/&quot;&gt;www.ghozaliums.co.cc&lt;/a&gt;, Blog IMM AL- Ghozali UMS. Kemudian blog berjudul &lt;a href=&quot;http://www.gugusasa.co.cc/&quot;&gt;www.gugusasa.co.cc&lt;/a&gt; yang sebentar lagi akan saya hapus karena saya malas mengurusnya. Blog duniainspirasimaya.blogspot.com sebuah blog yang dirancang bersama kedua teman saya yang kemudian juga di blockir karena salah script. Terakhir 2 blog saya teliti yang entah kenapa juga di blockir padahal saya belum melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka kali ini saya admin gugusasa akan membuat sebuah blog untuk sharing segala macam ilmu pengetahuan yang saya ketahui dan curhat keseharian saya sebagai warga Indonesia yang penuh dengan dinamika. Layaknya visi misi duniainspirasimaya yang saya buat bersama kedua teman saya. Maka visi dan misi blog ini pun memberikan inspirasi kepada anda lewat dunia maya. Dengan ini admin dengan penuh suka cita menyatakan akan memberikan kebaikan pada anda setiap hari melalui media ini &lt;a href=&quot;http://www.ayogugusasa.blogspot.com/&quot;&gt;www.ayogugusasa.blogspot.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam film Evan AllMighty Tuhan berkata,&quot;berbuat baiklah sedikit demi sedikit setiap hari maka kamu akan mengubah dunia.&quot; Let&#39;s Check it Out. Let cekidot gan.. :-) &amp;nbsp;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/feeds/343615369166948097/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/selamat-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/343615369166948097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940332962553597610/posts/default/343615369166948097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayogugusasa.blogspot.com/2011/01/selamat-datang.html' title='Selamat Datang !'/><author><name>What The Hell Gugusasa!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125869027955047580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpe40myLn51Y1pZjJaMX10c7buQXULaN3bylPGwj9U9apNn0u63llu3NzGiOnWcJElqC4LuxEu7h-MrQn4zEVlppxpbOzxWiisqwihCbZ3YpEJ9OZJuTQKaDPRev_qqs/s220/profil+ayogugusasa.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheH-OI2G42sSJna8h4HYKpF1tY92F_J_UnGKbbJyiUGsiMnqf2Jr2t0LCg5xZyvZngPZCbbOKshb7f3Mke1sOpD1C_RH7ZKi2V4gBZhA8wIKfpsZmNN7q1LdvQr-7RW4mL50I6P4ncHiDp/s72-c/the+gate+to+the+castle.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>