<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>AZMATU TANFARIJI</title><description>&lt;center&gt;JAHUWOTI SIKURMA&lt;/center&gt;</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 03:42:41 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">308</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://walmarjanu.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>JAHUWOTI SIKURMA</itunes:summary><itunes:subtitle>JAHUWOTI SIKURMA</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran </title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2015/12/terbentuknya-jagat-raya-menurut.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Fri, 4 Dec 2015 09:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-3086430698365203336</guid><description>&lt;strong&gt;BAB I&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia
 sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang 
menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan 
yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang 
Pencipta dengan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Tujuan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB II&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMBAHASAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TERBENTUKNYA JAGAT RAYA MENURUT PANDANGAN AL-QUR`AN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta 
(teori big bang), disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari sebuah 
ledakan kosmis sekitar 10-20 miliar tahun yang lalu yang mengakibatkan 
adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan 
kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam sebuah 
titik. Mungkin banyak di antara kita yang telah membaca tentang teori 
tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat Ayat Tentang Penciptaan Alam Semesta&lt;/strong&gt;Sekarang,
 mungkin ada di antara kita yang ingin tahu bagaimana Al-Quran 
menjelaskan tentang terbentuknya alam semesta ini. Dalam Quran surat 
Al-Anbiya (surat ke-21) ayat 30 disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan apakah 
orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara 
keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka 
mengapakah mereka tiada juga beriman?”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lalu dalam Quran surat Fussilat (surat ke-41) ayat 11 Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kemudian
 Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata
 kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku
 dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan
 suka hati”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kata asap dalam ayat tersebut di atas menurut para 
ahli tafsir adalah merupakan kumpulan dari gas-gas dan partikel-partikel
 halus baik dalam bentuk padat maupun cair pada temperatur yang tinggi 
maupun rendah dalam suatu campuran yang lebih atau kurang stabil.&lt;br /&gt;Lalu dalam surat At-Talaq (surat ke-65) ayat 12 Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Allah-lah
 yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah
 berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas 
segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmunya benar-benar meliputi 
segala sesuatu”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Para ahli menafsirkan bahwa kata tujuh 
menunjukkan sesuatu yang jamak (lebih dari satu), dimana secara tekstual
 hal ini mengindikasikan bahwa di alam semesta ini terdapat lebih dari 
satu bumi seperti bumi yang kita tempati sekarang ini.&lt;br /&gt;Beberapa hal 
yang mungkin mengejutkan bagi para pembaca Al-Quran di abad ini adalah 
fakta tentang ayat-ayat dalam Al-Quran yang menyebutkan tentang tiga 
kelompok&lt;br /&gt;benda yang diciptakan(Nya) yang ada di alam semesta yaitu 
benda-benda yang berada di langit, benda-benda yang berada di bumi dan 
benda-benda yang berada di antara keduanya.&lt;br /&gt;Kita dapat menemukan tentang hal ini pada beberapa surat yaitu surat To-Ha (surat ke-20) ayat 6 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kepunyaan-Nya lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lalu dalam surat Al-Furqan (aurat ke-25) ayat 59 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa...”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam surat Al-Sajda (surat ke-32) ayat 4 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa...”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan surat Qaf (surat ke-50) ayat 58 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan
 sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada 
antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa 
keletihan”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dari surat-surat tersebut di atas terlihat bahwa 
secara umum proses terciptanya jagat raya ini berlangsung dalam 6 
periode atau masa dimana tahapan dalam proses tersebut saling berkaitan.
 Disebutkan pula bahwa terciptanya jagat raya terjadi melalui proses 
pemisahan massa yang tadinya bersatu. Selain itu disebutkan pula tentang
 lebih dari satu langit dan bumi dan keberadaan ciptaan di antara langit
 dan bumi.&lt;br /&gt;ALLAH SWT menyatakan dalam kitab suci Al-Qur'an bahwa alam semesta diciptakan-Nya dalam enam perioda (&lt;em&gt;fi sittati ayyam&lt;/em&gt;).
 Informasi ini tercantum dalam Al-A`raf(7):54; Yunus(10):3; Hud(11):7; 
Al-Furqan(25):59; As-Sajdah(32):4; Qaf(50):38; dan Al-Hadid(57):4.&lt;br /&gt;Kata &lt;em&gt;yaum&lt;/em&gt; (pluralnya &lt;em&gt;ayyam&lt;/em&gt;)
 dalam Al-Qur'an menyatakan waktu yang beraneka ragam: masa yang abadi 
dan tidak terhingga panjangnya (Al-Fatihah(1):4), atau 50.000 tahun 
(Al-Ma`arij(70):4), atau 1000 tahun (As-Sajdah(32):5), atau satu zaman 
(Ali Imran(3):140), atau satu hari (Al-Baqarah(2):184), atau sekejap 
mata (Al-Qamar (54):50), atau masa yang lebih singkat dari sekejap mata 
(An-Nahl(16):77), atau masa yang tidak terhingga singkatnya 
(Ar-Rahman(55):29).&lt;br /&gt;Oleh karena itu sungguh tepat jika ungkapan &lt;em&gt;fi sittati ayyam&lt;/em&gt;
 pada penciptaan alam semesta itu kita terjemahkan “dalam enam perioda”.
 Sudah tentu Allah tidak memerinci perioda demi perioda secara 
mendetail, sebab Al-Qur'an bukanlah kitab fisika atau astronomi. Sebagai
 petunjuk bagi umat manusia di segenap bidang kehidupan, Al-Qur'an hanya
 memuat garis besarnya saja. Jangankan perincian tentang terciptanya 
alam semesta, perincian tentang tatacara shalat pun tidak kita temui 
dalam Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Justru Allah memerintahkan kita untuk menalari alam semesta ini, termasuk proses penciptaannya dan hukum-hukum Ilahi (&lt;em&gt;sunnatullah&lt;/em&gt;)
 yang berlaku padanya. Perintah Allah itu banyak kita temui dalam 
Al-Qur'an, misalnya Ali Imran(3):190-191, Yunus(10):101, 
Fusshilat(41):53, dan sebagainya. Dalam hal ini patut kita simak 
keterangan Prof. Dr. Hamka dalam Bab “Pendahuluan” buku karyanya, &lt;em&gt;Tafsir Al-Azhar&lt;/em&gt;, Juz 1, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bagian
 yang terbanyak daripada ayat-ayat Al-Qur'an ialah menyuruh manusia 
memperhatikan alam sekelilingnya, merenung dan memikirkannya. Ditekankan
 seruan agar kita mempergunakan akal. Dan setelah maju ilmu pengetahuan 
modern, bertambah jelas pula arti yang dikandung dalam ayat-ayat itu. 
Semuanya ini menjadi bukti bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan Nabi 
Muhammad SAW, melainkan langsung turun dari Allah SWT.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kalau
 ada beberapa penafsir dari ayat-ayat Al-Qur'an memberikan tafsir yang 
tidak tepat berkenaan dengan alam tadi, bukanlah berarti bahwa ayat itu 
tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan, melainkan penafsir itulah yang 
tidak ada ilmu pengetahuan. Maka di dalam menafsirkan ayat-ayat keadaan 
alam ini, adalah dua hal yang perlu. Pertama, pengetahuan tentang makna 
tiap lafazh yang tertulis dalam ayat itu. Kedua, pengetahuan tentang 
ilmu alam yang berkenaan dengan ayat itu.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang seirama telah dikemukakan pula oleh Prof. Dr. Maurice Bucaille dalam bukunya, &lt;em&gt;The Bible, The Qur'an, and Science&lt;/em&gt; (American Trust Publications, Indianapolis, 1982):&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The
 Qur'an, while inviting us to cultivate science, itself contains many 
observations on natural phenomena and includes explanatory details which
 are seen to be in total agreement with modern scientific data. There is
 no equal to this in the Judeo-Christian revelations.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Unfortunately,
 passages from the Qur'an, especially those relating to scientific data,
 are badly translated and interpreted. They may be explained by the fact
 that modern translators often take up, rather uncritically, the 
interpretations given by older commentators.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengutip 
keterangan Prof. Dr. Hamka dan Prof. Dr. Maurice Bucaille di atas, saya 
ingin mengemukakan dua hal. Pertama, banyak ayat Al-Qur'an tentang 
fenomena alam yang harus digali dan dikembangkan oleh para sarjana dan 
intelektual Muslim. Kedua, banyak ayat Al-Qur'an mengenai fenomena alam 
yang selama ini diterjemahkan dan ditafsirkan secara kurang tepat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Enam Perioda Penciptaan Alam semesta&lt;/strong&gt;Enam perioda penciptaan alam semesta dijelaskan oleh Allah SWT dalam Surat Fusshilat(41) ayat 9 – 12 sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(9) &lt;em&gt;Katakanlah: Sungguhkah kamu ingkar kepada Yang menciptakan&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;bumi&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;dalam&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;dua perioda&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;dan kamu jadikan bagi-Nya sekutu? Itulah Tuhan alam semesta&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(10) &lt;em&gt;Dia menjadikan&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;rawasiya&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(peneguh) dari atasnya, dan Dia memberkahi serta menentukan kadar aqwat(daya penjagaan)nya dalam&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;empat perioda&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;. (Rawasiya itu)&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;sama bagi para penanya&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(peneliti alam semesta).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(11) &lt;strong&gt;Sesudah itu&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Dia berkuasa kepada langit yang masih berwujud asap (partikel-partikel mikro), lalu bersabda kepada&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;langit&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;dan kepada&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;bumi&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;: “Datanglah kamu berdua dengan sukarela atau terpaksa.” Kedua-duanya (langit dan bumi) menjawab: “Kami datang dengan sukarela.”&lt;/em&gt; (12) &lt;em&gt;Dia menggubah&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;tujuh langit&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;dalam&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;dua perioda&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;dan
 mewahyukan kepada setiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit dunia 
dengan pelita-pelita dan perlindungan. Itulah takdir Yang Maha Perkasa 
lagi Maha Mengetahui.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena langit dan bumi tercipta 
secara bersama-sama (ayat 11), maka dua perioda penciptaan langit (ayat 
12) identik dengan dua perioda penciptaan bumi (ayat 9), dan dua perioda
 penciptaan langit dan bumi itu berlangsung sesudah empat perioda 
penciptaan &lt;em&gt;rawasiya&lt;/em&gt; (ayat 10), sebab ayat 10 dan ayat 11 dihubungkan oleh kata &lt;em&gt;tsumma&lt;/em&gt; (“kemudian, selanjutnya, sesudah itu”). Jadi, enam perioda penciptaan alam semesta terdiri atas &lt;strong&gt;empat perioda penciptaan rawasiya&lt;/strong&gt; (peneguh) dan &lt;strong&gt;dua perioda penciptaan materi&lt;/strong&gt; (langit dan bumi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rawasiya&lt;/strong&gt;Kata &lt;em&gt;rawasiya&lt;/em&gt; merupakan derivasi dari kata dasar &lt;em&gt;rasaa&lt;/em&gt;
 (triliteral atau tiga huruf dasar ra-sin-alif) yang secara harfiah 
artinya “menambat, mengikat, meneguhkan”, dan satu akar kata dengan &lt;em&gt;mirsa&lt;/em&gt; (jangkar) dan &lt;em&gt;mursa&lt;/em&gt; (berlabuh, buang jangkar). &lt;em&gt;Rawasiya&lt;/em&gt; berarti “penambat, pengikat, peneguh”. Untuk memahami arti &lt;em&gt;rawasiya&lt;/em&gt;, marilah kita lihat keterangan Allah dalam Al-Qur'an: “Dan Kami jadikan di bumi &lt;em&gt;rawasiya&lt;/em&gt;
 (peneguh) agar berpusing bersama mereka” (Al-Anbiya'(21):31). “Dia 
menciptakan langit dengan tanpa tiang yang kamu lihat, dan Dia 
meletakkan &lt;em&gt;rawasiya&lt;/em&gt; (peneguh) di bumi agar berpusing bersama kamu” (Luqman(31):10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 Sambil berpusing pada sumbunya sendiri (rotasi) dengan kecepatan 1667 
km/jam, bumi beserta planet-planet lainnya berpusing mengelilingi 
matahari dengan kecepatan 108.000 km/jam atau 30 km/detik. Matahari 
bersama-sama seluruh anggota tatasurya berpusing mengelilingi pusat 
Galaksi Bimasakti (&lt;em&gt;Milky Way&lt;/em&gt;) dengan kecepatan 225 km/detik. 
Galaksi Bimasakti itu sendiri (terdiri dari 100 miliar matahari) bersama
 galaksi-galaksi tetangganya berpusing mengelilingi pusat Superkluster 
(Adigugus) Virgo. Total jenderal, bumi kita berpusing dengan kecepatan 
300 km/detik terhadap pusat Superkluster. Dengan kecepatan yang 
fantastis ini, kenyataannya kita berpusing bersama bumi dengan aman 
sentosa, malahan seolah-olah tidak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apakah 
rawasiya (peneguh) yang mengikat kita pada permukaan bumi? Apakah 
rawasiya yang menjaga benda-benda langit yang “tanpa tiang” (&lt;em&gt;ghairi `amadin&lt;/em&gt;)
 tetap pada orbit masing-masing? Pertanyaan serupa dapat kita tujukan 
kepada dunia mikro: Apakah rawasiya yang membuat elektron-elektron tidak
 terlepas dari atom? Apakah rawasiya yang mengikat proton dan netron 
dalam inti atom? Semua pertanyaan itu kita gabungkan menjadi pertanyaan 
tunggal: Apakah rawasiya yang mengatur seluruh proses di alam semesta 
ciptaan Allah ini?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Para ilmuwan kini memahami bahwa semua 
proses yang berlangsung di alam semesta ini diatur dan diteguhkan oleh 
empat macam interaksi (gaya, &lt;em&gt;force&lt;/em&gt;), yaitu:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Pertama, &lt;strong&gt;Interaksi Gravitasi&lt;/strong&gt;,
 yaitu gaya yang bekerja pada seluruh partikel yang mempunyai massa, 
mengatur tarik-menarik benda-benda, mulai dari meneguhkan kita pada 
permukaan bumi sampai kepada pembentukan tatasurya dan galaksi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kedua, &lt;strong&gt;Interaksi Elektromagnetik&lt;/strong&gt;,
 yaitu gaya yang bekerja pada seluruh partikel yang bermuatan listrik, 
mengatur seluruh reaksi kimia, mulai dari terbentuknya atom sampai 
kepada proses berfikir dalam otak manusia.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketiga, &lt;strong&gt;Interaksi Kuat&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;Strong Interaction&lt;/em&gt;), yaitu gaya yang mengikat partikel-partikel (zarrah-zarrah) proton dan netron yang menyusun inti atom.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keempat, &lt;strong&gt;Interaksi Lemah&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;Weak Interaction&lt;/em&gt;),
 yaitu gaya yang mengatur perubahan suatu atom menjadi atom lain, mulai 
dari proses keradioaktifan (transmutasi inti) sampai kepada perubahan 
hidrogen menjadi helium pada matahari dan bintang sehingga tetap 
memancarkan cahaya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam kebanyakan tafsir Al-Qur`an, kata &lt;em&gt;rawasiya&lt;/em&gt;
 yang secara harfiah berarti “peneguh” sering ditafsirkan “gunung”. 
Memang benar bahwa salah satu fungsi gunung adalah peneguh, tetapi 
janganlah semua kata &lt;em&gt;rawasiya&lt;/em&gt; diterjemahkan “gunung”. Kenyataannya, orang-orang Arab tidak pernah menyebut gunung dengan istilah &lt;em&gt;rawasiya&lt;/em&gt;!
 Rawasiya (peneguh) yang disediakan Allah bagi alam semesta ciptaan-Nya 
ini tiada lain adalah empat macam interaksi yang mengatur seluruh 
mekanisme langit dan bumi, yaitu &lt;em&gt;gaya gravitasi, gaya elektromagnetik, gaya kuat,&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;gaya lemah&lt;/em&gt;.
 Penelitian mutakhir mengungkapkan bahwa keempat macam gaya tersebut 
merupakan manifestasi dari sebuah “gaya tunggal” yang sama, dan memisah 
satu sama lain melalui empat tahapan penciptaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Firman Allah &lt;em&gt;“Dia menentukan kadar daya penjagaannya dalam empat perioda, sama&lt;/em&gt; bagi para peneliti” (Fusshilat(41):10) yang diwahyukan pada abad ke-7 ternyata baru jelas artinya pada abad ke-20! Kata &lt;em&gt;aqwat&lt;/em&gt; (plural dari &lt;em&gt;qut&lt;/em&gt;)
 pada ayat ini sering diterjemahkan “makanan”. Padahal arti yang tepat 
adalah “daya penjaga”, dan hal ini berhubungan erat dengan salah satu 
sifat Allah, yaitu &lt;em&gt;Al-Muqit&lt;/em&gt; (Maha Penjaga), sebagaimana tercantum dalam Surat An-Nisa'(4):85.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp; &lt;strong&gt;Big Bang &amp;nbsp;(Dentuman Akbar)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 Dalam Al-Qur'an, Al-Anbiya'(21):30, Allah berfirman: “Tidakkah orang 
orang kafir itu tahu bahwa langit dan bumi mulanya berpadu, lalu Kami 
pisahkan keduanya. Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. 
Tidakkah mereka percaya ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Informasi Allah bahwa semua 
makhluk hidup dijadikan dari air mudah kita fahami, sebab kenyataannya 
70–75% penyusun sel-sel makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan, dan 
mikroorganisme) adalah air. Kehidupan baru terbentuk di muka bumi 
setelah adanya air. Banyak makhluk hidup yang tidak memerlukan oksigen, 
tetapi tidak ada makhluk hidup yang &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt; tanpa air. Yang 
perlu mendapat perhatian adalah informasi bahwa langit dan bumi 
dahulunya padu lalu dipisahkan-Nya. Ini sangat erat dengan tema pokok 
kita: menalari terciptanya alam semesta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada tahun 
1929, seorang ahli astronomi Amerika, Edwin Powell Hubble, mengamati 
bahwa garis spektrum cahaya dari galaksi-galaksi di luar Bimasakti 
bergeser ke arah panjang gelombang yang lebih besar, atau bergeser ke 
arah “merah” (&lt;em&gt;red shift&lt;/em&gt;). Berdasarkan hukum fisika yang dikenal
 sebagai Efek Doppler, hal itu berarti bahwa galaksi-galaksi saling 
menjauhi satu sama lain. Kemudian diketahui bahwa makin jauh galaksi 
tersebut, makin besar pula kecepatan menjauhnya. Dengan perkataan lain, 
alam semesta sekarang berada dalam keadaan &lt;em&gt;berekspansi&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;mengembang&lt;/em&gt;).
 Lebih dari 14 abad yang silam, tatkala ilmu astronomi modern belum ada,
 Firman Suci telah berkumandang: "Dan langit Kami membangunnya dengan 
kekuasaan dan sesungguhnya Kami yang mengembangkannya (&lt;em&gt;wa inna lamusi`un&lt;/em&gt;)" dalam Adz-Dzariyat(51) : 47.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 Konsekuensinya, alam semesta di masa silam tentu lebih rapat daripada 
sekarang. Maka pada tahun 1946, George Gamow dari Universitas George 
Washington, dengan dibantu Ralph Alpher dari Universitas Johns Hopkins 
dan Hans Bethe dari Universitas Cornell, menyusun hipotesis: pada 
mulanya seluruh isi alam semesta ini berpadu dalam tingkat kepadatan 
yang tidak terhingga (&lt;em&gt;infinite density&lt;/em&gt;), lalu dengan proses Dentuman Akbar (&lt;em&gt;Big Bang&lt;/em&gt;) maka terciptalah alam semesta ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 Pada tahun 1964, James Peebles dan Robert Dicke dari Universitas 
Princeton memprediksi bahwa jika benar alam semesta tercipta melalui 
proses Big Bang, tentu sisa radiasi dentuman akbar itu masih bisa 
diamati sekarang. Dan menurut perhitungan mereka, sisa radiasi itu 
setara dengan suhu sekitar tiga sampai lima derajat Kelvin. Setahun 
kemudian, Arno Penzias dan Robert Wilson dari Laboratorium Bell, New 
Jersey, berhasil menangkap sisa radiasi Big Bang itu dengan antena yang 
supersensitif, yaitu radiasi yang tersebar secara seragam di segala 
penjuru jagad raya (dikenal sebagai &lt;em&gt;cosmic microwave background&lt;/em&gt;)
 pada tingkat sekitar tiga derajat Kelvin, tepatnya 2,726 K. Atas 
penemuan yang sangat berharga ini, Penzias dan Wilson meraih hadiah 
Nobel bidang fisika pada tahun 1978.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kini, peristiwa Big
 Bang yang memulai penciptaan alam semesta itu bukan hanya sekedar 
teori, tetapi sudah menjadi paradigma ilmu fisika dan astronomi modern. 
Bilakah peristiwa Big Bang itu terjadi? Atau, berapakah usia alam 
semesta sekarang? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu berkenalan 
dengan apa yang disebut &lt;em&gt;Tetapan Hubble (H),&lt;/em&gt; yaitu kecepatan 
galaksi-galaksi saling menjauh: 70 kilometer per detik per megaparsec. 
Satu megaparsec adalah 3,26 juta tahun-cahaya, dan satu tahun-cahaya 
adalah 9,4605 x 10(12) km atau sekitar 10 triliun km (sebagai bandingan,
 keliling bumi cuma 40.000 km, jarak matahari-bumi cuma 150 juta km). 
Artinya galaksi-galaksi dengan jarak 3,26 juta tahun-cahaya saling 
menjauh dengan kecepatan 70 km/detik. Oleh karena kecepatan cahaya 
300.000 km/detik, dan waktu adalah jarak dibagi kecepatan (jika Anda 
mengendarai mobil sejauh 300 km dengan kecepatan 60 km/jam, waktu yang 
Anda perlukan adalah 5 jam), maka usia alam semesta = 3,26 x 10(6) x 3 x
 10(5) dibagi 70, yaitu 1,397 x 10(10) tahun atau sekitar &lt;strong&gt;14 miliar tahun&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hakikat Materi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta ini pada hakikatnya merupakan ikatan &lt;em&gt;atom-atom&lt;/em&gt;, yang setiap saat mengalami penyusunan ulang (&lt;em&gt;rearrangement&lt;/em&gt;)
 dengan diatur oleh empat macam rawasiya (peneguh), sehingga segala 
sesuatu di alam semesta senantiasa berubah secara terus-menerus. Bunga 
mekar dan layu, air menguap, warna memudar, kayu melapuk, logam 
berkarat, kita makin dewasa dan tua, serta matahari dan bintang suatu 
saat akan padam karena kehabisan bahan bakar hidrogen. &lt;em&gt;Panta rhei&lt;/em&gt;, kata orang Yunani, “semuanya mengalir”, semuanya fana. Hanya Allah SWT, Sang Pencipta Materi, yang tetap abadi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suatu atom tersusun dari &lt;em&gt;inti atom&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;elektron-elektron&lt;/em&gt;,
 yang diteguhkan oleh rawasiya elektromagnetik. Untuk memisahkan 
elektron-elektron dari inti atom, diperlukan energi satu elektron-volt 
(1 eV) yang setara dengan suhu 10(4) K (sepuluh ribu derajat). Suhu 
rata-rata alam semesta sekarang, yaitu suhu ruangan antar bintang, 
adalah tiga Kelvin atau minus 270 derajat Celcius. Pada masa silam, suhu
 alam semesta tentu jauh lebih tinggi. Menurut perhitungan, alam semesta
 bersuhu 10(4) K (pada suhu setinggi ini perbedaan skala Kelvin dan 
Celcius dapat diabaikan) pada saat alam semesta berusia 1,2 x 10(13) 
detik atau sekitar &lt;em&gt;380.000 tahun&lt;/em&gt; &lt;em&gt;sesudah “Waktu Nol”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Time Zero&lt;/em&gt;). Yang dimaksudkan dengan “Waktu Nol” adalah saat terjadinya Big Bang yang memulai penciptaan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 Jadi, atom baru tercipta ketika alam semesta berusia 380.000 tahun. 
Sebelum itu, alam semesta hanya merupakan kumpulan inti-inti atom dan 
elektron-elektron, yang belum mampu bergabung membentuk atom, sebab suhu
 masih terlampau tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Inti atom tersusun dari &lt;em&gt;nukleon-nukleon&lt;/em&gt; (partikel-partikel inti). Ada dua jenis nukleon, yaitu &lt;em&gt;proton-proton&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;netron-netron&lt;/em&gt;, yang bergabung membentuk inti atom dengan diteguhkan oleh rawasiya gaya kuat (&lt;em&gt;strong interaction&lt;/em&gt;).
 Untuk menguraikan inti atom menjadi proton-proton dan netron-netron 
yang bebas, diperlukan energi satu juta eV, yang setara dengan suhu 
10(10) K (sepuluh miliar derajat), yaitu suhu pada saat 180 detik atau &lt;em&gt;tiga menit sesudah Waktu Nol&lt;/em&gt;.
 Dengan perkataan lain, inti atom baru tercipta ketika alam semesta 
berusia tiga menit. Sebelum itu, energi dan suhu masih sangat tinggi, 
sehingga proton-proton dan netron-netron belum mampu bergabung membentuk
 inti atom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejak tahun 1963 (atas penemuan Murray 
Gell-Mann dari Institut Teknologi California yang meraih Nobel fisika 
tahun 1969), diketahui bahwa proton dan netron tersusun dari 
partikel-partikel yang dinamai &lt;em&gt;quark&lt;/em&gt;. Untuk menguraikan proton 
dan netron menjadi quark-quark, diperlukan energi satu miliar eV, yang 
setara dengan suhu 10(13) K (sepuluh triliun derajat), yaitu suhu alam 
semesta ketika berusia 10(-6) detik (&lt;em&gt;sepersejuta detik sesudah Waktu Nol&lt;/em&gt;).
 Jadi, proton dan netron baru tercipta ketika alam semesta berusia 
10(-6) detik. Sebelum itu, alam semesta hanya berupa kumpulan &lt;em&gt;quark-quark&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;lepton-lepton&lt;/em&gt;.
 Yang dimaksudkan dengan “lepton” adalah partikel-partikel yang sangat 
ringan (massa sangat kecil), yaitu elektron beserta 
“saudara-saudaranya”. Perbedaan utama antara quark dan lepton adalah 
jenis interaksi yang bekerja pada mereka. Quark mengalami interaksi gaya
 kuat dan gaya lemah, lepton hanya mengalami interaksi gaya lemah saja.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6.&amp;nbsp; Tahap Tahap Penciptaan Alam semesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;a. Perioda Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada Waktu Nol, dengan perintah Allah “&lt;em&gt;Kun&lt;/em&gt;”
 (Jadilah), maka terciptalah ruang dan waktu pun bermula melalui proses 
Big Bang. Dalam Al-Qur'an, Allah selalu memakai kalimat &lt;em&gt;kun fa yakun&lt;/em&gt; ('jadilah', maka dia menjadi) dalam bentuk &lt;em&gt;present tense&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;fi`il mudhari&lt;/em&gt;`, dan tidak pernah kita jumpai kalimat &lt;em&gt;kun fa kana&lt;/em&gt; ('jadilah', maka dia menjadi) dalam bentuk &lt;em&gt;past tense&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;fi`il madhi&lt;/em&gt;.
 Hal ini berarti bahwa Allah menciptakan alam ini melalui suatu proses 
evolusi atau tahap yang berkesinambungan, bahkan sampai sekarang “Dia 
menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki” (Fathir(35):1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada
 Perioda Pertama, alam semesta masih berwujud energi dengan sebuah gaya 
tunggal. Berekspansinya “sang bayi” alam semesta menyebabkan suhu 
menjadi turun. Perioda Pertama berakhir pada saat 10(-43) detik sesudah 
Waktu Nol (alam semesta berdiameter 10(-30) meter dengan kerapatan 
10(96) kg/liter dan suhu 10(32) K), yaitu ketika rawasiya gravitasi 
muncul sebagai gaya tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;b. Perioda Kedua&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perioda
 Kedua dimulai pada saat 10(-43) detik sesudah Waktu Nol (suhu alam 
semesta 10(32) K), tatkala mulai terdapat dua gaya: gravitasi dan 
gabungan elektromagnetik-lemah-kuat. Oleh karena gravitasi bekerja 
terhadap sesuatu yang bermassa, maka pada Perioda Kedua sebagian energi 
mengalami transformasi menjadi partikel-partikel mikro (&lt;em&gt;dukhan&lt;/em&gt;), sesuai dengan Hukum Einstein: &lt;em&gt;E = m c(2)&lt;/em&gt;. Quark dan lepton masih belum dapat dibedakan, sebab gaya kuat dan gaya lemah masih identik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;c. Perioda Ketiga&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perioda
 Ketiga dimulai pada saat 10(-35) detik sesudah Waktu Nol (suhu alam 
semesta 10(28) K), tatkala rawasiya gaya kuat merupakan gaya tersendiri.
 Kini ada tiga gaya di alam semesta: gravitasi, gaya kuat, dan gabungan 
elektromagnetik-lemah. Pada Perioda Ketiga, alam semesta mengalami &lt;em&gt;inflasi&lt;/em&gt; (volume mendadak berekspansi) dan mulailah dikenal partikel-partikel quark yang mengalami interaksi gaya kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;d. Perioda Keempat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perioda
 Keempat dimulai pada saat 10(-10) detik sesudah Waktu Nol (suhu alam 
semesta 10(15) K), tatkala rawasiya gaya lemah memisah dari rawasiya 
gaya elektromagnetik. Dan mulailah dikenal partikel-partikel lepton yang
 mengalami interaksi gaya lemah. Pada Perioda Keempat, lengkaplah sudah 
empat macam gaya yang berfungsi sebagai &lt;em&gt;rawasiya&lt;/em&gt; (peneguh) bagi semua proses di alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam
 semesta terus berekspansi sampai suhu “mendingin” hingga 10(13) K. 
Empat perioda penciptaan rawasiya segera disusul oleh dua perioda 
penciptaan atom, yang merupakan partikel dasar dari seluruh materi di 
langit dan di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;e.&amp;nbsp; Perioda Kelima&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Perioda Kelima dimulai pada saat 10(-6) detik sesudah Waktu Nol (suhu 
alam semesta 10(13) K), tatkala quark-quark mampu bergabung untuk 
membentuk &lt;em&gt;hadron-hadron&lt;/em&gt;. Yang disebut “hadron” adalah partikel yang tersusun dari quark-quark. Ada dua jenis hadron, yaitu &lt;em&gt;baryon&lt;/em&gt; (tersusun dari tiga butir quark) dan &lt;em&gt;meson&lt;/em&gt; (tersusun dari dua butir quark). Kemudian baryon ada dua macam: &lt;em&gt;nukleon&lt;/em&gt; (baryon penyusun inti atom) dan &lt;em&gt;hiperon&lt;/em&gt; (baryon bukan penyusun inti atom). Lalu nukleon pun ada dua spesies, yaitu &lt;em&gt;proton&lt;/em&gt; (tersusun dari dua quark &lt;strong&gt;u&lt;/strong&gt; dan satu quark &lt;strong&gt;d&lt;/strong&gt;) serta &lt;strong&gt;netron&lt;/strong&gt; (tersusun dari satu quark &lt;strong&gt;u&lt;/strong&gt; dan dua quark &lt;strong&gt;d&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiperon-hiperon
 dan meson-meson merupakan partikel yang tidak stabil dan berumur sangat
 singkat (berubah menjadi partikel lain dalam waktu kurang dari 10(-7) 
detik), sehingga hanya ditemukan pada sinar kosmik atau dihasilkan oleh 
akselerator berenergi tinggi. Itulah sebabnya hadron yang berperan dalam
 pembentukan inti atom hanyalah nukleon-nukleon (proton dan netron). 
Dari enam jenis quark (&lt;strong&gt;u&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;d&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;s&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;c&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;b&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;t&lt;/strong&gt;), quark &lt;strong&gt;u&lt;/strong&gt; dan quark &lt;strong&gt;d&lt;/strong&gt; merupakan penyusun proton dan netron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nukleon&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Quark&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;Massa (gram)&lt;/strong&gt; Muatan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;proton&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;u u d&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;1,673 x 10(-24)&lt;/strong&gt; +1&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;netron&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;u d d&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;1,675 x 10(-24)&lt;/strong&gt; 0&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;f. Perioda Keenam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perioda
 Keenam dimulai pada saat tiga menit sesudah Waktu Nol (suhu alam 
semesta 10(10) K), tatkala proton dan netron mampu bergabung untuk 
membentuk inti atom. Inti-inti atom yang terbentuk pertama kali adalah 
hidrogen-1 (satu proton), hidrogen-2 (satu proton dan satu netron), 
hidrogen-3 (satu proton dan dua netron), helium-3 (dua proton dan satu 
netron), serta helium-4 (dua proton dan dua netron).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti-inti 
atom tersebut bermuatan positif sebab mengandung proton. Mereka siap 
untuk “menangkap” lepton yang bermuatan negatif dan yang stabil, yaitu 
elektron-elektron. Lepton-lepton yang lain “tidak memenuhi syarat”: muon
 dan tauon berumur pendek (paling lama 10(-5) detik), sedangkan netrino 
tidak bermuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perioda Keenam berakhir pada saat 380.000 tahun 
sesudah Waktu Nol (suhu alam semesta 10(4) K), tatkala inti atom mampu 
bergabung dengan elektron-elektron untuk membentuk atom hidrogen dan 
atom helium. Dengan demikian selesailah sudah tahap-tahap penciptaan 
alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7.&amp;nbsp; Pertumbuhan Alam Semesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai tahap penciptaan atom hidrogen dan helium, maka Allah dengan segala kemahakuasaan-Nya (&lt;em&gt;istawa `ala l-`arsy&lt;/em&gt;, “berkuasa di atas `Arasy” sebagaimana tercantum dalam Surat Yunus(10):3) mengatur pertumbuhan alam semesta (&lt;em&gt;yudabbiru l-amr&lt;/em&gt;)
 melalui empat macam rawasiya. Gaya kuat meneguhkan inti atom. Gaya 
elektromagnetik meneguhkan atom dan mengatur ikatan antar-atom melalui 
reaksi-reaksi kimia. Gaya lemah menyebabkan terbentuknya atom-atom 
selain hidrogen dan helium. Atom-atom yang beraneka ragam jenisnya itu 
berikatan satu sama lain, membentuk seluruh zat di alam semesta ini: 
superkluster (adigugus), kluster (gugus), galaksi (kumpulan bintang), 
bintang (matahari), planet beserta seluruh isinya, yang diteguhkan dalam
 kelompok-kelompok oleh gaya gravitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tahun 2009 dikenal
 116 jenis atom, yang semuanya merupakan turunan dari hidrogen dan 
helium. Sekarang, kira-kira 14 miliar tahun sesudah alam semesta mulai 
tercipta (suhu rata-rata alam semesta tiga K atau -270 C), komposisi 
alam semesta relatif tetap tidak berubah: 92% dari seluruh atom di alam 
semesta adalah atom-atom hidrogen, dan hampir 8% adalah atom-atom 
helium. Atom-atom lain (karbon, nitrogen, oksigen, logam-logam, dan 
sebagainya) hanya meliputi sekitar 0,1% dari seluruh atom di alam 
semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Carl Sagan dari Universitas Cornell, dalam bukunya &lt;em&gt;The Dragons of Eden&lt;/em&gt; (Random House, New York, 1988), mengemukakan bahwa jika usia alam semesta kita kompres menjadi satu tahun &lt;em&gt;cosmic year&lt;/em&gt;,
 maka penciptaan alam semesta berlangsung tanggal 1 Januari, galaksi 
Bimasakti baru terbentuk tanggal 1 Mei, tatasurya kita muncul tanggal 9 
September, bumi kita yang kecil ini baru ada tanggal 14 September, 
makhluk hidup pertama di bumi berupa mikroorganisme bersel tunggal eksis
 tanggal 9 Oktober, zaman dinosaurus berlangsung dari 24 sampai 28 
Desember, manusia baru tampil ke pentas sejarah pada tanggal 31 Desember
 pukul 23.00 tengah malam menjelang tahun baru, dan Nabi Isa Al-Masih 
a.s. lahir empat detik yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8.&amp;nbsp; Komposisi Alam Semesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam Semesta tersusun dari puluhan &lt;strong&gt;superkluster&lt;/strong&gt; (adigugus), antara lain (sekedar menyebut beberapa nama) Virgo, Hydra, Perseus, Opiuchus, Hercules. Kita berada dalam &lt;em&gt;Superkluster Virgo&lt;/em&gt;, yang berdiameter 100 juta tahun-cahaya (satu tahun-cahaya adalah sekitar 10 triliun kilometer!) dan meliputi ratusan &lt;strong&gt;kluster&lt;/strong&gt; (gugus), antara lain Kluster Lokal, Centaurus, Fornax, Puppis, Coma. Kita berada dalam &lt;em&gt;Kluster Lokal&lt;/em&gt;, yang berdiameter tiga juta tahun-cahaya dan meliputi sekitar 30-an &lt;strong&gt;galaksi&lt;/strong&gt;, antara lain Bimasakti (Milky Way), Andromeda, Awan Magellan, Sagittarius Cebol, Triangulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berada dalam &lt;em&gt;Galaksi Bimasakti&lt;/em&gt;, galaksi berbentuk spiral yang berdiameter 120 ribu tahun-cahaya dan terdiri atas 100 miliar &lt;strong&gt;bintang-bintang&lt;/strong&gt;. Satu butir dari 100 miliar butir bintang itu bernama &lt;em&gt;Matahari&lt;/em&gt;,
 menempati lengan Orion dengan jarak 28 ribu tahun-cahaya dari pusat 
galaksi. Matahari bertawaf mengelilingi pusat galaksi dengan kecepatan 
225 km/detik, sekali keliling lamanya 250 juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang-bintang
 tetangga Matahari di lengan Orion antara lain Alpha Centauri (tetangga 
terdekat yang berjarak 4,3 tahun-cahaya), Barnard (6 tahun-cahaya), 
Sirius (8,7 tahun-cahaya), Altair (16 tahun-cahaya), Vega (25 
tahun-cahaya), Capella (41 tahun-cahaya), Aldebaran (60 tahun-cahaya), 
Betelguese (500 tahun-cahaya), Rigel (815 tahun-cahaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari
 berdiameter 1.393.200 km dengan massa 2 x 10(30) kg dan memiliki 
pengikut 8 planet, 3 planet kerdil, 166 bulan (data sementara awal 
2009), serta ribuan asteroid, meteorid dan komet. Planet-planet itu 
adalah &lt;em&gt;Merkurius&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Venus&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Bumi&lt;/em&gt; (dengan 1 bulan), &lt;em&gt;Mars&lt;/em&gt; (2 bulan), &lt;em&gt;Yupiter&lt;/em&gt; (63 bulan), &lt;em&gt;Saturnus&lt;/em&gt; (56 bulan), &lt;em&gt;Uranus&lt;/em&gt; (27 bulan), dan &lt;em&gt;Neptunus&lt;/em&gt; (13 bulan). Ada juga tiga “planet kerdil”, yaitu &lt;em&gt;Ceres&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Pluto&lt;/em&gt; (3 bulan), dan &lt;em&gt;Eris&lt;/em&gt;
 (1 bulan). Bumi kita berdiameter khatulistiwa 12.756 km dengan massa 6 x
 10(24) kg, terletak 150 juta km (8 menit-cahaya) dari matahari, beredar
 mengelilingi matahari dengan kecepatan 30 km per detik, sehingga sekali
 keliling perlu waktu 365,25 hari (satu tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari kita 
merupakan “gas raksasa” yang tersusun dari 90% hidrogen dan 10% helium. 
Setiap detik, 657 juta ton hidrogen diubah menjadi 653 juta ton helium. 
Empat juta ton massa yang hilang berubah menjadi energi (dapat dihitung 
dengan rumus E = mc(2)) sebesar 3,6 x 10(26) joule berupa sinar yang 
terpancar ke segenap tatasurya. Bumi kita setiap detik hanya menerima 
1,6 x 10(17) joule (kurang dari seperdua miliar dari total cahaya 
matahari), dan sebagian besar energi matahari yang sampai ke bumi itu 
belum dimanfaatkan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB III&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENUTUP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;Secara
 umum proses terciptanya jagat raya ini berlangsung dalam 6 periode atau
 masa dimana tahapan dalam proses tersebut saling berkaitan. Disebutkan 
pula bahwa terciptanya jagat raya terjadi melalui proses pemisahan massa
 yang tadinya bersatu. Selain itu disebutkan pula tentang lebih dari 
satu langit dan bumi dan keberadaan ciptaan di antara langit dan bumi.&lt;br /&gt;Dari
 uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa sebelum para ahli 
mengemukakan tentang teori big bang (yang dimulai sejak tahun 1920-an), 
ayat-ayat Al-Quran telah secara jelas menceritakan bagaimana alam 
semesta ini terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Saran&lt;/strong&gt;Dari penjelasan diatas penulis menyarankan agar kita selalu menjaga segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2015/08/berbagi-cinta-dan-ilmu-untuk-kita-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Tue, 4 Aug 2015 17:23:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-5044432786242969647</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSyprXjOs4ECKS3gQeMLL5rEmnLD_cKKSLPgmSYCyncrKC5BczWFwCfl5KQne9miK8omZZ1uqoTlAFgTaryDu6nYyPLUsJ1GVtaBxXbTS5-jNGbqJaiRo1M1SSzWZX5RQfBpJH9BmWVAOg/s1600/juhsul.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSyprXjOs4ECKS3gQeMLL5rEmnLD_cKKSLPgmSYCyncrKC5BczWFwCfl5KQne9miK8omZZ1uqoTlAFgTaryDu6nYyPLUsJ1GVtaBxXbTS5-jNGbqJaiRo1M1SSzWZX5RQfBpJH9BmWVAOg/s320/juhsul.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sering Share Ilmu Bukan Untuk “Sok Alim” Tetapi Berharap Pahala Dakwah...
 Tetap semangat berdakwah, mungkin tidak disangka, satu share ilmu dan 
faidah ternyata bisa memberikan hidayah kepada seseorang, walau hanya 
sekedar menekan “share”. Tentunya dengan niat yang ikhlas
 Tidak mesti jadi ustadz, hanya menunjukkan dan mengajak ke jalan Allah, insyaAllah mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Demikian juga share ilmu baik di dunia nyata maupun dunia maya. Semoga mendapat pahala MLM sampai kiamat

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi menjelaskan,

“Maksudnya adalah baginya pahala sebagaimana pahala yang mengerjakan…ia menunjukkan dengan perkataan, lisan, ISYARAT dan tulisan.” (Syarah Shahih Muslim)

Bukannya merasa “sok alim dan sok ustadz”, tetapi ini yang diharapkan

Terkadang terbetik bisikan “kamu juga banyak maksiat, jangan sok alim dan sok suci”

tetapi teringat perkataan ulama “Kalau menunggu suci sekali, tidak akan ada yang berdakwah”

Ibnu Hazm berkata,

“Seandainya yang melarang dari dosa harus orang yang tidak terlepas dosa dan yang memerintahkan kebaikan harus orang yang sudah melakukan kebaikan semua, maka tidak ada lagi yang melarang dari keburukan dan mengajak kebaikan kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(Akhlaq was Siyar hal. 252-253)

kita banyak-banyak berdoa dan memperhatikan:
1. Semoga Ikhlas ketika share ilmu

2. Berniat yang paling pertama mengamalkannya

3. Jauhkan riya dan tendensi dunia serta ketenaran

4. Tidak melupakan dakwah di dunia nyata, karena itulah dakwah yang lebih baik dan lebih prioritas, di keluarga dan sahabat di sekitar kita. Walaupun dakwah dunia maya juga boleh dan terkadang efektif

5. Tidak lupa berdoa agar dakwah kita berkah

&lt;br /&gt;
Penyusun: Raehanul Bahraen
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSyprXjOs4ECKS3gQeMLL5rEmnLD_cKKSLPgmSYCyncrKC5BczWFwCfl5KQne9miK8omZZ1uqoTlAFgTaryDu6nYyPLUsJ1GVtaBxXbTS5-jNGbqJaiRo1M1SSzWZX5RQfBpJH9BmWVAOg/s72-c/juhsul.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DAFTAR NAMA NAMA YANG KURANG BAIK UNTUK ANAK ANAK ISLAM</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2015/06/daftar-nama-nama-untuk-anak-anak-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Fri, 26 Jun 2015 10:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-649169231061034847</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_FRn4Gw5yjSumjYDwoq5NFydsIzwTr0FHMwmCQDJwh5gGdRIolb3AvPGL_-MKDQPKcxY_PwyPcdL1QiUJxmRcAH8EW2g9ecJs-QnmE1fNywdX0vGb4Dans5xAJ5-rlV0D96ruNCEL0efX/s1600/998058_476970099060146_757453832_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_FRn4Gw5yjSumjYDwoq5NFydsIzwTr0FHMwmCQDJwh5gGdRIolb3AvPGL_-MKDQPKcxY_PwyPcdL1QiUJxmRcAH8EW2g9ecJs-QnmE1fNywdX0vGb4Dans5xAJ5-rlV0D96ruNCEL0efX/s320/998058_476970099060146_757453832_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama merupakan doa yang bisa mempengaruhi gambaran bagi sifat, gaya hidup 
dan pemikiran. Nama seperti Rozana, Suzana atau yang menggunakan nama 
‘zana’, bunyinya memang enak didengar dan disebutkan tapi maknanya 
‘berzina’ atau pun nama ‘wati’ yang berarti ‘bersetubuh’. Jadi 
hindarilah memberi nama anak dengan nama-nama tersebut&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dalam Islam juga terdapat beberapa nama yang sebaiknya dihindari untuk diberikan kepada putera-puteri anda kerana maknanya yang tidak baik, buruk dan bisa mendatangkan masalah di kemudian hari.

Kita tentu pernah mendengar ungkapan, "Apalah arti sebuah nama?" Bagi orang muslim nama sangatlah penting bagi diri seseorang karena nama adalah doa yang bisa mempengaruhi jalan hidup seseorang.

Berikut nama-nama yang sering digunakan yang ternyata merupakan nama-nama yang digunakan di kalangan kaum Jin:
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Zaqwan/Zaquan – anak jin
&lt;br /&gt;
2. Qistina/Kistina – penghulu jin
&lt;br /&gt;
3. Balqis – ketua jin
&lt;br /&gt;
4. Najwa – bisikan
&lt;br /&gt;
5. Haikal/Haiqal – tengkorak
&lt;br /&gt;
6. Badrisha/Badlisha/Herisha
&lt;br /&gt;
Bagi mereka yang mempunyai nama-nama seperti di atas hendaknya diganti, namun jika tidak memungkinkan karena sudah tercatat di ijazah maupun akta kelahiran dan berkas-berkas administrasi lain tidak perlu untuk ganti nama tetapi cukup dengan mengganti nama panggilan.

Sebagai contoh, kalau nama Nur Najwa. Kalau selama ini nama panggilannya adalah Najwa, nama panggilannya cukup diganti menjadi Nur. Namun nama adalah doa, bisa terkabul maupun tidak. Sesungguhnya segala macam penyakit atau kejadian-kejadian buruk yang menimpa, semuanya datang dari Allah SWT. Bukan semata-mata akibat dari nama seseorang, semuanya ketentuan-Nya.

Hanya sebagai peringatan bagi para orang tua agar ketika memberi nama pada putra-putrinya hendaknya menghndari penggunaan nama-nama yang bermakna buruk.

Ibn Umar berkata: “Anak perempuan Umar dinamakan dengan nama ‘Asiah (wanita yang derhaka), lalu dinamakan oleh Rasulullah SAW dengan Jamilah (cantik).”  (riwayat Tirmidzi dan Ibn Majah).

Disunatkan mengubah nama yang buruk atau yang tidak baik kerana Nabi SAW telah melakukannya kepada para sahabat baginda, di mana Rasulullah SAW pernah menukar nama seorang yang bernama Abdul Hajar (hamba batu) kepada Abdullah. Ada yang bernama ‘Asi (yang durhaka) lalu ditukar menjadi Muti’ (yang taat).
Aishah r.a berkata: “Rasulullah telah menukar nama-nama yang buruk.” (riwayat Tirmidzi).”

Berikut adalah beberapa nama yang harus dihindari ketika menamai bayi anda :
&lt;br /&gt;
A
&lt;br /&gt;
Abiqah Hamba yang lari dari tuannya
&lt;br /&gt;
Afinah Yang bodoh
&lt;br /&gt;
Amah Hamba suruhan perempuan
&lt;br /&gt;
Asiah Wanita yang derhaka
&lt;br /&gt;
Asyar Paling jahat
&lt;br /&gt;
Asyirah Yang tidak bersyukur atas nikmat
&lt;br /&gt;
Aznie Aku berzina
&lt;br /&gt;
B
&lt;br /&gt;
Baghiah Yang zalim, jahat
&lt;br /&gt;
Bahimah Binatang
&lt;br /&gt;
Bakiah Yang menangis, merengek
&lt;br /&gt;
Balidah Yang bodoh, bebal
&lt;br /&gt;
Batilah Yang batil, tidak benar
&lt;br /&gt;
D
&lt;br /&gt;
Dahisyah Goncang, stress
&lt;br /&gt;
Dahriyah Yang mempercayai alam wujud dengan sendirinya
&lt;br /&gt;
Dami’ah Yang mengalir air matanya
&lt;br /&gt;
Daniyah Yang lemah dan hina
&lt;br /&gt;
F
&lt;br /&gt;
Faji’ah Kecelakaan
&lt;br /&gt;
Fajirah Yang jahat, yang berdosa
&lt;br /&gt;
Fasidah Yang rosak, yang binasa
&lt;br /&gt;
Fasiqah Yang jahat, si fasik
&lt;br /&gt;
Fasyilah Gagal, kalah
&lt;br /&gt;
G
&lt;br /&gt;
Ghafilah Yang lalai, yang leka
&lt;br /&gt;
Ghaibah Hilang
&lt;br /&gt;
Ghailah Kecelakaan, bencana
&lt;br /&gt;
Ghamitah Yang tidak mensyukuri nikmat
&lt;br /&gt;
Ghasibah Perampas, perompak
&lt;br /&gt;
Ghawiah Yang sesat, yang mengikut hawa nafsu
&lt;br /&gt;
H
&lt;br /&gt;
Haqidah Yang dengki
&lt;br /&gt;
Hasidah Yang hasad
&lt;br /&gt;
Hazinah Yang sedih
&lt;br /&gt;
J
&lt;br /&gt;
Jafiah Yang tidak suka berkawan
&lt;br /&gt;
Jariah Hamba suruhan perempuan
&lt;br /&gt;
K
&lt;br /&gt;
Kafirah Yang kafir, yang ingkar
&lt;br /&gt;
Kaibah Yang sedih
&lt;br /&gt;
Kamidah Yang hiba, yang sangat berduka
&lt;br /&gt;
Kazibah Pendusta, pembohong
&lt;br /&gt;
Khabithah Yang jahat, yang keji
&lt;br /&gt;
Khali’ah Yang tidak segan silu, mengikut hawa nafsu
&lt;br /&gt;
Khamrah Arak
&lt;br /&gt;
Khasirah Yang rugi
&lt;br /&gt;
Khati’ah Yang bersalah, yang berdosa
&lt;br /&gt;
L
&lt;br /&gt;
Lahab Bara api
&lt;br /&gt;
Lahifah Yang sedih, menyesal dan dizalimi
&lt;br /&gt;
La’imah Yang tercela
&lt;br /&gt;
Lainah Yang terkutuk
&lt;br /&gt;
M
&lt;br /&gt;
Majinah Yang bergurau senda tanpa perasaan malu
&lt;br /&gt;
Maridah Yang menderhaka
&lt;br /&gt;
Musibah Celaka, bencana, kemalangan
&lt;br /&gt;
N
&lt;br /&gt;
Nariah Api
&lt;br /&gt;
Nasyizah Yang menderhaka dan melawan suami
&lt;br /&gt;
Q
&lt;br /&gt;
Qabihah Yang buruk, hodoh
&lt;br /&gt;
Qasitah Yang melampaui batasan dan menyeleweng dari kebenaran
&lt;br /&gt;
Qatilah Pembunuh
&lt;br /&gt;
R
&lt;br /&gt;
Rajimah Yang direjam, yang dilaknat
&lt;br /&gt;
Razani Kepala zakar lelaki
&lt;br /&gt;
Razi’ah Kecelakaan, musibah
&lt;br /&gt;
Razilah Yang keji dan hina
&lt;br /&gt;
S
&lt;br /&gt;
Safih Insan Manusia bodoh
&lt;br /&gt;
Safilah Yang rendah dan hina
&lt;br /&gt;
Sahiah Yang pelupa
&lt;br /&gt;
Sharrul / Sharru Jahat
&lt;br /&gt;
Sakirah Pemabuk
&lt;br /&gt;
Syafihah Yang bodoh
&lt;br /&gt;
Syani’ah Yang buruk
&lt;br /&gt;
Syaqiyah Yang menderita
&lt;br /&gt;
Syaridah Yang diusir
&lt;br /&gt;
Syariqah Pencuri
&lt;br /&gt;
Syarisah Yang buruk akhlak
&lt;br /&gt;
Syarrul Bariyyah Sejahat-jahat manusia
&lt;br /&gt;
T
&lt;br /&gt;
Tafihah Karut
&lt;br /&gt;
Talifah Yang rosak, yang binasa
&lt;br /&gt;
Talihah Yang tidak baik
&lt;br /&gt;
Tarikah Anak dara tua
&lt;br /&gt;
W
&lt;br /&gt;
Wahiah Yang lemah, yang jatuh, yang buruk
&lt;br /&gt;
Wahimah Yang lemah
&lt;br /&gt;
Wahinah Penakut
&lt;br /&gt;
Wailah Bencana, keburukan
&lt;br /&gt;
Wajilah Penakut
&lt;br /&gt;
Waqihah Yang kurang sopan dan malu
&lt;br /&gt;
Wasikhah Yang kotor
&lt;br /&gt;
Wasyiah Yang mengumpat, yang mengadu dombakan orang
&lt;br /&gt;
Wati/Waty Nama Hindu/tiada makna
&lt;br /&gt;
Wathy / Wathi Bersetubuh
&lt;br /&gt;
Y
&lt;br /&gt;
Yabisah Yang kering, yang sedikit kebaikannya
&lt;br /&gt;
Yaisah Yang berputus asa
&lt;br /&gt;
Z
&lt;br /&gt;
Zalijah Kebinasaan
&lt;br /&gt;
Zalilah Yang hina
&lt;br /&gt;
Zalimah Yang zalim
&lt;br /&gt;
Zaniyah Penzina, pelacur
&lt;br /&gt;
Zufafah Racun pembunuh
&lt;br /&gt;
Untuk para orang tua namailah anak-anak anda dengan nama yang baik. Jangan hanya memberi nama dengan nama yang enak didengar namun buruk maknanya. Karena di suatu hari nanti ketika seseorang meninggal dunia dan ruhnya diangkat maka para malaikat akan menyebutkan namanya.

Setiap melewati sekelompok Malaikat di langit, mereka bertanya, ‘Ruh siapakah yang menyebarkan bau harum ini?’ Para Malaikat yang membawanya menjawab, “Ini adalah ruh fulan bin fulan’, seraya mereka menyebutkan nama-nama panggilannya yang terbaik yang biasa dipanggilkan kepadanya ketika DIduNIA</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_FRn4Gw5yjSumjYDwoq5NFydsIzwTr0FHMwmCQDJwh5gGdRIolb3AvPGL_-MKDQPKcxY_PwyPcdL1QiUJxmRcAH8EW2g9ecJs-QnmE1fNywdX0vGb4Dans5xAJ5-rlV0D96ruNCEL0efX/s72-c/998058_476970099060146_757453832_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2015/04/tata-cara-berdoa-sesuai-tuntunan.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Fri, 10 Apr 2015 07:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-2181471881904909987</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKLQV2M6H3N5ynxz_J7TrqxNyhmzEtuo7VEHI2GckHZ5pSgHhZ4rUQPhalwauQkzpy7VpagykmutzxYX4bWLtn_ZZwuS-mll-7kFU-y8_9n-JBR39J9QneziXb7ksPd4GOzn8dePBXBebN/s1600/Perpisahan-Dengan-Ramadan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKLQV2M6H3N5ynxz_J7TrqxNyhmzEtuo7VEHI2GckHZ5pSgHhZ4rUQPhalwauQkzpy7VpagykmutzxYX4bWLtn_ZZwuS-mll-7kFU-y8_9n-JBR39J9QneziXb7ksPd4GOzn8dePBXBebN/s1600/Perpisahan-Dengan-Ramadan.jpg" height="225" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
13 Adab berdoa

Pertama, mencari waktu yang mustajab.

Diantara waktu yang mustajab adalah hari arafah, ramadhan, sore hari jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له

“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta-Ku, Aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti Aku ampuni.” (H.r. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kedua,&lt;br /&gt;
memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk &lt;a href="http://konsultasisyariah.com/doa-sujud" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;berdoa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Diantara keadaan yang mustajab untuk berdoa adalah: ketika perang, 
turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, atau ketika puasa 
menjelang berbuka. Abu Hurairah &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt; mengatakan, 
“Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka ketika; jihad fi sabillillah 
sedang berkecamuk, ketika turun hujan, dan ketika iqamah shalat wajib. 
Manfaatkanlah untuk berdoa ketika itu.” (&lt;i&gt;Syarhus Sunnah al-Baghawi,&lt;/i&gt; 1: 327)&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“&lt;b&gt;Doa&lt;/b&gt; antara adzan dan iqamah tidak tertolak .”&lt;/i&gt; (H.r. Abu Daud, Nasa’i, danTurmudzi)&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah berdoa.”&lt;/i&gt; (H.r. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt; Menghadap kiblat dan mengangkat tangan&lt;br /&gt;
Dari Jabir &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, bahwa Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (H.r. Muslim)&lt;br /&gt;
Dari Salman &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, bahwa Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Sesungguhnya
 Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya 
ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali 
dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).”&lt;/i&gt; (H.r. Abu Daud &amp;amp; Turmudzi dan beliau hasankan)&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Cara mengangkat tangan dalam berdoa:&lt;/h3&gt;
Ibn Abbas &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt; mengatakan, bahwa Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan 
mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (H.r. 
Thabrani)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Catatan: Tidak boleh melihat ke atas ketika berdoa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, dengan suara lirih dan tidak dikeraskan.&lt;br /&gt;
Allah berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.”&lt;/i&gt; (Q.s. Al-Isra: 110)&lt;br /&gt;
Allah memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam, yang berdoa dengan penuh khusyu’ dan suara lirih,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu
 kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya 
dengan suara yang lembut.”&lt;/i&gt; (Q.s. Maryam: 2 – 3)&lt;br /&gt;
Allah juga berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang 
lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui 
batas.”&lt;/i&gt; (Q.s. Al-A’raf: 55)&lt;br /&gt;
Dari Abu Musa &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt; bahwa suatu ketika para sahabat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; mengingatkan,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ 
تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ 
قَرِيبٌ&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Wahai manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian 
tidak menyeru Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah bersama 
kalian, Dia Maha mendengar lagi Maha dekat.”&lt;/i&gt; (H.r. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kelima,&lt;/b&gt; Tidak dibuat bersajak.&lt;br /&gt;
Doa yang terbaik adalah doa yang ada dalam Alquran dan sunnah.&lt;br /&gt;
Allah juga berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang 
lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui 
batas.”&lt;/i&gt; (Q.s. Al-A’raf: 55)&lt;br /&gt;
Ada yang mengatakan: maksudnya adalah berlebih-lebihan dalam membuat kalimat doa, dengan dipaksakan bersajak.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keenam,&lt;/b&gt; khusyu’, merendahkan hati, dan penuh harap.&lt;br /&gt;
Allah berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera 
dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa 
kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang 
khusyu’ kepada Kami.”&lt;/i&gt; (Q.s. Al-Anbiya': 90)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketujuh,&lt;/b&gt; memantapkan hati dalam berdoa dan berkeyakinan untuk dikabulkan.&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
لا يقل أحدكم إذا دعا اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ليعزم المسألة فإنه لا مُكرِه له&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Janganlah kalian ketika berdoa dengan mengatakan: Ya Allah, 
ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau 
mau. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa
 Allah.” (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa 
sallam bersabda: “Apabila kalian berdoa, hendaknya dia mantapkan 
keinginannya. Karena Allah tidak keberatan dan kesulitan untuk 
mewujudkan sesuatu.”&lt;/i&gt; (H.r. Ibn Hibban dan dishahihkan Syua’ib Al-Arnauth)&lt;br /&gt;
Diantara bentuk yakin ketika berdoa adalah hatinya sadar bahwa dia sedang meminta sesuatu. Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة واعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل لاه&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. 
Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang 
lalai, dan lengah (dengan doanya).”&lt;/i&gt; (H.r. Turmudzi dan dishahihkan Al-Albani)&lt;br /&gt;
Banyak orang yang lalai dalam berdoa atau bahkan tidak tahu isi doa 
yang dia ucapkan. Karena dia tidak paham bahasa Arab, sehingga hanya dia
 ucapkan tanpa direnungkan isinya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedelapan,&lt;/b&gt; mengulang-ulang doa dan merengek-rengek dalam berdoa.&lt;br /&gt;
Misalnya, orang berdoa, “Yaa Allah, ampunilah hambu-MU, ampunilah 
hambu-MU…, ampunilah hambu-MU yang penuh dosa ini. ampunilah ya Allah…. ”
 Dia ulang-ulang permohonannya. Semacam ini menunjukkan kesungguhhannya 
dalam berdoa.&lt;br /&gt;
Ibn Mas’ud mengatakan, “Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau 
meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali. (H.r. Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesembilan,&lt;/b&gt; tidak tergesa-gesa agar segera 
dikabulkan, dan menghindari perasaan: “Mengapa doaku tidak dikabulkan 
atau kalihatannya Allah tidak akan mengabulkan doaku.”&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan: Saya telah berdoa, namun belum saja dikabulkan.”&lt;/i&gt; (H.r. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
Sikap tergesa-gesa agar segera dikabulkan, tetapi doanya tidak 
kunjung dikabulkan, menyebabkan dirinya malas berdoa. Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Nabi&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
لا يزال الدعاء يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم، ما لم يستعجل، 
قيل: يا رسول الله وما الاستعجال؟ قال: يقول قد دعوت وقد دعوت فلم أر 
يستجيب لي، فيستحسر عند ذلك ويدع الدعاء رواه مسلم.&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa 
yang isinya dosa atau memutus silaturrahim, selama dia tidak 
terburu-buru. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, apa yang dimaksud 
terburu-buru dalam berdoa?. Beliau bersabda: “Orang yang berdoa ini 
berkata: Saya telah berdoa, Saya telah berdoa, dan belum pernah 
dikabulkan. Akhirnya dia putus asa dan meninggalkan doa.”&lt;/i&gt; (H.r. Muslim dan Abu Daud)&lt;br /&gt;
Sebagian ulama mengatakan: “Saya pernah berdoa kepada Allah dengan 
satu permintaan selama dua puluh tahun dan belum dikabulkan, padahal aku
 berharap agar dikabulkan. Aku meminta kepada Allah agar diberi taufik 
untuk meninggalkan segala sesuatu yang tidak penting bagiku.”&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesepuluh,&lt;/b&gt; memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Bagian dari adab ketika memohon dan meminta adalah memuji Dzat yang 
diminta. Demikian pula ketika hendak berdoa kepada Allah. Hendaknya kita
 memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang mulia (&lt;i&gt;Asma-ul Husna&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; pernah mendengar ada orang yang berdoa dalam shalatnya dan dia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Kemudian beliau bersabda: “Orang ini terburu-buru.” kemudian Beliau bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد ربه جل وعز والثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بما شاء&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan 
mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi
 wa sallam. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.”&lt;/i&gt; (H.r. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesebelas,&lt;/b&gt; memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah.&lt;br /&gt;
Banyak mendekatkan diri kepada Allah merupakan sarana terbesar untuk 
mendapatkan cintanya Allah. Dengan dicintai Allah, doa seseorang akan 
mudah dikabulkan. Diantara amal yang sangat dicintai Allah adalah 
memperbanyak taubat dan istighfar.&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا 
افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ 
بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ….، وَإِنْ 
سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Tidak ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai 
melebihi ibadah yang Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribadah 
kepada-Ku dengan amalan sunnah, sampai Aku mencintainya. Jika Aku 
mencintainya maka …jika dia meminta-Ku, pasti Aku berikan dan jika minta
 perlindungan kepada-KU, pasti Aku lindungi…”&lt;/i&gt; (H.r. Bukhari)&lt;br /&gt;
Diriwayatkan bahwa ketika terjadi musim kekeringan di masa Umar bin 
Khatab, beliau meminta kepada Abbas untuk berdoa. Ketika berdoa, Abbas 
mengatakan, “Ya Allah, sesungguhnya tidaklah turun musibah dari langit 
kecuali karena perbuatan dosa. dan musibah ini tidak akan hilang, 
kecuali dengan taubat…”&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua belas,&lt;/b&gt; hindari mendoakan keburukan, baik untuk diri sendiri, anak, maupun keluarga.&lt;br /&gt;
Allah berfirman, mencela manusia yang berdoa dengan doa yang buruk,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
وَيَدْعُ الإِنسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الإِنسَانُ عَجُولاً&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.”&lt;/i&gt; (Q.s. Al-Isra': 11)&lt;br /&gt;
Allah juga berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُم بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Kalau sekiranya Allah menyegerakan keburukan bagi manusia 
seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri
 umur mereka (binasa).”&lt;/i&gt; (Q.s. Yunus: 11)&lt;br /&gt;
Ayat ini berbicara tentang orang yang mendoakan keburukan untuk dirinya, hartanya, keluarganya, dengan doa keburukan.&lt;br /&gt;
Dari Jabir &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
لا تدعوا على أنفسكم، ولا تدعوا على أولادكم، ولا تدعوا على خدمكم، ولا 
تدعوا على أموالكم، لا توافق من الله ساعة يسأل فيها عطاء فيستجاب لكم&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan 
mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk 
pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa 
jadi ketika seorang hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu 
mustajab, pasti Allah kabulkan.”&lt;/i&gt; (H.r. Abu Daud)&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
لا يزال الدعاء يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.”&lt;/i&gt; (H.r. Muslim dan Abu Daud)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga belas, &lt;/b&gt;menghindari makanan dan harta haram.&lt;br /&gt;
Makanan yang haram menjadi sebab tertolaknya doa.&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا 
وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ 
فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا 
صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا 
الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ 
ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ 
إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ 
حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ 
لِذَلِكَ&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). 
Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan 
sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti
 yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para 
Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal 
shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan 
Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki 
yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan 
kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan 
tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak 
yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu
 mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai 
Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari 
yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan 
yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan do’anya?&lt;/i&gt; (H.r. Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Allahu a’lam&lt;/i&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKLQV2M6H3N5ynxz_J7TrqxNyhmzEtuo7VEHI2GckHZ5pSgHhZ4rUQPhalwauQkzpy7VpagykmutzxYX4bWLtn_ZZwuS-mll-7kFU-y8_9n-JBR39J9QneziXb7ksPd4GOzn8dePBXBebN/s72-c/Perpisahan-Dengan-Ramadan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2015/03/pelihara-jenggot-adalah-perintah.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Mon, 16 Mar 2015 23:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-1335384577232072541</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOHIH2M61b6TjPS75xLpBYB228lAOxx6WGZ5EsjHqeDTJmCAL7OgHc1pwM766Ne0TCVcmZQpQH7i6nTyjnQp8_T8O7vH9MJ6YMarrbzTgKYMBvaIXy5L44PumvibRcD44Vu_t6PrBE52q3/s1600/429086_247531655337326_93767663_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOHIH2M61b6TjPS75xLpBYB228lAOxx6WGZ5EsjHqeDTJmCAL7OgHc1pwM766Ne0TCVcmZQpQH7i6nTyjnQp8_T8O7vH9MJ6YMarrbzTgKYMBvaIXy5L44PumvibRcD44Vu_t6PrBE52q3/s1600/429086_247531655337326_93767663_n.jpg" height="312" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kalau sudah melihat orang yang berjenggot, pasti sebagian orang 
merasa aneh dan selalu mengait-ngaitkan dengan Amrozi, cs. Jadi, 
seolah-olah orang yang berjenggota adalah orang yang sesat yang harus 
dijauhi dan disingkarkan dari masyarakat. Itulah salah satu ajaran Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 yang terzholimi. Berikut kami akan membahas mengenai hukum memelihara 
jenggot dan pada posting berikutnya kami akan menyanggah beberapa 
kerancuan mengenai masalah jenggot. Semoga bermanfaat. &lt;span id="more-621"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Jenggot (&lt;i&gt;lihyah&lt;/i&gt;) adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan dagu&lt;/span&gt;. Jadi, semua rambut yang tumbuh pada dagu, di bawah dua tulang rahang bawah, pipi, dan sisi-sisi pipi disebut &lt;i&gt;lihyah&lt;/i&gt; (jenggot) kecuali kumis. (Lihat &lt;i&gt;Minal Hadin Nabawi I’faul Liha&lt;/i&gt;, ‘Abdullah bin Abdul Hamid dengan edisi terjemahan ‘&lt;i&gt;Jenggot Yes, Isbal No&lt;/i&gt;’, hal. 17)&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Nabi Saja Berjenggot

Memelihara dan membiarkan jenggot merupakan syari’at Islam dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Marilah kita lihat bagaimana bentuk fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berjenggot.

Dari Anas bin Malik –pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengatakan,

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)

Lihatlah saudaraku, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat di atas dengan sangat jelas terlihat memiliki jenggot. Lalu pantaskah orang berjenggot dicela?!

Perintah Nabi Agar Memelihara Jenggot

Hadits pertama, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

Hadits kedua, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)

Hadits ketiga, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.

“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624)

Hadits keempat, dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 626)

Hadits kelima, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Bukhari no. 5893)

Hadits keenam, dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

“Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.” (HR. Bukhari no. 5892)

Ulama besar Syafi’iyyah, An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Kesimpulannya ada lima riwayat yang menggunakan lafazh,

أَعْفُوا وَأَوْفُوا وَأَرْخُوا وَأَرْجُوا وَوَفِّرُوا

Semua lafazh tersebut bermakna membiarkan jenggot tersebut sebagaimana adanya.” (Lihat Syarh An Nawawi ‘alam Muslim, 1/416, Mawqi’ Al Islam-Maktabah Syamilah 5)

Di samping hadits-hadits yang menggunakan kata perintah di atas, memelihara jenggot juga merupakan sunnah fithroh. Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ

“Ada sepuluh macam fitroh, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” (HR. Muslim no. 627)

Jika seseorang mencukur jenggot, berarti dia telah keluar dari fitroh yang telah Allah fitrohkan bagi manusia. Allah Ta’ala berfirman,

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada penggantian pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar Ruum [30] : 30)

Selain dalil-dalil di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sangat tidak suka melihat orang yang jenggotnya dalam keadaan tercukur.

Ketika Kisro (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat keduanya. Beliau bertanya,”Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” Keduanya berkata, ”Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Akan tetapi, Rabb-ku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.” (HR. Thabrani, Hasan. Dinukil dari Minal Hadin Nabawi I’faul Liha)

Lihatlah saudaraku, dalam hadits yang telah kami bawakan di atas menunjukkan bahwa memelihara jenggot adalah suatu perintah. Memangkasnya dicela oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menurut kaedah dalam Ilmu Ushul Fiqh, ”Al Amru lil wujub” yaitu setiap perintah menunjukkan suatu kewajiban.  Sehingga memelihara jenggot yang tepat bukan hanya sekedar anjuran, namun suatu kewajiban. Di samping itu, maksud memelihara jenggot adalah untuk menyelisihi orang-orang musyrik dan Majusi serta perbuatan ini adalah fithroh manusia yang dilarang untuk diubah.

Berdasar hadits-hadits di atas, memelihara jenggot tidak selalu Nabi kaitkan dengan menyelisihi orang kafir. Hanya dalam beberapa hadits namun tidak semua, Nabi kaitkan dengan menyelisihi Musyrikin dan Majusi. Sehingga tidaklah benar anggapan bahwa perintah memelihara jenggot dikaitkan dengan menyelisihi Yahudi.

Maka sudah sepantasnya setiap muslim memperhatikan perintah Nabi dan celaan beliau terhadap orang-orang yang memangkas jenggotnya. Jadi yang lebih tepat dilakukan adalah memelihara jenggot dan memendekkan kumis.

Catatan:

Namun, apakah kumis harus dipotong habis ataukah cukup dipendekkan saja? Berikut ini adalah intisari dari perkataan Al Qodhi Iyadh yang dinukil oleh An Nawawi dalam Syarh Muslim, 1/416.

Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa kumis harus dicukur habis karena hal ini berdasarkan makna tekstual (zhohir) dari hadits yang menggunakan lafazh ahfuu dan ilhakuu. Inilah pendapat ulama-ulama Kufah. Ulama lainnya melarang untuk mencukur habis kumis. Ulama-ulama yang berpendapat demikian menganggap bahwa lafazh ihfa’, jazzu, dan qossu adalah bermakna sama yaitu memotong kumis tersebut hingga nampak ujung bibir. Sebagian ulama lainnya memilih antara dua cara ini, boleh yang pertama, boleh juga yang kedua.

Pendapat yang dipilih oleh An Nawawi dan insya Allah inilah pendapat yang kuat dan lebih hati-hati adalah memendekkan kumis hingga nampak ujung bibir. Wallahu a’lam bish showab.

Pembahasan ini masih akan dilengkapi pembahasan selanjutnya yang akan menjawab beberapa kerancuan tentang jenggot. Semoga Allah mudahkan.

Hanya Allah yang senantiasa memberi taufik.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOHIH2M61b6TjPS75xLpBYB228lAOxx6WGZ5EsjHqeDTJmCAL7OgHc1pwM766Ne0TCVcmZQpQH7i6nTyjnQp8_T8O7vH9MJ6YMarrbzTgKYMBvaIXy5L44PumvibRcD44Vu_t6PrBE52q3/s72-c/429086_247531655337326_93767663_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>KESALAHAN-KESALAHAN PADA SHOLAT JUM'</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2014/04/kesalahan-kesalahan-pada-sholat-jum.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Tue, 29 Apr 2014 07:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-1736829633674991303</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk1IH89grEL5v_4E1wNGeLyaDb12bttP7b7EqIDsOA4qMCBmBdHgYdvniIrIn_LeJyVrcCpD1IcDJLplafy3fQXf34HbHFXMbY2W0sT2aQVX6yuouDP8G-4CoFhG2-gDve_Srb5oh4qnmD/s1600/37628_1234347598595_4833021_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk1IH89grEL5v_4E1wNGeLyaDb12bttP7b7EqIDsOA4qMCBmBdHgYdvniIrIn_LeJyVrcCpD1IcDJLplafy3fQXf34HbHFXMbY2W0sT2aQVX6yuouDP8G-4CoFhG2-gDve_Srb5oh4qnmD/s1600/37628_1234347598595_4833021_n.jpg" height="213" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fbPhotosPhotoCaption" id="fbPhotoSnowliftCaption" tabindex="0"&gt;&lt;span class="hasCaption"&gt;1. MENGULUR WAKTU DATANG KE MASJID SEHINGGA KHATIB NAIK MIMBAR&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Di antara kaum muslimin ada yang berlambat-lambat ketika mendatangi 
shalat Jum’at sehingga khatib naik mimbar. Padahal dengan demikian itu 
mereka telah kehilangan banyak kebaikan serta pahala yang melimpah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Di dalam ash-Shahiihain (Shahiih al-Bukhari dan Shahiih Muslim) 
disebutkan, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;- Barangsiapa mandi pada hari Jum’at seperti mandi junub kemudian dia berangkat ke masjid, maka seakan-akan dia berkurban dengan unta.

- Barangsiapa berangkat pada waktu kedua, maka seakan-akan dia berkurban dengan sapi.

- Barangsiapa berangkat pada waktu ketiga, maka seakan-akan dia berkurban dengan kambing yang bertanduk.

- Barangsiapa berangkat pada waktu keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan ayam.

- Dan barangsiapa berangkat pada waktu kelima, maka seakan-akan dia berkurban dengan telur.

Jika imam (khatib) telah datang, maka Malaikat akan hadir untuk mendengarkan Khutbah.” [1]

Maksudnya, para Malaikat itu menutup lembaran catatan pahala bagi mereka yang terlambat sehingga tidak mendapatkan pahala yang lebih bagi orang-orang yang masuk masjid (di saat khatib sudah naik mimbar).

Pengertian tersebut diperkuat oleh hadits berikut ini:

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dinilai hasan oleh al-Albani. Dari Abu Ghalib, dari Abu Umamah, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Pada hari Jum’at para Malaikat duduk di pintu-pintu masjid yang bersama mereka lembaran-lembaran catatan. Mereka mencatat orang-orang (yang datang untuk shalat), di mana jika imam (khatib) telah datang menuju ke mimbar, maka lembaran-lembaran catatan itu akan ditutup.”

Lalu kutanyakan, “Hai Abu Umamah, kalau begitu bukankah orang yang datang setelah naiknya khatib ke mimbar berarti tidak ada Jum’at baginya?”
Dia menjawab, “Benar, tetapi bukan bagi orang yang telah dicatat di dalam lembaran-lem-baran catatan.” [2]



2. TIDAK MANDI, TIDAK PULA MEMAKAI WANGI-WANGIAN, DAN TIDAK BERSIWAK PADA HARI JUM’AT

Di antara jama’ah ada juga yang mengabaikan masalah mandi dan memakai wangi-wangian pada hari Jum’at.
Padahal Islam menghendaki kaum muslimin supaya berkumpul pada hari Jum’at pada pertemuan mingguan dalam keadaan sesempurna mungkin, berpenampilan paling baik, serta memakai wangi-wangian yang paling wangi sehingga orang lain tidak terganggu oleh bau yang tidak sedap. Serta tidak juga mengganggu para Malaikat.

Di dalam kitab ash-Shahiihain disebutkan, dari Abu Bakar bin al-Munkadir, dia berkata, ‘Amr bin Sulaim al-Anshari pernah memberitahuku, dia berkata, Aku bersaksi atas Abu Sa’id yang mengatakan, Aku bersaksi bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Mandi pada hari Jum’at itu wajib bagi setiap orang yang sudah baligh.
Dan hendaklah dia menyikat gigi serta memakai wewangian jika punya.” [3]

Di dalam kitab Shahiih al-Bukhari juga disebutkan, dari Salman al-Farisi, dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidaklah seseorang mandi dan bersuci semampunya pada hari Jum’at, memakai mi-nyak rambut atau memakai minyak wangi di rumahnya kemudian keluar lalu dia tidak memisahkan antara dua orang (dalam shaff) kemudian mengerjakan shalat dan selanjutnya dia diam (tidak berbicara) jika khatib berkhutbah, melainkan akan diberikan ampunan kepadanya (atas kesalahan yang terjadi) antara Jum’atnya itu dengan Jum’at yang berikutnya.” [4]

__________

Foote Note

[1]. Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 881) dan Muslim (no. 850).

[2]. Hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (no. 21765) dan selainnya yang dinilai hasan oleh al-Albani di dalam kitab Shahiih at-Targhiib (no. 710).

[3]. Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 880) dan Muslim (no. 846).

[4]. Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 883).



3. TIDAK MAU MENEMPATI BARISAN (SHAFF) PERTAMA MESKI DATANG LEBIH AWAL


Di antara jama’ah ada yang datang ke masjid lebih awal dan mendapati barisan pertama masih kosong, tetapi dia malah memilih untuk menempati barisan kedua atau ketiga agar bisa bersandar ke tiang misalnya, atau memilih barisan belakang sehingga dia bisa bersandar ke dinding misalnya. Semuanya itu bertentangan dengan perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk segera menduduki barisan pertama yang didapatinya selama dia bisa sampai ke tempat tersebut, karena agungnya pahala yang ada padanya serta banyaknya keutamaan yang terkandung padanya. Dan seandainya dia tidak bisa sampai ke tempat itu kecuali dengan cara undian, maka hendaklah dia melakukan hal tersebut sehingga dia tidak kehilangan pahala yang melimpah itu.

Telah diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: :

“Seandainya orang-orang itu mengetahui apa yang terdapat pada seruan adzan dan shaff pertama kemudian mereka tidak mendapatkan jalan, kecuali harus melakukan undian, niscaya mereka akan melakukannya.” [1]

Dan dalam riwayat Muslim disebutkan:

“Seandainya kalian atau mereka mengetahui apa yang terdapat di shaff terdepan, niscaya akan dilakukan undian.” [2]

Dengarlah keutamaan yang melimpah bagi orang yang bersuci dan bersegera mendatanginya.

Telah diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Majah, yang dinilai hasan oleh at-Tirmidzi serta dinilai shahih oleh al-Albani di dalam kitab Shahiih as-Sunan, dari Aus bin Aus Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at dan membersihkan diri, lalu cepat -cepat dan bergegas, serta berjalan kaki dan tidak menaiki kendaraan, juga mendekati posisi imam, kemudian mendengarkan lagi tidak lengah, maka baginya setiap langkah amalan satu tahun, dengan pahala puasa dan qiyamul lail yang ada pada tahun itu.” [3]

Mengenai penafsiran kalimat, ghassala wa ightasala, para ulama memiliki dua pendapat:

1. Membasahi kepala dan mandi, sebagai upaya membersihkan diri secara maksimal. Dan ini merupakan pendapat Ibnul Mubarak.

2. Mencampuri isterinya sehingga dia harus membersihkan diri dan mandi. Dan inilah pendapat Waki’.

Mereka menyunnahkan seseorang mencampuri isterinya pada hari Jum’at karena dua alasan:

a. Agar nafsu syahwatnya tersalurkan pada tempat yang halal sehingga dia berangkat menunaikan shalat Jum’at dan bisa menundukkan pandangan, mengonsentrasikan pikiran untuk mendengarkan khutbah dan mengambil pelajaran dari nasihat yang disampaikan.

b. Mudah-mudahan dengan apa yang dilakukannya itu Allah akan memberikan berkah sehingga akan mengeluarkan dari tulang rusuknya anak-anak yang shalih, sehingga dengan demikian itu telah menanamkan benihnya pada hari yang penuh berkah, yaitu hari Jum’at.

Di antara yang memperkuat makna itu adalah: “Barangsiapa mandi seperti mandi janabat pada hari Jum’at dan kemudian pergi berangkat…”

Bakkara wa ibtakara, ada yang mengatakan, Hal tersebut sebagai ta’kiid (penekanan) dan ada juga yang mengatakan: bakkara berarti berangkat pagi-pagi ke masjid. Ibtakara berarti mendengar khuthbah dari sejak awal.

Danaa min al-Imaam berarti menempati barisan-barisan pertama yang dekat dengan imam (khatib).
Fastama’a walam yalghu berarti mendengarkan khutbah dan tidak lengah darinya oleh aktivitas lainnya.



4. MELANGKAHI PUNDAK JAMA’AH YANG DATANG LEBIH AWAL PADA HARI JUM’AT

Di antara kaum muslimin ada yang datang terlambat ke masjid, sehingga dia menyela jama’ah yang datang lebih awal dan duduk dengan melangkahi pundak mereka sehingga dia sampai ke barisan pertama. Dan ini jelas salah. Mestinya dia harus menempati tempat yang terakhir kali ia dapatkan.

Telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani, dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seseorang masuk masjid pada hari Jum’at sedang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah menyampaikan khutbah, lalu dia melangkahi orang-orang, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Duduklah, karena sesungguhnya engkau telah mengganggu (orang-orang) dan datang terlambat.” [4]



5. ORANG YANG MASUK KE MASJID BERDIRI DAN MENUNGGU SAMPAI ADZAN SELESAI DIKUMANDANGKAN, BARU KEMUDIAN MENGERJAKAN SHALAT TAHIYYATUL MASJID


Sebagian orang jika memasuki masjid sedang khathib sudah berada di atas mimbar dan muadzin masih mengumandangkan adzan maka dia akan tetap berdiri sambil menunggu adzan selesai. Dan ketika muadzin selesai mengumandangkan adzan dan khatib menyampaikan khutbah, baru dia mulai mengerjakan shalat Tahiyyatul Masjid. Ini merupakan tindakan yang salah. Mendengar adzan adalah sunnah, sementara mendengar khutbah adalah wajib, sehingga yang wajib harus diutamakan. Oleh karena itu, tidak diperbolehkan mengabaikan yang wajib untuk menunaikan yang sunnah. Dengan demikian, yang benar adalah memulai shalat Tahiyyatul Masjid langsung ketika sampai di masjid meskipun muadzin tengah mengumandangkan adzan agar dia bisa mendengar khutbah secara lengkap.



6. BERBICARA SAAT KHUTBAH TENGAH BERLANGSUNG


Di antara jama’ah ada juga yang berbincang dengan orang secara perlahan di sekitarnya saat khutbah tengah berlangsung. Dan ini jelas salah, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk diam guna mendengarkan khutbah Jum’ah dengan seksama.

Sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya, yaitu satu hadits yang diriwayatkan empat perawi dan dinilai shahih oleh al-Albani dari Aus bin Aus Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at dan membersihkan diri, lalu cepat-cepat dan bergegas, serta berjalan kaki dan tidak menaiki kendaraan, juga mendekati posisi imam, kemudian mendengarkan lagi tidak lengah, maka baginya setiap langkah amalan satu tahun, dengan pahala puasa dan qiyamul lail yang ada pada tahun itu.” [5]

Di dalam kitab ash-Shahiihain telah disebutkan dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika engkau mengatakan kepada temanmu, ‘Diam,’ pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah, berarti engkau telah berbuat sia-sia.” [6]

Lalu apa hukuman bagi orang yang berbicara atau melangkahi pundak jama’ah?

Hukumannya adalah tidak ditetapkan baginya pahala shalat Jum’at dan dia juga tidak akan mendapatkan keutamaannya, dan shalat Jum’at itu hanya akan menjadi shalat Zhuhur baginya.

Yang demikian itu didasarkan pada apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah yang dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, lalu memakai minyak wangi isterinya jika dia punya, dan mengenakan pakaian yang bagus, lalu tidak melangkahi pundak orang-orang, serta tidak lengah saat diberi nasihat (khutbah), maka hal itu menjadi penghapus dosa (kecil) antara
keduanya. Dan barangsiapa lengah dan melangkahi pundak orang-orang, maka shalat Jum’atnya itu menjadi shalat Zhuhur baginya. ” [7]

__________

Foote Note

[1]. Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 721) dan Muslim (no. 437).

[2]. Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 439).

[3]. Shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 345), at-Tirmidzi (no. 496), an-Nasa-i (no. 1398), Ibnu Majah (no. 1087). Dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani di dalam kitab Shahiih at-Tirmidzi (no. 496).

[4]. Shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1115) dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani di dalam kitab Shahiih Ibni Majah.

[5]. Shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 345), at-Tirmidzi (no. 496), an-Nasa'i (no. 1398), Ibnu Majah (no. 1087). Dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani di dalam kitab Shahiih at-Tirmidzi (no. 496).

[6]. Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 934) dan Muslim (no. 851).

[7]. Hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah (no. 347). Dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani di dalam kitab Shahiih at-Targhiib (no. 720).



7. JAMA’AH TIDUR SEMENTARA KHATIB TENGAH MENYAMPAIKAN KHUTBAHNYA


Sebagian orang tertidur sementara khatib sudah berada di atas mimbar. Dan ini jelas salah dan dia harus dibangunkan untuk mendengarkan nasihat.

Ibnu Sirin mengatakan, “Mereka memakruhkan tidur ketika khatib khutbah. Dan mereka berkata tegas mengenai hal tersebut.” [1]

Dan disunnahkan bagi orang yang dihinggapi rasa kantuk untuk pindah dari tempatnya ke tempat lain di masjid. Mengenai hal tersebut telah diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban dengan sanad shahih dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika salah seorang di antara kalian mengantuk di tempat duduknya pada hari Jum’at, maka hendaklah dia pindah (bergeser) dari tempat itu ke tempat lainnya.” [2]



8. BERSANDARNYA SEBAGIAN ORANG KE DINDING DAN TIDAK MENGHADAP KHATIB


Ada sebagian orang yang dalam mendengarkan khutbah Jum’at lebih senang bersandar ke dinding atau tiang dan tidak menghadap ke arah khatib, bahkan mereka membelakanginya. Dan ini jelas bertentangan dengan petunjuk para Sahabat Nabi di dalam khutbah Jum’at dan juga bertolak belakang dengan etika mendengar khutbah.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu mengatakan, “Jika berkhutbah Jum’at, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri, sementara Sahabat-Sahabat beliau menghadapkan wajah mereka ke arah beliau.” [3]

Dari Muthi’ al-Ghazal dari ayahnya dari kakeknya, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika sudah menaiki mimbar, maka kami pun menghadapkan wajah kami ke arah beliau.” [4]

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam sudah berdiri tegak di atas mimbar, maka kami langsung menghadapkan wajah kami ke arah beliau.” [5]

Dari Abban bin ‘Abdullah al-Bajali, dia berkata, Aku pernah melihat ‘Adi bin Tsabit menghadapkan wajahnya ke arah khatib jika khatib itu berdiri sambil berkhutbah. Lalu aku tanyakan kepadanya, “Aku lihat engkau menghadapkan wajahmu ke khatib?” Dia menjawab, “Karena aku pernah melihat para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal tersebut.” [6]

Dari Nafi’, mantan budak Ibnu ‘Umar bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar mengerjakan shalat sunnah pada hari Jum’at hingga selesai sebelum khatib keluar, dan ketika khatib telah datang sebelum khatib itu duduk, dia (‘Abdullah bin ‘Umar) menghadapkan wajah ke arahnya.Imam Ibnu Syihab az-Zuhri rahimahullahu mengatakan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika menyampaikan khutbahnya, maka mereka langsung mengarahkan wajah mereka kepadanya sampai beliau selesai dari khutbahnya"

Imam Yahya bin Sa’id al-Anshari rahimahullahu mengatakan, “Yang sunnah untuk dilakukan adalah jika khatib sudah duduk di atas mimbar pada hari Jum’at, maka hendaklah semua orang mengarahkan wajah ke arahnya.” [7]

Al-Atsram mengatakan, aku pernah katakan kepada Abu ‘Abdullah [8],

“Ketika khatib berada agak jauh di sebelah kananku, maka apakah jika aku ingin menghadap kepadanya, aku harus mengalihkan wajahku dari arah kiblat?”
Dia menjawab, “Ya, arahkan wajahmu kepadanya.” [9]

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Disunnahkan bagi orang-orang untuk menghadap ke arah khatib jika dia tengah berkhutbah. Dan itu merupakan pendapat Malik, at-Tsauri, al-Auza’i, asy-Syafi’i, Ishaq, dan Ashabur rayi.” [10]

Ibnu Mundzir rahimahullahu mengatakan, “Hal itu bagaikan ijma’ (kesepakatan para ulama).” [11]

At-Tirmidzi rahimahullahu mengatakan, “Pengamalan terhadap hal tersebut dilakukan oleh para ulama dari kalangan Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga yang lainnya mereka menyunnahkan untuk menghadap ke khatib jika dia tengah berkhutbah.” [12]



9. MEMAINKAN BIJI TASBIH ATAU KUNCI SAAT KHUTBAH BERLANGSUNG


Sebagian orang ada yang melakukan hal yang sia-sia baik dengan kunci-kunci atau biji tasbih yang ada di tangannya saat mendengar khutbah Jum’at. Ini jelas bertentangan dengan ketenangan dan perhatian terhadap peringatan dan nasihat yang disampaikan kepadanya.

Bahkan hal tersebut masuk ke dalam kelengahan yang dilarang untuk dilakukan. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahiihnya dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Barangsiapa yang memegang batu kerikil berarti dia telah berbuat sia-sia.” [13]

Dan terkadang ada juga salah seorang dari mereka yang mengeluarkan kayu siwak dan bersiwak saat khutbah tengah berlangsung. Ini juga termasuk dalam kategori lengah (berbuat sia-sia).



10. MEMISAHKAN DUA ORANG YANG DUDUK BERDAMPINGAN PADA HARI JUM’AT

Terkadang ada orang yang datang terakhir ke masjid, lalu melangkahi pundak-pundak jama’ah yang datang lebih awal serta memisahkan duduk orang-orang agar dia bisa sampai di barisan pertama. Dan ini merupakan satu hal yang dilarang oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Menurut Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh al-Albani.
“Dari Jabir bin ‘Abdullah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seseorang masuk masjid pada hari Jum’at sedang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah menyampaikan khuthbah, lalu dia melangkahi orang-orang, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Duduklah, karena sesungguhnya engkau telah mengganggu (orang-orang) dan datang terlambat.” [14]

Kemudian orang yang memisahkan di antara dua orang ini, yakni dengan melangkahi keduanya atau duduk di antara keduanya benar-benar telah kehilangan pahala yang besar, yaitu yang disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, dari Salman al-Farisi Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, memakai minyak rambut atau memakai minyak wangi rumahnya kemudian keluar lalu dia tidak memisahkan antara dua orang dan kemudian mengerjakan shalat sunnah dan selanjutnya dia diam (tidak berbicara) jika khatib berkhutbah, melainkan akan diberikan ampunan kepadanya (atas kesalahan yang terjadi) antara Jum’atnya itu dengan Jum’at yang berikutnya”. [15]

Al-Hafizh rahimahullahu mengatakan, “Setelah dilakukan penghimpunan terhadap jalan-jalan dan lafazh-lafazh hadits, maka tampak sekumpulan dari apa yang kami sampaikan tadi bahwa penghapusan dosa dari hari Jum’at ke Jum’at berikutnya itu dengan syarat adanya semua hal berikut ini:

a. Mandi dan membersihkan diri.

b. Memakai minyak wangi atau minyak rambut.

c. Memakai pakaian yang paling bagus.

d. Berjalan kaki dengan penuh ketenangan.

e. Tidak melangkahi pundak jama’ah yang datang lebih awal.

f. Tidak memisahkan antara dua orang yang erdampingan.

g. Tidak mengganggu.

h. Mengerjakan amalan-amalan sunnah.

i. Diam.

j. Tidak melakukan aktivitas yang melengahkan” [16]


Lebih lanjut, al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Di dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Amr disebutkan, ‘Oleh karena itu, barangsiapa melangkahi orang atau melakukan hal yang melengahkan, maka baginya shalat Jum’at itu hanya shalat Zhuhur semata" [17]

__________

Foote Note

[1]. Tafsiir al-Qurthubi (XVIII/117) dan al-Qaulul Mubiin (no. 346).

[2]. Shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (II/135), Abu Dawud (no. 119), at-Tirmidzi (no. 526), Ibnu Hibban (no. 2792) Ihsaan.

[3]. Zaadul Ma’aad (I/430).

[4]. Hasan bisyawaahidi (dengan beberapa penguatnya): Diriwayat-kan oleh al-Bukhari dalam kitab at-Taariikh al-Kabiir (IV/II/ 47). Dinilai hasan oleh al-Albani dengan beberapa syahidnya dalam kitabnya, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 2080).

[5]. Hasan: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 509) dan dinilai shahih oleh al-Albani di dalam kitab Shahiih at-Tirmidzi.

[6]. Hasan: Diriwayatkan oleh al-Baihaqi (III/198). Al-Albani mengatakan di dalam kitab Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (V/114), “Sanad ini jayyid.” Dan diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1136) dari Adi bin Tsabit dari ayahnya dan dinilai shahih oleh al-Albani.

[7]. Hasan: Diriwayatkan oleh al-Baihaqi (III/199) dengan sanad hasan.

[8]. Yaitu Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah

[9]. Al-Mughni (III/172).

[10]. Ibid (III/172).

[11]. Ibid (III/172).

[12]. Sunan at-Tirmidzi: kitab al-Jumu’ah, bab Maa Jaa’a fii Istiqbaalil Imaam idzaa Khathaba.

[13]. Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 857). Dan lihat kitab as-Subhah, Taariikhuhaa wa Hukmuhaa, Dr. Bakr bin ‘Abdillah Abu Zaid hafizhahullah. (Telah kami terbitkan dengan judul: Adakah Biji Tasbih pada Zaman Rasulullah j -pent.)

[14]. Shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1115) dan dinilai shahih oleh al-Albani di dalam kitab Shahiih Ibni Majah.

[15]. Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 883, 910).

[16]. Fat-hul Baari, syarah hadits no. 883.

[17]. Hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 347) dan dinilai hasan oleh al-Albani.



11. TIDAK MEMISAHKAN ANTARA SHALAT JUM’AT DAN SHALAT SUNNAHNYA DENGAN PINDAH TEMPAT ATAU PEMBICARAAN


Di antara kaum muslimin ada yang mengerjakan shalat Jum’at, kemudian berdiri dan langsung mengerjakan shalat sunnah Ba’diyah. Dan ini jelas salah. Yang benar adalah pindah ke tempat lain untuk kemudian mengerjakan shalat sunnah atau minimal berbicara meski hanya dengan sedikit dzikir atau tasbih atau yang semisalnya untuk menyempurnakan pemisahan antara shalat Jum’at dengan shalat sunnahnya.

Yang menjadi dalil bagi hal tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab Shahiihnya dari ‘Umar bin ‘Atha’ bin Abil Khuwar:

“Bahwa Nafi’ bin Jubair pernah mengutusnya menemui as-Saib, anak dari saudara perempuan Namr untuk menanyakan kepadanya tentang sesuatu yang dilihatnya dari Mu’awiyah dalam shalat, maka dia menjawab, ‘Ya, aku pernah mengerjakan shalat Jum’at bersamanya di dalam maqshurah [1].

Setelah imam mengucapkan salam, aku langsung berdiri di tempatku semula untuk kemudian mengerjakan shalat, sehingga ketika dia masuk, dia mengutus seseorang kepadaku seraya berkata, ‘Janganlah engkau mengulangi perbuatan itu lagi. Jika engkau telah mengerjakan shalat
Jum’at, maka janganlah engkau menyambungnya dengan suatu shalat sehingga engkau berbicara atau keluar (dari tempatmu), karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan hal tersebut kepada kita, yaitu tidak menyambung shalat sehingga kita berbicara atau keluar.’” [2]

An-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Di dalamnya terdapat dalil atas apa yang dikemukakan oleh rekan-rekan kami [3] bahwa shalat-shalat nafilah rawatib dan juga yang lainnya disunnahkan untuk berpindah dari tempat pelaksanaan shalat fardhu ke tempat lain.

Tetapi perlu saya kemukakan, shalat nafilah (sunnah) di rumah lebih afdhal (utama) dengan beberapa dalil berikut:

a. Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bin ‘Abdullah Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian selesai menunaikan shalat di masjid, maka hendaklah dia memberikan bagian untuk rumah tersebut di dalam shalatnya, karena sesungguhnya Allah memberikan kebaikan di dalam rumahnya dari shalatnya itu.” [4]


b. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Kerjakanlah sebagian dari shalat kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian menjadikannya laksana kuburan.” [5]

An-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Artinya, shalatlah di rumah kalian dan janganlah engkau menjadikan tempat tinggal kalian itu seperti kuburan yang tidak pernah ditempati untuk shalat. Dan yang dimaksudkan di sini adalah shalat sunnah. Dengan kata lain: kerjakanlah shalat
sunnah di rumah kalian.” [6]


c. Diriwayatkan oleh asy-Syaikhan (al-Bukhari dan Muslim) dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Hendaklah kalian mengerjakan shalat di rumah kalian, karena sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib.” [7]



12. MENINGGALKAN SHALAWAT ATAS NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM PADA HARI JUM’AT


Sebagian orang ada yang lalai untuk bersha-lawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jum’at, meskipun keutamaannya sangat besar, pahalanya pun begitu melimpah, khususnya pada hari Jum’at.

Telah diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim, yang dinilai shahih olehnya serta disetujui oleh adz-Dzahabi dan al-Albani.

Dari Aus bin Aus Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya sebaik-baik hari-hari kalian adalah hari Jum’at, karenanya perbanyak shalawat atas diriku pada hari tersebut, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku.”

Lalu para Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan diperlihatkan kepadamu sedang engkau telah hancur lebur?” Dia berkata, dia mengatakan, “Telah rusak berserakan.”

Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengharamkan tanah dari memakan jasad-jasad para Nabi.” [8]

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang hasan. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seseorang memberikan salam (shalawat) kepadaku melainkan Allah akan mengembalikan ruhku sehingga aku bisa menjawab salam (shalawat) padanya.” [9]

Dan shighah (bentuk) shalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling baik adalah yang ditetapkan di dalam kitab ash-Shahiihain, sebagai berikut: Dari Ka’ab bin ‘Ujrah Radhiyallahu ‘anhu, ditanyakan,
“Wahai Rasulullah, mengenai salam kepadamu, maka kami telah mengetahuinya, tetapi bagaimana kami harus bershalawat kepadamu?”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ucapkanlah, ‘Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahamulia.

Ya Allah, berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah berikan berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahamulia.” [10]



13. TIDAK MENGERJAKAN SHALAT TAHIYYATUL MASJID KETIKA KHATIB TENGAH MENYAMPAIKAN KHUTBAH


Di antara kaum muslimin ada yang selalu me-ngerjakan shalat Tahiyyatul Masjid, karena dia mengetahui bahwa shalat tersebut adalah sunnah muakadah (yang ditekankan).

Yang demikian itu didasarkan pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sehingga mengerjakan shalat dua rakaat.” [11]

Tetapi, jika dia masuk masjid ketika khatib sedang menyampaikan khutbah maka dia langsung duduk dan tidak mengerjakan shalat Tahiyyatul Masjid. Dan jika ditanyakan kepadanya mengenai alasan tindakannya itu maka dia menjawab, karena aku pernah mendengar satu hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di dalamnya beliau bersabda, “Jika seorang khatib telah menaiki mimbar, maka tidak ada shalat dan pembicaraan.”

Maka dapat kami katakan bahwa hadits ini dha’if jiddan (lemah sekali) yang tidak bisa dijadikan sebagai dalil pijakan. Telah diriwayatkan oleh ath-Thabrani di dalam kitab al-Kabiir dan di dalam sanadnya terdapat Ayyub bin Nuhaik, dia munkarul hadits. Oleh karena itu, hadits ini dinilai dha’if oleh al-Haitsami di dalam kitab Maj-ma’uz Zawaa-id (II/184) dan juga al-Hafizh Ibnu Hajar di dalam kitab Fat-hul Baari (II/409).

Sementara itu, al-Albani di dalam kitab, Sil-silah al-Ahaadiits adh-Dha’iifah (no. 87) mengatakan, “Hadits ini bathil.”

Bahkan telah ditegaskan perintah untuk mengerjakan shalat dua rakaat tersebut bagi orang yang datang ketika khatib sedang menyampaikan khutbahnya. Di dalam kitab ash-Shahiihain disebutkan: Dari Jabir bin ‘Abdullah, dia berkata, Ada seseorang datang ketika Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam tengah menyampaikan khutbah kepada jama’ah pada hari Jum’at, lalu beliau bertanya:

“Apakah kamu sudah mengerjakan shalat (Tahiyyatul Masjid), hai fulan?”

“Belum,” jawabnya. Maka beliau bersabda:

“Berdiri dan kerjakanlah shalat dua rakaat.” [12]

Dalam riwayat Muslim disebutkan dari Jabir bin ‘Abdullah, dia berkata, Sulaik al-Ghathafani pernah datang ke masjid pada hari Jum’at sedang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah memberi khutbah lalu dia langsung duduk, maka beliau berkata kepadanya, “Wahai Sulaik, berdiri dan kerjakanlah shalat dua rakaat dan perpendeklah dalam mengerjakan shalat tersebut.” Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian datang (ke masjid) pada hari Jum’at sedang imam tengah berkhutbah, maka hendaklah dia mengerjakan shalat 2 rakaat dan perpendeklah shalat tersebut.” [13]

__________

Foote Note

[1]. Maqshurah adalah sebuah ruangan yang dibangun di dalam masjid.

[2]. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 883) dan Abu Dawud (no. 1129).

[3]. Para penganut madzhab Imam asy-Syafi’i.

[4]. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 778).

[5]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1187) dalam kitab al-Jumu’ah, bab at-Tathawwu’ fil Buyuut. Muslim (no. 777) di dalam kitab Shalaatil Musaafiriin, bab Istihbaab Shalaatin Naafilah fil Bait.

[6]. Syarh Muslim (no. 777).

[7]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6113) dan Muslim (no. 781).

[8]. Shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 1047), Ahmad (IV/8), dinilai shahih oleh Ibnu Hibban (no. 550), dan al-Hakim (I/278). Disepakati oleh adz-Dzahabi dan al-Albani dalam kitab Shaiihul Jaami’ (no. 2212) dan al-Arnauth dalam kitab Riyaadhush Shaalihiin (no. 529).

[9]. Hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2041). An-Nawawi mengatakan di dalam kitab Riyaadhush Shaalihiin: Sanadnya shahih dan dinilai hasan oleh al-Albani di dalam kitab Shahiihul Jaami’ (no. 5679).

[10]. Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 4797), Muslim (no. 406).

[11]. Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1167) dan Muslim (no. 714).

[12]. Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 930) dan Muslim (no. 875).

[13]. Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 875).

[Disalin dari kitab kitab al-Kali-maatun Naafi’ah fil Akhthaa' asy-Syaai’ah, Bab “75 Khatha-an fii Shalaatil Jumu’ah.” Edisi Indonesia 75 Kesalahan Seputar Hari dan Shalat Jum’at, Karya Wahid bin ‘Abdis Salam Baali. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]



Oleh : Wahid bin ‘Abdis Salam Baali.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk1IH89grEL5v_4E1wNGeLyaDb12bttP7b7EqIDsOA4qMCBmBdHgYdvniIrIn_LeJyVrcCpD1IcDJLplafy3fQXf34HbHFXMbY2W0sT2aQVX6yuouDP8G-4CoFhG2-gDve_Srb5oh4qnmD/s72-c/37628_1234347598595_4833021_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DAHSYATNYA SURAT AL-IKHLASH</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2014/03/dahsyatnya-surat-al-ikhlash.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Fri, 21 Mar 2014 18:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-5589386789516646171</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhia1fECoQzlo45RqTsbVyZFdHfmOuxCPpR7Nzq4i4823NI8nm1nQQHnhVEuTu0gnyBQ3oluaUdSUBlYB0NTT0ixGotqKOnCw8EH0LvsLaWWmYTLQVCoJPcouluG9hNrqaIP_6_OZALVs-b/s1600/Akapal+ke+akhirat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhia1fECoQzlo45RqTsbVyZFdHfmOuxCPpR7Nzq4i4823NI8nm1nQQHnhVEuTu0gnyBQ3oluaUdSUBlYB0NTT0ixGotqKOnCw8EH0LvsLaWWmYTLQVCoJPcouluG9hNrqaIP_6_OZALVs-b/s1600/Akapal+ke+akhirat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Rasulullah SAW pada suatu ketika bersabda: &lt;br /&gt;
”Demi ALLAH yang jiwaku di tangan-Nya,sesungguhnya.. QUL HUWALLAHU AHAD itu tertulis di &lt;span class="text_exposed_show"&gt;sayap malaikat Jibraila.a.s,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="text_exposed_show"&gt;
ALLAHHUS SAMAD itu tertulis disayap malaikat Mikail a.s, &lt;br /&gt;
LAMYALID WALAM YUULAD tertulis pada,sayap malaikat Izrail a.s,&lt;br /&gt;
WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.”&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Ketika saya (Rasulullah SAW) isra’ ke langit, saya melihat Arasy di atas 360,000 pilar dan jarak jauh antara satu pilar ke satu pilar yang lain ialah 300,000 tahun perjalanan.

Pada tiap-tiap pilar itu terdapat padang pasir yang jumlahnya 12,000 dan luasnya setiap satu padang itu seluas dari timur hingga ke barat.

Pada setiap padang itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surat Al-Ikhlas.

Setelah mereka selesai membaca surah tersebut
maka berkata mereka:

”Wahai Tuhan kami,sesungguhnya pahala dari bacaankami ini kami berikan kepada orang yang membaca surah Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan.”

Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan surat Al-Ikhlas.
Suatu ketika 70.000 malaikat diutus datang kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal.

Kedatangan para malaikat itu hingga meredupkan cahaya matahari. 70.000 malaikat itu diutus hanya karena almarhum sering membaca surat Al-ikhlas

Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad SAW di Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasanya dan malaikat Jibril datang kepada Nabi untuk memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah.

Rasulullah SAW bersabda:
Barang siapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka tubuhnya tidak akan membusuk di dalam kuburnya,akan selamat dia dari kesempitan kuburnya danpara malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian siratul mustaqim lalu menuju ke syurga. (HR.Qurthuby).

SubhanAllah....
Semoga kita bisa mengamalkannya setiap waktu saudaraku.

Aamiin ya Rabbal 'Aalamiin

"Allahumma ya Allah tanamkan di hati kami kekuatan dan keindahan iman,hiasilah hidup kami dengan kenikmatan ibadah dan kemuliaan akhlak,serta selamatkan kami dari semua fitnah dan keinginan maksiat." Aamiin.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada ALLAH sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Tetap BERTAWAKAL DAN BERSERAH DIRI kepada ALLAH,
Semoga ALLAH memberikan kita kesenangan baik di dunia ini, maupun di akhirat kelak.
Aamiin.
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhia1fECoQzlo45RqTsbVyZFdHfmOuxCPpR7Nzq4i4823NI8nm1nQQHnhVEuTu0gnyBQ3oluaUdSUBlYB0NTT0ixGotqKOnCw8EH0LvsLaWWmYTLQVCoJPcouluG9hNrqaIP_6_OZALVs-b/s72-c/Akapal+ke+akhirat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>UNTUK PARA SUAMI </title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2014/03/untuk-para-suami.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Sun, 16 Mar 2014 22:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-528515167246981308</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgT-tisdOvjOW4LeARdAnd6aUTMNrzHq3-P7mSbCKvXuW543E0rpmShXZZ7DCPKAdNy2mXIwORbC-UODec2w2b3iovDl3Sbv0AShW-AufAVAbENSQKcfQp79eb3ASs_fOqTC4R1RQu59M_h/s1600/8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgT-tisdOvjOW4LeARdAnd6aUTMNrzHq3-P7mSbCKvXuW543E0rpmShXZZ7DCPKAdNy2mXIwORbC-UODec2w2b3iovDl3Sbv0AShW-AufAVAbENSQKcfQp79eb3ASs_fOqTC4R1RQu59M_h/s1600/8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Jadilah BOCAH..&lt;br /&gt;
Jadilah engkau bocah 
di depan istrimu.” Kata-kata Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu itu 
adalah pesan beliau untuk para suami. Meski Umar dikenal sebagai muslim 
paling kuat dan pemberani, ia bisa memposisikan sebagai bocah saat 
bersama istrinya. Dan karenanya, ia memberikan tips itu kepada sahabat 
lainnya, hingga keluarga sakinah mawaddah wa rahmah pun digapainya.&lt;br /&gt;
1. Bocah itu ManjaMenjadi &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;bocah di depan istri, artinya kita menghadirkan sikap “manja” kita sebagai ekspresi cinta. Rasulullah mencontohkan, beliau kerap bersikap “manja” dengan istrinya. Misalnya meletakkan kepala di paha istrinya, bahkan memposisikan kepala beliau agar istri bisa menyisirnya saat beliau sedang i’tikaf. Subhanallah... jika saat i’tikaf saja se-“manja” itu, betapa beliau di hari-hari biasa?

2. Bocah itu Pemaaf
Tidak ada bocah yang pendendam. Lihatlah bocah-bocah di sekitar kita. Mungkin suatu saat mereka berselisih dengan temannya.Tetapi setelah perselisihan itu selesai, demikian seharusnya menjadi suami pemaaf

3. Bocah itu Suka Bermain
Dunia bocah adalah dunia bermain. Suami yang menjadi bocah di depan istrinya juga suka bermain.
Rasulullah mencontohkan, beliau pernah bermain lomba lari dengan Aisyah. Pertama kali lomba, Rasulullah kalah.
Pada kesempatan berikutnya, ketika Aisyah menjadi gemuk, Rasulullah memenangkan lomba lari kali itu. Pernahkah kita berlomba lari dengan istri?

“Permainan” yang lebih “dewasa” juga dicontohkan Rasulullah. Beliau mandi bersama Aisyah dalam satu bejana. Pernahkah kita melakukannya bersama istri kita? Mandi bersama dalam bathtub yang sama?

“Istri-istrimu adalah (seperti) ladang bagimu, maka datangilah ladang itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai” (QS. Al Baqarah : 223)

Wallahu a’lam bish shawab.
Baarokallahu fiykum</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgT-tisdOvjOW4LeARdAnd6aUTMNrzHq3-P7mSbCKvXuW543E0rpmShXZZ7DCPKAdNy2mXIwORbC-UODec2w2b3iovDl3Sbv0AShW-AufAVAbENSQKcfQp79eb3ASs_fOqTC4R1RQu59M_h/s72-c/8.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BARANG SIAPA MENCACI WAKTU ATAU MASA,, MAKA DIA TELAH MENYAKITI ALLAH</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2014/02/barang-siapa-mencaci-waktu-atau-masa.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Sun, 23 Feb 2014 01:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-1622385401011389448</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEzKaIwRpId6wNT8tQ3EVpEzcK4CWaAB02xYBfCVGwgWI_SCNu8KJ21l76vDZ7gVONwB7DxaQhyrHcBJ7Y88iQFvtTWOtHzR-TL6GdYfc4ZDfbWQs6ebgSYYxeiOKEkkEePSzel01jwbKY/s1600/00000000000000000000000000000000000000000000000000.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEzKaIwRpId6wNT8tQ3EVpEzcK4CWaAB02xYBfCVGwgWI_SCNu8KJ21l76vDZ7gVONwB7DxaQhyrHcBJ7Y88iQFvtTWOtHzR-TL6GdYfc4ZDfbWQs6ebgSYYxeiOKEkkEePSzel01jwbKY/s1600/00000000000000000000000000000000000000000000000000.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;i&gt;Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Anak
 adam (manusia) menyakiti Aku, mereka mencaci masa, padahal Aku adalah 
pemilik dan pengatur masa, Akulah yang menjadikan malam dan siang silih 
berganti”.&lt;/span&gt; Dan dalam riwayat yang lain dikatakan : &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;i&gt;“janganlah 
kalian mencaci masa, karena Allah Subhanahu wata’ala adalah Pemilik dan 
Pengatur masa&lt;/i&gt;.” (Hadits al Bukhary).&lt;span id="more-350"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Firman Allah Subhanahu wata’ala :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;]وقالوا ما هي إلا حياتنا الدنيا نموت ونحيا وما يهلكنا إلا الدهر وما لهم بذلك من علم إن هم إلا يظنون[ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;i&gt;Dan
 berkata mereka : ‘Kehidupan ini tak lain hanyalah kehidupan di dunia 
saja, kita mati dan hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita kecuali 
masa, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, 
mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.&lt;/i&gt;” (QS. Al Jatsiah, 24).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Diriwayatkan
 dalam shoheh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu 
bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“قال الله تعالى : يؤذيني ابن آدم، يسب الدهر، وأنا الدهر أقلب الليل والنهار” وفي رواية : “لا تسبوا الدهر فإن الله هو الدهر”.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;i&gt;Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Anak
 adam (manusia) menyakiti Aku, mereka mencaci masa, padahal Aku adalah 
pemilik dan pengatur masa, Akulah yang menjadikan malam dan siang silih 
berganti”.&lt;/span&gt; Dan dalam riwayat yang lain dikatakan : “janganlah 
kalian mencaci masa, karena Allah Subhanahu wata’ala adalah Pemilik dan 
Pengatur masa&lt;/i&gt;.” (Hadits al Bukhary)(1).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kandungan bab ini :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;-Larangan mencaci masa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;-Mencaci masa berarti menyakiti Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;-Perlu renungan akan sabda Nabi Shallallahu’alaihi wasallam : “&lt;i&gt;Karena Allah sesungguhnya adalah Pemilik dan Pengatur masa”&lt;/i&gt; (2). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;-Mencaci mungkin saja dilakukan seseorang, meskipun ia tidak bermaksud demikian dalam hatinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 8pt;"&gt;(1)Orang-orang
 Jahiliyah, kalau mereka tertimpa suatu musibah, bencana atau 
malapetaka, mereka mencaci masa. Maka Allah melarang hal tersebut, 
karena yang menciptakan dan mengatur masa adalah Allah Yang Maha Esa. 
Sedangkan menghina pekerjaan seseorang berarti menghina orang yang 
melakukannya. Dengan demikian, mencaci masa berarti mencela dan 
menyakiti Allah sebagai Pencipta dan Pengatur masa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 8pt;"&gt;(2)Sabda
 beliau itu menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam 
semesta ini adalah dengan takdir Allah, karena itu wajib bagi seorang 
muslim untuk beriman dengan qadha dan qadar, yang baik maupun yang 
buruk, yang manis maupun yang pahit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEzKaIwRpId6wNT8tQ3EVpEzcK4CWaAB02xYBfCVGwgWI_SCNu8KJ21l76vDZ7gVONwB7DxaQhyrHcBJ7Y88iQFvtTWOtHzR-TL6GdYfc4ZDfbWQs6ebgSYYxeiOKEkkEePSzel01jwbKY/s72-c/00000000000000000000000000000000000000000000000000.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Sholat – Bab Bacaan Doa Tasyahud Akhir</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2014/02/cara-sholat-bab-bacaan-doa-tasyahud.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Sat, 22 Feb 2014 23:37:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-2123129280056055083</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNbCYo_PfWEllI_p6mXTMnV_0dF8xJY2bhTBjrslJNiD-lhBYLGRnXOI_ly73i7jxcghogd-eVj26QsALPWLwDEyxwMlYMlc6xL7Jloo_GPcv6Kz6CTiHwOVaGpF90fOgWpTxaA_zanezf/s1600/MASJID+BIRU.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNbCYo_PfWEllI_p6mXTMnV_0dF8xJY2bhTBjrslJNiD-lhBYLGRnXOI_ly73i7jxcghogd-eVj26QsALPWLwDEyxwMlYMlc6xL7Jloo_GPcv6Kz6CTiHwOVaGpF90fOgWpTxaA_zanezf/s1600/MASJID+BIRU.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;Bacaan dalam Tasyahud Akhir&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1. Ada 4 jenis bacaan pada saat tasyahud akhir:&lt;br /&gt; &lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt; Bacaan tasyahud, yaitu mulai kalimat At-tahiyatu lillah…sampai kalimat wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.&lt;br /&gt; Bacaan shalawat, yaitu mulai kalimat Allahumma shalli ‘ala Muhammad… sampai kalimat innaka hamiidum majiid.&lt;br /&gt;
 Doa memohon perlindungan dari 4 hal, yaitu doa: Allahumma inni a’uudzu 
bika min ‘adzaabi jahannam wa min ‘adzabil qabri… sampai wa min syarri 
fitnatil masihid dajjal.&lt;br /&gt; Doa bebas, permohonan sesuai yang dikehendaki orang yang shalat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;2. Keempat bacaan tersebut memiliki hukum yang berbeda ketika tasyahud akhir

Bacaan tasyahud hukumnya wajib, berdasarkan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadis,

إِذَا قَعَدْتُمْ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ، فَقُولُوا: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ…

“Apabila kalian duduk setelah mendapat 2 rakaat, ucapkanlah: At-Tahiyatu Lillaah, was shalawatu wat Thayyibaat…” (HR. Ahmad, An-Nasai).

Bacaan shalawat hukumnya wajib. Karena itu, jika ditinggalkan shalatnya batal. Dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar ada orang yang berdoa ketika tasyahud akhir, namun dia tidak membaca tahiyat dan shalawat. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegur,

عَجِلَ هَذَا، إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ، فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ، وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ، ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ

“Orang ini terburu-buru, apabila kalian shalat, mulailah dengan mengagungkan nama Allah (baca tahiyat), kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian berdoa dengan doa apapun yang dia inginkan.”

Doa memohon perlindungan dari 4 hal, rincian pembahasannya, insyaaAllah akan dibahas tersendiri.
Doa permohonan sesuai yang dikehendaki orang yang shalat hukumnya anjuran.

3. Bacaan tasyahud pada saat duduk tahiyat akhir sama persis dengan bacaan tasyahud ketika duduk tahiyat awal.

4. Untuk bacaan shalawat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan berbagai lafal bacaan shalawat. Sikap yang tepat adalah berusaha menghafal semuanya dan mengamalkannya secara bergantian. Berikut beberapa diantara bacaan shalawat yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Dari Amr bin Hazm, dari salah seorang sahabat, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca,

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ahli baitihii, wa ‘ala azwaajihii wa dzurriyatihii, kamaa shallaita ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid. Wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala ahli baitihii, wa ‘ala azwaajihii wa dzurriyatihii, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid. (HR. Ahmad, Abdurazaq dalam Mushanaf, At-Thahawi dengan sanad yang shahih).

Dari Ka’ab bin Ujrah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan shalawat,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita ‘ala ibrahim wa ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala ibrahim wa ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Mas’ud Al-Anshari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan shalawat,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita ‘ala aali ibrahim wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim, fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid. (HR. Malik dalam Al-Muwatha, Ahmad, Nasai, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Juga dari Abu Mas’ud Al-Anshari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan shalawat,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبيِّ الأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبيِّ الأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli ‘ala muhammad an-nabiyyil ummiyi wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita ‘ala aali ibrahim. Wa baarik ‘ala muhammad an-nabiyyil ummiyi wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim, fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

Dari Abu Thalhah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan bacaan shalawat,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita wa baarakta ‘ala ibrahim wa aali ibrahim, innaka hamiidum majiid. (HR. Nasai, At-Thahawi, dan sanadnya shahih).

5. Kita dianjurkan untuk menghafalkan beberapa model shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga kita tergolong orang yang melestarikan ajaran Beliau dan bisa kita baca secara bergantian.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNbCYo_PfWEllI_p6mXTMnV_0dF8xJY2bhTBjrslJNiD-lhBYLGRnXOI_ly73i7jxcghogd-eVj26QsALPWLwDEyxwMlYMlc6xL7Jloo_GPcv6Kz6CTiHwOVaGpF90fOgWpTxaA_zanezf/s72-c/MASJID+BIRU.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Shalat Shubuh dan Shalat Isya Paling Berat Bagi Orang Munafik</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2014/02/shalat-shubuh-dan-shalat-isya-paling.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Sat, 22 Feb 2014 22:37:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-8918229915825348970</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvwVVf1K2kTQuHGoxqsbdL8ziZUAjLDcAImbo7y9bhiBdotwnr42IHDqzzSp8loKby5OaLgkuwAuN-tybP-XONp74kBBbeZRGGXXGL8_iqUgwnp55luoye2rXIL8TrHGx0VtTElKXIaWnC/s1600/1149069_1387333134826390_1620680594_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvwVVf1K2kTQuHGoxqsbdL8ziZUAjLDcAImbo7y9bhiBdotwnr42IHDqzzSp8loKby5OaLgkuwAuN-tybP-XONp74kBBbeZRGGXXGL8_iqUgwnp55luoye2rXIL8TrHGx0VtTElKXIaWnC/s1600/1149069_1387333134826390_1620680594_n.jpg" height="286" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;Dua shalat yang memiliki keutamaan yang besar adalah shalat Shubuh dan 
Shalat Isya.Dua shalat inilah yang terasa berat bagi orang-orang 
munafik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا في العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوَاً&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Sean&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dainya
 mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shala Isya’ dan shalat 
Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari 
no. 615 dan Muslim no. 437)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657).

Ibnu Hajar mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,

وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى

“Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54). Akan tetapi, shalat ‘Isya dan shalat Shubuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat ‘Isya adalah waktu di mana orang-orang bersitirahat, sedangkan waktu Shubuh adalah waktu nikmatnya tidur. (Fathul Bari, 2: 141).

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Orang munafik itu shalat dalam keadaan riya’ dan sum’ah (ingin dilihat dan didengar orang lain). Di masa silam shala Shubuh dan shalat ‘Isya’ tersebut dilakukan dalam keadaan gelap sehingga mereka -orang munafik- tidak menghadirinya. Mereka enggan menghadiri kedua shalat tersebut. Namun untuk shalat lainnya, yaitu shalat Zhuhur, ‘Ashar dan Maghrib, mereka tetap hadir karena jama’ah yang lain melihat mereka. Dan mereka kala itu cari muka dengan amalan shalat mereka tersebut. Mereka hanyalah sedikit berdzikir kepada Allah. Di masa silam belum ada lampu listrik seperti saat ini. Sehingga menghadiri dua shalat itu terasa berat karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka. Alasan lainnya karena shalat ‘Isya itu waktu istirahat, sedangkan shalat Shubuh waktu lelapnya tidur.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 5: 82).
__________</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvwVVf1K2kTQuHGoxqsbdL8ziZUAjLDcAImbo7y9bhiBdotwnr42IHDqzzSp8loKby5OaLgkuwAuN-tybP-XONp74kBBbeZRGGXXGL8_iqUgwnp55luoye2rXIL8TrHGx0VtTElKXIaWnC/s72-c/1149069_1387333134826390_1620680594_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2014/01/tambahan-lafad-sayyidina.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Thu, 9 Jan 2014 08:37:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-587212089827983237</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx7GKUW9qKBRA4Zm2h_AjZ2qFjvzU8eLm0M0k_Y0hVLkWvv0XlTBJTzz-21TByIm7ZeXwsD-Y3AljXg1Ij5Evo1sZyJijEOIXQ37krrmQEOxxTu_R4EZcAZ9-KV_yv4Hbrbsr6UUYB_pTd/s1600/ALLA+INDAH.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx7GKUW9qKBRA4Zm2h_AjZ2qFjvzU8eLm0M0k_Y0hVLkWvv0XlTBJTzz-21TByIm7ZeXwsD-Y3AljXg1Ij5Evo1sZyJijEOIXQ37krrmQEOxxTu_R4EZcAZ9-KV_yv4Hbrbsr6UUYB_pTd/s1600/ALLA+INDAH.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Banyak masyarakat kita yg menggunakan lafadz 
"Sayyidina" dalam membaca shalawat baik diluar shalat maupun didalam 
shalat saat membaca doa Tahiyat, bolehkah ini dilakukan? Sayang sekali 
ternyata tidak boleh.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Berkenaan dengan lafazh "Sayyidinaa" dalam sholawat, maka dalil larangannya adalah :

1). ‘Abdullah bin asy-Syikhkhir ra berkata, “Ketika aku pergi bersama delegasi bani ‘Amir untuk menemui Rasulullah saw, kami berkata kepada beliau, “Engkau adalah sayyid (penghulu) kami! (sayyidinaa-pen)” Spontan Nabi saw menjawab:

“Sayyid (penghulu) kita adalah Allah Tabaaraka wa ta‘aala!”

Lalu kami berkata, “Dan engkau adalah orang yang paling utama dan paling agung kebaikannya.” Serta merta beliau saw mengatakan:

“Katakanlah sesuai dengan apa yang biasa (wajar) kalian katakan, atau seperti sebagian ucapan kalian dan janganlah sampai kalian terseret oleh syaitan”. (HR. Abu Dawud (no 4806), Ahmad (IV/24, 25), al-Bukhari dalam al-A dabul Mufrad . Dishahihkan oleh para ulama (ahli hadits)”. (Fat-hul Baari V/179))

2). Anas bin Malik ra berkata, “Sebagian orang berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik antara kami dan putera orang yang terbaik di antara kami! Wahai sayyid kami (sayyidinaa-pen) dan putera penghulu kami!’ Maka seketika itu juga Nabi saw bersabda:

“Wahai manusia, ucapkanlah dengan yang biasa (wajar) kalian ucapkan! Jangan kalian terbujuk oleh syaitan, aku (tidak lebih) adalah Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak suka kalian mengangkat (menyanjung)ku di atas (melebihi) kedudukan yang telah Allah berikan kepadaku”. [SHAHIH. HR. Ahmad (111/153, 241, 249), an-Nasa-i dalam. ‘Amalul Yaum wal Lailab (no. 249, 250) dan al-Lalika-i dalam Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah (no. 2675). Sanadnya shahih dari Sahabat Anas bin Malik)

Jadi, bacalah doa shalawat diluar shalat maupun didalam shalat tanpa tambahan "Sayyidina".</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx7GKUW9qKBRA4Zm2h_AjZ2qFjvzU8eLm0M0k_Y0hVLkWvv0XlTBJTzz-21TByIm7ZeXwsD-Y3AljXg1Ij5Evo1sZyJijEOIXQ37krrmQEOxxTu_R4EZcAZ9-KV_yv4Hbrbsr6UUYB_pTd/s72-c/ALLA+INDAH.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DUA AYAT DI MALAM HARI</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2014/01/dua-ayat-di-malam-hari.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Sun, 5 Jan 2014 07:29:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-4660509583455038325</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmGEM8FvowFo999kIPNyOB05fAyl8jQkS0Hk8q_GzGWIl6vggBniVVjJDD_ZoEX07JhioJLU3HbVwm4ccTOpQBzBg2KoSf8_rAyocPao8L9705HGawQrQzb8T3hF7o_XJzbZNPEcZp1W3c/s1600/MASJID+BIRU.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmGEM8FvowFo999kIPNyOB05fAyl8jQkS0Hk8q_GzGWIl6vggBniVVjJDD_ZoEX07JhioJLU3HbVwm4ccTOpQBzBg2KoSf8_rAyocPao8L9705HGawQrQzb8T3hF7o_XJzbZNPEcZp1W3c/s1600/MASJID+BIRU.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Malam menjelang.. Aktivitas berkurang.. Manusia pun bersiap menuju pembaringan...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; مَنْ قَرَأَ هَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 “Barangsiapa yang membaca dua ayat ini, yaitu akhir surat Al-Baqarah di
 suatu malam, maka keduanya telah mencukupinya...” (HR. Al-Bukhari: 
5010, Muslim: 807)&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan bahwa dua ayat terakhir yang dimaksud adalah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُون..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ...hingga akhir surat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dan di baca pada malam hari setelah shalat isya (Fathul Bari: 9/56)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Imam an-Nawawi rahimahullah menyatakan,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Makna "keduanya telah mencukupinya" adalah mencukupi dia dari shalat malam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ada juga pendapat: "mencukupinya dari setan" atau "mencukupinya dari musibah" (Syarh Muslim: 6/340)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Seberapa pun lelah, letih, dan mengantuknya kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jangan lupa membaca dua ayat terakhir surat al-Baqarah di malam hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sekarang dan malam selanjutnya.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmGEM8FvowFo999kIPNyOB05fAyl8jQkS0Hk8q_GzGWIl6vggBniVVjJDD_ZoEX07JhioJLU3HbVwm4ccTOpQBzBg2KoSf8_rAyocPao8L9705HGawQrQzb8T3hF7o_XJzbZNPEcZp1W3c/s72-c/MASJID+BIRU.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>EMPAT BELAS MACAM SUMBER PENYAKIT</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2014/01/empat-belas-macam-sumber-penyakit.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Fri, 3 Jan 2014 06:08:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-1546255536130708867</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJfHxVPHdZW-f2AftFsbBZ-CeFd-gozHht7e0svZ4OIlk64tQTvtGlBqtxj1AwLEaGyl913JpePwKXNfYuHXRXCr-gpYYyz9ey-9I_Ctpn_ykz_FAutxY-kcmIPufc7sisfCarABMxvI0A/s1600/00000000000000000000000000000000000000000000000000.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJfHxVPHdZW-f2AftFsbBZ-CeFd-gozHht7e0svZ4OIlk64tQTvtGlBqtxj1AwLEaGyl913JpePwKXNfYuHXRXCr-gpYYyz9ey-9I_Ctpn_ykz_FAutxY-kcmIPufc7sisfCarABMxvI0A/s1600/00000000000000000000000000000000000000000000000000.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pikiran Negatif Ternyata Tidak Baik&lt;br /&gt;
Bagi Kesehatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Buku “The Healing dan&lt;br /&gt;
Discovering the Power of the&lt;br /&gt;
Water” (By: Dr. Masaru Emoto)&lt;br /&gt;
disimpulkan bahwa :&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
1. MARAH selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam.
&lt;br/&gt;
2. DENDAM dan MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti Stress, Kolesterol, Hipertensi, Serangan Jantung, Rhematik, Arthtritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah)…..
&lt;br/&gt;
3. Jika kita sering membiarkan diri kita Stress, maka kita sering mengalami Gangguan Pencernaan.
&lt;br/&gt;
4. Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit Nyeri Punggung.
&lt;br/&gt;
5. Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit Insomnia (susah tidur).
&lt;br/&gt;
6. Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena Gangguan Tulang Belakang
Bagian Bawah.
&lt;br/&gt;
7. Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.
&lt;br/&gt;
8. Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).
&lt;br/&gt;
9. Jika kita mudah EMOSI &amp;amp; cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.
&lt;br/&gt;
10. Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan
berpotensi mengalami Penurunan Kekebalan Tubuh.
&lt;br/&gt;
12. Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit Diabetes.
&lt;br/&gt;
13. Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit Demensia Senelis (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).
&lt;br/&gt;
14. Jika kita sering BERSEDIH dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit Leukemia (kanker darah putih).
&lt;br/&gt;
Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi karena deng?n bersyukur, maka HATI ini menjadi BERGEMBIRA dan menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh untuk mengusir segala penyakit tersebut di atas.
&lt;br/&gt;
Semoga bermanfaat buat kita semua.

Baarakallaahu fiykum</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJfHxVPHdZW-f2AftFsbBZ-CeFd-gozHht7e0svZ4OIlk64tQTvtGlBqtxj1AwLEaGyl913JpePwKXNfYuHXRXCr-gpYYyz9ey-9I_Ctpn_ykz_FAutxY-kcmIPufc7sisfCarABMxvI0A/s72-c/00000000000000000000000000000000000000000000000000.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Munajad Penharapan</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/12/munajad-penharapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Tue, 31 Dec 2013 08:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-5608988910234435932</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcOo5ZGfEWCdw7HFTiyhMAWsWY8mKbwOtia5f0VKvozDpjJDCD09yjH277PHkv3V4aEgHJuFxheAMZxbjR7DbGfyepOxXDgnubkLbNsiLhDosapNeh7G-9GBvVs70nbeXkDV9xZjTcOo13/s1600/168430_190726804286852_381570_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcOo5ZGfEWCdw7HFTiyhMAWsWY8mKbwOtia5f0VKvozDpjJDCD09yjH277PHkv3V4aEgHJuFxheAMZxbjR7DbGfyepOxXDgnubkLbNsiLhDosapNeh7G-9GBvVs70nbeXkDV9xZjTcOo13/s320/168430_190726804286852_381570_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ya alloh, Aku tenggelam dalam sujud pengaduanku  kepada-Mu, dalam isak tangis aku memohon dengan  amat, moga ditenangkan hati dikentalkan jiwa, jua memohon keampunan-Mu ya Robb, moga aku senantiasa bersyukur, sudah pasti cobaan dan kesakitan itu, adalah nikmat dari-Mu jua sebagai kafaroh dosaku.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;moga kusut yg melanda, mnambah dekat diriku pada kasih-Mu, suluh sinarkan lagi Nur Ilahi, biar terang jalanku menuju syurga-Mu tiada dayaku selain pengharapan hanya pada- Mu…..

tiada dayaku ya Alloh, tiada daya yang lain, hanya pada-Mu….jadikan aku terus berpegang teguh pada-Mu…moga tsabat hati tak berbelah bagi…jiwa ini sangat lemah…mohon dikuatkan dengan kasih-Mu, ditenangkan dengan kalimah-Mu, diterangkan dengan Cahaya- Mu…aku mohon dengan sangat ya Alloh,…mohon dengan sangat…mohon dengan sangat,..berilah aku jalan keluar pada setiap ujian-Mu…hanya Kau Kekasih yang berkekalan…kabulkanlah do’a kami ya Alloh…..Amiin..Amiin……
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcOo5ZGfEWCdw7HFTiyhMAWsWY8mKbwOtia5f0VKvozDpjJDCD09yjH277PHkv3V4aEgHJuFxheAMZxbjR7DbGfyepOxXDgnubkLbNsiLhDosapNeh7G-9GBvVs70nbeXkDV9xZjTcOo13/s72-c/168430_190726804286852_381570_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SEBUAH CERITA IBRAHIN YANG SIMPLE</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/12/sebuah-cerita-ibrahin-yang-simple.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Tue, 31 Dec 2013 08:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-6988664425135224021</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUpeSfld7HMIgqOXiFkgwTlc_7i9IS3h6jskSc5todfFaFlGgMyybZXyGgABEohiwFrmEnGyA229DeDQT5ozO0l5xy-mFGD5OrV6x2szf3IwImtoAFsbFEWJQhLOL4hJSdJ7IYR0SQJK-D/s1600/1472928_10151737791661714_59753922_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUpeSfld7HMIgqOXiFkgwTlc_7i9IS3h6jskSc5todfFaFlGgMyybZXyGgABEohiwFrmEnGyA229DeDQT5ozO0l5xy-mFGD5OrV6x2szf3IwImtoAFsbFEWJQhLOL4hJSdJ7IYR0SQJK-D/s320/1472928_10151737791661714_59753922_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ibrahim bin Adham bercerita  bahwa ia pernah didatangi  seorang laki – laki dan berkata  kepadanya, “ Wahai Ibrahim, saya  termasuk orang yang banyak dosa, seorang yang zhalim. Oleh karena  itu, sudikah kiranya Tuan  mengajari hidup zuhud agar Allah  menerangi jalan hidup saya dan  melembutkan hati saya yang keras ini !” Ibrahim bin Adhan menjawab, “ Kalau kau dpat memegang teguh enam perkara berikut ini, niscaya  engkau akan selamat !” “Apa itu?”  “Pertama, bila &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;engkau bermaksiat, janganlah engkau memakan rezeki Allah. ” “Jika diseluruh penjuru bumi ini, baik di darat maupun di laut, di kebun dan di gunung – gunung ada rezeki Allah, maka dari mana aku makan ?” “Wahai saudaraku, pantaskah engkau memakan rezeki Allah, sementara rezeki Allah, sementara engkau melanggar peraturan-Nya ?” “ Tidak, demi Allah! Lalu, apa yang kedua?” “Kedua, bila engkau bermaksiat kapada Allah, janganlah engkau tinggal di negeri-Nya !” Lelaki itu menukas, “ Tuan Ibrahim, demi Allah yang kedua ini lebih berat, bukankah bumi ini milik-Nya? Kalau demikian halnya,dimana aku harus tinggal ? ” “Patutkah engkau memakan rezeki Allah dan tinggal di bumi- Nya, padahal engkau melakukan maksiat kepada- Nya ?” “Tidak, Tuan Guru!” “Ketiga, jika engkau hendak berbuat maksiat, jangnlah engkau lupakan Allah yang Maha Melihat !” “Tuan Guru, bagaimana mungkin bisa begitu, padahal Allah Maha Mengetahui segala rahasia dan mengetahui isi setiap hati nurani. ” “Layakkah engkau menikmati rezeki-Nya, tinggal di bumi-Nya, dan maksiat kepada- Nya, sedangkan Allah melihat dan mengawasimu ?” “Tentu saja tidak, wahai Tuan Guru! Lantas, apa yang keempat?” “Keempat, apabila datang kepadamu malaikat maut hendak mencabut nyawamu, maka katakana kepada malaikat itu, “Tunggulah dulu, aku akan bertaubat.” Lelaki itu menjawab, “ Tuan Guru, itu tidak mungkin, ia tak mungkin untuk mengabulkan permintaanku. ” Ibrahim bertutur, “ Kalau engkau sadar bahwa engkau tak akan mungkin mampu menolak keinginannya, apa yang engkau pikirkan? Tentu, ia akan datang kapan saja, mungkin sebelum engkau bertaubat.” “Benar sekali ucapan Guru! Sekarang, apa yang kelima?” “Bilamana datang Malaikat Munkar dan Nakir kepadamu, maka lawanlah dengan seluruh kekuatanmu. ” “Itu tidak mungkin, mustahil Tuan Guru!” Ibrahim bin Adhanm kemudian melanjutkan, “ Keenam, apabila esok hari engkau berada di sisi Allah SWT dan Dia menyuruhmu masuk neraka, katakanlah, “ Ya Allah, aku tidak bersedia.” “Wahai Tuan Guru, cukuplah, cukuplah nasihatmu! ” jawab lelaki itu, dan ia pun pergi. </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUpeSfld7HMIgqOXiFkgwTlc_7i9IS3h6jskSc5todfFaFlGgMyybZXyGgABEohiwFrmEnGyA229DeDQT5ozO0l5xy-mFGD5OrV6x2szf3IwImtoAFsbFEWJQhLOL4hJSdJ7IYR0SQJK-D/s72-c/1472928_10151737791661714_59753922_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PERIHAL HATI DAN MATA HATI</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/12/perihal-hati-dan-mata-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Tue, 31 Dec 2013 08:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-5806260190988541969</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo149fEqTqF-FeNhdQ0L2VjTRNm1zQrlOIT97O7Vv6Q6DhndI8Gk3qwpBdAFdI3rjTupWYcGlxZ1IIeCVRcKkbQgFGJRXPrHPLWbO7SnwZo92CJBuj-yzJCOIoKz5B5EygkPch3m6VGfH1/s1600/00000000000000000000000000000000000000000000000000.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo149fEqTqF-FeNhdQ0L2VjTRNm1zQrlOIT97O7Vv6Q6DhndI8Gk3qwpBdAFdI3rjTupWYcGlxZ1IIeCVRcKkbQgFGJRXPrHPLWbO7SnwZo92CJBuj-yzJCOIoKz5B5EygkPch3m6VGfH1/s1600/00000000000000000000000000000000000000000000000000.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Perihal hati  menurut Ibnu Qayyim,  * Di dalam hati manusia terdapat kekuatan – tidak terurai kecuali menerima kehendak Allah. * Di  dalam hati terdapat keganasan – tidak hilang kecuali berjinak  dengan  Allah.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;* Di dalam hati terdapat kesedihan – terlerai dengan menyukai Allah dan berhubung baik dengan-Nya. * Di dalam hati terdapat kegelisahan – tenang dan damai jika berjumpa dengan-Nya dan berlari mendapatkan- Nya. * Di dalam hati terdapat api penyesalan – terpadam dengan redha pada suruhan, larangan, qada’ dan sentiasa sabar sehingga menemui- Nya. * Di dalam hati terdapat hajat – tidak terbendung kecuali dengan kecintaan kepada Allah SWT, memohon kepada- Nya, ikhlas dan sentiasa dalam berzikir.
MATA HATI
Pandangan mata selalu menipu Pandangan akal selalu tersalah Pandangan nafsu selalu melulu Pandangan hati itu yang hakiki Kalau hati itu bersih Hati kalau terlalu bersih Pandangannya kan menembusi hijab Hati jika sudah bersih Firasatnya tepat kehendak Allah Tapi hati bila dikotori Bisikannya bukan lagi kebenaran Hati tempat jatuhnya pandangan Allah Jasad lahir tumpuan manusia Utamakanlah pandangan Allah Daripada pandangan manusia</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo149fEqTqF-FeNhdQ0L2VjTRNm1zQrlOIT97O7Vv6Q6DhndI8Gk3qwpBdAFdI3rjTupWYcGlxZ1IIeCVRcKkbQgFGJRXPrHPLWbO7SnwZo92CJBuj-yzJCOIoKz5B5EygkPch3m6VGfH1/s72-c/00000000000000000000000000000000000000000000000000.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SELAMAT TAHUN BARU</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/12/selamat-tahun-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Tue, 31 Dec 2013 07:55:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-2242156779030993618</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1zlgjxT3emxqLmQjW6arpHrq_q6I8v9rFyw8jrDUJn9ctEJUMmeo2SAVLSPi3Xom4jYSUAn7UnfMfzObKGlpqigw9rl-riitti4PhvKEuE3chXrkmMyz7rpspbO8wKwrJvtBRmY2KuUeB/s1600/safe_image.php.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1zlgjxT3emxqLmQjW6arpHrq_q6I8v9rFyw8jrDUJn9ctEJUMmeo2SAVLSPi3Xom4jYSUAn7UnfMfzObKGlpqigw9rl-riitti4PhvKEuE3chXrkmMyz7rpspbO8wKwrJvtBRmY2KuUeB/s320/safe_image.php.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ucapan yang tidak pernah dikenal oleh Nabi kita yang mulia, &lt;br /&gt;
Ucapan yang tak terkeluar dari lisan para Sahabat Rodhiallah anhum,&lt;br /&gt;
Ucapan yang tak ada dalam kitab-kitab fiqih para Imam,baik Imam 
Hanafi,Imam Malik,Imam Syafi'I,Imam Ahmad rahimahumullah Ucapan yang 
akan dipertanggung jawabkan siapa saja yang menyatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kenapa kita tidak bertanya pada para Ulama tentang hal ini?
Kenapa kita suka membeo,tanpa ilmu,
Padahal "ilmu sebelum kita berucap dan beramal"

Padahal alquran telah mengingatkan pada kita:" Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir"
(QS Qaf :18)

Oh inikan urusan dunia!!!

Wahai saudara seiman,ucapan selamat adalah doa, dan doa bukan urusan dunia.
Bacalah fatwa Syaikh Bin Bazz,
Bacalah fatwa Syaikh Ustaimin,
Bacalah fatwa Masyaikh yang berjalan atas manhaj Salaf sholih umat ini

Seandainya ucapan ini baik,niscaya Nabi kita telah mengucapkannya,karena di Madinah ada kaum yahudi&amp;amp;Nasrani.

Seandainya ucapan ini baik,
Niscaya para Shahabat telah mengucapkannya,sebab para sahabat telah menyatakan "seandainya perkara itu baik niscaya kami telah mendahului melakukannya"

Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir,hendaklah di berkata benar atau diam.

Maka diam dalam hal ini lebih baik dari mengucapkan doa yang akan membawa dosa.

Maka diam dalam hal ini lebih baik dari pada mengucapkan suatu yang bukan dari agama kita.

Sebab hal itu berarti mengikuti mereka&amp;amp;menolong mereka di dlm mengagungkan syi'ar2 mereka, &amp;amp; juga krn menyerupai mereka atau menjadi wasilah yg mengantarkan kpd syirik. Begitu pula ikut merayakan hari raya mereka mengandung loyalitas kpd mereka&amp;amp;mendukung mereka dlm menghidupkan syi'ar2 mereka.

Di antara yg dilarang adalah menampakkan rasa gembira pd hari raya mereka.

Allahummaghfir lahum fainnahum qaumun laa ya'lamuun

Ya Allah ampuni mereka sebab mereka kaum tidak mengetahuinya.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,....................................,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
 Akhirat Bagi Kita, Biarlah Untuk Mereka Dunia.

Tatkala melihat orang kafir bergembira, terkadang sebagian kaum Muslimin terpesona.

Demikian pula menjelang pergantian tahun.

Biarlah menjadi kesenangan..

Bagi mereka... (kaum kuffar)
Tidak bagi kita... (muslimin)

Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
"الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ، وَجَنَّةُ الكَافِرِ

"Dunia merupakan penjara bagi orang mukmin dan Surga bagi orang kafir..." (HR. Muslim: 2956)

Karena surga diliputi kepedihan dan kepayahan sedangkan neraka dikelilingi kesenangan dan hawa nafsu.

Namun jangan tertipu.

Sebab kelak mereka yang gemar berbuat dosa memohon dikembalikan ke dunia.

Allah Ta'ala berfirman,

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata),

رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

"Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin" (QS as-Sajdah: 12)

Penyesalan tiada guna.

Akhirat bagi kita, biarlah untuk mereka kesenangan dunia. Itu pun bila mereka dapatkan...</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1zlgjxT3emxqLmQjW6arpHrq_q6I8v9rFyw8jrDUJn9ctEJUMmeo2SAVLSPi3Xom4jYSUAn7UnfMfzObKGlpqigw9rl-riitti4PhvKEuE3chXrkmMyz7rpspbO8wKwrJvtBRmY2KuUeB/s72-c/safe_image.php.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/12/hitam-di-dahi-perlu-di-waspadai.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Wed, 18 Dec 2013 07:50:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-3326400781796516939</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilCkcb_bym4ATz57aIH7IdHRJ4L0hZsG2cUDipCTF-t4irFLgL2MitnVnu24E0NJO6TzHGKc1NLeWE1P-CrNSTmYmvmBUQi7s3UdbtJRZZ3EXxnka92mAHHFndmdKb0-zQ7LGmyaSj8IEv/s1600/MASJID+BIRU.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilCkcb_bym4ATz57aIH7IdHRJ4L0hZsG2cUDipCTF-t4irFLgL2MitnVnu24E0NJO6TzHGKc1NLeWE1P-CrNSTmYmvmBUQi7s3UdbtJRZZ3EXxnka92mAHHFndmdKb0-zQ7LGmyaSj8IEv/s1600/MASJID+BIRU.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Tanya&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
“Bagaimana cara menyamarkan/menghilangkan noda hitam di kening/di jidat 
karena sewaktu sujud dalam shalat terlalu menghujam sehingga ada bekas 
warna hitam?”&lt;span id="more-504"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawab&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;div dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;"&gt;
مُحَمَّدٌ
 رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ 
رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا 
مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ 
السُّجُودِ&lt;/div&gt;
Yang artinya, “&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS al Fath:29)&lt;/i&gt;.

Banyak orang yang salah paham dengan maksud ayat ini. Ada yang mengira bahwa dahi yang hitam karena sujud itulah yang dimaksudkan dengan ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’. Padahal bukan demikian yang dimaksudkan.
Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan ‘tanda mereka…” adalah perilaku yang baik.
Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan adalah kekhusyukan.
Juga diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Qatadah, beliau berkata, “Ciri mereka adalah shalat” (Tafsir Mukhtashar Shahih hal 546).

عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut.
Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).

عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.

Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).

عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.

Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).

عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.

Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah?
Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapal’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapal’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).
Bahkan Ahmad ash Showi mengatakan, “Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan tukang riya’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (baca: ahli bid’ah)” (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).
Dari al Azroq bin Qois, Syarik bin Syihab berkata, “Aku berharap bisa bertemu dengan salah seorang shahabat Muhammad yang bisa menceritakan hadits tentang Khawarij kepadaku. Suatu hari aku berjumpa dengan Abu Barzah yang berada bersama satu rombongan para shahabat. Aku berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepadaku hadits yang kau dengar dari Rasulullah tentang Khawarij!”.
Beliau berkata, “Akan kuceritakan kepada kalian suatu hadits yang didengar sendiri oleh kedua telingaku dan dilihat oleh kedua mataku. Sejumlah uang dinar diserahkan kepada Rasulullah lalu beliau membaginya. Ada seorang yang plontos kepalanya dan ada hitam-hitam bekas sujud di antara kedua matanya. Dia mengenakan dua lembar kain berwarna putih. Dia mendatangi Nabi dari arah sebelah kanan dengan harapan agar Nabi memberikan dinar kepadanya namun beliau tidak memberinya.

Dia lantas berkata, “Hai Muhammad hari ini engkau tidak membagi dengan adil”.
Mendengar ucapannya, Nabi marah besar. Beliau bersabda, “Demi Allah, setelah aku meninggal dunia kalian tidak akan menemukan orang yang lebih adil dibandingkan diriku”. Demikian beliau ulangi sebanyak tiga kali. Kemudian beliau bersabda,

يَخْرُجُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ رِجَالٌ كَانَ هَذَا مِنْهُمْ هَدْيُهُمْ هَكَذَا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لاَ يَرْجِعُونَ فِيهِ سِيمَاهُمُ التَّحْلِيقُ لاَ يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ

“Akan keluar dari arah timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka. Mereka membaca al Qur’an namun alQur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudia mereka tidak akan kembali kepada agama. Ciri khas mereka adalah plontos kepala. Mereka akan selalul muncul” (HR Ahmad no 19798, dinilai shahih li gharihi oleh Syeikh Syu’aib al Arnauth).
Oleh karena itu, ketika kita sujud hendaknya proporsonal jangan terlalu berlebih-lebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilCkcb_bym4ATz57aIH7IdHRJ4L0hZsG2cUDipCTF-t4irFLgL2MitnVnu24E0NJO6TzHGKc1NLeWE1P-CrNSTmYmvmBUQi7s3UdbtJRZZ3EXxnka92mAHHFndmdKb0-zQ7LGmyaSj8IEv/s72-c/MASJID+BIRU.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SUAMI ISTRI SALING MEMAHAMI</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/11/suami-istri-saling-memahami.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Fri, 1 Nov 2013 06:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-3913405428212628456</guid><description>&lt;center&gt;
&lt;img border="0" src="http://i.imgur.com/kvJieUw.gif" /&gt;&lt;/center&gt;
&lt;span class="userContent" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;Cara Suami Memuliakan Isteri : ..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1. Hak rumah tangga dipenuhi ..&lt;br /&gt; 2. Menyayangi anak dan isteri ..&lt;br /&gt; 3. Membawa isteri jalan-jalan ..&lt;br /&gt; 4. Memuji masakan isteri ..&lt;br /&gt; 5. Bercerita di malam hari sebelum tidur ..&lt;br /&gt; 6. Memuji bila terlihat kebaikan isteri ..&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt; 7. Memberi hadiah ..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/null" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="userContent" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;8. Menjaga akhlaq di depan isteri ..&lt;br /&gt; 9. Menghias diri di depan isteri ..&lt;br /&gt; 10. Berdoa untuk isteri, kebaikan di dunia dan akhirat ..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Cara Isteri Memuliakan Suami : ..

1. Senantiasa tawadhu di hadapan suami ..
2. Taat perintah suami ..
3. Diam ketika suami berbicara ..
4. Mengantar suami apabila mau pergi ..
5. Berhias rapi di hadapan suami ..
6. Memakai wangi-wangian ..
7. Memelihara mulut agar tetap wangi ..
8. Menawarkan diri ketika mau tidur ..
9. Menjaga kehormatan suami dan keluarga ..
10. Qana'ah ..
11. Tidak keluar rumah tanpa izin suami ..
12. Menjaga harta suami ...

(Cantumkan jika ada doa khusus untuk ibu dan juga doa yang lainnya,agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PESAN PESAN DAN AYAT AYAT ALLAH YANG INDAH</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/10/pesan-pesan-dan-ayat-ayat-allah-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Sat, 26 Oct 2013 05:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-6105674577239700590</guid><description>&lt;center&gt;
&lt;img border="0" src="http://i.imgur.com/91XOtJB.jpg" /&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
Ajal ada saatnya. Kesulitan bukan berarti harus kita sikapi dengan  putus asa. Pastikan kita bisa mengenal diri dengan lebih baik, mengenal  diri dengan lebih baik, mengenal kemampuan lebih maksimal. Jangan  melakukan sesuatu tanpa tahu ilmu, tanpa tahu kebenaran, karena bisa  jadi bumerang. Tidak usah memaksakan diri agar kelihatan lebih dari  kenyataan yang sebenarnya."&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Allah menganugerahkan al-hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al-Qur'an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa dianugerahi al-himah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (al-Baqarah: 269) "Ampunilah kami ya Robb kami dan kepada Engkau-lah tempat kembali." (QS Al Baqarah: 285) "Andaikata berlaku keatas seseorang pemimpin itu TANDA-TANDA KEKUFURAN, PERBUATAN MERUBAH SYARIAT DAN PERLAKUAN BID'AH, MAKA WAJIBLAH DILUCUTKAN kepemimpinan daripadanya dan gugurlah tanggungjawab ketaatan rakyat kepadanya. Malah berkewajiban untuk memecatnya dan digantikan dengan seorang yang adil." (Syarah Muslim -- Imam Nawawi) Apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. (asy-Syuura: 30) Apa saja bencana yang menimpamu maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. an-Nisaa: 79) Apa yang diperintahkan Rasul kepadamu maka laksanakanlah. Dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.” (Q.S. Al-Hasyr : 7) "Banyak bersikap diam adalah keindahan yang menghiasi orang yang berakal dan rahasia yang menutup-nutupi orang bodoh" (Ulama) Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa. "Barangsiapa yang memegang kuasa tentang sesuatu urusan kaum muslimin, lalu dia memberikan suatu tugas kepada seseorang, sedangkan dia mengetahui bahwa ada orang yang lebih baik daripada orang itu, dia telah mengkhianati Allah, RasulNya dan kaum muslimin." (Hadis Riwayat Al-Hakim) “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al Mu’min: 60). MAHKOTA CINTA "Berbahagialah orang yang bisa menahan pandangan dan lisannya. Karena pandangan dan lisan yang tidak terjaga, selain mengotori hati juga akan lebih menjerumuskan dalam perbuatan dan perkataan. Minimal sia-sia dan maksimalnya maksiat. Kemampuan menahan lisan Insya Allah akan lebih banyak membawa keselamatan dibandingkan dengan orang-orang yang banyak bicara. Mereka banyak berpeluang tergelincir dengan kata-katanya, berlumur dosa. Minimal menjadi malu." (Aa Gym) "Berhentilah makan sebelum kenyang..." demikian sabda Rasulullah SAW. Segala sesuatu telah diatur Allah baik kadar, takaran, dan kemampuan seseorang, maka apabila kita berlebihan dari takaran dan kemampuan yang telah diberikan Allah kepada kita, ujung-ujungnya adalah kesengsaraan dan kedzoliman diri yang kita terima." (Aa Gym) Bermimpi tanpa mau melakukan sesuatu untuk membuat mimpi menjadi kenyataan menggiring kita kepada kehidupan yang tidak pernah menghasilkan buah. Berpesan-pesanlah kepada kebenaran dan Kesabaran. Beberapa kata renungan dari Qur'an: Orang yang tidak melakukan sholat pada: - Subuh: Dijauhkan cahaya muka yang bersinar - Dzuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya - Asar : Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan - Magrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya. - Isha' : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya Al-Quran: Sembahyanglah sebelum kau disembahyangkan oleh orang lain. Bersabarlah kepada setiap orang, tetapi lebih bersabarlah kepada dirimu sendiri. Janganlah gelisah karena ketidaksempurnaanmu, dan bangunlah selalu dengan perkasa dari suatu kejatuhan. Bersukacitalah atas keberhasilanmu sendiri, tetapi bersyukurlah kepada Alloh SWT bila seseorang yang lain lebih berhasil dari engkau. Bertekadlah untuk melakukan apa yang harus dilakukan tanpa ketakutan dan keraguan. Bersikaplah berani dan penuh pengharapan. Percayalah kepada Alloh SWT dan kepada semangat keberanianmu sendiri. "bila melihat alam yang indah ini tiada terasa kebesaran Allah bila mendapat musibah lupa dirinya hamba nikmat yang datang tiada rasa dariNya patutlah malu kepadaNya karena anugerahNya kepada kita membuat dosa rasa kekesalannya buta hati lebih berbahaya buta mata tidak nampak dunia buta hati tidak nampak kebenaran buta hati ditipu nafsu dan syaitan bahkan dilupakan saja semua rasa bangga dengan dosa bila menyebut neraka tidak terasa akan derunya bila menyebut syurga tidak terasa akan nikmatnya jiwa itu telah mati... atau buta..." (izzatun nissa') Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah 2:216) Bukanlah kegagalan yang menjadi akhir dunia bagi kita, melainkan keputusasaanlah yang menghancurkan kita. MAHKOTA CINTA Bukankah dengan adanya harapan maka manusia akan selalu berusaha dan bukankah sekali lagi, yang maha berkuasa untuk memberikan jawaban pada sebuah harapan itu hanya Allah semata? Tidak selamanya yang rusak dan buruk rupa itu tidak punya harapan untuk memulai hidup baru yang benar-benar baru. Hidayah dan karunia Allah bisa diberikan pada siapa saja, baik mereka yang duduk di singgasana emas maupun mereka yang terpuruk di tempat-tempat yang hina dan tak dipandang orang. Subhanallah. Maha Suci Allah. Cara terbaik untuk menghilangkan musuh-musuhmu adalah dengan mencintai mereka. Dalam kegelisahanku kau tenangkan aku…. Dalam dukaku kau hibur diriku……….. Dalam kesukaanku kau tertawa bersamaku……… Kini kutau seperti apa surga itu… Tempat yg penuh dengan orang-orang Seperti dirimu………………. Dalam konsepsi Islam, rezeqi akan datang bagi mereka yang mau menikah. Allah Maha Mengetahui segala ukuran dan pertimbangan. Sudah banyak bukti disekeliling kita tentang bagaimana sepasang muda-mudi yang bertekad menikah (sebelum berpenghasilan) kemudian diberi banyak rezeqi setelah pernikahan mereka. Dalam Al Qur’an bisa di lihat QS. 24:32 : “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam” “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS. Al Baqarah: 186) "Dan apabila manusia ditimpa bahaya, ia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, ia kembali melalui (jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdo'a kepada Kami" (QS. Yunus : 12). “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". QS Ibrahim ayat 7. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." - QS:An-Nuur (24):32 "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. Al-Isra'17:24) Dan tidaklah sama (kesan dan hukum) perbuatan baik dan perbuatan jahat. Tolaklah (kejahatan yang ditujukan kepadamu) dengan cara yang lebih baik; apabila engkau berlaku demikian maka orang yang menaruh rasa permusuhan terhadapmu, dengan serta merta akan menjadi seolah-olah seorang sahabat karib. ( fussilat 34 ) Dari Anas berkata, Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, janganlah seseorang menangan-angankan kematian karena musibah yang menimpanya, jikalah dia harus menginginkan, maka katakanlah, “Ya Allah hidupkanlah aku jika kehidupan itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku. “Dia Yang menciptakan segala sesuatu, lalu Dia menetapkan atasnya takdir (ketetapan) yang sesempurna-sempurnanya “(qs 25 :2) Di dalam sebuah hadits disebutkan juga bahwa Rasulullah suka mengakhirkan shalat isya dengan tujuan agar shalat dijadikan sebagai penutup aktivitas pada hari itu, karena beliau memakruhkan tidur sebelumnya dan mengobrol sesudahnya. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS. Al-Imraan 3:14) Dimanapun engkau, Dan dalam keadaan apapun, Berusahalah dengan sungguh-sungguh Tuk menjadi seorang pencinta Tatkala cinta benar-benar tiba Dan menyelimutimu Maka selamanya kau akan menjadi seorang pencinta. (Kearifan cinta, Jalaluddin Rumi) “Dream what you dare to dream, go where you want to go, Be what you want to be” "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah." (HR. Muslim). Emosi dan akal ibarat dua orang sopir, keduanya berada di dalam tubuh kita yang mirip sebuah mobil. Pada suatu saat hanya satu saja sopir yang memegang setir. Artinya , tidak mungkin dua sopir memegang kendali secara bersamaan. Kecuali keduanya menuju arah yang sama. Pada beberapa orang, emosi sering dipercaya sebagai sopir hidupnya,misalnya para seniman atau rohaniawan. sedangkan para peneliti atau ilmuwan lebih sering menggunakan akalnya. Akal lazim disebut dengan kecerdasan dan tingkatnya dinyatan dengan IQ (Intelligence Quotient). Sebaliknya emosi, yang lebih dikenal dengan kearifan, tingkatnya dinyatakan dengan EQ (Emotional Quotient) Gunakanlah setiap kesempatanmu hari ini. Anda tidak boleh bergantung pada hari esok. Perhatikanlah hari ini! Hanya dengan berpikir positif tentang diri kita dan kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup kita, kita dapat menjadi periang dan sehat. "Hai orang-orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertawakalah kepada Allah supaya kamu beruntung." (QS Al Imran 200) "Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu." (QS. Luqman 31:14) IBU UTAMA &amp;gt;Nabi S.A.W bersabda yang bermaksud : Ada 4 di pandang sebagai ibu yaitu : &amp;gt;1) Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN. &amp;gt;2) Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERCAKAP. &amp;gt;3) Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BUAT DOSA. &amp;gt;4) Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR MAHKOTA CINTA Ikhlas dan tauhid adalah pohon yang ditanam di taman hati, Amal perbuatan adalah cabang-cabangnya, sedangkan buah-buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan abadi di alam akhirat. (Ibnul-Qayyim) “Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain. Semata karena Allah SWT.”(AA Gym) Innasholaata tanhaa ‘anilfahsyaai wal munkar (Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar (QS. Al Ankabut (29) ; 45). “Inna Sholaati Wanusuki Wamahyaaya Wamamati Lillahi Robbil ‘Alamin”, Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Rabb Alam semesta” Iri hati dan dengki merupakan dosa dan sekaligus akar yang menumbuhkan dosa-dosa lain. Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan; jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran. (James Thurber) Jika anda ingin sesuatu dikerjakan dengan baik, hendaklah anda mengerjakannya sendiri. Seorang penyair berkata, "Tidak ada yang dapat menggaruk tubuh anda yang gatal dengan tepat kecuali kuku anda sendiri. Karenanya, kerjakanlah sendiri semua urusan anda (Arif bijak) Jika engkau menaklukkan dirimu dalam hal-hal kecil, sesungguhnya engkau melatih kemauanmu untuk menjadi batu karang yang kukuh dan menjadi tuan atasmu. Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)." (QS. Al AhQaaf 46:15) Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur 24:31) Kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan adalah kepastian bahwa anda dicintai seperti apa adanya, atau lebih tepatnya dicintai walaupun anda seperti diri anda adanya. (Victor Hugo) Kebahagiaan dan kesenangan melalui keduniaan adalah mustahil. Kebahagiaan hidup hanya akan bisa diraih oleh orang-orang yang hatinya tentram. Dan ketentraman hati itu erat hubunganya dengan kuat tidaknya hati seseorang dengan Yang Maha Kuasa. Ketentraman itu akan dating dengan kedekatan pada amal amal ukhrawi yang mendekatkan orang pada Allah SWT. Sejauh mana kedekatan seseorang pada Allah SWT, sejauh itu pula kebahagiaan yang akan ia peroleh. Buktikan sendiri. Kebaikan tidak ditentukan oleh perbuatan-perbuatan baik melainkan oleh kualitas kebaikan yang meraja dalam hati kita. Kebaikan tidak terletak dalam melakukan dengan benar karena peraturan, melainkan melakukan yang benar karena alasan yang benar. Kekayaan akan menguburkan engkau jika engkau menjunjungnya di kepalamu dan melekatkannya di hatimu. "Keuntungan hakiki adalah keuntungan yang tidak hanya menguntungkan diri pribadi, tapi juga menguntungkan sebanyak mungkin hamba-hamba Allah lainnya. Usahakanlah apa yang menjadi nikmat tidak menjadi musibah bagi orang lain." (Aa Gym) Kesuksessan Bukan merupakan suatu TUJUAN tapi merupakan suatu PERJALANAN Laa yukallifullahi nafsan illa wus’aha, Allah tidak membebani seseorang diluar dari kesanggupannya “Lelah, tersinggung, terhina, kekurangan, uang, tertimpa penyakit, dan masih begitu banyak lagi masalah yang akan membuat orang menjadi goyah, tapi kalau terkelola hatinya, subhanallaah, ia tetap akan punya nilai produktif. Banyak orang yang sangat sibuk memikirkan kecerdasannya, memikirkan kesehatan fisiknya, tapi sangat sedikit memikirkan kondisi hatinya. Kalaulah kita harus memilih, seharusnya kita banyak meluangkan waktu untuk memikirkan qolbu ini. Karena jika qolbu ini baik, yang lainnya pun menjadi baik, Insya Allah.” (AA Gym) "Manusia itu mengikut agama kawannya. Maka hendaklah diperhatikan siapa yang hendak dijadikan sebagai kawannya." (HR Tirmidzi) Meletakkan perhatian pada kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan diri sendiri sama seperti berpegang erat pada tangkai berduri. Musuh terbesar adalah keangkuhan diri kita sendiri. Musuh yang memusuhimu dengan terang-terangan adalah lebih baik daripada kawanmu yang palsu. (Arif bijak) Nabi saw. bersabda, "Hubungilah kerabatmu walau hanya dengan memberi salam kepadanya." "Niat untuk selalu tampak indah dan menarik adalah suatu kewajaran, namun Allah Maha Mengetahui apa-apa yang melintas di hati kita, apabila niat kita tergelincir ke dalam kemaksiatan dan kesia-siaan bisa jadi Allah akan memberikan jalan terbukanya bencana bagi kita, oleh karenanya bersungguh-sungguhlah berniat hanya untuk menggapai ridha Allah." (Aa Gym) Orang bijaksana tidak pernah duduk meratapi kegagalannya, tapi dengan gembira hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya. (dari |HighL4nder|) MAHKOTA CINTA Orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (al-Baqarah: 277) Orang yang hidup dengan berprinsip yang teguh tidak akan hilang (dilupakan), tidak akan kehilangan dan tidak akan mati ((Arif bijak) Orang yang sering meninggalkan shalat adalah orang yang mengabaikan agama dan seorang wanita seharusnya memilih calon pemimpin yang beriman, bukan yang suka mempermainkan agama. Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan. Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang kehidupannya seperti orang-orang Badui(bukan madani), dia mengisolasi dirinya. Barangsiapa yang kehidupannya dari berburu, dia tergolong orang yang lalai." HR Abu Dawud dan Ahmad Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang paling aku benci dan yang paling jauh majelisnya dari aku pada hari kiamat adalah orang yang banyak omong, yang membuat dan bicara seenaknya, serta yang menyombongkan diri (angkuh)." (HR Ahmad, Ibnu Hibban, Abu Nuaim) Rasulullah saw. bersabda, "Pukullah anak-anakmu karena meninggalkan shalat pada usia sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka (lelaki dan perempuan) pada usia sembilan tahun, dan kawinkanlah pada usia tujuh belas tahun jika memungkinkan." (HR Ibnus-Sunni dalam Awwalul Yaumi wal-Lail) Rasulullah saw. bersabda, " Satu hukum Allah yang benar-benar diterapkan di muka bumi adalah lebih baik bagi penduduk bumi dari pada mereka diberi hujan selama empat puluh pagi." (HR Ibnu Majah, Ahmad, an-Nasa) Rasulullah saw bersabda, Tali temali Islam akan terlepas (putus), orang-orang akan berpegangan kepada tali berikutnya. Tali yang pertama kali lepas (putus) adalah hukum (syariah) dan yang terakhir adalah sholat." HR Ahmad, Ibnu Hibban, al-Haakim) Rasulullah saw bersabda, "Waspadalah terhadap perbuatan kezaliman karena kezaliman adalah kegelapandi hari kiamat. Jauhilah kekikiran karena kekikiran telah membinasakan orang-orang sebelum kamu, mengantarkan mereka kepada pertumpahan darah di antara mereka dan menghalalkan segala cara." (HR Muslim dari Jabir bin Abdullah r.a) "Rasulullah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga, lalu beliau menjawab, 'Taqwa kepada Allah dan akhlaq yang baik.' Beliau juga ditanya tentang perkara yang paling banyak mengantarkan orang masuk ke neraka, beliau menjawab, 'Mulut dan kemaluan.'" (HR Tirmidzi) Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a’yun. Waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa (Q.S. Al Furqaan: 74). Aamiin. (Ya Roob kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa). "Rasa takut terhadap manusia jangan sampai menghalangi kamu untuk menyatakan apa yang sebenarnya jika memang benar kamu melihatnya, menyaksikan atau mendengarnya." (HR Ahmad) Rencana jahat apabila terdapat pada diri seseorang maka akan kembali akibatnya kepadanya."Rencana jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri." (Faathir: 43) Robbi, tanami ladangku dengan keinsyafan Adam, ketahanan Nuh, kecerdasan Ibrahim, ketulusan Ismail, kebersahajaan Ayub, kesabaran Yunus, kelapangan Yusuf, kesungguhan Musa, kefasihan Harun, kesucian Isa, dan kematangan Muhammad. Robb, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, dan berikanlah kepada kami kekuatan untuk mengikutinya. Dan tunjukkan pula kepada kami yang bathil itu bathil, dan berikanlah kepada kami kekuatan untuk menjauhinya. Aamiin. Saad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw., 'Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?' Nabi saw. menjawab, 'Para nabi, kemudian yang menyerupai mereka, dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah), dia diuji sesuai dengan itu (ringan); dan bila imannya kokoh, dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa'." (HR Bukhari) Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta, ia mempunyai mata pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. Ia memberi tanpa kata-kata, tanpa menepuk dada. Saya mohon Kekuatan ... Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat. Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan. Saya memohon Kemakmuran ... Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja. Saya memohon Keteguhan hati ...Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi. Saya memohon Cinta ... Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong. Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati ... Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan. Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan. "Segala upaya yang dibangun dengan keikhlasan dan kerja keras, tidak terluputkan dari sikap dengki dan cemoohan orang lain yang memang terjangkiti penyakit dengki, namun apabila kita yakin hanya kepada Allah, maka Allah akan senantiasa menolong hamba-hambaNya yang ikhlas berjuang." (Aa Gym) “Semakin banyak yang kita benci dan kita musuhi, berarti kita telah menelantarkan waktu, tenaga, pikiran, dan kebahagiaan kita untuk memikirkan orang yang tidak kita sukai. Sungguh rugi!” (AA Gym) " "Semakin cinta kita terhadap sesuatu maka akan semakin memperbudak dan menyiksa diri kita. Semakin kita kaya, semakin takutlah berkurang kekayaan kita."(Aa Gym) Semangat tanpa pengetahuan sama dengan api tanpa cahaya. Seorang ulama masa kini mengatakan bahwa jika seorang mu’min ditimpa keburukan atau musibah maka itu mempunyai 3 makna: (1) Sebagai kafarat/pencuci dosa-dosanya (2) Sebagai ujian baginya sehingga ia akan ‘naik tingkat’ ketaqwaan (3) Mengandung hikmah yang tersembunyi bagi dirinya yang akan menjadi nasehat yang efektif bagi kehidupannya setelah itu Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar Ra'd 13:11). “Sesungguhnya, dalam setiap masalah, kadang, bukan pemecahanlah yang harus kita cari. Tapi, kemampuan untuk melihat masalah itulah yang kita perlukan. “Sesungguhnya orang yang paling kucintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku pada Hari Kiamat ialah yang paling baik akhlaknya di antara kalian, dan sesungguhnya orang yang paling kubenci di antara kalian dan yang paling jauh tempat duduknya denganku pada Hari Kiamat ialah yang paling buruk akhlaknya di antara kalian.” -- (HR Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al Baghawy) sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu, sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengerti atas segala-sesuatu" ( al Hujurat 13 ) Sesungguhnya pada jasad ( tubuh manusia ) ada segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh anggota jasad, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh anggota jasad, sesungguhnya ia adalah hati (HR Bukhori) Setiap manusia rindu untuk mencintai dan dicintai. Setiap ilmu mesti ada permulaanya, tetapi sama sekali tidak ada pengakhirannya. Kita harus menyadari dan mengakui bahwa apa yang kita ketahui dari ilmu-ilmu jauh lebih sedikit daripada yang tidak kita ketahui (Ulama) Sifat mengampuni berarti mau menerima kesalahan orang lain sebagaimana Anda mengharapkan orang lain menerima kekurangan Anda. Suatu ketika Khalifah Harun al-Rasyid bertanya kepada Manshur bin Amman: “Siapakah orang yang paling berakal (pintar), paling bodoh, paling kaya, dan paling perkasa di antara manusia? Manshur bin Amman berkata: “Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa. “Sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata qolbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat. Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki qolbu yang tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya. Karena selain senantiasa akan merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukkan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan.” (AA Gym) Takluk namun tidak menyerah itulah kemenangan. Tiap-tiap amalan (perbuatan) ada balasannya. Karena itu, waspadalah terhadap akibat dari perbuatan anda. (Ulama) "Tidaklah akan berpindah Kaki seorang hamba pada hari kiamat, sampai ia ditanya Tentang empat perkara. Tentang umurnya, bagaimana ia menghabiskannya, tentang jasadnya, bagaimana ia mempergunakannya tentang hartanya, dari mana ia mendapatkannya dan kemana ia menghabiskannya, dan tentang ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya. (Ad Darimi: 538) "Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (Adz. Dzariyat :56). ”Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai Saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.” (H.R. Bukhari dan Muslim). “ Tindakan utama yang harus kita kerjakan bukanlah melihat apa yang terletak samar-samar dikejauhan, melainkan melaksanakan apa yang tampak jelas di depan mata. ” Tuntutlah ilmu, tetapi tidak melupakan ibadah, dan kerjakanlah ibadah, tetapi tidak melupakan ilmu (Hasan al-Bashri) Utsman bin Affan r.a. berkata, "Barang siapa hidupnya dalam keseimbangan dunia dan akhirat, dia disenangi Allah; barangsiapa meninggalkan perbuatan dosa, dia disenangi oleh para malaikat; dan barang siapa meninggalkan keserakahan terhadap kaum muslimin, dia dicintai mereka." "Wahai mereka yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan solat. Sesungguhnya Allah bersama-sama dengan orang yang sabar." (Al-Baqarah: 153) "Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya, karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan memilih agamanya maka taribat yadaaka (kembali kepada fitrah atau beruntung)." (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain) Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” [TQS an-Nûr [24]: 26] ? ........'Ya Allah, banyaknya nikmat-Mu padaku.tapi .......... sedikitnya aku bersyukur, ya Allah , hatiku tahu nafsu jahat itu musuhku, tapi banyaknya jalan-jalannya yang telah aku turuti. Ya Allah, besarnya pengorbanan ayah, tingginya nilai kasih dan mesra ibu, tapi aduhai .....sedikitnya do'aku untuk mereka. Ampunkan, ampunkanlah wahai yang Maha Pengasih' Ya Allah..sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan kecintaan hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)Mu, dan berjanji setia untuk membela syari.atMu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah..abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahayaMu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu, hidupkanlah dengan ma.rifahMu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong…Amin." Ya Allah, tak ada yang mampu mendatangkan segala kebaikan melainkan dengan kekuasaan-Mu, tidak ada yang mampu menolak segala keburukan melainkan dengan kekuasaan-Mu, tidak ada daya kekuatan hanya kepada-Mu. ( HR. Abu Daud ) "Ya Robb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS Ali 'Imran:147) "Ya Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Robb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Robb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS Al Baqarah: 286</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PENGORBANAN ISTERI YANG SERING TIDAK DISADARI SUAMI</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/06/pengorbanan-isteri-yang-sering-tidak.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Mon, 24 Jun 2013 08:36:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-3047892134132464336</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6qsZc-dLdjgKk3aUaq5Kk_ThErGUf0_PV3vfQ9RI9N-YaePgcaUkdwXj-6yHrK0iy73OG_mEdOvdq87z603zcv8TotvgVUdgDMn5ZsMr3MBvhIfGz2TwU6kSnYs6Uy4KAMJc5Vm9q1ho/s1600/stock-photo-young-woman-walking-on-green-asphalt-road-in-forest-81493276.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6qsZc-dLdjgKk3aUaq5Kk_ThErGUf0_PV3vfQ9RI9N-YaePgcaUkdwXj-6yHrK0iy73OG_mEdOvdq87z603zcv8TotvgVUdgDMn5ZsMr3MBvhIfGz2TwU6kSnYs6Uy4KAMJc5Vm9q1ho/s320/stock-photo-young-woman-walking-on-green-asphalt-road-in-forest-81493276.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;Wanita adalah karunia terindah yang ada dan penting di dunia, tapi  banyak perjuangan dan pengorbanan wanita tidak di ketahui pria.&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/null" name="more"&gt;&lt;/a&gt;1. Ketika suami menikah lagi dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain. Ia akan (mungkin) menangis karena terluka, tapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;2. Sebagai isteri ia siap mengorbankan impian-impiannya demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakandan minta diurus) dan anak-anak yang bandel. 3. Ketika suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk bisa menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya. 4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tak berbatas. Ia bangun ketika siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, lalu mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, ketika pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya dan menyetrika dengan rapi. 5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang isteri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service, babu dan wanita penghibur digabung jadi satu. 6. Ketika suaminya menginginkan punya anak 4,5,6 atau 9 orang, ia sebagai isteri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawa melahirkannya. Suami kadang tidak terlalu paham penderitaan macam begini karena mereka tidak mengalaminya 7. Meski laki-laki tak paham benar, tapi Allah Maha Mengerti, karena itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal karena melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga. Bagi isteri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6qsZc-dLdjgKk3aUaq5Kk_ThErGUf0_PV3vfQ9RI9N-YaePgcaUkdwXj-6yHrK0iy73OG_mEdOvdq87z603zcv8TotvgVUdgDMn5ZsMr3MBvhIfGz2TwU6kSnYs6Uy4KAMJc5Vm9q1ho/s72-c/stock-photo-young-woman-walking-on-green-asphalt-road-in-forest-81493276.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>JIKA SUDAH MENEMUKAN PRIA IDAMAN</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/06/jika-sudah-menemukan-pria-idaman.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Mon, 24 Jun 2013 08:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-2754241909798983802</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2av1zC71SAXdYgL0xbX9I9jL2JFBVdHpjidMVaWTFwV6Lqxs5AXOZmRUB9FK6p4gkTNUmQfrkgr3MmtOkxUhdwwQNCsxbzdvmPoHHqkaLJesvjl1jSdxf-kF1OvAe_fmv_EwZ8Jsm0dY/s1600/image(2).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2av1zC71SAXdYgL0xbX9I9jL2JFBVdHpjidMVaWTFwV6Lqxs5AXOZmRUB9FK6p4gkTNUmQfrkgr3MmtOkxUhdwwQNCsxbzdvmPoHHqkaLJesvjl1jSdxf-kF1OvAe_fmv_EwZ8Jsm0dY/s320/image(2).jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" id=".reactRoot[2908521].[2]{comment154215721271294_2491280}.[1:0].[4:0:1].[3:1].[4:0:1].[1:1].[1:0].[1:0:2]"&gt;&lt;span class="UFICommentBody" id=".reactRoot[2908521].[2]{comment154215721271294_2491280}.[1:0].[4:0:1].[3:1].[4:0:1].[1:1].[1:0].[1:0:2].[2:0]"&gt;&lt;span id=".reactRoot[2908521].[2]{comment154215721271294_2491280}.[1:0].[4:0:1].[3:1].[4:0:1].[1:1].[1:0].[1:0:2].[2:0].[2:0]"&gt;&lt;span id=".reactRoot[2908521].[2]{comment154215721271294_2491280}.[1:0].[4:0:1].[3:1].[4:0:1].[1:1].[1:0].[1:0:2].[2:0].[2:0].[3:0:0]"&gt;Saat  wanita mengejar pria yang ia suka, ia dibilang murahan. Saat pria  mengejar wanita, ia dibilang pejuang. Sungguh wanita telah dijajah pria.&lt;/span&gt;&lt;br id=".reactRoot[2908521].[2]{comment154215721271294_2491280}.[1:0].[4:0:1].[3:1].[4:0:1].[1:1].[1:0].[1:0:2].[2:0].[2:0].[3:0:1]" /&gt;&lt;br id=".reactRoot[2908521].[2]{comment154215721271294_2491280}.[1:0].[4:0:1].[3:1].[4:0:1].[1:1].[1:0].[1:0:2].[2:0].[2:0].[3:0:2]" /&gt;&lt;span id=".reactRoot[2908521].[2]{comment154215721271294_2491280}.[1:0].[4:0:1].[3:1].[4:0:1].[1:1].[1:0].[1:0:2].[2:0].[2:0].[3:0:3]"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=".reactRoot[2908521].[2]{comment154215721271294_2491280}.[1:0].[4:0:1].[3:1].[4:0:1].[1:1].[1:0].[1:0:2].[2:0].[3:3]"&gt;&lt;span id=".reactRoot[2908521].[2]{comment154215721271294_2491280}.[1:0].[4:0:1].[3:1].[4:0:1].[1:1].[1:0].[1:0:2].[2:0].[3:3].[2:1]"&gt;&lt;span id=".reactRoot[2908521].[2]{comment154215721271294_2491280}.[1:0].[4:0:1].[3:1].[4:0:1].[1:1].[1:0].[1:0:2].[2:0].[3:3].[2:1].[3:0:3]"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/null" name="more"&gt;&lt;/a&gt;"Ya masa cewek yang ngejar duluan, gengsi atuuuh..."  "JIKA SUDAH MENEMUKAN pria idaman (SOLEH), wanita boleh aja mengungkapkan cintanya duluan dan menawarkan diri untuk dilamar. Secara pria soleh itu memiliki sifat pemalu, padahal memendam rasa tapi nggak berani bilang."  "Jadi teringat sama kisah Ummul Mu'minin... banyak pria yang ingin melamar Bunda Khadijah, tapi beliau malah melamar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam."</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2av1zC71SAXdYgL0xbX9I9jL2JFBVdHpjidMVaWTFwV6Lqxs5AXOZmRUB9FK6p4gkTNUmQfrkgr3MmtOkxUhdwwQNCsxbzdvmPoHHqkaLJesvjl1jSdxf-kF1OvAe_fmv_EwZ8Jsm0dY/s72-c/image(2).jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MENGUKUR MAHKOTA BAIK</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/06/mengukur-mahkota-baik.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Thu, 20 Jun 2013 09:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-8429167034961351710</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipU_EY0kXoC9obMjNahGPdvhxwylkILwSK5HzH5rHFPy7JgLrx-rS-83LTcQ-KLI_CKDTHDnqfkrYSKAeqMjXbbWqpaqLOGWXldpx6a40UniLct6qy_DlyrAWC7DM5Egepl2AP-OXD_ZE/s1600/image(11).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipU_EY0kXoC9obMjNahGPdvhxwylkILwSK5HzH5rHFPy7JgLrx-rS-83LTcQ-KLI_CKDTHDnqfkrYSKAeqMjXbbWqpaqLOGWXldpx6a40UniLct6qy_DlyrAWC7DM5Egepl2AP-OXD_ZE/s320/image(11).jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fbPhotosPhotoCaption" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:45}" id="fbPhotoSnowliftCaption" tabindex="0"&gt;&lt;span class="hasCaption"&gt;Perlukah aku bersandiwara dalam gelak tawa yang bercempera dengan dusta&lt;br /&gt; sekadar untuk satu bukti &lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/null" name="more"&gt;&lt;/a&gt;yang kebenarannya berguguran dari tangkai kejujuran atau perlukah aku ikhlas dari terbitan kata yang terucap tanpa hijab palsu sedang keengganan menerima benar menjadi ego menjulang di ubun-ubunmu atau perlukah aku mengikut sepertinya anggukan kakaktua yang buta dalam memaknai hanya untuk menerbitkan rasa bangga padamu yang menjunjung kiasan dalam kata.  Akan kuceritakan padamu tentang wajah ikhlas yang tidak berselindung dari topeng kepuraan agar dalam menafsir kebenaran, engkau tidak menyimpang dari prasangka jijikmu yang menyendat biarkan setiap sentimeter ruang kosong dalam urat-urat darahmu ada aliran penerimaan untuk engkau mengerti bahawa kebenaran tidak pernah mati dibunuh oleh pembohongan dan juga untuk engkau tahu bahawa tunjang sebuah rasa percaya yang engkau tidak miliki …adalah berdiri di atas satu kebenaran.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipU_EY0kXoC9obMjNahGPdvhxwylkILwSK5HzH5rHFPy7JgLrx-rS-83LTcQ-KLI_CKDTHDnqfkrYSKAeqMjXbbWqpaqLOGWXldpx6a40UniLct6qy_DlyrAWC7DM5Egepl2AP-OXD_ZE/s72-c/image(11).jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>KESENDIRIAN YANG MENAFSIR</title><link>http://walmarjanu.blogspot.com/2013/06/kesendirian-yang-menafsir.html</link><author>noreply@blogger.com (Jahuwoti Sikurma)</author><pubDate>Sat, 15 Jun 2013 09:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-445199486858418187.post-5596267234277091870</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJt4l4q01MAwoWy2aCGssuL_HBdMFTteSPfqd911HBnpjoMy2PjcOpZCI6-8DR9KaPpHI0y1eQ493Nh3r1Cvf5CMlYiJKRY_-CGyU0Dm7q16nkbG-cEglW9_WdJ-r_Usr9qqoupxqp4wlF/s1600/mahkotol.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJt4l4q01MAwoWy2aCGssuL_HBdMFTteSPfqd911HBnpjoMy2PjcOpZCI6-8DR9KaPpHI0y1eQ493Nh3r1Cvf5CMlYiJKRY_-CGyU0Dm7q16nkbG-cEglW9_WdJ-r_Usr9qqoupxqp4wlF/s1600/mahkotol.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h5 class="uiStreamMessage userContentWrapper" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;
&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="userContent"&gt;Coba menafsir di kala kesendirian yang sedang asyik menganyam bilah-bilah sepi&lt;br /&gt; malam yang serasanya panjang menabur manik-manik rindu yang jatuh bertebaran&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;lalu kukutip tiap butirnya dan kugantungkan pada dada resah yang sugul
sedang malam berengsot malas dan mengundang gelap serawan hati
pun akulah yang masih bersandar pada dada resah…tanpa suara
membatu dalam sepi yang semakin menggembangkan sayap penantiannya
: dan di ujung penantian itu adalah aku.

Aku yang sering melontarkan bahasa-bahasa senyap ke rimba sebuah pengertian
menerjah mata angin yang mencantas pohon harap hingga ke perdu semangat
seakannya ingin membungkas semua rasa tika harapan masih bertatih langkah
dan dalam anyaman sepi yang masih menyusur jaluran ke bucunya
aku mencari petak agar terhindar dari goresan bilah-bilahnya yang melukakan
untuk aku terus bermukim dalam larutnya penantian seorang aku

…dan malam pun merampas cahaya siang.
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJt4l4q01MAwoWy2aCGssuL_HBdMFTteSPfqd911HBnpjoMy2PjcOpZCI6-8DR9KaPpHI0y1eQ493Nh3r1Cvf5CMlYiJKRY_-CGyU0Dm7q16nkbG-cEglW9_WdJ-r_Usr9qqoupxqp4wlF/s72-c/mahkotol.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>