<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015</atom:id><lastBuildDate>Fri, 08 Nov 2024 15:27:32 +0000</lastBuildDate><category>Mendidik Anak</category><category>mengajar anak</category><category>cara mendidik</category><category>sekolah</category><title>Tips Tips Bagaimana Mendidik Anak</title><description>Tips Tips Bagaimana Mendidik Anak Anak Yang Baik</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-3021910199264064934</guid><pubDate>Tue, 02 Jan 2018 17:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-03T00:28:10.895+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mengajar anak</category><title>Cara Mudah mengajar anak membaca</title><description>Cara Mudah mengajar anak membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Jilid pertama&lt;br /&gt;Anak di ajari untuk mengenal konsonan yang dirangkai satu vokal dengan pola suku kata KV .Pengenalan dilakukan dengan cara mencantolkan suku kata dengan sebuah gambar yang suku kata sebutannya sesuai dengan suku kata yang akan di ajarkan kepafa anak.Untuk mempermudah sebelum di perkenalkan suku kata.Anak dikenalkan dengan gambar .Sebagai contoh perlihatkan gambar baju,badak,banteng.Jika anak sudah mengerti&amp;nbsp; suruh anak menebak.Ini gambar apa nak( sambil menunjuk gambar baju) jika jawaban&amp;nbsp; anak benar berarti dia telah mengerti dari sini kita bisa menyambungkan dengan huruf " jadi ingat baju ingat BA.Misal untuk huruf yang lain seperti CA DA GA dan lainya caranya pun juga sama.&lt;br /&gt;2.Jilid&amp;nbsp;&amp;nbsp; kedua&lt;br /&gt;Pada jilid ini anak di ajak untuk mengaitkan dengan vokal I dan U.Misal jika jilid pertama&amp;nbsp; anak hanya tau BA CA DA&amp;nbsp; di jilid ini pengenalan kata BI ,BU dan seterusnya .Setiap kita menunjuk huruf BI dan BU anak kita ingatkan pada jilid 1 yaitu jika ini BA maka BA punya teman BI dan BU. Selain itu di jilid ini juga diajarkan cara mematikan huruf.Misal MA + N dibaca MAN demikian dengan akhiran AN misalnya kata SANTAN.Yaitu dengan cara SAN+ TAN dibaca SANTAN.&lt;br /&gt;
3. Jilid&amp;nbsp; Ketiga&lt;br /&gt;Yaitu dengan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Pengajaran kata yang suku awalnya VK( vokal konsonan) misal tulisan&amp;nbsp; AL jika di balik dibaca LA.UN jika dibalik dibaca NU.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Mengajarkan konsonan NG( eng ) yaitu jika NG + A maka dibaca NGA.Demikian dengan konsonan( ny ) yaitu jika " NY" + A maka dibaca NYA.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Pengenakan kata AI OU dan OI yaitu dengan membaca cepat tanpa di putus misal ( M....AI = MAI ) untuk kata ramai.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Untuk mengajarjan kata TRA yaitu dengan (&amp;nbsp; T + RA maka dibaca TRA ).&lt;br /&gt;Buku ayo membaca yang ditulis oleh Drs.Ali Mustofa ini sangat membantu sekali dalam mengajari anak saya dalam kelancaran membaca.Karena hanya dalam waktu 1 tahun anak saya sudah lancar membaca.Apa yang saya dapat dari&amp;nbsp; buku Ayo Membaca ini juga bermanfaat bagi anda semua.</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2018/01/cara-mudah-mengajar-anak-membaca.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-3001486230036607098</guid><pubDate>Tue, 02 Jan 2018 17:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-03T00:27:01.712+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mengajar anak</category><title>Mendidik dan Mengajar</title><description>Pengertian Pembelajaran Kontekstual&lt;br /&gt;Jika Anda&amp;nbsp; seorang guru tentu Anda sangat mengenal dengan istilah pembelajaran kontekstual.&lt;br /&gt;Dan jika anda seorang calon guru di masa datang, maka anda harus mengenal istilah pembelajaran kontekstual ini. Mengapa ?&lt;br /&gt;Karena kurikulum yang berlaku saat ini dan akan datang memberikan sinyal bahwa implementasi pembelajaran hendaknya memberikan ruang bagi siswa untuk meningkatkan kinerjanya. ke depan, fungsi guru akan bergeser dari pemberi informasi atau pengetahuan menjadi penyedia fasilitas bagi siswanya untuk merumuskan tentang fokus kajian secara kontekstual dan bukan tekstual ( texbook oriented ).&lt;br /&gt;Apa dan bagaimana pembelajaran kontekstual itu ?&lt;br /&gt;Dalam postingan kali ini , mendidikdanmengajaranak.blogspot.com akan menjelaskan mengenai beberapa pengertian pembelajaran kontekstual.&lt;br /&gt;
Pembelajaran kontekstual atau disebut juga dengan istilah Contextual Teaching Learning ( CTL ) merupakan konsep belajar yang membantu guru menghubungkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk mampu membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
Pembelajaran kontekstual merupakan suatu proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan / ketrampilan yang secara fleksibel ditransfer dari suatu permasalahan / konteks ke permasalahan / konteks lainnya.&lt;br /&gt;
Pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk saling menguatkan, memperluas, dan menerapkan pengetahuan dan ketrampilan akademik mereka dalam berbagai tatanan di sekolah maupun di luar sekolah.Dengan demikian siswa akan mampu memberikan sumbang saran atau ide serta berperan serta dalam memecahkan masalah lingkungannya atau masalah yang disimulasikan.&lt;br /&gt;
Pembelajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk membantu siswa memahami makna yang ada pada bahan ajar yang mereka pelajari dengan menghubungkan pelajaran dalam konteks kehidupan sehari-harinya dengan kontek kehidupan pribadi, sosial dan kultural.&lt;br /&gt;Menurut Johnson (2003), pembelajaran kontekstual mencakup 8 komponen, yakni :&lt;br /&gt;membuat hubungan yang bermakna&lt;br /&gt;memunculkan kegiatan yang signifikan&lt;br /&gt;belajar mandiri secara teratur&lt;br /&gt;berkolaborasi&lt;br /&gt;berpikir kritis dan kreatif&lt;br /&gt;mencapai standar tinggi&lt;br /&gt;menggunakan penilaian otentik</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2018/01/mendidik-dan-mengajar.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-5134450086228109411</guid><pubDate>Tue, 02 Jan 2018 17:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-03T00:26:09.963+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mengajar anak</category><title>Tips Mengajari Anak Menulis yang Efektif untuk Usia Prasekolah</title><description>Tips Mengajari Anak Menulis yang Efektif untuk Usia Prasekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengajari Anak Menulis yang Efektif - Anak usia 3 tahun pada dasarnya sudah mampu untuk memegang pensil. Pada usia ini, sang anak juga tengah gemar sekali membuat coretan-coretan di atas sebuah lembaran kertas, baik itu di buku, koran, atau lembaran lainnya, ya meskipun coretan-coretannya tidak jelas dan terkesan abstrak. Namun demikian, hal tersebut menandakan bahwa sang anak memiliki minat untuk melakukan kegiatan menulis.&lt;br /&gt;
Dalam mengajari menulis, orang tua tidak boleh serta merta memaksa anak untuk langsung menulis abjad. Anak harus diberikan stimulus dulu dalam bentuk permainan atau sesuatu yang sifatnya menyenangkan. Karena harus diketahui, ketika usia prasekolah, kemampuan menulis anak masih tergolong dasar seperti memegang pensil atau menirukan bentuk-bentuk gambar sederhana.&lt;br /&gt;
Tips Mengajari Anak Menulis yang Efektif untuk Usia Prasekolah &lt;br /&gt;Random Post&lt;br /&gt;Pengertian dan Langkah - langkah Model Pembelajaran Discovery Learning&lt;br /&gt;Contoh Media Pembelajaran Interaktif : Kumpulan Soal Fisika Berbasis CAT&lt;br /&gt;4 Tips Agar Siswa Patuhi Aturan Belajar&lt;br /&gt;4 Langkah Membangkitkan Motivasi Anak dalam Belajar&lt;br /&gt;4 Nasehat Guru Bijak yang Biasa Namun Sangat Bermakna Bagi Para Siswa&lt;br /&gt;Nah sebelum anak diberikan pengajaran berkaitan dengan cara menulis, alangkah lebih baiknya anda mengetahui terlebih dahulu tips-tips yang perlu dipersiapkan sebelum anak terjun ke dunia menulis berikut:&lt;br /&gt;1. Kesiapan Memegang Pensil&lt;br /&gt;Dalam mengembangkan kemampuan anak dalam menulis, anak setidaknya harus tahu dulu cara memagang pensil yang baik dan benar. Apabila jari-jemari kecinya sudah tepat dalam memegang pensil maka ia akan lebih mudah dan nyaman untuk menulis dan menggambarkan bentuk-bentuk suatu tulisan.&lt;br /&gt;2. Biasakan Berbincang dengan Anak&lt;br /&gt;Semakin banyak berbincang-bincang dengan anak maka akan semakin baik pula kedekatan orang tua dengan anaknya. Jika ditinjau manfaatnya terhadap menulis, ini sangat bermanfaat untuk menambah perbendaharaan kosakata yang tentunya berguna bagi bekal anak dalam menulis. Selain itu kebiasaan berbincang-bincang juga akan semakin memudahkan anda dalam mengajari anak menulis.&lt;br /&gt;3. Pemahaman Anak terhadap Konsep Bahasa&lt;br /&gt;Apabila anak sudah mampu memegang pensil dengan tepat selanjutnya anak sebaiknya harus mengenal terlebih dahulu pemahaman akan konsep-konsep bahasa. Dalam hal ini, apabila sang anak sudah bisa membedakan antara a dan b maka anak dikenalkan terlebih dahulu huruf-huruf kecil sebelum ke huruf-huruf kapital, karena huruf kecil akan lebih sering dipergunkan.&lt;br /&gt;4. Mulailah dari Pusat Minat Anak&lt;br /&gt;Saat memulai mengajari menulis, sebisa mungkin disesuaikan dengan minat atau sesuatu yang disukai. Seperti menulis namanya sendiri, pakaian, makanan dan lain sebagainya. Apabila kegiatan menulis didasarkan pada aspek ini, menulis akan menjadi menyenangkan dan meningkatkan antusias anak.&lt;br /&gt;5. Belajar Menulis Dimana Saja&lt;br /&gt;Dalam mengajari anak menulis tidak harus menggunakan alat tertentu dan tempat yang spesifik. Dimana saja boleh asalkan bisa menopang anak dalam kegiatan belajar. Misalkan saat bermain dipantai, orang tua bisa menuliskan huruf di atas pasir yang tentunya akan membuat anak tertarik. Untuk pengenalan jenis huruf, orang tua juga bisa mempergunakan bagian-bagian tubuh, misalkan mulut yang terbuka nampak seperti huruf "O" atau menunjuk hidung, yang diawali huruf "h" dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;6. Jangan Paksa Menulis&lt;br /&gt;Apabila anak usia prasekolah belum mau untuk diajari menulis, jangan terlalu dipaksakan. Hal ini akan berdampak buruk bagi masa depan anak, bisa jadi trauma akan timbul jika hal buruk ini dilakukan. Dan akhirnya anak malah semakin malas untuk belajar menulis.</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2018/01/tips-mengajari-anak-menulis-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-6209669056388695231</guid><pubDate>Tue, 02 Jan 2018 17:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-03T00:23:49.918+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mengajar anak</category><title>Cara Mengajar Anak Paud yang Menyenangkan</title><description>Mengajar adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun satu hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa kesukaran mengajar untuk setiap tingkatan sekolah akan berbeda antara satu dengan yang lainnya, kesulitan mengajar PAUD jelas berbeda dengan mengajar di SD, kesulitan mengajar di SD jelas akan berbeda pula dengan mengajar tingkatan di atasnya.&lt;br /&gt;
Cara Mengajar Anak Paud yang Menyenangkan&lt;br /&gt;
Khusus untuk para guru paud, mereka akan dipaksa untuk menemukan berbagai kesulitan yang luar biasa saat mengajar dan mendidik para peserta didiknya. Terkadang ada yang menangis saat pembelajaran, ada yang bermain dan lain sebagainya. Kondisi ini tentu tidak bisa disalahkan, perkembangan alami anak pada usia tersebutlah yang menyebabkan mereka seperti itu.&lt;br /&gt;
Saat mengajar anak SD, SMP atau SMA suasana belajar yang hening dan serius bisa saja efektif dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Bahkan peserta didik pada tingkatan tersebut malah terkadang menikmati keadaan pembelajaran seperti demikian. Mereka bisa konsen dan fokus terhadap konsep yang diajarkan sang guru.&lt;br /&gt;
Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah apakah ini akan efektif di tingkatan PAUD? Tentu tidak, mereka akan cenderung bosan dan malah membuat keusilan-keusilan sendiri dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;
Salah satu cara yang bisa guru lakukan agar mengajar anak paud menjadi baik dan menyenangkan adalah dengan mengaplikasikan kegiatan belajar sekaligus bermain. Dengan bermain anak-anak akan merasa senang, bahagia dan tidak tertekan. Ini sangat bagus untuk proses belajar mereka.&lt;br /&gt;
Menurut solehudin, 1996, bermain&lt;br /&gt;Random Post&lt;br /&gt;Perbedaan Model, Metode, Strategi, Pendekatan dan Teknik Pembelajaran&lt;br /&gt;Cara menjadi Guru Baik, Sukses dan Kaya dengan Memperbanyak Syukur&lt;br /&gt;Perbedaan Ilmu dan Pengetahuan yang Harus Guru Ketahui&lt;br /&gt;Pengertian dan Langkah-langkah Model Pembelajaran Make a Match&lt;br /&gt;Ulasan tentang Model Pembelajaran Project Based Learning&lt;br /&gt;didefinisikan sebagai suatu bentuk kegiatan yang sifatnya spontan, voluntir, terfokus kepada proses, memberikan ganjaran secara intrinsik, aktif, fleksibel dan menyenangkan. Semakin suatu kegiatan mempunyai ciri-ciri demikian, berarti kegiatan tersebut semakin merupakan aktifitas bermain. &lt;br /&gt;
Di dalam bermain, anak dapat melakukan suatu bentuk kegiatan yang mempraktikan keterampilan serta kemampuannya dalam meneliti, mencoba serta menemukan sesuatu yang baru. Kegiatan-kegiatan yang dipraktekan anak saat bermain tersebut mampu membuat si anak menjadi interaktif dan aktif, baik itu dari segi mental atau pun fisik sehingga akan mendukung pengembangan berbagai aspek perkembangan berdasarkan kemauannya sendiri.&lt;br /&gt;
Dengan kegiatan bermain anak-anak akan terbantu untuk mengembangkan berbagai aspek yang urgen terhadap perkembangan diri si anak, seperti:&lt;br /&gt;Mengembangkan kemampuan fikiran dan intelektualnya&lt;br /&gt;Mampu meningkatkan keterampilan bersosial&lt;br /&gt;Mengembangkan kemampuan mengendalikan emosi&lt;br /&gt;Mengembangkan otot-otot tubuh&lt;br /&gt;Mekanisme pengimplementasian kegiatan bermain terhadap agenda belajar anak&lt;br /&gt;
Dalam menerapkan aktifitas bermain ke dalam kegiatan belajar anak, peran guru sangatlah penting agar para peserta didik bisa menikmati bermainnya tersebut tanpa melupakan tujuan utamanya, belajar. Disini tugas guru adalah sebagai fasilitator dan melakukan beberapa upaya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Menyediakan lingkungan belajar sekaligus bermain yang aman&lt;br /&gt;Menyediakan waktu untuk kegiatan bermain sekaligus belajar yang fleksibel&lt;br /&gt;Memantau aktifitas anak saat bermain&lt;br /&gt;Memberitahukan petunjuk yang dibutuhkan, khusunya dalam melakukan permainan&lt;br /&gt;Mengusahakan suasana yang kondusif&lt;br /&gt;Mungkin sekian saja artikel tentang "Cara Mengajar Anak Paud yang Menyenangkan". Semoga tulisan rantai guru ini bisa bermanfaat bagi rekan guru semuanya. Jangan lupa baca juga artikel tentang Cara Mengajar Anak SD yang Baik dan Benar.</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2018/01/cara-mengajar-anak-paud-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-6480764842118713425</guid><pubDate>Tue, 02 Jan 2018 17:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-03T00:22:38.763+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mengajar anak</category><title>Cara Mengajar Anak Sekolah Dasar</title><description>Cara Mengajar Anak Sekolah Dasar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Mengajar anak Sekolah Dasar (SD) tentunya akan lebih sulit, karena pada tahap ini mereka mengalami masa transisi di mana baru memasuki proses belajar yang serius. Menjadi seorang guru SD tentunya banyak hal yang harus diperhatikan agar pembelajaran menjadi efektif, seperti : suara yang lantang dan juga intonasi yang beragam, selain itu dibutuhkan juga waktu untuk beristirahat dengan menyediakan ice breaker mengingat bahwa waktu konsentrasi mereka cenderung singkat. Berikut adalah beberapa teknik mengajar anak SD :&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Teknik Individual, terdiri dari:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Directive counseling&lt;br /&gt;Guru membuka jalan pemecahan karena anak yang belum matang mendiagnosis sendiri sukar memecahkan masalahnya, tanpa bantuan dari pihak lain yang berpengalaman.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Non-directive counseling&lt;br /&gt;Fokus pada anak yang bermasalah dan sang anak yang menentukan sendiri apakah dia membutuhkan pertolongan dari pihak lain.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Eclective counseling&lt;br /&gt;Masalah yang dihadapi itulah yang harus ditangani&lt;br /&gt;
Merupakan teknik bimbingan kelompok yang bertujuan&amp;nbsp; secara luwes, sehingga tentang apa yang dipergunakan setiap waktu dapat diubah kalau memang diperlukan.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Teknik Kelompok, terdiri dari:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Home room agar para guru atau pertugas bimbingan dapat mengenal murid-muridd secara lebih tepat sehingga dapat membantunya secara lebih efektif (Eddy Hendrarno, dkk; 2003). Jumlah anggota kelompok dapat berupa kelompok kecil (5-10 orang) maupun kelompok besar (25-30 orang). Tujuan teknik home room, selain untuk mengidentifikasikan masalah dapat pula membantu siswa untuk mampu menghadapi dan mengatasi masalahnya&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Field drip (karya wisata)&lt;br /&gt;Kegiatan karyawisata selain mrupakan kegiatan rekreasi ataupun salah satu metode mengajar, dapat pula difungsikan sebagai salah satu teknik dalam bimbingan kelompok (Djumhur dalam Eddy Hendrarno, dkk;2003). Melalui kegiatan karyawisata pertugas bimbingan dapat mengarahkan murid untuk belajar melakukan penyesuaian diri dalam kehidupan kelompok.. Tujuan teknik ini adalah pemberian informasi, pembentukan sikap dan pengembangan bakat serta minat.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Group discussion bimbingan kelompok yang dilakukan dalam kelompok kecil (5-10 orang). Pada umumya diskusi kelompok berlangsung antara 30-60 menit.&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pelajaran bimbingan&lt;br /&gt;Bimbingan dilakukan dalam kelompok-kelompok&lt;br /&gt;Diskusi kelompok merupakan salah satu teknik kelas yang telah ada. Pembimbing masuk dalam kelas seperti guru biasa, tidak mengajarkan mata pelajaran seperti dalam silabus, melainkan menyampaikan dan membahas masalah bimbingan.&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kelompok bekerja&lt;br /&gt;Kelompok kerja dibentuk dengan memperhatikan tingkah laku kemampuan, jenis kelamin, tempat tinggal dan jalinan hubungan social. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar, menyalurkan bakat dan minat, membentuk sikap kooperatif dan kompetitif yang sehat, meningkatkan penyesuaian social, yang kesemuanya akan mengarahkan pada perkembangan murid.&lt;br /&gt;f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengajaran remidi&lt;br /&gt;Pengajaran remidi diberikan kepada murid-murid yang mengalami kesulitan belajar.&lt;br /&gt;g.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Organisasi murid&lt;br /&gt;Pembimbing sekolah dapat mengarahkan agar murid dapat mengenal berbagai aspek kehidupan social, mengembangkan sikap kepemimpinan dan kerjasama, rasa tanggung jawab dan harga diri. Tujuannya antara lain menyangkut penyesuaian diri, sikap kepemimpinan dan kerjasama dan pemecahan masalah.&lt;br /&gt;i.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sosiodrama dan psikodrama&lt;br /&gt;Bedanya, terletak pada jenisnya cerita yang dimainkan dan tekanan masalah yang hendak diceritakan. Pada sosiodrama lebih menekankan pada masalah psikis. Meskipun demikian antara keduanya sagat erat hubunganya dan kadang-kadang sulit dibedakan.</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2018/01/cara-mengajar-anak-sekolah-dasar.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-8221099236902479264</guid><pubDate>Tue, 02 Jan 2018 17:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-03T00:21:26.599+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>MENDIDIK ANAK UNTUK BERTANGGUNG JAWAB</title><description>MENDIDIK ANAK UNTUK BERTANGGUNG JAWAB&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Bertanggung jawab mempunyai arti untuk melakukan sesuatu yang harus dilakukan untuk merawat diri sendiri, keluarga dan komunitas yang lebih besar. Menjadi orang yang bertanggung jawab berarti orang lain dapat percaya kepada anda bahwa anda dapat menepati janji. Anak-anak perlu belajar bahwa bertindak dengan bertanggung jawab kemungkinan harus melakukan sesuatu yang sulit, misalnya belajar untuk tes atau ulangan, atau melepaskan rencanan untuk bermain dengan teman untuk membantu keluarga.&lt;br /&gt;
Di bawah ini dibahas cara-cara yang dapat ditempuh oleh orang tua atau orang dewasa untuk mendidik dan mengajari anak untuk bertindak secara bertanggung jawab dan melakukan hal-hal yang baik :&lt;br /&gt;
1. Bisa diandalkan.&lt;br /&gt;
Anak-anak belajar percaya diri karena mempunyai orang tua yang percaya kepadanya. Jika anak diasuh secara baik dan konsisten, mereka mengembangkan kepercayaan dan keamanan dasar. Jadi jika anda mengatakan akan pulang untuk mengajak makan malam bersama, usahakan sekuat tenaga untuk pulang dan makan bersama. Jika anda menjanjikan sesuatu, maka tepatilah. Dan jika terjadi sesuatu yang tidak terduga, yang membuat anda tidak dapat menepati janji, jelaskan secara jujur dan sederhana. Cara ini memberi contoh yang baik karena anak-anak belajar bertanggung jawab untuk tindakan-tindakan mereka sendiri.&lt;br /&gt;
2. Ajarin anak merawat diri-sendiri&lt;br /&gt;
Biarkan anak mulai belajar bertanggung jawab untuk diri sendiri dalam hal-hal kecil, lalu tingkatkan secara bertahap menjadi lebih besar. Contoh, dorong anak-anak sejak dini untuk belajar menggosok gigi atau memakai kaos kaki saat berangkat ke sekolah.&lt;br /&gt;
3. Beri anak peran di dalam keluarga&lt;br /&gt;
Beritahu anak-anak bahwa kontribusi mereka membantu keluarga itu diperlukan. Sedikit demi sedikit, berikan anda tugas-tugas yang bisa mereka pertanggungjawabkan. Mulai dari hal-hal mudah seperti menata meja. Apapun yang mereka lakukan, puji anak-anak karena sudah bertanggung jawab dan biarkan mereka tahu, apa yang mereka lakukan benar-benar dihargai.&lt;br /&gt;
4. Keterampilan mengatur&lt;br /&gt;
Salah satu keterampilan tersulit untuk dipelajari adalah menyeimbangkan berbagai tanggung jawab. Bahkan orang dewasa pun mengalami kesulitan dalam hal ini. Antara pekerjaan rumah, tugas rumah tangga dan tanggung jawablain membuat kewalahan atau bahkan lupa dengan apa yang harus mereka lakukan. Ajarilah anak dengan keterampilan untuk mengatur. Contoh, ajari anak untuk mencatat apa yang harus dilakukan atau jadwal kegiatan, kapan menyelesaikannya dan mengemukakan ide-ide tentang berapa lama sebuah tugas dapat diselesaikan. Buat aturan untuk melakukan aturan utuk mengutamakan pekerjaan rumah dibandingkan hanya menonoton televisi.&lt;br /&gt;
5. Sabar&lt;br /&gt;
Kerja keras dan kegigihan adalah unsur penting dalam perilaku tanggung jawab. Tetapi perlu waktu untuk menanamkan karakter. Anak-anak perlu latihan sehingga dapat membangun kebiasaan-kebiasaan tanggung jawab, belajar dari kesalahan dan mengembangkan rasa memiliki yang membuat mereka mengetahui tanggung jawab yang dipikul.&lt;br /&gt;
6. Perluas Cakupan&lt;br /&gt;
Ketika usia bertambah, anak-anak mulai menangkap, mereka punya tanggung jawab kepada gruo diluar diri mereka : keluarga, sekolah, komunitas, tempat ibadah.&lt;br /&gt;
Tanggung jawab mereka dapat ditingkatkan, misalnya bertanggung jawab untuk orang lain didalam keluarga, mungkin dengan mengantar adik ke kelasnya. Jika anak anda ingin melakukan sesuatu secara sukarela, tanggapi tanggung jawab mereka secara serius.&lt;br /&gt;
7. Menghadapi perilaku tidak bertanggung jawab&lt;br /&gt;
Perilaku tidang bertanggung jawab sering menimbulkan konsekuensi alamiah. Mengerjakan PR secara asal-asalan akan berakibat nilai yang diperoleh jelek. Suruh lah anak untuk mengerjakan PR dengan baik atau bayar denda dengan uang sendiri. Jika mereka melanggar aturan, tantang anak anda apakah mereka pantas untuk diberi kepercayaan lagi. Sebagai contoh, jika anak anda ingin menonton film, tanyakan apakah dia telah menyelesaikan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;
8. Siapkan mereka untuk mandiri&lt;br /&gt;
Ajari anak keterampilan dasar untuk hidup seperti belanja bahan makanan, memasak, menncuci baju dan sebagainya. Mulai lah untuk mengajari anak untuk menyisihkan uang saku untuk ditabung. Biarkan anak mengendalikan diri sebisa mungkin.&lt;br /&gt;
9. Membangun dunia yang lebih baik.&lt;br /&gt;
Beri anak pengalaman-pengalaman dalam membuat keputusan sejak dini. Tetapi jika mereka melanggar garis moral dan etika atau jika anak menyakiti perasaan orang lain, tanya pada mereka bagaimana mereka bisa memperbaiki ketimbang menetapkan hukuman. Tekankan betapa perilaku bertanggung jawab seseorang bisa membangun dunia yang lebih baik, bahwa kita dapat memperbaiki segalanya sendiri.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Waktu seoran anak mulai memikul tanggung jawab, yang akan terjadi adalah :&lt;br /&gt;
a. Dia akan lebih bisa mempercayai kelebihannya. Sebab akan ada banyak hal dia mampu lakukan, hal-hal kecil yang tadinya dia pikir tidak berguna, tapi waktu dia mulai lakukan, sesungguhnya itu akan menumbuhkan rasa keyakinan dirinya.&lt;br /&gt;
b. Kita menyadari bahwa pada akhirnya anak-anak itu harus bekerja, dia tidak akan dianggap sebagai manusia yang berharga kalau dia sama sekali tidak bekerja. Orang tua perlu mengajarkan anak-anak bertanggung jawab agar nanti si anak menjadi seorang pekerja yang baik.&lt;br /&gt;
Ciri orang bertanggung jawab adalah :&lt;br /&gt;Dia akan lebih realistik. Anak-anak yang dilatih sejak kecil untuk belajar tanggung jawab akan menjadi anak-anak yang mengerti realistis kehidupan.&lt;br /&gt;Mereka bernai mengakui perbuatannya, itu salah satu ciri atau tolak ukur yang penting sekali.</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2018/01/mendidik-anak-untuk-bertanggung-jawab.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-8758121067736014015</guid><pubDate>Tue, 02 Jan 2018 17:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-03T00:20:44.305+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Cara Mendidik Anak Dalam Kandungan</title><description>Cara Mendidik Anak Dalam Kandungan&lt;br /&gt;Bukan berarti yang mengasuh anak adalah kewajiban ibu semata, tapi juga bapak. Bahkan di dalam Al Quran banyak merekam bahwa kewajiban mendidik anak justru dari bapak. Seperti kisah Luqmanul hakim dalam Surat Luqman.&lt;br /&gt;Sebenarnya anak adalah dambaan semua makhluk, bukan hanya manusia. Itu sebabnya salah satu &lt;br /&gt;firman Allah :&lt;br /&gt;“Aku tidak perlu bersumpah dengan negeri kota Mekkah, dan aku tidak perlu bersumpah menyangkut ayah dan anak”. Ini menunjukkan suatu naluri bahwa semua makhluk hidup mendambakan keturunan untuk melanjutkan jenisnya.&lt;br /&gt;Karena anak adalah dambaan, maka semua makhluk hidup menggantungkan harapan pada sang anak. Kalau pada manusia, kita menginginkan anak kita menjadi anak yang sholeh, dan bahkan lebih dari sholeh yaitu sebagai qurrota a’yun (penyejuk mata).&lt;br /&gt;Ini dilukiskan QS. Al-A’raaf:189 :&lt;br /&gt;“Dia yang telah menciptakan kamu pasangan dari jenis yang sama (jenis manusia), sewaktu sang suami menyentuhnya/menyelubunginya (kata halus dari hubungan seks), isterinya hamil, kandungannya masih ringan, maka berlalulah hari-hari sampai menjadi berat. Maka ketika itu, keduanya (si ibu dan bapak) berdoa, ya Allah jika Engkau jadikan anak ini anak yang shaleh, sempurna jasmani dan rohani, maka kami akan bersyukur”&lt;br /&gt;Pendidikan agama memang sudah seharusnya kita berikan semenjak anak masih dalam kandungan. Banyak pula cara menurut Islam dalam hal memberikan pendidikan semenjak dalam kandungan sampai anak nantinya mencapai usia dewasa. Dasar pemahaman agama yang baik akan banyak berpengaruh dalam hal pembentukan karakter dan akhlak seorang anak nantinya.&lt;br /&gt;
Mendidik anak secara Islami semenjak dalam kandungan seorang ibu penting untuk diketahui oleh setiap orang tua. Orang tua tentunya tidak menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang durhaka (semoga kita terhindar dari hal sedemikian aamiin) karena setiap orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi anak kebanggaan dan senantiasa menjadi salah seorang yang senantiasa menjaga agama Islam ini untuk tetap "bercahaya" sampai akhir jaman nantinya.&lt;br /&gt;
Selain itu, sebagai seorang muslim, orang tua juga memiliki kewajiban untuk mendidik tentang ajaran Islam terhadap anaknya. Anak adalah amanat yang harus dijaga dan ditanamkan kepadanya nilai-nilai tauhid dan akhlak yang baik, dengan tujuan agar menjadi hamba Allah yang taat dan patuh terhadap-Nya. Jika ajaran-ajaran Islam ini tidak diperoleh anak di masa hidupnya di dunia, maka kelak di kehidupan akherat, anaklah yang akan menjadi penuntut pertama dan menjadi alasan serta penyebab terhalangnya orang tua masuk surga.&lt;br /&gt;Hanya saja seringkali pendidikan agama sering terlupakan padahal pendidikan agama adalah pondasi paling penting dalam mendidik anak. Selain dari pendidikan agama contoh serta tauladan yang baik dari orang tua serta lingkungan yang baik adalah hal yang tidak boleh dilupakan untuk bisa mendidik dan mengarahkan anak-anak kita mengenal akan Islam dan segala hal yang berkaitan dengan agama Islam yang kita anut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Islam memperkuat pandangan perlunya pendidikan sebelum kelahirannya. Tidak hanya itu, pendidikan pralahir menurut Islam harus dimulai dari sejak sebelum terciptanya janin. Ha ini dibuktikan dalam Al-Qur'an dalam beberapa surat dan diantaranya yang yakni :&lt;br /&gt;Penciptaan janin harus berasal dari pasangan yang sah. Bukan hubungan perzinahan (QS Al Isra’ 17:32).&lt;br /&gt;Dalam melakukan hubungan biologis, hendaknya dimulai dengan doa, setidaknya dengan baca basmallah.&lt;br /&gt;Setelah terjadinya proses nuthfah (sperma), berlanjut menjadi ‘alaqah dan kemudian mudghah (segumpal daging) (QS Al Mu’minun 23:12-14), maka dimulailah kehidupan seorang anak dalam rahim. &lt;br /&gt;Dari tahap ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan sang ibu, sebagai guru pertama seorang anak, untuk mendidik anak dalam kandungan.&lt;br /&gt;
Lahirnya anak cerdas dan sholeh-sholehah tidak bisa juga ditentukan secara medis maupun kecukupun gizi saja. Keduanya hanyalah faktor pendukung dan yang tak kalah penting adalah dengan disertai pendidikan agama sejak dalam kandungan. Untuk bisa mendapatkan anak yang baik sehat secara fisik dan mental maka dibutuhkan amalan serta metoda pendidikan yang tepat saat dalam kandungan maupun setelah melahirkan. Cara yang ditempuh dalam metoda pendidikan anak dalam kandungan ini diantaranya yaitu dengan melakukan banyak berdoa, memperdengarkan ayat suci Al-Qur'an dengan cara memperbanyak membacanya dan juga mengajak dialog janin dalam kandungan serta menjaga perilaku ibu selama mengandung dan kehamilan.&lt;br /&gt;
Menurut perspektif Islam, pendidikan kanak-kanak ialah proses mendidik, mengasuh dan melatih rohani dan jasmani mereka berteraskan nilai-nilai baik yang bersumberkan Al-Quran, Hadis dan pendapat serta pengalaman para ulama. Ia bertujuan melahirkan ” Insan Rabbani” yang beriman, bertakwa dan beramal soleh.&lt;br /&gt;
Cara mendidik anak dalam kandungan secara Islami dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berikut adalah metoda pendidikan anak semenjak dalam kandungan dan diantaranya yaitu dengan :&lt;br /&gt;Membacakan Al-Qur'an. Metoda mendidik anak semenjak dalam kandungan selanjutnya adalah dengan memperdengarkan tilawati Al-Qur'an. Diharapkan dengan anak bayi yang masih dalam kandungan dibiasakan oleh orang tuanya untuk mendengarkan tilawah Qur'an karena banyak manfaat dari mendenagrkan Al-Qur'an ini. Kita ketahui fungsi pertama yang paling banyak digunakan janin dalam kandungan adalah fungsi pendengarannya maka kita optimalkan fungsi pendengaran janin untuk terbiasa mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Selain itu dengan kita membiasakan bayi dalam kandungan memperdengarkan Al-Qur'an maka ketika sang anak memasuki masa kanak-kanak ia akan lebih mudah dalam menghafal al-Qur'an.&lt;br /&gt;Membacakan Doa. Ada berbagai cara metoda doa serta doa-doa agar mendapatkan anak sholeh yang diajarkan oleh Nabi dan juga orang-orang Sholeh dahulu yang bisa kita pelajari dan dipraktekkan. Ada Doa Nabi Zakariya yaitu yang tercantum dalam Al-Qur'an surat Ali Imran : 38 yang artinya :"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa..(QS. Ali Imran (3);38 ). Kata anak yang baik mengandung makna jadikanlah anak kami yang shaleh, berakhlaq mulia, dan beradab agar sempurna nikmat dunia dan akheratnya. Ada juga doa Nabi Ibrahim yang tercantum dalam Al-Qur'an surat As Shaafaat :100 dan An Nahl : 78.&lt;br /&gt;Mengajak Berbicara. Indera pendengaran mulai berkembang pada minggu ke 8 dan selesai pembentukan pada minggu ke 24. Indera pendengaran ini juga dibantu oleh air ketuban yang merupakan penghantar suara yang baik. Janin akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung dan suara udara dalam usus. Selain itu janin akan bereaksi terhadap suara-suara keras, bahkan bisa membuat janin terkejut melompat. Untuk itu mengajak janin berbicara dengan mengelus-elus peut terutama saat organ pendengaran mulai berfungsi baik. Ketika sang ibu mau berwudhu maka ajaklah pula sang janin berbicara dengan cara "Adik, ibu mau berwudhu karena wudhu adalah satu cara sebelum menjalankan sholat dan sholat adalah kewajiban tiap muslim untuk beribadah kepada Allah, Sang Pencipta Alam Semesta yang menciptakan segala kehidupan dunia ini termasuk ayah ibu dan juga adik" Dan biasanya respon janin dengan tendangan ke arah perut sang ibu.&lt;br /&gt;Menjaga Perilaku. Menjaga perilaku sangat penting dan dibutuhkan ketika masa kehamilan. Karena akhlak orang tua sangat berpengaruh terhadap akhlak anak-anaknya kelak, terutama ibu hamil. Mulai dari sikap, ucapan hingga perilaku. Menghindari hal-hal yang kurang baik tidak hanya ditekankan dalam masa kehamilan saja, namun juga sampai anak dewasa. Sebab orang tua memegang peranan yang penting dalam menanamkan perilaku dan adab serta akhlak yang baik kepada anak-anaknya. Jika orang tua berperilaku baik maka diharapkan sang anak juga meniru serta mencontoh perilaku baik dari orang tuanya.&lt;br /&gt;Agama Islam mewajibkan pula para pemeluknya untuk mengenal kewajiban mendidik anak dan sekaligus mempraktekkannya. Berkenaan dengan kewajiban mendidik anak dan memelihara anak ini dalam Al-Qur'an banyak ayat yang menyerukan akan keharusan orang tua untuk orang tua terutama ibu agar selalu menjaga dan mendidik anak-anaknya, termasuk anak yang masih dalam kandungan. &lt;br /&gt;
Seperti halnya yang tercantum dalam Al-Qur'an yang artinya :"“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". (QS.at-Tahrim: 6)&lt;br /&gt;
Semoga kita bisa menjalankan berbagai macam cara mendidik anak semenjak dalam kandungan sampai nantinya sang anak dewasa sehingga anak-anak kita menjadi anak-anak yang baik dan sholeh-sholehah aamiin&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp; Jangan sampai terlambat dalam mendidik anak, sehingga orang lain atau lingkungan yang akan membentuknya. Kita tidak tahu dan tidak bisa mengontrol secara langsung bagaimana jika mereka yang mendidik anak kita.&lt;br /&gt;Allah berfiirman “Laqad khalaqnal insaana fiii ahsani taqwim”. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Kenapa menggunakan kata “Kami” ? Karena ibu dan bapak terlibat dalam hal penciptaan anak. Oleh karena itu mendidik anak adalah dari sejak pertemuan sperma dan ovum&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp; Mendidik anak bukan hanya tugas ibu, tapi tugas bapak pula. Tidak benar jika anaknya nakal maka yang salah hanya ibunya, tapi juga bapaknya.&lt;br /&gt;·&amp;nbsp; Banyak sekali pembentukan kepribadian seseorang itu adalah pada masa kecil dan pertumbuhannya. Mendidik anak di waktu kecil seperti mengukir di batu, mendidik anak di waktu besar seperti mengukir di air. Kalau baik pendidikannya di masa kecil, maka insya Allah akan baik sampai dia dewasa</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2018/01/cara-mendidik-anak-dalam-kandungan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-2245934153432477597</guid><pubDate>Tue, 02 Jan 2018 17:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-03T00:20:01.513+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Mengenal Sifat - Sifat Anak</title><description>Mengenal Sifat - Sifat Anak&lt;br /&gt;
Kata orang, setiap anak membawa sifat masing-masing. Kata-kata ini sepertinya tak terlalu salah. Banyak memang sifat-sifat anak yang sebaiknya diketahui para orang tua. Dengan begitu, orang tua juga bisa mencari cara menghadapi anak-anak mereka.&lt;br /&gt;
1. EGOIS &lt;br /&gt;Sifat egois atau keras kepala seringkali memang membuat orang tua kehilangan kesabaran. Umumnya, anak yang egois mau menang sendiri, tidak mau mendengarkan orang lain dan harus dituruti semua keinginannya. Bila tidak, segala jurus ancaman pun akan ia lontarkan, dari mogok makan, tak mau belajar sampai berguling-guling di lantai.&lt;br /&gt;
Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;Jangan panik bila menghadapi anak yang egois. Tak perlu marah, hadapi dengan lembut dan sabar. Banyak cara bisa dilakukan untuk menghadapi anak bertemperamen keras. Yang terpenting adalah memberikan pengertian dan pengarahan. Ingat, umumnya anak-anak belum dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Yang ada dalam pikiran mereka adalah mengerjakan atau melakukan sesuatu hanya untuk kesenangannya. Jadi, tugas Anda sebagai orang tua adalah memberikan pengarahan dan pengertian pada si anak.&lt;br /&gt;
2. PERAJUK &lt;br /&gt;Ciri anak perajuk adalah suka ngambek dan cenderung cengeng. Hampir sama dengan anak egois, hanya saja anak perajuk belum tentu keras kepala. Biasanya, anak akan ngambek bila orang tua kurang memberikan perhatian padanya. Misalnya, “Ma, rambut Ella bagus enggak dikuncir seperti ini?” Karena sang mama tidak memberikan komentar dan hanya menggangguk, anak pun ngambek.&lt;br /&gt;
Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;Sama seperti menghadapi anak egois, menghadapi anak yang hobi ngambek juga butuh kesabaran. Jika tidak, emosi Anda sebagai orang tua bisa terpancing. Mungkin bagi kita, menggangguk saja sudah cukup, namun bagi anak lain lagi. Ia perlu action dari Anda. Anda bisa mengatakan misalnya, “Oh, bagus sekali. Coba Mama lihat kuncirnya. Hmm… ternyata anak Mama sudah pintar menguncir rambut sendiri!” Perhatian dan komentar Anda akan membuat anak senang. &lt;br /&gt;Bila anak gampang merajuk, cobalah untuk membujuknya. Jangan dengan kekerasan, karena hal itu justru akan berdampak tak baik bagi perkembangan jiwanya.&lt;br /&gt;
3. PEMALAS &lt;br /&gt;Sifat anak yang pemalas biasanya tidak mau mengerjakan pekerjaan atau tugas yang diberikan padanya. Misalnya, merapikan tempat tidur, buku pelajaran atau mainannya. Ia mengandalkan orang lain untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;Beri anak pengertian dan contoh. Misalnya, setelah bangun tidur, tempat tidur harus dirapikan. Ajak ia untuk turut serta melakukan kegiatan tersebut. Walaupun mungkin di rumah ada pembantu, berikan pengertian pada anak bahwa tidak selamanya ada “si mbak” yang bisa membantunya.&lt;br /&gt;Latih anak-anak untuk memiliki tanggungjawab sejak dini. Bukan pekerjaan berat, cukup yang ringan saja. Seperti merapikan tempat tidur, mainan ataupun rak buku pelajaran. &lt;br /&gt;
4. NAKAL&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sifat nakal atau bandel wajar dimiliki oleh anak-anak. Biasanya mereka cenderung aktif, usil dan tak takut bahaya. Selain itu, anak umumnya juga punya banyak akal. Contoh perilaku mereka antara lain hobi berkelahi, mengejar layang-layang, memanjat pohon tinggi, jahil pada temannya, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;Tak perlu memarahi atau melarangnya bermain. Coba pantau kegiatannya sehari-hari. Sejauh yang dilakukannya tidak membahayakan dirinya dan orang lain, kenapa harus dilarang? Biarkan mereka melakukannya karena hal itu akan menjawab rasa penasarannya.&lt;br /&gt;Lain hal jika yang dilakukan anak membahayakan dirinya dan orang lain. Tak ada salahnya menegur dan memberi pengertian pada anak. Yang terpenting dalam menghadapi anak nakal adalah jangan bosan menasihati dan membimbingnya. Arahkan anak agar menjadi anak yang baik dan sopan.&lt;br /&gt;
5. PENDENDAM&lt;br /&gt;Ciri anak pendendam adalah “menyimpan rasa sakit hati dan berusaha membalasnya di kemudian hari. “Awas, besok kubalas kamu!” begitu biasanya mereka mengancam “lawan” mereka. Biasanya, anak baru merasa puas bila sudah dapat membalas rasa sakit hatinya.&lt;br /&gt;
Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;Yang utama, jangan biarkan sifat pendendam bersarang dalam diri anak-anak. Pasalnya, sifat ini bisa merusak mental mereka. Anak akan berpikir bahwa apa yang dilakukannya benar. Berikan pengertian pada anak bahwa “sifat mendendam” itu tidak baik. Selain dilarang agama, nantinya juga akan membuat mereka dijauhi oleh teman-teman mereka. Tanamkan pada diri anak bahwa tidak selamanya kejahatan harus dibalas dengan kejahatan. &lt;br /&gt;
6. PEMALU &lt;br /&gt;Menutup diri, tak banyak bicara, itulah sebagian ciri-ciri dari anak pemalu. Seorang anak pemalu jarang sekali memulai pembicaraan sebelum diajak berbicara oleh orang lain. Pribadinya sangat tertutup, sehingga sulit menebak isi hatinya. Selain itu, anak pemalu juga terkesan kuper alias kurang pergaulan. Mereka juga akhirnya jarang bergaul dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;
Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;Cara tepat menghadapi anak pemalu adalah melatih dirinya agar berani tampil dan berbicara di depan umum. Misalkan dengan mengikutsertakan dalam kegiatan sekolah, seperti tari, karate ataupun vokal grup. Engan begitu, mereka akan terbiasa berhadapan dengan orang banyak. Hal ini akan membantu anak untuk berinteraksi dan mengemukakan pendapatnya. Ini juga akan membuat ruang lingkup pergaulannya menjadi luas. Dengan demikian, diharapkan anak tak lagi menjadi pribadi yang tertutup.&lt;br /&gt;
7. PERIANG &lt;br /&gt;Lincah, ramah dan senang bergaul merupakan ciri-ciri anak yang periang. Umumnya, anak periang memiliki banyak teman, karena kepribadian mereka yang hangat. Mereka memang senang bersahabat. Jarang sekali murung dan selalu bergembira.&lt;br /&gt;
Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;Meski sifat periang lebih banyak memberikan nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, Anda perlu mengingatkan anak agar dapat menempatkan diri kapan harus gembira dan kapan turut merasakan duka orang lain. Beritahu, bila ada temannya yang sedang bersedih, sebaiknya ia jangan bergembira. Jadi, pintar-pintarlah menempatkan diri.</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2018/01/mengenal-sifat-sifat-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-968599461311974422</guid><pubDate>Tue, 02 Jan 2018 17:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-03T00:19:07.349+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekolah</category><title>Manfaat Keluarga dlm Mendidik Anak Dirumah &amp; Pendidikan Anak Ditempat sekolah</title><description>

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Manfaat Keluarga dlm Mendidik Anak Dirumah &amp;amp; Pendidikan
Anak Ditempat sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga
masyarakat &amp;amp; pemerintah. Sehingga ayah &amp;amp; ibu tidak boleh menganggap
bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab tempat sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Pendidikan merupakan salah satu usaha manusia guna melatih kepribadiannya
agar sesuai dgn norma-norma masyarakat &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;atau aturan di dlm masyaratakat. Setiap orang yang
telah dewasa di dlm masyarakat bisa menjadi pendidik, karena pendidik merupkan
suatu perbuatan sosial yg mendasar guna petumbuhan atau perkembangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;anak didik menjadi manusia yg mampu berpikir
dewasa &amp;amp; bijak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ayah &amp;amp; ibu sbg lingkungan pertama &amp;amp; utama dimana
anak berinteraksi sbg lembaga pendidikan yg tertua, maksudnya disinilah dimulai
suatu proses pendidikan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sehingga ayah
&amp;amp; ibu berperan sbg pendidik bagi anak”nya. Lingkungan keluarga juga dikatakan
lingkungan yg paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di dlm keluarga,
sehingga pendidikan yg paling banyak diterima anak adalah dlm keluarga. Menurut
Bpk Hasbullah, dlm tulisannya tentang dasar-dasar ilmu pendidikan, bahwa keluarga
sbg lembaga pendidikan mempunyai beberapa manfaat yakni manfaat dlm perkembangan
kepribadian anak &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;amp; &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mendidik anak dirumah; manfaat keluarga/ayah
&amp;amp; ibu dlm mendukung pendidikan di tempat sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Manfaat keluarga dlm pembentukan kepribadian &amp;amp; mendidik
anak di rumah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;

&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;sbg pengalaman pertama masa kanak-kanak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;menjamin kehidupan emosional anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;menanamkan dasar pendidikan moral anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;memberikan dasar pendidikan sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;meletakan dasar-dasar pendidikan agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;bertanggung jawab dlm memotivasi &amp;amp; mendorong keberhasilan anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;memberikan anaknya kesempatan untuk belajar dgn mengenalkan berbagai &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ilmu dan pengetahuan serta &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;keahlian yg berguna bagi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kehidupan anaknya kelak sehingga ia mampu menjadi manusia dewasa yg mandiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;menjaga kesehatan anak sehingga ia bisa dgn nyaman menjalankan proses belajar yg utuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;memberikan kebahagiaan dunia &amp;amp; akhirat dgn memberikan pendidikan agama sesuai ketentuan Allah Swt, sbg&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tujuan akhir manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Manfaat keluarga/ ayah &amp;amp; ibu dlm mendukung pendidikan
anak di tempat sekolah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;ayah &amp;amp; ibu bekerjasama dgn tempat sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;sikap anak terhadap tempat sekolah sangat di pengaruhi oleh sikap ayah &amp;amp; ibu terhadap tempat sekolah, sehingga sangat dibutuhkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kepercayaan ayah &amp;amp; ibu terhadap tempat sekolah &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yg menggantikan tugasnya selama di ruang tempat sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;ayah &amp;amp; ibu harus memperhatikan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tempat sekolah anaknya, yakni dgn memperhatikan pengalaman-pengalamannya &amp;amp; &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menghargai segala usahanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;ayah &amp;amp; ibu menunjukkan kerjasama dlm menyerahkan cara belajar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di rumah, membuat pekerjaan rumah &amp;amp; memotivasi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;amp; membimbimbing anak dlm belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;ayah &amp;amp; ibu bekerjasama dgn guru guna mengatasi kesulitan belajar anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;ayah &amp;amp; ibu bersama anak mempersiapkan jenjang pendidikan yg akan dimasuki &amp;amp; mendampingi selama menjalani&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;proses belajar di lembaga pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2018/01/manfaat-keluarga-dlm-mendidik-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-3289262825225706009</guid><pubDate>Tue, 02 Jan 2018 17:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-03T00:00:29.072+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cara mendidik</category><title>CARA MENDIDIK ANAK USIA DINI YANG TEPAT</title><description>

&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Cara mendidik anak usia dini adalah cara mendidik anak di
usia belum sekolahnya dengan tujuan agar anak bisa tumbuh &amp;amp; berkembang
secara maksimal baik dari segi fisik maupun secara mental.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Cara Mendidik Anak Usia Dini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Seperti yg kita ketahui bahwa anak usia dini merupakan usia
di mana anak” masih senang bermain bersama dengan teman- temannya &amp;amp; mereka
cenderung lebih aktif. yg termasuk anak usia dini yakni anak” mulai dari usia
belum sekolahnya hingga mereka memasuki usia sekolahnya yaitu taman kanak-
kanak. Dalam mendidik anak di usia ini, peran ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sangat
penting sehingga harus bagi ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk terlibat langsung dalam
menerapkan pendidikan bagi anak” mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Cara mendidik anak usia dini Jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;anak tengah memasuki usia belum sekolahnya,
maka peran ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;akan dibantu oleh peran tenaga pendidik ketika
anak tengah berada di lingkungan sekolahnya mereka. Untuk itu, kerjasama baik
antara ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;maupun tenaga pendidik sangat diperlukan guna
mendapatkan hasil terbaik dalam mendidik anak utia dini. Terdapat beberapa
langkah yg bisa ditempuh oleh ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dalam menerapkan pendidikan
terhadap anak usia dini, yg beberapa di antaranya akan diuraikan dalam
pembahasan berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Dalam mendidik anak usia dini, pertama kali ayah dan
ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;harus mengenal &amp;amp; memahami karakter bawaan
sang anak, apakah sang anak cenderung aktif, pendiam, atau pemalu. Mengenali
karakter sang anak sangat diperlukan agar ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ataupun guru bisa mengambil langkah yg tepat
dalam memberikan pendidikan yg sesuai kepada sang anak. Selain itu, mengenali
karakter bawaan sang anak juga membuat ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;lebih
berhati- hati dalam memberikan treatment kepada anak sehingga baik ayah dan
ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;maupun tenaga pendidik di mana anak bersekolahnya
akan mendapatkan respon dari sang anak sesuai dengan yg diinginkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;anda belum
mengetahui karakter bawaan anak” anda, maka ada beberapa langkah mudah yg bisa membantu
anda untuk mengetahui karakter bawaan sang anak. Langkah- langkah tersebut
antara lain dengan mengamati perilku anak sehari- hari &amp;amp; dengan mengamati
respon anak terhadap perlakuan- perlakuan yg berbeda. Jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;telah mengetahu karakter bawaan
sang anak, maka ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bisa menerapkan pendidikan yg sesuai &amp;amp;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tdk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bertentangan
dengan kepribadian mereka sehingga mereka akan lebih mudah untuk menyerap aa yg
anda sampaikan kepada mereka. Jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ayah
dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ragu- ragu, maka tak ada salahnya untuk
berkonsultasi pada psikolog agar mendapatkan saran terbaik dalam menerapkan
pendidikan yg sesuai dengan karakter bawaan anak sehingga sang anak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tdk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;akan
merasa bahwa mereka sedang dididik oleh ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Setelah ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;memahami karakter bawaan sang anak, maka baik ayah
dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;amp; tenaga pendidik hendaknya menerapkan cara
pendidikan yg sesuai dengan mereka. Sebelum menerapkan cara pendidikan yg sesuai,
perlu diingat bahwa anak usia dini merupakan usia emas sekaligus rentan bagi
anak. Dikatakan usia emas karena dalam tahap ini sang anak mampu menyerap
pengetahuan sebaik mungkin &amp;amp; mereka cenderung memiliki rasa ingin tahu yg tinggi
terhadap hal- hal baru yg ada di sekitar mereka. Sebaliknya, dikatakan rentan
karena dalam usia ini mereka juga sangat mudah mengalami trauma jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mereka mendapat input yg&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tdk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;baik
yg berkaitan secara langsung denganmereka seperti kekerasan. Sehingga, sangat
dilarang bagi ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk melakukan kekerasan terhadap sang anak
karena akan sangat berdampak buruk bagi pertumbuhan mentalnya, bahkan sangat
mungkin akan terbawa hingga mereka tumbuh dewasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Dalam menerapkan cara mendidik anak usia dini, hal yg bisa dilakukan
adalah dengan menciptakan situasi atau lingkungan senyaman mungkin bagi sang
anak. Menciptakan lingkungan senyaman mungkin bisa dilakukan dengan menyediakan
area bermain yg sesuai dengan anak mengingat bahwa anak usia dini merupakan
masa- masa bermain yg paling menyenangkan bagi mereka. Untuk itu, dalam
menciptakan lingkungan bermain yg nyaman, tak ada salahnya jika ayah dan
ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;maupun tenaga pendidik menciptakan sarana
bermain atau permainan yg bersifat edukatif. Beberapa permainan yg bersifat
edukatif antara lain dengan menyediakan permainan yg melibatkan nama- nama
binatang, nama- nama buah, &amp;amp; lain lain sehingga anak akan bermain sembari
belajar mengenai hal- hal yg biasa mereka temui dalam kehidupansehari- hari.
Mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan dengan mengadakan kerja bakti di sekolahnya
juga merupakan salah satu pendidikan yg bisa diberikan kepada anak usia dini di
sekolahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Cara mendidik anak usia dini yg bisa diterapkan baik di
rumah maupun di lingkungan sekolahnya mereka yakni dengan melatih sang anak
untuk disiplin. Dalam hal ini, melatih disiplin di rumah bisa dilaksanakan
dengan membangunkan anak di pagi hari &amp;amp; memintanya untuk segera mandi,
menggosok gigi &amp;amp; memakai baju seragam sendiri. Sedangkan di lingkungan sekolahnya,
melatih disiplin anak usia dini bisa dilaksanakan dengan meminta anak untuk
berbaris di depan kelas &amp;amp; masuk ruangan dengan tertib. Selain itu,
penerapan kedisiplinan di lingkungan sekolahnya bisa dilakukan dengan meminta
anak untuk berdoa sebelum &amp;amp; sesudah memulai pelajaran di dalam kelas.
Dengan menerapkan hal tersebut, maka anak akan terbiasa untuk melakukan hal-
hal dengan baik &amp;amp; tepat waktu sehingga mereka akan membawa kebiasaan baik
ini seiring dengan tumbuh kembang mereka. yg paling penting adalah baik ayah
dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;amp; guru harus tetap mengawasi &amp;amp; mendampingi
sang anak serta mengingatkan jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mereka lupa melaksanakan kebiasaan- kebiasaan
baik yg sudah terbentuk. Dengan demikian, anak akan dengan senang hati
melakukan tindakan- tindakan positif yg telah dicontohkan ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;nya di rumah maupun gurunya di sekolahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Dari segi spiritual, mendidik anak untuk menjadi pribadi yg religius
juga bisa dilaksanakanbaik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolahnya.
Di lingkungan rumah, membentuk pribadi yg religius dalam diri anak bisa dilaksanakan
dengan melibatkan anak saat menjalankan ibadah seperti sholat. Selain itu,
mengajari anak mengaji juga sangat penting untuk doterapkan dalm diri anak
sejak dini agar mereka mengena Al Qur’an &amp;amp; agamanya. Jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dirasa kurang cukup dengan pendidikan agama yg
diberikan di rumah, maka roang tua bisa memasukkan anak ke Taman Pendidikan Al
Qur’an untuk membantu anak dalam mengenali ilmu agama lebih jauh. Dengan
mengenalkan agama kepada anak sejak dini &amp;amp; membiasakannya, maka akan timbul
rasa cinta &amp;amp; tanggung jawab dalam diri anak terhadap agamanya. Dengan
demikian, anak akan tumbuh &amp;amp; berkembang sesuai dengan syari’at- syari’at
agama sehingga anak akan tumbuh menjadi anak yg sholeh &amp;amp; sholehah serta
berbakti kepada kedua ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Dalam penerapannya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;tdk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;semua anak mampu menerima
ajaran agama dengan baik karena berbagai faktor. Dalam hal ini, diperlukan
sedikit kesabaran bagi ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk tetap mengajarkan agama pada sang anak
tanpa ada kesan untuk memaksanya, yakni dengan mengajarkan agama dengan cara yg
lebih menyenangkan. Sehingga, anak akan mengetahui tentang ajaran- ajaran agama
secara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tdk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;langsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;anda bertanya
mengenai hal mana yg lebih diutamakan dalam menerapkan pendidikan kepada anak,
dari segi spiritual atau fisik? Maka keduanya adalah sama penting, namun
disarankan kepada ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk membentuk mental spiritual yg religius
dahulu sebelum menmberikan pendidikan fisik kepada anak. Hal ini sangat
diutamakan karena pendidikan spiritual akan membentuk jiwa yg tangguh &amp;amp; kuat,
sehingga ketika jiwa yg tangguh sudah terbentuk, maka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pendidikan secara fisik atau akademis akan
lebih mudah diterapkan kepada anak. Sebagai ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;, kita harus ingat bahwa agama merupakan
pondasi utama bagi kehidupan seseorang, sehingga harus hukumnya bagi ayah dan
ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk memberikan bekal spiritual yg cukup
kepada sang anak agar terbentuk pribadi religius yg tangguh. Dengan membekali
anak pondasi spiritual yg tangguh, maka sang anak akan tumbuh &amp;amp; mberkembang
menjadi pribadi yg berpendirian &amp;amp; menggunakan agama sebagai landasan dalam
bertindak hingga ia dewasa kelak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tdk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terhenti
pada saat anak memasuki usia belum sekolahnya saja, melainkan harus diterapkan
semenjak anak masih belajar berjalan. Memberikan pendidikan yg baik sejak kecil
akan sangat mmbantu ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dalam menjalankan tugasnya sebagai pembentuk
generasi masa depan yg berkualitas &amp;amp; berkarakter. Hal ini tentu tidaklah
mudah bagi ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mengingat bahwa di luar sana akan selalu
banyak godaan &amp;amp; gangguan yg mampu menggoyahkan kepribadian sang anak kelak
di kemudian hari. Pun demikian, jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ayah
dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;telah menanamkan landasan- landasan agama yg kuat
di dalam diri sang anak, maka ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tak perlu khawatir karena mereka
akan mendapati anak” mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tdk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;akan goyah terhadap pengaruh buruk dari dunia
luar yg bisa merusak diri mereka sendiri. Tugas ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;adalah
selalu mengawasi mereka &amp;amp; menjata mereka agar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tdk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terjerumus
terhadap hal- hal yg salah yg tentu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;tdk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hanya merugikan mereka namun
merugikan kita sebagai ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;.
Maka dari itu, mendidik anak sejak dini dengan menanamkan karakter yg religius
&amp;amp; bertanggung jawab sangat penting untuk dilakukan oleh ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;serta
guru sebagai ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pengganti di sekolahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Dengan menerapkan cara yg tepat dalam mendidik anak usia
dini, maka ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;akan lebih mudah dalam mengarahkan anak untuk
menuju hal- hal yg lebih positif. Selain itu, mendidik anak sejak dini dengan
mengajarkan hal- hal yg baik juga bisa memudahkan ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dalam
memberikan arahan &amp;amp; masukan mereka terkait dengan hal- hal apa yg ingin anak”
lakukan. Jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dirasa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tdk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sesuai,
aka ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bisa memberikan masukan &amp;amp; kritik halus yg bersifat
membangun sehingga anak akan lebih termotivasi untuk melakukan hal- hal yg lebih
baik lagi dengan adanya dukungan ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;. Jikalau &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;anak sudah memiliki
motibvasi yg tinggi, maka ayah dan ibu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;akan mendapati anaknya tumbuh dalam keadaan yg
selalu lebih baik dari hari ke hari sehingga anak juga akan mampu untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mencapai kesuksesan yg mereka impikan baik
dalam akademis maupun dunia kerja ketika mereka telah beranjak dewasa kelak di
kemudian hari. Jika anda ingin anak anda menjadi pribadi yg tangguh, maka sudah
saantnya anda menerapkan kepada anak anda mengenai cara mendidik anak usia
dini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Demikianlah postingan kali ini mengenai "Cara Mendidik
Anak Usia Dini yg Tepat". Semoga bermanfaat buat kalian semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2018/01/cara-mendidik-anak-usia-dini-yang-tepat.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-4296829166122958724</guid><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T10:44:41.649+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Rahasia Menjaga Kesehatan  Keluarga</title><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Rahasia Menjaga Kesehatan &amp;nbsp;Keluarga&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Memiliki tubuh dan badan yang sehat seumur hidup adalah dambaan setiap orang. Namun situasi dan kondisi lingkungan sekitar kita serta bervariasinya daya tubuh seseorang terhadap penyakit membuat hal impian tersebut sulit untuk dicapai. Semua orang pasti pernah sakit, namun resiko sakit dapat diminimalkan atau dikurangi resikonya dengan memperhatikan hal-hal berikut ini :&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
1. Istirahat / Tidur&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Waktu yang diperlukan manusia normal untuk tidur kurang lebih 8 jam sehari atau sepertiga hari. Waktu tidur akan bertambah sesuai usia, di mana bayi, anak kecil dan manula membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dari orang dewasa dan anak muda. Tidur yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan energi di dalam tubuh, sehingga dapat menghindarkan diri kita dari berbagai serangan penyakit yang merugikan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
2. Makanan&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Makanlah makanan yang bergizi secara teratur, tidak berlebihan dan tidak kurang. Kelebihan makanan dapat meningkatkan kadar gula dalam darah yang akhirnya menimbulkan penyakit kencing manis yang sangat berbahaya. Kekurangan makan juga dapat menyebabkan kurang gizi, darah rendah, lesu, dan sebagainya. Perhatikan pula kandungan gizi sesuai takaran yang wajar, karena berlebihan suatu zat tidak baik untuk kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
3. Kondisi Psikis / Psikologi&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Jangan terlalu stres dengan berbagai hal dalam hidup anda. Buat apa susah, lebih baik kita bergembira. Jika pekerjaan anda membuat anda stres dan pusing tujuh keliling terus-menerus maka sebaiknya anda mulai mencari peluang bisnis atau pekerjaan lain yang tidak banyak membuat anda stres. Bila anda punya masalah ada baiknya anda bicarakan dengan orang lain yang dekat dengan anda. Beban psikis dan pikiran dapat mempengaruhi daya tahan tubuh yang efeknya dapat mengundang penyakit jasmaniah dan rohaniah. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Luangkan waktu anda untuk sesuatu yang menyenangkan bagi diri anda sendiri dan jangan sekali-kali lari ke minuman keras dan narkoba.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
4. Daya Tahan Tubuh&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Tingkatkan daya tahan tubuh anda dengan mengkonsumsi berbagai makanan atau minuman alami yang dapat menangkis serangan kuman dan penyakit. Membiasakan diri dengan jamu-jamuan tradisional atau sering minum teh kental pahit setiap hari dapat mengingkatkan zat anti oksidan dalam tubuh untuk melenyapkan zat radikal bebas dari alam sekitar yang merugikan kesehatan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
5. Ekonomi Finansial&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Memiliki penghasilan yang cukup untuk keperluan sehari-hari dan tabungan untuk masa depan yang halal akan membuat hidup anda tenang lahir dan batin. Jika anda masih berjuang dengan kebutuhan dasar maka rubahlah pola pikir anda. Bekerja sama dengan istri, suami atau kawan anda untuk merintis sebuah usaha yang memiliki peluang serta prospek yang baik, siapa tahu bisa sukses dan membuat anda terbebas dari masalah finansial. Jangan hidup boros, dan mulailah hidup sederhana walaupun penghasilan anda besar.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
6. Sosial&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Hiduplah yang rukun dengan tetangga anda di lingkungan sekitar anda. Perbanyak teman dan relasi serta jauhi permusuhan dan segala sifat dan sikap buruk pada orang lain. Istilahnya seribu teman masih kurang, satu musuh kebanyakan.sudah kebanyakan. Memiliki hubungan yang baik dengan para tetangga dan saudara sangat menguntungkan bagi anda, karena mereka dapat menolong anda sewaktu-waktu anda membutuhkannya. Pemilihan teman juga sangat penting. Pilihlah teman yang baik-baik yang bisa membantu anda dan tidak akan menjerumuskan atau merugikan anda. Timbal balik pun juga penting, di mana anda harus memberikan bantuan pada orang lain yang membutuhkan pertolongan. Kehidupan sosial yang baik dan sehat dapat membuat anda rileks dan dapat mengurangi resiko terkena gangguan kejiwaan baik yang ringan maupu yang berat.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Rahasia Menjaga Kesehatan&amp;nbsp; Keluarga&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/07/rahasia-menjaga-kesehatan-keluarga.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-2695581223510487295</guid><pubDate>Tue, 29 Jun 2010 09:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T10:45:37.024+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Dasar-dasar Cara Mendidik Anak yang Baik</title><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;Dasar-dasar Cara Mendidik Anak yang Baik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Pertanyaan yang mungkin saja muncul di benak anda adalah pada usia berapa anak sudah bisa diajar membaca? Jawabannya adalah mulailah pada usia sedini mungkin. Usia 3 bulan, it's ok!&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Semakin dini, semakin gampang mengajarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Kemudian anda perhatikan juga sikap dan pendekatan terhadap anak. Ciptakan pendekatan yang menyenangkan karena belajar membaca adalah permainan yang sangat bagus.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Anda tidak boleh lupa bahwa :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
* Belajar adalah permainan hidup yang paling menggairahkan dan belajar bukanlah bekerja.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
* Belajar adalah pahala, bukan hukuman.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
* Belajar adalah bersenang-senang, bukan bersusah payah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
* Belajar adalah suatu kehormatan, bukan sesuatu yang hina.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Anda harus selalu ingat akan hal ini dan jangan melakukan apapun yang bisa menghancurkan bakat alami anak untuk belajar.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Jika suasana hati anda dan anak sedang tidak enak, sakit, rewel, lelah, lapar, hentikanlah kegiatan belajar mengajar.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Anda pasti melakukan sesuatu yang salah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Pastikan bahwa waktu yang anda gunakan untuk melakukan permainan ini sangat singkat. Ambil lima kartu dengan kategori yang sama, misalnya anggota keluarga. Tumpuk jadi satu. Anda dan anak saling berhadapan dengan jarak sekitar 15- 20 cm. Kalau masih bayi, bisa digendong oleh anggota keluarga yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Lalu mulailah acara belajar membaca. Ambil kartu yang paling belakang sambil melirik kata pada bagian belakang kartu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Hafalkan. Dan tunjukkan pada anak dengan menaruh kartu tersebut di depan menutupi kartu yang pertama, sambil menyebut katanya. Begitu pula dengan kartu kedua dan seterusnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Memperlihatkan kartu hanya satu detik saja. Lho? Apakah bayi bisa menangkap sebegitu cepat? Tentu saja, Rico! Ini merupakan hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh Dr.Glenn Doman sejak tahun 1955. Dan lebih dari lima juta ibu di seluruh dunia telah menerapkan metode ini kepada anaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Lakukan permainan membaca ini tiga kali sehari. Peluk dan cium anak anda setiap kali selesai bermain kata.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Hentikan permainan sebelum anak ingin menghentikannya. Ini merupakan cara agar anak tidak cepat bosan. Jika anda selalu mengamati keadaan ini, maka anak akan merengek untuk bermain kata lagi. Dan anda akan memupuk keinginan alami anak untuk belajar, bukan menghancurkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Minat dan semangat anak dalam belajar membaca sangat tergantung kepada kecepatan materi yang ditunjukkan, jumlah materi baru, dan cara mengajar anda yang menyenangkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Anak-anak tidak menatap, mereka memang tidak perlu menatap langsung ke kartu. Mereka menyerap begitu saja semua informasi dengan sangat cepat, bagaikan spons menyerap air.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Lakukan permainan membaca ini secara konsisten. Program sederhana yang dilakukan secara konsisten dan menyenangkan akan lebih berhasil daripada program yang terlalu berat, membebani anda dan menyebabkan anda melakukannya sekali- sekali saja. Program yang sering dihentikan tidak akan efektif.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Untuk bisa menguasai materi dengan baik, anak anda perlu melihatnya berkali-kali. Kecintaannya terhadap aktivitas membaca diperoleh dari pengetahuan baru yang didapatkannya dan ini bisa dicapai melalui program yang dilakukan setiap hari. Anda akan melihat kegembiraan dan rasa percaya diri anak tumbuh setiap hari.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Gunakan bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda yang dapat mengalihkan perhatiannya, baik untuk penglihatan maupun pendengaran.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Pada akhir setiap permainan, katakan kepada anak anda bahwa dia sangat baik dan pintar. Katakan padanya bahwa anda sangat bangga padanya dan sangat mencintainya. Anda juga harus memeluknya dan menyatakan cinta anda kepadanya secara fisik dan demonstratif.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Sedikit mengenai abjad. Mengapa anak kita tidak dimulai dengan belajar abjad? Jawaban dari pertanyaan ini sangatlah penting.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Sudah menjadi prinsip dasar dalam &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;bagaimana mendidik anak &lt;/a&gt;bahwa dalam seluruh pengajaran harus dimulai dari yang dikenal dan konkret. Dari sini, barulah berkembang ke hal-hal yang baru yang belum dikenal dan akhirnya kepada hal-hal yang abstrak.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Abjad "m", "a", "m", "a", adalah abstrak. Sedangkan kata "mama" adalah konkret.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Jika anda ingin mulai mengajar si buah hati membaca dengan lebih cepat, akan lebih mudah jika anda membeli peralatan yang siap pakai.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Dasar-dasar Cara Mendidik Anak yang Baik&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/dasar-dasar-cara-mendidik-anak-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-5378057616023088052</guid><pubDate>Tue, 29 Jun 2010 09:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T10:46:09.297+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Mendidik Anak Menjaga Kesehatan Di Lingkungan Sekolah</title><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;Mendidik Anak Menjaga Kesehatan Di Lingkungan Sekolah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Bagi orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah besar, pada umumnya tak perlu merasa khawatir, karena biasanya semua menu makanan biasanya sudah disiapkan pihak sekolah dan mereka bertanggung jawab pada segi kualitasnya. Namun tentu saja tak semua orang tua mampu menyekolahkan anak ditempat yang seperti itu bukan ?&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Meski demikian tak perlu risau. Asalkan memperhatikan beberapa hal untuk menjaga daya tahan tubuh si kecil, tentulah kesehatannya tetap baik.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;Beri bekal minuman secukupnya&lt;/b&gt;. Seringkali anak tergoda membeli minumanm disekolah. Terutama minuman sejenis sirup, atau minuman bersoda yang diberi zat pewarna. Warnanya yang mencolok membuat anak tergiur. Berilah ia pengertian bahwa minuman seperti itu tidak sehat dan bisa membuatnya sakit. Karena itu, siapkan bekal sebotol minuman air mineral di dalam tasnya. Bila anak suka air sirup, katakan agar ia meminumnya di rumah sepulang sekolah. Membawakannya air sirup sebaiknya dihindari untuk mencegahnya kebanyakan mengosumsi gula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;Variasi makanan sangat penting.&lt;/b&gt; Kadang anak merasa bosan bila menu bikinan anda bentuknya itu-itu aja. Tak heran ia memilih membeli jajan. jadi daya kreatifitas bunda di tuntut lo, yakni untukmembuat makanan-makanan unik utnuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;Batasi memberikan uang saku&lt;/b&gt;. Dengan memberikan uang saku yang berlebihan, akan mendorong anak untuk konsumtif. Mereka akan merasa memiliki kemampuan untuk? membeli apapun yang diinginkan, meskipun berbahaya bagi kesehatannya. Karena itu sebaiknya batasi uang saku, agar ia membeli hanya sesuai kebutuhannya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;Berikan vitamin secukupnya&lt;/b&gt;. Aktivitas anak yang padat seringkali membuat daya tahan tubuhnya menurun. Apalagi setelah pulang sekolah, masih harus mengikuti serangkaian kursus atau ekstrakurikuler lainnya. Karena itu sangat penting memberikan tambahan vitamin untuk memperkuat stamina tubuhnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menjelaskan bahaya jajan sembarang&lt;/b&gt;. Anak jaman sekarang sering kali tidak bisa menerima begitu saja larangan yang diberikan orang tuanya. Karena itulah perlu memberikan penjelasan yang bisa dimengerti mereka, mengapa dilarang membeli jajanan atau makanan sembarangan. Penjelsan sederhana, sebaiknya juga di beri gambaran atau contoh kongkrit, seperti banyaknya berita TV anak mengalami diare, maka anak akan memahami dan akhirnya mau menghindarinya.&lt;br /&gt;
Mendidik Anak Menjaga Kesehatan Di Lingkungan Sekolah&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/mendidik-anak-menjaga-kesehatan-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-8468774962310470079</guid><pubDate>Tue, 29 Jun 2010 09:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T10:47:09.472+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Mendidik Anak Agar Mandiri</title><description>Mendidik Anak Agar Mandiri&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="1" src="https://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=tipsti-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=9798492048" style="border: none !important; margin: 0px !important; padding: 0px !important;" width="1" /&gt;Kemandirian anak harus dibina sejak dini. Beberapa hal di bawah ini perlu diperhatikan orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi mandiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tumbuhkan rasa percaya diri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rasa percaya diri memegang peranan penting. Rasa itu dapat tumbuh jika anak diberi kepercayaan untuk melakukan hal yang mampu dia kerjakan sendiri. Misalnya, saat bayi sudah bisa memegang botol sendiri, bantu dia supaya benar-benar bisa melakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pahami risiko anak belajar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jangan takut rumah kotor. Itu risiko yang harus dihadapi saat anak belajar makan atau berjalan. Plastik besar yang diletakkan di bawah meja makan dapat memudahkan Anda saat akan melakukan pembersihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Beri kepercayaan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal terbesar yang dapat menghambat rasa percaya diri pada anak adalah kekhawatiran dan ketakutan orang tua. Perasaan takut dan khawatir sering kali membuat orang tua mengerjakan pekerjaan anak yang sebenarnya bisa mereka lakukan sendiri. Jika menginginkan anak Anda mandiri maka konsekuensinya harus benar-benar memberi kepercayaan. Tentu saja, semuanya sesuai dengan ukuran usia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Komunikasi terbuka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sediakan waktu untuk berkomunikasi secara terbuka. Bila anak Anda tertutup, pancing dengan pertanyaan ringan tentang kegiatannya hari itu. Jangan langsung melarang bila Anda tidak setuju dengan kegiatannya. Tanyakan dulu apa alasan si anak. Kalau buah hati bertanya tentang suatu hal, beri penjelasan yang mudah dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kebiasaan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu peranan orang tua dalam kehidupan sehari-hari adalah membentuk kebiasaan. Kalau anak sudah terbiasa dimanja dan selalu dilayani, dia akan menjadi anak yang selalu tergantung kepada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Disiplin.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kemandirian berkaitan erat dengan disiplin. Sebelum seorang anak dapat mendisiplinkan dirinya sendiri, dia terlebih dahulu harus didisiplinkan oleh orang tuanya. Syarat utama dalam hal ini adalah pengawasan dan bimbingan yang konsisten dan konsekuen. Jika Anda bekerja, yakini betul bahwa pengasuh anak konsisten dan terampil dalam memberlakukan disiplin belajar yang Anda terapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jangan terus ‘menyuapi’.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Memberikan tambahan kursus belajar tambahan bukan cara yang tepat untuk mendidik anak. Guru les biasanya punya kecenderungan untuk terus ‘menyuapi’ muridnya. Ingatlah, disiplin belajar harus dimulai dari rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana Membimbing, Mendidik dan Mendisiplinkan Anak Secara Efektif&lt;img alt="" border="0" height="1" src="https://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=tipsti-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=9798492048" style="border-bottom-style: none !important; border-color: initial !important; border-left-style: none !important; border-right-style: none !important; border-top-style: none !important; border-width: initial !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-top: 0px !important; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;
Mendidik Anak Agar Mandiri</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/mendidik-anak-agar-mandiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-2260869054353101506</guid><pubDate>Mon, 28 Jun 2010 20:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T10:47:38.447+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Cara Mendidik Anak Supaya Menjadi Tangguh</title><description>&lt;div&gt;
&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;Cara Mendidik Anak &lt;/a&gt;Supaya Tangguh&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;(Kutipan  dari Seminar)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pembicara pertama, Dra. Yuli Suliswidiawati M. Psi, menceritakan berbagai contoh kasus dampak negatif pada anak yang timbul akibat konflik ortu, baik itu konflik terbuka atau tertutup (ada ortu yg tidak terang2an berantem di depan anak, berusaha menyembunyikannya, namun si anak tetap tahu dan akhirnya depresi). &lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berikut tips2 yang diberikan Bu Yuli utk suami-istri bermasalah:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Hindari konflik terbuka (bertengkar di depan anak)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kembangkan kemampuan manajemen emosi (kesadaran, penerimaan, pemaafan), tdk melakukan pelampiasan emosi yg reaktif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kembangkan komunikasi yg efektif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Koreksi niat berkeluarga (upayakan selalu ingat tujuan hidupàridho Allahàibadah)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila konflik sudah terlanjur terbuka, dan anak tahu bhw orangtua mereka bermasalah, maka, langkah yg hrs dilakukan adalah; komunikasikan kepada anak sebuah alasan yg dapat menenangkan dan dapat dipahami anak; serta jelaskan pada anak bahwa apapun yg terjadi antara ortu, tdk akan mempengaruhi tugas-tanggung jawab ortu pada anak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila dampak neagatif sdh terlanjur terjadi pada anak: berkonsultasilah dg psikolog.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pembicara kedua, Dr. Jalaluddin Rahkmat, menariknya, membahas tema yg sebaliknya: “bagaimana supaya anak bisa tetap bahagia di tengah konflik’? Kenapa saya bilang menarik, karena, sudut pandang yg dibawa Kang Jalal sangat baru buat saya. Kalau “apa dampak negatif anak yg hidup di tengah konflik” kayaknya kita semua udah tau ya... Tapi ternyata ada aliran dalam ilmu psikologi yg membahas mengapa ada org2 yg tetap berhasil meski didera konflik berkepanjangan. Namanya: psikologi positif. Misalnya... mengapa ada org macam Barack Obama, yg masa lalunya penuh ‘penderitaan’ (ditinggal mati ayah..kemudian punya ayah tiri..kemudian ibunya meninggal..kemudian mengalami diskriminasi ras di AS),  ternyata mampu bertahan dan jadi presiden. Atau..contoh paling mulia adalah..betapa Nabi Muhammad berhasil bertahan di tengah semua kesulitan yg mendera di masa kecil (ayah meninggal..lalu ibu meninggal..lalu kakek meninggal..lalu harus jadi penggembala..dst).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Ciri anak tangguh (resilient children):&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tetap bahagia saat menghadapi musibah/konflik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mampu menyesuaikan diri dalam menghadapi musibah/konflik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mampu melindungi diri dari akibat2 buruk yg ditimbulkan oleh musibah/konflik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mampu menghadapi stress&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;cepat sembuh dari peristiwa traumatik&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Anak tangguh akan mampu berkata...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;I have people I trust and love&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;I am a lovable person&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;I can find ways to solve problem&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Nah... &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;Tips Terbaik mendidik&lt;/a&gt; anak supaya tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan hidup adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Berikan lingkungan yang protektif, minimalnya ada satu orang yg bisa menjadi sandaran anak (sehingga anak bisa berkata : I  have people I trust and love)...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pesan: so kalau istri marah pada suami, jgn lampiaskan ke anak... beri pengertian ke anak bhw pertengkaran ortu tidak mengurangi kasih sayang ortu ke anak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bantu anak untuk punya pergaulan yang baik (shg kalaupun anak curhat pada org lain, dia akan curhat pada org2 yg baik)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bantu anak untuk mengenal dan mengeksplorasi bakatnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Didik anak untuk tidak menyerah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ceritakan pada mereka kisah2 org besar yg sukses, meski mereka menjalani masa kecil yg berat, misalnya.. Rasulullah SAW (atau Obama, Rousseau, dll)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Oya, ada contoh lain yg menarik yg diceritakan kang Jalal: seorang murid SMU Muthahhari tak lulus ujian, lalu dia berkata pada ayahnya, ”Ayah, saya tak lulus ujian. Saya minta maaf... Ini kesalahan saya dan saya berjanji akan lulus dalam ujian tahun depan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Mendengar kata2 anaknya, si ayah alih-alih marah, malah merasa bangga dan berkata, “&lt;b&gt;Kamu memang tak lulus ujian, tapi kamu lulus dalam ujian kehidupan.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Nah.. kemampuan anak ketika menyikapi kegagalanya itulah salah satu contoh anak yg tangguh... dia tidak tenggelam dalam kefrustasian dan penyesalan berkepanjangan, melainkan langsung bangkit dan berusaha untuk menebus kegagalan itu.&lt;br /&gt;
Cara Mendidik Anak Supaya Menjadi Tangguh&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/cara-mendidik-anak-supaya-menjadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-4924759174769020104</guid><pubDate>Sun, 27 Jun 2010 23:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T10:48:27.736+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Jika Anda dan Suami Berbeda Gaya Mendidik Anak</title><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-size: 12px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=tipsti-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=0880104147&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="align: left; height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;Jika Anda dan Suami Berbeda Gaya Mendidik Anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;KOMPAS.com -&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Adalah hal yang sangat umum terjadi jika sepasang orangtua memiliki gaya mendidik anak yang berbeda. Misal, salah seorang dari orangtua memiliki sifat otoriter dan yang satunya lagi tipe santai. Jika tak segera disinkronisasi, anak-anak dan pernikahan Anda bisa menderita. Apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;gaya mendidik Anda &lt;/a&gt;berbeda dari pasangan, bisa terjadi ketegangan tinggi di antara Anda dan pasangan. Misal, Anda yang tak setuju dengan suami yang selalu memberikan "ancaman kosong" atau gertakan jika si kecil tidak mau diatur. Contoh, saat si kecil tidak mau diatur di supermarket, dan si suami mengancam tidak akan mengajak si kecil ke Dufan liburan nanti. Padahal, hal itu cuma gertakan kosong, dan pada saat liburan pun, si kecil tetap dibawa meski ia sempat nakal di supermarket. Sementara Anda, lebih percaya kepada kesepakatan yang realistis dan tak bisa membayangkan harus menghardik atau mengancam anak di tengah-tengah ruang publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barbara Frazier, MSW, pekerja sosial dan terapis di Gaineville, Florida mengatakan, "Banyak pasangan yang berbeda dalam cara merawat dan mengasuh anak. Dan hal ini lama kelamaan akan menjadi masalah. Ini adalah hal yang wajar, namun yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar perbedaannya."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika Anda dan Suami Berbeda Gaya Mendidik Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tiga Tipe Orangtua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Para konselor keluarga membagi tipe orangtua dalam 3 kategori;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;otoriter&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;(tipe yang sangat mengutamakan kepatuhan anak),&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;permisif&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;(tipe yang hanya memberikan sedikit panduan untuk si anak karena takut membuat si anak merasa takut atau marah), dan&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;otoritatif&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;(yang mampu menyeimbangkan atau mencampur nada bersahabat dengan membatasi&amp;nbsp;&lt;em&gt;setting&amp;nbsp;&lt;/em&gt;yang konsisten).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam dunia yang ideal, kedua orangtua memiliki gaya otoritatif, karena hal tersebut adalah gambaran ideal hubungan yang sehat. Apa yang membuat perbedaan dalam tipe orangtua menjadi sulit adalah karena hal tersebut terbentuk dari hal-hal di bawah alam sadar. Beberapa studi mengatakan, kita membentuk pandangan mengenai &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;bagaimana cara mendidik&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;membesarkan anak berdasarkan pengalaman&lt;/a&gt; mereka. Misal, ada yang tak setuju dengan bagaimana cara mereka dididik oleh orangtuanya dulu, hingga, saat memiliki anak, mereka berjanji pada diri sendiri tak akan mendidik anaknya dengan cara tersebut. Tapi ada pula yang sebaliknya, yang merasa setuju dengan &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;cara orangtua mendidik&lt;/a&gt; dirinya, lalu ia melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Barbara, "Perbedaan dalam &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;cara mendidik dan mengasuh anak&lt;/a&gt; bisa jadi hal yang bagus, asalkan tak terlalu jauh berbeda. Hal ini memberikan si anak cara pandang yang lebih luas mengenai nilai para orangtua dan kesempatan untuk memiliki hubungan spesifik dan spesial dengan masing-masing orangtua. Asalkan kedua orangtua masih bisa bersatu dan sepakat akan hal-hal lain, ini bisa jadi hal yang menyehatkan."&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
Menjembatani Perbedaan Tipe Orangtua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Apa yang bisa pasangan dengan masalah dalam perbedaan tipe orangtua lakukan untuk membantu anak-anaknya tetap terjaga? Frazier mengatakan, orangtua bisa mencoba mencari jawaban ke konseling. Terapis profesional bisa membantu kedua orangtua mengerti bahwa pengalaman mereka di masa kecil bisa memengaruhi cara mereka mengasuh dan menghadapi anak mereka, juga bagaimana menghadapi perbedaan pendapat dalam cara yang sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih penting lagi, jangan pernah membawa anak dalam perdebatan dengan pasangan. Apalagi menyuruh anak memilih salah satu sisi, atau bertengkar di depan mereka, karena hal tersebut berpotensi merusak pertumbuhan mental anak. Jika memang ada yang ingin diperdebatkan, coba lakukan hal tersebut di lain kesempatan, tidak di depan anak.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jika Anda dan Suami Berbeda Gaya Mendidik Anak&lt;/b&gt;</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/jika-anda-dan-suami-berbeda-gaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-2836368871912509659</guid><pubDate>Sun, 27 Jun 2010 21:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T10:54:49.461+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Peran Wanita Berkeluarga  dalam Pendidikan Anak</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=tipsti-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=0137133839&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="align: left; height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;Peran Wanita Berkeluarga  dalam &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;Pendidikan Anak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
PERKAWINAN adalah "sekolah yang tidak pernah tamat". Salah satu yang terus menerus diurus dan dipelajari dalam kehidupan berumah tangga adalah bagaimana menyesuaikan diri satu sama lain, agar memperkecil adanya goncangan-goncangan dalam rumah tangga akibat dari tidak adanya kecocokan dalam proses menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan utama perkawinan adalah mempunyai keturunan yang nantinya diharapkan bisa menjadi penerus generasi. Untuk menghasilkan keturunan yang berkarakter luhur dan sehat, wanita harus ampu membantu suaminya lebih dahulu tetap sehat secara jasmani dan rohani karena hal ini akan berpengaruh terhadap proses pembuahan dalam rahim sang ibu. Jika suami tidak sehat jasmani maupun rohani, maka hasil pembuahan akan dipenuhi bibit-bibit yang tidak baik. Proses yang didasarkan dengan cinta kasih akan menghasilkan keturunan yang tahu cinta kasih dan akan bisa membalas cinta kasih itu. Pun proses yang didasarkan kesehatan jasmani yang sehat akan melahirkan keturunan sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kewajiban Ibu Peran Wanita dalam Pendidikan Keluarga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;Merawat dan mendidik anak &lt;/a&gt;adalah kewajiban yang paling penting bagi seorang ibu. Sebaliknya, anak akan menjadi cerminan dari proses pendidikan yang dihasilkan seorang ibu. Baik pendidikan itu, akan baik pula sang anak. Jika saja di dunia ini penuh dengan manusia yang baik dari proses pendidikan anak oleh ibu yang baik, maka kehidupan akan damai, tidak akan ada kejahatan seperti pembunuhan, perampokan, huru-hara dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dalam &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;proses pendidikan anak&lt;/a&gt; yang benar, sepatutnyalah seorang ibu melakukan pola pendidikan yang mempertumbuhkan bidang jasmani, rohani dan mental. Ketiga unsur ini harus dikembangkan secara seimbang. Pendidikan rohani harus dikembangkan sejak dini. pendidikan  anak sebelum  lahir yang lebih dikenal dengan istilah "Prenatal Education" malah yang paling utama, karena proses sejak dini itu dapat menentukan watak dari manusia yang akan lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pada proses pendidikan anak sebelum lahir semisal saat kandungan mencapai tujuh bulan dibuat upacara megedong-gedongan atau nujuh bulanin. Saat hamil sang ibu harus rajin sembahyang, bertingkah laku sopan hingga bertutur kata santun. Sejak dari dalam kandungan anak sudah dibekali pendidikan rohani, namun sampai lahir pun ajaran rohani tetap diteruskan melalui pengetahuan tentang agama, etika dan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pendidikan anak dalam bidang rohani memang harus didapatkan dalam keluarga khususnya dari ibu. Sebab, ikatan lahir batin yang paling kuat yang dimiliki oleh anak adalah dengan ibunya. Selama sembilan bulan sepuluh hari dalam kandungan, maka interaksi sosial anak lebih banyak dengan ibunya. Bahkan setelah lahir interaksi itu makin keras. Maka, sepatutnyalah seorang ibu menjadi panutan yang baik bagi anak-anaknya. Ibarat kertas putih, anak yang baru lahir mau dijadikan apapun adalah hak dari ibu. Di tangan ibulah proses pendidikan anak akan berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pendidikan anak yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah pendidikan anak dalam bidang jasmani. Seorang ibu harus cermat memberikan pendidikan jasmani bagi anaknya untuk meningkatkan kesehatan, guna memajukan perkembangan mental yang kuat dan karakter yang baik. Tanpa kesehatan, orang tak akan bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan rutinnya. Untuk mendapatkan badan yang sehat, ibulah yang berperan menyediakan makanan yang bergizi dan seimbang. Setidaknya, pantaslah seorang ibu mesti pandai memasak makanan yang lezat dan menyehatkan. Selain itu, perlu juga diajarkan olah raga untuk menjaga kesehatan jasmani anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kreatif Inovatif dalam &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;Pendidikan Keluarga  &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;Pendidikan anak  yang tak kalah pentingnya adalah pendidikan mental. Karena, penentuan karakter dari anak itu sendiri bisa melalui bacaan-bacaan tentang pengetahuan budi pekerti, etika agama, dll. Seorang ibu harus kreatif dan inovatif dalam mendidik anak agar menghasilkan anak yang berkarakter baik.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Berat sekali memang peran ibu dalam pendidikan keluarga jika diteropong dengan sistem pendidikan yang benar. Namun kenyataannya, sering kali dirasakan penghargaan kepada ibu tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan. "Itu sudah kewajiban ibu", itu yang sering terdengar. Artinya, itu sebagai pembenar bahwa dalam proses memang ibulah yang harus berkewajiban melakukannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kewajiban yang berganda-ganda bahkan juga tidak bisa diukur waktu, dari matahari belum terbit sampai terbenam, dengan tulus dilakukan oleh ibu demi kebahagiaan rumah tangganya.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kewajiban pertama, seorang ibu adalah menolong suami sebagai pendamping dalam rumah tangga. Lalu, ibu juga berperan sebagai pembantu mengatur urusan-urusan rumah dari membersihkan rumah agar suami betah diam di rumah, mengatur makanan yang menyehatkan, menyiapkan pakaian dan lain sebagainya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kewajiban kedua meneruskan keturunan, &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kewajiban ketiga &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;mendidik anak&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/peran-wanita-berkeluarga-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-2722674076737149529</guid><pubDate>Sat, 26 Jun 2010 17:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T10:49:25.595+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Uraian Cara Mendidik Yang Efektif</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=tipsti-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=0073378585&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="align: left; height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;b&gt;Uraian Cara Mendidik Yang Efektif&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Setelah kita bahas tentang kunci-kunci keberhasilan dalam &lt;/b&gt;&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/" style="font-weight: bold;"&gt;cara mendidik&lt;/a&gt;&lt;b&gt; yang efektif, maka berikutnya kita akan menguraikan tentang cara-cara mendidik yang efektif.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;A. Mendidik Melalui  Buku&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1. Cara Memupuk Minat Baca&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1. Memperkenalkan anak pada buku – buku bergambar dan penuh warna.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;2. Menceritakan isi buku tersebut.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;3. Menyimpan buku- buku tersebut di tempat yang mudah diraih anak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Puncak kemampuan anak untuk menyerap informasi berada pada puncaknya ketika anak berusia 2-3 tahun. Lebih mudah mengajar anak usia 3 tahun daripada anak 4 tahun. Lebih mudah anak 4 tahun daripada 5 tahun dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Selain membaca anak usia dinipun bisa diajarkan menulis. Namun tetap didasarkan pada pemahaman bahwa belajar merupakan suatu proses bukan pemaksaan. Alasannya, untuk belajar menulis perlu penguasaan dan pengembangan motorik halus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Untuk itu kita bisa mulai menstimulasi anak dengan cara : bermain air, bermain tanah liat, stempel dengan menggunakan jari, bermain plastisin, dan semua kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan motorik anak. Yang penting Seluruh kegiatan perlu diperhatikan unsur kesiapan anak, unsur bermain, dan unsur kesenangan. Supaya anak tidak mudah bosan, kita perlu mencari tahu apa yang menarik bagi anak. Kita juga perlu menyadari bahwa anak mempunyai keterbatasan konsentrasi. Semakin muda usianya semakin sedikit pula daya konsentrasi anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Buku – buku yang menarik bagi anak adalah :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;• Ilustrasinya menarik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;• Kata – kata atau teks yang besar – besar dalam bahasa yang baik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;• Berwarna&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Cara membacakan cerita / mendongeng :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Membacakan cerita / mendongeng dalam suasana hati yang baik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan kegiatan tersebut dengan penuh rasa pengabdian pada anak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan dengan ekspresif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ucapkanlah kata – kata dengan jelas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ajukanlah pertanyaan kepada anak-anak dengan spontan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merahasiakan jalan cerita&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Mendongeng merupakan kegiatan positif yang banyak manfaatmya, maka jadikanlah kegiatan itu sebagai sarana untuk mengantarkan anak-anak ke gerbang kesuksesan dengan kenangan indah dari masa kecilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;B .Mengasah sikap kritis dan kreatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Cara - cara untuk mengembangkan sikap kritis dan kreatif anak, antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
1. Memberikan anak kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Agar ia dapat mengembangkan segenap potensinya untuk berfikir dari hari ke hari dan semakin terampil mengelola pikirannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
2. Memberikan keleluasaan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
3. Memberikan informasi sebanyak mungkin kepada anak.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
4. Memperkenalkan anak kepada teknik mengemudikan otak.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Mengemudikan otak bisa diibaratkan dengan mengemudikan sebuah mobil. Dimana disitu kita mengenal pedal gas, rem ,kopling dan lain- lain. Dari situ kita bisa mengajarkan anak untuk mengoperasikan perangkat perangkat tersebut secara bijaksana, sesuai dengan kebutuhannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Contoh kegiatan yang dapat mengasah keterampilan berfikir anak yaitu : membuat perangkat susun cerita dari potongan – potongan gambar seperti ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Alat peraga : *Beberapa potongan gambar / foto&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
* Judul gambar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;C . Bermain sambil belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Bermain adalah haL yang paling disukai oleh anak. Namun dalam bermain itu ada 5 aspek penting yang perlu diperhatikan dalam memilih mainan anak, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
1. Fisik motorik&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
2. Kognitif atau kecerdasan&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
3. Afektif atau emosionalquotient (EQ)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
4. Sosial&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
5. Spiritual (SQ)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Aspek fisik dapat kita beri nutrisi yang baik dari makanan – makanan yang bergizi. Lalu setelah itu kita dapat mengoptimalkan potensi anak salah satunya dengan memberikan mainan yang tepat. Dalam hal ini orang tua perlu mengawasi dengan cara ikut terlibat dalam permainan anak. Mis : bermain petak umpet. Dalam permainan ini anak dituntut untuk berfikir bagaimana ia mencari persembunyian yang aman agar tidak cepat ketahuan (kognitif). Setelah itu anak juga belajar untuk menerima kekalahan ketika ia harus bergiliran jaga (afektif). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Aspek sosial juga terdapat di dalam permainan ini.Dengan keterlibatan semua anggota keluarga tentu saja akan mengakrabkan hubungan kekeluargaan. Secara spiritual anak diajarkan tentang kejujuran dalam bermain, yaitu tidak boleh curang. Dan untuk masalah fisiknya, disini anak dilatih untuk bergerak cepat ketika ia harus bersembunyi, dengan cara berlari, melatih kelenturan tubuh ketika ia bersembunyi di tempat yang sempit dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Contoh mainan mainan yang bermanfaat ,ialah : permainan permainan dalam lomba tujuh belasan, bekel, lego, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kepuasan dalam bermain dapat memupuk rasa percaya diri anak. Bermain juga mampu memancing kreatifitas dan imajinasi anak. Jadi tidak perlu takut anak tidak menjadi pintar karena banyak bermain akan tetapi ternyata banyak manfaat positif yang akan kita dapatkan dengan bermain. Tinggal bagaimana kreatifitas kita dalam memilihkan mainan dan mengarahkannya sehingga mendapatkan hasil yang optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;D. Mengenal dan&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt; mendidik anak &lt;/a&gt;berbakat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sepintas anak berbakat dengan anak hiperaktif memang mirip. Yaitu lincah,aktif, tak sabaran dan gemar bertanya/ namun ada perbedaan diantara keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Anak Hiperaktif Anak Berbakat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;*  lincah tapi tdk terarah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;*  lincah terarah / dinamis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;*  Tidak dapat berkonsenterasi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;*  penuh konsenterasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;*  gemar bertanya tapi,tidak &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;*  selalu menuntut jawaban yang rasional&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;*  peduli akan jawaban&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;*aktivitasnya tidak mempunyai  tujuan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;*aktivitasnya selalu mempunya tujuan yang jelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Anak berbakat sangat memerlukan pengarahan yang benar secara berkesinambungan, karena kebutuhan, minat, dan perilaku anak akan berubah- ubah seiring dengan waktu. Semakin banyak kesempatan yang diberikan,ia akan semakin berkembang. Ciri-ciri anak berbakat ;kreatif,imajinatif,jangkauan pemikiran ke masa depan, dan selalu mencari dan mempelajari sesuatu yang baru. Mereka rata-rata pandai di semua bidang study dengan IQ minimal 130 dan CQ (creative quotient) 250.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Berbakat tidaknya seorang anak terkait dengan spesialisasi kerja belahan otak kiri, kanan, muka dan belakang.Fungsi otak kiri :untuk berfikir rasional, analitis, berurutan,linear dan saintifik(belajar membaca, aspek berhitung).Fungsi otak kanan: berfikir holistik, spasial, metaporik,dan lebih banyak menyerap konsep matematik, sintesit, mengetahui sesuatu secara intuitif dan elaborasi. Pada anak berbakat kinerja keempat belahan otak bekerja sama baiknya. Dan apabila lingkungannya menunjang dan mendapatkan bimbingan yang memadai anak seperti ini akan sangat berguna bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarga dan masyaarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;
Namun apabila kebutuhan mereka tidak terpenuhi maka tingkah lakunya bisa menjurus ke hal – hal yang negatif. Suatu penelitian di Inggris menunjukkan bahwa 70% narapidana memiliki IQ rata – rata 135 ke atas, sementara IQ rata – rata orang normal hanya sekitar 90. Kesimpulannya para napi ini tidak terpenuhi kebutuhan psikologisnya pada masa kanak – kanak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;Pengajaran pada anak&lt;/a&gt; berbakat sangat dianjurkan menggunakan kurikulum berdiferensi yang dirancang khusus . tapi tidak menyimpang dari yang telah ditetapkan pemerintah. Misalnya dalam pelajaran sain, selain teori, sisa waktu sebaiknya digunakan untuk membuat kliping yang membutuhkan gambar ,penelitian ,pencarian di ensiklopedia, wawancara dll. Semua pelajaran dibuat menarik melalui proses “Learning by doing” atau “ Learning by playing”,agar anak tidak cepat bosan. Dengan ini mereka akan terlatih memilih alternatif tertentu dalam menghadapi masalah. Ia juga akan berfikir secara hipotesis, bisa meramalkan dan mengantisipasi apa yang belum dan akan terjadi berdasarkan fakta. Anak juga harus dilatih berani bertanya serta sering diminta untuk menceritakan pengalamannya di depan kelas tanpa rasa malu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Untuk melakukan metode tersebut seharusnya guru aktif, kreatif serta mempunyai wawasan yang luas, yang dapat diperkaya dengan membaca, ikut seminar dll. Sehingga pengetahuannya tidak kalah dengan murid. Dan apabila tidak tahu jangan sampai kita pura – pura tahu, lebih baik jawabannya dijanjikan untuk dicarikan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Anak merupakan sumber alam yang paling berharga, oleh sebab itu mereka butuh dihargai,diakui dan dihormati agar ia memiliki harga diri yang tinggi, cakap, dan mandiri dan termotivasi untuk maju.&lt;br /&gt;
Uraian Cara Mendidik Yang Efektif&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/uraian-cara-mendidik-yang-efektif.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-5635657745965242558</guid><pubDate>Fri, 25 Jun 2010 17:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T10:49:51.804+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Cara Mendidik Yang Efektif</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=tipsti-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B0010SSBNY&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="align: left; height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;Cara Mendidik Anak&lt;/a&gt; Yang Efektif terletak pada kunci – kunci di bawah ini, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;A. Proses belajar mengajar yang menyenangkan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Belajar yang menyenangkan tentu saja akan membuat anak tertarik dan tidak akan membuat mereka jenuh. Terutama bagi anak usia dini. Lebih baik untuk menunda kegiatan belajar apabila kita belum bisa menciptakan suasana menyenangkan bagi anak. Karena apabila kita memaksa anak untuk belajar dalam situasi yang menegangkan, hal itu dapat membuat anak frustasi dan menjadi tidak mau belajar, karena merasa trauma dan ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Pemaksaan bahkan bisa melumpuhkan sel syaraf yang terdapat di otak anak.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Setiap pendidik pasti mengharapkan agar anak mendapatkan hasil belajar yang optimal, dan hal itu hanya akan didapatkan apabila anak mempunyai ketertarikan pada apa yang kita ajarkan. Caranya yaitu dengan belajar sambil bermain, bercerita,bernyanyi dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;B. Kasih Sayang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;“Kasih sayang melahirkan kecerdasan”,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; hasil dari sebuah penelitian telah membuktikan bahwa pembentukan otak dan perasaan sangat terikat erat pada kasih sayang yang diberikan kepadanya semasa ia berada di dalam kandungan sampai kasih sayang yang ia dapatkan setelah ia lahir dan tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Autis” adalah salah satu contoh sebagai akibat dari kurangnya kasih sayang. (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;Autis terjadi akibat kurang terhubungkannya syaraf –syaraf di pusat otak yang berisi emosi yang mengisi gerakan rasional dan pikiran logis&lt;/span&gt;). Hilangnya perasaan cinta pada awal kehidupan juga dapat melemahkan kekuatannya dan membuat pengaruh yang fatal pada otak. Pernyataan ini diperkuat oleh hasil penelitian bahwa ukuran otak anak yang jarang tersiram kasih sayang dan jarang diajak bermain lebih kecil 30% daripada anak normal pada usia yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;C. Disiplin&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Disiplin merupakan salah satu elemen penting agar terciptanya efektifitas belajar. Namun disiplin juga harus diterapkan secara konsisten dan ber”sinergi”. Konsisten atau istiqomah diperlukan dalam proses penerapan disiplin. Hilangnya konsistensi akan menghancurkan upaya kita dalam menegakkan disiplin.Satu contoh ,misalnya kita menginginkan satu bentuk tertentu pada sebuah pohon. Kita dapat membentuknya dengan mengikat dahan pohon tersebut dengan tali atau kawat. Namun bayangkan apa yang akan terjadi apabila dalam waktu yang singkat kita telah membuka ikatan itu ? tentu dahan pohon yang diikat tadi akan kembali seperti keadaan semula, bahkan mungkin akan bergerak lebih jauh dari posisi semula. Akan tetapi dengan kesabaran dan ketelatenan kita akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita. Itulah sebabnya kenapa &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;pendidikan anak&lt;/a&gt; harus dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit sampai anak memahami apa yang kita ajarkan. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;Karena pendidikan adalah sebuah proses yang sangat panjang dan tak berujung.    &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya kita akan menjelaskan tentang arti dari kata “sinergi”. Sinergi adalah satu bentuk penyatuan energi dari semua pihak yang berkepentingan, dalam hal ini yaitu kerjasama yang berkesinambungan antara orang tua,pihak sekolah serta lingkungan (kakek nenek, saudara, teman bermain, dll). Artinya pendidikan bukan hanya merupakan tanggung jawab orang tua saja, atau tanggung jawab sekolah saja, akan tetapi telah menjadi tanggung jawab bersama,sehingga dalam pelaksanaan disiplinpun harus ada koordinasi yang baik dari semua pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;D. Hukuman dan Ganjaran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Hukuman dapat diterapkan apabila anak tidak mematuhi aturan yang telah disepakati / tidak disiplin, dengan tujuan agar anak tidak mengulangi perbuatannya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Ganjaran / hadiah diberikan kepada anak ketika anak berhasil melakukan perbuatan yang baik (menurut norma agama ataupun norma yang berlaku di masyrakat), dengan tujuan untuk memotivasi anak agar mereka mempertahankan bahkan meningkatkan perilaku baiknya menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;
Cara Mendidik Yang Efektif&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/cara-mendidik-yang-efektif.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-3021117088078575524</guid><pubDate>Fri, 25 Jun 2010 17:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T11:00:38.384+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Kunci Pendidikan Yang Baik Buat Anak</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=tipsti-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=0787974714&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="align: left; height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;Kunci Pendidikan Yang Baik Buat Anak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekolah telah menyediakan serangkaian materi untuk  mendidik seorang anak hingga dewasa termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang-tua yang penuh perhatian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika orang-tua terlibat langsung dalam &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;pendidikan anak-anak&lt;/a&gt; di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang-tua yang selalu bersikap mendukung. Apa yang dapat dilakukan oleh orang-tua bagi anaknya setelah mereka memasuki pendidikan di sekolah? &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang-tua agar anaknya dapat berprestasi di sekolah. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Dukungan Orang-Tua &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Orang-tua sebaiknya memberi perhatian kepada anak-anak mereka dan menanamkan kepada mereka nilai dan tujuan pendidikan. Mereka juga berupaya mengetahui perkembangan anak mereka di sekolah. Caranya adalah dengan berkunjung ke sekolah untuk melihat situasi dan lingkungan pendidikan di sekolah. Menaruh minat terhadap aktivitas sekolah akan secara langsung mempengaruhi &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;pendidikan anak&lt;/a&gt; Anda. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Kerja Sama dengan Guru&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Biasanya apabila  timbul masalah-masalah gawat, barulah beberapa orang-tua menghubungi guru anak-anak mereka. Sebaiknya, orang-tua perlu mengenal guru di sekolah dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Berkomunikasilah dengan guru untuk perkembangan anak Anda. Guru juga perlu diberitahu bahwa Anda memandang penting &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;bagaimana mendidik anak&lt;/a&gt; Anda di sekolah sebagai bagian kehidupannya. Ini akan membuat guru lebih memperhatikan anak Anda. Hadirilah pertemuan orang-tua murid dan guru yang diselenggarakan oleh sekolah. Pada pertemuan ini, Anda memiliki kesempatan untuk mengetahui prestasi akademis anak Anda serta perkembangan anak Anda di sekolah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika seorang guru mengatakan hal yang buruk mengenai anak Anda, dengarkan guru tersebut dengan penuh respek, dan selidiki apa yang ia katakan. Anda juga dapat menanyai guru-guru di sekolah mengenai prestasi, sikap, dan kehadiran anak di sekolah. Jika seorang anak sering bermuka dua, maka penjelasan dari guru bisa jadi mengungkap hal-hal yang disembunyikan anak Anda saat bersikap manis di rumah. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Sediakan waktu untuk anak &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selalu sediakan  waktu yang cukup banyak bagi anak Anda. Jika anak pulang sekolah, umumnya mereka cukup stres dengan beban pekerjaan rumah, ulangan, maupun problem lainnya. Sungguh ideal jika orang-tua misalnya seorang ibu berada di rumah pada saat anak-anak di rumah. Seorang anak akan senang bercerita ketika pulang sekolah seraya mengeluarkan semua keluhan dan bebannya kepada orang-tua. Bisa jadi mereka mulai menceritakan teman-temannya yang nakal yang mulai menawari rokok dan narkoba. Anda bisa segera tanggap dengan hal tersebut jika Anda menyediakan waktu bagi anak-anak Anda. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Kunci Pendidikan Yang Baik Buat Anak&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Awasi kegiatan belajar di  rumah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tunjukkan Anda berminat pada pendidikan anak Anda. Pastikan anak-anak Anda sudah mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mereka. Wajibkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu bersama anak-anak Anda. Membacalah bersama-sama mereka. Jangan lupa jadwalkan waktu setiap hari untuk memeriksa pekerjaan rumah anak Anda. Kendalikan waktu menonton TV, Internet dan bermain game dari anak-anak Anda. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Ajari tanggung jawab &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekolah umumnya akan memberi banyak tugas untuk dipersiapkan anak di rumah dan di sekolah. Apakah mereka mengerjakan tugas-tugas itu dengan benar dan baik? Seorang anak dapat bertanggung jawab mengerjakan tugas mereka di sekolah jika Anda telah mengajar mereka untuk mengerjakan tanggung jawab di rumah. Cobalah mulai memberikan anak Anda pekerjaan rumah tangga rutin setiap hari seperti membersihkan tempat tidur sendiri menurut jadwal yang spesifik. Pelatihan di rumah seperti itu akan membutuhkan banyak upaya di pihak Anda karena perlu diawasi. Tetapi hal itu akan mengajar anak Anda rasa tanggung jawab yang mereka butuhkan agar berhasil di sekolah dan di kemudian hari dalam kehidupan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Disiplin &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jalankan disiplin dengan tegas namun dengan penuh kasih sayang. Jika Anda selalu menuruti keinginan anak, maka mereka akan menjadi manja dan tidak bertanggung jawab. Problem lain bisa muncul jika Anda terlalu memanjakan anak Anda seperti seks remaja, narkoba, prestasi yang buruk, dan masalah lainnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jaga kesehatan  anak Anda agar prestasi belajarnya tidak terganggu. Buat jadwal tidur yang cukup untuk anak Anda. Anak-anak yang kelelahan tidak dapat belajar dengan baik. Lalu hindari makanan seperti junk food,  karena selain menyebabkan problem obesitas, juga mendatangkan  pengaruh yang buruk terhadap kesanggupannya untuk berkonsentrasi. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Jadi teman terbaik &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadilah teman terbaik bagi anak Anda. Luangkan waktu untuk berbagi berbagai hal dengan mereka. Seorang anak membutuhkan semua teman yang matang yang bisa ia dapatkan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai orang-tua, Anda dapat  menghindari banyak problem dan kekhawatiran atas &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;bagaimana pendidikan anak Anda&lt;/a&gt; dengan mengingat bahwa kerja sama yang sukses dibangun di atas komunikasi yang baik. Kerja sama yang baik dengan para pendidik di sekolah juga dapat membantu melindungi anak Anda.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kunci Pendidikan Yang Baik Buat Anak&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/kunci-pendidikan-yang-baik-buat-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-4567425062285029620</guid><pubDate>Thu, 24 Jun 2010 17:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-23T23:29:11.051+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Cara Mendidik  Anak Menjadi Pintar</title><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;Cara Mendidik  Anak &lt;/a&gt;Menjadi Pintar &lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Kepintaran seorang bisa dibilang sebuah anugerah yang diberikan kepada anak tersebut. Tapi ternyata faktor yang mempengaruhi kepintaran seorang anak juga ditentukan oleh lingkungannya.     Ada banyak hal yang bisa membuat anak menjadi lebih pintar, tentunya selain dengan belajar di sekolah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak menjadi lebih pintar, &lt;/div&gt;&lt;div&gt;( MSNNews,1-8-2009): &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1. Bermain permainan yang berpikir&lt;/b&gt;  Catur, teka-teki silang dan sudoku selain menyenangkan juga mendukung strategi berpikir anak-anak, bagaimana cara menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan yang kompleks. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;     2. Bermain musik &lt;/b&gt; Bermain musik selain menyenangkan juga bisa merangsang pertumbuhan otak kanan. Menurut sebuah studi di Universitas Toronto, diadakannya pelajaran musik bisa memberikan keuntungan dalam meningkatkan IQ anak dan performa akademisnya. Semakin lama waktu yang digunakan untuk bermain musik maka efek yang dihasilkan juga semakin besar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3. Pemberian ASI&lt;/b&gt;  ASI merupakan makanan otak yang paling dasar. Peneliti secara konsisten terus menunjukkan berbagai macam keuntungan ASI yang behubungan dengan pertumbuhan bayi. Anak yang mengkonsumsi ASI eksklusif akan memiliki tingkat kepintaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi ASI hanya beberapa bulan saja. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4. Membiasakan berolahraga&lt;/b&gt;  Para peneliti di Universitas Illinois menunjukkan hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik di antara anak-anak sekolah dasar. Semakin bugar badan sang anak maka kemampuan dalam menerima pelajaran juga meningkat. Sebaiknya mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik atau organisasi olahraga tertentu sesuai dengan minat anak. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5. Menyingkirkan makanan siap saji&lt;/b&gt;  Mengurangi asupan gula, lemak trans dari makanan siap saji dan menggantinya dengan makanan bergizi tinggi yang baik untuk perkembangan mental anak usia dini serta berfungsi dalam perkembangan motorik anak pada usia 1-2 tahun pertama. Contohnya anak-anak memerlukan zat besi untuk perkembangan jaringan otak yang sehat, anak yang kekurangan zat besi akan lambat dalam menerima rangsangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;6. Mengembangkan rasa ingin tahu&lt;/b&gt;  Para ahli mengatakan orang tua yang menunjukkan rasa ingin tahunya pada anak akan mendorong anak untuk mencari ide-ide baru, sehingga merangsang anak untuk berpikir. &lt;a href="http://mendidik%20anak%2Cbagaimana%20mendidik%20anak%2C%20tips%20terbaik%20bagaimana%20mendidik%20anak%2C%20tips%20bagaimana%20mendidik%20anak%2C%20tips%20mendidik%20anak%2C%20menjaga%2C%20membesarkan%2Cmembesarkan%2C%20kesehatan%2C%20pendidikan/"&gt;Mengajari anak&lt;/a&gt; keterampilan baru serta pendidikan di luar rumah juga bisa mengembangkan rasa ingin tahu anak dan intelektualnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;7. Budayakan membaca&lt;/b&gt;  Membaca adalah cara yang paling mudah untuk meningkatkan pembelajaran dan perkembangan kognitif anak-anak dari segala usia. &lt;a href="http://mendidik%20anak%2Cbagaimana%20mendidik%20anak%2C%20tips%20terbaik%20bagaimana%20mendidik%20anak%2C%20tips%20bagaimana%20mendidik%20anak%2C%20tips%20mendidik%20anak%2C%20menjaga%2C%20membesarkan%2Cmembesarkan%2C%20kesehatan%2C%20pendidikan/"&gt;Cara mendidik anak&lt;/a&gt; ini bisa dimulai dengan sering membacakan anak dongeng sebelum tidur dan sering-seringlah memberikan anak hadiah buku yang bisa menarik perhatiannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;8. Mengajarkan kepercayaan diri&lt;/b&gt;  Orang tua sebaiknya meningkatkan semangat dan optimisme anak-anak. Berpartisipasi dalam tim olahraga atau kegiatan sosial akan membantu meningkatkan kepercayaan diri sang anak diantara teman-temannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;9. Memberikan sarapan yang sehat&lt;/b&gt;  Para peneliti meyakinkan bahwa mengonsumsi sarapan yang sehat akan meningkatkan memori dan konsentrasi anak dalam belajar. Anak-anak yang tidak dibiasakan sarapan cenderung lebih mudah marah dan kurang konsentrasi pada waktu belajar, sementara anak yang sarapan akan tetap fokus dan bergerak selama jam sekolah.     sumber:detik.com&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/cara-mendidik-anak-menjadi-pintar.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-4738115734688278673</guid><pubDate>Tue, 22 Jun 2010 05:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T10:50:40.198+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Mendidik Anak di Tengah Kesibukan Orang Tua</title><description>&lt;b&gt;&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;Mendidik Anak&lt;/a&gt; di Tengah Kesibukan Orang Tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tuntutan hidup yang besar di kalangan masyarakat memaksa banyak pasangan suami dan istri untuk bekerja di luar rumah. Si anak tinggal bersama orang tua atau diasuh oleh pembantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun mereka sama-sama sibuk bekerja, orang tua tetap harus bertanggungjawab atas &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;pendidikan anak&lt;/a&gt; mereka. Sedikit saja orang tua lengah dalam mendidik serta mengawasinya, si anak mungkin terpengaruh oleh banyak faktor eksternal yang dapat berdampak negatif seperti dari televisi, teman mereka bermain dan juga lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikut beberapa hal yang bisa orang Tua lakukan di tengah kesibukannya:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sebanyak mungkin luangkan waktu bermain.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Sebanyak apapun beban dari pekerjaan kantor, sebaiknya orang tua dapat meluangkan sebagian waktu untuk sekedar bermain atau menanyakan kegiatan anak hari ini. Kehangatan dan keakraban akan terus terjalin dalam interaksi antara orang tua dan anak akan menumbuhkan rasa nyaman di hati si kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Selalu menjadi pendengar yang baik.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Anak yang aktif selalu senang berbagi cerita yang baru dialaminya. Sebaliknya, dia juga senang mendengarkan apa saja yang diceritakan oleh Orang tuanya. Jadilah pendengar yang baik dan apresiasikan setiap kisah yang ia ceritakan dengan penuh perhatian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jangan lupa melakukan pengawasan.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Anak akan merasa nyaman bila mengetahui orang tua memberi perhatian penuh kepadanya. Tanyakan aktifitas apa saja yang dia lakukan sepanjang hari. Bila ada yang kurang baik, beri pengarahan dengan cara persuasif dan menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemberian hadiah dan hukuman.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Hadiah berarti apa saja yang disenangi oleh si kecil sepanjang itu baik dan tidak membahayakan, termasuk pujian, senyum dan tepuk tangan. Sedangkan hukuman jangan diartikan sebagai bentakan, amarah, apalagi pukulan fisik. Berdiam diri dengan memasang muka masam ke anak sudah cukup menjadi peringatan baginya bahwa apa yang baru ia lakukan salah dan tidak berkenan di hati Bunda. Biasakan memberi hadiah dan hukuman secara proporsional agar si kecil selalu termotivasi untuk berbuat baik dan belajar dari kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jangan sering mengganti pembantu.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Pembantu atau baby sitter memegang peranan penting saat orang tua absen dari rumah. Selain berfungsi menjaga dan melayani kebutuhan anak, pembantu juga berperan dalam meningkatkan kemampuan sosial anak. Bila anak sudah akrab dengan satu orang pertahankan selama mungkin, dan upayakan untuk tidak terlalu sering mengganti pembantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
957KGWXFXHM8&lt;br /&gt;
Mendidik Anak di Tengah Kesibukan Orang Tua</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/mendidik-anak-di-tengah-kesibukan-orang.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-4585668676997201070</guid><pubDate>Mon, 21 Jun 2010 10:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-23T23:29:54.172+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Tips Terbaik Mendidik Anak  Anak</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=tipsti-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B002BULMR2&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="align: left; height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;Tips Terbaik Mendidik Anak Anak&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;Anak Akan Belajar dari Hidupnya by Dorothy Law Nolte&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan dukungan semangat, maka ia akan belajar Percaya Diri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar menahan diri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan dorongan, maka ia belajar percaya diri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan pujian, maka ia belajar menghargai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan rasa berbagi, maka ia akan belajar Kedermawanan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan kejujuran dan keadilan, maka ia akan belajar apa itu Kebenaran dan Keadilan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dalam rasa aman, maka ia akan belajar Mempercayai Dirinya dan Orang-orang di Sekelilingnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan persahabatan, maka ia akan belajar bahwa Dunia adalah Tempat Yang Menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dalam ketentraman, ia maka akan hidup, dalam Kedamaian Jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menyenangi dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, maka ia belajar keadilan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan rasa kasihan, maka ia akan belajar menyesali diri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia akan belajar jadi Penyabar dan Toleran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan pujian, maka ia akan belajar Menghargai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan penerimaan, maka ia akan belajar Menyayangi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan penghargaan atas keberhasilannya, maka ia akan belajar Menyenangi Prestasi dan Tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan persetujuan, maka ia akan belajar Menyukai Dirinya Sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan kritikan, maka ia akan belajar membantah dan mencela.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan ancaman, maka ia akan belajar, melawan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan rasa takut, maka ia belajar menjadi cemas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan ejekan, maka ia akan belajar rendah diri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan rasa iri, maka ia akan belajar jadi dengki dan tidak pernah puas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: large;"&gt;Bila anak dibesarkan dengan dipermalukan, maka ia akan belajar selalu merasa bersalah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 23px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;Dengan apa anak anda dibesarkan?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bila anda hidup dalam keluarga yang saling mencintai, memahami, dan penuh semangat, anak anda juga akan jadi anak yang baik dan menyenangkan! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Kalau anak anda nakal dan suka melawan, apa sebabnya menurut Anda?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bagaimana sikap anda sehari-hari dalam berkeluarga?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;Perhatikan juga anak-anak yang lucu dan menyenangkan. Kemungkinan besar orangtuanya adalah orangtua yang bahagia, suka bercanda, dan saling mendukung.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;Lalu perhatikan anak-anak yang terlihat pasif, dan mudah menangis. Kemungkinan orangtuanya juga tidak terlalu bahagia.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sekarang, Anda sudah tahu bagaimana agar mempunyai anak yang ceria dan menyenangkan. Buat hidup anda jadi menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/tips-terbaik-mendidik-anak-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-8299545009176534102</guid><pubDate>Sun, 20 Jun 2010 04:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-22T11:02:55.644+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Tips Bagaimana Mendidik Anak Sejak Kecil</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=tipsti-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B003H45466&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="align: left; height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;Tips-Tips Mendidik Anak Sejak Kecil&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendidik anak sejak dini sangat menentukan bagaimana perkembangan kedewasaan anak. Sebagai orang tua apapun tingkah lakunya akan dilihat oleh anak dan dijadikan contoh perilaku anak,baik yang baik maupun yang buruk sekalipun. Karena pada dasarnya anak berumur dibawah lima tahun rasa ingin tahu dan belajarnya sangat tinggi. Daya ingat bagi anak dibawah lima tahun sangat tajam dan sebagai orang tua sudah layaknya memberikan cotoh dalam kehidupan sehari-hari pada kegiatan-kegiatan yang positif. Sebagai contoh bila orang tua suka membaca, atau suka menulis atau suka berolah raga atau suka menonton film-film barat dan sebagainya,si anakpun cenderung akan mencontohnya. Karena itu berbanggalah orang tua bila bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti tersebut diatas sebagai contoh, nantinya akan menanamkan jiwa pada diri anak untuk suka menulis,menggambar,membaca dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berikut ini adalah beberapa&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt; tips mendidik anak&lt;/a&gt; sejak usia dini:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;1.Berikan contoh dengan mengajaknya ikut serta pada kegiatan sehari-hari yang positif.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
-Membersih ruangan rumah,Biasanya anak-anak yang suka bermain-main dengan mainanya akan membuat situasi berantakan di ruangan rumah, ajarkan pada anak untuk bisa membersihkan dan merapikan sendiri setelah selesai bermain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
-Membaca buku-buku bacaan. Buku-buku bacaan sebagai altenatif guru yang baik. Buku sebagai sumber ilmu yang tiada batas,banyak jenis buku yang bisa dibaca dan mebahas berbagai tema dan masalah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Membaca Majalah atau Koran,dengan membaca koran dan majalah akan menambah wawasan pada orang tua sehingga bisa mempunyai wawasan yang lebih luas dan bisa diajarkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Membaca Kitab Suci.Dengan mendengarkan acaan kitab suci biasanya sianak akan memiliki spiritual yang lebih baik bila dewasa kelak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Menulis,Anak akan memperhatikan bila orang tua sedang menulis dan akan menirunya dengan coret-coret, biasanya didinding namun sebaiknya dibuku-buku yang telah disediakan orang tua,sehingga termasuk juga mengajarkan keapian dan kebersihan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Bagi keluarga yang punya halaman berumput, biasanya setiap bulan sekali rumput akan jadi panjang dan tidak beraturan, maka anak bisa diajari juga bagaimana merapikan halaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Mencuci kendaraan,baik motor maupun mobil bila tidak terlalu kotor bisa dicuci sendiri dirumah, sekaligus mengajarkan anak bagaimana memperlakukan kendaraan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Mengajak kebengkel, biasanya anak akan senang bila diajak ikut serta kebengkel,dan biasanya akan menambah ide bagi si anak untuk lebih mengenal jenis kendaraan bermotor,bisa juga nanti menjadi idola sianak untuk berwiraswasta dengan membuka bengkel dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;2.Berikan contoh untuk mentaati waktu,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;Yaitu waktu bermain, waktu belajar dan waktu tidur. Biasanya anak dibawah lima tahun memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa.Sehingga sebagai orang tua terutama Ibu harus bisa mengajarkan waktu-waktu kapan harus bermain dan kapan harus beristirahat. Hal ini dilakukan untuk kesehatan anak itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;3.Menghindarkan anak-anak dari hal-hal yang bersifat buruk:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Bertengkar didepan anak-anak, karena dengan bertengkar didepan anak-anak secara otomatis akan memberikan contoh kekerasan dalam keluarga didepan anak, sehingga bisa menimbulkan trauma psikis pada si anak itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Membiarkan anak tidak disiplin, kadang didikan keras bisa membuat disiplin pada sianak,dengan dimanja anak tidak bisa mandii dan bertanggung jawab.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Memukul anak secara langsung didepan anak-anak yang lain, akan mengakibatkan hilangnya rasa kepercayaan diri si anak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Bila Ayah sedang keras pada anak, dalam arti tujuan mendidik si ibu tidak boleh membela si anak, sebab bila dibela si anak tidak akan jera bila melakukan kesalahan. Sebaliknya bila Si Ibu sedang keras pada anak dalam arti mendidik,Sang ayah pun tidak boleh membela kesalahan pada anak,. Sehingga terjalin kerjasama &lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;mendidik anak&lt;/a&gt; yang baik dan seimbang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- &amp;nbsp;Jangan berikan tontonan baik berupa film-film kekerasan atau Sinotron drama yang bersifat cengeng dan mendramatisi, untuk menghindari anak dari sifat-sifat yang kurang baik dari dampak yang ditontonya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;4. Sisakan waktu bersama Anak-anak&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;Ditengah-tengah kesibukan sebagai orang tuan sisakan waktu untuk bermain bersama anak-anak,sehingga timbul rasa kasih sayang sekaligus pembelajaran pada anak.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;5. Usia 7 tahun,&lt;/b&gt; bagi yang Moslem bila sampai belum Sholat ajarkan dengan sedikit keras, bisa dengan cambukan untuk mengingatkan anak agar segera sembahyang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;6. Diatas usia 7 tahun Anak akan bisa diberikan tangung jawab yang lebih&lt;/b&gt;,sehingga tidak terlalu merepotkan orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tips Bagaimana Mendidik Anak Sejak Kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/tips-bagaimana-mendidik-anak-sejak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5780451055285945015.post-8508893673609114727</guid><pubDate>Sun, 20 Jun 2010 04:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-10T22:53:24.588+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendidik Anak</category><title>Bagaimana Mendidik Anak Kita</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/bagaimana-mendidik-anak.html"&gt;Bagaimana mendidik anak Kita&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah SWT berfirman: &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka.” (At-Tahrim: 6). &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ibu, bapak dan guru bertanggung jawab di hadapan Allah terhadap pendidikan generasi muda. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika pendidikan mereka baik, maka berbahagialah generasi tersebut di dunia dan akhirat. Tapi jika mereka mengabaikan pendidikannya maka sengsaralah generasi tersebut, dan beban dosanya berada pada leher mereka. &lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk itu disebutkan dalam suatu hadits Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam:&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHtQAfYpNwrtFRLOkVFBovdsSDrqnBI7e8kn-5BUtlnZHSiVNFKVuu7jeiMbrb465da6a1xlP493BNe6t50KX2j7dIw0TWTI59su8ly4hNlxiqMNOxRIxIuu7iROI4IF2VujHgg9raTZsy/s1600/Bagaimana+Mendidik+Anak+Kita.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Bagaimana Mendidik Anak Kita" border="0" data-original-height="168" data-original-width="300" height="224" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHtQAfYpNwrtFRLOkVFBovdsSDrqnBI7e8kn-5BUtlnZHSiVNFKVuu7jeiMbrb465da6a1xlP493BNe6t50KX2j7dIw0TWTI59su8ly4hNlxiqMNOxRIxIuu7iROI4IF2VujHgg9raTZsy/s400/Bagaimana+Mendidik+Anak+Kita.jpg" title="" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagaimana Mendidik Anak Kita&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;(( كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ )) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
artinya: “Setiap orang di antara kamu adalah pemimpin, dan masing-masing bertanggung jawab atas yang dipimpin-nya.” (Muttafaq ‘Alaih).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka adalah merupakan kabar gembira bagi seorang guru, perhatikan sabda Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam berikut ini:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt; (( فَوَ اللهِ لأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النِّعَمَ )) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
artinya: “Demi Allah, bahwa petunjuk yang diberikan Allah kepa-da seseorang melalui kamu lebih baik bagimu daripada kekayaan yang banyak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan juga merupakan kabar gembira bagi kedua orangtua, sabda Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam berikut ini: &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;(( إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ )) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
artinya: “Jika seseorang mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim).  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka setiap pendidik hendaknya melakukan perbaikan dirinya terlebih dahulu, karena perbuatan baik bagi anak-anak adalah yang dikerjakan oleh pendidik, dan perbuatan jelek bagi anak-anak adalah yang ditinggalkan oleh pendidik. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karenanya, sikap baik guru dan orangtua di depan anak-anak merupakan pendidikan yang paling utama. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, di antara yang perlu diperhatikan adalah:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Melatih anak-anak untuk mengucapkan kalimat syahadat&lt;/b&gt;:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;(( لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللَّـهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ ))&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan menjelaskan maknanya ketika mereka sudah besar.  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Menanamkan rasa cinta dan iman kepada Allah dalam hati mereka&lt;/b&gt;, karena Allah adalah Pencipta, Pemberi rizki dan Penolong satu-satunya tanpa ada sekutu bagiNya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Memberi kabar gembira kepada mereka dengan janji Surga&lt;/b&gt;, bahwa Surga akan diberikan kepada orang-orang yang melakukan shalat, puasa, mentaati kedua orangtua dan berbuat amalan yang diridhai oleh Allah, &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Mengingatkan mereka dengan Neraka&lt;/b&gt;, bahwa Neraka diperuntukkan bagi orang yang meninggalkan shalat, menyakiti orangtua, membenci Allah, melakukan hukum selain hukum Allah dan memakan harta orang dengan menipu, membohongi, riba dan lain sebagainya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Mengajarkan anak-anak&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt; untuk meminta dan memohon pertolongan hanya kepada Allah semata&lt;/b&gt;, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam kepada anak pamannya: &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“&lt;b&gt;Jika kamu meminta sesuatu mintalah kepada Allah, dan jika kamu memohon pertolongan mohonlah kepada Allah.” &lt;/b&gt;(HR. At-Tirmidzi).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana Mendidik Anak Kita&lt;br /&gt;
pandangan islam terhadap kekerasan dalam rumah tangga rumahku&lt;br /&gt;
kekerasan terhadap wanita bukan perkara gender rumahku surgaku&lt;br /&gt;
2010 anak paud&lt;br /&gt;
2010 pendidikan paud&lt;br /&gt;
2010 permainan anak paud&lt;br /&gt;
Bagaimana Mendidik Anak Kita&lt;/div&gt;
</description><link>https://tips-terbaik-bagaimana-mendidik-anak.blogspot.com/2010/06/bagaimana-mendidik-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ibu PERSIT)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHtQAfYpNwrtFRLOkVFBovdsSDrqnBI7e8kn-5BUtlnZHSiVNFKVuu7jeiMbrb465da6a1xlP493BNe6t50KX2j7dIw0TWTI59su8ly4hNlxiqMNOxRIxIuu7iROI4IF2VujHgg9raTZsy/s72-c/Bagaimana+Mendidik+Anak+Kita.jpg" width="72"/></item></channel></rss>