<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641</id><updated>2024-11-05T18:46:47.782-08:00</updated><category term="Refleksi"/><category term="Sejarah"/><category term="Cerpen"/><title type='text'>bakrilogica</title><subtitle type='html'>Memburu &quot;dzarrah&quot; yang diridhai oleh Allah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-2719444490228713494</id><published>2019-03-08T09:54:00.000-08:00</published><updated>2019-03-08T09:54:09.661-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Kuabadikan Namamu (Untuk yang Meyakini, Bahwa Cinta Tak Harus Memiliki)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Serahkan perempuan itu, dan kau tidak usah turut campur urusan kami!”, ucap Pangeran Guru pada Ki Tinggil, yang sedang berdiri membelakangi Nyai Endang Darma. “Tolonglah aku Tuan, aku mohon jangan kau turuti kemauannya.”, Endang Darma memelas pada Ki Tinggil. Di bawah tebalnya mendung langit Pedukuhan Cimanuk kala itu, Ki Tinggil merasa bingung. Namun setelah berdoa sejenak, hati kecilnya berbicara, bahwa ia harus bersikukuh membela Nyai Endang Darma. “Cepat serahkan!”, Pangeran Guru memaksa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Tidak! Dia tamu kami. Aku tidak akan membiarkan dia dalam bahaya.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Berarti kau lebih memilih pertempuran.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Kalau itu memang harus, akan aku lakukan.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertempuran tak dapat dihindarkan, meski di hujan lebat dan petir yang saling menyambar. Dan ternyata Ki Tinggil tidak terlalu kuat menahan serangan Pangeran Guru. Ia jatuh tersungkur dan tak mampu lagi berdiri. Hujan makin lebat. Saat Pangeran Guru hendak mengeluarkan jurus yang terakhir, seseorang datang menghalaunya. Seseorang itu adalah Raden Arya Wiralodra, laki-laki ksatria yang gagah berani lagi perkasa. Laki-laki dari negeri Bagelen, yang pertama kali mendirikan Pedukuhan Cimanuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Siapa lagi kau? Tidak perlu ikut campur urusanku jika tidak ingin mati!”, Pangeran Guru mengancam. “Aku adalah Kuwu Pedukuhan ini, dan kau telah membuat onar di sini. Maka sekarang kau berurusan dengan aku!”, jawab Arya Wiralodra.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meski hujan telah reda, tapi pertempuran lagi-lagi terjadi. Kali ini, Pangeran Guru yang benar-benar kewalahan menghadapi Arya Wiralodra. Ketika Pangeran Guru hampir tumbang, 24 pasukannya mengeroyok Arya Wiralodra secara bertubi-tubi. Hal itu membuat Arya Wiralodra kehilangan kendali, sehingga ia langsung mengeluarkan ajian pamungkas dengan senjatanya, Cakra Udaksana. Pangeran Guru beserta 24 pasukannya itu seketika luluh lantak. Arya Wiralodra dengan segera memerintahkan warga pedukuhan untuk menguburkan 25 mayat tersebut di lahan yang khusus, dan dinamai dengan Makam Selawe.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nyai Endang Darma adalah wanita yang rupawan. Matanya jernih seperti embun di pagi hari. Wajahnya cerah bagaikan bulan purnama. Sosok wanita muda yang sempurna. Lekuk tubuhnya sangat indah. Lelaki manapun pasti tak sanggup menahan ketertarikan padanya. Begitu pula dengan Raden Arya Wiralodra, ia tak kuasa menahan gejolak asmara di hatinya, saat ia melihatnya pertama kali. Meskipun ia adalah pendekar pilih tanding, beribu-ribu lawan dapat ia kalahkan, namun tetap kalah dengan cinta. Karena laki-laki sejati adalah ia yang masih peduli terhadap perasaan, baik perasaan dirinya sendiri, terlebih perasaan orang lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah bertahun-tahun mengembara, menunaikan pesan ayahnya untuk menemukan Kali Cimanuk dan membangun pedukuhan, semuanya berhasil dilakukan tanpa hambatan yang berarti. Kemudian Tuhan membawanya pada fase hidup lainnya, keadaan yang mungkin sama rumitnya dengan menemukan suatu tempat dan membangun kerajaan. Fase tersebut merupakan proses bagi seorang raja menemukan permaisurinya. Fase yang pernah dijalani oleh Yusuf dengan Zulaikha, Sulaiman dengan Balqis, Muhammad dengan Khadijah, dan lainnya, meskipun mereka memiliki suratan cintanya masing-masing. Tentunya, Arya Wiralodra juga memiliki suratannya sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi seorang Arya Wiralodra, pada dasarnya meminang perempuan adalah hal yang mudah. Tapi benar menurut Sujiwo Tejo, “Menikah adalah nasib, mencintai adalah takdir, kau bisa menikahi siapa, tapi tak bisa kau rencanakan cintamu itu untuk siapa”. Tuhan memiliki skenario sendiri, Ia mengirim Endang Darma dan membuat Wiralodra jatuh cinta, membikin beberapa kesulitan yang tidak ringan. Tuhan ingin agar Wiralodra menjalani proses dengan segala bentuknya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meski di sore hari, matahari masih bersinar dengan gagahnya. Ditemani arus kali Cimanuk yang riuh rendah, Arya Wiralodra dan Endang Darma berdiri saling membelakangi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Sejak pertama aku melihat Nyai, jantungku berdebar cepat, seakan ada lonceng yang berbunyi dalam dada ini. Sejak saat itu juga, aku tidak lagi berani melihat nyai, apalagi mata nyai.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Raden adalah seorang ksatria linuwih, ribuan musuh dapat Raden hadapi dengan mudah sekali, mengapa menatap aku saja tidak berani? Apa karena Raden mencintaiku?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Maukah Nyai menjadi permaisuri di daerah ini?”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Apakah Raden bersedia bertanding kanuragan dengan aku?”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Jika itu memang syaratnya, akan aku lakukan meski dengan berat hati.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Entahlah, Endang Darma ingin menguji keberanian calon suaminya terlebih dulu, atau memang benar itulah darma hidupnya, harus dikalahkan oleh orang yang mencintainya dalam suatu perkelahian. Perang tanding tak bisa terelakkan. Menjalani darmanya sebagai pendekar, Wiralodra tidak pernah setengah-setengah dalam pertarungannya, dengan siapapun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meski Endang Darma juga adalah juga seorang pendekar yang linuwih, setelah berlama-lama adu ajian dengan sang Raden, tenaganya habis, ia tak mampu lagi melawan serangan Wiralodra. Endang Darma pun terkapar lemas, Wiralodra menghentikan serangan dan menghampirinya, ia mendekati wajahnya untuk berbicara dengan sang Nyai. Namun tiba-tiba Endang Darma juga mendekatkan wajahnya, dan ciuman pun terjadi. Mereka berdua dibawa terbang oleh asmara. Setelah hal tersebut berlalu dalam beberapa detik, mereka saling berhadapan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Aku juga mencintaimu, Raden. Tapi maafkan, aku harus pergi. Menikahlah dengan perempuan yang lebih baik, perbanyaklah keturunan. Meski kita saling mencintai, tapi cinta kadang tidak harus saling memiliki.”, ucap Endang Darma. Belum sempat Arya Wiralodra menjawab kalimat-kalimat Endang Darma, perempuan itu langsung bergegas terjun ke Kali Cimanuk. Arya Wiralodra tak sanggup mengejarnya. Hanya mampu berdiri dengan deraian air mata, menatapi arus sungai yang membawa pujaan hatinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Esok harinya, Arya Wiralodra mengumpulkan seluruh penduduk dan mengumumkan, bahwa pedukuhan Cimanuk berganti nama menjadi “Darma Ayu”. Ia mengabadikan cintanya pada Endang Darma, dengan mengabadikan namanya. []&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;*Cerpen ini pernah dimuat di Buletin Terobosan (Media Mahasiswa Kairo) edisi cetak, dan edisi online di terobosan.co&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/2719444490228713494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2019/03/kuabadikan-namamu-untuk-yang-meyakini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/2719444490228713494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/2719444490228713494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2019/03/kuabadikan-namamu-untuk-yang-meyakini.html' title='Kuabadikan Namamu (Untuk yang Meyakini, Bahwa Cinta Tak Harus Memiliki)'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-4830996468350683049</id><published>2016-09-08T11:30:00.000-07:00</published><updated>2016-09-10T04:30:43.274-07:00</updated><title type='text'>Desa dan Kenyamanan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apabila harus memilih untuk tinggal di desa atau di kota, aku akan memilih untuk tinggal di desa. Karena di sana aku lebih merasakan kenyamanan. Suasananya, masyarakatnya, kehidupannya, sangat membuat aku nyaman.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari kecil hingga remaja, aku pun tinggal di desa. Namun pada beberapa tahun ini, aku harus tinggal di perkotaan, bahkan di luar negeri. Menjalani kehidupan yang begitu sibuk dan padat. Orang-orang yang keras, dan suasana yang angkuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasa rindu akan kehidupan desa dan kenyamanannya seringkali hinggap di hati. Maka sesekali mesti pulang ke desa, meskipun bukan desa sendiri. Dan saat ini, aku sedang dalam perjalanan menuju desa Rohawi, provinsi Giza - Mesir.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Stasiun Kairo, 8 September 2016&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/4830996468350683049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/09/desa-dan-kenyamanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4830996468350683049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4830996468350683049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/09/desa-dan-kenyamanan.html' title='Desa dan Kenyamanan'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-5013656540343014284</id><published>2016-03-01T04:26:00.000-08:00</published><updated>2016-09-10T04:26:47.553-07:00</updated><title type='text'>Sore ke Malam di Kampung Halaman</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku rindu bau debu yang disiram air hujan. Aku rindu kampung halaman. Rindu tanah liat yang kujadikan patung kecil dan mobil-mobilan. Waktu sore yang asyik untuk bermain. Kemudian ibu memanggil untuk mandi dan makan. Ayah mengajak ke masjid. Mengaji alquran sambil digigiti nyamuk-nyamuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku rindu malam yang hening bersama tetesan hujan. Lembab bergemericik pada genangan air yang terinjak sandal. Obrolan para pemuda yang membuatnya hidup. Lampu-lampu jalanan yang dikerumuni oleh laron-laron. Hujan pun jatuh di malam hari. Bersama kilat dan sambaran petirnya yang mendebarkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/5013656540343014284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/03/sore-ke-malam-di-kampung-halaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/5013656540343014284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/5013656540343014284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/03/sore-ke-malam-di-kampung-halaman.html' title='Sore ke Malam di Kampung Halaman'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-328823485177895620</id><published>2016-02-18T08:48:00.001-08:00</published><updated>2016-02-18T08:48:55.086-08:00</updated><title type='text'>Cinta itu datangnya selalu dengan baik-baik, tapi entah kenapa, terkadang perginya dengan cara yang tidak baik.</title><content type='html'></content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/328823485177895620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/02/cinta-itu-datangnya-selalu-dengan-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/328823485177895620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/328823485177895620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/02/cinta-itu-datangnya-selalu-dengan-baik.html' title='Cinta itu datangnya selalu dengan baik-baik, tapi entah kenapa, terkadang perginya dengan cara yang tidak baik.'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-4736998955460372284</id><published>2016-02-18T00:11:00.001-08:00</published><updated>2016-02-18T00:11:59.185-08:00</updated><title type='text'>Cinta itu bukan teori apalagi kalkulasi. Cinta itu murni anugrah Tuhan. Tanpa sebab, tanpa alasan.</title><content type='html'></content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/4736998955460372284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/02/cinta-itu-bukan-teori-apalagi-kalkulasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4736998955460372284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4736998955460372284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/02/cinta-itu-bukan-teori-apalagi-kalkulasi.html' title='Cinta itu bukan teori apalagi kalkulasi. Cinta itu murni anugrah Tuhan. Tanpa sebab, tanpa alasan.'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-5413577110478870947</id><published>2016-01-24T21:07:00.001-08:00</published><updated>2016-01-24T23:24:44.426-08:00</updated><title type='text'>Giliran Kakiku yang Diuji</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;blogaway-section&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ujian adalah salahsatu batu loncatan besar, yang harus dilalui seseorang, agar dapat menempuh perjalanan selanjutnya. Ujian di kampus telah selesai, tapi giliran kakiku yang diuji. Semoga ia semakin kuat, untuk berjalan sejauh-jauhnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sudah sekian hari, bahkan beberapa bulan ini, saya tidak bermain futsal. Sore tadi, saya baru bermain lagi, bersama teman-teman satu kost-an. Itung-itung refreshing setelah ujian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya bertandang menjadi penjaga gawang. Nah, saat menghalau lawan, kaki kiri saya tertahan oleh kaki sang lawan, dan terhentak. Lumayan sakit. Sepertinya keseleo. Setelah itu, jalan saya jadi agak pincang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Malamnya, saya harus bertugas menjadi sopir ke bandara. Karena keseleo, saya jadi tidak pede. Tapi bismillah saja. Alhamdulillah perjalanan lancar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun di perjalanan, saat laju mobil agak kencang, tiba-tiba di depan ada polisi tidur. Sontak kaki kiri saya langsung menginjak rem dan menahannya. Dan rasa sakitnya lumayan terasa di lutut. Tapi alhamdulillah semua penumpang baik-baik saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kairo, 23 Januari 2016&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/5413577110478870947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/01/giliran-kakiku-yang-diuji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/5413577110478870947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/5413577110478870947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/01/giliran-kakiku-yang-diuji.html' title='Giliran Kakiku yang Diuji'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Atlantic Ocean</georss:featurename><georss:point>0 0</georss:point></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-7195507489481996311</id><published>2016-01-20T13:04:00.000-08:00</published><updated>2016-01-24T21:19:20.473-08:00</updated><title type='text'>Belajar, Berdoa, Ujian, Tawakkal</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;blogaway-section&quot;&gt;&lt;p&gt;Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat ilahi robbi, saya panjatkan setinggi-tingginya. Ujian term awal telah selesai saya lalui. Langkah saat ini adalah bertawakkal, menyerahkan urusan sepenuhnya kepada Allah ta&#39;ala. Karena ialah dzat yang maha adil, lagi maha menentukan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Dalam menyikapi ujian di kampus, kami biasa menganut teori: belajar, berdoa, kemudian bertawakkal. Adapula yang menambahinya dengan bersedekah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Belajar adalah kewajiban kami sebagai mahasiswa. Berdoa adalah hal yang sepatutnya dilakukan oleh orang yang beriman. Dan bertawakkal, adalah puncak daripada iman. Ketika seorang hamba merasa bahwa sudah tidak ada lagi daya dan upaya, kecuali berharap akan ketentuan Allah setelahnya, yang memuaskan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Namun apabila Allah berkehendak lain, tidak sepatutnya bagi seorang hamba untuk tidak menerima. Tidak ada hak bagi seorang hamba untuk menolaknya. Orang yang bijak akan selalu mengambil hikmah yang terkandung dalam setiap kejadian, dalam setiap ketentuan Allah ta&#39;ala.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Akhirnya, saya berharap, semoga hasil daripada ujian yang telah saya lalui ini, memuaskan. Semoga Allah sudi memberikan saya anugrah, dan mengizinkan saya untuk berbahagia merayakan kelulusan. Dan kepada segenap saudara dan saudari, juga sudi kiranya agar mengamini doa saya ini. Terima kasih :)&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Kairo, 20 Januari 2016&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/7195507489481996311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/01/belajar-berdoa-ujian-tawakkal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/7195507489481996311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/7195507489481996311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/01/belajar-berdoa-ujian-tawakkal.html' title='Belajar, Berdoa, Ujian, Tawakkal'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Atlantic Ocean</georss:featurename><georss:point>0 0</georss:point></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-7868346472818452725</id><published>2016-01-18T16:41:00.001-08:00</published><updated>2016-01-24T21:23:39.847-08:00</updated><title type='text'>Siuman dari Pingsan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;blogaway-section&quot;&gt;&lt;p&gt;Hari ini, saya menulis lagi untuk blog yang lama pingsan, yang tidak pernah diisi postingan. Selama satu tahun kemarin, saya hanya satu kali memposting tulisan. Bulan Januari. Ketika masa-masa ujian semester. Dan saat ini, juga sedang masa-masa ujian. Apa karena masa-masa ujian itu masa-masa galu sehingga terdorong untuk menulis. Oh tidak. Wah, jangan-jangan, saya hanya menulis di blog hanya pada masa-masa ujian (?) Oh tidak, semoga tidak.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Sesungguhnya, saya adalah orang yang sangat malas untuk menulis yang panjang-panjang. Saya lebih suka menulis yang pendek-pendek. Entahlah. Padahal, saya adalah mantan kru menulis salahsatu buletin mahasiswa Kairo, tapi yang selalu dikejar-kejar sama deadline. Saya sering telat menyelesaikan tugas menulis. Saya lebih suka menulis status di facebook yang terkesan pendek daripada menulis di blog yang terkesan banyak karakter tulisannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Saya bisa menulis, tapi saya tidak biasa menulis. Saya bisa membuat berbagai macam tulisan, tapi tentu agak lama prosesnya, karena saya tidak biasa melakukan itu. Pepatahnya, &amp;#8220;ala bisa karena biasa&amp;#8221;. Saat ini saya lebih sering mengedit tulisan orang daripada membuat tulisan sendiri. Saya sering mengedit tulisan teman-teman yang hendak dimuat di media, baik media cetak maupun media elektronik.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Entah lagi, saya lebih mau mengedit daripada membuat. Mungkin bagi saya, membuat itu lebih berat. Karena setiap kali mau menulis, saya seringkali kebingungan, akan dimulai darimana. Nah, ini salahsatu penyakit yang menghambat orang yang hendak menulis. Padahal, di forum-forum sharing kepenulisan, saya sering memberikan motivasi kepada teman-teman yang malas menulis karena penyakit ini. Oh tidak. Saya menasehati tapi saya sendiri begini. Ampun ya Allah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Sekarang, saya ingin membuat blog ini siuman dari pingsannya. Saya berharap agar saya bisa sering mengisi blog saya ini, agar tidak menjadi blog yang suwung, angker, tanpa isi, tanpa penghuni. Dan semoga bisa bermanfaat, khususnya untuk diri saya sendiri. Setidaknya, saya bisa membiasakan diri untuk terus menulis. Agar tidak hanya pintar sharing, tapi juga pintar mempraktekkan apa yang belum dan telah disampaikan kepada orang lain. :)&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Kairo, 19 Januari &lt;u&gt;2016&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/7868346472818452725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/01/siuman-dari-pingsan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/7868346472818452725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/7868346472818452725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2016/01/siuman-dari-pingsan.html' title='Siuman dari Pingsan'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Atlantic Ocean</georss:featurename><georss:point>0 0</georss:point></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-4291093622554472263</id><published>2015-01-04T16:37:00.000-08:00</published><updated>2015-04-30T16:37:44.942-07:00</updated><title type='text'>Bermimpi ke Alam Barzakh</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seorang guru bermimpi, ia berada di suatu alam, di mana setiap kali, banyak orang berkumpul untuk dibagi dan mendapatkan sesuatu, bahkan saling berebut satu sama lain. Suasananya benar-benar ramai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kemudian sang guru mendapati sepasang suami-istri, duduk berdua, seperti sedang bulan madu. Melihat mereka yang hanya bersantai, sementara yang lain sibuk, sang guru penasaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Kenapa bapak dan ibu tidak ikut berkumpul di sana?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Tidak, kami sudah punya bagian sendiri, dari anak kami.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Apa yang sebenarnya mereka dan kalian peroleh?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Pahala dari dunia. Itu untuk mencukupi kebutuhan kami di sini&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Maha suci Allah. Ternyata sang guru sedang berada di alam barzakh.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Kalau boleh saya tahu, siapa nama anak kalian?&quot;, sang guru penasaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Disebutkanlah nama anak mereka. Dan ternyata, anak itu adalah muridnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Esok harinya, sang guru mendo&#39;a, berharap agar segera dipertemukan dengan muridnya itu. Pengurus pesantren pun diminta untuk mencari alamat seorang alumni tersebut. Segala upaya dilakukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah mengetahui alamatnya, sang guru mendatangi rumahnya. Betapa kagetnya sang murid. Sang guru terbesar dalam hidupnya, datang berkunjung ke tempat tinggalnya yang sangat sederhana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Sekarang kerjamu apa, nak?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Saya sibuk berdagang di pasar, guru.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Kalau kamu sibuk begini, kapan nderes Qur&#39;an-mu?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Di pasar, ketika sedang menunggui dagangan, saya nderes Qur&#39;an sekalian mengirimkan bacaan itu untuk bapak dan ibu saya.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Semoga Allah semakin sayang padamu, nak&quot;, mata sang guru berkaca-kaca.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Si murid langsung menciumi telapak tangannya. Karena dengan tangan itulah hafalannya ditempa sehingga khatam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setahun berlalu, sang guru bermimpi kembali, di tempat itu lagi. Ia mendapati sepasang suami-istri yang dulu hanya bersantai, kini ikut berebut dibagikan pahala bersama orang-orang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sang guru bertanya,&quot;Kenapa bapak dan ibu kini ikut berebut?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Sudah tidak ada kiriman dari anak saya lagi&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Esoknya sang guru mendengar kabar bahwa si murid telah tiada. []&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
~~~&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cerita ini saya dapatkan dari seorang teman mengaji, pada salahsatu ponpes tahfidz di Jawa Tengah. Semoga sang guru semakin disayang Allah, selalu diberi kesehatan, dipanjangkan umurnya. Aamiin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cairo di ufuk fajar, 4 Januari 2014&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
*Ditulis dengan mengerahkan segenap ingatan. Bagi teman-teman yang hafal ceritanya, mohon perbaikan. :)&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/4291093622554472263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2015/01/bermimpi-ke-alam-barzakh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4291093622554472263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4291093622554472263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2015/01/bermimpi-ke-alam-barzakh.html' title='Bermimpi ke Alam Barzakh'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-7512200887342804179</id><published>2014-08-21T16:34:00.000-07:00</published><updated>2015-04-30T16:36:50.724-07:00</updated><title type='text'>Anyer 10 Maret dan Soundrenaline 2013</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Leadscale Pay pada Anyer 10 Maret sangat berbeda dengan Abdee. Begitu pula dengan solopiano Indra Q dan Ridho, terasa bedanya. Karakter Kaka pun menguat ketika onstage bersama Indra Q dan Pay. Soundrenaline 2013 Yogyakarta, para Slankers berteriak histeris dan tidak sedikit dari mereka yang juga menangis. Mungkin karena momen yang langka, yaitu reuni Anyer 10 Maret.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pasca berpisah dari Slank, Bongky, Indra Q dan Pay mendirikan band baru, BIP. Karakter musiknya mirip dengan Slank. Mereka pun mencari vokalis yang karakternya mirip dengan Kaka. Dan akhirnya menemukan Ipang Lazuardi. Slank memang identik dengan blues dan rock, tapi seakan-akan Slank sudah menjadi aliran musik tersendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Anyer 10 Maret adalah lagu legendaris yang jamak diketahui bahwa lagu tersebut diciptakan oleh Bimbim dan Kaka di pantai Anyer, pada hari ulangtahun Kaka, 10 Maret. Diceritakan oleh Bimbim di majalah HAI, bahwa Anyer 10 Maret adalah lagu tentang patah hati, dimana mereka berdua menghabiskan malam ulangtahun di pantai setelah berpisah dengan sang kekasih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun cerita Bimbim seakan terbantahkan oleh tulisan salah seorang Slankers, Nuran Wibisono di blog-nya. Ia telah mendengarkan sendiri cerita dari Bunda Iffet, bahwa Anyer 10 Maret diciptakan sendiri oleh Kaka. Lagu itu adalah ungkapan rindu Kaka kepada ibunya, Hiruna, yang telah meninggal saat Kaka berumur 6 tahun.&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/7512200887342804179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2015/04/anyer-10-maret-dan-soundrenaline-2013.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/7512200887342804179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/7512200887342804179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2015/04/anyer-10-maret-dan-soundrenaline-2013.html' title='Anyer 10 Maret dan Soundrenaline 2013'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-4027258283267559922</id><published>2013-12-20T10:57:00.004-08:00</published><updated>2013-12-20T10:57:47.218-08:00</updated><title type='text'>Bundaran Tahrir dan Perempatan Rab’ah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada hari Selasa 25 Januari 2011, rakyat Mesir terutama para pemuda 
berjejalan memenuhi lapangan Tahrir untuk melakukan aksi demonstrasi 
menuntut agar Hosni Mobarak mengakhiri jabatannya sebagai presiden. 
Gerakan yang bermula dari Facebook dan Twitter itu akhirnya berhasil 
setelah selama 18 hari melakukan demonstrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan Tahrir 
menjadi saksi sejarah berakhirnya 30 tahun kepemimpinan Hosni Mobarak 
pada hari Jum’at 11 Februari 2011. Lalu kepemimpinan Mesir dipegang 
sementara oleh militer. Selanjutnya, Pemilu diselenggarakan pada tahun 
berikutnya, 2012. Kemudian terpilihlah Morsi sebagai presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan
 Tahrir adalah simbol kekuatan, kekuasaan dan kemerdekaan rakyat Mesir. 
Setiap demonstrasi besar dilakukan di sana. Dari revolusi tahun 1919, 
tahun 1935, 1952, 1977,hingga revolusi 25 Januari 2011 yang menumbangkan
 rezim Mobarak. Bahkan demonstrasi 30 Juni&amp;nbsp; tahun ini yang menjadi jalan
 bagi militer untuk menurunkan Presiden Morsi pada 3 Juli, juga diawali 
dari lapangan Tahrir. Awal mulanya lapangan ini bernama Ismailia, 
kemudian berganti menjadi Tahrir dan nama tersebut diresmikan pada 
revolusi 23 Juli 1952.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, lapangan Tahrir adalah 
bundaran yang terletak di pusat kota Kairo yang mempertemukan sekitar 
lima jalan besar, yakni&amp;nbsp; Jalan Tahrir, Meret Basha, Talaat Harb, Abd 
el-Qader Hamza dan jalan al-Kasr al-Aini yang sekarang ditutup. Lapangan
 Tahrir adalah bundaran yang paling luas di Mesir. Di sekitarnya 
terdapat bangunan-bangunan serta tempat-tempat penting, seperti Museum 
Mesir, Universitas Amerika Kairo, gedung pemerintahan yang biasa disebut
 Mugamma’, markas Liga Arab, bekas gedung Kementrian Luar Negeri, Hotel 
Hilton, Masjid Umar Makram, Stasiun Sadat dan gereja injili Qasr 
el-Dobara, serta terdapat pula kantor-kantor Kedubes asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah
 setahun lamanya pemerintahan Morsi, pada 30 Juni 2013, rakyat yang 
antiMorsi turun kembali ke lapangan Tahrir untuk meminta Morsi agar 
lengser dari jabatannya. Demonstrasi kali ini adalah yang terbesar di 
Mesir dalam catatan sejarah. Karena bukan hanya terjadi di Tahrir saja, 
melainkan juga di sekitar istana kepresidenan juga di kota-kota selain 
Kairo. Di samping itu, ada pula yang melakukan demonstrasi mendukung 
Morsi di lapangan Rab’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Morsi diturunkan oleh&amp;nbsp; 
militer pada hari 3 Juli 2013. Namun setelah Morsi lengser, masalah 
tidak selesai begitu saja. Karena para pendukung Morsi dari Ikhwanul 
Muslimin (IM) masih bertahan melakukan demonstrasi di lapangan Rab’ah 
sampai saat ini. Mereka menginginkan agar Morsi tidak diturunkan dan 
kembali menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan Rab’ah terletak di Nasr City.
 Lapangan ini sebenarnya adalah perempatan atau persimpangan dua jalan 
raya, yaitu jalan Nasr dan jalan el-Tayaran. Luasnya tidak seluas 
lapangan Tahrir. Dan disana pun tidak ada bundaran. Di sekitarnya 
terdapat markas militer, masjid Rab’ah, Tiba Mall dan bangunan-bangunan 
apartemen rumah warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kali ini adalah pertama kalinya 
lapangan Rab’ah dijadikan tempat demonstrasi. Perempatan Rab’ah ini 
termasuk titik lalu lintas yang penting. Banyak dilalui oleh 
angkutan-angkutan umum baik bus besar, bus mini maupun microbus. Namun 
sejak&amp;nbsp; persimpangan Rab’ah ini dijadikan tempat demo, lalu lintas umum 
dialihkan ke jalan raya Youssef Abbas dan jalan-jalan kecil di 
sekitarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
*Tulisan ini pernah dimuat di www.republika.co.id pada Senin, 29 Juli 2013&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/4027258283267559922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/12/bundaran-tahrir-dan-perempatan-rabah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4027258283267559922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4027258283267559922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/12/bundaran-tahrir-dan-perempatan-rabah.html' title='Bundaran Tahrir dan Perempatan Rab’ah'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-4636833185171747557</id><published>2013-12-20T10:49:00.002-08:00</published><updated>2013-12-20T10:49:37.919-08:00</updated><title type='text'>Tata Kutuk-Mengutuk</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah menanti berhari-hari di pantai Air Manis, akhirnya pada suatu
pagi, Mande Rubayah melihat sebuah kapal di kejauhan lepas pantai. Semakin
dekat, semakin jelas bentuk-rupa kapal tersebut. Besar dan megah. Bersandarlah
kapal itu di pelabuhan. Orang-orang desa berdatangan lalu berdesakan menyambut
pemuda tampan nan kaya raya bersama istrinya yang turun dari kapal tersebut.
Semua bersalaman. Mande Rubayah pun turut berdesakan. Ia merasa yakin bahwa
pemuda itu adalah anaknya, Malin Kundang. Tanpa ragu, ia langsung memeluknya
erat-erat sambil berteriak dengan suara serak tangis bahagianya. Mande Rubayah
sangat berbahagia karena bertemu kembali dengan anaknya yang telah pergi lama. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
“Malin Kundang anakku, mengapa begitu lama kau tinggalkan ibumu ini?”
Malin kemudian terpana dengan wanita tua itu. Sebelum ia sempat berpikir,
istrinya yang cantik disampingnya berkata, “Cuih! Wanita tua nan buruk inikah
ibumu? Mengapa kau bohongi aku? Bukankah dulu kau katakan bahwa ibumu adalah
bangsawan terhormat?” Mendengar kata-kata istrinya, Malin langsung mendorong
wanita tua itu hingga tersungkur pasir. “Malin, anakku. Aku ini ibumu, nak..”
Malin tak menghiraukannya. “Hai wanita tua! Ibuku tidak miskin dan kumuh
seperti kau!”, kata Malin sambil menunjuki wanita tua tersebut. Malin kemudian
pergi berlayar kembali bersama istri dan para anak buahnya. Mande Rubayah
sangat sakit hati karena diperlakukan seperti itu oleh anaknya sendiri.
Sejenak, tangannya ditengadahkan ke langit. Lalu berseru, “Ya Tuhan, kalau dia
benar anakku, aku ingin Engkau mengutuknya menjadi batu.” Tidak lama kemudian,
cuaca hitam memendung. Hujan turun dan seketika badai besar menghantam kapal
Malin Kundang. Kapalnya hancur berkeping-keping dan Malin Kundang terpental ke
pantai. Do’a Mande Rubayah dikabulkan. Malin Kundang berubah menjadi batu
berbentuk manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau sempat dianalisa secara mendalam, dalam cerita di atas terdapat
pelajaran penting, yakni tentang penyebab kedurhakaan Malin Kundang terhadap
ibu kandungnya sendiri. Tidak lain penyebab itu adalah perempuan, yaitu
istrinya sendiri. Malin Kundang terpengaruh oleh ejekan istrinya. Sehingga ia
tidak mau mengakui ibunya yang merupakan wanita miskin lagi renta. Karena dahulu
ia pernah bercerita kepada istrinya bahwa ibunya adalah bangsawan kaya raya,
terhormat lagi kesohor di penjuru negeri. Walaupun memang kerap ditemukan bahwa
dosa atau kesalahan laki-laki sering disebabkan oleh godaan perempuan, akan
tetapi disini, penulis tidak akan menjelaskan itu, melainkan penulis akan
mencoba membahas tentang kutuk-mengutuk. Dan penggalan cerita Malin Kundang di
atas adalah salahsatu contoh bagaimana kutukan itu terjadi, meskipun cerita
tersebut tidak seratus persen faktual.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “kutuk” memiliki arti doa
atau kata-kata yang dapat mengakibatkan kesusahan atau bencana kepada
seseorang; ataupun kesusahan atau bencana yang menimpa seseorang disebabkan doa
atau kata-kata yang diucapkan orang lain; dan bisa pula disebut “laknat” atau
“sumpah”. Jadi, mengutuk adalah mengatakan (mengenakan) kutukan kepada orang
lain; begitu juga dengan melaknat dan menyumpahi. Di sana dibenarkan pula jika
kata “kutuk” digunakan untuk menyatakan buruk atau salah pada seseorang. Akan
tetapi, penulis lebih sepakat pada pengartian yang pertama. Dengan catatan,
tata pelaksanaannya sesuai dengan cerita Malin Kundang di atas, yakni dengan
melibatkan Tuhan sebagai pihak yang mengesahkan kutukan. Si pengutuk pun harus
benar-benar mencapai derajat orang yang sangat dizalimi dan disakiti oleh orang
yang akan dikutuk itu. Kutukan pun seyogyanya ditentukan, yakni si objek hendak
dikutuk menjadi apa atau akan mengalami hal buruk apa. Walaupun dalam tatanan
praktisnya, Tuhan-lah yang menentukan. Jadi, hasil kutukan itu diserahkan
kepada Tuhan sepenuhnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
Dewasa ini sering sekali ditemukan pernyataan-pernyataan yang berisi
kutuk-mengutuk, baik dilakukan oleh para pribadi maupun kelembagaan. Ketika ada
kejadian dan itu dilakukan oleh pihak ataupun seseorang yang menurut mereka hal
tersebut tidak layak terjadi, mereka serta-merta mengeluarkan
pernyataan-pernyataan kutukan. Dan orang-orang pun turut mengutuk di sana-sini.
Seakan begitu mudahnya orang mengeluarkan kutukan. Padahal mengutuk adalah
sesuatu yang amat rumit, seperti yang telah dijelaskan. Si pengutuk harus dalam
kapasitasnya. Sedang mereka yang mudah mengutuk, sudahkah dalam kapasitasnya?
telahkah punya hak untuk mengutuk? layakkah? sudahkah mereka menyadari dan
mengaca diri sebelumnya? telahkah mempertimbangkan akibatnya?
Pertanyaan-pernyataan ini harus dijawab dengan positif dan matang sebelum
mengutuk.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
Anehnya, yang mengumbar kutukan dimana-mana ini adalah orang-orang dan
lembaga-lembaga yang orang-orangnya beragama Islam. Kadang, yang dikutuk pun
adalah yang beragama Islam. Tentunya ini akan memperburuk citra Islam di mata
dunia. Orang Islam seharusnya memperindah Islam di mata dunia sebagai laku
dakwah. Bukan justru memperburuknya sehingga mempersulit laju dakwah Islam. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa nabi Muhammad SAW pernah
menyayangkan kematian seorang yahudi yang notabenenya akan masuk ke neraka.
Beliau menyayangkan karena seorang yahudi tersebut tidak masuk Islam terlebih
dahulu sebelum matinya hingga nantinya masuk ke sorga. Begitulah keteladanan
Nabi dalam dakwah, memiliki rasa kasih dan sayang pada siapapun tak pandang
bulu. Tidak malah merasa puas dan memaki-maki seorang yahudi yang meninggal itu
karena tidak masuk Islam. Disebutkan pula bahwa Umar bin Khatthab dulu sebelum
masuk Islam, dia adalah orang yang sangat sering menghina Islam. Begitu pula
dengan Khalid bin Walid, sebelum menjadi muslim, dia turut berperang melawan
Nabi dan pasukan kaum muslimin. Apabila saat itu Nabi membalasnya dengan
kutukan bertubi-tubi, tentu dua orang itu tidak akan pernah masuk Islam dan
menjadi orang yang sangat berjasa pada Allah dan Rasul-Nya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
Hiruk-pikuk pernyataan kutuk-mengutuk yang berlalu-lalang saat ini
tidak penulis anggap sebagai kutukan. Melainkan tidak lebih dari umpatan dan
kecaman semata. karena derajatnya tidak setara dengan Mande Rubayah atas
tragedi durhaka Malin Kundang. Bagi penulis, kutuk-mengutuk adalah sesuatu yang
amat sakral.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
*Tulisan ini pernah dimuat di Buletin HIROGLIF LSBNU Mesir edisi Agustus 2013 &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/4636833185171747557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/12/tata-kutuk-mengutuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4636833185171747557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4636833185171747557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/12/tata-kutuk-mengutuk.html' title='Tata Kutuk-Mengutuk'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-7754971807993519807</id><published>2013-05-01T17:49:00.001-07:00</published><updated>2015-09-30T10:26:14.401-07:00</updated><title type='text'>Makhluk Allah yang Paling Mulia dan Dimuliakan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oleh: Moh. Hadi Bakri Raharjo&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menciptakan makhluk dan memberikan kadar kemuliaannya. Makhluk berarti segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah, bukan sebatas pada manusia saja, termasuk juga jin, malaikat, bebatuan, tanah dan semua ciptaan Allah. Jadi, diantara golongan maupun perseorangan makhluk Allah, ada diantara mereka yang paling mulia, ada pula yang paling hina, baik di dunia maupun di akhirat. Namun kesemuanya itu adalah ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, dan Allah sendiri yang memberi kadar timbangan kemuliaan. Allah pula mengharuskan para makhluknya untuk menghormati dan memuliakan diantara mereka yang paling mulia. Siapakah makhluk Allah yang paling mulia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara makhluk Allah yang paling mulia, secara umum, diantara manusia, jin dan malaikat, di dunia dan diakhirat, karena perilakunya yang baik dan sifatnya yang sempurna, adalah Nabi Muhammad SAW. Rasul utusan Allah SWT., yang paling utama. Orang Islam semuanya bersepakat akan keutamaan Nabi Muhammad SAW., diantara para makhluk lain. Bahkan kaum Muktazilah pun menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sebagian yang mengatakan –diantaranya: Imam Zamahksyari- bahwa malaikat Jibril as., adalah makhluk yang paling mulia dan lebih mulia dari Nabi Muhammad SAW. Diantara alasannya adalah karena malaikat Jibril adalah yang mengajari dan menjadi guru bagi Nabi Muhammad SAW. Namun pendapat ini tidak diterima oleh mayoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Muhammad SAW., pernah melarang orang lain agar jangan mengutamakan dan memuliakan dirinya diantara para nabi. Seperti yang telah disebutkan dalam hadis: “Janganlah kalian mengutamakanku diantara para nabi yang lain!”. Ada pula dalam hadis lain: “Janganlaha kalian mengutamakanku atas Yunus!”. Disebutkan pula: “Janganlah kalian memilihku atas Musa!”, dan banyak lagi hadis-hadis yang serupa. Ada sebagian yang berpendapat bahwa kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Nabi Muhammad tersebut adalah menunjukkan bahwa beliau benar-benar tidak lebih mulia dari nabi-nabi yang lain. Ada pula yang berpendapat bahwa Nabi Muhammad berkata seperti itu karena beliau belum mengetahui bahwa dirinyalah yang paling utama dan mulia di muka bumi. Akan tetapi pendapat yang paling disepakati dan diterima oleh mayoritas adalah: bahwa Nabi Muhammad mengatakan begitu adalah bermaksud menjaga adab dan tata krama serta merendah diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keutamaan dan kemuliaan yang ada pada Nabi Muhammad SAW., adalah merupakan pemberian dari Allah SWT., dan bukan merupakan kekhususan yang datang dari Nabi sendiri. Dalam artian, bukan karena tingkah laku Nabi yang mulia, melainkan karena kemuliaan yang diberikan Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Nabi Muhammad SAW., selanjutnya makhluk Allah yang paling mulia adalah para Nabi yang lain. Maka derajat kemuliaannya dibawah Nabi Muhammad SAW. Siapakah nabi-nabi yang paling mulia setelah Nabi Muhammad itu? Mereka adalah nabi-nabi yang biasa disebut dengan Ulul Azmi, yaitu nabi-nabi yang paling berat ujian kesabarannya. Secara berurutan, mereka adalah: Nabi Ibrahim as., Nabi Musa as., Nabi Isa as., dan Nabi Nuh as. Dan setelah Ulul Azmi, yang paling mulia adalah para Rasul, yang diperintahkan Allah untuk menyampaikan risalah. Kemudian para Nabi, yaitu para manusia pilihan Allah namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan risalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, makhluk Allah yang paling mulia setelah Nabi Muhammad, para Rasul dan para Nabi, adalah: para Malaikat Allah. Diantara para malaikat Allah pula ada yang lebih diutamakan, yaitu para pemimpin mereka, yakni: Malaikat Jibril dan Malaikat Mika’il. Dan Malaiakat Jibril lebih diutamakan daripada Malaikat Mika’il menurut mayoritas. Selanjutnya para malaikat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malaikat adalah Jism yang lembut bersifat cahaya serta mampu berubah bentuk menjadi apapun. Ada yang bernaung di langit, ada pula yang bernaung di bumi. Namun malaikat yang bernaung di langit lebih banyak daripada yang di bumi. Malaikat tidak disifati dengan sifat laki-laki maupun perempuan. Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa malaikat itu adalah laki-laki, maka dia dihukumi fasiq. Barangsiapa yang menganggap bahwa malaikat itu adalah perempuan, maka dia dihukumi kafir. Dan barangsiapa yang menghukumi bahwa malaikat itu adalah khuntsa (campuran antara laki-laki dan perempuan), maka dia dihukumi kafir, karena telah merendahkan malaikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Maturidiyah, para Nabi lebih mulia daripada para pemimpin malaikat, seperti Jibril dan Mika’il. Para pemimpin malaikat lebih utama daripada manusia yang cerdas, yaitu para wali Allah selain para Nabi, seperti: Abu Bakar ra., dan Umar ra. Dan mereka para wali lebih mulia daripada para malaikat selain para pemimpinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat Maturidiah di atas menuai kontroversi, karena mengutamakan yang bukan maksum daripada yang maksum. Maksum adalah makhluk yang dijaga oleh Allah dari perbuatan dosa. Maturidiyah mengutamakan wali Allah yang bukan maksum daripada malaikat yang maksum. Akan tetapi, mereka (maturidiyah) menjawab bahwa: ihwal maksum tidak ada hubungannya dengan pengutamaan dan pemuliaan, karena yang dilihat adalah: pahala yang didapatkan dari ibadah. Para wali Allah lebih banyak mendapat pahala dalam beribadah daripada para malaikat, karena tingkat kesulitan para wali Allah lebih tinggi daripada malaikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya, telah disepakati bahwa: Nabi Muhamad SAW., adalah makhluk Allah paling utama dan mulia diantara para makhluk Allah yang lain secara mutlak. Selanjutnya adalah: para nabi yang bergelar Ulul Azmi, yaitu: Nabi Ibrahim as., Nabi Musa as., Nabi Isa as., dan Nabi Nuh as. Setelah itu, para Rasul utusan Allah dan para Nabi manusia pilihan Allah SWT. Kemudian malaikat Jibril as., malaikat Mika’il as., dan para pemimpin malaikat. Lalu para wali Allah, disusul para malaikat lainnya. Mereka adalah para makhluk Allah yang paling mulia dan dimuliakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Tuhfatul Muriid ‘alaa Jauharoh al-Tauhiid, karya Imam Ibrahim al-Bajuuri&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/7754971807993519807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/05/makhluk-allah-yang-paling-mulia-dan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/7754971807993519807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/7754971807993519807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/05/makhluk-allah-yang-paling-mulia-dan.html' title='Makhluk Allah yang Paling Mulia dan Dimuliakan'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-5734165446775469428</id><published>2013-04-20T17:04:00.004-07:00</published><updated>2013-12-20T10:30:21.373-08:00</updated><title type='text'>Pergerakan Perempuan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada masa itu, Raden Ajeng Kartini dikekang pergerakannya oleh feodalisme ayahnya. Namun kala itu pula, dia mampu menggugah kesadaran masyarakat pada saat itu, dengan merubah pola pikir keliru yang menyebutkan bahwa perempuan tidak perlu mengenyam pendidikan, dengan pola pikir maju yang menuntut kaum perempuan untuk juga merasakan pendidikan di sekolah. Tidak hanya di Sekolah Rendah, melainkan harus dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, seperti halnya kaum laki-laki. Menurutnya, pendidikan tinggi bagi kaum wanita itu sangat penting untuk kemajuan bangsa Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lambat laun, perempuan Indonesia dari satu ke dua orang dan seterusnya, berkat surat-surat yang ditulis oleh RA. Kartini dari dalam kamarnya untuk perempuan seluruh dunia, mereka membuka mata, mengangkat tangan, dan bergerak untuk memajukan kaum perempuan mewujudkan cita-cita Kartini. Hingga berawal dari Putri Mardika, sebuah organisasi formal perempuan yang didirikan di Jakarta pada tahun 1912, organisasi-organisasi formal perempuan pun bermunculan di berbagai daerah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kemajuan pergerakan perempuan di Indonesia sebelum tahun 1920 dapat dikatakan lamban karena kurangnya sekolah-sekolah untuk wanita pribumi, jikapun ada, kadang tidak diizinkan oleh orangtua, baik karena alasan agar para perempuan membantu orangtua di rumah, maupun karena alasan adat dan tradisi yang menganggap tabu akan keterlibatan perempuan dalam pergerakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sesudah tahun 1920 jumlah organisasi wanita bertambah banyak. Kesediaan mereka untuk terlibat dalam kegiatan organisasi makin meningkat dan kecakapan berorganisasipun bertambah maju. Hal ini&amp;nbsp; disebabkan karena kesempatan belajar makin meluas dan berkembang ke lapisan bawah. Dengan demikian jumlah wanita yang mampu bergerak di bidang sosial politik juga bertambah luas dan tidak lagi terbatas kepada lapisan atas saja. Oleh sebab semuanya itu, maka sesudah tahun 1920 dapat dilihat jumlah perkumpulan wanita bertambah banyak sekali, bahkan organisasi-organisasi sosial politik seperti P.K.I., S.I., NU dan Muhammadiyah mempunyai bagian wanita. Perkumpulan-perkumpulan itu mempunyai tujuan yang sama, ialah untuk belajar masalah kepandaian putri&amp;nbsp; yang khusus dan berperan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menjelang tahun 1928, organisasi wanita berkembang&amp;nbsp; lebih pesat. Sikap yang dinyatakan oleh organisasi-organisasi wanita pada waktu itu, umumnya lebih tegas, berani dan terbuka. Perkembangan ke arah politik makin tampak, terutama yang menjadi bagian dari S.I. (Sarekat- Islam), P.K.I. (Partai Komunis Indonesia), P.N.I. (Partai Nasional Indonesia) dan PERMI (Persatuan Muslimin Indonesia). Walaupun begitu, para perempuan ikut bahu membahu mengangkat senjata bersama laki-laki melawan penjajah. Dan ini merupakan inspirasi bagi generasi perempuan selanjutnya untuk melakukan sebuah gerakan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan dan ketidak-adilan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kebanyakan, tujuan daripada didirikannya organisasi pergerakan perempuan adalah untuk menggalakkan pendidikan dan pengajaran bagi wanita, perbaikan kedudukan sosial dalam perkawinan dan keluarga, serta meningkatkan kecakapan sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hari Ibu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Awalnya, 22 Desember 1928 adalah hari diselenggarakannya Kongres Perempuan. Kongres Perempuan Indonesia tingkat nasional yang pertama, yang diadakan pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta, dimana hampir 30 organisasi perempuan yang hadir pada saat itu. Kongres akbar yang menjadi fondasi pertama gerakan perempuan tersebut menghasilkan federasi organisasi yang bernama Persatoean Perempoean Indonesia (PPI) yang pada tahun berikutnya berubah nama menjadi PPII (Perikatan Perhimpunan Istri Indonesia).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
22 Desember adalah hari dimana perempuan memperoleh ruang keterlibatan dalam dialektika masyarakat, salahsatunya adalah keterlibatan dalam perjuangan kemerdekaan. Kemudian tanggal ini diperingati setiap tahun sebagai hari Ibu, yang terkesan sebatas hubungan antara ibu dan anak. Penyempitan makna ini merubah nyawa tanggal tersebut, dimana yang tadinya adalah nyawa sosial-politik dalam masyarakat, menjadi nyawa yang bersifat personal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Peranan seorang istri dan ibu “yang baik” sangat diutamakan, dan agar bisa mengemban tugasnya dengan baik kaum wanita dianjurkan untuk memperoleh pendidikan yang baik, dan mempelajari keterampilan yang sangat diperlukan seperti menjahit pakaian dan mengasuh anak. Pendidikan sangatlah penting bagi perempuan, karena peran ibu dalam mendidik anak sangatlah dominan dibanding ayah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Fenomena gerakan perempuan di tahun 1960-an dinisbahkan pada Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) sebuah organisasi perempuan yang kerap dinilai oleh banyak sejarawan adalah organisasi perempuan yang memiliki pemahaman ideologi kiri. Pada masa Sukarno, ideologi kiri adalah zeitgeist (jiwa zaman), Sukarno mengobarkan seluruh agenda-agenda politik dibawa ke pergerakan rakyat, rakyat diharuskan memiliki tingkat melek politik yang tinggi sehingga rakyat menjadi terlibat atas persoalan-persoalan nasional. Saat itu Gerwani menjadi corong utama atas kritik-kritik kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Seperti kenaikan harga BBM dan harga beras menjadi salah satu penyebab Gerwani kerap turun berdemo di jalan-jalan menuntut pemerintah menyelesaikan problem-problem yang menyulitkan rakyat banyak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada masa Orde Baru gerakan perempuan dikembangkan menjadi dua arah, pertama menjadi pelayan atas kepentingan birokrasi dan struktur kekuasaan yang menopang alur komando yaitu : Dharma Wanita, dan yang kedua, menjadi sumber beras bantuan pemerintah untuk kerja-kerja sukarelawan, gerakan ini dinamakan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sementara Dharma Wanita dan PKK menjadi inti pergerakan perempuan yang dikendalikan oleh negara, maka kenangan akan hari ibu didomestifikasi, pada tahun 1950-an maksud Sukarno menjadikan hari jadi 22 Desember sebagai hari Ibu, dari sisi pemaknaan dikarenakan soal ‘redaksional’,&amp;nbsp; kaum perempuan disebut juga sebagai kaum Ibu, disini “Tubuh seorang Ibu adalah Tubuh Perempuan bukan sekedar sebagai tempat beranak dan membesarkan”.&amp;nbsp; Namun di jaman Orde Baru, pemaknaan hari Ibu menjadi sekedar perempuan yang memiliki anak dan menjadi “Hari Terima Kasih Anak Pada Ibunya” penyempitan ini ditujukan dalam pesan-pesan halusnya sebagai “Pengurungan Keterlibatan aktif perempuan dalam Politik”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perempuan masih belum bebas dan berdaulat atas tubuhnya, atas pikirannya dan atas kehendaknya sendiri dalam menentukan kehidupan. Kedaulatan perempuan atas tubuhnya inilah yang menjadi titik awal kesadaran perempuan pada dirinya dan posisinya ditengah masyarakat. Perempuan harus turut andil dalam kegiatan sosial masyarakat, semisal menjadi guru, perawat, bidan, pegawai dan lain sebagainya. Di samping sebagai pengabdian, juga turut mencari nafkah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rakyat dan kaum pergerakan rakyat harus selalu menjadikan pembangunan gerakan dan organisasi perempuan sebagai bagian tak terpisahkan dari setiap wadah/organisasi/ komunitas dan perjuangan kita. Di setiap organisasi rakyat, semestinya mereka memberikan dukungan dan kesempatan bagi kawan perempuan untuk aktif di organisasi sekaligus aktif dalam konsolidasi perempuan. Konsolidasi perempuan dalam bentuk departemen atau bidang khusus perempuan, maupun dalam bentuk organisasi perempuan. Konsolidasi perempuan semacam ini, dalam sejarah awal Indonesia terbukti sanggup menguatkan gerakan perempuan dan sekaligus gerakan rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pun di setiap lingkungan atau komunitas masyarakat, seharus dan sepatutnya mereka memberikan dukungan dan memberi kesempatan bagi perempuan untuk semaksimal mungkin berkarya bagi diri dan masyarakatnya. Termasuk di dalamnya adalah kesempatan untuk menjadi pimpinan. Anak dan keturunan kita akan melihat dan belajar bagaimana perempuan dan laki-laki hidup setara dalam mayarakat, dan menjadi landasan bagi pemutusan rantai kekerasan terhadap perempuan. Karena pemenuhan hak rakyat selalu datang dari perjuangan rakyat, begitu juga terhadap pemenuhan hak perempuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika perempuan hanya dimaksudkan sebagai penunjang aktualisasi potensi laki-laki, membantu suami di rumah, memelihara martabat, rahasia, keturunan, dan harta laki-laki. Maka tak akan heran, jika pasar perbudakan perempuan akan meluas antar benua.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
*Dari berbagai sumber.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/5734165446775469428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/04/pergerakan-perempuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/5734165446775469428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/5734165446775469428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/04/pergerakan-perempuan.html' title='Pergerakan Perempuan'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-3403753867478775230</id><published>2013-04-06T02:30:00.002-07:00</published><updated>2015-09-30T10:33:59.614-07:00</updated><title type='text'>Ketika Dibacakan al-Qur’an, Diam dan Dengarkanlah!</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Ketika Dibacakan al-Qur’an, Diam dan Dengarkanlah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;(Studi Ayat 204 Surat al-A’raf)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Oleh: Moh. Hadi Bakri Raharjo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا
لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;“Dan apabila
dibacakan al-Qur’an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan diamlah (memperhatikan)
dengan tenang agar kamu sekalian dirahmati.” QS. Al-A’raf: 204&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Allah SWT. mengagungkan al-Qur’an dengan ayat: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;هَذَا
بَصائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;al-Quran ini adalah bukti-bukti yang nyata dari
Tuhanmu) pada ayat sebelumnya, yakni ayat 203 surat al-A’raf, kemudian
diteruskan dengan ayat selanjutnya, ayat 204&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;. Sekiranya dapat kita dapatkan beberapa pembahasan dalam ayat 204 ini,
diantara adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Bahasan Pertama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Lafadz &lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-EG&quot;&gt;الإنصات&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dalam ayat tersebut bermakna: diam dan
mendengarkan dengan baik/memperhatikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Bahasan Kedua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Tidak ada keraguan bahwasanya lafadz &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;فَاسْتَمِعُوا لَهُ
وَأَنْصِتُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;adalah bentuk perintah sebagai kewajiban,
maksudnya adalah: diam dan mendengarkan ketika dibacakan al-Qur’an adalah
wajib. Namun ada beberapa pendapat pada bahasan ini, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pendapat pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;, pendapat imam al-Hasan dan ahlu dzahir: Perintah pada ayat ini
adalah umum, jadi kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan apapun, ketika
dibacakan al-Qur’an, maka ‘wajib’ diam dan mendengarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pendapat kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;: Ayat ini turun untuk melarang dan mengharamkan ‘berbicara’ dalam
shalat. Karena pada waktu itu terdapat para sahabat Nabi yang berbicara ketika
sedang shalat. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. : “Mereka (para
sahabat) berbicara di dalam shalat, maka turunlah ayat ini dan diperintahkan
untuk diam.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pendapat ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;: Ayat itu turun untuk para makmum agar tidak membaca bacaan shalat
dengan keras dibelakang imam. Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas RA. :
Rasulullah SAW. Membaca (bacaan shalat) di shalat fardlu, dan para sahabat
membacanya di belakang mengangkat suaranya dan bercampurlah (antara bacaan
Rasulullah dan para sahabat). Pendapat ini merupakan pendapat imam Abu Hanifah
dan murid-muridnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pendapat keempat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;: Ayat tersebut turun agar orang-orang ‘diam’ ketika khutbah.
Pendapat ini adalah pendapat Sa’id ibn Zubair, Mujahid dan ‘Atho’. Pendapat ini
dinukil dari pendapatnya Imam Syafi’I RA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: .05pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Bahasan Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Para ahli fikih sepakat atas bolehnya
mengkhususkan sesuatu yang ‘umum’ di dalam al-Qur’an dengan satu hadis Nabi
(khabar wahid). Bentuk yang umumnya adalah: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا
لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt; ; mewajibkan diamnya makmum atas bacaan imam, kecuali membaca
surat al-Fatihah, sesuai dengan hadis Nabi: “Tidak ada (dikatakan) shalat bagi
orang yang tidak membaca al-Fatihah.”, dan “Tidak ada shalat kecuali dengan
(membaca) al-Fatihah.”. Hadis Nabi tersebut mengkhususkan ‘umum’nya al-Qur’an,
dan meneguhkan bahwa mengkhususkan ‘umum’nya al-Qur’an dengan khabar wahid
(satu hadis Nabi) adalah lazim (harus).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Bahasan Keempat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Madzhab Imam Malik RA. yang merupakan pendapat
pertama (qoul qadim) bagi Imam Syafi’I RA., yaitu: Makmum tidak boleh membaca
surat al-Fatihah pada sholat-sholat yang bacaannya dibaca sejara jahr (lantang)
--sesuai dengan ayat tersebut--, dan wajib atas makmum membaca surat al-Fatihah
pada shalat-shalat yang bacaannya dibaca secara sirri (pelan), karena dalam
ayat tersebut tidak menunjukkan keharusan diam ketika tidak mendengarkan bacaan
imam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Bahasan Kelima&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Objek yang dituju oleh ayat &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;وَإِذَا قُرِئَ
الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;adalah
orang-orang kafir pada permulaan dakwah Rasulullah SAW., dan (objeknya) bukan
merupakan orang-orang Islam. Allah SWT. telah menjelaskankan pada sebelum ayat
ini tentang: bahwa sesungguhnya kaum-kaum kafir meminta ayat-ayat khusus dan
mukjizat-mukjizat khusus. Dan ketika Nabi tidak mendatangkannya kepada mereka,
mereka berkata: “kalau tidak, kami yang memilihkannya”. Kemudian Allah SWT.
memerintahkan Nabi agar menjawab perkataan mereka dengan: “sesungguhnya itu
bukan tugasku untuk menanyakannya pada Tuhanku, dan bukanlah tugasku pula kecuali
aku menunggu wahyu.”. Lalu Allah SWT. menjelaskan kepada Nabi, agar
meninggalkan permintaan mereka akan mukjizat-mukjizat khusus tersebut yang
dimaksudkan untuk meragukan kenabian, karena al-Qur’an sudah merupakan mukjizat
yang sempurna dan lebih dari cukup sebagi tanda kenabian. Barulah Allah
mengungkapkan makna dari penjelasan tersebut dengan firman-Nya: &lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-EG&quot;&gt;هَذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ&lt;/span&gt;, &lt;/b&gt;dan firman-Nya:&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-EG&quot;&gt;وَإِذَا
قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ&lt;/span&gt;.
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 142.2pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 142.2pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pada bahasan terdahulu, tentang bacaan
makmum dibelakang imam, bisa dilihat: antara ayat 204 dan ayat sebelumnya, 203
tidak ada hubungannya samasekali dari segi konteks apapun. Bahasan tersebut
dinilai merusak tatanan yang benar. Maka harus ada konteks lain selain bahasan
bacaan makmum dan imam tersebut. Dan konteks yang benar adalah: Ketika
al-Qur’an dianggap sebagai bukti, petunjuk dan rahmat, dari sisi mukjizat yang
menunjukkan atas kebenaran Nabi Muhammad SAW., maka tidak akan jelas kecuali
dengan syarat pengkhususan, yaitu: Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW. ketika
membaca al-Qur’an pada orang-orang kafir tersebut, mereka (orang-orang kafir)
diam dan mendengarkannya dengan baik sehingga berhentilah kefasihan bicaranya
ketika itu. Dan ketika jelas bagi mereka bahwa mukjizat itu (al-Qur’an) telah
menunjukkan kebenaran Nabi, mereka meminta lagi mukjizat-mukjizat lain. Dan
dijelaskannya kepada mereka tentang sifat al-Qur’an: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;هَذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى
وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 142.2pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 142.2pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Dapat diambil
kesimpulan dan dapat pula ditetapkan, jika memakai konteks yang terakhir atau
bahasan yang kelima, maka dapat ditemukan tatanan yang baik dan menghasilkan
susunan yang benar. Namun jika dimasukkan konteks: bacaan makmum dibalakang
imam, maka dinilai merusak susunan yang baik dan benar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 142.2pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 142.2pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-EG; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Sumber: Tafsir al-Kabir karya Fakhruddin al-Razi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/3403753867478775230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/04/ketika-dibacakan-al-quran-diam-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/3403753867478775230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/3403753867478775230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/04/ketika-dibacakan-al-quran-diam-dan.html' title='Ketika Dibacakan al-Qur’an, Diam dan Dengarkanlah!'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-694522903443218451</id><published>2013-03-01T07:08:00.003-08:00</published><updated>2015-09-30T10:31:12.118-07:00</updated><title type='text'>Orang-orang Muslim (al-Muslimun): Makna Hakiki dan Pergeseran Makna</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oleh: Moh. Hadi Bakri Raharjo&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;lt;&amp;lt; يآأيها الذين ءامنوا اتقوا الله حق تقاته، ولاتموتن إلا وأنتم مسلمون&amp;gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;
“Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.&lt;br /&gt;
Dan janganlah sampai kalian mati kecuali kalian adalah orang-orang muslim.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Perilaku dominan manusia dalam hidup adalah kemampuannya dalammempengaruhidan mewarnai. Mereka dapat menggiring opini-opini. Mengajak orang lain untuk ikut pada pendapat atau terhadap apa yang mereka inginkan. Namun kebanyakan dari manusia: memandang suatu hal dan menganggapnya baik padahal sebenarnya hal itu buruk, memastikannya buruk padahal sesungguhnya itu baik, menganggap itu sebuah kekurangan padahal merupakan suatu kemuliaan, mengira itu mulia padahal tidak, dan lain sebagainya. Banyak sekali yang mereka anggap tidak sesuai dengan hakikat atau isinya. Karena mereka merasa cukup untuk melihat luar atau kulitnya saja tanpa melihat isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangkali hal tersebut dikembalikan pada: bahwa kebanyakan pengertian atau definisi berasal dari lingkungan tertentu dan tumbuh dengan hawa nafsu, tashawur yang buruk, atau tujuan yang tidak baik. Atau barangkali muncul dari kenyataan yang benar dan berkembang secara baik kemudian bertolak belakang. Dan manusia menerima kekeliruan tersebut lalu dilanjutkannya dengan penyebarluasan diantara mereka. Bahkan dijadikan pedoman hukum yang dita’ati dan tidak mungkin dipungkiri. Akhirnya banyak terjadi kesalahpahaman atau bisa dikatakan pula pemahaman yang gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukanlah suatu ‘kebiasaan’ (al-‘urf) yang menyebabkan segalanya itu tidak sesuai dengan hakikat maknanya dan berubah dari kedudukan sebenarnya; yang dampaknya terjadi pada perilaku individu, kondisi sosial masyarakat atau cara hidup. Akan tetapi yang menyebabkannya adalah ke-umum-an fenomena tersebut yang telah menjalar, merambat dan mendarah daging. Bahkan fenomena demikian berdampak pula pada: maksud atau arti dan makna suatu kalimat yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam al-Ghazali mengatakan bahwa suatu kebiasaan telah banyak merubah makna-makna kalimat yang terdapat dalam kitab-kitab suci. Sedikit maupun banyak telah mengalami berbagai perubahan. Imam al-Ghozali menyebutkan beberapa contoh, misalnya: al-fiqh, al-‘ilmu, al-tauhid dan al-hikmah.Salah satunya, al-‘ilmu. Maknanya yang asli adalah pengetahuan tentang keagungan Allah dan keindahanNya dengan cara memahami rahasianya dari ciptaanNya. Kemudian berubah menjadi suatu kesibukan berupa perdebatan dalam masalah fikih. Sehingga orang yang mahir dalam perdebatan tersebut dikatakan sebagai ahli ilmu. Sedangkan orang yang tidak begitu mahir dalam perdebatan fikih tidak dikategorikan sebagai ahli ilmu, walaupun telah mengetahui hakikat ciptaan Allah sesuai dengan makna al-‘ilmu yang sebenarnya. Begitu pula dengan kalimat lain yang bernasib sama dengan al-‘ilmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Imam al-Ghazali mengatakan demikian, maka Syaikh Mahmud Syaltut melihat pula bahwa pada kalimat al-Muslimun (orang-orang muslim) dalam ayat al-Qur’an diatas juga terdapat kelainan makna. Kalimat al-Muslimun sudah punya makna sendiri yang berlainan dengan makna sesungguhnya yang sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Allah SWT. Diantaranya, orang-orang mengatakan bahwa al-muslimun adalah bermakna al-awwalun (orang-orang pertama atau pendahulu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini, Syaikh Mahmud Syaltut menyebutkan beberapa perkembangan perubahan makna dari kalimat al-muslimun. Kami akan jelaskan perkembangan pertama akan makna al-muslimun. Karena perkembangan ini dinilai paling dekat dengan kebenaran atau hakikat maknanya. Pada perkembangan pertama, makna asli atau sesuai dengan apa yang dimaksudkan dari kalimat al-muslimun, adalah merupakan hubungan-hubungan antara manusia dengan sesuatu yang lain baik di luar maupun di dalam dirinya. Baik itu hubungan dengan diri sendiri, sesama manusia maupun dengan Tuhan. Dan berikut ini adalah penjelasan tentang macam-macam hubungan manusia tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan yang pertama, adalah hubungan manusia dengan Tuhannya dari sisi keimanan. Diantaranya adalah: menghadirkan keagunganNya, melihatNya dalam segala hal (ihsan), menuruti perintahNya, merasa takut jika menjauhiNya, dan berkorban untukNya secara benar dan untuk kebenaran. Bisa ditarik kesimpulan bahwa hubungan ini adalah merupakan hubungan penghambaan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan yang kedua, adalah hubungan manusia dengan dirinya sendiri, yaitu bagaimana manusia menjaga dirinya sendiri dari berbagai macam kerusakan, menerima apa yang telah ditimpa dari Allah SWT., serta terus berusaha mencari petunjuk agar bisa melalui kehidupan dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan yang ketiga, adalah hubungan manusia dengan saudaranya sesama muslim. Hubungan dalam saling tolong menolong dalam kebaikan serta keikhlasan dalam melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan yang keempat, adalah hubungan manusia dengan sesama manusia. Hubungan dalam mengajak kepada kebaikan dan amar ma’ruf nahi munkar serta membawanya dari kegelapan menuju cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian masih pada perkembangan pertama pula, kalimat al-muslimun memiliki makna yang merupakan perilaku ikhlas lillaahi ta’ala dalam berakidah, beriman dan beramal. Dan berikut ini adalah beberapa pengertian tentang ikhlas dalam beriman, beramal maupun keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhlas dalam beriman atau berakidah memiliki artian: tidak ada tujuan lain kecuali Allah SWT., tidak mengharap pada sebab lain pada suatu kejadian kecuali AllahSWT., serta tidak menghamba kepada selain Allah Ta’ala. Sedangkan ikhlas dalam beramal adalah: manusia tidak memiliki tujuan atau hasrat lain dengan apa yang mereka lakukan kecuali mengharap ridha Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun ikhlas dalam beriman dan beramal, yang merupakan penggabungan keduanya, adalah; menggunakan akal untuk beriman dan berakidah dengan baik, membersihkan dan mensucikan diri dengan perilaku (akhlak) yang terpuji. Sehingga manusia dan masyarakatnya senantiasa dijaga oleh Allah SWT dengan kemuliaanNya. Wallaahu A’lam. []&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Min Taujihat al- Islam karya al-Syaikh Mahmud Syaltut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/694522903443218451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/03/orang-orang-muslim-al-muslimun-makna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/694522903443218451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/694522903443218451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2013/03/orang-orang-muslim-al-muslimun-makna.html' title='Orang-orang Muslim (al-Muslimun): Makna Hakiki dan Pergeseran Makna'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-3371393041110720513</id><published>2012-12-24T16:30:00.001-08:00</published><updated>2013-02-23T10:49:36.322-08:00</updated><title type='text'>Selamat Natal, Arin!</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Selamat Natal ya Rin&quot;, ucap Madin kepada Arin, seorang protestan teman kuliahnya. &quot;Makasih ya Mad, semoga Tuhan mengasihimu selalu&quot;, Arin membalas. &quot;Aamiin&quot;, gumam Madin dalam hati sambil tersenyum. Di sore itu, Arin lebih dulu naik bus pergi ke Gereja untuk ikut Misa. Madin masih duduk di halte kampus membuka-buka buku catatan kuliah yang baru saja dipinjamnya dari Arin. Sesaat kemudian, datanglah Kuro, temannya yang biasa mengenakan peci putih dengan jidatnya yang hitam, baju koko, tas kecil yang menggantung di pinggang, celana menjuntai di atas mata kaki, serta sandal gunung merk eiger, tiba-tiba bilang, &quot;Kafir kamu Mad! Murtad kau Mad! Darahmu halal!&quot;. Rupanya Kuro diam-diam memperhatikan percakapan Madin dan Arin dari tadi. Kasihan si Madin. Hanya karena mengucapkan selamat natal, serta-merta dicap kafir. Padahal yang paling berhak mengkafirkan dan memurtadkan adalah Tuhan. Dan Tuhan sendiri, untuk mengkafirkan dan memurtadkan hambaNya, memiliki banyak pertimbangan kasih dan sayang. Wallaahu A&#39;lam. []&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/3371393041110720513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/12/selamat-natal-arin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/3371393041110720513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/3371393041110720513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/12/selamat-natal-arin.html' title='Selamat Natal, Arin!'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-9192194137153062408</id><published>2012-12-07T08:30:00.005-08:00</published><updated>2015-09-30T10:26:07.556-07:00</updated><title type='text'>Dilalah (Penanda) dalam Ilmu Mantiq (Logika)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oleh: Moh. Hadi Bakri Raharjo&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pembahasan dilâlah (penanda) dalam ilmu mantiq merupakan salah satu hal yang penting. Karena lafadz (kata) --dalam pembahasan ilmu mantiq-- tidak dapat dipahami artinya kecuali dengan adanya dilâlah yang menunjukkan makna dari lafadz tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Dilâlah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dilâlah (penanda) dalam bahasa arab al-Dilâlah jika diartikan dari sisi etimologi adalah al-Hidâyah (petunjuk). Sedangkan menurut istilah, dilâlah merupakan suatu proses pencarian makna dari al-dâl (penunjuk) kepada al-madlûl (objek yang ditunjuk). Maka diharapkan dengan adanya al-dâl (penunjuk), pikiran manusia berangkat kepada al-madlûl(objek yang ditunjuk) sehingga dapat mengetahui hakikat dari hal yang ditunjukkan oleh dilâlahtersebut. Para pakar ilmu mantiq kemudian mendefinisikan dilâlah ini dengan “fahmu amrin min amrin”, memahami/paham suatu hal dengan (perantara) suatu hal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pembagian Dilâlah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dilâlah dibagi menjadi dua: dilâlah lafdziyah (suara) dan dilâlah ghoiru lafdziyah (non-suara). Kemudian masing-masing bagian dibagi menjadi tiga bagian: wadl’iyah (non-alami), aqliyah (rasional) dan thabi’iyah (alami/natural). Berikut ini adalah pembagian dilâlah beserta contoh-contohnya:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
A.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Dilâlah Ghoiru Lafdziyah (Penanda bersifat non-suara), dibagi tiga:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Dilâlah Ghoiru Lafdziyah Aqliyah (Penanda bersifat non-suara yang rasional). Contoh: adanya bekas menunjukkan bahwa ada yang membekasi. Dianggap rasional/masuk akal karena adanya kausalitas atau hubungan sebab-akibat. Misal, bekas jejak langkah pada tanah menunjukkan adanya orang yang berjalan melewatinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Dilâlah Ghoiru Lafdziyah Thabi’iyah (Penanda bersifat non-suara yang alami/natural atau menurut kebiasaan). Contoh: Meningkatnya suhu badan menandakan sakit demam. Dianggap alami/natural karena berangkat dari unsur kebiasaan yang alami.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Dilâlah Ghoiru Lafdziyah Wadl’iyah (Penanda bersifat non-suara yang non-alami atau dengan unsur kesengajaan). Contoh: rambu lalu lintas bergambar anak panah yang menunjukkan arah jalan. Rambu lalu lintas dibuat oleh manusia dengan unsur kesengajaan (wadl’iyah) serta tidak berupa suara (ghoiru lafdziyah).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
B.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Dilâlah Lafdziyah (Penanda bersifat suara), dibagi tiga:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Dilâlah Lafdziyah Aqliyah (Penanda bersifat suara yang rasional). Contoh: Orang yang berbicara dibalik dinding menunjukkan bahwa orang tersebut hidup.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Dilâlah Lafdziyah Thabi’iyah (Penanda bersifat suara yang alami/natural atau menurut kebiasaan). Contoh: Suara batuk yang menunjukkan bahwa orang yang batuk itu sedang sakit dada. Dilâlah ini berangkat dari unsur kebiasaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Dilâlah Lafdziyah Wadl’iyah (Penanda bersifat suara yang non-alami atau dengan unsur kesengajaan). Contoh: Manusia adalah dari jenis makhluk hidup yang berbicara/berpikir (al-insân huwa al-hayawân al-nâthiq).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Dilâlah Lafdziyah Wadl’iyah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam pembahasan ilmu mantiq, yang dititik-beratkan dan dibahas secara mendalam adalah pembahasan dilâlah lafdziyah wadl’iyah. Karena tema-tema pembahasannya yang dianggap menentu, baik berupa tashawur (pemetaan) yang bertengger pada al-ta’rîf (definisi) ataupun tashdiq (ratifikasi) yang capaiannya adalah al-hujjah (argumen).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sedangkan macam dilâlah selain yang lafdziyah wadl’iyah ini tidak dibahas secara mendalam dan hanya disebutkan sebagai bagian dari dilâlah saja. Karena dalam pembahasan-pembahasannya terdapat banyak kemungkinanyang tidak menentu, banyaknya perbedaan persepsi serta kebiasaan. Misalnya pada contoh dilâlah lafdziyah aqliyah di atas, suara orang yang berbicara dibalik tembok belum tentu suara orang yang hidup, karena bisa saja suara tersebut suara radio dan sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Unsur Dilâlah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dilâlah memiliki dua unsur: al-dâl (penunjuk) dan al-madlûl (objek yang ditunjuk). Misal, al-insân al-hayawân al-nâthiq, manusia adalah jenis makhluk hidup yang berbicara/berpikir. Al-insân (manusia) adalah al-dâl (penunjuk) dan al-hayawân al-nâthiq (makhluk hidup yang berbicara/berpikir) adalah al-madlûl (objek yang ditunjuk).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pembagian Dilâlah Lafdziyah Wadl’iyah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dilâlah Lafdziyah Wadl’iyah dibagi menjadi tiga macam:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Al-Dilâlah Al-Muthâbaqiyah (Penanda yang bersifat kesesuaian), adalah dilâlah terhadap lafadz atas maknanya secara menyeluruh yang merupakan (kesesuaian) terma lafadz tersebut. Misal: dilâlah-nya al-insân terhadap al-hayawân al-nâthiq, atau dilâlah-nya al-faros (kuda) terhadap al-hayawân al-shâhil (makhluk hidup yang meringkik). Lafadz al-insân menunjukkan makna secara menyeluruh atas makna dari lafadz al-hayawân al-nâthiq. Begitu pula dengan al-faros, menunjukkan makna secara keseluruhan atas lafadz al-hayawân al-shâhil.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Al-Dilâlah Al-Tadhammuniyah (Penanda yang bersipat cakupan), adalah dilâlah terhadap lafadz atas sebagian maknanya (tidak menyeluruh) yang merupakan bagian dari terma lafadz tersebut. Misal: dilâlah-nya al-bayt (rumah) terhadap al-jidâr (dinding), dan al-insân (manusia)terhadap al-nâthiq (berbicara/berpikir). Jadi, dengan adanya al-bayt (rumah) menunjukkan adanya al-jidâr (dinding), begitupun dengan al-insân (manusia) menunjukkan al-nâthiq (berbicara/berpikir).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Al-Dilâlah Al-Iltizâmiyah (Penanda yang bersifat keharusan), adalah dilâlah terhadap lafadz yang berada di luar makna yang harus ada dan disandarkan atau disematkan pada dilâlah tersebut. Misal: dilâlah-nya al-insân (manusia) terhadap qâbilun lil al-‘ilm (menerima pengetahuan) atau terhadap al-dlâhik (tertawa) yang harus ada dan disandarkan atau disematkan kepada lafadz al-insân (manusia).[]&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Al-Tadzhîb Syarh Al-Khubaishî ‘Alâ Tahdzîbil Manthiq Li Al-Taftâzânî&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/9192194137153062408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/12/ilmu-mantiq-logika-dilalah-penanda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/9192194137153062408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/9192194137153062408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/12/ilmu-mantiq-logika-dilalah-penanda.html' title='Dilalah (Penanda) dalam Ilmu Mantiq (Logika)'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-7386995795788101625</id><published>2012-11-12T16:20:00.000-08:00</published><updated>2012-11-21T16:21:11.064-08:00</updated><title type='text'>Pada Malam</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Pada malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Pikiran berseberangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Bayangan saling berpapasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Khayalan datang pergi bergantian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Pada malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Rindu tak tertahankan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Keinginan menderitakan badan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Angan-angan masuk dalam impian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Pada malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Cinta terpendam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Kasih tak bisa tercurahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Rasa sayang dikekang dalam perasaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Pada malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Bumi diterangi bulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Langit penuh gemerlap bintang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Tapi malam hanya bisa diam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN&quot;&gt;Hadaek el-Qubba, 12/11/12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/7386995795788101625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/11/pada-malam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/7386995795788101625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/7386995795788101625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/11/pada-malam.html' title='Pada Malam'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-9072209398199592748</id><published>2012-10-30T15:39:00.001-07:00</published><updated>2012-12-24T16:33:57.626-08:00</updated><title type='text'>Sumpah Pemuda</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
Selama ratusan tahun, Kerajaan Protestan Belanda menjajah bangsa Indonesia. Memeras hasil kekayaan alam dan sumberdaya manusia dengan semena-mena untuk dinikmati olehnya sendiri serta dibawa pulang ke Belanda, sedangkan bangsa Indonesia sebagai pribumi tidak bisa menikmatinya dengan leluasa. Layaknya orang yang teraniaya, rakyat Indonesia tentunya berusaha melawan kejahatan itu dengan sekuat tenaga. Namun perlawanan itu sia-sia karenakurangnya kekuatan. Kalaupun berhasil, itu tidak sepenuhnya mengusir penjajah dari Indonesia karena perlawanan tersebut tidaklah menyeluruh. Hanya sebatas perlawanan mandiri dari satu komunitas di perkampungan, misalnya. Sehingga Belanda yang masih hidup dan berhasil lolos dapat berpindah dari satu markas ke markas yang lain yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
Sebagai bentuk reaksi para pemuda Indonesia terhadap pemerintah kolonial dan atas kepedulian mereka kepada nasib rakyat Indonesia, pada tanggal 20 Mei 1908, didirikanlah organisasi pemuda yang dinamakan Budi Utomo. Organisasi pemuda yang menurut penulis adalah organisasi penggalang kekuatan para pemuda skala nasional dengan strategi halus mengelabuhi Belanda dengan kegiatan sosial, kebudayaan, perekonomian rakyat dan yang lebih penting adalah kegiatan kependidikan. Hari itu diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Karena pada saat itu adalah awal kebangkitan rakyat Indonesia dari keterpurukan, bersatu untuk sama-sama memiliki orientasi merdeka dari penjajahan dan melawan kolonialisme baik dengan otot (kekuatan fisik) maupun dengan otak (strategi) yang diprakarsai oleh Dr. Sutomo. Ini merupakan titik awal yang terang bagi bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
Selanjutnya pada tahun 1926 diselenggarakan Kongres Pemuda I dengan hasilnya adalah bersatunya para pemuda dari segala daerah, meski belum terlalu berhasil karena para pemuda masih menonjolkan rasa kedaerahannya. Kemudian diselenggarakan Kongres Pemuda II pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 yang menghasilkan Trilogi Sumpah Pemuda yang dikonsep oleh Muhammad Yamin dan dibacakan oleh Sugondo. Sumpah Pemuda merupakan konsepsi awal NKRI. Pada saat itu, disepakati sebuah nama bangsa, yaitu bangsa Indonesia, ditetapkannya Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan, serta bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu antardaerah. Sumpah Pemuda adalah langkah lanjutan dari Kebangkitan Nasional. Kesatuan para pemuda dan kematangan konsep membuat bangsa Indonesia semakin optimis akan tercapainya kemerdekaan Indonesia. Hingga pada 17 Agustus 1945 tercapailah cita-cita agung tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Air Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
Tumpah darah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti tempat kelahiran. Begitu pula dengan tanah air memiliki arti negeri tempat kelahiran. Para pemuda yang lahir di daerah masing-masing, menyatukan nama tempat kelahiran mereka, yaitu Indonesia. Kalimat sumpah pertama pada Sumpah Pemuda ini mampu menyatukan semangat nasionalisme para pemuda. Karena tanah kelahiran adalah tempat yang dimuliakan dan yang wajib dibela dan dipertahankan apalagi jika ada yang mengusiknya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
Setelah sumpah pertama yang berisi komitmen kesamaan sejarah, maka kalimat sumpah yang kedua ini merupakan tingkatan kedua setelah terbangunnya fondasi kebersatuan semangat juang yang ada dalam hati masing-masing pemuda. Para pemuda dan pemudi bersumpah untuk membangun dan bernaung pada bangsa yang satu, yaitu bangsa Indonesia. Mereka membangun bangsa, mempersatukan kakek buyut mereka dalam satu keturunan, mengumpulkan berbagai adat istiadat masing-masing lalu menyerahkannya pada satu kepemilikan, yaitu Indonesia, berusaha menyatukan bahasa, menyatukan sejarah dan membentuk pemerintahan yang menjadi cikal bakal pemerintahan Republik Indonesia setelah merdeka.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
Persatuan dan kesatuan para pemuda sudah terbangun dengan kokoh melalui dua kalimat sumpah yang telah disebutkan. Namun, persatuan dan kesatuan yang sudah terbangun belumlah sempurna jika belum ada satu media bahasa yang mempersatukan. Mengingat bangsa Indonesia yang majemuk terdiri dari suku-suku dan daerah-daerah yang memiliki bahasa yang berbeda-beda. Kesatuan bahasa itu sangat diperlukan sebagai alat komunikasi dan interaksi dalam satu komunitas. Sementara para pemuda dari segala penjuru tanah air telah bersatu padu membangun komunitas baru, yaitu Indonesia. Oleh karena itu, para pemuda dan pemudi Indonesia bersepakat dan bersumpah untuk menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dengan sumpah pemuda, para pemuda dan pemudi Indonesia dulu bersatu padumempelopori klimaks perjuangan bangsa Indonesia hingga tercapailah cita-cita kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan oleh Sukarno-Hatta pada 17 Agustus 1945.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
Setelah kemerdekaan, tugas keberlangsungan pengejawantahan kalimat-kalimat sumpah pemuda otomatis diambil alih oleh generasi pemuda selanjutnya. Dan dalam perjalanannya tentu mengalami berbagai macam romantika. Hingga saat ini, pengejawantahan atau realisasi dari sumpah pemuda semakin sulit dirasakan. Nilai-nilai sumpah pemuda semakin lama semakin memudar. Tawuran di mana-mana, primordialisme kian suburnya, sistem pemerintahan yang kacau tidak tertata, serta generasi muda masa kini yang gemar mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing dan bahasa-bahasa &lt;i&gt;alay&lt;/i&gt; yang merajalela, adalah beberapa contoh memudarnya nilai-nilai sumpah pemuda.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
Tugas pemuda zaman sekarang lebih berat. Karena mengisi kemerdekaan, mempertahankan dan melestarikan konsep serta nilai-nilai yang telah diperjuangkan dan dirumuskan oleh para pendahulu lebih berat ketimbang menyusun strategi dan memperjuangkan kemerdekaan. Kalau tidak bisa bertahan, bisa jadi akan dijajah lagi. Namun dijajah secara konsep, nilai, bahasa, ide dan pemikiran. Akan tetapi jika bisa bertahan, para pemuda bersatu padu menghayati dan mengejawantahkan hakikat sumpah pemuda serta berani melawan, maka wujud ideal Indonesia yang diharapkan oleh para pahlawan bukanlah sebatas angan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
*Tulisan ini pernah dimuat di&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 16.363636016845703px; line-height: 18.18181800842285px;&quot;&gt;media mahasiswa Indonesia di Mesir,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Buletin T&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;ërobosan edisi interaktif sumpah pemuda, 30 Oktober 2012 dan www.shighor.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/9072209398199592748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/10/sumpah-pemuda.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/9072209398199592748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/9072209398199592748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/10/sumpah-pemuda.html' title='Sumpah Pemuda'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-6151046350832127921</id><published>2012-10-19T05:35:00.002-07:00</published><updated>2012-10-19T05:36:48.006-07:00</updated><title type='text'>Ada Degradasi Bahasa; Hapuskan Saja Peringatan Sumpah Pemuda!</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
Salah satu
kekayaan yang begitu berharga bagi bangsa Indonesia adalah bahasa.
Bahasa-bahasa daerah, dan tentunya bahasa Indonesia itu sendiri. Seiring
kemajuan zaman, nuansa berbahasa Indonesia itu semakin menghilang. Orang-orang
lebih suka menggunakan bahasa yang&amp;nbsp;&lt;i&gt;inggris-inggris&lt;/i&gt;. Tidak masalah
kalau sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar. Berbicara
dengan bahasa inggris sesuai keadaan dan kebutuhan. Akan tetapi, orang-orang
semerta menggunakan bahasa inggris seenaknya sendiri. Mencampur bahasa inggris
dengan bahasa Indonesia. Hingga terjadilah degradasi bahasa Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
Misalnya
dalam berbicara, orang-orang lebih suka bilang “fine” daripada berkata
“baiklah”. Lebih enak bilang “thank you” daripada berkata “terima kasih”. Lebih
puas bilang “as soon as possible” daripada berkata dengan ungkapan bahasa
Indonesia “lebih cepat lebih baik” dan seterusnya. Ungkapan-ungkapan inggris
ini diselipkan di sela-sela berbicara mereka dengan menggunakan bahasa
Indonesia. Bukankah ini adalah hal yang tanggung?&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ngomong&lt;/i&gt;&amp;nbsp;inggris
tidak,&amp;nbsp;&lt;i&gt;ngomong&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Indonesia pun tidak. Lalu sebenarnya mereka
sedang berbicara menggunakan bahasa apa? Dia orang inggris apa orang Indonesia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
Jika
orang-orang seperti ini terus dibiarkan, maka tidak saja degradasi budaya yang
terjadi, bisa-bisa sampai kepada degradasi moral. Misalnya, terlihat biasa jika
orang-orang seperti ini berinteraksi dengan komunitasnya atau orang-orang
sebaya. Akan tetapi akan terlihat lain, tidak sopan jika dengan orang-orang
yang lebih tua atau yang lebih tua lagi, atau bahkan orang-orang tua yang dulu
ikut andil dalam perang kemerdekaan. Tentunya mereka akan merasa kecewa melihat
kondisi bangsa sekarang yang kemerdekaannya diisi oleh orang-orang yang
kesana-kemari dengan mudah dan rasa tak bersalahnya bilang “fine, fine, fine”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
Orang-orang
seperti itu tidak boleh dibiarkan menjangkiti generasi berikutnya. Mereka telah
mengingkari dan melanggar janji sumpah pemuda yang berbunyi “kami putra-putri
Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Entah, sumpah
pemuda setiap tahun diperingati namun kondisi yang diharapkan oleh ritual
sumpah pemuda tidak semakin baik. Apakah peringatan sumpah pemuda hanya
dijadikan sebagai momen tahunan tanpa arti atau hanya pencitraan kepada para
pendahulu saja agar mereka tidak murka? Kalau begitu, hapuskan saja peringatan
sumpah pemuda!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
Bahasa
adalah cerminan jatidiri bangsa. Tanpa bahasa, Indonesia bukanlah apa-apa.
Dampak degradasi bahasa tak disadari secara langsung oleh para pemuda sebagai
penerus Bangsa. Mau dibawa kemanakah Bangsa ini ke depannya?&amp;nbsp;Siapa lagi
kalau bukan kita para pemuda dan seluruh elemen bangsa yang menjaga
otentisitasnya dan melestarikan keberadaannya? Ini tugas bersama!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
Tub Romly,
18 Oktober 2012 1:23 pm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/6151046350832127921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/10/ada-degradasi-bahasa-hapuskan-saja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/6151046350832127921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/6151046350832127921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/10/ada-degradasi-bahasa-hapuskan-saja.html' title='Ada Degradasi Bahasa; Hapuskan Saja Peringatan Sumpah Pemuda!'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-4800917155576892092</id><published>2012-08-20T15:18:00.000-07:00</published><updated>2015-09-30T10:23:19.330-07:00</updated><title type='text'>Penyebarluas Islam; Dari Nabi Muhammad Sampai Ustad</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Islam sebagai agama pamungkas dari agama-agama samawi ini pertama kali disebarluaskan oleh rasul pamungkas, baginda Muhammad SAW kepada manusia secara sembunyi-sembunyi dari pintu ke pintu, hingga secara terang-terangan berorasi. Namun baginda Muhammad SAW menyebarluaskan Islam tidak hanya dengan orasi belaka, akan tetapi juga dengan tingkah laku atau perbuatan yang mulia yang dapat menyilaukan pandangan manusia yang kemudian tertarik dengan kemuliaan itu dan akhirnya ikut menganut agama Islam karena ingin menikmati kemuliaan-kemuliaan yang ada di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Namun tingkah laku mulia baginda Muhammad SAW bukanlah semata-mata bentuk pencitraan belaka yang bertujuan untuk menyilaukan mata manusia, melainkan itu adalah sifat dan tabiat asli beliau sebagai manusia yang paling mulia. Disamping juga baginda Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT yang secara implisit disebutkan dalam hadits bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia yang pada waktu itu sedang dalam keadaan porak-poranda dalam segi akhlak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penyebarluasan Islam oleh baginda Muhammad SAW ini awalnya menuai banyak kontroversi di kalangan manusia pada waktu itu. Karena kedatangannya yang secara tiba-tiba dan mengusik agama yang ada. Dan baginda Muhammad SAW memakai metode yang pas, menyebarluaskan secara sembunyi-sembunyi. Sehingga walaupun datangnya tiba-tiba, manusia tidak terlalu kaget karena sudah ada bisikan-bisikan sebelumnya. Berawal dari itu semua, akhirnya Islam berhasil menyebar dan meluas ke seluruh dunia melalui generasi-generasi penyebarluas Islam setelah baginda Muhammad SAW dan sampailah Islam ke Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Islam di Indonesia pada fase pertama penyebarluasannya dilakukan oleh para ulama dari timur tengah dengan menggunakan metode perdagangan. Karena profesi mereka adalah pedagang. Mendistribusikan barang dagangan dari timur tengah ke Indonesia. Namun profesi pedagang adalah profesinya sebagai manusia yang hidup dan bekerja. Akan tetapi tujuan utama mereka datang ke Indonesia adalah menyebarluaskan agama Islam. Lalu mereka mempertajam kegiatan penyebarluasan Islam dengan menikahi para perempuan Indonesia dan menetap sebagai warga Indonesia. Dari sini bisa diambil kesimpulan yang agak menggelitik, bahwa agama Islam di Indonesia adalah agama impor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dari wilayah pelabuhan satu ke pelabuhan yang lain, pulau satu ke pulau yang lain, Islam menyebar dan meluas di Indonesia khususnya di pulau Jawa. Tidak lain penyebarluasan Islam di tanah Jawa dari pantai Anyer di ujung barat sampai pantai Panarukan di ujung timur ini adalah berkat walisongo. Walisongo atau sembilan wali ini adalah para penyebarluas Islam yang mampu menyulap agama Islam yang merupakan agama impor menjadi seperti agama lokal yang menyatu dengan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Walisongo menggunakan metode asimilasi. Asimilasi yaitu penggabungan ajaran agama Islam dengan adat istiadat dan budaya disekitarnya. Misalnya, tradisi menyediakan sesajen ke tempat-tempat keramat diasimilasi dengan konsep sedekah dalam Islam yang akhirnya menciptakan tradisi selamatan. Sehingga penduduk tanah Jawa banyak yang tertarik mengikuti ajaran agama Islam yang ketika itu mampu merubah adat yang kurang baik dan tidak rasional menjadi adat yang sangat baik dan rasional serta bermanfa’at.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Oleh walisongo dan murid-muridnya, Islam menyebar serta meluas ke seluruh daerah utara pulau Jawa dan beberapa pelosok. Setelah walisongo, dilanjutkan oleh generasi setelahnya yaitu para kiai dengan metode penyebarluasan dengan pengajian dan pesantrennya yang mampu menyebarluaskan Islam dari kota-kota hingga ke pelosok-pelosok desa. Karena pesantren mampu mencetak kader penyebarluas Islam secara serentak setiap tahunnya hingga semakin banyak penyebarluas Islam. Dengan banyaknya penyebarluas Islam, maka Islam semakin cepat menjalar, menyebar dan meluas hingga ke seluruh Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Semakin hari, aktivitas penyebarluasan Islam di Indonesia terus berjalan dan mencapai klimaksnya. Hingga sekitar 80 persen dari penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Namun belakangan ini agama Islam dijadikan komoditi industri. Aktivitas penyebarluasan ajaran Islam kini dijadikan sebagai profesi. Orasi dan ceramah-ceramah keagamaan dipoles sedemikian rupa hingga serupa dengan acara-acara hiburan. Seperti yang dilakukan oleh ustad-ustad yang diperbudak oleh pertelevisian. Apalagi pada saat bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan yang diagungkan oleh para pemeluk agama Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bulan ini dimanfa’atkan oleh stasiun-stasiun televisi untuk menyajikan acara yang diminati khalayak terutama para pemeluk agama Islam. Salah satunya adalah acara-acara ceramah keagamaan oleh ustad-ustad. Awalnya memang, ustad-ustad ini melakukan aktivitas penyebarluasan ajaran agama Islam dengan ikhlas dan lapang dada. Namun karena dimanfa’atkan oleh pihak televisi yang menjanjikan bayaran yang mahal, ustad pun tergiur. Karena ustad juga merupakan manusia yang tidak selalu bisa tahan dengan melihat uang banyak. Dan akhirnya, ceramahlah ustad di layar kaca televisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tahun-tahun berlalu, kegiatan rutinan pertelevisian di bulan Ramadhan itu semakin inovatif. Setiap tahun muncul ustad-ustad baru di layar kaca. Kegiatan penyebarluasan ajaran agama Islam di televisi ini semakin memperlihatkan bahwa itu merupakan suatu profesi. Bahkan, kabarnya ada pula ustad yang memasang tarif hingga puluhan juta setiap kali ceramah. Malah kabarnya ada juga ustad yang melakukan kontrak ceramah dengan pihak televisi dengan biaya yang mahalnya melebihi artis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dalam aktivitas penyebarluasan agama Islam, para ulama terdahulu telah menyusun kode etik. Seharusnya sebagai penyebarluas agama Islam, para ustad di televisi itu mengamalkan kode etik tersebut. Tapi entahlah, apakah ustad-ustad itu tidak tahu kode etik atau mungkin tahu tapi tidak mengamalkannya. Semestinya predikat penyebarluas agama Islam itu tidak dijadikan profesi. Namun merupakan sebuah kewajiban bagi siapa saja yang memiliki ilmu. Karena setiap orang yang memiliki ilmu agama itu wajib mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain. Seperti yang dikatakan oleh baginda Muhammad SAW, “sampaikanlah walaupun hanya satu ayat”. Wallaahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/4800917155576892092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/08/penyebarluas-islam-dari-nabi-muhammad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4800917155576892092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/4800917155576892092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/08/penyebarluas-islam-dari-nabi-muhammad.html' title='Penyebarluas Islam; Dari Nabi Muhammad Sampai Ustad'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-520095378029924486</id><published>2012-08-03T05:00:00.000-07:00</published><updated>2012-08-10T02:57:15.651-07:00</updated><title type='text'>Tuhan, Please Bantu Gue Posting di Grup PPMI</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Pemimpin
bertanggung jawab atas kepemimpinannya terhadap siapa saja yang dipimpinnya.
Dan pemimpin yang manusia dan bertuhan bertanggung jawab plus kepada tuhan
karena dia memimpin manusia makhluk tuhan. Manusia yang dipimpin berhak menilai
pemimpin baik untuk dilaporkan ke sesama manusia maupun kepada tuhan sebagai
pertimbangan. Akhirnya, tuhan pun ber-demokrasi. Walaupun sejatinya tuhan mampu
menilai sendiri secara independen dan mempunyai hak prerogatif untuk men-judge
mana yang baik dan yang buruk menurutnya. Namun tuhan mengajarkan bagaimana
menjadi pemimpin yang baik, bagaimana menjadi pendengar yang baik dan
sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&quot;Penilaian
hakiki adalah penilaian dari Tuhan Yang Maha Mengetahui&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Benar, tuhan
menilai secara keseluruhan karena maha mengetahui. Sedangkan penilaian manusia
yang dipimpin, adalah penilaian yang diambil dari obyektifitas. Dan itu bisa
dijadikan acuan untuk laporan pengaduan ke tuhan. Tinggal bagaimana seorang
pemimpin bersikap dan bertanggung jawab ketika diadili dihadapan tuhan dan para
saksi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Sebagai
manusia pemimpin yang handal, jenius, tidak gampang curhat di jejaring sosial
dan sebagainya, tentu punya antisipasi menghadapi hal tersebut. Diantaranya
adalah bersinergi dengan manusia yang dipimpin. Bekerjasama, berkomunikasi dan
berinteraksi secara efisien agar bisa saling melengkapi satu sama lain. Agar
tercipta kepemimpinan dan dinamika yang ideal dan dinilai baik oleh tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Kaitannya
dengan PPMI Mesir adalah berkurangnya ruang gerak Masisir dalam berkomunikasi
dan berinteraksi dengan PPMI Mesir karena dibatasinya “posting permission” grup
facebook PPMI Mesir dengan hanya admin saja yang dapat memposting di grup.
Padahal, grup FB PPMI Mesir adalah wadah interaksi Masisir yang sangat penting.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Salah satu
wadah sinergi tertutup. Pada grup FB PPMI Mesir, hanya akun FB PPMI Mesir yang
dapat memposting tulisan. Akun FB Masisir sama sekali tidak ada ruang disana
untuk memposting tulisan, berita, aspirasi dan sebagainya. Padahal, yang
diposting disana oleh PPMI adalah hal-hal atau kepentingan yang berhubungan
dengan PPMI saja. Jika demikian, bisakah Masisir leluasa berkomunikasi,
berinteraksi, bersinegi, bekerjasama dan saling melengkapi? Lalu bagaimana
dengan penilaian tuhan? kalau sudah begini, apakah Masisir masih butuh PPMI?&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;


    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/520095378029924486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/08/tuhan-please-bantu-gue-posting-di-grup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/520095378029924486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/520095378029924486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/08/tuhan-please-bantu-gue-posting-di-grup.html' title='Tuhan, Please Bantu Gue Posting di Grup PPMI'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-1660887924382301632</id><published>2012-06-03T14:14:00.002-07:00</published><updated>2012-08-10T02:54:10.485-07:00</updated><title type='text'>Minggu Pagi di Nasr City</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Pagi dini hari aku terbangun. Terdengar suara kicauan burung bersahutan. Aku kira sudah lewat waktu shubuh, dan ternyata belum. Aku lihat jam menunjukkan pukul 02:35 waktu Kairo, tanda belum masuk waktu shubuh. Aku bangkit dan segera meraih gelas dan mengambil air minum. Dua gelas kuhabiskan untuk membasahi usus-ususku. Aku jalan terbata-bata menuju kamar mandi untuk mandi pagi dan berwudlu. Setelah itu, aku berdiri terdiam di ruang depan. Tiba-tiba aku teringat kepada keluargaku di rumah. Aku merasa apa yang kulakukan sekarang persis seperti apa yang sering aku kerjakan di rumah. Suasananya seperti tak ada bedanya dengan suasana Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kicauan burung, hembusan angin, mengingatkanku pada pagi-pagi di Indonesia. Bangun tidur lebih awal, mandi pagi, pergi ke masjid, melantunkan shalawat tarhim, mengumandangkan adzan, shalat berjama’ah kemudian berolahraga. Aku membayangkan itu semua di awal pagi kota ini. Aku laksanakan shalat dua raka’at. Aku baca beberapa halaman dari Al-Qur’an. Lalu terdengarlah kumandang adzan dari masjid As-Shahaabah Swessry A. Kuhentikan bacaan untuk mendengar adzan kemudian aku berdiri untuk dua raka’at sebelum shalat shubuh. Kulanjutkan kembali bacaanku beberapa ayat dan bergegas menuju masjid. Waktu Shubuh di musim panas ini, jamnya memang lebih awal. Sekitar pukul tiga lebih sepuluh sampai lima belas menit karena waktu malam lebih pendek. Berbeda dengan musim dingin yang lebih lama waktu malam daripada siangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah perjalananku ke masjid, iqamah dikumandangkan. Langsung saja kupercepat langkah kakiku. Sesampainya, aku segera bergabung barisan jama’ah. Raka’at demi raka’at berlalu cukup lama. Sang imam membaca ayat-ayat Al-Qur’an begitu banyak dan panjang. Sebenarnya menurutku itu tidak baik. Karena ayat-ayat yang terlalu panjang dan banyak itu bisa memberatkan makmum. Jika ini dipraktekkan di Indonesia, tentu masjidnya akan sepi tidak laku pengunjung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepulang dari masjid, aku nyalakan computer kemudian kuputar video ceramah almarhum KH. Zainuddin MZ. Walaupun isi ceramahnya biasa-biasa saja, tapi tutur dan tata bahasanya rapi nan indah. Dalam ceramahnya, beliau menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan. Dari sekian banyak penceramah di Indonesia, menurutku memang beliau-lah yang paling rapi dalam menggunakan bahasa Indonesia pada ceramah-ceramahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kairo, 3 Juni 2012&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/1660887924382301632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/06/minggu-pagi-di-nasr-city.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/1660887924382301632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/1660887924382301632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/06/minggu-pagi-di-nasr-city.html' title='Minggu Pagi di Nasr City'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6346666358816273641.post-5665904472097559997</id><published>2012-06-03T12:31:00.002-07:00</published><updated>2015-09-30T10:19:35.653-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Nabi Musa; Kebulatan Tekad Mencari Ilmu</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Oleh : Moh. Hadi Bakri *)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika itu, Nabi Musa melakukan perjalanan dengan ditemani Yusya’ bin Nun menuju majma’ al-bahrain untuk menemui Nabi Khidir dan menimba ilmu kepadanya. Padahal Nabi Musa tidak tahu secara tepat dan jelas dimana majma’ al-bahrain itu berada.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum berangkat, Allah hanya memberikan seekor ikan sebagai petunjuk keberadaan tempat yang akan ditujunya itu. Lalu Allah mengisyaratkan kepada Nabi Musa bahwa jika ikan itu hilang di suatu tempat, maka kembalilah ke tempat tersebut, karena disitulah kamu akan bertemu dengan Khidir. Akhirnya dengan modal isyarat, Nabi Musa dan muridnya melakukan perjalanan dengan membawa seekor ikan sebagi petunjuk dan dua potong roti sebagai bekal perjalanan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yusya’ bin Nun adalah murid yang juga pembantu atau asisten Nabi Musa. Seperti di pesantren, ada santri yang menjadi pembantu kiyai yang disebut khadim yang artinya pembantu. Yusya’ bin Nun merupakan kader Nabi Musa yang dipersiapkan untuk menggantikannya dalam memimpin Bani Isra’il setelah dia wafat. Majma’ al-bahrain artinya pertemuan dua laut. Sekarang tidak dapat diketahui dimana tepatnya majma’ al-bahrain itu berada. Ada ulama yang berpendapat bahwa majma’ al-bahrain adalah pertemuan laut Persia dan laut Romawi. Di tengah perjalanan, Musa berkata kepada Yusya’ bin Nun : “Aku tidak akan menghentikan perjalanan ini sampai aku menemukan dimana majma’ al-bahrain itu berada walaupun bertahun-tahun lamanya”. Seperti dalam al-Qur’an ayat 60 surat al-Kahfi :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّى أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Begitu bulatnya tekad Nabi Musa untuk mencari Ilmu. Ibaratnya, sekali layar terkembang, pantang surut berpantang. Para santri zaman sekarang hendaknya memiliki tekad yang dimiliki Nabi Musa dalam mencari ilmu. Sekali mondok, pantang boyong sebelum lulus...!!! Kisah perjalanan Nabi Musa pun bisa menjadi alasan pentingnya belajar ilmu melalui guru atau dengan petunjuk guru. Nabi Musa rela menghabiskan waktunya untuk melakukan perjalanan demi menemui sang guru, Nabi Khidir. Kemudian dalam kisah tersebut juga mengisyaratkan tentang pentingnya mencari lembaga pendidikan yang bagus. Seperti Nabi Musa yang mencari majma’ al-bahrain.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini pernah dimuat di http://www.shighor.com/&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bakrilogica.blogspot.com/feeds/5665904472097559997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/06/nabi-musa-kebulatan-tekad-mencari-ilmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/5665904472097559997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6346666358816273641/posts/default/5665904472097559997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bakrilogica.blogspot.com/2012/06/nabi-musa-kebulatan-tekad-mencari-ilmu.html' title='Nabi Musa; Kebulatan Tekad Mencari Ilmu'/><author><name>bakrilogica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07220641154142684967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>