  <!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr" lang="en-US">

<head profile="http://gmpg.org/xfn/11">
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8" />

<title>bangaip.org  </title>

<link rel="stylesheet" href="http://bangaip.org/wp-content/themes/tropicala/style.css" type="text/css" media="screen" />
<!--[if lte IE 6]>
<link href="http://bangaip.org/wp-content/themes/tropicala/ie6.css" type="text/css" rel="stylesheet" />
<![endif]-->
<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="bangaip.org RSS Feed" href="http://bangaip.org/feed/" />
<link rel="pingback" href="http://bangaip.org/xmlrpc.php" />

<style type="text/css" media="screen">

</style>

<meta name='robots' content='noindex,nofollow' />
<script type='text/javascript' src='http://bangaip.org/wp-includes/js/jquery/jquery.js?ver=1.3.2'></script>
<link rel="EditURI" type="application/rsd+xml" title="RSD" href="http://bangaip.org/xmlrpc.php?rsd" />
<link rel="wlwmanifest" type="application/wlwmanifest+xml" href="http://bangaip.org/wp-includes/wlwmanifest.xml" /> 
<link rel='index' title='bangaip.org' href='http://bangaip.org' />
<meta name="generator" content="WordPress 2.8.5" />
	<style type="text/css">.recentcomments a{display:inline !important;padding:0 !important;margin:0 !important;}</style>

	<!-- Clean Archives Reloaded v3.1.10 | http://www.viper007bond.com/wordpress-plugins/clean-archives-reloaded/ -->
	<style type="text/css">.car-collapse .car-yearmonth { cursor: s-resize; } </style>
	<script type="text/javascript">
		/* <![CDATA[ */
			jQuery(document).ready(function() {
				jQuery('.car-collapse').find('.car-monthlisting').hide();
				jQuery('.car-collapse').find('.car-monthlisting:first').show();
				jQuery('.car-collapse').find('.car-yearmonth').click(function() {
					jQuery(this).next('ul').slideToggle('fast');
				});
				jQuery('.car-collapse').find('.car-toggler').click(function() {
					if ( 'Expand All' == jQuery(this).text() ) {
						jQuery(this).parent('.car-container').find('.car-monthlisting').show();
						jQuery(this).text('Collapse All');
					}
					else {
						jQuery(this).parent('.car-container').find('.car-monthlisting').hide();
						jQuery(this).text('Expand All');
					}
					return false;
				});
			});
		/* ]]> */
	</script>

</head>
<body>

  <div id="wrapper">

    <div id="masthead">
    
      <h1><a href="http://bangaip.org/">bangaip.org</a></h1>
    
      <p>situs Cilincing yang paling menawan hati pemiliknya</p>
      
      <ul>
        <li class="current_page_item"><a href="http://bangaip.org/">Home</a></li>
        <li class="page_item page-item-334"><a href="http://bangaip.org/about-2/" title="About">About</a></li>
<li class="page_item page-item-6"><a href="http://bangaip.org/archive/" title="Archive">Archive</a></li>
<li class="page_item page-item-163"><a href="http://bangaip.org/contact/" title="Contact">Contact</a></li>
      </ul>
      
      <div id="masthead_image">
        
        <img src="http://bangaip.org/wp-content/themes/tropicala/images/masthead.png" alt="Flower" />
        
      </div>
      
    </div>
  
    <div id="content" class="clearfix">

    <div id="main">

    
      
        <div class="article" id="post-493">
        
          <h2 class="header"><span>
            <a href="http://bangaip.org/2009/11/roman-obat-perangsang-dan-hamba-penegaknya/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Roman Obat Perangsang Dan Hamba Penegaknya">
              Roman Obat Perangsang Dan Hamba Penegaknya            </a>
          </span></h2>
        
          <p class="byline">Posted by bangaip on November 10th, 2009 </p>

          <div class="entry clearfix">
            <p>Kata para penggemar film klasik bergenre horor spesifikasi vampir; &#8220;Belum lengkap koleksi kalau tidak punya The Fearless Vampire Killers -nya Polanski&#8221;.</p>
<p>Sebab film besutan 1967 itu, disebut-sebut sebagai gabungan brilian antara horor dengan komedi. Pada usia 34, sutradara muda Roman Polanski sudah berhasil merebut pehatian publik dengan film vampir tersebut (walaupun tentu saja sebelumnya sudah diperhatikan oleh penggemar film melalui karyanya<a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Cul-de-Sac_(film)');"  href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cul-de-Sac_(film)" target="_blank"> </a><a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Cul-de-Sac_(film)');"  href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cul-de-Sac_(film)" target="_blank">Cul-De-Sac</a>).</p>
<p>Setahun setelahnya, 1968, seorang anak perempuan berusia 13 tahun mengaku bahwa ia &#8220;<em>akan di foto Polanski untuk sampul majalah. Tapi saya disuruh ganti baju dihadapannya. Malamnya, saya diundang ke rumah teman Polanski. Diberi minuman anggur. Lalu saya dipaksa melakukan hubungan seksual melalui oral, vaginal dan dubur. Setelah itu saya merasa tidak nyaman lagi</em>&#8221;</p>
<p>Tentu saja tidak nyaman. Namanya dipaksa, jelas tidak nyaman. Apalagi dipaksa berhubungan intim.</p>
<p>Polanski di bawa ke peradilan. Prosesnya panjang, namun <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/pqasb.pqarchiver.com/latimes/access/693047022.html?dids=693047022:693047022&amp;FMT=CITE&amp;FMTS=CITE:AI&amp;type=historic&amp;date=Apr+16%2C+1977&amp;author=&amp;pub=Los+Angeles+Times&amp;desc=POLANSKI+PLEADS+NOT+GUILTY+IN+DRUG-RAPE+CASE&amp;pqatl=google');"  href="http://pqasb.pqarchiver.com/latimes/access/693047022.html?dids=693047022:693047022&amp;FMT=CITE&amp;FMTS=CITE:AI&amp;type=historic&amp;date=Apr+16%2C+1977&amp;author=&amp;pub=Los+Angeles+Times&amp;desc=POLANSKI+PLEADS+NOT+GUILTY+IN+DRUG-RAPE+CASE&amp;pqatl=google" target="_blank">pengadilan membuktikannya tak bersalah</a>.</p>
<p>Suatu hari di Swiss. Dunia terhenyak. 41 tahun setelah kejadian, Polanski dilucuti dan diekstradisi oleh polisi Amerika di sebuah acara yang dibuat untuk menghargai dirinya. Tuduhannya; memperkosa anak di bawah umur.</p>
<p>Diskusi merebak di mana-mana. Antara lain;</p>
<ul>
<li>Kenapa Polanski melakukannya dengan anak umur 13 tahun?</li>
<li>Kok dia bisa bebas?</li>
<li>Kalau sudah bebas, kok ditangkap lagi?</li>
<li>Apakah polisi Amerika bisa menangkap orang di Swiss?</li>
<li>Bocah perempuan itu, sekarang sudah berusia 54 tahun. Apa perasaannya?</li>
<li>Kenapa banyak yang memberi dukungan pada Polanski?</li>
</ul>
<p>Jawabannya tidak simpel. Sebab <em>talk show</em> sepenggal-sepenggal per jam pun tidak mampu membahas itu semua sekaligus. Maka untuk disingkat, maka ini jawabannya (versi tanya jawab antara presenter televisi, pakar, dan rakyat awam);</p>
<p>Pengadilan Polanski adalah tipikal pengadilan Amerika. Walaupun Polanski adalah kelahiran Polandia dan memegang paspor Perancis, pelecehan ini terjadi di California, daerah di Amerika Serikat. Maka, ia diadili di Amerika.</p>
<p>Pengadilan Amerika yang membebaskan Polanski itu berdasar pada keputusan juri. Jumlah juri 12 orang. Maka ketika para juri teryakini alibi Polanski bahwa antara ia dan sang bocah saling menyukai dan si bocah dengan kesadaran penuh sebelum meneguk anggur yang ditawarkan, Polanski pun akhirnya bebas.</p>
<p>Tentu saja bebas bersyarat. Sebab walaupun begitu, Polanski tetap harus membayar denda. Setengah juta dollar Amerika pada gadis naas tersebut. Sebab di dalam anggur, Polanski muda membubuhkannya obat perangsang.</p>
<p>Sialnya, Polanski tidak pernah membayar denda. Ia kabur ke Perancis, beberapa jam sebelum juri memberikan vonis. Kasusnya mengambang. Polanski tidak pernah datang lagi ke Amerika. Bahkan ketika ia dinominasikan  Piala Oscar sebagai pemenang dalam film drama/roman/perang besutannya yang belatar belakang seorang pemain piano Yahudi, The Pianist.</p>
<p>Polanski, menghindari Amerika (dan hanya datang dengan jaminan). Menghindari utangnya. Mengindari tatapan mata si bocah perempuan yang perkosa.</p>
<p>Bertahun-tahun hidup di Perancis (yang tidak punya undang-undang ekstradisi dengan Amerika Serikat) Polanski bahagia. Apabila harus ke luar Perancis ia merencanakan perjalanannya dengan matang. Selain sutradara handal, diam-diam ia mempelajari undang-undang sebuah negara mengenai ekstradisi. Semua negara yang punya hubungan hukum dengan Amerika, dihindari.</p>
<p>Maka, jika suatu hari polisi Amerika mendengar bahwa ia akan datang ke Swiss, tertangkaplah ia di sana. Sebab Swiss memang punya undang-undang ekstradisi dengan Amerika (*dan <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Extradition_law_in_the_United_States#Countries_without_treaties_or_diplomatic_relations');"  href="http://en.wikipedia.org/wiki/Extradition_law_in_the_United_States#Countries_without_treaties_or_diplomatic_relations" target="_blank">ini adalah negara-negara yang tidak punya</a>. Diantaranya tentu saja, Indonesia*).</p>
<p>Sepandai-pandainya Polanski melompat, jatuh pula akhirnya.</p>
<p>Lalu panitia festival film pun kaget. Orang yang mereka undang, ditangkap di depan mata. Pas sebelum memberikan pidato terimakasih.</p>
<p>Fans tidak kalah kagetnya. Mereka menganggap ada teori konspirasi. Bukankah Polanski sudah berkali-kali mengunjungi Swiss? Bukankah Polanski bahkan punya rumah di sana? Bukankah ia pun telah dimaafkan oleh gadis yang ia perkosa? Menurut mereka, Polanski harus dibebaskan. Kasus ini sudah lama, buat apa diungkit kembali?</p>
<p>Kasus ini mencuat kembali. Sebab sungguh menarik. Nama Roman Polanski memang mencerminkan roman hidupnya. Di sana ada prasangka teori konspirasi. Ada pengadilan dengan sistem yang rumit. Ada uang dengan jumlah besar yang terlibat. Ada polisi Amerika yang kelihatannya bisa jadi polisi di mana saja.</p>
<p>Yang pasti, ada celah dalam sistem keadilan. Sebagaimana selalu ada celah dalam sistem apa saja. Dan  khusus untuk ini, Polanski mengetahuinya dengan baik sekali.</p>
<p>Apapun hasilnya, seberapapun lamanya, kasus Polanski jadi contoh yang bagus. Bahwa tidak ada seorangpun yang akan lolos dari jerat hukum. Lari atau sembunyi, bukanlah pilihan.</p>
<p>Sistem hukum memang tidak sempurna. Dan mungkin tidak akan pernah sempurna. Namun apabila hanya itu yang satu-satunya dimiliki, mau tidak mau yaa harus berbesar hati memeliharanya.</p>
<p>Sebab (katanya) keadilan memang harus ditegakkan. Bahkan untuk sekelas manusia luar biasa macam Polanski sekalipun.</p>
<p><em>Yang jadi pertanyaan, percayakah kita pada hukum? Pada sistemnya? Pada pendukungnya? Pada hamba penegaknya? </em></p>
          </div>
        
          <ul class="article_footer">
            <li class="first"> Filed under <a href="http://bangaip.org/category/fitur/" title="View all posts in fitur" rel="category tag">fitur</a></li>
            <li>Tags: <a href="http://bangaip.org/tag/diskusi/" rel="tag">diskusi</a>, <a href="http://bangaip.org/tag/film/" rel="tag">film</a>, <a href="http://bangaip.org/tag/hukum/" rel="tag">hukum</a></li>                        <li><a href="http://bangaip.org/2009/11/roman-obat-perangsang-dan-hamba-penegaknya/#comments" title="Comment on Roman Obat Perangsang Dan Hamba Penegaknya">6 Comments</a></li>
          </ul>
        
        </div>

      
        <div class="article" id="post-490">
        
          <h2 class="header"><span>
            <a href="http://bangaip.org/2009/11/membela-saudara-se-iman/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Membela Saudara Se &#8211; Iman">
              Membela Saudara Se &#8211; Iman            </a>
          </span></h2>
        
          <p class="byline">Posted by bangaip on November 9th, 2009 </p>

          <div class="entry clearfix">
            <p>Di akhir suratnya, kandidat PhD yang mendalami resistensi budaya Islam itu menulis &#8220;Jalan perdamaian, nampaknya masih panjang&#8221;.</p>
<p>Ia resah. Beberapa hari lalu, Mohammed Asha seorang dokter lulusan sekolah medis Jordania dan kemudian  tinggal di London menjadi tertuduh dalang pemboman beruntun yang menwaskan banyak warga sipil. Waktu itu tahun 2007.</p>
<p>Ia resah karena kemudaan Asha. Bukan karena Asha masih berumur 27 tahun. Sebab toh usia tidak menjamin tingkat kedewasaan dan pemahaman hidup. Tapi karena pada usia 27 tahun ini, Asha sudah mengantongi ijin praktik (yang artinya ia cerdas dan cepat belajar sebab ijin buka praktik dokter di London itu cukup sukar). Lebih parah lagi, Asha ini lulusan cum laude di sekolahnya.</p>
<p>Asha memang jadi wajah baru dunia terorisme. Muda, ganteng, nilai sekolah selalu A+, kaya dan punya pengalaman internasional.</p>
<p>Aneh bukan? Bagaimana mungkin orang seperti itu bisa terjerambab dalam dunia kekerasan dan teror atas nama reliji. Apa pula yang ia cari?</p>
<p>Dua tahun setelahnya. Pada awal November 2009 seorang psikiater kelahiran Amerika memberondongkan peluru ke arah ratusan rekan militernya di Fort Hood, Texas. 42 orang luka berat. 13 lagi meninggal dunia.</p>
<p>Namanya Nidal Malik Hasan. Lulusan cemerlang sekolah teknologi Virginia jurusan biokimia lalu melanjutkan ke sekolah medis. Berkarir dengan baik di militer. Bukan hanya dokter. Ia pun psikiater sekaligus berpangkat mayor.</p>
<p>Kata orang-orang, ia pendiam. Bukan tipikal manusia berangas.</p>
<p>Sekali lagi, ada keanehan. Untuk apa orang seperti Hasan membunuh rekan-rekan sejawatnya di barak militer. Memberondongkan mitraliur sambil meneriakkan nama Tuhan?</p>
<p>Kata para ahli, itu masalah budaya.</p>
<p>(Katanya) Asha naik pitam;  ketika suatu hari mendapati bahwa nabinya dijadikan lelucon dalam kartun. Dan ia, lalu meminta dunia barat mendapatkan ganjarannya.</p>
<p>Dunia internet, dunia yang akrab dengan hidup Asha, memang tidak ramah. Setiap hari ia jumpai makian kasar, kata-kata ejekan dan penghancur harga diri di sana. Budaya dan agama yang Asha anggap tinggi serta suci, hancur porak poranda di internet.</p>
<p>Video di You Tube, status di Facebook, koran berita yang bisa diakrabi lewat sindikasi pengumpan, semuanya sekarang punya fasiitas rating dan komentar. Semua media itu, (kalau tidak boleh dibilang sebagai pelengkap) sekarang jadi agama dan budaya baru. Semua orang boleh mencaci. Semua orang boleh memaki. Semua orang, boleh melampaui batas-batas budaya dan tradisi.</p>
<p>Asha tidak kuat menghadapi hal itu.</p>
<p>Asha benci anonim. Tokoh internet yang tidak menggunakan nama asli. Bagi dia, itu pengecut. Hanya pemberani yang pakai nama asli. (*Ironis. Dengan konsep yang sama pula, polisi dengan gampang menciduknya*)</p>
<p>Lalu bagaimana dengan Hasan?</p>
<p>Oh! Hasan beda.</p>
<p>(Katanya) Hasan sering dilecehkan. Ia dilecehkan karena rajin beribadah dan memiliki latar belakang Palestina. Sebagai seorang mayor, seringkali Hasan tidak menerima penghormatan dari rekan-rekannya.</p>
<p>Apakah Hasan gila hormat?</p>
<p>Jawabnya: &#8220;Apakah kamu pernah ikut berdinas di militer?&#8221;</p>
<p>Kalau belum (atau tidak pernah), apakah pernah melihat anggota militer saling memberi salam satu sama lain dengan melempangkan telapak tangan kanan lalu menempelkannya di kepala sekitar dahi dan alis?</p>
<p>Itu salut hormat. Sebab dunia militer adalah dunia (yang mereka anggap) penuh kehormatan. Dan Hasan, jarang menerimanya.</p>
<p>Hasan terperangkap dalam imajinasinya sendiri, bahwa &#8220;Perang terhadap terorisme&#8221; adalah sama dengan &#8220;Perang terhadap Islam&#8221;. Hasan yang kelahiran Amerika sering ditertawakan dan dipanggil &#8216;Arab&#8217; oleh rekan-rekannya.</p>
<p>Hasan terasing di komunitasnya. Melarikan diri ke website-website reliji yang membahas siapa yang benar atau siapa yang paling salah. Membuat posting tentang siapa yang harus dihukum dan siapa yang akan masuk surga.</p>
<p>Menjadikan agama sebagai wacana masturbasi.</p>
<p>Lalu, apa bedanya antara Asha dengan Hasan? Sebab pasti dong dua orang itu berbeda.</p>
<p>Bedanya adalah; Asha marah terhadap manusia internet yang ia anggap tidak menghormati  budayanya. Sementara, Hasan marah terhadap manusia komunitas harian yang tidak menghargai budayanya lalu mencari jawaban melalui internet.</p>
<p>Persamaannya; Dua-duanya haus darah. Menganggap semua masalah bisa diselesaikan dengan memberikan rasa takut dan menyetorkan jiwa pada malaikat maut. Dengan teori, &#8220;Yang bersalah, harus mati&#8221;</p>
<p>Apapun, baik Asha, Hasan atau siapalah-namanya mendasari kegiatannya dengan dalil &#8216;Membela saudara se-iman&#8217;. Persetan jika ternyata saudara seimannya justru orang yang pertama yang akan menderita. Dan persetan jika bahkan seluruh umat manusia menderita.</p>
<p>Astaga, mungkin entri baru perlu dibuat di ensiklopedia internet Wikipedia. Namanya, SAUDARA. Sebab mungkin dengan begitu, kita bisa mempercepat jalannya perdamaian.</p>
<p>(*Statement terakhir jelas karangan saya <img src='http://bangaip.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Jangan percaya begitu saja. hehe*)</p>
          </div>
        
          <ul class="article_footer">
            <li class="first"> Filed under <a href="http://bangaip.org/category/bangaip/" title="View all posts in bangaip" rel="category tag">bangaip</a>,  <a href="http://bangaip.org/category/sehari-hari/" title="View all posts in sehari-hari" rel="category tag">sehari-hari</a></li>
            <li>Tags: <a href="http://bangaip.org/tag/diskusi/" rel="tag">diskusi</a></li>                        <li><a href="http://bangaip.org/2009/11/membela-saudara-se-iman/#comments" title="Comment on Membela Saudara Se &#8211; Iman">4 Comments</a></li>
          </ul>
        
        </div>

      
      <div class="navigation">
        <div class="alignleft"><a href="http://bangaip.org/page/2/" >&laquo; Older Entries</a></div>
        <div class="alignright"></div>
      </div>

    
    </div>

    <div id="secondary">

          <form method="get" id="searchform" action="http://bangaip.org/">
        <input type="text" value="" name="s" id="s" /><input type="image" id="search_submit" src="http://bangaip.org/wp-content/themes/tropicala/images/go.png" value="Search" />
      </form>        
    <!-- Author information is disabled per default. Uncomment and fill in your details if you want to use it. -->
    <!-- <div id="author">
          <h2>Author</h2>
          <p>A little something about you, the author. Nothing lengthy, just an overview.</p>
        </div> -->

    

    <ul id="sidebar">
  
      <li id="categories-4" class="widget widget_categories"><h2 class="widgettitle">Categories</h2>		<ul>
	<li class="cat-item cat-item-3"><a href="http://bangaip.org/category/bahasa-elf/" title="View all posts filed under bahasa elf">bahasa elf</a> (1)
</li>
	<li class="cat-item cat-item-4"><a href="http://bangaip.org/category/bangaip/" title="View all posts filed under bangaip">bangaip</a> (44)
</li>
	<li class="cat-item cat-item-5"><a href="http://bangaip.org/category/cerita_kerja/" title="View all posts filed under cerita_kerja">cerita_kerja</a> (15)
</li>
	<li class="cat-item cat-item-6"><a href="http://bangaip.org/category/downloads/" title="View all posts filed under downloads">downloads</a> (1)
</li>
	<li class="cat-item cat-item-28"><a href="http://bangaip.org/category/fitur/" title="View all posts filed under fitur">fitur</a> (1)
</li>
	<li class="cat-item cat-item-7"><a href="http://bangaip.org/category/orang-indonesia/" title="View all posts filed under Orang Indonesia">Orang Indonesia</a> (27)
</li>
	<li class="cat-item cat-item-8"><a href="http://bangaip.org/category/republik-indonesia/" title="View all posts filed under Republik Indonesia">Republik Indonesia</a> (18)
</li>
	<li class="cat-item cat-item-9"><a href="http://bangaip.org/category/sehari-hari/" title="View all posts filed under sehari-hari">sehari-hari</a> (38)
</li>
	<li class="cat-item cat-item-10"><a href="http://bangaip.org/category/sepeda/" title="View all posts filed under sepeda">sepeda</a> (1)
</li>
	<li class="cat-item cat-item-11"><a href="http://bangaip.org/category/tips/" title="View all posts filed under tips">tips</a> (9)
</li>
		</ul>
</li>		<li id="recent-comments-3" class="widget widget_recent_comments">			<h2 class="widgettitle">Recent Comments</h2>			<ul id="recentcomments"><li class="recentcomments">omnoba on <a href="http://bangaip.org/2009/11/roman-obat-perangsang-dan-hamba-penegaknya/comment-page-1/#comment-977">Roman Obat Perangsang Dan Hamba Penegaknya</a></li><li class="recentcomments"><a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/kosongempatsembilan.wordpress.com/');"  href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/' rel='external nofollow' class='url'>Fortynine</a> on <a href="http://bangaip.org/2009/11/roman-obat-perangsang-dan-hamba-penegaknya/comment-page-1/#comment-976">Roman Obat Perangsang Dan Hamba Penegaknya</a></li><li class="recentcomments"><a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/itikkecil.wordpress.com');"  href='http://itikkecil.wordpress.com' rel='external nofollow' class='url'>itikkecil</a> on <a href="http://bangaip.org/2009/11/roman-obat-perangsang-dan-hamba-penegaknya/comment-page-1/#comment-975">Roman Obat Perangsang Dan Hamba Penegaknya</a></li><li class="recentcomments"><a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/zamroni.net');"  href='http://zamroni.net' rel='external nofollow' class='url'>zam</a> on <a href="http://bangaip.org/2009/11/mata-tuntutan/comment-page-1/#comment-974">Mata Tuntutan</a></li><li class="recentcomments"><a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/zamroni.net');"  href='http://zamroni.net' rel='external nofollow' class='url'>zam</a> on <a href="http://bangaip.org/2009/11/roman-obat-perangsang-dan-hamba-penegaknya/comment-page-1/#comment-973">Roman Obat Perangsang Dan Hamba Penegaknya</a></li></ul>
		</li>		<li id="recent-posts-4" class="widget widget_recent_entries">		<h2 class="widgettitle">Recent Posts</h2>		<ul>
				<li><a href="http://bangaip.org/2009/11/roman-obat-perangsang-dan-hamba-penegaknya/" title="Roman Obat Perangsang Dan Hamba Penegaknya">Roman Obat Perangsang Dan Hamba Penegaknya </a></li>
				<li><a href="http://bangaip.org/2009/11/membela-saudara-se-iman/" title="Membela Saudara Se &#8211; Iman">Membela Saudara Se &#8211; Iman </a></li>
				<li><a href="http://bangaip.org/2009/11/mata-tuntutan/" title="Mata Tuntutan">Mata Tuntutan </a></li>
				<li><a href="http://bangaip.org/2009/11/kalau-kondom-tidak-bisa-jadi-bukti-cinta-lantas-apa-dong/" title="Kalau Kondom Tidak Bisa Jadi Bukti Cinta, Lantas Apa Dong?">Kalau Kondom Tidak Bisa Jadi Bukti Cinta, Lantas Apa Dong? </a></li>
				<li><a href="http://bangaip.org/2009/11/batuk-pilek-biasa-atau-flu-kenali-gejalanya/" title="Batuk Pilek Biasa atau Flu? Kenali Gejalanya!">Batuk Pilek Biasa atau Flu? Kenali Gejalanya! </a></li>
				</ul>
		</li><li id="text-3" class="widget widget_text"><h2 class="widgettitle">LANGGANAN</h2>			<div class="textwidget"><a href="http://feeds.feedburner.com/BangaipDotOrg" target="_blank">Silahkan klik di sini untuk berlangganan tulisan bangaip topdeh. Dijamin tidak menyesal.</a> Kalau menyesal, kita maap-maapan pas lebaran nanti. Tapi, kalau masih menyesal pula, saya traktir minum teh deh. Hehe. 
(*Kalau mau agar tulisan bangaip <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=BangaipDotOrg" target="_blank">langsung mampir ke email anda, silahkan klik disini</a>*) </div>
		</li>      
  </div>


  
    
<!-- tracker added by Ultimate Google Analytics plugin v1.6.0: http://www.oratransplant.nl/uga -->
<script type="text/javascript">
var gaJsHost = (("https:" == document.location.protocol) ? "https://ssl." : "http://www.");
document.write(unescape("%3Cscript src='" + gaJsHost + "google-analytics.com/ga.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E"));
</script>
<script type="text/javascript">
var pageTracker = _gat._getTracker("UA-9599655-1");
pageTracker._initData();
pageTracker._trackPageview();
</script>
<script src="http://stats.wordpress.com/e-200946.js" type="text/javascript"></script>
<script type="text/javascript">
st_go({blog:'10187484',v:'ext',post:'0'});
var load_cmc = function(){linktracker_init(10187484,0,2);};
if ( typeof addLoadEvent != 'undefined' ) addLoadEvent(load_cmc);
else load_cmc();
</script>
    
      </div>
    
    </div>

    <ul id="footer">
      <li>&copy; 2009 bangaip.org. All Rights Reserved.</li>
      <li>RSS: <a href="http://bangaip.org/feed/">Entries</a>/<a href="http://bangaip.org/comments/feed/">Comments</a></li>
      <li>Powered by <a href="http://wordpress.org/">WordPress</a></li>
      <li>
        Theme:
        <a href="http://wordpress.org/extend/themes/tropicala">Tropicala</a> by 
        <a href="http://goroharumi.com">Goro</a>
      </li>
    </ul>
    
</body>
</html>
