<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839</atom:id><lastBuildDate>Wed, 28 Aug 2024 07:36:23 +0000</lastBuildDate><category>Agama</category><category>renungan</category><category>religion</category><category>Kisah</category><category>prudential</category><category>hiburan</category><category>Kesehatan</category><category>Health</category><category>Refreshing</category><category>Tips</category><category>riyadhoh</category><category>setting</category><category>TV</category><category>funny</category><category>lagu</category><category>motivasi</category><category>song</category><category>Qur'an</category><category>Story</category><category>Bisnis</category><category>Donasi</category><category>FAQ</category><category>Game</category><category>Info</category><category>Jak Lingko</category><category>Nasionalisme</category><category>Trans Jakarta</category><category>bis</category><category>diabetes</category><category>formulir</category><category>ilham</category><category>kebun</category><category>keluarga</category><category>mu'alaf</category><category>muslim</category><category>sya'ban</category><category>tanaman</category><category>tumbuhan</category><title>Batas Indah... Lovely Places in the Earth!</title><description>Indahnya tempat tinggalku di Batas Indah... Nyaman... Apalagi Saat Waktu Dhuha tiba...

Subhanallah...</description><link>http://batasindah.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>315</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Indahnya tempat tinggalku di Batas Indah... Nyaman... Apalagi Saat Waktu Dhuha tiba... Subhanallah...</itunes:summary><itunes:subtitle>Indahnya tempat tinggalku di Batas Indah... Nyaman... Apalagi Saat Waktu Dhuha tiba... Subhanallah...</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-8303807819194648967</guid><pubDate>Sun, 25 Jun 2023 10:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2023-06-25T17:41:06.708+07:00</atom:updated><title>Khutbah Idul Adha (Chat GPT)</title><description>&lt;div id="__next"&gt;&lt;div class="overflow-hidden w-full h-full relative flex z-0"&gt;&lt;div class="relative flex h-full max-w-full flex-1 overflow-hidden"&gt;&lt;div class="flex h-full max-w-full flex-1 flex-col"&gt;&lt;div class="sticky top-0 z-10 flex items-center border-b border-white/20 bg-gray-800 pl-1 pt-1 text-gray-200 sm:pl-3 md:hidden"&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="sticky top-0 z-10 flex items-center border-b border-white/20 bg-gray-800 pl-1 pt-1 text-gray-200 sm:pl-3 md:hidden"&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="sticky top-0 z-10 flex items-center border-b border-white/20 bg-gray-800 pl-1 pt-1 text-gray-200 sm:pl-3 md:hidden"&gt;Jama'ah Muslimin yang dirahmati Allah,&lt;/div&gt;&lt;main class="relative h-full w-full transition-width flex flex-col overflow-auto items-stretch flex-1"&gt;&lt;div class="flex-1 overflow-hidden"&gt;&lt;div class="react-scroll-to-bottom--css-ftupp-79elbk h-full dark:bg-gray-800"&gt;&lt;div class="react-scroll-to-bottom--css-ftupp-1n7m0yu"&gt;&lt;div class="flex flex-col text-sm dark:bg-gray-800"&gt;&lt;div class="group w-full text-gray-800 dark:text-gray-100 border-b border-black/10 dark:border-gray-900/50 bg-gray-50 dark:bg-[#444654]"&gt;&lt;div class="flex p-4 gap-4 text-base md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-[38rem] xl:max-w-3xl md:py-6 lg:px-0 m-auto"&gt;&lt;div class="relative flex w-[calc(100%-50px)] flex-col gap-1 md:gap-3 lg:w-[calc(100%-115px)]"&gt;&lt;div class="flex flex-grow flex-col gap-3"&gt;&lt;div class="flex items-start overflow-x-auto whitespace-pre-wrap break-words flex-col gap-4"&gt;&lt;div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light"&gt;&lt;p&gt;Hari ini, kita berkumpul di sini untuk menyambut kedatangan salah satu momen yang sangat berharga dalam kehidupan umat Islam, yaitu Idul Adha. Idul Adha merupakan hari raya yang dijadikan sebagai perayaan atas pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah untuk mengorbankan anaknya yang tercinta, Nabi Ismail AS. Karena kesetiaan dan ketaatan mereka kepada Allah, Allah menggantikan anak tersebut dengan seekor domba sebagai pengorbanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kisah pengorbanan ini mengajarkan kepada kita nilai-nilai penting yang perlu kita renungkan dalam kehidupan kita. Pertama, pengorbanan adalah bagian penting dari keimanan kita kepada Allah. Nabi Ibrahim AS siap untuk mengorbankan anaknya yang tercinta hanya karena Allah memintanya. Ini menunjukkan kepasrahan dan kepatuhan yang tulus kepada kehendak-Nya. Dalam hidup kita, kita juga harus siap untuk mengorbankan hal-hal yang kita cintai, jika Allah memintanya untuk kebaikan kita dan ujian kita dalam menggapai kebahagiaan hakiki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, pengorbanan ini juga mengajarkan kita tentang kepercayaan kita kepada Allah. Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sama-sama memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi mereka. Mereka berdua meyakini bahwa kehendak Allah adalah yang terbaik untuk mereka. Dalam hidup kita, kita harus senantiasa yakin bahwa segala yang terjadi adalah ketentuan Allah yang paling baik. Kita harus meyakini bahwa Allah akan menggantikan setiap pengorbanan kita dengan keberkahan dan kemuliaan yang lebih besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, pengorbanan ini mengajarkan kita tentang makna kasih sayang dan kemanusiaan. Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menunjukkan kepedulian dan kasih sayang mereka yang tulus satu sama lain. Meskipun Nabi Ibrahim AS sangat mencintai putranya, ia juga mencintai Allah lebih dari apapun. Ini adalah pengorbanan yang murni didasarkan pada kasih sayang yang tulus kepada Allah dan kesadaran akan tanggung jawab manusia terhadap sesama manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejalan dengan semangat pengorbanan ini, kita juga disunahkan untuk menyembelih hewan kurban pada hari ini. Namun, yang perlu kita ingat adalah bahwa pengorbanan ini bukanlah semata-mata tentang darah dan daging hewan yang kita korbankan. Lebih jauh dari itu, pengorbanan ini adalah tentang kesadaran kita akan tanggung jawab kita sebagai hamba Allah untuk saling peduli dan berbagi dengan sesama, khususnya dengan mereka yang kurang beruntung. Oleh karena itu, sebagian daging kurban tersebut dianjurkan untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saudaraku yang dirahmati Allah,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di hari yang berbahagia ini, mari kita merenungkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Mari kita perkuat iman dan kepercayaan kita kepada Allah, dan siap untuk mengorbankan apa pun yang kita cintai demi-Nya. Mari kita tingkatkan kasih sayang dan kemanusiaan kita, dengan berbagi dan peduli kepada sesama, terutama kepada yang kurang beruntung. Dan yang tidak kalah pentingnya, mari kita perkuat hubungan kita dengan Allah melalui ketaatan dan ibadah yang tulus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhir kata, marilah kita syukuri rahmat Allah yang telah memberikan kita kesempatan untuk merayakan Idul Adha ini. Semoga pengorbanan kita dan amal ibadah kita diterima oleh Allah, dan semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dan mengamalkan nilai-nilai dari kisah pengorbanan ini dalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="flex justify-between lg:block"&gt;&lt;div class="text-xs flex items-center justify-center gap-1 self-center pt-2 !invisible"&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="absolute bottom-0 left-0 w-full border-t md:border-t-0 dark:border-white/20 md:border-transparent md:dark:border-transparent md:bg-vert-light-gradient bg-white dark:bg-gray-800 md:!bg-transparent dark:md:bg-vert-dark-gradient pt-2 md:pl-2 md:w-[calc(100%-.5rem)]"&gt;&lt;form class="stretch mx-2 flex flex-row gap-3 last:mb-2 md:mx-4 md:last:mb-6 lg:mx-auto lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl"&gt;&lt;div class="relative flex h-full flex-1 items-stretch md:flex-col" role="presentation"&gt;&lt;div class="flex flex-col w-full py-[10px] flex-grow md:py-4 md:pl-4 relative border border-black/10 bg-white dark:border-gray-900/50 dark:text-white dark:bg-gray-700 rounded-xl shadow-xs dark:shadow-xs"&gt;&lt;button class="absolute p-1 rounded-md md:bottom-3 md:p-2 md:right-3 dark:hover:bg-gray-900 dark:disabled:hover:bg-transparent right-2 disabled:text-gray-400 enabled:bg-brand-purple text-white bottom-1.5 transition-colors disabled:opacity-40" disabled=""&gt;&lt;span class="" data-state="closed"&gt;&lt;svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 16 16" fill="none" class="h-4 w-4 m-1 md:m-0" stroke-width="2"&gt;&lt;path d="M.5 1.163A1 1 0 0 1 1.97.28l12.868 6.837a1 1 0 0 1 0 1.766L1.969 15.72A1 1 0 0 1 .5 14.836V10.33a1 1 0 0 1 .816-.983L8.5 8 1.316 6.653A1 1 0 0 1 .5 5.67V1.163Z" fill="currentColor"&gt;&lt;/path&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;/main&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="absolute left-0 right-0 top-0 z-[2]"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;next-route-announcer&gt;&lt;p aria-live="assertive" id="__next-route-announcer__" role="alert"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/next-route-announcer&gt;&lt;div portal-container=""&gt;&lt;span class="pointer-events-none fixed inset-0 z-[60] mx-auto my-2 flex max-w-[560px] flex-col items-stretch justify-start md:pb-5"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2023/06/khutbah-idul-adha-chat-gpt.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-8359729081792880202</guid><pubDate>Sun, 25 Jun 2023 10:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2023-06-25T17:37:02.992+07:00</atom:updated><title>Guru yang melupakan muridnya</title><description>&lt;div&gt;Sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah Seorang Diantaranya Melihat Guru SDnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Murid itu menyalami gurunya dengan penuh penghormatan, seraya berkata:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Masih ingat saya kan, pak guru?”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gurunya menjawab, “wah maaf, tidak tuh."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Murid itu bertanya keheranan, "Masa sih, pak guru tidak ingat saya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Sayakan... murid yang dulu&amp;nbsp; mencuri jam tangan punya&amp;nbsp; salah seorang teman di kelas."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, pak guru menyuruh kita untuk berdiri semua, karena akan dilakukan penggeledahan saku murid semuanya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Saat itu saya berfikir, bahwa saya akan dipermalukan dihadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepada saya: "pencuri" dan harga diri saya pasti akan hancur, selama hidup saya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Bapak menyuruh kami berdiri menghadap tembok dan menutup mata kami semua."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Bapak menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, Bapak ambil jam tangan itu dari kantong saya, dan Bapak lanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Setelah selesai, Pak guru menyuruh kami membuka penutup mata, dan kembali ke tempat duduk masing-masing."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Saya takut Bapak akan mempermalukan saya di depan murid murid lain yang semuanya&amp;nbsp; teman teman saya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Bapak tunjukkan jam tangan itu dan Bapak berikan kepada pemiliknya, tanpa menyebutkan siapa yang mencurinya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Selama saya belajar di sekolah itu, Bapak tidak pernah bicara sepatah kata pun tentang kasus jam tangan itu, dan tidak ada seorang pun guru maupun murid yang bicara tentang pencurian jam tangan itu."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Bapak masih ingat saya kan&amp;nbsp; pak?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Bagaimana mungkin Bapak tidak mengingat saya??"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Saya adalah murid Bapak, dan cerita itu adalah cerita pedih yang tak akan terlupakan selama hidup saya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Saya sangat mengagumi Bapak. Sejak peristiwa itu saya berubah menjadi orang yang baik dan benar hingga sekarang saya jadi orang sukses.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya&amp;nbsp; mencontoh semua akhlak dan sikap, juga perilaku Bapak."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sang Guru itu pun menjawab,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Sungguh aku tidak mengingatmu, karena pada saat menggeledah itu, aku sengaja menutup mataku, agar aku tidak mengenalmu."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Karena aku tidak mau merasa kecewa atas perbuatan salah satu muridku, aku sangat mencintai semua murid-muridku..."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sahabat...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pendidikan memerlukan akhlak yang mengajari bagaimana menutup segala keburukan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti kisah di atas bagaimana akhlak guru terhadap muridnya dan juga murid terhadap gurunya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena pada hakikatnya setiap kita adalah guru,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dan setiap kita adalah murid.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tutuplah Aib saudaramu, tahanlah lisanmu, dan jangan menyebarkannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aib yang nyata saja diperintahkan Allah untuk ditutup, apalagi Aib yang belum tentu benar/salahnya, atau masih simpang siur kabarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tutupi Aib saudaramu di dunia maka Allah SWT akan menutupi Aibmu di akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memaafkan, memaklumi, dan berempati adalah sikap orang yang berjiwa besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Guru memiliki tugas mulia, yakni mendidik muridnya memiliki jiwa besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Bermanfaat,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sehat Selalu Untuk Semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aamiin.&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2023/06/guru-yang-melupakan-muridnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-4160930828975365775</guid><pubDate>Sun, 18 Jun 2023 12:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2023-06-18T19:18:03.626+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><title>Harmoni Keluarga (ChatGPT)</title><description>&lt;div id="__next"&gt;&lt;div class="overflow-hidden w-full h-full relative flex z-0"&gt;&lt;div class="relative flex h-full max-w-full flex-1 overflow-hidden"&gt;&lt;div class="flex h-full max-w-full flex-1 flex-col"&gt;&lt;div class="sticky top-0 z-10 flex items-center border-b border-white/20 bg-gray-800 pl-1 pt-1 text-gray-200 sm:pl-3 md:hidden"&gt;Agar keluarga menjadi lebih harmonis, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda coba:&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;main class="relative h-full w-full transition-width flex flex-col overflow-auto items-stretch flex-1"&gt;&lt;div class="flex-1 overflow-hidden"&gt;&lt;div class="react-scroll-to-bottom--css-hursv-79elbk h-full dark:bg-gray-800"&gt;&lt;div class="react-scroll-to-bottom--css-hursv-1n7m0yu"&gt;&lt;div class="flex flex-col text-sm dark:bg-gray-800"&gt;&lt;div class="group w-full text-gray-800 dark:text-gray-100 border-b border-black/10 dark:border-gray-900/50 bg-gray-50 dark:bg-[#444654]"&gt;&lt;div class="flex p-4 gap-4 text-base md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-[38rem] xl:max-w-3xl md:py-6 lg:px-0 m-auto"&gt;&lt;div class="relative flex w-[calc(100%-50px)] flex-col gap-1 md:gap-3 lg:w-[calc(100%-115px)]"&gt;&lt;div class="flex flex-grow flex-col gap-3"&gt;&lt;div class="min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-4 whitespace-pre-wrap break-words"&gt;&lt;div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Komunikasi yang baik: Penting untuk memiliki komunikasi yang terbuka dan jujur antara anggota keluarga. Dengarkan dengan penuh perhatian saat anggota keluarga berbicara dan berbicaralah dengan nada yang baik serta hormat.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Waktu berkualitas bersama: Sediakan waktu khusus untuk berinteraksi dan menghabiskan waktu bersama sebagai keluarga. Ini bisa berupa makan malam bersama, piknik, atau kegiatan lain yang dinikmati bersama.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Hormati perbedaan: Menghargai perbedaan pendapat, minat, dan kebutuhan setiap anggota keluarga penting untuk menjaga harmoni. Anjurkan diskusi yang sehat dan tetap terbuka terhadap sudut pandang yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Berbagi tanggung jawab: Bagi tugas rumah tangga dan tanggung jawab keluarga secara adil. Ini akan membantu mencegah ketegangan dan membantu anggota keluarga merasa dihargai dan terlibat.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Mengatasi konflik dengan bijak: Konflik tak terhindarkan dalam keluarga. Penting untuk belajar mengatasi konflik dengan cara yang konstruktif. Bicarakan masalah secara dewasa, hindari sikap defensif, dan cari solusi yang saling menguntungkan.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Saling dukung dan merayakan keberhasilan: Dukungan dan perayaan keberhasilan anggota keluarga dapat memperkuat ikatan dan menciptakan lingkungan yang positif. Berikan dorongan, apresiasi, dan perhatian satu sama lain.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Bersenang-senang bersama: Selain melibatkan diri dalam kegiatan sehari-hari, pastikan juga untuk meluangkan waktu bersenang-senang bersama. Misalnya, menonton film, bermain game, atau melakukan aktivitas rekreasi yang disukai oleh semua anggota keluarga.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Batasi penggunaan teknologi: Terkadang penggunaan berlebihan teknologi seperti gadget dan media sosial dapat mengganggu interaksi dan komunikasi dalam keluarga. Atur batasan penggunaan dan ciptakan waktu tanpa teknologi untuk berkumpul bersama.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Hormati privasi masing-masing: Meskipun penting untuk menjalin hubungan yang dekat, tetaplah menghormati privasi individu setiap anggota keluarga. Berikan ruang pribadi yang dibutuhkan dan jangan campuri urusan pribadi tanpa izin.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Berlatih pengampunan: Tidak ada keluarga yang sempurna, dan kadang-kadang kesalahan terjadi. Berlatih untuk memberikan maaf dan memaafkan. Belajar dari kesalahan dan membangun ikatan yang lebih kuat melalui pengampunan.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Setiap keluarga unik, jadi penting untuk menyesuaikan tips ini dengan dinamika keluarga Anda sendiri. Ingatlah bahwa menjaga harmoni dalam keluarga adalah upaya yang kontinu dan membutuhkan komitmen dari setiap anggota keluarga.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="flex justify-between lg:block"&gt;&lt;div class="text-xs flex items-center justify-center gap-1 self-center pt-2 !invisible"&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="absolute bottom-0 left-0 w-full border-t md:border-t-0 dark:border-white/20 md:border-transparent md:dark:border-transparent md:bg-vert-light-gradient bg-white dark:bg-gray-800 md:!bg-transparent dark:md:bg-vert-dark-gradient pt-2 md:-left-2"&gt;&lt;form class="stretch mx-2 flex flex-row gap-3 last:mb-2 md:mx-4 md:last:mb-6 lg:mx-auto lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl"&gt;&lt;div class="relative flex h-full flex-1 items-stretch md:flex-col" role="presentation"&gt;&lt;div class="flex flex-col w-full py-[10px] flex-grow md:py-4 md:pl-4 relative border border-black/10 bg-white dark:border-gray-900/50 dark:text-white dark:bg-gray-700 rounded-xl shadow-xs dark:shadow-xs"&gt;&lt;button class="absolute p-1 rounded-md md:bottom-3 md:p-2 md:right-3 dark:hover:bg-gray-900 dark:disabled:hover:bg-transparent right-2 disabled:text-gray-400 enabled:bg-brand-purple text-white bottom-1.5 transition-colors disabled:opacity-40" disabled=""&gt;&lt;span class="" data-state="closed"&gt;&lt;svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 16 16" fill="none" class="h-4 w-4 m-1 md:m-0" stroke-width="2"&gt;&lt;path d="M.5 1.163A1 1 0 0 1 1.97.28l12.868 6.837a1 1 0 0 1 0 1.766L1.969 15.72A1 1 0 0 1 .5 14.836V10.33a1 1 0 0 1 .816-.983L8.5 8 1.316 6.653A1 1 0 0 1 .5 5.67V1.163Z" fill="currentColor"&gt;&lt;/path&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;/main&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="absolute left-0 right-0 top-0 z-[2]"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;next-route-announcer&gt;&lt;p aria-live="assertive" id="__next-route-announcer__" role="alert"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/next-route-announcer&gt;&lt;div portal-container=""&gt;&lt;span class="pointer-events-none fixed inset-0 z-[60] mx-auto my-2 flex max-w-[560px] flex-col items-stretch justify-start md:pb-5"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2023/06/harmoni-keluarga-chatgpt.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-4409343897090798513</guid><pubDate>Fri, 14 Apr 2023 03:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2023-04-14T15:05:26.782+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mu'alaf</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">muslim</category><title>Kok jadi pinteran Mualaf ya...?</title><description>"Wah, ada bule saling mempengaruhi keyakinan antara dia dan suaminya yang muslim dan dari penuturannya terlihat dia seorang "smart woman" dan ternyata benar dia seorang akuntan."&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhnq6Logcc05Wemkuziz1sGKJF5NoAuYpVRwdu-or8BDga6JUn1gu2siVD_uE_0GYG8YfiC7voJxAyFul-7tM4xil5pV5dtQyD0VQEc8jEAmona6WJ61cNT3selnEL1WxPH6lf7L1g41SCdAKi_SjV9FO7Ov5Ate_8dvs8r8Fg27PQxbawMTmbZ85Jg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhnq6Logcc05Wemkuziz1sGKJF5NoAuYpVRwdu-or8BDga6JUn1gu2siVD_uE_0GYG8YfiC7voJxAyFul-7tM4xil5pV5dtQyD0VQEc8jEAmona6WJ61cNT3selnEL1WxPH6lf7L1g41SCdAKi_SjV9FO7Ov5Ate_8dvs8r8Fg27PQxbawMTmbZ85Jg" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti biasa sambil menunggu waktu di perjalanan saya buka hape untuk mencari hiburan kebetulan aplikasi yang dibuka Facebook, macam-macam berita dan gambar serta video yang mampir di beranda kami dan hadirlah beberapa berita, gambar, dan video tentang testimoni mu'alaf.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rata-rata mu'alaf itu menerangkan bahwa dia rata-rata hasil dari banyak pertanyaan yang muncul dari keyakinan dia sendiri dan mencari jawaban ke sana dan ke mari akhirnya jadilah mencari ke terjemahan Qur'an nya akhirnya terbukalah fikirannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari penuturan mereka, saya jadi berfikir, kenapa jadi seorang muslim yang sejak lahir bisa kalah ilmu Islamnya dibandingkan dengan yang mu'alaf, mungkin banyak pembaca sudah dapat mengira-ngira jawabannya seperti halnya saya &#128513;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Senang mendengar banyak orang berbondong-bondong masuk Islam saat-saat ini, seperti pada surat An-Nasr seperti di bawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;110.An-Naṣr : 1&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;110.An-Naṣr : 2&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;110.An-Naṣr : 3&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyaknya manusia berbondong-bondong masuk Islam merupakan pertolongan Allah SWT, alhamdulillaah.... dan bagaimana kita menyikapinya yakni dengan bertasbih dan beristighfar (110:3) karena untuk mengimbangi mereka para mu'alaf yang dosanya nol lagi kita dianjurkan beristighfar...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka mendapatkan hidayah lewat jalannya masing-masing, ada yang lewat akhlak seorang muslim atau sekelompok muslim, atau ada juga lewat bantuan para pembenci Islam yang membuat stigma bahwa muslim adalah sekelompok orang yang radikal, senang menghujat, dan lain sebagainya, mengapa, sehingga banyak yang penasaran untuk mempelajarinya sehingga mempelajarinya langsung lewat kita sucinya bulan atas dasar prasangka orang non-muslim, nah jalan inilah yang sering memicu non-muslim penasaran mempelajarinya sehingga banyak yang mendapatkan hidayah lewat jalan ini karena membaca terjemahan Al-Qur'anul Karim.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang Islam yang tidak faham bahasa Arab yang sudah menjadi muslim dari lahir sangat kurang untuk membaca terjemah Al-Qur'an, mereka hanya mengaji saja, memang banyak yang mengatakan dengan mengaji saja sudah mendapatkan pahala dan dapat membuat yang mengaji tersebut lebih tenang hidupnya, tapi mengapa tidak mau membaca terjemahannya agar sekalian memahami langsung apa saja sebenarnya yang dimaksud oleh Allah SWT mengenai ayat ini dan itu sehingga kurang gizi fikirannya dengan pemahaman Al-Qur'an, memang akhir-akhir ini sangat banyak ceramah-ceramah di SosMed, TV, secara live lewat itu semua bahkan lewat ceramah Jum'at atau hari besar Islam lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemahaman yang didapat seorang lewat ceramah-ceramah atau SosMeda atau lainnya memang bisa terdistorsi karena pemahaman mereka, sedangkan apabila membaca langsung dengan menyandingkan terjemahnya atau sekalian tafsirnya, insya Allah lebih dapat maknanya kepada tiap-tiap pembacanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Inilah yang kurang didapat banyak dari seorang muslim yang dari lahir, setidaknya&amp;nbsp; nuansa atau istilah milenialnya, vibesnya, dari Al-Qur'an itu sendiri yang banyak didapat oleh para mu'alaf.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memang sekali lagi keinginan membaca kita sangat kurang seperti dalam tautan ini&amp;nbsp;&lt;a href="https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02cwQbEM2QpQk5HzkSvZ3Vzsyh5m7ggzRT6CimQrgfFAW1iJnABEGmGoSM7H4fTGVbl&amp;amp;id=1478829411&amp;amp;mibextid=Nif5oz"&gt;perpustakaan&lt;/a&gt; sehingga dalam mengerjakan kewajiban ibadah sehari-hari pun belum dapat memahami secara utuh seperti saya sendiri &#129325;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemahaman ibadah untuk memahami bacaannya saat sujud, ruku', dan sebagainya dapat menambah kekhusyu'an saat menjalaninya sehingga kurangnya pemahaman tersebut pada setiap orang yang muslim sejak lahir menimbulkan kurangnya olah fikir atau tafakur dalam memahami ayat-ayat Allah di dalam Al-Qur'an dan alam semesta ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kurangnya menafakuri tersebut sehingga mengurangi penghayatan sebagai seorang muslim.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penghayatan inilah yang membedakan antara mu'alaf dan muslim yang sejak lahir sehingga mereka atau para mu'alaf tersebut lebih aktif menggali ilmu tentang agama Islam lewat macam-macam jalan sehingga para Ustadz dan Kyai harus turun tangan menangani ini agar tidak masuk ke dalam pemahaman Islam yang salah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memang itulah kekurangan untuk para mu'alaf yang mencari sendiri pemahaman Islam tanpa adanya guru yang benar sanadnya (jalurnya hingga Rasulullah) tapi setidaknya gairahnya dalam mencari ilmu mereka sangat besar untuk meng-upgrade diri mereka sendiri berbeda dengan muslim dari lahir yang sudah menerima apa adanya sehingga sangat rentan untuk pemurtadan. Na'udzu biLlahi min dzalik.&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2023/04/kok-jadi-pinteran-mualaf-ya.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhnq6Logcc05Wemkuziz1sGKJF5NoAuYpVRwdu-or8BDga6JUn1gu2siVD_uE_0GYG8YfiC7voJxAyFul-7tM4xil5pV5dtQyD0VQEc8jEAmona6WJ61cNT3selnEL1WxPH6lf7L1g41SCdAKi_SjV9FO7Ov5Ate_8dvs8r8Fg27PQxbawMTmbZ85Jg=s72-c" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-599361583756827458</guid><pubDate>Thu, 13 Apr 2023 00:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2023-04-13T07:58:45.938+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jak Lingko</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Trans Jakarta</category><title>Jak Lingko</title><description>"Alhamdulillaah bisa gratis, bisa "save" banyak kalau begini, biasanya pakai ojek online bayar 70rebu, coba tahu dari dulu, bisa 'nyelengin' banyak nih," begitu ungkapan teman kantorku.&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Waktu saya masih SD, di wilayah Pesanggrahan, KODAM V Jaya, dulu namanya begitu, saat jalanan masih berbentuk tanah kering karena waktu itu jarang hujan karena kemarau yang cukup bisa dibilang panjang, ada kendaraan bis yang lewat tempat kami berbentuk seperti cetakan roti tawar jaman dulu yang bukan berbentuk kotak, kira-kira seperti ini gambar ini tapi depannya ada moncongnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEheJCpZzZXUzzabKerECf8qbKelfNAH9AJ6iXa52qWs4cK6vdqCMB7fCoVIpxROzZvHucrkT5F2L9tgQHmHjKfiZSI6gs751LQjiP1RKMxnI8X1iFXuWWK1hhxR_Ki6j-2M1FZKjYGoT4WbtX5TFOGh1BMPKlteFxtILbsofX4ngQ44kgZysHAfy6c5" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEheJCpZzZXUzzabKerECf8qbKelfNAH9AJ6iXa52qWs4cK6vdqCMB7fCoVIpxROzZvHucrkT5F2L9tgQHmHjKfiZSI6gs751LQjiP1RKMxnI8X1iFXuWWK1hhxR_Ki6j-2M1FZKjYGoT4WbtX5TFOGh1BMPKlteFxtILbsofX4ngQ44kgZysHAfy6c5" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah tapi warnanya hijau biasa seperti rumput.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bentuknya kira-kira seperti ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh9XGEPUjMjeRXzMyTINEZSwppqMiAVWpZKr03waExsG9NFgfadCDv95tjRqRRbRbxrJ1eftXY2cnWPboyEjC_0A14fx6Feq1-Zk6PYjnaqs8xytDUmbtDOivbQIFh8C8DjNtcEefepNy0u9gAlJJhgQtl8bodUn_k4Edks_J5sQHdiXvurpu3e-xdc" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh9XGEPUjMjeRXzMyTINEZSwppqMiAVWpZKr03waExsG9NFgfadCDv95tjRqRRbRbxrJ1eftXY2cnWPboyEjC_0A14fx6Feq1-Zk6PYjnaqs8xytDUmbtDOivbQIFh8C8DjNtcEefepNy0u9gAlJJhgQtl8bodUn_k4Edks_J5sQHdiXvurpu3e-xdc" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, kalau lewat ngebul dah tuh jalanan dan nunggu lewatnya lama, "musim lebaran" biasanya kami 'bareng-bareng' dengan kakek nenek saudara-saudaraku mau silaturahmi ke kakek kami di daerah Cawang, yang biasa kami sebut Abah Basar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami masuk ke bis itu dari sepi hingga penuh, dulu tidak ada ase "AC" kita mengandalkan jendela bis sehingga agak 'adem.'&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang kasihan ibu saya bila harus berangkat kerja, dari masih menunggu di depan Blok R atau di KODAM, hingga harus jalan ke Pasar Bintaro karena agar dapat duduk di bis sekitaran tahun 90-an, begitulah perjuangan orang tua kami waktu itu terbayang bis yang penuh sesak tanpa AC mesti dinaiki oleh ibu saya ditambah jalanannya macet, waduh bisa dipastikan peluh keringat akan mengucur deras walaupun hari masih pagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiHjifXj7-4_ppUmM3x2vOGB_kAkEAaufnaOd5s-F_LDMcDgo7HlNYeefRS6OvJu5guEILDBVXOSMduxDsvBz0zA8qNWtepfY8hbsVoADXmsqHFVnM7eUQ-wM-mNJLkXhr1k7GgkY1eGusbQ6W4kz1IPBq02T1ua6LwdeHB1uvAe1IaIfl54CToU1aF" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiHjifXj7-4_ppUmM3x2vOGB_kAkEAaufnaOd5s-F_LDMcDgo7HlNYeefRS6OvJu5guEILDBVXOSMduxDsvBz0zA8qNWtepfY8hbsVoADXmsqHFVnM7eUQ-wM-mNJLkXhr1k7GgkY1eGusbQ6W4kz1IPBq02T1ua6LwdeHB1uvAe1IaIfl54CToU1aF" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beginilah kami bergelantungan saat naik metro mini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya rasa dulu pengusaha bis bisa menangguk untung yang banyak, istilah kita mah, 'nyayur mulu dah,' karena solusinya belum atau tidak diperhatikan oleh pemimpin daerah, entahlah...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kini, transportasi sudah diperhatikan dengan baik, walau butuh waktu lama para penduduk, mau naik angkutan umum lagi, karena ada rasa trauma yang dulu pernah kami, rasakan, mulai dari penuh, sesak, keringat, macet, copet, pengamen, bergelantungan, bahkan "tawuran antar pelajar," stigma tersebut masih menempel di bawah sadar kami generasi baby boomers atau generasi tahun 90-an.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Transportasi kini sudah lebih baik dan murah, contohnya bis TiJe atau TransJakarta,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjTJcQXbL1yem7CHM37mQ6pzn1sFBdae0_7emfxsUT8DFwnwzdmmIr8hkmXjKwsT8KAhAJuZk_QRQjl9qTR8DA70FzoYmHmGfleCZ-dhciFs9_AVmWkJKDps6Tfrj_d1YhGkjnrglnV2UDTurE1WXF2fGXBfWvBqA64udLli8enYYKrvPK4PxTu5-j6" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjTJcQXbL1yem7CHM37mQ6pzn1sFBdae0_7emfxsUT8DFwnwzdmmIr8hkmXjKwsT8KAhAJuZk_QRQjl9qTR8DA70FzoYmHmGfleCZ-dhciFs9_AVmWkJKDps6Tfrj_d1YhGkjnrglnV2UDTurE1WXF2fGXBfWvBqA64udLli8enYYKrvPK4PxTu5-j6" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;bis ini sudah menggunakan AC, penumpang naik dari halte, haltenya dijaga oleh petugas keamanan dari TiJe sendiri yang melarang pengamen masuk bis, armada bis banyak sehingga menunggunya relatif singkat, hingga dibuatkan jalan layang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi5A4w88CkLhI3uu0VieyTNrEZapjZe9_GMKfE6CzGq_-dZg_FlVcjW988_5MG9mtbuMSY6OlSv6fSUC2VmCNlnqkxYOpGjWGg5Eso3jeLMv_aFAk_T3Z-KP4ooDtpxnCzse8S1K7Hoo64JlDa4HZ0YEkGyM_5CS4a80Nn0rK9BEJkFPCdx1x6HnVx4" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi5A4w88CkLhI3uu0VieyTNrEZapjZe9_GMKfE6CzGq_-dZg_FlVcjW988_5MG9mtbuMSY6OlSv6fSUC2VmCNlnqkxYOpGjWGg5Eso3jeLMv_aFAk_T3Z-KP4ooDtpxnCzse8S1K7Hoo64JlDa4HZ0YEkGyM_5CS4a80Nn0rK9BEJkFPCdx1x6HnVx4" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;di wilayah Budi Luhur, Ciledug hingga Tendean yang memungkinkan solusi dari kendala macet yang biasanya terdapat pada jalur tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan, angkot kecil seperti Jak Lingko biayanya nol rupiah, cukup dengan men-tap kartunya tanpa potongan sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghpzyoe27oZ6tuJGBiVjUauoti74Nd9nWcl5RQGrq2OMp44vDAdcsj8M3fXH6_4x-z5f7hEF18jg4hB4tNCpNlNA6mmNDjEtA7jg1nmoaVOk3GyaA-UBEQ5G3IVVvjMasCYzsnMhuK_j4aEV4a3lRgMj7XunUskzV6w_11ycRxHAGsIbsjUlZc7_xg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghpzyoe27oZ6tuJGBiVjUauoti74Nd9nWcl5RQGrq2OMp44vDAdcsj8M3fXH6_4x-z5f7hEF18jg4hB4tNCpNlNA6mmNDjEtA7jg1nmoaVOk3GyaA-UBEQ5G3IVVvjMasCYzsnMhuK_j4aEV4a3lRgMj7XunUskzV6w_11ycRxHAGsIbsjUlZc7_xg" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita bisa masuk menggunakan kartu elektronik yang biasanya dipakai untuk bayar tol atau bayar lainnya, sehingga tidak ada interaksi pengembalian uang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, kita selalu mengingat-ingat saat dulu naik metro mini yang macet dibandingkan dengan kondisi sekarang, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, atas semua karunia yang sekarang kami nikmati, seperti kutipan surat Ar-Rahman yang selalu disebut berulang-ulang, yakni," Nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan," seperti bentuk kekesalan Tuhan atas manusia yang selalu atau sering mengeluh karena kurang bersyukur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2023/04/jak-lingko.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEheJCpZzZXUzzabKerECf8qbKelfNAH9AJ6iXa52qWs4cK6vdqCMB7fCoVIpxROzZvHucrkT5F2L9tgQHmHjKfiZSI6gs751LQjiP1RKMxnI8X1iFXuWWK1hhxR_Ki6j-2M1FZKjYGoT4WbtX5TFOGh1BMPKlteFxtILbsofX4ngQ44kgZysHAfy6c5=s72-c" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-6326247729001603733</guid><pubDate>Wed, 12 Apr 2023 06:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2023-04-12T13:06:42.534+07:00</atom:updated><title>Sebagian fasilitas Perpustakaan Kemendikbudristek</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj8puNFi9xsX0yQh2DfNElFfNVENmUHpoW_V66gjNXL9y2yVTaRZqUW4glOQ4ot0MWIRjHxAioPcN92wUbOGsiz3Sv2cXnLM8vuiAGqrEyvhOu4bVN9UEKgMfRd3-PBa5O8EJujUA0mlxePBlqiCzSoSBwOI5hA12IgCekOnza7g3JyMcRFgnSMB8j4" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj8puNFi9xsX0yQh2DfNElFfNVENmUHpoW_V66gjNXL9y2yVTaRZqUW4glOQ4ot0MWIRjHxAioPcN92wUbOGsiz3Sv2cXnLM8vuiAGqrEyvhOu4bVN9UEKgMfRd3-PBa5O8EJujUA0mlxePBlqiCzSoSBwOI5hA12IgCekOnza7g3JyMcRFgnSMB8j4" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;Balik lagi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku terakhir dari tiga buku yang kupinjam, alhamdulillaah bisa dikembalikan juga.&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka mengeluh, kenapa tidak dari dulu sering-sering main ke perpustakaan, tapi ternyata itu tergantung dari siapa kita berteman atau bergaul, kenapa demikian, karena cara pandang sesuatu atau khususnya perpustakaan dalam hal ini setiap orang berbeda-beda sehingga tidak semua orang senang dengan perpustakaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Padahal dulu waktu kecil, saya adalah orang yang senang ke membaca, sehingga adalah aneh jika kemarin-kemarin kurang membaca, tapi tetap rasa syukur itu di kedepankan karena saya sudah kembali seperti dulu lagi yaitu senang membaca.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bayangkan saja perpustakaan yang suasananya enak, adem, sepi, dan banyak fasilitas di dalamnya untuk mengeksplore apa yang kita butuhkan untuk dipelajari, kurang sekali dimanfaatkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgUOb7MOLdtkPeHcqEqpHUGl8e6B6Id5_X01eZVnTwgvFniWNllpL69drF27aZGydcoa6y0Ayky1EwPA-7gmua94Oy8bkK8zuLY7SebWM4b1lDOg9O5Jq6uxTFcxxLotZssyc4kNZQSnfUwl3wyDKZE1Z0yzq0Q0ew6cUE-PjT_6m4AQYISiOF1Eguh" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgUOb7MOLdtkPeHcqEqpHUGl8e6B6Id5_X01eZVnTwgvFniWNllpL69drF27aZGydcoa6y0Ayky1EwPA-7gmua94Oy8bkK8zuLY7SebWM4b1lDOg9O5Jq6uxTFcxxLotZssyc4kNZQSnfUwl3wyDKZE1Z0yzq0Q0ew6cUE-PjT_6m4AQYISiOF1Eguh" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tempatnya adem, kita bisa membaca buku apa saja yang kita butuhkan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjfjUjssHb0-4b97icmw3WMdf-Sb6PfW_OV4EOzg_Upi3XuSjY85P6Zb_i6cXSYoAWFmmBo3ESanP9yBYu1BUsu_y7Q5JXtbygpPGLW9X4y7XO2alIzH0ZNtwArlyNxoW6Bpjo3nOoMtG5zFSTLPlbszhu-p2LlwZmBXsyIdEHGhvxbiApiO0HbCiGz" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjfjUjssHb0-4b97icmw3WMdf-Sb6PfW_OV4EOzg_Upi3XuSjY85P6Zb_i6cXSYoAWFmmBo3ESanP9yBYu1BUsu_y7Q5JXtbygpPGLW9X4y7XO2alIzH0ZNtwArlyNxoW6Bpjo3nOoMtG5zFSTLPlbszhu-p2LlwZmBXsyIdEHGhvxbiApiO0HbCiGz" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;Buku-buku yang siap disantap oleh mereka yang mau membacanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgGmkWERZqBCqvnCcUsmlII0yFFnAJooCogpyZCvs0ve_UMcYq_w_6nLBgn9l6wUnx3md5fKgaz_GldyYXuZpD_imkXLvdJNs2XZ_afZI09Rsj_9QX_QhOiBeAVqgfYNrOrXWAz4rS_WfpkC07RzGJKIebgbAABBuqcIfDSeYXUe6s7MbmMcr42Vjua" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgGmkWERZqBCqvnCcUsmlII0yFFnAJooCogpyZCvs0ve_UMcYq_w_6nLBgn9l6wUnx3md5fKgaz_GldyYXuZpD_imkXLvdJNs2XZ_afZI09Rsj_9QX_QhOiBeAVqgfYNrOrXWAz4rS_WfpkC07RzGJKIebgbAABBuqcIfDSeYXUe6s7MbmMcr42Vjua" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada permainan anak-anak juga&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhNv5bpqSZQINfpCHOXWcOyPnHbrrdODl0YmHDAgTVEPVFo2nQq1rmz_MgOUQemjDUfVelCbNN8LfUsWudFA9T8f3a5cu7sGggFpjh4T1MvKFR1gZjtodGlaYrymSToI1g3EpydWbo7oNlndF91CZtiV4STunMhnr5d7hf9IxuhTrEXhfll5ajwvxaW" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhNv5bpqSZQINfpCHOXWcOyPnHbrrdODl0YmHDAgTVEPVFo2nQq1rmz_MgOUQemjDUfVelCbNN8LfUsWudFA9T8f3a5cu7sGggFpjh4T1MvKFR1gZjtodGlaYrymSToI1g3EpydWbo7oNlndF91CZtiV4STunMhnr5d7hf9IxuhTrEXhfll5ajwvxaW" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berhitung&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjBvdxfk_L-iTvExaPpqmJQLTfot6sEnNA02Pagq_j5YQqqWGum5WuKkXx-B13bRDpQ_hWm76hqsckj2NyLNgjiuigapsAZzs9dHtka9ph4WFRGCNI8uXKzkK5NvqK0rrbUIA6J5CrE4t6E84gDbWsYqm2euwOJhPh-FffFtLiskU1cteZFFbPSptGa" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjBvdxfk_L-iTvExaPpqmJQLTfot6sEnNA02Pagq_j5YQqqWGum5WuKkXx-B13bRDpQ_hWm76hqsckj2NyLNgjiuigapsAZzs9dHtka9ph4WFRGCNI8uXKzkK5NvqK0rrbUIA6J5CrE4t6E84gDbWsYqm2euwOJhPh-FffFtLiskU1cteZFFbPSptGa" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;Bacaan anak-anak juga ada...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wah sungguh menyenangkan..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2023/04/sebagian-fasilitas-perpustakaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj8puNFi9xsX0yQh2DfNElFfNVENmUHpoW_V66gjNXL9y2yVTaRZqUW4glOQ4ot0MWIRjHxAioPcN92wUbOGsiz3Sv2cXnLM8vuiAGqrEyvhOu4bVN9UEKgMfRd3-PBa5O8EJujUA0mlxePBlqiCzSoSBwOI5hA12IgCekOnza7g3JyMcRFgnSMB8j4=s72-c" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-1100285081773350121</guid><pubDate>Fri, 07 Apr 2023 01:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2023-04-12T12:44:42.539+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kebun</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tanaman</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tumbuhan</category><title>Kebun belakang </title><description>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="https://fb.watch/jLcpYSQRn-/"&gt;Berkebun&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat melihat ke belakang kita, ku dapati beberapa tetumbuhan yang hijau yang selalu menemaniku duduk di sini...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tumbuh-tumbuhan itu berwarna hijau, katanya kalau kita sering melihat-lihat yang hijau mata kita bisa sehat loh... lain halnya kalau melihat yang lembaran merah dan biru kita bisa "ijo" bukan hijau... hehehe...betul gak Bro?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetumbuhan ini perlu dirawat, cuma kepengen doang, tapi kalau sudah pulang kerja udah cape banget gitu... (bukannya males bang?...&#128513;)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau Sabtu Minggu sekarang pagi Sabtu atau Minggu mesti nengokin neng Geulis di Rawamangun yang sedang kuliah di UNJ... kasian mumpung masih sehat selalu kami, saya dan istri, selalu meluangkan waktu ke sana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alhasil kembali tumbuh-tumbuhan itu terbengkalai lagi ..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Waktu tahun 2018 hingga pandemi Covid 19 2019 sampai dengan 2020 itu adalah surganya berkebun... tapi sayangnya kurang dokumentasi... karena itu pertama kali saya membuat benih pepaya hingga ratusan tanaman kecil tapi sayangnya saya tidak panda merawatnya sehingga banyak yang mati ditambah tidak ada lahan di rumah saya yang sempit ini sehingga saya coba pertahankan di tanam di pot-pot yang ada dengan harapan nanti kalau sudah besar bisa di tanam di mana-mana... entah di tanah Kodam, tanah orang, tanah siapapun, maksudnya dibagi-bagi .. eh malah kena hama putih .. entah apa namanya sehingga pertumbuhannya tidak sempurna hingga mati...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi tidak sampai disitu saja, saya mulai tertarik dengan hidroponik sehingga saya beli benih kangkung untuk ditanam...melihat biji yang berubah jadi tanaman kecil yang lucu itu sungguh membuatku bahagia.. seperti halnya saat ku menanam pepaya waktu itu.&amp;nbsp; Setelah besar saya memasaknya (yang masak sih istri deng) dan makannya lahap... merasa hasil kebun sendiri...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Waktu berikutnya saya menanam bayam hijau, pakcoy, seledri dan macam-macam tanaman lainnya...&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahagia itu ternyata sederhana... melihat biji-bijian tanaman yang besar-besar hingga yang kecil halus seperti seledri atau selada air lalu menjadi tumbuhan kecil .. wow indaaaah sekaliiii....&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin saya salah... tapi jikalau orang yang belum pernah menanam apapun seperti saya dan mencoba menanam dari biji dan menjadi tanaman rasanya semua sama deh akan mendapatkan kenikmatan atas tumbuhnya tunas-tunas muda tersebut... &#129392;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiOlTFKeLQBy-SlT81O8kcZhFL5g5xhM79D4qMpGkjnK4-Q0oJKIt7NVPqEkYiWyLTu6rcUFhD-9AkvSK0aIHdVfsc4xHhhn74hYv-oGYoiiGowpu1TaMw31_9aj224kuyr3bKZj7GXM4WcC_O5yCz5_l4OWS28gBMKqD1ngxSPNc7UpbDBMavtAGvz" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiOlTFKeLQBy-SlT81O8kcZhFL5g5xhM79D4qMpGkjnK4-Q0oJKIt7NVPqEkYiWyLTu6rcUFhD-9AkvSK0aIHdVfsc4xHhhn74hYv-oGYoiiGowpu1TaMw31_9aj224kuyr3bKZj7GXM4WcC_O5yCz5_l4OWS28gBMKqD1ngxSPNc7UpbDBMavtAGvz" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgS6PbO6lhJVduDKON_5Jg3XeaDQPw5xybrhwNWeqkaX9z7FDJedwnG6uktbeX4Fk5jnPuTjEhkthi-ggNR9QeA4oxEHZKTsP1GhorzX706UXT5QeqI5sGzYam3aH2OLSlYFsjH9-xd90Y7GIdcJWDdYII6TMbZiymcXSK9JULE4YwbvxamMbWXRrH8" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgS6PbO6lhJVduDKON_5Jg3XeaDQPw5xybrhwNWeqkaX9z7FDJedwnG6uktbeX4Fk5jnPuTjEhkthi-ggNR9QeA4oxEHZKTsP1GhorzX706UXT5QeqI5sGzYam3aH2OLSlYFsjH9-xd90Y7GIdcJWDdYII6TMbZiymcXSK9JULE4YwbvxamMbWXRrH8" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj-CwpvhHCDTBEsJshTw6oOLXO59_OBU9tHePkO2zZlPlqOP--yb1YOnEbotOPsMbFa32NHuHv0tph2uRDHRqOJ-IiilREv1q0f5qedBWbFa-UbnyMB-D11dj6RPXJ5Wd8OTFHMBnhgu4Okwd18nUEo8AlR3AfD9aT0NbVqzZVYZvmJbw8OBe0vkFim" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj-CwpvhHCDTBEsJshTw6oOLXO59_OBU9tHePkO2zZlPlqOP--yb1YOnEbotOPsMbFa32NHuHv0tph2uRDHRqOJ-IiilREv1q0f5qedBWbFa-UbnyMB-D11dj6RPXJ5Wd8OTFHMBnhgu4Okwd18nUEo8AlR3AfD9aT0NbVqzZVYZvmJbw8OBe0vkFim" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2023/04/kebun-belakang.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiOlTFKeLQBy-SlT81O8kcZhFL5g5xhM79D4qMpGkjnK4-Q0oJKIt7NVPqEkYiWyLTu6rcUFhD-9AkvSK0aIHdVfsc4xHhhn74hYv-oGYoiiGowpu1TaMw31_9aj224kuyr3bKZj7GXM4WcC_O5yCz5_l4OWS28gBMKqD1ngxSPNc7UpbDBMavtAGvz=s72-c" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-3498306926260830299</guid><pubDate>Wed, 28 Dec 2022 06:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-12-28T13:18:36.912+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah</category><title>MBAH JUM</title><description>&lt;div&gt;MBAH JUM&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat. Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul dipasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya pulang kerumah. Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat kutanya : “kenapa begitu ?”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“karena kata simbah modal simbah bikin tempe Cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan dimasjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukkin uang lebihnya kemasjid.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itukan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to ?” Tanyaku lagi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda ?” tanyaku lagi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Begini mbak, kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang, ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, ga ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, ga ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa 300 ribu nya saya taruh dikotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu. Disaat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiripun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum…?? Aahhh…. Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam. Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang dikampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya. Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya. Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukan lagi 100% ke kotak amal masjid. Ya ! 100% ! anda kaget ? sama, saya juga kaget.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika aku kembali bertanya : “kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal ?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.” (Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lagi-lagi aku terdiam. Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini. Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis. Jangankan bicara GRATIS dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah…!! Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak dikampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah qatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.” (saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit pulang. Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;SILAHKAN SHARE ATAU COPAS UNTUK KEBAIKAN DAN KEBAJIKAN...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oleh : Irene Radjiman&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kisah diatas bukan lah kisah seorang Ulama ataupun Waliyullah. Hanya kisah seorang perempuan biasa yg mampu membuat iri seluruh penghuni Alam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&#128557;&#128557;&#128557;&#128557;&#128557;&#128557;&#128557;&#128557;&#128557;&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2022/12/mbah-jum.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-8320334799699350619</guid><pubDate>Tue, 20 Dec 2022 03:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-12-20T10:26:53.785+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motivasi</category><title>Keyakinan yang menular (WA)</title><description>&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY9yvFcOBEJ16Yx0UdIPr4PJEf_7OEdBYPleZAU9wIpjSAHOsU0jl0hJGMEtgIABXQ9DDZTvNEj3Zcqk_O26Shg1oWCGxWQ4MnFXXVwNRaRziV6OSnGI1Pphgq8JoBAfQZM0fhsriSaHs/s1600/1671506809369373-0.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY9yvFcOBEJ16Yx0UdIPr4PJEf_7OEdBYPleZAU9wIpjSAHOsU0jl0hJGMEtgIABXQ9DDZTvNEj3Zcqk_O26Shg1oWCGxWQ4MnFXXVwNRaRziV6OSnGI1Pphgq8JoBAfQZM0fhsriSaHs/s1600/1671506809369373-0.png" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keyakinan itu menular.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keraguan? Sama, juga menular.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini berlaku dalam apapun, termasuk dalam dunia berbisnis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yakin yang gimana? Yakin sama diri sendiri. Bukan sekedar pede.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terus? Yakin sama bisnis yang akan ditawarkan. Ini rumus dasar, setiap kali kita mau menawarkan sebuah bisnis, yah kita harus yakin dulu sama bisnis tersebut. Jangan setengah-setengah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setidaknya, ada lima tips.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertama, pahami bisnisnya. Maksudnya, tahu manfaat-manfaatnya. Jangan sampai nggak tahu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua, simak success story dari pebisnis-pebisnis lain yang berhasil. Ya, belajar dari pengalaman orang lain. Simplenya, VTube aja!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketiga, perbanyak jam terbang. Tetaplah bercerita konsisten. Dan belajarlah dari pengalaman diri sendiri untuk meningkatkan kapasitas serta CONTOH dari yang terbukti sukses^^&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keempat, ingat-ingat moment terdahulu saat kita berhasil closing atau berprestasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kelima, stop mengeluh. Tidak ada pengalaman yg sia-sia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siap ?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ayah bunda..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selamat berikhtihar hari ini..&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2022/12/keyakinan-yang-menular-wa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY9yvFcOBEJ16Yx0UdIPr4PJEf_7OEdBYPleZAU9wIpjSAHOsU0jl0hJGMEtgIABXQ9DDZTvNEj3Zcqk_O26Shg1oWCGxWQ4MnFXXVwNRaRziV6OSnGI1Pphgq8JoBAfQZM0fhsriSaHs/s72-c/1671506809369373-0.png" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-2015109073598819228</guid><pubDate>Tue, 20 Dec 2022 02:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-12-20T09:34:52.908+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diabetes</category><title>Pengobatan diabetes alternatif (dari WA)</title><description>*DIABET*...Alhamdulillah .... Ketemu obatnya...&amp;nbsp;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari dokter Kurnadi Garut (mantan 30 thn lebih kepala Dinkes Garut) dng komentar&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;'kalau benar,menghemat biaya BPJS' :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*_"Terapi Mengatasi Gula darah"_*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Aku dapati penyakit diabetes yang aku derita mencapai 500 mg. Lalu stlh 1 bln lakukan diet ketat dan olah raga, gula darahku turun jd 300 mg (keadaan tdk puasa) dan 200 mg (puasa). Tdk terlalu signifikan.*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6XkKL1CuqGdp31YZdyI0LrfPGd84hv0oLIWRipXbaCFTVPHZsEp8FNM8HzVrqOHM4lBxgUPkFvW7McMzZ_Za9AEKiwuStIesIi1GguhZrnY5PkPFF1w0pgH08IRGF2ZXcBGd8afWZ3tk/s1600/1671503688697835-0.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
    &lt;img border="0"   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6XkKL1CuqGdp31YZdyI0LrfPGd84hv0oLIWRipXbaCFTVPHZsEp8FNM8HzVrqOHM4lBxgUPkFvW7McMzZ_Za9AEKiwuStIesIi1GguhZrnY5PkPFF1w0pgH08IRGF2ZXcBGd8afWZ3tk/s1600/1671503688697835-0.png" width="400"&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Lantas aku putuskan utk konsumsi minyak zaitun. Suatu hal yg luar biasa terjadi, stlh 3 hari konsumsi Minyak Zaitun, gula darahku turun jadi 180 mg, atau turun sktr 100 mg (dr kondisi awal). 3 hari  berikutnya, turun jadi hanya 93 mg (tdk puasa). Setelah mengetahui semua hasil ini, timbul beberapa pertanyaan, Apkh minyak zaitun pengobatan sementara, atau si pasien harus terus mengkonsumsinya?*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Apakah minyak zaitun mampu memompa kinerja pankreas lebih baik? Atau minyak zaitun hanya menyerap kadar gula berlebih dlm darah?*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Atau ia mampu bantu enzim insulin utk masuk terserap ke dlm sel?*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Tapi fakta yg paling penting, kadar gula darah benar2 turun.*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Nah, dosisku utk konsumsinya*_ :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- _*Dua sendok mkn sblm tidur,*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- _*Dan dua sendok mkn stlh bangun tidur*_.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Dr hasil penelitianku ternyata yg terbaik adlh konsumsi saat stlh bangun tidur*_.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Hasil penelitian ini aku tulis stlh bbrp bln kmdn, dan alhamdulillah slma itu kadar gula darahku tetap normal.*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Aku pun melakukan penelitian thd bbrp org pasien, yg meñghasilkan sebuah kesimpulan positif yakni :*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*1. Bhw tubuh manusia ber-beda2 dlm merespon minyak zaitun, ada yg langsung menurun (gula darahnya) 100 mg pada hari pertama, namun ada pula yg menurun setelah 3 hari. Tapi hasilnya sgt baik*_.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*2. Mayoritas mengatakan telah sembuh organ dalam mrk, terutama pankreas*_.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*3. Tanda2 diabetes mrk menurun drastis bhkn hilang, spt rasa panas dingin di tapak kaki ketika malam hari, atau seringnya buang air kecil.*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*4. Beberapa teman mulai meninggalkan obat-obatan dokter.*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*5;. Tidak seorangpun mengeluh efek samping buruk dari minyak zaitun. Dan ini merupakan nikmat dr Allah.&#128591;&#128140;*_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Seminar Prof. Hassan Syamsi Basya*_.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Minyak Zaitun = Olive Oil*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_*Ayooo kita coba para diabetans*__.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;```Monggo dishare agar banyak orang yg sembuh dari diabetes.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga bermanfaat...&#128591;```&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2022/12/pengobatan-diabetes-alternatif-dari-wa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6XkKL1CuqGdp31YZdyI0LrfPGd84hv0oLIWRipXbaCFTVPHZsEp8FNM8HzVrqOHM4lBxgUPkFvW7McMzZ_Za9AEKiwuStIesIi1GguhZrnY5PkPFF1w0pgH08IRGF2ZXcBGd8afWZ3tk/s72-c/1671503688697835-0.png" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-1014098487686187509</guid><pubDate>Sat, 01 Feb 2020 13:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-02-01T20:43:34.678+07:00</atom:updated><title>MALAIKAT BERCADAR</title><description>&lt;div&gt;Oleh : Irene Radjiman&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*_lagu&amp;nbsp; indah dengan ilustrasi indah kami coba membagi PERASAAN KITA BERSAMA_*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*Inara* baru saja pulang dari sharing di sebuah kajian di kota&amp;nbsp; B. Seperti biasa ia selalu ditemani oleh suaminya. Dari kota B mereka akan pulang menuju kota S tempat mereka tinggal. Biasanya mereka melewati kota P, dimana Inara dan suaminya sering sekali melewati kota P dan mereka paham bila selepas maghrib akan ada banyak *_ukhti_* yang berpakaian mimimalis dengan bedak tebal dan bibir merah merekah bak kelopak mawar, berjejer dipinggir jalan atau diwarung kecil dengan cahaya lampu remang-remang. Mereka biasa melambaikan tangannya pada setiap mobil mewah yang melintas, atau motor yang mereka lihat hanya ditumpangi oleh seorang pria.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yaaa kalian pasti tahu siapa para ukhti itu. Maaf jangan ada yang protes bila saya memilih menyebut mereka dengan sebutan "ukhti" sebab arti kata ukhti adalah "saudara perempuan" bukan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Abi, bagaimana bila kali ini amplop dari kajian ini kita berikan pada salah satu ukhti yang biasa berdiri dipinggir jalan kota P nanti." Tanya Inara pada suaminya. Sang suami melambatkan laju mobilnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kenapa ummi memilih salah satu dari mereka ?" Suaminya balas bertanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Entahlah bi, ummi tidak tahu kapan terakhir kali mereka memakan makanan halal. Jangan-jangan ada salah satu dari mereka yang sedang menafkahi anak yang sedang belajar agama."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Bagaimana ummi bisa berpikir bahwa ada diantara mereka yang memberikan pendidikan agama untuk anak-anaknya ?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Sejahat-jahatnya mafia, dia akan pilihkan hal-hal baik untuk buah hatinya bi. Sebab mereka manusia bukan iblis."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejurus suami Inara terdiam. Ada amplop berwarna coklat yang tergeletak di jok belakang. Inara sering sekali diundang disebuah acara ataupun di sebuah kajian sebagai narasumber. Banyak yang memanggilnya ustadzah, namun Inara selalu klarifikasi "saya bukan ustadzah." Ia lebih nyaman dipanggil dengan sebutan "mbak" atau "bunda".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Inara tidak pernah tahu, berapa isi amplop yang selalu diselipkan oleh panitia disetiap bingkisan yang selalu dibawakan untuknya. Inara dan suami sudah sepakat, tidak mau tahu jumlah nominalnya. Uang dari ummat akan kembali untuk ummat. Amplop itu biasanya akan diberikan pada siapa saja dimana hati Inara tergerak untuk memberikannya. Bisa diberikan untuk tukang becak, kuli panggul, pemulung, gepeng, siapa saja lah. Namun entah kali ini hati Inara tergerak untuk memberikannya pada salah satu ukhti yang berdiri di pinggir jalan sepanjang jalan kota P.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Abi, tolong berhenti disana, ditempat ukhti yang berdiri sendiri itu !" tunjuk Inara.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Perempuan yang pakai baju merah itu ?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Iya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suami Inara menghentikan mobilnya tepat dihadapan wanita itu. Wanita itu reflek mendekat dan mengetuk kaca mobil. Kaca mobil dibuka. Wanita itu nampak terkejut melihat wanita bercadar berada disamping pria yang cukup terbilang tampan yang berekspresi lurus dibelakang stir kemudi. Wanita itu tersenyum kikuk sambil surut beberapa langkah kebelakang. Inara mengambil amplop coklat di jok belakang. Inara turun dari mobil sambil tersenyum. Namun wanita itu tak melihat senyuman bibir Inara dibalik cadar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Assalamualaikum mbak." sapa Inara&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Wa'alaikumusalam." wanita itu menjawab sambil menatap lekat Inara. Seolah bingung apa keperluan wanita bercadar itu pada dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Maaf mbak, ini ada rejeki dari Allah. Saya tergerak untuk memberikannya pada mbak. Saya tidak tahu berapa nilai nominalnya, tapi saya berharap rizki ini akan membawa keberkahan bagi mbak sekeluarga. Mohon diterima ya mbak." Inara mengulurkan amplop coklat kearah wanita itu. Wanita itu tidak segera menerimanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Apa ini mbak ?" Tanyanya pada Inara.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Tadi saya baru mengisi kajian dikota B. Ini adalah amplop yang diberikan oleh panitia pada saya. Saya tidak pernah membuka ataupun menggunakan amplop ini, saya biasa memberikannya pada siapa saja melalui gerakan hati saya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Apakah mbak tahu siapa saya ?'&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Memangnya mbak siapa ?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Saya ini wanita jalang mbak. Begitulah sebutan yang disematkan orang-orang pada manusia seperti saya. Itu adalah uang dakwah, saya tidak pantas menerimanya. Bawa kembali saja uang itu." Bibir merah wanita itu bergetar saat menjawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Saya juga bukan orang suci mbak. Apakah mbak pikir saya orang baik karena memberikan rizki ini pada mbak ? Saya ini sama dengan mbak. Dimana hati saya adalah milik pencipta kita dan berada didalam genggamanNYA. Saya juga tidak tahu, mengapa sang pemilik hati saya mengarahkan saya pada mbak untuk memberikan amplop ini."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wanita berbedak tebal itu terjongkok, menangis tergugu. Eye liner yang ia gunakan sampai luntur. Inara mendekat, merengkuh pundaknya. Diraihnya tangan wanita itu, digenggamkannya pada amplop coklat yang ia bawa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Semoga yang ada didalam amplop ini bisa menjadi pintu rejeki yang barokah bagi mbak sekeluarga dan mengeluarkan mbak dari ke tidak halalan selama ini. Saya mohon pamit ya mbak. Assalamualaikum."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Wa'alaikumusalam." Jawabnya masih dengan terisak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Inara melangkah menuju mobilnya. Sekuat tenaga ia tahan tetesan embun hangat yang sudah menggenang pada telaga matanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***********&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namaku Amidah. Aku janda yang memiliki 4 orang anak. Aku terjebak sebagai kupu-kupu malam sebab dijual oleh suamiku yang sudah mabok judi dan miras. Namun akhirnya aku terbiasa dengan pekerjaan ini walau kini suamiku telah meninggal karena over dosis miras.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Walau aku pekerja haram, namun aku tak ingin anak-anakku kelak akan sebejat aku dan ayahnya. Walau banyak gunjingan tidak sedap dari tetangga sekitar, aku tetap ikut sertakan anak-anakku pada pengajian mushola didekat kontrakanku. Anakku yang paling besar sudah kelas 6 SD, sudah bisa mengurus adik-adiknya bila kutinggal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sudah seminggu ini aku tidak menjumpai pelanggan satupun. Yah aku bukan PSK kelas kakap yang biasa dibayar puluhan juta perjam. Aku hanyalah PSK kelas teri yang hanya dibayar 100 - 200rb permalam. Bahkan bisa banting harga lebih murah bila sedang sepi pelanggan. Yah... segitulah harga tubuhku. Seminggu ini kami hanya makan nasi dan rebusan daun pepaya yang tumbuh subur dibelakang kontrakanku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore itu aku hanya memiliki selembar uang 20rb. Saat hendak berangkat mangkal seperti biasa kulihat ada seorang anak bertubuh kurus dan kumal berlarian dikejar oleh 2 orang laki-laki dan perempuan. Anak itu kulihat bersembunyi dibalik semak-semak. Tapi malang, bocah itu ketahuan. Si laki-laki yang mengejar, tanpa ampun menyeret bocah itu keluar dari semak-semak. Si wanita entah isteri laki-laki itu atau siapanya sudah siap hendak memukul bocah itu. Reflek aku berlari kearah mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Stop ! ada apa ini !"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Dia maling !" kata si laki-laki&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Iyaa... setan kecil ini sudah maling dagangan kami !" si wanita tak kalah sengit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Memangnya dia sudah maling apa ?" tanyaku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Heh setan maling keluarkan barang curianmu !" bentak si wanita. Dengan ketakutan bocah cilik itu mengeluarkan 2 bungkus makanan. Mungkin isinya nasi dan lauk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Nah ini ! saya lagi bungkusin nasi ini buat pesanan, baru ditinggal sebentar kedalam sudah dimaling sama setan ini !" si wanita itu kembali menimpali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Maaf bu, adik saya lagi sakit dirumah, sudah 3 hari nggak ada makanan, saya cuma minta 2 bungkus buat kedua adik saya." kuperhatikan bocah itu. Sepertinya seumuran dengan anakku yang nomor 3. Aku tiba-tiba teringat anakku. Lalu kudekati wanita penjual nasi itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Berapa harga 2 bungkus nasi itu ?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"20rb !" Jawabnya ketus. Kuambil uang 20rb semata wayangku dibalik dompet. Kuserahkan pada wanita penjual nasi itu. Akhirnya ia lepaskan bocah kurus kumal itu dengan kasar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Awas ya kalo kamu berani maling lagi !" Katanya mengancam, sambil berlalu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Terimakasih tante." Kata bocah itu menunduk sambil terus mendekap 2 bungkus nasi yang ia dapat dari warung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Jangan mencuri lagi ya dek. Semoga adikmu segera sembuh." Bocah itu mengangguk, kemudian berlari secepat kilat dari hadapanku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat anak itu berlalu aku kembali melanjutkan langkahku. Kuhidupkan sebatang rokok untuk mengusir kegalauanku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ya Tuhan, daun pepaya dibelakang kontrakan sudah habis. Uang 20rb semata wayangku pun sudah tidak ada. Dengan apakah esok hari anak-anakku akan makan Tuhan ?! Mengapa setetes rizki harampun tak mudah kudapatkan ?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiba-tiba mobil yang cukup mewah berhenti dihadapanku. Mataku berbinar penuh harapan. Aku langsung mendekat dan kuketuk kaca mobilnya. Saat kaca mobil itu terbuka langkahku langsung surut beberapa langkah kebelakang. Kulihat seorang pria tampan dibalik kemudi, namun disampingnya kulihat ada malaikat bercadar. Malaikat bercadar itu mengambil sesuatu di jok belakang mobil lalu keluar membawa amplop berwarna coklat. Amplop itu ia berikan padaku. Aku sempat menolak, sebab aku tahu itu adalah uang dakwah. Tanganku terlalu kotor untuk menerima amplop yang didalamnya berisi infaq dari orang-orang beriman. Namun malaikat itu justru mengatakan sesuatu yang membuatku menangis tergugu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Saya juga bukan orang suci mbak. Apakah mbak pikir saya orang baik karena memberikan rizki ini pada mbak ? Saya ini sama dengan mbak. Dimana hati saya adalah milik pencipta kita dan berada didalam genggamanNYA. Saya juga tidak tahu, mengapa sang pemilik hati saya mengarahkan saya pada mbak untuk memberikan amplop ini."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ya Tuhan... benarlah dia malaikat yang KAU kirim untuk menunjukkan betapa KAU sangat mencintaiku !"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku langsung bergegas pulang. Didalam kamar kubuka isi amplop coklat itu. Kuhitung lembar demi lembar kertas berwarna merah itu. Li... lima... ju... juta.... !!! 5 JUTA !!! Seumur hidup aku belum pernah memegang uang cash sebanyak ini !!! Ya Allah !! benarkah ini !! Ampuni aku ya Allah !! Aku pendosa menjijikkan ini KAU beri tunai hanya karena kuberikan lembaran uang 20rb, satu-satunya lembaran yang kupunya di hari ini pada bocah kurus kumal itu. Ahh siapakah bocah kurus kumal itu ? Aku juga tak tahu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*********&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku Muhammad Yahya. Usiaku 12 tahun. Sejak aku duduk dibangku kelas 4 SD aku sudah tahu apa yang dikerjakan oleh ayah dan ibuku. Sindiran tetangga sudah tidak asing lagi bagiku. Namun ibuku seperti tidak ingin kami tahu apa yang sudah ia lakukan bila pulang tengah malam. Ibu selalu berkata padaku,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Yahya mengajilah yang rajin. Allah maha penyayang. Do'akan ibu agar Allah mengasihani ibu yang bodoh ini. Ibu banyak salah pada Allah." Aku hanya mengangguk. Dalam hati aku menangis. Setelah meniduri adik-adikku, aku selalu melakukan sholat sunnah taubat dan witir. Aku minta Allah mengasihani ibu dan membukakan pintu ampunanNYA bagi ibu. Setelah itu aku membaca Qur'an sambil menunggu ibu pulang. Ibu tidak tahu kalau setiap bulan aku selalu qatamkan Al-Quran. Aku selalu menangis setiap kali membaca Qur'an dan membayangkan apa yang sedang ibu lakukan di luar sana untuk menghidupi kami ber-4.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ya Allah kasihanilah ibuku, lindungilah ia selalu, bukakanlah pintu ampunanmu bagi seluruh dosa-dosanya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah bagaimana cara Allah menjawab do'a - do'aku. Kini yang kutahu, ibu sudah tidak lagi mengenakan pakaian mini. Ia menggantinya dengan jilbab, walau belum sempurna. Sudah tak pernah lagi keluar malam dan aku sudah tidak pernah lagi melihat ibu merokok. Kini kami telah memiliki warung sembako. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa mengecap rizki halal. Ketika kutanya, darimanakah ibu dapatkan modal untuk membuka warung sembako ? ibu menjawab, "Rizki halal dari langit yang dikirim melalui malaikat bercadar."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku mengernyitkan kening.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Iya benar, ibu sendiri tidak pernah tahu, seperti apakah wajah malaikat itu."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*************&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore itu selepas ashar&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ustadzah Riska !" Inara memanggil dengan nada berbisik setengah berteriak. Ustadzah Riska menoleh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Aku Inara." Inara langsung mendekat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Oohh bunda Inara ! kok bisa ada disini, habis darimana ?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Aku mencari rumah wanita ini." Inara menunjuk foto seorang wanita di layar hp. Saat dulu Inara memberikan amplop coklat itu, suaminya sempat memotret dari dalam mobil tanpa sepengetahuan siapapun. Hanya Tuhan yang tahu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ooohhh ini bu Amidah. Oohh jangan-jangan bunda adalah wanita bercadar yang dia ceritakan itu ?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Memangnya dia cerita apa pada ustadzah ?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Dia bercerita banyak, intinya dia minta pendapat saya, uang 5 juta itu baiknya digunakan untuk apa ? dia ingin mengakhiri dunia kelamnya. Saya sarankan untuk membuka warung sembako."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Uang 5 juta ?" Inara mengulang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Iya bunda, isi amplop itu uang 5 juta."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kenapa bu Amidah minta pendapat pada ustadzah ?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Sebab anak - anak bu Amidah mengaji pada saya. Anaknya yang sulung juga pernah bercerita banyak hal tentang ibunya dan juga tentang uang dari langit yang diberikan oleh malaikat bercadar."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Malaikat bercadar ?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Iyaa, begitulah bu Amidah menyebut anti, bunda Inara. Oh ya sekarang bu Amidah telah mulai berjilbab bunda." Hati Inara tersentak. Ada yang melonjak disudut hatinya. Matanya berkaca - kaca menatap lekat mata bening ustadzah Riska. Sore itu ustadzah Riska menceritakan banyak hal perihal bu Amidah dan Yahya. Sebelum berpamitan Inara berpesan sesuatu pada ustadzah Riska.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ustadzah, mohon rahasiakan identitas malaikat bercadar. Saya hanya ingin tahu bagaimana keadaan beliau saat ini. Namun informasi dari ustadzah sudah lebih dari cukup bagi saya. Mohon kiranya ustadzah berkenan meneruskan tangan saya untuk membimbing bu Amidah agar tidak kembali tergelincir ke lembah kelam."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Baik bunda, insyaa Allah."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam perjalanan pulang, Inara bergumam dalam hatinya,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ya Allah benarlah, ENGKAU memang membenci perbuatan dosa, namun ENGKAU tidak membenci pendosa. KAU selalu ulurkan tangan bagi mereka yang bersedia untuk KAU angkat."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita tidak pernah tahu ada tangisan apa dibalik tawa. Kita juga tidak pernah tahu ada kebahagiaan apa dibalik tangisan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Barokallahu fiikum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;NB : Tak perlu bertanya ini nyata atau tidak. Anggap saja ini kisah fiksi. Bila ada kesamaan nama dan peristiwa itu hanyalah kebetulan saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Silahkan simak tulisan saya yang lain pada chanel telegram saya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*t.me/ireneradjiman*&lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2020/02/malaikat-bercadar.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-3535246181535109080</guid><pubDate>Tue, 02 Jul 2019 00:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-07-02T07:04:37.591+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama</category><title>Nasihat - nasihat</title><description>&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1575;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1589;&amp;#1618; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; , &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1569;&amp;#1612; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618; : &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; , &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618; : &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614; , &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1588;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616;&lt;br&gt;
Dari Abu Hurairah radhiallahu &amp;#8216;anhu, Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam bersabda, &amp;#8220;Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, &amp;#8216;seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu&amp;#8217;. Tetapi katakanlah, &amp;#8216;ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki&amp;#8217;. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan&amp;#8221;. &lt;br&gt;
(HR. Muslim no. 2664)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Kandungan Hadis&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;1.&amp;#9;Perkataan seandainya membuka (pintu) perbuatan setan, karena di dalam kata-kata seandainya menunjukkan adanya kesedihan yang mendalam dan mencela terhadap takdir Allah ta&amp;#8217;ala ketika seseorang tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Sedangkan sikap yang demikian ini meniadakan sikap sabar dan ridha terhadap takdir Allh ta&amp;#8217;ala. Padahal, sabar hukumnya wajib. Dan begitu juga dengan iman kepada takdir Allah, hal ini juga merupakan kewajiban bagi setiap orang.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;2.&amp;#9;Jangan berketerusan meratapi masa lalu, bersedih dengan apa yang tidak diperoleh di masa lalu, maka sangat mungkin kita akan merusak masa depan diri sendiri. Pernahkah melihat orang mengendarai mobil atau motornya dengan terus-terusan menatap kaca spion? Apa yang akan terjadi jika hal tersebut dilakukan? Tentu saja kendaraan yang disetirnya akan lambat maju, bisa juga menabrak banyak hal di depannya karena salah fokus.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;3.&amp;#9;&amp;#8220;Seandainya waktu itu saya tidak melakukan hal tersebut, pasti kejadiannya tidak begini!&amp;#8221; &amp;#8220;Coba saya mendengar masukan dari dia, pasti tidak seperti ini jadinya!&amp;#8221; Mengapa kita berandai-andai pada sesuatu yang telah terjadi dan bersedih hati karenanya? Semua itu atas &amp;#8216;QaddarAllohu wa maa syaa&amp;#8217;a fa&amp;#8217;ala, Alloh telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya&amp;#8217;. Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;4.&amp;#9;Amiirul mukminin Ali radhiallahu &amp;#8216;anhu berkata: &amp;#8220;Sabar adalah sebagian dari iman, sebagaimana kedudukannya kepala terhadap badannya.&amp;#8221; (Derajat Hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud (3627), An-Nasaa&amp;#8217;i dalam Al-Kubra (1462) dan Ahmad (6/24)) Oleh karena itulah, jika kita tertimpa suatu musibah atau sesuatu yang tidak kita harapkan, maka sepantasnya bagi kita adalah bersabar dan menerima terhadap apa yang telah menjadi ketentuan Allah ta&amp;#8217;ala dan tidak perlu mengatakan, &amp;#8220;seandainya tadi aku tidak melakukan hal ini, tentulah kejadiannya akan berbeda&amp;#8221; atau kata-kata yang semisalnya.&lt;br&gt;
Karena meskipun kita mengatakan &amp;#8220;seandainya begini atau begitu, maka tidaklah akan terjadi hal ini&amp;#8221;, ucapan ini tidak akan menyebabkan apa yang telah hilang dari kita bisa kembali lagi. Dan perlu diketahui bahwa perkataan yang seperti ini juga tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Bahkan hal ini justru bisa menambah kesusahan dan kesedihan batin.&lt;br&gt;
 Firman Allah SWT yang berkaitan dengan tema hadits tersebut adalah:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1589;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1613; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1603;&amp;#1616;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1613; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1612;&amp;nbsp; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1569;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1615; &amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1582;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1613; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1585;&lt;br&gt;
&amp;#8220;Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami mewujudkannya, sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira dengan apa yang Dia berikan untukmu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.&amp;#8221; (QS. Al-Hadiid: 22-23) &lt;br&gt;
&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1613; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1617;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1751; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1609;&amp;#1648; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Dan seperti itulah, telah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. &lt;br&gt;
(QS. Al-Furqan: 31)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128161;Dalam ayat yang lain, Allah menerangkan tentang musuh para Nabi dan pengikutnya yaitu setan-setan, baik dari kalangan jin maupun manusia. &lt;br&gt;
Allah berfirman :&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1613; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1617;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1591;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1587;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609;&amp;#1648; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1613; &amp;#1586;&amp;#1615;&amp;#1582;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1601;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1594;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1754;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).&amp;#8221; &lt;br&gt;
(QS. Al-An&amp;#8217;am: 112)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128099;Makanya, jangan pernah mengira ketika kita telah menjadi orang baik dan berusaha meniti kebenaran lantas kemudian hidup tenang tanpa musuh dan gangguan. &lt;br&gt;
Bahkan, semakin kukuh kita di atas kebenaran semakin banyak dan besar ujiannya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#127991;Ketika Rasulullah Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam ditanya tentang manusia yang paling berat ujiannya, beliau bukan menjawab orang yang paling durjana akan tetapi mereka yang paling dekat kedudukannya dengan Allah, bagus agamanya. &lt;br&gt;
Dari Sa&amp;#8217;ad bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu, ia pernah menuturkan :&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615; : &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; , &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1587;&amp;#1616; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1611; &amp;#1567; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; : &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615; , &amp;#1579;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1615; , &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616; &amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; , &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1589;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1572;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; , &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1602;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1612; &amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616; &amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; , &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1616; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1616; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1591;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1574;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1612;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Aku pernah berkata : Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab : &amp;#8216;Para Nabi, kemudian yang semisal, kemudian yang semisal. Sungguh seseorang itu akan diuji berdasarkan agamanya, bila agamanya kuat, ujiannya pun berat, sebaliknya bila agamanya lemah, ia diuji sesuai dengan kadar agamanya. Ujian tidak akan berhenti menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi dengan tidak mempunyai kesalahan.&amp;#8217;&amp;#8221; (HR. Tirmidzi: 2398)&lt;br&gt;
&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;:&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1587;&amp;#1616; &amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1612; &amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1591;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605; &amp;#1570;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1572;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605; &amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1548;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wasallam&amp;nbsp; bersabda..Akan datang suatu zaman atas manusia: &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;1. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka.&lt;br&gt;
2. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka.&lt;br&gt;
3. Dinar-dinar(uang) mereka menjadi agama mereka. &lt;br&gt;
4. Kehormatan mereka terletak pada kekayaan mereka. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1573;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1570;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1548; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1612; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1612; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1548; &amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1572;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1616;.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;1. Waktu itu, tidak tersisa dari iman kecuali namanya saja.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;2. Tidak tersisa dari Islam kecuali ritual-ritualnya saja.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;3. Tidak tersisa Al-Quran kecuali sebatas kajiannya saja.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;4. Masjid-masjid mereka makmur, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk (hidayah).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;5. Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk di permukaan bumi.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;. &amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1613; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1615;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1616; &amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1613; : &lt;br&gt;
&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1612; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1548;&lt;br&gt;
 &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1591;&amp;#1612; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1586;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1548;&lt;br&gt;
 &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1592;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1612; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1608;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1581;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1616;. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Kalau terjadi zaman seperti itu, Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka empat perkara (azab) :&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;1). Kekejaman para penguasa, &lt;br&gt;
2). Kekeringan pada masa,&lt;br&gt;
3), Kezaliman para pejabat, &lt;br&gt;
4). Ketidak-adilan para hakim." &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1548; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1589;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; : &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1616; .&lt;br&gt;
Maka heranlah para sahabat mendengar penjelasan Rasulullah. Mereka bertanya, "Wahai Rasul Allah, apakah mereka ini menyembah berhala ?"&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1567; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; : &amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1605; &amp;#1548; &amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1615; &amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1613; &amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1615; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1612;&amp;nbsp; .&amp;#1605;&amp;#1578;&amp;#1601;&amp;#1602; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1607;&lt;br&gt;
Nabi Shallallahu 'Alayhi Wasallam&amp;nbsp; menjawab, "Ya ! Bagi mereka, setiap dirham (uang) menjadi berhala (dipertuhan/disembah)"&lt;br&gt;
( Hadist Mutafaq'alaih )&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1609; &amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1590;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1548; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1609;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; : &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1587;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1591;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1548; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1591;&amp;#1616;&amp;#1609;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1590;&amp;#1616;&amp;#1609;&amp;#1614; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1591;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1614; . (&amp;#1585;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1607; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1578;&amp;#1585;&amp;#1605;&amp;#1584;&amp;#1610; &amp;#1608;&amp;#1571;&amp;#1581;&amp;#1605;&amp;#1583; &amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1606; &amp;#1581;&amp;#1576;&amp;#1575;&amp;#1606;)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Artinya :&lt;br&gt;
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi &amp;#65018; , beliau bersabda, &amp;#8220;Celakalah hamba (orang yang diperbudak) dinar, dirham, beludru dan kain bergambar. Jika dia diberi dia ridha, jika tidak diberi dia tidak ridha." [HR. Tirmidzi, no. 2336; Ahmad 4/160; Ibnu Hibb&amp;#226;n no. 3223]&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;1. Hendaknya seorang hamba tidak membiarkan dirinya diperbudak harta dalam kehidupannya, selalu berangan-angan dan bermimpi untuk mendapatkannya, mencintai dan membenci karenanya, membela dan memusuhi hanya demi harta. Karena hal itu hanya akan membawa kepada kehancurannya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, &amp;#8220;Sepantasnya seseorang itu mengambil harta dengan kemurahan jiwa, agar dia diberkahi di dalam hartanya. Jangan sampai dia mengambilnya dengan ambisi dan rakus." (al-Washiyatul Kubr&amp;#226;, hlm. 55, tahq&amp;#238;q : Syaikh Sal&amp;#238;m al-Hil&amp;#226;li)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;3. Harta itu adalah ujian, padahal manusia sangat menyukainya. Oleh karena itu, banyak orang yang gagal dalam menghadapi ujian besar ini. Sedikit sekali orang yang bisa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta&amp;#8217;ala atas limpahan nikmatNya yang tidak terhitung banyak dan nilainya. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;4. Banyak orang mengira, jika Allah memberikan harta yang banyak kepadanya, itu bertanda Allah mencintainya. Sebaliknya, jika Allah mengurangi rizqinya, itu pertanda Allah menghinakannya. Ini adalah anggapan keliru. Karena semua itu merupakan ujian dari Allah Azza wa Jalla . &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;5. Allah memberikan harta kepada siapa yang disukai atau yang dibenci.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;6. Akhirnya seseorang harus menyadari, bahwa semua ini adalah ujian, supaya menghadapinya dengan keta'atan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an :&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;1. Kemuliaan dan kehinaan tidak bisa diukur dengan harta;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1758; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1758;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;"Adapun manusia, jika dia diuji oleh Rabbnya, dimuliakan dan diberi kesenangan, maka dia akan berkata, &amp;#8220;Rabbku telah memuliakanku&amp;#8221;. Sedangkan bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rizkinya, maka dia berkata, &amp;#8220;Rabbku telah menghinakanku.&amp;#8221; [QS. Al-Fajar/89: 15-16]&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;2. Harta merupakan ujian;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1613; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1616; &amp;#1754; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1758;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;"Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka ? tidak, sebenarnya mereka tidak sadar." [QS. Al-Mukmin&amp;#251;n/23: 55-56].&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;3. Banyak orang gagal diuji dengan harta;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1591;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1594;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1616; ... &amp;#1758;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;"&amp;#1612;Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi." [QS. Asy-Syura/42 : 27]&lt;br&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br&gt;
&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1617;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1617; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1579;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1581;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614;&lt;br&gt;
 &lt;br&gt;
Telah Kami tetapkan di dalam Kitab Zabur setelah (tertulis) di dalam Adz-Dzikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh para hamba-Ku yang SHALEH.&lt;br&gt;
[QS. Al-Anbiya' : 105]&lt;br&gt;
 &lt;br&gt;
&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1617; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1579;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614;&lt;br&gt;
 &lt;br&gt;
Sungguh bumi itu milik Allah, Dia akan mewariskannya kepada siapa saja yg dikehendaki dari para hambaNya, dan kesudahan yang baik adalah bagi mereka yang BERTAKWA.&lt;br&gt;
[QS. Al-A'rof: 128]&lt;br&gt;
 &lt;br&gt;
&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1570;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1616; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1616; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618;&lt;br&gt;
 &lt;br&gt;
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal SHALEH, bahwa Dia pasti benar-benar akan menjadikan mereka BERKUASA di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.&lt;br&gt;
[QS. Annur: 55]&lt;br&gt;
&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1570;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1611; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1570;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1611; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka&amp;#8221; (QS. Al Baqarah: 201).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1582;&amp;#1618;&amp;#1591;&amp;#1616;&amp;#1574;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1618;&amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1589;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Apa saja yang ditakdirkan akan menimpamu, maka tidak akan luput darimu. Apa saja yang ditakdirkan akan luput darimu, maka tidak akan menimpamu&amp;#8221; (HR. Abu Daud no. 4699. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). &lt;br&gt;
&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1579;&amp;#1615; &amp;#1590;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1616; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614; (24) &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1618; &amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1612; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1612; &amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; (25) &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1594;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1613; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1613; (26) &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; (27) &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1611; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1594;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1613; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1613; (28) &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1613; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1618; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1586;&amp;#1612; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1612; (29) &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1616; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1616; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1615; (30)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#127826;&amp;#8220;Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: &amp;#8220;Salaama&amp;#8221;. Ibrahim menjawab: &amp;#8220;Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.&amp;#8221; Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.&amp;nbsp; Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: &amp;#8220;Silahkan anda makan.&amp;#8221; (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: &amp;#8220;Janganlah kamu takut&amp;#8221;, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).&amp;#8221; (QS. Adz Dzariyat: 24-30)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#127897; Menjawab Salam dengan Yang Lebih Baik&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;mengandung makna langgeng dan terus menerus, sedangkan jumlah fi&amp;#8217;liyah hanya mengandung makna terbaharui. Artinya di sini, balasan salam Ibrahim lebih baik karena beliau mendoakan keselamatan yang terus menerus. Inilah contoh akhlaq yang mulia dari Nabi Allah Ibrahim &amp;#8216;alaihis salam. Kita bisa mengambil pelajaran dari sini bahwa hendaklah kita selalu menjawab ucapan salam dari saudara kita dengan balasan yang lebih baik. Sebagaimana Allah Ta&amp;#8217;ala pun telah memerintahkan kita seperti itu dalam ayat,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1581;&amp;#1615;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1613; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618; &amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#127744; &amp;#8220;Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).&amp;#8221; (QS. An Nisa&amp;#8217;: 86)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#9989; Memuliakan Tamu&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128218;Dalam cerita Ibrahim ini juga terdapat pelajaran yang cukup berharga yaitu akhlaq memuliakan tamu. Lihatlah bagaimana pelayanan Nabi Ibrahim &amp;#8216;alaihis salam untuk tamunya. Ada tiga hal yang istimewa dari penyajian beliau:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128310; Beliau melayani tamunya sendiri tanpa mengutus pembantu atau yang lainnya.Beliau menyajikan makanan kambing yang utuh dan bukan beliau beri pahanya atau sebagian saja.Beliau pun memilih daging dari kambing yang gemuk. Ini menunjukkan bahwa beliau melayani tamunya dengan harta yang sangat berharga.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8599;Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bagaimana sebaiknya kita melayani tamu-tamu kita yaitu dengan pelayanan dan penyajian makanan yang istimewa. Memuliakan dan menjamu tamu inilah ajaran Nabi Ibrahim, sekaligus pula ajaran Nabi kita Muhammad &amp;#8216;alaihimush sholaatu wa salaam. &amp;#8216;Abdullah bin &amp;#8216;Amr dan &amp;#8216;Abdullah bin Al Harits bin Jaz&amp;#8217;i mengatakan, &amp;#8220;Barangsiapa yang tidak memuliakan tamunya, maka ia bukan pengikut Muhammad dan bukan pula pengikut Ibrahim&amp;#8221; (Lihat Jaami&amp;#8217;ul wal Hikam, hal. 170). Begitu pula dalam hadits yang shahih, Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam bersabda,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1590;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#9726; &amp;#8220;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya&amp;#8221; (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47, dari Abu Hurairah)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128495;Seseorang dianjurkan menjamu tamunya dengan penuh perhatian selama sehari semalam dan sesuai kemampuan selama tiga hari, sedangkan bila lebih dari itu dinilai sebagai sedekah. Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam sabda Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#171; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1590;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#187; . &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#171; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1612; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1612; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1590;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1613; &amp;#1548; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1614; &amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1618;&amp;#1608;&amp;#1614; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1612; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1578;&amp;#1618; &amp;#187;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;dari kebiasaannya. Adapun setelah hari ketiga, maka melayani tamu di sini adalah sedekah dan termasuk berbuat baik. Artinya, jika ia mau, ia lakukan dan jika tidak, tidak mengapa (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 21/31). Imam Asy Syafi&amp;#8217;i rahimahullah dan ulama lainnya mengatakan, &amp;#8220;Menjamu tamu merupakan bagian dari akhlaq yang mulia yang biasa dilakukan oleh orang yang nomaden dan orang yang mukim&amp;#8221; (LihatSyarh Al Bukhari libni Baththol, 17/381). Sudah sepatutnya kita dapat mencontoh akhlaq yang mulia ini.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128206;Berbicara dengan Lemah Lembut&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;bagaimana sebaiknya seseorang bertutur kata. Inilah pula yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam. Dari &amp;#8216;Ali, Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallambersabda, &amp;#8220;Di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.&amp;#8221; Kemudian seorang Arab Badui bertanya, &amp;#8220;Kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa, wahai Rasulullah?&amp;#8221; Beliau pun bersabda,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1591;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1591;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1589;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1587;&amp;#1615; &amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1612;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128209;&amp;#8220;Kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang tutur katanya baik, gemar memberikan makan (pada orang yang butuh), rajin berpuasa dan rajin shalat malam karena Allah ketika manusia sedang terlelap tidur.&amp;#8221; (HR. Tirmidzi no. 1984 dan Ahmad 1/155, hasan)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;akhlaq mulia dari Nabi Ibrahim yang seharusnya dapat kita jadikan teladan. Dalam sebuah ayat, AllahTa&amp;#8217;ala berfirman,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1612; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1612; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1608; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1570;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#9878;&amp;#8220;Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian.&amp;#8221; (QS. Al Mumtahanah: 6) &lt;br&gt;
&amp;#1607;&amp;#1584;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1593;&amp;#1589;&amp;#1585; &amp;#1593;&amp;#1589;&amp;#1585; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1585;&amp;#1601;&amp;#1602; &amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1589;&amp;#1576;&amp;#1585; &amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1581;&amp;#1603;&amp;#1605;&amp;#1577; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1587; &amp;#1593;&amp;#1589;&amp;#1585; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1588;&amp;#1583;&amp;#1577; &amp;#1548; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1575;&amp;#1587; &amp;#1571;&amp;#1603;&amp;#1579;&amp;#1585;&amp;#1607;&amp;#1605; &amp;#1601;&amp;#1610; &amp;#1580;&amp;#1607;&amp;#1604; &amp;#1548;&amp;#1601;&amp;#1610; &amp;#1594;&amp;#1601;&amp;#1604;&amp;#1577; &amp;#1608;&amp;#1573;&amp;#1610;&amp;#1579;&amp;#1575;&amp;#1585; &amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1606;&amp;#1610;&amp;#1575; &amp;#1548; &amp;#1601;&amp;#1604;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1583; &amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1589;&amp;#1576;&amp;#1585; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1583; &amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1585;&amp;#1601;&amp;#1602; &amp;#1581;&amp;#1578;&amp;#1609; &amp;#1578;&amp;#1589;&amp;#1604; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1593;&amp;#1608;&amp;#1577; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1581;&amp;#1578;&amp;#1609; &amp;#1610;&amp;#1576;&amp;#1604;&amp;#1594; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1575;&amp;#1587; &amp;#1608;&amp;#1581;&amp;#1578;&amp;#1609; &amp;#1610;&amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1608;&amp;#1575;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#127744;&amp;#8220;Zaman ini adalah zamannya untuk berlemah-lembut, sabar dan hikmah, Bukan zamannya bersikap keras, karena kebanyakan manusia banyak yang jahil, lalai dan lebih mementingkan urusan dunia. Oleh karena ini harus bersabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai pada manusia agar mereka mengetahuinya.&amp;#8221; [Majmu&amp;#8217; Fatawa 8/376]&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128495; Hukum asal dakwah adalah lemah lembut, terlebih pada hal &amp;#8220;memperbaiki/mengkoreksi kebiasaan seseorang/kaum&amp;#8221; dan terkadang dalam dakwah tidak boleh terlalu gengsi semisal tidak mau &amp;#8220;jemput bola&amp;#8221; mendatangi mereka yang butuh dakwah. Terkadang dakwah itu perlu mendatangi manusia dan menjelaskan dengan hikmah dan lembut. Hal ini dijelaskan oleh syaikh Muhammad bin Shalih Al-&amp;#8216;Ustaimin, beliau berkata:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1576;&amp;#1594;&amp;#1610; &amp;#1604;&amp;#1591;&amp;#1604;&amp;#1576;&amp;#1577; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1605; &amp;#1571;&amp;#1606; &amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1576;&amp;#1607;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1575;&amp;#1587; &amp;#1548;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1603;&amp;#1606; &amp;#1610;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1585;&amp;#1601;&amp;#1602;&amp;#1548; &amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1606; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1593;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1577; &amp;#1573;&amp;#1584;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1606;&amp;#1603;&amp;#1585; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1607;&amp;#1605; &amp;#1605;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1593;&amp;#1578;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1608;&amp;#1607; &amp;#1606;&amp;#1601;&amp;#1585;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1548; &amp;#1601;&amp;#1573;&amp;#1584;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1578;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1581;&amp;#1603;&amp;#1605;&amp;#1577; &amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1606; &amp;#1602;&amp;#1576;&amp;#1604;&amp;#1608;&amp;#1575; &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128737;&amp;#8220;Hendaknya para penuntut ilmu memperingatkan manusia, namun haruslah dengan lemah lembut, karena kebanyakan manusia jika diingkari sesuatu hal yang sudah menjadi kebiasaan mereka, akan lari menjauh, akan tetapi jika mereka didatangi dengan cara yang hikmah dan lembut, mereka akan menerima.&amp;#8221; [Syarh al-Mumti&amp;#8217; 3/204]&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128269; Baca Juga: Penyakit Berbahaya: Merasa Punya Jasa dalam Dakwah&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8599;Dakwah seperti inilah yang diperintahkan oleh agama kita yaitu lembut dan penuh hikmah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128331; Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1609; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1592;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128450;&amp;#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (lemah lembut) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.&amp;#8221; (An-Nahl: 125)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128218; Dakwah adalah perkara yang agung, hendaknya kita isi dengan kelembutan sebagaimana arahan Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wasallam, beliau bersabda,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1601;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1569;&amp;#1613; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1615; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1569;&amp;#1613; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128232;&amp;#8220;Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk.&amp;#8221; [HR. Muslim]&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#9989; Memang benar dakwah juga bisa dengan ketegasan, akan tetapi hukum asalnya adalah hikmah dan lemah-lembut. Jangan sampai dakwah lebih banyak keras dan tegasnya dari pada kelembutan, terlebih di zaman ini. Apabila dakwah dilakukan dengan keras tentu manusia akan menjauh.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128331;Allah berfiman&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1613; &amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1592;&amp;#1617;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1594;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1592;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1616; &amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1590;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1618; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#9878; &amp;#8220;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap KERAS LAGI BERHATI KASAR, tentulah mereka akan MENJAUHKAN DIRI dari sekelilingmu.&amp;#8221; (QS. Ali Imran: 159)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128220;Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam jug bersabda,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#65267;&amp;#1614;&amp;#65204;&amp;#1616;&amp;#1617;&amp;#65198;&amp;#1615;&amp;#65261;&amp;#65165; &amp;#65261;&amp;#1614;&amp;#65247;&amp;#1614;&amp;#65166; &amp;#65175;&amp;#1615;&amp;#65228;&amp;#1614;&amp;#65204;&amp;#1616;&amp;#1617;&amp;#65198;&amp;#1615;&amp;#65261;&amp;#65165; &amp;#65261;&amp;#1614;&amp;#65169;&amp;#1614;&amp;#65208;&amp;#1616;&amp;#1617;&amp;#65198;&amp;#1615;&amp;#65261;&amp;#65165; &amp;#65261;&amp;#1614;&amp;#65247;&amp;#1614;&amp;#65166; &amp;#65175;&amp;#1615;&amp;#65256;&amp;#1614;&amp;#65236;&amp;#1616;&amp;#1617;&amp;#65198;&amp;#1615;&amp;#65261;&amp;#65165; &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#9203; &amp;#8220;Mudahkan dan jangan mempersulit, berikan kabar gembira dan jangan membuat manusia lari&amp;#8221; [HR. Bukhari] &lt;br&gt;
&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1761; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1761;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1582;&amp;#1761;&amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1590;&amp;#1761; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1649;&amp;#1578;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1761; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1761;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1761; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1619;&amp;#1569;&amp;#1630; &amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128737;&amp;#8220;Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah: &amp;#8220;Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan&amp;#8221;&amp;#8221; (QS. Asy Syu&amp;#8217;ara: 216).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128304; Berlepas Diri Dengan Adab dan Akhlak yang Baik Terhadap Keluarga&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128203;Namun sikap berlepas diri dari perbuatan mereka yang buruk tersebut tidak berarti mengharuskan kita berkata dan berbuat yang buruk kepada mereka. Bahkan wajib atas setiap Muslim untuk mendakwahkan keluarganya, orang tuanya, dan kerabatnya kepada Allah dengan cara yang baik. Berdasarkan firman Allah Ta&amp;#8217;ala:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1761; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606; &amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1616; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1584;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1761;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1609;&amp;#1648;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#127991; &amp;#8220;Berilah peringatan jika memang peringatan itu bermanfaat&amp;#8221; (QS. Al A&amp;#8217;laa: 9).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128194;Berlepas diri dari orang tua yang musyrik bukan berarti menjauhi dan meninggalkan mereka, bahkan tetap membersamai mereka dan memperlakukan mereka dengan baik. Berdasarkan yang ditunjukkan dalam firman Allah Ta&amp;#8217;ala:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609;&amp;#1648;&amp;#1619; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606; &amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1761;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1761;&amp;#1587;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1766; &amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1630; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1591;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1761;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1750; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1761;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1761;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1761;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1601;&amp;#1623;&amp;#1575;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#127826; &amp;#8220;Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik&amp;#8221; (QS. Luqman: 15).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#9851;Dan sikap kepada para kerabat yang musyrik pun sebagaimana sikap kita kepada orang tua yang musyrik tersebut. Mereka tetap memiliki hak silaturahmi, hak nafkah, dan hak untuk dipergauli dengan baik. Berdasarkan keumuman firman Allah Ta&amp;#8217;ala:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1649;&amp;#1593;&amp;#1761;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1618; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1761;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1766; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1761;&amp;#8205;&amp;#1620;&amp;#1623;&amp;#1575;&amp;#1750; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1761;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1581;&amp;#1761;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1606;&amp;#1623;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1761;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1609;&amp;#1648; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1609;&amp;#1648; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1603;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1761;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1609;&amp;#1648; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1576;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1589;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1616; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1762;&amp;#1576;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1576;&amp;#1761;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1761; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1761;&amp;#64830;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128160; &amp;#8220;Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu&amp;#8221; (QS. An Nisa: 36).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#9989;Tegaslah Dalam Memberikan Batas Toleransi&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#127744; Namun pergaulan yang baik terhadap mereka tidak boleh sampai level memberikan dukungan kepada kekufuran mereka, atau kepada pelaku kekufuran atau memberikan persetujuan atas hal itu. Terlebih lagi jika mereka memusuhi Islam, maka hukumnya haram (memberikan dukungan). Bahkan hal itu bisa menyebabkan kekufuran terhadap Allah Ta&amp;#8217;ala. Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605; &amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1761; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1765; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1761;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1761;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#11015;&amp;#8220;Barangsiapa loyal kepada mereka (Musyrikin) maka ia bagian dari mereka&amp;#8221; (QS. Al Maidah: 51).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8618; Selain itu juga, hendaknya dalam berdakwah para muslimin menggunakan metode yang lemah lembut. Hindari sikap kaku dan kasar dalam berdakwah. Hindari sikap keras yang membuat orang lari dari agama. Berdasarkan firman Allah Ta&amp;#8217;ala:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1649;&amp;#1583;&amp;#1761;&amp;#1593;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609;&amp;#1648; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1761;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1592;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616;&amp;#1750; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1761;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8599;&amp;#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik&amp;#8221; (QS. An Nahl: 125).&lt;br&gt;
 Karena metode dakwah lemah lembut inilah yang menjadi sebab terbesar tersampaikannya dakwah dan bimbingan para du&amp;#8217;at kepada orang-orang awam. Dan Rasulullah Shallallahu&amp;#8217;alaihi Wasallam bersabda:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1583;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1612; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1581;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128377;&amp;#8220;Jika ada satu orang yang mendapatkan hidayah dari Allah oleh sebab dakwahmu, itu lebih baik dari pada engkau mendapatkan unta merah&amp;#8221; (HR. Bukhari no. 3009, Muslim no. 2406).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1605; &amp;#1593;&amp;#1606;&amp;#1583; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1578;&amp;#1593;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1609;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1615; &amp;#1583;&amp;#1593;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1581;&amp;#1605;&amp;#1583;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1585;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1593;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1589;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1606;&amp;#1576;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1581;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1613; &amp;#1608;&amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1570;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1608;&amp;#1589;&amp;#1581;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1607; &amp;#1608;&amp;#1573;&amp;#1582;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607; &amp;#1573;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1610;&amp;#1608;&amp;#1605; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1587;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605; &amp;#1578;&amp;#1587;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1611;&amp;#1575;&lt;br&gt;
&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1581;&amp;#1605;&amp;#1583; &amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1585;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1593;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1589;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1605; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1585;&amp;#1587;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1585;&amp;#1581;&amp;#1605;&amp;#1577;&amp;#1611; &amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1593;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1570;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1608;&amp;#1589;&amp;#1581;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1607; &amp;#1608;&amp;#1573;&amp;#1582;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607; &amp;#1573;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1610;&amp;#1608;&amp;#1605; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1548; &amp;#1571;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1593;&amp;#1583;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#127807; Orang yang melakukan syirik akbar itu berhak mendapatkan kemurkaan dari Allah, dan bara&amp;#8217;ah (kebencian) yang mutlak yang tidak ada rasa cinta dan loyalitas terhadap mereka. Karena aqidah al wala wal bara (cinta kepada ahli iman dan benci kepada ahli syirik) adalah tali keimanan yang paling kuat. Dan tali penghubung yang menjadi pondasi dari bangunan masyarakat Muslim. Ia juga merupakan konsekuensi dan syarat sah dari syahadat. Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1583;&amp;#1615; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1623;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1761;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1761;&amp;#1571;&amp;#1619;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1619;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1761; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1619;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1649;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1765; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1761; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1619;&amp;#1575;&amp;#1618; &amp;#1569;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1619;&amp;#1569;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1761; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1761; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1761;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1619;&amp;#1569;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1761; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1761; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1582;&amp;#1761;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1761; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1761; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1761;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#127897;&amp;#8220;Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka&amp;#8221; (QS. Al Mujadalah: 22).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128220; Nabi Shallallahu&amp;#8217;alaihi Wasallam bersabda:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1587;&amp;#1616; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#9203;&amp;#8220;tidak beriman salah seorang diantara kalian, sampai aku menjadi yang paling ia cintai daripada kedua orang tuanya dan anaknya dan seluruh manusia&amp;#8221; (HR. Bukhari no.15, Muslim no.44). &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1548; &amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1579;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; : &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1548; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1612; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1615; : &amp;#171; &amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1548; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1609;&amp;#187; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615; : &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1612; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615;) &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; : &amp;#171; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1612; &amp;#1567; &amp;#187; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1592;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1616; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Saya pernah mendengar bibi saya menceritakan dari pamannya yang berkata,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt; &amp;#8220;Ketika saya sedang berjalan kaki di kota Madinah, tiba2 seorang laki2 di belakangku berkata, &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8217;Angkat kainmu, karena itu akan lebih bersih.&amp;#8217;&lt;br&gt;
Ternyata orang yang berbicara itu adalah Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Aku berkata, &lt;br&gt;
Sesungguhnya yang kukenakan ini tak lebih hanyalah burdah yang bergaris-garis hitam dan putih&amp;#8221;. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Beliau shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam bersabda, &amp;#8220;Apakah engkau tidak menjadikan aku sebagai teladan?&amp;#8221; Aku melihat kain sarung beliau, ternyata ujung bawahnya di pertengahan kedua betisnya.&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;(Lihat Mukhtashor Syama&amp;#8217;il Muhammadiyyah, hal. 69, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Dari Hudzaifah bin Al-Yaman (bapak kaum sufi), ia berkata, &lt;br&gt;
&amp;#8220;Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam pernah memegang salah satu atau kedua betisnya. Lalu beliau shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam bersabda:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1573;&amp;#1618;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Di sinilah letak ujung kain. Kalau engkau tidak suka, bisa lebih rendah lagi. Kalau tidak suka juga, boleh lebih rendah lagi, akan tetapi tidak dibenarkan kain tersebut menutupi mata kaki.&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;(Mukhtashor Syama&amp;#8217;il Al Muhammadiyyah, hal.70)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Dari dua hadits ini terlihat bahwa IZAR (kain/sarung dan bukan CELANA) Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam selalu berada di atas mata kaki sampai pertengahan betis. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Boleh bagi seseorang menurunkan kainnya, namun dengan syarat tidak sampai menutupi mata kaki.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Asal mula penggunaan celana cingkrang seperti yang dipakai oleh sebagian komunitas muslim saat ini adalah untuk menghindari larangan Nabi Muhammad Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam. Karena dalam sebuah hadits Nabi Muhammad Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam bersabda:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1590;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1582;&amp;#1615;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1569;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1592;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1618; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1608; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1613; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614; &amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1602;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618; &amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614; &amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1615; &amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1582;&amp;#1615;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1569;&amp;#1614; (&amp;#1589;&amp;#1581;&amp;#1610;&amp;#1581; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1576;&amp;#1582;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1610;&amp;#1548; 3392)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Dari Abdullah bin Umar ra berkata, Rasulullah Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam bersabda, &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Barang siapa yang memanjangkan pakaiannya hingga ke tanah karena sombong, maka Allah Subhanahu wa Ta&amp;#8217;ala tidak akan melihatnya (memperdulikannya) pada hari kiamat&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Kemudian sahabat Abu Bakar bertanya, sesungguhnya bajuku panjang namun aku sudah terbiasa dengan model seperti itu. Kemudian Rasulullah Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam bersabda, &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Sesungguhnya engkau tidak melakukannya karena sombong.&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;(HR. Bukhari)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Juga hadits berikut yang mungkin dijadikan rujukan penyuka celana cingkrang:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1593;&amp;#1606; &amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1606; &amp;#1593;&amp;#1576;&amp;#1575;&amp;#1587; &amp;#1585;&amp;#1590;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1593;&amp;#1606;&amp;#1607;&amp;#1605;&amp;#1575; &amp;#1602;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1605;&amp;#1593;&amp;#1578; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1576;&amp;#1610; &amp;#1589;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1607; &amp;#1608;&amp;#1587;&amp;#1604;&amp;#1605; &amp;#1610;&amp;#1582;&amp;#1591;&amp;#1576; &amp;#1576;&amp;#1593;&amp;#1585;&amp;#1601;&amp;#1575;&amp;#1578; &amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1604;&amp;#1605; &amp;#1610;&amp;#1580;&amp;#1583; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1606; &amp;#1601;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1604;&amp;#1576;&amp;#1587; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1582;&amp;#1601;&amp;#1610;&amp;#1606; &amp;#1608;&amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1604;&amp;#1605; &amp;#1610;&amp;#1580;&amp;#1583; &amp;#1573;&amp;#1586;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1604;&amp;#1576;&amp;#1587; &amp;#1587;&amp;#1585;&amp;#1575;&amp;#1608;&amp;#1610;&amp;#1604; &amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1581;&amp;#1585;&amp;#1605;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Dari Ibnu &amp;#8216;Abbas ra berkata: &amp;#8221;Rasulullah Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam berkhutbah kepada kami saat dipadang &amp;#8216;Arafah. &lt;br&gt;
Beliau bersabda: &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;'Barang siapa yang tidak mempunyai sarung maka pakailah celana bagi yang berihrom.&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;(Shahih Al-Bukhari bab memakai sepatu bagi yang sedang ihrom jika tdk memiliki sandal)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1602;&amp;#1575;&amp;#1604; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1602;&amp;#1585;&amp;#1591;&amp;#1576;&amp;#1610; : &amp;#1571;&amp;#1582;&amp;#1584; &amp;#1576;&amp;#1592;&amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1585; &amp;#1607;&amp;#1584;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1581;&amp;#1583;&amp;#1610;&amp;#1579; &amp;#1571;&amp;#1581;&amp;#1605;&amp;#1583; &amp;#1601;&amp;#1571;&amp;#1580;&amp;#1575;&amp;#1586; &amp;#1604;&amp;#1576;&amp;#1587; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1582;&amp;#1601; &amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1585;&amp;#1575;&amp;#1608;&amp;#1610;&amp;#1604; &amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1581;&amp;#1585;&amp;#1605; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1584;&amp;#1610; &amp;#1604;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1580;&amp;#1583; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1606; &amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1573;&amp;#1586;&amp;#1575;&amp;#1585; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1581;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1607;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Menurut Imam Al-Qurthubi jika melihat zhahir ini hadits dari Imam Ahmad tentang kebolehan memakai sepatu jika tdk punya sandal dan boleh memakai celana jika tdk memiliki kain bagi yang sedang ihrom.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Ketahuilah bahwa pakaian kesukaan Rasulullah Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam adalah gamis. &lt;br&gt;
Jadi memakai gamis adalah suatu yang disunnahkan. &lt;br&gt;
Namun kadang memakainya melihat keadaan masyarakat, jangan sampai terjerumus dalam pakaian yang tampil beda (pakaian syuhroh).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Dari Ummu Salamah radhiyallahu &amp;#8216;anha, ia berkata,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1579;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1616; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; -&amp;#1589;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1607; &amp;#1608;&amp;#1587;&amp;#1604;&amp;#1605; &amp;#8211; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1589;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam yaitu gamis.&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;(HR. Tirmidzi dan Abu Daud. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Hadits di atas disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin di mana hadits tersebut menunjukkan bahwa pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam adalah pakaian gamis.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin (tokoh besar wahabi) berkata, &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Karena gamis di sini lebih menutupi diri dibanding dengan pakaian yang dua pasang yaitu izar (pakaian bawah) dan rida&amp;#8217; (pakaian atas). &lt;br&gt;
Namun para sahabat di masa Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam terkadang memakai pakaian atas dan bawah seperti itu. &lt;br&gt;
Terkadang mereka mengenakan gamis. &lt;br&gt;
Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam sendiri menyukai gamis karena lebih menutupi. Karena pakaian gamis hanyalah satu dan mengenakannya pun hanya sekali. &lt;br&gt;
Memakai gamis di sini lebih mudah dibanding menggunakan pakaian atas bawah, di mana yang dipakai adalah bagian celana terlebih dahulu lalu memakai pakaian bagian atas.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Namun ada catatan yang diberikan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al &amp;#8216;Utsaimin,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Akan tetapi jika engkau berada di daerah (negeri) yang terbiasa memakai pakaian atasan dan bawahan, memakai semisal mereka tidaklah masalah. &lt;br&gt;
Yang terpenting adalah jangan sampai menyelisihi pakaian masyarakat di negeri kalian agar tidak terjerumus dalam larangan memakai pakaian yang tampil beda. &lt;br&gt;
Sungguh, Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam telah melarang pakaian syuhroh (pakaian yang tampil beda). &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;(Lihat Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 284-285, terbitan Madarul Wathon).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Rasulullah shallallaahu &amp;#8216;alaihi wa sallam bersabda,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1587;&amp;#1614; &amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1614; &amp;#1588;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1613; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1579;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Barangsiapa memakai pakaian syuhroh, niscaya Allah akan memakaikan kepadanya pakaian semisal pada hari kiamat&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Syaikh Muhammad bin Sholeh Al &amp;#8216;Utsaimin (tokoh besar Wahabi) menerangkan,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1571;&amp;#1606; &amp;#1605;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1601;&amp;#1602;&amp;#1577; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1593;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1575;&amp;#1578; &amp;#1601;&amp;#1610; &amp;#1594;&amp;#1610;&amp;#1585; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1581;&amp;#1585;&amp;#1605; &amp;#1607;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1606;&amp;#1577;&amp;#1563; &amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1606; &amp;#1605;&amp;#1582;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1601;&amp;#1577; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1593;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1575;&amp;#1578; &amp;#1578;&amp;#1580;&amp;#1593;&amp;#1604; &amp;#1584;&amp;#1604;&amp;#1603; &amp;#1588;&amp;#1607;&amp;#1585;&amp;#1577;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1576;&amp;#1610; &amp;#1589;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1607; &amp;#1608;&amp;#1587;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1605; &amp;#1606;&amp;#1607;&amp;#1609; &amp;#1593;&amp;#1606; &amp;#1604;&amp;#1576;&amp;#1575;&amp;#1587; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1588;&amp;#1607;&amp;#1585;&amp;#1577; &amp;#1548; &amp;#1601;&amp;#1610;&amp;#1603;&amp;#1608;&amp;#1606; &amp;#1605;&amp;#1575; &amp;#1582;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1601; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1593;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1577; &amp;#1605;&amp;#1606;&amp;#1607;&amp;#1610;&amp;#1575;&amp;#1611; &amp;#1593;&amp;#1606;&amp;#1607;.&lt;br&gt;
&amp;#1608;&amp;#1576;&amp;#1606;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1611; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1584;&amp;#1604;&amp;#1603; &amp;#1606;&amp;#1602;&amp;#1608;&amp;#1604;: &amp;#1607;&amp;#1604; &amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1606;&amp;#1577; &amp;#1571;&amp;#1606; &amp;#1610;&amp;#1578;&amp;#1593;&amp;#1605;&amp;#1605; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1573;&amp;#1606;&amp;#1587;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1567; &amp;#1608;&amp;#1610;&amp;#1604;&amp;#1576;&amp;#1587; &amp;#1573;&amp;#1586;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1575;&amp;#1611; &amp;#1608;&amp;#1585;&amp;#1583;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1611;&amp;#1567;&lt;br&gt;
&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1580;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1576;: &amp;#1573;&amp;#1606; &amp;#1603;&amp;#1606;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1610; &amp;#1576;&amp;#1604;&amp;#1583; &amp;#1610;&amp;#1601;&amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1608;&amp;#1606; &amp;#1584;&amp;#1604;&amp;#1603; &amp;#1601;&amp;#1607;&amp;#1608; &amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1606;&amp;#1577;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1573;&amp;#1584;&amp;#1575; &amp;#1603;&amp;#1606;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1610; &amp;#1576;&amp;#1604;&amp;#1583; &amp;#1604;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1593;&amp;#1585;&amp;#1601;&amp;#1608;&amp;#1606; &amp;#1584;&amp;#1604;&amp;#1603;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1571;&amp;#1604;&amp;#1601;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1607; &amp;#1601;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1587; &amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1606;&amp;#1577;.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Mencocoki kebiasaan masyarakat dalam hal yang bukan keharaman adalah disunnahkan. Karena menyelisihi kebiasaan yang ada berarti menjadi hal yang syuhroh (suatu yang tampil beda). &lt;br&gt;
Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam melarang berpakaian syuhroh. &lt;br&gt;
Jadi sesuatu yang menyelishi kebiasaan masyarakat setempat, itu terlarang dilakukan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Berdasarkan hal itu, apakah yang disunnahkan mengikuti kebiasaan masyarakat lantas memakai pakaian atasan dan bawahan?&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Jawabannya, jika di negeri tersebut yang ada adalah memakai pakaian seperti itu, maka itu bagian dari sunnah. &lt;br&gt;
Jika mereka di negeri tersebut tidak mengenalnya bahkan tidak menyukainya, maka itu bukanlah sunnah.&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;(Syarhul Mumthi&amp;#8217;, 6: 109, terbitan Dar Ibnul Jauzi).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Kesimpulannya yang merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam adalah:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;1. Sunnah memakai izar (kain/sarung) setengah betis atau diatas mata kaki.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;2. Boleh memakai izar menutup mata kaki asal tidak sombong sebagaimana Abu Bakar biasa memakainya dan dibolehkan oleh Nabi.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;3. Boleh memakai sirwal (celana panjang) saat beribadah. Namun pakaian kesukaan Rasulullah Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam adalah qamish (baju kurung panjang)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;4. Larangan memakai pakaian suhroh (pakaian yang beda daripada umumnya) termasuk larangan memakai celana cingkrang di masjid yang mayoritas memakai sarung atau memakai celana yang tidak cingkrang.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;5. Belum ditemukan riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam pernah memakai celana panjang, apalagi celana cingkrang.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Jadi buat ikhwan salafi wahabi dan semisalnya, janganlah bangga dengan celana cingkrang yang katanya nyunnah demi menghindari isbal. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Ketahuilah sesungguhnya qomish/gamis pakaian sunnah Rasulullah Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Dan berpakaianlah yang umum dimana kita berada biar tidak suhroh karena itu dilarang oleh Nabi Shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam. &lt;br&gt;
&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1608; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1581;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1611;&amp;#1575;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya&amp;#8220;.&amp;#8221; (QS. Al Kahfi: 110) &lt;br&gt;
&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1586;&amp;#1618;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1580;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1613; &amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1613; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1613; &amp;#1578;&amp;#1570;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1613; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1613; &amp;#1587;&amp;#1570;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1613; &amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1613; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575; . &lt;br&gt;
( &amp;#1587;&amp;#1608;&amp;#1585;&amp;#1577; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1578;&amp;#1581;&amp;#1585;&amp;#1610;&amp;#1605; : &amp;#1637; )&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;"Jika sampai Nabi menceraikan kalian, mudah-mudahan Rabbnya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, &amp;#8216;abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis." &amp;#128216;(Qs. At-Tahrim: 5)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Dalam ayat yang mulia diatas disebutkan beberapa sifat isteri yang shalihah yaitu :&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;1. Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas kepada Allah &amp;#65019;, tunduk kepada perintah Allah &amp;#65019; dan perintah Rasul-Nya&amp;#65018; .&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;2. Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah &amp;#65019; .&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;3. Qanitat: wanita-wanita yang taat&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;4. Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah &amp;#65018; walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;5. Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah &amp;#65019; dengan mentauhidkan-Nya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah &amp;#65019; di dalam Al-Qur&amp;#8217;an adalah tauhid, (kata Ibnu Abbas radhiallahu &amp;#8216;anhuma).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;6. Saihat: wanita-wanita yang berpuasa. &lt;br&gt;
&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1594;&amp;#1618;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1589;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1548; &amp;#1579;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1570;&amp;#1578;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605; &amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1606; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1750; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1583;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1603;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Iblis menjawab: &amp;#8220;Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.&amp;#8221; (QS. Al-A&amp;#8217;raf: 16-17)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128218;Imam ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya yaitu Ighatsatul Lahfan (hal. 176-178) menyebutkan beberapa atsar Salafush Shalih mengenai tafsir dari empat arah ini.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;1&amp;#8419;Pertama, Iblis akan mendatangi dari arah depan. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengatakan:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1571;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Maksudnya: &amp;#8220;Aku (Iblis) akan memberikan keragu-raguan kepada mereka terhadap akhirat mereka.&amp;#8221; (Tafsir Ibn Jarir: 12/338)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Iblis akan mengilhamkan kepada manusia agar mereka ragu dengan hari kebangkitan, ragu dengan surga dan neraka, serta perkara-perkara akhirat lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;2&amp;#8419;Kedua, Iblis akan mendatangi dari arah belakang. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengatakan:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1571;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1594;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Maksudnya: &amp;#8220;Aku (Iblis) akan membuat mereka menjadi sangat cinta kepada dunia.&amp;#8221; (Tafsir Ibn Jarir: 12/338)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Dalam riwayat Ibnu Abi Hatim rahimahullah, Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengatakan:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1571;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1594;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Maksudnya: &amp;#8220;Aku (Iblis) akan membuat mereka menjadi benci kepada agama mereka.&amp;#8221; (Tafsir Ibn Abi Hatim: 8248)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;3&amp;#8419;Ketiga, Iblis akan mendatangi dari samping kanan. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengatakan:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1571;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614; &amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Maksudnya : &amp;#8220;Aku (Iblis) akan menjadikan mereka ragu terhadap urusan Agama mereka.&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Abu Shalih rahimahullah mengatakan:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1617;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1607;&amp;#1616;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Maksudnya: &amp;#8220;Aku akan buat mereka ragu terhadap kebenaran.&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;4&amp;#8419;Keempat, Iblis akan mendatangi dari samping kiri. Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1574;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1615; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575;, &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1615;&amp;#1579;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575;, &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Iblis akan memerintahkan manusia untuk melakukan kejelekan-kejelekan, memberikan dorongan untuk melakukannya, menghiasinya sehingga tampak indah di mata mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#128161;Oleh sebab itu, sebagai anak keturunan Adam semestinya kita menyadari betul ambisi dari musuh utama kita ini. Kita harus waspada dan senantiasa mohon perlindungan Allah agar dapat selamat dari makar iblis ini. Salah satu usaha yang wajib kita lakukan adalah dengan menuntut ilmu agama, karena dengan itulah kita dapat membedakan antara benar dan salah. Jika kita enggan belajar maka cepat atau lambat, disadari atau tidak, kita pasti akan terjatuh ke dalam jerat dan perangkap iblis tersebut.&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2019/07/nasihat-nasihat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-784309760039385591</guid><pubDate>Mon, 01 Jan 2018 16:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-01-01T23:37:49.622+07:00</atom:updated><title>Nasihat Seorang Kiai Sepuh kepada Para Santri</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;Cukup indah kisah ini, semoga berkenan:&lt;br&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Di suatu malam yang ditumpahi cahaya bulan, seorang kiai sepuh dari Jawa Timur bertutur. Ratusan santrinya menyimak kalimat demi kalimat yang keluar laksana mutiara. Dengan nada pelan dan santai, sang kiai memberi nasehat yang kurang lebih demikian:&lt;br&gt;
Saya ini dulu sudah mengaji lebih dari tiga puluh tahun, tapi perasaan saya tak dapat ilmu, &amp;#160;kecuali hanya sedikit saja. Namun, saya selalu setia dengan proses ini, proses belajar ala pesantren, taat pada metode pembelajaran para kiai dan ulama salaf.&lt;br&gt;
Pernah, ketika dulu mengaji Kitab Ihya Ulumuddin baru beberapa lembar saja, kiai saya sakit, sampai dua tahun, mendekati tiga tahun. Selama itu pula saya setia menunggu beliau. Setelah beliau sembuh, saya baru dapat melanjutkan mengaji Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali. Saya juga mengaji kitab Ihya Ulumuddin karya Ibnu Athaillah As-Sakandari.&lt;br&gt;
Alhamdulillah, seletelah tiga puluh tahun lebih mengaji, saya dapat membaca kitab-kitab (kuning) apa saja yang telah diajarkan oleh kiai saya. Namun, seakan itu hanya di lidah saya saja, tak sampai tenggorokan. Belum menancap di hati saya. &lt;br&gt;
Kemudian, tanpa saya duga, kiai saya meminta saya untuk menikahi putri beliau. Saya kaget: kenapa mesti saya? Saya itu &amp;#160;kan tidtak punya apa-apa? Saya juga bukan kategori orang yang bisa bekerja. Usut punya usut, ternyata kiai saya menikahkan putrinya kepada saya justru karena ketidakpunyaan saya. Karena saya tidak punya harta benda. Ini, lho, berkah saya tidak punya apa-apa, saya malah menjadi menantu kiai saya.&lt;br&gt;
Saudara saya membanyol: kiai memilih kamu (yang tidak punya apa-apa) agar kamu tidak berani mempoligaminya! Haha, banyolan saudara saya ini ada-ada saja. Mana mungkin saya berani menduakan putri kiai saya sendiri.&lt;br&gt;
Kemudian saya membantu mengajar di pesantren kiai saya, sampai kemudian ayah saya meninggal dunia. Karena dirumah ayah saya punya pesantren, saya mesti kembali. Saya pamit kepada kiai saya:&lt;br&gt;
Kiai, saya pamit, saya harus pulang, ayah saya meninggal dunia, kata saya. &lt;br&gt;
Kiai menjawab, oh iya betul, kamu harus pulang. Punya tinggalan pesantren harus terus dilestarikan.&lt;br&gt;
Namun kiai, ada satu hal yang ingin saya minta: saya ini tidak punya apa-apa. Mohon minta doa amalan kepada kiai, agar saya mudah mendapat rejeki, pinta saya.&lt;br&gt;
Bukannya diberi amalan doa, saya malah dimarahi: Huuussss!!! Kamu ini gimana, seperti tak percaya kepada Allah saja!!!&lt;br&gt;
Sontak saya tercekat kaget, tak karu-karuan rasanya. Marah betul beliau.&lt;br&gt;
Namun di situlah, di akhir-akhir dengan kiai saya itu, hanya pertemuan sekitar lima menit, ilmu kiai saya tertancap ke dalam hati. Karena marahnya kiai itu, saya jadi ingat semua apa-apa yang di dalam Al-Quran, Hadits dan kitab-kitab, termasuk yang ada di Ihya&amp;#8217; dan Hikam.&lt;br&gt;
Saya jadi ingat ayat Al-Quran: Wa ma min dabbatin fil-ardhi illa &amp;#8216;alallahi rizquha; dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya (QS. Hud [11]: 6). Saya jadi ingat: &lt;br&gt;
&amp;#8220;...Wamayyattaqillaaha yaj &amp;#8216;allahu mahrajan. Wayarzuqhu minhaitsu laayahtasib, wamayya tawaqal &amp;#8216;alallaahi fahuwa hasbuhu, inalallaha balighu amrihi &amp;#160;qad ja &amp;#8216;alallaahu liqulli syai in qodron.&amp;#8221;. ...Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. At-Thalaq: 65, 2-3)&lt;br&gt;
Lima menit itu benar-benar mengubah saya. Yang tadinya ilmu hanya di lidah, sepertinya masuk ke hati saya. Hati saya jadi tawakkal, pasrah kepada Allah. Apa yang selama ini saya kaji di kitab-kitab itu, baru saya rasakan setelah kiai memarahi dalam tempo lima menitan itu. Saya jadi mantap menjalani hidup.&lt;br&gt;
Kemudian saya bertanya kepada istri saya: Dik, kita akan pindah. Namun rumah ayah saya kini diwarisi adik saya. Saya sudah tidak punya rumah. Apa jawaban istri saya? &lt;br&gt;
"Saya tidak menikah dengan rumahmu, Mas." Begitulah jawabannya. Saya jadi lega.&lt;br&gt;
Memang benar Hadis Nabi: memilih istri itu yang terpenting adalah karena faktor agamanya... fadzfarbidzaatitdieni, taribatyadaka.&lt;br&gt;
Nabi Muhammad juga demikian: menjodohkan putrinya dengan Sayyidina Ali kw, salah seorang yang miskin (secara duniawi, namun pandai ilmu agamanya). Padahal, banyak sahabat Nabi yang kaya raya.&lt;br&gt;
Juga demikian salah satu sahabat beliau, Abu Hurairah. Ketika beliau mendapati putrinya yang sudah berumur untuk menikah, beliau bertanya: lelaki seperti apa yang engkau mau? Sang putri menjawab: dua syarat. Pertama pandai dalam ilmu, dan kedua miskin. Abu Hurairah membalas balik: syarat pertama bisa kumengerti. Tapi, untuk apa syarat yang kedua? Sang putri menjawab: agar dia tidak berani nikah lagi. &lt;br&gt;
Begitulah. Orang-orang dulu begitu hati-hati dalam urusan harta. Maka saya minta, jika anda sekalian menuntut ilmu, niatnya jangan karena ingin harta. Jangan karena ingin jabatan atau kedudukan. Jangan karena ingin dipuji orang lain. Jangan karena dunia. Tapi niatilah menuntut ilmu untuk mencari ridla Allah semata. Insya Allah nanti Allah yang menjamin.&lt;br&gt;
Itulah salah satu kandungan yang ada dalam kitab Ihya dan Kitab Hikam. Ini kitab tasawuf, yang kadang agak bertentangan dengan (pendpat ulama) fiqih. Namun, kitab ini ampuh, sudah diakui keramatnya.&lt;br&gt;
Dulu, setelah jadi, kitab Ihya ini akan dilarang oleh seseorang yang alim. &amp;#160;Orang itu menyuruh murid-muridnya agar kitab itu dimusnahkan, karena isinya dianggap bertentangan. Sebelum sempat memusnahkan, orang itu mimpi bertemu dengan Rasulullah, &amp;#160;Abu Bakar dan Umar bin Khattab ra. Ia melihat Imam Ghazali bersamanya dan mengadukan perihal kitab ini yang ingin dibakar. Ternyata rasulullah mengatakan kitab itu baik. Rasulullah kemudian mencambuk orang yang alim itu. Meski dalam mimpi, ketika bangun tidur, bekas pukulan membekas dalam tubuh, sampai waktu yang lama. Setelah itu orang alim itu bertaubat, mau mempelajari kitab Ihya&amp;#8217; dan bahkan ditemui Rasulullah dalam mimpi. (Kisah lengkapnya dalam Kitab Awariful Ma'arif karya Imam Syaikh Syahrowardi, ed.)&lt;br&gt;
Imam Ghazali - sang Hujjatul Islam, pengarang kitab itu &amp;#8211; ternyata tak sembarangan dalam menulis hadits. Tiap kali menulis hadis untuk dimasukkan ke kitab Ihya, beliau berwudlu, kemudian shalat sunnah, kemudian istikharah terlebih dahulu. Pasca itu, sepertinya beliau dibimbing Nabi dalam mimpi, ataupun melalui peristiwa lain. Misalnya, setelah itu, hadis yang ditulis itu dicium, apakah baunya wamgi atau tidak? Kalau baunya wangi, ini berarti benar-benar dari nabi. Kalau tidak wangi beliu tinggalkan hadits itu, tidak dimasukkan dalam kitabnya.&lt;br&gt;
Inilah, kehebatan para ulama salaf. Mengapa di pesantren kitab-kitab para ulama salaf masih kita kaji. Apa maksud dari kitab ulama salaf itu? Yaitu kitab-kitab yang dibikin oleh para ulama yang tulus, bersih, jujur, wira&amp;#8217;i, dan hanya berharap ridha dari Allah. Bukan untuk mendapat ganti cetak (royalti) yang melebihi harga cetaknya. Beliau-beliau menulis bukan karena uang, ketenaran, jabatan atau yang lainnya, tapi karena mengharap Ridla Allah semata.&lt;br&gt;
Maka, anda yang belajar di pesantren dan membelajari kitab karya ulama-ulama terdahulu harus bersyukur. Dan banggalah, jangan minder. Dan jangan berhenti belajar. Usahakan apa yang anda pelajari menjadi laku dan menancap dalam hati. Karena soal hatilah yang paling sulit di dunia ini. Kalau soal ilmu dunia, skill, itu mudah. Tapi soal hati ini sulit.&lt;br&gt;
Banggalah jadi santri. Kiai Mahrus Ali, guru saya, itu ya cuma mengaji di pesantren seperti ini, tapi beliau bisa mencari solusi problem-problem kebangsaan, dan sering dengan Bung Karno dan tokoh bangsa lainnya. Mbah Hasyim Asy&amp;#8217;ari dulu juga begitu, dengan mempelajari kitab-kitab para ulama salaf. Toh beliau mampu berkontribusi banyak untuk bangsa dan negara.&lt;br&gt;
Jangan minder jadi santri. Bila perlu, pakailah identitasnya, seperti sarung dan peci misalnya. Mbah Mahrus Ali dulu pakai sarung, tak pernah pakai celana. Toh beliau diterima oleh segenap tokoh bangsa. Pula Kiai Hasyim Asy&amp;#8217;ari, yang oleh Jepang dianggap Bapak Umat Islam Indonesia, kemana-mana sering pakai sarung. Dan beliau-beliau mampu menjadi rujukan persolan agama, bangsa dan negara.&lt;br&gt;
Dan para kiai hari ini juga sebenarnya bukan tidak mengerti persoalan bangsa. Hanya karena memang ada yang sementara diam. Karena memang, dari kitab ulama salaf yang diajarkan di pesantren itu, bisa untuk apa-apa. Maka, banggalah jadi santri. Jangan pernah merasa minder. Nanti bangsa dan negara ini akan butuh kalian. Butuh orang-orang yang jujur dan berakhlak.&lt;br&gt;
Kita bisa lihat, bagaimana kondisi negara ini hancur ditangan orang terdidik. BLBI belum selesai, ada Century. Century belum selesai, ada lagi dan lagi. Terus begitu, saking ruwetnya. Mereka tak akan kuat terus menerus seperti itu. Masalah belum ketemu solusi, sudah masalah lagi. Ini persoalan utama ada pada manusianya.&lt;br&gt;
Nah, dalam beberapa tahun kedepan, bangsa dan negara akan butuh kalian, butuh orang orang yang jujur, bisa dipercaya. Orang-orang akan datang ke kita, ketika ketidakjujuran dan saling-tipu sudah membabi buta dimana-mana.&lt;br&gt;
Mantapkanlah ilmu sampai kedalam hati. Meski kelak kamu jadi apa saja, dan melanglangbuana ke Eropa misalnya, hati kalian masih berpijak pada pesantren ini, memegang apa yang diajarkan para kiai dan ulama salaf.&lt;br&gt;
Dan jangan lupa, untuk senantiasa shalat di awal waktu, dan lebih-lebih dilakukan secara berjamaah. Jika sudah beristri kelak, jadilah imam istri kalian dalam shalat berjamaah. Jika anda sekalian memenuhi kewajiban kalian, Insya Allah nanti Allah sendiri yang menata kalian.&lt;br&gt;
Kadang kita ini malu. Bahkan, Ibnu Athaillah sendiri heran: kenapa untuk disuruh masuk surga saja harus &amp;#8220;dipaksakan&amp;#8221;. Ini kan mengherankan. Coba saja: shalat subuh berjamaah, misalnya, itu jelas sangat utama, jalan menuju syurga, tapi sulit orang menjalankannya. Padahal itu jalan menuju kebahagiaan. &amp;#160;Hal-hal yang wajib, lebih-lebih yang sunnah, itu kan dari Allah agar kita menuju ke kebahagiaan, tapi seringkali sulit orang melaksanakan.&lt;br&gt;
Demikian, mudah-mudahan ini semua bermanfaat untuk kita semua. Amin Allahumma Amin.&lt;br&gt;
Nasehat-nasehat itu, kurekam dalam kepala. Kuolah dengan penangkapanku, kemudian kusarikan dalam tulisan ini dengan caraku sendiri, yang jelas tak persis seluruhnya. Kuambil yang ingat-ingat saja, kutambahkan dan kurangi apa yang menurutku membantu pemahaman. Nasehati itu disampaikan oleh sang kiai sepuh ketika mengisi ceramah pada khataman Kitab Ihya dan Al-Hikam. Meski hanya sebentar, nasehat Kiai Sepuh itu begitu bermakna, dan mengingatkan kembali nilai-nilai islami dan kesantrian.&lt;br&gt;
Kuketahui kemudian, kiai sepuh itu adalah almarhum KH. Abdul Aziz Mansyur, Pimpinan Pesantren Paculgowang. Mbah Aziz, begitu beliau bisa disapa, kemudian banyak menelurkan dan menyunting buku. Bahkan beliau menjadi pimpinan tertinggi (Ketua Dewan Syuro) PKB, dikenal kealimannya, serta menjadi tokoh nasional. Beliau bercerita semasa nyanti di Pesantren Lirboyo, Kediri. Dan ceramah itu, ditayangkan di TV9 malam jumat (28/12) lalu. Untuk beliau, al-Faatihah. (Ahmad Naufa)&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2018/01/nasihat-seorang-kiai-sepuh-kepada-para.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-1130417125070824131</guid><pubDate>Thu, 07 Sep 2017 04:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-09-08T10:30:39.975+07:00</atom:updated><title>Inilah Penjelasan Alquran Mengapa Kita Capek Kerja</title><description>Kerja siang malam. Pergi pagi, pulang sudah gelap. Capek pun melanda. 
Namun penghasilan segitu-gitu saja. Betapa lelahnya mengejar dunia.

Allah SWT pun ‘menghibur’ dalam Alquran, mengapa kita begitu capek 
mengejar dunia yang nggak habis-habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alquran pun bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk kita 
bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;Urusan berdzikir (sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;i&gt;“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at,          
maka berlarilah kalian mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah:9)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;Urusan melakukan kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;i&gt;“Maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan.” (QS. Al-Baqarah : 148)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;Urusan meraih ampunan, perintahnya adalah“Bersegeralah!”&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;i&gt;“Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju surga…” (QS. Ali Imron : 133)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;Urusan menuju Allah, perintahnya adalah 
“Berlarilah dengan cepat!”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;i&gt;“Maka berlarilah kembali ta’at kepada Allah.” (QS. Adz-Dzaariyat: 50)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sementara itu,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;b&gt;untuk urusan menjemput rizki (duniawi), perintahnya hanyalah “Berjalanlah!”&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;i&gt;“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka berjalanlah di 
segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya.” (QS. Al-Mulk: 15)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semestinya kita memahami, kapan kita perlu berlari atau 
menambah kecepatan lari kita, atau bahkan cukup berjalan saja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini jangan-jangan kita merasa lelah karena berlari. 
Terus berlari mengejar dunia tanpa istirahat.&amp;nbsp; Padahal seharusnya cukup berjalan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Paramuda/BersamaDakwah]

</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2017/09/inilah-penjelasan-alquran-mengapa-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-7543746467233164868</guid><pubDate>Mon, 04 Apr 2016 10:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-05-03T21:07:58.634+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>JANGAN TAKUT DIMINTAI TOLONG</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKBTjgE6t9qKkZ0Vi9h0JUaxHglUVYAA-wkJ6nIdExidl704sDnpDf5Lb2XH3aX0IuqQmUZbWiI-6MLxzw1ouXM0aRwG2paevd7TH339qIc67cnoSac044Qw98zWNcP99JbVFblXvH5bE/s1600/index.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKBTjgE6t9qKkZ0Vi9h0JUaxHglUVYAA-wkJ6nIdExidl704sDnpDf5Lb2XH3aX0IuqQmUZbWiI-6MLxzw1ouXM0aRwG2paevd7TH339qIc67cnoSac044Qw98zWNcP99JbVFblXvH5bE/s1600/index.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
Ada seorang teman datang berkunjung ke sebuah perusahaan, pas dia melewati pintu gerbang m elihat tulisan,&lt;br /&gt;
"Tidak Menerima Permintaan Sumbangan dari Pihak Mana pun."&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
Teman yg juga seorang motivator tsb, langsung berkomentar kpd si pemilik perusahaaan....&lt;br /&gt;
"Ganti Pak tulisan ini..."&lt;br /&gt;
"Ganti sama apa?"&lt;br /&gt;
Ganti dgn.."Siapa pun yg butuh sumbangan, silakan kemari aja."&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
Tentu saja komentar itu disambut dgn tawa. &lt;br /&gt;
"Nanti pada dateng dong minta sumbangan."&lt;br /&gt;
"Biarin aja. Itu kan tandanya rezeki. Semakin banyak yg dateng, maka semakin banyak rezeki. Lagian, enggak mungkin Allah mempertemukan yg susah dgn kita, kalau kita enggak bisa bantu. Jadi kalau didatengin sama yg susah, itu tandanya Allah sudah mempersiapkan kita utk bisa membantu."&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
❎Banyak orang takut didatengin orang susah. Karena seringkali logika berpikirnya, mereka yg butuh, bakal ngerepotin. Padahal, kita yg butuh mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
Suatu hari Rasulullah memberitahu para sahabatnya, bahwa orang2 miskin nanti akan memiliki kekuasaan. &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
Sahabat bertanya, "kekuasaan apa ya Rasul?"&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
Rasulullah menjawab, "Di hari kiamat, nanti akan dikatakan kepada mereka, tariklah mereka yang pernah memberimu makan walau sesuap, minum walau seteguk, pakaian walau selembar. Peganglah tangannya dan &lt;br /&gt;
tuntunlah ke surga." Masya Allah!!! &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
Dan salah satu kekuatan orang susah, orang miskin, orang yg terzolimi, doanya makbul dan cepat dikabulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga kita tergolong insan mukmin yg gemar dan mudah menolong.... Aamiin&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
Tebarkan kebaikan niscaya kebaikan akan kembali padamu.......&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
" Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula ( QS Ar Rahman : 60 )&lt;/div&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/04/jangan-takut-dimintai-tolong.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKBTjgE6t9qKkZ0Vi9h0JUaxHglUVYAA-wkJ6nIdExidl704sDnpDf5Lb2XH3aX0IuqQmUZbWiI-6MLxzw1ouXM0aRwG2paevd7TH339qIc67cnoSac044Qw98zWNcP99JbVFblXvH5bE/s72-c/index.jpg" width="72"/><georss:featurename>Kantor Kelurahan Pesanggrahan, Jl. Pesanggrahan Raya No.1, RT.5/RW.3, Pesanggrahan</georss:featurename><georss:point>-6.255647 106.75659</georss:point></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-602610248847177936</guid><pubDate>Sun, 27 Mar 2016 15:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-27T22:33:30.763+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Ada apa dengan tangan kanan?</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Beberapa kesempatan yang lalu, kami sempat membahas di antara adab makan. Tema yang telah diangkat adalahadab membaca &amp;#8220;bismillah&amp;#8221; sebelum makan. Saat ini kami akan membahas adab makan yang lain yaitu adab makan dengan tangan kanan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Dalam hadits yang&amp;#160;muttafaqun &amp;#8216;alaih,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1594;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1615; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1603;&amp;#1614;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.&amp;#8221; (HR. Bukhari no. 5376, Bab Membaca Basmalah ketika Makan dan Makan dengan Tangan Kanan; Muslim no. 2022, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Dalam&amp;#160;Shahih Muslim&amp;#160;disebutkan sebuah riwayat,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#171; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1588;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#187;.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.&amp;#8221; (HR. Muslim no. 2020, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Dalam kitab yang sama disebutkan riwayat lainnya,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1611; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; -&amp;#1589;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1607; &amp;#1608;&amp;#1587;&amp;#1604;&amp;#1605;- &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#171; &amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#187;. &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1591;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1593;&amp;#1615; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#171; &amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#187;. &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1615;. &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1607;&amp;#1616;.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah bersabda, &amp;#8216;Makanlah dengan tangan kananmu!&amp;#8217; Dia malah menjawab, &amp;#8216;Aku tidak bisa.&amp;#8217; Beliau bersabda, &amp;#8216;Benarkah kamu tidak bisa?&amp;#8217; -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya.&amp;#8221; (HR. Muslim no. 2021)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Dari beberapa hadits di atas, kita dapat menarik pelajaran bahwa&amp;#160;terlarangnyamakan dengan tangan kiri.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Kebanyakan ulama Syafi&amp;#8217;iyah berpandangan bahwa hukum makan dengan tangan kanan hanyalah&amp;#160;sunnah(dianjurkan). Demikianlah yang dipilih oleh Al Ghozali kemudian An Nawawi. Akan tetapi, ada pendapat tegas dari Imam Asy Syafi&amp;#8217;i dalam kitab &amp;#8220;Ar Risalah&amp;#8221; dan di tempat lain dalam &amp;#8220;Al Umm&amp;#8221; yang menyatakan bahwa hukum makan dengan tangan kanan adalah&amp;#160;wajib.[1]&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Pendapat yang dikatakan oleh Imam Asy Syafi&amp;#8217;i, itulah yang dinilai lebih kuat.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Penulis &amp;#8216;Aunul Ma&amp;#8217;bud, Al &amp;#8216;Azhim Abadi memberikan penjelasan, &amp;#8220;Pada hadits (urutan kedua seperti di atas, pen) secara tekstual menunjukkan perintah untuk makan dan minum dengan tangan kanan adalah&amp;#160;wajib. Demikianlah pendapat sebagian ulama. Bahkan hal ini dikuatkan oleh riwayat Muslim, &amp;#8220;Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah bersabda, &amp;#8216;Makanlah dengan tangan kananmu!&amp;#8217; Dia malah menjawab, &amp;#8216;Aku tidak bisa.&amp;#8217; Beliau bersabda, &amp;#8216;Benarkah kamu tidak bisa?&amp;#8217; -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya.&amp;#8221;[2]&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Artinya jika dikatakan wajib, maka yang makan atau minum dengan tangan kiri dengan kesengajaan, berarti melakukankeharaman. Demikianlah yang lebih tepat karena ada penguat dalam riwayat Muslim yang menyatakan bahwa makan dengan&amp;#160;tangan kiri&amp;#160;menyerupai perbuatan setan. Inilah yang menjadi alasan wajibnya sebagaimana telah jelas dalam kaedah fiqhiyah.&amp;#160;Wallahu a&amp;#8217;lam.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Namun jika ada&amp;#160;udzur&amp;#160;(halangan) menggunakan tangan kanan kala itu, maka dimaafkan jika harus menggunakan tangan kiri. Ibnu Baththol menukil perkataan Ath Thobari, di mana beliau berkata, &amp;#8220;Tidak boleh makan dan minum dengan tangan kiri kecuali bagi orang yang tangan kanannya dalam kesulitan untuk digunakan karena mesti melakukan hal lainnya seperti digunakan untuk mengambil, memberi, mengangkat, meletakkan atau membentangkan sesuatu.&amp;#8221; Lalu Ath Thobari menyebutkan riwayat &amp;#8216;Ali yang mendukung hal ini.[3]Ingat sekali lagi, dibolehkan dengan tangan kiri di sini ketika memang darurat, bukan karena malas.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Demikian sajian singkat malam hari ini. Semoga yang sedikit ini bermanfaat.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni&amp;#8217;matihi tatimmush sholihaat.&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/03/ada-apa-dengan-tangan-kanan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-2499957338593217993</guid><pubDate>Sun, 27 Mar 2016 15:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-27T22:05:12.662+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Obat oh obat</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;Biasanya bila orang sakit maka kita akan makan obat dan bila agak parah barulah ke dokter baru diberi obat dan bila parah banget barulah dirawat lalu beri obat... &lt;br&gt;
Obat lagi... obat lagi... dari bahan kimia pula... &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Sakit kepala sedikit minum obat.. kenapa gak mengikuti anjuran agama ya ? Lebih baik mencegah daripada mengobati dan dengan kata lain mensyukuri nikmat sehat yang sudah diberi dengan action yaitu seperti berolahraga dan makan makanan yang bergizi dan ditambah dengan vitamin serta tambahan suplemen herbal&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;1. Olahraga = gratis (bisa juga bayar seperti futsal, tempat fitnes dan lainnya... ) ---&amp;gt; good&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;2. Makanan bergizi = pasti bayar dan ribet seperti beli dulu dipasar dimasak biar harganya murah (bisa juga yg langsung jadi seperti di restoran dan lain sebagainya) ---&amp;gt; good&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;3. Vitamin = pasti bayar karena harus beli (vitamin C gak bisa atau susah diproduksi tubuh tapi bisa diambil dari buah jeruk dan sejenisnya)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;4. Suplemen = pasti bayar karena biasanya dari buah-buahan dan hewan seperti susu dan lainnya.. bisa gratis tapi harus ternak atau menanam sendiri sedangkan itupun bayar buat beli ternak, pohon, atau ladangnya&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Untuk vitamin dan suplemen biasanya jarang dikonsumsi padahal itu bisa mencegah penyakit dengan suplemen herbal yang sudah termasuk vitamin di dalamnya seperti habatussauda, minyak zaitun (olive oil), dan lain sebagainya&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/03/obat-oh-obat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-8375392381583097621</guid><pubDate>Wed, 23 Mar 2016 04:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-23T11:57:04.586+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">religion</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Wajibnya memuliakan tamu</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;Pembaca muslim yang dimuliakan oleh Allah ta&amp;#8217;ala, seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir akan mengimani wajibnya memuliakan tamu sehingga ia akan menempatkannya sesuai dengan kedudukannya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1590;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.&amp;#8221; (HR. Bukhari)&lt;br&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Berikut ini adalah adab-adab yang berkaitan dengan tamu dan bertamu. Kami membagi pembahasan ini dalam dua bagian, yaitu adab bagi tuan rumah dan adab bagi tamu.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Adab Bagi Tuan Rumah&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;1. Ketika mengundang seseorang, hendaknya mengundang orang-orang yang bertakwa, bukan orang yang fajir (bermudah-mudahan dalam dosa), sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1618; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1611;&amp;#1575;,&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1603; &amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1612;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Janganlah engkau berteman melainkan dengan seorang mukmin, dan janganlah memakan makananmu melainkan orang yang bertakwa!&amp;#8221; (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;2. Tidak mengkhususkan mengundang orang-orang kaya saja, tanpa mengundang orang miskin, berdasarkan sabda Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1591;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1583;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1594;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1578;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1615;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan.&amp;#8221; (HR. Bukhari Muslim)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;3. Tidak mengundang seorang yang diketahui akan memberatkannya kalau diundang.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;4. Disunahkan mengucapkan selamat datang kepada para tamu sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu &amp;#8216;anhu, bahwasanya tatkala utusan Abi Qais datang kepada Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam, Beliau bersabda,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1594;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1609;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.&amp;#8221; (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;5. Menghormati tamu dan menyediakan hidangan untuk tamu makanan semampunya saja. Akan tetapi, tetap berusaha sebaik mungkin untuk menyediakan makanan yang terbaik. Allah ta&amp;#8217;ala telah berfirman yang mengisahkan Nabi Ibrahim &amp;#8216;alaihis salam bersama tamu-tamunya:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1594;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1609;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1613; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1613; . &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1570;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim-ed) sambil berkata: &amp;#8216;Tidakkah kalian makan?'&amp;#8221; (Qs. Adz-Dzariyat: 26-27)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;6. Dalam penyajiannya tidak bermaksud untuk bermegah-megah dan berbangga-bangga, tetapi bermaksud untuk mencontoh Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam dan para Nabi sebelum beliau, seperti Nabi Ibrahim &amp;#8216;alaihis salam. Beliau diberi gelar &amp;#8220;Abu Dhifan&amp;#8221; (Bapak para tamu) karena betapa mulianya beliau dalam menjamu tamu.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;7. Hendaknya juga, dalam pelayanannya diniatkan untuk memberikan kegembiraan kepada sesama muslim.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;8. Mendahulukan tamu yang sebelah kanan daripada yang sebelah kiri. Hal ini dilakukan apabila para tamu duduk dengan tertib.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;9. Mendahulukan tamu yang lebih tua daripada tamu yang lebih muda, sebagaimana sabda beliau shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1594;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.&amp;#8221; (HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad). Hadits ini menunjukkan perintah untuk menghormati orang yang lebih tua.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;10. Jangan mengangkat makanan yang dihidangkan sebelum tamu selesai menikmatinya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;11. Di antara adab orang yang memberikan hidangan ialah mengajak mereka berbincang-bincang dengan pembicaraan yang menyenangkan, tidak tidur sebelum mereka tidur, tidak mengeluhkan kehadiran mereka, bermuka manis ketika mereka datang, dan merasa kehilangan tatkala pamitan pulang.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;12. Mendekatkan makanan kepada tamu tatkala menghidangkan makanan tersebut kepadanya sebagaimana Allah ceritakan tentang Ibrahim &amp;#8216;alaihis salam,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Kemudian Ibrahim mendekatkan hidangan tersebut pada mereka.&amp;#8221; (Qs. Adz-Dzariyat: 27)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;13. Mempercepat untuk menghidangkan makanan bagi tamu sebab hal tersebut merupakan penghormatan bagi mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;14. Merupakan adab dari orang yang memberikan hidangan ialah melayani para tamunya dan menampakkan kepada mereka kebahagiaan serta menghadapi mereka dengan wajah yang ceria dan berseri-seri.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;15. Adapun masa penjamuan tamu adalah sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1590;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1613; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1612; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1612; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1613; &amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1613; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1602;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1579;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1602;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1579;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1567; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; :&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1574;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1610;&amp;#1602;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.&amp;#8221; Para sahabat berkata: &amp;#8220;Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?&amp;#8221; Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam berkata: &amp;#8220;Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;16. Hendaknya mengantarkan tamu yang mau pulang sampai ke depan rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Adab Bagi Tamu&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;1. Bagi seorang yang diundang, hendaknya memenuhinya sesuai waktunya kecuali ada udzur, seperti takut ada sesuatu yang menimpa dirinya atau agamanya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1609;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1618;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Barangsiapa yang diundang maka datangilah!&amp;#8221; (HR. Abu Dawud dan Ahmad)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1600;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1618; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Barang siapa yang tidak memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.&amp;#8221; (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Untuk menghadiri undangan maka hendaknya memperhatikan syarat-syarat berikut:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Orang yang mengundang bukan orang yang harus dihindari dan dijauhi.&lt;br&gt;
Tidak ada kemungkaran pada tempat undangan tersebut.&lt;br&gt;
Orang yang mengundang adalah muslim.&lt;br&gt;
Penghasilan orang yang mengundang bukan dari penghasilan yang diharamkan. Namun, ada sebagian ulama menyatakan boleh menghadiri undangan yang pengundangnya berpenghasikan haram. Dosanya bagi orang yang mengundang, tidak bagi yang diundang.&lt;br&gt;
Tidak menggugurkan suatu kewajiban tertentu ketika menghadiri undangan tersebut.&lt;br&gt;
Tidak ada mudharat bagi orang yang menghadiri undangan.&lt;br&gt;
2. Hendaknya tidak membeda-bedakan siapa yang mengundang, baik orang yang kaya ataupun orang yang miskin.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;3. Berniatlah bahwa kehadiran kita sebagai tanda hormat kepada sesama muslim. Sebagaimana hadits yang menerangkan bahwa, &amp;#8220;Semua amal tergantung niatnya, karena setiap orang tergantung niatnya.&amp;#8221; (HR. Bukhari Muslim)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;4. Masuk dengan seizin tuan rumah, begitu juga segera pulang setelah selesai memakan hidangan, kecuali tuan rumah menghendaki tinggal bersama mereka, hal ini sebagaimana dijelaskan Allah ta&amp;#8217;ala dalam firman-Nya:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1570;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1618;&amp;#1582;&amp;#1615;&amp;#1600;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1600;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1600;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1613; &amp;#1594;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614; &amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1592;&amp;#1616;&amp;#1600;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1583;&amp;#1618;&amp;#1582;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1600;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1574;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1587;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1579;&amp;#1613; &amp;#1573;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1584;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1617;&amp;#1616;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak makanannya! Namun, jika kamu diundang, masuklah! Dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan! Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi. Lalu, Nabi malu kepadamu untuk menyuruh kamu keluar. Dan Allah tidak malu menerangkan yang benar.&amp;#8221; (Qs. Al Azab: 53)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;5. Apabila kita dalam keadaan berpuasa, tetap disunnahkan untuk menghadiri undangan karena menampakkan kebahagiaan kepada muslim termasuk bagian ibadah. Puasa tidak menghalangi seseorang untuk menghadiri undangan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1573;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1609;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1574;&amp;#1605;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1616;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1601;&amp;#1618;&amp;#1600;&amp;#1591;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1591;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Jika salah seorang di antara kalian di undang, hadirilah! Apabila ia puasa, doakanlah! Dan apabila tidak berpuasa, makanlah!&amp;#8221; (HR. Muslim)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;6. Seorang tamu meminta persetujuan tuan untuk menyantap, tidak melihat-lihat ke arah tempat keluarnya perempuan, tidak menolak tempat duduk yang telah disediakan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;7. Termasuk adab bertamu adalah tidak banyak melirik-lirik kepada wajah orang-orang yang sedang makan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;8. Hendaknya seseorang berusaha semaksimal mungkin agar tidak memberatkan tuan rumah, sebagaimana firman Allah ta&amp;#8217;ala dalam ayat di atas: &amp;#8220;Bila kamu selesai makan, keluarlah!&amp;#8221; (Qs. Al Ahzab: 53)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;9. Sebagai tamu, kita dianjurkan membawa hadiah untuk tuan rumah karena hal ini dapat mempererat kasih sayang antara sesama muslim,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam bersabda, &amp;#8220;Berilah hadiah di antara kalian! Niscaya kalian akan saling mencintai.&amp;#8221; (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;10. Jika seorang tamu datang bersama orang yang tidak diundang, ia harus meminta izin kepada tuan rumah dahulu, sebagaimana hadits riwayat Ibnu Mas&amp;#8217;ud radhiyallahu &amp;#8216;anhu:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1600;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1612; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618; &amp;#1588;&amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1594;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1612; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1612; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1615;&amp;#1583;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1615; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1609;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1587;&amp;#1614; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1613; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1609;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1587;&amp;#1614; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1613; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1612; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1609;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1587;&amp;#1614; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1613; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1612; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1618; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1574;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1618;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1588;&amp;#1616;&amp;#1574;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Ada seorang laki-laki di kalangan Anshor yang biasa dipanggil Abu Syuaib. Ia mempunyai seorang anak tukang daging. Kemudian, ia berkata kepadanya, &amp;#8220;Buatkan aku makanan yang dengannya aku bisa mengundang lima orang bersama Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam. Kemudian, Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam mengundang empat orang yang orang kelimanya adalah beliau. Kemudian, ada seseorang yang mengikutinya. Maka, Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam berkata, &amp;#8220;Engkau mengundang kami lima orang dan orang ini mengikuti kami. Bilamana engkau ridho, izinkanlah ia! Bilamana tidak, aku akan meninggalkannya.&amp;#8221; Kemudian, Abu Suaib berkata, &amp;#8220;Aku telah mengizinkannya.&amp;#8221;&amp;#8221; (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;11. Seorang tamu hendaknya mendoakan orang yang memberi hidangan kepadanya setelah selesai mencicipi makanan tersebut dengan doa:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1618;&amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1589;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;, &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1591;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1614;,&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1618; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Orang-orang yang puasa telah berbuka di samping kalian. Orang-orang yang baik telah memakan makanan kalian. semoga malaikat mendoakan kalian semuanya.&amp;#8221; (HR Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albani)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1600;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1591;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1591;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610;, &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1602;&amp;#1616; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.&amp;#8221; (HR. Muslim)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1600;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1594;&amp;#1618;&amp;#1600;&amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#8220;Ya Allah ampuni dosa mereka dan kasihanilah mereka serta berkahilah rezeki mereka.&amp;#8221; (HR. Muslim)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;12. Setelah selesai bertamu hendaklah seorang tamu pulang dengan lapang dada, memperlihatkan budi pekerti yang mulia, dan memaafkan segala kekurangan.&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/03/wajibnya-memuliakan-tamu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><georss:featurename>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jl. Jend Sudirman, Senayan</georss:featurename><georss:point>-6.2251973 106.80169</georss:point></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-6316557696264201969</guid><pubDate>Thu, 03 Mar 2016 13:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-03T20:45:18.001+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Khasiat Ayat Kursi</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;1. Baca pada saat keluar rumah, 70000 malaikat akan menjagamu dari semua sisi.&lt;br&gt;
2. Baca saat masuk rumah, Kemiskinan tidak akan memasuki rumahmu.&lt;br&gt;
3. Baca setelah berwudhu, derajatmu akan dinaikkan 70 tingkat.&lt;br&gt;
4. Baca pada saat tidur, Malaikat akan menjagamu sepanjang malam.&lt;br&gt;
5. Baca setelah sholat, Maka jarak antara kamu dan surga hanyalah kematian. Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariyah pada setiap orang yang Anda kirimkan pesan ini. Dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat...&lt;br&gt;
6. Kenapa kita tidur kalau Allah memanggil? Tapi sanggup tahan mengantuk saat menonton film selama 3 jam?&lt;br&gt;
7. Kenapa kita bosan saat baca Al-Qur'an? Melainkan kita lebih rela membaca timeline twitter, wall facebook, novel atau buku lain?&lt;br&gt;
8. Kenapa kita senang sekali mengabaikan pesan dari Allah? Tapi kita sanggup memforward pesan yang aneh-aneh?&lt;br&gt;
9. Kenapa masjid semakin kecil? Tapi bar dan club, semakin besar?&lt;br&gt;
10. Kenapa kita lebih sangat senang menyembah artis? Tapi sangat susah untuk menemui Allah? Pikirkan itu&lt;br&gt;
11. Apakah Anda akan memforward pesan ini?&lt;br&gt;
12. Apakah Anda akan mengabaikan pesan ini karena takut ditertawakan orang lain?&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Allah Berkata: "Jika kamu menyangkal Aku di depan teman-temanmu. Aku akan menyangkal kamu pada saat hari penghakiman."&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Ada 2 pilihan untuk Anda:&lt;br&gt;
1. Biarkan di dalam blog, catatan atau pikiran Anda tanpa bermanfaat untuk orang lain.&lt;br&gt;
2. Anda sebarkan pada semua kenalan anda. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang&lt;br&gt;
mengamalkan, maka walaupunyang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;SUBHANALLAH....&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Yuk sebarkan = dakwah = pahala&lt;/p&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiikrBMBgkGTfSitWQleIp16sXvNNSGgfPUihyphenhyphenwNRTaxBKbxGpE3fxkFMvQr1Ia5cmJxeqBLSl_z682aFtSVsR6Y7sTGQEJhmVgSJmluuJfoymkNJ0niWYrzyFJxl7927tN-03C9Y2BfM8/s1600/1457012318878.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiikrBMBgkGTfSitWQleIp16sXvNNSGgfPUihyphenhyphenwNRTaxBKbxGpE3fxkFMvQr1Ia5cmJxeqBLSl_z682aFtSVsR6Y7sTGQEJhmVgSJmluuJfoymkNJ0niWYrzyFJxl7927tN-03C9Y2BfM8/s640/1457012318878.jpg"&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/03/khasiat-ayat-kursi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiikrBMBgkGTfSitWQleIp16sXvNNSGgfPUihyphenhyphenwNRTaxBKbxGpE3fxkFMvQr1Ia5cmJxeqBLSl_z682aFtSVsR6Y7sTGQEJhmVgSJmluuJfoymkNJ0niWYrzyFJxl7927tN-03C9Y2BfM8/s72-c/1457012318878.jpg" width="72"/><georss:featurename>Hotel Permata, Bogor, Jl. Raya Pajajaran No. 35</georss:featurename><georss:point>-6.597452 106.805046</georss:point></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-2510103226583458400</guid><pubDate>Wed, 02 Mar 2016 13:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-02T20:45:23.378+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>RENUNGAN REZEKI</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;Ada 4 cara Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;1. REZEKI TINGKAT PERTAMA (YANG DIJAMIN OLEH ALLAH)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya."(QS. 11: 6)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;2. REZEKI TINGKAT KEDUA&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;"Tidaklah manusia mendapat apa2 kecuali apa yang telah dikerjakannya" (QS. 53: 39)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. &lt;br&gt;
Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yang dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh2, ia akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu muslim atau kafir.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;3. REZEKI TINGKAT KETIGA&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#8220;... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. 14: 7)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang2 yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah &amp;amp; mendapat rezeki yang lebih banyak. Itulah Janji Allah!&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera &amp;amp; tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;4. REZEKI KE EMPAT (UNTUK ORANG2 BERIMAN DAN BERTAQWA)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;".... Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. &lt;br&gt;
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu.&amp;#8221;&lt;br&gt;
(QS.Ath-Thalaq/65:2-3)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Peringkat rezeki yg ke empat ini adalah rezeki yang istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yang benar2 dicintai &amp;amp; dipercaya oleh Allah untuk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Wallohu a'lam..&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Selamat Menjemput Rezeki...dan berikhtiyar... &amp;#128522;&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/03/renungan-rezeki.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><georss:featurename>Hotel Permata, Bogor, Jl. Raya Pajajaran No. 35</georss:featurename><georss:point>-6.597452 106.805046</georss:point></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-7215906429002861003</guid><pubDate>Wed, 02 Mar 2016 13:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-02T20:44:08.620+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">religion</category><title>BERDO&amp;#39;A TANPA MEMINTA</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;BERDO'A TANPA MEMINTA&lt;br&gt;
Ketika Nabi Yunus &amp;#8216;alaihis salam berada di puncak kesedihannya, beliau berdoa kepada Allah,&lt;br&gt;
&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1592;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614;&lt;br&gt;
&amp;#8221;Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.&amp;#8221; (QS. Al-Anbiya: 87).&lt;br&gt;
Adakah beliau meminta sesuatu dalam doa itu? Tidak.&lt;br&gt;
Namun simak pengaruhnya dalam lanjutan ayat,&lt;br&gt;
&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1587;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1594;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614;&lt;br&gt;
&amp;#8221;Maka Kami ijabahi doanya, dan kami selamatkan dia dari kesedihannya, dan demikian pula kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.&amp;#8221; (QS. Al-Anbiya: 88).&lt;br&gt;
Nabi Yunus &amp;#8216;alaihissalaam tidak meminta apapun dalam doa itu. Beliau hanya memuji Allah dengan pujian yang paling dicintai-Nya. Begitu mendengar pujian ini dari dalam perut ikan, di kedalaman lautan, dan di tengah kegelapan malam; Allah langsung mengijabahinya seketika, dan mengeluarkannya dari perut ikan.&lt;br&gt;
Mari kita bandingkan dengan hadis berikut,&lt;br&gt;
Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu &amp;#8216;anhuma, bahwa Nabishallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam bersabda,&lt;br&gt;
Sebaik-baik doa, adalah doa di hari Arafah. Dan sebaik-baik doa yang kupanjatkan dan dipanjatkan oleh para nabi sebelumku adalah&lt;br&gt;
&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1548; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1603;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1609;&amp;#1614; &amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1569;&amp;#1613; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1585;&amp;#1612;&lt;br&gt;
&amp;#8220;Tiada ilah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya. MilikNya semua kerajaan, dan bagiNya segala pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.&amp;#8221; (HR. Turmudzi 3585 dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1536)&lt;br&gt;
Imam Sufyan bin Uyainah -guru besar Imam Syafi&amp;#8217;i- pernah ditanya tentang hadis qudsi: &amp;#8217;Allah berfirman, &amp;#8221;Barangsiapa yang menyibukkan dirinya dengan memuji-Ku sehingga tidak sempat mengajukan permohonan kepada-Ku, Aku akan berikan nikmat yang lebih baik dari pada yang diharapkan orang yang meminta.&amp;#8217;&lt;br&gt;
Bagaimana dzikir bisa menjadi doa? Maksud pertanyaan orang itu.&lt;br&gt;
Imam Sufyan-pun menjawab dengan menyitir sebait sya&amp;#8217;ir yang diucapkan Umayyah bin Abi Shalt saat minta santunan kepada Abdullah bin Jud&amp;#8217;an yang terkenal dermawan:&lt;br&gt;
&amp;#1571;&amp;#1571;&amp;#1584;&amp;#1603;&amp;#1585;&amp;#1615; &amp;#1581;&amp;#1575;&amp;#1580;&amp;#1578;&amp;#1610; &amp;#1571;&amp;#1605; &amp;#1602;&amp;#1583; &amp;#1603;&amp;#1601;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1610; &amp;#1581;&amp;#1610;&amp;#1575;&amp;#1572;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1588;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1581;&amp;#1610;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615;&lt;br&gt;
&amp;#1573;&amp;#1584;&amp;#1575; &amp;#1571;&amp;#1579;&amp;#1606;&amp;#1609; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1603; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1585;&amp;#1569;&amp;#1611; &amp;#1610;&amp;#1608;&amp;#1605;&amp;#1575;&amp;#1611; &amp;#1603;&amp;#1601;&amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1578;&amp;#1593;&amp;#1585;&amp;#1590;&amp;#1603; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1579;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615;&lt;br&gt;
&amp;#1603;&amp;#1585;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1612; &amp;#1604;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1594;&amp;#1610;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1607; &amp;#1589;&amp;#1576;&amp;#1575;&amp;#1581;&amp;#1612; &amp;#1593;&amp;#1606; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1582;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1602;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1580;&amp;#1605;&amp;#1610;&amp;#1604; &amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1587;&amp;#1575;&amp;#1569;&lt;br&gt;
Perlukah kusebut hajatku, ataukah rasa malu cukup bagimu, karena engkau memang pemalu?&lt;br&gt;
Bila seseorang menyanjungmu di suatu hari cukuplah itu baginya, daripada harus meminta&lt;br&gt;
Si dermawan yang sifat kedermawannya tidak pernah berubah siang dan sore hari&lt;br&gt;
Begitu mendengar syair tadi, Ibnu Jud&amp;#8217;an langsung menyantuninya. Sufyan bin Uyainah berkomentar, &amp;#8220;Jikalau manusia saja cukup dipuji agar dia memberi, lantas bagaimana dengan Sang Pencipta yang Maha Mulia tiada tara?&amp;#8221; (al-Mujalasah wa Jawahir al-Ilm, no. 49).&lt;br&gt;
~dari nasehat.net&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/03/berdo-tanpa-meminta.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><georss:featurename>Hotel Permata, Bogor, Jl. Raya Pajajaran No. 35</georss:featurename><georss:point>-6.597452 106.805046</georss:point></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-8310336727950895778</guid><pubDate>Wed, 02 Mar 2016 13:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-02T20:37:13.286+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Membiarkan LGBT berarti menyiapkan diri dan bumi tempat kita berpijak utk mendapat murka Allah SWT</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;Ijin share :&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#8226;~Dr. KH. Muslih Abdul Karim. Beliau ini salah satu dosen tafsir di LIPIA Jakarta juga di PTIQ Jakarta. &lt;br&gt;
Dn tanggapan beliau terkait isu LGBT, teduh baget bacanya. Semoga Allah memberikan kesehatan dan keberkahan hidup untuk beliau. &amp;#1570;&amp;#1605;&amp;#1610;&amp;#1606; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1614; .&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Berikut isinya: &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#8226;~Ustadz DR Muslih Abdulkarim, di Masjid Brimob Kelapa Dua ttg LGBT : &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;~Membiarkan LGBT berarti menyiapkan diri dan bumi tempat kita berpijak utk mendapat murka Allah SWT&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Ada dua macam tarikan&amp;nbsp; negatif yg mesti kita kendalikan. Pertama Hawa nafsu, kedua syahwat. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Selama ini dua hal itu kita anggap sama, padahal tidak. Hawa nafsu itu tarikan yg sifatnya ke arah ego. Sedangkan syahwat itu tarikan yang sifatnya fisik/material. Silakan cek al Qur&amp;#8217;an. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Kata syekh Abdul Qadir al-Jailani, puncak dari mempertuhankan hawa nafsu adalah mempertuhankan diri sendiri, yg tercermin dari ucapan Firaun yang menyatakan dirinya Rabb (tuhan pemelihara).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Sedangkan puncak dari pemujaan terhadap syahwat adalah homoseksual. (kisah kaum nabi Luth).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Kenapa kita mesti concern ttg LGBT, karena kalau kita lihat di Quran hukuman bagi para pemuja Hawa nafsu itu beda dengan hukuman bagi pemuja syahwat. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Pemuja hawa nafsu seperti Firaun, yg dihancurkan itu cuma Firaun dan tentara nya saja. Kota mesir nya masih tetap ada. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Sedangkan pemuja syahwat itu dihancurkan sampai ke bumi tempat mereka berpijak. TOTAL!!!&amp;nbsp; Artinya kucing dan tikus liar yg numpang makan di situ ikut terkena bencana. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Dan itu bukan hanya kejadian di kota Sodom. Kita lihat pola yg sama di Pompeii, lalu di sebuah dusun kecil, Lagetang. Semuanya polanya sama. Pemujaan terhadap syahwat -&amp;gt; melampaui batas sampai muncul perilaku homosex -&amp;gt; nunggu bencana. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Bahkan itu juga yg terjadi menjelang kiamat... Dalam hadits, digambarkan manusia hilang malunya sehingga biasa untuk ngeseks di pinggir jalan. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Jadi menurut yg saya pahami, perilaku homosex tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus kita cegah... Tentunya bukan dengan memusuhi pelaku. Tapi yg kita cegah adalah tersebarnya paham tersebut. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Setidaknya bertindak agar jelas posisi kita. Misalnya tidak beli kopi di Starbucks, atau klo mampu, melakukan counter campaign atau penyadaran bagi para homosex.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Sebagai penutup, saya ingin mengutip sebuah kisah tentang keberpihakan. Di saat Nabi Ibrahim dibakar raja Namrod, seekor semut membawa setetes air. Seekor burung kemudian bertanya, "untuk apa kamu bawa air itu?"&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;"ini air untuk memadamkan api yg sedang membakar kekasih Tuhan, Ibrahim."&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;"Hahaha... Tak akan guna air yg kamu bawa" kata burung. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;"Aku tahu, tetapi dengan ini aku menegaskan di pihak manakah aku berada".&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;|| dgn men SHARE ini makin menegaskan saya ada di pihak mana .. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Wallahu a'lam..&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/03/membiarkan-lgbt-berarti-menyiapkan-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><georss:featurename>Hotel Permata, Bogor, Jl. Raya Pajajaran No. 35</georss:featurename><georss:point>-6.597452 106.805046</georss:point></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-5566304895744910051</guid><pubDate>Wed, 02 Mar 2016 13:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-02T20:34:48.739+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title> kaum hawa lebih rentan terkena stress</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;[23/2 4:59 PM] AP Bintaro Imelda Fitriana: Si jahat membuat masalah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Si picik memperbesar masalah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Si awam membicarakan masalah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Si hebat menuntaskan masalah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Si bijak mensyukuri adanya masalah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Si jeli melihat peluang dari masalah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Si soleh naik derajat karena masalah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Dengan kata lain, tidak ada yang salah dengan masalah. Jadi, buat apa resah dan gelisah? Kendati tidak mudah, sikapi saja dengan benar, niscaya semua akan berakhir indah. Jadikan saja MASALAH itu sebagai &amp;#8220;masa-masa untuk lebih mengenal Allah&amp;#8221;.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Bagi manusia modern, salah satu yang dianggap masalah adalah pekerjaan kantor. Btw, apa benar itu masalah? Atau sikap dan keputusan kita yang salah?&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Riset yang dihelat oleh Centre for Work and Life di Universitas Australia Selatan mengulik fakta bahwa ibu yang bekerja adalah orang yang paling jarang merasa bahagia. Ini karena banyaknya tekanan pekerjaan yang harus dilakoni, mulai dari pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, anak, dan suami. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Lebih lanjut riset tersebut menjabarkan, kaum hawa lebih rentan terkena stress dan depresi akibat bekerja full-time, ketimbang pria. Sejak 2007 hingga 2010 telah terjadi peningkatan sebanyak 10 persen bahwa pekerjaan kantor seringkali menggangu aktivitas di luar kantor.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Lalu pada 2010, sekitar 25 persen kaum hawa yang bekerja full-time merasa tidak puas dengan kehidupan pekerjaannya. Nah, di sini kita perlu berhati-hati karena tekanan pekerjaan bisa berakibat buruk bagi kesehatan, terutama jantung. Waduh!&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Penelitian lain yang diterbitkan jurnal Occupational And Environmental Medicine mengungkapkan bahwa kaum hawa yang bekerja di bawah tekanan ternyata dapat berakhir dengan jantung koroner.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Lantas, spa saran saya? Baiknya wanita tidak bekerja di kantor. Kalaupun terpaksa bekerja di kantor, baiknya di sektor pendidikan dan kesehatan. Terus, apa lagi? Tidak terjebak pada kejar-kejaran target. Perlu uraian panjang untuk menjelaskan ini. Insya Allah kapan-kapan kita sambung ya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Untuk saat ini, sekian dulu dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.&lt;br&gt;
[26/2 8:10 PM] AP Bintaro Imelda Fitriana: Renungan ...hari ini&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu, dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apa lingkungannya dulu, dan seburuk apa perangainya di masa lampau.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Berilah kesempatan seseorang untuk berubah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Karena, seseorang yang hampir membunuh Rasul pun kini berbaring di sebelah makam beliau. : Umar bin Khattab&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;jangan melihat seseorang dari masa lalunya. seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah . : Khalid bin Walid&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;jangan memandang seseorang dari status dan hartanya. karena sepatu emas fir'aun berada di neraka. sedangkan sandal jepit : bilal bin rabah terdengar di syurga.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Intinya, jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya, karena bunga teratai tetap mekar cantik meski tinggal di air yang kotor.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Maka untuk jadi hebat yang diperlukan adalah kuatnya tekad. Tak perlu pusingkan masa lalu, tak perlu malu dengan tempat asalmu, jika kau mau, kamu bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor namun tetap mekar mengagumkan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Berubah dan bangkit jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun...semoga&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Aamiin&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/03/kaum-hawa-lebih-rentan-terkena-stress.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><georss:featurename>Hotel Permata, Bogor, Jl. Raya Pajajaran No. 35</georss:featurename><georss:point>-6.597452 106.805046</georss:point></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-4569328184922245369</guid><pubDate>Wed, 02 Mar 2016 13:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-02T20:28:47.703+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>WASIAT ORANG-ORANG SHOLEH</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;::: WASIAT ORANG-ORANG SHOLEH&amp;#8230; :::&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Oleh :&lt;br&gt;
Ustadz Aan Chandra Thalib, &amp;#1581;&amp;#1601;&amp;#1592;&amp;#1607; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1578;&amp;#1593;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1609;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt; &lt;br&gt;
Ma&amp;#8217;qil bin Ubaidillah Al-Jazary rahimahullah mengatakan,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;"Para ulama dahulu apabila bertemu, mereka akan saling menasehati satu sama lain dengan kalimat-kalimat dibawah ini. Apabila mereka tidak bersama, mereka akan saling menyurati satu sama lain dengannya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Kalimat-kalimat itu adalah :&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1548; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1587;&amp;#1616;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;&amp;#1608;&amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1578;&amp;#1605; &amp;#1576;&amp;#1571;&amp;#1605;&amp;#1585; &amp;#1616;&amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614; &amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1607;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Barangsiapa yang memperbaiki amalan batinnya, Maka Allah akan memperbaiki amalan lahiriyahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Barangsiapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Dan barangsiapa yang memberi perhatian terhadap urusan akhiratnya, maka Allah akan mencukupkan urusan dunianya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;(Mausu&amp;#8217;ah Ibnu Abid Dunya 1/177)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Sahabat&amp;#8230;&lt;br&gt;
Aku bukan ulama. ..&lt;br&gt;
Aku juga bukan orang sholeh. ..&lt;br&gt;
Namun izinkan aku menulisnya kembali untukmu, sebagai wasiat diantara kita.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Mudah-mudahan Allah mengumpulkan kita di Firdaus yang tinggi.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;*****&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/03/wasiat-orang-orang-sholeh.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><georss:featurename>Hotel Permata, Bogor, Jl. Raya Pajajaran No. 35</georss:featurename><georss:point>-6.597452 106.805046</georss:point></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3203574745978160839.post-7301615168024297416</guid><pubDate>Wed, 02 Mar 2016 13:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-02T20:21:59.524+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama</category><title>SAAT SEMUA BERPALING…</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;SAAT SEMUA BERPALING&amp;#8230;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Disaat engkau mengetuk pintu kebaikan manusia, namun mereka tak mengacuhkanmu,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Disaat engkau percaya pada seseorang, namun ia mengkhianantimu,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Disaat engkau berharap pada seseorang yang kau anggap bisa diharapkan, namun ternyata ia mengecewakanmu,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Maka disaat itulah Allah ingin agar engkau kembali dan hanya berharap kepada-Nya saja.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Bila Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-Nya, maka jalan keluar akan datang dari jalan yang tidak disangka-sangka.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Orang yang paling bahagia di dunia ini adalah orang yang menghadapkan wajahnya pada Allah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Orang yang paling bahagia di dunia inu adalah orang yang menautkan hatinya kepada Allah. Dirinya yakin bahwa jalan keluar dari berbagai kesulitan hanya akan datang dari Allah semata.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#8220;Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. &amp;#8220; (An-Nisa:125)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Ketika manusia menghinamu.. Maka ketahuilah bahwa mereka tidak dapat membuat engkau mulia atau terhina. Ketika engkau memelas kasih kepada manusia namun mereka mengejekmu , Maka ketahuilah bahwa mereka tidak dapat memberi manfaat maupun mudharat terhadapmu.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Jika musibah dan hinaan manusia begitu hebatnya, maka ketahuilah bahwa engkau memiliki Allah yang tidak akan pernah mengecewakanmu.&lt;br&gt;
Engkau memiliki Allah yang mendengar segala keluh-kesahmu.&lt;br&gt;
Engkau memiliki Allah Yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi. Engkau memiliki Allah yang menunjukkan kasih sayang-Nya padamu. &lt;br&gt;
Dia suka saat engkau meminta pada-Nya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#8220;Atau siapakah yang memperkenankan (do&amp;#8217;a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo&amp;#8217;a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah ada tuhan selain Allah?&amp;#8230;&amp;#8221; (An-Naml:62)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#8220;dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: &amp;#8220;(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang&amp;#8221;. (Al-Anbiya : 83)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#8220;Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.&amp;#8220; (Al-Anbiya : 84)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Tidaklah seorang hamba berdoa dengan tulus saat musibah menimpanya, kecuali Allah memberinya satu dari dua perkara:&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Jika Allah mengetahui bahwa kesulitannya lebih baik diangkat, maka Dia akan mengangkatnya segera. &lt;br&gt;
Dan jika Allah mengetahui bahwa kesulitan tersebut belum saatnya diangkat, maka Allah akan mengilhamkan keyakinan, keimanan dan ketundukan pada takdir-Nya. Sehingga dia merasakan musibah itu bagai nikmat yang harus disyukuri. Dan derajatnyapun ditinggikan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Saat musibah menimpa, justru saat itu adalah saat yang tepat untuk menyepi dengan Allah, membiarkan diri hanyut terbawa dalam lautan munajat.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang hanya mengeluh pada Allah, bukan pada manusia.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang hanya yakin kepada Allah bukan pada fulan dan fulan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Tujuan dari ujian adalah agar engkau lari menuju Allah&amp;#8230;&lt;br&gt;
Tujuan dari ujian adalah agar seorang hamba hanya mengadu pada-Nya dan berpaling dari selain-Nya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;(Disarikan dari taujihat Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As- Syinqity -hafidzahullah-)&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;________________&lt;br&gt;
Madinah 01-06-1436 H&lt;br&gt;
ACT El Gharantaly&lt;/p&gt;
</description><link>http://batasindah.blogspot.com/2016/03/saat-semua-berpaling.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><georss:featurename>Hotel Permata, Bogor, Jl. Raya Pajajaran No. 35</georss:featurename><georss:point>-6.597452 106.805046</georss:point></item></channel></rss>