<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808</atom:id><lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 01:53:25 +0000</lastBuildDate><category>Istilah2 Akuntansi</category><category>Lain-lain</category><category>Download Business Software</category><category>Contoh Neraca Perusahaan</category><category>Info Seputar STAN</category><category>Manajemen Keuangan</category><category>Bisnis Online</category><category>Perpajakan</category><category>Akuntansi Keuangan</category><category>Sistem Informasi Manajemen</category><category>Software Akuntansi</category><category>Software</category><category>Pengenalan Akuntansi</category><category>Akuntansi Dasar</category><category>Dasar Perkiraan Akun</category><category>Dasar Penjurnalan</category><category>Contoh Laporan Laba/Rugi Perusahaan</category><category>Soal-soal Latihan STAN</category><category>Aneka Tips</category><category>Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan</category><title>Belajar Akuntansi</title><description>Hanya ingin sekedar berbagi kepada Anda tentang Akuntansi dan Informasi tentang STAN. Yuk kita belajar akuntansi</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Pandu)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/BelajarAkuntansi" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="belajarakuntansi" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">BelajarAkuntansi</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-1097377257115795400</guid><pubDate>Thu, 01 Apr 2010 09:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-01T16:07:25.109+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpajakan</category><title>Perencanaan Pajak (tax planning)</title><description>Mengapa saya menulis tentang perencanaan pajak?kebetulan saya sedang melakukan penelitian disalah satu perusahaan yang bergerak dibidang makanan dan restoran cepat saji supaya gimana caranya membayaran pajak perusahaan efisien. Penelitian tersebut adalah syarat mata kuliah seminar yang harus saya selesaikan secepatnya. Ok secara umum &lt;i&gt;defisini &lt;a href="http://belajarakuntansi.blogspot.com/2010/04/perencanaan-pajak-tax-planning.html"&gt;perencanaan pajak&lt;/a&gt; adalah proses mengorganisasi usaha wajib pajak atau kelompok wajib pajak sedemikian rupa sehingga utang pajaknya, baik pajak penghasilan maupun pajak-pajk lainnya, berada dalam posisi yang paling minimal, sepanjang hal ini dimungkinkan baik oleh ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan maupun secara komersial (Mohammad Zain, 2005).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tahapan Perencanaan Pajak&lt;/i&gt; (tax planning)&lt;br /&gt;
1. Menganalisis informasi yang ada (&lt;i&gt;analyzing the existing database&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
2. Membuat satu atau lebih model kemungkinan jumlah pajak (&lt;i&gt;designing one or more possible tax plans&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
3. Mengevaluasi pelaksanaan perencanaan pajak (&lt;i&gt;evaluating a tax plan&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
4. Mencari kelemahan dan memperbaiki kembali rencana pajak (&lt;i&gt;debugging the tax plans&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
5. Memutahirkan rencana pajak (&lt;i&gt;updating the tax plan&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya masih ada &lt;i&gt;strategi umum perencanaan pajak&lt;/i&gt;, ada juga prinsip taxable (penghasilan yang dapat dipajaki) dan deductible (biaya yang dapat dikurangi), dan masih banyak lagi cara-cara untuk meminimalkan pembayaran pajak. Sebenarnya hal pertama yang perlu kita liat adalah peraturan perpajakan / Undang-undang perpajakan, jika kita bisa memahami dan uptodate dalam masalah peraturan perpajakan, Anda lebih bisa lebih mudah untuk mencari peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan dalam mengefisiensikan pemabayaran pajak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lebihnya silahkan download ebook" tentang tax planning dibawah:&lt;br /&gt;
&lt;pre&gt;&lt;a href="http://weserve.files.wordpress.com/2008/04/manajemen-pajak.ppt"&gt;http://weserve.files.wordpress.com/2008/04/manajemen-pajak.ppt&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://fe-akuntansi.unila.ac.id/ppafe/PDF%20File/Riset%20%26%20Perencanaan%20Pajak.pdf"&gt;http://fe-akuntansi.unila.ac.id/ppafe/PDF%20File/Riset%20%26%20Perencanaan%20Pajak.pdf&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://digilib.uns.ac.id/abstrakpdf_5826_perencanaan-pajak-sebagai-upaya-pengendalian-beban-pajak---studi-kasus-pada-pt.-x,-perusahaan-textile-di-sragen----.pdf"&gt;http://digilib.uns.ac.id/abstrakpdf_5826_perencanaan-pajak-sebagai-upaya-pengendalian-beban-pajak---studi-kasus-pada-pt.-x,-perusahaan-textile-di-sragen----.pdf&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://202.91.12.181/skripsi/0324137559/Abstrak.pdf"&gt;http://202.91.12.181/skripsi/0324137559/Abstrak.pdf&lt;/a&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-1097377257115795400?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2010/04/perencanaan-pajak-tax-planning.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-4283757786989441631</guid><pubDate>Thu, 01 Apr 2010 01:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-01T08:29:02.732+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Software Akuntansi</category><title>Free download MYOB V13</title><description>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://belajarakuntansi.blogspot.com/2010/04/free-download-myob-v13.html"&gt;&lt;b&gt;Free download MYOB V13&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Begitu banyaknya visitor yang berkomentar di post terdahulu saya yakni &lt;a href="http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/04/download-myob-accounting-plus-ver-13.html"&gt;disini&lt;/a&gt;, maaf bgt kalau linknya sudah tidak jalan lagi alias broken link. Sebenarnya saya juga belum sempet belajar software myob, dikampus saya baru mengajarkan &lt;i&gt;software akuntansi&lt;/i&gt; &lt;i&gt;AWW (Accounting World Wide)&lt;/i&gt;, sayangnya myob belum/mungkin tidak akan diajarkan kepada saya dan teman" saya. Ingin sekali rasanya les private software ini (myob) tapi biayanya cukup mahal, padahal kan saya seorang mahasiswa yang masih minta uang jajan kepada orang tau (tapi sekarang2 ini saya punya penghasilan dari internet)heheh2x, mungkin satu hal itu yang membuat saya malas update blog ini karena terlalu fokus sama situs2 saya yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;MYOB v13 ini saya cari di indowebster, dan langsung saya download untuk dipelajari, ya ujung"nya kan nanti saya bisa ngasih tutorialnya kan yah??. Pokonya secara teknis memang saya belum mengetahui, maklum banyak hal yang saya geluti, selain akuntansi sebenarnya saya hoby web programming+design graphics (tapi itu dulu). Semenjak masuk tingkat akhir saya mulai menekuni yang namanya akuntansi khususnya akuntansi perpajakan, ya belum terlambat selagi kita bisa lakukan sekarang, ya gk?daripada nanti pas lulus gk bisa apa", sungguh ironis jika kita sarjana ekonomi di bidang akuntansi tapi gk punya keahilian apa2 di bidang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;Okelah klo begitu saya terlalu banyak basa-basi yah?daripada males baca celoteh saya, lebih baik Anda download deh software Myob v13 ini &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; &lt;a href="http://www51.indowebster.com/2f12a269099f2cf31f6ad98b0c41e763.rar"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-4283757786989441631?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2010/04/free-download-myob-v13.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-1924873252746208774</guid><pubDate>Thu, 01 Apr 2010 01:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-01T08:06:15.965+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lain-lain</category><title>Sudah 1tahun lebih tidak update blog ini</title><description>&lt;span id="fullpost"&gt;Sebelumnya maaf kepada semua visitor belajarakutansi.blogspot.com yang komentar-komentarnya tidak pernah direspon oleh saya, bukannya saya tidak ingin membalas komen" Anda, hanya saja saya tidak pernah membuka blog ini. Kirain saya blog ini sudah tenggelam dari search engine, dan tidak ada yang mengunjungi blog ini lagi. Tapi ternyata iseng" liat google analytics, ternyata masih ada pengunjung" unik ke blog ini, maka dari itu daripada blog ini jadi barang rongsokan ya kasarnya sudah saya buang karena tidak pernah diperbaharui isinya dan juga tidak pernah dipelihara secara berkala, akhirnya saya putuskan mulai hari ini saya akan posting minimal 3posting/minggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;Untuk para visitor blog ini yang komentar"nya belum direspon, saya akan melihat dan menilai garis bersarnya dan secepatnya saya akan merespon komentar" Anda pada postingan saya berikutnya. Jadi yang pengunjung yang mengajukan pertanyaan lewat komentar, Insya Allah saya akan membalasnya dengan jawaban sebisa saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;Dan perlu diketahui juga saya sedang sibuk mengurusi Tugas Akhir kuliah saya, dan sebentar lagi saya akan nyususn skripsi, karena saya mengambil judul penelitian tentang pajak, jadi saya postingan saja akan lebih menjurus ke perpajakan, baik akuntansi maupun manajemennya. Setidaknya saya bisa memberikan sesuatu yang berharga kepada Anda sekalian, dan pastingya saya juga bisa mendapatkan manfaat dari nge-blog ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;Okelah klo begitu mohon tunggu my next post soon!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-1924873252746208774?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2010/04/sudah-1tahun-lebih-tidak-update-blog.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-4676846188423000429</guid><pubDate>Wed, 29 Oct 2008 14:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-29T22:16:59.281+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Dasar</category><title>Kelompok-kelompok Dalam Neraca</title><description>Seperti yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya, bahwa di dalam neraca tersaji jumlah asset baik asset lancar maupun tidak lancar, setelah itu hutang jangka panjang &amp;amp; pendek, dan tentunya ekuitas atau modal. Baiklah untuk mempermudah pemahaman kita semua akan dijelaskan secara singkat, padat dan jelas, berikut :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Aktiva Lancar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktiva lancar merupakan suatu komponen dalam neraca yang tidak lain berisi harta perusahaan yang dapat diharapkan bisa dikonversikan menjadi uang kas dalam kurun kurang dari satu tahun atau satu siklus bisnis perusahaan. Perkiraan yang dapat dikategorikan sebagai aktiva lancar adalah:&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kas atau ekuivalen kas&lt;/span&gt; yaitu terdiri dari uang kas di brankas perusahaan, rekening koran, deposito, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surat berharga&lt;/span&gt; yaitu termasuk di sini investasi perusahaan dalam bentuk surat berharga seperti saham yang dapat diperjualbelikan seketika, surat pengakuan hutang, obligasi, dan lain-lain yang dapat diperjualbelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Piutang&lt;/span&gt; yaitu dimana suatu perusahaan mempunyai hak untuk menagih utangnya kepada pihak lain yang berhutang, piutang ini dapat direalisasikan menjadi kas jika sudah ada pembayaran atau menjual piutang kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persediaan&lt;/span&gt; yaitu biasanya merupakan harta lancar yang diperkirakan dapat dikonversi menjadi kas lewat penjualan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku atau barang setengah jadi akan berubah menjadi kas lewat serangkaian produksi tambahan, yaitu barang jadi -&gt; dijual -&gt; Piutang/kas -&gt; dibayar (jika piutang) -&gt; Menjadi kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya dibayar dimuka&lt;/span&gt; maksudnya perkiraan ini diletakan sebagai aktiva lancar karena dianggap sebagai harta perusahaan yang diserahkan pada pihak lain dan dapat diambil seketika. Contohnya, perusahaan membayar sewa kantor untuk 3 tahun, pada saat neraca disusun sewa baru berjalan 5 bulan, maka biaya sewa 2,5 tahun adalah biaya dibayar dimuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aktiva lancar lainnya&lt;/span&gt; yaitu aktiva yang memiliki kriteria aktiva lancar namun jumlahnya sangat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Properti dan Perlengkapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari komponen atau kelompok &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;aktiva&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; ini adalah harta tetap perusahaan berupa mesin, rumah, kantor, gedung, alat-alat kantor. Untuk perlengkapan biasanya masuk kedalam aktiva lancar, karena biasanya perlengkapan masa usia gunanya kurang dari satu tahun. Untuk aktiva tetap sendiri usia gunanya adalah lebih dari satu tahun seperti mesin, gedung, tanah, dll. Dan perlu diingat bila aktiva tetap ini dimaksudkan untuk dijual kembali maka akan digolongkan kedalam kelompok aktiva lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aktiva tidak berwujud&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mendengar namanya saja sudah pasti aktiva ini tidak memiliki fisik alias tidak bisa dilihat, aktiva seperti ini memang ada seperti hak paten, hak royalti, atau hak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Utang Lancar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang lancar adalah kelompok utang yang berisi tagihan yang harus dibayar oleh perusahaan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Dengan kata lain, bila perusahaan memiliki utang yang dicicil dalam jangka waktu 10 tahun maka cicilan yang akan jatuh tempo untuk tahun tersebut harus dikategorikan sebagai utang lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Utang jangka pendek&lt;/span&gt; -&gt; Merupakan bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Utang dagang&lt;/span&gt; -&gt; Berupa utang pembelian bahan baku, bahan pembantu atau utang lain dalam rangka proses produksi dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya yang dicadangkan&lt;/span&gt; -&gt; Merupakan manfaat yang sudah dinikmati perusahaan naum belum ditagih  oleh pihak lain, akan tetapi ketika ditagih maka harus dibayar segera. Misalnya, pemakaian listrik dan telepon yang baru akan ditagih pada bulan yang akan datang. Pada tanggal neraca disusun perkiraan penggunaan tersebut harus dibukukan sebagai biaya yangn dicadangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Utang pajak&lt;/span&gt; -&gt; ini merupakan utang pajak kepada pemerintah yang harus dilunasi selama tahun berjalan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Utang Jangka Panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang jangka panjang adalah utang perusahaan yang jatuh tempo bukan pada tahun berjalan. Porsi yang akan jatuh tempo pada tahun berjalan harus dipindahkan ke kelompok utang lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Modal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Modal merupakan kelompok yang berisi klaim dari pemilik terhadap perusahaan. Biasanya pada urutan pertama sajikan saham pemilik. Berikutnya adalah agio saham (harga jual saham di atas harga nominal) atau additional paid in capital.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-4676846188423000429?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/10/kelompok-kelompok-dalam-neraca.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-8223753442680256354</guid><pubDate>Tue, 28 Oct 2008 22:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-29T06:11:50.169+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Dasar</category><title>Belajar Akuntansi dari Dasar lagi!</title><description>Karena saya rasa perlu adanya pembahasan ulang mengenai akuntansi dasar karena saya kira &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akuntansi&lt;/span&gt; dari dirasa sangat perlu, jika akuntansi dasarnya saja tidak paham bagaimana mau melanjutnya ke materi selanjutnya. Maka dari itu mulai sekarang saya akan membahas lagi akuntansi dasar, baiklah kalau begitu bisa langsung saya mulai post...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi adadalah kata yang sering dikonotasikan dengan hal yang berbau angka, susah, rumit dan detil. Akuntansi kerap juga dicampuradukan dengan tata buku atau pembukuan. Definisi akuntansi itu sendiri sederhananya yaitu suatu sistem untuk mengumpulkan dan memproses, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;termasuk&lt;/span&gt; melakukan analisa, mengukur, dan mencatat semua data-data keuangan atau transaksi keuangan yang tersedia dalam suatu oraganisasi dan melaporkan hasil proses tersebut kepada pengambil keputusan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Akuntansi menghasilkan apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama kita akan membahasa mengenai apa yang dihasilkan oleh akuntansi, secara singakat, akuntansi menghasilkan informasi keuangan. Informasi keuangan tersebut dijabarkan dalam suatu format atau bentuk tertentu yang kemudian dikenal dengan laporan keuangan. Untuk mendukung pembaca laporan keuangan memahami apa yang tercantum di sana dibutuhkan suatu pedoman. Pedoman ini berguna agar penyajian informasi seragam dan konsisiten. Pedoman ini dikeluarkan oleh suatu badan pengatur yang disepakati oleh mereka yang berada di dunia akuntansi. Di Indonesia badan tersebut adalah Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Keuangan terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Neraca (Balance Sheet)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Neraca&lt;/span&gt; memberikan informasi mengenai berapa jumlah harta (asset), utang (liability), dan modal (equity) dari suatu organisasi pada suatu titik tertentu, biasanya akhir tahun atau akhir periode akuntansi ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Neraca&lt;/span&gt; memiliki urutan komponen yang standar. Urutan ditentukan berdasarkan likuiditasnya. Artinya, harta yang paling cepat dikonversi menjadi uang kas akan ditempatkan pada urutan pertama, dan seterusnya. Dengan demkian, harta perusahaan berupa saldo kas dan bak merupakan urutan pertama yang dijasikan dalam setiap neraca. Untuk bagian utang, urutan ditentukan berdasarkan jatuh tempo pembayarannya. Utang yang paling dekat jatuh temponya akan disajikan pada urutan pertama utang perusahaan dalam neraca. Bagian modal disajikan tidak berdasarkan suatu kriteria tertentu, umumnya modal saham, baik saham preferen, dan saham biasa, ataupun saham perusahaan yang dibeli kembali oleh perusahaan akan disajikan pada urutan pertama. Kemudian laba yang ditahan ada pada urutan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segitu dulu postingannya nanti akan dilanjutkan pada postingan berikutnya!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-8223753442680256354?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/10/belajar-akuntansi-dari-dasar-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>8</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-4309581983341905484</guid><pubDate>Thu, 23 Oct 2008 00:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-23T11:55:27.152+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpajakan</category><title>Asas dan Sistem Pemungutan Pajak</title><description>- &lt;b&gt;Asas Pemungutan Pajak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a. Asas Domisili (asal tempat tinggal)&lt;br /&gt;Negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan Wajib Pajak yang bertempat tinggal di wilayahnya, baik penghasilan berasal dair dalam maupun luar negeri. Asas ini berlaku untuk Wajib Pajak dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Asas Sumber&lt;br /&gt;Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal si Wajib Pajak.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Asas Kebangsaan&lt;br /&gt;Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;b&gt;Sistem Pemungutan Pajak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Official Assessment System&lt;br /&gt;Adalah suatu sisitem pemungutan yang memberik wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menuntukan besarnya pajak yang terhutang oleh Wajib Pajak&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-cirinya:&lt;br /&gt;1) Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada fiskus.&lt;br /&gt;2) Wajib Pajak bersifat pasif.&lt;br /&gt;3) Utang pajak timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Self Assessment System&lt;br /&gt;Adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewang kepada Wajib Pajak untuk menuntukan sendiri besarnya Pajak yang terutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-cirinya :&lt;br /&gt;1) Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada Wajib Pajak itu sendiri.&lt;br /&gt;2) Wajib Pajak Aktif, mulai dari menghitung, menyetor, dan melaporkan sendiri pajak yang terutang.&lt;br /&gt;3) Fiskus tidak ikut campur dan hanya mengawasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. With Holding System&lt;br /&gt;Adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga (bukan fiskus dan bukan pula Wajib Pajak yang bersangkutan ) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh si Wajib Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-cirinya : Wewenang menentukan besarnya pajak yang terutang ada pada pihak ketiga, pihak selain Fiskus dan Wajib Pajak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-4309581983341905484?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/10/asas-dan-sistem-pemungutan-pajak.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-4596296760065576911</guid><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 23:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-23T07:01:30.462+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpajakan</category><title>Definisi dan Perbedaan Masing-masing Stelsel Pajak</title><description>Pemungutan pajak dapat dilakukan berdasarkan 3 stelsel :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Stelsel nyata (riel stelses)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenaan pajak yang didasari pada objek (penghasilan yang nyata), sehingga pemungutannya baru dapat dilakukan pada setiap akhir tahun pajak, yakni setelah penghasilan yang sesungguhnya diketahui. Stelsel nyata mempunyai kelebihan atau kebaikan dan kekurangan. Kebaikan stelsel ini adalah pajak yang dikenakan lebih realistis. Sedangkan kelemahannya adalah pajak baru dapat dikenakan pada akhir periode (seteleh penghasilan diketahui).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Stelsel anggapan (fictieve stelses)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penenaan pajak didasari pada suatu anggapan yang diatur oleh undang-undang. Misalnya, penghasilan satu tahun dianggap sama dengan tahun sebelumnya, sehingga pada awal tahun pajak sudah dapat ditetapkan besarnya pajak karena pada stelsel ini penghasilan pada tahun berikut sama dengan tahun sebelumnya otomatis tidak usah nunggu sampe akhir tahun pajak berikutnya donk. Kebaikan stelsel ini adalah pajak dapat dibayar selama tahun berjalan, tanpa harus menunggu akhir tahun, sedangkan kelemahannya adalah pajak yang dibayarkan tidak berdasarkan pada keadaan sebenarnya atau sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Stelsel Campuran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stelsel ini merupakan kombinasi antara stelsel nyata dan stelsel anggapan. Pada awal tahun, besarnya pajak dihitung berdasarkan sautu anggapan, kemudian pada akhir tahun besarnya pajak disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. Bila besarnya menurut kenyataan lebih besar pada pajak menurut anggapan, maka Wajib Pajak harus menambah. Sebaliknya jika lebih kecil kelebihannya dapat diminta kembali.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-4596296760065576911?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/10/definisi-dan-perbedaan-masing-masing.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-2208765441326977758</guid><pubDate>Fri, 17 Oct 2008 14:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-17T21:59:35.108+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpajakan</category><title>Pengelompokan Pajak</title><description>&lt;strong&gt;1. Menurut Golongannya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt; &lt;li type="a"&gt;&lt;em&gt;Pajak langsung&lt;/em&gt;, yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Contoh: Pajak Penghasilan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li type="a"&gt;&lt;em&gt;Pajak tidak langusng&lt;/em&gt;, yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimphkan kepada orang lain. Contoh: Pajak Pertambahan Nilai.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Menurut Sifatnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt; &lt;li type="a"&gt;&lt;em&gt;Pajak Subjektif&lt;/em&gt;, yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subjeknya, dalam arti memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak. Contoh: Pajak Penghasilan. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li type="a"&gt;&lt;em&gt;Pajak Objektif&lt;/em&gt;, yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya, tanpa memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh: Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Menurut lembaga pemungutannya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt; &lt;li type="a"&gt;&lt;em&gt;Pajak Pusat&lt;/em&gt;, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat digunakan untuk membiayai rumah tangga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Contoh: Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Bumi dan Banugnan, dan Bea Materai.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li type="a"&gt;&lt;em&gt;Pajak Daerah&lt;/em&gt;, yaitu pajak dipungut oleh Pemerintah Daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pajak daerah terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - Pajak Propinsi, contoh: Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - Pajak Kabupaten/Kota, contoh: Pajak Hotel, Pajak Restoran, dan Pajak Hiburan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-2208765441326977758?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/10/pengelompokan-pajak.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-5811935417087697787</guid><pubDate>Wed, 15 Oct 2008 04:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-15T11:34:41.235+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Istilah2 Akuntansi</category><title>Istilah-istilah Penting Akuntansi II bagian 3</title><description>- Metode aktiva dan kewajiban untuk alokasi pajak antarperiode (assest and liability method of interperiod tax allocation)&lt;br /&gt;- Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductible temporary differences)&lt;br /&gt;- Tarif pajak efektif (effective tax rate)&lt;br /&gt;- Laba akuntansi atau laba keuangan (financial income)&lt;br /&gt;- Alokasi pajak antarperiode (interperiod tex allocation)&lt;br /&gt;- Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryback)&lt;br /&gt;- Perbedaan permanen atau beda tetap (permanent differences)&lt;br /&gt;- Laba kena pajak atau laba fiskal (taxable income)&lt;br /&gt;- Perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences)&lt;br /&gt;- Perbedaan temporer (temporary differences)&lt;br /&gt;- Penyisihan penilaian(valuation allowance)&lt;br /&gt;- Akumulasi kewajiban imbalan (accumulated benefit obligation-ABO)&lt;br /&gt;- Beban pensiun periodik bersih (net periodic pension expense)&lt;br /&gt;- Biaya jasa (service cost)&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;- Biaya jasa lalu (prior service cost)&lt;br /&gt;- Biaya pensiun dibayar dimuka/masih harus dibayar (prepaid/accured pension cost)&lt;br /&gt;- Biaya pensiun yang ditangghkan (deferred pension cost)&lt;br /&gt;- Dana pensiun (pension fund)&lt;br /&gt;- Keuntungan atau kerugian pensiun (pension gain or loss)&lt;br /&gt;- Keuntungan atau kerugian pensiun bersih yang belum diakui (unreconized net pension gain or loss)&lt;br /&gt;- Kewajiban pensiun minimum (minimum pension liability)&lt;br /&gt;- Kewajiban pensiun tambahan (additional pension liability)&lt;br /&gt;- Imbalan pascapensiun selai pensiun (postretirement benefit other then pensions)&lt;br /&gt;- Imbalan yang sudah menjadi hak (vested benefits)&lt;br /&gt;- Nilai dana pensiun yang terkait pasar (market-ralated value of the pension fund)&lt;br /&gt;- Nilai sekrang aktuarial (actuarial present value)&lt;br /&gt;- Nialai wajar dana pensiun (fair value of the pension fund)&lt;br /&gt;- Kurtailmen (penciutan) dalam program pensiun (curtailment of the a pension plan)&lt;br /&gt;- Penyelesaian program pensiun (settlement of a pension plan)&lt;br /&gt;- Periode jasa yang diharapkan (expected service period)&lt;br /&gt;- Program pensiun (pension plan)&lt;br /&gt;- Program pensiun dan kontribusi (iuran) pekerja (contributory pension plan)&lt;br /&gt;- Program pensiun iuran pasti (difined contribution pension plans)&lt;br /&gt;- Program pensiun imbalan pasti (difined benefit pension plans)&lt;br /&gt;- Program pensiun pemberi kerja tunggal (single-employer pension plans)&lt;br /&gt;- Program pensiun tanpa kontribusi (iuran) pekerja (noncontibutory pension plans)&lt;br /&gt;- Proyeksi kewajiban imbalan (protected benefit obligation-PBO)&lt;br /&gt;- Tanggal memenuhi syarat penuh (full eligibility date)&lt;br /&gt;- Tingkat bungan penyelesaian (settlement interest rate)&lt;br /&gt;- Tingkat pengembalian aktual dari dana pensiun (actual return on the pension fund)&lt;br /&gt;- Tingkat pengembalian yang diharapkan dari dana pensiun (expected return ofn the pension fund)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link : &lt;a href="http://www.pndwr.com"&gt;Cari lirik/kord dan mp3,&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.lirikaja.com"&gt;cari lirik dan mp3(lengkap barat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-5811935417087697787?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/10/istilah-istilah-penting-akuntansi-ii.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-3852504413432446711</guid><pubDate>Tue, 14 Oct 2008 22:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-15T05:32:10.286+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpajakan</category><title>Hukum Pajak Materil dan Hukum Pajak Formil</title><description>Hukum Pajak mengatur hubungan antara pemerintah (&lt;em&gt;fiscus&lt;/em&gt;) selaku pemungut pajak dengan rakyat sebagai Wajib Pajak. Ada 2 macam hukum pajak yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Hukum pajak materil&lt;/em&gt;, yaitu memuat norma-norma yang menerangkan antara lain keadaan, perbuatan, peristiwa hukum yang dikenai pajak (&lt;em&gt;objek pajak&lt;/em&gt;), siapa yang dikenakan pajak (subjek), berapa besar pajak yang dikenakan (tarif), segala sesuatu tentang timbul dan hapusnya utang pajak, dan hubungan hukum antara pemerintah dan Wajib Pajak. Contoh: Undang-undang Pajak Penghasilan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Hukum pajak formil, &lt;/em&gt;memuat bentuk/ tata cara untuk mewujudkan hukum materil menjadi kenyataan (cara melaksanakan hukum pajak materil). Hukum iini memuat antara lain:&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; a. Tata cara penyelanggaraan (prosedur) penetapan suatu utang pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hak fiskus untuk mengadakan pengawasan terhadap para Wajib Pajak mengenai keadaan, perbuatan dna peristiwa yang menimbulkan utang pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kewajiban Wajib Pajak misalnya menyelenggarakan pembukuan/pencatatan, dan hak-hak Wajib Pajak misalnya mengajukan keberatan atau banding. Contoh: Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-3852504413432446711?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/10/hukum-pajak-materil-dan-hukum-pajak.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-140222939099094693</guid><pubDate>Tue, 14 Oct 2008 22:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-15T05:17:41.601+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpajakan</category><title>Kedudukan Hukum Pajak</title><description>&lt;p&gt;Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, Sh., Hukum Pajak mempunyai keudukan di antara hukum-hukum sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Hukum &lt;strong&gt;Perdata&lt;/strong&gt;, mengatur hubungan antara satu individu dengan individu lainya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Hukum &lt;strong&gt;Publik&lt;/strong&gt;, mengatur hubungan antara pemerintah dengan dengan rakyatnya. Hukum in dapat dirinci lagi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Hukum Tata Negara&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Hukum Tata Usaha&lt;/strong&gt; (Hukum Administratif)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Hukum Pajak&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Hukum Pidana  &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian kedudukan pajak merupakan bagain dari hukum publik. Dalam mempelajari bidang hukum, berlaku apa yang disebut &lt;em&gt;Lex Specialis derogat Lex Generalis&lt;/em&gt;, yang artinya peraturan khusus lebih diutamakan dari pada peraturan umum atau jika sesuatu ketentuan belum atau tidak diatur dalam peraturan khusus, maka akan berlaku ketentuan yang diatur dalam peraturan umum. Dlam hal ini peraturan khusus adalah hukuk pajak itu sendiri, sedangkan peraturan umum adalah hukum publik atau hukum lain yang sudah ada sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Hukum pajak menganut &lt;em&gt;paham imperatif&lt;/em&gt;, yakni pelaksanaan tidak dapat ditunda Misalnya dalam hal pengujian keberatan, sebelum ada keputusan dari Direktur Jendral Pajak bahwa keberatan tersebut diterima, maka Wajib Pajak yang mengajukan keberatan terlebih dahulu membayar pajak, sesuai dengan yang telah ditetapkan. Berbeda dengan hukum pidana yang menganut &lt;em&gt;paham oportunitas&lt;/em&gt;, yakni pelaksanaannya dapat ditunda setelah keputusan lain. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-140222939099094693?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/10/kedudukan-hukum-pajak.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-8696030807339080713</guid><pubDate>Tue, 14 Oct 2008 13:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-14T21:09:05.932+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpajakan</category><title>Beberapa Macam Teori Yang Mendukung Pemungutan Pajak</title><description>Atas dasar apakah negara mempunyai hak untuk memungut pajak? Terdapat beberapa teori yang menjelaskan atau memberikan justifikasi pemberian hak kepada negara untuk memungut pajak. Teori-teori tersebut antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Asuransi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Negara melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan hak-hak rakyatnya. Oleh karena itu rakyat harus membayar pajak diibaratkan sebagai seuatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;premi asuransi&lt;/span&gt; karena memperoleh jaminan perlindungan tersebut.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Kepentingan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembagian beban pajak kepada rakyat didasarkan kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kepentingan&lt;/span&gt; (Misalnya perlindungan) masing-masing orang. Semakin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kepentingan&lt;/span&gt; seseorang terhadap negara, makin tinggi pajak yang harus dibayarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Daya Pikul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beban pajak untuk semua orang harus sama beratnya, artinya pajak harus dibayar sesuai dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daya pikul&lt;/span&gt; masing-masing orang. Untuk mengukur daya pikul dapat digunakan 2 pendekatan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unsur objektif yaitu dengan melihat besarnya penghasilan atau kekayaan yang dimiliki oleh seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Unsur subjektif yaitu memperlihatkan besarnya kebutuhan materil harus dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Bakti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dasar keadilan pemungutan pajak terletak pada hubungan rakyat dengan negaranya Sebagai warga negara yang berbakti, rakyat harus selalu menyadari bahwa pembayaran pajak adalah sebagai suatu kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Asas Daya Beli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dasar keadilan terletak pada akibat pemungutan pajak. Maksudnya memungut pajak berarti menarik daya beli dan rumah tangga mayarakat untuk rumah tanggan negara. Selanjutnya negara akan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pemeliharaan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian kepentingan seluruh masyarakat lebih diutamakan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-8696030807339080713?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/10/beberapa-macam-teori-yang-mendukung.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-437093651231408273</guid><pubDate>Tue, 14 Oct 2008 13:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-14T20:53:04.786+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpajakan</category><title>Syarat-syarat Pemungutan Pajak</title><description>Agar pemungutan pajak tidak menimbulkan hambatan atau perlawanan, maka pemungutan pajak harus memenuhi syarat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemungutan pajak harus adil&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (syarat keadilan)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Sesuai dengan tujuan hukum, yakni mencapai keadilan undang-undang dan pelaksanaan pemungutan haruslah adil. Adil dalam perundang-undangan diantaranya mengenakan pajak secara umum dan merata, serta disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Sedang adil dalam pelaksanaannya yakni dengan memberikan hak bagi wajib pajak untuk mengajukan keberatan, penundaan dalam pembayaran dan mengajukan banding kepada Majelis&lt;span id="fullpost"&gt; Pertimbangan Pajak.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemungutan pajak harus berdasarkan undang-undang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Syarat Yuridis).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, pajak diatur dalam UUD 1945 pasal 23 ayat 2. Hal ini memberikan jaminan hukum untuk menyatakan keadilan, baik bagi negara maupun warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mengganggu perekonomian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Syarat Ekonomis)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Pemungutan tidak boleh menganggu kelancaran kegiatan produksi maupun perdagangan, sehingga tidak menimbulkan kelesuan perekonomian masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemungutan pajak harus efisien &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Syarat Finansiil)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Sesuai dengan fungsi budgetair, biaya pemungutan pajak harus dapat ditekan sehingga lebih rendah dari hasil pemungutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sisitem pemungutan pajak harus sederhana.&lt;br /&gt;Sisitem pemungutan yang sederhana akan memudahkan dan mendorong masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Syarat ini telah dipenuhi oleh undang-undang perpajakan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;- Bea Meterai disederhanakan dari 167 macam tarif menjadi 2 macam tarif saja.&lt;br /&gt;- Tarif PPN yang beragam disederhanakan menjadi hanya satu tari, yaitu 10%.&lt;br /&gt;- Pajak perseroan untuk badan dan pajak pendapatan untuk perseorangan disederhanakan menjadi pajak penghasilan (PPN) yang berlaku bagi badan maupun perseorangan (orang pribadi).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-437093651231408273?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/10/syarat-syarat-pemungutan-pajak.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-5910852806144977905</guid><pubDate>Wed, 24 Sep 2008 10:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-25T20:47:49.902+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Keuangan</category><title>Kasifikasi Efek Investasi</title><description>Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya bahwa FASB &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Statement No. 115&lt;/span&gt; diterbitkan untuk membahas masalah penilaian atas efek. Pernyataan ini berlaku untuk semua efek utang dan ekuitas di mana penentuan nilai wajarnya telah tersedia. Namun jika investasi pada efek ekuitas pada suatu perusahaan bernilai cukup besar, maka diterapkan suatu metode akuntansi yang berbeda untuk efek ekuitas. Sebelum itu akan dijelaskan masing-masing efek.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Efek Utang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Efek utang adalah instrumen keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan, dan pada umumnya memiliki karaktersitik berikut : (1) nilai jatuh temponya mewakili nilai yang harus dibayarkan kepada pemegang efek utang pada saat jatuh tempo; (2) suatu tingkat bunga (baik tetap maupun variabel) yang menetapkan pembayaran bunga secara periodik; dan (3) tanggal jatuh tempo yang mengindikasikan kapan akan diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Efek Ekuitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Efek ini juga bisa disebut dengan surat berharga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(equity securities) &lt;/span&gt;mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan. Lembar-lembar saham ini biasanya mengandung hak untuk memperoleh deviden dan untuk memberikan suara dalam kegiatan perusahaan. Sebagai tambahan efek ekuitas adalah investasi yang menarik karena adanya potensi untuk kenaikan secara signifikan atas harga efek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Efek yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Efek yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(held-to-maturity securities) &lt;/span&gt;adalah efek utang yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan dan kemampuan untuk memiliki efek tersebut hingga akhir jatuh tempo. Perlu dicatat bahwa ketegori ini hanya meliputi efek utang karena efek ekuitas umumnya tidak jatuh tempo. Juga perlu dicatat bahwa perusahaan harus berniat untuk memiliki efek ini hingga jatuh tempo. Sekedar untuk memiliki suatu efek dalam suatu periode yang lama, tidak termasuk dalam ketegori ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Efek yang Tersedia Untuk Dijual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Efek utang ini yang tidak akan dimiliki hingga jatuh tempo dan tidak dikelompokan sebagai efek yang diperdagangkan, pada dasarnya, dianggap efek "tersedia untuk dijual". Efek tersedia untuk dijual &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(available-for-sale) &lt;/span&gt;juga mencakup efek ekuitas yang tidak dianggap sebagai efek yang diperdagangkan dan tidak dihitung dengan menggunakan metode ekuitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain efek-efek yang diatas ada pula &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;efek yang diperdagangkan dan efek metode ekuitas&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;untuk kedua efek ini cari sendiri yang penjelasannya cape euy nulisnya....&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-5910852806144977905?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/09/kasifikasi-efek-investasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-5391256373541633599</guid><pubDate>Thu, 18 Sep 2008 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-18T21:54:01.651+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Keuangan</category><title>Perbedaan aktiva berwujud dan tidak berwujud</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aktiva berwujud&lt;/span&gt; : Yaitu aktiva dimana aktiva tersebut memiliki fisik yang akan digunakan sarana usaha, seperti tanah, tanah adalah harta yang digunakan untuk tujuan usaha, ada juga perbaikan tanah yaitu unsur-unsur seperti pemetaan tanah, pengaspalan, dan pemegaran, yang meningkatkan kegunaan dari aktiva, setelah itu gedung yaitu bangunan yang akan digunakan untuk menempatkan operasi perusahaan, terakhir peralatan yaitu aktiva yang dipergunakan dalam proses produksi atau penyediaan jasa. Contohnya antara lain mobil, truk, mesin, dan furnitur.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aktiva tidak berwujud&lt;/span&gt;: yaitu aktiva yang tidak termasuk di dalam aktiva keuangan yang tidak memiliki bentuk fisik. Banyak aktiva tak berwujud diperoleh dari hak kontraktual atau dari pemerintah. Suatu contoh yang sangat terkenal dari aktiva tak berwujud adalah hak untuk mengoperasikan taksi di suatu kota metropolitan seperti New York, walaupun hak tersebut dapat dibuktikan dengan suatu obyek fisik, yaitu medali taksi, namun sebenarnya hak legal itulah yang justru berharga. Adapaun aktiva tidak berwujud yang lain antara lain Merek dagang (TRADE MARK), WARALABA (FRANCHISES), Pesanan yang belum dipenuhi (ORDER BACKLOG), dan Goodwill yaitu suatu hubungan-hubungan usaha, reputasi, sistem berjalan, persahabatan di antara staf, dll.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-5391256373541633599?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/09/perbedaan-aktiva-berwujud-dan-tidak.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-3214562341179497139</guid><pubDate>Thu, 18 Sep 2008 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-18T21:41:26.913+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Keuangan</category><title>Biaya apa saja yang termasuk dalam harga perolehan?</title><description>Aktiva operasi tidak lancar awalnya hanya dicatat pada harga perolehannya yaitu harga penawaran awal atau harga jual tunai. Teorinya, harga maksimum yang bersedia dibayarkan oleh perusahaan untuk aktiva operasi adalah nilai sekarang dari keuntungan bersih yang diharapkan akan diperoleh perusahaan tersebut dari penggunaan dan pelepasan akhir dari aktiva tersebut. Dalam suatu perekonomian yang kompetitif, nilai pasar atau biaya suatu aktiva saat perolehan diasumsikan akan mencerminkan nilai sekarang dari keuntungan masa depannya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya untuk properti tidak hanya terdiri dari harga beli atau nilai yang setara saja, tetapi juga pengeluaran lain yang diperlukan untuk mendapatkan dan menyiapkan aktiva tersebut untuk digunakan sesuai dengan tujuannya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya-biaya pajak, pengangkutan, pemasangan dan pengeluaran lain yang berhubungan dengan pembeliannya&lt;/span&gt;,  harus dimasukan kedalam harga perolehannya. Baik setelah perolehan biaya yang terjadi setelah suatu aktiva siap digunakan biasanya diakui sebagai beban, dan bukan menambah harga perolehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-3214562341179497139?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/09/biaya-apa-saja-yang-termasuk-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-8376470067568529335</guid><pubDate>Wed, 17 Sep 2008 14:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-17T21:49:10.679+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Istilah2 Akuntansi</category><title>Istilah-istilah Penting Akuntansi II bagian 2</title><description>Opsi pembelian murah (bargain purchase option)&lt;br /&gt;Opsi pembaharuan murah (bargain renewal option)&lt;br /&gt;Sewa guna usaha modal (capital lease)&lt;br /&gt;Sewa guna usaha pendanaan langsung (direct financing lease)&lt;br /&gt;Biaya pelaksanaan (executory costs)&lt;br /&gt;Nilai sisa atau nilai residu yang dijamin (guaranteed residual value)&lt;br /&gt;Tingkat bunga implisit (implisit interest rate)&lt;br /&gt;Tingkat bunga meningkat atau inkremental (incremental interest rate)&lt;br /&gt;Biaya langsung awal (initial direct cost)&lt;br /&gt;Sewa guna usaha (lease)&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masa sewa guna usaha (lease term)&lt;br /&gt;Penggunaan aktiva sewa guna usaha (lease)&lt;br /&gt;Pemilik aktiva sewa guna usaha (leasor)&lt;br /&gt;Pembayaran minimum sewa guna usaha (minium lease payment)&lt;br /&gt;Tidak dapat dibatalkan (noncancelable)&lt;br /&gt;Sewa guna usaha penjualan (sales-type leases)&lt;br /&gt;Nilai sisa atau nilai residu yang  tidak dijamin (unguaranteed residual value)&lt;br /&gt;Penjualan dan penyewaan kembali (sale-leaseback)&lt;br /&gt;Metode aktiva dan kewajiban untuk alokasi pejak antarperiode (assets and liability method of interperiod tax allocation)&lt;br /&gt;Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductible temporary differences)&lt;br /&gt;Tarif pajak efektif (effective tax rate)&lt;br /&gt;Laba akuntansi atau laba keuangan (financial income)&lt;br /&gt;Alokasi  pajak antarperiod (interperiod tax allocation)&lt;br /&gt;Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryback)&lt;br /&gt;Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryforward)&lt;br /&gt;Perbedaan permanen  atau beda tetap (permanent differences)&lt;br /&gt;Laba kena pajak atau laba fiskal (taxable income)&lt;br /&gt;Perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences)&lt;br /&gt;Perbedaan temporer (temporary differences)&lt;br /&gt;Penyisihan penilaian (valuation allowance)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-8376470067568529335?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/09/istilah-istilah-penting-akuntansi-ii_17.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-457899942995020038</guid><pubDate>Tue, 16 Sep 2008 22:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-17T06:29:07.243+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Istilah2 Akuntansi</category><title>Istilah-istilah penting akuntansi II bagian 1</title><description>Aktiva operasi tidak lancar (noncurrent operating assets)&lt;br /&gt;Aktiva tak berwujud (intangible assets)&lt;br /&gt;Biaya pengembangan software (software development cost)&lt;br /&gt;Biaya yang di kapitalisasi (capitalized assets)&lt;br /&gt;Goodwill&lt;br /&gt;Goodwill negatif (negative goodwill)&lt;br /&gt;Kelayakan teknologi (technological feasibility)&lt;br /&gt;Kewajiban penghentian aktiva(asset retirement obligation)&lt;br /&gt;Komponen(component)&lt;br /&gt;Metode biaya penuh (full cost method)&lt;br /&gt;Metode pembelian(purchase method)&lt;br /&gt;Metode usaha yang berhasil (successful effors method)&lt;br /&gt;Pembaruan (ranewals)&lt;br /&gt;Pembelian secara paket (basket purchase)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pemeliharan (maintenance)&lt;br /&gt;Penambahan (additions)&lt;br /&gt;Penelitian (reseach)&lt;br /&gt;Penelitian dan pengembangan (reseach and development)&lt;br /&gt;Penemuan (discovery)&lt;br /&gt;Pengembangan (development)&lt;br /&gt;Penggantian (replacement)&lt;br /&gt;Perbaikan (repair)&lt;br /&gt;Rasio perputaran aktiva tetap (fixed assets turnover ration)&lt;br /&gt;Sewa guna usaha koperasi (operating lease)&lt;br /&gt;Sewa guna usaha modal (capital lease)&lt;br /&gt;Sumbangan (donation)&lt;br /&gt;Aktiva sejenis (smilar asset)&lt;br /&gt;Aktiva tidak sejenis (dissimilar assets)&lt;br /&gt;Amortisasi (amortization)&lt;br /&gt;Deplesi (depletion)&lt;br /&gt;Kerugian (loss)&lt;br /&gt;Kerugian yang diindikasikan (indicated loss)&lt;br /&gt;Keuntungan (gain)&lt;br /&gt;Keuntungan ditangguhkan (deferred gain)&lt;br /&gt;Nilai buku (book value)&lt;br /&gt;Nilai residu/sisa (residual/salvage value)&lt;br /&gt;Penurunan nilai (impairment)&lt;br /&gt;Penyusutan garis luruh (straight line depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan yang dipercepat (accelerated depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan (depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan faktor pemakaian (use-factor depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan faktor waktu (time-factor depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan gabungan (composite depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan jam sisa(service-hours depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan jumlah angka tahun (sum-of-the years-digit depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan jumlah unit produksi (productive-output-depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan kelompok (group depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan per uni (uni depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan saldo menurun (declining balance depreciation)&lt;br /&gt;Penyusutan saldo menurun ganda (double-declining-balance-depreciatoin)&lt;br /&gt;Sumber daya alam (natrual resources)&lt;br /&gt;Anak perusahaan (subsidiary company).&lt;br /&gt;Kendali (control)&lt;br /&gt;Laporan keuangan konsolidasi (consolidated financial statement)&lt;br /&gt;Metode ekuitas (equity method)&lt;br /&gt;Pengaruh signifikan (significant influence)&lt;br /&gt;Induk perusahaan (parent company)&lt;br /&gt;Efek ekuitas (equity securies)&lt;br /&gt;Efek motede ekuitas (equity method method securities)&lt;br /&gt;Efek hutang (debt securities)&lt;br /&gt;Efek yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity securities)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-457899942995020038?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/09/istilah-istilah-penting-akuntansi-ii.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-6653962654062999934</guid><pubDate>Thu, 04 Sep 2008 15:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-04T23:22:34.392+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Software</category><title>Software untuk menghitung PPH Pasal 21</title><description>Gk sengaja tadi googling eh nemu software bagus yaitu software untuk menghitung Pph pasal 21 jadi software ini sama seperti kalkulator. Ingat software ini berhubungan dengan MS. ACCESS, jadi sebelum itu Anda sudah menginstall &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MS. ACCESS!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik kalau begitu Anda bisa langsung download link dibawah, biasa taruh url dibawah kedalam address bar :&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea cols="100" readonly="readonly"&gt;http://rapidshare.com/files/142600719/calc00_pph21.exe.html&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya tidak penasaran lihat screenshot dibawah supaya Anda lebih yakin dengan software ini :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cZerjbdtgpc/SMAH-54F7MI/AAAAAAAAAgA/fgIJXB5WeTo/s1600-h/bppph21final.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cZerjbdtgpc/SMAH-54F7MI/AAAAAAAAAgA/fgIJXB5WeTo/s320/bppph21final.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242198743528631490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan ini juga...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cZerjbdtgpc/SMAHY3LjFtI/AAAAAAAAAf4/UohxjAojwns/s1600-h/calc_pph21.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cZerjbdtgpc/SMAHY3LjFtI/AAAAAAAAAf4/UohxjAojwns/s320/calc_pph21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242198089969899218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah tertarik dan Anda sudah mendownload softare gratisnya silahkan baca cara installnya dibawah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setelah Anda selesai mendownload buka direktori tempat penyimpanan download anda terus klik 2 kali pada file  calc00_pph21.exe dan install ke folder c:\krishand\pph21\calc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika proses ekstrak berhasil, maka di folder c:\krishand\pph21\calc akan ditemukan file &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;calc00_pph21.mde&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk menjalankan program, dobel klik file calc00_pph21.mde&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anda dapat membeli software Krishand PPh 21 atau Krishand Payroll untuk pelaporan PPh 21 yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishand Calculator PPh 21 ini hanya support di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;OS 2000/XP/2003 - 1 file (Ms Office 2000/XP/2003/2007) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-6653962654062999934?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/09/software-untuk-menghitung-pph-pasal-21.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_cZerjbdtgpc/SMAH-54F7MI/AAAAAAAAAgA/fgIJXB5WeTo/s72-c/bppph21final.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-955712891335829430</guid><pubDate>Thu, 04 Sep 2008 15:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-04T22:45:36.656+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpajakan</category><title>Pertanyaan Seputar PPH Pasal 21</title><description>&lt;ol type="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Apa yang dimaksud dengan PPh Pasal 21? &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Siapa saja yang menjadi pemotong PPh Pasal 21?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Siapa saja yang dipotong PPh Pasal 21? &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Siapa saja yang tidak termasuk dalam pengertian penerima penghasilan/ yang tidak dipotong PPh Pasal 21?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Penghasilan apa saja yang dipotong PPh Pasal 21?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Penghasilan apa saja yang tidak termasuk penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21? &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Apa kewajiban pemotong pajak PPh Pasal 21? &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Apa yang harus dilaksanakan pegawai tetap bila ia berhenti bekerja atau pensiun?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena untuk jawaban pertanyaan diatas panjang sekali maka dari itu jawabnya udah saya copas ke file doc Anda tinggal download saja berikut linknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea name="textarea" cols="100" readonly="readonly"&gt;http://rapidshare.com/files/142594881/document.doc.html&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-955712891335829430?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/09/pertanyaan-seputar-pph-pasal-21.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-1627982289404060597</guid><pubDate>Thu, 04 Sep 2008 05:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-04T12:45:05.816+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpajakan</category><title>Pendahuluan Tentang Pajak</title><description>Sebelum menelusuri lebih jauh tentang perpajakan, apa salahnya kalau kita tahu definisi pajak itu sendiri dan fungsi serta ciri-cirinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pajak&lt;/span&gt; itu sendiri adalah berupa iuran masyrakat kepada kas negara yang bersifat memaksa tanpa imbalan sedikitpun yang diatur oleh UU. Lembaga pemerintah yang mengatur dan mengelola perpajakan di Indonesia yaitu Direktorat Jendral Pajak (DJP) yang bernaung pada Departeman Keuangan Republik Indonesia.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pajak itu ada 4 diantaranya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Fungsi anggaran (&lt;i&gt;budgetair&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara, untuk melaksanakan pembangunan negara membutuhkan biaya, nah biayanya itu dari penerimaan pajak yang kita bayarkan kepada DJP. Tapi kini pajak digunakan untuk pembiayaan rutin seperti belanja negara, belanja pegawai, pemeliharaan, dan dsb. Untuk pembangunan uang dikeluarkan dari tabungan pemerintah yakni penerimaan dalam negeri dikurangi pembiayaan rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Fungsi mengatur (&lt;i&gt;regulerend&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonmi melalui kebijaksanaan pajak. Dengan fungsi mengatur, pajak dapat dimanfaatkan sebagai alat pencapaian tujuan, Contohnya pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk non domestik dalam rangka melindungi produksi domestik, serta diberikan berbagai fasilitas keringanan pajak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Fungsi stabilitas&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Dengan adanya pajak, pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;dapat dikendalikan, Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak, penggunaan pajak yang efektif dan efesien.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Fungsi redistribusi pendapatan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum, termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan kerja, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ciri-ciri pajak :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pajak dipungut berdasarkan dengan undang-undang&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Asas ini sesuai dengan perubahan ketiga UUD 1945 pasal 23A yang menyatakan "&lt;i&gt;pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dalam undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tidak ada jasa timbal balik&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Misalnya, orang yang taat membayar pajak kendaraan bermotor akan melalui jalan yang sama kualitasnya dengan orang yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pemungutan pajak dapat dipaksakan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Asas ini sesuai dengan perubahan ketiga UUD 1945 pasal 23A yang menyatakan "&lt;i&gt;pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dalam undang-undang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pemungutan pajak semata-mata untuk pembiayaan-pembiayaan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pemungutan pajak diperuntukkan bagi keperluan pembiayaan umum pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan, baik rutin maupun pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain fungsi budgeter (anggaran) yaitu fungsi mengisi Kas Negara/Anggaran Negara yang diperlukan untuk menutup pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan, pajak juga berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan negara dalam lapangan ekonomi dan sosial (fungsi mengatur / regulatif).&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-1627982289404060597?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/09/pendahuluan-tentang-pajak.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-2696451955073141812</guid><pubDate>Thu, 04 Sep 2008 04:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-04T11:47:58.941+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Download Business Software</category><title>Tutorial MYOB VER 13 Lengkap dengan gambar (screenshot)</title><description>Pada postingan sebelumnya saya telah menjelaskan sedikit tentang software &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;myob ver 13&lt;/span&gt;. Katanya ada yang bilang pada saat download gagal terus! Tapi waktu saat klik linknya jalan kok terus bisa di download. Mungkin pada saat download akses internet Anda kecil jadi kadang suka lama atau berhenti ditengah jalan sebelum selelai..., biar lebih gampang saya kasih langsung aja link buat download &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MYOB VER 13&lt;/span&gt;.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copas alias copy pastekan kedalam address bar browser kalian silahkan -&gt; http://rapidshare.com/files/44193964/MAccounting.rar setelah itu ada pilihan free user dan premium user, kelebihan premium user kecepatan downloadnya tinggi, tapi free user sangat minim sekali! kalau bisa downloadnya di malam hari atau pada waktu orang-orang sedikit yang mengakses internet (biasanya sih malem yah..., tapi menjelang ramadhan untuk pemakai provider speedy aksesnya agak lemot!) Munkin kalian cari waktu yang bagus ja buat download soalnya besar filenya 70mb-an ( 1 jam klo aksesnya cepat...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way tadi saya googling eh ketemu tutorial &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MYOB 13&lt;/span&gt;, lengkap loh, tadi ngintip sedikit pake kasus gitu...jumlah halamannya 71. Pokonya lengkap dengan screen shot dan keterangannya, tutorial semacam itu amat sayang klo tidak di sedot... (he7 mangnya penyedot wc...). Kalau berminat langsung ja klik &lt;a href="http://majidnst.files.wordpress.com/2008/05/modulmyob13.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah kebuka langsung save as saja di menu bar file!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selamat berusaha...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-2696451955073141812?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/09/tutorial-myob-ver-13-lengkap-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>23</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-2062521681055300275</guid><pubDate>Thu, 04 Sep 2008 04:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-04T11:29:43.522+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lain-lain</category><title>Akhirnya bisa nulis lagi di sini</title><description>Akhirnya saya punya keinginan lagi untuk menulis di blog ini, selama ini saya disibukan oleh web saya yang baru saya buat mau liat? -&gt; &lt;a href="http://www.lirikaja.com"&gt;www.lirikaja.com&lt;/a&gt; Situsnya tentang lirik gitu! Oya maaf yah sudah lama tidak mengupdate blog ini, pasti para pengunjung kecewa yah isi konten gk pernah diupdate, komen gk pernah dibalas pkonya tidak ada respon sedikit pun dari saya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mulai saat ini saya akan menulis lagi disini, karena saya juga ingin sekalian belajar akuntansi dan mata kuliah yang lain seperti "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perpajakan&lt;/span&gt;", "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Audit&lt;/span&gt;", "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akuntansi Biaya&lt;/span&gt;" dll. Jadi saya juga berharap kepada kalian untuk saling berbagi pengalaman ilmunya..., Sekarang blog ini sudah memiliki kotak komen langsung di bawah postingan jadi kalau mau komen tidak usah menunggu pergantian halaman seperti dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok kalau gitu saya akan terus menulis dan menulis supaya makin pinter...he7!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-2062521681055300275?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/09/akhirnya-bisa-nulis-lagi-di-sini.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-1184677224755435450</guid><pubDate>Sun, 11 May 2008 23:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-12T06:00:01.629+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info Seputar STAN</category><title>Apa saja seh syarat Pendaftaran Ujian Saringan Masuk STAN?</title><description>Teman-teman untuk dapat mendaftar Ujian Saringan Masuk (USM) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STAN &lt;/span&gt;(Sekolah TInggi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akuntansi &lt;/span&gt;Negara), terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calan pendafatar. Sebenarnya untuk keputusan resmi mengenai syarat pendaftaran USM STAN untuk peride ini belum ada, namun biasanya dari tahun-ketahun itu relatif sama, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Memiliki Surat Tanda Lulus [STL] atau Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional [SKHU], yang menyatakan telah lulus Ujian Nasional dengan nilai rata-rata “Ujian Tertulis” pada ijazah tidak kurang dari: 7,00 (tujuh koma nol nol) dan nilai tersebut bukan hasil pembulatan.&lt;br /&gt;   2. Umur pada tanggal 1 September 2008 tidak lebih dari 21 tahun dihitung berdasarkan tanggal lahir yang tercantum di dalam ijazah/ijazah sementara/STL/SKHU.&lt;br /&gt;   3. Tidak cacat badan dan tidak mengalami ketergantungan terhadap narkoba dan sejenisnya.&lt;br /&gt;   4. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan.&lt;br /&gt;   5. Khusus untuk Program Diploma Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, ditambahkan persyaratan sebagai berikut:&lt;br /&gt;          * Hanya menerima laki-laki (ragu-ragu)&lt;br /&gt;          * Tinggi badan minimal 165 cm&lt;br /&gt;          * Tidak buta warna&lt;br /&gt;          * Bagi mereka yang dinyatakan lulus ujian tertulis harus mengikuti dan lulus tes kesehatan dan aerobik yang pelaksanaannya dapat dilakukan di salah satu tempat berikut: Medan, Makassar, Balikpapan, dan Jakarta.&lt;br /&gt;   6. Menyetor biaya ujian saringan masuk sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) ke nomor rekening yang ditentukan oleh keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan&lt;br /&gt;   7. Bukti setor harus atas nama calon peserta ujian dan disahkan/divalidasi petugas bank (tidak melalui ATM, Phone Banking, Internet Banking, dll). Dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;          * Uang yang telah disetor tidak dapat diminta kembali dengan alasan apapun&lt;br /&gt;          * Biaya yang ditimbulkan akibat penyetoran uang pendaftaran ditanggung peserta&lt;br /&gt;          * Panitia tidak menerima bukti setor kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Info dari :www.stan.ac.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-1184677224755435450?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/05/apa-saja-seh-syarat-pendaftaran-ujian.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8626963057779228808.post-883813373345649067</guid><pubDate>Sat, 10 May 2008 23:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-11T06:00:01.827+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Keuangan</category><title>Pengakuan dan Pembayaran dividen</title><description>Ada tiga tanggal penting dalam pengakuan pendapatan dan pembayaran deviden: 1). &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanggal pengumuman&lt;/span&gt;, 2). &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanggal pencatatan&lt;/span&gt;, 3). &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanggal pembayaran.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dividen&lt;/span&gt; terutang kepada pemegang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saham&lt;/span&gt; yang tercatat setelah tanggal pengumuman dan sebelum tanggal pembayaran. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dividen &lt;/span&gt;terutang kepada pemegang saham yang tercatat setelah tanggal pengumuman dan sebelum tanggal pembayaran. Kewajiban untuk utang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dividen&lt;/span&gt; dicatat pada tanggal pengumuman dan dihapuskan pada tanggal pembayaran. Tidak ada ayat jurnal yang dibuat pada tanggal pencatatan, tetapi suatu daftar dari pemegang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saham&lt;/span&gt; per waktu penutupan usaha pada tanggal tersebut dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama yang tercantum dalam daftar itu adalah orang-orang yang akan menerima deviden pada tanggal pembayaran. Misalnya saja, pada tanggal 11 april 2008, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PNDWR COMPANY &lt;/span&gt;membayar dividen tunai triwulan sebesar $0.10 atau 10 sen, per lembar untuk pemegang saham yang tercatat tanggal 4 juni 2008, jumlah tersebut turun dari jumlah sebesar $0.30 per lembar yang diumumkan di bulan Juni tahun sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8626963057779228808-883813373345649067?l=belajarakuntansi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://belajarakuntansi.blogspot.com/2008/05/pengakuan-dan-pembayaran-dividen.html</link><author>noreply@blogger.com (Pandu)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>

