<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Belajar Management</title>
	<atom:link href="https://belajarmanagement.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://belajarmanagement.wordpress.com</link>
	<description>Learning bout management of Finance, Marketing, HR, Production, Strategy, Leadership</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Jun 2015 06:09:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6406878</site><cloud domain="belajarmanagement.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/194643068b5bdf84fc201c325fd178c127e490cad4cf58743960bde898999d45?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Belajar Management</title>
		<link>https://belajarmanagement.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://belajarmanagement.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="Belajar Management" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://belajarmanagement.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<item>
		<title>3 Pola Pemasaran</title>
		<link>https://belajarmanagement.wordpress.com/2015/06/28/3-pola-pemasaran/</link>
					<comments>https://belajarmanagement.wordpress.com/2015/06/28/3-pola-pemasaran/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[henzkey]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2015 06:09:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Management Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[relasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://belajarmanagement.wordpress.com/?p=583</guid>

					<description><![CDATA[Dalam buku Pengantar Pemasaran, Philip Kotler menjelaskan ada 3 fase dalam pola marketing: Pemasaran transaksional Fase ini terjadi pada era tahun 1950. Pada pola ini, pandangan nilai yang dilakukan adalah perusahaan menawarkan sebuah pertukaran. Sehingga pandangan terhadap pasar didasarkan pada &#8230; <a href="https://belajarmanagement.wordpress.com/2015/06/28/3-pola-pemasaran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam buku Pengantar Pemasaran, Philip Kotler menjelaskan ada 3 fase dalam pola marketing:<span id="more-583"></span></p>
<ol>
<li>Pemasaran transaksional</li>
</ol>
<p>Fase ini terjadi pada era tahun 1950. Pada pola ini, pandangan nilai yang dilakukan adalah perusahaan menawarkan sebuah pertukaran. Sehingga pandangan terhadap pasar didasarkan pada tempat dimana nilai tersebut dipertukarkan. Peranan konsumen dalam fase ini hanya sebagai pembeli pasif dan menjadi objek target penawaran. Pola interaksi konsumen dan perusahaan hanya sebatas survei konsumen guna memperoleh informasi tentang kebutuhan dan tanggapan.</p>
<ol start="2">
<li>Pemasaran relasional</li>
</ol>
<p>Fase ini terjadi pada era tahun 1980. Pandangan nilai yang terjadi adalah apabila terjadi hubungan konsumen dan perusahaan dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan pandangan pasar didasarkan pada beragamnya penawaran yang muncul. Dan peranan konsumen adalah terjadinya relasi atau hubungan yang cukup erat dengan perusahaan, sedangkan peranan perusahaan adalah menarik perhatian konsumen melalui pengembangan pola pemasaran yang menguntungkan bagi konsumen. Pola relasinya adalah dilakukannya pengamatan dan pemahaman terhadap konsumen secara adaptif.</p>
<ol start="3">
<li>Pemasaran kolaboratif</li>
</ol>
<p>Fase ini terjadi pada era tahun 2000. Pada fase ini, nilai yang dikembangkan adalah berdasarkan pengalaman bersama antara konsumen dan perusahaan dalam memikirkan produk yang akan dikembangkan. Dan pandangan pasar pada fase ini adalah sebuah forum dimana nilai yang dilakukan secara bekerja sama dilakukan melalui dialog. Peran perusahaan adalah bagaimana mendorong konsumen, mendefinisikan dan bekerja sama menciptakan nilai-nilai yang unik pada sebuah produk serta pola relasinya yang bersifat dialog aktif.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarmanagement.wordpress.com/2015/06/28/3-pola-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">583</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/61f939818337553f687874763f95047d9819690e45a59195fc3f83ceddd09252?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">henzkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Faktor internal dalam keberhasilan strategi</title>
		<link>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/10/03/faktor-internal-dalam-keberhasilan-strategi/</link>
					<comments>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/10/03/faktor-internal-dalam-keberhasilan-strategi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[henzkey]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2012 08:50:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Management Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[management]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://belajarmanagement.wordpress.com/?p=572</guid>

					<description><![CDATA[Faktor-faktor internal yang harus dimasukkan demi keberhasilan strategi : Proses-proses bisnis: Proses yang menggambarkan bagaimana pekerjaan dilakukan, baik proses yang ber-interface dengan para pelanggan dan pemasok, maupun proses yang lebih terfokus pda kepentingan internal. Tujuan: Ukuran sukses finansial dan non &#8230; <a href="https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/10/03/faktor-internal-dalam-keberhasilan-strategi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Faktor-faktor internal yang harus dimasukkan demi keberhasilan strategi :<span id="more-572"></span></p>
<ul>
<li>Proses-proses bisnis: Proses yang menggambarkan bagaimana pekerjaan dilakukan, baik proses yang ber-interface dengan para pelanggan dan pemasok, maupun proses yang lebih terfokus pda kepentingan internal.</li>
<li>Tujuan: Ukuran sukses finansial dan non finansial bertolak dari strategi yang dipancarkan ke seluruh organisasi, yang mendukung penilaian terhadap performa tim dan individual.</li>
<li>Kemampuan manusia: Ketrampilan dan pengetahuan dari angkatan kerja.</li>
<li>Struktur organisasi: Pengelompokan tanggung jawab dan hierarkhi berdasarkan fungsi, pelanggan, produk maupun proses.</li>
<li>Manajemen informasi/ pengetahuan: Data yng dihimpun, dianalisis, disebarkan dan diaplikasikan untuk mendukung penciptaan nilai oleh organisasi.</li>
<li>Budaya: Efek gabungan dari perilaku, nilai-nilai, warisan, pola pikir, dan hubu-ngannya serta caranya semua ini ditanamkan dalam suatu organisasi dan bagaimana performanya?</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/10/03/faktor-internal-dalam-keberhasilan-strategi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">572</post-id>	<georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point>
		<geo:lat>-6.589166</geo:lat>
		<geo:long>106.792999</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/61f939818337553f687874763f95047d9819690e45a59195fc3f83ceddd09252?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">henzkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengaruh eksternal dalam memformulasikan strategi</title>
		<link>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/10/03/pengaruh-eksternal-dalam-memformulasikan-strategi/</link>
					<comments>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/10/03/pengaruh-eksternal-dalam-memformulasikan-strategi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[henzkey]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2012 08:48:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Management Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[kompetitor]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[variabel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://belajarmanagement.wordpress.com/?p=570</guid>

					<description><![CDATA[Dalam fase pertama formulasi strategi, variabel dan pengaruh eksternal adalah sebagai berikut: Varibel Lingkungan: Ekspektasi badan-badan pemerintahan dan badan-badan regulasi, komunitas lokal dan global dimana organisasi beroperasi, kecenderungan (trends) yang bersifat ekonomis dan teknologis, ancaman dan peluang, serta kecenderungan dalam &#8230; <a href="https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/10/03/pengaruh-eksternal-dalam-memformulasikan-strategi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam fase pertama formulasi strategi, variabel dan pengaruh eksternal adalah sebagai berikut:<span id="more-570"></span></p>
<ul>
<li>Varibel Lingkungan: Ekspektasi badan-badan pemerintahan dan badan-badan regulasi, komunitas lokal dan global dimana organisasi beroperasi, kecenderungan (trends) yang bersifat ekonomis dan teknologis, ancaman dan peluang, serta kecenderungan dalam masyarakat secara luas.</li>
<li>Para pemegang saham dan perusahaan induk: Hubungan timbal balik antara perusahaan dengan mereka yang menyumbang pada kemampuan finansial organisasi dan pada keuntungan dari hasil-hasil finansial.</li>
<li>Para pelanggan dan pasar: Hubungan timbal balik antara mereka yang mempunyai kebutuhan yang kemungkinan besar dipenuhi oleh organisasi dan produk serta jasa yang kemungkinan besar memenuhi kebutuhan tersebut.</li>
<li>Para pemasok dan pemilik sumber daya: Sumber-sumber bahan baku dan komponen-komponen di luar organisasi, maupun teknologi, manusia, modal dan bahkan seluruh kemampuan yang di-outsource.</li>
<li>Para kompetitor: Lain-lain yang terlibat dalam menciptakan nilai yang sama. Persaingan terjadi baik di hulu (baik para pemasok/ sumber daya) maupun di hilir (bagi para pelanggan/pasar).</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/10/03/pengaruh-eksternal-dalam-memformulasikan-strategi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">570</post-id>	<georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point>
		<geo:lat>-6.589166</geo:lat>
		<geo:long>106.792999</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/61f939818337553f687874763f95047d9819690e45a59195fc3f83ceddd09252?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">henzkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 hal tentang anggaran kas (cash budgeting)</title>
		<link>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/05/14/7-hal-tentang-anggaran-kas-cash-budgeting/</link>
					<comments>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/05/14/7-hal-tentang-anggaran-kas-cash-budgeting/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[henzkey]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 13:07:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Management Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://belajarmanagement.wordpress.com/?p=558</guid>

					<description><![CDATA[Dalam rangka pembuatan anggaran kas (cash budgeting) ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: Anggaran kas yang disusun tidak menggambarkan bunga pinjaman, pendapatan dari investasi, surplus kas atau kerugian karena piutang macet. Bila arus kas keluar dan masuk dari &#8230; <a href="https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/05/14/7-hal-tentang-anggaran-kas-cash-budgeting/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka pembuatan anggaran kas (cash budgeting) ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:<span id="more-558"></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#333333;">Anggaran kas yang disusun tidak menggambarkan bunga pinjaman, pendapatan dari investasi, surplus kas atau kerugian karena piutang macet.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Bila arus kas keluar dan masuk dari kas tidak seragam dalam satu bulan, kemungkinan terjadi taksiran yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dari kebutuhan permodalan</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Biaya penyusutan tidak merupakan biaya per kas, sehingga tidak diperhitungkan dalam anggaran kas.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Anggaran kas merupakan ramalan, sehingga semua nilai yang di dalamnya adalah nilai yang diharapkan. Jika kemudian penjualan dan pembelian aktual berbeda dengan anggaran maka ramalan surplus atau defisit kas akan berubah.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Saldo kas minimum mungkin harus disesuaikan dari waktu ke waktu, naik dan turun sesuai dengan pola musiman dan perubahan perusahaan dalam jangka panjang.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Jika perusahaan dalam bentuk multi divisi maka anggaran kas yang dibuat tiap divisi harus dikonsolidasikan dalam satu anggaran kas yang menyeluruh. Sehingga dapat dicapai efisiensi pemanfaatan dana yang menganggur antar divisi.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Analisa anggaran kas akan lebih mudah bila dibantu dengan bantuan komputer. Sehingga setiap asumsi akan cepat dapat diubah.</span></li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/05/14/7-hal-tentang-anggaran-kas-cash-budgeting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">558</post-id>	<georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point>
		<geo:lat>-6.589166</geo:lat>
		<geo:long>106.792999</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/61f939818337553f687874763f95047d9819690e45a59195fc3f83ceddd09252?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">henzkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramalan penjualan (sales forecast)</title>
		<link>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/05/14/ramalan-penjualan-sales-forecast/</link>
					<comments>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/05/14/ramalan-penjualan-sales-forecast/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[henzkey]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 13:06:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Management Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://belajarmanagement.wordpress.com/?p=556</guid>

					<description><![CDATA[Dalam memenuhi kebutuhan akan perkiraan kas, maka titik tolaknya adalah ramalan penjualan (sales forecast). Dan untuk membuat ramalan penjualan yang baik dibutuhkan kerja keras. Manajemen perusahaan harus memproyeksikan keadaan perekonomian nasional, kondisi perekonomian di daerahnya, dan kondisi pasar dari produknya. &#8230; <a href="https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/05/14/ramalan-penjualan-sales-forecast/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam memenuhi kebutuhan akan perkiraan kas, maka titik tolaknya adalah ramalan penjualan (sales forecast). Dan untuk membuat ramalan penjualan yang baik dibutuhkan kerja keras. <span id="more-556"></span>Manajemen perusahaan harus memproyeksikan keadaan perekonomian nasional, kondisi perekonomian di daerahnya, dan kondisi pasar dari produknya. Disamping itu pula harus memperhitungkan strategi harga dan strategi pasar, program periklanan, keterbatasan kapasitas serta yang terpenting adalah mempertimbangkan strategi dan kebijakan pesaing.</p>
<p>Bilamana ramalan perjualan ternyata meleset jauh maka konsekuensinya akan menjadi serius. Dimana pasar nyata berkembang lebih pesat, sehingga mengakibatkan tidak terpenuhi kebutuhan konsumen, pesanan menumpuk, waktu penyerahan menjadi panjang, ketidakpuasan konsumen akan meningkat, dan pada akhirnya konsumen akan beralih pada pesaing (kompetitor) serta lenyapnya kesempatan ekspansi.</p>
<p>Akan tetapi bilamana sebaliknya, ramalan penjualan terlalu optimis dalam proyeksinya maka yang akan terjadi adalah pengangguran kapasitas perusahaan, rendahnya rasio perputaran, tingginya biaya penyusutan dan biaya perawatan, dan rendahnya tingkat pengembalian ekuitas. Yang semuanya akan menekan harga saham perusahaan. Jika ekspansinya didanai dari hutang, maka masalahnya akan menjadi berlipat ganda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/05/14/ramalan-penjualan-sales-forecast/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">556</post-id>	<georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point>
		<geo:lat>-6.589166</geo:lat>
		<geo:long>106.792999</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/61f939818337553f687874763f95047d9819690e45a59195fc3f83ceddd09252?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">henzkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian pajak menurut pakar</title>
		<link>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/24/pengertian-pajak-menurut-pakar/</link>
					<comments>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/24/pengertian-pajak-menurut-pakar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[henzkey]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 12:03:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Management Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[iuran]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://belajarmanagement.wordpress.com/?p=551</guid>

					<description><![CDATA[Pengertian yang disampaikan oleh para pakar sebagai berikut, diantaranya: &#160; Leroy Beaulieu (1906) mengatakan bahwa &#8220;Pajak adalah bantuan, baik secara langsung maupun tidak yang dipaksakan oleh Kekuasaan Publik dari penduduk atau dari barang untuk menutupi belanja pemerintah.&#8221; Prof. Edwin RA &#8230; <a href="https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/24/pengertian-pajak-menurut-pakar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pengertian yang disampaikan oleh para pakar sebagai berikut, diantaranya:</p>
<p><span id="more-551"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Leroy Beaulieu</strong> (1906) mengatakan bahwa &#8220;Pajak adalah bantuan, baik secara langsung maupun tidak yang dipaksakan oleh Kekuasaan Publik dari penduduk atau dari barang untuk menutupi belanja pemerintah.&#8221;</p>
<p><strong>Prof. Edwin RA Seligman</strong> (1925) mengatakan bahwa &#8220;<em>Tax is a compulsory contribution from the person, to the Government to defray the expenses incurred in the common interest of all, without reference to special benefit conferred</em>&#8220;.</p>
<p><strong>Mr. Dr. N J Feldmann</strong> (1949) mendefinisikan bahwa &#8220;Pajak adalah prestasi yang dipaksakan secara sepihak oleh dan terhutang kepada Penguasa, tanpa adanya kontra-prestasi, semata-mata digunakan untuk menutup pengeluaran umum.&#8221;</p>
<p><strong>Prof. Dr. MJH Smeets</strong> (1951) mendefinisikan bahwa &#8220;Pajak adalah prestasi kepada Pemerintah yang terhutang melalui norma-norma umum, dan yang dapat dipaksakannya, tanpa adanya kontra-prestasi yang dapat ditunjukkan dalam hal yang individual.&#8221;</p>
<p><strong>Dr. Soeparman Soemahamidjaja</strong> (1964) mengartikan bahwa &#8220;Pajak adalah iuran wajib berupa uang atau barang yang dipungut oleh Penguasa berdasarkan norma-norma hukum guna menutup biaya produksi barang dan jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum.&#8221;</p>
<p><strong>Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH</strong> mendefinisikan sebagai berikut &#8220;Pajak adalah iuran rakyat kepada KAS NEGARA berdasarkan Undang-undang dengan tiada mendapat jasa-timbal (kontra-prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.&#8221;</p>
<p><strong>Prof. Dr. PJA Adriani</strong> memberikan pengertian sebagai berikut &#8220;Pajak adalah iuran kepada Negara (yang dapat dipaksakan) yang terhutang oleh wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/24/pengertian-pajak-menurut-pakar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">551</post-id>	<georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point>
		<geo:lat>-6.589166</geo:lat>
		<geo:long>106.792999</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/61f939818337553f687874763f95047d9819690e45a59195fc3f83ceddd09252?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">henzkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesalahan yang lazim dalam mengidentifikasi pesaing</title>
		<link>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/20/kesalahan-yang-lazim-dalam-mengidentifikasi-pesaing/</link>
					<comments>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/20/kesalahan-yang-lazim-dalam-mengidentifikasi-pesaing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[henzkey]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 16:04:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Management Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://belajarmanagement.wordpress.com/?p=543</guid>

					<description><![CDATA[Mengidentifikasi pesaing merupakan hal yang penting dalam pengembangan strategi, tetapi ini sarat akan ketidakpastian dan resiko yang tinggi. Sehingga timbul berbagai kesalahan dan harus dibayar dengan mahal oleh eksekutif. Kesalahan-kesalahan tersebut adalah sebagai berikut: Terlalu memperhatikan pesaing yang ada dan &#8230; <a href="https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/20/kesalahan-yang-lazim-dalam-mengidentifikasi-pesaing/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengidentifikasi pesaing merupakan hal yang penting dalam pengembangan strategi, tetapi ini sarat akan ketidakpastian dan resiko yang tinggi. Sehingga timbul berbagai kesalahan dan harus dibayar dengan mahal oleh eksekutif.<span id="more-543"></span></p>
<p>Kesalahan-kesalahan tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Terlalu memperhatikan pesaing yang ada dan sudah diketahui dan kurang memperhatikan calon pendatang baru</li>
<li>Terlalu memperhatikan pesaing besar dan mengabaikan pesaing kecil.</li>
<li>Mengabaikan pesaing internasional potensial.</li>
<li>Menganggap bahwa perilaku pesaing akan sama seperti pada masa-masa yang lalu.</li>
<li>Salah membaca isyarat yang mungkin menunjukkan aanya perubahan fokus pesaing atau penyempurnakan strategi atau taktik mereka.</li>
<li>Terlalu menekan pada aset sumber daya keuangan, posisi pangsa pasar</li>
<li>Menganggap semua perusahaan dalam industri menghadapi kendala dan memiliki peluang yang sama.</li>
<li>Percaya bahwa tujuan strategi adalah mengalahkan pesaing, bukan memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/20/kesalahan-yang-lazim-dalam-mengidentifikasi-pesaing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">543</post-id>	<georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point>
		<geo:lat>-6.589166</geo:lat>
		<geo:long>106.792999</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/61f939818337553f687874763f95047d9819690e45a59195fc3f83ceddd09252?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">henzkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bentuk-bentuk rasio keuangan</title>
		<link>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/10/bentuk-bentuk-rasio-keuangan/</link>
					<comments>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/10/bentuk-bentuk-rasio-keuangan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[henzkey]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 13:21:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Management Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[assets turnover]]></category>
		<category><![CDATA[current ratio]]></category>
		<category><![CDATA[likuiditas]]></category>
		<category><![CDATA[profitabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[quick ratio]]></category>
		<category><![CDATA[ratio]]></category>
		<category><![CDATA[ROE]]></category>
		<category><![CDATA[solvabilitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://belajarmanagement.wordpress.com/?p=536</guid>

					<description><![CDATA[Dalam membuat analisis terhadap laporan keuangan tentunya tak lepas dari pada penggunaan rasio-rasio keuangan. Adapun bentuk-bentuk rasio keuangan adalah sebagai berikut: Rasio likuiditas (liquidity ratio), dimana rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Dan rasio yang sering &#8230; <a href="https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/10/bentuk-bentuk-rasio-keuangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam membuat analisis terhadap laporan keuangan tentunya tak lepas dari pada penggunaan rasio-rasio keuangan. Adapun bentuk-bentuk rasio keuangan adalah sebagai berikut:<span id="more-536"></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#333333;">Rasio likuiditas (liquidity ratio), dimana rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Dan rasio yang sering dipergunakan adalah rasio lancar (currrent ratio) dan rasio singkat (quick ratio/ test acid ratio).</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Rasio solvabilitas (leverage ratio), dimana rasio ini untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai oleh hutang atau modalnya. Dan rasio yang biasa dipergunakan adalah ratio hutang (debt ratio), fixed charge coverage, times interest earned, serta cash flow coverage.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Rasio aktivitas/perputaran (activity ratio), dimana rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efektifitas pemanfaatan sumber daya perusahaan. Rasio yang biasa dipergunakan adalah sebagai berikut: inventory turnover, average collection periods, fixed assets turnover, dan total asset turnover.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Rasio profitabiitas (profitability ratio), dimana rasio ini untuk memberikan gambaran tentang ukuran tingkat efektifitas manajemen perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio yang biasa digunakan adalah profitable margin, basic earning power, return on total assets, dan ROE.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Rasio pertumbuhan (growth ratio), dimana rasio ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan perusahaan mempertahankan posisi ekonominya ditengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Rasio penilaian (valuation ratio), dimana rasio ini memberikan ukuran kemampuan manajemen menciptakan nilai pasar usahanya diatas biaya investasinya. Rasio ini merupakan ukuran kegiatan yang paling lengkap karena rasio ini mencerminkan rasio resiko (likuiditas dan solvabilitas) dan rasio pengembalian (aktifitas, profitabilitas dan pertumbuhan). Rasio penilaian ini penting sekali karena hubungannya dengan tujuan memaksimalkan nilai perusahaan dan kekayaan pemegang saham.</span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/04/10/bentuk-bentuk-rasio-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">536</post-id>	<georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point>
		<geo:lat>-6.589166</geo:lat>
		<geo:long>106.792999</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/61f939818337553f687874763f95047d9819690e45a59195fc3f83ceddd09252?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">henzkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana mengidentifikasi pesaing ?</title>
		<link>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/02/03/bagaimana-mengidentifikasi-pesaing/</link>
					<comments>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/02/03/bagaimana-mengidentifikasi-pesaing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[henzkey]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 14:35:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Management Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[pangsa pasar]]></category>
		<category><![CDATA[persaingan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://belajarmanagement.wordpress.com/?p=533</guid>

					<description><![CDATA[Dalam mengidentifikasi pesaing yang sudah ada dan pesaing potensial, eksekutif mempertimbangkan beberapa variabel penting seperti: Bagaimana perusahaan lain dalam menetapkan batas cakupan pasar. Makin serupa batasan ini dengan batasan yang dibuat oleh perusahaan, maka makin besar kemungkinan satu sama lainnya &#8230; <a href="https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/02/03/bagaimana-mengidentifikasi-pesaing/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam mengidentifikasi pesaing yang sudah ada dan pesaing potensial, eksekutif mempertimbangkan beberapa variabel penting seperti:<span id="more-533"></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#333333;">Bagaimana perusahaan lain dalam menetapkan batas cakupan pasar. Makin serupa batasan ini dengan batasan yang dibuat oleh perusahaan, maka makin besar kemungkinan satu sama lainnya memandang sebagai pesaing.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Sejauh mana kesamaan manfaat yang dirasakan oleh pelanggan dari produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Makin serupa manfaat produk maka makin tinggi tingkat substitabilitasnya dan tingkat substitabilitas yang tinggi memaksa perusahaan saling bersaing dengan ketat.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Seberapa besar komitmen perusahaan terhadap industri tersebut? Dan untuk mengetahui komitmen ini dibutuhka data-data dan intelijen yang andal.</span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarmanagement.wordpress.com/2012/02/03/bagaimana-mengidentifikasi-pesaing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">533</post-id>	<georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point>
		<geo:lat>-6.589166</geo:lat>
		<geo:long>106.792999</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/61f939818337553f687874763f95047d9819690e45a59195fc3f83ceddd09252?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">henzkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>