<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249322465368000685</id><updated>2024-09-22T03:37:57.789+07:00</updated><category term="Cerita"/><category term="Curhat"/><category term="Tips"/><title type='text'>Benny Spots</title><subtitle type='html'>Artikel dan Kisah-kisah menarik yang ditulis langsung oleh pemilik blog.&#xa;&#xa;100% original!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bennyspots.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Benny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11718187409356955865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249322465368000685.post-6120132376790525107</id><published>2015-04-01T19:39:00.002+07:00</published><updated>2015-04-01T20:01:51.015+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Curhat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips"/><title type='text'>Kulit tangan panas akibat cabe</title><content type='html'>Bagini ceritanya.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Saya diberi tugas untuk menanam sebuah biji cabe yang sudah dikeringkan. Tugasnya diberikan beberapa hari lalu sih. Tapi saya baru mulai cari cabe 1 hari sebelumnya. Keesokan paginya saya buka cabe dengan kumpulan biji yang masih basah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Karena saya harus berangkat ke sekolah, saya tidak punya waktu untuk mengeringkannya. Jadi saya kumpulkan biji cabe basah itu di tangan saya dan mulai saya usap dengan tangan kosong sampai benar-benar kering. Tanpa cuci tangan, saya berangkat ke sekolah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut kalian apa yang terjadi selanjutnya?&lt;br /&gt;
Sesuai judul, tangan saya mulai terasa panas. Sangat panas hingga terasa seperti terbakar. Berkali-kali saya ke kamar mandi hanya untuk membilas tangan saya dengan air dingin, tapi rasa panas itu hanya menghilang sementara dan segera kembali lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Cepat-cepat saya pulang ke rumah, membilas berkali-kali tangan saya dengan air dingin. Bahkan saya sampai mencari es batu dan menggenggamnya. Namun rasa panas itu hanya menghilang sementara dan kembali lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Untungnya saya hidup di era internet. Jadi tanpa menunggu lama, saya segera cari cara menghilangkan panas di tangan saya. Kata kunci yang saya pakai ada banyak. Mulai dari &quot;tips menghilangkan panas di kulit akibat cabe&quot;, &quot;tangan panas karena cabe&quot;, &quot;cabe di kulit&quot; dan sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Banyak sekali tips-tips di sana. Sekarang saya akan jelaskan apa yang terjadi dengan tangan saya ketika mengikuti tips berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tips 1: Cuci dengan sabun piring&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kalau dipikir-pikir memang masuk akal sih. Cabe itu senyama asam. Sabun itu senyawa basa. (Sok kimia). Segera saya ke dapur, ambil sabun cuci piring rasa lemon dan saya usapkan ke kulit saya yang panas. Tidak lupa saya gosok dan bilas dengan air.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ah... panasnya hilang seketika. Tapi beberapa menit kemudian setelah tangan saya kering, panas cabe itu datang lagi. Terus apa bedanya sama bilas pake air dingin aja? Toh sama-sama hilang untuk sementara.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tips 2: Air hangat&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Bukan ilmuwan, bukan ahli kimia, bukan dokter, bukan juga tukang jamu, ada orang nulis di blog kalau dia pake air hangat buat rendam kulitnya yang panas. Katanya sih sama kayak mulut yang kepedesan akibat cabe, kalau diminumi air hangat kan langsung hilang. Entah salah atau bener, karena risih banget sama kulit tangan saya yang super panas, saya pun nekat coba tips ini. Saya &lt;i&gt;nyos-&lt;/i&gt;kan tangan saya ke air hangat. Beda sama air dingin yang bikin panasnya hilang sementara, air hangat justru bikin tangan saya tambah panas dan perih. Tapi begitu saya angkat tangan saya dari air neraka tersebut, rasa panasnya hilang... untuk beberapa detik... Sayangnya panas itu masih kembali lagi...&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tips 3: Minyak&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tips yang ini lebih ektrim lagi. Tapi penjelasan yang saya baca di internet sangat meyakinkan, Karena tertulis teori-teori dari reaksi kimia yang membuat minyak dapat menghilangkan panas cabe di kulit. Sayangnya setelah saya coba, sama sekali gak mempan. Pada akhirnya, saya harus lunturin minyak itu pake sabun.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tips 4: Garam&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Yang ini juga artikelnya terpercaya dan sok ilmiah. Setelah saya usap kulit saya pakai garam, akhirnya saya pun berhasil membuat kulit saya semakin halus. Tapi panas cabe di tangan saya masih menari di kulit yang licin.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tips 5: Alkohol, Susu, Baking soda&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sayangnya saya belum sempat coba yang satu ini karena tidak tersedia di rumah kos saya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Penutup:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Saya sudah mencoba keempat hal di atas dan sayangnya tangan saya masih sangat panas. Saya kurang mengerti kenapa keempat tips itu gak ada yang ampuh. mungkin karena cabenya terlalu kuat atau karena masalah teknis lainnya seperti tidak cuci tangan selama berjam-jam lamanya sampai kembali ke rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Akhirnya saya pun putus asa dan mulai mengambil ember berisi penuh air dingin. Ember itu saya taruh di kamar saya dan setiap kali saya tidak tahan dengan panas di kulit saya, tangan itu langsung melesat maksud ke sana. AH~ Enak...&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tapi klo tangan saya harus basah terus, lama-lama gak enak juga. Jadi saya biarin tangan saya memanas. Dan kalau anda bisa menahannya untuk beberapa jam tanpa mencelupkannya ke air, maka panas itu akan menghilang secara perlahan. Jadi intinya, TAHAN AJA!&lt;br /&gt;Nih, panas di tangan saya udah hilang waktu ngetik tulisan ini.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennyspots.blogspot.com/feeds/6120132376790525107/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/2015/04/kulit-tangan-panas-akibat-cabe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default/6120132376790525107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default/6120132376790525107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/2015/04/kulit-tangan-panas-akibat-cabe.html' title='Kulit tangan panas akibat cabe'/><author><name>Benny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11718187409356955865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249322465368000685.post-4840069198892613486</id><published>2012-05-25T19:57:00.000+07:00</published><updated>2015-04-01T19:59:12.420+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita"/><title type='text'>FairyGodMother</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dor,
dor, dor! Dentuman senapan bergema di speakerku. Impuls bunyi mengetarkan
setiap ruang dari gendang telingaku. Gendang telingaku beresonansi dan
menggetarkan tulang-tulang telinga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“BERISIIIK!,
Kakak main apa sih!?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kakak
lagi main -‘CALL OF DUTY: MODERN WARFARE’- ”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bangga
sekali kakak ini, itu kan sudah ketinggalan jaman. Pokoknya kakak jangan
berisik, aku mau nonton film!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Eh,
gak mau! Kalo suaranya gak keras gak seruuu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Egois
sekali kakak! Kakak tau gak kalo kakak sudah merugikan diri sendiri dan orang
lain. Dengan mengeraskan suara speaker, sebenarnya impuls bunyi elektronik yang
dihasilkan tidak baik untuk kesehatan telinga. Terutama oleh bunyi yang keras,
dan bla bla bla bla bla…………”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Selagi
adikku berkotbah tentang “dampak dari suara keras bagi diri sendiri dan orang
lain”, mari kita mulai perkenalan karakter. Umurku 17 tahun. Aku adalah seorang
siswa SMA. Seorang pengkhotbah bijak yang berada di sampingku adalah adikku.
Dia sering menasehatiku karena cemburu pada game-game kebanggaanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sangat
disayangkan bahwa aku tidak punya cukup waktu untuk perkenalan. Impuls
ultrasonik yang dihasilkan oleh adikku telah membuatku menderita selama 1001
malam. Derita mengerikan dari neraka. Derita berdarah yang membelah. Derita
yang menusuk. Mencabik. Mengiling dan merebus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Hidupku
seperti kotoran. Makan habis buang. Ingin rasanya kuakhiri hidupku ini. Sudah
saatnya aku mati. Mati sebagai manusia. Bukan mati sebagai kotoran. Aku akan
bertekad, untuk mengakhiri derita hidup ini!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Oke,
oke! Cukup! Kakak yang baik ini akan berhenti main -‘CALL OF DUTY: MODERN
WARFARE’- ”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tidak
perlu disebut lagi judulnya. Memangnya kakak sebangga itu bisa main COD:MW”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Weh,
jangan disingkat dong! Tidak keren!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Terserah
deh, aku mau nonton!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Adikku
melangkah jauh dari komputerku. Ingin rasanya aku meneruskan game kebanggaanku.
Namun apa dayanya. Jika kuteruskan, aku akan merasakan kengerian kotoran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Karena
tidak bisa di-&lt;i&gt;save&lt;/i&gt;, akhirnya
kuarahkan cursor ke tombol &lt;i&gt;quit&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Inikah
akhirnya. Setelah sekian lama ku berjuang, apakah ini harus berakhir?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;Perasaanku sangat berat. &lt;i&gt;Mouse&lt;/i&gt; yang seharusnya hanya 1 centi dari tanganku terasa sangat
jauh. Sangat amat jauh. Semakin jauh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bisakah
aku melakukannya?”, aku mulai meragukan diriku sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
harus mengakhiri ini semua. Inilah realita kehidupan!”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Jariku
bergerak. Turun perlahan-lahan. Akhirnya, dapat kurasakan kelembutan kulit dari
mouseku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“TUNGGU!
JANGAN LAKUKAN ITU!”, teriak hati nuraniku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Jariku
membeku. Dapat kurasakan ketakutanku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Setan
kecil dihatiku terus mendesakku, “Lakukanlah! Ini demi adikmu!”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“TIDAK!
Kau tidak boleh melakukannya. Berapa banyak nyawa yang harus kau bayar jika kau
menekan tombol itu?!”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pertikaian
antara hati nurani dan setan semakin membuatku menderita. Diriku lebih rendah
dari kotoran. Aku adalah hama. Kotoran dapat menyuburkan tanah. Namun hama
hanya dapat merusak!. Aku ingin mengakhiri ini semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“KLIK!”,
terdengar bunyi yang mengejutkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“TIDAAAAAAAAK!!!!”.
Hati nuraniku mulai menangis. Setan kecil semakin berkuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;“KLIK, KLIK, KLIK!”. Tanpa sadar aku sudah
mengeklik tombol &lt;i&gt;shut down&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadi,
seperti inikah aku akan berakhir?”. Aku melangkah menuju sudut ruangan. Aku duduk
meratapi nasibku. Sedih….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;-----------------------------------------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Inilah
dunia nyata. Dunia tempatku hidup. Aku tidak bisa terus seperti ini! Aku ingin
bangkit!”, Kuangkat daguku. Cahaya harapan bersinar. Terang, hangat, nyaman.
Pandanganku menjadi kabur. Cahaya harapan menyilaukanku. Setiap kedipan mata,
cahaya itu mulai terlihat jelas. Perlahan namun pasti. Hingga akhirnya kudapat
melihat arti dari balik cahaya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Cinderella!
Wipe the floor!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Yes
mother”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sebuah
drama sinetron sedang ditayangkan di layar kaca kesayangan keluarga. Dapat
kulihat adikku yang sedang asyik menonton adegan-adegan penyiksaan dalam rumah
tangga. Kuhampiri adikku. Kutanyai dia sejuta pertanyaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Dik,
lagi nonton apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Adik
lagi nonton -‘CINDERELLA’- by Disney ”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Heh?
Itu film kan udah ketinggalan jaman. Lagian kamu ini cowok. Masa nonton film
kartun kaya gitu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Eh!,
inget gak kakak kemarin lusa nonton apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Inget
lah! Kakak nonton Barbie kan?! Yang ada peri-perinya. Itu film keren!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kakak
ga tau ya kalo itu film buat cewek?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Mana
mungkin! Temen-temen kakak yang cewek aja ga ada yang bicarain itu film”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kakak
sudah SMA. Mana ada temen kakak yang masih suka film begituan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Banyak
komentar kamu, yang penting kan kakak suka. sudahlah, kakak mau ikutan nonton
Cinderella!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Lho,
katanya tadi udah ketinggalan jaman. Kok akhirnya kakak ikut nonton juga?! Ah,
kakak aneh!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kembali
kami menatap layar televisi. Perhatianku kupusatkan pada film kartun lucu nan
imut itu. Dapat kusaksikan derita hidup Cinderella. Ketika teman-teman hutannya
membuatkan gaun untuk Cinderella, kakak-kakak tiri Cinderella marah. Mereka
merobek-robek gaun manis itu dan pergi meninggalkan Cinderella yang sekarat.
Kekecewaan menyelimuti jiwa Cinderella. Tangisannya membanjiri VCD playerku. Di
tengah kesedihan Cinderella yang mendalam, muncullah sang ibu peri. Nama peri
itu adalah ‘FairyGodMother’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;-------------------------------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Waktu
pasti berlalu. Pada akhirnya, kusadari bahwa cahaya harapan telah redup. Jari
adikku memencet tombol power pada VCD player. Tirai telah ditutup. Pertunjukkan
telah usai. Langit semakin redup. Malam memancarkan kegelapan. Tiba waktuku
untuk tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ku
melangkah dengan lunglai. Kudorong tubuhku ke tempat tidur. Dapat kurasakan
kehangatan kasurku yang nyaman, lembut, dan hangat. Kelopak mataku turun secara
perlahan-lahan. Pikiranku melayang, terbang jauh menuju kegelapan. Telingaku
sepi. Kutidur dalam keheningan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“………………………………………………………………….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kurasakan
kelembutan angin malam. Menggetarkan bulu. Menembus mimpiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Indahnya!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Itulah
kalimat pertama yang muncul. Sebuah bintang mungil berputar-putar mengelilingi
tubuhku. Kemudian bintang itu pecah, dan menaburkan debu cahaya. Cahaya terang
yang melapisi tubuhku. Seperti serbuk “Tinker bell”, peri kecil teman peter pan
yang merupakan tokoh maskot milik Disney.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“………………………………………………………………………”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Huhuhuhuuuuu!
T_T”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Terdengar
suara tangisan. Kubuka mataku lebar-lebar. Aku berada di jalan setapak.
Terdapat rumah-rumah kuno yang tidak tersusun secara rapi. Tidak ada jalan
raya, tidak pula ada lampu. Ini adalah zaman pertengahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Inikah
alam mimpi?”, pikirku dalam hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Setelah
puas meneliti sekelilingku, aku mulai melihat diriku sendiri. Baju tidurku yang
lentur dan nyaman berubah menjadi &lt;i&gt;Tuxedo&lt;/i&gt;
yang rapi dan menawan. Di sakuku, dapat kulihat sebatang stik kayu. Mirip
seperti tongkat sihir Harry Potter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Karena
ini mimpi, mungkin aku dapat melakukan sihir”, pikirku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kuayunkan
tongkat itu kesana kemari. Berputar-putar bagaikan angin taifun. Aku tak tahu
apa itu mantra sihir. Jadi yang bisa kulakukan hanyalah berkata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Keluarlah!
Soal Ujian Nasional tahun ini!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Prang!”,
suara piring pecah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tepat
dibawah kakiku, muncul bundelan soal yang dibungkus kertas karton.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Dokumen
Negara. Sangat rahasia. Tidak salah lagi!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Segera
kubuka bundelan soal itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Soal-soal
ujian mata pelajaran Seni Rupa. Sungguh aneh ada mata pelajaran seperti ini di
ujian nasional nanti”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kembali
kuayunan tongkat sihir itu. Kali ini, ujung tongkatku mengeluarkan cahaya
terang. Cahaya yang mengikuti tanganku. Dapat kurasakan kekuatan yang besar,
mengalir di tanganku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kembalikan
waktu ke 30 menit yang lalu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Prang!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bumi
bergerak. Tanah bergetar. Dunia serasa berputar. Aku hanya dapat menyeimbangkan
tubuhku agar tak terjatuh. Gempa berlangsung selama 30 menit. Sampai akhirnya
berhenti. Aku kelelahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Dasar
sihir tak berprikemanusiaan! Aku harus menahan gempa selama 30 menit! Untunglah
aku tidak mengembalikan waktu ke 1 tahun yang lalu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
mengerutu. Namun kemudian aku tersadar. Bahkan di film, tak ada sihir yang
dapat mengembalikan waktu. Ini bukan sihir biasa. Akulah Dewa dunia baru.
Satu-satunya Dewa, yang akan menguasai dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“HUAHAHAHAHAAAA!”,
tawa jahatku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Huhuhuhuuuuuuu
( T_T )”, muncul kembali suara tangisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
terkejut. Ternyata tangisan itu terus berlangsung selama 30 menit. Rasa
penasaranku mulai muncul. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Siapakah
orang yang menangis tersedu-sedu dalam kesedihannya karena diperlakukan jahat
oleh saudara tirinya dan dirobek-robek gaunnya. Kemudian bertemu dengan ibu
peri dan dikabulkan permintaannya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
tak tahu siapa orang itu. Namun yang aku tahu, dia terus menangis tersedu-sedu sedangkan
sang ibu peri belum juga muncul. Sebagai Dewa, aku harus menyelamatkannya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kuikuti
sumber suara itu. Akhirnya, tibalah aku di sebuah taman. Kulihat gadis, dengan
gaun yang indah menangis di kursi taman. Tunggu!, tidak seharusnya gaun itu
indah. Aku pun mulai mengayunkan tongkatku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Rusaklah!
Gaun indah!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Prang!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Beberapa
bagian dari gaun itu mulai robek. Gaun yang indah itu sekarang tampak seperti
sampah. Gadis itu berhenti menangis. Dia melihat gaunnya yang rusak. Dari
sakunya, dia ambil pita ukur. Kemudian dia mulai mengukur setiap sudut dari
gaunnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Apakah
mungkin gadis itu seorang &lt;i&gt;Designer&lt;/i&gt;
baju?”, pikirku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Beberapa
menit kemudian dia berhenti mengukur. Pita ukur itu masuk kembali ke dalam
sakunya. Dia melihat suasana di sekitarnya. Akhirnya, dia pun menyadari
keberadaanku. Mata kami bertemu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“HUAAAAAAA!”,
kembali dia menangis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dengan
panik kuberlari menuju ke arahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ada
apa?!”, tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
jahat! Kau merusak gaunku! Hiks, hiks”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hah?!
Bukan aku! Kakak tirimulah yang telah merusak gaunmu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
bohong (/sob)”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Sungguh!
Aku tidak bohong! Kecuali dengan sihir, tidak mungkin aku bisa merusak gaunmu
tanpa menyentuhnya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tidak!
Kau bohong! Aku tidak punya kakak tiri”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hah?!
Itu tidak mungkin!Kau pasti bohong!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
jahat! Mana mungkin gadis semanis ini berbohong!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“
Heh? (/swt) Tapi, tapi………”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
tidak mau tahu! Kau harus belikan gaun baru. Harganya tidak boleh kurang dari
100 ribu dollar!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Eh?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Selain
itu, belikan juga kereta kuda yang indah dan sepatu kaca. Ingat, sepatu kaca
itu harus sesuai dengan ukuran kakiku. Beli yang nomor 5 atau 5.5. Jangan beli
nomor 6 karena akan merusak kulit kakiku!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sesaat
aku terdiam. Aku terkejut oleh sikapnya. Apa yang harus dilakukan Dewa dalam
kondisi seperti ini? Aku bisa saja memberi semua yang dia minta dengan sihirku.
Namun, Dewa tidak bisa begitu saja memberi apa yang diinginkan rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kenapa
aku harus membelikanmu kereta kuda dan sepatu kaca? Bukankah yang rusak hanya
gaunmu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
harus ikut pesta yang diadakan pangeran. Aku akan lakukan cara apapun untuk
pergi ke sana!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Cara
apapun? Apa kau serius?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya!
Meskipun aku harus mencuri, merampok, membunuh, mencuri……..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Cukup-cukup!
Tidak perlu mencuri 2 kali. Aku adalah Dewa yang akan mengabulkan semua
permintaanmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
bohong! Dewa itu tidak ada!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bodoh,
Dewa itu ada! Aku bisa membuktikannya!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Segera
kuayunkan kembali tongkatku. Kekuatan ditanganku kusalurkan ke ujung tongkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadilah,
gaun indah!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Prang!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tiba-tiba,
gaun sampah yang dikenakan gadis itu bersinar. Cahaya terang menyelimuti tubuh
gadis itu. Perlahan-lahan, cahaya itu mulai meredup. Terbentuklah sebuah gaun
indah. Dengan kilauan berlian. Keindahan sayap malaikat. Ekor dan telinga
kucing yang menambah manisnya rasa. Gadis itu pun menjadi cantik dan menawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Waaaa!
Apa ini?! Norak!”, teriak gadis itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Apa!?
Desain gaun itu adalah yang termanis di dunia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Gadis
itu mulai menjulurkan tangannya ke belakang. Dia melepasi satu-persatu
aksesoris manis yang kubanggakan. Sayap, ekor dan telinga. Dia bawa aksesoris
itu dan dilemparkannya ke tempat sampah. Kemudian, dia lepas semua berlian yang
ada di gaunnya dengan kasar. Aku tak dapat menyangka bahwa berlian yang dijahit
dengan rapat-rapat dapat dilepas oleh seorang gadis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
tidak suka benda bercahaya! Silau, menyakiti mata!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Gadis
itu pun membuang berlian itu satu persatu tanpa ampun. Aku hanya dapat terpaku
dibuatnya. Setelah selesai berbisnis dengan tempat sampah, dia melangkah mendatangiku.
Aku harap dia tidak memintaku mendesain ulang gaunnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Sekarang
aku percaya! Kau Dewa! Jadi, tumbal apa yang kau inginkan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Eh,
Aku tidak pernah meminta tumbal”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Orang-orang
disini selalu memberikan tumbal! Jadi kau bukan Dewa dari tempat ini!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
ingin memberinya pelajaran. Akan kubuat dia ketakutan dan memohon ampun padaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Benar!
Aku bukan dewa dari tempat ini. Aku berasal dari neraka. Aku datang untuk mengambil
jiwa-jiwa manusia berdosa. Jiwa manusia yang egois! Manusia yang tidak
menghargai pemberian orang lain”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Oh! Kau seorang turis”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dia
bereaksi dengan tenang. Sepertinya aku gagal membuatnya takut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
bukan turis! Aku adalah Dewa kematian. Aku datang untuk mengabulkan permintaan
manusia. Setelah permintaanya terkabul, akan kuambil nyawa mereka dan…….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Belum
selesai aku berbicara, gadis itu mulai bercerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“
1 tahun yang lalu ada seorang turis asing masuk ke desa kami. Hari sudah larut
malam. Turis itu masuk ke dalam salah satu penginapan. Disana dia memesan kamar
dan tertidur. Keesokan paginya, para penduduk mendobrak kamarnya dan menyeret
turis itu ke taman. Para penduduk mengikatnya di sebuah tiang dan membakarnya
hidup-hidup. Kemudian mayatnya diturunkan dan tubuhnya dipotong satu demi satu.
Potongan itu dibagi-bagikan dan dimakan. Ada mitos di desa ini bahwa memakan
mayat turis akan memperpanjang usia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Glek!,
K..kau pasti b.b.bohong”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kalau
tidak percaya carilah penginapan. Besok aku akan memberitahukan keberadaanmu
pada penduduk desa”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kumohon,
jangan lakukan itu! Aku akan beri apapun yang kau mau!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Oke,
aku ingin…….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sesaat
aku tersadar. Dia sudah mempermainkanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tunggu!
Mengapa aku harus takut pada penduduk desa?! Aku adalah Dewa! Tidak ada manusia
di dunia ini yang bisa membunuhku! Beraninya kau membodohiku! Kau harus mati
karena telah mempermainkanku!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tapi,
tapi……”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Mata
gadis itu mulai basah. Dia menangis tepat di depanku. Hatiku hancur. Aku telah
membuat seorang gadis menangis. Aku tidak pantas disebut Dewa. Aku lebih rendah
dari hama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“He..hei,
jangan menangis”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“HUHUHUUUU!”,
tangisannya semakin menjadi-jadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kumohon,
berhenti menangis. Aku tidak akan mengambil nyawamu sekarang”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Perlahan-lahan,
tangisannya mulai reda. Dengan terisak-isak dia berkata, “Jadi, kau akan
mengambil nyawaku nanti?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Benar”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“HUAAAAAAAA!”,
dia kembali menangis dengan keras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“He..hei!
Jangan menangis. Kau akan membangunkan penduduk sekitar”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dia
sama sekali tidak berhenti menangis. Aku mulai panik. Aku tidak tahu lagi apa
yang harus kulakukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Baiklah,
aku menyerah! Aku bukan Dewa. Aku hanyalah seorang turis. Kau tidak akan
kehilangan nyawa meskipun aku membantumu. Jadi tolong jangan menangis lagi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tangisannya
pun kembali menjadi isakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Benarkah?
Hiks hiks”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya,
gaun yang kuberikan itu adalah sebuah sihir”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
penyihir!”, Gadis itu terkejut. Tangisannya berhenti seketika itu juga. Tanpa
memberiku kesempatan, dia mulai bercerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Dulu,
ada seorang penyihir yang datang ke desa ini. Tanpa diberi kesempatan untuk
tidur, penyihir itu ditangkap dan dipukuli sampai mati. Mayatnya diinjak-injak.
Dipotong-potong. Tulangnya diremukkan. Sisanya dibuang ke laut dan jiwanya
disegel dalam botol. Ada mitos bahwa penyihir mendatangkan bencana”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tunggu!
Aku bukan penyihir!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Siapa
pun yang bisa sihir adalah penyihir!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Penyihir
tidak dapat mengembalikan waktu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadi,
kau siapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
adalah Dewa!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“D..d..dewa?”,
matanya mulai basah. Dia kembali menangis terisak-isak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tu..tunggu!
Aku bukan Dewa”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadi,
kau siapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
terjebak dalam kebingungan. Akhirnya, akupun mendapat ide. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
bertanya, “E…, siapa namamu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Namaku
tidaklah penting. Yang terpenting adalah jiwaku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tidak,
namamu sangat penting. Jika kau tidak memberitahukanku, aku juga tidak akan
memberitahukan jati diriku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Baiklah,
namaku Cinderella”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kalau
begitu, aku adalah FairyGodMother”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Namamu
terdengar seperti bahasa Inggris. Kau benar-benar turis ya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei,
apakah orang-orang disini tak bisa berbahasa Inggris?! Jangan-jangan aku masih
berada di Indonesia!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Apa
kau tidak sadar? Dari tadi kita berbicara dalam bahasa Indonesia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Cinderella
tidak seperti nama orang Indonesia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Turis
tidak boleh berkomentar! Sudahlah! Cepat buatkan aku Kereta kuda dan sepatu
kaca! Setengah jam lagi pesta akan dimulai”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Huh!
Baiklah!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Entah
mengapa kuturuti kemauannya. Kuayunkan tongkatku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadilah,
sepatu kaca anti peluru!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dalam
sekejap, sepatu kaca yang anti pecah berhasil terbentuk. Cinderella mengenakan
sepatu itu dan mulai berlari-lari. Orang aneh! Sepatu kaca tidak dipakai untuk berlari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kembali
kuayunkankan tongkatku. Kali ini kukerahan seluruh kekuatanku di ujung tongkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadilah!
&lt;i&gt;Limousine&lt;/i&gt;!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Cahaya
terang menyilaukan mataku. Sangat terang. Begitu terang sehingga aku harus
menutup mataku. Ketika cahaya itu mulai meredup, kubuka mataku perlahan-lahan.
Dapat kulihat dengan samar-samar sebuah mobil panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hah!
Benda apa ini?!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tak
kusangka dia sudah bertanya sebelum aku sempat membuka mataku. Kukira dia membenci
cahaya yang menyilaukan. Segera kujawab pertanyaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ini
adalah penemuan baru di masa depan. Aku menamakannya &lt;i&gt;Limousine&lt;/i&gt;. Penyihir tidak akan dapat menciptakan benda ini”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Oh,
jadi FairyGodMother dapat menciptakan benda-benda yang tidak pernah terpikirkan
manusia. Menarik juga. Jadi, apa fungsinya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Alat
transportasi. Memiliki kecepatan 1000 kali lipat lebih cepat dari kereta kuda”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Segera
kudekati mobil itu. Dengan gaya khas &lt;i&gt;Chauffeur&lt;/i&gt;,
kubuka pintu mobil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Silahkan
masuk nona”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ah,
terima kasih. Kau tidak perlu repot-repot membukakan pintu untukku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Setelah
Cinderella masuk, kukendarai limo itu. Sekarang, aku benar-benar menjadi &lt;i&gt;Chauffeur&lt;/i&gt;. Diriku terlihat sangat keren.
Kubawa limo itu dengan elegan menuju ke tempat pesta. Tempat tujuannya pun
sudah terlacak di GPS. Sembari menyetir, kami pun berbincang-bincang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;-------------------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadi,
kenapa kau menangis?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
merobek gaunku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bukan!
Maksudku sebelum itu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kakak
tiriku merobek gaunku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Eh,
Jadi kau punya kakak tiri?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tentu
saja aku punya!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sudah
kuduga. Dia berbohong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadi,
mengapa aku masih melihatmu mengenakan gaun yang utuh?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Itu
gaun cadangan. Sengaja kusembunyikan dari kakakku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jika
kau sudah punya gaun, untuk apa kau menangis?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Memangnya
tidak boleh menangisi gaunku yang lama!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya,
ya, ya. Terserah kau. Kita sudah sampai!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Limoku
berhenti di depan pintu masuk. Terlihat sebuah Istana yang megah, anggun dan
elegan. Pilar-pilar besar dan tinggi. Pintu utama yang sangat besar. Dilapisi
dengan emas indah. Emas yang memanjakan mata. Air mancur menari-nari bagaikan
parade malam. Desain arsitektur yang sangat indah. Sungguh menakjubkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dapat
kulihat para tamu yang mengarahkan matanya kepadaku. Mungkin limoku terlihat
eksotis di mata mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei,
Cepat keluar! Kita sudah sampai”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
mengusirku!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya!
Mau berapa lama lagi kau duduk di sini?!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Cinderella
pun segera keluar dari limo. Semua tamu tampak memperhatikan Cinderella. Untuk
beberapa saat aku termenung di limoku. Kuharap semuanya berjalan sesuai film.
Aku mulai mengkhawatirkan jalan cerita dari dongeng ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Akhirnya
aku pun memutuskan untuk keluar dari limo itu. Meskipun limo itu kutinggalkan,
tidak akan ada yang berusaha mencurinya. Juga tidak ada yang akan memberi surat
tilang karena parkir sembarangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Segera
kumasuk ke dalam ballroom istana itu. Aku khawatir melihat sikap Cinderella
yang sangat jauh berbeda dengan Cinderella di film. Kuharap dia tidak
mengecewakan pangeran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Di
tengah kerumunan tamu dapat kulihat pangeran. Wajahnya begitu tampan dan
menawan. Berdiri tegap dan penuh berwibawa. Menyambut para tamu dengan
senyuman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tampak
Cinderella di tengah-tengah kerumunan tamu itu. Sang pangeran melangkah,
mendatangi Cinderella. Aku tak dapat mendengar dengan jelas diantara kerumunan.
Namun dapat kusimpulkan bahwa pangeran sedang berusaha mengajak Cinderella
berdansa. Cinderella menerima ajakan dari pangeran. Mereka mulai berdansa.
Sebuah musik klasik mengisi ballroom dan seluruh pengunjung terpaku akan
keindahan dansa mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;------------------------------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Beberapa
menit telah berlalu. Tanpa kusadari, waktu sudah mendekati tengah malam.
Meskipun bel tengah malam akan meraung, aku tak perlu khawatir. Sihirku akan
terus bertahan. Gaun, sepatu kaca dan limoku tidak akan menghilang. Dengan
begini, Cinderella akan hidup bahagia bersama pangeran. Tidak ada lagi yang
perlu kukhawatirkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ding
Dong! Ding Dong!”, suara lonceng tengah malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sepertinya
semua berjalan dengan lancar. Sihirku tidak menghilang dan Cinderella pun tidak
mengecewakan pangeran. Waktu-waktu yang kulalui sungguh menyenangkan. Aku sudah
tidak perlu khawatir lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
melangkah pergi meninggalkan ballroom. Berjalan keluar menuju limoku. Kurasa
sudah tidak ada lagi yang perlu kulakukan. Sekarang aku akan pergi
melihat-lihat kota. Kuhidupkan mesin mobilku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei!
Cinderella, Tunggu!”, terdengar teriakan pangeran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tampak
Cinderella berlari meninggalkan Istana. Aku tidak tahu apa yang terjadi disana.
Namun wajah Cinderella tampak tergesa-gesa. Tanpa bisa aku merespon, dia sudah
membuka pintu limo dan langsung meloncat ke dalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Cepat!
Pergi dari sini!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Segera
kuinjak gas. Mobil melaju dengan kencang meninggalkan istana megah nan Indah
itu. Wujud pangeran semakin terlihat jauh dari spion. Semakin jauh. Menjadi
sebuah bayangan dan akhirnya hilang tak bersisa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Setelah
suasana menjadi tenang, aku pun menanyai Cinderella.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei!
Apa yang kau lakukan?!Bukankah sihirku tidak menghilang?! Seharusnya kau tetap
bersama pangeran sekarang ini!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ada
sesuatu yang tidak dapat aku tinggalkan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Sesuatu?
Apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“………Pertandingan
sepak bola!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hah!
Apakah disekitar sini ada stadion?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
ingin menontonnya di rumah”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tidak
mungkin! Aku tidak percaya kau punya televisi. Selain itu, dari mana kau tahu
tentang televisi!?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“E….Ada
sesuatu yang aku tinggalkan di rumah”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
kan bisa mengambilnya nanti! Apa sih yang kau tinggalkan!?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Burger!
Jika tidak kuamankan, tikus-tikus akan memakannya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
bohong!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tidak!
Aku menyimpannya di kulkas”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“lihat!
Kau sudah mengamankannya!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tikus-tikus
itu dapat membuka kulkas”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
tidak percaya! Katakan dengan jujur. Kenapa kau meninggalkan pangeran?!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ada
sesuatu yang tidak dapat kutinggalkan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“FairyGodMother”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Oh,
jadi kau tidak ingin meninggalkanku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Benar!
Kau adalah aset berharga. Sihirmu sangat bermanfaat untuk menyingkirkan
orang-orang yang kubenci. Hahahahahaha!”, Cinderella tertawa jahat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tak
pernah kusangka, Cinderella ingin memanfaatkanku. Seharusnya aku tidak perlu
membantunya dari awal. Kuhembuskan nafasku perlahan. Pikiranku menjadi tenang.
Dengan tegas kukatakan mottoku kepada Cinderella. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Maaf,
aku tidak bisa menggunakan sihirku untuk niat jahat”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Itu
bukan niat jahat. Aku hanya ingin terbebas dari kakak tiriku. Aku ingin
merdeka. Merdeka!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Baiklah,
apa yang kau ingin aku lakukan pada kakakmu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bakar
dan lempar mayatnya ke laut”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“BODOH!
ITU KEJAHATAN!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ambil
jiwanya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Itu
juga kejahatan. Selain itu, aku tidak bisa mengambil jiwa”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
pasti bisa! Kau belum pernah mencobanya kan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tidak
akan pernah kucoba!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Pelit!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
tidak mempedulikan ucapannya lagi. Kukemudikan limo menuju kembali ke taman.
Sesampainya di taman, kami keluar dari mobil. Kuperhatikan kaki Cinderella yang
hanya mengenakan satu sepatu kaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei,
dimana sepatu kacamu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kuberikan
kepada pangeran”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hah!
Kau berikan! Bukankah seharusnya kau jatuhkan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jika
kujatuhkan, mungkin akan diambil oleh orang lain”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bila
kau berikan langsung kepada pangeran, bukankah pangeran akan kebingungan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Itulah
strategi untuk lari. Membuat musuh bingung dan memberikannya kejutan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ah,
aku mengerti. Sebenarnya kau tidak ingin meninggalkan pangeran tampan itu. Jadi
kau memberikannya petunjuk berupa sepatu kaca”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ternyata
kau sadar juga. Akan kubuat pangeran itu mencariku. Kemudian, akan kuambil
semua harta bendanya. Rencana yang brilian. Aku kaya!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Gadis
ini benar-benar seorang penjahat. Aku tidak bisa membiarkannya. Jika ini terus
berlangsung, dia akan menjadi kriminal yang kejam. Aku harus membimbingnya ke
jalan yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Cinderella.
Tahukah kau bahwa kejahatan-kejahatan yang kau lakukan akan berbalik
menyerangmu suatu saat nanti. Kau akan mendapatkan hukuman dari dewa atas semua
tindakanmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
tidak percaya pada Dewa”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bagaimana
bila detektif berhasil membocorkan rencanamu. Kau akan ditangkap dan dihukum
dengan sangat berat&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Akan
kususun rencana untuk membunuh detektif itu sebelum dia menangkapku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sekarang
aku sadar. Gadis ini tidak jahat. Gadis ini busuk. Sampah dunia. Dia lebih
rendah dari bakteri. Apapun yang kukatakan, aku tidak dapat menolongnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
sudah melakukan kesalahan besar. Seharusnya kau tidak membicarakan rencana ini
padaku. Sekarang ikut aku! Akan kubawa kau ke kantor polisi!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kugenggam
tangannya erat-erat. Kutarik dia ke dalam mobil. Aku yakin, jika kubicarakan
masalah ini pada polisi, hukuman untuknya akan lebih ringan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei!
Apa yang kau lakukan! Ini sudah malam!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Polisi
selalu terjaga 24 jam”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“TIDAK!
HENTIKAN! TOLONG! Seseorang, tolong aku!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Teriakan
itu membuatku terpaksa melepaskannya. Aku kehabisan kata-kata. Dia sudah
membuatku malu. Teriakannya begitu keras. Cukup untuk membangunkan penduduk. Perilakunya
sudah kelewatan. Kekanak-kanakan. Dia bisa saja berbicara baik-baik denganku.
Dia tidak perlu bereaksi secara berlebihan. Perilakunya membuatku muak.
Kepalaku terasa panas. Emosiku menjadi tidak terkendali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“SUDAH!
PULANGLAH! Aku tidak mau membantumu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kuteriaki
dia dengan kasar. Cinderella tampak ketakutan. Tubuhnya bergetar. Dia berlari.
Melangkah pergi meninggalkanku. Sosoknya semakin jauh dariku. Aku pun hanya
dapat terpaku menatap kepergiannya. Dapat kulihat setetes air mata melayang
melewati pipinya. Cinderella berusaha menutupi air matanya. Namun air mata itu
terus memancar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sesaat
aku mulai sadar. Mungkin aku terlalu kasar padanya. Mungkin saja dia hanya
bercanda. Meskipun candanya sangat berlebihan, aku tidak seharusnya berkata
kasar. Aku sangat tidak berperasaan. Cinderella tidak mungkin ingin bertemu
denganku lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;---------------------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dingin
menembus kulitku. Kududuk sendiri di taman yang sepi. “Haah…”, kuhembuskan
nafas. Ingin rasanya kutenangkan pikiranku. Namun di otakku hanya ada
penyesalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kubaringkan
tubuhku di kursi taman. Meskipun tidak selembut tempat tidurku, kursi itu
terasa nyaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sudah
satu jam semenjak Cinderella pergi dari hadapanku. Mungkin sekarang dia sedang
tertidur. Aku tahu, besok pangeran akan datang mencarinya dan dia akan dibawa
ke istana. Dan sekarang, aku hanya dapat berbaring sambil memandangi
bintang-bintang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei,
FairyGodMother”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
terkejut. Kuangkat daguku untuk melacak suara yang muncul dari belakang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Pakailah
selimut ini! Kau pasti kedinginan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tak
dapat kusangka. Cinderella berada di belakangku dan memberiku selimut hangat.
Kuangkat tubuhku ke dalam posisi duduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Cinderella!
Apa yang kau lakukan disini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Cinderella
duduk disampingku. “Aku tidak bisa tidur! Jika aku menemuimu, mungkin saja kau
akan menunjukkan sihir yang menarik.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hahaha,
aku juga tidak dapat tidur. Aku merasa bahwa sekarang aku sedang tertidur. Jadi
tidak baik bagiku untuk tidur di dalam tidur”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Apa?
Aku tidak mengerti maksudmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Yah,
lupakan saja. Anggaplah aku tidak butuh tidur”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Sepertinya
kau sudah tidak marah lagi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tentu
saja aku masih marah. Tidak seharusnya kau berteriak-teriak seperti itu. Jika
kau mau berjanji untuk tidak melakukannya lagi, aku akan memaafkanmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya,
ya, ya. Aku berjanji, aku tidak akan berteriak-teriak lagi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Syukurlah,
sepertinya kau sudah tidak menangis lagi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei,
aku tidak menangis”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jangan
bohong. Aku tahu kau sedang menangis”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Huh,
terserah. Anggap saja aku menangis”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Mendengarnya
berkata seperti itu, aku pun tertawa. Akhirnya dia tidak berusaha melawan
argumenku. Ini kemenangan pertamaku dalam permainan katanya. Kemenangan ini
menyegarkan pikiranku. Kami pun mulai berbincang-bincang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei
Cinderella, kau tidak benar-benar ingin merebut harta pangeran kan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
hanya ingin tinggal di Istana dan menjadi tuan putri. Kemudian, aku akan
jadikan kakak tiriku sebagai pembantu dan kusuruh dia melakukan pekerjaan rumah”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hahahaha,
kau tidak pernah berubah. Tahukah kau bahwa hidup mewah tidaklah senyaman yang
kau bayangkan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Benarkah?
Menurutku itu nyaman”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
punya seorang teman yang keluarganya sangat kaya raya. Saat aku berkunjung di
rumahnya, dapat kulihat kemegahan dan kemewahannya. Namun, temanku sering
mengeluh. Karena rumahnya besar, dia harus menempuh perjalanan yang sangat jauh
ketika ingin pergi dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, dia punya
banyak sekali pakaian yang membuatnya pusing sendiri. Ditambah lagi pegawainya
sangat banyak. Mereka berputar-putar kesana kemari untuk membersihkan rumah. Memenuhi
setiap sudut ruangan. Suara mesin penyedot debu berteriak riuh. Semuanya
terlihat sangat sibuk. Sungguh tidak nyaman.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hmmm,
kau benar juga. Mungkin hidup sederhana lebih baik dari hidup mewah”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadi,
apakah putri Cinderella tetap ingin tinggal di Istana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Akan
kupertimbangkan lagi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hahahaha.
Ternyata tuan putri pintar juga. Kukira kau akan terpengaruh”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sekali
lagi aku tertawa dibuatnya. Perbincangan ini membuat hatiku damai. Pikiranku
menjadi segar. Suasana menjadi sejuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
menengadah ke atas. Kulihat bintang-bintang indah di atas langit. Aku ingin
pergi ke sana. Terbang. Menggapai bintang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kuangkat
tubuhku dari tempat duduk. Aku melangkah menuju ke hadapannya. Kusodorkan
tanganku padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ada
yang ingin kutunjukkan! Bersediakah putri ikut bersamaku ke istana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Cinderella
tersenyum. Diterimanya uluran tanganku. “Ya, aku bersedia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dengan
tanganku yang lain, kuambil tongkat sihirku. Kuayunkan tongkat itu kesana
kemari. Ujung tongkat itu kembali bercahaya. Memancarkan cahaya sejuk yang
menakjubkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sekarang
aku mengerti cara kerja dari tongkat ini. Tongkat ini memantulkan imajinasiku.
Membawa pikiranku masuk ke dunia. Mewujudkan impian menjadi kenyataan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Zero
Gravity!”, kuteriakkan sebuah kalimat dalam bahasa Inggris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Prang!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Berat
di tubuhku semakin berkurang. Semakin lama semakin hilang. Tubuh kami mulai
melayang-layang di udara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei!
Kita terbang!”, kata Cinderella.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kugenggam
tangannya erat-erat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ayo!
Kita akan ke Istana sekarang”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kami
terbang. Melesat di udara. Membelah awan. Merasakan sejuknya udara pagi. Dari
atas awan, kami memandang sebuah kota yang indah. Kota klasik yang mengagumkan.
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kuarahkan
pandanganku ke samping. Kuperhatikan Cinderella yang senang. Dapat kulihat tawa
kebahagiaan. Dia melihatku dan tersenyum. Senyumannya menyejukkan hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Lihat!
Disitulah Istana!”, Kuarahkan jari telunjukku ke depan. Terlihat sebuah istana
megah, memancarkan kilauan permata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Wah,
Indahnya!”, kata Cinderella.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kami
terbang dengan sangat cepat. Menembus udara. Menerjang angin yang menghadang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Berhasil
kulihat kilauan Istana dari dekat. Kami mengelilingi Istana itu. Kemudian
terbang ke puncak menara Istana. Kuturunkan tubuhku. Perlahan-lahan, kaki kami
menginjak atap istana. Tepat di depan mata kami, sebuah cahaya bersinar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Fajar
telah tampak. Matahari bangun dari tidurnya. Membuka matanya, memandang kami
dari kejauhan. Sungguh indah. Cahaya hangat yang dipancarkan, jauh lebih indah
dari sebuah permata. Lebih indah dari Istana&amp;nbsp;
yang ada di bawah kami. Kami sangat takjub. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tuan
putri, jangan melihat matahari secara langsung. Itu tidak baik untuk mata”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Mataku
tidak apa-apa. Biarkan aku melihatnya sebentar saja”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Untuk
beberapa saat aku terdiam. Kuperhatikan matanya. Bagaikan cermin, matanya
memantulkan kilauan cahaya matahari yang sangat indah. Aku tersenyum. Kembali
kuarahkan pandanganku menuju matahari pagi yang memancarkan warna. Kami pun
bersenda gurau, menikmati waktu kami di bawah sinar yang segar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Matahari
sudah terbit. Sudah saatnya tuan putri pulang”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Baiklah.
Aku sudah cukup puas disini. Terima kasih FairyGodMother!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Sama-sama!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kembali
kubawa Cinderella terbang di awan. Terbang kembali menuju ke taman. Bunga-bunga
bermekaran. Anak kecil berlari-lari kesana kemari. Taman yang sangat indah. Kubawa
dia turun menuju taman yang indah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Huf.
Perjalanan yang menyenangkan. Kuharap kita dapat melakukannya sekali lagi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya.
Aku akan sangat menantikannya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Cinderella
melangkah pergi dengan bahagia. Kulambaikan tanganku kepadanya. Inilah
perpisahan yang paling menyenangkan. Waktu-waktu yang telah kita lalui bersama
membuatku merasa puas. Aku pun melangkah pergi meninggalkan taman itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;---------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Satu
jam telah berlalu. Waktu itu kugunakan untuk melihat-lihat kota di pagi hari. Meskipun
pagi masih muda, para penduduk sudah bangun. Mereka memulai aktifitas mereka
masing-masing. Wanita-wanita menjemur pakaian-pakaian mereka. Pedagang-pedagang
mempersiapkan barang dagangannya. Beberapa orang pergi menuju hutan untuk
berburu. Kota ini tampak begitu hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
jadi mengingat-ingat kebiasaanku di rumah. Bangun kesiangan, tidak mandi, tidak
gosok gigi. Ketika aku bangun, adikku yang manis sudah pergi ke sekolah
meninggalkanku. Aku mulai sarapanku dengan roti isi. Tepat ketika roti itu
tinggal separuh, segera kukenakan seragam dan berlarian menuju sekolah. Aku
berlari melewati trotoar dengan roti yang masih tertanam di rahangku.
Benar-benar kebiasaan yang buruk. Mulai hari ini aku akan mencoba untuk bangun
pagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tur
dilanjutkan. Sekumpulan wanita terlihat sangat antusias. Mereka seperti sedang
membicarakan gosip-gosip panas. Aku pun mulai penasaran dibuatnya. Kudatangi
mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hai,
selamat pagi. Bolehkah aku tahu apa yang sedang kalian bicarakan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Salah
satu wanita menjawab, “Oh, ada berita dari Istana. Pangeran sedang mencari
gadis yang kemarin mengenakan sepatu kaca”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Wanita
lain menyahuti, “Dua jam yang lalu pangeran mengelilingi kota untuk mencarinya.
Namun, ada berita bahwa pangeran berhasil menemukan gadis itu di sebuah rumah
di dekat taman kota”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hah!
Pangeran berhasil menemukannya!?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya!
Pangeran mengajak gadis itu untuk tinggal di Istananya. Uh, aku jadi iri!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sudah
kuduga. Dapat kubayangkan Cinderella sedang berurusan dengan sepatu kaca yang
dibawa pangeran. Aku percaya, Cinderella pasti akan menolak ajakan dari
pangeran. Jika pangeran tetap mendesaknya, aku akan datang untuk
menyelamatkannya. Tidak akan kubiarkan dia menderita bersama tumpukan gaun dan
pegawai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kulanjutkan
perbincangan kami. “Lalu, apa gadis itu menerima ajakan pangeran?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tentu
saja! Siapa yang tidak ingin tinggal di Istana bersama pangeran?!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Eh?!
Pangeran tidak memaksanya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Untuk
apa pangeran memaksanya! Kami sudah kenal baik dengan pangeran. Dia bukan tipe
orang yang akan memaksakan kehendaknya!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tanpa
mengucapkan sepatah kata, aku berlari meninggalkan kerumunan wanita-wanita itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“BODOH!
Kenapa dia tidak menolak ajakan pangeran. Kupikir dia adalah gadis yang baik
dan rendah hati. Ternyata sama saja. CINDERELLA SERAKAH!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
berlari dengan sangat kencang. Tanpa kusadari, air mataku mengalir. Air dingin
menyentuh pipiku. Aku tak dapat menahan tangisku. Kuusapkan kerah bajuku ke
wajah.&amp;nbsp; Namun, air mata terus mengalir
membasahi wajahku. Pergelangan tanganku menutup wajah. Menyembunyikan air mata
kekelaman. Aku terus berlari. Aku tak bisa berhenti berlari. Bergerak tak
pasti. Berlari tanpa tujuan. Dalam ratapan kesedihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;---------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Perlahan-lahan,
langkahku melambat. Aku mulai kelelahan. Kusingkirkan tangan yang menutupi
wajahku. Pandanganku masih terlihat kabur. Namun, dapat kulihat bayang-bayang
kursi taman. Berdiri sendiri tanpa ada yang menemani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
duduk, memberi waktu kepada tubuhku untuk beristirahat. Air mataku terus
mengalir. Kututup wajahku kembali dengan kedua tanganku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei!”,
teriak seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Teriakan
itu tidak kuhiraukan. Hatiku kelam. Aku sudah tidak peduli dengan lingkungan
sekitarku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei!
FairyGodMother!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
terkejut. Kuarahkan kepalaku ke belakang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Oh!
Kenapa kau menangis?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Cinderella
berdiri tepat dibelakangku. Wajahnya tampak bingung. Aku pun bingung. Mulutku
tidak bisa bergerak. Tak ada kata-kata yang dapat kuungkapkan kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“……………………………………………”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei!
Kau tidak mau membicarakannya denganku ya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“……………………………………………”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Nih!
Pakailah selimut ini untuk mengusap air matamu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kuterima
selimut itu. Kutempelkan pada wajahku dan mulai kuusap. Air mataku berhenti
mengalir. Setiap usapan menghilangkan kesedihan diwajahku. Akhirnya, hanya ada
kebahagiaan di wajahku. Kukembalikan selimut itu pada Cinderella.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
berkata kepadanya, “Hei! Ini sudah kedua kalinya kau muncul di belakangku
dengan selimut. Bukankah seharusnya kau berikan aku sapu tangan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Memangnya
itu penting. Selimut juga menyerap air kan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
tersenyum. Dapat kusadari bahwa dia sedang mengajakku bercanda. Aku pun mulai
tertawa. Menertawakan diriku sendiri. Menertawakan Cinderella. Menertawakan
dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
sudah gila ya?”, tanya Cinderella.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Haaaah”,
kuhembuskan nafas. Aku mulai bertanya kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadi,
apa yang terjadi pada pangeran? Kau tidak membunuhnya kan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tentu
saja tidak. Pangeran datang ke rumahku dan menyuruh semua wanita untuk mencoba
sepatu kacaku. Tentu saja sepatu itu cocok di kakiku. Namun aku menolak ajakan
pangeran untuk tinggal di Istana”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hmmmm,
aku mendengar berita dari penduduk bahwa kau ikut bersama pangeran menuju ke
Istana”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Oh!
Penduduk salah sangka. Aku meminta pangeran untuk membawa kakak tiriku ke
Istana. Kakak tiriku pun tidak menolaknya. Ternyata pangeran sangat mudah
dimanfaatkan. Dengan begini, aku bebas. Tidak ada lagi yang berani
meyuruh-nyuruhku. Hahahahahaha!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Benar-benar
teknik mengusir paling aneh yang pernah kutahu. kau memang tidak berubah ya!
Syukurlah!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jangan
senang! Kau tidak tahu ya seberapa sulitnya aku mencarimu. Jangan seenaknya
berjalan-jalan di kota tanpa seijinku!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“He!
Kau mencariku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Sudah
kubilang kan! Ada sesuatu yang tidak bisa aku tinggalkan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ooh!
Kau merindukanku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Benar.
Dengan sihirmu, aku tidak perlu lagi mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah. Dalam
sekali ayunan tangan, seluruh rumahku akan tampak bersih seperti baru”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bagaimana
mungkin kau bisa yakin? Bagaimana kalau aku tidak mau membantumu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
harus membantuku! Itu adalah hukuman karena kau telah pergi tanpa seijinku.
Mulai besok kau harus melayaniku. Bersihkan seluruh rumah dan buatkan aku
burger!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“HAHAHAHAHAHA………..”,
aku kembali tertawa. Inilah Cinderella yang selalu aku kenal. Licik dan egois.
Namun baik hati dan tidak sombong. Dia selalu membawa kedamaian pada orang yang
dekat dengannya. Aku sangat bahagia dapat bertemu dengannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;------------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kembali
kulihat sebuah bintang kecil. Bintang kecil di pagi hari yang melayang-layang
di dekatku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Oh,
hai teman kecil”, sapa Cinderella.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Eh,
kau mengenalnya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bintang
inilah yang mempertemukan kita”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“E?
Aku tidak mengerti maksudmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tiba-tiba,
bintang itu pecah. Serbuk-serbuk cahaya bertebaran di tubuh kami. Aku pun mulai
sadar. Mungkin saja bintang mungil ini ingin mengajakku pulang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Yah!
Sudah waktunya untukku pergi” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Segera
kuucapkan kalimat perpisahanku pada Cinderella.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
senang bisa bertemu denganmu. Sampai jumpa Cinderella”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya!
Sampai bertemu lagi. Aku akan sangat menantikanmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Serbuk-serbuk
itu bercahaya. Semakin lama semakin terang. Kututup mataku perlahan-lahan. Bayangan
Cinderella semakin pudar dari pandanganku. Akhirnya, mataku tertutup dengan
sempurna. Semua menjadi gelap. Sangat gelap. Kembali aku tertidur dalam
keheningan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;----------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Satu
menit telah berlalu. Aku tidak ingin membuka mataku. Rasa kantuk masih
menghantuiku. Namun, entah mengapa kelopak mataku terasa sangat ringan. Kelopak
mataku terbang. Membiarkan cahaya masuk ke dalam pupilku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ah!
Aku bangun!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kulihat
jam weker yang ada di sebelahku. Jam menunjukan pukul 5.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ini
masih terlalu pagi untuk bangun”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kembali
kututup mataku dan kupeluk gulingku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“………………………………………….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
tak bisa tidur. Entah sejak kapan, rasa kantukku sudah hilang. Aku merasa
segar. Kubangkitkan tubuhku dari tempat tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Sreeeek!”,
kubuka tirai jendela. Hangatnya sinar matahari pagi menyegarkanku. Aku keluar
dari kamarku. Berjalan menuju kamar mandi untuk mengosongkan kantung kemihku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Eh,
tumben kakak bangun sepagi ini”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dapat
kulihat adikku yang sedang mengosok gigi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya!
Mulai hari ini kakak akan bangun pagi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kakak
mencurigakan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kulanjutkan
aktifitasku dengan mengosok gigi dan mandi. Keluargaku cukup terkejut melihatku
bangun pagi. Setelah sarapan dengan benar, aku pun sudah siap pergi ke sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Udara
di pagi hari sangatlah sejuk. Aku berjalan bersama adikku menyusuri trotoar.
Jalan raya terlihat sepi. Tidak ada kebisingan dan asap kendaraan. Jika
seandainya aku tinggal di kota besar, mungkin jalan raya tidak akan sesepi ini.
Aku bersyukur tidak hidup di kota metropolitan. Kotaku adalah kota yang indah.
Kota yang damai. Kota yang sejuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei!
Kakak tidak sakit kan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tidak
adikku yang manis. Mimpilah yang membuat kakak sadar akan pentingnya bangun
pagi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ah,
kakak benar-benar sakit!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hahahaha….”,
aku tertawa. Entah mengapa, hari itu terasa sangat menyenangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kulanjutkan
perjalananku. Dari kejauhan dapat kulihat sesosok gadis. Mengenakan seragam
sekolah. Seragam yang sama dengan seragam yang dikenakan oleh perempuan di
sekolahku. Dia berjalan dengan bahagia. Tanpa piker panjang aku berlari
menghampirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei!”,
kupegang pundaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ah!
FairyGodMother!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sudah
kuduga. Gadis ini adalah Cinderella. Tak dapat kupercaya, dia lebih dulu
mengenaliku dan menyapaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Oh!
Aku bukan FairyGodMother. Kau pasti salah orang!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tidak!
Wajahmu sangat mirip dengannya. Aku tidak mungkin salah!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
tidak bisa mengembalikan waktu. Aku juga tidak bisa terbang. Aku bukan
FairyGodMother”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kau
bohong!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Tidak!
Aku tidak bohong! Buktinya aku tidak membawa tongkat sihirku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hehe,
akhirnya kau mengaku juga kalo kau punya tongkat sihir!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ugh!
Baiklah! Aku FairyGodMother”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hehehe!”,
Cinderella tertawa kecil. Adikku mulai memperhatikan kami. Dia menarik-narik
lenganku dengan lugu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kakak,
siapa orang ini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Dia
adalah Cinderella. Kakak bertemu dengannya dan membuatkan gaun untuknya. Juga
limousine dan sepatu kaca”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ah,
kakak gila. Nanti akan kulaporkan ke ibu agar kakak dibawa ke psikiater”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Cinderella
menatap adikku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Oh!
Kamu adiknya FairyGodMother. Tolong ingatkan kakakmu untuk selalu membawa
tongkat sihirnya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ugh!
Gadis ini juga gila! Aku tidak boleh berlama-lama di sini. Nanti aku juga akan
tertular virus gila”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
hanya dapat menahan tawa melihat tingkah adikku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jangan
takut! Dia memang Egois, cengeng dan manja. Namun dia tidak mengigit kok”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Hei! Kaulah yang cengeng dan manja! Apa kau
ingat, kau menangis di kursi taman!?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya,
aku memang menangis. Tapi kau lebih banyak menangis di sana. Kau menangis di
sana saat gaunmu robek. Kau juga berlari sambil menangis saat aku memarahimu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Uh!
Kaulah yang membuatku menangis”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
tidak peduli siapa pelakunya. Yang pasti, kau menangis pada waktu itu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Huh!
Terserah! Anggap saja aku cengeng”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hehehe,
aku menang lagi. Sepertinya aku tidak akan kalah di bagian ini”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Uuuh!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Aku
tersenyum. Kembali kusodorkan tanganku padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jadi,
bersediakah tuan putri ikut bersamaku ke sekolah?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Perlahan-lahan,
Cinderella pun mulai tersenyum. Diterimanyalah uluran tanganku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya,
aku bersedia!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Baiklah!
Zero Gravity! Speed up!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bwush!”
Aku berlari dengan sangat cepat meninggalkan mereka berdua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Hei!
Kau curang!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Segera
dia berlari mengejarku. Berkali-kali aku melihat ke belakang. Perlahan-lahan
Cinderella mulai mendekatiku. Tak dapat kusangka, hanya dalam hitungan detik
dia sudah berlari di sebelahku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Weee!
Dasar manja!”, dia mengejekku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Sial!
Tidak akan kubiarkan kau memdahuluiku! Speed up! Heeeeea!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Bwush........................................”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Berlari.
Menangis. Tertawa. Bintang-bintang kecil telah mempersatukan kami dalam mimpi.
Dalam tangis kesedihan. Dalam tawa kegembiraan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12.0pt; tab-stops: 242.25pt; text-align: center; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;-----THE END-------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennyspots.blogspot.com/feeds/4840069198892613486/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/2012/05/fairygodmother.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default/4840069198892613486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default/4840069198892613486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/2012/05/fairygodmother.html' title='FairyGodMother'/><author><name>Benny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11718187409356955865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249322465368000685.post-4963417181316021449</id><published>2012-02-25T12:55:00.005+07:00</published><updated>2015-04-01T19:59:12.424+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita"/><title type='text'>TERIKAT MIMPI</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 120%; margin-bottom: 8.0pt; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Dor! Dor dor! Dor! Letusan senapan terus bergema di telingaku. Hujan menerjang sekujur tubuhku. Dingin, gelap, kasar. Inilah perang dunia ke 3. Perang modern yang keras, kasar dan tanpa ampun. Ketika nyawaku dapat hilang dalam beberapa detik, aku harus mengambil tindakan dalam separuh detik. Dengan gagah berani aku berteriak, “KABUUUR! MUNDUUUR!”. Dalam satu kedipan mata, kami lenyap tak bersisa dari hadapan musuh. Aku menuju ke markas dengan sepeda motorku yang berkecepatan cahaya. Setelah kuparkirkan sepeda motorku, aku berjalan dengan letih menuju ke kamarku yang sangat indah dan elegan. Karena kekalahanku, akupun merasa kesal. Kubanting tubuhku di atas kasur yang empuk. Berangsur-angsur kekesalanku mulai lenyap. Aku pun mulai mengantuk. Akhirnya kututup kedua mataku. Hangat, empuk, nyaman. Aku tidur dengan damai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Cing! Acing! Bangun woi!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Aku terkejut. Kubuka mataku dan kulihat ibuku berdiri di samping tempat tidurku. “Kamu habis tawuran ya?”, Tanya ibuku. Aku hanya bisa terdiam dan berpikir. Berpikir tentang jawaban yang bisa kuberikan pada ibuku. “Lho, bukannya aku lagi perang?”. Kubalas pertanyaan ibuku dengan pertanyaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Oooh, tadi kamu lagi mimpi perang ya? Kamu teriak MUNDUR!MUNDUR! sambil tertidur. Ibu kira kamu mimpi tawuran”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“APA!? Jadi semua itu hanya mimpi? Diriku kecewa, kuberharap mimpiku nyata. Berjuang demi bangsa dan negara, dengan mengorbankan seribu jiwa”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Halah, ga usah bikin puisi! Lebay! Emang kamu kira ini cerpen?! Udah, cepetan mandi sana, terus makan!”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Ibuku segera berlalu. Kubuka tirai jendelaku. Hangatnya sinaaaaar ………... Mmmmm ………. REMBULAN menerangi jiwaku. “Eh, sekarang masih jam 7 malam ya? Padahal biasanya bangun jam 8 malam. Sepertinya jatah tidur siangku dikorupsi”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Segera aku menuju ke meja makan. “Lho? Kakak tidak mandi?” Tanya adikku. “Meskipun tidak mandi, hati kakak tidak akan pernah membusuk”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Ih! Kakak jorok! Bilang saja malas mandi”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Mandi sekarang pun percuma. Setelah makan kakak akan tidur”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Hah! Masih bisa tidur lagi! Kakak tidak gosok gigi?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Jika kakak gosok gigi, bulu sikat gigi kakak tidak akan lurus, putih dan bersih lagi. Ada pepatah, sikat gigi yang bersih mencerminkan gigi yang bersih. Maka dari itu, kita harus menjaga sikat gigi kita supaya putih dan bersih seperti baru”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Heh, kapan ada pepatah kayak gitu? Alasan aja kakak ini. Sudahlah, aku mau makan!”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Kami pun makan bersama. Adik laki-lakiku bernama Mony. Walaupun taraf pendidikannya masih SD, adikku sering menasehatiku. Sebagai kakak, tentu aku tidak terima bila dinasehati. Jadi, aku selalu bersikap bijak di depan adikku. Setelah makan, seperti yang sudah kurencanakan aku kembali ke kasurku yang nyaman. Aku banting tubuhku ke kasur sekali lagi. Sangat tidak aneh bagiku untuk melakukan hal ini. Ini sudah menjadi kebiasaanku seumur hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Hari ini, entah mengapa kubolak-balikan tubuhku ke berbagai sisi. Otot-ototku terus berkontraksi. Mataku terbuka lebar. &amp;nbsp;Akupun hanya bisa memandangi langit-langit kamarku. Harus kuakui, aku tidak dapat tidur hari ini. Aku mulai mencari-cari penyebab dari Insomniaku. Mungkin sebaiknya aku tidak perlu langsung tidur sesudah makan. Itu tidak baik untuk kesehatan. Namun bukan itu penyebabnya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Segera aku menyadari jawabannya ketika aku mengingat kembali apa yang kupikirkan tadi. Aku berpikir tentang mimpi burukku di siang hari. Aku kalah perang! Bagaimana kelangsungan hidup tentaraku? Bagaimana dengan negaraku? Apakah aku akan dipecat dari kedudukanku sebagai jendral? Aku harus balas dendam! Akan kuhancurkan semua musuhku! Aku ingin cepat-cepat tidur lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Pikiran-pikiranku yang kurang tenang inilah yang justru menjadi penghambat tidurku. Menyadari hal itu, aku pun tertawa sendiri. &quot;HAHAHAHAAA......WUAHAHAHAHAA.......&quot;. Jika ada yang melihatku, mungkin aku akan dikira orang gila. Sangat konyol bila seseorang tidak dapat tidur karena mimpinya sendiri. Selain itu tertawa sendiri di malam hari sambil berguling-guling di tempat tidur. Ditambah lagi suasana sangat gelap dan tenang. bukankah aku sudah gila?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Akhirnya akupun memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat tidurku yang empuk. Hatiku terasa gembira. Kuucapkan sebuah puisi dengan lantang, &quot;Aku telah bangun! Bangun untuk menyongsong cahaya masa depan yang indah dan terang. Meskipun cahaya dapat membutakanku, aku tidak akan pernah berhenti membuka mataku. Aku akan melihat! Melihat semua kebenaran dibalik cahaya masa depan&quot;. Tiba-tiba ibuku masuk ke kamar, &quot;Hoi, bocah kampung! Jam 8 malem teriak-teriak. Gak malu ya didengar tetangga?!. Kalo gak bisa tidur mandi sana!&quot;. Aku terkejut melihat ibuku ada disitu. wajahnya tidak terlihat marah. Lama-kelamaan terlihat seperti menahan tawa. Meskipun yang dia katakan barusan terdengar kasar, namun aku yakin ibuku sedikit bercanda. Memang begitulah sifat ibuku. Sebaiknya aku segera mengakhiri kegilaanku. Jika tidak, mungkin ibuku akan ikut gila.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Akupun menuju ke kamar mandi. Selagi mandi, aku terus memikirkan banyak hal. Sekarang masih jam 8 malam. Itu artinya aku masih punya banyak waktu sampai aku bisa tidur. Apalagi, adikku masih terjaga. Selain aku, tidak ada seorang pun di keluargaku yang punya kebiasaan tidur lebih awal. Biasanya adikku tidur jam 10 malam sedangkan orang tuaku tidur jam 11 malam. Aku memang sering dikritik oleh adikku karena aku suka tidur. Terutama karena tidur lebih awal adalah kebiasaan anak SD. rasanya posisiku sedikit terbalik dengan adikku. Tapi sekarang berbeda. Aku benar-benar tidak dapat tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Setelah mandi, aku bermain game bersama adikku untuk menambah rasa kantuk. Waktu demi waktu berlalu. Langit pun mulai mengantuk. Kulihat jam di dinding yang terus mengetik-ngetik. Jam 10! Ini rekor waktu terlamaku untuk tidak tidur di malam hari. Kurasa perlu kukirimkan rekorku ke “World Guinness Book of Record”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Permainan dihentikan. Aku dapat melihat daya listrik yang ada di mata adikku tinggal 5 watt. Adikku seperti biasa, mengotori bulu sikat giginya dengan mengosok gigi. Kemudian dia masuk ke kamarnya dengan langkah kaki yang loyo dan dapat kurasakan kegelapan di dalam kamar tersebut. Aku pun merasa kesepian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Mungkin sudah waktuku untuk tidur. Kurasa aku gagal memasukan rekorku ke “World Guinness Book of Record” . Jika aku bisa begadang sampai jam 12, mungkin masih ada harapan untuk masuk rekor dunia. Namun, aku dapat merasakan energi tubuhku tinggal 8,6913 Joule. Aku melangkah, lebih lemah dan lembut dari pada adikku. Untuk berjalan ke kamar saja sudah sangat berat bagaikan mendaki gunung “Olimpus Mon”, gunung terbesar di planet mars. Gosok gigi? Sudahlah, lupakan saja soal gosok gigi. Otakku tidak cukup energi untuk memikirkan hal itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Sekali lagi kubanting tubuhku di kasurku yang lembut dan nyaman. Dengan bahagia kututup mataku. Aku pun mati dengan tenang dan masuk Surga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;--------------------------------THE END---------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Hallo?. Haloo? Apakah ini mimpi?” Kutampar pipiku keras-keras. PLAK! “Sakiiiiit. Kenapa aku memukul pipiku? Sekarang aku justru benar-benar yakin bahwa aku masih terjaga”. Kulihat kembali langit-langit kamarku. “Aku yakin bahwa sekilas tadi aku bermimpi. Sungguh! Aku masih ingat berada di medan perang”. Huf. Betapa pun aku memaksakan diriku untuk yakin bahwa itu mimpi, pada akhirnya aku tersadar bahwa aku sedang berada di kasur sambil memikirkan kelanjutan dari perangku. “Aku menyerah! Aku memang belum tertidur”. Kepalaku mulai terasa tidak nyaman. Penuh, pekat, gelap. Apakah ini yang namanya stress? Ya! Aku mulai frustasi. “Aku harus tidur! Te-I-De-U-Er. TIDUR!”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Aku tidak dapat berpikir lagi. Kupaksakan diriku untuk tidur. “Ayo cepat tidur! Cepat tidur bodoh! *&amp;amp;%#@$&amp;amp;*”. Aku mengatai diriku sendiri dengan kata-kata yang tidak wajar. “Dasar Tahu, Rawon, Pecel, Tempe Penyet! Cepat tidur Kodok! Tolong lakukan apa pun asal bisa tidur!” Bingung. Kuremas rambutku. “ARRGH!”. Aku mulai berbicara dalam bahasa Italia, “Spaghetti cappuccino carbonara fettuccini numero uno!”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Selama berjam-jam mengalami error, pada akhirnya pikiranku kembali tenang. Beban dipikiranku yang se-gunung Olimpus sudah tinggal se-lusin tissue. Aku mulai berpikir dengan rasional. “Aku harus menghilangkan keteganganku dahulu”. Aku pun menarik nafas dalam-dalam. Kemudian mengeluarkannya. Sayangnya, CO2 aku keluarkan secepat kilat dan kemudian mulai menghirup lagi. CO2 kedua aku keluarkan dengan terburu-buru pula. “Sepertinya aku masih sedikit tegang. Aku akan coba dengan menarik napas pendek”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Kali ini aku hanya menghirup sedikit udara. Aku pun menghembuskannya dengan sangat cepat. Semua keteganganku seakan telah menyusut pada setiap udara yang aku hembuskan. Aku dapat merasakan dengan jelas sentuhan angin yang menggetarkan bulu hidungku. Kemudian aku merasakan hangatnya angin yang keluar dari kedua lubang hidungku. Begitu nyaman, hangat, menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Bukannya memperlambat laju nafasku, aku justru mempercepatnya. Aku bernafas begitu cepat sampai pita suaraku ikut bergetar. Pada akhirnya, aku hanya menghembuskan udara dengan frekuensi yang tinggi. Aku pun tidak bisa menahannya lagi. Aku mulai tertawa. Tertawa lagi seperti orang gila. “HUAHAHAHAHAHA!”. Dengan impuls kecepatan dewa, aku membungkam mulutku. “PFFT! PFFUFUFUFUFU!” Aku berusaha menghentikan tawaku yang belum habis. Kali ini benar-benar memalukan. Langit sudah lebih gelap dan pekat dari sebelumnya. Namun aku justru tertawa lebih keras. Aku dapat membayangkan bahwa ibuku akan benar-benar marah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Aku mulai khawatir ibuku akan datang. Kunyalakan kembali lampu kamarku untuk melihat jam yang berdetik. Cahaya lampu yang tiba-tiba muncul menyakiti mata. Akupun meletakkan jari-jari tanganku di kedua mataku. pupil mataku mulai beradaptasi menyesuaikan cahaya. Pelan-pelan kulirik jam di dinding. “JAM 12!”. Aku terkejut. Aku benar-benar sudah memecahkan rekor dunia. Hebatnya lagi, ibuku sudah tertidur dan tidak akan repot-repot bangun untuk memarahiku. “Tunggu! Kenapa aku senang? Ini tidak baik! Waktu tidurku semakin menipis. Aku harus segera mencari cara untuk tidur!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Aku mulai berpikir kembali dengan rasional. Ketika aku berbaring dan memejamkan mataku, aku tidak bisa berhenti berpikir tentang perang. Hal ini sangat menganggu tidurku. Rasanya bagaikan diikat oleh mimpiku sendiri. Jika ikatan perang itu bisa kulepaskan, maka aku yakin bahwa aku dapat tidur dengan tenang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Cahaya kembali kupadamkan. Kubanting tubuhku ke kasur. Aku pun sudah mulai merasa bosan mengulang kalimat itu. Kali ini tekadku sudah bulat. Aku tidak akan membiarkan kasurku beristirahat lagi. Akan kuserahkan semua beban tubuhku untuk ditahan oleh pegas-pegas yang ada dalam kasurku. Tubuhku tidak akan kubiarkan lepas dari kasurku meskipun aku harus mengompol. Kupejamkan mataku kembali. Aku pun bosan mengulang kalimat itu. Kali ini aku tidak akan membanting tubuhku ke kasur dan memejamkan mataku lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Suasana mulai sunyi. Aku dapat merasakan ketenangan dan kehangatan yang keluar dari selimutku. Namun aku masih membolak-balikan tubuhku. “Tidak! Kali ini aku tidak akan bergerak!”, tekadku dalam hati. Kali ini aku benar-benar tidak bergerak. Dapat kurasakan lem yang merekatkanku dengan kasurku. Sama sekali tidak bergerak. Inikah kekuatan tekad? Aku mulai bersemangat. Bersemangat untuk tidur. “Apa yang akan kulakukan setelah ini? Aku akan biarkan diriku tidur dengan tenang”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Tidak ada orang yang dapat tidur dengan pikiran kosong. Begitu pula aku. Pikiranku mulai menuju ke perang itu lagi. “MUNDUUR! MUNDUUR!”. Kata-kata itu terus bermunculan dibenakku. “Tidak! Aku tidak akan membahasnya lagi. Pergi kau! Jangan dekati pikiranku!”. Aku berusaha untuk melupakan perang itu. Namun, semakin aku mencoba melupakannya semakin kuat pikiran itu tergambar dalam benakku. Kemudian aku mulai membayangkan kelanjutan dari mimpiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Aku tak dapat berharap lagi. Masih dalam kondisi tak bergerak, aku mulai berpikir kembali secara rasional. Betapa keras pun aku mencoba, mengapa tetap tidak bisa mengusir pikiran itu? Meskipun aku membayangkan tentang perang itu, belum tentu mimpiku yang berikutnya menjadi lanjutan dari perang itu. Bahkan, aku tidak pernah mengalami hal seperti melanjutkan mimpi sebelumnya. Kesimpulannya, kemungkinan untuk melanjutkan mimpi hampir nol persen. Tidak mungkin mimpiku yang berikutnya adalah lanjutan dari mimpiku yang sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;&amp;nbsp;“AAAAAARGH!”, kulempar selimutku ke lantai. Pada akhirnya aku menarik punggungku dan mengambil sikap duduk di atas kasur. “Cih! Padahal aku sudah bertekad untuk tidak bergerak. Sekalian saja aku ke toilet!”. Setelah menciptakan air mancur yang mengalir ke dalam kloset, aku kembali ke tempat tidur dan mulai berpikir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Bwush!”. Aku mulai tersadar oleh sesuatu. Sesaat otakku mulai tenang. Aku mulai tersadar oleh kenyataan dari dunia ini. Aku pun mulai membayangkan. Jika saat itu aku tertidur, mungkin aku akan memulai mimpi yang baru. Mimpi yang mungkin tidak lebih seru. Mimpi yang jauh dari perang. Mungkin aku akan bermimpi sedang makan. Sedang bersekolah. Sedang belajar. Mungkin mimpiku justru akan lebih seru. Namun, siapa yang bisa menjamin?. Apapun mimpi baruku, aku akan kecewa karena itu bukan Ending dari mimpiku yang sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Apa yang akan terjadi setelah aku bermimpi? Aku akan mendengar teriakan ibuku. Kemudian aku bangun kesiangan seperti biasa. Tanpa sempat merenungi mimpiku, aku segera pergi ke sekolah. Mendengarkan dongeng yang membosankan dari guru-guru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;&amp;nbsp;Jalan pikiranku telah berubah. Bukannya menjauhkan pikiran-pikiran tentang perang. Aku justru ingin terus memikirkannya. Tidak peduli apakah aku akan tertidur atau terjaga. Inilah satu-satunya kesempatanku. Di malam yang tenang. Tanpa gangguan dari orang lain. Aku dapat bebas berimajinasi. Tidak akan ada yang melihatku dan meneriakiku. Waktu akan terasa sangat lambat. Berbeda dengan tidur. Tanpa kita sadari sinar matahari telah menembus kamar kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Aku pun membentuk tekad yang baru di dalam hatiku. “Kali ini, akan kuakhiri perang itu dengan imajinasiku sendiri”. Kupejamkan mataku. Lagi-lagi kuulang kalimat membosankan ini. Aku pun mulai membayangkan perang itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Udara yang dingin dari AC di kamarku membuatku tertidur dengan pulas. Dalam kondisi yang tenang, telingaku semakin peka mendengarkan segala macam suara. “Klok, klok klok…..”, Ada orang yang berjalan medekatiku. Ketika hawa keberadaannya semakin mendekati bulu kudukku, aku bangun. “CIAAT!”. Aku menangkap dan menahan tubuh orang itu. “Siapa kau!”. Kuperhatikan wajahnya dengan seksama. “Jendral Rotwood!”. Jendral Rotwood berteriak dengan keras, “SERANG!”. Tiba-tiba kulihat pasukan-pasukanku masuk ke kamarku dengan membawa senapan listrik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Apakah kalian semua penghianat!?”, teriakku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Jendral Shinard, sejak awal kami adalah mata-mata. Kami tidak pernah punya kesetiaan pada negaramu. Keberadaanmu merupakan ancaman bagi kami”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“Apa kalian pikir bisa membunuhku semudah itu!”. Kuangkat tubuh jendral Rotwood untuk kujadikan tameng. Jendral Rotwood dengan ketakutan berteriak-teriak, “JANGAN TEMBAK!”. Sesaat prajurit-prajurit itu memandang satu sama lain. Salah satu orang menganggukan kepala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“TEMBAK!”, teriak orang itu. Tanpa ampun mereka menembakiku dan jendral Rotwood. Otot, tulang, darah, organ-organ. Semua bagian dari tubuh jendral Rotwood kujadikan tameng. Bersembunyi dibalik tubuh pun tiada berguna. Senapan listrik tidak memiliki peluru. Hanya mengunakan baterai yang tahan lama. Mereka dapat menembakiku terus-menerus selama berjam-jam tanpa henti. Aku pun hanya bisa mengharapkan bantuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“NGUIIIIING NGUIIIIIING NGUIIIING………!” Suara sirene mengetarkan kamarku. Kami semua tahu maksud dari suara itu. Di era yang modern ini, perang dunia ke-3 menjadi perang yang sangat mengerikan. Senjata-senjata biologis dan senjata api yang berdaya penghancur dahsyat mewarnai medan perang ini. Sirene tersebut merupakan pertanda nuklir yang mendekati markasku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Kami semua mulai panik. Prajurit-prajurit itu berhenti menembakiku. Mereka semua menyelamatkan diri mereka sendiri. Ini pastilah perbuatan negaraku. Markas pusat sudah menyadari keberadaan mata-mata di markas ini. Kemungkinan mereka menganggapku sudah mati. Atau mungkin menganggapku sebagai salah satu mata-mata. Aku mulai panik. Namun aku hanya bisa diam di kamarku. Tidak ada gunanya aku lari. Naik helikopter pun tidak menjamin keselamatanku. Nuklir itu beradius 100.000 km. Cukup untuk menghancurkan satu negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Lari, aku berlari menuju ruang komunikasi. Kunyalakan salah satu komputer disana. “BATALKAN NUKLIRNYA!”, teriakku melalui Skype. Temanku yang menerima pesan itu segera melaporkannya. Beruntung temanku ada di markas pusat dan sedang sembunyi-sembunyi bermain Skype. Dasar pegawai nakal!. Segera password dimasukan untuk membatalkan nuklir itu. Nuklir itu memecahkan diri satu persatu dan melayang-layang di luar angkasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Suasana menjadi tenang. Sirene sudah terbungkam. Masalahku belum selesai. Penghianat-penghianat itu pasti akan kembali mengejarku. Kali ini aku mengambil sepeda motorku dan segera pergi meninggalkan tempat itu. Seperti yang sudah kuduga, banyak sepeda motor yang mengejarku dari belakang. Mereka pun telah menghadang jalan keluarku dengan kendaraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Kukeluarkan pistolku dan mulai menembaki musuh di depanku. Mereka semua menembaki dari depan dan belakang. Aku meliuk-liuk dan berbelok dengan tajam untuk menghindari terjangan peluru. Kutembak tangki gas dari kendaraan yang menghadang di depanku. “BOOOM!” Ledakan itu tak bisa kuhindari. Bukannya berhenti, aku terus menerjang ke arah ledakan itu. “SWUSSH!”. Aku keluar dari balik asap yang gelap. Mirip seperti film-film action. Aku mendarat dan melaju kembali dengan sangat cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“huf, aku berhasil lolos!”. Sepeda motorku melaju meninggalkan kawanan tentara itu. “DOOOR!”, roda sepeda motorku meledak. Aku tidak menyadari ada paku-paku di jalan. “Gawat, ini jebakan musuh!”. Tanpa menunggu aku meloncat dari sepeda motorku dan berlari masuk ke hutan. Aku terus berlari tanpa henti. Tiba-tiba, “SRAAK!”. Lagi-lagi aku terkena jebakan kuno. Aku tergantung-gantung di pohon dengan tali yang mengikat kakiku. Dapat kurasakan kedatangan musuh. Semakin dekat. Semakin dekat. Akhirnya, aku pun dapat melihat mereka. “Jangan mendekat!” aku mulai ketakutan. Entah kenapa, prajurit-prajurit itu menghentikan langkahnya. “Lihat!”, salah seorang prajurit menunjuk ke langit. Dalam posisi yang sulit, aku mengangkat tubuhku untuk melihat langit. “NUKLIR!”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;“KABOOOOMMMMM !”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;---------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;-THE END-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;……………………………………………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Kenapa? Apakah pembaca kebingungan? Apa perlu dijelaskan!? Anggap saja bagian vital dari nuklir itu masuk ke atmosfer bumi dan menjadi meteor. Ini kan hanya imajinasi. Tak perlu terikat pada realita. Imajinasi itu sangat luas. Lebih luas dari alam semesta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;Sudah saatnya aku menutup kisahku. Inilah akhir dari mimpiku. Sekarang aku dapat tidur dengan tenang. Memulai kehidupan baru yang indah. Menyusuri jagat raya nan luas. Mendaki langit, menggali bumi. Selamat tinggal semuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 19.2000007629395px;&quot;&gt;-REALLY THE END-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennyspots.blogspot.com/feeds/4963417181316021449/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/2012/02/terikat-mimpi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default/4963417181316021449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default/4963417181316021449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/2012/02/terikat-mimpi.html' title='TERIKAT MIMPI'/><author><name>Benny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11718187409356955865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249322465368000685.post-1309386164644334154</id><published>2011-05-26T08:56:00.004+07:00</published><updated>2015-04-01T19:59:12.415+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita"/><title type='text'>Kekuatan &quot;Manga&quot;</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Hai, namaku “Mony”. Umurku 13 tahun. Ketampanan dan kekerenanku mebuatku sangat disegani di sekolah. Namun entah kenapa orang lain menganggap aku ini narsis. Mungkin mereka iri dengan kekerenanku. Disekolah, seperti biasa aku selalu bersama dengan temanku, “Gatot” datang ke perpustakaan untuk membaca buku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Perpustakaanku bukanlah perpustakaan yang biasa. Di perpustakaanku terdapat layar LCD yang bisa digunakan untuk menonton film – film layar tancap. Disana juga terdapat 30 buah Playstation 3 yang biasa digunakan oleh siswa dan guru untuk “belajar” bersama. Selain itu, terdapat &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;juicer&lt;/i&gt; yang biasa digunakan oleh penjaga perpustakaan untuk memusnahkan buku-buku yang tidak perlu. Temanku Gatot segera menanggapi penjelasanku kepada pembaca bahwa aku hanya sedang berkhayal dan menyia-nyiakan paragraf ini dengan percuma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Yaaaaah……………. itu benar! Aku memang sedang berkhayal. Tidak mungkin ada perpustakaan yang seperti itu. Meskipun begitu, perpustakaanku memiliki komik favoritku yang merupakan hasil dari sumbangan siswa di sekolahku. Buku itu adalah “Naruto”! Buku karangan Kishimoto yang sedang mewabah sekolahku itu menjadi makanan sehari-hariku di perpustakaan. Suatu hari, aku datang keperpustakaan untuk memakan komik “Naruto” yang terbaru. Ketika sedang membaca (tentu saja aku tidak memakannya) tiba-tiba tanpa sadar aku mulai merasa mengantuk. Ketika aku bangun, aku terkejut mengetahui bahwa diriku berada di kamar seseorang. Tiba-tiba ada orang yang mebuka pintu kamar dan mendatangiku. Dia berkata,” kau baik-baik saja?”. Aku terkejut melihat wajahnya yang sudah tidak asing lagi bagiku. Tidak salah lagi, dia adalah “Naruto”. Naruto menjelaskan bahwa dia menemukanku sedang terbaring di markas Orochimaru yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Setelah itu, aku menjelaskan tentang bagaimana aku bisa sampai di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Setelah penjelasan yang panjang lebar dan tinggi, maka hasilnya adalah penjelasanku tidak hanya luas tapi juga volum. Setelah menjelaskan tentang dimensi tiga, Naruto pergi bersamaku ke tempat tetangganya, Orochimaru untuk memberinya penjelasan. Ketika tiba di depan pintu pagar markas Orochimaru, Naruto terkejut melihat anjingnya “Sasuke” sedang bermain-main dengan Orochimaru di halaman. Naruto menjadi marah dan berteriak, “Sasukeeeee! Ternyata kau menghianatiku. Dasar anjing tidak berperasaan!”. Pembantu Orochimaru, “Kabuto” yang semula sedang mengepel dengan sigap berusaha mengusir Naruto. Naruto yang marah, berubah menjadi monster dan mencubit kulit Kabuto yang halus dan lemah. Kabuto merengek kesakitan dan langsung berlari ke arah Orochimaru. Orochimaru kecewa dan memarahi Kabuto, ”Kabuto, kamu kupecat!”. Kabuto menangis dan pergi meninggalkan tempat itu. Naruto yang masih menjadi monster segera menyerang Orochimaru. Dengan tatapannya yang tajam, Orochimaru terbunuh seketika itu juga. Dokter mendiagnosis bahwa Orochimaru menderita kanker stadium akhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Berikutnya, tanpa ampun dia menyerang Sasuke. Sasuke dengan hebatnya menghindari semua pukulan Naruto. Tiba-tiba aku merasa bahwa presiden yang keempat di wilayah itu, “Minato” memberikanku kekuatan yang sangat hebat. Dengan yakin, ketika Naruto sedang lengah aku mencabut salah satu bulu kaki Naruto. Naruto mulai berubah seperti semula dan monster itu mulai kembali tersegel di tubuh Naruto. Sasuke mengambil kesempatan itu dan mulai menyerang Naruto. Dengan kekuatan yang diberikan oleh presiden, aku menghilang dan muncul di belakang Sasuke lalu meniup telinga Sasuke. Seketika itu juga Sasuke pingsan tak berdaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif; line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;Entah kenapa, aku mendengar suara orang yang memanggilku. “Mon, Mony, Tangi woi!”. Aku pun terkejut dan membuka mata. Ternyata suara Gatotlah yang aku dengar. “Woi!, ndang tangi. Wes bel lho! Kowe iku senengane turu wae!” Seketika itu juga aku sadar bahwa itu hanyalah mimpi, namun aku merasa itu sangatlah nyata. Akhirnya kamipun kembali ke kelas untuk memulai pelajaran. Ketika menerima pelajaran, aku merasa bahwa tubuhku segar bugar. Konsentrasiku terpusat pada pelajaran tersebut. Gatot berpendapat bahwa karena aku sudah tidur tentu aku menjadi lebih segar. Namun aku merasa lebih aktif dari biasanya. Ketika guruku “Pak Ijo” memberikan kami latihan soal, aku dapat mengerjakan semuanya dengan baik. Pak Ijo bertanya kepadaku, ”Tumben kamu pintar di materi ini Mon? Bukannya kamu yang paling sering tidak mengerti?”. Aku pun menjawab sindiran itu, ”Pak Jo, aku ini kan memang &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif; line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;smart&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif; line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;. Selain itu aku juga ganteng, keren, baik hati, suka menolong, tidak sombong, rajin menabung………….”. “Sudah-sudah, cukup! Saya tahu kamu pinter, ayo sekarang jelasin materi ini di depan”. Kata-kata pak Jo sepontan membuat teman-temanku tertawa dan mengejekku. Aku tahu pak Jo sedang bercanda, namun sekarang aku merasa direpotkan. Akhirnya dengan tabah aku menjelaskan materi ini di depan. Entah kenapa semua materi telah aku jelaskan. Bahkan aku menjelaskan lebih dari materi yang diajarkan. Teman-teman dan pak Jo pun telah mendengarkan penjelasanku selama 2,5 jam tanpa henti. Mereka kelihatan kecapekan dan mulai malas mendengarkan penjelasan dari si Jenius ini. “Sudah cukup mon, kamu sudah keterlaluan dalam menjelaskannya. Sekarang sudah waktunya pulang”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Akhirnya aku pun pulang. Setiap hari, aku selalu pulang ke sekolah dengan berjalan kaki. Jarak sekolah ke rumahku hanya sekitar 600 meter. Ketika aku melewati gang, ditengah jalan aku bertemu dengan segerombolan anak berandal dari sekolah lain. Merekapun mulai mendekatiku dan secara paksa meminta uangku. Entah kenapa aku merasakannya kembali, kekuatan dari presiden Minato mengalir di tubuhku. Dengan yakin aku mendorong dua orang berandalan itu. Mereka terjatuh dan menangis kesakitan. Berandalan yang lain merasa takut dan mereka mulai melarikan diri dan berteriak-teriak seperti wanita. Sesaat aku berpikir, ”Bukankah itu hanya mimpi? Namun kenapa aku dapat merasakan kekuatan presiden Minato? Mungkin kekuatan ini pula yang membuatku menjadi Jenius”. Akupun merasa senang dan pulang dengan penuh sukacita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Hari demi hari kulalui. Karena kejeniusanku, sekolah selalu memintaku mengikuti lomba-lomba dan olimpiade. Teman-temanku pun selalu mengandalkanku. Aku pun dapat meredakan perkelahian dengan menyegel monster yang ada di tubuh teman-temanku. Walaupun aku terlambat bangun, aku dapat berangkat ke sekolah dengan kecepatan cahaya. Aku juga dapat mengalahkan geng “Akatsuki” yang sering mengganggu teman-temanku. Selain itu, aku juga dapat membantu tukang kebun sekolah untuk mebersihkan sampah dengan menggunakan jurus &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Rasengan&lt;/i&gt; (Salah satu jurus di Naruto). Monster berekor Sembilan pernah menyerang kota kami dan aku pun menyegelnya dalam sekejap. Akhirnya aku diangkat menjadi &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Hokage&lt;/i&gt; (sebutan presiden di Naruto) oleh pejabat-pejabat negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Akhirnya, akupun mulai merasa lelah. Semua orang sangat mengandalkanku karena kelebihan-kelebihanku. Aku bahkan tidak sempat membaca “Naruto” lagi karena sangat sibuk. Suatu saat, karena aku sudah tidak kuat menahan keinginanku, akupun mengendap-endap ke perpustakaan sekolah untuk membaca “Naruto”. Karena aku sudah melewatkan hampir 4 buku, maka aku mulai membacanya dengan kecepatan cahaya. Setelah buku terakhir selesai kubaca, tiba-tiba aku mulai merasa bahwa aku tidak berada di perpustakaan lagi. Aku pun akhirnya sadar bahwa aku berada di lantai paling atas dari kantor hokage (kantorku).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Di depanku aku melihat Minato sedang berdiri menghadapku. Dia mendekatiku dan bertanya, “Apakah kamu merasa bahagia dengan kekuatan yang sudah aku berikan?”. “Ya”, jawabku. “Namun, sekarang aku merasa bahwa kekuatan ini memberikanku beban yang sangat berat”. Dia kembali bertanya, ”Jadi, apakah kamu masih menginginkannya?”. Aku pun ragu-ragu. Aku sangat senang sekali karena bisa menjadi orang yang berbakat dan dihormati. Namun aku merasa lelah atas beban yang harus aku tanggung sebagai orang hebat. “Jika kau ingin mengetahui jawabannya, berlombalah denganku menggunakan kekuatanmu sendiri”. Kata-kata Minato sangat mengejutkan aku. Namun aku tak bisa menolaknya. Tiba-tiba aku tidak merasakan lagi kekuatan dari Minato mengalir di tubuhku. “Baiklah, sekarang kita menuju ke dapur. Kita akan berlomba memasak &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Ramen&lt;/i&gt;”, kata Minato. Kami pun pergi menuju dapur. Penilaian berdasarkan kecepatan mengantar makanan dan rasa. Kami cukup keluar dari tempat itu dan berlari lurus menuju rumah Naruto. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Perlombaan pun dimulai. Dalam sekejap Minato sudah selesai membuat dan memasak Ramen, sedangkan aku baru mulai menuangkan adonan. Setelah itu dia segera berlari dengan kecepatan cahaya menuju ke rumah Naruto. Aku telah kalah dalam satu penilaian. Namun aku masih berusaha membuatnya. Setelah selesai aku membawa ramen itu sambil berlari ke rumah Naruto. Setibanya disana, aku melihat Naruto dan Minato sedang menungguku. Sekarang dimulailah penilaian rasa. Naruto mulai dengan memakan ramen milik Minato. Setelah satu suapan, Naruto mulai menari-nari dan mengeluarkan suara aneh seperti orang yang sangat bahagia. Mungkin karena rasa ramen Minato terlalu enak untuk dirasakan manusia. Setelah Naruto pulih kembali, dia segera memakan ramen milikku. Setelah memakannya Naruto langsung memuntahkannya. Naruto mulai menarik nafas panjang-panjang dan berteriak, “TIDAAAK ENAAAAK, PAHIT DAN TERLALU ASIIIN”. Naruto melanjutkan, “Namun,………….... ramen Minato rasanya sangat aneh sampai aku tidak bisa memuntahkannya. Jadi aku mulai menari-nari sambil berusaha memuntahkannya. Dengan ini pemenang untuk penilaian rasa adalah MONY!”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Aku tidak percaya aku dapat mengungguli Minato. Meskipun hasilnya seimbang, tapi aku sangat senang bisa mengalahkan Minato yang hampir berbakat dalam segala hal. Setelah itu, Minato berkata kepadaku, ”Kau mungkin kalah dalam kecepatan. Namun kau lebih berbakat dalam memasak” (@Naruto: apanya yang berbakat?). Aku pun mulai sadar bahwa aku bukanlah orang yang lebih payah dari Minato. Aku memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Setelah itu aku berkata kepada Minato, ”Aku sudah tidak butuh kekuatanmu lagi. Sekarang aku akan hidup dengan kekuatanku sendiri”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Tiba-tiba aku mendengar suara orang memanggilku. “Mon, Mony, Tangi woi!”. Aku pun terkejut dan membuka mata. Ternyata suara Gatotlah yang aku dengar. “Woi!, ndang tangi. Wes bel lho! Kowe iku senengane turu wae!”. “Kok krasa &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;déjà vu yo?”, &lt;/i&gt;kataku. Lalu aku kembali bertanya kepada Gatot, “Tot, saiki tanggal piro?”. Gatot menjawab, “Mosok kowe wes lali, saiki lak tanggal 15 November to!”. Aku berpikir, “bukankah itu tanggal saat aku pertama kali mulai tertidur di perpustakaan. Jadi semuanya itu hanya mimpi?”. Aku tidak tahu apakah itu nyata atau hanya khayalanku. Namun sekarang aku tidak akan pernah mengingini kekuatan itu lagi. “Wes, ayo ndang ke kelas!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Century Gothic&#39;, sans-serif;&quot;&gt;THE END &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennyspots.blogspot.com/feeds/1309386164644334154/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/2011/05/kekuatan-manga.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default/1309386164644334154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default/1309386164644334154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/2011/05/kekuatan-manga.html' title='Kekuatan &quot;Manga&quot;'/><author><name>Benny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11718187409356955865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249322465368000685.post-6845099165809993630</id><published>2011-05-01T15:24:00.000+07:00</published><updated>2015-04-01T19:58:28.982+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita"/><title type='text'>The Pink Dog Tale</title><content type='html'>By: Benny&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Warning: this story just a fiction, if there is similarity in characters name and places, I don’t had responsible for that. This story can cause heart attack, cause your head explode, kill you, makes someone trying to kill you, makes someone trying to destroy your house, makes you go to hell and life in pain. Forget about that, JUST KIDDING!!!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikXcUu8xzP-IJVBDTOCETRA9eACnLyTk0ndqqYKHXcNhNyBrn-tLAz88OMASHeCIfXU2-SlV7D6-RyVl7B4MAxQ__C4kPLfDTt6mdHZ_ShOActyhY0YGaWi58NT_cRuNaeB1Dpe9V0q1Q/s1600/Scobydoo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikXcUu8xzP-IJVBDTOCETRA9eACnLyTk0ndqqYKHXcNhNyBrn-tLAz88OMASHeCIfXU2-SlV7D6-RyVl7B4MAxQ__C4kPLfDTt6mdHZ_ShOActyhY0YGaWi58NT_cRuNaeB1Dpe9V0q1Q/s200/Scobydoo.jpg&quot; height=&quot;200&quot; width=&quot;123&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Never mind about the first paragraph, we will start the story….&amp;nbsp; Once upon a time, In the Netherland Colonial era, Archipelago people weren’t allowed to study on the high rate. Only the nobleman who can did that. So, that’s a little information that can useful for you. The story was taken place in land called New York. It’s just one million nine hundred sixty thousand twenty eight kilometers from the earth, so you can visit this place anytime you want (Of course you can’t).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;There is a pink dog that lived in a mansion. A large mansion with a backyard that’s 2, 13427 x 1, 6673 kilometers. The mansion has 159 floors and the top of the mansion had a helipad. One day, a thief coming into the mansion to steal a dog. The thief really wants to have a dog to help him killing mosquitoes in his home. Because the gate was protected by uranium that’s can’t be broken, the thief ringing the bell (Kriiiiing). The Security shocked after hearing a bell when he was felt asleep. The thief Yelled, “HEY, ANYBODY PLEASE OPEN THE GATE FOR ME”. “What are you doing out there, hurry up and get in!” ,said the security. But, unfortunately the security can’t open the gates because it’s hard to be broken (Do they need to break the gates?). So, the thief just passing through the gate likes a ghost. The security scared, run and scream like a girl (KYAAA!!!&amp;nbsp; :0). The security doesn’t saw an innocent fork standing on the floor (What are fork doing on there?), so he stepping the fork. The fork stab him without mercy and makes his feet get into a really pain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;When the thief sees what’s going on to the security, he’s start thinking that the security is weak and look’s delicious (Hah!!!). The thief comes closer to the security and trying to eat him like a cannibal. And we will skip the scene because it’s inappropriate for readers. One minute after the thief was eating, his stomach get hurt. “Ugh, I never thought the security is poisonous” ,said the thief. So, the thief tries to looking for a restroom soon. Because the thief really noisy, the owner and the pink dog are awake from their peaceful dream. The thief found the GIANT TOILET with a big hole. Event 3 people can defecate on there. He starts to clean his stomach from a flabby brown thing. Suddenly, the pink dog who want to piss after awake from his dreamland get in the restroom (Good dog&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;). The thief shocked, then the brown thing who want to come out go upward with a high speed. The thief move backward and he get into the GIANT TOILET hole, head first. The pink dog think that there is a strange thing in the toilet hole, maybe its dirt. So, the pink dog flushes the GIANT TOILET. The thief goes to septic tank, still without a pant. He can’t survive from the heavy stinky place, so he dies in shame. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Right before the pink dog flushes the GIANT TOILET, the owner who wants to piss get in the restroom. He thinks that the pink dog bites a visitor and throws him into the toilet hole, then flushes him without mercy. The owner thinks that his dog must be gone crazy and trying to put the poor pink dog into jail. He contact FBI and in a minute the FBI team already landed from his helipad. The pink dog is taken by the helicopter. The pink dog doesn’t want to be sending in jail. In the trip, the dog tries to resist. He bites the FBI team butt and he bites the opposite side from the butt too. Not more than a minute, all FBI team are defeated. Then he steals a parachute and jump from the helicopter. “Mayday! Mayday! Mayday!”, the helicopter going to crash down to the earth. And you know what’s going on next (Like in the movies, KABOOM!!!). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Unfortunately, the pink dog doesn’t had a finger to open the parachute (Oh no :O). He only had paws and claws. There is no sea or lake under him. When the pink dog facing the death, he falling into a plane who flying in the heaven (HAH!!!). The pink dog is barking when his claws are stabbing the plane. The pilot who hear that stepping the gas break hardly to stop the plane. With the deceleration 3.678 kilometers per second squared, the plane is stop in 59.21 second (Challenge: Can you calculate the speed?). The pilot moves out from the plane to banish the dog who harms his plane. He opens the pink dog parachute and throws the dog away to the earth. Finally, in the case of the opened parachute, the pink dog landed safely. The pink dog hiding into the forest whiles the police trying to looking for the criminal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;In the morning, police spread out a lot of wanted paper in every place. The pink dog is a criminal with the price ten thousand dollars. Everybody is looking for the pink dog because of the high price they will receive. Not a human who are interested with this price, a blue dog that live with detective are trying to find the pink dog too. The pink dog isn’t just hiding from the police. With the power of nature, the pink dog disguises by makes an afro hair and changes his color into purple. Polices are trying to looking for a pink dog in every part of the town, every park, every house, every room, every GIANT TOILET, and in other world.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;One day, the pink dog (purple afro dog) goes to town to buy a GIANT TOILET because there is no toilet in the forest. Unfortunately, the detective and the blue dog are on that’s store too. They are trying to look for pink dog in every GIANT TOILET. “Where are you hiding the pink murderer dog!” ,said the detective. They have search in every GIANT TOILET, but, they do not search in the GIANT TOILET near the cashier yet. The detective and the blue dog get in the GIANT TOILET while the employee is noisy out there. “Sir, this GIANT TOILET is sold!” ,said the employee. The detective coming out and yelled, “WHO CARE IF THIS TOILET IS STINKY, WHAT’S YOUR PROBLEM JOHN!”. The employee replied, “I said that this toilet is sold sir, not stinky. And my name is Marry. I’m a woman.”. The detective said, “Whoa, I’m sorry Smith. I don’t know that the smell of this toilet is poisonous. I can help you to arrest the one who make this toilet poisonous.”. The employee turned angry. She takes the shotgun and points it to the detective. “LEAVE THIS PLACE NOW OR I WILL BLOW MY OWN HEAD!”, yelled the employee. The blue dog trying to makes the employee calm. The blue dog said,” Easy miss, my owner is little deaf. You have to understand.”. The employee scared, ”WAAAA, A TALKING DOG!”.&amp;nbsp; Then, she hides inside the GIANT TOILET. In a minute, the pink (purple) dog comes. “Where is my GIANT TOILET? I had order it 2 month ago.”, said the pink (purple) dog. The employee become more shock and turn crazy,” Now what? A purple afro dog and he order a toilet. I must be having a nightmare. I need to wake up. I will shot my own head and then shot their head one by one.”.&amp;nbsp; Then, she kills herself. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;The blue dog worries that they will become a suspect of the employee murderer. “Let’s get out from here before the police come”, said the blue dog. Then, they go out from that store. “Where we will hiding now?” , ask the blue dog. The pink dog answered, “Let’s go to the forest”. Then, they run to the pink dog’s hide out. The detective who don’t know the condition ask the blue dog, “Why did we run to this forest?”. The blue dog keep quite because he know that is useless to talk. “It’s because we run from police”, said the pink dog. “Oh, so we are joining a marathon and we are in front line now.”, said the detective. The detective continues said, “Then you will be my partner on this race”. The pink dog happy, he thinks that the detective wants him to be his partner on detective job. Looks like, the pink dog is little deaf too. Then, the detective and the pink dog have a good relationship.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;While the pink dog and the detective have a chat, the blue dog who suspecting the pink dog searching thoroughly the pink dog’s hideout. Then, the blue dog finds the purple body lotion. The body lotion can protect skin from sunscreen and it’s cost $50. Let’s go to the next page!!! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;“Oh it’s a clue!”, yelled the blue dog. Just like in the movie “BLUE’S CLUES”. What shall we do now? NOTEBOOK!!! So, the blue dog draws on the notebook with paint. I mean, software called “paint” (Notebook is a small computer). After that, the blue dog back to the detective and the pink dog. “I know who pink dog is”, said the blue dog. He point on purple afro dog and said, “You are the pink dog!!!”. Then, the story turned like in the anime “DETECTIVE CONAN”. “You must be ate a body lotion to make your skin purple. Then, your hair is afro because of the side effect of the body lotion”. The pink dog said, “HAHAHAHA, you wrong. I have the purple body lotion to protect my skin from sunscreen. How could I eat a body lotion!!!”. The blue dog recessive, But the blue dog suddenly see a seaweed. “I know!!!, you must be use the seaweed to make a false hair.”, said the blue dog. The pink dog replied, ”No, Exactly I diving through the purple river and I had an afro hair because of the side effect of the river”. (The pink dog tongue is slipped). “So, you are the pink dog!!!”, yelled the blue dog. “Oh no, I must run away”, think the pink dog. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;The pink dog run into his car and pushes the gas. The blue dog tries to chase him. He runs faster than a jet to chase the car. After around 0.001km, the car is exhausted. The pink dog yelled,” USELESS CAR!!!”. Then, the pink dog come out from the car and kills the car with his claw. Then, the pink dog runs away. The blue dog shocked after see what’s happen with the pink dog car. “How could you?, He is your own car. You are such a cold blood murderer”, said the blue dog. After a long trip, they arrive at the place called “Tubyland”. People know this place as a mysterious place. Even they are a rumor that this place is a home of aliens.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;The pink dog saw a strange house; the roof of the house is filled with lot of grass. There is a hole in the middle of the roof that’s connected to the home. The door is automatically opened when the pink dog in front of the door. The pink dog comes in the house. He finds a strange hat and a red bag. There is a name on the hat and the bag. Dipsy’s and Tinkywinky’s. “Maybe this things will be useful” ,thought the pink dog. So, he takes the hat and the bag, and then he leaves the house. The blue dog tries to looking for the pink dog. Suddenly, the blue dog sees a strange creature playing with an orange ball. “It’s an alien!!!. The aliens must be trying to invasion earth. I must stop them”. “DIE YOU ALIEN!!!”, yelled the blue dog. Then he kills the alien. The blue alien passing through and see what’s happen. The alien yelled, “YOU KILLED LALAAA!!!. I will revenge”. “Another alien, I can’t allow you to invade the earth. In the name of justice I will kill you all”, said the blue dog. Then they fight each other.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Back to pink dog. In the trip, the pink dog see a green alien walking approach him. “Oh No, An alien. I must hide before I become a guinea pig”. While the pink dog hiding, he sees another alien, she is red, singing and playing with her scooter. The green alien said, ”Hello Poh”. “Hello Dipsy”, replied the another alien. “Why are you so confused?”, said the red alien. “I looking for my hat, I think its fly away again like usually”. Suddenly, the pink dog is stepping a rabbit. “Who’s there”, said the red alien. “INTRUDER!!!INTRUDER!!!INTRUDER!!!”, an alarm ringing (Because of the blue dog). “Hey, you are a thief, you steal my hat and tinkywinky bag”, said the green alien. “We must drive away that thief. TELETUBIES IMPACT!!!”. They attack pink dog together with their secret technique. They pink dog open the magic bag and make them come into the bag. “They trapped in the bag now”, think the pink dog. “If I sell them to the government, I will be rich!!!”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Now, back to the Greatest Fight that ever happening. Both, Blue dog and Tinkywinky use their greatest jutsu (Technique) to kill their enemy. Their battle makes the earthquake. The pink dog shocked, ”What’s happening there?!!”. So, the pink dog goes to the center of the earthquake. He sees the great battle between the blue dog and the blue alien. Suddenly, Dipsy and Poh rebelling and makes the bag break into two pieces. Tinkywinky shocked when he sees their brother and sister was there. He forgets about his defense. The blue dog uses this chance to finish Tinkywinky. KABOOOOM!!! (Exploding attack from blue dog). Tinkywinky body is shattered into a hundred pieces. Then, the blue dog said, “Strong enemy……………………. It’s honor to beat you. I will never forget you Alien”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Because of that explode, Dipsy hat is blow away. “My hat, go back”, said Dipsy. Dipsy try to chasing his hat. But, Dipsy doesn’t see a sadistic fork standing on the ground (fork again). The fork stabs Dipsy foot without a mercy until Dipsy die in suffers. Back to the dogs and Poh!. ooh yelled, “YOU KILLED MY BROTHEEEER!!!”. Then, she takes her scooter and trying to bump the blue dog until he die. But, without a reason, after Poh go forward with a bullet speed, she die in heart attack and left her scooter.(What? weird). Without a driver, the scooter is uncontrolled. The blue dog and the pink dog run into the rocket and get in there quickly.(Where is the rocket come from?).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;The rocket fly away and they leave “Tubyland”. “This is not the end yet”, said the pink dog. “How can we survive when this rocket crash the ground and exploding?”, ask the pink dog. “We have to find the parachute” ,said the blue dog. They are trying to find the parachute when they only have a little time. The blue dog finds the parachute, “Hey, I see a two parachute in here”. Then they wear the parachute. The pink dog doesn’t want the blue dog to live because the pink dog will send into jail after they landed. So, the pink dog kick the blue dog and then he jump from the rocket. (Actually Pink dog is antagonist character). While there are only some seconds to survive, the blue dog get up with his last power and jump from the rocket. After he jump and open the parachute, the rocket explodes right below his feet. When the blue dog landed, he realizes that the rocket has destroyed the pink dog’s owner mansion and kills the pink dog’s owner. Some people see what happen. They thought that the blue dog is the one who destroy the mansion.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 31.5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;In the morning, the blue dog is brought to the court for his case. In the same time, the pink dog case is closed because the witness is death. The blue dog is send into jail while the pink dog is adopted by the detective. “Hahahahahaha, fool dog. I win this time”, think the pink dog.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Epilog:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;“Food time!!!, yelled the detective. The pink dog come over his bowl and then yelled, “CAT FOOD AGAIN!!!, NOOOOOOOOOOOOOOOO!!!”. (Well! The detective is deaf and not a good animal owner). In the same time, the blue dog lives with a peace in jail. The blue dog think, “So exciting in here. No Cat food, No dirty bed, No deaf man, Take a bath every day, have a lot of friend and no cases”. So, the blue dog lives happily in jail while the pink dog regret his life. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;THE END!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennyspots.blogspot.com/feeds/6845099165809993630/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/2011/05/pink-dog-tale.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default/6845099165809993630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249322465368000685/posts/default/6845099165809993630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennyspots.blogspot.com/2011/05/pink-dog-tale.html' title='The Pink Dog Tale'/><author><name>Benny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11718187409356955865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikXcUu8xzP-IJVBDTOCETRA9eACnLyTk0ndqqYKHXcNhNyBrn-tLAz88OMASHeCIfXU2-SlV7D6-RyVl7B4MAxQ__C4kPLfDTt6mdHZ_ShOActyhY0YGaWi58NT_cRuNaeB1Dpe9V0q1Q/s72-c/Scobydoo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>