<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4006364752718087269</atom:id><lastBuildDate>Sun, 10 Nov 2013 19:07:16 +0000</lastBuildDate><category>FPI</category><category>UMAT ISLAM</category><category>NU</category><category>JAT</category><category>MUHAMMADIYAH</category><category>PARTAI ISLAM</category><title>Berita Pejuang Islam</title><description></description><link>http://berita-pi.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Si Nga)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4006364752718087269.post-4289640707298072932</guid><pubDate>Sun, 10 Nov 2013 19:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-10T11:06:45.995-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">FPI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">UMAT ISLAM</category><title>Diangkat Jadi Ketua Umum FPI, Habib Muchsin Ucapkan Innalillahi</title><description>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-TUfBQ560BPk/Un_ZBB-CaAI/AAAAAAAAAZI/xxUbhZLc5iQ/s1600/1451980_359715220832034_261537571_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;235&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-TUfBQ560BPk/Un_ZBB-CaAI/AAAAAAAAAZI/xxUbhZLc5iQ/s400/1451980_359715220832034_261537571_n.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;ket-photo&quot;&gt;Ketua Umum FPI, Habib Muchsin Alatas (kedua dari kiri) beserta jajaran pengurus DPP FPI saat musyawarah nasional 2013 di Bekasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.suara-islam.com/read/index/8937/Diangkat-Jadi-Ketua-Umum-FPI--Habib-Muchsin-Ucapkan-Innalillahi&quot;&gt;Jakarta (SI Online)&lt;/a&gt; - Habib Muchsin Al Aththas resmi diangkat menjadi Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) menggantikan Habib Rizieq Syihab yang sebelumnya sudah diangkat menjadi Imam Besar FPI melalui musyawarah nasional di Bekasi beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua umum yang baru beserta jajaran pimpinan pusat FPI dilantik tadi malam, Rabu (6/11/2013) di Masjid Al Islah, Petamburan, Jakarta Pusat. Habib Muchsin mengatakan jabatannya saat ini merupakan amanah yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, dua hari saya tidak bisa tidur karena saya khawatir tidak bisa menjalankan tugas ini. Tapi karena ini sudah keputusan musyawarah, saya samina waatho&#39;na (saya dengar, saya ikuti),&quot; ujar Habib Muhcsin dalam pengajian bulanan FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Habib Muchsin, jabatan adalah ujian yang bisa menjadi musibah, jika jabatan itu menjadi impian berati itu sudah pertanda tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kita harus lestarikan bahwa jabatan itu musibah, jika jabatan itu impian apalagi ada kecurangan seperti money politik maka menjadi pertanda kehancuran negara,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Muchsin kemudian mencontohkan kisah sahabat nabi Abu Dzar al Ghifari yang meminta jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Abu Dzar al Ghifari, adalah sahabat yang meminta jabatan kepada Rasulullah Saw. Namun Rasul menolaknya karena menganggap Abu Dzar itu lemah. Rasul mengatakan: Wahai Abu Dzar, kamu ini lemah (untuk memegang jabatan) padahal jabatan merupakan amanah. Pada hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi siapa yang mengambilnya dengan haq dan melaksanakan tugas dengan benar,&quot; demikian cerita Habib Muchsin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://berita-pi.blogspot.com/2013/11/diangkat-jadi-ketua-umum-fpi-habib.html</link><author>noreply@blogger.com (Si Nga)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-TUfBQ560BPk/Un_ZBB-CaAI/AAAAAAAAAZI/xxUbhZLc5iQ/s72-c/1451980_359715220832034_261537571_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4006364752718087269.post-758077566045098636</guid><pubDate>Sat, 09 Nov 2013 17:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-09T09:58:13.774-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">NU</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">UMAT ISLAM</category><title>Ulama NU Jember Geruduk Diskotik</title><description>&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-Y-5DF9y2omI/Un53KJyYKII/AAAAAAAAAY4/j_by6nsLxcQ/s1600/brt317775727.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-Y-5DF9y2omI/Un53KJyYKII/AAAAAAAAAY4/j_by6nsLxcQ/s400/brt317775727.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.beritajatim.com/peristiwa/189089/ulama_jember_geruduk_diskotik.html#.Un50fidl_IV&quot;&gt;Jember (beritajatim.com)&lt;/a&gt; - Sejumlah ulama menggeruduk sebuah diskotik di kompleks pertokoan Gajah Mada Square, Jalan Gajah Mada, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (8/11/2013) sore. Mereka menuntut agar tempat hiburan itu ditutup karena dinilai menjadi tempak maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama itu datang dengan didampingi anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Jember Khoirul Hadi. Mereka langsung ditemui oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Jember Komisaris Cecep Susatya yang berjaga. Polisi mengantisipasi terjadinya bentrokan antara santri yang mengikuti ulama dengan para penjaga diskotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua tempat dalam satu kompleks yang disasar para ulama, yakni diskotik dan rumah karaoke. Ulama dan perwakilan warga sekitar berang, karena dua tempat itu berdekatan dengan dua masjid dan makam tokoh Nahdliyyin KH Achmad Shiddiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kiai Achmad Mursyid (salah satu ulama NU saat masih hidup) menangis melihat di antara dua masjid ada tempat maksiat,&quot; seru Kiai Iqbal, seorang ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kami tak hendak melawan polisi. Kami hanya ingin menegakkan amar ma&#39;ruf nahi munkar (mencegah kejahatan dan mengajak kebaikan),&quot; tambah KH Abdul Hamid Hasbullah. Para perwakilan ulama akhirnya bersedia bertemu dengan perwakilan pengelola diskotik dan karaoke di salah satu cafe yang dikosongkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://berita-pi.blogspot.com/2013/11/ulama-nu-jember-geruduk-diskotik.html</link><author>noreply@blogger.com (Si Nga)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-Y-5DF9y2omI/Un53KJyYKII/AAAAAAAAAY4/j_by6nsLxcQ/s72-c/brt317775727.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4006364752718087269.post-9102592256673478928</guid><pubDate>Sat, 09 Nov 2013 16:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-09T08:42:56.171-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">FPI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">UMAT ISLAM</category><title>Kisah Habib Muhsin dan saatnya Ummat Bersatu</title><description>Desa kelahiran Habib Muhsin berdekatan dengan Desa Mangli, Magelang, Jawa Tengah, yang terkenal dengan ketokohan Kiai Hasan Asy’ari, atau termasyhur dengan Mbah Mangli. Seminggu sekali, di waktu kecilnya itu, tiap Ahad pagi ia bersama ayahnya menghadiri pengajian Kiai Mangli. Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki sekitar lima sampai enam kilometer, karenanya sebelum subuh ia harus sudah berangkat. Ribuan orang hadir saat itu. Suasana ruhaniyah di majelis yang bertempat di areal pegunungan yang tinggi itu sangat terasa indah baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra kelima dari enam saudara sekandung putra pasangan Ibu Zahriyah dan Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas ini menamatkan pendidikan enam jenjang kelasnya di Gontor selama lima tahun. Lepas dari Gontor, ia ikut mengajar pada salah satu madrasah di kampung kelahirannya, yang didirikan salah seorang pamannya dari ibu, yang lulusan Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat belajarnya yang ingin meneruskan pelajaran hingga ke Timur Tengah membawa langkah kakinya hingga ia berangkat ke Jakarta untuk mencari beasiswa kuliah di sana. “Di sela-sela usaha saya ingin mendapatkan beasiswa dari King Saud University Riyadh, saya pun mengambil diploma satu pengajaran bahasa Arab di LIPIA selama satu tahun. Setelah itu barulah saya mendapat panggilan dari Arab Saudi, sekitar akhir 1989 atau awal 1990.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana pendidikan ia jalani selama lima tahun, setahun pertama untuk mengikuti matrikulasi persamaan kurikulum sebelum efektif masuk kuliah di Fakultas Pendidikan jurusan Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas di Riyadh ini merupakan perguruan tinggi yang umum, tidak sebagaimana di Universitas Islamiyah di Madinah, yang cenderung doktriner ala paham Wahabi. Sehingga justru ketika mengambil penjurusan, mahasiswa dipersilakan untuk memilih kajian berbagai madzhab yang ada di dunia Islam. Karenanya, saat mengambil mata kuliah ushul fiqh, misalnya, ia memilih kelas Dr. Husein Turturi asal Palestina, yang bermadzhab Syafi’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir perbincangan dengan alKisah, Habib Muhsin menyampaikan sejumlah harapannya seputar dunia dakwah saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kira, kini sudah saatnya umat Islam, terutama para tokohnya, merapatkan barisan demi persatuan umat yang kokoh. Umat harus diajak berpikir cerdas untuk dapat memilah perbedaan-perbedaan, mana yang prinsip dan mana yang tidak prinsip. Di sinilah peran para tokohnya agar dapat berlapang dada dalam menerima berbagai perbedaan dan memberikan edukasi yang tepat di tengah masyarakat tentang perbedaan yang prinsip dan tidak prinsip dan menjadi teladan dalam mempersatukan umat. Tak jarang, karena masalah-masalah furu’ (cabang), yang tidak prinsip, kita bertikai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan dakwah di lingkungan habaib, para dzuriyah Rasulullah SAW, ia menuturkan, para ajdad (leluhur) mendapat penghormatan sedemikian rupa di tengah masyarakat Nusantara, bahkan dunia, bukan karena mereka memintanya, tapi karena keluhuran akhlaqnya, ketinggian ilmunya, bakti ikhlasnya di tengah umat. “Ketika ada kebencian kepada habaib, jangan mudah menyalahkan. Hendaknya kita introspeksi, mungkin ini karena kita tidak lagi menapaktilasi jalan akhlaq, jalan ilmu, jalan khidmahnya habaib tempo dulu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Habaib tempo dulu itu berperilaku dengan akhlaq yang mengesankan semua pihak. Namun perlu diingat, perjuangan dalam dakwah itu dijalani dengan halnya, sesuai dengan kondisinya. Sekarang, misalnya, kezhaliman sudah merajalela di mana-mana, apa kita harus berdiam diri terus menyikapi itu semua? Bukankah tak sedikit pula tokoh habaib di Hadhramaut terdahulu yang pernah masuk penjara, apa lalu itu disalahkan? Tidak, mereka masuk penjara justru karena menyuarakan yang haq. Jadi, cara kita berjuang itu tergantung situasinya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada sebuah kaidah yang mengatakan almuhafazhatu bil qadimishshalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, kita melestarikan hal-hal baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik. Kaidah ini juga kita terapkan dalam perjuangan dakwah kita,” katanya memungkasi wawancara dengan alKisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, selain menjabat ketua bidang dakwah DPP FPI, penasihat MUI kota Depok Komisi Kerukunan Umat, ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) kota Depok, presiden Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P45), ia juga aktif membina sejumlah majelis ta’lim di beberapa tempat, seperti Majelis Ta’lim, Dzikir, dan Shalawat Baabul Khoiroot Lilmuhibbina, Kampung Bojong, Kemang, Bogor, yang saat ini tengah dirintis dan dibinanya secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-1HPDfpvCeuc/Un5l3zuwAFI/AAAAAAAAAYo/3Yqj0pCi29A/s1600/figur-hb-muhsin-3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-1HPDfpvCeuc/Un5l3zuwAFI/AAAAAAAAAYo/3Yqj0pCi29A/s320/figur-hb-muhsin-3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://berita-pi.blogspot.com/2013/11/kisah-habib-muhsin-dan-saatnya-ummat.html</link><author>noreply@blogger.com (Si Nga)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-1HPDfpvCeuc/Un5l3zuwAFI/AAAAAAAAAYo/3Yqj0pCi29A/s72-c/figur-hb-muhsin-3.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4006364752718087269.post-346359831207150028</guid><pubDate>Sat, 09 Nov 2013 15:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-09T08:22:48.731-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">FPI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">UMAT ISLAM</category><title>Balasan Habib Rizieq kepada Jurnalis Islam Bersatu (JITU) terkait keberpihakan Habib Rizieq kepada Syi&#39;ah</title><description>&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/11/08/27501/beredar-pesan-berantai-terkait-syiah-kepada-habib-rizieq-shihab/&quot;&gt;JAKARTA (voa-islam.com)&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;Beredar&amp;nbsp;pesan berantai dari Jitu (Jurnalis Islam bersatu) terkait tabayyun kepada .keberpihakan Habib Rizieq Syi&#39;ah kepada&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;Lalu apa isi pesan berantai tersebut??&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;Berikut kutipannya dengan kami edit demi menyempurnakan  tulisan karena banyaknya singkatan-singkatan kata, namun tidak merubah  makna aslinya&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;----------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Assalamu&#39;alaikum wrwb. Yth Habib Rizieq. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Saya, ubay salman, dari Jurnalis Islam Bersatu (JITU)  (yang) mendengar rencana tampilnya habib di solo tanggal 6 muharram  1435/10 Nov 2013 dengan tema terkait ukhuwah Islamiyah. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Justru menurut saya, akan lebih terjaga ukhuwah sesama  Muslim itu jika habib tak memenuhi utk datang ke acara itu, karena Saya  dan teman-teman khawatir umat Islam Solo semakin kuat keyakinannya  bahwa Habib Rizieq adalah Syiah. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Padahal ketika saya hadir pada acara bedah buku  Muhammad Pizaro yang mengupas zionis &amp;amp; syiah di Solo,&amp;nbsp; jamaah  sekitar 2.500-an itu, beberapa di antaranya mempertanyakan, kenapa buku  Pizaro itu juga menampilkan komentar dari Habib Rizieq yang syiah. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Jadi rupanya para aktivis Islam di solo yakin Habib  Rizieq adalah syiah. Muhammad Pizaro sempat membantah itu. Tetapi dengan  kehadiran habib di acara yang oleh kalangan Islam Solo dianggap  diselenggarakan oleh kalangan Syiah (ustadz Abu Bakar Ba&#39;asyir sendiri  sudah yakin pak Mudzakir adalah syiah), maka apalah artinya tema ukhuwah  yang akan disampaikan. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Justru hal ini semakin tak kondusif, dimana sebelum  ini sudah tegang dengan ingin eksisnya syiah di Solo, tetapi ditolak  oleh para tokoh / elemen Islam Solo yg tetap menjaga akidah umat Islam  Solo dari keyakinan aliran dan sekte-sekte sesat seperti syiah produk  zionis.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt; Karena itu, saya dan teman-teman menyarankan kepada  habib untuk tidak tampil dalam acara hari Ahad tersebut, justru untuk  menjaga ukhuwah dan kondisivitas Solo.&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Di samping tentunya juga untuk menjaga habib dengan  FPI dari pemanfaatan kaum syiah yg ingin mengadu domba dengan sesama  Muslim. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Kami dari JITU, prinsipnya tetap sebagai kumpulan  media Islam yang berpihak kepada Islam dan kaum Muslimin, dan menyatakan  perang terhadap zionis yahudi dan aliran-aliran yang dibuatnya dengan  tujuan menghancurkan umat Islam. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Demikian, semoga Allah melindungi hamba-hambar-Nya yang membela Dien-Nya. Syukron, jazakumullah khairan katsiran. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Salam. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;M. Ubay Salman&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;Ketua majelis syuro JITU&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;i&gt;----------------------------&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;Berikut kami screenshot lampirkan pesan asli agar pembaca voa-islam dapat melihat dalam format aslinya&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-AaSyo9bDDy4/Un5QtoGBLEI/AAAAAAAAAYM/mObS6IDJTVY/s1600/SS-JITU.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;313&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-AaSyo9bDDy4/Un5QtoGBLEI/AAAAAAAAAYM/mObS6IDJTVY/s320/SS-JITU.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-4g44cbjZWiI/Un5UpyQGlCI/AAAAAAAAAYY/D7NIC7EElL0/s1600/habib-rizieq.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-4g44cbjZWiI/Un5UpyQGlCI/AAAAAAAAAYY/D7NIC7EElL0/s1600/habib-rizieq.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h5 class=&quot;uiStreamMessage userContentWrapper&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}&quot;&gt;&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}&quot;&gt;&lt;span class=&quot;userContent&quot;&gt;Pernyataan Imam Besar Front Pembela Islam&lt;br /&gt; terkait Pemberitaan Seputar &quot;Ke-Syi&#39;ahan&quot; Ustadz Mudzakkir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; **********************&lt;br /&gt; &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt; Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu.&lt;br /&gt; Terima Kasih atas masukannya, Jazaakumullah Khoiron.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya kenal Ustadz Mudzakkir sudah lama, setahu saya beliau BUKAN  SYI&#39;AH, beliau tidak mengkafirkan Syi&#39;ah memang ya, itu beliau akui  secara terbuka dengan alasannya; tapi beliau SYI&#39;AH itu apa buktinya ?!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Justru selama saya dekat dengan beliau, saya melihat rujukan dan  pemikiran beliau, koleksi kitabnya, tata cara ibadanya, dan sebagainya  beliau lebih tepat dikatakan WAHABI ketimbang SYIAH.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jangan  terlalu mudah menuduh seseorang TANPA BUKTI. Fitnah itu sangat  berbahaya, SAYA SAJA yang ANTI SYI&#39;AH dituduh SYI&#39;AH juga, KENAPA...????&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Soal pernyataan Ustadz Abu Bakar Ba&#39;asyir  tentang kesyiahan Ustadz  Mudzakkir, saya tidak percaya jika tidak mendengar langsung dari beliau.  Setahu saya Ustadz Abu Bakar Ba&#39;asyir adalah guru yang paling hati-hati  dan selalu TABAYYUN sebelum berfatwa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; HATI-HATI ada Operasi  Intelejent yang memecah belah kita dengan melempar issue agar kita  saling mencurigai dan saling menyesatkan sehingga SALING HANTAM.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Terus terang, saya curiga bahwa yang menghembuskan issue SAYA dan  USTADZ MUDZAKKIR serta beberapa kawan Ahlus Sunnah Wal Jama&#39;ah lainnya  SEBAGAI SYIAH adalah AGEN PEMECAH BELAH UMMAT yang dibayar mahal sekali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Wah, gawat sekali; kita melawan Syi&#39;ah belum maksimal. Kok sesama Ahlus  Sunnah Wal Jama&#39;ah sudah saling mengkafirkan. Justru kedatangan saya ke  SOLO untuk mengurai BENANG KUSUT tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Afwan Wa Syukran.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ditulis kembali oleh &lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=681816101836383&amp;amp;id=177793988905266&quot;&gt;Ustadz Murhali Barda. DPW FPI Bekasi Raya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Bekasi 05 Muharram 1435 H / 09112013&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class=&quot;p1&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://berita-pi.blogspot.com/2013/11/balasan-habib-rizieq-kepada-jurnalis.html</link><author>noreply@blogger.com (Si Nga)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-AaSyo9bDDy4/Un5QtoGBLEI/AAAAAAAAAYM/mObS6IDJTVY/s72-c/SS-JITU.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4006364752718087269.post-7186707710434039303</guid><pubDate>Thu, 07 Nov 2013 18:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-09T08:39:24.747-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">FPI</category><title>Habib Muhsin : FPI Bukan Penegak Hukum</title><description>&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-X7chu24xNfE/Unvciq1UBbI/AAAAAAAAAX8/V7TYeL75Cac/s1600/figur-hb.-muhsin-2.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-X7chu24xNfE/Unvciq1UBbI/AAAAAAAAAX8/V7TYeL75Cac/s320/figur-hb.-muhsin-2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam muktamar FPI terakhir sekitar dua tahun silam, ayah empat anak ini dipercaya menjadi ketua Dewan Majelis Syura, sebelum akhirnya posisinya digantikan oleh K.H. Abdul Hamid Baidlowi dari Lasem, salah seorang kiai sepuh dalam lingkungan NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berbincang-bincang dengan alKisah, Habib Muhsin banyak bertutur tentang kiprah FPI di tengah-tengah umat, sekaligus menjawab sejumlah pandangan miring tentang FPI. Berikut sebagian penuturannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan gerakan reformasi yang membawa angin segar pada perubahan yang semakin membuka lebar ruang kebebasan dalam berserikat, ditambah adanya keprihatinan dengan merebaknya kezhaliman, FPI pun berdiri. Sejak awal berdirinya, Agustus 1998, respons dari berbagai pihak terasa cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita sempat dituduh underbouw Soeharto. Sampai Soeharto wafat, FPI tetap berdiri tegak. Kita juga dianggap binaan parpol atau militer, misalnya isu-isu yang santer yang mengatakan bahwa FPI itu binaan Wiranto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, ketika mereka semua telah lengser, FPI tetap berjalan di jalannya secara istiqamah tanpa terpengaruh sedikit pun dengan pergolakan di panggung perpolitikan atau pergantian jabatan yang terjadi di kalangan militer. Nyata sudah, semuanya tak terbukti, masyarakat pun dapat menilai dengan terus berputarnya waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai organisasi kemasyarakatan resmi, FPI membuka lebar-lebar pintu interaksi dengan siapa pun: pemerintah, aparat hukum, politisi, dan sebagainya. FPI tidak dekat dengan mereka, dalam artian tidak selalu memiliki kaitan emosional yang searah dengan mereka semua itu, tapi jauh pun, dalam artian berseberangan di segala hal, juga tidak. Semuanya serba situasional, berdasarkan garis perjuangan dakwah FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Milad I FPI di Ciputat, 1999, waktu itu panglima TNI Wiranto hadir, sehingga semua jajaran di bawahnya ikut hadir, termasuk SBY, yang saat itu masih aktif di militer. Kejadian itu acap dijadikan bumbu gosip tak sedap di balik berdirinya FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Wiranto turun dari jabatannya, FPI tak terpengaruh apa-apa, bahkan semakin melebarkan sayap dakwahnya. Kini saat SBY sudah menjadi presiden, FPI pun kerap berseberangan pandangan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat peringatan Milad I FPI itu, Kapolda DKI Jakarta juga hadir saat itu. Tak masalah, karena kita memang selalu berusaha menjalin hubungan baik dengan pihak kepolisian. Kita undang mereka. Tapi kalau karena itu kita dikatakan binaan polisi, nyatanya dalam beberapa kesempatan kita pun berseberangan keras dengan mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus dipahami, FPI memang bergerak dalam wilayah penegakan hukum, tapi FPI tidak memposisikan diri sebagai penegak hukum. Aparat penegak hukum, itu domain pemerintah, penegak hukumnya, seperti kepolisian dan instansi-instansi penegak hukum lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI adalah gerakan masyarakat yang ingin agar penguasa menegakkan hukum dengan sebenarnya. Sehingga dalam sepak terjangnya, FPI selalu berupaya dengan mengingatkan, mengimbau, menyurati, dan seterusnya. Ini adalah bentuk penekanan masyarakat untuk penegakan hukum itu sendiri. Yang sering kali terjadi, ketika penegakan hukum terasa lemah, akhirnya masyarakatlah yang turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kalau penegakan hukumnya kuat, masyarakat tak perlu bereaksi. Ini semacam hukum asap dan api. Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu ketika, FPI pernah menggerebek gedung tempat perjudian, kemudian semua barang buktinya kita serahkan ke kepolisian. Itu pun setelah sebelumnya kita melewati proses yang panjang, lewat pelaporan, pelampiran bukti-bukti awal, dan sebagainya. Karena tidak juga bergerak, entah karena alasan apa, masyarakat yang akhirnya bergerak. Ini kan semestinya harus dilihat sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk membantu polisi dalam menegakkan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI memiliki hubungan yang intens dengan para ulama, terutama para ulama sepuh. Contohnya, dengan Kiai Abdullah Faqih (alm.) dari Langitan, yang baru wafat beberapa bulan silam. Hubungan FPI sangat hangat dengan beliau. Semasa hidupnya, beliau terus memberi spirit perjuangan untuk FPI, terutama ketika FPI dicoba digembosi oleh beberapa oknum warga nahdliyin yang aktivis liberal yang menuduh bahwa FPI itu Wahabi. Atas masukannya pula, K.H. Hamid Baidlowi Lasem kini menjadi ketua Dewan Syura di DPP FPI. FPI pun menyambut baik masukan dari ulama sepuh kita ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI menyadari, hidup dan bergerak di tengah-tengah masyarakat membuat mereka dari waktu ke waktu harus terus membangun interaksi dengan berbagai pihak. Adanya berbagai komunikasi lintas sektoral yang dilakukan FPI itulah yang kerap disalahartikan dan bahkan dijadikan bahan isu-isu yang tak berdasar oleh sementara pihak yang tak menyukai sepak terjang dakwah FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai adanya oknum-oknum dalam tubuh FPI, pengurus pusat sangat terbuka untuk menerima masukan dan laporan dari masyarakat, yang penting ada bukti otentik. Jangan hanya laporan lisan. Kalau ada bukti, pengurus akan cepat memprosesnya secara tegas dan profesional, berdasarkan aturan main internal organisasi FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://berita-pi.blogspot.com/2013/11/habib-muhsin-fpi-bukan-penegak-hukum.html</link><author>noreply@blogger.com (Si Nga)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-X7chu24xNfE/Unvciq1UBbI/AAAAAAAAAX8/V7TYeL75Cac/s72-c/figur-hb.-muhsin-2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4006364752718087269.post-3412627340967288931</guid><pubDate>Thu, 07 Nov 2013 17:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-07T09:03:19.630-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">NU</category><title>KH M.A. SAHAL MAHFUDH : Politik NU sebagai Siyasah &#39;Aliyah Samiyah</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-ISnweQWHKZk/UnvHQkV97HI/AAAAAAAAAXc/OPxwKCbjkBM/s1600/kiai+sahal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-ISnweQWHKZk/UnvHQkV97HI/AAAAAAAAAXc/OPxwKCbjkBM/s320/kiai+sahal.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebagaimana telah dimaklumi bersama, NU merupakan جمعيّة دينيّة إجتماعيّة (organisasi keagamaan yang bersifat sosial). Sebagai organisasi keagamaan Islam, tugas utama NU adalah menjaga, membentengi, mengembangkan dan melestarikan ajaran Islam menurut pemahaman أهل السّنّة والجماعة di bumi nusantara pada khususnya dan di seluruh bumi Allah pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas ini tidaklah sederhana, di tengah-tengah era keterbukaan yang memberi peluang masuknya aliran-aliran dan kelompok-kelompok keagamaan yang cenderung memanfaatkan kebebasan untuk mencaci maki dan menyesat-nyesatkan (تضليل), bahkan menkafir-kafirkan (تكفير) terhadap pihak lain yang berbeda pemahaman keagamaan dengan dirinya. Padahal seharusnyalah era keterbukaan dan kebebasan membuat setiap kelompok semakin memantapkan sikap toleran (تسامح) dalam menyikapi perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah dalamnya makna ungkapan Al-Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i dalam kaitan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مذهبنا صواب يحتمل الخطأ, و مذهب غيرنا خطأ يحتمل الصواب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pendapat saya benar namun mungkin memuat kesalahan, pendapat orang lain salah namun mungkin juga ada benarnya: Red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi kenyataan yang tidak menggembirakan tersebut, menjadi tugas PBNU untuk menggerakkan secara optimal perangkat organisasi yang terkait dengan fungsi menjaga, mengembangkan dan melestarikan ajaran Islam ASWAJA, seperti mendorong optimalisasi peran dan kinerja Lembaga Dakwah NU (LDNU), Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) dan Lajnatut-Ta’lif wan-Nasyr NU (LTNNU). Dengan pendekatan حكمة dan موعظة حسنة dapat dipelihara kelangsungan ajaran ASWAJA, tanpa harus terlibat dalam tindakan-tindakan anarkhis yang sangat merugikan citra paham ASWAJA sebagai representasi ajaran Islam رحمة للعالمين.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai organisasi sosial (جمعيّة إجتماعيّة), NU harus mencurahkan perhatiannya secara serius pada bidang sosial, seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, pertanian dan lain-lain yang menjadi problem kehidupan sehari-hari warga, masyarakat dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini perlu diingatkan, menjelang tahun 2014 yang merupakan tahun politik bangsa kita, karena dikhawatirkan tidak sedikit pengurus NU di berbagai tingkatan yang memperlakukan NU seakan-akan sebagai sebuah partai politik (حِزْبٌ سِيَاسِيٌّ), yang bergerak pada tataran politik praktis alias politik kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik kekuasaan yang lazim disebut politik tingkat rendah (low politics/سياسة سافلة) adalah porsi&amp;nbsp; partai politik dan warga negara, termasuk warga NU secara perseorangan. Sedangkan NU sebagai lembaga, harus steril dari politik semacam itu. Kepedulian NU terhadap politik diwujudkan dalam peran politik tingkat tinggi (high politics/سياسة عالية سامية ), yakni politik kebangsaan, kerakyatan dan etika berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik kebangsaan berarti NU harus إستقامة dan proaktif mempertahankan NKRI sebagai wujud final negara bagi bangsa Indonesia. Politik kerakyatan antara lain bermakna NU harus aktif memberikan penyadaran tentang hak-hak dan kewajiban rakyat, melindungi dan membela mereka dari perlakuan sewenang-wenang dari pihak manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika berpolitik harus selalu ditanamkan NU kepada kader dan warganya pada khususnya, dan masyarakat serta bangsa pada umumnya, agar berlangsung kehidupan politik yang santun dan bermoral yang tidak menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjaga NU untuk bergerak pada tataran politik tingkat tinggi inilah, jalinan persaudaraan di lingkungan warga NU (أخوّة نهضيّة) dapat terpelihara. Sebaliknya,manakala NU secara kelembagaan telah diseret ke pusaran politik praktis, أخوّة نهضيّة akan tercabik-cabik, karenanya نعوذ بالله من ذلك !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sinyalemen adanya Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah di beberapa daerah yang dicalegkan dan lain sebagainya, wajib mendapatkan respons yang sungguh-sungguh dari Rapat Pleno ini, sesuai dengan ketentuan AD/ART tentang larangan rangkap jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya inilah pesan dan arahan yang perlu kami sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH&lt;br /&gt;Rais ‘Aam PBNU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sambutan dan Pengarahan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) disampaikan pada Rapat Pleno PBNU tanggal 6-8 September 2013 di Pondok Pesantren UNSIQ Al-Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah</description><link>http://berita-pi.blogspot.com/2013/11/kh-ma-sahal-mahfudh-politik-nu-sebagai.html</link><author>noreply@blogger.com (Si Nga)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-ISnweQWHKZk/UnvHQkV97HI/AAAAAAAAAXc/OPxwKCbjkBM/s72-c/kiai+sahal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4006364752718087269.post-1636184380704226423</guid><pubDate>Thu, 07 Nov 2013 16:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-09T08:35:49.016-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JAT</category><title>TADZKIROH JAMA’AH ANSHORUT TAUHID BAGI RAKYAT DAN PENGUASA NEGRI INDAH YANG TERUS DIRUNDUNG MUSIBAH</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-MKVbpkY5Gd0/UnvERKmRu1I/AAAAAAAAAXQ/AVve7r1Jvqo/s1600/jat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;br /&gt;إن الحمد لله نحمده نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum muslimin rohimani wa rohimakumulloh, perhatikanlah bahwa pada hari ini kita hidup didalam alam kemunafikan sedangkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala sangat membenci kaum munafikin. Bukti yang jelas dari kemunafikan kita adalah bahwa sejak bangsa ini dikaruniai kemerdekaan dari bangsa kafir, kita telah menyatakan perlawanan terang -terangan kepada Alloh Azza wa Jalla atas nama persatuan dan kesatuan bangsa yakni menghapus kalimat … kewajiban menjalankan Syari’at Islam bagi para pemeluknya … dari dasar negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-MKVbpkY5Gd0/UnvERKmRu1I/AAAAAAAAAXQ/AVve7r1Jvqo/s1600/jat.jpg&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-MKVbpkY5Gd0/UnvERKmRu1I/AAAAAAAAAXQ/AVve7r1Jvqo/s1600/jat.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dikatakan kepada mereka: &quot;Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul&quot;, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.&lt;br /&gt;( QS. An Nisaa’ : 60 – 61 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesalahan fatal ini, maka segala kebijakan dan arah pemerintahan negara yang dijalankan oleh siapapun penguasanya akan senantiasa mengundang murka Alloh Azza wa Jalla. Karena UU dan segala peraturan turunannya menjadikan akal dan hawa nafsu kita menjadi sumber hukum untuk mengatur ratusan juta rakyat dan membuang sumber hukum yang suci dari Alloh Robbul ‘Alamiin yakni Al Qur-anul Kariim dan As Sunnah Asy Syariif kecuali hanya sebagai teori yang dipelajari belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&lt;br /&gt;( QS Al A’raaf : 96 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا وَقَعَتْ فِيْكُمْ خَمْسٌ ، وَأَعُوذُ بِاللهِ أَنْ تَكُونَ فِيْكُمْ أَوْ تُدْرِكُوهُنَّ : مَا ظَهَرَتِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ يُعْمَلُ بِهَا فِيْهِمْ عَلاَنِيَةً إِلاَّ ظَهَرَ فِيْهِمْ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أَسْلاَفِهِمْ ، وَمَا مَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِِلاَّ مُنِعُوْا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا ، وَمَا بَخَسَ قَوْمٌ الْمِكْيَالَ وَالْمِيْزَانَ إِلاَّ أُخِذُوا بِالسِّنِيْنَ وَشِدَّةِ الْمُؤْنَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ ، وَلاَ حَكَمَ أُمَرَاءُهُمْ بِغَيْرِ مَا أَنْزَلَ اللهُ إِلاَّ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْهِمْ عَدُوَّهُمْ فَاسْتَنْفَدَ بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ ، وَمَا عَطَّلُوا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِمْ إِلاَّ جَعَلَ اللهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Bagaimana kalian apabila terjadi lima perkara, dan aku berlindung kepada Allah mudah-mudahan lima perkara itu tidak terjadi pada kamu atau kamu tidak menjumpainya, yaitu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidaklah perbuatan zina itu tampak pada suatu kaum, dikerjakan secara terang-terangan, melainkan tampak dalam mereka penyakit ta’un dan kelaparan yang tidak pernah dijumpai oleh nenek moyang dahulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan tidaklah kaum itu menahan zakat, melainkan mereka ditahan oleh Allah turunnya hujan dari langit, andai kata tidak ada binatang ternak tentu mereka tidak akan dihujani.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan tidaklah kaum itu mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka disiksa oleh Allah dengan kesengsaraan bertahun-tahun dan sulitnya kebutuhan hidup dan nyelewengnya penguasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka itu menghukumi dengan selain kitab yang diturunkan oleh Allah, melainkan mereka akan dikuasai oleh musuh yang merampas sebagian kekuasaan mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan tidaklah mereka itu menyia-nyiakan kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya, melainkan Allah menjadikan bahaya di antara mereka sendiri.&quot; (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang dibentuk dari pengingkaran kepada nikmat Alloh berupa Diinul Islam ini menunjukkan betapa bangsa ini telah mengalami apa – apa yang dikhawatirkan oleh Rasululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam diatas. Ditambah lagi, bangsa ini seperti tidak merasa bersalah dengan secara terus menerus memerangi para Wali-wali Alloh dalam bentuk memusuhi, menangkapi, menyiksa dan membunuhi mereka yang secara konsisten berjuang untuk meninggikan kalimatillah dalam wujud penegakkan Syari’at Islam di negri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was sallam telah bersabda :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: “Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku telah mengumumkan perang kepadanya. ( Diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairoh rodhiyallohu ‘anhu )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum muslimin rohimani wa rohimakumulloh, pelaku kezhaliman dan yang mendiamkan kezhaliman pada dasarnya berada pada posisi yang sama sedangkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mengharamkan kezhaliman atas Dzat-Nya Yang Maha Suci dan IA juga mengharamkan kezhaliman atas hamba-hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Alloh Subhanahu wa Ta’ala kemudian menimpakan berbagai musibah dalam berbagai bentuknya maka itu semua adalah masih dalam konteks RahmatNya agar manusia kembali kejalan yang benar, yakni jalan yang ditunjukiNya melalui para NabiNya. Jalan itu adalah kembali kepada Diinul Islam secara menyeluruh meliputi aqidah, syari’ah dan akhlaq Islam yang lurus dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kita berduka dengan banyaknya jatuh korban harta dan nyawa serta berbagai penderitaan yang dialami rakyat dengan sebab bencana – bencana yang terus menerus terjadi itu. Maka sebagai orang yang beriman mestinya semua bencana itu kita jadikan sebagai sebuah peringatan Alloh dan sudah seharusnya kita mau mengambil pelajaran penting dari semua musibah yang nilainya sangat mahal terkait jatuhnya korban harta dan nyawa tersebut. Dan bukan malah mengabaikan apalagi berprasangka buruk terhadap taqdir Alloh Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mendengar bahwa ada diantara pemimpin negri ini berkomentar tentang ketidak – terkaitan bencana alam dengan kehendak Penciptanya. Kita juga tahu ada seorang jurnalis yang menuduh Alloh itu kejam, Maha Suci Alloh dari penyifatan mereka yang jahil . Jadi bencana alam itu justru makin mengeraskan hati dan membuat gelap nurani mereka. Kenapa mereka tidak juga sadar dan tidak segera bertaubat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum muslimin rohimani wa rohimakumulloh, tidak ada jalan lain sekiranya kita berkeinginan memperbaiki keadaan negri ini selain kembali kepada ajaran Alloh dan RosulNya yakni dengan menerapkan Diinul Islam di seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan fatal yang dilakukan founding fathers negri ini harus dikoreksi total dan jangan malah diberhalakan. Negara dan bangsa ini harus diatur dengan Syari’at Islam, jika terus kita melawan Alloh Azza wa Jalla, maka fikirkanlah : apakah kalian akan menang ? Alloh akan tetap menjadi Yang Maha Hidup dengan segenap ke-Maha Kuasa-Nya sedang kita akan mati dan tidak berdaya dihadapan MahkamahNya kelak di yaumil Qiyyamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Tadzkiroh ( peringatan ) ini kami sampaikan, alhamdulillahi Robbil ‘alamiin, was sholatu wa sallamu ‘ala Muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in !</description><link>http://berita-pi.blogspot.com/2013/11/tadzkiroh-jamaah-anshorut-tauhid-bagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Si Nga)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-MKVbpkY5Gd0/UnvERKmRu1I/AAAAAAAAAXQ/AVve7r1Jvqo/s72-c/jat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4006364752718087269.post-5264118759257615945</guid><pubDate>Sun, 03 Nov 2013 01:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-02T19:08:31.903-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">FPI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JAT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MUHAMMADIYAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">NU</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PARTAI ISLAM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">UMAT ISLAM</category><title>Mengungkap kezaliman media massa terhadap umat Islam.</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-lEhvyUdj4OM/UnWnsCrq7vI/AAAAAAAAAVY/NOJNJhhUTUI/s1600/MEDIA.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;481&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-lEhvyUdj4OM/UnWnsCrq7vI/AAAAAAAAAVY/NOJNJhhUTUI/s640/MEDIA.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mayoritas penduduknya Muslim ini, sungguh ironis,&amp;nbsp; umumnya media massanya justru tak berpihak pada Islam dan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parade kezaliman atas pemberitaan umat mayoritas ini kian menyudutkan Islam. Sejumlah peristiwa, seperti kasus Ahmadiyah, Syiah Sampang, Gereja HKBP di Bekasi, Yasmin di Bogor, Irshad Manji, “terorisme”, dan sebagainya, jadi bulan-bulanan media massa mainstream yang tak berpihak pada Islam dan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi peristiwa-peristiwa dunia semisal berita perang Irak, senjata pemusnah massal, kasus 11 September 2001 di Amerika, perang terhadap “terorisme”, dan seterusnya, yang kesemuanya itu menghantam Islam dan kaum Muslimin. Ketidakadilan alias kezaliman, itulah yang terjadi hari ini, untuk menggambarkan penyudutan pemberitaan terhadap umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian diungkap Mohamad Fadhilah Zein pada bagian awal acara Bedah Buku ‘Kezaliman Media Massa terhadap Umat Islam’, Ahad (21 Juli 2013) di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Buku-kezaliman-media-massa-terhadap-umat-Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kezaliman media massa terhadap umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku ini, Mohamad Fadhilah Zein, mantan produser/wartawan TVOne, memaparkan secara singkat, bahwa pemberitaan sejumlah kasus keumatan yang tidak berpihak pada Islam itu, antara lain disebabkan kaum Muslimin tidak menguasai media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karenanya, tujuan menghadirkan buku ini, di antaranya karena umat Islam lemah dalam hal media,” ujar Fadhilah Zein. “Maka, buku ini hadir sebagai refleksi bahwa pentingnya media bagi umat Islam,” lanjutnya. Dan, bukankah sejarah pergerakan Islam selalu disertai dengan media?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, begitu pentingnya media sebagai alat untuk mendukung dan memperjuangkan kepentingan si pemiliknya. Maka, kata Fadhilah Zein, apa yang dihadirkan di televisi tak terlepas dari kepentingan pemiliknya. Tak aneh kalau kemudian partai-partai politik membangun media massa, karena media massa efektif untuk menghagemoni massa/publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinggung kezaliman pemberitaan terorisme, Fadhilah mengungkap TVOne pernah memberitakan seorang pengusaha dikaitkan dengan “terorisme”, padahal orang tersebut bukan “teroris”. Itu terjadi pada&amp;nbsp; tayangan September 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula MetroTV, ujarnya, saat menayangkan ‘Rohis Sarang Teroris’, padahal faktanya tidak demikian. Lalu, ayah dua putra ini menyebut aksi penggerebekan “terorisme” di Temanggung beberapa tahun lalu sekaligus sebagai salah satu upaya untuk menaikkan rating stasiun televisi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demikian hebohnya aksi penggerebekan ‘terorisme’ di Temanggung pada 2009, lalu disiarkan secara live oleh stasiun televisi, ini tak lebih dari realityshow dalam rangka menaikkan rating,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezaliman media massa lainnya, menurut Fadhilah Zein, ketika Syafi’i Ma’arif mengakui pernah diminta Polri untuk turut membantu, menyudutkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dalam kasus “Terorisme”, namun tokoh Muhammadiyah itu menolaknya. “Tapi pernahkah media massa nasional mengangkat tema ini secara kritis, mengkritisi dan memblowupnya, itu tidak pernah,” sesalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula waktu demo menentang Irshad Manji, sebuah media berita online terbesar cuma menulis 150 orang yang demo, padahal ribuan, ini kezaliman terhadap umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kasus Irshad Manji, Gereja HKBP, kasus Ciketing, terorisme, dan sebagainya, semuanya bermuara pada kesimpulan untuk menegaskan: umat Islam itu intoleran, inilah wajah umat Islam Indonesia,” kata Fadhilah Zein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tak sadar kita diatur media. Kita hidup dimana teknologi informasi bergerak sangat cepat. Dan, lewat sejumlah media mainstream itu, umat Islam disudutkan. “Tetapi ada perlawanan dari media-media Islam seperti Arrahmah.com, Islampos, Salam-Online, Voa-Islam, dan lainnya. Tak mustahil perlawanan media-media Islam ini, akan mengubah semua itu,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara berikutnya, Mustofa B Nahrawardaya, seorang aktivis muda Muhammadiyah yang sedang ‘naik daun’, membenarkan apa yang diungkap Fadhilah Zein. Aktivis yang pernah menjadi wartawan ini mengatakan, bahwa ia juga merasakan dan mengalami apa yang telah diungkap oleh Fadhilah Zein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mustofa, media mainstream akan memberitakan jika peristiwa itu merugikan umat Islam. “Tetapi tidak memberitakan jika kasus itu menguntungkan umat Islam,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kata Mustofa, fakta-fakta itu bisa dibuat. Ia menggambarkan, bagaimana, misalnya, fakta “terorisme” itu dibuat. Gara-gara mengungkap hal ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai murka kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu itu, dalam dialog (Indonesia Lawyers Club, red)&amp;nbsp; di TVOne saya ungkapkan bagaimana fakta-fakta terorisme itu bisa dibuat, Kepala BNPT Ansyaad Mbai murka pada saya, dan sampai 3 bulan saya tidak bisa tampil di TVOne,” kata Mustofa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian terakhir Ustadz Fahmi Salim, MA, menegaskan bahwa media massa menjadi tonggak penting untuk tegaknya risalah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini juga mengingatkan, bahwa umat Islam sekarang sedang dikepung musuh dari berbagai penjuru, tapi kemudian ada kuda-kuda berlari kencang dan memercikkan bunga api dengan pukulan kuku kakinya, menyerang kumpulan musuh sebagaimana digambarkan dalam surat ke-101 (QS Al-’Adiyat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, kata Ustadz Fahmi Salim, umat Islam harus menyiapkan semua sarana, termasuk media, seperti tadi disampaikan oleh penulis buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya kita menguasai media agar, “Jangan terus-terusan kita dibodohi media massa mainstream yang menggambarkan kehebatan musuh,” pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan, jangan lupa, yang mendorong untuk melawan stigmatisasi (kehebatan musuh, red) juga adalah media sosial. Jadi media sosial juga penting untuk mengimbangi media mainstream,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, menurut Ustadz Fahmi, kita harus melawan ketika media mainstream menutup-nutupi kasus yang tidak menguntungkan mereka. “Kasus Ahmadiyah atau Syiah, luar biasa, dijadikan alat untuk menampar, lewat kasus-kasus ini umat Islam dizalimi oleh tirani media. Ulama kredibilitasnya dihancurkan, ini harus kita lawan,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Fahmi juga mengingatkan, bahwa jahatnya media mainstream bisa membalikkan persepsi umat&amp;nbsp; yang benar. “Bahwa orang-orang&amp;nbsp; kafir itu lebih baik daripada orang-orang beriman. Orang Islam tak becus mengurus negara, dan sebagainya, macam-macam stigma yang mereka lekatkan,” kata Ustadz Fahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka menginginkan agar orang-orang kafir saja yang memimpin negara ini… orang-orang kafir lebih santun, lebih profesional, bahkan lebih ‘Islam’ dibanding orang Islam. Dan, mereka mencontohkan Jepang, Amerika, tapi mereka tutup mata, mestinya lihat juga dong negara-negara kafir seperti Filipina, Myanmar, dan lainnya, yang tak becus mengurus negaranya,” papar Ustadz Fahmi seraya mengutip surat An-Nisaa’ ayat 61. (salam-online/arrahmah.com)</description><link>http://berita-pi.blogspot.com/2013/11/mengungkap-kezaliman-media-massa.html</link><author>noreply@blogger.com (Si Nga)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-lEhvyUdj4OM/UnWnsCrq7vI/AAAAAAAAAVY/NOJNJhhUTUI/s72-c/MEDIA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4006364752718087269.post-4541293377731403186</guid><pubDate>Sun, 03 Nov 2013 01:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-02T18:21:37.124-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">FPI</category><title>Habib Muhsin : FPI akan bubar sendiri jika hukum ditegakkan dengan baik</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-YeKR28-sBYw/UnWk7fS3goI/AAAAAAAAAVM/3KLxA4A8Law/s1600/FPI-Habib-Muhsin-Ahmad-Alatas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-YeKR28-sBYw/UnWk7fS3goI/AAAAAAAAAVM/3KLxA4A8Law/s1600/FPI-Habib-Muhsin-Ahmad-Alatas.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Terkait adanya desakan sebagian komponen masyarakat mengenai pembubaran Front Pembela Islam, ketua DPP FPI bidang Da’wah sekaligus jubir FPI, Habib Muhsin Alattas memaparkan bahwa bagi pihak-pihak yang berharap FPI dibubarkan tak perlu risau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“FPI akan bubar sendiri jika hukum ditegakkan dengan baik oleh aparat dan pejabat negara,” kata Habib Muhsin Sabtu (20/7/2013), lansir fpi.co.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Muhsin juga menyesalkan sikap media masa terhadap FPI. Beliau mengatakan FPI tidak perlu pembelaan dari media, yang dibutuhkan FPI hanya pemberitaan yang berimbang apa adanya. “Jangan hanya menyudutkan FPI dan menyuarakan berita sepihak tanpa mendengar paparan dari pihak FPI.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita cermati, kata Habib, terlihat jelas cara media memaparkan berita yang begitu tendensius terhadap FPI hingga bagi banyak kalangan yang terlihat hanyalah kesalahan FPI semata. Padahal DPD FPI Jateng sudah melakukan klarifikasi melalui selebaran dan SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronologis&amp;nbsp; yang sudah disebar ke berbagai media, tapi kebanyakan media tidak&amp;nbsp; memuatnya, karena media punya kepentingan memojokkan FPI. Bayangkan saja, tidak ada satu pun media memberitakan tentang puluhan preman yang menyerang sejumlah anggota FPI hingga terluka parah bahkan sampai kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media masa umum begitu sibuk menyoroti dan menyudutkan FPI, menutup mata untuk membuat berita sebenarnya, bahwa yang terjadi adalah bentrok antara FPI dan preman bayaran cukong prostitusi dan bandar judi bukan dengan warga. FPI selalu didudukkan dalam posisi pihak yang bersalah serta menjadi sasaran empuk untuk menjadi bahan berita negatif media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, dalam setiap aktivitas lapangan, FPI selalu bertindak secara prosedural. Segala tindakan yang diambil adalah bagian dari proses yang berjalan sebelumnya. FPI tidak akan sampai melakukan sweeping, jika saja aparat tanggap dan sigap dalam menjaga ketentraman di bulan Ramadhan termasuk penertiban tempat maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah tugas FPI yang tetap wajib dijalankan, tetapi prosedur tetap wajib ditegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI tidak ingin membela diri atau pun merasa tidak bersalah. Jika FPI bersalah, silahkan di proses secara hukum. Hanya saja letakkan sesuatu pada tempatnya, dengan kata lain pihak preman serta pihak yang merekrut mereka dan provokator pemanas suasana juga harus ikut diproses secara hukum. Bentrokan ini tentu terjadi karena ada dua pihak yang berseteru, namun mengapa tuntutan di proses secara hukum hanya dialamatkan kepada FPI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bila bentuknya penyerangan, tentu wajar hanya FPI yang diproses secara hukum. Namun peristiwa Kendal adalah bentrok, hingga seharusnya yang dipanggil atau diproses secara hukum tentu tidak hanya fpi, melainkan juga pihak lain yang ikut andil dalam kejadian ini,” tegas Habib Muhsin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tuduhan anarkis terhadap FPI adalah istilah media masa dalam pembentukan opini masyarakat terhadap FPI, bahwa semua tindakan FPI negatif. Maka apakah kita akan berdiam diri melihat begitu maraknya peredaran miras, narkoba, prostitusi dan perjudian? Apakah kita rela melihat bangsa ini&amp;nbsp; semakin hancur? FPI juga bagian elemen masyarakat yang seharusnya didukung dalam proses pengawasan, karena aparat tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak yang punya harapan sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya semua pihak harus melihat eksistensi dan tindakan FPI dengan mata melek dan pikiran yang lebih terbuka. Tujuan utama FPI melakukan kegiatan nahi munkar tidak lebih untuk membersihkan penyakit masyarakat yang sudah sangat jauh merusak moral bangsa ini, agar paling tidak kerusakan moral tidak semakin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah demi mengedepankan ego dengan wacana pembubaran FPI bisa membuat keadaan lebih baik? Apakah tindakan FPI dalam pengawasan penyakit masyarakat begitu menakutkan dibandingkan dengan maraknya kegiatan pengrusakan moral bangsa?” tanya Habib Muhsin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya media juga lebih cerdas dalam mengungkap berita hingga tidak memutar balikkan pola pikir masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan mengedepankan kebebasan dan hak azazi kemudian membiarkan penyakit masyarakat yang justru daya rusaknya lebih menakutkan dibanding ‘stempel anarkis’ yang selalu digemakan media terhadap FPI dan menanamkan opini buruk tentang FPI,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(azmuttaqin/fpi.or.id/arrahmah.com)</description><link>http://berita-pi.blogspot.com/2013/11/habib-muhsin-fpi-akan-bubar-sendiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Si Nga)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-YeKR28-sBYw/UnWk7fS3goI/AAAAAAAAAVM/3KLxA4A8Law/s72-c/FPI-Habib-Muhsin-Ahmad-Alatas.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item></channel></rss>