<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:31:13 +0000</lastBuildDate><category>Sijunjung</category><category>berita sijunjung</category><category>DPRD Sijunjung</category><category>Muaro Sijunjung</category><category>Pembangunan</category><category>BBM</category><category>Bupati Sijunjung</category><category>Kabupaten Sijunjung</category><category>kemiskinan</category><category>muaro bodi</category><category>pemda sijunjung</category><category>Pendidikan</category><category>nagari</category><category>wali nagari</category><category>BBGRM</category><category>GOR SibinuangSakti</category><category>Kesejahteraan</category><category>PKK</category><category>Rakyat Miskin</category><category>SOTK</category><category>prestasi</category><category>sumatera barat</category><category>ABG</category><category>Askes</category><category>BAZ</category><category>BKMN</category><category>BLT</category><category>Bappeda</category><category>CPNS</category><category>DPC</category><category>DPW</category><category>Jamkesmas</category><category>Jorong</category><category>Jorong Koto Ranah</category><category>Kecamatan Kamang Baru serta di Jorong Kapalo Koto</category><category>Kecamatan Kupitan</category><category>Lansek Manih</category><category>Model</category><category>Nagari Muaro Takuang</category><category>Nagari Padang Sibusuk</category><category>PAC</category><category>PNPM-MP</category><category>PNS</category><category>SPBU</category><category>Tanah Badantung</category><category>UPZ</category><category>caleg</category><category>displin</category><category>goro</category><category>ifrastruktur</category><category>inforkom</category><category>irigasi</category><category>jilbab</category><category>karet</category><category>kayu ilegal</category><category>kecamatan</category><category>lahan tidur</category><category>muslimah</category><category>pemilu</category><category>pemkab</category><category>teknologi informasi</category><category>wabup</category><category>wajib belajar</category><category>website</category><title>Berita Sijunjung</title><description>Blog ini berisi berita dari Ranah Lansek Manih Kabupaten Sijunjung</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Lizda)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-8589388619854688762</guid><pubDate>Tue, 24 Mar 2009 16:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-24T10:01:11.907-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kabupaten Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wali nagari</category><title>DINILAI TIM KABUPATEN - TAMPARUNGO ELOK DAN INDAH</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(18/03/09)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Tim penilai nagari berprestasi Kabupaten Sijunjung disambut hangat oleh masyarakat Nagari Tamparungo, Kecamatan Sumpur Kudus, saat menilai nagari tersebut, Selasa (17/3).            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tim yang diketuai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagari (BPMPN) Kabupaten Sijunjung,  Jaheri, M. Si, tidak hanya disambut dengan talempong pacik yang dimainkan bundo kanduang, tapi juga diterima oleh Camat Sumpur Kudus, Jon Iswar, SH, Muspika, pimpinan unit kerja tingkat kecamatan dan masyarakat ramai.&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sambutan yang juga sangat mengesankan, adalah keelokan Nagari Tamparungo. Disamping bersih dan tertata rapi, beberapa ruas jalan yang dilewati tim juga sudah  dipagar.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Begitu juga sejumlah taman bunga dan apotek hidup yang dibuat dan pelihara anggota PKK, juga terlihat bersih dan indah dengan pagar bercat warna warni yang rapi dan kokoh seperti baru dibenahi.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Inilah salah satu dampak dari penilaian, nagari berubah corak dalam seketika. Tapi yang kita harapkan bukanlah perubahan yang dratis ini, melainkan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dan kontiniu melalui kebersamaan yang wujudnya memacu pembangunan serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” kata Jaheri  kepada Singgalang di atas mobil dinasnya.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dalam penyambutan yang berlangsung di halaman Kantor Walinagari, Camat Jon Iswar mengatakan, Tamparungo yang memiliki enam jorong, topografinya berbukit dan bergelombang. Sementara rumah penduduk berdiri secara berpencar. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Mungkin disebakan topografi yang berbukit dan bergelombang itu, sampai sekarang di Nagari Tamparungu HP tidak berguna, karena sinyal tidak ada, sehingga bila ingin berkomunikasi, masyarakat harus berhadapan secara langsung, tutur camat.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Meski demikian adanya kondisi Tamparungo, namun masyarakat memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap kemajuan nagarinya, sehingga berkat perhatian dan kepedulian itu, pada tahun 2009 ini Tamparungo terpilih untuk mewakili Kecamatan Sumpur Kudus dalam mengikuti pemilihan nagari berprestasi di tingkat Kabupaten Sijunjung.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Mudah-mudahan melalui penilaian ini, ke depan Nagari Tamparungo semakin maju dan berkembang, baik di bidang pembangunan maupun di sektor ekonomi dan kesejahtraan rakyat,” harap camat.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Senada dengan camat, Jaheri juga mengatakan bahwa tujuan utama penilaian bukan semata mencari juara, tapi untuk mengetahui sejauh mana masyarakat mampu melaksanakan pembangunan serta menjaga dan memelihara, dengan harapan ke depan lebih ditingkatkan.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Makanya yang dinilai tim bukan meriahnya penyambutan, tapi berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dalam dua tahun terkahir (2007 dan 2008). Sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2007, tentang penyelenggaraan perlombaan desa dan kelurahan (di Sumbar nagari), indikator yang dinilai meliputi berbagai bidang.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Bidang yang dinilai itu antara lain pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan dan pemberdayaan kesejahtraan keluarga, jelas Jaheri. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Selain memperkenalkan seluruh anggota tim dan menjelaskan bidang yang dinilai, dalam kesempatan itu juga disosialisasi tata cara mencontreng pada Pemilu legislatif. Sosialisasi dilakukan oleh devisi teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabuapaten Sijunjung, Taufiqrrdiman, S. Ag.                 &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kelanjutan dari penilaian nagari berprestasi tingkat Kabupaten Sijunjung, setelah Rabu kemarin di Nagari Buluh Kasok, Kecamatan Lubuak Tarok, Kamis ini dilkasanakan di Nagari Batu Manjulur, Kecamatan Kupitan. - &lt;em&gt;&lt;strong&gt;nas&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2009/03/dinilai-tim-kabupaten-tamparungo-elok.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-6460189815304478759</guid><pubDate>Tue, 24 Mar 2009 16:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-24T09:59:52.589-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bupati Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">CPNS</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PNS</category><title>BUPATI SERAHKAN SK CPNS - TIDAK ADA PEGAWAI KEBAL HUKUM</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(17/03/09)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Bupati Darius Apan, secara simbolis serahkan 379 SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Sijunjung formasi 2008, di Balairung Lansek Manih, Senin (16/3).             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ke-379 CPNS yang menerima SK, diangkat dari tenaga honor 46 orang dan pelamar umum 333 orang, kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sijunjung, Yunanto Masri, SE.&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sebanyak 46 tenaga honor yang jadi CPNS tanpa tes, tambah Yunanto, terdiri dari golongan I/a tiga orang, golongan I/c lima orang, II/a 28, II/b enam dan golongan III/a empat orang.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sedangkan 333 pelamar umum yang bernasib baik, berhasil lulus seleksi dan tes, sesuai ijazah yang dimiliki, diangkat dengan golongan II/b 95 orang, II/c 74, III/a 152 dan golongan III/b 12 orang.              &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kepada seluruh CPNS yang yang menerima SK, bupati menekankan supaya  tidak cepat berpuas diri, tapi banyak belajar dan bertanya serta kuasai tugas dan tanggungjawab yang diemban.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tapi jangan bertanya dan belajar kepada PNS yang kuciang aia! Timbalah ilmu dari PNS yang mematuhi peraturan dan ketentuan serta memiliki disiplin diri yang tinggi, supaya saudara tumbuh dan berkembang menjadi pegawai yang menguasai tugas dan profesioanal serta dibutuhkan dan terpakai di lingkungan unit kerja, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kalau saudara bertanya dan belajar kepada PNS nan kuciang aia, saudara juga akan jadi kuciang aia dan tidak memiliki disiplin diri. Klimaksnya saudara tidak akan terpakai pada satuan unit kerja, karena seluruh pimpinan unit kerja akan menolak saudara. “Ingat itu,” pesan bupati.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Perlu saudara ketahui, sambung bupati, Pemkab Sijunjung membutuhkan pegawai yang memiliki disiplin diri, bukan orang hebat, karena tidak ada yang dapat diharapkan dari orang yang tidak disiplin, meski dia pintar. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Lebih baik  mempunyai pegawai lemah tapi memiliki disiplin tinggi, dari pada pegawai hebat yang tidak disiplin, karena kelemahan seorang pegawai  secara bengansur bisa diatasi dengan banyak belajar.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Justru itu, meski sekarang saudara telah menjadi CPNS, namun bukan berarti usaha dan perjuangan saudara sudah selesai, karena CPNS awal dari proses panjang dalam berkarir dan berkarya.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Semua orang menginginkan yang terbaik, namun untuk mendapatkan yang terbaik, tidak mudah. Diperlukan upaya, kerja keras, serius, sungguh-sungguh, professional serta menguasai tugas dan tanggungjawab.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Oleh karena itu, CPNS yang berstatus sebagai guru, jadilah seorang pendidik, jangan hanya sekedar pengajar. Begitu juga tenaga medis, berikanlah pelayanan terbaik kepada masyarakat, jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Agar bisa menjadi yang terbaik, bupati menekankan kepada CPNS supaya menjalankan aturan dan ketentuan sesuai perundang-undangan yang berlaku. Baik masuk dan keluar kantor maupun dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dimana-mana, termasuk di Pemkab Sijunjung, kewajiban, aturan dan ketentuan yang harus dipatuhi  pegawai,  sama. Tidak ada pegawai dan pejabat yang kebal hukum dan tidak ada pegawai yang bisa bekerja ‘semau gue’. &lt;/p&gt;“Jika ada diantara saudara yang tidak bisa mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku, mundur saja dari sekarang, karena yang akan menggantikan cukup banyak,” tandas bupati. –  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;nas&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2009/03/bupati-serahkan-sk-cpns-tidak-ada.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-1012520885349943076</guid><pubDate>Tue, 24 Mar 2009 16:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-24T09:57:18.858-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DPRD Sijunjung</category><title>DILAKSANAKAN TENGAH HARI - PESERTA RAPAT PARIPURNA TIDUR LELAP</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(16/03/09)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Rapat paripurna DPRD Kabupaten Sijunjung yang dimulai tengah hari (setelah Salat Zuhur), sepertinya kurang tepat dan tidak efektif. Karena dalam suasana itu banyak peserta rapat yang mengantuk dan tertidur nyenyak.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Yang tidur nyenyak tidak saja Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan camat yang duduk pada kursi bagian belakang, tapi juga dewan terhormat yang menduduki kursi empuk di ruang tengah, kata anggota DPRD Kabupaten Sijunjung H. Iraddatillah, S. Pt, di Muaro Bodi, Minggu (15/3).&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Adanya Kepala SKPD, camat dan dewan yang tertidur, tambah Iraddatillah, terlihat pada rapat paripurna DPRD, Selasa (10/3), dengan agenda penyampaian pemandangan umum enam anggota dewan terhadap tujuh Ranperda.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Bahkan ketika Dasri Rajo Timbu naik mimbar, sebelum membacakan pemandangan umumnya, dengan suara lantang dia mengatakan, “Ado juo nan lalok lai? Kok ado, jagolah! Karano anggota DPRD nan kaduo puluah salapan ka mangecek. (Ada juga juga yang tidur lagi? Jika ada, bangunlah! Karena anggota DPRD yang ke-28 akan bicara,” kata Iraddatillah mencontohkan adanya peserta rapat paripurna yang tertidur.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Begitu juga pada rapat paripurna Jumat (13/3) dengan agenda penyampaian nota jawaban bupati atas pertanyaan anggota DPRD. Ketika  Wakil Bupati Yuswir Arifin membacakan nota jawaban bupati yang tebalnya 37 halaman, banyak Kepala SKPD dan anggota dewan yang tertidur lelap.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Untuk itu, supaya rapat paripurna DPRD yang membahas Ranperda lebih berhasil dan berdayaguna, kita berharap ke depan rapat ini tidak lagi dilaksanakan tengah hari, tapi pagi hari,” harap kader terbaik Partai Persatuan Pembangunan ini. - &lt;strong&gt;&lt;em&gt;nas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2009/03/dilaksanakan-tengah-hari-peserta-rapat.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-9642142940522644</guid><pubDate>Tue, 17 Feb 2009 04:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-16T20:22:16.203-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">karet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>HARGA KARET MURAH - PETANI ENGGAN JUAL HASIL SADAPAN</title><description>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;SIJUNJUNG(12/02/09&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) Sejumlah petani karet di Kabupaten Sijunjung masih enggan menderes karet mereka.Kalaupun ada, mereka lebih memilih menumpuk karet hasil sadapannya ketimbang menjual.            &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti yang dilakukan petani karet di nagari Sibakur Kecamatan Tanjung Gadang.Man salah seorang petani karet di nagari berpenduduk lebih kurang 2.500 jiwa itu enggan menjual hasil sadapannya.Ia lebih memilih hasil sadapannya, ditumpuk ketimbang dijual.          &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Soalnya, kata ayah dua anak ini, harga karet masih belum sesuai dengan apa yang harapkan.”Harga karet masih murah.Lebih baik ditumpuk dari pada dijual,” ujarnya.             &lt;/div&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain banyak petani menumpuk karet hasil sadapannya, sebut Man, sebagian petani karet di daerahnya juga banyak yang tidak menderes karet miliknya.Mereka lebih memilih melakukan kerja lain dari pada menderes karet. Sebagian mereka ada yang bekerja sebagai buruh, mencari rotan dan pekerjaan lainnya yang bisa mendatang uang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikatakan, sejak lebaran tahun lalu hingga sekarang harga karet masih berkisar Rp 4 ribu,- s/d Rp5 ribu per kilo. Harga itu, katanya, masih murah dibandingan sebelum jatuhnya harga karet.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tak hanya, Man, Rudi warga Nagari Pematang Panjang Kecamatan Sijunjung juga melakukan hal yang sama. Pria yang baru saja menikah ini, masih tetap melakukan aktiftas penderesan.Hanya saja, hasil sadapannya tidak langsung di jual.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hasil sadapan yang ia lakukan sejak beberapa bulan belakangan ini di kumpulkan. ”Kalau harga sudah naik, baru di jual,” ujarnya. Hal serupa juga di lakukan petani karet di Nagari Tanjung Kecamatan Koto VII. Parapetani karet di nagari itu, banyak yang beralih profesi. Selain beralih profesi, sebagian mereka masih ada yang melakukan aktifitas penderesan.“Sejak harga karet turun, banyak petani karet yang beralih profesi,” ujar Muharis salah seorang tokoh masyarakat setempat. -&lt;strong&gt;&lt;em&gt; zet&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2009/02/harga-karet-murah-petani-enggan-jual.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-5462628820939223967</guid><pubDate>Tue, 17 Feb 2009 04:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-16T20:20:49.995-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lansek Manih</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>HKG PKK DIPERINGATI - KEPEDULIAN DIHARAPKAN MENINGKAT</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(13/02/09)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Bupati Sijunjung Darius Apan menilai pejabat daerah ini kurang sensitif melihat kemiskinan yang menggeluti kehidupan rakyat, sehingga secara pribadi tidak tersentuh hatinya untuk mencarikan solusi.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Artinya, jika ada pejabat yang melaksanakan program pengentas kemiskinan, itu hanya semata karena beban tugas dan tanggungjawab yang diemban. Bukan karena sentuhan hati.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kurang sensitif dan tidak tersentuhnya hati pejabat, karena dia sudah terbiasa melihat kemiskinan yang menderah kehidupan rakyat. Dengan kata lain sudah merupakan pemandangan biasa. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dampak buruk dari kurang kepedulian itu, kemiskinan yang terjadi di daerah ini bagaikan benang kusut yang tidak ketemu ujung dan pangkalnya, sehingga tidak kunjung selesai. Sangat memiriskan hati tentunya, keluh bupati.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ungkapan bernada kekecewaan itu disampaikan Bupati Darius Apan pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-36, di Balairung Lansek Manih, Kamis (12/2).&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Peringatan HKG PKK yang ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh bupati, dihadiri Muspida Sijunjung, segenap pimpinan unit kerja, para camat dan walinagari, ketua dan wakil ketua TP PKK kabupaten, Ny. Hj. Aisyah Darius dan Ny. Hj. En Yuswir bersama anggota serta ketua TP PKK kecamatan dan nagari.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tentang PKK, bupati mengakui bahwa eksistensi gerakannya telah dirasakan oleh banyak kalangan, karena gerakan PKK mampu mendukung dan menyukseskan berbagai program dan kegiatan pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Namun ke depan peran dan fungsi PKK diharapkan lebih nyata, jangan hanya sekedar mendukung dan menyukseskan berbagai program pemerintah, tapi juga mengupayakan kegiatan yang bisa meringankan beban ekonomi rakyat. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Begitu juga para camat dan walinagari, diharapkan lebih sensitif, peka dan peduli terhadap kemiskinan, karena kehidupan rakyat tidak akan berubah jika hanya sekedar mendata kepala keluarga miskin, membicarakan, membahas dan mendiskusikan saja. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Yang lebih penting adalah mencari akar permasalahan penyebab terjadinya kemiskinan itu, supaya bisa diatasi dan dicarikan solusinya secara bersama, kata Bupati Darius Apan. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;-nas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2009/02/hkg-pkk-diperingati-kepedulian.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-200360567136419822</guid><pubDate>Mon, 09 Feb 2009 17:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-09T09:44:41.726-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bappeda</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inforkom</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kabupaten Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">teknologi informasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">website</category><title>MEDIA WEBSITE DIKEMBANGKAN</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(07/02/09)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Pengembangan tekonologi informasi media website yang kini tengah dilakukan Pemkab Sijunjung, dengan memberdayakan pegawai Dishub Inforkom yang memiliki ilmu di bidang itu, adalah satu terobosan yang sangat tepat dan strategis.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Karena media website sangat membantu dalam pemberian pelayanan secara cepat, kata Kepala Bappeda Kabupaten Sijunjung Drs. Muchlis Anwar, MSM, di ruang kerjanya, Jumat (6/2).&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Misalnya dalam menggarap, memanfaatkan dan mengembangkan potensi daerah yang memerlukan investasi cukup besar. Setelah potensi yang dimiliki dipromosikan, melalui media website, investor yang berminat bisa mengajukan permohonan penanaman modal.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sementara petugas yang ditunjuk, bisa memonitor melalui e-mail secara langsung serta membaca dan meneliti permohonan penanaman modal yang diajukan calon investor.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Jika permohonan yang diajukan sudah lengkap dan telah memenuhi persyaratan, melalui website petugas bisa meberi jawaban dengan cepat.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Begitu juga, bila permohonan  kurang lengkap atau tidak memenuhi persyaratan, petugas secara langsung dapat memberi penjelasan pada waktu yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Artinya, pengunaan media website­, selain murah, juga lebih efisien, karena waktu yang digunakan sangat singkat, sebut Muchlis yang cukup paham dengan Teknologi Informasi (TI).            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Makanya, saya berpendapat, pengembangan media website yang kini tengah dilakukan Pemkab Sijunjung, dengan memanfaatkan tenaga terampil yang ada pada Dishub Inforkom, adalah langkah serta terobosan yang sangat tepat dan strategis, karena dengan media ini kita bisa bersaing dengan daerah lain dalam mempromosikan potensi dan menggaet investor. Masalahnya sekarang, sejauh mana kita mau dan mampu memanfaatkan media yang telah dimiliki, agar keberadaannya benar-benar berhasil dan berdayaguna untuk kemajuan daerah,”  tutur Muchlis. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;–nas (Sijunjung.go.id)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2009/02/media-website-dikembangkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-5761295588917888553</guid><pubDate>Mon, 09 Feb 2009 17:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-09T09:42:48.115-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kabupaten Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>PERHATIKAN SEKTOR PENDIDIKAN</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(07/02/09)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; -  Mencermati kondisi saat ini, baik secara nasional maupun daerah, persoalan yang menggejala dan menjadi harapan seluruh lapisan masyarakat, antara lain tersedianya layanan pendidikan dan kesehatan yang mudah dan berkualitas, perekonomian yang baik dan stabil serta infrastruktur yang memadai.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Guna memenuhi harapan masyarakat yang menggejala itu, khusus di Kabupaten Sijunjung, pada tahun 2009 ini pemerintah daerah telah menetapkan pembangunan yang bertema ‘peningkatan kesejahtraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan’.&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Menyangkut masalah kemiskinan, memang banyak faktor penyebabnya. Namun berkat upaya dan kerja keras yang dilakukan Pemkab, DPRD dan masyarakat secara bersama, di beberapa sektor sudah terjadi perbaikan.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Namun dibalik terjadinya perbaikan di beberap sektor, kita juga tidak bisa menutup mata, terhadap angka kemiskinan yang masih tinggi,” kata anggota DPRD Kabupaten Sijunjung H. Iraddatillah, S. Pt, Jumat (6/2), di Muaro Bodi.       &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Menurut dewan terhormat ini, pada tahun 2005, angka kemiskinan di Kabupaten Sijunjung adalah 28,71 persen. Tahun 2006 28,70 persen dan tahun 2007 29,40 persen. Sebanyak 18,42 persen dari persentase miskin itu, adalah petani pangan dan penganggur yang tingkat pendidikannya relatif rendah.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Untuk itu, berpijak kepada tema pembangunan yang telah ditetapkan Pemkab, yaitu ‘peningkatan kesejahtraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan,’ kita berharap ke depan sektor pendidikan harus lebih diperhatikan dan dioptimalkan,” kata Iraddatillah.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Seperti kegiatan MGMP dan KKG, tiap tahun anggaran dananya cukup signifikan, tapi manfaatnya secara maksimal masih diragukan. Untuk itu, ke depan perlu dibuat standar dan ukuran keberhasilan MGMP dan KKG itu.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Dilain hal, kita selalu mendengungkan peningkatan kualitas pendidikan, tapi di sisi lain tenaga pendidik banyak yang berulang dari daerah lain ke Kabupaten Sijunjung, dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Sebagai contoh, tenaga pendidik yang berulang dari Padang ke Sijunjung setiap hari, guru SMP 13 dua orang, SMK 3 dua orang dan guru SMP 6 satu orang. Pada sekolah yang berada di seputar ibu kabupaten saja kondisinya sudah seperti itu, apa lagi di sekolah yang sulit dipantau, tidak tertutup kemungkinan tenaga pendidik yang berulang jumlahnya lebih banyak,” sebut Iraddatillah.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Justru itu, supaya kualitas pendidikan di Kabupaten Sijunjung bisa ditingkatkan, kami selaku DPRD berharap kepada Pemkab menyikapi hal yang mungkin menjadi penghalang dalam mewujudkan peningkatan itu, seperti adanya guru yang berulang dari daerah yang cukup jauh,” harap kader terbaik PPP ini. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;–nas (Sijunjung.go.id)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2009/02/perhatikan-sektor-pendidikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-1902193650361394513</guid><pubDate>Mon, 09 Feb 2009 17:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-09T09:41:16.055-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ABG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jilbab</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Model</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">muslimah</category><title>BERBUSNA TERBUKA - MODEL GILA</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(29/01/09)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - “Eloklah bapakaian nak. jan co itu. Caliaklah, coa tu. Pusek nampak, pinggang nampak, dado tabukaklo (baik-baik berpakaian nak, jangan seperti itu. Lihatlah, seperti apa itu. Pusar terlihat, pinggang terlihat, dada terbuka pula),” tegur seorang ibu kepada gadisnya saat sigadis turun jenjang hendak keluar rumah.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tapi, bergemingkah sigadis? Diturutinya  nasehat sang ibu? Tidak! Ia terus menuruni anak jenjang, “iko nan mode ma, modeko nan tren kini (ini yang model ma, model ini yang tren sekarang),” jawab sigadis sambil terus melangkah.&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Nauzubillahminzalik. Jika jawaban sigadis benar, agaknya inilah model yang paling entong dan gila di alam Minangkabau yang adatnya basandi syarak, syarakat basandi kitabullah.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Apa sebenarnya yang diharap sigadis,  sukakah pemuda memandangnya? Tentu suka! Tapi tidak pemuda baik-baik. Karena pemuda beriman dan berbudi mulia jijik melihatnya.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Seperti pengakuan  Rahmad di Kupitan, pakaian ketat dan baju senteang yang digemari sebagian ABG (Anak Baru Gadang), bukanlah model. Tapi pembodohan dan pelecehan diri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Selain itu, manjua pusek jo  memamerkan sebagian buah dada, sama dengan menjatuhkan harkat dan martabat ABG itu sendiri sebagai wanita Minang. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Disamping pembodohan dan pelecehan diri sendiri, dengan berbusana serba ketat dan minim, sesungguhnya ABG itu  telah mengobral dan menjual murah sesuatu yang sangat berharga pada dirinya. Karena kehormatan dan kebanggaan yang seharusnya disembunyikan secara rapi, telah mereka pertontonkan secara lugas.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Apakah ini yang disebut model? Kalau memang model, agaknya inilah model yang paling entong dan gila, di alam Minangkabau, sajak dunia takambang, tandas Rahmad.               &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Namun di balik semua itu, menurut pemuda lain, Endri, gemar dan hobinya sebagian kaum wanita berbusana indak sanere, kesalahan tidak bisa dilemparkan sepenuhnya kepada mereka. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sebab, kalau mereka masi ABG, tentu punya orangtua yang akan menunjuk ajari serta menasehati. Jika sudah berstatus istri, suami berkewajiban dan bertanggungjawab menuntun dan membina ke arah yang baik dan benar sesuai ajaran Islam serta norma adat dan budaya masyarakat Minangkabau. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Lalu bagaimana dengan gadis yang berbusana muslimah  dan berjilbab? Ternyata cukup banyak pemuda yang   menyukai dari pada gadis pengobral paha, pusar dan sekwilda (baca sekitar wilayah dada).&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tapi yang menyukai, tentunya pemuda yang berjiwa Islami, taat beribadah, beraklaq, beriman dan berbudi mulia, bukan pemuda yang jauh dari agama.  &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kenapa mereka menyukai? Alasannya cukup mendasar. Dimata pemuda beriman, gadis berbusana muslimah lengkap dengan jilbab, terlihat lebih anggun, berwibawa dan memiliki daya tarik mendalam. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sementara gadis pengobral aurat, selain gadis murahan juga racun dunia, karena di balik lekuk tubuh yang dipertontonkan, tersimpan setumpuk dosa.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Kalau saya sejak duluh lebih menyukai   gadis berbusana muslimah, dari pada gadis yang berpakaian ketat. Apa lagi yang menjatuhkan martabatnya sendiri dengan mengobral aurat,” aku  seorang pemuda Sijunjung, Hidayat.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Malah di lubuk hati yang paling dalam terpatri tekat untuk berusaha mencari gadis Islami sebagai pendamping hidup, bila Allah SWT mengizinkan. Sebab langkah, rezki, jodoh dan maut,  adalah rahasia Tuhan, sebagai insan lemah, manusia hanya bisa berusaha dan berencana, keputusan akhir tetap di tangan-Nya, urai Hidayat.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Gadis yang gemar berbusana muslimah lengkap dengan jilbab, dimata Hidayat, selain anggun, mempesona serta memiliki karisma dan daya tarik tersendiri, juga cermin dan pantulan dari jiwa sigadis yang taat kepada Allah SWT.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Karena  yang namanya iman, bukan hanya sebuah pengakuan dan identitas, tapi sesuatu yang telah diyakini dalam hati,  sehingga melahirkan amal perbuatan baik dan mulia.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Senada dengan Hidayat, seorang karyawan kantor Bupati Sijunjung, Erman, juga menyebutkan bahwa gadis yang gemar berbusana muslimah, bukan hanya sekedar disegani dan dihormati kaum pria, tapi juga mulia di sisi Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dari pengakuan dan pendapat sejumlah pemuda ini, dapat diambil kesimpulan, pemuda baik dan beraklaq mulia akan mencari pasangan hidup, gadis yang baik pula. Artinya sangat mustahil gadis pengobral pusar dan wilayah dada, dipersunting oleh seorang pemuda Islami dan beriman. &lt;/p&gt;Ini tentunya peringatan dan aba-aba bagi para gadis, terutama anak jolong gadang  nan suko bapakaian indak sanere.&lt;br /&gt;Sadar dan ketahuilah, pemuda baik, beradat dan bermoral tidak menyukai gadis murahan yang melecehkan diri seperti kamu-kamu.&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;-nas (sijunjung.go.id)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2009/02/berbusna-terbuka-model-gila.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-6602591658970498639</guid><pubDate>Fri, 01 Aug 2008 12:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-01T05:36:38.405-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Askes</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jamkesmas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kemiskinan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rakyat Miskin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>UNTUK MEMELIHARA KESEHATAN - RAKYAT MISKIN TERIMA JAMKESMAS</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(30/07/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) untuk 42.681 rakyat miskin, diserahkan oleh Kepala Asuransi Kesehatan (Askes) Cabang Solok, Elvaneti, S.Si, Apoteker, kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan (PMPK) Kabupaten Sijunjung Drs. Abasri Jusad, SH. M.Hum, MM, di ruang rapat dinas tersebut, Selasa (29/7).            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Penyerahan kartu Jamkesmas yang ditandai dengan penandatanganan berita acara serahterima, disaksikan Kepala Kantor Catatan Sipil dan Keluarga Berencana, Jaheri M. Si, Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Kesehatan, Jhon Iswar, SH dan Kepala Bidang Sosial Dinas Sosnakertrans Dra. Basinar serta sejumlah pejabat Dinas PMPK.&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Elvaneti mengatakan, sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah pusat, quota Jamkesmas Kabupaten Sijunjung adalah untuk 52.702 rakyat miskin. Namun data penduduk miskin yang disampaikan Pemkab Sijunjung kepada Askes Cabang Solok, hanya 44.543 jiwa.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Setelah data yang disampaikan diteliti secara cermat oleh petugas Askes Solok, cukup banyak nama calon penerima kartu Jamkesmas yang double, sehingga data falid dan akurat yang bisa dipertanggungjawabkan hanya 42.681 jiwa.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Berdasarkan data itulah kami membuat kartu Jamkesmas yang hari ini kartu itu kami serahkan seluruhnya kepada pemerintah Kabupaten Sijunjung,” jelasa Elvaneti.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Agar kekurangan quota 10.021 terpenuhi, Kepala Askes Cabang Solok berharap kepada Pemkab Sijunjung segera mengirimkan data penduduk miskin, supaya kartu Jamkesmas bisa dibuat dalam waktu tidak terlalu lama.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tentang 42.681 kartu Jamkesmas yang telah diserahkan, supaya bisa dimanfaatkan oleh rakyat miskin dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan dirinya, kepada aparatur Dinas PMPK, Elvaneti sangat mengharapkan bantuannya untuk mendistribusikan sesegera mungkin.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sesuai petunjuk Menteri Kesehatan RI, pada Bulan Agustus mendatang, kartu Jamkesmas sudah bisa dipergunakan oleh rakyat miskin dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan dirinya.                     &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Disamping bisa dimanfaatkan mulai Bulan Agustus, pada 1 September, Menteri Kesehatan juga telah memutuskan bahwa pada 1 September, surat keterangan tidak mampu dan kartu Askeskin tidak berlaku lagi.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Untuk itu, kami sangat berharap bantuan aparatur Dinas PMPK mendistribusikan kartu ini sesegera mungkin kepada pemegangnya, supaya rakyat miskin tidak terkendala dalam berobat,” harap Kepala Askes Cabang Solok, Elvaneti.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt; Memenuhi harapan Elvaneti, Kepala Dinas PMPK Abasri Jusad mengaku  akan berusaha  mendistribusikan dan menyalurkan kartu Jemkesmas tersebut secepat mungkin secara berjenjang. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Artinya, bila Bupati Sijunjung menyetujui, pemerintahan kabupaten  c/q Dinas PMPK menyerahkan kepada camat, camat kepada walinagari, walinagari kepada Kepala jorong dan Kepala jorong menyerahkan kepada rakyatnya.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Karena kartu Jamkesmas sangat berarti dan berguna bagi rakyat miskin, kami akan meminta petunjuk dan persetujuan kepada bupati supaya bisa dididistribusikan secepa mungkin,” kata Abasri Jusad. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;-nas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/08/untuk-memelihara-kesehatan-rakyat.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-3437779784376995389</guid><pubDate>Fri, 01 Aug 2008 12:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-01T05:34:56.268-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BKMN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kemiskinan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>PROGRAM BKMN DIGULIR - EKONOMI RAKYAT DIHARAPKAN MENINGKAT</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(30/07/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Anggota DPRD Ir. Yos Jodi berharap progam Bantuan Kredit Mikro Nagari (BKMN) yang digulir Pemkab Sijunjung mampu mengubah perekomian rakyat kearah yang lebih baik. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Untuk itu, disamping menyerahkan modal, dengan melibatkan unit kerja lain, aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan (PMPK) selaku leadyng sector program BKMN, juga diharapkan memberikan bimbingan teknis kepada masyarakat penerima kredit, sesuai bidang usaha yang dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Sesuai tujuan, program BKMN yang digulir Pemkab Sijunjung adalah untuk mengurangi kemiskinan. Supaya tujuan mencapai sasaran dan harapan, disamping menyerahkan modal, dengan melibatkan unit kerja lain, hendaknya aparatur PMPK selaku leadyng sector juga memberi bimbingan teknis kepada masyarakat penerima kredit, sesuai bidang usaha yang dilakukan,” kata Yos Jodi, Selasa (29/7), di gedung dewan.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Selain memberi bimbingan teknis, kepada Pemkab dewan terhormat ini juga berharap tidak menyerahkan BKMN terhadap masyarakat yang setengah hati dalam berusaha, tapi berikan kepada rakyat yang mau mengubah nasib dengan bekerja keras dan sungguh-sungguh.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sementara kepada masyarakat penerima BKMN, Yos Jodi mengimbau agar melaksanakan program ini sebaik dan seoptimal mungkin. Pahami petunjuk teknis, penuhi persyaratan dan taati aturan yang telah ditentukan, supaya niat baik pemerintah membuahkan hasil sesuai harapan.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kepala Dinas PMPK Kabupaten Sijunjung, Drs. Abasri Jusad, SH. M. Hum, MM, mengatakan, dalam upaya  mengurangi kemiskinan, sekaligus dalam usaha meningkatkan taraf hidup masyarakat, Pemkab Sijunjung, pada tahun 2008 ini salurankan dana BKMN Rp4,8 miliar kepada 16 nagari, dengan indeks Rp300 juta/nagari.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ke-16 nagari yang akan melaksanakan program BKMN itu, Solok Ambah, Sungai Betung, Palangki, Tanjung Lolo, Buluh Kasok, Tamparungo, Limo Koto, Batu Manjulur, Durian Gadang, Muaro Takung, Mundam Sakti, Langki, Lubuak Tarok, Manganti, Padang Laweh dan Nagari Pamuatan.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sebelum BKMN dikucurkan, diselenggarakan sosialisasi terhadap kelompok kerja BKMN, aparat pemerintah nagari dan tim koordinator kecamatan yang langsung diketuai oleh camat bersangkutan.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sasaran penyaluran BKMN, adalah rumah tangga miskin dengan memprioritaskan kelompok usaha yang mempunyai prospek baik dalam pengembangan ekonomi. Kelompok masyarakat miskin yang diprioritaskan,  adalah Kepala Keluarga (KK) miskin yang telah terdaftar kedalam kelompok hasil pendataan KK Miskin.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kegiatan atau jenis usaha kelompok yang dinilai mempunyai prospek baik dalam pengembangan ekonomi, adalah yang sesuai dengan potensi sumber daya masyarakat yang ada di masing-masing nagari serta mempunyai kaitan usaha dengan kelompok lainnya.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tujuan utama BKMN, memberikan stimulasi modal usaha bagi keluarga miskin ditingkat nagari, agar mampu berkembang secara berkelanjutan.  Tujuan lain, terciptanya perilaku positif pada keluarga miskin dan stakeholders terkait, meningkatnya pendapatan masyarakat miskin melalui pemberdayaan sosial dan ekonomi serta terselenggaranya  sistim perencanaan dan pengawasan pembangunan yang partisipatif.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Disamping itu, terwujudnya sinergitas program pemerintah pusat, provinsi serta pemerintah kabupaten dan masyarakat/stacholders, meningkatnya partisipasi perantau dalam menanggulangi kemiskinan di nagari, tumbuhnya rasa hidup bernagari di tengah-tengah masyarakat dan terbangunnya kapasitas nagari sebagai basis ketahanan masyarakat, jelas Abasri Jusad. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;-nas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/08/program-bkmn-digulir-ekonomi-rakyat.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-8346945238919303355</guid><pubDate>Fri, 01 Aug 2008 12:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-01T05:33:25.092-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">caleg</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DPC</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DPRD Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DPW</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PAC</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>DPC PPP TETAPKAN PERSYARATAN</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(30/07/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Dalam menerima bakal calon legislatif (Caleg) untuk Pemilu 2009, DPC PPP Kabupaten Sijunjung tetapkan berbagai persyaratan dan kreteria. Lebih diutamakan figur yang bermoralitas tinggi, tidak bermental bobrok dan tidak gadang ota.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Kami tidak sembarangan menerima bakal Caleg. Banyak persyaratan dan kreteria yang harus dipenuhi figur yang ingin maju bersama PPP,” kata ketua DPC PPP Kabupaten Sijunjung H. Iraddatillah, S.Pt, di kediamannya di Muaro Bodi, Rabu siang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Persyaratan yang harus dipenuhi figur, ulas Irddatillah, antara lain memiliki moralitas yang tinggi, taat beragama, pandai membaca kitab Suci Al Quran, tokoh dan panutan masyarakat, tidak bermental bobrok serta tidak egois dan tidak gadang ota.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Mekanisme yang dilakukan DPC PPP dalam menerima bakal Caleg, figur yang berkeinginan maju bersama PPP, mendaftarkan diri kepada Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kecamatan.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Diserahkannya  menerima bakal Caleg oleh DPC kepada PAC, karena PAC lebih tau dan lebih mengenal figur atau tokoh dan panutan masyarakat di nagari, karena seseorang yang merupakan tokoh di kabupaten, belum tentu tokoh di nagari, jelas Iraddatillah.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Setelah nama yang diterima PAC disampaikan kepada DPC,  seluruh bakal Caleg akan diundang DPC untuk berdialog dan beramahtamah, sebagai ajang untuk mengetahui lebih jauh wawasan dan tentang ketokohan figur yang ingin menjadi Caleg.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tindaklanjut dialog dan ramahtamah, tim yang dibentuk PAC dan DPC, melakukan verifikasi ke lingkungan bakal Caleg yang mendaftarkan diri.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Verifikasi terhadap masyarakat di sekitar bakal Caleg berada, perlu dilakukan untuk mengetaui apakah figur itu memang tokoh dan panutan masyarakat atau hanya tokoh  di atas kertas saja.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kalau seandainya tokoh di atas kertas saja, dengan kata lain sosok itu tidak berpengaruh di nagari dan tidak jadi panutan masyarakat, apa lagi bermasalah dan bermental bobrok, nama bakal Caleg itu dicoret dari daftar, tegas Iraddatillah.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sebaliknya, bila figur yang mendaftarkan diri di PAC memenuhi persyaratan dan kreteria yang ditentukan DPC PPP, bakal Caleg itu diusulkan ke DPW untuk minta persetujuan. Setelah disetujui DPW, figur itu ditetapkan sebagai Caleg.&lt;/p&gt;Seandainya kebobrokan Caleg terungkap dalam proses berjalan, dengan kata lain proses pencalonan belum sampai ke KPU, namanya akan dicoret dan tidak diikutserta sebagai Caleg pada Pemilu 2009, tambah Iraddatillah yang juga anggota DPRD Kabupaten Sijunjung. -nas&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/08/dpc-ppp-tetapkan-persyaratan.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-2990657393116283847</guid><pubDate>Fri, 01 Aug 2008 12:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-01T05:28:47.846-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pembangunan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PNPM-MP</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>MELALUI PNPM-MP - BERBAGAI SARANA DIBANGUN</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(30/07/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP), pada tahun 2008 ini   pemerintah Kecamatan Koto VII akan merehab serta membangun berbagai  sarana dan prasarana yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Dana PNPM-MP yang dialokasikan pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk Koto VII, berjumlah Rp3 miliar,” kata Camat Koto VII, Bobby Roespandy, AP, di Muaro Sijunjung, Selasa (29/7)..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sesuai petunjuk teknis, Rp2.250.000.000 dari jumlah itu,  akan dipergunakan untuk merehab serta membangun berbagai  sarana dan prasarana. Sedangkan yang Rp750.000.000, dimanfaatkan untuk simpan pinjam  21 kelompok perempuan.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Berbagai sarana dan prasarana yang diusulkan ke pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk direhab dan dibangun, meregit beton sembilan ruas jalan, pembangunan gedung Taman Kanak-kanak, PAUD, Polindes, jalan Sirtu, kincir  air permanent, parit pembuangan, irigasi pompanisasi, jembatan serta pasang saluran jalan dan saluran air bersih.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sembilan ruas jalan yang akan diregit beton, ulas camat, terdapat di Jorong Koto Tuo, Jorong Bungo, Ujung Padang, Kampung Baru, Padang Lalang, Ranah Palaluar, Bulu Rotan dan di Jorong Koto Guguak.                    &lt;/p&gt;Sementara gedung Taman Kanak-kanak akan dibangun di Jorong Ranah Sigading, PAUD di Aur Gading, Polindes di Koto Panjang, jalan Sirtu di Sungai Gemiri dan Batu Gandang, kincir air permanent di Ujung Padang, parit pembuangan di Tanjung Ampalu, irigasi pompanisasi di Ranah, jembatan di Batu Balang, pasangan saluran jalan dan saluran air bersih di Jorong Koto Palaluar dan Koto Tanjung, urai Camat Koto VII, Bobby Roespandy. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;-nas&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/08/melalui-pnpm-mp-berbagai-sarana.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-6548921400283392458</guid><pubDate>Fri, 01 Aug 2008 12:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-01T05:27:14.585-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pembangunan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemilu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>UNSUR  PENTING PEMBANGUNAN</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(30/07/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila,  pembangunan yang dtuju dan cara yang ditempuh dalam  pelaksanaannya,  harus menjamin terwujudnya pembangunan manusia indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat indonesia yang demokratis. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Penegasan ini mencerminkan bahwa manusia dan kemanusiaan mendapat tempat yang terhormat dalam pembangunan. Dan pembangunan adalah untuk manusia, bukan manusia untuk pembangunan, kata ketua KPU Kabupaten Sijunjung, Alzam Deri, S. Ip, di ruang kerjanya, Selasa (29/7).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ketua KPU bicara masalah pembangunan, adalah untuk menyikapi tahapan Pemilu 2009 yang telah dimulai, karena tujuan akhir Pemilu memajukan pembangunan bangsa dan negara.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sejak semula, ulas Alzam Deri, Bangsa Indonesia menyadari bahwa pembangunan tidak boleh hanya menempatkan kebendaan sebagai landasan kebahagiaan hidup manusia. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Oleh sebab itu, pembangunan yang dikerjakan, menempatkan keselarasan antara kemajuan lahir dan kesejahteraan rohani, agar terpenuhi kebahagiaan manusia indonesia secara utuh. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Hal ini mengharuskan pendekatan dan cara pemecahkan masalah pembangunan secara integral, bukan hanya dari satu sudut saja. Tapi harus dari berbagai sudut serta menserasikan berbagai disiplin ilmu yang dikenal dengan pendekatan indisipliner.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;UUD 1945 sebagai kerangka pengaturan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan,  memberikan kesempatan yang paling besar untuk kelancaran dan kelangsungan pembangunan. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Unsur yang penting bagi pembangunan suatu bangsa, adalah stabilitas yang dinamis, keikutsertaan dan kreatifitas rakyat serta jaminan kelangsungan pembangunan dan adanya penyesuaian perkembangan. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Jika dikatakan bahwa pembangunan memerlukan pembaharuan, maka pembaharuan ini sama sekali bukan “pembaratan”  (Westernisasi) yang akan berarti pengetrapan kebudayaan yang asing bagi semua pihak. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pembaharuan tidak lain adalah usaha dari bangsa sendiri untuk mengembangkan kepribadian sendiri, dengan membuang yang buruk dan menguatkan yang baik serta mengadakan penyesuaian dengan tuntutan dan kebutuhan pembangunan masyarakat moderen. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Alzam Deri menegaskan, tidak ada satu model masyarakatpun yang sama didunia ini. Oleh karena itu, tidak ada satu model pembangunanpun yang dapat diterapkan pada dua masyarakat yang berlainan. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ini berarti keharusan pelaksanaan pembangunan yang tumbuh diatas kepribadian sendiri yang berpangkal kepada pandangan hidup dan nilai-nilai yang dianggap luhur. Begitu juga dengan proses pembangunan demokrasi yang berdasarkan kepada nilai-nilai kemasyarakatan. Penyerapan unsur dari luar dan pengetrapan hukum demokrasi yang rasional, tidak harus menghilangkan warna dasar dari kepribadian sendiri.   &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pemilu, kata Alzam Deri, merupakan salah satu wujud dari kedaulatan rakyat. Sebagai perwujudan negara hukum dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pemilu, baik untuk pemilihan  DPR, DPD, dan DPRD, presiden dan wakil presiden serta  Kepala daerah dan wakilnya, dilaksanakan menurut Undang-undang Peraturan yang berlaku.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945, kedaulatan tidak lagi dilaksanakan oleh MPR, tetapi dilakukan menurut ketentuan Undang-Undang Dasar sesuai pasal 1 ayat 2 yang menyatakan bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilu anggota DPR,DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota.&lt;/p&gt;Demokrasi dengan pola perwakilan masyarakat Indonesia ini,  dalam proses pelaksanaan kampanye dan Pemilu 2009,  akan menguras tenaga dan pikiran serta menjadi ajang dipertaruhkannya kelangsungan sistem demokratisasi di Negara Republik Indonesia, sebut Ketua KPU Alzam Deri. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;–nas&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/08/unsur-penting-pembangunan.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-192537472059925177</guid><pubDate>Wed, 16 Jul 2008 04:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-15T21:52:55.811-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GOR SibinuangSakti</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">prestasi</category><title>DILATIH KEDUA ORANGTUA - PETENIS YUNIOR MENGUKIR PRESTASI</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(15/07/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Petenis yunior Kabupaten Sijunjung, Jefri Wiranda, 12 yang sudah sering merebut piala dan mengharumkan nama Provinsi Sumatra Barat pada kejuaraan tingkat nasional, kembali mengukir prestasi. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Siswa  yang baru duduk di SLTP dan akrab dipanggil Tata, tampil sebagai juara pertama tunggal dan ganda putra kelompok umur 12 pada kejuaraan nasional tenis yunior piala semen Padang tahun 2008.&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kejuaraan yang digelar di lapangan tenis semen Padang dari 8 sampai 13 Juli, tidak hanya diikuti petenis yunior Indonesia seperti dari Medan, Palembang dan Jambi, tapi juga petenis Malaysia, kata orangtua Tata, Wilmasni yang langsung bertindak sebagai manejer putranya, di Kantor Inforkom, Selasa siang.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sebelum mengikuti kejuaraan nasional semen Padang, ulas Wilmasni, Tata juga ambil bagian pada pada kejuaraan  ITF one ject Indonesia (internasional yunior champion) 2008 yang digelar di Bandung dari 22 sampai 29 Juni dan berhasil meraih juara III.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pada hal kejuaraan internasional itu,  selain tim Indonesia, juga diikuti petenis yunior dari Singapur, Malaysia, Cina dan petenis India.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sebelum tampil sebagai pemuncak pada kejuaraan nasional tenis yunior piala semen Padang, Tata yang berpasangan dengan petenis Yunior Payakumbuh, Faiz Utama Ridho, di partai final mengalahkan pasangan  Rozi (Pariaman) dan Fadil (Payakumbuh) dengan stand 8-3.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sedangkan pada kejuaraan tunggal putra, di final, Tata mengalahkan rekannya sendiri, Faiz Utama Ridho, juga stand 8-3.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Atas keberhasilannya meraih juara pada kejuaraan nasional dan internasional, Tata memperoleh piala dan piagam penghargaan serta uang pembinaan, jelas Wilmasni.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sebelum pada  kejuaraan  internasional di Bandung dan nasional di Padang, Tata yang dilatih langsung oleh kedua orangtuanya yang mantan atlit (Darliswan mantan pemain sepakbola, Wilmasni atlit voli dan tenis), di pengujung tahun 2007 serta diawal 2008, juga  telah  menyabet sejumlah medali emas dan piala  dalam berbagai iven dan kejuaraan.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Antara lain  pada Pordini SD/MI tingkat Sumbar di Padang, kejuaraan tenis yunior Persani VII Pengcab Pelti Kota Pekan Baru, kejuaraan piala Walikota Pariaman dan kejuaraan tenis yunior piala Bupati Merangin Provinsi Jambi.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tahun-tahun sebelumnya, Tata yang sudah mengenal olahraga tenis sejak duduk di kelas III SD, selalu tampil sebagai pemuncak pada setiap kejuaraan yang diikuti, baik itu tingkat nasional dan provinsi, apa lagi tingkat kabupaten/kota.     &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Prestasi dan keberhasilan yang diraih dibuktikan dengan medali emas dan piala yang bergelantungan dan berjejer panjang di rumah orangtuanya, di kompleks asrama Polres Sijunjung. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;-nas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/07/dilatih-kedua-orangtua-petenis-yunior.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-1836031347908262674</guid><pubDate>Wed, 16 Jul 2008 04:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-15T21:50:51.465-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ifrastruktur</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pembangunan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemda sijunjung</category><title>MEMACU PEMBANGUNAN - DIALOKASIKAN DANA RP5,3 MILIAR</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(15/07/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Pada tahun anggaran 2008 ini, Pemerintah Kabupaten Sijunjung alokasikan dana Rp5,3 miliar untuk pelaksanaan program partisipatif.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dari jumlah itu, Rp4 miliar akan dimanfaatkan untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur. Sedangkan yang Rp1,3 miliar, dipergunakan untuk membantu mobiler sekolah.&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Infrastruktur yang akan dibangun dan diperbaiki dengan dana partisipatif, adalah jalan dan jembatan serta sarana dan prasarana lain yang dinilai mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahtraan rakyat, kata Kepala Bappeda Kabupaten Sijunjung Drs. Muchlis Anwar, MSM, di ruang kerjanya, Selas siang.         &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sedangkan satu paket mobiler yang akan diberikan kepada sekolah yang membutuhkan, tambah Muchlis, terdiri dari 20 buah meja, 40 kursi, sebuah lemari serta sebuah meja dan kursi majelis guru.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Namun sebelum dana partisipatif  dikucurkan dan sebelum bantuan mobiler diserahkan, terlebih dahulu dilakukan penilaian kelayakan oleh tim teknis.  &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Artinya, setiap usulan yang disampaikan camat, baik itu pembangunan dan perbaikan infrastruktur maupun permintaan mobiler sekolah, ditinjau langsung oleh tim, guna mengetahui apakah yang diusulkan dan diminta itu benar-benar dibutuhkan atau tidak.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Menurut Muchlis, karena keterbatasan dana, pelaksanaan program partisipatif mengedepankan pola prioritas. Dengan kata lain, mendahulukan kegiatan yang mendesak dan sangat dibutuhkan. Justru itu,  penilaian kelayakan perlu dilaksanakan.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Disisi lain Kepala Bappeda menjelaskan, supaya pelaksanaan program partisipatif mencapai sasaran dan harapan, Pemkab Sijunjung telah membentuk tim pengelola dana tersebut.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tim yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Sijunjung Nomor 188.45/348/KPTS-BPT-2008, terdiri dari kelompok kerja kabupaten, sekretariat program serta tim teknis kecamatan dan tim teknis nagari.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kelompok kerja kabupaten, personilnya berjumlah 14 orang. Terdiri dari bupati, wakil bupati, Sekdakab, Asiten Dua serta sejumlah pejabat eselon dua dan tiga.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sedangkan sekretariat program yang diketuai Kabid Perencanaan Umum Bappeda, Afrizal, M. Si, anggotanya yang berjumlah dua belas orang, terdiri dari Kabid dan Kasubid serta staf Bappeda, BPKD dan staf Kantor Inforkom.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tim teknis (kelompok kerja) kecamatan yang jumlah personilnya 23 orang, terdiri dari camat se-Kabupaten Sijunjung serta Kasi Pembangunan dan petugas PU kecamatan.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sementara  tim teknis  (kelompok kerja) nagari, seluruh personilnya adalah walinagari se-Kabupaten Sijunjung.            &lt;/p&gt;“Kini prosesi pelaksanaan program, tim tengah melakukan penilaian kelayakan terhadap sekian banyak usulan yang disampaikan para camat, jelas Muchlis Anwar. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;-nas&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/07/memacu-pembangunan-dialokasikan-dana.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-1317139315708409660</guid><pubDate>Thu, 05 Jun 2008 11:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-05T04:09:32.296-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BBM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>HARGA BBM NAIK - LAKUKAN PENGHEMATAN</title><description>SIJUNJUNG(02/06/08) - Menyikapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Bupati Darius Apan mengajak masyarakat dan PNS di lingkungan Pemkab Sijunjung melakukan gerakan penghematan, karena seiring dengan naiknya harga BBM, harga kebutuhan pokok juga ikut naik.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan naiknya  harga minyak mentah, pemerintah Indonesia terpaksa mengurangi subsidi BBM yang selama ini ditanggulangi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat berkurangnya subsidi, tanpa dapat dihindari, harga BBM di Indonesia terpaksa dinaikan,  kata  Darius Apan dalam apel organik, di halaman Kantor Bupati Senin pagi.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apel organik yang dilaksanakan setiap Senin minggu pertama, diikuti Wakil Bupati Yuswir Arifin dan Sekdakab Drs. Bakri. Peserta apel seluruh karyawan dan karyawati yang berkantor di Muaro Sijunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya garga BBM, ulas bupati, juga diikuti oleh harga kebutuhan pokok, karena satu sama lain saling terkait dan saling mempengaruhi.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru itu, kepada segenap lapisan masyarakat, bupati mengajak dan mengimbau melakukan gerakan penghematan serta menyesuaikan pemasukan dengan pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jan gadang pasak dari pado tiang. Jangan pula sampai berutang untuk  memenuhi kebutuhan hidup, karena hal itu akan semakin memperburuk keadaan,” kata bupati.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kepada PNS, bupati menekankan supaya berhemat dalam mempergunakan alat tulis serta dalam pemakaian listrik, telepon dan air. Termasuk menghemat BBM dengan cara mengurangi perjalanan. -nas&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/06/harga-bbm-naik-lakukan-penghematan.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-4067684839059402648</guid><pubDate>Mon, 02 Jun 2008 07:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-02T00:33:52.574-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BLT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemda sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>SUPAYA TEPAT SASARAN - DATA ULANG CALON PENERIMA BLT</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(29-05-08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Anggota DPRD Sijunjung H. Daswanto, SE berharap kepada pemerintahan kabupaten mendata ulang calon penerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), supaya bantuan itu benar-benar tepat sasaran.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Dalam pendistribusian BLT kepada keluarga miskin, kita berharap Pemkab Sijunjung mendata ulang calon penerimanya, supaya bantuan yang bertujuan meringankan beban rakyat miskin itu tidak salah sasaran, kata Daswanto, di gedung dewan, Rabu kemarin. &lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Jika Pemkab hanya berpatokan kepada hasil pendataan per tanggal 30 Mei tahun 2006, ulas Daswanto, tidak tertutup kemungkinan pendistribusian BLT tidak tepat sasaran, karena rentang waktu dari Mei 2006 sampai Mei 2008 cukup panjang.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Banyak hal bisa terjadi dalam kehidupan rakyat, dalam rentang waktu dua tahun (Mei 2006-Mei 2008), yang kuat berniaga dan rajin berusaha, ekonominya semakin baik. Begitu juga sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Artinya, Kepala Keluarga (KK) yang pada tahun 2006 memperoleh BLT karena memenuhi persyaratan, tahun 2008 ini bisa saja tidak kebagian lagi, lantaran tingkat ekonominya sudah semakin membaik.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Begitu juga sebaliknya. KK yang tahun 2006 tidak mendapat bantuan karena tidak memenuhi kreteria, tahun 2008 ini seyogyanya menerima, disebabkan hidup dan kehidupannya yang susah dan melarat. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Berpedoman kepada dinamikan kehidupan ini, seandainya Pemkab Sijunjung hanya berpatokan kepada hasil pendataan per tanggal 30 Mei tahun 2006, dengan kata lain tidak mendata ulang, tentunya akan terjadi kekeliruan dalam pendistribusian BLT. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Misalnya KK yang tidak lagi berhak menerima, tapi masih memperoleh, karena dasarnya pendataan Mei 2006. Sebaliknya,  KK yang seharusnya menerima, karena sesuai kehidupan terkini sudah memenuhi kreteria, tapi tidak menerima lantaran tidak masuk data pada tahun 2006.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Untuk itu, supaya kekeliruan tidak terjadi dan penditribusian BLT tepat sasaran, kita berharap Pemkab mendata ulang calon penerimanya. Karena dana bantuan Rp100 ribu/bulan  itu sangat berarti bagi rakyat miskin,” kata Daswanto.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dalam mendata ulang, sebaiknya diserahkan kepada Kepala jorong, karena pemerintahan terendah itu lebih tau dengan kondisi riil rakyatnya dibanding tim pendata yang dibentuk di tingkat kabupaten.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Supaya tidak timbul konflik di tengah masyarakat, dalam mendata ulang, diharapkan Kepala jorong menjauhi sistem familiar, tapi melakukan pendataan dengan sungguh-sungguh sesuai ketentuan dan kreteria sampai kepada penduduk yang berdomisili di pelosok jorong.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Untuk menghindari korban karena berdesakan,  kepada pihak Kantor Pos sebagai penyalur dana BLT, anggota dewan dari PBB ini berharap mengatur jadwal pemberian sebaik mungkin. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Karena sebagian besar penerima BLT kaum tua, bahkan banyak yang sudah uzur, kita berharap kepada pihak Kantor Pos mengatur jadwal pemberian sebaik mungkin, supaya tidak terjadi antrean panjang dan desakan yang potensial menimbulkan korban, seperti terjepit, terjatuh dan pingsan, ujar Daswanto. -nas&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/06/supaya-tepat-sasaran-data-ulang-calon.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-3029465200443692935</guid><pubDate>Mon, 02 Jun 2008 07:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-02T00:31:30.406-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GOR SibinuangSakti</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Muaro Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>SUASANA KOTA KURANG HIDUP</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(29/05/08&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;) - Dalam upaya menghidupkan suasana Kota Muaro Sijunjung, Pemkab Sijunjung membangun toko di sisi gelanggang olahraga (GOR) Sibinuang Sakti. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Namun dari 10 petak jumlah toko, yang dibuka dan difungsikan sebagaimana mestinya, hanya empat petak. Yang enam petak kondisinya terkunci dan tertutup rapat sepanjang hari dan malam, sehingga Muaro Sijunjung tetap seperti kota mati. Pada hal yang enam petak itu juga sudah dikontrak oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Empat petak yang sudah difungsikan sebagaimana mestinya, dibuka oleh dua pengontrak. Tiga petak dijadikan tempat usaha Warnet dan counter HP, satu petak merupakan toko busana.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tentang enam petak toko yang hingga kini masih ditutup, Arief selaku pemilik Warnet dan counter, mengaku tidak mengetaui secara pasti siapa yang mengontraknya. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Khabarnya seluruh toko yang ada (10 petak) sudah dikontrak oleh masyarakat. Tapi siapa yang mengontrak yang enam petak itu, saya tidak tau pasti,” kata Arief.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Begitu juga tentang pengelola toko, Arief juga tidak mengetaui secara jelas. “Siapa yang mengelola saya tidak tau. Tapi saat mau mengontrak, kami mengurusnya ke Bagian Perekonomian Setdakab Sijunjung,” aku Arief. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Selain enam petak toko (empat petak terletak di bagian depan, dua petak di bagian belakang) ditutup sepanjang siang dan malam, di halaman toko juga tidak ada lampu penerang, sehingga suasananya terlihat semakin sunyi dan sepi dikala malam.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Disamping tidak memiliki lampu penerang, halaman toko sepertinya juga kurang terawat. Rumput dibiarkan tumbuh tanpa ada usaha mencabut atau memotongnya, sehingga pagar tembok yang cukup indah, sebagian sudah ditutupi oleh semak.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Anggota DPRD Sijunjung, Yulisman Debong yang diminta komentarnya tentang kondisi toko ini, berharap kepada Pemkab lebih profesional dalam mengelolanya. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&quot;Saya juga melihat lebih banyak toko yang ditutup dari pada yang dibuka. Pada hal tujuan Pemkab membangun toko adalah untuk lebih menghidupkan suasana Kota Muaro Sijunjung. Sekaligus sebagai tambahan PAD tentunya,” kata Yulisman.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kalau seandainya masyarakat yang mengontrak tidak akan memfungsikan sebagaimana mestinya, sebaik toko itu dikontrakan kepada orang lain dari pada ditutup sepanjang siang dan malam. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Saya yakin banyak yang membutuhkan. Untuk itu, sebagaimana saya katakan tadi, dituntut keprofesionalan pihak pengelola, karena segala sesuatunya dialah yang mengatur dan menentukan,” tandas Yulisman.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tentang halaman toko yang tidak diterangi listrik, dewan terhormat ini berharap kepada Pemkab Sijunjung segera memasangnya. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Kalau tujuan kita untuk lebih menghidupkan suasana Kota Muaro Sijunjung, memasang listrik di halaman toko merupakan keharusan. Sebab, mana mungkin suasana bisa hidup jika keadaannya gelap gulita. Lagi pula, saya amati, toko yang dijadikan usaha Warnet dibuka sampai pukul 24.00 WIB. Kondisi ini tentunya sangat menuntut pemasangan listrik di halaman toko. Karena disamping penerangan, juga akan berfungsi mencegah terjadinya hal yang tidak diingini,” tutur Yulisman. -nas&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/06/suasana-kota-kurang-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-9141497397340357762</guid><pubDate>Mon, 02 Jun 2008 07:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-02T00:29:40.915-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wajib belajar</category><title>PENDIDIKAN RENDAH PENYEBAB KEMISKINAN</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(28/05/08) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;- Wajib belajar yang dilaksanakan Pemkab Sijunjung, tidak hanya terhadap anak usia 7 sampai 12 tahun, tapi sampai usia 15 tahun. Artinya, anak usia sekolah tidak hanya diwajibkan menamatkan SD, tapi SMP.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Bahkan sejak tahun lalu, sesuai Perda pelayanan pendidikan, wajib belajar diupayakan sampai tamat SLTA, kata Bupati Sijunjung, Darius Apan, menyikapi tahun ajaran baru 2008/2009 yang 14 Juli Mendatang mulai dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Upaya itu dilakukan, karena pendidikan yang rendah, merupakan salah satu  penyebab kemiskinan. Justru itu, seluruh anak usia sekolah Kabupaten Sijunjung, harus menuntaskan pendidikan, minimal  sampai tamat SLTP.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Berdasarkan data yang ada, ulas bupati, ternyata penyebab kemiskinan terbesar di Sumatera Barat, adalah karena rendahnya pendidikan masyarakat. Oleh karena itu, upaya  menuntaskan wajib belajar sembilan tahun yang dilakukan Pemkab Sijunjung, tentunya juga upaya memberantas kemiskinan.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Melalui pendidikan, diharapkan bisa diputuskan mata rantai kemiskinan, karena pendidikan yang rendah, menyebabkan lemahnya sumber daya manusia yang memicu minimnya penghasilan, sehingga klimaksnya melahirkan lingkaran kemiskinan yang berkelanjutan.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Justru itu, sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Sijunjung telah melaksanakan  program wajib belajar dengan mendayagunakan semua potensi yang ada untuk meningkatkan daya tampung di SLTP dan SLTA.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Untuk kelancaran pelaksanaan wajib belajar itu, selain mendirikan sejumlah gedung SD, SLTP dan SLTA, Pemkab Sijunjung juga  membangun 11 unit Sekolah Satu Atap (SSA) di nagari yang belum memiliki SLTP.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Jadi, tidak ada alasan bagi para orangtua untuk tidak memasukan putra putrinya ke sekolah, karena gedung yang dibangun juga diiringi dengan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS),” kata bupati.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Supaya tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak menduduki bangku pendidikan, minimal sampai tamat SLTP, Pemkab Sijunjung sampai kepada pemerintahan jorong, melakukan pendataan. Jika ditemui anak usia sekolah yang tidak menduduki bangku pendidikan, ditelusuri penyebab serta dicarikan solusinya.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Perda tentang pelayanan pendidikan yang dibentuk tahun lalu, tambah bupati, terdiri dari 13 bab, 38 pasal dan 76 ayat. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Inti Perda tersebut, meningkatkan program wajib belajar dari sembilan tahun menjadi 12 tahun. Tujuannya supaya semua anak usia sekolah dari SD sampai SLTA memperoleh kesempatan belajar sebagaimana mestinya. &lt;/p&gt;Latar belakang pembentukan Perda, karena pendidikan yang rendah salah satu penyebab terjadinya kemiskinan, jelas Bupati Darius Apan. -nas&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/06/pendidikan-rendah-penyebab-kemiskinan.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-4007990689826012743</guid><pubDate>Sun, 25 May 2008 15:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-25T08:13:50.472-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">goro</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Muaro Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>MENDATARKAN JALAN - WARGA BERGORO MALAM HARI</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(21/05/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Karena sibuk mencari nafka pada siang hari, dalam membenahi dan mendatarkan jalan ke lapangan sepakbola Damar-damar, warga Jorong Parak Gadang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung bergoro pada malam hari dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Goro yang dilaksanakan Senin lalu terpaksa dilakukan malam hari, karena sekarang masyarakat sedang sibuk memanen padi di sawah, kata Walinagari Pematang Panjang, April Marsal, Rabu, di Muaro Sijunjung.&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Masyarakat membenahi dan mendatarkan jalan ke lapangan sepakbola pada malam hari dengan penerangan strongkeng, setelah siangnya jalan sepanjang dua kilometer itu diperlebar oleh anggota DPRD Sijunjung H. Iraddatillah, S. Pt, dengan menyewa satu unit alat berat, ulas April Marsal.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Alat berat yang dipergunakan, disewa oleh putra Pematang Panjang, Iraddatillah Rp2 juta. Sedangkan Rp1 juta untuk operator dan pembeli minyak, disediakan oleh pemerintahan nagari.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Karena jalan yang diperlebar masih merupakan jalan tanah, masyarakat Jorong Parak Gadang berharap kepada Pemkab Sijunjung untuk mengeraskannya. Jika belum memungkinkan untuk diaspal, minimal dikerekel.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Jalan yang diperlebar tidak hanya sekedar untuk menjangkau lapangan sepakbola, tapi juga merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat, karena sering dipergunakan untuk mengangkut dan memasarkan hasil pertanian, seperti padi, karet dan komuditi lainnya.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Untuk itu, masyarakat sangat berharap kepada Pemkab Sijunjung jalan sepanjang dua kilometer itu bisa dikeraskan. Karena dengan kondisi tanah seperti sekarang, bila hari hujan, jalan itu becek dan melunau, sehingga sulit dilalui kendaraan, kata walinagari menyampaikan harapan warganya.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Menyangkut lapangan sepakbola yang ada di ujung jalan, menurut walinagari, selain dipergunakan oleh generasi muda untuk latihan sepakbola setiap Senin, Kamis dan Sabtu soreh, juga sering dimanfaatkan untuk mengadakan turnamen.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dalam penyelenggaraan turnamen, yang diundang tidak saja tim yang ada di Kabupaten Sijunjung, tapi juga persatuan sepakbola daerah lain.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Bila turnamen yang digelar diikuti oleh tim dari luar Kabupaten Sijunjung, jalan yang ada sangat menghantui panitia pelaksana, karena kondisinya tidak menguntungkan, terlebih jika hari hujan, becek dan melunau.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Untuk itu, segenap lapisan masyarakat Jorong Parak Gadang, terlebih generasi muda sangat mengharapkan uluran tangan Pemkab Sijunjung dalam pengerasan jalan yang sudah dibenahi dan diperlebar oleh anggota DPRD Iraddatillah serta didatarkan warga dengan bergoro pada malam hari, tutur Walinagari Pematang Panjang, April Marsal mengulangi harapannya. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;-nas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/05/mendatarkan-jalan-warga-bergoro-malam.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-5444761408674958307</guid><pubDate>Sun, 25 May 2008 15:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-25T08:12:22.039-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAZ</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">UPZ</category><title>BAZ SIJUNJUNG - SALURKAN BANTUAN</title><description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;SIJUNJUNG (22/05) -&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Badan Amil Zakat Kabupaten Sijunjung, dalam waktu dekat akan segera menyalurkan bantuan terhadap sejumlah mustahiq. Bantuan yang akan diberikan itu terdiri dari dua kategori, yaitu bantuan yang bersifat konsumtif dan bantuan yang bersifat produktif.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Ketua BAZ Sijunjung, H. Yuswir Arifin, didampingi Sekretaris BAZ, Syamartizen Datuak Intan Batuah, menjelaskan, bantuan yang diberikan itu merupakan bantuan tahap pertama dengan total dana yang akan disalurkan sebsar Rp.184 juta. 30 persen dari dana tersebut akan disalurkan untuk bantuan konsumtif. Sementara bantuan yang bersifat produktif terlebih dahulu akan dilakukan seleksi oleh tim dari BAZ.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Sedangkan calon mustahiq penerima, merupakan usulan dari masing-masing Unit Pengumpul Zakat disetiap SKPD. Untuk itu berharap, masing-masing UPZ supaya segera menyampaikan usulan calon mustahiq penerima bantuan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Sementara, dana yang diberikan itu berasal Zakat Infaq dan Sedekah dari PNS disetiap SKPD, TNI, DPRD, BPD dan BRI.   Selanjutnya, kepada masing-masing UPZ, yang belum menyampaikan evaluasi bantuan perbaikan rumah tahun 2007, Datuak Intan Batuah meminta, supaya segera menyampaikan hasil evaluasi, guna mengetahui perkembangnya. - &lt;strong&gt;Eri Chaniago.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/05/baz-sijunjung-salurkan-bantuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-1862054488965236323</guid><pubDate>Sun, 25 May 2008 15:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-25T08:10:37.457-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">nagari</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>DEPUTI VI KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP</title><description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;SIJUNJUNG (22/05/08) -&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Terobosan yang dilakukan ninik mamak Nagari Paru Kecamatan Sijunjung, menetapkan rimbo larangan di nagari tersebut, mendapat tanggapan positif dari Deputi VI Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Sudaryono.&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Hal tersebut diungkapkan Sudaryono, dalam kunjungannya ke Nagari Paru, usai mengukuhkan sejumlah kader lingkungan hidup se Kabupaten Sijunjung, Rabu lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ia sangat menyambut baik upaya yang dilakukan pemangku adat Nagari Paru, dalam menyelamatkan hutan dari kerusakan akibat keserakahan manusia. Dan itu merupakan bukti kepedulian masyarakat terhadap keselamatan lingkungan dan kelestarian hutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya ia menegaskan, kelestarian hutan Sijunjung amat perlu dipertahankan, karena di Sijunjung terdapat 2 sungai besar yang bermuara ke Propinsi Riau dan Jambi, yaitu Batang Kuantan dan Batang Hari. Kalau hutan Sijunjung tidak terawat dan terpelihara dengan baik, maka dampaknya sangat besar terhadap dua propinsi tersebut. Terutama saat musim hujan, karena bisa menyebabkan banjir besar dan menimbulkan petaka bagi rakyat di Riau dan Jambi.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ia berharap, upaya yang dilakukan ninik mamak dan pemerintahan Nagari Paru, supaya dapat pula diterapkan dinagari lainnya di Sijunjung. Dengan adanya penetapan rimbo larangan tersebut, diharapkan hutan di Sijunjung akan dapat lestari, serta tidak meninggalkan petaka nantinya bagi generasi penerus. &lt;strong&gt;-   Eri Chaniago.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/05/deputi-vi-kementerian-lingkungan-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-1521772264252658652</guid><pubDate>Wed, 21 May 2008 08:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-21T01:53:33.932-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BBM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rakyat Miskin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>RAKYAT SEMAKIN SUSAH - BBM NAIK</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(21/05/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Apa pun alasan pemerintah dalam menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dampaknya jelas membuka lembaran penderitaan baru bagi rakyat miskin. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Karena seiring dengan naiknya harga BBM, harga kebutuhan hidup juga akan melonjak tajam, kata sejumlah kaum ibu yang tengah berbelanja di pasar Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Selasa (20/5).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; Jangankan setelah harga BBM naik, sekarang saja kehidupan rakyat miskin sudah merana dan sengsara, karena segala yang dibeli harganya mahal. Tidak ada yang murah. Yang murah hanya bicara. Apa lagi setelah harga BBM naik, tentu kondisinya akan semakin parah, tutur Ranjani, 56.&lt;br /&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Artinya, naiknya harga BBM,  dampaknya jelas membuka lembaran penderitaan baru bagi rakyat miskin. Terlebih bagi orang seperti saya yang bermata pencaharian sebagai penjual sayur, ulas Rokaya, 40,” yang tengah menjual sayur kangkung.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Rokaya mengaku tidak bersuami lagi, sementara dia harus menghidupi tiga orang anaknya dengan kerja keras dan tetesan keringatnya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Kini untuk membeli keperluan dapur, saya harus mengeluarkan uang lebih banyak dari sebelumnya, sementara laba yang saya harapkan dari menjual sayur  tidak seberapa,” aku janda ini.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Bagi Ranjani, penderitaan yang dipicu akibat naiknya harga BBM, adalah problema yang tidak asing lagi, karena ia sudah sering merasahkannya. Justru itu, ketika kepadanya ditanya tentang rencana pemerintah menaikan harga BBM, dengan spontan dia menjawab tidak setuju.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Namun Ranjani merasa sia-sia mengatakan tidak setujuh, karena ketidak setujuannya itu tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap rencana pemerintah dalam menaikan harga BBM.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Percuma menanyakan pada kami rakyaik badarai, tentang setuju atau tidak naiknya harga BBM, karena apapun jawabnya, tidak akan berpengaruh. Sebab biasanya, memekik betul ke langit yang ketujuh mengatakan tidak setuju, yang namanya harga minyak tetap akan naik, ketus Ranjani.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Senada dengan Ranjani, Rukmini yang hidup sebagai petani kecil di Padang Sibusuk, juga mengaku sangat cemas dengan adanya rencana pemerintah menaikan harga BBM, karena sekarang saja, rasanya dia tidak sanggup lagi memikul beratnya beban ekonomi, lantaran semua yang dibeli harganya mahal.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Jangankan setelah harga BBM naik, sekarang saja saya pusing membagi  uang untuk membeli kebutuhan harian. Karena uang belanja yang diberikan suami, hasil dari membanting tulang mengerjakan sawah orang lain, jauh dari mencukupi. Apa lagi kedepan, setelah harga BBM naik, tentunya hidup dan kehidupan kami rakyat melarat akan semakin susah, karena dapat dipastikan, seiring dengan naiknya harga BBM, harga kebutuhan pokok juga akan tambah tinggi,” tutur Rukmini. –&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;nas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/05/rakyat-semakin-susah-bbm-naik.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-2955030199630019542</guid><pubDate>Wed, 21 May 2008 08:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-21T01:51:50.550-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bupati Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">displin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><title>MENINGKATKAN DISIPLIN - PEGAWAI ‘DIUJI PETIK’</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(21/05/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Meski Bupati Darius Apan, Wakil Bupati Yuswir Arifin, Sekdakab Drs. Bakri dan para pimpinan unit kerja selalu menekankan supaya pegawai di lingkungan Pemkab Sijunjung meningkatkan disiplin, namun masih ada yang belum melaksanakan.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Buktinya, berdasarkan laporan pejabat dari berbagai unit kerja, pada apel gabungan di halaman Kantor Bupati, Senin (19/5), tercatat 21 orang karyawan dan karyawati yang tidak hadir Tanpa Keterangan (TK).&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Karena masih ada pegawai yang belum memiliki disiplin diri, Bupati Darius Apan mengintruksikan kepada pejabat pelapor mencatat nama pegawai yang mangkir itu. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Catatan para pejabat yang dikumpulkan oleh protokol Pemkab Sijunjung, Hendri Nurka, S. Sos, diserahkan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Yunanto Masri, SE untuk ditindaklanjuti. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Selain mencatat nama pegawai yang TK, guna menceking kehadiran pegawai sesuai yang dilaporkan pejabat dari berbagai unit kerja, seusai apel dilaksanakan ‘uji petik’.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sebagai eksampel, ‘uji petik’ dilakukan terhadap pegawai Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal (Koperindag PM) dan pegawai Kantor Informasi dan Komunikasi (Inforkom).&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ditunjuknya pegawai Dinas Koperindag sebagai eksampel oleh Bupati Darius Apan, karena Senin itu Kepala Dinas Koperindag, Yusrizal, SE bertindak selaku pejabat pengambil apel&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sementara pegawai Kantor Inforkom yang juga dijadikan eksampel, apa alasan bupati tidak diketahui secara pasti. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Aparatur Koperindak yang dikeluarkan dari barisan apel dan membuat barisan tersendiri di hadapan bupati, setelah dihitung oleh Yusrizal, kehadiran pegawai tersebut sama dengan yang dilaporkan.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sedangkan pegawai Kantor Inforkom yang juga dihitung langsung oleh pimpiannnya Drs. Mendalardi, MM, ternyata kehadiran karyawan dan karyawatinya lebih banyak dari yang dilaporkan semula.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Berbedanya laporan dengan kehadiran, karena ada pegawai yang masuk barisan setelah pejabat dari Kantor Inforkom menyampaikan laporan.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Kita tidak boleh percaya begitu saja dengan laporan yang disampaikan. Karena kehadiran pegawai dalam mengikuti apel, sangat erat kaitannya dengan disiplin diri Untuk itu perlu dilakukan ‘uji petik’. Jika sekarang Koperindag dan Inforkom yang dapat jatah, Senin depan kita gilirkan ke unit kerja yang lain,” kata Bupati Darius Apan kepada Wakil Bupati Yuswir Arifin dan Sekdakab Bakri. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;–nas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/05/meningkatkan-disiplin-pegawai-diuji.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199888707591962660.post-3929384536684354093</guid><pubDate>Wed, 21 May 2008 08:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-21T01:49:54.572-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jorong</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sijunjung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wali nagari</category><title>MENCIPTAKAN KEAMANAN - TAMU WAJIB LAPOR</title><description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SIJUNJUNG(21/05/08)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; – Dalam upaya menciptakan ketertiban serta keamanan nagari dan masyarakat, di Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, setiap warga yang menerima tamu diwajibkan melaporkan tamu tersebut kepada Kepala jorong dalam tempo 2x24 jam.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Kita telah menyampaikan kepada masyarakat supaya melaporkan tamunya kepada Kepala jorong dalam tempo 2x24 jam. Ini dilakukan bukan berarti kita mempersulit warga dalam menerima tamu, tapi merupakan upaya bagi pemerintahan nagari dalam menciptakan ketertiban dan keamanan,” kata Walinagari Padang Sibusuk, Asril Karim, di ruang kerjanya, Selasa (20/5).&lt;/p&gt;  &lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Selama ini, suasana Nagari Padang Sibusuk boleh dikatakan cukup kondusif dan terkendali. Namun, mencegah atau mewaspadai suatu kejadian yang akan berakibat buruk terhadap nagari dan masyarakat, tentunya lebih baik dari pada menanggulanginya.            &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Jika suatu peristiwa sudah terjadi, terlebih yang mengarah kepada perbuatan kriminalitas, disamping kerugian tentunya juga akan menjadi persoalan tambahan bagi warga, karena perbuatan kriminalitas tidak bisa diselesaikan di tingkat pemerintahan nagari, tapi harus melibatkan aparat hukum.             &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;“Hal ini yang kita upayakan menghindarinya. Jangan hendaknya di tengah beban ekonomi yang semakin berat, sulit dan rumit, warga dibebani lagi dengan persoalan yang seharusnya tidak terjadi,” kata Asril Karim. -&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;nas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;berita dari ranah sijunjung&lt;/div&gt;</description><link>http://sijunjung-kab.blogspot.com/2008/05/menciptakan-keamanan-tamu-wajib-lapor.html</link><author>noreply@blogger.com (Lizda)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>