<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751</atom:id><lastBuildDate>Mon, 14 Jan 2013 14:38:46 +0000</lastBuildDate><category>Hadits Hari Ini</category><category>Puisi</category><category>Haji</category><category>Masjid</category><category>Masuk Islam</category><category>Amalan</category><category>Akhlak</category><category>Ramadhan</category><category>Renungan</category><category>Opini</category><category>Tips dan Trik</category><category>Al-Qur'an</category><category>Wanita</category><category>Doa</category><category>Pria</category><category>i'tikaf</category><category>Zakat</category><category>Bulan Syawwal</category><category>Ilmu</category><category>Kabar Islam</category><category>Sholat</category><category>Hijriyah</category><category>Keluarga</category><category>lailatul qadr</category><category>Hikmah</category><category>Infaq</category><category>Kisah Nyata</category><category>Idul Fitri</category><category>Cerita Islami</category><title>Jamaah Masjid</title><description>Menyerukan sholat berjamaah di masjid.
Berbagi pengetahuan Islami.</description><link>http://jamaahmasjid.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>183</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/BerjamaahDiMasjidYuk" /><feedburner:info uri="berjamaahdimasjidyuk" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>BerjamaahDiMasjidYuk</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-6087899616795617987</guid><pubDate>Sat, 17 Nov 2012 07:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-16T23:39:39.310-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah Nyata</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu</category><title>Bolehkah Menggunakan Produk Orang Kafir?</title><description>&lt;b&gt;Bolehkah Bermuamalah dengan Orang Kafir?&lt;/b&gt;Mungkin masih banyak yang bertanya. Apakah jika kita tidak boleh berloyal pada orang kafir, itu berarti kita tidak boleh bermuamalah dan menggunakan produk mereka? Ingatlah bahwa haramnya loyal (wala’) pada orang kafir, ini bukan berarti kita tidak boleh bermuamalah dengan mereka. Jadi tidaklah terlarang melakukan jual-beli barang-barang yang bernilai mubah dan memanfaatkan keahlian mereka.  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-p-1CQgoBgzc/UKc-agDEhoI/AAAAAAAAAeo/Tu2-7jnVM0c/s1600/dontbuy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="http://4.bp.blogspot.com/-p-1CQgoBgzc/UKc-agDEhoI/AAAAAAAAAeo/Tu2-7jnVM0c/s400/dontbuy.jpg" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Kami akan memberikan beberapa bukti yang menunjukkan bolehnya hal ini.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;[Pertama] Sebuah hadits yang dibawakan oleh Bukhari dalam kitab shahihnya pada Bab “Muamalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama orang Yahudi Khoibar.” Yaitu dalam hadits tersebut diceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Abu Bakr pernah memberi upah kepada salah seorang dari Bani Dil sebagai penunjuk jalan dan mengantar keduanya sampai ke Madinah. (Shahih Bukhari, 2/790) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kedua] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa bermuamalah dengan orang Yahudi, bahkan ketika beliau meninggal dunia, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa ketika itu baju besi beliau tergadai di tempat orang Yahudi untuk membeli makanan gandum sebanyak 30 sho’. (Shahih Bukhari, 3/1068) Imam Syafi’i dan Al Baihaqi mengatakan bahwa orang Yahudi tersebut bernama Abusy Syahm. (Fathul Bari, 5/140) Dari hadits ini, Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, وفي الحديث جواز معاملة الكفار فيما لم يتحقق تحريم عين المتعامل فيه “Dalam hadits ini terdapat pelajaran tentang bolehnya bermua’amalah dengan orang kafir selama belum terbukti keharamannya.” (Fathul Bari, 5/141)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Ketiga] Sebagaimana diceritakan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah mengirim utusan kepada orang Yahudi untung membeli pakaian darinya dengan pembayaran yang ditunda, tetapi orang Yahudi tersebut menolaknya. (Al Jami’ Ash Shahih Sunan At Tirmidzi, 3/518) Ketiga bukti di atas cukuplah sebagai dalil bolehnya bermuamalah dan melakukan jual beli dengan orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bolehkah Menggunakan Produk Orang Kafir?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, sebagaimana kaedah yang digariskan oleh para ulama bahwa hukum asal segala barang adalah halal dan boleh digunakan. Oleh karena itu, barangsiapa yang menyatakan bahwa makanan A, minuman B, pakaian C itu haram, dia harus mendatangkan dalil shahih dari Allah dan Rasul-Nya. Jika tidak ada dalil yang menunjukkan haramnya, maka barang-barang tersebut kembali ke status asalnya yaitu halal dan boleh digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, boleh bagi kita menggunakan produk orang datang karena tidak ada dalil dalam Al Qur’an atau pun dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan terlarangnya hal ini. Bahkan ada terdapat beberapa bukti bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah menggunakan produk orang kafir dan ini menunjukkan bolehnya hal ini. Bukti tersebut di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Pertama] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memakai baju buatan Yaman sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sakit, beliau keluar memakai baju qithriyyah (yaitu baju bercorak dari Yaman yang terbuat dari katun) (Lihat Mukhtashor Asy Syamail hal. 49. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih). Perlu diketahui bahwa kebanyakan penduduk Yaman ketika itu adalah orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kedua] Diceritakan pula bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menggunakan khuf buatan Habasyah (Ethiopia) yang ketika itu adalah negeri kafir. Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Buraidah: أن النجاشي أهدى النبي صلى الله عليه و سلم خفين أسودين ساذجين فلبسهما ثم توضأ ومسح عليهما “Raja Najasyi pernah memberi hadiah pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dua buah khuf yang berwarna hitam yang terlihat sederhana, kemudian beliau menggunakannya dan mengusap kedua khuf tersebut.” (Lihat Mukhtashor Asy Syamail hal. 51. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siapa yang Berhak Mengharamkan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah sampai kepada orang-orang yang sering menyeru pemboikotan terhadap produk orang kafir, pemboikotan terhadap coca-cola, Mc Donald, Pizza Hut, facebook yaitu bukti-bukti yang menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bermuamalah dengan orang kafir, bahkan menggunakan produk mereka dan menerima hadiah padahal hadiah tersebut asalnya adalah produk orang kafir[?] Tidakkah mereka melihat bukti-bukti di atas dengan mata hati bukan dengan hawa nafsu[?] Kenapa barang-barang tersebut mesti diboikot[?] Padahal orang yang memboikot tersebut bukanlah pemerintah yang memiliki wewenang dan kekuasaan[?] Kenapa mereka mengharamkan barang-barang yang sebenarnya halal[?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman, قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِي لِلَّذِينَ آمَنُواْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ “Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat .” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS. Al A’raaf: 32) Dalam ayat ini, Allah Ta’ala mengingkari siapa saja yang mengharamkan makanan, minuman, pakaian, dan semacamnya, padahal tidak Allah haramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman, هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”. (QS. Al Baqarah: 29). Maksudnya, adalah Allah menciptakan segala yang ada di muka bumi ini untuk dimanfaatkan. Itu berarti diperbolehkan selama tidak dilarang oleh syari’at dan tidak mendatangkan bahaya. Jadi, mengharamkan sesuatu haruslah berdasarkan dalil dari Allah dan Rasul-Nya. Jika tidak ada, maka kita kembali ke hukum asal setiap barang atau benda yaitu halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang Seharusnya Diboikot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pemboikot produk orang kafir … Seharusnya yang kalian boikot adalah pemikiran orang kafir. Demokrasi, demonstrasi, sistem partai itu semua berasal dari orang kafir. Namun, produk ini malah dibela mati-matian dan dianggap halal. Sungguh aneh, tetapi itu betul nyata terjadi. Oleh karena itu, yang seharusnya dan tepat untuk ditinggalkan adalah pemikiran, aqidah dan kebiasaan orang kafir, bukan malah produknya yang ditentang mati-matian. Jika seseorang menginginkan islam itu jaya, maka seharusnya yang dilakukan adalah kembali kepada ajaran Islam yang benar. Sebagaimana Umar bin Al Khattab pernah mengatakan, إنا كنا أذل قوم فأعزنا الله بالإسلام فمهما نطلب العز بغير ما أعزنا الله به أذلنا الله “Kami dulu adalah kaum yang paling hina maka Allah memuliakan kami dengan Islam. Selama kami mencari izzah (kemuliaan) dengan selain Islam, maka Allah akan menghinakan kami.” (Diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Mustadroknya, 1/130. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib: 2893) Kami masih melanjutkan pembahasan ini pada fatwa-fatwa dari ulama. Nantikan penjelasan selanjutnya insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Semoga sajian ini bermanfaat, disalin dari rumaysho.com&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/lNIB984q0eI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/lNIB984q0eI/bolehkah-menggunakan-produk-orang-kafir.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-p-1CQgoBgzc/UKc-agDEhoI/AAAAAAAAAeo/Tu2-7jnVM0c/s72-c/dontbuy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2012/11/bolehkah-menggunakan-produk-orang-kafir.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-128843413658408911</guid><pubDate>Thu, 15 Nov 2012 03:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-14T19:55:12.483-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu</category><title>Kiat Membuang Pikiran Kotor</title><description>Artikel berikut ini adalah kami rangkum dari web konsultasisyariah yang bertema &lt;b&gt;Kiat Membuang Pikiran Kotor.   &lt;/b&gt;Cara untuk menghilangkan pikiran kotor dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut:  Pertama, Menjauhi segala sebab yang dapat menimbulkan hal tersebut seperti menonton film, membaca cerita porno atau berita tentang terjadinya pemerkosaan, begitu juga melihat gambar porno, serta menjaga pandangan dari melihat wanita (apa lagi di negeri kita porno aksi sebagai santapan yang biasa dinikmati), semoga Allah melindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia.  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-pHRg7Fo6qro/UKRnhG_cwnI/AAAAAAAAAeU/MnHyLX4aR_Y/s1600/piktor.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="294" width="397" src="http://3.bp.blogspot.com/-pHRg7Fo6qro/UKRnhG_cwnI/AAAAAAAAAeU/MnHyLX4aR_Y/s400/piktor.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  Kedua, Mengambil pelajaran dari kisah para nabi atau orang sholeh yang mampu menjaga diri ketika dihadapkan kepada fitnah wanita, seperti kisah nabi Yusuf ‘alaihissalam, betapa beliau saat digoda oleh wanita yang bangsawan lagi cantik, tapi hal itu tidak mampu menebus tembok keimanan beliau, bahkan beliau memilih untuk ditahan dari pada terjerumus ke dalam maksiat.  Ketiga, Ingat akan besarnya pahala diri di sisi Allah yang dijanjikan bagi orang yang mampu menjaga kehormatan diri sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah disebutkan di antaranya adalah seorang pemuda yang diajak untuk melakukan zina oleh seorang wanita cantik lagi bangsawan, anak muda itu menjawab: “Aku takut pada Allah”. Di samping mengingat tentang balasan yang akan diterimanya dalam surga yaitu bidadari yang senyumnya berkilau bagaikan cahaya, silakan baca bagaimana kecantikan bidadari yang diceritakan Allah dalam Al Quran.  Keempat, Ingat betapa besarnya azab yang akan diterima bagi orang yang melakukan zina silakan baca ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengharamkan zina, seperti yang disebutkan dalam hadits bawa para pezina akan diazab dalam gerbong yang berbentuk kerucut, yang arah kuncupnya ke atas di bawahnya dinyalakan api bergelora dan membara, mereka melayang-layang dalam gerbong yang berbentuk kerucut tersebut karena disembur api dari bawah, tapi tidak bisa keluar karena lobang atas gerbong itu sangat kecil. Mereka berteriak dan memekik sekuat-kuatnya, sehingga pekik satu sama lainnya pun menyiksa. Semoga Allah menjauhkan kita dari api neraka.  Kelima, Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, jangan banyak menyendiri dan berkhayal. Di samping selalu berdoa kepada Allah supaya dihindarkan dari berbagai maksiat.  Keenam, Bila memiliki kemampuan untuk berkeluarga ini adalah jalan yang paling terbaik yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bila tidak mampu maka usahakan berpuasa Senin Kamis, wallahu a’lam.  *** Dijawab Oleh: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra,M.A.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/4MZxv1TmMs4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/4MZxv1TmMs4/kiat-membuang-pikiran-kotor.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-pHRg7Fo6qro/UKRnhG_cwnI/AAAAAAAAAeU/MnHyLX4aR_Y/s72-c/piktor.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2012/11/kiat-membuang-pikiran-kotor.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-7469404288470641657</guid><pubDate>Wed, 14 Nov 2012 13:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-14T05:39:15.873-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><title>Renungan Ketika Mendapatkan Musibah</title><description>Jika kita mendapatkan musibah, hendaknya kita merenung / introspeksi diri, bukannya malah mengutuk, atau tidak memikirkan mengapa kita diberi musibah oleh Allah. Berikut ini beberapa &lt;b&gt;renungan yang bisa kita lakukan ketika mendapatkan musibah&lt;/b&gt;:  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-syih0HGbVsY/UKOe86st45I/AAAAAAAAAeA/M84sgengkus/s1600/ikhlas.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="302" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-syih0HGbVsY/UKOe86st45I/AAAAAAAAAeA/M84sgengkus/s400/ikhlas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  1- Renungkanlah bahwa manusia dan hartanya semuanya milik Allah, semuanya hanya titipan di sisi kita.  2- Setiap orang akan kembali pada Allah dan akan meninggalkan dunia.  3- Allah akan memberi yang semisal dan yang lebih baik bagi yang telah hilang.  4- Ingatlah bahwa mengeluh dan menggerutu hanya menambah derita, bukan menghilangkan musibah.  5- Jika mau bersabar dan yakin semuanya kembali pada Allah, maka itu lebih besar pahalanya dibanding dengan tidak sabar.  6- Berkeluh kesah hanya membuat musuh kita senang dan membuat Allah murka.  7- Sabar dan mengharap pahala itu lebih besar ganjarannya daripada mengharap yang telah hilang itu kembali.  8- Jika kita ridho terhadap musibah, Allah pun senang dengan sikap kita. Sebaliknya jika kita benci, Allah pun akan murka.  9- Ketahuilah bahwa Allah yang menurunkan musibah Maha Hakim dengan hikmah yang ia beri, Penuh Rahmat dengan kasih sayang yang ia beri. Allah tidaklah menimpakan cobaan untuk membinasakan hamba, bahkan untuk menguji seberapa kuat imannya.  10- Musibah itu datang untuk menhindarkan diri kita dari penyakit jelek yaitu ujub dan sombong.  11- Ingatlah bahwa mending merasakan pahit di dunia namun dapat merasakan lezatnya kehidupan akhirat.  Diringkas dari penjelasan Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, penjelasan tentang petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat mengobati musibah.  Semoga Allah memberikan kita kesabaran ketika menghadapi setiap ujian dan cobaan.   Referensi:  Mukhtashor Zaadul Ma’ad, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, terbitan Maktabah Ar Rusyd, cetakan keempat, 1429 H, hal. 265-267. - rumaysho.com&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/nJGuM4FWxwE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/nJGuM4FWxwE/renungan-ketika-mendapatkan-musibah.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-syih0HGbVsY/UKOe86st45I/AAAAAAAAAeA/M84sgengkus/s72-c/ikhlas.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2012/11/renungan-ketika-mendapatkan-musibah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-2389347357417663329</guid><pubDate>Sat, 11 Feb 2012 01:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-10T17:54:46.577-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sholat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Siksa bagi yang meninggalkan shalat: kepalanya dilempari dengan batu terus menerus</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siksa bagi yang meninggalkan shalat: kepalanya dilempari dengan batu terus menerus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَمُرَةُ بْنُ جُنْدَبٍ -رضى الله عنه- قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِمَّا يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ لأَصْحَابِهِ «هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنْ رُؤْيَا» قَالَ فَيَقُصُّ عَلَيْهِ مَنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُصَّ، وَإِنَّهُ قَالَ ذَاتَ غَدَاةٍ «إِنَّهُ أَتَانِى اللَّيْلَةَ آتِيَانِ، وَإِنَّهُمَا ابْتَعَثَانِى، وَإِنَّهُمَا قَالاَ لِى انْطَلِقْ. وَإِنِّى انْطَلَقْتُ مَعَهُمَا، وَإِنَّا أَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُضْطَجِعٍ، وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِصَخْرَةٍ، وَإِذَا هُوَ يَهْوِى بِالصَّخْرَةِ لِرَأْسِهِ، فَيَثْلَغُ رَأْسَهُ فَيَتَهَدْهَدُ الْحَجَرُ هَا هُنَا، فَيَتْبَعُ الْحَجَرَ فَيَأْخُذُهُ، فَلاَ يَرْجِعُ إِلَيْهِ حَتَّى يَصِحَّ رَأْسُهُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ يَعُودُ عَلَيْهِ، فَيَفْعَلُ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ الْمَرَّةَ الأُولَى. قَالَ قُلْتُ لَهُمَا سُبْحَانَ اللَّهِ مَا هَذَانِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: “Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu berkata: “Senantiasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering bertanya kepada para shahabatnya: “Apakah salah seorang dari kalian ada yang bermimpi?”, maka berceritalah yang ingin bercerita (tentang mimpinya). Dan pada suatu pagi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tadi malam telah datang kepadaku dua tamu, mereka mengajakku keluar dan berkata kepadaku: “Ayo jalan”, lalu akupun pergi bersama keduanya, lalu kami mendatangi seorang yang lagi berbaring terlentang dan seorang lagi berdiri sambil memegang sebongkah batu, ia melemparkan batu tersebut ke kepalanya (orang yang berbaring terlentang tadi), batu tadi akhirnya memecahkan kepalanya dan batu tersebut menggelinding kesana kemari, lalu ia mengikuti batunya dan mengambilnya, tidaklah ia kembali kepada orang yang  berbaring terlentang tadi sampai kepalanya kembali seperti semula, kemudian ia kembali kepada orang yang berbaring terlentang tadi dan mengulangi perbuatannya, seperti yang ia lakukan ketika pertama kali. Lalu aku bertanya kepada dua yang membawaku: “Maha suci Allah, Apa yang mereka berdua ini lakukan?”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wHog4876XI0/TzXKQCOLipI/AAAAAAAAAd0/oPSrk3V9dZU/s1600/kepala.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 352px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wHog4876XI0/TzXKQCOLipI/AAAAAAAAAd0/oPSrk3V9dZU/s400/kepala.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5707690479585036946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir cerita dalam hadits ini disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْتُ لَهُمَا فَإِنِّى قَدْ رَأَيْتُ مُنْذُ اللَّيْلَةِ عَجَبًا ، فَمَا هَذَا الَّذِى رَأَيْتُ قَالَ قَالاَ لِى أَمَا إِنَّا سَنُخْبِرُكَ ، أَمَّا الرَّجُلُ الأَوَّلُ الَّذِى أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُثْلَغُ رَأْسُهُ بِالْحَجَرِ ، فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَأْخُذُ الْقُرْآنَ فَيَرْفُضُهُ وَيَنَامُ عَنِ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) berkata kepada dua orang yang membawaku: “Sungguh malam ini aku telah melihat sesuatu yang sangat menakjubkan, kiranya apakah yang telah aku lihat?”, dua orang ini menjawab: “Sungguh kami akan memberitahukanmu, adapun orang pertama yang engkau datangi, yang kepalanya dipecahkan dengan batu, dialah yang mengambil Al Quran lalu membuangnya dan tidur (tidak mengerjakan) shalat yang wajib, …”. HR. Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari "Mengambil Al Quran lalu membuangnya": &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Meninggalkan hafalan Al Quran dan tidak mengamalkan maknanya&lt;/span&gt;. Lihat Syarh Shahih Al Bukhari, karya Ibnu Baththal, Umdat Al Qari, karya Badruddin Al 'Ainy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari "Tidur (tidak mengerjakan) shalat yang wajib": &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melalaikan shalat sehingga keluar waktunya&lt;/span&gt;. Lihat Syarh Shahih Bukhari, karya Ibnu Baththal.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/8SyStF9KR1c" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/8SyStF9KR1c/siksa-bagi-yang-meninggalkan-shalat.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-wHog4876XI0/TzXKQCOLipI/AAAAAAAAAd0/oPSrk3V9dZU/s72-c/kepala.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2012/02/siksa-bagi-yang-meninggalkan-shalat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-3482802872138087220</guid><pubDate>Mon, 06 Feb 2012 10:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-06T03:03:53.265-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah Nyata</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hikmah</category><title>Ada Tujuh Keajaiban Dunia Yang Lebih Ajaib lagi</title><description>Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XmBOLPlZnPs/Ty-zBM3FosI/AAAAAAAAAdo/3tuCMDFadPU/s1600/Photoshop_Universe_008176_.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XmBOLPlZnPs/Ty-zBM3FosI/AAAAAAAAAdo/3tuCMDFadPU/s400/Photoshop_Universe_008176_.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705976086115230402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj &amp; Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia“. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pohon Kurma yang Menangis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;3. Untaian Salam Batu Aneh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang“.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;4. Pengaduan Seekor Onta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Kesaksian Kambing Panggang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun“. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus“. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;6. Batu yang Berbicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Semut Memberi Komando&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh“. (QS.An-Naml: 16-19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.almakassari.com dari Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 46 Tahun&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/Cs7J3sAv53I" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/Cs7J3sAv53I/ada-tujuh-keajaiban-dunia-yang-lebih.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-XmBOLPlZnPs/Ty-zBM3FosI/AAAAAAAAAdo/3tuCMDFadPU/s72-c/Photoshop_Universe_008176_.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2012/02/ada-tujuh-keajaiban-dunia-yang-lebih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-3820890658742150417</guid><pubDate>Mon, 06 Feb 2012 10:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-13T05:46:12.216-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sholat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hikmah</category><title>Rahasia Warna Langit Ketika Waktu Shalat</title><description>“Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu ). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vF2GZpN7Grw/Ty-yGqvAgzI/AAAAAAAAAdc/vDhm_iq9XEM/s1600/masjidd.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-vF2GZpN7Grw/Ty-yGqvAgzI/AAAAAAAAAdc/vDhm_iq9XEM/s400/masjidd.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705975080522122034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oooh pantesan… hawa setan ternyata.. Berikut hasil search lengkapnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Waktu Subuh&lt;br /&gt;Suka perhatiin ga, kalau waktu selepas subuh apalagi menjelang siang, warna langit itu (kalau cerah) berwatna biru yang diselingi dengan merah (orange) yang dihasilkan oleh sinar mentari yang mau terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam islam tidur setelah subuh itu ga boleh gan karena akan ketinggalan rizki. Seperti Sabda Rasulullah,&lt;br /&gt;“Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya”&lt;br /&gt;(HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, shahih&lt;br /&gt;At-Targhiib waTarhiib no, 1693)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas subuh adalah karana warna biru mempertenagakan kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah seseorang itu akan mengalami masalah kehausan sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Waktu Subuh Alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahasia yang berkaitan dengan rizki dan komunikasi. Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rizki.&lt;br /&gt;Ini karena tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad dalam keadaan tidur dalam arti kata lain lebih baik terjaga daripada tidur. Disini juga dapat kita ambil hikmah untuk solat di awal waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermulanya saat azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonansi pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Waktu Dzuhur&lt;br /&gt;Ketika ini warna kuning mendominasi atmosfera. Mengurangi makan pada waktu kuning (siang hari) ialah amalan yang terbaik untuk menjaga supaya pemikiran menjadi kreatif, tajam, dan peka. Ini adalah mengapa kita amat digalakkan untuk melakukan puasa sunah Senin dan&lt;br /&gt;Kamis untuk menggurangi beban kerja organ pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang- ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Waktu Ashar&lt;br /&gt;Kemudian warna alam akan berubah kepada warna orange, yaitu masuknya waktu Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovarium dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia warna orange ialah kreativitas. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar dipakai buat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Waktu Magrib&lt;br /&gt;Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu ). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Waktu Isya&lt;br /&gt;Apabila masuk waktu Isya, alam berubah ke warna merah dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. Waktu Isya ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian dimana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang kerap ketinggalan Isyanya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam dimana keseluruhan sistem&lt;br /&gt;tubuh berada dalam keadaan relax / istirahat.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/4FBy29CoVGo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/4FBy29CoVGo/rahasia-warna-langit-ketika-waktu.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-vF2GZpN7Grw/Ty-yGqvAgzI/AAAAAAAAAdc/vDhm_iq9XEM/s72-c/masjidd.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2012/02/rahasia-warna-langit-ketika-waktu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-3497598269749852063</guid><pubDate>Sun, 20 Nov 2011 12:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-20T05:07:22.591-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sholat</category><title>Hukum Edarkan Kotak Infak Saat Khutbah Jum'at</title><description>Salah satu keistimewaan hari jum'at karena di dalamnya terdapat shalat Jum'at. Shalat Jum'at harus dikerjakan secara berjama'ah dan diawali dengan khutbah. Bahkan para Malaikat, ketika imam naik mimbar, akan menutup buku catatannya guna mendengarkan khutbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-yWtlAZiCcQk/Tsj7e8ubyRI/AAAAAAAAAdQ/EGSVvdhalng/s1600/kotak-amal1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-yWtlAZiCcQk/Tsj7e8ubyRI/AAAAAAAAAdQ/EGSVvdhalng/s400/kotak-amal1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677063839416043794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Maka apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).”&lt;/span&gt; (Muttafaq 'alaih; al Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, para malaikat menutup buku catatan mereka dan tidak mencatat tambahan pahala bagi orang-orang yang datang dan masuk ke masjid setelah imam naik mimbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ كَانَ عَلَى كُلِّ بَابٍ مِنْ أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ الْمَلَائِكَةُ يَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ فَإِذَا جَلَسَ الْإِمَامُ طَوَوْا الصُّحُفَ وَجَاءُوا يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Apabila hari Jum'at tiba, pada pintu-pintu masjid terdapat para Malaikat yang mencatat urutan orang datang, yang pertama dicatat pertama. Jika imam duduk, merekapun menutup buku catatan, dan ikut mendengarkan khutbah."&lt;/span&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah, "saat pertama dimulai, sejak naiknya matahari. Karena orang yang akan mengerjakan shalat Jum'at dianjurkan duduk di masjid setelah shalat Shubuh sampai terbit matahari." (Dituturkan oleh DR. Sa'id bin Ali al Qahthahi dalam Shalah al Mukmin: 3/351)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Para malaikat menutup buku catatan mereka dan tidak mencatat tambahan pahala bagi orang-orang yang datang dan masuk ke masjid setelah imam naik mimbar.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Ghalib, Abu Umamah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para Malaikat duduk pada hari Jum'at di depan pintu masjid dengan membawa buku catatan untuk mencatat (orang-orang yang masuk masjid). Jika imam keluar (dari rumahnya untuk shalat Jum'at), maka buku catatan itu dilipat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abu Ghalib bertanya, "wahai Abu Umamah, bukankah orang yang datang sesudah imam keluar mendapat Jum'at? Ia menjawab, "tentu, tetapi ia tidak termasuk golongan yang dicatat dalam buku catatan." (Dihasankan oleh Syaikh al Albani rahimahullah dalam Shahih al Targhib, no. 710)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Maka kondisi terbaik ketika imam menyampaikan khutbah Jum'at adalah diam dan mendengarkan dengan seksama. Tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa memalingkan konsentrasi dari mendengarkan khutbah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Barangsiapa berwudlu, lalu memperbagus (menyempurnakan) wudlunya, kemudian mendatangi shalat Jum'at dan dilanjutkan mendengarkan dan memperhatikan khutbah, maka dia akan diberikan ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan pada hari itu sampai dengan hari Jum'at berikutnya dan ditambah tiga hari sesudahnya. Barangsiapa bermain-main krikil, maka sia-sialah Jum'atnya."&lt;/span&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam an Nawawi rahimahullah menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim, "dalam hadits tersebut terdapat larangan memegang-megang krikil dan lainnya dari hal yang tak berguna pada waktu khutbah. Di dalamnya terdapat isyarat agar menghadapkan hati dan anggota badan untuk mendengarkan khutbah. Sedangkan makna lagha (perbuatan sia-sia) adalah perbuatan batil yang tercela dan hilang pahalanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika engkau berkata pada temanmu pada hari Jum'at, "Diamlah!", sewaktu imam berkhutbah, berarti kamu telah berbuat sia-sia." (Muttafaq 'Alaih, lafadz milik al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari berkata, "dalam hadits ini, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah menetapkan bahwa memerintahkan diam saat khutbah adalah bentuk lahwun, walaupun bentuknya perintah yang ma'ruf dan melarang dari yang munkar. Hadits ini juga menunjukkan bahwa setiap perkataan yang mengganggu dari mendengarkan khutbah, hukumnya lahwun. Dan bila ingin memerintahkan diam orang yang bicara, dengan isyarat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    . . . menunjukkan bahwa setiap perkataan yang mengganggu dari mendengarkan khutbah, hukumnya lahwun. . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menambahkan, “Hadits di atas dijadikan dalil larangan terhadap seluruh macam perkataan pada saat khutbah, dan demikian itu pendapat mayoritas ulama terhadap orang yang mendengarkan khutbah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan makna laghauta, menurut Imam al Shan'ani dalam Subulus Salam, ". . . makna yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat Ibnul Muniir, yaitu yang tidak memiliki nilai baik. Adapula yang mengatakan, (maknanya) batal keutamaan (pahala-pahala) Jum’atmu dan nilainya seperti shalat Dhuhur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu 'Abbas radliyallah 'anhu bercerita, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ تَكَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَهُوَ كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا وَاَلَّذِي يَقُولُ لَهُ : أَنْصِتْ لَيْسَتْ لَهُ جُمُعَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Siapa yang berbicara pada hari Jum'at, padahal imam sedang berkhutbah, maka dia seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Dan orang berkata kepada (saudara)-nya, 'diamlah!', tidak ada Jum'at baginya." &lt;/span&gt;(HR. Ahmad, dengan sanad la ba-tsa bih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari penyerupaan orang yang berbicara saat imam berkhutbah dengan keledai yang membawa kitab yang tebal-tebal adalah karena dia tidak mendapat manfaat yang besar, padahal dia telah susah-susah datang dan capek untuk sampai ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Makna "tidak ada Jum'atan baginya" berarti dia tidak mendapatkan Jum'at secara sempurna. Nilai Shalat Jum'atnya seperti shalat Dzuhur. (lihat Fathul Baari: II/184 dan Subulus Salam: III/172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Makna "tidak ada Jum'atan baginya" berarti dia tidak mendapatkan Jum'at secara sempurna. Nilai Shalat Jum'atnya seperti shalat Dzuhur. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengedarkan kotak infak saat Imam berkhutbah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ulasan di atas, sangat jelas sikap yang harus dilakukan oleh Jama'ah Jum'ah, yaitu diam dan mendengarkan khutbah yang disampaikan imam dengan seksama. Sehingga dia bisa mengambil manfaat dari khutbah yang disampaikan. Jangan dia berbicara kepada kawannya atau melakukan perbuatan yang bisa mengganggu dari mendengarkan dan memperhatikan khutbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Realitas berbeda sering ditemukan di kebanyakan masjid, kotak amal/kotak infaq diedarkan saat imam naik mimbar dan khutbah sedang berlangsung. Ini adalah kesalahan besar, karena mengganggu kekhusyu'an dalam mendengarkan khutbah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebagian masjid, kotak amal diedarkan oleh petugas. Ia berdiri saat khutbah kedua untuk menjalankan kotak amal kepada Jama'ah, shaf demi shaf. Maka ia telah melakukan kesalahan besar, tapi merasa telah berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kesalahan bukan hanya dilakukan oleh petugas tadi. Orang yang berinfaq juga melakukan kesalahan, karena melakukan kegiatan yang menyibukkan dari memperhatikan khutbah. Ia memasukkan tangannya ke saku, mengeluarkan uang, dan memasukkannya ke kotak amal. Ini adalah perbuatan sia-sia yang dilarang pada saat imam berkhutbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Barangsiapa yang ingin berinfak, hendaknya melakukannya sebelum dimulainya khutbah Jum'at atau sesudah pelaksanaan shalat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mengusap-usap kerikil, maka ia telah melakukan yang sia-sia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekedar mengusap-ngusap kerikil atau tikarnya saja dinilai sia-sia, lalu bagaimana dengan orang yang berdiri mengedarkan kotak infak atau sibuk memindahkan atau menjalankannya ke sampingnya? Lalu bagaimana juga dengan kondisi orang yang sibuk mengambil uang di sakunya, mengeluarkannya, lalu memasukkan ke kotak amal? Tentu jauh lebih dianggap sia-sia. (Syaikh Wahid Abdul Salam Bali dalam Al Kalimaat al Naafi'ah fi Akhtha' al Sya-i'ah -diterjemahkan dengan 474 Kesalahan Umum dalam akidah dan Ibadah beserta koreksinya- hal. 349)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Jika sekedar mengusap-ngusap kerikil atau tikarnya saja dinilai sia-sia, lalu bagaimana dengan orang yang berdiri mengedarkan kotak infak atau sibuk memindahkan atau menjalankannya ke sampingnya?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, memutar kotak amal pada saat shalat jum’at di saat imam berkutbah hukumnya tidak boleh, karena mengganggu seseorang dari mendengarkan dan memperhatikan  khutbah. Akibatnya, orang yang melakukan kesalahan ini akan kehilangan keutamaan shalat Jum'at. Ibadah Jum'atnya seperti melaksanakan shalat dzuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, kotak amal bisa diletakkan di samping pintu sehingga setiap orang yang ingin bersedekah bisa memanfaatkannya, baik sebelum khutbah dimulai atau sesudah shalat.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/HjF8-FkDsqM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/HjF8-FkDsqM/hukum-edarkan-kotak-infak-saat-khutbah.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-yWtlAZiCcQk/Tsj7e8ubyRI/AAAAAAAAAdQ/EGSVvdhalng/s72-c/kotak-amal1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2011/11/hukum-edarkan-kotak-infak-saat-khutbah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-7725079835408376865</guid><pubDate>Thu, 18 Aug 2011 05:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-17T22:13:21.454-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Permainan Terorganisir di Dunia Fana</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-qt4jI-OMSe8/TkyfZC6O8zI/AAAAAAAAAc4/6j6b9UPjPBY/s1600/dunia-fana.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qt4jI-OMSe8/TkyfZC6O8zI/AAAAAAAAAc4/6j6b9UPjPBY/s400/dunia-fana.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642059685815055154" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DUNIA dalam PANDANGAN ALLAH (ISLAM)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka.  Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? " (Qs al an'aam : 32)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;     
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan " (Qs ali imran : 185)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Yup! Dunia itu penuh dengan permainan dan senda gurau.  Dunia juga penuh dengan kesenangan yang memperdayakan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Coba kita bayangkan!
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sejak bangun tidur hingga akan tidur kembali, kehidupan dunia fana yang kita jalani penuh dengan permainan dan senda gurau serta kesenangan yang memperdayakan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;~ Kita beraktivitas :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;1. Menyalakan TV, membaca koran, majalah, media online (internet)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    Apa yang kita lihat? Suguhan berupa :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;   - Berita, baik dan buruk
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;   - Hiburan semacam gosip infotainment (insert,go show,dsb), musik (MTV, inbox, dahsyat, dsb), film (telenovela, sinetron, film (bolly/holly)wood, dsb), komedi (srimulat, extravaganza, opera van java, bukan empat mata, awas ada sulee...dsb), reality show (tolong, termehek-mehek, orang ke 3, dsb), ajang kompetisi bakat (indonesian idol, IMB,dsb), ajang biro jodoh mengumbar syahwat (take me/him out, dsb)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;2. Pergi ke :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    Pasar/mall
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    Apa yang kita lakukan?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Belanja__&gt;belanja yang dibutuhkan atau tak dibutuhkan
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Belanja plus__&gt;window shopping alias cuci mata, nonton pertunjukkan/hiburan yang ada dalam pasar/mall, belanja sambil ngerumpi/nge-gosip
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;   Sekolah/kampus
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;   Apa yang kita lakukan?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;   - Belajar
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;   - Belajar plus__&gt;refreshing semisal ikut ekskul,bermain,berteman dan bersenda gurau dengan teman, dari yang halal hingga haram semisal berteman tapi mesra, berpacaran, bahkan berzina
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;3. Kita merayakan :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    Hari keagamaan semisal idul fitri, idul adha atau tahun baru
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    Apa yang kita lakukan?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Merayakan nya dengan khidmat__&gt; zikrullah, bermajelis ta'lim, dan meningkatkan ilmu dienul Islam
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Merayakan nya dengan euforia berlebihan hingga bersikap berlebih-lebihan dan boros
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Meniup terompet, menyalakan kembang api, petasan
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Ikut 'track-track'an
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Hang out semalaman bahkan berhari-hari
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Berpesta pora
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Bahkan bermaksiyat padaNya di malam tahun baru dengan berzina, dsb
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;4. Kita bermain dan menonton olah raga dan permainan :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    Sepak bola, berkuda, bertinju, dsb
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    Apa yang kita lakukan?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Sekedar bermain dan berolah raga atau refreshing
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    - Bermain dan berolah raga plus__&gt;ikut menjadi bonek mania berakibat pada fanatisme buta, permusuhan, pertikaian, ikut taruhan alias berjudi hingga melalaikan kewajiban kita pada Allah dan orang lain serta hakikat persoalan manusia dalam segala bidang (poleksosbudhankam)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; 
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;
&lt;br /&gt;SIKAP KITA?&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Melihat begitu banyak aktivitas manusia diatas, bisa kita bayangkan betapa banyaknya aktivitas tersebut dipenuhi dengan senda gurau, permainan, dan kesenangan yang memperdayakan bagi sebagian para pelaku aktivitas tersebut.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Bermain dan bersenda gurau serta menikmati dunia dengan segala perhiasannnya tak mengapa asalkan tak melalaikan kita dari tujuan hidup kita di dunia sebagai seorang muslim dan mu'min.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dalam islam, memang kita tak dilarang nonton bola via televisi atau main bola itu sendiri. Asal jangan kemudian melalaikan kewajiban yang telah dibebankan oleh agama kita. Dan diharamkan di dalam aktivitas permainan tersebut adanya sebuah kemaksiyatan pada Allah
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    Allah Swt, berfiman: 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"...sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." [TQS al-Mâidah [5]: 90]
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;     
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    Imam Asy Syathibi menyatakan: 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Hiburan, permainan, dan bersantai adalah mubah atau boleh asal tidak terdapat suatu hal yang terlarang." Selanjutnya beliau menambahkan, "Namun demikian hal tersebut tercela dan tidak disukai oleh para ulama. Bahkan mereka tidak menyukai seorang lelaki yang dipandang tidak berusaha untuk memperbaiki kehidupannya di dunia dan tempat kembalinya di akhirat kelak, karena ia telah menghabiskan waktunya dengan berbagai macam kegiatan yang tidak mendatangkan suatu hasil duniawi dan ukhrawi". Sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Al Hakim dengan sanad shahih: Setiap permainan di dunia ini adalah bathil, kecuali tiga hal; memanah, menjinakan kuda, dan bermain dengan istri... Yang dimaksud bathil di sini, adalah sia-sia atau yang semisalnya, yang tidak berguna dan tidak menghasilkan buah yang dapat dipetik (Al Muwaafaqaat, Jilid I, hlm 84).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Semua bentuk aktivitas yang melenakan dan memperdayakan kita terkategori  dalam permainan yang terorganisir (lahwun munadhomun) dan telah dirancang oleh orang-orang kafir (Zionis) untuk melenakan kaum muslimin.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    Hal ini bisa disimak dalam Protocol of Zion poin ke-13 yang diterbitkan Prof. Sergyei Nilus di Rusia pada 1902. Intinya, "Zionisme merencanakan hendak mengundang masyarakat melalui surat-surat kabar waktu itu, untuk mengikuti berbagai lomba yang sudah diprogram. Diharapkan kesenangan baru yang diciptakan itu secara perlahan akan melenakan kaum muslimin dari konflik-konflik kaum muslimin dengan bangsa Yahudi."
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;     
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;0leh karena itu, hendaknya kita jangan terpedaya oleh tipu daya musuh-musuh Allah dalam melenakan dan memperdayakan manusia, termasuk diri kita sebagai muslim dan mu'min.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Alangkah baiknya kita senantiasa fokus pada tujuan penciptaan diri kita oleh Allah dan pada aktivitas yang semakin mendekatkan diri kita pada Allah. Termasuk membentengi diri kita dengan mengkaji Islam untuk kita amalkan dalam kehidupan ber-individu, bermasyarakat, dan bernegara.Serta aktif dalam kegiatan muhasabah, dan da'wah islam/amar ma'ruf nahi munkar
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."(Qs ad dzariyat (51) : 55)
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;1. Demi Masa.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;    3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan menasehati supaya menetapi kesabaran. " (QS. Al 'Ashr: 1-3)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/nAg9UN_M4Pw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/nAg9UN_M4Pw/permainan-terorganisir-di-dunia-fana.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-qt4jI-OMSe8/TkyfZC6O8zI/AAAAAAAAAc4/6j6b9UPjPBY/s72-c/dunia-fana.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2011/08/permainan-terorganisir-di-dunia-fana.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-2913305234236297921</guid><pubDate>Sat, 11 Jun 2011 22:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-11T15:53:24.423-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Masjid</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sholat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Keutamaan Hari Jum'at dan Sunnah-sunnahnya</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YFhjC9AIDmg/TfPxOuTIfGI/AAAAAAAAAcM/CE59jnTUq3o/s1600/discover%2Bjesus.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YFhjC9AIDmg/TfPxOuTIfGI/AAAAAAAAAcM/CE59jnTUq3o/s400/discover%2Bjesus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617098395509881954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala telah mengkhususkan umat Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam dan mengistimewakan mereka dari umat-umat yang lainnya dengan berbagai keistimewaan. Diantaranya adalah Allah subhanahu wata'ala memilihkan bagi mereka hari yang agung yaitu hari jum’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah dan Hudzaifah radhiallahu anhum berkata:  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Allah subhanahu wata'ala telah merahasiakan hari jum’at terhadap umat sebelum kita, maka orang-orang Yahudi memiliki hari sabtu, orang-orang Nashrani hari ahad, maka Allah subhanahu wata'ala mendatangkan umat ini, lalu Dia menunjukan kita hari jum’at ini, maka Dia menjadikan urutannya menjadi jum’at, sabtu ahad, demikian pula mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat, kita adalah umat terakhir di dunia ini namun yang pertama di hari kiamat, yang akan diputuskan perkaranya sebelum makhluk yang lain”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Shahih Muslim no: 856 dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari  dengan maknanya dari Abi Hurairah ra no: 876).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Hari terbaik terbitnya matahari adalah pada hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu tersebut dia dikeluarkan dari surga” (HR. Muslim: no: 854)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keutamaan hari ini adalah Allah subhanahu wata'ala menjadikan hari ini sebagai hari ‘ied bagi kaum muslimin. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah di dalam sunannya dari Ibnu Abbas radhhiyallahu a'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya hari ini adalah hari raya, Allah menjadikannya istimewa bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan mendatangi shalat jum’at maka hendaklah dia mandi”. (Ibnu Majah no: 1098)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini terdapat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;saat terkabulnya do’a&lt;/span&gt;, yaitu saat di mana tidaklah seorang hamba meminta kepada Allah subhanahu wata'ala padanya kecuali dia akan dikabulkan permohonannya. Diriwyatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhhiyallahu a'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda:  Sesungguhnya pada hari jum’at terdapat satu saat tidaklah seorang muslim mendapatkannya dan dia dalam keadaan berdiri shalat dia meminta kepada Allah suatu kebaikan kecuali Allah memberikannya, dan dia menunjukkan dengan tangannya bahwa saat tersebut sangat sedikit. ( HR. Muslim no: 852 dan Al-Bukhari no: 5294)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat tentang waktu terjadinya dan pendapat yang paling kuat adalah dua pendapat:&lt;br /&gt;Pertama:  Yaitu saat duduknya imam sehingga shalat selesai, dan alasan ulama yang berpendapat seperti ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Barrah bin Abi Musa bahwa Abdullah bin Umar berkata kepadanya: Apakah engkau pernah mendengar bapakmu membacakan sebuah hadist yang berhubungan dengan saat mustajab pada hari jum’at?. Dia berkata: Ya aku pernah mendengarnya berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Dia terjadi saat antara imam duduk sehingga shalat selesai ditunaikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Dia terjadi setelah asar, dan pendapat inilah yang paling kuat di antara dua pendapat tersebut, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dari Jabir radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Hari jum’at itu dua belas jam, tidaklah seorang hamba yang muslim memohon kepada Allah sesuatu pada hari itu kecuali Dia akan memperkenankan permohonan hamab -Nya itu, maka carilah dia pada akhir waktu asar” (HR. An-Nasa’i: no: 1389).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat inilah yang dipegang oleh sebagian besar golongan salaf, dan telah didukung oleh berbagai hadits. Adapun tentang hadits riwayat Abi Musa yang sebelumnya maka hadits tersebut memiliki banyak cacat dan telah disebutkan oleh Al-hafiz Ibnu Hajar di dalam kitab Fathul Bari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di antara keutamaannya adalah bahwa hari itu adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;hari dihapuskannya dosa-dosa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Shalat lima waktu, jum’at ke jum’at yang lainnya dan ramadhan ke ramadhan yang lain adalah penghapus dosa antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di antara adab-adab jum’at yang perlu dijaga oleh orang yang beriman adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Disunnahkan bagi imam untuk membaca (الم تنزيل) yaitu surat as-sajdah dan surat Al-Insan pada saat shalat fajar pada hari jum’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari hadits riwayat Ibnu Abbas radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam membaca pada waktu shalat fajar pada hari jum’at (الم تنزيل) as-sajdah dan (هل أتى على الإنسان حين من الدهر)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Disunnahkan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam pada hari jum’at atau pada waktu malamnya, berdasarkan sabda Nabi dalam riwayat An-Nasa’i dari Aus bin Aus:  Hari terbaik kalian adalah hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dicabut nyawanya, pada hari itu akan terjadi tiupan sangkakala, pada hari itu dimatikannya seluruh makhluk pada hari kiamat, maka perbanyaklah membaca shalawat bagiku sebab shalawat kalian didatangkan kepadaku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertanya wahai Rasulullah bagiamana shalawat kami didatangkan kepadamu padahal dirimu telah menjadi tulang belulang yang telah remuk?. Atau mereka berkata:  Engkau telah remuk mejadi tanah?. Maka Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala telah mengharamkan kepada bumi memakan jasad para Nabi alaihimus shalatu was salam”. ( An—Nasa’I no: 1374)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam kitab sunannya dari Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Perbanyaklah membaca shalawat bagiku pada ahari jum’at dan malam jum’at, sebab barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku satu shalawat saja maka Allah subhanahu wata'ala akan membaca shalawat kepadanya sepuluh kali shalawat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Perintah untuk mandi jum’at dan masalah ini sangat ditekankan, bahkan sebagian ulama mengatakan wajib. Diriwayatkn oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Sa’id Al-Khudri radhhiyallahua'nhu berkata: Aku bersaksi bahwa Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda:  Mandi pada hari Jum’at diwajibkan bagi orang yang telah mencapai usia balig dan menjalankan shalat sunnah dan memakai minyak wangi jika ada”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Disunnahkan menggunakan minyak wangi dan siwak, memakai pakaian yang terbaik.  Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya dari Abi Sa’id AL-Khudri dan Abi Hurairah radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda:  Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, memakai siwak, memakai pakaian yang terbaik, memakai minyak wangi jika dia memilikinya, memakai pakaian yang terbaiknya kemudan mendatangi mesjid sementara dia tidak melangkahi punak-pundak orang lain sehingga dia ruku’ (shalat) sekehendaknya, kemudian mendengarkan imam pada saat dia berdiri untuk berkhutbah sehingga selesai shalatnya maka hal itu sebagai penghapus dosa-dosa yang terjadi antara jum’at ini dengan hari jum’at sebelumnya ( Imam Ahmad: 3/81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Mambaca surat Al-Khafi.  Diriwayatkan  oleh Al-Hakim dari hadits Abi Said Al-Khudri radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca surat Al-kahfi pada hari jum’at maka akan maka sinar akan memancar meneranginya antara dua jum’at”. (Al-Hakim: 3/81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Disunnahkan bersegera menuju shalat jum’at.  Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya dari Aus Al-Tsaqofi dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu 'anhu berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang memandikan dan mandi, lalu bergegas menuju mesjid, mendekat kepada posisi imam, mendengar dan memperhatikan khutbah maka baginya dengan setiap langkah yang dilangkahkannya akan mendapat pahala satu tahun termasuk puasanya”. ( Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya: 2/209)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalak kitab shahihnya dari Abu Hurairah radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at yang sama seperti mandi janabah kemudian bersegera pergi ke mesjid maka dirinya seakan telah berkurban dengan seekor unta yang gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada masa ke dua maka dia seakan berkurban dengan seekor sapi, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ke tiga  maka dia seakan telah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang keempat maka dia seakan telah berkurban dengan seekor ayam, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ke empat maka dia seakan telah berkurban dengan sebutir telur, dan apabila imam telah datang maka para malaikat hadir mendengarkan zikir (khutbah).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bersegera menuju masjid untuk shalat jum’at termasuk perbuatan sunnah yang agung nilainya, namun banyak dilalaikan oleh banyak masyarakat, dan semoga hadits-hadits yang telah disebutkan di atas bisa memberikan motifasi dan memperkuat tekad, serta mengasah semangat untuk bersegera meraih nilai yang utama ini. Allah subhanahu wata'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS. Ali imron: 133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah subhanahu wata'ala Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu'alaihi wasallam dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/y_5WPAVaM7U" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/y_5WPAVaM7U/keutamaan-hari-jumat-dan-sunnah.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-YFhjC9AIDmg/TfPxOuTIfGI/AAAAAAAAAcM/CE59jnTUq3o/s72-c/discover%2Bjesus.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2011/06/keutamaan-hari-jumat-dan-sunnah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-7346002326144175107</guid><pubDate>Wed, 13 Apr 2011 11:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-13T05:03:34.648-07:00</atom:updated><title>Diri Kita dan Waktu</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-tOs8DH3Stc4/TaWRBvriVqI/AAAAAAAAAcA/m1kUdVzFs30/s1600/diriku-dan-waktu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tOs8DH3Stc4/TaWRBvriVqI/AAAAAAAAAcA/m1kUdVzFs30/s400/diriku-dan-waktu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595037571242677922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;وَالعَصرِ ﴿١﴾ إِنَّ الإِنسٰنَ لَفى خُسرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذينَ ءامَنوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَواصَوا بِالحَقِّ وَتَواصَوا بِالصَّبرِ﴿٣ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;(1 Demi masa. (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (3)  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran         &lt;/blockquote&gt;                          &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa cepat waktu berlalu tinggalkan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terasa waktu bagaikan pedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang siap menebas leher kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan waktu berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia kita semakin berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatah hidup kita pun berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bekal yang kita siapkan minus untuk akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seoptimal apa upaya kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk menyempurnakan kewajiban kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada Allah, diri kita dan umat manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seoptimal apa upaya kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk memperbanyak amal sunnah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan sholat/puasa sunnah, tilawah al Qur'anul kariim, dan memiliki target mengkhatamkannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;infaq dan sadaqah fii sabilillah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seoptimal apa upaya kita untuk memenuhi hak saudara dan umat manusia yang membutuhkan uluran tangan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bekal itu masih jauh dari cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya kita menyempurnakan kewajiban dan memperbanyak amal sunnah kita di dunia nyata belum optimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di sisi lain,...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa sudah atau sedang berbuat banyak untuk Islam dan umatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dunia maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;via blogging dan paging ala FB, MP, Myspace, Tagged, MFB, dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seberapa penting  dan perlu semua itu kita manfaatkan untuk kemaslahatan Islam dan umatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga kita rela menghabiskan banyak waktu kita di sana melebihi waktu kita untuk bermunajat pada Allah? untuk orang-orang disekitar yang belum banyak tersentuh oleh diri kita, seperti keluarga, tetangga, saudara, teman, dan manusia yang butuh tenaga, waktu, dan harta kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepemahaman seorang mu'min&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan fasilitas dunia maya sebatas apa yang kita butuhkan dan dianggap penting oleh Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Manfaatkan untuk menulis dan  mengirim tulisan berupa opini, artikel, puisi dan lain sebagainya yang bernuansa dawah Islam atau meluruskan pandangan yang keliru menurut Islam ke media cetak baik online maupun non online via email serta memuatnya dalam blog atau page kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Batasi tautan atau item yang akan kita tambahkan sebatas pada apa yang kita butuhkan atau anggap penting dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Tak perlu banyak 'habiskan' energi kita untuk terlalu menanggapi atau merespon pendapat yang berseberangan dengan pendapat kita. Berpendapatlah sebatas apa yang kita butuhkan untuk menanggapinya. Singkat tetapi padat muatannya. Dan hendaklah jangan terlalu 'ngotot' dalam berdiskusi dan berdebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika toh poin terakhir terpaksa kita lakukan, dengan cara yang ma'ruf tentunya, saya berfikir hal ini lebih baik dilakukan di dunia nyata. Karena orang-orang yang berinteraksi dengan kita, baik keluarga, teman, tetangga, atau masyarakat akan merasakan dampak langsung (yang baik menurut Islam) dari seruan atau perbuatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Luruskan niat dan motivasi kita bersurfing ria di dunia maya, ikhlas lillaahi ta'alaa untuk mencari keridhoanNya, bukan untuk mencari 'popularitas' diri atau riya'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar kita,bahkan bisa jadi diri kita sendiri (na'udzubillah--smoga tak terjadi..),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih banyak saudara kita seagama yang gemar bermaksiyat pada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti tak mengerjakan sholat, berzinah, membuka auratnya dengan tak mengenakan khimar dan jilbab ketika keluar rumah, berjudi, minum miras, terlibat kriminalitas, berzinah dan mengkonsumsi narkoba, dan lain sebagainya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih banyak saudara kita yang meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar. Mereka mendiamkan kemunkaran yang terjadi di depan mata mereka. Sementara mendiamkannya berarti menyetujuinya dan membiarkannya terjerumus kedalam jurang neraka dan azhab Allah. Bahkan sudah pasti, disamping banyak kemaksiyatan yang merajalela disekitar kita, masih begitu banyak hal dari kualitas keimanan diri kita yang perlu kita upgrade dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata waktu dan usia yang Allah berikan pada kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seolah terasa belum cukup untuk menyempurnakan diri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum kita menghadap kepadaNya dalam kondisi yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika kita benar-benar berfikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa ternyata dengan keterbatasan waktu dan usia yang kita miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;takkan ada yang terlintas dalam benak kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecuali kematian dan memanfaatkan waktu hidup yang kita miliki sebaik mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk menjadi orang-orang yang beruntung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang beriman dan beramal sholih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang saling menasihati supaya berada dalam kebenaran (Islam) melalui amar ma'ruf nahi munkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan yang saling menasihati dalam menetapi kebenaranNya dengan kesabaran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya kita bisa menghadapNya dalam kondisi yang terbaik (khusnul khotimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Ibn al-Jauzi berkata, “Jika manusia tahu bahwa kematian akan menghentikannya dalam beraktivitas, maka dia pasti akan melakukan perbuatan dalam hidupnya yang pahalanya terus mengalis setelah dia mati” (Ibn al-Jauzi, Shaid al-Khathir, juz I, h.22)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan ini kami buat untuk senantiasa mengingatan diri kami yang penuh dengan noda dosa dan kekhilafan.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/hqCAlSbGxHU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/hqCAlSbGxHU/diri-kita-dan-waktu.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-tOs8DH3Stc4/TaWRBvriVqI/AAAAAAAAAcA/m1kUdVzFs30/s72-c/diriku-dan-waktu.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2011/04/diri-kita-dan-waktu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-6598977247706448519</guid><pubDate>Sat, 12 Feb 2011 08:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-12T00:10:39.147-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hikmah</category><title>Taubat Nasuha</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-UrrpwN4XFsE/TVZALwkgfNI/AAAAAAAAAb4/LQlAGK4ZRcc/s1600/n1081300171-30212596-8937.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 282px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-UrrpwN4XFsE/TVZALwkgfNI/AAAAAAAAAb4/LQlAGK4ZRcc/s400/n1081300171-30212596-8937.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572712159678332114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah: 160&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat."&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatlah kiranya firman Allah dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;surat Ali Imran ayat: 133, "Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'".&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RUKUN TAUBAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;TAUBAT NASUHA&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (bukan TAUBAT 'SAMBAL')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Antisipasi/pencegahan&lt;/span&gt; ---sebelum terjadi dosa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Iman pada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Takut pada azhabNya akibat dosa kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjauhi dosa/maksiyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penanggulangan&lt;/span&gt; ---setelah terjadi dosa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menyesali diri karena terlanjur berbuat maksiyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berjanji pada Allah untuk tidak mengulangi perbuatan dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jika kita bersalah pada Allah,banyak istighfar dan bertaubat padaNya,Allah maha pengampun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bersalah pada manusia,selain banyak istighfar,segera akui kesalahan kita dan mohon maaf padanya.Ampunan Allah akan kita dapatkan seiring dengan keridhoan manusia yang kita zholimi untuk memaafkan kesalahan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(seandainya kesalahan tersebut dilakukan dalam lingkup sistem islam,yakni khilafah,baik menyangkut dosa penguasa pada umat/rakyatnya,maupun dosa seorang manusia terhadap manusia lain,semacam kriminalitas : pembunuhan,pencurian,perzinahan,dll; selain banyak istighfar dan mengakui kesalahannya,ia juga harus melalui step hukuman dunia versi syariah Allah,yakni sanksi / uqubat islam yang berfungsi sebagai : penebus dosa manusia di akhirat dan pencegah bagi manusia lain dari berbuat dosa di dunia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Resapi secara mendalam istighfar kita dari lesan hingga amalan kita. Allah tak sekedar butuh lesan tapi juga perbuatan kita dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tetap istiqamah dalam menerapkan upaya 'preventif' lebih baik daripada menanggulangi selain tetap menanggulangi terjadinya dosa (no 1-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sempurnakan kewajiban dan perbanyak amal sunnah dan sholih lainnya untuk meminimalisir dosa-dosa kita serta memperberat timbangan kebajikan kita di akhirat kelak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FUNGSI TAUBAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menambah kemudahan bagi kita untuk mendapatkan hidayahNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Qs an Nisa : 26-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Allah hendak menerangkan syariahNya kepadamu dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan hendak menerima taubatmu.Dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana. Dan Allah hendak menerima taubatmu,sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya dari kebenaran"&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim,kita tetap berharap hidayahNya karena tak semua muslim dibukakan oleh Allah untuk melapangkan hatinya dalam menerima hidayahNya (kecuali jika mereka berusaha membuka pintu hidayah Allah dengan selalu mengkaji dan ingin segera berubah menjadi pribadi muslim yang baik dengan melaksanakan syariah Allah,yakni Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyongsong kedatangan hidayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberikan pada kita nikmat berupa kelimpahan rizqi materi dan spiritual tak terhingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizqi materi bisa diberikan oleh Allah pada siapapun diantara manusia,tak peduli apakah ia seorang mu'min/kafir,fasik ataukah munafik.Karena Allah maha pemberi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kasih sayang Allah hanya untuk orang-orang yang mengimaniNya dan melapangkan hatinya untuk menerima hidayah Allah,dengan memberikannya nikmat Rizqi spiritual berupa iman,islam,Al Qur'an,sifat-sifat baik yang harus ada pada dirinya sebagai seorang muslim dan mu'min, kesehatan,waktu dan usia,serta ketundukan dan kepasrahannya pada Allah dan syariahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memberi kesenangan hidup dunia akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Qs Huud : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Dan hendaklah kamu meminta ampun pada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya.Jika kamu mengerjakan demikian,niscaya Dia akan memberikan kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan.Dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang memiliki keutamaan balasan atas keutamaannya "&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang gemar beristighfar dan bertaubat-dengan sebenar-benarnya istighfar dan taubat-pada Allah,akan dimudahkan olehNya untuk mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan hidup dunia akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Melapangkan rizqi Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Qs Huud : 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Dan kepada Tsamud Kami utus saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata," Hai kaumku,sembahlah Allah.Sekali-kali tidak ada Tuhan selain Dia.Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya.Karena itu mohonlah ampunanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya.Sesungguhnya Tuhanku amat dekat rahmatNya lagi memperkenankan doa hambaNya "&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beristighfar dan bertaubat adalah salah satu cara yang dilakukan seorang muslim agar Allah melapangkan rizqiNya kepadanya yang telah menciptakannya dari bumi (tanah) dan menjadikannya sebagai pemakmur serta pemeliharanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menjadikan para pelakunya (mustaghfirun) memperoleh salah satu haknya sebagai orang-orang mu'min.(Qs at Taubah : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Jika mereka bertaubat,mendirikan shalat dan menunaikan zakat,maka mereka itu adalah saudara-saudaramu seagama "&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hak sebagai orang mu'min tersebut adalah diakui oleh sesama muslim sebagai saudara seiman dan seagama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;RENUNGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di dunia meskipun diibaratkan Allah sebagai senda gurau dan permainan belaka,sementara Allah juga menerangkan kehidupan sejati adalah kehidupan akhirat,implementasi menjalani kehidupan dunia sangat serius dan tidak main-main.Pemahaman seorang muslim harus berbeda dari pemahaman non muslim sebagaimana islam berbeda dari non islam-tentang hakikat kehidupan dunia dan akhiratnya serta implementasi menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senda gurau dan permainan kehidupan dunia fana ini justru harus mendorong seorang muslim untuk serius dan bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupannya di dunia untuk mendapatkan kebahagiaan kekal di akhirat sesuai dengan konstitusi umat Islam,yakni Al Qur'an selain juga as sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Kau biarkan kami&lt;br /&gt;sebagai hamba pemberontak tapi hamba yang taat pada tuannya,Allah&lt;br /&gt;Jadikanlah ketaan kami  sebagai hambaMu hanya untuk membela dan mentaatiMu&lt;br /&gt;Jadikanlah pemberontakan kami hanya untuk menentang para pemberontak yang menentang dan anti syariahMu,baik tersembunyi dan terang-terangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan Kau biarkan hidup kami&lt;br /&gt;mengalir seperti arus sungai yang deras mengalir kemanapun yang sungai itu kehendaki&lt;br /&gt;Bimbinglah hidup kami&lt;br /&gt;sesuai arah yang Kau inginkan dalam kitabullah dan as sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan Kau biarkan kami&lt;br /&gt;untuk menduakanMu dengan menjadikan hawa nafsu kami sebagai tuhan&lt;br /&gt;yang akan menghinakan kami lebih rendah dari binatang ternak (Qs al Furqan : 43-44)&lt;br /&gt;Bimbinglah dan Mudahkanlah kami&lt;br /&gt;untuk mengesakanMu dengan menjadikanMu sebagai Tuhan bahkan Ilah bagi kami&lt;br /&gt;yang akan meninggikan dan memuliakan kami pada derajat orang-orang bertaqwa&lt;br /&gt;Amiin...&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/SJ377PRQkDo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/SJ377PRQkDo/taubat-nasuha.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-UrrpwN4XFsE/TVZALwkgfNI/AAAAAAAAAb4/LQlAGK4ZRcc/s72-c/n1081300171-30212596-8937.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2011/02/taubat-nasuha.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-9185795213917904390</guid><pubDate>Thu, 10 Feb 2011 11:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-10T03:47:15.940-08:00</atom:updated><title>Bersikap Jujur, Menjauhi Dusta</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TVPQMng2BnI/AAAAAAAAAbw/YOunmIZhTKA/s1600/Stop%2BThe%2BLies.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TVPQMng2BnI/AAAAAAAAAbw/YOunmIZhTKA/s400/Stop%2BThe%2BLies.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572026079171184242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslim sejatinya bukanlah pembohong atau orang yang biasa melakukan kebohongan. Bahkan seharusnya ia tidak pernah berbohong; kecuali dalam hal yang dibenarkan oleh syariah, seperti pada saat berperang melawan musuh atau demi mendamaikan dua orang Muslim yang sedang berselisih. Sebaliknya, seorang Muslim wajib selalu berkata dan bersikap jujur/benar. Apalagi jika dia adalah seorang pemimpin umat, tokoh masyarakat, atau malah seorang pejabat atau penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbohong jelas perbuatan dosa. Sebaliknya, berkata dan berperilaku jujur/benar adalah wajib. Allah SWT berfirman (yang artinya): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan jadilah kalian beserta orang-orang yang jujur/benar (QS at-Taubah [9]: 119).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Hawasyi Syarh al-‘Aqa’id, al-‘Allamah Ibn Abi Syarif menyatakan, “Dalam istilah kaum sufi, kejujuran/kebenaran (ash-shidqu) bermakna: samanya (perilaku seseorang) dalam keadaan tersembunyi (dari manusia) maupun dalam keadaan terang-terangan (terlihat manusia); kesesuaian (penampakan) lahiriah seseorang dengan batiniahnya. Dengan kata lain, keadaan seorang hamba tidak bertentangan dengan perilakunya, dan perilakunya tidak berlawanan dengan keadaannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Risalah al-Qusyairiyah karya Syaikh Zakariya dinyatakan bahwa al-Junaid pernah ditanya, “Samakah sikap jujur/benar dengan ikhlas?” ia menjawab, “Keduanya berbeda. Jujur/benar itu pangkal/pokok (ashl[un]), sementara ikhlas itu ranting/cabang (far’[un]). Kejujuran/kebenaran adalah pangkal segala sesuatu, sedangkan keikhlasan tidak terjadi kecuali setelah melakukan perbuatan. Amal perbuatan tidaklah diterima oleh Allah SWT  kecuali dengan sikap jujur/benar dan ikhlas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas, Allah SWT berfirman (yang artinya): Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah; yakni dengan cara meninggalkan maksiat (dan tentu dengan menjalankan ketaatan kepada Allah SWT). Jadilah kalian beserta orang-orang yang jujur/benar; yakni baik dalam keimanan maupun  dalam memenuhi berbagai macam perjanjian.  Sebagian ulama menyatakan: ma’a ash-shadiqqin (beserta orang-orang yang jujur/benar) artinya bersama orang-orang yang senantiasa berdiri di atas jalan hidup yang benar (‘ala minhaj al-haqq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan ayat di atas, di dalam sebuah hadisnya Baginda Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Ibnu Mas’ud, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya kejujuran/kebenaran (ash-shidqu) mengantarkan pada kebaikan (al-birru), dan sesungguhnya kebaikan mengantarkan pada surga. Sesungguhnya kebohongan/kedustaan mengantarkan pada kefasikan/kemaksiatan, dan sesungguhnya kefasikan/kemaksiatan mengantarkan pada neraka. Sesungguhnya seseorang yang benar-benar bersikap jujur/benar akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur/benar. Sesungguhnya seseorang yang benar-benar berbohong di sisi Allah akan dicatat sebagai pembohong.” (Mutaffaq ‘alaih).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya, kejujuran/kebenaran dalam ucapan akan mengantarkan pada amal shalih yang sunyi dari  segala cela. Dalam hal ini al-birru adalah nama untuk menyebut segala jenis kebaikan (al-khayr). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Imam al-Qurthubi berkata, “Setiap orang yang memahami Allah SWT wajib bersikap jujur/benar dalam ucapan, ikhlas dalam amal perbuatan dan senantiasa ‘bersih’ (tidak banyak melakukan dosa/kemaksiatan) dalam seluruh keadaan. Siapapun yang keadaannya seperti itu, dialah orang-orang benar-benar baik dan benar-benar ada dalam ridha Allah Yang Maha Pengampun.” (Lihat: Muhammad bin ‘Allan ash-Shiddiqi, Dalil al-Falihin li Thuruq Riyadh ash-Shalihin, I/ 146).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang jujur/benar pasti akan jauh dari sifat-sifat munafik-sebagaimana dinyatakan oleh Baginda Rasulullah SAW-yakni: dusta dalam berbicara;  ingkar janji, mengkhianati amanah (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan sifat munafik ini, Sahabat Hudzaifah ra pernah berkata, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang munafik sekarang lebih jahat (berbahaya) daripada orang munafik pada masa Rasulullah SAW” Saat ia ditanya, “Mengapa demikian?” Hudzaifah menjawab, “Sesungguhnya pada masa Rasulullah SAW mereka menyembunyikan kemunafikannya, sedangkan sekarang mereka berani menampakkannya.”‌ (Diriwayatkan oleh al-Farayabi tentang sifat an-nifaq (51-51), dengan isnad sahih).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Taimiyah berkata, “Al-Kidzb (dusta) adalah salah satu rukun  dari kekufuran.”‌ Selanjutnya ia menuturkan bahwa jika Allah menyebut kata nifak dalam Alquran, maka Dia menyebutnya bersama dengan dusta (al-kidzb). Demikian pula sebaliknya (Lihat: QS al-Baqarah: 9-10; QS al-Munafiqun: 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, dusta/bohong merupakan karakter yang secara kongkret membuktikan bahwa pelakunya telah terjangkiti virus‌ kemunafikan. Semoga kita terpelihara dari sifat tersebut. Amin&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/WBQU9rm3PHk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/WBQU9rm3PHk/bersikap-jujur-menjauhi-dusta.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TVPQMng2BnI/AAAAAAAAAbw/YOunmIZhTKA/s72-c/Stop%2BThe%2BLies.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2011/02/bersikap-jujur-menjauhi-dusta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-3508473613683944233</guid><pubDate>Thu, 20 Jan 2011 10:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-20T03:00:16.332-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hikmah</category><title>4 Hal Yang 'LEBIH BAIK' dalam 4 Hal</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TTgVYcQc2LI/AAAAAAAAAbk/1x-ftUvmZgk/s1600/37835-footprints-in-the-desert-0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TTgVYcQc2LI/AAAAAAAAAbk/1x-ftUvmZgk/s400/37835-footprints-in-the-desert-0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564220849262483634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Aku mengamati semua SAHABAT,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada MENJAGA LIDAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku memikirkan tentang semua PAKAIAN,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    dan tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada TAQWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku merenungkan tentang semua jenis AMAL,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada MEMBERI NASIHAT BAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku mencari semua bentuk RIZQI,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    namun tidak menemukan rizqi yang lebih baik daripada SABAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (Umar Bin Khaththab)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khaththab salah seorang sahabat dekat nabi Muhammad SAW. Dan beliau adalah khalifah kedua setelah wafatnya Abu Bakar ash Shiddiq. Jasanya terhadap penyebaran Islam sangat besar sehingga penulis Michael H.Heart menempatkannya sebagai orang paling berpengaruh nomor 51 sedunia. Beliau lahir di Makkah dari bani Ad dengan nama lengkap Umar bin Khaththab bin Nafiel bin Abdul Uzza. Selama masa jabatannya, kekuatan Islam maju pesat. Mesopotamia, sebagian Persia, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara, dan Armenia berhasil ditaklukkan. Umar syahid setelah ditikam oleh Abu Lukluk, seorang budak Persia (yang dendam atas kekalahan Persia) di suatu subuh 25 Dzulhijjah 23 H saat Umar sedang menunaikan shalat subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah merahmati dan meridhoi Umar bin Khaththab dan jasa-jasanya bagi Islam dan umatnya sepanjang masa.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/-bJyslWRoqs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/-bJyslWRoqs/aku-mengamati-semua-sahabat-dan-tidak.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TTgVYcQc2LI/AAAAAAAAAbk/1x-ftUvmZgk/s72-c/37835-footprints-in-the-desert-0.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2011/01/aku-mengamati-semua-sahabat-dan-tidak.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-5643257731586886615</guid><pubDate>Fri, 07 Jan 2011 10:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-07T02:30:19.347-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Mari Bersyukur Setiap Waktu</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TSbq_mUEwoI/AAAAAAAAAbc/IHfu-iQSJac/s1600/merenungi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 379px; height: 280px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TSbq_mUEwoI/AAAAAAAAAbc/IHfu-iQSJac/s400/merenungi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559389168372859522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda berpikir berapa kekayaan setiap orang jika dihargai dengan uang? Berapakah harga tubuh manusia jika diuangkan? Berapa harga mata, hidung, telinga, mulut, otak, kepala, lidah, tangan kaki dan apa saja yang menjadi bagian dari tubuh manusia jika dirupiahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mata kita sehat, kita tak pernah berpikir betapa berharganya mata kita. Coba saja jika suatu ketika mata Anda, karena satu sebab kecelakaan tertentu, menjadi buta. Kebetulan Anda memiliki tabungan milyaran rupiah. Apa yang Anda lakukan? Anda pasti akan membayar berapa milyar pun untuk mengembalikan penglihatan Anda. Tak peduli jika untuk itu tabungan Anda terkuras nyaris habis. Saat tangan atau kaki kita sehat dan normal, kita pun mungkin jarang berpikir betapa bernilainya kedua anggota tubuh kita itu. Namun, pernahkah Anda membayangkan andai suatu saat, karena satu sebab musibah tertentu, tangan atau kaki Anda itu harus diamputasi? Pasti, jika kebetulan Anda orang kaya, Anda akan sanggup mengeluarkan ratusan juta atau bahkan milyar rupiah asal tangan atau kaki Anda tidak diamputasi dan kembali sehat serta  normal seperti sedia kala. Bagaimana pula jika satu sebab bencana tertentu wajah Anda yang ganteng/cantik tiba-tiba harus menerima kenyataan rusak parah tak berbentuk akibat terbakar hebat atau terkena air keras? Pasti, Anda pun dengan ikhlas dan rela akan melepaskan harta apa saja yang Anda miliki asal wajah Anda bisa kembali ganteng/cantik seperti sedia kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak bukti, orang-orang yang berpunya sanggup mengorbankan hartanya sebanyak apapun demi mengembalikan kesehatannya; demi sembuh dari penyakit jantung, kanker, kelumpuhan, kecacatan dll. Bahkan demi mengembalikan agar kulitnya menjadi kencang, atau agar keriput di wajahnya bisa hilang, banyak orang rela merogoh sakunya dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah demikian, semestinya kita sadar, betapa kayanya setiap diri kita; hatta jika secara materi kita bukan orang berpunya. Bukankah kita akan tetap mempertahankan mata atau hidung kita meski ada orang mau menawar dan membelinya seharga ratusan juta rupiah? Bukankah kita tak akan rela melepas jantung atau paru-paru kita walau ada orang berani menawarnya seharga semilyar rupiah? Bukankah kita tak akan sudi kehilangan tangan atau kaki kita meski untuk itu kita mendapatkan kompensasi harta yang melimpah-ruah? Bukankah kita pun tak akan pernah rela menyewakan nafas kita barang lima atau 10 menit meski harga sewanya jutaan rupiah? Sebab, kita amat paham, tidak bernafas lima atau 10 menit berisiko menjadikan kita mati lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi jika kita berusaha meneliti udara yang kita hirup saat bernafas. Pikirkan pula air yang kita minum; yang digunakan untuk mandi, mencuci, memasak; dll. Renungkan pula bumi yang kita pijak, sinar matahari yang menyinari setiap hari, air hujan yang turun ke bumi, sinar bulan yang menghiasai malam, jalanan yang kita lalui, pemandangan alam yang kita nikmati, dll. Bagaimana jika semua itu harus kita beli? Berapa ratus juta bahkan berapa puluh milyar rupiah uang yang harus kita keluarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, alhamdulillah, semua kekayaan dan kemewahan itu Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma alias gratis! Tak sepeser pun kita dipungut oleh Allah SWT untuk membayar nikmat yang luar biasa itu. Amat pantaslah jika Allah SWT dalam Alquran surat ar-Rahman berkali-kali mengajukan pertanyaan retoris kepada manusia: Fa bi ayyi âlâ’i Rabbikumâ tukadzibân (Nikmat Tuhan manakah yang kalian dustakan)? Lebih dari itu, Dia-lah Tuhan Yang mengurus kita siang-malam tanpa pernah meminta upah secuil pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Mahabenar Allah Yang berfirman (yang artinya): Katakanlah, “Siapakah yang dapat memelihara kalian pada waktu malam dan siang hari selain Zat Yang Maha Pemurah?”(TQS al-Anbiya’ [21]: 42).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya: Sudahkah atas semua itu kita bersyukur? Ataukah kita malah sering berlaku sombong dan takabur?  Sudah berapa milyar kali hamdalah kita ucapkan untuk-Nya? Ataukah kita malah gemar berkhianat kepada-Nya? Na’udzu billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT yang selalu bersyukur setiap waktu atas segala karunia-Nya yang luar biasa itu, bukan hamba yang takabur apalagi kufur kepada-Nya. Paling tidak, hal itu dibuktikan dengan keseriusan dan ketekunan kita dalam beribadah dan ber-taqarrub kepada-Nya; dalam menaati segala titah-Nya; dalam mengorbankan apa saja untuk agama-Nya; serta dalam berjuang menegakkan akidah dan syariah-Nya demi kemuliaan Islam dan umatnya. Amin﻿&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/MwPaXhprzKg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/MwPaXhprzKg/mari-bersyukur-setiap-waktu.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TSbq_mUEwoI/AAAAAAAAAbc/IHfu-iQSJac/s72-c/merenungi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2011/01/mari-bersyukur-setiap-waktu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-6446274479623948528</guid><pubDate>Fri, 31 Dec 2010 12:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-20T03:10:35.868-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hikmah</category><title>Hikmah Hari Ini : Penglihatan Kita</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TR3KswPWnpI/AAAAAAAAAbU/XpVoVbJdfac/s1600/bashirah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TR3KswPWnpI/AAAAAAAAAbU/XpVoVbJdfac/s400/bashirah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556820385457413778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Aku melihat kubur yang akan aku tempati kelak pasti sangat mengerikan, sedangkan aku belum mendapatkan penangkalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku melihat perjalanan di akhirat begitu jauh, sementara aku belum punya bekal apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Serta aku melihat Allah mengadili semua makhluq di padang mashsyar, sementara aku belum punya alasan yang kuat untuk mempertanggungjawabkan segala AMAL perbuatanku.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;    ﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ishaq Ibrahim Ibnu Adham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ishaq Ibrahim Ibnu Adham lahir di Baikh. Ia digambarkan dalam legenda sufi sebagai seorang pangeran yang meninggalkan kerajaannya dan berkelana. Beliau wafat pada 165 H/782 M. Sejumlah catatan menyatakan bahwa ia syahid dalam sebuah ekspedisi laut melawan pasukan Byzantium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari untaian hikmah diatas agar kita amalkan dalam realitas kehidupan.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/2k8LnTlildA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/2k8LnTlildA/hikmah-hari-ini-pengetahuan-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TR3KswPWnpI/AAAAAAAAAbU/XpVoVbJdfac/s72-c/bashirah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/12/hikmah-hari-ini-pengetahuan-kita.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-8632521631218302567</guid><pubDate>Tue, 14 Dec 2010 08:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-14T00:32:42.158-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hikmah</category><title>Respon terhadap Ni'mat Allah ala Nabi Sulaiman atau Qorun</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TQcrfksE01I/AAAAAAAAAbE/ryfQAo6M3MM/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TQcrfksE01I/AAAAAAAAAbE/ryfQAo6M3MM/s400/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550452887181906770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang urusan sikap kita saat menerima ni'mat Allah, sadar atau tidak, identik dengan dua figur legendaris dalam urusan harta (dan kekuasaan). Yakni Nabi Sulaiman dan Qorun. Dua figur yang mewakili citra putih dan hitam atau terang dan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RESPON NABI SULAIMAN akan NI'MAT ALLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman dikaruniai oleh Allah kekayaan dan kekuasaan yang luar biasa. Besarnya tak tertandingi hingga hari kiamat kelak. Kekuasaannya bukan hanya terbatas pada manusia, namun jugga meliputi jin dan binatang-binatang yang tunduk kepada beliau. Bahkan beliau diberi kemampuan (=mu'jizat) untuk berkomunikasi dengan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak kisah Nabi Sulaiman saat mendengar pembicaraan semut ditengah perjalanannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Hingga apabila mereka (Nabi Sulaiman dan rombongannya) sampai di lembah semut berkatalah seekor semut : ' Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.' Maka dia (Nabi Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Dan dia berdo'a : ' Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri ni'matMu yang Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dia orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal sholih yang Engkau ridhoi ; dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang sholih. '..." (Qs an Naml : 18-19)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak pula kisah Nabi Sulaiman saat memeriksa barisan pasukannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Dan dia (Nabi Sulaiman) memeriksa burung-burung lalu berkata, ' Mengapa aku tak melihat burung hud-hud, apakah dia termasuk yang tak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazhabnya dengan azhab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang'. Maka tak lama kemudian datanglah burung hud-hud, lalu ia berkata, ' Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya ; dan kubawa kepadamu berita dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah. Dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan Allah. Sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah yang telah mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.'.." (Qs an Naml : 20-25)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman sangat kaya dan berkuasa. Namun kekayaan dan kekuasaannya tidak menjadikan hijab atau penghalang bagi beliau untuk menyempurnakan penghambaan nya kepada Allah Ta'alaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan respon beliau kala mendengar perkataan semut diatas. Sungguh luar biasa..tidak sombong. Justru ni'mat berupa kemampuan (mu'jizat) yang diberikan Allah pada beliau untuk mendengar pembicaraan semut direspon nya dengan membaca do'a yang tersebut dalam Qs an Naml : 18-19 diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak pula respon Nabi Sulaiman kala singgasana Ratu Bilqis sudah berpindah ke tangan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata, ' Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari akan ni'matNya. Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku maha Kaya lagi maha Mulia " (Qs an Naml : 40).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah! Luar biasa. Kekayaan dan kekuasaan yang begitu besarnya itu justru menjadikan Nabi Sulaiman semakin mendekatkan diri pada sang maha Pencipta dan Pengatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RESPON QORUN akan NI'MAT ALLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari respon Nabi Sulaiman, Qorun justru menjadi kufur dengan ni'mat kekayaannya. Kekayaan telah membuat  Qorun menjadi ujub atau sombong. Ia merasa bahwa kekayaannya yang dia peroleh disebabkan oleh kepandaiannya dan ilmunya. Ucapan ujub Qorun tersebut diabadikan oleh Allah dalam firmanNya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Qorun berkata, ' Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.'.." (Qs al Qoshshosh : 78)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah! Na'udzubillah min Dzaalik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAGAIMANA RESPON KITA akan NI'MAT ALLAH?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon manusia pada jaman ini, siapapun orangnya, sadar atau tidak, mewakili salah satu diantara dua figur legendaris diatas , Nabi Sulaiman yang mewakili figur yang rendah hati dan mensyukuri ni'matNya, dan Qorun yang mewakili figur yang ujub (sombong) dan mengkufuri ni'matNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah beruntunglah manusia yang merespon ni'mat Allah  sebagaimana Nabi Sulaiman meresponnya. Dan alangkah meruginya manusia yang merespon ni'mat Allah sebagaimana Qorun meresponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan dan kekuasaan hendaknya senantiasa menjadikan diri kita tidak lupa diri dan selalu ingat Allah serta bersyukur padaNya, dengan menggunakan harta dan kekuasaan yang Allah berikan pada kita untuk semakin mendekat kepada Allah dan bersikap amanah serta adil terhadap kekayaan dan kekuasaan kita. Apapun kedudukan dan profesi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan tak menjadikan diri kita ujub dan ingkar pada Allah. Kekayaan dan kekuasaan tak seharusnya menjadikan diri kita semakin serakah, rakus, dan bersikap zholim pada sesama manusia. Seperti yang saat ini sudah biasa kita temui pada diri sebagian orang yang dikaruniai Allah harta kekayaan dan kekuasaan. Demi dunia yang menjadi tujuan hidup mereka, mereka menghalalkan segala cara. Demi kekayaan dan kekuasaan, mereka bersikap korup dan menipu rakyatnya. Ketika berkampanye dalam pemilu / pemilukada, mereka mengumbar janji-janji kosong. Pada saat mereka terpilih, mereka ingkar janji dan berdusta besar. Setiap kebijakan per-undang-undangan buatan mereka yang di terapkan atas rakyatnya di negeri ini seringkali bahkan selalu menzhalimi (menyakiti) rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Sebaliknya, kekayaan dan kekuasaan justru seharusnya menjadikan diri kita termasuk manusia yang bertaqwa dan bersikap amanah terhadap kepemimpinannya serta adil pada sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rizki kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan menyempitkannya ; Sesungguhnya Dia maha mengetahui lagi maha Melihat akan hamba-hambaNya. " (Qs al Israa' : 30)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bagaimana sikap kita, umat Islam, dalam merespon segala ni'mat yang telah Allah karunia kan pada diri kita? Seperti Nabi Sulaiman-kah? Atau seperti Qorun? Hanya Allah dan diri kita yang mengetahui jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaahu A’lam&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/7rPtfkgoQJM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/7rPtfkgoQJM/respon-terhadap-nimat-allah-ala-nabi.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TQcrfksE01I/AAAAAAAAAbE/ryfQAo6M3MM/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/12/respon-terhadap-nimat-allah-ala-nabi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-3247241230497380776</guid><pubDate>Tue, 07 Dec 2010 11:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-07T03:23:21.432-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sholat</category><title>Fadhilah Sholat Tahajjud</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TP4ZACwa2PI/AAAAAAAAAas/FKE-Qs1s_C0/s1600/Qiyamullail.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TP4ZACwa2PI/AAAAAAAAAas/FKE-Qs1s_C0/s400/Qiyamullail.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547899279497681138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Seseorang dari umatku sholat malam hari, mengobati jiwanya menuju kesucian. Sementara ia terbelenggu. Jika ia berwudhu, membasuh tangannya, maka terlepas satu ikatan. Apabila ia membasuh kepalanya, maka terbebas ia dari satu ikatan. Apabila ia mencuci kedua kakinya, maka ia terlepas dari ikatan lainnya. Lalu Allah ta'alaa akan berkata kepada mereka (para malaikat) yang berada dibalik hijab, " Lihatlah hambaKu ini ; Ia obati jiwanya, ia bermohon kepadaKu. Jadi apa saja yang diminta oleh hambaKu ini, maka baginyalah permohonannya itu. " (HR Ahmad dan Ibnu Hibban-hadist shohih)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu (sesaat), dimana jika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat bertepatan dengan waktu tersebut, maka Allah ta'alaa akan mengabulkan permohonannya itu. Hal tersebut terjadi di setiap malam. " (HR Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Keutamaan sholat di malam hari atas sholat di siang hari seperti keutamaan sedekah yang dikeluarkan secara sembunyi-sembunyi atas sedekah yang dikeluarkan secara terang-terangan. " (HR ath Thabrani-hadist shohih)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Jagalah sholat malam, karena dsholat itu merupakan jalan orang-orang sholih sebelum kamu, jalan yang dapat mendekatkanmu kepada Allah, penghapus kesalahan dan pengusir segala penyakit tubuh. " (Hadist Hasan)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Barang siapa bangun di malam hari (untuk sholat malam) dan membangunkan keluarganya (istrinya) kemudian keduanya sholat dua raka'at, maka keduanya akan dicatat ke dalam golongan laki-laki dan wanita yang banyak berzikir. " (HR Abu Dawud, An Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan al Hakim-hadist shohih)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Waktu terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah pada bagian akhir suatu malam. Jadi jika kalian sanggup untuk menjadi orang-orang yang berzikir kepada Allah pada saat itu, maka lakukanlah. " (HR Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi-hadist shohih)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Kita termasuk orang-orang yang gemar berzikir padaNya di waktu malam hari dengan sholat tahajjud, tatkala manusia lainnya lebih memilih untuk nyenyak dalam tidurnya&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/gxD7k3z1SZs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/gxD7k3z1SZs/fadhilah-sholat-tahajjud.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TP4ZACwa2PI/AAAAAAAAAas/FKE-Qs1s_C0/s72-c/Qiyamullail.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/12/fadhilah-sholat-tahajjud.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-4746402121036196706</guid><pubDate>Sat, 04 Dec 2010 09:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-04T01:44:35.809-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hijriyah</category><title>Selamat Menyongsong tahun baru Hijriyah, 1 Muharram 1432 H</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TPoNeUXncfI/AAAAAAAAAak/-mwT2dIz3GI/s1600/tahun-baru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 287px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TPoNeUXncfI/AAAAAAAAAak/-mwT2dIz3GI/s400/tahun-baru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546760705575186930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan tahun 2010 di bulan Desember ini yang kan segera berakhir, Tak terasa, kita kembali bertemu dengan awal tahun baru hijrah. Kali ini kita mengakhiri tahun 1431 H dan memasuki tahun 1432 Hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum hilang dari benak kita,pra dan pasca ramadan dan idul fitri umat islam seluruh dunia berharap kembali dilahirkan menjadi figur manusia suci yang beriman pada Allah dan Islam. So,berbagai aktivitas bergelimang pahala dilakukan pada bulan suci tersebut. Namun hal ini tak ada bedanya dengan ritualitas muslim setahun sekali jika hanya dilakukan di bulan ramadan tanpa 'follow up' di 11 bulan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini belum termasuk menjelang tahun baru,berbagai aktivitas bergelimang dosa dikemas rapi. Hotel-hotel berburu bintang, para bintang panen fulus karena teken full kontrak dengan hotel, pubs, dan tempat-tempat hiburan lainnya. Tak ketinggalan para ABG hingga orang tua kita pun berburu tempat-tempat 'cool for having fun all nite long'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luapan emosi sesaat ini telah melupakan teman,saudara,bahkan diri kita sendiri dari lingkungan sekitar. Jangankan berfikir tentang nasib saudara-saudara kita nun jauh di Palestina,Iraq,Afghanistan,Kashmir,Poso,Ambon,dll..,berfikir tentang mati saja lupa. Kita lupa bahwa maut bisa datang kapanpun, dimanapun tanpa permisi. Sementara bekal kita untuk menghadap yang maha kuasa sangat minim. Bukannya bertaubat tapi gemar koleksi dosa setinggi gunung kalau bukan setinggi langit.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terpenting, ingatlah selalu pesan dan firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;وَالعَصرِ ﴿١﴾ إِنَّ الإِنسٰنَ لَفى خُسرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذينَ ءامَنوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَواصَوا بِالحَقِّ وَتَواصَوا بِالصَّبرِ﴿٣ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (1 Demi masa. (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran &lt;/blockquote&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, daripada pusing-pusing mikir 'mo ngapain ya malam tahun baru?', at best, buruan koreksi diri, yuk! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan hidup dan umur kita lebih berkah dan bermakna bagi diri kita,keluarga,dan orang lain serta sang maha pengasih dan penyayang kita,Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat  Menyongsong tahun baru Hijiriyah, 1 Muharram 1432 H dengan menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermakna berdasarkan syariah Allah, Al Qur'an dan as sunnah&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/zJActRPkS1k" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/zJActRPkS1k/selamat-menyongsong-tahun-baru-hijriyah.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TPoNeUXncfI/AAAAAAAAAak/-mwT2dIz3GI/s72-c/tahun-baru.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/12/selamat-menyongsong-tahun-baru-hijriyah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-638858451145920440</guid><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 10:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-10T02:55:18.578-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al-Qur'an</category><title>Cukup Al Qur'an Sebagai Obat Hati</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNp6CoqNtxI/AAAAAAAAAaU/i5mJxo5yfJk/s1600/23322-al-quran1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 274px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNp6CoqNtxI/AAAAAAAAAaU/i5mJxo5yfJk/s400/23322-al-quran1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537872877498251026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pelajaran berharga, kembali dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Saat ini beliau memberikan faedah tentang Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Al Qur’an adalah obat mujarab untuk hati. Al Qur’an menjadi obat bagi hati yang terkena syubhat (racun pemikiran) dan syahwat (nafsu jelek untuk maksiat). Dalam Al Qur’an terdapat penjelas, di mana kebatilan dienyahkan oleh kebenaran. Penyakit syubhat yang merusak bisa enyah (pergi) karena adanya ilmu dan keinginan (yang baik), di mana hakikat sesuatu begitu jelas karenanya. Dalam Al Qur’an terdapat berbagai hikmah yang bisa dipetik, terdapat berbagai nasehat yang baik untuk memotivasi dalam beramal dan menakut-nakuti dari berbuat kejelekan. Dalam Al Qur’an juga terdapat kisah-kisah yang bisa diambil ‘ibroh (pelajaran) sehingga hati pun menjadi baik. Al Qur’an begitu memberi semangat hati pada hal-hal yang bermanfaat dan memperingatkan pula dari hal-hal yang membahayakan. Akhirnya, hati semakin cinta pada kebenaran dan benci pada kebatilan. Padahal sebelumnya bisa jadi hati sangat ingin berbuat kebatilan dan benci pada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al Qur’an sungguh bisa menghilangkan penyakit yang dapat mengantarkan pada keinginan-keinginan jelek (rusak) hingga baiklah hati. Keinginannya menjadi baik dan ia pun kembali pada fithrahnya yang telah ditabiatkan untuknya sebagaimana badan kembali pada tabi’atnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hati akan semakin hidup dengan adanya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;iman&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al Qur’an&lt;/span&gt;. Sebagaimana badan semakin hidup dengan sesuatu yang dapat menumbuhkan dan menguatkannya. Suburnya hati itulah semisal dengan tumbuhnya badan.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, 10/95-96.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati bukanlah subur dan hidup dengan nyanyian, namun dengan Kalamullah. Dan kata Ibnul Qayyim bahwa nyanyian (musik) dan Al Qur’an sangat mustahil untuk bersatu. Inilah cara menyuburkan dan menenangkan hati, yaitu dengan mendengar, membaca, menghafalkan dan mentadabburi (merenungkan) Al Qur’an. ﻿&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/ZQarvgskpWk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/ZQarvgskpWk/cukup-al-quran-sebagai-obat-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNp6CoqNtxI/AAAAAAAAAaU/i5mJxo5yfJk/s72-c/23322-al-quran1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/11/cukup-al-quran-sebagai-obat-hati.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-5147202434190364770</guid><pubDate>Sun, 07 Nov 2010 08:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-07T01:19:50.191-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hikmah</category><title>Isyarat dari Allah terhadap Ulah Manusia, Respon Rasulullah dan Sahabatnya Dibalik Gempa Bumi dan Musibah Lainnya</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNZg-GS15yI/AAAAAAAAAaM/6SoV9XFUIOg/s1600/gempa_bumi_ilustrasi_101103105201.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNZg-GS15yI/AAAAAAAAAaM/6SoV9XFUIOg/s400/gempa_bumi_ilustrasi_101103105201.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536719411856402210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;"Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.'' Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah ridha kepada kalian)!"&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;"Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!"&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dengan ketajaman mata bashirah seperti Umar bin Khattab bisa, merasakan bahwa kemaksiatan yang dilakukan oleh para penduduk Madinah, sepeninggal Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq telah mengundang bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, "Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika terjadi gempa bumi mereka berkata, 'Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian'.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;" Amma ba'du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;'Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang." (QS Al-A'laa [87]:14-15).  Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat terusir dari surga), 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;"Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS, 'Jika Engkau tak mengampuniku dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi'. Dan katakanlah doa Yunus AS, 'La ilaha illa anta, Subhanaka, Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim'."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja kedua Umar  ada bersama kita, mereka tentu akan marah dan menegur dengan keras, karena rentetan "teguran" Allah itu tidak kita hiraukan bahkan cenderung diabaikan. Maka, sebelum Allah menegur kita lebih keras,  inilah saatnya kita menjawab teguran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labbaika Ya Allah, kami harus kembali kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.﻿&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/WrSVwXXs1EY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/WrSVwXXs1EY/isyarat-dari-allah-terhadap-ulah.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNZg-GS15yI/AAAAAAAAAaM/6SoV9XFUIOg/s72-c/gempa_bumi_ilustrasi_101103105201.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/11/isyarat-dari-allah-terhadap-ulah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-6285633749629183577</guid><pubDate>Sat, 06 Nov 2010 11:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-06T04:52:00.046-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wanita</category><title>Wanita Sholihah, sebaik-baik wanita dunia akhirat</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNVA2KadDTI/AAAAAAAAAaE/Oh0lxiZnYyw/s1600/060924_muslim1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNVA2KadDTI/AAAAAAAAAaE/Oh0lxiZnYyw/s400/060924_muslim1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536402616174316850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginkah muslimah saat ini sejelita bidadari di surga? &lt;br /&gt;Bidadari dengan sifat sebagaimana firmanNya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;" Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita parasnya. Seolah-olah mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik " (Qs ash Shaffat : 48-49)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsiir menafsirkan ayat tersebut dengan wanita-wanita yang pandai menjaga kehormatannya. Paras mereka sangat jelita, matanya indah menawan, penampilannya luar biasa cantik, pandai menjaga diri, bertaqwa, dan bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;" Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan " (Qs ar Rahman : 58)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penggambaran yang begitu dahsyat tentang kecantikan seorang wanita bukan?&lt;br /&gt;Bidadari surga  adalah kesempurnaan pesona seorang wainta. Tak hanya pesona lahiriyah, tapi juga batiniah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Diriwayatkan oleh Anas Bin Malik Ra., bahwa nabi SAW bersabda,&lt;br /&gt;" Seandainya seorang bidadari dari surga menampakkan diri kepada penghuni bumi, niscaya cahaya tubuhnya dan bau harumnya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi, serta kerudung rambutnya lebih indah dan lebih bernilai daripada dunia seisinya " (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, percayakah kita bahwa ternyata ada sosok-sosok yang mampu mengalahkan sang bidadari surga itu? Ya, mereka adalah wanita sholihah. Meskipun di dunia mereka memiliki wajah biasa-biasa saja, ternyata mereka akan menandingi kemuliaan para bidadari surga ketika memasuki pintu surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ummu Salamah ra bertanya kepada Rasulullah SAW, " Yaa Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?" Rasulullah SAW lalu menerangkan bahwa perempuan dunia di surga sangat lebih utama daripada bidadari surga karena sholat, puasa, dan ibadah yang mereka lakukan. Allah memberi cahaya di wajah mereka, mereka mengenakan pakaian sutera di tubuhnya, warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupaan mereka mutiara, dan sisir mereka adalah emas. Mereka mengatakan, " Kami adalah perempuan-perempuan bahagia yang takkan pernah miskin. Kami adalah perempuan-perempuan penduduk tetap yang takkan pindah selamanya. Ketahuilah, kami adalah perempuan-perempuan yang ridha dan takkan marah selamanyA. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami menjadi miliknya. " &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi wanita melebihi bidadari surga memerlukan syarat. Yakni menjadi wanita sholihah, yang taat pada Allah, menjalankan segala kewajibannya sebagai seorang muslimah dalam beribadah padaNya,dan dalam menyeru umat manusia kepada Islam (da'wah Islam), sebagai seorang istri bagi suaminya yang ia taati (selama perintah nya dalam rangka untuk mentaati bukan melanggar hukum Allah), dan sebagai seorang ibu yang mengatur rumah tangga dan mendidik anak-anaknya sesuai risalah Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah mulialah menjadi seorang wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya di rumah dan berperan melahirkan generasi dambaan umat Islam. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim)&lt;/blockquote&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para muslimah, andakah wanita sholihah itu? Perempuan-perempuan abadi yang takkan pernah mati? &lt;br /&gt;Bagi para suami, sudahkah anda membantu istri anda menjadi wanita sholihah?&lt;br /&gt;Marilah kita bersegara melakukan ketaatan pada Allah dalam segala hal tanpa tebang pilih. Sehingga kita, kaum muslimah, layak diberi predikat sebagai wanita sholihah oleh Allah SWT, dan dijadikanNya sebagai bidadari di akhirat (baca : di surga) sepeninggal diri kita di dunia fana ini.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/DsFkIUTupE8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/DsFkIUTupE8/wanita-sholihah-sebaik-baik-wanita.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNVA2KadDTI/AAAAAAAAAaE/Oh0lxiZnYyw/s72-c/060924_muslim1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/11/wanita-sholihah-sebaik-baik-wanita.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-1693063755944977970</guid><pubDate>Fri, 05 Nov 2010 11:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-20T03:11:23.428-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hikmah</category><title>Hikmah Hari Ini : Pengetahuan Kita</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNPm6kMZmOI/AAAAAAAAAZ0/Yp3TX9pWnd8/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 177px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNPm6kMZmOI/AAAAAAAAAZ0/Yp3TX9pWnd8/s400/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536022260790958306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;    Aku tahu  RIZQIKU tak mungkin diambil orang lain. Karenanya HATIKU TENANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku tahu AMALANKU tak mungkin dilakukan orang lain. Maka aku sibukkan diriku untuk BERAMAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku tahu ALLAH SELALU MELIHATKU. Karenanya aku MALU BILA ALLAH MENDAPATIKU MELAKUKAN MAKSIYAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku tahu KEMATIAN menantiku. Maka kupersiapkan BEKAL untuk berjumpa dengan Rabbku.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al Hasan al Bashriy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan al Bashriy lahir di Madinah pada tahun 21 H. Keluarganya berasal dari Sabi Misan, sebuah desa antara Bashrah dan Wasith. Namun kemudian mereka pindah ke Madinah. Ayah Al Hasan adalah budak/hamba sahaya Zaid bin Tsabit Al Anshari Radhiyallahu anhu  (syahid dalam medan pertempuran fii sabilillah). Dan ibunya adalah budak/hamba sahaya Ummu Salamah (yang sepeninggal Zaid Bin Tsabit Al Anshari menjadi istri Nabi SAW). Beliau adalah ulama dan cendekiawan muslim yang hidup pada masa kekhilafahan Bani Umayyah. Saat usia 12 tahun, al Hasan telah hafidz Qur'an dan tidaklah beliau berpindah dari satu surat ke surat lainnya kecuali setelah mengetahui tafsir dan asbabul nuzul (sebab-sebab turunnya) surat tersebut. Beliau wafat pada malam jumat, awal bulan Rajab pada tahun 110 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari untaian hikmah diatas agar kita amalkan dalam realitas kehidupan.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/U5AfXN31xT0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/U5AfXN31xT0/untaian-hikmah-hari-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TNPm6kMZmOI/AAAAAAAAAZ0/Yp3TX9pWnd8/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/11/untaian-hikmah-hari-ini.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-9103852962221139795</guid><pubDate>Sun, 17 Oct 2010 05:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-16T22:58:51.247-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Doa</category><title>Kiat Berburu Do'a Mustajab</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TLqO8_4H25I/AAAAAAAAAZk/ZSibXRDVm3o/s1600/14351_1243130473327_1081300171_30774279_4644526_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TLqO8_4H25I/AAAAAAAAAZk/ZSibXRDVm3o/s400/14351_1243130473327_1081300171_30774279_4644526_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528888671140830098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini tak lekang dengan masalah, silih berganti dari masalah satu ke masalah lain. Akan tetapi jika kita mau berfikir sebenarnya dibalik masalah tersebut ada pelajaran yang berharga yang dapat kita petik. Rugilah kita tatkala menyia-nyiakan masalah, berlari dari masalah ataupun pura-pura mengaburkan masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia dengan kodrat yang mempunyai beragam peran tentunya tak jauh dari masalah. Terlebih lagi secara fitrah, sebagian dari diri kita  sering mengedepankan emosi,  hati atau perasaan untuk menilai sesuatu. Dengan demikian hendaknya kita mencari cara agar kita dapat mensiasati kelemahan itu agar menjadi lebih tegar tatkala kita dirundung masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, berdoalah kepada Allah karena itulah kunci dari segala masalah kita, Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah: 186)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa susahnya kita mengadu kepada Allah yang telah mentakdirkan semua masalah yang telah menghampiri kita? Segala masalah akan ada kunci jawabnya meskipun entah kapan waktunya. Kita hanya bisa serahkan kepada Allah dan berusaha semaksimal mungkin untuk memecahkannya. Apapun masalahnya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Qs Ar-Ra’d: 28)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa adalah kunci yang sangat ampuh dan mujarab untuk melepaskan kepenatan hati, rasa was-was ataupun segala masalah yang sedang kita hadapi. Ingatlah bahwa doa adalah inti ibadah. Kita percaya bahwa dengan terus dan terus memohon kepada Allah maka Allah akan memudahkan urusan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Jika Allah akan memberi kunci kepada seorang hamba, berarti Allah akan membuka (pintu kebaikan) kepadanya dan jika seseorang disesatkan Allah, berarti ia akan tetap berada di depan pintu tersebut.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak semua doa dapat diterima. Oleh karena itu pandai-pandailah dalam mensiasati agar doa terkabul. Dalam kesempatan kali ini akan kami jelaskan orang-orang yang beruntung karena doanya terkabul dan waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Akan tetapi hal ini tidak berarti memvonis orang-orang yang tidak termasuk dalam golongan di atas, doanya tidak dikabulkan, Wallahu a’lam bishawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serahkan semua usaha kita kepada Allah, karena Allah yang berhak menentukan hasil dari proses yang kita usahakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “ Allah Subhanahu wata’ala berfirman, ’Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, Aku bersamanya bila dia ingat Aku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia menyebut Nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutkan dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR Bukhari Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DOA MANUSIA YANG TERKABUL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa golongan manusia yang doanya terkabul, antara lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Doa seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Abu Darda’ Radhiyallahu’anhu, dia berkata bahwa Nabi Muhammamad Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Tidak seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak ada dihadapannya kecuali ada seorang malaikat yang ditugaskan berkata kepadanya:’Aamiin, dan bagimu seperti yang kau do’akan.” (HR Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Orang yang memperbanyak berdoa pada saat lapang dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang.” (HR At-Tirmidzi, Dishahihkan oleh Dzahabi dan dihasankan oleh Al-albani)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Orang yang teraniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Hati-hatilah dengan doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan).” (HR Bukhari &amp; Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Doa orangtua kepada anaknya dan doa seorang musafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ”Tiga orang yang doanya pasti terkabullkan; doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir dan doa orangtua terhadap anaknya.” HR Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Doa orang yang sedang berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, dia Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Tiga doa yang tidak ditolak; doa orangtua terhadap anaknya, doa orang yang sedang puasa, dan doa seorang musafir.” HR Baihaqi dan dishahihkan oleh Al-Albani&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lebih baik lagi tatkala kita tahu waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa sehingga kita bisa maksimal dalam berdoa. Antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sepertiga Akhir Malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga akhir malam terakhir, lalu berfirman: Barangsiapa yang berdoa, pasti akan Kukabulkan, barangsiapa yang memohon pasti akan Aku perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti akan Ku ampuni.” (HR Bukhari)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tatkala berbuka puasa bagi orang yang berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu’anhu, dia mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” (HR Ibnu Majah)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pada setiap dubur shalat fardhu (sesudah tasyahud akhir, sebelum salam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Abu Umamah Radhiyallahu’anhu, Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wata’alla, beliau menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Dipertengahan malam yang akhir dan pada setiap dubur shalat fardhu.” (HR At Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pada saat perang berkecamuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak; doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk.” (HR Abu Daud dishahihkan oleh Imam Nawawi dan Al-Albani)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sesaat pada hari Jum’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Abul Qasim Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Sesungguhnya pada hari Jum’at ada sesaat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan dikabulkan. Beliau berisyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut.” (HR Al Bukhari)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pada waktu bangun tidur malam hari bagi orang yang bersuci dan berdzikir sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR Ibnu Majah)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Diantara adzan dan iqamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.” (HR Abu Daud, dishahihkan Al-Albani)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pada waktu sujud dalam shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab doa saat itu sangat diharapkan untuk terkabul.” (HR Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pada saat sedang turun hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Dua doa yang tidak pernak ditolak; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu turun hujan.” (HR Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pada saat ada orang yang baru saja meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari Ummu Salamah Radhiyallahu’anha, Rasulullah Shallallahu’alahi wasallam bersabda tatkala Abu Salamah sakaratul maut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Susungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Semua keluarga histeris. Beliau bersabda:”Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat meng-amini apa yang kamu ucapkan.” (HR Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pada malam lailatul qadr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Allah Subhanahu wata’alla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Qs Al Qadr: 3-5)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Doa pada hari Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu’anhu dari bapaknya dari kakeknya, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah.” (HR At Tirmidzi dishahihkan Al-Albani)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat dan dapat mengoptimalkan agar doa terkabul. Wallahu a’lam.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/_PlqlmeFlz8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/_PlqlmeFlz8/kiat-berburu-doa-mustajab.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TLqO8_4H25I/AAAAAAAAAZk/ZSibXRDVm3o/s72-c/14351_1243130473327_1081300171_30774279_4644526_n.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/10/kiat-berburu-doa-mustajab.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-6619740338835163463</guid><pubDate>Sun, 17 Oct 2010 01:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-27T05:39:20.874-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Amalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pria</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Nasihat Buat Para Suami</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TMgdWU_JUSI/AAAAAAAAAZs/t3hgOrOqLeQ/s1600/jari.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TMgdWU_JUSI/AAAAAAAAAZs/t3hgOrOqLeQ/s400/jari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532704411652542754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang memberatkanmu wahai hamba Allah!&lt;br /&gt;untuk bermuka cerah di depan isterimu ketika masuk rumah, agar engkau mendapat pahala dari Allah?!!&lt;br /&gt;Apakah berat bagimu jika engkau melemparkan senyuman kepada isteri dan anak-anakmu?!!&lt;br /&gt;Apakah mengurangi kewibawaanmu wahai hamba Allah! bila engkau mengecup kening isterimu dan bermain-main dengannya?!!&lt;br /&gt;Apakah yang memberatkamny menyuapkan satu suapan makanan ke mulut isterimu, hingga engkau mendapat pahala karenanya?!!&lt;br /&gt;Apakah sulit bila masuk rumah engkau mengucpkan salam dengan sempurna: Assalamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh; hingga engkau mendapatkan 30 kebaikan?!!&lt;br /&gt;Mengapa engkau tidak berbicara dengan perkataan yang baik kepada isterimu, meskipun sedikit berbohong agar ia senang?!!&lt;br /&gt;Tanyakanlah tentang isterimu, tanyakanlah keadaannya ketika engkau baru masuk rumah.&lt;br /&gt;Aku pikir tidak mengapa dan tidaklah berat bila engkau berkata kepada isterimu:&lt;br /&gt;"Wahai kekasihku, sejak aku keluar dari sisimu sedari pagi hingga sekarang, seolah-olah setahun telah berlalu!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya bila engkau mengharapkan pahala -walaupun engkau merasa jemu mendatangi dan mencampurinya- maka engkau mendapat pahala dan ganjaran Allah Ta'ala;&lt;br /&gt;karena Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Dan dalam kemaluanmu ada sedekah."&lt;br /&gt;Apakah termasuk suatu kebodohan wahai hamba Allah!&lt;br /&gt;bila engkau berdo'a pada Allah seraya berkata:&lt;br /&gt;"Ya Allah perbaikilah aku dan isteriku, serta berikanlah keberkahan kepada kami."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebuah ucapan yang baik adalah sedekah&lt;br /&gt;Wajah berseri dan senyuman adalah sedekah&lt;br /&gt;bersalaman sambil mengucapkan salam menghilangkan kesalahan-kesalahan&lt;br /&gt;dalam jima' pun ada pahalanya.&lt;/span&gt; (jamaahmasjid.blogspot.com)&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;dari:&lt;br /&gt;Romantika Pergaulan Suami Isteri, Syaikh Musthofa Al 'Adawi; kerjasama Media Hidayah dan Pustaka Al Haura; hal.209-211 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Syaikh Musthofa Al 'Adawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik &lt;a href="http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK"&gt;http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK&lt;/a&gt; untuk bergabung dengan jamaah lainnya, atau di &lt;a href="http://twitter.com/JamaahMasjid"&gt;http://twitter.com/JamaahMasjid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=427967363311"&gt;Download File2 Islami&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/penggerak-simpatisan-sholat-berjamaah-di-masjid-yuk/daftar-isi-artikel-updated/431611543311"&gt;Baca Artikel Lainnya&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://berjamaah.com/infaq-sedekah"&gt;Bangun Masjid di Sumbar!&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://berjamaah.com/iklan"&gt;Pasang Iklan Murah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.indoislamicstore.com/buku/81-syaamil-al-qur-an-untuk-anak-anda.html" target="_blank" &gt;&lt;img src="http://indoislamicstore.com/images/Iklan-quran-anak.gif" width="125" height="125" alt="Al-Qur&amp;#39;an untuk Anak" title="Kado Terindah Buat Anak" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/i005rEjIYDU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/i005rEjIYDU/nasihat-buat-para-suami.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TMgdWU_JUSI/AAAAAAAAAZs/t3hgOrOqLeQ/s72-c/jari.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/10/nasihat-buat-para-suami.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2590201182823774751.post-3782295520131471379</guid><pubDate>Fri, 15 Oct 2010 10:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-15T03:56:36.086-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Masjid</category><title>Inilah Masjid Pertama di Dunia</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TLgxrS0LfsI/AAAAAAAAAZc/HhplF7VKy6I/s1600/71528_440137921050_258010731050_5841489_3394987_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TLgxrS0LfsI/AAAAAAAAAZc/HhplF7VKy6I/s400/71528_440137921050_258010731050_5841489_3394987_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528223162452115138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum Islam berkembang menjadi agama besar pada zaman Nabi Muhammad SAW, telah lahir para nabi dan rasul yang mendahuluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode ini pula telah dibangun sebuah masjid pertama kali di dunia. Yaitu Masjidilharam pada zaman Nabi Ibrahim alaihi salam (As). Namun masjid pada masa itu tidak seperti bangunan sekarang yang lengkap dengan menara dan bangunan megah lengkap dengan tiang-tiang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid pada waktu itu hanya berupa tempat lapang dengan batas-batas tertentu yang digunakan untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits disebutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;“Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid yang pertama kali dibangun? Maka Rasulullah SAW menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Masjid Al Haram”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kemudian aku bertanya lagi: Kemudian masjid apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Rasulullah SAW menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Masjid Al Aqsha”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: Berapa jarak antara keduanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Rasulullah SAW menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Empat puluh tahun.” (HR. Bukhori 6/290-291; Muslim No. 520)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang berpendapat bahwa yang membangun Masjid Al Aqsha adalah Nabi Sulaiman bin Dawud. Namun pendapat ini perlu dipertanyakan karena jarak masa hidup antara Nabi Sulaiman dengan Nabi Ibrahim lebih dari 1.000 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perhitungan dari hadits di atas, kuat dugaan Nabi Sulaiman bukanlah orang yang mendirikan Masjid Al Aqsha, dia hanya memperbaikinya saja. Sedangkan nabi yang mendirikan Masjid Al Aqsha adalah Nabi Ya'qub bin Ishaq, setelah Nabi Ibrahim mendirikan Kakbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Lembaga Takmir Masjid PBNU Ustadz Mukhlas Syarkun membenarkan Masjid Al Aqsa merupakan salah satu masjid pertama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, di tempat ini para nabi-nabi sebelum Muhammad SAW telah menorehkan beragam kisah. Di antaranya adalah tempat di mana Nabi Zakariya bermunajat memohon diberi putra walaupun sudah usia tua. Allah SWT pun kemudian mengabulkan doanya dengan memberi putra bernama Yahya. Masjid Al Aqsa juga merupakan tempat iktikaf (berdiam diri di dalam masjid) Siti Maryam, ibu Nabi Isa As.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria asal Lamongan itu menjelaskan, Allah swt telah memberikan keutamaan bagi hambanya yang beribadah di Masjidilharam. Yaitu dilipatgandakan pahalanya hingga 1.000 kali. “Dalam hadits disebutkan barang siapa salat di Masjidilharam, maka pahalanya dilipatgandakan 1.000 kali,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Di mana kemudian Rasulullah SAW bermi’raj menghadap Allah Swt untuk menerima perintah salat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Al Aqsha kemudian dijadikan kiblat salat pertama sebelum kemudian dialihkan ke Kakbah di Makkah berdasarkan perintah Allah pada surat Al-Baqarah ayat 144.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya Kami lihat muka engkau menengadah-nengadah ke langit, maka Kami palingkan­ lah engkau kepada kiblat yang engkau ingini. Sebab itu palingkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu semua berada palingkanlah mukamu ke pihaknya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab mengetahui bahwa­sanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan tidaklah Allah lengah dari apapun yang kamu amalkan.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Al-Aqsa atau disebut juga Bait Al-Muqaddas (Al-Quds) terletak di Kota Yerusalem Timur atau dikenal dengan nama wilayah Al-Haram Asy-Syarif bagi umat Islam atau Har Ha-Bayit (Bukit Bait Allah atau Temple Mount/Kuil Bukit) bagi umat Yahudi dan Nasrani. Sementara Masjidilharam terletak di Makkah, Saudi Arabia﻿&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~4/wljgHFRuehI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/BerjamaahDiMasjidYuk/~3/wljgHFRuehI/inilah-masjid-pertama-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Sholat, Yuk!)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_MQtgxTUCMs0/TLgxrS0LfsI/AAAAAAAAAZc/HhplF7VKy6I/s72-c/71528_440137921050_258010731050_5841489_3394987_n.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://jamaahmasjid.blogspot.com/2010/10/inilah-masjid-pertama-di-dunia.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>
