<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Berjuang Menanam Sengon dan Jabon</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Yanchou)</managingEditor><pubDate>Wed, 28 Aug 2024 19:32:36 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://pejuang-jabon-sengon.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Investasi Kayu Sengon</title><link>http://pejuang-jabon-sengon.blogspot.com/2011/07/investasi-kayu-sengon.html</link><author>noreply@blogger.com (Yanchou)</author><pubDate>Fri, 8 Jul 2011 19:28:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8139435011043025567.post-8059443731575324180</guid><description>Biaya Perawatan  &lt;br /&gt;Biaya Perawatan meliputi biaya pembersihan lahan 
dan pemberian pupuk serta pengendalian hama setiap 6 bulan sekali.  
Pekerjaan akan melibatkan tenaga kerja sebanyak 5 orang.  Terdiri 1 
(satu orang) pengawas dan 4 (empat) orang pekerja.  Diperkirakan akan 
memakan waktu 7 hari kerja untuk setiap 1 hektar lahan.  Proyeksi biaya 
perawatan selama 5 tahun adalah sebesar Rp. 9.000.000,-.&lt;br /&gt;Perhitungan Biaya Perawatan :&lt;br /&gt;Upah Tenaga Kerja  per orang  : Rp. 20.000 / hari&lt;br /&gt;Jumlah Tenaga Kerja  : 5 orang&lt;br /&gt;Jumlah hari kerja  : 7 hari&lt;br /&gt;Jumlah Biaya per 6 bulan : Rp. 700.000,-&lt;br /&gt;Jumlah By  5 Tahun   :  Rp. 7.000.000,-&lt;br /&gt;Kebutuhan Pupuk  :  Rp. 2.000.000,-&lt;br /&gt;  Jumlah Biaya Perawatan :  Rp. 9.000.000,-  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Penyulaman&lt;br /&gt;Biaya
 penyulaman adalah estimasi atas kemungkinan tanaman yang kurang sehat 
atau mati.  Apabila perkiraan tanaman yang mati sebesar 25% dari total 
4.000 tanaman.  Maka jumlah penyulaman sebanyak 1.000 tanaman.  Apabila 
biaya perawatan dan biaya bibit per batang adalah sebesar Rp. 5.250,-, 
[(Rp. 12.000.000 + Rp. 9.000.000) : 4.000 batang)] maka biaya penyulaman
 diperkirakan akan menyerap dana sekitar Rp. 5.250.000,-  &lt;br /&gt;  Kebutuhan Dana Investasi Kayu Sengon&lt;br /&gt;Perhitungan Biaya :&lt;br /&gt;  Pembelian Bibit   Rp.   8.000.000,-&lt;br /&gt;  Ongkos Tanam   Rp.   4.000.000,-&lt;br /&gt;  Biaya Perawaran   Rp.   9.000.000,-&lt;br /&gt;  Biaya Penyulaman 20% est  Rp.    5.250.000,- &lt;br /&gt;  Lain-lain    Rp.   2.000.000,- &lt;br /&gt;  Total Biaya    Rp. 28.250.000,-   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Pemasaran&lt;br /&gt;Pemasaran
 kayu sengon relatif lebih mudah, karena kayu sengon merupakan jenis 
kayu yang tingkat konsumsinya tinggi.  Kebutuhan kayu sengon disamping 
untuk dijual sebagai kayu papan dapat pula digunakan sebagai kayu kaso, 
palet, bahan pembuat peti dan lain sebagainya.  Ranting kayu sengon 
dapat pula dijual sebagai kayu bakar dan bahan baku pembuatan kertas 
(pulp).  Pemasaran sengon di wilayah Jonggol biasanya dilakukan oleh 
tengkulak atau langsung dijual ke pabrik pemotongan kayu (sawmill).  
Harga pasar kayu beragam, saat ini harga satu batang pohon sengon usia 
tanam 5 tahun dapat dijual seharga Rp. 300.000 - Rp. 500.000,-.   
Sedangkan jika sudah dibuat papan atau balok dapat dijual seharga Rp. 
1.000.000 - 1.200.000,- per m3.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Perhitungan Hasil Investasi&lt;br /&gt;
 Jumlah tanaman per hektar lahan adalah sebanyak  4.000 batang dan 
prediksi susut sebesar 25% atau sejumlah 1.000 batang, maka setiap 
hektar lahan akan menghasilkan kayu yang dapat dipanen sebanyak 3.000 
batang.   &lt;br /&gt;Apabila dijual kepada tengkulak (tebang ditempat) tanpa 
mengeluarkan ongkos tebang dan ongkos angkut sebatang pohon dapat dijual
 seharga Rp. 500.000,- (harga saat ini), sehingga perhitungannya menjadi
 sebagai berikut :&lt;br /&gt;   3.000 batang x Rp. 300.000,- = Rp. 900.000.000 &lt;br /&gt;Jadi
 selama 5 tahun masa tanam akan menghasilkan 3.000 batang kayu sengon 
per hektar lahan.   Apabila diambil harga jual termurah yaitu sebesar 
Rp. 300.000,- per m3, maka hasil investasi kayu sengon selama 5 tahun 
adalah sebesar Rp. 900.000.000,- .&lt;br /&gt;Hasil perhitungan tersebut 
berdasarkan estimasi terendah.  Sebagai informasi, harga pasaran kayu 
sengon saat ini per batang dengan usia tanam 4 tahun adalah sebesar Rp. 
500.000,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu investor dapat memilih untuk menjual 
kayu dengan cara jual di tempat, yaitu dijual gelondongan tanpa biaya 
angkut dengan harga jual sebesar Rp. 300.000,- atau menjual kayu olahan 
dengan tambahan biaya angkut dan biaya pengolahan.  Kayu sengon olahan 
dapat dipasarkan dengan harga Rp. 1.000.000,- sampai dengan Rp. 
1.200.000,- per m3.  Biaya pengolahan kayu (menurut informasi penduduk 
setempat) adalah setiap 3 m3 kayu gelondongan akan menjadi 2 m3 kayu 
olahan.  Jumlah ini bersih yang akan diterima untuk pemilik kayu.
&lt;br /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Langkah-langkah Penyemaian dan Penanaman Sengon</title><link>http://pejuang-jabon-sengon.blogspot.com/2011/07/langkah-langkah-penyemaian-dan.html</link><category>sengon</category><author>noreply@blogger.com (Yanchou)</author><pubDate>Thu, 7 Jul 2011 18:42:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8139435011043025567.post-845864425409730872</guid><description>Terlepas dari kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana dan 
prasarana pendukung maka langkah-langkah penyemaian benih dapat dibagi 
benjadi tahap - tahap kegiatan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;a) Penaburan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Kegiatan
 penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah 
yang maksimal dan menghasilkan kecambah yang sehat. Kualitas kecambah 
ini akan mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman, kecambah yang 
baik akan menghasilkan bibit yang baik pula dan hal ini akan dapat 
membentuk tegakan yang berkualitas.&lt;br /&gt;
Bahan dan alat yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penaburan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Benih &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bedeng tabur/bedeng kecambah &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Media Tabur, campuran pasir dengan tanah 1 : 1 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peralatan penyiraman &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tersedianya air yang cukup&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Teknik
 pelaksanaan, bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap 
rumbia dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm
 belakang 50 cm.. kemudian bedeng tabur disi dengan media tabur setebal 
10 cm , usahakan agar media tabur ini bebas dari kotoran/sampah untuk 
menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.&lt;br /&gt;
Penaburan benih pada
 media tabur dilakukan setelah benih mendapat perlakuan guna mempercepat
 proses berkecambah dan memperoleh prosen kecambah yang maksimal. 
Penaburaan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk 
menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan. &lt;br /&gt;
Penaburan ini 
ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya, ukuran larikan 
tabur ini berjara 5 cm antar larikan dengan kedalaman kira - kira 2,0 
cm. Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah
 tidak bertumpuk. Setelah kecambah berumur 7 - 10 hari maka kecambah 
siap untuk dilakukan penyapihan. &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;b) Penyapihan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Langkah-langkah kegiatan penyapihan bibit antara lain adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Siapkan kantong plastik ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 - 4 lubang pada bagian sisi-sisinya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan
 media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang 
(1:1:1). Jika tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah
 media tanam tercampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong 
plasitk setinggi ¾ bagian, barulah kecambah sengon ditanam, setiap 
kantong diberi satu batang kecambah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kantong plastik yang 
telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap 
jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Pada
 masa pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak 
untuk ditanam di lapangan perlu dilakukan pemeliharaan secara intensip.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;c) Pemeliharaan Bibit Sengon&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Pemeliharaan yang dilakukan terhadap bibit dipersemaian adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penyiraman.
 Penyiraman yang optimum akan memberikan pertumbuhan yang optimum pada 
semai / bibit. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari maupun siang
 hari dengan menggunakan nozle. Selanjutnya pada kondisi tertentu, 
penyiraman dapat dilakukan lebih banyak dari keadaan normal, yaitu pada 
saat bibit baru dipindah dari naungan ke areal terbuka dan hari yang 
panas. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemupukan. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan 
larutan "gir". Adapun pembuatan larutan "gir: sebagai berikut : 
Disiapkan drum bekas dan separuh volumenya diisi pupuk kandang. 
Tambahkan air sampai volumenya ¾ bagian, kemudian tambahkan 15 kg TSP, 
lalu diaduk rata. Biarkan selama seminggu dan setelah itu digunakan 
untuk pemupukan. Dosis pemupukan sebanyak 2 sendok makan per 2 minggu, 
pada umur 6 bulan, ketika tingginya 70 - 125 cm, bibit siap dipindahkan 
ke kebun. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyulaman. Penyulaman dilakukan apabila bibit 
ada yang mati dan perlu dilakukan dengan segera agar bibit sulaman tidak
 tertinggal jauh dengan bibit lainnya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyiangan. 
Penyiangan terhadap gulma, dilakukan dengan mencabut satu per satu dan 
bila perlu dibantu dengan alat pencungkil, namun dilakukan hati -hati 
agar jangan sampai akar bibit terganggu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;strong&gt;d) Pengendalian Hama dan Penyakit Bibit Sengon&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa
 hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing, 
sedangkan yang tergolong penyakit ialah kerusakan bibit yang disebabkan 
oleh cendawan.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Seleksi bibit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Kegiatan 
seleksi bibit merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum bibit 
dimutasikan kelapangan, maksudnya yaitu mengelompokan bibit yang baik 
dari bibit yang kurang baik pertumbuhannya. Bibit yang baik merupakan 
prioritas pertama yang bisa dimutasikan kelapangan untuk ditanam 
sedangkan bibit yang kurang baik pertumbuhannya dilakukan pemeliharaan 
yang lebih intensip guna memacu pertumbuhan bibit sehingga diharapkan 
pada saat waktu tanam tiba kondisi bibit mempunyai kualitas yang merata.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Penyiapan Lahan&lt;/h2&gt;
Penyiapan
 lahan pada prinsipnya membebaskan lahan dari tumbuhan pengganggu atau 
komponen lain dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman
 yang akan dibudidayakan. Cara pelaksanaan penyipan lahan digolongkan 
menjadi 3 cara, yaitu cara mekanik, semi mekanik dan manual. Jenis 
kegiatannya terbagi menjadi dua tahap ; &lt;br /&gt;
Pembersihan lahan, yaitu 
berupa kegiatan penebasan terhadap semak belukar dan padangrumput. 
Selanjutnya ditumpuk pada tempat tertentu agar tidak mengganggu ruang 
tumbuh tanaman. &lt;br /&gt;
Pengolahan tanah, dimaksudkan untuk memperbaiki struktur tanah dengan cara mencanggkul atau membajak (sesuai dengan kebutuhan). &lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Penanaman&lt;/h2&gt;
Jenis kegiatan yang dilakukan berupa :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pembuatan dan pemasangan ajir tanam &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ajir
 dapa dibuat dari bahan bambu atau kayu dengan ukuran, panjang 0,5 - 1 
m, lebar 1 - 1,5 cm. Pemasangangan ajir dimaksudkan untuk memberikan 
tanda dimana bibit harus ditanam, dengan demikian pemasangan ajir 
tersebut harus sesuai dengan jarak tanam yang digunakan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembuatan lobang tanam, lobang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengangkutan
 bibit, ada dua macam pengangkutan bibit yaitu pengankuatan bibit dari 
lokasi persemaian ketempat penampungan bibit sementara di lapangan 
(lokasi penanaman), dan pengangkutan bibit dari tempat penampungan 
sementara ke tempat penanaman.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Penanaman bibit, pelaksanaan 
kegiatan penanaman harus dilakukan secara hati - hati agar bibit tidak 
rusak dan penempatan bibit pada lobang tanam harus tepat ditengah-tengah
 serta akar bibit tidak terlipat, hal ini akan berpengaruh terhadap 
pertumbuhan bibit selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Pemeliharaan&lt;/h2&gt;
Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan berupa kegiatan &lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Penyulaman&lt;/h3&gt;
Penyulaman,
 yaitu penggantian tanaman yang mati atau sakit dengan tanaman yang 
baik, penyulaman pertama dilakukan sekitar 2-4 minggu setelah tanam, 
penyulaman kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama 
(sebelum tanaman berumur 1 tahun). Agar pertumbuhan bibit sulaman tidak 
tertinggal dengan tanaman lain, maka dipilih bibit yang baik disertai 
pemeliharaan yang intensif.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Penyiangan&lt;/h3&gt;
Pada dasarnya 
kegiatan penyiangan dilakukan untuk membebaskan tanaman pokok dari 
tanaman penggagu dengancara membersihkan gulma yang tumbuh liar di 
sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara 
dapat berjalan secara optimal. Disamping itu tindakan penyiangan juga 
dimaksudkan untuk mencegah datangnya hamadan penyakit yang biasanya 
menjadikan rumput atau gulma lain sebagai tempat persembunyiannya, 
sekaligus untuk memutus daur hidupnya.&lt;br /&gt;
Penyiangan dilakukan pada 
tahun-tahun permulaan sejak penanaman agar pertumbuhan tanaman sengon 
tidak kerdil atau terhambat, selanjutnya pada awal maupun akhir musim 
penghujan, karena pada waktu itu banyak gulma yang tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Pendangiran&lt;/h3&gt;
Pendangiran
 yaitu usaha mengemburkan tanah disekitar tanaman dengan maksud untuk 
memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanman.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Pemangkasan&lt;/h3&gt;
Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna (tergantung dari tujuan penanaman).&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Penjarangan&lt;/h3&gt;
Penjarangan
 dillakukan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih leluasa bagi 
tanaman sengon yang tinggal. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman 
berumur 2 dan 4 tahun, Penjarangan pertama dilakukan sebesar 25 %, maka 
banyaknya pohon yang ditebang 332 pohon per hektar, sehingga tanaman 
yang tersisa sebanyak 1000 batang setiap hektarnya dan penjarangan kedua
 sebesar 40 % dari pohon yang ada ( 400 pohon/ha ) dan sisanya 600 pohon
 dalam setiap hektarnya merupakan tegakan sisa yang akan ditebang pada 
akhir daur. &lt;br /&gt;
Cara penjarangan dilakukan dengan menebang 
pohon-pohon sengon menurut sistem "untu walang" (gigi belakang) yaitu : 
dengan menebang selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman.&lt;br /&gt;
Sesuai
 dengan daur tebang tanaman sengon yang direncanakan yaitu selama 5 
tahun maka pemeliharaan pun dilakukan selama limatahun. Jenis kegiatan 
pemeliharaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan 
tanaman. Pemeliharaan tahun I sampai dengan tahun ke III kegiatan 
pemeliharaan yang dilaksanakan dapat berupa kegiatan penyulaman, 
penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemangkasan cabang. Pemeliharaan 
lanjutan berupa kegiatan penjarangan dengan maksud untuk memberikan 
ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dipertahankan, presentasi dan 
prekuensi penjarangan disesuaikan dengan aturan standar teknis kehutanan
 yang ada.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Pembibitan Sengon</title><link>http://pejuang-jabon-sengon.blogspot.com/2011/07/cara-pembibitan.html</link><category>sengon</category><author>noreply@blogger.com (Yanchou)</author><pubDate>Thu, 7 Jul 2011 18:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8139435011043025567.post-5012020128033467005</guid><description>&lt;b&gt;a) Benih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada umumnya tanaman sengon 
diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus 
terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk 
tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk 
fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hamaataupun 
penyakit. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kulit bersih berwarna coklat tua&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ukuran benih maksimum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tenggelam dalam air ketika benih direndam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bentuk benih masih utuh.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Selain
 penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan 
daya hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya 
dengan mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup 
besar, maka daya tumbuhnya tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b) Kebutuhan Benih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jumlah
 benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami 
dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut &lt;br /&gt;
Keterangan :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jarak tanam 3 x 2 meter &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Satu lubang satu benih sengon &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Satu kilogram benih berisi 40.000 butir &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Daya tumbuh 60 % &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tingkat kematian selama di persemaian 15 %&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Dengan
 demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan
 memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara 
matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun 
seluas satu hektar dengan jarak tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih 
sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c) Perlakuan benih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sehubungan
 dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera 
berkecambah apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan ,
 sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih 
tersebut, yaitu : Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 
15 - 30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin 
sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk selanjutnya benih siap untuk 
disemaikan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;d) Pemilihan Lokasi Persemaian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Keberhasilan
 persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan 
tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih 
tempat persemaian sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5 % &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Diupayakan
 memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang 
musim ( dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kondisi tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandunh tanah liat. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu pengangkutan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Untuk
 memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian 
yang didukung dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara
 lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana 
produksi tanaman dll. Selain itu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang 
cukup diandalkan.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Habitat dan Manfaat Kayu Sengon</title><link>http://pejuang-jabon-sengon.blogspot.com/2011/07/habitat-dan-manfaat-kayu-sengon.html</link><category>sengon</category><author>noreply@blogger.com (Yanchou)</author><pubDate>Thu, 7 Jul 2011 18:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8139435011043025567.post-9731598135501941</guid><description>&lt;h2&gt;
Habitat Sengon&lt;/h2&gt;
&lt;strong&gt;Tanah&lt;/strong&gt;.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Tanaman
 Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang 
bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah 
sekitar pH 6-7. &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Iklim&lt;/strong&gt;. Ketinggian tempat yang 
optimal untuk tanaman sengon antara 0 - 800 m dpl. Walapun demikian 
tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas 
permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk 
tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° - 27 °C.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Curah Hujan&lt;/strong&gt;.
 Curah hujan mempunyai beberapa fungsi untuk tanaman, diantaranya 
sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transpor 
hara dalam tanaman, pertumbuhan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga 
stabilitas suhu. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum 
yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga 
tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar 
antara 2000 - 4000 mm.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kelembaban&lt;/strong&gt;. Kelembaban juga 
mempengaruhi setiap tanaman. Reaksi setiap tanaman terhadap kelembaban 
tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Tanaman sengon membutuhkan 
kelembaban sekitar 50%-75%. &lt;br /&gt;&lt;h2&gt;
Keragaman Penggunaan dan Manfaat Kayu sengon&lt;/h2&gt;
Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Daun. &lt;/strong&gt;Daun
 Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak 
yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti 
sapi, kerbau, dfan kambingmenyukai daun sengon tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Perakaran. &lt;/strong&gt;Sistem
 perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis 
dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan 
sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan 
openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon 
dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah 
ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan 
pendapatan petani penggarapnya.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kayu. &lt;/strong&gt;Bagian yang
 memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang 
kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak 
diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa 
papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan bakupembuat peti, papan
 penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil,
 papan partikel, bahan bakuindustri pulp kertas dll.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teknik Budidaya Sengon</title><link>http://pejuang-jabon-sengon.blogspot.com/2011/07/teknik-budidaya-sengon.html</link><category>sengon</category><author>noreply@blogger.com (Yanchou)</author><pubDate>Thu, 7 Jul 2011 18:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8139435011043025567.post-2003386965537819399</guid><description>Sengon dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili
 Mimosaceae, keluarga petai - petaian. Di Indonesia, sengon memiliki 
beberapa nama daerah seperti berikut : Jawa : jeunjing, jeunjing laut 
(sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa). 
Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)&lt;br /&gt;
Bagian
 terpenting yang mempunyai nilai ekonomi pada tanaman sengon adalah 
kayunya. Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30-45 meter dengan 
diameter batang sekitar 70 - 80 cm. Bentuk batang sengon bulat dan tidak
 berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan 
tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas 
awet IV - V.&lt;br /&gt;
Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, 
papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan 
kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya. Tajuk tanaman sengon 
berbentuk menyerupai payung dengan rimbun daun yang tidak terlalu lebat.
 Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daunnya 
kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi 
untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon
 dioksida dari udara bebas.&lt;br /&gt;
Sengon memiliki akar tunggang yang 
cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, 
tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya 
berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar 
pohon sengon menjadi subur. &lt;br /&gt;
Dengan sifat-sifat kelebihan yang 
dimiliki sengon, maka banyak pohon sengon ditanam ditepi kawasan yang 
mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui 
DEPHUTBUN untuk menggalakan ‘Sengonisasi’ di sekitar daerah aliran 
sungai (DAS) di Jawa, Balidan Sumatra.&lt;br /&gt;
Bunga tanaman sengon 
tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 - 1 cm, berwarna putih
 kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar 
terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang
 dibantu oleh angin atau serangga. Buah sengon berbentuk polong, pipih, 
tipis, dan panjangnya sekitar 6 - 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 - 
30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan 
berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jabon Lentur dan Mengkilap</title><link>http://pejuang-jabon-sengon.blogspot.com/2011/06/jabon-lentur-dan-mengkilap.html</link><category>jabon</category><author>noreply@blogger.com (Yanchou)</author><pubDate>Sun, 26 Jun 2011 21:56:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8139435011043025567.post-3298664170176340251</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="st_tag internal_tag" href="" rel="tag" title="Posts tagged with kayu jabon"&gt;Kayu jabon&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;Anthocephalus cadamba)&lt;/em&gt;  lebih bagus daripada kayu lainnya, tekstur lebih halus, bentuknya  silinder lurus, berwarna putih kekuningan dan tidak berserat, batang  mudah dikupas, lebih mudah dikeringkan atapun direkatkan dan tidak  cacat, Arah serat terpadu, permukaan kayu mengkilap, &lt;em&gt;&lt;a href="" target="_self"&gt;kayu jabon&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; juga sudah terbukti keawetannya atau daya tahannya.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://draft.blogger.com/goog_2086074187"&gt; &lt;/a&gt;Keteguhan lentur static&lt;br /&gt;
Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2)   b 294&lt;br /&gt;
k 387&lt;br /&gt;
Tegangan pad a batas Patah (Kg/CM)   b 516&lt;br /&gt;
k 691&lt;br /&gt;
Modulus elastisitas (1.000 Kg/Cm2)    b 5,4&lt;br /&gt;
k 68,0&lt;br /&gt;
Usaha sampai batas proporsi (kgm/dm3)   b 0.3&lt;br /&gt;
k 0.80&lt;br /&gt;
Usaha sampai batas patah (kgm/dm3    b 5.4&lt;br /&gt;
k 6.0&lt;br /&gt;
Keteguhan Pukul&lt;br /&gt;
Radial (Kgm/Dm3)      b 20.2&lt;br /&gt;
k 22.3&lt;br /&gt;
Tangensial Kgm/dm3)      b 20.6&lt;br /&gt;
k 24.2&lt;br /&gt;
Keteguhan tekan sejajar Tegangan  Maksimum (Kg/Cm2) b 279&lt;br /&gt;
k 374&lt;br /&gt;
Kekerasan (JANKA)&lt;br /&gt;
Ujung (kg/cm3)      b 275&lt;br /&gt;
k 374&lt;br /&gt;
Sisi (kg/cm2)       b 239&lt;br /&gt;
k 268&lt;br /&gt;
Keteguhan Geser&lt;br /&gt;
Radial(Kg/Cm2)      b 36.6&lt;br /&gt;
k 48.4&lt;br /&gt;
Tangensial (kg/cm2)      b 46.4&lt;br /&gt;
k 59.1&lt;br /&gt;
Keteguhan belah&lt;br /&gt;
Radial(Kg/Cm)      b 36.2&lt;br /&gt;
k 36.1&lt;br /&gt;
Tangensial (kg/cm)      b 55.0&lt;br /&gt;
k 55.1&lt;br /&gt;
Keteguhan tarik tegak lurus arah&lt;br /&gt;
Radial (kg/cm2)      b 32.6&lt;br /&gt;
k 25.0&lt;br /&gt;
Tangensial (kg/em2)      b 38.4&lt;br /&gt;
k 31.4&lt;br /&gt;
SIFAT KIMIA&lt;br /&gt;
Kadar&lt;br /&gt;
Selulosa   52,4%&lt;br /&gt;
Lignin   25,4%&lt;br /&gt;
Pentosan   16.2%&lt;br /&gt;
Abu    0.8%&lt;br /&gt;
Silika    0,1%&lt;br /&gt;
Kelarutan&lt;br /&gt;
Alkohol-benzena 4.7%&lt;br /&gt;
Air Dingin  1.6%&lt;br /&gt;
Air panas   3,1%&lt;br /&gt;
NaOH1  8,4%&lt;br /&gt;
Nilai Kalor   4.731 call/g&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Emas Dari Menanam Jabon</title><link>http://pejuang-jabon-sengon.blogspot.com/2011/06/emas-dari-menanam-jabon.html</link><category>jabon</category><author>noreply@blogger.com (Yanchou)</author><pubDate>Tue, 21 Jun 2011 21:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8139435011043025567.post-9216231158904405251</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;    &lt;img alt="jabon" class="alignleft size-thumbnail wp-image-709" height="100" src="http://theangel.files.wordpress.com/2009/06/jabon1.jpg?w=150&amp;amp;h=100" title="jabon" width="150" /&gt;&lt;br /&gt;
Jabon &lt;em&gt;(Anthocephalus cadamba) &lt;/em&gt;Merupakan  salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh  subur di hutan tropis dengan ketinggian 0 – 1000 m dpl&lt;br /&gt;
Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu  lapis, karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan  tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia. Dari hasil uji coba yang  telah dilakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa  sisi, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/th&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa produksi jabon yang singkat – hanya 4 – 5 tahun&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Berbatang  silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak  memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri (self purning)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;strong&gt;PERTUMBUHAN&lt;/strong&gt;
pertumbuhan  sangat cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya  termasuk bila dibandingkan dengan sengon (albasia), Jabon tergolong  tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Ia dapat tumbuh di tanah liat, tanah  lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu. Sejauh ini jabon bebas  serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak  menyerang sengon.&lt;strong&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;strong&gt;BATANG&lt;/strong&gt;
Ciri dan karakteristik batang jabon adalah : Permukaan kayu licin serta  arah tegak lurus, berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, batang  mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, bebas dari cacat mata kayu dan  susutnya rendah.
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;PENANAMAN dan PERAWATAN&lt;/strong&gt;
Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan  berkembang tidak memerlukan banyak perlakuan khusus dalam budidayanya.
&lt;strong&gt;PEMASARAN&lt;/strong&gt;
Karena jenis kayunya yang berwarna putih agak kekuningan dan tanpa  terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan oleh industri kayu  lapis (plywood), industri meubel, pulp, produsen peti buah, mainan  anak-anak, korek api, &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Alas sepatu, Papan, Tripleks&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Hal inilah yang menyebabkan pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan.
&lt;strong&gt;NILAI EKONOMI&lt;/strong&gt;
Budidaya tanaman jabon akan memberikan keuntungan yang sangat  menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar.&amp;nbsp; Perkiraan dalam  4 – 5 tahun mendatang, diperoleh dari penjualan 625 pohon berumur 4 – 5  tahun sebanyak 800 – 1.000 m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; per ha.&amp;nbsp; Prediksi harga jabon pada 5 tahun mendatang Rp1,2-juta/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;. Dengan harga jual Rp1,2-juta per m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; dan produksi 800 m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, maka omzet dari penanaman jabon mencapai Rp960-juta per ha. Saat ini harga per m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; jabon berumur 4 tahun mencapai Rp716.000; umur 5 tahun, Rp837.000. Andai harga jabon tak terkerek naik alias Rp716.000 per m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, maka omzet dari budidaya jabon ‘hanya’ Rp572.800.000.
&lt;strong&gt;PELUANG INVESTASI
&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Menanam jabon bagaikan menanam emas&lt;/em&gt;, sebab kebutuhan kayu  akan terus meninggi, karena saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu  bulat hasil tebangan hutan alam, akibatnya banyak industri tutup akibat  kekurangan pasokan kayu, jadi pada masa mendatang, harga kayu jabon  akan semakin meningkat terus.&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>