<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;DUEDSX0yfyp7ImA9WhRaEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115</id><updated>2012-02-14T23:41:18.397+07:00</updated><category term="ponsel" /><category term="Travelling" /><category term="Review Buku" /><category term="tarbiyah" /><category term="Cerita" /><category term="Kuliner" /><category term="kesehatan" /><category term="Entertain" /><title>Berkarya Merajut Harapan</title><subtitle type="html">Personal diary as an ordinary man and as a general practitioner</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/BerkaryaMerajutHarapan" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="berkaryamerajutharapan" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;CEUBQngyfip7ImA9WhdQE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-7730374219805106275</id><published>2011-08-15T10:51:00.005+07:00</published><updated>2011-08-15T11:24:13.696+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-15T11:24:13.696+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Pengalaman Klinis Dokter PTT Terpencil di Blog</title><content type="html">Saat buka twitter, ada mention dari &lt;a href="http://www.facebook.com/eharmayaku" target="_blank"&gt;dr. Andri Kusuma Harmaya&lt;/a&gt; tentang tulisan penulis di majalah &lt;a href="http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=2113" target="_blank"&gt;Farmacia&lt;/a&gt; dimana topiknya adalah pengalaman2 klinis dokter  PTT di blog. Alhamdulillah. Terima kasih dok, sudah dikabarin :). Terima kasih pada redaksi Farmacia yang sudah berkenan mempublikasikan.
&lt;br /&gt;Dikenalkan blog oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/indrakus" target="_blank"&gt;dr. Indra Kusuma&lt;/a&gt; yang sudah sejak lama produktif di blog (hatur nuhun, kang :) ). Beliau juga memiliki blog &lt;a href="http://indrakus.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Catatan Harian Dokter Indra&lt;/a&gt; yang saya favoritkan bersama blog punya dr. Andri Kusuma Harmaya (&lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Andri Jurnal&lt;/a&gt;), &lt;a href="http://www.facebook.com/luluchmulyani" target="_blank"&gt;dr. Luluch Mulyani&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://luluch.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Luluch, Luluch n Luluch!!&lt;/a&gt;), &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1269908219" target="_blank"&gt;drg. Setya Wardani&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://setyawardani.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Dani....All about My Heart... &lt;/a&gt;), &lt;a href="http://www.facebook.com/imam.nuryanto" target="_blank"&gt;dr. Imam Nuryanto&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Proyeknya Si Imam)&lt;/a&gt;.  Saya yakin masih banyak blog-blog sejawat yang bagus2 bila berkenan menelusuri, khususnya blog dokter PTT. Saya suka baca posting blog2 tersebut. Dan ternyata dr. Andri Kusuma Harmaya telah membukukan posting blognya via nulisbuku.com dengan judul &lt;a href="http://nulisbuku.com/books/view/andri-journal" target="_blank"&gt;Andri Journal, Sebuah Blog Dokter PTT&lt;/a&gt;. Selamat ya, dok. Saya berharap beliau-beliau ini dapat kembali produktif di sela-sela kesibukan S2, PPDS, ataupun praktek. NB: Klo blog umum yang saya sukai adalah blog punya &lt;a href="http://www.facebook.com/faniez" target="_blank"&gt;Fani Ariasari&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://blog.faniez.net/" target="_blank"&gt;Fany's Freewriting&lt;/a&gt;), &lt;a href="http://www.facebook.com/faniez" target="_blank"&gt;.
&lt;br /&gt;Terinspirasi tulisan &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/daniiswara" target="_blank"&gt;dr. Dani Iswara&lt;/a&gt; tentang &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/160_21informatikakedblogkesehatan.pdf/160_21informatikakedblogkesehatan.pdf" target="_blank"&gt;Blog Kedokteran&lt;/a&gt;, tertarik menulis tentang pengalaman2 klinis dokter PTT terpencil di blog. Menelusuri google blog search, ada sedikitnya 100 blog yang bercerita tentang pengalaman dokter PTT di hampir seluruh daerah2 terpencil Indonesia. Senang sekali berkesempatan baca2 pengalaman mereka. Cobalah tengok :) Saya kira sekarang blog dokter2 PTT makin banyak. Mungkin 150, 200 atau bahkan 300..
&lt;br /&gt;Nah, di antara blog2 tersebut ada cerita2 menarik tentang pengalaman klinis dokter PTT. Dari itulah, terbitlah tulisan berjudul &lt;a href="http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=2113" target="_blank"&gt;Blog Sebagai Media Publikasi Pengalaman Klinis Dokter PTT Di Daerah Terpencil&lt;/a&gt;, cukup lama juga sih :). Saya akan senang menanti sumbangsih tanggapan dari sejawat, baik yang blognya saya tampilkan ataupun belum. Bahkan bagi sejawat yang belum memiliki blog pun, saya yakin banyak pengalaman2 klinis yang akan sangat bermanfaat bila berkenan untuk dibagi :)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat membaca!!&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blog sebagai Media Publikasi Pengalaman Klinis Dokter PTT di Daerah Terpencil&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;Tantur Syahdrajat
&lt;br /&gt;Pernah Bertugas di Puskesmas Panga
&lt;br /&gt;Kabupaten Aceh Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=2113" target="_blank"&gt;Farmacia Edisi Mei 2011&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;
&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;Blog singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web berisi tulisan-tulisan yang dimuat sebagai posting pada sebuah halaman web umum.1 Media blog pertama kali dipopulerkan oleh blogger.com. Sejak itu, banyak terdapat aplikasi yang bersifat sumber terbuka. Tercatat lebih dari 160 juta blog.2 Blog mempunyai fungsi yang beragam, salah satunya sebagai catatan harian.1 Blog personal adalah jenis blog yang paling umum.3 Manfaat utama blog adalah memungkinkan pembuat konten web tanpa harus membuat halaman web secara manual.4 Kemudahan penggunaan dan kecepatan pemasangan menawarkan kesempatan bagi pengguna untuk memanfaatkan blog sebagai sarana untuk berbagi informasi.5 Penggunaan blog yang relatif mudah serta banyaknya versi terbuka dan tidak berbayar dari perangkat ini berperan dalam berkembangnya blog.
&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan blog, media ini juga telah dimanfaatkan oleh profesi kesehatan khususnya para dokter. Penggunaan blog oleh profesi kesehatan mengalami peningkatan.5 Blog di bidang kedokteran antara lain mendiskusikan tentang kasus klinis dan topik klinis tertentu.6 Dokter PTT khususnya relatif banyak yang memiliki blog untuk menceritakan pengalaman mereka saat PTT. Kebanyakan dari mereka adalah para dokter muda. Perkembangan blog di antara mereka juga secara tidak langsung ditunjang oleh kebijakan baru program PTT sejak tahun 2006 di daerah-daerah terpencil yang menyerap cukup banyak tenaga dokter. Terlebih dengan perkembangan teknologi internet yang demikian pesat yang mendukung kegiatan ngeblog antara lain wifi, mobile internet hingga broadband. Di sisi lain, keberadaan warnet juga berkembang pesat hingga ke daerah-daerah. Hasil penelusuran melalui google blog search menunjukkan sedikitnya ada 100 blog yang di dalamnya terdapat posting mengenai pengalaman dokter waktu PTT.7 Blog mereka tersebar di blogspot, wordpress, multiply dan friendster.
&lt;br /&gt;Salah satu topik posting dokter PTT yang ditampilkan dalam blog adalah sejumlah pengalaman klinis mereka. Pengalaman klinis tersebut dapat berupa keunikan kasus hingga keterbatasan pemeriksaan penunjang dan terapi. Bila umumnya pengalaman klinis berupa laporan kasus dipublikasikan di jurnal, maka hal ini sulit dilakukan oleh para dokter PTT di daerah terpencil. Hal ini dikarenakan kesulitan dalam mendapatkan literatur dan terbatasnya fasilitas yang mendukung kegiatan menulis laporan kasus tersebut. Karenanya, blog menjadi media untuk mempublikasikan pengalaman klinis mereka karena kaidah penulisan yang relatif lebih mudah, dengan catatan terdapat akses internet. Dalam tulisan ini, penulis menampilkan sejumlah pengalaman klinis dokter PTT yang dipublikasikan di blog mereka.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengalaman Klinis Dokter PTT
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Tinea Imbrikata&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/luluchmulyani" target="_blank"&gt; Dokter Luluch Mulyani&lt;/a&gt; yang bertugas di Puskesmas Kameri Kabupaten Numfor sering menjumpai pasien tinea imbrikata. Salah satunya, tinea imbrikata dijumpai pada pasien anak 9 tahun, dimana semua saudaranya terkena, tetapi kedua orangtuanya tidak. Di Numfor, umumnya penyakit ini ditemukan pada penduduk yang tinggal di tepi pantai dan juga terpusat pada desa-desa tertentu. Umumnya yang terkena masih satu keluarga. Bila ada satu anggota keluarga yang terkena, biasanya ada anggota keluarga lain yang terkena. Menurut penduduk asli, tinea imbrikata biasanya terjadi sesudah mandi di laut, kemudian tidak dibersihkan lagi dengan mandi air bersih. Kebersihan pribadi penduduk setempat dipengaruhi oleh keberadaan rumah yang sempit dan padat penghuni serta pemakaian baju-handuk-selimut yang bergantian. Mengingat keterbatasan obat topikal golongan azol di puskesmas, pada pasien dengan lesi kecil diberikan obat topikal yang berisi asam salisilat dan asam benzoat. Kebanyakan pasien yang dijumpai memiliki lesi tersebar luas sehingga perlu diberikan obat sistemik. Obat yang biasa diberikan adalah griseofulvin. Meskipun obat sistemik golongan azol bisa juga digunakan, jumlahnya terbatas. Pemberian obat juga mempertimbangkan asal desa pasien karena terdapat kesulitan transportasi. Biasanya obat diberikan untuk dua minggu, yang memerlukan 56 tablet grivin 125 mg (4x/hari). Hal ini juga menghabiskan persediaan obat mengingat banyaknya pasien tinea imbrikata.&lt;a href="http://luluch.blogspot.com/2008/01/tinea-imbrikata-alias-kaskado.html" target="_blank"&gt;8&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pneumonia &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=714598134" target="_blank"&gt;Dokter Vika Wahyudi&lt;/a&gt; yang bertugas di Puskesmas Tamalabang Pulau Pantar Kabupaten Kupang mendapati pasien bayi dengan pneumonia. Pasien sempat dirawat selama tiga hari di rumah tempat beliau tinggal mengingat kondisi ruangan puskesmas yang dingin. Perkembangan pasien naik turun. Beliau selanjutnya berhasil membujuk keluarga pasien untuk dibawa ke RSUD. Kondisi transportasinya sendiri, mengingat perahu motor tidak bersandar di pinggiran pantai yang penuh dengan batu-batu besar, mereka harus naik perahu ketingting dulu dari pinggir pantai untuk mencapai perahu motor yang berlabuh.&lt;a href="http://picu.blog.friendster.com/2008/12/yang-tertinggal-di-alor/" target="_blank"&gt;9&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Intoksikasi Pestisida&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1258317265" target="_blank"&gt;Dokter Dhanny Adhitya &lt;/a&gt; yang bertugas di puskesmas di Bau-Bau menjumpai pasien anak dengan kasus keracunan pestisida yang dipakai untuk obat kutu rambut. Pasien minum pestisida tersebut setelah makan, kemudian kejang-kejang. Mengingat kesulitan dalam infus dan keterbatasan NGT untuk anak, pasien dirujuk ke RSUD. Waktu tempuh puskesmas ke RSUD berusaha dioptimalkan dari 20 menit menjadi 10 menit. Sampai di IGD pasien diinfus, dipasang NGT, dibilas lambung serta mendapat terapi atropin.&lt;a href="http://cloudd2000.blog.friendster.com/" target="_blank"&gt;10&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sirkumsisi
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/eharmayaku" target="_blank"&gt;Dokter Andri Kusuma Harmaya&lt;/a&gt; yang bertugas di Puskesmas Terusan Tengah Kabupaten Kapuas sempat mengadakan sirkumsisi dengan keterbatasan persediaan lidokain. Beliau menjumpai pasien sirkumsisi dengan hematom. Pada pemeriksaan didapatkan luka bekas sirkumsisi dengan darah yang menetes pada arah jam dua dan terdapat edema. Jahitan sirkumsisi selanjutnya dilepas dan didapati hematom. Anestesi lidokain diberikan secara infiltrasi dan upaya pembendungan darah pun dilakukan.&lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/2008/10/pemakaian-lidokain-cum-adrenalin-dalam.html" target="_blank"&gt;11&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Snake Bite&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1139664914" target="_blank"&gt;Dokter Nurul Hiedayati &lt;/a&gt; yang bertugas di Puskesmas Cibalong Kabupaten Tasikmalaya menjumpai pengalaman klinis sehubungan dengan kendala bahasa. Beliau mendapati pasien dengan keluhan dipatok oray, namun tidak memahami maksud dari perkataan pasien. Ketika ditanyakan pada paramedik yang dimaksud adalah digigit ular. Selanjutnya bergegas diperiksa tanda-tanda seperti kalor, rubor dan dolor, dan mendapati bengkak pada pasien. Selanjutnya pasien dirujuk mengingat ketiadaan anti bisa ular (ABU) di puskesmas.&lt;a href="http://nunumujahied.blogspot.com/2006/04/dipatok-oray.html" target="_blank"&gt;12&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Venaseksi&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/indrakus" target="_blank"&gt;Dokter Indra Kusuma&lt;/a&gt; yang bertugas di Puskesmas Laiwui Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan menjumpai pasien syok dengan riwayat trauma tumpul abdomen sebulan sebelumnya dan mendapat perawatan di RSUD. Mengingat kesulitan dalam akses vena, pada pasien dilakukan venaseksi. Setelah asepsis/antisepsis regio mediodistal tungkai bawah sebelah kiri, dilakukan sayatan transversal sampai menembus dermis. Saat tiba di subdermis, digunakan klem untuk mendapatkan akses vena. Vena dibebaskan dari sekitarnya, ujung distal diikat, selanjutnya dipasang infus.&lt;a href="http://indrakus.blogspot.com/2007/12/catatan-ptt-venaseksi-pertama-ku.html" target="_blank"&gt;13&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tatobi&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1171293942" target="_blank"&gt;Drg. Ani Sulistyorini &lt;/a&gt; yang bertugas di Puskesmas Amfoang Selatan Kabupaten Kupang menemani koleganya (dokter umum) menolong persalinan. Ibu hamil yang ditolong berada di rumah bulat yang berupa sebuah ruangan tanpa sekat yang tidak begitu lebar. Di ruangan itu semua anggota keluarga berkumpul dan semua kegiatan dilakukan seperti memasak dan beristirahat. Cara masuk ke rumah bulat harus menunduk karena pintu masuknya rendah. Pintu itu dimaksudkan agar udara bisa masuk saat selalu dibuka karena tanpa jendela. Di dalam juga pengap dan panas karena ada tungku api yang selalu menyala agar di rumah tetap hangat dan untuk pengasapan hasil bumi di loteng rumah. Tungku api tetap menyala karena angin yang masuk dari pintu masih tertahan dan tidak begitu kencang. Mereka menolong persalinan di dalam rumah bulat dalam kondisi panas dan berasap. Sementara anggota keluarga berdesakan melihat persalinan. Akhirnya ibu melahirkan dan mereka meminta hanya orangtua dari ibu yang tinggal di dalam rumah. Setelah proses kelahiran sendiri, di Timor ada budaya Tatobi yakni ibu berada di rumah bulat selama 40 hari masa nifas, tidur di balai-balai rendah dan di depannya ada api unggun atau bila balainya tinggi, ada bokor besi menyala di bawahnya yang katanya agar panas itu meluruhkan darah kotor dari rahim. Selama proses itu ibu secara teratur dikompres dengan kain yang dicelupkan ke air mendidih, pada kulit yang sebelumnya dibaluri minyak kelapa.&lt;a href="http://aori.blog.friendster.com/2008/11/hamil-atau-tidak-ya/" target="_blank"&gt;14&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembahasan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;Pengalaman klinis yang disampaikan berasal dari sejumlah daerah yang berbeda, yakni Papua, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Maluku. Posting &lt;a href="http://www.facebook.com/luluchmulyani" target="_blank"&gt;dr. Luluch Mulyani&lt;/a&gt; bercerita tentang fenomena penyakit dermatologi yang umum di Numfor yaitu tinea imbrikata, dermatofitosis yang disebabkan Trichophyton concentricum dengan gambaran klinik berupa makula eritematosa dengan skuama melingkar.15 Penyakit ini banyak didapatkan di bagian timur Indonesia, sering disebut cascade atau tokelau.16 Masalah yang mendasari timbulnya penyakit ini di Numfor adalah faktor kebersihan pribadi mengingat rumah yang padat penghuni dan penggunaan pakaian yang bergantian. Di samping itu, terdapat kemungkinan faktor genetik mengingat tidak semua anggota keluarga terkena. Kontak langsung, genetik (autosom resesif), higiene yang buruk, dan faktor imunologis berperan dalam transmisi.17,18 Dalam terapi sendiri, di Numfor terdapat keterbatasan obat baik karena jumlahnya sedikit ataupun penggunaan yang banyak. Karena itu, obat yang ada berupaya dioptimalkan serta mempertimbangkan keterjangkauan pasien terhadap akses puskesmas.
&lt;br /&gt;Keterbatasan pelayanan medis memang kerap dijumpai di daerah-daerah terpencil. Hal yang seringkali dihadapi adalah keterbatasan obat dan sarana/peralatan medis. Ketika pasien seharusnya dirujuk untuk penatalaksanaan spesialistik (misalnya pada keadaan emergensi), seringkali dihadapkan kesulitan sarana transportasi dalam menjangkau lokasi rujukan. Bila pada akhirnya pasien ditangani di tempat karena kesulitan dalam merujuk, para dokter yang bertugas di daerah terpencil mesti mengoptimalkan obat yang tersedia serta melakukan penanganan yang disesuaikan dengan sarana yang ada. &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=714598134" target="_blank"&gt;Dr. Vika Wahyudi&lt;/a&gt; yang menjumpai kasus anak dengan pneumonia dihadapkan dengan keterbatasan sarana dimana kondisi puskemas yang dingin sehingga pasien dirawat di rumah beliau. Ketika pasien hendak dirujukpun, perjalanannya tidak mudah mengingat harus naik ketingting dulu dari pinggiran pantai yang penuh dengan batu-batu besar menuju perahu motor. &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1258317265" target="_blank"&gt;Dr. Dhanny Adhitya&lt;/a&gt; yang menjumpai kasus keracunan pestisida pada anak dihadapkan dengan keterbatasan alat seperti NGT, infus hingga terapi. Ketika akhirnya pasien dirujuk, waktu tempuh puskesmas ke rumah sakit berusaha dioptimalkan. Masalah terkait ketersediaan obat juga dijumpai &lt;a href="http://www.facebook.com/eharmayaku" target="_blank"&gt;dr. Andri Kusuma Harmaya&lt;/a&gt; ketika melakukan sirkumsisi, khususnya persediaan anestesi. Juga dialami &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1139664914" target="_blank"&gt;Dr. Nurul Hiedayati&lt;/a&gt; saat menjumpai kasus snake bite yang memerlukan anti bisa ular sehingga pada akhirnya dirujuk.
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/indrakus" target="_blank"&gt;Dr. Indra Kusuma&lt;/a&gt; memiliki pengalaman klinis ketika menjumpai kasus syok. Sementara jarak dari puskesmas ke lokasi rujukan adalah 8 jam perjalanan laut. Beliau kemudian melakukan venaseksi, suatu prosedur emergensi yang dilakukan untuk mendapatkan akses vaskuler ketika akses intravena perifer tidak berhasil pada resusitasi pasien trauma atau pasien kritis.19 &lt;a href="http://www.facebook.com/eharmayaku" target="_blank"&gt;Dr. Andri Kusuma Harmaya&lt;/a&gt; yang juga menjumpai kasus syok—dimana tindakan resusitasi cairan hanya bisa meningkatkan tekanan darah sampai 60/palpasi—dihadapkan dengan kesulitan sarana transportasi untuk merujuk. Sarana transportasi sendiri berupa kelotok melalui sungai Kapuas dengan waktu tempuh ke rumah sakit sekitar 1,5-3 jam. Kendala transportasi ke tempat rujukan juga dialami ketika di puskesmas Tambelan Kabupaten Bintan tempat &lt;a href="http://www.facebook.com/rara79" target="_blank"&gt; drg. Irayani Queencyputri&lt;/a&gt; bertugas dijumpai kasus partus lama karena bayi besar, dimana sarana transportasi berupa kapal perintis dari pulau Tambelan ke Tanjung Pinang menempuh waktu hingga 24 jam dan frekuensinya sendiri hanya 2 kali dalam sebulan.&lt;a href="http://raraklanis.multiply.com/" target="_blank"&gt;20&lt;/a&gt; Sementara &lt;a href="http://www.facebook.com/mohamad.krisna" target="_blank"&gt;dr. Krisna Barata&lt;/a&gt; di Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan, ketika menjumpai pasien bayi dengan sesak dan sianosis, dihadapkan dengan kondisi ombak laut yang besar saat akan merujuk pasien.&lt;a href="http://krisnadong.blog.friendster.com/" target="_blank"&gt;21&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan pelayanan medis di daerah juga dapat dijumpai kendala bahasa mengingat bahasa pasien yang tidak dipahami. Seperti dihadapi &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1139664914" target="_blank"&gt;dr. Nurul Hiedayati &lt;/a&gt; ketika menjumpai pasien dengan keluhan dipatok oray. Juga &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1042186525" target="_blank"&gt;dr. Ima Ansari&lt;/a&gt; di Puskesmas Lampihong Kabupaten Balangan saat mendapati pasien dengan keluhan kepala hanyut yang berarti pusing.&lt;a href="http://iemma.blog.friendster.com/" target="_blank"&gt;22&lt;/a&gt; Ataupun &lt;a href="http://www.facebook.com/bintari.wuryaningsih" target="_blank"&gt;dr. Bintari Wuryaningsih&lt;/a&gt; di Puskesmas Baringin Kabupaten Tapin yang mendapati pasien dengan maksud memacul jahitan, yang berarti melepas jahitan.&lt;a href="http://drtharylovely.blogspot.com/" target="_blank"&gt;23&lt;/a&gt; Hal lain yang juga mempengaruhi penanganan medis di daerah terpencil adalah karakteristik sosial budaya seperti dijumpai dokter umum kolega &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1171293942" target="_blank"&gt;Drg. Ani Sulistyorini&lt;/a&gt; yang bertugas di Puskesmas Amfoang Selatan Kabupaten Kupang, saat menolong persalinan. Ibu yang hendak melahirkan berada di rumah bulat dengan kondisi panas dari tungku api yang menyala dan setelah persalinan pun terdapat budaya tatobi dimana ibu harus berada di rumah bulat selama 40 hari, masih tetap dalam kondisi panas. Bahkan, ibu juga dikompres dengan kain panas.
&lt;br /&gt;Permasalahan medis di daerah terpencil juga berkaitan dengan karakteristik penyakit atau kasus yang berbeda-beda. Sebagaimana penulis di puskesmas Panga Kabupaten Aceh Jaya menjumpai kasus intoksikasi tiner, pterygium (pertumbuhan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga yang tumbuh dari arah konjungtiva menuju kornea pada daerah interpalpebra)24 dan malaria. Intoksikasi tiner akut tidak biasa dan efek klinis setelah tertelan relatif tidak diketahui.25 Pterygium umumnya terjadi di wilayah beriklim tropis dan dikaitkan dengan pekerjaan atau aktivitas di bawah terik sinar matahari.26 Malaria masih cukup tinggi terutama di luar Jawa dan Bali27, diperkirakan 35% penduduk Indonesia tinggal di daerah yang berisiko tertular malaria.28 Kasus malaria banyak dijumpai para dokter PTT di daerah terpencil. Sebagaimana dijumpai &lt;a href="http://www.facebook.com/mohamad.krisna" target="_blank"&gt;dr. Krisna Barata&lt;/a&gt; di Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan, &lt;a href="http://www.facebook.com/mitatea" target="_blank"&gt;dr. Mita Puspita&lt;/a&gt; di Yahukimo&lt;a href="http://mitatea.blogspot.com/" target="_blank"&gt;29&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/anjang.k.netra" target="_blank"&gt;dr. Anjang Kusuma Netra&lt;/a&gt; yang bertugas di Puskesmas Wundi Kabupaten Biak&lt;a href="http://anjangkn.blogspot.com/" target="_blank"&gt;30&lt;/a&gt;, dr. Anna dan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1061863653" target="_blank"&gt;drg. Sri Dharmayati&lt;/a&gt; yang bertugas di Puskesmas Tanjung Lalak Kabupaten Kotabaru&lt;a href="http://blogpunyabati.blog.friendster.com/" target="_blank"&gt;31&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/ni.nugroho" target="_blank"&gt;dr. Rini Haryanti&lt;/a&gt; yang bertugas di Puskesmas Kori Kabupaten Sumba Barat Daya&lt;a href="http://beauty-ni.blog.friendster.com/" target="_blank"&gt;32&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1075100788" target="_blank"&gt;dr. Nini Natalia&lt;/a&gt;  yang bertugas di puskesmas Wallandimu Kabupaten Sumba Barat&lt;a href="http://kabarntt.blogspot.com/2008/04/kesan-kesan-ptt-di-sumba-barat.html" target="_blank"&gt;33&lt;/a&gt;.
&lt;br /&gt;Di samping pengalaman-pengalaman klinis yang telah disampaikan di atas, ternyata masih banyak pengalaman klinis yang dijumpai saat para dokter bertugas di daerah terpencil. Sebagaimana &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=714598134" target="_blank"&gt;dr. Vika Wahyudi&lt;/a&gt; yang juga menjumpai kasus stroke. Stroke merupakan kedaruratan medik34, dimana jendela terapi 3-6 jam35, dan memerlukan sarana kesehatan dengan fasilitas stroke yang memadai. &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1042186525" target="_blank"&gt;Dr. Ima Ansari&lt;/a&gt; mendapati kasus lilitan tali pusat. &lt;a href="http://www.facebook.com/alhamsyah" target="_blank"&gt;Dr. Alhamsyah Ali&lt;/a&gt; di Gorontalo memiliki pengalaman klinis dalam hal akses intraosseous, syok hipovolemik, dan preeklampsia.&lt;a href="http://www.alhamsyah.com/" target="_blank"&gt;36&lt;/a&gt; Preeklampsia dan eklampsia masih merupakan masalah dalam pelayanan obstetri di Indonesia dan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan janin di samping perdarahan dan infeksi.37 &lt;a href="http://www.facebook.com/mohamad.krisna" target="_blank"&gt;Dr. Krisna Barata&lt;/a&gt;  mendapati kasus terpotong jari, luka bakar karena kebakaran kapal motor, abortus komplit, dan krisis hipertensi. Krisis hipertensi merupakan suatu keadaan peningkatan tekanan darah mendadak (sistole ≥180 mmHg dan/atau diastole ≥120 mmHg) pada pasien hipertensi, yang memerlukan penanggulangan segera.38
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=783127799" target="_blank"&gt;Dr. Andri Yunafri&lt;/a&gt; di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya menjumpai pasien bayi sianosis.&lt;a href="http://ayunafri.blog.friendster.com/2008/03/pasien-teladan-vs-pasien-acuh/" target="_blank"&gt;39&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1192215873" target="_blank"&gt;Dr. Endang Triana&lt;/a&gt;  di Puskesmas Kecamatan Pulau Tiga Kabupaten Natuna menjumpai kasus pasien dengan perdarahan arteri.&lt;a href="http://n-dh4nk.blog.friendster.com/" target="_blank"&gt;40&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=744017894" target="_blank"&gt;Dr. Chyntia Widiastuti&lt;/a&gt;  di Sulamu Kabupaten Kupang menjumpai pasien CVA dan epistaksis.&lt;a href="http://niu-luvallaround.blog.friendster.com/" target="_blank"&gt;41&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1139664914" target="_blank"&gt;Dr. Nurul Hiedayati&lt;/a&gt;  menjumpai pasien jatuh dari pohon. &lt;a href="http://www.facebook.com/eharmayaku" target="_blank"&gt;Dr. Andri Kusuma Harmaya &lt;/a&gt;  menjumpai kasus krisis hipertensi, melakukan graft pada kasus telapak kaki yang masuk gir sepeda dan menjumpai kasus keracunan akibat makan tape setelah minum obat flu. Obat flu mengandung parasetamol dan antihistamin yang dapat berinteraksi dengan alkohol dalam tape.42 &lt;a href="http://www.facebook.com/bintari.wuryaningsih" target="_blank"&gt;Dr. Bintari Wuryaningsih&lt;/a&gt;  menjumpai pasien dengan kaki tertusuk jarum yang menembus hingga hampir ke tulang. Di sampan/kelotok yang hanya cukup untuk tiga orang saja, beliau juga pernah menginfus pasien hiperemesis gravidarum dan memeriksa pasien stroke. &lt;a href="http://www.facebook.com/ni.nugroho" target="_blank"&gt;Dr. Rini Haryanti&lt;/a&gt;  di Sumba Barat pernah mendapati kasus visum. Dokter umum kolega &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1171293942" target="_blank"&gt;drg. Ani Sulistyorini&lt;/a&gt;  juga pernah mendapati kasus visum. &lt;a href="http://www.facebook.com/losigit" target="_blank"&gt;Dr. Sigit Sulistyo&lt;/a&gt;  di Puskesmas Wulandoni Lembata mendapati kasus persalinan letak sungsang dimana ibu melahirkan di mobil pusling dalam perjalanan dirujuk ke RSUD.&lt;a href="http://drarifianto.multiply.com/journal/item/31/Gerobak_500_juta_rupiah_Kisah_Dokter_PTT" target="_blank"&gt;43&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Pengalaman-pengalaman klinis yang disampaikan di blog umumnya berkisar pada topik obstetri, interna, bedah dan pediatri. Kasus obstetri antara lain hiperemesis gravidarum, abortus, preeklampsia, partus lama, persalinan sungsang dan lilitan tali pusat. Kasus interna antara lain malaria, intoksikasi, krisis hipertensi hingga syok. Kasus bedah antara lain vulnus, sirkumsisi, skin graft, perdarahan, akses intraosseous dan venaseksi. Kasus pediatri antara lain pneumonia. Pengalaman klinis yang lain di antaranya tinea imbrikata (dermatologi), stroke (neurologi), pterygium (oftalmologi), epistaksis (THT), visum (forensik). Selain itu, masih banyak pengalaman-pengalaman klinis para dokter PTT di daerah terpencil dalam kondisi keterbatasan baik sarana medis ataupun transportasi, pasien yang sangat banyak, berjalan sekian kilometer, naik sampan di sungai, naik katingting atau long boat di laut dengan ombak yang cukup besar, saat siang ataupun tengah malam.
&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan akses internet sendiri, sejumlah cara yang dilakukan dokter-dokter PTT di antaranya melalui warnet seperti yang dilakukan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=581834680" target="_blank"&gt;dr. Dewinta Fertila&lt;/a&gt; di Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya.&lt;a href="http://dewinta-99.blog.friendster.com/2007/07/nikmatnya-bisa-memilih/" target="_blank"&gt;44&lt;/a&gt; Juga &lt;a href="http://www.facebook.com/arieyanti.yahya" target="_blank"&gt;dr. Arie Yanti&lt;/a&gt;, meskipun mesti menempuh jarak 110 km perjalanan dari Toili Kabupaten Banggai ke Luwuk.&lt;a href="http://aieketjil.multiply.com/journal/item/22/Luwuk_kota_baru_ku" target="_blank"&gt;45&lt;/a&gt; Ataupun &lt;a href="http://www.facebook.com/mohamad.krisna" target="_blank"&gt;dr. Krisna Barata&lt;/a&gt; dari Pulau Makian ke Ternate. Sementara &lt;a href="http://www.facebook.com/alhamsyah" target="_blank"&gt;dr. Alhamsyah Ali&lt;/a&gt; di Gorontalo menggunakan modem ponsel. Melalui perangkat seluler dilakukan &lt;a href="http://www.facebook.com/rara79" target="_blank"&gt;drg. Irayani Queencyputri&lt;/a&gt; di Bintan. Ada juga yang menggunakan wifi seperti &lt;a href="http://www.facebook.com/sidiqamelove" target="_blank"&gt;dr. Ali Sidiq&lt;/a&gt; di Halmahera Selatan.&lt;a href="http://ilcapitano76basics.blog.friendster.com/2008/02/new-wifi/" target="_blank"&gt;46&lt;/a&gt; Dokter-dokter PTT mengabarkan pengalaman mereka di daerah PTT melalui blog walaupun harus ke kota dulu untuk memperoleh akses internet.47 Sebagaimana hasil penelusuran penulis melalui google blog search menunjukkan sedikitnya ada 100 blog yang di dalamnya terdapat posting mengenai pengalaman dokter waktu PTT di daerah-daerah terpencil. Kesediaan dokter-dokter PTT untuk mempublikasikan pengalaman-pengalaman klinis di blog melalui internet menjadi sarana untuk berbagi informasi baik di antara teman sejawat ataupun pembaca pada umumnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The End!!&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Terima kasih Saya ucapkan pada teman-teman sejawat yang telah berkenan membaca dan memberikan sumbangsih tanggapan.. Semoga dapat bermanfaat…
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Salam,
&lt;br /&gt;Tantur Syahdrajat
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka Blog&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;Mulyani L. http://luluch.blogspot.com/
&lt;br /&gt;Wahyudi V. http://picu.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Aditya D. http://cloudd2000.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Harmaya AK. http://eharmayaku.blogspot.com/
&lt;br /&gt;Hiedayati N. http://nunumujahied.blogspot.com/
&lt;br /&gt;Kusuma I. http://indrakus.blogspot.com/
&lt;br /&gt;Sulistyorini A. http://aori.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Queencyputri I. http://raraklanis.multiply.com/
&lt;br /&gt;Barata K. http://krisnadong.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Ansari I. http://iemma.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Wuryaningsih B. http://drtharylovely.blogspot.com/
&lt;br /&gt;Puspita M. http://mitatea.blogspot.com/
&lt;br /&gt;Netra AK. http://anjangkn.blogspot.com/
&lt;br /&gt;Dharmayanti S. http://blogpunyabati.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Haryanti R. http://beauty-ni.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Natalia N. http://kabarntt.blogspot.com/
&lt;br /&gt;Ali A. http://www.alhamsyah.com/
&lt;br /&gt;Yunafri A. http://ayunafri.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Triana E. http://n-dh4nk.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Widiastuti C. http://niu-luvallaround.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Fertila D. http://dewinta-99.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;Yanti A. http://aieketjil.multiply.com/
&lt;br /&gt;Sidiq A. http://ilcapitano76basics.blog.friendster.com/
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-7730374219805106275?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/7730374219805106275/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=7730374219805106275" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7730374219805106275?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7730374219805106275?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2011/08/pengalaman-klinis-dokter-ptt-terpencil_15.html" title="Pengalaman Klinis Dokter PTT Terpencil di Blog" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UNRXs9fCp7ImA9WxFWFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-2755307585627865204</id><published>2010-06-02T15:58:00.001+07:00</published><updated>2010-06-02T16:01:34.564+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-02T16:01:34.564+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Penulis Dokter di Majalah dan Jurnal Kedokteran</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terima kasih Anda sudah berkenan membaca posting ini.&lt;br /&gt;Penulis berharap posting ini dapat bermanfaat bagi yang tertarik ataupun sudah menulis di majalah dan atau jurnal kedokteran. Pada posting ini ditampilkan beberapa dokter yang menulis di majalah/jurnal, khususnya di &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/supportandservices/healthcareprofessionals" target="_blank"&gt;Medicinus&lt;/a&gt; (sebelumnya dexa media), &lt;a href="http://jurnalmedika.com/" target="_blank"&gt;Medika&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=med&amp;amp;tipe=cdk&amp;amp;detail=printed" target="_blank"&gt;Cermin Dunia Kedokteran&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://majalah-farmacia.com/" target="_blank"&gt;Farmacia&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#/group.php?v=info&amp;amp;ref=ts&amp;amp;gid=80947074388" target="_blank"&gt;Ethical Digest&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1630900358" target="_blank"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/eharmayaku" target="_blank"&gt;dr. Andri Kusuma Harmaya&lt;/a&gt;, kelahiran Wonogiri, menempuh pendidikan di FK UNS. Tulisannya, &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/25_169Terapiampm.pdf/25_169Terapiampm.html%20" target="_blank"&gt;Terapi AM-PM untuk Diabetes: Pengalaman Klinis di PKM Terusan Tengah, Kapuas, Kalimantan Tengah&lt;/a&gt;[CDK]; pemberian terapi kombinasi obat yang memiliki mekanisme berbeda pada DM, yakni glibenklamid yang diberikan pagi hari (am) dan metformin pada sore hari (pm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/people/M-Sopiyudin-Dahlan/834446542#%21/profile.php?id=834446542" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/people/Yusuf-Alam-Romadhon/728489142#%21/profile.php?id=728489142" target="_blank"&gt;dr. Yusuf Alam Romadhon&lt;/a&gt;, menempuh pendidikan di FK UNS. Tulisannya, &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/09_GambaranKlinikdanPsikofarmaka.pdf/09_GambaranKlinikdanPsikofarmaka.pdf" target="_blank"&gt;Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Penderita Gangguan Kecemasan&lt;/a&gt; [CDK]. &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/11_149_AspekKlinikFarmakoterapipadaAnak.pdf/11_149_AspekKlinikFarmakoterapipadaAnak.pdf" target="_blank"&gt;Aspek Klinik dan Farmakoterapi Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas&lt;/a&gt;[CDK].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/people/Wirawan-Hambali/1060517092#%21/profile.php?id=1060517092" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1163259653&amp;amp;hiq=ismail%2Cyusuf&amp;amp;ref=search" target="_blank"&gt;dr. Ismail Yusuf SpPD&lt;/a&gt;, menempuh pendidikan di FKUI. Tulisannya, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload071203937713001196646105okt-nov2007%20new.pdf%20" target="_blank"&gt;Komplikasi Jantung pada Kehamilan dan Preeklamsi Berat&lt;/a&gt; [Dexa Media]. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publish_upload080711257643001215763044FA%20MEDICINUS%208%20MEI%202008%20rev.pdf%20" target="_blank"&gt; Laporan Kasus Trombosis Vena dalam (DVT) dengan Faktor Risiko Defisiensi AT III, Protein C, dan Protein S&lt;/a&gt; [Medicinus]. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload071203937713001196646105okt-nov2007%20new.pdf%20" target="_blank"&gt; Sindroma Churg-Strauss&lt;/a&gt; [Dexa Media]. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publish_upload090928514205001254127496FA%20MEDICINUS%20edisi%20III%202009%28small%29.pdf.%20" target="_blank"&gt;  Diagnosis Gastroesophageal reflux disease (GERD) Secara Klinis&lt;/a&gt; [Medicinus]. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload080926954234001222419609FA%20MEDICINUS%20JULI%20SEPTEMBER%202008.pdf" target="_blank"&gt; Hipertensi Sekunder&lt;/a&gt; [Medicinus].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/people/Tira-Aswitama/764485160#%21/profile.php?id=764485160%20" target="_blank"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://staff.ui.ac.id/risqarina"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/people/Suryawati-Sukmono/1076203693#%21/profile.php?id=1076203693" target="_blank"&gt;dr. Suryawati Sukmono&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1825508883&amp;amp;hiq=tri%2Chandayani&amp;amp;ref=search" target="_blank"&gt;dr. Tri Handayani&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Titiek-Resmisari/1344646371#%21/profile.php?id=1344646371" target="_blank"&gt;dr. Titiek Resmisari&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000248812349&amp;amp;hiq=sri%2Cwahyuni&amp;amp;ref=search" target="_blank"&gt;dr. Sri Wahyuni&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1606128149" target="_blank"&gt;penulis&lt;/a&gt;, menempuh pendidikan di FKUI. Tulisannya, &lt;a href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/03/prevalensi-karies-gigi-pada-balita-usia_11.html"&gt;Prevalensi karies gigi pada balita usia 3-5 tahun dan faktor yang mempengaruhinya (Penelitian di desa Sawah Kecamatan Ciputat dan Kelurahan Cilandak Timur Kecamatan Pasar Minggu)&lt;/a&gt; [Medika]. Tulisan penulis yang lain &lt;a href="http://tantursyah.blogspot.com/2008/12/malaria.html"&gt;Penggunaan Rapid Test dan Obat Malaria Baru di Daerah Endemis Malaria&lt;/a&gt; [Medika]. &lt;a href="http://tantursyah.blogspot.com/2008/11/case-report-dari-panga-aceh-jaya.html"&gt; Masalah dalam Penatalaksanaan Kasus Dispepsia di Puskesmas (Laporan Kasus di Puskesmas Panga, Aceh Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam)&lt;/a&gt; [Medika]. Family Folder sebagai Model Pembinaan Kesehatan [Medika].  Terima kasih pada &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000351993468&amp;amp;ref=mf"&gt;Endah Wulandari&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1396097921"&gt;Medika&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1396097921"&gt;Yusman Aldillah&lt;/a&gt; atas apresiasinya.  &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/24_170Asieksklusif.pdf/24_170Asieksklusif.html" target="_blank"&gt;ASI Eksklusif&lt;/a&gt; [CDK]. Terima kasih pada dr. Budi Riyanto, &lt;a href="http://www.facebook.com/Majalah.CDK?ref=mf" target="_blank"&gt;Cermin Dunia Kedokteran&lt;/a&gt; atas apresiasinya. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload071026997350001193390257Dexa%20Media%20Jul-Sept07.pdf%20" target="_blank"&gt; Masalah Avian Influenza di Indonesia&lt;/a&gt; [Medicinus]. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publish_upload080711257643001215763044FA%20MEDICINUS%208%20MEI%202008%20rev.pdf%20" target="_blank"&gt;HIV/AIDS Kini dan Mendatang&lt;/a&gt; [Medicinus]. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload070413516702001176486981April_all.pdf%20" target="_blank"&gt;Hepatitis Virus&lt;/a&gt; [Dexa Media]. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload071203937713001196646105okt-nov2007%20new.pdf%20" target="_blank"&gt;Merokok dan Masalahnya&lt;/a&gt; [Dexa Media]. Terima kasih pada &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Tri-Galih-Arviyani/750364847#%21/profile.php?id=750364847" target="_blank"&gt;Tri Galih Arviyani&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Adam-Iskandarmudasyah/1476379612#%21/profile.php?id=1476379612" target="_blank"&gt; dr. Adam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/supportandservices/healthcareprofessionals" target="_blank"&gt;Medicinus&lt;/a&gt; atas apresiasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/widodo.judarwanto%20" target="_blank"&gt;dr. Widodo Judarwanto SpA&lt;/a&gt;, kelahiran Surabaya dan menempuh pendidikan di FK Unair. Tulisannya, &lt;a href="http://harvester.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/article/view/5406" target="_blank"&gt;Reaksi Simpang Makanan dan Gangguan Neurologi&lt;/a&gt; [Dexa Media]; Pada reaksi simpang makanan dapat terjadi gangguan saluran cerna kronis yang selanjutnya dapat mengakibatkan gangguan neurologis. &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/11_171Leptopirosismanusia.pdf/11_171Leptopirosismanusia.html" target="_blank"&gt;Leptospirosis pada Manusia&lt;/a&gt; [CDK]; Leptospirosis merupakan penyakit hewan yang dapat menjangkiti manusia yang salah satunya berkaitan dengan pasca banjir. &lt;a href="http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=58" target="_blank"&gt;Pengaruh Paparan Formalin Terhadap Sistem Tubuh&lt;/a&gt; [Farmacia]; sejumlah produk pangan seperti ikan asin, mi basah dan tahu memiliki pengawet formalin, di akhir 2006. &lt;a href="http://harvester.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/article/view/5373" target="_blank"&gt;Penatalaksanaan Flu Burung Pada Manusia&lt;/a&gt; [Dexa Media].&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/martin.leman#%21/profile.php?id=551701064&amp;amp;ref=ts%20" target="_blank"&gt; Dr. Martin Leman&lt;/a&gt;, menempuh pendidikan di FK Atmajaya. Tulisannya, &lt;a href="http://leman.or.id/medika/alergi%20susu%20sapi.htm" target="_blank"&gt;Alergi Susu Sapi Sebagai Salah Satu Bentuk Alergi Makanan pada Bayi dan Anak&lt;/a&gt; [Medika]. &lt;a href="http://leman.or.id/2007-martin-wsd-medika-nov07.pdf" target="_blank"&gt;WSD Mini dengan Catheter Intravena dan Modifikasi Fiksasi pada kasus hidropneumotoraks spontan sekunder&lt;/a&gt; [Medika]. &lt;a href="http://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&amp;amp;src=a&amp;amp;id=119462" target="_blank"&gt;Clinical findings of patients with positive HIV rapid test in Goenawan Partowidigdo Hospital, Bogor from 2004 to 2006&lt;/a&gt; [Majalah Kedokteran Damianus].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id-id.facebook.com/profile.php?id=1452893708" target="_blank"&gt; Dr. Mulyadi Tedjapranata&lt;/a&gt;, kelahiran Malang dan menempuh pendidikan di FK Udayana. Tulisannya,  &lt;a href="http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=721%20" target="_blank"&gt; Enterobacter Sazakii di Susu Formula?&lt;/a&gt; [Farmacia]; berkaitan dengan penelitian tentang bakteri ES yang diduga telah mencemari berbagai susu formula dan makanan instan.  Tulisan yang lain tentang Leptospirosis [Ethical Digest].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr. Suharjo Cahyono SpPD, kelahiran Jogja, menempuh pendidikan di UGM.  Tulisannya, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload071026997350001193390257Dexa%20Media%20Jul-Sept07.pdf"&gt;Manajemen Ulkus Kaki Diabetik &lt;/a&gt; [Medicinus]. Transfusi Darah yang Aman [Ethical Digest]. &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/05_150_Diagnosismenajemenhepatiskronis.pdf/05_150_Diagnosismenajemenhepatiskronis.html" target="_blank"&gt; Diagnosis dan Manajemen Hepatitis B Kronis&lt;/a&gt; [CDK]. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload070524789135001179978960Dexa%20Media%202007;20%281%29%20Jan-Mar.pdf" target="_blank"&gt;Obat Inhibitor COX-2 dan Penyakit Kardiovaskuler&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://harvester.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/article/view/5326%20" target="_blank"&gt; Paralisis Periodik Hipokalemia Tipe Primer&lt;/a&gt; [Medicinus]. &lt;a href="http://journal.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/article/view/5410%20" target="_blank"&gt; Hubungan antara kadar kortisol plasma dengan tingkat keparahan penyakit dan risiko kematian pada penderita syok septic&lt;/a&gt; [BIK]; Penelitian tentang kadar kortisol plasma yang meningkat pada syok septik. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload070413516702001176486981April_all.pdf" target="_blank"&gt; Manajemen Pankreatitis Akut&lt;/a&gt; [Medicinus]. &lt;a href="http://journal.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/article/view/5444%20" target="_blank"&gt; Manajemen Gagal Jantung Kronik&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://mki.idionline.org/index.php?uPage=mki.mki_dl&amp;amp;smod=mki&amp;amp;sp=public&amp;amp;key=MTgyLTE0%20" target="_blank"&gt; Manajemen Perioperatif pada Pasien dengan Penyakit Hati&lt;/a&gt; [MKI] &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publish_upload100318836827001268880370FA%20Medicinus%20edisi%201%202010%20%28revisi%29.pdf" target="_blank"&gt;Peran USG sebagai alat bantu diagnostic pada penyakit demam berdarah dewasa&lt;/a&gt; [Medicinus] &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publish_upload100318836827001268880370FA%20Medicinus%20edisi%201%202010%20%28revisi%29.pdf" target="_blank"&gt; Manajemen batu ginjal&lt;/a&gt; [Medicinus].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/people/Rizaldy-Pinzon/1033150588#%21/profile.php?id=1033150588" target="_blank"&gt; Dr. Rizaldy Pinzon SpS&lt;/a&gt;, kelahiran Samarinda, menempuh pendidikan di UGM. Sedikitnya 25 tulisannya baik penulis tunggal ataupun dengan penulis lain, di sejumlah jurnal, dexa media (medicinus), CDK, medika, majalah kedokteran damianus, meditek, berkala neurosains dan universa medicina. Tulisannya berkisar tentang neurologi, yaitu &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/06_165Analisispengendalianstroke.pdf/06_165Analisispengendalianstroke.pdf" target="_blank"&gt;Analisis Situasi Pengendalian Tekanan Darah untuk Prevalensi Stroke Sekunder&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publish_upload100318836827001268880370FA%20Medicinus%20edisi%201%202010%20%28revisi%29.pdf" target="_blank"&gt;Stenosis intrakranial sirkulasi posterior pada stroke iskemik&lt;/a&gt; [Medicinus]. Profil Hipertensi saat Masuk Rumah Sakit Pada Penderita Stroke Akut. Status fungsional pasien stroke non hemoragik pada saat keluar rumah sakit. Hiperglikemia pada Stroke Perdarahan: Prevalensi, Komorbiditas, dan Perannya Sebagai Faktor Prognosis. &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/06IndeksMassaTubuhsebagaiFaktorRisikoHipertensi123.pdf/06IndeksMassaTubuhsebagaiFaktorRisikoHipertensi123.pdf" target="_blank"&gt;Indeks Masa Tubuh sebagai Faktor Risiko Hipertensi pada Usia Muda&lt;/a&gt;. Individu dengan berat badan normal- normal tinggi menurut % relative body weight mempunyai tekanan darah yang lebih tinggi secara bermakna.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/07_173Profilepilepsi.pdf/07_173Profilepilepsi.pdf" target="_blank"&gt;Profil Remisi Epilepsi Onset Anak-anak&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://harvester.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/article/view/5420" target="_blank"&gt;Karakteristik Epidemiologi Onset Anak-Anak; Telaah Pustaka Terkini&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://harvester.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/article/view/5423%20%20" target="_blank"&gt;Karakteristik prognosis epilepsi&lt;/a&gt;. Faktor prognosis meliputi karakteristik klinik, gambaran abnormalitas EEG dan kepatuhan terhadap regimen terapi. &lt;a href="http://harvester.lib.unair.ac.id/index.php/bns/article/view/6236" target="_blank"&gt;Faktor Prediktor Remisi Epilepsi Dengan Bangkitan Konvulsif Onset Anak-Anak Dan Dewasa Muda&lt;/a&gt;; High numbers of pre treatment seizure are significant poor predictive factors for achieving remission. The strongest poor prognostic factor is the presence of neurological deficit. Dampak Epilepsi Pada Aspek Kehidupan Penyandangnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://harvester.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/search/titles?searchPage=6%20" target="_blank"&gt;Peran serotonin pada Gangguan spektrum Autistik&lt;/a&gt;. Pemberian obat-obatan yang meningkatkan serotonin di sistem limbik akan memperbaiki gejala autisme. &lt;a href="http://harvester.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/article/view/5433" target="_blank"&gt;Tatalaksana Farmakologis Gangguan Spektrum Autistik&lt;/a&gt;. Peran Dopamin pada Gangguan Spektrum Autistik. Beberapa penelitian menunjukkan kadar homovanillic acid (metabolit dopamine) ditemukan lebih tinggi pada anak autisme dengan gejala stereotipik yang lebih berat. &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/51%20Neurobiologic%20approach%20of%20autistic%20spectrum%20disoders" target="_blank"&gt;Risperidone for the treatment for disruptive behaviors in autistic disorder: a critical appraisal&lt;/a&gt;. Neurobiologic approach of autistic spectrum disoders.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/154_13_Mielopatiservikaltraumatika.pdf/154_13_Mielopatiservikaltraumatika.pdf" target="_blank"&gt;Mielopati Servikal Traumatika&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/08_172Myasteniagravis.pdf/08_172Myasteniagravis.pdf" target="_blank"&gt;Myasthenia Gravis: Current Review&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://harvester.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/article/view/5458%20" target="_blank"&gt;Sindrom Guillain-Barre: Kajian Pustaka&lt;/a&gt;. Prognosis Tumor Otak Metastase. &lt;a href="http://ojs.lib.unair.ac.id/index.php/bns/article/view/1402" target="_blank"&gt;Karakteristik klinis dan radiologi tumor otak di RS. Dr. Sardjito yogyakarta&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Gangguan Kognitif pada Diabetes Melitus. Peran Alpha-Lipoic Acid dalam Terapi Polineuropati Diabetika. Profil Demografik Nyeri Kepala di Poli Saraf RSUD Dr. M. Haulussy, Ambon. Breakthrough in Management of Acute Pain. Menjembatani Kesenjangan Antara Penelitian dan Praktik Klinik dalam Tata Laksana Nyeri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-2755307585627865204?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/2755307585627865204/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=2755307585627865204" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2755307585627865204?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2755307585627865204?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2010/06/terima-kasih-anda-sudah-berkenan.html" title="Penulis Dokter di Majalah dan Jurnal Kedokteran" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUIASHg7fSp7ImA9WxBUF0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-7349955442876309677</id><published>2010-03-05T17:53:00.007+07:00</published><updated>2010-03-05T18:12:29.605+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-05T18:12:29.605+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita" /><title>Jakarta dalam Catatan Ratna Dumila dan Paramitha Soemantri</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:__1l2uns0IGiSM:http://ombakblog.files.wordpress.com/2008/10/jakarta_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 87px; height: 131px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:__1l2uns0IGiSM:http://ombakblog.files.wordpress.com/2008/10/jakarta_1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam &lt;a href="http://www.tvone.co.id/blog/ratna.dumila/" target="_blank"&gt;blog&lt;/a&gt;-nya, &lt;a href="http://twitter.com/ratnadumila" target="_blank"&gt;Ratna Dumila&lt;/a&gt;   (presenter TVOne) memposting sebuah catatan inspiratif: "Sore itu mendung gelap menggelayut di langit Jatiasih, Bekasi. Sesekali cahaya berkilatan cepat dari celah langit. Dari atas motor supra fit, saya berharap dalam hati,”jangan hujan..jangan hujan..”. Ya, sore itu perjalanan pulang dari kantor saya memang tidak berencana segera pulang ke rumah tapi harus mampir ke suatu tempat, beli susu formula buat Alya, anak saya tersayang. Saya segera memacu motor sekitar 300 meter dari pintu tol Jatiasih menuju ke arah Ciangsana. Di sana ada sebuah agen susu, di rak tokonya berjajar puluhan kaleng susu berbagai merek. “Koh, ada susu merek X”, Tanya saya dengan menyebut susu yang biasa Alya minum. “Nggak ada, stocknya lagi kosong…”. Tak banyak basa-basi, segera saya kendarai motor mencari toko lain. Cuaca sudah mulai tidak ramah, mendung makin gelap, setir motor dan helm sudah sesekali dihiasi titik air hujan. Setelah menempuh jarak 3 kilometeran, motor saya hentikan ke sebuah swalayan kecil searah dengan jalur rumah. “Ada susu kaleng X, mbak?” Tanya saya dengan mata awas mengamati rak di belakang meja kasir. “Hmm..,nggak ada kosong, Bu”, jawab mbak kasir sekenanya setelah sebelumnya melirik rak sebentar. Agak kecewa, tapi mata saya terus awas mengamati hingga rak terbawah. “Nah, itu mbak ada. Ada berapa di sini?” Mbak kasir kemudian bertanya pada temannya yang lain yang berada di gudang dan tak lama ada satu lagi susu sama dibawa. Tak butuh waktu lama, dua susu sudah di tangan, sekarang waktunya pulang. Dan benar saja, hujan sudah menyapa tapi tak masalah yang penting susu Alya sudah aman… Sepanjang perjalanan ke rumah, di atas motor saya selintas berpikir. Tuhan masih memudahkan urusan saya dalam hal logistic susu ini. Semuanya saya lakukan demi anak dan saya yakin itu semua juga dilakukan oleh semua orang tua di dunia ini.."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      Ya, itu adalah sebuah catatan perjalanan beliau, yang hampir tiga tahun di Jakarta, sebelumnya di Surabaya. Seperti dicatat dalam postingnya: Hampir tiga tahun hidup di Jakarta, membuat saya punya banyak kesempatan untuk memetik banyak pelajaran. Saya merasa jarak 50 km PP ke kantor dengan naik motor tiap harinya adalah pengorbanan paling berat, saya merasa pekerjaan saya berat...Satu hal adalah ketika saya hidup di Jakarta maka saat itu pulalah saya ditunjukkan ada 1001 cara manusia untuk bertahan hidup, tekun menggeluti pekerjaannya (yang jauh lebih sulit daripada yang saya alami), dan hal itulah yang membuat saya sadar bahwa yang saya alami bukanlah apa-apa... Awalnya saya sedih bukan main ketika mengetahui harus hidup di Jakarta yang berarti meninggalkan keluarga di Surabaya. Tapi akhirnya ada satu hal yang harus saya syukuri yang saya dapat di Jakarta. Anda tahu apa? Karena saya diberi kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan yang punya beragam cerita. Itu semua memperkaya hidup saya, begitu pula dengan pengalaman hidup mereka yang begitu berwarna. Saya tak lagi harus memandang hidup dengan HITAM PUTIH tapi pelangi.. Hidup tak harus selalu lurus namun ada kalanya ada banyak tikungan yang akhirnya menuju tujuannya. Tapi ada kalanya banyak yang stag diam di posisi gigi netral..Terkadang hidup abu-abu, merah, orange, biru, hijau.. tak selalu HITAM PUTIH..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      Sejumlah catatan yang beliau temui dalam perjalanannya, diposting juga dalam blognya. ”Satu waktu dalam perjalanan pulang, di sekitar jalanan Rawa Lumbu, Bekasi saya melihat seorang pemuda memanggul tas kain yang berisi penuh buku. Di tangannya juga tergenggam sekitar lima buku agama dan rupa-rupa (saya tak begitu jelas melihatnya). Dengan tas berat itu, tubuhnya agak bungkuk menyusuri jalanan. Saya menduga dia sedang menanti sebuah bus untuk ia jadikan ‘pangsa pasar’. Ya, biasanya orang seperti itu akan menjajakan dagangan murah meriahnya di atas bus, Ia akan menyebarkannya satu demi satu ke penumpang, dan berharap ada pembeli yang tertarik. Ia akan mempresentasikan buku-buku yang Ia bawa dengan lancar. Lalu saya mikir, “berapa sih untungnya? Apa sesuai dengan berat beban Ia panggul ke sana ke mari itu?”. Tapi jauh dalam hati, saya salut dengan semangatnya. Seorang sahabat saya lain lagi ceritanya. Ia harus bangun pukul 03.00 pagi untuk segera membuat risoles dan kue sus. Meski Ia ibu rumah tangga tapi Ia tak ingin berpangku tangan untuk membantu ekonomi keluarga. Kue-kue itulah yang tiap paginya akan Ia setorkan ke warung-warung sekolah di sekitar kompleks rumah kami. Bayangkan saja bagaimana repotnya Ia harus mengerjakan hal itu sementara Ia punya dua anak kecil perempuan yang masih kesana-kemari dan tanpa pembantu.. Pengalaman lain juga saya dapatkan dari perjalanan pulang dari kantor ketika malam berangsur tiba. Di sepanjang jalan Pondok Bambu, sesekali saya bertemu dengan keluarga gerobak. Bapaknya mendorong gerobak, Ibunya di belakang sedangkan anak-anaknya tidur di dalam gerobak itu. Pernah saat kebetulan saya berhenti saya sodori Sang Bapak uang ala kadarnya dan tahu apa balasannya? Ucapan terima kasih yang tiada putus..”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      Ya demikian catatan Ratna Dumila yang berkenaan dengan Jakarta. Sementara, &lt;a href="http://twitter.com/dita_soemantri" target="_blank"&gt;Paramitha Soemantri&lt;/a&gt; (kolega Ratna Dumila juga di TVOne), dalam &lt;a href="http://www.tvone.co.id/blog/paramitha.soemantri/" target="_blank"&gt;blog&lt;/a&gt;-nya  juga memposting catatan perjalanannya di kota yang sama. Beliau lahir di Jakarta, dan sempat tinggal selama 10 tahun sebelum akhirnya ke beberapa kota. Diceritakannya: ”Saya memang lahir di Jakarta, dan sempat tinggal selama 10 tahun sebelum akhirnya ikut orangtua dinas di beberapa kota.ketika pindah dari satu kota ke kota lainnya, saat itu, saya pikir, saya tidak akan kembali lagi ke Jakarta. maksud tidak akan kembali lagi di sini adalah; menetap, bersekolah, mencari nafkah, atau apapun bentuknya yang menghabiskan waktu panjang. yaaa…saya pun akhirnya memutuskan untuk datang kembali ke kota pusat kemacetan. saya pun akhirnya merasakan kembali sengatan matahari ibukota, semrawutnya jalanan, dan puluhan kilometer jarak rumah menuju kantor. dari sekian hal yang saya jalani, satu yang paling berat adalah jauh dari keluarga. walaupun saya tinggal bersama kedua kakak, namun lagi-lagi kesibukan kota sejuta umat ini membuat saya jarang bertemu. tinggal satu atap,tapi terasa jauh. yaaa…hidup adalah perjuangan. kalimat itu sudah menjadi magnet di diri saya. Ketika saya lelah menempuh perjalanan lebih dari 1 jam menuju kantor, saya teringat bahwa ini adalah berjuang agar saya bisa bangun lebih pagi dibandingkan teman-teman kerja saya lainnya. Saat saya terjebak kemacetan diantara mobil-mobil mewah,ratusan kendaraan bermotor,bis-bis antar kota di Jakarta, saya teringat ini adalah perjuangan untuk merentangkan otot dan syaraf kemarahan saya. Ketika habis tenaga saya karena bekerja lebih dari 14 jam, saya teringat bahwa ini adalah berjuang agar saya tidak hanya menghabiskan waktu percuma di rumah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-7349955442876309677?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/7349955442876309677/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=7349955442876309677" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7349955442876309677?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7349955442876309677?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2010/03/jakarta-dalam-catatan-ratna-dumila-dan.html" title="Jakarta dalam Catatan Ratna Dumila dan Paramitha Soemantri" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE4AQ3wyfCp7ImA9WxBUF0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-7302348611950571198</id><published>2010-02-22T13:46:00.006+07:00</published><updated>2010-03-05T18:02:22.294+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-05T18:02:22.294+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entertain" /><title>Novel Tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata, The Rainbow Troops, dan Angie Kilbane</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:_RIxuFBuK8y2CM:http://andrea-hirata.com/wp-content/uploads/2009/11/coverdepanlpenglish_sm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 86px; height: 137px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:_RIxuFBuK8y2CM:http://andrea-hirata.com/wp-content/uploads/2009/11/coverdepanlpenglish_sm.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di segmen akhir Sang Pemimpi dan segmen awal  Edensor, Andrea Hirata dengan menarik menceritakan perjalanan Ikal yang pindah dari Belitung ke pulau Jawa. Dari segi bahasa yang lugas sehingga menarik untuk dibaca. Ikal diceritakan dengan ijasah SMA, pertama bekerja sebagai sales lalu di tempat fotokopi hingga kemudian ia berpisah dengan Arai yang pindah ke Kalimantan, sementara ia tengah mengikuti rekrutmen di pos dan giro Bogor. Perpindahannya ke pos giro UI Depok mempertemukannya dengan temen sekolahnya dulu di kampung halamannya, Zakiah Nurmala. Dimana Ikal mendapatkan perubahan pada nurmala yang telah mengenakan jilbab. Nurmala sendiri kuliah di FISIP UI. Hingga kemudian Ikal masuk FE UI dan mendapatkan beasiswa ke Eropa. Ya setidaknya itulah sekilas pandang saya membaca novel tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Andrea Hirata sendiri memperoleh pendidikan ekonomi di UI, lalu master of science di Universite de Paris dan Sheffield Hallam University.&lt;br /&gt;Dan ternyata Novel Laskar Pelangi telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Rainbow Troops dengan cover novelnya yang cukup bagus. Diterjemahkan oleh Angie Kilbane, student of literature di UI, yang juga pernah mengajar di Sekolah di Malang, Cinere, juga Cilandak. Menurut penuturan di pengantar novelnya, translasi dikerjakannya di rumah, taksi, kafe, pesawat, airport, saat lunch di kampus, di berbagai tempat di Jawa, Bali, Sumatera dan Belitong, di Singapura, Amerika, Malaysia dan Korea Selatan. Ya diharapkan novel terjemahannya "share it with the world", tak hanya untuk di Asia Tenggara saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-7302348611950571198?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/7302348611950571198/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=7302348611950571198" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7302348611950571198?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7302348611950571198?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2010/02/novel-tetralogi-laskar-pelangi-andrea.html" title="Novel Tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata, The Rainbow Troops, dan Angie Kilbane" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MGR305fip7ImA9WxBaEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-4412257470781333538</id><published>2010-01-29T18:15:00.043+07:00</published><updated>2010-03-20T17:03:46.326+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-20T17:03:46.326+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Jurnal kedokteran online di Indonesia (Last update 17 Maret)</title><content type="html">&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.dexa-medica.com/images/index.php?file=publish_cover091229519232001262059855medicinus.jpg&amp;amp;size=publication"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 68px; height: 90px;" src="http://www.dexa-medica.com/images/index.php?file=publish_cover091229519232001262059855medicinus.jpg&amp;amp;size=publication" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a href="http://www.dexa-medica.com/supportandservices/healthcareprofessionals" target="_blank"&gt;M&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.dexa-medica.com/supportandservices/healthcareprofessionals" target="_blank"&gt;edicinus&lt;/a&gt;, diterbitkan Dexa Medica. email medical@dexa-medica.com. artikel yang ditampilkan dalam bentuk pdf dari tahun 2006-2010. &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publish_upload091229537019001262059855Medicinus.pdf" target="_blank"&gt;Dec 09&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publish_upload090928514205001254127496FA%20MEDICINUS%20edisi%20III%202009%28small%29.pdf" target="_blank"&gt;Sep 09&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publish_upload090624821093001245818260Medicinus%20Edisi%20Juni%20-%20Agustus%202009.pdf" target="_blank"&gt;Jun 09&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload090324152955001237863562medicinus_maret-mei_2009.pdf" target="_blank"&gt;Mar 09&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload090109170636001231472906MEDICINUS_NOV_DES%2708.pdf" target="_blank"&gt;Nov 08&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload080926954234001222419609FA%20MEDICINUS%20JULI%20SEPTEMBER%202008.pdf" target="_blank"&gt;Jul 08&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publish_upload080711257643001215763044FA%20MEDICINUS%208%20MEI%202008%20rev.pdf" target="_blank"&gt;Apr 08&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload080220206702001203496951dm_jan_mar_08.pdf" target="_blank"&gt;Jan 08&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload071203937713001196646105okt-nov2007%20new.pdf" target="_blank"&gt;Okt 07&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload071026997350001193390257Dexa%20Media%20Jul-Sept07.pdf" target="_blank"&gt;Jul 07&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload070604306550001180931354dexa%20media%20edisi%20april%20-%20jun%202007.pdf" target="_blank"&gt;Apr 07&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload070524789135001179978960Dexa%20Media%202007;20%281%29%20Jan-Mar.pdf" target="_blank"&gt;Jan 07&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload070927905506001190864212Front%20cover.pdf" target="_blank"&gt;Okt 06&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload070416977395001176746090DM_Juli-Sept2006.pdf" target="_blank"&gt;Jul 06&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload070416987576001176746454DexaMediaJan-Mar2006.pdf" target="_blank"&gt;Jan 06&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.dexa-medica.com/images/publication_upload070413516702001176486981April_all.pdf" target="_blank"&gt;Apr 06&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://jurnalmedika.com/" target="_blank"&gt;Medika&lt;/a&gt; diterbitkan PT Grafiti Medika Press. artikel yang ditampilkan edisi 10,9,8 2009-edisi 1 2010. &lt;a href="http://jurnalmedika.com/index.php?option=com_sectionex&amp;amp;view=category&amp;amp;id=14&amp;amp;Itemid=36" target="_blank"&gt;01 10&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://jurnalmedika.com/index.php?option=com_sectionex&amp;amp;view=category&amp;amp;id=11&amp;amp;Itemid=18" target="_blank"&gt;10 09&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://jurnalmedika.com/index.php?option=com_sectionex&amp;amp;view=category&amp;amp;id=10&amp;amp;Itemid=17" target="_blank"&gt;09 09&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://jurnalmedika.com/index.php?option=com_sectionex&amp;amp;view=category&amp;amp;id=9&amp;amp;Itemid=16" target="_blank"&gt;08 09&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=med&amp;amp;tipe=cdk&amp;amp;detail=printed" target="_blank"&gt;Cermin Dunia Kedokteran&lt;/a&gt;, diterbitkan Kalbe Farma. email cdk.redaksi@&lt;leo_highlight style="border-bottom: 2px solid rgb(255, 255, 150); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; display: inline; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" id="leoHighlights_Underline_0" onclick="leoHighlightsHandleClick('leoHighlights_Underline_0')" onmouseover="leoHighlightsHandleMouseOver('leoHighlights_Underline_0')" onmouseout="leoHighlightsHandleMouseOut('leoHighlights_Underline_0')" leohighlights_keywords="yahoo" leohighlights_url_top="http%3A//shortcuts.thebrowserhighlighter.com/leonardo/plugin/highlights/3_1/tbh_highlightsTop.jsp?keywords%3Dyahoo%26domain%3Dwww.blogger.com" leohighlights_url_bottom="http%3A//shortcuts.thebrowserhighlighter.com/leonardo/plugin/highlights/3_1/tbh_highlightsBottom.jsp?keywords%3Dyahoo%26domain%3Dwww.blogger.com" leohighlights_underline="true"&gt;yahoo&lt;/leo_highlight&gt;.co.id. ada petunjuk untuk penulis. artikel yang ditampilkan dalam bentuk pdf dan html.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#/group.php?v=info&amp;amp;ref=ts&amp;amp;gid=80947074388" target="_blank"&gt;Ethical Digest&lt;/a&gt; diterbitkan PT Ethica Media Utama. Email ethical_digest@&lt;leo_highlight style="border-bottom: 2px solid rgb(255, 255, 150); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; display: inline; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" id="leoHighlights_Underline_1" onclick="leoHighlightsHandleClick('leoHighlights_Underline_1')" onmouseover="leoHighlightsHandleMouseOver('leoHighlights_Underline_1')" onmouseout="leoHighlightsHandleMouseOut('leoHighlights_Underline_1')" leohighlights_keywords="yahoo" leohighlights_url_top="http%3A//shortcuts.thebrowserhighlighter.com/leonardo/plugin/highlights/3_1/tbh_highlightsTop.jsp?keywords%3Dyahoo%26domain%3Dwww.blogger.com" leohighlights_url_bottom="http%3A//shortcuts.thebrowserhighlighter.com/leonardo/plugin/highlights/3_1/tbh_highlightsBottom.jsp?keywords%3Dyahoo%26domain%3Dwww.blogger.com" leohighlights_underline="true"&gt;yahoo&lt;/leo_highlight&gt;.co.id.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://majalah-farmacia.com/" target="_blank"&gt;Farmacia&lt;/a&gt; diterbitkan PT Amythas Publicita. email redaksi @majalah-farmacia.com. artikel yang ditampilkan dari tahun 2005-2010. &lt;a href="hhttp://www.majalah-farmacia.com/rubrik/mag_detail.asp?mid=69" target="_blank"&gt;Jan 10&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/mag_detail.asp?mid=68" target="_blank"&gt;Dec 09&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://med.unhas.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=section&amp;amp;id=12&amp;amp;Itemid=116" target="_blank"&gt;Jurnal Medika Nusantara&lt;/a&gt;, diterbitkan FK Unhas. artikel full text dari tahun 2004-2007.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.univmed.org/page/show/1" target="_blank"&gt;Universa Medicina&lt;/a&gt;. diterbitkan FK Trisakti. email editors@univmed.org. artikel berupa abstrak dari tahun 2001-2009. full text didapat dengan mendaftar sebagai member. &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/85" target="_blank"&gt;Jan 09&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/86" target="_blank"&gt;Jul 09&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/79" target="_blank"&gt;Jan 08&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/82" target="_blank"&gt;Apr 08&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/83" target="_blank"&gt;Jul 08&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/84" target="_blank"&gt;Oct 08&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/51" target="_blank"&gt;Jan 07&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/67" target="_blank"&gt;Apr 07&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/69" target="_blank"&gt;Jul 07&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/70" target="_blank"&gt;Oct 07&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/52" target="_blank"&gt;Jan 06&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/53" target="_blank"&gt;Apr 06&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/54" target="_blank"&gt;Jul 06&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/55" target="_blank"&gt;Oct 06&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/47" target="_blank"&gt;Jan 05&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/48" target="_blank"&gt;Apr 05&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/49" target="_blank"&gt;Jul 05&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/50" target="_blank"&gt;Oct 05&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/60" target="_blank"&gt;Jan 04&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/61" target="_blank"&gt;Apr 04&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/62" target="_blank"&gt;Jul 04&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/63" target="_blank"&gt;Oct 04&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/57" target="_blank"&gt;Jan 03&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/58" target="_blank"&gt;Apr 03&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/59" target="_blank"&gt;Oct 03&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/64" target="_blank"&gt;Jan 02&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/65" target="_blank"&gt;Jul 02&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/66" target="_blank"&gt;Oct 02&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/72" target="_blank"&gt;Jan 01&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/78" target="_blank"&gt;Apr 01&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.univmed.org/journal/show/68" target="_blank"&gt;Oct 01&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ppimk.or.id/majalah/kirim.php" target="_blank"&gt;Jurnal Kedokteran Brawijaya&lt;/a&gt; diterbitkan FK UNibraw. abstrak dari volume XII-XVII. ada pedoman penulisan makalah. naskah dapat dikirim melalui web.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mediamedika.net/" target="_blank"&gt;Media Medika Indonesia&lt;/a&gt; diterbitkan FK Undip. email mediamedika@&lt;leo_highlight style="border-bottom: 2px solid rgb(255, 255, 150); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; display: inline; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" id="leoHighlights_Underline_2" onclick="leoHighlightsHandleClick('leoHighlights_Underline_2')" onmouseover="leoHighlightsHandleMouseOver('leoHighlights_Underline_2')" onmouseout="leoHighlightsHandleMouseOut('leoHighlights_Underline_2')" leohighlights_keywords="yahoo" leohighlights_url_top="http%3A//shortcuts.thebrowserhighlighter.com/leonardo/plugin/highlights/3_1/tbh_highlightsTop.jsp?keywords%3Dyahoo%26domain%3Dwww.blogger.com" leohighlights_url_bottom="http%3A//shortcuts.thebrowserhighlighter.com/leonardo/plugin/highlights/3_1/tbh_highlightsBottom.jsp?keywords%3Dyahoo%26domain%3Dwww.blogger.com" leohighlights_underline="true"&gt;yahoo&lt;/leo_highlight&gt;.com. ada pedoman penulis. abstrak dari tahun 2004-2007.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mkb-online.org/" target="_blank"&gt;Majalah Kedokteran Bandung&lt;/a&gt; diterbitkan FK Unpad.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ijcn.or.id/" target="_blank"&gt;Jurnal Gizi Klinik Indonesia&lt;/a&gt;. artikelnya terutama hasil-hasil penelitian kontemporer di bidang gizi dan kesehatan. Ada petunjuk bagi penyumbang naskah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.idai.or.id/saripediatri" target="_blank"&gt;Sari Pediatri&lt;/a&gt; adalah majalah ilmiah Ilmu Kesehatan Anak yang diasuh                   oleh Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://www.inaactamedica.org/" target="_blank"&gt;Acta Medica Indonesiana&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  diterbitkan Departemen IPD FKUI&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region style="font-family: arial;" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. e-mail ijim@inaactamedica.org, pipfkui@&lt;leo_highlight style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; display: inline; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" id="leoHighlights_Underline_3" onclick="leoHighlightsHandleClick('leoHighlights_Underline_3')" onmouseover="leoHighlightsHandleMouseOver('leoHighlights_Underline_3')" onmouseout="leoHighlightsHandleMouseOut('leoHighlights_Underline_3')" leohighlights_keywords="yahoo" leohighlights_url_top="http%3A//shortcuts.thebrowserhighlighter.com/leonardo/plugin/highlights/3_1/tbh_highlightsTop.jsp?keywords%3Dyahoo%26domain%3Dwww.blogger.com" leohighlights_url_bottom="http%3A//shortcuts.thebrowserhighlighter.com/leonardo/plugin/highlights/3_1/tbh_highlightsBottom.jsp?keywords%3Dyahoo%26domain%3Dwww.blogger.com" leohighlights_underline="true"&gt;yahoo&lt;/leo_highlight&gt;.com.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://bik.fk.ugm.ac.id/" target="_blank"&gt;Berkala Ilmu Kedokteran&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; diterbitkan FK UGM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="leoHighlights_iframe_modal_span_container"&gt;&lt;div id="leoHighlights_iframe_modal_div_container" style="position: absolute; visibility: hidden; display: none; width: 520px; height: 391px; z-index: 2147483647;" onmouseover="leoHighlightsHandleIFrameMouseOver();" onmouseout="leoHighlightsHandleIFrameMouseOut();"&gt;        &lt;!-- Top iFrame --&gt;    &lt;iframe id="leoHighlights_top_iframe" name="leoHighlights_top_iframe" title="leoHighlights_top_iframe" src="about:blank" vspace="0" hspace="0" marginwidth="0" marginheight="0" allowtransparency="true" style="position: absolute; top: 0px; left: 0px; width: 520px; height: 294px; z-index: 2147483647;" width="520" frameborder="0" height="294" scrolling="no"&gt;    &lt;/iframe&gt;        &lt;!-- Bottom iFrame --&gt;    &lt;iframe id="leoHighlights_bottom_iframe" name="leoHighlights_bottom_iframe" title="leoHighlights_bottom_iframe" src="about:blank" vspace="0" hspace="0" marginwidth="0" marginheight="0" allowtransparency="true" style="position: absolute; top: 294px; left: 96px; z-index: 2147483647;" width="" frameborder="0" height="" scrolling="no"&gt;    &lt;/iframe&gt; &lt;/div&gt;  &lt;script defer="defer" type="text/javascript"&gt;    var LEO_HIGHLIGHTS_INFINITE_LOOP_COUNT =              300;    var LEO_HIGHLIGHTS_MAX_HIGHLIGHTS =                   50;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_ID =                    "leoHighlights_top_iframe";    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_ID =                 "leoHighlights_bottom_iframe";    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID =                    "leoHighlights_iframe_modal_div_container";           var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_COLLAPSED_WIDTH =     520;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_COLLAPSED_HEIGHT =    391;        var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_EXPANDED_WIDTH =      520;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_EXPANDED_HEIGHT =     665;        var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_POS_X =                 0;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_POS_Y =                 0;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_WIDTH =                 520;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_HEIGHT =                294;        var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_POS_X =              96;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_POS_Y =              294;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_COLLAPSED_WIDTH =    425;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_COLLAPSED_HEIGHT =   97;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_EXPANDED_WIDTH =     425;    var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_EXPANDED_HEIGHT =    371;              var LEO_HIGHLIGHTS_SHOW_DELAY_MS =                    300;    var LEO_HIGHLIGHTS_HIDE_DELAY_MS =                    750;        var LEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_DEFAULT =         "transparent none repeat scroll 0% 0%";    var LEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_HOVER =           "rgb(245, 245, 0) none repeat scroll 0% 0%";    var LEO_HIGHLIGHTS_ROVER_TAG =                        "711-36858-13496-14";     createInlineScriptElement("var%20LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG%20%3D%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20false%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG_POS%20%3D%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20false%3B%0A%20%20%20%0Avar%20_leoHighlightsPrevElem%20%3D%20null%3B%0A%0A/**%0A%20*%20Checks%20if%20the%20passed%20in%20class%20exists%0A%20*%20@param%20c%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsClassExists%28c%29%20%7B%0A%20%20%20return%20typeof%28c%29%20%3D%3D%20%22function%22%20%26%26%20typeof%28c.prototype%29%20%3D%3D%20%22object%22%20?%20true%20%3A%20false%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Checks%20if%20the%20firebug%20console%20is%20available%0A%20*%20@param%20c%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsFirebugConsoleAvailable%28c%29%20%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsClassExists%28_FirebugConsole%29%20%26%26%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20window.console%20%26%26%20console.log%20%26%26%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%28console%20instanceof%20_FirebugConsole%29%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20true%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%7B%7D%0A%20%20%20%0A%20%20%20return%20false%3B%0A%7D%20%0A%0A%0A/**%0A%20*%20General%20method%20used%20to%20debug%20exceptions%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20location%0A%20*%20@param%20e%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsReportExeception%28location%2Ce%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsFirebugConsoleAvailable%28%29%20||LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20logString%3Dlocation+%22%3A%20%22+e+%22%5Cn%5Ct%22+e.name+%22%5Cn%5Ct%22+%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%28e.number%260xFFFF%29+%22%5Cn%5Ct%22+e.description%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsFirebugConsoleAvailable%28%29%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20console.error%28logString%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20console.trace%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20alert%28logString%29%3B%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%7B%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20log%20a%20string%20to%20the%20firebug%20console%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20str%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsDebugLog%28str%29%0A%7B%20%20%20%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsFirebugConsoleAvailable%28%29%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20console.log%28typeof%28_FirebugConsole%29+%22%20%22+str%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsDebugLog%28%29%20%22+str%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20get%20an%20attribute%20and%20decode%20it.%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20elem%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetAttrib%28elem%2Cid%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20val%3Delem.getAttribute%28id%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20return%20decodeURI%28val%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsGetAttrib%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20return%20null%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20a%20dimensions%20object%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20width%0A%20*%20@param%20height%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHighlightsDimension%28width%2Cheight%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09this.width%3Dwidth%3B%0A%20%20%20%09this.height%3Dheight%3B%0A%20%20%20%09this.toString%3Dfunction%28%29%20%7B%20return%20%28%22%28%22+this.width+%22%2C%22+this.height+%22%29%22%29%3B%7D%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22new%20LeoHighlightsDimension%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20a%20Position%20object%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20x%0A%20*%20@param%20y%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHighlightsPosition%28x%2Cy%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09this.x%3Dx%3B%0A%20%20%20%09this.y%3Dy%3B%0A%20%20%20%09this.toString%3Dfunction%28%29%20%7B%20return%20%28%22%28%22+this.x+%22%2C%22+this.y+%22%29%22%29%3B%7D%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22new%20LeoHighlightsPosition%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_ADJUSTMENT%20%3D%20new%20LeoHighlightsPosition%283%2C3%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_WIDTH%2CLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_HEIGHT%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_HOVER_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_COLLAPSED_WIDTH%2CLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_COLLAPSED_HEIGHT%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_CLICK_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_EXPANDED_WIDTH%2CLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_EXPANDED_HEIGHT%29%3B%0A%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_DIV_HOVER_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_COLLAPSED_WIDTH%2CLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_COLLAPSED_HEIGHT%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_DIV_CLICK_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_EXPANDED_WIDTH%2CLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_EXPANDED_HEIGHT%29%3B%0A%0A%0A/**%0A%20*%20Sets%20the%20size%20of%20the%20passed%20in%20element%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20elem%0A%20*%20@param%20dim%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsSetSize%28elem%2Cdim%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09//%20Set%20the%20popup%20location%0A%20%20%20%09elem.style.width%20%3D%20dim.width%20+%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%09if%28elem.width%29%0A%20%20%20%09%09elem.width%3Ddim.width%3B%0A%20%20%20%09elem.style.height%20%20%3D%20dim.height%20+%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%09if%28elem.height%29%0A%20%20%20%09%09elem.height%3Ddim.height%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsSetSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20can%20be%20used%20for%20a%20simple%20one%20argument%20callback%0A%20*%0A%20*%20@param%20callName%0A%20*%20@param%20argName%0A%20*%20@param%20argVal%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28callName%2CargName%2C%20argVal%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28argName%29%0A%20%20%20%20%20%20%09gwObj.addParam%28argName%2CargVal%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28callName%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28%29%20%22+callName%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20gets%20a%20url%20argument%20from%20the%20current%20document.%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetUrlArg%28url%2C%20name%20%29%0A%7B%0A%09%20%20name%20%3D%20name.replace%28/[%5C[]/%2C%22%5C%5C%5C[%22%29.replace%28/[%5C]]/%2C%22%5C%5C%5C]%22%29%3B%0A%09%20%20var%20regexS%20%3D%20%22[%5C%5C?%26]%22+name+%22%3D%28[^%26%23]*%29%22%3B%0A%09%20%20var%20regex%20%3D%20new%20RegExp%28%20regexS%20%29%3B%0A%09%20%20var%20results%20%3D%20regex.exec%28url%29%3B%0A%09%20%20if%28%20results%20%3D%3D%20null%20%29%0A%09%20%20%20%20return%20%22%22%3B%0A%09%20%20else%0A%09%20%20%20%20return%20results[1]%3B%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20allows%20to%20redirect%20the%20top%20window%20to%20the%20passed%20in%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsRedirectTop%28url%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%20%20%09%0A%20%20%20%09top.location%3Durl%3B%09%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsRedirectTop%28%29%22%2Ce%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20find%20an%20element%20by%20Id%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20elemId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsFindElementById%28elemId%2Cdoc%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%20%20%20if%28doc%3D%3Dnull%29%0A%09%20%20%20%20%20%20doc%3Ddocument%3B%0A%09%20%20%20%0A%09%09var%20elem%3Ddoc.getElementById%28elemId%29%3B%0A%09%09if%28elem%29%0A%09%09%09return%20elem%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20This%20is%20the%20handling%20for%20IE%20*/%0A%09%09if%28doc.all%29%0A%09%09%7B%0A%09%09%09elem%3Ddoc.all[elemId]%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%28elem%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09return%20elem%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20for%20%28%20var%20i%20%3D%20%28document.all.length-1%29%3B%20i%20%3E%3D%200%3B%20i--%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09elem%3Ddoc.all[i]%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09if%28elem.id%3D%3DelemId%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20elem%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%09%09%7D%0A%09%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsFindElementById%28%29%22%2Ce%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%09return%20null%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Get%20the%20location%20of%20one%20element%20relative%20to%20a%20parent%20reference%0A%20*%0A%20*%20@param%20ref%0A%20*%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20the%20reference%20element%2C%20this%20must%20be%20a%20parent%20of%20the%20passed%20in%0A%20*%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20element%0A%20*%20@param%20elem%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetLocation%28ref%2C%20elem%29%20%7B%0A%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22_leoHighlightsGetLocation%20%22+elem.id%29%3B%0A%20%20%20%0A%20%20%20var%20count%20%3D%200%3B%0A%20%20%20var%20location%20%3D%20new%20LeoHighlightsPosition%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20var%20walk%20%3D%20elem%3B%0A%20%20%20while%20%28walk%20%21%3D%20null%20%26%26%20walk%20%21%3D%20ref%20%26%26%20count%20%3C%20LEO_HIGHLIGHTS_INFINITE_LOOP_COUNT%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20location.x%20+%3D%20walk.offsetLeft%3B%0A%20%20%20%20%20%20location.y%20+%3D%20walk.offsetTop%3B%0A%20%20%20%20%20%20walk%20%3D%20walk.offsetParent%3B%0A%20%20%20%20%20%20count++%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20%0A%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22Location%20is%3A%20%22+elem.id+%22%20-%20%22+location%29%3B%0A%0A%20%20%20return%20location%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20used%20to%20update%20the%20position%20of%20an%20element%20as%20a%20popup%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20IFrame%0A%20*%20@param%20anchor%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsUpdatePopupPos%28iFrame%2Canchor%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20//%20Gets%20the%20scrolled%20location%20for%20x%20and%20y%0A%20%20%20%20%20%20var%20scrolledPos%3Dnew%20LeoHighlightsPosition%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28%20self.pageYOffset%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.x%20%3D%20self.pageXOffset%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.y%20%3D%20self.pageYOffset%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.documentElement%20%26%26%20document.documentElement.scrollTop%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.x%20%3D%20document.documentElement.scrollLeft%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.y%20%3D%20document.documentElement.scrollTop%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.body%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.x%20%3D%20document.body.scrollLeft%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.y%20%3D%20document.body.scrollTop%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Get%20the%20total%20dimensions%20to%20see%20what%20scroll%20bars%20might%20be%20active%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20totalDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%280%2C0%29%0A%20%20%20%20%20%20if%20%28document.all%20%26%26%20document.documentElement%20%26%26%20%0A%20%20%20%20%20%20%09document.documentElement.clientHeight%26%26document.documentElement.clientWidth%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%09totalDim.width%20%3D%20document.documentElement.scrollWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09totalDim.height%20%3D%20document.documentElement.scrollHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20else%20if%20%28document.all%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%20/*%20This%20is%20in%20IE%20*/%0A%20%20%20%20%20%09%20%09totalDim.width%20%3D%20document.body.scrollWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09totalDim.height%20%3D%20document.body.scrollHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20else%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%09%20totalDim.width%20%3D%20document.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09%20totalDim.height%20%3D%20document.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%0A%20%20%20%20%20%20//%20Gets%20the%20location%20of%20the%20available%20screen%20space%0A%20%20%20%20%20%20var%20centerDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28self.innerWidth%20%26%26%20self.innerHeight%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.width%20%3D%20self.innerWidth-%28totalDim.height%3Eself.innerHeight?16%3A0%29%3B%20//%20subtracting%20scroll%20bar%20offsets%20for%20firefox%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.height%20%3D%20self.innerHeight-%28totalDim.width%3Eself.innerWidth?16%3A0%29%3B%20%20//%20subtracting%20scroll%20bar%20offsets%20for%20firefox%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.documentElement%20%26%26%20document.documentElement.clientHeight%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.width%20%3D%20document.documentElement.clientWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.height%20%3D%20document.documentElement.clientHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.body%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.width%20%3D%20document.body.clientWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.height%20%3D%20document.body.clientHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20//%20Get%20the%20current%20dimension%20of%20the%20popup%20element%0A%20%20%20%20%20%20var%20iFrameDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%28iFrame.offsetWidth%2CiFrame.offsetHeight%29%0A%20%20%20%20%20%20if%20%28iFrameDim.width%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%09iFrameDim.width%20%3D%20iFrame.style.width.substring%280%2C%20iFrame.style.width.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%20%28iFrameDim.height%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%09iFrameDim.height%20%3D%20iFrame.style.height.substring%280%2C%20iFrame.style.height.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Calculate%20the%20position%2C%20lower%20right%20hand%20corner%20by%20default%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20position%3Dnew%20LeoHighlightsPosition%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20position.x%3DscrolledPos.x+centerDim.width-iFrameDim.width-LEO_HIGHLIGHTS_ADJUSTMENT.x%3B%0A%20%20%20%20%20%20position.y%3DscrolledPos.y+centerDim.height-iFrameDim.height-LEO_HIGHLIGHTS_ADJUSTMENT.y%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28anchor%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20//centerDim%20in%20relation%20to%20the%20anchor%20element%20if%20available%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20topOrBottom%20%3D%20false%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20anchorPos%3D_leoHighlightsGetLocation%28document.body%2C%20anchor%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20anchorScreenPos%20%3D%20new%20LeoHighlightsPosition%28anchorPos.x-scrolledPos.x%2CanchorPos.y-scrolledPos.y%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20anchorDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%28anchor.offsetWidth%2Canchor.offsetHeight%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28anchorDim.width%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09anchorDim.width%20%3D%20anchor.style.width.substring%280%2C%20anchor.style.width.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28anchorDim.height%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09anchorDim.height%20%3D%20anchor.style.height.substring%280%2C%20anchor.style.height.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20//%20Check%20if%20the%20popup%20can%20be%20shown%20above%20or%20below%20the%20element%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28centerDim.height%20-%20anchorDim.height%20-%20iFrameDim.height%20-%20anchorScreenPos.y%20%3E%200%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09//%20Show%20below%2C%20formula%20above%20calculates%20space%20below%20open%20iFrame%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.y%20%3D%20anchorPos.y%20+%20anchorDim.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20topOrBottom%20%3D%20true%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%20%28anchorScreenPos.y%20-%20anchorDim.height%20-%20iFrameDim.height%20%3E%200%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09//%20Show%20above%2C%20formula%20above%20calculates%20space%20above%20open%20iFrame%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.y%20%3D%20anchorPos.y%20-%20iFrameDim.height%20-%20anchorDim.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20topOrBottom%20%3D%20true%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22_leoHighlightsUpdatePopupPos%28%29%20-%20topOrBottom%3A%20%22+topOrBottom%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28topOrBottom%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20//%20We%20attempt%20top%20attach%20the%20window%20to%20the%20element%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%20anchorPos.x%20-%20iFrameDim.width%20/%202%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28position.x%20%3C%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%200%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20else%20if%20%28position.x%20+%20iFrameDim.width%20%3E%20scrolledPos.x%20+%20centerDim.width%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%20scrolledPos.x%20+%20centerDim.width%20-%20iFrameDim.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22_leoHighlightsUpdatePopupPos%28%29%20-%20topOrBottom%3A%20%22+position%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20//%20Attempt%20to%20align%20on%20the%20right%20or%20left%20hand%20side%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28centerDim.width%20-%20anchorDim.width%20-%20iFrameDim.width%20-%20anchorScreenPos.x%20%3E%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.x%20%3D%20anchorPos.x%20+%20anchorDim.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20else%20if%20%28anchorScreenPos.x%20-%20anchorDim.width%20-%20iFrameDim.width%20%3E%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%20anchorPos.x%20-%20anchorDim.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20else%20%20//%20default%20to%20below%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.y%20%3D%20anchorPos.y%20+%20anchorDim.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22_leoHighlightsUpdatePopupPos%28%29%20-%20sideBottom%3A%20%22+position%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Make%20sure%20that%20we%20don%27t%20go%20passed%20the%20right%20hand%20border%20*/%0A%20%20%20%20%20%20if%28position.x+iFrameDim.width%3EcenterDim.width-20%29%0A%20%20%20%20%20%20%09position.x%3DcenterDim.width-%28iFrameDim.width+20%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09%09%0A%20%20%20%20%20%20//%20Make%20sure%20that%20we%20didn%27t%20go%20passed%20the%20start%0A%20%20%20%20%20%20if%28position.x%3C0%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.x%3D0%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28position.y%3C0%29%0A%20%20%20%20%20%20%09position.y%3D0%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22Popup%20info%20id%3A%20%20%20%20%20%20%20%22%20+iFrame.id+%22%20-%20%22+anchor.id%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5Cnscrolled%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%22%20+%20scrolledPos%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5Cncenter/visible%20%20%20%20%22%20+%20centerDim%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5Cnanchor%20%28absolute%29%20%22%20+%20anchorPos%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5Cnanchor%20%28screen%29%20%20%20%22%20+%20anchorScreenPos%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5CnSize%20%28anchor%29%20%20%20%20%20%22%20+%20anchorDim%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5CnSize%20%28popup%29%20%20%20%20%20%20%22%20+%20iFrameDim%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5CnResult%20pos%20%20%20%20%20%20%20%20%22%20+%20position%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20//%20Set%20the%20popup%20location%0A%20%20%20%20%20%20iFrame.style.left%20%3D%20position.x%20+%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%20%20%20iFrame.style.top%20%20%3D%20position.y%20+%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsUpdatePopupPos%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20show%20the%20passed%20in%20element%20as%20a%20popup%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2Csize%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09var%20popup%3Dnew%20LeoHighlightsPopup%28anchorId%2Csize%29%3B%0A%20%20%20%09popup.show%28%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsShowPopup%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20transform%20the%20passed%20in%20url%20to%20a%20rover%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetRoverUrl%28url%29%0A%7B%0A%09var%20rover%3DLEO_HIGHLIGHTS_ROVER_TAG%3B%0A%09var%20roverUrl%3D%22http%3A//rover.ebay.com/rover/1/%22+rover+%22/4?%26mpre%3D%22+encodeURI%28url%29%3B%0A%09%0A%09return%20roverUrl%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Sets%20the%20size%20of%20the%20bottom%20windown%20part%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsSetBottomSize%28size%2CclickId%29%0A%7B%0A%20%20%20/*%20Get%20the%20elements%20*/%0A%20%20%20var%20iFrameBottom%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_ID%29%3B%0A%20%20%20var%20iFrameDiv%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID%29%3B%0A%0A%20%20%20/*%20Figure%20out%20the%20correct%20sizes%20*/%0A%20%20%20var%20iFrameBottomSize%3D%28size%3D%3D1%29?LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_CLICK_SIZE%3ALEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_HOVER_SIZE%3B%0A%20%20%20var%20divSize%3D%28size%3D%3D1%29?LEO_HIGHLIGHTS_DIV_CLICK_SIZE%3ALEO_HIGHLIGHTS_DIV_HOVER_SIZE%3B%0A%0A%20%20%20/*%20Refresh%20the%20iFrame%27s%20url%2C%20by%20removing%20the%20size%20arg%20and%20adding%20it%20again%20*/%0A%20%20%20leoHighlightsUpdateUrl%28iFrameBottom%2Csize%2CclickId%29%3B%0A%0A%20%20%20/*%20Clear%20the%20hover%20flag%2C%20if%20the%20user%20shows%20this%20at%20full%20size%20*/%0A%20%20%20_leoHighlightsPrevElem.hover%3Dsize%3D%3D1?false%3Atrue%3B%0A%0A%20%20%20_leoHighlightsSetSize%28iFrameBottom%2CiFrameBottomSize%29%3B%0A%20%20%20_leoHighlightsSetSize%28iFrameDiv%2CdivSize%29%3B%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20Class%20for%20a%20Popup%20%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHighlightsPopup%28anchorId%2Csize%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22LeoHighlightsPopup%28%29%20%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09this.anchorId%3DanchorId%3B%0A%20%20%20%09this.anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28this.anchorId%29%3B%0A%20%20%20%09this.topIframe%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_ID%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20this.bottomIframe%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_ID%29%3B%0A%20%20%20%09this.iFrameDiv%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09this.topIframe.src%3Dunescape%28this.anchor.getAttribute%28%27leoHighlights_url_top%27%29%29%3B%3B%0A%20%20%20%20%20%20this.bottomIframe.src%3Dunescape%28this.anchor.getAttribute%28%27leoHighlights_url_bottom%27%29%29%3B%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%221%29%20LeoHighlightsPopup%28%29%20%28%22+this.topIframe.style.top+%22%2C%20%22+this.topIframe.style.left+%22%29%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%222%29%20LeoHighlightsPopup%28%29%20%28%22+this.bottomIframe.style.top+%22%2C%20%22+this.bottomIframe.style.left+%22%29%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09leoHighlightsSetSize%28size%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09this.updatePos%3Dfunction%28%29%20%7B%20_leoHighlightsUpdatePopupPos%28this.iFrameDiv%2Cthis.anchor%29%7D%3B%0A%20%20%20%20%20%20this.show%3Dfunction%28%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20this.updatePos%28%29%3B%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20this.iFrameDiv.style.visibility%20%3D%20%22visible%22%3B%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20this.iFrameDiv.style.display%20%3D%20%22block%22%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20this.updatePos%28%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%223%29%20LeoHighlightsPopup%28%29%20%28%22+this.topIframe.style.top+%22%2C%20%22+this.topIframe.style.left+%22%29%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%224%29%20LeoHighlightsPopup%28%29%20%28%22+this.bottomIframe.style.top+%22%2C%20%22+this.bottomIframe.style.left+%22%29%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09this.scroll%3Dfunction%28%29%20%7B%20this.updatePos%28%29%3B%7D%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22new%20LeoHighlightsPopup%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20updates%20the%20url%20for%20the%20iFrame%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20iFrame%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20@param%20clickId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsUpdateUrl%28iFrame%2Csize%2CclickId%2CdestUrl%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsUpdateUrl%28%29%20%22+destUrl%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20var%20url%3DiFrame.src%3B%0A%20%20%20%20%20%20var%20idx%3Durl.indexOf%28%22%26size%3D%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28idx%3E%3D0%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20url%3Durl.substring%280%2Cidx%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A//%20%20%20%20%20%20size%3D1%3B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsUpdateUrl%28%29%20size%3D%22+size+%22%20%20%22+url%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28size%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20url+%3D%28%22%26size%3D%22+size%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28clickId%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20url+%3D%28%22%26clickId%3D%22+clickId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28destUrl%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20url+%3D%28%22%26url%3D%22+destUrl%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsUpdateUrl%28%29%20%22+url%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20iFrame.src%3Durl%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsUpdateUrl%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20can%20be%20used%20to%20close%20an%20iframe%0A*%0A*%20@param%20id%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsSetSize%28size%2CclickId%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09/*%20Get%20the%20element%20*/%0A%20%20%09%09var%20iFrameTop%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_ID%29%3B%0A%0A%20%20%09%09/*%20Figure%20out%20the%20correct%20sizes%20*/%0A%20%20%09%09var%20iFrameTopSize%3DLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_SIZE%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09/*%20Refresh%20the%20iFrame%27s%20url%2C%20by%20removing%20the%20size%20arg%20and%20adding%20it%20again%20*/%0A%20%20%09%09leoHighlightsUpdateUrl%28iFrameTop%2Csize%2CclickId%29%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09_leoHighlightsSetSize%28iFrameTop%2CiFrameTopSize%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsSetBottomSize%28size%2CclickId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Clear%20the%20hover%20flag%2C%20if%20the%20user%20shows%20this%20at%20full%20size%20*/%0A%20%20%20%20%20%20if%28size%3D%3D1%26%26_leoHighlightsPrevElem%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsPrevElem.hover%3Dfalse%3B%20%20%20%20%20%20%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSetSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Start%20the%20popup%20a%20little%20bit%20delayed.%0A%20*%20Somehow%20IE%20needs%20some%20time%20to%20find%20the%20element%20by%20id.%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2Csize%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%09%09var%20elem%3D_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%26%26%28_leoHighlightsPrevElem%21%3Delem%29%29%0A%20%20%09%09%09_leoHighlightsPrevElem.shown%3Dfalse%3B%0A%20%20%09%09elem.shown%3Dtrue%3B%0A%09%09_leoHighlightsPrevElem%3Delem%3B%0A%09%09%0A%09%09_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsShowPopup%28%29%20%22+_leoHighlightsPrevElem%29%3B%09%09%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09/*%20FF%20needs%20to%20find%20the%20element%20first%20*/%0A%20%20%20%09_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09setTimeout%28%22_leoHighlightsShowPopup%28%5C%27%22+anchorId+%22%5C%27%2C%5C%27%22+size+%22%5C%27%29%3B%22%2C10%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsShowPopup%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20can%20be%20used%20to%20close%20an%20iframe%0A*%0A*%20@param%20id%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsHideElem%28id%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09/*%20Get%20the%20appropriate%20sizes%20*/%0A%20%20%09%09var%20elem%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%0A%20%20%09%09if%28elem%29%0A%20%20%09%09%09elem.style.visibility%3D%22hidden%22%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09/*%20Clear%20the%20page%20for%20the%20next%20run%20through%20*/%0A%20%20%09%09var%20iFrame%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_ID%29%3B%0A%20%20%09%09if%28iFrame%29%0A%20%20%09%09%09iFrame.src%3D%22about%3Ablank%22%3B%0A%20%20%20%20%20%20var%20iFrame%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_ID%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28iFrame%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20iFrame.src%3D%22about%3Ablank%22%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%29%0A%20%20%09%09%7B%0A%20%20%09%09%09_leoHighlightsPrevElem.shown%3Dfalse%3B%0A%20%20%09%09%09_leoHighlightsPrevElem%3Dnull%3B%0A%20%20%09%09%7D%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHideElem%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20can%20be%20used%20to%20close%20an%20iframe.%0A*%20Since%20the%20iFrame%20is%20reused%20the%20frame%20only%20gets%20hidden%0A*%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsIFrameClose%28%29%0A%7B%0A%20%20try%0A%20%20%7B%0A%09%20%20_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28%22LeoHighlightsHideIFrame%22%29%3B%0A%20%20%7D%0A%20%20catch%28e%29%0A%20%20%7B%0A%09%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsIFrameClose%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20should%20handle%20the%20click%20events%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleClick%28anchorId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%09%09anchor.hover%3Dfalse%3B%0A%20%20%09%09if%28anchor.startTimer%29%0A%20%20%09%09%09clearTimeout%28anchor.startTimer%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Report%20the%20click%20event%20*/%0A%20%20%20%20%20%20leoHighlightsReportEvent%28%22clicked%22%2C%20window.document.domain%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_keywords%27%29%2Cnull%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_accept%27%29%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_reject%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2C1%29%3B%0A%20%20%20%09return%20false%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleClick%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20should%20handle%20the%20hover%20events%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleHover%28anchorId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%09%09anchor.hover%3Dtrue%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Report%20the%20hover%20event%20*/%0A%20%20%20%20%20%20leoHighlightsReportEvent%28%22hovered%22%2C%20window.document.domain%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_keywords%27%29%2Cnull%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_accept%27%29%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_reject%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2C0%29%3B%0A%20%20%20%09return%20false%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleHover%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20handle%20the%20mouse%20over%20setup%20timers%20for%20the%20appropriate%20timers%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleMouseOver%28id%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%09%09%0A%0A%09%09/*%20Clear%20the%20end%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09if%28anchor.endTimer%29%0A%09%09%09clearTimeout%28anchor.endTimer%29%3B%0A%09%09anchor.endTimer%3Dnull%3B%0A%09%09%0A%09%09anchor.style.background%3DLEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_HOVER%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20The%20element%20is%20already%20showing%20we%20are%20done%20*/%0A%09%09if%28anchor.shown%29%0A%09%09%09return%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20Setup%20the%20start%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09anchor.startTimer%3DsetTimeout%28function%28%29%7B%0A%09%09%09leoHighlightsHandleHover%28anchor.id%29%3B%0A%09%09%09anchor.hover%3Dtrue%3B%0A%09%09%09%7D%2C%0A%09%09%09LEO_HIGHLIGHTS_SHOW_DELAY_MS%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleMouseOver%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20handle%20the%20mouse%20over%20setup%20timers%20for%20the%20appropriate%20timers%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleMouseOut%28id%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%09%0A%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20Clear%20the%20start%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09if%28anchor.startTimer%29%0A%09%09%09clearTimeout%28anchor.startTimer%29%3B%0A%09%09anchor.startTimer%3Dnull%3B%0A%09%09%0A%09%09anchor.style.background%3DLEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_DEFAULT%3B%0A%09%09if%28%21anchor.shown||%21anchor.hover%29%0A%09%09%09return%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20Setup%20the%20start%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09anchor.endTimer%3DsetTimeout%28function%28%29%7B%0A%09%09%09leoHighlightsHideElem%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID%29%3B%0A%09%09%09anchor.shown%3Dfalse%3B%0A%09%09%09_leoHighlightsPrevElem%3Dnull%3B%0A%09%09%09%7D%2CLEO_HIGHLIGHTS_HIDE_DELAY_MS%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleMouseOut%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20handles%20the%20mouse%20movement%20into%20the%20currently%20opened%20window.%0A%20*%20Just%20clear%20the%20close%20timer%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleIFrameMouseOver%28%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%26%26_leoHighlightsPrevElem.endTimer%29%0A%09%09%09clearTimeout%28_leoHighlightsPrevElem.endTimer%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleIFrameMouseOver%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20handles%20the%20mouse%20movement%20into%20the%20currently%20opened%20window.%0A%20*%20Just%20clear%20the%20close%20timer%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleIFrameMouseOut%28%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%29%0A%09%09%09leoHighlightsHandleMouseOut%28_leoHighlightsPrevElem.id%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleIFrameMouseOut%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A/**%0A%20*%20This%20is%20a%20method%20is%20used%20to%20make%20the%20javascript%20within%20IE%20runnable%0A%20*/%0Avar%20leoHighlightsRanUpdateDivs%3Dfalse%3B%0Afunction%20leoHighlightsUpdateDivs%28%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09/*%20Check%20if%20this%20is%20an%20IE%20browser%20and%20if%20divs%20have%20been%20updated%20already%20*/%0A%09%09if%28document.all%26%26%21leoHighlightsRanUpdateDivs%29%0A%09%09%7B%0A%09%09%09leoHighlightsRanUpdateDivs%3Dtrue%3B%20//%20Set%20early%20to%20prevent%20running%20twice%0A%09%09%09for%28var%20i%3D0%3Bi%3CLEO_HIGHLIGHTS_MAX_HIGHLIGHTS%3Bi++%29%0A%09%09%09%7B%0A%09%09%09%09var%20id%3D%22leoHighlights_Underline_%22+i%3B%0A%09%09%09%09var%20elem%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%0A%09%09%09%09if%28elem%3D%3Dnull%29%0A%09%09%09%09%09break%3B%0A%09%09%09%09%0A%09%09%09%09if%28%21elem.leoChanged%29%0A%09%09%09%09%7B%0A%09%09%09%09%09elem.leoChanged%3Dtrue%3B%0A%09%09%09%09%0A%09%09%09%09%09/*%20This%20will%20make%20javaScript%20runnable%20*/%09%09%09%09%0A%09%09%09%09%09elem.outerHTML%3Delem.outerHTML%3B%0A%09%09%09%09%7D%0A%09%09%09%7D%0A%09%09%7D%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsUpdateDivs%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0Aif%28document.all%29%0A%09setTimeout%28leoHighlightsUpdateDivs%2C200%29%3B%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20used%20to%20report%20events%20to%20the%20plugin%0A%20*%20@param%20key%0A%20*%20@param%20domain%0A%20*%20@param%20keywords%0A%20*%20@param%20vendorId%0A%20*%20@param%20accept%0A%20*%20@param%20reject%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsReportEvent%28key%2C%20domain%2Ckeywords%2CvendorId%2Caccept%2Creject%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22key%22%2Ckey%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28domain%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22domain%22%2Cdomain%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28keywords%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22keywords%22%2Ckeywords%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28vendorId%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22vendorId%22%2CvendorId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28accept%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22accept%22%2Caccept%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28reject%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22reject%22%2Creject%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22LeoHighlightsEvent%22%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlights%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20expand%20or%20collapse%20the%20window%20base%20on%20it%20prior%20state%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsToggleSize%28clickId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsToggleSize%28%29%20%22+_leoHighlightsPrevElem%29%3B%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Get%20the%20hover%20flag%20and%20change%20the%20status%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20size%3D_leoHighlightsPrevElem.hover?1%3A0%3B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsSetBottomSize%28size%2CclickId%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsToggleSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Call%20into%20the%20kvm%20that%20will%20then%20do%20a%20callback%20into%20the%20top%20window%0A%20*%20The%20top%20window%20will%20then%20call%20leoH%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsSetSecondaryWindowUrl%28url%2C%20customerId%2C%20phraseId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrl%28%29%20%22+url%29%3B%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22url%22%2C%20url%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22phraseId%22%2C%20phraseId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22customerId%22%2C%20customerId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22LeoHighlightsSetSecondaryWindowUrl%22%29%3B%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrl%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Call%20into%20the%20kvm%20that%20will%20then%20do%20a%20callback%20into%20the%20top%20window%0A%20*%20The%20top%20window%20will%20then%20call%20leoH%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsSetSecondaryWindowUrlCallback%28url%2C%20customerId%2C%20phraseId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrlCallback%28%29%20%22+url%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Clear%20the%20hover%20flag%2C%20if%20the%20user%20shows%20this%20at%20full%20size%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20size%3D_leoHighlightsPrevElem.hover?0%3A1%3B%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrlCallback%28%29%20%22+_leoHighlightsPrevElem+%22%20--%20%22+_leoHighlightsPrevElem.hover%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Get%20the%20elements%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20iFrameBottom%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_ID%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20leoHighlightsUpdateUrl%28iFrameBottom%2Csize%2Cnull%2Curl%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrlCallback%28%29%20%22+url%29%3B%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrlCallback%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20set%20the%20text%20to%20the%20Top%20%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20txt%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsSetExpandTxt%28txt%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%0A%20%20%20%20%20%20var%20topIFrame%20%3D%20_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_ID%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28topIFrame%3D%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Get%20the%20current%20url%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20url%3DtopIFrame.src%3B%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28url%3D%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Extract%20the%20previous%20hash%20if%20present%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20idx%3D-1%3B%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28%28idx%3Durl.indexOf%28%27%23%27%29%29%3E0%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20url%3Durl.substring%280%2Cidx%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Append%20the%20text%20to%20the%20end%20*/%0A%20%20%20%20%20%20url+%3D%22%23%22+encodeURI%28txt%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Set%20the%20iframe%20with%20the%20new%20url%20that%20contains%20the%20hash%20tag%20*/%0A%20%20%20%20%20%20topIFrame.src%3Durl%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSetExpandTxt%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/*----------------------------------------------------------------------*/%0A/*%20Methods%20provided%20to%20the%20highlight%20providers...%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20*/%0A/*----------------------------------------------------------------------*/%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20set%20the%20expand%20text%20for%20the%20Top%20window%0A%20*/%0Afunction%20leoHL_SetExpandTxt%28txt%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHL_SetExpandTxt%28%29%20%22+txt%29%3B%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28%22LeoHighlightsSetExpandTxt%22%2C%22expandTxt%22%2Ctxt%29%3B%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_SetExpandTxt%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20redirect%20the%20top%20window%20to%20the%20passed%20in%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@param%20parentId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHL_RedirectTop%28url%2CparentId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%0A%20%20%20%20%20%20try%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20domain%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22domain%22%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20keywords%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22keywords%22%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20vendorId%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22vendorId%22%29%0A%20%20%20%20%20%20leoHighlightsReportEvent%28%22clickthrough%22%2C%20domain%2Ckeywords%2C%20vendorId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7Dcatch%28e%29%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_RedirectTop%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%09%09%0A%20%20%20%09_leoHighlightsRedirectTop%28url%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_RedirectTop%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20redirect%20the%20top%20window%20to%20the%20passed%20in%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@param%20parentId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHL_RedirectTop%28url%2CparentId%29%0A%7B%0A%20%20%20leoHL_RedirectTop%28url%2CparentId%29%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20redirect%20the%20top%20window%20to%20the%20passed%20in%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@param%20parentId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHL_RedirectTopAd%28url%2CparentId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%0A%20%20%20%20%20%20try%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20domain%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22domain%22%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20keywords%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22keywords%22%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20vendorId%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22vendorId%22%29%0A%20%20%20%20%20%20leoHighlightsReportEvent%28%22advertisement.click%22%2C%20domain%2Ckeywords%2C%20vendorId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7Dcatch%28e%29%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_RedirectTopAd%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsRedirectTop%28url%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_RedirectTopAd%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20set%20the%20size%20of%20the%20iframe%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@param%20parentId%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHl_setSize%28size%2Curl%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09/*%20Get%20the%20clickId%20*/%0A%20%20%20%09var%20clickId%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28%20url%2C%22clickId%22%29%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22size%22%2Csize%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28clickId%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22clickId%22%2CclickId+%22_blah%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22LeoHighlightsSetSize%22%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHl_setSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20toggle%20the%20size%20of%20the%20window%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHl_ToggleSize%28%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22LeoHighlightsToggleSize%22%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHl_ToggleSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A"); &lt;/script&gt; &lt;/span&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-4412257470781333538?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/4412257470781333538/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=4412257470781333538" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/4412257470781333538?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/4412257470781333538?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2010/01/jurnal-kedokteran-online-di-indonesia.html" title="Jurnal kedokteran online di Indonesia (Last update 17 Maret)" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUMRns-eSp7ImA9WxBXFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-6279434533155087232</id><published>2010-01-28T17:46:00.002+07:00</published><updated>2010-01-28T18:31:27.551+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-28T18:31:27.551+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner" /><title>Roti cane: roti unik</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:lNODzRvMspi_SM:http://cutfarathamrin.files.wordpress.com/2008/07/123555530_54d103dbc1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 98px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:lNODzRvMspi_SM:http://cutfarathamrin.files.wordpress.com/2008/07/123555530_54d103dbc1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Roti cane adalah roti khas India taupun timur tengah. Dikenal juga dengan roti maryam. Terbuat dari terigu, telur, mentega. Bentuknya rata dan bulat berlipat-lipat. Rasanya enak. Roti cane disajikan dengan taburan gula. Belakangan variasi penyajian semakin beragam.&lt;br /&gt;Bermula teman dari minang yang sering membawa roti cane, coba mencicipi, lama-lama enak juga. Selanjutnya coba wisata kuliner. beberapa tempat yang pernah dikunjungi kafe basmalah di ITC cempaka mas, martabak kubang di jalan sahardjo, bang jali di ambassador (di atrium juga ada, tapi belum pernah nyoba), restoran sederhana di jalan sabang, food court di kalibata. Juga restoran di sekitaran rawamangun, deket tiptop. Sebetulnya yang di kalibata tu enak (sudah ga ada). pun demikian yang di sabang. klo di bandung di limamu deket daarut tauhid (tapi sudah ga ada), lalu Gampong Aceh di Dago, Restoran padang di jalan setiabudhi. Saya kira klo di padang dan di Aceh khususnya banyak roti cane. Tapi justru waktu ke sana malah ga kepikiran untuk beli roti cane.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-6279434533155087232?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/6279434533155087232/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=6279434533155087232" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6279434533155087232?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6279434533155087232?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2010/01/roti-cane-roti-unik.html" title="Roti cane: roti unik" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8AQno_eip7ImA9WxBXF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-4788650516509168116</id><published>2010-01-28T17:33:00.012+07:00</published><updated>2010-01-29T18:17:23.442+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-29T18:17:23.442+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ponsel" /><title>Before u buy handphone</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:0il8Iy1DO0e5DM:http://i122.photobucket.com/albums/o275/mobileworld/sonyericsson/sony-ericsson-k660-07.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 55px; height: 143px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:0il8Iy1DO0e5DM:http://i122.photobucket.com/albums/o275/mobileworld/sonyericsson/sony-ericsson-k660-07.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;If u will buy a handphone, it will be better to find information about handphone, especially from internet. &lt;a href="http://www.gsmarena.com/" target="_blank"&gt;GSMarena&lt;/a&gt; is quite good for reference, in my opinion. It contains opinions from the handphone user, but most opinion have reached till thousands. So, we will be tired to read all opinions. It will be better if u just type keyword of handphone part that u want to know at search option.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;If u want to know opinion from user who written blog, u can find in &lt;a href="http://blogsearch.google.com/" target="_blank"&gt;google blog search&lt;/a&gt;. To find handphone reviews, u can open  &lt;a href="http://www.testfreaks.com/" target="_blank"&gt;testfreaks&lt;/a&gt; website, first. It usually contains some reviews from other sites, or u can directly open &lt;a href="http://www.mobile-review.com/" target="_blank"&gt;mobile-review&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.mobile88.com/" target="_blank"&gt;mobile88&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.letsgomobile.com/" target="_blank"&gt;letsgomobile&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://phonearea.net/" target="_blank"&gt;phonearea&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.softpedia.com/" target="_blank"&gt;softpedia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.cnet.com/" target="_blank"&gt;CNET&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;To know processor of handphone, u can open &lt;a href="http://www.mobitola.com/" target="_blank"&gt;mobitola&lt;/a&gt;. It also contains display dimension of handphone screen and SAR value. Beside mobitola, u can open &lt;a href="http://www.jbenchmark.com/" target="_blank"&gt;jbenchmark&lt;/a&gt;. But, here the processor value is just estimation. It also contains download speed, upload speed estimation.&lt;br /&gt;To know maximal jar size and heap size, u can open &lt;a href="http://developer.sonyericsson.com/site/global/home/p_home.jsp" target="_blank"&gt;developer sony ericsson&lt;/a&gt; for SE handphone, &lt;a href="http://www.forum.nokia.com/" target="_blank"&gt;forum nokia&lt;/a&gt; for nokia handphone, &lt;a href="http://developers.samsungmobile.com/" target="_blank"&gt;developers samsung&lt;/a&gt; for Samsung handphone.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-4788650516509168116?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/4788650516509168116/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=4788650516509168116" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/4788650516509168116?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/4788650516509168116?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2010/01/before-u-buy-handphone.html" title="Before u buy handphone" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYMR3w4eyp7ImA9WxNUFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-5265023481271441775</id><published>2009-11-05T14:48:00.011+07:00</published><updated>2009-11-05T16:43:06.233+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-05T16:43:06.233+07:00</app:edited><title>Ir. Tifatul Sembiring, PestaBlogger dan dr. Noriyu</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:i51T5YzCbrU7DM:http://www.detikinet.com/images/content/2009/10/24/398/ts200.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 66px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:i51T5YzCbrU7DM:http://www.detikinet.com/images/content/2009/10/24/398/ts200.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ZbWlHq5IrAbD5M:http://pestablogger.cybergl.co.id/images/pestablogger.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 65px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ZbWlHq5IrAbD5M:http://pestablogger.cybergl.co.id/images/pestablogger.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SvKcY2Ura9I/AAAAAAAAAk4/3geLw8gVjyw/s1600-h/nry.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 55px; height: 67px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SvKcY2Ura9I/AAAAAAAAAk4/3geLw8gVjyw/s200/nry.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400550853883685842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bis arah blok m melaju perlahan. Tapi akhirnya sampai juga di jalan gatot subroto tepatnya gedung smesco. Ada yang menarik pada pestablogger kali ketiga ini semenjak 2007, yakni kehadiran Tifatul Sembiring (menkominfo), yang sebelumnya adalah presiden PKS.  Mendadak menjadi  banyak yang foto-foto. Beliau adalah presiden PKS ke-3 setelah Nur Mahmudi, Hidayat Nur Wahid. Beliau lahir di Bukittinggi, insinyur komputer lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta, yang sejak tahun 1982 bekerja di PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jawa, Bali, dan Madura. Profilnya ada di twitter dengan nickname tifsembiring dan facebook. Sebelum menutup sambutannya, beliau menyampaikan pesan bijak: bila berkata lembut, akan banyak pengikut..&lt;br /&gt;Dengan tarif IDR 50K, pengunjung mendapat tas, t-shirt bertuliskan pestablogger 2009, voucher makan siang dan snack.  Cukup saya kira. Sepanjang pengamatan saya ada dua even menarik yang cukup menyita pengunjung. Pertama, permainan yang diadakan telkomsel speedy dengan cara mengetik “TELKOMSEL SPEEDY” dengan mata ditutup kain. Kedua, sesi breakout dari ford yang di sisi lain mengadakan kompetisi blogging. Acaranya pestablogger sendiri tak tertangkap cukup jelas mengingat sound systemnya. Demikian halnya dengan penempatan layar untuk video yang agak ke bawah sehingga mesti meninggikan badan bagi yang duduk di belakang. Ada penjelasan yang cukup terngiang tentang kreatifnya blogger di bogor yang bekerjasama dengan penerbit.&lt;br /&gt;Di sesi breakout, saya ngikut yang online activism dimana ada dr. nova riyanti yusuf (noriyu), ga nyangka  juga klo beliau udah menjadi psikiater, mengingat usianya sepertinya masi muda. Jaman koas di fkui, kayaknya sih ga ketemu pas stase. Beliau lahir di Palu, Sulawesi Tengah. Noriyu juga adalah anggota DPR dan menulis sejumlah novel, esai dan skenario film. Di sesi ini noriyu mengungkapkan harapannya terbentuknya legislasi di bidang ilmunya. Sebetulnya ada yang ingin saya tanyakan pada kesempatan itu, akan seperti apakah legislasi yang beliau harapkan? Saat saya bertugas di daerah sisi sumatera, manajemen psikiatri baru pada tatalaksana. Lebihnya diadakan kunjungan. Bahwa bila di perkotaan misalnya bisa manajemen lebih, seperti apakah baiknya  untuk di daerah-daerah. Profil dr. noriyu  ada di twitter dengan nickname novariyanti, blog beliau ada di http://noriyu.wordpress.com. Harapan saya, beliau bisa memotivasi teman-teman sejawat untuk ngeblog, berhubung masih jarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentang topik online activism yang juga terdapat presentan lain, dalam hemat saya mungkin ini efektif bagi kalangan menengah ke atas, namun berbeda dengan menengah ke bawah yang kiranya lebih pas dengan aktivitas nyata. Aktivitas nyata kiranya akan lebih kerasa ketimbang online yang bersifat maya mengingat tiadanya tatap muka, pembicaraan. Ibaratnya mungkin hubungan dokter pasien yang dilandasi empati. Ya berarti, dua-duanya aja…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-5265023481271441775?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/5265023481271441775/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=5265023481271441775" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/5265023481271441775?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/5265023481271441775?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/11/ir-tifatul-sembiring-pestablogger-2009.html" title="Ir. Tifatul Sembiring, PestaBlogger dan dr. Noriyu" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SvKcY2Ura9I/AAAAAAAAAk4/3geLw8gVjyw/s72-c/nry.png" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C08NRXw_eip7ImA9WxNUFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-2044434906426946680</id><published>2009-11-05T13:42:00.009+07:00</published><updated>2009-11-05T16:04:54.242+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-05T16:04:54.242+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Produk Susu dan Melamin: Catatan Pendahuluan</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ZBrHb9uinPTlIM:http://www.babble.com/CS/blogs/strollerderby/2008/11/23-End/baby-bottle-i-stock.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 97px; height: 145px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ZBrHb9uinPTlIM:http://www.babble.com/CS/blogs/strollerderby/2008/11/23-End/baby-bottle-i-stock.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melamin, bahan industri kimia, pertama kali dihubungkan dengan kelainan sistem urinari pada bayi dan anak di Cina akhir September 2008. Lebih dari 294000 anak mengalami kelainan sistem urinari yang dihubungkan dengan konsumsi susu formula tercemar melamin.1 Kementerian Kesehatan China menyatakan pada tanggal 21 September 2008 bahwa sebanyak 12.892 anak masuk rumah sakit setelah minum susu formula yang tercemar melamin. Sebanyak 39.965 anak telah dirawat dan dipulangkan.2 Setelah itu, laporan dari masing-masing propinsi telah menambahkan 9959 kasus lain. Dengan demikian, hampir 53.000 anak telah dirawat dan sedikitnya enam dikonfirmasi meninggal.1 Sementara itu, kasus-kasus non fatal juga telah dilaporkan di Hongkong, Macao dan Taiwan.3&lt;br /&gt;Melamin telah ditambahkan secara ilegal pada susu untuk membuat kandungan protein susu tampak lebih tinggi saat diuji sebelum dijual ke produsen berbahan baku susu. Melamin telah ditemukan pada formula bayi yang diproduksi oleh 22 dari 109 pabrik susu di China.2 Konsentrasi melamin berkisar antara 0,09-619 mg/kg, dengan tingkat tertinggi ditemukan pada produk Sanlu hingga 2563 mg/kg.3 Penambahan melamin ke dalam makanan tidak diperbolehkan oleh komisi standar makanan FAO/WHO.4&lt;br /&gt;Di Indonesia melamin juga ditemukan pada produk susu asal China dengan konsentrasi antara 8,51-945,86 mg/kg, seperti diumumkan BPOM pada tanggal 27 September 2008.5 Ribuan produk yang mengandung susu dari China diamankan dan ditarik dari peredaran dalam rangka melindungi masyarakat dari risiko bahaya yang ditimbulkannya.6 Hal yang sama dilakukan negara-negara lain yang mengimpor makanan dari China.&lt;br /&gt;Tidak terdapat data toksisitas oral melamin pada manusia.3 Namun, pada studi hewan menunjukkan melamin dosis tinggi dapat menyebabkan efek pada kandung kemih, seperti inflamasi, batu dan kristaluria. Dalam kombinasi dengan derivatnya seperti asam sianurat, melamin dapat membentuk kristal dan menyebabkan toksisitas pada renal.7 Di China di mana bayi dan anak-anak telah terpapar melamin konsentrasi tinggi, efek yang yang telah dikaitkan adalah batu urinari dan gagal ginjal akut.8 Karenanya, masyarakat hendaknya meningkatkan kewaspadaan pada kemungkinan kasus terkait konsumsi produk susu tercemar melamin.&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Musinski R. Tainted milk scandal. Melamine scare highlights need for thorough exams of all internationally adopted children. AAP News 2009; 30:1. Available from: http://aapnews.aappublications.org/cgi/content/full/30/1/1-a&lt;br /&gt;2.Parry J. China’s tainted milk scandal spreads around world. BMJ 2008; 337:a1890.&lt;br /&gt;3.WHO. Expert meeting to review toxicological aspects of melamine and cyanuric acid, 1-4 December 2008. Available from: http://www.who.int/foodsafety/fs_management/infosan_events/en/index.html&lt;br /&gt;4.Melamine in milk linked to kidney disease in children. Reuters 5 February 2009. Available from: http://www.reuters.com/article/healthNews/idUSTRE5137HC20090204&lt;br /&gt;5.Departemen Kesehatan. Semua sampel produk susu impor asal Cina positif mengandung melamin. 27 September 2008. Tersedia di: http://m.depkes.go.id/index.php?option=news&amp;amp;task=viewarticle&amp;amp;sid=3202&amp;amp;Itemid=2&lt;br /&gt;6.Sekarwana N. Bahaya susu bermelamin pada ginjal bayi. Tersedia di: http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=39191&lt;br /&gt;7.WHO. Melamine and cyanuric acid: toxicity, preliminary risk assessment and guidance on levels in food 25 September 2008 - updated 30 October 2008. Available from: http://www.who.int/foodsafety/fs_management/Melamine.pdf&lt;br /&gt;8.Lam HL et al. Renal screening in children after exposure to low dose melamine in Hong Kong: cross sectional study. BMJ 2008; 337:a2991.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-2044434906426946680?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/2044434906426946680/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=2044434906426946680" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2044434906426946680?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2044434906426946680?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/11/produk-susu-dan-kelainan-sistem-urinari.html" title="Produk Susu dan Melamin: Catatan Pendahuluan" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IMQnw6fip7ImA9WxNUE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-1662151394763758910</id><published>2009-11-04T17:52:00.015+07:00</published><updated>2009-11-05T10:26:23.216+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-05T10:26:23.216+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entertain" /><title>KCB dan AAC: antara dua novel dan dua film</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:dHFqdAvCu7SvcM:http://0kki4rdi4nt0.files.wordpress.com/2009/06/kcb_wallpaper01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 81px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:dHFqdAvCu7SvcM:http://0kki4rdi4nt0.files.wordpress.com/2009/06/kcb_wallpaper01.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:Grrt0B8-58sOnM:http://4.bp.blogspot.com/_NwtMkTQG5_0/SQRn_XkUriI/AAAAAAAAABo/p1b5vdGAfM0/S760/ayat-ayat-cinta-the-movie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 81px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:Grrt0B8-58sOnM:http://4.bp.blogspot.com/_NwtMkTQG5_0/SQRn_XkUriI/AAAAAAAAABo/p1b5vdGAfM0/S760/ayat-ayat-cinta-the-movie.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setidaknya saya sudah membaca hampir semua novel–novel Habiburahman el Shirazy, wabil khusus ayat-ayat cinta, pun karya-karya berikutnya. Kiranya ayat-ayat cinta adalah novelnya cukup baik, pun demikian film-nya. Saya juga kurang paham, korelasinya, baik novelnya dengan baik filmnya, secara novelisnya dan sutradaranya berbeda. Saya kira pembuatan novelnya memerlukan proses yang panjang. Bagaimana halnya dengan ketika cinta bertasbih. Kiranya sedikit berbeda ketimbang ayat-ayat cinta, dengan korelasi antara novel dan filmnya cukup berbanding. Tema KCB tak jauh berbeda dengan AAC. Sedikit berbeda dalam pemfilman KCB yang melalui audisi dengan wajah-wajah baru. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah mengapa, yang saya rasakan adalah akting pemeran AAC cukup terasakan. Apa karena mereka suda lebih duluan dalam akting ya? KCB diproses secara panjang. Tapi memang audisi di KCB dengan syarat-syarat yang disesuaikan. Bahkan pemeran eliana pun mendatangkan guru mengaji. Mungkin salah satu yang diharapkan bahwa peran baik dalam film diharapkan dapat diterapkan selanjutnya. Seperti halnya diungkap pemeran ana bahwa peran mengaji ingin tak hanya dalam film saja, tapi juga ingin diterapkan dalam keseharian beliau. Kalaupun kita tidak mengetahui mereka, pun di AAC, semoga di keduanya, dapat membawa kebaikan, baik bagi pemeran ataupun bagi yang menyaksikan. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara bila penggambaran peran suda cukup baik di keduanya di AAC ada pemeran fahri, aisha, maria, nurul, noura. Di KCB ada pemeran Anna, Eliana, Azzam, Husna, Furqan, bahkan pada KCB 2 ada dr. vivi dan ilyas. Klo saya pribadi prefer membaca novel AAC dan nonton film KCB. Di luar dari review, antara KCB dan AAC, baik novel dan filmnya ada baiknya untuk diapresiasi akan nilai-nilai yang ditampilkan. Semoga kelak akan lahir karya-karya baru yang Insya Alloh membawa nilai-nilai kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-1662151394763758910?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/1662151394763758910/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=1662151394763758910" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1662151394763758910?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1662151394763758910?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/11/ketika-cinta-bertasbih-dan-ayat-ayat.html" title="KCB dan AAC: antara dua novel dan dua film" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQGSX87fCp7ImA9WxNRFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-2306081685982956977</id><published>2009-08-23T17:37:00.006+07:00</published><updated>2009-09-08T16:32:08.104+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-08T16:32:08.104+07:00</app:edited><title>Aplikasi Java Religi untuk Handphone</title><content type="html">&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadfile/754932/amr.zip.html" target="_blank"&gt;Azan&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/MobileMolvee3.jar" target="_blank"&gt;Azan&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://download11.getjar.com/downloads/wap/pub/10184/Hadith50.jad" target="_blank"&gt;50 hadiths&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/juz30.jar " target="_blank"&gt;juz30&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/ShahihMuslimIndonesia.jar" target="_blank"&gt;Shahih Muslim&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/Ghasiyah.jar" target="_blank"&gt;Ghasiyah&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.4shared.com/file/34686154/93a00cee/ShahihBukhariIndonesiajar.html?dirPwdVerified=80e0460f" target="_blank"&gt;Shahih Bukhari&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadfile/748167/QuranReader.zip.html" target="_blank"&gt;QuranReader&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/PocketQuran.jar" target="_blank"&gt;PocketQuran&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/Quran.jar" target="_blank"&gt;Quran&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://islam.inhandlearning.com/wap/apps/DzikrDoa.jar" target="_blank"&gt;DzikrDoa&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/DuaQuran.jar" target="_blank"&gt;DuaQuran&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/DoaHarian.jar" target="_blank"&gt;DoaHarian&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://download11.getjar.com/downloads/wap/pub/7710/mramadhan.jad" target="_blank"&gt;mramadhan&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/Hadis40.jar" target="_blank"&gt;Hadis40&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://webislam.110mb.com/app/index.php?dir=&amp;file=Kauthar.jar" target="_blank"&gt;Kauthar&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/mShalat.jar" target="_blank"&gt;mshalat&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2674064/Yaasin.zip.html" target="_blank"&gt;yaasin&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-2306081685982956977?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/2306081685982956977/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=2306081685982956977" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2306081685982956977?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2306081685982956977?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/08/aplikasi-java-religi.html" title="Aplikasi Java Religi untuk Handphone" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMNQX8-fyp7ImA9WxJbFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-3524297812441733734</id><published>2009-07-23T17:49:00.006+07:00</published><updated>2009-07-24T18:04:50.157+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-24T18:04:50.157+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tarbiyah" /><title>Izzis dan Fenomena Nasyid</title><content type="html">&lt;a href="http://izis.web.id/components/com_wmtportfolio_v2/Galleries/Konser/izis14.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 207px; CURSOR: hand; HEIGHT: 135px" alt="" src="http://izis.web.id/components/com_wmtportfolio_v2/Galleries/Konser/izis14.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Jaman awal-awal reformasi, lirik nasyid izzis kerap diserukan ketika lagi aksi ato demo. ...kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri... Begitulah sepenggal liriknya. Ya, lirik ini menjadi sebuah penyemangat aksi yang lebih kurang sebagai sebuah kepedulian/ solidaritas, dalam terik matahari atau guyuran air. Hingga seiring waktu, izzis pun meluncurkan nasyid yang tak hanya untuk tema-tema aksi tapi juga tarbiyah dan/atau dakwah. Sejumlah karyanya adalah untukmu syuhada.&lt;br /&gt;Izzis sendiri terlahir di tengah-tengah kampus. Tepatnya di Kampus FMIPA UI Depok. Izzis dibentuk sejak 1992 oleh mahasiswa yang aktif dalam dakwah kampus. Di sela-sela kuliah, mereka berlatih di mushola. Di tahun 2006 personil izzis ada Novi Hardian, Afwan Riyadi, Agus Suharyadi, M Cholid Riza, Eko Sudrajat, Fathurrahman, Muji Raharjo, dan Noorahmat Pudyastomo. Sejumlah album yang diluncurkan izzis adalah Seruan, Ramadhan, Untuk Sebuah Cita, Kembali, Berderap di Jalan Panjang, Marching Out, Tak Sekedar Kata, Persembahan Kami, Jiwa, Pewaris Negeri, Al Aqsa Memanggil dan DTAK.&lt;br /&gt;Nasyid termasuk baru dalam ranah musik religius di Indonesia. Nasyid biasanya tampil dengan beberapa personil, yang juga disertai penyampaian pesan dakwah. Nasyid masuk Indonesia sekitar era tahun 80-an. Awalnya dirintis mahasiswa yang aktif dalam kajian Islam di kampus-kampus. Tahun 1994 -1996, nasyid lebih menjadi bagian dari hiburan dalam acara seminar-seminar Islam. Sesekali ada dalam acara pentas seni Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak reformasi 1998, nasyid disambut antusias oleh kalangan muda. Nasyid kemudian berkembang hampir di setiap sekolah yang memiliki organisasi rohis, terutama di kalangan pelajar SMU. Sementara, grup nasyid di Indonesia yang sudah cukup senior di antaranya SNADA, Justice Voice, IZZIS, Gradasi, Shoutul Harokah, Arruhul Jadid dan Suara Persaudaraan. Nasyid sepertinya perlu bangkit kembali setelah belakangan lesu. Perjalanan nasyid masih cukup panjang dan masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Termasuk kreatif dalam berkarya. Sebaiknya senantiasa diingat akan niat awal nasyid untuk berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-3524297812441733734?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/3524297812441733734/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=3524297812441733734" title="8 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3524297812441733734?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3524297812441733734?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/07/jaman-awal-awal-reformasi-lirik-nasyid.html" title="Izzis dan Fenomena Nasyid" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EDQng4fSp7ImA9WxJUFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-9049413108871289118</id><published>2009-07-14T16:52:00.008+07:00</published><updated>2009-07-15T13:34:33.635+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-15T13:34:33.635+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>ASI Eksklusif</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.republika.co.id/images/news/2009/05/20090504153017.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 140px;" src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/05/20090504153017.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI Eksklusif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*Telah dipublikasikan di &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/24_170Asieksklusif.pdf/24_170Asieksklusif.pdf" target="_blank"&gt;Cermin Dunia Kedokteran&lt;/a&gt; Juli-Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun angka inisiasi menyusui meningkat sejak tahun 1990, angka inisiasi ASI eksklusif masih rendah bahkan tidak meningkat pada periode waktu yang sama. Proporsi bayi yang mendapat ASI eksklusif 6 bulan setelah melahirkan meningkat lebih lambat dibandingkan bayi yang mendapatkan makanan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hambatan memulai dan melanjutkan proses menyusui antara lain karena kurangnya edukasi tentang menyusui sebelum melahirkan, praktek dan kebijakan rumah sakit yang tidak mendukung, interupsi saat menyusui, pemulangan dari rumah sakit yang lebih awal, kurangnya waktu untuk follow up rutin dan kunjungan pasca persalinan, pekerjaan ibu (tidak adanya fasilitas dan dukungan untuk menyusui di tempat kerja), kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat, promosi komersial susu formula bayi, iklan di televisi dan majalah, kesalahan informasi serta kurangnya bimbingan dan dukungan dari petugas medis.1&lt;br /&gt;Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2002-2003 menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari 2 bulan hanya 64%.2 Persentase turun seiring dengan bertambahnya usia bayi yakni 46% pada bayi usia 2-3 bulan dan 14% pada bayi usia 4-5 bulan. Yang lebih memprihatinkan, 13% bayi kurang dari 2 bulan telah diberi susu formula dan satu dari tiga bayi usia 2-3 bulan telah diberi makanan tambahan. Survei Nutrition &amp;amp; Health Surveillance System, Balitbangkes dan HKI (2002) di 4 perkotaan (Jakarta, Surabaya, Semarang, Makasar) dan 8 pedesaan (Sumbar, Lampung, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Sulsel) menunjukkan bahwa cakupan ASI eksklusif 4-5 bulan di perkotaan antara 4-12%, sedangkan di pedesaan 4-25%.3 Pencapaian ASI eksklusif 5-6 bulan di perkotaan berkisar antara 1-13% sedangkan di pedesaan 2-13%.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ASI Eksklusif&lt;br /&gt;WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif bagi bayi sejak lahir, sesegera mungkin (setengah-1 jam sejak lahir) sampai setidaknya usia 4 bulan dan bila mungkin hingga usia 6 bulan.4 Yang dimaksud dengan ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa disertai makanan atau minuman tambahan yang lain kecuali vitamin, mineral dan obat-obatan.1 ASI harus diberikan sebanyak dan sesering yang diinginkan bayi, siang maupun malam, setidaknya 8 kali.4&lt;br /&gt;Rekomendasi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan dan perkembangannya.5 ASI memberi semua nutrisi yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit seperti diare dan pneumonia serta mempercepat pemulihan bila sakit.&lt;br /&gt;ASI eksklusif telah terbukti meningkatkan proteksi terhadap banyak penyakit dan meningkatkan kemungkinan melanjutkan menyusui sedikitnya sampai usia 1 tahun.1 Rendahnya pemberian ASI eksklusif menjadi pemicu rendahnya status gizi bayi dan balita.3&lt;br /&gt;Studi pada populasi berpendapatan rendah, menunjukkan bahwa cairan sebagai tambahan ASI tidak diperlukan untuk mempertahankan hidrasi.6 Kandungan air dalam ASI yang diminum bayi selama pemberian ASI eksklusif sudah mencukupi kebutuhan bayi.5 Penambahan air, teh, atau cairan lain berpengaruh pada output ASI, pertumbuhan serta morbiditas dan mortalitas karena penyakit infeksi.6&lt;br /&gt;Memberi cairan sebelum bayi berusia 6 bulan meningkatkan risiko kekurangan gizi. Konsumsi air putih atau cairan lain meskipun sedikit, akan membuat bayi merasa kenyang sehingga tidak mau menyusu. Penelitian menunjukkan bahwa memberi air putih sebagai tambahan cairan sebelum bayi berusia 6 bulan dapat mengurangi asupan ASI hingga 11%.5&lt;br /&gt;Pemberian cairan tambahan juga meningkatkan risiko terkena penyakit. Pemberian cairan dan makanan dapat menjadi sarana masuknya bakteri patogen. Bayi usia dini sangat rentan terhadap bakteri penyebab diare, terutama di lingkungan yang kurang higienis dan sanitasi buruk. ASI menjamin bayi dapat memperoleh air bersih yang tersedia setiap saat. Penelitian di Filipina menunjukkan bayi yang diberi air putih, teh, atau minuman herbal lainnya berisiko terkena diare 2-3 kali lebih banyak disbanding bayi yang diberi ASI eksklusif.5&lt;br /&gt;Reanalisis studi di Brazil dan Bangladesh menunjukkan bahwa bayi menyusui dalam 6 bulan pertama kehidupan yang diberi makanan tambahan memiliki risiko 2-3 kali lipat lebih tinggi dalam hal kematian akibat diare dan pneumonia dibandingkan bayi yang menyusui eksklusif. Randomised controlled trial di Honduras menemukan, seperti studi observasional sebelumnya, bahwa mengenalkan cairan atau makanan pada diet bayi sebelum 6 bulan tidak bermanfaat bagi pertumbuhan.6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat ASI&lt;br /&gt;Menyusui adalah suatu proses alamiah yang besar artinya bagi kesejahteraan bayi, ibu dan keluarga.4 ASI memberi segala kebutuhan bayi, baik dari segi gizi, imunologis, maupun psikologis. ASI bersifat species-specific dan lebih unggul dibandingkan dengan makanan pengganti untuk bayi.1 ASI merupakan makanan alamiah dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.7 ASI mudah dicerna dan diserap, jarang menyebabkan konstipasi.&lt;br /&gt;ASI mengandung substansi yang menunjang perkembangan system saraf dan pertumbuhan otak.8 ASI kaya akan antibodi untuk melawan infeksi.7 ASI dapat membantu bayi untuk merespon secara baik terhadap vaksin mengingat jumlah antibodi yang tinggi pada bayi usia 7-12 bulan yang menyusui.8 Bayi yang menyusui lebih sedikit mengalami alergi. Pada keluarga dengan riwayat alergi, bayi menyusui mengalami lebih sedikit asma, alergi makanan dan eksim. ASI eksklusif sampai 4 bulan akan menurunkan risiko penyakit jantung anak ketika dewasa.7 Menyusui juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.&lt;br /&gt;Penelitian di negara maju dan berkembang termasuk populasi kelas menengah di negara maju, menunjukkan bukti kuat bahwa ASI menurunkan insiden dan atau keparahan sejumlah penyakit infeksi termasuk meningitis bakterial, bakteremia, diare, infeksi saluran napas, necrotizing enterocolitis, otitis media, infeksi saluran kemih, dan late-onset sepsis pada bayi prematur. Selain itu, angka kematian postneonatal di USA berkurang hingga 21% pada bayi menyusui. Sejumlah studi menunjukkan peran ASI pada penurunan kejadian sudden infant death syndrome pada tahun pertama kehidupan dan penurunan insiden DM tipe 1 dan 2, limfoma, leukemia, penyakit Hodgkin, overweight dan obesitas, hiperkolesterolemia, dan asma pada anak yang lebih tua dan orang dewasa. Menyusui juga berhubungan dengan peningkatan hasil tes perkembangan kognitif. Menyusui pada saat prosedur seperti heel-stick untuk skrining bayi baru lahir akan membuat analgesia bagi bayi.1&lt;br /&gt;Manfaat menyusui bagi ibu antara lain menurunkan risiko perdarahan pasca persalinan dan mempercepat involusi uterus karena berhubungan dengan peningkatan konsentrasi oksitosin, menurunkan kehilangan darah menstruasi dan meningkatkan jarak kelahiran berhubungan dengan amenore pada masa laktasi, mempercepat kembalinya berat badan seperti sebelum hamil, menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium serta kemungkinan menurunkan risiko fraktur tulang pinggul dan osteoporosis pasca menopause.1&lt;br /&gt;Selain manfaat individual, menyusui menghasilkan manfaat social ekonomi yang signifikan bagi negara, termasuk mengurangi biaya perawatan kesehatan dan mengurangi orangtua absen dari pekerjaan karena anak sakit. Insiden penyakit yang rendah pada bayi menyusui membuat orangtua memiliki waktu yang lebih untuk memperhatikan anak-anaknya yang lain serta tugas keluarga yang lain dan mengurangi orangtua absen dari pekerjaan serta menghindari berkurangnya pendapatan. Diperkirakan pada tahun 1993 biaya untuk membeli formula bayi pada tahun pertama setelah melahirkan adalah $855. Selama 6 minggu pertama laktasi, masukan kalori pada ibu yang menyusui tidak besar. Setelah periode tersebut, intake makanan dan minuman lebih besar, tetapi harga peningkatan intake kalori tersebut sekitar setengah dari harga untuk membeli susu formula. Dengan demikian dapat menghemat &gt;$400 per anak untuk pembelian makanan selama tahun pertama.9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;1. American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics 2005; 115: 496-506. Diakses dari: http://aap.policy.aappublications.org/.&lt;br /&gt;2. Media Indonesia. Program ASI eksklusif hingga bayi enam bulan. 3 Agustus 2005. Diakses dari: http://www.mkia-kr.ugm.ac.id/.&lt;br /&gt;3. Pusat Kesehatan Kerja Depkes RI. Kebijakan Departemen Kesehatan tentang peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) pekerja wanita. Diakses dari: http://www.dinkeskotasemarang.go.id/.&lt;br /&gt;4. Nindya S. Dampak pemberian ASI eksklusif terhadap penurunan kesuburan seorang wanita. Cermin Dunia Kedokteran 2001; 133: 44-47.&lt;br /&gt;5. LINKAGES. Pemberian ASI Eksklusif atau ASI saja: satu-satunya sumber cairan yang dibutuhkan bayi usia dini. 2002. Diakses dari: http://www.linkagesproject.org/.&lt;br /&gt;6. Black RE, Victora CG. Optimal duration of exclusive breast feeding in low income countries. BMJ 2002; 325: 1252-1253. http://bmj.bmjjournals.com/.&lt;br /&gt;7. Suririnah. Air Susu Ibu (ASI) memberi keuntungan ganda untuk ibu dan bayi. 2004. Diakses dari: http://www.infoibu.com/&lt;br /&gt;8. Department of Nursing: Children's and Women's Services/Ob-Gyn Patient Education Committee University of Iowa Children's Hospital. Breast is best!. Diakses dari: http://www.uihealthcare.com/.&lt;br /&gt;9. American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics 1997; 100: 1035-9. Diakses dari: http://aap.policy.aappublications.org/.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-9049413108871289118?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/9049413108871289118/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=9049413108871289118" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/9049413108871289118?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/9049413108871289118?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/07/meskipun-angka-inisiasi-menyusui.html" title="ASI Eksklusif" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IFRHs-fCp7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-6776602523078675451</id><published>2009-06-27T11:34:00.018+07:00</published><updated>2009-09-03T15:11:55.554+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:11:55.554+07:00</app:edited><title>USB FlashDisk Sandisk Cruzer Micro U3 2GB: Alnect Komputer</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;USB FlashDisk Sandisk Cruzer Micro mendukung high speed USB 2.0. Anda dapat menyimpan dokumen, gambar, foto, musik, video klip, hingga program. Tidak memerlukan instal driver terlebih dahulu. UFD ini tanpa tutup sehingga tidak khawatir akan kehilangan tutup. Adanya slider pada UFD menjadikan konektor USB dapat didorong ke dalam dan ke luar casing sehingga dapat memproteksi konektor dan mengecilkan ukuran. Ukuran UFD sendiri adalah 71 x 20.4 x 10.1 mm. Sedangkan beratnya 10 gram.&lt;br /&gt;USB FlashDisk Sandisk Cruzer Micro memiliki platform U3 untuk menjalankan aplikasi portabel langsung dari UFD tanpa instal di PC lagi. Sejumlah aplikasi portabel di website U3 antara lain &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?productId=35" target="_blank"&gt;avast&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?productId=334" target="_blank"&gt;spywarefree&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?ProductId=92" target="_blank"&gt;winrar&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?productId=109" target="_blank"&gt;openoffice&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?productId=316" target="_blank"&gt;firefox&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?productId=200" target="_blank"&gt;foxit reader&lt;/a&gt;. Untuk memproteksi akses UFD, dapat dipasang password.&lt;br /&gt;Bagi yang menginginkan UFD simpel, platform U3 dapat diuninstall. Anda juga bisa menggunakan application launcher seperti &lt;a href="http://portableapps.com/download" target="_blank"&gt;portableapps&lt;/a&gt;. Sejumlah aplikasi portabel di website portableapps di antaranya &lt;a href="http://portableapps.com/apps/utilities/clamwin_portable" target="_blank"&gt;clamav&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://portableapps.com/apps/internet/firefox_portable" target="_blank"&gt;firefox&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://portableapps.com/apps/office/openoffice_portable" target="_blank"&gt;oppenoffice&lt;/a&gt;. Bagi yang suka ngeblog, bisa menambahkan aplikasi tersendiri seperti &lt;a href="http://www.wbloggar.com/download.php" target="_blank"&gt;wbloggar&lt;/a&gt;. Di website portablefreeware terdapat kumpulan aplikasi portabel antara lain &lt;a href="http://www.portablefreeware.com/?id=1041" target="_blank"&gt;foxit reader&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.portablefreeware.com/?id=102" target="_blank"&gt;PC Wizard&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.portablefreeware.com/?id=32" target="_blank"&gt;process explorer&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;USB Flashdisk Sandisk Cruzer Micro beroperasi pada suhu 0° hingga 60° C, menyimpan data pada suhu -20° hingga 85° C. UFD ini mensupport Windows, Mac dan Linux. Namun, U3 hanya mendukung Windows saja. Kecepatan menulisnya 8.4 MB/detik. Kecepatan membaca 18.5 MB/detik. Untuk mengukur kecepatan baca tulis UFD bisa menggunakan &lt;a href="http://www.flashmemorytoolkit.com/files/fmtinstall.exe" target="_blank"&gt;flash memory toolkit&lt;/a&gt;  .&lt;br /&gt;USB Flashdisk Sandisk Cruzer Micro 2GB dapat dijumpai online di Alnect Web Store dengan harga Rp. 99.000. Garansi Alnect 30 hari. Garansi standar 1 tahun.&lt;br /&gt;Berikut ini contoh tampilan produk USB FlashDisk Sandisk Cruzer Micro U3 2GB di Alnect Web Store.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.alnect.net/images/361_img_Sat0609110625.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 150px;" src="http://www.alnect.net/images/361_img_Sat0609110625.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi produk tersedia di &lt;a href="http://www.alnect.net/products.php?/8/28/88/361/Storage_Media/USB_FlashDisk__2GB/Sandisk/UFD_Sandisk_Cruzer_Micro_U3_2GB" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Sementara ini, dari 1 Juni-31 Juli 2009 Alnect mengadakan kontes blog untuk mereview produk-produk Alnect. Hadiah yang bisa didapatkan adalah notebook, netbook, kamera digital, modem HSDPA, dan flashdisk 8GB/4GB. Tertarik dapat hadiahnya, silakan klik gambar berikut untuk informasi lebih lengkap.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alnect.net/blogcontest/?ref=tantursyah@gmail.com"&gt;&lt;img src="http://alnect.net/blogcontest/ticket.php?u=tantursyah@gmail.com" alt="Alnect computer Blog Contest" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-6776602523078675451?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/6776602523078675451/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=6776602523078675451" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6776602523078675451?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6776602523078675451?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/06/usb-flashdisk-sandisk-cruzer-micro-u3-2.html" title="USB FlashDisk Sandisk Cruzer Micro U3 2GB: Alnect Komputer" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IHRHg9fSp7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-863835357011914505</id><published>2009-06-13T16:34:00.005+07:00</published><updated>2009-09-03T15:12:15.665+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:12:15.665+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Intoksikasi: Terminum Tiner</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:Pq_ozercwEv99M:http://wb2.itrademarket.com/pdimage/86/775486_toluene.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 86px; height: 92px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:Pq_ozercwEv99M:http://wb2.itrademarket.com/pdimage/86/775486_toluene.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dapet PR dari &lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/" target="_blank"&gt;mas andri&lt;/a&gt;, bikin posting tentang kasus tiner, baru keposting sekarang-sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panas matahari tampaknya menyengat di desa panga, aceh jaya, pemekaran kabupaten aceh barat. Termasuk dalam puskesmas yang tampak megah dari luar. Mau pake sneli juga gerah. Padahal pagi baru beranjak siang.&lt;br /&gt;Sekonyong2 dateng pengunjung puskesmas ditemani seorang yang lain, nampak agak pucet dan lemes. Ya, ia tadi terminum tiner ketika sedang bekerja di proyek pembangunan rumah tsunami. Karena tiner berada dalam botol plastik air minum. Begitu miripnya dengan air minum, nyaris bgt miripnya klo dibilang. Tanda-tanda vital, tidak berubah secara drastis. Hanya memang kondisinya agak melemah, mungkin karena iritasi ke saluran cerna. Kali pertama kasus ini. Diberikanlah cairan fisiologis RL via infus. Istirahat dulu ya di bed UGD. Nah, apa ada anti tiner? Ni dia, secara referensinya kapita selekta yang ringan dibawa kemana-mana, ga  seperti teks book yang berat-berat, yang bikin nambah bagasi. Dikatakan tidak semua racun ada penawarnya sehingga prinsip utama adalah mengatasi keadaan sesuai dengan besarnya masalah. Berhubung ceritanya terminum, dimungkinkan dapat diberikan dekontaminasi saluran cerna agar bahan yang tertelan hanya sedikit di absorpsi. Nah, bila pasien diperiksa segera setelah menelan racun, norit (karbon aktif) yang diberikan per oral mungkin efektif dalam mengurangi beratnya keracunan. Dapetlah norit. Klo di puskesmas kayaknya banyak, seperti &lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/2009/03/makan-tape-setelah-minum-obat-flu.html" target="_blank"&gt;cerita mas andri&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Secara ga canggih ya literaturnya, mestinya kan EBM, text book update, jurnal update. Biasanya yg gitu2 tu pabalatak di internet. Secara emang ada ya internet di pedalaman. Kesian ya temen2 yg tugas di pelosok2, palagi yg uda bertahun2. Tapi itulah namanya pengabdian. Di panga aja klo mo browsing boro2 dah. Sinyal telepon aja mesti keluar dari puskesmas. Jalan jauhan dulu, baru nemu sinyal. Tapi ga juga ding, kadang2 yg deket2 juga dapet. Tapi ya gitu 2-3 baris. Ntu dia jadinya susa gprs-an palagi 3G. Klo pun ada, waktu tu juga ga mudeng yg gituan. Ga kaya jaman sekarang uda canggih2 ampe 3.5 G segala. Belum lagi iphone apa blackberry.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Btw, apa sih tiner itu? Tiner yg umum dipake dlm percatan adalah solvent/pelarut untuk mengencerkan cat. Setelah cat dioleskan, tiner akan menguap dan dapat menyebabkan pusing, iritasi mata, hidung dan tenggorokan pada yg ngecat. Ga hanya cat, banyak industri yg pake tiner kayak tekstil, lem, gasolin, karet, plastik dll. Kandungannya ada toluene, sama2 xylene, benzene, acetone, metanol, n-hexane, n-butil asetat, etanol dll. Toluene menyumbang hingga kira2 60-70%. Sifatnya terang, cairan tak berwarna, berbau enak dan tajam. Ini bikin potensial intoksikasi. Intoksikasi kronik tiner pada pekerja yg mengisap uapnya kerap ditemukan. Intoksikasi akut tidak biasa dan efek klinis setelah tertelan relatif tidak diketahui. Dilaporkan bahwa 45-50 ml tiner yg tertelan ckp berakibat komplikasi berat. Toluene yg diabsorpsi akibat menelan tiner dapat menyebabkan insufisiensi kardiak, renal, hepatik, pneumopleurisy, rhabdomyolisis dan polimyositis fulminan pada impak yg luas. Hasil studi 32 kasus tertelan tiner thn 1984-2006 di turki menunjukan bahwa hipertermia, hilang kesadaran temporer, muntah dan batuk tampaknya menjadi gambaran klinis yg sering. Pd kasus tertelan toluene, dpt diberikan arang aktif atau activated charcoal .&lt;br /&gt;Setidaknya itulah yg didapet dr literatur setelah browsing2. Nah, sekarang balik ke cerita internet di pedalaman. Di panga tu paling banter mau ngenet ya ke meulaboh ada sebuah warnet 5000/jam. Kesananya boleh pake motor. Motor trail risikonya mogok di jalan. Motor bebek ada pinjem dulu hehe. Mo naek mobil ada L300. Jalannya, ni dia. Panga-teunom masi ada sisa aspal, lumayan. Lepas teunom, jalannya klo ujan, kebanjiran. klo ga beruntung, mesin mobilnya dimatiin lalu didorong, penumpangnya ada jasa gerobak. Abis tu lewat hutan, jalannya mirip2 tanah gambut. Mobil2 pada kepater. Klo kepater mesti ada yang narik. Selepas hutan lewat arongan, nah ini lumayan kiri kanannya perkampungan. Banyak pohon kelapa tinggi2. Kadang ketemu serombongan kerbau yg pulang kandang. Abis tu ketemu jalan aspal lagi, lalu ketemu jalan pesisir. Susa lagi di sini. Banyak genangan2 air laut. Batang2 kayu penghubung kolam laut banyak rusak. Perna mau mencemplungkan motor supra ke genangan laut yg cukup dalam. Alhamdulillah, ga sampe. Di bagian genangan air tanpa kayu penghubung mesti nyemplung dulu. Lepas laut jalannya berlobang2. Hingga ada bagian jalan klo kebanjiran panjang bener. Mobilnya pun dimatiin didorong dgn penumpang di dalamnya. Jelang meulaboh ketemu hutan lagi. 3 jam nempuh perjalanan gitu. Jadi daripada repot2, mendingan ga, cukup bersama dgn kapsel aja dah hehe.. Lha ini cerita tiner, kok jadi kemana2. Ya suda segitu aja dah, moga aja ada editor majalah ato jurnal yang baca n trtarik mmpublikasikan tulisan ini. Berharap. Secara kan bisa dapet honor.. Ga repot2 dulu ngerapiin tulisannya. Hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/08_DampakInhalasiCatSemprot.pdf/08_DampakInhalasiCatSemprot.pdf"&gt;Dampak Inhalasi Cat Semprot terhadap Kesehatan Paru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.atsdr.cdc.gov/csem/toluene/treatment_management.html" target="_blank"&gt;Toluene Toxicity Treatment and Management&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tipbilimleri.turkiyeklinikleri.com/download_pdf.php?id=54150"&gt;&lt;span class="std nobr"&gt;&lt;/span&gt;Thinner Ingestion Causes Hyperthermia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial,sans-serif;"&gt;&lt;a name="1"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-863835357011914505?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/863835357011914505/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=863835357011914505" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/863835357011914505?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/863835357011914505?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/06/intoksikasi-terminum-tiner_13.html" title="Intoksikasi: Terminum Tiner" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EMRXY6eyp7ImA9WxJQGU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-3041798843208392289</id><published>2009-05-20T12:30:00.005+07:00</published><updated>2009-06-02T15:34:44.813+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-02T15:34:44.813+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner" /><title>Klepon: Riwajatmoe Kini</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:ebOWWwNbR1Sq5M:http://i42.photobucket.com/albums/e320/dewianwar/klepon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 143px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:ebOWWwNbR1Sq5M:http://i42.photobucket.com/albums/e320/dewianwar/klepon.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Klepon adalah camilan favoritku jaman kecil dulu. Klo hari pasar tiba di kampungku, hampir selalu nitip beli klepon. Belinya mesti pagi-pagi, soalnya klo siangan dikit uda keabisan. Klepon biasanya ditemani cetil sama putu. Kleponnya tu enak, lembut. Cetilnya kenyal-kenyal. Klo putunya kenyalan dikit. Beda banget ama yang di kota. Biasanya kleponnya ga banyak, 1-2 buah dalam 1 wadah. Klo cetil sama putunya bisa banyak. Mungkin karena bikin klepon susahan, jadi dikit. Padahal tu ya, yang enaknya ya kleponnya itu. Sayangnya, pasarnya sekarang uda lama tutup dan klepon pun tak dijual lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klepon banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional. Wadahnya dari daun pisang atau dikemas dalam plastik kecil. Hanya saja, sekarang keberadaan klepon sulit ditemui apalagi di kota-kota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Harganya murah, tapi rasanya enak. Bahannya alamiah dari tepung ketan, kelapa, garam, dan gula jawa. Warna klepon putih atau hijau. Untuk klepon hijau perlu ditambahkan pewarna dari daun suji atau daun pandan. Klepon dibentuk bulet-bulet kecil di dalamnya gula kelapa (gula Jawa), lalu direbus. Disajikan dengan parutan kelapa yang lembut dan cantik. Teksturnya kenyal dan lembut. Kalo kita makan, gula jawanya terus lumer di lidah. Klepon biasa bersama cetil sebagai camilan pagi-pagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-3041798843208392289?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/3041798843208392289/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=3041798843208392289" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3041798843208392289?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3041798843208392289?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/05/klepon-riwajatmoe-kini_2346.html" title="Klepon: Riwajatmoe Kini" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcFQX89fyp7ImA9WxJQGU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-6580877839881537126</id><published>2009-05-17T06:38:00.003+07:00</published><updated>2009-06-02T15:40:10.167+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-02T15:40:10.167+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ponsel" /><title>Hape Nokia N73 dan Internet</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:gk4l0-UmDZ5OJM:http://www.zamaska.com/uploads/posts/2009-03/1237712181_nokia_n73_music_edition.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 126px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:gk4l0-UmDZ5OJM:http://www.zamaska.com/uploads/posts/2009-03/1237712181_nokia_n73_music_edition.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hape candy bar ini layarnya ukuran 2.4 inci (37x49mm) dengan piksel 240x320. Berat 116 g. Nilai SAR 1.12 W/kg. Untuk browsing, ada GPRS 10 (32-48 kbps), EDGE 10 (236.8 kbps), 3G/UMTS (384 kbps). Prosesornya ARMv1024 220 MHz menurut &lt;a href="http://www.mobitola.com/phones/Nokia/N73/" target="_blank"&gt;mobitola&lt;/a&gt;, ARM9 208 JIT menurut &lt;a href="http://www.jbenchmark.com/result.jsp?orderby=cpu_class&amp;amp;brand=Nokia&amp;amp;submit=OK&amp;amp;benchmark=ace" target="_blank"&gt;jbenchmark&lt;/a&gt;, respon lambat termasuk ketika membuka aplikasi java. Di &lt;a href="http://www.forum.nokia.com/devices/N73" target="_blank"&gt;forum nokia&lt;/a&gt; disebutkan maksimal ukuran file java unlimited. Heap size unlimited. SDRAM 64 MB. Maksimal SIS size unlimited. Bisa dipasang kamus inggris-indonesia. Memorinya 42 MB, bisa diupgrade miniSD hingga 2GB. Batere standby 220 jam, waktu bicara 4,5 jam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk transfer file ada bluetooth, infrared, kabel data CA-70. Transfer data saat terkoneksi PC pada mode USB bisa mencapai 500-850 kbps (&lt;a href="http://tipsputrasemeru.blogspot.com/2008/08/review-nokia-n73.html" target="_blank"&gt;review nokia n73&lt;/a&gt;). Untuk jadi modem, bisa download &lt;a href="http://nds1.nokia.com/files/support/global/phones/software/Nokia_PC_Suite_7_1_18_0_eng_web.exe" target="_blank"&gt;Nokia PC Suite&lt;/a&gt;. Perna coba, speed modem kabel data yang tertera sekitar 460 kbps. Kalo pingin ngeblog, hp ini mendukung copy paste. Hanya keypadnya cukup berdekatan dan joysticknya kurang nyaman. Maksimal karakter SMS 1000 (7 SMS). Bisa pake &lt;a href="http://mynotes.zx6.ru/dist/20081115/MyNotes.jar" target="_blank"&gt;mynotes&lt;/a&gt; dulu untuk menulis postingan. Untuk picture/video blogging ada lifeblog. Ato bisa pake &lt;a href="http://m.shozu.com/" target="_blank"&gt;shozu&lt;/a&gt;. Browser bawaan simpel tapi masi enakan &lt;a href="http://operamini.com/" target="_blank"&gt;opera mini 4.2&lt;/a&gt;, bisa untuk mengedit blog juga. Ato &lt;a href="http://operamini.club.hu/opera/opera206_en.jar" target="_blank"&gt;opera mini 2.06&lt;/a&gt;, lumayan hemat pulsa bila setting image dinonaktifkan, cocok untuk buka email yahoo, gmail, friendster, facebook, blog atopun yahoo messenger. Klo pingin yahoo messenger terpisah bisa pake &lt;a href="http://orisinil.com/ymtiny/ymtiny.jar" target="_blank"&gt;ymtiny&lt;/a&gt;. Di opera mini, alamat web pun bisa dibookmark. Kalo untuk download aplikasi java dengan browser bawaan saja, karena file jar tidak bisa disimpan. Klo pake browser &lt;a href="http://wap.ucweb.com/" target="_blank"&gt;ucweb&lt;/a&gt;, download yang keputus bisa dilanjut. Menurut &lt;a href="http://www.jbenchmark.com/result.jsp?orderby=name&amp;amp;brand=Nokia&amp;amp;submit=OK&amp;amp;benchmark=net&amp;amp;country=0&amp;amp;provider=0" target="_blank"&gt;jbenchmark&lt;/a&gt; download speednya 341 kbit/s dan upload speed  307 kbit/s. Hasil download file zip bisa diekstrak dengan &lt;a href="http://piligrim.wapland.org/JZipMan.jar" target="_blank"&gt;jzipman&lt;/a&gt; dan file rar dengan &lt;a href="http://mobilerar.narod.ru/MobileRar.zip" target="_blank"&gt;mobilerar&lt;/a&gt;. Suda punya aplikasi document dan pdf viewer. Klo pingin nulis excel ada &lt;a href="http://www.simprit.com/files/miniexcel.jad" target="_blank"&gt;mini excel&lt;/a&gt;. Untuk mengoptimalkan memori hape saat browsing dengan aplikasi java, bisa pake &lt;a href="http://thttpd.seclub.org/apps/b/7/0/b705bdae9c2b3e1ace1bbbe456649a0c/mm.jar" target="_blank"&gt;memory manager&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.emobistudio.com/download/memoryup_j2me/memoryup_j2me.zip" target="_blank"&gt;memoryup&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://waper.ru/file/625938/CPUMobile.jar" target="_blank"&gt;cpumobile&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://waper.ru/file/27034/autoheap.jar" target="_blank"&gt;autoheap&lt;/a&gt;, ato &lt;a href="http://waper.ru/file/89347/heapclearer.jar" target="_blank"&gt;heap clearer&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Bisa multitasking. ga bisa bluetooth kontrol dan kabel datanya ga bisa sekalian ngecharge.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-6580877839881537126?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/6580877839881537126/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=6580877839881537126" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6580877839881537126?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6580877839881537126?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/05/hp-nokia-n73-dan-internet.html" title="Hape Nokia N73 dan Internet" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MMQHk5eCp7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-6038051940626509561</id><published>2009-05-02T16:55:00.004+07:00</published><updated>2009-09-03T15:11:21.720+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:11:21.720+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Prevalensi Karies Gigi pada Balita Usia 3-5 Tahun</title><content type="html">published at Jurnal Medika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://profiles.friendster.com/13931276"&gt;Suryawati Sukmono&lt;/a&gt;, Tantur Syahdrajat, &lt;a href="http://profiles.friendster.com/19555110"&gt;Tri Handayani&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Titiek-Resmisari/1344646371"&gt;Titiek Resmisari&lt;/a&gt;, Sri Wahyuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:7omnREYx5MXqOM:http://www.uniklinikum-giessen.de/erhaltung/Karies.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 84px; height: 139px;" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:7omnREYx5MXqOM:http://www.uniklinikum-giessen.de/erhaltung/Karies.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan badan, ikut berperan dalam menentukan status kesehatan seseorang. Untuk menilai status kesehatan gigi dapat dilihat dari ada dan tidaknya penyakit gigi, di antaranya karies gigi. Karies gigi adalah penyakit bakterial yang menyerang gigi di mana bagian organik dari gigi mengalami destruksi, sedangkan bagian anorganiknya mengalami dekalsifikasi.1 Karies gigi merupakan penyakit gigi yang paling banyak ditemukan, meliputi semua usia dan lapisan masyarakat yang jika tidak diketahui sejak dini dan dibiarkan berlanjut dapat menjadi lebih parah. Selain itu, timbul pula komplikasi yang serius berupa penyakit ginjal, jantung, syaraf, dan sebagainya.2&lt;br /&gt;Anak balita merupakan kelompok masyarakat yang jumlahnya cukup besar dan memiliki prevalensi karies gigi yang cukup tinggi, Survei Departemen Kesehatan Republik Indonesia yang dilakukan pada Pelita III dan IV menunjukkan bahwa prevalensi penduduk Indonesia yang menderita karies gigi sebesar 80%, dan 90% di antaranya adalah anak-anak.7 Penelitian Taverud menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi pada anak berusia satu tahun sebesar 5%, anak usia dua tahun sebesar 10%, anak usia tiga tahun sebesar 40%, anak usia empat tahun 55%, dan anak usia lima tahun sebesar 75%. Penelitian Rinaldi (1985) terhadap 3450 anak TK di Yogyakarta menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi sebesar 85%, 45% pada balita perempuan dan 40% pada balita laki-laki.3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masa anak, khususnya balita, merupakan awal dari pembentukan perilaku. Masa balita adalah masa usia yang paling rentan terhadap berbagai pengaruh, baik yang datang dari dalam maupun dari luar diri sang anak. Tidak mengherankan apabila mereka cukup rentan mengalami perubahan status kesehatan, termasuk di dalamnya kesehatan gigi. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan gigi pada anak semestinya melibatkan interaksi berbagai pihak, yang dalam hal ini, anak itu sendiri, orang-tua, dan dokter. Pengetahuan, sikap, dan periiaku dari seluruh komponen tersebut mempengaruhi status kesehatan gigi anak. Pada anak-anak, pengaruh dari orangtua sangat kuat. Sikap dan perilaku orangtua, terutama ibu, dalam pemeliharaan gigi memberi pengaruh yang cukup signifikan terhadap sikap dan perilaku anak.3&lt;br /&gt;Di samping itu, perilaku anak sendiri menentukan status kesehatan gigi mereka, termasuk pola makan dan kebiasaan membersihkan gigi. Pada umumnya, anak sangat menggemari makanan yang manis seperti gulali, permen, dan coklat yang diketahui sebagai substrat yang disukai oleh bakteri untuk berkembang biak. Makanan tersebut tergolong kariogenik yang dapat diubah menjadi asam oleh bakteri dan selanjutnya dapat melarutkan struktur gigi.4,5,6 Keadaan ini diperburuk lagi dengan kemalasan anak membersihkan giginya atau anak belum mampu melakukannya, serta ketergantungan anak kepada orangtuanya.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut di atas, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui prevalensi karies gigi pada balita usia 3-5 tahun dan faktor yang mempengaruhinya.&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;Desain penelitian ini adalah deskriptif cross sectional. Waktu pelaksanaannya pada minggu IV September sampai minggu I Oktober 2003. Popuiasi penelitian adalah semua ibu beserta anak baiitanya yang berusia 3-5 tahun yang bertempat tinggal di Desa Sawah, Kecamatan Ciputat dan Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode total sampling terhadap ibu beserta anak balitanya yang berusia 3-5 tahun. Kriteria inklusi adalah ibu beserta anak balitanya yang berusia 3-5 tahun yang bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi adalah ibu yang tidak bersedia mengikuti penelitian. Sampel yang diperoleh sebanyak 82 ibu beserta balitanya. Pengumpulan data diperoleh dengan cara melakukan pemeriksaan fisik gigi pada balita berdasarkan batasan operasional karies gigi, yakni kelainan gigi yang memenuhi salah situ kriteria decay menurut DMFT WHO: yaitu (1) Kerusakan jaringan keras gigi yang secara klinis tampak sebagai lesi pada ceruk dan fisura dan pada permukaan gigi yang halus; (2) Terlihat perubahan warna pada ceruk dan fisura. Bila diraba dengan sonde terasa lunak dan tampak terlihat debris pada ujung sonde setelah diangkat; (3) Gigi dengan tumpatan sementara.7 Diagnosis karies gigi ditegakkan dengan pemeriksaan gigi secara visual (inspeksi) dan pemeriksaan menggunakan beberapa alat bantu seperti sonde." Selanjutnya, dilakukan wawancara pada ibu balita dengan menggunakan kuesioner yang diiakukan di Bina Keluarga Balita, Posyandu, ataupun pada saat kunjungan ke rumah responden. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik balita berdasarkan usia dan jenis kelamin, prevalensi karies gigi, karakteristik sosiodemografi responden, pengetahuan, sikap dan perilaku responden, serta perilaku balita. Selain itu, dilakukan pula penilaian pada pola konsumsi makanan seperti permen, biskuit, dan sirop. Data dianalisis menggunakan uji statistik kemaknaan Chi Square dan Fischer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil&lt;br /&gt;Karakteristik Balita dan Prevaiensi Karies dgi pada Balita&lt;br /&gt;Prevalensi karies gigi pada balita usia 3-5 tahun sebesar 81,7% (tabel 1). Prevalensi tertinggi terdapat pada balita perempuan (58,2%) dan balita berusia 4 tahun (59,7%) (Tabel 2). Prevalensi karies gigi menurut kelompok usianya, usia 3 tahun 14/20 (60%), usia 4 tahun 34/40 (85%), dan usia 5 tahun 19/22 (86,4%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Sosiodemografi Responden&lt;br /&gt;Hasil wawancara menunjukkan sebagian besar ibu balita berusia antara 20-29 tahun, berpendidikan rendah sampai menengah, tidak bekerja di luar rumah, memiliki anak dua atau kurang, dan memiliki pendapatan lebih besar dari lima ratus ribu rupiah (Tabel 3). Dari lima variabel bebas karakteristik demografi yang dipikirkan memiliki hubungan dengan prevaiensi karies gigi, hanya pekerjaan yang memiliki hubungan bermakna (Tabel 4).&lt;br /&gt;Sebagian besar responden (85,4%) pernah mendapatkan informasi mengenai kesehatan gigi. Sumber informasi yang paling berkesan menurut sebagian besar responden (58,6%) adalah televisi (Tabel 5). Pernah tidaknya ibu mendapat informasi mengenai kesehatan gigi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian karies gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Responden&lt;br /&gt;Dari Tabel 6 terlihat bahwa 76,8% responden memiliki pengetahuan yang kurang dan 89% responden memiliki perilaku yang kurang. Sedangkan sikap sebagian besar responden baik (84,l%). Pertanyaan pengetahuan tentang kebiasaan buruk penyebab karies gigi dijawab benar oleh 68,3% responden. Pertanyaan tentang usia balita sebaiknya berhenti menggunakan susu botol banyak dijawab salah (84,1%). Sedangkan pertanyaan tentang frekuensi balita menggosok gigi dijawab benar oleh 56,1% responden. Sebagian besar responden (79,3%) menyatakan tidak pernah memeriksakan gigi anaknya ke dokter gigi. Sedangkan dari 20,7% ibu yang yang pernah, hanya separuhnya (53%) yang bertujuan untuk kontrol gigi. Sebanyak 56,1% ibu membantu pada saat anaknya menggosok gigi. Dari uji statistik didapatkan hubungan yang bermakna (p&lt;0,05)&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-6038051940626509561?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/6038051940626509561/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=6038051940626509561" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6038051940626509561?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6038051940626509561?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/03/prevalensi-karies-gigi-pada-balita-usia_11.html" title="Prevalensi Karies Gigi pada Balita Usia 3-5 Tahun" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YHSXw8fip7ImA9WxJSEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-3221479866605140977</id><published>2009-04-30T17:06:00.006+07:00</published><updated>2009-05-02T14:58:58.276+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-02T14:58:58.276+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita" /><title>Seperti Inikah Rasanya Kerja di NGO?</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6rQgIgKHlXBcYM:http://www.ngo.or.jp/image/toppage.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 88px; height: 69px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6rQgIgKHlXBcYM:http://www.ngo.or.jp/image/toppage.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tercatat sedikitnya 4 kali saya wawancara di NGO (non government organization) asing yaitu UNICEF meulaboh, ACF, MDM dan Mercy Corps. Untuk sampai pada tahap wawancara, banyak langkah yang telah saya tempuh. Seperti mengirim CV via email, via surat dan faximile. Tentunya dengan browsing dulu ada vacancy ga di internet via googling, website jobsdb, jobstreet, informasikerja, infokerjaweb.id, pusgunakes, termasuk koran kompas, hari sabtu dan minggu juga. NGO yang diapply antara lain Oxfam, FHI, IOM, KNCV, Oxfam, UNICEF, ACF, MDM, MSF, Mercy Corps, CARE internasional, sampe saya punya list alamat-alamat NGO tersebut. Kayaknya hampir semua NGO saya apply. Untuk sampai pada wawancara tu setelah berbulan-bulan kemudian. Uda lupa juga lamaran yang mana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:9WK8HXmcWxxq_M:http://www.kosar-suli.hu/assets/images/Unicef.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 86px; height: 86px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:9WK8HXmcWxxq_M:http://www.kosar-suli.hu/assets/images/Unicef.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wawancara dengan UNICEF meulaboh lumayan unik mengingat saya lagi di Jakarta, UNICEF di meulaboh. Ya caranya teleinterview lewat telepon. Setelah sebelumnya di-SMS oleh teman sejawat yang kerja di sana. Sebenernya saya ga ahli-ahli banget dalam wawancara tapi ya uda disanggupin aja. Pas hari wawancara tu sepertinya ada seorang HRD dan seorang expat. Berhubung apa adanya, jadi jawabannya ya kesannya sekenanya. Alhasil wawancara hanya dalam hitungan menit. Selese. Dan pewawancara sepertinya kecewa. Padahal ya saya tu uda berulang kali baca bukunya Dale Carnegie,  uda ada tips-tips dan saya pun uda tahu cara-cara menarik perhatian orang. Ya tapi gimana ya ada rasa males juga nerapinnya. Padahal tu ya gajinya katanya IDR 15000K kata temanku pas aku lagi tugas di Aceh. Nah pas aku lagi main ke meulaboh, pas makan sore di gampong aceh (klo ga salah namanya…) bareng dr. imam,  dr. rahmat, sepertinya ketemu tu sama teman sejawat yang di UNICEF. Tapi ya ga nyapa ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:I0hTEsvTAXS7_M:http://www.medecinsdumonde.org.uk/imagelib/144650-spanishlogo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 82px; height: 80px;" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:I0hTEsvTAXS7_M:http://www.medecinsdumonde.org.uk/imagelib/144650-spanishlogo.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wawancara di MDM (medecins du monde) di daerah kebayoran. Ya saya dapat email agar datang wawancara pada hari tertentu dan diminta konfirmasi via email bila mau datang. Berhubung sepertinya saya telat buka email, ya uda saya ga konfirmasi. Alhasil saat saya datang, HRDnya nampak kecewa. Tapi ya tetep wawancara walopun saya mesti menunggu sekian jam berhubung dokter dari Spanyol-nya lagi sibuk inventaris obat. Akhirnya senja-senja, saya diwawancara bareng HRD dan dokternya. Ga berkesan wawancara. Intinya sih nanya tentang pengalaman manage public health dan tau dari mana tentang MDM? Habis no dibilangin tempatnya di Papua ama Jakarta. Weleh-weleh jauh juga di Papua di Puncak Jaya. Oya sebelum wawancara ketemu sama kordinator dokter di Jakarta. Eh ternyata kakak kelas di FKUI angkatan 1995.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6XjocP5tiIR24M:http://www.worldstoughesthorserace.com/Images/mercycorps.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 96px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6XjocP5tiIR24M:http://www.worldstoughesthorserace.com/Images/mercycorps.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wawancara di mercy corps ni yang jauh banget dan susa nyarinya di kemang masuk ke dalam. Setelah sebelumnya ditelepon sama orang HRD dan suru bawa CV, padahal CV-nya juga ga diminta pas datang. Sebelum masuk diperiksa dulu. Ketat juga bo. Sampe identitas mesti ditinggalin. Di sini juga ga berkesan wawancara. Yang ngewawancara orang HRD (psikolog kayaknya), kesannya sih ramah sama teman sejawat dari Unair, MPH di Belanda (lho kok saya ampe tau dia, tu dia kesannya saya yang wawancara dia) gimana mau diterima ya. Haha.. Kayak reporter aja. Klo HRDnya sih nanya psikologi banget kayak alasan pingin kerja di sini. Seperti pertanyaan nguji gitu. Kujawab aja untuk mengamalkan ilmu (idealis banget ya saya). HRDnya ngangguk2 aja.  Pertanyaan berikutnya, apa kelebihan kamu sama kekurangan kamu? Weleh-weleh ni dia pertanyaan yang bikin bingung saya sampai wajahku nampak jutek.. Lalu dikasitau klo diterima di sini jadinya officer untuk program ASI di wilayah Jakarta utara klo ga salah. Hasilnya? Anda tau sendiri pastinya. Dengan jawaban sekenanya, berhubung abis ngikut program kesehatan balita NU yang dapet bantuan dari pemerintah Saudi Arabia. Di teluk gong jakut terus ke kemang. Cape bo. Ya beginilah namanya berusaha dan mencoba hehehe.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:Nau2t8qeZMMsQM:http://profile.ak.facebook.com/v225/319/118/n1297009074_502.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 61px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:Nau2t8qeZMMsQM:http://profile.ak.facebook.com/v225/319/118/n1297009074_502.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah wawancara di ACF (action contre la faim) di Dhamawangsa yang lalu saya bekerja di situ. Berawal dari telepon suru datang wawancara, padahal tu ya saya lagi ngikut mobile clinic saat banjir Jakarta.  Untuk wawancara cape juga nunggunya berhubung bos HRDnya sibuk. Orang perancis. Cantik hehehe (Tau aja yang cantik, juga begitu menurut temen sekerja di sana). Entah mengapa ya HRD tu identik dengan wanita.. Eh ternyata wawancaranya diwakilkan sama orang HRD juga. Ditanya-tanya pengalaman di NGO sebelumnya sama bahasa inggrisnya gimana. Akhirnya kebagian tugas jadi food security team leader (ketahanan pangan bahasa indonsianya). Eh ternyata bareng &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Green-Vera/630451490" target="_blank"&gt;Vera S.Kom&lt;/a&gt;, teman PPKB yang ikut matrikulasi bareng awal masuk UI. Dan juga bareng &lt;a href="http://imamnuryanto.blogspot.com/" target="_blank"&gt;dr. Imam Nuryanto&lt;/a&gt;. Ciri khas NGO adalah meeting dan meeting. Ga pagi, ga sore. Materinya yang dibahas ya masalah yang ditemukan apa, solusinya bagaimana, pembagian tim sapa aja, berangkat deh ke sasaran. Nah abis selese balik lagi laporan. Begitu dan begitu. Dapet masalah apa lagi. Makan ya pas kita lagi di lapangan ato pas balik ke kantor. Jamnya ya seselesenya kita di lapangan.&lt;br /&gt;Umumnya peran NGO itu lebih ke distribusi logistik untuk korban bencana, entah itu logistik, sembako, kesehatan atau peran penyuluhan entah tu pendidikan atau kesehatan. Misal untuk korban banjir kebutuhan yang diperlukan biasanya air minum, air bersih, selimut, tikar, alat-alat bersih-bersih dsb. Termasuk kendaraan pengangkut, jadi umumnya dibagi divisi water and sanitation (watsan) serta food security (higyene dan shelter kits). Khusus untuk masalah kesehatan ditangani oleh NGO kesehatan yang ngadain mobile clinic terutama di pos-pos pengungsiann dengan perlengkapan obat-obatan dan alat-alat kesehatan yang diperlukan dan fungsi rujukan untuk kasus-kasus emergency. Sementara peran penyaluran ada NGO-NGIO tertentu yang ngadain misalnya untuk pemulihan dampak psikologis pasca bencana khusus untuk anak-anak dengan ngadain permainan-permainan untuk anak-anak. Sedang untuk mencegah wabah penyakit tertentu diadain penyuluhan kesehatan, salah satunya. Perna juga jadi presentan buat ibu-ibu kader-kader posyandu di Krueng Sabee yang diadain ACF Aceh Jaya, jaman tugas di puskesmas Panga. Nah semua kegiatan yang berkaitan dengan penyuluhan, logistic, kegiatan pendidikan dan kesehatan itu dievaluasi seberapa tepat sasarankah program yang dilaksanakan. Caranya bisa lewat interview langsung terhadap korban bencana. Karena hal ini mesti dilaporkan ke donor pemberi dana. Satu lagi hirarki penyaluran bantuan pada umunya ada yang secara langsung ke posko-posko pengungsian atau secara tidak langsung melalui stakeholder/perangkat pemeritahan desa. Jadi nyari data dulu jumlah pengungsi ke kelurahan. Uda dapat data, distribusi disalurkan melalui RT/RW. Untuk mempermudah distribusi dan komunikasi, hari-hari sebelumnya udah ada fasilitator untuk wilayah yang dijadikan pendampingan.&lt;br /&gt;Masalah gaji besarnya relatif sama dari pengalaman saya kerja, ngelamar, nanya-nanya orang NGO, di Jakarta, di Aceh rata-rata pada ngasi IDR 5000K. Ada juga yang lebih besdar dari itu, ada juga yang lebih kecil. Kesan yang saya dapatkan dari NGO itu adalah bahwa NGO officer itu identik dengan keja lapangan. Ya, karena kaitannya dengan hal-hal yang sifatnya tanggap darurat dan recovery ya jadi kerjanya mobile n mobile. Di NGO juga komunikasinya lebih banyak dengan bahasa inggris jadi ya bisa untuk melatih bahasa inggris, klo yang sudah fluent sih ya uda ga usah lagi kali ya hehehe… Trus juga kita belajar interaksi mengingat di NGO tu orang-orangnya berasal dari berbagai macam latar belakang pendidikan. Ada yang dari pertanian, kesehatan, psikologi, komunikasi, industri. Jadi wajar aja bila terjadi kesalahpahaman. Kendala bahasa juga bisa terjadi. Yang penting bisa diminimalisir. Dan di lapangan juga bisa terjadi kesalahpahaman mengingat kondisi sosial budaya masyarakat yang berbeda-beda. Ya, jadi perlu komunikasi yang baik. Sisi kebersamaan buat seneng-seneng juga ada. Misalnya saat kontrak berakhir, makan-makan bareng di ikan bakar babe lili, ada yang traktir hehe... Ya dirasa-rasakan emang lumayan cape….menurut saya lho..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-3221479866605140977?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/3221479866605140977/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=3221479866605140977" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3221479866605140977?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3221479866605140977?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/seperti-inikah-rasanya-kerja-di-ngo.html" title="Seperti Inikah Rasanya Kerja di NGO?" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EDRH86fSp7ImA9WxJTFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-8741792026220637213</id><published>2009-04-24T15:30:00.007+07:00</published><updated>2009-04-25T21:27:55.115+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-25T21:27:55.115+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entertain" /><title>Oki setiana dewi dan ketika cinta bertasbih</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-p.friendster.com/photos/34/54/91724543/1_726974993m.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://photos-p.friendster.com/photos/34/54/91724543/1_726974993m.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu yang lalu, sempat melihat tayangan yang menampilkan aktris oki setiana dewi di TVRI. Tayangan yang dipandu oleh neno warisman yang juga juri dalam audisi ketika cinta bertasbih,   menghadirkan juga dr. Adre Mayza, spesialis neurologi, dosen saya ketika masih menempuh pendidikan di FKUI. Serta psikolog, dengan floor ibu-ibu kebanyakan. Dari melihat tayangan ini, tertarik untuk mereview sang aktris dan mempostingnya dalam blog.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://profiles.friendster.com/91724543" target="_blank"&gt;Oki setiana dewi&lt;/a&gt; adalah pemeran anna althafunnisa dalam film &lt;a href="http://filmketikacintabertasbih.com/" target="_blank"&gt;ketika cinta bertasbih&lt;/a&gt;, film yang rencananya dirilis pada 11 juni 2009. Wanita berjilbab kelahiran batam tahun 1989 ini tercatat sebagai mahasiswi semester 4 jurusan sastra belanda, fakultas ilmu budaya universitas indonesia. Di kampusnya, oki ikut ngaji seminggu sekali dan aktif di rohis. Ketika di SMA pun, ia ikut pengajian hingga kemudian mengenakan jilbab. Keengganan untuk membuka jilbab ketika dalam FTV dulu, terjawab dengan mendapatkan peran utama dalam KCB. "Peran ini seperti jawaban dari Allah setelah aku vakum 3 tahun sejak pakai jilbab ini. Jalan Allah menunjukkan aku tetap berada di sini (dunia hiburan, red) tapi dengan tampilan berbeda", ungkapnya. Awalnya oki enggan ikut audisi, khawatir dengan kehidupan serba glamour di dunia entertain. Oki terpilih dalam audisi karena dianggap lembut tapi tegas. Semoga harapannya untuk berdakwah melalui dunia peran ini mendapat kemudahan.&lt;br /&gt;Dalam postingan blognya &lt;a href="http://okisetianadewi.blog.friendster.com/2009/04/perfilman-indonesia-yang-semakin-mengkhwatirkan/" target="_blank"&gt;perfilman indonesia yang semakin mengkhawatirkan&lt;/a&gt;, oki mengungkapkan keprihatinan  terhadap film yang malah akan menciptakan pendegradasian moral anak bangsa. Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa masih ada orang yang berorientasi pada karya yang mendidik, yang mendatangkan manfaat. Ia katakan dalam kapasitasnya sebagai seorang mahasiswa, teman dan kakak bagi adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah. Sebagai bentuk rasa sayangnya agar kelak mereka dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat ini. Ia juga berpesan untuk memilih tontonan yang membawa kebaikan untuk kita. Walopun begitu, ia katakan:'tulisan ini bukan bagian promosi saya untuk kalian menonton KCB lho (hehehe... eh, tapi kalau memang ada rezeki dianjurkan sekali untuk menonton hehe...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka&lt;br /&gt;http://okisetianadewi.blog.friendster.com&lt;br /&gt;http://filmketikacintabertasbih.com&lt;br /&gt;http://tejeseleb.wordpress.com&lt;br /&gt;http://fairyterritory.blogspot.com&lt;br /&gt;http://21cineplex.com&lt;br /&gt;http://sinemart.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-8741792026220637213?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/8741792026220637213/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=8741792026220637213" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/8741792026220637213?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/8741792026220637213?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/oki-setiana-dewi-dan-ketika-cinta.html" title="Oki setiana dewi dan ketika cinta bertasbih" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8GSHg_fSp7ImA9WxJTE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-6413197005882840135</id><published>2009-04-22T17:54:00.004+07:00</published><updated>2009-04-22T18:13:49.645+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-22T18:13:49.645+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travelling" /><title>Joger = Bali, Dagadu = Jogja, Bandung = Mari Kita Jalan-Jalan Ke Cihampelas</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8w9Jmy5EBmM/SdQfiv_Np9I/AAAAAAAAAAY/-rTuHsGyQh8/s320/image-upload-7-774826.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 145px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8w9Jmy5EBmM/SdQfiv_Np9I/AAAAAAAAAAY/-rTuHsGyQh8/s320/image-upload-7-774826.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cihampelas adalah kawasan pertokoan memanjang di kiri kanan jalan, kira-kira sepanjang 1,5 km. klo hari liburan, pengunjungnya bejibun. Macet karena jalanan kecil. Pernik pernik yang dijual utamanya busana semacam kemeja, jeans, t-shirt. Ada juga wisata kuliner semacam tempe bandung, sale bandung, peuyeum bandung. Nah, klo bali terkenal dengan kaos “joger-nya, jogja dengan kaos dagadu-nya. Maka akan sulit mencari bandung dengan kaos khasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu blogwalking, ketemu postingan tentang kaos bandung di &lt;a href="http://aroengbinang.blogspot.com/2009/03/i-found-bandung-in-cihampelas.html/" target="_blank"&gt;aroengbinang&lt;/a&gt;. penasaran ceritanya, datang juga nyari tokonya di deket ciwalk. Turun dari angkot kebon kalapa ledeng, tarifnya IDR 2K. kemudian jalan menyisir arah berlawanan dengan laju kendaraan. Kira 3-4 toko, ketemu tokonya namanya korek api jeans. Nah di etalase bertuliskan kaos bandung original, ketemu juga kaos yang dimaksud. Kaos berlabel EM Thirty Two dengan tulisan abrevasi dari Bandung. ada dua versi. Versi pertama Bersih Asri N? Dingin euy Ujan wae N? G? sama Batagor Asli cendol N asi liwet Durian es Ulah poho brownies Nempo factory outlet Gorengan + martabak.  pilihan warna yang tersedia  u versi pertama ada biru, coklat, krem, item. Yang kedua hijau, coklat, krem, item. Ada versi lain tapi tulisannya pendek semacam Bandung parisj van java dan Cihampelas. Harga kaosnya IDR 49.9K. ukurannya ada M, large, extra large. Jumlahnya ga banyak. Kupilih yang warna coklat setelah sempet mencobanya (boleh dicoba ternyata). Laen kalo m beli kaos di eiger (ga bisa dicoba dengan alasan khawatir melar).  Ni warna dipilih setelah tanya-tanya dulu sama mba-mba penjaga etalase, kayaknya sampe second, third opinion. Sebenernya pingin nyari warna putih, tapi ga ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klo bercerita tentang kaos, inget nyari-nyari kaos waktu di banda aceh, kayaknya hampir semua toko di sekitaran masjid baiturahman uda diputerin. Thanks for Khalif Nurdin yang telah rela nganter-nganter. Akhirnya dapet juga kaos aceh dengan tulisan khasnya, ya walopun ternyata berlabel osella. Ya, lumayan nyaman dipake. Lalu di sabang, juga sempet nyari-nyari kaos di sekitaran jalan raya di pinggiran kota sabang. Dapet juga kaos warna putih bertuliskan aceh-indonesia. Cukup nyaman buat dipake. Kaos yang sempet nemenin jalan-jalan ke takengon, aceh tengah, danau laut tawar. Namun sayang, ilang waktu offshore di Medco sembakung, Nunukan, Kalimantan Timur. Uda tanya-tanya laundrynya, tapi tetep ga ada.&lt;br /&gt;Sewaktu di bukittinggi, ngarai sianok dapet juga kaos berbahan bagus berendakan jam gadang, harganya murah IDR 25K. murah banget ya sob. Saat ke malioboro bareng &lt;a href="http://imamnuryanto.blogspot.com/" target="_blank"&gt;imam nuryanto&lt;/a&gt;, sempet juga menyusuri toko2 dari ujung ke ujung. Tapi ga nemu kaos yang lumayan bagus. Perna dapet kaos dagadu dari kakak yang cukup nyaman dipake. Di Pantai Pangandaran saya juga sempet menyusuri kios-kios di pantai barat, pantai timur hingga pasar seni. Namun sayang ga nemu yang bagus.&lt;br /&gt;Nah, klo di Jakarta perna tu ngiterin ITC mangga dua dari lantai ke lantai, sempet beli kaos bertuliskan Jakarta warna abu-abu, tapi ya  kurang nyaman. Dan ternyata ga kebawa kaosnya sewaktu balik dari Aceh Jaya, waktu kerja di puskesmas&lt;br /&gt;Kesimpulannya ni ya, klo dibanding-banding tu ya, kaos joger tu kandidat kaos bagus yang pertama. Kebetulan perna dikasi kakak yang perna ke bali. Bahannya bagus dan nyaman dipake. Berikutnya ya kaos dagadu. Tapi ya ini subjektif saya lho. Barangkali sobat-sobat ada yang berpengalaman beli-beli kaos yang bagus, boleh juga disharing di sini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-6413197005882840135?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/6413197005882840135/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=6413197005882840135" title="7 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6413197005882840135?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6413197005882840135?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/joger-bali-dagadu-jogja-bandung-mari.html" title="Joger = Bali, Dagadu = Jogja, Bandung = Mari Kita Jalan-Jalan Ke Cihampelas" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_8w9Jmy5EBmM/SdQfiv_Np9I/AAAAAAAAAAY/-rTuHsGyQh8/s72-c/image-upload-7-774826.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMHRHw6eip7ImA9WxJTEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-7534559530630491948</id><published>2009-04-18T17:36:00.003+07:00</published><updated>2009-04-18T18:00:35.212+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-18T18:00:35.212+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travelling" /><title>Pantai Pangandaran: Pesona Wisata Laut Selatan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://media.shozu.com/cache/portal/media/17fe511/16777220_blog"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 180px;" src="http://media.shozu.com/cache/portal/media/17fe511/16777220_blog" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pangandaran, sebuah kota kecil di Selatan Jawa Barat. Tempat menghabiskan masa kecil sya. Jaman saya masi duduk di bangku SD. Pantainya masi begitu eksotis. Ya pantai sisi barat menyuguhkan pesona wisata yang indah. Pasirnya masi bersih. Ga banyak orang yang jualan. Banyak tempat berteduh di bawah pohon kelapa dan ketapang. Sekadar untuk botram beralaskan tikar berhawakan angin laut. Walah puitis banget ya. Ya memang kelembutan pasirnya membuai wisatawan yang datang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelandaian pantainya memiliki daya tarik tersendiri untuk sejenak membuat mainan dari pasir, menimbun kaki dengan pasir, bermain dengan ombak, main bola, mengapung dengan ban di permukaan air, berenang-renang, atopun naik perahu. Main layangan, main perahu-perahuan. Ato bahkan sekedar menceburkan di air laut, mencicipi sensasi air laut pananjung.&lt;br /&gt;Pesona yang juga begitu memikat adalah pasir putih yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Pasirnya putih senampak pandangan mata. Kita  juga bias menemukan banyak fauna laut, bintang laut, kuda laut di air yang dangkal, di balik-balik karang. Belum lagi tersedia bangku panjang di bawah hutan pantai yang rindang beralaskan pasir putih. Sejauh mata memandang tampak hamparan air laut, karunia Tuhan yang indah mempesona.&lt;br /&gt;Di cagar alamnya kita bisa menemukan hutan pantai dan sejumlah fauna yang dilindungi. Berjalan-jalan kaki di hutan yang masi asri, jaman SD dulu. Kita juga akan menjumpai gua peninggalan jaman Jepang tempo dulu. Bagi pecinta suvenir, ada beragam pernak-pernik hiasan laut, busana pantai, perahu-perahuan, umang. Beragam-ragam suvenir dari kewuk, karang, cangkang kerang.&lt;br /&gt;Jaman masi ada kebun coklat, kita bisa menikmati buah coklat matang langsung dari pohon. Sayang sekarang sudah ditebang. Yang tinggal hanya pohon-pohon nyiur yang tinggi diselingi tanaman palawija.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-7534559530630491948?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/7534559530630491948/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=7534559530630491948" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7534559530630491948?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7534559530630491948?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/pantai-pangandaran-pesona-wisata-laut.html" title="Pantai Pangandaran: Pesona Wisata Laut Selatan" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IGR304cCp7ImA9WxJTEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-1998672506168063854</id><published>2009-04-18T17:26:00.004+07:00</published><updated>2009-04-18T17:45:26.338+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-18T17:45:26.338+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travelling" /><title>Pantai Losari Hingga Tana Toraja: Perjalanan di Tanah Gowa</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sems7syMwKI/AAAAAAAAAfM/L4xADBBT63A/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sems7syMwKI/AAAAAAAAAfM/L4xADBBT63A/s200/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325978175976292514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Entah mengapa ibukota sulawesi selatan memiliki 2 nama ujungpandang atau makasar. Kesan pertama saat menjejakkan kaki di tanah gowa adalah geografinya yang lebih bersifat pegunungan dengan pemukiman penduduk masi jarang-jarang. Mungkin tepatnya pegunungan pantai. Tepian kota memang berbataskan lautan. Ya itulah yang dikenal dengan pantai losari, pantai  yang begitu memanjang dengan dinding beton penahan abrasi. Tidak seperti pantai-pantai umumnya yang bersifat landai. Sempet juga mencicipi makanan tepi pantai diantar seorang mahasiswi asli sana. Makanan yang begitu khas hingga sampai ada outlet daeng maming di Casablanca Jakarta selatan. Ada coto makasar, tata ribs, konroe. Di tempat aslinya inilah rasanya begitu enak. Ga jauh jauh dari pantai losari, terdapat kios-kios penjual suvenir hingga kain sutra seharga 100K (saat berkunjung ke sana). Mungkin sekarang uda naik harganya. Benteng jaman kompeni sekilas pandang saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Semtl4t39jI/AAAAAAAAAfc/a2tKbf4kHIs/s1600-h/pantai.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Semtl4t39jI/AAAAAAAAAfc/a2tKbf4kHIs/s200/pantai.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325978900733883954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan berikutnya adalah ke tana toraja. Naik bis hiba utama ¾ sewaan berangkat senja, tiba di hotel di tengah perjalanan di perbukitan tengah malem. Nginep dulu. Temen-temen pada karaoke, saya tidur. Esoknya perjalanan dilanjut lagi lewat jalanan kecil beraspal. Sempet istirahat dulu di kedai tepi jalan. Lalu jalan menyusuri tepian pantai, sempet mampir ke kedai tepi pantai. Akhirnya sampai juga di tana toraja. Jalan kaki bo untuk mencapi guanya. Naik turun pula. Jauh bo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikutnya ke istana kupu-kupu bantimurung. Jalan lagi menuju gua tapi ternyata kupu-kupunya ga ada. Tapi asik juga. Jadi sebenernya istana tu adalah wilayah berupa lahan  yang luas dengan banyak pepohonan. Di sana dijual hiasan kupu-kupu yang telah dikeringkan. Terakhir kita bertualang ke arena adu kerbau. Ini jalannya lebih jauh lagi, melintas sawah, melintas kebun, melintas perkampungan penduduk. Sesampainya di sana ga rame. Ya uda balik lagi deh. Pulang deh (maksudnya balik lagi ke ujungpandang hehe) sebelum akhirnya balik ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-1998672506168063854?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/1998672506168063854/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=1998672506168063854" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1998672506168063854?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1998672506168063854?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/pantai-losari-hingga-tana-toraja.html" title="Pantai Losari Hingga Tana Toraja: Perjalanan di Tanah Gowa" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sems7syMwKI/AAAAAAAAAfM/L4xADBBT63A/s72-c/4.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8DRno_eyp7ImA9WxJTEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-1914646364364527298</id><published>2009-04-15T16:56:00.006+07:00</published><updated>2009-04-18T18:07:57.443+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-18T18:07:57.443+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travelling" /><title>Sejenak di Tambang Minyak Sembakung, Tanah Borneo: Sekuel dari Dokter Offshore</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:vnf0Ndqoe1rqoM:http://farm4.static.flickr.com/3051/2638085735_90a7663728.jpg%3Fv%3D0"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 87px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:vnf0Ndqoe1rqoM:http://farm4.static.flickr.com/3051/2638085735_90a7663728.jpg%3Fv%3D0" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta-Tarakan, singgah dulu di Bandara Sepinggan Balikpapan. Tampak dari pesawat, Tanah Borneo masih hijau dengan hutan. Jalanan aspal sebentuk garis dengan pemukiman yang jarang-jarang. Ternyata tu ya Bandara Sepinggan sudah tertata modern, mirip-mirip Bandara Soekarno Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:ClmV3ZQSTr5EKM:http://subpbpon.tarakankota.go.id/galeri/Bandara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 95px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:ClmV3ZQSTr5EKM:http://subpbpon.tarakankota.go.id/galeri/Bandara.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ga lama di Sepinggan, transit saja. Lalu terbang lagi ke Tarakan, mirip bandara perintis karena fasilitasnya juga biasa-biasa saja. Kesan pertama bumi Kalimantan itu panas bo. Sampe sana uda ada yang njemput naik mobil sejenis kijang lewat jalan kota Tarakan. Sepi, lewat-lewat tengah-tengah kota. Cukup lumayan bangunan-bangunan modern sejenis plaza gitu. Akhirnya sampai juga di mess office di tarakan. Lapor sama sekretaris office dan staf yang ada. Sempet bengong juga celingak-celinguk. Uda selese urusan di office dan perkenalan, diantar deh ke tempat nginep. Bagus sih tempatnya Cuma sepi aja. Secara kamarnya banyak, yang nginep dikit. Uda gitu channel TV-nya cuma tarakan TV. Bosen banget deh.  Ma&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:hpMa512d1CMUyM:http://ujangawis.googlepages.com/tengkayuPelabuhan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:hpMa512d1CMUyM:http://ujangawis.googlepages.com/tengkayuPelabuhan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kanan di Tarakan harganya mahal-mahal bo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadwal keberangkatan speed boat dari Tarakan ke Tanah Sembakung cuma 2 kali dalam seminggu. Jadi ku menunggu keesokan harinya buat ke sana.  Pergi diantar ke dermaga Tarakan mau naik speed boat. Mengenakan pelampung dulu. Dah gitu yang bikin degup-degup tu mau nuju speed boatnya. Ternyata ga gampang. Jadi tu ada sekian speed boat ditambat horisontal di pinggir dermaga dan speed  boat yang mau ditumpangi tu ada di posisi ujung. Alhasil saya mesti meloncat-loncat dari satu speed ke speed yang lain. Walah2 takut juga kecebur laut.. uda gitu s&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:E6OyrYU4GJk9rM:http://www.sinarharapan.co.id/images/0306/23/ipt01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 78px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:E6OyrYU4GJk9rM:http://www.sinarharapan.co.id/images/0306/23/ipt01.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;peed-nya kecil pula. Jadi antar permukaan air dan pintu speed jaraknya ada kali 1 meter. Akhirnya masuk juga speed boat. Speed melaju membelah air laut Tarakan. Ya ini sebenernya antara air laut dan air sungai. Kiri kanan jalur banyak pemukiman di atas air. Dari kejauhan tampak peralatan tambang tingi-tinggi. Ya, di Tarakan ni banyak pertambangan. Makin jauh kiri kanan tinggal hutan bakau. Air sungai menciprat-ciprat ke dalam speed. Gitu to, perjalanan menunju tambang. Kira di pertengahan juga ada pos tentara di tepian sungai. Kira 2 jam sampailah di dermaga Sembakung. Tahukah kawan dermaganya itu dari kayu-kayu yang disusun-susun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sem0K3y9whI/AAAAAAAAAfk/MuV46LR5fLk/s1600-h/sembakung.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 106px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sem0K3y9whI/AAAAAAAAAfk/MuV46LR5fLk/s200/sembakung.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325986133211726354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya ditempatkan di blok kamar yang menghadap ke sungai dan hutan. Uda ada AC, pagi sore disediain minuman kaleng made in Tawau Malaysia, Indonesia dan roti. Klo makan mah ada tempat khusus dengan menu yang lengkap dan bervariasi, menu ala kota metropolitan. TOP BGT DEH. Laundry udah ada. Ya cuma air mandinya agak keruh. Pake shower air hangat pula. Klo buka pintu kamar, banyak monkey-monkey di depan kamar. Begitu pula klo balik dari kerjaan mau masuk kamar, monkey-monkey uda pada ada di depan kamar. Berhubungan di tepian sungai banyak banget ikan-ikan, orang-orang di sana pada suka mancing.&lt;br /&gt;Klo jumatan, diundang khatib sehari sebelumnya dari Tarakan. Malam jumatnya ada pengajian dulu. Nah pas idhul adha saya ada di sana. Sholatnya di balairung. Jadi yang di tengah-tengah blok-blok kamar tu ada ruangan luas. Itulah balairungnya. Idul adha di sana tanpa menyembelih kurban, jadinya abis solat salam-salaman, abis tu makan-makan.&lt;br /&gt;Nah pas tahun baru saya di sana juga. Tahun baru di sana ampe ngundang artis dangdut dari Tarakan, hiburan rakyat. .Sampe-sampe orang penjaga tambak udang di sekitar tambang pada datang. Ya di sekitar tambang banyak tambak udang, dan malem-malem mesti dijaga biar ga ada yang nyuri. Biasanya tu sekeluarga njagain. Sambil menunggu jam 12 malam, pembagian door prize barang-barang elektronik.&lt;br /&gt;Jadi sembakung itu pulau kecil yang digunakan sebagai lahan pertambangan. Masi berupa hutan bakau gitu. Jalan penghubung antar blok dibuat dari kayu, usianya uda ga muda lagi karena ada bagian tertentu juga yang rapuh. Ada bekas helipad juga. Kendaraannya GL Pro, ada pick up 1. Saya dikasi motor tapi mo make takut juga berhubung jalannya gitu dan motornya gede. Klo ada 2 motor berhadapan yang satu berhenti dulu di di tempat pemberhentian khusus. Alhasil saya kelililing dibonceng ama paramedik dari ngeliat poli, lapangan bola bikinan sendiri, kantor, antar blok, kantor-kantor antar blok, dikenalkan staf-staf, bengkel peralatan tambang, apalagi ya? Juga ngeliat titik api dari tempat adanya minyak dan gas. Di sana ada juga lapangan bulutangkis. O ya, sinyal telepon susah mesti keluar ruangan di alam terbuka, itupun cuman 2-3 baris.&lt;br /&gt;Bel sirine bunyi jam 6 pagi sama jam 5 sore. Jam 6 pagi tandanya para pekerja tambang mulai menjalankan aktivitasnya. Klo jam 5 sore tandanya pulang. Klo staf-stafnya tu jam 6 pagi pada rapat biasanya sampe jam 9-an. Rapat besar seminggu sekali. Klo makan pagi ya sebelum jam 6, makan sore abis jam 5. Ya termasuk saya, pekerjaannya saya ya rapat. Lantas kerja saya sebagai medical officer kapan ceritanya? Ceritanya, di poli itu banyak bengong. Waktunya abis bwat mandangin komputer, main game, buka internet, belajar piano ama paramedis. Pasiennya bias diitung dengan jari. Pekerja-pekerja tambang tu kuat-kuat, jarang-jarang yang sakit. So far, jadinya kita kasi pelatihan P3K pada mereka-mereka, inspeksi higiene mulai dari tempat masak, kamar-kamar sama tempat mandi, lalu evaluasi fogging. Nah hal-hal ini mesti dilaporin di rapat. Ya gitu deh kerjanya di tambang minyak banyakan ga jelasnya ya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-1914646364364527298?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/1914646364364527298/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=1914646364364527298" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1914646364364527298?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1914646364364527298?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/sejenak-di-tambang-minyak-sembakung.html" title="Sejenak di Tambang Minyak Sembakung, Tanah Borneo: Sekuel dari Dokter Offshore" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sem0K3y9whI/AAAAAAAAAfk/MuV46LR5fLk/s72-c/sembakung.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MMQHk5eSp7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-5569655508414013866</id><published>2009-04-04T14:29:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T15:11:21.721+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:11:21.721+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Family Folder sebagai Model Pembinaan Kesehatan</title><content type="html">Pembinaan kesehatan bagi pasien tuberkulosis dan keluarganya perlu dilaksanakan mengingat pengobatan berlangsung lama dan pasien dapat menjadi sumber penularan bagi anggota keluarga. Untuk itu, telah diadakan program family folder dengan pelaksana mahasiswa kedokteran. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan berdasarkan pendekatan kedokteran keluarga. Metode pendekatan yang digunakan ialah pelayanan kesehatan rawat jalan dan kunjungan rumah. Kegiatan ini mengambil contoh kasus seorang pasien KMB Cawang dengan diagnosis tuberkulosis paru. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan, menilai status kesehatan anggota keluarga pasien, menilai kondisi sosial ekonomi, serta melaksanakan strategi DOTS. Hasilnya menunjukkan family folder berperan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien dan keluarganya terhadap tuberkulosis; mengenali gejala dini penularan tuberkulosis pada anggota keluarga; memanfaatkan potensi pasien dan keluarganya dalam menangani masalah yang timbul; dan mendukung pelaksanaan DOTS. Untuk menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan, program ini tetap dilaksanakan setelah pasien menyelesaikan enam bulan terapi dan mengalami kesembuhan. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: tuberkulosis paru, family folder, mahasiswa kedokteran, kedokteran keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstract&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Health building for tuberculosis patient and his/her family is needed to do because tuberculosis therapy takes a long time and patient can be able as infection source to other family member. Because of that, medical students create family folder program. The purpose of this program is to give whole, holistic, and continuous health service according to family medicine approach. The approach method was rawat jalan health service and home visit.  This program takes a KMB Cawang patient case with lung tuberculosis. The program activity was give information, to appraise family member health state, to appraise family social-economy condition, and to realize DOTS strategy. The result shows that family folder participates to improve patient and his family knowledge, attitude, and behavior about tuberculosis; to know beginning symptom of TB infection in family member; to use patient and his family potency to surpass the problem because of this disease; and to support DOTS realization. To warrant continuing health service, this program is realize constantly after patient finished six months therapy and got recovery. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Key Words: lung tuberculosis, family folder, medical students, family medicine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt; Indonesia termasuk negara dengan kasus TB terbesar ketiga di dunia setelah India dan Cina. Menurut SKRT tahun 1995, TB merupakan penyebab kematian nomor 3 dan nomor 1 dari golongan infeksi.1 Jumlah penderitanya sekitar 500.000 orang/tahun dengan angka kematian sekitar 175.000 orang/tahun, khususnya di daerah pedesaan miskin dan daerah kumuh perkotaan yang rawan kuman TB.2&lt;br /&gt;Tuberkulosis belum berhasil diatasi meskipun telah diketahui penyebab, cara penularan, diagnosis klinis, pengobatan, dan pencegahannya.3 Masalah utama kegagalan pengendalian tuberkulosis adalah ketidaksetiaan mengingat pengobatan tuberkulosis berlangsung lama.4 Untuk itu, perlu adanya pendidikan masyarakat khususnya keluarga pasien tuberkulosis. &lt;br /&gt;Mahasiswa kedokteran berperan dalam hal ini dengan melaksanakan program family folder berupa pembinaan kesehatan bagi pasien tuberkulosis dan keluarganya. Program ini menekankan pada upaya pencegahan penyakit, pendidikan kesehatan, dan deteksi dini dengan memandang keluarga sebagai titik tolaknya. &lt;br /&gt;Program ini merupakan bagian dari pelayanan kedokteran keluarga yang lebih mengutamakan upaya pencegahan penyakit serta pelayanan yang menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Tujuan yang ingin dicapai adalah terwujudnya keadaan sehat bagi setiap anggota keluarga.5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;Metode pendekatan yang digunakan ialah metode pelayanan kesehatan yang menggabungkan pelayanan rawat jalan dengan kunjungan rumah. Kegiatan ini mengambil contoh kasus seorang pasien Klinik Menyehatkan Bangsa (KMB) Cawang dengan diagnosis tuberkulosis paru. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan, menilai status kesehatan anggota keluarga pasien, menilai kondisi sosial ekonomi keluarga serta melaksanakan strategi directly observed treatment short course (DOTS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Kasus &lt;br /&gt;Pasien laki-laki berusia 41 tahun datang dengan keluhan utama demam sejak 2 minggu sebelum masuk Klinik Menyehatkan Bangsa Cawang. Demam tidak tinggi, terutama malam hari disertai keringat dingin. Terdapat batuk. Berat badan turun 5 kg dalam 2 bulan terakhir. Terdapat riwayat batuk darah dan riwayat merokok. &lt;br /&gt;Pada pemeriksaan fisik pasien tampak sakit sedang, kesadaran kompos mentis, suhu 37,7o C, tekanan darah 120/80 mmHg. Tidak tampak kelainan pada mata. Kelenjar getah bening leher tidak teraba. Faring hiperemis, tonsil T2-T2 hiperemis. Bunyi jantung I/II normal, murmur tidak ada, gallop tidak ada. Paru pada perkusi redup di kanan bawah dan pada auskultasi rhonki positif di basal paru kanan. Tidak tampak kelainan pada abdomen dan ekstremitas.&lt;br /&gt;Pemeriksaan darah tepi menunjukkan leukositosis (leukosit 11.800/ul) dan peningkatan LED (55 mm/jam). Pemeriksaan BTA sputum I/II/III positif. Foto toraks PA memperlihatkan gambaran fibroinfiltrat di lapangan atas kedua paru, kavitas di paru kanan atas, dan infiltrat di parakardial kanan. Hasil pemeriksaan mendukung diagnosis tuberkulosis. Selanjutnya pasien mendapatkan obat anti tuberkulosis yaitu rifampisin 1 x 450 mg, INH 1 x 400 mg, pirazinamid 1 x 1500 mg, dan etambutol 1 x 750 mg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil&lt;br /&gt;Upaya pembinaan kesehatan bagi pasien dan keluarganya yakni pendidikan dan penyuluhan tentang tuberkulosis. Pasien dan keluarganya diharapkan memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik terhadap TB sehingga mampu berperan dalam penyembuhan dan penanganan masalah yang timbul. &lt;br /&gt;Pasien dianjurkan kontrol teratur ke klinik setiap dua minggu untuk mengambil obat dan melaporkan perilaku berobat sehingga hasil pengobatan yang telah diberikan dapat dievaluasi. Pasien mengikuti anjuran dengan berkunjung ke klinik disertai anggota keluarganya. &lt;br /&gt;Kunjungan tersebut juga berguna untuk skrining kesehatan keluarga sehingga dapat dikenali gejala dini penularan TB pada anggota keluarga yang lain. Upaya skrining dalam pelayanan dokter keluarga berguna dalam pelayanan pencegahan penyakit yang ditujukan untuk menurunkan angka kesakitan pada anggota keluarga yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan dokter keluarga tidak hanya ditujukan pada penderita sebagai individu yang sakit tetapi pada pasien sebagai manusia seutuhnya, bahkan sebagai bagian dari sebuah unit keluarga.5,6&lt;br /&gt;Hasil skrining menunjukkan anak balita pasien sering batuk pilek dan demam. Anak pasien dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk menjalani pemeriksaan penunjang. Hasil tes Mantoux negatif. Foto toraks menunjukkan infiltrat tipis di suprahiler dan parakardial kedua lapang paru. Anak pasien mendapat terapi profilaksis primer mengingat adanya kontak dengan pasien TB paru aktif (BTA +) yang rentan dalam menularkan TB, terutama pada anak-anak. &lt;br /&gt; Hasil penilaian kondisi sosial ekonomi menunjukkan bahwa keluarga pasien tinggal di pemukiman padat penduduk dan kumuh, pekerjaan keluarga adalah berdagang, pasien memiliki kebiasaan merokok, serta pasien bekerja sampingan sebagai tukang ojek. Hal tersebut merupakan faktor resiko yang mempengaruhi timbulnya masalah kesehatan dalam keluarga. Lingkungan yang buruk, kebiasaan merokok, dan kelelahan bekerja dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga kuman TB cepat berkembangbiak. Terlebih jika status ekonomi rendah dan asupan nutrisi kurang.&lt;br /&gt;Penelitian Aris menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penularan TB paru adalah status nutrisi yang buruk, kebiasaan merokok, dan pendapatan keluarga.7 Sedangkan penelitian Musadad menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penularan TB paru adalah keberadaan penderita TB lebih dari satu orang dalam rumah, masuknya sinar matahari dalam rumah, dan kebiasaan tidur dengan balita.8 Untuk itu, dalam penanganan TB tindakan preventif lebih diutamakan. Pasien dan keluarganya dianjurkan untuk menjaga higiene, memperbaiki ventilasi rumah, menghindari kebiasaan merokok, beristirahat cukup, mengkonsumsi makanan bergizi, dan menghindari kebiasaan tidur dengan balita khususnya pasien. &lt;br /&gt;Melalui penilaian kondisi sosial ekonomi keluarga diperoleh potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menangani masalah yang timbul. Dalam pelayanan dokter keluarga seluruh anggota keluarga ikut serta dalam pelayanan sehingga segala keterangan tentang keluarga tersebut, baik keterangan kesehatan dan atau keterangan keadaan sosial dapat diketahui.5 Potensi keluarga yang dapat dimanfaatkan yakni adanya dukungan ekonomi untuk pemeriksaan penunjang serta peranan istri pasien sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) untuk menjamin pasien menyelesaikan pengobatan sampai tuntas.&lt;br /&gt;Kunjungan rumah dilakukan apabila pasien tidak datang untuk mengambil obat tepat waktu. Hal ini sesuai dengan prinsip dokter keluarga yang tidak hanya menanti secara pasif tetapi bila perlu aktif mengunjungi pasien atau keluarganya.6 Tujuan yang ingin dicapai adalah pengobatan yang tepat dan teratur sehingga dapat dihindarkan dari kegagalan pengobatan yang memerlukan penanganan yang lebih rumit. Dalam hal ini, pelayanan dokter keluarga diharapkan dapat diselenggarakan dengan tatacara yang lebih sederhana dan tidak begitu mahal dan karena itu akan meringankan biaya kesehatan.5&lt;br /&gt;Pemantauan kesehatan pasien dan keluarganya tetap dilaksanakan setelah terapi selesai dan status kesehatan pasien membaik sehingga dapat diberikan pertolongan segera jika timbul masalah lagi. Hal ini sesuai dengan prinsip pelayanan kesehatan yang menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan &lt;br /&gt;Upaya pembinaan kesehatan telah dilakukan terhadap seorang pasien TB dan keluarganya melalui program family folder. Program tersebut berperan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien terhadap TB, mengenali gejala dini penularan TB pada anggota keluarga yang lain, memanfaatkan potensi pasien dan keluarganya dalam menangani masalah yang timbul akibat TB, serta mendukung pelaksanaan directly observed therapy short course (DOTS) sehingga menunjang proses penyembuhan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Terima Kasih&lt;br /&gt;Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan ini. Kepada PT Panasonic Gobel yang telah memberikan dana untuk kegiatan kesehatan masyarakat di KMB Cawang. Kepada dr. Menaldi Rasmin Sp.P(K), dr. Hananto Andriantoro SpJP(K) selaku Koordinator KDK FKUI-Gobel. Kepada dr. Kartini Arumsari, Sp.An(K) yang telah memberikan dukungan moral dan materiil pada penulis. Kepada dr. Eva Suarthana, dr. Yulvina selaku Koordinator mahasiswa di KMB Cawang beserta stafnya. Kepada rekan-rekan mahasiswa kedokteran yang turut serta dalam kegiatan ini. Kepada Ibu-ibu kader Posyandu di Kelurahan Cawang yang telah membantu kelancaran kegiatan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;1. Syafei SS, Soepandi PZ. Tuberkulosis paru dan gender. Jurnal Respirologi Indonesia 2002; 22: 40.&lt;br /&gt;2. Dirjen PPM &amp; PLP Depkes RI. Tuberkulose datang lagi. http://www.ppmplp.depkes.go.id/.  2002.&lt;br /&gt;3. Rahajoe NN. Masalah tuberkulosis anak saat ini. Dalam: Rahajoe NN dkk. Kumpulan materi kuliah mahasiswa tingkat IV. Jakarta: Subbagian Pulmonologi Bagian IKA FKUI; 1999. In press.&lt;br /&gt;4. Aditama TY.  TB: diagnosis, terapi &amp; masalahnya, edisi IV. Jakarta: Yayasan Penerbitan Ikatan Dokter Indonesia; 2002.&lt;br /&gt;5. Azwar A. Pelayanan dokter keluarga. Jurnal Dokter Keluarga Indonesia 1993; 1: 15.&lt;br /&gt;6. Soemitro D. 1998. Manajemen pasien tumor otak: strategi dasar bagi dokter keluarga dalam menghadapi penderita tumor otak. Jurnal Dokter Keluarga Indonesia 1998; 6: 20.&lt;br /&gt;7. Aris M. Faktor-faktor yang mempengaruhi penularan tuberkulosis paru di Kabupaten Tabalong Propinsi Kalimantan Selatan. http://digilib.litbang.depkes.go.id/. 2000.&lt;br /&gt;8. Musadad A. Penelitian hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian penularan tuberkulosis paru di rumah tangga. http://digilib.litbang.depkes.go.id/. 2002.&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-5569655508414013866?l=tantursyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/5569655508414013866/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=5569655508414013866" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/5569655508414013866?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/5569655508414013866?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/family-folder-sebagai-model-pembinaan.html" title="Family Folder sebagai Model Pembinaan Kesehatan" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_wA_BYjglXkg/R9j62uxMA-I/AAAAAAAAAAg/I6yzxXByKr0/S220/foto+cv.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

