<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929</atom:id><lastBuildDate>Sun, 08 Sep 2024 14:35:40 +0000</lastBuildDate><title>Bhima Priantoro</title><description>Refleksi, Kontemplasi, Renungan</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Abhiem)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Refleksi, Kontemplasi, Renungan</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-8110773529825171436</guid><pubDate>Sun, 11 Mar 2012 11:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-11T04:25:58.826-07:00</atom:updated><title>I'm Back</title><description></description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2012/03/im-back.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-6505626647730922436</guid><pubDate>Sat, 29 Nov 2008 03:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-28T19:22:41.719-08:00</atom:updated><title>Today is History (for me!!)</title><description>Yeah, seperti judul yang kutuliskan di atas. Hari ini adalah sejarah, hwahahahaha...sok-sokan banget dah. Sejarah apanya? Bahwa, hari ini adalah hari terakhir masuk kerja di Kios Pos Blimbing as a Store Manager. That's enough to said...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama enam bulan banyak hal yang telah kulalui di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari manajemen dan buanyak hal lainnya&lt;br /&gt;Bertemu dengan rekan-rekan pegawai yang (pada dasarnya) menyenangkan&lt;br /&gt;Bergaul dengan pegawai kantor pos (sesungguhnya, hehehe!), tukang parkir (yang tak kalah menyenangkan), serta penjual angsle, Pak Ujang yang asik punya..&lt;br /&gt;Berkumpul dengan temen-temen, sobat, duh...rasanya jadi kuangen membayangkan bagaimana ketika kerja, dikunjungi oleh mereka, lalu mengobrol buanyak, panjang-lebar, becanda gak karuan..hehehehe.&lt;br /&gt;Merenung di taman, biasanya sebelum wudhu (jadi ketahuan deh kebiasaannya...:P)&lt;br /&gt;Jalan-jalan seputar ATM BCA, beli pulsa, nyewa VCD di Atlantis, beli lalapan ayam, beli koran, macem-macem dah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, thanks yah buat Mr X yang dah kasih kesempatan padaku bekerja di sini. Baik pressure, kesan baik, tuduhan, makian, cacian, hinaan, olok-olok segala macam yang menempaku menjadi lebih dewasa. Aku tak hendak menuntut, aku hanya ingin menjelaskan seluruh tindakanku. That's it!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih yang sebesar-besarnya buat teman-teman yang sudah mengunjungiku di gerai, antara lain Goto, Pirdana, Mas Weera, Mas Arif, Agnez, Lilis, Berizka, Andik, Fauzan, Tina, Mayang, Mas Apit, Budi, Mbethik, Ryan, Amie, Sandy, Salman Al Farisi, Indah, Rizal, Septi, banyak banget yahh...(ntar deh kubikin list satu-satu..), buat yg belum kesebut jangan marah ya! Keep our dreams forever!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time to moving of work. Hopefully, I'll get better condition and anythin'. Meskipun, pekerjaan ini lumayan bagus, tapi aku perlu hal yang laen. I need another job that could push my potential way..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubye my last job&lt;br /&gt;Welcome my new job!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*masih deg-degan ney, episode apa lagi ya selanjutnya*</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/11/today-is-history-for-me.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-5872184068530898956</guid><pubDate>Wed, 26 Nov 2008 04:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-25T20:48:37.508-08:00</atom:updated><title>Nice Inspiration</title><description>Beberapa waktu lalu, sempet nonton film apik, bertema drama keluarga, judulnya The Savages. Pemerannya, Phillip Seymour Hoffman (aktor utama) dan Laura Linney (aktris utama). Filmnya berkisah tentang dua orang kakak beradik, Jon dan Wendy Savage yang berembug memikirkan bagaimana merawat ayah mereka yang sudah berusia lanjut. Wendy bersikukuh untuk merawat ayahnya sendiri di rumah dengan segala kesibukannya. Oya, hampir lupa. Wendy bekerja sebagai penulis drama lepas yang usianya sudah paruh baya. Dia lajang, dan sedang menjalani hubungan tidak sehat dengan tetangganya, seorang pria beristri. Ups...sounds usual, huh? Sementara, Jon, kakak kandung Wendy, seorang profesor ilmu filsafat yang mengajar satu perguruan tinggi tertentu. Dia juga masih lajang, dan masih menjalin hubungan dengan seorang kekasih. Sayang, tampaknya hubungannya kian memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang kakak beradik ini - disatukan oleh kondisi yang sama-sama terpuruk - membuat mereka akur untuk menentukan bagaimana cara merawat ayah mereka dengan sebaik-baiknya. Jon ingin agar dirawat panti jompo. Awalnya, Wendy menolak. Namun, pada akhirnya mereka sama-sama sepakat. Dan, sang ayah hanya tahu dia tinggal di sebuah hotel. Gosh, detik ini cukup mengharukan...Hingga kemudian, pada satu waktu  (tentunya diselingi dengan pertengkaran antara Jon dan Wendy, kisah mereka berdua masing-masing dengan kekasihnya, suasana di panti jompo, dan lain sebagainya), sang ayah meninggal dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang bisa dipetik dari film ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kerjasama yang baik antara kakak beradik ini dalam memutuskan bagaimana cara merawat ayah mereka sungguh sangat menginspirasi. Aku jadi membayangkan bagaimana seandainya berembug dengan kakakku untuk menentukan tentang ortuku. Hmmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kegigihan Jon untuk meraih yang terbaik, walaupun tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia sudah mencoba untuk mengajukan beasiswa hingga 7 kali, meskipun tidak jua mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Upaya Wendy untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik bagi orang tuanya, dan perjuangannya untuk menghibur sungguh mengagumkan. Duh, aku ngerasa apa yang kulakukan buat orang tuaku belum ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, akting Laura Linney di film ini terlihat matang dan berkarakter kuat. Dia menampilkan emosi yang labil, meledak-ledak khas wanita paruh baya yang tidak yakin apa yang hendak ditujunya dalam hidup selain pengakuan dari orang terdekat. Tak heran, ia masuk nominator Oscar 2008 untuk kategori aktris utama terbaik. Sementara, Phillip Seymour Hoffman, like usual lah selalu bagus. Walaupun, menurutku dalam film ini, aktingnya cenderung tenggelam, dia masih menunjukkan aktingnya yang berkelas nan elegan. Pertama kali tahu aktor ini berakting luar biasa di film Capote, dan diganjar Oscar sebagai aktor utama terbaik. Wow....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film yang patut ditonton lainnya, antara lain:&lt;br /&gt;1. Juno&lt;br /&gt;2. Atonement&lt;br /&gt;3. Michael Clayton&lt;br /&gt;4. Once&lt;br /&gt;5. La Vie en Rose&lt;br /&gt;6. The Sea Inside&lt;br /&gt;7. Perempuan Punya Cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi menunggu tayangnya film berikut ini:&lt;br /&gt;1. Tiga Doa Tiga Cinta&lt;br /&gt;2. Drupadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengin nulis review film lainnya, masih males. Semoga besok tidak males..Hehehehehehehe</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/11/nice-inspiration.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-7748125784584623627</guid><pubDate>Wed, 26 Nov 2008 04:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-25T20:07:10.817-08:00</atom:updated><title>It's Enough!</title><description>Let's take a look...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I said, "It all was enough!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, I'm quit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(just simple way to show what truly we are. it's all about our choices)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/11/its-enough.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-8632462746207000581</guid><pubDate>Wed, 26 Nov 2008 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-25T19:58:44.649-08:00</atom:updated><title>Iseng-iseng Neh..</title><description>Minggu-minggu belakangan ini, lagi suka banget ama lagu-lagunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Better In Time (Leona Lewis)&lt;br /&gt;2. Avenged Sevenfold (Dear God)&lt;br /&gt;3. Right Here Departed (Brandy)&lt;br /&gt;4. Dance With My Father (Ryan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti bingung sapa tuh Ryan? Hahahahahahaha, dia temenku. Gile dah, asik bener suaranya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryan, miss you so much....</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/11/iseng-iseng-neh.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-1751593367287975251</guid><pubDate>Tue, 25 Nov 2008 04:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-24T20:30:26.705-08:00</atom:updated><title>Twelve Things that (maybe) You Have To Know 'bout Me</title><description>Lagi bingung dan mikirin tema apa yang bakalan mau diposting. Akhirnya, berkeinginan untuk mengurai karakter pribadiku yang selama ini tersembunyi. Halah, lagi lebay ney! Beberapa karakter ini mungkin masih terlampau umum, tapi ada juga yang spesifik karena terkait sama ciri khas individual. Let's take a look..&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perasa dan Sensitif&lt;/span&gt;. Hwahahaha, gampang terharu liat orang yang sengsara, atau dalam penderitaan. Maunya ditolong terus. Padahal, tidak selalu bisa menolong, bahkan menyusahkan orang laen (kalo yang ini kata kawan-kawanku).&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelupa&lt;/span&gt;. Ini yang aneh. Padahal barusan ambil bulpen buat nulis, eh..gak tahu mau nulis apaan. Atau mau ambil gelas di dapur, setelah sampe, bingung apa yang mau dilakuin. Bener-bener duduls dah. Tapi, yang sering sih, setelah baca atau nonton televisi sambil menikmati aneka ragam pengetahuan, terkadang, suka lupa apa ya topiknya barusan. Baru kalau mengalami kejadian itu, jadi inget dah. Busyettt...&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susah konsentrasi&lt;/span&gt;. Mungkin ini kaitannya sama pelupa tadi ya..Karena banyak yang dipikirkan, dan kurang fokus, jadinya kurang bisa berkonsentrasi dengan apa yang dilakukan. So weird ajah gitu loh. Tapi, sekalinya konsentrasi, weleh-weleh...rasanya pengin melakukan apa aja. Contoh, waktu menulis buat tabloid kampus dulu, saking konsennya, bukan cuma nulis yang dilakukan, tapi disambi sekalian mengerjakan tugas, mengerjakan esai, tulisan-tulisan lucu, de el el. Saking semangatnya....Sayang, kondisi ini tidak terlampau sering terjadi. Phwee...:(&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Moody&lt;/span&gt;, super duper..Wkwkwkwkw, mungkin terlampau hiperbolis ya. Tapi, entahlah memang begitu yang terjadi. Aku termasuk salah satu orang termoody di dunia. Saking moody-nya, walaupun besok ada tugas kuliah yang harus segera dikumpulin, tapi karena males, ya baru dikerjain besoknya. Atau, kalo gak gitu, liat punya temen ajah. Eh, kelar gitu, biasanya langsung nyesel...kenapa ya gak dikerjain sendiri ajah. Tapi, udah keburu ketumpuk ama tugas-tugas yang laen. Oya, pas lagi moody oke, rasanya semua kawan jadi kebawa suasana ceria. Serasa jadi ORANG PALING BAEK SEDUNIA!! Hwahahahaha....Kalo pas mood buruk, weleh...temen sekamar aja boro-boro mau bercanda, mau tanya dengan sopanpun, masih mikir-mikir. So, warning kalo pas mood buruk. Tapi, biasanya ada penanganan jitu pas lagi kaya gini. Apa itu? Sendirian meringkuk di kamar, dengerin musik-musik lebay, sambil nulis, atau baca-baca buku. Besoknya, ajib dah....seger lagi!&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ceroboh&lt;/span&gt;. Alias slordig!! Kok bisa yah..Suka kececer dimana-mana. Bawa flashdisk gak ada yang awet, selalu jatuh kemana pun. Bayangkan, tiga biji flashdisk dengan suksesnya hilang entah kemana. Yang laennya, dah gak keitung. Mulai dari duit, pernak-pernik kecil, CD, sapu tangan, kaos dalam, T-Shirt, kaos kaki, duh...banyak deh!! Jadi males....&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suka ngemil&lt;/span&gt;. Kalo yang ini mah rajanya. Seharian bisa gak makan nasi, tapi jangan sampe gak ngemil! Hehehe..Saking gilanya, besoknya langsung sakit, gara-gara kebanyakan ngemil. Oya, cemilan favorit: kripik singkong, kripik sukun (yang berbau kripik-kripikan), pop corn, roti tawarnya Sari Roti (ups, sebut merk dah!! Abis enak seyy...), plus coklat...&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suka banget&lt;/span&gt;: nyanyi, nulis, baca buku, bikin kliping. Ada komen? Soal nyanyi, pokoke lagu-lagu dengan nada tinggi, itu yang kusuka. Hwahahahaha. Penasaran ama notnya nih. Suka banget menguji seberapa lebar range vokalku. Dan, ketika bisa mencapainya, rasanya SURPRISE!! Dan, suka kuulang-ulang sampe yang denger bosan. Tapi, sekaligus jadi berniat untuk menyaingi. Eits, jangan heran dulu. Meskipun, gak pernah sukses jadi IDOL-IDOLan, beberapa orang yang denger, bilang kalo suaraku asyik. Hwahahahaha, jadi narsis dah. Pengalaman favorit: ketika naik motor sama temenku, lalu kita dengan serunya nyanyi-nyanyi gak karuan. Gak peduli mau ditimpuk orang dari belakang. Yang penting stress ilang. Soal nulis, maklumlah...suka mendokumentasikan apapun yang dialami. Kalo punya kameran, mungkin aku bakalan suka sama fotografi. Yang ada cuma media buat menulis doang. Hikas...Baca buku, maklum lumayan hobi koleksi, eman-eman dong..beli buku gak ada yang baca. Bikin kliping, karena suka beli koran, dan eman-eman juga kalo berita bagus gak disimpen buat koleksi. Cukup penjelasannya? Hehehehehe....&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ambisi&lt;/span&gt;. Bercita-cita tinggi, pengin banget bisa kerja di perusahaan multinasional, dapet karier yang bagus, ke luar negeri, studi lagi, jalan-jalan, membangun beberapa LSM dan perpustakaan umum, serta membantu yayasan. Duh, pengin banget dah...Sekarang mulai merintis..Semangat-semangat!!&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gampang Jatuh Cinta&lt;/span&gt;. Jadi malu dah..Entahlah, kalo ada orang yang sedikit menarik, pinter, cerdas, gampang membawa diri, humoris, sedikit cakep, dan punya aura (banyak banget yahh..), langsung serasa ada Cupid yang menembakkan panahnya ke jantungku. Wkwkwkwkwkw, lebay tingkat tinggi. Gampang tertarik sama orang, tapi gampang juga sebal jika ngeliat sifat buruknya. Baru setelah jalan beberapa bulan mengerti karakternya, semuanya BACK TO NORMAL!! Aneh gak seh?&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suka Curhat&lt;/span&gt;. Maksudnya, suka kumpul dengan temen-temen, lalu curhat bareng-bareng. Membicarakan apapun. Keluarga, cita-cita, harapan, keinginan, musik, trend masa kini, pendidikan, teori-teori baru, gosip artis, isu lingkungan, karier, tips terkini, banyaklah...Makanya, suka dijadiin tempat sampah. Soalnya, kalo ada apa-apa, beberapa temen, langsung curhatnya ke aku...Lumayan, jadi tambah isu baru buat digosipin lagi. Eits, kalo gak bilang rahasia loh yah..Kalo bilang rahasia, ya jelas kujaga dengan sebaik-baiknya. Aku kan juga gak pengin rahasiaku diketahui oleh orang lain selain yang kupercaya...&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gampang Bosen&lt;/span&gt;. Hwahahahahaha, kalo ini mah no comment..Setiap hal yang dilakukan, awal-awalnya semangat, tapi abis itu jadi males pol!! Entah nape...&lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Agak) Lama Beradaptasi&lt;/span&gt;, dimana lingkungannya gak sreg. Jadi malu deh, mau bilang lemot aja....Bukan lemot, dalam artian susah mengerti..Enggak. Ini kaitannya sama proses adaptasi. Kalo berada di lingkungan baru yang tidak begitu sreg, rasanya lama banget adaptasinya. Kalo udah sreg, rasanya klik-klik aja. Eniwei, tulisanku ini nanti bakalan dibaca ama bosku gak yahh...Ah, peace man!!</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/11/twelve-things-that-maybe-you-have-to.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-7451993675077600735</guid><pubDate>Mon, 24 Nov 2008 08:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-24T02:43:57.924-08:00</atom:updated><title>Maen ke MOG</title><description>Ini terjadi hari Jumat malam. Temen akrabku, mas Arief  kirim sms untuk menemaninya jalan-jalan di MOG buat beli flashdisk. Karena abis maghrib adalah waktu yang longgar buatku, maka kuterima saja ajakannya. Padahal sejak pembukaan sekitar bulan Maret 2008 kemaren, belum pernah sekalipun aku menginjakkan kaki di mall terbesar di kota Malang itu. Sebelum berangkat ke sana, kami menyempatkan diri dulu makan lalapan spesial yang tersedia di dekat gerai. Kenapa spesial? Karena rasa sambalnya berbeda. Kita diminta untuk memilih jumlah cabai yang digerus, sebelum dijadikan sambal. Bercampur dengan gurihnya minyak goreng nan harum plus harumnya nasi putih, kami disuguhi dengan aneka gorengan yang tersedia, antara lain ati ayam, usus, empal, ayam goreng, pelbagai ikan goreng, plus tahu goreng, dan lain-lain. Rasanya? Maknyuss banget. Hehehehehe, beda banget sama model warung lalapan yang laen. Makanya, ramai banget.. Selalu penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, kelar di situ, kami pergi ke MOG (Malang Olympic Garden), mall yang mengakomodasi kebutuhan belanja, juga olahraga. Menggabungkan konsep entertainment (mall) dan sport (stadion olahraga dan kolam renang), menjadikannya cukup ramai dikunjungi oleh kawula muda. Dilihat dari desainnya sih sebenarnya, menurutku pribadi, tidak terlampau tertarik ya. Kupikir, Matos jauh lebih ciamik, meski kecil, namun simpel dan cenderung lebih elegan. Hiasan lampu yang tergantung kecil-kecil seperti ruwet dan tidak tertata dengan baik. Warna temboknya sendiri kurang eye-catching. Bayangin yah, warnanya hijau dan merah yang cenderung kusam. Duh, sorry..I have to say this, norak! Siapa ya pemilih warnanya? Jadi pengin jadi colour desaigner deh. Hehehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke dalam mall, yah..just like another mall. Banyak counter-counter yang menjajakan aneka barang konsumtif, mulai dari busana, aksesoris, makanan, hingga aneka barang elektronik. Lantai satu cukup ramai dijejali oleh pengunjung, lantai dua sih lumayan. Anehnya, lantai tiga cukup sepi. Dan, ternyata...banyak counter yang masih kosong alias belum terisi! Walah....kasihan ya. Udah lebih dari delapan bulan beroperasi, ternyata MOG masih belum bisa menjaring banyak peminat buat maen ke sana. Seharusnya sih, kudu lebih dibikin event-event yang bisa mengakomodir semangat kawula muda. Maksudnya? Ngundang artis sih cukup brilian. Tapi, jangan2 pengelolanya gak punya cukup duit yah.. Hehehehe, secara pengunjungnya aja masih kalah ama Matos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, saya mau bikin list hal-hal yang menarik yang kutemui di sana. Simak yah:&lt;br /&gt;1. Ketemu dengan adik tingkat, namanya Nira Pusta. Aslinya anaknya manis, cukup kalem, rambut panjang, dan cukup cerdas. Oya, dia lulus cuma tiga setengah tahun dan cumlaude pula. Ketika bertemu, aku pangling. Rambutnya dipotong ala bob, pake softlens biru, berbusana feminin warna coklat dan celana panjang, serta bersepatu hak tinggi. Oya, dia jadi kurus dan jadi lumayan cakep. Wah-wah..kok sendirian yah dia? :P Kami saling menyapa dan menanyakan kerjaan masing-masing. Oya, dia kerja di Bank Panin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Di lantai tiga ada pusat game anak-anak yang cukup asik. Sayang, kurang lengkap ya. Kok kesannya nanggung banget. Padahal suasana Bug Kingdom sudah menciptakan karakteristik tersendiri. Ada ukiran pepohonan, patung serangga berwarna-warni, juga dedaunan yang menciptakan kesan serasa di hutan serangga. Eniwei, ada bilik buat karaoke tuh. Dua lagu pake dua koin. Sementara untuk dapet 4 koin harus bayar Rp 5.000,-. Anda berminat? Kusarankan ntar dulu ajah. Karena, selain koleksi lagunya tidak begitu lengkap, juga kualitas sound yang hmm...bikin kuping jadi berisik. Heehehe, mending di NAV aja deh. Bisa puas banget. Tapi, kalo yang cuma pengin mencoba aja sambil nungguin adik-adiknya atau anak-anaknya maen di game center, ya sumonggo...Lumayan asik kok tempat duduknya. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di sebelah game center itu, ada Food Center yang...suepiii banget. Kasihan ya, padahal banyak banget penjaganya yang menunggu pembeli. Hehehehehe. Abisnya mahal-mahal banget tuh. Masa bakso aja Rp 9.000an per porsi. Please deh, Bakso Cak Man aja cuma Rp 6.000 per porsi, itu dah kelas wahid. Yah, kalo pengin menjerat pembeli, jangan pake harga mahal deh. Mending makanannya kudu lebih khas dan strategi yang unik. Soalnya customer Malang suka yang aneh-aneh, termasuk aku sendiri. Hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Di lantai satu, mas Arief beli flashdisk. Duh, lupa counternya dimana. Bayangin yah..Dia tertarik beli karena gara-garanya dia display dituliskan: Harga Flashdisk 1 GB Rp 55.000. Harga Flashdisk 2 GB Rp 70.000. Itu merk Kingston. Dan, setelah beli beneran, ternyata penjualnya bilang, harganya Rp 80.000 untuk Flashdisk 2 GB. Loh, kurang ajar gak sey? Trus, apa fungsinya display? Menarik perhatian atau menjebak? Dasar tuh counter. Sayang, lupa namanya...Kaya gini kan termasuk penipuan. Sayangnya juga, temenku lupa konfirmasi atas harga yang terpasang di display. Dan, dia memilih untuk membayar daripada komplain! Duh, ati-ati lagi ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pulang dari MOG, kami pengin menikmati Kerak Telor Betawi. Counternya terletak persis di sebelah kiri pintu masuk MOG. Ada tulisan gede-gede di situ. Penasaran-lah..Seperti apa. Maklum katrok, belum ngerti. Heehehehe, jadilah, aku pesan satu porsi untuk dinikmati bersama-sama. Sementara, temenku pesan kopi susu doang dan aku pesan Fruittea. Kerak telor bentuknya mirip rol gulung, berbahan dasar telor ayam (tergantung permintaan, bisa ayam atau bebek), dicampur tepung terigu, plus semacam abon sapi di dalamnya. Digoreng, dan dibentuk jadi gulungan. Ditambah saos. Cukup? Cuma itu? Ya, memang. Ternyata cuma itu aja ya.. Dimakan juga gak terlampau kenyang. Tapi, sudahlah. Rasa penasaran terobati. Dan, harganya? Ini yang bikin geleng-geleng kepala. Satu porsi kerak telor = Rp 8.000,-; secangkir kopi susu = Rp 5.000,- ; dan sebotol Fruittea = Rp 2.500,- (ini mah standar). Jadi, itu kudapan yang tdk mengenyangkan itu, kami total mengeluarkan duit Rp 15.500,-. Hm? Sounds great, huh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pengalamanku setelah dari MOG untuk yang pertama kalinya. Nanti, kalo ada pengalaman lagi, kutulis dah. Hehehehehehe....</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/11/maen-ke-mog.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-6977229304180233206</guid><pubDate>Fri, 21 Nov 2008 06:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-20T23:28:36.218-08:00</atom:updated><title>Just Intermezzo</title><description>Sebenarnya mau posting buanyak banget. Saking lamanya gak nulis-nulis, sampe akhirnya terendapkan lama. Padahal penginnya setiap kali dapet pengalaman apapun, sharing lewat blog ini. Entahlah, rasanya pekerjaan ini bikin membuatku stuck dan kehabisan tenaga. Eh, kok pekerjaan mlulu yang disalah-salahin. Cari kambing hitam ney..:P Okey, just like the title, postingan pertamaku setelah sekian lama (walah, mungkin hampir satu bulanan, hehehe :P), bercerita tentang sobatku tercinta, Ryan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryan merupakan salah satu sobatku terbaik yang pernah kumiliki. Kami banyak menghabiskan waktu bersama-sama, memiliki minat dan hobi yang sama, suka guyon, dan memiliki ambisi yang menjadikannya harus lebih baik. Yupz, aku mengenalnya ketika awal-awal kami berkuliah. Kami masuk dalam satu unit aktivitas yang sama, paduan suara. Ups, jadi malu ketahuan. Actually, suaraku gak sebegitu bagus, kalah jauh dibandingkan dirinya. Makin sering aku berusaha untuk lebih bagus, tak pernah mampu sejernih dan seempuk suaranya yang mirip 'penyanyi cafe' itu. Meskipun, dia sering memujiku, entahlah...aku tak pernah merasa kalau suaraku bagus, yang penting enak didengerlah...:P Hehehe, kok jadi OOT gini sey..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, ntar aja ya kubikin satu postingan sendiri soal kebersamaanku dengan dia. Beberapa bulan lalu, aku dengar berita kalo beasiswanya double degree ke Jerman akhirnya diluluskan oleh Dikti. Wow, it's so great! Sudah lama aku mendengarkan setiap curhatnya tentang keinginan dan ambisinya untuk berlanglang buana ke Jerman, negara Eropa Barat itu. Maklum, dia mengambil bidang studi bahasa Jerman di Universitas Negeri Malang. Dan, aku pikir kemampuannya bahasa Jerman sudah sangat bagus. Maka, aku selalu berupaya mendorongnya agar dia bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Yeah, kami sama-sama saling menyemangati. Dan, alangkah gembiranya dia ketika dia mendapatkan beasiswa itu!! Hm, keren-keren..Tapi, kemudian timbul rasa kesedihanku atas kepergiannya selama dua tahun ke negeri orang buat menuntut ilmu. Hiks, just like a part of melancholic feeling...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally, minggu ini dia hendak berangkat ke sana. Yep, minggu ini. Rasanya waktu cepat sekali berlalu. Terbayang masa-masa kebersamaan kami selama ini. Ketika kami bercanda, mengejek, tertawa bersama, curhat, bernyanyi gila-gilaan, dan sebagainya. Guys, betapa berharga rasanya waktu masa lalu yang terlewatkan percuma. Tapi, bagaimana lagi. Saatnya menatap ke depan. Dia sudah menemukan jalan hidupnya dengan baik, bukan hanya baik, tapi keren dan ..so amazing! Duh, Ryan..aku bakalan kuangen banget sama kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kuputuskan minggu terakhir sebelum dia bertolak ke Jerman, kami hang out seharian. Bercanda sepuasnya, dan makan sepuasnya!! Hwahahahaha...Yang terakhir, kami menyalurkan hasrat bernyanyi bersama dan sepuas-puasnya di NAV Karaoke Keluarga!! Yes, jadi nyanyi juga..Duh, rasanya puass banget. Sayang, hari itu pas minggu, dan tahu sendiri tiap akhir pekan, harga tempat-tempat hiburan selalu mahal-mahal. Ambil sejam aja harganya Rp 33.000. Penginnya sih ambil yang small, tapi minimal harus ambil dua jam. Sementara, bayar per jamnya Rp 24.000,-. Gile banget, dua jam aja Rp 48.000. Weks, mending karokean sendiri aja di kostan. Sayang, komputer Ryan udah dipacking dan dibungkus rapi, siap dikirimkan. Sementara, komputerku tidak ada software khusus musik alias Adobe Audition. So, itulah pilihan terakhirnya. Meskipun cuma sejam, lebih dari sepuluh lagu bisa kami nyanyikan secara "indah" (klaim sepihak ney..:P) dan asyik. Berikut ini secara acak tembang-tembang favorit kami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Everytime (A1)&lt;br /&gt;2. Can't Take That Away From Me (Mariah Carey)&lt;br /&gt;3. No Promises (Shayne Ward)&lt;br /&gt;4. I'm Yours (Jason Mraz)&lt;br /&gt;5. This I Promise You (N Sync)&lt;br /&gt;6. Shape Of My Heart (Backstreet Boys)&lt;br /&gt;7. I Kissed A Girl (Katty Perry)&lt;br /&gt;8. Better In Time (Leona Lewis)&lt;br /&gt;9. Dance With My Father (Luther Vandross)&lt;br /&gt;10. Footprints In The Sand (Leona Lewis)&lt;br /&gt;11. I Believe In You (Il Divo and Celine Dion)&lt;br /&gt;12. Hero (Mariah Carey)&lt;br /&gt;13. Bleeding Love (Leona Lewis)....this is such a powerfull song! Yep, I hit that notes!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, rasanya PUAS banget!! Hehehehe, berapa kali yah aku bilang puas? So memorable..Pas nyanyi lagunya Bleeding Love, bener-bener puas dah..Kok bisa yah, nada tinggi falsettonya nyampe...Secara, dah bolak balik nyanyiin ini. Tapi, emang keren banget si Leona Lewis. Timbre suaranya yang empuk nan berkarakter sungguh manis buat didenger. Buat lagu ini, versi cowok J Rice juga cukup asyik didenger. Nanti deh, bakalan ada versi Abhiem and Ryan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, Pepe (nama lain Ryan) ...kenapa sih musti buru-buru banget ke luar negeri, ke Jerman lagi. Kapan kita ada waktu lagi buat nyanyi bareng. Curang kau, nanti bisa merasakan salju di sana..Hiks-hiks, sementara aku masih merasakan air hujan aja. Pepe, miss you so much!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, ubek-ubek dokumen, akhirnya dapet fotoku ama Pepe. Ini dia! Pas waktu latihan menjelang pentas nasyid di Universitas Negeri Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK1tEGJNBPjNTvu7nJnQqg7NuiXGJcyl0rG1d5h5cPW2ArCTNfts7Dsui_v4jxiakdlP1kgpmfDAzjjku7Grwcd8IPPPXQa6_-ngEgWMNk6Jsop7cjpDo3dk0QpIiaGc017Tygro6SyLQ/s1600-h/1_884293431l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK1tEGJNBPjNTvu7nJnQqg7NuiXGJcyl0rG1d5h5cPW2ArCTNfts7Dsui_v4jxiakdlP1kgpmfDAzjjku7Grwcd8IPPPXQa6_-ngEgWMNk6Jsop7cjpDo3dk0QpIiaGc017Tygro6SyLQ/s200/1_884293431l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271008583439142338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gudlak for you always, Pep.. I will miss you a lot then. Jangan lupa belajar yang rajin di sana. Pokoke selalu keep contact, kalo bisa tiap hari kita chatting ama telpon2an. Hehehe..Denger-denger pake Skype lebih murah yah. Tapi masih belum tahu cara pakenya. Jangan sampe terjerat sama godaan di sana ya.. Hiks-hiks, I know you had stronger than before..Always pray you, dude!!</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/11/just-intermezzo.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK1tEGJNBPjNTvu7nJnQqg7NuiXGJcyl0rG1d5h5cPW2ArCTNfts7Dsui_v4jxiakdlP1kgpmfDAzjjku7Grwcd8IPPPXQa6_-ngEgWMNk6Jsop7cjpDo3dk0QpIiaGc017Tygro6SyLQ/s72-c/1_884293431l.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-639027201128843539</guid><pubDate>Sat, 25 Oct 2008 02:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-24T21:18:12.364-07:00</atom:updated><title>Keracunan Apel</title><description>Sebenarnya sudah lama sekali ingin kembali posting. Namun, karena berbenturan dengan segala agenda dan aktivitas di kantor, akhirnya tertundalah sekian lama hobi dan minat saya untuk menulis segala keluh kesah serta kegelisahan sekian lama. Ya, selain sedikit malas, tentunya. Hehe. Ada satu pengalaman menarik yang akan saya ceritakan sebenarnya di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai judul postingan kali ini, Keracunan Apel!! What? Bagaimana bisa? Tentunya hal tersebut yang ada dalam pikiran kawan-kawanku sekalian. Kejadiannya bermula sewaktu lebaran lampau dimana saya menghabiskan waktu di rumah yang sedianya "hanya" selama dua hari saja. Maklum, hari ketiga lebaran sudah harus masuk kerja lagi seperti biasa. Jadilah, saya benar-benar memanfaatkan waktu di rumah dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, seperti biasa, lebaran hari pertama seusai Sholat Ied, saya mempersiapkan diri mengikuti prosesi selamatan alias syukuran di rumah-rumah tetangga, semacam kompleks, walaupun bukan perumahan :-)  Acara ini yang selalu saya tunggu saban tahunnya, berkumpul dengan tetangga-tetangga, saling mengobrol tentang hal apapun, berbagi informasi, bercanda bersama, sekalian silaturrahim. Kelar seluruh prosesi baru siang hari. Tapi, rasanya dah lumayan asyik soalnya sudah sekalian halal bihalal ke rumah-rumah tetangga. Sampai di rumah bersantai sejenak sambil menikmati opor ayam dan nasi gurih. Sedap nian deh! Hehe, rasanya ajeb-ajeb. Maklum, nuansa kaya gini baru bisa dinikmati setahun sekali. Kelar makan opor ayam, rasanya pengin yang seger-seger. Kucomotlah dari kulkas, sebutir apel merah bingkisan saudara. Rasanya tambah segar. Eh, tak terasa sampai habis tiga butir sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya, sepulang dari rumah Pak Dhe usai melakukan kunjungan halal bihalal barengan tante, entah mengapa ada sedikit masalah dengan perut saya. Rasanya mendadak sakit. Melilit tidak karuan. Akhirnya saya ke belakang, namun sampai beberapa kali, rasa itu tetap saja menyerang. Gak karuan rasanya. How Could? Apa yang salah yah... Sebenarnya sih tidak terlampau sakit, namun rasa sakit kembali menyerang sewaktu tengah malam. Bolak balik ke belakang membuatku tidak lagi bisa tidur. Rasanya makin sakit dan menjadi-jadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya, ibuku meminta agar segera mengonsumsi obat diare yakni Diapet. Cukup manjur, tapi belum sepenuhnya reda. Hari itu sama sekali belum kepikiran kalo apel-lah biang keladi semua ini. Abis itu, dua orang temen datang dan kami mengobrol ke sana kemari. Tak lupa, saya menikmati lagi buah apel yang memang menyegarkan itu. Usai tidur siang, perut kembali melilit hebat tak karuan. Duh, kenapa lagi ya ini? Tanya punya tanya. Mau tak mau, rasa curiga saya mengarah pada buah apel yang saya konsumsi. Kenapa kecurigaan mengarah ke sana? Kulit apel berwarna mengkilap itu bisa jadi masih dilapisi zat semacam lilin dan kemungkinan masih adanya sisa residu pestisida yang tersemprot di sana juga menguatkan dugaan ini. Meskipun, sudah dicuci berulang kali, bahaya masih bisa mengancam. Dan, saya selaku konsumen juga biasanya hal seperti ini tidak pernah terjadi masalah apapun. Makan apel, cuma dicuci biasa, tanpa dikupas, langsung dikupas. Begitu saja, toh juga tak pernah terjadi apa-apa. Eh, ternyata selama ini saya kurang waspada. Kali ini saya baru merasakan dampak langsungnya alias keracunan apel!! Gile gak tuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya minta tolong pada saudara untuk memetikkan buah kelapa muda yang akan dinikmati air segarnya sebagai netralisator lambung. Sayang, saya sudah telanjur mengonsumsi obat Promag sesuai anjuran ibu. Dan, abis minum obat tidak boleh minum air degan, nanti bakalan ternetralkan soalnya. Oke deh saya manut. Namun, sampe malam menjelang rasa sakit malah semakin menghebat. Rasanya melilit hebat. Swear, gak karuan. Pusing, sempoyongan, dan sebagainya. Abis itu, masih sempat juga buat muntah-muntah. Walah...Trus, istirahat sebentar. Tak berapa lama berselang tiba-tiba kulit rasanya gatal tak karuan. Muncul gejala mirip biduran. Merah-merah, bentol-bentol. Dikerokin sama ibu sebelumnya sama sekali tidak berpengaruh. Ya sudah, akhirnya saya tetap minta air degan untuk dikonsumsi. Mau ke dokter tapi mana ada yang buka lebaran kaya gini. Setelah itu saya istirahat...Tengah malam terbangun, kulit saya sudah mulai pulih. Tidak ada lagi bentol-bentol. Thanks God..meskipun masih agak pusing dan sedikit mual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, salah seorang pegawai menelpon mengabarkan kondisi gerai. Meminta agar saya besok masuk sore. Ya, jelas kukasih tahu kondisiku yang sebenarnya. Bahwa sakitku belum sepenuhnya pulih dan belum bisa untuk masuk kerja. Besok harus bolos kerja dulu. Meskipun dalam hati rasanya kasihan banget dengan kondisi gerai yang minim pegawai, bahkan harus sakit juga, Lebaran-lebaran kok pada tepar yah..Heran. Tapi, gak juga sih. Sudah terlampau biasa, banyak orang yang sakit pada saat lebaran sebab setelah berpuasa dengan menahan nafsu, pada saat itu jadi kalap dengan tidak mengindahkan nafsunya. Benarkah? Kalau saya sih, lebih pada kecerobohan dan ketidakberuntungan semata saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe, tapi pernah juga kok sewaktu kecil sakit pada saat lebaran. Yang sering, gara-gara kebanyakan makan kacang!! Akhirnya, jadi diare deh. Anyway, kondisiku akhirnya memulih. Dan, besok pagi-pagi dah bisa cabut ke Malang. Sekarang, jadi makin berhati-hati sebelum makan. Bener-bener dijaga banget. harus dicuci dulu, harus dibersihkan, harus benar-benar waspada, jaga-jaga daripada terjadi lagi kejadian yang mengerikan seperti itu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa dijadikan pembelajaran!!</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/10/keracunan-apel.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-1732774629492526876</guid><pubDate>Thu, 25 Sep 2008 10:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-25T03:18:17.909-07:00</atom:updated><title>Quotes of The Day</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;"It is not our abilities that show what we truly are. It's our choices."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Albus Dumbledore (Harry Potter's book)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/09/quotes-of-day.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-2229068769473087908</guid><pubDate>Thu, 18 Sep 2008 02:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-17T21:14:24.993-07:00</atom:updated><title>Activities List</title><description>Dua hari lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15.05 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kantor Telkom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengurusi masalah koneksi speedy yang sering down, komplain sama customer service yang melayani dengan cukup baik. Malah, menawarkan agar teknisi datang langsung ke gerai sekalian dalam kurun waktu dua-tiga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15.45 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kantor Pos Pusat, Warmasif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengan Dani, Store Manager Warmasif. Berbincang dengannya tentang kondisi gerai terkini, para pegawainya, omzet, target yang harus dicapai, serta problematika yang dihadapi selaku Store Manager baru. Bagaimana dia harus bersikap di hadapan pegawai serta kedua belah perusahaan. Sungguh dilematis. Saya juga merasakan kebingungannya. Mengobrol sebentar dengan para pegawai yang ada di sana. Bercanda, dan saling menyemangati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;17.30 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MBC Galunggung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengan pegawai MBC Galunggung, plus Store Managernya, Murti. Dia berkacamata, ramah, agak kecil, tapi selalu terlihat bersemangat. Mirip sekali dengan auditornya Multiplus Pusat, pak Jaka. Pada awalnya, saya kira dia punya hubungan saudara dengan beliau, tapi ternyata bukan. Hehehe...Kami berbincang lagi tentang perilaku pegawai Dani yang menyebalkan, teguran bu Eva HRD pada dirinya yang bagiku terlampau keterlaluan, serta keramahan sikap Murti yang terasa menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;18.25 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kios Pos Blimbing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali ke gerai. Menikmati es buah yang menyegarkan sekaligus berbuka puasa. Memeriksa e-mail yang masuk dan ber-ym dengan beberapa teman. Tak berapa lama, seusai memesan mie rebus, Murti datang. Maka, sambil melanjutkan mengobrol, kami menikmati mie rebus yang hangat dan menenangkan. Hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;19.20 WIB &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malang Town Square&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kami, saya dan Murti, jalan-jalan ke Matos. Rencananya mau beli kain pel. Di sana, saya bertemu dengan beberapa teman sejurusan, seperti Daru, Danang, Mayang, Adi, mas Ali, serta kawan lawas yang dulu sering bertemu di unitas. Dia bersama anaknya. Suasana ramai sekali. Penuh sesak dengan orang-orang yang lalu lalang. Maklum, nuansa ramadhan. Bentar lagi lebaran, jadi sisi konsumtif masyarakat pun makin terasah. Duh, aku hanya mampu memandangi mereka dengan rasa iri. Ya, lebaran kali ini masih belum bisa membeli sesuatu buat orang tuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;21.20 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kostku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kostan. Murti mengotak atik komputer dan memberi tahu tempat yang murah untuk menambah kapasitas memori. Oke deh Murti, pendapat kamu bakalan dipertimbangkan. Tapi, sementara, kapasitas memori saya masih yang itu dulu saja.  Toh, kebutuhan saya paling-paling cuma mengetik, mendengarkan musik, mengedit foto, serta menonton film. Ya, buat game paling-paling hanya buat hiburan di kala senggang saja. Not a prime necessities...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian untuk hari ini. Besok dilanjut lagi agendanya apa aja...</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/09/activities-list.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-7510452604361591775</guid><pubDate>Mon, 15 Sep 2008 05:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-14T23:08:18.753-07:00</atom:updated><title>Buka Bersama</title><description>Kali ini judulnya Buka Bersama. Mantep kan? Sesuai dengan judulnya, maka isi postingan saya kali ini akan diwarnai dengan pengalaman Buka Bersama bareng temen-temen tercinta. Hehehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari hari Selasa, minggu lalu, saya bersama dengan &lt;a href="http://radhen.wordpress.com/"&gt;Hendarmawan&lt;/a&gt; dan Slamet Budi Cahyono janjian di kampus tercinta, Universitas Brawijaya. Sebenarnya udah lama sih direncanakan. Mulai dari dua minggu sebelumnya, tapi karena kondisi gerai yang belum bisa ditinggal, akhirnya saya baru bisa ketemu sama mereka minggu kemaren itu. Intermezzo sedikitlah. Hendarmawan itu baru pulang dari Amerika Serikat, terkait program belajar bahasa Inggrisnya selama summer di Oregon University. Prestasinya seabreg dah. Mahasiswa berprestasi nasional dan pakar IT banget. Sementara Budi tak kalah mengagumkan. Karya tulisnya buanyak banget. Baru saja terpilih sebagai Presiden Kapal Pelayaran Nasional se-Indonesia, mengalahkan 33 delegasi dari masing-masing provinsi. Dijadwalkan, Mei depan, dia akan mengikuti kongres di Makassar. Budi memiliki disiplin ilmu perikanan dan kelautan berbasis kewirausahaan. Klop dah, keduanya. Sementara saya lebih banyak berkutat pada bidang teknologi pertanian, jurnalisme, dan sekarang sedang berkarier bidang manajemen strategi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah, janjian di kampus, ternyata mendadak sore itu juga, pegawai saya telepon, ada customer minta fotokopi kertas ukuran folio. Padahal stock habis. Ya, akhirnya saya balik dulu ke gerai setelah sebelumnya mampir di toko buku beli satu rim kertas F4. Abis itu, mengisi bensin, kita menuju Warung Steak and Shake. Adzan maghrib sudah berkumandang. Saatnya untuk berbuka. Suasana ramai dan kendaraan penuh. Saya saja terpaksa parkir di sebelahnya, Studio Foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke resto, mereka sudah pesan makanan. Dua teh botol Sosro dipesan dulu untuk membatalkan puasa. Nah, kami langsung cerita panjang lebar tentang pengalaman masing-masing. Duh, kangen banget rasanya. Lama tidak bertemu mereka berdua. Maklum, keduanya suka banget jalan-jalan. Sementara, saya sudah kerja. Kadang ngiri juga, kapan ya bisa dapet pekerjaan yang aktivitasnya jalan-jalan dan travelling. Hehehehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengobrol ke sana kemari, kami menunggu pesanan datang. Gila benerr..Hampir tiga puluh menit kemudian barulah pesanan itu datang. Ngerti sih, kondisi penuh banget. Semua meja terisi penuh oleh customer. Tapi, kami kan juga udah ngantri dari tadi. Masa belum dapet-dapet. Sebel juga rasanya kalo dicuekin kaya gini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya: "Lama banget ne..Biasanya saya kalo di gerai, suka dikomplain customer. Sekarang, gantian nih saya sebagai customer, harus komplain juga sama waitres-nya."&lt;br /&gt;Hendar: "Iya yah, kok lama banget ya.."&lt;br /&gt;Budi: "Hm, ditunggu ajalah...Hehehe.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macem-macem ya reaksi dan tanggapannya. Kalau Hendar selalu kalem dan sabar. Budi orangnya tegas, selalu bersemangat, tapi cukup toleran. Kalau saya, lebih temperamen kalau diperlakukan tidak adil, moody, dan perhatian banget. Walah-walah, anehnya kami bisa cocok satu sama lainnya. Ya, untung mereka semua asyik diajak bicara. Untunglah, french friesnya datang duluan. Jadi, sambil ngobrol kami makan french fries. Hm, renyah banget. Kerenyahan yang membangkitkan pertanyaan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi: "Ini kok beda ya renyahnya french friesnya? Kenapa ya?...bla..bla" setelah sebelumnya diberikan penjelasan dengan kondisi penggorengan, teknik, dan impor kentangnya segala.&lt;br /&gt;Saya: "Apa mungkin pemberian natrium metabisulfit berpengaruh ya? kan ada dampaknya terhadap kerenyahan kentang goreng tuh.." mantep dah analisanya. Secara saya kan orang teknologi pangan, sedikit-sedikit tahulah.&lt;br /&gt;Hendar: "Iya nih, renyah kok. Tapi gak seragam besarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, Hendar sedikit angkat bicara. Maklum, bukan kajian ilmunya. Tapi, kalo udah menyangkut riset dan pendalaman ilmu di luar negeri, jangan tanya. Hendar akan menjabarkan panjang lebar. Seperti ini contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi: "Lucu tuh Supertoy dikasih nama HL, singkatannya Heru Lelono. Hehehe, HL-1, HL-2.."&lt;br /&gt;Saya: "Kasihan ya SBY kok bisa-bisanya ditipu sama lulusan STM gitu (Heru Lelono lulusan STM saja). Padahal kan tim risetnya kuat banget, apa tidak diverifikasi sebelumnya? Heran banget.."&lt;br /&gt;Hendar: "Iya neh, padahal kalo di luar negeri tuh yang namanya riset gak bisa instan. Musti puluhan tahun, bahkan 30 tahun. Semua aspek dikaji, mulai dari teknologi, sumber daya, penerapan, lingkungan, masyarakatnya. Di-trial error sampe bener-bener valid dan teruji. Kalau sudah mateng, baru diluncurkan. Indonesia kok aneh, belum-belum udah diluncurkan. Padahal belum diriset bener.." Nah tuh, mantap kan analisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehehehe, memang asyik ya diskusi sama orang yang pinter-pinter. Ilmu kita jadi nambah, learning somethin new..Eh, akhirnya pesanan datang. Tapi, sayang, kurang satu porsi, dan itu milik saya. Jamur tiram, beef steak, frenc fries, masih kurang satu lagi, beefnya. Ya, udah. Nunggu pesanan satu porsi datang, saya dan Hendar sholat dulu. Lalu, melanjutkan perbincangan sambil berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari aktivitasku yang berkaitan dengan pengaturan pegawai, aktivitasnya Budi yang masih asyik dengan pembuatan proposalnya ke luar negeri, aktivitasnya Hendar yang berkutat dari pencarian beasiswa ke beasiswa. Semangat ya rekk!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengan kalian, bisa memacu adrenalinku untuk lebih baik lagi. You're such a good friend ever as mine!! Met Berbuka buat ntar sore...hehehehe</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/09/buka-bersama.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-7610111138257196566</guid><pubDate>Tue, 09 Sep 2008 11:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-09T05:34:26.592-07:00</atom:updated><title>Capek Maen Game?</title><description>Judul postingan ini meniru dari statemen salah sebuah iklan - kalau tidak salah produk coklat - yang lagi suntuk, "Capek Maen Game?" Kenapa saya bisa kasih judul ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, seperti itulah kondisi saya belakangan ini. Tapi, yang beda hanyalah backgroundnya. Saya bukan karena maen game, tapi karena hmm...sering begadang!! Hehehe, walah-walah kok bisa yah.. Minggu lalu, saya sampai tiga kali harus long shift buat jaga gerai dikarenakan kurangnya pegawai yang jaga sewaktu shift kedua. Jadilah, saya menemani mereka dengan menginap di gerai. Tapi, sebenarnya semuanya fun-fun saja saya jalani. Entahlah, ketika tiba di kost, badan tiba-tiba pengin banget istirahat terus. Kalo bentar doank, rasanya belum puas juga. Mau agak lama, kok ya udah harus kerja lagi besoknya. Rasanya kurang puasss ajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung, ada cewekku dan banyak temen-temen yang simpati dengan kondisiku. Mulai dari perhatian soal makanku yang gak teratur, bangunin sahur, mengingatkan segera berbuka, hingga menawari pijat. Walah-walah..Saya mah disuruh pijat males banget. Mending ibu saya sajah yang mijetin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, ngomong-ngomong soal pijat, saya inget sesuatu. Biasanya sewaktu pulang kampung alias di rumah, saya selalu dapat panggilan ibunda tercinta buat mijitin beliau. Rasanya, ada yang kurang lengkap ketika saya datang, namun tidak menyentuhnya, atau memijat beliau. Bahkan, meski cuma sebentar, kalo udah merasakan lihainya dan asyiknya sentuhan tanganku, insya Allah, beliau selalu puas. Saya juga berusaha memijat dengan sepenuh hati. Walah, bahasanya rekk...Kebiasaan ini sebenarnya sudah teramat sangat lama, semenjak saya masih bersekolah di bangku SD atau SMP yahh..Hampir tiap minggu, atau sewaktu ibu saya capek, selalu saya berusaha memijat beliau. Katanya, sentuhan saya bisa meredakan dan meredam rasa capeknya. Saya sih tidak terlalu pusing dengan pujian beliau, karena siapa lagi yang bakalan memuji kalo bukan ibunda sendiri. Hehehehehe, kenyataannya tiap kali saya memijat orang-orang, setelah sebelumnya dimintai tolong, saya selalu dibilang punya keahlian jadi TUKANG PIJAT!!! Hehehehehe................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya kepikiran suatu saat nanti bakalan buka usaha, penginnya sih semacam kafe bakery plus layanan spa dan pijat asyik!! Eh, tapi kesannya kok negatif yahh...Ada kata-kata PIJAT segala.....Atau diganti dengan RELAKSASI aja? Walah-walah, tapi sebenarnya saya penginnya sih ada layanan PIJATnya...Entah, dalam bentuk apa. Hmm......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*still dreaming*</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/09/capek-maen-game.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-9014737432925376285</guid><pubDate>Tue, 09 Sep 2008 02:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-08T19:15:10.226-07:00</atom:updated><title>Poems of The Day</title><description>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;AKU INGIN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:&lt;br /&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu&lt;br /&gt;kepada api yang menjadikannya abu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:&lt;br /&gt;dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan&lt;br /&gt;kepada hujan yang menjadikannya tiada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karya Sapardi Djoko Damono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/09/poems-of-day.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-6817704463780721</guid><pubDate>Wed, 03 Sep 2008 02:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-02T19:56:04.450-07:00</atom:updated><title>Bulan Baru : Puasa dan Semangat Baru</title><description>Awal bulan ini (September 2008) cukup istimewa. Bertepatan dengan awal bulan Ramadhan, serta genap terhitung tiga bulan sudah saya bekerja di PT Multigraha Realtindo sebagai Store Manager. Sebenarnya, tidak tepat tiga bulan. Saya bergabung sebagai pegawai di sini sejak tanggal 24 Mei 2008 lalu. Jika dihitung dari tanggal tersebut, saya total telah bekerja selama tiga bulan lebih enam hari. Ya, sekitar itulah...Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, mengapa bulan kali ini terasa istimewa daripada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama. Bulan ini, tahun ini, awal pertama kali saya bekerja di bulan Ramadhan. Di tahun-tahun sebelumnya, saya masih berkuliah, menuntut ilmu, dan beraktivitas biasa lainnya. Bertemu dengan kawan-kawan, mendiskusikan pelbagai event, mencari sponsor, latihan paduan suara, reportase kemana-mana, interview dengan nara sumber, atau menjaga job fair. Hehehehe. Puncaknya sih, tahun kemaren (2007, Red.) dimana berkutat dengan skripsi yang masya Allah...bener-bener menguji ketabahan dan ketahanan mental serta daya tahan tubuh. Bagaimana tidak, sebenarnya pada waktu tersebut, saya sudah siap untuk menjalani ujian skripsi. Tapi, dosen pembimbing saya, Prof Sri Kumalaningsih menyatakan saya tidak akan mungkin mampu ujian skripsi di bulan puasa. Walah-walah, beban mental saya adalah dengan keluarga. Saya sudah bilang sama mereka setidaknya akhir tahun ini sudah lulus dan menggondol gelar sarjana. Jadi, bertepatan dengan pulangnya kakak saya tercinta, Eko dari luar negeri (Brunei Darussalam), saya pas sudah lulus kuliah. Itu bener-bener kado terindah buat dirinya. Selain itu juga rekan-rekan saya yang mengerjakan skripsi secara bersama-sama dari awal, sudah pada ujian skripsi. Masa saya sendiri yang belum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut bener-bener menguji kekuatan mental saya dalam menghadapi segala sesuatu. Ujian yang sungguh berat banget. Hampir saban hari saya berkutat dengan perasaan gamang dan bimbang, kapankah akan selesai? Pasalnya, setiap menghadapi monitor komputer, tulisan skripsi yang sama, terus berulang dan saya tidak tahu apa lagi yang mau diperbaiki. Rasanya pasrah saja. Namun, yang paling parah adalah menghadapi tekanan dari keluarga. Walaupun, ibu saya sudah bolak balik menekankan tidak apa-apa. Tapi, rasanya ngenes melihat beliau kecewa melihat saya belum lulus juga. Ah....pada akhirnya, bulan ramadhan itu belum mampu ujian skripsi, walaupun sudah di-ACC sama dosen pembimbing. Sungguh ramadhan yang amat sangat berat ujiannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua. Ramadhan kali ini saya sudah bekerja. Setiap hari berkutat dengan suasana yang cenderung sama, monoton, namun kondisi yang makin lama makin berkembang, terkait tuntutan dan tekanan kerja. Jam kerja saya standar, mulai dari pukul 08.00-18.00. Pekerjaan saya tidak terlampau banyak, namun cukup intens dan perlu pemikiran mendalam. Bagaimana melakukan pengecekan administrasi, membuat report, membuat program promo, keliling kerjasama dengan pihak lain, dan lain sebagainya. Sebenarnya kondisi tersebut menguntungkan saya. Lo, kok aneh? Yupz, saya bener-bener lupa bahwa saya sedang puasa! Maksudnya? Bukan dalam artian ibadah lo ya, tapi soal asupan makanan. Puasa gak puasa, sama saja. Jadi, jatah makan saya tidak berubah, malah cenderung berkurang. Bahkan, waktunya buka sekalipun, saya masih belum merasa lapar sama sekali. Padahal malamnya tidak sahur, dan seharian full kerja. Aneh juga, tapi begitulah kenyataannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga. Ini tidak berkaitan dengan puasa. Tapi, bulan baru. Kenapa memang? Seperti biasalah, dapet gaji. Hehehehehe...Pas, di awal bulan ramadhan dapet gaji, langsung mikir, apa yang mau dibeli buat ntar lebaran? Tapi, saya belum kepikiran sampai ke sana. Soalnya, dapet gaji malah bingung, bagaimana cara mengaturnya. Buat keluarga, bayar kost, kebutuhan makan, rencana pembelian produk, kebutuhan tak terduga, serta biaya lain-lain, dan tentu saja menabung. Makin diatur, ternyata makin banyak kurangnya. Walah-walah...Memang tidak ada puasnya. Namun, saya mencoba realistis saja. Ada beberapa pos yang perlu diperketat pengeluarannya, dan beberapa pos yang tidak usah dilakukan pengeluaran hari ini. Yupzz, itu akan jauh lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, awal bulan, bulan baru, semangat baru? Seperti biasa, sebelum lebaran, akan banyak orang yang membutuhkan jasa tiketing serta iklan-iklan produk khusus bagi unit-unit usaha. Nah, ini target market yang prospektif dan perlu dieksplorasi lebih lanjut potensialisasinya. Sekarang, selain bikin pemetaan target customer, juga persiapan pembuatan brosur, peningkatan skill kinerja pegawai, serta beberapa report yang perlu dikirimkan. Oya, beberapa kali koordinasi dengan Budi Slamet Cahyono, kawan saya yang full prestasinya tingkat nasional, jadi tertarik untuk melanjutkan S2. Ah, sebuah harapan yang saya yakin akan mampu menjalaninya. Di Universitas Kebangsaan Malaysia, minat Manajemen Strategi Bisnis. Sekarang, persiapan riset juga nehh...Hopefully that I could pass all of this stuff...Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New Month : New Spirit!! Hehehehehe</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/09/bulan-baru-puasa-dan-semangat-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-9007450029030675160</guid><pubDate>Tue, 02 Sep 2008 13:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-02T07:18:31.603-07:00</atom:updated><title>Kuliner di Bulan Puasa</title><description>Bulan Puasa kaya begini lumayan membingungkan soal makanan. Sebenarnya perut saya sendiri terhitung gampang banget menerima segala jenis makanan, mulai dari yang terhitung ekstrim dan jarang banget yang suka, seperti oseng-oseng pare, semur jengkol, hingga yang gampang banget bikin alergi, kaya bothok tawon, atau sayur kuah bandeng yang lumayan bikin bibir makin tebel. Tapi, saya juga bukan termasuk orang penyuka kuliner nan ekstrim banget - jadi inget ala Extreme Kuliner di Global TV yang makan daging ular, buaya, dan lain-lain - kalau itu mah bikin eneg gak karuan. Hih!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingungnya soal makanan adalah ketika mau sahur. Yups, di daerah kost saya sepertinya jarang banget warung yang buka pada waktu-waktu tersebut. Alhasil, saya harus membeli makanan pada malam sebelumnya dengan tujuan agar waktu sahur tidak usah lagi keluar hanya untuk makan. Males banget. Hehehe, terlebih pada jam segitu emang biasanya masih tidur pulas. Biasanya pacar saya rajin mengingatkan dan membangunkan agar saya segera makan sahur, tak lupa menyelipkan seuntai nasehat bahwa bersahur termasuk mendapatkan pahala sunnah. Sebenarnya sudah tahu sih, tapi kalau kondisinya tidak ada yang dimakan mau apa lagi.. Hehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi, pada waktu sahur hari pertama saya. Malemnya, saya sudah bersiap-siap mau membeli nasi bungkus agar tidak usah keluar lagi waktu sahur. Tapi, karena sudah terlampau malam, banyak warung sudah pada tutup. Ada beberapa yang buka, namun tidak dengan menu yang saya harapkan. Walah, ya sudah. Akhirnya saya memilih balik ke kost dan berharap tengah malam akan ada yang jualan nasi goreng. Biasanya sih selalu ada. Namun, entah kenapa tengah malam tidak ada yang lewat. Baik penjual mie ayam (pangsit) ataupun bakso, tahu telor, ataupun nasi goreng. Wah-wah, hingga menjelang waktu sahur, saya tidak menemukan tanda-tanda kehidupan di luar kost. Waktu-waktu segitu yang biasanya diramaikan oleh anak-anak ronda, sama sekali tidak terdengar. Loh? Ini jadi puasa gak sih? Saya bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat terdengar orang berjalan. Tapi, dalam frekuensi amat sangat rendah. Hingga membuat saya berusaha meyakinka diri, mungkin kebanyakan pada males keluar rumah, memilih masak sendiri di rumahnya masing-masing lalu dinikmati bareng-bareng. Sementara, saya yang kost gimana? Di tengah kebingungan itu, akhirnya saya pun tidak jadi keluar kost untuk bersantap sahur. Untungnya (eh, masih untung ya?) saya masih punya sebotol air mineral nan segar. Akhirnya, itulah yang jadi pengganjal perut saya sebagai pengganti menu sahur. Alhamdulillah segar......Hehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, paginya, saya tetap melakukan rutinitas kerja seperti biasa. Anehnya dan uniknya, seharian kerja itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap ketahanan fisik saya yang hanya terisi air mineral doank. Kok begini ya? Biasanya, meskipun malamnya udah makan, pagi-pagi, si perut udah minta diisi. Tapi, kali ini berbeda. Apakah pengaruh dari niat puasa kita padaNya sehingga ketahanan fisik kita diperkuat dan ditambahi? Subhanallah...Bahkan, saya baru berbuka itu sekitar pukul 19.00 malam, nyaris telat mengikuti tarawih. Tapi, untunglah masih bisa ikut. Yaa, pada akhirnya, semenjak  malam itu saya selalu membeli nasi bungkus dulu buat menu santap sahur di kost. Kecuali ada hal-hal yang membuat saya tidak beli. Katakanlah, begadang hingga memaksa saya untuk langsung sahur sekalian (kebiasaan ini sering saya lakukan pada waktu kuliah dulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, menu puasa tetap harus diperhatikan. Sebab saat berpuasa itu tubuh tetap membutuhkan gizi, hanya frekuensi makan yang berubah. Inilah yang perlu diseimbangkan. Harus banyak-banyak makan sayur dan buah - akhirnya, belakangan rajin beli - trus, minum susu - kalau yang ini belum - hehehehehe, yang penting jangan kebanyakan makan karbohidrat, biar tidak gampang mengantuk!!! Awas lo..yang ada bukannya malah semangat, tapi jadi males-malesan. Tubuh kekenyangan, dan berdampak pada asupan gizi pada otak yang melambat sehingga jadi tidak sehat. Padahal dengan puasa itu, kita mengistirahatkan perut kita untuk sementara, sehingga energi lebih banyak mengurusi otak kita. Hehehehe, dampaknya pikiran akan lebih jernih dan mampu berkonsentrasi. Benarkah? Silakan dibuktikan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehehehehehehe................</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/09/kuliner-di-bulan-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-3454827100278245420</guid><pubDate>Sun, 31 Aug 2008 13:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-31T07:13:26.557-07:00</atom:updated><title>Happy Ramadhan</title><description>Lagi punya cerita nih. Biasa, menjelang ramadhan akan selalu ada perbedaan dalam menentukan tanggal dimulainya ramadhan. Dari kubu Muhammadiyah dari jauh-jauh hari sudah mengumumkan kepada publik bahwa 1 Ramadhan 1429 H jatuh pada tanggal 1 September 2008. Adapun, kubu NU masih menunggu keputusan pemerintah yang sedianya akan diumumkan pada hari Minggu malam (31/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seperti biasa juga, setiap menjelang dimulainya ramadhan, saya setia melaksanakan tarawih. Hehehehe, padahal tidak pernah konsisten terus-terusan tarawih. Sampai saat ini prestasi terbaik yang bisa kulakukan adalah pada ramadhan tahun lalu (2007) dimana hampir setiap hari melaksanakan tarawih. Mungkin hanya dalam hitungan jari saja, saya tidak melaksanakannya. Namun, saya berusaha untuk turut serta. Soalnya, kalau bukan pas ramadhan kaya begini, mana ada yang namanya tarawih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang seribu sayang, ramadhan kali ini, hari pertama saya tidak dihiasi dengan tarawih. Padahal udah persiapan untuk berangkat ke musholla terdekat - yang, saya pun baru kali ini kesana, biasanya di masjid. Usai sholat Isya', sang imam memberitahukan kepada jama'ah agar menunggu kepastian dari pemerintah soal diberlakukannya awal dimulainya ramadhan. Waduh, batin saya, bukannya udah sama-sama sepakat tanggal 1 September besok ya? Kok, masih menunggu? Apakah pemerintah tak jua memberikan keputusan? Secara, kostan saya gak ada TV, jadi gak bisa update berita. Tapi, mendengar pemberitahuan seperti ini, membuat perasaan saya sedikit aneh, bagaimana hari pertama ramadhan yang berlalu tanpa melaksanakan tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa-apa ya. Saya bukannya sok alim, atau bagaimana. Bahkan, temen saya, Pirdana suka mengolok-olok, kenapa sih kamu, absen satu hari aja. Soalnya, dia mau mengajak saya menonton MotoGP. Duh, jelas saja saya beralasan bahwa momen ramadhan ini harus tidak boleh saya lewatkan. Entah nantinya, apakah saya akan persisten dan konsisten melaksanakan tarawih, yang penting ketika saya ada kesempatan bisa, kenapa dilewatkan? Lagipula, saya hampir selalu tidak pernah melewatkan hari pertama seperti ini berlalu tanpa tarawih. Rasanya, kurang afdol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, pada akhirnya saya tidak jadi juga mengikuti tarawih. Walah-walah, mendengar pemberitahuan sang imam, akhirnya para jamaah berangsur pulang ke rumah menunggu pengumuman pemerintah. Begitu pula saya. Ketika sampai di kost, langsung dapet telpon dari ibunda yang mengabarkan di Durenan, Trenggalek sudah pada menggelar tarawih. Beliau sedikit mengeluh dengan banyaknya jajanan dari syukuran Megengan (diadakan setiap kali ramadhan menjelang) dimana tidak ada yang menghabiskan. Hehehehehe, terang saja, di rumah cuma ada ayah dan ibunda, sementara nasi berkat menumpuk sebanyak tiga belas buah. Kasihan..sementara saya di sini malah kelaparan. Hehehe, just kidding. Ya, kalau mau dilempar aja ke sini, biar ada yang menghabiskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis itu, saya berangkan ke gerai untuk memeriksa kondisi sekaligus mengecek pegawai yang ada. Ya, itung-itung sekalian up date berita di &lt;a href="http://detik.com"&gt;detik.com&lt;/a&gt;. Nah, ternyata tahun ini, barengan semuanya mulai tanggal 1 September 2008. So, I have to prepare to my early meal for moslem (alias sahurrrrr). Apa yahh? Enaknya beli nasi lalapan aja, trus ntar dimakan menjelang pagi. Males mau keluar. Di kostan baru ini, lokasi warung terdekat lumayan jauh. Mending masak sendiri sehhh. Apa mau dikata, rice cooker juga belum ada. Otre deh, yang penting prepare dululah. Meskipun udah biasa juga sebelum tidur, makan malam dulu (biasanya bakso Cak Nur - di kostan lama), lalu besoknya puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ya ramadhan tahun ini? Banyak hal yang musti dibenahi, terkait mental, kepribadian, personal, karier, pendidikan, asmara, keluarga, pertemanan, kesehatan..Banyak PR yang harus jadi target, dan ramadhan adalah sebuah momen pas untuk membangkitkan semangat dan kesadaran diri. Semoga Allah memberikan berkah yang makin melimpah pada bulan ramadhan kali ini dan semoga juga saya masih dipertemukan olehNya untuk menikmati ramadhan tahun depan dan selanjutnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overal, Happy Ramadhan yahhh.....:-)</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/08/happy-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-3974506466213328791</guid><pubDate>Mon, 25 Aug 2008 07:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-25T00:49:25.452-07:00</atom:updated><title>Happy Monday</title><description>Seperti lagunya Glenn Fredly - Happy Sunday, saya berusaha menggelorakan semangat di setiap awal pekan alias hari Senin ini. Walaupun, seperti biasa selama sepekan kemarin banyak sekali problematika serta hal yang memberatkan pikiran, apalagi kalau bukan gawean. Ah, tapi teteup Monday harus selalu Happy...hahahahahahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, kenapa ya kalo pikiran saya membentuk opini bahwa hari ini akan cerah ceria dan selalu penuh dengan kejutan saban harinya, saya juga akan menerima hal serupa. Minimal tidak jauh-jauh lah dengan hal itu. Sayangnya, kondisi seperti ini susah sekali diciptakan, dan memang harus selalu digelorakan. Yang terpenting, bagaimana bisa menjaga mood bagus ini bukan hanya di awal pekan saja, melainkan di seluruh pekan, bahkan hingga pekan depan dan selanjutnya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Happy Sunday eh Monday, Hidup Nice Moody!!! Hahahahahahaha...............</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/08/happy-monday.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-5018148427589915383</guid><pubDate>Fri, 22 Aug 2008 10:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-22T04:43:47.456-07:00</atom:updated><title>Shock Dimarahin Atasan</title><description>Gak usah bertele-tele. Jadi gini ceritanya. Tadi pagi itu geraiku kedatangan customer yang pengin banget kirim barang berupa mangga muda sebanyak 7 kg. Tujuannya ke Batam. Bingung juga. Soalnya di Kios Pos Blimbing tidak menyediakan jasa pengiriman khususnya buah. Takutnya nanti akan membusuk di tengah jalan. Celaka kan? Apalagi produk seperti itu juga memerlukan beberapa perlakuan khusus. Maka, jadilah saya telpon Multiplus Galunggung yang punya jasa pengiriman PCP agar mengutus salah seorang pegawainya untuk dateng ke gerai saya memberikan airwaybill (semacam form kuitansi) PCP tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik. Saya tanya dulu berapa tarif pengiriman tersebut kepada pihak PCPnya langsung. Dijawabnya, sekitar Rp 130.100. Kalo yang di Multiplus Galunggung jatuhnya lebih tinggi sekian persen, Rp 162.210. Walah...Akhirnya kutawarkan dulu sama customer, apakah berkenan menggunakan jasa pengiriman barang tersebut beserta dengan harga dan waktu pengiriman yang maksimal tiga hari doank. Eh, dia hanya punya Rp 150  ribu saja ternyata. Jadinya, saya bingung. Apalagi dia udah nunggu cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kutawarkan lagi sama pihak Galunggung apakah mau menerima dimana kondisi customer hanya memiliki uang segitu. Karena dijawab tidak ada masalah, ya mereka dengan semangat meluncur ke gerai Kios Pos Blimbing. Dan, tahukah Anda Saudara-Saudara, pada saat itu juga ada FRO-ku, Pak Andre yang dengan seksama menyimak segala percakapan itu via ym. Saya belum cerita soal posisi dan karakternya di perusahaanku. Pak Andre itu atasanku langsung, jabatannya FRO (Franchise Relation Officer) yang mengepalai beberapa gerai, salah satunya geraiku, Kios Pos Blimbing yang saya kelola ini. Karakternya keras banget, cukup temperamental, dan suka sekali menyudutkan orang dengan pelbagai argumennya yang terkadang menurutku terlampau dibuat-buat. Tapi, kalo udah selesai marah, ya dianggap udah. Tak pernah memperpanjang suatu masalah apalagi sentimen. Hm, ini yang kusuka. Hampir setiap bulan, dia datang berkunjung ke geraiku, menengok kondisi gerai sekaligus para pegawai yang ada plus melihat sejauh mana perkembangan, tentunya dan selalu dilihat dari total omzet perbulan. Lalu, kami akan berdiskusi membicarakan sejauh mana hal-hal yang perlu ditingkatkan serta diperbaiki. Biasanya ketika Pak Andre datang, suasana berubah jadi lebih serius. Dia hampir selalu mempermasalahkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Ada hal-ha urgen yang sebenarnya jauh lebih mendesak untuk dibahas. Ah, this is true my own opinion, dudes....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah di atas. Saat itu, pak Andre yang melihat secara seksama proses koordinasi antara Kios Pos Blimbing dengan Galunggung menjadi terusik. Perasaan saya menjadi was-was. Benar saja. Tak lama kemudian dia mempertanyakan kondisi yang tidak lazim seperti itu. Harusnya, harga yang dikasih ke customer itu sebesar Rp 162.210,- bukannya Rp 150 rb saja. Darimana dia mendapatkan kekurangan itu sendiri? Dia bertanya habis-habisan dengan saya. Mempermasalahkan hal yang menurutnya memang bener-bener riskan. Saya minta tolong sama dia agar menunggu sejenak, siapa tahu mereka akan memberikan penjelasan terkait hal ini. Soalnya saya tidak begitu paham mekanisme kerjasama antara PCP dengan M Galunggung. Kan sini kerjasamanya ama pihak Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, niat saya yang ingin membela rekan-rekan sana jadi termentahkan. Bahkan, dengan sangat kaget saya menyaksikan pak Andre yang muarah luar biasa sama saya hanya karena keinginan saya yang memberikan penjelasan terkait hal ini. Mereka kan punya alasannya sendiri. Seperti halnya, diskon dengan pihak PCP-nya, dan sebagainya. Tapi, pak Andre tetap tidak mau mengerti. Bahkan, gagang telpon saya dirampas begitu saja ketika konfirmasi dengan anak-anak Galunggung. Walah-walah.Dia melotot-lotot dan menyuruh saya duduk sambil menunjuk muka saya agar jangan bersikap sok pahlawan. Waduh, maksud saya bukan itu Pak...Tak lama, saya diminta untuk bicara empat mata di ruang belakang yang lebih sepi. Dia kasih penjelasan panjang lebar dan berusaha agar saya tidak menodai kepercayaan yang sudah dibangunnya selama ini terhadap saya. Ternyata, di balik kemarahannya yang luar biasa itu, tersimpang rasa percaya yang besar bahwa saya mampu mengelola gerai ini dengan sebaik-baiknya. Suatu hal yang belum pernah saya duga sebelumnya. Dia banyak kasih motivasi dan cerita tentang pribadinya yang sangaaaaaaaaattt jarang kudengar. Wah-wah....finally, he closes this case by his own style.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyemangati saya sekaligus kasih target yang luar biasa ke saya. Tapi, yang jelas gara-gara kobaran semangat dan kemarahannya itu saya jadi sadar. Betapa ternyata pak Andre perhatian yang diwujudkan dalam bentuk tidak biasa. Hehehehehehe, sok dramatis yahhh!! Jelaslah, saya sampai kaget kok awalnya. Soalnya, belum pernah dimarah-marahin sampe sebegitunya oleh orang lain. Notes: Bukan oleh orang tua yang membesarkan kita. Meskipun, the ending was so nice..:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, masih belum..Gantian sekarang anak-anak Galunggung yang punya masalah besar terkait hal ini. Hal yang membuat saya lagi-lagi bingung, bagaimana sikap saya seharusnya ke mereka. Tentunya, saya tetap akan kasih penjelasan sebaik-baiknya agar tidak terjadi salah paham. Rencananya, saya akan ke sana malam ini juga. Agar seluruh masalah clear. Ah, tiba-tiba saya laperrr jadinya.... Mau pesen mie rebus dulu ah sama pak Ujang.:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral of the story: Janganlah tiba-tiba shock dengan kemarahan atasan kamu. Sebab segala kemarahan pada dasarnya punya alasan dan sebab. Yeah, kecuali orang-orang yang sudah tidak tahu kapan dan dimana lagi musti marah-marah (alias orang stress dan tidak bisa mengendalikan emosinya - semoga jangan sampe ketemu deh..). Hehehehehehehe</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/08/shock-dimarahin-atasan.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-2683578780031026241</guid><pubDate>Thu, 21 Aug 2008 04:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-20T21:34:31.757-07:00</atom:updated><title>Makan?</title><description>Jam 2.30 pagi bangun karena mendengar suara berisik di depan kost. Bunyinya sepertinya familiar...Siapa yahh? Walah, penjual nasi goreng??!! Gilee bener, jam segini masih jualan. Di kostku yang dulu, di daerah Bethek, paling mentok cuma ada penjual gerobak dorong jam 12an malem. Itupun cuma bakso doank. Dah jadi langganan saya. Namanya Cak Nur, dia asli Trenggalek juga. Jadi, kalo udah ngobrol sama dia, weleh-weleh, mesti ditanyain, "Kapan pulang, mas?" Lalu senantiasa kujawab dengan alasan sibuk aktivitas, yang paling sering sewaktu proses pengerjaan skripsi. Udah kebiasaan sih, lembur sampe jam segitu, tiba-tiba sadar, belum makan malam. Ya, daripada kelaparan lalu gak konsen sama kerjaannya, mending keluar dulu, makan bakso yang mak nyuss murahnya. Mau tahu berapa harganya? Cukup dengan Rp 3.000,- dapat seporsi bakso yang buanyak banget. Mulai dari bakso bulet-bulet itu, tahu putih, tahu pong, gorengan kembang yang jadi favorit saya, plus siomay ama gorengan bulet. Kenyang dan puas pokoke...Apalagi juga cukup sering dikasih bonus lagi. Secara, kalo udah malem kan tinggal dikit tuh..Ya, mending langsung dikasihkan saya saja. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo selama di kost baru, di daerah Jl Terusan Borobudur, saya belum pernah makan malem-malem sampai jam segitu. Paling telat sih ya sekitar jam 11an, itupun tinggal nasi goreng yang bagi saya tidak cukup mengenyangkan. Paling sering langganannya lalapan Mbok Tenda yang juga mak nyuss murahnya. Gorengannya asyik dan mantabz plus harganya standar, cukup Rp 4.000 buat lele goreng. Hehehehehehehe....Ini menu favorit saya soalnya. Terus ada lagi warteg langganan yang ajib gile murahnya. Soto ayam semangkok cuma Rp 3.000 padahal cukup banyak tuh. Nasi campur yang macem-macem lauknya juga cuma segitu harganya. Ah, asyik-asyik ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, lama kelamaan saya merasakan jenuhnya. Males dengan menu yang gitu-gitu aja, akhirnya milih cuma makan gorengan saja, biasanya sih kripik singkong. Makan malam digantikan dengan gorengan? Enggak banget bagi kebanyakan orang. Tapi, bagi saya kalo perut udah eneg, itu artinya gak bisa lagi ditambah-tambah. Hehehehehehehe, gara-gara urusan makan ini saya pernah dimarahi sama cewek saya, "Makan gorengan lagi?!" Hmppfff....gimana yahh, namanya juga males keluar dan udah terlalu jenuh dengan makanan yang itu-itu aja. :) Yah, nanti kalo kepengin sih ke Warung Steak and Shake atau Hoka-Hoka Bento. Hwakakakakakakakaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah makan memang tak bisa dipandang sebelah mata!! :)</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/08/makan.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-8381890402802146526</guid><pubDate>Thu, 21 Aug 2008 03:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-20T20:23:24.652-07:00</atom:updated><title>Quotes of The Day</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;’Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya ... hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya’’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harper Lee - To Kill A Mockingbird&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/08/quotes-of-day.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-6971005273330653447</guid><pubDate>Thu, 21 Aug 2008 01:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-20T19:06:56.388-07:00</atom:updated><title>Why It Must Be Lazy</title><description>Kenapa malas? Wah, banyak orang ketika dikasih pertanyaan seperti ini memiliki jawaban yang berbeda-beda. Ada yang karena pengaruh lingkungan, atau kondisi psikologis seseorang yang memang lagi tidak mood melakukan sesuatu, atau ada yang tidak tahu alasannya apa. Loh? Ini yang malah seringkali terjadi. Ketika ditanyai, kenapa kok bisa malas? Ya, gak tahu ya, males aja. Ah...kalo saya sendiri? Huehehehehehehe, seringkali malas banget karena terbentur pada satu kondisi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, ketika bulan lalu udah bikin target pencanangan untuk setiap bulan setidaknya bikin satu karya tertentu, entah itu cerpen, satu bab novel (hiks-hiks tak kunjung selesai), plus beberapa karya sastra lainnya. Kalo bisa sih malah ikut lomba penulisan lagi. Sesuatu yang jarang banget sekarang saya lakukan. Kontras dengan tahun kemaren. Hampir tiap hari browsing aneka perlombaan penulisan yang menarik. Ya, tujuannya selain mengasah kemampuan menulis, juga biar dapet sesuatu - semacam, pengakuan. Bukan terhadap orang lain, melainkan lebih pada diri sendiri. Untunglah, beberapa hasilnya tidak begitu mengecewakan, biarpun lebih banyak juga yang tidak sukses. :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak di dunia kerja, keinginan untuk menulis sebenarnya sudah dirancang dengan rapi pada awalnya. Bahkan, salah satu impian saya nanti adalah kerja kantoran dan punya kesempatan untuk menjadi writer freelancer, sebagai kontributor untuk media-media tertentu. Nah, inilah susahnya. Bagaimana menyeimbangkan antara kehidupan kerja dengan idealisme di dunia nyata. Terkadang, saya memang suka sekali mematok target - yang sebenarnya tidak terlampau tinggi - mudah diimplementasikan. Tapi, toh belum berhasil juga. Lalu kenapa? Ya, karena malas tadi. Malas karena sudah sibuk dengan dunia kerja yang membelenggu otak dan pikiran. Hwaaaaaa.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebagai seorang penulis yang tentu saja sudah kenyang kena deadline, saya tidak boleh tergantung pada suasana hati alias mood. Kalo mengandalkan ini, jelas tidak akan jalan-jalan. Jadi, saya lebih pada introspeksi diri saja. Bagaimana caranya sebisa mungkin segera mampu menumbuhkan dan membangkitkan semangat dalam diri (mood) untuk selalu menyisihkan waktu buat agenda kepenulisan. Wah-wah, melihat beberapa teman yang sudah sukses dalam hal ini rasanya makin jealous dan terpacu agar bisa menyusul mereka. Hidup memang akan selalu belajar. Tidak ada waktu buat bersantai, apalagi bermalas-malasan. Bagi yang begitu, ke laut ajee kaleee.....Hehehehehehehehe, ini sekaligus teguran buat diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga postingan saya di blog ini setiap hari bisa memicu untuk menjadi lebih baik. Yessss, kenapa harus malas?</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/08/why-it-must-be-lazy.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-1588457068054098300</guid><pubDate>Wed, 20 Aug 2008 01:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-19T19:22:45.985-07:00</atom:updated><title>Just Be Relax</title><description>Belakangan ini, kalo pas bangun tidur rasanya pegel mulu di belakang kepala alias di leher. Badan sedikit kesemutan gak karuan. Ditambah lagi hawa pagi yang cukup menggigit dinginnya. Brrrr!!! Hehehehehehehe, akhirnya malah narik selimut lagi plus beresin bantal buat tiduran lagi barang semenit sampe lima menit. Yah, kebiasaan yang tidak patut dicontoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, memang bener lo...Setiap kali saya bangun tidur, tidak akan bisa langsung bangun dalam sekejap lalu melangkah ke kamar mandi atau beresin kasur yang berantakan gak karuan. Biasanya, saya berdiam dulu, kemudian berdamai dengan hati (halah, apa ya makna harfiahnya?), mencoba untuk relax, tenang dulu, memikirkan tentang mimpi apa semalam, apa yang mau kulakukan hari ini, dan sebagainya-dan sebagainya. Barulah, setelah kepala tidak berputar-putar, baru lanjut ke aktivitas berikutnya. Kalo abis bangun tidur, dibuat langsung berkegiatan, alamak...rasanya pusing gak karuan. Maklum aja, punya bawaan darah rendah. Hmmm.......So, ya harus relax dulu-lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, terkait masalah relax ini, saya kena batunya!! Ceritanya bangun pagi berasa pusing banget, abis itu dibuat relax dan tenang. Eh, malah ketiduran!!! Wah, gileeee-gileeee....Bagaimana ini? Apalagi masuk kantor jam 8 tettt!!! Waktu itu udah jam 8 kurang sepuluh menit doank!! Akhirnya cepet-cepet mandi, langsung ganti baju dan berangkat. Untung, software checklog di kantor lebih lambat sepuluh menit. Hehehehehehe, gak jadi telat deng!! Tapi, pernah juga telat sampe setengah jam gara-gara malemnya lembur sampe jam tiga pagi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hwahahahahahahaha</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/08/just-be-relax.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-4889663822781761894</guid><pubDate>Tue, 19 Aug 2008 12:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-19T05:52:55.868-07:00</atom:updated><title>Pasca Libur Dua Hari</title><description>Seperti biasah, yang namanya libur, saya manfaatkan buat istirahat di kostan. Leyeh-leyeh seharian sambil baca novel...Ajib tenan!!! Hehehehehe, bertepatan dengan perayaan Proklamasi kemarin, hari Minggu, tanggal 17 Agustus, malam sebelumnya saya dapet giliran jaga gerai. Hiks-hik, menemani pegawai yang kebagian shift malem. Secara, udah punya komitmen, kalo cuma satu pegawai ajah, maka saya akan menemani dirinya buat jaga di gerai sekaligus nginep. So, sempet sedih juga - tapi gak terharu lo - para pegawai saya pada jalan-jalan di luar, mereka begitu menikmati hang out bersama. Wah, jadi inget beberapa kurun waktu lampau, ketika masih muda - halah, kaya berasa tua ajah - ketika masih suka hang out waktu malem mingguan. Entah, cuma jalan-jalan, makan lalapan di Dieng, atau nonton di bioskop, atau nongkrong rame-rame di unitas pers sambil nonton film bareng!!! Yesss...duh, jadi inget masa-masa nostalgia seperti itu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena sekarang sudah kerja, kegiatan seperti itu jelas dan jelas sekali tidak akan mungkin bisa berlanjut, kecuali punya rekan kerja yang se-visi misi. Ini yang susyeh....dimana lagi ya carinya rekan-rekan seasyik Ryan, Irfan, Goto, arek-arek Pers...?!! Heheheheheheh, tapi saya cukup menikmati kok sewaktu di gerai. Apalagi pegawai-pegawai saya yang lucu-lucu dan imut-imut cukup membawa suasana gembira di gerai. Plus, kedatangan HRD saya, bu Eva yang dengan senang hati bawa sekardus martabak dan terang bulan. Yes, akhirnya malem minggu ada yang menemani, walaupun cuma makanan doank. Sempet ngobrol ngalur ngidul bicarain masalah gerai dan FRO saya yang sempet misskoordinasi, lalu saya ditinggal mereka semua hanya bersama si Bola, pegawai saya yang tak kalah lucu dan berjiwa besar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya, balik ke kost sambil bawa sekotak terang bulan. Banyak banget, daripada dibuang, mending takbawa saja. Mampir sebentar di toko buku Terbit, like usual, cari koran Kompas, eh...gak terbit. Ya sudah, balik ke kostan lalu santai, tiduran sambil baca novel berjudul To Kill A Mockingbird karya Harper Lee sobat akrab Truman Capote. Wah, nie novel emang bener-bener novel paling keren yang pernah kubaca. Menyentuh, dalem, bagus, emosional, dan menggugah. Apa ya istilah yang tepat untuk itu semua?? Menginspirasi!!! Kalo mau baca isinya, silakan tengok halaman buat resensi!! Hehehehehehehehe...Malemnya, lagi-lagi saya menengok gerai. Eh, keliling ke kostannya Ryan, nitip pamflet buat OSPEK trus ke gerainya Mayang, lagi-lagi nitip pamflet. Kangen sama dua orang itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya alias hari Senin, tanggal 18 Agustus 2008, agenda saya mencuci baju trus lagi-lagi baca buku sampe sore hari. Beres-beres. Malemnya, kembali lagi ke gerai, buat report sebentar. Trus, tidur dah.....Eh, harusnya sih udah lumayan ya kondisinya pasca liburan. Kok aneh sekali, hari Selasa ini waktu masuk pagi kok bisa-bisanya telat...Huhuhhuhuh, aneh banget..Padahal udah bangun pagi banget, how come? Eh, gak tahu juga seh....bener gak yahh, kalo orang gak punya banyak kegiatan, emang malah males mau ngapa-ngapain? Hehehehehe, berlaku banget buat saya. Makanya, sekarang segera menyibukkan diri dengan kegiatan kantor yang bikin puyeng gak karuan lagii...Hehehehehehehehe. Biarpun puyeng, yang pasti seneng bisa kumpul ama pegawai yang gokil-gokil. Trus, ngetik ini dah...:P Udah ah, sekarang mau beresin analisis SWOT, trus kirim Weekly and Accountability Report. ABis itu, mampir bentar beli kripik singkong trus lanjutin baca Blue Ocean Strategy....Hehehehe, dah lama pinjem temen belum kelar-kelar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehehehehehehehe</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/08/pasca-libur-dua-hari.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4817250615442391929.post-6423558918429049178</guid><pubDate>Mon, 18 Aug 2008 12:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-18T06:15:49.487-07:00</atom:updated><title>Indonesia Tersenyum</title><description>Gileee banget judulnya kali ini, Indonesia Tersenyum. Emangnya biasanya gak pernah tersenyum? Hwahahaha, biasanya emang sedih mulu. Terutama rakyatnya..:-( Duh...Detik-detik menjelang proklamasi alias 17 Agustus memang saat-saat yang membuat jiwa nasionalis makin menggelegak. Tak cuma saya seorang mungkin, tapi banyak orang juga yang mengalami perasaan sentimentil - seperti atlet yang tengah berlaga di Olimpiade itu (overal, selamat ya Buat Hendra/Markis buat emasnya yang spesial di tengah perayaan kemerdekaan ini) - berjuang habis-habisan buat negeri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, ngomong-ngomong soal perayaan kemerdekaan, pasti mau tak mau menyangkut Paskibraka selaku pasukan pengibar bendera pusaka. Nah, ingat punya ingat, tujuh tahun lampau, saya juga pernah tergabung sebagai pasukan ini. Tak kalah elit loo..masuk pasukan 8 alias di tengah. Jadi gini, kan ada tiga pasukan besar. Pertama, dijuluki dengan pasukan 17 yang berjumlah sekitar itu berada di depan sebagai pembuka. Kemudian, pasukan 8 yang berjumlah 9 orang berada di tengah selaku pengibar benderanya. Terakhir, pasukan '45 yang jumlahnya bejibun itu sebagai pengiring. Awalnya, masuk pasukan ini dites abis-abisan dulu. Mulai dari postur tubuh, tinggi badan, hingga kemampuan baris berbarisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sedih. Dulu saya sewaktu SMP tidak pernah diikutkan lomba berbaris. Waktu itu saya benar-benar diremehkan soal kemampuan saya dalam mengikuti lomba ini. Kebanyakan menganggap saya tidak mampu. Padahal sebelumnya di SD juga sudah mewakili, eh...di SMP malah tidak dianggap. Akhirnya, saya lebih diikutkan untuk mewakili sekolah di lomba yang mengandalkan kemampuan berpikir, bukannya fisik. So so banget ya..Padahal saya juga gak sakit-sakitan tuh...Ah, sudahlah. Sewaktu SMA ini banyak yang kemudian kaget. How could saya bisa masuk Paskibraka, apalagi pasukan 8 lagi...yang perlu kemampuan lebih, soalnya jadi center-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu rasanya semangaaaatttt banget. Muka jadi item gak karuan, panas-panasan setiap hari selama dua bulanan. Sampe gak ngikut pelajaran selama beberapa lama. Akhirnya nilai jeblok. Hwahahaha, tapi gak peduli. Yang penting dapet pengalaman asyik jadi Paskibraka. Bahkan, konyolnya sewaktu pengibaran bendera, kami dapet musibah. Apa itu? Tali bendera tiba-tiba putus!! Hua?! Gile bener tuh..Bikin syok...Untung beberapa petugas tampil sigap dengan sesegera mungkin membenahi tali bendera. Huh....untunglah. Kelar acara itu, kami segera mengejar ketertinggalan dalam hal pelajaran. Ya, saya mengebut habis-habisan agar mampu menguasai. Maklum, waktu SMP jadi yang terbaik, kalo di SMA kalah, ya jelas malu-maluin lah. Hehehehe. Beberapa temen support banget. Kita saling belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget juga, salah seorang temen dengan becanda bilang saya tidak akan diajari. Takutnya, peringkatnya akan kebalap sama peringkatku. Iso wae? Toh, pada akhirnya memang terbukti. :P Tapi, terima kasih ya buat Ciput yang pinter banget matematika, tapi kelas 3 SMA malah masuk IPS (cape deh...), trus buat Robin yang udah susah payah membelaku untuk tidak bertanggungjawab terhadap apa yg tidak kulakukan (apa ya? lupa kasusnya), buat Sunu yang sudah jadi komandan upacara menggantikanku yang lagi sakit cacar..hiks-hiks!! Kalian semua bikin kangen. Kapan ya reunian lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way, setiap kali perayaan Agustus seperti ini mau tidak mau mengingatkanku pada sentimentil seperti ini. Perasaan untuk lebih baik, lebih bagus, lebih segalanya, agar bisa semaksimal mungkin membela bangsa dan negara. Para atlet Olimpiade sudah berusaha sebisa mereka mampu. Sekarang, masing-masing dari kita berjuang sesuai dengan kemampuan dan kapabilitas kita. Saya yang saat ini bekerja, ya sudah tentu harus bekerja sesuai dengan job desknya, bahkan harus lebih bagus lagi dengan berpijak pada landasan agama maupun hukum agar senantiasa terhindar dari kesalahan. Ya, saya memang harus selalu belajar. Dan, Indonesia tersenyum menjadi simbolis bahwa di tengah kekalutan yang diderita rakyat tercinta, akan selalu ada jalan bagi mereka yang mau berusaha dan berdoa dan bertakwa....Amin.</description><link>http://bhimapriantoro.blogspot.com/2008/08/indonesia-tersenyum.html</link><author>noreply@blogger.com (Abhiem)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>