<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>bintan</title><description>blog Pencarian artikel masyarakat dan download lagu melayu,</description><managingEditor>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Mar 2026 20:21:53 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">476</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://www.bintan-s.web.id/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>blog Pencarian artikel masyarakat dan download lagu melayu,</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Periklanan</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/periklanan.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sat, 14 Nov 2020 14:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-7145606759392663126</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzF8OxYdFjdRY4PQWg451ISQsmfssoNZrNTZXtPmRzZugmoyQVI6Pmc_FI2z8rK9zKfLcyh_VXmh4sGZjXv33_31MchGxEGi5fPHxsAwES6ML7EvTMcEVnMI4A43AZQXGWDyOWUwTcOdo/s2048/IMG_20201014_091537.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzF8OxYdFjdRY4PQWg451ISQsmfssoNZrNTZXtPmRzZugmoyQVI6Pmc_FI2z8rK9zKfLcyh_VXmh4sGZjXv33_31MchGxEGi5fPHxsAwES6ML7EvTMcEVnMI4A43AZQXGWDyOWUwTcOdo/s320/IMG_20201014_091537.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan promosi tidak boleh berhenti hanya pada memperkenalkan produk kepada konsumen saja, akan tetapi harus dilanjutkan dengan upaya untuk mempengaruhinya agar konsumen tersebut menjadi senang dan kemudian membeli produknya (H.Indriyo Gitosudarmo M.Com, 2000:237)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alat-alat bauran promosi dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Periklanan (Advertising)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi menurut Basu Swatha (2002:245) : “Periklanan adalah komunikasi non individu, dengan sejumlah biaya, melalui&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non laba, serta individu-individu”.Periklanan bersifat menjangkau masyarakat luas (massal), tidak pribadi tapi secara langsung dengan audien (impersonal) dan dapat menyampaikan gagasan secara menyakinkan dan menimbulkan efek yang dramatif (ekspresif).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Tujuan Periklanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan periklanan yang terutama adalah menjual atau meningkatkan penjualan barang, jasa atau ide dan kegiatan periklanan sering mengakibatkan terjadinya penjualan dengan segera, meskipun banyak juga penjualan yang baru terjadi pada waktu mendatang (Basu Swastha, 2000:252). Adapun beberapa tujuan lain periklanan adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh tenaga penjualan atau salesman dalam jangka waktu tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) Mengadakan hubungan dengan para penyalur, misalnya dengan mencantumkan nama dan alamatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d) Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik langganan baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e) Memperkenalkan produk baru dan menambah penjualan industri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Fungsi-fungsi Periklanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Basu Swastha (2002:246) bahwa “beberapa fungsi periklanan yang dibahas di sini antara lain : (1) memberi informasi, (2) membujuk atau mempengaruhi, (3) menciptakan kesan, (4) memuaskan keinginan, dan (5) sebagai alat komunikasi”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Memberi Informasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Periklanan dapat menambah nilai pada suatu barang dengan memberikan informasi kepada konsumen. Iklan dapat memberikan informasi lebih banyak daripada lainnya, baik tentang barangnya, harganya ataupun informasi lain yang mempunyai kegunaan bagi konsumen. Nilai yang diciptakan oleh periklanan tersebut dinamakan faedah informasi. Tanpa adanya informasi seperti itu orang segan atau tidak akan mengetahui banyak tentang suatu barang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Membujuk atau Mempengaruhi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Periklanan tidak hanya bersifat memberitahu saja, tetapi juga bersifat membujuk terutama kepada pembelipembeli potensial dengan menyatakan bahwa suatu produk adalah lebih baik daripada produk lain. Dalan hal ini iklan yang sifatnya membujuk tersebut lebih baik dipasang pada media-media seperti televisi atau majalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Menciptakan Kesan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan sebuah iklan, orang akan mempunyai suatu kesan tertentu tentang apa yang diiklankan. Dalam hal ini, pemasangan iklan selalu berusaha untuk menciptakan iklan yang sebaik-baiknya. Periklanan juga dapat menciptakan kesan pada masyarakat untuk melakukan pembelian secara rasional dan ekonomis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Memuaskan Keinginan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum memilih dan membeli produk, kadangkadang oranng ingin diberitahu lebih dulu. Sebagai contoh mereka ingin mengetahui dulu tentang gizi, vitamin dan harga pada sebuah produk makanan yang paling untuk keluarga. Periklanan merupakan salah satu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;alat komunikasi yang sangat efisien bagi para penjual. Mereka harus menggunakannya untuk melayani orang alin, masyarakat dan mereka sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Periklanan Merupakan Alat Komunikasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Periklanan adalah suatu alat untuk membuka komunikasi dua arah penjual atau pembeli, sehingga keinginan mereka dapat terpenuhi dengan cara yang efisien dan efektif. Dalam hal ini komunikasi dapat menunjukkan cara-cara untuk mengadakan pertukaran yang saling memuaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Jenis-jenis Periklanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut (Basu Swastha, 2002:249) bahwa “Beberapa macam cara dalam periklanan dapatlah digolongkan atas dasar penggunaannya oleh pimpinan, karena perbedaan tersebut tergantung pada tujuan perusahaan dalam program periklanannya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Periklanan Barang (product advertising) Dalam periklanan produk, pemasangan iklan menyatakan kepada pasar tentang produk yang ditawarkan. Periklanan yang berusaha mendorong permintaan untuk suatu jenis produk secara keseluruhan, tanpa menyebut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;merk atau nama produsennya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Periklanan Kelembagaan Periklanan ini dirancang untuk menciptakan sikap serasi dan rasa simpati terhadap penjual dan membangun nama baik (good will) perusahaan, periklanan ini lebih menitik beratkan pada nama penjual atau nama perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Periklanan ini berusaha memikat konsumen dengan menyatakan suatu motif membeli pada penjual tersebut dan bukan motif membeli produk tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4) Media Iklan Pemilihan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media iklan merupakan salah satu keputusan penting yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sebuah iklan. Setiap media mempunyai karakteristik yang berbeda, dimana hal ini sangat berkaitan dengan tujuan iklan yang dapat dicapai. Adapun jenis-jenis media tersebut adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, papan reklame, direct&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mail, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5) Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan media iklan, menurut Basu Swastha (2002:235) bahwa “faktorfaktor yang mempengaruhi dalam pemilihan media yang akan digunakan untuk periklanan adalah : (1) Tujuan periklanan, (2) sirkulasi media, (3) keperluan berita, (4) waktu dan lokasi dimana keputusan membeli dibuat, (5) biaya advertensi, (6) kerjasama dan bantuan promosi yang ditawarkan oleh media, (7) karakteristik media, (8) kebaikan serta kelemahan media”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Tujuan Periklanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan periklanan memberikan pengaruh dalam pemilihan media. Misalnya perusahaan mengutamakan kecepatan sampainya berita kepada masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Sirkulasi Media&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sirkulasi media yang akan dipakai harus sesuai atau seluas pola distribusi produk, baik distribusi secara geografis maupun distribusi pada segmen pasar yang dituju.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Keperluan Informasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa produk yang dalam periklanannya perlu disertai dengan gambar, tidak hanya dengan tulisan. Jadi, informasi yang harus disampaikan dirangkai dengan gambar. Misalnya iklan untuk mobil, rumah dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Waktu dan lokasi mana keputusan membeli dibuat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor waktu dan lokasi dimana keputusan membeli dibuat juga memberikan pengaruh dan pemilihan media yang digunakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Biaya periklanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertimbangan biaya ini dihubungkan dengan jumlah dana yang tersedia dan sirkulasi media yang akan digunakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Kerjasama dan bantuan promosi yang ditawarkan oleh media Pada umumnya perusahaan lebih condong untuk memilih media yang bersedia mengadakan kerjasama yang baik dan memberikan bantuan promosi yang lebih besar. Kerjasama tersebut dapat dilakukan secara terusmenerus dengan memberikan kesempatan pembayaran biaya periklanan kepada perusahaan dalam jangka waktu yang lebih lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g. Karakteristik Media&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengambil keputusan tentang media yang akan dipilih perlu dipertimbanngkan karakteristiknya. Misalnya radio merupakan media yang dapat menimbulkan keinginan melalui telinga, sedangkan surat kabar merupakan media yang dapat menimbulkan keinginan melalui mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;h. Kebaikan dan keburukan media Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media ini adalah faktor kebaikan dan keburukan media yang akan digunakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;i. Luasanya pemakaian periklanan para pesaing Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media ini adalah&amp;nbsp; luasnya pemakaian periklanan para pesaing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzF8OxYdFjdRY4PQWg451ISQsmfssoNZrNTZXtPmRzZugmoyQVI6Pmc_FI2z8rK9zKfLcyh_VXmh4sGZjXv33_31MchGxEGi5fPHxsAwES6ML7EvTMcEVnMI4A43AZQXGWDyOWUwTcOdo/s72-c/IMG_20201014_091537.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>konsep marketing</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/konsep-marketing.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sat, 14 Nov 2020 14:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-7309212737614996423</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRxuIfaGtrr3B09B2Cx2Ncbd05G9oObuRu0GD1j6iC5zJfcUM_FvRdkPDu8KQCAR4DrhlEsnpogIy9grfcYeE8KOzn7OzMu78Bmrq8RaxojIRgaSjRtwCFFeNdK0bQSNB_bO-Sog0nMC8/s2048/IMG_20201113_090959.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRxuIfaGtrr3B09B2Cx2Ncbd05G9oObuRu0GD1j6iC5zJfcUM_FvRdkPDu8KQCAR4DrhlEsnpogIy9grfcYeE8KOzn7OzMu78Bmrq8RaxojIRgaSjRtwCFFeNdK0bQSNB_bO-Sog0nMC8/s320/IMG_20201113_090959.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kotler dan Keller (2009:6) mengutip Asosiasi Pemasaran Amerika yang memberikan definisi berikut, “Pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Kotler dan Armstrong (2012:29), “Marketing as the process by which companies create value for customers and build strong customer relationships in order to capture value from customers in return”, artinya menyatakan bahwa pemasaran sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut David (2011:198), “Pemasaran dapat dideskripsikan sebagai proses pendefinisian, pengantisipasian, penciptaan, serta pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen akan produk dan jasa.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari beberapa definisi-definisi di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran adalah proses menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai yang bertujuan untuk memahami kebutuhan dan keinginan konsumen akan produk dan jasa, sehingga tercipta hubungan pelanggan yang menghasilkan penjualan Proses dalam pemahaman kebutuhan dan keinginan konsumen inilah yang menjadi konsep pemasaran. Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya terampil dalam merangsang permintaan akan produk-produk perusahaan agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Kotler dan Keller (2009:19), “Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.” Menurut Kotler dan Armstrong (2012:30-32), pemasaran bersandar pada konsep inti berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan (Needs, Wants, and Demands) Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia dan harus ada sehingga dapat menggerakkan manusia sebagai dasar (alasan) berusaha. Keinginan adalah hasrat untuk memperoleh pemuas kebutuhan yang spesifik akan kebutuhan. Permintaan adalah keinginan akan produk tertentu yang didukung kemampuan dan kesediaan untuk membayar dan membeli.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penawaran Pasar – Produk, Pelayanan, dan Pengalaman (Market Offerings – Products, Services, and Experiences) Penawaran pasar merupakan beberapa kombinasi dari produk, pelayanan, informasi, atau pengalaman yang ditawarkan kepada pasar untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nilai Pelanggan dan Kepuasan (Customer Value and Satisfaction) Nilai pelanggan dilihat sebagai kombinasi antara mutu, jasa, dan harga (quality, service, price) yang mencerminkan manfaat dan biaya berwujud dan tak berwujud bagi konsumen. Kepuasan merupakan penilaian seseorang dari kinerja yang dirasakan dari produk dalam hubungan dengan harapannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertukaran dan Hubungan (Exchanges and Relationships) Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh sebuah objek yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Pemasaran terdiri dari tindakan yang diambil untuk membangun dan memelihara hubungan melalui transaksi dengan target pembeli, pemasok, dan penyalur yang melibatkan produk, pelayanan, ide, atau benda lainnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasar (Markets) Pasar merupakan kumpulan semua pembeli sebenarnya dan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan akan produk atau jasa tertentu yang sama, yang bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi menurut Basu Swastha (2002:17) Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Konsep pemasaran didasarkan pada pandangan dari luar ke dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep ini diawali dengan mendefinisikan pasar yang jelas berfokus pada kebutuuhan pelanggan, memadukan semua sistem kegiatan yang akan memengaruhi pelanggan dan menghasilkan laba melalui pemuasan pelanggan. Konsep pemasaran bersandar pada empat pilar utama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pasar sasaran tidak ada perusahan yang dapat beroperasi disemua pasar dan memuaskan semua kebutuhan dan juga tidak ada yang dapat beroperasi dengan baik dalam pasar yang luas, sehingga jika suatu perusahaan itu ingin berhasil maka ia harus dapat mendefinisikan pasar sasaran meraka dengan cermat dan menyiapkan program pemasaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan pelanggan, memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak selalu merupakan tugas yang sederhana dikarekan beberapa pelanggan itu memiliki kebutuhan sendiri yang tidak mereka sadari atau mereka tidak dapat mengutarakan kebutuhan-kebutuhan ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemasaran terpadu, jika semua departemen bekerja sama melayani kepentingan pelanggan maka hasilnya adalah pemasaran terpadu. Pemasaran terpadu berjalan dalam dua tahap yaitu :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tahap Pertama : beragam fungsi pemasaran, tenaga penjualan periklanan, manajemen produk, riset pemasaran dan lainnya harus bekerja sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahap Kedua : pemasaran harus dikoordinasikan dengan baik pada bagian lain perusahaan. Profitabilitas, tujuan utama konsep pemasaran adalah membantu organisasi mencapai tujuan mereka&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRxuIfaGtrr3B09B2Cx2Ncbd05G9oObuRu0GD1j6iC5zJfcUM_FvRdkPDu8KQCAR4DrhlEsnpogIy9grfcYeE8KOzn7OzMu78Bmrq8RaxojIRgaSjRtwCFFeNdK0bQSNB_bO-Sog0nMC8/s72-c/IMG_20201113_090959.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Marketing mix</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/marketing-mix.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sat, 14 Nov 2020 13:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-5187864606329299393</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd4G2VvmX529hYFgQiv5KpH80GUqeFSNm_MfgA2NBSClWlMzciUQR9gKGQY-CdK0bP5Z9n1dgVXlni-L13_taLpzHLvfo8Y2c905Ug8GyYi7Yt2lHRC2ou8VASm5_5rrxzJv0wF2BkmlM/s1152/IMG-20201113-WA0015.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="576" data-original-width="1152" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd4G2VvmX529hYFgQiv5KpH80GUqeFSNm_MfgA2NBSClWlMzciUQR9gKGQY-CdK0bP5Z9n1dgVXlni-L13_taLpzHLvfo8Y2c905Ug8GyYi7Yt2lHRC2ou8VASm5_5rrxzJv0wF2BkmlM/s320/IMG-20201113-WA0015.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Istilah Marketing Mix (Bauran Pemasaran) di perkenalkan pertama kali pada tahun 1953 oleh Neil Borden ketika memberikan kata sambutan pada the American Marketing Association (AMA), seorang pemasar terkemuka, E Jerome McCarthy, mengusulkan klasifikasi Empat P pada tahun 1960, yang telah dipergunakan secara luas diseluruh dunia. Elemen Empat P dalam Marketing Mix (Bauran Pemasaran) adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Product (produk) merupakan barang atau jasa yang di produksi oleh industri manufaktur atau industri jasa. Setiap produk (barang/jasa) memiliki siklus hidup produk (product life cycle). Untuk mempertahankan daya saing produk di pasar, diperlukan diferensiasi produk, sehingga strategi untuk mendiferensiasikan produk harus di lakukan oleh manajemen pemasaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Price (harga) merupakan besaran yang di bayarkan oleh konsumen untuk suatu produk (barang/jasa). Strategi penetapan harga yang kompetitif juga harus di lakukan oleh manajemen pemasaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Promotion (promosi) mewakili semua bentuk komunikasi yang di gunakan oleh pemasar dalam mengkomunikasikan produknya di pasar. Promosi memiliki empat elemen yang berbeda, yaitu: periklanan (advertising), hubungan publik (public relations), penjualan pribadi (personal selling) dan promosi penjualan (sales promotion).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Place (tempat) merupakan cara memperoleh produk atau bagaimana mengakses produk oleh konsumen.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Cortyard Marketing Mix (Bauran Pemasaran) adalah kombinasi unik dari produk/jasa, harga, promosi, dan strategi distribusi yang di rancang untuk menjangkau pasar sasaran tertentu. Bauran pemasaran adalah salah satu konsep utama dalam pemasaran moderen Kita mendefinisikan Bauran Pemasaran sebagai perangkat alat pemasaran taktis yang dapat di kendalikan yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang di inginkan dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari segala sesuatu yang dapat di lakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya. Kemungkinan yang banyak itu dapat di golongkan menjadi empat variabel yang dikenal sebagai “empat P”:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Product (produk) berarti kombinasi “Barang dan Jasa” yang dilakukan oleh oleh perusahaan kepada pasar sasaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Price (harga) adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh produk tadi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Place (distribusi) termasuk aktivitas perusahaan untuk membuat produk tersedia bagi konsumen sasaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Promotion (promosi) berarti aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Program pemasaran efektif mencampurkan semua elemen bauran pemasaran ke dalam program terkoordinasi yang di rancang untuk mencapai sasaran pemasaran perusahaan dengan menyerahkan nilai kepada konsumen Bauran pemasaran membentuk alat taktis perusahaan untuk memantapkan pemosisian yang kuat dalam pasar sasaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Unsur Bauran Pemasaran Jasa :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Produk (product)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Produk merupakan keseluruhan konsep objek atau proses yang memberikan sejumlah nilai kepada konsumen. Yang perlu di perhatikan dalam produk adalah konsumen tidak hanya memberi fisik dari produk itu saja tetapi membeli manfaat dan nilai dari produk tersebut yang di sebut “the offer”. Terutama produk jasa yang kita kenal tidak menimbulnya beralihnya kepemilikan dari penyedia jasa kepada konsumen.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang di maksud dalam pembahasan produk jasa di sini adalah total produk. Total produk terdiri atas:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Produk inti (core produk), merupakan fungsi inti dari produk tersebut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Produk yang di harapkan (expected product)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Produk tambahan (augmented product)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Produk potensial (potential product)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga unsur selain core product merupakan unsur yang potensial untuk di jadikan nilai tambah bagi konsumen sehingga produk tersebut berbeda dengan produk lain. Pemasaran harus dapat mengembangkan nilai tambah dari produknya selain keistimewaan dasarnya, supaya dapat di bedakan dan bersaing dengan produk lain, dengan kata lain memiliki citra tersendiri.Di dalam melakukan pengembangan suatu produk yang harus di lakukan oleh suatu bank adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penentuan logo dan motto, logo merupakan ciri khas suatu bank sedang motto merupakan serangkaian kata-kata yang berisikan visi dan misi bank dalam melayani masyarakat yang menarik perhatian dan mudah di ingat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menciptakan merek, merek merupakan sesuatu untuk mengenalkan barang atau jasa yang di tawarkan biasanya berupa nama, istilah, dan simbol yang dapat menarik perhatian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menciptakan kemasan, kemasan merupakan pembungkus suatu produk yang lebih di artikan sebagai pemberian pelayanan atau jasa kepada nasabah seperti buku tabungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keputusan label, label merupakan sesuatu yang di lengketkan pada produk yang di tawarkan dan merupakan bagian dari kemasan yang menjelaskan siapa yang membuat, di mana, kapan, dan cara menggunakannya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Untuk menerapkan strategi produk dalam hal ini bank perlu mengembangkan produk baru dengan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membangkitkan gagasan yaitu pencairan produk baru secara sistematis melalui berbagai sumber seperti pelanggan, pesaing, penyalur dan pemerintah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyaring gagasan bertujuan untuk memilih yang terbaik dari sejumlah gagasan yang lebih baik dan menguntungkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengembangkan dan menguji konsep, pengujian konsep perlu di lakukan kepada sekelompok konsumen melalui beberapa pertanyaan menyangkut konsep yang di tawarkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Strategi pemasaran meliputi, penjualan dan laba yang di inginkan dan harga yang layak di masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Analisis bisnis, melakukan analisis terhadap strategi pemasaran yang akan di lakukan nantinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengembangan produk, merupakan kelanjutan produk yang sudah di lalui yang dapat berupa gambar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian pasar, bertujuan untuk mengetahui reaksi pasar terhadap produk yang akan atau yang sudah di luncurkan serta menguji penerimaan pasar yang sesungguhnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Komersialis, merupakan tahap akhir setelah pengujian positif mendapat tanggapan pasar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Penentuan Harga (price)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Strategi penentuan harga (pricing) sangat signifikan dalam pemberian nilai kepada konsumen dan mempengaruhi citra produk, serta keputusan&amp;nbsp; konsumen untuk membeli. Penentuan harga juga berhubungan dengan pendapatan dan turut mempengaruhi penawaran atau saluran pemasaran. Akan tetapi hal terpenting adalah keputusan dalam penentuan harga harus konsisten dengan strategi pemasaran secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode dalam penentuan harga antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penentuan harga biaya-plus (cost plus pricing)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penentuan harga tingkat pengembalian (rate of return pricing)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penentuan harga paritas persaingan (competitive parity pricing)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penentuan harga rugi (loss leading pricing)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penentuan harga berdasarkan nilai (value based pricing)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penentuan harga relasional (relationship pricing)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. Strategi Lokasi/Tempat (place) Tempat dalam jasa merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen dan di mana lokasi yang strategis. Memilih lokasi yang baik merupakan keputusan yang penting, area yang di pilih haruslah mampu untuk tumbuh dari segi ekonomi sehingga ia dapat mempertahankan keberlangsungan toko semula dan toko-toko di masa mendatang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lingkungan setempat dapat saja berubah setiap waktu, jika lokasi memburuk toko tersebut mungkin saja harus di pindahkan atau di tutup. Dalam memilih lokasi tergantung dari keperluan lokasi tersebut. Terdapat paling tidak empat lokasi yang di pertimbangkan sesuai keperluan perusahaan, yaitu antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Lokasi untuk kantor pusat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Lokasi untuk pabrik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Lokasi untuk gudang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Dan kantor cabang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D. Strategi Promosi (Promotion)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Promosi adalah komunikasi dari pemasar yang menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan kepada calon pembeli suatu produk dalam rangka mempengaruhi pendapat mereka atau memperoleh suatu respons. Ada empat macam saran promosi yang di gunakan oleh setiap bank dalam mempromosikan baik produk maupun jasanya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Periklanan (advertising)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Periklanan merupakan salah satu bentuk dari komunikasi impersonal (impersonal communication) yang di gunakan oleh perusahaan barang atau jasa. Peranan periklanan dalam pemasaran jasa adalah untuk membangun kesadaran (awareness) terhadap keberadaan jasa yang di tawarkan, menambah pengetahuan konsumen tentang jasa yang di tawarkan, membujuk calon konsumen untuk membeli atau menggunakan jasa tersebut, dan membedakan diri perusahaan satu dengan perusahaan lain yang mendukung positioning jasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan promosi pada iklan dapat di lakukan dengan berbagai media seperti pemasangan billboard di jalan-jalan strategis, pencetakan brosur baik di sebarkan di setiap cabang atau pusat-pusat perbelanjaan pemasangan spanduk di lokasi tertentu yang strategis melalui koran, majalah, radio dan media lainnya.Tujuan penggunaan dan pemilihan media iklan dalam penggunaan media promosi adalah untuk memberitahukan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan jasa bank yang di miliki oleh suatu bank, untuk mengingat kembali kepada nasabah tentang keberadaan atau keunggulan jasa bank yang di tawarkan, untuk menarik perhatian dan minat para nasabah baru serta mempengaruhi nasabah saingan agar berpindah ke bank kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Promosi penjualan (sales promotion)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Promosi penjualan adalah semua kegiatan yang di maksudkan untuk meningkatkan nilai barang atau jasa dari produsen sampai pada penjualan kahirnya. Pont of sales promotion terdiri atas brosur, lembar informasi dan lain-lain. Atau di sebut dengan alat jangka pendek yang di gunakan untuk merangsang peningkatan permintaan secepatnya. Di samping promosi lewat iklan, promosi lainnya dapat di lakukan melalui promosi penjualan atau sales promotion.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Penjualan pribadi (personel selling)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dunia perbankan, penjualan pribadi secara umum di lakukan oleh seluruh pegawai bank, mulai dari cleaning service, satpam sampai pejabat bank. Secara khusus personel selling di lakukan oleh petugas customer service yang merupakan setiap kegiatan yang di peruntukan atau di tunjukan untuk memberikan kepuasan kepada nasabah, melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penjualan perseorangan mempunyai peranan yang penting dalam pemasaran jasa, karena :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Interaksi secara personal antara penyedia jasa dan konsumen sangat penting&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Jasa tersebut di sediakan oleh orang bukan oleh mesin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Orang merupakan bagian dari produk jasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sifat penjualan perorangan dapat di katakan luwes karena tenaga penjualan dapat secara langsung menyesuaikan penawaran penjualan dengan kebutuhan dan perilaku masing-masing calon pembeli. Selain itu tenaga penjualan juga dapat segera mengetahui reaksi calon pembeli terhadap penawaran penjualan, sehingga dapat mengadakan penyesuaian di tempat ada saat itu juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal ini peranan orang sangat penting dalam mempromosikan jasa. Pelanggan sangat dekat dengan penyampaian jasa. Dengan kata lain pelanggan tersebut akan berbicara kepada pelanggan lain yang akan berpotensial tentang pengalamannya dalam menerima jasa tersebut, sehingga informasi dari mulut ke mulut ini sangat besar pengaruhnya dan dampaknya terhadap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pemasaran jasa di bandingkan dengan aktivitas komunikasi lainnya. Pemasar dapat memilih sarana yang di anggap sesuai untuk mempromosikan jasa mereka. Ada beberapa faktor yang harus di perhatikan dalam promosi, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Identifikasi terlebih dahulu audiens targetnya hal ini berhubungan dengan segmentasi pasar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tentukan tujuan promosi: apakah untuk menginformasikan, memengaruhi atau mengingatkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kembangkan pesan yang di sampaikan hal ini berhubungan dengan isi pesan (apa yang harus di sampaikan), struktur pesan (bagaimana menyampaikan pesan secara logis), gaya pesan (ciptakan bahasa yang kuat), sumber pesan (siapa yang harus menyampaikannya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih bauran komunikasi apakah itu komunikasi personal (personal communication) atau komunikasi non personal (nonpersonal communication)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd4G2VvmX529hYFgQiv5KpH80GUqeFSNm_MfgA2NBSClWlMzciUQR9gKGQY-CdK0bP5Z9n1dgVXlni-L13_taLpzHLvfo8Y2c905Ug8GyYi7Yt2lHRC2ou8VASm5_5rrxzJv0wF2BkmlM/s72-c/IMG-20201113-WA0015.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tugas dan fungsi marketing</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/tugas-dan-fungsi-marketing.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sat, 14 Nov 2020 12:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-972689508947223863</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRpH5A-o2DuTN273SWi9xu8sYooD1QHI_ATXOmHv_sdpgZk4yF-8k5kUdeKxQBVvpXFcckSlh7k5Zj5Aw3GREbpvdFIciwwfedcTKrHG2kVH5XyRYq8STve9SpczF0UV2Lf3F-LEUMjq0/s2048/IMG_20201113_091242.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRpH5A-o2DuTN273SWi9xu8sYooD1QHI_ATXOmHv_sdpgZk4yF-8k5kUdeKxQBVvpXFcckSlh7k5Zj5Aw3GREbpvdFIciwwfedcTKrHG2kVH5XyRYq8STve9SpczF0UV2Lf3F-LEUMjq0/s320/IMG_20201113_091242.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Marketing:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Fungsi Marketing Funding:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Untuk mencari nasabah (pihak ketiga) yang mempunyai dana lebih agar mau untuk menyimpannya ke dalam bank dalam bentuk produk yang ditawarkan oleh bank itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Produk bank yang dimaksud dibagi menjadi tiga kategori, yaitu dalam bentuk simpanan tabungan, simpanan giro dan simpanan deposito.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Memperkenalkan, mempromosikan, memasarkan produk perbankan, dan memperluas jaringan atau relasi antar perbankan atau dengan dunia diluar perbankan itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Fungsi Marketing Lending adalah Mencari nasabah (pihak ketiga) yang sedang membutuhkan dana untuk keperluan individu maupun kepentingan guna mengembangkan perusahaannya dalam bentuk pinjaman yang tentunya sesuai dengan syarat peminjaman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tugas Marketing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tugas dan Tanggungjawab Marketing Funding:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Marketing Funding sendiri bertanggung jawab pada pencapaian target bidang usaha Funding (pendanaan). Seorang Marketing Funding akan diberikan target dari suatu bank yang mempekerjakannya untuk dapat menghimpun dana sebanyak-banyaknya dari nasabah. Dana dapat berasal dari beberapa produk bank diantara melalui simpanan tabungan, simpanan giro maupun simpanan deposito dari para nasabahnya. Selanjutnya dana yang telah dihimpun oleh seorang Marketing Funding akan kembali disalurkan keluar dari pihak bank melalui berbagai macam produk pinjaman yang ditawarkan kepada nasabahnya baik pinjaman secara individu, lembaga maupun pihak swasta akan diproses oleh seorang Marketing Lending.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Seorang Marketing Funding dituntut untuk mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik, memiliki kemampuan untuk menjaga hubungan baik dengan nasabah ataupun calon nasabah, memiliki keahlian dalam menganalisa calon nasabah dari segi&amp;nbsp; kebutuhan nasabah, memiliki interpersonal skill Tugas Marketing Lending:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bertanggung jawab atas pencapaian target pembiayaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai kemampuan menganalisis pembiayaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memproses dan merealisasikan pembiayaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang Marketing Lending biasanya menawarkan produknya dengan beberapa daya tarik untuk para nasabahnya, diantaranya dapat berupa bunga bank atau bagi hasil yang rendah / kecil dan proses yang mudah dan tidak berbelit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang baik, serta mampu untuk menjalin atau memperluas jaringan atau networking, berorientasi pada target yang ditetapkan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komunikasi merupakan kegiatan pemasaran yang paling terlihat atau terdengar sebagian orang menganggapnya mengganggu tetapi nilainya terbatas, kecuali jika di gunakan secara optimal bersamaan dengan upaya pemasaran lainnya. Aksioma pemasaran lama mengatakan bahwa cara tercepat untuk membunuh suatu produk adalah mengiklannya secara berlebihan. Dengan cara yang sama strategi pemasaran yang di dukung dengan penelitian yang cermat dan di rencanakan dengan baik juga akan menemui kegagalan apabila calon pelanggan tidak bisa mengenali keberadaan perusahaan, apa yang di tawarkan kepada mereka, proposisi nilai dari masingmasing produk, dan bagaimana menggunakan produk-produk itu agar bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam melaksanakan kegiatan pemasaran, perusahaan mengkombinasikan empat variabel yang sangat mendukung didalam menetukan strategi pemasaran, kombinasi keempat variabel itu dikenal dengan istilah bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri dari produk (product), harga (price), distribusi (place) dan promosi (promotion).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Kotler &amp;amp; Armstrong, “Bauran pemasaran atau marketing mix adalah perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan, produk, harga, distribusi, dan promosi yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar sasaran”. “Marketing mix adalah strategi mengkombinasikan kegiatan-kegiatan marketing, agar tercipta kombinasi maksimal sehingga memunculkan hasil paling memuaskan”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumarmi dan Soeprihanto menjelaskan, “Marketing mix adalah kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi. Dengan kata lain marketing mix adalah kumpulan dari variabel yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk dapat mempengaruhi tanggapan konsumen”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Product/ Produk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Sumarni dan Soeprihanto, “Produk adalah setiap apa saja yang bisa ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan”. Produk tidak hanya selalu berupa barang tetapi bisa juga berupa jasa ataupun gabungan dari keduanya (barang dan jasa).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Price/ Harga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Sumarni dan Soeprihanto harga adalah, “Jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya”. Setelah produk yang diproduksi siap untuk dipasarkan, maka perusahaan akan menentukan harga dari produk tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) Place/Tempat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat dalam marketing mix biasa disebut dengan saluran distribusi, saluran dimana produk tersebut sampai kepada konsumen. Definisi dari Sumarni dan Soeprihanto tentang saluran distribusi adalah, “Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau industri pemakai”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d) Promotion/Promosi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Tjiptono, pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan teori-teori di atas, maka dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran adalah suatu kelompok komponen pemasaran yang terdiri dari 4P: product, price, place dan promotion yang saling terkait satu sama lain, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen serta mencapai tujuan perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRpH5A-o2DuTN273SWi9xu8sYooD1QHI_ATXOmHv_sdpgZk4yF-8k5kUdeKxQBVvpXFcckSlh7k5Zj5Aw3GREbpvdFIciwwfedcTKrHG2kVH5XyRYq8STve9SpczF0UV2Lf3F-LEUMjq0/s72-c/IMG_20201113_091242.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Marketing</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/marketing.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sat, 14 Nov 2020 12:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-4508254680566887926</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIBhA_Kv3pO6IFbNUfG5Ay4xpbNG7iJGJzZzsY-xVc0gh7MGuKqf3JBplU7jDNfr-yzeepHw1IXOuURgFy7rw11Gcg-tFUu3FNGB6d78TWGDvkdn5CMwVJ-bmFsnnnutNIdXNG-VLP-ck/s2048/IMG_20201113_091234.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIBhA_Kv3pO6IFbNUfG5Ay4xpbNG7iJGJzZzsY-xVc0gh7MGuKqf3JBplU7jDNfr-yzeepHw1IXOuURgFy7rw11Gcg-tFUu3FNGB6d78TWGDvkdn5CMwVJ-bmFsnnnutNIdXNG-VLP-ck/s320/IMG_20201113_091234.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Marketing ialah suatu rangkaian kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Caranya dengan membuat produk, menentukan harganya, tempat penjualannya dan mempromosikan produk tersebut kepada para konsumen. Atau definisi marketing yakni suatu perpaduan antara kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan untuk bisa mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga perusahaan bisa mengembangkan produk, harga, pelayanan, dan melakukan promosi agar kebutuhan konsumen bisa terpenuhi serta perusahaan mendapatkan sebuah keuntungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marketing memang sangat erat kaitannya dengan kegiatan kehidupan kita sehari-hari karena objeknya yaitu konsumen. Biasanya kita sebagai konsumen sering dihadapkan pada beberapa pilihan seperti memilih merek dari produk tertentu yang hendak kita beli, dimana kita akan membelinya dan menentukan waktu atau kualitas saat melakukan pembelian. Jadi kita sebagai konsumen bisa Marketing (pemasaran) merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Berhasil tidaknya dalam pencapaian tujuan bisnis tergantung pada keahlian mereka di bidang pemasaran, produksi, keuangan, maupun bidang lain. Selain itu juga tergantung pada kemampuan mereka untuk mengkombinasikan fungsi-fungsi tersebut agar organisasi dapat berjalan lancar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;William J. Stanton menyatakan bahwa Pemasaran adalah suatu sistem kesuluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang di tujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Jadi, kita meninjau pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa kepada kelompok pembeli.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi di dalam suatu lingkungan yang di batasi oleh sumber-sumber dari perusahaan itu sendiri. Pada umumnya, dalam pemasaran perusahaan berusaha menghasilkan laba dari penjualan barang dan jasa yang di ciptakan untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Namun demikian, pemasaran juga di lakukan untuk mengembangkan, mempromosikan, dan mendistribusikan program-program dan jasa yang di sponsori oleh organisasi non-laba. Meskipun perusahaan mempunyai beberapa tujuan yang sama, tetapi strategi yang di tempuhnya dapat berbedabeda. Pada pokoknya, strategi ini di tempuh berdasarkan satu tujuan. Dalam pemasaran, strategi yang di tempuh oleh lembaga keuangan dapat terdiri atas 3 tahap, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Memilih konsumen yang di tuju&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengidentifikasikan keinginan mereka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menentukan marketing mix.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asosiasi pemasaran Amerika menawarkan definisi formal berikut: pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan cara pemilik sahamnya. Kita dapat membedakan definisi sosial dan menejerial tentang pemasaran. Definisi sosial menunjukan peran yang di mainkan pemasaran dalam masyarakat. Seorang pemasaran mengatakan bahwa peran pemasaran adalah menyerahkan standar hidup yang lebih tinggi. Di sini ada definisi sosial yang menunjang tujuan kita, pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut definisi menejerial pemasaran sering di gambarkan sebagai “seni menjual produk” akan tetapi, orang heran ketika mereka mendengar bahwa bagian yang paling penting dari pemasaran bukanlah penjualan, penjualan hanya merupakan puncak kecil gunung es pemasaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peter Drucker, seorang ahli teori manajemen terkemuka, mengarahkan sebagai berikut: orang dapat mengasumsikan akan selalu ada kebutuhan penjualan, akan tetapi, tujuan pemasaran bukan untuk memperluas penjualan hingga kemana-mana. Tujuan pemasaran adalah mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan dan selanjutnya menjual dirinya sendiri. Idealnya pemasaran hendaknya menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Semua yang di butuhkan selanjutnya adalah menyediakan produk atau jasa itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian pemasaran seperti yang di kemukakan oleh ahli pemasaran dunia yaitu Philip Kotler adalah “suatu proses sosial dan manajerial dengan mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.” Dari pengertian ini dapat di katakan bahwa pemasaran adalah usaha untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen melalui penciptaan suatu produk, baik barang maupun jasa yang kemudian di beli oleh mereka yang memiliki kebutuhan melalui suatu pertukaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIBhA_Kv3pO6IFbNUfG5Ay4xpbNG7iJGJzZzsY-xVc0gh7MGuKqf3JBplU7jDNfr-yzeepHw1IXOuURgFy7rw11Gcg-tFUu3FNGB6d78TWGDvkdn5CMwVJ-bmFsnnnutNIdXNG-VLP-ck/s72-c/IMG_20201113_091234.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>manajemen pengetahuan</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/manajemen-pengetahuan.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sun, 8 Nov 2020 16:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-8322904921712725944</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxLrwOww2x56PwYIvcQb5SGBoj82eQnHMcVfWtuWpuFoMTt2tWLvx39sl4jhru02tKRKp4eiCVlLdWu9eVywBbYh_RR-5CjNyeGQokMaaZVDW30j5BOcHm0otaaoM7q6SY0vBn85qBNYA/s2048/IMG_20201015_095311.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxLrwOww2x56PwYIvcQb5SGBoj82eQnHMcVfWtuWpuFoMTt2tWLvx39sl4jhru02tKRKp4eiCVlLdWu9eVywBbYh_RR-5CjNyeGQokMaaZVDW30j5BOcHm0otaaoM7q6SY0vBn85qBNYA/s320/IMG_20201015_095311.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Konsep manajemen pengetahuan berasal dan berkembang di dunia bisnis, diterapkan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; tujuan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; meningkatkan&amp;nbsp; dan memperbaiki&amp;nbsp; pengoperasian&amp;nbsp; perusahaan&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; rangka&amp;nbsp; meraih&amp;nbsp; keuntungan&amp;nbsp; kompetitif&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; meningkatkan&amp;nbsp; laba.&amp;nbsp; Manajemen&amp;nbsp; pengetahuan&amp;nbsp; digunakan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; memperbaiki&amp;nbsp; komunikasi&amp;nbsp; diantara&amp;nbsp; manajemen&amp;nbsp; puncak&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; diantara&amp;nbsp; para&amp;nbsp; pekerja&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; memperbaiki&amp;nbsp; proses&amp;nbsp; kerja,&amp;nbsp; menanamkan&amp;nbsp; &amp;nbsp;budaya&amp;nbsp; &amp;nbsp;berbagai&amp;nbsp; &amp;nbsp;pengetahuan&amp;nbsp; &amp;nbsp;dan&amp;nbsp; &amp;nbsp;untuk&amp;nbsp; &amp;nbsp;mempromosikan&amp;nbsp; &amp;nbsp;dan&amp;nbsp; &amp;nbsp;mengimplementasikan&amp;nbsp; &amp;nbsp;sistem&amp;nbsp; &amp;nbsp;penghargaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;berbasis&amp;nbsp; &amp;nbsp;kinerja.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Seiring&amp;nbsp; &amp;nbsp;dengan&amp;nbsp; &amp;nbsp;berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, konsep manajemen pengetahuan semakin berkembang pula sesuai dengan bidangnya.Dalam bidang perpustakaan manajemen pengetahuan meliputi keseluruhan siklus&amp;nbsp; pengetahuan,&amp;nbsp; yaitu&amp;nbsp; mulai&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; penciptaan,&amp;nbsp; pengadaan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; pengolahan,&amp;nbsp; penyebaran,&amp;nbsp; akses&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; pengunaan,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; dilanjutkan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; penciptaan&amp;nbsp; kembali&amp;nbsp; pengetahuan, dan seterusnya. Selama ini perpustakaan lebih banyak berfokus pada penyediaan akses dan penyebaran informasi. Disamping itu, perpustakaan selama ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;lebih&amp;nbsp; &amp;nbsp;memperhatikan&amp;nbsp; &amp;nbsp;pengetahuan&amp;nbsp; &amp;nbsp;yang&amp;nbsp; &amp;nbsp;sudah&amp;nbsp; &amp;nbsp;terekam&amp;nbsp; &amp;nbsp;di&amp;nbsp; &amp;nbsp;luar&amp;nbsp; &amp;nbsp;pikiran&amp;nbsp; &amp;nbsp;penciptanya.&amp;nbsp; Padahal&amp;nbsp; banyak&amp;nbsp; pengetahuan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; masih&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; kepala&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; (dan&amp;nbsp; belum&amp;nbsp; pernah&amp;nbsp; direkam&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; sumber-sumber&amp;nbsp; informasi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; umumnya&amp;nbsp; dikelola&amp;nbsp; oleh perpustakaan selama ini).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia bisnis saat ini ditantang untuk mampu bertahan di dalam lingkungan bisnis yang terus menerus berubah. Noe et al. (2000) mengemukakan dua tantangan yang dihadapi organisasi yaitu global challenge dan stakeholder challenge. Global challenge ditandai dengan adanya globalisasi, deregulasi pasar di sejumlah negara, kerjasama antar negara diberbagai kawasan seperti AFTA dan NAFTA, serta pembebasan tarif. Sedangkan stakeholder challenge diwarnai dengan permintaan konsumen akan peningkatan kualitas barang dan jasa yang dihasilkan, kualitas layanan, tanggung jawab sosial organisasi di lingkungan sekitar. Tantangan-tantangan tersebut menuntut organisasi meningkatkan kemampuan bersaing di pasar domestik maupun internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar mampu bertahan di lingkungan bisnis, organisasi melakukan berbagai cara seperti inovasi produk, memperluas pasar, meningkatkan kualitas layanan, memperbaiki proses produksinya, perbaikan sistem organisasi, dan melakukan penghematan biaya. Strategi-strategi organisasi dibuat dan diciptakan agar bertahan di derasnya perubahan lingkungan. Strategi organisasi haruslah mampu menciptakan keunggulan kompetitif. Terdapat dua sumber keunggulan kompetitif yang bisa digali oleh organisasi yaitu dari dalam organisasi dan dari luar organisasi. Sumber-sumber dari luar terdiri dari tersedianya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber daya alam, teknologi, pasar tenaga kerja baik kasar maupun profesional dan lainlain. Sedangkan sumber-sumber dari dalam organisasi misalnya kemampuan karyawan, struktur organisasi, sistem kerja organisasi, kreatifitas untuk menciptakan proyek-proyek yang menguntungkan organisasi, dan manajemen pengetahuan (knowledge management).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua sumber ini mempunyai karakteristik yang berbeda, pada sumber dari luar organisasi akan menemui kesulitan untuk mendapatkan bahan dasar untuk menciptakan keunggulan kompetitif karena banyak organisasi berlomba-lomba mendapatkan sumber dari luar, selain itu keunggulan organisasi yang didapat dari sumber ini akan mudah ditiru oleh organisasi lain. Sedangkan sumber dari dalam akan memberikan banyak keunggulan karena sukar ditiru oleh pesaing serta talc terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keunggulan yang terpatri dalam organisasi dan belum banyak didayagunakan adalah knowledge management. Pengetahuan (knowledge) melekat dalam organisasi dan setiap anggota organisasi. Dalam organisasi, pengetahuan dapat dilihat secara jelas dalam bentuk aturan dan prosedur karyawan sedangkan di individu melekat dalam pengetahuan yang dipunyai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Widayana (2005, 5) mendefinisikan bahwa: Manajemen&amp;nbsp; pengetahuan&amp;nbsp; merupakan&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp; sistem&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dibuat&amp;nbsp; untuk menciptakan,&amp;nbsp; mendokumentasikan,&amp;nbsp; menggolongkan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; menyebarkan&amp;nbsp; pengetahuan dalam organisasi. Sehingga pengetahuan mudah digunakan kapan pun diperlukan, oleh siapa saja sesuai dengan tingkat otoritas dan kompetensinya. Manajamen&amp;nbsp; pengetahuan&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; berarti&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; proses&amp;nbsp; perencanaan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; pengontrolan&amp;nbsp; kinerja&amp;nbsp; aktivitas&amp;nbsp; tentang&amp;nbsp; pembentukan&amp;nbsp; proses&amp;nbsp; pengetahuan,&amp;nbsp; yakni proses yang membantu suatu organisasi atau lembaga dalam mendapatkan, memilih, menyebarluaskan (distribusi), dan mentransfer informasi yang dianggap penting&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; informasi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; didapat&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; beragam&amp;nbsp; keahlian&amp;nbsp; seseorang&amp;nbsp; seperti&amp;nbsp; informasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;yang&amp;nbsp; &amp;nbsp;muncul&amp;nbsp; &amp;nbsp;pada&amp;nbsp; &amp;nbsp;saat&amp;nbsp; &amp;nbsp;diskusi&amp;nbsp; &amp;nbsp;untuk&amp;nbsp; &amp;nbsp;menyelesaikan&amp;nbsp; &amp;nbsp;masalah&amp;nbsp; &amp;nbsp;organisasi, pembelajaran dinamis, perencanaan strategis, dan proses pengambilan keputusan. (Yusuf 2012, 23)Banyak&amp;nbsp; bidang&amp;nbsp; ilmu&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mempelajari&amp;nbsp; manajemen&amp;nbsp; pengetahuan&amp;nbsp; sehingga&amp;nbsp; definisinya&amp;nbsp; &amp;nbsp;pun&amp;nbsp; &amp;nbsp;bervariasi.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dari&amp;nbsp; &amp;nbsp;kebanyakan&amp;nbsp; &amp;nbsp;pendapat&amp;nbsp; &amp;nbsp;yang&amp;nbsp; &amp;nbsp;dikemukakan&amp;nbsp; &amp;nbsp;mengenai&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;pengertian&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;manajemen&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;pengetahuan,&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;pengertian&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;manajemen&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;pengetahuan&amp;nbsp; &amp;nbsp;yang&amp;nbsp; &amp;nbsp;dinilai&amp;nbsp; &amp;nbsp;paling&amp;nbsp; &amp;nbsp;mendekati&amp;nbsp; &amp;nbsp;bidang&amp;nbsp; &amp;nbsp;ilmu&amp;nbsp; &amp;nbsp;perpustakaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;yaitu&amp;nbsp; &amp;nbsp;pengertian dari Gartner Group yang dikutip oleh Srikantaiah (2000, 3) :Knowledge&amp;nbsp; Management&amp;nbsp; is&amp;nbsp; a&amp;nbsp; discipline&amp;nbsp; that&amp;nbsp; promotes&amp;nbsp; an&amp;nbsp; integrated&amp;nbsp; approach&amp;nbsp; to&amp;nbsp; identifying,&amp;nbsp; capturing,&amp;nbsp; evaluating,&amp;nbsp; retrieving,&amp;nbsp; and&amp;nbsp; sharing&amp;nbsp; all&amp;nbsp; of&amp;nbsp; an&amp;nbsp; enterprise’s&amp;nbsp; information&amp;nbsp; assets.&amp;nbsp; These&amp;nbsp; assets&amp;nbsp; may&amp;nbsp; include&amp;nbsp; databases, documents, policies, procedures, and previously uncaptured expertise and experience in individual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti&amp;nbsp; &amp;nbsp;yang&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; diketahui&amp;nbsp; &amp;nbsp;bahwa&amp;nbsp; &amp;nbsp;pengetahuan&amp;nbsp; &amp;nbsp;(knowledge)&amp;nbsp; &amp;nbsp;itu&amp;nbsp; &amp;nbsp;cukup&amp;nbsp; &amp;nbsp;kompleks&amp;nbsp; jika&amp;nbsp; diuraikan&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; multiaspek.&amp;nbsp; Dalam&amp;nbsp; berbagai&amp;nbsp; tulisan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; ada,&amp;nbsp; manajemen&amp;nbsp; pengetahuan&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; konsep&amp;nbsp; baru&amp;nbsp; di&amp;nbsp; dunia&amp;nbsp; bisnis&amp;nbsp; utamanya,&amp;nbsp; namun&amp;nbsp; sekarang&amp;nbsp; di&amp;nbsp; banyak&amp;nbsp; kegiatan&amp;nbsp; organisasi,&amp;nbsp; aplikasi&amp;nbsp; manajemen&amp;nbsp; pengetahuan&amp;nbsp; sering digunakan, langsung ataupun tidak langsung. Menurut Laudon (2002, 372) bahwa :”Manajemen&amp;nbsp; &amp;nbsp; pengetahuan&amp;nbsp; &amp;nbsp; berfungsi&amp;nbsp; &amp;nbsp; meningkatkan&amp;nbsp; &amp;nbsp; kemampuan organisasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;untuk&amp;nbsp; &amp;nbsp;belajar&amp;nbsp; &amp;nbsp;dari&amp;nbsp; &amp;nbsp;lingkungannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;dan&amp;nbsp; &amp;nbsp;menggabungkan&amp;nbsp; &amp;nbsp;pengetahuan ke dalam proses bisnis.&amp;nbsp; Manajemen pengetahuan adalah serangkaian&amp;nbsp; proses&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dikembangkan&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp; organisasi&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; menciptakan,&amp;nbsp; &amp;nbsp;mengumpulkan,&amp;nbsp; &amp;nbsp;memelihara&amp;nbsp; &amp;nbsp;dan&amp;nbsp; &amp;nbsp;mendiseminasikan pengetahuan organisasi tersebut”.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sampai&amp;nbsp; &amp;nbsp;saat&amp;nbsp; &amp;nbsp;ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;belum&amp;nbsp; &amp;nbsp;ada&amp;nbsp; &amp;nbsp;definisi&amp;nbsp; &amp;nbsp;tunggal&amp;nbsp; &amp;nbsp;yang&amp;nbsp; &amp;nbsp;disepakati&amp;nbsp; &amp;nbsp;secara&amp;nbsp; &amp;nbsp;internasional&amp;nbsp; mengenai&amp;nbsp; manjemen&amp;nbsp; pengetahuan.&amp;nbsp; Tiap&amp;nbsp; ahli&amp;nbsp; memiliki&amp;nbsp; pengertian&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; penekanan&amp;nbsp; pemahaman&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berbeda&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; mendefinisikan&amp;nbsp; manajemen&amp;nbsp; pengetahuan.&amp;nbsp; Definisi&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; semakin&amp;nbsp; bervariasi&amp;nbsp; dilihat&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; cara&amp;nbsp; pandang&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp; pengetahuan&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; cara&amp;nbsp; organisasi&amp;nbsp; menggunakan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; memanfaatkan&amp;nbsp; pengetahuan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Organisasi perlu memandang pengetahuan sebagai sumber berharga dan strategik. Untuk tetap kompetitif, organisasi secara eksplisit perlu mengelola sumber daya intelektual dan kapabilitas. Untuk mengembangkan modal intelektual yang dipunyainya, organisasi perlu melakukan utilisasi social capital yang tumbuh dari interaksi antar anggota organisasi. Cara lainnya dengan mengembangkan iklim dan budaya organisasi yang baru, sistem reward yang baik, struktur organisasi yang lebih datar, ramping dan fleksibel, agar relasi sosial antar anggota organisasi lebih meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Knowledge management (KM) atau manajemen pengetahuan menjadi isu menarik sejak awal kemunculannya. Berbagai akademisi dan praktisi bisnis mulai mencoba menumbuh-kembangkan manajemen pengetahuan melalui penelitian-penelitian maupun penerapan dalam praktek-praktek bisnis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memudahkan pemahaman mengenai manajemen pengetahuan, pengertian manajemen pengetahuan perlu diketahui. Fernandez dan Sabherwal (2001) mengartikan pengetahuan (knowledge) sebagai hasil refleksi dan pengalaman seseorang, sehingga pengetahuan selalu dipunyai oleh individu atau kelompok. Pengetahuan (knowledge) melekat dalam bahasa, aturan-aturan dan prosedur-prosedur, serta konsep. Terdapat dua dimensi kritikal yang perlu untuk memahami knowledge dalam konteks organisasi, yaitu pertama, pengetahuan eksis di setiap individu, kelompok atau organisasi; kedua, pengetahuan dapat dilihat dari sebagai sesuatu yang dapat disimpan, dan sebagai suatu proses yaitu proses untuk mengetahui sesuatu. Berdasarkan 2 dimensi tersebut, pengetahuan dapat dibagi menjadi tacit dan explicit knowledge.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tacit knowledge adalah pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman, kegiatankegiatan yang dilakukan, dan susah didefinisikan di mana biasanya dibagikan lewat diskusidiskusi, cerita-cerita. Menurut Nonaka dan Takeuchi (1995), tacit knowledge diartikan sebagai suatu pengetahuan yang personal, spesifik, dan umumnya susah diformalisasi dan dikomunikasi kepada pihak lain. Sedangkan explicit knowledge adalah pengetahuan yang sudah diformulasikan, biasanya disajikan dalam bentuk tulisan misalnya peraturan, buku-buku literatur-literatur. Dalam organisasi proses penyebaran/sharing pengetahuan akan membantu pencapaian tujuan organisasi. Explicit atau codified knowledge diartikan sebagai pengetahuan yang dapat ditransformasikan dal am bentuk formal dan bahasa yang sistematis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tantangan terbesar yang dihadapi oleh organisasi-organisasi adalah mengkonversi jacit knowledge menuju explicit knowledge, atau sebaliknya. Organisasi dituntut untuk mampu menterjemahkan pengetahuan yang eksis di individu, kelompok atau tim, dan organisasi menjadi nyata dalam bentuk produk-produk dan jasa-jasa yang dihasilkan. Sebagai sumberdaya yang berharga bagi organisasi, sebaiknya organisasi mengelola 'emen pengetahuan yang baik. Studi yang dilakukan Davenport et. al. (1998) "dentifikasi empat langkah yang perlu dilakukan organisasi agar KM menjadinya stratejik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengetahuan dapat disimpan. Data, informasi, maupun pengetahuan dapat disimpan dalam bentuk dokumentasi agar mudah ditelusuri bila dibutuhkan. Bagi pengetahuan yang sifatnya tacit, sebaiknya diartikulasikan menjadi codifiedlexplicit knowledge. Pengetahuan yang dapat disimpan memudahkan organisasi untuk menelusurinya dan memanfaatkan di setiap kesempatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengetahuan mudah diakses. Setiap anggota organisasi mempunyai aloes yang sama terhadap knowledge base organisasi. Agar proses aksessibilitas dan transfer mudah dilakukan antar anggota, organisasi perlu memfasilitasi dengan memanfaatkan teknologi misalnya video conference, jaringan internet dan intranet, telepon, dan faksimili. Banyak organisasi mempunyai ruang perpustakaan sehingga anggotanya mudah mengakses pengetahuan-pengetahuan terbaru melalui buku-buku, jurnal-jumal, dan majalahmajalah. Organisasi memfasilitasi juga dengan aturan dan prosedur yang memudahkan setiap orang dapat mengakses pihak-pihak dan anggota organisasi lain yang mempunyai pengetahuan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan pengetahuan didukung oleh organisasi. Lingkungan eksternal berubah dengan cepat akibatnya organisasi harus senantiasa beradaptasi. Kemampuan organisasi untuk beradaptasi perlu dukungan pengingkatan pengetahuan. Organisasi perlu menciptakan lingkungan yang mampu mempercepat peningkatan pengetahuan. Temuan Davenport et al. (1998) mengungkapkan perlunya sentralisasi struktur organisasi, dan perubahan budaya kerja yang mendukung kreatifitas anggota organisasi. Hal konkrit yang bisa dilakukan perusahaan yaitu dengan memberikan penghargaan bagi anggota organisasi yang menyumbangkan pengetahuan kepada knowledge base organsiasi. Penghargaan yang diterima dapat berupa peningkatan kompensasi maupun promosi pangkat/jabatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengelola pengetahuan sebagai aset. Dalam organisasi, aset dapat berbentuk barang berwujud maupun barang berwujud. Organisasi berfokus kepada dua aset tersebut. Pengetahuan, merupakan aset tidak berwujud, harus diperlakukan sebagai aset berwujud yaitu dapat diukur. Skyrme dan Amidon (1998) mengemukakan bahwa pengetahuan (knowledge) dapat diukur dengan menggunakan balanced scorecard. Dimensi innovation dan learning dalam balanced scorecard merupakan proses aktivitas manajemen pengetahuan. Meskipun ada debat dalam pengukurannya, Skyrme dan Amidon (1998) menyakini bahwa dimensi innovation dan learning mempunyai potensi untuk mengukur pengetahuan sebagai aset.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Organisasi yang mempunyai pengetahuan superior mampu mengkoordinasi dan mengkombinasikan sumberdaya-sumberdaya tradisional dan kapabilitas dalam bentuk dan cara barn sehingga dapat memberikan nilai lebih bagi pelanggan. Dengan memiliki sumberdaya intelektual yang superior, organisasi dapat mengetahui bagaimana mengembangkan dan mengeksploitasi sumberdaya tradisonal lebih baik daripada pesaing meskipun sumberdaya tersebut tidak unik dan mudah ditiru. Pengetahuan dapat dikategorikan sebagai sumberdaya stratejik terpenting sehingga dapat digunakan untuk keunggulan kompetitf yang tahan lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxLrwOww2x56PwYIvcQb5SGBoj82eQnHMcVfWtuWpuFoMTt2tWLvx39sl4jhru02tKRKp4eiCVlLdWu9eVywBbYh_RR-5CjNyeGQokMaaZVDW30j5BOcHm0otaaoM7q6SY0vBn85qBNYA/s72-c/IMG_20201015_095311.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>manajemen kepribadian</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/manajemen-kepribadian.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sun, 8 Nov 2020 15:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-7263903109779149722</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiZDtEDzGB-2q7XnzhHdBVZ1nkEDTPTK5sqE3T2ae5yU4LXQ5Vuu9pYY5gWMSOaDMW6RzN6eOGuiDFExJOHYap4F0ygR8iE-btw8jpGa6lVFdUf9Yla-vFHF96KkqRDhdy9TkDdTM0mMo/s2048/IMG_20201023_163725.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiZDtEDzGB-2q7XnzhHdBVZ1nkEDTPTK5sqE3T2ae5yU4LXQ5Vuu9pYY5gWMSOaDMW6RzN6eOGuiDFExJOHYap4F0ygR8iE-btw8jpGa6lVFdUf9Yla-vFHF96KkqRDhdy9TkDdTM0mMo/s320/IMG_20201023_163725.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Istilah kepribadian digunakan disini untuk mencakup segala sesuatu mengenai individu teoritikus biasanya mendaftar konsepkonsep yang dianggap sangat penting untuk menggambarkan individu serta mengemukakan bahwa kepribadian terdiri dari konsep-konsep ini. Kepribadian adalah sesuatu yang memberi tata tertib dan keharmonisan terhadap segala macam tingkah laku berbeda-beda yang dilakukan oleh individu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya sejumlah teoritikus berpendapat bahwa kepribadian merupakan hakikat keadaan manusiawi. Pandangan Allport bahwa "kepribadian merupakan apa orang itu sesungguhnya" adalah contoh tipe definisi ini. Implikasinya adalah bahwa dalam analisis terakhir kepribadian meliputi apa yang paling khas dan paling karakteristik dalam diri orang tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan ini kami hanya ingin mengatakan bahwa cara individuindividu tertentu akan mendefinisikan kepribadian sepenuhnya tergantung pada preferensi teoritisnya yang khusus. Jadi, apabila suatu teori menaruh tekanan berat pada keunikan dan kualitas-kualitas terorganisasi dan terpadu dalam tingkah laku, wajar bahwa definisi kepribadiannya akan mencakup keunikan dan organisasi sebagai atribut-atribut penting kepribadian Sebagaimana setiap orang tahu apa itu kepribadian, demikian juga setiap orang tahu apa itu teori.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian yang paling umum ialah bahwa teori berlawanan dengan fakta. Teori adalah hipotesa yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti. Menurut pandangan kami, teori-teori tidak pernah benar atau salah meskipun implikasi-implikasi atau derivasi-derivasinya bisa benar atau salah. Teori yang berguna akan memberikan petunjukpetunjuk yang ekpslisit mengenai macam-macam data yang harus dikumpulkan tentang suatu masalah tertentu. Dan lebih tua dari sejarah psikologi adalah pernyataan tentang apakah tingkah laku manusia harus dipandang memiliki kualitaskualitas bertujuan (purposive) atau teleologis. Sejumlah teori tentang tingkah laku menciptakan suatu model tentang individu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepribadian didefinisikan berdasarkan konsep-konsep khusus yang terkandung dalam teoriter tentu yang dianggap memadai untuk mendeskripsikan atau memahami tingkah laku manusia secara lengkap atau utuh. Kita juga telah sepakat bahwa suatu teori terdiri segugusan asumsi yang saling berhubungan tentang gejala-gejala empiris tertentu, dan definisi-definisi empiris yang memungkinkan si pemakai beranjak dari teori abstrak ke observasi empiris. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa teori kepribadian harus merupakan segugusan asumsi tentang tingkah laku manusia beserta definisi-definisi empirisnya. Syarat berikut ialah bahwa teori harus relative komprehensif. Teori harus siap untuk menangani, atau membuat prediksi-prediksi tentang berbagai macam tingkah laku manusia. Sesungguhnya, teori harus siap untuk menangani setiap gejala tingkah laku yang memiliki arti bagi individu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bahasa latin ethos itu disebut mores dari kata inilah moral berasal, yang dalam bahasa Indonesia disejajarkan dengan susila atau kesusilaan. Yang dimaksud dengan moral ialah, norma-norma yang sesuai dengan konsep-konsep yang umum diterima tentang laku perbuatan manusia, mana yang baik dan wajar. Dari pengertian dipahami bahwa moral adalah perilaku perbuatan yang diukur dari ukuran-ukuran perbuatan yang diterima oleh lingkungan pergaulan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Moralitas memiliki tiga komponen, yaitu komponen afektif, kognitif, dan perilaku. Komponen afektif atau emosional terdiri dari berbagai jenis perasaan (seperti perasaan bersalah atau malu, perhatian terhadap perasaan orang lain dan sebagainya). Yang meliputi tindakan benar dan salah yang memotivasi pemikiran dan tindakan moral.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komponen kognitif merupakan pusat dimana seseorang melakukan konseptuaslisasi benar dan salah dan membuat keputusan tentang bagaimana seseorang berperilaku. Komponen perilaku mencerminkan bagaimana seseorang sesungguhnya berperilaku ketika mengalami godaan untuk berbohong, curang, atau melanggar aturan moral lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Moral terkait dengan kesadaran tentang yang benar atau salah. Kesadaran ini sudah ada pada hati nurani manusia. Bawaan aslinya memang manusia cenderung pada kebenaran, kebaikan, dan keindahan, yang dalam terminologi Islam disebut kondisi fitrah. Namun, faktor lingkungan dan nafsu manusia sendiri membuat kesadaran ini tertekan atau tertutup sehingga tidak lagi sensitif dan merespons kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menggunakan kesadaran moral berarti mempraktikkan kebaikan (virtues). berbeda dengan moralitas konvensional yang sering anti dengan premis ini, justru kebaikan sesungguhnya tidak saja selaras dengan sukses bisnis, tetapi juga&amp;nbsp; memperkayanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara tradisional psikologi menghindari mempelajari sesatu yang memiliki penilaian baik atau buruk (value judgements). Ada tingkat kesulitan tertentu untuk menghindari bisa ketika berbicara dalam istilah ‘baik’ atau ‘buruk’. Itulah sebabnya aspek kehidupan yang penting, yaitu moralitas harus menunggu lama sebelum ada psikolog yang berani menelitinya. Namun pada saat ini psikologi telah meneliti berbagai proses mendasar dari perkembangan moral, bagaimana orang menilai baik atau buruk apakah terdapat tahapan dalam perkembangan moral, faktor faktor apa yang mempengaruhi perkembangan moral, dan lain-lain. Berbagai pertanyaan terus muncul dalam memahami perkembangan moral.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiZDtEDzGB-2q7XnzhHdBVZ1nkEDTPTK5sqE3T2ae5yU4LXQ5Vuu9pYY5gWMSOaDMW6RzN6eOGuiDFExJOHYap4F0ygR8iE-btw8jpGa6lVFdUf9Yla-vFHF96KkqRDhdy9TkDdTM0mMo/s72-c/IMG_20201023_163725.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengertian manajemen diri</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/pengertian-manajemen-diri.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sun, 8 Nov 2020 15:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-8746353878455099522</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg17ja0QJrz6ielNTlR1KioIPha1sjdRK5M-fZRxkSAzwVENeuLq0umOG6P-dqrZD37KsuDZrDfEp7OZPxO7EZ1slbHe6RTq2lJSE4FpsLiJnYKBUiQpPGGKU9-9UkIwsFVqrrXFN7KF8c/s2048/IMG_20201015_100015.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg17ja0QJrz6ielNTlR1KioIPha1sjdRK5M-fZRxkSAzwVENeuLq0umOG6P-dqrZD37KsuDZrDfEp7OZPxO7EZ1slbHe6RTq2lJSE4FpsLiJnYKBUiQpPGGKU9-9UkIwsFVqrrXFN7KF8c/s320/IMG_20201015_100015.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;manajemen diri, menurut Arif Zulkifli Nasution adalah; Rencana untuk mencapai cita-cita membutuhkan pengelolaan diri yang baik. Tanpa pengelolaan diri yang baik, cita-cita tersebut sulit untuk tercapai. Pengelolaan diri yang baik tersebut disebut manajemen diri. Penambahan kata diri pada manajemen diri merupakan totalitas manusia sebagai perpaduan dari jasad dan ruhani, fisik yang bisa dilihat dan sesuatu yang tak terlihat yang menggerakan fisik (hati; pikiran; jiwa). Diri adalah totalitas dari pemikiran, keinginan, dan gerakan yang dilakukan dalam ruang dan waktu. Maka, diri merupakan perpaduan antara intelektual, emosional, spiritual, dan fisik. Setiap kita memerlukan penataan dan pengelolaan dalam kehidupan ini. Karena banyak aktifitas yang kita lakukan, sementara waktu yang dimiliki tidak mencukupi untuk melakukan semua aktifitas tersebut. Oleh karena itu kita memerlukan manajemen diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arif Zulkifni Nasution juga menjelaskan definisi-definisi lain diantaranya;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Manajemen diri menurut Stephen M. Edelson adalah istilah psikologi yang digunakan untuk menjelaskan proses mencapai kemandirian. Istilah manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar. Manajemen diri adalah sebuah proses merubah ‚totalitas diri‛ baik itu dari segi intelektual, emosional, spiritual, dan fisik agar apa yang diinginkan tercapai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Covey, secara khusus menyatakan manajemen diri didefinisikan sebagai suatu cara yang dilakukan oleh individu, yaitu: dengan mengorganisasi kehidupannya dengan cara mendahulukan apa yang harus didahulukan. Dan manajemen diri itu sendiri merupakan upaya sistematis dan terus-menerus yang dilakukan seseorang seumur hidupnya untuk mencapai tujuan dan misi hidupnya dengan cara meningkatkan kualitas hidup serta vitalitas/kesehatan tubuhnya melalui pengenalan terhadap potensi terbaik dirinya, penyempurnaan diri (termasuk pembelajaran secara terus-menerus dan pengembangan jaringan sosial hidupnya).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen diri sendiri adalah bagaimana cara kita mengatur serta mengelola diri kita sendiri agar dapat mencapai tujuan yang kita inginkan. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam manajemen diri sendiri. Seperti:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memiliki sikap disiplin, tidak menyia-nyiakan waktu, memiliki motivasi yang tinggi dalam hidupnya, dan mempunyai planning untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Manajemen diri sendiri juga sering dilihat dari orang yang mampu untuk mengurus dirinya sendiri, yakni mampu mengurus wilayah diri yang cenderung bermasalah. dan salah satu yang paling biasa dan sering bermasalah dalam diri kita sendiri adalah "Hati". Dapat menciptakan hati yang tenang memang tidak gampang, diperlukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kecerdasan didalam diri itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen diri, menurut Personal Balance Scorecard:Learning: Terus mengembangkan rasa ingin tahu dan selalu menjadi seorang pelajar yang belum tahu apa-apa. Internal : Menjaga keseimbangan antara heart, mind, spirit dan body. Customer :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membangun hubungan personal yang positif terhadap orang-orang disekitar gue. Financial : Bekerja keras untuk menciptakan hal-hal baru yang dapat membantu banyak orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hafizhah Syifa, tentang fungsi manajemen diri menjelaskan, bahwa; Dalam Islam kita mengenal istilah aulawiyat, yakni mana yang harus lebih dahulu kita lakukan atau prioritas diri. Kesalahan yang sering kita lakukan adalah terbiasa dengan pola rutinitas yang secara otomatis berjalan begitu saja. Ada juga yang mencoba mengatur diri, sayangnya hanya manajemen yang selalu dipikirkan tetapi tidak direncanakan. Karenanya mari kita berbicara tentang planning (perencanaan), bila perlu tuliskan rencana kita di white board setiap hari, target apa yang ingin diraih dan sekalian atur waktu, tentu jangan sampai tabrakan dengan aktifitas yang lain. Setelah itu, perencanaan ini harus dijalankan secara istiqamah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya perlu berbicara tentang organizing (pengorganisasian). Kita mau sukses&amp;nbsp; kuliah tapi tidak mempunyai teman, kalau ada masalah kuliah diselesaikan sendiri. Sadarilah hal seperti ini akan terasa lebih sulit dibanding jika kita mempunyai banyak teman dan setiap kali ada kesulitan selalu didiskusikan. Begitu pun dalam dakwah, kita mau mencegah kemaksiatan tapi dilakukan hanya sendirian. Tentu, ini akan terasa lebih sulit dibanding jika kita tergabung dengan sebuah jamaah dakwah dan sama-sama berjuang. Karenanya menemukan lingkungan kondusif yang akan menghantarkan kita pada kesuksesan dakwah dan kuliah adalah suatu keharusan. Bila sudah menemukan, niscaya akan mempermudah pengorganisasian aktifitas dakwah dan kuliah kita. Ingat kebaikan yang tidak terstruktur akan dikalahkan dengan kejahatan yang terstruktur. Kita tidak melupakan tentang actuatting (pengkoordinasian).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba banyangkan jika kita dalam sebuah jamaah dakwah tetapi tidak ada koordinasi, apa yang terjadi? Bisa saja antar individu yang ada di dalamnya terjadi misscom. Bahkan sebuah acara bisa menjadi berantakan hanya karena tidak ada pengkoordinasian. Bayangkan jika seorang pemimpin tidak cakap dalam menyampaikan informasi, maka personal yang ada dibawahnya bisa saja tidak tahu akan tugas-tugasnya. Dalam masalah koordinasi tentu saja harus benar-benar digodok sampai ‘matang’. Jangan setengah-tengah, ketidakpahaman intruksi dan tanggung jawab akan menyebabkan kegagalan sekalipun itu sebuah planning yang cukup semerlang. Pengkoordinasian merupakan awal langkah menuju action.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;controlling (pengawasan). Pengawasan yang dimaksud bukanlah pengawasan otoriter dari pimpinan kepada bawahan. Dalam sebuah organisasi atau jamaah dakwah, pengawasan yang saya maksud bisa dengan persahabatan yang hangat. Pemimpin tidak ada salahnya turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa tujuan berjalan sesuai dengan rencana. Dan sebagai personal yang ada dibawahnya hendaknya melaksanakan tanggung jawab yang sudah menjadi amanahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai seorang muslim, kewajiban dan tanggung jawab seharusnya tidak melemahkan kita. Justru, seharusnya menjadi kekuatan bagi kita bagaimana agar keduanya bisa dilaksanakan dengan maksimal. Jangan sampai menjadi alasan, seakan-akan tanggung jawab itu begitu berat dan tidak bisa memikulnya lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg17ja0QJrz6ielNTlR1KioIPha1sjdRK5M-fZRxkSAzwVENeuLq0umOG6P-dqrZD37KsuDZrDfEp7OZPxO7EZ1slbHe6RTq2lJSE4FpsLiJnYKBUiQpPGGKU9-9UkIwsFVqrrXFN7KF8c/s72-c/IMG_20201015_100015.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>manajemen diri</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/manajemen-diri.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sun, 8 Nov 2020 15:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-2742227099383336669</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsVFZ1NNkUD0DDghS8BTXRcc7DYathtdUnkQuKmqkdd7EWkXnbV3faZk4KlHDvZMsTPWMa5UluLD3BcRVrByw68K9DUiNtl_tyjckAcHgU0HPgFnBjjWAhqe2lboGKx74KZ7-m_CsW0N4/s2048/IMG_20201105_114039.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsVFZ1NNkUD0DDghS8BTXRcc7DYathtdUnkQuKmqkdd7EWkXnbV3faZk4KlHDvZMsTPWMa5UluLD3BcRVrByw68K9DUiNtl_tyjckAcHgU0HPgFnBjjWAhqe2lboGKx74KZ7-m_CsW0N4/s320/IMG_20201105_114039.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan hubungan antarpibadi pendidik dan anak didik. Dalam pergaulan terjadi kontak atau komunikasi antara masing-masing pribadi. Hubungan ini jika meningkat ke taraf hubungan pendidikan, maka menjadi hubungan antara pribadi pendidik dan pribadi si anak didik, yang pada akhirnya melahirkan tanggung jawab pendidikan dan kewibawaan pendidikan (Hasbullah, 2012: 5).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang dilakukan manusia untuk mencapai tujuan, yakni untuk mewujudkan manusia yang dicita-citakan/didambakan. Hakekat manusia yang didambakan adalah manusia yang sesuai dengan pandangan filsafat suatu bangsa. Bagi bangsa Indonesia hakekat manusia sesuai dengan pandangan filsafat, yaitu manusia Pancasila. Pendidikan mempunyai pengaruh yang dinamis dalam kehidupan manusia di masa depan. Pendidikan dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal, yaitu pengembangan potensi individu yang setinggi-tingginya dalam aspek fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual, sesuai dengan tahap perkembangan serta karakteristik lingkungan fisik dan lingkungan sosio budaya di mana dia hidup. Pendidikan merupakan fenomena manusia yang sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu, maka pendidikan dapat dilihat dan dijelaskan dari berbagai sudut pandang, seperti dari sudut pandang psikologi, sosiologi dan antropologi, ekonomi, politik, komunikasi dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan mempunyai banyak bentuk. Mulai dari yang nonformal sampai yang formal. Salah satu bentuk lembaga pendidikan formal adalah pendidikan sekolah (mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi). Sekolah mempunyai struktur yang formal dengan batasan-batasan sistem yang jelas sehingga tampak sebagai suatu sistem yang berinteraksi dengan lingkungan, baik lingkungan dekat maupun lingkungan jauh. (Uhar Suharsaputra, 2010 : 35)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pendidikan formal, belajar menunjukkan adanya perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapat keterampilan, kecakapan dan pengetahuan baru. Melalui usaha pendidikan diharapkan kualitas generasi muda yang cerdas, kreatif, dan mandiri dapat terwujud. Hasil dari proses belajar tersebut tercermin dalam prestasi belajarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkan proses belajar. Namun, dalam proses belajar banyak dijumpai permasalahan yang dialami oleh anak-anak, remaja, dan pemuda yang menyangkut dimensi kemanusiaan mereka. Permasalahan yang dialami oleh para remaja yang dalam konteks kali ini adalah mahasiswa sering kali tidak dapat dihindari meski dengan pengajaran yang baik sekalipun. Seringkali didapatkan mahasiswa absen dalam mengikuti perkuliahan dengan berbagai alasan, baik karena sibuk dengan organisasi-organisasi yang sedang diikuti maupun karena berbagai kesibukan lain yang menyangkut pribadi mereka. Dan terkadang pula dijumpai mahasiswa sering menundanunda dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah yang berujung pada kelalaian sehingga tidak mengumpulkannya. Dan tidak jarang pula dijumpai mahasiswa yang tak mampu mengatur waktunya dalam hal mengerjakan tugas-tugas kuliah terlebih jika disibukkan pula dengan kegiatan praktikum. Hal tersebut dapat disebabkan oleh rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mengelola diri mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan mengelola diri (self management) merupakan hal yang harus dimiliki setiap individu, terutama mahasiswa. Karena mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki kemampuan mengelola diri yang baik. Di mana mengelola diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar. Mengelola diri adalah sebuah proses merubah “totalitas diri” baik itu dari segi intelektual, emosional, spiritual, dan fisik agar apa yang kita inginkan dapat tercapai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prijaksono (2003) mengemukakan bahwa pengelolaan diri bermanfaat untuk menghilangkan stress, kemarahan, kecemasan, ketakutan, dendam, sakit hati, dan meningkatkan kreativitas belajar. Kemampuan mengelola diri seseorang sangat erat kaitannya dengan kecerdasan emosional yang dimilikinya.Menurut Goleman (2002 : 512), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taraf EQ (Emotional Quotient) yang tinggi akan menjadikan seseorang dapat mengelola diri dengan baik. Dan pengelolaan diri yang baik akan menjadikan seorang mahasiswa lebih disiplin dalam belajar. Karena tanpa kesadaran akan keharusan dalam melaksanakan segala aturan-aturan yang telah ditetapkan sebelumnya, sesorang tidak mungkin dapat mencapai target yang dicita-citakannya dengan maksimal. Selain itu, pengelolaan diri yang baik akan membantu seseorang dalam meningkatkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kreativitas belajarnya, sehingga memperoleh prestasi yang memuaskan yang didukung dengan kemampuan berpikir yang kreatif yang akan melahirkan ide-ide yang inovatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peran yang ditampilkan diri pada dasarnya ingin melakukan perubahan, baik yang mengarah pada perubahan yang positif maupun yang negatif. Didalam Islam, perubahan atau amal itu lebih diarahkan pada kebaikan (amal shaleh). Amal shaleh perlu diimbangi keimanan. Konsep diri dalam Islam tidak bebas nilai, melainkan dipenuhi oleh iman dan keshalihan. Manusia sebagai makhluk individu mampu mengembangkan diri, mampu meningkatkan kualitas hidup, dan dengan kelebihan yang dimiliki berusaha untuk meminimalkan kekurangannya. Modal awal proses pengembangan diri adalah mengenal dan memahami tentang diri sendiri, sehingga akan mudah menentukan arah untuk mencapai tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diri adalah kombinasi motif yang memilliki nilai dan perilaku yang bersifat khas pribadi, serta diri akan membedakan seorang dengan orang lain. Dalam pembahasan tentang diri dihadirkan teori yang menjelaskannya. Teori-teori keilmuan merupakan sumbangsih para ilmuan dalam melakukan penelitian sehingga dapat mengembangkan teori tersebut atau dapat memunculkan teori baru lain, memberikan arahan pencerahan tentang keberadaan manusia dan akan kemana manusia untuk dirinya sendiri dan bersama pihak lain menyelesaikan tujuannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori yang berguna akan memberikan petunjuk-petujuk yang ekpslisit mengenai macam-macam data yang harus dikumpulkan tentang suatu masalah tertentu. Maka dari itu sebagaimana yang diharapkan, individu-individu yang menganut pendirian-pendirian teoritis yang berbeda-beda secara drastis bisa meneliti secara empiris yang sama dengan cara-cara observasi yang berbeda-beda. Sepanjang sejarah keinginan manusia untuk mengetahui sebab sebab tingkah lakunya dan semenjak psikologi menjadi pengetahuan yang otonom, masalah aspek kejiwaan yang mengatur, membimbing dan mengontrol tingkah laku manusia selalu timbal dan menjadi persoalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian umum (populer) mengenai "inner entity" ini barangkali ialah&amp;nbsp; jiwa (soul). Menurut teori "jiwa" gejala-gejala kejiwaan (mental phenomena) dianggap sebagai pencerminan (manifestasi) substansi khusus yang secara khas berbeda dari substansi kebendaan. Dalam pikiran keagamaan jiwa itu dipandang sebagai abadi, bebas dan asalnya suci. Dasar (komponen) self ialah material self, social self, spiritual self dan pure ego. Material self terdiri dari material possession, social self, yaitu bagaimana anggapan teman-teman "orang" lain terhadapnya, spiritual self ialah kemampuan-kemampuan serta kecakapan-kecakapan psikologisnya. Dan ego adalah pikiran yang menjadi dasar daripada personal identity.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah self didalam psikologi mempunyai dua arti, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. sikap dan perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. suatu keseluruhan proses psikologis yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arti yang pertama itu dapat disebut pengertian self sebagai obyek, karena pengertian itu menunjukkan sikap, perasaan pengamatan dan penelitian seseorang terhadap dirinya sendiri sebagai obyek. Dalam hal ini self berarti apa yang difikirkan orang tentang dirinya. Arti yang kedua dapat kita sebut pengertian self sebagai proses. Dalam hal ini self adalah suatu kesatuan yang terdiri dari proses-proses aktif seperti berfikir, mengingat dan mengamati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua pengertian itu demikian berbedanya sehingga ada penulispenulis yang mempergunakan istilah yang berlainan: kalau bermaksud untuk menunjukkan pengertian terhadap diri sendiri dipakai kata self, sedangkan kalau bermaksud untuk menunjukkan kelompok dari pada proses-proses psikologis dipakai istilah ego.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep diri dalam komunikasi pribadi sangat penting keberadaannya, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Teori yang berguna akan memberikan petunjuk-petujuk yang ekpslisit mengenai macam-macam data yang harus dikumpulkan tentang suatu masalah tertentu. Maka dari itu sebagaimana yang diharapkan, individu-individu yang menganut pendirian-pendirian teoritis yang berbeda-beda secara drastis bisa meneliti secara empiris yang sama dengan cara-cara observasi yang berbeda-beda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa cara untuk mengembangkan konsep diri seseorang agar memiliki konsep diri yang positif atau baik, yaitu;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membayangkan diri kita sebagai orang lain (other’s images of you), artinya jika diri anda diperlakukan kasar oleh orang lain, maka jangan memperlakukan orang lain dengan kasar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membandingkan diri anda dengan orang lain (social comparisons), artinya seseorang mudah diterima oleh orang lain, mengapa anda tidak? Dari sanalah anda belajar banyak dari seseorang tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembelajaran budaya (cultural teaching), artinya banyak budayabudaya positif yang dapat dikaji dan terapkan dalam kehidupan seharihari agar anda memiliki konsep diri yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menginterpretasi dan mengevaluasi pemikiran dan perilaku anda (your own interpretasions and evaluations). Upayakanlah anda mampu menilai kelemahan ada pada diri anda sehingga dengan secepat mungkin anda memperbaikinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsVFZ1NNkUD0DDghS8BTXRcc7DYathtdUnkQuKmqkdd7EWkXnbV3faZk4KlHDvZMsTPWMa5UluLD3BcRVrByw68K9DUiNtl_tyjckAcHgU0HPgFnBjjWAhqe2lboGKx74KZ7-m_CsW0N4/s72-c/IMG_20201105_114039.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Strategi Manajemen Pemasaran</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/strategi-manajemen-pemasaran.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sat, 7 Nov 2020 11:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-7752508939642917077</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpikzCnJD9KYD5gvnuO-qGA_ZA-4amoultEuIIDBhAj4BghMszNDouZ2-FWfQdkh2vgk2u0nPO3w78Dx1FtKAjmtb3xpCAklRl0G_37hKi-rLAN2ae6PPX74etPPTSvWapykD8JMvgIO0/s2048/IMG_20201105_114812.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpikzCnJD9KYD5gvnuO-qGA_ZA-4amoultEuIIDBhAj4BghMszNDouZ2-FWfQdkh2vgk2u0nPO3w78Dx1FtKAjmtb3xpCAklRl0G_37hKi-rLAN2ae6PPX74etPPTSvWapykD8JMvgIO0/s320/IMG_20201105_114812.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan berkembang. Tujuan tersebut hanya dapat dicapai melalui usaha mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan atau laba perusahaan dengan cara mempertahankan dan meningkatkan penjualannya. Tujuan ini dapat dicapai apabila bagian pemasaran perusahaan melakukan strategi yang baik untuk dapat menggunakan kesempatan atau peluang yang ada dalam pemasaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian Strategi Pemasaran menurut Sofjan Assauri (2013:15) yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran,kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kata lain, strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah. Pada umumnya perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang melaksanakan konsep pemasaran yang berorientasi kepada konsumen, karena perusahaan inilah yang mampu menguasai pasar dalam jangka panjang. Di dalam pandangan konsep pemasaran, tujuan perusahaan dicapai melalui kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen diperoleh setelah kebutuhan dan keinginan konsumen dipenuhi melalui kegiatan pemasaran yang terpadu. Dengan demikian ada 4 (empat) unsur pokok dalam konsep pemasaran, yaitu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;orientasi pada kebutuhan dan keinginan konsumen,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kepuasan konsumen,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kegiatan pemasaran yang terpadu,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tujuan perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Strategi Pemasaran merupakan pernyataan (baik secara implisit maupun eksplisit) mengenai bagaiana suatu merek atau lini produk mencapai tujuannya. Tull dan Kahle (1990:6) mendefinisikan “Strategi Pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tertentu”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya strategi pemasaran memberikan arah dalam kaitannya dengan variabel-variabel seperti segmentasi pasar, identifikasi pasar sasaran, positioning dan elemen bauran pemasaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Corey (Dalam Dolan, 1991), Strategi Pemasaran terdiri atas lima elemen yang saling terkait. Kelima elemen tersebut adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1).&amp;nbsp; Pemilihan pasar, yaitu memilih pasar yang akan dilayani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keputusan ini didasarkan pada faktor-faktor:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Presepsi terhadap fungsi produk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterbatasan sumber daya internal yang mendorong perlunya pemusatan yang lebih sempit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada Trial-anderror dalam menanggapi peluang dan tantangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan khusus yang berasal dari sumber daya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;(2)&amp;nbsp; Perencanaan Produk, meliputi Produk Spesifik yang dijual, pembentukan lini produk dan desain penawaran individual pada masing-masing lini. Produk itu sendiri menawarkan manfaat total yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3).&amp;nbsp; Penetapan Harga yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(4).&amp;nbsp; Sistem Distribusi yaitu saluran pemasaran grosir dan eceran yang dilalui produk hingga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(5). Promosi yang meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct marketing dan public relations.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan strategi pemasaran suatu perusahaan untuk menanggapi setiap perubahan kondisi pasar dan faktor biaya tergantung pada analisis terhadap faktor-faktor berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Faktor Lingkungan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisis terhadap faktor lingkungan seperti pertumbuhan populasi dan peraturan pemerintah sangat penting untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkannya pada bisnis perusahaan. Selain itu faktor-faktor seperti perkembangan tekhnologi, tingkat inflasi, dan gaya hidup juga tidak boleh diabaikan. Hal-hal tersebut merupakan faktor lingkungan yang harus dipertimbangkan sesuai dengan produk dan pasar perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Faktor Pasar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap perusahaan perlu selalu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran pasaar, tingkat pertumbuhan, tahap perkembangan, trend dalam sistem distribusi, pola perilaku pembeli, permintaan musiman, segmen pasar yang ada saat ini atau yang dapat dikembangkan lagi dan peluang-peluang yang belum terpenuhi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Persaingan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kaitannya dengan persaingan, setiap perusahaan perlu memahami siapa pesaingnya, bagaimana posisi produk/pasar pesaing tersebut, apa strategi mereka, kekuatan dan kelemahan pesaing, struktur biaya pesaing, dan kapasitas produksi para pesaing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Analisis Kemampuan Internal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap perusahaan perlu menilai kekuatan dan kelemahannya dibandingkan para pesaingnya. Penilaian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti tekhnologi, sumber daya finansial, kemampuan pemanufakturan, kekuatan pemasaran, dan basis pelanggan yang dimiliki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Perilaku Konsumen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perilaku konsumen perlu dipantau dan dianalisis karena hal ini sangat bermanfaat bagi pengembangan produk, desain produk, penetapan harga, pemilihan saluran distribusi, dan penentuan strategi promosi. Analisis perilaku konsumen dapat dilakukan dengan penelitian (riset pasar), baik melalui observasi maupun metode surat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Analisis Ekonomi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam analisis ekonomi, perusahaan dapat memperkirakan pengaruh setiap peluang pemasaran terhadap kemungkinan mendapatkan laba. Analisis ekonomi teridir atas analisis terhadap komitmen yang diperlukan, analisis BEP (break even point),penilaian resiko/laba, dan analisis faktor ekonomi pesaing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Jurini dan Basu Swastha (2008:61),menyatakan bahwa :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap perusahaan menjalankan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Ada tiga tahap yang ditempuh perusahaan untuk menetapkan strategi pemasaran, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) memilih konsumen yang dituju,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) mengidentifikasi keinginan konsumen, dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3) menentukan bauran pemasaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Strategi pemasaran yang berhasil umumnya ditentukan dari satu atau beberapa marketing mix (bauran pemasaran) yang dijalankan suatu perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpikzCnJD9KYD5gvnuO-qGA_ZA-4amoultEuIIDBhAj4BghMszNDouZ2-FWfQdkh2vgk2u0nPO3w78Dx1FtKAjmtb3xpCAklRl0G_37hKi-rLAN2ae6PPX74etPPTSvWapykD8JMvgIO0/s72-c/IMG_20201105_114812.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Arti Manajemen Pemasaran</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/arti-manajemen-pemasaran.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Sat, 7 Nov 2020 11:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-5857035376588153143</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga5IDKt6iNafjyebBMcdBsZELrwUB9oi_SKR53zutk90rCvK-pCyODv3_FZJRqKakgnUUZPujrUHUyBOOag24xcUzX0CPgkx6-7kcuF0kchSN-vn_OvUSLyXCadMFp-ATIirajt2IjcpU/s2048/IMG_20201023_163745.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga5IDKt6iNafjyebBMcdBsZELrwUB9oi_SKR53zutk90rCvK-pCyODv3_FZJRqKakgnUUZPujrUHUyBOOag24xcUzX0CPgkx6-7kcuF0kchSN-vn_OvUSLyXCadMFp-ATIirajt2IjcpU/s320/IMG_20201023_163745.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap produsen selalu berusaha melalui produk yang dihasilkannya dapatlah tujuan dan sasarannya tercapai. Produk yang dihasilkan dapat terjual atau dibeli oleh konsumen akhir dengan tingkat harga yang memberikan keuntungan perusahaan jangka panjang. Melalui produk yang dapat dijualnya, perusahaan dapat menjamin kehidupannya atau menjaga kestabilan usahanya dan berkembang. Dalam rangka inilah setiap produsen harus memikirkan kegiatan pemasaran produknya, jauh sebelum produk ini dihasilkan sampai produk tersebut di konsumsi oleh si konsumen akhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep pemasaran adalah kegiatan perencanaan pemasaran untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu kepuasan pelanggan. Segala aktifitas yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian Manajemen Pemasaran menurut Sofjan Assauri (2013:12), adalah “Manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisisan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian programprogram yang dibuat untuk membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam jangka panjang”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangakan Pengertian Manajemen Pemasaran menurut Philip Kotler (2005:9) adalah “Manajemen Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan, pemikiran, penetapan harga promosi, serta penyaluran gagasan barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dalam organisasi”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemasaran merupakan salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaannya, berkembang untuk mendapatkan laba. Kegiatan pemasaran dirancang untuk memberi arti melayani dan memuaskan kebutuhan konsumen yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian pemasaran menurut Basu Swastha (2008:5) adalah “Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan menurut American Marketing Association (1960), menyatakan “Pemasaran adalah hasil prestasi kerja kegiatan usaha yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemasaran merupakan suatu kegiatan bisnis yang dilakukan oleh individu maupun kelompok untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dan masyarakat. Pemasaran melibatkan semua orang dalam perusahaan yang bekerja untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada, orientasi ini semakin disadari sebagai kunci peningkatan manajemen pemasaran untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif. Di dalam fungsi manajemen pemasaran ada kegiatan menganalisis yaitu analisis yang dilakukan untuk mengetahui pasar dan lingkungan pemasarannya, sehingga dapat diperoleh seberapa besar peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar ancaman yang harus dihadapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu-individu dan kelompokkelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan saling mempertukarkan produk dan jasa serta nilai antara seseorang dengan yang lainnya. Peranan pemasaran saat ini tidak hanya menyampaikan produk atau jasa hingga ke tangan konsumen, tetapi juga bagaimana produk atau jasa tersebut dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan secara berkelanjutan, sehingga keuntungan perusahaan dapat diperoleh dengan terjadinya pembelian yang berulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan menciptakan suatu produk yang sesuai dengan keinginan konsumen, menjanjikan nilai superior, menetapkan harga menarik, mendistribusikan produk dengan mudah, mempromosikan secara efektif serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan tetap memegang prinsip kepuasan pelanggan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar pemikiran pemasaran dimulai dengan adanya kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands); produk (barang, jasa, gagasan); nilai, biaya dan kepuasan; pertukaran dan transaksi; hubungan dan jaringan; pasar; pemasar dan calon pembeli&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga5IDKt6iNafjyebBMcdBsZELrwUB9oi_SKR53zutk90rCvK-pCyODv3_FZJRqKakgnUUZPujrUHUyBOOag24xcUzX0CPgkx6-7kcuF0kchSN-vn_OvUSLyXCadMFp-ATIirajt2IjcpU/s72-c/IMG_20201023_163745.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>implementasi manajemen strategi</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/implementasi-manajemen-strategi.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Fri, 6 Nov 2020 06:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-2328628230690000771</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFq7kcpNIFbCq54WAU9EZgAMasMK2w_Zn18bKfSnZEDdRRUsh4pM0OdpJf1rtppymc0toBjf4fl8h1UUGWXf4YJJ35tKxZFs-SNL6DELqPf_9MNAdAKwu_0FYIPF-D4G3Aij5Nt_dhvTM/s2048/IMG_20201015_095305.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFq7kcpNIFbCq54WAU9EZgAMasMK2w_Zn18bKfSnZEDdRRUsh4pM0OdpJf1rtppymc0toBjf4fl8h1UUGWXf4YJJ35tKxZFs-SNL6DELqPf_9MNAdAKwu_0FYIPF-D4G3Aij5Nt_dhvTM/s320/IMG_20201015_095305.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Implementasi strategi merupakan langkah dimana strategi yang telah melalui identifikasi ketat terkait faktor lingkungan eksternal dan internal serta penyesuaian tujuan perusahaan mulai diterapkan atau diimplementasikan dalam kebijakan-kebijakan intensif dimana setiap divisi dan fungsional perusahaan berkolaborasi dan bekerja sesuai dengan tugas dan kebijakannya masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;implementasi strategi manajemen jangka panjang sebagaimana yang dijabarkan pada penetapan sasaran jangka panjang, bahwa upaya pencapaian tujuan perusahaan pentahapan spesifik. Disini perusahaan merealisasikan dengan bertahap sasaran jangka panjang tersebut dengan menetapkan standar pencapaian dan kebijakan strategi yang telah dipilih bagi setiap tingkat organisasi. Perusahaan menegaskan dan menentukan tujuan utamanya dalam nilai kuantitatif yang spesifik disertai pemaparan dan implementasi strategi yang digunakan oleh top manajemen, divisi dan fungsionalnya. Selanjutnya implementasi strategi dalam kebijakan fungsional adalah langkah dimana perwujudan dari implementasi strategi diuraikan dalam langkah-langkah kecil dengan jangka waktu yang lebih pendek untuk diterapkan kedalam fungsional perusahaan yang mana sifatnya lebih operasional dan mengarah berbagai bidang fungsional dalam perusahaan untuk memperjelas hubungan strategi utama dengan identifikasi rincian yang sifatnya spesifik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Implementasi ini mengaitkan segala bidang fungsional perusahaan seperti keuangan, sumber daya manusia, produksi dan operasi, pengembangan dan penelitian, sistem informasi, serta bidang pemasaran yang mana menjadi penuntun dalam melakukan berbagai aktivitas agar konsisten bukan hanya dengan strategi utamanya saja. Implementasi strategis berarti memobilisasi karyawan dan majer untuk merubah strategi yang dirumuskan menjadi tindakan. Implementasi strategi menuntut perusahan untuk menetapkan objektif tahunan, melengkapi dengan kebijakan memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumberdaya sehingga strategi yang dirumuskan dapat dilaksanakan. Implementasi strategi termasuk mengembangkan budaya mendukung strategi, menciptakan struktur organisasi yang efektif, merubah arah usaha pemasaran, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi dan menghubungkan konpensasi karwan dengan prestasi organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberhasilan strategi dirumuskan dalam tindakan inplementasi yang cermat. Strategi dan unsur organisasi yang lain harus sesuai.&amp;nbsp; Strategi harus dicemati pada rancangan struktur budaya manusia. Karena dalam hal ini strategi diimplementasikan dilingkungan yang terus berubah implementasi yang sukses menuntut pengendalian dan evaluasi pelaksanaan. Dengan demikian, jika diperlukan dapt dilakukan tindakan perbaikan yang tepat. Dalam proses inilah seorang manajer dituntut untuk bekerja ekstra keras dalam menggerakkan semua komponen SDM yang ada untuk mengimplementasikan strategi yang telah ditetapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari ketiga tahap manajemen strategis, hal tersulit yang membutuhkan perhatian ekstra adalah implementasi strategis. Proses implementasi strategis dalam manajemen meliputi keseluruhan kegiatan manajerial yang mencakup keadaan seperti motivasi, kompensasi, penghargaan manajemen, dan proses pengawasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap yang terakhir adalah evaluasi strategi, yang dimaksud dengan evaluasi strategi adalah usaha-usaha untuk memonitor hasilhasil dari perumusan (formulasi) dan penerapan (implementasi) strategi termasuk mengukur kinerja organisasi, serta mengambil langkah-langkah perbaikan jika diperlukan. Ketika strategi yang akan ataupun telah diimplementasikan dinilai menunjukkan perubahan yang tidak sesuai dengan rencana yang ada, hasil yang dicapai, atau memang disebabkan asumsi yang salah dan oleh hal-hal lain yang sifatnya tidak dapat dikontrol, maka rencana perlu direvisi ulang dengan evaluasi kinerja. Tiga aktivitas penilaian strategi yang paling mendasar menurut David adalah;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Peninjauan ulang faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi landasan strategi saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Pengukuran kinerja, dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) Pengambilan langkah korektif.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengendalian melalui evaluasi dan penilaian berkala ditujukan agar program, kebijakan dan strategi yang diterapkan dapat berjalan sebagaimana mestinya, sesuai dengan harapan perusahaan dan tanpa adanya penyimpangan. Dengan strategi ini, seorang manajer dapat mengetahui berbagai macam kendala yang dihadapi saat proses implementasi strategi berjalan. Jika proses ini dilakukan secara berkala, maka implementasi strategi akan berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, karena strategi evaluasi juga dapat meminimalisir kesalahankesalahan atau problematika dalam implementasi strategi yang telah diformulasikan.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFq7kcpNIFbCq54WAU9EZgAMasMK2w_Zn18bKfSnZEDdRRUsh4pM0OdpJf1rtppymc0toBjf4fl8h1UUGWXf4YJJ35tKxZFs-SNL6DELqPf_9MNAdAKwu_0FYIPF-D4G3Aij5Nt_dhvTM/s72-c/IMG_20201015_095305.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>manajemen strategi menurut ahli</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/manajemen-strategi-menurut-ahli.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Fri, 6 Nov 2020 06:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-1599406013376279388</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI0CjqoSudGlQKbjllKkpV8PB8F-IbtBnc0DNjhdHY0olqDlAKVdqbwq86POOouyMQ7wGaZJHmEed1GMyxiY3j_rncyKgQyUScUsz-vc5oLSbq7qt6uNBj3AtsXGw5FjLEKRg9M4HvE6w/s2048/IMG_20201012_133646.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI0CjqoSudGlQKbjllKkpV8PB8F-IbtBnc0DNjhdHY0olqDlAKVdqbwq86POOouyMQ7wGaZJHmEed1GMyxiY3j_rncyKgQyUScUsz-vc5oLSbq7qt6uNBj3AtsXGw5FjLEKRg9M4HvE6w/s320/IMG_20201012_133646.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;manajemen strategis adalah serangkaiankeputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh menejer puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Secara umum konsep-konsep strategis memperoleh perhatian serius dalam organisai. Dalam sebuah organisasi terlibat lebih dari satu elemen pembentu keadaan internal dan berbagai penampilan organisasi sejenis lainnya sebagai kompetitor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila decision marketing dan planning merupakan fungsi manajemen, begitu juga peran pengambilan keputusan strategik pada menejemen strategik. Pertama, manajemen strategik bertugas membuat keputusan strategik yang membuat tujuan dan sasaran. Setelah itu manajemen meninjau, mengerakkan aktivitas opersional total pihak-pihak yang bertanggung jawab, yang terlibat dalam pencapaian tujuan dan sasaran. Maka dapat disimpulkan Manajemen strategi berfungsi membuat keputusan strategi, menyusun rencana strategi serta meninjau atau evaluasi strategi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun fungsi manajemen strategi adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada melekat dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan manajer dalam melaksanakan kegiatannya ataupun perencanaan yang terstruktur untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan menurut Rachmat fungsi manajemen dibagi menjadi empat yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perncanaan (planning), yaitu proses kegiatan memikirkan hal-hal yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki dan menentukan prioritas kedepan agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan dasar organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengorganisasian (organizing) yaitu proses menyusun pembagian kerja dalm unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta menetapkan orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengarahan (directing) yaitu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengevaluasian (evaluating) yaitu proses pengawasan dan pengendalian performa organisasi untuk memastikan bahwa jalannya organisasi sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen strategis untuk mencapai tujuan manajemen dan organisasi memiliki hubungan keterkaitan yang erat. Hal ini karena untuk memasarkan atau menyebarkan unit-unit produk serta peningkatan kualiatas pelayanan diperlukan manajemen untuk mengoordinasikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu banyak sekali pengertian mengenai manajemen strategis yang diungkapkan oleh para ahli namun pada prinsipnya sama yaitu menggabungkan berpikir strategis dengan fungsi-fungsi manajemen yakni perencanaan, penerapan dan pengawasan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian manajemen strategis menurut para ahli:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen strategis adalah suatu seni dan ilmu dari perbuatan (formulating), penerapan (implementing), dan evaluasi (evaluating), keputusan-keputusan strategis antara fungsi-fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan-tujuan di masa datang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen strategis adalah sekumpulan keputusan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulating) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen strategis adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategis) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (visi), dan ditetapkan sebagai keputusan manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (misi) dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operasional untuk menghasilkan barang atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organisasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari beberapa definisi diatas, penulis dapat menyimpulkan fokus dari manajemen strategis terletak dalam memadukan manjemen untuk mencapai tujuan organisasi manjemen dikatakan efektif apabila memberi tahu seluruh karyawan mengenai sasaran bisnis, arah bisnis, kemajuan kearah pencapaian yang baik, komunikasi merupakan kunci keberhasilan manajemen strategis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen strategi memungkinkan suatu organisasi untuk lebih proaktif daripada reaktif dalam membentuk masa depan sendiri. Hal itu memungkinkan suatu organisasi untuk mengawali dan memengaruhi aktifitas sehingga paat mengendalikan tujuannya sendiri. Manfaat manajemen strategis menurut David adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membantu organisasi membuat strategi yang lebih baik dengan mengunakan pendekatan yang lebih sistematis, logis, rasional, pada pilihan strategi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merupakan sebuah proses, bukan atau dokumen. Tujuan utama dari proses adalah mencapai pengertian dan komitmen dari sebuah manajer dan karyawan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses menediakan pemberdayaan individu. Pemberdayaan adalah tidakan memperkuat pengartian karyawan mengenai ekfektivitas dengan mendorong dan menghargai mereka untuk berpartisipasi dalam mengambil keputusan dan latihan inisiatif serta imajinasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendapatkan laba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kesadaran ancaman eksternal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemahaman lebih baik mengenai strategi pesaing.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan produktivitas karyawan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;berkurangnya penolakan terhadap perubahan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Strategi formulasi atau perumusan strategis adalah proses menetapkan program atau rencana yang dilaksanakan perusahaan (organisasi), tujuan akhir (aims) yang ingin dicapainya, serta cara yang akan digunakan untuk mencapai tujuan akhir tersebut.Formulasi strategi, adalah tahap awal dimana perusahaan menetapkan visi dan misi disertai analisa mendalam terkait faktor internal dan eksternal perusahaan dan penetapan tujuan jangka panjang yang kemudian digunakan sebagai acuan untuk menciptakan alternatif strategi-strategi bisnis dimana akan dipilih salah satunya untuk ditetapkan sesuai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dengan kondisi perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam proses ini, seorang Manajer hendaknya memanfaatkan sumber daya manusia yang ada untuk bersama merumuskan formulasi yang efektif dan efisien guna mengembangkan BMT yang dikelolah. Hal ini dimaksudkan agar timbulnya rasa saling memiliki antara satu dengan yang lainnya sehingga mudah dalam melaksanakan semua formulasi yang telah ditetapkan. Terdapat beberapa langkah formulasi strategi yang harus dilakukan adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perumusan visi (mission determination) yaitu pencitraan bagaimana lembaga bereksistensi, Merupakan penetapan sasaran dan objektif jangka panjang (visi) serta menentukan langkahlangkah apa saja yang harus diambil untuk mempertegas dan memperjelas prioritas fungsi-fungsi tiap manajemen perusahaan agar pekerja, top manajamen dan fungsional perusahaan dapat saling bersinergi dan berkolaborasi untuk mencapai visi sebagai \tujuan yang telah ditentukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asesmen lingkungan eksternal (environmental external assessment) yaitu mengakomodasi kebutuhan lingkungan akan kualitas pelayanan yang dapat disediakan oleh lembaga. Analisa yang dilakukan oleh perusahaan terkait pemahaman mendalam tentang kondisi/keadaan internal dan eksternal perusahaan dengan cara mengenali secara jelas factor-faktor berupa kekuatankelemahan dari internal perusahaan serta peluang-ancaman yang muncul dari lingkungan eksternal perusahaan. Analisa ini bertujuan melihat pengaruh yang akan muncul dari faktor-faktor tersebut terhadap sasaran atau tujuan perusahaan dan agar perusahaan dapat mempertimbangkan secara tepat kebijakan strategis yang akan digunakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asesmen organisasi (organization assessment) yaitu merumuskan dan mendayagunakan sumber daya lembaga secara optimal,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penentuan strategi (strategi setting) yaitu memilih strategi yang paling tepat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dengan menyediakan anggaran, sarana dan prasarana, maupun fasilitas yang dibutuhkan untuk itu. Berbekal landasan visi dan misi, serta hasil analisa faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perusahaan merumuskan alternatif strategi-strategi yang sesuai dengan kapabilitas dan keadaan perusahaan diikuti dengan penilaian dan evaluasi kritis menggunakan penyesuaian objektif jangka panjang agar realisasi dari strategi tersebut dapat membawa hasil yang maksimal pada perusahaan dan selanjutnya strategi tersebutlah yang akan dipilih untuk direalisasikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah strategi utama dan sasaran jangka panjang ditetapkan, maka proses selanjutnya yang tidak kalah penting adalah implementasi strategi dalam bentuk tindakan. Hal ini dikarenakan manajemen strategis adalah proses yang berkesinambungan. Dimulai dengan perumusan strategi, dilanjutkan dengan pelaksanaan dan kemudian bergerak ke arah peninjauan kembali dan penyempurnaan strategi. Para manajer kini beralih ke tahap yang baru yakni menerjemahkan pemikiran strategis kedalam tindakan organisasi. Menurut Pearce dan Robinson, mereka beralih dari merencanakan kerja mereka ke mengerjakan rencana mereka atau dengan kata lain dari formulasi strategi menuju implementasi strategi.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI0CjqoSudGlQKbjllKkpV8PB8F-IbtBnc0DNjhdHY0olqDlAKVdqbwq86POOouyMQ7wGaZJHmEed1GMyxiY3j_rncyKgQyUScUsz-vc5oLSbq7qt6uNBj3AtsXGw5FjLEKRg9M4HvE6w/s72-c/IMG_20201012_133646.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>pengertian manajemen strategi</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/pengertian-manajemen-strategi.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Fri, 6 Nov 2020 06:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-3034869804222995608</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6lH09vbz674mtYsAK8yRWvejZ1PCcedqTfHxQbSYzY1Hvl8AkemPfdLYj-ZTyGGf77uV3BRd3Bwsqe22jWNgJL_ZuZjb8RASnS_bM5kWcm2XkJZOws9K8gaLCvzqsbYpuQmVN2UnvusQ/s2048/IMG_20201015_100015.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6lH09vbz674mtYsAK8yRWvejZ1PCcedqTfHxQbSYzY1Hvl8AkemPfdLYj-ZTyGGf77uV3BRd3Bwsqe22jWNgJL_ZuZjb8RASnS_bM5kWcm2XkJZOws9K8gaLCvzqsbYpuQmVN2UnvusQ/s320/IMG_20201015_100015.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Manajemen strategi dapat di definisikan sebagai sebagai seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannya. Sebagaimana disyaratkan oleh definisi ini, manajemen stategis berfokus pada usaha untuk mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan/akutansi, produksi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasional. Tujuan manajemen strategi adalah untuk mengeksploitasi serta menciptakan berbagai peluang baru dan berbeda untuk esok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen berasal dari to manage yang berarti mengatur, mengelola atau mengurusi. Ungkapan yang menarik mengenai manajemen adalah manajemen sering diartikulasikan sebagai ilmu, seni dan profesi. Menurut para ahli manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber-sumber daya organisasi lainnya agar dapat mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Kata strategi secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “strato” yang artinya pasukan dan “agenis” yang artinya pemimpin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi strategi berarti hal yang berhubungan dengan pasukan perang. Memang pada mulanya berasal dari peristiwa peperangan (militer)yaitu sebagai suatu siasat mengalahkan musuh, namun pada akhirnya strategi berkembang untuk semua kegiatan organisasi termasuk keperluan ekonomi, sosial, budaya dan agama. Secara umun dapat didefinisikan strategi sebagai cara mencapai tujuan. Strategi merupakan rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan. Adapun kata strategi merupakan kata sifat yang menjelaskan implementasi strategi. Implementasi strategi menjalakan strategi dengan perencanaan, target waktu dan tujuan yang jelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian lain mengungkapkan bahwa strategi adalah suatu arah dan kebijakan atau rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan utama lembaga atau perusahaan. Dalam istilah lain, strategi juga berarti suatu rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi adalah suatu arah, rencana atau kebijakan yang cermat dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang diinginkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hierarki strategi dapat dibentuk oleh hierarki yang ada di organisasi tersebut sesuai karakter organisasinya. Struktur organisasi yang baik seharusnya dapat memberikan gambaran tentang pola interaksi, tanggung jawab, dan pembagian kerja. Pembagian kerja ini yang menjadikan stratifikasi dan diferensiasi dalam organisasi. Dalam struktur organisasi yang baik terdapat seorang manajer puncak, sekelompok orang, manajer menengah dan sekelompok manajer tingkatan bawah atau dapat dikatakan juga manajer tingkatan fungsional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hierarki strategi dibagi atas tiga tingkatan sesuai dengan stratifikasi organisasi. Secara umum ada 3 jenis/hierarkistrategi yang berlaku dalam dunia bisnis yang dapat diaplikasikan dalam pemerintahan, yaitu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(a) strategi korporasi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(b) strategi bisnis unit, dan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(c) strategi fungsional.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Strategi korporasi ialah strategi yang mendeskripsikan arah sebuah organisasi pemerintahan atau perusahaan. Strategi ini dibuat oleh level pemimpin puncak bersama pimpinan teras organisasi dan stakeholders utama atau pemilik organisasi/modal. Sedangkan strategi bisnis unit merupakan strategi yang dibuat oleh manajer pada level menengah yang harus menerjemahkan strategi korporasi ke dalam tujuan-tujuan aktivitas organisasi yang lebih realistis di dalam divisi masingmasing. terakhir ialah strategi fungsional, dimana strategi ini dibuat untuk tujuan-tujuan jangka pendek pada berbagai fungsi organisasi seperti keuangan, SDM, penelitian dan pengembangan, dan sebagainya. Tiga level strategi ini biasanya digunakan pada organisasi bisnis yang mempunyai banyak bidang bisnis. Sementara itu, untuk organisasi yang hanya bergerak pada satu bidang hanya menggunakan 2 level strategi yaitu korporasi dan strategi fungsional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam organisasi pemerintah daerah, strategi yang merumuskan arah organisasi ditentukan oleh kepala daerah yang persamaannya di bidang bisnis ialah pemimpin puncak perusahaan atau chief executive officer (CEO). Sedangkan strategi level menengah atau strategi bisnis ini ditentukan oleh level kepala-kepala dinas yang mengurusi bidang kerjanya masing-masing sesuai struktur organisasi dan tata kerja (SOTK). Adapun strategi tingkat fungsional dalam hal pemerintahan daerah kabupaten/kota pada saat ini ditentukan oleh unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dan pemerintah kecamatan yang dipimpin oleh seorang “Camat”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam menyusun strategi pada pemerintahan daerah dikenal ada dua macam/model pendekatan, yaitu pendekatan dari atas ke bawah (top down approach) dan pendekatan dari bawah ke atas (bottom up approach). Untuk model top down approach, proses penyusunan strategi organisasi pemerintahan daerah lebih diprioritaskan atau dimulai dari pendapat-pendapat level atas yang kemudian diturunkan pada tingkat selanjutnya. Sebaliknya, untuk model bottom up approach, level bawah dan menengah menjadi titik awal dari proses penyusunan strategi organisasi pemerintahan daerah. Meskipun demikian, beberapa pendapat menyatakan bahwa dalam menyusun strategi pada pemerintahan daerah masih memiliki kecenderungan menggunakan pendekatan pertama (top down approach). Padahal apabila yang top down itu hanya sekadar pencetus ide untuk mencapai visi dan misi organisasi, hal itu tidak dapat dikatakan sebagai pendekatan top down approach.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6lH09vbz674mtYsAK8yRWvejZ1PCcedqTfHxQbSYzY1Hvl8AkemPfdLYj-ZTyGGf77uV3BRd3Bwsqe22jWNgJL_ZuZjb8RASnS_bM5kWcm2XkJZOws9K8gaLCvzqsbYpuQmVN2UnvusQ/s72-c/IMG_20201015_100015.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Manajemen strategi</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/manajemen-strategi.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Fri, 6 Nov 2020 06:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-6284201106915531418</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifoYdFqJonl2KfYqS5ZOB42IPbzD58C4Z6aMf8qhjO2xKah0e7cE7SkqrRrzMAuxREhQvVylt6H8oNJOpENrUfLoAKvJqNd-K0zB0y8zI0TqRvUsOw2vRa0AAoYjvw5ZDh8q98N8KLigM/s2048/IMG_20201014_092256.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1520" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifoYdFqJonl2KfYqS5ZOB42IPbzD58C4Z6aMf8qhjO2xKah0e7cE7SkqrRrzMAuxREhQvVylt6H8oNJOpENrUfLoAKvJqNd-K0zB0y8zI0TqRvUsOw2vRa0AAoYjvw5ZDh8q98N8KLigM/s320/IMG_20201014_092256.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas lebih dalam mengenai manajemen strategis, terlebih dahulu akan dibahas tentang apa itu strategi. Istilah strategi sering didengar dalam kehidupan sehari-hari terutama pada aktivitas politik, militer, organisasi sampai olah raga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata “Strategi” berasal dari bahasa Yunani yaitu “Strategos” yang terdiri dari dua suku kata yaitu “Stratos” yang berarti Militer dan “Ag” yang berarti Memimpin. Pada konteks permulaannya, strategi banyak diasumsikan sebagai sesuatu yang dilakukan oleh para jenderal dalam membuat rencana menaklukkan atau mengalahkan musuh guna meraih kemenangan dalam perang. Oleh karena itu, sangatlah masuk akal apabila istilah ini sangat dekat dengan dunia militer dan politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa sekarang pun, penerapan strategi sangat dekat dengan asumsi pada awal kemunculannya, sekalipun hal tersebut diterapkan bukan pada dunia militer. Sebagai contoh dalam dunia ekonomi, strategi masih sering diasumsikan dengan bagaimana cara mengalahkan kompetitor, bagaimana bisa menguasai pasar, dan sebagainya. Begitu juga dalam dunia olah raga, strategi juga diasumsikan dengan bagaimana cara mengalahkan lawan bertanding kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Strategi adalah prioritas atau arah keseluruhan yang luas yang diambil oleh organisasi. Strategi adalah pilihan-pilihan tentang bagaimana cara terbaik untuk mencapai misi organisasi. Beberapa contoh singkat strategi organisasi publik atau organisasi nonprofit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang masih bingung atau sulit untuk membedakan antara strategi dengan taktik. Salah satu cara yang mudah untuk melihat perbedaan antara keduanya adalah seperti berikut: Pada saat kita memutuskan “apa” yang seharusnya dikerjakan, kita memutuskan sebuah strategi. Sedangkan jika kita memutuskan “bagaimana” untuk mengerjakan sesuatu, itulah yang disebut taktik. Dengan kata lain, menurut Dracker dalam Wahyudi (1996), strategi adalah mengerjakan sesuatu yang benar (doing the right things) dan taktik adalah mengerjakan sesuatu dengan benar (doing the things right). Ketika&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Christopher Columbus akan ke pergi ke India, ia berkeinginan menemukan jalan pintas (strategi), yaitu dengan memutuskan untuk berlayar ke arah barat bukannya ke timur (taktik).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Karl Von Clausewitz, strategi merupakan suatu seni menggunakan pertempuran untuk memenangkan suatu perang sedangkan taktik adalah seni menggunakan tentara dalam sebuah pertempuran. Dalam bisnis, taktik merupakan sekumpulan program-program kerja yang dibentuk untuk melengkapi strategi bisnis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sisi keputusan, perbedaan antara keputusan strategis dengan keputusan taktis dapat dilihat sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tingkat Perilaku. Strategi dikembangkan manajemen puncak sedangkan taktik oleh manajemen rendah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keteraturan. Strategi berkesinambungan dan tidak teratur sedangkan taktik berdasarkan siklus periodik dengan jadwal waktu yang tetap.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nilai-nilai subjektif. Strategi lebih subjektif dibanding taktik karena dikembangkan menurut pemikiran manajemen puncak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jajaran pilihan. Luasnya keseluruhan kemungkinan alternatif yang harus dipilih manajemen jauh lebih besar di dalam keputusan strategis dibanding taktis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketidakpastian. Strategi jauh lebih tidak pasti dibanding taktik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sifat permasalahan. Masalah strategi cenderung bersifat tidak terstruktur dan khusus, sedangkan masalah taktis lebih terstruktur dan berulang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan informasi. Strategi lebih banyak membutuhkan informasi dibanding taktik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Horison waktu. Strategi ditujukan untuk jangka panjang sedangkan taktik untuk jangka pendek dan seragam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Referensi. Strategi merupakan sumber asli yang dikembangkan menjadi taktik, sementara taktik dirumuskan di dalam untuk mengejar tujuan organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rincian. Strategi biasanya luas dan banyak mempunyai rincian dibanding taktik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah personel yang terlibat. Strategi melibatkan lebih sedikit personel dibanding taktik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudahan penilaian. Mengukur strategi jauh lebih sulit dibandingkan mengukur taktik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sudut pandang. Strategi dirumuskan dari sudut pandang organisasi sedangkan taktik dari sudut pandang fungsional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Segi kepentingan. Strategi lebih penting daripada taktik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Topik selanjutnya ialah bagaimana seharusnya mempunyai dan menerapkan cara berpikir yang strategis tersebut? Cara berpikir strategis ini sangat penting karena merupakan sebuah langkah awal untuk memahami dan mengimplementasikan manajemen strategis selanjutnya. Oleh karena itu, apabila Anda hendak menerapkan manajemen strategis, terlebih dahulu Anda harus mengubah cara berpikir dengan cara berpikir yang strategis pula. Berikut ini adalah sebuah tahapan cara berpikir strategis yang bisa menjadi contoh untuk Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Identifikasi masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai tahap awal dari cara berpikir strategis adalah berusaha untuk mengidentifikasi masalah-masalah strategis yang muncul dengan cara melihat gejala-gejala yang mengikutinya. Seseorang sangat sering menganggap bahwa gejala itu identik dengan masalah sehingga mengakibatkan penyelesaian/solusi yang dibuat tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut. Proses identifikasi tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan brainstroming atau polling pendapat sebagai salah satu jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Pengelompokan masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari tahapan identifikasi masalah di atas biasanya sering muncul masalah baru yang beraneka ragam. Untuk mempermudah cara pemecahannya, seseorang perlu mengelompokkan/mengklasifikasikan masalah-masalah sesuai sifat atau karakter tujuan pengelompokan masalah tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Proses abstraksi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kelompok masalah terbentuk, tahap berikutnya adalah melakukan identifikasi masalah-masalah yang crusial dari tiap kelompok. Selanjutnya, dilakukan analisisterhadap masalah tersebut dalam rangka mencari faktor-faktor penyebab atau pemicu timbulnya masalah. Tahap ini memerlukan ketelitian dan kesabaran karena dari faktor-faktor itu akan disusun bersamaan dengan cara/metode pemecahannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Penentuan cara pemecahan masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah tahap abstraksi selesai dilakukan, tentukanlah cara yang paling tepat untuk menyelesaikan/memecahkan masalah yang telah teridentifikasi pada tahap pertama. Metode atau cara penyelesaian masalah ini haruslah konkret dan lebih spesifik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Perencanaan untuk implementasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap-tahap berpikir strategis di atas merupakan langkah penting yang harus dilakukan seseorang dalam rangka penerapan metode/cara pemecahan masalah dalam berpikir strategis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifoYdFqJonl2KfYqS5ZOB42IPbzD58C4Z6aMf8qhjO2xKah0e7cE7SkqrRrzMAuxREhQvVylt6H8oNJOpENrUfLoAKvJqNd-K0zB0y8zI0TqRvUsOw2vRa0AAoYjvw5ZDh8q98N8KLigM/s72-c/IMG_20201014_092256.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>analisis kelayakan bisnis</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/analisis-kelayakan-bisnis.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Thu, 5 Nov 2020 15:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-2436143671777402764</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP-JJolNTboD4WW7cVtrFpUSzBQpzFqslxcqaozfWuxbAfASACIJhSXUi8bSR8Sgfej6yUMhuwGi-Aa0Fv7E41_pyqc2sjFP1qENcLldHJJLgKrKnM9YCUf0ogYHS3u0Mn-IGkRVg7h_w/s2048/IMG_20180108_194805.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP-JJolNTboD4WW7cVtrFpUSzBQpzFqslxcqaozfWuxbAfASACIJhSXUi8bSR8Sgfej6yUMhuwGi-Aa0Fv7E41_pyqc2sjFP1qENcLldHJJLgKrKnM9YCUf0ogYHS3u0Mn-IGkRVg7h_w/s320/IMG_20180108_194805.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;mengetahui layak tidaknya suatu bisnis untuk dilakukan harus dianalisis berbagai aspeknya. Bagaimana cara mengetahui aspek aspek tersebut layak atau tidak? Di bawah ini adalah beberapa kriteria yang dapat dijadikan aspek penilaian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisis Aspek Pemasaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menganalisis aspek Pemasaran, seorang wirausaha terlebih dahulu harus dilakukan penelitian pemasaran dengan menggunakan sistem informasi pemasaran yang memadai, berdasarkan analisis dan prediksi,apakah bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan memiliki peluang pasar yang memadai atau tidak. Dalam analisis 'pasar, biasanya:ada beberapa komponen yang harus dianalisis dan dicermati di antaranya;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan dan Keinginan Konsumen. Barang dan jasa apa yang banyak dibutuhkan dan diinginkan konsumen? Berapa banyak yang mereka butuhkan? Bagaimana daya beli mereka? Kapan mereka membutuhkan? Jika kebutuhan dan keinginan mereka teridentifikasi dan memungkinkan terpenuhi berarti peluang pasar bisnis kita terbuka dan layak bila dilihat dari kebutuhan/keinginan konsumen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Segmentasi Pasar. Pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi, misalnya berdasarkan geografi, demografi, dan sosial budaya. Jika segmentasi pasar teridentifikasi, maka pasar sasaran akan dapat terwujud dan tercapai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Target. Target pasar menyangkut banyaknya konsumen yang dapat diraih. Berapa target yang ingin dicapai? Apakah konsumen loyal terhadap, bisnis kita? Sangat tergantung pada nilai produk dan jasa yang dipasarkan apakah memberi kepuasan atau tidak. Jika loyal, maka potensi pasar tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nilai Tambah. Wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk dan jasa pada setiap rantai pemasaran mulai dari pemasok, agen, sampai pada konsumen akhir. Nilai tambah barang dan jasa biasanya diukur dengan harga. Misalnya berapa harga dari pabrik pemasok, berapa harga setelah di agen, dan berapa harga setelah ke konsumen. Dengan mengetahui nilai tambah setiap rantai pemasaran, maka nilai tambah bisnis akan dapat diketahui-tinggi atau rendah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa Hidup Produk. Harus dianalisis apakah masa hidup produk dan jasa bertahan lama atau tidak. Apakah ukuran lama masa produk lebih dari waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan laba sampai modal kembali atau tidak? Jika masa produk lebih lama berarti potensi pasar tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Struktur Pasar. Harus dianalisis apakah barang dan jasa yang akan dipasarkan termasuk pasar persaingan tidak sempurna (seperti pasar monopoli, oligopoli, dan monopolistik), atau pasar persaingan sempurna. Jika barang dan jasa termasuk jenis pasar persaingan tidak sempurna berarti potensi pasar tinggi, dibandingkan bila produk termasuk pasar persaingan sempurna.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persaingan dan Strategi Pesaing. Harus dianalisis apakah tingkat persaingan tinggi atau rendah. Jika persaingan tinggi, berarti peluang pasar rendah. Wirausaha harus membandingkan keunggulan pesaing, dilihat dari strategi produk, strategi harga, strategi jaringan distribusi dan strategi promosi apakah lebih unggul? Bagaimana tingkat teknologinya, Jika pesaing lebih unggul berarti bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan akan lemah dalam persaingan. Untuk memenangkan persaingan tentu saja bisnis tersebut harus lebih unggul daripada pesaing.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ukuran Pasar. Ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan. Jika volume penjualan tinggi berarti pasar potensial. Misalnya, untuk volume penjualan usaha skala kecil sebesar Rp 5 miliar per tahun atau sebesar Rp 10 juta per hari, berarti ukuran pasar cukup, besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertumbuhan Pasar. Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan volume penjualan. Jika pertumbuhan pasar tinggi (misalnya lebih dari 20%), berarti potensi pasar tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba Kotor. Apakah perkiraan margin laba kotor tinggi atau rendah? Jika profit margin kotor lebih dari 20 persen berarti pasar potensial.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pangsa Pasar. Pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan jasa yang diminta dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika pangsa pasar menurut proyeksi meningkat bahkan setelah lima tahun mencapai 40%, berarti bisnis yang akan dilakukan atau dikembangkan memiliki pangsa pasar yang tinggi. Bila aspek pemasaran global layak, maka analisis berikutnya adalah aspek produksi atau. operasi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisis Aspek Produksi/Operasi Beberapa unsur dari aspek produksi operasi yang harus dianalisis, di&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;antaranya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Lokasi Operasi. Untuk bisnis hendaknya dipilih lokasi yang paling strategis dan paling efisien baik bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi pelanggannya. Misalnya dekat ke pemasok, dekat ke konsumen, dekat ke alat transportasi atau di antara ketiganya. Disamping itu, lokasi bisnis harus menarik agar konsumen tetap loyal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Volume Operasi. Volume operasi harus relevan dengan potensi pasar dan prediksi permintaan, sehingga tidak terjadi kelebihan dan kekurangan kapasitas. Volume operasi yang berlebihan akan menimbulkan masalah baru dalam penyimpanan/ penggudangan yang pada akhirnya mempengaruhi harga pokok penjualan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mesin dan Peralatan. Mesin dan peralatan harus sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini dan yang akan datang, serta harus disesuaikan dengan luas produksi supaya tidak terjadi kelebihan kapasitas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahan Baku dan Bahan Penolong. Bahan baku dan bahan penolong serta sumber daya yang diperlukan harus cukup tersedia. Persediaan tersebut harus sesuai dengan kebutuhan, sehingga biaya bahan baku menjadi efisien.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tenaga Kerja. Berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan dan bagaimana kualifikasinya. Jumlah dan kualifikasi karyawan harus disesuaikan dengan keperluan jam kerja dan kualifikasi pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan itu, supaya lebih tepat, lebih cepat, dan lebih hemat (efisien).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lay-out. Adalah tata ruang atau tata letak berbagai fasilitas operasi. Layout harus tepat dan prosesnya praktis sehingga efisien.Bila aspek pemasaran dan operasi layak, maka analisis selanjutnya adalah aspek manajemen.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisis Aspek Manajemen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam menganalisis aspek-aspek manajemen ada beberapa unsur yang harus dianalisis meliputi komponen:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kepemilikan. Apakah unit bisnis yang akan didirikan milik pribadi (perseorangan) atau milik bersama (persekutuan seperti CV, PT, dan bentuk badan usaha lainnya). Apa saja keuntungan dan kerugian dari unit bisnis yang dipilih tersebut? Hendaknya dipilih yang tidak berisiko terlalu tinggi dan menguntungkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Organisasi. jenis organisasi spa yang diperlukan? Apakah organisasi lini, organisasi staf, lini dan staf atau bentuk lainnya. Tentukan jenis yang paling tepat dan efisien.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tim Manajemen. Apakah bisnis akan dikelola sendiri atau melibatkan orang lain secara profesional. Hal ini tergantung pada skala usaha dan kemampuan yang dimiliki wirausaha. Bila bisnisnya besar, buat tim manajemen yang solid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karyawan. Karyawan harus disesuaikan dengan jumlah, kualifikasi dan kualitas yang diperlukan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila dari analisis ketiga aspek di atas tidak menimbulkan permasalahan, maka analisis bisnis dapat diteruskan (go) kepada analisis aspek keuangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisis Aspek Keuangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisis aspek keuangan meliputi komponen-komponen sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan Dana, yaitu kebutuhan dana untuk operasional perusahaan, misalnya berapa besarnya dana untuk aktiva tetap, untuk modal kerja dan pembiayaan awal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumber Dana. Ada beberapa sumber dana yang layak digali, yaitu sumber dana internal (misalnya modal disetor, laba ditahan) dan modal eksternal (misalnya, obligasi dan pinjaman).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proyeksi Neraca. Sangat penting untuk mengetahui posisi harta dan kekayaan serta untuk mengetahui kondisi keuangan lainnya. Misalnya posisi aktiva lancar, aktiva tetap, pasiva lancar, kewajiban jangka panjang dan kekayaan bersih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proyeksi Laba Rugi. Proyeksi laba rugi dari tahun ke tahun menggambarkan perkiraan laba atau rugi di masa yang akan datang. Komponennya meliputi proyeksi penjualan, proyeksi biaya, dan proyeksi laba rugi bersih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proyeksi Aliran Kas (Cash Flow). Dari aliran kas dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban keuangannya. Ada tiga jenis aliran kas, yaitu:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Aliran kas masuk (cash in flow), merupakan penerimaan-penerimaan yang berupa hasil penjualan atau pendapatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aliran kas keluar (cash outflow), merupakan biaya-biaya termasuk pembayaran bunga dan pajak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aliran kas masuk bersih (net cash in-flow), merupakan selisih dari aliran kas masuk dan aliran kas keluar ditambah penyusutan dengan diperhitungkan bunga setelah pajak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP-JJolNTboD4WW7cVtrFpUSzBQpzFqslxcqaozfWuxbAfASACIJhSXUi8bSR8Sgfej6yUMhuwGi-Aa0Fv7E41_pyqc2sjFP1qENcLldHJJLgKrKnM9YCUf0ogYHS3u0Mn-IGkRVg7h_w/s72-c/IMG_20180108_194805.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>analisis studi kelayakan usaha</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/analisis-studi-kelayakan-usaha.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Thu, 5 Nov 2020 15:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-2284474769586734235</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY6aCphvbyGi_m7N67sR-OowNoMxcNvH_yWnBvK1GTWffINUlGBEEGMlWfOsQbOgk4wkcL-hVS1ZVpcuL9lAU3-WORxfqRvimx9FiZz0ZEaRc3tf0zQb7GF3s6VmaCPUfHXY3PREi_MSM/s2048/IMG_20180108_134726.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY6aCphvbyGi_m7N67sR-OowNoMxcNvH_yWnBvK1GTWffINUlGBEEGMlWfOsQbOgk4wkcL-hVS1ZVpcuL9lAU3-WORxfqRvimx9FiZz0ZEaRc3tf0zQb7GF3s6VmaCPUfHXY3PREi_MSM/s320/IMG_20180108_134726.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Analisis Bisnis dan studi kelayakan adalah suatu analisa yang diadakan melalui penelitian tentang apakah bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan menguntungkan atau tidak dan apakah keuntungan itu memadai dan dapat diperoleh secara terus-menerus dalam waktu yang lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada dua studi atau analisis yang dapat digunakan untuk mengetahui layak tidaknya suatu bisnis dimulai atau dikembangkan,yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) Studi kelayakan usaha (feasibility study of businesses).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) Analisis SWOT (Strenght-kekuatan,Weakness-kelemahan,Opportunit-peluang, Threat-ancaman)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Studi kelayakan usaha/bisnis (businesses feasibility study) atau disebut analisis proyek bisnis ialah suatu penelitian tentang layak tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan menguntungkan secara terusmenerus. Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan sosial sepanjang waktu. Dalam studi ini, pertimbangan-pertimbangan ekonomis dan teknis sangat penting karena akan dijadikan dasar implementasi kegiatan usaha Hasil studi kelayakan bisnis pada prinsipnya bisa digunakan antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk merintis usaha baru, misalnya untuk membuka toko,membangun pabrik, mendirikan perusahaan jasa, membuka usaha dagang, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mengembangkan usaha yang sudah ada, misalnyauntuk menambah kapasitas pabrik, memperluas skala usaha, mengganti peralatan/ mesin, menambah mesin baru, memperluas cakupan usaha.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan, misalnya pilihan usaha dagang, pilihan usaha barang atau jasa, pabrikasi atau perakitan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pihak yang memerlukan/berkepentingan dengan studi kelayakan usaha, antaranya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pihak Wirausaha (Pemilik Perusahaan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memulai bisnis atau mengembangkan bisnis diperlukan pengorbanan yang cukup besar dan selalu dihadapkan pada ketidakpastian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Studi kelayakan bisnis sangat penting, supaya tidak mengalami kegagalan dan memberi keuntungan sepanjang waktu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Studi kelayakan berfungsi sebagai laporan, pedoman dan sebagai bahan pertimbangan untuk merintis usaha, mengembangkan usaha, melakukan investasi baru, sehingga bisnis yang akan dilakukan meyakinkan baik bagi wirausaha itu sendiri maupun bagi semua pihak yang berkepentingan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Pihak Investor dan Penyandang Dana Bagi investor, studi kelayakan usaha penting untuk memilih jenis investasi yang paling menguntungkan dan sebagai jaminan atas modal yang ditanamkan. Apakah investasi yang dilakukannya memberikan jaminan pengembalian investasi (return on invesment) yang memadai atau tidak. Bagi investor, studi kelayakan sering digunakan sebagai bahan pertimbangan layak tidaknya investasi dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pihak Masyarakat dan Pemerintah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi masyarakat studi kelayakan sangat diperlukan terutama sebagai bahan kajian apakah usaha yang didirikan atau dikembangkan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya atau sebaliknya justru merugikan, bagaimana dampak lingkungan. Demikian juga bagi pemerintah sangat penting untuk mempertimbangkan izin usaha atau penyediaan fasilitas lainnya Proses dan Tahap Studi Kelayakan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Studi kelayakan usaha dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Tahap Penemuan Ide atau Perumusan Gagasan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahap ini seorang wirausaha memiliki ide untuk merintis usaha barunya. Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidentifikasi, misalnya kemungkinan kemungkinan bisnis apa saja yang paling memberikan peluang untuk dilakukan dan menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Tahap Memformulasikan Tujuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap perumusan visi dan misi bisnis. Apa visi dan misi bisnis yang hendak diemban setelah jenis bisnis tersebut diidentifikasi? Apakah misinya untuk menciptakan barang dan jasa yang sangat diperlukan masyarakat sepanjang waktu ataukah untuk menciptakan keuntungan yang langgeng? Apakah visi dan misi bisnis yang akan dikembangkan tersebut benar-benar menjadi kenyataan atau tidak? Semuanya dirumuskan dalam bentuk tujuan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Tahap Analisis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap ini merupakan proses sistematis untuk membuat suatu keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. Tahapan ini dilakukan. seperti prosedur proses penelitian ilmiah, yaitu dimulai dengan mengumpulkan data, mengolah, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Kesimpulan dalam studi kelayakan usaha hanya dua, yaitu dilaksanakan (go) atau tidak (no go).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek-aspek yang harus diamati dan dicermati dalam tahap analisis ini meliputi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Aspek Pasar, yaitu mencakup produk yang akan di pasarkan, peluang pasar, permintaan dan penawaran, harga, segmentasi pasar, pasar sasaran, ukuran pasar, perkembangan pasar, struktur pasar dan strategi pesaing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Aspek Teknik Produksi/Operasi, meliputi lokasi, gedung bangunan, mesin dan peralatan, bahan baku dan bahan penolong, tenaga kerja, metode produksi, lokasi dan lay-out pabrik, atau tempat usaha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Aspek Manajemen/Pengelolaan, meliputi organisasi, aspek pengelolaan, aspek tenaga kerja, aspek kepemilikan, aspek yuridis, aspek lingkungan, dan sebagainya. Aspek yuridis dan lingkungan perlu menjadi bahan analisis sebab perusahaan harus mendapat pengakuan dari berbagai pihak dan harus ramah lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Aspek Finansial/Keuangan, meliputi sumber dana, penggunaan dana, proyeksimbiaya, proyeksi pendapatan, proyeksi keuntungan dan proyeksi arus kas (cash flow).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Tahap Keputusan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah dievaluasi, dipelajari, dianalisis, dan hasilnya meyakinkan, maka langkah berikutnya adalah tahapan mengambil keputusan apakah bisnis layak dilaksanakan atau tidak. Karena menyangkut keperluan investasi yang mengandung risiko, maka keputusan bisnis biasanya berdasarkan beberapa kriteria investasi, seperti Pay Back Period (PBP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY6aCphvbyGi_m7N67sR-OowNoMxcNvH_yWnBvK1GTWffINUlGBEEGMlWfOsQbOgk4wkcL-hVS1ZVpcuL9lAU3-WORxfqRvimx9FiZz0ZEaRc3tf0zQb7GF3s6VmaCPUfHXY3PREi_MSM/s72-c/IMG_20180108_134726.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Manajemen Perusahaan</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/manajemen-perusahaan.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Thu, 5 Nov 2020 15:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-3178119364249407398</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDLy8Lv6eDKi7PvWq7IwJ4PaUfw6pFDeqU7wFGQCxCONBK4JYSOspbuB7KhYAv-_aDIuoAAqlP4VTnqyQXlr8tA31JiE5YztcL3wsNRHUKtHb9_CXsmSSWN9ZGkyiuIOuYAV5z6PSbZeA/s2048/IMG_20180108_134641.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDLy8Lv6eDKi7PvWq7IwJ4PaUfw6pFDeqU7wFGQCxCONBK4JYSOspbuB7KhYAv-_aDIuoAAqlP4VTnqyQXlr8tA31JiE5YztcL3wsNRHUKtHb9_CXsmSSWN9ZGkyiuIOuYAV5z6PSbZeA/s320/IMG_20180108_134641.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;pengertian manajemen perusahaan industri Perusahaan manufaktur, dikenal dengan istilah “Manajemen Produksi”. Seiring dengan perkembangan sector jasa yang begitu pesat, maka manajemen operasi juga menfokuskan pembahasan pada operasi jasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian lebih tepatlah kiranya kita mempelajari ”Manajemen Produksi/Operasi”. Manajemen operasi terdiri dari dua kata yaitu manajemen dan operasi. Operasi merupakan kegiatan mentransformasikan input menjadi output. Dengan demikian manajemen operasi merupakan kegiatan untuk mengatur/mengelola secara optimal, pengolahan sumber daya dalam proses transformasi input menjadi output.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen perusahaan industri ( MPI )adalah serangkaian aktivitas untuk menciptakan nilai dalam bentuk barang dan jasa melalui transformasi input menjadi output. Aktivitas merupakan proses atau sekumpulan kengiatan yang memerlukan satu atau lebih dari input, merubah dan menambah nilai pada input tersebut, sehingga dapat memberikan satu atau lebih output bagi pelanggan. Input terdiri atas sumber daya manusia (tenaga kerja), modal (peralatan dan fasilitas), pembelian bahan baku dan jasa, tanah dan energi. Sedangkan outputnya adalah barang dan jasa, dengan demikian pembahasan MPI identik dengan Operations Management.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MPI merupakan salah satu fungsi utama dalam setiap perusahaan, Oleh karena itu ada 10 keputusan strategis MPI yang terdiri: Service and product design, Quality management; Process and capacity design; Location; Layout design; Human resources and job design; Supply Chain Management; Inventory, material requirements planning, and JIT; Intermediate, short term, and project scheduling; Maintenance (Haizer &amp;amp; Render, 2004).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Krajewsky &amp;amp; Ritzman, (2002) mendefinisikan Operations Management/MPI merupakan pengarahan dan pengawasan proses yang mengubah bentuk input menjadi barang dan jasa (output). Proses adalah aktivitas pokok dari organisasi yang digunakan untuk bekerja dan mencapai tujuan bersama. Pada dasarnya MPI/Operations Management merupakan salah satu fungsi di dalam perusahaan, di mana perusahaan besar pada umumnya memisahkan setiap fungsi ke dalam departemen yang terpisah, setiap fungsi memiliki tanggung jawab tertentu sesuai dengan tugasnya. Masing-masing fungsi dalam perusahaan saling berhubungan. oleh karena itu kerja sama, koordinasi dan komunikasi yang efektif sangat penting dilakukan untuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mencapai tujuan perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keputusan MPI/Operations Management dibedakan menjadi keputusan bersifat stratejik memiliki konsekwensi jangka panjang dan kurang terstruktur, cenderung terfokus pada organisasi secara keseluruhan, dan lintas departemen. Kemudian keputusan taktis lebih terstruktur, rutin, konsekwensi jangka pendek, cenderung terfokus pada departemen, tim, dan tugas. Sehingga keputusan MPI/Operations Management terdiri atas 5&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kategori:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Strategi Choise (startegi opersional)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Proses (proses, manajemen, perencanaan proses bisnis, dan manajemen teknologi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Quality (TQM dan Statistical Prosess Control)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4) Capability, Location, and Layout&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5) Operating Decisions meliputi: (Supply Chain Management,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Forecasting, Inventory Management, Aggregate Planning, Resource Planning, Lean System, Sceduling) Krajewsky &amp;amp; Ritzman (2002). Dari pendapat ke dua ahli di atas pada hakekatnya tidak ada perbedaan yang mendasar mengenai definisi manajemen operasional, kedua-duanya lebih menekankanpada proses dan aktivitas dalam pelaksanaan tranformasi input menjadi output berupa barang dan jasa. Lebih lanjut setiap kategori keputusan dalam manajemen operasional di atas, berperan vital dalam memperoleh keuntungan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan keunggulan bersaing. Dengan demikian uraian ini menunjukan bahwa terdapat berbagai metode untuk mencapai kesuksesan melalui MPI/Operations Management.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDLy8Lv6eDKi7PvWq7IwJ4PaUfw6pFDeqU7wFGQCxCONBK4JYSOspbuB7KhYAv-_aDIuoAAqlP4VTnqyQXlr8tA31JiE5YztcL3wsNRHUKtHb9_CXsmSSWN9ZGkyiuIOuYAV5z6PSbZeA/s72-c/IMG_20180108_134641.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>pengertian manajemen proyek</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/pengertian-manajemen-proyek_5.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Thu, 5 Nov 2020 15:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-3541741263551499986</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWcKind5K-BF398-VP3wx_wL27AQ-EnteP9BN0eEh08CXs6MHr00yF10XdCbQ_WQ_3J5OmzggmN5m3tLvPcRuJMccGH06Ej8woCml1IePMSyE1IX0msJtJonCAj7leU-ziG-JQdgEFGjA/s2048/IMG_20180102_132100.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWcKind5K-BF398-VP3wx_wL27AQ-EnteP9BN0eEh08CXs6MHr00yF10XdCbQ_WQ_3J5OmzggmN5m3tLvPcRuJMccGH06Ej8woCml1IePMSyE1IX0msJtJonCAj7leU-ziG-JQdgEFGjA/s320/IMG_20180102_132100.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;manajemen proyek adalah manajemen yang diterapkan pada suatu proyek untuk mencapai suatu hasil tertentu, atau, manajemen proyek adalah suatu ilmu dan seni untuk mengadakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), pengoordinasian (coordinating), dan mengadakan pengawasan (controlling) terhadap orang dan barang untuk mencapai tujuan tertentu dari suatu proyek. Dengan pengertian tersebut jelaslah bahwa semua fungsi manajemen harus dipakai untuk mengelola suatu proyek, agar tujuan yang diinginkan oleh proyek tersebut dapat tercapai dengan lancar. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya di dalam pengelolaan proyek terkandung pula ketiga unsur manajemen yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;ada suatu tujuan tertentu yang ingin dicapai (tujuan diadakannya proyek tersebut);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ada proses kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu tersebut;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ada (memerlukan) bantuan orang dalam proses kegiatan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian terhadap suatu proyek diperlukan pula adanya perencanaan proyek yang baik, adanya pengorganisasian proyek yang baik, adanya pengarahan yang baik, adanya pengoordinasian yang baik, serta pengawasan yang baik agar tujuan proyek bisa tercapai.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen proyek merupakan aplikasi dari prinsip-prinsip manajemen dalam mengelola suatu proyek. Dalam konsep manajemen, diasumsikan bahwa sumber daya manajemen sangat terbatas. Secara umum, sumber daya manajemen terdiri dari material, sumber daya manusia, modal uang, metode kerja, pasar, dan sebagainya. Keterbatasan sumber daya di atas meski bisa menjadi kendala, namun bukan berarti tidak bisa dihindari. Keterbatasan sumber daya tersebut dapat diefisienkan penggunaannya melalui prinsip-prinsip manajemen. Prinsipprinsip manajemen inilah yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan proyek secara efektif dan efisien.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerzner memberikan definisi manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Lebih jauh, manajemen proyek menggunakan pendekatan sistem dan hierarki baik vertikal maupun horizontal. Sebagaimana telah diutarakan di muka, suatu proyek bukanlah merupakan rangkaian kegiatan rutin yang akan dilaksanakan secara terus menerus. Suatu proyek merupakan rangkaian kegiatan dengan batas waktu tertentu. Dengan berakhirnya batas waktu tersebut, maka diharapkan telah tercapai suatu hasil tertentu yang diinginkan, sehingga dengan demikian berakhir pula proyek yang bersangkutan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sering kali dengan berakhirnya suatu proyek, akan disusul oleh kegiatan rutin yang merupakan tindak lanjut (follow-up) dari proyek itu sendiri. Misalnya dengan selesainya proyek pembangunan perluasan pabrik, maka akan disusul kegiatan rutin yang berupa memanfaatkan perluasan pabrik itu, berproduksi dari hari ke hari secara terus menerus. Dengan telah selesainya pembangunan bendungan, maka akan disusul dengan kegiatan rutin yang berupa pemanfaatan bendungan tersebut untuk memproduksi tenaga listrik, untuk mengairi sawah, untuk jasa pariwisata, dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, jelas bahwa kegagalan suatu proyek tidak hanya akan dirasakan oleh proyek itu sendiri tetapi juga akan dirasakan oleh kegiatan rutin yang merupakan tindak lanjut dari proyek bersangkutan. Ini berarti, manajemen proyek mempunyai peranan yang sangat penting agar tujuan proyek yang bersangkutan dapat tercapai dengan lancar, sehingga secara beruntun akan membawa sukses pula pada kegiatan selanjutnya (multiplier effect). Karena suatu proyek biasanya merupakan suatu awal dari kegiatan tindak lanjut, maka pada umumnya suatu proyek merupakan suatu kegiatan yang relatif besar, lebih besar dari pada kegiatan rutin sehari- hari. Dengan demikian di dalam proyek terkandung pula suatu risiko yang cukup besar untuk dipertaruhkan. Ini berarti bahwa manajemen proyek memegang peranan yang teramat penting, agar risiko cukup besar tersebut dapat dihindarkan, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sisi lain, suatu proyek merupakan suatu kegiatan yang insidental (tidak rutin), sehingga jarang dilakukan, bahkan dapat merupakan sesuatu yang baru yang berbeda dengan apa yang secara rutin terbiasa dilakukan. Akibatnya diperlukan kehati-hatian serta kecermatan yang matang dalam menangani proyek tersebut. Ini berarti manajemen proyek memegang peranan yang penting agar proyek dapat terlaksana dengan baik. Suatu proyek selalu memiliki spesifikasi dan ciri-ciri tersendiri, dengan perbedaan pada masing-masing proyek tersebut, maka akan berbeda pula cara pengelolaannya, hal ini menunjukkan bahwa manajemen proyek merupakan pemegang peranan yang cukup penting.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWcKind5K-BF398-VP3wx_wL27AQ-EnteP9BN0eEh08CXs6MHr00yF10XdCbQ_WQ_3J5OmzggmN5m3tLvPcRuJMccGH06Ej8woCml1IePMSyE1IX0msJtJonCAj7leU-ziG-JQdgEFGjA/s72-c/IMG_20180102_132100.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengertian Manajemen Proyek</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/pengertian-manajemen-proyek.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Thu, 5 Nov 2020 14:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-3243058516053080357</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKuwRWsyljSvT5Ex4LSSHtQItERxp9ABNNSssW-Svo5yuY00z1293SzKb-ckdVZpeFdXJQz8iag9AtA4yWb-DX9oBQzEWYvqZd3yjnCC36lBUPZn_2oAHgFnczDHUYhI00jgAK9zZYXys/s2048/IMG_20170405_122050.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKuwRWsyljSvT5Ex4LSSHtQItERxp9ABNNSssW-Svo5yuY00z1293SzKb-ckdVZpeFdXJQz8iag9AtA4yWb-DX9oBQzEWYvqZd3yjnCC36lBUPZn_2oAHgFnczDHUYhI00jgAK9zZYXys/s320/IMG_20170405_122050.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Proyek ialah suatu rangkaian kegiatan yang bersifat khusus untuk mencapai hasil yang bersifat khusus pula. Sifat yang serba khusus itu mengakibatkan bilamana sesuatu hasil yang diinginkan tersebut telah tercapai, maka rangkaian kegiatan itu juga dihentikan, dan dalam jangka waktu pendek kegiatan semacam itu tidak akan dilakukan lagi. Ini berarti bahwa suatu proyek bukanlah suatu kegiatan rutin yang dilakukan terus menerus, melainkan hanya menyangkut suatu jangka waktu tertentu saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misalnya proyek penggantian mesin-mesin lama dengan mesin baru dari sebuah perusahaan tekstil. Proyek ini merupakan suatu kegiatan khusus yang sangat berbeda dengan kegiatan rutin yang dijalankan, yang berupa memproduksi tekstil dan kemudian memasarkannya. Proyek ini juga mempunyai tujuan yang bersifat khusus yang bila tujuan khusus (mengganti mesin) telah tercapai, maka selesailah pula seluruh kegiatan proyek yang bersangkutan. Demikian pula dengan proyek pelebaran jaringan jalan raya. Kegiatan ini akan berakhir dengan telah selesainya seluruh jaringan jalan raya dilebarkan, dsb. Oleh karena proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan untuk mencapai suatu hasil tertentu, maka dengan sendirinya sebelum disusun dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ditetapkannya sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan proyek dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan secara jelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi proyek menurut Project Management Institute (PMI) sebagai berikut: “A temporary endeavor undertaken to create a unique product or services”. Maksudnya suatu kegiatan temporer yang bisa dikerjakan untuk menghasilkan produk atau jasa yang unik sifatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasar dua definisi di atas dapat diambil ciri-ciri suatu proyek yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;memiliki tujuan yang khusus;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;standar kerja dan mutu kerja telah ditetapkan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bersifat sementara;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sekali pakai dan tidak rutin.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain istilah proyek, dalam keseharian kita mengenal beberapa konsep yang dianggap sepadan dengan proyek. Istilah tersebut di antaranya program, tugas, dan paket pekerjaan. Agar tidak terjadi kerancuan dalam menggunakan istilah tersebut, ada baiknya jika kita bisa membedakan ketiga istilah tersebut yang secara esensial memang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Program merupakan kegiatan yang terdiri dari beberapa proyek. Proyek dapat dirinci menjadi beberapa tugas. Perbedaan Program dengan Proyek dapat dilihat secara tegas. Program lebih luas dari pada proyek. Program biasanya terdiri dari lebih dari satu proyek. Program merupakan operasionalisasi dari kebijakan publik dalam rangka menyelesaikan masalah publik. Proyek adalah satu kesatuan kegiatan operasional untuk mencapai sasaran program tertentu. Tugas dapat dikelompokkan dan diberikan kepada orang tertentu dengan istilah paket tugas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan dalam organisasi dibagi menjadi kegiatan operatif dan administratif. Kedua kegiatan ini saling melengkapi meski beda orientasi. Kegiatan operasional berorientasi ke pencapaian keuntungan secara langsung, sementara kegiatan administratif hanya sebatas menyediakan informasiinformasi demi kelancaran kegiatan operasional. Selain ke dua macam pembagian kegiatan dalam organisasi seperti di atas, lantas di mana posisi kegiatan proyek? Kegiatan proyek merupakan bagian dari kegiatan operasional organisasi. Meski menjadi bagian dari kegiatan organisasi, namun terdapat perbedaan antara kegiatan proyek dan kegiatan operasional.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keunikan manajemen proyek ada dua macam. Pertama, proyek selalu berinteraksi dengan biaya waktu dan kinerja. Pada dimensi anggaran berarti kegiatan proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melampaui anggaran. Pada dimensi jadwal berarti proyek harus diselesaikan dalam waktu yang tepat. Pada dimensi mutu berarti bahwa kualitas pekerjaan harus sesuai dengan standar kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Ketiga komponen tersebut dapat berinteraksi dengan membentuk kombinasi yang unik. Misalnya, suatu proyek penyelesaiannya terlambat dari jadwal yang telah disepakati, akibatnya anggaran menjadi bertambah, dan kualitas pekerjaan mungkin lebih baik, dan seterusnya. Kedua, peminjaman dan pengintegrasian sumber daya fungsional dari departemen dalam organisasi berpotensi menimbulkan konflik. Konflik ini terjadi, karena personil dalam organisasi kadang lebih mementingkan pekerjaan proyek dibanding pekerjaan rutin organisasi. Terlebih lagi jika proyek yang dikerjakan menggunakan sumber daya lintas unit kerja dalam organisasi. Tentunya, kegiatan utama yang membutuhkan keahlian mereka menjadi terganggu. Selain itu, frekuensi seseorang yang terlalu sering mendapatkan proyek juga menimbulkan rasa iri bagi staf lain. Kalau sudah begini, konflik dapat muncul yang selanjutnya dapat mengganggu produktivitas organisasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKuwRWsyljSvT5Ex4LSSHtQItERxp9ABNNSssW-Svo5yuY00z1293SzKb-ckdVZpeFdXJQz8iag9AtA4yWb-DX9oBQzEWYvqZd3yjnCC36lBUPZn_2oAHgFnczDHUYhI00jgAK9zZYXys/s72-c/IMG_20170405_122050.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Manajemen Proyek</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/manajemen-proyek.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Thu, 5 Nov 2020 14:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-6468241415524714874</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrOAAAR6fpqM-fF6vKla5Amk87fVLyeBjekATSK1pHrKxylDKu2j5q9Qaj4wkz-OSjNnqh5Rp2OeXvJboIKP2p8ZnJIPfFMwOhmYpg0GGStGlym_Dn0ulbniBzaDh_LNIDMr_l1oCR1Jk/s2048/IMG_20171214_130253.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrOAAAR6fpqM-fF6vKla5Amk87fVLyeBjekATSK1pHrKxylDKu2j5q9Qaj4wkz-OSjNnqh5Rp2OeXvJboIKP2p8ZnJIPfFMwOhmYpg0GGStGlym_Dn0ulbniBzaDh_LNIDMr_l1oCR1Jk/s320/IMG_20171214_130253.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maraknya proyek-proyek multinasional, termasuk proyek-proyek kemanusiaan internasional, semisal pada saat terjadi bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam, menyiratkan betapa teknologi informasi telah mengglobal sehingga tidak ada satu perkembangan informasi pun yang terlewat di mata dunia internasional. Begitu pula pertumbuhan ekonomi suatu negara serta kepentingan proyek publik suatu negara, mau tidak mau, terkena dampak dari globalisasi teknologi informasi yang berimbas pada globalisasi ekonomi dan tentunya akan mempengaruhi pengambilan keputusan atau kebijakan. Sehingga keberadaan dan kinerja proyek-proyek yang menyangkut kepentingan publik dipengaruhi pula oleh perkembangan lingkungan eksternal yang terglobalisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh sebab itu, peran manajemen proyek untuk menyelaraskan kebutuhan internal dan kondisi eksternal menjadi sangat penting. Manajemen proyek dengan segala fungsi manajemen dan aktivitasnya merupakan kolaborasi ilmu dan seni manajemen dalam mencapai kinerja proyek yang berhasil guna dan berdaya guna. Adanya manajemen proyek dapat memosisikan eksistensi dan pengadaan proyek sesuai tujuannya dengan nilai tambah tertentu seperti yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan (stakeholders), antara lain pemerintah pusat dan lokal, pihak swasta dan pihak masyarakat atau publik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan proyek dapat diartikan sebagai satu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya sudah digariskan dengan jelas, atau dapat juga dikatakan bahwa kegiatan proyek memiliki cirri-ciri sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memiliki tujuan yang khusus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah biaya, sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses mencapai tujuan di atas telah ditentukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersifat sementara, dalam arti umumnya dibatasi oleh selesainya tugas. Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Non rutin, tidak berulang-ulang.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara Umum yang dimaksud dengan mengorganisir adalah mengatur unsurunsur sumber daya perusahaan yang terdiri dari tenaga kerja, tenaga ahli, material, dana, dan lain-lain dalam suatu gerak langkah yang sinkron untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien.Untuk maksud tersebut diperlukan sarana, yaitu, organisasi. Dalam organisasi disusun dan diletakkan dasar-dasar pedoman dan petunjuk kegiatan, jalur pelaporan, pembagian tugas, dan tanggung jawab masing-masing kelompok dan pimpinan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lingkup proyek terdiri dari sejumlah besar pekerjaan terdiri dari identifikasi dan klasifikasi untuk mengetahui berapa besar volume, macam dan jenisnya dalam rangka mengetahui dana dan sumber daya yang diperlukan sebelum diserahkan kepada individu atau kelompok yang akan menanganinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div&gt;seperti yang kita semua ketahui, makna manajemen secara sederhana adalah apa yang dilakukan oleh seorang manajer. Tetapi pengertian manajemen tidaklah sesederhana itu. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan toko-toko swalayan atau rumah-rumah makan McDonalds, Pizza Hut atau proyek-proyek pembangunan perumahan, jalan raya atau jalan tol di kota Anda? Coba Anda perhatikan, ada di tiap aktivitas masing-masing tempat atau proyek tersebut, pasti ada pekerja, bos atau mandor atau supervisor, ada alat bekerja, ada aktivitas administrasi, ada papan atau label nama toko atau proyek atau rumah-rumah makan tersebut masing-masing. Lalu apa yang dilakukan masing-masing toko atau proyek atau rumah-rumah makan pada awal, tengah dan akhir aktivitas hariannya? Perhatikan, pada jam awal buka atau awal pekerjaan proyek, hal yang rutin dilakukan adalah ada rapat atau meeting atau curah pendapat (brainstorming) kecil antara bos dengan pekerja atau bawahannya, di dalam rapat kecil tersebut ada arahan dari bos atau mandor atau supervisor kepada bawahan masing-masing, dilanjutkan menata tempat kerja dan pekerjaannya dan akhirnya bergerak melakukan aktivitas masing-masing. Pada tengah-tengah aktivitas, biasanya para bos keliling melakukan monitoring aktivitas pekerjaan masing-masing anak buahnya dan tanggung jawab pekerjaannya. Arahan dan “turun tangan” bos juga ada manakala ada hal yang harus ditangani agar optimal proses pekerjaan para bawahannya. Di akhir aktivitas harian itu, biasanya ada rapat kecil antara bos dengan bawahannya berkaitan dengan evaluasi dan penataan proses dan hasil kerja hari itu. Aktivitas-aktivitas tersebut menunjukkan adanya aktivitas manajemen.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum, Anda dapat mengetahui konsep dasar tentang manajemen proyek. Secara khusus Anda dapat memahami dan menjelaskan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;definisi manajemen;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;efektivitas dan efisiensi dalam manajemen;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;fungsi-fungsi atau prinsip-prinsip manajemen;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tingkatan manajemen;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;peranan manajer;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;keahlian manajer;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;definisi proyek;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;manajemen proyek;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sumber proyek;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;filosofi dan unsur-unsur manajemen proyek;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pengaruh tren perubahan lingkungan terhadap praktik manajemen proyek&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrOAAAR6fpqM-fF6vKla5Amk87fVLyeBjekATSK1pHrKxylDKu2j5q9Qaj4wkz-OSjNnqh5Rp2OeXvJboIKP2p8ZnJIPfFMwOhmYpg0GGStGlym_Dn0ulbniBzaDh_LNIDMr_l1oCR1Jk/s72-c/IMG_20171214_130253.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Manajemen Konflik</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/manajemen-konflik.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Thu, 5 Nov 2020 09:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-5469632275652947652</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO_4IAlrl52nlY4bu8Ad-DdNZJ7-0A6FHn-Q5xhOLg5xR4ftKJ-ag3wX5S8oeDAqpMtuNAdinWGzR_sD0FKGYLG7jlBccaOjugti7zgeHxBTjyfCvB0Ie4YoiIlBzxE69dtRcSbtiGEpg/s2048/IMG_20190428_205705.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO_4IAlrl52nlY4bu8Ad-DdNZJ7-0A6FHn-Q5xhOLg5xR4ftKJ-ag3wX5S8oeDAqpMtuNAdinWGzR_sD0FKGYLG7jlBccaOjugti7zgeHxBTjyfCvB0Ie4YoiIlBzxE69dtRcSbtiGEpg/s320/IMG_20190428_205705.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Suatu organisasi, perusahaan atau' lembaga pada umumnya dalam mencapai tujuan, banyak dipenganihi oleh adanya kerja sama yang harmonis diantara para karyawannya. Semakin harmonis kerja sama yang dilakukan para karyawan -biasanya semakin tinggi tingkat produktifitas yang dicapai. Namun demikian, suasana kerja sama diantara para karyawan tidaklah selaiu tercipta dengan baik. Banyak faktor yang menyebabkannya. Diantaranya iaiah faktor ketidaksamaan prinsip, pandangan, sistem pepilaian terhadap nilai-nilai tertentu, khusushya'mengenai cara untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;atau lembaga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan terjadi konflik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konflik pada suatu organisasi merupakan hal yang mungkin saja terjadi. Hal ini cukup wajar, mengingat yang menjadi anggota-organisasi adalah para manusia yang satu dan lainnya mempunyai banyak perbedaan-perbedaan. Selain perbedaan-perbedaan atas; sifat, tingkah laku, jujur, motivasi, status dan kedudukan kerja, sehingga ada perbedaan kepentingan untuk bisa memahami tentang Konflik, bagaimana konflik itu dikelola, maka dalam hal ini kita perlu membicarakan terlebih dahulu; apa, mengapa terjadi konflik dan bagaimana konflik itu bisa dikelola khususnya organisasi sehingga :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Di satu fihak konflik dirangsang dan diperlukan untuk mendinamisir kemajuan organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di lain fihak konflik. tidak menjelma menjadi penghambat terciptanya kerja sama diantara para anggptaorganisasi untuk mencapai tujuan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Justru konflik diharapkan dapat memunculkan kreatifitas di dalam organisasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi. Bagi pihak luar (di luar yang berkonflik) sebagai pihak ketiga, yang diperlukannya adalah informasi yang akurat tentang situasi konflik. Hal ini karena komunikasi efektif di antara pelaku dapat terjadi jika ada kepercayaan terhadap pihak ketiga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Ross (1993) bahwa manajemen konflik merupakan langkahlangkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri, kerjasama dalam memecahkan masalah (dengan atau tanpa bantuan pihak ketiga) atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga. Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses manajemen konflik menunjuk pada pola komunikasi (termasuk perilaku) para pelaku dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan penafsiran terhadap konflik Fisher dkk (2001:7) menggunakan istilah transformasi konflik secara lebih umum dalam menggambarkan situasi secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pencegahan Konflik, bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik yang keras&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyelesaian Konflik, bertujuan untuk mengakhiri perilaku kekerasan melalui persetujuan damai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengelolaan Konflik, bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong perubahan perilaku positif bagi pihak-pihak yang terlibat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Resolusi Konflik, menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru dan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transformasi Konflik, mengatasi sumber-sumber konflik sosial dan politik yang lebih luas dan berusaha mengubah kekuatan negatif dari peperangan menjadi kekuatan sosial dan politik yang positif.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahapan-tahapan diatas merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan dalam mengelola konflik. Sehingga masing-masing tahap akan melibatkan tahap sebelumnya misalnya pengelolaan konflik akan mencakup pencegahan dan penyelesaian konflik. sementara Minnery (1980:220) menyatakan bahwa manajemen konflik merupakan proses, sama halnya dengan perencanaan kota merupakan proses.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minnery (1980:220) juga berpendapat bahwa proses manajemen konflik perencanaan kota merupakan bagian yang rasional dan bersifat iteratif, artinya bahwa pendekatan model manajemen konflik perencanaan kota secara terus menerus mengalami penyempurnaan sampai mencapai model yang representatif dan ideal. Sama halnya dengan proses manajemen konflik yang telah dijelaskan diatas, bahwa manajemen konflik perencanaan kota meliputi beberapa langkah yaitu: penerimaan terhadap keberadaan konflik (dihindari atau ditekan/didiamkan) ,klarifikasi karakteristik dan struktur konflik, evaluasi konflik (jika bermanfaat maka dilanjutkan dengan proses selanjutnya), menentukan aksi yang dipersyaratkan untuk mengelola konflik, serta menentukan peran perencana sebagai partisipan atau pihak ketiga dalam mengelola konflik. Keseluruhan proses tersebut berlangsung dalam konteks perencanaan kota dan melibatkan perencana sebagai aktor yang mengelola konflik baik sebagai partisipan atau pihak ketiga.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO_4IAlrl52nlY4bu8Ad-DdNZJ7-0A6FHn-Q5xhOLg5xR4ftKJ-ag3wX5S8oeDAqpMtuNAdinWGzR_sD0FKGYLG7jlBccaOjugti7zgeHxBTjyfCvB0Ie4YoiIlBzxE69dtRcSbtiGEpg/s72-c/IMG_20190428_205705.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Fungsi-fungsi Manajemen</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/fungsi-fungsi-manajemen.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Thu, 5 Nov 2020 08:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-1469150987497476283</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjVUZ17i2xcXPcP4y5noWg7Bm4HVv2t2usQsGprn6yXn090c7XSDP2xDQ_SMV2VL-t8L5vkaX4B4n2m4InWm1U1ZtiIjwpIcCe8NHBNye4VwU4DDvhZvq7Fs9_wrTtRc1-gBIv1XO3zWY/s2048/IMG_20190428_201028.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjVUZ17i2xcXPcP4y5noWg7Bm4HVv2t2usQsGprn6yXn090c7XSDP2xDQ_SMV2VL-t8L5vkaX4B4n2m4InWm1U1ZtiIjwpIcCe8NHBNye4VwU4DDvhZvq7Fs9_wrTtRc1-gBIv1XO3zWY/s320/IMG_20190428_201028.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dalam manajemen bersifat lentur, dalam arti perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus serta situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol pencetus teori manajemen yang berasal dari perancis, prinsip-prinsip umum manajemen terdiri atas:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pembagian kerja (division of work)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disiplin (discipline)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesatuan perintah (unity of command)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesatuan pengarahan (unity of direction)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengutamakan kepentingan organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggajian pegawai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemusatan (centralization)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hierarki (tingkatan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketertiban (order)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keadilan dan kejujuran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stabilitas kondisi karyawan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prakarsa (inisiative)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semangat kesatuan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan Douglas merumuskan prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memprioritaskan kepentingan tujuan di atas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan tanggungjawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Relatifitas nilai-nilai&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada 13 pakar manajemen yang mengutarakan fungsi-fungsi manajemen. Dari semua fungsi tersebut, secara garis besar dapat dipahami bahwa seluruh kegiatan manajemen tidak dapat terlepas dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penjelasan mengenai fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Planning&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Menurut Stoner, planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Perencanaan juga dapat diartikan pembuatan suatu target-target yang akan dicapai atau diraih di masa depan. Dalam organisasi merencanakan merupakan suatu proses memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan dan tindakan sekaligus mencapai berbagai sumber daya dan metode atau teknik yang tepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan suatu rencana sangat penting bagi organisasi karna rencana berfungsi untuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menjelaskan dan merinci tujuan yang ingin dicapai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan pegangan dan menetapkan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Organisasi memperoleh standar sumber daya terbaik dan mendayagunakannya sesuai tugas pokok yang telah ditetapkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadi rujukan anggota organisasi dalam melaksanakan aktifitas yang konsisten sesuai prosedur dan tujuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan batas wewenang dan tanggung jawab bagi seluruh pelaksana&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memonitor dan mengukur berbagai keberhasilan secara internship sehingga bisa menemuan dan memperbaiki penyimpangan secara dini&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memungkinkan untuk terpeliharanya persesuaian antara kegiatan internal dan situasi eksternal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghindari pemborosan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Organizing&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengorganisasikan adalah proses mengatur, mengalokasikan dan mendistribusikan pekerjaan, wewenang dan sumber daya di organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Stoner menyatakan bahwa mengorganisasikan adalah proses mempekerjakan 2 orang atau lebih untuk bekerjasama dengan cara terstruktur guna mencapai sasaran spesifik atau atau beberapa sasaran Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakuakan dengan cara menetukan tugas yang harus dikerjakan, pekerja yang harus mengerjakannya, pengelompokan tugas-tugas tersebut, orang-orang yang bertanggung jawab atas tugas tersebut dan tingkatan yang berwenang untuk mengambil keputusan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Leading&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memimpin institusi pendidikan lebih menekankan pada upaya mengarahkan dan memotivasi para personil agar dapat&amp;nbsp; melaksanakan tugas pokok fungsinya dengan baik. Memimpin menuruy Stoner adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok dan seluruh organisasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pekerjaan leading meliputi 4 kegiatan, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengambil keputusan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Member semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memprbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Directing atau Commanding&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Directing atau commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi pengarahan, saran, perintah atau interaksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing sehingga tugas tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan tertuju pada sasaran yang telah ditetapkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilihat dari fungsinya, directing atau commanding merupakan bagian dari kegiatan supervisi dalam organisasi. Oleh karena itu, kegiatan ini berhubungan dengan segala bantuan dari pemimpin yang tertuju pada perkembangan personal dalam organisasi. Di dalamnya terdapat pemberian dorongan, bimbingan dan kesemptan bagi pertumbuhan keahlian dan kecakapan para pegawai, seperti bimbingan usaha dan pelaksanaan pembaharuan dalam pekerjaan, pemilihan alat dan metode bekerja yang lebih baik, cara bekerja sama dengan sesama pekerja dalam unit yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Motivating&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motivating atau pemberian inspirasi, semangat, dan dorongan kepada bawahan agar bawahan melakukan kegiatan secara sukarela sesuai dengan keinginan atasan. Abraham sperling dalam mangkunegara mendefinisikan motivasi sebagai kecenderungan untuk beraktivitas, dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri. Adapun fillmore H.Stanford dalam mangkunegara, menjelaskan pengertian motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia kea rah tujuan tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motivasi dapat dijadikan dasar sebagai dasar penjelasan dan penafsiran perilaku. Teori-teori motivasi dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok, yaitu teori dengan pendekatan isi (content), proses, dan penguatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Actuating&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Actuating adalah kegiatan yang menggerakkan dan mengusahakan agar para pekerja melakukan tugas dan kewajibannya para pekerja sesuai dengan keahlian dan proporsinya segera melaksanakan rencana dalam aktivitas konkret yang diarahkan pada tujuan yang telah ditetapkan, dengan selalu mengadakan komunikasi, hubungan kemanusiaan yang baik, kepemimpinan yang efektif, memberikan motivasi, membuat perintah dan intruksi serta mengadakan supervisi dengan meningkatkan sikap dan moral setiap anggota kelompok. Dengan demikian, dalam actuating terdapat hal-hal sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penetapan start pelaksanaan rencana kerja&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemberian contoh tata cara pelaksanaaan kerja dari pimpinan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemberian motivasi para pekerja untuk segera bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengomunikasian seluruh arah pekerjaan dengan semua unit kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembinaan para pekerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan mutu dan kualitas kerja.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g. Coordinating&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coordinating atau pengordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan, dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Mengoordinasikan yaitu menyatukan dan menyelaraska semua kegiatan. Adanya bermacam-macam tugas yang dilakukan oleh banyak orang memerlukan koordinasi dari seorang pemimpin. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat atau kesimpangsiuran dalam tindakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;i. Forecasting&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Forecasting adalah meramalkan, memproyeksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum rencana yang lebih pasti dapat dilakukan. Kegiatan meramalkan atau memperkirakan biasanya didasarkan pada hasil pengawasan dan evaluasi sehingga organisasi dapat membuat rencana yang lebih baik dan mempersiapkan alternatif yang akan diambil dalam suatu keputusan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, kegiatan forecasting berkaitan dengan hal- hal berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mencari kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi sehubungan dengan kegiatan yang sedang dilakukan dengan melihat organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca situasi dan kondisi yang belum terjadi dengan mempertimbangkan kebiasaan pada masa lalu, kemudian membuat rencana baru sebagai antisipasi keadaan yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyusun dan mendiskusikan berbagai indikator yang diperkirakan akan mendukung atau sebagai pendorong kuat pembuatan rencana yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menelaah berbagai indikator yang kemungkinan besar akan mempengaruhi pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan berakhir dengan kegagalan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempersiapkan berbagai alternatif untuk pengambilan keputusan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;j. Evaluating&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengevaluasi artinya menilai semua kegiatan untuk menemukan indikator yang menyebabkan sukses atau gagalnya pencapaian tujuan, sehingga dapat dijadikan bahan kajian berikutnya. Dirumuskan solusi alternatif yang dapat memperbaiki kelemahan- kelemahan yang ada dan meningkatkan kualitas keberhasilan pada masa yang akan datang. Evaluasi sebagai fungsi manajemen merupakan aktivitas untuk meneliti dan mengetahui pelaksanaan yang telah dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi untuk mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian tujuan. Dengan mengetahui berbagai kesalahan atau kekurangan, perbaikan selanjutnya dapat dilakukan dengan mudah, dan dapat dicari problem solving yang tepat dan akurat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjVUZ17i2xcXPcP4y5noWg7Bm4HVv2t2usQsGprn6yXn090c7XSDP2xDQ_SMV2VL-t8L5vkaX4B4n2m4InWm1U1ZtiIjwpIcCe8NHBNye4VwU4DDvhZvq7Fs9_wrTtRc1-gBIv1XO3zWY/s72-c/IMG_20190428_201028.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Manajemen Transportasi</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/manajemen-transportasi.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Wed, 4 Nov 2020 20:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-7542809434238102474</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigcnZE5L8j0kLeMhDgt1P6iOWx2p9UmNjFYoUiWOCGnK6LV-vwZ9QUTDcP-JVFDQOH-W509tRnpfO8vJ9WRpjLAqWee2gn8n49qxDKrL6tPFnOPKteoQ_ap9pJZRiFQ9w9v__qqq5-15U/s800/IMG_20171104_123047.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="600" data-original-width="800" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigcnZE5L8j0kLeMhDgt1P6iOWx2p9UmNjFYoUiWOCGnK6LV-vwZ9QUTDcP-JVFDQOH-W509tRnpfO8vJ9WRpjLAqWee2gn8n49qxDKrL6tPFnOPKteoQ_ap9pJZRiFQ9w9v__qqq5-15U/s320/IMG_20171104_123047.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamaludin (2003:13) transportasi berasal dari bahasa latin yaitu tranportare, dari kata trans berarti seberang atau sebelah lain dan portare berarti mengangkat atau membawa. Jadi, tranportasi berarti mengangkat atau membawa sesuatu kesebelah lain atau dari suat tempat ke tempat lainya. Ini berarti transportasi merupakan suatu jasa yang diberikan guna menolong orang dan barang untuk dibawa dari suatu tempat ke tempat lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian transportas dapat diberi definisi sebagai usaha dan kegiatan mengangkut atau membawa barang dan/ atau penumpang dari suatu tempat lainnya. Menurut Miro (2005:5) transportasi dapat diartikan sebagai usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut, atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain, dimana ditempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu. Karena dalam pengertian diatas terdapat kata-kata usaha, berarti transportasi juga merupakan sebuah proses yakni proses pindah, proses gerak, proses mengangkut dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mengalihkan dimana proses ini tidak bisa dilepaskan dari keperluan akan alat pendukung untuk menjamin lancarnya proses perpindahan sesuai dengan waktu yang diinginkan. Alat pendukung apa yang dipakai utuk melakukan proses pindah, gerak, angkut, dan alih ini, bisa bervariasi, tergantung pada :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;bentuk objek yang akan dipindahkan tersebut,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;jarak antara suatu tempat ke tempat lain,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;maksud objek yang akan dipindahkan tersebut&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi transportasi adalah mengangkut penumpang dan barang dari satu tempat atau tempat ketempat lain. Kebutuhan angkutan penumpang tergantung fungsi bagi kegunaan seseorang. Seseorang dapat mengadakan perjalanan untuk kebutuhan pribadi atau untuk keperluan usaha. Transportasi sebagai dasar untuk pembangunan ekonomi dan perkembangan masyarakat serta pertumbuhan industrialiasasi. Dengan adanya transportasi menyebabkan, adanya spesialisasi atau pembagian pekerjaan menurut keahlian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sesuai dengan budaya, adat istiadat, dan budaya suatu angsa atau daerah Transportasi adalah kegiatan memindahkan barang (muatan) dan penumpang dari suatu tempat ketempat lain. Dalam trabsportasi terlihat ada dua unsur yang terpenting yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. pemindahan/pergerakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Secara fisik mengubah tempat dari barang dan peumpang ke tempat lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Pembagian fungsi transportasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Angkutan penumpang yaitu untuk pengangkutan penumpang digunakan mobil/kendaraan pribadi dan alat angkut lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Selain mobil pribadi yang digunakan untuk menngangkut penumpang, digunakan pula kendaraan untuk angkutan umum, seperti bis, pesawat udara, kereta api, kapal laut, kapal penyebrangan dan pelayanan samudera luar negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Sistem transportasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem transportasi terdiri atas angkutan umum dan manajemen yang mengelola angkutan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem yang digunakan untuk mengangkut barang-barang dengan menggunakan alat angkut tertentu dinamakan moda transportasi. Dalam pemanfaatan transportasi ada tiga moda yang dapat digunakan yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Pengangkutan melalui laut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Pengangkutan melalui darat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Pengangkutan melalui udara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiap moda transportasi mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen sistem transportasi terdiri dari dua kategori:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Manajemen pemasaran dan penjualan jasa angkutan. Manajemen ini bertanggung jawab terhadap pengoperasian dan pengusahaan di bidang pengangkutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen lalu lintas angkutan. Manajemen traffic bertanggung jawab untuk mengatur peyediaan jasa-jasa angkutan yang mengangkut dengan muatan, alat angkut dan biaya-baiaya untuk operasi kendaraan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor ekstern yang mempengaruhi transportasi, Untuk pengelolaan transportasi, banyak faktor-faktor ekstern yang bisa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mempengaruhi jalannya kegiatan perusahaan antara lain;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;UU/PP (Undang-undang/Peraturan Pemerintah) UU dan kebijaksanaan pemerintah merupakan faktor yang dominan mempengaruhi terhadap pengelolaan usaha transportasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebijaksanaan/pengaturan pihak pemerintah pusat dan daerah Kebijaksanaan pemerintah yang ikut mempengaruhi atas usaha transportasi adalah kebijakan yang dikeluarkkan oleh pemerintah mengenai pengadaan bis untuk umum (ada merk tertentu yang ditentukan pemerintah yang bisa dipakai untuk umum) selain itu ada UU yang engatur mengenai transportasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Perencanaan Tranportasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perencanaan transportasi yaitu merencanakan secara menyeluruh mengenai sistem transportasi terpadu yang merupakan intermode transportation system. Perencanaan menyangkut angkutan jalan raya, angkutan laut dan angkutan udara dan berbagai moda transportasi yang ada pada urban area (pinggir kota). Adapun langkah-langkah pembuatan rencana;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. prencanaan dibuat atas dasar keutuhan akan jasa-jasa angkutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. tujuan perencanaan. Dalam perencaan harus jelas tujuan dan sasaran yang hedak dicapai untuk kepentingan nasional dan daerah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Objektif. Objektif berarti bahwa tujuan dapat direalisir sehubungan dengan rencana yang telah dibuat untuk dilaksanakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Survey permintaan. Untuk membuat perencanaan perlu diadakan survey permintaan teradap jasa-jasa angkutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Analisir permintaan. Setelah dilaksanakan survey atas permintaan selanjutnya dijalankan analisis demand berhubungan dengan kapasitas angkutan yang dibutuhkan, akhirnya dibuat traffic forecast dengan menggunakan proyeksi (Analisis Garis Regresi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Solusi dan Implementasi. Setelah dipertimbangkan ha-hal yang menyangkut jarongan angkutan, analisis biaya, pemilihan moda transport faktor sosial dan lingkungan maka perencanaan yang telah dibuat diputuskan untk diimplementasi berdasar desain yang telah disiapkan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Adisasmita (2010:1) dalam bukunya dasar-dasar ekonomi transportasi, pengertian transprtasi dapat diartikan sebagai kegiatan pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ketempat tujuan. Dalam kegiatan transportasi diperlukan empat komponen yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Tersedianya muatan yang diangkut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Terdapat kendaraan sebagai sarana angkutan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Adanya jalan yang dapat dilalui dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Tersedianya terminal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sistem transportasi terdapat persoalan mendasar yaitu mengenai kesimbangan antara prasarana transportasi yag tersedia dengan besarnya kebutuhan akan pergerakan. Karena itu dinyatakan bahwa usaha pemecahannya dapat dilakukan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Membangun prasarana transportasi dengan dimensi yang kebih besar sehingga kapasitasnya sesuai dengan atau melebihi kebutuhan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mengurangi volume arus pergerakan dengan mengurangi jumlah kendaraan pemakai jalan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Menggabung (1) dan (2), yaitu menyediakan kapasitas secara optimum, membangun prasarana transportasi tambahan dan sekaligus melakukan pengawasan dan pengendalian sejauh mungkin atas meningkatnya kebutuhan akan pergerakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigcnZE5L8j0kLeMhDgt1P6iOWx2p9UmNjFYoUiWOCGnK6LV-vwZ9QUTDcP-JVFDQOH-W509tRnpfO8vJ9WRpjLAqWee2gn8n49qxDKrL6tPFnOPKteoQ_ap9pJZRiFQ9w9v__qqq5-15U/s72-c/IMG_20171104_123047.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengertian Pengawasan pemerintahan</title><link>http://www.bintan-s.web.id/2020/11/pengertian-pengawasan-pemerintahan.html</link><category>manajemen pendampingan</category><author>noreply@blogger.com (zultuahkifli)</author><pubDate>Wed, 4 Nov 2020 20:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7716261508768239390.post-7752306389275486171</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPKWhBqoKPrkLFUP6y-4t-yC0j-K0CIcyoLjiV20OfyB12eJ-OI6OlSO3LAaHtjhkDu0X1TK_-JnYxfDnZFW9_VL_QoWf1JIM2zsqPzv5LrrtOAQtVkjTBYSjCn4qt_9rMjD0E4V8_E2I/s2048/IMG_20200310_091643.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPKWhBqoKPrkLFUP6y-4t-yC0j-K0CIcyoLjiV20OfyB12eJ-OI6OlSO3LAaHtjhkDu0X1TK_-JnYxfDnZFW9_VL_QoWf1JIM2zsqPzv5LrrtOAQtVkjTBYSjCn4qt_9rMjD0E4V8_E2I/s320/IMG_20200310_091643.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menurut Usman Effendi (2014:205) mengemukakan bahwa pengawasan merupakan fungsi manajemen yang paling esensial, sebaik apapun pekerjaan yang dlaksanakan tanpa adanya pengawasan tidak dapat dikatakan berhasil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan menurut Irham Fahmi (2014:138) mengatakan bahwa pengawasan secara umum dapat disefinisikan sebagai cara sautu organisasi mewujudkan kinerja yang efektif dan fisien, serta lebih jauh mendukung terwujudnya visi dan misi organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Rahayu Relawati (2012:107) mengatakan bahwa pengawasan merupakan proses evaluasi oleh manajer untuk menemukan apakah pelaksanaan kegiatan sudah konsisten dengan rencana dan apakah tujuan organisasi sudah tercapai. Jika terjadi penimpangan maka pengawasan juga sekaligus mengadakan koreksi sehingga kegiatan dapat diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saragih (2010:88) mengemukakan pengawasan adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksanan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reksohadiprodjo (2011:63) menyatakan pengawasan adalah usaha memberikan petunjuk pada para pelaksana agar mereka selalu bertindak sesuai dengan rencana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Darma Setyawan Salam (2004:21) pengawasan adalah usaha untuk mengawasi, membimbing dan membina gerak pegawai dan unit kerja untuk bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, dengan berpedoman kepada petunjuk buku dan pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Pengawasan meliputi kegiatan penilaian atas hasil kerja yang telah ditentukan. Bila ditemukan tindakan atau aktivitas yang menyimpang dari standar atau petunjuk buku yang telah ditetapkan, maka diperlukan suatu tindakan korektif sesuai dengan prosedurprosedur dan ukuran yang telah ditetapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kartini kartono (2002:153) memberi pengertian pengawasan adalah pada umumnya para pengikut dapat bekerja sama dengan baik kearah pencapaian sasaran dan tujuan umum organisasi pengawasan untuk mengukur hasil pekerjaan dan menghindari penyimpangan-penyimpangan jika perlu segera melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan-penyimpangan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siagian (2002:12) mengatakan pengawasan merupakan proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilaksanankan berjalan sesuai dengan rencana yag telah ditetapkan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pengawasan adalah kegiatan pimpinan pada tiap organisasi yang mengusahakan agar peerjaannpekerjaan terlaksanan sesuai dengan rencana yang ditetapkan atau hasil yang dikehendaki dengan cara mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maman Ukas (2004:337) mengemukakan tujuan pengawasan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mensuplai pegawai-pegawai manajemen dengan informasi- informasi yang tepat, teliti an lengkap tentang apa yang akan dilaksanakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi kesempatan kepada pegawai dalam meramalkan rintangan-rintangan yang akan menggangu produktivitas kerja secara teliti dan mengambil langkahlangkah yang tepat untuk menghapuskan atau mengurangi gangguan-gangguan yang terjadi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kedua hal di atas telah dilaksanakan, kemudian para pegawai dapat membawa kepada langkah terakhir dalam mencapai produktivitas kerja yang maksimum dan pencapaian yang memuaskan dari pada hasil-hasil yang diharapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sukarna (2008:112) mengemukakan tujuan pengawasan antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk mengetahui jalannya pekerjaan lancar atau tidak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pegawai dan menguusahakan pencegahan agar tidak terulang kembali kesalahan yang serupa atau timbulnya kesalahan baru&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mengetahui apakah penggunaan budget yang telah ditetapkan dalam planning terarah kepada sasarannya dan sesuia dengan yang telah ditentkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mengetahui apakah pelaksanaan biaya telah sesuai dengan program seperti yang telah ditetapkan dalam planning atau tidak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;untuk mengetahui hasil pekerjaan dengan membandingkan dengan apa yang telah ditetapkan dalam rencana (standar) dan sebagai tambahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;untuk mengetahui apakah pelaksanaan kerja sesuai dengan prosedur atau kebijaksanaa yang telah ditentukan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPKWhBqoKPrkLFUP6y-4t-yC0j-K0CIcyoLjiV20OfyB12eJ-OI6OlSO3LAaHtjhkDu0X1TK_-JnYxfDnZFW9_VL_QoWf1JIM2zsqPzv5LrrtOAQtVkjTBYSjCn4qt_9rMjD0E4V8_E2I/s72-c/IMG_20200310_091643.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>