<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009</id><updated>2026-05-02T22:37:35.875+07:00</updated><category term="Keresahan"/><category term="Game"/><category term="Tutorial"/><category term="Blogging"/><category term="Personal"/><category term="Fotografi"/><category term="Growtopia"/><category term="AyoDance"/><category term="Life Guide"/><category term="Mobile Legends"/><category term="Film"/><category term="Itemku"/><category term="Komputer"/><category term="Self Development"/><category term="Technology"/><category term="Belajar Dari"/><category term="Clash Royale"/><category term="Informasi Menarik"/><category term="Nostalgia Ultra"/><category term="Windows 10"/><title type='text'>bangbil.com</title><subtitle type='html'>Melihat dunia teknologi, internet, game, dan seni melalui lensa fotografer, dengan panduan praktis dan cerita inspiratif.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-457681316449222964</id><published>2026-04-21T23:48:00.028+07:00</published><updated>2026-04-22T14:51:02.843+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Rasanya Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;figure class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghfKTUcFNSJLalFEVCGQbYhzH6kemxL68xJm4ZwimrqAFM4g_BPFV1N3oboLMQaya1JL0tby6jcJYv_Ep_C2ahEGhin8WltqcE3gBHWRABpucGhUsaL4FHHyCLsHH6KcHz3cbfx5NOBP0mKdcCir7bSDzjemn5fBn1Keem4qWSpEmli6p244Arzy1OLVnP/s1600/Rasanya%20Jatuh%20Cinta.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
    &lt;img alt=&quot;Rasanya Jatuh Cinta&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1663&quot; data-original-width=&quot;2956&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghfKTUcFNSJLalFEVCGQbYhzH6kemxL68xJm4ZwimrqAFM4g_BPFV1N3oboLMQaya1JL0tby6jcJYv_Ep_C2ahEGhin8WltqcE3gBHWRABpucGhUsaL4FHHyCLsHH6KcHz3cbfx5NOBP0mKdcCir7bSDzjemn5fBn1Keem4qWSpEmli6p244Arzy1OLVnP/s1600/Rasanya%20Jatuh%20Cinta.jpg&quot; title=&quot;Rasanya Jatuh Cinta&quot; /&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p&gt;Sedang hujan di luar, so... why not to write about something romance while my curiosity at its peak right now?&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masih inget, nggak, rasanya jatuh cinta? Jatuh cinta terhadap sesuatu—entah itu seseorang, aktivitas, benda atau bahkan terhadap kehidupan itu sendiri. Oh, romansa...&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;But hey, romance is not always about people, you know? Kadang aku heran mengapa kata romansa selalu instan ditautkan dengan dua manusia yang saling bercinta. Padahal, ia juga bisa diaplikasikan terhadap kehidupan itu sendiri. Dan sejujurnya, inilah kenapa aku suka sekali dengan romansa pada umumnya. Karena ia bukan hanya tentang manusia.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dipikir-pikir jatuh cinta itu sangat menghidupkan kehidupan itu sendiri, ya? Semuanya terasa menjadi lebih berwarna. Mungkin karena jantung berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya ketika memikirkan dan merasakannya, sehingga semua indra menjadi begitu sensitif terhadap segala hal tentangnya. Seakan jiwa dan raga mengirimkan energinya kepada semesta. Hal sekecil apa pun tentang hal yang kita cintai rasanya mudah sekali untuk diingat, dan rasanya akan sukar untuk dilupakan. Yang ada ia hanya akan makin menggema ke sekujur tubuh.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kapan terakhir kali kalian&amp;nbsp;merasakan perasaan ini? Gut feeling yang muncul bertubi-tubi, dan anehnya ia selalu bisa dirasakan dan dipahami walaupun tanpa penjelasan yang logis sekali pun. Dan entah kenapa setiap momennya begitu selaras dan terhubung satu sama lain. Semesta juga seakan ikut mengiyakan dengan mengirimkan sinyalnya—entah melalui mimpi atau kesempatan &quot;bertemu&quot; yang begitu kecil jika dipikir-pikir. Aneh saja bagaimana dunia bisa menyatukan dua jiwa yang benar-benar terpisah tapi saling beresonansi antara satu sama lain.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku ingat betul rasanya jatuh cinta. Ketika aku jatuh cinta pertama kali dengan fotografi. Fokus meningkat. Momen menjadi begitu terasa lambat dan yang terasa hanya detak jantung yang semakin kencang di setiap milisecond-nya. Reaksiku hanya, &quot;Woah... gini rasanya?&quot; dan melanjutkan momen dengan senyum yang begitu lebar dengan mata berbinar. Hembusan napas begitu lega karena sedari tadi menahan napas yang cukup lama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Atau jangan bilang kalian sudah lupa rasanya jatuh cinta?&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ok let&#39;s say kalian jatuh cinta dengan kehidupan, sudah pasti otomatis kamu akan meromantisasi segala hal yang terjadi di setiap harinya, dan tentu punya level of awareness yang lebih dari kebanyakan orang pada umumnya. Bahkan semut di depan kakimu sedang berjalan ke arahmu, kamu tau. Apalagi kicauan burung, bentuk awan yang begitu unik, sinar matahari yang menyelinap dari dedaunan dan menyentuh kulit, hembusan angin yang merdu, deru ombak yang begitu asyik di telinga. Sudah pasti kamu akan merasakannya. Bahkan tidak ada celah untuk memikirkan hal negatif karena terlalu sibuk dengan energi positif yang kamu rasakan di sekitarmu.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apalagi? Cinta dengan diri sendiri? Berarti otomatis kamu akan menjaga tubuhmu dengan baik. Olahraga, makan-makanan yang bernutrisi, tidur yang cukup. Kadang saking cintanya dengan diri sendiri, ketika jatuh cinta dengan seseorang, kamu jatuh cinta pada pantulan dirimu yang ada dalam dirinya. Menjadikannya 0 attachment dalam mencintai. Sehingga kalau pun jika kalian tidak ditakdirkan, kalian masih punya pantulan diri kalian yang ada dalam beribu orang lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah, jika sudah tau rasanya jatuh cinta...&lt;/p&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka, hati-hati dalam mencintai sesuatu. Karena biasanya... kebanyakan orang akan rush-in, dan punya obsesi untuk memiliki hal yang ia cintai. Sebetulnya hal ini bisa menjadi positif tergantung perspektif, tapi intuisiku bilang kebanyakan akan menjadi negatif. Terutama obsesi untuk memiliki, mendengarnya saja sudah membuatku muak. Karena sejatinya kamu tidak akan pernah betul-betul memiliki sesuatu, hidup atau mati. Tubuhmu saja bukan punyamu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Balik lagi, segala hal yang berlebihan itu tidak baik. Walaupun sebetulnya dalam hati berkata: &quot;Oh, my love… I want you so badly. Completely. Entirely mine. And I’m yours, I’m yours…&quot;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku punya kebiasaan untuk menunda sesuatu. &lt;i&gt;Delaying things&lt;/i&gt; seakan sudah mengalir secara natural dalam darahku. Apa pun ku-delay. Bahkan tulisan ini dan banyak karyaku lainnya. Dan, ya, mereka menumpuk di drafts. Saat aku memikirkannya, hal itu membuatku hidup, dan hanya akan kurilis saat yearning the moment aja. Basically, post to yearn, hahaha... &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Asal kalian tau aja, kecilanku dulu, gendong tas ke mana-mana yang isinya penuh uang lembaran dari hasil sangu sekolah yang kukumpulkan sekian lama. Entah kenapa si anak kecil ini nggak ada keinginan sama sekali gitu untuk memakai uangnya jajan seperti anak pada umumnya. Aku punya kesenangan tersendiri aja gitu mengumpulkan sesuatu, lalu nantinya digunakan pada saat momen yang pas. Kayak makan snack waktu nonton misalnya. Inilah kenapa aku jarang banget jajan gedenya. Jadi kalau aku jajan berarti konsepnya makan. Ini termasuk delayed gratification, yang mana bagus, terlebih aku mendapatkannya secara natural sewaktu kecil dan terbawa sampai sekarang.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &lt;i&gt;Delaying things&lt;/i&gt; membantuku membedakan, mana hal yang benar-benar aku inginkan dan mana yang hanya keinginan sesaat saja. Atau bisa jadi karena biar dilihat oleh orang lain aja.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena tau sendiri, kan? Ada orang yang melakukan sesuatu hanya karena ingin dilihat oleh orang lain, bukan karena memang dianya yang benar-benar menginginkannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Balik lagi, begitulah cinta, jika dia di-rush akan terasa sesak nantinya, dan tidak ada ruang untuk ia bisa bertumbuh. Maka beri jarak dan ruang supaya ia bisa bernapas dengan baik, menjadikan akarnya bertumbuh kuat dan bertahan lama. Yearn.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku suka sekali dengan langit, tapi tidak mungkin, kan, aku mengisi seluruh tubuh ini dengan langit. Aku ingin juga tentang diriku ada di sana. Bersamanya. Aku tidak ingin menghilangkan bagian diriku hanya untuk mencintaimu. Karena aku ingin bersamamu. (Even tho I&#39;m the type of person that will do that honestly). Kayak, &quot;Fill me up with everything about you until I’m drowning in it. I’m very much okay with it. At least I’ll die with your love.&quot; Hahaha... si kontradiksi berjalan berulah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di saat kebanyakan orang ketika jatuh cinta sangat terobsesi ingin memiliki, aku justru sebaliknya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Let&#39;s say aku jatuh cinta dengan seekor burung, tentu aku tidak ingin mengurungnya. Aku ingin melihatnya terbang bebas mengepakkan sayapnya dan menyaksikan sejauh mana ia akan terbang dan kembali kepadaku. Karena aku percaya dia akan kembali, maka aku tidak akan khawatir akan kehilangannya. Aku percaya dia bisa menjaga dirinya dengan baik sampai kembali lagi kepadaku. Aku. Percaya. Karena kalau kamu percaya sebesar itu pada sesuatu, kamu tidak akan mengkhawatirkan apa pun tentangnya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Entahlah, rasanya tidak akan pernah habis aku berbicara tentang segala hal yang berbau romansa. Dan s &lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;ejujurnya, masih banyak sekali drafts dari judul yang satu ini, kapan-kapan kusambung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sekarang sudah jam 23:48, dan aku harus segera posting tulisan ini sebelum jam 24:00, kalau tidak, it&#39;ll be just another drafts, ugh. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sweet dreams to you guys who are in love &amp;lt;3&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/457681316449222964/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2026/04/rasanya-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/457681316449222964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/457681316449222964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2026/04/rasanya-jatuh-cinta.html' title='Rasanya Jatuh Cinta'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghfKTUcFNSJLalFEVCGQbYhzH6kemxL68xJm4ZwimrqAFM4g_BPFV1N3oboLMQaya1JL0tby6jcJYv_Ep_C2ahEGhin8WltqcE3gBHWRABpucGhUsaL4FHHyCLsHH6KcHz3cbfx5NOBP0mKdcCir7bSDzjemn5fBn1Keem4qWSpEmli6p244Arzy1OLVnP/s72-c/Rasanya%20Jatuh%20Cinta.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-1452711447925307034</id><published>2025-05-21T20:22:00.026+07:00</published><updated>2025-05-21T21:31:34.848+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fotografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Minimnya Pionir dalam Ranah Fotografi Indonesia</title><content type='html'>&lt;figure class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKKCNh84bY2vcFgMJZhuYSBaNsc7HnNXhOgIcf3OXUByIWMOQcWIt7xcLF0HbLGoAY3YEQMBobN_bKUPjeRsR6IMKVo9TBEQvLv0-1c4lu_eKmdqCREV4AuNxku3iEnIr7gRxMmqyhgt6zMiw4bjYURIcKMJcOGs-tGU8xua80ptylIMXQwDjbjUAdAihL/s2956/@bilnsky%20Minimnya%20Pionir%20di%20Ranah%20Fotografi%20Indonesia.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
    &lt;img alt=&quot;Minimnya Pionir di Ranah Fotografi Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1663&quot; data-original-width=&quot;2956&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKKCNh84bY2vcFgMJZhuYSBaNsc7HnNXhOgIcf3OXUByIWMOQcWIt7xcLF0HbLGoAY3YEQMBobN_bKUPjeRsR6IMKVo9TBEQvLv0-1c4lu_eKmdqCREV4AuNxku3iEnIr7gRxMmqyhgt6zMiw4bjYURIcKMJcOGs-tGU8xua80ptylIMXQwDjbjUAdAihL/s16000/@bilnsky%20Minimnya%20Pionir%20di%20Ranah%20Fotografi%20Indonesia.jpg&quot; title=&quot;Minimnya Pionir di Ranah Fotografi Indonesia&quot; /&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belakangan jiwa kreatifku lagi kebakar banget, terinspirasi dengan 1 anak random yang nggak sengaja lewat di beranda YouTube. Kontennya POV Street Photography, tapi beda banget sama yang lainnya. Karena dia juga ngejelasin komposisi fotonya seperti apa, dan apa &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2023/12/makna.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;makna&lt;/a&gt; di balik fotonya. Yang terpenting adalah kenapa dia ngambil foto itu? Which is, ini esensi street photography yang sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gara-gara ini, gue jadi terinspirasi dan semangat banget kemarin ngeditin file-file video lama gue dari 2023 akhir yang belum ke-publish. Butuh 3 hari doang, dan langsung selesai saat itu juga. Rare Billy moment, karena fyi, jiwa prokastinasi mengalir secara natural dalam darahku, karena keinginan untuk perfeksionis dalam segala hal yang kukerjakan. Cara nge-counter-nya, ya, satu-satunya adalah dengan menentukan deadline dalam sebuah karya atau karena memang ada makna yang lagi gencar-gencarnya ingin disampaikan aja biasanya, seperti sekarang ini.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Balik lagi, alasan kenapa gue bikin tulisan ini adalah karena dalam proses 3 hari ngedit video kemarin dari tanggal 10-13 Mei, gue bingung nyari referensinya ke mana? Lantas terpikir... &quot; &lt;i&gt;Lah, iya, ya, emang siapa YouTuber fotografi Indonesia? Yang sering gue tonton&lt;/i&gt;&quot;, terutama yang aktif? &lt;/p&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Minimnya Pionir di Ranah Fotografi Indonesia&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena jujur... untuk YouTuber fotografi di Indonesia nggak terlalu banyak yang nyantol di ingatan, nggak ada kayak 1 pionir yang tercipta dari komunitas dunia itu sendiri terutama dari Indonesia, yang bisa dibilang &quot;&lt;i&gt;Peter McKinnon-nya&lt;/i&gt;&quot; Indonesia gitu. Kalau di Australia ada tuh, NorthBorders. You know what I mean lah, kalo kalian juga seorang fotografer yang juga upload konten di YouTube.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pionir itu menciptakan inspirasi yang membuat pengaruh ke industri. Entah itu dengan cara memberi inspirasi ke generasi baru, atau membuat industri menjadi menarik sehingga lebih relyable untuk content creator baru terjun juga ke dalamnya karena konten-kontennya yang menarik dan memotivasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Govinda Rumi, salah satu fotografer Indonesia juga sempat menanyakan hal ini di Twitter.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot; &lt;i&gt;Guys, YouTuber fotografi Indonesia yang kalian sering tonton siapa aja, sih?&lt;/i&gt;&quot;&amp;nbsp; &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gue paham kenapa dia menanyakan hal ini, karena memang... ketika mencari inspirasi, kita kadang rely on to something like this. &quot;Someone to look up into&quot;. Untuk asupan referensi supaya membuat karya yang kita buat menjadi jauh lebih baik lagi. Dan, belakangan memang gue ngeliat Govinda Rumi lagi sering bikin video-video gitu dengan diimbuhi story telling.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kadang ada tweet dia &quot; &lt;i&gt;Kok bisa kontennya street fotografi tapi yang bagus malah videonya, bukan fotonya.&lt;/i&gt;&quot; Nah, kalo dipikir-dipikir ini aneh juga, sih. &lt;/p&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Lalu, Siapa Pionirnya?&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di pikiran gua jujur nggak terlalu ada sosok yang gue pikirkan pada saat pertanyaan ini dilontarkan. &quot; &lt;i&gt;Emang siapa YouTuber fotografer Indo? Yang sering ditonton&lt;/i&gt;&quot;, di otak gue selalunya... &quot; &lt;i&gt;Lah, iya juga, ya, siapa?&lt;/i&gt;&quot;, tapi sebenarnya... jauh dalam dalam lubuk hati gue, gue bisa jawab, bahwa pionir yang dimaksud otak gue sekarang mungkin adalah &lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/@IvanSaputraAlam&quot;&gt;Ivan Alam Saputra&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi tau sendiri, seperti kebanyakan makhluk idealis lainnya, dia jarang upload video di YouTube. Tapi, somehow lately... dia aktif anehnya. It&#39;s so rare to see Ivan Saputra Alam upload video per bulan, terlebih dengan jumlahnya yang lebih dari 1 video.&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; margin-bottom: 2em; text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnaAOgqqZEkbVJwP3Xe5S8Ok40QCuq5u1Eurgfp-g1gxVfsDPSMmcrhvB7i-R-wU5UxRh74YxwCKGEKXgyz_b7QSdW0dz8d6TohFJ4mh4HHNA76AFF02JC7GNr1Tgao9acCvWwciMLp3xsfBw235yeNVfl24673zExOXeeUfBfJzJbEDJAi68pVzZqJ3L8/s1600/ivan%20bahkan%20schedule%20his%20youtube%20video%20since%20when%20brah%202.png&quot; style=&quot;display: block; padding: 1em 0px; text-align: center;&quot;&gt;
    &lt;img alt=&quot;Ivan Saputra Alam Channel YouTube&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;857&quot; data-original-width=&quot;1043&quot; height=&quot;526&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnaAOgqqZEkbVJwP3Xe5S8Ok40QCuq5u1Eurgfp-g1gxVfsDPSMmcrhvB7i-R-wU5UxRh74YxwCKGEKXgyz_b7QSdW0dz8d6TohFJ4mh4HHNA76AFF02JC7GNr1Tgao9acCvWwciMLp3xsfBw235yeNVfl24673zExOXeeUfBfJzJbEDJAi68pVzZqJ3L8/w640-h526/ivan%20bahkan%20schedule%20his%20youtube%20video%20since%20when%20brah%202.png&quot; title=&quot;Ivan Saputra Alam Channel YouTube&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memang it is time, sih, untuk kreator-kreator yang genuine keluar, karena orang udah pada bosen kali, ya? Dengan algoritma sekarang dengan apa-apa aja yang &#39;hits&#39;. People nowadays want genuine stuff, dan memang justru sekarang saatnya. Bahkan ada orang di YouTube yang yapping deep talk no edit aja bisa ditonton banyak orang.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Platform sekarang juga kebanyakan udah pada ngebayar creator mereka, paid ke konten-konten mereka karena yang gue lihat memang shifting gitu, jadi sekarang nggak di YouTube doang creator bisa dapet duit. YouTube Reels, Threads, bahkan Facebook rata-rata udah pada bisa menghasilkan uang juga di sana dari konten yang mereka buat, karena outside YouTube kan kebanyakan orang rely on views, sementara itu nggak bisa diduitin, tapi sekarang bisa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kembali lagi ke pertanyaan yang ditanyakan Govinda Rumi di Twitter-nya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;a href=&quot;https://x.com/govoes/status/1880622645282316614&quot;&gt;Post 1&lt;/a&gt;
  &lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;a href=&quot;https://x.com/govoes/status/1832229575302246443&quot;&gt;Post 2&lt;/a&gt;
  &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jawaban-jawabannya: Darwis Triadi, Robbie Sumantri, Martha Suherman, Jerry Aurum, Andry Dilindra, Nyong Ricko, Ivan Saputra Alam, Aditya Key, Faizal Wescott, Notmegapixels, Jordi Farhansyah, Govinda Rumi, Beawiharta, Figandlight.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terus ada juga yang reply, &quot; &lt;i&gt;gatau, gaada yang aktif banget soalnya&lt;/i&gt;&quot;. Nah, ini adalah exactly hal yang juga gue rasakan. Bukan cuma nggak begitu aktif, kayak rata-ratanya juga Mid dalam dunia creations. Yang top notch menurut gue sendiri satu-satunya adalah Ivan Saputra Alam. &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Awal-awal ketika nyari topik tentang street fotografi di YouTube gitu ada rmdh, atau Nyong Ricko. Sebelum kenal mereka gue udah jauh kenal dengan Ivan Saputra Alam dari video dia yang &lt;a href=&quot;https://youtu.be/idKkRhvl3YY?si=u1nkKMd1vukqkf1T&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ini&lt;/a&gt;, dia memang suka street fotografi, tapi rata-rata karyanya yang ada di Instagram lebih ke brandingan dia sebagai seorang videografer dengan perusahaannya &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/atheavisuals/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Athea Visuals&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalo ada yang bilang Darwis Triadi, jujur aku kurang setuju, karena kurang relevan di era fotografi jaman sekarang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Juga memang ada fotografer besar Indonesia yang sudah berkarir di Internasional kayak Faizal Westcott contohnya. Tapi kan, jatuhnya dia adalah fotografer NYC jadinya. &quot; &lt;i&gt;An American Indonesian, living in Boston/NYC&lt;/i&gt;&quot; dia juga niche-nya bermain di street photography. &lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Permasalahan dengan Konten Fotografi&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pribadi gue sendiri, jujur jarang ngeliatin konten-konten yang berbau fotografi meskipun gue sendiri ada di ranah fotografi, karena bosen aja, gitu. Gitu-gitu mulu kontennya. Nggak ada insight-nya, kadang asik sendiri POV Street Photography tanpa menjelaskan komposisi dan hanya menunjukkan hasilnya aja. Balik lagi ini POV dari seorang fotografer juga, ya. Mungkin emang buat dokumentasinya aja. Sama kayak gue ng-upload video yang waktu di Pelabuhan Rakyat Gresik kemarin, pure untuk dokumentasi pribadi aja.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terlepas dari topik fotografi sendiri yang mangsa pasarnya memang sedikit, karena kalo dipikir-pikir yang mengkonsumsi kan, ya, kita-kita sendir, para kreator itu juga, yang mencoba mengambil referensi dari video-video yang kita tonton.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biasanya konten-konten street fotografi yang populer justru didominasi&amp;nbsp;&amp;nbsp;bukan karena topik street fotografi itu sendiri, tapi siapa yang difoto di dalamnya yang membuat kontennya populer. Misalnya yang difoto adalah seorang yang cantik atau artis, misalnya BA Esports. Jadi bukan karena topik street fotografi itu sendiri tapi karena ada sesuatu yang &#39;hits&#39; di dalamnya, makanya jadi naik kontennya&amp;nbsp;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keresahanku dengan banyaknya konten fotografi di YouTube adalah kadang semuanya serba cepat, nggak ada momen untuk mencoba mengapresiasinya, menjelaskan kenapa kamu mengambil foto itu? Supaya ada makna lebih di dalamnya.&lt;/p&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dia!&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampai... aku bertemu dengan channel ini, &lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/@kvinsetiabudi&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kevin Setiabudi&lt;/a&gt;, yang ternyata dia juga seorang fotografer asal Surabaya, se-regional ternyata kita! Waktu subscribe channel-nya, dia ada di angka 1.500. Nggak banyak, kan? Tapi, setelah gue lihat, dia udah create cukup banyak konten yang jauh lebih insightful, melebihi channel-channel fotografer besar kebanyakan. Ada effort lebih yang nggak banyak YouTuber fotografi Indonesia lakukan.&amp;nbsp; &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gue ngerasa dilibatkan dalam setiap proses kreatifnya, fotonya juga nggak yang bagus amat. Jelek, tapi justru karena itu bisa belajar bareng, tumbuh bareng dan nge-review supaya nggak melakukan kesalahan yang sama.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak fotografer di luar sana yang fotonya bagus. Tapi, nggak banyak orang yang bisa menjelaskan sesuatu dengan baik, terlebih lagi nyaman dan enak untuk didengar, yang bikin penonton engage dan memperhatikan apa yang kamu buat lebih dalam lagi, dan membangun koneksi di sana. Ini adalah core pembedanya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara dia menjelaskan juga simple, dan mudah dipahami oleh orang awam sekali pun, nggak banyak fotografer yang bisa kayak gini. Pandai untuk mejelaskan dan mengkritisi foto yang dia ambil sendiri. Gue aja dapat banyak insight setelah menonton video-videonya, padahal gue bisa dibilang jago dalam dunia fotografi. Tapi, cara dia menjelaskan ini kayak... menjelaskan sesuatu yang obvious yang sulit untuk dijelaskan, tapi dia jelaskan. Membuka hal yang biasanya nggak dijelaskan dan membuatnya menjadi asik untuk dipelajari.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampe sekarang geleng-geleng gua dengan cara dia menjelaskan komposisi foto-fotonya. Kayak ada script yang dia kerjakan hanya untuk menjelaskan 1 foto itu. Kayak, &quot; &lt;i&gt;Kok bisa, woe?!&lt;/i&gt;&quot;, kagum aja gitu dengan bagaimana cara ia menjelaskan foto-fotonya. Serius, nggak banyak memang orang yang bisa menjelaskan sesuatu, and you have to monetize this skill. Mahal, sumpah. &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku bisa bilang dia ini one of a kind, sih. Aku aja bisa jadi sampai termotivasi untuk mengedit video-video POV lamaku gara-gara dia, serius. Kayak menyalakan api seniku lagi, dalam dunia video creation.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku akui, video-video POV street fotografiku memang kutujukan untuk diriku sendiri, sekedar dokumentasi aja, memang bukan untuk orang umum. Mangkanya biasa aja dan membosankan. Tapi kali ini, aku bisa bilang memang video ini kutujukan untuk orang umum.&lt;/p&gt;
&lt;center&gt;
  
  &lt;div style=&quot;margin-bottom: 2em; margin-top: 2em; text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; referrerpolicy=&quot;strict-origin-when-cross-origin&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/DnSnA8LZVvY?si=gV8V2VkI_mJmbBIv&amp;amp;start=205&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Penutup&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Efek dari pionir dalam suatu ranah itu besar. Pada masanya, fotografi portrait waktu itu, contohnya aja Brandon Woelfel di bidang portrait-nya, jadi tren style dia. Fotografer waktu itu ketika ngedit pada naikin Shadow di foto-foto mereka, wkwk. Tujuannya? Ya, supaya mirip dengan foto-foto Brandon Woelfel. Aku notice banget ini jaman dulu, karena aku juga ngelakuin hal yang sama juga. Ini adalah contoh foto yang dinaikkan shadow-nya terus ditambah dengan elemen confetti gitu khas Brandon Woelfel abis.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;
  &lt;tbody&gt;
    &lt;tr&gt;
      &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
        &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0SL8hECkP9Epl_IIGUlLdM0pBjeEUrKb49vEgENbQnQTIA8aKwXvUxWW8ezHw9POHmYglKXv9dm3hiwaiLPuGxgaN-zto3QGFczatrdDX80QkvrUULBbboaMBCAV0KC3xc4FjxnuVWZJ3dA0PVGOoXgBRVCWreMdPvvAmK0ap13n3JtutCFomtCjvQl8l/s3959/Stage%20Photography%20by%20@Bilnsky.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;
          &lt;img alt=&quot;Karya Stage Photography @Bilnsky Tahun 2018&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2957&quot; data-original-width=&quot;3959&quot; height=&quot;478&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0SL8hECkP9Epl_IIGUlLdM0pBjeEUrKb49vEgENbQnQTIA8aKwXvUxWW8ezHw9POHmYglKXv9dm3hiwaiLPuGxgaN-zto3QGFczatrdDX80QkvrUULBbboaMBCAV0KC3xc4FjxnuVWZJ3dA0PVGOoXgBRVCWreMdPvvAmK0ap13n3JtutCFomtCjvQl8l/w640-h478/Stage%20Photography%20by%20@Bilnsky.jpg&quot; title=&quot;Karya Stage Photography @Bilnsky Tahun 2018&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;
        &lt;/a&gt;
      &lt;/td&gt;
    &lt;/tr&gt;
    &lt;tr&gt;
      &lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Karyaku Tahun 2018&lt;/td&gt;
    &lt;/tr&gt;
  &lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Coba liat videonya Ivan Saputra Alam di 7 tahun lalu. Itu juga terinspirasi dari Brandon Woelfel weh, hahaha...&lt;/p&gt;


&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; margin-bottom: 2em; text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxMmLnMgMBBfnGOJTsEQ3dgqt5dhLxwKBahwL19vZb7Y3VUvoWM2KdSdfhh8XeEtr6QxOU4JYnZPFKnl_-w-Po_dbZKhzP6EpWNq10nOe6FpTqnBLgDmZrCU9y5S8pYU2No2f3OA69RLtXO4I_W7EXt8iaNaX0OVAFm4eQQTiEmMADD2V13HhKKxqtzbNG/s1306/Ivan%20Saputra%20Alam%20Brandon%20Woelfel%20Style%20Tone.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
    &lt;img alt=&quot;Ivan Saputra Alam Ketika Memakai Tone Brandon Woelfel&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;863&quot; data-original-width=&quot;1306&quot; height=&quot;422&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxMmLnMgMBBfnGOJTsEQ3dgqt5dhLxwKBahwL19vZb7Y3VUvoWM2KdSdfhh8XeEtr6QxOU4JYnZPFKnl_-w-Po_dbZKhzP6EpWNq10nOe6FpTqnBLgDmZrCU9y5S8pYU2No2f3OA69RLtXO4I_W7EXt8iaNaX0OVAFm4eQQTiEmMADD2V13HhKKxqtzbNG/w640-h422/Ivan%20Saputra%20Alam%20Brandon%20Woelfel%20Style%20Tone.png&quot; title=&quot;Ivan Saputra Alam Ketika Memakai Tone Brandon Woelfel&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;
  &lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan jangan lupa, bahwa tulisan ini ada dan dibuat juga karena awalnya gue terinspirasi dari videonya Kevin Setiabudi, fyi artikel ini ditulisnya pun nggak nyampe 2 jam, video kemaren yang gue buat nggak nyampe 3 hari, menunjukkan bahwa betapa feel inspired-nya gue saat ini karenanya. Karena serius, nggak banyak fotografer yang menjelaskan komposisi foto sepertinya, jadinya gue juga terinspirasi untuk ikut bikin juga. Sebesar itu efek dari pionir di dunia kreatif.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada dasarnya, pionir itu artinya orang pertama, yang memulai sesuatu sebelum orang lain. Bisa dibilang, dia yang ngebuka jalan, untuk hal-hal baru, atau jadi pelopor dalam bidang tertentu. Misalnya, orang yang pertama kali nyoba bikin sesuatu yang belum ada sebelumnya, atau yang berani melangkah lebih dulu pas orang lain masih ragu-ragu. Intinya, dia yang mulai duluan dan jadi penentu arah.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pionir itu bukan cuma jadi yang pertama, tapi juga ngasih pengaruh yang bikin industri berubah. Mereka bisa jadi sumber inspirasi buat generasi baru, atau bikin industri itu sendiri kelihatan lebih menarik dan bisa diandalkan. Konten-konten yang mereka buat biasanya nggak cuma unik, tapi juga memotivasi banget, sampai-sampai bikin orang lain jadi pengen ikut terjun juga. Yang entah kenapa gue ngeliat ini di Kevin Setiabudi.&lt;/p&gt;&lt;/center&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/1452711447925307034/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/05/minimnya-pionir-di-ranah-fotografi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/1452711447925307034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/1452711447925307034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/05/minimnya-pionir-di-ranah-fotografi.html' title='Minimnya Pionir dalam Ranah Fotografi Indonesia'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKKCNh84bY2vcFgMJZhuYSBaNsc7HnNXhOgIcf3OXUByIWMOQcWIt7xcLF0HbLGoAY3YEQMBobN_bKUPjeRsR6IMKVo9TBEQvLv0-1c4lu_eKmdqCREV4AuNxku3iEnIr7gRxMmqyhgt6zMiw4bjYURIcKMJcOGs-tGU8xua80ptylIMXQwDjbjUAdAihL/s72-c/@bilnsky%20Minimnya%20Pionir%20di%20Ranah%20Fotografi%20Indonesia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-2087972443119455712</id><published>2025-05-06T18:01:00.043+07:00</published><updated>2025-05-07T01:55:41.516+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nostalgia Ultra"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal"/><title type='text'>Kartun Buah-Buahan yang di Trans 7 Itu</title><content type='html'>
&lt;figure style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Kartun Buah-Buahan yang di Trans 7 Itu&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0SAfqL7KLB81bVAlWREG3FSa8vovK1TuC5ePTINmqhEcca5YU602ixDpsa2RkjLLckdZm5LO0uKD-8sefm_iM3lQlUV-tCKKROtQYiD_BvNsTKqfk93dWXsB64psvxG83YdkWg7dj3O0G3wyMgGsidxy3KYYx_MCMncwzfs64YfVRfwC7HNB2OwBqThb8/s1600/Kartun%20Buah-Buahan%20yang%20di%20Trans%207%20Jelly%20Babies.png&quot; title=&quot;Kartun Buah-Buahan yang di Trans 7 Itu&quot;&gt;
&lt;figcaption style=&quot;font-style: italic; text-align: center;&quot;&gt;&amp;quot;Kartun Buah-Buahan yang di Trans 7 Itu&amp;quot;&lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yak, seperti yang kalian lihat di judul artikel ini, &amp;quot;&lt;i&gt;Kartun Buah-Buahan yang di Trans 7 Itu&lt;/i&gt;&amp;quot; adalah kata kunci yang gue gunakan untuk mencari kartun animasi masa kecil gue yang satu ini. Bayangkan sedang asyik ingin bernostalgia dan sekedar mencari tau informasi tentang animasi buah-buahan yang satu ini..&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/05/kartun-buah-buahan-yang-di-trans-7-itu.html#more&quot;&gt;Baca Selengkapnya »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/2087972443119455712/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/05/kartun-buah-buahan-yang-di-trans-7-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/2087972443119455712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/2087972443119455712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/05/kartun-buah-buahan-yang-di-trans-7-itu.html' title='Kartun Buah-Buahan yang di Trans 7 Itu'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0SAfqL7KLB81bVAlWREG3FSa8vovK1TuC5ePTINmqhEcca5YU602ixDpsa2RkjLLckdZm5LO0uKD-8sefm_iM3lQlUV-tCKKROtQYiD_BvNsTKqfk93dWXsB64psvxG83YdkWg7dj3O0G3wyMgGsidxy3KYYx_MCMncwzfs64YfVRfwC7HNB2OwBqThb8/s72-c/Kartun%20Buah-Buahan%20yang%20di%20Trans%207%20Jelly%20Babies.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-9118919043524782475</id><published>2025-05-04T12:01:00.011+07:00</published><updated>2025-05-08T11:50:22.773+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Dari"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fotografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Self Development"/><title type='text'>Belajar dari Vivian Maier</title><content type='html'>&lt;figure style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;img alt=&quot;Belajar dari Kisah Vivian Maier&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6a7GktFKpTcIwLV0rzLkbA2UF5GeN6TjT4_syzHEBVVccJYdQaPdZmYMo1pFnhyphenhyphensJRIVLXwyR7Gd9zCGwz_F7pSFxcEsPBHI3Mq3_WEKSmLX7K-vfEODl94qwcVr7DTOYzUoGfkeSAhltADf_fsQ2A_gYqnWvUvUNFckx3bGJzMFsDrCj0sjauQCWtMDO/s1400/Belajar%20dari%20Vivian%20Maier.jpg&quot;&gt;
  &lt;figcaption style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Vivian Maier, Undated &lt;br&gt;© The Estate of Vivian Maier, courtesy Collection John Maloof &lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebelum menemukan &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/04/vivian-maier.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kisah dari seseorang yang bernama Vivian Maier&lt;/a&gt;, aku sebetulnya sudah sering melihat karya-karyanya di berbagai platform media sosial. Karena memang bertebaran di mana-mana, yang mana makin membuat rasa penasaran ini meningkat akan tentang sosoknya seperti apa.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/05/belajar-dari-vivian-maier.html#more&quot;&gt;Baca Selengkapnya »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/9118919043524782475/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/05/belajar-dari-vivian-maier.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/9118919043524782475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/9118919043524782475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/05/belajar-dari-vivian-maier.html' title='Belajar dari Vivian Maier'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6a7GktFKpTcIwLV0rzLkbA2UF5GeN6TjT4_syzHEBVVccJYdQaPdZmYMo1pFnhyphenhyphensJRIVLXwyR7Gd9zCGwz_F7pSFxcEsPBHI3Mq3_WEKSmLX7K-vfEODl94qwcVr7DTOYzUoGfkeSAhltADf_fsQ2A_gYqnWvUvUNFckx3bGJzMFsDrCj0sjauQCWtMDO/s72-c/Belajar%20dari%20Vivian%20Maier.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-7754157081545417052</id><published>2025-05-01T16:13:00.049+07:00</published><updated>2025-05-09T03:14:35.523+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Cara Pandangku Terhadap Hubungan</title><content type='html'>&lt;figure style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;img alt=&quot;Cara Pandangku Terhadap Hubungan&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcFYt6vE7inLxSlfE8J0ssLhUoUyOrbwZvOJmF4MDI3HBRIBXLgEtwJ2vStRKNjKzh6NozloYVonnpss_d2UWO37FKzpC9Y1noAYrXvjp-CPYhRlmF7UxghAtwWIwU1bXg1sDdxhZm2Bxt1jFG-0wrKVUuDeAwqsDpVhCOr8t3BeeOhb-z4yy0tcEVxkmE/s16000/Tentang%20Hubungan%20atau%20Relations.jpg&quot; title=&quot;Cara Pandangku Terhadap Hubungan&quot;&gt;
  &lt;figcaption style=&quot;font-style: italic; text-align: center;&quot;&gt;If the sky pink and white&lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gue termasuk orang yang bisa dibilang buruk jika berurusan dengan &amp;quot;hubungan antar manusia&amp;quot;. Terdengar aneh memang, mengingat karya-karya gue yang kebanyakan mengangkat tema tentang kemanusiaan, human-interest/&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/p/bilnsky-gallery.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;street photography&lt;/a&gt;. Tapi justru, di sini letak menariknya. Let me explain..&lt;/p&gt;

&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/05/hubungan.html#more&quot;&gt;Baca Selengkapnya »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/7754157081545417052/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/05/hubungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/7754157081545417052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/7754157081545417052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/05/hubungan.html' title='Cara Pandangku Terhadap Hubungan'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcFYt6vE7inLxSlfE8J0ssLhUoUyOrbwZvOJmF4MDI3HBRIBXLgEtwJ2vStRKNjKzh6NozloYVonnpss_d2UWO37FKzpC9Y1noAYrXvjp-CPYhRlmF7UxghAtwWIwU1bXg1sDdxhZm2Bxt1jFG-0wrKVUuDeAwqsDpVhCOr8t3BeeOhb-z4yy0tcEVxkmE/s72-c/Tentang%20Hubungan%20atau%20Relations.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-5216822677062966577</id><published>2025-04-21T07:05:00.068+07:00</published><updated>2025-05-06T02:58:21.821+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Film"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fotografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Menyelami Kisah Vivian Maier </title><content type='html'>&lt;figure style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;img alt=&quot;Belajar dari Kisah Vivian Maier&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJgcr3Y79dxLCGKw_7rO4n-1-2OXb6nAPBMDTaUOCKOuzh5rBTlAhT0mhr-hMAg_uAI7sdXL9q3H9VhdQLbwtk0FXG7q96tkyGhRiLT9es3RWz3qeMJaKXIRsHlCYuJ5sc_OpEI5earBo_Vl2ZxV3hDnRHlIFOsZNRosUHXJY5fX3LKTwo2pti40EyQJBD/s16000/Belajar%20dari%20Kisah%20Vivian%20Maier%20.jpg&quot;&gt;
  &lt;figcaption style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Vivian Maier, Chicago, 1956  &lt;br&gt;© The Estate of Vivian Maier, courtesy Collection John Maloof &lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudah sekitar sebulanan kayaknya aku enggak liat film. Film terakhir yang aku lihat sampai sekarang masih dengan documentary-nya Vivian Maier. Sengaja. Karena memang ingin yearning aja. Sayang kalau perasaan ini terlewat begitu saja. Karena aku jarang betul untuk rewatch sesuatu, ketika ingin rewatch sebuah film, di otakku pasti akan ada suara, &amp;quot;Hey, ada banyak film yang belum ditonton di luar sana, dan kamu memilih untuk rewatch?&amp;quot;.&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/04/vivian-maier.html#more&quot;&gt;Baca Selengkapnya »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/5216822677062966577/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/vivian-maier.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/5216822677062966577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/5216822677062966577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/vivian-maier.html' title='Menyelami Kisah Vivian Maier '/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJgcr3Y79dxLCGKw_7rO4n-1-2OXb6nAPBMDTaUOCKOuzh5rBTlAhT0mhr-hMAg_uAI7sdXL9q3H9VhdQLbwtk0FXG7q96tkyGhRiLT9es3RWz3qeMJaKXIRsHlCYuJ5sc_OpEI5earBo_Vl2ZxV3hDnRHlIFOsZNRosUHXJY5fX3LKTwo2pti40EyQJBD/s72-c/Belajar%20dari%20Kisah%20Vivian%20Maier%20.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-6619170899396924255</id><published>2025-04-15T05:44:00.086+07:00</published><updated>2025-05-06T03:49:24.142+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Self Development"/><title type='text'>Menjawab Pertanyaan Diri: Kenapa Aku Enggak Pernah Ngerasa Insecure?</title><content type='html'>&lt;figure style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;img alt=&quot;Menjawab Pertanyaan Diri: Kenapa Aku Enggak Pernah Ngerasa Insecure?&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoXqIqoaxjqZmgWhLQ4wDw3Dor1fJn78xD2FfzTKFgXhtdRFUCTMhrklMalXRx-aLLaD1QrhuDLC6qIlrnn5l4xML6oOww845v6YI5MDcaiyxQJ0M29FTBuJmraw2xHj2dthzacrNLcHQH4Z9mqWFv7h1vsHfGmMoCaMAohXGafOravCWQN8WV5Oe1OX6R/s4524/DSC_0480.jpg&quot; /&gt;
  &lt;figcaption style=&quot;font-style: italic; text-align: center;&quot;&gt;Bali, 24 Juni 2018&lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini adalah draf pikiranku di tahun 2021 yang kubuka kembali di tahun 2025. Keresahan &lt;b&gt;insecurity &lt;/b&gt;ini bisa dibilang keresahan terbesarku pada saat itu, karena sering sekali kupikirkan dan memutuskan untuk meluapkannya ke dalam bentuk tulisan, tapi ngga di-upload, biasa, kebiasaan nge-draf. Jika tak diluapkan pada saat itu agaknya sudah pasti akan meleduk sia. &lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku selalu penasaran kenapa aku &lt;u&gt;enggak pernah ngerasa insecure&lt;/u&gt; di saat banyak orang merasakan hal ini, dan tujuanku menulis artikel ini adalah sekaligus mencari jawabannya. Harapannya ya siapa tau ini akan menjadi manfaat bagi banyak orang yang merasakan hal yang sama dan bantu kalian untuk mengatasinya. Mari, sama-sama mencari jawabannya, kutunjukkan cara biar kamu enggak insecure lagi. Sebelum itu, kita pahami dulu.. &lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Memahami Insecure&lt;/h2&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;In·se·cure/insecurity,&amp;nbsp;&lt;b&gt;perasaan nggak aman&lt;/b&gt; yang pada dasarnya muncul dari dalam diri sendiri. Rasa ini yang bikin kita jadi meragukan diri, yang nimbulin rasa nggak percaya diri, malu, bahkan merasa&amp;nbsp;&lt;b&gt;rendah diri&lt;/b&gt; karena ngerasa orang lain selalu lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rendah diri di sini maksudnya perasaan atau keyakinan bahwa diri sendiri nggak cukup baik, &lt;u&gt;nggak seberharga orang lain&lt;/u&gt;, atau selalu kurang dibandingkan orang lain. Selalu kalah dalam perbandingan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perasaan nggak aman ini biasanya muncul ketika lagi ngerasa bersalah, kekurangan, atau merasa nggak mampu untuk ngelakuin sesuatu seperti yang dilakukan orang lain.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Makanya, orang yang insecure cenderung punya kepercayaan diri yang tipis, rapuh, nggak yakin dengan kemampuan dirinya sendiri dan bertanya-tanya, &quot;&lt;i&gt;Apa iya orang lain beneran suka sama diriku?&lt;/i&gt;&quot;, &quot;&lt;i&gt;Apa aku pantas ada di sini?&lt;/i&gt;&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi kalau disimpulin, insecure ini perasaan nggak nyaman sama &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/diri-sendiri.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;diri sendiri&lt;/a&gt;. Merasa nggak cukup berharga, takut ditolak, takut dibandingkan, takut nggak disukai. Intinya merasa&lt;b&gt;&amp;nbsp;kurang dari orang lain&lt;/b&gt;. Bukan karena kita memang kurang, tapi karena kita &lt;i&gt;ngerasa&lt;/i&gt; kurang.&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Penyebabnya&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; Berdasarkan pengamatanku di 2021, saat draf ini dibuat, insecurity sering muncul saat kita membandingkan diri. Kebanyakan orang yang menggunakan kata insecure ini, ketika mereka melihat konten orang lain di media sosial, yang mana dia merasa orang ini &quot;lebih&quot; dari dirinya, entah itu dari segi fisik (lebih cantik, ganteng) ataupun dari segi ekonomi (seperti karier dia lebih sukses, anak orang kaya, dan lainnya).&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di saat dia membandingkan diri, perasaan ketidakamanannya muncul dan melunturkan rasa percaya dirinya, jadinya insecure deh. Coba liat aja komen-komen seperti, “Aku insecure banget liat ini” sering seliweran di TikTok atau platform lain pada saat itu. Menurutku, ini bukti bahwa social media punya dampak besar ke kesehatan mental terutama rasa insecure ini.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Psikologi bilang bahwa insecurity juga bisa asalnya dari faktor eksternal seperti tekanan sosial, standar yang nggak realistis, kurangnya dukungan emosional, atau faktor lingkungan yang nggak mendukung.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sesimpel saat kita melihat seseorang dengan karier yang lebih baik atau penampilan yang menarik, seseorang mungkin merasa &quot;tidak cukup&quot; dan mulai mempertanyakan nilai dirinya. Yang perlu diingat adalah bahwa insecurity bukan hanya soal penampilan atau status ekonomi. Bahkan, yang dianggap &quot;good looking&quot; atau sukses pun bisa ngerasa insecure. Kenapa? Ya, karena setiap orang punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing, dan perasaan ini seringnya lebih tentang &lt;u&gt;pola pikir&lt;/u&gt; daripada realitas. &lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Cara Efektif Biar Enggak Insecure Lagi &lt;/h2&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perlu di-note bahwa poin-poin yang kusampaikan di bawah ini berurutan dan saling berkaitan dengan poin sebelumnya.&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kontrol dan Latih Pola Pikir Stoik&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Padahal, kalo dipikir-pikir lagi dengan baik, faktor-faktor eksternal ini bukanlah hal yang bisa dikontrol. Cantik nggaknya orang, pencapaian orang, ini adalah hal yang di luar &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2023/04/kontrol.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kontrol&lt;/a&gt; kita, asalnya dari luar diri. Sekarang coba liat ke dalam diri lalu bertanya apa yang bisa dikontrol? Ya, reaksi kita terhadapnya. &lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memang benar bahwa counter anak-anak jaman sekarang itu adalah Stoic. Berasa kayak all in one package solution aja gitu terhadap segala hal pikiran negatif yang mereka ciptakan sendiri. &lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena filosofi stoikisme ngajarin untuk fokus pada hal yang bisa kita kontrol aja, kayak usaha (untuk memperbaiki penampilan diri) dan sikap (terhadap pencapaian dan penampilan mereka), bukan malah fokus dengan hasil atau opini orang lain. Dengan menerapkan pola pikir ini, kalian bisa lebih tenang menghadapi tekanan eksternal dan mengurangi rasa insecurity ini.&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ubah Sudut Pandang dan Pola Pikir&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku sering mikir, kenapa sih kalau kita lihat konten orang yang “lebih” dari kita, entah mereka lebih cantik, lebih ganteng, sukses, atau punya hidup yang kelihatannya wow, reaksinya justru nge-down karena insecure? Bukannya malah termotivasi? Aneh nggak sih?&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurutku, ini semua tentang sudut pandang dan pola pikir. Alih-alih melihat orang lain sebagai inspirasi, kita malah tenggelam dalam perasaan “Aku nggak cukup baik”. Padahal, kalau dipikir-pikir, insecure itu bisa banget kita suling jadi bahan bakar buat motivasi.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bayangin, kalau ada orang posting pencapaian mereka, misalnya karier cemerlang atau penampilan yang kece, kenapa kita nggak bilang dalam hati, “Keren, aku juga pengen kayak gitu!” daripada komentar, “Duh, aku insecure banget lihat ini”? Reaksi kita itu pilihan, loh. Sikap yang kita ambil menentukan apakah kita bakal jalan ke depan atau stuck di tempat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Insecure itu wajar, tapi kenapa nggak kita balik jadi dorongan buat improve diri? Misalnya, lihat orang jago ngomong di depan umum, daripada ngerasa kecil, coba deh belajar public speaking. Atau lihat orang punya bisnis sukses, daripada merasa “Aku nggak akan bisa”, mulai cari tahu langkah kecil apa yang bisa kamu ambil.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Intinya, insecure itu kayak alarm kecil di kepala yang bilang, “Hei, ada sesuatu yang kamu pengen!” Jadi, alih-alih ngebiarin alarm itu bikin panik, dengerin apa yang sebenarnya kamu mau, lalu ubah jadi tindakan. Ganti mindset dari “Aku nggak sebanding” ke “Aku bisa belajar dari mereka”. Dengan gitu, kamu nggak cuma lepas dari insecure, tapi juga jadi versi lebih baik dari dirimu sendiri.&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mengenal Diri Lebih Dalam&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika insecure adalah perasaan tak percaya diri atau adanya ketidakpastian dalam diri sendiri. Berarti, bukannya mereka harusnya mengenal diri sendiri lebih jauh lagi? Karena banyak loh, orang yang merasa udah kenal dengan dirinya tapi ketika ditanya, &quot;Apa makanan atau film favoritmu?&quot; Mereka bingung jawabnya apa. &lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku selalu bertanya-tanya, kenapa aku nggak gampang insecure? Ternyata, kunci utamanya adalah mengenali diri sendiri. Cari tahu apa yang bikin kamu unik, apa kekuatanmu. Kalau kamu tau betul siapa dirimu, perbandingan sama orang lain tuh jadi nggak relevan. &lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Menghindari Perbandingan&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita udah tau, kan, bahwa pemicu dari insecure itu sering banget gara-gara kita suka banding-bandingin diri sama orang lain.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Misalnya, ngeliat postingan orang yang keren banget fotonya di Instagram, terus jadi banding-bandingin tuh dengan foto punyamu. Tiba-tiba ngerasa foto kita “kok gini amat” Akhirnya malah jarang post karena minder, kan, aneh. Padahal siapa tau itu strength dia, ya, emang karena jago foto aja gitu loh, karena anak seni, misal.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bener-bener nggak relevan sama sekali, kan? Selain environment-nya beda, kalian ngga tau referensi apa aja yang mereka sudah lahap untuk mendapatkan skill itu, yang kamu compare itu tadi. Karena nggak masuk akal banget kalau kita nilai diri kita berdasarkan kekuatan orang lain. Tiap orang punya kelebihan masing-masing, dan itu nggak bisa diadu gitu aja.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, daripada ngerasa down gara-gara kelebihan orang, mending gali potensi diri dan bikin itu bersinar. Ini cara paling ampuh buat nendang rasa insecure jauh-jauh!&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Cari dan Kenali Strength (Kekuatan) Diri&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini menurutku poin paling penting dari supaya enggak lagi insecure. Strength (kekuatan) yang kumaksud di sini adalah skill (kemampuan). Skill ini ibarat tameng, yang buat diri kamu jadi mikir bahwa, &quot;Aku berharga&quot;, dan jadi &#39;secure&#39;. Karena ada value yang kamu offer ke society.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika suatu saat kamu udah tau jagomu di mana/skill-mu apa, insecure akan menjadi usang dan berdebu. And again, because you&#39;re really good at it, komparasi sampai-sampai bukan lagi jadi sebuah opsi. Bahkan, untuk lewat di pikirin aja enggak akan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini adalah kasus real yang terjadi padaku, jawaban dari pertanyaan yang kuajukan berkali-kali terhadap diriku sendiri &quot;Kenapa, ya, aku nggak pernah ngerasain yang namanya insecure ini&quot;. Ya, karena aku memang sejago itu di hal yang aku lakukan, which is Fotografi. &lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Fokus pada Kemampuan/Value Diri&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak orang di luar sana yang ngga good looking, tapi dia jago banget dalam menulis dan bercerita (story telling) lalu memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin sehingga keahliannya ini bisa ke berbagai arah, dari awalnya sekedar menulis diary untuk Blog-nya lalu berkembang ke Stand Up Comedy, Buku, Film, bahkan sekarang Musik.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ya, contohnya adalah Bang Raditya Dika, dia full fokus pada kekuatan dirinya, untuk ngembangin skill dia, sehingga kelebihannya lebih menonjol daripada kekurangannya, dan tentunya bermanfaat bagi orang banyak. &lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tentunya hal ini bikin dia ga akan ada waktu untuk memikirkan orang lain yang mana itu menuju tidak adanya insecure di dalam diri karna dia sudah percaya dengan dirinya percaya pada kekuatan yang ada pada dirinya kuncinya fokus mencari kekuatan dalam diri sendiri.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Poinnya di sini adalah gue percaya bahwa setiap orang punya kelebihannya masing-masing. Alih-alih fokus pada kekurangan seperti, &quot;Aku nggak bisa foto sekeren dia&quot;, &quot;Aku nggak secantik dia&quot;, lebih baik cari tahu apa yang membuat dirimu istimewa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apakah pandai berbicara, menari, atau sekedar jago membuat orang tertawa? Kembangkan kelebihan ini. Belajar dari contoh Bang Radit tadi, seseorang yang tidak percaya diri dengan penampilannya bisa fokus pada keterampilannya seperti menulis atau berkomedi, yang pada akhirnya membuat mereka lebih percaya diri. &lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Menemukan Hobi yang Bermakna&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalian sadar ngga, sih, bahwa orang Indonesia itu rata-rata punya terlalu &lt;b&gt;banyak waktu luang&lt;/b&gt;, sehingga juga punya banyak waktu untuk memikirkan hal-hal yang ngga perlu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contohnya, ya, waktu untuk insecure ini. Ngetik komentar, kan, perlu waktu, kan, yak? Gua sendiri pernah ketemu komentar panjang lebar yang intinya dia itu insecure basically, dan itu ngga satu dua orang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Udah insecure, dituangkan pula dalam bentuk komentar, terus tiap yang nge-like-in komentar dia kan jadinya nge-remind diri dia sendiri bahwa dia insecure. Iya kalo like-nya satu, dua orang? Terus-menerus? Kayak alarm cuy yang ngingetin bahwa lu tuh insecure tiap baca notification. &lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hobi ini adalah fungsi yang tepat untuk waktu luangmu, dia yang mengisi kekosongan di hari-harimu sehingga kamu bisa mengenal diri lebih jauh lagi. Jangan pernah remehkan hobi, justru mereka adalah jembatanmu untuk mengenal dirimu lebih dalam lagi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hobi bisa apa aja, baca novel sekali pun itu juga termasuk hobi. Karena arti dari hobi sendiri adalah, aktivitas yang dilakukan di waktu luang. Kegemaran, kesenanganmu pada waktu senggang, waktu untuk menenangkan pikiran, apa pun yang mengembangkan diri.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nanti, dari banyaknya hobi yang kamu coba di waktu luangmu akan ada satu yang nyantol yang bikin hati tergelitik ketika melakukannya. That&#39;s the sign when you found it. Hobi yang bermakna.&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hidup di Masa Sekarang dan Fokus pada Saat Ini&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku paham bahwa ketidakyakinan saat insecure itu mengguncang dan membuatmu bingung akan apa-apa saja yang akan terjadi di masa depan, tapi ingat, bahwa masa depanmu tergantung dari apa yang kamu lakukan pada saat ini. Jadi fokus pada saat ini. &lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika belum menemukan hobi yang bermakna, nggak masalah, yang penting jalani hidup dengan penuh makna. Fokus pada momen sekarang. Apa yang sedang dilakukan? Asah skill. Kalo belum punya skill kenalan sama &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/diri-sendiri.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;diri sendiri&lt;/a&gt; dulu lebih jauh lagi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Coba hal baru yang berhubungan dengan seni (ekspresi jiwa) manusia. Entah itu baca buku, nonton film, dengerin musik). Jangan terlalu khawatir tentang masa depan (karier, tujuan besar). &lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena hati-hati, fokus itu bisa jadi suggestion. Pilot yang dibilangin jangan nabrak gedung pasti akan berhati-hati dan mikirin gedung seperti apa yang akan muncul di depannya, &quot;mana gedung, mana gedung?&quot; di pikirannya. Sampailah di tujuan tapi tidak ada gedung satu pun yang nampak di perjalanan. &lt;/p&gt; 
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baca Juga: &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/present.html&quot;&gt;Present&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bangun Lingkungan yang Positif&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada yang bilang, &quot;Tunjukkan teman-temanmu, maka akan aku tunjukkan bagaimana masa depanmu&quot;. Lingkungan itu berpengaruh banget ke pola pikir. Kalau temenmu insecure, toxic atau males-malesan mending jauhin.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ganti dengan orang-orang yang satu visi dan misi denganmu. Gausah ketinggian, yang satu interest dan satu pola pikir aja dulu. Tentu yang interest-nya ke arah hal yang positif, ya, yang bikin kamu juga berkembang, dan bukannya malah &quot;crab mentality&quot; yang jadi mempertebal insecure-mu misal.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika kamu berbicara atau bahkan hanya memperhatikan bagaimana orang percaya diri/positif bekerja, otomatis pola pikir dia itu akan nular ke kamu secara perlahan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Coba tonton podcast orang-orang yang baik secara pola pikirnya: Raditya Dika, Raymond Chin, Felix Siauw, Deddy Cobuzier, Rocky Gerung. Tulisan yang kamu baca sekarang ini adalah hasil dari mereka semua, dari aku memperhatikan bagaimana cara mereka berpikir dan mengaplikasikannya ke hidup.&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kendalikan Media Sosial&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Insecure sering kedengeran, terutama untuk kalangan anak muda di era media sosial ini. Kadang aku mikir betul kenapa banyak anak muda jaman sekarang sering mention kata-kata ini; insecure, anxiety, depression dan kata terkait kesehatan mental lainnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurutku, ini bukti bahwa social media sangat berdampak, dan ada kaitannya dengan hal ini. Karena gak jarang ngeliat komentar soal insecure di 1,2 video TikTok yang lewat atau pun di platform sosial media lainnya, terutama yang ada hubungannya dengan visual/gambar.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sosial media ini ibarat momok penyakit dari insecure ini, karena memang trigger-nya ada di sini. Ibarat loophole yang harus segera diputus. Saranku jangan dihentikan, tapi kendalikan, di sini kuncinya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalo ada pikiran negatif tentang insecure, jangan malah komentar seperti, &quot;&lt;i&gt;Aku insecure liat ini&lt;/i&gt;&quot;. Karena apa yang kamu tulis dan pikirkan lama-kelamaan akan menjadi mindset di alam bawah sadarmu. &lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selalu ingat bahwa social media only show highlights of their life. Prosesnya nggak mereka liatin, karena berdarah-darahnya di sana.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan kalau pun mereka share kesenangan, jangan ganggu mereka dengan komentar perbandingan yang nggak penting, siapa tau mereka cuma share kesenangannya aja di social media tanpa ada rasa ingin pamer, entah itu ketika dia dapet barang baru or anything like that. Reaksimu terhadap hal-hal seperti ini adalah kunci terhadap pembentukan pola pikirmu. &lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Alasanku Enggak Pernah Ngerasa Insecure&lt;/h2&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari 10 poin di atas yang kukeluarkan, sekarang make sense aja gitu kenapa aku ngga pernah ngerasain yang namanya insecure. Tampangku memang biasa aja, tapi aku memperbaiki penampilanku, jadi bisa suka dan cinta banget sama diri sendiri. Bahkan malah sampai ada di titik di mana aku ngakuin dan sampai ngomong ke diri sendiri, &quot;&lt;i&gt;Lu tuh ganteng, Bil&lt;/i&gt;&quot;. Walaupun fakta sebenarnya *ehem.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di sisi lain aku juga olahraga angkat beban, tubuh yang tadinya cungkring jadi berisi, yang mana ini meningkatkan rasa percaya diriku berkali lipat. Skill-ku? Buset, aku nggak ragu untuk bilang di fotografi, I&#39;m on top of the world, man. Jago parah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini adalah sebagian contoh kecil aja bagaimana rasa insecure supaya nggak bisa masuk ke dalam tubuh dan pikiranku, karena pada dasarnya aku merasa nyaman dengan diriku. Coba deh belajar dari keluarga Gen Halilintar. Atta nggak ganteng (sorry to say), tapi aku yakin, dia berusaha untuk membuat dirinya nyaman dengan kacamata dan bandana dia. Salah satu usaha supaya dia enggak insecure. Biar suka sama dirinya sendiri, biar percaya diri.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Balik ke awal, tujuan utama aku ngetik artikel ini adalah untuk bisa menjawab pertanyaan yang kuajukan ke diriku sendiri: &quot;Kenapa aku nggak pernah bisa ngerasain yang namanya insecure?&quot; Karena jujur aja, dari dulu aku memang belum bisa relate. &lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belum bisa relate dalam artian &quot;Belum nyambung, karena belum mengalami atau belum ngerti dari sisi emosinya.&quot; Jadinya aku merasa ngga punya cukup landasan untuk ngasih advice lebih ke orang-orang yang lagi ngerasa insecure.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untungnya, di tahun 2025 ini, aku sudah sampai di titik di mana aku bisa memahami perasaan itu dan bisa nge-release artikel ini untuk menjawab pertanyaanku sendiri. Walau memang belum pernah mengalami persisnya, tapi aku bisa nangkep esensinya dan merasakannya secara empatik.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pentingnya Insecure&lt;/h2&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beside, insecure itu bukan hal buruk. Justru sebaliknya, ini tanda bahwa kalian &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/aware.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;aware&lt;/a&gt; sama diri kalian sendiri, sadar akan kekurangan, dan secara ngga langsung itu nunjukkin kalau kalian, yang artinya mau nih untuk improve.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan dipikir bahwa ketika kalian insecure kalian itu salah, ngga gitu. Perasaan ini valid, dan layak untuk diakui. Orang yang ngga mengakui kesalahan adalah orang-orang yang ngga akan berkembang.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Normal untuk manusia merasakan yang namanya insecure karena perasaan itu menyediakan ruang untuk berkembang. Sekarang gimana cara kita aja untuk merespon perasaan insecure ini. Dengan terus-terusan down, atau koreksi masalahnya, lalu level up.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yakali badan bau/gemuk, gigi berlubang, rambut acak-acakan, lu pede aja gitu, gas aja gitu? Jadikan rasa insecure bahan bakar untuk bisa lebih berkembang, bukan malah dijadiin tameng untuk menyalahkan orang lain dan malah membenarkan sikap negatif diri.&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/6619170899396924255/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/cara-mengatasi-insecure.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/6619170899396924255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/6619170899396924255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/cara-mengatasi-insecure.html' title='Menjawab Pertanyaan Diri: Kenapa Aku Enggak Pernah Ngerasa Insecure?'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoXqIqoaxjqZmgWhLQ4wDw3Dor1fJn78xD2FfzTKFgXhtdRFUCTMhrklMalXRx-aLLaD1QrhuDLC6qIlrnn5l4xML6oOww845v6YI5MDcaiyxQJ0M29FTBuJmraw2xHj2dthzacrNLcHQH4Z9mqWFv7h1vsHfGmMoCaMAohXGafOravCWQN8WV5Oe1OX6R/s72-c/DSC_0480.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-1707641742443999971</id><published>2025-04-08T17:52:00.051+07:00</published><updated>2025-04-25T06:13:46.176+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fotografi"/><title type='text'>Tips Memotret Demo untuk Fotografer Jurnalistik Pemula</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1wyEbb3CVAs6oG7T8KiQOZs_Fxz6IpJJmdxHn9g5_rRSOFuSKKABLZDshnni7GD4CNC_ixfHQBrvKhJBP-zOCo5GpM8z-6JVvTTmnEl8Ysg1Tnd7xhS0N6rLmwQ0iM_IWFYCuhqACJ19D9Qy6_yL_xpWqyfiSmchFh5clwCVjw713fI6o4rPJxmv3BzZa/s6240/DSCF2280.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tips Memotret Demo untuk Fotografer Jurnalistik Pemula&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;4160&quot; data-original-width=&quot;6240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1wyEbb3CVAs6oG7T8KiQOZs_Fxz6IpJJmdxHn9g5_rRSOFuSKKABLZDshnni7GD4CNC_ixfHQBrvKhJBP-zOCo5GpM8z-6JVvTTmnEl8Ysg1Tnd7xhS0N6rLmwQ0iM_IWFYCuhqACJ19D9Qy6_yL_xpWqyfiSmchFh5clwCVjw713fI6o4rPJxmv3BzZa/s16000/DSCF2280.jpg&quot; title=&quot;Tips Memotret Demo untuk Fotografer Jurnalistik Pemula&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belakangan ini, Indonesia sedang diwarnai gelombang aksi massa yang melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah. Dari barat hingga timur, suara perlawanan terus menggema di jalan-jalan, menyuarakan keresahan terhadap berbagai kebijakan dan keputusan pemerintah yang dianggap merugikan banyak pihak.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di tengah massa yang bersatu menyuarakan kegelisahan, gue sadar bahwa fotografi jurnalistik bukan sekedar teknik, tapi keberanian untuk hadir. Untuk menangkap emosi, perlawanan, harapan. Semua ada dalam satu frame. Demo bukan hanyalah keramaian. Ia adalah cerita. Dan tugas kita adalah mendengar, melalui cahaya dan bayangan.&lt;/p&gt;
  
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lewat artikel ini, gue ingin berbagi tips memotret demo untuk fotografer jurnalistik pemula yang bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga etika, rasa, dan kesadaran. Biar kalian nggak cuma pulang bawa foto, tapi juga pemahaman dan rasa. Tentang bagaimana sebuah gambar bisa sangat berdampak. Tentang bagaimana kamera bisa menjadi sebuah suara.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/03/pengalaman-fotografer-demonstrasi-grahadi-surabaya.html&quot;&gt;Demo di Grahadi Surabaya&lt;/a&gt;&amp;nbsp;kemarin,&amp;nbsp;tanggal 24 Maret 2025, menyadarkanku akan banyak hal. Di tengah riuhnya orasi, lautan poster, dan denting ketegangan, aku menemukan diriku berdiri bukan sebagai peserta, bukan pula sebagai penonton, melainkan sebagai saksi. Tanpa rencana, aku menjelma menjadi fotografer jurnalistik dadakan. Kamera di tanganku bukan lagi sekedar alat, tapi jendela menuju narasi yang lebih dalam.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melihat apa-apa saja yang terjadi di lapangan, terlebih dengan keadaan gue yang tiba-tiba mendadak menjadi fotografer jurnalistik tanpa persiapan apa-apa menginspirasiku untuk berbagi tips memotret demonstrasi buat temen-temen pemula dalam dunia fotografi maupun jurnalistik yang ingin menyuarakan perlawanan lewat fotografi. Dan supaya kalian bisa mengabadikan momen penting demonstrasi dengan baik dan aman.&lt;/p&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tips Memotret Demo untuk Fotografi Jurnalistik Pemula&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;
  
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;1. Pahami Konteks Demonstrasi&lt;/h3&gt;
  &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh65NjmjLZrn5ofe0RMa3vVaNHDcixWdf0NHdW186mQHIPbT6zK5yvmD8v9SwnwtVseU4csJD6oTKyVsHoPxqHd1W9IKKdrJyk02BJDtrVYS3uH2lhNffN8HPHdZ-MvH4C3xQkJpmGb1nlZ-BPAYpJTkgCOmrwzS5sOsWGnuiFlYSIGbOgbYD5SvZyd5k5k&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pahami Konteks Demo: Fondasi Fotografi Jurnalistik&quot; data-original-height=&quot;3804&quot; data-original-width=&quot;5706&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh65NjmjLZrn5ofe0RMa3vVaNHDcixWdf0NHdW186mQHIPbT6zK5yvmD8v9SwnwtVseU4csJD6oTKyVsHoPxqHd1W9IKKdrJyk02BJDtrVYS3uH2lhNffN8HPHdZ-MvH4C3xQkJpmGb1nlZ-BPAYpJTkgCOmrwzS5sOsWGnuiFlYSIGbOgbYD5SvZyd5k5k=w640-h426&quot; title=&quot;Pahami Konteks Demo: Fondasi Fotografi Jurnalistik&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini adalah core/fondasi dari fotografi jurnaslistik. Sebelum memotret, hal pertama yang wajib kalian lakukan adalah memahami konteks demonstrasi. Apa yang sedang diperjuangkan? Dan siapa saja yang terlibat? Misalnya, demo tentang RUU TNI kemarin, cari tau tuntutan mereka, seperti penolakan terhadap perluasan wewenang militer di ranah sipil, kekhawatiran akan kembalinya dwifungsi TNI, atau desakan agar reformasi sektor pertahanan tetap dijaga.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai fotografer jurnalistik, kita bukan massa yang dibayar cuma buat ikut-ikutan. Dengan memahami konteks, fotomu akan punya cerita yang kuat dan lebih bermakna, bukan sekedar jepretan acak tanpa ekspresi. Caranya? Coba lebih membaca perkembangan berita dari demonstrasi yang akan diadakan, cek postingan-postingan di&amp;nbsp;𝕏 karena di sini update-nya lebih cepat.&lt;/p&gt;
  &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;2. Riset Lokasi dan Rute&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain konteks, riset tempat juga krusial. Ini adalah cara agar persiapan menjadi matang sebelum berangkat. Demo biasanya punya rute-rute tertentu, misalnya kemarin demonstrasi di Surabaya, dari Gedung Negara Grahadi Surabaya sampai Taman Air Mancur, bahkan sampai Plaza Surabaya. Cari tau titik kumpul massa ada di mana, jalur yang akan dilewati, dan potensi titik bentrokan berdasarkan aksi-aksi sebelumnya biasanya ada di bagian mana. Nggak usah jauh-jauh, deh. Mau parkir di mana aja dulu dari titik kumpul massa-nya.&lt;/p&gt;
  
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Google Maps adalah teman hidupmu di sini. Selain itu, coba siapkan escape plan. Kalau-kalau situasi eskalasinya meningkat, misal, aparat mulai pakai gas air mata atau massa jadi ricuh, kalian harus tau ke mana kalian harus lari. Catat juga lokasi gang kecil, kafe terdekat, halte atau masjid yang bisa jadi tempat untuk berteduh sementara. Untungnya, kemarin ada masjid 8 menit jalan dari titik lokasi, jadi gue bisa jeda dan melepas penat sejenak dan berbuka puasa, supaya bisa kembali fokus untuk menangkap momen.&lt;/p&gt;
  &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
  
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;3. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Safety first! Demo di Indonesia, terutama di 2025 ini, sering berpotensi represif. Coba liat aja aksi-aksi &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/04/tips-memotret-demo-fotografer-jurnalistik-pemula.html&quot;&gt;sebelumnya&lt;/a&gt;: water cannon, gas air mata, bahkan lemparan batu dari oknum dan massa bukan hal yang langka.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Makanya, APD adalah wajib hukumnya. Minimal pakai helm konstruksi, masker anti-polusi (bukan masker kain biasa), dan kacamata pelindung kalau punya. Payung juga berguna, bukan cuma buat hujan, tapi buat melindungi kamera dari semprotan air atau benda jatuh. Oh, iya, jangan lupa bawa botol air dan handuk kecil, selain untuk minum, juga untuk bilas mata kalau kena water cannon atau gas air mata. Pengalaman kemarin mengajarkan, bahwa persiapan bisa menyelamatkan gear sekaligus nyawa!&lt;/p&gt;
  &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
  
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;4. Prioritaskan Keamanan Diri&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan jadi target! Keamanan diri nggak cuma soal APD, tapi juga penampilan. Pakai baju yang netral, cari tau dresscode warna dari demo, kaos polos hitam atau abu-abu, celana jeans, sepatu lari. Intinya hindari warna-warna yang mencolok atau atribut yang bisa dikira provokator.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pastikan kamera selalu dipegang erat dan pakai strap kamera yang nggak gampang copot. Simpan juga dompet dan HP di saku dalem, bukan tas punggung yang rawan untuk dirampas.&lt;/p&gt;
  &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  
    &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  

  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;5. Pilih Gear yang Tepat&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bukan hanya memilih gear yang tepat, tapi juga yang simpel dan efektif. Soal peralatan, jangan bawa terlalu banyak. Yang simpel aja, ini demonstrasi bukan studio foto. Mobilitas adalah kunci. Bawa kamera mirrorless kalau ada, karena ringkas dan kecil bentuknya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pastikan baterai penuh dan bawa cadangannya. Begitu pun juga memory card, pastikan cukup. Strap kamera yang kuat juga wajib biar nggak jatuh pas nanti lari. Oh iya, tas waterproof kecil bisa jadi penutup darurat kalau hujan atau kena water cannon.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bayangkan betapa gilanya momen kemarin karena gue pakai lensa fix. Tapi lagi-lagi ini tergantung style-mu sebagai seorang fotografer. Jungler, Marksman, atau Fighter? Rekomendasiku:&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jungler: Lensa 24-70mm bisa jadi pertimbangan karena serba guna, bisa potret close-up wajah demonstran atau wide shot kerumunan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Marksman: Lensa tele (100-400mm), cocok kalau kamu tipe pengamat yang memotret dari jauh layaknya sniper, misalnya dari balkon atau pinggir jalan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Fighter: Lensa wide (16-35mm), pas buat ambil gambar dramatis dari tengah massa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;6. Jaga Privasi dan Etika&lt;/h3&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hormati peserta demo. Demo adalah situasi sensitif. Gue baru sadar setelahnya bahwa peserta bisa jadi target aparat atau pihak tertentu kalau identitas mereka ketauan. Jadi, kalau ada wajah yang terlalu jelas di foto, lebih baik disensor, apalagi kalau mereka sedang melakukan aksi massa.&lt;/p&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Caranya gampang, di Lightroom, pakai radial gradient di wajah subjek, lalu turunkan exposure-nya sampai gelap total atau turunkan sharpness/clarity-nya. Kalau buru-buru, crop aja bagian kepalanya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Etika lain: jangan provokasi massa demi dapet foto yang bagus. Misalnya, minta mereka teriak lebih kenceng atau bikin pose. Ini bukan jurnalistik, tapi memanipulasi cerita. Biarkan saja apa adanya, karena ini akan jauh lebih terasa.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;7. Cari Angle dan Perspektif Unik&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEifeCw-k1jOpXIS7p4eefA-glAlBJMkQnUFTISge7qf0iUf5amJMCfYa83LAK3CW2sjdu2SujzVjwVhyjme7oEA23eE1Npv-78KwnE-ZahSTffkKVGLnGEw0AeUos3c3x3Xu17sJLVHYKl7OKP7to3ow0yaaQalgTOj4_MZXltpmGzswxNDV7MyAcwmxtpR&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cari Angle dan Perspektif Unik: Bikin Foto Beda&quot; data-original-height=&quot;4101&quot; data-original-width=&quot;6151&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEifeCw-k1jOpXIS7p4eefA-glAlBJMkQnUFTISge7qf0iUf5amJMCfYa83LAK3CW2sjdu2SujzVjwVhyjme7oEA23eE1Npv-78KwnE-ZahSTffkKVGLnGEw0AeUos3c3x3Xu17sJLVHYKl7OKP7to3ow0yaaQalgTOj4_MZXltpmGzswxNDV7MyAcwmxtpR=w640-h426&quot; title=&quot;Cari Angle dan Perspektif Unik: Bikin Foto Beda&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bikin foto jadi beda! Fotografi jurnalistik bukan cuma dokumentasi, tapi juga seni dalam bercerita. Bagaimana cara kalian menyampaikan cerita lewat visual. Karena visual yang keren aja ngga cukup untuk memberikan impact. Perlu ada &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2023/12/makna.html&quot;&gt;makna&lt;/a&gt; yang lebih dalam di baliknya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di pengalaman demonstrasi kemarin ketika menggunakan lensa fix, jujur, susah untuk movement ke sana kemarinya, karena sesak dan ramai, jadi satu-satunya yang bisa gue andalkan adalah angle. Jadi, coba variasikan angle:&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Low angle: Ambil foto dengan jongkok atau tiarap biar massa terlihat gagah dan powerful.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;High angle: Naik ke tempat tinggi (tangga, kendaraan, balkon) buat nunjukin skala besar demo.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Detail shot: Zoom ke tangan yang sedang menggenggam poster, ketika sepatu berlumur, atau pilok atau coretan di tembok.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;
  
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kepekaan terhadap diri dan sekitar menjadi kunci di sini. Sabar dan terus awasi sekitar. Ketika menunggu momen gunakan mode burst shot yang bisa 5-15 frame per second ini akan sangat membantu. Posisikan sudut pandang menjadi demonstran supaya ekspresi emosi dalam penangkapan gambar bisa tersampaikan lebih dalam.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
  
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;8. Hindari Malam&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEimhIm1O20DaqfPJlm9B9i8mwJ4L-PtHZTQTz5IU5ICeueEzMOrVe8XxQK9cc-7AWbH3P7L5vTeOpPeInNddIdHqtcXer8EW502kQSPBAcqehH4e1M7yAUsx-XYfIs1a-NNYqjpBSv6iOS8c9eQQYaks63-SN2BVSplkA2dZEHPep-oa-b5E3esCaSSv8uF&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hindari Malam: Pulang Sebelum Situasi Terlalu Memburuk&quot; data-original-height=&quot;4160&quot; data-original-width=&quot;6240&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEimhIm1O20DaqfPJlm9B9i8mwJ4L-PtHZTQTz5IU5ICeueEzMOrVe8XxQK9cc-7AWbH3P7L5vTeOpPeInNddIdHqtcXer8EW502kQSPBAcqehH4e1M7yAUsx-XYfIs1a-NNYqjpBSv6iOS8c9eQQYaks63-SN2BVSplkA2dZEHPep-oa-b5E3esCaSSv8uF=w640-h426&quot; title=&quot;Hindari Malam: Pulang Sebelum Situasi Terlalu Memburuk&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pulang sebelum situasi terlalu memburuk. Waspada di waktu senja ke atas apalagi setelah jam 6 sore. Memang motret di waktu malam bikin foto keliatan lebih cinematic dengan cahaya lampu jalan dan kontras gelap-terangnya. Tapi, jam 6 sore ke atas adalah waktu yang rawan karena aparat biasanya mulai tegas untuk membubarkan kerumunan, massa bisa jadi panik, dan visibilitas kalian turun. Pengalaman kemarin, di jam 5.30 sudah mulai ada penangkapan massa. Kalau dirasa cukup, pulang, jangan memaksakan diri.&lt;/p&gt;
  &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;9. Hindari Aksi Solo&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEipQ5F3LOrOcbiWM0jsxpzbRJHOL5WMGVOhOikzOf50-0kvEiOASnWVjOzuVCpruzRBrGyjctz2F189GH3mWaExvQA5ob5dBXagVigHlKT9trkulr9SDbGsiyx333df2LrS0FMgAqQJACLA2p7EemuLQuPoNcRF9RW7kcLB_p_vg4KGB41KVo-CB8jaCYE5&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Berdua Lebih Aman: Hindari Aksi Solo&quot; data-original-height=&quot;4160&quot; data-original-width=&quot;6240&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEipQ5F3LOrOcbiWM0jsxpzbRJHOL5WMGVOhOikzOf50-0kvEiOASnWVjOzuVCpruzRBrGyjctz2F189GH3mWaExvQA5ob5dBXagVigHlKT9trkulr9SDbGsiyx333df2LrS0FMgAqQJACLA2p7EemuLQuPoNcRF9RW7kcLB_p_vg4KGB41KVo-CB8jaCYE5=w640-h426&quot; title=&quot;Berdua Lebih Aman: Hindari Aksi Solo&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berdua lebih aman. Terlebih untuk pemula yang ngga ada pengalaman, sendirian di demo itu resikonya tinggi, karena situasi bisa berubah drastis kapan aja. Di tengah kerumunan demonstrasi bukan cuma resiko fisik aja, tapi juga bisa ganggu fokusmu ketika mengabadikan momen-momen yang krusial. Coba minimal ajak satu temen, apalagi kalo temennya berpengalaman, dia bisa ngawasin situasi dan juga nolongin kalian kalau kena apa-apa nantinya. Jangan lupa untuk saling berkabar ketika terpisah, apalagi sinyal internet yang sering jelek di lokasi demo.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Siap Jadi Fotografer Jurnalistik?&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari pemahaman konteks untuk memperdalam emosi, sampai persiapan gear dan juga etika, semuanya penting untuk bikin karya yang lebih bermakna sekaligus juga jaga diri. Fotografi jurnalistik itu enggak cuma soal skill, tapi juga butuh keberanian yang besar dan tanggung jawab. Itu aja tips dari gue. Stay safe semua!&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/1707641742443999971/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/tips-memotret-demo-fotografer-jurnalistik-pemula.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/1707641742443999971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/1707641742443999971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/tips-memotret-demo-fotografer-jurnalistik-pemula.html' title='Tips Memotret Demo untuk Fotografer Jurnalistik Pemula'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1wyEbb3CVAs6oG7T8KiQOZs_Fxz6IpJJmdxHn9g5_rRSOFuSKKABLZDshnni7GD4CNC_ixfHQBrvKhJBP-zOCo5GpM8z-6JVvTTmnEl8Ysg1Tnd7xhS0N6rLmwQ0iM_IWFYCuhqACJ19D9Qy6_yL_xpWqyfiSmchFh5clwCVjw713fI6o4rPJxmv3BzZa/s72-c/DSCF2280.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-5370037231504954057</id><published>2025-04-08T06:32:00.043+07:00</published><updated>2025-04-28T00:33:01.116+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Film"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Bagaimana Cara Film Mengubah Hidupmu</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAuB-FTkW65GsfGfpWBMdbBnqZr0mgXszstQnMdAlrphEI1hHsO_NfU9Vgy3EjEHAlA0m1NzTcTX5_ZTrBewbVBmFh0GzqH1Q7jLF_h77-MKaZYBoagmL78jI9qjRsA3i1_287h_zZpfo81_Uvj5qgrsWdnMzY4nRY1EMLDgTiB0AaZgFag5OwhfZHF5vl/s4608/DSC_0102-Edit%20yang%20nyesel%20ga%20di%20upload%20after%20correction.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Film Merubah Hidup&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3072&quot; data-original-width=&quot;4608&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAuB-FTkW65GsfGfpWBMdbBnqZr0mgXszstQnMdAlrphEI1hHsO_NfU9Vgy3EjEHAlA0m1NzTcTX5_ZTrBewbVBmFh0GzqH1Q7jLF_h77-MKaZYBoagmL78jI9qjRsA3i1_287h_zZpfo81_Uvj5qgrsWdnMzY4nRY1EMLDgTiB0AaZgFag5OwhfZHF5vl/s16000/DSC_0102-Edit%20yang%20nyesel%20ga%20di%20upload%20after%20correction.jpg&quot; title=&quot;Cara Film Merubah Hidup&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa artinya ketika hidup dihadapkan dengan rutinitas yang sama? Terus-menerus, berturut-turut, berlarut-larut hingga jiwa mengalami mati rasa. Lalu apa yang mewarnai hari sehingga tercipta ruang supaya jiwa terus bertumbuh? Agar diri kembali merasakan hidup yang sesungguhnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seni, adalah jawabannya. Ia adalah luapan ekspresi dari seseorang yang diwujudkan melalui karya, salah satu bentuknya adalah film (movie).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bahagia, sedih,&amp;nbsp;marah, takut, terkejut, muak/jijik, cinta, benci, malu, bersalah, bangga, iri, cemburu, tenang, cemas, frustasi, rindu, harap, putus asa, syukur, kesepian, kagum, kecewa, lega, gugup, terharu, semangat, pasrah. Semua luapan emosi bisa dirasakan hanya dengan melihat sebuah film.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika foto hanya mempunyai 1 frame, rata-rata frame pada sebuah film ada 24, ini yang membuatnya disebut &quot;gambar bergerak&quot;.&amp;nbsp;Film memiliki daya untuk membawa kita untuk masuk ke dalam dunia lain, lalu membawa kita pada sebuah perjalanan emosional yang akan terus diingat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masih inget nggak? Bagaimana film-film sederhana seperti Home Alone mewarnai masa &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/08/kecil.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kecil&lt;/a&gt; kalian? Betapa hangatnya momen itu sehingga masih bisa dirasakan sampai sekarang, membekas di hati sehingga bisa terus teringat. Tak lekang oleh waktu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Film memperindah masa-masa burukmu. Membuka referensi ke cakralawa tertinggi, di mana semua pengkarya: penulis, direktor, designer, voice acting, editor, semua bahu membahu untuk menyampaikan rasa, membuat sebuah cerita yang bisa dirasakan oleh semua orang.&amp;nbsp;Mereka menciptakan dunia yang memberi kita kebebasan untuk merasakan, berpikir, bahkan melihat dunia ini dari perspektif yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seni adalah perjalanan yang membuat kita menjadi lebih hidup, lebih terhubung dengan diri sendiri dan orang lain. Dalam setiap frame, dalam setiap dialog, ada ruang untuk bisa terus bertumbuh, untuk merasakan kembali kehidupan dengan segala kompleksitasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bagaimana Film Mengubah Hidupku&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cerita bagaimana film mengubah hidupku dimulai ketika dosen favoritku bertanya, &quot;&lt;i&gt;Siapa di sini yang suka nonton film?&lt;/i&gt;&quot;. Pada saat itu, entah kenapa di pikiranku, orang yang menonton film cuma orang yang buang-buang waktunya aja. Jadi, gue pura-pura ngga mengiyakan pertanyaan itu, dan cuma diem aja (padahal nonton film, tapi emang ngga sesering itu memang). Sampai akhirnya beliau menjelaskan bahwa menonton film itu.. (intinya positif) dan menyuruh kita semua untuk lebih sering menontonnya. Ngga lama setelahnya, kita ditugaskan untuk remake poster dari sebuah film yang disukai (jujur, ngga ada sama sekali film yang ada di pikiranku pada saat itu). Iya, jurusan kuliahku adalah DKV.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kenapa pak Riqqoh ini bisa jadi dosen favoritku? There&#39;s just something different about him. Tipikal orang yang nggak cuma talk, tapi juga walk the talk. Selain dia juga suka dengan film, ketika mengajar, dia selalu memenuhi jam mengajarnya bagaimanapun caranya. Berbeda dengan dosen yang lain, yang ngga konsisten dengan jam mengajar mereka, let alone cara mereka mengajar yang membosankan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, sama sekali ngga pernah ada yang namanya jam kosong, ketika pak Riqqoh mengajar. Di sela-sela mengajarnya, beliau juga selalu membagikan pelajaran hidup dari pengalaman hidupnya, contohnya ketika dia sedang solo traveling ke Bali. Beliau juga menerapkan ilmu mengajarnya ke pekerjaannya. Menurutku ini adalah definisi guru yang sebenarnya. Bukan hanya ngobrol tentang Design Logo, tapi beliau juga memang bekerja sebagai Logo Designer di tengah kesibukannya mengajar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Momen ini selalu nyantol di kepala gua, &quot;&lt;i&gt;Apakah ini efek dari menonton sebuah film?&lt;/i&gt;&quot;, Ini adalah contoh orang-orang yang ingin gue ikuti. Cinephile. Entah kenapa gue terlalu sering melihat pola di mana anak-anak film itu juga suka travel, dan asik aja gitu orangnya, referensinya layak untuk diikuti. Karena mereka punya banyak sudut pandang dalam melihat suatu hal.&lt;/p&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Efek dari Menonton Film&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah momen di atas, gue jadi cukup sering untuk menonton film, perlahan melebarkan referensi dan menemukan banyaknya cerita menakjubkan, serta sutradara dan aktor/aktris yang kusukai, dan mengambil referensi dari mereka.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang-orang ngga sadar, seberapa besar influence dari menonton sebuah film. Gue ngga tau ya, apakah hal ini juga terjadi ke kalian. Tapi efek dari menonton film tuh segede itu influence-nya. Gua jadi suka mobil gara-gara abis nontonin Kind of Kindness, padahal ceritanya it&#39;s not even about the car, dan juga gua ngikutin olahraga tennis gara-gara abis nontonin Challengers.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Film tuh sengaruh itu dalam meng-influence kita. Kayak menyalakan api referensi dalam diri gitu, loh. Jadi penasaran aja akan sesuatu dan membuka dunia baru. Referensi baru yang belum pernah dilihat.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bagaimana Cara Film Mengubah Hidupmu&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keistimewaan film itu terletak pada kemampuannya merangkum sebuah cerita, dimulai dan diakhiri pada saat itu juga dalam durasi 1-3 jam. Dari opening scene sampai credit roll, dirancang untuk menyampaikan journey yang padat: konflik, resolusi, dan pelajaran hidup bisa didapat hanya dalam satu putaran.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena singkatnya, film memaksa kita untuk fokus pada esensi: setiap adegan, dialog, dan karakternya punya tujuan yang jelas untuk membangun pesan akhir. Di sinilah letak &quot;edukasi&quot;-nya. Bukan hanya sekedar tontonan, tapi juga refleksi tentang manusia, nilai, atau bahkan paradoks kehidupan yang bisa kita petik yang bisa selesai hanya dalam sekali duduk dan meninggalkan ruang untuk ditafsir ulang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari sini bisa bayangkan akan &quot;sekaya&quot; apa diri ini nantinya? Ini adalah alasan kenapa kamu harus mulai nonton film:&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Perspektif yang Membuka Mata&lt;/h3&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika menonton film, kita menyelami sudut pandang dari berbagai karakter dengan kompleksitas masalahnya. Seperti mencoba memakai kacamata orang lain: kita merasakan dilema, ketakutan, atau ambisi yang mungkin asing bagi kita. Semakin sering menonton film beragam genre, cakupan perspektif kita melebar. Ibarat mendaki menara observasi: setiap film yang ditonton adalah anak tangga yang membawa kita lebih tinggi, melihat dunia dari sudut yang lebih luas. Bukan hanya hitam-putih, tapi juga nuansa abu-abu di antaranya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mengasah Kemampuan, Menyelesaikan Masalah&lt;/h3&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena sebuah film dibuat atas keresahan sutradara atau penulisnya yang mencoba memberitahu penyelesaian masalah lewat film. Jadi film ini secara ngga langsung bikin kita terpapar dengan banyaknya masalah yang dialami oleh karakter utama, karena setiap konflik yang dihadapi karakter adalah latihan problem solving bagi penonton. Kita diajak menganalisis, memprediksi, dan &quot;merasakan&quot; solusi melalui sudut pandang cerita. Keresahan sutradara/penulis sering kali dijawab melalui alur cerita. Ending film bukan sekadar penutup, tapi blueprint cara mereka memecahkan masalah dan kita menyerap pola ini secara tak langsung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semakin sering menonton, semakin banyak case study mental yang terkumpul. Kita ngga sadar telah belajar dari kegagalan karakter, mengadopsi logika sutradara, dan mengumpulkan &quot;toolkit&quot; solusi yang siap dipakai saat menghadapi masalah riil. Otak belajar merumuskan solusi dari beragam skenario, lalu mengaplikasikannya ke masalah sehari-hari, lama-kelamaan jago untuk mecahin masalah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membentuk Pola Pikir yang Lebih Tajam&lt;/h3&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena sudut pandang dan problem solving-nya makin jago, maka hal ini jelas mengasah pola pikir.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Film mempengaruhi pola pikir dengan menggabungkan elemen visual, audio, dan narasi yang langsung berbicara ke emosi dan logika kita.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pola pikir ini ibarat pondasi terhadap bagaimana cara kita mereaksi terhadap hal-hal tertentu. Karena pola pikir adalah kumpulan keyakinan, nilai, dan sikap yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pola pikir menggerakkan cara kita memandang dunia, mengambil keputusan, dan bagaimana kita merespon sebuah masalah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Film, sebagai medium yang padat konflik dan perspektif, bertindak seperti gym untuk melatih mental dan mengubah pola pikir dari yang tadinya sekedar reaksi insting sesaat menjadi respon yang terasah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akumulasi dari reaksi kita sehari-hari terhadap sesuatu, ya, dari sini asalnya. &quot;Life is 10% what happens to you and 90% how you react to it&quot; -Charles R. Swindoll&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Melatih Imajinasi dan Kreativitas&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cerita fiksi atau visual yang kuat, seperti di film fantasi atau sci-fi, bisa memperluas cara kita berpikir tentang kemungkinan. Ini mendorong otak untuk berpikir di luar kotak dan membayangkan solusi atau dunia baru. Maka, hal ini akan merangsang imajinasi dan kreativitas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kreativitasmu akan jauh lebih baik, karena terbiasa melihat shot-shot cantik. &quot;Taste&quot; ini tidak instan, tapi terbangun lewat paparan terus-menerus, seperti musisi yang terlatih mendengar nada sumbang. Nanti mata akan terbiasa dengan &quot;rule of third&quot;, salah satu komposisi dalam fotografi yang membuat scene begitu menarik. Minim ngambil gambar jadi ngga asal-asalan, deh.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kreativitas ini aplikasinya nanti juga akan ke rasa, taste, ini ngga bisa secara langsung didapatkan, butuh terpapar terus menerus nanti taste akan terbuild secara perlahan. Atau bahkan karena banyak menganalisa sebuah cerita, ini juga bisa diaplikasikan ke kreativitas dalam menyelesaikan sebuah masalah. Misalnya, penyelesaian pada sebuah masalah ngga hanya dengan 1 cara, tapi banyak cara. Memang hasil dari 3 ditambah 3 adalah 6, tapi juga bisa 5 ditambah 1, atau 2 ditambah 4.&lt;/p&gt;
  
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membangun Empati Melalui Cerita&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Film sering nempatin kita di posisi karakter yang jauh berbeda dari kita, entah dari latar belakang, budaya, atau pengalaman hidup. Misalnya, nontonin film tentang perjuangan bisa membuat kita lebih peka terhadap isu sosial atau memahami sudut pandang yang sebelumnya asing.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Atau kadang, ketika ada karakter yang kita sukai dalam sebuah film, lalu kita mencoba untuk menempatkan diri sebagai karakternya. Dari sini merasakan diri terhanyut karena keadaan dan pikiran ada di posisi yang sama dan akhirnya mempunyai rasa yang sama. Relevansi dan proyeksi diri.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Empati itu rasa dan daya untuk memahami dan merasakan apa yang dialami oleh orang lain, tapi dari sudut pandang kita. Bayangin gue yang bahkan jarang nangis walaupun di film-film sedih sekalipun karena tau pattern-nya malah ketika nonton Ford vs Ferrari nangis. Mana film otomotif lagi. Film balap tapi bikin nangis coba, siapa sangka?&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semakin sering menonton, semakin banyak studi kasus mental yang terkumpul. Karena dari berbagai banyaknya manusia di bumi, mana yang paling merasa tersakiti?&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Melatih Kecerdasan Emosional&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kecerdasan emosional (EQ) itu bagian terpenting dari pengembangan karakter seseorang. Karena EQ berkaitan dengan perasaan, ia menentukan kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Dalam kehidupan nyata, pengaplikasian EQ bisa dibilang lebih dominan dibandingkan IQ.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Empati, sebenarnya, adalah salah satu komponen dari EQ. Empati adalah kemampuan untuk &quot;merasakan&quot; apa yang dialami orang lain atau karakter. Seseorang dengan EQ tinggi mampu memahami emosi karakter tanpa harus mengalami situasi yang sama persis. Dalam dunia nyata, orang dengan EQ tinggi cenderung tidak reaktif setelah menyaksikan adegan emosional, melainkan reflektif, mereka akan bertanya pada diri sendiri, &quot;Apa yang saya rasakan? Mengapa? Bagaimana ini terkait dengan hidup saya?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Film berperan sebagai &quot;simulator&quot; untuk melatih respons emosional sebelum kita menghadapi situasi serupa di kehidupan nyata. Respons kita terhadap film selalu subjektif. Ada yang menangis, marah, atau acuh, sementara yang lain merasa kisahnya &quot;nyambung&quot; dengan pengalaman hidup mereka. Ini terjadi karena pengalaman hidup kita melebur dengan cerita di layar. Setiap adegan diproses melalui &quot;filter&quot; emosi, memori, dan nilai yang telah terbentuk sepanjang hidup. Misalnya, adegan kehilangan akan terasa jauh lebih menyayat bagi seseorang yang pernah mengalami duka serupa. Di sini, film bukan sekadar tontonan, melainkan cermin untuk refleksi diri.&lt;/p&gt;
  
  &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Latihan Fokus, Membangun Attention&lt;/h3&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di samping itu, rentang perhatian (attention span) manusia semakin menipis akibat pengaruh video berdurasi pendek (short-form video). Ketidakmampuan untuk tetap fokus dan kesulitan berkonsentrasi menjadi efek yang muncul. Menonton film dapat menjadi latihan untuk meningkatkan kemampuan fokus dalam jangka waktu tertentu, mengingat durasi rata-rata film berkisar antara 1 hingga 3 jam. Selain sebagai sarana untuk memperdalam rasa, ini juga berfungsi sebagai latihan untuk mempertahankan perhatian pada satu hal.&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Referensi Adalah Kunci&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;
  
  &lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4uiCIYiol_eMy_zrX6sY-ueJeix3hPP780ZVw9kpHzyVktn2jRvG7m4GVVxcmPMMJYM_jscTpl7ybgJCYORIE2rxGS6D2xfPv19jU55r6Wa3a9Lwaw7Zrze4Ub5QDTLlhafg872BGOhspl2VG5XglItOXPi_v2L7vhcQYDNdhvStInlTGXFw9aR3R-Oxs/s1160/Bagaimana%20Cara%20Film%20Mengubah%20Hidupmu.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;652&quot; data-original-width=&quot;1160&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4uiCIYiol_eMy_zrX6sY-ueJeix3hPP780ZVw9kpHzyVktn2jRvG7m4GVVxcmPMMJYM_jscTpl7ybgJCYORIE2rxGS6D2xfPv19jU55r6Wa3a9Lwaw7Zrze4Ub5QDTLlhafg872BGOhspl2VG5XglItOXPi_v2L7vhcQYDNdhvStInlTGXFw9aR3R-Oxs/w640-h360/Bagaimana%20Cara%20Film%20Mengubah%20Hidupmu.jpeg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ingat, ini bukan masalah seberapa banyak film yang ditonton, tapi bagaimana kita memilih film untuk memahami sebuah masalah. Film-film berkualitas menjadi referensi perspektif yang akan memperkaya cara berpikir dan faktor-faktor di atas. Misalnya, film tentang ketidakadilan sosial mengajarkan empati, sementara kisah survival mengasah keteguhan. Tantangannya adalah: curate what you consume. Pilih film yang menantang bias, membuka wawasan, atau mengajak kita melihat dari kaca mata yang nggak biasa. Contohnya: 12 Angry Men&lt;/p&gt;
  
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengaruh bagaimana menonton film bisa mengubah hidup juga tergantung pada individu. Kalau kita cuma nonton untuk hiburan tanpa memikirkannya lebih jauh, efeknya mungkin minim. Tapi kalau kita reflektif, misalnya, membahas film itu dengan temen atau merenung sendiri, dampaknya bisa jauh lebih besar. Pernah nggak sih kalian merasa cara berpikirnya berubah setelah menonton film tertentu?&lt;/p&gt;
  
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saranku buat akun Letterboxd, dan jelajahi &lt;a href=&quot;https://letterboxd.com/dave/list/official-top-250-narrative-feature-films/&quot;&gt;Top 250 Narrative Feature Films&lt;/a&gt;. You are in the right path.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelahnya, belajar analisa film-nya, yang kecil-kecil aja dulu, dimulai dari siapa aktor utamanya? Tujuannya apa? Masalahnya apa? Bagaimana cara dari menyelesaikan masalahnya? Core message dari sutradaranya apa?&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pesan Terakhir..&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ngga hanya 7 faktor di atas, menonton film juga memperkaya rasa, memperluas referensi, meningkatkan kesadaran diri (awareness), memberikan inspirasi, dan juga pengembangan diri (self-improvement) yang otomatis juga akan meningkat. Jadi manfaat dari menonton film bener-bener ngga bisa diremehkan. Karena ini sangat krusial dalam perkembangan karakter seseorang, sehingga kamu bisa &lt;b&gt;mengenal diri jauh lebih dalam lagi&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bayangkan,&amp;nbsp; di luar sana, ada cerita atau perspektif&amp;nbsp; yang unik dari berbagai planet yang luar biasa indah, menunggu untuk dikunjungi. Ayo, ubah hidupmu dengan menonton film! Untuk memulai perjalanan ini, langsung buat akun Letterboxd, anggap aja seperti buku harian pribadi.&lt;/p&gt;
  
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampai sekarang di setiap ulang tahunku, gue selalu menyempatkan diri untuk menonton film di bioskop. Ini semacam ritual kecilku untuk memberikan penghargaan pada diri sendiri di tahun itu. Sederhana, namun selalu bermakna. Contohnya kemarin di 2024, ada 1 keluarga duduk di belakangku, ada 2 anak kecil tertawa lepas sampai mereka menendang-nendang kursiku. Tapi entah kenapa, aku malah seneng, bisa ada di momen itu, rasanya seperti bagian dari keluarga itu dan merasakan betapa hangatnya keluarga ini.&lt;/p&gt;
  
  &lt;div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Inilah cerita bagaimana film bisa merubah hidupku. Rasanya beruntung banget karena masa kecilku juga diwarnai dengan film-film yang tayang di TV. Seperti Kung Fu Hustle, Karate Kid, Home Alone dan masih banyak film heart-warming yang menginspirasi pola pikirku sekarang dan masih membekas di ingatan dan hati. Gue bahkan bikin list &lt;a href=&quot;https://letterboxd.com/bilnsky/list/film-that-i-grew-up-with/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;film-film masa kecilku&lt;/a&gt; dan semuanya ku-recall dengan mudah! Film-film bagus ngga akan ada habisnya. Ngga sabar banget untuk menghabiskan semuanya!!!&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/5370037231504954057/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/bagaimana-cara-film-mengubah-hidupku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/5370037231504954057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/5370037231504954057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/bagaimana-cara-film-mengubah-hidupku.html' title='Bagaimana Cara Film Mengubah Hidupmu'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAuB-FTkW65GsfGfpWBMdbBnqZr0mgXszstQnMdAlrphEI1hHsO_NfU9Vgy3EjEHAlA0m1NzTcTX5_ZTrBewbVBmFh0GzqH1Q7jLF_h77-MKaZYBoagmL78jI9qjRsA3i1_287h_zZpfo81_Uvj5qgrsWdnMzY4nRY1EMLDgTiB0AaZgFag5OwhfZHF5vl/s72-c/DSC_0102-Edit%20yang%20nyesel%20ga%20di%20upload%20after%20correction.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-5604555439660217592</id><published>2025-04-05T04:00:00.045+07:00</published><updated>2025-04-25T06:15:11.698+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal"/><title type='text'>Alasanku Cinta Dengan Jepang</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4NLuFzFNKUHjPGkP9ldc9W72XkPAzDuB3JDzmF8o-twt457k3YAarCKu_kAizt0a1D_N-JfbAsu1scIWx4JQV4a0dQhcrs-SbPSXTQge-BEGDxgZW8XvoyrKoA0eLj1YO2wLScGixywHtrh0JRlEcm8OJHWQbDpD63qhNg8YJkbFIh0w-o42sPslxUb7a/s2597/untuk%20blog2222222%20syaaaa.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Alasanku Cinta Dengan Jepang&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1461&quot; data-original-width=&quot;2597&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4NLuFzFNKUHjPGkP9ldc9W72XkPAzDuB3JDzmF8o-twt457k3YAarCKu_kAizt0a1D_N-JfbAsu1scIWx4JQV4a0dQhcrs-SbPSXTQge-BEGDxgZW8XvoyrKoA0eLj1YO2wLScGixywHtrh0JRlEcm8OJHWQbDpD63qhNg8YJkbFIh0w-o42sPslxUb7a/s16000/untuk%20blog2222222%20syaaaa.jpg&quot; title=&quot;Alasanku Cinta Dengan Jepang&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berhubung di artikel &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2023/12/makna.html&quot;&gt;Makna&lt;/a&gt; gue tiba-tiba ngomongin Jepang, keknya asik kali, ya, dibikinin artikel versi panjangnya. Let&#39;s go!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span&gt;Jepang aromanya memang candu, ya, selalu jadi magnet untuk banyak orang. Harum aja gitu brandingannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Mau dari makanannya, teknologi, maupun dunia hiburannya seperti anime dan game, negeri ini seolah ngga pernah kehabisan daya tariknya. Coba liat aja di short-form video, setiap ada konten tentang Jepang, komentarnya, &quot;Japan live in 2050&quot;, &quot;Commenting so I can stay on Japantok&quot;, &quot;My only dream is to live on Japan&quot; dan komentar &quot;all hail Japan&quot; lainnya.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span&gt;Alasanku &lt;strike&gt;Suka&lt;/strike&gt; Cinta Dengan Jepang&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span&gt;Mungkin, kebanyakan orang ketika ditanya, &quot;Kenapa Jepang?&quot; jawabannya, karena&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;suka dengan makanan, tempat wisata,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;anime,&lt;span&gt;&amp;nbsp;dunia hiburan, atau bahkan design dan budayanya. Tapi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ntah kenapa, yang menjadi daya tarik dan fokusku selalu kepada sumber daya manusianya a.k.a the people itself. Yap, manusianya, orang-orangnya. Ini yang membuat suka-ku berubah menjadi cinta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika diperhatikan lebih dekat lagi, Aku sungguh mengagumi bagaimana orang-orang Jepang selalu mempunyai makna yang dalam terhadap setiap kegiatan mereka. Menurutku inilah yang membuat negara mereka dikenang dan berkesan di setiap masakan, tempat wisata, dan aspek industri lainnya. Karena core-nya akan tetap pada orang-orangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang Jepang ngga setengah-setengah dalam bekerja, mereka selalu &lt;b&gt;melakukan yang terbaik&lt;/b&gt;. Filosofi &quot;ikigai&quot; (alasan hidup) dan &quot;kaizen&quot; (perbaikan berkelanjutan) mengalir dalam darah mereka. Ini keliatan banget dari pembawaan dan aura mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan jangan lupakan tentang dedikasi penuh terhadap bidang yang mereka tekuni. Di restoran sushi, seorang itamae (koki) bisa ngabisin puluhan tahun hanya untuk menguasai teknik memotong ikan. Di pabrik Toyota, setiap karyawan diberi hak menghentikan produksi jika melihat cacat dalam produksi, ini adalah sebuah simbol kepercayaan terhadap kualitas. Ini bukan sekadar profesionalisme, tapi penghormatan terhadap proses.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebetulan, belakangan ini sedang mengikuti series YouTube-nya Ludwig. Kalo kalian mau tau orang Jepang aslinya seperti apa, coba deh kalian liat ketika Ludwig dan Michael Reeves travel across Japan, bener-bener dari ujung ke ujung, hanya menggunakan motor, tanpa smartphone, dan map. Kalian bisa lihat betapa murni interaksinya dengan orang-orang Jepang yang mereka temui. Orang-orangnya betul-betul super duper helpful, ramah, dan juga penuh semangat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kenapa Sumber Daya Manusia Jepang Istimewa?&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ingat ketika bom atom menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945? Jepang tidak membangun kembali gedung-gedungnya terlebih dahulu. Prioritas pertama mereka? Mengumpulkan guru-guru yang tersisa untuk segera memulihkan sistem pendidikannya. Mereka paham: regenerasi pengetahuan adalah kunci kebangkitan. Hasilnya? Dalam 20 tahun aja, Jepang menjelma menjadi raksasa ekonomi dengan inovasinya yang mengubah dunia, dari Sony hingga Shinkansen (kereta peluru).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam dua dekade itu, Jepang berhasil bangkit dari kehancuran menjadi negara industri modern, membuka jalan bagi keajaiban ekonominya di tahun 1970-an dan 1980-an.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, ini bukan sekadar estetika atau kemajuan, Jepang mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah peradaban bermula dari cara berpikir manusianya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Jepang dan Maknanya&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalian sadar ngga? Arti makna di sana tuh it&#39;s on another level. Mereka mengaplikasikannya dengan baik ke seluruh aspek kehidupan mereka. Sadar ngga? Yang betulan to the core. Coba, deh, perhatikan:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Makanannya? Ngga cuma sehat, tapi juga enak! Makanan mereka juga kebanyakan mentah, kan., yang mana itu baik untuk mempertahankan nilai gizi aslinya. Inilah kenapa orang-orang di sana berumur panjang. Bahkan harapan hidup mereka ada di umur 85 tahun!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tempat-tempatnya? Selain aman, juga nyaman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ke mana-mananya? Transportasi ffektif dan tepat waktu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Film-filmnya? Deep parah! Liat karya-karyanya Hirokazu Koreeda, Hayao Miyazaki di dunia animasi, Akira Kurosawa, dan masih banyak lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;!--notionvc: 7a1f062c-6f49-4191-8e4f-c3f1a5010d8c--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;ahkan di game, ada juga Hidetaka Miyazaki dengan Soul-game-nya, yang mana kalian harus mengalahkan bos sampai mati beribu kali baru bisa melewatinya. Dikarenakan tingkat kesusahannya yang gila. Mereka ga mau memanjakan player-nya, dengan perjuanganlah, achievement itu baru bisa dirasakan, bahkan sampai ke ulu hati.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Design produk makanannya? Apalagi. Sangat dimudahkan ketika mencoba membuka kemasannya atau ketika digunakan. Coba aja liat betapa asyik detail dari design produk makanannya, semuanya ada purpose. Bahkan display makanannya aja haruslah sama persis dengan yang dijual. Jadi bakal tau, tuh, besar/kecil snack-nya, tanpa membuka, cukup liat display-nya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teknologi? Coba liat aja berapa banyak tombol yang ada pada sebuah toilet.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Literally, makna to the core, inilah kenapa segala aspek kehidupan mereka menjadi yang terbaik. Karena diisi oleh orang-orang yang memegang makna seperti ini!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Makna Terdalam&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalian pernah dengar yang namanya Harakiri? Di tradisi Jepang ada yang namanya Seppuku, biasanya di luar Jepang dikenal dengan sebutan Harakiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seppuku: Harga Diri di Atas Nyawa&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ritual bunuh diri seppuku (harakiri) oleh samurai mungkin terbilang kejam, tapi ini mencerminkan konsep &quot;meiyo&quot; (kehormatan) yang lebih berharga daripada hidup itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ritual ini dilakukan oleh samurai sebagai bentuk pemulihan kehormatan setelah kegagalannya menjalankan tugas, melakukan kesalahan fatal, kesalahan untuk kepentingan rakyat atau melanggar kode bushido (jalan kesatria). Dengan merobek perut dan mengeluarkan usus, mereka &quot;membuktikan&quot; kesungguhan permintaan maaf dan kesetiaan mereka pada klan atau negara.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengapa Perut?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam budaya Jepang, perut (hara) dianggap sebagai pusat jiwa, emosi, dan integritas.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tindakan menyakiti area ini diyakini menunjukkan kejujuran absolut. Bahwa niat mereka murni, bukan sekedar pencitraan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Konteks sosial, ini bukan hanya untuk diri sendiri, tindakan ini tidak sekadar &quot;bunuh diri&quot;, tapi pertanggungjawaban publik. Dengan mati secara terhormat, samurai melindungi nama keluarga, klan, atau atasan dari aib.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Coba deh nonton Shogun (2024) dan Harakiri (1962), rasanya seperti ditusuk jarum kecil sebanyak-banyaknya. Kedua film ini menyampaikan budaya Jepang sampai ke ulu hati. Definisi memahami budaya Jepang di level terdalam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Makna di Setiap Detail&lt;/h2&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kadang tuh gua diem-diem terus memikirkan dan bertanya-tanya hal-hal kecil, kenapa, ya? Jepang gini dan blablabla...&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contohnya, nih ya..&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kenapa ada ikan koi di selokan Jepang?&lt;/b&gt; &quot;Oh, supaya orang-orangnya jadi punya strong reason kenapa jangan buang sampah ke sana.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kenapa ngga ada tempat sampah di Jepang?&lt;/b&gt; &quot;Bener juga, ya, selain ngga ada polusi dan bau yang tidak sedap, orang-orang jadi punya rasa tanggung jawab terhadap sampah yang dibawanya.&quot;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bahkan cara mereka berbicara pun dirancang&amp;nbsp;untuk tidak bisa diinterupsi karena struktur bahasanya (Subjek-Objek-Verb) yang mengharuskan pendengar menunggu sampai akhir kalimat untuk memahami maksudnya. Karena bagian pentingnya ada di bagian belakang kalimat. Gila ngga?! Bahkan struktur bahasanya &quot;di-design&quot; supaya tidak bisa memotong pembicaraan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBl-xBQ_Mg_1aiiLf4JzMyN-A0RVeDnH9NnMfRaOXkX4TloX0fi-WOOfLVF0l_ELWL9Tbpc2YDkKC5QWln88sz2hwsvX1iE4TlkuSJfEZilreiJz6L5eLzVpTMQh7rOf_SwFMiUUhVRPrYAEV0WIz8ro3yD8IPl33ja9-jtIdPFWSpy7riiOGIX6NMYM3D/s1280/GmI5msWXoAAa4i1.jpeg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Struktur Pola Kalimat Jepang&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;778&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;390&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBl-xBQ_Mg_1aiiLf4JzMyN-A0RVeDnH9NnMfRaOXkX4TloX0fi-WOOfLVF0l_ELWL9Tbpc2YDkKC5QWln88sz2hwsvX1iE4TlkuSJfEZilreiJz6L5eLzVpTMQh7rOf_SwFMiUUhVRPrYAEV0WIz8ro3yD8IPl33ja9-jtIdPFWSpy7riiOGIX6NMYM3D/w640-h390/GmI5msWXoAAa4i1.jpeg&quot; title=&quot;Struktur Pola Kalimat Jepang&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kenapa makanannya kebanyakan mentah?&lt;/b&gt; Karena untuk mempertahankan nilai gizi dari makanan itu sendiri. Karena kan semakin minim makanan melalui proses olahan atau diolah, maka nilai gizinya akan tetap terjaga dan asli. Hasilnya, umur mereka panjang-panjang!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kenapa banyak orang yang sudah tua tapi masih bekerja?&lt;/b&gt; Ya, karena itu satu-satunya makna dan tujuan dalam hidupnya. Justru ini yang membuat mereka hidup, &quot;bensin&quot; hidup mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mereka (orang Jepang) yang memilih untuk .... (tau lah ya), itu juga karena mereka ngga punya tujuan dan makna hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Random Talk About Japan&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi, kadang gue kalo ngeliatin foto-foto Jepang tuh, ya, rasanya kayak mereka punya preset colour mereka sendiri. Ada ciri khas vibes, mood tone tertentu di langit serta udaranya. Jadi bisa tau aja gitu walaupun foto random place bisa ketebak, &quot;Oh, ini Jepang!&quot;. Seakan mereka punya default preset Lightroom. Mahal memang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kadang, tuh, gue mikir bahwasannya Jepang ini adalah pulau legenda yang akan punah. Udahlah wilayahnya masuk Cincin Api Pasifik, jadinya dikelilingi dengan gunung berapi aktif. Ditambah birth rate yang semakin menurun per tahunnya. Aih, beneran punah, nih?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi, kuakuin budaya Jepang itu terlalu Aesthethic. Cantik dan kental banget. Kadang aku berandai-andai, gimana, ya, kalo Jepang mayoritasnya beragama Islam? Birth rate udah bukan lagi problem, tuh. Ke mana-mananya pasti rame dah tuh hahaha. Kasian banget yang di desa-desa sampe pada pindah ke Kota. Sementara di kota besar seperti Tokyo tau sendiri biaya hidup mahal, ya, gimana mau punya anak, tjuy. Hadeh..&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampai sejauh ini bisa, ya, mengerti &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/04/alasanku-cinta-dengan-jepang.html&quot;&gt;kenapa aku cinta dengan Jepang&lt;/a&gt;? Karena ia bukan hanya destinasi, tapi juga pelajaran hidup. Bagaimana dedikasi, makna, dan kehormatan bisa membentuk peradaban yang menginspirasi dunia. Siapkah kita menyerap filosofinya? Filosofi hidup yang terwujud dalam setiap detail. Jepang mengajarkan kita bahwa kemajuan sejati bermula dari pola pikir dan integritas manusianya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/5604555439660217592/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/alasanku-cinta-dengan-jepang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/5604555439660217592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/5604555439660217592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/alasanku-cinta-dengan-jepang.html' title='Alasanku Cinta Dengan Jepang'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4NLuFzFNKUHjPGkP9ldc9W72XkPAzDuB3JDzmF8o-twt457k3YAarCKu_kAizt0a1D_N-JfbAsu1scIWx4JQV4a0dQhcrs-SbPSXTQge-BEGDxgZW8XvoyrKoA0eLj1YO2wLScGixywHtrh0JRlEcm8OJHWQbDpD63qhNg8YJkbFIh0w-o42sPslxUb7a/s72-c/untuk%20blog2222222%20syaaaa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-4370531288882307651</id><published>2025-04-04T04:16:00.030+07:00</published><updated>2025-05-07T07:02:13.978+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Kenapa Waktu Terasa Lebih Cepat?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC8qU6YRSLjuSgzkNG-HfxaMRt4p4oco8f3z5ZT5TuKiq6sdcYIpNLbaUrVF2tWc2ihwo4U6OEUU_WjW96xFNh7BzbqDxRjw50VLTz-a8-Z9la3HwveL9NOMlYOBIdJa0z-Wumevi5n1BKYTfo8thDuIRPn1jGiz8UjIIZ7CP2iOdvQOkvvYm3ckh1Bt7r/s2992/DSC_0023-9.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kenapa waktu terasa lebih cepat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2000&quot; data-original-width=&quot;2992&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC8qU6YRSLjuSgzkNG-HfxaMRt4p4oco8f3z5ZT5TuKiq6sdcYIpNLbaUrVF2tWc2ihwo4U6OEUU_WjW96xFNh7BzbqDxRjw50VLTz-a8-Z9la3HwveL9NOMlYOBIdJa0z-Wumevi5n1BKYTfo8thDuIRPn1jGiz8UjIIZ7CP2iOdvQOkvvYm3ckh1Bt7r/s16000/DSC_0023-9.jpg&quot; title=&quot;Kenapa waktu terasa lebih cepat&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kenapa waktu bisa terasa lebih cepat? Ini jawaban rahasia yang nggak banyak orang tau dan notice di jaman sekarang. Banyak orang selalunya &lt;u&gt;ngerasa&lt;/u&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;kenapa kok bisa waktu terasa lebih cepat.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Dan, apa sebenarnya yang membuatnya terasa begitu cepat? Tapi no clue at all.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebetulnya, ini adalah keresahan lamaku yang sudah berlarut-larut. Jadi, memang sebaiknya untuk mengeluarkannya secepat mungkin dari tumpukan draft ini daripada berubah pikiran dan akhirnya nggak ke-publish sama seperti draft-ku yang lain.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alright, pertanyaanya adalah.. ketika kalian menikmati sesuatu, apakah waktu akan &lt;u&gt;terasa&lt;/u&gt; lebih &lt;i&gt;cepat&lt;/i&gt; atau lebih &lt;i&gt;lambat&lt;/i&gt;? Melambat seperti di film-film atau cepat seperti saat kalian sedang bermain waktu kecil dulu?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gue paham bahwasannya waktu terasa cepat atau lambat adalah hal yang subjektif (sesuatu yang berdasarkan perasaan, pendapat, atau pengalaman pribadi, bukan berdasarkan fakta), oleh karena itu dari awal gue bilangnya &quot;terasa&quot;. Ingat bahwa waktu itu akan tetap sama. 1 hari ada 24 jam, 1 jam ada 60 menit, dan 1 menit ada 60 detik. Tapi... apa bener?&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Persepsi Waktu Menurut Teori Relativitas Einstein&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari perspektif manusia, persepsi waktu biasanya linier dan &lt;b&gt;konstan&lt;/b&gt; karena kita ini hidup dalam kondisi kecepatan dan gravitasi yang relatif seragam. Namun, Einstein menunjukkan bahwa waktu adalah dimensi keempat yang fleksibel, karena ia dipengaruhi oleh kecepatan dan gravitasi. Yang mana ini berarti:&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Waktu bersifat subjektif tergantung pada posisi dan gerakan seseorang.&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak ada &quot;sekarang&quot; universal yang sama untuk semua orang di alam semesta.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Buktinya:&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Eksperimen Hafele-Keating (1971):&lt;/b&gt; Jam atom dibawa dalam pesawat terbang terus dia dibandingkan dengan jam yang ada di darat. Hasilnya sesuai dengan prediksi dilatasi waktu Relativitas Khusus dan Umum.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dalam Relativitas Khusus&lt;/b&gt;, waktu melambat kalau kamu bergerak cepat (dekat kecepatan cahaya).&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dalam Relativitas Umum&lt;/b&gt;, waktu juga melambat di dekat gravitasi kuat, seperti lubang hitam.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, persepsi waktu tergantung kecepatan dan gravitasi, bisa beda buat tiap orang atau tempat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. GPS:&lt;/b&gt; Sistem satelit harus mengoreksi perbedaan waktu akibat efek relativitas agar posisi kita di Bumi akurat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kesimpulannya&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teori Relativitas Einstein ngajarin bahwa waktu bukanlah aliran tetap yang kita rasain sehari-hari, tetapi sesuatu yang elastis, bergantung pada kecepatan dan gravitasi. Jadi 1 jam di kita bisa aja 2 jam di orang lain.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini bukan cuma teori abstrak, tapi juga udah terbukti secara eksperimental dan memengaruhi teknologi modern. Persepsi waktu kita hanyalah ilusi lokal, di alam semesta yang lebih luas, waktu bisa &lt;i&gt;melentur&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;melambat&lt;/b&gt;, atau bahkan terasa &lt;u&gt;berbeda&lt;/u&gt; bagi setiap pengamatnya.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Misteri Waktu yang Berlari&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Flashback.. waktu kecil dulu, ketika Lebaran, mudik pulang pergi dengan melewati jalan yang sama menggunakan mobil. Tapi anehnya, entah kenapa gue ngerasain waktu berjalan lebih cepat ketika pulang, sedangkan berangkatnya begitu lama. Menanyakan perasaan ini ke orang tua, hanya ditertawakan, karena dikiranya bercanda, padahal serius bertanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal ini nyata dan banyak orang merasakan hal yang sama. Dari Covid yang ‘rasanya kayak kemarin’ sampe momen bahagia yang rasanya begitu singkat, kenapa waktu bisa terasa begitu relatif?&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Duduk di atas kompor panas selama satu menit terasa seperti sejam. Tapi duduk bersama orang tersayang sejam, terasa semenit.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Poin kuncinya di sini adalah waktu objektif vs. persepsi subjektif. Perbedaan ini bukan ilusi, melainkan cerminan bagaimana cara otak memproses sebuah pengalaman.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Waktu objektif bisa dihitung dan dibuktikan (meski relatif menurut Einstein).&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Persepsi subjektif cuma pengalaman pribadi yang nggak bisa diukur sama untuk semua orang.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
  
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Singkatnya: &lt;/b&gt;Relativitas itu ngasih twist, bahkan waktu objektif pun nggak mutlak, jadi persepsi kita yang subjektif makin jauh lagi dari &quot;kebenaran universal.&quot;&lt;/p&gt;
  
  &lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Panjangnya:&lt;/b&gt; Teori Relativitas Einstein ini bikin kita sadar bahwa waktu yang kita anggap &quot;objektif&quot; (yang bisa diukur dengan jam) ternyata nggak benar-benar tetap atau sama untuk semua orang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dia berubah tergantung kecepatan dan gravitasi. Ini kayak &quot;twist&quot; atau kejutan, karena kita biasanya mikir waktu itu pasti dan universal. Nah, kalo waktu objektif aja udah nggak mutlak (bisa melambat atau cepat tergantung kondisi), maka persepsi subjektif kita tentang waktu yang udah dari sononya beda-beda tiap orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena perasaan atau pengalaman jadi makin jauh lagi dari sesuatu yang bisa disebut &quot;kebenaran universal&quot; atau waktu yang bener-bener sama untuk semua. Intinya: Relativitas nunjukin nggak ada waktu &quot;bener&quot; yang fix, baik yang diukur maupun yang kita rasain, &lt;b&gt;jadi konsep waktu absolut itu runtuh&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pertanyakan Diri&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekarang kita tau bahwa waktu itu nggak sama untuk semua orang. Jadi aneh rasanya ketika kita bertanya ke diri sendiri &quot;Kok waktu terasa lebih cepat?&quot; Ya, itu karena kita berdiri di kecepatan dan gravitasi kita sendiri. Yang kita buat dari lingkungan kita (tempat kita berdiri sebagai pengamat).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di media sosial dan sekitar, nggak jarang gue menemukan orang yang bilang, &quot;&lt;i&gt;Kok waktu kerasa cepet banget, ya?&lt;/i&gt;&quot; atau post tipikal, &quot;&lt;i&gt;Hah, ini serius 7 tahun yang lalu?!&lt;/i&gt;&quot;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertanyaannya adalah apakah kalian merasakan betul bahwa ada &lt;b&gt;keanehan&lt;/b&gt; saat berada pada rentang waktu itu? Apa sebenarnya yang betul-betul dirasakan selama masa &quot;percepatan waktu&quot; itu?&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa yang membuatnya benar-benar terasa cepat? Momen yang sudah bertahun-tahun berlalu terasa seperti &quot;baru kemarin&quot;, sedangkan waktu tetap bergerak dengan kecepatan yang sama.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sini gue kasih tau jawaban sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kunci Utama: Kehadiran Diri (Being Present)&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi balik lagi ke pertanyaan awal, apakah waktu akan terasa cepat atau terasa lambat di saat kita sedang bahagia? Menurutku, waktu itu akan terasa lambat ketika kamu bahagia. Ini adalah cara satu-satunya untuk memperlambat waktu, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Fokus&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kenapa waktu terasa lambat ketika kita fokus?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika kamu menunggu bus atau sesuatu datang, terasa lama, kan? Itu karena kamu menunggu dan terus memanfaatkan waktu dengan pikiran yang teramat &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/present.html&quot;&gt;present&lt;/a&gt;, sama seperti ketika melakukan plank, cobain deh 1 menit aja. Kalian akan merasakan betapa lamanya waktu berjalan, karena betapa you really pay attention to it, dengan jiwa, pikiran, dan raga. Kamu ada di &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/present.html&quot;&gt;full present&lt;/a&gt;. Your mind, and your body are fully connected there!&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi ini bukan persoalan cepat atau lambatnya waktu ada kaitannya dengan enjoyment pada sesuatu, tapi apakah kamu betul-betul fokus dan &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/present.html&quot;&gt;present&lt;/a&gt; pada saat itu? Inilah yang menyebabkan waktu terasa cepat. Ingat, saat pikiran dan tubuh sepenuhnya hadir, otak akan merekam lebih banyak detail. Ini menciptakan memori yang &quot;panjang&quot; sehingga waktu terasa lebih lama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang-orang tuh sebenernya ngga &quot;se-present&quot; itu, sehingga waktu yang mereka lalui terasa begitu sangat cepat. Apa tanda-tanda kamu berada di saat ini? Ketika pikiran dan perbuatan betul-betul ada pada masa saat ini. Pikiran tidak melayang ke masa lalu atau masa depan. Aktivitas yang dilakukan juga dengan sadar penuh (seperti menikmati rasa makanan, bukan sambil scrolling).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di era di mana distrkasi merajalela, fokus adalah hal yang sulit untuk dipertahankan. Orang-orang jadi nggak paham lagi value waktu yang sebenarnya. &lt;b&gt;Ketika fokusmu terbelah&lt;/b&gt;, maka kamu juga akan merasakan 2x lipat cepatnya waktu.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;‘Fake Enjoyment’ vs. Kenikmatan yang Sesungguhnya&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti yang gue bilang tadi, ketika kalian really enjoying something, waktu akan terasa melambat. Seperti ketika kalian menaiki sebuah mobil yang begitu cepat, yang mana sebetulnya itu membuatnya terasa lambat, seperti salah satu scene di film Ford vs Ferrari. Begitu juga di dunia nyata, ketika aku melakukan fotografi, dunia seakan melambat dan aku bisa menangkap momen itu walaupun ia berjalan begitu cepat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Permasalahnnya adalah di jaman sekarang, kebanyakan kegiatan yang dilakukan emang apa sih? Like, really. Coba sebutkan kegiatan apa yang banyak dilakukan orang supaya waktu terasa lebih lambat? Scrolling short video? Bagaimana bisa waktu akan terasa lebih lambat? Sudah jelas, inilah yang membuat waktu terasa lebih cepat. Ini adalah dampak gadget pada percepatan waktu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hiburan yang diberikan oleh gadget yang ada di gengamanmu sekarang ini, sudah jelas yang membuat waktu terasa lebih cepat. Di era sekarang, eksistensi pikiran kebanyakan ada di Dunia Maya. Ini yang disebut fake enjoyment.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi ketika ada pernyataan, &quot;Waktu akan terasa lebih cepat karena saking enjoy-nya.&quot; Aku nggak ngerasa relate sama sekali. Karena yang ada, waktu akan terasa lebih lambat ketika kamu betul-betul sedang menikmatinya. Makan aja terasa lebih nikmat ketika kita melambat dan sungguh-sungguh menikmati rasanya, memperhatikan setiap rasanya.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Nostalgia vs. Menciptakan Momen Baru&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dulu, tuh, ya, ketika kecil momen-momen itu betulan terasa lambat karena gue sendiri banyak main di luar, bareng temen. Mana ada yang namanya Gadget? Gue sangat amat beruntung ada di Era di mana gue bisa merasakan permainan tradisional.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ngeliatin foto-foto lama kita tuh, bukannya sedih, malah senang, senang karena pernah ada di momen itu, waktu itu. Selalu embrace jangan di-hold. &quot;Waktu kecil aku tuh sering banget nontonin ini&quot;, yang indah waktu itu tuh bukan berarti nggak bisa diulang lagi, daripada bersikeras mengulang hal yang indah pada waktu itu, mendingan kita bikin sesuatu yang lebih indah lagi!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita hari ini belajar bahwa &quot;Waktu” itu punya relativitas. Kadang kerasa lama, kadang juga kerasa cepet. Yang membedakan? Tergantung cara kita memaksimalkan &amp;amp; memanfaatkan waktu. Karena pada akhirnya, mau seberapa banyak waktu dan uang yang kita punya, ketika tidak adanya manajemen yang baik di belakangnya semua akan habis begitu saja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terakhir, jika hari ini terasa singkat, mungkin besok, cobalah matikan notifikasi, dan lihat bagaimana waktu tiba-tiba lebih bermurah hati.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--notionvc: 7c9e3363-2d99-44db-a408-c2952e195250--&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/4370531288882307651/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/kenapa-waktu-terasa-lebih-cepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/4370531288882307651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/4370531288882307651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/04/kenapa-waktu-terasa-lebih-cepat.html' title='Kenapa Waktu Terasa Lebih Cepat?'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC8qU6YRSLjuSgzkNG-HfxaMRt4p4oco8f3z5ZT5TuKiq6sdcYIpNLbaUrVF2tWc2ihwo4U6OEUU_WjW96xFNh7BzbqDxRjw50VLTz-a8-Z9la3HwveL9NOMlYOBIdJa0z-Wumevi5n1BKYTfo8thDuIRPn1jGiz8UjIIZ7CP2iOdvQOkvvYm3ckh1Bt7r/s72-c/DSC_0023-9.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-3988556933172211119</id><published>2025-03-26T22:55:00.079+07:00</published><updated>2025-05-06T01:54:56.334+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fotografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Demo di Grahadi Surabaya: Emosi &amp; Pelangi dalam Bidikanku</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini adalah pengalaman pertamaku menjadi jurnalis fotografer di Gedung Grahadi Surabaya pada tanggal 24 Maret 2025. Demonstrasi (unjuk rasa) di Surabaya kali ini digelar untuk menolak pengesahan UU TNI, yang dianggap dapat mengembalikan peran militer ke dalam ranah sipil, ini mengingatkan kita pada era dwifungsi ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) di masa Orde Baru. Dwifungsi ABRI memungkinkan militer ngga hanya berperan sebagai kekuatan pertahanan, tapi juga terlibat dalam politik dan pemerintahan, yang oleh banyak pihak dianggap membatasi supremasi sipil dan demokrasi.&lt;/p&gt;

&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/03/pengalaman-fotografer-demonstrasi-grahadi-surabaya.html#more&quot;&gt;Baca Selengkapnya »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/3988556933172211119/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/03/pengalaman-fotografer-demonstrasi-grahadi-surabaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/3988556933172211119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/3988556933172211119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2025/03/pengalaman-fotografer-demonstrasi-grahadi-surabaya.html' title='Demo di Grahadi Surabaya: Emosi &amp; Pelangi dalam Bidikanku'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMvoaEmsSA8waP8DxttwjOf4AhKpYQjsPpkGMxbXCRTF2veBKkNZjVY8iVn-VI9f5K5-SpEWUUj7FACvFlWMF9KvYokSB7yVrhTqcgzHdt-xPHfgvJhmTtqEZYRwZIlmH7ncan0mTYM4Oop3CC1ioBG3yRiUDynMuRm1QVZqXthp_eXKVskl8nJiCq792k/s72-c/DSCF2243-2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-2011257234055719040</id><published>2025-01-08T20:09:00.001+07:00</published><updated>2026-01-08T20:10:36.620+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi Menarik"/><title type='text'>Penghasilan Livestreamer TikTok Detail, Berapa Sebenarnya yang Diambil TikTok?</title><content type='html'>  &lt;figure&gt;
  &lt;img alt=&quot;Penghasilan Livestreamer TikTok Detail, Berapa Sebenarnya yang Diambil TikTok?&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgF1-889NHnl5xkyXlAx7kh8fyxaegThXmtfnGM27XNqw3F1qPKje3Tc749CrhkOznli7iAMfR3U83JZRQSkfnB0nG9I77jBS8-_vOm1-ywvW6zZNCX41gg2cMMtmMQnXNH5XPR0FRiHisWG78z-uHWgG49B71iPJzeTIAKunVfoy94s5aoUZmHcUATw6k/s1600/berapa%20penghasilan%20livestreamer%20tiktok%20details.png&quot; /&gt;
&lt;/figure&gt;

&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Sorry, but I just need to bring this up real quick. Karena menurutku info ini cukup crucial diketahui oleh content creator TikTok pada umumnya, ditambah minim sekali tulisan yang menjelaskan secara rinci tentang hal ini. A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;nd to recognize how dirty the whole system is.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Ini bermula dari rasa penasaranku untuk mencari tau berapa rate harga per 1 Coin TikTok dalam bentuk rupiahnya, dan berapa sih bersihnya yang akan live streamer terima. Dari sini aja sebetulnya perasaanku udah nggak enak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Jika kamu streamer dan live di TikTok, please consider this as insane crazy madness move from TikTok. Entah dari kapan hal ini diterapkan tapi it seems like orang-orang betulan nggak peduli dan fine-fine aja sama hal ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Dilanjut dengan cari-cari dikit tentang realitanya di lapangan biar ada landasan, dan ada orang luar yang mengkonfirmasi bilang, &lt;i&gt;&quot;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;&lt;i&gt;Someone who goes live and sings every day just told me she only gets 30% of the TikTok money gifts she receives. That’s shocking. 50% is bad enough, but 70% is robbery.&quot;&lt;/i&gt; (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.reddit.com/r/TikTok/comments/1ejef98/comment/mkhgjel/?utm_source=share&amp;amp;utm_medium=web3x&amp;amp;utm_name=web3xcss&amp;amp;utm_term=1&amp;amp;utm_content=share_button&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Reddit Comment&lt;/a&gt;). Yang mana ini mengkonfirmasi dugaanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kukira awalnya TikTok itu motong nggak jauh kayak platform lain misal contohnya YouTube 70% penghasilan ke creator 30% ke platform (masih manusiawi). Kucari TikTok jebret 50%. Terus kugali lebih dalam lagi, dari depan memang keliatannya TikTok motong sebesar 50% dari gift coin live tapi realitanya mereka motong 80%. Gila banget.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku itu tipikal orang yang selalu ngeliat sesuatu dari berbagai point of view. I never bias to things, even if its seems so bad. Aku paham dari mata company, TikTok butuh biaya besar untuk server mereka, tapi aku yakin itu nggak berbanding lurus dengan penghasilan mereka secara mereka dominasi market dan short form. Live dan segala macamnya there&#39;s no way potongan nyampe 80%. As a platform this is beyond insane.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Penghasilan Livestreamer TikTok yang Sebenarnya&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Simulasi ini dilakukan per tanggal 07 Januari 2026, kita lakuin step by step dari point of view kalian sebagai viewers yang ingin memberi streamer favorit kalian gift/donasi dan berharap nyampenya at least dengan value yang tidak jauh berkurang, potongan yang manusiawi, dengan apa yang kalian spend. Dari sisi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt; kreator pun juga berharap demikian bukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;1. Pembelian Coin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Jadi ada 2 pilihan untuk beli coin di TikTok, langsung melalui Aplikasi TikTok di HP (kena fee biaya aplikasi Play Store sebesar 25%) atau lewat TikTok versi website-nya (0 fee). Jadi memang jauh lebih murah untuk beli coin via website-nya langsung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Contoh mau beli coin TikTok via website dengan jumlah &lt;b&gt;350 coin = Rp64.400,-&lt;/b&gt; (25% saved + 5% bonus discount)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;, yang mana berarti rate per coin-nya paling rendah adalah &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Rp184,-/coin&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;(Ingat sekali lagi bahwa ini pun harga setelah di-diskon sebanyak&amp;nbsp;30% karena membeli via website TikTok langsung (&lt;a href=&quot;https://www.tiktok.com/coin&quot;&gt;https://www.tiktok.com/coin&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;, jadi bebas potongan biaya aplikasi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Harga asli coin tanpa diskon pihak ketiga (Play Store/App Store) atau jika beli via HP langsung per coin rate-nya adalah &lt;b&gt;Rp266,-/coin&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;(&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;&lt;b&gt;350 coin = Rp93.000,-)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;2. Pemotongan 50%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Ketika kalian memberikan coin dalam bentuk gifts seperti Rose, Galaksi, Paus, Singa dan semacamnya, kalian harus pahami bahwa s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;treamer hanya akan mendapatkan 50% value dari 100% value gift kalian. Karena TikTok memotong &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;±50% dari nilai gift.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Sampai sini, 2 coin yang kalian berikan akan dikonversi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;TikTok &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;menjadi 1 Diamond (Diamond inilah yang akan diterima oleh streamer).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;3. Diamond Value&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Apakah value dari 1 Diamond = 2 coin = Rp386,- ? Oh, tentu tidak. TikTok di sini bikin value-nya sendiri menjadi fix dalam bentuk dollar &lt;b&gt;per Diamond&lt;/b&gt;-nya yaitu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;&lt;b&gt;$0.005 USD&lt;/b&gt;. Dollar ini finalnya yang akan dikonversi ke rate mata uang negara yang streamer tempati. Indonesia, sesuai dari tanggal artikel ini dibuat (7 Januari 2026) berarti, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;&lt;b&gt;Rp70 - Rp80 = 1 Diamond&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lihat baik-baik, betapa gilanya hal ini. 2 coin TikTok yang value-nya harusnya Rp386,- menjadi Rp75,-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;12&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Hitungannya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;span class=&quot;katex-display&quot;&gt;&lt;span class=&quot;katex&quot;&gt;&lt;span class=&quot;katex-mathml&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;math display=&quot;block&quot; xmlns=&quot;http://www.w3.org/1998/Math/MathML&quot;&gt;&lt;semantics&gt;&lt;mrow&gt;&lt;mfrac&gt;&lt;mn&gt;75/&lt;/mn&gt;&lt;mn&gt;386&lt;/mn&gt;&lt;/mfrac&gt;&lt;mo&gt;×&lt;/mo&gt;&lt;mn&gt;100&lt;/mn&gt;&lt;mi mathvariant=&quot;normal&quot;&gt;%=&lt;/mi&gt;&lt;mn&gt;19,43&lt;/mn&gt;&lt;mi mathvariant=&quot;normal&quot;&gt;%&lt;/mi&gt;&lt;/mrow&gt;&lt;/semantics&gt;&lt;/math&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;72&quot; data-start=&quot;67&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jadi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end=&quot;139&quot; data-start=&quot;73&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;101&quot; data-start=&quot;73&quot;&gt;
&lt;div&gt;&lt;strong data-end=&quot;101&quot; data-start=&quot;75&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Yang diterima: ±19,43%&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li data-end=&quot;101&quot; data-start=&quot;73&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;strong data-end=&quot;139&quot; data-start=&quot;104&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Yang kepotong / hilang: ±80,57%&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Simulasi:&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Jadi, kalau kalian ingin memberikan streamer favorit kalian uang yang setara nilainya contoh:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Rp100.000 &lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;akan mendapatkan &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;543 coin TikTok&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt; (dibeli dengan rate termurah Rp184,-/coin)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Pertama, streamer hanya akan menerima setengahnya, &lt;b&gt;543 Coin : 2 =&lt;/b&gt; &lt;b&gt;271 Diamond&lt;/b&gt; (-50%). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Nah, sekarang permasalahannya ada di sini. Rate Diamond dan rate Coin TikTok adalah 2 hal yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Value &lt;b&gt;1 Diamond = &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;&lt;b&gt;$0.005 USD (&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;&lt;b&gt;Rp70-80)&lt;/b&gt;. Let&#39;s say kita ambil tengahnya di Rp75/1 Diamond, berarti 271 Diamond x Rp75,- = &lt;u&gt;Rp20.325,-&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Bayangkan, dari Rp100.000 streamer hanya akan mendapatkan Rp20.325 yang mana ini sama saja dengan TikTok memotongnya sebanyak 80% penghasilan streamer. Belum ditambah nanti ketika withdraw-nya, kena fee lagi. Ampun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Yang mana ini jauh sekali jika dibandingkan menggunakan third party platform donasi seperti Saweria, Bagibagi, dan sejenisnya yang hanya akan memotong 5% dari penghasilan. Jadi, Rp100.000 kalian akan diterima bersih streamer sebesar Rp95.000. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Bahkan ada platform donasi yang memotong hanya 3% seperti TipTap.gg punya Agung Hapsah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Like, look how insane it is kalau dikomparasi samping-sampingan seperti ini. 80% vs 3%?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Kesimpulan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;kalau diringkas, ada 4 lapis coin decrease value filter yang dilakukan oleh TikTok demi mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya di sini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Ketika viewer membeli coin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Ketika streamer menerima coin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Ketika coin dikonversi ke dalam bentuk diamond.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Google Sans Text;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;Finalnya, ketika streamer melakukan withdraw diamond.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;In-case kalian penasaran liat full break-down bareng ChatGPT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://chatgpt.com/share/695e7e7c-f4a8-8007-8af0-2b95667fd8fb&quot;&gt;https://chatgpt.com/share/695e7e7c-f4a8-8007-8af0-2b95667fd8fb&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;At the end of the day, I just want you guys to be aware aja sih, sekalian ngasih info harga per coin TikTok dalam rupiah itu berapa, di mana beli coin TikTok yang termurah, dan detail-detail kecil lainnya yang nggak akan kalian temukan di Google seperti break down hitungan di atas. Buka mata kalian lebar-lebar sebagai konten kreator, be aware.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/2011257234055719040/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2026/01/penghasilan-livestreamer-tiktok-detail.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/2011257234055719040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/2011257234055719040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2026/01/penghasilan-livestreamer-tiktok-detail.html' title='Penghasilan Livestreamer TikTok Detail, Berapa Sebenarnya yang Diambil TikTok?'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgF1-889NHnl5xkyXlAx7kh8fyxaegThXmtfnGM27XNqw3F1qPKje3Tc749CrhkOznli7iAMfR3U83JZRQSkfnB0nG9I77jBS8-_vOm1-ywvW6zZNCX41gg2cMMtmMQnXNH5XPR0FRiHisWG78z-uHWgG49B71iPJzeTIAKunVfoy94s5aoUZmHcUATw6k/s72-c/berapa%20penghasilan%20livestreamer%20tiktok%20details.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-943873069671915721</id><published>2024-08-03T16:01:00.015+07:00</published><updated>2025-04-25T16:14:59.533+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Makna Sebagai Kompas Hidup </title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kecil&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8PDBifml2A5C9ZYMwkVnD1tr9VlF_xqlcN2wGUhqfGLdbCChAfSZHuifAHvkUr3XAW7SpaBr_IHjuXSNVX0Jg3GLc9vRisiw8zNL_XT20YkaojeEafhH53nvLrigitiz7eLDUXtflBU9aA8EQe9SDVcrKaY19ilbTgDQPtlQfLkndC37Th5JPOHNXVXmq/s2615/Makna.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Kecil&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Makna&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;makna&lt;/i&gt;, &lt;u&gt;makna&lt;/u&gt;. Kata ini menjadi berbayang di ingatanku. Makna/mak·na/ — nilai, arti yang melekat dalam sesuatu. pencarian tujuan hidup, kebermaknaan, atau makna eksistensial, tentang arti hidup, nilai-nilai yang dianggap penting, dan cara seseorang memberikan makna pada hidupnya.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2023/12/makna.html#more&quot;&gt;Baca Selengkapnya »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/943873069671915721/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2023/12/makna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/943873069671915721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/943873069671915721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2023/12/makna.html' title='Makna Sebagai Kompas Hidup '/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8PDBifml2A5C9ZYMwkVnD1tr9VlF_xqlcN2wGUhqfGLdbCChAfSZHuifAHvkUr3XAW7SpaBr_IHjuXSNVX0Jg3GLc9vRisiw8zNL_XT20YkaojeEafhH53nvLrigitiz7eLDUXtflBU9aA8EQe9SDVcrKaY19ilbTgDQPtlQfLkndC37Th5JPOHNXVXmq/s72-c/Makna.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-7695970378125429665</id><published>2023-12-02T20:48:00.041+07:00</published><updated>2025-05-04T20:46:59.283+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Imajinasi, Sang Penerang Realitas</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;
  &lt;tbody&gt;
    &lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kecil&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjXeFmZIv35arnMp4e34H9BzCD1r98GaWlJjsANImypoFinHm-OkP7l7F3AydAHVdFUZfhzlnsPlFInYNTo0m-6daz4NhLYkVXmrO6AuF8TKXhY2PqXR2yaisit1ckfhE_JiRPPTeeIsHcDWu_eekgJZLFveyt2zkA6M2SUYGUCznGrJYZkaZk2k6m2w/s1600/Imajinasi.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Kecil&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
    &lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;When I Climb Penanggungan Mountain&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pernah ngga sih, kalian mikir, kapan terakhir kali diri ini berimajinasi? Ini adalah salah satu pertanyaan kecil dari sekian banyak keresahan yang gue mau tuangkan ke blog ini. Dan, jujur, ini draf udah dari lamaa... banget. I know I&amp;#39;ve said this so many times.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di jaman yang semua halnya ditangkap secara literal, aku harap kalian terbiasa untuk berimajinasi. Karena jika semua hal ditangkap secara literal, lalu apa fungsi imajinasi?&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2023/12/imajinasi.html#more&quot;&gt;Baca Selengkapnya »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/7695970378125429665/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2023/12/imajinasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/7695970378125429665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/7695970378125429665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2023/12/imajinasi.html' title='Imajinasi, Sang Penerang Realitas'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjXeFmZIv35arnMp4e34H9BzCD1r98GaWlJjsANImypoFinHm-OkP7l7F3AydAHVdFUZfhzlnsPlFInYNTo0m-6daz4NhLYkVXmrO6AuF8TKXhY2PqXR2yaisit1ckfhE_JiRPPTeeIsHcDWu_eekgJZLFveyt2zkA6M2SUYGUCznGrJYZkaZk2k6m2w/s72-c/Imajinasi.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-6386753527424689453</id><published>2023-04-06T01:05:00.023+07:00</published><updated>2025-04-29T00:20:36.366+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Kontrol Adalah Kunci Kebebasan</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;tbody&gt;
    &lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
    &lt;img alt=&quot;Pola&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMyzkM0QEMKlHqHF5mBPhA-Yhti8SxS-yQa12evN7JzRVmvvPtnDdUuzcymrvXMYZHeDVxtHJr4cr85l2A6ZH0pqcSsHceXCErBBiCxBLGRxICOhTHmRjdmHRs684M4UaMxpV9cA9rEotvjWzi37jxgewFb1hW2XXQyPQZJoReGxnhgPsPhuH0UNz15A/s4476/DSC_0384-3.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Kontrol&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
    &lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
    &lt;i&gt;&lt;span&gt;Bali, 2018&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
    &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kon.trol:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;pengawasan&lt;/i&gt;; &lt;i&gt;pemeriksaan&lt;/i&gt;; &lt;b&gt;pengendalian&lt;/b&gt; &lt;b&gt;terhadap sesuatu&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pikiran, perasaan, tubuh, cara kita mereaksi sesuatu ini adalah contoh absolut 100% hal yang bisa kita kontrol, yang datangnya dari dalam tubuh (diri sendiri).&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2023/04/kontrol.html#more&quot;&gt;Baca Selengkapnya »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/6386753527424689453/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2023/04/kontrol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/6386753527424689453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/6386753527424689453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2023/04/kontrol.html' title='Kontrol Adalah Kunci Kebebasan'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMyzkM0QEMKlHqHF5mBPhA-Yhti8SxS-yQa12evN7JzRVmvvPtnDdUuzcymrvXMYZHeDVxtHJr4cr85l2A6ZH0pqcSsHceXCErBBiCxBLGRxICOhTHmRjdmHRs684M4UaMxpV9cA9rEotvjWzi37jxgewFb1hW2XXQyPQZJoReGxnhgPsPhuH0UNz15A/s72-c/DSC_0384-3.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-4686303691229803358</id><published>2023-02-12T11:47:00.037+07:00</published><updated>2025-05-06T15:36:58.830+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Dasar dari Sebuah Pola</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;
  &lt;tbody&gt;
    &lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dasar dari Sebuah Pola&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivF_Cxi7CWH6a7o1DJHi4dFowDDjLSlsyUYkvXAvrkUDG6pH14YWWMSSLtS63hpPhlhSKEnkHz-5akOCpZJtC98hlLcrQbZYz_uyUA8uyzYobP1VWbV02xBWnX8wYTf0W5f6Ve20LNII0VR6k-rwpcoTtoNSfwd8MTl3gws3C3zQ9A8ry05ZTT_xPRQA/s16000/DSCF1364.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Dasar dari Sebuah Pola&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
    &lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
      &lt;i&gt;&lt;span&gt;Foto diambil saat malam tahun baru&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
      &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
  &lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p&gt;Kalo kalian denger kata &#39;diet&#39;, biasanya apa yang ada di pikiran kalian? Nurunin berat badan? Oh, tentu, karena memang branding kata diet di Indonesia adalah diet yang artinya menurunkan berat badan. Padahal, salah. Anehnya lagi, &#39;diet&#39; konotasinya menjadi negatif di negeri ini. Dan juga seakan-akan rasanya, kata ini eksklusif aja gitu, hanya&amp;nbsp;untuk perempuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang padahal arti kata diet sebenarnya adalah &lt;b&gt;pola makan&lt;/b&gt;. Diet, berarti &lt;i&gt;menjaga pola makan&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Kenapa gue bahas ini?&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Karena menurut gue ini adalah salah satu dasar life lessons yang penting, mengingat manusia itu ngga bisa hidup tanpa makan dan minum, ini juga yang akan membentuk pola atas kehidupanmu nanti, just bear with me on this one. Ibarat ilmu core dalam hidup yang nular ke mana-mana ketika diaplikasikan. Makanya, gue namain artikel ini&amp;nbsp;&lt;b&gt;dasar dari sebuah pola&lt;/b&gt;. Karena&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://youtube.com/clip/Ugkxzfd1Xb72fER2b2kCOaV6KEM70qtHZM7W?si=ZZ_2Z_hWYi8ShQCE&quot;&gt;kesehatan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;adalah dasar dari sebuah pola.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, gue juga suka kesel kalo ada orang ngomongnya lagi diet, tapi ngga tau berapa jumlah kalori yang masuk dan keluar setiap kali dia memakan sesuatu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut gue, seseorang bisa dikatakan diet jika dia tau berapa besar kalori makanan yang masuk dan keluar di setiap harinya.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Sumber dari Segala Penyakit&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kita sebagai manusia, itu makan bisa sampai 2 hingga 5 kali per hari. Dan kalau kalian pahami lebih dalam lagi, asal dari segala penyakit yang ada sekarang ini trigger-nya adalah dari &lt;b&gt;makanan&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenapa coba orang-orang dulu itu jarang sakit-sakitan? Karena mereka memakan-makanan unprocessed food, yang mana makanannya masih alami, masih kaya akan nutrisi. Inilah kenapa &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/04/alasanku-cinta-dengan-jepang.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Jepang &lt;/a&gt;mempunyai &lt;b&gt;harapan hidup yang tinggi&lt;/b&gt; karena pola makannya yang sehat. Selain itu orang-orang dulu juga aktif berburu, ke sana ke mari. Dasar dari sebuah pola.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang-orang kadang yang meribetkan dirinya sendiri. Misal, seumur hidupnya melihat dan memakan ayam yang bertepung, crispy, berbumbu dengan berbagai macam versi. Sampai-sampai kalo mau buat sendiri harus ada bahan a, b, c. Padahal, ayam polosan mentah, dikasih garam, terus digoreng dengan sedikit minyak, selesai. Atau bahkan bisa juga dikukus. Selain lebih &lt;b&gt;murah&lt;/b&gt;, ini juga jauh lebih &lt;b&gt;sehat &lt;/b&gt;daripada makan atau jajan di luar.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Apa Itu Kalori dan Kenapa Penting?&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kita kenalan dulu dengan yang namanya kalori, semua makanan punya yang namanya kalori, anggep aja &lt;b&gt;kalori adalah seberapa besar energi&lt;/b&gt; yang dipunyai setiap makanan. Misal 1 buah pisang kandungan energi (kalorinya) adalah 100 kcal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan kalori yang dibutuhkan rata-rata manusia adalah &lt;b&gt;2000 kalori untuk wanita&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;2500 kalori untuk pria&lt;/b&gt; di tiap harinya. Tentu tergantung dari seberapa berat dan tinggi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, mau lu makan es krim kek, makan burger kek, selama kalori yang lu makan sesuai dengan batasan kalori harian lu, itu sudah dikatakan diet. (Ingat! Kuncinya harus tau berapa batas kalori harian). Ini baru namanya diet (menjaga pola makan) yang sesungguhnya.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Gimana Cara Tau Kebutuhan Kalori Harian?&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;Dari mana kita tau jumlah kalori harian yang dibutuhkan badan kita?&quot;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada yang namanya kalkulator kalori, kalian tinggal cari aja di Play Store/App Store namanya &lt;b&gt;MyFitnessPal&lt;/b&gt;, logonya warna biru. Nantinya, kalian akan disuruh mengisi berat badan, tinggi badan, umur dan aktivitas hariannya intense atau tidak. Tujuannya cuma 1, untuk mengetahui jumlah kalori yang tubuh lu butuhkan per harinya, yang tentunya sesuai dengan tujuan kalian.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tujuan Diet&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Diet (pola makan) sendiri simpelnya dibagi menjadi 3 tujuan:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Naikin Berat Badan&lt;/b&gt;: Surplus kalori, makan kalori lebih dari yang disarankan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Misalnya, kalori harian yang dibutuhkan adalah 2500. Konsumsi kalori lebih dari 2500 ini. Jadi, buat kalian yang lagi bulking (surplus kalori) jangan ngaku &quot;makan banyak&quot; kalo kalori harianmu aja ngga melebihi 2500.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini juga salah satu diet yang gue lakukan sekarang dan berhasil, karena gue termasuk orang yang underweight dulu, karena ngga tau ilmunya. (Dari 60kg ke 72kg dalam waktu 3 bulan).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Menjaga Berat Badan&lt;/b&gt;: Maintenance Kalori, makan sesuai dengan kalori yang dibutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Menurunkan Berat Badan&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;Defisit Kalori, makan kurang dari kalori harian yang dibutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ngobrolin Kalori&lt;/h2&gt;
  
  &lt;p&gt;Also, kalo lu notice, makin sehat makanannya, makin dikit kalorinya, itulah kenapa orang-orang yang menurunkan berat badan banyak memakan sayur yang banyak mengandung fiber (serat). Karena punya kalori yang kecil, tapi cukup untuk tahan lama.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
  
  &lt;p&gt;Kira-kira seperti itu versi simpelnya..&lt;/p&gt;
  
  &lt;p&gt;Karena semakin banyak otot tentu harus membakar banyak kalori (energi). Aktivitas yang intense juga tentu membakar kalori makanya porsi makan tukang bangunan banyak, karena tiap detiknya mereka membakar kalori yang cukup banyak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oh, ya, misal kalian jajan snack, bisa cek kalorinya di balik bungkus ada tulisan tabel nutrisi, di sana tertulis Energi Total per sajian atau per bungkusnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjNvP3X1lHiaSHN8DBRHEa50lDzGVshvbxjz69phnUo--iA6LJEsau9niOFeTGOZgcJPFND5edgtdiQ_ZCc27HILvZ0JTPZrsuqdXbH2x_Ax25J3aSWfGGAQSOo1H9zerze1C5Xrq_CR0glN10gtyxSw2w9Xs4w8m_Jdd4vNlEYYLi2EbFaQWD3MvWIwg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Informasi Gizi Pada Sebuah Snack&quot; data-original-height=&quot;1239&quot; data-original-width=&quot;1549&quot; height=&quot;256&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjNvP3X1lHiaSHN8DBRHEa50lDzGVshvbxjz69phnUo--iA6LJEsau9niOFeTGOZgcJPFND5edgtdiQ_ZCc27HILvZ0JTPZrsuqdXbH2x_Ax25J3aSWfGGAQSOo1H9zerze1C5Xrq_CR0glN10gtyxSw2w9Xs4w8m_Jdd4vNlEYYLi2EbFaQWD3MvWIwg=w320-h256&quot; title=&quot;Informasi Gizi Pada Sebuah Snack&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Ngitung kalori yang susah itu biasanya ada di jajanan abang-abang, contohnya: 1 bungkus cimol, 5 tusuk telor gulung, 1 mangkok seblak, dan semacamnya. Memang kita tidak tau pasti berapa kalorinya, tapi tenang, kalorinya tetap bisa diperkira dengan mengguanakan Google, karena udah banyak data tentang jajanan kalori, coba aja ketik &quot;&lt;i&gt;1 potong martabak berapa kalorinya?&lt;/i&gt;&quot;&lt;/p&gt;
  
  &lt;p&gt;Kuah-kuahan, bumbu seperti garam micin, cara masak (goreng, rebus, pangang), ini juga termasuk mempengaruhi jumlah kalori.&lt;/p&gt;
  
  &lt;p&gt;Kalo ditanya,&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;apa aktivitas yang paling cepat untuk membakar kalori?&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;tentu jawabannya adalah angkat beban.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
  
  &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tipe Olahraga&lt;/h2&gt;
  &lt;p&gt;Simpelnya, ada 3 jenis olahraga:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;1.&lt;b&gt; Traditional Strength Training&lt;/b&gt;, Olahraga yang&lt;u&gt; menggunakan beban&lt;/u&gt;. Contohnya: angkat dumbell/barbell dan gym stuff..&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;2. &lt;b&gt;Functional&amp;nbsp; Strength Training&lt;/b&gt;, Olahraga&lt;u&gt; menggunakan tubuh sendiri&lt;/u&gt;. Contohnya: squat, push up, plank, yoga dan semacamnya..&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;3. &lt;b&gt;Cardio&lt;/b&gt;, Olahraga yang &lt;u&gt;menggunakan jantung&lt;/u&gt;. Contohnya: lari, sepak bola, basket.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hot Takes Tentang Kardio&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Nah, kardio ini, nih! Olahraga yang kebanyakan sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Inilah kenapa &lt;b&gt;tuanya pada&lt;/b&gt; &lt;b&gt;sakit-sakitan&lt;/b&gt; karena tulangnya lemah, karena untuk memperkuat tulang harus dengan latihan angkat beban, angkat beban itu olahraga wajib!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nggak heran brand-brand susu seperti Anlene dan semacamnya laku di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Udahlah kebanyakan masyarakatnya banyak mengkonsumsi karbohidrat seperti: nasi, mie, perkedel, atau kentang. Ditambah sukanya lari, yang mana ini malah akan mengikis otot tubuh. &lt;b&gt;Jadilah pada kurus dan tuanya sakit-sakitan tulangnya&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Peran Penting Protein&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Protein ini justru yang &lt;b&gt;paling&lt;/b&gt; &lt;b&gt;penting &lt;/b&gt;untuk dipelajari, karena ia yang membangun dan memperbaiki otot, serta mempertahankan berat tubuh. Protein ini ibarat lem perangkat pada tubuh. Fondasi tubuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena kegiatan olahraga, kan, basically, kegiatan yang &quot;merusak otot&quot;, untuk menambahkan jaringan otot baru, supaya lebih kuat dan besar. Biar nggak cungkring, kurus, kering.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Contoh makanan yang mengandung tinggi protein: tempe, tahu, telur, ikan, ayam, udang, kacang-kacangan.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Angkat Beban Itu Wajib&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Selain untuk&amp;nbsp;&lt;b&gt;memperkuat tulang&lt;/b&gt;, angkat beban juga membuat tubuh jadi jauh lebih berisi karena dia memperbesar masa otot.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mau cewek atau cowok ngga ada alasan, semuanya sama, harus latihan angkat beban! Kalo kalian bilang &quot;&lt;b&gt;gue gak mau berorot&quot;&lt;/b&gt;. Bro, you think it&#39;s easy to get jacked? Perlu disiplin yang sangat amat tinggi, jadwal tidur, pola makan, jadwal latihan, dan itu butuh konsistensi bertahun-tahun. Jadi. berotot gak semudah itu! Man I wish berotot is that easy. Ini adalah salah satu alasan terbullshit untuk tidak angkat beban.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalian ga perlu ke Gym! Cukup dengan 2 dumbell aja bisa hit semua otot yang ada di badan kalian. Banyak tutorial yang ada di YouTube.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;“Gak Punya Waktu” Itu Alasan&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Orang juga kebanyakan bilang,&amp;nbsp;&lt;b&gt;&quot;gue gak punya waktu buat olahraga&quot;&lt;/b&gt; yang seharusnya &quot;gue coba luangkan waktu untuk olahraga&quot;. Menurut gue, gak mungkin sesibuk-sibuknya orang ngga punya waktu luang 10 menit di setiap harinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalo mau memulai sesuatu itu kalian ga bisa yang tetiba dari yang tadinya gak olahraga sama sekali tiba-tiba olahraga 2 jam sehari. No, man pasti akan putus nantinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, jauh sangat amat lebih baik untuk melakukannya 10 menit tapi dilakukan setiap hari, daripada seminggu 3 jam sekali. Selalu lakukan sesuatu dengan small step untuk membuat fondasi yang kokoh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Coba dulu olahraga angkat beban dengan waktu 10 menit&amp;nbsp; dengan beban ringan gapapa perlahan nanti pasti akan advance dengan sendirinya yang penting lakukan aktivitasnya tiap hari! aim kalian adalah &lt;b&gt;melakukan aktivitasnya, bukan berat beratan beban.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Olahraga dari Rumah Aja&lt;/h2&gt;
  
  &lt;p&gt;Buat yang pemula&lt;b&gt; &lt;/b&gt;inget&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;kalian ngga perlu ribet-ribet pergi ke gym karena aim kalian adalah konsisten dengan aktivitasnya dan membiasakan kinerja otot.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Gue saranin beli 2 dumbell dulu, ini investasi yang sangat bagus, kalian bisa hit semua otot yang ada di tubuh.&lt;/p&gt;
  
 
  
  &lt;p&gt;Ingat, &lt;b&gt;fokus untuk membangun system&lt;/b&gt;, bukan body goals.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/4686303691229803358/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2023/02/pola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/4686303691229803358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/4686303691229803358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2023/02/pola.html' title='Dasar dari Sebuah Pola'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivF_Cxi7CWH6a7o1DJHi4dFowDDjLSlsyUYkvXAvrkUDG6pH14YWWMSSLtS63hpPhlhSKEnkHz-5akOCpZJtC98hlLcrQbZYz_uyUA8uyzYobP1VWbV02xBWnX8wYTf0W5f6Ve20LNII0VR6k-rwpcoTtoNSfwd8MTl3gws3C3zQ9A8ry05ZTT_xPRQA/s72-c/DSCF1364.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-5526881216924818487</id><published>2022-10-05T07:30:00.008+07:00</published><updated>2025-05-05T11:53:47.668+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;figure style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Kenapa Harus Sendiri? Belajar Mandiri dan Tidak Bergantung pada Orang Lain&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlFHEfNRso5xGK_owVipJWDRnzt33hdQa8pvVO-lGhNfGgnAk2uHhEUiUsD-LkebPi5pp_KNEy62oY4zOoyCaalUXbRx73p_qAvUon4zg8-eLLW44sOcbfeph5_DfMQ99jMqoSBCtg5xZn0EY3PP-8oqUImtPVtXmVWtJxCdgkcFutNWk-RguuP39u7A/s1600/Diri%20Sendiri.png&quot; /&gt;
&lt;figcaption style=&quot;font-style: italic; text-align: center;&quot;&gt;taken when I with Sammy trapped on a rainy day&lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;



  &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
    &lt;p&gt;Kenapa, kenapa harus ada orang lain? Kenapa harus ada orang lain baru lo mau nonton film di bioskop, kenapa harus ada orang lain baru lo mau makan di luar, kenapa harus ada barengan buat pergi ke suatu tempat? Memang alasan orang berbeda-beda, tapi menurut gue ketika lo melakukan sesuatu dan batal melakukannya dikarenakan orang lain.. well you are on the wrong mindset.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Itu kayak.. Ibarat kereta nih ya, kalo nggak ada 1000 penumpang nggak akan berangkat, lalu bagaimana dengan nasib 1 orang penumpang yang ingin mencapai tujuannya? Masa iya, dia harus nunggu 999 orang lainnya baru dia bisa bergerak untuk mencapai tujuannya?&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Pernah suatu ketika di Jepang ada stasiun yang sepi selama 3 tahun, Kami-Shirataki namanya, letaknya di pulau Hokkaido, saking sepinya sampai pihak operator kereta api Jepang mau menutup stasiun ini. Tapi karena ada 1 anak ini yang setia dan bolak-balik ke sekolahnya memakai kereta api tersebut, maka pihak kereta api membatalkan untuk menutup stasiun dan menunggu sampai siswa itu lulus.&lt;/p&gt;
    &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Melakukan Sesuatu untuk Diri Sendiri.&lt;/h2&gt;
    &lt;p&gt;&quot;&lt;i&gt;Oh, ya mungkin karena lo udah terbiasa sendiri dan selalu kebanyakan fokus sama diri lo sendiri mangkanya lo bisa do anything alone.&lt;/i&gt;&quot; Nope, bukan karena gue introvert, dan bukan juga karena gue nggak punya temen. Tapi karena memang gue &lt;b&gt;bisa&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;mau&lt;/b&gt; melakukan sesuatunya tanpa adanya orang lain. &lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Mindset gue dari dulu nih, gue mikir akan aneh aja gitu ketika gue melakukan suatu hal atas dasar orang lain, emang di diri gue nggak ada apa hal yang bisa diapresiasi, sama diri sendiri?&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Kenapa harus ada alasan supaya bisa dipuji orang lain, supaya kelihatan &quot;&lt;i&gt;uwaw, keren!&lt;/i&gt;&quot;, supaya keliatan superior lah intinya di mata orang lain. No, no, no, and no. Gue upload foto ke social media contoh IG, karena memang bangga sama diri sendiri, karya gue sendiri, apalagi sebagai fotografer. Makanya gue apresiasi diri gue dengan menunjukkan hasil karya foto gue ke public (media) sebagai wadah.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Ya, memang tujuannya supaya dilihat orang lain, tapi itu bukan tujuan utamanya, di mindset gue tujuan utamanya adalah mengapresiasi diri sendiri. Sukur-sukur bisa menginspirasi orang yang juga nge-follow gue.&lt;/p&gt;
    &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Espektasi adalah Musuh Diam-Diam&lt;/h2&gt;
    &lt;p&gt;Semua itu akan terasa berbeda ketika lo melakukan segala sesuatu atas dasar keinginan diri sendiri dan memang untuk diri sendiri.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Kalo lo melakukan suatu kebaikan atas dasar, ya memang ingin menolong, di pikiran lo pasti nggak akan ada tuh yang namanya ngincer balas budinya di suatu hari.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Kalo lo suka sama seseorang, dan lo menyatakan perasaan lo ke orang tersebut, ya lo bodo amat mau diterima atau enggaknya. Karena poin intinya adalah menyatakan perasaan (sudah titik).&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Tapi, beda lagi urusannya kalo lo taruh tuh yang namanya harapan/espektasi di orang lain, nah inilah yang akan menghancurkan lo sendiri, ketika dia bilang &lt;i&gt;enggak&lt;/i&gt;, lo sendiri kan yang jadi galau? Akhirnya musuhan dah tuh, padahal kalo diubah POV-nya it&#39;s gonna be fine. It&#39;s not about diterima atau enggaknya, it&#39;s about &lt;i&gt; you confessing that you like him&lt;/i&gt;. That&#39;s it. &lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;
      &lt;b&gt;Mangkanya jangan menaruh espektasi ke orang lain, fokus ke apa yang lo bisa &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2023/04/kontrol.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kontrol&lt;/a&gt; aja.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Contohnya ya.. saat menyatakan perasaan tadi (karena ini yang bisa lo kontrol), bukan diterima atau tidaknya (ini yang nggak bisa lo kontrol).&lt;/p&gt;
    &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Semuanya Berawal dari Sudut Pandang&lt;/h2&gt;
    &lt;p&gt;&quot;Nia kamu pengen tampil rapih, bersih, cantik, baju sekolahnya disetrika, wangi, harum, all prepared, bangun pagi semua itu untuk dirimu sendiri atau untuk orang lain?&quot;&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;&quot;Ya buat orang lain biar mereka terpesona, tertarik, dan seneng ngeliatnya.&quot;&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;&quot;Kalo mereka gak terpesona dan tertarik gimana?&quot; *&lt;i&gt;diam seketika.*&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Bukannya ketika semua hal jika dilakukan untuk orang lain berarti di sana ada keinginan untuk dipuji atau disanjung orang lain, dan ketika hal itu tidak terjadi. Malah kamu yang merasa kecewa, insecure, overthinking dengan dirimu sendiri ketika pujian itu tak sampai ke telingamu.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Berbeda ketika tampil bersih, rapih tadi untuk dirimu sendiri, karena POV (sudut pandangnya) dirubah menjadi tentang kamu bukan tentang orang lain. Maka di sini fokusnya berbeda, kamu tidak lagi menaruh espektasi akan dipuji orang lain karena diri sudah menganggap diri sendiri bersih, cantik, wangi dan sebagainya.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Kamar kotor, orang tua enggak ada, gak dibersihin, males-malesan. Orang tua datang, langsung bersih-bersih kamar. Tapi bersih-bersihnya karena siapa? Ya, lagi-lagi alasannya adalah orang lain (bukan diri sendiri). Ini adalah sepenggal kebiasaan yang terjadi di kebiasaan keseharian kita, yang tujuannya untuk orang lain, bukan diri sendiri.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Ketika sudut pandangnya diubah, yang mana memang bersih-bersih tadi untuk kenyamanan diri sendiri, pasti ya asalnya memang sudah bersih, so there&#39;s no worry. Walaupun orang lain tiba-tiba mampir ke rumah/kost kita. Faktanya ya bersih, karena lebih menghargai diri sendiri ketimbang orang lain.&lt;/p&gt;
    &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hanya Kamu yang Bisa Menyelamatkan Dirimu Sendiri&lt;/h2&gt;
    &lt;p&gt;Ketika lo sedih dan lo curhat ke temen lo, apakah setelahnya.. kesedihan itu akan hilang? Yang bisa ngilangin dan bener-bener move on, ya karena usaha diri sendiri.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Ketika lo pengen sesuatu, terus lo minta ke orang tua lo dan nggak dikasih? Akhirnya lo sendiri yang harus cari cara agar bisa dapet barang yang lo mau, lagi-lagi karena usaha diri sendiri.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;If you can&#39;t save yourself, then &lt;b&gt;who can save you?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Fokus.&lt;/h2&gt;
    &lt;p&gt;Fokus dengan diri sendiri. Ubah sudut pandang. 1000% gue yakin kalian akan memecahkan masalah yang bahkan lo sendiri nggak sadari bahwa itu adalah sebuah masalah. Karena saking fokusnya dengan diri sendiri, hal-hal yang lo anggap masalah itu nggak lagi menjadi sebuah masalah. &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/04/bagaimana-cara-film-mengubah-hidupku.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Nonton film sendiri&lt;/a&gt;? Bukan masalah.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;&quot;&lt;i&gt;Bil, kok jarang upload&lt;/i&gt;?&quot; I upload to share what I really wanted to share, and the post is even for me, I&#39;m proud of what I posted that is why I appreciate myself by showing it to the public. Again, so it&#39;s not for other people. &lt;u&gt;I&#39;m not trying to impress other people&lt;/u&gt;, and I don&#39;t give a single sht about that.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;&quot;&lt;i&gt;Bil kok nggak diajak?&lt;/i&gt;&quot; Sorry I just want to hangout with him at the moment. And beside, the only person that always sometimes text or call me is him. So? I just react.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;&quot;&lt;i&gt;Kok jarang ngeliatin story-nya anak-anak?&lt;/i&gt;&quot; Sorry that I&#39;m so focused on myself, untill I don&#39;t even have time to look on all of your stories, everyday, everytime, you upload. And I don&#39;t even turn on my Instagram notification. LOL.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;&quot;&lt;i&gt;Bil, kok bales chatnya lama?&lt;/i&gt;&quot; I&#39;m actually a &lt;i&gt;call person&lt;/i&gt;, rathen than a &lt;i&gt;text person&lt;/i&gt;, or even &lt;i&gt;face to face talk&lt;/i&gt;&amp;nbsp;type of person. Besides my screen time is lower, very low, more than you know. Cause I rarely play smartphone.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;&quot;&lt;i&gt;Bil kok di-read doang?&lt;/i&gt;&quot; Simple, there&#39;s nothing more to discuss. The conversation already ended with just a one-word reply:&amp;nbsp;&quot;&lt;i&gt;nah&lt;/i&gt;&quot;, &quot;&lt;i&gt;wkwk&lt;/i&gt;&quot;, &quot;&lt;i&gt;ya/bener&lt;/i&gt;&quot;, &quot;&lt;i&gt;ok&lt;/i&gt;&quot;. What do you expect me to say? At least you know I did read your chat. &quot;R&quot;. Not just grey, with the double checklist symbol, like you sometimes do. Grey, but you actually already read it, bruh, such a weird feature, man.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/05/hubungan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Pandangku Terhadap Hubungan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/5526881216924818487/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2022/10/diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/5526881216924818487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/5526881216924818487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2022/10/diri-sendiri.html' title='Diri Sendiri'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlFHEfNRso5xGK_owVipJWDRnzt33hdQa8pvVO-lGhNfGgnAk2uHhEUiUsD-LkebPi5pp_KNEy62oY4zOoyCaalUXbRx73p_qAvUon4zg8-eLLW44sOcbfeph5_DfMQ99jMqoSBCtg5xZn0EY3PP-8oqUImtPVtXmVWtJxCdgkcFutNWk-RguuP39u7A/s72-c/Diri%20Sendiri.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-5739369455385348560</id><published>2022-10-04T06:33:00.019+07:00</published><updated>2025-05-13T18:16:27.778+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Present</title><content type='html'>&lt;figure style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;img alt=&quot;Hidupi Masa Kini&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLllHEpAR29POfECT0Wroml_fsdu64TliENCqPdvIb0Ui_1YUdRGaWYvv-ZQhdIqqw4y5EyWqhdGPydx210NfsPKVtdxJm-5M2Y7erp7vP2U3pEVRAvqNWpvi3M6YlwNYXkli3p9u0HU_7Z7PGcNFHgh6eybmy1HlkQ2evfNgQ60n77dvxmRAw158WbA/s2592/Sekarang%202.png&quot; /&gt;
  &lt;figcaption style=&quot;font-style: italic; text-align: center;&quot;&gt;Hidupi masa kini&lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 
  &lt;p&gt; &quot;Nothing in life is promised except death. If you have the opportunity to play this game of life you need to appreciate every moment. A lot of people don&#39;t appreciate their moment untill it&#39;s passed.&quot;&lt;/p&gt;
  &lt;p&gt;Nggak ada yang dijanjikan dalam hidup ini kecuali kematian, dan jika lo punya kesempatan untuk memainkan permainan kehidupan ini, lo perlu menghargai setiap momennya, karena banyak orang tidak menghargai momen mereka sampai hal itu berlalu (mereka mati).&lt;/p&gt;
  
    &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Past, Present, Future&lt;/h2&gt;
    
      &lt;ul&gt;
        &lt;li&gt;Past — masa lalu, kejadian yang sudah berlalu, lampau, kenangan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Future — masa depan, nanti, kejadian yang akan datang.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Present — masa kini, saat ini, sekarang, kini.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
      &lt;/ul&gt;
   
  &lt;p&gt;Sekarang tanya ke diri lo sendiri, dari ketiga lini waktu di atas cenderung mikirin yang mana? Kalo lo lebih banyak memikirkan kejadian yang akan terjadi (future) atau pun yang sudah terjadi (past) jangan heran ketika lo nantinya di saat senggang overthinking.&lt;/p&gt;
  &lt;p&gt;Karena serius, gue nggak pernah (jarang) merasakan yang namanya &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/05/hubungan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;overthinking/insecure&lt;/a&gt;. &quot;&lt;i&gt;Kok bisa, nggak pernah overthinking?&lt;/i&gt;&quot; It&#39;s just because all I care is the moment that I&#39;m living right now. Masa depan tergantung dari apa yang sekarang gue lakukan sekarang, dan masa lalu akan lebih bisa &#39;&lt;i&gt;embrace&lt;/i&gt;&#39; ketika lo belajar darinya. &lt;/p&gt;
  &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Apresiasi &lt;a href=&quot;http://www.bangbil.com/2022/08/kecil.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Hal-Hal Kecil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
  &lt;p&gt;Bernapas, diam sejenak, rasakan keadaan sekitar, amati, dengarkan yang sekarang ada di sekitar lo. How grateful you are living in this moment, focus on the moment right now that you are living, you are alive! Don&#39;t act like you are dead! Be proud of what you are going through right now.&lt;/p&gt;
  &lt;p&gt;Appreciate every little things, bisa masak sendiri, beresin tempat tidur, belanja sendiri, olahraga, baca buku yang disuka, beres-beres halaman rumah, anything literally any! Cari hal-hal yang belum pernah lo apresiasi dalam diri lo, caranya? Simpel cari aja something obvious! Karena hal yang obvious itu justru jarang untuk diapresiasi, contohnya ya kayak abis &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/04/bagaimana-cara-film-mengubah-hidupku.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;nonton film&lt;/a&gt; apalagi ketika sendirian, itu juga patut diapresiasi. &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/diri-sendiri.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Nggak harus ada orang lain&lt;/a&gt; untuk menikmati hal-hal yang lo sukai. &lt;/p&gt;

    &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Soul&lt;/h2&gt;
  
    &lt;div class=&quot;videoyoutube&quot;&gt;
      &lt;div class=&quot;video-responsive&quot;&gt;
        &lt;div class=&quot;video-youtube loader&quot; data-src=&quot;https://www.youtube.com/embed/npMVQr8gdaQ&quot;&gt;
        &lt;/div&gt;
      &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
  

&lt;p&gt;Kalian pernah nonton film Soul dari Disney? Kalo kalian belum pernah tonton, coba deh tonton, ini menurut gue adalah salah satu film Disney yang paling relate di era sekarang. Banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari film ini, salah satunya ketika kita lebih cenderung untuk mengikuti mimpi kita (apa yang kita sangat ingin-inginkan), tapi banyak orang lupa proses ketika kita sudah mencapainya, &lt;i&gt;lalu apa?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kelebihan Present&lt;/h2&gt;
    &lt;p&gt;Bedanya present dengan kedua timeline lainnya adalah dia bisa di-react (kita bisa mereaksi) di waktu yang sama dan itu juga bisa langsung berdampak ke kedua lini masa yang lain yaitu &lt;i&gt;future&lt;/i&gt; and &lt;i&gt;past&lt;/i&gt;, mau keadaannya lagi senang, sedih, marah, semangat itu semua tergantung bagaimana lo memikirkan past and future pada momen sekarang, saat ini, momen kini. &lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Kita nggak bisa membuka pintu baru ketika kita masih terpaku pada masa lalu, dan kita juga bisa kehilangan momen kalau terlalu sibuk menebak masa depan. Inilah kenapa gue lebih menyukai timeline present. Selain kita bisa mereaksinya secara langsung, kita bisa guarante dampaknya akan seperti apa di masa depan, happening pada saat itu juga, di waktu yang sama!&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Caraku&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Seni dokumentasi kehidupan seperti fotografi adalah caraku agar lebih mindful dalam keseharian, kita jadi lebih bisa mengingat raut wajah orang-orang terdekat kita. Kita bisa mengingat adik kita pada saat itu pakai baju warna apa? Dan suasananya seperti apa? Yang secara nggak langsung kita membuat journal visual. Mengingat lebih jelas momen-momen yang sudah pernah kita lewati.&lt;/div&gt;
    &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Solusi untuk Overthinking&lt;/h2&gt;
    &lt;p&gt;Orang-orang banyak overthinking menurut gue karena mereka &lt;u&gt;terlalu banyak&lt;/u&gt; memikirkan past and future, hal yang mereka bahkan belum tau apa yang akan terjadi nantinya. Maka saran dari gue buat kalian yang suka banget nih overthinking, you just need to think about what is it in front of you, what you are facing right now. Step by step. Apa yang kalian hadapi selangkah di depan. Bukannya beribu-ribu langkah di depan. &lt;/p&gt;
    
      &lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Jangan Berlebihan&lt;/h2&gt;
    &lt;p&gt;Kembali lagi bahwa pada dasarnya melakukan suatu hal secara berlebihan juga akan nggak berdampak baik. Kita memang perlu memikirkan masa depan untuk hidup yang lebih baik dan juga mengenang masa lalu untuk dijadikan sebuah pelajaran. Tapi perlu diingat sekali lagi dan menekankan ke diri sendiri bahwa keadaan sekarang lah yang paling penting di antara keduanya.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Gue perhatikan kebanyakan orang terlalu fokus pada past and future, but what about present? Sekarang, right now, in the moment. Banyak orang lupa caranya menghidupi masa kini, yang kalau ditanya &lt;i&gt;apakah separah itu?&lt;/i&gt; Ya. Contoh kecilnya aja ketika kalian lagi nongkrong sama temen, berapa banyak temen lo yang megang HP saat sedang acara kumpul-kumpul?&amp;nbsp; &lt;/p&gt;

      &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
        &lt;span&gt;
          &lt;b&gt;What better to do?&amp;nbsp;&lt;/b&gt;
        &lt;/span&gt;
      &lt;/h3&gt;
      &lt;p&gt;
        &lt;span&gt;Just be on present, dari pada memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang. Orang-orang malah jauh berkelana ke depan, sehingga lupa arah jalan pulang, dan lupa dia sedang apa? Menimbulkan yang namanya overthinking, padahal saat dia being present, there&#39;s nothing to worry about.&lt;/span&gt;
      &lt;/p&gt;
      &lt;p&gt;Makanya banyak orang yang berpikiran kalau nggak mau overthinking, jangan rebahan, sibukin diri sendiri. Ya, memang itu benar, tapi kalau mau lebih spesifik lagi, cara agar tidak overthinking adalah dengan being present, living the moment, dan hidupilah masa kini.&lt;/p&gt;
      &lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
        &lt;b&gt;On reality&lt;/b&gt;
      &lt;/h3&gt;
      &lt;p&gt;
        &lt;span&gt;Coba kita aplikasikan hal ini ke dunia nyata. Misalnya, lo sebagai pelajar harus membaca buku sebanyak 100 buku per bulan. Jadi, yang harus dikonsetrasikan adalah hari ini, lo bisa baca berapa buku? Nggak bisa 1 buku? Ok, dipotong lagi jadi bisa berapa lembar? And it&#39;s fine, everything need process, nggak usah terlalu mikirin 100 buku per bulannya. Tapi fokuskan bisa berapa lembar di 1 hari ini? Bahkan bisa berapa kata hari ini?&lt;/span&gt;
      &lt;/p&gt;
      &lt;p&gt;Mindset ini sangat penting, ketika lo ditimpa banyak masalah, banyak PR, banyak pekerjaan rumah, banyak tugas. Fokus ke 1 hal, lalu pecahkan masalahnya, jika sudah, lanjut ke masalah berikutnya.&lt;/p&gt;
      &lt;p&gt;Yang penting adalah you do it now. Sekarang bisanya berapa? 1 menit, 5 menit, does&#39;nt matter. Dengan seiring berjalannya waktu, they are just number. Ketika kalian olahraga pun juga sama, belajar rasakan in the moment, feel your body when you are working out, rasakan suasananya seperti apa.&lt;/p&gt;
   
      &lt;blockquote&gt;
        &lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
          &lt;span&gt;Jika setiap kehendakmu menjadi nyata, kau akan tidak punya sedikitpun kemauan.&lt;/span&gt;
        &lt;/div&gt;
      &lt;/blockquote&gt;
    &lt;br /&gt;

      &lt;p&gt;Nggak usah terlalu mikirin yang kemaren-kemaren itu sudah terjadi. Pun juga sama nggak perlu mikirin yang akan datang (ada konteksnya), fokus aja sama sekarang, karena itu jauh lebih penting, selalu apresiasi momen lo yang sedang lo jalani sekarang, karena hal-hal tersebut yang membuat lo terus bersyukur menjadikan lo yang sekarang.&lt;/p&gt;
   
&lt;p&gt;Good luck for a better life!&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/5739369455385348560/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2022/10/present.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/5739369455385348560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/5739369455385348560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2022/10/present.html' title='Present'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLllHEpAR29POfECT0Wroml_fsdu64TliENCqPdvIb0Ui_1YUdRGaWYvv-ZQhdIqqw4y5EyWqhdGPydx210NfsPKVtdxJm-5M2Y7erp7vP2U3pEVRAvqNWpvi3M6YlwNYXkli3p9u0HU_7Z7PGcNFHgh6eybmy1HlkQ2evfNgQ60n77dvxmRAw158WbA/s72-c/Sekarang%202.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-520251689660473150</id><published>2022-10-04T04:52:00.017+07:00</published><updated>2025-04-28T03:07:07.227+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Aware, So You Can Prepare</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kecil&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-_kvCpmqGjFanVhuqAwghPjncQi3PNGqZ2I7gRugizd5Lia9VEkOhrl2_vqPy15YNtrFgd3bEhskZKtR_b0_jYHmwSTG7CRy_L0mZzaknzg4FzGpsUWgzUrb8M15VVYPgYvO__iY7Mo_0x4jpX3wrEu5A6aNymrd93t4HfvWcj05AwmlUe-YtLQJnFA/s1600/Aware.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Sekarang&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aware, at least you are aware. Kesadaran (awareness), menyadari akan hal-hal yang ada di sekitar. Pertanyakan semua hal, karena ini akan menyadarkanmu, membangunkanmu akan realitas yang sesungguhnya. Aware akan suatu hal itu penting. Bahkan se-penting itu menurut gue.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pernah doomscroll? Ini adalah contoh kecil ketika kalian nggak sadar, padahal terlihatnya sadar, tapi sebenernya nggak sadar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Self awareness adalah kemampuan untuk memahami &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/diri-sendiri.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;diri sendiri&lt;/a&gt; secara keseluruhan, sehingga mengetahui di mana kekuatan dan kurangnya diri. Tapi kadang orang nggak sadar akan kesalahannya. Ngeyel. Nggak aware kalau dia itu salah, diri dia, ada di posisi yang &lt;b&gt;salah&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alhasil karena dia menganggap bahwa ini bukanlah kesalahan, akhirnya ngga akan pernah belajar darinya. Ketika bertemu dengan masalah yang sama, dor, meledak kembali. Masalah terulang.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Haruskah Punya Dulu untuk Belajar?&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Langsung to the point aja, apa iya harus ada uang dulu buat belajar dan tau apa itu investasi? Pun sama dengan instrumen investasi keuangan lainnya seperti reksadana, saham, cryptocurrency, dan lain sebagainya. Masa perlu punya uang dulu untuk mengerti akan hal-hal di atas?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini analoginya sama seperti ketika ada orang komentar merokok itu buruk untuk kesehatanmu, tapi kan, ngga perlu mencoba untuk tau bahwa merokok itu buruk. Karena self-aware dalam diri membantu menyadarkanmu. Kecuali ngeyel, seperti yang gue bilang di awal. Yang akhirnya, mereka ngga akan berkembang karena di pikirannya ini bukanlah sebuah masalah yang perlu diperbaiki.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Minimnya Rasa Ingin Tahu Masyarakat Indonesia&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Problem-nya adalah, kebanyakan dari masyarakat Indonesia itu orang-orangnya cukup males untuk mencari tau, rasa curiousity-nya tipis banget. Bahkan hanya untuk sekedar mencari tau akan arti, fungsi, dan apa dampaknya secara umum aja males.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena rasa-rasanya mungkin buat mereka kebijakan pemerintah yang salah dipikir nggak akan berpengaruh kepada hidupnya, padahal sudah jelas akan berpengaruh. Ngga usah jauh-jauh pajak aja dulu. PPN 12% kemarin apa nggak menyadarkanmu? Rasa keingintahuan ini mengarah ke apatis.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Melatih Keingintahuan&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Padahal, sesimpel ngetik di google &quot;&lt;i&gt;apa itu saham?&quot;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Oh, saham itu surat kepemilikan sebuah perusahaan&quot;, ketika kita membelinya, berarti kita bagian dari perusahaan tersebut, meskipun 0,0001%-nya ini tetap bisa dikatakan punya kita, karena kita punya sahamnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini adalah contoh simpel, basic knowledge, hal-hal secara umum. Jadi, kalian gak perlu tau detail yang lebih dalam, yang penting tau artinya apa, maksudnya apa, fungsinya apa. Ya, pengertian secara umumnya aja. Sehingga kalian bisa aware akan hal tersebut. Ada di radar pikiran kalian. Nggak kosong mlompong, nol besar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh lagi, &quot;&lt;i&gt;apa, ya, reksadana itu?&lt;/i&gt;&quot;, &quot;Oh, pengumpulan dana yang dikelola oleh manajer investasi.&quot; Kalau udah tau arti umumnya, follow up dengan &quot;apa aja tipe reksadana?&quot;, &quot;cara belinya gimana, ya?&quot;, &quot;apa ini baik untuk masa depan?&quot;, &quot;bagaimana cara kita dapet untung dari sana?&quot;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lihat, kan, curiousity akan dengan sendirinya hadir ketika kalian sudah ada di aware tahap awal. Mencari tau hal paling umumnya dulu. Sekedar tau apa itu. That&#39;s it.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi gak perlu punya uang dulu. Dengan kalian aware, at least kalian jadi punya gambaran akan hal tersebut itu seperti apa dan hal ini sangat penting di era sekarang, terutama dengan topik investasi ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biar kalian nggak ketinggalan akan informasi-informasi terbaru. Ingat ini bukan tentang investasi tapi bagaimana kamu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan awareness diri. Sayang jika teknologi tidak digunakan. Orang terdahulu berkorban demi ilmu, bahkan ada yang sampai mati karena mempertahankan ilmu. Banyak membaca buku ke sana ke sini, hanya demi mencari informasi yang mereka ingin akses, itu pun nggak langsung ketemu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Betapa beruntungnya kita kalau dipikir-pikir.&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sekilas tentang kisah Galileo..&lt;/h3&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pernah dengar cerita Galileo? Dia adalah ilmuwan asal Italia yang terkenal karena mendukung teori heliosentris, yaitu bahwa &lt;b&gt;matahari adalah pusat tata surya&lt;/b&gt;, bukan bumi. Teori ini bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik pada saat itu, yang percaya bahwa bumi adalah pusat alam semesta (&lt;strong data-end=&quot;327&quot; data-start=&quot;313&quot;&gt;geosentris&lt;/strong&gt;). Karena mempertahankan pandangannya, Galileo akhirnya diadili oleh Inkuisisi Gereja pada tahun 1633.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kenapa Awareness Itu Penting?&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesadaran adalah langkah awal untuk berkembang. Kita ada di zaman percepatan, informasi bertebarang di mana. Sadari, pahami, siapkan diri. Aware adalah kunci untuk bertahan di dunia yang terus berubah dan penuh tantangan seperti sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan aware, akhirnya kita jadi tau akan informasi yang sudah kita cari, contohnya investasi tadi. Sekarang lo jadi bisa bilang bahwa investasi itu sangat penting untuk keuangan di zaman sekarang. Karena percuma nabung, nabung, dan terus nabung, tapi akhirnya nilainya tergerus oleh inflasi (kenaikan harga barang dan jasa).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1.000 rupiah jaman dulu nilainya tentu beda dengan 1.000 rupiah di zaman sekarang. Dulu gue inget betul bisa tuh kebeli nasi kucing dengan harga 500 perak, bahkan beli es teh di SD 1 bungkusnya bisa dibeli hanya dengan 100 perak, sekarang permen aja mana dapet coba harga segitu?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bayangkan kalau kalian gak aware dengan yang namanya inflasi. Seumur hidup hanya akan menabung dengan nilainya yang terus tergerus. Ini adalah salah satu contoh pentingnya awareness dalam hidup.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Aware, So You Can Prepare&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalian pakai masker kenapa? Bener, ini adalah salah satu bentuk bahwa kalian aware akan adanya virus Covid-19.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan kalian aware akan sesuatu it&#39;s gonna make such a big impact in your life.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena aware kalian jadi punya ilmunya, ketika ilmu tersebut dibutuhkan pada suatu waktu kalian sudah siap akan hal tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan sampai lupa bahwa Indonesia sendiri pernah tidak aware akan adanya Covid-19, para petingginya meremehkan hal tersebut padahal negara-negara maju seperti China dan lainnya saja sudah kewalahan akan virus tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;BOOM ketika virus tersebut masuk pertama kali di Indonesia menyebar dengan sangat cepatnya sehingga banyak rumah sakit yang bahkan tidak sanggup, sehingga banyak orang yang meninggal. Ini adalah contoh nyata ketika kalian tidak ada kesadaran (awareness) akan suatu hal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;oh, ternyata hal ini ada.&quot;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalian bisa hidup sekarang karena apa? Aware akan suatu hal bahwa makan itu penting, minum itu penting, istirahat itu penting. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah lo sadar, bahwa lo sadar?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aware, so you can prepare.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/520251689660473150/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2022/10/aware.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/520251689660473150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/520251689660473150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2022/10/aware.html' title='Aware, So You Can Prepare'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-_kvCpmqGjFanVhuqAwghPjncQi3PNGqZ2I7gRugizd5Lia9VEkOhrl2_vqPy15YNtrFgd3bEhskZKtR_b0_jYHmwSTG7CRy_L0mZzaknzg4FzGpsUWgzUrb8M15VVYPgYvO__iY7Mo_0x4jpX3wrEu5A6aNymrd93t4HfvWcj05AwmlUe-YtLQJnFA/s72-c/Aware.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-7786439565390546304</id><published>2022-08-15T08:42:00.033+07:00</published><updated>2025-04-26T16:01:04.792+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Menanam Hal-Hal Kecil</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
  &lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kecil&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbxTEFwaHyNtBTl-bWZpA7XII4ASTn7V170B--yikiA_sqlWbWO1wZjC--kbzNqktoHu1eEarTzOn9Vo5a3PdgizOA4ji6lew0pX6TcVV7741gIeXttBZBEwxabglULxNcfEs7NqSkGvqokrA6BD2nJ5XFMRIGlQ82DJonyK4k892GPdMYnAPm89V0Tw/s1600/Kecil.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; title=&quot;Kecil&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
  &lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;This photo was taken at 17:35 WIB and rotated&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;

  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang gue bingung dan cukup resahkan belakangan ini adalah... kenapa ya, orang susah ketika mengerjakan hal-hal kecil, yang cuma butuh 5 menit aja sehari, ambil contoh olahraga, tapi anehnya mau untuk melakukan hal yang besar seperti naik gunung yang bahkan bisa sampai 3 hari?!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenapa justru hal-hal kecil yang lebih susah untuk dilakukan?&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Menanam Hal Kecil&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ingat bahwa ini &lt;b&gt;bukan tentang olahraga&lt;/b&gt;. &quot;&lt;i&gt;Apa iya olahraga termasuk hal kecil&lt;/i&gt;&quot; Iya, ini adalah contoh hal kecil yang bisa dilakukan setiap harinya, atau jangan-jangan.. kalian menganggap bahwa olahraga adalah hal yang besar? Jika&amp;nbsp; iya, di sini letak masalahnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika kalian menganggap bahwa hal-hal kecil ini adalah hal besar, yang ada malah kalian akan menghindarinya, karena dianggap beban berat oleh otak. Padahal hal-hal kecil ini ibarat fondasi, yang dibutuhkan untuk menaklukkan hal-hal besar. Sama halnya saat naik gunung tadi, yang akhirnya ketika dihadapkan dengan&lt;b&gt; hal besar sebenarnya&lt;/b&gt;, di saat menjalankannya jadi terkapar, pingsan, dan pada akhirnya membebani banyak orang di sekitarnya ketika di gunung.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal kecil sering sekali diremehkan. Oleh karena itu, mari, mulai menanam hal-hal kecil.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Analogi Gelas Air Terhadap Hal Kecil&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Coba deh, kalian pegang gelas yang isinya air bening biasa selama satu menit, tentu akan biasa-biasa aja. Tapi ketika gelas tadi dipegang selama satu jam, di tiap menit beratnya bertambah. Jadi berbeda,, terasa lebih berat, tangan menjadi kaku, padahal beratnya sama.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal ini sama dengan hal-hal kecil yang kalian anggap besar. Terakumulasi. Bukan karena beratnya, melainkan karena seberapa lamanya kamu melakukan kegiatannya, sehingga hal-hal kecil mulai terabaikan dan tidak lagi dihiraukan. Langsung maunya ke hal&lt;i&gt; besar, instan, hasil&lt;/i&gt;. Ini adalah pola pikir yang buruk, yang justru akan menjadi masalah besar di kemudian hari.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ketika Hal Kecil Membuatmu Lebih Jauh&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masih sama, &lt;u&gt;ini bukan tentang olahraga&lt;/u&gt;, hanya analogi. Gue ketika pertama kali berolahraga, entah kenapa cenderung memilih untuk mengangkat beban yang lebih berat, alhasil, gerakannya ngga full range.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi seiring berjalannya waktu, gue melihat &quot;hal kecil&quot; yang belum pernah gue sadari pada saat itu justru berdampak sangat besar, bahwa ternyata beban yang lebih kecil (ringan) justru lebih efektif daripada beban yang berat, yang keliatannya akan membuat hasil menjadi lebih terlihat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun ternyata, keinginan untuk cepat bisa dengan hal yang keliatannya besar malah menghasilkan keterpaksaan, yang membuat nyendat di jalan. Justru dampak yang terasa dan bisa membuatmu lebih jauh lagi adalah dengan menanam hal kecil terlebih dulu. Analoginya sama seperti dumbell ringan tadi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gue jadi bisa melakukan gerakan yang sama dengan banyak repetisi dan sets, gerakan gue jadi full range, otot gue menerimanya dengan sangat baik, terlebih lagi ini meminimalisir terjadinya cedera karena beban yang gue pakai lebih ringan daripada sebelumnya. Lihat bagaimana dampak menanam&amp;nbsp;&lt;b&gt;hal kecil&lt;/b&gt; bisa membuatmu lebih jauh lagi dalam kehidupan.&lt;/p&gt;
  
  
  &lt;h2&gt;Merubah Hal Besar Menjadi Hal Kecil&lt;/h2&gt;
  
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kadang kita lupa bahwa di setiap harinya, kita belajar selama 5 menit itu jauh lebih efektif daripada belajar langsung selama 16 jam, bahkan sebelum ujian, yang dimulainya besok hari. Apalagi ketika 5 menitnya dipisah, dan dibagi lagi, contohnya 5 menit di pagi hari, 5 menit siang, sore, malam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mau lebih efektif? Tinggal tambah aja durasinya menjadi 30 menit di tiap waktunya, ini berlaku untuk kegiatan apa pun.&amp;nbsp; Karena akumulasinya akan jauh lebih rapih, tertata, efektif dan punya dampak yang lebih besar nantinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal yang keliatannya besar, ketika dipecah menjadi hal kecil, somehow akan menjadi lebih mudah. Dan pola pikir kita menjadi terbiasa, dan akhirnya benar-benar merubah hal besar yang ternyata itu adalah kumpulan hal kecil.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal ini bisa diterapkan ketika kalian bertemu dengan masalah-masalah hidup yang biasa dijumpai di setiap harinya. Ini tentang bagaimana kita memecah hal-hal besar menjadi butiran-butiran kecil, sehingga hal yang kita anggap besar dan berat sebenarnya hanyalah akumulasi dari hal-hal kecil yang kita perbuat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini menghindari pola pikir &lt;b&gt;instan &lt;/b&gt;yang sering sekali terjadi di sekitar kita. Padahal nggak ada yang benar-benar instan di dunia. Semua hal perlu proses, bahkan yang instan sekali pun.&lt;/p&gt;
  
  &lt;h2&gt;Ketika Hal Kecil Menjadi Besar&lt;/h2&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Segala sesuatu yang besar dan berat menjadi lebih kecil dan ringan bukan? Dan tentunya jauh lebih efektif jika dilakukan seperti ini, kegiatan yang kita anggap besar dan berat ternyata bisa menjadi fun dan enjoyable meskipun termasuk pekerjaan yang berat sekali pun. Yang mana secara tidak sadar, ini merubah hal kecil menjadi besar.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Penyebabnya&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, kembali ke pertanyaan awal, penyebab orang malas melakukan kegiatan kecil seperti olahraga adalah karena di pikiran mereka, olahraga ini termasuk kegiatan yang besar. Kesannya capek, berkeringat, nanti harus mandi blablabla.. but then again, besar atau kecilnya bukan ditentukan dari kegiatannya, tapi seberapa &lt;b&gt;lama &lt;/b&gt;kegiatan tersebut dilakukan, sehingga kegiatannya menjadi &lt;b&gt;ringan &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;mudah &lt;/b&gt;untuk dilakukan. Akhirnya, kalian akan menganggap ini hal kecil dan biasa saja.&lt;/p&gt;
  
  &lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjFTpk8MqEswNNgiS35jk6nCaTJldpxBvSAdxAKBbXsVuPIYeJfyAJ2axaMOHSR_4WKycFN3e2fEJ3i_vh1s8h3rsdCkYleRHrlRr5znB8daNwHFlaYDUpRI1igRt22Kf_QStX3m_2JfAWw1mws4Gxx844JgMk_FKDNq3E-Lh_cffC7W3ZlIm5F5O69Xg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;3000&quot; data-original-width=&quot;3000&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjFTpk8MqEswNNgiS35jk6nCaTJldpxBvSAdxAKBbXsVuPIYeJfyAJ2axaMOHSR_4WKycFN3e2fEJ3i_vh1s8h3rsdCkYleRHrlRr5znB8daNwHFlaYDUpRI1igRt22Kf_QStX3m_2JfAWw1mws4Gxx844JgMk_FKDNq3E-Lh_cffC7W3ZlIm5F5O69Xg=w400-h400&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Makanya, gue bingung ketika orang bilang &quot;&lt;i&gt;Aku ngga ada waktu buat olahraga&lt;/i&gt;&quot;. Just imagine, you have 24 hours dikurangi 8 jam karena tidur, so you have total 16 hours! You only need to find 5 until 30 minutes workout in those 16 hours! Im 100% sure that you can find celah di 16 jam tersebut. Adakan waktunya. Luangkan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selalu tekankan dan ingat bahwa di sini kata olahraga adalah hanya&amp;nbsp;&lt;b&gt;contoh dari penanaman hal kecil&lt;/b&gt;, ini bisa diganti ke hal lain seperti membaca, menari, menyanyi, menggambar, atau kegaiatan apa pun yang kalian sukai. Yang rasanya berat sekali untuk dilakukan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Penyederhanaan&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang paling membuatku bingung adalah kenapa hal kecil seperti olahraga ini seakan-akan hal besar gitu di pikirannya. Kayak olahraga itu harus yang angkat beban berat atau lari berkilo-kilo meter baru bisa disebut olahraga gitu?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Coba perhatikan, namanya aja &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2023/02/pola.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;olahraga&lt;/a&gt;, olah-raga (raganya diolah). Yang berarti cukup dengan gerakan seperti push-up, squat atau senam serta gerakan basic pemanasan lainnya itu juga termasuk olahraga. Banyak kok olahraga routine yang bisa dilakukan di rumah aja bahkan tanpa alat apa pun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maksudku adalah orang kadang terlalu ngeribetin sesuatunya aja gitu, coba biasakan untuk menyederhanakan dan pecah menjadi hal-hal kecil karena ini akan sangat membantumu melakukan hal-hal yang besar nantinya.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Menyadari Hal Kecil&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ingat tentang pola pikir&amp;nbsp;instan, tadi? Karena orang kebanyakan mengira bahwa hal kecil seperti olahraga ini nggak berdampak, makanya mereka ngga ngelakuin walaupun sadar akan keberadaanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Efeknya, ketika betulan melakukan sesuatu yang dianggap besar seperti pergi ke gym, baru ngelakuin selama 1-3 bulan akhirnya keluar karena dikiranya ngga ada hasil. Ini adalah dampak sebenarnya atau hasil ketika kalian tidak memahami hal-hal kecil.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Padahal ini adalah proses penanaman hal kecil itu tadi supaya sadar akan keberadaannya. Karena faktanya, segala sesuatu yang dilakukan secara terus-menerus secara konsisten jelas akan membuahkan hasil, akan ada dampaknya, hanya &lt;b&gt;belum disadari&lt;/b&gt; aja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;I don&#39;t know when, but someday your body will shape! It has to be man, because you doing it consistantly even tho it just 5-30 minute per day. Same goes by any other activity such as reading, or doing something that you like!&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicNySgXU7d3ucGAo7o1gtU-f-b8XgwSZGTdRc1aASLvDpT7IoCzuln6f2JnJ6UPrHT5-vpun7dtZhAhrZIYB8sZCNf1qUPTNhZ3F8xLPOyV7J6OFSFfaYF9ezh-BuV2uLcK41kXGraj7U-VzieDu0XYyZ7EpV_Bdkdf1xiIQHc8_Gab456Ir2RRV4hxw/s828/information%2030%20years%20ago%20and%20today.JPG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;552&quot; data-original-width=&quot;828&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicNySgXU7d3ucGAo7o1gtU-f-b8XgwSZGTdRc1aASLvDpT7IoCzuln6f2JnJ6UPrHT5-vpun7dtZhAhrZIYB8sZCNf1qUPTNhZ3F8xLPOyV7J6OFSFfaYF9ezh-BuV2uLcK41kXGraj7U-VzieDu0XYyZ7EpV_Bdkdf1xiIQHc8_Gab456Ir2RRV4hxw/w400-h266/information%2030%20years%20ago%20and%20today.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gue jadi keinget kata-kata ini, bahwa &lt;b&gt;segala sesuatu butuh hal kecil untuk membuka sesuatu yang lebih besar&lt;/b&gt;. Contohnya &lt;b&gt;pintu&lt;/b&gt;, pintu itu besar, kalo gue dobrak paksa yang ada gue sendiri yang kesakitan. Tapi liat bagaimana benda yang lebih kecil dari pintu seperti &lt;b&gt;kunci &lt;/b&gt;bisa membuka pintu dengan sangat mudahnya tanpa paksaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kecil &lt;/b&gt;oleh karena itu diabaikan, kecil oleh karena itu tidak diperhatikan, kecil oleh karena itu tidak terlihat, kecil oleh karena itu tidak disadari keberadaannya. Akan tetapi &lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;kecil&lt;/span&gt; tapi paling berdampak di kehidupan kita, cukup dengan sadar dan mengapresiasi akan keberadaannya, si kecil akan balik mengapresiasi kita dengan hal yang jauh lebih besar di masa depan.&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/7786439565390546304/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2022/08/kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/7786439565390546304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/7786439565390546304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2022/08/kecil.html' title='Menanam Hal-Hal Kecil'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbxTEFwaHyNtBTl-bWZpA7XII4ASTn7V170B--yikiA_sqlWbWO1wZjC--kbzNqktoHu1eEarTzOn9Vo5a3PdgizOA4ji6lew0pX6TcVV7741gIeXttBZBEwxabglULxNcfEs7NqSkGvqokrA6BD2nJ5XFMRIGlQ82DJonyK4k892GPdMYnAPm89V0Tw/s72-c/Kecil.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-3615742264590140613</id><published>2021-10-22T11:56:00.041+07:00</published><updated>2025-04-28T16:31:14.404+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Beruntungnya Bisa Menemukanmu</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-qKDH8bkjFTG0ox0NhmhOEPypyTSnI6xq-N5OQDz87sOzvZdvdbm_Bf2jFc3AFyvdn1Ub8m4Vr077b2FSZ0uhPwCznuOyS72hyBMqm-kgM_sBW7Fn70rzSMhPzAAuAvBX05HF9zBmUamIxgv7vNf2UAG5ifkqKQDgFLqyMjs1vsnS6qVTya5bYD4Ahw/s16000/Beruntung%20Landscape%20lowdpi.png&quot; style=&quot;display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Beruntung Bisa Menemukan&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-qKDH8bkjFTG0ox0NhmhOEPypyTSnI6xq-N5OQDz87sOzvZdvdbm_Bf2jFc3AFyvdn1Ub8m4Vr077b2FSZ0uhPwCznuOyS72hyBMqm-kgM_sBW7Fn70rzSMhPzAAuAvBX05HF9zBmUamIxgv7vNf2UAG5ifkqKQDgFLqyMjs1vsnS6qVTya5bYD4Ahw/s16000/Beruntung%20Landscape%20lowdpi.png&quot; title=&quot;Beruntung Bisa Menemukan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Taken in 2021&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

  
  &lt;br /&gt;

  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kadang gue merasa beruntung bisa tau apa yang gue sukai, ini bukan tentang perempuan, melainkan hobi (sebuah kesenangan istimewa yang dilakukan di waktu senggang). Dan lebih beruntungnya lagi, gue bukan cuma suka aja, akan tetapi gue juga bisa menjalaninya!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kadang kita cuma perlu tidur di lantai selama beberapa hari ke depan, supaya bisa merasakan lagi betapa beruntungnya untuk tidur di sebuah kasur. Setiap harinya bernapas, yang anehnya, kita jadi ngga ngerasain lagi apa esensi bernapas yang sebenarnya. Hanya karena bernapas dilakukan setiap hari, hal ini menjadi umum di pikiran kita, padahal belum tentu orang bisa merasakan &#39;napas&#39; yang sama.&lt;/p&gt;
  
&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Realita Banyak Orang&lt;/h2&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena gue tau, ga banyak orang di luar sana yang punya atau bahkan tau apa yang mereka &lt;b&gt;sukai&lt;/b&gt;, ga banyak juga orang yang bisa &lt;b&gt;menjalani &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;melakukan &lt;/b&gt;apa yang mereka sukai, entah itu faktor uang atau keadaan latar belakang keluarga yang tidak mendukung lo dalam hal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan ya, gue bisa katakan, ini adalah sebuah privilage, yang mana banyak orang sulit untuk rasakan.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dampak Menemukan Passion&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bayangkan hanya dengan tau apa yang gue suka, gue jadi tau apa yang mau gue lakukan kedepannya dan menjalaninya terasa menyenangkan terlebih lagi hal yang gue sukai bisa menghasilkan uang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Faktor yang Sering Jadi Musuh dalam Diam&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Uang adalah faktor yang paling kejam ketika menggabungkan kedua hal ini, karena hal yang lo sukai selalu terkait karenanya, pasti lo pernah menyalahkan keadaan ketika lo ngga bisa ngelakuin apa yang lo sukai.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi menyalahkan keadaan di kamus gue udah ngga ada lagi, bukan maksud sombong. Karena betul gue selalu konstan menanyakan apa yang bisa gue perbuat terhadapnya (hobi gue) move on dan mencari cara adalah jalan satu-satunya untuk gue bisa mempertahankan apa yang gue sukai.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hukum Alam dan Keinginan Sejati&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alam pasti membawa lo ketika lo betul-betul sangat menginginkan hal yang lo inginkan. &quot;&lt;i&gt;Gue sudah sangat menginginkan hal yang gue inginkan, kenapa belum terjadi?&lt;/i&gt;&quot; Yaa... berarti simply lo belom betul sangat menginginkannya. Apakah di setiap malam ketika lo mau tidur, lo memikirkannya? Pembuktian apa yang dilakukan bahwa itu benar apa yang lo inginkan?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Apakah Benar Ini yang Lo Suka?&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pasalnya, apa yang lo sukai belum tentu benar-benar lo sukai. Lo ngga akan berkhianat pada apa yang lo sukai ketika hal tersebut tidak menghasilkan uang sepeser pun. Yang terjadi pada mereka orang-orang hebat adalah mereka pasti merupakan orang yang terbaik dalam bidangnya. Konsistensi mereka menunjukkan bahwa itu adalah memang hal yang mereka sukai.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kuncinya&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengenali &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/diri-sendiri.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;diri sendiri&lt;/a&gt; dan berdamai dengan diri sendiri adalah kunci. Kunci untuk menemukan apa yang benar-benar lo sukai dan inginkan ke depannya. Lebih dekatlah dengan diri sendiri, karena hal ini jelas sangat membantu lo untuk mengetahui apa yang lo sukai.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Penutup – Pilihan Kecil dan Rumus Keberuntungan&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selalu ingat bahwa tanpa kita sadari, pilihan-pilihan yang kita buat setiap harinya merubah diri, perlahan ke jalan yang sebenarnya, &quot;Apakah iya kita benar pilih?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan jangan lupa bahwa, beruntung itu juga bisa diciptakan. Rumusnya adalah,&amp;nbsp;ketika&lt;b&gt; kesempatan &lt;/b&gt;bertemu dengan&lt;b&gt; kemampuan&lt;/b&gt;. So always remember that!&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/3615742264590140613/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2021/10/beruntung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/3615742264590140613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/3615742264590140613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2021/10/beruntung.html' title='Beruntungnya Bisa Menemukanmu'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-qKDH8bkjFTG0ox0NhmhOEPypyTSnI6xq-N5OQDz87sOzvZdvdbm_Bf2jFc3AFyvdn1Ub8m4Vr077b2FSZ0uhPwCznuOyS72hyBMqm-kgM_sBW7Fn70rzSMhPzAAuAvBX05HF9zBmUamIxgv7vNf2UAG5ifkqKQDgFLqyMjs1vsnS6qVTya5bYD4Ahw/s72-c/Beruntung%20Landscape%20lowdpi.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-1984249523256529745</id><published>2021-10-20T09:27:00.046+07:00</published><updated>2025-05-07T23:05:22.235+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Kompetisi yang Salah</title><content type='html'>&lt;figure style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
  &lt;img alt=&quot;Kompetisi yang Salah&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrpK_0fAFc_Hac3DmQGkqsm0p_XinhSNsmxixYhVFJL3QBJAeK-tgdi3gNZR4xuPb7tJO2pKXH1HCLBytH_2qRct9CqS7pL1m4Gg5QQ13TuokWYENaz6nUab8BnjsPW0HYh-Lj3cvlIUY_3RbKpHYCKPzz00Pko4OrijRY-W3FJOD_oGZfmEQ67znvlnZi/s16000/kompetisi%20fixed.png&quot; title=&quot;Kompetisi yang Salah&quot;&gt;
&lt;/figure&gt;

&lt;br&gt;
&lt;br&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa hari yang lalu gue ketemu temen seperkuliahan gue yang mana sedang menjalani skripsinya dan di awal pembicaran setelah sekian lama kita tidak berjumpa, dia langsung menanyakan hal yang cukup berat. It&amp;#39;s like when you&amp;#39;re watching a &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2025/04/bagaimana-cara-film-mengubah-hidupku.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;movie&lt;/a&gt; and then lu disiram pake air se-ember.&lt;/p&gt;
  
  &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2021/10/kompetisi.html#more&quot;&gt;Baca Selengkapnya »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.bangbil.com/feeds/1984249523256529745/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2021/10/kompetisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/1984249523256529745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/1984249523256529745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2021/10/kompetisi.html' title='Kompetisi yang Salah'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrpK_0fAFc_Hac3DmQGkqsm0p_XinhSNsmxixYhVFJL3QBJAeK-tgdi3gNZR4xuPb7tJO2pKXH1HCLBytH_2qRct9CqS7pL1m4Gg5QQ13TuokWYENaz6nUab8BnjsPW0HYh-Lj3cvlIUY_3RbKpHYCKPzz00Pko4OrijRY-W3FJOD_oGZfmEQ67znvlnZi/s72-c/kompetisi%20fixed.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-3500879792748967191</id><published>2020-09-01T10:17:00.037+07:00</published><updated>2025-05-05T10:50:51.355+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keresahan"/><title type='text'>Menulis untuk Mengenal Diri</title><content type='html'>      &lt;figure&gt;
  &lt;img alt=&quot;Menulis, Hobi Pertama Gue yang Masih Akan Terus Berlanjut&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxrDimKtCTxMtcgOhfR4AF06EB5DwYIyf3BmOltl25ThKMNmuNA0n8Hh6G7_OMXC2zDJ9m2yFcN98YV3xjZG1bjAL1siTGpblyCmJoNM1fffG8dGNcRETlKtxE7mAJsozdltwF4DXzhPAq7kd7cfw9K6pUrwmyLycM8VnQUA0m2ZUfk9khPlOPFy9ruoMo/s16000/Menulis%20Cara%20Mengenal%20Diri.jpg&quot; title=&quot;Menulis, Hobi Pertama Gue yang Masih Akan Terus Berlanjut&quot; /&gt;
&lt;/figure&gt;
    
  &lt;br /&gt;
  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Salah satu hobi gue selain fotografi dan gaming sebenarnya adalah menulis. Hobi menulis ini justru adalah hobi pertama kali yang gue tekuni di tahun 2011, setelah menemukan platform blogger.com yang mana pada saat itu banyak orang menggunakan platform ini untuk menulis informasi dan sharing tutorial. Gue pada saat itu bisa dibilang hanya sekedar &quot;iseng&quot; tulis menulis, apa yang gue ketahui, lalu gue share aja di blog dengan tujuan nge-mark apa-apa saja yang gue pelajari, sekaligus membantu orang-orang juga dengan problem yang sama.&lt;/p&gt;
    
    &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ya. Iseng adalah kata yang cukup tepat untuk menggambarkan bagaimana gue menemukan hobi ini. Karena bisa dibilang gue anaknya visual banget, suka dengan hal-hal yang berbau gambar. Makanya sekarang gue suka banget dengan yang namanya fotografi. Pose, tone warna, angle, dan semacamnya sangat mudah gue pelajari. Iya, se-pede itu gue bilang kalo gue mahir dalam bidang &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/p/bilnsky-gallery.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;fotografi&lt;/a&gt;. Ini adalah&amp;nbsp; beberapa hasil foto yang gue tunjukkan di akun pribadi IG gue, &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/bilnsky/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@bilnsky&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
    
    &lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVnHTGGoLXiQmlsDzm-kPyO1c0h9RtcImTe1cy0yTkSorw2J7NdEVtbCgM2bYNyID_-Dr0A_l0l8KF9Osu6METC8EwM7cKLnOsNZTeqcqOMUNXwEH8_nDUg5oCiSERYGae14Hvmh0nzRFd/s1368/bilnsky+instagram.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;@bilnsky&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1368&quot; data-original-width=&quot;828&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVnHTGGoLXiQmlsDzm-kPyO1c0h9RtcImTe1cy0yTkSorw2J7NdEVtbCgM2bYNyID_-Dr0A_l0l8KF9Osu6METC8EwM7cKLnOsNZTeqcqOMUNXwEH8_nDUg5oCiSERYGae14Hvmh0nzRFd/w387-h640/bilnsky+instagram.jpg&quot; title=&quot;@bilnsky&quot; width=&quot;387&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
    
    &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    
    &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memang kebanyakan foto yang ada di akun pribadi IG gue adalah gue sendiri yang ada di dalam frame-nya, &quot;&lt;i&gt;Lalu yang ngambil fotonya siapa?&lt;/i&gt;&quot;. Tentu dengan bantuan teman yang gue direct langsung. Ini beberapa karya foto yang gue jepret langsung yang ada di akun IG gue satunya lagi, &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/billyonsky/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@billyonsky&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
    
    
    &lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDdRjHR_33Ev5BiV10xnPThVxTd86-pfIpZF6SI6gzn_fgXMK6sG1mlaXUb_opEdeGmHETAI5cU4SP_DNL-jpcLss4ncL4_lXmU-iUxBBXrQW_O9yoJxW7VYVerBBCETlj5KW5DKbRuG6w/s1352/morebilsky+on+instagram.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;@billyonsky&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1352&quot; data-original-width=&quot;828&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDdRjHR_33Ev5BiV10xnPThVxTd86-pfIpZF6SI6gzn_fgXMK6sG1mlaXUb_opEdeGmHETAI5cU4SP_DNL-jpcLss4ncL4_lXmU-iUxBBXrQW_O9yoJxW7VYVerBBCETlj5KW5DKbRuG6w/w392-h640/morebilsky+on+instagram.jpg&quot; title=&quot;@billyonsky&quot; width=&quot;392&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
    
    &lt;br /&gt;
    
   &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keuntungan menjadi anak visual adalah gue sudah bisa membayangkan bagaimana hasil yang didapat, bahkan sebelum proses pemotretan, mungkin kalian sudah mendengar hal ini, tapi memang betul bahwa beberapa anak suka dengan hal yang berbau visual, contohnya menggambar, sedangkan ada beberapa anak lain yang suka dengan teks, seperti menulis ataupun membaca. Nah, kebetulan gue entah mengapa suka menulis, tapi ga terlalu suka membaca, mungkin dikarenakan masa kecil gue yang jarang sekali membaca buku. Tapi menggambar penuh satu tembok kamar.&lt;/p&gt;
    
    &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terbukti sampai sekarang gue ngga pernah bisa membaca buku dari halaman awal sampai halaman akhir. Pernah gue beli buku, tapi yang gue baca cuma setengahnya, atau bahkan cuma seperempatnya. Tapi.. tentu gue akan terus mengembangkan minat baca gue, karena gue sendiri sudah mulai paham, mengapa membaca buku itu sangat penting terutama untuk merangkai kata.&lt;/p&gt;
    
    &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka, yang jadi pertanyaan sekarang adalah...&lt;/p&gt;
    
    &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ke arah manakah bangbil.com sekarang menuju?&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Well.. karena sebelumnya blog ini kebanyakan sharing tentang Tutorial dan semacamnya, gue ingin merubah niche atau kategori blog ini menjadi tulisan pribadi atau &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/search/label/Keresahan?&amp;amp;max-results=10&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;keresahan&lt;/a&gt; gue aja mulai dari sekarang. Karena setelah dipikir-pikir gue vakum udah cukup lama dari blogger, bukan karena tidak suka lagi menulis, tapi karena sudah lelah dan bosan untuk menulis tutorial yang mana sudah banyak sekali orang yang sharing di internet, jadi gue putuskan untuk mengubah niche blog ini menjadi tulisan pribadi gue.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hobi menulis ini... berlanjut. Mengenal &lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2022/10/diri-sendiri.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;diri&lt;/a&gt; lebih dalam lagi..&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/3500879792748967191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/3500879792748967191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2020/09/menulis.html' title='Menulis untuk Mengenal Diri'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxrDimKtCTxMtcgOhfR4AF06EB5DwYIyf3BmOltl25ThKMNmuNA0n8Hh6G7_OMXC2zDJ9m2yFcN98YV3xjZG1bjAL1siTGpblyCmJoNM1fffG8dGNcRETlKtxE7mAJsozdltwF4DXzhPAq7kd7cfw9K6pUrwmyLycM8VnQUA0m2ZUfk9khPlOPFy9ruoMo/s72-c/Menulis%20Cara%20Mengenal%20Diri.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7945700217873976009.post-2896516873422516372</id><published>2020-08-01T12:14:00.205+07:00</published><updated>2025-05-09T03:50:42.241+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fotografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal"/><title type='text'>Daftar Lengkap Spot Hunting Foto di Surabaya Update 2025</title><content type='html'>&lt;figure style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &lt;img alt=&quot;Spot Hunting Foto di Surabaya&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgilMffzRP0OqFRrEQmXTWkELJg20uneXzN1AMPyxMxUksftZ5CoRdbVqt0Mdhm1ecbMQrFvWEyUdZz_xF9_MCN0zWKQkExT9nKczZr-2xcHm0i_Kye1HuV4XR3GbHJ_OAClPKYLuZ2-OI56qdhFl1Bd2f9Qlj7a3-OooFvr4yNujlV4LYR7P28mAm-aw/s1600/Spot%20Spot%20Foto%20di%20Surabaya.png&quot; title=&quot;Spot Hunting Foto di Surabaya&quot; width=&quot;640&quot;&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lagi nyari tempat atau spot foto/hunting di Surabaya? Tenang, ada banyak spot foto Surabaya dalam daftarku, karena kebetulan salah satu hobiku adalah fotografi, dan juga tinggal di Surabaya, jadi ketika lagi main bareng temen biasanya sekalian hunting foto, deh. &lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.bangbil.com/2019/08/spot-foto-hunting-surabaya.html#more&quot;&gt;Baca Selengkapnya »&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/2896516873422516372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7945700217873976009/posts/default/2896516873422516372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.bangbil.com/2019/08/spot-foto-hunting-surabaya.html' title='Daftar Lengkap Spot Hunting Foto di Surabaya Update 2025'/><author><name>Billy Ramadhan </name><uri>http://www.blogger.com/profile/01011187146157857022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimo4sKpMXSJzsiC7jXTHRjm_8G3CVhGaDXp-5PAPSWjgfWsZW1cb7Zh7fH2mYsAJwFidotlDchIiysXBt5WtamTTuJSl_pWta2bEB1mi2hCBy9S9KiQ0Umma4zUt2ItfE/s113/53573892_394460938023212_5109597735069323153_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgilMffzRP0OqFRrEQmXTWkELJg20uneXzN1AMPyxMxUksftZ5CoRdbVqt0Mdhm1ecbMQrFvWEyUdZz_xF9_MCN0zWKQkExT9nKczZr-2xcHm0i_Kye1HuV4XR3GbHJ_OAClPKYLuZ2-OI56qdhFl1Bd2f9Qlj7a3-OooFvr4yNujlV4LYR7P28mAm-aw/s72-c/Spot%20Spot%20Foto%20di%20Surabaya.png" height="72" width="72"/></entry></feed>