<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 11:29:24 +0000</lastBuildDate><category>kerja</category><category>artikel</category><category>tips</category><category>motivasi</category><category>passion</category><category>sukses</category><category>surat lamaran</category><category>stress</category><category>target</category><title>Blog Bankloker[dot]com</title><description>Kumpulan Informasi, Artikel dan Tips seputar dunia kerja</description><link>http://bankloker.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-2598446060505345525</guid><pubDate>Sat, 09 Jun 2012 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-06-08T19:08:00.180-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sukses</category><title>Tim Kerja Solid = Kerja Sukses</title><description>&lt;p&gt;Ita, baru saja diangkat menjadi project leader sebuah tim kerja untuk mempersiapkan konser musik yang akan diorganisir oleh sebuah event organizer, tempatnya bekerja. Sayangnya, Ita tak menyangka ia akan bertemu dengan partner kerja, yang menurutnya “tidak bisa mengimbangi” cara kerjanya. “Beda sekali dengan ketika saya masih di divisi yang lama, teman-teman sudah punya visi yang sama tentang apa yang ingin kita dapatkan. Tapi kalau ini, wah saya nyerah deh, sepertinya tiap orang punya keinginan yang berbeda, “keluhnya tentang team yang dipimpinnya saat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tim kerja merupakan kumpulan yang terdiri atas individu-individu, yang memiliki perbedaan sifat dan kepentingan. Fokus utama seorang leader dalam tim kerja adalah memberi gambaran terhadap tujuan serta menyamakan visi dari setiap individu agar tujuan bisa tercapai. Alur kerjasama dan pembagian tugas yang pada prakteknya adalah sesuatu yang sensitif, sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah tim kerja yang solid.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Percaya atau tidak, seringkali leader-lah yang menjadi sorotan utama keberhasilan atau kegagalan pekerjaan tim yang dipimpinnya. Kita lanjutkan dengan kisah Ita tadi, “Bos terlanjur mengecap bahwa Sayalah yang tidak bisa meng-handle teman-teman. Padahal kenyataannya, mereka yang tidak menjalankan apa yang sudah diinstruksikan.” Sebenarnya ‘mencari kambing hitam’ tak perlu dilakukan, toh…penilaian sudah dilakukan. Justru, Anda harus segera ‘menanggalkan’ status leader untuk sementara waktu dan berusaha mencari tahu masalah internal apa yang sebenarnya terjadi dalam tim kerja ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Gary S. Topchik, pengarang Managing Workplace Negativity, mengatakan terkadang ‘aura negatif’ tidak datang dari leader tetapi bisa juga dari ‘anak buah’. Seribu satu cara bakal mereka lakukan demi mencapai kepentingannya masing-masing. Tak perlu bingung menghadapi ‘anak buah’ yang seperti ini, sebaliknya coba lakukan beberapa strategi berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kenali individu yang membawa ‘aura negatif’ di tim Anda. Pakailah intuisi untuk mengenali pribadi masing-masing anggota tim. Perlu ekstra kerja keras memang… jangan lupa untuk mengeyampingkan subjektifitas pribadi.   &lt;br /&gt;Mencari akar permasalahan. Faktor permasalahan bisa timbul dari beberapa hal. Misalnya, masalah pribadi individu, suasana kerja yang tidak nyaman atau tingkat pekerjaan yang sulit. Strateginya adalah berempati terhadap apa yang dihadapi anggota tim. Misalnya “Kamu kelihatan stress, ada yang bisa saya bantu?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kenali individu yang membawa ‘aura negatif’ di tim Anda. Pakailah intuisi untuk mengenali pribadi masing-masing anggota tim. Perlu ekstra kerja keras memang… jangan lupa untuk mengeyampingkan subjektifitas pribadi.   &lt;br /&gt;Mencari akar permasalahan. Faktor permasalahan bisa timbul dari beberapa hal. Misalnya, masalah pribadi individu, suasana kerja yang tidak nyaman atau tingkat pekerjaan yang sulit. Strateginya adalah berempati terhadap apa yang dihadapi anggota tim. Misalnya “Kamu kelihatan stress, ada yang bisa saya bantu?”&lt;/p&gt;  </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/06/tim-kerja-solid-kerja-sukses.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-432135241608970142</guid><pubDate>Wed, 09 May 2012 02:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-08T19:12:04.227-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Pertanyaan Wawancara Kerja</title><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan Wawancara Kerja&lt;/strong&gt;: Apa saja pertanyaan umum &lt;em&gt;menghadapi pertanyaan wawancara kerja&lt;/em&gt;? Karena sebaik apapun berkas lamaran yang telah dipersiapkan apabila tidak didukung oleh kesiapan menghadapi pertanyaan wawancara kerja dam kemampuan mengemas performansi anda secara keseluruhan maka pasti hasilnya tidak memuaskan. Proses ini sering menjadi babak penentu keberhasilan atau kegagalan menghadapi wawancara untuk melangkah ke proses lamaran kerja selanjutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Berapa gaji yang anda minta ?&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan -jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi.   &lt;br /&gt;Jadi dalam menjawab pertanyaan wawancara kerja tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun. Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jawablah dengan diplomatis: &amp;quot;Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini. Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.&amp;quot;   &lt;br /&gt;Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Variasi Pertanyaan Wawancara Kerja&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan wawancara kerja yang akan dihadapi. Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan wawancara kerja yang kerap muncul dalam wawancara&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Wawancara Kerja: Mengenai riwayat pendidikan :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Mengapa anda memilih jurusan tersebut? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Siapakah yang membiayai studi anda? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;b&gt;Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :&lt;/b&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Dengan boss macam apakah anda senang bekerja? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;b&gt;Pertanyaan Wawancara Kerja : Mengenai sasaran anda :&lt;/b&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;b&gt;Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :&lt;/b&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki? &lt;/lh&gt;    &lt;li&gt;Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Apakah yang anda cari dalam bekerja? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini? &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;b&gt;Pertanyaan wawancara kerja yang perlu dicermati :&lt;/b&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Tolong buka jendela tersebut ( ada tanda “sedang dicat mohon ditutup”) &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Kita lanjutkan wawancara ini tanggal 27 Desember 2000 (lebaran).&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/05/pertanyaan-wawancara-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-1379730045516304578</guid><pubDate>Wed, 09 May 2012 02:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-08T19:35:18.774-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Tips Wawancara Kerja</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://careersearchtoday.com/wp-content/uploads/2010/11/Dress-for-a-Job-Interview.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://careersearchtoday.com/wp-content/uploads/2010/11/Dress-for-a-Job-Interview.jpg&quot; width=&quot;286&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Jika Anda pernah membaca beragam buku mengenai wawancara kerja, Anda akan mendapati daftar pertanyaan dan jawaban saat wawancara kerja untuk diingat dan dihafal. Namun, perlu Anda ketahui, bahwa wawancara kerja bukanlah interogasi, melainkan sebuah percakapan. Untuk membuat wawancara kerja selayaknya percakapan, Anda perlu mempersenjatai diri dengan cerita-cerita kecil tentang kehidupan profesional dan personal Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda datang ke sebuah wawancara kerja, Anda perlu menanggalkan rasa gugup di pintu depan. Hal terbaik untuk mempersiapkan diri adalah dengan menjadi diri sendiri. Cara terbaik untuk menjadi diri sendiri adalah dengan menceritakan kisah Anda sendiri. Ini akan semakin baik untuk wawancara berdasarkan kompetensi yang belakangan ini makin banyak dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam wawancara kerja tradisional, si pewawancara kerja akan menanyakan pertanyaan yang memfokuskan kepada keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan. Wawancara kerja berbasis kompetensi akan menyelami tentang diri Anda dengan menanyakan seputar karakter dan atribut diri yang mencari kecocokkan antara Anda dan kultur perusahaan. Hal ini disebut sebagai kompetensi sikap. Pewawancara kerja yang menggunakan metode ini akan menggunakan setengah waktu saat wawancara untuk menanyakan kemampuan dan setengahnya lagi mengenai kompetensi sikap. Ia akan mencari bukti bagaimana sikap Anda selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pewawancara kerja harus mencari tahu:   &lt;br /&gt;
- Apakah Anda adalah aset atau beban untuk perusahaan? Dalam kata lain, apakah Anda akan mencetak uang atau menyimpan uang untuk perusahaan?    &lt;br /&gt;
- Apakah Anda team player? Apakah Anda bisa masuk ke dalam hierarki perusahaan atau menjadi batu sandungan? Mampukah Anda menerima atau memberi perintah?    &lt;br /&gt;
- Mungkinkah Anda masuk ke dalam kultur perusahaan? Mereka tak butuh seorang &quot;putri&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu cara terbarik untuk menjawab kebutuhan si pewawancara tersebut, cobalah ambil inisiatif dan ceritakan kisah-kisah pribadi yang bisa Anda ceritakan, kira-kira ambil waktu 30 - 90 detik untuk masing-masing. Anda bisa memulai membangun cerita Anda lewat 7 area berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Saat Anda berhasil membuat atau menghemat uang perusahaan tempat Anda bekerja dulu. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebuah krisis diri yang Anda hadapi kala di pekerjaan lama, dan bagaimana Anda merespon atau berhasil melaluinya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cerita ketika Anda menjadi bagian dalam sebuah tim kerja dan apa kontribusi Anda. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketika Anda bekerja dan berhasil melewati stres. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kisah ketika Anda berhasil memimpin sebuah proyek, atau kisah mengenai kemampuan Anda untuk menjadi seorang pimpinan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kegagalan yang terjadi di pekerjaan Anda dan bagaimana melewatinya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebuah kejadian luar biasa yang terjadi selama karier dan mengakibatkan Anda harus mengubah haluan, dan betapa hal tersebut sudah mengubah Anda.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/05/tips-wawancara-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-2444215295890912020</guid><pubDate>Wed, 09 May 2012 02:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-08T19:32:46.862-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">stress</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Strategi Bertahan Pada saat Perusahaan Merger</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.rishona.net/wp-content/uploads/2012/03/merger.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;254&quot; src=&quot;http://www.rishona.net/wp-content/uploads/2012/03/merger.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Apa yang akan Anda lakukan kalau saja perusahaan, tempat Anda bekerja saat ini, tengah ditempa rumour yang tidak enak, seperti pemuttsan hubungan kerja (PHK), pengurangan jumah karyawan termasuk merger perusahaan. Seperti kekhawatiran salah satu karyawati di salah satu perusahaan telekomunikasi, “Perusahaan kita bakal di-merger&amp;nbsp; nih…wah tampaknya aku harus siap-siap cari kerjaan baru&amp;nbsp; nih, sebelum kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba!, “ ujar Lila dengan wajah cemas.&lt;br /&gt;
Di artikel sebelumnya, sudah dibahas “Alasan-alasan apa yang menyebabkan perusahaan memutuskan untuk merger ?”&lt;br /&gt;
Nah, sekarang Anda bisa dapatkan bekal seputar survival kits untuk menghadapi kemungkinan jika Anda ternyata harus mengalami hal yang sama. Jeffrey Caponigro dalam bukunya Crisis Counselor (Barker Business Books, 1998), mengemukakan ada 10 hal yang bisa dilakukan, yaitu :   &lt;br /&gt;
Dapatkan informasi yang jelas seputar rencana merger dari pihak manajerial yang berwenang. Biasanya, divisi internal public relation akan mengeluarkan sebuah newsletter yang menjelaskan alasan dan rencana dari perusahaan jika merger dilakukan. Kalau newsletter tidak ada, coba cek papan pengumuman di kantor atau e-mail Anda. Mungkin akan ada undangan rapat akbar untuk seluruh karyawan, membicarakan hal ini.&lt;br /&gt;
Pastikan tujuan dan jenis merger yang dilakukan. Kalau hanya digabung dengan patrner company, mungkin tidak perlu khawatir, karena Anda bisa tetap berada posisi yang sama. Tapi, bisa jadi merger berarti penggabungan sekaligus penyederhanaan jumlah karyawan. Kalau ini yang terjadi, Anda harus terus mengikuti perkembangan dari informasi terbaru.   &lt;br /&gt;
Ads: Lowongan kerja Bank, lowongan kerja di jakarta coba klik di klikkarir.com&lt;br /&gt;
Hadiri undangan rapat yang diadakan pihak manajerial untuk mendapatkan info yang benar dan jelas. Jangan langsung percaya pada gosip yang beredar. Perlu diketahui pihak manajerial pasti juga kan berniat untuk memperbaiki keadaan perusahaan.   &lt;br /&gt;
Bila atasan meminta Anda memberikan saran untuk perusahaan, ajukan ide Anda disertai argumentasi yang kuat. Tak ada salahnya menekankan bahwa pihak manajerial perlu memikirkan nasib karyawan jika merger dilakukan.&lt;br /&gt;
Tetap melakukan pekerjaan seperti biasa dan menampilkan performa kerja yang baik. Tidak ada alasan meninggalkan job description yang telah diberikan oleh atasan. Siapa tahu ketika evaluasi terakhir, Anda akan mendapat nilai baik untuk tetap berada posisi yang Anda jalani saat ini.&lt;br /&gt;
Tawarkan ‘nilai jual’ dari departemen atau divisi Anda. Karena, biar bagaimana pun perusahaan merger sering melakukan efisiensi pada jumlah departemennya. Jadi lihat dengan realistis, apa yang bisa ditawarkan oleh divisi Anda, yang tidak dimiliki oleh divisi yang lain.&lt;br /&gt;
Lihat kemungkinan-kemungkinan yang bisa Anda dapatkan. Misalnya, ketika terjadi penggabungan dua perusahaan, mungkin Anda bisa ditransfer ke divisi yang job description-nya paling tidak mirip dengan yang pernah Anda kerjakan di perusahaan lama. Coba jalin hubungan baik dengan karyawan-karyawan di perusahaan merger yang baru.&lt;br /&gt;
Jalin komunikasi dengan pihak manajerial perusahaan merger yang baru. Tapi hati-hati dengan status ‘si penjilat’. Bisa-bisa teman sekantor mencurigai Anda sedang mengambil hati manajer yang baru. Anda bisa memulai dengan bertanya tentang rencana merger dan informasi seputar perusahaan. Tapi, jangan lupa untuk tetap berkomunikasi dengan manajer lama, ini akan membuat ia tidak merasa ‘Anda langkahi’.&lt;br /&gt;
Untuk tindakan waspada, tidak ada salahnya untuk mulai mencari pekerjaan baru. Perlu diingat jangan terlalu ‘panik’ menghadapi rituasi ini. Karena keadaan perusahaan sedang ‘over sensitive’ sebaiknya sikap tenang tapi waspada perlu dimiliki.&lt;br /&gt;
Pastikan perusahaan baru yaitu tempat tujuan Anda yang baru tidak akan mengalami hal yang sama. Hal ini bisa Anda dapatkan dengan mengumpulkan berbagai informasi, apakah dari karyawan perusahaan tersebut, via internet, company profile perusahaan dan media massa. Biasanya media ‘cepat menangkap’ kasus merger perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar.</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/05/strategi-bertahan-pada-saat-perusahaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-7337726580578966673</guid><pubDate>Wed, 09 May 2012 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-08T19:31:03.807-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>3 Langkah Mencapai Karir yang anda Impikan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://blog.fortisrp.com/wp-content/uploads/2009/11/job.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;297&quot; src=&quot;http://blog.fortisrp.com/wp-content/uploads/2009/11/job.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ikuti langkah2 berikut, dan dapatkan karir impian anda   &lt;br /&gt;
Rasanya aku mulai bosan deh dengan pekerjaan sekarang. Banyak hal yang tak sesuai bayangan. Bagaimana ya agar kita dapat menggeluti pekerjaan yang sesuai dengan keinginan?” tanya Sanika (30) kepada sahabatnya.&lt;br /&gt;
Banyak orang merasa bahwa pekerjaan yang mereka lakukan lama kelamaan semakin terasa tidak sesuai dengan apa yang dia bayangkan sebelumnya. Entah karena karakter pribadinya, kebijakan dan peraturan perusahaan atau industrinya sendiri.&lt;br /&gt;
“Namun dengan bekal sikap yang lebih gigih dan berusaha untuk fleksibel, sebenarnya Anda dapat memiliki pekerjaan yang diinginkan, tanpa harus menyesal di kemudian hari,” ujar Kevin Donlin, Managing Editor 1 Day Resumes dan juga penulis buku “Resume and Cover Letter Secrets Revealed,” a do-it-yourself manual that will help you find a job in 30 days…or your money back.&lt;br /&gt;
Bagaimana kalau Anda menyimak beberapa hal di bawah ini, siapa tahu bisa berguna!&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1) Spesifikasikan Pekerjaan Ideal Anda&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;
Apakah Anda ingin bekerja dalam lingkungan berteknologi tinggi? Keuangan Internasional? Atau lowongan Pemasaran? Jika pilihan sudah ditentukan, mulailah mengidentifikasi beberapa posisi dan rencana pengembangan karier yang sesuai. Jika hal tersebut tidak juga bisa dilakukan, paling tidak tulislah 3-4 keahlian yang Anda miliki. Mengapa demikian? Karena seseorang tidak bisa mencapai target yang tidak visible. “Waktu pertama kali mulai melamar pekerjaan, saya membuat ‘daftar’ tentang keahlian-keahlian yang saya miliki dan sukai. Dan ternyata itu amat berguna untuk jadi pemandu kita saat melamar kerja,” ujar Lira (29) seorang PR Consultant.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2) Berusahalah Lebih Keras&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;
Lakukan riset melalui internet untuk mempelajari lebih jauh persahaan yang Anda jadikan target, mulai dari permasalahannya samp`i pesaingnya. Lalu sediakan beberapa solusi (untuk berjaga-jaga) yang bisa Anda berikan pada perusahaan tersebut jika dibutuhkan. Saat Anda dipanggil untuk wawancara, si pewawancara akan melihat langsung keseriusan Anda dalam mempersiapkan diri untuk mengisi posisi yang tepat di tempatnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3) Bersikaplah Fleksibel&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;
Pertimbangkan juga untuk menerima pekerjaan yang (meskipun) sifatnya hanya sementara. Tapi yakinkan dulu bahwa pekerjaan itu masuk ‘daftar’ perusahaan yang setidaknya hampir dekat dengan keinginan Anda. Saat Anda diterima, gunakan waktu kerja seefektif mungkin sehingga mudah bagi manajemen untuk mempdrtimbangkan Anda sebagai orang yang layak dipromosikan untuk selanjutnya.</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/05/3-langkah-mencapai-karir-yang-anda.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-4223801930598955011</guid><pubDate>Wed, 09 May 2012 02:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-08T19:29:24.054-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Menangkan Hati Atasan Anda di kantor dalam 10 menit</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fuzionblog.files.wordpress.com/2011/03/happyboss.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;148&quot; src=&quot;http://fuzionblog.files.wordpress.com/2011/03/happyboss.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
“Apalagi yang mesti aku lakukan agar Pak Daniel puas terhadap hasil kerjaku? Rasanya semua tugas selalu kuselesaikan sesuai deadline deh, tapi si bos itu masih saja kelihatan tidak puas,” ungkap Yeni (28) seorang Account Executive pada Andin, sahabatnya di kantor&lt;br /&gt;
Mungkin hal ini juga sering Anda alami? Merasa sudah bekerja maksimal tapi saat dipanggil untuk promosi, bukan nama Anda yang tertera. Saat penyesuaian gaji kepada karyawan, bukan Anda juga yang dipanggil. Lalu apa sebenarnya salah Anda? Tak perlu kecil hati jika ‘masalah’ ini menimpa Anda, karena bisa jadi Anda belum melakukan ‘semuanya’ yang dituntut secara tidak tertulis oleh atasan kepada bawahannya!:&lt;br /&gt;
Untuk ‘memperluas’ wawasan Anda mengenai bagaimana sebenarnya tipe karyawan yang disukai oleh para atasan, Anda bisa menyimak petikan berikut&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karyawan dengan Inisiatif Tinggi     &lt;/b&gt;Inisiatif yang tinggi adalah faktor vital yang diperlukan dalam diri seorang individu yang telah menjadi pekerja kantoran. Selain baik untuk dirinya, lewat inisiatiflah, kontribusi karyawan akan sangat terasa, terutama dalam memperingan beban kerja si atasan.    &lt;br /&gt;“Akhirnya bisa juga saya membaca e-mail yang penting-penting saja tanpa perlu men-delete junk mail yang masuk. Setelah saya cek salah satu staff, ternyata ia menyortir junk mail yang datang memenuhi mailbox,” ujar Lova (29) seorang Assistant Finance Director sebuah perusahaan lokal.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karyawan Bebas Gosip&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;Gosip itu menyenangkan apabila dilakukan di tempat yang tepat. Tapi apabila dilakukan di kantor, jangan harap pujian bakal datang karena Anda telah merasa ‘sukses’ membawa berita baru untuk rekan sekantor. Walau kita kerap tak terasa, ternyata hal ini sering dikeluhkan oleh atasan terhadap anak buahnya yang sangat antusias mencuri waktu untuk bergosip di tengah-tengah waktu kerja. “Dari tiga orang copywriter yang saya bawahi, ada satu orang yang seringkali tak pernah ada di mejanya saat saya membutuhkannya. Usut punya usut, ternyata kebiasaan nona satu itu bertengger di meja temannya dan sibuk berkomat-kamit. Selain tidak optimal produktifitasnya, lama-kelamaan saya lebih tenang dan yakin menugaskan yang dua lainnya ketimbang dia,” papar Manda (30).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karyawan yang Luwes Bekerja dalam Tim.     &lt;/b&gt;“Saat mendapatkan sebuah deadline yang terlanggar, ternyata Peggy salah satu staff saya yang jadi penyebabnya. Ia tidak bersedia berkompromi untuk satu hal demi kelancaran tugas dalam tim,” ungkap Janti (31), seorang Product Manager busana impor. Atasan tidak akan memasukkan nama Anda dalam daftar karyawan berperforma baik jika ia adalah seorang yang susah diajak bekerja sama dalam tim.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karyawan yang Bekerja secara Efisien&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;“Saya suka anak buah yang melakukan pekerjaan dengan cepat dan efisien, yang tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama hanya untuk mengerjakan satu jenis tugas. Apalagi yang melibatkan saya untuk mengingatkan deadline pekerjaannya sendiri,” ujar Dewi (33), seorang Project Coordinator sebuah perusahaan asing. Usahakan bekerja secara sistematis dan berdasarkan skala prioritas agar target Anda terpenuhi. Jika terlalu banyak pekerjaan yang datang secara bersamaan, jangan segan menanyakan kepada atasan mana yang mesti Anda kerjakan terlebih dulu.    &lt;br /&gt;Karyawan yang Tanggap Terhadap Instruksi Atasan    &lt;br /&gt;Banyak karyawan yang tidak cepat tanggap atau salah menginterpretasikan instruksi atasan. Pergunakan ilmu ‘mendengar’ seoptimal mungkin saat atasan mendelegasikan satu pekerjaan pada Anda. Simpulkan instruksinya sekali lagi sebelum Anda meninggalkan ruangannya agar tak terjadi salah interpretasi.&lt;br /&gt;
Nah, tunggu apa lagi untuk berbenah diri?</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/05/menangkan-hati-atasan-anda-di-kantor.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-7842412812339329816</guid><pubDate>Wed, 09 May 2012 02:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-08T19:27:22.772-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><title>Kriteria Lingkungan Kerja Ideal</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://wheel.troxo.com/wp-content/uploads/2008/04/new-office-01-w.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;134&quot; src=&quot;http://wheel.troxo.com/wp-content/uploads/2008/04/new-office-01-w.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pada akhir pekan, bila kita membaca koran, akan terlihat bagaimana   &lt;br /&gt;perusahaan atau organisasi nirlaba berlomba mencari pekerja andal. Dan    &lt;br /&gt;setiap iklan sudah pasti mencantumkan karakteristik atau prasyarat yang    &lt;br /&gt;dicari dari calon pegawai. Memang, intinya, karakteristik calon pegawai    &lt;br /&gt;yang dicari mirip satu sama lain sehingga peluang di antara mereka    &lt;br /&gt;tampak semakin besar. Akan tetapi, mengapa tidak ada yang berpikir untuk    &lt;br /&gt;beriklan mencari tempat kerja yang diinginkan? Misalnya, ?Pegawai    &lt;br /&gt;berdedikasi tinggi, dengan pengalaman mendalam, mencari perusahaan    &lt;br /&gt;idaman.? Bukankah seharusnya bersifat dua arah? /&lt;br /&gt;
Pada akhir pekan, bila kita membaca koran, akan terlihat bagaimana   &lt;br /&gt;perusahaan atau organisasi nirlaba berlomba mencari pekerja andal. Dan    &lt;br /&gt;setiap iklan sudah pasti mencantumkan karakteristik atau prasyarat yang    &lt;br /&gt;dicari dari calon pegawai. Memang, intinya, karakteristik calon pegawai    &lt;br /&gt;yang dicari mirip satu sama lain sehingga peluang di antara mereka    &lt;br /&gt;tampak semakin besar. Akan tetapi, mengapa tidak ada yang berpikir untuk    &lt;br /&gt;beriklan mencari tempat kerja yang diinginkan? Misalnya, ?Pegawai    &lt;br /&gt;berdedikasi tinggi, dengan pengalaman mendalam, mencari perusahaan    &lt;br /&gt;idaman.? Bukankah seharusnya bersifat dua arah?&lt;br /&gt;
Jarang perusahaan menunjukkan daya jualnya, karena mereka sangat fokus   &lt;br /&gt;pada mencari individu. Tulisan seperti ?Kesempatan pelatihan ke luar    &lt;br /&gt;negeri?, ?Bonus berkala?, atau ?Remunerasi kompetitif?, jarang terlihat.    &lt;br /&gt;Perusahaan dianggap cukup menunjukkan apakah mereka berskala nasional    &lt;br /&gt;atau internasional, memberi tantangan, atau sekadar menunjukan visi dan    &lt;br /&gt;misinya sebagai entitas bisnis. Porsi menjual diri mungkin hanya 10%    &lt;br /&gt;dari porsi mencari siapa. Padahal, perlu juga memaparkan bahwa    &lt;br /&gt;perusahaan memang layak dicari para calon pegawai.&lt;br /&gt;
Jadi, apa yang sebenarnya dicari para calon pegawai?&lt;br /&gt;
Berdasarkan survei Accenture, karakteristik populer perusahaan yang   &lt;br /&gt;dicari para pencari kerja baru atau berpengalaman ternyata tak terlalu    &lt;br /&gt;muluk dan tak jauh dari sekadar mencari hal berikut: apakah perusahaan    &lt;br /&gt;menawarkan pekerjaan menarik, memberikan penghargaan dan kesempatan    &lt;br /&gt;mendapatkan kenaikan pangkat/promosi. Jadi, semua pencari kerja masih    &lt;br /&gt;meinginginkan karakteristik tradisional yang selama ini dijanjikan para    &lt;br /&gt;penyedia kerja/ pemberi kerja.&lt;br /&gt;
Hasil tersebut merupakan analisis dari penelitian online terhadap lebih   &lt;br /&gt;dari 4.100 calon lulusan S-1 atau calon pekerja pemula dan pegawai    &lt;br /&gt;berpengalaman untuk memahami prioritas para pencari kerja di 21 negara    &lt;br /&gt;di lima benua (termasuk Indonesia) dalam kurun November 2005-Maret 2006.    &lt;br /&gt;Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui apakah    &lt;br /&gt;perusahaan-perusahaan masih tetap kompetitif dan relevan menjalankan    &lt;br /&gt;program-program menarik pekerja terbaik, serta mengidentifikasi    &lt;br /&gt;tujuan-tujuan penting yang dicari calon pekerja yang baru tamat kuliah    &lt;br /&gt;dan memiliki pengalaman kerja di atas dua tahun.&lt;br /&gt;
Ads: lowongan kerja terbaru dan info karir dapat dilihat pada klikkarir.com&lt;br /&gt;
Di luar aspek ?tawaran pekerjaan menarik? serta ?kesempatan naik   &lt;br /&gt;pangkat?, penemuan lainnya adalah pencari kerja tidak menempatkan nilai    &lt;br /&gt;tinggi untuk program-program populer seperti /corporate citizenship/    &lt;br /&gt;atau kemasyarakatan korporasi (istilah tren saat ini: /corporate social    &lt;br /&gt;responsibility//CSR), dan diversitas sebagaimana halnya manfaat    &lt;br /&gt;tradisional seperti program-program penghargaan yang proaktif dan    &lt;br /&gt;kesempatan tumbuh bagi individu.&lt;br /&gt;
Tak mengherankan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ?kerja yang   &lt;br /&gt;menantang dan menarik? merupakan karakteristik penting yang dicari    &lt;br /&gt;pemburu kerja (mencapai 60% dari responden). Sementara itu, 58%    &lt;br /&gt;responden menyatakan ?menghargai individu potensial dan mengakui    &lt;br /&gt;keberhasilannya? sebagai karakter yang tak kalah penting.&lt;br /&gt;
Bila selanjutnya mengurut lima karakteristik tertinggi untuk hal-hal   &lt;br /&gt;yang menarik para pencari kerja, di nomor tiga adalah ?kesempatan    &lt;br /&gt;memiliki karier yang tumbuh cepat? (44%); keempat adalah indikasi bahwa    &lt;br /&gt;tempat bekerja sudah mapan atau terkemuka sehingga menjanjikan kepastian    &lt;br /&gt;kerja jangka panjang (42%); dan kelima, indikasi bahwa perusahaan    &lt;br /&gt;memiliki fokus pada anggotanya (42%). Lengkapnya, lihat Tabel berikut ini.&lt;br /&gt;
Karakteristik Pemberi Kerja | % Responden dalam Menentukan Karakteristik   &lt;br /&gt;Prioritas&lt;br /&gt;
1. Pekerjaan yang menarik dan menantang | 60%   &lt;br /&gt;2. Menghargai dan mengakui hasil kerja | 58%    &lt;br /&gt;3. Kesempatan pertumbuhan dan peningkatan karier | 44%    &lt;br /&gt;4. Memiliki kemampuan finansial dan mampu bertahan lama | 42%    &lt;br /&gt;5. Menekankan pentingnya manusia | 42%    &lt;br /&gt;6. Menawarkan pengaturan kerja yang fleksibel | 41%    &lt;br /&gt;7. Inovatif | 33%    &lt;br /&gt;8. Dapat didekati/terbuka | 27%    &lt;br /&gt;9. Lingkungan kerja kelompok | 27%    &lt;br /&gt;10. Perusahaan global | 26%    &lt;br /&gt;11. Menawarkan beragam kerja | 26%    &lt;br /&gt;12. Pandai | 21%    &lt;br /&gt;13. Lingkungan kerja kolaboratif | 17%    &lt;br /&gt;14. Komitmen terhadap pengembangan komunitas | 16%    &lt;br /&gt;15. Angkatan kerja yang beragam/diversitas | 16%&lt;br /&gt;
Yang menarik, apa yang dicari calon pegawai antargeografi ternyata sama,   &lt;br /&gt;baik itu di negara berkembang maupun maju. Hal ini menunjukkan bahwa    &lt;br /&gt;dalam era globalisasi, bukan lagi yang dicari sekadar bisa bekerja, akan    &lt;br /&gt;tetapi sejauh mana kesempatan bagi individu dapat mengembangkan diri.    &lt;br /&gt;Ads: artikel lainnya mengenai lowongan pekerjaan dapat Anda lihat pada klikkarir.com&lt;br /&gt;
Hal lain yang berbeda adalah sikap pegawai bila telah bekerja dan   &lt;br /&gt;perspektif mereka yang ingin masuk. Misalnya, untuk CSR dan diversitas.    &lt;br /&gt;Berdasarkan survei internal Accenture kepada pegawainya, saat ditanya    &lt;br /&gt;?Apa yang membuat Anda tetap tertarik bekerja??, maka mereka mengatakan    &lt;br /&gt;bahwa ?Perusahaan memiliki perhatian sosial (balik ke CSR lagi) dan    &lt;br /&gt;menghargai keragaman pegawai?. Sikap seperti ini tampaknya terjadi    &lt;br /&gt;karena mereka sudah paham bahwa perusahaan memang memberi kesempatan    &lt;br /&gt;peningkatan karier dan pengalaman kerja menarik. Jadi, memang akan    &lt;br /&gt;berubah bila telah memahami budaya organisasi.&lt;br /&gt;
Secara singkat, apa maknanya? Kita akhirnya harus memilih pesan yang   &lt;br /&gt;relevan untuk mencari pegawai potensial, dan mereka ini tidak dapat    &lt;br /&gt;disamakan kebutuhannya dengan pegawai yang sudah bekerja di perusahaan    &lt;br /&gt;kita. /Tailored messages/ menjadi bagian penting untuk mencapai tujuan    &lt;br /&gt;melakukan rekrutmen.&lt;br /&gt;
Jadi, perlu dipikirkan, apakah perusahaan Anda memiliki karakteristik   &lt;br /&gt;idaman sebagai tempat kerja yang layak?&lt;br /&gt;
Oleh : Neneng Goenadi   &lt;br /&gt;*Executive Partner dari Accenture yang bertanggung jawab untuk industri    &lt;br /&gt;sumber daya* swa.co.id</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/05/kriteria-lingkungan-kerja-ideal.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-1580773862404328186</guid><pubDate>Wed, 09 May 2012 02:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-08T19:25:52.420-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>5 Strategi Mempertahankan Semangat Kerja</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://blog.hma.co.nz/wp-content/uploads/2012/03/Motivation.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;http://blog.hma.co.nz/wp-content/uploads/2012/03/Motivation.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sebenarnya ada beberapa hal kecil dan sederhana yang bisa menjadi kunci dalam mempertahankan semangat kerja. Sayangnya kita tidak menyadarinya. Sehingga kita pun melewatkan kebiasaan tersebut menguap begitu saja. Nah, ingin tahu kebiasaan apa saja yang bisa mempertahankan semangat kerja? Simak saja yang berikut ini:   &lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beberapa menit yang berguna. Meskipun pekerjaan tengah menumpuk dan harus cepat diselesaikan, tidak ada salahnya untuk beristirahat selama sekitar lima menit saja. Karena meski hanya seperberapa persennya saja dari 8-9 jam kerja, toh waktu istirahat sejenak dapat memompa kembali semangat Anda untuk kembali bekarir.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ngobrol dengan teman se-pekerjaan? Kenapa tidak. Pasalnya, dengan berbicara dengan orang lain sejenak maka otak dan mood bisa terus siap siaga! Demikian kata para pakar. Pun, berbicara terbukti ampuh melenyapkan rasa kantuk, karena kita melakukan aktifitas yang melibatkan interaksi dari orang lain (dalam hal ini lawan bicara).Jadi, asalkan tidak sampai lupa lowongan pekerjaan kenapa tidak menjalani aktifitas sederhana yang satu ini?&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ngemil? Boleh saja asal sehat. Bukan apa-apa, yang namanya iseng seringkali menyergap kita. Terlebih jika terus-menerus menghadapi pekerjaan yang seabreg jumlahnya. Oleh karena itu wajar saja kalau mulut ini ‘menuntut’ untuk ‘beraktifitas’ pula. Dan itu boleh saja dilakukan (asal camilannya yang sehat, seperti buah misalnya). Masih urusan makanan, ada baiknya ketika makan siang jangan mengkonsumsi makanan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Perut yang terlalu kenyang sangat potensial untuk membuat kita mengantuk dan hilang konsentrasi. Sementara makan terlalu sedikitpun bisa membuat perut ini tidak merasa nyaman dan akhirnya apalagi kalau bukan membuat kita hilang konsentrasi.&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangan lupa bergerak. Cara ini bermanfaat untuk mengembalikan mood yang menguap. Karenanya begitu ada waktu untuk bergerak seperti; menggelengkan kepala, menggerakan tangan atau berjalan dari meja satu ke meja lainnya, ya lakukan saja. Pun kalau mau lebih efektif lagi, pilihlah tempat makan yang agak jauh dari kantor saat makan siang tapi masih bisa dicapai dengan jalan kaki. Hmm…dijamin setelah makan siang dan sedikit bergerak semangat mengerjakan job Anda pun timbul kembali.&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bagi yang terbiasa minum kopi, silahkan. Kenapa? Karena unsur kafein yang ada di dalamnya, dapat membuat mata ini tetap terbuka tak terganggu oleh rasa kantuk. Cuma masalahnya, tidak sedikit yang mengalami sakit perut atau buang air kecil sesudahnya. Makanya, cara ini hanya disarankan untuk mereka yang memang sudah terbiasa minum kopi.&lt;br /&gt;
Keep on spirit…</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/05/5-strategi-mempertahankan-semangat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-8083969393181133065</guid><pubDate>Wed, 09 May 2012 02:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-08T19:04:28.836-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><title>Waspadai 10 Hal Penghancur Karir</title><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mungkin Anda perlu waktu tiga bulan, bahkan setahun lebih untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok. Celakanya, hanya dalam waktu beberapa hari atau minggu kita bisa kehilangan pekerjaan tadi. Lho, kok bisa?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tentu saja bisa dan itu karena kesalahan yang Anda lakukan. Tanpa disadari, Anda menghancurkan karir sendiri. Berikut hal-hal yang dapat mematikan karier dalam sekejap.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. KETIDAKMAMPUAN    &lt;br /&gt;Ketidakmampuan bisa berbuntut panjang. Penelitian menunjukkan, perusahaan selalu berpendapat, lebih baik punya pegawai yang secara konsisten mau belajar menambah keterampilannya daripada yang hanya berhenti pada satu kemampuan. Soalnya, pegawai tipe ini tidak akan berkembang dan cenderung tak mau bekerja sama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. SULIT KERJA TIM    &lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun yang merasa senang hidup di samping seorang primadona. Perusahaan pasti akan kesulitan menghadapi karyawannya yang tak mau atau tak mampu bekerja dalam tim. Jadi, pastikan Anda bisa menjadi anggota tim kerja yang baik dan bisa bertindak sebagai makhluk sosial yang baik pula.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. TAK TEPAT WAKTU    &lt;br /&gt;Jika pekerjaan harus selesai hari Rabu, misalnya, camkan di benak bahwa hari Kamis tidak akan pernah ada. Suatu organisasi membutuhkan orang yang dapat bertanggung jawab, dipercaya. Tak menepati tenggat waktu bukan hanya mencerminkan seseorang yang tidak profesional, tapi juga berarti merusak bahkan menghancurkan jadwal job orang lain. Ujung-ujungnya, bos Anda yang bakal jadi sorotan. Jika sudah meiliki komitmen, tepati janji, apa pun yang terjadi. Hal ini sangat penting!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. MEMANFAATKAN FASILITAS PERUSAHAAN    &lt;br /&gt;Fasilitas perusahaan seperti e-mail dan telepon yang ada adalah untuk keperluan bisnis perusahaan. Gunakan telepon untuk keperluan pribadi sesingkat mungkin dan jangan menerima pangggilan telepon yang bersifat pribadi dengan waktu bicara yang lama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Juga jangan pernah menulis e-mail yang tidak ingin dibaca oleh bos karena banyak sistem yang dapat menyimpan kiriman-kiriman e-mail yang dihapus ke dalam satu berkas. Ingat pada orang-orang yang berjiwa kerdil yang mencari muka pada atasan. Lagipula, memanfaatkan e-mail milik perusahaan untuk keperluan pribadi, amat tidak diperbolehkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. SOK EKSKLUSIF    &lt;br /&gt;Jangan mengisolasi diri atau bertingkah sok eksklusif. Kembangkan diri Anda dan jalin hubungan dengan rekan sekerja. Orang yang mempunyai jaringan yang efektif, akan memiliki jalur dan sumber informasi yang akurat sehingga dapat lebih mudah mencapai dan mengerti plotik organisasi di perusahaan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penelitian membuktikan, para pegawai yang mempunyai jaringan yang luas, umumnya cenderung menjadi seorang yang dapat bekerja dalam tim, banyak memberi andil pada sukses tim kerja, memiliki nilai lebih, sehingga bisa lebih cepat mendapat promosi serta kompensasi yang tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. MENJALIN ASMARA DI KANTOR    &lt;br /&gt;Walaupun Anda dan si dia berada di ruangan atau divisi terpisah, menjalin hubungan asmara di kantor bukan merupakan pilihan yang baik. Jika kebetulan terlibat percintaan dengan bos, begitu ada kesempatan promosi, naik jabatan, pasti akan mejadi gunjingan. Minimal, rekan sekerja mencibir karena anggapan Anda naik posisi gara-gara dekat dengan atasan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang juga tak mengeenakkan, hubungan asmara dengan atasan atau rekan sekerja yang putus di jalan, bisa membuat hubungan pekerjaan jadi terganggu. Belum lagi harus menghadapi omongan rekan-rekan sejawat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. TAKUT AMBIL RISIKO    &lt;br /&gt;Jika Anda tidak percaya pada diri sendiri, maka orang lain pun tidak akan percaya pada Anda. Bersikaplah untuk dapat mengerjakan sesuatu dan mengambil risiko. Katakan dengan jujur, “saya belum pernah mengerjakan hal tersebut tapi saya akan berusaha mempelajari bagaimana caranya.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jangan takut gagal atau khawatir membuat kesalahan. Jika keadaan menjadi kacau, segera ubah dan minta bantuan rekan atau atasan yang lebih jago. Pokoknya, coba untuk belajar pada semua kesempatan yang ada di setiap situasi. Ingat, lembur karena risiko kerja dapat membuat Anda menjadi lebih tertantang dan lebih cepat maju.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. TANPA TUJUAN    &lt;br /&gt;Kegagalan bukanlah sesuatu keburukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Yang buruk adaklah jika Anda tak punya tujuan untuk mencapai sesuatu. Jadi, susun rencana kegiatan sehari-hari untuk mencapai tujuan tadi. Percaya atau tidak, 80 persen dari keberhasilan yang diraih seseorang, 20 persennya datang dari aktivitas yang dilakukannya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Atur mana yang menjadi prioritas dan fokuskan pada pekerjaan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;9. TERKESAN CEROBOH    &lt;br /&gt;Jujur atau tidak, penampilan selalu diperhitungkan. Orang selalu menilai semua penampilan serta tingkah laku Anda. Dengan kata lain, usahakan untuk tidak berpakaian seenaknya saat pergi ke kantor atau berpakaian yang tidak selayaknya dikenakan ke kantor.     &lt;br /&gt;Berlakulah jujur, berbicara dengan bahasa yang baik, sopan, tidak menggunakan bahasa dialek atau daerah. Bersikaplah sebagai seorang yang kompeten, mempunyai komitmen dan perilaku yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;10. TAK MENJAGA MULUT    &lt;br /&gt;Ruangan kecil, gang, tangga berjalan, bahkan kamar mandi kantor, semua itu bukan milik pribadi Anda. Berhati-hatilah jika sedang berbicara di tempat-tempat umum tadi dan perhatikan pada siapa Anda berbicara.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jangan bercanda mengenai kepercayaan, suku, rahasia perusahaan, gosip teman sekantor, dan juga pribadi-pribadi para bos. Semua pembicaraan mengenai hal itu bukanlah sesuatu yang bebas, tidak gratis, terutama sangat berharga dan amat berarti bagi pekerjaan Anda!&lt;/p&gt;  </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/05/waspadai-10-hal-penghancur-karir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-2239472505545699950</guid><pubDate>Wed, 09 May 2012 02:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-08T19:02:42.245-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><title>Arti Penting Bahasa Tubuh Untuk Kesuksesan</title><description>&lt;p&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; hspace=&quot;15&quot; alt=&quot;Arti Penting Bahasa Tubuh Untuk Kesuksesan&quot; vspace=&quot;15&quot; align=&quot;left&quot; src=&quot;http://artikelkarir.com/kata-kata-motivasi-hidup,artikel-kata-bijak-motivasi,lamaran,wawancara-kerja,kiat-sukses,kunci-sukses,bisnis/membaca-gaya-tubuh.jpg&quot; width=&quot;175&quot; height=&quot;170&quot; /&gt;Bisa jadi Anda pernah mengalami hal seperti ini: telah melakukan persiapan sedemikian rupa rupa untuk wawancara, atau yakin dapat membuat orang lain kagum atas keberhasilan yang Anda capai, atau siap memberi presentasi yang memperlihatkan hasil kerja keras dan sukses Anda, namun tiba-tiba keadaan kacau balau. Anda belum mulai membuka mulut, tetapi anggota tubuh Anda melakukan gerakan yang mengatakan sebaliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari bahasa tubuh orang akan tahu bahwa Anda percaya diri, pintar, dan bersemangat, atau justru sebaliknya. Asal tahu saja, hanya sebagian kecil dari komunikasi melibatkan kata-kata yang aktual. Tepatnya hanya 7 persen. Sisanya? Sebanyak 55 persen dari komunikasi adalah visual (bahasa tubuh, kontak mata) dan 38 persen berupa vokal (titinada, kecepatan, volume, dan nada).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang jelas, komunikator eksekutif dunia terbaik memiliki bahasa tubuh yang kuat, yang merefleksikan rasa percaya diri, kompeten, serta penuh karisma.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;LEBIH DARI KATA-KATA&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Satu-satunya masalah dari bahasa tubuh adalah tidak terlalu menyampaikan apa yang sungguh-sungguh Anda rasakan. Misalnya, membiarkan tangan tetap di dalam saku dapat memberi kesan Anda sebetulnya merasa tidak aman, padahal hal ini belum tentu benar. Atau tidak menatap lawan bicara karena Anda sedang sibuk dengan catatan Anda, bisa membuat orang lain berpikir, ada sesuatu yang Anda sembunyikan dari mereka. Bisa juga posisi duduk yang santai karena lelah justru membuat lawan bicara beranggapan Anda tidak tertarik dengan apa yang dibicarakannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebaliknya, bahasa tubuh yang kuat dan efektif dapat membantu menciptakan hubungan yang cepat dengan para pendengar, memperlihatkan rasa percaya diri pada pesan yang Anda sampaikan. Perhatikan foto mantan Presiden Soekarno pada saat berpidato, betapa dia memperlihatkan rasa percaya diri kuat, optimisme, kekuasaan, sekaligus kekuatan. Jadi, mulailah mempelajari dan mempraktekkan bahasa tubuh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Anda dapat meminta seseorang merekam gerakan tubuh seolah-olah Anda sedang diwawancara atau memberi presentasi. Pelajari hasil rekaman tadi. Perhatikan cara duduk serta gerakan tubuh Anda pada saat berbicara. Perhatikan kekurangan yang dimiliki dan perbaiki.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Percayalah, dengan niat dan kemauan, Anda pasti dapat melakukan gerakan tubuh yang memperlihatkan rasa percaya diri, kompeten, berkarisma, dan kuat. Berikan perhatian pada bahasa tubuh sebanyak perhatian yang diberikan pada kata-kata yang Anda gunakan. Pasti, deh, Anda akan melihat pengaruhnya!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PANDANGAN MATA&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Setiap orang ingin merasa istimewa&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Setiap orang ingin merasa Anda berbicara dengannya secara langsung atau bahwa mereka merupakan orang yang paling penting selama berbicara dengannya. Mengalihkan kontak mata merupakan cara yang yang paling ampuh untuk memutuskan pembicaraan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;* Bagi jadi tiga&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Pada saat presentasi, tujukan beberapa komentar Anda pada satu sisi lalu alihkan pandangan mata ke bagian tengah ruangan, kemudian alihkan lagi ke sisi yang satunya lagi. Pilih satu orang di tiap bagian dan arahkan mata Anda kepada mereka saat Anda menyampaikan sambutan. Orang yang berada di sekitarnya akan merasa Anda memberikan kontak mata kepada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;* Lakukan persiapan&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Mempertahankan kontak mata pada saat melakukan presentasi memerlukan persiapan. Anda harus ingat garis besar dari materi yang Anda sampaikan, karena bila tidak Anda akan terpaku pada membaca dan tidak menciptakan hubungan dengan pendengar Anda. Pastikan Anda tahu apa yang Anda catat sehingga tidak selalu harus membacanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;* Jangan terpengaruh&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Jangan biarkan apa pun mengganggu Anda dan pendengar. Melipat tangan, berdiri di belakang podium atau kursi, berbicara kepada seseorang dari balik komputer, merupakan contoh yang menggambarkan adanya penghalang antara Anda dan lawan bicara.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;GERAKAN DIRI&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Gerakkan tangan Anda&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Pembicara yang hebat menggunakan lebih banyak gerakan tangan. Seorang pengajar yang mempelajari bahasa tubuh mengatakan bahwa gerakan kompleks dari dua tangan di atas pinggang merefleksikan pemikiran yang kompleks. Gerakan memberikan keyakinan pada pendengar terhadap pembicara.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;* Lihat Contoh&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Perhatikan orang-orang penting seperti Bill Clinton, Tony Blair, atau pembicara penuh kharisma lainnya. Anda pun akan melihat dan menyadari, hampir semua kalimat yang diucapkan disertai dengan gerakan tangan sehingga Anda tidak akan ragu-ragu pada efektivitas gerakan tangan. Gerakkan pula anggota tubuh lainnya. Pembicara yang hebat berjalan di dalam ruangan, menunjuk slide, bukan membaca, atau memegang bahu seseorang. Jangan gerakkan slide, tapi gerakkan tubuh Anda!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;* Posisi agak tinggi&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Postur tubuh yang kurang baik sering dihubungkan dengan tidak adanya rasa percaya diri atau tidak adanya minat. Misalnya, selama wawancara menyenderkan punggung pada kursi dapat memberi kesan Anda malas atau tidak memiliki motivasi. Tetap tegakkan kepala dan punggung. Dengan demikian Anda tampak lebih berminat, penuh perhatian, dan bersemangat.&lt;/p&gt;  </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/05/arti-penting-bahasa-tubuh-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-282435184237825123</guid><pubDate>Fri, 02 Mar 2012 14:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-02T06:28:40.230-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Tips Memilih Karir dan Pekerjaan</title><description>&lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;“Setiap orang hakikatnya sedang melakukan gambling ketika memilih karir atau pekerjaan. Ia harus mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk itu.”&amp;#160; &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;DR. HARRY EMERSON FOSDICK   &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENGAPA HARUS MINAT?&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Satu hal yang biasanya paling sulit dilakukan anak muda yang mulai mencari kerja adalah memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan diri mereka. Mengapa harus sesuai? Menurut penelitian yang dilakukan sejumlah psikolog di Amerika diketahui memilih bidang pekerjaan yang sesuai ternyata tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi keuangan semata, tapi juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan fisik dan jiwa kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hubungan Pekerjaan dengan Kesehatan. “Banyak anak-anak muda yang memulai hidupnya dengan penuh gairah dan mimpi indah, akhirnya tiba pada usia empat puluh tahun dalam keadaan frustrasi bahkan menderita gangguan mental,” kata Dale Carnegie, penulis buku psikologi populer asal Amerika. “Dan ini bukan sesuatu yang mengherankan,” katanya lagi, “jika saja Anda mengetahui begitu banyaknya kecemasan, penyesalan, dan frustrasi yang timbul karena salah dalam memilih pekerjaan.”   &lt;br /&gt;Penyebabnya? Karena mereka merasa tidak bahagia dengan pekerjaannya!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Tidak ada yang lebih patut dikasihani,” kata Edna Carr, konsultan karir ternama yang pernah mewawancarai ribuan tenaga kerja untuk DuPont Company, “selain orang-orang yang tidak memperoleh apa-apa dari pekerjaannya kecuali gajinya semata.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal senada diungkapkan Dr. William Meninger, psikiater tersohor yang pernah melakukan penelitian di Angkatan Darat Amerika. Ia mengatakan, “Kami banyak belajar di dinas tentara tentang pentingnya proses seleksi dan penempatan kerja. Tentang pentingnya menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Ketika seseorang merasa salah ditempatkan, ketika seseorang merasa kurang dihargai sebagaimana mestinya, ketika seseorang percaya bakat dan kemampuannya telah disalah-gunakan, maka di situlah kita akan menemukan ’korban-korban peperangan psikologis’ yang sesungguhnya.”&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut penelitian tentang umur panjang yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Raymond Pearl dari Universitas Johns Hopkins diketahui bekerja di bidang pekerjaan yang sesuai adalah faktor penting yang mendukung seseorang berumur panjang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alasannya? Karena orang yang bekerja di bidang pekerjaan yang sesuai dengan dirinya akan senantiasa merasa bahagia dengan pekerjaannya. Mereka tidak akan pernah mengalami kecemasan, stres, penyesalan, dan kekecewaan yang seringkali menjadi faktor pemicu timbulnya berbagai penyakit fisik dan emosional pada diri seseorang. Aneka macam penyakit yang jika dibiarkan tumbuh dan berkembang akan memperpendek usia seseorang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dr. A. A. Brill, seorang psikiater kenamaan yang lain, mengatakan, “Seratus persen kelelahan yang dialami pekerja kantor muncul akibat tekanan psikologis bernama faktor emosional. Kejenuhan, kemarahan yang dipendam, perasaan kurang dihargai, perasaan tidak berguna, perasaan dikejar waktu, kecemasan, adalah faktor-faktor emosional yang membuat lelah pekerja kantor. Menjadikan mereka rentan terhadap penyakit flu, mengurangi kinerjanya, dan membuatnya pulang ke rumah dengan membawa sakit kepala.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendapat serupa dikemukakan Sue Browder, penulis buku laris Eight Easy Ways to Look and Feel Years Younger. Ia mengatakan, “Stres yang timbul akibat ketidakpuasan di tempat kerja bisa membuat Anda terlihat letih dan lelah. Ini pada akhirnya dapat menyebabkan timbulnya sejumlah penyakit tertentu. Penelitian yang dilakukan oleh Northwestern Life Insurance beberapa tahun lalu juga menemukan bahwa separuh orang yang bekerja di bidang pekerjaan yang penuh dengan ketegangan dan tekanan seringkali menderita sakit kepala, sakit flu, radang pencernaan, bronchitis, dan pneumonia.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Douglas LaBier, Direktur Center for Adult Development, Washington DC, juga sependapat dengan hal itu. Ia mengatakan, “Seringkali orang merasakan sakit punggung, sakit kepala, atau sakit perut selama hari kerja. Namun saat akhir pekan tiba, gejala tersebut hilang secara misterius untuk kemudian muncul kembali pada Senin paginya.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut Deepak Chopra, penulis Magical Body, Magical Mind, mayoritas serangan jantung di Amerika terjadi pada hari Senin pukul sembilan pagi. Alasan yang paling banyak dikemukakan para korbannya adalah ketidakpuasan di tempat kerja. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Para peneliti dari Universitas California, Los Angeles, juga menemukan orang-orang yang pernah bekerja selama sepuluh tahun di lingkungan kerja yang penuh ketegangan dan tekanan akan lima kali lebih banyak beresiko terkena berbagai jenis penyakit kanker dibanding mereka yang menikmati pekerjaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber: Buku Kiat Jitu Mendapatkan Pekerjaan Idaman (Edwin Solahuddin, Penerbit Escaeva, 2008)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/03/tips-memilih-karir-dan-pekerjaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-1848472978745213752</guid><pubDate>Fri, 02 Mar 2012 14:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-02T06:26:23.086-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">passion</category><title>Perbedaan Pekerjaan dan Karir</title><description>&lt;p&gt;Selama ini kebanyakan orang terpaku pada rutinitas kerja dan tanpa disadari menyebabkan pada pemenuhan atas tuntutan dapur ngebul semata sehingga tidak mampu mengoptimalkan passion atau optimalisasi diri atas apa yang disukainya.   &lt;br /&gt;Bahkan, kebanyakan pekerja tidak mampu membedakan antara pekerjaan dan karir. Berbedakah?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Karir berbeda dengan pekerjaan. Kalau pekerjaan merupakan sepenuhnya milik perusahaan sementara karir sepenuhnya mengenai diri sendiri dan demi&amp;#160; kebaikan   &lt;br /&gt;individu itu sendiri,&amp;quot; kata Career Coach Rene Suhardono, saat berbincang di sela launching buku ‘Your Job is Not Your Career’ terbitan Literati, di Restoran Suis Butcher, Plaza Dago, Senin (5/4/2010) sore.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ia mencontohkan segala tindak tanduk yang dilakukan seorang karyawan dalam sebuah perusahaan yang harus mengikuti pola peraturan perusahaan. &amp;quot;Namun pada   &lt;br /&gt;kenyataannya berbeda dengan apa yang dilakukan,&amp;quot; pungkas laki-laki jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal serupa ternyata juga terjadi di dunia enterpreuner. Tidak dipungkiri Rere, sebagian orang memilih dunia enterpreneur demi pemenuhan kebutuhan hidup dan bukan atas minat dan kecintaannya atas dunia yang digeluti. Orang cenderung memilih pada tren pekerjaan yang tengah digandrungi banyak orang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Nggak hanya sekadar enterpreneur tapi juga menjalankan panggilan hati,&amp;quot; terang penulis, penikmat makanan, sekaligus pengagum karya Napoleon Bonaparte ini.   &lt;br /&gt;Satu kunci yang dapat memunculkan passion seorang pekerja sehingga membuat apa yang dikerjakannya tersebut dapat dicintai sepenuh hati dan bukan atas dasar tekanan dan kebutuhan semata.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Jujur terhadap diri kita sendiri atas apa yang kita kerjakan apakah sesuai dengan minat kita atau tidak,&amp;quot; tuturnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ia menambahkan, fenomena lain yang sering dijumpai dalam dunia kerja adalah ketika pekerja tersebut mempertanyakan pengangkatan mereka menjadi karyawan   &lt;br /&gt;dalam sebuah perusahaan setelah sekian lama menunggu kepastian.    &lt;br /&gt;&amp;quot;Berpikir apa yang telah kita berikan perusahaan kepada kita, sudah layak kah kita untuk itu dengan apa yang kita lakukan?&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam buku teranyarnya itu, Rere memberikan beragam cara untuk memunculkan passion yang ada di dalam diri setiap orang yang dijabarkan ke dalam dua buku.   &lt;br /&gt;‘Your Job is Not Your Career’ terbagi ke dalam 160 halaman dan 2 bagian.    &lt;br /&gt;Bagian pertama akan mengulas mengulas karir, pekerjaan, dan esensi kesuksesan melalui perspektif passion, mission, motivation dan action.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sementara di dalam buku kedua ’Career Snippet-embrace Your Passion. Live a life of action. Build Our Nation, terdiri dari 190 halaman. Dalam bagian kedua ini   &lt;br /&gt;Rere membeberkan tips praktis seputar karir dan pekerjaan, serta kumpulan dengan para tokoh yang sukses menempa jenjang karirnya.    &lt;br /&gt;&lt;b&gt;(ahy/dip)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://bandung.detik.com/read/2010/04/06/122254/1332892/486/pekerjaan-dan-karir-berbeda&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/03/perbedaan-pekerjaan-dan-karir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-2024594852663043897</guid><pubDate>Fri, 13 Jan 2012 08:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-26T03:36:02.636-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>7 Kiat Meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ) di Kantor</title><description>Emosi adalah hal begitu saja terjadi dalam hidup Anda. Anda menganggap bahwa perasaan marah, takut, sedih, senang, benci, cinta, antusias, bosan, dan sebagainya adalah akibat dari atau hanya sekedar respon Anda terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada Anda.&lt;br /&gt;
Membahas soal emosi maka sangat kait eratannya dengan kecerdasan emosi itu sendiri dimana merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain) dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stres.&lt;br /&gt;
Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.&amp;nbsp; Nah, agar kecerdasan emosional Anda terjaga dengan baik, berikut 7 ketrampilan yang harus Anda perhatikan dan tak ada salahnya Anda coba:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Mengenali emosi diri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Melepaskan emosi negatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Mengelola emosi diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan.&lt;br /&gt;
Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda.&lt;br /&gt;
Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Memotivasi diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional–menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati–adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang.&amp;nbsp; Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Mengenali emosi orang lain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Mengelola emosi orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Jika ketrampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia.&lt;br /&gt;
Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Memotivasi orang lain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.&lt;br /&gt;
Jadi, sesungguhnya ketujuh ketrampilan ini merupakan langkah-langkah yang berurutan. Anda tidak dapat memotivasi diri sendiri kalau Anda tidak dapat mengenali dan mengelola emosi diri sendiri. Setelah Anda memiliki kemampuan dalam memotivasi diri, barulah kita dapat memotivasi orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://dipankarajayaputra.com/7-kiat-meningkatkan-kecerdasan-emosional-eq-di-kantor/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt;</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/01/7-kiat-meningkatkan-kecerdasan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-8186125653862306549</guid><pubDate>Fri, 13 Jan 2012 03:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-12T19:54:00.140-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Ibu Bekerja Lebih Bahagia?</title><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img style=&quot;display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto&quot; src=&quot;http://i.okezone.com/content/2012/01/06/198/552968/BZnfPigH5n.jpg&quot; /&gt; SEBUAH&lt;/strong&gt; studi di Amerika menemukan, para ibu yang bekerja lebih sehat dan lebih bahagia daripada mereka yang memutuskan tinggal di rumah dengan anak-anak mereka yang berusia sangat muda. Apa pasal?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ditulis dalam “Jurnal Psikologi Keluarga American Psychological Association”, seperti disitat dari &lt;em&gt;Shine,&lt;/em&gt; terdapat keuntungan yang diperoleh para ibu yang bekerja, sekalipun itu bekerja paruh waktu atau bekerja penuh. Pekerjaan di luar rumah yang dimiliki seorang ibu, nampaknya menjadi salah satu faktor pendukung kesejahteraan pada diri ibu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Para peneliti mewawancarai 1.364 ibu yang memiliki anak bayi atau berusia prasekolah, dengan berbagai varian latar belakang. Mereka lalu terkejut menemukan bahwa ibu yang bekerja mengalami keseimbangan kehidupan yang lebih baik, menjadi lebih peka terhadap kebutuhan anak, kurang memiliki gejala depresi, dan lebih mungkin membagi tugas rumah tangga dengan pasangan.   &lt;br /&gt;Peneliti Buehler dan O&#39;Brien menjelaskan, secara teoritis, partisipasi seorang ibu dalam pekerjaan di luar rumah menyediakan dukungan dan sumber daya, di mana hal ini tidak diperoleh ibu yang menghabiskan waktu sepenuhnya di rumah bersama anak yang berusia sangat muda atau prasekolah. Bisa juga dengan penjelasan bahwa ibu yang seharian berada di rumah bersama bayi atau balita mereka akan jauh lebih stres terkait dengan pengasuhan anak, dan mereka mungkin akan sedikit lega manakala anak telah melewatkan sebagian waktu mereka di sekolah.    &lt;br /&gt;&amp;quot;Sumber daya eksternal kemudian berkontribusi untuk pribadi ibu dan kesejahteraan ibu,” katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://lifestyle.okezone.com/read/2012/01/06/198/552968/ibu-bekerja-lebih-bahagia&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/01/ibu-bekerja-lebih-bahagia.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-5696665496656535296</guid><pubDate>Fri, 13 Jan 2012 03:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-12T19:51:00.202-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><title>Kerja Versus Karir</title><description>&lt;p&gt;Pekerjaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu hal dimana seseorang diharapkan atau wajib melakukan kerja sebagai kewajibannya, terutama tugas tertentu dilakukan sebagai bagian dari rutinitas untuk harga yang disepakati. Melalui pekerjaan, seseorang bisa mendapatkan penghasilan untuk mendukung kebutuhan dasar dirinya, keluarga atau teman. Pekerjaan juga dapat dipandang sebagai suatu kontrak antara majikan dan pekerja. Pada perusahaan komersial, tujuan dasar dari pekerjaan adalah untuk menciptakan keuntungan bagi majikan, dan karyawan memberikan kontribusi tenaga kerja untuk perusahaan, dengan imbalan pembayaran upah, atau opsi saham, dll&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Orang-orang terlibat di berbagai jenis pekerjaan dengan hanya satu hal dalam pikiran, bagaimana bayarannya. Tak heran mengapa orang sering berganti pekerjaan sesering mungkin. Mereka tidak pernah merasa cukup; selalu bergerak ke tingkat berikutnya segera setelah mereka mengenali kesempatan untuk mendapatkan upah lebih banyak. Hal ini mengungkap satu fakta, pekerjaan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan, sehingga seorang karyawan selalu akan meninggalkan pekerjaan yang tampaknya tidak mampu menjalankan fungsinya dan pindah ke pekerjaan lain yang menjanjikan imbalan yang lebih baik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karir adalah mengejar ambisi seumur hidup atau berjalan ke arah tujuan seumur hidup. Sebuah karir dibangun dari waktu ke waktu. Sebuah karir meskipun mungkin tidak tampak cukup menguntungkan untuk pemula, dalam jangka panjang bisa menjadi sumber penghasilan yang sangat besar. Karir juga ditandai dengan melakukan apa yang dicintai. Anda tidak memilih karir jika anda tidak cinta.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sementara pekerjaan adalah untuk memenuhi kebutuhan, karir berarti lebih banyak lagi. Ini bersangkutan dengan kepuasan finansial dan emosional. Ini berkaitan tentang pemenuhan mimpi seumur hidup, serta prestasi seumur hidup. Suatu pekerjaan bisa jadi untuk&amp;#160; jangka pendek karena dapat dihentikan kapan saja oleh majikan atau bahkan karyawan sendiri, sementara karier adalah jangka panjang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam Fountainhead Ayn Rand, protagonis utama, Howard Roark mencari karir dan sahabatnya Peter Keating hanya mencari pekerjaan. Itu sebabnya pada akhirnya Roark membangun beberapa bangunan terbaik menggunakan keterampilan, pengalaman dan imajinasi. Di sisi lain, temannya Peter Keating bekerja hanya pada arsitektur tua. Dia bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Hal ini menunjukkan karir yang mungkin lebih menguntungkan dari pekerjaan di jangka panjang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain itu, pekerjaan berakhir ketika seorang karyawan harus pensiun suatu hari terutama ketika usia tua dan majikan melihat dirinya mulai kurang berkontribusi untuk perusahaannya, karena penelitian telah menunjukkan bahwa ada tujuh ribu sel-sel otak yang hilang saat kita mencapai usia tiga puluh lima. Karir tidak bisa berakhir selama itu tidak memerlukan fisik banyak, bahkan pada usia tua. Pada akhirnya, saya sampai pada kesimpulan bahwa baik pekerjaan dan karir mungkin memiliki kepentingan yang berbeda untuk orang yang berbeda dimana sebagian orang mungkin memilih untuk melakukan pekerjaan terlebih dahulu untuk mengumpulkan modal sebelum memulai karir mereka.&lt;/p&gt;  </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2012/01/kerja-versus-karir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-8256947482764578809</guid><pubDate>Mon, 26 Dec 2011 07:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-25T23:18:36.935-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Inspirasi Saat Kerja</title><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img style=&quot;display: inline; float: left&quot; align=&quot;left&quot; src=&quot;http://dunialowongan.com/wp-content/uploads/2011/02/ide_kreatif.jpg&quot; /&gt;Kehabisan Inspirasi dan Ide Saat Bekerja&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hindari pola dan berpikir terkotak&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Ada kalanya dalam bekerja anda tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Akibat pikiran yang terlalu overload pada akhirnya justru anda bingung sendiri dan kehabisan ide. Sebenarnya mudah saja menjadi wanita yang kreatif.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun, perlu diingat bahwa kreatifitas tidak akan muncul dengan sendirinya karena meskipun kita memiliki bakat kreatif, bila tidak pernah diasah maka tidak akan mungkin menghasilkan sebuah kreatifitas. Kreatifitas merupakan suatu cara untuk menghasilkan sesuatu yang inovatif. Hasil kreatifitas tidak harus sesuatu hal yang sifatnya orisinil, tetapi bisa sesuatu yang berbeda, baik itu yang berupa ide maupun tindakan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kreatifitas juga dapat diidentifikasikan sebagai kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengambil&amp;#160; elemen-elemen yang sudah ada dan mengkombinasikannya dengan cara yang baru.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setiap orang pada dasarnya kreatif. Setiap tindakan kita menghasilkan sesuatu merupakan wujud dari kreatifitas yang kita miliki. Contoh kecilnya saja, pasti anda pernah merubah tata&amp;#160; letak kamar, atau memadu padankan pakaian kerja anda.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semua tindakan yang kita&amp;#160; lakukan sebenarnya melalui proses pemikiran kreatif. Anda juga pasti sering mencari solusi dari berbagai masalah dalam kehidupan.   &lt;br /&gt;Misalnya saja saat sedang kehabisan uang untuk kencan dengan kekasih, maka anda mengganti jadwal dengan menonton dvd di rumah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Solusi-solusi&amp;#160; semacam itu sebenarnya adalah tindakan kreatif yang tidak pernah anda sadari.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebenarnya salah satu penghambat kreatifitas adalah diri anda sendiri. Seringkali sebelum melakukan suatu tindakan, anda sudah menjustifikasi bahwa anda tidak bisa melakukan hal tersebut.   &lt;br /&gt;Biasanya&amp;#160; hal tersebut secara otomatis akan timbul karena&amp;#160; sudah memiliki perasaan negatif terlebih dulu, seperti takut dikritik, takut&amp;#160; gagal, takut dikomentari negatif atau menciptakan sesuatu di luar kebiasaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mulai sekarang, cobalah hindari kata &lt;em&gt;”saya tidak bisa”&lt;/em&gt; karena hasil yang anda dapatkan akan berwujud seperti itu. Selain itu, hambatan budaya seperti&amp;#160; larangan untuk &lt;em&gt;“keluar jalur”&lt;/em&gt; atau bertindak di luar konteks juga dapat menurunkan tingkat kreatifitas kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sistem pendidikan ternyata pun turut mendukung tidak terciptanya iklim yang kreatif. Coba ingat, seringkali dalam ujian, seringkali menjawab soal ujian dalam bentuk pilihan benar atau salah.   &lt;br /&gt;Padahal,jenis pertanyaan seperti itu justru tidak mendorong berpikir&amp;#160; kreatif. Keterpakuan cara pandang terhadap sesuatu hal dapat menghambat proses berpikir kreatif. Kalau anda hanya memikirkan sebuah jepit rambut khusus untuk rambut saja, anda tidak akan pernah bisa kreatif.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Padahal, sebuah jepit rambut dapat dialih fungsikan menjadi hiasan dinding, penjepit rambut kertas, atau bahkan pembatas buku. Cara pandang atau berpikir anda yang ‘terkotak-kotak’ juga dapat menghambat proses kreatifitas. Jika mendengar kalimat ‘kucing melihat tikus’, pasti sebagian besar menyangka bahwa kucing tersebut yang akan mengejar tikus. Padahal bisa saja yang terjadi justru sebaliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Si kucing, yang ternyata masih berusia dua minggu lari ketakutan melihat tikus yang badannya dua kali lebih besar daripadanya. Jika anda ingin kreatifitas semakin tinggi, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengizinkan diri anda untuk mengasah kreatifitas diri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Keyakinan diri yang menegaskan bahwa&amp;#160; anda&amp;#160; dapat menghasilkan sesuatu yang kreatif akan tertanam dan secara tidak sadar akan mendorong anda untuk menciptakan suatu hal yang&amp;#160; kreatif.   &lt;br /&gt;Jangan pernah ragu untuk menjadi ‘gila’.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalau anda sedang mati gaya atau kehabisan ide, berdirilah di tengah ruangan dan tutup mata kita. Berputarlah di tempat sampai kehilangan orientasi lalu berjalanlah lurus sampai anda menyentuh sesuatu. Buka mata anda dan gunakan benda yang anda sentuh itu sebagai ‘ subjek’ untuk mencari ide.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berdasarkan penelitian, tentang aura dan terapi warna, ternyata warna ungu dapat meningkatkan kemampuan otak kanan yang sangat berperan penting dalam hal kreativitas. Warna ungu dapat merangsang munculnya ide dan pemikiran kreatif. Jika memungkinkan, lebih baik kelilingi lingkungan kerja anda dengan warna ungu, entah melalui pakaian, hiasan meja atau dinding kamar.&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Memancing Kreatifitas&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;Untuk menimbulka kreatifitas haruslah ada niatan yang kuat dari diri sendiri. Berikut beberapa tips agar kreatifitas bisa muncul dengan cara memancingnya. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Catat ide-ide yang ada di dalam kepala&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;Gunakan juga gambar untuk memperjelas ide anda. Simpan juga benda-benda yang dapat membangkitkan memori dan taruh di tempat yang mudah dibuka. Aplikasikan juga cara lama dengan ide yang baru saja muncul ditambah dengan sentuhan pribadi. Misalnya saja, baju lama yang sudah membosankan dapat anda tambahkan hiasan-hiasan berupa kancing warna-warni. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jangan pernah merasa takut atas kegagalan&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;Terkadang anda harus mencoba beratus kali untuk mendapatkan&amp;#160; hasil yang sempurna. Eksperimen yang anda lakukan berulang kali akan membuka pikiran mengenai kesalahan yang selama ini anda lakukan. Namun, lakukan suatu hal yang memang anda kuasai bila memang merasa tidak mampu untuk menciptakan suatu kreatifitas lagi. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Istirahat sebentar&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;Bila&amp;#160; anda sudah benar-benar kehabisan ide, maka istirahatlah. Terlalu lama mengerjakan suatu hal bisa membuat anda merasa jenuh. Sisihkan waktu sejenak untuk rileks, bersenang-senang atau hang out, terbukti mampu menjernihkan otak yang sudah mulai overload. Jika setiap hari anda sudah penat dengan kemacetan ibu kota, maka beristirahatlah dengan bepergian ke luar kota. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Buka mata, telinga dan hati&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;Agar mendapatkan inspirasi yang kreatif, anda harus selalu membuka diri dan sensitif terhadap lingkungan sekitar. Cobalah perhatikan hal-hal kecil di sekitar anda. Misalnya saja percakapan dua anak kecil atau orang yang melintas di hadapan anda. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Banyak bergaul dengan orang-orang yang kreatif&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;Cari teman yang kreatif sehingga anda dapat bertukar pendapat dengannya. Sisihkan waktu minimal sepuluh menit setiap hari sekedar untuk mengobrol dan brain stroming dengannya supaya kreatifitasnya menular. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Latih otak kanan&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;Sering mencatat dalam bentuk tulisan kurang bermanfaat untuk meningkatkan kreatifitas bila tidak ditunjang dengan gambar dan ingatan visual. Tingkatkan kepekaan anda akan hal-hal seperti gambar, simbol, bentuk dan warna karena biasanya dilakukan oleh otak kanan. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2011/12/inspirasi-saat-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-7675939035908596437</guid><pubDate>Mon, 26 Dec 2011 07:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-25T23:08:43.022-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motivasi</category><title>Inspirasi, Kisah Seseorang yang Ditolak Bekerja di Microsoft</title><description>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;display: inline; float: left&quot; align=&quot;left&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo9bRLSOtZu6HqML5I6Sd7lo5bQZGslUNNJsL18LYxCspEJtYrQj2VpniYmL1aBn_1wBmH_ebpb89Rd_1aPe_s-ihHjbvukbk1njN1zN0FRxNCzvThH0pFmC5CS8hlYP5odFjtQNANe85M/s320/Office_Boy.gif&quot; width=&quot;179&quot; height=&quot;188&quot; /&gt;Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai &#39;office boy&#39; di Microsoft. Manajer HR mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.     &lt;br /&gt;&amp;quot;Anda diterima bekerja. Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja,&amp;quot; kata Manajer HR.     &lt;br /&gt;Pria itu menjawab, &amp;quot;Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email.&amp;quot;     &lt;br /&gt;&amp;quot;Maafkan aku, jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan,&amp;quot; tambah Manajer HR.     &lt;br /&gt;Orang itu tanpa harapan sama sekali. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan hanya memiliki uang $10 di saku, Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10 kg peti tomat.     &lt;br /&gt;Dia kemudian menjual secara keliling tomat itu dari rumah ke rumah. Dalam waktu kurang dari dua jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya.     &lt;br /&gt;Dia mengulangi penjualannya secara keliling tiga kali, dan pulang dengan uang $60. Lelaki itu menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat sehari-hari dan sering pulang larut malam mendagangkan dagangannya hari demi hari.     &lt;br /&gt;Uuang keuntungan yang didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam penjualannya sehari-hari. Tak lama, ia membeli mobil, lalu truk, dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri.     &lt;br /&gt;5 tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retailer terbesar di Amerika Serikat. Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.     &lt;br /&gt;Dia memanggil broker asuransi, dan memilih rencana perlindungan. Ketika percakapan, broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk keperluan asuransi.     &lt;br /&gt;Pria itu menjawab, &amp;quot;Aku tidak punya email.&amp;quot;     &lt;br /&gt;Broker itu penasaran dan ingin tahu mengapa ia tidak punya email, &amp;quot;Anda tidak memiliki email, namun telah berhasil membangun sebuah imperium perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa terjadi jika Anda memiliki email?&amp;quot;     &lt;br /&gt;Pria itu berpikir sejenak dan menjawab, &amp;quot;Ya, aku akan menjadi seorang office boy di Microsoft!!&amp;quot;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pesan dari cerita diatas:&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup terlalu lama sehingga tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. Jangan pernah berhenti berusaha dan jangan menyerah karena gagal, serta berani melangkah.     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber :    &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.apasih.com/2011/07/cerita-nyata-penuh-inspirasi-inilah.html&quot;&gt;apasih.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2011/12/inspirasi-kisah-seseorang-yang-ditolak.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo9bRLSOtZu6HqML5I6Sd7lo5bQZGslUNNJsL18LYxCspEJtYrQj2VpniYmL1aBn_1wBmH_ebpb89Rd_1aPe_s-ihHjbvukbk1njN1zN0FRxNCzvThH0pFmC5CS8hlYP5odFjtQNANe85M/s72-c/Office_Boy.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-7615092388653569027</guid><pubDate>Mon, 19 Dec 2011 11:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-19T03:30:00.099-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Jauhi Empat Hal Ini di Meja Kerja</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQnKe5vilFO3xj3CX_MjEtJ9hOM4Q9ug5bkW4ElxJgDBdQMZKWkIw&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQnKe5vilFO3xj3CX_MjEtJ9hOM4Q9ug5bkW4ElxJgDBdQMZKWkIw&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kebanyakan dari kita menghabiskan waktu minimal 5 jam sehari di depan
 komputer. Duduk terpaku di depan meja selama itu tak mengherankan jika 
keluhan nyeri punggung, pegal, hingga sakit lambung kerap menjadi 
keluhan. Untuk mengubahnya, sebaiknya jauhi 4 hal berikut ini di meja 
kerja.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Makan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bukan hanya karena meja kerja menjadi salah satu sarang kuman, namun 
mencampurkan makan dengan waktu bekerja bisa mengacaukan program diet 
Anda. Makan tanpa kesadaran, karena otak Anda sibuk memproses pekerjaan,
 bisa membuat Anda mengasup makanan lebih banyak. Karena itu, saat tiba 
waktu makan menyingkirlah dari meja kerja dan carilah tempat di mana 
Anda bisa fokus pada isi piring.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Menyilangkan kaki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anda mungkin tidak pernah memikirkannya, tetapi saat kita duduk sering 
otomatis kaki langsung disilangkan. Kebiasaan kecil ini menyebabkan 
tekanan lebih besar pada kaki. Akibatnya adalah rasa nyeri di punggung. 
Karena itu upayakan untuk duduk dengan postur tubuh yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Mengencangkan suara earphone&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menyetel musik dengan volume suara yang kencang di earphone menjadi 
salah satu penawar malas dan bosan di kantor. Tetapi pastikan agar 
volume suara tersebut tidak sampai merusak gendang telinga. Bila 
tetangga di sebelah meja Anda sampi bisa mendengar musik yang sedang 
Anda dengar, itu berarti volumenya sudah berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Tak pernah istirahat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Memiliki tugas yang belum diselesaikan memang membuat tak tenang. Namun
 seharusnya itu bukan alasan untuk tidak meninggalkan meja sampai 
berjam-jam. Apalagi berbagai studi sudah mengaitkan bahaya duduk terlalu
 lama dengan kesehatan secara keseluruhan. Jadi, maksimal dua jam sekali
 berdirilah dan lakukan peregangan singkat dengan berjalan-jalan, 
sekaligus mengistirahatkan mata yang lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://www.lienaaifen.com/tips-n-triks/jauhi-4-hal-ini-di-meja-kerja/</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2011/12/jauhi-empat-hal-ini-di-meja-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-1249204810711196582</guid><pubDate>Mon, 19 Dec 2011 07:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-18T23:23:08.093-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Tips Jika Anda Mengantuk Saat Bekerja</title><description>&lt;p align=&quot;left&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px 5px 2px 0px; display: inline; float: left&quot; align=&quot;left&quot; src=&quot;http://img.antaranews.com/new/2011/03/small/20110315021153telur140311-2.jpg&quot; width=&quot;240&quot; height=&quot;163&quot; /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Jika anda merasakan kantuk di kantor pada sore hari, janganlah memakan camilan yang manis untuk menanggulanginya, tetapi silakan mengonsumsi telur.     &lt;br /&gt;Para ilmuwan menemukan bahwa protein dalam telur, terutama yang ditemukan pada putih telur, membantu kita tetap terjaga dan tetap waspada.     &lt;br /&gt;Protein ini lebih efektif ketimbang karbohidrat yang ditemukan dalam coklat, biskuit dan makanan yang mengandung gula. Jenis makanan itu menambah energi.     &lt;br /&gt;Para peneliti dari Cambridge University menguji bagaimana substansi gizi itu berdampak pada sel otak yang bisa membuat kita terjaga. Kandungan campuran protein dalam putih telur itu membangkitkan sel-sel itu., memicu keluarnya kandungan orexin. Sementara gula menghambat keluarnya orexin.     &lt;br /&gt;Dr.Denis Burdakov, salah satu dari peneliti itu mengatakan, &amp;quot;Pilihlah jenis makanan yang rasional.&amp;quot; Jika anda memiliki pilihan antara roti dengan selai atau roti dengan telur, pilihlah pilihan yang terakhir.     &lt;br /&gt;&amp;quot;Meskipun dari dua jenis pilihan mengandung kalori yang sama, tetapi mendapatkan protein yang kurang akan membuat tubuh membakar lebih banyak kalori yang dikonsumsi,&amp;quot; kata Burdakov. Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal syaraf seperti dikutip dari Daily Mail.     &lt;br /&gt;Di tahun 1960an ada iklan yang populer dengan memuat kalimat &amp;quot;Pergilah bekerja dengan telur&amp;quot; di Inggris.     &lt;br /&gt;Penelitian lanjutannya dilakukan oleh para peneliti dari British Nutrition Foundation, yang sebagian didanai oleh perusahaan produk unggas. Penelitian itu menyimpulkan bahwa jenis kolesterol yang ditemukan dalam telur memiliki dampak minimal dalam peningkatan resiko serangan jantung.     &lt;br /&gt;Sementara penelitian sebelumnya menunjukan bahwa, berlawanan dengan persepsi umumnya, adalah sarapan yang menyehatkan dengan telur, sebelum berangkat bekerja.     &lt;br /&gt;Penyebab dari meningkatnya resiko kolesterol adalah lemak jenuh yang terkandung dalam makanan ketimbang kolesterol yang ditemukan dalam telur. Merokok, kelebihan berat badan dan kurang berolah raga juga menyebabkan lemak darah dan kolesterol dan resiko serangan jantung.(yud) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;Editor: AA Ariwibowo&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; Sumber: &lt;a title=&quot;http://www.antaranews.com/berita/285342/ngantuk-saat-bekerja-makanlah-telur&quot; href=&quot;http://www.antaranews.com/berita/285342/ngantuk-saat-bekerja-makanlah-telur&quot;&gt;http://www.antaranews.com/berita/285342/ngantuk-saat-bekerja-makanlah-telur&lt;/a&gt;.      </description><link>http://bankloker.blogspot.com/2011/12/tips-jika-anda-mengantuk-saat-bekerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-6899826878085056516</guid><pubDate>Sat, 17 Dec 2011 07:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-17T00:28:48.942-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">surat lamaran</category><title>Contoh Surat Lamaran Bahasa Inggris</title><description>&lt;table bgcolor=&quot;white&quot; border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;7&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;justify&quot; class=&quot;lamaran&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;h2&gt;Contoh-contoh Surat Lamaran Kerja Dalam Bahasa Inggris&lt;br /&gt;
&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;Di bawah ini diberikan 5 contoh Surat Lamaran Kerja dalam Bahasa  Inggris, yang mewakili berbagai pendapat, kondisi, dan situasi dari  pelamar maupun penerima kerja.&lt;br /&gt;
Semoga 5 contoh surat ini dapat membantu anda.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Semua contoh di bawah ini bisa langsung di download &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://docs.google.com/document/d/1p3ic_fyg10_cmelQYdyJRNKOBKurhcr-cmh9ashDm4M/edit&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Link 1&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.box.com/s/r7guuof5gp0uvlhc9jle&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.box.com/s/r7guuof5gp0uvlhc9jle&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Link 2&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;justify&quot; bgcolor=&quot;#CCFFFF&quot; class=&quot;lamaran&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh ke 1.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;Tangerang, December 17, 2011&lt;/div&gt;Attention To:&lt;br /&gt;
Mr. Imantoro&lt;br /&gt;
Human Resources Department&lt;br /&gt;
PT. Persada Bumida Terpadu&lt;br /&gt;
Jl. Raya Sukamaju No. 11&lt;br /&gt;
Tangerang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dear Sir,&lt;br /&gt;
On this good opportunity, I would like to apply as a &lt;b&gt;Instrumentation and Control System Engineer&lt;/b&gt; in your company. My name is &lt;b&gt;Dias Farhan&lt;/b&gt;, 22 years old, male, single, energetic and healthy. I am a &lt;b&gt; Control System Engineer&lt;/b&gt; and &lt;b&gt; graduated from Suryadarma University (UNSURYA) on May 2007 with GPA 3.78.&lt;/b&gt; I would like to have career to expand my experience.&lt;br /&gt;
My personality as a hard worker and fast learner type of person  would bring benefit to your company. I will be very appreciated if you  could give in opportunity to work in your company.&lt;br /&gt;
Herewith I enclose my curriculum vitae, which will give details of my qualification.&lt;br /&gt;
I hope my qualifications and experience merit your consideration and look forward to your reply.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sincerely yours, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Dias Farhan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Phone : 021 - 5758243&lt;br /&gt;
Jl. Melati No.23&lt;br /&gt;
Tangerang - 15712&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;justify&quot; bgcolor=&quot;white&quot; class=&quot;lamaran&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh ke 2.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;Bogor, December 17, 2011&lt;/div&gt;Attention To:&lt;br /&gt;
Human Resources Department&lt;br /&gt;
Yayasan KPT&lt;br /&gt;
Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5&lt;br /&gt;
Cibinong&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dear Sir/Madam,&lt;br /&gt;
Having known about a vacancy advertised on Kompas, December 15, 2011, I am interested in the position of Account Executive (AE).&lt;br /&gt;
I am a 26 year old male, graduated from a reputable university, having  skill in English, both written and oral and also operating computer. I  am a hard worker, able to work in individual and in team. &lt;br /&gt;
I would gladly welcome an opportunity to have an interview with you at  your convenience. I hope my skills can be one of your company&#39;s assest. I  am looking forward to hearing from you in the near future. Thank you  for your consideration and attention. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sincerely yours, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Asep Catur Putra&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enclosures :&lt;br /&gt;
- copy of ID Card&lt;br /&gt;
- copy of Final Certificate&lt;br /&gt;
- photo&lt;br /&gt;
- Curriculum Vitae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;justify&quot; bgcolor=&quot;#FFFFCC&quot; class=&quot;lamaran&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh ke 3.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;Jakarta, December 17, 2011&lt;/div&gt;Attention To:&lt;br /&gt;
Sukarmadi&lt;br /&gt;
Resources Manager&lt;br /&gt;
PT. Gilang Persada Bumi&lt;br /&gt;
Jl. Cendrawasih No. 45&lt;br /&gt;
Jakarta Pusat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dear Mr. Sukarmadi,&lt;br /&gt;
I wish to apply for the position of Accounting Staff that was advertised on Tempo, December 15, 2011.&lt;br /&gt;
I have over one year experience as an Accounting with PT. Rizky  Finance and have experience of a wide variety of pattern techniques. My  computer skills are very good, and I have an excellent record as a  reliable, productive employee.&lt;br /&gt;
I am looking for new challenges and the posistion of Accounting Staff  sounds the perfect opportunity. Your organisation has an enviable  record innovation in investor financial cosultant, and an excellent  reputation as an employer, making the position even more attractive.&lt;br /&gt;
I enclose my CV for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview at your convenience&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sincerely yours, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pujiwati Martani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;justify&quot; bgcolor=&quot;white&quot; class=&quot;lamaran&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh ke 4.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;Bekasi, April 7th, 2007&lt;/div&gt;Attention To:&lt;br /&gt;
HRD Manager&lt;br /&gt;
PT. Pranata Informatindo&lt;br /&gt;
Jl. Raya Sudirman No. 17&lt;br /&gt;
Bekasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dear Sir/Madam,&lt;br /&gt;
I have read from your advertisement at Republika that your company is  looking for employees to hold some position. Based on the  advertisement, I am interested in applying application for Engineer  position according with my background educational as Engineering  Physics.&lt;br /&gt;
My name is Iswandi Lubis, I am twenty three years old. I have  graduated from Engineering Physics Department ISTN on March 2007. My  specialization in Engineering Physics is Instrumentation and Control  specialist. I consider myself that I have qualifications as you want. I  have good motivation for progress and growing, eager to learn, and can  work with a team (team work) or by myself. Beside that I posses adequate  computer skill and have good command in English (oral and written).&lt;br /&gt;
With my qualifications, I confident that I will be able to contribute effectively to your company. Herewith I enclose my : &lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;1. Copy of Bachelor Degree (S-1) Certificate and Academic Transcript.&lt;br /&gt;
2. Curriculum Vitae.&lt;br /&gt;
3. Copy of Job Training Certificate from Unocal Indonesia Company.&lt;br /&gt;
4. Recent photograph with size of 4x6&lt;/blockquote&gt;I would express my gratitude for your attention and I hope I could follow your recruitment test luckily.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sincerely, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Iswandi Lubis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;justify&quot; bgcolor=&quot;#CCFFCC&quot; class=&quot;lamaran&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh ke 5.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;Jl. Raya Flamboyan 21&lt;br /&gt;
Bojong Depok Baru 2&lt;br /&gt;
Cibinong 16914&lt;br /&gt;
Phone : 021 - 87903802&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
June 11th, 2007&lt;/div&gt;Attention To:&lt;br /&gt;
Mr. Haryono Sujatmiko&lt;br /&gt;
PT. Bumi Sentosa Damai&lt;br /&gt;
Jl. Garuda No. 33&lt;br /&gt;
Bogor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dear Mr. Sujatmiko,&lt;br /&gt;
I am a graduate student in Computer Science at Indonesia University,  and I will be awarded an M.S. degree in July 2007. I am currently  looking for a position related to Database/Graphics Package Design in  the research and development department of a major company.&lt;br /&gt;
Before coming to Indonesia University, I designed, supervised, and  completed a CAD system. The function covers vector, character and curve  generation, windowing, shading, and transformations.&lt;br /&gt;
At Indonesia University, my research work involves Compilation of  Relational Queries into Network DML. To enhance my background, I have  taken some courses in computer graphics and database, and I have  experience in and an understanding of the design of databases. With this  b background, I certainly believe that I am competent to meet  challenging tasks and can make a good contribution to your company.&lt;br /&gt;
Enclosed is my resume, which indicates in some detail my training and  experience. I sincerely hope that my qualifications are of interest to  you and that an interview might be arranged at your convenience.&lt;br /&gt;
Thank you for your consideration. I look forward to hearing from you soon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sincerely yours,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Putri Puji Lestari &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Artikel terkait:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bankloker.blogspot.com/2011/12/contoh-surat-lamaran-bahasa-indonesia.html&quot;&gt;Contoh Surat Lamaran Berbahasa Indonesia&lt;/a&gt;</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2011/12/contoh-surat-lamaran-bahasa-inggris.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-8865594994769167746</guid><pubDate>Sat, 17 Dec 2011 07:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-17T00:27:10.677-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">surat lamaran</category><title>Contoh Surat Lamaran Bahasa Indonesia</title><description>Berikut ini merupakan contoh surat lamaran. kedua contoh surat lamaran ini bisa di download di:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://docs.google.com/document/d/1UJwaJHL3v43r-GU6IsgrW58QeDvN94XeSvSobd-xYu0/edit&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Link 1&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.box.com/s/i30m96eiengf4n3nf1po&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Link&lt;/b&gt; &lt;b&gt;2&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Contoh ke 1&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div color:=&quot;&quot; font-size:=&quot;&quot; red;=&quot;&quot; small;&quot;=&quot;&quot; style=&quot;background: #99FF08; padding: 5px 5px 5px 5px;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;Cibinong, 17 Desember 2011&lt;/div&gt;Hal : Lamaran Pekerjaan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada Yth.,&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manajer Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;
PT. Hand&#39;s Parmantindo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5&lt;br /&gt;
Cibinong&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hormat,&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Bpk. Bambang Satrio, seorang asisten editor di PT.  Hand&#39;s Parmantindo, menginformasikan kepada saya tentang rencana  pengembangan Departemen Finansial PT. Hand&#39;s Parmantindo.&lt;br /&gt;
Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (&lt;b&gt;melamar kerja&lt;/b&gt;) untuk bergabung dalam rencana pengembangan PT. Hand&#39;s Parmantindo.&lt;/div&gt;Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt; &lt;table&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td width=&quot;10&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;125&quot;&gt;Nama&lt;br /&gt;
Tempat &amp;amp; tgl. lahir&lt;br /&gt;
Pendidikan Akhir&lt;br /&gt;
Alamat&lt;br /&gt;
Telepon, HP, e-mail&lt;br /&gt;
Status Perkawinan&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;390&quot;&gt;: Florentina Putri&lt;br /&gt;
: Probolinggo, 5 Agustus 1979&lt;br /&gt;
: Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila - Jakarta&lt;br /&gt;
: Perum Bojong Depok Baru 1, Blok ZT No.3, Cibinong 16913&lt;br /&gt;
: 021-87903802, HP = 08123453, email = putri.flo@gmail.com&lt;br /&gt;
: Menikah. &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Saat ini saya bekerja di PT. Flamboyan Bumi Singo,  sebagai staf akuntasi dan perpajakan, dengan fokus utama pekerjaan di  bidang finance dan perpajakan.&lt;/div&gt;Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan : &lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Daftar Riwayat Hidup.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Foto copy ijazah S-1.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pas foto terbaru.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara,  dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang  tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang  pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Hormat saya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Florentina Putri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Contoh 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div color:=&quot;&quot; font-size:=&quot;&quot; red;=&quot;&quot; small;&quot;=&quot;&quot; style=&quot;background: #99FF99; padding: 5px 5px 5px 5px;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;Jakarta, 17 Desember 2011&lt;/div&gt;Hal : Lamaran Pekerjaan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada Yth.,&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manajer Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;
PT. Gilland Ganesha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Raya Kebon Durian No. 11&lt;br /&gt;
Jakarta Timur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hormat,&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Gilland Ganesha, seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 15 Desember 2011. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Gilland Ganesha.&lt;/div&gt;Data singkat saya, seperti berikut ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt; &lt;table&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td width=&quot;10&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot;&gt;Nama&lt;br /&gt;
Tempat &amp;amp; tgl. lahir&lt;br /&gt;
Pendidikan Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alamat&lt;br /&gt;
Telepon, HP, e-mail&lt;br /&gt;
Status Perkawinan&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;390&quot;&gt;: Benny Kasmanto&lt;br /&gt;
: Bukit Tinggi, 19 Februari 1976&lt;br /&gt;
: Sarjana Manajemen Universitas Islam As-Syafi&#39;iyah (UIA) - Jakarta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; (Konsentrasi Manajemen Pemasaran)&lt;br /&gt;
: Perum Bumi Sentosa Blok A.5 Bekasi&lt;br /&gt;
: 021 - 87914990, 0815 965 5695, benny_kas07@yahoo.co.id&lt;br /&gt;
: Menikah &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;    &lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dan  dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar  belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan  manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan  menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office,  seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun  surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Saat ini saya bekerja sebagai staff Marketing di PT.  Hilmy Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara  mandiri maupun dalam tim dengan baik.&lt;/div&gt;Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan : &lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Daftar Riwayat Hidup.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Foto copy ijazah S-1 dan transkrip nilai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pas foto terbaru.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu  untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan  secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Hormat saya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Benny Kasmanto&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baca juga:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bankloker.blogspot.com/2011/12/contoh-surat-lamaran-bahasa-inggris.html&quot;&gt;Contoh Surat Lamaran Berbahasa Inggris &lt;/a&gt;</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2011/12/contoh-surat-lamaran-bahasa-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-2605787595938706169</guid><pubDate>Sat, 17 Dec 2011 05:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-16T21:53:56.726-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">surat lamaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Tips Menulis Surat Lamaran Kerja</title><description>Surat lamaran kerja merupakan surat yang wajib anda tulis untuk menyampaikan maksud anda melamar pekerjaan sesuai posisi yang tersedia di sebuah kantor atau perusahaan. Surat lamaran kerja menjadi faktor penting yang menentukan ditindaklanjuti atau tidaknya lamaran anda. Karena itu sejumlah hal yang berhubungan dengan isi dan penulisan surat lamaran perlu anda perhatikan. Seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Untuk Pekerjaan.&lt;/b&gt; Para pencari kerja sering mengirim surat lamaran beserta resume atau cv sebagai cara untuk memperkenalkan diri kepada pihak manajemen perusahaan yang potensial dan menjelaskan kalau mereka layak untuk menempati posisi yang mereka butuhkan. Perusahaan sering menggunakan surat lamaran kerja sebagai cara untuk menyaring para pelamar. Sebuah surat lamaran kerja biasanya dibagi dalam tiga bagian, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perkenalan diri dari pencari kerja kepada perusahaan dan sekaligus menginformasikan darimana pelamar mengetahui lowongan kerja tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengalaman yang dimiliki oleh pencari kerja yang berhubungan dengan lowongan kerja tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Uraian alasan kenapa perusahaan harus memilih anda untuk mengisi lowongan kerja tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Format.&lt;/b&gt; Surat lamaran biasanya satu halaman saja yang terdiri dari bagian kepala surat, isi dan penutup.&lt;br /&gt;
Kepala Surat. Surat lamaran menggunakan gaya surat standar dengan mencantumkan nama, alamat, nomor telepon atau email, tanggal penulisan lamaran. Pastikan tulisan anda mudah dibaca. Selanjutnya tulis nama yang dituju dan jabatannya ditambah nama perusahaan, alamat kota dan kode pos. Baru kemudian salam pembuka untuk pihak yang dituju seperti &quot;Dengan Hormat Kepala Personalia&quot;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Isi.&lt;/b&gt; Pendahuluan bisa diisi pengantar singkat menyatakan posisi tertentu yang diinginkan. Selanjutnya utarakan mengapa anda sebagai pencari kerja tertarik pada pekerjaan tersebut. Hal-hal yang dibahas biasanya termasuk keterampilan, kualifikasi dan pengalaman kerja di masa lalu. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penutup. &lt;/b&gt;Bagian ini bisa diisi dengan harapan anda kepada pihak perusahaan untuk menerima balasan atas surat lamaran anda tersebut. Jangan lupa mencantumkan tanda tangan dan nama lengkap anda sebagai akhir penulisan surat lamaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tips Membuat Surat Lamaran Kerja yang baik&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Promosi&lt;/b&gt;. Isi surat sebaiknya mengedepankan kesan  simpatik, tampilkanlah kelebihan diri anda dalam surat tersebut, namun  jangan sombong, tetapi jangan juga merendah. Promosikan diri anda sebaik  dan semenarik mungkin. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Impresif&lt;/b&gt;. Buatlah pembaca terkesan saat mulai membaca surat  anda. Gunakan kata-kata yang baik dan menarik sehingga mereka merasa  tertarik untuk mengetahui diri anda lebih jauh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kelebihan Anda&lt;/b&gt;. Tuliskan dengan baik contoh prestasi kerja  maupun pengalaman sukses anda. Buat calon tempat anda bekerja mengetahui  anda memiliki prestasi dan pengalaman yang layak dipertimbangkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kosa Kata&lt;/b&gt;. Pilihlah kata-kata yang singkat, sederhana namun menarik. Buatlah penjelasan tentang diri anda yang singkat tapi efektif.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2011/12/tips-menulis-surat-lamaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-3444145720139064187</guid><pubDate>Fri, 16 Dec 2011 10:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-16T19:17:37.537-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sukses</category><title>Sukses Dengan Kerja Keras dan Kerja Cerdas</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2011/08/kerja-keras.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2011/08/kerja-keras.jpg&quot; width=&quot;391&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;Mencapai sebuah kesuksesan mungkin tidaklah semudah apa yang kita bayangkan. Baik sukses dalam berkarir, sukses dalam berbisnis, maupun sukses dalam menjalankan kehidupan semuanya membutuhkan sebuah proses dan kerja keras untuk bisa mencapainya.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, mengandalkan otot dan tenaga untuk selalu bekerja keras ternyata tidaklah cukup untuk menggapai sukses yang kita inginkan. Dibutuhkan adanya perencanaan, strategi dan pemikiran yang kreatif untuk bisa mempermudah proses pencapaian tersebut. Hal itulah yang membuat seseorang membutuhkan keselarasan antara kerja keras dan kerja cerdas untuk bisa mencapai puncak suksesnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa itu kerja keras dan kerja cerdas?&lt;/b&gt;Tentu semua orang sudah tidak asing lagi dengan istilah kerja keras. Yang dimaksud dengan kerja keras adalah tindakan atau perbuatan seseorang yang melakukan sebuah usaha dengan sekuat tenaga, bahkan terkadang menghabiskan waktu yang cukup lama untuk bisa menggapai apa yang telah dicita-citakannya. Biasanya para pekerja keras lebih mengandalkan semangat dan tenaga mereka untuk menggapai tujuan yang ingin mereka raih. &lt;br /&gt;
Sedangkan kerja cerdas adalah bagaimana cara kita untuk bisa lebih produktif dalam memanfaatkan waktu dan peralatan yang telah kita miliki sehingga hasil yang didapatkan bisa lebih baik dan lebih cepat dari target yang telah ditentukan. Inilah yang membedakan kerja keras dan kerja cerdas, bila kerja keras lebih mengandalkan otot dan tenaga, kerja cerdas lebih menggunakan kreativitas dan inovasi-inovasi baru untuk menghasilkan ide atau solusi yang paling efektif.&lt;br /&gt;
Karenanya mulailah dengan menentukan pekerjaan mana yang menghasilkan nilai lebih, kerjakan dengan menggunakan kekuatan kreativitas untuk mendapatkan ide maupun cara penyelesaian yang terbaik, dan gunakan pula kekuatan daya ungkit untuk mempercepat hasil kerja yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;“Efisiensi adalah mengangkat balok ke atas bukit dengan truk dan bukannya dipanggul.”&lt;br /&gt;
(Henry Ford)&lt;/blockquote&gt;Semoga informasi sukses dengan kerja keras dan kerja cerdas ini bisa memberikan motivasi baru bagi para pembaca maupun pelaku usaha yang sedang berjuang mencapai puncak kesuksesannya. Teruslah berkarya, jangan pernah takut untuk mencoba dan salam sukses. Kalau kami bisa, Anda pun pasti bisa !!!</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2011/12/sukses-dengan-kerja-keras-dan-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-7151222713859937922</guid><pubDate>Fri, 16 Dec 2011 10:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-16T19:19:48.472-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">target</category><title>Motivasi Diri untuk Fokus Mencapai Goal</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2010/12/ilustrasi-motivasi-diri-mencapai-goal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2010/12/ilustrasi-motivasi-diri-mencapai-goal.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;Memotivasi diri untuk tetap fokus pada goal yang telah dicita-citakan, memang bukan perkara mudah. Kebanyakan orang kehilangan fokusnya pada tujuan yang dimiliki, ketika mereka sudah mendapatkan rutinitas baru. Baik rutinitas dalam memulai usaha, rutinitas bekerja, atau rutinitas lainnya yang dapat memecah konsentrasi atau fokus seseorang terhadap goal yang diinginkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal untuk mencapai goal atau tujuan tertentu, dibutuhkan fokus pikiran dan tenaga untuk mulai menyusun strategi dan rencana khusus guna mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu motivasi diri untuk fokus mencapai goal, sangat dibutuhkan untuk menghindari hilangnya fokus seseorang. Untuk membantu permasalahan fokus yang sering terjadi pada Anda, pekan ini kami akan berbagi mengenai cara sukses untuk tetap fokus pada goal atau tujuan yang diimpikan. Antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama perkecil goal atau tujuan utama Anda. Jika ada pepatah yang mengatakan “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, maka dalam mencapai tujuan Anda juga bisa memulainya dari yang kecil hingga lama-kelamaan berhasil mencapai goal yang terbesar. Dengan fokus dari goal yang terkecil, bukan mustahil lagi bila Anda juga bisa mencapai goal yang terbesar. Karena semakin lama, goal yang lebih besarpun akan terasa ringan bagi Anda. Sehingga Anda selalu termotivasi untuk bisa mencapai tujuan selanjutnya yang lebih besar dari goal Anda sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua selalu fokus pada goal yang ingin Anda capai. Sekecil apapun goal yang ingin Anda capai, usahakan untuk tetap fokus agar memberikan hasil yang maksimal. Targetkan tujuan berikutnya, setelah goal pertama Anda tercapai. Jangan coba-coba untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak berhubungan dengan tujuan utama Anda. Karena hanya akan membuat pikiran dan tenaga Anda terbagi, dan yang lebih parah lagi kegiatan pendukung tujuan utama malah terabaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2010/12/fokus-menentukan-tujuan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;156&quot; src=&quot;http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2010/12/fokus-menentukan-tujuan.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketiga berikan batas waktu tertentu untuk setiap goal yang ingin dicapai. Dengan begitu Anda akan semakin termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas dan kegiatan pendukung lainnya, guna mencapai target sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Ini juga akan menguntungkan Anda, karena semua target Anda untuk mencapai goal semakin jelas. Jadi Anda juga dapat merencanakan tujuan untuk jangka panjang, dengan waktu-waktu yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat luangkan waktu untuk memotivasi diri Anda mengenai goal yang telah ditentukan. Dalam perjalannya, motivasi diri kita sering naik dan turun. Oleh karena itu ingatkan diri Anda mengenai mimpi-mimpi yang menjadi goal utama Anda. Bila perlu tuliskan tujuan Anda di beberapa tempat, yang memungkinkan sering Anda lihat. Dengan melihatnya setiap hari, akan membantu Anda memotivasi diri sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima hindari segala hal yang mengganggu fokus Anda. Ketika mulai fokus mengerjakan sesuatu yang mendukung goal Anda, sebaiknya jauhi segala hal yang menjadi pengganggu. Selesaikan pekerjaan terlebih dahulu, setelah itu Anda boleh menghadiahi diri sendiri dengan hal yang Anda sukai. Misalnya menghadiahi diri sendiri dengan menonton film, atau sekedar makan malam diluar untuk menghibur diri setelah lelah beraktivitas seharian.&lt;br /&gt;
Cukup mudah bukan? sebenarnya peluang sukses atau tidaknya seseorang dalam mencapai goal, tergantung dari motivasi diri yang ada pada orang tersebut. Semoga berhasil dan salam sukses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://bisnisukm.com/motivasi-diri-untuk-fokus-mencapai-goal.html</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2011/12/motivasi-diri-untuk-fokus-mencapai-goal.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2756092833320980693.post-9148535825769676334</guid><pubDate>Fri, 16 Dec 2011 10:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-16T19:20:07.186-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sukses</category><title>Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kesuksesan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2010/08/kerja-keras.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;271&quot; src=&quot;http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2010/08/kerja-keras.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Motivasi kerja merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang membuatnya tergerak melakukan kegiatan produktif, hingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Adanya motivasi kerja ternyata berpengaruh besar terhadap kesuksesan seseorang. Seseorang tidak akan berhasil meraih kesuksesan, tanpa adanya dorongan motivasi yang diikuti dengan tekat kuat untuk bekerja keras. Karena untuk memperoleh hasil yang memuaskan dibutuhkan adanya proses dan perjuangan yang cukup panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motivasi kerja yang dimiliki seseorang ternyata dapat mengalami perubahan, terkadang bisa naik dan suatu waktu juga bisa turun. Hal inilah yang menyebabkan seseorang terkadang dapat bekerja dengan penampilan kerja terbaiknya, jika motivasi kerjanya sedang naik. Dan tak jarang pula seseorang bekerja dengan malas – malasan jika kondisi motivasi kerjanya sedang turun.&lt;br /&gt;
Biasanya motivasi kerja akan turun ketika seseorang merasa tidak puas dengan hasil kerja yang didapatkan. Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengembalikan motivasi kerja seseorang. Berikut beberapa solusi yang dapat dijalankan :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jadikan hasil kerja sebagai tujuan utama Anda. Besarnya hasil kerja atau reward yang diperoleh seseorang, baik berupa materi maupun non materi dapat dijadikan sebagai tujuan utama motivasi kerja. Hal itu akan membuat Anda selalu berusaha untuk mewujudkan hasil kerja yang terbaik. Selain itu dengan adanya dorongan tersebut menjadikan seseorang bekerja dengan optimal guna meraih sukses&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengembangkan potensi diri dengan mengikuti seminar ataupun workshop. Mengikuti acara seminar ataupun workshop dapat meningkatkan kemampuan kerja maupun motivasi kerja yang Anda butuhkan. Sehingga kualitas kerja kita dapat meningkat, dan mendekatkan Anda pada tujuan yang dicitakan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agendakan aktivitas yang dapat menghilangkan kejenuhan kerja. Misalnya saja agendakan untuk mengadakan acara outbond maupun rekreasi bersama rekan kerja. Sehingga dapat menghilangkan kejenuhan kerja yang dapat menurunkan motivasi. Selain itu kegiatan tersebut juga dapat mempererat hubungan antara para karyawan dengan atasannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komunikasikan masalah pekerjaan yang dihadapi. Biasakan untuk mengomunikasikan masalah pekerjaan yang dihadapi dengan rekan kerja, sehingga masalah yang menghambat pekerjaan dapat segera diatasi dan tidak berlarut – larut&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilihlah bidang pekerjaan yang memang Anda senangi. Dengan memilih bidang pekerjaan yang Anda senangi akan mengurangi kejenuhan kerja yang sering muncul. Karena menjalankan pekerjaaan yang disenangi membuat seseorang merasa nyaman dan tidak terbebani&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Dengan menyadari pengaruh motivasi kerja terhadap kesuksesan, mendorong seseorang untuk kerja keras dalam menjalankan tugasnya. Tanpa adanya kerja keras tak kan pernah ada kesuksesan. Salam sukses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://bisnisukm.com/pengaruh-motivasi-kerja-terhadap-kesuksesan.html</description><link>http://bankloker.blogspot.com/2011/12/pengaruh-motivasi-kerja-terhadap.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>