<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>ZONA RENUNGAN</title><description>Akal tanpa ilmu bisa liar, Ilmu tanpa Furqon menjadi nakal, Balutlah dirimu dengan Taqwa, Landasi hidup hanya dengan hudan dari Robbmu.
© http://www.fardhie.com</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Sat, 5 Oct 2024 09:15:31 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://fardhie.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Akal tanpa ilmu bisa liar, Ilmu tanpa Furqon menjadi nakal, Balutlah dirimu dengan Taqwa, Landasi hidup hanya dengan hudan dari Robbmu. © http://www.fardhie.com</itunes:summary><itunes:subtitle>Akal tanpa ilmu bisa liar, Ilmu tanpa Furqon menjadi nakal, Balutlah dirimu dengan Taqwa, Landasi hidup hanya dengan hudan dari Robbmu. © http://www.fardhie.com</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Buddhism"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Dzat Yang Hidup Dalam Wadah Terbatas</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2016/03/dzat-yang-hidup-dalam-wadah-terbatas.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 8 Mar 2016 13:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-6567275033828943089</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;!--[if !mso]&gt;
&lt;style&gt;
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;;"&gt;Aku berlindung
pada-&lt;b&gt;Mu&lt;/b&gt; yaa &lt;b&gt;Robb&lt;/b&gt; dari keterbatasan litsanku, dan aku mohon ampun
yaa &lt;b&gt;Ghofur&lt;/b&gt; dari perkataan yang dusta.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Gaya
hidup bebas dan hura-hura / party akan mengarahkan manusia pada titik
kekosongan jiwa. Begitu pula mereka yang lebih memilih kehidupan glamor segera
menemui titik jenuh. Mengapa bisa demikian? Sebab sudah menjadi kebiasaan / law
of nature sejak awal langit dan bumi tercipta. Bagaimana tidak! manusia yang
memiliki dua unsur dzat sudah menjadi kebiasaannya pula, dimana kedua unsur ini
bila tidak disingkronisasi sesuai kodratnya maka, pasti akan mengalami disturbance.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Bagaimana tidak! Kedua dzat ini akan menuntut haknya, atau
membawa manusia pada titik nol, sebagaimana mula dia tercipta, sebagaimana &lt;span style="font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;‘&lt;i&gt;alaqoh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; / &lt;/i&gt;darah
yang berubah menjadi daging, kemudian membentuk tulang dan dibalut lagi dengan
kulit dan sempurnalah wujudnya, kemudian diberi hidup atau ruh pada jasad
tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Bagaimana tidak! Semua makhluk hidup pasti mengalami ini
menjalani kebiasaan yang tak mungkin bisa lepas dari keterkaitan hukum alam / &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;Sunnah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Gaya
hidup yang bebas plus kesenangan sesaat sudah menjadi kebiasaan orang, malu dan
apa kata dunia bila tidak!. “&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;lebih baik enjoy
ketimbang beban&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;” “&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;lebih memilih senang
daripada susah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;” “&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;lebih dimudahkah
ketimbang sulit&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;” “&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;lebih baik kaya
ketimbang miskin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;”. Alasan-alasan ini pasti akan keluar dari mulut
manusia. Semua itu hanya alasan, semua alasan itu tidak diperdulikan oleh alam
dan hidup itu sendiri. Sebab kehidupan harus mengalami pasang surut, naik dan
turun, susah senang, diatas dan dibawah, tanpa harus memilih dan memilah menurut
selera masing-masing. Isilah wadah akal sebelum akal itu berfungsi, furqonlah
segala sesuatu yang telah di-ilmui agar duduk pada tempatnya tanpa merusak dan
mempengaruhi satu dengan lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Coba lihat ekses yang ditimbulkan oleh gaya hidup bebas plus glamor baru-baru ini
cukup membuat public tersentak. Dikarenakan banyak dari mereka yang mengaku
dirinya tokoh atau menokoh. Menunjukkan etika yang tak pantas, membuat namanya
tercemarpun dia sudah tak lagi perduli. Inilah hasil kebebasan itu, Inilah ciri
orang yang hidupnya mengikuti budaya glamor western, yang kehidupan mereka (western)
memang tidak mementingkan spiritual dan substansialnya. Party dan hura-hura
sudah merebak keseluruh penjuru bumi, kesemua ini dibawa dan diadopsi dari gaya hidup manusia yang
tak menyadari dan tak mengilmui dengan ilmu yang benar.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Barat dan Timur bila tidak saling tempur dan mempengaruhi untuk
menguasai, maka akan menciptakan &lt;span style="color: green;"&gt;keserasian dan
keselarasan yang indah,&lt;/span&gt; b&lt;span style="color: green;"&gt;ak malam dan siang,
Lautan dan Daratan. Tempat matahari terbit dan terbenam sebenarnya memiliki
ciri khasnya masing-masing yang tidak bisa digantikan atau dirubah&lt;/span&gt;.
Bagaimana terbit dan terbenamnya matahari tidak ada campur tangan manusia. Maka
seperti itulah selayaknya budaya masing-masing wilayah/tempat tersebut. &lt;span style="color: red;"&gt;Jangan dirusak yang telah ada, tak perlu ikut campur tangan
dalam mengurusi kehidupan orang lain&lt;/span&gt;. Tak baik bila budaya sendiri
diabaikan. Boleh saja mengadopsi budaya barat/western, namun pilihlah yang baik,
yang cocok dengan geografis dan kultur ketimuran, begitu pula sebaliknya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Hakikat hidup bukan menuruti selera, menjalani kehidupan
bukan sekedar jalan, bukan sekedar memenuhi kebutuhan jasmani, tidak hanya
terbatas ruang dan waktu bumi saja. Sebab semua itu baru satu unsur, baru
sekedar memenuhi ego insan semata. Ibarat waktu, &lt;span style="color: green;"&gt;anda
hanya baru berjalan pada siang hari saja, belum melalui malam dan belum menghadapi
sikon pada malam hari&lt;/span&gt;. Mungkinkah? Atau bisakah anda memilih dan memilah
waktu tersebut? Siang dan malam harus dilalui, susah dan senang hanya sarana
membuat kita dewasa, hidup dan matipun hanya tinggal menunggu giliran.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Jika dinamika yang di-ingini maka tidak perlu kehidupan yang
hura-hura / party, dinamis itu memang watak manusia dikarenakan ada dzat yang tak
terbatas, dzat tersebut berada dalam cangkang atau wadah yang terbatas. &lt;span style="color: red;"&gt;Maka sudah sewajarnya dzat / unsur tersebut mendesak untuk
mengaktualsisasikan yang memang sudah menjadi sifatnya&lt;/span&gt;. &lt;span style="color: red;"&gt;Namun bukan berarti keluar dari aturan dzat tersebut&lt;/span&gt;. Mengaktualisasikan
sumber daya yang tak terbatas pada diri kita harus dengan ilmu dan kedewasaan
hidup, agar ruh dalam diri kita tidak menjadi ruh yang penasaran dan terhindar
dari ruh yang kentayangan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Oleh sebab itulah makanya manusia harus senantiasa
mengontrol dirinya dikarenakan dzat yang tak terbatas tadi membutuhkan
penetralan, agar tidak salah kaprah dan mempengaruhi keseluruhan lembaga /
anfus kita sendiri. Daya kontrol sudah menjadi keharusan pada seorang manusia
yang didalam dirinya memiliki &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;aqal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
dan &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;qolbu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; tuk selalu
bisa mengendalikan dan sesuai, selaras dengan dzat yang tak terbatas tersebut. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Mengenal dan mema’rifati diri plus&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;semua perangkatnya sudah menjadi kewajiban
dan tidak bisa tidak. Banyak fungsi pada setiap komponen nafs manusia yang
seyogiyanya di kenali. Bahkah &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;Robb&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
itu sendiri memerintahkan kita untuk memperhatikan dan mempelajari asal usul
manusia tercipta.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRgrjCqJX8w_cIkIjTduJ_Qqb3slnjBLmCkGv66WXOgl3-vYfBCg2MYnDE4aNZnMVQAYScY2rDMvdwpGbu4CiMfO0tLEQjdkGmjsO_IQjiVcSnwC-p7EHAIFD5Ulbe2U_OR0kaSr8Qaho/s1600/Thaariq.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRgrjCqJX8w_cIkIjTduJ_Qqb3slnjBLmCkGv66WXOgl3-vYfBCg2MYnDE4aNZnMVQAYScY2rDMvdwpGbu4CiMfO0tLEQjdkGmjsO_IQjiVcSnwC-p7EHAIFD5Ulbe2U_OR0kaSr8Qaho/s1600/Thaariq.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.fardhie.com/an-nisaa.gif"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;undzur&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
secara etimologi bahasa berarti memperhatikan, meriset dan mengeksplorasi. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Maka sudah seharusnya kita untuk lebih memperhatikan lagi tentang
keberadaan semua unsur yang ada pada diri. Setelah kita memperhatikan proses
penciptaan tersebut maka kenalilah dirimu yang &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;dho’if&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV9YYXJDvfiX2f0zr8jCpWlqNvmsOGh-oB1jkyGTr0NWrdt7IEfFN3vQ99i8nN-DSTBSWkzNrfvS8rPCijS1IbnJugUeDc14rdojd1HbIf9RckWKAz9AaMM0vi845tdwYJaC6mhwNTz9k/s1600/an-nissa.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV9YYXJDvfiX2f0zr8jCpWlqNvmsOGh-oB1jkyGTr0NWrdt7IEfFN3vQ99i8nN-DSTBSWkzNrfvS8rPCijS1IbnJugUeDc14rdojd1HbIf9RckWKAz9AaMM0vi845tdwYJaC6mhwNTz9k/s1600/an-nissa.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Keterbatasan atau &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;dho’if&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
pada manusia memang harus ada, sebab dengan adanya sifat &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;dho’if&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; tersebutlah kita menjadi
sadar diri serta porsional dan proporsional.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Dan masih banyak lagi perintah langsung dari Sang Maha Aku &lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 14.0pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;yang sengaja Dia berikan untuk
makhluknya agar mau mengambil pelajaran demi terciptanya insan yang sempurna dan
paripurna. &lt;span style="color: green;"&gt;Yang takkan usang dilanda zaman, takkan
larut diterpa badai tetap bertahan dan senantiasa &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: green; font-family: &amp;quot;calligraph421 bt&amp;quot;;"&gt;istiqomah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;;"&gt;Author by &lt;a href="http://www.fardhie.com/"&gt;Fardhie&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRgrjCqJX8w_cIkIjTduJ_Qqb3slnjBLmCkGv66WXOgl3-vYfBCg2MYnDE4aNZnMVQAYScY2rDMvdwpGbu4CiMfO0tLEQjdkGmjsO_IQjiVcSnwC-p7EHAIFD5Ulbe2U_OR0kaSr8Qaho/s72-c/Thaariq.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TAMSILAN YA'JUJ dan MA'JUJ</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2016/01/tamsilan-yajuj-dan-majuj.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 25 Jan 2016 01:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-5751713884007250777</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;!--[if !mso]&gt;
&lt;style&gt;
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;i&gt;Aku berlindung pada-&lt;b&gt;Mu&lt;/b&gt; yaa &lt;b&gt;Robb&lt;/b&gt;
dari keterbatasan litsanku, dan aku mohon ampun yaa &lt;b&gt;Ghofur&lt;/b&gt; dari
perkataan yang dusta.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Disini dan untuk yang kesekian kalinya aku mencoba mengingatkan
(&lt;i&gt;indzar&lt;/i&gt;) kepada kita semua wahai manusia! makhluk yang diciptakan Allah.
Sesungguhnya kita sebagai manusia memang sempurna (&lt;i&gt;laqod kholaqnal insaana
fi ah-sani taqwim) &lt;/i&gt;tetapi mesti di-ingat kita juga bisa&lt;i&gt; &lt;/i&gt;tidak
sempurna,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;atau terinjak bak aspal jalanan/jadi manusia yang terhina, turun
serendah-rendahnya (&lt;i&gt;tsumma rodadnaahu-asfala saafilin&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Tulisan ini dibuat mengingat betapa kondisi saat ini, sikon
bumi akhir-akhir ini dan janji yang telah dijanjikan dari Sang Pemilik Janji, yang
Dia tuliskan buat makhluk-Nya manusia agar selalu berpegang kepada
petunjuk-Nya, bimbingan dan tuntunan yang telah Dia nuzulkan kepada kita wahai
manusia. Al Qur’an yang terlupakan pesan-Nya yang tersirat mengandung makna
yang luas dan kedalaman arti kata perkata khususnya bagi &lt;i&gt;ulul al-bab&lt;/i&gt;
yang telah di-abaikan oleh seluruh manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Jika kita mencari apa yang dimaksud dengan tembok yang
dibangun &lt;b&gt;&lt;i&gt;Dzulqarnain&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, dan siapa &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ya'juj &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dan&lt;b&gt;&lt;i&gt; Ma'juj&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,
sebaiknya fahami itu sebagai permisalan (&lt;i&gt;tamsil&lt;/i&gt;), terbukanya cara
berfikir yang keluar dari batasan semestinya, kebebasan hidup yang tidak jelas
arah. Perhatikan &lt;i&gt;lafadzh&lt;/i&gt; atau kata yang ditandai dalam gambar dibawah
ini: &lt;i&gt;QS Al-Kahfi:94&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr2CCejJ67x_LISBCt4uOPOQPhDaJB52GpcfgvW_YirOHp4scClbMzwj3pVd5aliU7wNvHh40oa7SYlP5Wmlv6vckBeORNr4u5ycnD-ZcMj56s5xaiQXZ0l5pYvngD4-4TJULmQNhQxXc/s1600/al-kahfi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr2CCejJ67x_LISBCt4uOPOQPhDaJB52GpcfgvW_YirOHp4scClbMzwj3pVd5aliU7wNvHh40oa7SYlP5Wmlv6vckBeORNr4u5ycnD-ZcMj56s5xaiQXZ0l5pYvngD4-4TJULmQNhQxXc/s1600/al-kahfi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span id="goog_506461483"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Perhatikan lafadzh terakhir yang digunakan dalam ayat ini (&lt;i&gt;saddan&lt;/i&gt;)
satu akar kata dengan &lt;i&gt;sudaa,sadada&lt;/i&gt; yang berarti bebas lepas dan cara
berfikir yang keluar standard. Mengapa para &lt;i&gt;mufasirin&lt;/i&gt; menterjemahkan lafadz
&lt;i&gt;saddan&lt;/i&gt; dengan dinding ?, sebab di-ayat selanjutnya ayat 95 ada lafadz &lt;i&gt;rod’man
&lt;/i&gt;yang berarti pembatas atau dinding. &lt;i&gt;Lafadz&lt;/i&gt; &lt;i&gt;rod’man&lt;/i&gt; inilah
yang bermakna dinding atau sesuatu yang bisa membatasi&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy_pJAczzMA0z9BSW_MBWQfoo38wHYTL-miqVX7TwnNu3ZlBQbtqFK2Bu2NJjuK1CCUSh9eKJnlY7T3I-mmgFiWeq77NMUH-hHdVCAfIvfZ_WQ6C0iV2mk_R_husoQRQmjvVj3OG7oH8c/s1600/al-kahfi2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy_pJAczzMA0z9BSW_MBWQfoo38wHYTL-miqVX7TwnNu3ZlBQbtqFK2Bu2NJjuK1CCUSh9eKJnlY7T3I-mmgFiWeq77NMUH-hHdVCAfIvfZ_WQ6C0iV2mk_R_husoQRQmjvVj3OG7oH8c/s1600/al-kahfi2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Berkatalah Dzulqarnain: “Apa yang telah diberikan Robbku
itulah yang terbaik, maka &lt;i&gt;fa-a’iynuwni bi quwwatin &lt;/i&gt;maka tolong / bantu aku dengan
kekuatan, akan ku-buatkan untuk kalian dan mereka sesuatu
yang bisa membatasi / membentengi”.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Maka, siapa saja yang mencoba keluar batas(&lt;i&gt;fasad&lt;/i&gt;)
atau melampaui batasan inilah yang dimaksud &lt;i&gt;Ya’juj &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Ma’juj&lt;/i&gt;. (&lt;i&gt;bila
dikatakan kepada meraka: “jgn membuat fasad / kerusakan dibumi”, merekapun
beralasan “sesungguhnya kami ingin membuat perbaikan.” &lt;/i&gt;QS &lt;i&gt;Al Baqarah&lt;/i&gt;/2:11)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Pada hakikatnya manusia yang dihidupkan tidak akan pernah
bisa bebas semaunya sebab ada &lt;i&gt;Qadar / &lt;/i&gt;ukuran,format&lt;i&gt; atau &lt;/i&gt;batasan (&lt;i&gt;sungguh
segala sesuatu yang telah kami ciptakan berada dalam ukurannya&lt;/i&gt; QS &lt;i&gt;Al
Qamar/54:49&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Hidup dan mati merupakan tanda, tua dan muda merupakan
indikasinya, begitu juga pergantian siang dan malam. Kesemua itu adalah alat
ukur untuk menghentikan kebebasan yang kalian maksud hai manusia! sebelum
terlambat, itu merupakan sarana datangnya kehancuran atau kiamat, sebab itulah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Dzulqarnain&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;
harus membentengi/ memagarinya.(&lt;i&gt;janganlah kamu terperdaya&lt;/i&gt; &lt;i&gt;oleh
kebebasan orang-orang kafir…QS Ali 'Imran/3:196&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Manusialah yang mempercepat dan manjadikan kehancuran atau
kiamat, seperti yang di katakan atau di indikasikan Malaikat, sewaktu nabi Adam
akan diciptakan oleh Allah&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
(&lt;i&gt;ingatlah ketika Allah pernah berkata kepada para Malaikat:
“sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah dibumi”. “Malaikat-pun
berkata: “untuk apa Kau jadikan sesuatu yang akan membuat kerusakan dan akan menumpahkan
darah&lt;/i&gt;…..&lt;i&gt;QS Al Baqarah/2:30&lt;/i&gt;). &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Benteng atau tembok yang dimaksud Al Qur’an adalah, iman dan
keyakinan akan adanya kehidupan selanjutnya. Ketika kebebasan pola fikir
manusia ini keluar dari batasannya, maka akan menembus benteng pertahanan &lt;i&gt;Qolbu
&lt;/i&gt;wadah duduknya iman. (&lt;i&gt;tetapi kamu lebih memilih kehidupan yang fana / dunia,
padahal akhirat itu yang lebih baik dan abadi. QS Al A´laa/87:16-17&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ya'juj dan Ma'juj&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah sifat atau watak dari
manusia itu sendiri, sifat dari bani Adam, bukan suku, bukan golongan manapun, bukan
pihak lain, melainkan diri kita sendiri dengan gaya hidup yang bebas keluar batas. Oleh
karana itu maka perlu ada dinding atau sesuatu yang bisa membatasi kita dari perbuatan
jelak yang bisa merusak manusia dan alam. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Sadarilah sebelum kebebasan itu merambat keseluruh bumi (walaupun
sedang terjadi!), begitu juga kepada anak-anak kita yang harus diatur, dikawal
dan dijaga, bukan dibiarkan bebas keluar batas bermainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Hidup manusia pada hakikatnya ada yang mengawasi jika dia
punya Iman maka akan terkawallah hidupnya, jika tidak maka akan dia abaikan
pengawasan sang Malaikat,&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Ekses dari pengabaian tersebut adalah, menjadi tak tau malu
dan tak sadar diri, buta dan dibutakan oleh hawa nafsunya, &lt;i&gt;hawa atau &lt;/i&gt;keinginan
yang berlebihan tersebut memang membabi buta, membuat kita memandang indah dan baik
setiap kesalahan yang kita perbuat (QS &lt;i&gt;Muhammad&lt;/i&gt;/47:14).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Gaya
hidup manusia saat ini merupakan indikasi betapa telah liar dan barbar manusia
menjalankan kehidupannya (baca &lt;i&gt;QS Qaaf/50:25&lt;/i&gt;) tidak semua tapi
kebanyakan dari kita. Sikap bebas, liar dan barbar inilah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ya’juj dan
Ma’juj&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang dimaksud Al Qur’an.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Penebangan hingga pembakaran hutan adalah perbuatan merusak
(&lt;i&gt;fashadun), &lt;/i&gt;lahan-lahan yang dianggap kosong oleh manusia semestinya dilestarikan,
dan tidak bisa tawar menawar harus tetap dijaga, bukan malah digantikan dengan
segala bentuk bangunan &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
(&lt;i&gt;janganlah kau patuhi orang-orang yang melanggar batasan,
dialah yang membuat fashad / rusak bumi dan tidak mau membuat perbaikan / yushlih.
&lt;/i&gt;QS &lt;i&gt;Asy Syu'araa'/26:&lt;/i&gt;151-152).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Mereka yang berusaha merubah qodratnya dalam fisik maupun
substansial, dalam faham dan pola fikir, dalam aqidah dan syari’ah, yang kesemua
itu sebenarnya, telah ditetapkan dari awal hingga akhir, dari pertama manusia dicipta
hingga kembali kepada Sang Pencipta (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al Kholiq&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;), ketetapan dan
kepastian dari &lt;b&gt;Allah &lt;i&gt;Al Qodir &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;adalah kepastian mutlak. Kesalahan
besar apabila kita memandang semua itu boleh diganti, ditukar dan dirobah
sesuka hati (&lt;i&gt;hawa nafsu&lt;/i&gt;), menurut selera dan menurut kemauan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Dari dahulu hingga kehari ini manusia selalu mencari-cara
untuk beribadah dengan baik dan benar, dari awal diutus para Nabi/Rosul selalu
terjadi pembangkangan dan merubah,mengganti ajaran,ujaran serta ucapan yang
berujung penyesatan dalam tindakan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Maka ekses dan resikonya akan ditanggung mereka dan manusia
sendiri baik yang berbuat jahat maupun korban dari kejahatan orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Kehadiran para Nabi dan Rosul bukanlah tanpa alasan, penudzulan
Kitabullah mulai dari Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an bukan bersumber dari
manusia, bahkan bukan bersumber dari kemauan Nabi atau Rosul yang membawa Kitab
tersebut melainkan dari &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al Mundzil&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al Mutakalim&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al
Hadiy&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Dialah &lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al Ahad&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, cintailah Dia,
kembalilah kepada-Nya, jangan pernah kau ragukan keberadaan-Nya yang memiliki
dzat Maha tunggal, tinggalkan dan tanggalkan semuanya selain Dia yang kata
gantinya adalah &lt;i&gt;huwa. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Kalau dahulu Dia memberikan kesempatan kepada kita untuk
bertobat / &lt;i&gt;toba’a&lt;/i&gt; yang artinya kembali bersih hanya kepada-Nya, namun
sekarang itu mulai Dia pertimbangkan disebabkan oleh mudahnya kau berkata dusta
semudah kau lupakan janjimu, semudah anggapanmu, yang seakan mudah kau
melangkahkan kaki ketika kau diberi-Nya hak untuk berjalan, namun bukan berarti
kaulah yang memperjalankan, semudah kau merubah balik badanmu, seakan kaulah
segala-galanya, &lt;i&gt;hawa / &lt;/i&gt;keinginanmu yang berlebihan membutakan kau dari
padangan yang semestinya terang,jelas dan lugas selayaknya kau memandang
bintang / &lt;i&gt;nujum, &lt;/i&gt;matahari / &lt;i&gt;syamsi &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; &lt;/i&gt;bulan / &lt;i&gt;qomar.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Tak ada jalan lagi, tak ada alasan bagi kita untuk
mencari-cari kambing hitam, mengkaburkan yang sebenarnya jelas dan terang,
menerangkan yang semestinya di-ilmui dengan ilmu yang telah jadi berdasarkan
pengalaman hidup, susah senang, diatas dan dibawah, miskin maupun kaya, buta
maupun melek, cacat maupun sempurna. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Itulah hidup yang sebenarnya, seharusnya kau syukuri sebelum
kita dipersoal dan dipertanyakan oleh-Nya, bagaimana kita menerima dan
mempergunakan segala sesuatu yang telah Dia berikan untuk makhluk-Nya. Bumi
atau dunia yang fana ini adalah sarana menuju kehidupan yang abadi, oleh sebab
itu jangan dianggap ada keabadian dibumi ini, siapun manusia atau makhluk pasti
mati, kematian manusia awal menuju babak baru.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Hentikan perkataan yang tak dilandasi ilmu dari &lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al ‘Alim&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, berhenti dari kesalahan itulah langkah awal menuju
kebenaran. Jujur kepada diri sendiri, menerima dengan lapang dada tanpa harus
meronta adalah sikap si &lt;i&gt;mushlih&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;muslim, mu’min&lt;/i&gt; yang mampu
menyanggah langit dan menjunjung etika moral yang esensial dari &lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al
Fathir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Inilah &lt;b&gt;benteng pertahanan&lt;/b&gt; yang tak akan bisa hancur dan pecah
oleh &lt;i&gt;ibtila’ atau &lt;/i&gt;try and trial selama menjalani kehidupan. Maka dengan
ini &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ya’juj dan Ma’juj&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; tidak akan terwujud sebab tidak ada peluang
untuk hadir.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Demikian tulisan ini dibuat agar kita manusia selalu
objekctif berwawasan dalam memahami dan menghadapi setiap persoalan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Akhirul kalam: “&lt;i&gt;Kiamat tiba-tiba datang saat bahagia
dirasakan manusia, Tercengang akan kenyataan, Tak sadar hidup dunia ini fana”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Alako-Bold; font-size: 16.0pt;"&gt;Author by &lt;a href="http://www.fardhie.com/"&gt;Fardhie&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr2CCejJ67x_LISBCt4uOPOQPhDaJB52GpcfgvW_YirOHp4scClbMzwj3pVd5aliU7wNvHh40oa7SYlP5Wmlv6vckBeORNr4u5ycnD-ZcMj56s5xaiQXZ0l5pYvngD4-4TJULmQNhQxXc/s72-c/al-kahfi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>IDEOLOGI KETUHANAN</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2015/07/ideologi-ketuhanan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Jul 2015 06:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-3248753872824017519</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;!--[if !mso]&gt;
&lt;style&gt;
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;IDEOLOGI
KETUHANAN&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Sebelum masuk pada tema atau pokok bahasan perlu
penulis menggaris bawahi kata yang dipakai dalam judul atau topicalisasi:
Ideologi yang menjadi Premis &lt;b&gt;dasar pemikiran&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;landasan untuk
mengambil kesimpulan/pemahaman&lt;/b&gt;. Mengapa penulis lebih memilih kata &lt;b&gt;Ideologi&lt;/b&gt;
ketimbang &lt;b&gt;Konsep&lt;/b&gt;?. Sebab hal yang dibicarakan menyangkut &lt;b&gt;substansial&lt;/b&gt;/&lt;b&gt;metafisik&lt;/b&gt;
yaitu Tuhan. Tentu tidak relevan bila menggunakan kata konsep, sebab konsep
yang tadinya hanya boleh atau milik sesuatu yang berhubungan dengan &lt;b&gt;material&lt;/b&gt;/&lt;b&gt;fisik.
&lt;/b&gt;Seperti lazimnya ketika kita ingin mendirikan atau membentuk sebuah
bangunan maka kata konsep yang diperlukan ataupun yang tepat dalam pemakaian.
Biasanya kata konsep dipakai ketika ada &lt;b&gt;perencanaan&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;kerjaan.
Kita&lt;/b&gt; &lt;b&gt;tidak sedang mengerjai Tuhan&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;kita&lt;/b&gt; &lt;b&gt;tidak lagi
merancang dan merencanakan Tuhan. &lt;/b&gt;Oleh sebab itu penulis lebih memilih kata
Ideologi yang tepat untuk digunakan dalam bahasan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Bila kita bicara atau membahas yang menyangkut dan berhubungan
dengan &lt;b&gt;Ketuhanan&lt;/b&gt; maka tidak bisa dilepas dari dasar pemikiran atau
landasan awal dalam mengambil sebuah kesimpulan: Pertama yang perlu dijadikan
acuan adalah &lt;b&gt;manusia&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;keberadaannya&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;law of nature&lt;/b&gt;, kemudian
Tuhan sebagai objek bahasan yang wujud dan zat-Nya berbeda dengan apa dan
siapapun, yang nantinya dasar pemikiran atau premis tersebut haruslah bisa
dibuktikan setidaknya mendekati atau tidak melanggar aturan yang ada. Kata
mendekati ini penulis menggunakannya sebab yang akan dibahas adalah &lt;b&gt;sesuatu
yang diluar jangkauan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;tak&lt;/b&gt; &lt;b&gt;terbatas oleh pemikiran&lt;/b&gt; manusia,
itulah sebabnya kata mendekati saya pakai, namun juga perlu untuk digaris
bawahi dengan tidak keluar dari aturan maksudnya adalah keterkaitan atau
relevansi manusia dengan keadaannya atau alam semesta. Kita ambil sebuat plot
untuk memulai: “&lt;b&gt;Wujud&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Esensi&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Keberadaan&lt;/b&gt; sesuatu,
seperti contoh “&lt;i&gt;Wujud manusia tidak berubah menjadi monyet, atau sebaliknya&lt;/i&gt;”.
&lt;i&gt;Langit berubah menjadi bumi&lt;/i&gt;. Wujud manusia atau kesempurnaan wujud tentu
membutuhkan prosesnya masing-masing namun tidak lari dari aturan atau porsi
seperti &lt;b&gt;ulat&lt;/b&gt; berubah menjadi &lt;b&gt;kepompong&lt;/b&gt; kesempurnaan wujudnya
adalah &lt;b&gt;kupu-kupu&lt;/b&gt;, bukan &lt;b&gt;burung. Larva&lt;/b&gt; berubah menjadi &lt;b&gt;Nyamuk&lt;/b&gt;
bukan &lt;b&gt;Ayam, &lt;/b&gt;sebab memang itulah proses kupu-kupu dan nyamuk tentu
berbeda dengan proses manusia. Inilah yang saya sebut tidak bertentangan dengan
aturan, keberadaan atau &lt;b&gt;law of nature&lt;/b&gt;. Maka semua aturan ini yang
melandasi pemikiran awal seorang manusia ketika dia ingin mengenal dan memahami
Tuhannya. Ketika kita tidak melandasi pemikiran kita tentu akan sangat-sangat
berpotensi keluar dan lari dari aturan/porsi yang sedang dibahas. Seperti
contoh kalimat yang keluar dari dasar pemikiran: “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tidak ada
habis-habisnya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tidak akan pernah selesai&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”. Ini kalimat
terpaksa dikeluarkan sebab sudah melebar atau meluas dan lari dari aturan atau
sudah melanggar empiris dan logika berfikir,. Sementara kehidupan punya ruang
demi membatasi segala sesuatu yang berada didalam ruangan tersebut. Maka &lt;b&gt;tidak
perlu&lt;/b&gt; dan memang &lt;b&gt;tidak berguna&lt;/b&gt; mengeluarkan kalimat “&lt;i&gt;Tidak ada
habis-habisnya&lt;/i&gt;” “&lt;i&gt;Tidak akan pernah selesai&lt;/i&gt;” sementara kita mau dan
sepakat harus menyelesaikan setidaknya menuntaskan sesuatu yang menjadi
ganjalan, pertanyaan dan persoalan dalam setiap kehidupan yang kita lalui
apapun itu. Ini sering terjadi dalam kehidupan manusia disebabkan sesuatu hal
tersebut sudah tak lagi bisa dicerna dan dimengerti oleh setiap individu.
Keterpaksaan dan Dogmalah yang akhirnya bicara ketika segala sesuatu keluar
dari aturan dan empiris. Lagi-lagi tidak porsional dan proporsional, konon kita
sebagai manusia mengatakan lebih baik dari “&lt;b&gt;animal&lt;/b&gt;”. Maka dimana lagi
bedanya manusia dengan binatang ketika semuanya menjadikan cara dan jalan &lt;i&gt;an’aam&lt;/i&gt;
sebagai landasan kehidupan manusia, apalagi sampai tak berfikir selayaknya
manusia yang memiliki &lt;b&gt;daya nalar&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;pemikiran&lt;/b&gt; bahkan &lt;b&gt;kesadaran&lt;/b&gt;
(&lt;i&gt;shudur&lt;/i&gt;) diatas rata-rata makhluk lainnya. Bebas adalah &lt;b&gt;kodrat&lt;/b&gt;
binatang (&lt;i&gt;an’aam&lt;/i&gt;) bukan manusia (&lt;i&gt;naas&lt;/i&gt;), bebas tidak mungkin
andaipun kita memaksa untuk digunakan kedalam kehidupan (&lt;b&gt;banyak contoh
akibat saking bebasnya&lt;/b&gt;). Freedom hanyalah milik Bangsa yang manusianya
adalah makhluk bermoral. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Freedom&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; bila dikatakan kebebasan harus
ada lanjutannya tidak bisa berhenti, &lt;b&gt;&lt;i&gt;bebas&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dari &lt;b&gt;&lt;i&gt;kemiskinan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,
bebas dari &lt;b&gt;&lt;i&gt;keterjajahan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, bebas dari &lt;b&gt;&lt;i&gt;keterpaksaan, bukan
bebas sebebas-bebasnya &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;tanpa aturan&lt;b&gt;&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Jangan dilepaskan &lt;b&gt;teks&lt;/b&gt;
dan &lt;b&gt;konteks&lt;/b&gt; dalam setiap kalimat dan perkataan maupun pokok pembahasan.
Ketika kita keluar dan lari dari aturan maka, &lt;i&gt;batal dan tak layak dikatakan
manusia apalagi untuk membicarakan dan membahas Tuhan&lt;/i&gt;.&amp;nbsp; Kita sering
melihat dan mendengar forum diskusi digelar mulai dari pembahasan seputar
Keagamaan sampai Ketuhanan, namun semuanya tidak mengarah pada satu titik
karena’ memang bukan untuk bermaksud menyatukan titik-titik tersebut, apalagi
sampai menyamakan &lt;b&gt;ideologi,&lt;/b&gt; walaupun diskusi sebenarnya bisa menemukan
titik bahkan bisa menyatukan ideologi andai kita semua berani menerima dengan
lapang dada jujur tanpa meronta. Setiap kita pasti merasa memiliki &lt;b&gt;prinsip&lt;/b&gt;
dan cara berfikir, namun bukan berarti sesuka dan semau kita untuk berfikir,
ada syarat dan ketentuan yang harus terpenuhi, ada step dan proses yang mesti
dilewati untuk fikiran tersebut bisa menjadi prinsip dan pemahaman. Tidak guna
adu argument atau berdebat dengan bermain kata-kata menutupi kesalahan dan
membutakan hati hingga melupakan empiris berperan penting dalam diskusi
tersebut. Selayaknya setiap individu bertanya pada dirinya apa &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;hal yang akan dibahas dan yang akan menjadi
topikalisasi, sebelum mengambil dan memutuskan, sebelum menjadi prinsip dan
keyakinan agar tidak ada keragu-raguan yang membuat bingung dan tersesat. Saya
akan ambil sebuah contoh sebelum Tuhan dijadikan pembahasan/topikalisasi. Saya
mulai dari: “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Siapakah Tuhan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Mengapa dikatakan Tuhan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”
“&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apa dan bagaimana Tuhan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”.&amp;nbsp; Jawabanya jangan pernah keluar
atau melebar dari aturan pembahasan. Ideologi Ketuhanan bukanlah Ideologi kemakhlukan
dan bukan jawaban yang menimbulkan pertanyaan. Jawaban &lt;b&gt;tegas&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;jelas,
lugas &lt;/b&gt;bahkan&lt;b&gt; tuntas &lt;/b&gt;sesuai subjectnya, tidak &lt;b&gt;menambah&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;mengurangi&lt;/b&gt;.
Tuhan adalah.....(versi penulis &lt;b&gt;&lt;i&gt;subject Yang Me…&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;) bukan yang di….
Titik-titik tersebut saya contohkan dengan cipta, kuasa, awal akhir. Dan ketika
Tuhan kita katakan atau simpulkan sebagai object yang dicipta, bisakah? Atau
adilkah? dan benarkah? jawaban kembali pada syarat dan aturan yang sesuai
porsi-Nya, yang sesuai keberadaan-Nya dan law of nature sesuai contoh-contoh
diatas tanpa melanggar batas dan ketentuan, jangan di ada-adakan, tak perlu
untuk disastra-sastrakan, juga bukan konsep hayalan bak negri dongeng yang tak
pernah ada, bukan gambaran bak Superman si-manusia terbang hanya terjadi dalam
dunia permainan anak-anak. Ingat topiknya adalah &lt;b&gt;Tuhan Yang Maha&lt;/b&gt; bukan
seperti maha-maha hayalan yang tak pernah terbukti empiris dan nyaris membuat
manusia terkesima dan terpana yang mematikan potensi akal. Analogi boleh dibuat
namun bukan Analogi menurut mau dan ego manusia. Konsep silahkan buat namun
tidak melanggar aturan yang ada (law of nature). Keterbatasan pasti menyertai
namun bukan menjadi alasan untuk menerima bukti dan sejarah bahkan fakta
keberadaan lewat gugusan alam semesta yang kesemua &lt;b&gt;tersusun rapi&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;sesuai&lt;/b&gt;,
&lt;b&gt;selaras &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;sejalan&lt;/b&gt; pada &lt;b&gt;poros&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;tempat&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;waktu&lt;/b&gt;
yang semua kita melihatnya dan merasakan segala sesuatu yang telah &lt;b&gt;Dia&lt;/b&gt;
ciptakan. Pada hakikatnya Tuhan telah memberikan kemudahan kepada manusia agar
bisa memahami keberadaan-Nya dengan benar, sebab apabila ideologi dalam
memahami hakikat Sang Pencipta sampai salah maka akan merugikan diri kita
sendiri. Dari sejak hadirnya Adam kemuka bumi seiring itu pula Dia telah
memberikan bekal pada setiap individu untuk mau memperdayakan potensi secara
lebih objektif dan mendalam sesuai dengan ketetapan-Nya agar manusia selalu
selaras dengan fisik dan substansinya, keselarasan inipun tetap terikat dengan &lt;b&gt;law
of the universe. &lt;/b&gt;Ketika manusia dan semua peralatan canggihnya tak mampu
membuktikan bukan berarti sesuatu yang diriset tidak ada bak bulan sebelum dan
sesudah ditemukan dan diriset oleh mereka yang pernah kesana. Jangan nafikan
keberadaan sesuatu dikarenakan keterbatasan dan kebandelan manusia untuk bisa
menerima dan menjawab apapun yang ingin diketahui. Semua sudah ada, semua telah
tersedia, semua tinggal manusia &lt;b&gt;menjalankan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;memerankan&lt;/b&gt; sesuai
porsi diri dan keberadaannya sebagai &lt;b&gt;makhluk&lt;/b&gt; layaknya makhluk yang lain,
semua yang ingin diketahui tetap ada disana terbentang luas dan masih banyak
menyimpan &lt;b&gt;misteri&lt;/b&gt;, namun tak seluas isi di-dalam diri manusia jika saja
manusia mau menggunakan &lt;b&gt;&lt;i&gt;aqal&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan daya nalar untuk bisa menyentuh &lt;b&gt;&lt;i&gt;qolbi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;
wadah tersimpannya pemahaman agar menjadi keyakinan yang kuat dan tak
terbantahkan. Semua ini baru bisa dikatakan Ideology dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Hujjah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.
Jika semua penjelasan diatas tersebut sudah dimengerti dan terpahami sesuai
tempat, waktu dan system yang ada, sebenarnya siapapun pasti bisa mengambil
kesimpulan yang sama, yang memberi pengertian untuk sebuah jawaban yang tepat,
jelas lagi kokoh bak gunung yang menjulang kelangit menghunjam kedasar perut
bumi. Salam bagi kita yang mau menyadari dan menghidupkan potensi aqal demi
menyirami wadah yang gersang agar kembali kepada &lt;i&gt;fitrah&lt;/i&gt; sebagai makhluk
ciptaan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Fathir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
NB: &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jika pembaca marasa kesulitan memahami tulisan ini,
sebaiknya coba baca tulisan saya sebelumnya yang berjudul &lt;span style="color: #3366ff;"&gt;&lt;a href="http://fardhie.blogspot.com/2014/03/asal-usul.html"&gt;&lt;span style="color: #3366ff; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Asal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: lime; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #3366ff; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Usul&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span class="ayaword"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="ayaword"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="ayaword"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;عَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="ayaword"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="ayaword"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;بِذَاتِ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="ayaword"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="ayaword"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;الصُّدُور&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="ayaword"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="hps"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;; font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Author by &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.fardhie.com/ideologi.htm"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Fardhie&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:shapedefaults v:ext="edit" spidmax="1026"/&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:shapelayout v:ext="edit"&gt;
  &lt;o:idmap v:ext="edit" data="1"/&gt;
 &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Makna Ismun IBRAHIM</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2014/12/makna-ismun-ibrahim.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 9 Dec 2014 02:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-3539988539756706462</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN" style="color: #339966; font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Aku berlindung
pada-Mu yaa Robb dari keterbatasan lisanku, mohon ampun pada-Mu dari perkataan
yang dusta.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #339966;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Salam untuk kita semua sebagai makhluk ciptaan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Menelusuri makna yang terkandung dalam ismun / nama atau
predikat dari seorang Nabi dan Rosul Allah: Ibrahim / Abraham gelarannya adalah
bapak para Nabi / Rosul, bapak semua agama, sahabat Allah(&lt;i&gt;Kholilullah&lt;/i&gt;).
Darinyalah banyak melahirkan keturunan manusia-manusia terpilih yang qualify
cikal bakal munculnya Nabi atau Rosul, asal mula lahirnya ajaran, ujaran dan
aliran bahkan agama. Ibrahim / Abraham sangat-sangat menjadi patokan dan
rujukan para Nabi Allah dalam mengajarkan,menyampaikan dan membina akhlak
manusia hingga menjadi sifat yang hasanah / baik, yang etis dan estetis menurut
dan sesuai ketentuan, kemauan Tuhan Sang Pencipta(&lt;i&gt;kholiq&lt;/i&gt;). Seluruh
manusia mengenalnya, semua agama menghormatinya, tak pernah dunia mencatat / menulisnya
tanpa rasa penghormatan dan pujian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selayaknya
dengan semua gelaran dan penghormatan itu kita bisa memetik dan kembali menapak
tilasi perjalanannya dalam membawa ajaran,ujaran hingga menjadi sebuah system
dan keyakinan. QS Al Baqarah ayat 130 “&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;waman
yarghabu 'an millati ibr&lt;u&gt;aa&lt;/u&gt;hiima ill&lt;u&gt;aa&lt;/u&gt; man safiha nafsahu walaqadi
i&lt;u&gt;sth&lt;/u&gt;afayn&lt;u&gt;aa&lt;/u&gt;hu fii aldduny&lt;u&gt;aa&lt;/u&gt; wa-innahu fii al-&lt;u&gt;aa&lt;/u&gt;khirati
lamina al&lt;u&gt;shshaa&lt;/u&gt;li&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;iina&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;Dan tdk ada yg benci kpd
agama Ibrahim, melainkan org yg membodohi dirinya sendiri, dan sungguh Kami
telah memilihnya &amp;nbsp;di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar
termasuk or yang saleh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Seperti itulah harusnya seluruh manusia memahami Ibrahim /
Abraham, setidaknya untuk tak menafikan, mendustai dan mengenyampingkan risalah
lewat dakwah yang telah ia ajarkan. QS Ibrahim ayat &lt;i&gt;35 &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;“&lt;b&gt;inna awl&lt;u&gt;aa&lt;/u&gt; alnn&lt;u&gt;aa&lt;/u&gt;si bi-ibr&lt;u&gt;aa&lt;/u&gt;hiima lalla&lt;u&gt;dz&lt;/u&gt;iina
ittaba'uuhu wah&lt;u&gt;aadzaa&lt;/u&gt; alnnabiyyu waalla&lt;u&gt;dz&lt;/u&gt;iina &lt;u&gt;aa&lt;/u&gt;manuu waall&lt;u&gt;aa&lt;/u&gt;hu
waliyyu almu&lt;span style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;;"&gt;-&lt;/span&gt;miniina”. &lt;/b&gt;Sesungguhnya org yg paling dekat dengan Ibrahim
adalah org-org yg mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta org-org yg
beriman, &amp;nbsp;dan Allah adalah Pelindung semua org-org yg beriman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Namun lagi-lagi
keterbatasan pola pikir, olah rasa dan daya nalar seseoranglah yang menjadikan
namanya, gelarnya dan ajarannya menjadi terpecah dan berbeda-beda. Padahal
secara implisit maupun eksplisit namanya sudah menjawab, dan memberi makna atau
arti tersendiri yang memang Tuhan Sang Maha dari segala yang memiliki maha,
telah menentukan dan menetapkan namanya sebagai tolak ukur untuk mencari dan
memahami siapa dan bagaimana Ibrahim atau Abraham. Dialektikalnya saja yang
berbeda namun bukanlah makna dan maksud dari namanya boleh disalah artikan atau
dirubah sedemikian rupa hingga menjadi samar, kabur dan hilang dari makna
aslinya. Ibrahim / Abraham sebenarnya diambil dari dua kata yang berbeda makna, &lt;i&gt;ib&lt;span style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;;"&gt;, &lt;/span&gt;ab&lt;/i&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;;"&gt;أب&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;) yang artinya
bapak / ayah, &lt;i&gt;rahim&lt;/i&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 13.5pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;;"&gt;راهيم&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;) yang diambil dari ismun atau predikat
Allah &lt;i&gt;Ar-Rahim&lt;/i&gt;(Pengasih / Pemurah). Bila digabungkan akan memiliki artian
bapak / ayah yang penuh asih / penyayang. Nama Ibrahim bila ditinjau dari bentukan
katanya adalah kata majemuk yang sudah menjadi satu dalam dirinya, dalam
kepribadian sang pemilik nama tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Khusus memaknai namanya lewat lafazh Ibrahim / Abraham:
Abi-Aba-Abu(&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;;"&gt;أب&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;) dan Rahim / Rohima(timur). Raham atau Rahman(barat). Terserah
yang mana satu yang mau diambil pemahaman, Rahim dan Rahman=Pengasih dan Pemurah.
Yang mana munusia suka silahkan saja, sebab yang mana satu tetap saja kedua
sifat / nama tersebut diambil dari predikat dan sifat Tuhannya(&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 13.5pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;;"&gt;الرَّحْمَنِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 13.5pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;;"&gt;الرَّحِيمِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;). Bukan dari kemauan dirinya
sendiri, tidak datang dengan sendirinya, tidak berawal dari budaya dimana dia
dilahirkan. Nama ini adalah gelar dari hasil sikap hidup sang pemilik nama
tersebut dalam menjalani dan mengabdi / ibadah kepada Tuhannya demi memenuhi
syrat / kewajiban sebelum menerima&lt;span style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;;"&gt; dan &lt;/span&gt;menuntut hak sebagai seorang makhluk ciptaan
untuk itu perlu ada try and trial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Namanya bukan
sekedar nama, namanya bukan tanpa makna, namanya bersumber dari Tuhannya,
namanya datang dikarenakan sifat dan wataknya yang welas asih(Budha),
pengasih(Kristen), santun dan penyayang(Islam). nama yang diberikan kepadanya
merupakan penghargaan Tuhan Pemilik langit dan bumi, Tuhan penata alam semesta,
Tuhan dari segala dzat ketuhanan(&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;) tidak salah memilihnya, tidak
pernah ragu untuk memujinya.&lt;span style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;Ketika dia lulus dalam ujian tersebut maka terciptalah
namanya / predikat untuk dikenakan kepada diri seorang manusia yang telah
berhasil meraih, mengambil perhatian dan merebut penilaian Sang Maha Aku, Sang
pencipta alam semesta(&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;), Dialah penentu segalanya yang telah
menghargai dan memuji makhluk ciptaan-Nya dikarenakan kecintaan sang makhluk
kepada Sang Kholiq, antara yang Memandang dengan yang Dipandang, antara yang
Dicintai dan yang Mencintai. antara Pesuruh dan Majikan, Pemuja dengan Pujaan,
antara Hamba dengan Tuannya, ‘Abid(abdi) dan Al Ma’bud(tempat mengabdi). Inilah
mengapa Ibrahim / Abraham dijadikan sosok yang harus dikenal dan dicontoh oleh
seluruh manusia dan para Nabi / Rosul setelahnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Menurut para
pakar sejarah nama aslinya adalah Abram. Inilah yang saya sebut diawal bahwa
nama / ismun Ibrahim / Abraham memiliki makna yang secara implisit dan
eksplisit menjawab dan mengejawantahkan semua persoalan yang akan datang kelak,
semua perselisihan diantara manusia dan mereka yang menggeluti bidang kitab dan
ilmu bahkan sejarah. Itulah mengapa Tuhannya telah memagari dan memberi isyarat
yang itupun hanya bisa ditembus atau dijangkau dengan kemurnian, ketulusan dan
tanpa rasa benci, yang tak sempat mencari kelemahan dan cacat pada pihak luar
atau orang lain selain kesibukan yang diarahkan pada dirinya sendiri. Inilah
kriteria yang bisa memahami makna yang tersirat dan tersurat dalam nama / ismunnya
Ibrahim(timur) atau Abraham(barat). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Namanya melahirkan banyak pengertian dan analogi yang
beragam, bahkan dijadikan icon sosok yang luar biasa atau dewa(Brahma / Brahman).
Selayaknya kita dan seluruh manusia mau meneliti dengan hati yang lapang dan
tak perlu dengan sikap keras membatu dan rasa cemburu yang berlebihan,
sebenarnya nama dan predikat seseorang bisa sangat memberikan penjelasan dan
pencerahan atas segala sesuatu yang dipertentangkan, yang dipersoal. Semua itu
bisa terjawab, bisa terselesaikan tanpa harus melanggar universal of nature
atau natural law, maka perlu pengamatan secara Empiris dan Rasionalisme, Fisik
maupun Metafisik setelah melalui semua proses ini maka diperlukan satu lagi
tolak ukur yang sangat menentukan yaitu: Kefitrahan sebagai seorang makhluk
atau dalam arti lain ketulusan mencari kebenaran bukan karena pengakuan dunia
dan orang, melainkan pengakuan dan pujian dari Tuhan / God(&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;;"&gt;رَبّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), dzat Sang Maha Aku(&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022verdana\0022&amp;quot;;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;). Keluhuran akal budi dan
pekerti, kehalusan akhlak dan sikap dalam menjalani kehidupannya telah membuat
nama Ibrahim / Abraham diabadikan, bahkan Ibrahim menjadi ke-shohian / ke-absahan
dalam ibadah umat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022comic sans ms\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022comic sans ms\0022&amp;quot;;"&gt;للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022comic sans ms\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022comic sans ms\0022&amp;quot;;"&gt;مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022comic sans ms\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022comic sans ms\0022&amp;quot;;"&gt;حَمِيدٌ
مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022comic sans ms\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022comic sans ms\0022&amp;quot;;"&gt;كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ،
إِنَّكَ حَمِيدٌ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;\0022comic sans ms\0022&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;\0022comic sans ms\0022&amp;quot;;"&gt;مَجِيدٌ&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN" style="mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;Allahumma sholli
‘ala Muhammad wa ‘ala aliy Muhammad kama sholaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aliy
Ibrahim,innaka hamidum majiid, Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aliy
Muhammad kama baarokta ‘ala Ibrahim wa ‘ala aliy Ibrahim,innaka hamidum majiid.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN" style="mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Para Nabi / Rosul
setelah Ibrahim, mereka semua sangat menjadikannya panutan dalam membina dan
membangun akhlak yang baik, yang sesuai aturan dan kodrat sebagai makhluk,
tanpa harus melampaui dan merontai ke-dho’ifan sebagai manusia. Ibrahim telah
menjadi idola para Nabi / Rosul bahkan menjadi panutan dan sanjungan sang
hataman nabiy(Muhammad). Nabi Ibrahim beserta keluarga(privasi) telah membangun
Millah(a&lt;i&gt;jaran, agama, pertinggal&lt;/i&gt;) bagi seluruh manusia terutama Nabi
atau Rosul selanjutnya sebagai penunjuk arah dan sebagai pemersatu, system dan
aqidah para Nabi / Rosul seterusnya begitu juga seluruh manusia
di-ardhun(bumi).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;\22 verdana\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Akhirul kalam “S&lt;b&gt;&lt;i&gt;elawat untuk para Nabi / Rosul
seiring itu pula Salamku untuk semua abdi-abdi Allah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN" style="mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Allahu 'aliymun bidzaatis
shuduwr&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN" style="mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Link terkait: &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2014/12/04/makna-ismun-ibrahim-690250.html"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN" style="color: blue; mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black; font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;Author by &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN" style="color: blue; font-family: &amp;quot;ȭomic sans ms\22 &amp;quot;; mso-ansi-language: EN;"&gt;&lt;a href="http://www.fardhie.com/ibrahim.html"&gt;Fardhie&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Israel dan Palestina</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2014/07/israel-dan-palestina.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 23 Jul 2014 01:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-6294798387687433853</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:shapedefaults v:ext="edit" spidmax="1026"/&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:shapelayout v:ext="edit"&gt;
  &lt;o:idmap v:ext="edit" data="1"/&gt;
 &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
Perang dan
peperangan, bela dan pembelaan, hancur dan kehancuran, rusak dan kerusakan
inilah yang sedang terjadi di belahan timur laut tengah yang menjadi wilayah
perbatasan yang membatasi Mesir dan disebelah Utara ada Israel, Pertikaian dan
perhelatan antara penguasa dan pembesar wilayah. Hal ini bukan tercipta tanpa
sebab, peperangan terjadi dikarenakan ada yang diperebutkan, atau setidaknya
ada yang dipertahankan. Lantas apa yang diperebutkan?, sehingga harus
mengorbankan darah dan nyawa?, lagi-lagi inilah konsekwensi dari yang namanya
peperangan, pertempuran. Namun dilain pihak ada yang keberatan, ada yang
berunjuk sara, ups…rasa. Mengatas namakan pembelaan terhadap nyawa dan orang-orang
yang menjadi korban. Ini dalih semua orang, inilah pembelaan semua penguasa dan
pembesar tersebut, ketika sudah terjadi, disaat pertempuran sedang berlangsung,(hemmm).
Coba analogikan saja siapakah yang bisa kita salah dan benarkan disaat tinju
sedang berlangsung?, adakah penilaian tersebut berlaku?, atau bolehkah kita menilai
salah satu pemain tinju tersebut kejam?. Analogi ini dibuat untuk mengingatkan
dan menyadarkan kita akan pentingnya mengantisipasi atau menyelesaikan penyebab
bukan ekses demi ekses. Maka mengapa ketika peperangan dalam bentuk genjatan
senjata beramai-ramai manusia berontak?, mengapa ketika salah satu pemain tinju
cedera/terluka, bahkan ada yang wafat, tidak ada yang heboh?. Maka bagi Penulis
seperti itu jugalah peperangan yang terjadi diseluruh dunia tidak terkecuali &lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2014/07/14/israel-dan-palestine-664268.html"&gt;Gaza&lt;/a&gt;, Israel
dan Mesir. Namun jika disangkut pautkan dengan etnis, religion dan kemanusian,
cocokah?, atau sudah paskah?,. Lantas mengapa tidak begitu pula menilainya disaat
permainan Tinju sedang berlangsung?. Adilkah?. Yang mana dan bagaimanapun sudut
pandang orang yang diluar arena apapun arena tersebut, husss….jangan ikut
campur, kalaupun ingin ikut emang tahu permasalahan?, emang ngarti apa yang
sedang terjadi?, &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(&lt;i&gt;Perasaan lu&lt;/i&gt;).
Kalau mengerti dan memaksa juga untuk membantu, &lt;i&gt;Hajar…..bisa lewat komentar,
atau kirim email, atau kirim senjata, bisa juga lewat yang tertera di bawah ini&lt;/i&gt;(heemm).
Yang terpenting jangan kirim dosa, jangan menambah runcing dan rancu. Kalaupun
mengerti duduk perkara dari sebuah persoalan belumlah tentu bisa merubah,
takkan menjadi sebuah perubahan, bila akar permasalahan belum diselesaikan.
Bila penyebab dari penyakit tersebut belum disembuhkan. Takkan tumbuh subur
sebuah pohon bila akarnya tak sehat/bagus. Takkan jadi daging bila yang dimakan
tak bergizi, kalaupun jadi hanya sebatas mengantisipasi rasa lapar seketika.
Sedikit saya berbagi ketika di suatu pengajian/forum diskusi bersama beberapa
teman dan jemaah yang hadir. Seputar permasalahan yang menyangkut hal tersebut.
Maka dari salah satu audiens bertanya: Ust...Bang...Pak(memanggilku) Oy..Yups…(saudku).
&lt;i&gt;Bagaimana kita menanggapi atau setidaknya bersikap terhadap peperangan
tersebut?(&lt;/i&gt;Tanya audiens&lt;i&gt;). Sejauh mane kite tanggap, dan se-sanggup ape
kite birsikap”(&lt;/i&gt;jawabku&lt;i&gt;), Oh gitu!(&lt;/i&gt;kata si-penanya&lt;i&gt;)&lt;/i&gt;. Langsung
deh nyerocos dari sebelahnya audiens lain, &lt;i&gt;Wah kok sepertinya kita yang
disini hanya bisa bicara?, (&lt;/i&gt;komentar audiens yang lain&lt;i&gt;). Emang&lt;/i&gt;(jawabku).
&lt;i&gt;Wah! salah tempat dong ane!&lt;/i&gt;(Kata yang lain pula). &lt;i&gt;Makanye ente kalau
mau masuk/ikut sebuah forum diskusi/pengajian lihat-lihat dong?(&lt;/i&gt;jawab
audiens lainnya Moderator&lt;i&gt;).&lt;/i&gt; Lalu lihat-lihattan tuh audiens/jemaah,
sambil tersenyum, ada yang merengut, ada juga yang tertawa(aneka ragam
perwujudannya). &lt;i&gt;Bagaimana mungkin saya&lt;/i&gt;(penulis) &lt;i&gt;bisa menyelesaikan semuanye
komentar dan pertanyaan yang ade di forum ini!, apalagi persoalan Gaza vs Israel!.
Yang bertanya sudah saya jawab!, Lagian perlukah sebuah komentar ditanggapi?.
Bisakah mempengaruhi sebuah komentar apalagi komentar penonton yang berada
diluar lapangan memberikan kontribusi kepada mereka yang dilapangan?. Begitu
pula sebuah pertanyaan yang dimana seyogiyannya sebuah pertanyaan maupun
komentar haruslah mendekati hal yang dipersoal, harus sesuai, harus tepat.
Seperti yang sering saya katakan, orang yang sakit giginya, yaa dibawa ke
dokter gigi toh?, mungkinkah dibawa kedokter kandungan?. Coba tenang-tenang
menyimak jawaban saya, khususnya jawaban yang tadi saya jawab(&lt;/i&gt;jawaban yang
diatas&lt;i&gt;). &lt;/i&gt;Ust...Bang…Pak&lt;i&gt;…(&lt;/i&gt;audiens memanggilku&lt;i&gt;) Setidaknya atau
seminimalnya dari segi kemanusiaannya, masak sih! tidak ada yang bisa kita buat?,,
apa kek! Seperti bantuan, dalam bentuk finansial, yang mereka butuhkan(&lt;/i&gt;tandas
audiens&lt;i&gt;). Bantu! Hajar! Lagian siapa yang melarang?(&lt;/i&gt;jawabku&lt;i&gt;). &lt;/i&gt;(namun
perlu di-ingat!) &lt;i&gt;Kalau alasanmu mereka yang di Palestine
dan Gaza adalah
saudara-saudara kita yang lagi tertimpa musibah/masalah, “bagaimana dengan
mereka yang didekatmu/disekitar atau tetangga kita disebelah, apakah mereka
juga bukan saudara?”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
Tulisan ini
hanya sekedar melatih tangan dan pikiran, agar tetap konsisten dan berbagi agar
bisa untuk menempatkan setiap hal/urusan/persoalan, ada ruang dan waktunya sendiri.
Sebab tak &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ada kesalahan dan tak ada
benar bila didalam medan
peperangan, yang ada hanya pertahanan, pertempuran, dan konsekwensi yang sesuai
dengan garis-garis demarkasi yang sudah ditentukan dalam hukum perang. Jangan
mencoba mencari siapa yang salah apalagi mencari siapa yang benar, khususnya
dalam peperangan yang terjadi di Gaza.
Emang baru kali ini ape?. Selain itu penulis juga ingin menggaris bawahi kalau
yang terjadi di Gaza
bukanlah Jihad Fisabilillah, melainkan jihad kepentingan yang ingin berkuasa.
Jangan coba pula disangkut pautkan dengan segala macam bentuk teori, baik
konspirasi dan illuminati. Sebab teori yang banyak beredar bisa-bisa saja dan
boleh-boleh saja dibuat, namun yang perlu di-ingat perang sudah terjadi, dan
akan terus terjadi bila manusianya yang disana dan disini tidak mau sadar, tidak
memiliki system proteksi diri yang kuat, dan tidak memiliki ilmu yang cukup
untuk menjadi bekal dalam menjalani kehidupan ini. &lt;b&gt;Inilah akibat dari menganggap
enteng/remeh terhadap manfaat dan mudharat sebuah ilmu, sebab dengan ilmu orang
bisa sukses dengan ilmu juga orang bisa meraih pencerahan, namun bila ilmu tak
dibarengi dengan moral/akhlak yang bisa memprotek dari segala bentuk kejelekan
dan kejahatan, maka yang ada hanya kehancuran, kesia-siaan. Proteksi diri/Takwa
mudah untuk diucap, namun tak semudah mereka melakukan ke-ajulaan(gegabah,tergesa-gesa).&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Ini dampak dari gaya
hidup manusia abad ini yang hobinya mencari kesalahan dan kelamahan orang lain,
dan berusaha menghindar sejauh-jauhnya ketika dalam kondisi susah, dan
melemparkan kesulitan serta mencari kembing hitam kepihak lain selain dirinya
sendiri. Semua itu adalah akibat bukan sebab dari sebuah persoalan, yang tak
perlu dibesar-besarkan, ekses akan tetap ada baik sekecil dan sebesar apapun.
Hukam alam yang kausalitanya perlu untuk dicermati. Tidak hanya sampai disitu,
melainkan seluruh manusia di-planet bumi ini haruslah belajar menghargai bahwa
alam dan makluk lainnya juga butuh hidup, dan berkesinambungan. Jika munusia
selalu berfikiran dan berpandangan bahwa dialah satu-satunya komunitas yang
tinggal dibumi ini, sehingga setiap segala persoalan yang terjadi selalu disangkutkan
pada kemanusiaannya saja. Maka inilah yang perlu diperbaiki&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
Links terkait: &lt;a href="http://kom.ps/AFko86"&gt;Israel dan Palestina&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;اللَّهَ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;عَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;بِذَاتِ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;الصُّدُور&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Allah yang
paling mengetahui isi hati&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="hps"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;; font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Author by &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN" style="color: blue; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;; font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;&lt;a href="http://www.fardhie.com/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Fardhie&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;; font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Muqaddimah Ramadhan</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2014/06/memuqaddimahi-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 16 Jun 2014 04:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-1292139298452132053</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
Ramadhan adalah
nama dari salah satu nama bulan pada bilangan kalender Arab, penamaan Ramadhan
memiliki makna dan hanya kosa kata milik bangsa atau budaya Arabian. Ramadhan berasal
dari akar kata &lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;رمﺿ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;, yang berarti panas atau terik. Segala sesuatu pada Bulan
tersebut bisa menjadi sangat-sangat membakar, seperti bebatuan, pepohonan dan
lainnya, sudah tentu resiko di bulan ini airpun menjadi sangat terbatas bahkan
kekeringan. Inilah kondisi pada masa itu, dimana sikon &lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2014/05/31/muqaddimah-ramadhan-655846.html"&gt;Ramadhan&lt;/a&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ataupun bulan kesembilan yang selalu jatuh
pada musim panas ini hanya terjadi di Jazirah Arab bukan diwilayah lain
termasuk Indonesia, ini jika dihubungkan hanya dengan bulan Ramadhan secara
situasi dan kondisinya saja. Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis
bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari,
bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan sikon seperti Sunnah pada masa
Nabi yaitu panas yang sangat menyengat yang tentu sangat terujinya mental
seseorang yang melakukan aktivitas pada bulan tersebut. Coba lihat situasi alam
khususnya Indonesia, bila Ramadhan tiba, seiring itu pula hujanpun turun,
seiring itu juga kondisi menjadi basah dan tanaman serta air berkecukupan.
Dimana samanya dengan kondisi dipadang pasir yang sehari-harinya saja sudah
panas dan penuh ujian. Lantas bila Sunnah secara situasinonalnya sudah tidak
sama, sudah tak bisa dirasakan, maka tinggallah kondisi dalam ataupun Sunnah
perilaku Nabi pada saat bulan tersebut yang bisa umat lakukan pada saat ini.
Coba lihat juga kondisi umat bila tiba saat Ramadhan, coba lihat harga-harga
barang pada naik, sementara Sunnahnya menurun, diturunkan atau diredam dan
memang itulah makna sebenarnya dari Shaum/Shiyam. Sementara umat saat ini sudah
bergesar jauh dari yang semestinya. Lantas mau hikmah yang mana lagi yang ingin
diambil?, mau uswah yang mana dari yang dilakukan Nabi akan kita tiru?, bila
yang paling sederhananya(Situasional) saja sudah terabaikan, atau sengaja
diabaikan, maka kondisional bathin atau substansialah yang bisa diakuisisi oleh
umat saat ini. Saat ini Ramadhan hanyalah sebuah kiasan hanyalah sebuah ritual
tanpa bersinggungan langsung dengan situasi panas seperti di Arab, seperti
Sunnahnya para Nabi. Jika umat Islam di Indonesia atau di Negara lain melakukan
aktivitas seperti layaknya Sunnah, pasti akan merefleksi kepada hidup invidual
seorang makhluk yang kenal akan maksud dan tujuan Sang Kholik, serta mengetahui
untuk apa dan mengapa kita diperintahkan &lt;a href="http://www.fardhie.com/shiyam.html"&gt;shiyam&lt;/a&gt; selayaknya mereka yang telah
diakui, mereka yang telah terakreditasi oleh Allah. Jika pemahaman umat saat
ini hanya terfokus kepada bentuk-bentuk luarnya saja, bentuk-bentuk syari’ah
yang sebenarnya bisa sangat berbeda-beda, maka sudah tentu hanya peringatan
demi peringatan bak hari hari lain, bak bulan dan perayaan-perayaan lain.
Apalagi orientasinya hanya memperingati, tak memiliki ilmu, tak mengetahui
Sunnah dan tak mau bertanya kepada diri untuk apa dan mau apa. Maka sudah bisa
dipastikan nilai yang didapat sangat terbatas bahkan tak mendapat nilai sama
sekali. Jika sebentar lagi seluruh umat Islam sedunia memperingatinya hanya
orientasi sebatas penjelasan diatas tersebut, maka sudah bisa dipastikan akan
kembali pada titik jenuh, titik buntu dan tak mungkin bisa ketemu, ibarat kata
Kau disana Aku disini, gimana mau jumpa, gimana bisa bertemu dan bisa saling
mengenal. 1400 lebih sudah Sang Hatama Nabiyin berlalu, masihkah mungkin umat
saat ini merujuk kepadanya?, masihkah umat Islam bepegang teguh kepada
ajarannya?, secara teori seluruh kita pasti menjawab Masih!, Tentu!, kan Sang Hataman Nabiyin
adalah junjungan kita, inilah jawaban klise yang selalu keluar dari mulut-mulut
manusia tak berilmu. Emang Nabi pernah minta dijunjung?, Kalaulah alasan umat
saat ini memuji beliau karena Allah dan Para
malaikat saja memuji, masak sih kita tidak memuji?, inilah alasan yang paling
sering dijadikan sandaran. Allah dan Malaikat memang pantas memberikan Salawat untuk
Nabi, bukan manusia yang tak berilmu dan kotor seperti kita, tobat dan
bersihkan dulu diri ini. Secara logikanya saja yang menuji anda seorang
pencopet, apakah pujian tersebut anda terima?, yang memberikan anda gelar
adalah orang-orang yang tak lulus uji, tak berkualitas, apakah anda masih akan
menerimanya?, atau pujian tersebut sebenarnya malah menjatuhkan, mendegradasikan
yang sebenarnya sudah pantas terpuji. Emang kapan elu-elu pade pernah ketemu
dengannya?, ngaku-ngaku umatnya, tak tahu malu, wong mereka yang langsung
dibina Nabi saja(Anshor Muhajirin dan para Sahabat) tak berani mengatakan hal
seperti yang dikatakan umat Islam saat ini. Tak berani menjamin apakah kualitas,
kuantitas iman dan keyakinan mereka akan sama seperti saat masih ada atau
hidupnya Nabi Muhammad, apalagi kita, apalagi umat secara keseluruhan, jarak
saja sudah menjadi pembatas, waktu dan kondisi sudah menjadi perbedaan. Masih
juga melakukan aktivitas tanpa mengilmui? Masih juga membandel dengan isme-isme
kebudayaan dan keyakinan nenek moyang? Dan pribadi?. Seakan-akan kita masih
sejalan dengan umat para Nabi?, lebih baik sadar walau malu dan sakit,
ketimbang tertipu dan terjebak(Zhulumat) pada sesuatu yang sebenarnya buntu
bahkan menuju kehancuran. Tak ada guna melakukan semua aktivitas tanpa
mengilmunya(Q.S 4:43: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Hai kalian yang beriman, jgnlah kalian dekati
Sholat jika kalian dlm keadaan sakarat/mabuk/terombang-ambing, maka ilmuilah
dulu apa yg kalian lakukan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;). Dari ayat ini bisa disimpulkan ilmu
menjadi faktor utama dalam melakukan aktivitas, sebab jika tidak di-ilmui nanti
akan menjadi budaya, akan menjadi ritual-ritual bak dunia saat ini yang memang kehidupan
ala Jahiliyah, hanya bersenang-senang tanpa akhir layaknya mereka sudah berada
di Jannah. Jangan sampai segala sesuatu yang kita lakukan terjebak dan tertipu
oleh fatamorgana nilai-nilai duniawiah(Q.S 57:20: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ilmuilah olehmu, bahwa
kehidupan dunia ini hanya permainan dan membuat lalai, perhiasan hidup dan glamorlah
yang kau banggakan, padahal kehidupan dunia ini adalah mata’ul ghurur/fatamorgana&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;).
Tidak cukup niat baik saja dijadikan acuan, tak cukup kemauan, keinginan, tanpa
ada ilmu, tanpa ada bukti dan observasi terlebih dahulu terhadap segala sesuatu
yang akan kita kerjakan. Kembalilah kepada yang pernah dinuzulkan Allah kepada
Nabi-Nya dibulan tersebut, &lt;b&gt;Kitabullah&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Ummul Kitab&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Ahsanal
Hadits&lt;/b&gt; adalah &lt;a href="http://www.fardhie.com/alquran/"&gt;&lt;b&gt;Al Qur’an&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. &lt;span style="mso-bidi-font-family: Aharoni;"&gt;Tulisan
ini sekedar memuqadimaih hari atau bulan yang sebentar lagi tiba yaitu
Ramadhan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Salam untuk yang mau sadar dan mengilmui
segala sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:shapedefaults v:ext="edit" spidmax="1026"/&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:shapelayout v:ext="edit"&gt;
  &lt;o:idmap v:ext="edit" data="1"/&gt;
 &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SHUHUF</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2014/04/shuhuf.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 30 Apr 2014 09:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-4932934762737567452</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;S H U H U F&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
Kata Shuhuf,
bagi sebahagian orang bukan hal yang asing, atau mungkin hanya sekedar pernah
mendengarnya. Kata ini sebenarnya adalah leksikel Qur’an. &lt;b&gt;Shuhuf&lt;/b&gt; adalah
bentukan Jamak/Plurar dari kata Shahifah, yang jamaknya Shaha’if-Shuhuf. Artinya:
Kertas Yang Tertulis, Sehelai Kertas, Surat
Khabar, Lembaran/Halaman. Dari sinilah bentukan kata Mushaf(&lt;i&gt;Isim Maf’ul&lt;/i&gt;)
yang biasa dipakai untuk mengistilahkan pengumpulan ayat per ayat surat per surat
dimasa Khalifah Rasyidin. Secara kesimpulan kata atau lafadz Shuhuf berarti
Lembaran-Lembaran, Mushaf adalah lembaran yang tertulis atau lembaran yang dituliskan.
Kalau dulu Shuhuf hanya potongan-potongan kalimat pendek yang tertulis, maka saat
datang masanya Shuhuf yang semula hanya terdiri dari beberapa kalimat saja,
telah disempurnakan oleh Allah, Malaikat Jibril yang membawanya turun dan
mengajarkan kepada manusia. Al Qur’an adalah hasil kumpulan yang sudah disempurnakan
Allah dan diajarkan kepada Muhammad. Mushaf yang saat ini kita pegang sudah ada
wadahnya, dan bisa kita baca serta kita pelajari. Minimal tidak sia-sia kerja
para sahabat-sahabat Nabi yang mengumpulkan ayat-ayat ketika Nabi menerima
wahyu dalam bentuk hafalan dan tulisan kemudian huruf tersebut dibarisi dan
disempurnakan letak huruf per hurufnya, semua kerja tersebut sempurna dimasa
Khalifah Utsman bin Afan, maka hingga saat ini Mushaf Utsmanlah yang menjadi
pegangan umat Islam seluruhnya, &lt;b&gt;Al Qur’an&lt;/b&gt; yang diakui dunia dan kita
pakai saat ini. Mengapa Mushaf Utsman? Karena lebih pas, lebih teliti dan sudah
diakui oleh para sahabat-sahabat yang lain. Walaupun pengumpulan ini sudah
dimulai sejak masih adanya Nabi bersama para sahabat, dan kerja itu dilanjutkan
oleh Abu Bakkar, Umar dan sempurnanya tentu ditangan Utsman. Kembali kepada
bahasan kata/lafadz Mushaf, maka kita harus merujuk dari semua bentukan akar
katanya didalam Al Qur’an, sebenarnya tidak banyak, hanya 8 Surat dan 9 Ayat. Ke 7 surat
tersebut turun dalam periode Makkiyyah dan hanya 1 surat saja berada dalam periode Madaniyyah.
Lihat &lt;a href="http://www.fardhie.com/alquran/shuhuf.htm"&gt;Dokumen&lt;/a&gt;. Shuhuf
atau lembaran-lembaran Kitab sebenarnya sudah ada sejak jaman Nabi &lt;b&gt;Ibrahim&lt;/b&gt;
a.s dan Nabi Musa a.s, artinya Ibrahim dan Musa juga membawa Shuhuf/Lembaran Kitab
yang diberikan &lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt; kepada mereka untuk menjadi Pedoman Petunjuk generasi
semasa mereka dan akan datang. Dimana semua dunia mengetahui Lembaran Kitab
yang dibawa Nabi Musa a.s adalah Taurat yang berarti Bacaan. Penulisan kata Taurat
dalam dialeg bahasa atau budaya Ibrahim a.s, oleh sebab itu digelar atau diistilahkan
dengan bahasa Ibrani. Tanpa adanya Nabi Ibrahim bersama sang istri(Sarah dan
Hajjar) maka tak ada bahasa Ibrani, tak ada budaya manusia diseluruh penjuru
dunia yang mampu mempelopori munculnya bahasa, sebab bahasa adalah alat
komunikasi, sarana untuk saling mengerti dan memahami satu dengan yang lainnya.
Sejarah pasti mengetahui siapa Ibrahim, secara nama dan tempat tinggalnya tak
bisa dipungkiri, tak bisa dibantah letak keberadaan Nabi Ibrahim dan semua Nabi
muncul di Jazirah Arab, mau tidak mau manusia dan dunia harus menerima itu,
harus mengakui siapa Nabi Ibrahim dalam ke-Arabiannya, tentu Rosul, tentu
utusan Sang Pencipta(&lt;i&gt;Kholiq&lt;/i&gt;) langit bumi(&lt;i&gt;Samawat Ardh&lt;/i&gt;) sebab Nabi
Ibrahim a.s yang pertama diberikan Shuhuf/Lembaran Kitab, walaupun Ibrahim
bukan Nabi yang pertama diutus, melainkan Nabi Adam a.s yang pertama diberikan
tugas. Namun Nabi Ibrahim adalah yang pertama membawa Shuhuf dari &lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt;,
oleh karena itu dia digelar dari Tuhan Sang Penata Jagat Raya, Sang Maha Aku
dari segala yang memiliki ke-Akuan, Tuhan yang Satu dari segala tuhan buatan
manusia. Dengan gelar/istilah Kholilullah=Kesayangan &lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt;, walau semua
Nabi/Rosul pasti kesayangan &lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt;, namun Ibrahimlah spesifikasinya sebagai
sang kholil. Nabi Musa a.s spesifikasi/gelarnya adalah Kalamullah, yang berarti
Perkataan Allah/Kalimat-kalimat Allah. Nabi Muhammad s.a.w digelar sebagai
Khataman Nabi, Penutup para Nabi. Ini hanya merupakan contoh gelar yang lansung
diberikan Allah, walau sebenarrnya masih banyak gelar/spesifikasi yang berikan
Allah kepada mereka para Nabi/Rosul, “&lt;i&gt;selawat salam untuk mereka semua&lt;/i&gt;”.
Ibrahim sebagai rujukan para Nabi setelah beliau menerima perintah dari Allah,
Ibrahim langsung menjalankannya/mengaplikasikan(&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;QS.
Ali ‘Imran ayat 65&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;), Nabi Ibrahim juga merupakan pencipta kiblat
umat Islam, Pencetus ide-ide kemanusiaan yang berahklak. Perancang ketarbiyahan
yang perfect paripurna. Yang namanya masuk dalam tata aturan sah dan tidaknya
Sholat(&lt;i&gt;dibaca saat duduk&lt;/i&gt;)) seorang Muslim/Mu’min. Mau dipunkiri lagi
siapa Nabi Ibrahim? Mau diketepikan lagi nama besarnya sudah mendunia, bahkan
dikalangan Barat dan Eropa tak sungkan-sungkan untuk mengakui Nabi Ibrahim a.s &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sebahagian kalangan dan budaya mengakui
Ibrahim merupakan sosok penting dalam budaya mereka, bahkan mereka juga mengakuinya
sebagai Nabi dari Allah. “Mengapa sebegitu berpengaruhnya Ibrahim dimata dunia?
“Mengapa namanya sulit untuk dilupakan/tidak diingat oleh sejarah?” &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jawabnya karena dia merupakan Kesayangan
Allah, namanya sudah dikitabkan dan ditetapkan oleh Sang Penata alam jagat
raya(Allah Al Qodir). Tak ada satupun yang mampu menghapus,
melenyapkan,menghilangkan dan menyelewengkan Nabi Ibrahim a.s(&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;QS. Al Baqarah ayat 130&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;) hanya mereka si pendusta
dan mendustai ajaran-ajarannya, hanya si pembohong yang menciptakan agama-agama
pembohongan(&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;QS. Al An’aam ayat 91&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;) &lt;span style="color: black;"&gt;untuk&lt;/span&gt; mengelabui manusia, untuk membelokan agama
yang sebenarnya sudah ditentukan dari langit ketujuh, dari Arasy tempat Sang
Maha Aku bersemayam dan mengatur segala urusan-urusan-Nya(&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;QS. Az Zukhruf ayat 45&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;). Bahkan dalam satu
riwayat diceritakan bahwa Nabi Muhammad pernah untuk dipengaruhi
keimanan/keyakinannya oleh kalangan Yahudi dan Nasrani dengan cara mereka membelokan/menyelewengkan/
membohongi bahwa ajaran Nabi Ibrahim a.s adalah seperti ajaran/keyakinannya
mereka Yahudi dan Nasrani&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;(Diriwayatkan
oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa'id atau 'Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nabi Muhammad tidak terpengaruh oleh siasat mereka, sebab
Nabi sudah menerima wahyu, ajaran via &lt;b&gt;Kitabullah&lt;/b&gt;(&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;QS. Al Baqarah ayat 135&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;).
Al Qur’an adalah kumpulan/kompilasi dari kitab-kitab sebelumnya(&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;QS. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;Ali 'Imran
ayat 3&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;) yang berupa &lt;b&gt;Shuhuf&lt;/b&gt;
Ibrahim dan Kitab &lt;b&gt;Taurat&lt;/b&gt; Musa, Kitab &lt;b&gt;Zabur&lt;/b&gt; Nabi Daud, Kitab &lt;b&gt;Injil&lt;/b&gt;
Nabi Isya, yang kesemua itu disempurnakan baik secara kesan dan tulisan via
litsanan &lt;b&gt;Arabian&lt;/b&gt;(&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;QS. Az Zumar ayat 28&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;), lewat perantaraan &lt;b&gt;Jibril&lt;/b&gt;(&lt;i&gt;yang ditaati di alam
para malaikat&lt;/i&gt;) kemudian Jibril mengajarkannya lewat perantaraan Kalam yang
menjadi petunjuk dan pedoman Nabi Muhammad melangkah dan bertindak sesuai wahyu
yang diberikan kepadanya. Pedoman dan Petunjuk itulah Al Qur’an(&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;QS. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;Asy
Syu'araa' ayat 191-196&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;).
Ingat wahyu pertama yang diterima Nabi didalam gua Hira’, “&lt;i&gt;Iqra&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;Baca&lt;/i&gt;
lalu &lt;i&gt;Amati&lt;/i&gt; coba &lt;i&gt;Observasi&lt;/i&gt; baru &lt;i&gt;Amalkan&lt;/i&gt;. Inilah perintah
pertama dari Malaikat &lt;b&gt;Jibril&lt;/b&gt; kepada Nabi untuk dipelajari agar bisa
terfahami dengan benar dan logis, tanpa unsur mistis dan magic. Bagaimana
mungkin hidayah yang fungsinya menjadi pedoman manusia tak bisa dimengerti, tak
bisa terfahami secara aqal dan daya nalar, tentu tidak bisa menjadi
pedoman/petunjuk yang membimbing. Pedoman dan Bimbingan haruslah tepat sasaran
dan bisa untuk dibuktikan baik secara kasaf mata maupun bathiniyah, Pedoman dan
Petunjuk tersebut haruslah teraplikasikan kedalam kehidupan kita, alangkah lucunya
bila kita sehari-hari menjalankan aktifitas kehidupan terlepas dan terpisah
dari Pedoman dan Pentunjuk yang telah diberikan. Nabi saja disuruh/diperintahkan
untuk membaca/Iqra atau mempelajari Al Qur’an, mengapa kita tidak? Bukankah
Nabi sendiri pernah berpesan kepada kita untuk selalu berpegang kepada
Kitabullah/Al Qu’ran(&lt;i&gt;Petunjuk,Pedoman&lt;/i&gt;) dan Sunnah?, yang artinya &lt;b&gt;Pelajarilah&lt;/b&gt;,
&lt;b&gt;Amatilah&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Jalankan&lt;/b&gt;, amalkan sesuai Sunnah. Ini baru Muslim
yang sebenarnya, ini baru bisa dikatakan Islam yang &lt;i&gt;Kafah &lt;/i&gt;sesuai dengan Sunnah
para Nabi/Rosul-Rosul Allah yang duluan menjalankan, mengamalkan kedalam
kehidupan mereka sehari-hari. Bukankah mereka merupakan suri tauladan? Contoh
yang baik dan layak(&lt;i&gt;QS. Al Ahzab ayat 21&lt;/i&gt;) dan Nabi Ibrahim(&lt;i&gt;QS. Al
Mumtahanah ayat 4&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: 150%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%;"&gt;اللَّهَ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%;"&gt;عَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%;"&gt;بِذَاتِ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: green; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%;"&gt;الصُّدُور&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: green; font-size: 16.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%;"&gt;Author by &lt;a href="http://www.fardhie.com/"&gt;&lt;span style="color: navy; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Fardhie&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ASAL USUL</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2014/03/asal-usul.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 28 Mar 2014 05:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-5226178072443209654</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:shapedefaults v:ext="edit" spidmax="1026"/&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:shapelayout v:ext="edit"&gt;
  &lt;o:idmap v:ext="edit" data="1"/&gt;
 &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma;"&gt;Apapun dan bagaimanapun sesuatu yang ada di langit dan bumi semua
itu pasti memiliki sejarah kejadiannya masing-masing, pasti memiliki sebab dan
musabab, tentu ada batasan dan ukuran, bahkan memiliki alasan, harus bisa
mengejawantahkan keberadaannya. Lewat proses demi &lt;i&gt;proses&lt;/i&gt;, tahapan demi &lt;i&gt;tahapan&lt;/i&gt;
yang harus &lt;i&gt;dilalui&lt;/i&gt; tak mungkin tidak terlalui oleh manusia, dari awal
hingga akhir, dari pendahulu hingga penerus, dari hulu ke hilir, dari kosong
menjadi berisi, dari tak tahu menjadi tahu, dari kecil hingga dewasa, dari
hidup menuju mati. Dari kesemua itulah ada dan keberadaannya sesuatu yang ingin
di ketahui bisa terjawab, terbukti dan &lt;i&gt;diterima&lt;/i&gt; secara substansial dan
eksistensial, baik lahir maupun bathin, fisik dan jasmani, jiwa dan raga. Tanpa
harus &lt;i&gt;mendustai, membohongi&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;membodohi&lt;/i&gt; diri sendiri, maka
sudah pasti segala sesuatu ada jawabanya, yang jawaban tersebut harus &lt;i&gt;disesuaikan&lt;/i&gt;
dengan teks dan konteks &lt;i&gt;halnya&lt;/i&gt;, seperti layaknya step by step paparan
diatas tersebut. Maka tidak mungkin bisa &lt;i&gt;dipungkiri&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;dipelesetkan &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt;
diselipkan&lt;/i&gt;, disadari maupun tidak, semua jawaban yang diingini akan &lt;i&gt;terbukti&lt;/i&gt;
dan &lt;i&gt;terjawab&lt;/i&gt; dengan sendirinya. Tidak perlu repot, tidak usah sewot,
juga tidak perlu cibir mencibir, sebab ini akan &lt;i&gt;mubazir&lt;/i&gt;, akan sia-sia,
jika dilakukan oleh orang yang &lt;i&gt;berilmu&lt;/i&gt; lagi mengilmui. Sebab semuanya
sudah jelas dan &lt;i&gt;menjelaskan&lt;/i&gt;, sudah terang benderang, sudah ada
dari&amp;nbsp; awalnya semua jawaban yang kita ingini, semua ke inginan sudah
terjawab, semua tuntutan sudah di penuhi, lantas tinggal &lt;i&gt;apalagi&lt;/i&gt;?...lalu
mau &lt;i&gt;bagaimana lagi&lt;/i&gt;?...semua…ini berpulang kepada invidual seseorang.
Tidak ada yang bisa menjastifikasi apapun dan bagaimanapun terkecuali &lt;i&gt;Penjastifikasi&lt;/i&gt;,
&lt;i&gt;Pengejawantahan&lt;/i&gt; yang sesungguhnya dan sebenarnya. Bila manusia harus
memaksa sebuah jawaban tanpa pembuktian terlebih dahulu adalah: “&lt;i&gt;Keterjebakan&lt;/i&gt;”,
“&lt;i&gt;Kebodohan&lt;/i&gt; yang berujung pada &lt;i&gt;Kesesatan&lt;/i&gt; bahkan bisa menyesatkan
dan membuat buta mata hati manusia, menutupi/membohongi/ membodohi
pendengarannya yang mengakibatkan tak tersimaknya dengan baik segala sesuatu
yang ada dihadapan apalagi yang ada dibelakangnya”. Inilah yang perlu &lt;i&gt;disadari&lt;/i&gt;,
&lt;i&gt;dicermati&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;lapang dada&lt;/i&gt; tanpa harus &lt;i&gt;meronta&lt;/i&gt; apalagi &lt;i&gt;memaksa&lt;/i&gt;,
ini yang dimaksud &lt;i&gt;kejujuran&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;kearifan, &lt;/i&gt;pasti akan terilmui dengan
baik semua hal yang akan di persoal/dipermasalahkan. Dari sini juga niat
seseorang akan diketahui, apakah baik bila mengucapkan perkataan yang baik?
namun didalam hati maksudnya jelek atau bermaksud lain dari yang diucapkan?
Sebaliknya perkataan jelek atau bermaksud lain dari yang diucapkannya walaupun
niat didalam hati sebenarnya baik?. Tentu sangat-sangat tidak relevan dengan
ilmu itu sendiri, sangat tidak sesuai kebenaran. Apapun itu semuanya sudah ada
ketentuannya, sudah ada keterangan atau penjelasan yang nyata bagi semua
manusia. Ketentuan itu tak mungkin menyalahi aturan, tak bisa menyalahi asal
usul, apalagi &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN" style="color: black; font-family: Tahoma; mso-ansi-language: EN;"&gt;laws of nature tak mungkin salah, sebab bumi ini berputar
pada porosnya, langit terbentang luas bukan tanpa maksud, hanya saja ilmu
manusia yang belum sampai seperti layaknya pada saat dahulu manusia ingin
kebulan. Alam memberikan jawaban, alam mendatangkan inspirasi bagi siapapun
yang mau mempelajarinya, alam bisa dikenali, alam merupakan wadah bagi seluruh
manusia. Tak ada satu orangpun manusia di bumi ini sebelum alam
mendahului/mengawalinya. Karena adanya alam yang merupakan via, wadah/ruang
maka hadirlah/terciptalah waktu demi memagari/membatasi manusia yang menjalani
episode kehidupan di bumi hingga menuju episode selanjutnya. Ini baru satu
wadah/sarana/ruang yang diberikan Sang Pencipta untuk manusia. Bagaimana dengan
wadah yang lebih luas lagi ”lebih banyak menyimpan ilmu/pelajaran/inspirasi”.
Alangkah sia-sia bila alam dan seisinya ini tak bisa memberikan jawaban,
memberikan argument bagi siapapun yang membutuhkan. Masalahnya keterbatasan sarana
manusialah yang membuat alam ini menjadi sempit, menjadi seperti terlihat
bulat, menjadi seperti terbentang, seakan bumi ini tak berputar, memunculkan
perdebatan. Alangkah tergesa-gesa dan gegabahnya manusia bila mengatakan
dirinya telah mengilmui alam ini, telah mengenali dan telah menjalani, betapa
berhubungan erat manusia dengan alam ini. Maka jika ingin mengenal diri kita
secara utuh dan benar lagi membenarkan bukan berdasarkan dugaan dan prasangka
apalagi perkiraan yang tak lepas dari keterbatasan Insan, sebaiknya cobalah
mengindikasi terlebih dahulu alam dan manusia, coba diriset dengan lebih
teliti, dengan hati yang tak bercampur ingin pengakuan, tak bercampur dengan
kemarahan apalagi bercampur dengan rasa benci dan dengki, hanya semata-mata
niat tulus ingin mengenali lebih dekat siapa diri kita dan bagaimana
hubungannya dengan alam semesta. Agar tak salah jalan dan menyalahkan orang
lain, tak perlu mencari kambing hitam, untuk melemparkan kelemahan dan
kesalahan pada siapun, tindakan tersebut hanya akan merugikan diri sendiri dan
tak akan pernah jadi ilmu semua hasil pembelajaran yang akan mengajarkan kita
hingga memberi pengertian dan penjelasan lewat alam,lewat kesan,lewat tulisan
bahkan bisa melampaui batas ilmu manusia. Ketika semua persyaratan diatas
terpenuhi maka pasti bisa menemukan jalan kebenaran, pasti ketemu dengan Yang
Maha Benar, pasti tidak mungkin tersasar dan tersesat pada jalan yang salah,
pada ajaran yang keliru dan dikelirukan oleh ulah tangan-tangan jahil manusia.
Keberadaan manusia dan alam sebenarnya sudah mengejawantahkan keberadaan Tuhan
Sang Penata, Tuhan Sang Pencipta, bisa dikenali dari wujud manusia dan wujud
alam, bisa ditemukan titik terang siapa sebenarnya Dia Sang Maha dari segala
yang memiliki Maha, apa dan bagaimana jalan yang telah Dia berikan untuk
makhluknya akan terungkap. Banyak penemuan dunia dari dulu hingga abad ini
mengarah pada satu jawaban, menuju pada satu titik namun tak pernah disadari
atau mungkin didustai dan ditutupi oleh manusia. Namun kebenaran takkan hilang
sebab ada didalam diri manusia, ada dialam semesta dan sudah Dia tetapkan,
sudah Dia pastikan, itupun bagi manusia yang mau perduli dan mau mempelajari
ayat lewat diri, lewat alam dan lewat Kitab pedoman yang telah Dia
nuzulkan/turunkan untuk kita sebagai &lt;i&gt;Petunjuk&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Bimbingan&lt;/i&gt; yang akan
&lt;i&gt;Memandu&lt;/i&gt; hidup dan kehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;اللَّهَ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;عَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;بِذَاتِ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;الصُّدُور&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: black; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;Allah sangat mengetahui apa saja yang ada didalam
kesadaran(hati) kita&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="hps"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN" style="font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;; font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Author by &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://www.fardhie.com/"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Fardhie&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>JAHILIYAH</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2014/02/jahiliyah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 27 Feb 2014 00:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-4147850883207310344</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma;"&gt;J A H I L I Y A H&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .25in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: .25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0; margin-top: 0; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0 0in; text-align: justify;"&gt;
Budaya menjadi penutupnya, pengakuan dunia menjadi sandarannya, tradisi yang 
semu penuh basa-basi menjadi suguhan disetiap kehidupan yang dilaluinya. 
membodohi diri sendiri dan orang yang melihatnya seakan berjalan tanpa rasa malu 
dan kesadaran akan setiap perkataan dan tindakannya. Matanya sudah tertutup dari 
pandangan nilai-nilai fitrah sebagai makhluk ciptaan, Pendengarannya tersamarkan 
dari penglihatan dan pengamatan Rakib dan Atit/Yamin dan Syimal (&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;QS 
Qaaf ayat 16-19=&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma; font-size: medium;"&gt;إِذْ يَتَلَقَّى 
  الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ-مَا يَلْفِظُ 
  مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ=&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma; font-size: 11pt;"&gt;ketika 
dua sosok malaikat Yamin dan Syimal mencatat segala amalnya, apapun yang 
diucapkannya akan ada yang selalu mengawasinya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;)&lt;/span&gt; 
Pikirannya sudah terancui budaya dan tradisi dunia fana yang dibuatnya sendiri 
bersama orang-orang yang melupakan asal-usulnya sebagai manusia(&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;QS 
Al Mu'minuun ayat 115=&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma; font-size: medium;"&gt;أَفَحَسِبْتُمْ 
  أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لا تُرْجَعُونَ=&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;apakah 
kamu mengira Allah menciptakanmu utk bermain-main? dan takkan kembali pada-Nya?&lt;/span&gt;) 
bukan Adam dan Hawa yang dia jadikan panutannya sebagai manusia pertama/khalifah yang membawa ajaran samawat, dan mengenalkan budaya samawat(Islam) 
yang bersumber dari Sang Maha Aku yang memiliki kekuasaan mutlak diatas 
segalanya(Allah). Hai bani Adam sadarlah, kemana rasa malumu, dan balutlah 
dirimu dengan pakaian Takwamu(&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;QS Al A'raaf 
ayat 26=&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma; font-size: medium;"&gt;لِبَاس&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma; font-size: medium;"&gt;ُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ=&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma; font-size: 11pt;"&gt;&lt;i&gt;pakaian 
takwa itulah sebaik-baiknya pakaian&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;), Imanmu, dan Ilmu yang kau 
pelajari dari petunjuk hidup dan kehidupan manusia(Kitabullah). Cerminkanlah 
dalam setiap gerak kehidupanmu Sunnah para Rosul-Rosul Allah bukan menusia yang 
memecah belahkan(&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;QS Ar Ruum ayat 31-32&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;) 
dari satu Nabi ke Nabi lain, bukan manusia yang menutupi dan membelokan ajaran 
dan agama menjadi berbeda-beda, bukan pula al kitab(merubah Taurat, Zabur dan 
Injil) yang dibuat oleh tangan-tangan manusia itu sendiri. Berhentilah dari 
permainanmu, sadarlah dari kebodohanmu, jangan kau jadikan agamamu itu mainan(&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;QS 
Al An'aam ayat 70&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;), bermainlah diduniamu ditempat yang semestinya, 
bukan dalam dakwah, bukan dalam menyampaikan ayat, bukan juga di Tuhanmu, sebab 
yang tersebut diatas bukan tempat bermain, bukan ajang permainan&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;(QS At Taubah ayat 65), &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
ketika semua manusia menganggap perkataan dan gurauannya hanya sekedar, maka 
ketika itulah dia sudah terbawa kedalam zhulumat(kegelapan) yang kegelapan 
tersebut tak disadarinya, disaat semua kita memaklumi gurauan yang terus menerus, 
disaat perkataan ataupun ucapan yang tanpa ilmu bisa dimaklumi, itulah ciri dari 
ke Jahiliyahan yang sudah mendarah daging dan menjadi budaya, menganggap semua 
perbuatan yang sebenarnya tak disadarinya, bahwa dia telah membohongi dan 
membodohi diri sendiri. Inilah kondisi dunia saat ini, memperlihatkan kesuksesan 
dalam penilaian yang kerdil dan salah, sebab ditentukan dan disandarkan 
berdasarkan material, fisik dan jabatan semata(&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;b&gt;QS
&lt;span class="cattitle"&gt;Asy Syu'araa' ayat 128-135&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;). Tradisi 
budaya moderenisasi dijadikan ajang tanding keberhasilan, tekhnologi cangih yang 
selalu dianggarkan, kekejaman dan penyiksaan sudah dianggap konsekwensi hidup, "Maka 
inilah ciri manusia yang sudah sesat dan menyesatkan, inilah ciri penghuni 
nereka, inilah akibat ilmu sudah digantikan, ini gambaran manusia yang mencoba 
mengendalikan dan mengantikan hukum alam/sunnatullah. Betapa sudah kelirunya 
manusia saat ini, ilmu yang merupakan wibawa/kharisma/nama besar manusia sudah 
terlupakan dan tergantikan, ilmu yang semula menjadi penilaian profesioanalisme 
seseorang berganti wujud menjadi materi dan pengakuan dunia(&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;QS
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="cattitle"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Al Hajj ayat 3 dan 
Surat Luqman ayat 6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;. Banyak diantara kita 
melupakan betapa pentingnya sebuah ilmu yang sudah jadi pengalaman atau 
sebaliknya pengalaman yang menjadikan ilmu(&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;QS 
Yusuf ayat 3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;) yang ilmu itu bersumber dari petunjuk yang jelas, 
petunjuk yang membimbing Sang Hataman Nabiyin menjadi sosok yang berahklak 
mulia dan berilmu, tidak lain tidak bukan ialah Al Quran, Kitabullah yang sudah 
dia titipkan untuk umatnya agar selalu mempelajari,memperdalam dan mencari 
sumber ilmu lewat Kitab tersebut. Ketidak tahuan bukan menjadi alasan untuk mau 
mempelajari, keterbatasan jangan dijadikan kambing hitam. Bila para ulama/ahli 
tafsir saja bisa mempelajarinya, tentu kita juga bisa jika memang kita 
mengingininya apalagi saat ini sudah banyak buku panduan, system dan cara 
mempelajari Al Quran lafazh per lafazh ta'rif per ta'rif dan kalimat per 
kalimat(Ilmu Nahwu,Balagho dan Mantik). "Bayangkan kitika seseorang yang sedang 
sakit giginya harus berobat kepada dokter yang salah atau tidak berilmu didalam 
bidangnya" sakit gigi kok kedoktor kandungan". Selanjutnya akan datang hidayah/petunjuk/bimbingan 
yang memandu untuk beraktifitas, berkata, dan beramal, maka inilah manusia yang 
memilki tanggung jawab. Hal 
tersebut sudah wajib dimiliki seorang manusia apalagi dia adalah Pemimpin, Imam, 
Pendakwah dan Tokoh umat, sebab jika hal yang menjadi wajib tersebut tidak 
dimiliki oleh mereka pastilah akhirnya bisa mengarah pada sesuatu yang salah dan 
menyimpang dari yang semestinya/selayaknya dan sepantasnya. Inilah kondisi umat 
manusia 
saat ini, inilah kenyataan dunia yang konon katanya moderenisasi dan maju 
tapi melupakan asal-usulnya, menanggalkan nilai-nilai hassanah sebagai budaya 
kehidupan, melepaskan diri dari sejarah munculnya peradaban manusia dibumi, 
menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya kosong seakan berisi, sesuatu yang 
dibuat-buat dengan tatanan panggung seakan menjadi nyata. Mengatakan yang belum 
dibuktikan lewat hidupnya menjadi sebuah pengalaman kemudian mengkemasnya 
menjadi seakan-akan itulah kebanaran, itulah kenyatan dan itulah yang harus 
dicontoh semua orang. Tidak jadi ukuran orang yang bisa tampil/show time seakan 
dia seperti penampilannya, Tidak menjadi tolak ukur orang yang pintar bicara dan 
mampu mengkemas kata seolah dia benar dan itulah kebenaran(&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;QS 
Al Maa'idah ayat 41&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;). Sebab kebenaran hanya datang kepada orang yang 
berilmu, berjihad melawan ego/hawa, bersyukur dalam semua kondisi. Semua itu 
hanya bisa didapat dan diraih bagi mereka yang mau perduli dan mempelajarinya 
lewat sumber yang sudah ditetapkan Allah yaitu Kitabullah dan Sunnah 
para Rosul(&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;QS &lt;span class="cattitle"&gt;Ar Ra'd ayat 1+Al 
Ahqaaf ayat 12 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="cattitle"&gt;dan&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;b&gt; 
Ash Shaff ayat 6&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;). Jika anda bertanya lantas apa hubungan 
judul/tema dengan isinya? &lt;a href="http://www.givefreeachance.com/article.php?id=552716"&gt;Jahiliyah&lt;/a&gt; dari kata: &lt;span lang="ar-sa"&gt;
خهل-يخهل-خهلا-خاهلة=&lt;/span&gt;Jahil, Tak berilmu, Bodoh. Ini arti secara bentukan 
katanya. Jahiliyah sesuatu yang semu tak berilmu dan kebodohan yang tak disadari. 
Tak ada kebaikan pada unsur Jahiliyah, tak bernilai apa-apa bila hidup dalam 
kejahiliyahan, sebagai ta'rif lihat Q.S Al Maa'idah ayat 50 dan Q.S Al Ahzab 
ayat 33. Dari kesemua Tandzil Surat dan Ayat yang ada kata/lafazh Jahiliyah 
semuanya dalam periode/episode atau sikon Madinah. Yang artinya masa 
kejahiliyahan bila ditelaah berdasarkan Sunnah Nabi tentu yang dimaksud 
Jahiliyah yaitu sikon/kehidupan yang gelap tanpa cahaya, kebodohan tanpa ilmu, 
ketidak jelasan dari satu sikon Mekkah ke Madinah dari Zhulumat illa Nuwr, tentu 
Kejahiliyahan akan hilang dan berganti ketika seseorang Hijrah dari satu kondisi 
menuju kondisi lain. Ini juga yang dimaksud berjihad melawan hawa nafsu, 
Keinginan yang berlebih, keakuan yang mengalahkan penilaian Allah. Ini yang 
harus disadari setiap insan dalam kedudukannya sebagai Abdi, Mu'min dan Muslim.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0.25in 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Author by Fardhie &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://fardhie.blogspot.com/2014/02/semua-orang-menginginkan-pemimpin-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 21 Feb 2014 22:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-6254122424854796086</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;

&lt;div align="center" dir="ltr" style="line-height: 150%;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="st"&gt;
&lt;span style="font-family: Arabic Typesetting; font-size: large;"&gt;السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ 
وَبَرَكَاتُهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" dir="ltr" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0; margin-top: 0;"&gt;
&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Semua orang 
menginginkan pemimpin yang baik,jujur dan memiliki tanggung jawab dalam istilah 
lain amanah, semua orang pasti bisa mengatakan baik ataupun amanah, namun apa 
dan bagaimana menentukan kriteria seorang pemimpin tersebut? apakah karena dia 
memilki keturunan yang banyak? apakah karena dia memilki harta yang banyak? atau 
mungkin dia memiliki banyak pengikut? atau mungkin dia hanya memilki 
kejujuran,kemauan untuk merubah sesuatu? bahkan mungkin dia memilki ketegasan 
dalam memimpin?. Contoh ini kita jadikan sosok pemimpin yang akan memenuhi 
kriteria. Pertama dia mampu namun tidak jujur/baik/amanah. Kedua dia baik,jujur 
dan amanah namun tidak mampu, sebab untuk memilih pemimpin yang jujur,baik dan 
amanah serta mampu sangat sulit apalagi mengingat saat ini sudah hampir tidak 
ada batasan yang jelas untuk memastikan siapapun yang cocok menjadi pilihan. 
Sebenarnya inilah yang perlu dipikirkan oleh masyarakat yang akan memilih, yang 
apa dan bagaimana yang kita inginkan? semua berpulang kepada si pemilih dan yang 
di pilih. Pemimpin ini sangat ditentukan oleh kondisi dan tempat dia 
berada(pengenalan) sebab jika seorang pemimpin tidak mengenal apa dan bagaimana 
yang akan dia pimpin, lantas bagaimana bisa menjalankan roda kepemimpinan, 
ibarat seorang supir yang tidak tahu kemana arah jalan, tidak tahu atau tidak 
mengerti jenis kendaraan apa yang dia bawa. Begitu juga dengan memimpin sebuah 
wilayah atau negara. Pasti semua pemimpin saat ini menganggap dirinya sudah 
memenuhi kriteria, bahkan ada yang menganggap dirinya pantas menjadi calon 
pemimpin, tentu perlu dibuktikan bisa untuk diberi peluang menjadi calon namun 
yang perlu di ingat point diatas tersebut. Jika kita tidak mengerti/tahu dan 
tidak mengenal kriterianya maka sama saja, pasti semua bisa lolos menjadi 
pilihan, sebab kembali lagi kepada dasar bernegara, berbangsa yang kesemua itu 
berdaulat antara masyarakat dan pemerintahannya, itulah makna bernegara dan 
berbangsa jika tidak seperti itu maka bukan negara namanya, melainkan kerajaan, 
bahkan kerajaan saja harus berdaulat dengan rakyatnya. Lantas apakah negara saat 
ini sudah berdaulat dengan rakyat? dulu mungkin bisa kita katakan berdaulat, 
namun sekarang sudah tidak lagi sebab sudah bergeser dari ke daulatan rakyat 
menjadi kedaulatan kepentingan individu, inilah yang salah, inilah yang harus 
diperbaiki, dan ini bukan asas bernegara ataupun berbangsa. Sebenarnya dimanapun 
Negara/Bangsa dibangun diatas pondasi kebersamaan,kesadaran untuk berubah menuju 
sesuatu yang lebih baik,lebih bersih dan berdaulat terhadap wilayah tersebut, 
apalagi Negara kita awal mulanya sangat-sangat dibawah tekanan/jajahan yang 
membuat kekayaan,kemakmuran dan kedaulatan rakyat tertindas dan dirampas. Oleh 
sebab itulah bersatunya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;kebersamaan dan 
kesadaran rakyat sangatlah menentukan terciptanya Negara/Bangsa ini 
terbebas,terlepas dari tekanan dan kembalinya ke daulatan rakyat. Sejarah 
berdirinya Negara tidak boleh dilupakan begitu saja oleh para penerusnya/generasi, 
sebab jika generasi penerus melupakan sejarah para pendahulunya maka akan 
tercipta jarak dan mengakibatkan ketidak stabilan dalam sebuah tatanan. &lt;/span&gt;
&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Jika ini sudah 
selesai dan sudah kembali kepada asas bernegara, saya yakin siapa saja bisa 
menjadi pemimpin sebab kepemimpinan itu sudah bekal dalam diri setiap manusia 
yang tentunya sifat/watak kepemimpinan tersebut tidak mengenal batasan 
gender,culture sebab kata siapapun, untuk semua manusia dibumi ini. Kemampuan 
memimpin dengan baik/amanah sangat ditentukan oleh individual seseorang,oleh 
sebab itu perlu untuk generasi penerus menyadari dari mana dan mau kemana kita 
melangkah. Ilmu yang sudah di alami, sudah di terapkan dan di buktikan menjadi 
tolak ukur individual seseorang. Tolak ukur lainya yang tak boleh di lupakan 
adalah bahkan bisa membuat Ilmu tadi menjadi tak berguna adalah Hawa(QS Al 
Jaatsiyah/45 ayat 23-24: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;orang 
yang menjadikan hawanya sebagai tuhan akan menganggap semua perbuatannya 
baik,jujur padahal sebenarnya semua komponen dalam dirinya telah buta dan 
dibutakan oleh Allah yang mengakibatkan orang seperti ini takkan bisa 
terhidayahi/terbimbing sebab hawa sudah menjadi tuhannya dan membuatnya 
melupakan bahwa kehidupan ini ada akhirnya, ada masa pertanggung jawaban&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;) 
bahkan 
ketika seseorang sudah menjadi pemimpin/khalifah diapun harus senantiasa berada diatas 
kebenaran dan keadilan(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;فَاحْكُمْ بِالْحَقِّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;) sebagai wujud konsekwensinya tentu dia harus mampu 
menahan segala unsur hawa,keinginan(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;لاتَتَّبِعِ الْهَوَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;) yang datang dari dirinya 
sendiri, itu bisa membuat seorang manusia yang memimpin tergelincir dari jalan 
dan jalur keadilan,kebenaran(QS Shaad 38 ayat 
26).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" dir="ltr" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0; margin-top: 0;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" dir="ltr" style="margin-bottom: 0; margin-top: 0;"&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;
اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُور&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0; margin-top: 0;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;u&gt;
Allah sangat mengetahui apa saja yang ada didalam kesadaran(hati) kita&lt;/u&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0; margin-top: 0;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial Narrow;"&gt;Author by &lt;a href="http://www.fardhie.com/"&gt;Fardhie&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Langit dan Bumi di Daulat Insani</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2014/02/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 4 Feb 2014 04:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-3436709509215542605</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;style type="text/css"&gt;
.auto-style5 {
 border: 1px solid #3366CC;
 font-size: large;
}
.auto-style7 {
 font-family: "Lucida Sans", "Lucida Sans Regular", "Lucida Grande", "Lucida Sans Unicode", Geneva, Verdana, sans-serif;
 font-size: medium;
 font-weight: normal;
}
.auto-style9 {
 font-size: small;
}
.auto-style11 {
 border: 1px solid #C0C0C0;
}
.auto-style15 {
 border: 1px solid #3366CC;
 font-size: small;
 font-family: "Trebuchet MS", "Lucida Sans Unicode", "Lucida Grande", "Lucida Sans", Arial, sans-serif;
 text-align: center;
}
.auto-style19 {
 font-family: Verdana;
 text-align: center;
 border-style: solid;
 border-color: #3366CC;
}
.auto-style20 {
 font-size: small;
 font-family: Verdana;
 text-align: center;
 border-style: solid;
 border-color: #3366CC;
}
.auto-style21 {
 border: 1px solid #3366CC;
 font-size: small;
 font-family: "Trebuchet MS", "Lucida Sans Unicode", "Lucida Grande", "Lucida Sans", Arial, sans-serif;
 text-align: left;
}
.auto-style24 {
 font-family: "Trebuchet MS", "Lucida Sans Unicode", "Lucida Grande", "Lucida Sans", Arial, sans-serif;
 font-weight: normal;
 text-align: left;
 margin-left: 49px;
}
.auto-style25 {
 margin-left: 48px;
}
&lt;/style&gt;

&lt;body oncontextmenu="return false" onmousedown="return false" onselectstar="return false"&gt;
&lt;body&gt;
&lt;div align="center"&gt;
 &lt;div center="margin-top: 0; margin-bottom: 0; width: 920px;" class="auto-style24" style="margin-left: 0; text-align: center; width: 920px;"&gt;
 &lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Langit dan Bumi di Daulat Insani&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div center="margin-top: 0; margin-bottom: 0; width: 920px;" class="auto-style24" style="margin-left: 0; text-align: justify; width: 920px;"&gt;
 &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Semua makhluk hidup yang diciptakan Allah tak ada yang 
 sia-sia walaupun seokor dabbah(&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;QS An Naml ayat 82&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;) tetap ada maksud dan tujuan begitu juga 
 langit dan bumi beserta isinya semua sudah dirancang menurut ketetapan yang 
 baku, alangkah sedikit diantara manusia yang mau mengambil pelajaran 
 dari alam mulai terbitnya mata hari hingga terbenam, betapa banyaknya ayat-ayat Allah 
 pada alam ini, Allah telah memberi wahyu kepada manusia begitu juga alam ini. 
 Alam bisa bicara dan mampu memberikan khabar kepada kita bahkan bisa 
 menghaditskan apa yang selama ini diembannya(&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;QS Ar Ruum 
 ayat 46&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;). Bila dihitung umur bumi sudah sangat renta sebab 
 dia ada jauh sebelum adanya manusia dan makhluk lainnya, maka ketika bumi 
 ini mulai sering bergoncang itu adalah hal yang wajar apalagi ditambah oleh 
 ulah perbuatan manusia yang tidak pernah perduli akan keharmonisan alam ini, 
 yang tidak henti-hentinya menggali semua sumber daya pada alam mulai dari 
 dahulu hingga saat ini, sudah pasti keserasian alam sudah tidak seperti saat 
 pertama kali tercipta atau, akibatnya alam sudah habis terkuras atau bahkan 
 saat inilah alam berhenti, saat inilah seluruh hamparannya menjadi debu yang 
 beterbangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div center="margin-top: 0; margin-bottom: 0; width: 920px;" class="auto-style24" style="margin-left: 0; text-align: center; width: 920px;"&gt;
 &lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;
&lt;strong&gt;Quran Surat Zalzalah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="2" class="auto-style11" id="table1" style="border-width: 1px; width: 920;"&gt;
  &lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
    &lt;td class="auto-style20" style="width: 39%;"&gt;
    &lt;strong&gt;Extrapolasi Kesimpulan Ayat&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;
    &lt;td class="auto-style20" style="width: 38%;"&gt;
    &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
    &lt;strong&gt;Terjemahan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
    &lt;td class="auto-style20" width="48%"&gt;
    &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;Text Qur'an&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
    &lt;td class="auto-style19"&gt;
    &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
    &lt;strong&gt;Ayat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tr valign="TOP"&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 39%;"&gt;
   Bumi juga makhluk sudah sepantasnya dia mengalami disturbance&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 38%;"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat),&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td align="right" class="auto-style5" width="48%"&gt;
   &lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;strong&gt;إِذَا 
   زُلْزِلَتِ الأرْضُ زِلْزَالَهَا&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style15"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   &lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr valign="TOP"&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 39%;"&gt;
   Bumi juga memiliki beban(&lt;em&gt;tsaqola&lt;/em&gt;) yang pasti keluar&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 38%;"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td align="right" class="auto-style5" width="48%"&gt;
   &lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
   &lt;strong&gt;وَأَخْرَجَتِ الأرْضُ أَثْقَالَهَا&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style15"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   &lt;strong&gt;2&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr valign="TOP"&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 39%;"&gt;
   Manusia yang tidak mengenalnya hanya berkomentar mungkin juga merasa 
   terganggu&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 38%;"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?",&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td align="right" class="auto-style5" width="48%"&gt;
   &lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;strong&gt;وَقَالَ 
   الإنْسَانُ مَا لَهَا&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style15"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   &lt;strong&gt;3&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr valign="TOP"&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 39%;"&gt;
   Bahkan bumi menyimpan berita(hadits) yang akan dia khabarkan&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 38%;"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   pada hari itu bumi menceritakan beritanya,&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td align="right" class="auto-style5" width="48%"&gt;
   &lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;strong&gt;يَوْمَئِذٍ 
   تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style15"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   &lt;strong&gt;4&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr valign="TOP"&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 39%;"&gt;
   Sebab dia telah menerima wahyu dari Allah&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 38%;"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian 
   itu) kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td align="right" class="auto-style5" width="48%"&gt;
   &lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;strong&gt;بِأَنَّ 
   رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style15"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   &lt;strong&gt;5&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr valign="TOP"&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 39%;"&gt;
   Inilah sikon yang tak disadari manusia dikarenakan ketidak perdulian 
   terhadap alam&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 38%;"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang 
   bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) 
   pekerjaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td align="right" class="auto-style5" width="48%"&gt;
   &lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;strong&gt;يَوْمَئِذٍ 
   يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style15"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   &lt;strong&gt;6&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr valign="TOP"&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 39%;"&gt;
   Akan tiba saatnya diperlihatkan dan mempertanggung jawabkan semua 
   yang kita lakukan&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 38%;"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya 
   dia akan melihat (balasan) nya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td align="right" class="auto-style5" width="48%"&gt;
   &lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;strong&gt;فَمَنْ 
   يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style15"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   &lt;strong&gt;7&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr valign="TOP"&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 39%;"&gt;
   Baik dan buruknya amalan manusia pasti akan terindikasi oleh Allah&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style21" style="width: 38%;"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, 
   niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td align="right" class="auto-style5" width="48%"&gt;
   &lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;strong&gt;وَمَنْ 
   يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;td class="auto-style15"&gt;
   &lt;span class="auto-style9" style="color: black;"&gt;
   &lt;strong&gt;8&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tfoot&gt;
  &lt;/tfoot&gt;
 &lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/body&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;/body&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tadzkiroh, Tilawah via Al Quran</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2014/02/tadzkiroh-tilawah-via-al-quran.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 2 Feb 2014 04:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-8221930420336770666</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Tadzkiroh, Tilawah via Al Quran&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Tadzkiroh bisa diartikan &lt;b&gt;Pelajaran&lt;/b&gt;,&lt;b&gt;Pertimbangan&lt;/b&gt; 
 atau hasil dari &lt;b&gt;Dzikir&lt;/b&gt; seperti contoh QS An Nahl ayat 90 dan QS An 
 Nuur ayat 1. Tilawah yang umum difahami adalah membaca. Dari keterangan 
 tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa Al Quran yang di &lt;b&gt;Nuzulkan&lt;/b&gt;
 &lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt; kepada &lt;b&gt;manusia&lt;/b&gt; untuk menjadi &lt;b&gt;Petunjuk&lt;/b&gt;/&lt;b&gt;Pemandu&lt;/b&gt; 
 yang harus di-&lt;b&gt;Baca&lt;/b&gt; agar &lt;b&gt;Ingat&lt;/b&gt; dan langkah selanjutnya baru di-&lt;b&gt;Pelajari&lt;/b&gt;, 
 di-&lt;b&gt;Kaji&lt;/b&gt; dan di-&lt;b&gt;Fahami&lt;/b&gt;, hasil dari itulah yang disebut &lt;b&gt;
 Hidayah&lt;/b&gt;/&lt;b&gt;Hudan&lt;/b&gt; yang berguna bagi manusia demi membuat hidup kita
 &lt;b&gt;terbimbing&lt;/b&gt;&amp;nbsp;oleh &lt;b&gt;hidayah&lt;/b&gt; dari Allah yang berupa &lt;b&gt;Kitab&lt;/b&gt; 
 dalam bentuk tulisan dan lisan &lt;b&gt;Arabian&lt;/b&gt; itulah &lt;b&gt;Al Quran&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0; margin-top: 0;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" id="table1" style="width: 972px;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 38%;" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Bayan Extrapolasi 
  Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 31%;" valign="top"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;Terjemahan ibn Katsir/Depak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 26%;" valign="top"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Quran surat An Nahl&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt;" valign="top"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;Ayat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 38%;" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ada yang 
  berkata(memfitnah) Nabi Muhammad bahwa beliau belajar bersama Jibril 
  menggunakan bahasa Ajam, tuduhan mereka salah besar” sebab Muhammad 
  belajar bahasa Quran dalam bentuk lisan Arabian diajarkan oleh Jibril 
  yang diutus Allah. Hasil pembelajaran vial Quran menjadi petunjuk yang 
  membimbing Nabi untuk &lt;i&gt;mengajarkan,menyampaikan&lt;/i&gt; kepada Umat 
  manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 31%;" valign="top"&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="gen"&gt;
  &lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa 
  mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang 
  manusia kepadanya (Muhammad)." Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan 
  (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah 
  dalam bahasa Arab yang terang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;وَلَقَدْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;نَعْلَمُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;أَنَّهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;يَقُولُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّمَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;يُعَلِّمُهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;بَشَرٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;لِسَانُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;الَّذِي&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;يُلْحِدُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;إِلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;أَعْجَمِيٌّ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;وَهَذَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;لِسَانٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;عَرَبِيٌّ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;مُبِينٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt;" valign="top"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;103&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 38%;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma;"&gt;
  &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sesungguhnya siapa saja diantara manusia yang tidak 
  beriman dangan Ayat-ayat Allah(Al Quran) Allah tidak akan memberinya &lt;i&gt;
  hidayah/petunjuk/pembimbing&lt;/i&gt; dalam hidupnya sebab dia tidak mau &lt;i&gt;memperhatikan,mempelajari,mencermati&lt;/i&gt; ayat-ayat di dalam Al Quran, 
  bahkan dia mencari pelajaran yang lain selain Al Quran dengan berbagai 
  macam alasan dia menganggap Al Quran &lt;i&gt;sulit,membingungkan,kurang 
  lengkap,kurang menjelaskan&lt;/i&gt; dan lain sebagainya, disebabkan 
  perbuatannya itulah mereka di azab Allah(salah satu bentuk hukuman dalam 
  neraka)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 31%;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;
  Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al 
  Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka 
  azab yang pedih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 26%;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;الَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;لا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;يُؤْمِنُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;بِآيَاتِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;لا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;يَهْدِيهِمُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;وَلَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;عَذَابٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;أَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt;" valign="top"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;104&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 38%;" valign="top"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 31%;" valign="top"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;Terjemahan ibn Katsir/Depak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 26%;" valign="top"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: black;"&gt;Quran surat Az Zumar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt;" valign="top"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;
  &lt;span style="color: black;"&gt;Ayat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 38%;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: Tahoma;"&gt;
  &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tidak ada hadits(perkataan) sebaik Al Quran(Ahsanul 
  Hadits) kitab yang mengandung makna yang dalam dan luas mencakup 
  seluruh kehidupan manusia, bergetar seluruh tubuh orang yang 
  mempelajarinya karena loyalitasnya kepada Allah, kemudian kembali tenang 
  tubuh dan hatinya ketika dia &lt;i&gt;berdzikir,mengingat,mereview&lt;/i&gt; hasil 
  pembelajarannya yang diberikan Allah via Al Quran, itulah &lt;i&gt;hidayah/petunjuk/bimbingan&lt;/i&gt; 
  Allah kepada yang mau mempelajari/mentilawahi Al Quran karena itulah yang
  Allah suka, dan siapa saja diantara manusia yang tersesat itu 
  dikarenakan dia melawan sukanya Allah untuk mendapat &lt;i&gt;hidayah/petunjuk/bimbingan&lt;/i&gt; 
  dari Al Quran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 31%;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;
  Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang 
  serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit 
  orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit 
  dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan 
  kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang 
  disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt; width: 26%;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;نَزَّلَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;أَحْسَنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;الْحَدِيثِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;كِتَابًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;مُتَشَابِهًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;مَثَانِيَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;تَقْشَعِرُّ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;مِنْهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;جُلُودُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;الَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;يَخْشَوْنَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;رَبَّهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;تَلِينُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;جُلُودُهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;وَقُلُوبُهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;إِلَى&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;ذِكْرِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;ذَلِكَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;هُدَى&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;يَهْدِي&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;بِهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;يَشَاءُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمَنْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;يُضْلِلِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;فَمَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;لَهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;مِنْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: Traditional Arabic;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;هَادٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt;" valign="top"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;23&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ZONA RENUNGAN</title><link>http://fardhie.blogspot.com/2010/03/blogreddit-whats-new-on-reddit-and-fun_03.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 16 Feb 2013 02:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3459644854486472781.post-6697854546036231915</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;a href="http://www.fardhie.com/perkataan.htm" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;PERKATAAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seluruh manusia dibumi ini pasti pernah bahkan sering berinteraksi satu dengan yang lainnya, maka sudah pasti lazinmnya interaksi tersebut menggunakan mulut, sebab mulut merupakan salah satu sarana/komponen pada tubuh kita yang paling sering digunakan, sadar maupun tidak manusia pasti memiliki ketergantungan terhadap mulutnya. Namun pernahkah kita menyadari” betapa sangat menentukan dan menjadi indikasi sebuah Kata yang akan kita ucapkan untuk dijadikan bahan pembicaraan atau topikalisasi. Setiap orang pasti bisa berbicara dan berkata-kata, namun belum tentu ada gunanya dan bermanfaat. Banyak orang hanya mampu berbicara dan berkata-kata, semua orang merasa berhak untuk melakukannya, namun sedikit dari mereka yang memiliki Topikalisasi dalam setiap Pembicaraannya. Apalagi untuk memperhatikan dan menyesuaikan setiap kata yang dia ucapkan. Nyaris tidak ada yang perduli dan mempertimbangkannya, yang penting berbicara dan berkata-kata. Inilah kondisi dunia saat ini, sudah menjadi kebiasaan orang untuk berkata dan berbicara, bahkan ada yang mengambil Job menjadi Komentator dan Pengamat, tidak cukup sampai disitu bahkan ada yang khusus mempelajarinya sebab ada sekolah untuk menjadi Komentator dan Pengamat (Hemm) Mengapa kedua Subject tersebut saya jadikan contoh? Sebab keduanya kerap menggunakan mulut dan kata-kata untuk dijadikan Pembicaraan. Pertanyaan muncul, apakah kedua Subject tersebut menyadari dan memahami apa yang dia katakan” atau apakah mereka telah meriset/membuktikan dari setiap Perkataan yang dia ucapkan” Apakah mereka pernah melihat dan memikirkan dampak dari Perkataannya” atau mungkin mereka memang tidak mengetahui dan menyadari kalau setiap kata yang terucap pasti memiliki dampak yang sangat luar biasa” Oleh sebab itu pula saya menulis artikel ini, agar bisa dijadikan bahan pertimbangan, minimal direnungkan. Kata adalah bukti, Kata merupakan alat Indikasi, Kata bisa menjadi acuan dalam menentukan dan memutuskan, Kata juga mengandung Kekuatan, banyak bukti sudah disebabkan Perkataan ataupun Kata-kata yang terucap bisa membuat yang benar menjadi salah dan sebaliknya, dengan Perkataan orang bisa teryakini dan percaya. Orang yang bijak pasti mengetahui betapa pentingnya sebuah Kata, setiap Kata yang terucap pasti menjadi Perkataan dan Statement didalam kehidupan kita, selayaknyalah berhati-hati untuk berkata-kata, pertimbangkan terlebih dahulu sebelum berbicara, buktikan dan pastikan setiap Perkataan yang akan dijadikan Pembicaraan jangan sampai menjadi sia-sia dan omong kosong belaka, apalagi menyebabkan dan menimbulkan ekses yang tidak baik bagi orang lain&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;Official Statement: "&lt;i&gt;Semua orang bisa untuk berkata bijak" tetapi hanya sedikit dari mereka yang mampu bijaksana dalam berkata" dan bertanggung jawab atas perkataannya".&lt;/i&gt;

&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.fardhie.com/taushiah.html"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;TAUSHIAH&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada baiknya kita memberi waktu sejenak kepada diri ini untuk mengisi substansial bathiniah, sebab telah terpenuhi dengan baik fisik/jasad kita sehari-hari. Maka kini saatnya giliran Aqal dan Qolbu yang kita penuhi, kalau memang kita masih merasa manusia.Saya yakin kalau kita masih bisa untuk sejenak memberikan waktu agar kita bisa lebih bijak dan takwa dalam hidup ini. Setiap bentuk kehidupan pasti ada akhirnya,maka sudah elayaknyalah kita bisa belajar dari masa-masa yang telah kita lewati,karena hanya dengan perolehan substansial kita bisa menabung amal baik kita demi bekal menuju hidup yang lebih hakiki yaitu akhirat Saya ingin mengingatkan kepada kita semua, hati-hatilah terhadap sesuatu yang bisa menjadi musuh bagi kita, bisa lewat orang lain, atau juga diri kita. sebab watak manusia sangat sombong.dan sangat mudah lalai untuk bersyukur terhadap hidup dan mati yang telah Dia tentukan.Segenap Puja dan Puji kepada Sang Pemilik Predikat Status dan Identitas. KarenaNyalah kita masih bisa menghirup udara dan meng-Aktualisasikan sumber daya kita. Tidaklah pantas bila makluk ciptaanNya memiliki Pujian melebihiNya, Taklah laik rasanya bila kita melupakan asal-usul kita sebagai manusia yang telah Dia cipta  untuk senantiasa mengabdi padaNya dalam suka maupun duka, dalam kemudahan dan kesulitan, disaat susah maupun senang, itu sudah merupakan konsekwensi kita sebagai makhlukNya. Alangkah lucu bila kita hanya bersyukur dalam situasi dan kondisi yang selalu senang/suka, dan sesuai keinginan kita, karena susah dan senang, sulit dan mudah merupakan pasangan kehidupan ini. Terkadang keberhasilan, kesenangan bisa dicapai lewat kegagalan dan kesulitan, hidup yang kita jalani, karena manfaat dan mudharat bisa datang dariNya, bahkan Dia Sang pencipta menguji kita sering lewat kedua hal tersebut. Maka dengan alasan itu pula sebaiknya, cobalah untuk lebih 'arif/bijak dalam menyikapi kehidupan yang Fana dan Nisbi ini, Sebab bila kita ingin kembali pada tempat yang layak (Jannah) dan mendapat IzinNya, maka janganlah pernah melupakan kehidupan Ukhrowiah dan jangan terjebak dalam permainan kehidupan alam fana ini.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;BLOG FARDHIE&lt;/div&gt;</description><enclosure length="0" type="PERKATAAN" url="http://www.fardhie.com/perkataan.htm"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Asia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">4.5654735507102906 117.0703125</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-26.313527949289711 75.7617185 35.444475050710295 158.3789065</georss:box><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>PERKATAAN Seluruh manusia dibumi ini pasti pernah bahkan sering berinteraksi satu dengan yang lainnya, maka sudah pasti lazinmnya interaksi tersebut menggunakan mulut, sebab mulut merupakan salah satu sarana/komponen pada tubuh kita yang paling sering digunakan, sadar maupun tidak manusia pasti memiliki ketergantungan terhadap mulutnya. Namun pernahkah kita menyadari” betapa sangat menentukan dan menjadi indikasi sebuah Kata yang akan kita ucapkan untuk dijadikan bahan pembicaraan atau topikalisasi. Setiap orang pasti bisa berbicara dan berkata-kata, namun belum tentu ada gunanya dan bermanfaat. Banyak orang hanya mampu berbicara dan berkata-kata, semua orang merasa berhak untuk melakukannya, namun sedikit dari mereka yang memiliki Topikalisasi dalam setiap Pembicaraannya. Apalagi untuk memperhatikan dan menyesuaikan setiap kata yang dia ucapkan. Nyaris tidak ada yang perduli dan mempertimbangkannya, yang penting berbicara dan berkata-kata. Inilah kondisi dunia saat ini, sudah menjadi kebiasaan orang untuk berkata dan berbicara, bahkan ada yang mengambil Job menjadi Komentator dan Pengamat, tidak cukup sampai disitu bahkan ada yang khusus mempelajarinya sebab ada sekolah untuk menjadi Komentator dan Pengamat (Hemm) Mengapa kedua Subject tersebut saya jadikan contoh? Sebab keduanya kerap menggunakan mulut dan kata-kata untuk dijadikan Pembicaraan. Pertanyaan muncul, apakah kedua Subject tersebut menyadari dan memahami apa yang dia katakan” atau apakah mereka telah meriset/membuktikan dari setiap Perkataan yang dia ucapkan” Apakah mereka pernah melihat dan memikirkan dampak dari Perkataannya” atau mungkin mereka memang tidak mengetahui dan menyadari kalau setiap kata yang terucap pasti memiliki dampak yang sangat luar biasa” Oleh sebab itu pula saya menulis artikel ini, agar bisa dijadikan bahan pertimbangan, minimal direnungkan. Kata adalah bukti, Kata merupakan alat Indikasi, Kata bisa menjadi acuan dalam menentukan dan memutuskan, Kata juga mengandung Kekuatan, banyak bukti sudah disebabkan Perkataan ataupun Kata-kata yang terucap bisa membuat yang benar menjadi salah dan sebaliknya, dengan Perkataan orang bisa teryakini dan percaya. Orang yang bijak pasti mengetahui betapa pentingnya sebuah Kata, setiap Kata yang terucap pasti menjadi Perkataan dan Statement didalam kehidupan kita, selayaknyalah berhati-hati untuk berkata-kata, pertimbangkan terlebih dahulu sebelum berbicara, buktikan dan pastikan setiap Perkataan yang akan dijadikan Pembicaraan jangan sampai menjadi sia-sia dan omong kosong belaka, apalagi menyebabkan dan menimbulkan ekses yang tidak baik bagi orang lain. Official Statement: "Semua orang bisa untuk berkata bijak" tetapi hanya sedikit dari mereka yang mampu bijaksana dalam berkata" dan bertanggung jawab atas perkataannya". &amp;nbsp; TAUSHIAH Ada baiknya kita memberi waktu sejenak kepada diri ini untuk mengisi substansial bathiniah, sebab telah terpenuhi dengan baik fisik/jasad kita sehari-hari. Maka kini saatnya giliran Aqal dan Qolbu yang kita penuhi, kalau memang kita masih merasa manusia.Saya yakin kalau kita masih bisa untuk sejenak memberikan waktu agar kita bisa lebih bijak dan takwa dalam hidup ini. Setiap bentuk kehidupan pasti ada akhirnya,maka sudah elayaknyalah kita bisa belajar dari masa-masa yang telah kita lewati,karena hanya dengan perolehan substansial kita bisa menabung amal baik kita demi bekal menuju hidup yang lebih hakiki yaitu akhirat Saya ingin mengingatkan kepada kita semua, hati-hatilah terhadap sesuatu yang bisa menjadi musuh bagi kita, bisa lewat orang lain, atau juga diri kita. sebab watak manusia sangat sombong.dan sangat mudah lalai untuk bersyukur terhadap hidup dan mati yang telah Dia tentukan.Segenap Puja dan Puji kepada Sang Pemilik Predikat Status dan Identitas. KarenaNyalah kita masih bisa menghirup udara dan meng-Aktualisasikan sumber daya kita. Tidaklah pantas bila makluk ciptaanNya memiliki Pujian melebihiNya, Taklah laik rasanya bila kita melupakan asal-usul kita sebagai manusia yang telah Dia cipta untuk senantiasa mengabdi padaNya dalam suka maupun duka, dalam kemudahan dan kesulitan, disaat susah maupun senang, itu sudah merupakan konsekwensi kita sebagai makhlukNya. Alangkah lucu bila kita hanya bersyukur dalam situasi dan kondisi yang selalu senang/suka, dan sesuai keinginan kita, karena susah dan senang, sulit dan mudah merupakan pasangan kehidupan ini. Terkadang keberhasilan, kesenangan bisa dicapai lewat kegagalan dan kesulitan, hidup yang kita jalani, karena manfaat dan mudharat bisa datang dariNya, bahkan Dia Sang pencipta menguji kita sering lewat kedua hal tersebut. Maka dengan alasan itu pula sebaiknya, cobalah untuk lebih 'arif/bijak dalam menyikapi kehidupan yang Fana dan Nisbi ini, Sebab bila kita ingin kembali pada tempat yang layak (Jannah) dan mendapat IzinNya, maka janganlah pernah melupakan kehidupan Ukhrowiah dan jangan terjebak dalam permainan kehidupan alam fana ini. BLOG FARDHIE</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Anonymous)</itunes:author><itunes:summary>PERKATAAN Seluruh manusia dibumi ini pasti pernah bahkan sering berinteraksi satu dengan yang lainnya, maka sudah pasti lazinmnya interaksi tersebut menggunakan mulut, sebab mulut merupakan salah satu sarana/komponen pada tubuh kita yang paling sering digunakan, sadar maupun tidak manusia pasti memiliki ketergantungan terhadap mulutnya. Namun pernahkah kita menyadari” betapa sangat menentukan dan menjadi indikasi sebuah Kata yang akan kita ucapkan untuk dijadikan bahan pembicaraan atau topikalisasi. Setiap orang pasti bisa berbicara dan berkata-kata, namun belum tentu ada gunanya dan bermanfaat. Banyak orang hanya mampu berbicara dan berkata-kata, semua orang merasa berhak untuk melakukannya, namun sedikit dari mereka yang memiliki Topikalisasi dalam setiap Pembicaraannya. Apalagi untuk memperhatikan dan menyesuaikan setiap kata yang dia ucapkan. Nyaris tidak ada yang perduli dan mempertimbangkannya, yang penting berbicara dan berkata-kata. Inilah kondisi dunia saat ini, sudah menjadi kebiasaan orang untuk berkata dan berbicara, bahkan ada yang mengambil Job menjadi Komentator dan Pengamat, tidak cukup sampai disitu bahkan ada yang khusus mempelajarinya sebab ada sekolah untuk menjadi Komentator dan Pengamat (Hemm) Mengapa kedua Subject tersebut saya jadikan contoh? Sebab keduanya kerap menggunakan mulut dan kata-kata untuk dijadikan Pembicaraan. Pertanyaan muncul, apakah kedua Subject tersebut menyadari dan memahami apa yang dia katakan” atau apakah mereka telah meriset/membuktikan dari setiap Perkataan yang dia ucapkan” Apakah mereka pernah melihat dan memikirkan dampak dari Perkataannya” atau mungkin mereka memang tidak mengetahui dan menyadari kalau setiap kata yang terucap pasti memiliki dampak yang sangat luar biasa” Oleh sebab itu pula saya menulis artikel ini, agar bisa dijadikan bahan pertimbangan, minimal direnungkan. Kata adalah bukti, Kata merupakan alat Indikasi, Kata bisa menjadi acuan dalam menentukan dan memutuskan, Kata juga mengandung Kekuatan, banyak bukti sudah disebabkan Perkataan ataupun Kata-kata yang terucap bisa membuat yang benar menjadi salah dan sebaliknya, dengan Perkataan orang bisa teryakini dan percaya. Orang yang bijak pasti mengetahui betapa pentingnya sebuah Kata, setiap Kata yang terucap pasti menjadi Perkataan dan Statement didalam kehidupan kita, selayaknyalah berhati-hati untuk berkata-kata, pertimbangkan terlebih dahulu sebelum berbicara, buktikan dan pastikan setiap Perkataan yang akan dijadikan Pembicaraan jangan sampai menjadi sia-sia dan omong kosong belaka, apalagi menyebabkan dan menimbulkan ekses yang tidak baik bagi orang lain. Official Statement: "Semua orang bisa untuk berkata bijak" tetapi hanya sedikit dari mereka yang mampu bijaksana dalam berkata" dan bertanggung jawab atas perkataannya". &amp;nbsp; TAUSHIAH Ada baiknya kita memberi waktu sejenak kepada diri ini untuk mengisi substansial bathiniah, sebab telah terpenuhi dengan baik fisik/jasad kita sehari-hari. Maka kini saatnya giliran Aqal dan Qolbu yang kita penuhi, kalau memang kita masih merasa manusia.Saya yakin kalau kita masih bisa untuk sejenak memberikan waktu agar kita bisa lebih bijak dan takwa dalam hidup ini. Setiap bentuk kehidupan pasti ada akhirnya,maka sudah elayaknyalah kita bisa belajar dari masa-masa yang telah kita lewati,karena hanya dengan perolehan substansial kita bisa menabung amal baik kita demi bekal menuju hidup yang lebih hakiki yaitu akhirat Saya ingin mengingatkan kepada kita semua, hati-hatilah terhadap sesuatu yang bisa menjadi musuh bagi kita, bisa lewat orang lain, atau juga diri kita. sebab watak manusia sangat sombong.dan sangat mudah lalai untuk bersyukur terhadap hidup dan mati yang telah Dia tentukan.Segenap Puja dan Puji kepada Sang Pemilik Predikat Status dan Identitas. KarenaNyalah kita masih bisa menghirup udara dan meng-Aktualisasikan sumber daya kita. Tidaklah pantas bila makluk ciptaanNya memiliki Pujian melebihiNya, Taklah laik rasanya bila kita melupakan asal-usul kita sebagai manusia yang telah Dia cipta untuk senantiasa mengabdi padaNya dalam suka maupun duka, dalam kemudahan dan kesulitan, disaat susah maupun senang, itu sudah merupakan konsekwensi kita sebagai makhlukNya. Alangkah lucu bila kita hanya bersyukur dalam situasi dan kondisi yang selalu senang/suka, dan sesuai keinginan kita, karena susah dan senang, sulit dan mudah merupakan pasangan kehidupan ini. Terkadang keberhasilan, kesenangan bisa dicapai lewat kegagalan dan kesulitan, hidup yang kita jalani, karena manfaat dan mudharat bisa datang dariNya, bahkan Dia Sang pencipta menguji kita sering lewat kedua hal tersebut. Maka dengan alasan itu pula sebaiknya, cobalah untuk lebih 'arif/bijak dalam menyikapi kehidupan yang Fana dan Nisbi ini, Sebab bila kita ingin kembali pada tempat yang layak (Jannah) dan mendapat IzinNya, maka janganlah pernah melupakan kehidupan Ukhrowiah dan jangan terjebak dalam permainan kehidupan alam fana ini. BLOG FARDHIE</itunes:summary></item></channel></rss>