<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Blog Indonesia-ku</title><description>Untuk Tanah air, tumpah darah, bumi pertiwi. Indonesia</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</managingEditor><pubDate>Fri, 25 Oct 2024 01:37:32 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Untuk Tanah air, tumpah darah, bumi pertiwi. Indonesia</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>K.H. Abdurrahman Wahid</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/kh-abdurrahman-wahid.html</link><category>Tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Mon, 20 Dec 2010 09:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-7451459383273969093</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcYPvi6duAmDZB806SFxCobHLFcKkh3twoAacw3yyofsPCXzIBHGynsKZv56O7_DfinhgsbelP1nYuSago7Xql0mAod8DEUHSB_pgoMh5kKN4haXORgn46bSfOfNYEiIme_k_Oac1W-7A/s1600/gus+dur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcYPvi6duAmDZB806SFxCobHLFcKkh3twoAacw3yyofsPCXzIBHGynsKZv56O7_DfinhgsbelP1nYuSago7Xql0mAod8DEUHSB_pgoMh5kKN4haXORgn46bSfOfNYEiIme_k_Oac1W-7A/s200/gus+dur.jpg" width="149" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur menjabat Presiden RI ke-4 mulai 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Beliau lahir tanggal 4 Agustus 1940 di desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya adalah seorang pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama, yang bernama KH. Wahid Hasyim. Sedangkan Ibunya bernama Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Dari perkawinannya dengan Sinta Nuriyah, mereka dikarunia empat orang anak, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari .&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Sejak masa kanak-kanak, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu beliau juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku. Di samping membaca, beliau juga hobi bermain bola, catur dan musik. Bahkan Gus Dur, pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Kegemaran lainnya, yang ikut juga melengkapi hobinya adalah menonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan apresiasi yang mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gus Dur pada tahun 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika Gus Dur berada di Mesir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepulang dari pengembaraannya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, beliau bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian beliau menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Beliau kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula beliau merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin. Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman. Karier yang dianggap `menyimpang`-dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU-dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Beliau juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-`aqdi yang diketuai K.H. As`ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Selama menjadi presiden, tidak sedikit pemikiran Gus Dur kontroversial. Seringkali pendapatnya berbeda dari pendapat banyak orang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abdurrahman Wahid wafat dalam usianya yang ke 69 pada tanggal 30 Desember 2009 pukul 18.40 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Abdurrahman Wahid dimakamkan di komplek Pesantren Tebu Ireng Jombang.&lt;br /&gt;
Dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcYPvi6duAmDZB806SFxCobHLFcKkh3twoAacw3yyofsPCXzIBHGynsKZv56O7_DfinhgsbelP1nYuSago7Xql0mAod8DEUHSB_pgoMh5kKN4haXORgn46bSfOfNYEiIme_k_Oac1W-7A/s72-c/gus+dur.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bacharuddin Jusuf Habibie</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/bacharuddin-jusuf-habibie.html</link><category>Tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Mon, 20 Dec 2010 09:05:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-4847442929578965559</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8TfmFLbVoiFAqV22hNW5P7jaQYsz4J1dioFDZp1tqHK4g6e5s9IAsgZgGRvrwtt9DRJf67GSAzdC8MXoMLpQlHA36mgeJyT4Tr7QysVL_HeIG3XvrPfYGEYD0pP6-cFfIvkSBwckA-co/s1600/habibie.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8TfmFLbVoiFAqV22hNW5P7jaQYsz4J1dioFDZp1tqHK4g6e5s9IAsgZgGRvrwtt9DRJf67GSAzdC8MXoMLpQlHA36mgeJyT4Tr7QysVL_HeIG3XvrPfYGEYD0pP6-cFfIvkSBwckA-co/s200/habibie.png" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gekar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965. Habibie menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak. Tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman. Pada tanggal 22 Mei 2010 Istri tercinta Ainun Habibie wafat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* VTOL ( Vertical Take Off &amp;amp; Landing ) Pesawat Angkut DO-31.&lt;br /&gt;
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.&lt;br /&gt;
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).&lt;br /&gt;
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )&lt;br /&gt;
* CN - 235&lt;br /&gt;
* N-250&lt;br /&gt;
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:&lt;br /&gt;
• Helikopter BO-105.&lt;br /&gt;
• Multi Role Combat Aircraft (MRCA).&lt;br /&gt;
• Beberapa proyek rudal dan satelit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.&lt;br /&gt;
* 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT&lt;br /&gt;
* 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).&lt;br /&gt;
* 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.&lt;br /&gt;
* 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40, 1980)&lt;br /&gt;
* 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).&lt;br /&gt;
* 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.&lt;br /&gt;
* 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.&lt;br /&gt;
* 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.&lt;br /&gt;
* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.&lt;br /&gt;
* 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia&lt;br /&gt;
* 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia&lt;br /&gt;
Dari berbagi sumber       &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8TfmFLbVoiFAqV22hNW5P7jaQYsz4J1dioFDZp1tqHK4g6e5s9IAsgZgGRvrwtt9DRJf67GSAzdC8MXoMLpQlHA36mgeJyT4Tr7QysVL_HeIG3XvrPfYGEYD0pP6-cFfIvkSBwckA-co/s72-c/habibie.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SBY Tonton Final Piala AFF di Jakarta</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/sby-tonton-final-piala-aff-di-jakarta.html</link><category>Olahraga</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Mon, 20 Dec 2010 08:39:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-2746990353984395593</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_LYKWd0b8EuuyjWKFmRQCTwk84ezw3BeLt28kTk8ryt6eJIPSkDSGeTiEOr20tFhDL-xfyejaixnYdurcKjBFkYyEkYlbMVnutvphTnXwX3ssz_gbSEZE4YVoocgTv2DfUYw4NlRAyzM/s1600/sby+bola.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_LYKWd0b8EuuyjWKFmRQCTwk84ezw3BeLt28kTk8ryt6eJIPSkDSGeTiEOr20tFhDL-xfyejaixnYdurcKjBFkYyEkYlbMVnutvphTnXwX3ssz_gbSEZE4YVoocgTv2DfUYw4NlRAyzM/s200/sby+bola.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan akan menonton Piala AFF 2010 laga final leg kedua Indonesia melawan Malaysia yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 29 Desember mendatang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Hal tersebut merupakan bentuk dukungan Presiden kepada tim nasional RI yang dinilai telah berprestasi luar biasa. "Pesan sponsor, mari kita dukung timnas Indonesia," kata Presiden seusai melantik Ketua KPK Busyro Muqoddas dan tujuh anggota Komisi Yudisial RI di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/12/2010).&lt;br /&gt;
Sementara itu, pada final leg pertama yang digelar di Kuala Lumpur, 26 Desember mendatang, Presiden tak akan hadir. Hari itu Presiden dijadwalkan akan memperingati peristiwa bencana tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.&lt;br /&gt;
sumber &lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/20/17405590/SBY.Tonton.Final.Piala.AFF.di.Jakarta."&gt;Kompas bola&lt;/a&gt;        &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_LYKWd0b8EuuyjWKFmRQCTwk84ezw3BeLt28kTk8ryt6eJIPSkDSGeTiEOr20tFhDL-xfyejaixnYdurcKjBFkYyEkYlbMVnutvphTnXwX3ssz_gbSEZE4YVoocgTv2DfUYw4NlRAyzM/s72-c/sby+bola.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jawa Tengah</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/jawa-tengah.html</link><category>Profil Indonesia</category><category>Provinsi</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Sat, 18 Dec 2010 09:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-7766240948303855491</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXxtkOtIUL7_UQlgH3obGb5NYHqFPSfpB4zhdI-8SLIZ2seEqpZZ7FvVlAeecO2ocR5cSIKte3DitmMQ3rYhsA9VWELNe0WHNvjVLf6YLfV98Sh2RMKccgFq0hB0e8AA6j2gdRXyi7xt0/s1600/jateng.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXxtkOtIUL7_UQlgH3obGb5NYHqFPSfpB4zhdI-8SLIZ2seEqpZZ7FvVlAeecO2ocR5cSIKte3DitmMQ3rYhsA9VWELNe0WHNvjVLf6YLfV98Sh2RMKccgFq0hB0e8AA6j2gdRXyi7xt0/s200/jateng.png" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejak abad VII, banyak terdapat pemerintahan kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah (Central Java), yaitu: Kerajaan Budha Kalingga, Jepara yang diperintah oleh Ratu Sima pada tahun 674. Menurut naskah/prasasti Canggah tahun 732, kerajaan Hindu lahir di Medang, Jawa Tengah dengan nama Raja Sanjaya atau Rakai Mataram. Dibawah pemerintahan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya, ia membangun Candi Rorojonggrang atau Candi Prambanan. Kerajaan Mataram Budha yang juga lahir di Jawa Tengah selama era pemerintahan Dinasti Syailendra, mereka membangun candi-candi seperi Candi Borobudur, Candi Sewu, Candi Kalasan dll. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada abad 16 setelah runtuhnya kerajaan Majapahit Hindu, kerajaan Islam muncul di Demak, sejak itulah Agama Islam disebarkan di Jawa Tengah. Setelah kerajaan Demak runtuh, Djoko Tingkir anak menantu Raja Demak (Sultan Trenggono) memindahkan kerajaan Demak ke Pajang (dekat Solo). Dan menyatakan diri sebagai Raja Kerajaan Pajang dan bergelar Sultan Adiwijaya. Selama pemerintahannya terjadi kerusuhan dan pemberontakan. Perang yang paling besar adalah antara Sultan Adiwijaya melawan Aryo Penangsang. Sultan Adiwijaya menugaskan Danang Sutowijaya untuk menumpas pemberontakan Aryo Penangsang dan berhasil membunuh Aryo Penangsang. Dikarenakan jasanya yang besar kepada Kerajaan Pajang, Sultan Adiwijaya memberikan hadiah tanah Mataram kepada Sutowijaya. Setelah Pajang runtuh ia menjadi Raja Mataram Islam pertama di Jawa Tengah dan bergelar Panembahan Senopati. &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Di pertengahan abad 16 bangsa Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dalam usaha mencari rempah-rempah yang akan diperdagangkan di Eropa. Pada saat yang sama, bangsa Inggris dan kemudian bangsa Belanda datang ke Indonesia juga. Dengan VOC-nya bangsa Belanda menindas bangsa Indonesia termasuk rakyat Jawa Tengah baik dibidang politik maupun ekonomi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di awal abad 18 Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Pakubuwono II, setelah beliau wafat muncul perselisihan diantara keluarga raja yang ingin memilih/menunjuk raja baru. Perselisihan bertambah keruh setelah adanya campur tangan pemerintah Kolonial Belanda pada perselisihan keluarga raja tersebut. Pertikaian ini akhirnya diselesaikan dengan Perjanjian Gianti tahun 1755. Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua kerajaan yang lebih kecil yaitu Surakarta Hadiningrat atau Kraton Kasunanan di Surakarta dan Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Kasultanan di Yogyakarta. &lt;br /&gt;
Sampai sekarang daerah Jawa Tengah secara administratif merupakan sebuah propinsi yang ditetapkan dengan Undang-undang No. 10/1950 tanggal 4 Juli 1950. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawa Tengah sebagai salah satu Propinsi di Jawa, letaknya diapit oleh dua Propinsi besar, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Letaknya 5o40' dan 8o30' Lintang Selatan dan antara 108o30' dan 111o30' Bujur Timur (termasuk Pulau Karimunjawa). Jarak terjauh dari Barat ke Timur adalah 263 Km dan dari Utara ke Selatan 226 Km (tidak termasuk pulau Karimunjawa). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara administratif Propinsi Jawa Tengah terbagi menjadi 29 Kabupaten dan 6 Kota. Luas Wilayah Jawa Tengah sebesar 3,25 juta hektar atau sekitar 25,04 persen dari luas pulau Jawa (1,70 persen luas Indonesia). Luas yang ada terdiri dari 1,00 juta hektar (30,80 persen) lahan sawah dan 2,25 juta hektar (69,20 persen) bukan lahan sawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut penggunaannya, luas lahan sawah terbesar berpengairan teknis (38,26 persen), selainnya berpengairan setengah teknis, tadah hujan dan lain-lain. Dengan teknik irigasi yang baik, potensi lahan sawah yang dapat ditanami padi lebih dari dua kali sebesar 69,56 persen. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya lahan kering yang dipakai untuk tegalan/kebun/ladang/huma sebesar 34,36 persen dari total bukan lahan sawah. Persentase tersebut merupakan yang terbesar, dibandingkan presentase penggunaan bukan lahan sawah yang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Stasiun Klimatologi Klas 1 Semarang, suhu udara rata-rata di Jawa Tengah berkisar antara 18oC sampai 28oC. Tempat-tempat yang letaknya dekat pantai mempunyai suhu udara rata-rata relatif tinggi. Sementara itu, suhu rata-rata tanah berumput (kedalaman 5 Cm), berkisar antara 17oC sampai 35oC. Rata-rata suhu air berkisar antara 21oC sampai 28oC. Sedangkan untuk kelembaban udara rata-rata bervariasi, dari 73 persen samapai 94 persen. Curah hujan terbanyak terdapat di Stasiun Meteorologi Pertanian khusus batas Salatiga sebanyak 3.990 mm, dengan hari hujan 195 hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Propinsi Jawa Tengah dibagi kedalam beberapa Wilayah Administrasi, meliputi : &lt;br /&gt;
&lt;table align="left" bgcolor="cyan" border="2" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr bgcolor="Gray"&gt; &lt;th&gt;Wilayah&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Jumlah&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;Kabupaten&lt;/td&gt; &lt;td&gt;29&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;Kota&lt;/td&gt; &lt;td&gt;6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;Kecamatan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;565&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;Kelurahan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;764&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;Desa&lt;/td&gt; &lt;td&gt;7804&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;caption align="Bottom"&gt;&lt;b&gt; Sumber data : Biro Pemerintahan &lt;/b&gt;&lt;/caption&gt; &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Administrasi&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Provinsi Jawa Tengah dipimpin oleh seorang gubernur, dan secara administratif terdiri dari 35 kabupaten dan kota, masing-masing secara berurutan dipimpin oleh bupati dan walikota. Kabupaten dan kota dibagi lagi menjadi kecamatan yang dipimpin oleh camat. Kecamatan dibagi lagi menjadi desa sebagai tingkatan administratif yang paling rendah yang dikepalai oleh kepala desa.&lt;br /&gt;
&lt;table align="left" bgcolor="cyan" border="2" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;caption align="top"&gt;&lt;b&gt;Gubernur&lt;/b&gt;&lt;/caption&gt; &lt;tbody&gt;
&lt;tr bgcolor="gray"&gt; &lt;td&gt;No.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Nama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Masa Bakti&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Panji Suroso&lt;/td&gt; &lt;td&gt;1945&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;K.R.T. Mr. Wongsonegoro &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1945-1949&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;R. Boedijono &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1949-1954&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;R. Boedijono &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1954-1958&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;5.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;R. M. T. Soekardji Mangoen Koesoemo &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1958-1960&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;6.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;R. M. Hadisoebeno Sosrowerdojo &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1960&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;7.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Mochtar &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1960-1966&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;8.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Moenadi &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1966-1974&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;9.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Soepardjo Rustam &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1974-1982&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;10.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Muhammad Ismail &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1983-1993&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;11.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Soewardi &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1993-1998&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;12.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Mardiyanto &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1998-2007&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;13.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Ali Mufiz &lt;/td&gt; &lt;td&gt;2007-2008&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="White"&gt; &lt;td&gt;14.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bibit Waluyo &lt;/td&gt; &lt;td&gt;2008-2013&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Iklim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Temperatur rata-rata antara 21° s.d. 32° C dan mempunyai 2 musim, yakni musim hujan (Oktober s.d. April), dan musim kemarau (April s.d. Oktober).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Agama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kebebasan menganut agama dilindungi oleh pemerintah, dan ada lima agama yang diakui oleh negara, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Budha, dan Hindu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Walaupun sebagaian besar masyarakatnya mempergunakan bahasa Jawa dengan berbagai dialek, bahasa Indonesia tetap sebagai bahasa utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penduduk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Orang Jawa terkenal akan keramahan dan kesopanannya. Tahun 2000 populasi penduduk adalah 30,7 juta jiwa (896 orang per km²), dengan mata pencaharian utama sebagai petani, pedagang, dan pegawai negeri. Selain suku bangsa asli, ada pula beberapa suku bangsa asing hidup di Jawa Tengah seperti bangsa Arab, China, India dan Pakistan. "Kebaya" merupakan pakaian khas yang dipakai oleh kaum wanita.&lt;br /&gt;
dari berbagai sumber.       &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXxtkOtIUL7_UQlgH3obGb5NYHqFPSfpB4zhdI-8SLIZ2seEqpZZ7FvVlAeecO2ocR5cSIKte3DitmMQ3rYhsA9VWELNe0WHNvjVLf6YLfV98Sh2RMKccgFq0hB0e8AA6j2gdRXyi7xt0/s72-c/jateng.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>H.M. Soeharto</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/hm-soeharto.html</link><category>Tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Sat, 18 Dec 2010 08:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-993662687609739127</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6fijKsSWr0DX0YfP7jAoZME1HNmmBiyAtvPDxGnKZ03j8Cww34NIYuyRT1l5bdd2Q2DOXyjDoxNhIK6YBOdxjPw2Rdo2NV7IJ6Rr_GWOM12WP1U0bNKryN7JPGtWNzAs3it82KlA8BFE/s1600/soeharto.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6fijKsSWr0DX0YfP7jAoZME1HNmmBiyAtvPDxGnKZ03j8Cww34NIYuyRT1l5bdd2Q2DOXyjDoxNhIK6YBOdxjPw2Rdo2NV7IJ6Rr_GWOM12WP1U0bNKryN7JPGtWNzAs3it82KlA8BFE/s200/soeharto.jpg" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;H.M Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu Bantul  Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Ayahnya bernama Kertosudiro dan Ibunya Sukirah. Kertosudiro yang menjadi petugas pengatur air desa atau ulu-ulu, dikaruniai dua anak. Perkawinan Kertosudiro dan Sukirah tidak bertahan lama. Keduanya bercerai tidak lama setelah Soeharto lahir. Sukirah menikah lagi dengan Pramono dan dikaruniai tujuh anak, termasuk putra kedua, Probosutedjo.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro, Wonogiri. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan R.A Siti Hartinah anak KRMT Soemoharyomo. Soemoharyomo adalah seorang Wedana di Solo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21 Mei 1998. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dirawat selama 24 hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, mantan presiden Soeharto akhirnya meninggal dunia pada Minggu, 27 Januari 2006). Soeharto meninggal pada pukul 13.10 siang dalam usia 87 tahun       &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6fijKsSWr0DX0YfP7jAoZME1HNmmBiyAtvPDxGnKZ03j8Cww34NIYuyRT1l5bdd2Q2DOXyjDoxNhIK6YBOdxjPw2Rdo2NV7IJ6Rr_GWOM12WP1U0bNKryN7JPGtWNzAs3it82KlA8BFE/s72-c/soeharto.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Borobudur</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/borobudur.html</link><category>Pariwisata</category><category>Sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Sat, 18 Dec 2010 07:44:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-150193903386732904</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglsJVVLdrFR6CGvT9uhtqBvibArt9GVyLnlwFGq1kK9-a7X6hah77als166VzzCOBEpjva9t9vyp-AQ1Usx1UKnvjQkqYfoPhb8RX7_sxqtlgoCjtasxBYBsRajLaYFxd_0IB9-4indqc/s1600/Borobudur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglsJVVLdrFR6CGvT9uhtqBvibArt9GVyLnlwFGq1kK9-a7X6hah77als166VzzCOBEpjva9t9vyp-AQ1Usx1UKnvjQkqYfoPhb8RX7_sxqtlgoCjtasxBYBsRajLaYFxd_0IB9-4indqc/s200/Borobudur.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Nama Borobudur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
"gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.&lt;br /&gt;
Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra.  Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Struktur Borobudur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa.&lt;br /&gt;
Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.&lt;br /&gt;
Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.&lt;br /&gt;
Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.&lt;br /&gt;
Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.&lt;br /&gt;
Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.&lt;br /&gt;
Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.&lt;br /&gt;
Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.&lt;br /&gt;
Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala.&lt;br /&gt;
Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Relief&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.&lt;br /&gt;
Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.&lt;br /&gt;
Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" bgcolor="cyan" border="2" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;caption align="top"&gt;&lt;b&gt;Borobudur&lt;/b&gt;&lt;/caption&gt; &lt;tbody&gt;
&lt;tr bgcolor="Red"&gt; &lt;th colspan="4"&gt;Bagan Relief&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="Green"&gt; &lt;th&gt;No.&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Posisi/Letak&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Cerita Relief&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Jumlah Figura&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="Blue"&gt;  &lt;td&gt;Kaki Candi Asli&lt;/td&gt; &lt;td&gt;jaka kelana&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;Karmawibhangga &lt;/td&gt; &lt;td&gt;160 Pigura&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="blue"&gt; &lt;td&gt;Tingkat I&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Dinding&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;a. Lalitawistara &lt;/td&gt; &lt;td&gt;120 Pigura&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="blue"&gt; &lt;td&gt;-------&lt;/td&gt; &lt;td&gt;-------&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;b. jataka/awadana &lt;/td&gt; &lt;td&gt;120 Pigura&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="blue"&gt; &lt;td&gt;-------&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Langkan&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;a. jataka/awadana &lt;/td&gt; &lt;td&gt;372 Pigura&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="blue"&gt; &lt;td&gt;-------&lt;/td&gt; &lt;td&gt;-------&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;b. jataka/awadana &lt;/td&gt; &lt;td&gt;128 Pigura&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="blue"&gt; &lt;td&gt;Tingkat II&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Dinding&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Gandawyuha &lt;/td&gt; &lt;td&gt;128 Pigura&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="blue"&gt; &lt;td&gt;---------&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Langkan&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;jataka/awadana &lt;/td&gt; &lt;td&gt;100 Pigura&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="blue"&gt; &lt;td&gt;Tingkat III&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Dinding&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Gandawyuha &lt;/td&gt; &lt;td&gt;88  Pigura&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="blue"&gt; &lt;td&gt;---------&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Langkan&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Gandawyuha &lt;/td&gt; &lt;td&gt;88  Pigura&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="blue"&gt; &lt;td&gt;Tingkat IV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Dinding&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Gandawyuha &lt;/td&gt; &lt;td&gt;84  Pigura&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="blue"&gt; &lt;td&gt;---------&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Langkan&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Gandawyuha &lt;/td&gt; &lt;td&gt;72  Pigura&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="Orange"&gt; &lt;td&gt;---------&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jumlah&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;-------- &lt;/td&gt; &lt;td&gt;1460  Pigura&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karmawibhangga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lalitawistara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jataka dan Awadana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.&lt;br /&gt;
Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Gandawyuha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Arca Buddha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain wujud buddha dalam kosmologi buddhis yang terukir di dinding, di Borobudur terdapat banyak arca buddha duduk bersila dalam posisi lotus serta menampilkan mudra atau sikap tangan simbolis tertentu.&lt;br /&gt;
Patung buddha dalam relung-relung di tingkat Rupadhatu, diatur berdasarkan barisan di sisi luar pagar langkan. Jumlahnya semakin berkurang pada sisi atasnya. Barisan pagar langkan pertama terdiri dari 104 relung, baris kedua 104 relung, baris ketiga 88 relung , baris keempat 72 relung, dan baris kelima 64 relung. Jumlah total terdapat 432 arca Buddha di tingkat Rupadhatu. Pada bagian Arupadhatu (tiga pelataran melingkar), arca Buddha diletakkan di dalam stupa-stupa berterawang (berlubang). Pada pelataran melingkar pertama terdapat 32 stupa, pelataran kedua 24 stupa, dan pelataran ketiga terdapat 16 stupa, semuanya total 72 stupa. Dari jumlah asli sebanyak 504 arca Buddha, lebih dari 300 telah rusak (kebanyakan tanpa kepala) dan 43 hilang (sejak penemuan monumen ini, kepala buddha sering dicuri sebagai barang koleksi, kebanyakan oleh museum luar negeri).&lt;br /&gt;
Secara sepintas semua arca buddha ini terlihat serupa, akan tetapi terdapat perbedaan halus diantaranya, yaitu pada mudra atau posisi sikap tangan. Terdapat lima golongan mudra: Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Tengah, kesemuanya berdasarkan lima arah utama kompas menurut ajaran Mahayana. Keempat pagar langkan memiliki empat mudra: Utara, Timur, Selatan, dan Barat, dimana masing-masing arca buddha yang menghadap arah tersebut menampilkan mudra yang khas. Arca Buddha pada pagar langkan kelima dan arca buddha di dalam 72 stupa berterawang di pelataran atas menampilkan mudra: Tengah atau Pusat. Masing-masing mudra melambangkan lima Dhyani Buddha; masing-masing dengan makna simbolisnya tersendiri.&lt;br /&gt;
Mengikuti urutan Pradakshina yaitu gerakan mengelilingi searah jarum jam dimulai dari sisi Timur, maka mudra arca-arca buddha di Borobudur adalah:&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" bgcolor="cyan" border="2" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr bgcolor="Red"&gt; &lt;td&gt;Mudra&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Melambangkan&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Dhyani Budha &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Arah Mata Angin&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lokasi Arca&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="Blue"&gt; &lt;td&gt;Bhumisparsa mudra&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Memanggil bumi sebagai saksi &lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Aksobhya &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Timur&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi timur &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="Blue"&gt; &lt;td&gt;Wara mudra &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kedermawanan &lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Ratnasambhawa &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Selatan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi selatan &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="Blue"&gt; &lt;td&gt;Dhyana mudra &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Semadi atau meditasi &lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Amitabha&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Barat&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi barat &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="Blue"&gt; &lt;td&gt;Abhaya mudra &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Ketidakgentaran &lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Amoghasiddhi &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Utara&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi utara &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="Blue"&gt; &lt;td&gt;Witarka mudra &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Akal Budi &lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Wairocana &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Tengah&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Relung di pagar langkan baris kelima (teratas) Rupadhatu semua sisi &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr bgcolor="Blue"&gt; &lt;td&gt;Dharmachakra mudra &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pemutaran Roda Dharma&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Wairocana &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Tengah&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Di dalam 72 stupa di 3 teras melingkar Arupadhatu &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tahapan pembangunan Borobudur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;•    Tahap pertama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;•    Tahap kedua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;•    Tahap ketiga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;•    Tahap keempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ikhtisar waktu proses pemugaran Candi Borobudur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
•    1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.&lt;br /&gt;
•    1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.&lt;br /&gt;
•    1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.&lt;br /&gt;
•    1907 - Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.&lt;br /&gt;
•    1926 - Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.&lt;br /&gt;
•    1956 - Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur.&lt;br /&gt;
•    1963 - Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.&lt;br /&gt;
•    1968 - Pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.&lt;br /&gt;
•    1971 - Pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.&lt;br /&gt;
•    1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia.&lt;br /&gt;
•    10 Agustus 1973 - Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984&lt;br /&gt;
•    21 Januari 1985 - terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali. Serangan dilakukan oleh kelompok Islam ekstremis yang dipimpin oleh Husein Ali Al Habsyi.&lt;br /&gt;
•    1991 - Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.&lt;br /&gt;
Dari berbagai sumber&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglsJVVLdrFR6CGvT9uhtqBvibArt9GVyLnlwFGq1kK9-a7X6hah77als166VzzCOBEpjva9t9vyp-AQ1Usx1UKnvjQkqYfoPhb8RX7_sxqtlgoCjtasxBYBsRajLaYFxd_0IB9-4indqc/s72-c/Borobudur.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jawa Barat</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/jawa-barat.html</link><category>Profil Indonesia</category><category>Provinsi</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Sat, 18 Dec 2010 00:30:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-6243004386337488065</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghWbSBoYeZKOSST0EjMnUOF2gUddI2oFKgg_Cy6hSBjlXqA9G9OOoclqIIL5B4M88zSqpuPEgY5du5LLPI9GlQCnoJOgB4J1QbP87-riIrNJeLKq6otavQZ69-xUWCwURSxdWMMCothAM/s1600/jabar.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghWbSBoYeZKOSST0EjMnUOF2gUddI2oFKgg_Cy6hSBjlXqA9G9OOoclqIIL5B4M88zSqpuPEgY5du5LLPI9GlQCnoJOgB4J1QbP87-riIrNJeLKq6otavQZ69-xUWCwURSxdWMMCothAM/s200/jabar.jpeg" width="179" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perkembangan Sejarah menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia (staatblad Nomor : 378). Provinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan UU No.11 Tahun 1950, tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;
Provinsi Jawa Barat, secara geografis, terletak pada posisi 5o50’ - 7o50’ Lintang Selatan dan 104o48’ - 108o48’ Bujur Timur, dengan batas wilayah : sebelah Utara, berbatasan dengan Laut Jawa dan Provinsi DKI Jakarta; sebelah Timur, berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah; sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia; dan sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Banten.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Luas wilayah Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah daratan seluas 3.710.061,32 hektar dan garis pantai sepanjang 755,829 km. Daratan Jawa Barat dapat dibedakan atas wilayah pegunungan curam (9,5% dari total luas wilayah Jawa Barat) terletak di bagian Selatan dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut (dpl); wilayah lereng bukit yang landai (36,48%) terletak di bagian Tengah dengan ketinggian 10 - 1.500 m dpl; dan wilayah dataran luas (54,03%) terletak di bagian Utara dengan ketinggian 0 – 10 m dpl. Tutupan lahan terluas di Jawa Barat berupa kebun campuran (22,89 % dari luas wilayah Jawa Barat), sawah (20,27%), dan perkebunan (17,41%), sementara hutan primer dan hutan sekunder di Jawa Barat hanya 15,93% dari seluruh luas wilayah Jawa Barat.&lt;br /&gt;
Iklim di Jawa Barat yaitu tropis, dengan suhu rata-rata berkisar antara17,4 – 30,7°C dan kelembaban udara antara 73–84%. Data BMKG menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2008, turun hujan selama 1-26 hari setiap bulannya dengan curah hujan antara 3,6 hingga 332,8 mm.&lt;br /&gt;
Jawa Barat dialiri 40 sungai dengan wilayah seluas 32.075,15 km2. Jawa Barat juga memiliki 1.267waduk/situdengan potensi air permukaan lebih dari 10.000juta m3.Air permukaan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, pertanian, dan air minum.Terdapat peningkatan jumlah perusahaan yang aktif memanfaatkan air permukaan menjadi 625 perusahaan dari 606 perusahaan pada tahun 2007.&lt;br /&gt;
Secara administratif, Provinsi Jawa Barat terdiri dari 17 kabupaten dan 9 kota; 520 kecamatan; 5.245 desa dan 626 kelurahan.&lt;br /&gt;
Adapun monografinya :&lt;br /&gt;
LUAS WILAYAH DAN PENDUDUK JAWA BARAT MENURUT KABUPATEN/KOTA&lt;br /&gt;
NO.     Kab/Kota&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;             Luas Daerah (ha)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         Jumlah Penduduk (km)&lt;br /&gt;
1 Kab. Bogor&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         297.646,55&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         4.453.927&lt;br /&gt;
2 Kab. Sukabumi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         416.173,50&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.293.742&lt;br /&gt;
3 Kab. Cianjur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         361.435,53&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         2.189.328&lt;br /&gt;
4 Kab. Bandung&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         172.663,29&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;       3.148.951&lt;br /&gt;
5 Kab. Garut&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         311.007,54&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;       2.504.237&lt;br /&gt;
6 Kab. Tasikmalaya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 270.969,75&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         1.860.157&lt;br /&gt;
7 Kab. Ciamis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         273.250,99&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;        1.615.759&lt;br /&gt;
8 Kab. Kuningan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         121.501,01&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;       1.173.528&lt;br /&gt;
9 Kab. Cirebon&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         107.195,89&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         2.211.186&lt;br /&gt;
10 Kab. Majalengka&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 130.938,55&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         1.219.145&lt;br /&gt;
11 Kab. Sumedang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         156.343,87&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         1.143.992&lt;br /&gt;
12 Kab. Indramayu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         210.158,70&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         1.827.878&lt;br /&gt;
13 Kab. Subang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         217.438,68&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         1.486.412&lt;br /&gt;
14 Kab. Purwakarta&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;          99.400,40&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;           819.005&lt;br /&gt;
15 Kab. Karawang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         191.898,80&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         2.134.389&lt;br /&gt;
16 Kab. Bekasi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         126.470,86&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         2.121.122&lt;br /&gt;
17 Kab. Bandung Barat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 129.601,10&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         1.548.434&lt;br /&gt;
18 Kota Bogor&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;          11.770,99&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;           895.596&lt;br /&gt;
19 Kota Sukabumi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;           4.883,85&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;           311.559&lt;br /&gt;
20 Kota Bandung&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;          17.243,90&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         2.414.704&lt;br /&gt;
21 Kota Cirebon&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;           3.899,14&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;           304.152&lt;br /&gt;
22 Kota Bekasi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;          21.564,83&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         2.176.743&lt;br /&gt;
23 Kota Depok&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;          20.277,21&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;         1.465.826&lt;br /&gt;
24 Kota Cimahi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;           4.445,46&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;           547.862&lt;br /&gt;
25 Kota Tasikmalaya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 18.498,19&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;                640.324&lt;br /&gt;
26 Kota Banjar&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;          13.382,72&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;           185.993&lt;br /&gt;
Jumlah :     &lt;br /&gt;
Jawa Barat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;       3.710.061,32&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;        42.693.951&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gubernur :&lt;br /&gt;
1. M Sutardjo Kartohadi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   (1945-1946)&lt;br /&gt;
2. Mr. Datuk Djamin&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   (1946)&lt;br /&gt;
3. M. Sewaka&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    (1946-1952)&lt;br /&gt;
4. R. Muhamad Sanusi Hardjadinata  (1952-1956)&lt;br /&gt;
5. R. Ipik Gandamana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    (1956-1960)&lt;br /&gt;
6. H. Mashudi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    (1960-1970)&lt;br /&gt;
7. Solihin GP&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    (1970-1975)&lt;br /&gt;
8. H. Aang Kunaefi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   (1975-1985)&lt;br /&gt;
9. HR. Yogie SM&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   (1985-1993)&lt;br /&gt;
10. R. Nuriana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    (1993-2003)&lt;br /&gt;
11. H. Danny Setiawan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   (2003-2008)&lt;br /&gt;
12. H. Ahmad Haryawan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   (2008-sekarang)&lt;br /&gt;
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terdiri dari unsur Sekertariat Daerah (Setda) yang meliputi : Sekertaris daerah dan Assisten-Assisten : Pemerintahan, Perekonomian, Adminsitrasi dan Kesejahteraan Sosial serta biro-biro yang seluruhnya 11 biro ; 20 Dinas ; 15 Badan ; 1 Kantor Perwakilan pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang berkedudukan di Jakarta.&lt;br /&gt;
Geografi&lt;br /&gt;
Provinsi Jawa Barat, secara geografis, terletak pada posisi 5o50’ - 7o50’ Lintang Selatan dan 104o48’ - 108o48’ Bujur Timur, dengan batas wilayah : sebelah Utara, berbatasan dengan Laut Jawa dan Provinsi DKI Jakarta; sebelah Timur, berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah; sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia; dan sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Banten.&lt;br /&gt;
Luas wilayah Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah daratan seluas 3.710.061,32 hektar dan garis pantai sepanjang 755,829 km. Daratan Jawa Barat dapat dibedakan atas wilayah pegunungan curam (9,5% dari total luas wilayah Jawa Barat) terletak di bagian Selatan dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut (dpl); wilayah lereng bukit yang landai (36,48%) terletak di bagian Tengah dengan ketinggian 10 - 1.500 m dpl; dan wilayah dataran luas (54,03%) terletak di bagian Utara dengan ketinggian 0 – 10 m dpl. Tutupan lahan terluas di Jawa Barat berupa kebun campuran (22,89 % dari luas wilayah Jawa Barat), sawah (20,27%), dan perkebunan (17,41%), sementara hutan primer dan hutan sekunder di Jawa Barat hanya 15,93% dari seluruh luas wilayah Jawa Barat.&lt;br /&gt;
Iklim di Jawa Barat yaitu tropis, dengan suhu rata-rata berkisar antara17,4 – 30,7°C dan kelembaban udara antara 73–84%. Data BMKG menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2008, turun hujan selama 1-26 hari setiap bulannya dengan curah hujan antara 3,6 hingga 332,8 mm.&lt;br /&gt;
Jawa Barat dialiri 40 sungaidengan wilayah seluas 32.075,15 km2. Jawa Barat juga memiliki 1.267waduk/situdengan potensi air permukaan lebih dari 10.000juta m3.Air permukaan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, pertanian, dan air minum.Terdapat peningkatan jumlah perusahaan yang aktif memanfaatkan air permukaan menjadi 625 perusahaan dari 606 perusahaan pada tahun 2007.&lt;br /&gt;
Topografi&lt;br /&gt;
Ciri utama daratan Jawa Barat adalah bagian dari busur kepulauan gunung api (aktif dan tidak aktif) yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera hingga ujung utara Pulau Sulawesi. Daratan dapat dibedakan atas wilayah pegunungan curam di selatan dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut, wilayah lereng bukit yang landai di tengah ketinggian 100 1.500 m dpl, wilayah dataran luas di utara ketinggian 0 . 10 m dpl, dan wilayah aliran sungai.&lt;br /&gt;
Iklim&lt;br /&gt;
Iklim di Jawa Barat adalah tropis, dengan suhu 9 0 C di Puncak Gunung Pangrango dan 34 0 C di Pantai Utara, curah hujan rata-rata 2.000 mm per tahun, namun di beberapa daerah pegunungan antara 3.000 sampai 5.000 mm per tahun.&lt;br /&gt;
Populasi&lt;br /&gt;
Penduduk Jawa Barat pada tahun 2009, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) 2009, berjumlah 42,61 juta penduduk yang terdiri dari 21,51 juta jiwa laki-laki dan 21,18 juta jiwa perempuan, dengan sex ratio sebesar 101,6 atau setiap 1.000 orang penduduk perempuan terdapat 1.016 orang penduduk laki-laki. Berdasarkan struktur umur, jumlah penduduk di bawah usia 15 tahun ke atas mencapai 29,12%, penduduk usia produktif, 15 – 64 tahun, sebesar 65,55%, sementara penduduk usia di atas 64 tahun sebesar 5,33%.&lt;br /&gt;
Angka ketergantungan, yang menggambarkan jumlah penduduk usia non produktif yang harus ditanggung oleh jumlah penduduk usia produktif, sebesar 52,55 yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif di Jawa Barat menanggung sekitar 53 orang penduduk usia belum/tidak produktif. Angka ketergantungan ini menurun bila dibandingkan dengan hasil Suseda 2008 yang mencapai angka 54,19.&lt;br /&gt;
Sosial Budaya&lt;br /&gt;
Masyarakat Jawa Barat di kenal sebagai masyarakat yang agamis, dengan kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai luhur tradisional, serta memiliki prilaku sosial yang berfalsafah pada silih asih, silih asah, silih asuh, yang secara harfiah berarti saling mengasihi, saling memberi pengetahuan dan saling mengasuh diantara warga masyarakat.&lt;br /&gt;
Tatanan kehidupannya lebih mengedepankan keharmonisan seperti tergambar pada pepatah; “Herang Caina Beunang Laukna” yang berarti menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru atau prinsip saling menguntungkan.&lt;br /&gt;
Masyarakat Jawa Barat memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebajikan. Hal ini terekspresikan pada pepatah “Ulah Unggut Kalinduan, Ulah gedag Kaanginan”; yang berarti konsisten dan konsekuen terhadap kebenaran serta menyerasikan antara hati nurani dan rasionalitas, seperti terkandung dalam pepatah “Sing Katepi ku Ati Sing Kahontal ku Akal”, yang berarti sebelum bertindak tetapkan dulu dalam hati dan pikiran secara seksama.&lt;br /&gt;
Jawa Barat di lihat dari aspek sumber daya manusia memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan sebagai provinsi yang mempunyai proporsi penduduk dengan tingkat pendidikan, jumlah lulusan strata 1, strata 2 dan strata 3, terbanyak dibandingkan dengan provinsi lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber http://www.jabarprov.go.id&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghWbSBoYeZKOSST0EjMnUOF2gUddI2oFKgg_Cy6hSBjlXqA9G9OOoclqIIL5B4M88zSqpuPEgY5du5LLPI9GlQCnoJOgB4J1QbP87-riIrNJeLKq6otavQZ69-xUWCwURSxdWMMCothAM/s72-c/jabar.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Payudara Besar Sebelah Akibat Menyusui</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/payudara-besar-sebelah-akibat-menyusui.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 23:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-6452720306663137428</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1fqwcjjicxVMqkgT8KUoHG_qyGsc8HiKd4kynP-5Ba9V8Jx_L2itvDWGWUa75sJk1FA0AR2s0FeU4adrFinIeX8WZBQcPdyYTrN6EEr4oeaWNso0DiTVGjpuCGZrjvgK7D0_iaeUBTOg/s1600/menyusui.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1fqwcjjicxVMqkgT8KUoHG_qyGsc8HiKd4kynP-5Ba9V8Jx_L2itvDWGWUa75sJk1FA0AR2s0FeU4adrFinIeX8WZBQcPdyYTrN6EEr4oeaWNso0DiTVGjpuCGZrjvgK7D0_iaeUBTOg/s200/menyusui.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada anggapan di masyarakat jika bayi hanya menyusu salah satu payudara saja akan membuat bentuknya menjadi asimetris atau besar sebelah. Benarkah payudara bisa menjadi asimetris akibat menyusui?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini mitos payudara bisa mengendur akibat menyusui tidak terbukti kebenarannya, karena payudara akan berubah atau kendur sesuai dengan waktunya dan menyusui tidak memberikan pengaruh apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaringan payudara secara terus menerus mendapatkan kadar hormon estrogen dan progesteron yang berbeda-beda. Hormon ini akan berubah selama menstruasi, kehamilan, menyusui dan menopause. Tapi ukuran dan bentuknya akan berubah secara signifikan selama kehamilan dan menyusui.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Ukuran payudara ditentukan oleh berapa banyak jaringan lemak yang dimiliki di payudara. Sementara menyusui (laktasi) menciptakan jaringan yang lebih padat di payudara, setelah selesai menyusui jaringan lemak dan jaringan ikat payudara akan bergeser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor-faktor yang bisa mengubah penampilan payudara, berdasarkan studi tahun 2007 adalah:&lt;br /&gt;
1. BMI (body massa indeks) yang menentukan ukuran persentase lemak tubuh&lt;br /&gt;
2. Jumlah kehamilan yang sudah dijalani&lt;br /&gt;
3. Ukuran payudara sebelum kehamilan&lt;br /&gt;
4. Usia&lt;br /&gt;
5. Sejarah pernah merokok atau tidak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dikutip dari WebMD, Sabtu (18/12/2010) umumnya payudara yang lebih besar sebelah diakibatkan oleh pembangkakkan karena bayi hanya mau menyusui di satu payudara saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Payudara yang tidak digunakan untuk menyusui akan membengkak karena sesaknya pembuluh darah di payudara. Payudara yang besar sebelah biasanya dikenal dengan nama asimetris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari payudara besar sebelah ibu sebaiknya tetap memberikan ASI dari kedua payudara. Jika bayi tidak mau menyusu salah satu payudara, cobalah ibu mengganti posisinya tapi bayi tetap berada di posisi yang sama, atau memompa ASI dan memberikannya melalui gelas atau cangkir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika payudara sudah membengkak yang membuat ukurannya lebih besar, ibu tetap harus menyusukannya ke bayi untuk mengurangi jumlah susu yang ada di dalamnya. Karena kalau tidak akan membuatnya semakin membengkak. Sedangkan untuk mengurangi pembengkakkannya bisa dengan cara memijat payudara dengan baby oil.&lt;br /&gt;
Sumber http://www.detikhealth.com       &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1fqwcjjicxVMqkgT8KUoHG_qyGsc8HiKd4kynP-5Ba9V8Jx_L2itvDWGWUa75sJk1FA0AR2s0FeU4adrFinIeX8WZBQcPdyYTrN6EEr4oeaWNso0DiTVGjpuCGZrjvgK7D0_iaeUBTOg/s72-c/menyusui.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teknik Buang Air Besar yang Benar</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/teknik-buang-air-besar-yang-benar.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 23:23:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-513157934247023594</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6dE2eaWc4Gzz6STAUaB3GExJRVCWFIGje3OugtCLJWFQJmM2Dn330gJ94YqcFoV602lcp_-Roe8L0bSbimsRS9nSWzSOyPgrwIzUGPCXDIA9XewvOTYCK5c76dYsCKECIcEnWNGBKD4A/s1600/mules.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6dE2eaWc4Gzz6STAUaB3GExJRVCWFIGje3OugtCLJWFQJmM2Dn330gJ94YqcFoV602lcp_-Roe8L0bSbimsRS9nSWzSOyPgrwIzUGPCXDIA9XewvOTYCK5c76dYsCKECIcEnWNGBKD4A/s200/mules.png" width="142" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sering mengejan atau mengejan terlalu keras saat buang air besar merupakan salah satu penyebab orang mengalami ambeien. Untuk itu, ketahui cara-cara yang benar untuk buang air besar agar terhindar dari ambeien atau wasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wasir atau ambeien atau hemoroid merupakan penyakit atau gangguan pada anus. Bibir anus mengalami pembengkakan dan terkadang disertai pendarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencegah penyakit ini, biasanya dokter akan menyarankan agar teratur buang air besar (BAB) dan banyak makan makanan berserat. Teknik BAB yang benar juga bisa membantu mencegah ambeien.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dilansir Med.umich.edu, Kamis (16/12/2010), berikut beberapa teknik BAB yang sehat dan benar untuk mencegah ambeien: &lt;br /&gt;
1. Duduk di toilet dengan mengarahkan badan ke depan. Istirahatkan lengan di paha dan sedikit angkat tumit kaki.&lt;br /&gt;
2. Alternatif lain, arahkan badan ke depan dengan memegang pergelangan kaki.&lt;br /&gt;
3. Usahakan rektum (jalur usus besar dekat anus) santai dan rasakan ada sedikit tonjolan yang keluar&lt;br /&gt;
4. Bibir, rahang dan mulut yang terbuka akan memfasilitasi relaksasi otot panggul yang normal selama BAB.&lt;br /&gt;
5. Tarik napas dalam melalui hidung dan hembuskan lewat mulut atau mendesis lembut lewat gigi. Ini bisa mencegah perut tidak menjadi keras.&lt;br /&gt;
6. Jika pasca melahirkan atau mengalami penurunan perineum (daerah antara vagina dan rektum), tempatkan jari-jari di luar perineum.&lt;br /&gt;
7. Setelah selesai, kembalikan kondisi otot panggul dalam keadaan normal.&lt;br /&gt;
8. Ulangi cara di atas 3-4 kali bila belum berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain melakukan teknik BAB yang benar, ambeien juga bisa dicegah dengan membiasakan BAB rutin dan tidak keras, dengan cara sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Temukan waktu terbaik Anda untuk BAB.&lt;br /&gt;
Biasanya waktu terbaik setengah jam hingga 1 jam setelah sarapan, tapi untuk beberapa orang setengah sampai 1 jam setelah makan siang. Waktu ini terbaik karena menggunakan refleks gastro-colic, yaitu stimulasi gerak usus yang terjadi dengan makan untuk membantu BAB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Pastikan Anda tidak terburu-buru dan memiliki akses mudah ke kamar mandi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Biasakan makan dalam jam yang sama setiap hari, baik sarapan, makan siang dan makan malam. Fungsi usus akan sangat baik bila orang makan dalam jam yang reguler.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Biasakan juga selalu makan dalam jumlah yang sama setiap hari&lt;br /&gt;
5. Makan makanan yang tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran.&lt;br /&gt;
6. Minum banyak cairan tanpa kafein, idealnya 64 ons sehari atau 8 gelas air.&lt;br /&gt;
7. Melakukan olahraga setiap hari, ini akan membantu kerja usus secara konsisten.&lt;br /&gt;
8. Jauhkan kafein karena dapat menyebabkan diuretik usus besar dan membuat kotoran menjadi keras.&lt;br /&gt;
Sumber http://www.detikhealth.com       &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6dE2eaWc4Gzz6STAUaB3GExJRVCWFIGje3OugtCLJWFQJmM2Dn330gJ94YqcFoV602lcp_-Roe8L0bSbimsRS9nSWzSOyPgrwIzUGPCXDIA9XewvOTYCK5c76dYsCKECIcEnWNGBKD4A/s72-c/mules.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ciuman Tidak Menularkan TBC</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/ciuman-tidak-menularkan-tbc.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 22:50:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-7777555355514569764</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBEkcIUfiYxE-1mWzoBe269YUmpF5pNLB6c3AHapAC5lVpb7H5m7zDCb7XLmoMK059VVPvldnZ5JXTyTq6IBsn36eSKsqv2A7vpDUqlrwoZuDBriYUf9v5bKI10J81vWm2-KqDGKdu0mQ/s1600/kiss.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBEkcIUfiYxE-1mWzoBe269YUmpF5pNLB6c3AHapAC5lVpb7H5m7zDCb7XLmoMK059VVPvldnZ5JXTyTq6IBsn36eSKsqv2A7vpDUqlrwoZuDBriYUf9v5bKI10J81vWm2-KqDGKdu0mQ/s200/kiss.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tuberkulosis (TB atau TBC) adalah penyakit serius yang gampang menular tapi sebenarnya bisa diobati. Banyak orang mengganggap penyakit ini bisa menular melalui ciuman, padahal sebenarnya TBC tidak menular melalui ciuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Selama ciumannya tidak sambil batuk-batuk, maka tuberkulosis tidak menular. Jadi kalau mau ciuman jangan sambil batuk," ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&amp;amp;H, DTCE, dalam acara temu media mengenai pencapaian MDGs untuk tuberkulosis di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (17/12/2010).&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Prof Tjandra menuturkan hal ini karena kuman penyebab&lt;br /&gt;
tuberkulosis tidak terdapat di dalam air liur. Melainkan terdapat di dalam dahak yang bisa keluar saat seseorang batuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada 3 hal yang harus dipahami oleh masyarakat mengenai tuberkulosis, yaitu: &lt;br /&gt;
1. Penyakit menular langsung, dalam hal ini dari orang ke orang dan tidak melalui barang atau binatang lain sebagai perantara. Karenanya bukan menular melalui gelas minum yang sama.&lt;br /&gt;
2. Penyakit ini disebabkan oleh kuman TBC yaitu Mycobacterium tuberculosis, dan bukan akibat sering keluar malam-malam. Kemungkinan dengan sering keluar malam akan membuat daya tahan tubuhnya menurun, sehingga kuman lebih mudah masuk.&lt;br /&gt;
3. Sebagian besar kuman TBC ini menyerang organ paru-paru, tetapi ada juga yang mengenai organ tubuh lain dan jumlahnya tidak banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Untuk mendeteksi tuberkulosis ini jumlah kuman Mycobacterium tuberculosis nya harus lebih dari 5.000, karena kalau di bawah 5.000 tidak kelihatan sehingga kadang tidak terdeteksi," ungkap Prof Tjandra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala umum dari tuberkulosis pada orang dewasa adalah batuk yang terus menerus dan berdahak selama 2 minggu atau lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penderita yang terserang kuman TBC tersebut biasanya akan mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bakteri TB merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya, karenanya dibutuhkan kepatuhan dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis sehingga tidak terjadi MDR-TB (multidrug resistant tuberculosis).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor penyebab TBC ini meliputi: &lt;br /&gt;
1. Lingkungan yang tidak higienis. TBC menyebar dengan cepat pada tempat tinggal yang kurang ventilasi, sempit dan sesal, karenanya angka penularan tinggi terajdi di lingkungan yang penuh sesak dan kumuh.&lt;br /&gt;
2. Kurangnya akses ke perawatan medis, baik karena ketidakmampuan ekonomi atau ketidaktahuan. Kondisi ini membuat ia tidak mendapatkan tindakan medis yang cukup sehingga memperburuk penyebaran.&lt;br /&gt;
3. Turunnya kekebalan tubuh. Jika sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik, maka sel darah putih akan menjadi benteng pelindng dari bakteri TB. Tapi jika sistem imunnya berkurang, maka kuman akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh.&lt;br /&gt;
4. Kontak dengan penderita TBC lainnya. Jika hidup dengan penderita TBC aktif yang tidak mendapatkan pengobatan akan membuat risiko tertular semakin tinggi, baik di lingkungan keluarga ataupun rekan kerja.&lt;br /&gt;
5. Jenis kelamin dan usia. Umumnya jenis kelamin laki-laki dan orang dewasa lebih berisiko terkena TBC.&lt;br /&gt;
6. Alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan. Konsumsi alkohol dan obat-obatan bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terinfeksi.&lt;br /&gt;
7. Diet yang terlalu ketat. Jika seseorang melakukan diet dengan ketat, maka ia tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup serta kurangnya konsumsi kalori yang membuatnya berisiko tinggi terkena TBC.&lt;br /&gt;
8. Tinggal atau bekerja di lingkungan fasilitas perawatan TBC. Kelompok ini berisiko tertular TBC, karenanya gunakan masker dan sering mencuci tangan untuk mengurangi risiko tertular.&lt;br /&gt;
Sumber http://www.detikhealth.com       &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBEkcIUfiYxE-1mWzoBe269YUmpF5pNLB6c3AHapAC5lVpb7H5m7zDCb7XLmoMK059VVPvldnZ5JXTyTq6IBsn36eSKsqv2A7vpDUqlrwoZuDBriYUf9v5bKI10J81vWm2-KqDGKdu0mQ/s72-c/kiss.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lompatlah Agar Tulang Kuat</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/lompatlah-agar-tulang-kuat.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 22:41:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-421169851368189182</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrfpR62ruHmt83d4vh6z5urPNsJ0EHxgihiceRygLrhAmegWwQJlOGau8rUGilPM0OQyTEsXoIv1iGAAfmAAA1AI3jbBnPpOHZ99P-v6gjWHIVWu7jxdI9N7NGl7xFCrWoPqiAiIDPQxg/s1600/lompat.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrfpR62ruHmt83d4vh6z5urPNsJ0EHxgihiceRygLrhAmegWwQJlOGau8rUGilPM0OQyTEsXoIv1iGAAfmAAA1AI3jbBnPpOHZ99P-v6gjWHIVWu7jxdI9N7NGl7xFCrWoPqiAiIDPQxg/s200/lompat.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ingin punya tulang kuat dan padat agar struktur tubuh bagus? Banyak upaya yang bisa dilakukan dan salah satu cara termudah untuk mendapatkannya adalah dengan cara melompat. Kok bisa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, untuk mendapatkan dan meningkatkan kekuatan tulang bisa dengan cara melompat secara berulang-ulang yang dilakukan dalam rutinitas mingguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikutip dari The New York Times, Sabtu (18/12/2010) penelitian terbaru menemukan bahwa melompat secara teratur sebagai bagian dari olahraga bisa meningkatkan densitas (massa) tulang terutama pada orang dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah studi yang dilakukan di Jepang melaporkan massa tulang meningkat setelah melompat sebanyak 40 kali per minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan studi lain yang dilakukan Christian Snow dari Oregon State University dan dilaporkan dalam Journal of Gerontology: Medical Sciences tahun 2000 menemukan perempuan dengan massa tulang memadai dan melompat sebanyak 50 kali sehari mendapatkan peningkatan massa tulang yang signifikan selama periode lima tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu juga dilakukan dengan latihan gabungan secara teratur bisa lebih meningkatkan kepadatan tulang. Latihan gabungan disini adalah dengan melakukan jongkok dan menekuk lutut serta duduk dan bangkit dari kursi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latihan ini bisa memperkuat tubuh sebelum melakukan lompatan. Kegiatan lainnya yang dikaitkan dengan massa tulang lebih tinggi pada perempuan lansia adalah berjalan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat secara teratur juga memiliki manfaat lain bagi tubuh yaitu meningkatkan keseimbangan. Dengan keseimbangan tubuh yang baik akan membuat seseorang terhindar dari jatuh, sehingga menjaga tulang agar tidak patah. Serta memberikan stabilitas yang lebih baik serta membantu mengurangi rasa sakit dari artritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulang yang kuat bisa membantu melindungi organ-organ vital di dalam tubuh serta menjaga kesehatan otot. Umumnya beberapa hal bisa menjadi faktor risiko hilangnya massa tulang, seperti mengonsumsi rendah kalsium, kurang latihan fisik, penuaan, mengonsumsi alkohol dan tembakau, memiliki kadar tiroid tinggi, riwayat keluarga osteoporosis, berkulit putih atau menggunakan obat-obatan tertentu.&lt;br /&gt;
Sumber http://www.detikhealth.com&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrfpR62ruHmt83d4vh6z5urPNsJ0EHxgihiceRygLrhAmegWwQJlOGau8rUGilPM0OQyTEsXoIv1iGAAfmAAA1AI3jbBnPpOHZ99P-v6gjWHIVWu7jxdI9N7NGl7xFCrWoPqiAiIDPQxg/s72-c/lompat.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>UI Peringkat 15 Kampus Terhijau Dunia</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/ui-peringkat-15-kampus-terhijau-dunia.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 09:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-5333069037391813474</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii3OQVtQ-KkuAKqw5yksw6KLyLom2uJb_wwEFfyzaVzn4OEFxxe8-vX4hwwuPYsxxuomyTvKPP-AxtXjxAcAKxKpendJ4hMCqtHeIWht4C_gVA6YrYrYp1_8Ejpx7iEcpE1xFu70PLBHk/s1600/ui.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii3OQVtQ-KkuAKqw5yksw6KLyLom2uJb_wwEFfyzaVzn4OEFxxe8-vX4hwwuPYsxxuomyTvKPP-AxtXjxAcAKxKpendJ4hMCqtHeIWht4C_gVA6YrYrYp1_8Ejpx7iEcpE1xFu70PLBHk/s200/ui.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Universitas Indonesia (UI) menduduki peringkat ke-15 (skor 6,875), dan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang menempati posisi 15 besar dari 95 perguruan tinggi di dunia sebagai kampus terhijau dan ramah lingkungan dalam penilaian Green Metric Ranking of World Universities 2010.&lt;br /&gt;
"Pemeringkatan perguruan tinggi di dunia ini, berdasarkan pengelolaan lingkungan hidup kampus, yaitu UI Green Metric Ranking of World Universities 2010," kata Kepala Kantor Komunikasi UI, Vishnu Juwono, di Depok, Kamis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan hasil riset dan survei yang dihimpun secara online oleh tim UI Green Metric yang dilakukan pada Mei hingga November 2010, University of California, Barkeley, Amerika Serikat (skor 8,213), terpilih sebagai kampus hijau terbaik di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Untuk peringkat kedua diraih University of Nottingham, Inggris (skor 8,201), dan Northeastern University,USA (skor 7,909) berada di urutan ketiga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakannya pihaknya melakukan inovasi di bidang lingkungan hidup dengan menyusun daftar pemeringkatan perguruan tinggi yang pertama dan satu-satunya di dunia dengan menggunakan komitmen pengembangan infrastruktur kampus yang ramah lingkungan sebagai indikatornya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Vishnu pemeringkatan ini menggunakan indikator pengembangan infrastruktur perguruan tinggi di dunia yang berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup (kehijauan kampus), pemanfaatan ruang, efisiensi energi, penggunaan air, pengolahan limbah, dan sistem transportasi yang ramah lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vishnu menilai UI telah sukses mencanangkan program `Bike to Campus` dan pembangunan perpustakaan dengan konsep `Green Sustainable Development` di lingkungan kampus UI, dan relokasi pohon raksasa African Baobab sebagai objek kegiatan riset, maka UI Green Metric merupakan bentuk kontribusi UI dalam memberikan referensi yang berkualitas dan komprehensif terkait pengembangan sistem infrastruktur kampus di dunia yang ramah lingkungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Rektor UI, Gumilar R. Somantri mengatakan bahwa perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menghasilkan generasi pemimpin masa depan yang memiliki tanggung jawab khusus untuk memimpin jalan dalam menangani masalah yang sangat nyata terkait krisis energi dan pemanasan global, seperti perubahan iklim dan cuaca ekstrim, peningkatan permukaan air laut, kekurangan air, tekanan pada produksi pertanian dan perpindahan penduduk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Melalui hasil pemeringkatan ini (UI Green Metric), UI berharap dapat membantu masyarakat dunia dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dan membantu untuk membawa perubahan pola hidup masarakat dunia dalam menggunakan energi dan sumber daya alam yang semakin terbatas" ujar mantan dekan FISIP UI tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pemeringkatan metodologi yang digunakan yaitu berdasarkan definisi parameter pengukuran kampus hijau yang dilandasi oleh tiga filosofi dasar, yakni Enviroment, Economic, dan Equity (3`Es). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bobot masing-masing indikator penilaian terdiri dari Statistik Kehijauan Kampus (24 persen), Pengelolaan Sampah (15 persen), Energi dan Perubahan Iklim (28 persen), Penggunaan Air (15 persen), dan Transportasi (24 persen). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penentuan kriteria pemeringkatan ini juga didasari pada komitmen perguruan tinggi dalam mengembangkan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan baik dari segi kebijakan dan pengembangan infrastruktur kampus, profil perguruan tinggi dan profil zonasi lokasi perguruan tinggi tersebut, serta dipengaruhi oleh bagaimana perguruan tinggi tersebut memberdayakan energi, sumber daya alam, pengelolaan limbah secara tepat guna. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memperoleh kriteria mendasar, penilaian dari tiap kampus kemudian dikonversikan dalam bentuk angka yang kemudian akan dijadikan skor final bagi tiap kampus.&lt;br /&gt;
Sumber www.Antaranews.com       &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii3OQVtQ-KkuAKqw5yksw6KLyLom2uJb_wwEFfyzaVzn4OEFxxe8-vX4hwwuPYsxxuomyTvKPP-AxtXjxAcAKxKpendJ4hMCqtHeIWht4C_gVA6YrYrYp1_8Ejpx7iEcpE1xFu70PLBHk/s72-c/ui.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Indonesia Juara Umum Kejuaraan Dunia Pencak Silat</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/indonesia-juara-umum-kejuaraan-dunia.html</link><category>Olahraga</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 09:24:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-339590762724368353</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCIYRWs7j492r3CchT1dO73Mauzv6ev90ZtfkOC4Tz5Sy6KcMocXzZ0fw8MXahlgqtT7ZWvY2rt3I9ogdmm2rHfEBLbkBCaOhyphenhyphennJO7DCHxMlMtOSny6qV8rHSsnYB9yM4QVbzPPc6kDN8/s1600/silat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="113" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCIYRWs7j492r3CchT1dO73Mauzv6ev90ZtfkOC4Tz5Sy6KcMocXzZ0fw8MXahlgqtT7ZWvY2rt3I9ogdmm2rHfEBLbkBCaOhyphenhyphennJO7DCHxMlMtOSny6qV8rHSsnYB9yM4QVbzPPc6kDN8/s200/silat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Indonesia keluar sebagai juara umum Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2010 yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (17/12). Prestasi ini diraih setelah mengoleksi 10 medali emas, 5 perak, dan 6 perunggu. &lt;br /&gt;
Tempat kedua dihuni Vietnam dengan raihan 8 emas, 8 perak, dan 3 perunggu. Sementara Malaysia menduduki peringkat ketiga dengan hasil total 4 emas, 6 perak, dan 6 perunggu. &lt;br /&gt;
Indonesia bisa merebut gelar juara umum setelah menyapu bersih medali emas di nomor seni kerapian. &lt;br /&gt;
Enam medali emas dari nomor tunggal putra, tunggal putri, double putra, double putri, tim putra, serta tim putri disaupu bersih. Justru perjuangan Indonesia di hari terakhir yang menggelar babak-babak final nomor tarung pada hari ini cukup berat.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dari 17 nomor yang dipertandingkan, Indonesia hanya bisa membawa delapan wakilnya di babak final. Indonesia akhirnya hanya bisa membawa empat medali emas. Medali emas pertama Indonesia pada normo tarung dipersembahkan Sapto Purnomo mengalahkan pesilat Belanda Patrick Pronk 5-0 di pertarungan babak final kelas D putra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, sukses Sapto belum diikuti rekan-rekannya yang berlaga di kelas lain. Dua pesilat putra lainnya gagal menambah koleksi emas dan harus puas meraih perak. Pada kelas F putra, Mulyono kalah 0-5 dari pesilat Malaysia Mohd Fauzi bin Khalid. Sementara itu di kelas G Putra Yudhi Purwadiono juga disikat 0-5 oleh Vu The Hoang asal Vietnam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Medali emas kemudian, dipersembahkan oleh Pranoto pada kelas J putra, Rosmayani (kelas C putri), serta Dian Kristanto (kelas A putra). Di mata pesilat Belanda Patrick Pronk, Indonesia memang masih menjadi salah satu negara yang mendominasi nomor tarung. &lt;br /&gt;
"Dan saya tidak menyangka bisa bertemu dengan salah satunya (atlet Indonesia) di final tadi. Meski kalah, saya tetap senang mendapatkan kesempatan itu," katanya. &lt;br /&gt;
Sumber http://www.tempointeraktif.com&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCIYRWs7j492r3CchT1dO73Mauzv6ev90ZtfkOC4Tz5Sy6KcMocXzZ0fw8MXahlgqtT7ZWvY2rt3I9ogdmm2rHfEBLbkBCaOhyphenhyphennJO7DCHxMlMtOSny6qV8rHSsnYB9yM4QVbzPPc6kDN8/s72-c/silat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DKI Jakarta</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/dki-jakarta.html</link><category>Profil Indonesia</category><category>Provinsi</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 09:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-2138698426559966489</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7FuBMUeC6QfHFQv5q-mQtwzZBvqZHXgMX1Opnk05rHtMGTCiLQeLkQwMTRNv8kHiPJvtCtPuC_Ndr-T8pFLGWvDBKFFsJ-oRlc5Z055kC3kCxXVie2E26P2q_teDgVxD3a68-ppZCXhE/s1600/jakarta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7FuBMUeC6QfHFQv5q-mQtwzZBvqZHXgMX1Opnk05rHtMGTCiLQeLkQwMTRNv8kHiPJvtCtPuC_Ndr-T8pFLGWvDBKFFsJ-oRlc5Z055kC3kCxXVie2E26P2q_teDgVxD3a68-ppZCXhE/s200/jakarta.jpg" width="169" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia, atau Jacatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).&lt;br /&gt;
Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan : 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 7.552.444 jiwa (2007). Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 23 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Geografi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jakarta berlokasi di sebelah utara Pulau Jawa, di muara Ci liwung, Teluk Jakarta. Jakarta terletak di dataran rendah pada ketinggian rata-rata 8 meter dpl. Hal ini mengakibatkan Jakarta sering dilanda banjir. Sebelah selatan Jakarta merupakan daerah pegunungan dengan curah hujan tinggi. Jakarta dilewati oleh 13 sungai yang semuanya bermuara ke Teluk Jakarta. Sungai yang terpenting ialah Ci Liwung, yang membelah kota menjadi dua. Sebelah timur dan selatan Jakarta berbatasan dengan provinsi Jawa barat dan di sebelah barat berbatasan dengan provinsi Banten.&lt;br /&gt;
Kepualuan Seribu merupakan kabupaten administratif yang terletak di Teluk Jakarta. Sekitar 105 pulau terletak sejauh 45 km (28 mil) sebelah utara kota.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Etimologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nama Jakarta dianggap sebagai kependekan dari kata Jayakarta (Dewanagari जयकृत). Nama ini diberikan oleh orang-orang Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahilah (Faletehan) setelah menyerang dan menduduki pelabuhan Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai kota kemenangan atau kota kejayaan, namun sejatinya artinya ialah "kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha".&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sejarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sunda Kelapa (397–1527)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda  yang bernama Sunda Kelapa, berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibu kota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Pajajaran atau Pajajaran (sekarang Bogor) dapat ditempuh dari pelabuhan Sunda Kalapa selama dua hari perjalanan. Menurut sumber Portugis, Sunda Kalapa merupakan salah satu pelabuhan yang dimiliki Kerajaan Sunda selain pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk. Sunda Kalapa yang dalam teks ini disebut Kalapa dianggap pelabuhan yang terpenting karena dapat ditempuh dari ibu kota kerajaan yang disebut dengan nama Dayo (dalam Bahasa Sunda modern: dayeuh yang berarti ibu kota) dalam tempo dua hari. Kerajaan Sunda sendiri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanegara pada abad ke-5 sehingga pelabuhan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 dan diperkirakan merupakan ibu kota Tarumanagara yang disebut Sundapura.&lt;br /&gt;
Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jayakarta (1527–1619)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Orang Portugis merupakan orang Eropa pertama yang datang ke Jakarta. Pada abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda meminta bantuan Portugis yang ada di Malaka untuk mendirikan benteng di Sunda Kelapa sebagai perlindungan dari kemungkinan serangan Cirebon yang akan memisahkan diri dari Kerajaan Sunda. Upaya permintaan bantuan Surawisesa kepada Portugis di Malaka tersebut diabadikan oleh orang Sunda dalam cerita pantun seloka Mundinglaya Dikusumah, dimana Surawisesa diselokakan dengan nama gelarnya yaitu Mundinglaya. Namun sebelum pendirian benteng tersebut terlaksana, Cirebon yang dibantu Demak langsung menyerang pelabuhan tersebut. Orang Sunda menyebut peristiwa ini tragedi, karena penyerangan tersebut membungihanguskan kota pelabuhan tersebut dan membunuh banyak rakyat Sunda disana termasuk syahbandar pelabuhan. Penetapan hari jadi Jakarta tanggal 22 Juni oleh Sudiro, walikota Jakarta, pada tahun 1956 adalah berdasarkan tragedi pendudukan pelabuhan Sunda Kalapa oleh Fatahillah pada tahun 1527. Fatahillah mengganti nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang berarti "kota kemenangan". Selanjutnya Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon, menyerahkan pemerintahan di Jayakarta kepada putranya yaitu Sultan Maulana Hasanuddin yang menjadi sultan di Kesultanan Banten.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Batavia (1619–1942)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Orang Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16, setelah singgah di Banten pada tahun 1596. Jayakarta pada awal abat ke-17 diperintah oleh Pangeran Jayakarta, salah seorang kerabat Kesultanan Banten. Pada 1619, VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menduduki Jayakarta setelah mengalahkan pasukan Kesultanan Banten dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Selama kolonialisasi Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting. . Untuk pembangunan kota, Belanda banyak mengimpor budak-budak sebagai pekerja. Kebanyakan dari mereka berasal dari Bali, Sulawesi, Maluku, Tiongkok, dan pesisir Malabar, India. Sebagian berpendapat bahwa mereka inilah yang kemudian membentuk komunitas yang dikenal dengan nama suku Betawi. Waktu itu luas Batavia hanya mencakup daerah yang saat ini dikenal sebagai Kota Tua di Jakarta Utara. Sebelum kedatangan para budak tersebut, sudah ada masyarakat Sunda yang tinggal di wilayah Jayakarta seperti masyarakat Jatinegara Kaum. Sedangkan suku-suku dari etnis pendatang, pada zaman kolinialisme Belanda, membentuk wilayah komunitasnya masing-masing. Maka di Jakarta ada wilayah-wilayah bekas komunitas itu seperti Pecinan, Pekojan, Kampung Melayu, Kampung Bandan, Kampung Ambon, Kampung Bali, dan Manggarai.&lt;br /&gt;
Pada tanggal 9 Oktober 1740, terjadi kerusuhan di Batavia dengan terbunuhnya 5.000 orang Tionghoa. Dengan terjadinya kerusuhan ini, banyak orang Tionghoa yang lari ke luar kota dan melakukan perlawanan terhadap Belanda. Dengan selesainya Koningsplein (Gambir) pada tahun 1818, Batavia berkembang ke arah selatan. Tahun 1920, Belanda membangun kota taman Menteng, dan wilayah ini menjadi tempat baru bagi petinggi Belanda menggantikan Molenvliet di utara. Di awal abad ke-20, Batavia di utara, Koningspein, dan Mester Cornelis (Jatinegara) telah terintegrasi menjadi sebuah kota.&lt;br /&gt;
Pada 1 Januari 1926 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan untuk pembaharuan sistem desentralisasi dan dekonsentrasi yang lebih luas. Di Pulau Jawa dibentuk pemerintahan otonom provinsi. Priviencie West java adalah provinsi pertama yang dibentuk di wilayah Hindia Belanda yang diresmikan dengan surat keputusan tanggal 1 Januari 1926, dan diundangkan dalam Staatsblad (Lembaran Negara) 1926 No. 326, 1928 No. 27 jo No. 28, 1928 No. 438, dan 1932 No. 507. Batavia menjadi salah satu keresidenan dalam Provincie West Java disamping Banten, Buitenzorg (Bogor), Priangan, dan Cirebon.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Djakarta (1942–1972)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penjajahan oleh Jepang dimulai pada tahun 1942 dan mengganti nama Batavia menjadi Djakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota ini juga merupakan tempat dilangsungkannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan tahun 1949.&lt;br /&gt;
Sebelum tahun 1959, Djakarta merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 1959, status Kota Djakarta mengalami perubahan dari sebuah kotapraja di bawah walikota ditingkatkan menjadi daerah tingkat satu (Dati I) yang dipimpin oleh gubernur. Yang menjadi gubernur pertama ialah dr. Sumarno sosroatmodjo, seorang dokter tentara. Pengangkatan Gubernur DKI waktu itu dilakukan langsung oleh Presiden Sukarno. Pada tahun 1961, status Djakarta diubah dari Daerah Tingkat Satu menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI). Gubernurnya tetap Sumarno.&lt;br /&gt;
Semenjak dinyatakan sebagai ibu kota, penduduk Jakarta melonjak sangat pesat akibat kebutuhan tenaga kerja kepemerintahan yang hampir semua terpusat di Jakarta. Dalam waktu 5 tahun penduduknya berlipat lebih dari dua. Berbagai kantung pemukiman kelas menengah baru kemudian berkembang, seperti Kebayoran Baru, Cempaka Putih, Rawamangun, dan Pejompongan. Pusat-pusat pemukiman juga banyak dibangun secara mandiri oleh berbagai kementerian dan institusi milik negara seperti Perum Perumnas.&lt;br /&gt;
Pada masa pemerintahan Soekarno, Jakarta melakukan pembangunan proyek besar, antara lain Gelora Bung Karno, Mesjid Istiqlal, dan Monumen Nasional. Pada masa ini pula Poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman mulai dikembangkan sebagai pusat bisnis kota, menggantikan poros Medan Merdeka-Senen-Salemba-Jatinegara. Pusat pemukiman besar pertama yang dibuat oleh pihak pengembang swasta adalah Pondok Indah (oleh PT Pembangunan Jaya) pada akhir dekade 1970-an di wilayah Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;
Laju perkembangan penduduk ini pernah dicoba ditekan oleh gubernur Ali Sadikin pada awal 1970-an dengan menyatakan Jakarta sebagai "kota tertutup" bagi pendatang. Kebijakan ini tidak bisa berjalan dan dilupakan pada masa-masa kepemimpinan gubernur selanjutnya. Hingga saat ini, Jakarta masih harus bergelut dengan masalah-masalah yang terjadi akibat kepadatan penduduk, seperti banjir, kemacetan, serta kekurangan alat transportasi umum yang memadai.&lt;br /&gt;
Pada Mei 1998, terjadi kerusuhan di Jakarta yang memakan korban banyak etnis Tionghoa. Gedung MPR/DPR diduduki oleh para mahasiswa yang menginginkan reformasi. Buntut kerusuhan ini adalah turunnya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. .&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga merupakan pusat bisnis dan keuangan. Di samping Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia, kantor-kantor pusat perusahaan nasional banyak berlokasi di Jakarta. Saat ini, lebih dari 70% uang negara, beredar di Jakarta.&lt;br /&gt;
Jakarta merupakan salah satu kota di Asia dengan masyarakat kelas menengah cukup besar. Pada tahun 2009, 13% masyarakat Jakarta berpenghasilan di atas US$ 10.000. Jumlah ini, menempatkan Jakarta sejajar dengan Singapura, Shanghai, dan Mumbai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jakarta merupakan daerah tujuan urbanisasi berbagai ras di dunia dan berbagai suku bangsa di Indonesia, untuk itu diperlukan bahasa komunikasi yang biasa digunakan dalam perdagangan pada masa lampau yaitu bahasa Melayu. Penduduk asli yang berbahasa Sunda pun akhirnya menggunakan bahasa Melayu tersebut.&lt;br /&gt;
Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan terakhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga manik yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.&lt;br /&gt;
Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Untuk penduduk asli di Kampung Jatinegara Kaum, mereka masih kukuh menggunakan bahasa leluhur mereka yaitu bahasa Sunda.&lt;br /&gt;
Bahasa Daerah juga digunakan oleh para penduduk yang berasal dari daerah lain, seperti Jawa, Sunda, Minang, batak, Madura, Bugis, dan juga Tionghoa. Hal demikian terjadi karena Jakarta adalah tempat berbagai suku bangsa bertemu. Untuk berkomunikasi antar berbagai suku bangsa, digunakan Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;
Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang paling banyak digunakan, terutama untuk kepentingan diplomatik, pendidikan, dan bisnis. Bahasa Mandarin juga menjadi bahasa asing yang banyak digunakan, terutama di kalangan pebisnis Tionghoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Budaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Budaya Jakarta merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Belanda, Jakarta merupakan ibu kota Indonesia yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Jakarta juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemerintahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dasar hukum bagi DKI Jakarta adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2007, tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. UU ini menggantikan UU Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Negara Republik Indonesia Jakarta serta UU Nomor 11 Tahun 1990 tentang Susunan Pemerintahan Daerah Khusus Ibu kota Negara Republik Indonesia Jakarta yang keduanya tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;
Jakarta berstatus setingkat provinsi dan dipimpin oleh seorang gubernur. Berbeda dengan provinsi lainnya, Jakarta hanya memiliki pembagian di bawahnya berupa kota administratif dan kabupaten administratif, yang berarti tidak memiliki perwakilan rakyat tersendiri. Dengan demikian, DKI Jakarta hanya memiliki DPRD Provinsi dan tidak memiliki DPRD Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pembagian administratif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
DKI Jakarta memiliki status khusus sebagai Daerah Khusus Ibukota. DKI Jakarta ini dibagi kepada lima kota dan satu kabupaten, yaitu:&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;    Kabupaten Administrasi kepulauan Seribu    dengan Ibukota Pulau Pramuka &lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;    Kota Administrasi Jakarta Barat &lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;    Kota Administrasi Jakarta Pusat &lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;    Kota Administrasi Jakarta Selatan &lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;    Kota Administrasi Jakarta Timur &lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;    Kota Administrasi Jakarta Utara &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Gubernu&lt;/b&gt;r&lt;br /&gt;
Daftar gubernur yang pernah memerintah DKI Jakarta&lt;br /&gt;
1.    Suwiryo&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;             1945-1947 (berkedudukan Walikota Jakarta)&lt;br /&gt;
2.    Daan Jahja&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;            1948-1950 (Gubernur Militer)&lt;br /&gt;
3.    Suwiryo&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;            1950-1951 (berkedudukan Walikota Jakarta)&lt;br /&gt;
4.    Syamsurizal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;            1951-1953 (berkedudukan Walikota Jakarta)&lt;br /&gt;
5.    Sudiro&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;                1953-1960 (berkedudukan Walikota Jakarta)&lt;br /&gt;
6.    Dr. Soemarno&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;            1960-1964&lt;br /&gt;
7.    Henk Ngantung&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1964-1965&lt;br /&gt;
8.    Dr. Soemarno&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;            1965-1966&lt;br /&gt;
9.    Ali Sadikin&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;            1966-1977&lt;br /&gt;
10.    H. Tjokropranolo&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;        1977-1982&lt;br /&gt;
11.    R. Soeprapto&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;            1982-1987&lt;br /&gt;
12.    Wiyogo Atmodarminto    1987-1992&lt;br /&gt;
13.    Soerjadi Soedirdja&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;        1992-1997&lt;br /&gt;
14.    Sutiyoso&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1997-1998&lt;br /&gt;
15.    Sutiyoso&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1998-2007 (dua masa jabatan)&lt;br /&gt;
16.    Fauzi Bowo&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;            2007-2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber http://id.wikipedia.org&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7FuBMUeC6QfHFQv5q-mQtwzZBvqZHXgMX1Opnk05rHtMGTCiLQeLkQwMTRNv8kHiPJvtCtPuC_Ndr-T8pFLGWvDBKFFsJ-oRlc5Z055kC3kCxXVie2E26P2q_teDgVxD3a68-ppZCXhE/s72-c/jakarta.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Profil Indonesia</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/profil-indonesia.html</link><category>Profil Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 07:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-7312049940955843736</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCfBUZgiai9LC0IK4BzItacyLXV-DbN718Yqc0FGn0OEX4PF1zrGEL_37ovSWAUKOwaYLwRVL7oBobGFX0VRn5AH2hVtfs8y_-6QXXzKjp_H5HetDmd6qpPcw6i74_sh1A0g4Rag4ZAYo/s1600/garuda.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCfBUZgiai9LC0IK4BzItacyLXV-DbN718Yqc0FGn0OEX4PF1zrGEL_37ovSWAUKOwaYLwRVL7oBobGFX0VRn5AH2hVtfs8y_-6QXXzKjp_H5HetDmd6qpPcw6i74_sh1A0g4Rag4ZAYo/s200/garuda.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DASAR NEGARA &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pancasila adalah filosofi dasar negara Indonesia yang berasal dari dua kata sansekerta, “panca” artinya lima, dan “sila” artinya dasar. Pancasila terdiri atas lima dasar yang berhubungan dan tidak dapat dipisahkan, adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.    Ketuhanan yang Maha Esa&lt;br /&gt;
2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab&lt;br /&gt;
3.    Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan&lt;br /&gt;
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia merupakan negara demokrasi yang dalam pemerintahannya menganut sistem presidensiil, dan Pancasila ini merupakan jiwa dari demokrasi. Demokrasi yang didasarkan atas lima dasar tersebut dinamakan Demokrasi Pancasila. Dasar negara ini, dinyatakan oleh Presiden Soekarno (Presiden Indonesia yang pertama) dalam Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;POSISI GEOGRAFIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia/Oceania. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Apabila perairan antara pulau-pulau itu digabungkan, maka luas Indonesia menjadi1.9 juta mil persegi, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima pulau besar di Indonesia adalah : Sumatera dengan luas 473.606 km persegi, Jawa dengan luas 132.107 km persegi, Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia) dengan luas 539.460 km persegi, Sulawesi dengan luas 189.216 km persegi, dan Papua dengan luas 421.981 km persegi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SEJARAH GEOLOGI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pulau-pulau Indonesia terbentuk pada jaman Miocene (12 juta tahun sebelum masehi); Palaeocene ( 70 juta tahun sebelum masehi); Eocene (30 juta tahun sebelum masehi); Oligacene (25 juta tahun sebelum masehi). Sehubungan dengan datangnya orang-orang dari tanah daratan Asia maka Indonesia dipercaya sudah ada pada jaman Pleistocene (4 juta tahun sebelum masehi). Pulau-pulau terbentuk sepanjang garis yang berpengaruh kuat antara perubahan lempengan tektonik Australia dan Pasifik. Lempengan Australia berubah lambat naik kedalam jalan kecil lempeng Pasifik, yang bergerak ke selatan, dan antara garis-garis ini terbentanglah pulau-pulau Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini membuat Indonesia sebagai salah satu negara yang paling banyak berubah wilayah geologinya di dunia. Pegunungan-pegunungan yang berada di pulau-pulau Indonesia terdiri lebih dari 400 gunung berapi, dimana 100 diantaranya masih aktif. Indonesia mengalami tiga kali getaran dalam sehari, gempa bumi sedikitnya satu kali dalam sehari dan sedikitnya satu kali letusan gunung berapi dalam setahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DEMOGRAFI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penduduk Indonesia dapat dibagi secara garis besar dalam dua kelompok. Di bagian barat Indonesia penduduknya kebanyakan adalah suku Melayu sementara di timur adalah suku Papua, yang mempunyai akar di kepulauan Melanesia. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah Etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 3% populasi etnis Tionghoa. Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%); Katolik (3%); Hindu (1,8%); Buddha (0,8%); dan lain-lain (0,3%).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun bahasa resmi Indonesia, bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;POLITIK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) yang terdiri dari dua badan yaitu DPR yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil-wakil Partai Politik dan DPD yang anggota-anggotanya mewakili provinsi yang ada di Indonesia. Setiap daerah diwakili oleh 4 orang yang dipilih langsung oleh rakyat di daerahnya masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah lembaga tertinggi negara. Keanggotaan MPR berubah setelah Amandeman UUD 1945 pada periode 1999-2004. Seluruh anggota MPR adalah anggota DPR ditambah anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan. Anggota MPR saat ini terdiri dari 550 anggota DPR dan 128 anggota DPD. Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik dalam masa jabatan lima tahun. Sejak 2004, MPR adalah sebuah parlemen bikameral, setelah terciptanya DPD sebagai kamar kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidenstil sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, termasuk pengaturan administrasi para Hakim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROVINSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia saat ini memiliki 33 provinsi (termasuk 2 Daerah Istimewa (DI) dan satu Daerah Khusus Ibukota (DKI). Kedua DI tersebut adalah Nanggroe Aceh Darussalam dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedangkan Daerah Khusus Ibukotanya adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sebelum tahun 1999, Timor Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.&lt;br /&gt;
Daftar Provinsi di Indonesia&lt;br /&gt;
Sumatra&lt;br /&gt;
Nanggroe Aceh Darussalam | Sumatera Utara | Sumatera Barat | Bengkulu | Riau | Kepulauan Riau | Jambi | Sumatera Selatan | Lampung | Kepulauan Bangka Belitung&lt;br /&gt;
Jawa&lt;br /&gt;
Jakarta | Jawa Barat | Banten | Jawa Tengah | DI Yogyakarta | Jawa Timur&lt;br /&gt;
Kalimantan&lt;br /&gt;
Kalimantan Barat | Kalimantan Tengah | Kalimantan Selatan | Kalimantan Timur&lt;br /&gt;
Nusa Tenggara    &lt;br /&gt;
Bali | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur    &lt;br /&gt;
Sulawesi    &lt;br /&gt;
Sulawesi Barat | Sulawesi Utara | Sulawesi Tengah | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tenggara | Gorontalo    &lt;br /&gt;
Kepulauan Maluku dan Papua&lt;br /&gt;
Maluku | Maluku Utara | Papua Barat | Papua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;EKONOMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu. Ekonominya kini telah lumayan stabil saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga dan emas. Indonesia adalah pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah dan karet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara tetangganya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan korupsi yang merajalela dalam pemerintah.&lt;br /&gt;
Bank sentral Indonesia adalah Bank Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SENI BUDAYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jenis kesenian di Indonesia banyak dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan. Tari Jawa dan Bali yang terkenal, misalnya, berisi aspek-aspek kebudayaan dan mitologi Hindu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatra seperti tari Saman Meusukat dan Tari Seudati dari Nanggroe Aceh Darussalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu yang cukup terkenal di dunia adalah wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis. Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi Yogyakarta, Solo, dan juga Pekalongan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke. Musik tradisional termasuk juga keroncong Jawa dikenali oleh hampir semua rakyat Indonesia, namun yang lebih berkuasa dalam paras lagu di Indonesia yaitu seni lagu modern kemudian Dangdut. Dangdut adalah salah satu musik Indonesia yang sudah merakyat di wilayah Nusantara, yang dipadu dari unsur musik Melayu, India, dan juga musik tradisional Indonesia. Dinamakan Dangdut karena suara musik yang terdengar adalah suara 'dang' dan 'dut' dan musik Dangdut lebih dikuasai oleh suara gendang dan suling. Lagu-lagu dangdut biasanya didendangkan oleh pedangdut dengan goyangannya yang seronok dan lemah gemulai yang disesuaikan dengan tempo lagunya. Ada berbagai macam corak musik Dangdut, antara lain Dangdut Melayu, Dangdut Modern (Dangdut masa kini yang alat musiknya telah ditambah dengan alat musik modern); dan Dangdut Pesisir (Lagu dangdut tradisional Jawa, Sunda, dll). Pada tahun 70-an, dangdut lebih dikenal sebagai aliran musik orkes Melayu, yang kemudian pada awal tahun 80-an ia lebih dikenal dengan sebutan Dangdut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, agama serta kepercayaan yang berbeda. Ada Batak, Karo, Minangkabau, Melayu di Sumatra dan sebagainya. Ada banyak agama yang diakui di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha bahkan kini Kepercayaan Konghucu juga diakui. Namun sebagian besar masyarakat Indonesia lebih memilih Islam sebagai agamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber http://www.indonesia.go.id&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCfBUZgiai9LC0IK4BzItacyLXV-DbN718Yqc0FGn0OEX4PF1zrGEL_37ovSWAUKOwaYLwRVL7oBobGFX0VRn5AH2hVtfs8y_-6QXXzKjp_H5HetDmd6qpPcw6i74_sh1A0g4Rag4ZAYo/s72-c/garuda.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rendang</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/rendang.html</link><category>Kuliner</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 07:04:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-5836724505028120117</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEwREFj5cTDIjiwq0n-w87e5LKTjVpfH_oQFlzWtAfzVtBDfchJFr7NevqE31oeKV_Ho82zMWCkT2sEmF19vEZkfmBVg2fXgy-UA3YUj7tkV5OgXHAr_qsmiXgPJEngfwQjwUdfge5X48/s1600/rendang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEwREFj5cTDIjiwq0n-w87e5LKTjVpfH_oQFlzWtAfzVtBDfchJFr7NevqE31oeKV_Ho82zMWCkT2sEmF19vEZkfmBVg2fXgy-UA3YUj7tkV5OgXHAr_qsmiXgPJEngfwQjwUdfge5X48/s200/rendang.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Sejarah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rendang adalah makanan khas Sumatera Barat Indonesia. Berbahan baku utama daging sapi dengan rasa yang pada umumnya pedas. Akan tetapi tingkat kepedasan tersebut tergantung oleh racikan sang juru masak. Ciri khas dari rendang asal payakumbuh adalah warna yang coklat kehitaman serta bumbu yang kering dengan rasa yang sangat lezat. Untuk mencapai warna yang coklat kehitaman serta bumbu rendang yang kering tersebut, rendang dimasak cukup lama yaitu minimal 12 jam. &lt;br /&gt;
Semakin lama rendang dimasak maka rasanya akan semakin lamak (enak). Apabila rendang yang dimasak hari ini dan tidak habis maka tidak perlu dikhawatirkan akan menjadi basi. Cukup dipanaskan dalam wajan dengan api sedang tanpa menambahkan bumbu kembali, kelezatan rendang akan tetap terjaga. Semakin sering rendang dipanaskan maka rasa rendang akan semakin lamak (enak). &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Rendang merupakan menu utama bagi masyarakat minang. Dahulu kala rending disajikan sebagai menu utama bagi para bangsawan. Akan tetapi, saat ini rendang sangat digemari oleh masyarakat minang khususnya dan bahkan oleh seluruh lapisan masyarakat serta para wisatawan asing. Terdapat empat filosofi masayarakat minangkabau tentang Rendang yang merujuk dari empat bahan pokok yang digunakan dalam membuat Rendang. Filosofi tersebut yaitu ;&lt;br /&gt;
1.    Dagiang (daging); sebagai bahan baku utama dalam membuat rendang yang merupakan lambang dari ninik mamak (para pemimpin suku adat) yang ada di minangkabau.&lt;br /&gt;
2.    Karambia (kelapa); sebagai bahan pendukung yang merupakan lambang cadiak pandai (kaum intelektual).&lt;br /&gt;
3.    Lado (cabe); sebagai lambang alim ulama yang pedas yaitu tegas untuk mengajarkan syariat agama.&lt;br /&gt;
4.    Pemasak (bumbu); sebagai pelengkap yang merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minang.&lt;br /&gt;
Bahan.&lt;br /&gt;
•    1 kg daging sapi, dipotong jadi sekitar 15 potong (Lihat gambar)&lt;br /&gt;
•    2 liter santan dari 3 butir kelapa tua parut dan diperas.&lt;br /&gt;
•    1 batang serai, dimemarkan&lt;br /&gt;
•    1 lembar daun kunyit&lt;br /&gt;
•    5 lembar daun jeruk purut, diikat dengan daun kunyit&lt;br /&gt;
Bumbu yang dihaluskan.&lt;br /&gt;
•    12-20 cabai merah, digiling&lt;br /&gt;
•    6 butir bawang merah&lt;br /&gt;
•    3 siung bawang putih&lt;br /&gt;
•    1 cm jahe&lt;br /&gt;
•    5 cm lengkuas/laos&lt;br /&gt;
•    garam secukupnya &lt;br /&gt;
Cara Membuat.&lt;br /&gt;
•    Masak santan bersama daun kunyit, daun jeruk dan serai.  Lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan sampai mendidih dan kecilkan apinya.&lt;br /&gt;
•    Lalu masukkan daging yang sudah dipotong-potong dan aduk terus dengan rata agar matangnya merata.&lt;br /&gt;
•    Masak terus daging dengan api sedang sampai santan mengental dan agak kering dan daging sudah menjadi empuk.&lt;br /&gt;
•    Dihidangkan sekali panas atau dingin sesuai dengan selera masing-masing.  Paling enak kalau dihidangan bersama Nasi Putih.&lt;br /&gt;
Untuk 6-8 orang.&lt;br /&gt;
Catatan:  Untuk lebih wangi, biasanya bumbu yang dihaluskan ditumis dulu dengan 2 sdm minyak sayur lalu masukkan potongan daging.   Terakhir baru masukkan santan.&lt;br /&gt;
Dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEwREFj5cTDIjiwq0n-w87e5LKTjVpfH_oQFlzWtAfzVtBDfchJFr7NevqE31oeKV_Ho82zMWCkT2sEmF19vEZkfmBVg2fXgy-UA3YUj7tkV5OgXHAr_qsmiXgPJEngfwQjwUdfge5X48/s72-c/rendang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Indonesia Bungkam Filipina</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/indonesia-bungkam-filipina.html</link><category>Olahraga</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Thu, 16 Dec 2010 09:17:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-4383107149484116634</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1EgcErjNm39wRkJHhttUGXObL3HipcwKXoBOzSqawWJ542leG-1wLa-WHSxtkaL8n8vaECb18xc3WTXH5bjm4S_USB0fgt3U2QDyZnzxuWSod3YQWMIuBcLl6OyW2AVw5ALAR_3U9HFE/s1600/AFF_Suzuki_Cup_2010_-Logo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1EgcErjNm39wRkJHhttUGXObL3HipcwKXoBOzSqawWJ542leG-1wLa-WHSxtkaL8n8vaECb18xc3WTXH5bjm4S_USB0fgt3U2QDyZnzxuWSod3YQWMIuBcLl6OyW2AVw5ALAR_3U9HFE/s200/AFF_Suzuki_Cup_2010_-Logo.jpg" width="142" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Indonesia berhadapan dengan Filipina pada laga semifinal leg pertama Piala AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Gelora Bung Karno (SGBK) 16 Desember 2010 dipenuhi lebih dari 70.000 suporter Indonesia . Pada pertandingan ini Indonesia menjadi tamu di kandang sendiri berhasil meraih kemenangan atas “tuan rumah” Filipina dengan skor akhir Filipina vs Indonesia 0-1.&lt;br /&gt;
Indonesia sejak peluit pertama dibunyikan oleh Moradi Masoud Hanasalo (Iran)  langsung tancap gas dengan serangan-serangan melalui 2 sayap M.Ridwan dan Oktavianus dan mengandalkan duet Christian Gonzales dengan Irfan Bachdim namun baru bisa mencetak gol di menit 32 setelah tandukan Christian Gonzales bersarang di gawang Neil Etheridge lewat umpan panjang Firman Utina yang gagal diantisipasi Etheridge sehingga Gonzales dapat menanduknya masuk sebelah kanan gawang Filipina. 0-1 untuk Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Pada menit 39, sebuah bola yang gagal di kuasai Irfan Bachdim disapu Ray Jonsson ke samping kiri gawang Etheridget sehingga hampir saja masuk ke gawangnya sendiri. Di babak kedua, Indonesia lebih banyak menguasai bola. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Pelatih &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Alfred Riedle me&lt;/em&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;m&lt;/em&gt;asuknya “super sub” Arif Suyono menggantikan Oktavianus dan Bambang Pamungkas mengisi posisi Irfan Bachdim membuat Indonesia sedikit lebih tajam.&lt;br /&gt;
Di menit 72, Bambang Pamungkas memperoleh peluang di dalam kotak penalti Filipina. Namun Bambang kalah cepat dibanding penjaga gawang Etheridge yang sigap keluar sarang dan memeluk bola. Indonesia malah nyaris kebobolan di menit 75. Kali ini, kesalah pahaman antara center bek Maman Abdurrahman dengan penjaga gawang Markus Maulana hampir saja dapat dimanfaatkan oleh  James Younghusband, tetapi “Dewi Fortuna” belum berpihak pada anak asuh Simon McMenemy karena bek kanan  Zulkifli Syukur bisa membuang bola di garis gawang dengan kepalanya.&lt;br /&gt;
Gol kedua yang dinanti Indonesia masih gagal juga lewat serangan kombinasi Bambang dan Gonzales di menit 79. Umpan silang Bambang dari kiri gagal ditanduk Gonzales karena terlalu tinggi. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan dan skor akhir Indonesia vs Filipina 1-0 atas kemenangan tim Merah Putih.&lt;br /&gt;
Dijadwalkan pada hari Minggu (19/12) Indonesia akan menjadi tuan rumah semi final leg kedua di SGBK. Indonesia hanya membutuhkan hasil seri untuk dapat masuk ke babak Final Piala AFF Suzuki Cup 2010. Dijadwalkan pertandingan ini disiarkan secara langsung oleh RCTI mulai pukul 19.00 WIBB.&lt;br /&gt;
Dari berbagi sumber&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1EgcErjNm39wRkJHhttUGXObL3HipcwKXoBOzSqawWJ542leG-1wLa-WHSxtkaL8n8vaECb18xc3WTXH5bjm4S_USB0fgt3U2QDyZnzxuWSod3YQWMIuBcLl6OyW2AVw5ALAR_3U9HFE/s72-c/AFF_Suzuki_Cup_2010_-Logo.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Adam Malik</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/adam-malik.html</link><category>Tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Wed, 15 Dec 2010 22:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-4511853276119747116</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY-Z6JABoprEjib2OxT-eBuNLmjmS2iv4OBsVLJOBV-roOH5jpj0zx6MhJY6FHkmx0BZzmGTLIxDaZ8tUhxWXh9E2fiwJ26Qa-CAQBc8Q-WX5Dg-2rSm9DAEsXvXEM99nxL0-bIS5sjWM/s1600/adammalik_PYO.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY-Z6JABoprEjib2OxT-eBuNLmjmS2iv4OBsVLJOBV-roOH5jpj0zx6MhJY6FHkmx0BZzmGTLIxDaZ8tUhxWXh9E2fiwJ26Qa-CAQBc8Q-WX5Dg-2rSm9DAEsXvXEM99nxL0-bIS5sjWM/s200/adammalik_PYO.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;H. Adam Malik (Pematang Siantar, 22 Juli 1917-Bandung, 5 September 1984) adalah mantan Menteri Indonesia. Ia pernah menjabat Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan I. Beliau juga pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ketiga pada masa Kabinet Pembangunan III. Setelah lulus HIS, Adam bekerja menjaga toko "Murah" di seberang bioskop Deli. Di sela-sela pekerjaan ia membaca berbagai buku yang menambah pengetahuan dan wawasannya. &lt;br /&gt;
Ketika berusia belasan tahun, Adam pernah ditahan polisi Dinas Intel Politik di Sipirok (1934) dan dihukum dua bulan penjara karena melanggar larangan berkumpul. Pada usia 17 tahun ia telah menjadi ketua Partindo di Pematang Siantar (1934-1935) untuk aktif memperjuangkan kemerdekaan bangsa. &lt;br /&gt;
Pada usia 20 tahun, Adam menjadi salah seorang pelopor berdirinya kantor berita Antara (1937) yang berkantor di Jalan Pinangsia 38, Jakarta Kota. &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dengan bermodalkan satu meja tulis tua, satu mesin tulis tua, dan satu mesin roneo tua mengedarkan berita ke berbagai surat kabar nasional. Sebelumnya, ia sudah sering menulis di koran Pelita Andalas dan Majalah Partindo. &lt;br /&gt;
Di zaman Jepang, Adam aktif bergerilya bersama gerakan pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan. Mewakili kelompok pemuda, Adam sebagai pimpinan Komite Van Aksi, terpilih menjadi Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) periode 1945-1947 yang bertugas menyiapkan susunan pemerintahan. Selain itu, Adam Malik adalah pendiri dan anggota Partai Rakyat, pendiri Partai Murba, dan anggota parlemen. &lt;br /&gt;
Akhir tahun lima puluhan, Adam Malik aktif di pemerintahan menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk Uni Soviet dan Polandia. Karena kemampuan diplomasinya, ia menjadi ketua Delegasi Indonesia dalam perundingan Indonesia-Belanda, untuk penyerahan Irian Barat (1962). Setelah itu ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Pelaksana Ekonomi Terpimpin (1965). &lt;br /&gt;
Ketika terjadi pergantian rezim pemerintahan Orde Lama, pada tahun 1966 Adam mengundurkan diri dari Partai Murba. Empat tahun kemudian ia bergabung dengan Golongan Karya (Golkar). Sejak tahun 1966-1977 ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri II/Menteri Luar Negeri (ad interim), dan Menteri Luar Negeri. Sebagai Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan Orde Baru, Adam Malik menjadi wakil dalam berbagai perundingan dengan negara-negara lain termasuk rescheduling utang Indonesia di masa Orde Lama. &lt;br /&gt;
Bersama Menteri Luar Negeri negara-negara Asia, Adam Malik menjadi salah seorang tokoh terbentuknya ASEAN (1967). Ia dipercaya menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke 26 di New York. Tahun 1977, ia terpilih menjadi Ketua DPR/MPR. Kemudian tiga bulan berikutnya, dalam Sidang Umum MPR (Maret 1978) terpilih menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ke 3. &lt;br /&gt;
H. Adam Malik meninggal dunia di Bandung, 5 September 1984 karena penyakit kanker lever. Kemudian, isteri dan anak-anaknya mengabadikan namanya dengan mendirikan Museum Adam Malik. &lt;br /&gt;
Riwayat Karir :&lt;br /&gt;
- Wakil Presiden RI (1978-1983) &lt;br /&gt;
- Ketua MPR/DPR (1977-1978) &lt;br /&gt;
- Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 &lt;br /&gt;
- Wakil Perdana Menteri II/Menteri Luar Negeri RI (1966-1977) &lt;br /&gt;
- Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin (1965) &lt;br /&gt;
- Ketua delegasi Indonesia-Belanda (1962) &lt;br /&gt;
- Duta besar di Uni Soviet dan Polandia (1959) &lt;br /&gt;
- Anggota Dewan Pertimbangan Agung-DPA (1959) &lt;br /&gt;
- Anggota Parlemen (1956) &lt;br /&gt;
- Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (1945-1947) &lt;br /&gt;
- Menteri Luar Negeri (6 Juni 1968 - 28 Maret 1973)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesi : Wartawan (Pendiri LKBN Antara tahun 1937) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Organisasi : &lt;br /&gt;
- Pinisepuh Golongan Karya &lt;br /&gt;
- Pendiri Partai Murba (1946-1948) &lt;br /&gt;
- Pendiri Partai Rakyat (1946) &lt;br /&gt;
- Ketua Partindo di Pematang Siantar (1934-1935)&lt;br /&gt;
Sumber : http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY-Z6JABoprEjib2OxT-eBuNLmjmS2iv4OBsVLJOBV-roOH5jpj0zx6MhJY6FHkmx0BZzmGTLIxDaZ8tUhxWXh9E2fiwJ26Qa-CAQBc8Q-WX5Dg-2rSm9DAEsXvXEM99nxL0-bIS5sjWM/s72-c/adammalik_PYO.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ir. Soekarno</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/ir-soekarno.html</link><category>Tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Wed, 15 Dec 2010 22:10:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-4365471129692598467</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5OXOkClJ6LbrGwp5g2Z5VFFMwKtqmpYCaHlYVaBlCVwJVY9L9vehpmV66ngsQp98TszQ-IDvsZsHMxnzVj6bLwqmsfzqR34n31YIGg9BCA2bPZGTtr5hj-wXNcZmXNk7xKeIFaBXHTB4/s1600/soekarno.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5OXOkClJ6LbrGwp5g2Z5VFFMwKtqmpYCaHlYVaBlCVwJVY9L9vehpmV66ngsQp98TszQ-IDvsZsHMxnzVj6bLwqmsfzqR34n31YIGg9BCA2bPZGTtr5hj-wXNcZmXNk7xKeIFaBXHTB4/s200/soekarno.jpeg" width="139" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ir. Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya Raden Sukemi Sosrodiharjo,berasal dari keturunan Sultan Kediri,dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai,bangsawan Bali yang merupakan keponakan Raja Singaraja terakhir. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tcokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut sekolah di THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan Partai Nasional lndonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, dengan cita-citanya yaitu Indonesia Merdeka. Akibatnya pemerintah Belanda memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam Pledoi (pembelaannya) berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo) dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 (hari lahir Pancasila), Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi" pada tahun 1986. (Dari Berbagai Sumber)&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5OXOkClJ6LbrGwp5g2Z5VFFMwKtqmpYCaHlYVaBlCVwJVY9L9vehpmV66ngsQp98TszQ-IDvsZsHMxnzVj6bLwqmsfzqR34n31YIGg9BCA2bPZGTtr5hj-wXNcZmXNk7xKeIFaBXHTB4/s72-c/soekarno.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pangeran Diponegoro</title><link>http://nusantara-merdeka.blogspot.com/2010/12/pangeran-diponegoro.html</link><category>Tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Nusantaraku)</author><pubDate>Wed, 15 Dec 2010 08:47:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-255890325849917499.post-1911969209486985516</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL-Y4PpaiVrvRWjh3CGHMQuUflUBOncGHHxAsmt8OGGIq8MVXa6yYEliQRO8R6rCTLd6PXJHKYtXE-T4wFramWOj3L6i8HskOmZ6-FiaBTNnX5i7kwN_ih-VHeLtWrJ4MQReHNvyVQ9tA/s1600/diponegoro.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL-Y4PpaiVrvRWjh3CGHMQuUflUBOncGHHxAsmt8OGGIq8MVXa6yYEliQRO8R6rCTLd6PXJHKYtXE-T4wFramWOj3L6i8HskOmZ6-FiaBTNnX5i7kwN_ih-VHeLtWrJ4MQReHNvyVQ9tA/s200/diponegoro.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 di Yogyakartadan wafat di Makassar pada 8 Januari 1855, beliau adalah putra dari Raja Mataram Hamengkubuwana III dengan selirnya yang bernama R.A Mangkarawati. Pada masa kecil Pangeran Diponegoro bernama Raden Mas Ontowiryo. Pangeran Diponegoro pada masa hidupnya memiliki 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, &amp;amp; Raden Ayu Ratnaningrum.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ketertarikannya terhadap Agama dan sifatnya yang merakyat menyebabkan Pangeran Diponegoro lebih banyak menghabiskan masa pertumbuhannya di Tegalrejo bersama Eyang Buyut Putrinya yang tidak lain Permaisuri dari HB I Ratu Ageng. Beliau juga menolak pada saat ditunjuk oleh ayahnya untuk menjadi raja.&lt;br /&gt;
Perlawanan terhadap Belanda&lt;br /&gt;
Perlawanan Pangeran Diponegoro dimulai dari ketidak setujuannya atas campur tangan Residen Belanda dalam perwalian Hamengkubuana V (1822) yang pada waktu itu baru berusia 3 tahun dalam menjalankan pemerintahan seperti berbagai peraturan tata tertib yang dibuat oleh Pemerintah Belanda menurutnya sangat merendahkan martabat raja-raja Jawa., hal ini juga diperparah dengan tindakan Belanda yang memasang patok di tanah milik Pangeran Diponegoro di Tegalrejo  dan perlakuan Belanda yang tidak menghiraukan adat istiadat yang berlaku juga mengeksploitasi rakyat hingga menderita.&lt;br /&gt;
Perlawanan pangeran Diponegoro didukung oleh rakyatnya sehingga selama perlawanan tersebut pihak Belanda mengalami kerugian yang besar baik itu para prajurit juga harta. Daerah perlawanan meluas hingga mencapai daerah Pacitan dan Kedu.Salah satu pengikut yang paling terkenal adalah Kyai Maja seorang tokoh agama yang berasal dari Surakarta.  Markas dari Pangeran Diponegoro adalah Goa Selarong.  Pangeran Diponegoro menyebut perlawanannya sebagai Perang Sabil.&lt;br /&gt;
Karena berbagai cara yang dilakukan oleh Belanda tidak pernah berhasil, maka permainan licik dan kotor pun dilakukan. Diponegoro diundang ke Magelang untuk berunding, dengan jaminan kalau tidak ada pun kesepakatan, Diponegoro boleh kembali ke tempatnya dengan aman. Diponegoro yang jujur dan berhati bersih, percaya atas niat baik yang diusulkan Belanda tersebut. Apa lacur, undangan perundingan tersebut rupanya sudah menjadi rencana busuk untuk menangkap pangeran ini. Dalam perundingan di Magelang tanggal 28 Maret 1830, beliau ditangkap dan dibuang ke Menado yang dikemudian hari dipindahkan lagi ke Makassar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kurang lebih 25 tahun ditahan di Benteng Rotterdam, Ujungpandang, akhirnya pada tanggal 8 Januari 1855 beliau meninggal. Jenazahnya pun dimakamkan di sana. Beliau wafat sebagai pahlawan bangsa yang tidak pernah mau menyerah pada kejaliman manusia&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL-Y4PpaiVrvRWjh3CGHMQuUflUBOncGHHxAsmt8OGGIq8MVXa6yYEliQRO8R6rCTLd6PXJHKYtXE-T4wFramWOj3L6i8HskOmZ6-FiaBTNnX5i7kwN_ih-VHeLtWrJ4MQReHNvyVQ9tA/s72-c/diponegoro.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>